TripTrus.Com - Sebagai sebuah negara kepulauan, tentu tidak mengherankan jika sampai detik ini, Indonesia ternyata masih menyimpan berbagai misteri keindahan alam yang menunggu untuk ditemukan. Dan salah satunya adalah Pulau Morotai, yang berlokasi di sisi utara Pulau Halmahera, Propinsi Maluku Utara. Bahkan, banyak juga yang bilang kalau keindahan Morotai sebanding, atau bahkan lebih indah jika dibandingkan dengan Raja Ampat yang sudah lebih dulu terkenal.
Apakah Anda sudah berencana untuk berpetualang jauh dari rumah dan masih mencari-cari ide destinasi wisata yang wajib dikunjungi? Kalau iya, maka wisata Morotai jelas adalah jawaban yang jangan sampai Anda lewatkan. Berikut ini adalah berbagai destinasi menarik serta hal-hal seru yang bisa anda temukan hanya di Pulau morotai! Penasaran? Simak ulasannya berikut ini!
1. Pulau Dodola
View this post on Instagram
Pulau Dodola Morotai... πππππ #dodola #pulaudodola #dodolaisland #morotai #morotaiisland #pulaumorotai #exploremorotai #maluku #indonesia #pantaimorotai #beach #beachlover #mylife #mytrip #myadventure #doctorlife #pantai #pantaiindonesia #wonderfullindonesia #wonderfulindonesia #indonesiaindah #djispark #drone #dji #djiamazing #myholiday #lovebeach #loveislove #lovemylife #adventure
A post shared by Jesslyn Sanusi, dr, SpOG (@jesslyn_sanusi) onAug 29, 2018 at 8:56am PDT
Seperti yang sudah Anda ketahui, Maluku sebagai sebuah propinsi kepulauan memiliki berbagai pulau dan masing-masing sama-sama wajib dikunjungi minimal sekali seumur hidup. Tak terkecuali Morotai, yang juga dikelilingi oleh berbagai pulau kecil yang bisa Anda kunjungi dengan mudah menggunakan perahu. Salah satunya adalah Pulau Dodola, yang terbagi jadi Dodola Besar dan Dodola Kecil, dan terpisahkan jarak sejauh 500 meter saja. Tapi, ketika kondisi air laut sedang surut, kedua pulau ini akan terlihat seolah jadi satu!
Pantai pasir putih yang menyebar di pesisir pulau adalah daya tarik utamanya. Dan tentunya, lokasi ini sangat jauh dari keramaian jadi suasananya dijamin berbeda! Anda juga bisa menikmati hiburan air menaiki jetski atau menghabiskan waktu sambil snorkeling atau menyelam. Yang hobi memancing juga akan dimanjakan di sini!
2. Pulau Sumsum
Salah satu wisata Morotai yang satu ini bukan hanya indah, tapi juga punya nilai sejarah. Konon, dulu Pulau Sumsum adalah markas peristirahatan Jenderal Douglas MacArthur, pemimpin pasukan sekutu di area Asia Pasifik. Karena itulah Pulau Sumsum juga dikenal di dunia dengan nama Zum-Zum McArthur Island. Di sini, Anda bisa temukan pantai cantik berpasir putih serta berbagai situs bersejarah lainnya, seperti bekas rumah tinggal Jenderal MacArthur, Monumen MacArthur, dan tempat pendaratan tank amfibi.
3. Pulau Kolorai
View this post on Instagram
Anak-Anak Pulau Kolorai . Hidup mereka, disini.. Disini, mereka bahagia.. . . . #AnakPantai #AnakPulau #PulauKolorai #Morotai #KabupatenPulauMorotai #MalukuUtara #NorthMaluku #KoloraiIsland #MorotaiIsland #EastIndonesia #Indonesia #VisitIndonesia
A post shared by Yosef Frista Hans Bertiyan (@yosef_hans_bertiyan) onJul 22, 2018 at 1:20am PDT
Satu lagi pulau cantik yang juga jadi salah satu wisata Morotai andalan yang wajib Anda kunjungi. Di sini, Anda bisa menikmati tenangnya nuansa pantai yang sepi dengan angin sepoi-sepoi yang menemani dan deburan ombak yang tenang. Jadi, Anda bisa berenang di laut dengan nyaman, atau ber-snorkeling ria bersama teman atau keluarga.
Pulau ini juga merupakan pulau di mana para nelayan Morotai tinggal, sehingga Anda juga bisa berinteraksi dengan warga lokal maupun mengamati aktivitas para nelayan saat akan melaut atau pulang dari laut. Kalau memungkinkan, kunjungi Pulau Kolorai ketika Festival Kolorai diadakan! Sebab, para wisatawan bisa mengikuti berbagai kegiatan festibal, seperti Susiru, Tikar Adat, dan Kabilano.
