shop-triptrus



Melirik Pantai Wisata Jember

Wisata bahari di pantai selatan Jember mulai dilirik investor asing. Bahkan, perusahaan Korea sudah menyurvei tiga pantai unggulan di Jember. Mereka tertarik serta ingin menanamkan modal. Sebab, pantai di Jember dinilai potensial. Plt Kepala Kantor Wisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember M. Satuki menyatakan, tiga pantai tersebut adalah Pantai Watu Ulo, Papuma, dan Payangan. ”Belum ada kesepakatan apa pun. Namun, mereka sangat mengapresiasi keindahan laut Jember,” katanya. Selain potensi wisata laut, mereka sempat melihat wisata pegunungan. Bahkan, lanjut Satuki, investor Jakarta juga turut melakukan survei. ”Yang paling antusias adalah investor Korea. Siang hari sudah diantar keliling pantai, mereka minta datang lagi malamnya,” jelasnya. Pihaknya memanfaatkan kesempatan itu untuk menunjukkan keindahan Pantai Papuma. Pihaknya men-setting makan malam di tepi pantai seperti di Legian Bali untuk meyakinkan para investor. Bahkan, mereka diyakinkan langsung oleh Bupati Faida. Sejumlah investor yang singgah di Jember tersebut datang setelah menyaksikan karnaval dunia JFC. Mereka semakin yakin setelah tiga menteri dan kepala daerah di Jatim turut datang ke Jember. ”Karena kami menangkap peluang itu,” imbuhnya. Satuki optimistis kedatangan para investor tersebut berdampak baik bagi kemajuan Jember. Selain itu, multiplier effect bakal terus mengalir ke Jember. Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat dapat terealisasi dengan optimal. Dia menambahkan, pergelaran JFC selama empat hari pekan lalu mampu mendatangkan 800 ribu wisatawan domestik. Sementara itu, wisatawan asing mencapai 200 ribu orang. ”Apalagi pada pekan bersamaan ada Mata Najwa yang dihadiri tiga menteri,” ujarnya. Dia mengaku seluruh hotel di Jember penuh. Bukan hanya hotel kelas bintang, hotel kelas melati pun dipenuhi pengunjung. ”Banyak homestay yang dihuni wisatawan,” ucapnya. Multiplier effect lain selama pelaksanaan JFC juga dirasakan pelaku UMKM di Jember. Meski demikian, mereka mengakui bahwa penjualan suvenir perlu ditingkatkan. Perjalanan paket wisata juga perlu direalisasikan selama ada momen agenda wisata semacam itu. Sebab, konsep terintegrasi sangat diperlukan dalam menunjang efektivitas promosi potensi wisata di Jember. (Sumber: Artikel jawapos.com Foto eruvierda.wordpress.com)
...more

