TripTrus.Com - Hey, para pendaki! Musim pendakian udah tiba nih. Meski cuaca kadang masih suka nggak jelas, tapi puncak-puncak gunung di Jawa Tengah udah ngundang-ngundang kamu buat didaki. Buat kamu yang ngincar seven summits tapi masih terlalu jauh buat ngejar tujuh puncak tertinggi di Indonesia atau dunia, Jawa Tengah bisa jadi start yang pas. Akses ke basecamp-nya rata-rata gampang banget dijangkau, nggak pake ribet. Paling lama, kamu bisa ngabisin dua hari satu malam buat naik turun gunung-gunung ini. Kalo mau santai atau menikmati jalur, bisa tambah sehari lagi, atau malah bisa tektok sehari aja!
View this post on Instagram
A post shared by Pejelajah gunung indonesia (@pejelajah.gunung)
1. Gunung Slamet (3.428 mdpl)
Ini dia atapnya Jawa Tengah, gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa setelah Gunung Semeru. Lerengnya luas banget, sampai lima kabupaten: Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes. Di puncaknya ada kawah belerang yang masih aktif, dan medannya berbatu serta berpasir yang sering tiba-tiba berkabut. Ada enam jalur resmi yang bisa kamu pilih: Baturraden, Bambangan, Gunung Malang, Dipajaya, Guci, dan Kaliwadas. Jalur ini punya karakter dan tingkat kesulitan masing-masing. Buat yang mau nikmatin perjalanan, sebaiknya kamu alokasikan tiga hari dua malam deh biar nggak kecapekan.
2. Gunung Sumbing (3.371 mdpl)
Gunung tertinggi kedua di Jawa Tengah setelah Slamet. Lerengnya dipenuhi kebun tembakau, mirip kayak saudara kembarnya, Gunung Sindoro. Di dekat puncak ada kaldera yang bisa dieksplor, seperti Segoro Banjaran, Segoro Wedi, dan kawah belerang aktif. Banyak jalur menuju puncak seperti jalur Butuh, Mangli, Banaran, Cepit, dan lainnya. Jalur pendakiannya cenderung lurus dan menanjak, kadang nggak ada sumber air, jadi pastikan bawa air lebih.
3. Gunung Lawu (3.265 mdpl)
Berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, Gunung Lawu nggak cuma terkenal di kalangan pendaki, tapi juga para peziarah. Banyak jalur pendakian yang juga menyimpan situs cagar budaya, seperti Candi Cetho dan Candi Kethek. Jalur lainnya ada Cemoro Kandang dan Tambak di Karanganyar. Udara di Gunung Lawu lebih dingin dibanding gunung lain, jadi persiapkan fisik dan perlengkapan yang memadai.
4. Gunung Sindoro (3.153 mdpl)
Gunung ini punya kawah belerang aktif yang besar, dan lokasinya tepat di seberang Gunung Sumbing, hanya dipisahkan lembah dengan jalan raya Temanggung-Wonosobo di atasnya. Banyak jalur pendakian dari berbagai arah seperti Sigedang, Bansari, Ndoro Arum, Kledung, Alang-alang Sewu, dan Bedakah. Pemandangannya keren banget, dan dari puncak kamu bisa lihat gunung-gunung besar lainnya.
5. Gunung Merbabu (3.145 mdpl)
Terletak di kawasan taman nasional, Merbabu punya seven summits-nya sendiri yang bisa kamu capai lewat jalur Thekelan di Semarang. Jalur ini punya tiga titik sumber air yang bisa dimanfaatkan. Kamu harus siapin fisik, logistik, dan manajemen waktu yang baik buat bisa mencapai tujuh puncak tertingginya. Informasi panduan registrasi pendakian bisa dicek secara daring.
[Baca juga : "Petualangan Seru Di Tangkahan, Eksplorasi Surga Tersembunyi Di Sumatera Utara"]
6. Gunung Prau (2.590 mdpl)
Gunung ini udah jadi favorit para pendaki, terutama saat akhir pekan atau libur panjang. Jalur pendakian yang populer ada Patak Banteng dan Dieng di Wonosobo. Kalau mau yang agak sepi, coba jalur Wates, Igirmranak, Kalilembu, atau Dieng Kulon. Dari puncak, kamu bisa lihat pemandangan gunung-gunung besar di sekitarnya, terutama saat matahari terbit atau terbenam.
7. Gunung Merapi (2.930 mdpl)
Gunung Merapi, dengan puncak setinggi 2.930 mdpl, berada di empat kabupaten: Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten, serta dua provinsi, yaitu Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Meski aktif, gunung ini tetap jadi spot favorit buat hiking dan wisata seru!
