TRIPTRUS.COM - Wisata Alam Sikujang berada di dukuh Combong, Kecamatan Pekalongan.Berjarak sekitar 12 km dari Kajen, dengan lokasi yang berada di daerah pegunungan dan hutan pinus membuat wisata alam Sikujang menjadi sejuk dan sangat nyaman untuk bersantai dan melepas penat. Sungai yang mengalir di kawasan wisata menambah kesegaran suasana. Berawal dari ide Dukuh Combong yang melihat adanya potensi alam yang sangat luar biasa dan mempunyai daya tarik untuk bisa dikembangangkan menjadi destinasi wisata alam .
Wisata Alam Sikujang ini dikelilingi oleh sawah,pohon,sungai yang indah. Disarankan bila berkunjung ke Curug Sikajang di pagi hari agar udaranya lebih segar dan tidak terlalu panas. Dimulai dari awal masuk trekking ke air terjun Bekakak ini dilengkapi dengan gazebo dan juga rumah pohon untuk pengunjung yang ingin bersantai dan menikmati pemandangan yang indah. Di sana bisa banyak melakukan kegiatan seperti pemandian alam di sungainya, area camping untuk acara gathering dan trekking ke air terjun Bekakak.
Dari pintu masuk kita tracking menuju ke air terjun Bekakak kira-kira 15 menit untuk sampai ke lokasi, jalananya dipenuhi batu-batu dan pepohonan di tengah jalan menuju ke air terjun Bekakak kita akan menemukan Kayu Akar Lawang,dinamakan Kayu Akar Lawang karena bentuknya yang menyerupai pintu gerbang(dalam bahasa jawa lawang itu berarti gerbang).
Setelah trekking kurang lebih 15 menit sampai lah kita di air terjun Bakakak yang merupakan obyek utama yang terletak di kali Bekakak. Di lokasi tersebut ada 2 air terjun tetapi untuk mencapai air terjun yang kedua akses jalan masih belum di buka karena medan yang sangat terjal. Di air terjun Bekakak ini airnya bersih sekali jadi kita bisa bermain air di sana setelah kita berkeringat karena trekking.
...moreTripTrus.Com - Dua perhelatan budaya akan digelar pada bulan April ini di Gombong. Yakni Kirab Budaya Nusantara pada 22 April dan Festival Dolanan Tradisional yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Bumi Internasional pada 29 April.
Memperingati Hari Bumi & International Haritage Day Festival Dolanan Traditional Minggu, 24 April 2016 Pukul 08.00 - 16.00 Bertempat di Roemah Martha Tilaar Kebumen #kebumen #kebumenkeren #festivaldolanantradisional
A post shared by Kebumen Keren (@kebumenkeren) onApr 22, 2016 at 4:23am PDT
Panitia Kirab Budaya Nusantara Christine Chandrayani menjelaskan, kirab budaya merupakan rangkaian dari peresmian gedung Klenteng Hok Tek Bio Gombong. Bangunan yang dimulai pembangunannya sejak tiga tahun yang lalu akan mulai digunakan secara resmi pada 21 April.
Yang menarik, Kirab Budaya Nusantara juga akan dimeriahkan defile panji dan tandu dari 15 klenteng yang mewakili 15 kota seperti Jakarta, Magelang, Purwokerto dan lain-lain. Penampilan kontingen dari berbagai klenteng ini dipastikan akan menjadi atraksi yang menarik karena baru pertama kali dilakukan di Gombong.
"Ini semakin menegaskan bahwa Kirab Budaya Nusantara bukan hanya milik Klenteng Hok Tek Bio, tapi milik masyarakat Gombong, bahkan bangsa Indonesia," terang Christine,Selasa (3/4).
[Baca juga : Ingin Jalan-Jalan Ke Baduy? Ada Aturan Baru Soal Sampah]
Terkait Festival Dolanan Tradisional, Marcomm Roemah Martha Tilaar, Alona Novensa menerangkan, kegiatan itu merupakan agenda tahunan dan saat ini telah memasuki tahun ketiga. Selain mengangkat berbagai permainan tradisional, festival itu juga menjadi ajang edukasi bagi masyarakat khususnya anak-anak untuk semakin mencintai alam dan terpanggil untuk memelihara lingkungan.
