shop-triptrus



Inilah Kisah Warga Pekojan Semarang Melestarikan Bubur India

TripTrus.Com - Bara api mulai membakar tungku kayu ketika Anas Salim sibuk meracik ragam rempah sebagai bumbu utama bubur India. Rambutnya yang mulai memutih tak menyurutkan semangat pria berusia 76 tahun ini menyiapkan bubur India sebagai sajian utama berbuka puasa di Masjid Jami Pekojan, Kampung Petolongan, Semarang. "Ini resep masakan turun-temurun sejak dari kakek saya yang asalnya dari Negara Bagian Gujarat, India," kata Anas. Anas merupakan pewaris bubur India ketiga setelah mendapat resep dari sang kakek, bernama Harus Rofii dan Salim Harun yang tak lain ayahandanya. Keluarga besar Anas secara teguh menggunakan bumbu kaya rempah sebagai penguat rasa bubur India. "Kakek saya seorang mubalig yang kerap mensyiarkan agama Islam dari perbatasan India-Pakistan. Kemudian lambat laun memilih berdagang dengan komunitas orang Koja dan masuk Indonesia sejak 1800 silam atau sekitar 120 tahun lalu," tuturnya. Perjalanan komunitas Koja pun berlanjut sampai ke tepi Pantai Semaran dan tiba di salah satu sudut kawasan Mataram yang kini dikenal dengan Kampung Petolongan.   Setiap hari, Masjid Pekojan Semarang memasak tak kurang dari 200 hingga 300 mangkok Bubur India bagi para jemaah yang berbuka puasa. Bubur itu dibagikan secara gratis pada pukul 17.00 WIB atau menjelang berbuka puasa. Selain dibagikan gratis, pengurus Masjid Pekojan juga mempersilakan warga membawa pulang bubur ke rumah masing-masing. Bubur tersebut biasanya dijadikan makanan untuk berbuka puasa dan kerap dirindukan oleh orang yang sudah tak tinggal lagi di Semarang. Tradisi kuliner tersebut diketahui sudah menjadi peninggalan lintas generasi selama 80 tahun. Seperti namanya, bubur India merupakan kuliner asli India, tepatnya makanan di wilayah Koja yang merupakan perbatasan Pakistan dan India. Namun, dengan adanya perdagangan pada zaman dahulu, warga India yang datang ke Semarang akhirnya memutuskan tinggal dan menetap. Hal itu menginspirasikan lahirnya kampung Pekojan yakni kampung Muslim di tengah kota Semarang. Sejak awal ada di Semarang, bubur India sudah menjadi makanan khusus berbuka puasa. Meski menunya sederhana, akan tetapi bubur India ini memiliki rasa yang asli dan terjaga dengan perpaduan bubur berisi daging cincang, labu, telur serta kuah santan yang khas. @prast.wd @jatengpos #buburindia #kuliner #kulinersemarang #kulinerramadan #bukapuasa #masjidpekojan #pekojan #ngabuburit #exploresemarang #ramadan2016 A post shared by JATENG NEWS (@jatengnews) onJun 12, 2016 at 4:18am PDT "Di sinilah, awal mula orang-orang Koja berdagang sarung, tasbih sampai beragam rempah yang dibawa langsung dari tanah kelahirannya. Lalu karena punya resep bubur India yang sangat khas itu, maka dikenalkan kepada penduduk pribumi lokal," tambahnya. Dari semula hanya ada 10-15 orang, kini jumlah orang Koja yang mendiami kampung tersebut mencapai ratusan jiwa. Rumah-rumahnya bercorak khas campuran Pakistan-Melayu dengan dinding berwarna hijau muda. [Baca juga : Wisata Seru Yang Bisa Kamu Kunjungi Saat Ramadhan] Bubur India juga semakin melekat di hati masyarakat setempat. "Sekarang tiap Ramadan disediakan 200 sampai 300 porsi bubur India. Sebagai variasinya juga ada campuran kuah gulai, sambal goreng, ungkep dan teri," tuturnya. Bubur India dibuat selama tiga jam. Sejak bakda Zuhur sampai selepas salat Ashar, Anas mengaku dibantu tiga warga keturunan Koja lainnya untuk mengolah bubur India. Kemudian tepat pukul 15.30 WIB sajian khas warga Koja ini pun siap dihidangkan dalam mangkuk-mangkuk kecil bersama segelas susu atau teh ditambah beberapa bungkus kurma. "Dulunya ada tambahan zam-zam. Tapi karena pasokannya disetop sama Pemerintah Arab Saudi maka diganti susu," ujarnya. Dia menyebutkan hidangan bubur India kala buka puasa punya arti mendalam bagi warga sekitar. Sesuai hadist Rasulullah SAW, katanya, barang siapa yang memberikan makanan buka puasa maka ganjarannya di akhirat bertambah banyak. "Dan barang siapa yang senang dengan datangnya Ramadan maka diharamkan jasadnya di neraka. Makanya, di sini selalu dibagikan bubur gratis selama 30 hari Ramadan," ujar Anas. (Sumber: Artikel bisnis.com, Foto tribun.jateng.com)
...more

