TripTrus.Com - Cagar Alam Geologi (CAG) Karangsambung merupakan laboratorium geologi alam yang wajib dikunjungi bagi peneliti, mahasiswa geologi hingga wisatawan umum untuk mengetahui proses terbentuknya alam semesta dimasa silam. Berikut Lintas Kebumen rangkum 10 fakta menarik dari Cagar Alam Geologi Karangsambung, Minggu (7/12):
1. CAG Karangsambung ditetapkan sebagai Cagar Alam Geologi berdasarkan Kepmen ESDM No.2817K/40/MEM/2006 yang diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 14 November 2006.
2. CAG Karangsambung memiliki luas sekira 22.000 Hektar meliputi Kecamatan Sadang, Karangsambung, Karanggayam, Alian, dan Pejagoan di Kabupaten Kebumen. Kecamatan Pagedongan dan Bawang di Kabupaten Banjarnegara. Kecamatan Kaliwiro dan Wadaslintang di Kabupaten Wonosobo.
3. CAG Karangsambung dijadikan Kampus Lapangan Geologi pada tahun 1964. Pencetusnya adalah Prof. Dr. Sukendar Asikin, (Guru Besar Departemen Teknik Geologi ITB). Beliau adalah geolog Indonesia pertama yang mengulas geologi daerah Karangsambung berdasarkan teori tektonik lempeng.
4. Verbeek adalah geolog Belanda sekaligus orang yang pertama kali melakukan penelitiaan di CAG Karangsambung pada tahun 1891 . Akan tetapi hasil penelitian ini baru dipetakan secara geologi oleh Harlof pada tahun tahun 1933.
5. Geolog Indonesia dan Mancanegara (Katili, Hamilton dan khususnya Sukendar Asikin) menunjukkan bahwa CAG Karangsambung merupakan titik pertemuan antarlempeng yang terjadi pada suatu zaman geologi yang disebut Kapur Akhir (100-65 juta tahun yang lalu).
6. CAG Karangsambung memiliki batuan metamorf sekis mika di Kali Brengkok. Batuan tertua ini tersingkap dan menjadi pembentuk fondasi Pulau Jawa. Pengukuran dengan radioaktif menunjukkan batuan ini berumur 121 juta tahun, dari zaman kapur. Batuan ini hanya bisa ditemui di CAG Karangsambung di seluruh Indonesia.
7. CAG Karangsambung juga memiliki situs batu rijang dan lava basal berbentuk bantal di Kali Muncar. Batuan sedimen ini terbentuk di dasar samudera purba 80 juta tahun lampau. Hanya ada dua tempat di Indonesia yang memiliki Lava Basal di permukaan, salah satunya CAG Karangsambung.
8. Terdapat 32 situs singkapan geologi dan 18 situs di antaranya merupakan singkapan inti yang berharga bagi ilmu pengetahuan, pendidikan, dan wisata di CAG Karangsambung.
9. Pada situs Bukit/Wagir Sambeng di CAG Karangsambung ditemukan batuan peselingan rijang dan gamping merah. Batuan tersebut merupakan batuan yang terbentuk di dasar laut dengan kedalaman antara 4000 meter hingga lebih. Dalam batuan ini juga ditemukan fosil dari radiolaria yang jika dilihat umurnya berkisar antara 65 juta tahun.
10. CAG Karangsambung memiliki Batuan Serpentinit. Batu ini adalah batuan dari batuan ultra basa berwarna gelap. Merupakan hasil dari pembekuan magma pada kerak samudera.
Aktivitas penambangan pasir dan batu di sepanjang Sungai Luk Ulo kian mengancam cagar alam geologi Karangsambung. Beberapa titik singkapan geologi berumur hingga ratusan juta tahun yang selama ini menjadi sumber pengetahuan dan pendidikan dikhawatirkan tergerus penambangan liar masif. (Sumber: Artike-Foto lintaskebumen.wordpress.com)
...moreTRIPTRUS - Sebagai bagian dari rencana penyelaman, kita perlu untuk mengetahui kapan waktu terbaik untuk menyelam di suatu daerah. Cuaca dan kondisi laut adalah faktor yang sangat penting untuk menghindari penyelaman yang kurang menyenangkan, dan yang terpenting menghindari kecelakaan penyelaman (dive accident).
