shop-triptrus



Melihat Sisi Sejarah Dari Jembatan Kota Intan

TripTrus.Com - Masih berada di kawasan wisata Kota Tua, tidak jauh dari gedung Fatahillah ada sebuah jembatan yang berwarna merah marun. Sangat kontras dilihat dengan kondisi di sekelilingnya. Jembatan ini kini dikenal dengan nama Jembatan Kota Intan. Dahulu jembatan ini berfungsi sebagai penghubung antara benteng Belanda dengan benteng Inggris, tapi kini menjadi salah satu objek wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan. Termasuk Anda! Jalan-jalan ke Kota Tua memang menyenangkan, ada banyak bangunan bersejarah di sini seperti Jembatan Kota Intan. Diberikan nama demikian karena letaknya dekat dengan salah satu Bastion Kastil Batavia bernama Bastion Diamont (intan). Mungkin tidak banyak yang mengetahui jika sebenarnya nama jembatan ini sempat berganti-ganti. [Baca juga : 6 Tujuan Wisata Kota Tua Jakarta] Jembatan Kota Intan ini awalnya adalah jembatan biasa yang dibangun pada tahun 1628 yang bernama Jembatan Engelse Brug atau Jembatan Inggris. Jembatan kayu ini memiliki panjang 30 meter dan lebar 4,43 meter. Jembatan tersebut berfungsi sebagai penghubung antara benteng Belanda (VOC) dan Inggris (IEC) yang saat itu berseberangan dan dibatasi oleh Kali Besar. Setahun kemudian tepatnya tahun 1629, jembatan ini sempat mengalami rusak parah akibat serangan Kerajaan Banten dan Mataram yang menyerang Benteng Batavia. Kondisi yang memprihatinkan itu segera dipulihkan oleh Belanda, mengingat fungsi jembatan yang sangat vital dan berganti nama menjadi jembatan De Hoenderpasar Brig atau Jembatan Pasar Ayam. Disebut demikian karena lokasinya yang berdekatan dengan pasar ayam. Dua puluh lima tahun kemudian atau tepatnya tahun 1655, jembatan ini lagi-lagi mengalami kerusakan dan perbaikan. Tapi kerusakan kali ini bukan karena peperangan melainkan karena bencana banjir dan korosi air asin yang berasal dari laut. Setelah pasca perbaikan, namanya pun kembali berganti menjadi Jembatan Het Middelpunt Brug yang berarti Jembatan Pusat. Pada 1938 fungsi jembatan diubah menjadi jembatan gantung. Tujuannya agar dapat diangkat untuk lalu lintas perahu dan mencegah kerusakan akibat banjir, namun bentuk dan gayanya tidak pernah diubah. Nama jembatan inipun kembali berubah menjadi Jembatan Phalsbrug Juliana atau Juliana Bernhard, karena waktu itu Ratu Juliana yang menjadi ratu di Belanda. Sebelumnya, jembatan juga diberi nama Jembatan Wilhemina (Wilhemina brug), ibu dari Juliana.   Jembatan Kayu Ini Memiliki Panjang 30 Meter dan Lebar 4,43 Meter. Jembatan Kota Intan adalah sebuah jembatan ‘jungkit’ yang berwarna merah marun warisan Belanda dengan konstruksi besi dan kayu yang terletak di Kawasan Kota Tua Jakarta [Berbagai Sumber] . . . 📸 June 16, 2018 . . . #oldtown #bridge #jembatankotaintan #kotatuajakarta #jakartaoldtown #historical #heritage #underconstruction #visitjakarta #wheninjakarta #enjoyjakarta #holiday #cityexplore #walkingtour #citysightseeing #architecture #publicarea #trip #travel #traveling #adventure #tourism #jakarta #wisatakotatua A post shared by Fransiska Tan (@fransiskatan) onJun 16, 2018 at 3:43am PDT Kemudian pasca proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, nama jembatan inipun lagi-lagi diubah menjadi seperti yang kita kenal hingga kini yakni Jembatan Kota Intan. Nama ini disesuaikan dengan nama lokasinya yang berdekatan dengan bastion Kastil Batavia yang diberi nama Bastin Diamont (Intan). Selama perjalanan Jembatan Kota Intan ini Belanda sempat membangun beberapa jembatan serupa di Batavia atau yang sekarang menjadi Jakarta. Namun jembatan-jembatan itu sudah tidak ada lagi, yang tersisa hanyalah Jembatan Kota Intan. Untuk melestarikan keberadaannya, maka pada tahun 1972 Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, menetapkan Jembatan Kota Intan sebagai benda cagar budaya. Saat ini Jembatan Kota Intan menjadi salah satu objek wisata sejarah yang banyak dikunjungi wisatawan. Tak sedikit pula yang menjadikan Jembatan Kota Intan ini sebagai objek foto untuk prewedding atau pra-menikah. Selain karena nilai historisnya, jembatan ini memiliki keunikan pada bangunannya. Untuk mengunjungi Jembatan Kota Intan ini, Anda tidak dipungut biaya tiket, hanya saja dimintai biaya untuk kebersihan dan parkir. Jembatan Kota Intan terletak di Ancol, Pademangan, Jakarta Barat. Untuk menjangkaunya dapat menggunakan bus Transjakarta koridor 1 jurusan Blok M – Kota. (Sumber: Artikel jakarta.panduanwisata.id, Foto flickr.com)
...more

