TripTrus.Com - Wisata ke Bogor menikmati keindahan alam, belum lengkap tanpa mengunjungi perkebunan teh Malasari yang berada di Desa Wisata Malasari, Bogor, Jawa Barat. Perkebunan teh ini tak hanya menyajikan keindahan landmark nan hijau, tetapi juga memiliki keunikan tersendiri dari bentuk perkebunannya.
View this post on Instagram
View keren dari perkebunan teh malasari dan liat indahnya gunung salak dan gunung gede pangrango dalan satu frame ketika matahari sedang terbit. Hamparan kebun teh hijau dan pemandangan di baliknya yang sangat luar biasa๐. ๐ Referensi Foto : (@abee_aries), (@s.annwar) ๐ Partner : @indoflashlight Lokasi.๐ Perkebunan Teh malasari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Indonesia. || #indoflashlight #indoflashlightjabar #indoflashlightbogor #bogor #jawabarat #indonesia #kemenpar #perkebunantehmalasari
A post shared by Indoflashlightbogor (@indoflashlightbogor) onOct 3, 2018 at 3:31pm PDT
Bentuknya yang mirip terasering dan tertata rapi merupakan peninggalan leluhur penduduk Malasari dan pemerintah kolonial Belanda. Tak heran jika, traveler yang memilih berwisata ke perkebunan ini akan takjub dengan eksotismenya. Destinasi wisata ini menjadi spot paling diincar traveler milenial.
Ada banyak spot keren untuk traveler berswafoto. Mulai dari hamparan hijau perkebunan teh, hingga kemegahan Gunung Salak dan Gunung Gede. Berada di dataran tinggi perkebunan teh ini, Anda dapat menikmati dua gunung fenomenal ini di Bogor.
[Baca juga : "Beginilah Kisah Kawasan Pecinan Temanggung"]
Karena perkebunan teh ini termasuk peninggalan Belanda, tidak heran jika di sana Anda juga akan menemukan beberapa peninghalan yang cukup tua seperti Pendopo Boepati 1947. Pendopo ini merupakan cikal bakal Pemerintahan Kabupaten Bogor.
Desa Wisata Malasari merupakan jantungnya Halimun, merupakan desa yang memiliki kekayaan biodiversitas tertinggi di Pulau Jawa. Untuk mencapai perkebunan teh Malasari, traveler harus melewati Gerbang Taman Nasional Halimun. Anda harus berhati-hati, sebab jalan untuk menuju ke sini agak berbatu dan berkelok. Tetapi juga sudah berada di perkebunan, akan terbayar dengan pemandangan kebun teh yang memesona. (Sumber: Artikel inews.id Foto vakansinesia.com)
...moreTripTrus.Com - Lo dan pasangan baru nikah bakal seneng banget kalau milih Bali buat honeymoon! Gue aja yang skeptis awalnya, tapi setelah liat sendiri keindahannya, fix, Bali tuh tempat sempurna buat ngabisin waktu bareng setelah stress ngurusin nikahan.
Lo bisa santai abis, nggak usah mikir kerjaan atau apapun. Hotel-hotel di Bali itu udah kayak surga, nyediain sarapan sampe kekenyangan, trus tinggal leyeh-leyeh nunggu makan siang. Plus, spa di Bali beneran kayak seni, lama-lama malah nagih!
View this post on Instagram
A post shared by Adit (@adit.syahfiar)
Kalau lo suka yang spiritual, dateng deh ke Pura Ulun Danu. Tempatnya cakep abis, ada danau yang ngelilingin pura dengan pemandangan yang super indah. Bahkan lo bisa liat upacara keagamaan khas Bali di pagi hari. Kalo lo mau yang lebih spesial, coba Pedanda Blessing di Candidasa. Katanya sih, pengalaman spiritualnya berasa banget, cocok buat honeymoon.
