TripTrus.Com - Masyarakat Indonesia rupanya hobi berwisata dan menjelajah destinasi yang baru di dunia. Tak sekadar dadakan, akan tetapi tren masyarakat Indonesia ingin berlibur juga memiliki perencanaan yang matang.
Hal itu terungkap dalam survei Travelport, platform travel niaga yang melakukan survei terhadap wisatawan global dengan 11 ribu responden.
Di dalam survei terungkap, wisatawan Indonesia menyukai kegiatan penelitian untuk membuat rencana perjalanan. Sebanyak 93 persen menggunakan video dan foto dari media sosial. Padahal, rata-rata masyarakat Asia Pasifik adalah 76 persen.
Sebanyak 71 persen wisatawan Indonesia menggunakan pencarian suara atau voice search. Angka itu tertinggi kedua setelah masyarakat China di 72 persen. Sebanyak 84 persen masyarakat Indonesia masih lebih memilih untuk berkonsultasi dengan agen perjalan profesional.
"Sektor pariwisata Indonesia telah mencatat pertumbuhan signifikan 25,68 persen sepanjang tahun ini, melampaui kawasan Asia Pasifik dan pasar negara berkembang lainnya," ujar Managing Director Asia Pacific Travelport, Mark Meehan dalam keterangan tertulis, Rabu (15/11).
Sebanyak 68 persen pelancong Indonesia memesan perjalanan mereka melalui smartphone. Angka ini tertinggi di seluruh dunia. Saat dalam perjalanan, sebanyak 80 persen wisatawan Indonesia mengatakan boarding pass digital dan e-ticket membuat perjalanan menjadi lebih mudah. Lalu sebanyak 84 persem wisatawan merasa penting untuk dapat tetap dapat berhubungan atau melakukan kontak saat bepergian. Lalu saat tiba di tempat tujuan sebanyak 83 persen pelancong Indonesia menghargai waktu untuk diri mereka sendiri selama dalam perjalanan bisnis. Mark menilai kebutuhan bagi industri perjalanan dan perhotelan global bahkan mencapai USD 7,6 triliun.
"Karena itu perhotelan wajib beradaptasi secara terus menerus untuk memberikan layanan yang responsif, relevan dan tepat waktu bagi pelanggan," katanya.
Dia mendorong penyedia layanan perjalanan harus tetap relevan, memberikan alat dan konten digital tepat waktu yang merupakan sarana penting untuk menjangkau dan memuaskan wisatawan Indonesia. Hal itu dimuli sejak saat mereka melakukan penelitian sampai mereka kembali dari perjalanan mereka.
"Kami platform travel niaga perjalanan Travelport siap mendukung pertumbuhan digital industri di Indonesia," katanya. (Sumber: Artikel jawapos.com)
...moreTripTrus.Com - Setelah mengalami vakum selama dua tahun akibat pandemi COVID-19, Dinas Pariwisata (Dispar) Buleleng akan menggelar kembali Lovina Festival. Festival Lovina rencananya akan digelar pada bulan Juli 2023.
Hal ini memberikan harapan baru bagi pelaku pariwisata dan UKM di Buleleng. Lovina Festival memiliki daya tarik yang besar bagi wisatawan mancanegara maupun domestik. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait persiapan festival yang akan berlangsung di Pantai Lovina.
View this post on Instagram
A post shared by Anjar Tri Astuti (@triastutianjar)
"Kami telah mendorong komunitas seni dan para pelaku industri pariwisata di kawasan Lovina untuk bersama-sama menyelenggarakan Lovina Festival yang pertama kali setelah pandemi COVID-19," ujar Kepala Dispar Kabupaten Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, pada Kamis (20/4/2023).
Dalam menentukan waktu penyelenggaraan, Dody mempertimbangkan periode high season pada bulan Juli. High season diharapkan dapat menarik minat sebanyak mungkin dari wisatawan mancanegara.