Wisata Lokal Lebih Disukai oleh Generasi Millennial dan Gen Z

TripTrus.Com - Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang signifikan pada industri pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. Sejak Februari 2020, jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia mengalami penurunan drastis. Puncaknya terjadi pada bulan April 2020, di mana jumlah wisatawan hanya mencapai 158 ribu.       View this post on Instagram A post shared by Yan's Project (@yanpw_id) Namun, sekarang pariwisata di Indonesia mulai bangkit kembali dan wisatawan mulai memadati lokasi wisata kembali. Menurut laporan dari situs penjualan tiket daring, generasi muda lebih memilih destinasi wisata yang berdekatan dengan rumah mereka. Hal ini membuat destinasi wisata di Indonesia menjadi pilihan favorit saat ini. Senior Public Relations Manager Sandra Darmosumarto mengungkapkan bahwa destinasi wisata domestik masih menjadi primadona di kalangan generasi muda untuk berlibur. "Karena pandemi, orang-orang cenderung ingin berlibur di tempat yang dekat dengan rumah. Lebih banyak orang yang melakukan staycation dan tren Work From Bali masih terjadi sampai sekarang. Bali tetap menjadi tujuan wisata favorit generasi milenial setelah pandemi ini. Selain itu, kota-kota lain seperti Bandung, Yogyakarta, dan Belitung juga mengalami peningkatan kunjungan wisata," kata Sandra. [Baca juga : "Rekomendasi Desa Wisata Di Indonesia Yang Cocok Untuk Generasi Z Dan Milenial!"] Pemerintah telah menyiapkan lima destinasi pariwisata super prioritas, dua di antaranya menjadi pilihan teratas bagi wisatawan. Sedangkan, dua destinasi wisata DPSP yang paling banyak dikunjungi oleh generasi muda adalah Mandalika dan Labuan Bajo. Berkat penggunaan media sosial yang masif dalam mengungkap lokasi wisata baru, beberapa destinasi wisata baru seperti desa wisata di kawasan Mandalika mengalami peningkatan kunjungan saat MotoGP Mandalika berlangsung. Generasi muda tidak hanya berlibur di tempat-tempat wisata tersebut, tapi juga memanfaatkan waktu untuk melakukan hobinya, seperti bersepeda dan meditasi. Akhirnya, desa-desa wisata juga semakin dikenal oleh masyarakat luas dan menjadi alternatif pilihan untuk memberikan pengalaman liburan yang mengesankan. (Sumber Foto @nanaputrii._) 
...more

Jalan Malioboro Kini Lengang Tanpa Parkir Kendaraan

TRIPTRUS - Mulai hari ini, Senin 4 April 2016, parkir sepeda motor di Jalan Malioboro mulai direlokasi ke tempat parkir Abu Bakar Ali, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dampaknya, tepi Jalan Malioboro kini lengang dari parkir sepeda motor. Di sejumlah titik ruas jalan, dipasang pagar besi merah untuk penanda bahwa sepeda motor tidak boleh masuk ke lahan yang sebelumnya digunakan untuk parkir. Sejumlah aparat kepolisian tampak berjaga di beberapa titik. Mereka mengarahkan pengendara yang hendak parkir di kawasan tersebut, agar menuju gedung parkir Jalan Abu Bakar Ali. Lahan parkir yang lengang kini digunakan oleh sejumlah pejalan kaki. Uji coba relokasi parkir mulai diterapkan Pemerintah Kota Jogja mulai hari ini. Malioboro akan dijadikan kawasan pedestrian. Sementara para juru parkir Malioboro diizinkan mengatur parkir di gedung tersebut. Sebagai ganti pendapatan, mereka diberi uang kompensasi Rp 70.000 per orang per hari. Pembagian uang kompensasi dilakukan di Kantor UPT Malioboro, Jalan Malioboro. Setiap juru parkir menerima Rp 70.000. (Sumber: Artikel pikiran-rakyat.com Foto writerwkamah.com)
...more

