shop-triptrus



Yang Harus Diperhatikan Saat Cari Jodoh Waktu Liburan

TRIPTRUS - Liburan tak sekadar untuk melepas penat atau bersenang-senang. Liburan juga bisa jadi ajang traveler jomblo untuk mencari jodoh. Tapi sebelum 'terjun ke lapangan', berikut beberapa tips yang perlu disimak. Traveling sambil cari jodoh, kenapa tidak? Justru dengan begitu, Anda akan mendapatkan pasangan yang punya 1 hobi yakni traveling. Namun sebelum mencari, setidaknya ada 6 tips yang perlu Anda simak, berikut daftarnya:1. Pastikan Anda berada di tempat yang tepat Sah hukumnya jika Anda mencari jodoh saat sedang jalan-jalan di museum, atau kawasan Kota Tua, atau pinggir pantai. Tapi jangan sampai Anda mencari jodoh di tempat-tempat yang tidak sesuai seperti pura, kuil, atau tempat peribadatan lainnya.2. Kenali traveler yang pergi bareng pasangan Mencari jodoh saat traveling, boleh saja, asal jangan sampai merebut jodoh orang lain. Kenali traveler yang pergi bareng pasangan, entah itu berdua atau bersama rombongan. Jika mereka traveling bersama rombongan, biasanya 2 orang ini akan selalu berdekatan. Lebih baik, Anda cari traveler yang tampak sendirian atau pergi bersama teman-teman yang semuanya pria atau semuanya wanita.3. Kenali kewarganegaraan dan agamaJika Anda menginginkan hubungan serius, kewarganegaraan dan agama tak pelak jadi soal. Oleh karena itu kenali dulu kewarganeagaraannya, biasanya terlihat dari segi fisik. Soal agama, Anda bisa menerka-nerka agama mayoritas di negara tersebut. Jika hal itu tidak memberatkan, Anda boleh melanjutkan ke tahap selanjutnya.4. Ajak ngobrolNah, ini dia bagian terpenting dari cari jodoh saat traveling. Mulailah mendekat dengan mengajaknya ngobrol. Beberapa pertanyaan 'mainstream' tapi efektif adalah dari mana asalnya, berapa lama dia traveling, ke mana akan melanjutkan perjalanan. Usai itu Anda bisa ceritakan agenda traveling Anda sendiri, siapa tahu, ada 1 hari yang kosong untuk Anda mengajaknya pergi bersama.5. Buat itinerary 1 hari bersamaJika responnya positif, ajaklah untuk pergi bersama. Entah hari itu, entah keesokan harinya. Anda dan gebetan bisa menyambangi tempat yang belum kalian datangi sebelumnya. Jika dia punya banyak waktu luang, Anda juga bisa mengajaknya ikut paket tur 1 hari.6. Bertukar nomor ponsel, email, dan media sosialNah, ini dia langkah terakhir yang wajib Anda lakukan. Bertukar nomor ponsel, email, dan media sosial. Ini memudahkan Anda untuk berkomunikasi terutama jika Anda dan gebetan berasal dari 2 negara berbeda. Anda dan si dia juga bisa merencanakan perjalanan ke satu negara lainnya dalam waktu dekat. (Sumber: Artikel travel.detik.com Foto JKTjalanjalan)
...more

