shop-triptrus


Mei/22


Festival Budaya Napak Sire 2026

TripTrus.Com - Festival Budaya Napak Sire jadi salah satu event budaya yang bukan cuma estetik buat lo upload di feed, tapi juga punya makna dalem yang relate banget sama identitas lokal, khususnya di Kepulauan Bangka Belitung. Digelar sekitar April sampai Juni 2026 di kawasan Tanjung Pendam, festival ini ngebawa vibe tradisi Melayu yang dikemas kekinian, jadi lo nggak bakal ngerasa “kuno banget”, malah seru dan interaktif. Di sini, gue bisa lihat langsung gimana budaya menyirih—yang dulu mungkin kita anggap biasa aja—ternyata punya filosofi kuat tentang penghormatan, persahabatan, dan cara orang zaman dulu membangun relasi sosial. [Baca juga : "Festival Tidore 2026"] Nggak cuma sekadar pameran doang, festival ini juga diisi pertunjukan seni, workshop budaya, sampai pengalaman interaktif yang bikin lo makin paham arti “Sekapur Sirih” sebagai simbol penerimaan dan kehangatan.       View this post on Instagram A post shared by Dewa Made Putra (@dewacuit_) Tujuan utamanya jelas, biar generasi muda kayak gue dan lo nggak kehilangan jati diri budaya sendiri, sekaligus bikin Bangka Belitung makin dikenal, nggak cuma di Indonesia tapi juga sampai mancanegara. Jadi ya, ini tuh bukan cuma festival biasa—lebih ke ajang buat reconnect sama akar budaya, tapi dengan cara yang santai, fun, dan tetap relevan sama gaya hidup milenial dan Gen Z sekarang. (Sumber Foto indonesia.travel)
...more

Apr/29


Solo Menari 2026

TripTrus.Com - Kalau lo lagi cari event budaya yang vibes-nya beda tapi tetap relate sama zaman sekarang, Solo Menari 2026 ini wajib banget masuk radar lo. Festival tari yang digelar sehari penuh di Kota Solo ini hadir buat ngerayain Hari Tari Dunia, tapi bukan sekadar seremoni biasa—ini tuh semacam ruang bebas buat para penari mengekspresikan diri dengan cara yang fresh, kreatif, dan tentunya tetap berakar pada budaya Nusantara. Tahun ini, temanya “Aku Kipas (Aha Pankha)”, yang terinspirasi dari perjalanan panjang kipas tangan dan kipas lipat yang udah eksis sejak ribuan tahun lalu dan jadi elemen penting dalam berbagai tradisi tari di dunia, termasuk di Indonesia. [Baca juga : "Gendhing Budaya 2025"] Menariknya, konsep “kipas” di sini nggak cuma dilihat sebagai properti tari doang, tapi juga sebagai simbol yang lebih dalam—kayak berbagi manfaat, menyebarkan energi positif, dan menghubungkan satu sama lain lewat gerak dan rasa. Jadi, para penari diajak buat ngeksplorasi kreativitas mereka sebebas mungkin, menciptakan karya-karya inovatif yang tetap nyambung sama akar budaya lokal. Bisa dibilang, Solo Menari ini jadi wadah di mana tradisi dan modernitas ketemu, terus di-mix jadi sesuatu yang relevan buat generasi sekarang—baik lo yang milenial, Gen Z, atau siapa pun yang pengin ngerasain seni dengan cara yang lebih hidup dan dekat.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Deffry Adyatama (@deffryadyatama) Dengan atmosfer yang terbuka untuk publik, festival ini juga jadi ajang buat masyarakat luas buat lebih dekat sama dunia tari. Nggak harus jadi penari profesional dulu kok buat menikmati—cukup datang, lihat, dan rasakan sendiri gimana energi budaya itu “hidup” di tengah kota. Jadi ya, kalau lo pengin ngerasain experience budaya yang nggak kaku dan justru penuh warna, Solo Menari 2026 ini bisa jadi jawaban yang lo cari. (Sumber Foto @kam.maula)
...more