Terus, Bali itu penuh sama keindahan alam yang bikin lo susah napas saking bagusnya! Ya, kecuali Kuta sih, lo tau sendiri kan gimana rame dan bisingnya. Tapi begitu lo keluar sedikit dari pusat kota, lo bakal dimanjain sama gunung berapi, pantai emas atau hitam, sawah berundak, dan desa-desa tradisional. Lo bisa liat pemandangan ini semua dari balkon hotel lo kalo lagi males jalan.
[Baca juga : "Kapan Waktu Terbaik Buat Jalan-Jalan Berbagai Tempat Di Indonesia?"]
Kalo lo suka aktivitas, cobain deh naik Gunung Batur. Sunrise di sana tuh nggak ada tandingannya! Tapi kalo lo pengen lebih santai, lo juga bisa nginep di Sanak Retreat, di tengah sawah Jatiluwih yang keren banget.
Oh iya, honeymoon di Bali juga kesempatan bagus buat lo berdua belajar masak bareng. Gue sama pasangan ambil kelas masak di Ubud, pusat seni di Bali. Di sana, kita belajar bikin makanan lokal kayak ikan bakar daun pisang, kari ikan, bayam, dan sambal. Rasanya puas banget, apalagi kalo bisa masakin pasangan lo nanti di rumah!
Dan yang nggak kalah penting, karena ini honeymoon, lo harus banget nikmatin momen-momen romantis. Bali itu affordable banget buat honeymoon yang spesial. Mulai dari private villa, spa treatment, sampe makan malam romantis, semuanya bisa lo dapetin dengan harga yang lebih terjangkau dibanding tempat honeymoon populer lainnya. Nggak heran Bali masuk top 5 destinasi terbaik versi Lonely Planet! Jadi, kalo lo lagi mikirin honeymoon, Bali itu jawabannya. (Sumber Foto @baliislandgetaway)
...moreTripTrus.Com - Nih, ada acara keren banget, Stipram International Tourism Seminar (SITS) judulnya Tourism Trends 2023-2024 di kampus Stipram Jogja, tepatnya Sabtu (27/5/2023). Para ahli nih, mereka bilang, manfaatin banget nih waktunya endemi buat akselerasi, buka pintu lebih gede gitu.
Ada beberapa ahli yang jadi pembicara, kayak I Putu Astawa dari Politeknik Negeri Bali, Profesor Sugiarto dari Stipram, Felina Co Young dari Phillipine Woman University, Andre Lim dari Hotel School The Hague Netherlands, sama Oratai Krutwaysha dari Rajamangala University of Technology Lanna Chiang Mai Thailand. Mereka cerita soal peluang pariwisata setelah WHO resmi cabut status darurat Pandemi Covid-19.
View this post on Instagram
A post shared by WisataGunungKidul | ExploreGunungkidul | Wonosari | Yogyakarta (@gunungkidul.scenery)
Damiarsih, Ketua SITS 2023 dan ahli pariwisata, bilang tujuannya undang ahli dari mana-mana biar pandangan tentang masa depan pariwisata kita jadi beragam. Gitu kan, jadi bisa jadi panduan buat kembangin pariwisata, nggak cuma di tingkat nasional, tapi juga DIY.
Salah satu pokok pembahasannya adalah soal momen pandemi yang sekarang udah jadi endemi setelah dicabutnya status darurat pandemi oleh WHO. Nah, menurut dia, ini kesempatan bagus buat pariwisata buat buka peluang sebanyak-banyaknya, jangan sampe terlewat.
"Dulu waktu pandemi, pariwisata tuh yang pertama lesu, tapi yang pertama bangkit juga justru pariwisata. Momen endemi ini jangan dilewatkan, harus diangkat tanpa batas biar bisa maju. Kita teriakin aja, 'ayo semua mampir ke Indonesia, Jogja nih asik banget loh,'" katanya.
[Baca juga : "Destinasi Wisata Solo Traveling & Healing 2024, Pilihan Anti-Mainstream!"]
Si Wakil Ketua Stipram ini juga dorong semua pihak manfaatin baik-baik situasi yang sekarang udah nggak dianggep pandemi sama pemerintah. Industri pariwisata diperkirakan tetap naik terus dengan tren positif ke depan, termasuk di 2024, dan bakal berdampak ke sektor lain, kayak industri sampe budaya.
