shop-triptrus



10 Tempat Wisata Populer Untuk Liburan Akhir Tahun

TripTrus.Com - Kamu berencana untuk liburan akhir tahun ini ? Namun masih binggung tujuan wisata mana saja yang paling populer di akhir tahun? Daftar tujuan wisata terpopuler di Indonesia pada akhir tahun ini. Untuk tempat wisata di Indonesia, tahun ini masih tetap didominasi oleh tujuan-tujuan traveling di Pulau Bali. Penentuan tempat ini didasarkan pada banyaknya komentar, review dan share dari pengguna TripAdvisor mengenai destinasi yang dimaksud. Di urutan pertama bertengger nama Ubud, Bali sebagai tempat paling populer untuk dikunjungi tahun ini. BerikutIni 10 Tempat Wisata Populer Di Indonesia Yang Cocok Di Jadikan Destinasi Liburan Akhir Tahun Anda. 1. Ubud (Foto: beautifulbalitours.com) Di puncak daftar masih bertengger nama Ubud, kawasan pedesaan di Pulau Bali. Ubud bukan sembarang desa, tapi ini adalah desa yang dikemas untuk wisata eksklusif. Pusat spa terbaik di Indonesia dan salah satu yang terbaik di dunia berada di Ubud. Keren bukan? Di sana juga terdapat cagar alam yang menjadi rumah aneka satwa khususnya monyet. Tak ketinggalan pula bahwa Ubud adalah rumah bagi villa-villa dengan pemandangan super keren bak di surga. 2. Jakarta (Foto: deakincollege.edu.au) Daftar di urutan kedua ini sebenarnya paling mengagetkan dimana menempatkan ibukota Jakarta sebagai salah satu tujuan yang paling populer tahun 2016. Padahal kota ini terkenal sesak, macet dan banjir serta tak ketinggalan polusi udaranya. Tapi jika kita melihat dan menilik lebih dalam maka wajar jika Jakarta menjadi salah satu kota yang paling banyak dikunjungi dan populer. Jakarta adalah salah satu pintu gerbang wisatawan asing sebelum menjelajahi daerah lain di Indonesia. Kota ini pun tak melulu identik dengan macet dan bising, jauh di utara Jakarta ada Kepulauan Seribu yang sangat tenang dengan banyak gugusan pulau kecil bak di Maladewa. Di dalam kota juga banyak tempat keren mulai dari kawasan Kota Tua, TMII, Ancol dan masih banyak lagi. Ada pula kafe-kafe kece di Jakarta yang cocok di jadikan untuk hangout dan bersantai di akhir liburan anda . 3. Yogyakarta (Foto: blog.hulaa.com) Yogyakarta memang layak menyandang predikat istimewa karena setiap traveler yang sudah berkunjung ke sana pasti suatu hari ingin kembali ke sana lagi. Kota ini penuh dengan arsitektur mengagumkan dan suasana spiritual yang kental. Destinasinya pun beragam dari pantai hingga bangunan kuno peninggalan zaman kerajaan. Jogja merupakan pusat kebudayaan di Indonesia. 4. Bukit Lawang (Foto: klimbingkoreanmountains.wordpress.com) Bukit Lawang mungkin masih sedikit asing di telinga traveler namun tempat ini mampu bertengger di posisi 4 sebagai tujuan wisata paling populer tahun ini versi TripAdvisor Travelers’ Choice. Bagi yang belum tahu, Bukit Lawang adalah destinasi wisata populer yang berlokasi di ujung Taman Nasional Gunung Leuser. Sedangkan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) adalah kawasan konservasi flora dan fauna yang terletak di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Di sini terdapat konservasi dari hewan langka seperti orangutan dan harimau Sumatera. 5. Senggigi (Foto: toptourist.com) Siapa sih yang tidak kenal Pantai Senggigi, pantai ini sama terkenalnya dengan Pantai Kuta di Bali hanya saja lokasinya berada di pulau seberang timur Pulau Dewata tepatnya di Pulau Lombok. Senggigi adalah salah satu spot menyelam terfavorit para traveler dunia. Di kawasan Senggigi ini traveler akan menemukan Pura Batu Bolong, sebuah kuil Hindu yang dibangun di atas lengkung batu nan dramatis. Yang tidak kalah kerennya di Senggigi adalah fenomena sunsetnya. Semua traveler yang datang berlibur pasti akan dibuat kagum dengan matahari terbenam di Senggigi, bahkan menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia. 6. Magelang (Foto: radarjogja.co.id) Selain Jogja untuk menikmati budaya Jawa yang begitu kental bisa juga didapatkan traveler dengan berkunjung ke Magelang. Kabupaten ini sangat terkenal dengan Candi Borobudurnya yang begitu gagah dan menjadi satu-satunya candi Buddha terbesar di dunia. Magelang tidak hanya memiliki destinasi wisata Candi Borobudur saja, kabupaten di Jawa Tengah yang bertetanggaan dengan Yogyakarta ini juga memiliki segudang destinasi wisata keren diantaranya rafting sungai Progo dan Elo, trekking Gunung Merapi, dan menikmati budaya Jawa yang kental. 7. Bandung (Foto: sofianaaustralia.com) Bandung sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia yang letaknya cukup dekat dengan Jakarta menjadi tujuan wisata terpopuler berikutnya. Daerah ini menawarkan pilihan wisata lengkap mulai dari wisata belanja, kuliner hingga wisata alam yang menggoda. Sungguh sangat lengkap ! Akhir-akhir ini Bandung memang tengah populer dengan pilihan wisata alam yang sangat banyak. Kini Bandung telah memiliki taman botani yang indah, perkebunan teh yang luas, lapangan golf hingga pemandangan apik via Tebing Keraton. 8. Labuan Bajo (Foto: komodotour.co.id) Di posisi delapan ada Labuan Bajo sebuah desa nelayan kecil yang terletak di Nusa Tenggara Timur. Di tempat ini terdapat pelabuhan yang menjadi pintu gerbang wisatawan yang ingin pergi ke Pulau Komodo dan gugusan pulau kecil lainnya. Di samping itu perairan di Labuan Bajo juga terkenal sangat jernih dengan pemandangan yang indah di permukaan maupun di dalam lautnya. Tak heran jika daerah ini kini menjadi buruan para traveler baik dari dalam maupun luar negeri. 9. Kuta (Foto: edysmiletour.com) Tidak perlu memperkenalkan kawasan Kuta di Bali. Pasalnya daerah ini sudah sangat terkenal hingga ke penjuru dunia, bahkan traveler yang belum pernah datang ke sanapun pasti sudah familiar dengan nama daerah ini. Pantai Kuta begitu terkenal dan menjadi pusat konsentrasi wisatawan dunia yang berlibur di Bali. Di pantai ini traveler bisa menyaksikan sunset yang sempurna selain berenang, berselancar, atau berjemur di pantainya yang indah. Kalau mau warga sekitar ada yang menawarkan jasa pijat di pinggir pantai atau mengepang rambut seperti gaya rege. 10. Surabaya (Foto: picodio.com) Surabaya selain menjadi ibukota provinsi Jawa Timur juga dikenal sebagai kota industri yang modern, pusat ekonomi dan perdagangan. Di kota ini pula terdapat markas bagi TNI Angkatan laut Indonesia. Jika diperhatikan kota ini memang kurang pas untuk dijadikan destinasi wisata alam karena hampir seluruh wilayahnya diisi penuh bangunan bertingkat seperti Jakarta. Pun demikian di kota terbesar kedua setelah DKI Jakarta ini masih mempunyai sudut-sudut cantik yang layak dikunjungi seperti hutan bambu dan hutan mangrove. Destinasi lain yang cocok untuk wisata adalah Museum Sampoerna, Monumen Kapal Selam hingga Taman Bungkul yang digadang-gadang sebagai taman kota terbaik se-Asia. (Sumber: Artikel BeritaOnline24 Foto Amieykha)
...more