Apr/26


Gebyar Pesona Budaya Garut 2026

TripTrus.Com - Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG) tuh bukan sekadar festival biasa, bro—ini semacam panggung gede yang ngerangkum vibe tradisi sampai sentuhan modern dalam satu helaran yang estetik dan penuh makna. Digelar tiap tahun sama Pemerintah Kabupaten Garut, event ini jadi wadah buat para seniman lokal unjuk gigi, sekaligus bikin lo dan gue makin sadar kalau budaya itu bukan cuma buat dilestarikan, tapi juga bisa dikemas keren dan relevan buat generasi sekarang. Dari pagelaran seni tradisional yang autentik sampai karya inovatif yang siap bersaing di level global, semuanya nyatu di sini, bikin suasana makin hidup dan berwarna. [Baca juga : "Festival Festival Rimpu Mantika 2026"] Menariknya lagi, GPBG juga nggak cuma ngomongin seni doang—ada sisi ekonomi kreatif yang ikut terdongkrak. Produk lokal jadi punya panggung buat dikenal lebih luas, bahkan sampai ke pasar internasional.       View this post on Instagram A post shared by Generasi Pesona Indonesia (@genpiindonesia) Jadi, sambil nikmatin festival, lo juga secara nggak langsung support UMKM dan pelaku kreatif daerah. Diselenggarakan pada 26–27 April 2026 di Garut, acara ini jadi momen strategis buat ningkatin citra pariwisata sekaligus ngenalin kekayaan budaya Indonesia ke dunia. Intinya, ini festival yang bukan cuma seru, tapi juga punya impact—buat lo, gue, dan tentunya Garut itu sendiri. (Sumber Foto indonesia.travel)  
...more

Apr/24


Festival Bale Nagi Flores Timur 2026

TripTrus.Com - Festival Bale Nagi Flores Timur (FBN Flotim) 2026 hadir dengan vibe yang fresh banget, mengusung tema “Merangkai Karya dalam Lingkar Tradisi”—dan jujur aja, ini bukan sekadar festival biasa, tapi momen di mana lo dan gue bisa ngerasain gimana hangatnya tradisi pulang kampung ala masyarakat Lamaholot menjelang Semana Santa di Larantuka. Di sini, semuanya kayak di-mix jadi satu: dari tarian tradisional yang autentik, musik etnik sampai yang modern, tenun ikat yang estetik, sampai kuliner khas yang bikin lidah lo auto happy. Nggak cuma itu, ada juga pameran seni dan berbagai inovasi kreatif yang nunjukin kalau budaya lokal tuh bisa banget tampil keren dan relevan di era sekarang. [Baca juga : "Festival Adat Dan Budaya Lom Plai 2026"] Lebih dari sekadar event, FBN Flotim ini jadi ruang kumpul yang meaningful—mulai dari diaspora yang pulang kampung, generasi muda yang pengen reconnect sama akar budaya, sampai masyarakat lokal yang bangga nunjukin identitas mereka. Kegiatannya juga padat dan variatif, dari karnaval budaya yang colorful, workshop dan talkshow yang insightful, sampai FUN activities yang santai tapi tetap berisi. Bahkan ada paket wisata Semana Santa buat lo yang pengen sekalian eksplor pengalaman spiritual dan budaya, plus penghargaan Fantastic East Flores yang jadi bentuk apresiasi buat karya-karya inspiratif.       View this post on Instagram A post shared by Rizal Agustin | Travel Blogger (@mrizag) Digelar pada 8 sampai 11 April 2026 di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, festival ini nggak cuma soal seru-seruan, tapi juga punya impact nyata—mendorong ekonomi kreatif lokal sekaligus menjaga warisan budaya tetap hidup. Jadi ya, kalau lo nanya ini worth it atau nggak, jawabannya: banget. Ini bukan cuma festival, tapi pengalaman yang bikin lo ngerasa lebih dekat sama budaya, sekaligus tetap relevan sama gaya hidup kekinian. (Sumber Foto @darmaking_)
...more

Apr/23


Festival Festival Rimpu Mantika 2026

TripTrus.Com - Festival Festival Rimpu Mantika 2026 bakal jadi salah satu momen paling hype yang nggak cuma seru, tapi juga penuh makna budaya, bro. Digelar dari tanggal 23 sampai 25 April 2026 di Bima, Nusa Tenggara Barat, event ini hadir dengan tema “Preserving Culture and History” yang intinya ngajak kita buat tetap ngejaga warisan tradisi leluhur biar nggak hilang ditelan zaman. Jadi bukan sekadar festival biasa, tapi juga bentuk nyata rasa cinta terhadap identitas daerah. Di sini, lo nggak cuma bisa liat Pawai Rimpu yang ikonik banget, tapi juga berbagai pertunjukan seni budaya yang autentik dan bikin merinding saking kerennya. Yang lebih menarik lagi, ada deretan kuliner khas Bima yang jarang banget muncul di acara umum—kayak utambeca sako, karawiti, sampai pangaha bunga. Biasanya makanan ini cuma ada di momen sakral, jadi pas lo nyobain di festival ini, rasanya tuh kayak dapet pengalaman eksklusif yang beda dari yang lain. [Baca juga : "Jong Race Festival 2026"] Selain vibes budaya yang kental, festival ini juga jadi wadah buat ngedorong ekonomi kreatif lokal. Jadi secara nggak langsung, lo dan gue yang datang ke sana juga ikut support UMKM dan pariwisata halal di Kota Bima. Keren kan? Apalagi konsepnya juga ramah lingkungan, jadi makin relate sama gaya hidup anak zaman sekarang yang mulai peduli sustainability.       View this post on Instagram A post shared by Nur Andriyani (@andriyani555) Nggak heran kalau festival ini terus naik level dan masuk dalam jajaran event unggulan di Nusa Tenggara Barat. Harapannya sih, ke depan Festival Rimpu Mantika bisa makin dikenal luas dan jadi bagian penting dari Karisma Event Nusantara. Jadi, kalau lo lagi nyari pengalaman budaya yang autentik tapi tetap kekinian, ini event wajib banget masuk bucket list lo, gue jamin nggak bakal nyesel. (Sumber Foto indonesia.travel)
...more