Ada beberapa jalur pendakian yang bisa dipilih para pendaki sesuai tingkat kesulitan, preferensi, dan izin yang ada. Jalur Selo, Babadan, dan Kinahrejo jadi yang paling populer buat sampai ke puncak Gunung Merapi. Yuk, cobain serunya mendaki di sini. (Sumber Foto @haydarrmohammad)
...moreTradisi memanjangkan cuping telinga menjadi salah satu keunikan budaya di Kalimantan. Meski sebenarnya tidak semua suku melakukannya, tapi budaya ini sudah terlanjur melekat dengan masyarakat dayak secara umum. Namun sayangnya dari waktu ke waktu, tradisi ini semakin menghilang, dan saat ini hanya tinggal sedikit orang Dayak yang masih memiliki cuping telinga panjang, itu pun umumnya generasi tua.Salah satunya di Kampung Bena Baru yang dihuni sekitar 700 jiwa penduduk. Kampung Bena Baru adalah salah satu kampung pedalaman suku Dayak Kenyah yang berada di Sungai Kelay, Kecamatan Sambaliung. Kehidupan masyarakat di tempat ini masih berjalan berdampingan dengan tradisi dan kultur lokal, lengkap dengan upacara adat dan tari-tarian khasnya. Sebagian peralatan kerja dan rumah tangga merupakan hasil buatan tangan sendiri. Tapi bukan berarti penduduk kampung ini merasa asing terhadap perkembangan teknologi seperti televisi, telepon seluler, dan alat-alat elektronik lainnya. Kampung yang baru dibuka pada tahun 1980-an ini memiliki sekitar 20 orang nenek yang memiliki telinga cuping panjang. Daun telinga cuping panjang tidak hanya diperuntukkan bagi wanita, tetapi juga untuk laki-laki. Proses pemanjangan cuping telinga mulai dilakukan sejak bayi. Hal ini umumnya dikaitkan dengan tingkatan sosial seseorang dalam masyarakat Dayak. Bagi suku Dayak Kayan, misalnya, telinga cuping panjang menunjukkan kalau orang tersebut berasal dari kalangan bangsawan. Sementara bagi perempuan, telinga cuping panjang menunjukkan apakah dia seorang bangsawan atau budak karena kalah perang atau tidak mampu membayar utang.Di kalangan masyarakat Dayak Kayan, pemanjangan cuping daun telinga ini biasanya menggunakan pemberat berupa logam berbentuk lingkaran gelang atau berbentuk gasing ukuran kecil. Dengan pemberat ini daun telinga akan terus memanjang hingga beberapa sentimeter.Di desa-desa yang berada di hulu Sungai Mahakam, telinga cuping panjang digunakan sebagai identitas yang menunjukkan umur seseorang. Begitu bayi lahir, ujung telinganya diberi manik-manik yang cukup berat. Jumlah manik-manik yang menempel di telinganya akan bertambah satu untuk setiap tahun.Tetapi ada juga anggapan yang mengatakan kalau tujuan pembuatan telinga panjang bukanlah untuk menunjukkan status kebangsawanan, tetapi justru untuk melatih kesabaran. Jika dipakai setiap hari, kesabaran dan kesanggupan menahan derita semakin kuat.Sementara bagi suku Dayak Kenyah, antara laki-laki dan perempuan memiliki aturan panjang cuping telinga yang berbeda. Kaum laki-laki tidak boleh memanjangkan cuping telinganya sampai melebihi bahunya, sedangkan perempuan boleh memanjangkannya hingga sebatas dada. Proses memanjangkan cuping daun telinga ini diawali dengan penindikan daun telinga sejak masih berumur satu tahun. Setiap tahun, satu buah anting atau subang perak digantungkan di telinga mereka. Gaya anting atau subang perak yang digunakan pun berbeda-beda, yang akan menunjukkan perbedaan status dan jenis kelamin. Gaya anting kaum bangsawan tidak boleh dipakai oleh orang-orang biasa.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTripTrus.Com - Mau liburan akhir tahun bingung tapi belum punya destinasi wisata? Bagi yang ingin menghabiskan libur panjang di Indonesia, ternyata ada beberapa destinasi baru terfavorit pilihan yang dilansir dari Traveloka Staycation Week 2022. Berikut ini deretannya, sekaligus rincian aktivitas menarik yang bisa dilakukan yang bisa jadi inspirasi liburan akhir tahun atau liburan kamu berikutnya:
1. Mengulik Sejarah di Sragen, Jawa Tengah
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh F3 Homemade (@f3_homemade)
Bagi penggemar wisata edukasi, Sragen di Provinsi Jawa Tengah memiliki banyak pesona wisata yang belum banyak diketahui oleh masyarakat. Jangan sia-siakan kesempatan untuk berkunjung ke Museum Prasejarah Sangiran yang menyimpan berbagai koleksi benda-benda purbakala. Tidak hanya menawarkan nilai sejarah, Sragen juga memiliki wisata alam yang indah. Keindahan alam Sragen, Gunung Kemukus, Gemolong Edupark dan air terjun Kedung Grujug bisa menjadi pilihan.
2. Pengalaman Berkunjung ke Negeri Dongeng di Biak Numfor, Papua
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Doto_Napi (@pieterson_21)
Jika ingin merasakan lanskap alam megah dan berwisata dengan suasana bak di film-film fiksi, kamu wajib mengunjungi destinasi wisata Negeri Dongeng, Kabupaten Biak Numfor yang terletak di timur Indonesia, tepatnya di Kampung Padwa, Distrik Yendidori, Kabupaten Biak Numfor, Papua. Destinasi ini biasa juga dikenal dengan Negeri Dongeng Barupi Padwa Sup, yang menyuguhkan pemandangan alam dan hutan yang masih asri. Nikmati keindahan Telaga Biru Samares di Distrik Biak Timur dengan airnya yang jernih dan berwarna biru kehijauan. berpose di tengah hutan, pemandian alami ini semakin memberikan suasana bak di negeri dongeng.
3. Menikmati Keindahan Wisata Pantai di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara
Bagi pecinta pantai yang anti mainstream, Bolaang Mongondow di Sulawesi Utara bisa menjadi pilihan utama. Dengan pesona wisata pantai yang indah dan belum banyak dijamah pengunjung, traveler dapat berkunjung ke Pantai Pasir Putih di Desa Pasir Putih, Kecamatan Sangtombolang, Kabupaten Bolaang Mongondow.
Saat bersantai, kamu akan disuguhkan pemandangan jejeran Pulau Tiga Maelang dengan suasana pantai pasir yang bersih dan air laut yang jernih kebiruan. Tidak hanya menyuguhkan keindahan, tempat ini juga dilengkapi dengan fasilitas aktivitas menarik seperti snorkeling.
