Memasuki salah satu situs bersejarah di Minahasa Utara ini butuh sedikit perjuangan untuk mencarinya. Letaknya yang berada di belakang perumahan dan lahan penduduk membuat salah satu situs bersejarah di Sulawesi Utara ini agak tersembunyi. Inilah Situs Waruga Sawangan yang merupakan kuburan tua peninggalan zaman megalitik orang Minahasa.
Waruga di Minahasa diperkirakan berkembang pada sekitar awal abad ke-13 sebelum Masehi. Kemunculan Waruga pertama kali di daerah Bukit Kelewer, Treman, dan Tumaluntung, Kabupaten Minahasa Utara. Kemunculan Waruga kemudian terus berkembang di berbagai daerah di Sulawesi Utara hingga awal abad ke-20 Masehi.
Pada zaman pra-sejarah masyarakat Minahasa masih percaya jika roh leluhur memiliki kekuatan magis. Untuk itu, kuburan dibuat secara khusus dengan seindah mungkin. Waruga terdiri dari dua bagian, bagian badan dan bagian tutup. Bagian badan berbentuk kubus dan bagian tutup berbentuk menyerupai atap rumah.
Uniknya, waruga tidak dibuat oleh kerabat atau keluarga dari orang yang meninggal akan tetapi dibuat sendiri oleh orang yang akan meninggal. Ketika orang itu akan meninggal maka dengan sendirinya akan memasuki waruga yang dibuatnya itu setelah diberi bekal kubur lengkap. Suatu hari bila itu dilakukan dengan sepenuhnya akan mendatangkan kebaikan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Sebenarnya di Sulawesi Utara banyak terdapat situs Waruga, salah satunya di Desa Sawangan Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara. Terdapat 143 buah Waruga di desa ini yang dibagi dalam beberapa ukuran yang dikelompokkan menjadi 3 kelompok.
Kelompok pertama, Waruga berukuran kecil dengan ketinggian antara 0-100 cm sebanyak 10 buah. Kedua, Waruga berukuran sedang dengan ketinggian antara 101-150 cm sebanyak 52 buah. Ketiga, Waruga berukuran besar dengan ketinggian antara 151-250 cm sebanyak 81 buah.
Waruga sendiri berasal dari bahasa Tombulu, yakni dari suku kata Wale Maruga yang memiliki arti rumah dari badan yang akan kering. Waruga juga memiliki arti lainnya yakni Wale Waru atau kubur dari Domato atau sejenis tanah lilin.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTripTrus.Com - Pemerintah menunda pembukaan pariwisata Bali untuk wisatawan mancanegara pada Juli 2021, karena kasus COVID-19 meningkat. Tapi, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) berharap akhir bulan depan Bali bisa dibuka.
"Kami meminta kepada pak Gubernur (Bali) mengajukan pembukaan Bali untuk wisatawan domestik dan asing akhir Juli tetap dijalankan," ujar Sekjen DPP ASITA Bahriyansyah Momod kepada MNC Portal.
Menurutnya para pelaku usaha wisata di Bali sudah siap menerima wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri, dengan mengedepankan protokol kesehatan. Khususnya pada destinasi yang sudah ditetapkan sebagai kawasan untuk Work From Bali.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Hans & Tin Alli (@thecofficelife)
"Dan kami dapat masukan dari rekan-rekan (pelaku usaha wisata) Bali bahwa Bali masih berstatus aman, dan ada kenaikan Covid, tapi bukan di area destinasi, akan tetapi daerah di luar sentuhan wisatawan," terangnya.
ASITA juga mendorong kebijakan stimulus yang direncanakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dapat segera dijalankan, yakni berkaitan dengan wacana Bali menjadi pilot project wisata vaksin.
Sementara itu, ASITA akan membuat sistem marketing digital untuk menarik minat wisatawan. Hal ini sekaligus mendorong menggunakan platform yang sudah di gagas oleh kemenpar yang merunjuk pada InfrastructurePerformance, Database Performance, dan Application Performance (ASYST).
