shop-triptrus



Liburan Akhir Pekan di Pulau Sangiang yang Eksotis!

TripTrus.Com - Banten punya segudang destinasi wisata alam yang pas buat libur weekend ini. Pergilah ke Pulau Sangiang yang ramah nan eksotis. Dimulai dari Ujung Kulon di selatan Banten, menyeberanglah dari Pelabuhan Paku Anyer, Kabupaten Serang. Memakan waktu sekitar 1 jam perjalanan menggunakan perahu kecil. Merasakan ombak Selat Sunda menjadi tantangan tersendiri, apalagi dengan cuaca musim penghujan sekarang ini. Tapi tak usah khawatir, kapten kapal sudah biasa bolak-balik Anyer-Pulau Sangiang dan menjadi makanannya sehari-hari. Pulau Sangiang memang belum menjadi tujuan utama wisata di Banten. Masyarakat baik dari dan luar Banten biasanya memilih Anyer sebagai lokasi wisata untuk melepas penat setelah serius bekerja. Namun, tak ada salahnya jika berkunjung ke Pulau Sangiang untuk merasakan sensasi baru dalam berwisata. Sesampainya di dermaga kecil, keramahan warga Pulau Sangiang akan menyambut para wisatawan. Tak ada penginapan di sana, yang ada hanya rumah-rumah penduduk yang suatu saat bisa disinggahi untuk bermalam. Tak ada tiket masuk di sana, hanya saja, wisatawan dapat memberikan uang alakadarnya yang oleh warga disebut iuran swadaya.Jika sudah siap bertualang, traveler boleh meminta warga setempat untuk menjadi guide mengelilingi Pulau Sangiang. Sedikitnya ada 4 destinasi yang wajib dikunjungi seperti Puncak Harapan, Puncak Begal, dan Bukit Arjuna, tak ketinggalan Goa Kelelawar. Di Bukit Harapan, traveler bisa melihat betapa indahnya lautan Selat Sunda dilengkapi dengan bukit-bukit nan menawan. Jalanan naik-turun membuat wisatawan cukup berkeringat. Namun, keringat itu akan terbayar oleh pemandangan yang menakjubkan.Semilir angin saat tiba di Puncak Harapan dapat menghilangkan lelah setelah trekking sekitar 1 jam perjalanan. "Kalau di Goa Kelelawar ikan hiu itu kelihatan, kan di bawahnya itu ada air, jadi kelihatan tuh hiunya," kata salah seorang warga Pulau Sangiang, Lukman.Jika sudah puas menikmati keindahan dari bukit-bukit tersebut, kembalilah ke jalan awal mulai trekking. Mintalah guide untuk mengantarkan traveler ke pantai yang biasa dipakai untuk berkemah. Di sana Anda bisa menikmati sunset sambil bermain-main dengan ombak Selat Sunda. (Sumber: Artikel travel.detik.com Foto @jktjalanjalan)
...more