Wisata Heritage Kota Malang Favorit Turis Eropa

TripTrus.Com -  Bangunan-bangunan tua peninggalan masa kolonial Belanda yang masih berdiri tegak di Kota Malang menjadi daya tarik wisata tersendiri. Turis mancanegara, terutama yang berasal dari Eropa, menyukai wisata tur keliling bangunan tua di Kota Malang.   Foto Toko Oen tahun 1995. Tidak terlalu banyak berbeda dengan tahun sekarang. . . . #Malang #arema #KotaMalang #Malangjadul #Malanglawas #Malangkotabunga #Fotokuno #Fotojadul #Fotomalang #malangtempodulu #Malangtempodoeloe #malangheritage #sejarahmalang #foto #photography #oldphotos #vintage #vintagephotos #netherland #nederlandschindie #dutch #indonesia #History #Historical #throwback #sejarah #jamanlawas #jamanold #tempodoeloe #savemalangheritage . . . Credit: emaronie.com/Eryvia Maronie A post shared by Malang Heritage (@malang.heritage) onApr 3, 2018 at 6:52am PDT Ketua Badan Promosi Pariwisata Kota Malang, Gagoek Sunar Prawito, mengungkapkan Pemkot Malang harus menjaga keberadaan bangunan-bangunan bersejarah itu. "Wisata heritage sangat berpotensi jadi wisata unggulan Kota Malang," katanya pada Senin (3/4). [Baca juga : Lasem, Pecinan Di Pantura Yang Instagramable!] Sejumlah bangunan peninggalan Belanda dapat dijumpai antara lain di ruas Jalan Ijen, Jalan Dr. Cipto, dan Talun. Menurut Gagoek, wisata heritageterutama digemari turis asal Belanda, Jerman, dan Perancis. Mereka menyambangi Kota Malang untuk bernostalgia, bagi yang masa kecilnya pernah tinggal di sini, atau sekadar menyaksikan bangunan peninggalan leluhurnya. Menurut catatan Badan Promosi Pariwisata Kota Malang, setiap pekan setidaknya 400 wisatawan mancanegara datang ke Kota Malang. "Dari Eropa rata-rata berusia 40 tahun ke atas sehingga model perjalanannya sudah teratur tidak seperti backpacker," imbuh pria yang sekaligus sebagai Ketua Asita (Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies) Malang Raya. Melihat antusiasme turis terhadap wisata heritage, Badan Promosi Pariwisata Kota Malang tengah menyiapkan fasilitas berupa becak wisata. Becak wisata ini dikhususkan 'ngetem' di hotel-hotel yang banyak diinapi turis asing. Becak-becak tersebut memiliki rute khusus yang melewati sudut-sudut bersejarah Kota Malang. Saat ini 25 orang pengemudi becak wisata sedang ditatar mengenai bahasa Inggris dan hospitality agar lebih kompeten melayani pelanggan wisman. (Sumber: Artikel republika.co.id, Foto Fajar Mono)
...more

Bandara Internasional Kuala Namu - Medan

Kalau kamu ikut trip ke Medan dan Sumatera Utara di http://triptr.us/Bk, kamu juga bisa langsung menikmati kerennya Bandara Kuala Namu. TRIPTRUS - Setelah beroperasi selama lebih dari 70 tahun, Bandara Internasional Polonia pensiun dari tugasnya melayani berbagai jalur penerbangan ke/dari atau sekadar transit di Sumatera Utara. Mulai tanggal 25 Juli 2013, semua maskapai penerbangan harus mengarahkan pendaratan ke Bandar Udara Internasional Kuala Namu (Kuala Namu International Airport/KNIA). Bandara Kuala Namu berlokasi di areal bekas perkebunan PT Perkebunan Nusantara II Tanjung Morawa. Bandara baru ini terletak di Kabupaten Deli Serdang dan berjarak kurang lebih 22 kilometer dari kota Medan. Setelah selesai pembangunannya, bandara ini diharapkan dapat jadi bandara transit internasional untuk kawasan Sumatera dan sekitarnya. Kuala Namu juga menjadi bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng, Banten.  Untuk mencapai Bandara Kuala Namu, selain moda transportasi seperti mobil atau bus Damri, terdapat pula sebuah stasiun kereta di bandara yang terhubung dengan Stasiun Medan. Stasiun kereta api dan jalur kereta api di bandara ini adalah kali pertama bagi Indonesia. Untuk menaiki jalur kereta ini, penumpang harus membayar sekitar Rp80 ribu untuk perjalanan kereta api Kuala Namu-Medan PP. Kereta yang digunakan nantinya akan memiliki fasilitas wi-fi. Bandara Kuala Namu dapat menjadi tempat pergerakan 10.000 pesawat pertahun, dan dapat menampung tujuh hingga 10 juta penumpang dari hasil pembangunan Tahap I. Di tahap II nanti, Kuala Namu diperkirakan dapat menampung 25 juta penumpang per tahun. Bandara dengan kode lokasi KNO ini juga punya fasilitas check-in paling canggih di Indonesia. Bandara Kuala Namu mempunyai sistem Automatic Handling System dan check-in di 4 tempat. Satu lagi yang keren, KNIA bisa menampung pesawat terbesar di dunia - yang sebelumnya tidak bisa mendarat di Indonesia - pesawat jumbo Airbus A380. Wow!   Photos courtesy of: Wikipedia
...more

