shop-triptrus



Mengunjungi Situs Arca Domas Cibalay

TripTrus.Com - Ada rasa tenteram dan kepuasan tersendiri saat berkunjung ke kawasan Situs Arca Domas Cibalay, sebuah Situs Megalitikum besar yang sangat mengesankan. Situs ini berada di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, tepatnya di Desa Cibalay, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor. Melewati tanjakan tajam setelah Curug Luhur, terlihat di kiri jalan plang nama tertulis Situs Arca Domas, kebon kopi ,Pasir Manggis, Situs Batu Bergores, Punden Endong Kasang, Punden Jami Piciing, Situs Pangentehan dan berjarak sekitar 2 km. Untuk ke lokasi komplek Situs Cibalay, melewati jalan aspal dengan kualitas sederhana sepanjang sekitar 2 km, semakin ke dalam semakin menyempit jalannya, bertanya arah ke penduduk, dan berdasar informasi itu berjalan lurus lalu belok ke kiri menyusuri jalan setapak. Di sebelah kiri terlihat lembah persawahan. di sebelah kanan dan jauh di depan adalah pegunungan. setelah beberapa puluh menit berjalan berpapasan dengan penduduk setempat kemudian berjalan melewati jalan setapak turun dan mendaki sekitar kurang lebih 50 menit (2-3 km). Terlihat undakan semen, di ujung atas undakan itu terdapat tanah lapang dengan hamparan rumput hijau dimana terdapat Situs Balekambang yang memperlihatkan menhir dan batu megalitikum lainnya. Ada sekitar tujuh menhir, dua diantaranya berukuran besar, serta ada beberapa buah dolmen berukuran kecil sedang, menurut cerita konon sebelum melakukan peribadatan di Situs Arca Domas diharuskan berhenti sejenak disini (situs balekambang)untuk mempersiapkan segala sesuatu nya,dan juga karena Situs Balekambang adalah merupakan semacam pintu gerbang. Melanjutkan perjalanan melewati dataran ini, lalu menuruni undakan dan sesaat kemudian terlihat gerbang sederhana /Gapura kecil dengan undakan lagi di belakangnya,dan terlihat jelas tulisan di gapura itu “ Selamat Datang di Situs Kawasan Cibalay Kabupaten Bogor Balai Pustaka Pelestarian Cagar Budaya Serang”       View this post on Instagram In different place #nature #landscape #another #canon #photography #nationalgeographic #folkgreen #stone #eventide #sunset #jalankampung #instanusantara #latepost A post shared by Moch Resa Maulana (@resdasein) onMar 24, 2016 at 11:46pm PDT Di kelilingi gerumbul pepohonan, serta pegunungan tinggi di depan sana, menciptakan suasana alami menyegarkan, sesaat berikutnya sampailah ke Situs Cibalay, dan apa yang terpampang di depan mata membuat takjub. Sebuah bukit hijau dengan serakan batu peninggalan zaman purba dalam kondisi sangat baik dan terpelihara. Bagaimana tidak takjub melihat begitu banyak batu tua serta punden berundak yang tertata yang berasal dari jaman Megalitikum, jaman manusia purba yang hidup pada 2500 – 1500 SM. Agak jauh di sebelah kiri terdapat plang bertuliskan “Situs Cibalay”, lalu tengara atasnya berbunyi “Situs Arca Domas”, sedangkan tengara satu lagi bertuliskan bahwa situs ini di lindungi oleh undang–undang. Pemandangan yang tak kalah elok di puncak perbukitan Situs Cibalay Selain lintasan memanjang tatanan batu datar pipih dengan menhir di kiri kanannya, ada pula tatanan batu melingkari area yang terlihat di ujung kanan. Agak ke ujung terdapat tumpukan batu paling besar di puncak Situs Cibalay, dengan menhir berukuran cukup besar di atasnya. sebuah dolmen, meja batu, berukuran paling besar berada di ujung area puncak bukit. Wikipedia menyebut bahwa Menhir adalah Monolith (batu tunggal) yang berdiri tegak di atas tanah, berasal dari periode Neolitikum (6000/4000 SM – 2000 SM). istilah menhir diambil dari bahasa Keltik dari kata men = batu dan hir = panjang. Bahasa Keltik adalah bahasa yang digunakan kaum kuno yang bermukim di Wales, Irlandia, Skotlandia, Cornwall, Pulau Man, Bretagne dan beberapa bagian Eropa lainnya, konon Bangsa Keltik adalah Cimmerians yang berasal dari Pulau Defrobani, negeri musim panas dan tanah orang-orang Cimmeria. Di sebelah kiri adalah dolmen yang terlihat tadi, sementara di lereng bukit di sebelah kanan tampak beberapa orang tengah menyapu daun kering yang jatuh, lelaki yang sedang menyapu itu adalah Bapak Wahyu dan Bapak Deni mereka adalah Jupel (juru pelihara) di kawasan Situs Megalitik Arca Domas. Tiang pagar besi dan kawat yang mengelilingi puncak perbukitan ini terlihat rapi dan baru. Di sebelah kiri luar pagar. masih dalam lingkungan di dekat situs, ada tiga saung berbale-bale, Walaupun hanya terbuat dari bilik bambu, saung-saung itu bersih dan rapi. di belakang saung-saung ada lembah yang di bawahnya terdapat pancuran air. Wahyu dan Deni bertutur bahwa pada tahun 2006 dan 2012 sekitar 8 orang melakukan penggalian dan penelitian di kawasan situs ini, mereka dari Balai Arkeologi Bandung, Serang, dan Pusat Arkeologi, selama sekitar 10 hari di 3 lokasi. dan selama ekskavasi menginap di saung ini. penggalian sebelumnya dilakukan oleh mahasiswa Universitas Indonesia pada 1992. Sebenarnya, penamaan “Situs Megalitik Arca Domas” untuk Situs Cibalay ini menurut sebagian kalangan adalah salah kaprah karena di Situs Megalitik Arca Domas ini belum pernah dilaporkan keberadaan arca, yang ada hanyalah kompleks punden berundak. Situs Megalitik Arca Domas Cibalay menempati area yang cukup luas, sekitar 1500 m, dan merupakan salah satu punden berundak dengan komponen yang cukup lengkap. teras utamanya ada di undakan paling tinggi dengan beberapa batu menhir di atasnya. Situs ini pertama kali dilaporkan oleh De Wilde (1830), kemudian Junghuhn (1844), lalu Muller (1856), dan terakhir oleh N. J. Krom dalam Rapporten Oudheid kundige Diensten – nederlan indie tahun1914. [Baca juga : "5 Tempat Wisata Sejarah Di Karawang Yang Wajib Dikunjungi"] Batuan Megalitik Cibalay adalah berupa punden berundak ,menhir dan batu tegak / batu kubur yang dalam penempatan dan susunannya tidak terarah pada suatu sudut,situs cibalay juga di jadikan pemakaman karena di Situs Bale Kambang dan Situs Jami Paciing terdapat nama – nama Mangun Tapak, Patah Aki Soleh,Eyang Nuralam yang di makamkan dekat atau berdampingan dengan Situs Megalit tersebut. Deni menjelaskan dan juga menyarankan untuk mengunjungi situs lain nya yang berada di kawasan Situs Cibalay ini yang semuanya ada delapan Situs, selain Situs Balekambang dan Situs Arca Domas, ada juga Situs Endong Kasan, Situs Kebon Kopi, Situs Jami Piciing, Situs Batu Bergores, Situs Pasir Manggis, dan Situs Pangantehan jelasnya dan menutup obrolan singkatnya. (Sumber: Artikel hallo.id Foto fatahilaharis.wordpress.com)
...more