Jelajah Budaya Bintan, Dari Panglong Sampai Vihara 500 Lohan

TripTrus.Com - Bro dan Sis traveler, siap-siap deh buat pengalaman yang nggak cuma selfie doang! Pulau Bintan itu nggak cuma keren karena pantainya, resornya, atau sunsetnya, tapi dia nyimpen warisan budaya yang gue yakin bakal bikin lo chill sekaligus mikir. Dari desa tradisional yang rumah panggungnya unyu sampai kuil kuno yang penuh aura spiritual—semua bisa lo temuin di Bintan. Jadi jangan cuma bawa baju pantai, bawa juga rasa penasaran lo buat ngebongkar kisah di baliknya. Yuk, mulai jejak budaya kita! 1. Kampung Panglong – Rumah Panggung & Dapur Arang yang Khas Di Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong, ada Kampung Panglong yang vibe-nya tuh beda, bro. Rumah-rumah panggung kayu berdiri di atas, jalurnya setapak, suasananya tuh kaya lo lagi time travel ke masa lalu Melayu. Nah, dapur arang kubah di situ itu, mirip rumah es-kimo, dulu Panglong ini jadi produsen arang terbesar di Bintan tahun 1920-an. Meskipun sekarang produksi arangnya udah nggak jalan, bangunan uniknya tetep ada, jadi saksi bisu sejarah. Lo bisa ngerasain banget atmosfer budaya tradisional yang udah berdiri kokoh meski zaman udah ganti. 2. Masjid Raya Sultan Riau – Majestic & Penuh Arsitektur Multikultur       View this post on Instagram A post shared by Rizky Budiarto (@buruhurban) Abis dari Panglong, lo bisa nyebrang ke Pulau Penyengat buat mampir ke Masjid Raya Sultan Riau. Warnanya kuning-hijau yang mencolok, bikin kesan kerajaan Melayu yang elegan. Arsitekturnya tuh ga biasa: campuran gaya Melayu, Arab, India, bahkan Turki. Uniknya lagi, bangunan ini pake putih telur sebagai bahan perekat, loh—ya, putih telur! Cocok sama pasir dan kapurnya, jadi selain indah juga awet strong. Di dalemnya ada Al-Quran tulisan tangan tua yang umurnya lebih dari 150 tahun, bikin suasana mistis plus ngebawa lo ke zaman dimana religi dan arsitektur jadi satu kesatuan sakral. 3. Desa Senggarang – Jejak Tionghoa & Kehidupan Nelayan yang Damai Sis, kalo lo suka suasana adem, damai, dan tradisional, Desa Senggarang wajib masuk list. Ini tempat imigran Tionghoa periode abad ke-18 menetap. Ada kuil Lau Ya Keng dan Kuil Banyan Tree yang udah lebih dari 200 tahun umurnya, plus rumah panggung, gang-gang kecil, cermin di atas pintu (katanya tolak roh jahat) yang bikin nuansanya magis. Loe bisa nongkrong sambil ngerasain kayak di kampung halamannya orang-orang tua, sambil nyicipin jajanan lokal yang sederhana tapi rasanya ngena. [Baca juga : "Liburan Santuy Dekat Pelabuhan Merak, Nih Spot Hitsnya!"] 4. Grotto Santa Maria – Ziarah & Kedamaian Tropis Buat lo yang pengen merenung sambil adem udara laut, Grotto Santa Maria di dekat Pantai Trikora jadi spot yang pas. Ada jalan salib, ada patung Bunda Maria beratnya sekitar 250 kg yang menyambut lo di area ini. Tempat ini dibangun sejak tahun 1960-an oleh komunitas Katolik kecil, tapi spiritualitas dan ketenangannya tuh berasa banget. Alam tropis + suara ombak + doa + patung-patung di sepanjang jalan → kombinasi yang bikin hati relax tapi juga mikir betapa kayanya keragaman budaya dan iman di Bintan. 