6 Barang-Barang ini Mungkin Berguna Saat Traveling

TripTrus.Com - Saat traveling banyak sekali peralatan yang kita bawa. Terkadang kegiatan packing bisa menjadi sesuatu yang mebingungkan serta memusingkan, karena terlalu banyaknya banyak barang-barang yang tidak muat untuk dibawa ke dalam carrier atau ransel. Mungkin barang-barang di bawah ini bisa sangat berguna saat kamu berpergian. 1. Kanebo Sumber: Foto tokopedia.com Pasti kalian tahu kalau handuk saat keadaan basah bisa membuat menjadi lembab dan berbau. Untuk pejalan seperti kita, Kanebo bisa menjadi alternative pengganti handuk. Selain ukurannya yang kecil sehingga tidak memakan tempat, daya serap Kanebo juga sangat cepat dibandingkan handuk. Tapi ada yang perlu diperhatikan, agar Kanebo tidak bau maka sebelum dan sesudah pemakaian sebaiknya direndam lauran air berisi sabun atau shampoo. 2. Peniti Sumber: Foto aliexpress.com Peniti? Ya benda kecil ini identik dengan kaum perempuan. Tapi jangan salah, kalau peniti ini mempunya fungsi darurat ketika kita sedang mengalami: mengaitkan tali tas terputus, menutup tas yang resletingnya rusak hingga mengaitkan tali sandal yang terputus. 3. Penjepit Kertas Besar Sumber: Foto amazon.com Penjepit kertas merupakan salah satu alat sederhana yang tanpa diduga memiliki banyak kegunaan. Dengan kemampuan serbagunya, tidak ada salahnya jika benda satu ini menjadi benda yang harus kita bawa saat berpergian, karena bisa berfungsi sebagai: menjepit uang kertas, mengaitkan kunci dan bisa sebagai sarana menggantung pakaian saat hendak dijemur. 4. Penjepit Kertas Kecil Sumber: Foto sweetclipart.com Kalau penjepit kertas kecil ini tidak kalah mutifungsi. Ibarat kata “kecil-kecil si cabe rawit”. Berbentuk kecil melingkar yang fleksibel untuk dirubah bentuknya, penjepit ini tidak hanya berfungsi sebagai penjempit kertas. Berguna saat perbaikan darutat selama perjalanan atau fungsi-fungsi lainnya seperti: Manjadi tarikan resleting yang rusak sementara waktu, pangganti kepala kancing yang terlepas juga menjadi pengait buatan untuk menggantungkan pakaian dan benda lainnya. 5. Selotip Sumber: Foto alibaba.com Selotip akan menjadi penyelamat kita disaat barang-barang bawaan kita medadak rusak seperti: sandal terputus, resleting rusak, membersihkan debu dan pasir yang menempel di pakaian dan juga bisa sebagai plester luka (tambahkan tissue). Atau mungkin sebagai perekat pembungkus oleh-oleh. 6. Kantong Plastik Sumber: Foto kaskus.co.id Benda yang satu ini adalah benda terkahir yang patut kita pertimbangkan untuk dibawa. Berfungsi sebagai pengganti dry bag, kantong plastik bisa untuk menyimpan pakaian kotor, tempat menyimpan gadget dikala hujan juga menjadi penyelamat dokumen- dokumen kertas yang kita bawa. Ya, 6 benda-benda diatas memang terlihat sepele tapi mempunya fungsi yang serbaguna dan menjadi penyelamat kita disaat darurat. Jadi, jangan lupa sisipkan benda- benda tersebut didalam carrier atau ransel anda. (Sumber: Artikel Amieykha)
...more

Kuliner Khas Pecinan Cianjur

TripTrus.Com - Sebagai pendongkrak perekonomian dari masa kolonial Belanda, warga keturunan Cina di Cianjur memiliki berbagai kegiatan usaha. Beberapa di antaranya tetap bertahan dari masa kolonial. Dalam bidang kuliner, terdapat tiga jenis penganan yang cukup dominan dan khas di sekitar kota Cianjur. Warga Cianjur sudah tentu kenal dengan makanan tauco. Makanan ini berawal dari resep warga Cina yang datang ke Cianjur pada masa kolonial. Hingga sekarang, jenis makanan ini tetap bertahan dan mampu berkembang, bahkan telah diakui sebagai makanan khas kabupaten Cianjur. Produk tauco Cianjur resep warga Cina yang eksis hingga sekarang di antaranya yaitu Tauco Cap Meong. Salah satu varian olahan tauco yang menjadi khas Cianjur lainnya adalah Geco (tauge-tauco), hingga kini masih dapat di temukan di beberapa sudut jalan di Cianjur.   #geco #gecocianjur #kulinercianjur #kuliner #kentang #tahu #toge #tauco Geco nini πŸ‘πŸ‘πŸ‘ A post shared by Limited Edition 'kuliner' (@kulinerlimitededition) onFeb 16, 2018 at 8:38pm PST [Baca juga : Bangunan Bersejarah Pecinan Di Cianjur] Selanjutnya terdapat manisan buah-buahan, yang merupakan salah satu olahan makanan dengan tujuan untuk membuat buah mampu bertahan lama. Resepnya diperoleh sejak jaman dahulu. Manisan buah juga telah dinobatkan sebagai makanan khas Cianjur. Kemudian, warga Cianjur sangat mengenal olahan roti. Salah satu yang terkenal yaitu pabrik roti Tan Keng Cu. Mengenai olahan ini, cukup unik bila ditelusuri sejarahnya. Pada awalnya roti diproduksi untuk memenuhi permintaan penduduk Eropa di Cianjur. Hingga kini, produksi roti Tan Keng Cu tetap bertahan dan telah mengalami perkembangan.   #tankengcu #rotitankengcu #roti #bread #kuliner #kulinercianjur #kulinerlegendaris #kulinerlegendariscianjur A post shared by Limited Edition 'kuliner' (@kulinerlimitededition) onDec 24, 2017 at 1:35am PST Selain tiga olahan khas yang cukup dominan, di Cianjur juga banyak ditemukan kuliner khas Cina seperti capcay, kwetiaw, siomay, bakso, bakpau, bacang, dll. Untuk mendapatkannya, cukup mendatangi toko-toko kue dan restoran Cina yang ada di sekitar Cianjur kota. (Sumber: Artikel cianjur-heritage.blogspot.com, Foto vakansinesia.com)
...more