4. Menjelajahi Wisata Alam di Tabalong, Kalimantan Selatan
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Jhamy Hariadi S (@jami_hs)
Goa Liang Tapah di Tabalong cocok untuk kamu yang gemar wisata petualangan. Goa Liang Tapah merupakan salah satu wisata alam yang termasuk geosite di wilayah Geopark Meratus di Provinsi Kalimantan Selatan. Berlokasi sekitar 3 kilometer dari jalan utama Trans Kalimantan Tanjung-Koaro, Goa Liang Tapah cukup mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua dan roda empat. Selama menjelajah area Goa Liang Tapah, pengunjung juga akan disuguhi pemandangan hamparan batuan stalagmit dan stalaktit, pegunungan Meratus, serta Telaga Bidadari. Perjalanan menelusuri Goa Liang Tapah akan menjadi pengalaman baru dalam menikmati panorama keindahan alam.
[Baca juga : "Ini Kota Yang Terpopuler Di Indonesia Buat Liburan Akhir Tahun"]
5. Menikmati Eksotisme Danau Biru di Majalengka, Jawa Barat
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Eny Lusia (@eny.lusia)
Memiliki letak geografis wilayah dataran tinggi dan dataran rendah, Majalengka di Provinsi Jawa Barat memiliki beragam keindahan alam yang memukau yang tidak kalah indah dengan Biak Numfor. Jika kamu ingin berwisata di pulau Jawa, Majalengka yang berjarak kurang dari 250 KM dari Jakarta bisa menjadi pilihan destinasi.
Bagi penikmat fotografi, Majalengka memiliki kenamaan blue lagoon bernama Telaga Nila. Sembari menikmati keindahan pemandangan air danau berwarna biru kehijauan, kamu juga bisa snorkeling dan melihat lebih dekat ikan warna-warni di telaga. Melengkapi pengalaman wisata air, Majalengka juga memiliki pilihan kegiatan seperti spot river tubing atau arung jeram. (Sumber: Artikel viva.co.id Foto @ardiansyah)
...moreTripTrus.Com - "emak, bapak si nona mati, sayang disayang tiap malam saya tangisin, Kramat Karem ada lagunya", tiga kalimat tersebut adalah lirik Keramat Karam, lagu yang dinyanyikan almarhum Masnah Pang Tjin Nio dengan iringan Gambang Kromong (GK) Naga Mustika. Lagu itu mengabadikan saat-saat ketika sekujur kawasan pantai Tangerang dilanda tsunami akibat letusan Gunung Krakatau.
Tidak diketahui siapa pencipta lagu ini. Cerita tutur masyarakat Tionghoa Tangerang, atau Cina Benteng, menyebutkan lagu itu muncul tidak lama setelah tsunami melanda sekujur kawasan pantai dan menewaskan banyak orang.
View this post on Instagram
Nothing can dim the light, which shines from within..
A post shared by Emma ( I am a nature lover ) (@tinjj88) onJul 30, 2017 at 9:25pm PDT
Versi lain lagu ini digubah Sanusi dan dinyanyikan dengan irama ragtime Orkes Kerontjong Sinar Djakarta. Yang membedakan, versi gambang keromong mendayu-dayu, versi keroncong agak sedikit menghentak. Liriknya juga relatif berbeda.
Cerita tentang letusan Gunung Krakatau 1883 dan dampaknya terhadap kawasan pantai Tangerang dan Batavia terekam dalam cerita tutur di Klenteng Tjoe Soe Kong dan ditulis Tio Tek Hong dalam buku Keadaan Jakarta Tempo Doeloe.
Tjoe Soe Kong adalah klenteng tertua di Tangerang. Letaknya di Kampung Tanjung Kait, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Warga sekitar, terutama keturunan Tionghoa Benteng, lebih suka menyebutnya Klenteng Tanjung Kait. Sedangkan nama lain klenteng ini adalah Rong Jia Yi Da Bo Gong Miao dan Qing Shui Zhu Sui.
Buku saku yang dikeluarkan pengelola menyebutkan Klenteng Tjoe Soe Kong dibangun akhir abad ke-17. Andries Teisseire, pedagang gula Belanda yang mencari komoditas sampai ke Tangerang, menulis adanya klenteng ini saat berkunjung ke Tanjung Kait tahun 1792.
Informasi resmi menyebutkan klenteng dibangun imigran dari Propinsi Anxi, Hokkian, Tiongkok Selatan. Semula, klenteng dibangun dengan sangat sederhana, dan menjadi daya tarik setelah mendapat banyak sumbangan benda-benda khas klenteng dari pedagang-pedagang Cina di Batavia.
Berbeda dari kebanyakan klenteng di pesisir Pulau Jawa, Klenteng Tjoe Soe Kong tidak dibangun untuk menghormati dewa, tapi seorang shinshe yang hidup di era Dinasti Song. Tjoe Soe Kong, nama tabib itu, berasal dari Propinsi Cuanciu, Propinsi Hokkian.
Selama hidup, Soe Kong mengabdikan diri untuk mengobati penduduk yang sakit. Ia mendatangi rumah-rumah penduduk yang sakit, mengobati, dan memberi obat, tapi tak pernah mau diberi imbalan. Versi lain menyebutkan Tjoe So Kong lahir saat Cina diperintah Kaisra Ren Cong dari Dinasti Song. Tahun 1083, wilayah Anxi dilanda kekeringan parah. Tjoe Soe Kong memimpin upacara meminta hujan, dan berhasil. Ia diminta menetap di Anxi, tepat di kaki Gunung Peng Lai. Setelah meningal, masyarakat Anxi yang petani tebu mendirikan klenteng untuk menghormati Tjoe Soe Kong.
Di Mauk, masyarakat Tionghoa -- yang juga menanam tebu dan membuat gula -- mendirikan klenteng yang sama. Semula, Klenteng Tjoe Soe Kong di Mauk berupa gubuk tapi menjadi bukti masyarakat yang mapan. Klenteng menjadi pusat pertemuan komunitas Tionghoa di Mauk dan kampung-kampung lain sepanjang pantai Tangerang.
