TripTrus.Com - Baduy menjadi salah satu destinasi wisata yang kini banyak dikunjungi wisatawan. Hal ini karena Baduy sendiri masih memiliki keasrian alam dan kearifan lokal yang cukup kental.
Tren dunia pariwisata Indonesia menunjukkan, banyak wisatawan yang memilih tempat dengan keaslian alam yang masih terjaga. Dengan tujuan mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang berharga melalui tradisi, kuliner, dan interaksi sosial dengan masyarakat Baduy.
Jaraknya yang tidak terlalu jauh dari ibu kota menjadi daya tarik bagi para wisatawan lokal atau mancanegara untuk mampir ke Baduy. Seiring dengan berkembangnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Baduy, membuat kualitas lingkungan hidup di Baduy menjadi terancam.
Sepanjang jalan dari dan menuju ke Baduy, dapat dengan mudah ditemukan sampah. Hal itu disebabkan kurangnya kesadaran wisatawan untuk membuang sampah pada tempatnya.
Ini menjadi sebuah keprihatinan di mana sampah ini tidak hanya akan memberikan pemandangan yang tidak sedap, tetapi juga mengancam kualitas air di Baduy. Padahal masyarakat Baduy sendiri kebanyakan masih menggantungkan hidupnya kepada alam.
Aturan baru di Baduy soal sampah
Untuk menanggulangi masalah tersebut, L Amri yang merupakan penggiat ecotourism Indonesia melakukan diskusi dengan kepala suku yang ada di Baduy, di mana akan memberlakukan aturan baru bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Baduy.
"Setiap wisatawan yang masuk ke Baduy akan diperiksa berapa banyak dia membawa barang yang berpotensi menjadi sampah. Entah itu plastik maupun kertas. Kemudian mereka mengisi formulir yang isinya berapa botol yang dibawa, tissue yang dibawa, dan mie instan yang dibawa. Ketika selesai berwisata dan kembali ke pos pendaftaran akan dicek ulang. Jumlah sampah yang dibawa turun harus sama dengan yang dibawa naik," ujar Amri dalam press conference NES 3 Tahun Berkarya di Mitra Hadiprana, Jakarta.
Perjalanan dari pintu masuk Baduy ke permukiman sendiri memakan waktu sekitar 6 jam. Jika Anda tidak membawa sampah sesuai yang Anda bawa sebelumnya, Anda akan diminta kembali naik ke atas dan mengambil sampah yang Anda tinggalkan di sana.
Membenahi perilaku menyampah wisatawan
Amri menambahkan, peningkatan wisatawan dari tahun ke tahun membuat isu sampah menjadi perhatian khusus. Tak hanya sekadar pengolahan yang menjadi fokus utama, melainkan juga perilaku menyampah itu sendiri.
Amri merasa percuma jika sistem pengolahan sampahnya sudah baik, tetapi perilaku menyampahnya tidak dibenahi. Dengan diberlakukannya aturan ini, diharapkan mampu membenahi perilaku masyarakat khususnya wisatawan yang berkunjung ke Baduy tentang budaya menyampah. (Sumber: Artikel liputan6.com, Foto vakansinesia.com)
...moreSelain dikenal sebagai kota ukiran, Jepara juga dikenal dengan wisata pantainya. Ada beberapa pantai indah nan eksotis di kota kelahiran R.A. Kartini ini. Salah satunya adalah Pantai Bandengan yang memiliki pesona pasir putih yang lembut. Pantai Bandengan berada dekat dengan pusat Kota Jepara. Diperlukan sekitar 30 menit dari pusat kota untuk bisa merasakan nikmatnya suasana Pantai Bandengan. Hembusan angin pantai yang sejuk, mendengar suara deburan ombak, dan memandang laut lepas yang indah merupakan pesona yang bisa Anda dapatkan di sini. Putihnya pasir dengan teksturnya yang lembut membuat Anda betah berlama-lama bermain dengan hamparan pasir di pantai yang terletak di Desa Bandengan, Kecamatan Jepara.Selain menikmati pemandangan pantai, Anda dapat pula mencoba olahraga air seperti jetski. Kapal karet yang biasa digunakan untuk berarum jeram di sungai juga dapat Anda coba untuk bersenang-senang menikmati arus ombak di pantai ini. Keasyikan bermain perahu karet di laut lepas dengan deburan ombak yang menghantam perahu akan memberikan kesenangan yang berbeda ketika Anda menghabiskan waktu di Pantai Bandengan.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTripTrus.Com - Banyak orang mengenal nama Gombong, bahkan namanya bergema hingga ke ibukota. Tetapi dalam peta wisata nasional, nama Gombong tak terlalu bergema. Para pelancong pun tak tertarik singgah, kecuali hanya numpang makan atau membeli bahan bakar.
