shop-triptrus



Jelajahi 6 Destinasi Wisata Subang

TripTrus.Com - Subang memiliki potensi daya tarik yang tidak kalah dari Bandung maupun Lembang. Kabupaten di sisi utara Bandung ini menawarkan destinasi yang lengkap mulai dari gunung hingga pantai. Dengan kekayaan potensi alamnya tersebut, akan ada banyak destinasi wisata Subang yang mungkin akan menjadi tren wisata selanjutnya. Nah berikut ini adalah 6 rekomendasi tempat wisata Subang terbaik yang bisa kamu jadikan referensi destinasi selama liburan. 1. Bukit Pamoyanan       View this post on Instagram A post shared by 🇷❙⭕ & 🇷❙🇺 P░e░n░d░a░k░i░ C░i░l░i░k (@rioriuadventure) Mencari tempat camping yang asyik untuk menikmati sunrise di Subang? Bukit Pamoyan bisa jadi pilihan. Dari atas bukit ini kamu bisa menikmati panorama matahari terbit lengkap dengan lautan awan yang apik. Dengan keindahan tersebut tidak heran jika setiap sore mulai banyak tenda yang berdiri memenuhi kawasan puncak. Sambil bersantai di dalam tenda, kamu bisa menikmati pemandangan malam bertabur bintang dan matahari terbit saat fajar tiba. Tiket masuk kawasan bukit ini juga tidak terlalu mahal, hanya sekitar Rp5.000,00 per orang. 2. Curug Cileat       View this post on Instagram A post shared by Iman (@_kopites_man) Tersembunyi di balik hutan dan persawahan, pesona keasrian dari Curug Cileat ini benar-benar sangat terjaga seperti Air Terjun Grojogan Sewu. Tingginya yang mencapai 100 meter lebih ini membuat objek wisata ini menjadi air terjun tertinggi di Subang. Bahkan saking tingginya, dari jauh kamu sudah bisa merasakan segarnya hembusan embun air terjun yang terbang tertiup angin. Untuk menuju kawasan air terjun ini, kamu harus melewati jalan panjang menyusuri sungai dan hutan. Lelah selama perjalanan akan langsung terbayarkan saat sudah tiba di lokasi karena pemandangannya sangat menawan. Alamat persis dari air terjun ini berada di daerah Cibogo, Cupunagara, Gardusayang, Cisalak, Subang. Tempat ini buka selama 24 jam namun waktu terbaik berkunjung tentu saja saat pagi hari. 3. Pantai Cirewang Indah       View this post on Instagram A post shared by SUBANG INFO (@subang.info) Berlokasi di desa Pangarengan, Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Pantai Cirewang Indah yang diresmikan pada tahun 2013 silam adalah pantai dengan tanah timbul yang saat ini luasnya sekitar 500 meter persegi. Pantai ini dikenal dengan pohon-pohon bakau yang mencegah abrasi. Salah satu destinasi wisata di Subang ini tak hanya menawarkan pemandangan laut lepas, tapi juga Teluk Sidaon di mana terdapat banyak kepiting. Tak heran, penduduk sekitar sering memancing di teluk tersebut. Untuk berjalan-jalan di sekitar pantai ini tidak dikenakan biaya, namun jika kamu ingin menaiki perahu maka harga sewanya adalah Rp15.000. 4. Kebun Teh Ciater       View this post on Instagram A post shared by Arif Tesgi (@semuakegemaran) Untuk kamu yang suka berburu sunrise, jangan lewatkan destinasi wisata di Subang yang satu ini: Kebun Teh Ciater. Kebun teh ini tidak memiliki jam operasional sehingga kamu bisa berkemah di tempat yang disediakan di kawasan kebun teh atau stand by mulai pukul 04.00 WIB untuk “mengejar” matahari terbit. Setelah menikmati hangatnya mentari dengan semilir angin perkebunan yang sejuk, kamu bisa mengelilingi perkebunan dan mengunjungi pabrik teh untuk melihat langsung proses pengolahan daun teh. Biaya masuk kawasan ini terjangkau yaitu Rp5.000 per orang. 5. Curug Sadim       View this post on Instagram A post shared by Kota Subang (@kotasubang) Curug cantik yang wajib kamu kunjungi di Subang adalah Curug Sadim. Keindahan dari air terjun setinggi 10 meter ini tidak jauh berbeda dengan salah satu tempat wisata Kuningan terkenal, Curug Putri Palutungan. Air terjun ini mempunyai kolam-kolam kecil di sepanjang aliran sungainya yang bisa kamu jadikan tempat bermain air. Tempat ini juga menyediakan area camping yang nyaman dengan suasana sejuk khas perkebunan teh. Tempat tujuan wisata dengan tiket masuk yang sangat terjangkau ini menjadi salah satu lokasi favorit warga Subang dan sekitarnya untuk piknik. Jika tidak mau camping, kamu hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp12.5000,00 saja. Lokasi curug sadim ini sendiri berada di daerah Cicadas, Sagalaherang, Subang. Kamu bisa mengunjungi curug Sadim antara pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB setiap harinya. [Baca juga : "6 Destinasi Wisata Lampung Barat Paling Hits Untuk Dikunjungi"] 6. Desa Wisata Cibuluh Subang       View this post on Instagram A post shared by GenPI Subang (@genpisubang) Di Kabupaten Subang terdapat sebuah desa yang memiliki panorama dan fasilitas yang amat lengkap layaknya surga yang tersembunyi. Desa tersebut bernama Cibuluh. Desa Cibuluh sendiri terletak di ketinggian 650 meter di atas permukaan laut sehingga masuk kategori wilayah pegunungan. Desa Cibuluh yang terletak di Kabupaten Subang tersebut memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Desa dengan luas total wilayah 563.298 Ha, tersebut memiliki fasilitas seperti persawahan, perkebunan, pemakaman, perkantoran, klinik, puskesmas dan prasarana umum lainnya. Desa dengan pemandangan yang luar biasa tersebut juga dikenal dengan beragam Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), mulai dari makanan hingga peralatan berbahan dasar bambu yang biasa dipakai oleh masyarakat sekitar untuk memasak, menjemur pakaian, alat musik hingga hiasan rumah. (Sumber: Artikel indonesia.travel Foto @sanusi_uchiha) 
...more

