shop-triptrus



Berencana Traveling Di Indonesia Oktober 2024? Ini Semua Yang Harus Lo Tau!

TripTrus.Com - Indonesia itu terdiri dari lebih dari 13.000 pulau, masing-masing punya vibe yang unik dan keragaman yang kece abis. Makanya, gak heran deh kalo Indonesia jadi salah satu destinasi wisata paling hits, terutama di Asia Tenggara! Dari candi kuno yang megah sampai resort mewah di pinggir pantai, semua ada di sini. Nah, kalo lo mau kabur dari rutinitas yang hectic, bulan Oktober bisa jadi pilihan yang pas! Cuaca di bulan Oktober? Asik banget! Sinarnya matahari nongkrong hampir sepanjang hari, tapi tetep adem. Hujan juga kadang muncul, bikin suasana sejuk. Musim puncak udah lewat, bro, jadi Oktober tuh waktu yang tepat buat mendaki gunung berapi yang ada di kepulauan Indonesia. Suhu rata-rata sekitar 28°C pas siang dan 25°C pas malam. Kelembapan juga rendah, jadi jangan lupa bawa banyak air biar gak dehidrasi! Kalo lo mau trekking, bulan Oktober itu waktunya. Pulau-pulau kayak Sumatra dan Sulawesi lagi ngerasain bulan terpanas, dan hujan baru dateng di bulan November. Seru kan? Ngomongin aktivitas seru, Indonesia punya banyak pilihan! Lo bisa stay di resort Bali yang bikin betah, sambil nikmatin kuliner enak yang udah terkenal di seluruh dunia. Di Bali, villa-villa kece siap bikin lo nyaman. Santai sambil minum kopi atau koktail di samping kolam, sambil nikmatin sunset cakep, dijamin pengalaman liburan lo bakal gak terlupakan! Jangan sampe ketinggalan untuk jelajahi Candi Borobudur di Yogyakarta, candi Buddha terbesar di dunia. Candi ini ada lebih dari 500 patung Buddha unik yang dibangun sejak abad ke-8 SM. Lo juga bisa merasakan tradisi unik dari suku Toraja yang terkenal dengan cara pemakaman mereka yang beda. Kalo suka petualangan, trekking di hutan Kalimantan bisa jadi pilihan, nemuin berbagai satwa liar, dan jalan-jalan di jembatan kanopi. [Baca juga : "5 Tempat Wisata Kekinian Di Lebak Yang Wajib Lo Kunjungi"] Kalo lo pengen pantai, Indonesia punya banyak pilihan yang menawan! Pantai Pink di Lombok dengan pasirnya yang cantik bisa bikin lo betah. Atau lo bisa berenang sama ubur-ubur di Pulau Derawan, yang unik banget! Naik perahu ke Kakaban dan nikmati keindahan bawah lautnya. Di Ulun Danu Bratan, lo bisa lihat arsitektur kuno yang kece di tengah Danau Beratan. Semua aktivitas ini bikin liburan lo makin berkesan!       View this post on Instagram A post shared by therealaditiya (@aditiyaleoadafa) Karena Oktober tuh hangat, pakai baju ringan itu keputusan yang tepat. Ikutin cuaca tropis Indonesia, suhu gak pernah dingin. Bawa pakaian dari bahan katun biar nyaman. Cewek, coba deh pakai rok panjang atau dress, bisa juga jeans biar terlindung dari matahari. Baju renang atau bikini juga bisa dipake di resort tanpa khawatir. Cowok? Pakaian kasual aja cukup. Celana pendek sama kaos lengan pendek itu pilihan yang oke! Udah siap untuk jalan-jalan di Indonesia bulan Oktober? Semua kegiatan yang udah disebutkan pasti bikin trip lo makin berkesan! Indonesia itu gede banget, jadi sediakan waktu yang cukup biar bisa nikmatin semuanya. Oh iya, di bulan Oktober, suhu mulai sejuk sebelum musim hujan tiba. Cuacanya nyaman banget, jadi lo bisa eksplor tanpa masalah. Musim hujan biasanya datang dari November sampai Maret, tapi bulan-bulan lainnya tetep hangat dan tropis, bro! Terus, Oktober itu waktu yang pas banget buat ke Bali. Dari April sampai Oktober adalah waktu terbaik buat jalan-jalan di sana. Kelembapan rendah, suhu nyaman, dan lo bisa jelajahi tempat-tempat dengan lebih santai. Plus, Oktober tuh low season, jadi budget liburan lo bisa lebih hemat! (Sumber Foto @peterandyen) 
...more