Desa Wisata Religi Astana Cirebon, Potensi Wisata yang Ngehits dan Seru Banget!

TripTrus.Com - Menparekraf alias Sandiaga Salahuddin Uno tuh memberikan acungan jempol buat Desa Wisata Religi Astana di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Mereka sukses nembus posisi 75 besar di Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023.       View this post on Instagram A post shared by Desa Wisata Religi Astana Kabupaten Cirebon (@desawisatareligiastana) "Ini baru desa wisata lengkap banget. Ada alam, kuliner oke, belanja seru, sejarah budaya, sampai ziarah juga ada," bilang Sandiaga waktu nyambangi Desa Wisata Religi Astana, pas hari Minggu (6/8/2023). Potensinya tuh berfokus di urusan sejarah budaya dan ziarah. Makam Sunan Gunung Jati dan kawasan syeikh Dzatul Kahfi jadi spot keren di desa ini. Sunan Gunung Jati, salah satu dari sembilan Wali Songo yang sebarin Islam di Tanah Jawa, juga ada di sini. Setiap hari, orang dateng dari mana-mana buat ziarah dan berdoa di makam Sunan Gunung Jati. Kalau mau mampir ke Desa Wisata Religi Astana, lumayan deh. Naik kereta dari Stasiun Gambir, Jakarta Pusat ke Stasiun Cirebon sekitar 2,5 jam. Terus meluncur dengan mobil sekitar 10 menitan aja. Di sepanjang perjalanan ke makam, bisa mampir belanja oleh-oleh dan cicipin makanan khas Cirebon yang dijual para pedagang di sekitar situ. [Baca juga : "Desa Wisata Batulayang Berjaya Ke Delapan Besar UNWTO, Keren Banget, Geng!"] Menurut Sandiaga, potensi yang ditawarin Desa Wisata Religi Astana ini ngejanji banget buat para wisatawan. Makanya, dia berkomitmen banget nih untuk ajak berbagai pihak agar Desa Wisata Religi Astana dan desa-desa wisata religi di Indonesia bisa lebih berkembang lagi. "Desa-desa wisata religi ini bakal kita bikin semakin oke lewat travel pattern yang lengkap sama produk wisata keren dan juga event-event kelas dunia," tambahnya. Saat kunjungan kali ini, Sandiaga ditemenin sama Staf Khusus Menparekraf yang jaga soal destinasi wisata dan isu-isu penting, yaitu Brigjen TNI Ario Prawiseso. Gak ketinggalan, juga ada Wakil Gubernur Jabar, si Uu Ruzhanul Ulum; Bupati Cirebon, yakni Imron Rosyadi; Wakil Bupati Cirebon, alias Wahyu Tjiptaningsih; dan juga Kepala Dinas Kebudayaan serta Pariwisata Provinsi Jabar, yaitu Benny Bachtiar. (Sumber Foto @snfh57) 
...more

