shop-triptrus



Pulau Bawean: Antara Legenda dan Keindahan Alam - 1

Masih ingat  heboh  penamaan KRI Usman Harun? Tak dinyana si pemberani Harun Thohir  yang  menuai kontroversi karena namanya dipakai sebagai nama kapal perang itu adalah orang Bawean. Ya, pulau yang berada di Laut Jawa dan termasuk dalam wilayah Kabupaten Gresik Jawa Timur itu memang dikenal luas di Singapura dan  Malaysia sebagai tanah asal para pelaut yang bekerja di kapal-kapal mereka. Orang Bawean dan kawasan pemukiman mereka di kedua negara jiran itu mendapat julukan sebagi  Orang Boyan dan Kampung Boyan. Sebagian besar penduduk laki2nya memang melanglang buana untuk bekerja di Malaysia, Australia dan Singapura. Tidak mengherankan jika wajah kemakmuran terlihat hampir di seluruh penjuru pulau karena penghasilan para TKI itu terhitung di atas rata2 penghasilan orang Indonesia.Di sudut2 dusun bangunan rumah megah adalah hal yang lumrah. Luas Bawean sekitar 194 km2 terdiri dari 2 kecamatan yakni Sangkapura dan Tambak dengan jumlah penduduk 70 ribu jiwa yang kebanyakan bekerja sebagai petani  dan nelayan. Terdapat dua kecamatan di pulau  ini  yakni  Sangkapura dan Tambak.     Peta Bawean MENUJU BAWEAN Pulau yang jaraknya hanya  120 km dari Pelabuhan Gresik itu memiliki kontur daratan  yang berbukit-bukit sehingga bisa memandang lepas jauh kelautan. Sangat mempesona berada di ketinggian pulau ini sambi lmemandang cakrawala jingga saat senja. Padahal waktu tempuh menuju pulau yang juga dijuluki sebagai Pulau Putri ini hanya 3,5 jam dengan kapal cepat atau 8 jam dengan kapal ferry  dari dermaga Gresik. Harga tiket kapal cepat terhitung murah untuk sekali jalan, kelas ekonomi Rp 130 000, kelas eksekutif Rp 150 000 dan kelas VIP Rp 160 000.     Kapal Cepat Express Bahari - Penyeberangan ke Bawean Sedangkan menumpang kapal ferry harga tiketnya hanya Rp 70.000 dengan fasilitas tempat tidur di barak tanpa AC. Jika ingin lebih nyaman, bisa bernegosiasi dengan Anak Buah Kapal untuk menempati kamar tidur mereka yang berAC, kamar mandi bersih, sofa dan bunk bed. Mobil pun bisa masuk ke dalam kapal ferry ini dengan membayar Rp 800 000 sekali jalan dari dan ke Bawean. Pelabuhan Lamongan menjadi alternatif untuk keberangkatan dan kedatangan kapal ferry  ini, terutama di saat laut bergelombang tinggi menuju atau dari Pelabuhan Gresik. KEUNIKAN Gelombang  tinggi dan cuaca yang terkadang  kurang  bersahabat  memang  menjadi  kendala  utama untuk  menjadikan  Bawean  sebagai  salah satu tujuan wisata utama di Jawa Timur.  Kendati  pulau tersebut  mempunyai  potensi  wisata  yang  luar biasa untuk  dijadikan  tempat  berlibur.  Pantai  pasir  putih  seperti  Pantai Kuta  Bali,  pemandangan  bawah  laut  yang  menakjubkan  seperti  Bunaken  Sulawesi  Utara,  danau  air  tawar  yang  eksotis  karena  bisa  berubah  warna  sesuai  musim,  pulau-pulau  gosong  yang  cantik  karena  hamparan  pasir  putih  dikelilingi  air  laut  jernih,  pemandangan  sunset  yang  spektakuler   di berbagai  sudut  pulau,  pemandian  air  panas   yang  masih  alami ala kampung  orang  kepulauan,  air terjun  yang  masih  alami  dan  yang  terpenting  adalah  bagaimana  lidah dan  perut  kita dimanjakan  oleh  beragam   jenis   makanan  ala  Bawean.  Seperti  martabak, kocok2  alias fish cake,  baso ikan dan sambal  Bawean  yang sedap  luar  biasa. Selain itu  pulau  Bawean  juga  dikenal  mempunyai  jenis   rusa  asli yakni  Rusa Bawean  (Axis kuhlii) yang merupakan  fauna  endemik.  Satwa  yang  dilindungi  dalam Cagar Alam Pulau Bawean  ini  jumlahnya semakin menyusut  setiap tahun  karena  perubahan  hutan  hujan  menjadi  hutan jati, sehingga  ketersediaan  makanan  bagi  satwa  pemakan  tanaman  semak  ini juga semakin  berkurang. Saat  ini  jumlah  rusa  Bawean  yang hidup liar  diperkirakan  tinggal 400-600 ekor.   Belum  lama  ini  pemerintah  mengelola  sebuah  tempat  penangkaran  rusa  di Desa Pudakit Timur, berjarak kira-kira  6 km dari Pelabuhan  Bawean.  37  ekor  rusa  hidup  dalam  penangkaran  yang  letaknya  terpencil  di sebuah lembah.  Terpencil  karena  rusa-rusa  tersebut  memang  sangat  peka  terhadap  suara.  Sehingga  saat  menyambangi  penangkaran tersebut pengunjung  diminta  untuk berbicara  pelan,  tidak berisik  dan memotret  tanpa  lampu kilat. Lokasi  yang  tersembunyi  dan  sunyi menjadi   obat  tersendiri  menyaksikan  rusa  penghuni   asli  Pulau Bawean itu.    Rusa Bawean di Penangkaran Klik rangkaian artikel tentang Pulau Bawean di bawah ini. Pulau Bawean: Antara Legenda dan Keindahan Alam - 1 Pulau Bawean: Antara Legenda dan Keindahan Alam - 2 Pulau Bawean: Antara Legenda dan Keindahan Alam - 3
...more