Terowongan Lampegan dan Misteri Hilangnya Penari Ronggeng

TripTrus.Com - Terowongan Lampegan merupakan salah satu terowongan kereta api tertua di Indonesia. Terowongan yang berada di wilayah Kabupaten Cianjur ini merupakan terowongan kereta api pertama yang dibangun di Jawa Barat. Terowongan ini dibangun pada 1879 sampai dengan 1882 oleh Perusahaan Kereta Api Negara Staatspoorwegen (SS) yang ada pada lintasan jalur kereta api Sukabumi-Cianjur yang membentang sepanjang 39 kilometer. Terowongan ini dibangun untuk mendukung jalur kereta api rute Bogor-Sukabumi-Bandung.   πŸ“· from @catharinadewiutari : Terowongan Kereta Api Stasiun Lampegan, Cianjur, Jawa Barat ••• Terowongan Lampegan yaitu salah satu terowongan pertama di Jawa Barat yang dibuat di desa Cibokor tahun 1879-1882 yang lokasinya di pasir Gunung Keneng, Cianjur Jawa Barat. Menurut cerita, nama Lampegan asalnya dari kata yang sering disebutkan oleh Beckman ketika memeriksa hasil pekerjaan pegawainya. Setiap melihat pegawai yang sedang bekerja di dalam terowongan, dia sering berteriak mengingatkan kepada pegawainya untuk tetap membawa lampu agar lebih aman dari bahaya kurangnya zat asam. "Lamp pegang...., lamp pegang”, dia mengingatkan dalam campuran bahasa Belanda dan Indonesia. Maksudnya adalah agar pegawai membawa lampu. Di terowongan itu udaranya masih lembap dikarenakan lubang terowongan yang hanya ada satu. Akhirnya, terowongan ini disebut "Terowongan Lampegan" ••• sumber : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Terowongan_Lampegan ••• Jangan lupa untuk tetap selalu menjaga kebersihan serta kelestarian setiap tempat yang kita datangi, dan gunakan hastag #pikniknusantara atau mention @pikniknusantara untuk kami repost ••• #pikniknusantara #kelilingindonesiaasik #terowonganlampegan #stasiunlampegan #stasiunlampegancianjur #keretaapi #keretaapiindonesia A post shared by Tour Travel & Organizer (@pikniknusantara) onOct 27, 2017 at 3:27pm PDT Terowongan ini dibuat dengan membobol badan Bukit Kancana (ada juga yang menyebutkan Gunung Keneng) di Desa Cibokor. Ada yang menyebut pada awalnya terowongan ini memiliki panjang 686 meter, namun setelah terjadi longsor pada 2000 dan 2010 data resmi menyebutkan panjang terowongan ini 415 meter. Namun, secara resmi terowongan ini disebut memiliki panjang 415 meter.Mengenai pembuatan terowongan ini beredar spekulasi, ada yang mengatakan dibuat secara manual dengan mengerahkan tenaga penduduk sekitar, ada pula yang mengatakan dengan cara peledakan. Jalur ini mencapai Cianjur pada 10 Mei 1883 dan mencapai Bandung pada 17 Mei 1884 serta peresmian stasiunnya pada 16 Juni 1884.Setelah dibangun terowongan Lampegan, di wilayah Priangan dibangun beberapa terowongan lain yang mempermudah jaringan kereta api. Dia antaranya terowongan Sasaksaat pada lintasan Batavia-Bandung via Cikampek pada 1902 dan 3 terowongan di Ciamis selatan dibangun pada 1918. Dengan terhubungnya jalur kereta api dari Bogor sampai ke Bandung membuat transportasi dan perdagangan menjadi lebih cepat. Apalagi saat itu kereta api digunakan untuk mengangkut berbagai hasil pertanian dari tanah priangan, seperti teh dan kopi.Dekat terowongan Lampegan terdapat stasiun Lampegan yang dulu digunakan untuk memantau lalu lintas kereta api yang melintas terowongan. Saat ini stasiun Lampegan masih berfungsi baik untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.Pada September 2000 terowongan ini sempat direnovasi karena bagian atasnya hancur kena rembesan air. Setelah direnovasi jalur kereta api Sukabumi-Cianjur yang sempat terputus, kembali terhubung. Namun, pada 12 Maret 2001 terowongan itu ambruk lagi dan hubungan stasiun Cianjur dan Sukabumi kembali terputus. Pada 2010, Terowongan Lampegan kembali direstorasi dan sampai saat ini masih berfungsi dengan baik.Ada cerita unik mengapa terowongan ini diberi nama Lampegan. Ada yang mengatakan berasal dari ucapan Van Beckman, seorang mandor dalam proyek pengejaan terowongan tersebut. Ketika dia memantau para pekerjanya yang sedang membobol bagian dalam terowongan yang gelap gulita, selalu berteriak “lamp pegang, lamp pegang…” (pegang lampunya..).Penggunaan obor saat itu untuk mengecek apakah di dalam terowongan aman untuk dilakukan penggalian. Sebab, kondisi dalam terowongan yang lembap dikhawatirkan kandungan oksigen tipis dan membahayakan para pekerja.Ada juga yang mengatakan nama itu berasal dari ucapan masinis kereta api di masa lampau yang selalu meneriakkan “Lampen aan! Lampen aan!” saat kereta melewati terowongan itu. Maksudnya, masinis memerintahkan agar para pegawainya menyalakan lampu agar kondisi dalam kereta tidak gelap saat melintas dalam terowongan.Sedangkan dalam kamus bahasa Sunda kata “Lampegan” yang diterangkan sebagai ”nama sejenis tumbuh-tumbuhan kecil”. Apa pun asal usul namanya, sampai saat ini terowongan Lampegan cukup terkenal dan menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta sejarah kereta api.Apalagi dari sejarah yang dituturkan dari mulut ke mulut sejak dahulu terselip kisah misteri yang bisa bikin bulu kuduk bergidik. Konon saat peresmian terowongan ini, diundanglah ronggeng terkenal waktu itu, Nyi Sadea. Nyi Sadea yang terkenal karena memiliki paras cantik dan lincah dalam menari diundang untuk menghibur pejabat Belanda dan menak-menak Priangan. Kemeriahan pesta yang digelar sejak sore tak terasa sampai lewat tengah malam.Setelah pertunjukan, seorang opsir Belanda mengajak Nyi Sadea pergi melalui terowongan yang baru diresmikan itu. Sejak itu Nyi Sadea tak pernah kembali lagi dan tidak diketahui pasti siapa identitas opsir Belanda yang menjemputnya. Masyarakat kemudian hanya memercayai bahwa Nyi Sadea telah “diperistri” oleh “penghuni” terowongan tersebut. Cerita raibnya Nyi Ronggeng Sadea secara turun menurun hingga kini terus berkembang di masyarakat sekitar. Hal lain yang perlu diingat bahwa jalur kereta api rute Bandung-Sukabumi memiliki potensi wisata. Pada jalur kereta api ini terdapat pemandangan kebun teh yang indah dan kawasan wisata situs megalitik Gunung Padang. Situs megalitik Gunung Padang terletak di Desa Karyamukti, Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Menurut para ahli arkeologi, situs ini merupakan situs megalitik terbesar di Asia Tenggara. Jika jalur kereta api ini dimaksimalkan, maka akan menggeliatkan ekonomi masyarakat setempat dan menghidupkan pariwisata di daerah sekitar. (Sumber: Artikel sindonews.com Foto vakansinesia.com)
...more