10 Fakta Menarik Cagar Alam Geologi Karangsambung

TripTrus.Com - Cagar Alam Geologi (CAG) Karangsambung  merupakan laboratorium geologi alam yang wajib dikunjungi bagi peneliti, mahasiswa geologi hingga wisatawan umum untuk mengetahui proses terbentuknya alam semesta dimasa silam. Berikut Lintas Kebumen rangkum 10 fakta menarik dari Cagar Alam Geologi Karangsambung, Minggu (7/12): 1. CAG Karangsambung ditetapkan sebagai Cagar Alam Geologi berdasarkan Kepmen ESDM No.2817K/40/MEM/2006 yang diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 14 November 2006. 2. CAG Karangsambung memiliki luas sekira 22.000 Hektar meliputi Kecamatan Sadang, Karangsambung, Karanggayam, Alian, dan Pejagoan di Kabupaten Kebumen. Kecamatan Pagedongan dan Bawang di Kabupaten Banjarnegara. Kecamatan Kaliwiro dan Wadaslintang di Kabupaten Wonosobo. 3. CAG Karangsambung dijadikan Kampus Lapangan Geologi pada tahun 1964. Pencetusnya adalah Prof. Dr. Sukendar Asikin, (Guru Besar Departemen Teknik Geologi ITB). Beliau adalah geolog Indonesia pertama yang mengulas geologi daerah Karangsambung berdasarkan teori tektonik lempeng. 4. Verbeek adalah geolog Belanda sekaligus orang yang pertama kali melakukan penelitiaan di CAG Karangsambung pada tahun 1891 . Akan tetapi hasil penelitian ini baru dipetakan secara geologi oleh Harlof pada tahun tahun 1933. 5. Geolog Indonesia dan Mancanegara (Katili, Hamilton dan khususnya Sukendar Asikin) menunjukkan bahwa CAG Karangsambung merupakan titik pertemuan antarlempeng yang terjadi pada suatu zaman geologi yang disebut Kapur Akhir (100-65 juta tahun yang lalu). 6. CAG Karangsambung memiliki batuan metamorf sekis mika di Kali Brengkok. Batuan tertua ini tersingkap dan menjadi pembentuk fondasi Pulau Jawa. Pengukuran dengan radioaktif menunjukkan batuan ini berumur 121 juta tahun, dari zaman kapur. Batuan ini hanya bisa ditemui di CAG Karangsambung di seluruh Indonesia. 7. CAG Karangsambung juga memiliki situs batu rijang dan lava basal berbentuk bantal di Kali Muncar. Batuan sedimen ini terbentuk di dasar samudera purba 80 juta tahun lampau. Hanya ada dua tempat di Indonesia yang memiliki Lava Basal di permukaan, salah satunya CAG Karangsambung. 8. Terdapat 32 situs singkapan geologi dan 18 situs di antaranya merupakan singkapan inti yang berharga bagi ilmu pengetahuan, pendidikan, dan wisata di CAG Karangsambung. 9. Pada situs Bukit/Wagir Sambeng di CAG Karangsambung ditemukan batuan peselingan rijang dan gamping merah. Batuan tersebut merupakan batuan yang terbentuk di dasar laut dengan kedalaman antara 4000 meter hingga lebih. Dalam batuan ini juga ditemukan fosil dari radiolaria yang jika dilihat umurnya berkisar antara 65 juta tahun. 10. CAG Karangsambung memiliki Batuan Serpentinit. Batu ini adalah batuan dari batuan ultra basa berwarna gelap. Merupakan hasil dari pembekuan magma pada kerak samudera. Aktivitas penambangan pasir dan batu di sepanjang Sungai Luk Ulo kian mengancam cagar alam geologi Karangsambung. Beberapa titik singkapan geologi berumur hingga ratusan juta tahun yang selama ini menjadi sumber pengetahuan dan pendidikan dikhawatirkan tergerus penambangan liar masif. (Sumber: Artike-Foto lintaskebumen.wordpress.com)
...more

Festival Raja Ampat 2023, Lebih Gokil dengan 3 Event dalam Satu!

TripTrus.Com - Pemkab Raja Ampat bakal bikin heboh dengan Festival Raja Ampat bulan Oktober 2023. Masalahnya, kita masih nunggu kabar resmi soal tanggal pastinya, nih. Ellen Risamasu, sang Kapten Pariwisata Raja Ampat, sempet cerita, "Festival Raja Ampat tahun ini ada, tapi tanggalnya masih sebatas rencana, bro."       View this post on Instagram A post shared by Arief Naufal (@arief.naufal) Nah, biasanya festival ini digelar tiap tanggal 18-21 Oktober, guys. Tapi, denger-denger, festival Raja Ampat kali ini bakal beda dari yang lain, guys. Kali ini, mereka bakal gabungin tiga event seru dalam satu keseruan besar. Ada Festival Raja Ampat, Festival Gemar Makan Ikan, dan Festival Suling Tambur dalam satu paket! Ellen Risamasu ngejelasin, "Jadi, di event ini ada tiga festival, bro: Festival Raja Ampat, Festival Gemar Makan Ikan, dan Festival Suling Tambur. Seru, kan?" [Baca juga : "Party Bareng! Nusa Penida Festival 2023 Bikin Heboh Pulau Nusa Penida"] Kata Ellen, Festival Raja Ampat ini juga penting banget buat ngebantu Raja Ampat masuk dalam jajaran UNESCO Global Geopark. Jadi, gak cuma keren, tapi juga punya sejarah, nih! Terus, Ellen juga cerita kalo pariwisata Raja Ampat sempet tutup gara-gara pandemi COVID-19 dari 2020 sampe 2022. Makanya, sekarang mereka berusaha benerin niatan wisatawan buat mampir ke Raja Ampat, dengan bikin Festival Bahari ini. Keren, ya, upaya mereka! Jadi, siap-siap deh buat Festival Raja Ampat 2023 yang bakal bikin kita makin cinta sama keindahan alam Indonesia! (Sumber Foto @paula_cortez28) 
...more