Selama tiga hari, wisatawan dapat menikmati Lovina Festival yang menampilkan pertunjukan seni dan budaya serta kuliner khas Buleleng. Festival ini akan lebih mengutamakan perkembangan sektor seni dan budaya serta ekonomi kreatif. "Dalam penyelenggaraan Lovina Festival tahun ini, akan diadopsi banyak ide dan gagasan baru," jelasnya.
[Baca juga : "Pengaruh Pertandingan FIFA Matchday Indonesia Vs Argentina Terhadap Pariwisata Menurut Sandiaga"]
Event ini juga menjadi momentum untuk memulihkan sektor pariwisata di kawasan Lovina. Melalui Lovina Festival, Dispar Buleleng akan menunjukkan bahwa Lovina sebagai kawasan wisata memiliki beragam talenta seni dan budaya yang khas.
"Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan seni dan budaya kepada para tamu wisatawan yang akan menjadikan Lovina Festival sebagai agenda tetap setiap tahun, sehingga mereka dapat kembali pada periode high season berikutnya, bahkan mengajak keluarga dan kerabat mereka untuk datang ke sini," tambahnya. (Sumber Foto @cityzens_reports)
...moreTripTrus.Com - Indonesia negara yang kita cintai, memiliki alam yang indah. Diseluruh bentang pulau Indonesia sangat mudah mudah untuk menemukan tempat-tempat yang indah memanjakan mata. Sebagai orang Indonesia, kita patut berbangga hidup di negara yang dikelilingi oleh ribuan pulau yang tak tertandingi.
Hebatnya, banyak turis ingin datang dari negara lain untuk menikmati pemandangan Indonesia. Berikut adalah tempat wisata di Indonesia yang populer dan sering dikunjungi turis mancanegara.
1. Pantai Parai Tengiri (Bangka Belitung)
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh ᕼEᖇᒪIᑎᗪᗩ ᒍEᑭᖇᗩTᒍEᑭᖇET (@linzherlinda)
Tentu saja beberapa dari anda pernah melihat film populer "Laskar Pelangi", yang berlatar di Pulau Belitung? Selain plot yang menarik, lokasi film juga menarik perhatian penonton. Tidak seperti pantai lainnya, pantai Parai Tenggiri memiliki struktur yang lembut dengan perairan berwarna biru kehijauan dan pasir putih yang lembut.
Ombak di pantai ini juga tenang, itulah salah satu alasan mengapa pantai ini menarik bagi para perenang. Selain berenang, Anda juga bisa memancing, parasailing, diving, snorkeling dan lainnya.
2. Nusa Dua (Bali)
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Nusa Penida Tour & Travel (@goexplorenusapenida)
Pulau dewata, keindahan dan pesona tempat ini memang tidak bisa dipungkiri. Untuk menarik wisatawan domestik dan asing Bali memiliki destinasi wisata yang sangat indah bernama Nusa Dua. Tempat pantai dengan pasir putih lembut dan air biru jernih. Berbagai fasilitas bisa Anda pilih dengan berkunjung ke sini. Dari hotel dan resor bergaya, restoran dan pusat perbelanjaan hingga berselancar di pantai.
Selain Pulau Gili Trawangan, Nusa Tenggar Barat memiliki wisata lain yang tak kalah populer dan cocok untuk para pendaki, yaitu Gunung Rinjani. Gunung ini merupakan gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia.
[Baca juga : "Kembali Pasarkan Wisata Indonesia Di Kancah Dunia"]
3. Gunung Rinjani (Lombok)
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Leham (@mardiasetyo_06)
Gunung Rinjanimenawarkan beberapa pemandangan terindah di Asia dengan hamparan bunga Edelweiss dan Danau Segara Anak. Ini juga bisa menjadi tempat yang menarik bagi pejalan kaki untuk mendirikan tenda, mandi air hangat atau memancing.