Akan tidak menyenangkan jika melakukan penyelaman dalam kondisi angin kencang, laut sangat berombak, arus bawah laut sangat kencang, visibility bawah laut jelek. Di bawah ini adalah rangkuman waktu terbaik menyelam di beberapa daerah di Indonesia yang diambil dari berbagai sumber (berdasarkan dry season di mana angin dan ombak sangat baik). Lihat catatan untuk waktu terbaik melihat ikan tertentu).
Perlu juga diperhatikan jadwal bulan purnama untuk menghindari ombak besar yang memabukkan. Jadwal bulan purnama bisa dicek di http://www.pasanglaut.com.
Data tersebut disusun berdasarkan informasi dari berbagai sumber. Bukan merupakan sesuatu yang pasti dan perlu dikonfirmasi ke para diver atau warga lokal setempat. Yuk, jadwalkan segera liburan kalian di perairan Indonesia. Nikmatilah segala keindahan den pesonanya. (Sumber: Artikel rezkito.wordpress.com Foto travel.kompas.om)
...moreTripTrus.Com - Kalau lo belum tahu, di Kanekes, Lebak, Banten, ada suku asli Indonesia yang masih ngejaga tradisi dan budaya super ketat: Suku Baduy. Mereka hidup serasi banget sama alam, jadi gak heran deh kalau gaya hidup mereka beda dari kebanyakan orang luar. Nah, biar gak salah kaprah pas main ke sana, lo wajib paham dulu tentang kebiasaan unik mereka!
View this post on Instagram
A post shared by Ethnic Vibes (@ethnicvibes.id)
Sebelum nginjekin kaki di sana, yang harus lo tau pertama adalah: Suku Baduy ini terbagi dua, ada Baduy Luar sama Baduy Dalam. Banyak yang kira dua-duanya sama aja, padahal beda banget, bro! Baduy Luar lebih "gaul", mereka udah kenal sama hal-hal dari luar kayak sekolah, sosialisasi sama pendatang, bahkan menerima turis. Sementara, Baduy Dalam itu jauh lebih tertutup dan ketat ngikutin aturan leluhur mereka yang udah turun-temurun.
Kalau lo mau lihat Baduy Dalam, siap-siap trekking sekitar 12 km dari Baduy Luar, ngelewatin kebun, sungai, bahkan ada Jembatan Akar yang keren banget karena dibuat dari akar pohon sekitar sungai, plus bambu di bawahnya. Bener-bener natural dan mereka gak pake teknologi buat bikin semua itu!
[Baca juga : "Jalan Santuy Keliling Museum Di Kota Tua, Gak Butuh Ongkos Tapi Tetap Seru!"]
Di Baduy Dalam, teknologi dilarang keras, bro. Jadi gak ada tuh HP, radio, speaker, atau gadget lainnya. Mereka cuma komunikasi pake Bahasa Sunda dan aksara Hanacaraka. Yang menarik, dari cara berpakaian pun kelihatan bedanya: Baduy Dalam wajib pake baju putih atau biru tanpa kancing atau kerah, dan gak boleh pake alas kaki. Baduy Luar biasanya pake baju hitam atau biru tua.
Walaupun wisata ke desa Baduy diizinin, gak semua tempat bisa sembarang dimasukin. Ada area khusus yang cuma buat masyarakat Baduy aja. Plus, ada larangan buat teknologi, kayak HP, kamera, dan sejenisnya. Lo bahkan gak boleh sembarangan motret di sana tanpa izin, karena mereka punya kepercayaan soal menolak teknologi demi ngejaga keseimbangan alam.
Suku Baduy juga anti banget sama produk kimia. Jadi gak ada tuh sabun, pasta gigi, atau detergen. Intinya, kalo ke sana, lo harus ikut adat mereka, jaga kebersihan, bawa pulang sampah plastik, dan jangan sembarangan nebang pohon atau mencabut tanaman.
Itu dia, sedikit gambaran soal Suku Baduy dan aturan-aturannya. Jadi, udah siap berpetualang sambil ngehormatin kearifan lokal yang bikin mereka bertahan sampe sekarang? (Sumber Foto @world_traveler29)
...moreTripTrus.Com - Bulan Ramadhan akan segera tiba, namun jangan biarkan momen ini menghalangi rencana perjalanan bisnis atau liburanmu. Walaupun berpergian saat sedang berpuasa dapat terasa melelahkan dan menguras energi karena kamu tidak makan dan minum sepanjang hari, namun itu bukanlah alasan untuk tidak pergi.