Peninggalan Cina di Jakarta

TripTrus.Com - Sejak abad pertama sebelum masehi, Cina dan kepulauan Indonesia telah memiliki hubungan yang sangat dekat, baik antara Kaisar Cina dengan raja-raja di Indonesia, dalam aspek agama maupun perdagangan. Sejumlah putri kerajaan Cina bahkan menikah dengan sejumlah raja di  Yogyakarta, Solo, Cirebon, Bangka dan Belitung , maupun Kalimantan Barat Kedatangan bangsa Cina ke Indonesia dimulai pada abad ke 17, ketika kongsi perdagangan Hindia-Timur (VOC) berhasil mengajak bangsa Cina dari daratan untuk berimigrasi ke berbagai pulau di Indonesia baik untuk  bekerja maupun berdagang. Di Batavia , pusat Kongsi Perdagangan Hindia-Timur (VOC), meskipun komunitas bangsa Cina diperlukan oleh Belanda, tetap saja mereka dan penduduk asli hanya diperbolehkan tinggal di luar batas kota dan tembok kota. Pada umumnya mereka bermukim dan berdagang di sepanjang daerah Pintu Besar, di sekitar sungai Ciliwung, yang sekarang dikenal sebagai Glodok, atau daerah Pecinan Jakarta. Daerah Glodok dimulai dari sepanjang Pancoran sampai dengan Jalan Gunung Sahari.  Sejumlah komunitas Cina juga bermukim  ke arah Barat yang sekarang dikenal sebagai daerah Tangerang, kini disebut provinsi Banten.  Ppenduduk yang bermukim di daerah Tangerang dikenal sebagai Cina Benteng. Dengan adanya larangan bagi perempuan Cina untuk beremigrasi di masa itu, banyak pria Cina yang berimigrasi ke Batavia menikah dengan perempuan lokal sehingga menghasilkan gabungan budaya Cina, lokal Melayu, Jawa dan tradisi asli lainnya. Budaya hasil gabungan ini dikenal dengan budaya Peranakan. Budaya Peranakan adalah budaya yang sangat berpengaruh di upacara perkawinan, musik, tari dan khususnya pada makanan maupun masakan. Tampak jelas Cina menyerap budaya lokal dan sebaliknya, dimana penduduk lokal juga menyerap berbagai elemen budaya Cina untuk diterapkan diberbagai hal. Sejumlah bangunan Cina yang dijaga keasliannya dan masih ada sampai saat ini salah satunya adalah Toko Merah. Berlokasi di Jalan Kali Besar, Toko Merah tampak memiliki pengaruh budaya Cina yang sangat kuat. Selain itu terdapat juga bangunan Candranaya yang baru selesai direstorasi yang berlokasi di Jalan Gajah Mada. Baik Toko Merah dan Candranaya sekarang digunakan untuk Seminar, Pesta Perkawinan dan sejumlah acara lainnya. Petak Sembilan Di sekitar Petak Sembilan, Anda dapat menemukan toko Cina yang menjual berbagai manisan dan pernak pernik Cina , toko obat Cina serta berbagai restoran Cina terbaik yang menyediakan makanan asli Cina seperti bebek panggang, pangsit goreng dan bakso. Di sini juga terdapat warung kopi yang disebut  ‘Kopi Tiam’ dan Es Kopi yang disebut ‘Tak Kie’, yang kesemuanya disediakan masih dengan cara lama. Bagian dari daerah Pecinan Jakarta ini menjadi sangat meriah dengan lentera dan tari Barongsai, terutama pada saat perayaan Tahun Baru Cina. (Sumber: Artikel jakarta-tourism.go.id Foto jakarta.panduanwisata.id)
...more