Pariwisata Jadi Primadona Baru Perekonomian Indonesia

TripTrus.Com - Deputi III Kantor Staf Kepresidenan Denni Purbasari mengatakan sektor pariwisata bisa menjadi primadona baru bagi perekonomian Indonesia. Sektor tersebut terus memberikan kontribusi positif. "Dalam banyak aspek, pariwisata bisa menjadi harapan Indonesia," katanya di KSP, Jakarta, Senin, 16 Oktober 2017.  Denni mengatakan indeks daya saing pariwisata Indonesia terus meningkat sejak 2013. Saat itu Indonesia berada di peringkat ke-70. Pada 2015, posisinya meningkatkan ke posisi ke-50 dan tahun ini berada di peringkat ke-42. (Sumber: Artikel disbudpar.acehprov.go.id) Dia menuturkan pemerintah melakukan beragam cara untuk mendorong sektor tersebut. Salah satunya meningkatkan pelayanan dan melakukan promosi destinasi wisata baru.  Pemerintah telah menetapkan 10 daerah wisata baru. Kesepuluh destinasi tersebut di antaranya Danau Toba di Sumatera Utara, Tanjung Kelayang di Bangka Belitung, Tanjung Lesung di Banten, Kepulauan Seribu di DKI Jakarta, dan Candi Borobudur di Jawa Tengah. Selain itu, Bromo-Tengger-Semeru di Jawa Timur, Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, dan Wakatobi di Sulawesi Tenggara. Dari sisi devisa, sektor pariwisata menyumbang US$ 12 miliar pada 2016. Sebanyak 11 juta orang bekerja di sektor tersebut pada tahun yang sama. Jumlahnya kini tercatat meningkat menjadi 12 juta orang.  Kontribusi sektor pariwisata terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional tahun lalu sebesar 4,03 persen dan pada 2015 sebesar 4,25 persen. "Tahun ini kontribusinya 5,5 persen," ujar Denni.  Wisatawan mancanegara tercatat melakukan 10 juta kunjungan pada 2015 dan 12 juta kunjungan pada 2016. Sedangkan untuk wisatawan Nusantara tercatat melakukan 256 juta kunjungan pada 2015 dan 264 juta kunjungan pada tahun berikutnya.  (Sumber: Artikel tempo.co)
...more

Hutan Mati Gunung Papandayan

Semua pasti setuju bahwa Gunung Papandayan itu cocok buat pendaki yang baru mau memulai pendakian. Selain karena treknya yang relatif tidak terlalu sulit, dengan sumber air melimpah, spot-spot pemandangannya pun bakal bikin siapapun ketagihan. Nah, salah satu spot paling ikonik di Gunung Papandayan, selain Taman Edelweiss Tegal Alun, adalah Hutan Mati. Namanya memang agak seram, tapi alih-alih seram, Hutan Mati Gunung Papandayan akan memberi kesan eksotisme yang tidak ada duanya. Terletak tepat di atas kawah utama Gunung Papandayan, kayu-kayu cantigi ini mati diterpa letusan vulkanik bertahun-tahun silam. Kini, asap belerang dari kawah pun seringkali diterpa angin ke arah Hutan Mati. Letaknya yang cukup dekat dengan camping ground Pondok Saladah membuat Hutan Mati menjadi spot yang harus dikunjungi baik di kala senja, maupun ketika menunggu sunrise. Hanya sekitar 10 hingga 15 menit dari tenda di Pondok Saladah Travelmate sudah bisa menikmati Hutan Mati. Travelmate juga akan melewati jalur Hutan Mati ini untuk meneruskan pendakian ke taman edelweiss Tegal Alun. Untuk pendaki pemula, tentu pemandangan ini adalah trigger untuk melakukan pendakian lebih jauh. Sehingga tentu saja orang bisa berkata : “hutan ini memang mati, tapi disinilah petualangan itu mulai hidup… yup, the forest is dead, but the adventure has just lived.”
...more