5. Vihara Ksitigarbha Bodhisattva alias Kuil 500 Lohan – Patung Banyak & Meditasi Visual Terakhir bro & sis, jangan lupakan Vihara Ksitigarbha Bodhisattva, yang terkenal juga sebagai Kuil 500 Lohan. Begitu masuk halaman, lo bakal disuguhi ratusan patung Arhat / Lohan, masing-masing dengan ekspresi dan detail yang beda-beda, lo bisa liat wajah damai, serius, kontemplatif, semuanya tertata rapi. Atmosfernya sunyi tapi kuat, cocok banget buat yang pengen break sejenak dari hiruk pikuk. Di sinilah lo merasakan kekayaan spiritual dan visual yang bukan cuma Instagrammable, tapi juga punya kedalaman makna. Bro & Sis traveler, Pulau Bintan itu bukan cuma destinasi liburan biasa—ini panggung hidup budaya, sejarah, religi, dan spiritualitas yang saling bersinergi. Setiap sudut punya cerita: dari Panglong yang kayak museum terbuka sampai kuil dan masjid yang berbicara lewat arsitektur dan ritual. Jadi waktu loe ke Bintan, jangan cuma selfie di pantai atau resort doang, tapi explore juga warisan budaya yang bikin lo makin ngerti tentang manusia, lingkungan, sejarah. Loe bakal pulang nggak cuma dengan kulit yang gosong, tapi dengan hati yang kaya oleh makna. Selamat jelajah, bro & sis, semoga petualangan budaya lo paling memorable! (Sumber Foto @genpiindonesia)
...more

Menjelajahi Wisata Sejarah Islam di Indonesia Selama Ramadan

TripTrus.Com - Halo Sobat Triptrus, bagaimana kabar puasanya? Apakah berjalan lancar? Ramadan merupakan bulan yang suci bagi umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Selain beribadah, Ramadan juga menjadi momen yang tepat untuk mengeksplorasi wisata sejarah Islam di Indonesia. Berikut ini adalah beberapa tempat wisata sejarah Islam di Indonesia yang bisa dikunjungi selama Ramadan.       View this post on Instagram A post shared by Nuur Ahad (@nuur_ainnisaa) 1. Masjid Istiqlal, DKI Jakarta Masjid Istiqlal adalah salah satu tempat wisata sejarah Islam yang paling terkenal di Indonesia. Terletak di Jakarta, masjid ini memiliki arsitektur yang megah dan indah, serta dapat menampung ribuan jamaah sekaligus. Selain beribadah, pengunjung juga dapat menikmati keindahan bangunan masjid dan mengunjungi museum di dalamnya. 2. Keraton Yogyakarta, DI Yogyakarta Keraton Yogyakarta adalah istana yang dibangun oleh Sultan Hamengkubuwono I pada tahun 1755. Istana ini memiliki nilai sejarah yang tinggi dan merupakan pusat kebudayaan Jawa. Di dalam istana, pengunjung dapat menikmati keindahan arsitektur bangunan, mengunjungi museum, dan menyaksikan pertunjukan seni dan budaya Jawa. 3. Masjid Agung Demak, Jawa Tengah Masjid Agung Demak adalah masjid tertua di Indonesia yang dibangun pada abad ke-15 oleh Sultan Raden Patah. Masjid ini memiliki arsitektur yang khas dan bersejarah, serta menjadi simbol penting perkembangan Islam di Indonesia. Selama Ramadan, pengunjung dapat menikmati keindahan masjid dan mengikuti kegiatan keagamaan di dalamnya. [Baca juga : "Hal Yang Harus Dibawa Ketika Berpergian Ketika Ramadhan"] 4. Makam Sunan Ampel, Surabaya Makam Sunan Ampel adalah makam yang menjadi tempat peristirahatan terakhir dari Sunan Ampel, seorang ulama dan wali Songo yang berperan penting dalam penyebaran agama Islam di Jawa Timur. Makam ini memiliki nilai sejarah dan keagamaan yang tinggi, serta menjadi tempat ziarah bagi umat Islam di Indonesia. Selama Ramadan, pengunjung dapat mengunjungi makam dan berdoa di dalamnya. Itulah beberapa tempat wisata sejarah Islam di Indonesia yang bisa dikunjungi selama Ramadan. Selain mengeksplorasi keindahan dan sejarah bangunan, kita juga dapat memperdalam pengetahuan dan keimanan tentang agama Islam. Semoga perjalanan wisata sejarah Islam di Indonesia selama Ramadan ini menjadi momen yang berkesan dan penuh berkah bagi Sobat Triptrus. (Sumber: Artikel Shalahudin Hikam Al Ayubi Foto @sulthon_deleali2) 
...more

