TripTrus.Com - Banyuwangi udah masuk dalam daftar tempat yang lo pengen kunjungi? Gokil! Lo udah pilih tempat yang tepat banget, deh. Banyuwangi itu nggak cuma punya gunung keren sama kawah yang super epic, tapi juga ada taman nasional yang siap bikin lo betah berpetualang. Nih, gue kasih 5 hal yang wajib banget lo lakuin kalo lo lagi main ke Banyuwangi.
1. Ngeliat Api Biru di Kawah Ijen
Kalo lo suka petualangan yang bikin lo deg-degan, naik Gunung Ijen bisa jadi pilihan. Lo bakal liat fenomena api biru yang muncul di kawah, yang ternyata tuh api yang muncul karena proses pembakaran belerang. Perjalanan ke puncak Ijen lumayan ngetes fisik, tapi pemandangannya nggak bohong, sangat worth it. Jangan lupa, lo harus berangkat tengah malem banget, soalnya api biru ini muncul pas fajar. Dan yang paling penting, siapin masker karena belerangnya bisa bikin sesak napas. Biar nggak ribet, mending sewa guide yang udah biasa bawa orang naik ke puncak.
2. Safari Seru di Taman Nasional Meru Betiri
View this post on Instagram
A post shared by Shri Sainis (@shri.sainis)
Kalo lo suka sama alam liar, Meru Betiri bisa jadi destinasi yang nggak boleh lo lewatin. Taman nasional ini jadi rumah buat macan Jawa yang katanya udah punah (tapi katanya sih masih ada). Ada juga Pantai Sukamade yang terkenal banget buat konservasi penyu. Lo bisa ikutan tur yang udah disediain, biasanya ada mobil dan driver yang jadi guide lo. Tapi, kalo lo pengen jelajah sendiri, pastiin lo naik jeep off-road, soalnya jalanannya bumpy abis.
3. Menyatu Sama Alam di Taman Nasional Alas Purwo
Alas Purwo emang penuh misteri, banyak cerita horor yang beredar. Tapi sebenernya, taman nasional ini jauh lebih dari itu. Luas banget, sekitar 434 km², ada hutan mangrove, sabana, sampai pantai berkarang. Di sini lo bisa liat banteng Jawa yang hampir punah, atau hewan langka lainnya kayak lutung Jawa, merak hijau, ayam hutan merah, sampai kucing hutan yang jarang kelihatan. Kalo lo mau yang lebih seru, bisa jelajah bareng guide lokal yang ngerti banget jalurnya.
[Baca juga : "10 Spot Wajib Di Banyuwangi Yang Bikin Lo Makin Keren Abis!"]
4. Surfing Asyik di G-Land
G-Land atau Pantai Plengkung terkenal banget di kalangan surfer lokal sama internasional. Pantainya itu unik, bentuknya bikin ombaknya gede-gede banget, bisa sampe 2-4 meter! Kalo lo pengen belajar surfing, ada beberapa surf camp di sekitar sini. Atau kalo udah jago, join aja sama para surfer yang udah nyelam di sana seharian. G-Land bisa dijangkau lewat perahu dari Bali, tapi kalo lo mau petualangan darat, lo bisa lewat Alas Purwo juga.
5. Belajar Sejarah di Pura Agung Blambangan
Pura Agung Blambangan itu salah satu pura terbesar di Pulau Jawa, setelah yang ada di Gunung Salak. Ini tempat yang sakral buat umat Hindu dan juga spot yang pas buat lo yang mau belajar sejarah Banyuwangi. Biasanya ada festival besar di sini pas hari-hari tertentu. Kalo lo dateng, pastiin pake pakaian yang sopan, ya, karena ini tempat ibadah.