Namun sebelum itu, persiapan mental dan kekuatan fisik perlu dilakukan dengan matang sebelum memutuskan untuk mendaki agar tidak terjadi hambatan di tengah jalan. (Sumber: Artikel prsoloraya.pikiran-rakyat.com Foto @travellingwithjoyce)
...moreTRIPTRUS - Sebelum Raden Ajeng Kartini berusia 20 tahun, kaum perempuan diberi kebebasan sebatas macak (merias diri), masak, dan manak (melahirkan). Para perempuan terkungkung dengan berdiam diri di rumah dan menyiapkan seluruh keperluan untuk suami dan anak-anaknya. Tetapi kini, perempuan dan laki-laki bisa bepergian sama jauhnya.
Tidak tampak lagi batasan antara perempuan dan laki-laki soal perjalanan. Pun dengan travelling dengan berkeliling dunia. Emansipasi wanita pun telah melahirkan banyak travel writer yang menginspirasi para pecandu perjalanan untuk pergi lebih jauh. Menularkan semangat untuk melihat dunia lebih luas.
Berikut Okezone rangkum tiga travel writer wanita yang selalu membagi pengalaman perjalanannya ke berbagai belahan dunia melalui buku:
Claudia Kaunang
Perjalanan sepertinya telah mendarah daging pada perempuan kelahiran Jakarta ini. Claudia Kaunang memulai traveling pertamanya sejak bayi.
Claudia menerbitkan buku pertamanya pada tahun 2009 yang berjudul Rp2 Juta Keliling Thailand, Malaysia & Singapura. Keinginannya menulis buku ini berangkat dari rasa ingin membagi pengalaman dan tips berlibur hemat pada traveller,terutama mereka yang senang bepergian dengan budget minim atau backpacker.
Delapan buku lain ciptaannya adalah TraveLove, Rp2,5 Juta Keliling Jepang, Rp3 Juta Keliling Taiwan, Rp2 Juta Keliling Macau, Hong Kong & Shenzhen, Rp500 Ribu Keliling Singapura, 101 Travel Tips & Stories, dan Traveling is Possible (2015).
(Sumber: bambangpurnomohp.blogspot.com)
Melalui buku Traveling is Possible, ia ingin menularkan semangat travelling pada masyarakat. Dalam bukunya ini, ia menuliskan berbagai kalimat inspirasi untuktravelling.
Bagi seorang Claudia Kaunang, travelling bukan hanya soal jalan-jalan, tetapi juga mendekatkan diri kepada Tuhan, belajar memahami karakter masyarakat di suatu negara, belajar lebih peka terhadap lingkungan dan berbagai aspek sosial lainnya.
Windy Ariestanty
Windy adalah seorang travel writer yang telah menulis beberapa buku, termasuk Life Traveler (2011) dan Studying Abroad: Belajar Sambil Berpetualang di Negeri Orang (2007).
Melalui bukunya, Windy berbagi pengalamannya saat travelling. Ia juga mendeskripsikan perjalanan dalam arti yang luas. Tentang menemukan rumah bagi batinnya, tentang menemukan teman dan saudara yang tidak memiliki ikatan darah.
(Sumber: ganlob.com)
Baginya, perjalanan adalah sebuah rumah yang sesungguhnya. Sehingga tidak membuatnya asing meski berada di tempat asing.
“Because travelers never think that they are foreigners,” ujarnya.
Trinity
Trinity mulai dikenal sejak menulis blog The Naked Traveler. Kemudian ia menulis buku dengan judul yang sama.
Sejak saat itu, dirinya menjadi salah satu penulis buku travel terkenal di Indonesia. Bahkan, ia pernah mendapatkan penghargaan sebagai Manusia Inspirasional yang memberi Kontribusi bagi Dunia Pariwisata pada 2010 oleh sebuah majalah travel.
Hingga saat ini, dirinya telah menelurkan delapan buku tentang perjalanan. Tak hanya melalui buku, perempuan kelahiran Sukabumi ini juga kerap membagi pengalaman liburannya melalui akun Twitter-nya, @trinitytraveler.
