shop-triptrus



Komunitas Sepeda Ulo Kampanyekan Lasem Sebagai Kota Pusaka

TripTrus.Com - Komunitas sepeda dengan bagian bawah jok atau sadel yang dimodifikasi bisa bergerak lunak alias fleksibel di Kecamatan Lasem semakin dikenal. Komunitas sepeda yang lebih mudah dikenal sebagai sepeda kuno itu anggotanya banyak merupakan kalangan bocah remaja di kecamatan tersebut. Meskipun berawal dari hobi bersepeda, ternyata dalam perkembangannya komunitas di bawah binaan Babinkamtibmas Polsek Lasem Brigadir Wisnu Santoso itu, memberikan lebih banyak manfaat. Yang paling menonjol adalah mengenalkan potensi wisata pusaka dan budaya Lasem kepada masyarakat. Pasalnya, komunitas yang saat ini bernaggotakan sekitar 45 anak kerap menggelar pawai sepeda ulo dengan berkeliling ke titik-titik wisata pusaka di Lasem. Mereka kemudian berfoto dengan latar belakang wisata pusaka tersebut untuk selanjutnya mengunggahnya ke media sosial. Kebiasaan itu ternyata cukup ampuh mengenalkan Lasem sebagai kota pusaka kepada khalayak umum. Sebab, banyak respons dari pengguna media sosial dengan menanggapi komunitas tersebut sekaligus destinasi wisata pusaka Lasem. Pembina komunitas sepeda ulo, Brigadir Wisnu Santoso atau yang lebih sering disapa Wiwik mengatakan, manfaat lain keberadaan komunitas ini adalah membentengi bocah-bocah remaja Lasem dari potensi salah pergaulan. Dengan keaktifan di dalam komunitas, membuat mereka tidak memiliki cukup waktu kosong untuk sekedar mencoba hal-hal negatif yang banyak bersebaran di lingkungan masyarakat. Kebiasaan berkumpul saat luang dengan bersepeda ulo membuat mereka benar-benar nyaman jauh dari barang-barang terlarang seperti narkoba. “Disebut sepeda ulo, karena di bawah sadel sudah dimodifikasi, supaya jalannya sepeda dapat meliak–liuk seperti ulo (ular). Cukup menarik ketika pawai, karena tidak seperti laju sepeda pada umumnya. Nuansa humornya juga begitu kental,” kata Wiwik. Biasanya, komunitas sepeda ulo kerap menggelar pawai dengan titik fokus Desa Bagan. Selain karena Wiwik merupakan Babinkamtibmas di desa tersebut, Bagan dipilih lantaran cukup banyak menjadi lokasi peninggalan-peninggalan sejarah masa lalu dan juga kampung batik. “Tiap ada showroom batik, anggota komunitas selalu berkumpul di sana dan berpawai. Mereka berfoto dengan latar belakang batik tulis Lasem, kemudian diunggah ke berbagai media sosial. Biasanya finish diakhiri di halaman klentheng Gie Yong Bio Bagan,” ujarnya. (Sumber: Artikel-Foto suaramerdeka.com)
...more

Nongkrong Seru di Danau Toba! Nikmatin Pinisi Kenzo, Wisata Unik dan Kekinian!