View this post on Instagram
A post shared by R I F A R A F I D A (@rafidarifa)
Jika kamu berencana untuk bepergian selama bulan Ramadhan, ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan agar tetap nyaman dan sehat selama perjalanan. Berikut adalah beberapa tips untuk berpergian saat bulan Ramadhan:
1. Rencanakan perjalanan dengan matang
Agar perjalananmu lancar, disarankan untuk merencanakan dengan matang termasuk memperhitungkan waktu berbuka dan shalat. Periksa jadwal shalat di tempat tujuanmu dan pastikan membawa persediaan makanan dan minuman yang cukup untuk berbuka puasa.
2. Pilih waktu perjalanan yang tepat
Sebaiknya dipilih waktu perjalanan yang tepat, seperti menghindari waktu menjelang berbuka puasa atau waktu shalat, agar perjalananmu tidak terlalu melelahkan dan tidak mengganggu ibadah.
3. Bawa makanan dan minuman yang cukup
Agar terhindar dari kelaparan dan kehausan, penting untuk membawa persediaan makanan dan minuman yang cukup untuk berbuka puasa dan sahur ketika sedang dalam perjalanan. Selain itu, jangan lupa untuk membawa camilan dan air minum untuk menjaga kecukupan cairan dalam tubuhmu.
4. Berdoa dan membaca Al-Quran
Sebaiknya manfaatkan waktu perjalanan untuk berdoa dan membaca Al-Quran agar dapat menjaga fokus pada ibadah dan menghilangkan rasa lelah selama perjalanan. Hal ini dapat membantu memperkuat koneksi spiritual dan memberikan ketenangan pikiran.
5. Tetap berhati-hati
Ketika melakukan perjalanan, terutama pada malam hari, sangat penting untuk tetap berhati-hati. Pastikan kamu berada di tempat yang aman dan terang benderang untuk menghindari risiko kejahatan dan bahaya lainnya.
6. Menghormati kebiasaan setempat
Apabila melakukan perjalanan ke daerah yang memiliki budaya yang berbeda, pastikan selalu menghormati kebiasaan setempat dan menjaga sopan santun. Hal ini penting untuk mencegah konflik budaya dan menunjukkan rasa penghargaan terhadap keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia.
[Baca juga : "Maret 2023, Solo Full Event, Ini Sederet Acara Yang Akan Digelar"]
7. Bersabar
Ketika melakukan perjalanan, penting untuk selalu bersabar, terutama ketika terjadi keterlambatan atau situasi yang tidak terduga. Ingatlah bahwa momen ini dapat dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk beribadah dan meningkatkan keimanan. Dengan bersikap sabar, perjalananmu akan menjadi lebih tenang dan penuh berkah.
Demikianlah beberapa tips yang dapat membantu kamu dalam berpergian selama bulan Ramadhan. Semoga tips yang telah kami sampaikan dapat bermanfaat bagi kamu. Jika ada kesalahan dalam penulisan, mohon maaf yang sebesar-besarnya. Sampai jumpa di artikel kami berikutnya. (Sumber: Artikel Shalahudin Hikam Al Ayubi Foto @sirozy)
...moreTari pendet merupakan salah satu tarian selamat datang yang paling tua di Pulau Bali. Menarikan tarian ini sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan spiritual masyarakat Hindu di Bali. Para ahli seni pertunjukan Bali, berdasarkan beberapa catatan yang ada, menyetujui bahwa tahun 1950 adalah tahun kelahiran tari Pendet. Tidak hanya saat menyambut tamu-tamu penting, dalam setiap pertunjukan tari-tarian Bali, tarian ini selalu dijadikan sebagian tarian pembuka.Jenis tarian penyambutan ini dibawakan oleh sekelompok remaja putri yang masing-masing membawa mangkok perak yang berisi bunga warna-warni. Dan pada bagian akhir tarian, para penari menaburkan bunga-bunga yang mereka bawa ke arah penonton atau tamu yang disambut, sebagai ucapan selamat datang.Pada awalnya, Tari Pendet dipakai sebagai pelengkap upacara piodalan di pura-pura atau tempat suci keluarga, sebagai lambang rasa syukur, hormat, dan sukacita saat