Taman Nasional Bunaken ditunjuk oleh Menteri Kehutanan sebagai taman nasional pada tahun 1991. Obyek wisata ini luas sekitar 89.065 hektare, berada di wilayah Kabupaten Minahasa, Kotamadya Manado, Sulawesi Utara. Di sebelah utara taman nasional, ada pulau Bunaken, Manado Tua, Montehage, Siladen, Nain, Nain Kecil, dan sebagian wilayah pesisir Tanjung Pisok. Sementara di bagian selatan, meliputi sebagian pesisir Tanjung Kelapa.Lokasi ini merupakan perwakilan ekosistem perairan tropis Indonesia yang terdiri dari ekosistem hutan bakau, padang lamun, terumbu karang, dan ekosistem daratan atau pesisir. Pulau-pulau di dalamnya kaya akan flora dan fauna. Perairan Taman Nasional Bunaken memiliki 13 genera (genus) karang hidup yang didominasi oleh jenis terumbu karang tepi dan terumbu karang penghalang. Tercatat sekitar 91 jenis ikan yang hidup di perairan ini, diantaranya ikan kuda gusumi (Hippocampus kuda), oci putih (Seriola rivoliana), lolosi ekor kuning (Lutjanus kasmira), goropa (Ephinephelus spilotoceps dan Pseudanthias hypselosoma), ila gasi (Scolopsis bilineatus). Di tempat wisata ini banyak kegiatan wisata bahari yang ditawarkan, seperti: diving, snorkeling, berjemur, dan berenang di laut. Di pantai Kalase, yang berada di pinggir Kota Manado, terdapat sebuah diving center bernama Dragonet yang pernah menjadi sekretariat acara Sail Bunaken yang memecahkan rekor MURI dengan lebih dari 2.000 penyelam mengikuti upacara bendera di dasar laut. Bapak James, pemilik Dragonet Diving Center, mempekerjakan instruktur selam bersertifikasi SDI (Scuba Diving International) yaitu Bapak Ferry. Dragonet menawarkan pelajaran menyelam bagi pemula, yang meliputi dasar-dasar menyelam (breathing, buoyance control, mask clearing, ear equalization) selama 15 menit, dan setelah paham akan langsung diajak menyelam selama 45 menit di kedalaman hingga 6 meter. Dengan bantuan instruktur selam yang sudah berpengalaman seperti Bapak Ferry, para pemula dijamin bisa menyelam.Selain melalui Pantai Kalase, Taman Nasional Bunaken juga dapat dicapai melalui Pelabuhan Manado, Marina Nusantara Diving Centre (NDC) di Kecamatan Molas yang memakan waktu sekitar 20 menit, dan dari Marina Blue Banter dengan waktu tempuh sekitar 10 – 15 menit menggunakan kapal pesiar. Jika berangkat dari pelabuhan Manado, bisa menggunakan perahu motor menuju pulau Siladen yang dapat ditempuh sekitar 20 menit, ke pulau Bunaken sekitar 30 menit, ke pulau Montehage sekitar 50 menit, dan ke pulau Nain sekitar 60 menit. Biaya masuk ke lokasi ini sebesar Rp 2.500 per hari untuk wisatawan domestik, dan Rp 150.000 per tahun untuk wisatawan asing.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTRIPTRUS - Di belantara hutan Gunung Boliyohuto, terdapat sekelompok orang yang hidup terpisah dengan masyarakat di kaki gunung itu. Mereka dijuluki sebagai Suku Polahi. Kabarnya, anggota Suku Polahi dahulu adalah pelarian dari Belanda yang menjajah Gorontalo di abad ke-17. Meski sudah ratusan tahun berlalu, tetapi mereka tetap tidak mau meninggalkan hutan. Suku Polahi pun menutup dirinya dari dunia luar. Mereka hidup berpindah-pindah di dalam hutan. Namun kini Suku Polahi berada di daerah Paguyaman, Suwawa, dan Sumalata di Gorontalo.
Karena hidup di hutan, Suku Polahi pun hidup dari apa yang dihasilkan hutan. Untuk itu, mereka hidup berpindah-pindah mencari lokasi tanah untuk bercocok tanam dan sumber air yang mudah dijangkau. Hutan belantara pun sudah seperti halaman depan rumah mereka. Pemerintah Gorontalo pernah mencoba memberikan rumah untuk merelokasi suku Polahi. Sembilan rumah layak huni (Mahayani) yang dibangun di Desa Bina Jaya untuk ditempati kini malah terbengkalai karena menurut suku Polahi rumah itu tidak nyaman untuk dihuni.
Semua yang ada di hutan digunakan oleh suku Polahi untuk mendukung kehidupan mereka. Mereka bahkan tidak memercayai obat-obatan dari dokter, dan lebih memilih ramuan dari tumbuhan yang ada di hutan. Namun, sebagian kelompok suku Polahi mulai membuka diri mereka kepada dunia luar. Akibat maraknya pertambangan liar dan pencari rotan, para penambang dan pencari rotan yang beristirahat di hutan bisa menumpang menginap di rumah suku Polahi.
Sebagian suku Polahi juga mulai bercocok tanam dan memperdagangkan hasil kebun mereka setiap kali hari pasar. Para petambang juga yang mulai mengenalkan nilai uang kepada suku Polahi, dengan mempekerjakan mereka sebagai buruh angkut. Dengan uang yang diperoleh sebagai buruh angkut, suku Polahi bisa membeli makanan dan tidak hanya makanan yang dihasilkan oleh hutan. Suku Polahi yang dahulu dikenal tidak mengenakan busana, mulai mengenakan pakaian, bahkan kini beberapa orang telah memiliki telepon seluler.
Satu tradisi unik suku Polahi adalah mereka bisa menikah dengan anggota keluarga sendiri. Misalnya seorang anak laki-laki bisa saja menikahi adiknya, ataupun ibunya sendiri. Menurut mereka, tindakan inses itu adalah sesuatu yang wajar karena mereka hidup terisolir sehingga tidak banyak orang yang ada di suku mereka. Suku Polahi juga tidak memiliki agama tertentu. Mereka hanya mengenal alam dan percaya kepada alam.