Lima Tempat Wisata Bersejarah di Banda Neira

Triptrus.Com - Kepulauan Banda Neira yang merupakan titik kejayaan rempah-rempah di Indonesia, kini sejarahnya mulai diangkat kembali melalui sebuah film dokumenter, yaitu Banda, The Dark Forgotten Trail. Dalam film tersebut, diceritakan sejarah tentang pala yang menjadi rebutan banyak negara. Selain itu, Banda Neira juga memiliki beberapa destinasi wisata menarik yang patut Sahabat Sporto jelajahi. 1. Rumah Budaya Berkunjung ke surganya pala, Sahabat Sporto jangan sampai tak mampir ke Rumah Budaya Banda Neira. Lokasi situs bersejarah tersebut tepat berada di depan Delfika Guest House. Di dalam rumah ini, wisatawan bisa melihat rangakaian sejarah mengenai Banda Neira saat masa penjajahan. Di dalamnya, terdapat barang-barang peninggalan VOC yang terpajang di setiap sudutnya. Seperti jenis-jenis meriam, alat-alat rumah tangga, hingga lukisan-lukisan kuno yang menggambarkan seituasi pada masa penjajahan. 2. Gunung Api Banda Menurut sejarah, Pulau Banda terbentuk akibat letusan gunung berapi di sekitar wilayah laut Maluku. Jika berkunjung ke Neira, tak lengkap rasanya bila belum mengunjungi Gunung Api Banda. Gunung dengan tinggi 670 meter ini, pernah meletus pada Mei 1988. Jaraknya pun hanya 10 menit dari Pulau Neira dengan menggunakan perahu kecil. Jika ingn mendaki Gunung Api Banda, disarankan datang setelah shubuh. Karena saat siang hari, cuaca akan terasa panas dan menyengat. Dari atas gunung, Sahabat Sporto akan melihat pemandangan sekitar Pulau Neira yang memesona. 3. Lava Flow Wisata bawah laut di Banda Neira juga tak kalah menarik. Sahabat Sporto bisa menyelam menjelajahi keindahan terumbu karang hingga ikan-ikan cantik di dalamnya. Salah satu spot terbaik untuk menyelam, yaitu di Lava Flow. Tapi, Sahabat Sporto harus berhati-hati karena wisatawan dilarang menginjak terumbu karang di sini. Selain di Lava Flow, lokasi lainnya yang asyik untuk diving atau snorkeling yaitu di kawasan Dermaga Banda Neira. 4. Gereja Tua Gereja Tua "Hollandische Kerk" merupakan bagian wisata sejarah yang ada di Banda Neira. Bangunan bersejarah ini dibangun pada 1600 dan kebanggaan masyarakat Banda Neira. Namun, gereja ini sudah diperbaiki akibat gempa bumi. Kemudian, masyarakat setempat membangun kembali Gereja Tua ini pada 1852. Lokasi gereja ini terletak di sekitar Benteng Nassau. Pada masa kolonial Belanda, Gereja Tua rutin mengadakan pelayanan rohani. Dalam kegiatannya, bahasa yang digunakan adalah bahasa Belanda setiap Minggu dan bahasa Melayu saat sore hari. 5. Benteng Belgica Di Banda, ada sekitar 12 benteng peninggalan Portugis dan Belanda saat menjajah wilayah yang disebut Jalur Sutera ini. Salah satu benteng yang paling populer di sini adalah Benteng Belgica. Dibangun pada abad ke 16. Dulunya, benteng tersebut digunakan untuk menghalau perlawanan masyarakat Banda yang menolak monopoli perdagangan pala oleh VOC. Sekilas, Belgica mirip dengan Gedung Pentagon di Amerika Serikat karena memiliki gaya bangunan persegi lima. (Sumber: Artkel-Foto sportourism.id/Novie Fauziah)
...more