"Semua sektor mesti tumbuh dan saling bersinergi. Tapi harapannya sih, pariwisata jadi motor penggerak buat semua sektor, dari industri sampe budaya, semuanya harus bangkit. Soalnya sekarang udah reda dan jadi endemi," kata dia.
Ngomongin pentingnya juga, kata dia, layanan pariwisata mesti adaptasi sama zaman digital sekarang. Dengan menerapkan teknologi digital, bisa cepet banget nih kembangin suatu daerah. Apalagi digitalisasi udah nyampe ke mana-mana sekarang. Lewat digital juga bisa jadi edukasi buat masyarakat buat tetep ngerawat Jogja sebagai kota wisata dan pendidikan.
“Gara-gara era digital udah merajalela dari anak ke dewasa, jadi kita harus pintar-pintar milih yang bagus dan nggak. Jogja sebagai kota pendidikan dan destinasi wisata harus tetep jadi tempat yang edukatif buat masyarakat,” ujarnya. (Sumber Foto @marthasela09)
...moreTripTrus.Com - Jembatan gantung Situ Gunung menjadi kawasan favorit wisatawan di musim libur Lebaran 2018. Kunjungan wisatawan membeludak ke jembatan gantung yang disebut-sebut terpanjang di Asia Tenggara itu, sejak hari pertama dibuka pada H-1 Lebaran 2018.
Terletak di kaki Gunung Gede Pangrango, jembatan gantung tersebut menarik perhatian karena menyuguhkan panorama yang indah. Para wisatawan sengaja datang bukan hanya sekedar menikmati pesona hutan damar yang berada di aeral Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Namun juga ingin menguji nyali untuk berjalan di atas jembatan gantung berplat tali baja tersebut.
Jembatan yang menghubungkan objek wisata Situgunung kekawasan Curug Sawer itu, memiliki ketinggian mencapai 150 meter dari atas tanah. Adapun panjang membentang hingga mencapai 250 meter.
View this post on Instagram
life is journey with problems to solve and lessons to learn but most of all experiences to enjoy . #goodmorning
A post shared by Situgunung Suspension Bridge (@situgunungsuspensionbridge) onMar 1, 2019 at 9:33pm PST
Ini juga menjadi destinasi baru bagi wisatawan yang senang berswafoto. “Memang jembatan memiliki sensasi tersendiri saat dilintasi. Terutama bagi pengunjung yang akan berswafoto," kata salah seorang pengunjung objek wisata jembatan gantung, Chepi.
Chepi mengatakan jumlah pelintas jembatan dibatasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. "Apalagi membludaknya jumlah wisatawan berlalu-lalang terpaksa para petugas membatasinya," katanya.
Dia menuturkan, jembatan tersebut sangat menawan karena selain menawarkan keindahan dan kesejukan, para wisatawan juga dapat menikmati dua keindahan objek wisata dalam waktu bersamaan.
“Memang panorama sangat indah, sehingga banyak wisatawan datang dan menikmati jembatan ini,” katanya.
Jembatan gantung Situ Gunung menjadi kawasan favorit wisatawan di musim libur Lebaran 2018. Kunjungan wisatawan membeludak ke jembatan gantung yang disebut-sebut terpanjang di Asia Tenggara itu, sejak hari pertama dibuka pada H-1 Lebaran 2018.
Terletak di kaki Gunung Gede Pangrango, jembatan gantung tersebut menarik perhatian karena menyuguhkan panorama yang indah. Para wisatawan sengaja datang bukan hanya sekedar menikmati pesona hutan damar yang berada di aeral Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Namun juga ingin menguji nyali untuk berjalan di atas jembatan gantung berplat tali baja tersebut.
Jembatan yang menghubungkan objek wisata Situgunung kekawasan Curug Sawer itu, memiliki ketinggian mencapai 150 meter dari atas tanah. Adapun panjang membentang hingga mencapai 250 meter.