TripTrus.Com - Eh, udah pernah nge-danau Toba di Sumatera Utara, guys? Kalo udah ato belom, kayaknya kudu banget deh mampir ke spot wisata terkenal Indonesia ini. Gak cuma pesona alamnya yang bikin baper, sebentar lagi bakal ada pinisi wisata pertama di Danau Toba nih. Namanya Pinisi Kenzo, rencananya bakal operasi mulai Agustus 2023.       View this post on Instagram A post shared by Kenzo Toba 2 by Tora Toba Indah (@phinisitoba.kenzo2) Pak Sandiaga Salahuddin Uno, seneng banget dengan hadirnya Pinisi Kenzo ini, loh. "Jadi, ini bakal jadi pinisi pertama yang mangkal di kawasan wisata Danau Toba. Asyik kan, kaya live on board di beberapa tempat wisata lain," ungkap Sandiaga pas dia lagi tinjauin Ruang Terbuka Publik di Pantai Parapat. Sandiaga berharap Pinisi Kenzo ini bisa bawa rasa aman dan nyaman buat para wisatawan yang jalan-jalan di Danau Toba. "Demi keamanan dan kenyamanan para wisatawan, kita pastiin nih kalau Pinisi ini dibangun dengan bener pake kearifan lokal, ada ukiran khas Batak Toba dan ornamen yang melambangkan delapan kabupaten/kota," tambah Sandiaga. Kehadiran pinisi di Danau Toba yang dikelola profesional juga diharapkan bisa bantu capai target kunjungan wisman sebesar 8,5 juta. "Bayangin aja, nanti Pinisi Kenzo ini bisa buka paket wisata yang nginep di atas kapal. Pasti bakal ngeliat peluang usaha dan lapangan kerja tambahan banget, khususnya di sektor pariwisata. Lagian, tambah variasi transportasi ke Samosir dan pelabuhan lain yang udah dibangun pemerintah," jelas Sandiaga. Punya Anthony Sitorus, Pinisi Kenzo ini rencananya beroperasi mulai Agustus 2023. Buat kamu yang mau ikut, bisa coba paket wisata berkeliling Danau Toba dan bermalam di atas kapal ini. [Baca juga : "Museum Multatuli Rangkasbitung, Destinasi Wisata Sejarah Yang Keren Abis!"] Pinisi Kenzo punya fasilitas keren, ada 4 kamar tidur lengkap sama kamar mandi, ada juga 2 kamar mandi di luar. Plus, ada bar buat nyantai. Buat yang suka petualangan, di sini juga ada kegiatan kayak canoeing, paddling, sampe mancing ikan. "Dalam satu trip, Pinisi ini bisa bawa 11 wisatawan. Ada paket full day buat jalan pagi sampe sore, makan siang, dan snack, harganya 20 juta rupiah. Atau ada yang 2 hari 1 malam seharga 35 juta rupiah, udah termasuk sarapan, makan siang, makan malam, dan semua aktivitas yang seru abis," papar Anthony. Ngikutin acara Menparekraf, Jimmy Bernando juga ikutan dampingin dalam kesempatan itu. Wah, seru banget nih, makin banyak opsi buat nge-danau Toba dengan gaya yang beda. Jadi, siap-siap ajak temen-temen buat liburan yang gak bakal terlupakan di Danau Toba! (Sumber Foto @phinisitoba.kenzo2) 
...more

Mengenal Sejarah Masjid Al-Mustofa, Masjid Tertua di Kota Bogor

TripTrus.Com - Anda warga bogor sudah tahu apa masjid tertua yang ada di Kota Bogor? Jawabannya adalah Masjid Al Mustofa. Masjid tertua ini berada di Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Masjid yang berwarna hijau ini berusia 711 tahun. Ini merupakan tempat bersejarah mengenai penyebaran Islam khususnya di Bogor. Menurut Mukti Natsir, selaku Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Al Mustofa, menjelaskan bahwa, masjid tersebut dulunya dibangun oleh dua orang penyebar Islam yang masih keturunan Wali Songo. Kedua orang itu bernama Tubagus H Mustofa Bakri yang berasal dari Banten dan Raden Dita Manggala yang berasal dari Cirebon. Mukti mengatakan, saat itu Tubagus H Mustofa Bakri dan Raden Dita Manggala bertemu, selanjutnya mereka membuat kampung. Kampung tersebut dinamakan Kampung baru. Pada awalnya masjid Al Mustofa ini dibuat untuk tempat beribadah bagi warga Kampung Baru. Sang penjaga masjid ini juga masih keturunan dari Tubagus H Mustofa Bakri ini mengatakan masjid ini mempunyai beberapa keunikan dibanding masjid-masjid lainnya.       View this post on Instagram A post shared by News & Traveling (@bogor.24) onMay 2, 2019 at 11:30pm PDT Seperti pada bagian badan masjid boleh dikatakan mulai dari bawah hingga ke atas bagian masjid itu temboknya masih terbuat dari batu kali. Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia Kelurahan Bantarjati, aliran air yang dipakai jamaah masjid Al Mustofa untuk berwudu atau sebagainya berasal dari sumber mata air yang jaraknya tidak jauh dari letak masjid. Namun ada yang unik lagi yang ada di masjid ini, ketersediaan airnya yang tidak pernah kering meskipun musim kemarau. Masjid yang didirikan pada 8 Februari 1307 Masehi atau 2 Ramadhan 728 Hijriyah ini telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebagai cagar budaya pada tahun 2011. Masjid yang berada di wilayah Kampung Bantarjati Kaum, Bogor Utara ini, mempunyai peninggalan benda bersejarah. Mulai dari Alquran dan buku khotbah Shalat Jumat yang ditulis tangan oleh Tubagus Mustofa Bakri. Alquran ini ditulis pada lembaran kulit. Kedua benda bersejarah tersebut di perkirakan usianya sama dengan usia masjid Al Mustofa. Tak hanya itu, Mukti menyampaikan makam Raden Dita Manggala, jaraknya berada 200 meter dari letak masjid. Sedangkan makam Tubagus Mustofa, ada di Makkah karena beliau wafat ketika sedang berada di Tanah Suci. [Baca juga : "Geopark Ciletuh, Kawasan Batuan Tertua Di Jawa"] Masjid ini awalnya berukuran tidak sebesar saat ini. Sejak berdirinya, baru pada tahun 2000 dilakukan renovasi dengan penambahan luas area masjid. Selain itu renovasi juga dilakukan juga pada 2015 dan 2018, yakni adanya pembuatan serta perluasan kamar mandi dan tempat wudhu masjid yang ada di sisi belakang bangunan. Masjid ini banyak dikunjungi oleh jamaah yang sengaja ingin tahu keberadaan masjid tertua di Kota Bogor. Peningkatan kunjungam jamaah terjadi dan cukup signifikan usai masjid Al Mustofa ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemkot Bogor. Kunjungan dari berbagai kalangam tersebut hampir tiap hari ada. (Sumber: Artikel pojoksatu.id Foto heibogor.com)
...more