Jembatan Gantung Situ Gunung Primadona Baru Wisata Sukabumi

TripTrus.Com - Jembatan gantung Situ Gunung menjadi kawasan favorit wisatawan di musim libur Lebaran 2018. Kunjungan wisatawan membeludak ke jembatan gantung yang disebut-sebut terpanjang di Asia Tenggara itu, sejak hari pertama dibuka pada H-1 Lebaran 2018. Terletak di kaki Gunung Gede Pangrango, jembatan gantung tersebut menarik perhatian karena menyuguhkan panorama yang indah. Para wisatawan sengaja datang bukan hanya sekedar menikmati pesona hutan damar yang berada di aeral Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.  Namun juga ingin menguji nyali untuk berjalan di atas jembatan gantung berplat tali baja tersebut. Jembatan  yang menghubungkan objek wisata Situgunung kekawasan Curug Sawer itu, memiliki ketinggian  mencapai 150 meter dari atas tanah. Adapun panjang membentang  hingga mencapai 250 meter.       View this post on Instagram life is journey with problems to solve and lessons to learn but most of all experiences to enjoy . #goodmorning A post shared by Situgunung Suspension Bridge (@situgunungsuspensionbridge) onMar 1, 2019 at 9:33pm PST Ini juga menjadi destinasi baru bagi wisatawan yang senang berswafoto. “Memang jembatan memiliki sensasi tersendiri saat dilintasi. Terutama bagi pengunjung yang akan berswafoto," kata salah seorang pengunjung objek wisata jembatan gantung, Chepi. Chepi mengatakan jumlah pelintas jembatan dibatasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. "Apalagi membludaknya jumlah wisatawan berlalu-lalang terpaksa para petugas membatasinya," katanya. Dia menuturkan, jembatan tersebut sangat menawan karena selain menawarkan keindahan dan kesejukan, para wisatawan juga dapat menikmati dua keindahan objek wisata dalam waktu bersamaan. “Memang panorama sangat indah, sehingga banyak wisatawan datang dan menikmati jembatan ini,” katanya. Jembatan gantung Situ Gunung menjadi kawasan favorit wisatawan di musim libur Lebaran 2018. Kunjungan wisatawan membeludak ke jembatan gantung yang disebut-sebut terpanjang di Asia Tenggara itu, sejak hari pertama dibuka pada H-1 Lebaran 2018. Terletak di kaki Gunung Gede Pangrango, jembatan gantung tersebut menarik perhatian karena menyuguhkan panorama yang indah. Para wisatawan sengaja datang bukan hanya sekedar menikmati pesona hutan damar yang berada di aeral Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.  Namun juga ingin menguji nyali untuk berjalan di atas jembatan gantung berplat tali baja tersebut. Jembatan  yang menghubungkan objek wisata Situgunung kekawasan Curug Sawer itu, memiliki ketinggian  mencapai 150 meter dari atas tanah. Adapun panjang membentang  hingga mencapai 250 meter. Ini juga menjadi destinasi baru bagi wisatawan yang senang berswafoto. “Memang jembatan memiliki sensasi tersendiri saat dilintasi. Terutama bagi pengunjung yang akan berswafoto," kata salah seorang pengunjung objek wisata jembatan gantung, Chepi. [Baca juga : "Menarik Dikunjungi Nih, 5 Wisata Seru Di Kota Gombong"] Chepi mengatakan jumlah pelintas jembatan dibatasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. "Apalagi membludaknya jumlah wisatawan berlalu-lalang terpaksa para petugas membatasinya," katanya. Dia menuturkan, jembatan tersebut sangat menawan karena selain menawarkan keindahan dan kesejukan, para wisatawan juga dapat menikmati dua keindahan objek wisata dalam waktu bersamaan. “Memang panorama sangat indah, sehingga banyak wisatawan datang dan menikmati jembatan ini,” katanya.  (Sumber: Artikel pikiran-rakyat.com Foto jayakartanews.com)
...more

Oleh-Oleh Khas Dieng Wonosobo