Tumbak, Permata Yang Tersembunyi di Minahasa Tenggara

Untuk Trip ke Tumbak, pilih langsung di: http://triptr.us/Bj TRIPTRUS - Kalau menyebutkan tempat menyelam di Sulawesi Utara, hampir semua orang pasti langsung mengatakan Bunaken. Tapi, ternyata di Kecamatan Pusomaen, Kabupaten Minahasa Tenggara, ada sebuah tempat bernama Desa Tumbak. Untuk yang ingin menemukan sebuah tempat yang sunyi dengan pemandangan laut yang tenang, biru dan mengagumkan, Tumbak adalah tempatnya. Kami yakin kunjungan TripTroops ke Tumbak akan membuat TripTroops ingin datang lagi ke sana secepatnya. Nama Tumbak tidak banyak diketahui oleh orang yang berasal dari luar Sulawesi Utara. Bahkan, masyarakat Sulawesi Utara juga kurang begitu mengenal desa Tumbak yang punya tujuan wisata tersembunyi. Untuk mencapai Tumbak, dibutuhkan perjalanan kurang lebih 3 jam dengan kendaraan pribadi dari Kota Manado, atau 2 jam jika memulai perjalanan dari Kota Amurang. Tumbak sepertinya diberkahi dengan keindahan alam yang sangat mengagumkan. Hamparan laut biru dan pemandangan di bawah air tidak kalah menakjubkan jika dibandingkan dengan tempat lain yang lebih terkenal, Taman Laut Bunaken. Tidak cukup menghabiskan satu hari saja di Tumbak. Minimal dibutuhkan 2 hari untuk dapat menjelajahi keindahan Tumbak. Atau, mungkin malah tidak ingin meninggalkan keindahan alam Tumbak, setelah sampai di sana. Desa Tumbak bukan desa wisata seperti di Bunaken. Para warga Tumbak kebanyakan berprofesi sebagai nelayan yang sebagian besar masyarakatnya adalah anggota Suku Bajo. Tapi tidak perlu khawatir Untuk menginap di Tumbak, tersedia cottage yang berada di tengah laut. Cottage ini berlokasi dekat dengan hutan bakau seluas kurang lebih setengah hektar. Untuk mencapai satu-satunya cottage di Tumbak ini dibutuhkan waktu tempuh sekitar 10 menit dengan menggunakan speedboat. Perjalanan dengan speedboat yang singkat ini pun bisa dinikmati dengan melihat jernihnya air di Pantai Tumbak. Mulai dari Pulau Ponteng dengan pasirnya yang putih, dan Pulau Baling-Baling yang begitu memesona. Atau ada juga beberapa homestay yang mulai dibuka oleh masyarakat desa Tumbak. Pulau Baling-Baling juga terkenal sebagai tempat paling ideal di Tumbak untuk melihat matahari terbit.Di pulau yang berbentuk bulat ini, terdapat sebuah bukit kecil. Untuk mencapai titik ideal menikmati sunset dibutuhkan sekitar 15 menit untuk mendaki lalu menuruni jalan setapak di ujung tanjung. TripTroops mungkin harus lebih hati-hati di sini karena bukit ini relatif curam dan tidak ada pijakan atau tempat berpegangan kecuali tanaman dan rerumputan yang tumbuh. Tetapi usaha ini akan terbayar dengan pemandangan yang mengagumkan, apalagi saat matahari mulai menampakkan diri dari tepi lautan di sisi kanan Pulau Baling-Baling. Lalu, di Pantai Bentenan yang terhampar memanjang di dekat water cottage, bisa jadi tempat untuk menikmati matahari terbenam. Sambil menunggu waktu sunset, banyak tempat-tempat untuk olahraga air seperti diving dan snorkeling. Kurang lebih ada 20 spot di sekitar Tumbak, seperti Napo Kipas, hutan bakau Bohaga, Bohaga Kecil, dan lain-lain. Air laut yang hangat dan indahnya alam bawah laut, yang dinikmati dengan snorkeling dan diving, akan membuat TripTroops bisa lupa mengambil nafas karena terkesima dengan pemandangan bawah laut yang penuh dengan ratusan spesies ikan dari berbagai jenis seperti lionfish, clown fish, surgeon fish, parrot fish, dan masih banyak lagi. Ditambah lagi, hamparan terumbu karang seluas kurang lebih 100 hektar yang dipenuhi dengan berbagai bentuk karang yang indah dan berwarna-warni. Beberapa titik snorkling juga bisa menjadi tempat melihat pulau-pulau kecil yang dikelilingi tebaran pasir putih. Hutan bakau (mangrove) di sekitar Tumbak juga bisa dijadikan petualangan dengan menggunakan perahu sampan. Pulau-pulau kecil di sekitar Tumbak juga bisa menjadi tempat untuk trekking, atau bisa juga sebagai spot memancing yang tenang dan penuh dengan banyak ikan yang bisa dilihat hilir mudik di air laut yang jernih. Rasanya tidak ingin berhenti menceritakan keindahan Desa Tumbak dan pulau-pulau serta alam bawah laut di sekitarnya. Sayang rasanya kalau tinggal di Indonesia tapi tidak menjelajahi permata tersembunyi seperti Tumbak.   Photos: Leonard Seran (@manado_fun_trip) Sumber: travel.kompas.com, seputarsulut.com, wisatasulut.com, sulutexplorer.com
...more