Kunjungan Wisatawan ke Sumatera Barat Naik 11,02 Persen

TripTrus.Com - Padang- Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat kunjungan wisatawan asing ke provinsi itu pada Oktober 2017 mencapai 4.826 orang atau meningkat 11,02 persen dibandingkan September 2017 "Pada September 2017 wisatawan asing yang berkunjung ke Sumbar mencapai 4.347, Oktober 2017 naik menjadi 4.826 orang," kata Kepala BPS Sumbar, Sukardi di Padang, Selasa (5/12/2017)   Persahabatan ibarat sekotak crayon... masing masing memiliki warna... perpaduan antara semua warna akan menciptakan pelangi yang indah... 😍😘 Begitulah dengan persabatan kami 👭👭👭👭👭 Mom's Day Out trip to #padang #bukittinggi #persahabatan #bandaraminangkabau #istanapagaruyung #jamgadang #danausingkarak #keloksembilan #pantaipadang #sitinurbayabridge #masjidrayapadang A post shared by Yessy (@yessyari) onOct 8, 2017 at 12:51am PDT Menurut dia kunjungan Oktober 2017 masih didominasi oleh wisatawan asing dari Malaysia mencapai 3.325 orang diikuti Australia 205 orang, Thailand 57 orang, Perancis 41 orang, Inggris 40 orang, Amerika Serikat 28 orang, Jerman 15 orang, Jepang 14 orang, Tiongkok 14 orang, Korea Selatan 9 orang dan negara lainnya 1.232 orang. "Sejak Januari sampai Oktober 2017 jumlah pelancong asal Malaysia yang berkunjung ke Sumbar sudah mencapai 32.913 orang," ujarnya. Kunjungan wisatawan pada Oktober 2017 memberikan kontribusi sebesar 0,49 persen terhadap total wisman yang berkunjung ke Indonesia sebanyak 976.038 orang. Ia memastikan jumlah yang terdata tersebut adalah mereka yang masuk melalui imigrasi di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) karena jika sebelumnya dari Jakarta atau Medan akan didata lewat bandara kedatangan.   Alhamdulillah.... Hello Sumatra Barat... 😄😆😍😊 . . . . . #sumatrabarat #padang #holiday #sumbar #minangkabauairport #bandaraminangkabau #liburan A post shared by Ria Fitriani (@riafitriya02) onApr 29, 2017 at 5:02am PDT Sementara Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Sumbar seperti dilansir Antara menyarankan pemerintah provinsi bisa belajar dari Malaysia bagaimana strategi menggaet wisatawan berkunjung ke daerah itu. "Saat ini sudah ada penerbangan langsung dari Padang ke Malaysia ini merupakan peluang namun harus diakui jumlah warga Sumbar yang datang ke Malaysia lebih banyak ketimbang orang Malaysia yang ke provinsi ini," kata Ketua Asita Sumbar Ian Hanafiah. Menurutnya Malaysia mempromosikan wisatanya terus menerus dengan membentuk badan khusus serta melakukan promosi dengan maksimal. Kemudian Malaysia juga menyiapkan beragam infrastruktur dan fasilitas yang membuat wisatawan nyaman. Sebab kunci agar orang mau berwisata itu adalah mampu melihat dan memenuhi kebutuhan wisatawan, bahkan kantor perdana menterinya sendiri juga bisa dikunjungi, jelasnya. Ia mengakui biro perjalanan yang ada di Sumbar jauh lebih nyaman membawa warga Sumbar ke Malaysia ketimbang membawa warga Malaysia ke Sumbar. "Kalau membawa orang Sumbar ke Malaysia sesudah kunjungan tidak ada masalah, tapi membawa orang Malaysia ke sini kami khawatir banyak keluhan mulai dari infrastruktur hingga toilet," ujarnya. Selain itu harga penginapan di Malaysia juga lebih murah bayangkan saja paket tahun baru tiga hari dua malam bisa dapat Rp1,7 juta untuk hotel bintang tiga, sedangkan di Bukittinggi untuk hotel saja satu malam sudah Rp2,5 juta. Ia menggarisbawahi kalau Sumbar ingin lebih banyak dikunjungi wisatawan asing maka benahi infrastruktur dan pahami kebutuhannya. (Sumber: Artikel industry.co.id Foto @Amieykha)
...more