menyambut kehadiran para dewata yang turun dari khayangan.Penggagas tarian ini adalah dua seniman kelahiran desa Sumertha, Denpasar, yaitu I Wayan Rindi dan Ni Ketut Reneng. Keduanya menciptakan tari Pendet penyambutan dengan empat orang penari yang dipentaskan sebagai bagian dari pertunjukan kepariwisataan di sejumlah hotel yang ada di Denpasar, Bali. Dan pada tahun 1961, I Wayan Beratha mengembangkan tarian ini dan menambah jumlah penarinya menjadi lima orang, seperti yang sering ditampilkan sekarang.Pada tahun 1962, I Wayan Beratha dan kawan-kawan kembali mengembangkan Tari Pendet yang ditarikan secara massal, jumlah penarinya tidak kurang dari 800 orang, dan ditampilkan dalam upacara pembukaan Asian Games di Jakarta.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTripTrus.Com - Terdapat beberapa teori tentang kapan tepatnya Islam masuk ke Nusantara. Ada yang mengatakan bahwa Islam datang dari Gujarat bersama pedagang India muslim pada abad ke-13 M, ada yang mengatakan Islam datang oleh pedagang Arab dari Timur Tengah pada abad ke-7 M, serta yang terakhir mengatakan bahwa Islam datang dari pedagang asal Persia pada sekitar abad ke-13 M.
Wisata religi Banten banyak diminati oleh pengunjung baik lokal maupun luar daerah. Misalnya kawasan Banten Lama yang merupakan ibu kota Kesultanan Banten, di utara Banten ini peninggalan Islam sangat lekat.
Tidak hanya di Banten Lama, beberapa masjid yang dahulu menjadi pusat penyebaran Islam masih dapat dikunjungi bahkan masih dipergunakan untuk beribadah. Berikut 5 masjid tua bersejarah di Banten yang bisa menjadi pengingat dan bahan pelajaran generasi saat ini.
1. Masjid Agung Serang (Agung Ats Tsauroh)
View this post on Instagram
A post shared by @e_c_h_o_eko onOct 13, 2018 at 8:27pm PDT
Masjid Agung Ats-Tsauroh Serang yang dahulu disebut Masjid Pegantungan, dan sekarang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Agung Serang, mulai dibangun oleh Raden Tumenggung Basudin Tjondronegoro (1870–1888 M) mantan Bupati Pandeglang dan Bupati Serang. Mewakafkan tanah yang ditempati sekarang oleh Masjid seluas ± 2,6 Ha.
Nama Ats-Tsauroh yang berarti perjuangan disematkan pada masjid ini tahun 1974. Masjid pun direnovasi beberapa kali hingga bentuknya menjadi seperti saat ini. Cirinya sebagaimana tradisi bangunan di Pulau Jawa, yakni bentuk atap limas tumpang tiga dan bentuk ruang dengan konsep pendopo terbuka, khas rumah joglo. Konsep terbuka ini membuat masjid berkesan ramah dan bersahaja.
2. Masjid Al Khadra
View this post on Instagram
A post shared by Budi Hartono (@bharton88) onApr 25, 2018 at 3:47am PDT
Masjid Al Khadra terletak di Jl. Kyai Abdulhaq Achmad, Kampung Gesing, Kel. Samangraya, Kota Cilegon. Masjid yang lebih dikenal dengan Masjid Gesing merupakan salah satu masjid tertua yang ada di Kota Cilegon. Dibangun masyarakat pada tahun 1932, sekaligus menjadi saksi sejarah perjuangan rakyat Cilegon melawan kolonial Belanda saat itu.
Sejak awal pembangunannya hingga kini, masjid Al-Khadra (yang berarti “hijau atau subur”) ini tetap mempertahankan model dan bentuk bangunan utamanya tanpa ada banyak perubahan. Tebal tembok bangunan 30 cm disusun dari batu bata mentah, tanah dan kapur. Pintu dan jendela masjid terbuat dari kayu dengan model lama. Dinding masjid umumnya berwarna putih dan berwarna hijau dibagian kubahnya.
3. Masjid Baitul 'Arsy
Masjid Baitul ‘Arsy terletak di Kampung Pasir Angin, Kel. Pagerbatu, Kec. Majasari, Kab. Pandeglang, di kaki gunung Karang. Masjid ini dahulu juga digunakan sebagai tempat persembunyian warga dari serangan Belanda. Beberapa bagian dinding masih berlubang yang diperkirakan merupakan bekas peluru senjata Belanda.