Menurut Bahriyansyah, ini cukup baik membantu mendorong seluruh stakeholder memasarkan di satu pintu, dan pengawasan dapat terjaga termasuk review dan menentukan langkah kebijakan ke depan.
"Ini usualan kami ASITA dan stake holder mitra kami, baik dari transport akomodasi rental dan lain-lainnya di Indonesia, terkhusus Bali," ujarnya.
Sementara Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan akan terus mempersiapkan, dan mendorong pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali. Sebab pandemi telah membuat Bali menjadi sepi, dan mengusahaka agar wisawatan dapat kembali datang ke Bali.
Selain itu, dibukanya Bali untuk wisatawan mancanegara (wisman) atau Travel Corridor Arrangement (TCA) pada bulan Juli 2021 masih menunggu kepastian. Mengingat lonjakan Covid-19 masih dalam keadaan belum aman.
[Baca juga : "PO Sumber Alam Hadirkan Paket Wisata Dengan Bus Klasik"]
Kita harus terus mempersiapkan terutama dari segi end to end CHSE," katanya dalam Weekly Press Briefing melalui virtual. Disamping itu, Gubernur Bali I Wayan Koster berharap rencana pembukaan kunjungan wisatawan mancanegara atau TCA tetap berjalan sesuai target, yaitu pada akhir Juli 2021 yang akan datang.
"Saya sebagai gubernur sangat berharap, jadwal dapat kita penuhi. Kita laksanakan pada akhir Juli nanti," pungkasnya. (Sumber: Artikel travel.okezone.com Foto @balivillabali)
...moreTRIPTRUS - Indonesia terkenal akan keindahan alamnya. Potensi keindahan alam Indonesia juga sudah diakui banyak wisatawan. Tak heran jika sebagian di antaranya menjadi destinasi terbaik untuk berlibur. Bahkan, sejumlah tempat wisata di Indonesia berhasil memenangkan beberapa penghargaan dunia. Salah satunya Pulau Lombok yang memenangkan World Halal Travel Awards (WHTA).Jika Anda ingin mengunjungi destinasi baru di tahun yang baru ini, sembilan destinasi berikut bisa menjadi pilihan yang tepat. Berikut ulasannya yang dikutip dari Skyscanner.1. Anambas, Kepulauan Riau
Sumber: Foto travelblog.ticktab.com
Setelah dinobatkan menjadi kepulauan tropis terbaik di Asia, Anambas sukses menarik perhatian dunia. Dengan total 255 pulau serta laut biru yang indah, tak heran jika Anambas berhasil meraih gelar tersebut.Aneka biota lautnya yang warna-warni dan cantik juga menjadi salah satu favorit para penyelam. Sementara Anda yang suka berjemur, pantai berpasir putih dan pohon kelapa di sepanjang pantai siap menemani Anda.2. Banyuwangi, Jawa Timur
Sumber: Foto trekearth.com
Berada di ujung timur Pulau Jawa, Banyuwangi menjadi tempat yang tepat untuk melihat terbitnya matahari. Banyuwangi berbatasan dengan Samudera Hindia di sebelah selatan dan Gunung Raung yang melatar belakanginya.Dengan luas tanah 5.800 kilometer persegi, Banyuwangi memiliki bentang alam yang menakjubkan. Mulai dari pegunungan, pantai yang indah, hingga sabana dengan berbagai binatang liar yang eksotis.3. Derawan, Kalimantan Timur
Sumber: Foto leolontoh.blogspot.com
Terletak di dalam wilayah Kabupaten Berau, Kepulauan Derawan merupakan tempat yang tepat bagi Anda yang ingin bersantai di pasir putih yang indah, menyelam atau snorkeling dan melihat Pari Manta dan Penyu Hijau.4. Lombok, Nusa Tenggara Barat