Jadi, buat lo yang lagi nyari tempat petualangan seru, Banyuwangi tuh pilihan yang nggak bakal bikin lo kecewa. Dari ngeliat fenomena api biru di Kawah Ijen, safari liar di Meru Betiri, sampai ngejelajahin pantai dan hutan yang masih asri di Alas Purwo, semuanya ada di sini. Kalo lo hobi surfing, G-Land bakal jadi tempat yang lo nggak bakal lupain. Jangan lupa juga buat mampir ke Pura Agung Blambangan buat nyelami sejarah Banyuwangi yang penuh makna. So, tunggu apa lagi? Saatnya lo buat #JelajahBanyuwangi dan ngerasain langsung semua keindahannya! (Sumber Foto @mlorensoo)
...moreTripTrus.Com - Indonesia negara yang kita cintai, memiliki alam yang indah. Diseluruh bentang pulau Indonesia sangat mudah mudah untuk menemukan tempat-tempat yang indah memanjakan mata. Sebagai orang Indonesia, kita patut berbangga hidup di negara yang dikelilingi oleh ribuan pulau yang tak tertandingi.
Hebatnya, banyak turis ingin datang dari negara lain untuk menikmati pemandangan Indonesia. Berikut adalah tempat wisata di Indonesia yang populer dan sering dikunjungi turis mancanegara.
1. Pantai Parai Tengiri (Bangka Belitung)
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh ᕼEᖇᒪIᑎᗪᗩ ᒍEᑭᖇᗩTᒍEᑭᖇET (@linzherlinda)
Tentu saja beberapa dari anda pernah melihat film populer "Laskar Pelangi", yang berlatar di Pulau Belitung? Selain plot yang menarik, lokasi film juga menarik perhatian penonton. Tidak seperti pantai lainnya, pantai Parai Tenggiri memiliki struktur yang lembut dengan perairan berwarna biru kehijauan dan pasir putih yang lembut.
Ombak di pantai ini juga tenang, itulah salah satu alasan mengapa pantai ini menarik bagi para perenang. Selain berenang, Anda juga bisa memancing, parasailing, diving, snorkeling dan lainnya.
2. Nusa Dua (Bali)
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Nusa Penida Tour & Travel (@goexplorenusapenida)
Pulau dewata, keindahan dan pesona tempat ini memang tidak bisa dipungkiri. Untuk menarik wisatawan domestik dan asing Bali memiliki destinasi wisata yang sangat indah bernama Nusa Dua. Tempat pantai dengan pasir putih lembut dan air biru jernih. Berbagai fasilitas bisa Anda pilih dengan berkunjung ke sini. Dari hotel dan resor bergaya, restoran dan pusat perbelanjaan hingga berselancar di pantai.
Selain Pulau Gili Trawangan, Nusa Tenggar Barat memiliki wisata lain yang tak kalah populer dan cocok untuk para pendaki, yaitu Gunung Rinjani. Gunung ini merupakan gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia.
[Baca juga : "Kembali Pasarkan Wisata Indonesia Di Kancah Dunia"]
3. Gunung Rinjani (Lombok)
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Leham (@mardiasetyo_06)
Gunung Rinjanimenawarkan beberapa pemandangan terindah di Asia dengan hamparan bunga Edelweiss dan Danau Segara Anak. Ini juga bisa menjadi tempat yang menarik bagi pejalan kaki untuk mendirikan tenda, mandi air hangat atau memancing.
Namun sebelum itu, persiapan mental dan kekuatan fisik perlu dilakukan dengan matang sebelum memutuskan untuk mendaki agar tidak terjadi hambatan di tengah jalan. (Sumber: Artikel prsoloraya.pikiran-rakyat.com Foto @travellingwithjoyce)
...moreBila kita sedang berada di Kawasan Simpang Lima, Semarang dan ingin menuju Tugu Muda, kita akan melewati sebuah jalan yang diberi nama jalan Pandanaran. Jalan yang berada di tengah-tengah kota Semarang ini merupakan sentra jajanan oleh-oleh khas Semarang. Di tempat inilah makanan khas Semarang seperti lumpia, bandeng presto, dan wingko babat dapat ditemui dengan mudah.