Jelajah Kawasan Kota Tua Jetayu Pekalongan

Siapa yang sudah pernah jalan-jalan di kota Pekalongan? Tahukah kamu bahwa Pekalongan punya kawasan kota tua? Seperti halnya kota tua di Jakarta atau Semarang, di kawasan Jetayu yang merupakan kota tuanya Pekalongan juga memiliki bangunan-bangunan khas kolonial. Jetayu adalah nama jalan di Pekalongan Utara. Dalam perkembangannya, Jetayu meliputi sejumlah wilayah yang bentuknya mirip alun-alun di sekitar jalan tersebut. Jika kamu tertarik menjelajah Pekalongan, ada baiknya dimulai dari kawasan ini. Mengapa? Di sinilah titik nol pulau Jawa dan asal muasal kota Pekalongan dimulai. Ada apa saja di kawasan Jetayu Pekalongan? 1. Lapangan Jetayu (Foto ohelterskelter.com) Yang pertama kali saya ketahui dari Jetayu adalah lapangannya. Bukan lapangan bola atau lapangan badminton ya, lapangan jetayu adalah tanah lapang yang merupakan titik tengah dari kawasan ini. Bisa dibilang, lapangan jetayu merupakan salah satu landmark kota Pekalongan. Jangan lupa berfoto di ikon huruf B A T I K ya…kalau main ke sini. Penataan lapangan jetayu masih belum tertata rapi memang. Pedagang kaki lima, parkir di bahu jalan, tapi tetap menarik lho untuk disambangi. Jika malam datang, kamu bisa menyewa becak hias dan berkeliling kawasan jetayu. 2. Tugu MyPaal (Foto alvianfoto.wordpress.com) Di pinggiran lapangan Jetayu sebelah selatan, terdapat tugu kecil setinggi kurang lebih 1 meter. Di tugu ini terdapat tulisan Mypaal yang konon adalah titik nol pulau jawa (tepat di tengah pulau jawa). 3. Museum Batik (Foto kota-kreatif.blogspot.com) Ikon kota Pekalongan lain di kawasan jetayu adalah museum batik. Ada apa saja di sini? Ada koleksi batik dari berbagai daerah di tanah air, tidak hanya Pekalongan. Koleksi batik para tokoh penting di negeri ini juga ada lho. Yang menarik dari museum batik adalah bagian workshop membatiknya. Pengunjung berkesempatan untuk membatik secara langsung dengan arahan instruktur secara gratis. Jam operasional museum sampai pukul 3 sore saja ya, paling pas memang pagi ke sininya. Masuknya bayar? Iya, cukup 5000 saja. Seluruh area museum dilengkapi CCTV, jangan macam-macam deh hehhe. Ada aturan kamu tidak boleh memotret di dalam ruang pamer museum, jadi sebaiknya sembunyikan kameramu *ups. 4. Masjid Al-ikhlas (Foto wikimasjid.wordpress.com) Tepat di samping museum batik Pekalongan, ada masjid yang cukup menarik perhatian. Kubah emas dan desainnya benar-benar mirip di almanak. Toilet, kamar mandi, tempat wudhu, dan tempat sholatnya nyaman lho. Jangan lupa tetap waspada menjaga barang-barang pribadi saat beribadah. 5. Gereja Kristen Indonesia (Foto stpetruspekalongan.blogspot.com) Di sebelah utara lapangan Jetayu, ada bangunan berpilar tinggi warna putih. Itulah GKI Pekalongan yang menurut saya arsitektur luarnya tak bolehi dilewatkan untuk difoto. Untuk memasuki area gereja kita perlu ijin terlebih dahulu ke petugas keamanan. 6. Kantor Pos Pekalongan (Foto kbmahadislam.blogspot.com)Lokasinya di arah barat lapangan jetayu. Bangunan yang berdesain art deco ini masih digunakan lho untuk kantor pos besar Pekalongan. 7. Pabrik Limun (Foto akberpekalongan.wordpress.com)Soda kampung alias limun alias orson masih establised lho di Pekalongan. Lokasi pabriknya di belakang museum batik. Berjalan kaki saja lewat sebelah utara museum dan 100m ke depan kami akan menemukan bangunan khas jaman dulu yang menarik perhatian. Bukan cuma minumannya yang otentik dari jaman dulu, tempatnya pun demikian. Kaya akan nuansa heritage. Sudah siap menjelajah kawasan kota tua Jetayu Pekalongan? Yuk…mari.....!!! (Sumber: Artikel pekalongankita.wordpress.com Foto lifestyle.liputan6.com)
...more