Bangunan Bersejarah Pecinan di Cianjur

TripTrus.Com - Obyek-obyek bersejarah peninggalan warga Cina di Cianjur baik berupa arsitektur, makanan, maupun tradisi Cina masih dapat ditemukan dengan mudah. Lokasinya berada di beberapa tempat strategis dan jalan-jalan utama. Di pusat kota Cianjur, atau lebih dikenal dengan Jalan Raya, hingga kini dapat ditemukan bangunan-bangunan ruko dengan gaya khas Cina pada masa kolonial Belanda. [Baca juga : Kampung Cina Di Cianjur] Arsitektur khas yang banyak ditemukan yaitu puncak atap yang berbentuk pelana dengan ornamentasi khas Cina. Bangunan dengan arsitektur semacam ini terutama masih dapat di lihat di Jl. HOS Cokroaminoto, Jl. Siti jenab, Jl. Suroso, Jl. Barisan Banteng, Jl. Taifur Yusuf, Jl. Sinar dan beberapa ruas jalan lainnya di Cianjur Kota. Arsitektur serupa ditemukan pula di sekitar pasar Warungkondang. Di sepanjang Jl. Mangun Sarkoro  (Jalan Raya Cianjur) banyak ruko (rumah toko) yang dimiliki oleh warga Cianjur keturunan Cina. Ruko-ruko di jalan ini ada yang arsitekturnya tetap dipertahankan, namun tidak sedikit pula yang telah mengalami perombakan total. Selain ruko, terdapat juga dua vihara yang menjadi pusat peribadatan warga Cina hingga sekarang. Salah satu vihara yang telah menjadi cagar budaya adalah Vihara Bhumi Pharsija, yang dibangun tahun 1880.   Daerah Suge, salah satu kawasan yang masih terdapat rumah peninggalan zaman Kolonial Belanda *abaikankabellistriknyaπŸ˜… , apabila diperhatikan dikaca bagian atas yang terdapat dalam ornamen bagian atap,, ada tulisan "ANNO 1920" mungkin rumah ini sudah berdiri sejak tahun 1920.. kini tinggal menunggu rubuh saja,, dalamnya sudah ditumbuhi pohon dan semak belukar,,πŸ˜₯ #winepunyacerita #heavenonearth #heavenlywine #vintage #oldhouse #cianjurheritage #1920s #suge #bojongherang #cianjur #westjava #indonesia A post shared by WineNoviaR (@winenoviar) onSep 4, 2017 at 5:31am PDT Di Jl. Moh. Ali yang bersimpangan dengan Jl. Mangun Sarkoro terdapat titik yang paling terkenal dan lekat dengan sejarah pendudukan warga Cina di Cianjur. Pada masa lalu, jalan ini disebut Jalan Shanghai, namun kini telah berganti nama. Sebutan Jalan Shanghai hingga kini masih tetap dikenal oleh warga Cianjur untuk lokasi ini. Di lokasi ini juga terdapat beberapa bangunan peninggalan warga Cina pada masa lalu. Salah satunya yaitu Gedung Wisma Karya. Gedung ini dibangun sekitar tahun 1950-an oleh warga keturunan Cina sebagai gedung berbagai kegiatan. Sekitar tahun 1966, gedung ini dipakai oleh KAMI/KAPI Cianjur sebagai pusat kegiatan. Sekarang fungsinya menjadi gedung olah raga tenis meja. Bangunan ini semula menjadi satu bagian dengan sekolah Cina yang berada di bagian belakangnya. Sekarang pada bagian belakang gedung ini terdapat beberapa bangunan sekolah dasar negeri. Di daerah Pasir Hayam, tepatnya di Desa Sirnagalih kecamatan Cilaku, terdapat kompleks besar pemakaman kuno warga Cina Cianjur. Setidaknya terdapat tiga bukit utama yang dijadikan sebagai area pemakaman. Makam-makam Cina yang terdapat di kompleks ini kebanyakan berukuran besar dengan arsitektur megah khas Cina. Pada beberapa nisan berterakan tulisan Cina, dapat dilihat usia makam tertua yang dibuat sekitar tahun 1920-an. Saat ini, areal kompleks pemakaman Cina kuno ini dikelola oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Cianjur, dan masih digunakan hingga sekarang. (Sumber: Artikel cianjur-heritage.blogspot.com, Foto vakansinesia.com)
...more