5 Fakta Sejarah Tentang Pulau Penyengat

TripTrus.Com - Pulau Penyengat adalah sebuah pulau di wilayah Kepulauan Riau. Belanda menyebutnya sebagai PUlau Mars. Pulau ini terletak di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, yang berjarak kurang lebih 2 km dari pusat kota. Pulau ini berukuran panjang 2.000 meter dan lebar 850 meter, berjarak lebih kurang 35 km dari Pulau Batam.  Pulau ini dapat ditempuh dari pusat Kota Tanjung Pinang dengan menggunakan perahu bermotor atau lebih dikenal pompong yang memerlukan waktu tempuh kurang lebih 15 menit. Pulau Penyengat merupakan salah satu objek wisata di Kepulauan Riau. Berdasarkan informasi yang dihimpun batamnews dari wikipedia dan berbagai sumber, berikut adalah keistimewaan Pulau Penyengat.       View this post on Instagram Goes to Pulau Penyengat.. . Pulau Penyengat di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, sedang bersiap untuk mengadakan Festival Pulau Penyengat 2019 yang diadakan pada 14-18 Februari. Acara ini dipusatkan di Balai Adat Melayu Pulau Penyengat. Banyak kegembiraan dapat ditemukan di Festival kali ini. Wisatawan yang datang dapat menikmati lebih dari 20 kegiatan seni budaya di sana, seperti lomba dayung, lomba dayung bantal di laut, lomba tangkap bebek di laut, lomba gurindam 12, dan kompetisi becak bermotor dekoratif. Tiga acara teratas adalah Malay Fashion Penyengat Serantau, Short Film Netizen Stinger Halal Competition, dan the Halal Competition Stinger Pattern Tour. #FestivalPulauPenyengat2019 #PulauPenyengatFest2019 #FestivalPulauPenyengatKepri #PesonaPulauPenyengatFest2019 #EnjoyPulauPenyengatFest2019 #WonderfulFestPulauPenyengat #YukKePenyangatFestival2019 #PesonaFestPulauPenyengat2019 #SemarakFestivalPenyengat2019 #PesonaWisataPulauPenyengat #PesonaIndonesia A post shared by Edy Singomoto (@singomoto) onFeb 13, 2019 at 5:35pm PST 1. Pusat pemerintahan Kerajaan Riau Pulau Penyengat pernah menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Riau. Ketika itu namanya menjadi Pulau Penyengat Inderasakti.  Pada 1803, Pulau Penyengat awalnya dibangun sebagai pusat pertahanan. Pulau ini kemudian dibangun menjadi negeri dan  berkedudukan Yang Dipertuan Muda Kerajaan Riau-Lingga. Ketika itu, Sultan berkediaman resmi di Daik-Lingga. Pada tahun 1900, Sultan Riau-Lingga pindah ke Pulau Penyengat.  Sejak itu lengkaplah peran Pulau Penyengat sebagai pusat pemerintahan, adat istiadat, agama Islam dan kebudayaan Melayu. 2. Pulau bersejarah Pulau Penyengat merupakan pulau yang bersejarah. Pulau ini memiliki kedudukan penting dalam peristiwa jatuh bangunnya Imperium Melayu.  Peran penting tersebut berlangsung selama 120 tahun, sejak berdirinya Kerajaan Riau di tahun 1722, sampai akhirnya diambil alih sepenuhnya oleh Belanda pada 1911. 3. Jadi kubu pertahanan perang saudara di Johor Awalnya pulau ini hanya sebuah tempat persinggahan armada-armada pelayaran yang melayari perairan Pulau Bintan, Selat Malaka dan sekitarnya.  Namun pada tahun 1719 ketika meletus perang saudara memperebutkan tahta Kesultanan Johor. Perang tersebut antara Raja Kecil, keturunan Sultan Mahmud Syah melawan Tengku Sulaiman, keturunan Sultan Abdul Jalil Riayatsyah. Pulau Penyengat mulai dijadikan kubu pertahanan oleh Raja Kecil. Ia memindahkan pusat pemerintahannya dari Kota Tinggi (Johor) ke Riau di Hulu Sungai Carang (Pulau Bintan).  Perang saudara itu dimenangkan oleh Tengku Sulaiman dan saudaranya. Mereka dibantu lima orang bangsawan Bugis Luwu, yaitu Daeng Perani, Daeng Marewah, Daeng Chelak, Daeng Kemasi dan Daeng Menambun.  Selanjutnya, Tengku Sulaiman mendirikan kerajaan baru yaitu Kerajaan Johor-Riau-Lingga, pada 4 Oktober 1722. Sedangkan Raja Kecil menyingkir ke Siak dan mendirikan Kesultanan Siak. 4. Ada banyak bangunan bersejarah Bangunan bersejarah di Pulau Penyengat di antaranya yaitu Masjid Raya Sultan Riau, Mushaf Al-Quran, Istana Kantor dan Balai adat Melayu. Monumen Bahasa Melayu juga didirikan di pulau ini. Pada tanggal 19 Agustus 2013, diletakkan batu pertama pembangunan Monumen Bahasa Melayu di areal dalam bekas Benteng Kursi, Pulau Penyengat, oleh Gubernur Kepulauan Riau, HM Sani.  Pembangunan monumen ini merupakan wujud penghormatan dan penghargaan Pemerintah Provinsi Kepri terhadap jasa-jasa Raja Ali Haji sebagai pahlawan nasional di bidang bahasa. Selain itu juga untuk lebih mengenalkan tentang asal dan arti bahasa Melayu yang dipakai di Kepulauan Riau dan Lingga, serta bahasa Indonesia yang digunakan saat ini. [Baca juga : "4 Tempat Bersejarah Di Kota Cilegon"] 5. Pulau Mas Kawin Pulau penyengat menjadi mas kawin Sultan Kasultanan Riau III Sultan Mahmud Syah untuk Raja Hamidah yang kemudian dikenal sebagai Engku Puteri Raja Hamidah. Mereka menikah pada tahun 1803. Engku Puteri Raja Hamidah merupakan putri dari Yang Dipertuan Muda (YDM) Riau IV, Raja Haji Fisabilillah. Setelah menikah dengan Sultan Mahmud Syah dan diberikan Pulau Penyengat, ia kemudian bermukim di pulau tersebut hingga akhir hayat pada 1844. Hingga saat ini, banyak keturunan Engku Puteri Raja Hamidah yang dimakamkan di tempat tersebut. Engku Puteri Raja Hamidah sendiri dimakamkan di kompleks pemakaman Dalam Besar.  Pada kompleks tersebut, juga dimakamkan Raja Ali Haji yang dikenal sebagai pengarang Gurindam Dua Belas dan ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Di kompleks itu pula dimakamkan Raja Ahmad dan Yang Dipertuan Muda (YDM) Riau IX, Raja Abdullah. (Sumber: Artikel batamnews.co.id Fotokebudayaan.kemdikbud.go.id)
...more