Tentunya anda tidak akan meninggalkan yang satu ini ketika datang ke Kota Wonosobo, oleh oleh khas Dieng baik itu cemilan, makanan ringan, hingga makanan khas selalu dicari ketika pengunjung datang ke sebuah tempat wisata. Di Kota Wonosobo banyak oleh oleh khas Dieng diminati oleh wisatawan, diantaranya yang memang khas adalah manisan carica, keripik jamur, keripik kentang, kacang dieng. Makanan inilah yang menjadi raja khas oleh oleh di kota tersebut. Kerajinan tangan dari masyarakat Wonosobo begitu banyak, kreatifitas dan ide unik dari masyarakat selalu muncul didukung oleh kerja cepat pemerintah dalam membantu perkembangan industri rumah tangga di Kota Wonosobo dalam meningkatkan perekonomian Kota Wonosobo, kota ini terkenal akan wisata alam terutama Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng, Wadaslintang, Menjer, Sikunir dan masih banyak lagi, dari faktor inilah dapat menarik banyak kerajinan tangan dan kreatifitas masyarakat yang menghasilkan produk unik sebagai buah tangan maupun oleh oleh khas Dieng Wonosobo. Apa saja oleh-oleh khas Dieng Wonosobo? berikut beberapa contohnya. Carica Dieng Wonosobo Sumber: Foto manfaat.co.id Carica memang menjadi makanan atau jajanan oleh oleh khas yang utama di wonosobo, buah yang hanya tumbuh di dataran tinggi dieng ini memang menarik banyak wisatawan. buah carica di olah menjadi berbagai makanan ringan dan minuman, seperti manisan carica atau carica in syrup, keripik carica dan masih banyak lagi. Carica Dieng memiliki rasa yang unik, untuk produk olahan yang paling banyak dicari oleh wisatawan adalah carica in syrup, irisan atau potongan buah carica dimasukan ke dalam larutan gula dan dikemas menghasilkan produk makanan yang nikmat dan membuat ketagihan orang yang mengkonsumsinya. Dalam perkembangannya produk carica sudah menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia bahkan luar negeri, sebagai ikon oleh-oleh utama dari Kota Wonosobo pemerintah terus memperhatikan pelaku home industry dari carica untuk dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Wonosobo. Keripik Jamur Sumber: Foto drakemedia.net Keripik jamur juga menjadi tren oleh oleh khas daerah, karena begitu banyaknya produksi keripik jamur dan varian dari jajanan ini membuat produk ini banyak digemari para tourist. Keripik jamur khas Dieng Wonosobo memiliki variasi tersendiri, dari berbagai macam jamur yang diolah diantaranya jamur kuping, jamur tiram dan yang lain. Peminat dari oleh oleh khas Dieng ini begitu banyak, masyarakat juga mulai kreatif akan pengemasan yang menarik, varian rasa seperti rasa original, rasa pedas, rasa keju dll. Produksi dari keripik jamur sendiri juga lumayan besar untuk memenuhi kebutuhan dari konsumen. Kacang Dieng (Kacang Babi) Sumber: Foto wisatadieng.com Kacang Dieng yang merupakan kacang unik dari dataran tinggi dieng, oleh masyarakat sekitar biasa disebut kacang babi karena ukurannya yang besar dan gemuk seperti babi. Kacang ini mempunyai rasa asin gurih dan renyah enak di lidah yang wajib anda cicipi dari oleh oleh khas wonosobo ini. Kacang Dieng atau sering disebut kacang babi pada awal mula merupakan hasil olahan kelompok masyarakat yang dikumpulkan dan dipasarkan bersama, kini jika anda mengunjungi Wonosobo dan menemukan kacang berukuran besar yang dikemas sebagai cemilan itulah kacang Dieng. Purwaceng Sumber: Foto viva.co.id Purwaceng merupakan salah satu oleh oleh khas Dieng Wonosobo biasa disebut antanan gunung memiliki nama latin Pimpinella pruatjan merupakan tumbuhan khas Dieng biasa diolah menjadi serbuk untuk minuman, hasil olah purwaceng hanya dapat ditemukan di Dieng Wonosobo, purwaceng biasa dicampurkan kedalam kopi ataupun susu. Khasiat dan manfaat purwaceng sendiri diantaranya untuk peningkatan efek seksualitas pada pria, seperti yang diteliti oleh tim dari IPB jika sebagian tumbuhan purwaceng dapat digunakan sebagai obat herbal dan yang paling baik adalah pada akarnya, jadi jika anda datang ke Wonosobo jangan heran jika terdapat purwaceng disana. Kaos Khas Dieng Sumber: Foto shop.triptrus.com Selain makanan di atas, kaos juga bisa menjadi alternatif oleh-oleh yang menarik untuk sanak keluarga. Kawasan Wisata Dieng Plateau dikenal oleh para penganut agama Hindu sebagai rumah para Dewa karena letaknya yang berada di ketinggian 2100 meter di atas permukaan laut. Kawasan Candi Arjuna di Dieng dipercaya sebagai salah satu pusat pendidikan bagi para pendeta Hindu pada zaman kerajaan Majapahit. Candi-candi yang berada di Kompleks Candi Arjuna diperkirakan dibangun pada pertengahan abad ketujuh hingga akhir abad kedelapan. Sumber: Artikel oafindo.com Foto tempo.com
...more