10 Spot Kece di Blitar yang Wajib Kamu Kunjungi!

TripTrus.Com - Liburan udah lewat sih, tapi tenang, masih banyak weekend yang bisa dipake buat jalan-jalan, kan? Apalagi, Blitar punya banyak spot seru yang sayang banget kalo dilewatin. Buat yang pengen refreshing atau sekedar healing, Blitar bisa jadi pilihan yang pas banget! Nih, gue kasih tau beberapa spot keren yang wajib banget dikunjungin! Blitar kan terkenal sebagai "Bumi Bung Karno", jadi nggak heran kalo banyak destinasi kece di sini yang cocok buat isi feed Instagram kamu! 1. Pantai Serang Liat laut lepas sambil main di pasir putihnya? Cus, langsung ke Pantai Serang yang ada di Panggungrejo, Blitar. Alamnya juara banget, dan buat yang suka seafood, bisa icip-icip di warung-warung sekitar. Mau yang lebih seru? Naik ATV cuma Rp 50.000/jam! 2. Makam Bung Karno       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Semua Tentang Blitar (@blitarasyik) Kalau ke Blitar, jangan lupa ziarah ke makam Bung Karno. Selain makamnya, di sini juga ada museum, perpustakaan, dan Gong Perdamaian loh. Tiket masuknya murah, cuma Rp 3.000 per orang. Jangan lupa foto-foto ya, spotnya Instagrammable banget. 3. Kampung Coklat Buat yang hobi ngemil cokelat, Kampung Coklat ini surga banget! Lokasinya di Kademangan, Blitar. Dengan tiket Rp 20.000, kamu bisa lihat pohon coklat, belajar proses bikin coklat, dan pastinya icip coklat enak di spot-spot yang cozy banget. 4. Agrowisata Belimbing Karangsari Suka buah segar? Di sini, kamu bisa langsung metik belimbing dari pohonnya. Selain itu, di Agrowisata Belimbing Karangsari ini ada banyak olahan belimbing hasil UMKM lokal. Jangan lupa bawa pulang belimbingnya, harganya bersahabat banget! 5. Blitar Park Ini tempatnya buat rekreasi bareng keluarga. Blitar Park punya wahana permainan seru dan spot foto aesthetic abis. Lokasinya di Garum, Blitar. Tiketnya juga nggak mahal, Rp 10.000 doang, tapi kalo mau main semua wahana, siapin Rp 25.000 ya. 6. Waterpark Sumber Udel Pengen main air? Langsung aja ke Waterpark Sumber Udel. Dengan tiket Rp 10.000, udah bisa berenang seru di kolam anak, kolam dewasa, sampe kolam arus. Lokasinya gampang ditemuin di tengah Kota Blitar. [Baca juga : "Wisata Sejarah Bukittinggi, 6 Fakta Keren Museum Rumah Bung Hatta"] 7. Kebun Kopi Karanganjar Pecinta kopi, harus banget mampir ke sini! Lokasinya di lereng Gunung Kelud, jadi udaranya sejuk banget. Kebun kopi ini masih punya nuansa kolonial Belanda, cocok buat yang suka foto-foto vintage. Tiket masuknya Rp 15.000 aja. 8. Taman Pecut Taman ini cantik banget kalo dikunjungin malam hari. Letaknya di seberang alun-alun Kota Blitar, dan pas malam minggu ada air mancur warna-warni yang bikin suasana makin romantis. Tempat nongkrong malam yang asik deh! 9. Blitar Green Park Nyari tempat piknik keluarga? Ke Blitar Green Park aja! Taman yang rindang ini punya banyak gazebo dan area main anak. Walau lokasinya agak tersembunyi, tinggal buka Google Maps, pasti ketemu. Cocok buat quality time bareng keluarga. 10. Istana Gebang Ndalem Gebang, rumah masa kecil Bung Karno ini juga layak dikunjungin. Interiornya masih terawat dan penuh dengan sejarah. Ada patung Bung Karno setinggi 2 meter hasil karya seniman Jakarta di area ini. Pas buat wisata sejarah yang seru dan edukatif! Jadi, weekend ini, mau kemana nih? Blitar udah siap nunggu kamu dengan segudang tempat seru yang nggak cuma bikin happy, tapi juga nambah pengalaman baru! Ayo, jangan cuma diem di rumah, Blitar panggil-panggil tuh! (Sumber Foto @fitra_sucil) 
...more