(Sumber: kompas.com)
Dalam urusan travelling, Trinity bukanlah orang yang senang menikmati perjalanan dengan fasilitas mewah. Ia justru lebih senang bepergian sendiri dengan memilih tempat-tempat terpencil yang menawarkan keindahan alam yang asri dan menenangkan. (Sumber: Artikel okezone.com Foto panduanwisata.id)
...moreTripTrus.Com - Para wisatawan yang berencana mengunjungi kawasan wisata Gunung Bromo pada awal Juni harus mengatur ulang perjalanan mereka. Hal ini disebabkan oleh penutupan total kawasan wisata tersebut selama perayaan Raya Yadnya Kasada pada tanggal 3-5 Juni 2023.
"Kegiatan wisata Gunung Bromo akan ditutup total mulai 3 Juni pukul 18.00 WIB hingga 5 Juni 2023 pukul 18.00 WIB," kata Hendro Widjanarko, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, pada hari Minggu, 21 Mei 2023.
Penutupan kawasan wisata Gunung Bromo ini diatur dalam Pengumuman Nomor PG.07/T.8/BIDTEK/BIDTEK.1/KSA/5/2023 tentang Penutupan Kegiatan Wisata Bromo pada Yadnya Kasada Tahun 2023. Penutupan tersebut juga memperhatikan surat dari ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Probolinggo Nomor 278/Pem/PHDI-KAB/V/2023 yang tanggal 12 Mei 2023 terkait permohonan penutupan kawasan tersebut.
View this post on Instagram
A post shared by BBTN Bromo Tengger Semeru (@bbtnbromotenggersemeru)
Hendro menjelaskan bahwa penutupan kegiatan wisata di Gunung Bromo dilakukan dalam rangka upacara ritual Yadnya Kasada yang dilaksanakan oleh masyarakat setempat pada tanggal 4-5 Juni 2023 di area taman nasional tersebut.
[Baca juga : "Ini Adalah Daftar Dan Jadwal Lengkap Acara Yang Tercantum Dalam Kalender Event Palembang Selama Bula"]
Yadnya Kasada adalah upacara persembahan atau sesajen kepada Sang Hyang Widhi yang dilakukan oleh suku Tengger. Setiap bulan Kasada pada hari ke-14 dalam penanggalan Jawa, diadakan upacara persembahan untuk Sang Hyang Widhi dan leluhur. Masyarakat melemparkan sesajen, yang biasanya berupa hasil bumi, ke dalam kawah Gunung Bromo. Terkait penjualan tiket masuk ke kawasan Gunung Bromo yang dilakukan secara daring, akan ditutup selama periode 3-5 Juni 2023. Pengumuman ini diharapkan dapat menjadi perhatian bagi masyarakat atau wisatawan yang berencana berkunjung.
Penutupan kawasan Bromo dari aktivitas wisata ini dilakukan di empat titik pintu masuk kawasan, yaitu Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura di Probolinggo, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari di Pasuruan, serta wilayah Malang dan Lumajang di pintu masuk Jemplang, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. (Sumber Foto @lambert_grijns_dubes_belanda)
...moreTripTrus.Com - Terdapat beberapa teori tentang kapan tepatnya Islam masuk ke Nusantara. Ada yang mengatakan bahwa Islam datang dari Gujarat bersama pedagang India muslim pada abad ke-13 M, ada yang mengatakan Islam datang oleh pedagang Arab dari Timur Tengah pada abad ke-7 M, serta yang terakhir mengatakan bahwa Islam datang dari pedagang asal Persia pada sekitar abad ke-13 M.
Wisata religi Banten banyak diminati oleh pengunjung baik lokal maupun luar daerah. Misalnya kawasan Banten Lama yang merupakan ibu kota Kesultanan Banten, di utara Banten ini peninggalan Islam sangat lekat.
Tidak hanya di Banten Lama, beberapa masjid yang dahulu menjadi pusat penyebaran Islam masih dapat dikunjungi bahkan masih dipergunakan untuk beribadah. Berikut 5 masjid tua bersejarah di Banten yang bisa menjadi pengingat dan bahan pelajaran generasi saat ini.