[Baca juga : "Menjelajahi Pesona White Sand Island Bintan Yang Memukau"]
Tahun 1883, saat Gunung Krakatau meletus, Klenteng Tjoe Soe Kong adalah satu-satunya bangunan selamat dari tsunami. Rumah-rumah penduduk di sekitar klenteng tersapu air bah. Banyak keluarga kehilangan orang tercinta. Seorang seniman orkes gambang, saat itu gambang belum dikenal, mengabadikannya dalam lagu berjudul Kramat Karam atau Gambang Kramat.
Wirya Dharma, sesepuh warga Tionghoa Mauk dan generasi kelima imigran asal Anxi, mengatakan klenteng direnovasi tahun 1959 oleh Lim Tiang Pah -- anak Lim Tju Ban, anak Lim Tjeng Houw yang selamat dari tsunami karena berlindung di klenteng.
Kini, klenteng diperbesar, indah, dan menjadi salah satu tempat wisata di Tangerang. Penduduk juga membangun altar untuk Hok Tek Ceng Sin, dewa bumi yang banyak dipuja penduduk Tionghoa di pesisir Pulau Jawa. Ada pula altar untuk Embah Rachman, Empe Dato, dan Dewi Neng. Bagian belakang klenteng adalah vihara Buddha. Pada hari-hari tertentu, klenteng menggelar acara yang dihadiri warga dari luar Tangerang.
Klenteng Tjoe Soe Kong juga saksi bisu Pembantaian Cina 1740 di Batavia. Saat itu, ratusan warga Tionghoa Batavia yang selamat melarikan diri ke Mauk. Sebagian menetap, dan lainnya melanjutkan pelarian sampai ke seberang Sungai Cisadane dan menetap di desa-desa di Kecamatan Panongan saat ini. (Sumber: Artikel sportourism.id Foto onthehardway.blogspot.com)
...moreRasanya tak berlebihan jika menyebut Bali sebagai surganya pantai. Pantai lain yang juga tak kalah menariknya di Pulau Bali adalah Pantai Padang Bai.Pantai ini terletak di pelabuhan penyeberangan Bali - Lombok. Meskipun pantai ini merupakan jalur penyebrangan, namun kebersihannya tidak lantas terlupakan. Pantai ini cukup akrab terutama bagi para pecinta olahraga memancing dan juga menyelam. Meskipun posisinya bersebelahan dengan pelabuhan namun biota laut yang terdapat di panta ini masih sangat terjaga dengan baik. Arus yang tidak stabil dan kadangkala kencang, menjadi perhatian tersendiri terutama bagi Anda yang berniat melakukan penyelaman di lokasi ini.Sedikit berbeda dengan pantai-pantai lain di Bali. Pantai ini menawarkan sebuah suasana wisata pantai yang tenang dengan kondisi yang kontras dengan Pantai Kuta yang ramai dengan hiruk pikuk pengunjungnya.Nah, jika Anda penasaran, jangan lewatkan kunjungan Anda ke Pantai Padang Bai. Sebuah pengalaman wisata pantai yang mungkin saja berbeda dari yang pernah Anda rasakan sebelumnya.
Smber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTripTrus.Com - Pemerintah resmi membatalkan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 pada saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), sebagai gantinya pemerintah telah mengeluarkan aturan terbaru. Keputusan ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.
“Pemerintah memutuskan untuk tidak akan menerapkan PPKM level 3 pada periode Nataru pada semua wilayah. Penerapan level PPKM selama Nataru akan tetap mengikuti asesmen situasi pandemi sesuai yg berlaku saat ini, tetapi dengan beberapa pengetatan,” kata Luhut dikutip dari dalam keterangan pers di laman resmi Kemenko Marves.
Namun, pemerintah akan membuat kebijakan yang lebih seimbang dengan tidak menyamaratakan perlakuan di semua wilayah menjelang momen Nataru. Penerapan level PPKM selama Nataru akan tetap mengikuti asesmen situasi pandemi sesuai yg berlaku saat ini, tetapi dengan beberapa pengetatan.
Sementara itu, terkait perubahan aturan secara detail, akan dituangkan dalam revisi Inmendagri dan surat edaran terkait Nataru lainnya. Berikut ini aturan baru yang akan berlaku pada saat periode Nataru:
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh favian (@favianputraa)
1. Selama Nataru, syarat perjalanan jarak jauh dalam negeri adalah wajib vaksinasi lengkap dan hasil antigen negatif maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan.
- Untuk orang dewasa yang belum mendapatkan vaksinasi lengkap ataupun tidak bisa divaksin karena alasan medis, tidak diizinkan untuk bepergian jarak jauh.
- Untuk anak-anak dapat melakukan perjalanan, tetapi dengan syarat PCR yang berlaku 3×24 jam untuk perjalanan udara atau antigen 1×24 jam untuk perjalanan darat atau laut.
2. Perbatasan Indonesia akan tetap diperketat dengan syarat untuk penumpang dari luar negeri adalah hasil tes PCR negatif maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan, serta melakukan karantina selama 10 hari di Indonesia.
3. Pemerintah juga menerapkan pelarangan seluruh jenis perayaan Tahun Baru di Hotel, Pusat Perbelanjaan, Mall, Tempat Wisata dan Tempat Keramaian Umum lainnya.
[Baca juga : "Tempat Wisata Di Indonesia Yang Mendunia"]
4. Untuk operasional pusat perbelanjaan, restoran, bioskop dan tempat wisata hanya diizinkan dengan kapasitas maksimal 75 persen dan hanya untuk orang dengan kategori hijau di aplikasi Peduli Lindungi.