Lebih jauh Alona berharap munculnya berbagai festival budaya di Gombong akan semakin mendorong masyarakat untuk semakin peduli pada potensi budayanya. "Pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan kualitas hidup masyarakat," ujarnya. (Sumber: Artikel suaramerdeka.com, Foto Roemah Martha Tilaar)
...moreTripTrus.Com - Lo tau nggak sih, belakangan ini makin banyak orang yang ngomongin Purwokerto, tapi bukan karena kota ini keren ala-ala Jakarta atau heboh kayak Bandung. Justru karena kota kecil ini tuh punya vibe yang beda banget—adem, tenang, dan nyaman parah. Banyak orang di YouTube, Twitter, sampe TikTok yang bilang kalo tinggal di sini tuh rasanya kayak lagi healing permanen. Gak rame-rame amat, gak ribet, tapi tetep hidup. Jadi wajar aja kalo sekarang banyak yang mulai lirik Purwokerto bukan sebagai kota “istimewa”, tapi kota enak buat hidup. Nah, ini nih beberapa alasan kenapa kota ini makin naik daun.
View this post on Instagram
A post shared by Purwokerto Drone (@purwokertodrone)
1. Udara Adem, Hati Jadi Kalem
Lo bosen sama panasnya Jakarta yang bikin gerah 24/7? Di Purwokerto beda, bro. Udara di sini tuh adem banget, nggak terlalu banyak polusi, dan suasananya masih hijau-hijau gimana gitu. Cocok banget buat lo yang pengen cabut dari keruwetan kota besar. Banyak banget orang yang nyobain tinggal di sini terus jadi jatuh cinta sama slow living ala Purwokerto—hidup santai tapi tetep meaningful. Kayak, bangun pagi bisa denger suara burung, buka jendela langsung kena angin sejuk. Bukan cuma anak muda aja, para vlogger sampe orang tua juga banyak yang bilang kalo vibes-nya Purwokerto tuh bikin betah.
2. Jalanan Gak Bikin Stress
Kalau lo biasa tinggal di kota besar kayak Jakarta, pasti ngerti rasanya stuck di kemacetan tiap hari. Tapi di Purwokerto? Wah, lalu lintasnya tuh masih manusiawi banget. Mau ke mana-mana nggak perlu ngerencanain 1 jam sebelumnya gara-gara takut macet. Lo bisa jalan-jalan naik motor, mobil, atau bahkan jalan kaki tanpa drama. Banyak juga netizen yang bilang, kalo pensiun nanti, pengennya tinggal di Purwokerto karena tenang dan nggak penuh tekanan.
3. Harga Hidup yang Masih Waras
Nah ini penting banget—biaya hidup di Purwokerto tuh ramah di kantong. Makan enak gak perlu mahal, naik transportasi juga nggak nguras dompet, dan nyari tempat tinggal yang oke tapi terjangkau tuh masih bisa banget. Buat lo yang pengen hidup nyaman tanpa harus ngoyo kerja 24 jam, Purwokerto ini bisa jadi solusi. Hemat tapi nggak murahan. Hidup enak nggak harus di kota besar, cuy!
[Baca juga : "April 2025 Bakal Gokil! Festival Di Tiap Kota Bikin Lo Nggak Mau Diem Di Rumah"]
4. Tempat Main Keluarga yang Bikin Betah
Lo punya keluarga? Atau suka nongkrong bareng temen yang family vibes? Di Purwokerto banyak banget tempat yang ramah buat keluarga, salah satunya Taman Andhang Pangrenan. Tempat ini tuh enak buat piknik, santai-santai sore, atau sekadar duduk sambil ngobrol. Parkir gampang, suasana adem, dan pastinya aman buat anak-anak. Kota ini emang nggak punya theme park gede, tapi tempat buat chill bareng orang terdekat tuh bertebaran.