4 Kuliner Khas Kudus yang Siap Bikin Perut Anda Kenyang

TripTrus.Com - Kudus, kota yang lebih dikenal sebagai penghasil kretek bisa menjadi salah satu destinasi wisata yang tepat untuk Anda kunjungi. Selain kotanya yang terlalu besar, suasana kota Kudus yang tak terlalu ramai bisa membuat Anda betah. Berbagai wisata seru bisa Anda kunjungi mulai dari Gunung Muria, Museum Kretek, Simpang Tujuh hingga Menara Kudus. Di balik tampilan kotanya yang tak terlalu ramai, tersembunyi kuliner-kuliner nikmat yang siap mengisi perut Anda. Rasa kulinernya yang identik dengan hidangan khas jawa tentunya bisa Anda rasakan. Berikut KompasTravel himpun 4 kuliner khas Kudus yang wajib Anda cicipi: 1. Lentog Tanjung   . LENTOK --------------- siapa yang belum pernah mencoba makanan satu ini ? . kalau yang pernah dikudus makanan ini selalu buat kangen, meskipun sederhana tapi selalu dicari . . LENTOG TANJUNG Pak Mitro jln Tanjung Karang KUDUS 59349 . Lentog - 4K buka : 06:00 - habis . #lentog #lentogtanjung #makanankhaskudus #sekitarkudus #kulinerkudus #kuduskuliner #delicious #yummy #foodphotography A post shared by Kuliner Surabaya l Foodie🔘 (@e_ndro) onApr 8, 2018 at 11:53pm PDT Berkunjung ke Kudus tak lengkap jika belum merasakan Lentog. Hidangan yang hampir mirip opor ini cocok jika disantap sebagai sarapan. Lentog sendiri berisikan lontong dengan lauk sayur nangka muda, sayur tahu dan tempe, diguyur santan kental, dan ditaburi bawang goreng. Lentog biasa disajikan dengan piring kecil dialasi daun pisang, pas untuk hidangan sarapan. Lentog lebih nikmat disantap dengan lauk tambahan sate telur puyuh bumbu semur, sate usus, ditambah kerupuk. Untuk mencicipi Lentog tanjung ini , Anda bisa mengunjungi wilayah Desa Tanjung Karang, Kecamatan Jati, Kudus. Di sebuah jalan desa ini, ada deretan kios-kios kecil yang menjajakan lentog. Selebihnya, pedagang bertebaran di area desa. [Baca juga : Destinasi Ramadan, Berkunjung Ke Pesantren Bernuansa Pecinan Di Rembang]2. Soto Kudus   Lunch #sotokudus #instapic #instafood #happymoments #like4like A post shared by Laurence Herlina (@herlinalaurence) onFeb 15, 2017 at 11:19pm PST Soto Kudus tampil berbeda dibandingkan dengan soto-soto lain. Salah satunya yang membuat berbeda yakni sajiannya identik dengan mangkuk mungil. Soto Kudus memiliki isi berupa daging ayam, kecambah serta taburan bawang putih goreng. Ayamnya sendiri yang dipakai di Soto Kudus adalah ayam kampung karena citarasanya yang lezat dan gurih.Tak ketinggalan, biasanya soto kudus ini disajikan dengan kudapan sate-satean serta perkedel. Sate usus, sate telur puyuh dan gorengannya siap tersedia di meja Anda. Jangan lupa untuk menambahkan sedikit kecap, jeruk nipis dan sambal agar terasa lebih nikmat.3. Soto Kerbau   Selamat berbuka puasa 😊 #kudus #jateng #sotokerbau A post shared by Febriana Isti Setyaputri (@putri_febriana94) onMay 23, 2018 at 4:07am PDT Konon masyarakat Kudus pernah ”dilarang” mengonsumsi daging sapi. Sunan Kudus yang kala itu menyebarkan agama Islam di Kudus, mensosialisasikan agama Islam kepada penduduk yang memeluk agama Hindu dan Buddha dengan cara simpatik. Soto daging kerbau dari penampakannya tak terlalu berbeda dengan soto daging sapi atau ayam. Keduanya sama-sama disajikan dalam mangkok dengan bahan pelengkap, seperti taoge dan potongan daging kerbau dengan ukuran cukup besar. Tak lupa limpahan bawang merah goreng di atasnya. Citarasanya yang menggoyang lidah membuat seolah satu porsi soto kerbau saja tak akan pernah cukup. Sensasi rempah dan rasa gurih khas soto bisa semakin diperkaya dengan tambahan kecap manis, perasan jeruk nipis, serta tak lupa sambal untuk ”memanaskan” suasana. 4. Nasi Pindang Kerbau   Selain soto, lentog, jenang...makanan ini juga merupakan yang 'khas' di #Kudus namanya #nasipindang soal rasa savory and sweet delicious taste 👌 #nasipindangkudus #nasipindangkerbau #nasipindangparu #jajankemarin #travelwork #betarienrosana A post shared by Betaria Septiarini Rosana (@betarien) onFeb 10, 2017 at 5:04pm PST Nasi pindang kerbau merupakan nasi yang disajikan di atas piring beralas daun pisang. Nasinya pun kemudia disiram kuahnya kecoklatan dengan potongan daging kerbau yang lagi-lagi berukuran besar. Biasanya di bagian atas, terdapat daun melinjo dan taburan bawang merah goreng yang melimpah. Paduan daun melinjo yang segar dan gurih bawang merah goreng, melengkapi cita rasa pindang kerbau yang bercita rasa manis. (Sumber: Artikel lkompas.com, Foto vakansinesia.com)
...more