Grebek Sudiro, Tradisi Jawa-Tionghoa yang Gokil Abis di Solo!

TripTrus.Com - Lo udah denger belum soal Grebek Sudiro? Kalo belum, sini gue kasih tau, bro! Ini tuh acara keren yang jadi bukti nyata akulturasi budaya Jawa sama Tionghoa di Solo. Vibes-nya naik level banget, kayak Solo jadi panggung budaya internasional gitu!       View this post on Instagram A post shared by dhawisa07 (@dhawisa07) Grebek Sudiro tuh tradisi yang asalnya dari Jawa. Kata "Grebek" sendiri artinya syukuran ala Jawa, sedangkan "Sudiro" diambil dari nama kampung Sudiroprajan yang deket banget sama Pasar Gede. Nah, di acara ini, ada dua kegiatan utama yang nggak boleh lo skip: Sedekah Bumi – Ini tuh ajang syukuran buat warga sama pedagang Pasar Gede. Semacam doa bareng biar rezeki lancar. Kirab Budaya – Bayangin deh, tarian Jawa digabung sama barongsai dan liong. Vibes-nya estetik parah, bro! Pokoknya epic banget. Grebek Sudiro udah ngehits dari tahun 2007, gengs. Awalnya acara ini diinisiasi sama tiga tokoh keren: Oei Bengki, Sarjono Lelono Putro, sama Kamajaya. Mereka pengen banget bikin kampung Sudiroprajan jadi naik kelas, kayak Kampung Sewu gitu. Tiap tahun temanya beda-beda, bikin acara ini nggak pernah bosenin. [Baca juga : "Cap Go Meh Singkawang, Vibes Mistis, Atraksi Gila, Lo Harus Dateng!"] Lampion kece yang bikin Solo makin estetik? Udah pasti ada. Ditambah jajanan khas Tionghoa yang ngilerin abis. Lo tau nggak, pemerintah Solo udah masukin Grebek Sudiro ke kalender resmi mereka. Jadi, jangan sampai lo kudet soal acara ini. Grebek Sudiro ini juga bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) yang digarap sama Kemenparekraf. Jalan Jenderal Sudirman, Balai Kota Solo, dan Pasar Gede dihias full sama 5000 lampion cantik, gengs! Kebayang kan vibes-nya? Selain itu, ada 20 booth UMKM yang jualan makanan enak sama aksesoris kece. Plus, ada karnaval budaya yang ngegabungin Jawa sama Tionghoa. Pokoknya, seru banget buat lo yang suka vibes budaya unik dan instagrammable. Jadi, jangan lupa tandain kalender lo, bro. Grebek Sudiro tuh bukan sekadar event biasa, tapi pengalaman gokil yang bakal bikin lo makin cinta sama budaya Indonesia! (Sumber Foto @sevendrone)
...more