Catat! Ini Jadwal Wisata Budaya Nusantara Sepanjang Februari 2019

TripTrus.Com - Berlibur semestinya tak melulu soal belanja, spot foto menarik, atau berburu makanan enak. Wisata budaya bisa jadi salah satu pilihan menghabiskan waktu berlibur yang menarik. Melihat berbagai budaya masyarakat Indonesia lengkap dengan kearifan masyarakat lokalnya tak hanya akan menyisakan pengalaman tak terlupakan, namun juga akan menambah wawasan Anda. Berikut ini Kompas.com merangkum 3 acara yang bertema wisata budaya yang akan digelar selama bulan Februari 2019. 1. Cap Go Meh di Singkawang       View this post on Instagram #capgomehsingkawang A post shared by STEVEN DAVID (@stevn_david) onMar 1, 2018 at 12:31am PST   Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Kalimantan Barat akan menggelar perayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang pada tanggal 5 hingga 19 Februari 2019. Perayaan ini dilaksanakan pada hari ke-15 setelah perayaan Tahun Baru Imlek. Perayaan yang digelar secara rutin setiap tahunnya ini merupakan salah satu acara andalan untuk mendatangkan wisatawan mancanegara ke Kalimantan Barat. Tahun lalu, tercatat sebanyak 26 Duta Besar dari negara sahabat datang untuk melihat festival ini. Dalam perayaan ini Anda daat menyasikan ratusan orang yang dirasuki roh dewa atau leluhur yang biasa disebut tatung atau loya oleh warga sekitar melakukan parade mengelilingi kota dengan atraksi- atraksi ekstrem. Ada juga orang memukul gendang untuk mengusir roh jahat. [Baca juga : "14 Kota Tua Di Indonesia Yang Sangat Apik Dan Instagramable"] 2. Festival Pulau Penyengat di Tanjungpinang       View this post on Instagram @Regranned from @shaniachairani - Pakaian adat Melayu mempunyai warna yang berbeda dan masing-masing mempunyai artinya. Baju yang berwarna merah, merupakan yang diperuntukan untuk Raja dan Putri Raja, beserta keturunannya. Baju bewarna kuning diperuntukan untuk pegawai kerajaan dan keluarganya. Baju bewarna hijau diperuntukan Rakyat biasa dan keturunannya. . . Photo by : @nahorthoseahutagaol . . Cc to : @discovery_tanjungpinang @traveller_kepri @genpi_bintan @discovery_kepri @genpitanjungpinang @genpi_id @genpi_bintan @serbatanjungpinang @jheipul @kemenpar @pesonaid_travel @genpi.kepri @yopiefranz @robbysunata @wisatapenyengat @kemenpar @donkardono @mansyurebo . ---------------------------------------------------------------------- . #FPP2018 #FestivalPulauPenyengat #SulltanRiau #Mesjid #Penyengat #Visitpulaupenyengat #Wisatapulaupenyengat #Tanjungpinang #visittanjungpinang #Tanjungpinang #kepri #PesonaTanjungpinang #wonderfulriauislands #kemenpar #genpi_id #discovery_kepri #discovery_tanjungpinang #pesonaindonesia - #regrann A post shared by Wonderful Riau Archipelago (@discovery_tanjungpinang) onFeb 10, 2018 at 6:35am PST   Festival ini telah dilaksanakan sejak tahun 2016. Festival ini merupakan acara unggulan Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau yang berpusat di Kota Tanjungpinang. Tahun ini festival ini akan digelar pada tanggal 14 hingga 18 Februari 2019 di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang. Dalam festival ini Anda akan menyaksikan berbagai perlombaan seperti Lomba Panggak Gasing, Lomba Jong, Lomba Dayung Sampan, Lomba Sampan Layar, Lomba Ngambat Itik, Lomba Pukul Bantal, Lomba Berbalas Pantun, Lomba Syarhil Gurindam, Carnaval Fashion, Lomba Berzanzi, Lomba Melukis dan Mewarnai, Festival Kuliner Melayu, dan Lomba Becak Hias. 3. Pesona Bau Nyale di Mandalika       View this post on Instagram Ketika kita mengeluh: “Apa yg aku buat ni semua sia sia. " ALLAH menjawab : (فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ) "Siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji zarah sekalipun, niscaya ia akan melihat balasannya ” (Al Zalzalah : 7) . . #opponesia #oppocameraphone #pesonabaunyale2017 A post shared by an (@anprmst_) onFeb 16, 2017 at 4:54am PST   Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Barat akan menggelar acara bertajuk Pesona Bau Nyale pada tanggal 20 Februari 2019 di kawasan Mandalika. Pesona Bau Nyale merupakan core event kegiatan budaya di pesisir pantai selatan Pulau Lombok tepatnya di pantai Kuta, Seger, dan Aan di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Bau Nyale merupakan suatu kejadian alam yang diabadikan dalam legenda Putri Mandalika yang bijaksana yang menjadi rebutan dan ingin dipersunting oleh beberapa putra mahkota dari kerajaan-kerajaan Lombok. Bagaimana, tertarik? Jika iya, segera siapkan rencana perjalanan Anda. Selamat berlibur. (Sumber: Artikel travel.kompas.com Foto breakingnews.co.id)
...more