8 Kue Tradisional Khas Lebaran dari Berbagai Daerah yang Hampir Terlupakan

TripTrus.Com - Seperti halnya kaset radio tape, sepertinya generasi milenial kurang famiiar dengan kue tradisional khas lebaran dari berbagai daerah. Bisa jadi kue-kue tradisional lebaran dari berbagai daerah ini hampir terlupakan. Padahal rasanya sangat khas terlebih memiliki nilai-nilai filosofis dibalik pembuatannya. 1. Kue Satru   Kue Satru atau kue satu adl makanan traditional dimana setiap daerah punya ciri khas sendiri2 dlm pembuatannya...ada yg dari tepung kcg hijau, ada yg dari tepung beras ketan, bahkan ada yg dari tepung buah asem...nah..di Ungaran, kue satru dibuat dari susu full cream..jadi kebayang kan lezaaat nya....dan pastinya disukai oleh berbagai kalangan..dari anak2 sampai dewasa.. yuk...yg belom nyicip..silahkan order...kami jamin..pasti bakalan suka dgn kue ini... #kuetradisional #jajanpasar #khassemarang #ungaran #kuesatru #kuesatrususu #kuesatu #kuekering #kopi #oleholehsemarang #lumpia #kuekering A post shared by Kue Satru Susu "NANA" (@kuesatrususu) onNov 15, 2017 at 8:27pm PST Kue kering yang satu ini masih kerap bisa kamu temui di warung-warung tradisional meskipun jumlahnya tak banyak. Kue Satru atau kue satu terbuat dari bahan tepung sagu yang disangrai dengan campuran kelapa parut. Rasanya bercampur di mulut. Rasa yang paling populer adalah rasa kacang hijau. Alasan dinamakan kue satru atau kue satu karena cara pencetakannya harus dilakukan satu persatu. Bentuknya bermacam-macam mulai dari bentuk bulat dengan ukiran di atasnya hingga bentuk bulan sabit. Dominan rasanya asin gurih sedikit manis. 2. Kue Kembang Goyang   #kuekembanggoyang #makanankhasindonesia A post shared by AquiLa Hdyt (@aquillahdyt) onMar 4, 2017 at 10:16pm PST Kue kambang goyang khas Betawi. Kenapa disebut dengan kembang goyang? Alasannya karena kue ini berbentuk kembang dan cara pembuatannya harus digoyang-goyang dari cetakannya sehingga bisa mekar di dalam wajan yang berisi minyak panas. Kue dengan bahan dasar tepung beras ini memiliki rasa manis dan kriuk sekali. Biasanya kue kembang goyang berwarna warni namun ada juga yang satu warna cokelat muda. 3. Kue Lidah Kucing   Bismillah πŸ™ Kue Lebaran Murah Homemade, halal dan enak! . Kue Lidah Kucing Berat Isi : 500gram Harga 45k . Tidak Enak, Uang Kembali 100%! . Informasi dan Pemesanan : WA 089608075590 . #kue #kueenak #kuelebaran #kuelebaransurabaya #kuelebaranmurah #kuelebaranenak #kuelebaranhomemademurah #kuekering #kuekeringmurah #kuekeringsurabaya #kuekeringlebaran #kuepastel #pastelkering #kuepastelkering #pastelkeringsurabaya #kuesurabaya #paketkuekeringlebaran #paketkuekering #paketkuelebaran #kuekeringenak #kuesurabaya #lidahkucing #lidahkucingenak #lidahkucingsurabaya #kuelidahkucing A post shared by Kue Basah Surabaya Mulai 1500 (@pusatkuebasah) onMay 29, 2018 at 12:41pm PDT Kue lidah kucing rasanya manis. Alasan dinamakan kue lidah kucing karena bentuknya mirik seperti lidah kucing dengan terkstur sedikit kasar. Kue dengan bahan tepung terigu, gula, butter dan beberapa resep lainnya ini bakal membuat kamu ketagihan untuk cicip potongan selanjutnya. 4. Kue Putu Kacang   Yeahh...jadi pn...putu kacang.... #ProjekTahunIni #KuePutuKacang #ProjekRaya2016 A post shared by wahida (@norwahidahamzah) onApr 21, 2016 at 7:38am PDT Kue putu kacang berasal dari suku Bugis, Makassar. Kue ini berbahan dasar kacang hijau yang dihaluskan. Uniknya kue putu kacang ini terkenal hingga negeri Jiran. [Baca juga : Gembus Kuliner Khas Gombong Untuk Buah Tangan] 5. Kue Sagu Susu   #sagususu #kuesagususu #kuekampung #snacks #kuebetawi #kuesagumurah A post shared by nomnom7712 (@nomnom7712) onMay 24, 2017 at 11:00pm PDT Kue sagu susu kini punya beberapa varian rasa mulai dari rasa susu hingga rasa keju. Kue dengan bahan dasar sagu ini hampir mirip rasanya dengan kue satu. 6. Kue Kuping Gajah   #snack #kuekupinggajah Hari terakhir bebikinan, inem mau mudik, libur dulu baking cooking ya.. see ya after two months..😊 A post shared by sumitri almansoori (@mitry1708) onJun 25, 2016 at 6:06am PDT Bentuknya memang tak persis mirip seperti kupung gajah yang lebar, apalagi dengan warnanya yang berbentuk cokelat dengan pola spiral, sangat jauh dari gambaran kuping gajah. Kue dengan bahan dasar tepung terigu ini punya rasa manis dan menjadi sajian murah tapi enak untuk camilan kue lebaran. 7. Kue Leker   Leker yang ngangenin, bener gak? Cr. @anak.kuliner #wowkulinerjakarta follow juga @wowlaper PAKAI HASHTAG #WOWKULINER UNTUK SHARE MAKANANMU #leker #kulinerjakarta #kulinerindonesia #jajananindonesia #jajananpasar #kueleker A post shared by WOW Kuliner Indonesia (@wowkuliner) onNov 13, 2016 at 7:49pm PST Kalau kamu bertandang ke SD negeri di beberapa sudut Jakarta, jika beruntung terkadang masih bisa mendapatkan kue leker yang mulai sulit ditemui ini. Jajanan pasar khas Indonesia ini konon sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Kue leker lebih populer di Jawa Tengah meskipun tak menutup kemungkinan bisa kamu dapati di Ibu kota. Kue ini berbentuk seperti martabak mini dengan rasa mais dan isian yang bervariasi seperti cokelat dan isian pisang. Kata leker menurut beberapa sumber disebut-sebut berasal dari bahasa Belanda “lekker” yang berarti enak atau lezat. 8. Kue Sagon   Varian rasa: -Original -Greentea -Moca . . Order? πŸ“žid line: sagonbakartangsel A post shared by SAGON BAKAR (@leezatgroup) onJan 7, 2018 at 12:47am PST Kue olahan dari tepung beras ketan ini bisa kamu temui di daerah Jawa Tengah. Rasanya manis dan kental dengan gurihnya kelapa. Kue-kue kering tradisional kental dengan rasa manis dan nuansa renyah dan kriuk saat dinikmati. (Sumber: Artikel reservasi.com, Foto tokopedia.com)
...more