9 Destinasi Wisata Di Kepulauan Kei yang Mempesona

TRIPTRUS - Kepulauan Kei Kabupaten Maluku Tenggara mempunyai potensi wisata yang sangat luar biasa dan saat ini sudah terjangkau dan mempunyai infrasturktur yang cukup memadai untuk dikunjungi wisatawan. Penerbangan Ambon – Langgur sudah dilayani oleh 3 maskapai Nasional dengan frekuensi 4 kali setiap harinya.  Inilah 9 Destinasi Wisata Di Kepulauan Kei yang mempesona: 1. Pantai Ngur Sarnadan, Ohoi Lilir Pantai dengan pasir sangat halus dan bersih serta sangat lkamui sampai dengan lebih dari 100 meter ke tengah laut ini , akan sangat mempesona kamu terutama untuk menghabiskan pagi dan menanti sunset yang sangat indah yang bisa kamu saksikan di sini. 2. Pantai Pasir Panjang - Ngurbloat, Ohoi Ngilngof Pantai ini merupakan garis pantai yang sama dengan Pantai Ngur Sarnadan. Panjang garis pantai ini mencapai lebih dari 2 km. Di sepanjang pantai ini terdapat saung-saung yang bisa disewa dari masyarakat lokal sambil menikmati kuliner khas setempat. Sama dengan pantai Ngur Sarnadan, pantai  inipun sangat nyaman untuk dipakai berenang dan leyeh-leyeh sambil menikmati sunset. Pantai Ngurbloat juga dinobatkan sebagai pantai dengan pasir paling halus di dunia oleh majalah National Geographic. 3. Gua Hawang Gua yang teletak di Desa Letvuan ini merupakan sebuah kolam air tawar yang dalam yang sangat indah dengan pantulan sinar matahari. Menurut cerit, kolam di Gua Hawang terhubung dengan mata air Evu melalui sungai bawah tanah. Gua Hawang terdiri dari dua liang yang dihubungkan oleh sungai bawah tanah. Jadi kalau kamu diving di sini kamu akan dapat menembus ke dua gua tersebut melalui sungai bawah tanah tadi. 4. Pasir Timbul Ngurtavur – Habitat Burung Pelikan https://youtu.be/8aTyVfVvPb0      Lokasi pantai Ngurtavur berada di Pulau Waha, tepat di depan Pulau Warbal. Pulau Waha memiliki pantai berpasir putih yang menjorok atau memanjang tanpa putus ke tengah lautan sepanjang 2 km dan lebar 7 meter. Kamu dapat berjalan kaki ke tempat ini saat air surut atau naik perahu jika air pasang. Ketika berada di pantai ini, kamu serasa sedang berjalan di tengah lautan luas namun sesungguhnya kamu sedang berjalan di atas hamparan pasir putih halus yang membelah pantai menjadi dua sisi. Ngurtavur merupakan habitat burung Australian Pelikan (Pelecanus conspicillatus) yang sedang bermigrasi ke Maluku dari tempat tinggal mereka di Australia dan Papua Nugini. Di pantai ini kamu juga bisa melakukan kegiatan lainnya seperti berenang dan snorkeling. 5. Pulau Bair Terletak kurang lebih 1 jam perjalanan ke arah utara dari pelabuhan Dullah di Kei Kecil. Landscape Pulau Bair ini sangat memanjakan mata dengan laguna yang jernih beralaskan pasir dan ikan serta terumbu karang yang masih sehat. Aktivitas berenang, piknik dan snorkeling bisa dilakukan di sini. Selain menjelajahi sekeliling pulau , kamu bisa  masuk di antara celah tebing karang yang sangat eksotik. Destinasi antara menuju Pulau Bair, kita juga akan melewati Pulau Adranan yang mempunyai pasir putih yang menawan dengan air laut yang jernih menyelimuti terumbu karang dan ikan yang menghampiri saat kamu snorkeling. 6. Bukit Masbait Bukit Masbait adalah Bukit tertinggi di Pulau Kei Kecil yang berada di Desa Kelanit, yang merupakan titik tertinggi di Kei Kecil. Selain sebagai tempat ziarah umat Katolik dengan patung Kristus Raja yang dapat berputar, atraksi alam berupa matahari terbit dan terbenam yang sangat indah dapat dinikmati dari puncak bukit ini. 7. Desa Adat Tanimbar Kei   Desa Adat yang dapat dicapai dengan perjalanan laut selama  5 jam dari Pelabuhan Debut ini adalah desa adat yang masih memegang teguh bentuk bangunan, seni, adat istiadat dan kepercayaan leluhurnya.  Desa Tanimbar Kei terbagi menjadi dua, yaitu Kampung Atas dan Kampung Bawah. Yang dipisahkan dengan tangga yang bersandar di tebing setinggi 10 sampai 15 meter. Di pulau ini kita bisa menemukan rumah adat asli Kei yang merupakan tempat menyimpan beraneka ragam benda-benda adat seperti Patung adat, perhiasan emas,  bejana, tembikar.  Legenda yang menyatakan bahwa leluhur orang Kei berasal dari Bali dapat dirasakan di sini, dengan adanya tempat ibadah berupa Pura dan agama Hindu yang dianut oleh masyarakatnya. 8. Gua Luvat - Tebing Lukisan Tangan Situs purbakala di Ohoi Dertawun ini sangat fenomenal karena lukisan di dinding gua berbentuk Matahari, Panah, Perahu, Hewan merupakan peninggalan masa prasejarah pada zaman Megalitikum (zaman batu besar) di mana manusia mulai mengenal konsep ketuhanan walaupun masih sangat tradisional. Lukisan tersebut menggambarkan pola hidup dan aktivitas masyarakat saat itu yang berhubungan dengan alam. 9. Pulau Ngav, Er dan Ngodan Tiga pulau yang berada tidak jauh di sebelah barat Ohoi Dertawun ini merupakan destinasi favorit untuk island hopping yang dapat dilakukan dalam satu hari. Bentang pantai pasir putih dan spot-spot snorkeling dengan terumbu karang menjadi daya tarik utama ketiga pulau ini. Bila kamu beruntung, sekelompok hiu sirip hitam (Carcharhinus limbatus) pun bisa kamu temui di pinggir pantainya.    9 Destinasi Wisata Di Kepulauan Kei yang mempesona ini dapat dinikmati karena sudah terdapat beberapa kelompok wisata lokal yang siap mengatur trip untuk kamu Kelompok Ekowisata Ohoidertawun  Kelompok Ekowisata OhoiNgilngof Kelompok Ekowisata Ohoililir   Source: @bramsakti; @veronica_louhenapessy – WWF Indonesia Kei Office; mondeck.net
...more