4. Air Kaca Morotai
View this post on Instagram
Air Kaca pada masa Perang Dunia II merupakan sumber mata air yang sangat penting bagi pasukan AS. Mata air ini juga sering digunakan Jenderal Mac Arthur untuk mandi dan menurut cerita ketika Mac Arthur mandi di tempat ini, dia dapat melihat ramalan dalam berperang nanti. Wisata Air Kaca adalah salah satu objek wisata yang dapat Anda temukan di Kab. Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara. - The air kaca in the days of world war II the main source of water that is essential for us forces. Springs this general mac arthur also often used to wash and the story when mac arthur a bath in this place, he could see oracle in fight later. The air kaca tourism is one of objects tours that you can find in the morotai island district, north maluku province. - #morotai #morotaiisland #morotaidaloha #morotaitrip #morotaiindah #morotaihits #morotaisantai #morotaibeach #morotaiselatan #morotaiofficial #morotaiscooterclub #instagram #ternate #maluku #malukuutara #northmaluku #hopping #hoppingisland #hoppingislandmorotai #exploremorotai #pesonamorotai #morotaitourism #wonderfulmorotai #barondamorotai #museumswadaya #museum #airkaca #airkacamorotai #wisataairkaca #wisatasejarah
A post shared by danny be π΅ (@terdalam_) onJul 9, 2018 at 4:53pm PDT
Inilah salah satu objek wisata Morotai yang paling terkenal. Lokasi ini sebenarnya adalah sebuah sumber mata air, yang saking jernihnya sampai menyerupai kaca. Konon, sumber mata air ini juga dimanfaatkan sebagai tempat mandi Jenderal MacArthur, sehingga lokasi ini juga dikenal dengan nama Mata Air MacArthur. Sampai sekarang, sumber mata air ini masih dipergunakan oleh warga lokal untuk kebutuhan mereka sehari-hari.
5. Pulau Kokoya
View this post on Instagram
Repost from @sistalukito #malukuislands_indonesia_repost . . Can never get enough of Morotai D'aloha! Back at this island for the third time, this time for my surface interval between divings with a group of sharks and ship wreck. Loc : Pulau Kokoya, Morotai - Halmahera Utara . . π· @galuhkartikad . . Silahkan kunjungi dan follow @sistalukito untuk melihat galeri keiindahan nusantara yang lainya . . #pulaukokoya #morotai #halmaherautara #malukuislands
A post shared by Explore Maluku π²π¨ (@malukuislands_indonesia) onSep 22, 2017 at 2:46am PDT
Pulau cantik berikutnya yang dapat Anda kunjungi ketika masih di Morotai adalah Pulau Kokoya, yang juga menawarkan keindahan pantai berpasir putih dan lembut sebagai tempat bersantai. Berbeda dengan pulau-pulau lainnya, Pulau Kokoya tidak berpenghuni, sehingga Anda dijamin akan merasa seolah sedang berada di pulau pribadi!
Untuk pergi ke Kokoya, Anda bisa naik kapal cepat yang erangkat dari Kota Duraba. Dan setibanya di sana, Anda bisa menikmati berbagai aktivitas seperti memancing, berenang, snorkeling, dan diving. Dan karena banyaknya terumbu karang yang tersebar mengelilingi pulau, Anda bisa menikmati pemandangan ikan-ikan cantik dan hamparan terumbu karang yang masih alami.
[Baca juga : "6 Tempat Wisata Di Banda Neira"]
6. Pantai Rorasa
View this post on Instagram
Seperti ombak menghempas pantai kemudian kembali ke laut kembali lagi ke tepi menghempas pantai yang sama. Namun, Air yang kembali tidak sama seperti rasa yang muncul dalam diri menghempas pikiran memunculkan emosi namun sebenarnya rasa dan riak yang terjadi tidak pernah sama. πPantai Rorasa - Morotai, Indonesia π²π¨#morotai #morotaiisland #pesonaindonesia #genpimorotai #pesonamorotai #pantairorasa #beach #likebeach #beautifulbeach
A post shared by Efrid. Claudya .Wangka (@efrid_photo) onJan 13, 2019 at 1:04am PST
Sebagai salah satu destinasi wisata Morotai paling populer, maka jangan heran jika pulau yang satu ini lebih ramai jika dibandingkan dengan pulau-pulau lainnya. Tapi, Anda masih bisa menikmati suasana Pantai Rorasa yang lebih sepi jika Anda datang pada hari biasa, bukan saat akhir pekan. Untuk bisa menjangkau Pantai Rorasa, Anda bisa berangkat dari berbagai kota di Morotai, termasuk Kota Daruba dan pergi menuju Desa Buho Buho.
7. Museum Perang Dunia II
View this post on Instagram
Dari sini sejarah Perang Dunia ke II di mulai, jejaknya begitu nyata, seakan baru kemarin peristiwa besar itu terjadi. Konon dari sini bom atom Sekutu di bawa dan di jatuhkan di Nagasaki dan Hiroshima Jepang. Jika benar, tidak salah adagium Tanpa Morotai Indonesia bukan Indonesia. Eh... Bisa bekerja sambil liburan di satu waktu, kurang greget apa coba ππ Masih banyak yang belum di jelajahi dari alam Morotai. Balik lagi di satu kesempatan. Nikmat Allah mana lagi yang engkau dustakan. #morotai #museumperangduniaii
A post shared by Hendra Kasim (@hend_kasim) onNov 10, 2018 at 6:33pm PST
Seperti yang sudah Anda ketahui, kawasan Pasifik menjadi salah satu lokasi penting berlangsungnya Perang Dunia II. Dan karena alasan itulah mengapa tentara Jepang datang dan menjajah Indonesia. Karena itu, tidak mengherankan jika Anda bisa menemukan lokasi bersejarah yang berkaitan dengan peristiwa penting ini, seperti Museum Perang Dunia II. Apalagi Morotai menjadi lokasi terjadinya Battle of Morotai.