Sumber: Foto nusatenggarabarat.besaba.com
Meski ukuran pulaunya tak jauh beda dari Pulau Bali, Anda akan membutuhkan waktu setidaknya sebulan penuh untuk mengunjungi seluruh objek wisata yang berada di pulau ini. Lombok punya begitu banyak tempat indah. Salah satunya adalah Gunung Rinjani yang merupakan gunung tertinggi kedua di Indonesia.Selain itu ada juga pulau kecil yang berada di sekitarnya seperti Gili Meno, Gili Air, Gili Trawangan, Gili Kedis, dan Gili Nangu. Anda pun bisa menikmati puluhan pantai indah yang terbentang dari barat, selatan, hingga ke timur.5. Flores, Nusa Tenggara Timur
Sumber: Foto jasaperijinanumum10.wordpress.com
Anda bisa terbang ke Ende untuk menyaksikan matahari terbit di Taman Nasional Gunung Kelimutu, lalu menuju barat untuk mengeksplorasi Taman Wisata Laut Riung 17 Pulau, desa-desa unik di Bajawa.Selain itu jangan lupa kunjungi rumah adat berusia ratusan tahun di Waerebo, sawah yang berbentuk seperti jaring laba-laba di Desa Cancar, hingga melihat binatang purba yang sudah terkenal di seluruh dunia di Taman Nasional Komodo.6. Makassar, Sulawesi Selatan
Sumber: Foto makassarpromo.com
Kota ini memiliki banyak hal menarik, seperti pemandangan matahari terbenam dari Pantai Losari. Di Makassar, Anda juga akan menemukan berbagai makanan lezat. Mulai dari Coto, Sop Konro, Konro Bakar, Sop Saudara, Pallubasa dan Pallumara.Selain itu, Anda juga bisa mengunjungi Pulau Samalona yang berpasir putih dan berair jernih yang terletak sekitar 10 menit penyeberangan dengan kapal nelayan.7. Togean, Sulawesi Tengah
Sumber: Foto indonesia.travel
Togean memiliki keindahan pantai berpasir putih dan keindahan bawah laut yang mampu menarik perhatian banyak wisatawan mancanegara. Kurang lebih terdapat 262 spesies karang, 596 spesies ikan dan puluhan jenis binatang laut lainnya. Togean juga menjadi tempat yang pas bagi pencinta pantai dan alam bawah laut. Anda juga bisa berkeliling ke pulau-pulau kecil dengan kapal sewaan, canoing, snorkeling hinngga diving.8. Ternate, Maluku Utara
Sumber: Foto nasional.tempo.co
Ternate merupakan tempat yang tepat untuk meyaksikan fenomena gerhana matahari total pada 9 Maret 2016. Selain itu, Ternate juga menyuguhkan pantai cantik dengan air sebening kaca, yaitu pantai di Telok Hol, di daerah Sulamadaha.9. Raja Ampat, Papua Barat
Sumber: Foto anekatempatwisata.com
Berdasarkan laporan dari The Nature Conservancy dan Conservation International, ada sekitar 75% spesies laut dunia yang tinggal di perairan Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Karena itu wajar apabila jutaan orang dari seluruh penjuru dunia ingin sekali mengunjungi tempat yang menakjubkan ini.
Sumber: Artikel lifestyle.sindonews.com Foto hello-pet.com
...moreTrip ke Pantai Ora bisa ditemukan di: http://triptr.us/Bh
TRIPTRUS - Apa ada TripTroops yang ingin merasakan pantai di luar negeri seperti di Hawaii atau di Maladewa? Tidak harus siapkan paspor dan repot urus visa untuk datang ke pantai yang keindahannya cuma bisa dilihat media elektronik. Di Desa Saleman, Seram Utara, tepatnya di Pulau Seram, Maluku Tengah, Maluku, terdapat Pantai Ora yang keindahannya menyaingi keindahan pantai di Maladewa.