Salah satu penjual lumpia di Jalan Pandanaran adalah lumpia Mbak Lien. Mbak Lien adalah generasi penerus lumpia Siem Swie Hie, yaitu kakak kandung dari Siem Swie Kiem, pendiri kuliner lumpia di gang Lombok Semarang. Yang spesial dari lumpia Mbak Lien adalah isinya yang ditambahi racikan daging ayam kampung. Selain itu, terdapat tiga macam isi lumpia, yaitu lumpia isi udang, isi ayam, dan lumpia isi campuran antara keduanya.
Selain lumpia, oleh-oleh khas Semarang yang juga banyak dijual di jalan Pandanaran adalah bandeng presto. Bandeng presto adalah ikan bandeng berduri lunak karena dimasak menggunakan uap air betegangan tinggi. Di sini terdapat dua toko besar paling terkenal yang menjual kuliner bandeng presto, yaitu toko berlabel Bandeng Presto 'yang pertama sejak tahun 1977' dan Bandeng Juwana.
Harga bandeng presto di Jalan Pandanaran sangat bervariasi, misalnya saja ditoko Bandeng Juwana, bandeng rasa teriyaki dibanderol dengan harga Rp 30.000 per ekor atau bandeng dalam sangkar yang terdiri dari 3-4 ekor ikan dijual dengan Rp 95.000 per kilogram.
Ada satu yang menarik ketika melihat tulisan Ditembok toko Bandeng Juwana banyak terpampang testimoni para pengunjung yang pernah datang ke tempat ini. Salah satunya adalah tulisan "Jangan ragu deh!!! Bandeng Juwana always the Best...," begitu bunyi testimoni Benny MC, komikus yang terkenal lewat komiknya Benny & Mice.
Lain halnya dengan wingko babat, meski di Jalan Pandanaran banyak yang menjual namun semua penjual memakai label yang sama yakni wingko babat cap kereta api. Wingko Babat cap kereta api menawarkan berbagai rasa yang unik, seperti wingko babat rasa durian, rasa pisang, bahkan rasa coklat. Harga yang ditawarkan juga bervariasi tergantung besarnya ukuran dan rasa.
Jalan Pandaranan merupakan surganya para pecinta wisata belanja oleh-oleh di kota Semarang. Jalan ini selalu ramai dari pagi hingga malam dan akan bertambah ramai jika sudah memasuki akhir pekan. So, jika datang ke Semarang jangan lupa belanja oleh-olehnya di Jalan Pandanaran.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTripTrus.Com - Kalau kamu pengin cari suasana pantai dan laut yang biru memukau. Lengkap dengan keindahan pasirnya yang putih dan angin sepoi-sepoi, sepertinya Pulau Beralas Pasir adalah lokasi yang tepat.
Pulau yang lebih dikenal dengan sebutan White Sand Island ini sebenarnya milik pribadi. Tapi sudah dibuka untuk masyarakat umum sejak dua tahun lalu.
View this post on Instagram
#whitesandislandbintan #rentalmobilbintan #aldearentcarbintan
A post shared by rental mobil wisata bintan (@arcbintan) onSep 22, 2017 at 9:07pm PDT
Di pulau ini, kamu bisa menikmati suasana pantai yang kece dan belum begitu ramai oleh wisatawan lain. Berenang, snorkeling, maupun mengarungi laut dengan kano, tinggal pilih mana yang paling seru untuk dilakukan.
[Baca juga : "5 Wisata Mini Eropa Yang Bisa Kamu Kunjungi Di Indonesia"]
Untuk mencapai lokasi White Sand Island ini cuma perlu menempuh perjalanan berkendara selama satu jam dari Kota Tanjungpinang kok. Harga tiket masuk per orangnya dipatok 100 ribu rupiah dan sudah termasuk fasilitas antar jemput ke pulau.So, siap menambah target lokasi liburan selanjutnya? Mari! (Sumber: Artikel netz.id Foto bintan-resort.com)
...moreUntuk Trip ke Tanjung Bira, klik di: http://triptr.us/Ba
TRIPTRUS - Suku Bugis dan Makassar terkenal akan ketangguhan mereka di laut. Dengan Pinisi, mereka mengarungi tujuh samudra. Di Tanah Beru, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, pembuatan Pinisi sudah dilakukan secara turun temurun. Hampir semua pria yang ada di Tanah Beru bekerja sebagai pembuat perahu pinisi. Perahu buatan para pengrajin ini bahkan sudah dikenal ke seluruh dunia.