Ini juga menjadi destinasi baru bagi wisatawan yang senang berswafoto. “Memang jembatan memiliki sensasi tersendiri saat dilintasi. Terutama bagi pengunjung yang akan berswafoto," kata salah seorang pengunjung objek wisata jembatan gantung, Chepi.
[Baca juga : "Menarik Dikunjungi Nih, 5 Wisata Seru Di Kota Gombong"]
Chepi mengatakan jumlah pelintas jembatan dibatasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. "Apalagi membludaknya jumlah wisatawan berlalu-lalang terpaksa para petugas membatasinya," katanya.
Dia menuturkan, jembatan tersebut sangat menawan karena selain menawarkan keindahan dan kesejukan, para wisatawan juga dapat menikmati dua keindahan objek wisata dalam waktu bersamaan. “Memang panorama sangat indah, sehingga banyak wisatawan datang dan menikmati jembatan ini,” katanya. (Sumber: Artikel pikiran-rakyat.com Foto jayakartanews.com)
...moreTripTrus.Com - Semarang menjadi salah satu kota di Indonesia yang menjadi saksi perjuangan rakyat melawan penjajah. Tidak heran, di kota lumpia ini banyak ditemui bangunan bekas zaman kolonial yang masih berdiri kokoh.
"Tak jarang pula, kawasan bersejarah di Semarang menjadi objek wisata yang kerap dikunjungi turis lokal maupun mancanegara yang ingin mengetahui soal sejarah bangsa Indonesia."
Jika Anda berkesempatan mengunjungi Semarang, jangan lewatkan tempat wisata bersejarah berikut ini:
1. Lawang Sewu
Upload foto lama... #kangen #semarang #lawangsewu #fotolama
A post shared by bibilombok (@bibibolang) onJan 3, 2018 at 6:40am PST
Cerita tentang kisah-kisah mistis yang terjadi di Lawang Sewu justru menjadi daya tarik tersendiri. Tempat ini dulunya dibangun saat Belanda masih menduduki Indonesia, dan difungsikan sebagai kantor pusat perusahaan kereta api saat itu. Disebut Lawang Sewu karena bangunan ini memiliki jumlah pintu yang sangat banyak – sewu dalam bahasa Jawa berarti seribu. Jika tertarik merasakan nuansa yang lebih mencekam, Anda bisa menjelajahi Lawang Sewu di malam hari dengan dampingan pemandu.
2. Masjid Besar Kauman
"Gerbang Masjid Agung Kauman Semarang" #smg470 #semaranghebat #semarang #oudestad #oldtown #kotalamasemarang #arsitekturindonesia #arsitektur #architecture #architecturephotography #masjidindonesia #masjid #masjidagungsemarang #masjidkaumansemarang #mosque #mosqueindonesia
A post shared by Suwito (@suwitowito21) onMay 28, 2017 at 11:00pm PDT
Dilihat dari bentuk bangunanya, Masjid Besar Kauman memang tidak lagi memiliki rupa yang sama dengan saat awal didirikan. Namun, masjid ini masih menjaga cerita sejarah sebagai masjid tertua yang ada di Pulau Jawa. Berdasarkan prasasti yang tertulis dalam bahasa Belanda di gerbang masuk, Masjid Besar Kauman dibangun pada abad ke-18, tepatnya di tahun 1750.
3. Kota Lama Semarang
"Walk" . Tentang pejalan . . . . #streetphotography#photography#photohunt#mind#street#streetphoto#streetphotographyindonesia#hunting#ig_street#snapseed#street#mobilephotography#urbanlife#photograph#insta_pic#instagood#instaphoto#dimension#humaninterest#humaninterestphotography#portrait#urban#semarang#jawatengah
A post shared by angga (@noviannuliangga) onAug 14, 2017 at 5:21am PDT
Sama seperti di beberapa kota besar di Indonesia lainnya, Semarang juga memiliki wisata kota tua yang menarik untuk dikunjungi. Di kawasan Kota Lama, Anda akan menjumpai puluhan gedung-gedung kuno dengan arsitektur khas Eropa klasik yang dibangun pada zaman kolonial Belanda. Di sekitarnya juga terdapat kanal-kanal air yang sampai sekarang masih terjaga kondisinya. Turis yang datang lebih sering berfoto dengan latar bangunan kuno tersebut.