Meski untuk mencapai Pantai Ora diperlukan beberapa kali pergantian moda transportasi, tetapi sesampainya di Pantai Ora, semua kepenatan akan hilang melihat pemandangan Pantai Ora. Di tepi Pantai Ora terdapat hamparan pasir putih yang bersih dan terang. Lalu lepas dari pasir, TripTroops langsung menemukan air yang biru, jernih, dan tenang yang akan membuat TripTroops merasakan seperti sedang berada di dalam mimpi. Lalu udara yang bersih serta sinar matahari di kulit akan membuat TripTroops merasa seperti sedang berasa di Maladewa.
Yang lebih membuat trip ke Pantai Ora lebih istimewa adalah adanya tempat menginap yang berdiri di atas laut. Tidak hanya resort saja, beberapa homestay -- yang merupakan rumah penduduk -- juga dibangun di atas laut. Suara ombak berdebur dan angin laut akan membuai kita ke alam mimpi. Selesai beristirahat, pagi di Pantai Ora dipenuhi dengan kicauan burung dan hembusan udara sejuk.
Tapi kini saatnya membuka pintu kamar dan melihat hamparan laut tepat di depan mata. Lalu bergegas mengambil peralatan snorkeling dan melihat pemandangan bawah laut yang memesona. Indahnya terumbu karang Pantai Ora, yang jadi habitat bagi ratusan spesies ikan, akan membuat TripTroops tidak mau keluar dari air. Pemandangan ini juga bisa dilihat tanpa harus turun ke air, karena bisa dengan mudah disaksikan dari kamar tempat menginap, walau tidak terlalu jelas.
TripTroops juga bisa menyewa perahu dari nelayan untuk keliling melihat Taman Nasional Manusela. Dengan perahu, TripTroops bisa masuk ke sungai Salawai untuk melihat proses pembuatan sagu, atau melihat berbagai jenis burung di Teluk Sulaiman. Kalau TripTroops juga suka trekking, hutan di dekat Desa Sawai adalah pilihan yang tepat di Pulau Seram. TripTroops bisa melihat tempat penangkaran burung Kakatua Seram dan burung Nuri Seram.
Yang pasti, menikmati suasana pantai ala Maladewa lebih terjangkau di Pantai Ora. Rugi kalau belum nge-trip ke lokasi yang disebut sebagai Heaven on Earth (Surga di Dunia).
...moreSelain populer sebagai negeri Laskar Pelangi, eksotisme pulau Bangka Belitung tak hanya berhenti di situ saja. Pantai lain yang juga menjadi aset wisata di pulau ini adalah Pantai Pasir Padi.Pantai ini terletak di 7 km dari Pangkalpinang yang merupakan ibukota provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Bisa jadi, pantai ini merupakan satu-satunya kawasan wisata yang cukup ramai dikunjungi masyarakat Pangkalpinang. Karakteristik pantai ini selain berpasir putih juga laut biru dengan ombak yang cukup tenang. Matahari terbit dan tenggelam terlihat cukup sempurna jika dipandang dari pantai ini. Tak mengherankan, jika pantai ini bukan hanya didatangi masyarakat sekitar namun juga wisatawan mancanegara.Keunikan lain dari pantai sepanjang hampir 300 meter ini adalah ombak tenang serta kontur pasir yang padat, putih dan halus. Selain bisa menikmati keindahan pantai dengan berjalan kaki, Anda juga bisa menikmatinya dengan menggunakan kendaraan bermotor roda 2 ataupun menggunakan sepeda.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTripTrus.Com - Pertengahan tahun sudah dekat, dan saatnya Anda merencanakan liburan dan waktu santai bersama keluarga. Bulan Juni 2023 akan memberikan banyak kesempatan untuk acara liburan bersama.
Tanggal merah dan cuti bersama di bulan Juni 2023 adalah kabar baik bagi mereka yang telah merencanakan agenda liburan sejak jauh-jauh hari. Selain tanggal merah, bulan Juni 2023 juga memiliki beberapa hari libur nasional dan cuti bersama.
View this post on Instagram
A post shared by Tempat Wisata di Indonesia (@beautyofindonesia.com_)
Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri mengenai Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2023, terdapat tiga tanggal merah yang ditetapkan sebagai hari libur nasional di bulan Juni 2023.