Kisah awal pembuatan pinisi berasal dari legenda yang menceritakan sebuah kapal yang terpecah jadi tiga bagian di desa Ara, Tanah Beru, dan Lemo-lemo. Legenda ini menjadi pemersatu ketiga desa tersebut, yaitu dengan bekerjasama mereka dapat menaklukkan lautan. Kapal pinisi terbagi menjadi dua jenis, Lamba atau lambo. Kapal pinisi modern berukuran besar ini lebih populer dan menggunakan tenaga motor sebagai penggerak – selain layar. Jenis lain adalah Palari, yang berukurang lebih kecil dan banyak digunakan sebagai kapal nelayan.
Yang unik dari pembuatan pinisi adalah, meski kapal dibuat di Tanah Beru, tapi tidak ada satupun pria dari desa itu yang berlayar dengan pinisi. “Tugas” itu diserahkan kepada para pelaut dari Tanjung Bira. Sementara dari desa Lemo, kebanyakan bertindak sebagai pemodal pembuatan kapal pinisi.
Kini, pinisi tidak terbatas pada penggunaan sebagai kapal dagang atau kapal nelayan. Banyak pesanan pinisi datang dari luar negeri. Dan di Tanah Beru Anda bisa melihat beberapa orang asing yang berlibur menikmati pantai pasir putih di Tanjung Bira, sekaligus melihat perkembangan pembuatan kapal yang mereka pesan.
...moreTripTrus.Com - Lo tau gak sih, Mandalika di Nusa Tenggara Barat sekarang udah jadi salah satu destinasi wisata top di Indonesia? Gak cuma karena keindahan alamnya yang bikin mata lo melek, tapi juga karena event internasional kayak MotoGP, yang lagi-lagi mampir tahun ini di sana! Dari sirkuit kece Mandalika International Street Circuit sampe pantai-pantai cakep kayak Pantai Kuta dan Pantai Mandalika, semua udah paket lengkap buat bikin wisatawan lokal maupun mancanegara jatuh cinta.
View this post on Instagram
A post shared by Halo Lombok (@halolombok_)
Tapi, ada satu hal yang bikin Mandalika beda. Ini bukan soal sirkuit atau sunset aja, tapi kisah legendaris Putri Mandalika yang bikin lo makin penasaran. Jadi ceritanya, nama "Mandalika" diambil dari legenda seorang putri cantik yang rela ngorbanin diri demi perdamaian. Putri Mandalika yang dipuja banyak pangeran akhirnya loncat ke laut dari atas batu di Pantai Seger biar gak ada yang bertengkar demi dapetin cintanya. Gak lama setelah itu, muncullah nyale—cacing warna-warni yang dipercaya sebagai jelmaan Putri Mandalika. Nyale inilah yang terus jadi simbol kedamaian di Mandalika.
[Baca juga : "5 Desa Wisata Keren Di Lombok Yang Bikin Pengen Balik Lagi!"]
Nah, tiap tahun, buat mengenang pengorbanan Putri Mandalika, warga Sasak ngadain Festival Bau Nyale di Pantai Seger. Ini bukan sekedar nangkep nyale lho, tapi udah jadi festival budaya seru yang dibikin sepanjang malam! Ada tradisi bejambik, betandak, sampe belancaran atau keliling pakai perahu. Jadi, gak cuma nyale yang nangkepin, tapi lo juga bisa nikmatin kuliner lokal yang dimasak langsung dari tangkapan nyale dini hari sampe matahari terbit. Festival ini tuh bener-bener ngasih lo pengalaman unik dan vibes budaya lokal yang susah ditemuin di tempat lain.