Target Ngebet, Indonesia Incar 1,5 Juta Turis Tiongkok Di 2024 Dengan 13 Penerbangan Super Gokil!

TripTrus.Com - Waduh, bro! Indonesia lagi ngebet banget, nih, buat ngegandeng 1,5 juta turis Tiongkok di 2024! Di tahun lalu, targetnya cuma 361 ribu, eh malah tembus 707 ribu, bro! Nah, sekarang kita lagi naikin targetnya jadi 1 juta sampai 1,5 juta wisatawan. Wah, bakal diiringin sama 13 penerbangan, loh!       View this post on Instagram A post shared by Siti Holipah Asnawi (@sitiholipah89) Wisnu Sindhutrisno, Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, bilang nih, kehadiran turis Tiongkok ini bakal bantu banget nge-rasain pariwisata di Indo. Katanya sih, "Tahun lalu kita target 361 ribu wisman Tiongkok, tercapai 707 ribu. Tahun ini dinaikkan targetnya menjadi 1 juta-1,5 juta, ini akan dibawa oleh 13 penerbangan dengan sejauh ini kapasitas kursi kita hitung sampai 1,1 juta." Alasan mereka ngelakuin ini juga, bro, karena model wisata anak muda Tiongkok sekarang udah beda. Katanya sih, 65 persen dari mereka itu anak muda yang suka wisata lebih lama, terutama yang demen petualangan, alam, dan budaya. Makanya, Kemenparekraf lagi dorong nih konsep desa wisata, homestay, dan tempat-tempat yang nyambung sama komunitas di desa-desa. Yogyakarta contohnya, bikin cokelat dan mandiin kerbau, gitu. [Baca juga : "Bali Kembali Gaspol Jadi Destinasi Paling Asyik Di Dunia 2024 Versi Tripadvisor!"] Wisnu juga bilang, karena bantuan internet, sekarang wisatawan Tiongkok lebih betah buat jalan-jalan ke tempat pendakian, petualangan alam, dan menyelam. Ini nggak cuma di Bali, tapi di mana-mana, bro! Mereka juga nggak cuma datang pas musim liburan aja, tapi sepanjang tahun, loh. Nah, kalo soal penerbangan, yang paling potensial menurut Wisnu itu dari Shanghai, Guangzhou, dan Beijing. Lalu ada juga dari Hong Kong sama Taiwan. Makanya, mereka lagi usaha keras buat tambah konektivitas penerbangan. Pokoknya, Indo lagi ngincer keras nih turis Tiongkok, katanya sih masih keempat setelah Australia dan India, tapi pasti bisa naikin peringkat. Semangat terus, Indo! (Sumber Foto @anastasiakosasih) 
...more

Wih, Pulau Mansinam Di Papua Katanya Bakal Dirombak Jadi Tempat Wisata Religi Yang Keren Abis Tahun