Tarik Wisatawan, Ende Siap Gelar 3 Festival Wisata di 2022

TripTrus.Com - Pemerintah Kabupaten Ende di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, menyiapkan tiga kegiatan festival yang akan digelar pada tahun ini untuk menarik minta kunjungan wisatawan ke daerah itu.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh 江 • 🌻 (@lechiinx) "Festival yang akan kami gelar yaitu pertama Festival Budaya dan Parade Pesona Pariwisata yang dijadwalkan pada April-Juni 2022," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ende Martinus Satban ketika dihubungi dari Kupang, Sabtu. Ia mengatakan hal itu berkaitan dengan kegiatan promosi pariwisata di Kabupaten Ende pada 2022. Ia menyebutkan kegiatan kedua yaitu Festival Kelimutu yang dijadwalkan akan digelar pada Agustus. Selain itu, Festival Paralayang yang akan digelar pada Oktober-November. Martinus menjelaskan kegiatan festival ini dihadirkan untuk mempromosikan kekayaan pariwisata sekaligus menarik minat kunjungan wisatawan ke Ende. Kegiatan dalam bentuk festival, kata dia, juga berlangsung lama sehingga diharapkan dapat mendorong lama tinggal wisatawan di Ende. [Baca juga : "Kalender Event Wisata Jogja Bulan April 2022, Ada Sarkem Fest!"] "Semakin lama wisatawan di Ende tentu ada belanja yang bisa berdampak pada berbagai sektor ekonomi di masyarakat," katanya. Ia mengatakan waktu pelaksanaan beberapa festival ini masih bersifat tentatif karena disesuaikan dengan situasi di lapangan, salah satunya terkait kondisi pandemi COVID-19 yang masih berlangsung. Martinus menambahkan selain festival pariwisata, pihaknya juga menata dan merancang destinasi wisata yang sudah dibangun pemerintah daerah setempat untuk menunjang kunjungan wisatawan. "Kami juga mendampingi desa wisata untuk berinovasi menjadi desa wisata berbasis komunitas sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan," katanya. (Sumber: Artikel okezone.com Foto @florestourism) 
...more