Di sini, Anda bisa menemukan berbagai benda bersejarah yang berkaitan dengan peristiwa peperangan tersebut. Ada juga benda-benda yang dulunya merupakan koleksi pribadi para warga sebelum disumbangkan ke museum. Dan selain wisatawan domestik, Anda juga bisa bertemu dengan para wisatawan mancanegara, terutama para veteran perang yang datang dari Amerika dan Australia.
8. Air Terjun Bunga Kokota
Bukan hanya pantai, masih ada berbagai jenis keindahan alam yang jadi destinasi wisata Morotai populer. Salah satunya adalah Air Terjung Bunga Kokota yang berlokasi di Desa Mira yang ada di kawasan lereng Gunung Bakulu. Anda juga bisa menemukan sebuah gua sedalam 4 menetr di salah satu titik air terjun yang ada di lokasi ini, sehingga Anda juga bisa berpetualang memasuki gua. Akan tetapi, tentu jangan lupa untuk perhatikan dan jaga keselamatan diri, ya!
9. Tanjung Gorango
View this post on Instagram
#tanjunggorango#morotai
A post shared by Baiq Dian Zoelaeha (@dizetland) onDec 25, 2018 at 12:20am PST
Tak perlu diragukan lagi, berkunjung ke Morotai bisa diibaratkan seperti surge bagi Anda penggemar wisata pantai. Salah satunya adalah Tanjung Gorango yang menawarkan keindahan pasir pantai putih dan deburan ombak yang tenang. Bongkahan karang dan jajaran tebing memberikan sentuhan keindahan alam tersendiri, sehingga lokasi ini jelas wajib Anda abadikan ke dalam foto dan diunggah kea kun media sosial Anda. Teman-teman Anda yang melihat foto-foto tersebut dijamin akan merasa iri!
10. Pulau Tabailenge
View this post on Instagram
Surga Dari Desa Bere-bere adalah Pulau Tabailenge....ππSebuah Pulau yg begitu Bersih dan Asri di kelilingi Indahnya Pasir Putih yg begitu halus Keindahan Bawah lautnya membuat kita Tak Mau berhenti bermain dengan Laut. #100CoEWonderfull2019 #10CoEpilihanNetizen β‘#PulauDodola β‘#PulauMitita β‘#PulauTabailenge β‘#PulauTelur/Pasirputih β‘#pulauKoloray β‘#Tanjung Gurango β‘#Tanjung Sopi β‘#Air Terjun Raja β‘#Gua Popogu β‘#Museum Swadaya #CoE2019PropinsiMalukuUtara #GenpiMorotai #Repost
A post shared by IkHa Bilo (@ikha_bilo) onJan 21, 2019 at 3:58pm PST
Berlokasi di sisi timur Morotai, Pulau Tabailenge adalah destinasi wisata Morotai lainnya dengan hamparan pantai berpasir putih yang dikontras dengan jajaran pepohonan hijau nan subur dan bentangan air laut berwarna biru jernih. Untuk mencapai Pulau Tabailenge, Anda bisa berangkat naik kapal selama 15 menit dari Desa Bere-Bere.
Itulah daftar berbagai lokasi wisata Morotai yang wajib Anda kunjungi minimal sekali seumur hidup! Bagi Anda yang sudah pernah berkunjung ke Morotai, mana destinasi wisata yang sudah Anda kunjungi dan jadi favorit Anda? (Sumber: Artikel gotravelly.com Foto indonesia.travel)
...moreAnda tak akan menyangka jika di pedalaman Flores, tepatnya di kabupaten Manggarai akan menemukan sebuah “kampung internasional”, yang mana Anda akan menyaksikan orang dari berbagai negara bertemu dalam satu lokasi yang sama, tidur, dan makan dalam satu atap Mbaru Niang, demikianlah nama untuk rumah kerucut Wae Rebo. Semenjak mendapatkan anugerah Award of Excellence dari Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB atau UNESCO untuk kawasan Asia Pasifik. Kampung Adat Wae Rebo setidaknya telah dikunjungi tiga ribu lima ratus pengunjung yang menjadi angka penutup di penghujung tahun 2014.
Katarine misalnya, seorang turis asal Firlandia, meninggalkan moment Natal bersama keluarga untuk traveling ke Flores untuk mengunjungi Kampung yang namanya mulai tersehor di daratan Eropa sejak penetapan UNESCO. Begitu juga dengan para pengunjung dari berbagai Negara, mereka menganggap Wae Rebo seperti magnet yang baru muncul yang energinya mulai menarik para pengunjung di seluruh dunia.
Kampung adat Wae Rebo yang terletak di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Wae Rebo mempunyai makna "mata air". Wae Rebo secara fisik terdiri atas tujuh rumah adat yang disebut Mbaru Niang, berbentuk kerucut yang mempunyai diameter 12-15 meter, dengan ketinggian 8-10 meter. Bagian atap yang menjuntai hingga menutupi sebagian besar bangunan ini dibuat dari rumput khusus dengan dilapisi ijuk agar lebih kuat jika diterjang angin dan air hujan. Kampung ini juga dibangun di atas Pegunungan Pocoroko dengan ketinggian 1100 mdpl yang menghadap langsung ke Samudera Hindia.
Selain unik dari sisi arsitek dan pemilihan lokasinya, pola susun rumah adat Wae Rebo juga unik, karena polanya melingkar dan tepat di tengah-tengahnya terdapat batuan yang disusun membentuk persegi. Pada bagian persegi itu terdapat semacam altar yang terbuat dari bambu untuk meletakan sesembahan para leluhur. Susunan batuan itu disebut sebagai Compang untuk upacara adat.