Berikut adalah daftar tanggal merah dan cuti bersama di bulan Juni 2023:
Kamis, 1 Juni 2023: Hari Libur Nasional Hari Lahir Pancasila.
Minggu, 4 Juni 2023: Hari Libur Nasional Hari Raya Waisak 2567 BE.
Kamis, 29 Juni 2023: Hari Libur Nasional Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah.
Selain tiga tanggal merah tersebut, ada satu lagi tanggal merah sebagai cuti bersama yang ditetapkan di bulan Juni 2023.
[Baca juga : "Ini Adalah Daftar Dan Jadwal Lengkap Acara Yang Tercantum Dalam Kalender Event Palembang Selama Bula"]
Dalam SKB 3 Menteri, disebutkan bahwa selain Hari Libur Nasional Hari Raya Waisak yang jatuh pada Minggu, 4 Juni 2023, pemerintah juga menetapkan cuti bersama pada Jumat, 2 Juni 2023, sebagai tambahan tanggal merah untuk Hari Raya Waisak.
Dengan demikian, jumlah tanggal merah pada peringatan Hari Raya Waisak 2023 menjadi 2. (Sumber Foto @trip.banyuwangi)
...moreTaman Nasional Bunaken ditunjuk oleh Menteri Kehutanan sebagai taman nasional pada tahun 1991. Obyek wisata ini luas sekitar 89.065 hektare, berada di wilayah Kabupaten Minahasa, Kotamadya Manado, Sulawesi Utara. Di sebelah utara taman nasional, ada pulau Bunaken, Manado Tua, Montehage, Siladen, Nain, Nain Kecil, dan sebagian wilayah pesisir Tanjung Pisok. Sementara di bagian selatan, meliputi sebagian pesisir Tanjung Kelapa.Lokasi ini merupakan perwakilan ekosistem perairan tropis Indonesia yang terdiri dari ekosistem hutan bakau, padang lamun, terumbu karang, dan ekosistem daratan atau pesisir. Pulau-pulau di dalamnya kaya akan flora dan fauna. Perairan Taman Nasional Bunaken memiliki 13 genera (genus) karang hidup yang didominasi oleh jenis terumbu karang tepi dan terumbu karang penghalang. Tercatat sekitar 91 jenis ikan yang hidup di perairan ini, diantaranya ikan kuda gusumi (Hippocampus kuda), oci putih (Seriola rivoliana), lolosi ekor kuning (Lutjanus kasmira), goropa (Ephinephelus spilotoceps dan Pseudanthias hypselosoma), ila gasi (Scolopsis bilineatus). Di tempat wisata ini banyak kegiatan wisata bahari yang ditawarkan, seperti: diving, snorkeling, berjemur, dan berenang di laut. Di pantai Kalase, yang berada di pinggir Kota Manado, terdapat sebuah diving center bernama Dragonet yang pernah menjadi sekretariat acara Sail Bunaken yang memecahkan rekor MURI dengan lebih dari 2.000 penyelam mengikuti upacara bendera di dasar laut. Bapak James, pemilik Dragonet Diving Center, mempekerjakan instruktur selam bersertifikasi SDI (Scuba Diving International) yaitu Bapak Ferry. Dragonet menawarkan pelajaran menyelam bagi pemula, yang meliputi dasar-dasar menyelam (breathing, buoyance control, mask clearing, ear equalization) selama 15 menit, dan setelah paham akan langsung diajak menyelam selama 45 menit di kedalaman hingga 6 meter. Dengan bantuan instruktur selam yang sudah berpengalaman seperti Bapak Ferry, para pemula dijamin bisa menyelam.Selain melalui Pantai Kalase, Taman Nasional Bunaken juga dapat dicapai melalui Pelabuhan Manado, Marina Nusantara Diving Centre (NDC) di Kecamatan Molas yang memakan waktu sekitar 20 menit, dan dari Marina Blue Banter dengan waktu tempuh sekitar 10 – 15 menit menggunakan kapal pesiar. Jika berangkat dari pelabuhan Manado, bisa menggunakan perahu motor menuju pulau Siladen yang dapat ditempuh sekitar 20 menit, ke pulau Bunaken sekitar 30 menit, ke pulau Montehage sekitar 50 menit, dan ke pulau Nain sekitar 60 menit. Biaya masuk ke lokasi ini sebesar Rp 2.500 per hari untuk wisatawan domestik, dan Rp 150.000 per tahun untuk wisatawan asing.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTripTrus.Com - Industri pariwisata Indonesia kian berkembang, sejalan dengan besarnya jumlah Warga Indonesia yang melakukan perjalanan (travelling). Jika kamu sering melakukan travelling, saatnya kamu mengenali satu dari empat tipe traveller yang sesuai dengan profilmu.