Meski hidup dengan penuh keterbatasan dan kesederhanaan di dalam hutan, suku Polahi enggan tinggal dan hidup di tengah-tengah masyarakat. Namun demikian, ada sebagian kecil anggota suku Polahi yang hidup dengan berbaur dengan masyarakat. Sementara, yang lainnya tetap memilih berada di hutan karena nenek moyang mereka memperingati agar jangan pernah ada suku Polahi yang meninggalkan hutan, agar mereka tidak ditimpa bencana.
Photos & Sources taken from: Kompas.com, Indopos.co.id, Tribunnews.com
...moreTripTrus.Com - Indonesia negara yang kita cintai, memiliki alam yang indah. Diseluruh bentang pulau Indonesia sangat mudah mudah untuk menemukan tempat-tempat yang indah memanjakan mata. Sebagai orang Indonesia, kita patut berbangga hidup di negara yang dikelilingi oleh ribuan pulau yang tak tertandingi.
Hebatnya, banyak turis ingin datang dari negara lain untuk menikmati pemandangan Indonesia. Berikut adalah tempat wisata di Indonesia yang populer dan sering dikunjungi turis mancanegara.
1. Pantai Parai Tengiri (Bangka Belitung)
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh ᕼEᖇᒪIᑎᗪᗩ ᒍEᑭᖇᗩTᒍEᑭᖇET (@linzherlinda)
Tentu saja beberapa dari anda pernah melihat film populer "Laskar Pelangi", yang berlatar di Pulau Belitung? Selain plot yang menarik, lokasi film juga menarik perhatian penonton. Tidak seperti pantai lainnya, pantai Parai Tenggiri memiliki struktur yang lembut dengan perairan berwarna biru kehijauan dan pasir putih yang lembut.
Ombak di pantai ini juga tenang, itulah salah satu alasan mengapa pantai ini menarik bagi para perenang. Selain berenang, Anda juga bisa memancing, parasailing, diving, snorkeling dan lainnya.
2. Nusa Dua (Bali)
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Nusa Penida Tour & Travel (@goexplorenusapenida)
Pulau dewata, keindahan dan pesona tempat ini memang tidak bisa dipungkiri. Untuk menarik wisatawan domestik dan asing Bali memiliki destinasi wisata yang sangat indah bernama Nusa Dua. Tempat pantai dengan pasir putih lembut dan air biru jernih. Berbagai fasilitas bisa Anda pilih dengan berkunjung ke sini. Dari hotel dan resor bergaya, restoran dan pusat perbelanjaan hingga berselancar di pantai.
Selain Pulau Gili Trawangan, Nusa Tenggar Barat memiliki wisata lain yang tak kalah populer dan cocok untuk para pendaki, yaitu Gunung Rinjani. Gunung ini merupakan gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia.
[Baca juga : "Kembali Pasarkan Wisata Indonesia Di Kancah Dunia"]
3. Gunung Rinjani (Lombok)
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Leham (@mardiasetyo_06)
Gunung Rinjanimenawarkan beberapa pemandangan terindah di Asia dengan hamparan bunga Edelweiss dan Danau Segara Anak. Ini juga bisa menjadi tempat yang menarik bagi pejalan kaki untuk mendirikan tenda, mandi air hangat atau memancing.
Namun sebelum itu, persiapan mental dan kekuatan fisik perlu dilakukan dengan matang sebelum memutuskan untuk mendaki agar tidak terjadi hambatan di tengah jalan. (Sumber: Artikel prsoloraya.pikiran-rakyat.com Foto @travellingwithjoyce)
...moreTripTrus.Com - Seperti kembali ke masa lalu!
Setiap kota di Indonesia, tentu memiliki sejarah tersendiri. Kisah-kisah kuno dan historis dari tiap kota bisa dilihat dari bangunan tua di masing-masing daerah. Hebatnya, Indonesia memiliki banyak lokasi dengan nuansa oldies, retro dan vintage.
Kerennya lagi, kota tua di Indonesia cukup banyak. Bagi kamu yang tertarik mengunjungi kota tua di Indonesia, 14 area ini bisa menjadi referensi untuk sesi liburan berikutnya.
1. Kota Tua Bandung
View this post on Instagram
This Uzbek lady is just can’t moving on from Bandung. 🇺🇿🇲🇨 #uzbekinindonesia #uzbekindo #uzbekistan
A post shared by Flavia Domitilla Walma Jelena (@walmajelena) onJan 4, 2019 at 7:05pm PST
Bandung adalah salah satu kota yang menjadi saksi perjuangan para pahlawan. Jika ingin berburu nuansa vintage di Bandung, langsung saja menuju Jl. Asia Afrika dan Braga. Banyak bangunan dengan gaya artdeco yang kokoh dan menjadi ciri dari bangunan tua.
Atmosfer retro juga dipertahankan, menjadikan wisata belanja dan wisata kuliner ini lebih menyenangkan untuk dikunjungi. Dijamin, rasanya seperti back to old times.
2. Kota Tua Jakarta
View this post on Instagram
Ada rindu yang selalu jatuh" di terik matahari yang lupa berteduh.. #kotatuajakarta
A post shared by bodim_widiatmoko (@bodimajja01) onJan 6, 2019 at 7:54am PST
Jakarta adalah kota terbesar di Indonesia yang tentu saja ada banyak sejarah di dalamnya. Sisa-sisa Batavia bisa dilihat dengan jelas di beberapa bangunan antik tua, namun tetap indah seperti Jembatan Kota Intan, Museum Bank Indonesia dan Museum Fatahilah yang kini semakin eksotis setelah mendapat sentuhan perbaikan.