Menjelajah Lima Tempat Wisata Menarik Bernilai Sejarah di Banten

TripTrus.Com -  Banten merupakan salah satu provinsi yang ada di wilayah Tatar Pasundan. Dulunya Banten merupakan bagian dari provinsi Jawa Barat sebelum akhirnya dilakukan pemekaran pada tahun 2000.  Provinsi yang memiliki 4 kota ini ternyata memiliki potensi wisata yang layak untuk kamu datangi. Wisata di Banten berikut ini tidak hanya sekadar menyajikan pemandangan yang indah, namun tersemat nilai edukatif akan sejarah di dalamnya. Lokasi-lokasi wisata berikut patut kamu datangi jika ingin mengenal peninggalan Banten di masa lampau. 1. Istana Keraton Kaibon   Bung @andibachtiar & Kang @Gol_A_Gong #IstanaKaibon #BaladaSiRoy #instadroid #andrography A post shared by Doneh Abe (@downnee) onJan 26, 2013 at 11:20pm PST Tempat bersejarah pertama ada istana keraton kaibon. Jika dilihat dari namanya, Kaibon sendiri berati keibuan. Nah, keraton ini dulunya dibangun karena pada kala itu sultan Syaifusin masih berusia lima tahun, sehingga tidak bisa atau belum mampu memegang pemerintahan, sehingga sang ibu, yakni Ratu Aisyah, yang jadi wali sementara dan dibangunlah istana ini. Sayangnya pada 1832 bangunan ini dihancurkan oleh Belanda. Meski sudah hancur, namun jejak peninggalan sejarah masih bisa kita temukan dari bebatuan seperti bangunan gerbang juga pintu-pintu kokoh besar. Dulunya bangunan ini memiliki corak islam yang kental seperti masjid yang memiliki pilar-pilar menjulang. 2. Masjid Agung Banten   "Banten Empire Mosque" Pertama kali eksplorasi di Banten Lama, melihat kemegahan Kesultanan Banten di masa lalu. Rekomendasi untuk yang berminat wisata sejarah. Menilik kembali bagaimana perdagangan global di masa keemasan Kerajaan Islam, serta masa awal era kolonialisme di Nusantara. #mosque #tower #masjidagungbanten A post shared by Nuansa Bayu Segara (@segaranuansabayu) onApr 6, 2018 at 6:18am PDT Banten merupakan salah satu daerah di Indonesia yang juga terkenal akan kentalnya budaya islam. Salah satu bukti tersebut dapat kita temukan dari Masjid Agung Banten. Masjid yang selalu ramai oleh para peziarah tidak hanya lokal saja, melainkan dari banyak penjuru tanah air. Yang menjadikan masjid ini unik adalah menaranya, di mana mirip sekali dengan mercusuar yang tinggi. Konon masjid ini dibangun pada tahun 1552 oleh Sultan Maulana Hasanuddin. Jika kamu tertarik berkunjung ke sini datang saja ke desa Banten, atau jika kamu dari Serang jarak yang ditempuh adalah 10 km atau sekitar 25 menit saja. [Baca juga : Lasem is Awesome!] 3. Benteng Speelwijk   #1585ad. Dibina oleh #belanda diatas keruntuhan #kesultananbanten #sejarahpastiberulang #bentengspeelwijk A post shared by ahmad idris (@ahmad.idrisss) onFeb 4, 2018 at 10:55pm PST Benteng Speelwijk berlokasikan di kampung Pamarican, atau bisa juga ditempuh selama lima belas menit jika kamu dari Serang. Mitosnya benteng ini merupakan bangunan peninggalan Belanda, namun ternyata bangunan ini sendiri dibangung oleh Kesultanan Banten di mana fungsi dari benteng ini sendiri adalah sebagai alat penahan jika sewaktu-waktu ada serangan laut. Bentuk bentengnya yang unik menjadikan daya tarik tersendiri bagi kamu yang ingin menyentuh atau bersinggungan dengan sejarah di masa lampau. 4. Danau Tasikardi   Gerimis Pagi Oleh : Aliza Mehayu "Eh, kapan datang?" Tanyamu, Pagi. "Jalan yuk, kita udah telat." Tanpa menunggu aku menjawab engkau sudah pergi menuju keramaian. Aku belum beranjak dari dudukku. Menikmati indahnya gerimis pagi. "Hayuk!" Kali ini kau agak berteriak. Kau menunjuk jam di pergelangan tanganmu. Jadwal kereta masih 15 menit lagi. Tapi kau selalu begitu, well prepared. Selalu dalam posisi standby. Selau pertama hadir, selalu menunggu bukan yang ditunggu. Aku yakin kau sudah tiga kali mengecek isi ranselmu. Memastikan tidak ada satu barangpun yang tertinggal. Aku selalu menyukaimu, Pagi. Berlari kecil aku mengejarmu. " Di kereta juga bisa liatin hujan," ucapmu ketika langkah kita sejajar. Ingin aku protes, "ini gerimis bukan hujan," tapi pasti kau sudah siap menjawabnya dengan argumen-argumen cerdasmu. Saat ini aku tidak sedang ingin beradu argumen, aku hanya ingin mensyukuri dan menikmati pagi. Foto : hasil gugling #danautasikardi #bantenlama #fiksimey A post shared by Meyliza (@alizamehayu) onFeb 8, 2017 at 2:21pm PST Selain menawarkan akan keindahan juga ketenangannya, Danai Tasikardi akan membawa kalian pada sejarah Banten di masa lampau. Danau yang berlokasikan di desa Margasana, Kramatwatu ini memiliki arti danau buatan. Danau yang dibuat oleh Sultan Banten ini dulunya difungsikan sebagai penampung air dari sungan Cibanten yang selanjutnya digunakan sebagai pengairan sawah-sawah penduduk. Juga, selain itu danau ini sendiri dipakai sebagai pemasok air di keraton. 5. Vihara Avalokitesvara   Belajar sejarah 😅 #viharaavalokitesvara #viharaavalokitesvarabanten #indonesia #banten A post shared by Ibnurestu (@restu_9) onJan 11, 2017 at 4:25am PST Vihara Avalokitesvara bisa dikatakan vihara tertua, sebab dibangun pada abad ke 16. Vihara sendiri konon tidak bisa dilepaskan dari sosok Sunan Gunung Jati dalam pembangunannya. Jika kamu dari Serang hanya dibutuhkan waktu 20 menit untuk sampai ke vihara yang berlokasikan di kecamatan Kasemen ini. Bangunan ini sempat mengalami musibah, namun tenang karena bentuk bangunannya sendiri masih utuh dan bisa dinikmati keindahan seni arsitekturnya yang bikin kagum. Bagaimana? Mengenal sejarah tetap bisa menyenangkan seperti berkunjung ke lokasi-lokasi di atas. Selain bersenang-senang kita juga mendapatkan ilmu di dalamnya. (Sumber: Artikel bantenbangkit.com, Foto Tanti Ruwani)
...more