5 Masjid Tertua Dan Bersejarah di Kudus - Part 2

TripTrus.Com - Sepanjang wilayah Pantai Utara Timur dari Demak-Kudus hingga ke Jawa Timur dikenal sebagai daerah-daerah persinggahan para Walisongo untuk menyebarkan agama Islam. Tak heran, jika budaya dan sisa-sisa peninggalan sejarah Islam masih melekat di daerah tersebut. Seperti di Kota Kudus, terdapat makam Sunan Muria dan Sunan Kudus, sebagai penyebar agama Islam yang sampai sekarang makamnya banyak dikunjungi peziarah. Dengan kehadiran dua tokoh tersebut, banyak meninggalkan kisah dan artefak kebudayaan Islam yang masih dapat dijumpai di sejumlah tempat. Salah satunya peninggalan masjid-masjid yang memiliki sejarah panjang. Berikut 5 masjid tua bersejarah di Kudus yang bisa menjadi pengingat dan bahan pelajaran generasi saat ini. 1. Masjid At Taqwa Sunan Kedu Pada tahun 1576 M Sunan Kedu sudah berada di Kudus dan sangat gigih menyebarkan syiar Islam dan pemerintahan mengingat pada saat itu Sunan Kedu dipercaya Kesultanan Demak menjadi Tumenggung/Wedono. Tahun 1599 M, Sunan Kedu mendirikan Masjid At–Taqwa bertepatan dengan hari Jumat Pahing dengan dibantu para santri dan juga Kanjeng Sunan Kudus selama 3 minggu. Dilengkapi batu alam yang dikenal ” Watu Kenong ” khusus bermunajat dan berdoa khusus Syeih Abdul Basir. Saat ini batu tersebut berada di belakang masjid. Sebagai tempat ibadah tempat itu juga dilengkapi sumber mata air kehidupan dan sebagai tempat berwudhlu yang dinamakan “Mbelik Sumber Joyo” atau menurut masyarakat sekitar disebut Mbelik Pundung. Keberadaan Sunan Kedu akhirnya beliau wafat pada tahun 1612 M dan dimakamkan di area masjid yang terletak di sebelah Barat. Lalu di sebelah Barat dari makam beliau adalah makan Siti Nadhiroh dan Dewi Maryam yang merupakan putri beliau. 2. Masjid Sunan Muria       View this post on Instagram A post shared by KUDUS JOURNEY🇮🇩 (@kudusjourney) onOct 31, 2019 at 10:43pm PDT Tidak banyak sumber yang menjelaskan tentang kapan Sunan Muria yang bernama asli Raden Umar Said ini lahir dan membangun masjidnya tersebut, karena di antara para Walisongo. Sunan Muria adalah wali yang paling sedikit penjelesan biografinya dalam catatan sejarah. Masjid ini diperkirakan dibangun pada masa hidup Sunan Muria yaitu sekira abad ke-15 hingga 16 M. Masjid menjadi simbol dakwah Sunan Muria di lereng Gunung Muria, dalam mendakwahkan Islam kepada masyarakat sekitar yang pada waktu itu banyak yang memeluk Hindu dan Budha. Pemilihan Gunung Muria sendiri disebut sebagai salah satu bagian dari identitas dan sifat Sunan Muria, yang tidak suka dengan popularitas, sehingga beliau memilih berdakwah di lereng Gunung Muria. Masjid yang menjadi salah satu situs penting sejarah Islam di Indonesia ini, berada di ketinggian 1.600 meter. Masjid ini telah dipugar beberapa kali, sehingga sudah tidak terlihat sebagai bangunan tua dan asli. Hanya beberapa bagian saja yang masih nampak asli sampai sekarang. 3. Masjid Wali Jepang (Al Makmur)       View this post on Instagram A post shared by edy kurniawan (@idiwaekey) onJul 8, 2016 at 5:15pm PDT Dahulu Desa Jepang adalah sebuah rawa yang besar, di rawa itu Aryo Penangsang sering menambatkan perahunya, setelah menempuh perjalanan dari Kadipaten Jipang (sekarang wilayah Kabupaten Blora) untuk menuju Pondok Pesantren Sunan Kudus untuk menimba ilmu agama. Sunan Kudus yang mengetahui kebiasaan dari muridnya tersebut, membuat Sunan Kudus iba dan kemudian mendirikan sebuah Masjid di lokasi itu, sebagai tempat ibadah dan istirahat sang murid. Proses pembangunan Masjid yang dilakukan Sunan Kudus, akhirnya dilanjutkan oleh Aryo Penagsang sekitar abada ke-16 M. Selanjutnya, Masjid yang dikerjakan guru dan murid itu diberi nama Masjid Wali karena memiliki Soko Papat (terbuat dari kayu utuh) seperti masjid-masjid yang dibangun oleh para wali. Selain itu, masjid Wali Al Makmur ini memiliki gapura seperti Masjid Menara Kudus. Berdasarkan prasasti yang ada, pemberian imbuhan nama Al Makmur oleh seorang Ulama dari Desa Karangmalang, yang benama Sayyid Dloro Ali pada tahun 1917 M. [Baca juga : "5 Masjid Tertua Dan Bersejarah Di Kudus - Part 1"] 4. Masjid Jami' Manarul Huda Masjid Jami’ Manarul Huda adalah masjid tertua yang berdiri di Dukuh Baran-Kiringan Desa Samirejo Dawe. Sebuah warisan nenek moyang yang dibangun pada masa hidup Mbah Kyai Abdullah ‘Asyiq bin Abdussyakur atau lebih akrab masyarakat menyebutnya dengan julukan ‘Mbah Kyai Udan Panas’. Beliau diyakini sebagai orang pertama yang singgah di Desa Baran, pada waktu itu Beliua 'babat alas' tak kenal lelah walau saat teriknya panas matahari dan hujan sekalipun Beliau tetap tegar demi misinya menyebarkan agama islam diwilayah tersebut. Masjid Manarul Huda sendiri mempunyai icon menara yang khas tampak seperti bangunan kuno menyerupai menara pada Masjid Menara Kudus. Masjid ini berkali-kali mengalami pemugaran,dimana renovasi terahir dilakukan pada tahun 1993-1994 yang dicanangkan oleh KH. A. Musa Maulani MA dan diresmikan pada tahun 1995. Masjid ini mempunyai management yang cukup solid dan mengalami kemajuan pesat di era moderen ini. 5. Masjid Baitul Azis Hadiwarno Desa Hadiwarno memiliki cagar budaya berupa masjid peninggalan Walisongo yaitu Masjid Baitul Aziz. Kebaradaan Masjid ini menjadi bukti akan perjalan dakwah Walisongo dalam mensyiarkan agama Islam di tanah Jawa. Masjid tersebut dibangun pada abad ke-16 M zaman wali, terbuat dari batu bata merah kuno dengan luas bangunannya yaitu 150m persegi. Masjid ini termasuk peninggalan masa sunan Kudus ketika beliau sedang berada di Kudus. Pada masjid ini terdapat Gapuro Padurekso dengan panjang 3 m, lebar 176 cm, dan tinggi 270 cm. Ditengah gapuro terdapat pintu jati dan bagian atas pintu terukir Tri Sula Naga, Tri Sula Naga merupakan bahasa Sansekerta, dimana Tri berarti tiga, Sula berarti enam dan Naga berarti delapan atau secara keseluruhan diartikan sebagai tahun 836 Hijriah dalam kalender Islam. Gaya bangunan Padurekso merupakan campuran dari dua kebudayaan yaitu antara Hindu dan Islam. Arsitekturnya seperti Masjid Agung Demak, dimana tiap penyangga terdiri dari 4 soko dilandasi dengan umpak batu. (Sumber: Artikel isknews.com, alif.id, irmamadagroup.wordpress.com, hadiwarnokudus.blogspot.com Foto betanews.id)
...more

