TripTrus.Com - Bulan Juni akan segera tiba, apakah Anda memiliki rencana liburan dalam 30 hari mendatang? Jika iya, ada beberapa acara menarik yang bisa Anda kunjungi untuk mengisi tanggal merah bulan Juni 2023.
Pada bulan Juni 2023, terdapat tiga tanggal merah dan satu cuti bersama yang bisa dimanfaatkan untuk berlibur. Meskipun libur Waisak dan Iduladha akan diisi dengan ibadah bagi umat Buddha dan Muslim, Anda yang tidak merayakan keduanya juga bisa merencanakan kunjungan ke beberapa acara menarik. Berikut ini beberapa rekomendasinya, dikutip dari berbagai sumber.
View this post on Instagram
A post shared by Nagari Tanjuang Bonai (@nagari_tanjungbonai)
6. Festival Van Der Wijck
Festival Van Der Wijck 2023 akan diselenggarakan di Yogyakarta dengan mengusung tiga konsep utama, yaitu back to nature, local engagement, dan authentic experience. Sebagai pengejawantahan dari konsep back to nature, penggunaan kantong plastik, botol, gelas, piring plastik, dan styrofoam akan sangat diminimalkan. Festival ini bertujuan untuk membawa kesadaran akan pentingnya menjaga alam dan lingkungan, serta mengajak partisipasi aktif dari masyarakat dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Dengan demikian, Festival Van Der Wijck 2023 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi wadah untuk edukasi dan inspirasi menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Ayo ikut serta dalam festival ini dan berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam!
7. Festival Java Jazz
Tahun ini, Java Jazz Festival kembali hadir untuk yang ke-18 kalinya. Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2023 akan digelar selama tiga hari, mulai dari tanggal 2 hingga 4 Juni 2023, di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran. Festival ini akan menyajikan line-up yang mengesankan, dengan lebih dari 125 musisi Indonesia dan internasional tampil di panggungnya.
Java Jazz Festival telah menjadi salah satu ajang musik jazz terbesar dan paling dinanti di Indonesia. Dalam edisi tahun ini, pengunjung akan dapat menikmati penampilan musisi jazz ternama serta mengeksplorasi beragam genre musik jazz dari seluruh dunia. Festival ini tidak hanya menampilkan konser musik, tetapi juga memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengikuti workshop dan berinteraksi dengan para musisi.
Sebagai perayaan 18 tahun keberhasilan festival ini, Java Jazz Festival 2023 akan memberikan pengalaman tak terlupakan bagi pecinta musik jazz. Jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan atmosfer yang magis dan menikmati keindahan musik jazz yang luar biasa. Segera catat tanggalnya dan siapkan diri Anda untuk merayakan festival musik jazz terbaik di Java Jazz Festival 2023!
8. Festival Lampion Waisak
Festival Lampion Waisak akan kembali terselenggara pada Minggu, 4 Juni 2023, seperti yang diunggah oleh akun Instagram Borobudur Meditation beberapa waktu lalu. Festival ini merupakan momen yang sangat dinanti-nantikan, di mana lampion-lampion indah akan menerangi langit di sekitar Candi Borobudur. Untuk tahun ini, festival penerbangan lampion akan dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi 1 dari pukul 17.30 hingga 19.00 WIB, dan sesi 2 dari pukul 20.00 hingga 21.30 WIB.
Selain keindahan penerbangan lampion yang memukau, dalam poster acara juga disebutkan bahwa seluruh peserta akan memiliki kesempatan untuk mengikuti lomba foto dan video dengan hadiah logam mulia untuk 20 orang pemenang. Oleh karena itu, pastikan Anda telah memiliki tiket untuk mengikuti festival ini.
Festival Lampion Waisak merupakan ajang yang memadukan keindahan alam dan spiritualitas, di mana peserta dapat merasakan suasana yang magis dan khusyuk di sekitar Candi Borobudur. Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari festival yang mengesankan ini. Segera dapatkan tiketnya dan saksikan pesona penerbangan lampion yang tak terlupakan di Festival Lampion Waisak 2023!