Ini Arti "Open Trip" Sesungguhnya

TripTrus.Com - Berkembangnya era internet di Indonesia semakin memperkenalkan istilah open trip. Bentuk wisata satu ini juga digemari oleh generasi muda, khususnya generasi milenial. Apa sebenarnya open trip ini? " Open trip adalah perjalanan oleh orang yang mem-booking destinasi sendiri, tetapi tiket dan akomodasinya sudah ada. Jadi tidak tergantung grup," kata Ketua Dewan Penasehat Indonesia Tour Leader Association, Rudiana saat dihubungi KompasTravel. Rudiana mencontohkan, misal A memesan tur wisata selama di Thailand, tetapi tiket penerbangan dan hotel sudah membeli sebelumnya. Menurut Rudiana, open trip juga dapat diselenggarakan atas inisiatif agen perjalanan atau perorangan. Misalnya sebuah agen perjalanan menyelenggarakan perjalanan dengan destinasi, jadwal, dan rute yang telah ditentukan. "Biasanya harga open trip memang lebih murah karena memutuskan sendiri dan menyesuaikan bujet. Makanya banyak diambil oleh anak muda," jelas Rudiana. [Baca juga : 4 Kuliner Khas Cianjur Yang Unik Dengan Rasa Menggigit] Senada dengan Rudiana, CEO Triptrus.com yang merupakan platform marketplace digital yang menaungi operator tur independen, Bramantyo Sakti, mengatakan open trip lebih digandrungi oleh anak muda yang tidak mengutamakan kenyamanan dan fasilitas saat berwisata. "Kalau dari segi agen perjalanan ini untuk memenuhi kuota peserta, kalau dari segi traveller memudahkan karena tidak perlu cari orang banyak agar bisa wisata," jelas Bram. Sejak 2010, era kemunculan media sosial juga menjadi penanda pertumbuhan open trip. Menurut Bram, wisata ala open trip sangat sesuai untuk menjelajah wilayah Indonesia yang masih minim informasi mengenai transportasi, akomodasi, dan amenitas. (Sumber: Artikel travel.kompas.com Foto vakansinesia.com)
...more

Mengenang Pertempuran Lengkong

TripTrus.Com - Pertempuran Lengkong adalah pertempuran antara pasukan dari Akademi Militer Tangerang yang dipimpin oleh Mayor Daan Mogot dalam rangka melucuti senjata tentara Jepang yang bermarkas di Desa Lengkong, Serpong, Tangerang Selatan. Melucuti Tentara Jepang Lima bulan setelah proklamasi kemerdekaan, markas tentara Jepang di  Desa Lengkong ( Serpong, Banten) masih aktif.  Pasukan dari Resimen IV TRI (Tentara Republik Indonesia)  Tangerang diberi tugas untuk melucuti senjata tentara Jepang. Tanggal 25 Januari 1946, Mayor Daan Mogot dengan didampingi sejumlah perwira, antara lain Mayor Wibowo, Letnan Soetopo, dan Letnan Soebianto Djojohadikusumo , serta sejumlah pasukan mendatangi markas tentara Jepang.   πŸ”ƒ: @canderesti Monumen Pertempuran Lengkong. Monumen Lengkong adalah sebuah monumen yang dibangun pemerintah Kota Tangerang dan BSD pada 1993 untuk memperingati Peristiwa Lengkong yang terjadi setelah berakhirnya Perang Pasifik. Monumen Lengkong sepertinya dirancang bukan sebagai tempat wisata sejarah, setidaknya karena tidak ditemukan tempat duduk di sekitar lokasi, yang membuat orang ingin cepat-cepat meninggalkan tempat itu setelah berkunjung. Monumen Lengkong mungkin hanya dipergunakan dan ramai dikunjungi setahun sekali ketika dilakukan acara peringatan yang dilakukan setiap tanggal 25 Januari. Lokasi Monumen Lengkong ini letaknya agak tersembunyi di bagian depan kawasan perumahan BSD, Tangerang. #ayokemuseum #monumenlengkong #tangerang A post shared by Ayo ke Museum ! (@ayokemuseum) onApr 18, 2015 at 8:40am PDT Ketika Mayor Daan Mogot dan Mayor Wibowo sedang mengadakan pembicaraan dengan Kapten Abe, pimpinan tentara Jepang, tiba-tiba terdengar rentetan letusan senapan. Keadaan yang tadinya aman berubah menjaadi pertempuran antara pasukan Indonesia dan pasukan Jepang. [Baca juga : Mengenang Pertempuran Laskar Paling Heroik Di Serpong] Karena kalah kuat, sebanyak 33 taruna dan 3 perwira gugur.  Perwira yang gugur adalah Mayor Daan Mogot, Letnan Soebianto, dan Letnan Soetopo. Monumen Palagan Lengkong Mayor Daan Mogot gugur dalam usia 17 tahun. Untuk mengenang semangat dan kecintaannya pada Indonesia, nama Daan Mogot pun diabadikan menjadi nama jalan antara Grogol (Jakarta) hingga Pasar Lama (Tangerang).   Late post - -I'll Remember your merits for this country . . #TMPTaruna A post shared by θ”‘ ι›„ εͺ (@tjoa_krisna_moeljadi) onNov 17, 2017 at 4:40am PST Perang Lengkong merupakan peristiwa bersejarah yang sangat berarti bagi bangsa Indonesia. Untuk mengenang peristiwa itu, maka dibangunlah Monumen Palagan Lengkong. Monumen ini terletak  di Jalan Bukit Golf Utara, BSD City. Selain itu dibangun pula Taman Makam Pahlawan Taruna di Jalan Daan Mogot Km 24,5 di Kota Tangerang. (Sumber: Artikel bobo.grid.id, Foto vakansinesia.com)
...more