Rekomendasi Wisata Yang Bisa Dikunjungi Selama Libur Lebaran Di Kota Medan

TripTrus.Com - Kota Medan menempati urutan keempat sebagai kota terbesar di Indonesia setelah DKI Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Selain itu, sebagai kota terbesar di luar Pulau Jawa dan di Pulau Sumatera, destinasi Kota Medan menjadi pilihan populer bagi pengunjung saat libur Lebaran, terutama untuk liburan keluarga. Berikut adalah beberapa tempat yang bisa dikunjungi bersama keluarga saat libur Lebaran di Kota Medan.       View this post on Instagram A post shared by Richie Kevin (@richie_kevin) 1. Istana Maimun Salah satu destinasi wisata yang terkenal di Kota Medan adalah Istana Maimun. Dalam situs Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut, bangunan yang selesai dibangun pada tahun 1988 tersebut dikategorikan sebagai peninggalan Kerajaan Deli pada masa pemerintahan Sultan Al Rasyid Perkasa Alamsyah. Struktur bangunan Istana Maimun menggabungkan unsur arsitektur dari Eropa, Persia, dan Indonesia. Sebaliknya, bangunan di Desa Sukaraja, Kecamatan Medan Maimun, memiliki corak arsitektur Melayu dan Islami. Karena letaknya yang strategis dan mudah dijangkau, Istana Maimun hanya berjarak beberapa kilometer dari pusat Kota Medan. 2. Masjid Agung Al Mashun Wisatawan dapat mengunjungi tempat wisata religi seperti Masjid Agung Al Mashun yang terletak sekitar 1 km dari Istana Maimun. Menurut Jakarta Islamic Center, masjid ini dibangun pada tahun 1906 dan merupakan peninggalan Kesultanan Deli. Masjid ini berfungsi sebagai tempat ibadah sekaligus objek wisata budaya dan sejarah. Arsitektur Masjid Al Mashun menggabungkan unsur-unsur arsitektur dari Timur Tengah, India, dan Spanyol. Bangunan Masjid Agung Al Mashun memiliki bentuk segi delapan dan memiliki sayap di sisi selatan, timur, utara, dan barat. 3. Gereja Maria Annai Velangkanni Gereja Maria Annai Velangkanni merupakan tempat selanjutnya yang dapat dikunjungi untuk merasakan pengalaman religi dan budaya di Kota Medan. Gereja ini terkenal dengan bangunannya yang unik dan menyerupai candi. Menurut situs resminya, kata "graha" berarti rumah, pura, atau tempat suci. Bunda Maria dikenal sebagai Annai Velangkanni Arokia Matha di India. Gereja Maria Annai Velangkanni terletak di Jalan Sakura III 7-10, Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan. 4. Tjong A Fie Mansion Bagi pecinta budaya dan sejarah, perjalanan ke Tjong A Fie Mansion merupakan salah satu hal yang wajib dilakukan saat berada di Kota Medan. Tjong A Fie, seorang pengusaha dan dermawan keturunan Tionghoa, terkenal karena membangun toko-toko di sepanjang Jalan Kesawan (kini Jalan Ahmad Yani) dan memberikan kontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi Kota Medan. Menurut informasi yang terdapat di situs resminya, gedung Tjong A Fie Mansion memiliki 35 kamar yang terletak di dua lantai. Bangunan yang berasal dari tahun 1895 ini telah dijadikan museum dan diakui sebagai bangunan bersejarah dan budaya yang penting. Fitur arsitekturnya mencakup pengaruh gaya Cina, Melayu, dan Art Deco. Tjong A Fie Mansion terletak di Kesawan, Kota Medan, di sebelah Jalan Ahmad Yani Nomor 105, dengan luas keseluruhan 8.000 meter persegi. 5. Mangrove Sicanang Ekowisata Mangrove Sicanang adalah salah satu objek wisata alam di Kota Medan yang terletak di Jalan Pulau Sicanang, Kelurahan Belawan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan. Pengunjung dapat menjelajahi kawasan hutan bakau dari jembatan kayu. Menurut situs Dinas Pariwisata Kota Medan, Mangrove Sicanang menjadi salah satu destinasi wisata alam populer di Kota Medan selain berfungsi sebagai sarana pengaman pantai. Setelah menikmati pemandangan hutan bakau, pengunjung dapat menikmati makanan di Pondok Lesehan yang tersedia di lokasi. 