Apr/09


Festival Tidore 2026

TripTrus.Com - Festival Tidore tuh bukan sekadar acara tahunan biasa, tapi lebih kayak throwback megah ke masa kejayaan Kesultanan Tidore—salah satu kerajaan besar di Maluku yang dulu punya peran penting dalam jalur perdagangan rempah dunia, bahkan sampai punya relasi diplomatik sama Spanyol dan Portugis. [Baca juga : "Festival Bale Nagi Flores Timur 2026"] Digelar tiap April, tepatnya 9 sampai 12 April 2026 di Kota Tidore Kepulauan, event ini nyuguhin vibes budaya yang autentik banget—mulai dari prosesi adat yang sakral, ritual dorora (doa), sampai parade Juanga yang ikonik. Lo juga bisa liat tarian tradisi bahari yang kental sama identitas maritim masyarakat sana.       View this post on Instagram A post shared by @safira.denita Menariknya, festival ini bukan cuma soal hiburan, tapi juga jadi bentuk pelestarian kearifan lokal dan warisan leluhur yang masih dijaga sampai sekarang. Jadi, kalau lo pengen ngerasain pengalaman budaya yang beda, penuh sejarah, dan pastinya Instagramable tapi tetap meaningful, Festival Tidore ini wajib banget masuk bucket list lo—serius, gue aja pengen banget ke sana! (Sumber Foto @raissanadia11)
...more

Apr/08


Aceh Culinary Festival 2026

TripTrus.Com - Aceh Culinary Festival 2026 (ACF26) balik lagi, dan kali ini vibes-nya makin niat, makin fresh, dan pastinya makin bikin lo ngiler, gue jamin. Dengan tema “Celebrating The Authenticity of Aceh’s Living Culinary Heritage,” festival ini nggak cuma soal makan enak, tapi juga ngerayain warisan kuliner khas Aceh yang hidup dan terus berkembang sampai sekarang. Lo bakal nemuin konsep baru yang disebut Foodscape Jalur Rasa, di mana kuliner dari 23 kabupaten/kota di Aceh sampai 10 provinsi di Sumatra dikurasi jadi satu pengalaman rasa yang super lengkap. Ditambah lagi ada 6 Pulau Kuliner dan 6 pameran tematik kekinian yang bikin festival ini terasa lebih immersive, bukan sekadar event makan biasa. [Baca juga : "Festival Adat Dan Budaya Lom Plai 2026"] Yang bikin ACF26 makin beda, mereka juga ngegabungin konsep Digital Gastronomy, jadi pengalaman kuliner lo nggak cuma analog tapi juga digital-savvy, cocok banget buat lo yang doyan konten dan update sosmed. Ada juga masterclass bareng chef kece sampai pengalaman eksklusif kayak Secret Dinner yang berasa fancy tapi tetap relate. Nggak cuma itu, festival ini juga makin peduli lingkungan, jadi lo bakal nemuin water station, sistem pemilahan sampah, dan campaign #BawaBotolSendiri—simple tapi impactful, bro.       View this post on Instagram A post shared by Valensia Harumi E. / Varumi (@valedgina) Terus, yang nggak kalah seru, ada Khanduri Aceh 23 Belanga yang vibes-nya tradisional tapi dikemas dengan cara yang lebih engaging, plus flashmob Seudati yang bikin suasana makin hidup. Bahkan pengunjung juga diajak ikut co-creation konten, jadi lo bukan cuma penonton, tapi juga bagian dari cerita. Setelah event selesai pun nggak langsung hilang gitu aja, karena bakal ada output lanjutan kayak buku kuliner, foto, sampai podcast yang makin nge-push posisi ACF sebagai ikon gastronomi Aceh. Jadi ya, kalau lo nanya ini festival worth it atau nggak—jawabannya: jelas banget iya, gue aja pengen banget ke sana. (Sumber Foto indonesia.travel)
...more