5 Wisata Mini Eropa yang Bisa Kamu Kunjungi di Indonesia

TripTrus.Com - Deretan destinasi wisata mini Eropa yang bisa dikunjungi yang terletak di berbagai daerah di Indonesia. Di tempat-tempat ini kamu bisa melihat miniatur landmark-landmark terkenal di dunia seperti miniatur menara Eiffel, Arc de Triompe hingga kawasan Venice. Dilansir berbagai sumber, Tribun Travel merangkum 5 destinasi wisata mini Eropa yang bisa ditemukan di berbagai tempat di Indonesia. 1. Merapi Park, Yogyakarta       View this post on Instagram Belanda cabang Jogja 😊 . #Merapipark #Sleman #Yogyakarta . #Yogyakartacity Credit to @anitamae11 : Jogja have it all 😍 A post shared by YOGYAKARTA CITY (@yogyakartacity) onJun 23, 2018 at 10:32pm PDT Di Merapi Park, Yogyakarta kamu bisa melihat replika sejumlah landmark ternama Eropa, mulai dari menara Eiffel di Paris, menara Pisa hingga kincir angin khas Belanda. Lokasi: Jalan Kaliurang KM. 22, Hargobinangun, Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Jam buka: Dari Rabu-Senin, mulai 09.00-17.00. Harga tiket: 15,000 IDR per orang. 2. Little Venice, Bogor       View this post on Instagram Tempat yang lagi hits niih. Ajak keluarga, sahabat, atau mantan kamu kesini πŸ˜€ #destinasinusantara today by @deejase at Little Venice, Kota Bunga, Cianjur #littlevenicebogor #littlevenicecianjur A post shared by NUSANTARA DESTINATION (@destinasinusantara) onDec 2, 2016 at 4:21pm PST Di Little Venice, Bogor kamu bisa bergondola menyusuri kanal-kanal seperti berada Kota Venezia, Italia. Lokasi: Batulawang, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat Jam buka: Setiap hari, mulai dari 08.30-18.00. Harga Tiket: 25,000 IDR untuk dewasa dan 20,000 IDR untuk anak-anak di hari biasa, 40,000 IDR untuk dewasa dan 30,000 IDR untuk anak-anak di hari libur. [Baca juga : "Lima Sub Event Dirilis Dalam Cap Go Meh Singkawang 2019"] 3. Little Europe, Lampung       View this post on Instagram Jika kehidupan adalah suatu sajak yang berirama, aku hidup pada bait ketiga di mana tak banyak orang yang bisa membacanya. Mereka hanya menerka tanpa tahu seperti apa aku sebenarnya. . . . #quotesoftheday #alonequotes #quotesaboutlife #strongman #distance #myself #romantic #life #lifestory #happyquotes #life #smile #streetstyle #str #son #littleeurope #citragarden #citragardenlampung A post shared by RA Ferza Rusdiansyah Isuades (@ferzarusdiansyahisuades) onApr 6, 2018 at 10:55pm PDT Little Europe di Lampung mempunyai gaya arsitektur seperti berada di Eropa yang juga mempunyai banyak spot untuk berfoto yang apik. Lokasi: Perumahan Citra Garden, Negeri Olok Gading, Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung, Lampung Jam buka: Setiap hari, mulai 08.00-23.00. Harga tiket: Gratis. 4. Kota Mini Lembang, Bandung       View this post on Instagram Life move so fast, so stop and look around or you could just miss it 🎑 Here’s a snap of one of my favorite spots in Bandung, just because I’m missing this beautiful city already. Gotta say hello in the upcoming month πŸ‘‹πŸ» Couldn’t wait to explore more and immerse in the beauty of nature . . . . . #placetogo #explorebandung #wonderfulindonesia #travel #artofvisuals #bandungphotography #hellonusantara #kotaminilembang #floatingmarket #traveldestination #bandung #fujifilmid #bandunginframe #beautybloggerindonesia #styleblogger #whatiwore #fashion #beauty #clozetteid #ulzzang #summerstyle #μΈμŠ€νƒ€νŒ¨μ…˜ #μ–ΌμŠ€νƒ€κ·Έλž¨ #νŒ¨μ…˜μŠ€νƒ€κ·Έλž¨ #μ…€μŠ€νƒ€κ·Έλž¨ #νŒ”λ‘œμš° #μ˜€μ˜€ν‹°λ”” #νŒ¨μ…˜ A post shared by Ghina Aulia Megaputri (@ghinaaulia) onJan 8, 2019 at 2:52am PST Kota Mini Lembang, Bandung juga mempunyai pemandangan seperti kota-kota yang ada di Eropa dengan nuansa khas Eropa yang mirip. Lokasi: Jl. Grand Hotel No.33, Lembang, Bandung, Jawa Barat Jam buka: Setiap hari, mulai dari 08.00-20.00. Tiket: 15,000 IDR per orang untuk hari biasa, 20,000 IDR per orang untuk akhir pekan dan hari libur. 5. Farmhouse Lembang, Bandung       View this post on Instagram Kali ini kita jalan2 ke @farmhouselembang bersama keluarga di bandung. Alhamdulillah anak2 seneng bgt muter2 disana, walaupun lokasi menuju farmhouse lumayan macet padat merayap. Bisa make baju ala2 none belanda keliling farmhouse skalian foto2 cantik di spot2 yg kueceee. . . #bandung #farmhouselembang #farmhouselembangbandung #bandungdestination #bandungdestinations A post shared by Zulhan Hanafiah aka Dehan (@dehancolding) onFeb 14, 2019 at 3:13am PST Sama-sama di Lembang, Bandungm Farmhouse juga menjadi satu destinasi dengan nuansa Eropa yang khas. Kamu bisa melalukan selfie di banyak spot seperti bangunan dengan gaya Art Deco, kamu juga bisa mencoba mengenakan kostum khas Belanda. Lokasi: Jl. Raya Lembang No.108, Gudangkahuripan, Lembang, Bandung Barat Jam buka: Setiap hari, mulai dari 08.00-20.00. Tiket: 25,000 IDR per orang, kamu akan mendapatkan welcome drink susu dengan rasa pilihan. (Sumber: Artikel travel.tribunnews.com Foto cybertokoh.com)
...more