9. Festival Wolobobo Ngada 2023
Wolobobo Ngada Festival (WNF) 2023 akan segera hadir di Nusa Tenggara Timur dengan mengusung tema "Kopi, Tenun, Bambu". Festival ini bertujuan untuk memperlihatkan kekayaan alam dan budaya Ngada yang telah lama menjadi identitas daerah tersebut. Selain itu, festival ini juga bertujuan untuk menempatkan nama Ngada pada peta agro dan warisan nasional-internasional.
Dalam WNF 2023, para pengunjung akan disuguhkan dengan beragam acara yang memukau dan menggugah hati. Para peserta dapat menikmati keindahan tanah Ngada yang subur dan subur melalui ekspresi kopi yang terkenal dari daerah tersebut. Selain itu, tenun tradisional Ngada akan dipamerkan, memperlihatkan keahlian para perajin dalam menghasilkan karya-karya indah yang sarat dengan nilai budaya.
Tak hanya itu, festival ini juga akan menyoroti kekayaan bambu, yang merupakan bahan utama dalam pembuatan berbagai karya seni dan kerajinan di Ngada. Bambu tidak hanya sebagai bahan bangunan, tetapi juga dijadikan sebagai media ekspresi seni dan kreativitas.
Melalui tema "Kopi, Tenun, Bambu", Festival Wolobobo Ngada 2023 ingin mengajak para pengunjung untuk merasakan dan mengapresiasi kekayaan alam dan budaya Ngada. Diharapkan festival ini dapat mengangkat nama Ngada sebagai destinasi agro dan warisan yang bernilai, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Jangan lewatkan kesempatan untuk bergabung dalam Festival Wolobobo Ngada 2023 dan merasakan keindahan serta kekayaan budaya yang luar biasa dari Ngada. Segera catat tanggalnya dan ikuti setiap acara menarik yang telah dipersiapkan untuk Anda!
10. Festival Tenun
Di Tapanuli Utara, Sumatra Utara, akan diselenggarakan sebuah festival yang menampilkan beragam kegiatan menarik. Festival ini mencakup Festival Tenun, Festival Ulos, Pesta Matumona, Pemilihan Putra/i Pariwisata, dan Gowes de Sibandang II. Festival ini bertujuan untuk mengembalikan aspek simbolik dan sakral dari ulos dalam ritus hidup orang Batak, sekaligus membangun kapasitas penenun lokal.
Dalam Festival Tenun, pengunjung akan dapat menyaksikan dan mengapresiasi keindahan serta keahlian dalam proses pembuatan tenun ulos, sebuah kain tradisional yang sangat berarti bagi masyarakat Batak. Festival ini menjadi ajang untuk melestarikan dan mempromosikan seni tenun ulos sebagai warisan budaya yang berharga.
Selain Festival Tenun, ada juga Festival Ulos yang menampilkan ragam ulos yang indah dan maknanya dalam kehidupan masyarakat Batak. Ulos merupakan simbol status, kebangsawanan, dan kesucian dalam budaya Batak. Melalui festival ini, diharapkan kekayaan dan makna ulos dapat tetap hidup dan dihargai.
Pesta Matumona juga menjadi bagian penting dari festival ini. Pesta ini merupakan sebuah upacara adat Batak yang dilaksanakan untuk merayakan kelahiran anak dan menunjukkan kebahagiaan keluarga. Pesta Matumona akan memberikan pengalaman unik kepada pengunjung mengenai kehidupan adat Batak dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi.
Selanjutnya, Pemilihan Putra/i Pariwisata akan menjadi salah satu highlight festival ini. Acara ini bertujuan untuk mempromosikan potensi pariwisata Tapanuli Utara melalui keindahan dan pesona putra/putri pariwisata yang akan mewakili daerah tersebut.
Tak ketinggalan, Gowes de Sibandang II akan menyuguhkan pengalaman bersepeda mengelilingi keindahan alam Tapanuli Utara. Acara ini merupakan ajang yang menyenangkan bagi para penggemar sepeda untuk menikmati pemandangan alam yang spektakuler sambil menjaga kesehatan dan kebugaran.