1. Masjid Agung Serang (Agung Ats Tsauroh)
View this post on Instagram
A post shared by @e_c_h_o_eko onOct 13, 2018 at 8:27pm PDT
Masjid Agung Ats-Tsauroh Serang yang dahulu disebut Masjid Pegantungan, dan sekarang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Agung Serang, mulai dibangun oleh Raden Tumenggung Basudin Tjondronegoro (1870–1888 M) mantan Bupati Pandeglang dan Bupati Serang. Mewakafkan tanah yang ditempati sekarang oleh Masjid seluas ± 2,6 Ha.
Nama Ats-Tsauroh yang berarti perjuangan disematkan pada masjid ini tahun 1974. Masjid pun direnovasi beberapa kali hingga bentuknya menjadi seperti saat ini. Cirinya sebagaimana tradisi bangunan di Pulau Jawa, yakni bentuk atap limas tumpang tiga dan bentuk ruang dengan konsep pendopo terbuka, khas rumah joglo. Konsep terbuka ini membuat masjid berkesan ramah dan bersahaja.
2. Masjid Al Khadra
View this post on Instagram
A post shared by Budi Hartono (@bharton88) onApr 25, 2018 at 3:47am PDT
Masjid Al Khadra terletak di Jl. Kyai Abdulhaq Achmad, Kampung Gesing, Kel. Samangraya, Kota Cilegon. Masjid yang lebih dikenal dengan Masjid Gesing merupakan salah satu masjid tertua yang ada di Kota Cilegon. Dibangun masyarakat pada tahun 1932, sekaligus menjadi saksi sejarah perjuangan rakyat Cilegon melawan kolonial Belanda saat itu.
Sejak awal pembangunannya hingga kini, masjid Al-Khadra (yang berarti “hijau atau subur”) ini tetap mempertahankan model dan bentuk bangunan utamanya tanpa ada banyak perubahan. Tebal tembok bangunan 30 cm disusun dari batu bata mentah, tanah dan kapur. Pintu dan jendela masjid terbuat dari kayu dengan model lama. Dinding masjid umumnya berwarna putih dan berwarna hijau dibagian kubahnya.
3. Masjid Baitul 'Arsy
Masjid Baitul ‘Arsy terletak di Kampung Pasir Angin, Kel. Pagerbatu, Kec. Majasari, Kab. Pandeglang, di kaki gunung Karang. Masjid ini dahulu juga digunakan sebagai tempat persembunyian warga dari serangan Belanda. Beberapa bagian dinding masih berlubang yang diperkirakan merupakan bekas peluru senjata Belanda.
Masjid Baitul ‘Arsy berupa rumah panggung, dengan ukuran sekitar 12 x 8 meter, dinding dan lantai dari kayu. Bangunannya menghadap ke Gunung Karang dan memiliki tiga pintu. Dua pintu samping (kiri-kanan) dan satu pintu masuk bagian depan. Di atap masjid terdapat kubah yang terbuat dari kayu, dan tiang-tiang masjid masih terlihat kokoh, termasuk umpak atau pondasi bawah masjid juga terbuat dari kayu. Sementara di samping kanan masjid terdapat sumber mata air yang mengalir tiada habisnya.
[Baca juga : "5 Masjid Tertua Dan Bersejarah Di Banten - Part 2"]
4. Masjid Al Ikhlas
View this post on Instagram
A post shared by Nurikhsan (@masaneapri) onFeb 26, 2020 at 7:53am PST
Masjid yang keberadaanya terletak di RT. 06 Rw. 02, Kel. Cilenggang, Serpong ini memang tidak banyak diketahui oleh masyarakat luas, letaknya yang berada persis di tengah perkampungan warga tak menghilangkan kesan sakral dan bersejarahnya masjid tersebut. Masjid Al-Ikhlas berdiri atas pakarsa Raden Muhammad Atief (Tubagus Atief) yang merupakan salah satu Panglima Perang Kesultanan Banten pada waktu itu.