Dear Warga Tangsel, Sayangilah Jejak Sejarah Daan Mogot di BSD Ini

TripTrus.Com - Tangerang Selatan adalah kota satelit warga komuter. Tapi di sana ada jejak sejarah perjuangan Daan Mogot yang harus disayang warganya.Adalah Monumen Palagan Lengkong, atau yang sering disebut Monumen Lengkong di Tangerang Selatan. Bangunan ini dibuat pada tahun 1993, untuk mengenang peristiwa Lengkong yang menewaskan 34 taruna dan 3 perwira, yakni Mayor Daan Mogot, Lettu Soebianto dan Lettu Soetopo.Di sebelah monumen, ada sebuah rumah kecil yang terlihat tua. Di depannya, terlihat tulisan 'Cagar Budaya Palagan Lengkong'. Lengkap dengan logo Pemda Tangerang dan sejarah mengenai tempat tersebut.       View this post on Instagram Untuk mengenang Peristiwa Lengkong ada dua tempat bersejarah yang pertama adalah Taman Makam Pahlawan (TMP) taruna yang bertempat di Jl. Daan Mogot (JL. Raya Jakarta-Serang) KM 24,5 dan yang kedua adalah monumen Lengkong yang berada di wilayah Serpong Tangerang. Monumen yang dibangun berdampingan dengan Taman Daan Mogot itu berdiri tahun 1993 di atas lahan seluas 500 meter persegi. Pada dinding prasasti monumen terukir nama-nama taruna dan perwira yang gugur pada peristiwa pertempuran Lengkong. Sedangkan di dalam museumnya, terpampang foto-foto perjuangan para taruna militer di Indonesia berserta akademinya. . Monumen Lengkong kini dijadikan sebagai tempat peringatan peristiwa pertempuran Lengkong yang diperingati setiap tanggal 25 Januari. Bahkan, keputusan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu menetapkan peristiwa tersebut sebagai Hari Bakti Taruna Akademi Militer. Hal itu dituangkan lewat Surat Telegram KSAD Nomor ST/12/2005 bertanggal 7 Januari 2005. [#paskibra2k18 #paskibrapeduli #pembarismuda #peristiwalengkong #sejarahlengkong #monumenlengkong #abouttng] A post shared by Paskibra MTsN 3 Kab.Tangerang (@paskibraksatriaarjuna) onFeb 11, 2018 at 2:27am PST Sayang seribu sayang, monumen yang berlokasi di sebuah taman bernama Taman Daan Mogot ini sepi pengunjung. Bahkan, saat detikTravel berkunjung, hanya ada petugas kebersihan. Di rumah kecil tua itu, setiap harinya tertutup dan terkunci. Menurut Hamdan, petugas kebersihan, kunci itu dipegang oleh anggota TNI."Rumah ini setiap harinya terkunci, kuncinya punya anggota (Militer). Jadi nggak terbuka setiap hari," ujarnya pada detikTravel. Menurut Hamdan, rumah itu tidak berisi. Namun, dari luar lingkungannya sering dibersihkan. "Nggak ada isinya. Coba aja melongok, kosong," tambahnya. Hamdan menambahkan, rumah tersebut memang terbuka di saat-saat tertentu. Seperti pada peringatan peristiwa Lengkong 21 Januari. "Kalau bulan Januari itu suka diletakkan foto-foto, dibuka untuk beberapa orang-orang penting. Nah, kalau itu baru ramai suka ada acara," ucapnya.Dalam beberapa referensi yang ditelusuri detikTravel, rumah ini adalah bekas markas tentara Jepang yang dilucuti senjatanya oleh pasukan Daan Mogot pada 25 Januari 1946. Namun ada insiden senjata yang berujung dengan baku tembak. Daan Mogot dan pasukannya gugur. Meskipun sepi pengunjung saat didatangi, tetapi menurut Hamdan biasanya ada sejumlah traveler yang berasal dari Jakarta mengunjungi monumen Palagan Lengkong. Lokasi Monumen Palagan Lengkong sebenarnya cukup strategis. Di jantung kota BSD, dekat Mc Donald's BSD Plaza tepatnya Jalan Raya Pagedagan, Lengkong Kulon BSD. [Baca juga : "Indahnya Telaga Saat, Danau Eksotis Di Puncak Tertinggi Bogor"]Padahal, ini bisa jadi potensi pariwisata yang ada di tengah kota Mandiri BSD City. Sudut wilayah tersebut terkenal dengan bangunan-bangunan modern yang asyik untuk rekreasi. Jika saja, lebih dikemas dengan baik dan promosi yang mumpuni, pasti bisa jadi wisata sejarah akhir pekan yang seru. (Sumber: Artikel travel.detik.com Foto megapolitanpos.com)
...more