5. Untuk acara sosial budaya, kerumunan masyarakat yang diizinkan berjumlah maksimal 50 orang. Disiplin penggunaan Peduli Lindungi harus ditegakkan. (Sumber: Artikel idxchannel.com Foto @ f.gyarari)
...moreTripTrus.Com - Sudah jelas bahwa Bali merupakan sebuah pulau wisata yang keindahannya berada di tiap sudutnya. Mulai dari pantai sampai pura, tempat ibadah umat Hindu yang berdiri di tiap sisi kotanya memberikan keindahan dan ciri khas tersendiri bagi Bali. Sampai-sampai Bali mendapat predikat sebagai museum hidup.
Berikut ini ada tujuh objek wisata religi di Bali yang masing-masing menyajikan suatu aspek spiritual tersendiri. Bagi Anda wisatawan yang ingin mengetahui dan merasakan atmosfirnya, silahkan berkunjung ke objek wisata religi berikut ini, jangan lupa untuk tetap hening, sopan, dan bersikap anggun ya!
1. Klenteng Ling Li Miao
Klenteng merupakan tempat ibadah masyarakat Tionghoa yang menganut kepercayaan Konghucu. Di Bali, ada sebuah klenteng bernama Klenteng Ling Li Miao yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tapi juga sebagai tempat berkumpul masyarakat Tionghoa di Bali untuk membahas banyak hal. Yang unik, di dalam klenteng ini Anda bisa menjumpai sebuah pura.
Alamat
Tanah Kilap, Pemogan, Denpasar Selatan
Akses
Anda bisa melalui Jl. Griya Anyar sampai ke tujuan Anda di kota Denpasar
2. Pura Paluang
Di Pura Paluang tidak hanya pura sebagai sebuah tempat ibadah yang dapat Anda jumpai. Tapi ada yang istimewa dari pura tersebut, yakni keberadaan pelinggih menyerupai mobil Volkswagen Beetle dan Jimny. Keunikan pelinggih mobil ini mendatangkan rasa ingin tahu di kalangan wisatawan mancanegara seperti Spanyol, Perancis, Australia, Inggris, dan lain-lain. Anda penasaran juga? Segera datangi lokasinya secara langsung.
Alamat
Dusun Karang Dawa, Pulau Nusa Penida, Bali
Akses
Anda harus menyeberang melalui Pelabuhan Pantai Sanur, dengan menggunakan Speed Boat menuju pelabuhan di Nusa Penida
Harga
Menggunakan jukung Rp 40.000,- per orang, atau speed boat berkisar Rp 90.000,- per orang
3. Pura Rambut Siwi
Pura Rambut Siwi juga merupakan pura terbesar di Bali. Pura Rambut Siwi juga tergolong sebagai Pura Puncak karena letaknya pun juga berada di ketinggian yang lebih tinggi dari Pura Segara dan Pura Penataran. Di Pura Rambut Siwi Anda bisa menapaki tangga yang jumlahnya puluhan untuk mencapai pintu gerbangnya, sebelum itu, di sisi kanan dan jalan menuju pintu gerbang, Anda akan disambut oleh patung penjaga yang mirip dengan singa. Mau tahu lebih banyak? Langsung saja meluncur ke Denpasar Bali.
Alamat
Di Jalan Denpasar—Gilimanuk, Desa Yehembang, Kec. Mendoyo, Jembrana
Akses
Anda bisa menjangkaunya dari pelabuhan Gilimanuk, hanya dengan melalui Jalan Denpasar—Gilimanuk, mampirlah sebelum melanjutkan perjalanan ke tempat lain
4. Pura Ulun Mumbul
Pura Ulun Mumbul berada di area Taman Mumbul. Taman tersebut sangat hijau dan asri, udaranya masih bersih dan sejuk. Sedangkan pura berada di tengah danau di antara Taman Mumbul tersebut. Bagi masyarakat sekitar, Taman Mumbul dan Pura Ulun Mumbul merupakan sebuah kawasan suci. Tempat ini memang sering dipergunakan sebagai tempat Upacara Melasti. Selain itu, danau di tengah-tengah taman juga menjadi sumber air bagi masyarakat Desa Sangeh, untuk mengairi sawah dan memenuhi kebutuhan hidup lainnya.
Alamat
Kawasan desa wisata Sangeh, Abiansemal, Badung
Akses
Kurang lebih 1 km dari Desa Sangeh, dapat dijangkau dari kota Denpasar dalam waktu kurang lebih 60 menit
5. Pura Dalem Balingkang
Dengan berkunjung ke Pura Dalem Balingkang, Anda tidak hanya dapat memberi penghormatan pada Ida Dalem Kepogan saja. Anda bisa menyaksikan bangunan-bangunan lain seperti Paruman Agung sebagai stana Ida Bhatara Sami dan melihat pelinggih Ratu Ayu Subandar. Ada juga bangunan peribadatan khas Tionghoa di kompleks Pura Dalem Balingkang. Oleh karena itu, di tempat ini Anda bisa merasakan multikultural yang kental.
Alamat
Desa Pakraman Pinggan, Kec. Kintamani, Kab. Bangli
Akses
Anda bisa menjangkaunya melalui Pura Pucak Penulisan menuju Banjar Paketan di Desa Pakraman Sukawan, Anda akan melalui jalan turun dan naik nan berliku sebelum sampai di Pura Dalem Balingkang
6. Pura Mekah
Mendengar nama Mekah, Anda pasti teringat Makkah yang ada di Arab Saudi ya? Mekah yang satu ini adalah sebuah pura di Bali yang dipergunakan oleh pemeluk agama Islam untuk ibadah. Di depan pura, Anda bisa melihat dua ekor naga berada di sisi kanan dan kiri pura. Bentuknya tinggi menjulang, bernama Ratu Gede Dalem Mekah dan ada Pura Dalem Mekah Kukuh. Ingin tahu seperti apa? Lihat saja langsung wujud akulturasi budaya masyarakat Bali dengan kepercayaan Islam tersebut.