Jadi Tempat Syuting Film, 7 Spot Wisata Indonesia Ini Makin Terkenal

TripTrus.Com - Dalam beberapa tahun belakangan ini, semakin banyak film karya anak bangsa tayang di layar perak. Yang menarik, film-film itu pun mengambil lokasi pembuatan yang layak menjadi tujuan wisata. Film dan objek wisata dapat saling mendukung satu sama lain. Apalagi jika film tersebut berlokasi indah. Ditambah lagi di era modern ini traveling sudah jadi gaya hidup bagi sebagian besar anak muda. Film Laskar Pelangi misalnya, ia berhasil mendongkrak perkembangan roda pariwisata di Belitung. Adapula 5 Cm, sebuah film yang diadaptasi dari novel berjudul sama karangan Donny Dhirgantoro. Beberapa waktu setelah film tersebut naik layar, angka kunjungan ke Gunung Semeru pun makin meningkat. Nah, penasaran film Indonesia apa saja yang berhasil mendongkrak objek wisata di Tanah Air? Berikut rangkuman 7 objek wisata yang menjadi lebih ramai karena dijadikan latar dalam film dilansir dari berbagai sumber. 1. Petualangan Sherina (2000) - Observatorium Bosscha   Most of the problems in life are because of two reasons: We act without thinking or We keep thinking without acting. #vocation #instatravel #travelercantik #backpackercantik #sweetpeanut #beautyoftravel #wonderfulindonesia #jejakpetualang #parapetualangcantik #indonesia_paradise #indonesia_photography #indonesiantraveller #travel #travelblogger #travelphotography #travelstagram #travelstories #bolangadventure #indozonetravel #ayodolan #jalanjalanmen #bandung #bosscha #observatory #lembang A post shared by Beauty Of Travel (@beautyoftravel_) onAug 24, 2018 at 7:41am PDT Masih ingat adegan di mana Sherina dan Saddam bersembunyi di sebuah gedung dari kejaran penculik? Ya, gedung itu adalah Observatorium Bosscha. Tempat peneropongan bintang tertua di Indonesia ini terletak di daerah Lembang, Bandung. Di dalamnya terdapat bebrapa buah teleskop besar, di antaranya adalah teleskop Refraktor Ganda Zeiss, Schmidt Bima Sakti, Refraktor Bamberg, dan Cassegrain GOTO. 2. Java Heat (2013) - Candi Borobudur   #jogjascenery A post shared by Amelia (@ameliawidiansyh) onAug 26, 2018 at 7:34am PDT Java Heat adalah satu-satunya film yang mendapatkan izin syuting di kawasan Candi Borobudur. Candi yang terletak di Magelang, Jawa Tengah ini memang memiliki aturan yang sangat ketat. Untuk mendapatkan izin syuting, tim film Java Heat ini bahkan harus mengurus izin ke pihak UNESCO, pemerintah Indonesia, kelompok masyarakat Buddha, dan beberapa lembaga lain. 3. The Raid 2 (2014) - Benteng Van der Wijck   Benteng Van Der Wijck merupakan benteng persegi delapan satu-satunya di indonesia. Dibangun tahun 1818 di Gombong, Jateng. Kayanya sih masih sodara sama Kapal Van Der Wijck, dibuat 1921 di Fyenoord, Rotterdam namun tenggelam di perairan Lamongan. Dan mungkin masih kerabat jauh sama Saluran Van Der Wijck, saluran yg pembangunannya tidak ada penggunaan teknologi mesin sama sekali, yg dibangun tahun 1909 di daerah Yogyakarta. Sosok yang mungkin menyatukan mereka bertiga adalah Carel Herman Aart Van Der Wijck yg lahir di