Curug Di Sentul Emang Asyik Buat Anak-Anak, Bro!

TripTrus.Com -  Sentul emang punya sumber daya alam yang kece banget, bro! Ada hutan, sungai/leuwi, air terjun/curug, sampe goa gitu. Pemandangannya yang bikin mata melek bikin Sentul jadi jagoan baru buat ngilangin penat. Dan yang paling asik, deket dari Jakarta dan Bogor, jadi wisatawan pada mantep dan gak mikir dua kali buat kesini. Nah, kalo mau bahas curug atau air terjun, ada yang tau curug mana yang aman buat anak-anak? 1. Curug Putri Kencana Bro, di Sentul banyak banget Curug, salah satunya Curug Putri Kencana. Tempatnya tuh di kawasan Sentul City, kecamatan Babakan Madang. Curug ini asli cantik alaminya dan udaranya segar banget, bro. Spot foto di sini juga kece abis. Makanya, banyak banget turis yang dateng dari luar mau kesini, soalnya Curug Putri Kencana ini banyak spot foto keren dan batu-batu gede banget. Nah, yang seru lagi, Curug Putri Kencana ini paling deket sama tempat tinggal orang. Jaraknya dari loket masuk juga cuma sekitar 500-600 meter, udah nyampe deh. Biasanya, banyak keluarga yang suka kesini. Ya karena lokasinya deket parkirannya dan jalannya juga gak terlalu curam, jadi gampang buat jalan-jalan ke sini. 2. Curug Love Di Sentul ada banyak banget curug asik yang bisa kamu kunjungi, salah satunya curug Love. Konon katanya, curug ini bisa ngebantu kamu dapetin jodoh. Tempatnya ada di Kampung Wangun, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang. Banyak turis dari luar kota yang pengen liburan ke curug ini, bro. Awalnya namanya Curug Meledug, tapi seiring waktu berubah jadi Curug Love. Namanya Curug Love karena airnya yang ngalir diapit batu gede yang bentuknya mirip love. Makanya, curug ini juga dikenal dengan sebutan curug love oleh pengunjungnya. Kalo kamu mau ke Curug Love, bisa minta bantuan pemandu wisata buat ditemenin. Nah, kamu bisa pilih rute yang mau kamu lewatin. Buat yang baru pertama kali ke curug ini, biasanya pada lewatin jalur yang gampang, cuma jalan sekitar 2,5 kilometer dari pos bawah, kurang lebih 2 jam perjalanan. Jalurnya lumayan nanjak dan banyak batu dan tanah merah. Jadi, buat kamu yang mau ke Curug Love, sebaiknya pake sepatu gunung atau sendal gunung biar nyaman jalan-jalannya. Buat pecinta alam yang belum pernah ke sini, sangat direkomendasikan buat mampir dan nikmatin serunya main-main di Curug Love. Jalannya seru banget, banyak lewatin curug-curug lain dan keindahan alam lainnya. Curug ini juga punya kedalaman 1,8 meter dan airnya jernih banget pas musim kemarau, pastinya menyegarkan banget, bro. [Baca juga : "5 Gunung Mistis Di Indonesia, Padahal Sering Jadi Favorit Para Pendaki, Loh!"] 3. Curug Leuwi Hejo Lagi ngehits nih, curug alam Curug Leuwi Hejo. Kabarnya, tempat wisata tersembunyi ini mirip banget sama keindahan Green Canyon versi Indonesia, Moms. Ini tuh air terjun tinggi yang ada di tengah perhutanan gitu. Leuwi sendiri dalam bahasa Sunda artinya kolam atau relungan, lho. Nah, hejo artinya hijau. Jadi, air terjun ini terkenal banget dengan perairannya yang jernih kayak 'Green Canyon', Moms. Salah satu yang bikin tempat ini beda adalah pegunungan batu yang megah banget di sekitarnya. Tebing curam dengan batu-batuan ini bikin wisata air terjun ini jadi banyak digemari wisatawan akhir-akhir ini. Bahkan, di sekitar sini juga banyak curug lain yang gak kalah indah buat dinikmati. Jadi, kalo lagi pengen wisata alam seru, mampir aja ke Curug Leuwi Hejo dan eksplorasi curug-curug lainnya yang deket sini.  (Sumber Foto @fadilfadiru) 
...more