7 Makam Ereveld di Indonesia

TripTrus.Com - Makam adalah tempat peristirahatan terakhir bagi manusia yang telah mengakhiri pengabdiannya di dunia ini. Semua orang pasti akan dimakamkan diakhir hayatnya. Di Indonesia, banyak makam yang diperuntukan untuk mengenang jasa para pahlawan. Tapi tahukah kamu jika di Indonesia terdapat makam Belanda? Ereveld. Makam ini dibuat pada tahun 1946. Walaupun makam ini merupakan makam yang dibuat oleh bangsa Belanda, namun jenazah yang dikuburkan di makam ini merupakan korban perang saat zaman Perang Dunia II, baik warga sipil, tentara Belanda, maupun para pejuang Indonesia yang dimana 70 persennya adalah warga sipil. "Selain untuk menghormati para korban perang. Makam ini diciptakan untuk memberitahukan generasi muda bahwa perang hanya akan menyebabkan banyak korban. Inilah dampak dari perang, maka dari itu hindari perang dengan cara yang diplomatis." Di Indonesia, terdapat 7 makam belanda. Berikut 7 Makam Ereveld di Indonesia. 1. Ereveld Kembang Kuning, Surabaya   Ratusan perempuan dan anak-anak dengan hati was - was, tergesa meninggalkan ruang - ruang penahanan, naik ke atas truk yang menjemput mereka di pelataran Kamp Darmo, Surabaya. Truk - truk yang mereka tumpangi berkonvoi dikawal pasukan Inggris yang empat hari sebelumnya mendarat di Surabaya. Hari itu, 29 Oktober 1945, saat matahari baru merangkak dari peraduan, Surabaya memanas. Konvoi truk yang membawa perempuan dan anak - anak terjebak di tengah daerah pertempuran. Mereka, tak luput menjadi sasaran amuk Laskar Rakyat. Lega sesaat yang baru saja dinikmati, diganti lega menuju keabadian. Patok - patok putih ini, membuat mata memanas dan basah pada satu siang di pertengahan Juli 2015 lalu. Mereka, 8 (delapan) bersaudara, 4 di antaranya kembar, anak - anak dari satu keluarga Belanda yang menjadi korban pada pertempuran Surabaya 27 - 29 Oktober 1945 lalu. #jejaksunyi #TukangKuburan #tooyoungtodie #gonetoosoon #worldwar2 #ww2 #pertempuransurabaya #thebattleofsurabaya #history #story #travelgram #silent #photogram #kembangkuning #ereveldkembangkuning #graveyard #surabaya #1945 A post shared by Olive Bendon (@olive_ssb) onOct 28, 2016 at 10:50am PDT Pemakaman ini berada di sekitar kawasan Makam Kembang Kuning. Kompleks pemakaman ini telah ada sejak zaman kolonial Belanda tahun 1917. Kompleks makam ini sebelumnya hanya diperuntukkan untuk warga negara Belanda , termasuk Eropa. Keberadaannya masih difungsikan sampai saat ini dan kemudian berkembang menjadi makam bagi pemeluk agama Kristen, Katolik, dan Tionghoa dengan pagar sebagai pembatasnya. Tidak semua orang dapat memasuki kawasan ini tanpa izin dari konsulat Belanda. Hanya pada hari dan kegiatan tertentu saja makam ini dibuka untuk umum. 2. Ereveld Leuwigajah, Cimahi   Cimahi, Mei 2016 Ereveld Leuwigajah Cimahi. Orang-orang yg dimakamkan di sini tidak hanya yg beragama Kristen Protestan & Katholik saja, ada juga beberapa makam orang yg beragama Islam di taman pemakaman kehormatan ini (perhatikan bentuk nisannya!). Mereka yg dimakamkan di sini adalah mantan serdadu KNIL, serdadu KL (AD Kerajaan Belanda), pegawai Pemerintah Hindia-Belanda atau orang sipil yg punya jasa kepada Pemerintah Hindia-Belanda. . . . #dutchgraveyard #ereveldleuwigajah #indonesianhistory #repost A post shared by Herdis Kusmawardhana Saiman (@herdis_k_saiman) onApr 12, 2017 at 5:48pm PDT Ereveld Leuwigajah merupakan salah satu taman pemakaman Belanda yang berada di daerah Cimahi. Menurut beberapa sumber menyatakan bahwa di tempat wisata Leuwigajah ini setidaknya ada 5.200 jasad yang dimakamkan di tempat ini, dan masih ada sekitar 25.000 jasad yang dimakamkan di Ereveld lainnya. Memang jumlah yang cukup fantastis dan tentu anda dapat membayangkan luas tanah untuk taman pemakaman ini. Ketika anda masuk ke taman ini, anda dapat melihat sebuah monumen serta prasasti yang bertuliskan “ter eerbiedige nagedachtenis aan de vele ongenoemoen die hun leven offerden en niet rusten op deerevelden” di mana tulisan ini memiliki makna tersendiri. Jika diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, arti dari tulisan tersebut adalah“untuk mengenang dengan hormat mereka yang tak disebut tetapi telah mengorbankan dirinya dan tidak bisa beristirahat di taman-taman kehormatan”. Melihat arti dari tulisan ini tersirat bahwa Ereveld yang dibangun tersebut menjadi tempat yang layak bagi para pahlawan yang mungkin tidak mendapat tempat di tempat pemakaman pahlawan. 3. Ereveld Kalibanteng, Semarang   Hier zagen we je zitten. Op een bankje, in de schaduw van een boom, een sigaret in je ene en een kopje koffie in je andere hand. Vandaag ben je voor altijd hier, in jouw geliefde Semarang. Lieve papa, je bent eindelijk weer thuis. #semarang #ereveldkalibanteng #java A post shared by Angélique Heijligers (@angelique_heijligers) onApr 28, 2017 at 1:28am PDT Ereveld Kalibanteng berdiri pada April 1949 sebagai Pemakaman Perang Belanda, Ereveld ini memiliki desain berbentuk segitiga dengan dipagari pepohonan dan kanal kecil. Komplek ereveld yang dalam bahasa Indonesia berarti Taman Kehormatan, sengaja dibangun Yayasan Oorlogsgravenstichting atau yayasan kuburan perang agar warga sipil Belanda maupun pasukan negara kincir angin yang berada di Indonesia pada saat perang dulu supaya mereka dapat beristirahat dengan kehormatan.Karena keindahan yang dimiliki oleh ereveld kalibanteng ini, kompleks pemakaman yang biasanya terkesan angker dapat hilang, bahkan kesan indah dan sebaliknya kendati berupa komplek pemakaman, Ereveld Kalibanteng sangat enak dipandang dan sangat menyejukkan 4. Ereveld Candi, Semarang   Ereveld atau Makam Kehormatan Belanda adalah pemakaman para