Namun tahukah Anda, bahwa Gombong ternyata menyimpan pesona wisata yang memukau? Ia laksana lorong waktu, dimana kita dapat kembali ke masa lampau sekaligus menyaksikan bagaimana beragam bentuk budaya dan kelompok masyarakat berinteraksi membentuk sebuah kota unik bernama Gombong. Mari bersiap. Saya akan mengajak Anda mengintip masa lalu lewat celah lorong waktu di antara himpitan zaman khas kaum urban.
Sebelumnya izinkan saya memberi saran. Jangan berkeliling menggunakan mobil atau kendaraan bermotor! Pakailah sepeda atau jika mungkin berjalan kaki sehingga akan banyak titik unik yang dijumpai. Mengintip masa lalu tak perlu buru-buru. Menyusur sudut Gombong akan melempar kita ke masa seabad yang lalu, ketika kota kecil ini mulai terbentuk.
Perjalanan dapat kita mulai dari bangunan kuno nan megah di utara kota yang bernama Benteng van der Wijck. Sekalipun saat ini dikelola dalam konsep taman bermain dan hotel, benteng segi delapan (octagonal) ini tetaplah monumen sejarah terpenting di Gombong. Benteng ini dibangun sekitar tahun 1830-1835 oleh Jenderal Frans David Cochius. Banyak kisah terjadi di benteng ini, mulai dari sebuah sekolah bagi anak-anak ‘haram’, hingga Presiden Indonesia kedua yang pernah mengenyam pendidikan militer di sini. Ingat, jangan buru-buru…! Mari kita nikmati detil-detil arsitektur benteng sambil melayangkan imajinasi tentang sinyo-sinyo anak serdadu Belanda yang berlarian, tentang para pemuda pribumi yang berbaris dengan seragam heiho (tentara/barisan pemuda) Jepang.
Sumber: backpackology.me
Dari Benteng van der Wijck, kita lanjut menyusur Jalan Gereja ke selatan. Kita akan menjumpai rumah sakit tentara yang didirikan di awal tahun 1900an. Di sekitarnya banyak rumah-rumah militer yang berderet dan sayang tak begitu terawat, namun justru semakin menunjukkan kesan kunonya. Nikmati juga sisa rumah-rumah ambtenaar (pegawai negeri zaman Belanda) di Jalan Kartini, hingga berujung di pertigaan SGB di jalan utama. Nama SGB merujuk pada Sekolah Guru B. Saat ini gedung tersebut menjadi SMPN 2 Gombong, namun entah mengapa nama SGB tetap melekat. Jika Anda naik angkutan umum, kondektur dan penumpang yang turun di pertigaan tersebut pasti akan mengatakan, “SGB.. SGB…”
Menyeberang Jalan Yos Sudarso, kita masuk ke wilayah Kaputihan, atau yang dulu dikenal juga dengan nama daerah Saudagaran. Memang ini adalah wilayah para Saudagar Kalang, yaitu kelompok bangsawan yang lihai berdagang. Komoditi kerajinan, batik, dan aneka produk industri rakyat diperdagangkan oleh para saudagar kalang ini. Dalam istilah lokal, mereka sering pula disebut dengan nama Raden Nganten. Tahukah Anda, bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani juga berdarah bangsawan kalang dari Gombong?
Masih ada beberapa rumah kuno yang menjadi saksi kejayaan bangsawan kalang. Salah satunya sebuah gedung tua di samping SMP Muhammadiyah. Kuno, agak seram, namun eksotis.
Kembali ke jalan utama, berjalan ke arah barat, kita akan melewati sungai Gombong. Ini menjadi batas tak resmi wilayah para bangsawan kalang dengan para pedagang Tionghoa yang juga banyak terdapat di Gombong. Wilayah Tionghoa menyebar dari kawasan Jalan Puring hingga ke Utara di sekitar Jalan Sempor Lama. Jalan Puring adalah wilayah industri, sedangkan Jalan Sempor Lama adalah wilayah perdagangan dan pergudangan. Pasar Gombong sendiri hingga tahun 1945-an berlokasi di Jalan Pemuda (depan Hotel Dunia). Pasar ini hanya buka setiap hari Senin dan Kamis.
Dari sana sempatkan mampir ke sebuah rumah di Jalan Puring, 50 meter utara rel kereta api. Sebuah rumah tua khas Belanda berdiri kokoh di kanan jalan. Ini adalah sebuah perusahaan rokok klembak menyan, jenis rokok yang sangat melegenda dan menjadi salah satu komunal brand Kota Gombong.
Sumber: iqbalkautsar.com
Masuk ke pabrik rokok ini seperti terlempar ke Gombong di tahun 1940an. Para pelintingnya ibu-ibu usia 60-70an, mengenakan kebaya dan kain. Mereka asyik berceloteh sambil meramu rokok yang hanya terdiri dari tembakau, klembak, dan kemenyan. Meskipun kemenyan dipercaya memiliki khasiat untuk kesehatan, aroma mistisnya membuat rokok klembak menyan menjadi pelengkap sesajen di banyak tempat.