Festival di Tapanuli Utara adalah wujud nyata dari upaya untuk menghidupkan kembali aspek simbolik dan sakral dari ulos dalam ritus hidup orang Batak. Selain itu, festival ini juga berperan penting dalam membangun kapasitas penenun lokal dan meningkatkan apresiasi terhadap kekayaan budaya daerah tersebut. Jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan keindahan dan pesona festival ini serta mendukung pengembangan pariwisata Tapanuli Utara.
[Baca juga : "Daftar Acara Menarik Untuk Mengisi Liburan Akhir Pekan Juni 2023 - Part 1"]
11. Balikpapan Fest
Sebuah event yang diadakan di kota Balikpapan, mengangkat tema "Cultural Diversity in Nusantara" untuk menyoroti kekayaan budaya yang dimiliki oleh kota tersebut. Festival ini menghadirkan berbagai rangkaian acara menarik, antara lain pagelaran seni budaya, fashion festival, kompetisi barista dan e-sport, festival kuliner dan UMKM, serta vaksinasi massal.
Dalam pagelaran seni budaya, pengunjung akan dapat menikmati pertunjukan seni tradisional dari berbagai daerah di Nusantara. Melalui festival ini, keindahan dan keberagaman budaya Indonesia akan menjadi sorotan utama, sehingga masyarakat dapat lebih mengapresiasi warisan budaya yang ada di tanah air.
Fashion festival juga menjadi bagian penting dari Balikpapan Fest 2023. Festival ini akan menampilkan koleksi busana dari desainer lokal maupun nasional, yang menggabungkan keunikan budaya Nusantara dengan tren fashion modern. Selain itu, ada juga kompetisi barista dan e-sport yang akan menarik minat para pecinta kopi dan game untuk berkompetisi dan memamerkan keahlian mereka.
Festival kuliner dan UMKM akan menjadi ajang bagi para pelaku usaha kuliner dan UMKM lokal untuk memamerkan produk mereka kepada pengunjung. Festival ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi mereka untuk memperluas jangkauan pasar, tetapi juga memperkenalkan kuliner khas daerah Balikpapan kepada pengunjung dari berbagai daerah.
Selain acara-acara yang bersifat hiburan dan promosi, Balikpapan Fest 2023 juga menyediakan vaksinasi massal. Ini merupakan inisiatif yang sangat penting dalam upaya memutus rantai penyebaran COVID-19 dan menjaga kesehatan masyarakat. Dengan menyelenggarakan vaksinasi massal dalam festival ini, diharapkan jumlah masyarakat yang divaksin dapat meningkat secara signifikan.
Balikpapan Fest 2023 adalah sebuah perayaan yang menghormati keberagaman budaya di Nusantara. Melalui berbagai acara yang diselenggarakan, festival ini bertujuan untuk memperkuat rasa kebanggaan akan warisan budaya Indonesia dan mendukung perkembangan ekonomi lokal. Jangan lewatkan kesempatan untuk bergabung dalam festival ini, menikmati keindahan budaya, dan mendukung kemajuan Balikpapan. (Sumber Foto @win_w)
...moreRasanya tak berlebihan jika menyebut Bali sebagai surganya pantai. Pantai lain yang juga tak kalah menariknya di Pulau Bali adalah Pantai Padang Bai.Pantai ini terletak di pelabuhan penyeberangan Bali - Lombok. Meskipun pantai ini merupakan jalur penyebrangan, namun kebersihannya tidak lantas terlupakan. Pantai ini cukup akrab terutama bagi para pecinta olahraga memancing dan juga menyelam. Meskipun posisinya bersebelahan dengan pelabuhan namun biota laut yang terdapat di panta ini masih sangat terjaga dengan baik. Arus yang tidak stabil dan kadangkala kencang, menjadi perhatian tersendiri terutama bagi Anda yang berniat melakukan penyelaman di lokasi ini.Sedikit berbeda dengan pantai-pantai lain di Bali. Pantai ini menawarkan sebuah suasana wisata pantai yang tenang dengan kondisi yang kontras dengan Pantai Kuta yang ramai dengan hiruk pikuk pengunjungnya.Nah, jika Anda penasaran, jangan lewatkan kunjungan Anda ke Pantai Padang Bai. Sebuah pengalaman wisata pantai yang mungkin saja berbeda dari yang pernah Anda rasakan sebelumnya.