Liburan Akhir Tahun Happy Tapi Kantong Tetep Aman? Gaspol, Bro!

TripTrus.Com - Eh, lo udah kepikiran belum mau cabut ke mana pas akhir tahun? Tapi ya, jangan cuma mikirin seneng-seneng doang, cuy! Duit juga kudu diatur biar nggak langsung ambyar. Masa iya, habis liburan lo malah sibuk mikirin utang? Gawat banget itu.       View this post on Instagram A post shared by Marina | Slow Luxury Travel & Experiences (@marinacomes) Sini, gue kasih bocoran tips biar liburan lo tetep seru tapi nggak bikin dompet lo puasa. Hemat itu bukan berarti liburan lo jadi garing, kok. Yang penting lo tau caranya ngatur budget. Jadi, yuk gasin aja rencana liburan lo! Nggak usah takut duit abis asal lo udah punya strategi jitu buat liburan hemat. Siap-siap, kita bikin liburan akhir tahun lo nggak cuma asik tapi juga santuy buat kantong. 1. Jangan Pilih Tanggal yang Rame Banget Lo tau kan, kalau liburan di tanggal merah atau musim liburan itu bencana buat dompet? Harga tiket, penginapan, sama apa pun yang lo butuhin pasti langsung naik kayak roket. Kalau bisa, hindarin tanggal 29-31 Desember. Lebih baik ambil tanggal sebelum itu biar lo bisa santai tanpa drama macet atau tempat wisata penuh sesak. 2. Anggaran Realistis Itu Kunci Ngimpi liburan mewah nggak salah, tapi lo harus realistis sama kemampuan dompet lo. Bikin budget yang sesuai realita, biar lo tau mau jalan-jalan gaya fancy atau simpel tapi tetap meaningful. Dengan anggaran yang jelas, lo bisa atur pengeluaran tanpa takut over budget. [Baca juga : "Nataru? Let's Go, Bro! Ini Destinasi Hits Buat Kabur Sejenak!"] 3. Jangan Beli Tiket Mepet-Mepet Lo harus paham nih, beli tiket transportasi atau booking hotel mepet-mepet itu sama aja cari masalah. Harganya pasti jauh lebih mahal! Kalau udah tau tanggal berangkat, buruan pesan tiket dari jauh-jauh hari, minimal 2-4 minggu sebelumnya. Ini berlaku buat tiket pesawat, kereta, bus, bahkan hotel. 4. Berburu Promo dan Diskon Manfaatin teknologi dong! Banyak aplikasi yang sering kasih promo dan diskon buat tiket transportasi atau penginapan. Gue saranin, lo rajin cek aplikasi booking online atau website resmi biar dapet harga miring. Lumayan kan, sisa duitnya bisa lo pake buat hal lain. 5. Bawa Bekal, Kenapa Nggak? Lo bisa banget hemat uang makan dengan bawa bekal sendiri. Apalagi kalau destinasi lo agak jauh atau bahkan ke luar negeri. Makanan instan kayak mie cup, sambal, atau lauk praktis bisa jadi penyelamat. Selain hemat, lo juga nggak ribet nyari makanan yang cocok sama lidah lo. Nih ya, lo harus inget, yang bikin liburan seru itu bukan mahal atau murahnya, tapi gimana pengalaman asiknya yang lo dapet. Jadi, pinter-pinter deh ngatur strategi biar liburan lo tetep hemat tapi gak ngebosenin. Momen itu penting, cuy! Jangan cuma mikirin duit doang, tapi nikmatin aja setiap detiknya. Liburan tuh buat seneng-seneng, bukan buat stress mikirin budget terus. Udah deh, siapin rencana lo, jalanin, dan have fun! Liburan hemat juga bisa jadi pengalaman yang gak terlupakan kalo lo tau caranya. Selamat liburan, bro/sis! (Sumber Foto @jennasilver_) 
...more