3 Daerah di Bali Siap Jadi Kawasan Wisata Bebas COVID-19

TripTrus.Com - Pemerintah Daerah Provinsi Bali tengah bersiap mengembangkan Zona Hijau Bebas COVID-19 yang akan dijadikan Free Corridor COVID-19. Daerah wisata yang masuk ke dalam zona ini, nantinya boleh dikunjungi oleh wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri. Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan ada 3 daerah yang telah diusulkan menjadi Zona Hijau Bebas COVID-19 yakni Ubud di Kabupaten Gianyar, Kawasan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Nusa Dua di Kabupaten Badung dan Sanur di Kota Denpasar. Adapun penetapan tiga wilayah tersebut sebagai zona hijau tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 6 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Berbasis Desa/Kelurahan. Sebagai langkah awal, untuk memastikan kedua wilayah tersebut 100% aman maka akan dilakukan vaksinasi massal COVID-19 bagi orang yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan tersebut. Penanggung jawab diserahkan kepada Wali Kota/Bupati daerah masing-masing. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Bali, secara keseluruhan vaksinasi akan diberikan kepada 151.603 ribu orang. Dengan dua kali penyuntikan maka butuh sekitar 303.206 ribu dosis vaksin COVID-19. “Populasi yang akan diberikan vaksin di 3 zona itu warga yang berdomisili di daerah zona, pekerja yang berasal dari daerah zona, dan pekerja dari luar daerah zona.” Kata Gubernur Bali I Wayan Koster dalam pertemuannya dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Wali Kota/Bupati se-Bali di Jaya Sabha, Kota Denpasar pada Jumat (12/3).       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Kadek Jaya (@sugiartajaya) Selain data vaksinasi, persiapan lain yang telah dilakukan oleh Pemda adalah menerbitkan ketentuan pelaksanaan protokol kesehatan yang mencakup mobilitas orang, transportasi, serta infrastruktur kesehatan. Aturan ini wajib diberlakukan bagi daerah yang menerapkan Zona Hijau Bebas COVID-19. “Jadi semua orang yang akan beraktivitas di sana (kawasan zona hijau) harus mengikuti ketentuan ini, tetapi kalau hanya lewat saja maka diperbolehkan,” imbuhnya. Aspek lainnya seperti Sumber Daya Manusia Kesehatan, logistik maupun sarana dan prasarana pun telah disiapkan. Pada kesempatan yang sama, Menkes menyatakan siap mendukung upaya Bali untuk menerapkan Zona Hijau Bebas COVID-19. Menurutnya, langkah ini sangat penting untuk membangkitkan kembali industri pariwisata Bali di dunia internasional, sehingga Bali bisa menjadi sebagai contoh destinasi wisata yang aman dan sehat. “Ini menjadi contoh destinasi wisata dunia, jadi orang datang merasa aman, tidak takut apapun karena demikian disiplinnya kita menjaga kesehatan,” tutur Menkes. Untuk meyakinkan dunia bahwa Bali merupakan kawasan wisata yang aman dan sehat, Menkes menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai lembaga internasional. Upaya ini tentunya harus didukung oleh penerapan protokol kesehatan yang ketat. “Agar ini tidak hanya menjadi destinasi wisata lokal tapi harus menjadi destinasi wisata dunia. Untuk itu, ajak berbagai lembaga internasional untuk membantu dan mengawal ini. Kita buktikan bahwa kita bisa, sehingga dunia yakin bahwa Bali siap menjadi lokasi wisata yang aman. Saya yakin kita bisa kok,” terang Menkes. Dia menekankan untuk mewujudkan Zona Hijau Bebas COVID-19, maka daerah yang terpilih harus 100% aman dan sehat. Menkes mendorong agar pelaksanaan vaksinasi di dua kawasan itu dilakukan sesegera mungkin supaya pemulihan ekonomi juga bisa dipercepat. “Saya setuju semua disuntik vaksin di dua daerah itu, kalau bisa suntikan pertamanya kita mulai segera. Saya pingin Maret bisa harus sudah mulai,” tutur Menkes. Selain vaksinasi, pihaknya juga menekankan pergerakan masyarakat maupun trasnportasi yang keluar masuk kawasan benar-benar dipantau, penerapan 3T dilakukan secara masif sesuai standar WHO serta penyediaan infrastruktur seperti RS maupun lab PCR yang bagus. “Harus ada Lab PCR di sekitar Kawasan Wisata Ubud agar efisien, kalau bisa diatas 500 spesimen per hari. Dan itu ngak boleh lama, selesainya paling lama 24 jam. Oleh karenanya butuh infrastruktur yang prima untuk memastikan seluruh daerah itu aman dan bersih,” terangnya. [Baca juga : "Ini 5 Destinasi Wisata Super Prioritas Tahun 2021"] Untuk mewujudkan zona ini, Menkes menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektoral termasuk melibatkan sektor swasta. Karena dengan kolaborasi yang apik antara pemerintah dan swasta, harapannya bukan hanya mewujudkan wisata Bali yang sehat namun juga sophisticated. Merespon apa yang disampaikan oleh Menkes, Gubernur Bali berharap rencana penerapan Zona Hijau Bebas COVID-19 bisa tercapai, dan industri pariwisata di Bali bisa segera normal kembali. Untuk itu, Wayan berkomitmen penuh terlibat langsung di seluruh prosesnya. “Saya akan pimpin langsung ini, untuk memastikan berhasil. Kalau sudah berhasil kita lanjutkan di lokasi lain” pungkasnya. (Sumber: Artikel sehatnegeriku.kemkes.go.id Foto  permataayungprivateestate)   
...more

Dispar Buleleng Kembali Gelar Lovina Festival di Juli 2023, Menjadi Daya Tarik Wisatawan Mancanegara