Smber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTripTrus.Com - Pergi traveling dengan keluarga bisa menjadi momen yang sangat menyenangkan. Tapi, bisa jadi super ribet juga. Berbeda dengan traveling bersama teman, traveling dengan keluarga lebih kompleks karena adanya perbedaan generasi, perbedaan selera, dan perbedaan kemampuan fisik.
Kedua kalinya, dan ibu d paringi sehat... sehat trs nggih bu. #borobudurtemple #liburankeluargabesar
A post shared by Mom Eva05 (@evavanezie6273) onDec 28, 2017 at 8:37am PST
"Agar momen traveling dengan keluarga bisa tetap nyaman dan menyenangkan, Anda harus bisa menempatkan diri sebagai orang yang bisa diandalkan selama traveling."
Anggota keluarga yang masih dianggap muda biasanya memang diharapkan untuk membuat kegiatan traveling keluarga jadi seru. Oleh sebab itu, cek tips-tips di bawah ini, ya!
1. Buat Rencana Perjalanan
Rencana perjalanan sudah pasti dibutuhkan setiap kali Anda pergi traveling. Namun, jika pergi traveling dengan keluarga, pastikan rencana yang Anda buat sudah benar-benar rinci! Rencanakan sejak sebelum berangkat, tempat apa saja yang akan dikunjungi dan kegiatan per harinya. Tak ada salahnya mencari terlebih dahulu di mesin pencari Google soal tempat-tempat yang akan dikunjungi tersebut, mulai dari lokasinya, transportasi apa yang akan digunakan, hingga harga tiket masuknya. Hal ini perlu dilakukan agar tak membuang waktu saat sampai di tujuan dan tidak membuat anggota keluarga yang lain ikut bingung. Spontanitas bukan hal yang cocok untuk dilakukan saat traveling bersama keluarga.
2. Sesuaikan Tempat Tujuan
Orang tua, orang dewasa, dan anak kecil memiliki selera yang berbeda ketika pergi traveling. Nah, pastikan tidak ada yang boleh egois dalam menentukan tempat tujuan, ya! Pilihlah tempat-tempat wisata yang family-friendly. Misalnya, berkeliling di taman wisata lebih cocok untuk keluarga dibandingkan mencoba olahraga ekstrem. Hindari juga tempat-tempat yang terlalu luas, banyak tanjakan, atau banyak anak tangga agar orang tua dan anak kecil tidak kelelahan, kecuali jika ada fasilitas khusus yang bisa mereka gunakan. Agenda traveling juga jangan terlalu padat, ya! Beri waktu rehat bagi orang tua dan anak kecil. Nikmatilah setiap momennya dengan santai dan penuh kenyamanan.
3. Menentukan Tempat Makan
Ketika berkunjung ke suatu tempat, biasanya kita sudah semangat ingin mencoba kuliner lokal khas tempat tersebut atau restoran hits yang ada di sana. Namun, lagi-lagi selera makan keluarga belum tentu cocok mencoba makanan-makanan yang baru. Usahakan untuk mencari tempat makan yang memiliki beragam menu sehingga setiap anggota keluarga mempunyai pilihan makanan yang disuka. Sesekali makan di restoran dengan menu yang familiar dengan makanan di rumah juga tak apa jika Anda tidak ingin repot. Dan jangan lupa, jadwal makan tak boleh terlambat ya!