Catat! Ini Jadwal Wisata Budaya Nusantara Sepanjang Februari 2019

TripTrus.Com - Berlibur semestinya tak melulu soal belanja, spot foto menarik, atau berburu makanan enak. Wisata budaya bisa jadi salah satu pilihan menghabiskan waktu berlibur yang menarik. Melihat berbagai budaya masyarakat Indonesia lengkap dengan kearifan masyarakat lokalnya tak hanya akan menyisakan pengalaman tak terlupakan, namun juga akan menambah wawasan Anda. Berikut ini Kompas.com merangkum 3 acara yang bertema wisata budaya yang akan digelar selama bulan Februari 2019. 1. Cap Go Meh di Singkawang       View this post on Instagram #capgomehsingkawang A post shared by STEVEN DAVID (@stevn_david) onMar 1, 2018 at 12:31am PST   Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Kalimantan Barat akan menggelar perayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang pada tanggal 5 hingga 19 Februari 2019. Perayaan ini dilaksanakan pada hari ke-15 setelah perayaan Tahun Baru Imlek. Perayaan yang digelar secara rutin setiap tahunnya ini merupakan salah satu acara andalan untuk mendatangkan wisatawan mancanegara ke Kalimantan Barat. Tahun lalu, tercatat sebanyak 26 Duta Besar dari negara sahabat datang untuk melihat festival ini. Dalam perayaan ini Anda daat menyasikan ratusan orang yang dirasuki roh dewa atau leluhur yang biasa disebut tatung atau loya oleh warga sekitar melakukan parade mengelilingi kota dengan atraksi- atraksi ekstrem. Ada juga orang memukul gendang untuk mengusir roh jahat. [Baca juga : "14 Kota Tua Di Indonesia Yang Sangat Apik Dan Instagramable"] 2. Festival Pulau Penyengat di Tanjungpinang       View this post on Instagram @Regranned from @shaniachairani - Pakaian adat Melayu mempunyai warna yang berbeda dan masing-masing mempunyai artinya. Baju yang berwarna merah, merupakan yang diperuntukan untuk Raja dan Putri Raja, beserta keturunannya. Baju bewarna kuning diperuntukan untuk pegawai kerajaan dan keluarganya. Baju bewarna hijau diperuntukan Rakyat biasa dan keturunannya. . . Photo by : @nahorthoseahutagaol . . Cc to : @discovery_tanjungpinang @traveller_kepri @genpi_bintan @discovery_kepri @genpitanjungpinang @genpi_id @genpi_bintan @serbatanjungpinang @jheipul @kemenpar @pesonaid_travel @genpi.kepri @yopiefranz @robbysunata @wisatapenyengat @kemenpar @donkardono @mansyurebo . ---------------------------------------------------------------------- . #FPP2018 #FestivalPulauPenyengat #SulltanRiau #Mesjid #Penyengat #Visitpulaupenyengat #Wisatapulaupenyengat #Tanjungpinang #visittanjungpinang #Tanjungpinang #kepri #PesonaTanjungpinang #wonderfulriauislands #kemenpar #genpi_id #discovery_kepri #discovery_tanjungpinang #pesonaindonesia - #regrann A post shared by Wonderful Riau Archipelago (@discovery_tanjungpinang) onFeb 10, 2018 at 6:35am PST   Festival ini telah dilaksanakan sejak tahun 2016. Festival ini merupakan acara unggulan Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau yang berpusat di Kota Tanjungpinang. Tahun ini festival ini akan digelar pada tanggal 14 hingga 18 Februari 2019 di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang. Dalam festival ini Anda akan menyaksikan berbagai perlombaan seperti Lomba Panggak Gasing, Lomba Jong, Lomba Dayung Sampan, Lomba Sampan Layar, Lomba Ngambat Itik, Lomba Pukul Bantal, Lomba Berbalas Pantun, Lomba Syarhil Gurindam, Carnaval Fashion, Lomba Berzanzi, Lomba Melukis dan Mewarnai, Festival Kuliner Melayu, dan Lomba Becak Hias. 3. Pesona Bau Nyale di Mandalika       View this post on Instagram Ketika kita mengeluh: “Apa yg aku buat ni semua sia sia. " ALLAH menjawab : (فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ) "Siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji zarah sekalipun, niscaya ia akan melihat balasannya ” (Al Zalzalah : 7) . . #opponesia #oppocameraphone #pesonabaunyale2017 A post shared by an (@anprmst_) onFeb 16, 2017 at 4:54am PST   Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Barat akan menggelar acara bertajuk Pesona Bau Nyale pada tanggal 20 Februari 2019 di kawasan Mandalika. Pesona Bau Nyale merupakan core event kegiatan budaya di pesisir pantai selatan Pulau Lombok tepatnya di pantai Kuta, Seger, dan Aan di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Bau Nyale merupakan suatu kejadian alam yang diabadikan dalam legenda Putri Mandalika yang bijaksana yang menjadi rebutan dan ingin dipersunting oleh beberapa putra mahkota dari kerajaan-kerajaan Lombok. Bagaimana, tertarik? Jika iya, segera siapkan rencana perjalanan Anda. Selamat berlibur. (Sumber: Artikel travel.kompas.com Foto breakingnews.co.id)
...more

Jelajahi Event Keren di Solo, Dari Haul Habib Ali hingga Sendratari Ramayana!