4. Gereja Blenduk
Jon Cuan Quotes: "Karena hidup butuh cuan dan liburan!"
A post shared by Dhayan Amiey (@amieykha) onAug 1, 2017 at 4:09am PDT
Salah satu landmark di kawasan Kota Lama Semarang adalah Gereja Blenduk. Uniknya, tempat ibadah umat Kristiani ini tidak dibangun dengan menara-menara yang menjulang seperti gereja lain pada umumnya. Sebaliknya, bangunannya memiliki kontur fisik yang memiliki kubah, dan sangat menonjol. Dengan gaya artsitektur neo-klasik, gereja yang dibangun pada tahun 1753 ini masih difungsikan sebagai tempat ibadah sampai saat ini.
5. Gedung Kesenian Sobokartti
Blue hour #bluehour #sobokartti #eos #eosm #canon๐ท
A post shared by Tjahjono Rahardjo (@tjahjonorahardjo) onSep 27, 2017 at 2:48pm PDT
Bagi pencinta seni dan sejarah, tempat ini wajib masuk dalam daftar kunjungan Anda di Semarang. Gedung Kesenian Sobokartti didirikan oleh Herman Thomas Karsten di tahun 1929 karena kecintaannya terhadap budaya Jawa. Sampai saat ini, gedung teater masih sering menampilkan pertunjukan kesenian berupa pedalangan, tari tradisional, membatik, membuat wayang, serta pentas karawitan.
6. Kelenteng Sam Poo Kong
Panas bener . . . . #vsco #sampookong
A post shared by qonita izza (@kntazza) onJan 3, 2018 at 8:09pm PST
Dibangun di atas lahan seluas 3,7 hektare, Klenteng Sam Poo Kong menjadi magnet wisata di kota Semarang. Bangunan kuno ini pertama kali didirikan pada tahun 1724 oleh masyarakat Tionghoa di Semarang. Meski telah banyak mengalami perubahan bentuk bangunan, masih banyak turis yang datang untuk melakukan wisata religi.
Itulah beberapa tempat wisata bersejarah yang bisa Anda kunjungi di Semarang. Untuk menjelajahinya, tentu dibutuhkan waktu lebih dari sehari. Karena itulah, memilih akomodasi terbaik saat berwisata menjadi prioritas untuk kenyamanan liburan Anda. (Sumber: Artikel bisnis.com, Foto vakansinesia.com)
...moreTripTrus.Com - Yo gaes, Desember 2025 udah tinggal ngintip di kalender, dan kota-kota di Jabodetabek siap banget nge-hype akhir tahun lo! Dari Depok, Bogor, Bekasi, Tangerang, sampe Jakarta, semua kota punya event kece yang bakal bikin holiday lo colorful banget. Dari bazar, festival kuliner, live music, sampe lomba unik, semua ready buat bikin lo chill bareng squad atau keluarga. So, siapin kamera, sneakers kece, dan mood on, karena ini bakal jadi Desember yang memorable!
Depok jelas gak mau kalah nih. Ada UI Ultra 2025 tanggal 6–7 Desember buat para runner, dari ultra marathon sampe kategori santai 7K. Buat lo yang foodie banget, Minangkabau Culinary Heritage Festival 10–21 Desember siap ngenalin lo sama rendang, dendeng balado, plus kesenian Minangkabau yang epic abis. Belum lagi Depok 24 Jam Festival tanggal 5–7 Desember—nonstop fun mulai dari food fest, talkshow, live music, lomba anak-anak, sampe noraebang yang bikin lo pengen stay lebih lama.