Jadi, kalo lo mau lihat langsung gimana legenda Putri Mandalika hidup di hati masyarakat Sasak, atau lo sekadar mau ngerasain vibe keren di Mandalika, Festival Bau Nyale ini jawabannya. Di sana, lo gak cuma bakal terpesona sama keindahan alamnya, tapi juga bakalan dapet cerita bersejarah dan pengalaman seru yang cuma ada di Mandalika. (Sumber Foto @bg_dayat)
...moreTripTrus.Com - Guys, lo pada pernah denger gak nih, ada makam keren abis di Megamendung, Bogor, yang katanya punya kisah unik dari masa "N*zi" Jerman? Lokasinya keren banget, deh, di Jalan Pasir Muncang, Desa Sukaresmi, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.
Jadi gini, ada sepuluh makam tentara Kriegsmarine Jerman yang nyempil di sana. Tempatnya tuh di kaki Gunung Pangrango, setinggi 3.019 mdpl, jadi bener-bener atas awan gitu. Mantap, kan?
Nah, kalo lo lagi asik-asik jalan dari Tol Gadog, Bogor ke Puncak, pasti lo bakal nemuin papan penunjuk di kanan jalan yang nyebutin 'Situs Makam Jerman'. Udah tau, kan, lo udah deket banget sama tempat seru ini.
View this post on Instagram
A post shared by Alexander Agung (@alexander79agung)
Di ujung makam ada tugu keren namanya 'Deutsch-Ostasiatische Kreuzergeschwader 1914', yang menghormati Armada Penjelajah Asia Timur Jerman. Mereka berperang di Kepulauan Falkland/Malvinas pada 8 Desember 1914, loh.
Trus, ada tulisan 'ERRICHTET VON EMIL UND THEODOR HELFFERICH 1926' di papan nama bawah. Dulu, dua saudara Jerman, Emil dan Theodor Hellferich, punya tanah luas di sana. Mereka bikin pabrik teh dari untung perkebunan mereka dengan kabel khusus angkut daun teh. Saudara mereka yang paling tua, Karl Helfferich, bahkan jadi wakil perdana menteri di Kekaisaran Jerman-Austria.
Makanya, mereka berdua bangun monumen buat mengenang Armada Jerman Asia Timur yang dipimpin oleh Admiral Graf Spee, dan akhirnya tenggelam gara-gara serangan Inggris.
Di monumen itu, ada tulisan Jerman yang artinya kurang lebih: 'Untuk kru Armada Jerman Asia Timur yang berani pada tahun 1914. Dibangun abis oleh Emil dan Theodor Helfferich'.
Lo tau gak, dulu pas perang, ada aksi heroik dari pejuang Indonesia yang ngehadang tentara Jerman era N*zi. Nah, ini bukan sembarang tentara Jerman, guys, tapi tentara Belanda yang bersekongkol dengan Jerman. Jadi, ada sekitar 250 serdadu Jerman yang diterjunkan ke Indonesia pake kapal selam pas perang udah mau kelar. Di waktu yang sama, Indonesia lagi berantem keras sama Belanda dalam Perang Kemerdekaan.
Waktu itu, beberapa dari serdadu Jerman ini bikin masalah. Ada yang dikira tentara Belanda, akhirnya tiga perwira dari mereka dimaki-maki dan dibinasain sama orang Indonesia. Ada juga yang either sakit parah atau kena tembak pas lagi naik kereta dari Bandung ke Jakarta. Jadi, delapan orang Jerman ini ngehadap maut, bro. Yang lainnya ada yang akhirnya selamat dan ngumpet di pulau Onrust sebelum akhirnya dipulangkan ke Jerman tahun 1946. Ada juga yang cabut ke Bogor buat ngindarin tentara Belanda, niatnya mau bantuin pejuang Indonesia. Kece, kan?