Masjid Baitul ‘Arsy berupa rumah panggung, dengan ukuran sekitar 12 x 8 meter, dinding dan lantai dari kayu. Bangunannya menghadap ke Gunung Karang dan memiliki tiga pintu. Dua pintu samping (kiri-kanan) dan satu pintu masuk bagian depan. Di atap masjid terdapat kubah yang terbuat dari kayu, dan tiang-tiang masjid masih terlihat kokoh, termasuk umpak atau pondasi bawah masjid juga terbuat dari kayu. Sementara di samping kanan masjid terdapat sumber mata air yang mengalir tiada habisnya.
[Baca juga : "5 Masjid Tertua Dan Bersejarah Di Banten - Part 2"]
4. Masjid Al Ikhlas
View this post on Instagram
A post shared by Nurikhsan (@masaneapri) onFeb 26, 2020 at 7:53am PST
Masjid yang keberadaanya terletak di RT. 06 Rw. 02, Kel. Cilenggang, Serpong ini memang tidak banyak diketahui oleh masyarakat luas, letaknya yang berada persis di tengah perkampungan warga tak menghilangkan kesan sakral dan bersejarahnya masjid tersebut. Masjid Al-Ikhlas berdiri atas pakarsa Raden Muhammad Atief (Tubagus Atief) yang merupakan salah satu Panglima Perang Kesultanan Banten pada waktu itu.
Saat itu Tubagus Atief ditugaskan Ayahandanya Sultan Ageng Tirtayasa untuk membantu masyarakat Tangerang melawan penjajahan Belanda sekaligus menyiarkan agama Islam. Atas Jasanya kepada masyarakat Cilenggang,Serpong saat itu masyarakat kemudian menikahkan Raden Muhammad Atief dengan Siti Almiyah wanita asli Desa Cilenggang dengan mas kawinnya Masjid Jami Al Ikhlas (dahulu disebut Surau atau Tajug).
5. Masjid Agung Al Jihad
Masjid Al-Jihad Ciputat, Masjid yang tepat berada di arah utara Pasar Ciputat, Tangerang Selatan ini merupakan salah satu masjid bersejarah yang masih berdiri kokoh di tengah pesatnya bangunan disekelilingnya. Masjid yang dibangun pada tahun 1940an ini, pada mulanya hanya musala kecil yang terbuat dari bilah bambu beratapkan ijuk.
Musala ini dibangun oleh seorang saudagar keturunan Arab, Tuan Salim yang telah lama menetap dan memperistri seorang putri kaya keturunan Tionghoa. Selain itu disebutkan pula, rumah ibadah ini merupakan yang pertama di ciputat yang diwakafkan tuan Salim bagi para penduduk muslim saat itu. Sisi sejarah Masjid inipun tak lepas dari peranan tokoh-tokoh besar ulama di Indonesia, salah satunya adalah Buya Hamka. Sewaktu masih hidup ulama kharismatik yang pernah menjadi ketua MUI ini banyak memberikan kontribusi pada pengembangan Masjid Agung Al-Jihad. (Sumber: Artikel gpswisataindonesia.info, wikipedia.org, situsbudaya.id, tangerangnews.com Foto santidewi.com)
...moreTripTrus.Com - Liburan memang suatu kegiatan yang sangat menyenangkan, apalagi ditambah jika berlibur dengan pasangan tercinta. Suasana romantis akan menambah erat jalinan kamu dengan pasanganmu. Namun tahukah anda, liburan dengan pasangan ini tidak boleh juga sembarangan loh.
Do not need the perfect person to be with me, all I need is you, who know my shortcomings but still want to be with me 😙😘😗 . . . . . #cinta #kasihsayang #ove #pasanganhidup #coupletraveler #couplestyle #temantapimenikah #sukapiknik #sukafoto #asalpinik #fotolama #semilirbadai #likefoto #likethis #instamag #instafoto #likeforlike #like4like #pendakicouple #lfl #lff
A post shared by Etik (@meisyaetik) onJan 2, 2018 at 6:16am PST
Kenapa begitu? karena jika kamu sembarangan mempersiapkan, bukan malah membuat liburan yang menyenangkan namun malah sebaliknya.