Alamat
Desa Kubutambahan, Buleleng
Akses
Dari terminal Bus Ubung, Anda bisa menjangkau lokasi saat menuju Singaraja. Kedua pura ada di sisi jalan raya, sehingga Anda bisa langsung mampir
7. Pura Catur Lokapala
Pura ini dibangun dengan konsep sebagai pelindung dan menjaga rasa aman dan nyaman bagi empat alam yang dikuasai oleh empat pemuka Dewa. Di sekitar Pura, Anda bisa merasakan sejuknya danau buatan yang berukuran kecil, serta kesejukan wilayah sekitar Pura. Suasana syahdu akan mengantarkan Anda pada kedamaian ditambah lagi pepohonan rindang yang tumbuh di sekeliling pura menambah kenyamanan wisatawan.
Alamat
Desa Besakih, Kec. Rendang, Kab. Karangasem
Akses
Dari Denpasar, lokasi dapat dijangkau melalui Jl. Prof. Ida Bagus Mantra dan Jl. Raya Besakih
Begitu banyak aspek religi yang ada di Pulau Dewata, Anda bisa mengabadikan salah satunya atau semuanya bila waktu liburan mencukupi. Selamat berjalan-jalan! (Sumber: Artikel bali.panduanwisata.id Foto pixabay.com)
...moreTripTrus.Com - Situs Lebak Kosala juga dikenal dengan Situs Lebak Sangka merupakan peninggalan tradisi megalitikum berbentuk punden berundak sebanyak lima undakan. Di setiap undakan terdapat menhir atau batu berbentuk tugu.
Dinamakan juga Situs Lebak Sangka karena terletak di Kampung Lebaksangka, Desa Lebak Gedong, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Lokasi situs mudah dicapai dengan akses jalan cukup baik. Perjalanan dari pusat kota Rangkasbitung memakan waktu lebih kurang 4 jam. Akses jalan yang berliku, menanjak dan didominasi oleh turunan panjang dengan pemandangan alam yang indah menjadi tantangan tersendiri bagi para penggemar traveling dan touring.
Daerah ini berada dalam kawasan konservasi hutan lindung taman nasional Gunung Halimun-Salak yang membentang sepanjang 113.357 ha. Membelah 3 kabupaten dan 2 provinsi, Jawa Barat dan Banten yaitu kabupaten Bogor, kabupaten Sukabumi, dan kabupaten Lebak. Kawasan ini telah menjadi kawasan Konservasi sejak tahun 1929 setelah warga Belanda bernama Van Tricht melakukan penelitian.
Di pintu masuk, terpampang nama situs Lebak Kosala pada sebuah papan berukuran 1 x 2 meter. Suasana alam yang segar dan bebas polusi, menemani berjalan kaki sejauh 300 meter melewati pemukiman warga dan persawahan menuju lokasi.
Situs Lebak Kosala termasuk lengkap karena selain punden berundak, menhir, dan altar, juga ditemukan Arca Kolasa. Arca merupakan batu berbentuk patung setinggi 50 cm. Keberadaan batu-batu tersebut merupakan bagian dari media untuk pemujaan leluhur. Namun sayang, keberadaan arca sudah tidak ada, hilang sejak bebrapa tahun yang lalu seperti dijelaskan oleh Usup, salah seorang Juru Pelihara Situs yang mendampingi Wisnu Wirandi, Penggiat Budaya dari Kemeterian Pendidikan dan Kebudayaan.
Ada 6 orang yang bertugas sebagai Juru Pelihara Situs Lebak Kosala yaitu: Abah Murja, Asep, Usup, Nurhalim (mendapat SK dari Pemda Lebak) sedangkan Oding dan Nurmawati (mendapat SK dari Balai Pemeliharaan Cagar Budaya Provinsi Banten).
“Arca Kosala sudah hilang tidak diketahui keberadaannya dimana,” ucap Wisnu menirukan Juru Pelihara, beberapa waktu lalu di lokasi Situs Lebak Kosala.
Menhir-menihr di Situs Lebak Kosala berupa batu-batu menyerupai papan (slab stone) dengan permukaan cukup halus, dan juga batu-batu papan yang diatasnya terdapat batu-batu berbentuk bulat memiliki diameter 15-20 cm. Penduduk setempat menyebut batu-batu tersebut sebagai “Batu Pelor”.
Temuan-temuan batu tersebut membawa pengunjung ke suasana masa lalu. Batu-batu yang dilapisi lumut tersebut pada masanya digunakan sebagai tempat untuk menyimpan sesaji pada ritual kepercayaan. Situs ini terjaga dengan baik.
Konon, cerita yang beredar di masyarakat setempat susunan bebatuan itu merupakan bekas petilasan Prabu Kian Santang saat menyebarkan agama Islam di tanah Banten. Seperti dikisahkan dalam pupuh budaya Sunda, putra dari Prabu Siliwangi ini berusaha mengislamkan bumi Nusantara hingga ke tanah Banten dengan berbagai cara.
Namun kepercayaan warga setempat itu sempat terbantahkan ketika peneliti dari ITB mulai melakukan penelitian dan ekskavasi kawasan situs. Hasil kajian tersebut menjelaskan secara detail bahwa, kawasan situs Lebak Kosala pertama kali dibangun pada abad ke 4. Hal ini didasarkan pada penemuan berbagai barang pecah belah seperti keramik dan tembikar. Selain itu, penelitian juga mengungkapkan bahwa kawasan ini dipergunakan sebagai tempat pemujaan dan makam kuno karena ditemukan beberapa nisan dan kolam pemandian untuk penyucian diri.