Di Deutscher Soldatendriedhof, ada 10 makam nih. Ada nama-nama keren macam Leutnant z.s W. Martens, Obergefreiter Willi Petschow, Oberleutnant zur See Willi Schlummer, dan lain-lain. Ceritanya, masing-masing dari mereka punya kisah dari masa perang dulu.
[Baca juga : "Deretan Event Seru 2024 Di Jawa Timur, Mode, Musik, Dan Kuliner Nusantara"]
Di depan situ ada dua makam yang namanya ilang ke mana. Mungkin lagi sibuk main kelereng di alam sana, siapa tahu. Tapi, kalau lo tengok nisan-nisan lainnya, ada nama, pangkat, jabatan, pokoknya komplit deh. Makam tanpa label itu punya nama keren, 'Grabmal des unbekannten Soldaten,' alias kuburan prajurit yang misterius gitu.
Cerita lainnya, di depan makam ada dua patung keren, Budha di kanan dan Ganesha serta Kala di kiri. Meski banyak yang heran, sebenernya gak ada hubungan sama mayat-mayat di sini. Katanya, dua saudara, Helfferich, beli patung itu dari tukang patung pinggir jalan setelah trip ke Candi Prambanan dan Borobudur di Yogyakarta. Jadi, di tempat ini, mayat-mayat misterius, patung Buddha, Ganesha, dan Kala.
Lanjut lagi, Deutscher Soldatenfriedhof di Megamendung ini pernah jadi spot uji nyali di salah satu stasiun TV keren di Indo. Tahun 2014, Citra Prima sama Rudi Kawilarang jadi host di acara seru. Mereka syuting di malam Arca Domas, serem banget deh. Nah, ada peserta yang kesurupan, dan kagetnya dia pake Bahasa Jerman pas kesurupan. Kayaknya yang di sana pada heboh banget tuh!
Makam tentara Jerman ini sampai sekarang masih ramai pengunjung, banyak yang penasaran gitu. Bahkan tiap tahun, orang dari Kedutaan Besar Jerman di Indo masih mampir ke sini. Seru banget, kan? (Sumber Foto @iwanskamah)
...moreTripTrus.Com - Setiap kota punya ceritanya sendiri-sendiri, termasuk Tangerang yang terkenal sebagai salah satu pusat kebudayaan China-Islam pada masa silam. Untuk melihat perkembangan kebudayaan itu, bisa dilihat dari cagar budaya yang ada. Sedikitnya ada sembilan cagar budaya yang bisa diselamatkan sebagai warisan dunia di kota industri dan jasa itu.
Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang Rizal Ridolloh mengatakan, dari cagar budaya itu, masyarakat bisa lebih mengenal jati diri orang Tangerang. “Kami punya sembilan cagar budaya yang sudah ditetapkan dan semuanya sudah mendunia,” kata Rizal kepada KORAN SINDO kemarin.
Dia melanjutkan, budaya Tangerang terhubung dengan zaman Belanda, yakni Bendungan Pasar Baru atau Pintu Air 10. Kebudayaan kekukuhan bendungan itu bisa dianalogikan dengan budaya Tangerang dalam menahan terpaan masuknya budaya Barat dari berbagai sisi.
Selain itu, terjadi pula hubungan dengan masyarakat nonmuslim dalam hal ini warga Tionghoa. “Masjid Jami dan Makam Kalipasir ini berada di komunitas masyarakat Tionghoa dan menjadi bukti kerukunan antara komunitas Muslim dan Tionghoa yang ada di Tangerang,” tutur Rizal lagi.