Nah untuk kamu yang masih bingung atau baru pertama kali ingin liburan dengan pasangan, ada tipsnya nih, tentang bagaimana membuat liburan menjadi berkesan dengan pasanganmu. Penasaran seperti apa? Berikut ini ulasan lengkapnya.
1. Tempat Liburan Yang Tepat Adalah Kunci Utama
Hal pertama yang harus kam lakukan adalah mencari tempat yang pas untuk kamu dan pasanganmu. Pastinya kamu tau kan apa hal yang paling disukai pasanganmu, nah itu bisa jadi bahan pertimbangan untuk mencari tempat liburan yang pas untuk berdua.
Misalnya saja, jika kamu berdua suka dengan alam, berkemah akan membuat suasanya yang romantis. Selain itu bisa juga dengan menyusuri tempat wisata yang memang belum banyak orang tau.
2. Berani Mencoba Hal Baru
Untuk tips yang kedua adalah berani mencoba hal yang baru. Jika ingin memberi kesan yang tak kan terlupakan, bisa saja dengan travelling dan berbaur dengan masyarakat sekitar, ditambah mengenal budaya mereka. Hal ini akan membuat kenagan yang tak kan terlupakan untuk kamu dan pasanganmu.
3. Ekplorasi Wisata Bersama Pasangan
Eksplorasi wisata adalah pilihan ketiga. Kamu bisa memilih wisata dengan banyak spot yang asik untuk di eksplorasi dengan pasangan anda. Misalnya saja ke pantai, banyak sekali pantai di Indonesia yang menyajikan view yang menarik, ditambah lagi banyak spot yang berdekatan antara satu pantai dengan yang lainya. Jadi eksplorasi pantai saat liburan bersama pasangan akan sangat menyenangkan dan tentunya berkesan.
4. Persiapkan Segala Kebutuhan
Untuk yang terakhir adalah persiapan segala kebutuhan liburan bersama pasangan. Salah satu yang tidak boleh lupa adalah tentang biaya yang diperlukan. Diskusikan dengan pasangan kamu tentang biaya ini. Sesuaikan dengan tingkat kemampuan.
Selain itu, sesuaikan kebutuhan pokok ketika akan berkunjung ketempat wisata yang dipilih, misalnya saja liburan ke gunung, hal yang terpenting adalah membawa jaket tebal atau yang lainya untuk menghalau udara dingin yang ada disana. Tidak mau bukan, saat liburan besama pasangan malah kedinginan karena kurang persiapan. (Sumber: Artikel piknikdong.com, Foto freepik.com)
...moreTripTrus.Com - 23 Mei 2024 di Candi Borobudur, Kab. Magelang, salah satu acara paling ditunggu dalam perayaan Waisak. Festival lampion pas Waisak tuh kece banget, bikin hati meleleh dan mata nggak bisa lepas. Tiap tahun, umat Buddha di seluruh dunia seru-seruan merayakan momen spesial ini dengan semangat yang meledak-ledak. Ribuan lampion warna-warni berhamburan di langit, bikin pemandangan makin memukau.
Lampion-lampion itu karya seni yang oke banget, desainnya rumit tapi warnanya cerah banget. Ada yang bentuknya mirip bunga lotus, simbol kesucian dan keanggunan gitu. Selama festival, banyak umat Buddha yang ziarah ke kuil dan pagoda. Biar pada tau dong arti dan fakta-fakta seru tentang tradisi festival lampion pas Waisak, yuk simak penjelasannya di bawah!
View this post on Instagram
A post shared by daniel geraldus (@dhgeraldus)
Makna Tradisi Festival Lampion Saat Waisak
Buatin kita ngomongin soal Waisak, bray! Pas hari Waisak, umat Buddha suka ngelepas lampion ke langit. Banyak banget lampion yang terbang-terbang, bikin langit malam jadi cantik banget, deh! Nah, lepasin lampion itu maksudnya sebagai tanda kita lagi usaha keras buat dapet pencerahan dan bijaksana dalam hidup, gitu loh. Selain itu, lepasin lampion juga bisa jadi pengingat bahwa kita lagi berusaha bebaskan diri dari penderitaan, lho.
Begitu lampion-lampion itu melayang tinggi, mereka simbolisasi usaha buat lepas dari ikatan dunia material dan cari kebebasan batin. Dan tentu aja, biar doa atau harapan kita bisa kekabul.