View this post on Instagram
A post shared by Ella Herlany (@ellaherlany)
Kalau lo nyari vibes romantis atau classy, Bogor punya Lovestival ID 20 Desember plus Jakarta International Jazz Festival tanggal yang sama. Buat yang suka adventure, Isekai Run Ancol 21 Desember bakal ngajak keluarga explore underwater fantasy world. Dan buat festival musik plus parade kostum kreatif, CIGWA Festival 21 Desember bakal nge-hype anak-anak sekaligus ngenalin kreativitas ramah lingkungan.
[Baca juga : "Hidden Gem Vibes: Pantar, The Real Off-Grid Paradise"]
Tangerang & Bekasi juga gak kalah seru. Festival Budaya 5–7 Desember di Metropolis Town Square, Tangerang, bakal bikin lo terkagum sama barongsai, tarian tradisional, musik modern, plus lomba seni tingkat nasional. Sementara Bekasi punya 90s Run Festival 14 Desember buat lo yang pengen nostalgia, dan Adventure Run 5K 7 Desember buat petualangan alam plus edukasi satwa. Semua event gampang diakses pake transport umum, jadi lo bisa move dari kota ke kota tanpa ribet.
Jakarta? Masih jadi pusat event hits, bro-sis. Big Bang Festival 24 Desember–4 Januari ngegabungin cuci gudang plus konser hits Weird Genius, Kunto Aji, Whisnu Santika, plus JakJazz yang classy banget buat musik live lovers. Pokoknya, dari olahraga, musik, kuliner, sampe festival budaya, semua experience full vibes udah menanti lo.
So, jangan cuma countdown doang, tapi nikmatin Desember 2025 full mode: hangout, kulineran, dengerin musik live, sampe hunting barang unyu di bazar. Keep your calendar open, squad ready, dan outfit on point—karena akhir tahun ini bakal jadi cerita epic yang lo nggak bakal lupain! (Sumber Foto @tan.akimoto)
...moreTripTrus.Com - Buat kamu yang suka ngintip binatang liar, Indonesia punya tempat-tempat keren buat ngeliatin mereka! Mulai dari komodo raksasa di Pulau Komodo sampe berenang bareng lumba-lumba di Pantai Lovina, Bali. Yuk, intip lima tempat seru di Indonesia buat nonton binatang liar!
1. Kadal Raksasa di Pulau Komodo
Siapa yang gak kenal komodo? Kadal gede banget yang jadi predator tertinggi di lingkungannya ini mirip monster naga dari mitos-mitos dunia. Komodo cuma ada di Indonesia, tepatnya di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. Beda sama di kebun binatang, di sini lo harus ditemenin naturalist guide atau pemandu. Mereka bikin perjalanan aman dan tahu trek yang dilewatin, plus kasih tahu spot-spot komodo keren buat dilihat.
2. Orangutan Liar di Bukit Lawang
Trekking di hutan Bukit Lawang di Sumatera itu cara terkenal buat liat orangutan liar. Tiap tahun, ribuan turis datang ke desa kecil di perbatasan Taman Nasional Gunung Leuser buat lihat orangutan Sumatera dari dekat. Orangutan Bukit Lawang banyak yang bekas penangkaran, jadi perilakunya beda sama yang liar. Banyak pemandu yang biarin wisatawan kasih makan dan sentuh mereka, tapi kalau mau liat yang beneran liar, pakai pemandu ya.
3. Tarsius Mata Belo di Cagar Alam Tangkoko
Cagar Alam Tangkoko di Gunung Tangkoko, Kabupaten Bitung, Sulawesi Utara, sekitar sejam dari Manado, terkenal banget. Tarsius, primata terkecil di dunia yang cuma seukuran kepalan tangan, cuma ada di Sulawesi. Mata mereka gede banget, lucu deh. Mereka cuma bisa dilihat malam hari karena hewan nokturnal. Penduduk setempat nyebut mereka Astangkasi.