Bentuk rumah adat ini selalu dikaitkan dengan bentuk sarang laba-laba yang juga terjadi dalam pola pembagian sawah yang ditanami padi oleh Suku Manggarai. Pola pembagian sawah ini juga menyerupai sarang laba-laba yang mengerucut dibagian tengah, dengan alur pembagian seperti petak-petak yang dibuat oleh laba-laba untuk menjerat mangsanya. Anda dapat menemukan sawah yang berbentuk sarang laba-laba ini di Lembor dan Cancar, saat perjalanan menuju Kota Ruteng.
Masyarakat Wae Rebo percaya bahwa nenek moyang mereka yang bernama Maro berasal dari Minangkabau, yang kemudian belayar menuju ke selatan dan akhirnya menemukan Pulau Flores. Setelah itu mereka mencari lokasi, pertama kali Mereka pindah ke Liho Dari Liho, kemudian pindah ke Ndara, Golo Damu, dan Golo Pandu, setelah itu pindah ke pegunungan Poncoroko. Kedekatan budaya mereka dengan Suku Minang dapat dilihat dari bentuk rumah dan tradisi pernikahan mereka yang hampir sama.
Jika Anda mengunjungi kampung adat Wae Rebo, banyak hal yang akan Anda dapatkan, di antaranya adalah nikmatnya kopi yang dibuat secara tradisional oleh penduduk setempat, selain itu juga perpaduan antara rumah adat dan hijaunya hutan bagaikan permadani menyelimuti kokohnya gunung-gunung yang mengelilingi kampung Wae Rebo. Perpaduan ini menjadi sebuah kolaborasi apik yang akan memanjakan mata Anda di sana.
BAGAIMANA KE SANA?
Wae Rebo dapat di tempuh dengan start perjalanan udara dari Bandara Ngurah Rai Denpasar menuju Bandara Labuan Bajo, yang terdapat di Kabupaten Manggarai Barat. Selanjutnya Anda harus menempuh perjalanan darat selama 4 jam menuju Kota Ruteng, sebuah kota kecil di Kabupaten Manggarai Tengah. Selama perjalanan Anda dapat menikmati sawah yang berbentuk sarang laba-laba di Lembor atau Cancar. setelah itu perjalanan dapat dilanjutkan menuju Desa Denge yang merupakan desa terakhir sebelum trakking selama empat jam menuju Wae Rebo.
Profile Campa Tour:
Create awareness of history by traveling all around the world. Discover the hidden treasures and enjoy cross-century experience. We aim to take our customer into unforgettable journey when they are taken out of their comfort zones, discover new stories, reveal the truth about ancient history, experience land before times and traditional culture, and find their true selves.
Website: http://www.campatour.com/
Twitter: @CampaTour
...moreTripTrus.Com - Halo Sobat Triptrus, apa kabar? Selama Ramadan, ibadah religius biasanya meningkat, termasuk mengunjungi berbagai situs religi untuk mempelajari sejarah Islam lebih dalam. Salah satunya adalah dengan mengunjungi Masjid Terindah di Indonesia Selama Ramadan.
Namun, tidak hanya masjid yang besar dan megah, di Indonesia juga terdapat beberapa masjid cantik yang dapat memanjakan mata para pengunjungnya. Penasaran masjid apa saja? Yuk, simak artikel kami.
View this post on Instagram
A post shared by Ariswbr (@ariswbr)
1. Masjid Raya Baiturrahman, Aceh
Masjid Raya Baiturrahman adalah ikon masjid dari kota Banda Aceh dan menjadi ikon monumental pasca Tsunami Aceh di tahun 2004. Arsitektur masjid ini bergaya kuno ala negara India, sehingga membuat masjid ini menjadi tempat wisata religi yang menarik untuk dikunjungi. Namun, tentu saja tidak boleh mengabaikan kegunaan utama masjid sebagai tempat ibadah. Masjid Raya Baiturrahman dibangun pada tahun 1612 M oleh Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam. Masjid ini telah mengalami beberapa kali renovasi, seperti perluasan dan penambahan kubah.
2. Masjid Agung, Semarang
Masjid Agung Semarang dikenal karena memiliki arsitektur unik serta menjadi masjid termegah di Indonesia, salah satunya adalah memiliki payung hidrolik raksasa yang mirip dengan di Masjid Nabawi, Mekkah. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, masjid ini juga menjadi objek wisata terpadu, pusat pendidikan, dan pusat syiar agama Islam. Masjid Agung Semarang dilengkapi dengan beragam fasilitas, seperti perpustakaan, auditorium, ruang akad nikah, serta museum perkembangan Islam.
3. Masjid Sultan Suriansyah, Banjarmasin
Masjid ini merupakan masjid tertua di Kalimantan Selatan yang memiliki bentuk arsitektur tradisional Banjar dengan konstruksi panggung yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Suriansyah. Masjid Sultan Suriansyah merupakan simbol dimulainya pergerakan Islam di area Kalimantan Selatan. Meskipun sudah mengalami beberapa kali pemugaran, struktur dasar masjid ini masih dipertahankan karena termasuk dalam cagar budaya peninggalan Kesultanan Banjar. Sebagai salah satu ikon bersejarah di daerah Banjarmasin yang bersebelahan dengan Sungai Kuin, masjid ini bisa menjadi rekomendasi wisata religi yang dapat dikunjungi.