11 Event Unggulan Jawa Tengah Tahun 2022

TripTrus.Com - Pemerintah provinsi jawa tengah kembali meluncurkan kalender wisata tahun 2022 yang dapat diunduh secara gratis di sini. Dari 197 event yang terhimpun sampai dengan akhir tahun 2021, ada 11 event unggulan yang diusulkan dalam kalender wisata nasional Kemenparekraf RI. Event-event unggulan tersebut tidak hanya digelar oleh pemerintah daerah, melainkan juga komunitas/ institusi budaya dan lainnya. Ini dia 11 event unggulan Jawa Tengah Tahun 2022 : 1. Solo Menari (29 April) - Kota Surakarta       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Adif Marhaendra (@adif_dgb) Pagelaran yang diselenggarakan untuk memeriahkan hari tari dunia yang jatuh pada tanggal 29 April. Acara ini menampilkan tari tradisi jawa yang memiliki keunikan, penuh dengan filosofi, dan adiluhung. 2. Semarang Night Carnival (Mei) - Kota Semarang       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Salatiga Costume (@salatigakostum) Saksikan kemeriahan parade kostum kreasi yang unik dan cank serta dibawakan oleh ratusan peserta dalam semarang night carnival. Snc diselenggarakan pada awal mei bertepatan dengan hari jadi kota Semarang ke- 475. Acara semakin semarak dengan penampilan seni tradisi khas budaya lokal.  3. International Mask Festival (17-18 Juni) - Kota Surakarta        Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh @angga_wangi Internaotinal Mask Festival merupakan acara tahunan berskala internasional yang mengusung konsep pertunjukkan seni topeng dan  pameran kerajinan topeng. Acara ini telah berlangsung sejak tahun 2014. 4. Moro Borobudur (Juli) - Kabupaten Magelang       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Jasa Live Streaming (@jasalivestreaming.id) Moro Borobudur merupakan festival seni musikal kontemporer yang diselenggarakan sejak tahun 2020. Moro Borobudur yang berarti ‘datang ke Borobudur’ mengajak wisatawan untuk menikmati seni dan tradisi yang ada di sekitar borobudur serta didukung hiburan musik yang memikat. Kehadiran event Moro Borobudur di masa pandemi covid -19 membuktikan jika pariwisata dan event pertunjukan tetap bergeliat di borobudur. 5. Solo Keroncong Festival (16-17 Juli) - Kota Surakarta        Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Soloevent (@soloevent) Solo Keroncong festival  dihelat untuk terus menghidupkan eksistensi musik keroncong di Indonesia dengan menampilkan musisi kenamaan. 6. Festival Arak-Arakan Cheng Ho (27-28 Juli) - Kota Semarang       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh jelajahbahagia (@jelajahbahagia) Festival Arak-Arakan Cheng Ho sebagai bentuk peringatan kedatangan Laksamana Cheng Ho ke Semarang 617 tahun lalu. Acara dimulai dengan kirab membawa patung dewa dengan berjalan kaki dari Klenteng Tay Kak Sie di pecinan menuju Klenteng Sam Poo Kong di Gedong Batu. Festival  tahunan ini dimeriahkan pula dengan pertunjukan kesenian tradisional yang menampilkan perpaduan budaya Tionghoa dan Jawa. 7. Dieng Culture Festival (26-28 Agustus) - Kabupaten Banjarnegara       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh untung suropati (@dieng_craft) Sebuah festival berkelas yang memadukan keindahan alam dengan keunikan budaya serta tradisi di dataran tinggi dieng. Dieng Culture Festival atau festival dieng akan menyuguhkan pertunjukan musik jazz di atas awan di tengah suhu yang dingin, ragam kesenian tradisional, dan puncaknya ialah ritual pencukuran rambut gimbal anak gembel Dieng.  8. Festival Gedongsongo (September) - Kabupaten Semarang       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Nugroho DS (@nugroho.ds_) Festival Gedongsongo adalah ajang promosi potensi wisata, budaya, kuliner khas, hotel dan homestay serta ekonomi kreatif.  Penampilan kesenian daerah turut memeriahkan acara. Pada puncak acara ialah 'resik-resik Candi Gedongsongo’ sebagai  ungkapan syukur kepada tuhan yang maha kuasa dan pengharapan agar masyarakat kabupaten semarang diberikan keselamatan dan kehidupan yang lebih baik. 9. Festival Payung Indonesia (2-4 September) - TBC       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Festival Payung Indonesia (@festival_payung_indonesia) Festival tahunan yang diselenggarakan sejak tahun 2014 oleh mataya arts & heritage. Festival payung indonesia adalah festival rakyat yang melibatkan perajin payung tradisi, beragam komunitas kreatif, pelestari seni tradisi, seniman kontemporer, fotografer, fashion designer, artis, dan lain-lain. [Baca juga : "Yogyakarta Luncurkan Kalender Wisata 2022, Ini 12 Event Unggulan"] 10. Solo International Performing Arts (8-10 September 2022) - Kota Surakarta        Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Puri Senjani Apriliani 🇮🇩 (@me_purisenja) Solo international performing arts atau sipa adalah gelaran mahakarya seni pertunjukan meliputi seni musik, tari, drama, dll. Gelaran spektakuler ini diikuti oleh para seniman dari dalam maupun luar negeri. Sipa mulai digelar di Benteng Vastenburg pada tahun 2013.  11. Festival Kota Lama (15-25 September 2022) - Kota Semarang        Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Professional Orchestra|Singer (@suryavocaliaorchestra) Obati kerinduanmu di Festival Kota Lama, sebuah event tahunan yang diadakan sejak tahun 2012. Pengunjung bisa menikmati nostalgia pasar sentiling dengan pameran kuliner legendaris,pameran klithikan, dan pameran mobil antik. Selain itu, ada jelajah kota lama sembari mengenang memori manis atau sarana edukasi bagi anak-anak untuk mengetahui sejarah kota lama. Tidak hanya itu, festival kota lama kali ini akan dimeriahkan oleh pagelaran wayang, gamelan, musik, dengan sederet bintang tamu dan fashion show serta bazaar. (Sumber: Artikel visitjawatengah.jatengprov.go.id Foto @mahkotaenterprise) 
...more