Sementara di salah satu sudut ruang, tak jauh dari gudang tembakau yang beraroma khas, terdengar suara kayu beradu. Itu adalah para pekerja (yang kakek-nenek juga!) tengah menumbuk kemenyan. Pekerja dan peralatan seakan ingin mengabarkan panjangnya garis waktu yang telah dilalui rokok klembak menyan dan bagaimana rokok itu telah menjadi saksi hidup para pekerjanya.
Selepas dari pabrik rokok, kita bisa menyusur ke utara, sepanjang jalan yang bisa jadi adalah titik nol kota Gombong: tempat pertemuan Jalan Puring, Jalan Yos Sudars,o dan Jalan Sempor Lama.
Menuju utara di sepanjang Jalan Sempor Lama, di kanan jalan akan tampak sebuah gedung kecil antik di belakang toko plastik. Beberapa bagian masih asli, menampakkan corak khas Tionghoa. Ini adalah gedung perkumpulan kematian, yang dulu merupakan gedung Komunitas Tionghoa (Tjung Hwa Tjung Hwi). Di sini kita masih dapat menyaksikan peti-peti mati tradisional Tionghoa yang per buahnya berharga puluhan juta.
Gedung ini dan beberapa gedung di sekitarnya menjadi saksi perjalanan interaksi sosial dan budaya antara masyarakat Tionghoa dan masyarakat lokal. Jika beruntung mendapatkan pemandu yang tepat, kita akan mendapatkan kisah yang menarik sekaligus menjadi gambaran betapa beragamnya bentuk-bentuk kebudayaan yang menjadi pondasi awal berdirinya Kota Gombong.
Sumber: kebumenmuda.com
Tak jauh ke arah utara, di sebelah kiri jalan, berdirilah ikon baru wisata Gombong: Roemah Martha Tilaar. Gedung yang dibangun pada tahun 1920 ini merupakan rumah tinggal keluarga Liem Siauw Lam, seorang pengusaha Tionghoa yang sangat berpengaruh saat itu. Di rumah ini lahir cucu yang kelak menjadi pengusaha kosmetik ternama, yaitu Ibu Martha Tilaar.
Saat ini Roemah Martha Tilaar telah menjadi salah satu obyek wisata budaya dan edukasi. Ada banyak nuansa bisa dirasakan di obyek wisata satu ini. Dari segi budaya, tempat ini berusaha mengenalkan nilai-nilai sejarah dan warisan budaya leluhur yang amat terasa dalam rumah ini. Dilihat dari sejarah kota Gombong yang banyak didiami oleh komunitas Belanda dan Tionghoa, secara interior pun dapat dilihat beberapa gaya yang dipengaruhi oleh seni dari Eropa dan Tiongkok. (Sumber: Artikel kebumenmuda.com Foto cakrawalatourtravel.com)
...moreTripTrus.Com - Lihatlah bilik kamar Anda. Tertutup. Persegi. Tentu sangat membosankan bagi sebagian orang untuk berada di dalam kotak persegi yang kita sebut kamar ini, bayangkan sebuah tempat eksotis yang indah, dikelilingi oleh pepohonan yang rindang serta masyarakat yang ramah tamah.
Bayangkan tempat tersebut merupakan “kantor” tempat Anda bekerja setiap harinya. Menyenangkan bukan? Jika jawabannya iya, maka sekarang Anda sudah mengetahui bagaimana rasanya menjadi tour guide atau Pemandu Wisata! :)
Pada artikel ini kami akan memberikan cara agar Anda bisa bekerja menjadi tour guide di Indonesia sehingga Anda bisa bekerja di tempat-tempat yang indah sesuai keinginan Anda.
Cara Menjadi Tour Guide di Indonesia
1. Tentukan di mana Anda ingin bekerja
Sebelum Anda memikirkan tentang persyaratan menjadi tour guide, sebaiknya tentukan dulu di mana Anda ingin bekerja. Tour guide memiliki spesialisasi dan lisensi untuk tempat-tempat tertentu saja sesuai dengan kapasitasnya.
Seorang tour guide yang memiliki lisensi untuk memandu wisatawan di Pulau Alor, belum tentu bisa menjadi pemandu di tempat lain, misalnya di Candi Borobudur.
Oleh karenanya, sangat penting untuk menentukan terlebih dahulu destinasi wisata mana yang paling Anda sukai agar bisa memaksimalkan usaha untuk mempelajari destinasi tersebut serta mencari lowongan kerja tour guide di destinasi tersebut. Tentu lebih menyenangkan jika bekerja di destinasi yang menjadi favorit kita bukan?
2. Cari institusi pendidikan untuk tour guide
Menjadi seorang tour guide haruslah memiliki wawasan serta pendidikan yang mendukung kemampuan memandu wisatawan.