View this post on Instagram
Masjid Jami Kali Pasir . Masjid tertua di Kota Tangerang, Peninggalan Kerajaan Pajajaran. Masjid ini berada di sebelah timur bantaran Sungai Cisadane, tepatnya di tengah pemukiman warga Tionghoa kelurahan Sukasari. Bangunannya pun bercorak China. Masjid tertua di Tangerang ini mencerminkan kerukunan umat beragama pada masanya. Hingga kini masjid yang sudah berusia ratusan tahun tersebut masih digunakan sebagai tempat beribadah. Namun, masjid ini tidak lagi digunakan untuk salat Jumat. . 📷 Kodak Signet s35 🎞 Kodak ColorPlus 200 #lugeugu #luguanalog #lugufilm #35mm #indo35mm #35mmphotography #35mmfilm #35analog #35mmstreetphotography #filmphotography #filmisnotdead #ishootfilm #analogcamera #kodak #kodaksignets35 #rollfilm #kodakcolorplus200 #kcp200 #pasarlama #masjidjamikalipasir #analogtangerang
A post shared by LUGU (@lugeugu) onJan 11, 2018 at 8:28pm PST
Dia menambahkan, pada masa itu Sungai Cisadane menjadi jalur lalu lintas perdagangan rempah-rempah dan tempat bersandar para pedagang Tionghoa di Tangerang. Mereka suka berhenti di Tangerang. “Banyak arsitektur bangunan di Tangerang sangat kental dengan nuansa China, mulai interior yang didominasi warna merah dengan hiasan China, seperti Medalion dan hewan mitologi dan sebagainya,” paparnya.
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, Pemerintah Kota Tangerang mengajak pihak swasta untuk ikut serta menata kawasannya dan menyediakan tempat rekreasi dalam pengembangannya. “Sungai Cisadane yang merupakan persediaan air baku masyarakat Tangerang akan dikelola sebagai objek wisata yang menyerupai di luar negeri hingga menyediakan transportasi air setelah di darat yang terdampak macet,” ujarnya.
Arief R Wismansyah mengatakan, setiap cagar budaya memiliki nilai sejarah untuk dijadikan pelajaran bagi masyarakat luas sekarang maupun yang akan datang.
[Baca juga : "Wisata Sejarah Menarik Di Tangerang"]
Melalui program Tangerang Layak Dikunjungi, Pemkot Tangerang melakukan penataan cagar budaya dan mengenalkan potensi wisata lain kepada masyarakat luas. Mulai menjadikan taman sebagai tempat rekreasi dan mempromosikan UKM sebagai bekal oleh-oleh bagi wisatawan. “Rekreasi atau liburan menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Karena itu, kita lakukan penataan dengan dasar kreativitas melalui potensi yang ada dengan peran serta masyarakat serta semua pihak. Kami pun mengajak wisatawan untuk datang ke Kota Tangerang dan menggali sejarah yang ada karena sangat menarik,” ujarnya. (Sumber: Artikel sindonews.com Foto republika.co.id)
...moreTripTrus.Com - Masih berada di kawasan wisata Kota Tua, tidak jauh dari gedung Fatahillah ada sebuah jembatan yang berwarna merah marun. Sangat kontras dilihat dengan kondisi di sekelilingnya. Jembatan ini kini dikenal dengan nama Jembatan Kota Intan. Dahulu jembatan ini berfungsi sebagai penghubung antara benteng Belanda dengan benteng Inggris, tapi kini menjadi salah satu objek wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan. Termasuk Anda!
Jalan-jalan ke Kota Tua memang menyenangkan, ada banyak bangunan bersejarah di sini seperti Jembatan Kota Intan. Diberikan nama demikian karena letaknya dekat dengan salah satu Bastion Kastil Batavia bernama Bastion Diamont (intan). Mungkin tidak banyak yang mengetahui jika sebenarnya nama jembatan ini sempat berganti-ganti.
[Baca juga : 6 Tujuan Wisata Kota Tua Jakarta]
Jembatan Kota Intan ini awalnya adalah jembatan biasa yang dibangun pada tahun 1628 yang bernama Jembatan Engelse Brug atau Jembatan Inggris. Jembatan kayu ini memiliki panjang 30 meter dan lebar 4,43 meter. Jembatan tersebut berfungsi sebagai penghubung antara benteng Belanda (VOC) dan Inggris (IEC) yang saat itu berseberangan dan dibatasi oleh Kali Besar. Setahun kemudian tepatnya tahun 1629, jembatan ini sempat mengalami rusak parah akibat serangan Kerajaan Banten dan Mataram yang menyerang Benteng Batavia.