TripTrus.Com - Setelah mengalami vakum selama dua tahun akibat pandemi COVID-19, Dinas Pariwisata (Dispar) Buleleng akan menggelar kembali Lovina Festival. Festival Lovina rencananya akan digelar pada bulan Juli 2023. Hal ini memberikan harapan baru bagi pelaku pariwisata dan UKM di Buleleng. Lovina Festival memiliki daya tarik yang besar bagi wisatawan mancanegara maupun domestik. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait persiapan festival yang akan berlangsung di Pantai Lovina.       View this post on Instagram A post shared by Anjar Tri Astuti (@triastutianjar) "Kami telah mendorong komunitas seni dan para pelaku industri pariwisata di kawasan Lovina untuk bersama-sama menyelenggarakan Lovina Festival yang pertama kali setelah pandemi COVID-19," ujar Kepala Dispar Kabupaten Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, pada Kamis (20/4/2023). Dalam menentukan waktu penyelenggaraan, Dody mempertimbangkan periode high season pada bulan Juli. High season diharapkan dapat menarik minat sebanyak mungkin dari wisatawan mancanegara. Selama tiga hari, wisatawan dapat menikmati Lovina Festival yang menampilkan pertunjukan seni dan budaya serta kuliner khas Buleleng. Festival ini akan lebih mengutamakan perkembangan sektor seni dan budaya serta ekonomi kreatif. "Dalam penyelenggaraan Lovina Festival tahun ini, akan diadopsi banyak ide dan gagasan baru," jelasnya. [Baca juga : "Pengaruh Pertandingan FIFA Matchday Indonesia Vs Argentina Terhadap Pariwisata Menurut Sandiaga"] Event ini juga menjadi momentum untuk memulihkan sektor pariwisata di kawasan Lovina. Melalui Lovina Festival, Dispar Buleleng akan menunjukkan bahwa Lovina sebagai kawasan wisata memiliki beragam talenta seni dan budaya yang khas. "Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan seni dan budaya kepada para tamu wisatawan yang akan menjadikan Lovina Festival sebagai agenda tetap setiap tahun, sehingga mereka dapat kembali pada periode high season berikutnya, bahkan mengajak keluarga dan kerabat mereka untuk datang ke sini," tambahnya. (Sumber Foto @cityzens_reports) 
...more

Wisata Banten Lama, Sarat Nilai Religi dan Histori

TripTrus.Com - Banten kaya akan potensi wisata sejarah dan religi. Tidak ada yang memungkiri fakta itu. Tetapi, potensi saja, tanpa dikembangkan dengan penuh komitmen, hanya akan berdiam di dalam pikiran orang. "Karena itu, jika ingin berlari cepat maju, maka tidak ada pilihan lain, kecuali implementasikan dengan baik, semua konsep percepatan pariwisata di  Banten," kata Menpar Arief Yahya. Wisata budaya dan religi itu mensyaratkan ada atraksi. Akan menjadi hidup dan berkembang jika disediakan akses yang baik dari originasi atau marketnya, serta amenitas, fasilitas agar customers atau wisatawan merasa nyaman dan kerasan tinggal lebih lama di Banten. Oleh sebab itu, pemerintah pusat yang diwakili Kemenpar dan pemerintah daerah, serta pengelola tempat wisata sejarah di Provinsi itu berembuk untuk membicarakan Bimbingan Teknis Pengembangan Destinasi Wisata Sejarah dan Religi di Hotel Horison Forbis, Cilegon pada tanggal 22-24 Maret. Hadir dalam acara itu antara lain Asdep