Liburan Jadi Kebutuhan Prioritas Bagi Generasi Milenial

TripTrus.Com - Gaya hidup generasi milenial menjadi perbincangan masyarakat saat ini karena dianggap mengalami pergeseran. "Mereka yang lahir pada 1980-2000 ini menganggap bahwa liburan menjadi salah satu kebutuhan yang harus diprioritaskan setelah kebutuhan pokok." Anggapan ini diamini oleh Direktur Marketing dan Teknologi lnformasi Garuda lndonesia, Nina Sulistyowati. Fenomena ini pula yang menurutnya menjadi kesempatan bagi maskapainya untuk menjembatani kebutuhan traveling para milenial.   You will find a the oldest tree roots on our way to Orangutan. This tour also children friendly. (Preferable 7.yo above) Exploring to the north part of Indonesia! Wonderful Bukit Lawang www.butiktrip.com +6281213144604 butiktripinfo@gmail.com #tourprogram #travelagent #travelagents #travel #travelgram #touritinerary #wonderfulindonesia #traveller #travelling #tourpackage #gotouring #travelgrams #aseantourism #japantourist #japanesetraveler #singaporetour #singaporetraveler #singaporetravelagent #europeantraveler #butiktrip #orangutantrip #tourorangutan A post shared by BUTIKTRIP (@butiktrip) onNov 22, 2017 at 7:16am PST "Ya banyak survei yang mengemukakan bahwa ada pergeseran konsumsi milenial. Jadi, kebutuhan traveling meningkat, liburan menjadi salah satu kegiatan yang wajib bagi para milenial," ujar Nina dalam Penandatanganan Kerjasama Garuda Indonesia dan Tourism Australia di Jakarta, Jumat (3/11/2017).Selain kebutuhan akan traveling yang meningkat, sambung dia, generasi milenial juga cenderung menyukai paket liburan yang sudah termasuk tiket pesawat dan hotel. Selain lebih praktis, penawaran paket liburan ini juga cenderung lebih murah ketimbang harus memesannya secara terpisah."Melihat peluang ini kita juga punya program Ayo Liburan yang bekerja sama dengan pihak hotel dan perbankan seperti paket liburan ke Banyuwangi dan Pulau Komodo. Ke depannya akan kita perbanyak paket-paket liburan seperti ini," tutup Nina. (Sumber: uzone.id Foto freepik.com)
...more

Inilah Seven Summits Banten Yang Harus Kamu Daki

TripTrus.Com -  Pas ke Banten, nggak lengkap rasanya kalau nggak nyoba wisata gunung yang keren abis. Buat para pendaki, ini bisa jadi tantangan seru yang harus dicoba. Di Banten memang nggak banyak gunung, tapi ada beberapa yang worth it banget buat dijelajahi, baik buat refreshing atau menyalurin hobi mendaki.        View this post on Instagram A post shared by Fall (@falahaksal) Mau tahu lebih lanjut? Yuk, simak 7 rekomendasi gunung kece di Banten ini. 1. Gunung Luhur (1.920 mdlp) Tingginya sekitar 1.920 meter di atas permukaan laut dan cuma 80 km dari Jakarta. Aksesnya gampang, bisa pakai mobil sampai puncak. Daya tarik utamanya itu samudra awan yang bisa dinikmati dari jam 05.00 sampai 07.00 pagi. Kalau mau lihat, mending nginep di puncak. Sewa lahan buat tenda cuma Rp30.000, atau bisa sewa tenda mulai dari Rp100.000 kalau nggak bawa sendiri. 2. Gunung Honje (620 mdpl) Lebih tepat disebut bukit karena tingginya cuma 620 meter di atas permukaan laut. Mendaki Honje nggak butuh tenaga ekstra. Ini adalah pintu masuk Taman Nasional Ujung Kulon dan rumah bagi flora dan fauna langka seperti Owa Jawa dan Badak Cula Satu. Bisa juga kunjungi Goa Lalai dan Curug Lauk. Alam di sini terjaga banget, jadi udaranya segar. 3. Gunung Kencana (1.802 mdpl) Ada dua akses masuk, dari Kabupaten Lebak dan Kabupaten Bogor. Tingginya 1.802 meter di atas permukaan laut dengan medan yang terjal dan ekstrem. Spot paling menantang itu Tanjakan Sambalado dengan kemiringan 45 derajat. Pemandangannya indah banget, ada kebun teh dan udara pegunungan yang segar. Ada juga situs bersejarah seperti Batu Lingga dan Makam Nyai Surya Kencana. 4. Gunung Halimun (1.925 mdpl) Gunung tertinggi di Banten dengan tinggi 1.925 meter dari permukaan laut. Akses ke puncaknya nggak gampang, butuh sekitar 8 jam pulang-pergi. Gunung ini ada di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), yang mencakup tiga kabupaten: Sukabumi, Bogor, dan Lebak. Perlu izin dari TNGHS buat mendaki, perlengkapan mendaki yang cukup, dan harus didampingi orang berpengalaman. 5. Gunung Aseupan (1.174 mdpl) Tingginya cuma 1.174 meter di atas permukaan laut, tapi jalurnya cukup terjal dan ekstrem. Nggak sepopuler gunung lain di Banten, jadi lebih sepi. Butuh waktu sekitar 6 jam buat sampai puncak lewat jalan setapak yang penuh tanaman liar. Di sepanjang jalan nggak ada pos penjagaan, tapi banyak rumah penduduk di kaki gunung. Pemandangan dari puncak Pandeglang keren banget, apalagi saat malam. [Baca juga : "Inilah Seven Summits Jawa Timur Yang Harus Kamu Daki"] 6. Gunung Karang (1.778 mdpl) Salah satu gunung aktif di Banten, tingginya 1.778 meter di atas permukaan laut. Puncaknya bernama Sumur Tujuh dengan dua jalur pendakian: lewat Desa Kaduengang atau Pagerwatu (Ciekek). Jalur Kaduengang sering dilewati, butuh waktu 4-6 jam. Kalau lewat Pagerwatu, butuh 7-8 jam. Disarankan ziarah dulu ke makam Pangeran TB. Jaya Raksa di jalur Kaduengang buat permudah pendakian. 7. Gunung Pulosari (1.364 mdpl) Tingginya 1.364 meter dari permukaan laut, berada di Kabupaten Pandeglang. Salah satu spot pendakian favorit dengan dua jalur yang bisa dipilih, masing-masing landai dan menantang. Sama seperti Gunung Karang, Pulosari masih aktif tapi belum pernah meletus. Daya tariknya adalah kawah yang dikelilingi tanah datar, tempat pendaki mendirikan tenda dan menikmati panorama. Itu dia 7 gunung keren di Banten yang wajib kamu coba. Siapin diri dan perlengkapan, terus langsung gas ke sana buat petualangan seru! (Sumber Foto @wnffldksk90)   
...more