korban perang di Hidia Belanda. Di Indonesia khususnya di pulau Jawa ada 7 Ereveld yaitu Ereveld Menteng Pulo, Ancol(keduanya ada di Jakarta),Ereveld Pandu (Bandung), Ereveld Leuwigajah (Cimahi), Ereveld Kembang Kuning (Surabaya), Ereveld Kalibanteng & Candi (Semarang). Dari ketujuhnya terbaring lebih dari 25.000 korban dari kalangan militer maupun sipil tapi khusus Ereveld Candi yang sempat saya kunjungi ini mereka yang dimakamkam adalah yang berasal dari kalangan militer. Tidak hanya yang beragama Kristen tapi disini juga dimakamkan mereka yang beragama Islam, Budha dan Yahudi bedanya adalah dari bentuk nisannya yang tidak berbentuk salib. Yang terlihat paling atas adalah monumen pusat yang berbentuk salib putih. . . . #ereveldcandi #semarang #jawatengah #makamkehormatan A post shared by Eufrasia Efita DN (@efitadyn) onApr 15, 2017 at 8:15pm PDT Taman Makam Kehormatan Belanda atau Ereveld yang terletak di kawasan Candi. Pada bulan Maret 1947, pemakaman Ereveld Candi ini diberi nama Ereveld Tillman.Pemerintah Indonesia merubah nama tersebut menjadi Ereveld Tjandi pada tahun 1967. Diberi nama Tjandi karena letak pemakaman ini ada di daerah Candi-Semarang, di Jalan Taman Jenderal Soedirman. Ereveld Candi merupakan salah satu dari dua Ereveld yang berada di Semarang, yaitu Ereveld Kalibanteng.Di Ereveld ini, tentara-tentara KNIL (Koninklijk Nederlandsche Indische Leger) dimakamkan karena gugur pada pertempuran Perang Dunia II di Jawa. Mereka yang meninggal di Luar Jawa, seperti Palembang dimakamkan kembali di Ereveld Candi pada tahun 1967.Sedangkan tahun 1968, dilaksanakam Pemakaman kembali tentara KNIL yang sudah dimakamkan di Makassar. Kurang lebih ada 1.100 jenazah yang dimakamkan di Ereveld Candi. 5. Ereveld Pandu, Bandung    Visiting the grave of our Great Grandfather, F.J. Wijshijer A post shared by EstherWO2R (@ewstarva) onJul 1, 2015 at 1:52pm PDT Ereveld di Pandu merupakan satu dari dua kompleks sejenis di Bandung (satu lagi di Cimahi) atau dari tujuh yang ada di Indonesia (antara lain di Semarang dan Surabaya). Tadinya makam-makam di dalam kompleks ini tersebar di banyak tempat namun kemudian dikumpulkan di tempat-tempat tertentu agar pengaturannya mudah. Terdapat 4.000 makam di Ereveld ini. Sebagian besar adalah tokoh militer dan korban perang yang meninggal di kamp konsentrasi Jepang hingga saat kejatuhan Jepang pada tahun 1945. Di titik tertinggi pada Ereveld ini berkibar bendera dan di bagian bawah bendera tersebut tertera nama-nama orang yang telah terbunuh. Di sini berdiri 2 monumen, satu untuk penduduk sipil yang dimakamkan tanpa ketahuan namanya, dan satu lagi untuk prajurit yang dimakamkan tanpa ketahuan namanya.Wolff Schoemaker, arsitek Belanda yang merancang desain sejumlah bangunan terkenal di Kota Bandung, dimakamkan di Ereveld Pandu. 6. Ereveld Menteng Pulo, Jakarta   Ini bukan di Eropa. Tapi di Jakarta. Ereveld Menteng pulo merupakan pemakaman yang dikhususkan untuk perwira militer Belanda selama perang kemerdekaan Indonesia. Terdapat 4.300 makam warga negara Belanda didalam komplek ereveld ini. Didalam komplek pemakaman, terdapat sebuah gereja yang bernama gereja Simultan (Simultaankerk) yang unik secara arsitektur. Bangunannya memiliki ciri gereja dan mesjid dengan lonceng, kubah dan minaret. Ada pula simbol 4 agama, yaitu bulan bintang-Islam, Salib-kristen, Yin yan Tao dan bintang Daud untuk Yahudi sebagai lambang-lambang agama besar yang dianut oleh mereka yang dikubur didalam kompleks. Taken by: @yusufahmadmaulana #ereveldmentengpulo #wisatasejarah #jakarta #mentengpulocemetry #simultaankerk #indohistoria #heritagebuilding #myheritagetrip A post shared by Erna Sunariyah (@ernasunariyah) onMay 1, 2017 at 8:46am PDT Kompleks ini mulai dibangun tahun 1947 hingga 1949. Pemerintah Indonesia menghibahkan lokasi ini kepada Pemerintah Belanda untuk menampung jasad korban perang dari masa pendudukan Jepang hingga tahun 1949. Di bulan Desember 1949, Belanda akhirnya mengakui kemerdekaan Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar. Mereka yang dikuburkan di sini adalah pria, wanita dan anak-anak dari kalangan sipil maupun militer.Kompleks pemakaman ini berada di bawah naungan Kedutaan Besar Belanda. Ada beberapa peraturan yang melingkupi tempat ini. OGS atau Oorloch Gravenstichting (Yayasan Makam Kehormatan Belanda) menjaga tempat ini sesuai fungsinya dan menolak penggunaan makam untuk alasan yang menurut mereka kurang penting, misalnya sebagai lokasi pemotretan komersial. Namun mereka membuka pintu sebesar-besarnya bagi pengunjung yang punya minat terhadap sejarah dan arsitektur. 7. Ereveld Ancol, Jakarta   #latepost✌ #ereveld #ereveldancol #tripmuseum #klubsejarahdanmuseum #SEMU #backpackerjakarta #bpj A post shared by Ammy_14 (@shukushy) onSep 30, 2016 at 1:51am PDT Di Ereveld Ancol ini bukan hanya pejuang-pejuang Belanda yang dimakamkan tapi pejuang-pejuang Indonesia yang pada waktu itu berjuang turut juga dimakamkan disini, satu lagi, bukan yang beragama Kristiten saja tapi yang beragama Muslim juga ada disini. Ini terlihat dari bentuk nisan-nisan mereka. Untuk yang beragama Christian berbentuk Salib dan untuk yang beragama Muslim berbentuk Kubah (layaknya Kubah Mesjid). Wilayah dan tempat perjuangan mereka sampai wafat juga tertulis di nisan-nisan, seperti pejuang-pejuang yang wafat di Berastagi-Medan, Banjarmasin, Lembang, Sanggau Ledo, Brojonegoro, Ancol, Pontianak dan masih banyak lagi. Itulah 7 Makam Ereveld di Indonesia! Semoga dengan adanya makam-makam tersebut dapat membuat orang mengerti tentang kejamnya  perang dan menghidari perang dengan cara diplomatis. (Sumber: Artikel serupedia.com, Foto Amieykha)
...more