TripTrus.Com - Nah, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, lagi gencar-gencarnya menggarap Pulau Mansinam jadi destinasi budaya dan wisata religi tahun depan, guys! Si Bupati Manokwari, Hermus Indou, cerita kalau mereka punya rencana ambisius buat Pulau Mansinam. Mulai dari bikin pulau itu jadi pusat budaya religi di Papua sampe jadi destinasi wisata religi yang kelas dunia gitu, loh.       View this post on Instagram A post shared by Habema Buzeleck (@habema_buseleck) "Pulau Mansinam bakal diubah total jadi pusat budaya religi di Tanah Papua dan destinasi wisata religi yang nggak kalah sama yang lain," ujar Hermus sambil nyengir. Diketahui, Pulau Mansinam itu pertama kali disinggahi dua misionaris, Carl Willhem Ottow dan Johan Gottlob Geissler, tahun 1855. Mereka berdua ngajak warga setempat ke jalan Kristen Protestan, dan sejak saat itu, agama Kristen jadi dominan di Papua. [Baca juga : "Liburan Gokil Di Biak! Dispar Siapkan Destinasi Keren Buat Tahun Baru 2024, Ada Yang Baru Nih!"] Gara-gara sejarah itu, Pemkab Manokwari pengin banget ngegantikan Pulau Mansinam jadi tempat ziarah dan wisata rohani, bahkan bukan cuma di Papua tapi di seluruh Indonesia! Katanya lagi, nanti bakal dibangun Ottow Geissler International Convention Center (OGICC) yang megah banget di Pulau Mansinam. Gokil, kan? Proyek pengembangan Pulau Mansinam dimulai dengan bikin jalan lingkar sepanjang 10 kilometer. Nah, dana buat jalan itu bakal disupport sama Kementerian PUPR. Keren juga ya, ada support dari pusat! “Setelah jalan selesai, kita langsung bikin event keren, kayak lomba lari 10 km, sepeda santai, sampe lomba balap motor di Mansinam. Biar Pulau Mansinam jadi ramai dan asyik lagi!” seru Hermus semangat. So, prepare diri buat liburan religi yang seru nih, guys! (Sumber Foto @yolanda_duwiri) 
...more

3 Daerah di Bali Siap Jadi Kawasan Wisata Bebas COVID-19

TripTrus.Com - Pemerintah Daerah Provinsi Bali tengah bersiap mengembangkan Zona Hijau Bebas COVID-19 yang akan dijadikan Free Corridor COVID-19. Daerah wisata yang masuk ke dalam zona ini, nantinya boleh dikunjungi oleh wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri. Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan ada 3 daerah yang telah diusulkan menjadi Zona Hijau Bebas COVID-19 yakni Ubud di Kabupaten Gianyar, Kawasan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Nusa Dua di Kabupaten Badung dan Sanur di Kota Denpasar. Adapun penetapan tiga wilayah tersebut sebagai zona hijau tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 6 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Berbasis Desa/Kelurahan. Sebagai langkah awal, untuk memastikan kedua wilayah tersebut 100% aman maka akan dilakukan vaksinasi massal COVID-19 bagi orang yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan tersebut. Penanggung jawab diserahkan kepada Wali Kota/Bupati daerah masing-masing. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Bali, secara keseluruhan vaksinasi akan diberikan kepada 151.603 ribu orang. Dengan dua kali penyuntikan maka butuh sekitar 303.206 ribu dosis vaksin COVID-19. “Populasi yang akan diberikan vaksin di 3 zona itu warga yang berdomisili di daerah zona, pekerja yang berasal dari daerah zona, dan pekerja dari luar daerah zona.” Kata Gubernur Bali I Wayan Koster dalam pertemuannya dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Wali Kota/Bupati se-Bali di Jaya Sabha, Kota Denpasar pada Jumat (12/3).       