Tradisi Bakar Batu Jelang Buka Puasa di Papua

TRIPTRUS - Kaum muslim yang berada di Wamena, Pengunungan tengah Papua memiliki tradisi unik saat bulan puasa. Adalah tradisi bakar batu. Tradisi itu adalah memasak menggunakan batu yang dipanasi dengan dibakar di atas api sejak nenek moyang warga Papua sebelum memeluk agama Islam. Selama bulan Ramadan, tradisi ini tetap dilakukan untuk memasak makanan berbuka puasa. Karena memasak dengan cara bakar batu memakan waktu lama, warga memanggang batu di atas kayu bakar hingga membara. Menunggu batu siap digunakan para kaum perempuan membersihkan sayuran, umbi-umbian, dan daging ayam yang telah dicuci bersih. Begitu batu siap, warga membuat lubang kecil dan menaruh alang alang sebagai alas, lalu batu panas dimasukkan ke dalam lubang beralas alang-alang. Bahan makanan seperti singkong betatas serta jagung ditaruh di atas batu panas disusul sayur-mayur yang terdiri daun singkong dan daun betatas, daging ayam lalu ditutup menggunakan daun pisang. Butuh waktu sekitar 2 jam hingga tak ada asap yang keluar dari lubang dan seluruh bahan makanan matang dan siap untuk berbuka puasa Komunitas Muslim Wamena yang berjumlah sekitar 24 kepala keluarga. (Sumber: Artikel dan Foto tv.liputan6.com)
...more

Mengenal Lebih Dekat 3 Desa Wisata Indonesia di Ajang UNWTO Best Tourism Villages 2021