Pengembangan Destinasi Wisata Sejarah dan Religi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Lokot Ahmad Enda, Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Provinsi Banten  Eneng Nurcahyati, Pengelola Kesultanan Agung Tirtayasa A Wahid,  Pengelola Kesultanan Maulana Yusuf TB Faidz, serta tokoh MUI Banten HS Usman. Lokot mengatakan, wisata sejarah di Banten menarik karena dari sudut pandang sejarah kawasan itu pernah berjaya karena letaknya yang strategis membuat kapal-kapal pedagang melewati wilayah ini dan menjadikannya pelabuhan terbesar di Indonesia. Selain itu, Kesultanan Banten yang mengatur wilayah Banten merupakan kerajaan maritim yang mengandalkan perdagangan sebagai sektor utama perekonomiannya. Walhasil,Banten menjadi jalur niaga bagi pedagang dari negara Persia, India, Cina, Vietnam, Filipina dan Jepang. Meski Kesultanan Banten resmi dihapus pada 1813 oleh pemerintah Kolonial Inggris dengan memaksa Sultan Muhammad bin Muhammad Muhyiddin Zainussalihin turun dari tahta, namun jejak-jejak peninggalannya masih tampak berdiri kokoh hingga saat ini. Beberapa peninggalan sejarah dan religi tersebut antara lain Menara Masjid Agung Banten, Jejak Sultan Ageng Tirtayasa, Benteng Speekwijk, Keraton Surowowan, Keraton Kaibon serta Vihara Avalokitesvara. "Namun, faktanya kini pariwisata bukanlah sektor utama dalam pengembangan ekonomi propinsi Banten meskipun sektor hotel dan restoran menyumbang kurang lebih 1 triliun rupiah setiap tahunnya," ujar Lokot. Beberapa faktor menjadi penyebab masih mandegnya pengembangan pariwisata Banten. Eneng mengungkapkan revitalisasi Benda Cagar Budaya menjadi permasalahan umum yang dihadapi oleh pengelola hingga kini.  Hal itu berdampak pada rendahnya minat dan tingkat kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara ke Banten. Sejatinya hal ini sangat ironis sebab Bandar Udara International Sukarno Hatta terletak di Provinsi Banten. Selain itu, kurang tertatanya pengembangan wisata sejarah dan religi di Provinsi Banten juga menyebabkan rendahnya minat wisatawan untuk berkunjung. "Para pengelola wisata sejarah dan religi di Provinsi Banten membutuhkan bantuan teknis dan pendanaan untuk merevitalisasi Benda Cagar Budaya yang ada," ujar Eneng. Lokot mengatakan, story telling dan pola perjalanan juga menjadi aspek penting yang secepatnya perlu dikembangkan di Provinsi Banten. Salah satu rute perjalanan yang potensial untuk dikembangkan sebagai pola perjalanan wisata sejarah dan religi di Banten adalah rute Tangerang – Anyer –Labuan Selain itu, untuk mendukung pengembangan wisata sejarah dan religi di Banten, pemerintah akan menyelenggarakan beberapa even baik yang berskala lokal dan nasional. Even-even itu antara lain Seba Baduy 2017 pada pertengahan April, Gebyar Wsata Banten yang akan dilakukan bersamaan dengan Gebyar Wisata Nusantara pada bulan Mei 2017 di Jakarta Convention Center, Serentaun pada Agustus/September 2017, Banten Beach Festival pada Oktober 2017, serta Cilegon Ethnic Carnival bersamaan dengan Golok Day Festival dan Sail Krakatau pada 27 – 30 April 2017. (Sumber: Artikel indopos.co.id Foto radarbanten.co.id)
...more