[Baca juga : "Hal Yang Harus Dibawa Ketika Berpergian Ketika Ramadhan"]
4. Masjid Jami, Malang
Masjid Jami Malang memiliki dua gaya arsitektur, yaitu Jawa dan Arab. Masjid yang sering dikenal dengan nama Masjid Agung Jami Kota Malang ini dibangun pada tahun 1890 dan selesai pada tahun 1903. Selain sering didatangi oleh para jamaah untuk melakukan ibadah, Masjid Jami juga kerap dikunjungi wisatawan dan pecinta fotografi yang mengagumi keindahan bentuk bangunannya. Berlokasi strategis di tengah kota dan masih satu kawasan dengan alun-alun kota Malang. (Sumber: Artikel Shalahudin Hikam Al Ayubi Foto @qeluyuran)
...moreTripTrus.Com - Bocoran dari pemerintah NTB, khususnya Dinas Pariwisata, mereka baru aja ngelempar Calendar of Event NTB buat tahun ini. Ada 36 acara pariwisata yang siap banget ngeramein NTB sepanjang tahun, guys!
Jamaluddin Malady, Kepala Dinas Pariwisata NTB, ceritanya pas lagi ngeluncurin kalender itu di Desa Wisata Bilabante, Lombok Tengah, pada Selasa (2/1/2024), dia bilang, "Ada 36 event kita luncurkan, tapi ini bisa saja bertambah dan jumlahnya bisa lebih karena ada beberapa event juga belum masuk."
View this post on Instagram
A post shared by Tiara and Friends band (@tiarandfriends)
Nah, katanya sih kalender ini mencakup segala macam event, mulai dari yang bercorak budaya, olahraga, sampe yang religi gitu. Dia berharap para pebisnis pariwisata, kayak transportasi, hotel, tour guide, dan travel pariwisata, bisa siap-siap dengan baik.
"Jadi, nanti saat mereka ajak tamu, baik yang lokal atau turis internasional, pasti ada tempat keren buat dikunjungin atau acara seru yang bisa dinikmati," ujarnya semangat.
[Baca juga : "Liburan Seru Di Jogja 2024, Daftar Event Gokil Yang Harus Kamu Datengin!"]
Trus, dia berdoa banget sih tahun ini gak ada halangan kayak pandemi Covid-19 yang bikin ribet. Targetnya dari 36 event ini, Pemprov NTB mengharapkan sekitar 2,5 juta wisatawan bakal mampir dan merasakan pesona NTB.
"Semoga dengan kalender event ini, pariwisata NTB bisa makin melesat dan ngasih pengalaman seru buat setiap pengunjungnya," begitu harapannya. Seru, kan? Tunggu aja apa lagi yang bakal muncul di tahun ini! (Sumber Foto @insmedia_indonesia)
...moreTripTrus.Com - Sebuah pohon besar, tua dan teduh sangat dijaga oleh warga di Kecamatan Pancur, Rembang. Penampakannya mengingatkan pada Tree of Souls dalam Film Avatar. Warga sekitar menyebutnya dengan Wit Meh atau dalam bahasa Indonesia Pohon Trembesi. Diperkirakan usia pohon itu telah mencapai ratusan tahun. Diameter batang pohon hampir 10 meter. Dilihat dari kejauhan, bentuk pohon seperti payung yang meneduhi rumah di sekitarnya.Pohon ini memiliki cabang yang cukup banyak. Bentuk daunnya majemuk, dan setiap helainya berbentuk bulat. Sedangkan bentuk buahnya hampir menyerupai buah asam.
Suasana di sekitar lokasi tersebut begitu sejuk. Ukuran pohon yang terbilang sangat besar itu membuat siapapun orang yang berteduh di bawahnya akan merasa nyaman. Selain itu, pemandangan di sekitar lokasi berupa hamparan sawah makin membuat nyaman orang betah berlama-lama berada di bawah pohon ini.
Warga setempat sering beraktifitas di bawah pohon tersebut. Banyak pembatik yang seringkali menghabiskan waktu memanfaatkan rindangnya pohon. Tak jarang pula, banyak pelancong yang berkunjung hanya sekedar mengambil foto di bawah pohon tersebut.Di sebelah pohon, terdapat sebuah makam. Adalah makam Mbah Tinoyo yang dipercaya warga merupakan leluhur Desa. Salah satu warga setempat, Karjin mengaku keberadaan pohon tersebut dianggap sakral. Meskipun tak ada perlakuan khusus terhadap pohon tersebut, warga senantiasa menghormati keberadaannya.Hanya untuk memetik daunnya saja, warga tidak berani. Terlebih jika sampai mematahkan dahannya dengan sengaja, warga percaya bisa mendatangkan mala petaka. "Warga di sini nggak ada yang berani ambil daunnya, apalagi nebang rantingnya. Bisa-bisa nanti orang yang berani seperti itu kena mala petaka. Sudah berkali-kali kejadian seperti itu," jelasnya.Lebih lanjut ia mengakui, keberadaan pohon tersebut dipercaya mampu menghindarkan Desa dari segala macam bencana. Seperti saat sejumlah Desa di Kecamatan Lasem yang terkena banjir, Desa Doropayung menjadi Desa yang sama sekali tak terendam air, meskipun beberapa Desa tetangga telah terendam banjir."Pernah ada banjir di Desa-desa tetangga, tapi di sini aman. Warga percaya kalau di Desa Doropayung ini ada yang melindungi. Makanya warga selalu bergantian untuk membersihkan lokasi ini," imbuhnya.Ada rumor lain yang juga beredar dan dipercaya sebagian warga. Warga percaya jika ada lima orang sahabat bisa mempertahankan gandengan untuk memeluk pohon tersebut, maka persahabatan di antara mereka akan terjalin lama. "Ya namanya rumor, mau percaya atau tidak kan bergantung sama orangnya," paparnya. (Sumber: Artikel detik.com Foto vakansinesia.com)
...moreTripTrus.Com - Waktu yang pas buat jalan-jalan ke Indonesia itu antara Mei sampai September. Di sini, cuaca kering, enak buat eksplorasi! Nah, Indonesia kan ada 17.508 pulau, jadi cuacanya beda-beda di setiap tempat. Di pulau-pulau barat dan tengah kayak Bali, Jawa, Gili, Lombok, dan Komodo, saat kering itu yang paling banyak dikunjungi. Tapi jangan lupa, musim hujan dari Oktober sampai April juga nggak kalah seru!