Ingin Liburan Yang Lebih Bermakna Dan Berkah Saat Bulan Ramadan? Simak Beberapa Tips Berwisata

TripTrus.Com - Mudik sudah menjadi adat istiadat di Indonesia di mana orang-orang berbondong-bondong untuk melakukan mudik guna mengunjungi orang tua atau sanak saudara yang jauh. Hal ini dikarenakan ketentuan cuti bersama yang sangat panjang dari pemerintah, sehingga banyak orang melakukan perjalanan jauh saat berpuasa. Berpergian selama bulan Ramadan di Indonesia bisa menjadi pengalaman yang sangat berbeda dan unik. Berikut adalah beberapa tips untuk membuat liburan Ramadan Anda lebih bermakna dan berkah:       View this post on Instagram A post shared by Heri Akhmadi | μ•„νλ§ˆλ”” 헀리 (@heriakhmadi) 1. Rencanakan perjalanan Anda dengan baik Sebelum memulai perjalanan, pastikan Anda merencanakan perjalanan dengan baik. Cari tahu tentang tempat-tempat yang ingin Anda kunjungi, jam buka dan tutupnya, dan juga lokasi untuk berbuka puasa dan sahur. Hal ini akan membantu Anda menghindari kerumunan orang dan membuat liburan Anda lebih nyaman. 2. Pilih destinasi wisata yang cocok untuk Ramadan Pilih destinasi wisata yang cocok untuk Ramadan. Beberapa destinasi seperti tempat ibadah, pasar Ramadan, dan kampung Arab adalah tempat-tempat yang cocok untuk dikunjungi selama bulan suci ini. 3. Bawa bekal makanan dan minuman Karena selama Ramadan terdapat waktu berpuasa yang cukup lama, pastikan Anda membawa bekal makanan dan minuman yang cukup. Hal ini akan membantu Anda tetap bugar selama berwisata dan menjaga kesehatan. 4. Hormati tradisi dan budaya setempat Indonesia memiliki keragaman budaya yang sangat kaya, termasuk dalam perayaan Ramadan. Selama berwisata, pastikan Anda menghormati tradisi dan budaya setempat. Jangan melakukan hal-hal yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. 5. Berikan sedekah dan beramal Berikan sedekah dan beramal selama berwisata di bulan Ramadan. Anda bisa memberikan sumbangan kepada orang-orang yang membutuhkan, atau membantu masyarakat setempat dalam bentuk apapun. Hal ini akan membuat liburan Anda lebih bermakna dan juga membantu masyarakat setempat. [Baca juga : "Menjelajahi Wisata Sejarah Islam Di Indonesia Selama Ramadan"] 6. Tetap patuhi protokol kesehatan Tetap patuhi protokol kesehatan selama berwisata di bulan Ramadan. Pastikan Anda selalu mengenakan masker, menjaga jarak sosial, dan mencuci tangan secara teratur. Hal ini akan membantu Anda dan orang lain tetap sehat selama liburan. Itulah beberapa tips untuk berwisata selama bulan Ramadan di Indonesia. Semoga liburan Anda menjadi lebih bermakna dan berkah! (Sumber: Artikel Vivi Rahmawati Foto @indirasari78) 
...more

Panorama Pabangbon, Lokasi Wisata yang Lagi Hits di Bogor

TripTrus.Com - Panorama Pabangbon di Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dapat menjadi pilihan bagi Anda yang ingin berwisata dengan lokasi yang tak jauh dari Ibu Kota. Lokasi ini bahkan bisa menjadi lokasi selfie bagi yang ingin menikmati pemandangan alam Bogor. Seperti ditayangkan Liputan6 Siang SCTV, hanya dibutuhkan waktu sekitar satu setengah jam dari Kota Bogor untuk mengunjungi wisata Pabangbon.        View this post on Instagram πŸƒAdventure πŸƒ . . . #bogor #bogorhits #explorebogor #bogortraveller #visitbogor #bogorpisan #welovebogor #wisatabogor #pabangbonlewiliangbogor #pabangbon #pabangbonbogor #pabangbonhits #likeforlikes #likeforfollow #like4likes #liked #followforfollowback #lfl #fff A post shared by @ mirandaviarila854 onOct 21, 2018 at 2:51am PDT Harga tiket masuk ke kawasan ini pun terbilang murah. Per orang hanya dikenakan tarif Rp 10 ribu. Spot pertama di Panorama Pabangbon dan menjadi magnet wisatawan adalah rumah pohon pinus. Di sini pengunjung disuguhkan pemandangan alam Gunung Halimun yang indah dan dapat berselfie ria.  Spot berikutnya adalah perahu selfie yang identik dengan laut dijajarkan dengan pemandangan alam yang sangat hijau. Jangan lupa berfoto dengan wahana flying fox. Sambil bermain flying foxpengunjung bisa diberhentikan di tengah perjalanan untuk bisa berfoto dengan pemandangan perbukitan hijau nan indah. [Baca juga : "Peradaban Gunung Karst Di Ciampea Kabupaten Bogor Terancam Punah"] Wisata pohon pinus juga identik dengan hammock kain warna-warni yang digantungkan di pohon untuk melepas lelah sejenak dan menghirup udara kota Bogor yang sejuk.  Dari Panorama Pabangbon, wisatawan dapat mengunjungi Air Terjun Cilame yang jaraknya hanya sekitar 10 menit. Curug Cilame ini termasuk curug yang aman dan ramah wisatawan, karena pihak pengelola memberikan tangga khusus dan pegangan dari bambu. (Sumber: Artikel liputan6.com Foto youtube.com)
...more