Hingga saat ini, Situs Lebak Kosala menjadi wisata sejarah yang sering dikunjungi baik dari lokal maupun pengunjung dari luar kota. Bagi Anda ingin berwisata sejarah di Banten, situs Lebak Kosala biasa menjadi destinasi wisata dan masih banyak peninggalan tradisi megalitikum di Banten khususnya di Lebak salah satu yang banyak dikunjungi yaitu Situs Lebak Kosala ini. Kawasan situs juga menawarkan keindahan alam nuansa pegunungan. (Sumber: Artikel-Foto pelitabanten.com)
...moreTRIPTRUS - Masih ingat dengan nama-nama seperti congklak, galah asin, bentengan, dampu, gatrik, kelereng, enggrang, atau gasing? Sebagian besar TripTroops mungkin masih ingat senangnya bermain ini di masa kecil. Tapi kini sayangnya, kebanyakan anak lebih memilih permainan elektronik di gadget atau konsol gim mereka. TripTrus mengajak TripTroops untuk bernostalgia lewat beberapa permainan anak yang kini mulai dilupakan. Dan jika ada yang sudah dewasa dan mencoba permainan-permainan ini tidak harus khawatir tiba-tiba berhenti bermain akibat dipanggil orang tua untuk mandi sore atau mengerjakan pekerjaan rumah.CongklakPermainan yang punya nama lain seperti congkak, dakon dan berbagai nama lainnya ini sekilas terlihat sederhana. Dua pemain duduk berhadapan dan mengatur strategi dalam berlomba mengisi lobang besar di sisi kanan masing-masing pemain. Untuk memainkan congklak biasanya digunakan papan khusus dengan dua baris lubang yang masing-masing berjumlah tujuh dan dua lubang besar untuk masing-masing pemain. Tiap lubang, kecuali lubang besar diisi 7 biji yang terbuat dari cangkang kerang, batu-batuan, atau biji-bijian. Kedua pemain memulai dengan memilih satu lubang yang satu-persatu isinya diletakkan di lubang sebelah kanan dengan tujuan untuk mengisi lubang besar milik masing-masing pemain. Jika biji habis di sisi pemain lawan, maka pemain harus menunggu giliran sampai lawan kehabisan bijinya. Permainan selesai bila semua biji sudah masuk ke lubang besar kedua pemain.
Galah AsinPermainan asli Indonesia ini punya beberapa nama seperti galasin atau gobak sodor, tapi yang pasti permainan seru ini butuh kecepatan dan kegesitan para pemainnya. Dua tim yang terdiri dari 3 sampai 5 orang harus mengundi siapa yang akan bertahan dan menyerang. Tapi permainan ini tidak menggunakan senjata atau alat. Cuma dibutuhkan sebuah lapangan seperti yang dibatasi dengan garis dari kapur jadi beberapa kotak dengan satu garis vertikal dan beberapa garis horizontal. Pemain yang bertahan harus menghalangi tim yang mencoba melewati garis yang mereka jaga. Pemain bertahan tidak boleh menginjakkan kaki di luar garis dan harus mengandalkan kegesitan dan jangkauan tangan untuk menyentuh tim yang menyerang. Pemain menyerang yang tersentuh pemain bertahan timnya akan berganti menjadi tim bertahan.
Gatrik
Gatrik atau Tak Kadal adalah permainan seru untuk dua tim yang bergantian memukul potongan bambu atau kayu berukuran kurang lebih 15 cm dengan tongkat berukuran sekitar 30 cm. Potongan yang pendek ditaruh melintang di antara dua batu, lalu salah satu pemain mengangkat dan memukul sejauh mungkin dengan tongkat dan tim lain mencoba menangkap potongan yang dilontarkan. Setelah itu, semua anggota tim bergantian memukul bambu atau kayu pendek lewat sela di antara kaki dengan cara menunduk sambil membelakangi kayu pendek itu. Setelah semua anggota tim selesai memukul, maka titik tempat akhir kayu itu mendarat jadi awal bagi anggota tim lain menggendong tim yang memukul kayu sampai ke titik kayu pertama kali dilontarkan.
Petak Jongkok
Permainan petak jongkok dimulai dengan mengundi satu pemain yang harus mengejar para pemain lainnya. Pemain yang tersentuh oleh pemain yang "jaga" harus ganti mengejar pemain lain. Agar tidak berubah peran dari yang dikejar jadi yang mengejar, pemain harus segera berjongkok sebelum sempat tersentuh oleh pemain yang mengejar. Supaya lebih seru, pemain yang mengejar tidak harus satu orang, sehingga kemungkinan tertangkap jadi lebih besar dan perlu kegesitan lebih untuk bisa lolos atau segera jongkok dari colekan dua orang yang mengejar.EgrangTidak seperti beberapa permainan yang sudah disebutkan sebelumnya, untuk bermain egrang butuh sedikit usaha dan keahlian untuk membuat alat permainan. Biasanya egrang, atau juga dikenal dengan nama jangkungan, dibuat dengan menggunakan bahan dari bambu yang harus dipotong dan dilubangi untuk membuat pijakan kaki. Untuk menaiki egrang juga dibutuhkan keseimbangan prima, terutama jika para pemain memutuskan untuk berlomba adu cepat di atas egrang, tidak cuma sekadar berjalan-jalan dengan egrang. Egrang juga terdiri dari beberapa jenis, ada yang dibuat dengan pijakan kaki serta pegangan untuk tangan pemainnya, bisa juga dibuat berupa pijakan kaki, sementara kayu atau bambu yang dijadikan egrang diikat ke kaki pemainnya.