5. Lokasi Strategis, Gampang Banget Diakses
Meskipun kecil, tapi jangan remehkan posisi strategisnya Purwokerto. Kota ini gampang banget dijangkau dari mana-mana—baik pake mobil, bus, apalagi kereta. Dikelilingi kota-kota penting di Jawa Tengah bikin lo nggak ngerasa terisolasi. Lo masih bisa main ke kota besar kalo perlu, tapi tetep punya base yang tenang dan nyaman di sini. Kayak punya tempat ngumpet dari dunia, tapi masih gampang kalo mau balik.
Lo nggak bakal nemu gedung pencakar langit atau pusat perbelanjaan super mewah di Purwokerto. Tapi yang lo dapet justru sesuatu yang lebih penting: ketenangan, kenyamanan, dan gaya hidup yang lebih real. Gak heran sih kalo banyak konten kreator yang nyaranin kota ini buat orang-orang yang pengen escape dari bisingnya kehidupan kota.
Jadi, kalo lo lagi mikir buat pindah, cari tempat healing yang gak mainstream, atau sekadar pengen merasakan hidup yang lebih chill—coba deh mampir ke Purwokerto. Siapa tau lo malah betah dan gak pengen balik! (Sumber Foto @purwokertoonline)
...moreTRIPTRUS - Kopi ialah jenis minuman yang berasal dari proses pengolahan dan ekstraksi biji kopi yang kemudian dikeringkan dan dihaluskan menjadi bubuk. Saat ini minum kopi (ngopi) sudah menjadi budaya bagi masyarakat Aceh, maka tak heran jika anda mengelilingi kota Banda Aceh pada malam hari banyak anak muda serta orang tua duduk di kedai kopi kebanggan mereka masing-masing baik itu bersifat produktif ataupun sekedar bercengkrama dengan kerabat.
Warung kopi modern di Aceh kini berkembang dengan pesatnya, untuk itu saya akan merangkum 5 warung kopi terfavorit di Banda Aceh.
1. Solong Coffee
Sumber: Foto kenikmatan
Warung kopi Solong/Jasa Ayah, yang terletak simpang tujuh tepatnya dijalan T.Iskandar kecamatan Ulee kareng (Solong Induk) yang sudah berdiri sejak tahun 1970an ini sudah terkenal tentunya di Aceh maupun luar Aceh. Warung kopi ini memakai biji kopi pilihan yaitu berasal dari Pidie dan Lamno, selain menjual minuman kopi Solong juga menjual bubuk kopi kepada para pelanggan dan pelancong yang dikemas secara sederhana. Kopi Solong Ulee kareng ini memiliki 3 ukuran kemasan untuk dijual, kemasan 1/4kg di banderol dengan harga Rp. 17.000, 1/2kg Rp. 33.000, dan 1 Kg Rp.65.000 Cek Nawi selaku pemilik sekarang selalu menjaga kualitas dari racikan kopinya.
Saat ini warung kopi solong telah memiliki 3 cabang yang terbagi dalam beberapa wilayah yakni, Solong Premium yang terletak di Jl. T. Iskandar-Lambhuk, Solong Mini di Jl. T. Panglima Nyak Makam-Lampineung, Solong II di Lampeneuret.
2. Dhapu Kupi
Sumber: Foto teukuiskandar.wordpress.com
Warung kopi yang dirintis sejak tahun 2008 ini sukses menjadi pesaing solong kopi. Berbagai menu makanan dan minuman tersedia di warung kopi ini dan pelanggan juga bisa mengakses wifii. Warung kopi ini terletak di Simpang Surabaya, letaknya tepat dipersimpangan. Dhapu kupi yang buka 24jam ini selalu ramai pengunjung disetiap harinya. Jadi, jika anda ingin nongkrong di warung kopi namun sudah larut datang saja ke dhapu kupi dan mereka siap melayani anda. Kini Dhapu Kupi memiliki 2 cabang, yakni di Ulee lheu dan di lhokseumawe.