6. Taman Cadika Pramuka Taman Cadika Pramuka adalah salah satu taman yang dapat dikunjungi oleh wisatawan di Kota Medan. Terletak di Jalan Karya Wisata, Kecamatan Johor, di kawasan Desa Pangkalan Masyhur, Kota Medan. Pengunjung dapat mengakses informasi dan beberapa lokasi foto Instagramable Taman Cadika Pramuka melalui website Pesona Indonesia. Taman ini memiliki danau buatan seluas 5.000 meter persegi yang dapat dinikmati oleh pengunjung. Nama taman ini menunjukkan bahwa ada fasilitas perkemahan di sana, serta dilengkapi dengan fasilitas taman bermain, mushola, gazebo, dan kamar mandi. 7. Taman Avros Taman Avros merupakan salah satu ruang terbuka hijau di Kota Medan. Menurut situs Dinas Pariwisata Kota Medan, pengalaman unik dapat dirasakan oleh pengunjung yang menyusuri Sungai Deli di taman ini. Pengunjung dapat menikmati keindahan Kota Medan sambil berjalan-jalan di sepanjang Sungai Deli, dan menggunakan perahu panjang atau speed boat dengan akses pemandu wisata untuk melintasi sungai. Taman Avros juga dilengkapi dengan fasilitas flying fox, outbone, dan panahan. Awalnya, tempat rekreasi air ini dikenal dengan nama Taman Pendidikan Avros dan terletak di Jalan Avros, lingkungan Medan Polonia, Kota Medan. 8. Penangkaran Buaya Asam Kumbang Salah satu objek wisata khas Kota Medan yang terkenal. Menurut Tribun Medan, penangkaran buaya ini merupakan penangkaran buaya terbesar di Asia Tenggara. Tempat ini terletak di Jalan Bunga Raya II, di kawasan Asam Kumbang, Kecamatan Selayang, Kota Medan. Di lahan seluas 2 hektar, lebih dari 2.800 buaya ditempatkan di penangkaran ini. Ada dua jenis buaya yang dapat dilihat di sana, yaitu buaya muara dan buaya sinyulung. Menariknya, Penangkaran Buaya Asam Kumbang menampung buaya tertua yang berusia 60 tahun dengan panjang 5 hingga 6 meter. [Baca juga : "5 Destinasi Wisata Tasikmalaya Yang Cocok Untuk Dikunjungi Saat Liburan Lebaran Bersama Keluarga"] 9. Wisata Merci Themepark and Restaurant Merupakan taman hiburan populer di Kota Medan yang terletak di Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang. Dibutuhkan waktu sekitar 37 menit untuk menempuh jarak 13 kilometer menuju pusat Kota Medan. Wisata Merci Themepark and Restaurant memiliki semua fasilitas taman hiburan serta tempat wisata kuliner. Pengunjung dapat bersenang-senang di Waterpark di Taman Wisata Merci dan menikmati berbagai wahana selain permainan seluncuran air. Setelah puas bermain, pengunjung dapat menikmati keajaiban kuliner di restoran. Objek wisata ini juga menyediakan toko oleh-oleh dan suvenir. 10. Hairos Waterpark Terletak di Jalan Jamin Ginting Km. 14.5, Namo Bintang, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang. Wisata ini adalah taman bermain air yang populer dan dapat dicapai dalam waktu sekitar 36 menit dengan menempuh jarak 15 kilometer ke pusat Kota Medan. Pengunjung dapat bersenang-senang dengan berbagai permainan air. Menurut informasi di situs resminya, wisata ini memiliki kolam renang dengan ombak buatan, kolam bermain anak-anak, dan wahana perosotan air. Selain itu, wisata ini juga menyediakan fasilitas restoran dan area parkir. Jadi, sudah siap untuk menentukan destinasi liburan lebaran tahun ini? Ayo, tunggu apalagi, atur jadwal dan selamat bersenang-senang! (Sumber Foto @alfiqqi_fiky) 
...more