Jadi gini, kalau lo mau ke Bali, waktu keringnya itu dari April sampai September, cuacanya cerah dan bikin betah. Momen paling oke itu di bulan Mei, Juni, dan September. Orang-orang yang pengen ke pantai kayak Jimbaran, Sanur, dan Seminyak juga gak bakal ketemu kerumunan yang bikin stress. Musim hujan di Bali itu antara Oktober sampai Maret, tapi biasanya hujannya cuma sebentar, bukan hujan lebat seharian.
View this post on Instagram
A post shared by Yaron bindels (@yaronbindels)
Di Jawa, waktu terbaik itu juga sama, dari Mei sampai September. Suasana cerah, kering, dan enak buat yang mau naik gunung kayak Bromo atau Ijen. Musim hujan di sini antara November sampai Maret, dan hujan yang paling banyak itu di bagian barat. Suhu di Jawa tetap hangat, sekitar 28-30°C, tapi malamnya bisa dingin di daerah pegunungan.
Terus di Nusa Tenggara, kayak Lombok dan Gili, musim keringnya dari April sampai September. Cocok banget buat yang mau diving atau naik gunung Rinjani. Musim hujan di sini antara Oktober sampai Maret, dengan curah hujan tertinggi di November sampai Januari. Suhunya mirip Bali, sekitar 27-29°C.
[Baca juga : "Safari Seru Di Jakarta, Petualangan Kekinian Yang Nggak Boleh Dilewatkan!"]
Nah, Sumatra itu juga unik. Di Medan dan Sumatra Utara, hujan bisa turun kapan saja, terutama di daerah hutan. Hujan paling deras itu biasanya antara Oktober sampai Januari. Tapi, Palembang dan Sumatra Selatan lebih teratur, musim kering dari April sampai Oktober, dan hujan dari November sampai Maret. Suhunya ada di kisaran 27-28°C, tapi bisa sampai 33-34°C di bulan-bulan kering.
Kalau lo ke Kalimantan, musim keringnya dari Juni sampai September, dengan bulan Agustus dan September jadi yang paling kering. Suhunya bisa panas banget, dari 23°C di malam hari sampai 33°C di siang hari. Orangutan juga bisa lo liat di Tanjung Puting, tapi lebih susah dicari saat musim hujan.
Sulawesi itu juga beda-beda cuacanya. Di Toraja, hujan datang antara November sampai April, sedangkan Manado di utara itu hujan terus. Suhu di pantai bisa sampai 34°C, sedangkan di pegunungan bisa turun jadi 24°C.
Di Moluccas, cuacanya juga beda. Antara Juni dan September ada hujan, jadi lebih baik ke sana antara Oktober dan Mei. Ke pulau-pulau di Moluccas selatan, waktu terbaiknya juga sama, antara Mei dan September.
West Papua dan Raja Ampat sih bisa dikunjungi kapan aja, karena suhu di sini stabil. Di Raja Ampat, suhu harian sekitar 30°C sampai 34°C. Tapi dari Juni sampai September, ada kemungkinan hujan dan angin kencang, jadi hati-hati kalo mau naik perahu. Intinya, lo bisa nikmatin keindahan Indonesia dengan waktu yang tepat! Selamat jalan-jalan! (Sumber Foto @sacadosetcrustaces)
...moreTripTrus.Com - Liburan singkat dengan staycation sekarang jadi trend yang asyik banget buat kamu yang butuh refreshing. Biar nggak kantong jebol, jangan khawatir, kita punya beberapa tips staycation yang pasti bikin suasana makin seru dan nggak bikin kantong bolong.
Nah, buat tetap mengendalikan budget, kamu perlu bikin daftar kegiatan dan estimasi biaya untuk setiap kegiatan. Dengan begitu, staycation hemat bisa jadi solusi andalan biar nggak khawatir kehabisan uang.
Bagi kamu yang lagi merencanakan liburan, nggak ada salahnya nih buat staycation bareng keluarga atau sahabat dekat dalam waktu singkat. Nah, supaya nggak bikin kantong jebol, ini dia tips staycation hemat yang cocok banget buat kamu:
1. Anggaran Seru Buat Staycation
Pertama-tama, kamu harus bikin anggaran staycation supaya duitmu nggak keluar terlalu banyak. Gampang kok, kamu bisa siapin anggaran buat staycationmu dengan bikin list kegiatan seru yang mau kamu lakuin dan estimasi biayanya tiap kegiatan. Jadi, kamu udah siap mengatur keuanganmu dengan baik sebelum staycation dimulai.