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Kadek Jaya (@sugiartajaya) Selain data vaksinasi, persiapan lain yang telah dilakukan oleh Pemda adalah menerbitkan ketentuan pelaksanaan protokol kesehatan yang mencakup mobilitas orang, transportasi, serta infrastruktur kesehatan. Aturan ini wajib diberlakukan bagi daerah yang menerapkan Zona Hijau Bebas COVID-19. “Jadi semua orang yang akan beraktivitas di sana (kawasan zona hijau) harus mengikuti ketentuan ini, tetapi kalau hanya lewat saja maka diperbolehkan,” imbuhnya. Aspek lainnya seperti Sumber Daya Manusia Kesehatan, logistik maupun sarana dan prasarana pun telah disiapkan. Pada kesempatan yang sama, Menkes menyatakan siap mendukung upaya Bali untuk menerapkan Zona Hijau Bebas COVID-19. Menurutnya, langkah ini sangat penting untuk membangkitkan kembali industri pariwisata Bali di dunia internasional, sehingga Bali bisa menjadi sebagai contoh destinasi wisata yang aman dan sehat. “Ini menjadi contoh destinasi wisata dunia, jadi orang datang merasa aman, tidak takut apapun karena demikian disiplinnya kita menjaga kesehatan,” tutur Menkes. Untuk meyakinkan dunia bahwa Bali merupakan kawasan wisata yang aman dan sehat, Menkes menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai lembaga internasional. Upaya ini tentunya harus didukung oleh penerapan protokol kesehatan yang ketat. “Agar ini tidak hanya menjadi destinasi wisata lokal tapi harus menjadi destinasi wisata dunia. Untuk itu, ajak berbagai lembaga internasional untuk membantu dan mengawal ini. Kita buktikan bahwa kita bisa, sehingga dunia yakin bahwa Bali siap menjadi lokasi wisata yang aman. Saya yakin kita bisa kok,” terang Menkes. Dia menekankan untuk mewujudkan Zona Hijau Bebas COVID-19, maka daerah yang terpilih harus 100% aman dan sehat. Menkes mendorong agar pelaksanaan vaksinasi di dua kawasan itu dilakukan sesegera mungkin supaya pemulihan ekonomi juga bisa dipercepat. “Saya setuju semua disuntik vaksin di dua daerah itu, kalau bisa suntikan pertamanya kita mulai segera. Saya pingin Maret bisa harus sudah mulai,” tutur Menkes. Selain vaksinasi, pihaknya juga menekankan pergerakan masyarakat maupun trasnportasi yang keluar masuk kawasan benar-benar dipantau, penerapan 3T dilakukan secara masif sesuai standar WHO serta penyediaan infrastruktur seperti RS maupun lab PCR yang bagus. “Harus ada Lab PCR di sekitar Kawasan Wisata Ubud agar efisien, kalau bisa diatas 500 spesimen per hari. Dan itu ngak boleh lama, selesainya paling lama 24 jam. Oleh karenanya butuh infrastruktur yang prima untuk memastikan seluruh daerah itu aman dan bersih,” terangnya. [Baca juga : "Ini 5 Destinasi Wisata Super Prioritas Tahun 2021"] Untuk mewujudkan zona ini, Menkes menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektoral termasuk melibatkan sektor swasta. Karena dengan kolaborasi yang apik antara pemerintah dan swasta, harapannya bukan hanya mewujudkan wisata Bali yang sehat namun juga sophisticated. Merespon apa yang disampaikan oleh Menkes, Gubernur Bali berharap rencana penerapan Zona Hijau Bebas COVID-19 bisa tercapai, dan industri pariwisata di Bali bisa segera normal kembali. Untuk itu, Wayan berkomitmen penuh terlibat langsung di seluruh prosesnya. “Saya akan pimpin langsung ini, untuk memastikan berhasil. Kalau sudah berhasil kita lanjutkan di lokasi lain” pungkasnya. (Sumber: Artikel sehatnegeriku.kemkes.go.id Foto  permataayungprivateestate)   
...more