Besarnya jumlah pelancong atau traveller asal Indonesia bisa tercermin dari belanja wisata yang dikeluarkan. Di 2014 saja, data Kuoni Group Travel Expert, agen perjalanan asal Zurich, Swiss, mencatat, nilai devisa asal wisatawan Indonesia ke Eropa mencapai US$ 8 miliar. Belanja ini dikeluarkan oleh sekitar 9 juta orang dengan tujuan terbanyak ke Prancis, Italia, dan Swiss (Wall Street Journal).
Patut dicatat, data di atas hanya untuk perjalanan wisata saja, tidak termasuk bisnis dan perjalanan kebutuhan lainnya di dalam maupun di luar negeri. Jika ditambah dengan perjalanan bisnis dan perjalanan lainnya, jumlahnya tentu akan sangat besar. Nilai devisa dan jumlah wisatawan Indonesia ke Eropa saat ini pun diyakini terus
Mga araw na sinipag ako magdala ng maliit na camera...
A post shared by Lay San (@afreespiritroams) onApr 16, 2018 at 10:32pm PDT
bertambah.
Dari sisi konsumen, muncul beragam tipe traveller di setiap negara. Tapi secara umum, ada 4 tipe traveler yang terus mengalami pertumbuhan. “Tipe para pelancong atau traveler ini umum terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia,” kata Jay Broekman
Dari empat tipe konsumen ini, Anda termasuk tipe yang mana?
1. Budget Traveller
Konsumen budget traveller selalu ingin menghemat dalam setiap perjalanannya. Salah satu penyebabnya, penghasilan mereka masih terbatas sehingga belum cukup membiayai perjalanan mereka dengan semestinya.
Sebagian konsumen jenis ini memang selalu ingin melakukan penghematan, meski penghasilan mereka sudah terbilang mencukupi untuk membiayai perjalanan. Yang pasti, kebiasaan mereka yang menonjol ialah tidak keberatan untuk memesan tiket jauh sebelum keberangkatan dan bersedia tinggal di penginapan yang sederhana asalkan dia bisa berwisata dengan bebas berkeliling di lokasi tujuan.
2. Promo Traveller
Tipe konsumen ini umumnya berasal dari kalangan urban professional. Mereka selalu melihat promo dan reward untuk memaksimalkan manfaat yang mereka dapatkan dari alat transaksi, seperti kartu kredit. Kebiasaan mereka ialah memesan kebutuhan wisata seperti tiket dan hotel dll secara mandiri secara online maupun melalui agen wisata sejalan dengan program reward dan promo yang disediakan.
[Baca juga : 10 Tipe Traveller Di Dunia, Kamu Yang Mana?]
3. Family Traveller
Tipe konsumen yang satu ini selalu mengutamakan keluarga. Tipe konsumen mulai memasuki usia yang matang dan datang dari beragam profesi. Dalam melakukan perjalanan pun, konsumen jenis ini mengajak anak dan istri atau suami untuk bersama-sama melalukan perjalanan dan berlibur. Mereka tinggal di hotel menengah bersama keluarga, berwisata bersama di lokasi tujuan.
Mereka selalu mencari harga terbaik dari berbagai fasilitas dan promosi untuk mendapatkan keuntungan lebih bagi keluarga.