Pensiun Rasa Liburan? Nih 7 Kota Healing Buat Lo yang Mau Slow Living Tapi Tetep Gaul!

TripTrus.Com - Bro-sis traveler, lo pernah mikir gak sih... Pensiun tuh harusnya bukan akhir, tapi justru momen buat hidup makin santuy dan nikmatin hidup kayak staycation tiap hari. Gak perlu ribet, gak harus mewah, yang penting: tenang, adem, dan bikin lo bahagia. Nah, daripada lo cuma rebahan sambil nonton drakor doang, mending lo cek deh 10 kota yang udah gue kurasi. Semuanya cocok banget buat lo yang pengen pensiun tapi vibes-nya tetep anak nongkrong Gen Z dan milenial banget. Siap? Langsung gas ke daftar kece ini! 1. Kota Sejuk yang Bikin Mager Produktif: Salatiga Gue kasih tau ya bro-sis, Salatiga tuh hidden paradise buat lo yang suka suasana chill-chill gimana gitu. Dikelilingin sama gunung Merbabu & Telomoyo, udara di sini tuh sejuknya gak ngotak! Lo bisa ngopi di café-café lokal sambil nulis jurnal atau baca buku, terus sorenya jogging santai. Kalo kangen city life, Semarang tinggal ngacir sebentar. Cocok buat lo yang pensiun tapi gak pengen jauh dari akses kota dan tetep pengen gaya hidup asik. 2. Slow Life Syahdu Ala Kedu Raya (Temanggung, Wonosobo, Purworejo)       View this post on Instagram A post shared by adjoem_jepret (@adjie_farizky) Sis, lo bakal jatuh cinta sih sama area yang satu ini. Gimana enggak? Lo dapet view sawah, vibe desa yang kental, tapi fasilitas lumayan lengkap. Tradisinya masih dijaga, warga lokal super ramah, dan yang paling penting: murah banget buat hidup harian. Apalagi Temanggung, tingkat kriminalitasnya low banget. Lo bisa pensiun damai sambil ngonten tentang budaya lokal, atau ngadain retreat bareng geng pensiun lo. 3. Solo: Kota yang Bikin Lo Nggak Move On Lo suka nostalgia dan kulineran? Solo jawabannya, bro! Kota ini punya kombinasi sempurna antara seni, makanan, dan suasana kalem tapi tetep rame. Di sini lo bisa nikmatin pensiun sambil keliling museum, nongkrong di warung-legendaris, sampe ikut komunitas seni. Rumah sakit dan tempat belanjanya juga lengkap, jadi lo gak akan ngerasa 'kudet' walau udah gak ngantor lagi. 4. Magelang: Candi, Sawah, dan Kehidupan Damai Bro-sis, Magelang tuh underrated abis sih! Orang cuma tau Borobudur, padahal kota ini punya suasana tinggal yang tenang dan penuh inspirasi. Lo bisa bangun pagi liat sawah, ngopi, dan sore jalan kaki ke spot-spot hidden gem. Fasilitas kesehatan aman, tempat wisata banyak, jadi pas lo pensiun pun tetap bisa healing on the go. Gak perlu nunggu weekend buat liburan, tiap hari pun bisa jalan-jalan! [Baca juga : "5 Festival Kece 2025 Yang Bikin Liburan Lo Nggak Cuma Healing Tapi Juga Berfaedah!"] 5. Malang Raya: Pensiun tapi Tetep Aesthetic Lo tipe yang suka udara dingin, cafe lucu, dan spot alam yang kece? Malang, Batu, dan Lumajang wajib masuk wishlist lo! Pensiun di sini tuh kayak hidup di dunia paralel: lo bangun tidur langsung liat gunung, brunch di cafe estetik, terus siangnya ke pantai. Mau akses ke kota juga gampang. Malang tuh kota yang pas buat lo yang pengen pensiun tapi tetep rasa anak tongkrongan banget. 6. Banyumas Raya: Suasana Desa Rasa Upgrade Lo kangen suasana kampung halaman tapi tetep pengen ada fasilitas modern? Banyumas jawabannya, bro! Di sini lo bisa healing sambil nostalgia, nongkrong sore di alun-alun, jajan mendoan legendaris, sampe main ke Baturraden yang adem banget. Plus, sinyal aman, layanan medis oke, dan masyarakatnya tuh friendly abis. Lo bakal ngerasa kayak pulang kampung tapi versi glow up! 7. Banyuwangi: Tropis, Tenang, dan Penuh Petualangan Ini dia, penutup epic buat daftar lo! Banyuwangi tuh kombinasi sempurna buat lo yang suka alam, tapi tetep pengen hidup tenang. Lo bisa tinggal deket pantai, ke gunung, dan punya akses bandara sendiri. Sunrise? Tinggal jalan kaki ke Pantai Boom. Sore ke Ijen, malem ngopi di kafe pinggir sawah. Ini bukan pensiun biasa, ini healing life edition yang bakal bikin lo susah move on. Udah deh, pensiun gak perlu lo bayangin harus diem di rumah dan nonton sinetron terus. Hidup gak berhenti pas pensiun, malah bisa makin hidup! Dari Salatiga yang sejuk sampe Banyuwangi yang tropis, semua kota ini siap nemenin lo buat mulai hidup versi slow, damai, tapi tetap aktif dan happy. So, lo lebih suka hidup adem di pegunungan atau chill di pinggir pantai? Yuk, mulai rencanain dari sekarang! Karena masa tua lo itu bukan akhir, tapi bab seru berikutnya dari hidup lo. (Sumber Foto @wowbanyuwangi)
...more