Seorang tour guide tidak hanya dituntut untuk menyampaikan penjelasan mengenai suatu destinasi secara menyenangkan, tetapi juga harus menguasai cara memandu serta standar dalam pemanduan wisatawan agar pengalaman yang dirasakan oleh wisatawan dapat lebih maksimal.
Tour guide juga merupakan salah satu “ujung tombak” dari kepariwisataan Indonesia. Jika apa yang disampaikan oleh tour guide tidak benar atau membuat wisatawan bosan bahkan jengkel, maka bisa-bisa destinasi tersebut akan mendapat citra buruk dari para wisatawan.
Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk terlebih dahulu mengikuti pendidikan tour guide baik dalam institusi pendidikan tinggi seperti di perguruan tinggi Jurusan Usaha Perjalanan Wisata maupun lembaga pelatihan tour guide seperti Himpunan Pramuwisata Indonesia.
3. Pelajari terus destinasi favorit Anda
Sembari belajar di institusi pendidikan maupun pelatihan tour guide yang Anda pilih, Anda tetap bisa memfokuskan diri untuk terus menambah informasi mengenai destinasi wisata favorit yang sudah Anda tentukan sebelumnya.
Kuasai dengan penuh segala informasi yang berhubungan dengan kepariwisata dari destinasi wisata favorit Anda tersebut, bahkan tambahkan juga sedikit informasi umum karena tidak jarang wisatawan menanyakan hal-hal yang diluar dari kepariwisataan seperti tingkat pendapatan masyarakat lokal di destinasi tersebut dan lain sebagainya.
Selain itu, kuasai juga bahasa asli dari destinasi tersebut agar dapat memudahkan komunikasi Anda dengan masyarakat lokal. Terlebih jika Anda bukanlah warga asli dari destinasi wisata yang Anda senangi tersebut.
4. Ikuti program Escorting dengan baik
Escorting merupakan istilah yang digunakan untuk kerja praktik di bidang pemanduan wisata. Biasanya lembaga pendidikan maupun pelatihan tour guide sudah melakukan kerjasama dalam program escorting ini dengan beberapa agen perjalanan maupun biro pariwisata.
Anda bisa melakukan escorting di berbagai biro perjalanan wisata yang menerima tambahan pemandu wisata. Escorting terbagi menjadi 3 tahap. Pada tahapan pertama, Anda hanya diperbolehkan untuk melihat dan mengamati pemandu wisata senior sembari mencatat apa-apa saja yang menurut Anda penting.
Pada tahap selanjutnya, Anda diizinkan untuk memandu sebagian perjalanan wisata yang Anda ikuti. Jika dirasa Anda sudah cukup mampu untuk memadu wisatawan secara baik, maka Anda diizinkan untuk melakukan pemanduan wisata secara mandiri.
5. Dapatkan lisensi tour guide / Pemandu Wisata
Setelah lulus dari pendidikan atau pelatihan pariwisata, langkah selanjutnya adalah mendapatkan lisensi pramuwisata dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi yang tepatnya dilaksanakan Lembaga Sertifikasi Profesi Pariwisata.
Lisensi ini akan berguna sebagai kartu identitas Anda. Tanpa lisensi Anda tidak diizinkan memandu wisatawan.
Persyaratan untuk mendapatkan lisensi dapat berbeda-beda di masing-masing provinsi. Namun secara umum persyaratannya adalah:
Pernah mengikuti program escorting di agen perjalanan atau biro pariwisata
Usia minimal 22 Tahun (bisa berbeda di masing-masing provinsi)
Menguasai setidaknya 1 bahasa asing
Menguasai bahasa daerah (di destinasi tempat bekerja)
Paham dengan budaya daerah (di destinasi tempat bekerja)
Persyaratan lain sesuai dengan peraturan daerah masing-masing provinsi
Lisensi pramuwisata ini memiliki masa berlaku selama 1 tahun. Ini berarti Anda harus mendaftar ulang setiap 1 tahun sekali. Perlu Anda ketahui, tour guide yang tidak berlisensi atau lisensinya sudah habis masa berlakunya namun tetap memaksakan diri melakukan pemanduan wisata akan dikenakan sanksi berupa hukuman kurungan penjara.
6. Kenali perbedaan Freelance Guide dan Staff Guide
Ada dua jenis pemandu wisata yang perlu Anda ketahui, yaitu pemandu wisata lepas / freelance guide dan pemandu wisata staff / staff guide. Seperti namanya pemandu wisata lepas tidak terikat oleh satu biro perjalanan sehingga Anda bisa memilih kapan dan dengan biro perjalanan mana Anda ingin bekerja.
Namun, sayangnya pemandu wisata lepas tidak memiliki gaji tetap, sehingga akan sangat sulit untuk mendapat pemasukan dari pekerjaan pemanduan wisata pada saat sedang musim sepi. Beda halnya dengan pemandu wisata staff yang memiliki gaji tetap baik ketika sedang musim ramai maupun musim sepi.