TripTrus.Com - Bicara soal pariwisata, Indonesia memiliki segudang potensi berupa kekayaan alam, budaya, suku, hingga ras di yang tidak akan pernah ada habisnya dan tersebar di berbagai penjuru wilayah Tanah Air yang bisa jadi daya tarik wisatawan. Menyadari hal tersebut, saat ini banyak desa-desa di Indonesia yang terus mengembangkan potensi parekraf mereka untuk menarik minat turis berkunjung dan mendapat pengakuan pemerintah. Hal itu dibuktikan oleh 3 desa wisata di Indonesia ini yang berhasil terpilih untuk mewakili Indonesia dalam ajang 'UNWTO Best Tourism Villages 2021', yang juga menyabet predikat 50 desa wisata terbaik di Indonesia dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Ketiga desa wisata tersebut yaitu Desa Wisata Nglanggeran yang terletak di Gunung Kidul, DIY Yogyakarta; Desa Wisata Tetebatu, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat; dan Desa Wae Rebo yang berada di Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Ketiga desa ini siap beradu keindahan dengan desa wisata di berbagai belahan dunia lainnya yang sudah terkenal secara global seperti misal Murcia (Cehegin), Spanyol; Alonissos, Westerb Samos, dan Soufli yang mewakili Yunani; serta desa wisata dari Asia Tenggara seperti Vietnam, Filipina, Thailand, Malaysia, Kamboja, dan masih banyak lagi. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno meapresiasi setinggi-tingginya kepada ketiga desa yang berhasil mewakili Indonesia di ajang UNWTO Best Tourism Villages 2021. “Mudah-mudahan ini menjadi langkah kita bersama dalam menjadikan desa wisata di Indonesia sebagai pariwisata berkelas dunia, berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu mendorong pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” katanya dalam siaran pers yang diterima MNC Portal Indonesia. Lomba desa wisata bertaraf internasional ini tentunya memberikan kebanggaan tersendiri untuk bangsa Indonesia, sekaligus sebagai salah satu upaya mempromosikan pariwisata Indonesia di kancah global. Selanjutnya, Sandiaga mengajak wisatawan menelusuri keunggulan dari ketiga desa wisata tersebut. Berikut ulasannya. 1. Desa Wisata Nglanggeran, Gunung Kidul, DIY       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh The GUNUNGKIDULike (@the_gunungkidulike) Desa ini terletak di Kecamatan Patuk, Gunung Kidul, DIY, tepatnya di kawasan Gunung Api Purba yang menjadi daya tarik terbesar dari desa wisata ini. Gunung Api Purba sendiri adalah bagian dari Geopark Gunung Sewu yang telah diakui oleh dunia. Untuk menikmati kemegahan Gunung Api Purba, wisatawan bisa tracking dengan menaiki 100 anak tangga. Setibanya di atas, Anda bisa melihat gunung api purba yang membentang luas dengan keunikan bongkahan-bongkahan batu. Pengunjung juga akan disuguhkan pemandangan utuh geosite serta melihat keunikan Kampung Pitu, yakni satu kampung yang hanya boleh diisi 7 keluarga. Selain itu, terdapat pula Embung Nglanggeran. Objek wisata yang merupakan tampungan air seluas 0,34 hektare ini digunakan sebagai pengairan kebun warga.2. Desa Wisata Tetebatu, NTB       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Desa wisata tetebatu (@inside_tetebatu) Desa Wisata Tetebatu memiliki magnet pemikat berupa wisata alam bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara untuk mengunjungi kawasan yang berada lembah Gunung Rinjani, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Desa Wisata Nglanggeran juga kaya akan potensi seni dan budaya yang masih tetap terjaga kelestariannya. Diantaranya Tarian Reog Nglanggeran, GejogLesung, Jathilan, Kenduri, Karawitan, dan Festival Kirab Budaya. Selain itu, ada pula potensi ekonomi kreatif seperti kerajinan batik topeng, olahan spa, dan deretan kuliner. Desa Wisata Nglanggeran juga memiliki batik tulis motif gunung Api Purba dan cokelat, batik jumputan menggunakan kelereng dan batu, serta batik eco print yang memanfaatkan daun jati, papaya, singkong, dan kenikir.Dari Desa Wisata Tetebatu, wisatawan bisa melihat pemandangan Gunung Sangkareang dan Gunung Rinjani. Selain indahnya hamparan sawah terasering, yang paling menggoda dari desa ini adalah dua air terjunnya, yakni air terjun Sarang Walet atau Bat Cave dan air terjun Kokok Duren. Kemudian wisatawan juga bisa mengunjungi Hutan Monyet, di mana pengunjung bisa melihat monyet hitam endemik asli Tetebatu. Bagi yang hobi tracking, Desa Wisata Tetebatu juga mempunyai tempat jalan-jalan yang menyehatkan jiwa dan raga yakni di kebun kopi, cokelat, vanili, dan cengkeh milik masyarakat. Bahkan wisatawan pun bisa ikut menanam bibitnya jika musim tanam sedang berlangsung. Dengan mengunjungi Tetebatu, pengunjung juga bisa mendapatkan pengalaman berwisata religi dengan melihat peninggalan bersejarah berupa Alquran kuno yang sudah berusia 200 tahun. Kitab suci umat Islam itu terbuat dari bahan kayu dan kulit onta dan konon katanya merupakan asli tulisan tangan.Alquran kuno itu disimpan di sebuah rumah yang disebut bale kemaliq di Dusun Tete Batu Lingsar, Kecamatan Sikur. Alquran tersebut kini diwariskan kepada Jinarim alias Sukirman yang mengaku mendapatkan benda bersejarah itu dari kakeknya secara turun-temurun. 3. Desa Wae Rebo, Flores, NTT       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh LABUAN BAJO | KOMODO | SUMBA (@jelajahnusa.id) Desa Wae Rebo yang terletak di Manggarai, Nusa Tenggara Timur ini disebut juga sebagai 'surga di atas awan' lantaran lokasinya yang berada di atas ketinggian 1.000 mdpl. Tak heran jika pemandangan yang disuguhkan begitu memukau layaknya lukisan. Untuk bisa sampai ke tempat ini memang tidaklah mudah karena posisinya yang berada di atas gunung. Pengunjung perlu tracking menyusuri jalan setapak, membelah hutan hingga menyusuri sungai sejauh 6 kilometer. Wisatawan harus mempersiapkan kondisi tubuh yang bugar, karena di mulai awal pendakian, langsung disuguhkan dengan tanjakan yang tiada henti. Namun, setibanya di Desa Wae Rebo, rasa lelah itu akan terbayar!Hal pertama yang menjadi perhatian wisatawan adalah tujuh rumah adat yang menjadi ikon dari Desa Wae Rebo, yakni Mbaru Niang yang berbentuk kerucut. Selain itu, hamparan rumput hijau yang dikelilingi pegunungan lengkap dengan kabut juga menjadi pesona wisata tersendiri sehingga memberikan kesan magis namun damai, tenang, dan sejahtera. Berbagai acara adat yang dilakukan setiap tahunnya juga menjadi satu keunggulan wisata tersendiri. [Baca juga : "Kembali Pasarkan Wisata Indonesia Di Kancah Dunia"] Salah satunya adalah upacara persembahan untuk roh yang menghuni tempat Wae Rebo yang dilakukan dua kali dalam setahun, yakni pada bulan Juni dan Oktober. Selain itu, ada pula upacara pernikahan dan upacara kelahiran masyarakat setempat yang menarik untuk disaksikan secara langsung. Dengan eksotisme alam dan budaya Desa Wae Rebo, maka tak heran jika mereka mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai warisan budaya dunia pada Agustus 2012 silam. (Sumber: Artikel travel.okezone.com Foto @ntt_travelingservices) 
...more