4. Sediakan Waktu Terpisah
Pergi berlibur bersama keluarga bukan berarti harus terus bersama setiap waktu. Berilah agenda untuk pergi sendiri agar tiap individu bisa menikmati suasana di tempat berlibur. Tak perlu yang jauh-jauh, kok! Misalnya, beri sedikit waktu di pagi hari agar orang tua bisa jalan pagi di sekeliling hotel. Waktu ini juga bisa dimanfaatkan untuk melihat toko-toko lokal di sekitarnya dan membeli cenderamata. Anda juga bisa hang outsendiri di malam hari setelah anggota keluarga yang lain sudah duluan beristirahat.
5. Jaga Emosi
Meskipun terdengar klise, tapi yang satu ini perlu untuk selalu diingat. Anda bersama keluarga Anda ingin menciptakan banyak kenangan yang indah saat berlibur bersama. Jadi, jangan sampai ada momen yang rusak karena rasa kesal atau marah. Ingatlah bahwa semua hambatan yang dihadapi saat traveling pasti ada solusinya. Jernihkan pikiran Anda dan ajak keluarga untuk bekerja sama ketika mengalami hambatan. (Sumber: Artikel journal.sociolla.com, Foto freepik.com)
...moreBenteng Fort Rotterdam, atau yang akrab juga disebut dengan Benteng Ujung Pandang, merupakan peninggalan bersejarah dari Kesultanan Gowa yang pernah berjaya pada abad ke-17. Kesultanan ini sebenarnya memiliki 17 buah benteng yang mengitari Makassar, yang menjadi ibukota kesultanan. Tetapi benteng yang paling megah di antara benteng-benteng lainnya adalah Benteng Fort Rotterdam. Hingga saat ini, keaslian benteng masih terpelihara.Lokasi benteng mudah dijangkau karena terletak di dalam kota Makassar, tepatnya berada di depan pelabuhan laut kota Makassar. Jaraknya sekitar dua kilometer dari Pantai Losari. Dengan gaya arsitektur era 1600-an, benteng ini terlihat mencolok dari bangunan Di sekitarnya sehingga mudah dikenali. Temboknya memiliki ketebalan hampir dua meter, berwarna hitam, dan terlihat kokoh menjulang setinggi hampir lima meter. Pintu utama benteng berukuran kecil. Jika dilihat dari ketinggian, bentuk benteng menyerupai penyu yang sedang menuju pantai.Benteng ini dibangun pada tahun 1545, oleh Raja Gowa X, yaitu Imanrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung atau Karaeng Tunipalanga Ulaweng. Seperti halnya arsitektur benteng yang bergaya Portugis, benteng ini berbentuk segi empat, dan berbahan dasar campuran batu dan tanah liat yang dibakar hingga kering. Pada masa pemerintahan Raja Gowa XIV, tembok benteng kemudian diganti menjadi batu padas berwarna hitam.Pada masa penjajahan Belanda, sebagian benteng ini pernah porak-poranda akibat pecahnya perang antara armada perang VOC yang dipimpin oleh Gubernur Jendral Admiral Cornelis Janszoon Speelman dengan Kesultanan Gowa sejak tahun 1666. Penyerangan itu sendiri bertujuan untuk menguasai jalur perdagangan rempah-rempah dan sekaligus memperluas daerah kekuasaan Belanda. Setelah menggempur Kesultanan Gowa selama setahun lebih, pasukan perang pimpinan Speelman berhasil menang dan memaksa Sultan Hasanuddin menandatangani Perjanjian Bongaya pada tanggal 18 November 1667.Bagian benteng yang hancur kembali dibangun oleh Gubernur Jenderal Speelman tapi disesuaikan dengan gaya arsitektur Belanda. Benteng yang tadinya berbentuk persegi empat dan memiliki empat bastion, ditambah lagi dengan satu bastion di sebelah barat. Bastion adalah bangunan kokoh yang ditempatkan lebih tinggi di setiap sudut benteng dan di atasnya ditempatkan kanon atau meriam. Nama benteng kemudian diubah menjadi Fort Roterdam, sesuai dengan tempat kelahiran Speelman. Dan saat itu, Benteng Fort Rotterdam difungsikan sebagai pusat perdagangan dan gudang hasil bumi serta rempah-rempah, sekaligus menjadi pusat pemerintahan Belanda di wilayah Timur Nusantara.Tidak perlu membayangkan suasana seram dan angker saat akan mengunjungi benteng tua ini karena tempat bersejarah ini bukanlah tempat yang kosong melompong. Benteng ini digunakan pemerintah setempat sebagai Pusat Kebudayaan Makassar dan difungsikan sebagai perkantoran sehingga membuat lingkungan benteng menjadi bersih, rapi, dan terawat. Selain dapat melihat-lihat benteng secara gratis, pengunjung juga bisa mendatangi Museum La Galigo dan juga melihat ruangan sempit tempat Pangeran Diponegoro ditahan setelah ditangkap Belanda di Jawa.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTRIPTRUS - Traveling bukanlah sekedar lifestyle, tetapi hobi yang begitu menyenangkan. Wajar saja bulan Ramadan tidak menghalangi sebagian orang untuk melakukan traveling. Akan tetapi, untuk traveling di saat puasa ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Hal ini karena kondisi fisik yang berbeda dibandingkan dengan bulan biasa.