Kartu kredit yang tepat bagi family traveller ialah kartu kredit yang memberikan konversi yang murah untuk dikonversi menjadi poin airmiles. Dengan konversi tersebut, family traveller bisa berbelanja dan mendapatkan keuntungan maksimal, sekaligus mendapatkan poin airmiles yang tinggi untuk ditukarkan dengan tiket pesawat ataupun hotel di tempat wisata.
4. Luxury Traveller
Konsumen yang satu ini tergolong konsumen mapan yang ingin mendapatkan fasilitas terbaik dalam setiap perjalanannya. Dalam berwisata, mereka mencari tempat-tempat yang unik dan ekslusif di dalam maupun di luar negeri, bersama keluarga maupun teman-temannya. Mereka memiliki travel assistant yang akan mengurus paket perjalanan, tingga di hotel mewah, dan mendapatkan fasilitas terbaik selama berada di lokasi wisata. (Sumber: Artikel halomoney.co.id, Foto freepik.com)
...moreTripTrus.Com - Menelusuri destinasi wisata di Kabupaten Gunungkidul seperti tidak pernah ada habisnya. Bukan hanya ada wisata pantai atau susur goa saja yang memang sudah terlebih dahulu moncer.
Kini di Desa Banyusoco, Kecamatan Playen menyajikan wisata alam Air Terjun Gedad, yang memiliki ketinggian sekitar 20 meter.
Kepala Desa Banyusoco, Sutiyono mengatakan Air Terjun Gedad kini didorong menjadi salah satu unggulan dari beberapa potensi wisata yang ada di Banyusoco. Saat ini pihaknya terus membenahi pengelolaan objek wisata tersebut agar dapat menarik perhatian para pelancong.
“Akses jalan sudah kami benahi, sepanjang 350 meter menuju lokasi sudah kami cor blok. Sementara fasilitas lain seperti kamar mandi untuk pengunjung juga sudah ada,” kata dia kepada Harianjogja.com, Minggu (9/7/2017).
Rencananya sejumlah sarana dan prasarana penunjang lain akan segera dibangun. Seperti halnya pembangunan irigasi untuk menjaga ailiran air, supaya debit air terjun tetap stabil. Dengan menggunakan irigasi, maka pada saat musim kemarau debit air tidak akan menurun.
Menurutnya jika debit air tetap stabil, air terjun akan semakin terjaga keindahannya. Dengan demikian semakin menarik minat wisatawan untuk datang. “Kalau tidak musim kemarau, pas debit airnya besar air terjunnya itu terlihat bagus sekali,” kata dia.
Kendati masih mengandalkan datangnya musim penguhujan, namun diakuinya pengunjung di Air Terjun Gedad cukup lumayan. Kemarin saja saat satu pekan libur lebaran, pengunjung mencapai 2.000 orang.
Menurutnya jumlah kunjungan tersebut sudah sangat lumayan. Karena jika dibandingkan pada hari biasa, pengunjung hanya mencapai 50-an orang.
Salah seorang wisatawan asal Klaten, Jawa Tengah, Umi mengaku puas saat berkunjung ke Air Terjun Gedad. Suasananya yang masih asri dan udaranya yang sejuk membuatnya betah berlama-lama bermain di air terjun tersebut. “Suasananya enak banget, belum terlalu ramai jadi bebas di sini [Air Terjun Gedad],” kata dia.
Sama halnya dengan Umi, Novi yang juga wisatawan asal Klaten pun mangaku terkesan dengan keindahan Air terjun Gedad. Meskipun jarak tempuh menuju Air Terjun Gedad cukup jauh, namun hal itu terbayarkan dengan keindahan yang ada di Air Terjun Gedad.
“Tadi dari rumah [Klaten] ke sini sekitar dua jam lebih. Tapi capek di jalan langsung terobati begitu sampai sini,” ungkapnya. (Artikel: harianjogja.com Foto gunungkidulku.com)
...more