6 Hal Yang Harus Dilakukan Saat Ikut Trip Ke Derawan

Kepulauan Derawan yang merupakan sebuah Kecamatan dari Kabupaten Derau, Kalimantan Timur. Keindahan Derawan membuatnya jadi destinasi wisata favorit baru para traveler dari mancanegara dan Indonesia. Derawan bahkan mendapatkan julukan sebagai The Second Raja Ampat (Raja Ampat Kedua) karena potensi wisata dan keindahan alamnya. Ingin tahu apa saja yang bisa dilakukan di Derawan? Di bawah ini ada 6 hal yang harus dilakukan saat ikut trip ke Derawan. 1. Island HoppingKepulauan Derawan terdiri dari enam pulau besar, yaitu Derawan, Sangalaki, Kakaban, Maratua, Panjang dan Samama. Belum lagi puluhan pulau kecil dan beberapa pulau gosong/gusung yang hanya bisa dikunjungi saat air laut sedang surut. Tiap pulau di kepulauan yang berada di Laut Sulawesi ni memiliki keindahan yang sama, baik di atas maupun di bawah lautnya. Jelajahi keindahan pulaunya, berbicanglah dengan para penduduknya, rasakan keramahan mereka. Kunjungi tempat-tempat seperti makan dengan nisan kepala kuda, atau makam Saba'ani - salah seorang kepala suku yang dihukum oleh Belanda di awal tahun 1900-an. 2. Snorkeling di Danau KakabanPulau Kakaban adalah salah satu fenomena alami fantastis yang ada di Kepulauan Derawan. Kakaban merupakan atol (pulau karang) yang di tengahnya terdapat Danau Kakaban. Keunikan Danau Kakaban adalah empat spesies ubur-ubur tanpa sengat (stingless jellyfish) yang hidup di danau ini. Selain di Kakaban, danau seperti ini ada di Palau, sebuah negara kepulauan Mikronesia -- dengan jumlah spesies lebih sedikit dibanding Danau Kakaban. Di Indonesia, danau seperti di Kakaban juga ada di Pulau Togean lho. 3. Mengunjungi Penangkaran PenyuDi Kepulauan Derawan ada penangkaran Penyu Hijau (Chelonia mydas) terbesar di Asia, yaitu di Pulau Sangalaki. Penyu ramah ini dulunya diburu untuk diambil dagingnya dan dijadikan hiasan. Tapi sejak adanya usaha konservasi oleh World Wildlife Fund Indonesia dan SK Bupati Berau pada tahun 2001 -- yang melarang eksploitasi dan pemanfaatan telur penyu -- populasi penyu hijau kini meningkat pesat. Jika beruntung, pada malam hari kamu bisa menyaksikan mereka bertelur di pantai Derawan atau ikut melepas tukik (anak penyu) ke laut. 4. Diving Sampai PuasKekayaan Derawan yang satu ini menyebabkan para traveler memberi julukan The Second Raja Ampat. Keanekaragaman satwa dan terumbu karang di kawasan laut di Derawan hanya bisa disaingi oleh Raja Ampat. Jadi jangan heran jika tiap pulau di Derawan punya diving point yang tidak kalah satu dengan yang lain. Sebut saja melihat ikan pari manta berkeliaran Manta Point dan menyelam sambil menelusuri Blue Light Caves di Pulau Kakaban, atau menyelam bersama penyu di Pulau Sangalaki di beberapa dive spot seperti Coral Gardens, Sherwood Forest dan Manta Parade. Belum puas? Kunjungi juga perairan Pulau Maratua, pulau terbesar di Kepulauan Derawan dengan dive site fantastis seperti Big Fish Country, Fusilier Alley, dan Fantasy Wall. 5. Wisata KulinerPernah mencoba Tehe-tehe, Kima-kima dan Elai? Di Derawan ketiganya bisa kamu dapatkan. Tehe-tehe adalah sejenis bulu babi yang bagian dalamnya dimasak dengan dicampur nasi. Kima (atau Kima-kima) adalah kerang berukuran besar yang dimasak dengan bumbu yang segar. Dan terakhir adalah Elai. Buah yang mirip dengan durian ini memiliki warna oranye, tidak seperti kebanyakan durian yang berwarna kekuningan. 6. Menikmati Keindahan LangitBangun pagi-pagi lalu duduk di sisi timur Pulau Derawan untuk menikmati matahari terbit yang indah. Di sore hari, pergilah ke sisi barat untuk menikmati matahari terbenam yang menakjubkan. Lalu, berbaringlah di pantai sambil menatap hamparan bintang yang terlihat jelas tanpa terhalangi oleh polusi udara. Bagaimana? Sudah ada gambaran jelas apa yang bisa dilakukan di Derawan? Atau ada hal lain yang perlu di tambahkan? Silahkan berikan komentar kamu di bawah.
...more