Semuanya itu memiliki keunikan tersendiri dan menjadi magnet bagi wisatawan domestik serta mancanegara. Daerah ini juga menjadi salah satu tujuan wisata andalan di Jakarta bagi mereka yang tertarik melihat nuansa oldies dan retro.
3. Kota Tua Kediri
View this post on Instagram
Pecinan Kediri Tipikal kawasan Pecinan di Kediri hampir sama dengan Pecinan di kota lain di Indonesia. Sebuah klenteng yang didominasi warna merah, kuning, dan hijau dibangun di dekat sungai untuk beribadah. Adalah Klenteng Tjoe Hwie Kiong nama dari klenteng tersebut. Klenteng ini sudah ditetapkan sebagai benda cagar budaya. Selain itu di sekitar klenteng berjajar rumah warga keturunan yang kebanyakan tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal namun juga sebagai toko untuk mencari nafkah. Kegigihan, keuletan, dan sifat pantang menyerah mereka dalam berdagang yang membuat usaha mereka bertahan puluhan tahun. Berbeda dengan kawasan Pecinan lainnya yang satu wilayah dengan pasar besar, Pecinan Kediri ini tidak terletak satu wilayah dengan pasar. Pasar terdekat dengan kawasan Pecinan ini dipisahkan oleh Sungai Brantas. Menyusuri kawasan Pecinan itu seperti sedang menyusuri kota tua. Warga keturunan cenderung mempertahankan model rumah mereka yang lawas. Di kawasan Pecinan Kediri ini, meski bangunan modern juga sudah dibangun, rumah-rumah gaya kolonial hindis/ Indische yang ditandai dengan pilar besar dan kokoh di depan rumah beserta tiga pintu dengan masing-masing memiliki dua daun pintu masih bisa ditemui. Pintu bergaya China Hindia yang terdiri dari dua lapis pintu dengan salah satu pintu lebih rendah juga masih ada. Sayangnya di beberapa toko rumah yang sudah tidak dipakai sudah "dihiasi" vandalisme 😥 Kediri City Tour di sepanjang kawasan Pecinan Kediri merupakan potensi wisata yang bagus. Kita tidak hanya jalan-jalan melepas penat tapi juga sambil belajar sejarah dan budaya. Kita juga bisa menikmati kuliner khas Kediri yang dijual di sepanjang kawasan Pecinan. Ah, satu paket lengkap!
A post shared by Dian Pratiwi (@deeduniaku) onDec 15, 2017 at 8:23am PST
Kamu bisa menelusuri Jl. Doho di Kediri untuk merasakan salah satu nuansa kota tua di Indonesia. Meskipun banyak bangunan telah dimodernisasi, namun di sini kamu masih bisa merasakan suasana tua.
4. Kota Tua Mataram
View this post on Instagram
harus tetap di lestarikan.. #kotatuaampenan #rodaduasampetua
A post shared by Mr.Chan'd (@mr.jadoel) onApr 25, 2018 at 4:34am PDT
Daerah Ampenan di Mataram begitu kentara dengan sentuhan Eropa masa lalu. Di sini kamu disuguhkan dengan banyak bangunan kokoh bernuansa oldies yang menghiasi area ini. Gak sedikit warga yang menjadikan salah satu kawasan kota tua di Indonesia ini sebagai latar belakang foto prewedding.
5. Kota Tua Medan
View this post on Instagram
I remember it now it takes me back to when it all first started But I've only got myself to blame for it, and I accept it now It's time to let it go, go out and start again • KODALINE~high hopes • Taken by📸: @uchiwooland14 • #latepost#kodaline#highhopes#lyrics#song#oldbuilding#history#stylehijab#style#adidas#instagram#instagood#instatravel#me#holiday#photography#photooftheday#like4like#building#kotamedan#medan#shotoniphone#kotatua#kotatuamedan#iphone#iphoneography#ootdhijab
A post shared by Evi O'Donoghue (@evi_odonoghue) onJul 31, 2018 at 2:53am PDT
Medan juga memiliki banyak bangunan tua yang indah dan menakjubkan, khususnya di daerah Kesawan. Sebut saja gedung London Sumatra yang dibangun sejak tahun 1906. Diberi nama demikian, karena mirip bangunan Belanda tetapi berada di Sumatera.
London Sumatra menjadi gedung 5 lantai pertama yang memiliki lift pada saat itu. Sampai sekarang, gedung ini telah menjadi perkantoran dan dengan perubahan nama menjadi PT. Perusahaan Perkebunan London Sumatra.
Selain itu, di daerah Kesawan juga ada kesan kota tua lainnya, yaitu sebuah rumah dari Chong A Fie, yang merupakan seorang pengusaha Cina di masa lalu.
6. Kota Tua Padang
View this post on Instagram
#Pekanbaruprewedding #pkuphoto #prewedding #wedding #weddingdress #bride#photo #beauty #photowedding #weddingdestination #bridestory#idenikah #weddingpekanbaru #pekanbaru #kotatuapadang #prowedclub #photovisionprints#profilmlab #PNwedding #heckyeahpresets#belovedstories #moodchemical #lookslikefilm#weddinginspiration #liveauthentic #artofvisuals#thebridestory #photobugcommunity#junebugweddings #wildelopements
A post shared by Andha Serenade (@andhaserenade) onMar 8, 2018 at 2:28am PST
Penduduk setempat menyebut salah satu daerah perkotaan tua di Indonesia ini dengan sebutan Padang Lama. Ada banyak hal yang bisa didapatkan di sini, mulai dari gedung kolonial tua hingga kafe dengan nuansa retro yang legendaris. Mengunjungi kawasan ini dijamin memberi kesan mendalam tentang masa lalu.