3. Zakir Kupi
Sumber: Foto hikayatbanda.com
Warkop Zakir saat ini telah memiliki 5 cabang yang terletak dibeberapa tempat di Banda Aceh. Warkop Zakir yang pertama beroperasi terletak di kawasan Keutapang arah ke Mata Ie. Cabang kedua beroperasi di Lampriet tepat disebelah Gedung Perkantoran PLN. cabang kedua merupakan tempat paling favorit diantara cabang-cabang Warkop Zakir yang lain untuk saat ini, karena lokasinya yang menghadap jalan sehingga menarik pelanggan untuk singgah menikmati hangatnya secangkir kopi. cabang ketiga diresmikan bulan November 2013 di daerah Kampung Ateuk tidak jauh dari Taman Makam Pahlawan. Cabang ke-4 berada di daerah Darussalam dan yang terakhir baru saja selesai dibangun di daerah Setui.
Ciri khas warung kopi ini terlihat pada desain interiornya yang berbeda dengan yang lain. Warung kupi ini juga menyediakan wifii id, serta ruang mushalla yang bersih dan nyaman.
4. Kubra (Kupi Beurawe)
Sumber: Foto glory-travel.com
Terletak di daerah Beurawe, warung kopi ini merupakan warung kopi dengan konsep sederhana tidak mengedapankan layanan wifii. Namun, pengunjung nya selalu padat dan ramai. Minuman khas dari warung kopi ini ialah sanger, banyak para pecinta kopi memesan sanger di warung kopi ini. Tak seperti warung kopi lainnya, Kubra hanya beroperasi dari 07.00 hingga jam 12.30. untuk menikmati kopinya usahakan jangan bangun kesiangan, hehehe…
5. Tower Coffee
Sumber: Foto glory-travel.com
Tower cofee dengan tampilan ekslusifnya mampu menarik minat pemuda-pemudi serta orang tua untuk berkunjung. Tower Coffee Simpang Lima di pangkal Jalan Tgk Daud Beureueh (dibelakang KFC Sp. Lima tepatnya) itu juga menyediakan dua ruang meeting mini dengan kapasitas masing-masing 30 orang di lantai II. Kedua ruang itu adalah Ruang Robusta dan Ruang Arabika.
Tower Coffe Premium ini terletak di pusat pertokoan Simpang Lima didesain dengan dekorasi minimalis yang mewah. Pengaturan ruangan yang didominasi oleh lampu neon dan sofa membuat para pengunjung betah berlama-lama disini. Pelayan yang sigap, lantai yang bersih serta suasana tenang membuat nilai plus tempat ini.
Jadi, jika anda berkunjung ke Aceh jangan lupa untuk singgah dan mencicip kopi disalah satu tempat diatas. Semuanya recommended kok…kami tunggu kehadiran anda di Aceh
Sumber: Artikel glory-travel.com Foto actual.com
...moreTripTrus.Com - Tak hanya megah, bandara yang baik juga harus memiliki fasilitas dan layanan yang memudahkan kehidupan penumpang selama berada di sana. Oleh karena itu setiap tahunnya Airports Council International (ACI) merilis daftar mengenai bandara terbaik yang diberi penghargaan 'Airport Service Quality (ASQ) Awards'.
Tahun ini, mereka merilis daftar pemenang dari pemantauan sepanjang tahun lalu. Dalam penilaiannya, mereka memantau kritik dan saran dari jutaan pengunjung di 343 bandara di 176 negara dunia.
Empat bandara di Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut ialah Bandara Internasional Ngurah Rai Bali, Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan, dan Bandara Internasional Juanda Surabaya.
Bandara-bandara tersebut menjadi yang terbaik karena mendapat nilai tinggi dalam 34 faktor, beberapa di antaranya; akses keluar masuk bandara, proses antre, proses keamanan, fasilitas dan layanan yang memanjakan penumpang, sampai kebersihan kamar mandi.
"Persaingan layanan antara bandara semakin ketat. Bandara-bandara yang keluar sebagai pemenang kami nilai sangat berdedikasi terhadap pengunjungnya," kata Angela Gittens, Direktur ACI, mengenai bandara yang menjadi pemenang pada tahun ini.