5 Wisata di Indonesia, Cocok untuk Liburan Akhir Tahun 2022

TripTrus.Com - Mau liburan akhir tahun bingung tapi belum punya destinasi wisata? Bagi yang ingin menghabiskan libur panjang di Indonesia, ternyata ada beberapa destinasi baru terfavorit pilihan yang dilansir dari Traveloka Staycation Week 2022. Berikut ini deretannya, sekaligus rincian aktivitas menarik yang bisa dilakukan yang bisa jadi inspirasi liburan akhir tahun atau liburan kamu berikutnya: 1. Mengulik Sejarah di Sragen, Jawa Tengah       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh F3 Homemade (@f3_homemade) Bagi penggemar wisata edukasi, Sragen di Provinsi Jawa Tengah memiliki banyak pesona wisata yang belum banyak diketahui oleh masyarakat. Jangan sia-siakan kesempatan untuk berkunjung ke Museum Prasejarah Sangiran yang menyimpan berbagai koleksi benda-benda purbakala. Tidak hanya menawarkan nilai sejarah, Sragen juga memiliki wisata alam yang indah. Keindahan alam Sragen, Gunung Kemukus, Gemolong Edupark dan air terjun Kedung Grujug bisa menjadi pilihan. 2. Pengalaman Berkunjung ke Negeri Dongeng di Biak Numfor, Papua       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Doto_Napi (@pieterson_21) Jika ingin merasakan lanskap alam megah dan berwisata dengan suasana bak di film-film fiksi, kamu wajib mengunjungi destinasi wisata Negeri Dongeng, Kabupaten Biak Numfor yang terletak di timur Indonesia, tepatnya di Kampung Padwa, Distrik Yendidori, Kabupaten Biak Numfor, Papua. Destinasi ini biasa juga dikenal dengan Negeri Dongeng Barupi Padwa Sup, yang menyuguhkan pemandangan alam dan hutan yang masih asri. Nikmati keindahan Telaga Biru Samares di Distrik Biak Timur dengan airnya yang jernih dan berwarna biru kehijauan. berpose di tengah hutan, pemandian alami ini semakin memberikan suasana bak di negeri dongeng. 3. Menikmati Keindahan Wisata Pantai di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara Bagi pecinta pantai yang anti mainstream, Bolaang Mongondow di Sulawesi Utara bisa menjadi pilihan utama. Dengan pesona wisata pantai yang indah dan belum banyak dijamah pengunjung, traveler dapat berkunjung ke Pantai Pasir Putih di Desa Pasir Putih, Kecamatan Sangtombolang, Kabupaten Bolaang Mongondow. Saat bersantai, kamu akan disuguhkan pemandangan jejeran Pulau Tiga Maelang dengan suasana pantai pasir yang bersih dan air laut yang jernih kebiruan. Tidak hanya menyuguhkan keindahan, tempat ini juga dilengkapi dengan fasilitas aktivitas menarik seperti snorkeling. 4. Menjelajahi Wisata Alam di Tabalong, Kalimantan Selatan       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Jhamy Hariadi S (@jami_hs) Goa Liang Tapah di Tabalong cocok untuk kamu yang gemar wisata petualangan. Goa Liang Tapah merupakan salah satu wisata alam yang termasuk geosite di wilayah Geopark Meratus di Provinsi Kalimantan Selatan. Berlokasi sekitar 3 kilometer dari jalan utama Trans Kalimantan Tanjung-Koaro, Goa Liang Tapah cukup mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua dan roda empat. Selama menjelajah area Goa Liang Tapah, pengunjung juga akan disuguhi pemandangan hamparan batuan stalagmit dan stalaktit, pegunungan Meratus, serta Telaga Bidadari. Perjalanan menelusuri Goa Liang Tapah akan menjadi pengalaman baru dalam menikmati panorama keindahan alam. [Baca juga : "Ini Kota Yang Terpopuler Di Indonesia Buat Liburan Akhir Tahun"] 5. Menikmati Eksotisme Danau Biru di Majalengka, Jawa Barat       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Eny Lusia (@eny.lusia) Memiliki letak geografis wilayah dataran tinggi dan dataran rendah, Majalengka di Provinsi Jawa Barat memiliki beragam keindahan alam yang memukau yang tidak kalah indah dengan Biak Numfor. Jika kamu ingin berwisata di pulau Jawa, Majalengka yang berjarak kurang dari 250 KM dari Jakarta bisa menjadi pilihan destinasi. Bagi penikmat fotografi, Majalengka memiliki kenamaan blue lagoon bernama Telaga Nila. Sembari menikmati keindahan pemandangan air danau berwarna biru kehijauan, kamu juga bisa snorkeling dan melihat lebih dekat ikan warna-warni di telaga. Melengkapi pengalaman wisata air, Majalengka juga memiliki pilihan kegiatan seperti spot river tubing atau arung jeram. (Sumber: Artikel viva.co.id Foto @ardiansyah) 
...more