2. Bawa Barang Seru Buat Kegiatan
Tips berikutnya nih, biar lebih hemat, bawa aja barang-barang pendukung kegiatan dari rumah pas staycation. Misalnya, mainan kesayanganmu, camilan kesukaanmu, atau barang lain yang kamu butuhin. Dengan memanfaatkan barang-barang yang udah kamu punya, pasti nggak bakal keluar duit lebih dari yang udah kamu siapin. Seru kan staycationmu dengan barang-barang favorit yang udah kamu bawa dari rumah!
3. Promo Hotel Kekinian Buat Staycationmu
Ini nih tips selanjutnya buat kamu yang mau staycation, cari aja promo hotel yang oke buat kantongmu. Bandingin antara satu hotel sama yang lainnya, dari segi promo, kualitas, dan fasilitas yang mereka tawarin. Jangan lupa, pastiin hotel yang kamu pilih punya fasilitas yang lengkap dan seru, biar staycation kamu sama keluarga makin asik dan nggak bikin bosen. Pokoknya, cari promo hotel yang keren dan bikin staycationmu jadi makin istimewa!
4. Pilih Waktu Liburan yang Oke Buat Staycation Seru
Oke, tips selanjutnya buat staycation-mu adalah: pilih waktu liburan yang pas banget! Jadi, jangan lupa untuk milih waktu liburan yang tepat supaya nggak bikin kantongmu jebol. Nah, caranya gampang, pilih aja bulan-bulan liburan yang lagi sepi pengunjung atau coba staycation di weekday. Kan kamu udah pada tahu, pas musim liburan atau weekend, susah banget dapet promo hotel atau kamar yang sesuai sama kamu. Jadi, pastiin kamu pilih waktu liburan yang cocok biar staycation-mu makin seru dan hemat!
[Baca juga : "Menelusuri Sejarah Di Mausoleum Van Motman, Destinasi Wisata Bersejarah"]
5. Nikmati Staycation Lebih Bebas dengan Bawa Kendaraan Sendiri
Eits, buat kamu yang udah punya keluarga, jangan lupa bawa kendaraan sendiri ya biar makin nyaman! Dengan bawa kendaraan sendiri, perjalanan kamu bakal makin seru dan nyaman banget, apalagi kalo kamu bawa mobil pribadi buat keluarga kamu. Jadi, nggak ada hambatan deh buat kamu nikmatin staycation seru bareng keluarga! Tinggal gas polll!
Itulah beberapa tips keren buat staycation hemat yang bisa kamu lakuin setelah pandemi usai, bro! Jadi, kamu bisa tetep nikmatin liburan seru tanpa bikin kantong jebol. Staycation dijamin makin asik deh setelah segala keterbatasan akhirnya berakhir. So, siap-siap buat merencanakan staycation seru bareng temen-temen atau keluarga tercinta! (Sumber Foto @manninglee1)
...moreTripTrus.Com - Lo tau gak sih, Karawang di Jawa Barat itu bukan cuma soal rumah pengasingan Bung Karno sama Bung Hatta aja, tapi juga ada spot-spot wisata sejarah yang gak kalah keren. Misalnya, ada Monumen Kebulatan Tekad yang dibangun tahun 1950, dulunya markas PETA, nih. Monumen ini bukan cuma jadi tempat buat foto-foto, tapi juga bikin lo nambah ilmu sejarah, apalagi ada relief yang ceritain perjuangan para pahlawan pas masa perang dulu. Kece abis, kan?
Gak cuma itu, ada juga Monumen Perjuangan Rawagede sama Taman Makam Pahlawan (TMP) Sampurnanaga yang berada di Desa Balongsari. Di sana, lo bisa ngeliat makam para pahlawan yang diatur super rapi, lengkap dengan nama-nama mereka di tiap petak makam. Serius deh, tempat ini jadi salah satu destinasi favorit buat orang-orang yang pengen napak tilas perjuangan bangsa.
Nah, kalau lo pengen ngeliat peninggalan masa kolonial, mampir deh ke Bendung Walahar yang udah ada sejak tahun 1923. Ini tempat keren banget buat liat gimana Belanda dulu bangun bendungan yang sampai sekarang masih difungsikan buat irigasi sawah luas. Lo juga bisa sekalian jalan-jalan ke SDN Pisangsambo 1 yang masih berdiri kokoh walaupun dibangun sejak tahun 1912. Uniknya, bangunan sekolah ini awalnya dibangun di Dusun Kutaampel, tapi karena sering kebanjiran, akhirnya dipindahin ke Desa Pisangsambo tahun 1928.
View this post on Instagram
A post shared by PWI Kabupaten Karawang (@pwikarawang)
Jangan lupa juga buat mampir ke Tugu Bojong Rengasdengklok yang berbentuk tiga buah tangan. Tugu ini sering banget dijadiin tempat upacara peringatan Hari Kemerdekaan dan napak tilas sejarah. Gak heran sih, soalnya tugu ini emang dibangun buat memperingati Proklamasi Kemerdekaan di depan Kantor Kecamatan Rengasdengklok.
[Baca juga : "Banda Neira, Pulau Pala Dan Jejak 4 Rumah Pengasingan Dalam Sejarah Indonesia"]
Jadi, buat lo yang demen sejarah Buddha, jangan lupa mampir ke Kompleks Percandian Batujaya, bro! Di sini ada empat candi Buddha kece, yaitu Candi Jiwa, Candi Blandongan, Candi Serut, dan Candi Telagajaya. Lokasinya dulu sih merupakan danau atau rawa, dan candi-candinya dibangun di tepian. Tempat ini bener-bener mantap buat nambah wawasan sejarah dan spiritual lo!