4 Kuliner Khas Cianjur yang Unik dengan Rasa Menggigit

TripTrus.Com - Ibarat gula tanpa garam, liburan tak sekalian jelajah kuliner terasa kurang. Apalagi jika kulinernya nikmat dan susah ditemukan di tempat lain. Seperti di Cianjur yang memiliki kuliner unik dan tak mudah ditemukan di tempat lain. Beberapa di antaranya juga menjadi oleh-oleh yang diincar banyak wisatawan. Lalu, apa saja kuliner khas Cianjur yang unik dengan rasa menggigit ini? Yuk, simak daftarnya. 1. Tauco Cap Meong   Tauco cap meong #tauco #taucocapmeong #cianjur #food #traditional A post shared by Cynthia.Vienna (@viennathepooh) onSep 30, 2016 at 7:57pm PDT Liburan ke Cianjur, terasa kurang jika belum mampir ke Toko Tauco Cap Meong. Tempat ini memang tidak menyediakan menu makanan siap saji. Namun, ada sebotol tauco atau bumbu dari kedelai yang siap dibawa pulang. Kemasannya juga beragam, dari botol kecil hingga ukuran besar. Meski banyak sekali bumbu cepat saji yang lebih kekinian, tauco ini tetap bertahan. Bahkan difavoritkan karena rasanya tak berubah. Hal ini tidak lain karena proses memasaknya yang tak pernah berubah sejak pertama dibuat di tahun 1880-an. 2. Geco   Asiknya makan GECO, makanan khas Cianjur yg diminati berbagai kalangan. Yu makan GECO, mumpung masih weekend. Seperti apa rasanya... Simak videonya di channel youtube cianjur on "GECO MAKANAN KHAS CIANJUR BELINYA NGANTRI" #geco #gecocianjur #tauco #taucocianjur #cianjuron #cianjuronesia #cianjurnyakitakita #makanankhascianjur #makanankhasnusantara #makanantradisional #makananjadul #oleh-olehcianjur #makanandicianjur #kulinercianjur #makananorangcianjur #katuanganurangcianjur A post shared by infocipunjur (@infocipunjur) onMar 17, 2018 at 8:30pm PDT Jika tak sabar untuk menikmati tauco khas Cianjur di rumah, cobalah menyantap geco. Makanan ini terdiri dari tauco, tauge segar yang direbus setengah matang, ketupat, kentang potong, telur rebus potong, serta mie aci yang terbuat dari kanji. Tak hanya itu, ada tambahan cuka lahang (fermentasi pohon enau), kecap manis serta sambal agar rasanya semakin spesial. Penjual geco kini tak sebanyak zaman dulu. Bahkan, bisa dihitung yang masih bertahan. Jika bisa menemukan penjualnya, kamu pasti beruntung sekali. [Baca juga : Candra Naya, Cagar Budaya Yang Terhimpit Gedung Pencakar Langit] 3. Moci Cianjur   #mochi #moci #mochicianjur #mocicianjur #kuliner #kulinercianjur #kulinerlegendaris #kulinerlegendariscianjur #oleholehcianjur #vanilla #manisanmuliasari #tokomanisanmuliasari A post shared by Limited Edition 'kuliner' (@kulinerlimitededition) onJun 17, 2018 at 8:26pm PDT Siapa yang tak doyan dengan mochi. Jajanan asal Jepang ini memiliki tekstur kenyal serta lembut yang bikin lidah tak berhenti bergoyang. Di Cianjur sendiri, ternyata juga ada mochi. Tak jauh beda dengan lainnya, camilan ini berisikan kacang tanah manis yang ditumbuk. Selain itu, ada varian lain yang tak kalah menggoda. Kamu pun juga bisa menikmati es mochi, paduan jajanan kenyal dengan es. Rasanya tak perlu diragukan lagi. 4. Roti Manis Tan Keng Cu   #tankengcu #rotitankengcu #roti #bread #kuliner #kulinercianjur #kulinerlegendaris #kulinerlegendariscianjur A post shared by Limited Edition 'kuliner' (@kulinerlimitededition) onDec 24, 2017 at 1:35am PST Selain toko Tauco Cap Meong, ternyata Cianjur juga memiliki toko roti legendaris. Namanya Roti Manis Tan Keng Cu. Berdiri sejak tahun 1926, toko ini menyediakan aneka roti empuk dengan cita rasa gurih. Tidak hanya soal rasanya yang enak, roti inni juga terkenal murah. Tak heran, hampir seabad masih tetap dicintai oleh warga Cianjur. Nah, itulah kuliner khas Cianjur yang tak hanya bisa dimakan di tempat tapi juga dijadikan oleh-oleh. Jadi, kapan nih liburan ke Cianjur? (Sumber: Artikel travelingyuk.com, Foto flickr.com)
...more