7 Tempat Pertapaan Bersejarah Bung Karno Yang Bisa Jadi Daftar Wisata Kalian

TripTrus.Com - Semua orang tahu dan sangat yakin bahwa Bung Karno, Sang Proklamator kita itu benar-benar memiliki kharisma yang tidak ada tandingan dengan siapa pun saat itu, bahkan juga sekarang. Kharisma, kewibawaan dan kedigdayaannya itu tentu tidak didapat begitu saja tanpa usaha keras untuk mendapatkannya.  Menurut kepercayaan orang Jawa, bahkan juga banyak suku di Nusantara, bahwa kharisma itu didapatkan lewat tapa brata dan puasa yang sangat keras. Bahwa sesuatu yang diperoleh itu bukan sekadar turun begitu saja dari langit biru.  Bagi Bung Karno, juga semua orang sakti, yang berilmu tinggi dengan kharisma yang tiada tandingan itu, biasanya memiliki tempat-tempat untuk meditasi dan tapa brata yang khusus dan sendiri.  Puasa dan tapa brata itu dilakukan sejak zaman dulu kala di berbagai suku di Nusantara.  Bung Karno, Soeharto, dan para raja zaman dulu di berbagai kerajaan di Nusantara ini memang memiliki kebiasaan itu.  Bung Karno memiliki 7 tempat pertapaannya.  1. Goa Istana, Banyuwangi Goa Istana berada di kawasan Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi yang terkenal angker. Menurut masyarakat setempat, Soekarno pernah bertapa di beberapa goa yang terdapat di Alas Purwo, salah satunya adalah Goa Istana. Masyarakt setempat percaya jika di Goa Istana menyimpan berbagai benda pusaka dan cerita- cerita mistis. Terdapat mitos yang dipercaya oleh masyarakat jika si pertapa tertidur kemudian bertemu oleh ratu, maka hal tersebut pertanda baik. Hingga saat ini di Goa istana masih banyak orang yang melakukan pertapaan, bahkan para caleg yang akan mencalonkan dirinya mereka bertapa dahulu di goa istana. 2. Pertapaan Indrokilo, Prigen Tempat pertapaan Soekarno yang lain adalah Pertapaan Indrokilo, pertapaan yang terletak di desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan ini juga dipercaya pernah disinggahi oleh soekarno untuk menyepi.  Menurut masyarakat setempat, Bung Karno mencari Wahyu Cakraningrat yaitu wahyu yang dianggap sebagai syarat untuk mendapat kekuasaan dan takhta suatu kerajaan. Selain wahyu Cakraningrat, Bung Karno juga mendapatkan sebuah pusaka yang digunakannya untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Menurut pewayangan jawa, yang mendapatkan Wahyu Cakraningrat adalah putra dari R.Arjuno yaitu Abimanyu, Abimanyu mengalahkan beberapa pesaingnya, yaitu lesmana mandrakumara dan samba wisnubrata. 3. Goa Selomangleng, Kediri Tempat pertapaan Soekarno yang lain adalah Goa Selomangleng. Goa Selomangleng dalam bahasa jawa berarti batu miring, dinamakan Selomangleng dikarenakan lokasinya yang berada di lereng bukit yang miring. Pada saat ini Goa Selomangleng dijadikan sebagai objek wisata. Menurut cerita masyarakat setempat, pada zaman dahulu tempat ini digunakan oleh Dewi Kilisuci yang merupakan putri dari Sri Aji Jayabaya, Raja Erlangga yang kemudian dipercaya menjadi Nyi Roro Kidul. Karena itulah mengapa Goa Selomangleng ini disinggahi oleh Soekarno untuk bermeditasi dan memikirkan keadaan Indonesia. 4. Alas Ketonggo, Ngawi Tempat pertapaan Soekarno berikutnya adalah Alas Ketonggo. Alas Ketonggo ini merupakan kawasan hutan jati, di hutan inilah terdapat pemakaman prabu Brawijaya V yang lari dari kerajaan Majapahit karena serangan dari kerajaan Demak.  Kawasan hutan ini dipercaya memiliki daya mistis yang sangat tinggi karena adanya kerajaan gaib dan gerbang gaib yang menghubungkan dunia manusia dengan dunia gaib. Di areal hutan ini juga terdapat pesanggrahan Soekarno yang merupakan tempat soekarno untuk bertapa. 5. Gedung Bentol, Istana Cipanas Tempat pertapaan Soekarno lainnya adalah Gedung Bentol yang berada di areal Istana Cipanas Presiden, Kabupaten Cianjur ini dibangun oleh R.M. Soedarsono dan F. Silaban.  Gedung Bentol ini berada di belakang bangunan utama dari Istana Cipanas. Gedung ini pernah digunakan oleh Presiden Soekarno untuk membuat naskah pidato yang bisa membangkitkan rasa nasionalisme Indonesia. Gedung bentol ini digunakan untuk mencari inspirasi dikarenakan arealnya yang sunyi sehingga cocok dijadikan tempat bersemedi oleh Bung Karno. 6. Goa Ratu, Cilacap Tempat pertapaan Soekarno yang lain adalah Goa Ratu, Goa yang terbentuk karena fenomena alam ini tidak diketahui persis dimana tempatnya. Namun goa Ratu sudah banyak yang mengunjunginya, pengunjungnya pun tidak hanya dari pulau Jawa melainkan juga Luar Jawa.  Orang-orang yang datang ke goa Ratu kebanyakan bermeditasi dan memohon suatu kepada sang pencipta. Banyak para pengunjung yang sering melihat sosok Kanjeng Ratu Kidul karena Goa ini merupakan salah satu tempat petilasan Ratu Kudul.  Menurut cerita warga sekitar, Presiden Soekarno dan Soeharto pernah menyepi di Goa Ratu. 7. Gunung Munara, Bogor Tempat pertapaan Soekarno berikutnya adalah Gunung Munara. Gunung Munara yang terdapat di daerah bogor ini merupakan tempat yang sakral, itu terbukti dari adanya beberapa titik yang sering dijadikan tempat untuk pertapaan.  Gunung Munara ini memiliki tiga puncakm beberapa goa serta batu – batu besar yang memiliki nilai sejarah yang tinggi. Sebut saja Batu Adzan dan Batu Qur’an, menurut masyarakat setempat batu adzan merupakan tempat Sultan Hasanuddin mengumandangkan Adzan yang dekat dengan tempat pertapaannya. Selain itu juga terdapat goa yang dinamakan Goa Soekarno, dinamakan Goa Soekarno dikarenakan goa ini tempat Bung Karno Bertapa. (Sumber: netralnews.com Foto bogor.tribunnews.com)
...more