Berikut ini ialah daftar pemenang AQS Awards 2017:1. Best Airport by Region (over 2 million passengers per year) Asia Pacific - Second Place
Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali
Ketika mata terpejam dan telinga tertutup, yang membedakan satu manusia dengan manusia yang lainya adalah : persepsi #bali #ngurahrai
A post shared by Handaru G Asmoro (@handaruasmoro) onAug 28, 2017 at 12:19am PDT
2. Best Airport by Size (2-5 million passengers per year)
Bandara Internasional Husein Sastranegara, Bandung
Boarding Timeπ Morning view π#airport #bandara #lapanganterbang #travel#morning #instadaily #instalike #instagood #instafollow
A post shared by Budy π (@budy86id) onMar 15, 2018 at 5:08pm PDT
3. Best Airport by Size (5-15 million passengers per year) - Second Place
Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Balikpapan
Sultan Aji Muhammad Sulaiman Airport.π« #sultanajimuhammadsulaimanairport #balikpapan #visitkalimantantimur #eastkalimantan #eastborneo #internationalairport
A post shared by Marzuki (@akhimarzuki5) onMar 12, 2018 at 5:23am PDT
4. Best Airport by Size (15-25 million passengers per year) - First Place
Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali
Airbus330 #airbus #garudaindonesia #ngurahrai
A post shared by Pujo Hermawan (@pujo_hermawan) onMar 9, 2018 at 6:27pm PST
5. Best Airport by Size (15-25 million passengers per year) - Second Place
Bandara Internasional Juanda, Surabaya
#dusk #panorama #sunset #airport #kompasnusantara #citilink
A post shared by Ilham B Santoso (@santoso_ilham) onMar 15, 2018 at 3:36am PDT
6. Best Airport by Size and Region - Asia Pacific
Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali
Dat Ass of Jetstar Airbus A320-232 • Stay tune on the Gate β . . . . . . . . . . . . #airlines #britishairways #spotting #lax #comment #emirates #aviation_lovers #aviationgeek #takeoff #aviationdaily #dreamliner #aviationworld #megavideo #aviationnerd #planespotter #megaplane #planepic #a330 #airbuslovers #boeing737 #a320 #ngurahrai #airbusa #boeing #garudaindonesia #lionair #citilink #airportlife #lyfe #tails
A post shared by Alfonsus Edwin Halim (@edwinliem_) onMar 11, 2018 at 5:33pm PDT
(Sumber: Artikel cnnindonesia.com, Foto flickr.com)
...moreTripTrus.Com - Wisata ke Bogor menikmati keindahan alam, belum lengkap tanpa mengunjungi perkebunan teh Malasari yang berada di Desa Wisata Malasari, Bogor, Jawa Barat. Perkebunan teh ini tak hanya menyajikan keindahan landmark nan hijau, tetapi juga memiliki keunikan tersendiri dari bentuk perkebunannya.
View this post on Instagram
View keren dari perkebunan teh malasari dan liat indahnya gunung salak dan gunung gede pangrango dalan satu frame ketika matahari sedang terbit. Hamparan kebun teh hijau dan pemandangan di baliknya yang sangat luar biasaπ. π Referensi Foto : (@abee_aries), (@s.annwar) π Partner : @indoflashlight Lokasi.π Perkebunan Teh malasari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Indonesia. || #indoflashlight #indoflashlightjabar #indoflashlightbogor #bogor #jawabarat #indonesia #kemenpar #perkebunantehmalasari
A post shared by Indoflashlightbogor (@indoflashlightbogor) onOct 3, 2018 at 3:31pm PDT
Bentuknya yang mirip terasering dan tertata rapi merupakan peninggalan leluhur penduduk Malasari dan pemerintah kolonial Belanda. Tak heran jika, traveler yang memilih berwisata ke perkebunan ini akan takjub dengan eksotismenya. Destinasi wisata ini menjadi spot paling diincar traveler milenial.
Ada banyak spot keren untuk traveler berswafoto. Mulai dari hamparan hijau perkebunan teh, hingga kemegahan Gunung Salak dan Gunung Gede. Berada di dataran tinggi perkebunan teh ini, Anda dapat menikmati dua gunung fenomenal ini di Bogor.