Jejak Sejarah Belanda yang Keren di Lebak, Seru Banget Eksplorasi Budaya dan Peninggalan yang Wow!

TripTrus.Com - Kabupaten Lebak enggak cuma terkenal sama Hutan Adat Baduy, kebudayaan adiluhung masyarakat adat Kaolotan (Kasepuhan), atau tempat wisata alamnya yang keren. Di sini, ada banyak cerita legendaris tentang peninggalan jaman Belanda yang asyik buat diexplore, mulai dari tempat bersejarah sampe perkembangan literasi yang lagi ngehits. Banyak situs bersejarah dari zaman penjajahan Belanda yang masih ada di daerah ini, Geng. Ada Stasiun Kereta Api, Residentie Van Max Oil yang dulunya pabrik minyak terkenal di Lebak, tempat penyimpanan air, benteng kuno, sampe Museum Multatuli yang baru-baru ini jadi pusat kegiatan literasi. Semua tempat itu punya daya tarik sendiri. Rangkasbitung, sebagai kota yang ramai dan modern, punya pengalaman pariwisata yang gak terlupakan. Terutama sekarang, ojek online lagi ngetren banget, jadi gampang buat jalan-jalan di kota ini. Salah satu tempat yang seru banget buat dikunjungi adalah Rumah Residence VOC. Tempatnya ada di seberang BNI yang terkenal sama tahu gejrotnya, enggak jauh dari rumah dinas polisi Kabupaten Lebak. Bisa naik kendaraan atau jalan kaki, lo bisa explore berbagai situs bersejarah yang jadi saksi berdirinya kota Rangkasbitung, yang dulunya dikenal juga sebagai Rangkasbetung. Perjalanan dimulai dari rumah Multatuli yang ada sekitar jembatan dua. Jembatan itu gak jauh dari jalan protokol yang sering dilewatin mobil dan kereta api. Alun-alun pusat juga tempat yang romantis buat warga kota yang mau singgah atau transit pas pulang kampung. Rangkasbitung punya daya tarik sendiri, mulai dari makam pahlawan yang kokoh berdiri di dekat Water Torn, tempat penyimpanan air dengan nilai sejarah yang penting. Ada banyak cara buat menikmati jejak sejarah di kota kecil ini, Geng. Selain jalan-jalan santai di pusat kota, lo juga bisa naik motor, becak, atau angkot yang masih aktif beroperasi di sekitar alun-alun. Liburan di kota ini enggak cuma seru, tapi juga gak bikin kantong bolong, loh. Lo dengan mudah bisa merasakan cerita yang tersembunyi selama perjalanan yang asik antara hunian kota dan aktivitas perdagangan di pinggir jalan, semuanya itu jadi daya tarik wisata yang keren. [Baca juga : "Museum Multatuli Rangkasbitung, Destinasi Wisata Sejarah Yang Keren Abis!"] Lanjut dari Alun-alun Rangkasbitung menuju Plaza Rangkasbitung Indah, lo bakal nemuin banyak bangunan kuno yang warisan budaya dan peninggalan Belanda VOC. Salah satunya adalah Residentie Van Max Oil, bekas pabrik minyak yang sekarang jadi pusat belanja dan landmark kota Rangkasbitung. Walaupun bangunannya udah hampir rubuh, tapi masih menjadi saksi bisu perjalanan ekonomi antara penduduk lokal sama VOC. Bangunan itu tetap jadi tempat penting sejak pertama kali didirikan dan jadi pusat aktivitas ekonomi yang berarti. Enggak cuma di dalam kota, warisan budaya juga ada di luar Rangkasbitung, Geng. Di Sajira, banyak rumah tua peninggalan Belanda yang masih terjaga dengan baik, jadi saksi sejarah yang hidup dan seru banget buat diexplore. (Sumber Foto @b.liong) 
...more