[Baca juga : "Festival Lamaholot Masuk Kharisma Event Nusantara 2024"]
4. Gajah terlatih di Way Kambas
Pusat Pelatihan Gajah ini udah berdiri sejak tahun 1985. Tempatnya sekitar 9 km dari gerbang taman nasional Plang Ijo. Tujuannya buat lindungin gajah dan bikin hubungan yang saling menguntungkan buat gajah dan manusia. Di sini, lu bisa ngeliat gajah ngelakuin macem-macem tugas kayak bawa kayu atau bajak sawah.
Selain itu, lu juga bisa liat mereka ngelakuin aktivitas khusus kayak main bola atau pertunjukan lainnya.
5. Renang bareng Lumba-lumba di Pantai Lovina
View this post on Instagram
A post shared by Wina Amir (@winaamir17)
Satu-satunya cara buat lu bisa renang bareng lumba-lumba di Bali itu dengan ikutan tur perahu dari Lovina, kota kecil di Pantai Utara Bali. Di Lovina, mereka manfaatin populasi lumba-lumba alaminya. Setiap pagi, puluhan perahu wisata berangkat buat liat lumba-lumba sama langit pagi yang keren abis.
Gak cuma liat lumba-lumba dari atas air doang, penduduk lokal juga pasang ayunan di samping semua perahu nelayan yang bawa turis keluar. Dari ayunan itu, lu bisa masukin kepala ke air dan liat lumba-lumba berenang dan main.
Jadi, buat kalian yang pengen ngalamin petualangan alam liar di Indonesia, jangan lupa mampir ke tempat-tempat keren ini. Dijamin, pengalaman ngeliatin binatang liar secara langsung bakal bikin liburanmu makin seru dan berkesan! Ayo, mulai rencanain petualanganmu sekarang juga!(Sumber Foto @rosmawati_ardyn)
...morePulau Pahawang dan beberapa pulau di sekitarnya mulai banyak dikunjungi traveler nusantara dan manca negara Selatan. Kalau selama ini Provinsi Lampung banyak dikenal dengan obyek wisata seperti Gunung Krakatau, Taman Nasional Way Kambas atau Teluk Kiluan, kini wilayah Lampung Selatan mulai jadi favorit para penggemar wisata bahari. Pahawang adalah nama desa yang terletak di kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesaran. Pulau seluas 1.084 hektar yang terletak tidak jauh dari Teluk Punduh ini terbagi menjadi dua pulau, yaitu Pahawang Besar dan Pahawang Kecil. Pulau Pahawang punya enam desa, yaitu Suakbuah, Penggetahan, Jeralangan, Kalangan, Pahawang, dan Cukuhnyai.Untuk mencapai Pulau Pahawang, traveler harus menggunakan perahu motor selama kurang lebih satu jam perjalanan dari Dermaga Ketapang, kecamatan Padang Cermin. Perjalanan menuju Pulau Pahawang Besar bisa dinikmati dengan melihat jernihnya air laut dan berbagai satwa laut yang dapat terlihat dari perahu yang ditumpangi. Perahu biasanya akan membawa ke Pulau Pahawang Besar, yang merupakan tempat tinggal sebagian besar penduduk. Para traveler biasanya menginap di penginapan atau homestay yang terdapat di Pulau Pahawang Besar. Untuk menikmati alam bawah air dan pemandangan di sekitar Pahawang, traveler dapat menggunakan perahu motor yang dapat disewa untuk satu hari penuh. Gugus karang di bawah laut Pulau Pahawang terasa sungguh menakjubkan. Ditambah air laut yang berwarna hijau toska serta ikan-ikan yang berkeliaran di antara karang membuat kita betah berlama-lama snorkeling di sini. Perahu juga bisa mampir di Pulau Pahawang Kecil, yang jaraknya 10 menit dari Pulau Pahawang Besar. Di Pulau Pahawang Kecil ini terdapat satu cottage pribadi yang dimiliki oleh warga negara asing. Pemandangan pasir putih di pantai serta latar belakang barisan bukit ditambah suasana yang tenang membuat Pulau Pahawang Kecil jadi sulit untuk ditinggalkan. Di Pahawang Kecil ada sebuah area bernama Tanjung Putus yang menyambungkan antara Pulau Tanjung Putus dan Pulau Pahawang Keci. Nama Tanjung Putus diberikan karena apabila air laut pasang jembatan alami ini terendam air, sehingga hanya dapat dijejaki jika air berada dalam kondisi surut. Tanjung Putus juga merupakan salah satu spot menyelam atau snorkeling favorit traveler. Spot snorkeling lain yang diminati oleh para traveler di sekitar Pulau Pahawang adalah Pulau Kelagian. Kelagian berjarak sekitar 45 menit dari Pahawang Besar. Sama seperti spot-spot snorkeling di Pahawang dan Tanjung Putus, Pulau Kalegian juga memiliki pemandangan alam bawah laut yang menawan. Pulau Kalegian juga memiliki pemandangan matahari terbenam yang luar biasa indahnya. Jadi, jangan lupa untuk menyaksikan ini sambil beristirahat setelah seharian sibuk snorkeling.