7. Kota Tua Palembang
View this post on Instagram
Kampung Arab Al -Munawar, Kota Palembang, Sumatera Selatan.kampung yang didirikan 300 tahun yang lalu oleh pedagang asal Yaman, Almunawar. Kampung ini sudah setahun dibuka sebagai destinasi wisata sejarah oleh pemerintah provinsi sumatera selatan. Terdapat 8 bangunan bersejarah yang berusia 200-300 tahun. #almunawar #kampung #kampungarab #kampungarabalmunawar #kampungarabpalembang #wisatasejarah #wisataislami #wisataziarah #kotatua #kotatuapalembang #kotapalembang #wisatakotapalembang #budayaarab #arabicculture #traveltopalembang #triptopalembang #palembangtourism #wisatapalembang #jalanjalan #trip #travel #wisata #jalanjalankepalembang #liburan
A post shared by ignatius ferry (@tourismvaganza) onSep 2, 2017 at 1:57am PDT
Di kota tertua Indonesia yang berdiri sejak 682 masehi, yaitu Palembang, memiliki ratusan bangunan tua, bersejarah dan ikonik. Ingin menikmati momen masa lalu di Palembang? Langsung saja ke daerah Sekanak atau menelusuri setiap bangunan di Jl. Jenderal Sudirman sampai Jembatan Ampera.
[Baca juga : "Cagar Budaya Tangerang Mendunia"]
8. Kota Tua Salatiga
View this post on Instagram
Kota Salatiga Heritage #heritage #kotasalatiga #salatigahitz #salatigakeren #salatigacity #heritagebuilding #instagram #instagood #instasalatiga #instaplace #instaday #instasalatiga #visitsatiga #wisatasejarahkotasalatiga #salatigaheritage
A post shared by Deny A Prasetyo (@densprast) onSep 23, 2016 at 6:45am PDT
Salatiga adalah kota di antara Semarang dan Solo. Gak seperti Semarang yang panas, Salatiga cenderung sejuk karena dekat dengan Gunung Merbabu. Salatiga sendiri adalah salah satu kota dengan gelar penuh sejarah dan tua di Indonesia yang terus dilestarikan, terbukti dengan keberadaan bangunan kuno yang masih ada.
Di antaranya ada gereja tua bernama Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) yang masih berdiri kokoh dengan arsitektur bergaya Belanda yang kental. Dan dari GPIB ke arah Jl. Diponegoro, nuansa oldies dan retro sangat terasa. Bahkan, beberapa bangunan tua di Salatiga masih difungsikan hingga kini untuk perkantoran atau tempat wisata.
9. Kota Tua Semarang
View this post on Instagram
Karena SUKSES itu AKIBAT bukan TUJUAN 😎😎 . . #aslisemarang #semarang #kotalamasemarang #pesonajawatengah #wisatasemarang
A post shared by YES OR NO (@arif_mahfut) onDec 27, 2018 at 3:28am PST
Bangunan terkenal di kota tua Semarang adalah Gereja Blenduk, yaitu gereja dengan kubah bundar seperti masjid dan Lawang Sewu dengan susunannya yang antik serta sangat memanjakan mata. Kota yang kaya akan wisata sejarah ini memang bisa membuat siapa saja terpukau dengan serangkaian bangunan tuanya.
Selain itu, banyak bangunan antik yang tersebar di kawasan Kota Tua Semarang yang fungsinya masih dipertahankan. Kafe dengan nuansa vintage juga tersebar di sejumlah lokasi, menambahkan keunikan tersendiri untuk classic feel di kota Semarang.
10. Kota Tua Singkawang
View this post on Instagram
“Parade” Perayaan Cap Go Meh dikota Singkawang menghadirkan parade atraksi tatung mengelilingi kota sebagai bentuk pelestarian adat dan tradisi. yok Ikutan : @harivo_santoso @lukmanhakum15051991 @reza_novriandi Lomba foto Wow Singkawang : @wow.singkawang @asiaworksid #wowdaysingkawang #20anniversary #merangkulkemangusiaan #asiaworksjakarta #asiaworksindonesia #singkawang #singkawanghebat #pastikesingkawang #singkawangcity #singkawangheritage
A post shared by Teguh Yanu Priyatna (@priyatna_teguh) onOct 30, 2018 at 11:35pm PDT
Salah satu daerah perkotaan tua di Indonesia yang menawarkan nuansa sedikit berbeda adalah di Singkawang, tepatnya di daerah Pasar Hong Kong di pusat kota. Bangunan perbelanjaan yang ada saat ini identik dengan nuansa Tiongkok di masa lalu.
Beberapa tempat ikonik lainnya adalah Kuil Tri Dharma Bumi Raya yang terletak di pusat kota dan rumah tua keluarga Tjhia, yang menunjukkan nuansa vintage gaya Cina.
11. Kota Tua Solo
View this post on Instagram
Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Berperan sebagai pusat kedaton yang baru setelah runtuhnya Kasultanan Mataram Kartasura pada masa SISKS Pakubuwono II. Dibangun pada tahun 1745 dengan daerah kekuasaan dari sisa wilayah mataram kartasura. Pada tahun 1755 terjadi perjanjian giyanti yang menandai pembagian wilayah antara Surakarta dan Ngayogyakarta. Dan merupakan tahun dimana berdirinya Kasultanan Ngayogyakarta Lokasi: kori kamandungan lor, kompleks keraton kasunanan. @wisata_solo @soloinfo @surakarta.hitz_ @jelajahsolo #wisatasolo #keratonsolo #sejarahsolo #royalsurakartaheritage #wisatasejarahsolo #kotatuasolo #jelajahsolo #surakarta Nb: mohon koreksi jika ada kesalahan
A post shared by Rikho Ade Mahendra (@rmmahendra) onDec 30, 2018 at 10:51pm PST
Selain Semarang dan Yogyakarta, ada juga Solo, kota kecil yang juga memiliki daya tarik wisata tersendiri. Di kota ini ada banyak bangunan tua yang memanjakan mata dan untuk hunting foto keren.
Yang paling populer dan banyak dibicarakan adalah Omah Lowo. Selain itu, istana-istana dan benteng di kota ini masih sangat menawan.