Berikut adalah tips yang bisa kamu lakukan jika ingin traveling saat bulan puasa
1. Destinasi Adalah Utama
Jangan sampai kamu memilih destinasi traveling yang menguras banyak energi. Tidak ada salahnya kamu memilih tujuan traveling yang berbau religi saat puasa. Kamu bisa mengunjungi museum keagamaan atau masjid. Selain menghemat tenaga, tujuan wisata tersebut bisa memperkaya jiwa.
2. Perlengkapan Ibadah
Meskipun traveling, ibadah tetap harus dijalankan. Bawalah perlengkapan ibadah saat kamu sedang bepergian di bulan puasa. Jangan sampai kamu mengandalkan perlengkapan ibadah di tempat umum.
3. Tetap Konsumsi Menu Yang Sehat
Makanan sangat penting saat puasa. Setelah menentukan destinasi traveling, kamu juga perlu tahu makanan apa saja yang bisa kamu nikmati di tempat tersebut. Pilihlah makanan yang sehat untuk berbuka atau sahur. Selain itu, kamu juga harus perlu tahu apakah harus reservasi atau tidak untuk makan di tempat tersebut.
4. Dokumentasi
Jangan lupa untuk membawa kamera atau videocam saat traveling. Jika tidak ada, kamu bisa menggunakan smartphonemu. Dokumentasi saat traveling di bulan Ramadan sangatlah istimewa. Kamu bisa mengambil atau merekam video tentang tradisi setempat yang hanya bisa ditemui saat bulan Ramadan.
5. Eksplorasi Budaya Setempat
Tidak hanya melihat atau merekam saja, cobalah kamu mengikuti secara aktif tradisi di daerah tersebut. Kamu bisa sholat tarawih atau ikut tradisi keagamaan di tempat tersebut. Jika memungkinkan, kamu bisa menginap di salah satu rumah warga. (Sumber: Artikel brilio.net ; Foto liputan6.com)
...moreTripTrus.Com - Buat kalian yang udah nunggu-nunggu jadwal liburan, ada kabar seru nih! Sandiaga Uno, si Menparekraf, mengumumin kalau Indonesia Tourism Fund (ITF) bakal diaktifin tahun depan. Jadi, liburanmu bisa makin asyik dan ekonomi makin kinclong, Bro!
Rencananya, ITF ini jadi andalan buat melejitkan industri pariwisata kita. Sandiaga berharap ITF mulai ngejalanin misinya di kuartal kedua 2024. Rencananya, bakal ada dana sekitar Rp 2 triliun buat tahun depan, dan kabarnya bakal terus nambah seiring berjalannya waktu. Makin banyak duitnya, makin mantul dong liburannya!
Nah, buat apa aja sih duit dari ITF ini? Bakal digunakan buat promosi wisata, branding negara, dan acara keren seputar pariwisata. Sandiaga bilang, setiap tahun bakal diajukan acara internasional apa yang bakal dikasih prioritas pake duit ITF ini.