Destinasi Seru Dan Anti Mainstream Di Jember Yang Mungkin Belum Lo Tau!

TripTrus.Com - Siapa bilang liburan ke Jember itu biasa aja? Nih, Jember di Jawa Timur punya hidden gems yang gak kalah kece dari kota lain, loh! Mulai dari gunung epic, pantai-pantai keren, kebun binatang mini, sampai museum unik. Buat lo yang pengen liburan dengan vibes beda, wajib banget dateng ke sini. Nih, ada 5 spot wisata di Jember yang mungkin lo belum tau. Catet yaa! 1. Gunung Argopuro – Jalur Terpanjang Pulau Jawa! Lo demen hiking? Coba deh jelajah Gunung Argopuro yang juga dikenal dengan nama Gunung Argapura. Gunung ini keren banget buat lo yang mau pengalaman mendaki dengan tantangan maksimal, karena jalurnya sepanjang 63 km, alias yang terpanjang di Jawa. Kebayang gak tuh, lo bisa nikmatin pemandangan super indah sepanjang jalan. Plus, suasananya masih sepi, cocok buat yang nyari ketenangan. 2. Tanjung Papuma – Pantai Pasir Putih Hits Abis       View this post on Instagram A post shared by Adrian Hartanto Lokaria (@adrianloa) Kalo urusan pantai, gak ada matinya! Apalagi kalo lo main ke Tanjung Papuma. Di sini, lo bakal nemuin pasir putih yang bersih banget dan view laut yang cakep parah! Nama "Papuma" tuh singkatan dari "Pasir Putih Malikan", dan letaknya ada di Desa Lojejer, Wuluhan, Jember. Buat spot foto, udah pasti juara, deh. Pokoknya gak bakal nyesel lo ke sini! 3. Pantai Watu Ulo – Pantai Ular di Jawa Timur Pantai yang satu ini emang unik banget! Watu Ulo itu artinya "batu ular" dalam bahasa Jawa, dan sesuai banget sama pemandangannya. Di sini ada batu panjang yang bentuknya mirip ular sepanjang 110 meter dengan lebar 4 meter. Lo bisa langsung main ke Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu buat nikmatin pantai dan batu ular ini, gak usah jauh-jauh ke luar negeri buat cari spot epic kayak gini! [Baca juga : "7 Spot Tersembunyi Di Bali Utara Yang Bakal Bikin Lo Terpukau!"] 4. Jember Mini Zoo – Kebun Binatang Mini Buat Semua Usia Buat lo yang mau wisata edukasi sekaligus seru-seruan bareng keluarga, pasangan, atau geng lo, Jember Mini Zoo pilihan pas! Buka sejak 2021, tempat ini punya 300-an satwa yang seru buat diliat, kayak kura-kura Afrika, musang Asia Timur, sampai burung hantu. Selain itu, lo bisa coba aktivitas keren kayak ngasih makan kelinci, outbond, atau belajar perah susu sapi. Yakin gak penasaran? 5. Museum Huruf Jember – Tempat Belajar Aksara dan Bahasa Nusantara Nah, buat yang demen sejarah atau lagi cari wisata edukasi, ada Museum Huruf Jember yang bakal kasih lo insight baru soal aksara dari Nusantara dan dunia. Lokasinya di Jalan Bengawan Solo, Jember, museum ini keren buat nambah wawasan lo soal asal-muasal berbagai aksara yang ada di Indonesia dan sekitarnya. Cocok banget buat yang mau liburan sambil belajar hal baru! Jember emang punya vibes yang beda buat lo yang pengen liburan asik dan gak mainstream. Dari list ini, spot mana nih yang bakal lo cobain duluan? Jangan lupa ajak orang tersayang, ya! (Sumber Foto @titisnitiswari) 
...more