12. Kota Tua Surabaya
View this post on Instagram
Choose happy 🍃🌞 #kotatuasurabaya#exploresurabaya#surabayakotapahlawan#exploreindonesia
A post shared by Hyedvi Rahma Fitroh (@hyedvirahma) onOct 10, 2018 at 1:44am PDT
Surabaya, ibu kota Jawa Timur adalah salah satu kota tertua di Indonesia. Banyak bangunan yang masih terawat dalam keindahannya untuk menyimpan sejarah yang tersimpan di dalamnya. Gak sedikit bangunan tua di Surabaya yang masih digunakan untuk hotel, kantor atau bahkan museum.
Ada beberapa tempat yang oldies, retro dan vintage. Namun, nuansa kota tua akan sangat terasa ketika mengunjungi kawasan Jembatan Merah dan Tugu Pahlawan. Mulai dari gedung-gedung yang bertebaran di kiri dan kanan jalan menuju rumah-rumah warga, semuanya masih menjadi ciri bangunan tua yang kokoh dengan interior tempo dulu.
Pemerintah kota Surabaya juga benar-benar melindungi warisan budaya ini dan bahkan memperindahnya, membuat area ini jadi tambah instagramable.
13. Kota Tua Tegal
View this post on Instagram
Kalian tidak tahu banyak rahasia yang persiapan disini... #kotatuategal
A post shared by edo saputra (@ode.artupas) onJul 9, 2016 at 3:40am PDT
Di kota ini ada banyak sekali bangunan tua yang bisa dijadikan objek wisata di masa sekarang. Ikon kota ini adalah menara air yang berasal dari bangunan tua. Selain menara air, Tegal memiliki banyak bangunan tua yang masih berfungsi hingga saat ini. Salah satunya adalah Pangkalan TNI AL Tegal.
14. Kota Tua Yogyakarta
View this post on Instagram
Titik Nol Kilometer tempat dimulainya segala kisah tentang Jogja. Di persimpangan ini bisa melihat Jogja secara utuh. Jogja yang semrawut namun syahdu, Jogja yang modern namun tetap mempertahanan lokalitas, Jogja yang mencipta kelu juga rindu.. 😄😅😂😋🤗 #Latepost #Arquitectura #Architecture #Arsitektur #ArchitectureArtDeco #ArtDeco #ArsitekturKolonial #Herritage #HindiaBelanda #Eropa #BangunanLondo #GedungBankBNIYogyakarta #MonumenSeranganSatuMaret #Prapatan #TitikNolKM #TitikNolKilometerYogyakarta #KotaTuaYogyakarta #Yogyakarta #DaerahIstimewaYogyakarta #DIY #Indonesia
A post shared by Thoriq Septiawan K Oyiiex (@thoriqseptiawan_k.oyiiex) onDec 25, 2017 at 7:44pm PST
emua setuju bahwa Yogyakarta adalah kota yang sangat kental dengan sejarah dan berbagai tradisi yang membuatnya rindu. Dari pusat kota, tepatnya di Jl. Jendral Sudirman sampai titik KM 0 Yogyakarta, ada banyak bangunan bersejarah dengan nuansa oldies dan vintage yang berpadu antara gaya Jawa kuno dan gaya Eropa.
Di antaranya, adalah Bank BNI, Gedung Agung, Gedung Bank Indonesia dan Kantor POS. Sementara di daerah Kota Gede, ada bangunan bergaya vintage yang masih terawat keasliannya, lho!
Atur jadwal untuk ke kota-kota tua di atas dan bawa pulang oleh-oleh khas daerahnya serta jangan lupa untuk berfoto! (Sumber: Artikel sindonews.com Foto republika.co.id)
...moreTripTrus.Com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, tempat wisata lokal di dalam wilayah aglomerasinya masing-masing tetap beroperasi saat larangan Lebaran 6 sampai 17 Mei 2021. Namun, wajib menerapkan protokol kesehatan disiplin dan ketat.
Sandiaga Uno menegaskan pemerintah melarang masyarakat mudik saat libur Lebaran 2021, guna mencegah penyebaran dan peningkatan kasus COVID-19. Sandiaga mengatakan, untuk mengisi waktu liburan saat mudik dilarang, maka objek wisata lokal diperbolehkan buka dengan protokol kesehatan ketat.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Jogja Malam Hari (@jogjamalam_)
“Keputusan pemerintah untuk meniadakan mudik agar dihormati dan dipatuhi. Belajar dari pengalaman mudik tahun lalu dan Nataru (Natal dan Tahun Baru), jumlah peningkatan kasus (COVID-19) saat mudik lebaran naik 94 persen dan saat libur nataru mencapai 70 persen,” kata Sandiaga Uno saat Weekly Press Briefing di Gedung Sapta Pesona Kantor Kemenparekraf, Jakarta Pusat, Senin 19 April 2021.
[Baca juga : "3 Daerah Di Bali Siap Jadi Kawasan Wisata Bebas COVID-19"]
Kemudian terkait wisata lokal lanjut Sandiaga Uno, Kemenparekraf memastikan wisata-wisata lokal harus siap menerapkan protokol yang ketat dan disiplin. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan penerapan PPKM skala mikro dengan baik, seperti membatasi kapasitas wisatawan hingga jam operasional destinasi, hal itu untuk mengantisipasi mobilitas masyarakat karena tidak melakukan mudik saat lebaran 2021.
“Kita perlu antisipasi masyarakat saat menghabiskan waktu libur lebaran. Keputusan akhir berada di ranah pemerintah daerah dan Satgas COVID setempat, jika terjadi peningkatan jumlah COVID-19 di daerah tersebut, keputusan untuk menutup destinasi wisata ada di tangan daerah setempat,” ujarnya. (Sumber: Artikel okezone.com Foto saiul038 )
...moreTripTrus.Com - Bro, ada berita asik nih! Jadi, Kementerian PUPR lagi sibuk ngerjain Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo Tengger Semeru di Jawa Timur. Mereka lagi ngaspal jembatan kaca keren abis, nih, sepanjang 120 meter! Katanya, ini bakalan jadi ikon baru di Bromo.
Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur, yang bener-bener ngacir, lagi ngebutin pekerjaan KSPN Bromo Tengger Semeru fase pertama. Mereka bikin Terminal Wisata Seruni Point dan upgrade infrastruktur di Cemorolawang, tempat yang kece buat nyante sebelum naik ke puncak Seruni Point buat ngeliat matahari terbit.
View this post on Instagram
A post shared by ويدي فراتاما (@_widi_pratama)
Si Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman, J Wahyu Kusumosusanto, ngomong kalau mereka juga ngerjain Jembatan Kaca keren itu sepanjang 120 meter. Ini dikerjain oleh Balai Geoteknik Terowongan dan Struktur (BGTS), Direktorat Jenderal Bina Marga. Jembatan ini udah lulus uji beban, loh, bisa bawa beban sampe 8,4 ton atau setara dengan 100 orang. Gokil, kan?
Pokoknya, Terminal Seruni Point dan Jembatan Kaca ini rencananya bakal jadi spot keren dan daya tarik baru di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Kementerian PUPR pun ngebet banget, targetnya selesai Januari 2024. Progresnya udah hampir 100%, bro, dan bakal diresmikan awal 2024.
Ini pekerjaan dimulai dari September 2022, dan kontraktornya PT Sasmito, dibantu sama konsultan manajemen konstruksi KSO PT Yodya Karya-Indah Karya. Nih, kalau lo mau liburan ke Bromo, udah ada spot baru yang kece abis!
[Baca juga : "Yow! Kepoin Nih, Ada Trend Wisata Kece Di Indonesia Buat Tahun 2024!"]
Buat tambah seru, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru tuh gede banget, bro! Di sana ada pegunungan di Jawa Timur, yang melibatkan kabupaten-kabupaten keren kayak Pasuruan, Malang, Lumajang, dan Probolinggo. Ukurannya gila, loh, 50.276,3 hektar!
Selain indah alamnya, di sana juga ada budaya Suku Tengger yang kental. Gak cuma buat wisata, tapi juga buat konservasi, penelitian, dan pendidikan. Keren banget, kan?
Terus, ada sembilan desa wisata yang jadi penyangga kawasan Bromo Tengger Semeru. Mereka punya program-program unik, misalnya budi daya bunga Edelweiss di Wonokitri, tracking seru di Podokoyo, sampe paket wisata edukasi dan river tubing di Wringinanom. Desa-desa ini semangat banget dalam ngembangin pariwisata mereka.
Jadi, biar semakin rame, mereka ikutan Program Kampanye Sadar Wisata 5.0. Ada forum seru, loh, yang jadi wadah buat desa-desa wisata ini kolaborasi dengan pihak-pihak lain. Ada juga Traveloka, Asosiasi Travel Agent Indonesia, ExxonMobil Cepu Limited, PLN, CSR Forum Jawa Timur, Bank Mandiri, Universitas Bina Nusantara Malang, dan kepala dinas pariwisata dari kabupaten-kabupaten di wilayah Bromo - Tengger - Semeru. Jadi, kawasan Bromo ini bakal makin seru, bro! Udah kayak surganya traveler! (Sumber Foto @nursalim_anggrekbromo)
...moreTripTrus.Com - Bogor, kota yang terletak di dataran tinggi ini dikelilingi oleh banyak pegunungan yang tampak indah. Bahkan, beberapa puncak pegunungannya menjadi spot terbaik untuk menikmati pemandangan Kota Bogor.
View this post on Instagram
Appealing Travelling Photo by @wahyunina . . . 📷 by @rahmancosta92_ . . . 📍Gunung Kapur, Ciampea, Bogor, Jawa Barat
A post shared by Explore Indonesia (@travellerindokece) onJan 22, 2018 at 7:06am PST
Salah satu pegunungan yang menjadi tempat favorit traveler kekinian untuk menikmati pemandangan Kota Bogor adalah Gunung Kapur Ciampea. Gunung Kapur sebenarnya adalah perbukitan karena di sini terdapat beberapa gua. Tetapi masyarakat kerap menyebutnya Gunung Kapur.
[Baca juga : "Bingung Tamasya Long Weekend? Coba Wisata Tembakau Di 2 Tempat Ini"]
Gunung Kapur memiliki beberapa puncak, yaitu Puncak Galau, Lalana, Batu Roti, dan Karang Gantung. Ketinggiannya yang kurang dari 500 MDOL membuat Gunung Kapur ramai dikunjungi. Traveler yang datang kebanyakan hanya untuk mengejar sunrise sambil menikmati keindahan Kota Bogor yang memesona.
Salah satu puncak favorit para traveler adalah Batu Roti. Ada dua pilihan untuk mencapai puncak ini, yaitu jalur landai yang agak lebih jauh dan terjal yang lebih singkat. Untuk melewati jalur terjal, Anda akan dihadapkan dengan kondisi jalan yang berbatu besar. Namun, sepanjang perjalanan Anda akan disuguhkan dengan pemandangan indah.
Berada di puncak, Anda jangan sampai melewatkan pemandangan sunrise. Ini merupakan momen yang paling dinantikan traveler. Biasanya traveler akan menginap di sini dan dapat menikmati matahari pertama di atas puncak. Jika cuaca cerah, cahaya matahari terlihat indah berlatarkan Gunung Pangrango dan Gunung Salak. (Sumber: Artikel inews.id Foto youtube.com)
...moreMasih ingat heboh penamaan KRI Usman Harun? Tak dinyana si pemberani Harun Thohir yang menuai kontroversi karena namanya dipakai sebagai nama kapal perang itu adalah orang Bawean. Ya, pulau yang berada di Laut Jawa dan termasuk dalam wilayah Kabupaten Gresik JawaTimur itu memang dikenal luas di Singapura dan Malaysia sebagai tanah asal para pelaut yang bekerja di kapal2 mereka. Orang Bawean dan kawasan pemukiman mereka di kedua negara jiran itu mendapat julukan sebagi Orang Boyan dan Kampung Boyan.