7 Destinasi Healing ala 'Eat, Pray, Love' yang Wajib Dikunjungi di Bali

TripTrus.Com - Kalo lo lagi nyari tempat buat healing dengan gaya ala film ‘Eat, Pray, Love’ yang dibintangi Julia Roberts, Bali bisa jadi pilihan yang pas banget. Film ini bikin Bali jadi magnet wisata gratis yang bikin orang-orang kepincut buat berkunjung. Lo juga bisa niru gaya Gilbert di film itu dengan mengunjungi tempat-tempat kece di Bali. Nah, ini dia 7 spot yang bisa jadi referensi healing lo di Pulau Dewata! 1. Eksplor Pantai Pantai Padang-padang di Uluwatu jadi lokasi pertama Gilbert party di Bali. Pantai ini terkenal dengan pemandangan yang dramatis, dikelilingi oleh tebing-tebing curam dan laut biru yang luas. Sayangnya, bar yang ada di film itu cuma dibangun untuk syuting aja, jadi lo gak bakal nemuin bar beneran di sini. Namun, di sekitar Uluwatu banyak tempat kongko lainnya yang bisa lo coba, dengan pemandangan lautan yang gak kalah keren. Kalau lo mau nikmatin suasana pantai, siap-siap aja capek karena banyak anak tangga yang harus lo naiki untuk sampai ke pesisir. Jangan lupa bawa alas kaki yang nyaman! 2. Gowes Santai       View this post on Instagram A post shared by 🎥🎬 Sarai (@saraispain) Di film ‘Eat, Pray, Love’, Gilbert sering terlihat bersepeda menjelajahi Ubud. Aktivitas ini bukan cuma seru, tapi juga cara yang asyik untuk menikmati pemandangan hijau di sekitar Ubud. Lo bisa menjelajahi area persawahan Tegallalang yang terkenal atau mencari lokasi persawahan lain yang juga menawarkan pemandangan yang mempesona. Pastikan sepedanya dalam kondisi baik dan nyaman untuk digunakan, karena lo bakal banyak berputar-putar. Ingat, meskipun jalanan di Ubud sering kali sepi, tetap waspada terhadap kendaraan yang melintas, terutama di jalan-jalan utama. 3. Vila Santai di Sawah Kalau lo pengen merasakan pengalaman menginap ala Gilbert, coba deh sewa vila di Ubud yang dikelilingi sawah. Vila ini punya desain khas rumah Bali yang bikin lo berasa bener-bener nyemplung dalam suasana lokal. Lo bisa cek tempat ini di AirBnB. Perlu diingat, vila ini telah didandani khusus untuk film, jadi jangan kaget kalau penampilannya agak berbeda dari yang lo lihat di layar. Tapi tenang aja, Ubud juga punya banyak pilihan penginapan lainnya yang menyajikan pemandangan sawah atau sungai, dengan fasilitas yang nyaman seperti dapur dan bar 24 jam. Pilih yang sesuai dengan kebutuhan lo, apakah lo mau tinggal di tempat yang sepi atau yang dekat dengan keramaian Ubud. 4. Jelajah Pasar Lokal Pasar Ubud adalah tempat yang wajib dikunjungi buat lo yang mau merasakan suasana lokal. Setiap hari pasar ini dipenuhi dengan warga lokal dan wisatawan yang berburu barang unik. Lo bisa menemukan berbagai kerajinan tangan Bali, mulai dari perhiasan hingga tekstil yang berwarna-warni. Jangan lupa bawa duit tunai yang cukup, karena meskipun beberapa toko menerima tawar-menawar, tetap lebih baik untuk bandingkan harga dari satu toko ke toko lainnya. Kalau lo malas bawa-bawa oleh-oleh berat, minta aja penjual untuk mengemas barang yang lo beli dan mengirimkannya ke rumah lo. 5. Trekking di Gunung Mendaki gunung bisa jadi pengalaman yang bikin lo tak terlupakan. Dalam film, Gilbert mendaki Gunung Batur untuk menikmati matahari terbit. Gunung ini terkenal dengan pemandangan sunrise-nya yang menakjubkan, jadi pastikan lo siap bangun pagi-pagi banget untuk menikmati keindahan alam ini. Selain Gunung Batur, lo juga bisa coba trekking di tempat lain seperti Taman Nasional Bali Barat atau Campuhan Ridge Walk. Banyak agen perjalanan yang menawarkan paket trekking dengan pemandu, jadi lo bisa pilih sesuai kemampuan fisik lo. Trekking adalah cara yang asik buat menghilangkan penat dan menikmati keindahan alam Bali dari sudut pandang yang berbeda. [Baca juga : "Kalender Event Bali 2024, Ada Nusa Penida Festival, UWRF, Dan Denpasar Film Festival"] 6. Temukan Tempat "Penyembuhan" Bali, terutama Ubud, dikenal dengan berbagai tempat spa dan yoga yang menawarkan pengalaman penyembuhan holistik. Di film tersebut, Gilbert mengunjungi rumah Ketut Liyer dan klinik herbal Wayan Nuriasih. Meskipun Ketut Liyer sudah meninggal, masih banyak tempat penyembuhan tradisional lainnya yang bisa lo kunjungi, seperti Cokorda Rai atau Ibu Jero. Sebelum pergi, pastikan lo booking tempat terlebih dahulu dan tanyakan soal tarifnya agar gak ada kejutan saat tiba. Lo juga bisa bertanya kepada penduduk lokal mengenai tempat-tempat penyembuhan terbaik yang mereka rekomendasikan. 7. Kuliner Khas Bali Liburan ke Bali rasanya belum lengkap kalau lo gak mencicipi makanan khasnya. Selain restoran dan kafe internasional, coba deh lo makan di tempat makan tradisional Bali yang menyajikan hidangan autentik. Ada banyak tempat makan legendaris yang bisa lo temukan, dan beberapa di antaranya bahkan bisa lo pesan lewat layanan antar. Kalau lo malas keluar, buka aja aplikasi ojek online untuk menemukan restoran lokal yang populer di kalangan warga. Selain itu, jangan lupa untuk mencoba buah-buahan lokal yang segar dan eksotis yang banyak dijual di pasar-pasar tradisional saat musim panen. Jadi, siap-siap deh buat healing dan bersenang-senang ala Gilbert di Bali. Dengan spot-spot kece ini, lo bisa ngerasain langsung pengalaman seru yang bikin lo makin betah di Pulau Dewata. Selamat liburan dan semoga healing lo makin maksimal! (Sumber Foto @filmdudeau) 
...more