10 Tips Mendaki Gunung Saat Puasa

TRIPTRUS - Beraktivitas di alam bebas seperti mendaki gunung, sudah menjadi hobi di kalangan masyarakat dari berbagai usia. Untuk beberapa keadaan atau beberapa orang, menahan keinginan untuk mendaki gunung terasa cukup sulit, apalagi jika keinginan tersebut muncul ketika tengah melaksanakan ibadah puasa. Mendaki gunung saat bulan puasa, bukanlah hal yang tak mungkin karena sudah banyak dijumpai peziarah-peziarah yang mendaki gunung sambil berpuasa. Walau bagaimanapun, kondisi seperti ini memang memerlukan persiapan yang lebih matang, baik persiapan fisik, mental, perlengkapan dan peralatan. Berikut tips-tips yang bisa diterapkan saat melakukan pendakian selama berpuasa : Asupan makanan yang tepat. Pendakian gunung memerlukan energi yang cukup besar, sehingga membutuhkan makanan yang sehat untuk menjaga stamina anda, khususnya ketika sedang menjalankan puasa. Waktu sahur adalah waktu yang tepat untuk memberikan asupan makanan yang dibutuhkan. Beberapa makanan yang sehat untuk dikonsumsi diantaranya adalah sayur-sayuram, buah-buahan, susu, madu, dan lain sebagainya. Konsumsi daging juga sangat direkomendasikan karena daging lebih lama bertahan di dalam lambung sehingga bisa memberikan rasa kenyang yang lebih lama. Pilih gunung dengan trek yang ringan dan berhutan. Semakin berat medan pendakian maka tenaga yang dibutuhkan akan lebih besar. Maka dari itu pemilihan gunung sebagai lokasi pendakian haruslah tepat dengan kondisi tubuh yang sedang berpuasa. Gunung yang memiliki hutan juga merupakan lokasi pendakian yang cocok karena bisa melindungi diri dari panasnya sinar matahari yang bisa menyebabkan tubuh lebih cepat haus dan dehidrasi. Dengan adanya hutan, kondisi trek pendakian terasa lebih lembab dan lebih teduh. Gunakan tutup kepala atau payung. Paparan sinar matahari secara langsung memungkinkan terjadinya dehidrasi yang lebih cepat, apalagi tubuh sedang dalam kondisi berpuasa yang mengharuskan pendaki untuk tidak makan dan minum. Dengan adanya penutup kepala seperti topi ataupun yang lainnya, bisa cukup membantu ketahanan tubuh. Payung juga berguna untuk masalah ini, namun dirasa cukup merepotkan jika kondisi alam sedang berangin. Efisiensi perlengkapan. Jangan terlalu banyak membawa perlengkapan, agar tidak memberatkan perjalanan, apalagi jika perlengkapan tersebut tidak terlalu diperlukan. Sebaiknya, bawa perlengkapan yang memiliki fungsi ganda seperti jaket anti air. Gunakan pula perlengkapan yang cocok untuk kegiatan outdoor seperti pakaian quick dry, yang tak hanya bisa kering dengan cepat, namun juga lebih bersahabat dengan suhu tubuh. Rute yang tepat. Pilihlah rute pendakian yang paling pendek dan dengan jalur pendakian yang lebih mudah. Dengan begitu, tenaga yang diperlukan bisa lebih sedikit. Gunakanlah rute pendakian yang resmi dan ikuti petunjuk yang berlaku untuk keselamatan. Manajemen waktu istirahat. Ketika masih dalam kondisi berpuasa, jangan ambil waktu terlalu lama untuk beristirahat. Ketika terlalu lama beristirahat, panas tubuh akan berkurang dan membuat tubuh harus berusaha mendapatkan performa terbaiknya lagi ketika perjalanan kembali dimulai. Hal ini tentu membuat tubuh terasa lebih lelah. Hendaklah beristirahat untuk mengantur nafas serta memberikan sugesti diri bahwa dalam keadaan berpuasa masih sanggup untuk mencapai puncak. Atur waktu pendakian yang tepat dan sesuai. Waktu pendakian juga sangat penting sebagai pertimbangan dalam pendakian. Jika tak ingin terlalu lama mendaki dalam kondisi berpuasa, mengambil start pendakian di malam hari bisa menjadi alternatif yang baik. Tiba di puncak pada pagi hari dan turun pada siang hari. Anda juga bisa menentukan waktu yang lebih cocok, agar ibadah dan hobi tetap bisa berlangsung. Cari teman perjalanan yang cocok. Seperti yang telah diketahui, puasa tak hanya menahan lapar dan haus, namun juga menahan emosi. Kadangkala ketika tubuh terasa lelah banyak hal menjengkelkan yang bisa saja muncul dari teman seperjalanan yang kurang cocok. Selain itu ajak juga teman yang bisa menghormati keadaan anda yang sedang berpuasa, bukan malah menjadi penyebab anda tergoda untuk membatalkan puasa. Atur tempo perjalanan Ketika berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman seperti biasanya, sehingga lebih mudah lelah. Untuk itu atur tempo perjalanan yang tidak terlalu cepat, sehingga energi bisa lebih dihemat. Jangan memaksakan diri. Ketika kondisi tubuh benar-benar sudah lelah dan dirasa tak sanggup untuk melanjutkan puasa dan pendakian maka jangan pernah memaksakan diri. Ingatlah selalu bahwa pendakian yang sukses adalah berhasil kembali dengan selamat. Dalam setiap pendakian, kesiapan fisik, mental dan perlengkapan memang sangat dibutuhkan, apalagi jika dalam kondisi berpuasa. Niat yang kuat untuk tetap beribadah dan tetap melakukan aktivitas pendakian merupakan motivasi terbaik. Beberapa hal di atas bisa menjadi masukkan untuk kesuksesan pendakian dan kesuksesan ibadah anda. Selamat mendaki! (Sumber: Artikel wisatagunung.com Foto explore1ndonesia.blogspot.com)
...more