BentenganUntuk bermain bentengan, dibutuhkan dua tim yang masing-masing menggunakan satu tiang atau pohon sebagai benteng. Pemain dari kedua tim harus saling mengejar dengan sebelumnya masing-masing pemain harus menyentuh benteng mereka terlebih dahulu. Pemain yang waktu menyentuh bentengnya lebih dekat dengan pemain lawan dapat menangkap pemain itu. Pemain yang tertangkap harus menyentuh benteng lawan dan menunggu diselamatkan oleh teman timnya. Jika lebih dari satu orang yang ditangkap, pemain dapat membuat rantai manusia dengan cara saling menyentuh tangan. Sebenarnya, obyek dari permainan ini adalah menyentuh benteng lawan tanpa sampai tertangkap. Jika pemain satu tim dapat menyentuh benteng lawan tanpa tertangkap, maka pemain itu harus berteriak "Benteng!"
DampuDi Indonesia, permainan ini juga dikenal dengan nama dampu bulan atau engklek. Sementara di luar negeri, permainan ini dikenal dengan nama Hopscotch. Para pemain harus melompat dengan satu kaki melewati kotak berupa garis yang digambar atau digoreskan di tanah. Masing-masing pemain harus melemparkan lempengan batu atau kayu berbentuk pipih dari garis start yang jaraknya satu kali lompatan dari garis pertama. Semakin jauh permainan berjalan, lempengan masing-masing pemain harus dilemparkan ke kotak yang lebih jauh dan pemain harus berjingkat mencapai kotak itu untuk mengambil lempengan mereka. Pemain yang menyentuh lempengan milik lawan, menginjak garis atau menjatuhkan kaki yang diangkat akan mendapatkan hukuman dari para pemain lain.
GasingPermainan ini dikenal di seluruh dunia. Obyek permainannya bisa bermacam-macam, mulai dari mengadu berlama-lama memutar gasing, sampai memukul gasing yang sedang berputar di dalam lingkaran. Bentuk gasing pun bermacam-macam dan terbuat dari berbagai bahan, mulai dari kayu hingga plastik. Untuk memutar gasing, pemain harus melilitkan tali lalu melemparkan gasing untuk melepaskan lilitan tali itu. Semakin kuat lemparan dan semakin bagus keseimbangan gasing, maka gasing dapat berputar lebih lama atau bisa menolak hantaman gasing lain.
Layang-layangLayang-layang adalah salah satu permainan anak yang dikenal luas di seluruh dunia. Untuk menerbangkan layang-layang diperlukan keahlian menarik benang agar dapat terbang terbawa angin. Benang yang diikatkan ke layang-layang juga merupakan faktor penting untuk menentukan keseimbangan layang-layang saat di udara. Layang-layang sederhana dapat terbuat dari dua batang kecil bambu dan kertas yang ditempelkan di rangka benang. Tapi banyak juga yang dibuat dengan berbagai bentuk dan ukuran dari berbagai bahan. Layang-layang dapat diterbangkan sambil menikmati angin yang berhembus atau bisa juga untuk berlomba dengan mengadu dengan layang-layang lain, yaitu berlomba memutuskan layang-layang lawan. Para pemain yang mengadu layang-layang seringkali bahkan membuat sendiri layang-layang jagoan mereka dan juga membuat benang khusus yang dilumuri pecahan kaca untuk memutuskan benang lawan. Pada zaman dahulu, layang-layang juga digunakan untuk menyampaikan informasi di saat perang ke pasukan yang berada di tempat jauh. Ilmuwan Benjamin Franklin bahkan membuktikan adanya energi listrik dengan cara menerbangkan layang-layang di saat sedang hampir turun hujan.
BekelBekel atau bekelan dapat dimainkan oleh dua sampai empat orang yang duduk berdekatan dan bergantian memantulkan bola karet sambil mengambil satu-persatu dari biji yang terbuat dari kuningan tanpa menyentuh biji lain. Setelah itu pemain menjatuhkan kembali biji bekel yang sudah ia pegang dan mulai membalikkan biji bekel hingga berdiri pada satu sisi. Jika pemain itu gagal mendirikan biji bekel di sisi tertentu maka pemain lain yang mengambil giliran berikutnya. Nama permainan bekel ini berasal dari permainan Belanda "bikkelen" yang juga menggunakan "bikkels" atau biji dari tembaga.
KelerengNama lain permainan ini adalah gundu. Permainan yang juga dikenal di banyak negara di dunia ini punya beberapa peraturan, tetapi yang paling sering dimainkan adalah dengan mengumpulkan kelereng dari beberapa pemain di dalam suatu lingkaran. Para pemain kemudian berusaha mendorong kelereng dalam lingkaran itu dengan cara melontarkan bola kaca yang disentil dengan jari. Kelereng yang keluar dari lingkaran dalam jarak satu jengkal tangan berhak diambil oleh pemain yang mengeluarkannya dari lingkaran. Tetapi, kelereng pemukul juga harus berada di luar lingkaran, karena jika berada dalam lingkaran kelereng itu juga dapat diambil oleh pemain lain yang berhasil mengeluarkannya dari lingkaran. Untuk yang satu ini, kami menyarankan agar tidak berada dekat tembok karena gaya menyentil kelereng sambil berdiri rapat menyentuh tembok dapat mengurangi akurasi dengan drastis.
Lompat Karet
Untuk memainkan permainan ini, hal yang paling penting adalah membuat tali dengan cara membuat rantai dari lingkaran karet gelang sehingga memanjang. Untuk membuat tali yang kuat biasanya satu mata rantai karet terdiri dari dua atau tiga karet. Kekuatan ini diperlukan karena rantai karet yang digunakan tidak mudah putus jika tersangkut tubuh pemain. Selain dapat dimainkan dengan meloncat mengikuti irama karet yang diputar, rantai karet dapat dimainkan dengan cara di mana para pemain bergantian melompati rantai karet yang ketinggiannya semakin naik seiring jalannya permainan. Di sinilah kemampuan melompat pemain diuji, terutama apabila tinggi karet telah mencapai tinggi kepala dua orang yang bertugas memegang rantai karet untuk dilompati.
...more