Buat ngatur duit ITF, Sandiaga janji bakal kolaborasi lintas kementerian. Kementerian Keuangan, BUMN, dan beberapa kementerian lainnya bakal turut andil. Trus, soal sumber duitnya, nanti dari pemerintah. Katanya sih, sektor pariwisata udah banjirin lebih dari Rp 200 triliun buat negara, jadi ini buat ngasih balik ke sektor pariwisata.
Erick Thohir, yang jadi Menko Marves Ad Interim, bilang ide ITF ini keluar dari diskusi bareng-bareng sama Menparekraf dan menteri BUMN. Presiden Jokowi juga udah kasih restu buat ITF ini, lho!
[Baca juga : "Bos-Bos Pariwisata Buka Suara Soal Rintangan Yang Menanti Di 2024"]
Bicara soal event, Sandiaga ogah banget bikin acara yang cuma sepi manfaat. Contoh kasus MotoGP, dampak ekonominya bisa ngehasilin duit sampe Rp 4,5 triliun. Nah, nanti bakal ada seleksi ketat buat pilih event apa yang bakal dapet dukungan dari ITF.
Trus, buat kalian yang udah nggak sabar pengen liburan di destinasi super prioritas, kayak Borobudur, Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang, kabarnya bakal ada dana tambahan sekitar Rp 1,2 triliun. Jadi, semoga bisa bikin destinasi-dedestinasi ini makin oke!
Sandiaga juga nge-highlight soal konektivitas, yang lagi jadi pembicaraan serius. Kita bakal fokus ngehubungin 13 bandara yang jadi pusat peningkatan jumlah wisatawan, termasuk Komodo Internasional Airport di Labuan Bajo. Targetnya, 12-15 juta wisman tahun 2024. Wah, bakal rame banget nih!
Jadi, semuanya bergerak ke arah positif, nih! Yuk, nantikan event-event keren hasil dukungan dari ITF. Semoga pariwisata kita makin unggul dan membuka banyak peluang baru, geng! (Sumber Foto @kemenparekraf.go.id)
...moreTripTrus.Com - Lasem, sebuah kecamatan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah penuh dengan jejak peninggalan budaya China. Hingga kini, peninggalan seperti rumah berciri khas China Hindia bisa dengan mudah diliihat di Desa Karangturi. Arsitektur ala selatan Tiongkok bisa ditemukan pada bangunan yang masih kokoh berdiri. Tak hanya itu, tempat-tempat ibadah seperti kelenteng juga meramaikan kota mungil berjuluk "China Kecil" itu.
Sumber: Foto klikhotel.com
Ada tiga kelenteng tua yang bisa dikunjungi di Lasem. Ada Kelenteng Cu Ang Kiong, Kelenteng Poo An Bio, dan Kelenteng Gie Yong Bio. Masing-masing terletak di desa berbeda. KompasTravel beberapa waktu lalu sempat mengunjungi tiga kelenteng di Lasem itu. Berikut ulasan singkat tentang ketiganya.
1. Klenteng Cu Ang Kiong
Kelenteng Cu Ang Kiong berada di Desa Dasun, Lasem. Dari Jalan Raya Lasem, Kelenteng Cu Ang Kiong terletak sekitar 100 meter. Dari halaman kelenteng terlihat ukiran-ukiran aksara China, dua buah naga di bagian gerbang, atap bangunan ekor walet. Sebuah tiang besi mirip tiang dek kapal yang masih berdiri menjulang di halaman kelenteng.
Tiang dengan bendera kecil segitiga itu menjadi penanda dewa yang berhubungan dengan laut, yaitu Dewi Ma Zu (sering disebut Mak Co), atau dalam bahasa Hokkian dikenal sebagai Thian Siang Sing Bo yang berarti Sang Dewi Samudra atau Dewi Laut asal Fujian.
Di dalam kelenteng, terdapat altar utama penyembahan Dewi Mak Co. Di dekat Mak Co, ada juga patung dari Fude Zhengshen (Dewa Bumi dan Kekayaan) dan Jialan Ye. Di dalam kelenteng juga terdapat batu-batu prasasti dan papan bertulis dalam bentuk melintang dan membujur. Di samping kiri dan kanan bagian dalam bangunan kelenteng terdapat beberapa mural.