[Baca juga : "Beginilah Kisah Kawasan Pecinan Temanggung"]
Karena perkebunan teh ini termasuk peninggalan Belanda, tidak heran jika di sana Anda juga akan menemukan beberapa peninghalan yang cukup tua seperti Pendopo Boepati 1947. Pendopo ini merupakan cikal bakal Pemerintahan Kabupaten Bogor.
Desa Wisata Malasari merupakan jantungnya Halimun, merupakan desa yang memiliki kekayaan biodiversitas tertinggi di Pulau Jawa. Untuk mencapai perkebunan teh Malasari, traveler harus melewati Gerbang Taman Nasional Halimun. Anda harus berhati-hati, sebab jalan untuk menuju ke sini agak berbatu dan berkelok. Tetapi juga sudah berada di perkebunan, akan terbayar dengan pemandangan kebun teh yang memesona. (Sumber: Artikel inews.id Foto vakansinesia.com)
...moreTripTrus.Com - Lo masih inget kan film Eat, Pray, Love yang dibintangi Julia Roberts? Film ini cerita tentang Elizabeth Gilbert yang nyari ketenangan hidup dengan keliling dunia, salah satunya ke Bali. Syuting film ini bikin Bali heboh, dan bahkan jadi promosi gratis yang untungnya sampe jutaan dolar, lho!
1. Teras Sawah Tegalalang
Teras Sawah Tegalalang di Ubud ini tempat yang paling hits, bro! Tempat ini jadi spot favorit Julia Roberts buat meditasi dan foto-foto. Sawah di sini aesthetic banget, sistem teraseringnya bikin sawahnya rapi abis. Kalau lo ke Ubud, jangan sampe kelewatan spot ini, ya!
2. Pantai Padang Padang
Sebelum film ini tayang, Pantai Padang Padang belum banyak yang tau, bro! Lokasinya di Pecatu, Badung, tersembunyi di balik tebing. Di film, Julia Roberts santai di air jernih dan pasir putih yang bikin betah. Setelah film ini, banyak orang penasaran dan dateng ke sini. Selain berenang, lo bisa surfing, berjemur, atau baca buku di tepi pantai. Keren banget, kan?
3. Ubud Art Market
Trus, ada Ubud Art Market di pusat Ubud. Pasar ini rame dan warna-warni banget. Di sini lo bisa dapet barang seni, pakaian, dan barang unik lainnya. Ada topeng kayu Bali, patung-patung, pernak-pernik, dan baju tidur lucu. Harganya juga masih ramah di kantong. Kalau mau nawar, nawar aja yang wajar dan tetep sopan. Kelilingin dulu pasar ini, pasti banyak barang murah meriah yang bikin lo puas belanja!
[Baca juga : "7 Destinasi Healing Ala 'Eat, Pray, Love' Yang Wajib Dikunjungi Di Bali"]
4. Monkey Forest
Monkey Forest di sekitar Ubud juga gak boleh kelewatan! Di buku dan filmnya, Gilbert sering lewat sini tiap naik sepeda. Di sini, lo bisa liat monyet-monyet yang berkeliaran bebas. Monyet-monyet ini dihormati sama masyarakat Hindu, dan ada Pura Dalem Agung Padangtegal plus pura kremasi. Tapi, hati-hati jangan pake perhiasan atau barang yang bisa bikin monyet tertarik, karena mereka bisa nakal dan nyolong barang. Jadi, tetap waspada ya!
5. Rumah Ketut Liyer
View this post on Instagram
A post shared by Ariana Martins (@arianaa_martins)
Terakhir, ada Rumah Ketut Liyer di Jalan Raya Pengosekan, Ubud. Dia ini guru spiritual yang bakal baca wajah dan garis tangan lo. Katanya, tiap orang punya ciri khas di tengkuknya masing-masing. Sesi ramalan di sini santai banget, sering diselingi candaan yang bikin lo ngakak. Sebelum pulang, lo bakal dapet wejangan dari Ketut Liyer yang bisa ngebantu hidup lo. Datang pagi-pagi biar dapet nomor antrian pertama, ya!