5 Destinasi Wisata Bahari Terbaik di Indonesia yang Wajib Lo Kunjungi pada Bulan Juli

TripTrus.Com - Kalau lo lagi cari destinasi liburan yang bisa bikin pikiran fresh sekaligus memanjakan mata, wisata bahari di Indonesia jelas nggak pernah gagal. Sebagai negara kepulauan dengan ribuan pulau yang membentang dari Sabang sampai Merauke, Indonesia punya deretan pantai, pulau eksotis, hingga surga bawah laut yang diakui dunia. Nah, bulan Juli jadi salah satu waktu paling ideal buat menjelajahi keindahan tersebut. Memasuki puncak musim kemarau, cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia cenderung cerah, ombak lebih bersahabat, dan air laut terlihat jauh lebih jernih. Jadi, buat lo yang hobi snorkeling, diving, island hopping, atau sekadar rebahan santai di pantai, sekarang saatnya mulai menyusun rencana liburan.       View this post on Instagram A post shared by Alvin Bromo™ (@alvinalhuda) 1. Kepulauan Derawan Salah satu destinasi yang wajib masuk bucket list adalah Kepulauan Derawan di Kalimantan Timur. Gugusan pulau ini terkenal sebagai salah satu surga bawah laut terbaik di Indonesia. Saat Juli tiba, kondisi laut biasanya sedang prima dengan visibilitas yang sangat baik sehingga aktivitas snorkeling maupun diving terasa makin maksimal. Salah satu pengalaman yang paling unik adalah berenang bersama ubur-ubur tanpa sengat di Danau Kakaban. Selain itu, Pulau Maratua dan Pulau Sangalaki juga menawarkan panorama bawah laut yang penuh warna dengan terumbu karang yang masih terjaga. Buat penyelam berpengalaman, Barracuda Point menjadi lokasi favorit karena sering menghadirkan fenomena barracuda tornado yang spektakuler. 2. Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air Kalau lo lebih suka suasana tropis yang lengkap dengan kafe, pantai cantik, dan kehidupan malam yang seru, trio Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air di Lombok bisa jadi pilihan yang tepat. Ketiga pulau ini punya karakter yang berbeda. Gili Trawangan cocok buat lo yang ingin menikmati suasana ramai dan berbagai aktivitas seru. Sebaliknya, Gili Meno menawarkan atmosfer yang tenang sehingga pas untuk honeymoon atau healing tipis-tipis. Sementara itu, Gili Air berada di tengah-tengah, memadukan suasana santai dengan sentuhan kehidupan lokal yang masih terasa kental. Selama Juli, air laut di kawasan ini begitu jernih sehingga snorkeling bersama penyu di Turtle Point atau menyelam di berbagai dive site menjadi pengalaman yang sayang untuk dilewatkan. Kalau lagi santai, lo juga bisa mengelilingi pulau menggunakan sepeda karena kendaraan bermotor hampir tidak ada. 3. Pulau Weh Di ujung paling barat Indonesia, Pulau Weh di Sabang juga menyimpan pesona bahari yang luar biasa. Banyak orang mengenalnya sebagai lokasi Titik Nol Kilometer Indonesia, padahal keindahan bawah lautnya nggak kalah memikat. Saat musim kemarau, kondisi laut di sekitar Pulau Weh sangat tenang sehingga cocok untuk snorkeling maupun diving. Pantai Iboih dan Pulau Rubiah menjadi lokasi favorit bagi wisatawan yang baru pertama kali menyelam karena airnya tenang dan biota lautnya sangat beragam. Sementara itu, penyelam berpengalaman bisa mencoba tantangan drift dive di Arus Balee atau mengeksplorasi bangkai kapal bersejarah Sophie Rickmers yang kini menjadi habitat berbagai jenis ikan dan terumbu karang. Setelah puas bermain air, jangan lupa mampir ke Monumen Nol Kilometer untuk mengabadikan momen di titik paling barat Indonesia. [Baca juga : "Nggak Cuma Healing, Di Sini Bisa Ngerasain Kisah Cinta Paling Tragis Yang Pernah Ada Di Tanah Lebak"] 4. Pulau Karimunjawa Kalau lo tinggal di Pulau Jawa dan ingin liburan tanpa harus terbang terlalu jauh, Karimunjawa di Jawa Tengah bisa menjadi destinasi yang nggak kalah menarik. Gugusan pulau ini menawarkan kombinasi pantai berpasir putih, laut biru yang bening, serta kehidupan bawah laut yang masih alami. Bulan Juli menjadi waktu terbaik untuk berkunjung karena ombak relatif tenang sehingga perjalanan antarpulau terasa lebih nyaman. Aktivitas island hopping menjadi agenda wajib, terutama menuju Pulau Menjangan Kecil dan Pantai Tanjung Gelam yang terkenal dengan panorama matahari terbenamnya. Selain snorkeling dan diving, Karimunjawa juga memiliki penangkaran hiu yang memungkinkan wisatawan berinteraksi langsung dari jarak dekat. Kabar baiknya lagi, destinasi ini masih ramah di kantong sehingga cocok buat lo yang ingin menikmati liburan berkualitas tanpa harus menguras tabungan. 5. Pulau Belitung Pilihan berikutnya adalah Belitung, destinasi yang memiliki ciri khas berupa batu-batu granit raksasa yang berpadu indah dengan air laut berwarna biru kehijauan. Pemandangan seperti ini sulit ditemukan di tempat lain sehingga Belitung punya daya tarik tersendiri. Pantai Tanjung Tinggi menjadi salah satu ikon wisata yang semakin populer setelah muncul dalam film Laskar Pelangi. Sementara itu, Pantai Tanjung Kelayang menjadi titik awal favorit untuk menjelajahi pulau-pulau kecil di sekitarnya. Lo bisa mampir ke Pulau Lengkuas yang memiliki mercusuar tua peninggalan kolonial atau singgah di Pulau Pasir yang hanya muncul ketika air laut surut. Setelah puas menjelajah, jangan lupa mencicipi aneka hidangan laut segar khas Belitung yang terkenal lezat dan cocok dinikmati sambil melihat panorama pantai. Bukan tanpa alasan Juli disebut sebagai salah satu musim terbaik untuk wisata bahari di Indonesia. Cuaca yang lebih stabil membuat perjalanan laut menjadi lebih nyaman, sementara air yang jernih menghadirkan pengalaman menyelam dan snorkeling yang jauh lebih memuaskan. Pemandangan bawah laut terlihat semakin jelas, warna terumbu karang tampak lebih hidup, dan kesempatan bertemu berbagai biota laut juga lebih besar dibandingkan saat musim hujan. Jadi, kalau lo masih bingung mau liburan ke mana bulan Juli nanti, lima destinasi bahari ini layak banget masuk daftar perjalanan. Mulai dari Derawan yang eksotis, trio Gili yang selalu bikin rindu, Pulau Weh dengan keindahan bawah lautnya, Karimunjawa yang tenang, hingga Belitung yang terkenal dengan batu granit ikoniknya, semuanya menawarkan pengalaman berbeda yang sama-sama berkesan. Tinggal pilih destinasi yang paling sesuai dengan gaya liburan lo, ajak keluarga atau sahabat, lalu siap-siap menikmati pesona laut Indonesia yang nggak pernah gagal bikin gue dan lo pengin balik lagi. (Sumber Foto @baliautrement)
...more