Pemandu wisata staff terikat oleh satu biro perjalanan dan Anda juga dituntut untuk selalu siaga di biro tersebut. Sebagian besar pekerjaan pemanduan wisata diisi oleh pemandu wisata lepas.
Hal ini tidak hanya karena profesi pemandu wisata dijadikan kebanyakan orang sebagai pekerjaan sampingan, tetapi juga berhubungan dengan strategi finansial dari agen perjalanan atau biro pariwisata.
7. Saatnya melamar pekerjaan!
Setelah anda mendapatkan pemahaman dan persiapan yang mumpuni dibidang pemanduan wisata, kini saatnya Anda melamar pekerjaan. Seperti yang telah disinggung pada poin sebelumnya, anda bisa melamar menjadi freelance guide maupun staff guide.
Jika Anda diterima bekerja menjadi freelance guide, maka ini merupakan kesempatan Anda untuk membangun jaringan dengan berbagai agen perjalanan maupun biro pariwisata dan meningkatkan citra positif Anda agar dikenal sebagai pemandu wisata yang handal.
8. Tingkatkan terus kualitas Anda
Seorang pemandu wisata yang handal tidak akan pernah berhenti untuk belajar. Ini juga berhubungan dengan pekerjaan pemandu wisata yang tidak kaku. Meskipun destinasi wisata tempat Anda memandu wisatawan tidak berubah banyak setiap waktunya, namun tentu materi yang Anda sampaikan kepada wisatawan akan mengalami perubahan.
Ini dikarenakan Anda harus mengkombinasikan antara menyampaikan penjelasan tentang destinasi wisata dengan memberikan hiburan kepada wisatawan.
Agar wisatawan dan Anda sendiri tidak bosan dengan penyampaian yang Anda berikan, tidak ada salahnya untuk terus meningkatkan kualitas diri Anda dengan terus belajar informasi baru baik informasi umum maupun informasi mengenai destinasi tempat Anda memandu wisatawan.
Bisa saja suatu saat di destinasi Anda akan diadakan pembangunan ataupun perombakan, ini tentu dapat menjadi pengetahuan tersendiri bagi wisatawan jika Anda menyampaikannya. Dengan menyampaikan informasi yang selalu diperbaharui, Anda bisa memaksimalkan pengalaman yang didapat oleh wisatawan.
Kesimpulan
Untuk menjadi seorang tour guide atau pemandu wisata, Anda perlu membekali diri dengan pengetahuan, keterampilan serta persyaratan administrasi dengan lengkap. Pekerjaan menjadi tour guide atau pemandu wisata sangat dinamis sehingga Anda sebaiknya selalu meningkatkan kualitas diri agar bisa menjadi pemandu wisata yang handal.
Sebagai seorang tour guide atau pemandu wisata, Anda merupakan bagian terpenting dari citra Indonesia di mata dunia. Maka tidak terlalu berlebihan jika tour guide disebut dengan ujung tombak pariwisata di Indonesia. (Sumber: Artikel studipariwisata.com Foto vakansinesia.com)
...moreTripTrus.Com - Lagi rame nih, lima gunung di Indonesia resmi ditutup buat pendakian. Lo pasti penasaran, kan? Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, ngumumin penutupan ini karena cuaca lagi ngambek, alias ekstrem banget akhir-akhir ini. Nih, lima gunung yang ditutup: Gunung Gede Pangrango, Merbabu, Halimun Salak, Merapi, sama Rinjani.
View this post on Instagram
A post shared by Boyke Jaguar (@bjaguars)
"Gue kasih tau ya, pendakian ke lima gunung itu ditutup demi keamanan. Masukan dari BMKG, PVMBG, dan pengelola taman nasional bikin keputusan ini makin mantap," kata Raja Juli waktu inspeksi ke TWA Grojogan Sewu di Tawangmangu, Karanganyar, Jumat (27/12).
Jadi, lo jangan maksa naik gunung deh, soalnya cuaca ekstrem ini beneran bahaya. Belom ada tanggal pasti kapan jalur pendakian dibuka lagi. "Nanti kita umumkan kalau BMKG sama PVMBG udah kasih lampu hijau," tambahnya.
Tenang, penutupan ini nggak cuma diem aja. Selama jalur ditutup, Balai Taman Nasional bakal sibuk benerin ekosistem dan fasilitas. Jadi pas dibuka lagi nanti, pendakian makin asik!
[Baca juga : "Pendakian Semeru Tutup Sementara, Lo Jangan Nekat!"]
Eh, tapi Gunung Lawu nggak kena aturan ini ya. Kata Raja Juli, pengelolaan Lawu tuh di bawah Perhutani, bukan Kementerian Kehutanan. Jadi buat lo yang ngebet mendaki, mungkin bisa coba ke sana. Tapi inget, tetap waspada cuaca ya!