Ambon 1840. hmmmmm hubungan yg rumit. #sejarah #benteng #hati #hmmm A post shared by Hasan Hasbulah (@hhasbulah) onAug 25, 2018 at 4:37pm PDT Benteng ini terletak di daerah Gombong, Kebumen, Jawa Tengah. Ia berdiri pada tahun 1818 atas prakarsa Jenderal Van den Bosch. Dulunya, benteng ini didirikan dengan tujuan untuk memperkuat pertahanan dan mempersempit ruang gerak musuh di Kedu Selatan. Nah, dalam film The Raid 2, benteng ini dijadikan sebagai tempat tahanan. 4. AADC 2 (2016) - Gereja Ayam   ‘Chicken church’ #bucketlist #indonesia #java #travel #drjvideo #bukitrhema https://youtu.be/A38GKzge9z0 A post shared by Johan Van Drunen (@drj_video) onAug 25, 2018 at 11:15pm PDT Objek wisata ini menjadi semakin hit berkat film AADC 2. Bangunan yang sempat terbengkalai sejak tahun 1990-an ini terletak di atas Bukit Rhema di daerah Kembanglimus, Magelang, Jawa Tengah. [Baca juga : "5 Spot Tempat Wisata Tersembunyi Di Indonesia Dengan Pemandangan Mewah!"] 5. Susah Sinyal (2017) - Air terjun Tanggedu   #tanggedu #sumba #ntt #exploresumba #airterjuntanggedu πŸ”β›°πŸ”β›° A post shared by Rizky Aditya Rahmad (@rizkyadityarahmad) onAug 26, 2018 at 7:40pm PDT Objek wisata yang satu ini sempat muncul dalam film Susah Sinyal garapan Ernest Prakasa. Meski untuk menuju ke sana harus menempuh perjalanan yang jauh dan agak melelahkan, pemandangan yang disuguhkan oleh air terjun yang berjarak sekitar 45 km dari Kota Waingapu ini sungguh tidak mengecewakan. 6. Yowis Ben (2018) - Kampung Tridi   So many colours that actually you feel inside your heart. Actually, when you started your day, you never know which one the lucky colour that you use as a power of fighter. Take your time. Keep remember that every colour has their own meaning. #colorful #amazing #amazingmalang #wonderfullindonesia #malangcity #kampungtridi A post shared by Mahda Lena (@lenamahda869) onAug 25, 2018 at 10:20pm PDT Jika Singapura mempunyai Kampong Glam, Malang memiliki Kampung Tridi. Dalam menggarap filmnya yang berjudul Yowis Ben, Bayu Skak menjadikan Kampung Tridi sebagai salah satu latar tempat utamanya. Ratusan rumah yang berada di dekat Sungai Bratas tersebut sengaja dicat dengan gambar-gambar 3 dimensi, sehingga tampak nyata. Pengunjung dapat memanfaatkan tembok-tembok yang dihiasi dengan mural untuk berswafoto. 7. Love For Sale (2018) - Pantai Pasir Putih Cihara   The three great elemental sounds in nature are the sound of rain, the sound of wind in a primeval wood, and the sound of outer ocean on a beach ~Henry Benson~ . #beachlife #pantaipasirputihcihara #wisatabanten #eksplorelebak #keluarbentar #cihara A post shared by Lucky eNeS (@luckynurvi) onJul 15, 2018 at 1:30am PDT Pantai Pasir Putih Cihara yang terletak di Banten ini merupakan salah satu latar tempat dalam film Love For Sale. Tak hanya memiliki hamparan pasir yang indah serta batu-batu karang, di pantai ini juga terdapat cekungan berbentuk setengah lingkaran yang bisa dijadikan tempat berenang. (Sumber: Artikel liputan6.com Foto vakansinesia.com)
...more

Dromomania, Penyakit Para Travelers!