Saat itu Tubagus Atief ditugaskan Ayahandanya Sultan Ageng Tirtayasa untuk membantu masyarakat Tangerang melawan penjajahan Belanda sekaligus menyiarkan agama Islam. Atas Jasanya kepada masyarakat Cilenggang,Serpong saat itu masyarakat kemudian menikahkan Raden Muhammad Atief dengan Siti Almiyah wanita asli Desa Cilenggang dengan mas kawinnya Masjid Jami Al Ikhlas (dahulu disebut Surau atau Tajug).
5. Masjid Agung Al Jihad
Masjid Al-Jihad Ciputat, Masjid yang tepat berada di arah utara Pasar Ciputat, Tangerang Selatan ini merupakan salah satu masjid bersejarah yang masih berdiri kokoh di tengah pesatnya bangunan disekelilingnya. Masjid yang dibangun pada tahun 1940an ini, pada mulanya hanya musala kecil yang terbuat dari bilah bambu beratapkan ijuk.
Musala ini dibangun oleh seorang saudagar keturunan Arab, Tuan Salim yang telah lama menetap dan memperistri seorang putri kaya keturunan Tionghoa. Selain itu disebutkan pula, rumah ibadah ini merupakan yang pertama di ciputat yang diwakafkan tuan Salim bagi para penduduk muslim saat itu. Sisi sejarah Masjid inipun tak lepas dari peranan tokoh-tokoh besar ulama di Indonesia, salah satunya adalah Buya Hamka. Sewaktu masih hidup ulama kharismatik yang pernah menjadi ketua MUI ini banyak memberikan kontribusi pada pengembangan Masjid Agung Al-Jihad. (Sumber: Artikel gpswisataindonesia.info, wikipedia.org, situsbudaya.id, tangerangnews.com Foto santidewi.com)
...moreTripTrus.Com - Desa Poopoh terletak di Kabupaten Minahasa, tepatnya di Kecamatan Tombariri. Desa tersebut pernah dikukuhkan sebagai role model Desa Ekowisata pada 17 Agustus 2018 silam. Namun desa ini seakan tenggelam oleh ingar bingar Taman Laut Bunaken di ranah pariwisata lokal maupun internasional.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Desa Poopoh Kec. Tombariri (@desa_poopoh)
Padahal, bagian pesisir wilayah penyangga di Taman Nasional Bunaken, khususnya Poopoh seharusnya diproyeksikan sebagai Desa Ekowisata. Inilah yang menjadi salah satu agenda dari Asosiasi Pariwisata DPD IPI Sulut & GenPI Sulut untuk kembali mengangkat pariwisata Sulut, khususnya Poopoh sebagai Desa Ekowisata.
Berbagai macam kegiatan dilaksanakan pada 19 Februari 2022 lalu. Mulai dari kegiatan pembersihan pantai bersama-sama dengan para pejabat desa, juga dilakukan kegiatan promosi melalui akun-akun sosial media para anggota DPD IPI Sulut & GenPI Sulut maupun akun resmi dari GenPI sendiri. Tak ketinggalan, dalam kegiatan ini juga termasuk di dalamnya diving dan snorkeling di pantai Tanjung Kelapa yang juga terkenal akan spot diving dan snorkeling yang tak kalah dengan Taman Laut Bunaken.
[Baca juga : "5 Wisata Paralayang Terbaik Di Indonesia, Wajib Dikunjungi"]"Dengan adanya kegiatan ini bisa membangkitkan pariwisata di daerah Minahasa yang belum tersentuh seperti potensi wisata yang ada di Desa Poopoh agar lebih dikenal oleh masyarakat luas," harap Kepala Seksi 2 BTNB, Hendriks A Rundengan yang turun langsung bersama dengan DPD IPI Sulut dan GenPI Sulut pada acara tersebut.