KEINDAHAN PULAU NOKO & TANJUNG GHE'ENG
Warna lain dalam kegiatan wisata di pulau yang nyaris bulat bentuknya ini, adalah wisata yang agak bernuansa alam liar. Seperti ke pulau Noko, Gili Noko dan mendaki bukit batu pualam menuju Tanjung Ghe’eng. Di pulau gosong seperti Noko pengunjung bisa snorkeling dan jika cuaca mendukung bisa lanjut berlayar ke Pulau Gili Noko yang juga memiliki kecantikan luar biasa di alam bawah airnya. Karena gelombang laut sedang tinggi, sekitar 1,5-2 meter, kami tidak bisa mencapai Pulau Gili Noko dan cukup puas menikmati hamparan pasir putih dan laut jernih di Pulau Noko.
Hamparan pasir putih dan laut biru di Pulau Noko
ZIARAH DAN ALAM INDAH
Sedikit lebih liar adalah menembus jalan desa, jalan setapak dan mendaki bukit batu marmer menuju bukit batu karang yang cukup berbahaya jika lengah sedikit saja saat melangkah. Tanjung Ghe’eng. Pemandangan yang fantastis bisa dinikmati dari puncak bukit ini. Ikan-ikan dan terumbu karang bisa dilihat dari atas bukit. Nampak beberapa gua yang menanti dieksplorasi karena keelokan sekitarnya. Perbukitan yang ada di sekeliling Tanjung Ghe’eng menghamparkan nuansa alam yang tak kalah indah seperti di Tanah Lot Bali saat matahari mulai terbenam.
Masih banyak lagi obyek wisata yang menakjubkan di Pulau Bawean. Termasuk tempat-tempat ziarah yang bertebaran di pulau ini. Namun sayangnya potensi alam, wisata kuliner dan kekayaan budaya yang bisa mendatangkan keuntungan ekonomi bagi masyarakat dan pemerintah Bawean ini belum sungguh-sungguh digali dan dimaksimalkan untuk kemakmuran dan kemajuan masyarakat.
Meski begitu, setahun belakangan ini Bawean memang mulai berbenah diri. Termasuk membangun pembangkit listrik yang tidak lagi tergantung pada pasokan BBM. Sehingga mati hidupnya listrik tergantung pada faktor cuaca yang mempengaruhi pelayaran kapal pembawa BBM. Sejumlah ruas jalan utama yang rusak mulai diperbaiki dan disesuaikan dengan sifat tanahnya dengan membuat jalan konblok daripada aspal yang mudah hancur dan tidak menyerap air.
KENDALA SEBAGAI DESTINASI UTAMA
Berikut adalah catatan kami mengenai kendala yang dihadapi untuk mengembangkan Pulau Bawean sebagai tujuan utama wisata Jawa Timur :
Transportasi laut masih sangat tergantung pada kondisi cuaca, apalagi jika kapal terbuat dari bahan yang mudah pecah dihantam gelombang besar
Minimnya sarana keselamatan yang memadai, seperti life jacket terutama pada perahu2 kayu yang melayani tamu berkeliling (hoping island)
Infrastruktur jalan, air dan listrik (penerangan jalan) ke lokasi wisata masih sangat minim dan perlu mendapatkan perhatian yang serius dari pihak terkait.
Prasarana umum seperti toilet dan kamar mandi bilas masih menggunakan milik penduduk di kawasan wisata – kurag layak sebagai fasilitas umum destinasi wisata.
Angkutan umum sangat terbatas jumlahnya dan beroperasi hanya sampai jam 10.00 pagi, sedangkan sewa mobil atau motor untuk berkeliling menuju tempat2 wisata cukup menguras kantong jika berniat tinggal lebih dari 2 hari.
8 penginapan dengan 75 kamar tersedia semuanya berada di kawasan pemukiman/pusat kota, tetapi tidak ada yang di kawasan wisata. Satu2nya home stay ada di pulau Gili Noko
Lapangan terbang adalah sebuah solusi jitu mengatasi kendala transportasi dari dan ke Bawean, sayangnya realisasi proyek ini bandara ini masih jauh dari sempurna.
Masyarakat Bawean yang sudah merasa makmur karena kiriman uang dari TKI asal Bawean masih belum berorientasi pada upaya melayani tamu/wisatawan secara professional. Sikap terbuka, tulus hati dan ramah menjadi modal utama. Tetapi pengunjung tetap diminta untuk berpenampilan sopan selama berada di pulau Bawean. Masyarakat Bawean pada umumnya belum “touristic oriented”. Perlu sosialisasi oleh tokoh masyarakat dan didukung generasi muda yang berpikiran ingin maju tanpa kehilangan jati diri sebagai orang Bawean.
Pemandian air panas masih sangat tradisional dan bisa jadi mengundang kontroversi jika dikomersilkan. Padahal debit airnya yang cukup tinggi diperkirakan bisa mengisi kolam pemandian yang lebih besar dan kamar-kamar privat untuk mandi para tamu.
Jarak tempuh pendek tetapi memakan waktu lama karena buruknya infrastruktur jalan padahal nuansa dan pemandangan alam Bawean banyak yang luar biasa menakjubkan
Masyarakat perlu diberi kesadaran pentingnya menjaga kelestarian alam dengan tidak membiarkan hutan terbakar.
Perlu melatih lebih banyak lagi tour guide yang memahami dengan baik budaya, lokasi dan pengetahuan tentang sejarah serta destinasi-destinasi yang ada di Bawean; untuk mengantisipasi jumlah kunjungan wisatawan yang makin meningkat ketika pulau Bawean semakin dipublikasikan dan semakin diminati untuk dikunjungi.