Ada Sederet Potensi Wisata di Seberang Waduk Jatiluhur

Wilayah Kecamatan Sukasari yang berada di seberang Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, selama 50 tahun lalu nyaris tak pernah dilirik investor untuk menanamkan modal di bidang apa pun.Sebab, lokasinya tak bisa dijangkau kendaraan roda empat akibat tak tersedianya jaringan jalan yang memadai. Salah satu moda transportasi yang ada hanya lewat jalur Waduk Jatiluhur dengan ojek perahu. Itu pun ongkosnya sangat mahal.Tapi, sejak 2015, ketika Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi membuka jalan kabupaten dengan betonisasi, Sukasari ternyata menyimpan potensi pariwisata yang memukau. Dan investor pun satu per satu mulai berdatangan dan menyatakan siap menanamkan modalnya, terutama di bidang pariwisata.Pemantauan Tempo, Jumat, 2 September 2016, menunjukkan sejumlah potensi wisata yang bisa dijadikan destinasi wisata oleh para investor dan Pemerintah Kabupaten Purwakarta, yakni Tanggul Kutamanah, tebing Gunung Buleud, Gunung Manik, Pantai Paranggombong, serta panorama eksotik kawasan Gunung Pasirmuncang.Tanggul Kutamanah, yang berfungsi membendung bagian barat daya Waduk Jatiluhur, memiliki ciri khas panorama indah yang menjorok ke perairan lepas waduk, sangat pas jika dijadikan obyek wisata rumah peristirahatan terapung lengkap dengan kuliner cobek ikan betutu, ikat khas waduk Jatiluhur yang konon punya daya tahan seksual.Lalu tebing Gunung Buleud serta Manik yang menjulang ke langit dan masih perawan bisa dieksplorasi buat destinasi petualangan panjat tebing serta pendakian. Pantai Paranggombong cocok buat wisata pantai dengan ojek perahu menuju perairan lepas waduk dan kuliner seafood. Adapun kawasan gunung Pasirmuncang bisa disulap menjadi kawasan wisata alam dan petualangan.Menurut Bupati Dedi, saat ini sudah ada satu investor yang siap membangun kawasan wisata rumah terapung dengan mengadaptasi destinasi wisata Sampireun di Garut. "Izinnya sudah saya teken dan akan mulai melakukan pekerjaan medio awal 2017," katanya.Dedi berujar, Kecamatan Sukasari, yang terdiri atas Desa Kutamanah, Kertamanah, Sukasari, Tajur Sidang, Parung Banteng, dan Ciririp, memang disiapkan untuk pengembangan pariwisata, perikanan, dan peternakan. "Tapi semuanya harus berkonsepkan alam dan budaya lokal," ucapnya.Bupati yang konsen terhadap persoalan budaya, terutama budaya Sunda, itu menuturkan, dua tiga tahun mendatang, daerah sendang Waduk Jatiluhur yang sebelumnya terisolasi selama 50 tahunan pasca-pembangunan Waduk Djuanda itu akan menjelma menjadi sebuah kawasan pariwisata yang menggiurkan dan menjanjikan serta dipastikan bisa mengalahkan kawasan wisata seperti Pasawahan-Wanayasa-Bojong.Sebab, setelah dibangunnya jalan lingkar barat sejauh 63 kilometer dengan lebar 8 meter, lokasinya akan menjadi sangat strategis. Sebab, jalur jalannya akan terkoneksi dengan jalur Karawang, Jonggol, dan Cianjur. Jadi para pelancong yang datang dari Jabodetabek, Cianjur, dan Bandung akan dengan mudah menjangkaunya.Camat Sukasari Fauzi mengatakan, sejak ada jalan lingkar barat, di sejumlah titik lokasi sudah bermunculan vila, tempat wisata kuliner, dan pemancingan. "Berderet, mulai Desa Kutamanah hingga Ciririp. "Kami bersyukur, selain menghidupkan denyut pergaulan sosial, hal itu mulai mendongkrak perekonomian warga," ujarnya. (Sumber: Artikel traveli.tempo.co Foto piknikasik.com)
...more

Liburan Akhir Pekan di Pulau Sangiang yang Eksotis!

TripTrus.Com - Banten punya segudang destinasi wisata alam yang pas buat libur weekend ini. Pergilah ke Pulau Sangiang yang ramah nan eksotis. Dimulai dari Ujung Kulon di selatan Banten, menyeberanglah dari Pelabuhan Paku Anyer, Kabupaten Serang. Memakan waktu sekitar 1 jam perjalanan menggunakan perahu kecil. Merasakan ombak Selat Sunda menjadi tantangan tersendiri, apalagi dengan cuaca musim penghujan sekarang ini. Tapi tak usah khawatir, kapten kapal sudah biasa bolak-balik Anyer-Pulau Sangiang dan menjadi makanannya sehari-hari. Pulau Sangiang memang belum menjadi tujuan utama wisata di Banten. Masyarakat baik dari dan luar Banten biasanya memilih Anyer sebagai lokasi wisata untuk melepas penat setelah serius bekerja. Namun, tak ada salahnya jika berkunjung ke Pulau Sangiang untuk merasakan sensasi baru dalam berwisata. Sesampainya di dermaga kecil, keramahan warga Pulau Sangiang akan menyambut para wisatawan. Tak ada penginapan di sana, yang ada hanya rumah-rumah penduduk yang suatu saat bisa disinggahi untuk bermalam. Tak ada tiket masuk di sana, hanya saja, wisatawan dapat memberikan uang alakadarnya yang oleh warga disebut iuran swadaya.Jika sudah siap bertualang, traveler boleh meminta warga setempat untuk menjadi guide mengelilingi Pulau Sangiang. Sedikitnya ada 4 destinasi yang wajib dikunjungi seperti Puncak Harapan, Puncak Begal, dan Bukit Arjuna, tak ketinggalan Goa Kelelawar. Di Bukit Harapan, traveler bisa melihat betapa indahnya lautan Selat Sunda dilengkapi dengan bukit-bukit nan menawan. Jalanan naik-turun membuat wisatawan cukup berkeringat. Namun, keringat itu akan terbayar oleh pemandangan yang menakjubkan.Semilir angin saat tiba di Puncak Harapan dapat menghilangkan lelah setelah trekking sekitar 1 jam perjalanan. "Kalau di Goa Kelelawar ikan hiu itu kelihatan, kan di bawahnya itu ada air, jadi kelihatan tuh hiunya," kata salah seorang warga Pulau Sangiang, Lukman.Jika sudah puas menikmati keindahan dari bukit-bukit tersebut, kembalilah ke jalan awal mulai trekking. Mintalah guide untuk mengantarkan traveler ke pantai yang biasa dipakai untuk berkemah. Di sana Anda bisa menikmati sunset sambil bermain-main dengan ombak Selat Sunda. (Sumber: Artikel travel.detik.com Foto @jktjalanjalan)
...more

Museum Multatuli Rangkasbitung, Destinasi Wisata Sejarah yang Keren Abis!