Apr/04


Jong Race Festival 2026

TripTrus.Com - Jong Race Festival jadi salah satu vibes budaya yang nggak boleh lo lewatin kalau lagi pengen healing tapi tetap dapet experience lokal yang autentik. Digelar pada 18–19 April 2026 di Bintan Regency, acara ini bukan sekadar lomba biasa—ini tuh perayaan tradisi maritim Melayu yang udah legendaris banget. Bayangin aja, perahu layar kecil bernama Jong ini dilombain tanpa awak, cuma ngandelin angin laut. Unik? Jelas. Keren? Banget. [Baca juga : "Festival Budaya Napak Sire 2026"] Di festival ini, lo nggak cuma nonton balapan perahu, tapi juga bisa ikut berbagai aktivitas seru kayak Jong Clinic yang ngajarin lo lebih dalam soal perahu tradisional ini. Ada juga workshop kreatif yang cocok buat lo yang pengen eksplor sisi seni, plus pertunjukan budaya Melayu yang bikin suasana makin hidup. Nggak ketinggalan, permainan tradisional kayak gasing juga hadir buat nambah nostalgia sekaligus hiburan.       View this post on Instagram A post shared by Bintan Kitesurf 🏄🏽‍♂️ 🇮🇩 (@bintankitesurfingofficial) Buat lo yang doyan kulineran, tenang aja—festival ini juga punya bazar makanan khas dan UMKM lokal yang siap manjain lidah lo. Jadi, selain seru-seruan, lo juga bisa sekalian support produk lokal. Intinya, Jong Race Festival ini bukan cuma event, tapi ruang buat ngerayain budaya, tradisi, dan identitas maritim Melayu dengan cara yang fun dan kekinian. Jadi, kalau lo lagi nyari destinasi wisata yang beda dari biasanya, ini sih wajib banget masuk bucket list lo. (Sumber Foto @theislandfoundation)
...more

Mar/20


Festival Adat dan Budaya Lom Plai 2026

TripTrus.Com - Festival Adat dan Budaya Lom Plai bukan sekadar perayaan panen biasa, tapi refleksi mendalam tentang hubungan manusia, alam, dan leluhur yang masih dijaga erat oleh masyarakat adat Wehea di Muara Wahau. Di balik kemeriahannya, tersimpan makna filosofis yang kuat—bahwa hasil panen bukan cuma soal kerja keras, tapi juga bentuk harmoni antara manusia dan semesta. Makanya, saat puncak acara Embob Jengea digelar, seluruh warga tanpa terkecuali ikut larut dalam suasana yang sakral sekaligus hangat, dari anak-anak sampai para tetua adat, seakan semua generasi disatukan dalam satu napas tradisi yang sama. Lo bisa ngerasain kalau ini bukan event yang dibuat-buat, tapi benar-benar hidup dan tumbuh dari akar budaya mereka sendiri. [Baca juga : "Solo Menari 2026"] Dimulai dari dentuman gong sakral yang dipukul oleh keturunan raja, momen itu bukan cuma seremoni pembuka, tapi simbol izin sekaligus panggilan spiritual untuk memulai rangkaian ritual. Dari situ, gotong royong berjalan bukan sebagai kewajiban sosial semata, tapi sebagai bentuk kesadaran kolektif yang udah mendarah daging. Gue ngeliat Lom Plai ini kayak pengingat keras di tengah dunia yang makin individualistis—bahwa kebersamaan, rasa syukur, dan penghormatan terhadap alam itu bukan hal yang bisa diganti teknologi atau tren apa pun. Tradisi ini jadi semacam “ruang pulang” buat identitas mereka.       View this post on Instagram A post shared by Pesona Indonesia (@pesona.indonesia) Sejak Nehas Liah Bing ditetapkan sebagai Desa Adat dan Konservasi pada 2006, Lom Plai memang makin dikenal luas, bahkan jadi daya tarik wisata budaya. Tapi menariknya, di tengah eksposur itu, esensi sakralnya tetap dijaga, nggak berubah jadi sekadar tontonan. Justru di situlah letak kekuatannya—lo nggak cuma datang buat lihat budaya, tapi diajak untuk memahami cara hidup yang lebih selaras dan penuh makna. Jadi kalau lo pikir ini cuma festival buat konten atau estetika, jujur aja lo bakal ketinggalan inti paling pentingnya: ini adalah cerita tentang identitas, keberlanjutan, dan cara manusia menghargai hidup itu sendiri. (Sumber Foto indonesia.travel)
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography

Upcoming Trips

Open Trip Pulau Pari
04 - 05 Apr 2026
Open Trip Pulau Tidung
04 - 05 Apr 2026
Citarik River Rafting
05 Apr 2026
Open Trip Dieng Plateau
10 - 12 Apr 2026
Open Trip Sebesi Krakatau
10 - 12 Apr 2026
×

...