Letusan Krakatau, Kramat Karam, dan Klenteng Tjoe Soe Kong

TripTrus.Com - "emak, bapak si nona mati, sayang disayang tiap malam saya tangisin, Kramat Karem ada lagunya", tiga kalimat tersebut adalah lirik Keramat Karam, lagu yang dinyanyikan almarhum Masnah Pang Tjin Nio dengan iringan Gambang Kromong (GK) Naga Mustika. Lagu itu mengabadikan saat-saat ketika sekujur kawasan pantai Tangerang dilanda tsunami akibat letusan Gunung Krakatau. Tidak diketahui siapa pencipta lagu ini. Cerita tutur masyarakat Tionghoa Tangerang, atau Cina Benteng, menyebutkan lagu itu muncul tidak lama setelah tsunami melanda sekujur kawasan pantai dan menewaskan banyak orang.       View this post on Instagram Nothing can dim the light, which shines from within.. A post shared by Emma ( I am a nature lover ) (@tinjj88) onJul 30, 2017 at 9:25pm PDT Versi lain lagu ini digubah Sanusi dan dinyanyikan dengan irama ragtime Orkes Kerontjong Sinar Djakarta. Yang membedakan, versi gambang keromong mendayu-dayu, versi keroncong agak sedikit menghentak. Liriknya juga relatif berbeda. Cerita tentang letusan Gunung Krakatau 1883 dan dampaknya terhadap kawasan pantai Tangerang dan Batavia terekam dalam cerita tutur di Klenteng Tjoe Soe Kong dan ditulis Tio Tek Hong dalam buku Keadaan Jakarta Tempo Doeloe. Tjoe Soe Kong adalah klenteng tertua di Tangerang. Letaknya di Kampung Tanjung Kait, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Warga sekitar, terutama keturunan Tionghoa Benteng, lebih suka menyebutnya Klenteng Tanjung Kait. Sedangkan nama lain klenteng ini adalah Rong Jia Yi Da Bo Gong Miao dan Qing Shui Zhu Sui. Buku saku yang dikeluarkan pengelola menyebutkan Klenteng Tjoe Soe Kong dibangun akhir abad ke-17. Andries Teisseire, pedagang gula Belanda yang mencari komoditas sampai ke Tangerang, menulis adanya klenteng ini saat berkunjung ke Tanjung Kait tahun 1792. Informasi resmi menyebutkan klenteng dibangun imigran dari Propinsi Anxi, Hokkian, Tiongkok Selatan. Semula, klenteng dibangun dengan sangat sederhana, dan menjadi daya tarik setelah mendapat banyak sumbangan benda-benda khas klenteng dari pedagang-pedagang Cina di Batavia. Berbeda dari kebanyakan klenteng di pesisir Pulau Jawa, Klenteng Tjoe Soe Kong tidak dibangun untuk menghormati dewa, tapi seorang shinshe yang hidup di era Dinasti Song. Tjoe Soe Kong, nama tabib itu, berasal dari Propinsi Cuanciu, Propinsi Hokkian. Selama hidup, Soe Kong mengabdikan diri untuk mengobati penduduk yang sakit. Ia mendatangi rumah-rumah penduduk yang sakit, mengobati, dan memberi obat, tapi tak pernah mau diberi imbalan. Versi lain menyebutkan Tjoe So Kong lahir saat Cina diperintah Kaisra Ren Cong dari Dinasti Song. Tahun 1083, wilayah Anxi dilanda kekeringan parah. Tjoe Soe Kong memimpin upacara meminta hujan, dan berhasil. Ia diminta menetap di Anxi, tepat di kaki Gunung Peng Lai. Setelah meningal, masyarakat Anxi yang petani tebu mendirikan klenteng untuk menghormati Tjoe Soe Kong. Di Mauk, masyarakat Tionghoa -- yang juga menanam tebu dan membuat gula -- mendirikan klenteng yang sama. Semula, Klenteng Tjoe Soe Kong di Mauk berupa gubuk tapi menjadi bukti masyarakat yang mapan. Klenteng menjadi pusat pertemuan komunitas Tionghoa di Mauk dan kampung-kampung lain sepanjang pantai Tangerang. [Baca juga : "Menjelajahi Pesona White Sand Island Bintan Yang Memukau"] Tahun 1883, saat Gunung Krakatau meletus, Klenteng Tjoe Soe Kong adalah satu-satunya bangunan selamat dari tsunami. Rumah-rumah penduduk di sekitar klenteng tersapu air bah. Banyak keluarga kehilangan orang tercinta. Seorang seniman orkes gambang, saat itu gambang belum dikenal, mengabadikannya dalam lagu berjudul Kramat Karam atau Gambang Kramat. Wirya Dharma, sesepuh warga Tionghoa Mauk dan generasi kelima imigran asal Anxi, mengatakan klenteng direnovasi tahun 1959 oleh Lim Tiang Pah -- anak Lim Tju Ban, anak Lim Tjeng Houw yang selamat dari tsunami karena berlindung di klenteng. Kini, klenteng diperbesar, indah, dan menjadi salah satu tempat wisata di Tangerang. Penduduk juga membangun altar untuk Hok Tek Ceng Sin, dewa bumi yang banyak dipuja penduduk Tionghoa di pesisir Pulau Jawa. Ada pula altar untuk Embah Rachman, Empe Dato, dan Dewi Neng. Bagian belakang klenteng adalah vihara Buddha. Pada hari-hari tertentu, klenteng menggelar acara yang dihadiri warga dari luar Tangerang. Klenteng Tjoe Soe Kong juga saksi bisu Pembantaian Cina 1740 di Batavia. Saat itu, ratusan warga Tionghoa Batavia yang selamat melarikan diri ke Mauk. Sebagian menetap, dan lainnya melanjutkan pelarian sampai ke seberang Sungai Cisadane dan menetap di desa-desa di Kecamatan Panongan saat ini. (Sumber: Artikel sportourism.id Foto onthehardway.blogspot.com)
...more