Ada kabar baik juga nih. Jalur pendakian ke Gunung Semeru udah dibuka lagi, tapi cuma sampai Ranu Kumbolo. "Dari puncak masih ada batas jarak aman 3,5 km," jelasnya. Jadi buat lo yang mau naik Semeru, siap-siap aja nikmatin Ranu Kumbolo.
Penutupan ini juga pas banget momennya sama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Presiden Prabowo katanya mau momen ini jadi damai, aman, nyaman, dan tentunya seru! Menteri Raja Juli sendiri lagi muter-muter ngecek total 134 TWA dan 57 taman nasional biar semua siap nerima pengunjung. "Gue pastiin, semuanya harus ready buat lo semua yang mau liburan," ujarnya.
Jadi, buat lo yang udah planning naik gunung akhir tahun ini, coba deh cek ulang lokasi pendakian lo. Kalau masuk daftar lima gunung yang ditutup, ya mending tunda dulu. Lo juga bisa manfaatin waktu buat explore gunung atau destinasi lain yang aman.
Inget, keselamatan itu yang utama. Jangan sampe lo nekat dan malah kenapa-kenapa. Cuaca bisa berubah kapan aja, dan kita harus respect sama alam. Keep safe dan selamat berpetualang! (Sumber Foto @annissa.fauziah)
...moreTripTrus.Com - Buat Anda yang suka traveling, tentunya ada banyak spot-spot indah yang bisa ditemukan di Indonesia. Saking kerennya, turis dari berbagai penjuru dunia sampai datang ke mari untuk melihat sendiri pulau-pulau indah yang tersebar di negara ini. Nah, Anda sebagai orang Indonesia asli jangan mau ketinggalan dong. Jangan sampai orang asing malah lebih mengenal budaya negeri kita ketimbang kita sendiri yang lahir di Indonesia.
Nah, salah satu tujuan wisata yang lagi hits di kalangan traveler saat ini adalah Banda Neira. Pulau yang masih menjadi bagian dari Kepulauan Banda, Maluku, ini menyimpan sejuta pesona yang bakal bikin Anda takjub setengah mati. Supaya momen liburan Anda jadi terasa lebih seru.
1. Gunung Api Banda
View this post on Instagram
📍Gunung Api Banda Neira. . . . . #bandaneira #explorebandaneira #mollucas #malukutengah #gunungapibanda
A post shared by Andriansyah 🌴🌊🌈 (@andrikilua) onMay 30, 2018 at 5:20am PDT
Belum lengkap rasanya kalau ke Banda Neira tidak mendaki Gunung Api Banda. Gunung setinggi 670 meter ini pernah meletus pada bulan Mei 1988 silam. Jika Anda tertarik untuk mendaki gunung ini, dari pulau Neira menyeberanglah ke pulau Gunung Api yang hanya berjarak 10 menit. Untuk bisa sampai ke sana, Anda bisa menggunakan katiting, semacam perahu kecil yang hanya cukup dinaiki 3-4 orang.
2. Benteng Belgica
View this post on Instagram
THE PENTAGON VIEW, FORT BELGICA IN BANDANEIRA 🏰 . Kalau berbicara sejarah, Bandaneira tidak kalah menarik untuk di bahas. Buktinya disini ada banyak benteng walaupun tidak semuanya masih dalam keadaan utuh hanya 1 benteng yang masih terus dijaga dan dirawat sampai saat ini yaitu Benteng Belgica. Benteng ini di bangun di dataran tinggi di sekitar pulau Neira sehingga dari sini kita bisa melihat pemandangan rumah warga, pulau Gunung Api dan pulau Banda Besar. . Benteng ini biasanya di buka pada sore hari sekitar jam 4 sore atau ketika ada tamu kapal pesiar. . Lokasi: Benteng Belgica, Banda Neira - Maluku #ketemuanoo #jalanjalanbandanaira #bandaneira #bentengbelgica #fortbelgica
A post shared by ANO (@anoo_13) onApr 23, 2018 at 3:47am PDT
Ada satu lagi nih yang wajib Anda kunjungi saat berlibur ke Banda Neira. Namanya Benteng Belgica. Peninggalan bangsa Portugis yang dibangun pada abad 16 ini memang menjadi salah satu daya tarik dari Banda Neira. Benteng ini dulunya digunakan untuk menghalau perlawanan masyarakat Banda yang menentang monopoli perdagangan pala oleh VOC.
3. Spot Menyelam Terbaik
View this post on Instagram
Happy February to everyone in Europe and the northern hemisphere! GoPro handling by @emci_mathieu #bandaneiraislands #bandanaira #snorkeling #snorkelingbanda #molukku #snorkelingindonesia #backpackingindonesia #travelindonesia #moluccas #bandas #februaryweather #riodejaneiro #winterinsouthernhemisphere #pisangisland #indonesia #nutmegisland #bintanglaut
A post shared by Ben (@benji1861) onFeb 2, 2019 at 8:03am PST
Keindahan dunia bawah laut Banda Neira memang sudah tak diragukan lagi. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk menyelam di Banda Neira. Nah, salah satu spot menyelam terbaik di Banda Neira ada di Lava Flow, karena hamparan terumbu karangnya penuh banget. Eits, tapi jangan pernah menginjak terumbu karang ya.