5 Tips Agar Liburan Jadi Lebih Bermakna

TripTrus.Com - Sering menyesal karena waktu libur terasa cepat berakhir? Mungkin salah satu alasannya karena kegiatan liburan dilakukan terlalu terencana. "Jangan lakukan kesalahan yang sama, karena berikut ini ada lima tips agar waktu libur jadi lebih bermakna"   •• Bahkan langit sore seakan mengejek dalam bisunya. Lewat hening seakan berkata : "Hei kau manusia bumi, belajarlah menikmati sunyi! βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž– Loc πŸ“: Nyang Nyang Beach Uluwatu, Bali βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž– #baliisland #dikasjourney #jalanjalan #jalanmelali #vacationinbali #asalpiknik #maimelali #tamasyamen #melalidibali #wisataindonesia #thebaliguru #igersbali #thediscoverer #mainkesini #folkindonesia #balidaily #indotravellers #tamasyamen #travelerbali #infowisatabali #indoflashlightbali #milusikmelali #indoflashlightbali #indoflashlight #jalanjalanmenbali #explorebali #obyekwisatabali #ayomelali #infomelali #ayominggat A post shared by dhika S kdkπŸ”΅ (@dikasjourney_) onDec 25, 2017 at 8:13pm PST 1. Kerja SosialMelakukan kegiatan amal bukan hanya memberikan sesuatu dalam bentuk uang atau barang. Meluangkan waktu dan tenaga untuk mengajar atau melestarikan lingkungan juga termasuk sebagai kegiatan terpuji tersebut.  Kerja sosial di destinasi wisata bisa jadi pilihannya, seperti yang bisa dilakukan bersama kelompok Indonesia Mengajar, Taman Bacaan Pelangi, Jakarta Animal Aid Network, Yayasan Widya Sari, Sahabat Anak, OFI, Bali Sea Turtle Rescue sampai Sumatra Rainforest Institute.  2. Lupakan Urusan KantorSelesaikanlah urusan kantor sebelum pergi berlibur, agar punya alasan tepat untuk tak menjawab telepon, pesan pendek, atau e-mail dari teman kantor saat sedang bersantai.  Jangan merasa bersalah saat melakukannya, karena libur adalah hak semua tenaga kerja.3. Di Luar RuangWaktu libur memang paling pas untuk berdiam diri di kamar sambil makan camilan, membaca buku, mendengarkan musik, atau menonton film. Jika cuaca sedang cerah, sempatkanlah berkegiatan di luar ruang, sekadar ke minimarket atau menyiram tanaman, agar jasmani dan rohani menjadi lebih segar.  Waktu yang pas untuk melakukannya ialah pada pukul 9 pagi atau pukul 4 sore. 4. Kunjungi Kerabat LamaSelain keluarga dan teman, jangan lupa untuk mengunjungi kerabat yang sudah lama tidak bertemu, misalnya teman sekolah atau teman di kantor lama. Saat bertemu, tentu saja perbincangannya jadi tak membosankan karena banyak hal baru yang diketahui.5. Lakukan SpontanLiburan yang paling menyenangkan ialah liburan yang dilakukan tanpa rencana alias spontan. Sebuah studi mengungkapkan kalau orang yang melakukan liburan secara spontan dan mandiri terbilang lebih bahagia dibandingkan dengan yang melakukannya secara terencana dan bersama orang lain. Cara berpikir seperti ini membuat liburan terasa bukan seperti waktu kerja yang butuh kedisiplinan.  Tak punya rencana ke mana-mana? Silakan bermalas-malasan di rumah karena tak ada yang melarang. (Sumber: Artikel cnnindonesia.com Foto freepik.com)
...more