TripTrus.Com - Apakah Anda sangat gelisah bila belum memiliki rencana menghabiskan liburan yang akan datang? Anda sering mengambil beberapa barang kebutuhan dari dalam tas atau koper meski berada di rumah? Bila Anda selalu haus ingin bertualang, kemungkian Anda mengidap dromomania, atau penyakit 'gila traveling'. Kondisi medis ini menggambarkan orang-orang yang memiliki keinginan tak tertahan untuk berkelana ke tempat-tempat yang jauh. Ingin tahu apakah Anda hanya sekedar hobi traveling atau malah memiliki kecanduan bertualang ke seluruh dunia? Perhatikan 20 tanda-tandanya, seperti diberitakan News.com.au berikut:1. Anda tak pernah membongkar tuntas isi koper2. Anda bisa mengumpat dalam beberapa bahasa asing3. Satu-satunya alasan Anda bekerja adalah untuk menabung untuk membiayai perjalanan Anda berikutnya.4. Para pramugari menyambut dan memanggil nama Anda, tanpa melihat tiket Anda lebih dulu5. Anda memiliki lebih banyak teman di luar negeri daripada di rumah6. Anda telah merencanakan perjalanan berikutnya sebelum Anda menyelesaikan petualangan. Atau, Anda segera merencanakantraveling segera setelah Anda tiba di rumah7. Para pengelana seringkali meminta petunjuk Anda tentang lokasi di negeri/asing dan Anda tahu bagaimana mengarahkan mereka.8. Anda lebih banyak berada di pesawat daripada naik mobil. 9. Anda memiliki botol-botol kecil berisi sabun yang melebihi jumlah standar.10. Anda merasa aneh bila terbangun di rumah 11. Anda sering melengkungkan guling di leher seperti halnya bantal traveling. 12. Ruangan Anda penuh dengan suvenir dari berbagai tempat 13. Anda memiliki setumpuk uang dari negara berbeda dan ahli dalam hal mengkonversi mata uang. 14. Anda panik membayangkan tinggal di satu tempat terlalu lama.15. Merasa sulit tidur tanpa suara dan getaran mesin jet16. Anda dapat mengepak semua kebutuhan traveling kurang dari lima menit,17. Semua daftar kebutuhan Anda hampir seluruhnya berkaitan dengan traveling 18. Anda lebih sering mengenakan t-shirt atau pakaian lain yang bertuliskan nama-nama negara.19. Setiap kali duduk di kursi kerja, spontan Anda mencari sabuk pengaman20. Anda sedih bila keluar rumah tapi bukan dalam perjalanan untuk petualangan. Menurut berita yang dilansir oleh News Australia, dromomania adalah sebuah kondisi psikologis yang membuat seseorang selalu ingin pergi dalam jarak jauh dengan perasaan yang tidak bisa ditahan-tahan. Mengenali tanda-tanda orang terkena sindrom dromomania sebenarnya sangat mudah. Beberapa di antara tanda-tandanya adalah bekerja karena ingin mengumpulkan duit buat jalan-jalan dan bisa mengucapkan sumpah serapah dengan banyak bahasa. (Sumber: Artikel viva.co.id)  
...more

Tari Piso Surit, Tari yang Terinspirasi Kicau Burung

Tarian ini merupakan salah satu tarian khas suku Batak Karo. Biasanya tarian ini dipertunjukkan untuk menyambut para tamu kehormatan dalam sebuah acara. Inilah tarian piso surit, salah satu tarian yang menjadi kekayaan budaya nusantara. Tari piso surit adalah sebuah tari yang menggambarkan seorang gadis yang sedang menantikan kedatangan sang kekasih. Penantian ini digambarkan sangat lama dan menyedihkan serta digambarkan bagaikan seekor burung piso surit yang sedang memanggil-manggil. Dalam bahasa Batak Karo sendiri, piso memiliki arti pisau. Arti ini membuat banyak masyarakat mengira piso surit merupakan nama sejenis pisau khas yang dimiliki orang Batak Karo. Namun sebenarnya, piso surit adalah sejenis burung yang suka bernyanyi. Dalam tarian ini, penari yang terdiri dari beberapa gadis melakukan gerakan tarian yang lemah gemulai. Gerakan-gerakan ini seperti menggambarkan seorang gadis yang bersedih menantikan kekasihnya. Dalam tarian ini, penari melakukan gerakan-gerakan naik turun sambil sesekali melentikan jari jemarinya. Dalam satu gerakan digambarkan mereka saling berhadap-hadapan dengan diiringi lagu piso surit yang diciptakan oleh seorang komponis yang berasal dari Batak Karo bernama Djaga Depari. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...