2. Kelenteng Gie Yong Bio
Kelenteng lainnya di Lasem adalah Gie Yong Bio. Kelenteng ini terletak di Jalan Babagan No 7, Desa Babagan, Kecamatan Lasem. Kelenteng ini terletak di sebelah kanan jalan. Jika dibandingkan dengan Kelenteng Cu Ang Kiong, Kelenteng Gie Yong Bio berukuran lebih kecil.
Di Kelenteng Gie Yong Bio terdapat altar yang berisi patung Fude Zhengshen dan Confusius. Klenteng ini juga memiliki arsitektur berlanggam Fujian, China Selatan. Atap bangunan kelenteng Gie Yong Bio berbentuk ekor walet. Dari luar, kelenteng Gie Yong Bio punya gerbang pintu masuk yang berukirkan aksara China.
Kelenteng Gie Yong Bio juga memiliki mural seperti di Kelenteng Cu Ang Kiong. Mural-mural tua itu masih bisa terlihat dengan cukup jelas.
3. Kelenteng Poo An Bio
Kelenteng Poo An Bio terletak di Jalan Karangturi VII/13, Desa Karangturi, Kecamatan Lasem. Kelenteng Poo An Bio ini disebut-sebut tertua di Lasem meski tak ada bukti-bukti tertulis terkait pembangunannya.
Kelenteng ini disebut sebagai persembahan kepada Kwee Sing On (Guo Shen Wang). Kwee Sing Ong adalah dewa yang kelenteng aslinya berada di Desa Baijiao, Kabupaten Zhangzhou, Provinsi Fujian, China Selatan. Di bagian luar kelenteng, ada gerbang yang bertuliskan aksara China. Sementara di bagian dalam kelenteng, ada juga altar tempat patung penyembahan dan mural-mural seperti di dua kelenteng lainnya. (Sumber: Artikel-Foto travel.kompas.com)
...moreCunca Wulang merupakan salah satu obyek wisata air terjun di daerah Manggarai Barat, Flores. Kata “cunca” memang berarti air terjun. Tempat ini berjarak sekitar 30 kilometer ke arah timur Labuan Bajo, yang bisa dicapai dalam waktu sekitar satu jam perjalanan. Lokasi ini memiliki aliran air lembah sungai yang jernih, dan dikelilingi formasi batu-batuan, sehingga membuat air terjun ini menjadi seperti miniatur Grand Canyon yang terdapat di Arizona, Amerika.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreSelain populer dengan ragam keseniannya, Jawa Tengah juga menyimpan potensi wisata yang tak kalah menariknya di daerah daerah lain. Jika Anda berkunjung ke Purwodadi, tidak ada salahnya untuk berkunjung ke tempat wisata Bledug Kuwu yang menyimpan pemandangan cukup eksotis.Menurut legenda yang dipercaya masyarakat setempat, keberadaan Bledug Kuwu ini merupakan lubang yang menghubungkan tempat tersebut dengan Laut Selatan. Konon, lubang tersebut merupakan jalan pulang Joko Linglung menuju kerajaan Medang Kamulan setelah mengalahkan Prabu Dewata Cengkar.Bisa dibilang, tempat wisata ini cukup unik. Beberapa wisatawan bahkan menobatkan tempat ini sebagai miniatur Salt Lake yang terdapat di Amerika Serikat. Letupan letupan lumpur yang terdapat di kawasan wisata inilah yang menjadikan tempat wisata ini berbeda dari yang lainnya.Untuk bisa mengunjungi tempat ini Anda bisa menempuh perjalanan darat dari Semarang melalui Purwodadi sampai ke desa Kluwu. Pemandangan selama perjalanan menuju tempat ini seperti hamparan sawah hijau serta hijaunya langit dan juga bukit-bukit seakan menjadi bonus tambahan yang sayang untuk dilewatkan.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more