Tradisi ini juga punya makna spiritual yang dalam banget, bray. Pas lampion mulai diterbangin, itu kayak perjalanan spiritual kita, menuju keabadian dan pencerahan. Artinya, kita lagi berusaha keras buat tingkatkan kesadaran dan gali potensi kita.
Ada juga makna lain di balik festival lampion waktu Waisak ini, yakni tentang persatuan dan persaudaraan. Kita semua kan nyambung dan punya pengalaman yang sama dalam mencari kedamaian. Dan sekarang, festival ini juga udah jadi ramah lingkungan, loh! Lampionnya pake bahan alami kayak daun, kulit jerami, jadi efek negatifnya ke lingkungan dikurangi, gitu.
Filosofi Tradisi Festival Lampion Saat Waisak
Gak bisa dipungkiri, festival lampion pas Waisak tuh punya filosofi yang keren abis! Gue bakal ceritain beberapa aspek filosofinya nih.
1. Cahaya dan Pencerahan
Nah, lampion yang terbang di festival Waisak itu semacam simbol cahaya dan pencerahan, gitu loh. Maknanya, itu kaya simbol pengetahuan dan kebijaksanaan. Jadi, tiap kali kita terbangin lampion, kita diingetin buat bawa terus cahaya pencerahan dalam hidup, bray. Gak lupa, juga soal ngepahamin yang dalam dan ngebijakin hidup sehari-hari.
2. Impermanensi dan Ketidaktahuan
Kalo lampion terbang trus pelan-pelan mati, itu gambaran banget tentang sifat dunia yang gak abadi, bray. Jadi, kita diajarin buat gak ngerasa terikat sama hal-hal yang cuma sementara doang. Lebih fokus ke yang abadi dan penting dalam hidup, gitu.
3. Pembebasan dan Keterikatan
Di tradisi lampion, kita liat usaha buat melepaskan diri dari ikatan duniawi dan dapet pembebasan dari penderitaan, bray. Artinya, kita harus ngerti kalo kita gak boleh terlalu ngerasa keterikatan sama keinginan duniawi, ego, atau materi. Harus usaha buat dapetin pembebasan batin dan kedamaian, gitu.
4. Kehidupan dan Kematian
Lampion bisa jadi simbol siklus kehidupan dan kematian, bray. Kalo lampion terbang trus mati, itu mengingetin kita tentang sifat hidup dan mati. Intinya, kita diajarin buat ngerasa bersyukur sama setiap momen yang kita punya dan gak takut atau terikat sama kematian. Tapi tetep, harus ngerti gimana cara menghargai hidup dan hidupinnya dengan bijak.
5. Persatuan dan Persaudaraan
Festival lampion Waisak tuh mencerminkan banget soal nilai persatuan dan persaudaraan, bray. Pas ribuan lampion terbang bareng-bareng, itu gambaran persatuan antara individu dan kelompok. Kita juga diajarin buat selalu ngeliat kesamaan dan saling pengertian. Gabung bareng semua makhluk biar bisa dapet hubungan yang harmonis terus berkelanjutan, gitu.
[Baca juga : "Kuliner Unik Ramadhan Dari Berbagai Daerah Indonesia!"]
Fakta Unik Tradisi Festival Lampion Saat Waisak
Gue bakal kasih tau beberapa fakta keren tentang festival ini.
1. Asal Usul
Jadi, awalnya nih, kebiasaan menerbangkan lampion pas Waisak itu dari Thailand. Tapi sekarang, trend-nya udah ngehits banget di beberapa negara tetangga juga di Indonesia. Festival ini tuh hasil percampuran tradisi Buddha sama budaya lokal di tiap negara gitu loh.
2. Bahan Buat Lampion
Lampion yang dipake pas festival ini biasanya dibuat dari kertas yang dikasih rangka dari bambu atau kawat tipis. Trus, dihias dengan warna-warni cerah plus kadang ada kaligrafi atau gambar simbolis yang berhubungan ajaran Buddha.
3. Simbolisme Air
Selain diterbangin ke langit, lampion juga bisa diapungin di air pas Waisak. Ada beberapa tradisi yang lampionnya dibikin dari bahan yang bisa terapung di air, kayak kulit jerami yang dianyam gitu. Nah, ini melambangkan kita ikutin arus kehidupan dan melepasin diri dari belenggu, loh!