[Baca juga : "5 Surga Wisata Pulau Bintan, Rugi Kalau Belum Pernah Ke Sini!"]
4. Gereja Tua
View this post on Instagram
Selamat Hari Minggu Gereja Tua Banda Neira Maluku God Bless #gerejatuabandaneira
A post shared by Jona Sinulingga (@jona_sinulingga) onSep 1, 2018 at 6:43pm PDT
Gereja tua “Hollandische Kerk” adalah salah satu tujuan wisata yang sering diburu turis saat berlibur ke Banda Neira. Dibangun tahun 1600-an, gedung bersejarah ini memang telah lama menjadi kebanggaan masyarakat Banda Neira. Namun, gereja ini sempat luluh-lantak karena gempa bumi dahsyat. Sebagai gantinya, masyarakat kembali bergotong-royong untuk membangun gereja itu lagi pada tahun 1852.
5. Rumah Budaya
View this post on Instagram
To understand the long history of Banda Naira there is no other place to get detail story about Banda other than from Rumah Budaya of Banda. The house was built by Des Alwi, an important figure who introduced Banda to the world as a great travel destination so that it could tell the fascinating history of Banda to travellers. With only IDR 20k you can enter the house and also get a local guide that will explain everything you need to know about Banda. This "mini museum" display many things from old coins used by the Dutch hudreds of years ago, different type of dutch canons, painting of JP Coen, painting of Banda Genocide, old ceramics and many other things. Bang Iqbal is a native Bandanese and his knowledge about Banda was really impressive. He was our local guide and we spent around 2 hours listening, discussing, questioning and digging the history of Banda. I remember his message to us that he hopes we can spread good words about Banda to other people so more and more travellers visit Banda and respect its great history. #rumahbudayabanda #bandanaira #bandaislands #spicesislands #museum #historygeek #culturalhouse #eastmolucca #maluku #iloveindonesia #november #2017
A post shared by @esalmat (@esalmat) onMay 17, 2018 at 11:13pm PDT
Selanjutnya, Anda bisa mampir sejenak di Rumah Budaya Banda Neira. Lokasi dari situs bersejarah ini berada tepat di depan Delfika Guest House. Di rumah ini, para traveler akan menjumpai beragam catatan sejarah tentang Banda Neira pada masa penjajahan kala itu.
Karena bangunan sebelumnya dirasa sudah tak aman dihuni akibat gempa, pemerintah setempat memutuskan untuk membangun ulang Istana Mini (atau Kantor Gubernur) di luar benteng. Karena bangunan ini dianggap sangat bersejarah dan mewakili wajah Banda Neira, Istana Mini pun sempat diusulkan menjadi Istana Kepresiden di wilayah Indonesia Timur.
Tak perlu pergi ke luar negeri, karena ada banyak destinasi wisata keren di Indonesia yang belum Anda jelajahi. Jangan sampai keduluan sama orang asing! (Sumber: Artikel travelingyuk.com Foto kebudayaan.kemdikbud.go.id)
...moreTripTrus.Com - Bro, nih, Festival Lamaholot di Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), udah masuk dalam list keren abis, yakni Kharisma Event Nusantara (KEN) Tahun 2024 menurut Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Yakobus Andreas Wuwur, si bos Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Lembata, bilang ke RRI, Festival Lamaholot lulus kurasi dari Kemenparekraf, jadi bakal jadi bagian keren di Kharisma Event Nusantara bulan Oktober 2024 nanti.
View this post on Instagram
A post shared by JMW (@jhoewain)
Nah, Kharisma Event Nusantara sendiri tuh digalakkan sama Kemenparekraf buat ngebangun perekonomian lokal dengan ngadain kegiatan-kegiatan keren daerah. Festival Lamaholot 2024 bakal jadi ajang pameran budaya yang jadi fokus utama buat nunjukin keberagaman budaya daerah.
Niatnya festival ini buat jaga-jaga dan ngasih perhatian ke budaya lokal biar makin kece dan menarik. Selain itu, harapannya sih Festival Lamaholot bisa jadi pemacu buat pariwisata daerah dengan bikin atraksi wisata yang bikin turis ngiler buat kesana.
[Baca juga : "Festival Lampion Waisak, Pengalaman Mantap Dengan 1000 Lampion!"]
Bos Pariwisata, Yakobus, bilang masuknya Festival Lamaholot di KEN 2024 ini lebih ke promosi tempat-tempat wisata lokal. "Kalau jumlah turisnya naik, pasti segala macem aktivitas ekonomi dan lain-lain juga ikutan hidup sendiri," katanya.