10 Kota Tempat Berburu Makanan Buka Puasa

TRIPTRUS - Bulan Ramadhan tidak lama lagi akan kembali datang. Para umat Muslim di Indonesia tentunya tidak sabar menunggu datangnya bulan yang penuh keberkahan ini. Salah satu hal unik yang bisa ditemukan di bulan Ramadhan adalah banyaknya pedagang yang menjajakan berbagai sajian untuk berbuka puasa, atau ta’jil. Bagi para wisatawan kuliner, kami menampilkan sepuluh kota besar di Indonesia dan tempat-tempat populer di kota itu untuk berburu hidangan berbuka puasa. 1. Banda Aceh Para pemburu kuliner di kota Banda Aceh dan sekitarnya pasti sudah langsung bergerak menuju pasar ramadhan yang berlokasi di sepanjang Jalan Lampisang, atau jalan Banda Aceh-Meulaboh. Berbagai peunajoh atau penganan seperti Kue Boi, Meuseukat Halua Breuh (semacam dodol), Timpan yang terbuat dari telur dan berisi srikaya dan kelapa, boh rom-rom, rujak aceh dan berbagai makanan yang hanya bisa ditemukan saat bulan Ramadhan sudah menanti pembeli mulai jam 4 sore.   2. Padang Di ibukota Sumatra Barat ini, para pemburu kuliner sudah tentu mengenal Pasar Pabukoan yang berpusat di sekitar area parkir Lapangan Imam Bonjol. Lokasi yang berdekatan dengan Poltabes Padang ini menjajakan berbagai penganan khas Sumatra Barat seperti Lamang Tapai, Lopis Sarabi, Bubur Kampiun, dan berbagai gulai, seperti gulai usus, gulai banak (otak), gulai itiak (bebek), serta banyak makanan lain yang akan membuat air liur mengalir dengan hanya membayangkannya saja.   3. Medan Sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, Medan terkenal dengan kekayaan khasanah kulinernya. Pengaruh budaya Melayu dan budaya Tionghoa, ditambah beragam masakan tradisionalnya membuat Medan jadi salah satu ibukota wisata kuliner. Dan di bulan Ramadhan, hampir seluruh kota Medan dipenuhi dengan pusat-pusat jajanan yang menjual hidangan berbuka puasa. Seputar kampus Universitas Sumatra Utara (USU) adalah salah satu contoh tempat mendapatkan hidangan ta’jil. Lalu Anda dapat merasakan nikmatnya hidangan bubur sop di Masjid Raya Al-Maksum yang dibagikan gratis mulai pukul 15.00. Atau Anda bisa mengarah ke Kampoeng Ramadhan di Kecamatan Medan Johor yang menyajikan berbagai makanan khas budaya Melayu.   4. Jakarta Ibukota negara Indonesia, sebagai tempat merantau dari berbagai daerah, adalah tempat yang tumpah ruah dengan jajanan berbuka puasa. Contoh saja Pasar Ramadhan Benhil yang terletak di depan Pasar Bendungan Hilir, yang tidak pernah sepi dari pengunjung mulai dari awal hingga akhir bulan Ramadhan. Lokasinya yang berdekatan dengan jalan protocol seperti Jl. Sudirman dan Jl. Gatot Subroto jadi tempat persinggahan bagi para pekerja yang pulang dari kantor untuk berbelanja makanan buka puasa. Lalu ada lagi Kawasan Kramat Raya, Jakarta Pusat, yang menyajikan berbagai jenis makanan dari Sumatra Barat. Baik di Benhil maupun di Kramat, beragam makanan dari berbagai daerah di Indonesia memenuhi meja-meja yang menggelar jajanan berbuka puasa. Cocok untuk orang-orang yang rindu kampung halaman.   5. Bogor Kota hujan ini juga ngetop dengan pasar kaget di kawasan Banjarjati. Para penjual terlihat kerepotan saat waktu sudah mendekati saat berbuka puasa dan biasanya hampir semua jajanan ludes terjual saat adzan Maghrib. Berbagai jenis minuman, seperti es buah dan kolak, lauk pauk, serta kurma bisa mudah ditemukan di pasar kaget ini. Harga yang lebih murah dan variasi yang beragam jadi tujuan para pembeli untuk mendapatkan hidangan berbuka puasa.   6. Bandung Kota ini adalah salah satu surga bagi wisata kuliner. Berbagai inovasi makanan di Kota Kembang menarik para wisatawan kuliner, meski tidak di bulan Ramadhan. Bayangkan saja apa yang dapat Anda temukan saat bulan Ramadhan tiba. Kota Bandung makin dipenuhi dengan penjaja makanan, mulai jajanan yang sudah tenar seperti kue bolu pisang, brownies, gepuk, kredok, dan cireng, maupun makanan tradisional seperti surabi, lumpia basah, batagor, dan martabak. Atau kalau tidak mau terlalu repot, di hampir seluruh pinggir jalan kota Bandung Anda dapat minggir sebentar untuk menikmati es buah atau es rumput laut.   7. Yogyakarta Kawasan Kauman, Yogyakarta, jadi salah satu tujuan untuk mencari hidangan berbuka puasa. Pasar Sore Ramadhan Kauman tiap hari selama bulan Ramadhan ramai sesak dengan pembeli yang ingin mencari hidangan berbuka puasa. Berbagai jenis pepes, botok, kicak dan kipo (kue khas Ramadhan yang terbuat dari tepung ketan). Lalu ada juga kawasan sekitar kampus Universitas Gadjah Mada banyak dipenuhi para mahasiswa yang berjualan berbagai makanan untuk berbuka puasa.   8. Surabaya Pasar Atum adalah nama yang langsung masuk ke ingatan orang-orang yang mencari hidangan berbuka puasa di ibukota Jawa Timur ini. Atau bisa juga bergerak ke depan Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang tiap bulan Ramadhan dipenuhi banyak pedagang hidangan bulan puasa. Mulai dari kue dolar, bongko menthuk, bikang atau kue lumpur, semua sudah siap menanti pembeli selepas waktu solat Ashar.   9. Denpasar Meski mayoritas penduduk pulau dewata ini beragama Hindu, bulan Ramadhan memunculkan pasar kaget yang menjual hidangan berbuka puasa. Sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, di depan kampus Universitas Udayana, adalah tempat yang terkenal sebagai tujuan untuk mendapatkan hidangan berbuka puasa. Para penjual dan pembeli pun tidak terbatas pada kaum Muslim saja, sehingga keramaian dan kenikmatan mencari hidangan berbuka puasa juga dirasakan oleh umat agama lainnya.   10. Makassar Kota yang terkenal dengan keindahan Pantai Losari ini juga terkenal dengan dahsyatnya variasi kuliner khas Sulawesi Selatan. Anda dapat menikmati segarnya es palu butung dan pisang epe di sekitar kawasan Pantai Losari. Atau berbagai makanan seperti jalangkote, lumpia, dan barongko di pusat jajanan buka puasa sekitar Jl. Mappanyukki. Mulai pukul 14.00 WITA kawasan ini dipenuhi pedagang dan pembeli yang ingin mendapatkan hidangan berbuka puasa.
...more