6 Tempat Wisata di Banda Neira

TripTrus.Com - Buat Anda yang suka traveling, tentunya ada banyak spot-spot indah yang bisa ditemukan di Indonesia. Saking kerennya, turis dari berbagai penjuru dunia sampai datang ke mari untuk melihat sendiri pulau-pulau indah yang tersebar di negara ini. Nah, Anda sebagai orang Indonesia asli jangan mau ketinggalan dong. Jangan sampai orang asing malah lebih mengenal budaya negeri kita ketimbang kita sendiri yang lahir di Indonesia. Nah, salah satu tujuan wisata yang lagi hits di kalangan traveler saat ini adalah Banda Neira. Pulau yang masih menjadi bagian dari Kepulauan Banda, Maluku, ini menyimpan sejuta pesona yang bakal bikin Anda takjub setengah mati. Supaya momen liburan Anda jadi terasa lebih seru. 1. Gunung Api Banda       View this post on Instagram 📍Gunung Api Banda Neira. . . . . #bandaneira #explorebandaneira #mollucas #malukutengah #gunungapibanda A post shared by Andriansyah 🌴🌊🌈 (@andrikilua) onMay 30, 2018 at 5:20am PDT Belum lengkap rasanya kalau ke Banda Neira tidak mendaki Gunung Api Banda. Gunung setinggi 670 meter ini pernah meletus pada bulan Mei 1988 silam. Jika Anda tertarik untuk mendaki gunung ini, dari pulau Neira menyeberanglah ke pulau Gunung Api yang hanya berjarak 10 menit. Untuk bisa sampai ke sana, Anda bisa menggunakan katiting, semacam perahu kecil yang hanya cukup dinaiki 3-4 orang. 2. Benteng Belgica       View this post on Instagram THE PENTAGON VIEW, FORT BELGICA IN BANDANEIRA 🏰 . Kalau berbicara sejarah, Bandaneira tidak kalah menarik untuk di bahas. Buktinya disini ada banyak benteng walaupun tidak semuanya masih dalam keadaan utuh hanya 1 benteng yang masih terus dijaga dan dirawat sampai saat ini yaitu Benteng Belgica. Benteng ini di bangun di dataran tinggi di sekitar pulau Neira sehingga dari sini kita bisa melihat pemandangan rumah warga, pulau Gunung Api dan pulau Banda Besar. . Benteng ini biasanya di buka pada sore hari sekitar jam 4 sore atau ketika ada tamu kapal pesiar. . Lokasi: Benteng Belgica, Banda Neira - Maluku #ketemuanoo #jalanjalanbandanaira #bandaneira #bentengbelgica #fortbelgica A post shared by ANO (@anoo_13) onApr 23, 2018 at 3:47am PDT Ada satu lagi nih yang wajib Anda kunjungi saat berlibur ke Banda Neira. Namanya Benteng Belgica. Peninggalan bangsa Portugis yang dibangun pada abad 16 ini memang menjadi salah satu daya tarik dari Banda Neira. Benteng ini dulunya digunakan untuk menghalau perlawanan masyarakat Banda yang menentang monopoli perdagangan pala oleh VOC. 3. Spot Menyelam Terbaik       View this post on Instagram Happy February to everyone in Europe and the northern hemisphere! GoPro handling by @emci_mathieu #bandaneiraislands #bandanaira #snorkeling #snorkelingbanda #molukku #snorkelingindonesia #backpackingindonesia #travelindonesia #moluccas #bandas #februaryweather #riodejaneiro #winterinsouthernhemisphere #pisangisland #indonesia #nutmegisland #bintanglaut A post shared by Ben (@benji1861) onFeb 2, 2019 at 8:03am PST Keindahan dunia bawah laut Banda Neira memang sudah tak diragukan lagi. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk menyelam di Banda Neira. Nah, salah satu spot menyelam terbaik di Banda Neira ada di Lava Flow, karena hamparan terumbu karangnya penuh banget. Eits, tapi jangan pernah menginjak terumbu karang ya. [Baca juga : "5 Surga Wisata Pulau Bintan, Rugi Kalau Belum Pernah Ke Sini!"] 4. Gereja Tua       View this post on Instagram Selamat Hari Minggu Gereja Tua Banda Neira Maluku God Bless #gerejatuabandaneira A post shared by Jona Sinulingga (@jona_sinulingga) onSep 1, 2018 at 6:43pm PDT Gereja tua “Hollandische Kerk” adalah salah satu tujuan wisata yang sering diburu turis saat berlibur ke Banda Neira. Dibangun tahun 1600-an, gedung bersejarah ini memang telah lama menjadi kebanggaan masyarakat Banda Neira. Namun, gereja ini sempat luluh-lantak karena gempa bumi dahsyat. Sebagai gantinya, masyarakat kembali bergotong-royong untuk membangun gereja itu lagi pada tahun 1852.  5. Rumah Budaya       View this post on Instagram To understand the long history of Banda Naira there is no other place to get detail story about Banda other than from Rumah Budaya of Banda. The house was built by Des Alwi, an important figure who introduced Banda to the world as a great travel destination so that it could tell the fascinating history of Banda to travellers. With only IDR 20k you can enter the house and also get a local guide that will explain everything you need to know about Banda. This "mini museum" display many things from old coins used by the Dutch hudreds of years ago, different type of dutch canons, painting of JP Coen, painting of Banda Genocide, old ceramics and many other things. Bang Iqbal is a native Bandanese and his knowledge about Banda was really impressive. He was our local guide and we spent around 2 hours listening, discussing, questioning and digging the history of Banda. I remember his message to us that he hopes we can spread good words about Banda to other people so more and more travellers visit Banda and respect its great history. #rumahbudayabanda #bandanaira #bandaislands #spicesislands #museum #historygeek #culturalhouse #eastmolucca #maluku #iloveindonesia #november #2017 A post shared by @esalmat (@esalmat) onMay 17, 2018 at 11:13pm PDT Selanjutnya, Anda bisa mampir sejenak di Rumah Budaya Banda Neira. Lokasi dari situs bersejarah ini berada tepat di depan Delfika Guest House. Di rumah ini, para traveler akan menjumpai beragam catatan sejarah tentang Banda Neira pada masa penjajahan kala itu.  Karena bangunan sebelumnya dirasa sudah tak aman dihuni akibat gempa, pemerintah setempat memutuskan untuk membangun ulang Istana Mini (atau Kantor Gubernur) di luar benteng. Karena bangunan ini dianggap sangat bersejarah dan mewakili wajah Banda Neira, Istana Mini pun sempat diusulkan menjadi Istana Kepresiden di wilayah Indonesia Timur. Tak perlu pergi ke luar negeri, karena ada banyak destinasi wisata keren di Indonesia yang belum Anda jelajahi. Jangan sampai keduluan sama orang asing! (Sumber: Artikel travelingyuk.com Foto kebudayaan.kemdikbud.go.id)
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...