Purwokerto Emang Nggak Glamor, Tapi Nyamannya Bikin Lo Males Balik!

TripTrus.Com - Lo tau nggak sih, belakangan ini makin banyak orang yang ngomongin Purwokerto, tapi bukan karena kota ini keren ala-ala Jakarta atau heboh kayak Bandung. Justru karena kota kecil ini tuh punya vibe yang beda banget—adem, tenang, dan nyaman parah. Banyak orang di YouTube, Twitter, sampe TikTok yang bilang kalo tinggal di sini tuh rasanya kayak lagi healing permanen. Gak rame-rame amat, gak ribet, tapi tetep hidup. Jadi wajar aja kalo sekarang banyak yang mulai lirik Purwokerto bukan sebagai kota “istimewa”, tapi kota enak buat hidup. Nah, ini nih beberapa alasan kenapa kota ini makin naik daun.       View this post on Instagram A post shared by Purwokerto Drone (@purwokertodrone) 1. Udara Adem, Hati Jadi Kalem Lo bosen sama panasnya Jakarta yang bikin gerah 24/7? Di Purwokerto beda, bro. Udara di sini tuh adem banget, nggak terlalu banyak polusi, dan suasananya masih hijau-hijau gimana gitu. Cocok banget buat lo yang pengen cabut dari keruwetan kota besar. Banyak banget orang yang nyobain tinggal di sini terus jadi jatuh cinta sama slow living ala Purwokerto—hidup santai tapi tetep meaningful. Kayak, bangun pagi bisa denger suara burung, buka jendela langsung kena angin sejuk. Bukan cuma anak muda aja, para vlogger sampe orang tua juga banyak yang bilang kalo vibes-nya Purwokerto tuh bikin betah. 2. Jalanan Gak Bikin Stress Kalau lo biasa tinggal di kota besar kayak Jakarta, pasti ngerti rasanya stuck di kemacetan tiap hari. Tapi di Purwokerto? Wah, lalu lintasnya tuh masih manusiawi banget. Mau ke mana-mana nggak perlu ngerencanain 1 jam sebelumnya gara-gara takut macet. Lo bisa jalan-jalan naik motor, mobil, atau bahkan jalan kaki tanpa drama. Banyak juga netizen yang bilang, kalo pensiun nanti, pengennya tinggal di Purwokerto karena tenang dan nggak penuh tekanan. 3. Harga Hidup yang Masih Waras Nah ini penting banget—biaya hidup di Purwokerto tuh ramah di kantong. Makan enak gak perlu mahal, naik transportasi juga nggak nguras dompet, dan nyari tempat tinggal yang oke tapi terjangkau tuh masih bisa banget. Buat lo yang pengen hidup nyaman tanpa harus ngoyo kerja 24 jam, Purwokerto ini bisa jadi solusi. Hemat tapi nggak murahan. Hidup enak nggak harus di kota besar, cuy! [Baca juga : "April 2025 Bakal Gokil! Festival Di Tiap Kota Bikin Lo Nggak Mau Diem Di Rumah"] 4. Tempat Main Keluarga yang Bikin Betah Lo punya keluarga? Atau suka nongkrong bareng temen yang family vibes? Di Purwokerto banyak banget tempat yang ramah buat keluarga, salah satunya Taman Andhang Pangrenan. Tempat ini tuh enak buat piknik, santai-santai sore, atau sekadar duduk sambil ngobrol. Parkir gampang, suasana adem, dan pastinya aman buat anak-anak. Kota ini emang nggak punya theme park gede, tapi tempat buat chill bareng orang terdekat tuh bertebaran. 5. Lokasi Strategis, Gampang Banget Diakses Meskipun kecil, tapi jangan remehkan posisi strategisnya Purwokerto. Kota ini gampang banget dijangkau dari mana-mana—baik pake mobil, bus, apalagi kereta. Dikelilingi kota-kota penting di Jawa Tengah bikin lo nggak ngerasa terisolasi. Lo masih bisa main ke kota besar kalo perlu, tapi tetep punya base yang tenang dan nyaman di sini. Kayak punya tempat ngumpet dari dunia, tapi masih gampang kalo mau balik. Lo nggak bakal nemu gedung pencakar langit atau pusat perbelanjaan super mewah di Purwokerto. Tapi yang lo dapet justru sesuatu yang lebih penting: ketenangan, kenyamanan, dan gaya hidup yang lebih real. Gak heran sih kalo banyak konten kreator yang nyaranin kota ini buat orang-orang yang pengen escape dari bisingnya kehidupan kota. Jadi, kalo lo lagi mikir buat pindah, cari tempat healing yang gak mainstream, atau sekadar pengen merasakan hidup yang lebih chill—coba deh mampir ke Purwokerto. Siapa tau lo malah betah dan gak pengen balik! (Sumber Foto @purwokertoonline)
...more