Bahkan, kata Hendriks, Poopoh akan didukung penuh oleh BTNB untuk mengikuti Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 yang dicanangkan oleh Menparekraf Sandiaga Uno. "Semangat Poopoh, semangat kita semua. Mari kita bersama-sama mewujudkan Poopoh sebagai sustainable ecotourism yang bisa mengangkat pariwisata Desa Poopoh dan bisa memberdayakan masyarakat pesisir," ucap Hendrik. (Sumber: Artikel sulut.inews.id Foto @debrytiwow)
...moreTripTrus.Com - Bro, lo udah tau belum tentang Pacitan? Kota kecil di ujung barat daya Jawa Timur yang cakepnya tuh nggak main-main! Pacitan ini lokasinya dempetan sama Jawa Tengah dan punya banyak banget hidden gem yang bakal bikin lo lupa pulang. Pokoknya, tempat ini tuh pas banget buat lo yang lagi nyari tempat healing seru sama keluarga, gebetan, atau geng lo. Yuk, gue kasih list spot paling keren di Pacitan!
1. Pantai Srau
Lo suka sunrise atau sunset? Di Pantai Srau, lo bisa dapet dua-duanya, bro! Pantai ini ada di Desa Candi, Kecamatan Pringkuku, sekitar 25 km dari pusat kota Pacitan. Keunikan pantai ini tuh ada di tiga area berbeda: timur, tengah, dan barat. Kalau lo pengen nikmatin sunrise, area timur jawabannya. Tapi kalau lo lebih suka vibes sunset yang syahdu, lo wajib nongkrong di area barat. Di sini lo juga bisa camping sambil denger suara deburan ombak yang bikin pikiran auto fresh. Oh iya, pantainya nggak rame banget, jadi lo bisa nikmatin momen lo tanpa banyak gangguan. Jangan lupa bawa kamera, bro, karena spot di sini Instagramable banget!
2. Pantai Karang Bolong
Nama pantainya aja udah menarik, kan? Nah, sesuai namanya, di sini lo bakal nemuin tebing karang gede yang tengahnya bolong, kayak pintu gerbang alami menuju laut lepas. Lokasinya ada di Desa Kendal, Kecamatan Sendang. Pantai ini cocok banget buat lo yang pengen menikmati suasana tenang jauh dari keramaian. Air lautnya jernih, dan anginnya sepoi-sepoi banget. Lo bisa duduk santai di atas batu karang sambil nikmatin pemandangan laut yang luas. Buat lo yang suka eksplor tempat anti-mainstream, Pantai Karang Bolong ini wajib masuk bucket list!
3. Pantai Kasap
Kalau lo pengen vibes Raja Ampat tapi budget pas-pasan, lo nggak perlu jauh-jauh ke Papua, bro. Cukup ke Pantai Kasap di Desa Watukarung, Kecamatan Pringkuku. Pantai ini punya air laut biru toska yang jernih banget, ditambah gugusan pulau-pulau kecil hijau yang cakep parah. Lo bisa naik ke bukit kecil di sekitar pantai buat dapet view dari atas yang lebih keren lagi. Selain itu, aktivitas kayak snorkeling atau main air juga seru banget di sini. Ombaknya nggak terlalu gede, jadi aman buat lo yang cuma mau santai-santai di pinggir pantai sambil nikmatin suasana. Pokoknya berasa kayak liburan di surga kecil, deh!
[Baca juga : "Trenggalek, Hidden Gems Buat Lo Yang Mau Healing Maksimal!"]
4. Pantai Pidakan
Bosan sama pantai yang isinya cuma pasir putih? Pantai Pidakan bakal kasih lo pengalaman yang beda. Di sini, 70% pantainya terdiri dari batuan alam dengan berbagai bentuk dan ukuran, sisanya baru pasir putih. Suasana di sini tenang banget, bro. Anginnya adem, cocok buat lo yang lagi pengen kabur dari hiruk-pikuk kota. Lokasinya ada di Desa Jetak, Kecamatan Tulakan, sekitar 50 km dari pusat kota Pacitan. Di pantai ini, lo juga bisa ngumpulin batuan unik yang cantik buat koleksi atau sekadar foto-foto. Kalau lo suka suasana natural yang tenang dan nggak terlalu ramai, Pantai Pidakan adalah pilihan yang pas.