Rumah Kaki Seribu Khas Suku Arfak

Ternyata tidak hanya hewan yang berkaki seribu, rumah pun ada yang berkaki seribu. Inilah rumah adat khas suku Arfak, Papua Barat yang bernama Mod Aki Aksa atau Igkojei serta lebih dikenal dengan sebutan Rumah Kaki Seribu. Biasanya, rumah panggung mempunyai tiang pondasi yang hanya terdapat di bagian sisi pinggir rumah. Namun, berbeda dengan jenis rumah panggung lainnya, rumah ini memiliki tiang pondasi rumah yang tersebar di seluruh bagian bawah rumah dan menjadi tumpuan utama bangunan. Karena keunikannya inilah, maka rumah adat ini mendapat sebutan Rumah Kaki Seribu. Rumah Kaki Seribu mempunyai bentuk yang tidak jauh berbeda dengan rumah panggung pada umumnya. Atap rumah ini terbuat dari rumput ilalang dan lantainya dari anyaman rotan. Dindingnya cukup kuat karena terbuat dari kayu yang disusun horizontal-vertikal dan saling mengikat. Dengan tinggi rata-rata sekitar 4-5 meter dan luas kurang lebih 8x6 meter, rumah ini cukup besar dan nyaman untuk menjadi tempat tinggal. Tiang-tiang yang sangat banyak itu, mempunyai diameter 10 centimenter per tiangnya dan disusun dengan jarak kurang lebih 30 centimeter antar tiang. Kerapatan inilah yang menjadikan rumah ini unik dan terlihat berkaki banyak. Keunikan yang tidak kalah menariknya adalah, desain rumah yang hanya mempunyai 2 pintu tanpa ada pintu lain, bahkan jendela pun tidak ada. Seperti halnya desain tiang penyangga rumah yang banyak, keunikan ini pun dibuat bukannya tanpa maksud. Tingginya rumah, banyaknya tiang pondasi, dan desain yang relatif tertutup ternyata dimaksudkan untuk menghindarkan keluarga yang tinggal dari hewan buas dan udara dingin serta bencana alam seperti badai. Terlebih dari itu, kondisi masyarakat yang sering bertikai pun menjadi alasan bentuk Rumah Kaki Seribu yang tampak tidak lazim ini. Maksudnya adalah agar mereka yang tinggal di rumah ini tetap aman dari ancaman musuh dengan pengawasan yang mudah karena rumah berada di tempat tinggi dan hanya memiliki 2 pintu sebagai akses masuk dan keluar. Seiring berkembangnya modernisasi dan para transmigran dari propinsi lain yang banyak berdatangan ke Papua Barat, Rumah Kaki Seribu sudah sangat jarang ditemui di kota besar. Masyarakat yang masih menggunakan rumah unik ini adalah penduduk asli Arfak dan biasanya berada jauh di pedalaman, terutama di bagian tengah sekitar Pegunungan Arfak. Memang sulit menghindar dari modernisasi, namun tradisi Rumah Kaki Seribu layak dan harus dilestarikan. Hal ini penting karena tardisi ini memiliki nilai-nilai positif kehidupan yang baik untuk dipelajari oleh generasi masa depan kelak. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...