Kalau udah puas muterin tempat bersejarah, langsung aja deh cicipin kuliner khas Karawang. Karawang emang dikenal kota industri, tapi jangan salah, bro! Di sini banyak banget kuliner legendaris yang udah ada dari dulu dan rasanya tuh unik banget. Ada Sorabi Kuntilanak atau Sorabi Hijau M. Kasim Rengasdengklok yang wajib dicoba. Nama Sorabi Kuntilanak diambil dari lokasinya yang deket banget sama Tempat Pemakaman Umum, tapi jangan khawatir, sorabinya tuh bikin nagih! SUdah eksis sejak 1995 dan jadi salah satu kuliner legendaris Karawang. Keunikan dari sorabi ini adalah pembuatannya yang masih tradisional tanpa tambahan zat perasa atau gula buatan. Dijamin lo bakal ketagihan!
Selain itu, jangan lewatkan Pepes Walahar H. Dirja yang udah terkenal banget. Kedai ini udah ada sejak 1986, awalnya jualan ikan jambal dari Sungai Citarum, sekarang udah jadi bisnis pepes yang sukses besar. Menu andalannya tentunya pepes ikan jambal yang rasanya bikin lo ketagihan!
Jadi, kalau lo lagi di Karawang, pastiin mampir ke tempat-tempat ini. Lo nggak cuma dapet pengalaman wisata, tapi juga bisa nambah wawasan sejarah yang bikin lo makin cinta sama Indonesia! Plus, jangan lupa foto-foto biar trip lo makin keren dan hits! (Sumber Foto @nugroho_ajo)
...moreTripTrus.Com - Pertempuran Lengkong adalah pertempuran antara pasukan dari Akademi Militer Tangerang yang dipimpin oleh Mayor Daan Mogot dalam rangka melucuti senjata tentara Jepang yang bermarkas di Desa Lengkong, Serpong, Tangerang Selatan.
Melucuti Tentara Jepang
Lima bulan setelah proklamasi kemerdekaan, markas tentara Jepang di Desa Lengkong ( Serpong, Banten) masih aktif. Pasukan dari Resimen IV TRI (Tentara Republik Indonesia) Tangerang diberi tugas untuk melucuti senjata tentara Jepang.
Tanggal 25 Januari 1946, Mayor Daan Mogot dengan didampingi sejumlah perwira, antara lain Mayor Wibowo, Letnan Soetopo, dan Letnan Soebianto Djojohadikusumo , serta sejumlah pasukan mendatangi markas tentara Jepang.
π: @canderesti Monumen Pertempuran Lengkong. Monumen Lengkong adalah sebuah monumen yang dibangun pemerintah Kota Tangerang dan BSD pada 1993 untuk memperingati Peristiwa Lengkong yang terjadi setelah berakhirnya Perang Pasifik. Monumen Lengkong sepertinya dirancang bukan sebagai tempat wisata sejarah, setidaknya karena tidak ditemukan tempat duduk di sekitar lokasi, yang membuat orang ingin cepat-cepat meninggalkan tempat itu setelah berkunjung. Monumen Lengkong mungkin hanya dipergunakan dan ramai dikunjungi setahun sekali ketika dilakukan acara peringatan yang dilakukan setiap tanggal 25 Januari. Lokasi Monumen Lengkong ini letaknya agak tersembunyi di bagian depan kawasan perumahan BSD, Tangerang. #ayokemuseum #monumenlengkong #tangerang
A post shared by Ayo ke Museum ! (@ayokemuseum) onApr 18, 2015 at 8:40am PDT
Ketika Mayor Daan Mogot dan Mayor Wibowo sedang mengadakan pembicaraan dengan Kapten Abe, pimpinan tentara Jepang, tiba-tiba terdengar rentetan letusan senapan. Keadaan yang tadinya aman berubah menjaadi pertempuran antara pasukan Indonesia dan pasukan Jepang.
[Baca juga : Mengenang Pertempuran Laskar Paling Heroik Di Serpong]
Karena kalah kuat, sebanyak 33 taruna dan 3 perwira gugur. Perwira yang gugur adalah Mayor Daan Mogot, Letnan Soebianto, dan Letnan Soetopo.
Monumen Palagan Lengkong
Mayor Daan Mogot gugur dalam usia 17 tahun. Untuk mengenang semangat dan kecintaannya pada Indonesia, nama Daan Mogot pun diabadikan menjadi nama jalan antara Grogol (Jakarta) hingga Pasar Lama (Tangerang).
Late post - -I'll Remember your merits for this country . . #TMPTaruna
A post shared by θ‘ ι εͺ (@tjoa_krisna_moeljadi) onNov 17, 2017 at 4:40am PST
Perang Lengkong merupakan peristiwa bersejarah yang sangat berarti bagi bangsa Indonesia. Untuk mengenang peristiwa itu, maka dibangunlah Monumen Palagan Lengkong. Monumen ini terletak di Jalan Bukit Golf Utara, BSD City. Selain itu dibangun pula Taman Makam Pahlawan Taruna di Jalan Daan Mogot Km 24,5 di Kota Tangerang. (Sumber: Artikel bobo.grid.id, Foto vakansinesia.com)
...more