Kesenian asli Bawean disarankan untuk lebih disiapkan sebagai sajian kesenian yang bisa ditampilkan kepada pengunjung/wisatawan pada malam ramah tamah menyambut tamu. Misalnya disiapkan dalam gedung/ruangan tertentu sambil makan malam bersama
Perlunya dibuat standar itinerary atau rute wisata yang efektif, yang menyesuaikan dengan jadwal kapal cepat; sehingga wisatawan dapat mengunjungi sebagian besar atau seluruh point of interest Bawean dalam 3 hari.
Sebelum lapangan terbang siap beroperasi, jika berminat melihat keindahan Pulau Bawean, disarankan untuk berkunjung pada bulan April, Mei, Juni, Oktober, Nopember dan Desember karena gelombang laut tidak terlalu besar . Tetapi tidak dianjurkan untuk dating pada bulan Januari, Pebruari, Maret, Juli, Agustus dan September karena ombak sangat terasa kuat dan kapal cepat belum tentu berlayar. Naik kapal ferry jika tahan dengan goyangan kapal selama 8 jam juga bisa dilakoni, namun beberapa tempat yang berhubungan dengan wisata bawah laut mungkin tidak bisa dinikmati.
Ayo berkunjung ke Pulau Bawean !
Klik rangkaian artikel tentang Pulau Bawean di bawah ini.
Pulau Bawean: Antara Legenda dan Keindahan Alam - 1
Pulau Bawean: Antara Legenda dan Keindahan Alam - 2
Pulau Bawean: Antara Legenda dan Keindahan Alam - 3
...moreTripTrus.Com - Banyuwangi udah masuk dalam daftar tempat yang lo pengen kunjungi? Gokil! Lo udah pilih tempat yang tepat banget, deh. Banyuwangi itu nggak cuma punya gunung keren sama kawah yang super epic, tapi juga ada taman nasional yang siap bikin lo betah berpetualang. Nih, gue kasih 5 hal yang wajib banget lo lakuin kalo lo lagi main ke Banyuwangi.
1. Ngeliat Api Biru di Kawah Ijen
Kalo lo suka petualangan yang bikin lo deg-degan, naik Gunung Ijen bisa jadi pilihan. Lo bakal liat fenomena api biru yang muncul di kawah, yang ternyata tuh api yang muncul karena proses pembakaran belerang. Perjalanan ke puncak Ijen lumayan ngetes fisik, tapi pemandangannya nggak bohong, sangat worth it. Jangan lupa, lo harus berangkat tengah malem banget, soalnya api biru ini muncul pas fajar. Dan yang paling penting, siapin masker karena belerangnya bisa bikin sesak napas. Biar nggak ribet, mending sewa guide yang udah biasa bawa orang naik ke puncak.
2. Safari Seru di Taman Nasional Meru Betiri
View this post on Instagram
A post shared by Shri Sainis (@shri.sainis)
Kalo lo suka sama alam liar, Meru Betiri bisa jadi destinasi yang nggak boleh lo lewatin. Taman nasional ini jadi rumah buat macan Jawa yang katanya udah punah (tapi katanya sih masih ada). Ada juga Pantai Sukamade yang terkenal banget buat konservasi penyu. Lo bisa ikutan tur yang udah disediain, biasanya ada mobil dan driver yang jadi guide lo. Tapi, kalo lo pengen jelajah sendiri, pastiin lo naik jeep off-road, soalnya jalanannya bumpy abis.
3. Menyatu Sama Alam di Taman Nasional Alas Purwo
Alas Purwo emang penuh misteri, banyak cerita horor yang beredar. Tapi sebenernya, taman nasional ini jauh lebih dari itu. Luas banget, sekitar 434 km², ada hutan mangrove, sabana, sampai pantai berkarang. Di sini lo bisa liat banteng Jawa yang hampir punah, atau hewan langka lainnya kayak lutung Jawa, merak hijau, ayam hutan merah, sampai kucing hutan yang jarang kelihatan. Kalo lo mau yang lebih seru, bisa jelajah bareng guide lokal yang ngerti banget jalurnya.
[Baca juga : "10 Spot Wajib Di Banyuwangi Yang Bikin Lo Makin Keren Abis!"]
4. Surfing Asyik di G-Land
G-Land atau Pantai Plengkung terkenal banget di kalangan surfer lokal sama internasional. Pantainya itu unik, bentuknya bikin ombaknya gede-gede banget, bisa sampe 2-4 meter! Kalo lo pengen belajar surfing, ada beberapa surf camp di sekitar sini. Atau kalo udah jago, join aja sama para surfer yang udah nyelam di sana seharian. G-Land bisa dijangkau lewat perahu dari Bali, tapi kalo lo mau petualangan darat, lo bisa lewat Alas Purwo juga.
5. Belajar Sejarah di Pura Agung Blambangan
Pura Agung Blambangan itu salah satu pura terbesar di Pulau Jawa, setelah yang ada di Gunung Salak. Ini tempat yang sakral buat umat Hindu dan juga spot yang pas buat lo yang mau belajar sejarah Banyuwangi. Biasanya ada festival besar di sini pas hari-hari tertentu. Kalo lo dateng, pastiin pake pakaian yang sopan, ya, karena ini tempat ibadah.
Jadi, buat lo yang lagi nyari tempat petualangan seru, Banyuwangi tuh pilihan yang nggak bakal bikin lo kecewa. Dari ngeliat fenomena api biru di Kawah Ijen, safari liar di Meru Betiri, sampai ngejelajahin pantai dan hutan yang masih asri di Alas Purwo, semuanya ada di sini. Kalo lo hobi surfing, G-Land bakal jadi tempat yang lo nggak bakal lupain. Jangan lupa juga buat mampir ke Pura Agung Blambangan buat nyelami sejarah Banyuwangi yang penuh makna. So, tunggu apa lagi? Saatnya lo buat #JelajahBanyuwangi dan ngerasain langsung semua keindahannya! (Sumber Foto @mlorensoo)
...more