Jadi, lo udah siap jalan-jalan ke lokasi syuting Eat, Pray, Love di Bali? Dari spot yang bikin lo ngerasa kayak Julia Roberts, sampe tempat hits yang bikin liburan lo makin seru. Semoga informasi ini bikin lo makin semangat liburan di Bali. Jangan lupa siapin kamera, hati-hati sama barang bawaan lo, dan nikmatin keindahan Bali dengan gaya lo sendiri! Selamat liburan, guys! (Sumber Foto @overdressedmoonchild)
...moreTripTrus.Com - Pemandangan di Provinsi Jawa Timur keren banget dengan gunung-gunung yang menjulang tinggi dan menantang buat didaki.
View this post on Instagram
A post shared by Danial (@danialardhana)
Banyak pendaki yang sengaja datang saat musim pendakian buat menikmati panorama dari puncak-puncak gunung di Jawa Timur. Nih, 7 gunung tertinggi di Jawa Timur yang wajib banget lo tahu, dari yang paling tinggi:
1. Gunung Semeru (3.676 mdpl)
Gunung ini adalah yang tertinggi di Jawa Timur, dengan ketinggian 3.676 mdpl. Puncaknya bernama Mahameru, dan kawahnya dikenal sebagai Jonggring Saloko. Semeru berada di wilayah Malang, Lumajang, Probolinggo, dan Pasuruan, dalam Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Ini gunungapi kuarter aktif berbentuk strato, sering ada letusan eksplosif dan aliran awan panas. Jalur pendakiannya ada beberapa, seperti lewat Pasar Tumpang dan Ranupani. Di lerengnya juga ada spot keren seperti Ranu Kumbolo, Oro-oro Ombo, Cemoro Kandang, Kalimati, dan Arcopodo.
2. Gunung Arjuno (3.339 mdpl)
Dengan ketinggian 3.339 mdpl, Arjuno jadi yang tertinggi kedua di Jawa Timur. Puncaknya dinamain Ogal Agil. Lokasinya di perbatasan Malang, Pasuruan, dan Kota Batu. Jalur pendakian bisa lewat Lawang, Tretes, Batu, atau Karangploso. Di lerengnya ada wisata seperti Petung Sewu, Air Terjun Tretes, dan Air Terjun Watu Lumpang.
3. Gunung Raung (3.332 mdpl)
Gunung ini punya ketinggian 3.332 mdpl, menjadikannya yang ketiga tertinggi di Jawa Timur. Lokasinya ada di Banyuwangi, Bondowoso, Jember, dan Lumajang. Ini gunung strato dengan kawah kaldera. Jalur pendakiannya bisa lewat Desa Sumberwringin. Di lerengnya ada wisata religi, Pura Beji Antaboga.
4. Gunung Lawu (3.265 mdpl)
Gunung Lawu punya tiga puncak, yaitu Hargo Dalem, Hargo Dumiling, dan yang tertinggi, Hargo Dumilah, dengan ketinggian 3.265 mdpl. Gunung ini masuk wilayah Magetan, Ngawi, dan Karanganyar (Jawa Tengah). Jalur pendakiannya lewat Cemorokandang, Cemorosewu, dan Candi Cetho. Di lerengnya ada candi sejarah seperti Candi Sukuh dan Candi Cetho, serta kompleks pemakaman Mangkunegaran.
5. Gunung Welirang (3.156 mdpl)
Gunung ini tinggi banget, mencapai 3.156 mdpl, dan masuk wilayah Pasuruan, Mojokerto, dan Kota Batu. Gunungapi strato tipe A ini punya kawah belerang yang masih aktif ditambang. Jalur pendakian bisa lewat Desa Claket di Kecamatan Pacet, Mojokerto.
[Baca juga : "Inilah Seven Summits Jawa Barat Yang Harus Kamu Daki"]
6. Gunung Argopuro (3.008 mdpl)
Dengan ketinggian 3.008 mdpl, Argopuro udah nggak aktif lagi. Lokasinya di Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, dan Situbondo. Puncak paling terkenal adalah Puncak Rengganis. Jalur pendakiannya bisa lewat basecamp Baderan di Situbondo atau basecamp Bremi di Probolinggo.