Sebelumnya, Festival Lamaholot udah sukses banget diadain bulan Mei 2023 sebagai bagian dari acara keren Rally Wisata Bahari Pesona Empat Teluk.
Yakobus juga mention, selain Festival Lamaholot, ada lima festival lain di NTT yang juga masuk dalam KEN 2024. Ada Festival Bale Nagi di Flores Timur, Festival Pesona Kebangsaan di Ende, Wolobobo Ngada Festival di Ngada, Festival Golo Koe di Manggarai Barat, dan Festival Lamaholot di Lembata. (Sumber Foto @jhoewain)
...moreLetaknya yang berada di kawasan perkebunan menjadikan hawa sejuk begitu terasa di kawasan air terjun ini. Gemericik air terjun yang perlahan-lahan terdengar seperti memberikan nuansa ketenangan dan kedamaian tersendiri bagi siapa saja yang mengunjunginya. Inilah Air Terjun Selogiri, air terjun yang terletak di Perkebunan PTPN XII Selogiri, Banyuwangi.Berkunjung ke air terjun yang berada di Banyuwangi ini menjadi tantangan tersendiri. Jalanan yang berbatu menjadi medan yang menantang bagi pengunjung untuk sampai ke destinasi wisata ini. Sebaiknya untuk bisa sampai ke Air Terjun Selogiri pengunjung mengendarai mobil dengan penggerak empat roda alias 4WD. Kalaupun ditempuh dengan kendaraan niaga, disarankan untuk jalan perlahan-lahan dan hati-hati dengan medan yang ada.
Pohon jati begitu mendominasi kawasan perkebunan ini. Pepohonan yang rindang berpadu dengan hijaunya dedaunan dan sesekali terdengar kicauan burung menjadi teman setia yang menemani pengunjung selama berada di kawasan ini. Suasana sejuk begitu terasa mendominasi area sekitar air terjun yang dipenuhi bebatuan ini.Pengunjung juga bisa merasakan segarnya air terjun dengan menceburkan kaki di kolam yang berada di bawah air terjun. Mendengarkan gemericik air terjun sambil bermain air menjadi terasa mengasyikan di sini. Selain itu, mengabadikan indahnya air terjun dengan kamera juga menjadi aktivitas yang menyenangkan ketika berada di air terjun ini.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...morePariwisata Pulau Flores akan diangkat ke dunia internaisonal lewat penyelenggaraan Tour de Flores 2016. Acara ini akan berlangsung pada 15-25 Mei 2016. Berbalut sport tourism, ajang ini akan memperkenalkan beragam tujuan wisata di Pulau Flores dan diharapkan dapat mengulang kesuksesan Tour de Singkarak.
Tour de Flores 2016 diselenggarakan mulai dari Larantuka hingga Labuan Bajo, Terdapat 5 etape yaitu etape 1 (Larantuka-Maumere), etape 2 (Maumere-Ende), etape 3 (Ende-Bajawa), etape 4 (Bajawa-Ruteng), etape 5 (Ruteng-Labuan Bajo).
Pada setiap etape, peserta akan melihat potensi wisata daerah tersebut misalnya Danau Kelimutu di Ende atau Kampung Bena di Bajawa.
Sebelum perlombaan dimulai, para peserta akan diajak menyaksikan atraksi penangkapan ikan paus di Lembata, dan menikmati indahnya Pulau Komodo di etape terakhir. Total rute yang akan dilewati sejauh 648 km.
Di puncak acara nanti, peserta akan disambut sejumlah menteri dan duta besar negara sahabat. Selain balap sepeda, warga Flores juga akan menggelar wisata budaya, bazaar, dan pesta rakyat di setiap kota yang dilalui oleh peserta Tour de Flores 2016.
Peserta lomba sendiri terdiri dari atlet sepeda internasional yang merupakan anggota Union Cycliste Internationale (UCI) sebanyak 20 tim dengan total 200 orang, atlet sepeda nasional sebanyak 2 tim dengan total 20 orang, dan atlet sepeda NTT sebanyak 10 orang yang tergabung dalam 1 tim.
Total peserta keseluruhan adalah 230 orang. Ratusan pesepeda internasional tersebut diundang untuk memeriahkan kompetisi sekaligus mempromosikan keindahan Flores. Rencananya, tim internasional yang diundang berasal dari Australia dan Selandia Baru.
Flores sendiri dipilih sebagai lokasi sport tourism karena memiliki daya tarik wisata yang tak diragukan lagi. Flores merupakan salah satu pulau terindah di Indonesia. Gunung api yang membentang di sepanjang pulau menciptakan bukit-bukit yang membentuk huruf V.
Permukaan tanahnya membumbung berujung tajam memamerkan kemegahan bukit dan kaki gunung di mana di sanalah berdiam berbagai kelompok suku lokal. Warisan budaya dari zaman batu suku Flores akan memukau siapapun yang menyambanginya.
Sumber: Artikel travel.dream.co.id
...more