Kunjungan Wisatawan ke Sumatera Barat Naik 11,02 Persen

TripTrus.Com - Padang- Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat kunjungan wisatawan asing ke provinsi itu pada Oktober 2017 mencapai 4.826 orang atau meningkat 11,02 persen dibandingkan September 2017 "Pada September 2017 wisatawan asing yang berkunjung ke Sumbar mencapai 4.347, Oktober 2017 naik menjadi 4.826 orang," kata Kepala BPS Sumbar, Sukardi di Padang, Selasa (5/12/2017)   Persahabatan ibarat sekotak crayon... masing masing memiliki warna... perpaduan antara semua warna akan menciptakan pelangi yang indah... 😍😘 Begitulah dengan persabatan kami πŸ‘­πŸ‘­πŸ‘­πŸ‘­πŸ‘­ Mom's Day Out trip to #padang #bukittinggi #persahabatan #bandaraminangkabau #istanapagaruyung #jamgadang #danausingkarak #keloksembilan #pantaipadang #sitinurbayabridge #masjidrayapadang A post shared by Yessy (@yessyari) onOct 8, 2017 at 12:51am PDT Menurut dia kunjungan Oktober 2017 masih didominasi oleh wisatawan asing dari Malaysia mencapai 3.325 orang diikuti Australia 205 orang, Thailand 57 orang, Perancis 41 orang, Inggris 40 orang, Amerika Serikat 28 orang, Jerman 15 orang, Jepang 14 orang, Tiongkok 14 orang, Korea Selatan 9 orang dan negara lainnya 1.232 orang. "Sejak Januari sampai Oktober 2017 jumlah pelancong asal Malaysia yang berkunjung ke Sumbar sudah mencapai 32.913 orang," ujarnya. Kunjungan wisatawan pada Oktober 2017 memberikan kontribusi sebesar 0,49 persen terhadap total wisman yang berkunjung ke Indonesia sebanyak 976.038 orang. Ia memastikan jumlah yang terdata tersebut adalah mereka yang masuk melalui imigrasi di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) karena jika sebelumnya dari Jakarta atau Medan akan didata lewat bandara kedatangan.   Alhamdulillah.... Hello Sumatra Barat... πŸ˜„πŸ˜†πŸ˜πŸ˜Š . . . . . #sumatrabarat #padang #holiday #sumbar #minangkabauairport #bandaraminangkabau #liburan A post shared by Ria Fitriani (@riafitriya02) onApr 29, 2017 at 5:02am PDT Sementara Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Sumbar seperti dilansir Antara menyarankan pemerintah provinsi bisa belajar dari Malaysia bagaimana strategi menggaet wisatawan berkunjung ke daerah itu. "Saat ini sudah ada penerbangan langsung dari Padang ke Malaysia ini merupakan peluang namun harus diakui jumlah warga Sumbar yang datang ke Malaysia lebih banyak ketimbang orang Malaysia yang ke provinsi ini," kata Ketua Asita Sumbar Ian Hanafiah. Menurutnya Malaysia mempromosikan wisatanya terus menerus dengan membentuk badan khusus serta melakukan promosi dengan maksimal. Kemudian Malaysia juga menyiapkan beragam infrastruktur dan fasilitas yang membuat wisatawan nyaman. Sebab kunci agar orang mau berwisata itu adalah mampu melihat dan memenuhi kebutuhan wisatawan, bahkan kantor perdana menterinya sendiri juga bisa dikunjungi, jelasnya. Ia mengakui biro perjalanan yang ada di Sumbar jauh lebih nyaman membawa warga Sumbar ke Malaysia ketimbang membawa warga Malaysia ke Sumbar. "Kalau membawa orang Sumbar ke Malaysia sesudah kunjungan tidak ada masalah, tapi membawa orang Malaysia ke sini kami khawatir banyak keluhan mulai dari infrastruktur hingga toilet," ujarnya. Selain itu harga penginapan di Malaysia juga lebih murah bayangkan saja paket tahun baru tiga hari dua malam bisa dapat Rp1,7 juta untuk hotel bintang tiga, sedangkan di Bukittinggi untuk hotel saja satu malam sudah Rp2,5 juta. Ia menggarisbawahi kalau Sumbar ingin lebih banyak dikunjungi wisatawan asing maka benahi infrastruktur dan pahami kebutuhannya. (Sumber: Artikel industry.co.id Foto @Amieykha)
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...