TripTrus.Com - Museum Multatuli Rangkasbitung di Rangkasbitung, Lebak, Banten tuh museum keren banget buat belajar sejarah, juga tempat wisata sejarah yang gampang dijangkau, deket banget dari ibu kota, dan gratis tiket masuknya. Di museum ini ada 34 artefak asli atau replika yang bisa bikin kita kenal sama sejarah. Buat para wisatawan yang naik Kereta Api atau Commuterline, aksesnya gampang banget, lokasinya deket Stasiun Kereta Api Rangkasbitung, di Jalan RM. Nata Atmaja, Rangkasbitung, Lebak, Banten. Museum Multatuli itu tempat wisata yang keren banget buat sejarah. Ada beberapa hal menarik di bawah ini! Akses masuknya yang Instagramable, pas mau masuk Museum Multatuli, kita bisa foto-foto dengan pintu masuknya yang bisa diunggah di Instagram buat para wisatawan. Patung tokoh-tokoh roman Max Havelaar Multatuli, Saijah, dan Adinda, pas masuk kawasan museum, kita disambut sama patung Multatuli yang lagi baca buku. Di sampingnya ada rak buku juga. [Baca juga : "Cerita Awal Mula Pulau Pahawang, Dari Nokoda Sampai Jadi Desa Wisata Seru!"] Sementara itu, patung Saijah lagi berdiri tegak. Nah, Adinda lagi duduk di kursi panjang sambil lihat-lihat rak buku. Saijah dan Adinda itu dua tokoh yang ada di bab buku Max Havelaar. Patung-patung karya Dolorosa Sinaga itu dari tembaga. Pesan pendek dari Multatuli, pas masuk ruang museum, ada wajah Multatuli dari kaca sama kalimat "Tugas Manusia Adalah Menjadi Manusia" yang bakal menyambut kita. Sebelum masuk lebih jauh, Sejarah awal Belanda datang ke Indonesia, pas masuk ruang teater, kita bisa nonton video dan diorama kapal layar Eropa yang ceritain gimana Belanda kolonial datang ke Indonesia. Mereka datang lewat perdagangan rempah-rempah kayak cengkeh, pala, kopi, lada, dan kayu manis. Dari ruangan ini, kita bisa tau juga tentang tanam paksa di selatan Banten atau Cultuurstelsel yang lahir dari situ. (Sumber Foto @inderaisme91) 
...more

5 Fakta Unik Jakarta Yang Mungkin Tidak Banyak Diketahui

TripTrus.Com - Yang tinggal di Jakarta tentunya dapat mengingat arah dan nama jalan-jalan besar. Namun, dapat mengingat nama jalan bukan berarti mengenal kota Jakarta dengan baik. Berikut 5 fakta tentang Jakarta yang mungkin tidak kamu ketahui. Pernahkah kamu mendengar tentang lidah api Monas? Atau fakta tentang mall di Jakarta? Nah, untuk sedikit membuka mata, simak fakta-fakta di bawah ini. 1. 13 Kali Ganti Nama Jika kamu pikir Jakarta hanya pernah berganti nama sebanyak dua kali? Maka kamu salah besar. Dahulu, Jakarta hanya berupa sebuah pelabuhan kecil yang bernama Sunda Kelapa, kemudian berubah menjadi Jayakarta. Lalu, pemerintahan Belanda menduduki Jayakarta dan berganti nama menjadi Sta Batavia, yang kemudian berubah lagi menjadi Gemeente Batavia pada 1905. Pada tahun 1942, pendudukan Jepang membuat nama Batavia dubah menjadi Jakarta Toko Betsu Shi. Lalu setelah Jepang menyerah kepada sekutu, namanya menjadi Pemerintah Nasional Kota Jakarta. Selang beberapa lama, Jakarta diduduki oleh pemerintahan NICA, namanya pun kembali seperti dulu, Stad Gemeente Batavia. Dan, pada 24 Maret 1950 diubah kembali menjadi Kota Praja Jakarta. Pada 18 Januari 1985 bernama Kota Praja Djakarta Raya. Kemudian pada 1961 terbentuklah Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya. 2. Maskot Jakarta Masih banyak orang yang mengira bahwa maskot Jakarta adalah Monas. Yang sebetulnya adalah Elang Bondol dan Salak Condet. Maskot ini diresmikan pada tahun 1989. Mengapa elang bondol dan salak condet? Dahulu, Jakarta masih memiliki pepohonan yang rimbun dan hamparan tanah lapang. Karena kesejukannya, elang bondol kerap terlihat di langit Kota Jakarta. Sedangkan salak condet merupakan buah asli dari Jakarta yang tumbuh di kawasan Condet. Jika kamu ingin melihat patung maskot DKI Jakarta, datanglah ke kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. 3. Mitos Patung-Patung Di Jakarta Jangan salah sangka, saya tak akan membicarakan tentang hal gaib ataupun mistis. Namun, ini cukup unik . Lihatlah Monas. Apa kamu pernah menyadari kalau bentuk lidah api Monas menyerupai sosok perempuan yang sedang bersimpuh menghadap Istana Negara? Ya, hal tersebut benar adanya. Tapi tak ada jawaban pasti tentang siapa sosok perempuan ini. Satu hal lagi yang harus kamu ketahui, bahwa patung yang berada di wilayah Pancoran, Jakarta Selatan, bukanlah bernama Patung Pancoran, melainkan Patung Dirgantara. 4. Mall Berjaya Entah ini hal yang baik atau buruk. Namun, tahukah kamu bahwa Jakarta merupakan kota dengan mall terbanyak di dunia. Ditekankan, DI DUNIA! 5. Banyaknya Museum Mengingat fakta di atas, jika kamu warga Jakarta yang tauladan, maka jangan hanya pergi ke mall saja dan kunjungi museum-museum yang ada di Jakarta. Museum apa saja yang ada di Jakarta? Oh, banyak sekali! Terhitung ada 47 museum tersebar di ibukota Jakarta. (Sumber: Artikel jakartapunyacerita.com Foto jkt.life)
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography

Upcoming Trips

Open Trip Dieng Plateau
17 - 19 Apr 2026
Open Trip Sebesi Krakatau
17 - 19 Apr 2026
Open Trip Dieng Plateau
24 - 26 Apr 2026
Open Trip Sebesi Krakatau
24 - 26 Apr 2026
×

...