Hidangan Khas Berbuka Puasa

Di saat bulan Ramadhan, berbagai jenis makanan yang biasanya jarang didapat tiba-tiba bisa muncul selama sebulan penuh. Mulai dari pusat penjualan makanan berbuka puasa sampai ke rumah makan dan restoran ternama di bulan Ramadhan menghidangkan berbagai jenis makanan yang mengundang selera untuk langsung disantap begitu tiba waktu berbuka puasa. Apa saja ragam hidangan khas berbuka puasa? Baca di sini, dong. KolakYang satu ini sudah pasti dikenal sebagai hidangan khas berbuka puasa yang paling populer. Potongan pisang, ubi jalar, singkong, nangka dan kolang-kaling direbus di dalam kuah santan dengan gula aren yang diberi daun pandan dan kayu manis serta jahe. Rasa kuah kolak yang manis dan kandungan karbohidrat yang ada di buah-buahan dalam kolak akan menggantikan tenaga yang hilang setelah berpuasa. KurmaBuah yang sekilas terlihat seperti buah kelapa sawit ini datang dari Timur Tengah. Menurut hadits, Nabi Muhammad selalu menyantap tiga butir kurma pada saat berbuka puasa. Kandungan gula yang tinggi tapi ramah untuk tubuh dari buah kurma dapat membantu mengembalikan energi yang hilang saat berpuasa. Di saat bulan Ramadhan, berbagai jenis kurma dari berbagai daerah di Timur Tengah dapat ditemukan di mana-mana. Buah kurma sendiri punya banyak kandungan yang baik untuk kesehatan tubuh sehingga tepat untuk dijadikan hidangan khas berbuka puasa. Kolang-kalingBiasanya yang satu ini mungkin cuma bisa dinikmati kalau kamu beli es campur jika sedang tidak bulan Ramadhan. Tapi di saat bulan Ramadhan, buah yang berasal dari pohon Aren (arenga pinnata) ini lebih sering terlihat dibuat jadi bahan minuman atau campuran minuman segar untuk hidangan khas berbuka puasa. Buah yang juga dikenal dengan nama buah atap ini juga memiliki kandungan air yang tinggi. Juga memiliki kandungan serat, karbohidrat, dan berbagai kandungan mineral, sehingga dapat melegakan dahaga dan rasa lapar sekaligus meski tidak dikonsumsi dengan jumlah banyak. Ini yang menyebabkan kolang-kaling jadi salah satu bahan makanan ideal untuk yang sedang berdiet. Jajanan PasarKalau yang ini banyak sekali jenisnya. Mulai dari berbagai macam kue basah seperti kue pisang, kue cucur, gandasturi, kue bugis, bika ambon, kue lapis, dan lain-lain. Lalu belum lagi berbagai makanan lain seperti lemper, arem-arem, sosis solo, bacang, risoles, pastel, tahu goreng, pisang goreng, bakwan udang, panada, dan ratusan makanan lain yang terlalu banyak untuk dibayangkan, sudah pasti jadi bagian penting hidangan khas berbuka puasa bagi banyak orang. Rasanya yang gurih dan porsinya yang relatif tidak besar bisa memancing selera makan sebelum lanjut ke makanan besar. Blewah & Timun SuriApakah teman-teman pernah memperhatikan, kalau tiap bulan Ramadhan buah Timun Suri dan Blewah mudah sekali ditemukan di mana-mana dan harganya pun relatif murah. Tapi di luar bulan Ramadhan, hidangan khas berbuka puasa ini tidak begitu mudah ditemukan. Meski keduanya berasal dari jenis tanaman yang berbeda, tapi warna dan rasanya tidak jauh berbeda. Keduanya mempunyai rasa manis yang menghilangkan dahaga setelah seharian berpuasa. Es BuahTampaknya tidak perlu menyebut satu-persatu buah apa saja yang ada di Indonesia yang bisa dicampurkan menjadi es buah. Jenisnya pun bermacam-macam seperti Es Ketimun Serut dari Aceh atau Es Palu Butung dari Sulawesi, tapi tujuannya tetap sama, yaitu menghilangkan dahaga setelah satu hari penuh menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Rasa buah yang segar serta berbagai vitamin dan kandungan bergizi lainnya ditambah dengan sirup dan susu kental manis akan membuat dahaga hilang dengan sekejap. Meski di luar bulan Ramadhan es buah tetap dapat dijumpai, tapi kesegarannya membuatnya jadi hidangan khas berbuka puasa yang digemari oleh banyak orang. Nah, itu dulu hidangan khas berbuka puasa yang kita bahas. Apa hidangan khas berbuka puasa yang jadi favorit kamu? Ceritain dong di comment di bawah.
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...