4. Usir Kegelapan
Festival lampion biasanya digelar pas malem hari, jadi pas lampionnya diterbangin, langit tuh jadi bercahaya banget. Maknanya, kita berusaha banget buat ngusir kegelapan dan kebodohan. Selain itu, juga bisa bawa pencerahan dan kebijaksanaan dalam hidup, gitu.
5. Momen Kontemplasi
Pas lagi siap-siap buat festival dan ngeramein lampion, banyak orang juga manfaatin kesempatan ini buat merenung dan meditasi, lho. Jadi bisa jadi momen buat liat dalam-dalam diri sendiri, nyari kedamaian batin, dan ngeluarin beban pikiran.
Nah, gitu deh, bray! Festival lampion pas Waisak itu emang salah satu perayaan yang keren banget dan penuh makna. Selain dari sisi keagamaannya yang kuat, festival ini juga jadi kesempatan buat kita semua buat kumpul, merayakan hidup, dan promosiin perdamaian serta persatuan antar manusia. Keren, kan?
Itulah makna dan fakta keren tentang festival lampion pas Waisak. Langsung sikat seat buat Open Trip Festival Lampion Waisak 2024 di TripTrus, yuk! (Sumber Foto @char.da)
...moreTripTrus.Com - Kayak gini, guys — bayangin lo cabut sebentar dari vibes hectic Jakarta, terus nge-fly ke timur Indonesia, ke Pulau Pantar. Begitu nyampe, lo bakal langsung ngerasa kayak masuk dunia lain: laut biru jernih banget, pasir putih yang kayak powder, plus sunset yang literally chef’s kiss. Bukan cuma cantik doang, tapi Pantar itu punya energy yang beda — semacam hidden paradise yang masih “pure”, jauh dari kesan turis-turis mainstream.
View this post on Instagram
A post shared by Wenang (@bung_bili)
Di Pantar, semuanya tuh kayak nyatu dalam satu paket liburan yang vibes-nya natural abis. Lo bisa snorkeling atau diving di Selat Pantar yang airnya bening kayak kaca, terumbu karangnya masih fresh, dan kehidupan lautnya tuh vibrant banget — dari ikan warna-warni, biota laut unik, sampai reef yang bentuknya artsy banget. Pinggiran pantainya juga adem, penuh pepohonan tropis plus nuansa desa tradisional yang bikin lo ngerasa Indonesia tuh luas dan keren banget kalau lo mau sedikit keluar dari comfort zone.
Abis puas main air, lo bisa pindah ke “level darat” dan trekking ke Gunung Sirung. Bro, ini gunung api aktif dengan vibe adventure yang next level. Ketinggiannya emang nggak mind-blowing banget, sekitar 862 mdpl, tapi begitu lo nyampe puncak? View-nya literally insane. Lo bisa ngeliat laut, daratan, pulau-pulau di sekitar Pantar — semuanya terbentang kayak lukisan panorama 360°. Trekking-nya sendiri juga asyik, menanjak, berdebu, tapi seru karena lo beneran jalan di landscape vulkanik yang raw dan aesthetic.
[Baca juga : "Petualangan Gokil Ala Lo-Gue Di Pulau Sabu Yang Bikin Nagih"]
Kalau lo tipe yang suka tempat yang “nggak biasa”, Pulau Rusa wajib masuk list. Pulau kecil ini punya vibe misterius, dengan cerita lokal tentang kerajaan dan suku-suku zaman dulu. Sekarang, pulau ini lebih dikenal dengan savana, bukit-bukit, dan padang rumput luas yang kadang dihuni rusa liar. Atmosfernya tuh kayak lo lagi syuting film petualangan indie — sepi, wild, dan super memorable. No fancy resort, no curated experience — cuma lo dan alam.
So yeah, Pantar dan sekitarnya itu kayak paket komplit buat lo yang bosen sama itinerary ala kota besar. Dari underwater paradise, pantai chill, gunung berapi aktif, sampai pulau misterius — semuanya merge jadi satu destinasi yang literally unbeatable. Kalau lo pengen liburan yang bukan cuma “jalan-jalan santai”, tapi sesuatu yang ngasih kick baru, yang authentic dan raw — Pantar is your place. So, ready to escape the city and embrace the wild? Let’s go, dude. (Sumber Foto @bajaklaut_id)
...more