7. Gunung Butak (2.868 mdpl)
Gunung ini tinggi banget, mencapai 2.868 mdpl. Lokasinya di Malang dan Blitar. Jalur pendakian bisa lewat Panderman di Batu, Desa Gadingkulon di Dau, Gunung Kawi, atau Sirah Kencong di Blitar.
Nah, itu dia tujuh gunung tertinggi di Jawa Timur yang siap buat lo jelajahi! (Sumber Foto @mataraung)
...moreTripTrus.Com - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, bersama para pegiat kopi kembali bakal menggelar Festival Kopi Temanggung.
View this post on Instagram
http://m.mediaindonesia.com/read/detail/174350-festival-kopi-temanggung-ke-4-digelar-september https://www.suaramerdeka.com/news/baca/107563/festival-kopi-temanggung-keempat-akan-dibuat-lebih-baik http://radarsemarang.com/2018/07/24/festival-kopi-2018-dirancang-lebih-menarik/ #festivalkopitemanggung2018 #festivalkopinusantara #festivalkopibogor2018 #festivalkopiflores #festivalkopitemanggung #festivalkopitanahairkita #pariwisatatemanggung #genpijateng #kopitemanggung #nikmatnyakopinegeritembakau #hipmijateng
A post shared by festival kopi temanggung 2018 (@feskop_temanggung) onAug 20, 2018 at 9:27pm PDT
Ketua Panitia Festival KopiTemanggung Ardhi Wiji Utomo mengatakan Festival Kopi yang diselenggarakan untuk keempat kalinya ini berlangsung di Gedung Pemuda Temanggung pada 28 September hingga 1 Oktober 2018. “Tahun ini akan ada 60 stan,” kata dia di Temanggung, Selasa, 25/9.
Ardhi mengatakan arnimo tahun ini memang lebih besar ketimbang sebelumnya. Tahun lalu hanya ada 40 stan. Dari 60 stan yang ikut itu 42 di antaranya merupakan stan kopi dan 18 lainnya stan pendukung. “Misalnya kuliner dan lain-lain," katanya.
[Baca juga : "Sejarah Singkat Pabrik Gula Madukismo Jogja"]
Tujuan festival kopi ini adalah untuk memperkenalkan kopi Temanggung. Menurut Ardhi geliat usaha kopi di Temanggung semakin meningkat. Saat ini diperkirakan ada sekitar 100 merek kopi kemasan Temanggung.
Festival juga akan jadi ajang pertemuan antara buyer pabrikan, eksportir kopi, dan kopi shop, dan petani kopi. “Jika semua pihak terkait sudah saling kenal dan ada kesepakatan diharapkan nantinya ada ekspor kopi langsung dari Temanggung," kata Ardhi..
View this post on Instagram
Makin dekat aja nih Festival Kopi Temanggung yang ke 4 . Ingat-ingat tanggalnya bro sist! Ramaikan acaranya!!!! πππ • • • • #festivalkopitemanggung #rangopirakepenak #komunitaskopinusantara #ehayokngopi #kopisindoro #sindorocoffee #kopiarabika #arabicacoffee #kopihitam #blackcoffee #kopiindonesia #aselitemanggung #kopinusantara #coffee #coffeeaddict #kopilokal #kopijawa #javacoffee #hobikopi #kopienak #pecintakopi #sukakopi #coffeelovers #manualbrewing #kopitemanggung #temanggung #sindoro #jawatengah #kopijateng #indonesia
A post shared by festival kopi temanggung 2018 (@feskop_temanggung) onSep 24, 2018 at 9:11pm PDT
Guna memeriahkan acara panitia juga akan memnetaskan kesenian tradisional, seperti jaran kepang, topeng ireng, warokan, angklung, dan tarian dari Sanggar Didik Nini Thowok. Ada pula penampilan sembilan band akustik.
Lalu pada hari terakhir festival, 1 Oktober 2018, karena bertepatan dengan Hari Kopi Internasional panitia akan menyediakan 1.000 gelas kopi gratis. (Sumber: Artikel-Foto tempo.co)
...more