Desa Adat Toraja Sillanan

Sillanan adalah nama sebuah perkampungan tradisional masyarakat Toraja. Secara administratif, perkampungan ini masuk ke wilayah Desa Sillanan, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan. Perkampungan yang struktur tanahnya berbatu-batu ini dihuni oleh penduduk yang bekerja sebagai petani kopi, dan terletak sekitar 35 kilometer ke arah selatan Rantepao. Di tempat ini terdapat bangunan-bangunan megalit berupa menhir maupun kubur batuyang berkaitan dengan tradisi dan upacara-upacara adat masyarakat Toraja yang hingga kini masih diselenggarakan. Dari upacara-upacara adat itu, wisatawan akan mendapatkan gambaran mengenai fungsi dan peranan peninggalan-peninggalan bersejarah tersebut terhadap kehidupan masyarakat setempat. Beberapa rumah tongkonan dan lumbung padi yang berusia sangat tua pun masih bisa ditemukan di sini, sementara beberapa diantaranya sudah direnovasi akibat termakan usia. Tongkonan merupakan rumah adat masyarakat Toraja. Kata “tongkonan” berasal dari bahasa Toraja yaitu “tongkon” yang berarti duduk. Disebut tongkon karena memang bangunan ini berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan kekuasaan adat. Tongkonan bukanlah rumah pribadi perseorangan tetapi diwariskan secara turun temurun oleh keluarga atau marga suku Toraja. Di rumah adat inilah, keluarga Toraja biasanya berkumpul untuk berdiskusi ataupun bertukar pendapat. Tidak semua Tongkonan dapat dikunjungi, kecuali Tongkonan yang memang secara khusus dijadikan obyek wisata. Sementara Tongkonan milik keluarga Tana Toraja hanya boleh dikunjungi oleh anggota keluarga saja. Wisatawan bisa menanyakan tetua adat atau penduduk mengenai Tongkonan mana yang boleh dikunjungi. Tongkonan terbuat dari kayu dan memiliki atap yang terbuat dari daun nipa atau kelapa. Bangunan adat ini selalu dibangun menghadap ke utara, arah yang dianggap sebagai sumber kehidupan. Jika dilihat dari bagian samping, bentuk atap Tongkonan akan mirip seperti tanduk kerbau. Di kehidupan masyarakat Toraja, kerbau memang dijadikan simbol status sosial. Ketika keluarga Toraja menyelenggarakan upacara adat pemakaman, mereka akan menyembelih kerbau yang jumlahnya disesuaikan dengan kemampuan ekonomi keluarga penyelenggara adat. Setelah disembelih, tanduk-tanduk kerbau dipasang pada Tongkonan milik mereka. Semakin banyak jumlah tanduk kerbau pada Tongkonan, berarti semakin tinggi pula status sosial pemiliknya di kalangan masyarakat Toraja. Rumah adat Toraja ini berbentuk rumah panggung, dan kolong rumah biasanya dipakai sebagai kandang kerbau. Di depannya terdapat lumbung padi, yang disebut ‘alang‘. Tiang-tiang lumbung terbuat dari batang pohon palem (‘bangah‘) yang licin, sehingga tikus tidak dapat memanjat masuk ke dalam lumbung. Di bagian depan lumbung terdapat berbagai ukiran bergambar ayam dan matahari, yang merupakan simbol untuk menyelesaikan perkara. Orang Toraja menganggap tongkonan sebagai simbol ‘ibu‘, sedangkan alang sebagai ‘bapak‘. Tongkonan tidak hanya berfungsi sebagai rumah tinggal, tetapi juga sebagai tempat mengadakan kegiatan sosial, upacara adat, serta membina kekerabatan. Bagian dalam rumah dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian utara, tengah dan selatan. Bagian utara atau ‘tengalok’ berfungsi sebagai ruang tamu, ruang tidur anak-anak, dan juga tempat meletakkan sesaji. Bagian tengah yang disebut ‘sali‘ berfungsi sebagai ruang makan, pertemuan keluarga, tempat menyemayamkan orang mati, dan juga sebagai dapur. Dan bagian selatan disebut ‘sumbung‘, merupakan ruangan untuk kepala keluarga. Rumah adat Toraja memiliki beberapa ornamen ukiran khas Toraja yang terbuat dari tanah liat, biasanya menggunakan empat warna dasar yakni hitam, merah, kuning, serta putih. Bagi suku Toraja, keempat warna itu memiliki makna tersendiri. Warna hitam melambangkan kematian, kuning menjadi simbol anugerah dan kekuasaan Illahi, putih lambang warna daging dan tulang yang berarti suci, sementara merah menjadi simbol warna darah yang melambangkan kehidupan manusia. Sama halnya dengan jumlah tanduk kerbau, jumlah ornamen di dalam Tongkonan juga melambangkan tingkat kemewahan. Desa Sillanan juga menawarkan pemandangan alam yang indah dan agrowisata kopi dan sayur mayur. Sillanan dapat dicapai dengan menggunakan angkutan umum Makale – Mebali. Lalu perjalanan bisa dilanjutkan dengan angkutan Mebali -Sillanan, naik ojek atau berjalan kaki. Di sekitar perkampungan ini, terdapat juga pemondokan untuk wisatawan. Sementara enam kilometer dari Sillanan,ada hotel bintang tiga. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...