...moreTripTrus.Com - Lagi rame nih, lima gunung di Indonesia resmi ditutup buat pendakian. Lo pasti penasaran, kan? Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, ngumumin penutupan ini karena cuaca lagi ngambek, alias ekstrem banget akhir-akhir ini. Nih, lima gunung yang ditutup: Gunung Gede Pangrango, Merbabu, Halimun Salak, Merapi, sama Rinjani.
View this post on Instagram
A post shared by Boyke Jaguar (@bjaguars)
"Gue kasih tau ya, pendakian ke lima gunung itu ditutup demi keamanan. Masukan dari BMKG, PVMBG, dan pengelola taman nasional bikin keputusan ini makin mantap," kata Raja Juli waktu inspeksi ke TWA Grojogan Sewu di Tawangmangu, Karanganyar, Jumat (27/12).
Jadi, lo jangan maksa naik gunung deh, soalnya cuaca ekstrem ini beneran bahaya. Belom ada tanggal pasti kapan jalur pendakian dibuka lagi. "Nanti kita umumkan kalau BMKG sama PVMBG udah kasih lampu hijau," tambahnya.
Tenang, penutupan ini nggak cuma diem aja. Selama jalur ditutup, Balai Taman Nasional bakal sibuk benerin ekosistem dan fasilitas. Jadi pas dibuka lagi nanti, pendakian makin asik!
[Baca juga : "Pendakian Semeru Tutup Sementara, Lo Jangan Nekat!"]
Eh, tapi Gunung Lawu nggak kena aturan ini ya. Kata Raja Juli, pengelolaan Lawu tuh di bawah Perhutani, bukan Kementerian Kehutanan. Jadi buat lo yang ngebet mendaki, mungkin bisa coba ke sana. Tapi inget, tetap waspada cuaca ya!
Ada kabar baik juga nih. Jalur pendakian ke Gunung Semeru udah dibuka lagi, tapi cuma sampai Ranu Kumbolo. "Dari puncak masih ada batas jarak aman 3,5 km," jelasnya. Jadi buat lo yang mau naik Semeru, siap-siap aja nikmatin Ranu Kumbolo.
Penutupan ini juga pas banget momennya sama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Presiden Prabowo katanya mau momen ini jadi damai, aman, nyaman, dan tentunya seru! Menteri Raja Juli sendiri lagi muter-muter ngecek total 134 TWA dan 57 taman nasional biar semua siap nerima pengunjung. "Gue pastiin, semuanya harus ready buat lo semua yang mau liburan," ujarnya.
Jadi, buat lo yang udah planning naik gunung akhir tahun ini, coba deh cek ulang lokasi pendakian lo. Kalau masuk daftar lima gunung yang ditutup, ya mending tunda dulu. Lo juga bisa manfaatin waktu buat explore gunung atau destinasi lain yang aman.
Inget, keselamatan itu yang utama. Jangan sampe lo nekat dan malah kenapa-kenapa. Cuaca bisa berubah kapan aja, dan kita harus respect sama alam. Keep safe dan selamat berpetualang! (Sumber Foto @annissa.fauziah)
...more