5. Pantai Soge
Ini nih pantai yang super gampang diakses karena lokasinya ada persis di samping Jalur Lintas Selatan. Lo nggak perlu ribet-ribet jalan kaki jauh buat sampai ke sini, bro. Banyak yang bilang Pantai Soge ini mirip banget sama Great Ocean Road di Australia. Dari pinggir jalan aja, lo udah bisa dapet pemandangan yang estetik banget. Pantainya luas, dengan pasir putih yang bersih, ditambah air laut biru yang tenang. Lo juga bisa nikmatin suara ombak sambil duduk santai di bawah pohon kelapa. Kalau lo bawa drone, foto aerial di sini bakal keren banget. Cocok buat bikin konten yang nge-hits di media sosial!
6. Goa Gong
Buat lo yang pengen eksplorasi selain pantai, Goa Gong ini jawabannya. Goa yang ada di Desa Bomo, Kecamatan Punung ini katanya sih goa tercantik di Asia Tenggara, bro! Dengan panjang 256 meter, lo bakal diajak masuk ke dunia bawah tanah yang penuh stalaktit dan stalakmit keren abis. Nggak cuma itu, pencahayaan lampu warna-warni di dalam goa bikin suasana jadi makin epik. Ada juga ornamen goa yang bisa ngeluarin bunyi mirip gong kalau dipukul, makanya dinamain Goa Gong. Lo wajib cobain pengalaman masuk ke sini, karena setiap sudut goanya tuh kayak galeri seni alami. Jangan lupa pake sepatu yang nyaman, ya, soalnya jalannya licin.
7. Sungai Maron
View this post on Instagram
A post shared by Travelling Indonesia (@pejuangtrip)
Ini dia, Amazon versi lokal yang bikin lo nggak nyangka ada di Pacitan! Sungai Maron ini ada di Desa Pringkuku, Kecamatan Maron, dan panjangnya sekitar 4,5 km. Lo bisa susurin sungai ini pake perahu dengan biaya sekitar 100-200 ribu. Selama perjalanan, lo bakal disuguhin pemandangan deretan pohon hijau yang rimbun di sepanjang sungai. Air sungainya jernih banget, sampai lo bisa liat dasar sungainya. Suasananya adem dan tenang, cocok banget buat refreshing. Kalau lo lagi beruntung, lo juga bisa lihat burung-burung liar yang terbang bebas di sekitar sungai. Rasanya kayak lagi petualangan di alam liar, bro!
Jadi, lo masih mikir-mikir buat liburan ke Pacitan? Jangan deh! Langsung aja susun itinerary lo sekarang juga. Pacitan bakal ngasih lo pengalaman liburan yang nggak bakal lo lupain. Gaskeun, ajak orang-orang terdekat lo, dan rasain sendiri serunya "Balinya" Jawa Timur ini. Yuk, buruan ke Pacitan, bro! Lo pasti balik dengan cerita seru buat dibagiin! (Sumber Foto @_louispundiarta)
...moreTripTrus.Com - Minitrip paket wisata Heritage on Wheels yang diselenggarakan oleh Milangkori ini sangat menarik untuk diikuti.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Milangkori Tour Travel (@milangkoriofficial)
Paket wisata berbasis budaya, sejarah serta potensi lokal ini unik karena menggunakan moda transportasi bus klasik dengan kunjungan ke situs- situs heritage kawasan perkotaan Purworejo dan Kutoarjo.
[Baca juga : "Nikmati Sensasi Off Road Di Hutan Wisata Punti Kayu Hanya Rp80 Ribu"]
Rute pertama yang sudah diuji coba mulai dari Pendopo Kabupaten Purworejo, eks HKS atau SMAN 7 Purworejo, Pendopo eks Kabupaten Kutoarjo, dan Rumah Kolekturan Kutoarjo. (Sumber: Artikel dinparbud.purworejokab.go.id Foto @milangkoriofficial )
...more