9 Spot Keren di Ujung Kulon yang Wajib Lo Jelajahi!

TripTrus.Com - Yo bro-sis traveler! Siapa yang nggak mupeng jalan-jalan ke alam yang masih asli, jauh dari hiruk pikuk kota? Ujung Kulon tuh surga tersembunyi di ujung barat Pulau Jawa yang penuh kejutan: pantai putih, hutan hujan, pulau-pulau kecil, bahkan fauna langka kayak badak Jawa dan owa Jawa. Kalau lo bosen sama liburan ala kota, Ujung Kulon bisa jadi opsi paling pas. Di sini gue rangkumin sembilan spot kece yang harus lo datengin, dari snorkel sampai trekking, biar liburan lo nggak cuma foto bagus tapi pengalaman yang nempel di hati. 1. Pulau Peucang Bro dan sis, Pulau Peucang itu wajib masuk list lo kalo lagi di Ujung Kulon. Keindahan alam bawah lautnya juara, karang-karangnya cantik banget buat snorkeling atau diving. Di darat, lo bisa ketemu rusa sama monyet ekor panjang yang santai nongkrong di sekitar pulau. Belum lagi Karang Copong di bagian utara, sunset nila-nila lo dapet banget dari sana. Fasilitas juga udah lumayan komplit: ada penginapan, visitor centre, jadi lo bisa betah tidur malam sambil denger suara alam. 2. Padang Penggembalaan Cidaon Kalau lo suka yang agak klasik, trekking ringan, sama suasana sabana dipadu pantai, Cidaon cocok banget. Lo bisa nyebrang pakai boat ke Cidaon, terus tinggal kaki jalan dikit ke padang penggembalaan. Pagi atau sore hari, puas-puasin lihat banteng yang merumput dan burung merak kalo beruntung. Tapi inget yah, jangan deket-deket banget sama satwa, biar lo aman dan jangan ganggu mereka. 3. Padang Penggembalaan Cibunar       View this post on Instagram A post shared by Dinink Sonia (@gamileh_sluman_moemyint) Masih di jalur trekking yang agak sedikit menantang dibanding Cidaon, Cibunar punya hutan pantai + hutan hujan dataran rendah yang super asri. Bro-sis bakal nemu banyak burung, tanaman unik, dan pemandangan natural yang beda dari yang selama ini lo lihat di kota. Tebing, pepohonan rindang, suara hutan, semuanya bikin mood lo reset banget. 4. Gua Sanghyang Sirah Buat lo yang suka sejarah, mistis, sama budaya lokal, Gua Sanghyang Sirah jangan sampai terlewat. Kalo lo lagi bulan Maulid atau Muharram, masyarakat lokal suka ngadain peziarahan di situ. Ada kisah legenda Kiansantang dari Kerajaan Pajajaran yang nyambung ke gua ini. Jadi lebih dari sekadar wisata alam, ini juga wisata budaya yang lo bisa nikmatin sambil introspeksi. 5. Kepulauan Handeuleum Kalau lo pengen island hopping tapi nggak mau yang macet, Kepulauan Handeuleum (Besar, Tengah, Kecil) bisa jadi opsi kece. Ada hutan mangrove, burung-burung liar, reptil, flora khas pulau tropis. Sungai Cigenter di situ asyik juga buat susur perahu kano pagi hari setelah lo nge-camp semalam. Udara seger, pemandangan hijau, suara alam… semua komplit. [Baca juga : "Bintan Vibes, Dari Pantai Hits Sampe Spot Hidden Gem Yang Bikin Lo Auto Healing"] 6. Pulau Panaitan       View this post on Instagram A post shared by Ibnu Rusd Asyakir (@mas_zero) Surfing lovers mana suaranya? Pulau Panaitan punya spot hit kayak Legon Lentah, Legon Kadam, Legon Samadang, Karang Jajar yang cocok buat lo yang pengen ombak menantang. Selain itu juga pemandangan laut dan pantai yang juara. Jadi, kalau lo cari spot surfing & diving plus suasana pulau yang masih liar, Panaitan bakal ngasih lo feel petualangan yang asli. 7. Sumber Air Panas Cibiuk Sesudah puas trekking & berenang, lo bisa relaksasi di sumber air panas Cibiuk. Letaknya agak masuk, sekitar 2 km dari Taman Jaya. Banyak traveler bilang air panasnya bisa bantu meredakan capek capek, bahkan dipercaya bisa bantu masalah kulit. Jadi ini semacam bonus healing setelah aktivitas berat atau eksplor alam. 8. Habitat Owa Jawa di Curug Cikacang Lo suka primata dan suasana hutan? Curug Cikacang tempatnya. Disini lo bisa nemu owa Jawa, di sekitar hutan primer & sekunder yang asri. Air terjun kecilnya juga adem, jadi cocok buat lo yang pengen gabungin trekking ringan + satu incaran binatang langka di habitatnya. Beneran nggak cuma selfie, tapi juga belajar soal alam & konservasi. 9. Pantai Selatan (rute Cegog ke Cibunar) Kalau lo siap untuk trekking panjang + petualangan, rute Pantai Selatan dari Cegog ke Cibunar mesti lo coba. Jalurnya variatif, ada tantangan fisik juga tapi pemandangannya juara: pantai pasang surut, hutan, udara laut, ombak, suasana kampung yang tenang saat malam hari. Sambil bermalam di Cegog lo bakal dapet pengalaman lokal yang otentik, dari cerita tentang budaya sampai dapet makan sederhana yang enak banget rasanya. Oke bro-sis, setelah lo tau sembilan spot keren itu, lo tinggal atur waktu & rencana aja. Ujung Kulon tuh bukan cuma soal selfie & food shots, tapi soal petualangan yang bener-bener ngasih pengalaman: mendaki lebih dekat sama alam, ketemu satwa langka, nikmatin sunset & sunrise di pulau terpencil, bahkan healing di air panas alami. Pastikan lo siap fisik & logistiknya: bawa gear trekking, baju ganti, obat nyamuk, dan mental petualang. Jangan lupa juga jaga alamnya biar spot-spot ini tetap asri & bisa dinikmati generasi sekarang & nanti. Liburan lo bakal makin berkesan kalau bukan cuma dijelajahi, tapi juga dihormati oleh lo sendiri. Selamat jalan, bro-sis! (Sumber Foto @rfauzian)
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...