Kondisi yang memprihatinkan itu segera dipulihkan oleh Belanda, mengingat fungsi jembatan yang sangat vital dan berganti nama menjadi jembatan De Hoenderpasar Brig atau Jembatan Pasar Ayam. Disebut demikian karena lokasinya yang berdekatan dengan pasar ayam. Dua puluh lima tahun kemudian atau tepatnya tahun 1655, jembatan ini lagi-lagi mengalami kerusakan dan perbaikan. Tapi kerusakan kali ini bukan karena peperangan melainkan karena bencana banjir dan korosi air asin yang berasal dari laut. Setelah pasca perbaikan, namanya pun kembali berganti menjadi Jembatan Het Middelpunt Brug yang berarti Jembatan Pusat.
Pada 1938 fungsi jembatan diubah menjadi jembatan gantung. Tujuannya agar dapat diangkat untuk lalu lintas perahu dan mencegah kerusakan akibat banjir, namun bentuk dan gayanya tidak pernah diubah. Nama jembatan inipun kembali berubah menjadi Jembatan Phalsbrug Juliana atau Juliana Bernhard, karena waktu itu Ratu Juliana yang menjadi ratu di Belanda. Sebelumnya, jembatan juga diberi nama Jembatan Wilhemina (Wilhemina brug), ibu dari Juliana.
Jembatan Kayu Ini Memiliki Panjang 30 Meter dan Lebar 4,43 Meter. Jembatan Kota Intan adalah sebuah jembatan ‘jungkit’ yang berwarna merah marun warisan Belanda dengan konstruksi besi dan kayu yang terletak di Kawasan Kota Tua Jakarta [Berbagai Sumber] . . . 📸 June 16, 2018 . . . #oldtown #bridge #jembatankotaintan #kotatuajakarta #jakartaoldtown #historical #heritage #underconstruction #visitjakarta #wheninjakarta #enjoyjakarta #holiday #cityexplore #walkingtour #citysightseeing #architecture #publicarea #trip #travel #traveling #adventure #tourism #jakarta #wisatakotatua
A post shared by Fransiska Tan (@fransiskatan) onJun 16, 2018 at 3:43am PDT
Kemudian pasca proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, nama jembatan inipun lagi-lagi diubah menjadi seperti yang kita kenal hingga kini yakni Jembatan Kota Intan. Nama ini disesuaikan dengan nama lokasinya yang berdekatan dengan bastion Kastil Batavia yang diberi nama Bastin Diamont (Intan). Selama perjalanan Jembatan Kota Intan ini Belanda sempat membangun beberapa jembatan serupa di Batavia atau yang sekarang menjadi Jakarta. Namun jembatan-jembatan itu sudah tidak ada lagi, yang tersisa hanyalah Jembatan Kota Intan. Untuk melestarikan keberadaannya, maka pada tahun 1972 Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, menetapkan Jembatan Kota Intan sebagai benda cagar budaya.
Saat ini Jembatan Kota Intan menjadi salah satu objek wisata sejarah yang banyak dikunjungi wisatawan. Tak sedikit pula yang menjadikan Jembatan Kota Intan ini sebagai objek foto untuk prewedding atau pra-menikah. Selain karena nilai historisnya, jembatan ini memiliki keunikan pada bangunannya.
Untuk mengunjungi Jembatan Kota Intan ini, Anda tidak dipungut biaya tiket, hanya saja dimintai biaya untuk kebersihan dan parkir. Jembatan Kota Intan terletak di Ancol, Pademangan, Jakarta Barat. Untuk menjangkaunya dapat menggunakan bus Transjakarta koridor 1 jurusan Blok M – Kota. (Sumber: Artikel jakarta.panduanwisata.id, Foto flickr.com)
...more