Tips Menghadapi Gempa Saat Traveling

TripTrus.Com - Gempa yang kemarin hari melanda Jakarta dan serta kota sekitarnya mengagetkan semua orang. Bagi traveler yang sedang di wilayah gempa, perhatikan beberapa tips berikut ini.   Summertime and the livin's easy A post shared by Geoffrey (@g2daizzle) onJul 31, 2016 at 12:26am PDT Gempa bisa terjadi dimana saja, apalagi di destinasi wisata yang dekat sabuk gunung api dan pertemuan lempeng bumi seperti di Indonesia. Selasa 22/1/2018, baru saja terjadi gempa besar 6,4 SR yang berpusat di Lebak, Banten dan dirasakan di Jakarta serta kota sekitarnya. Kalau sampai traveler berjumpa gempa saat sedang berada di suatu destinasi, harus tahu kiat-kiat supaya tetap aman. Dihimpun detikTravel dari berbagai sumber, inilah kiat menghadapi gempa: 1. Tetap tenangMeskipun gempa sedang berlangsung, kondisikan fisik dan mental agar tetap tenang. Ini akan membantu proses evakuasi nantinya. 2. Berlindung di bawah mejaJika sedang berada di dalam ruangan, berlindunglah di bawah meja atau benda berat agar tidak tertimpa reruntuhan yang jatuh menimpa badan. 3. Hindari lift, pakai tangga darurat Jika traveler sedang ada di dalam gedung, jangan menggunakan lift. Lift bisa sewaktu-waktu mati di tengah jalan. Gunakanlah tangga darurat saat situasi seperti ini.  4. Cari tempat lapang dan jauhi gedungPergilah ke lapangan terbuka dan jauhi dari gedung. Berkumpulah di tempat evakuasi jika sedang bersama rombongan traveler lain. 5. Jangan bawa benda mudah terbakar Sebisa mungkin, jangan bawa benda mudah terbakar. Seperti korek api, gas, lilin, atau benda yang sewaktu-waktu dapat mengeluarkan percikan api. 6. Jangan berkendara Jika sedang road trip di destinasi dengan mobil kendaraan lainnya. Turun dan tinggalkan kendaraan serta carilah tempat yang luas dan lapang. 7. Jauhi pantai Jika traveler sedang berada di pantai, segera menjauh dari pantai untuk menghindari risiko tsunami. Segera cari tempat yang lebih tinggi.Stay safe ya, traveler! (Sumber: Artikel travel.detik.com, Foto freepik.com)
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography

Upcoming Trips

Treaking Gunung Papandayan
31 Jul - 01 Aug 2026
Open Trip Dieng Plateau
31 Jul - 02 Aug 2026
Open Trip Pulau Pahawang Lampung
31 Jul - 02 Aug 2026
×

...