TripTrus.Com - Nih, bro, Solo udah jadi makin asyik, loh! Solo sekarang masuk dalam UNESCO Creative Cities Network (UCCN), yang artinya mereka mewakili banget Indonesia di ajang internasional ini. Bukan main, Solo juga ngadain banyak event seru nih. Menurut info yang gue dapet dari website resmi Pemerintah Kota Solo, mereka punya rencana ngadain event seru banget sampe Desember 2023. Nah, yang seru, nggak cuma event budaya, tapi juga ada yang religius.       View this post on Instagram A post shared by Rere (@fthhrre) 1. Haul Habib Ali Bin Muhammad Al Habsyi (1-5 November 2023) Ini acara tahunan buat mengenang Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi yang biasanya banyak banget pengunjungnya. Nggak cuma warga Solo, lho, dari Sumatra, Kalimantan, sampe negara-negara kayak Yaman, Dubai, Malaysia, Singapura, dan Afrika, suka ikutan juga! Tahun ini, mereka bakal ngadain Haul Al Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi yang ke-112 di Masjid Riyadh. Acaranya dimulai dari 1-3 November buat Rauhah, terus puncaknya di 4-5 November buat Haul dan Maulid. Kalo mau tau lebih lengkap, cek Instagram resmi mereka di @masjidriyadhsolo. 2. Peringatan Hari Wayang Dunia (7 November 2023) Nih, tanggal 7 November tuh jadi Hari Wayang Dunia, karena UNESCO ngakuin seni budaya wayang sebagai "Masterpiece of The Oral and Intangible Heritage of Humanity" pada tahun 2003. Nah, Kota Solo ngadain event buat ngelucu-lucuin ini sehari sebelumnya, tanggal 6 November 2023 di Pendopo Kecamatan Surakarta. 3. Sriwedari Berkicau (12 November 2023) Buat yang suka lomba burung berkicau, Solo juga punya nih. Ini digelar sama PBI Cabang Surakarta. Harga tiketnya bervariasi dari 110 ribu sampe 1,1 juta, tapi hadiahnya bisa sampe 7 juta! Acaranya bakal digelar tanggal 12 November 2023 di Taman Sriwedari Kota Surakarta, dimulai jam 09.00 WIB. 4. International Mask Festival (17-18 November 2023) Festival topeng internasional ini digelar selama dua hari, tanggal 17-18 November 2023 di Ndalem Djojokoesoeman. Ada pertunjukan seni topeng dan pameran kerajinan topeng dari berbagai negara. Event ini diselenggarakan oleh SIPA Community dan udah berlangsung selama 9 tahun sejak tahun 2014. Kalo mau tau lebih, cek Instagram resminya di @internationalmaskfest. [Baca juga : "Event Keren Di Jawa Tengah November 2023, Cekidot Jadwalnya!"] 5. Peringatan Hari Keris Dunia (25 November 2023) Buat yang suka budaya Jawa, tanggal 25 November 2023, ada Peringatan Hari Keris Dunia di Museum Keris Nusantara, Jalan Bhayangkara Nomor 2 Sriwedari. Tahun ini, eventnya cuma berlangsung sehari aja, beda banget sama tahun-tahun sebelumnya yang tiga hari. 6. Sendratari Ramayana (24 November & 8 Desember 2023) Solo juga punya Sendratari Ramayana yang rutin tiap tahun. Bulan November bakal ada Sendratari Ramayana Sinta Obong tanggal 24 di Sanggar Kembang Setaman. Terus, bulan Desember, tanggal 8 ada Sendratari Ramayana Kusyalawa (Sinta Tundung) di Sanggar Bengkel Seni Adanu Jumantoro. Jadi, buat yang mau liburan atau cari pengalaman seru, Solo punya banyak event asyik buat dinikmati, bro!  (Sumber Foto @primadarmawan_) 
...more

Suku Polahi Tidak Lagi Menutup Diri

TRIPTRUS - Di belantara hutan Gunung Boliyohuto, terdapat sekelompok orang yang hidup terpisah dengan masyarakat di kaki gunung itu. Mereka dijuluki sebagai Suku Polahi. Kabarnya, anggota Suku Polahi dahulu adalah pelarian dari Belanda yang menjajah Gorontalo di abad ke-17. Meski sudah ratusan tahun berlalu, tetapi mereka tetap tidak mau meninggalkan hutan. Suku Polahi pun menutup dirinya dari dunia luar. Mereka hidup berpindah-pindah di dalam hutan. Namun kini Suku Polahi berada di daerah Paguyaman, Suwawa, dan Sumalata di Gorontalo. Karena hidup di hutan, Suku Polahi pun hidup dari apa yang dihasilkan hutan. Untuk itu, mereka hidup berpindah-pindah mencari lokasi tanah untuk bercocok tanam dan sumber air yang mudah dijangkau. Hutan belantara pun sudah seperti halaman depan rumah mereka. Pemerintah Gorontalo pernah mencoba memberikan rumah untuk merelokasi suku Polahi. Sembilan rumah layak huni (Mahayani) yang dibangun di Desa Bina Jaya untuk ditempati kini malah terbengkalai karena menurut suku Polahi rumah itu tidak nyaman untuk dihuni. Semua yang ada di hutan digunakan oleh suku Polahi untuk mendukung kehidupan mereka. Mereka bahkan tidak memercayai obat-obatan dari dokter, dan lebih memilih ramuan dari tumbuhan yang ada di hutan. Namun, sebagian kelompok suku Polahi mulai membuka diri mereka kepada dunia luar. Akibat maraknya pertambangan liar dan pencari rotan, para penambang dan pencari rotan yang beristirahat di hutan bisa menumpang menginap di rumah suku Polahi. Sebagian suku Polahi juga mulai bercocok tanam dan memperdagangkan hasil kebun mereka setiap kali hari pasar. Para petambang juga yang mulai mengenalkan nilai uang kepada suku Polahi, dengan mempekerjakan mereka sebagai buruh angkut. Dengan uang yang diperoleh sebagai buruh angkut, suku Polahi bisa membeli makanan dan tidak hanya makanan yang dihasilkan oleh hutan. Suku Polahi yang dahulu dikenal tidak mengenakan busana, mulai mengenakan pakaian, bahkan kini beberapa orang telah memiliki telepon seluler. Satu tradisi unik suku Polahi adalah mereka bisa menikah dengan anggota keluarga sendiri. Misalnya seorang anak laki-laki bisa saja menikahi adiknya, ataupun ibunya sendiri. Menurut mereka, tindakan inses itu adalah sesuatu yang wajar karena mereka hidup terisolir sehingga tidak banyak orang yang ada di suku mereka. Suku Polahi juga tidak memiliki agama tertentu. Mereka hanya mengenal alam dan percaya kepada alam. Meski hidup dengan penuh keterbatasan dan kesederhanaan di dalam hutan, suku Polahi enggan tinggal dan hidup di tengah-tengah masyarakat. Namun demikian, ada sebagian kecil anggota suku Polahi yang hidup dengan berbaur dengan masyarakat. Sementara, yang lainnya tetap memilih berada di hutan karena nenek moyang mereka memperingati agar jangan pernah ada suku Polahi yang meninggalkan hutan, agar mereka tidak ditimpa bencana. Photos & Sources taken from: Kompas.com, Indopos.co.id, Tribunnews.com
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...