April Saatnya ke Cirebon, Ada Festival Pesona Cirebon

TRIPTRUS.COM - Cirebon, Jawa Barat, segera menggelar festival "pesona Cirebon" pada bulan April mendatang yang bertujuan mengenalkan potensi wisata daerah tersebut ke publik. "Kami akan adakan festival 'pesona Cirebon' bulan April, ini bertujuan untuk mengangkat wisata, budaya dan juga sejarah Cirebon," kata Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Arief Natadiningrat, di Cirebon, Sanin. Festival yang semula direncanakan dengan nama festival "pesona bahari Cirebon" kemudian diganti, karena untuk memperkenalkan keseluruhan Cirebon ke Publik bukan hanya baharinya saja. Cirebon merupakan salah satu kota yang kaya akan budaya, sejarah dan peninggalan atau artevak kuno, untuk itu perlu dipamerkan dan juga dipublikasikan kepada masyarakat luas. "Pesona Cirebon itu lebih menyeluruh, mengingat Cirebon begitu banyak sejarah dan budaya yang perlu diletahui khalayak," ujarnya. Dalam festival itu akan ditampilkan semua kesenian Cirebon juga makanan khas Cirebon, karena temanya adalah Cirebon. Sultan berharap, dengan adanya festival Cirebon bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas dan juga pariwisata yang ada bisa semakin maju. "Kami ingin mengenalkan dan mengangkat pariwisata Cirebon, karena dengan berkembangnya pariwisata, maka perekonomianpun akan mengikutinya," ujarnya. (Sumber: Artikel dan Foto kompas.com)
...more

Wisata Edukasi ke Rumah Sejarah Kalijati di Subang Jawa Barat

TripTrus.Com - Subang, salah satu kabupaten di bagian utara Jawa Barat menjadi saksi sejarah penting di Indonesia. Terdapat museum berbentuk rumah yang menjadi saksi bisu kejadian penting pada masa itu. Di mana rumah tersebut menjadi lokasi penyerahan kekuasaan Belanda terhadap Jepang di Indonesia.   Biasa ke Kalijati (Subang) sesuka hati sih kalau lagi mumet banget. Tapi berasa seperti pecinta sejarah yang jahat karena selalu nggak punya waktu buat datang ke sini. Ini padahal nggak jauh amat dari rumah uwak sendiri -_- #RumahSejarahKalijati #8Maret1942 A post shared by Fajar Muhammad Rivai (@fajar.reconquista96) onSep 13, 2016 at 6:23pm PDT Sebagaimana kita tahu, Belanda telah menjajah Indonesia selama 350 tahun lamanya. Dan tepatnya pada tanggal 8 Maret 1942 Belanda kemudian menyerahkan kekuasaannya di Indonesia kepada Jepang. Rumah Sejarah Kalijati sendiri diresmikan sebagai museum pada tanggal 21 Juli 1986. Rumah Sejarah Kalijati dibangun untuk mengenang kejadian penting pada masa itu. Agar pengunjung yang datang dan mengunjungi lokasi tersebut mengetahui dengan jelas seperti apa kejadian dan bisa melihat foto-foto sejarah yang ada disana. [Baca juga : 4 Wisata Sejarah Dan Edukasi Di Bogor Ini Cocok Untuk Liburan] Berlokasi di kawasan Pangkalan Udara TNI AU Lanud Suryadarma Kalijati Subang, Rumah Sejarah Kalijati cukup mudah diakses dan mudah ditemukan keberadaannya. Perjalanan yang ditempuh baik dari Bandung maupun dari Jakarta kurang lebih sekitar 2 jam perjalanan darat. Rumah Sejarah Kalijati berada dibawah naungan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Subang. Rumah yang menjadi museum ini berbentuk seperti rumah biasa pada umumnya yang terdiri atas beberapa ruangan dan terpajang foto maupun keterangan cerita kronologis peristiwa penting yang terjadi di rumah tersebut. Beberapa ruangan yang ada didalamnya juga menjelaskan miniatur kejadian yang terjadi saat penyerahan kekuasaan Belanda terhadap Jepang. Dimana terdapat ruangan yang ada seperangkat kursi dan di atas kursi tersebut ada keterangan nama-nama tokoh yang melakukan perundingan di masa itu. Pengunjung yang datang akan dipandu oleh petugas yang bertugas menjaga dan memandu pengunjung disana. Rumah yang dulunya digunakan sebagai tempat tinggal Perwira ini kini masih dalam kondisi terawat. Karena ada 3 petugas juga yang bertugas untuk menjaga dan membersihkan Rumah Sejarah Kalijati. Dengan mengunjungi museum Rumah Sejarah Kalijati, pengunjung merasa terbawa suasana masa lalu. Selain itu pengunjung bisa lebih mengenal sejarah dan kejadian penting yang terjadi saat itu. (Sumber: Artikel purwasuka.id, Foto tempatangker.com)
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography

Upcoming Trips

Treaking Gunung Papandayan
31 Jul - 01 Aug 2026
Open Trip Dieng Plateau
31 Jul - 02 Aug 2026
Open Trip Pulau Pahawang Lampung
31 Jul - 02 Aug 2026
×

...