Sebuah gedung tua peninggalan kolonial Belanda terlihat berdiri tegak di jantung kota. Gelap. Kosong. Eksotis sekaligus mistis. Angker. Kesan itulah yang terpancar dari Lawang Sewu, nama bangunan tua yang berada di dekat Bundaran Tugu Muda, Semarang, Jawa Tengah. Bangunan ini bergaya art deco dan memiliki begitu banyak pintu yang berderet. Secara harfiah, Lawang Sewu berarti seribu pintu, meski sebenarnya jumlah pintunya tidak sebanyak itu. Bangunan ini dibangun pada tahun 1904–1907, dan awalnya dipakai sebagai kantor pusat perusahaan kereta api regional wilayah Jawa Tengah yang dikelola oleh Belanda, yaitu Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Namun setelah Jepang berkuasa di Indonesia, gedung ini pun diambil alih dan ruang bawah tanahnya dijadikan sebagai saluran pembuangan air dan juga ruang tahanan sekaligus penyiksaan.Penjara bawah tanah ini menjadi saksi atas penyiksaan dan pembantaian terhadap orang-orang Indonesia, yang dilakukan oleh tentara Jepang pada saat diberlakukannya kerja paksa atau romusha. Suasana di tempat ini membuat bulu kuduk berdiri, apalagi saat memasuki salah satu sudut ruang sempit yang berbentuk seperti kolam-kolam kecil yang dulu dijadikan tahanan. Setelah Indonesia merdeka hingga tahun 1994, tempat ini sempat berubah fungsi menjadi kantor Djawatan Kereta Api Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Sempat juga digunakan sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Perhubungan Jawa Tengah. Namun setelah itu, bangunan ini dibiarkan kosong dan tidak terurus.Dulu, kesan angker dan mistis menyertai bangunan ini, tetapi setelah dipugar dan dijadikan pusat kerajinan Indonesia di Jawa Tengah, diharapkan kesan itu perlahan hilang. Semoga cagar budaya ini semakin banyak dikunjungi oleh wisatawan, bukan sebagai bangunan angker, tapi karena memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTripTrus.Com - Lake Toba Fashion Week (LTFW) 2023 bakal heboh banget bulan Oktober nanti! Pemprov Sumatera Utara dan kabupaten-kabupaten sekitarnya udah deal untuk bikin event seru ini di Sipinsur Park Geosite, wilayah Kabupaten Humbanghasundutan.
View this post on Instagram
A post shared by Lake Toba Fashion Week 2023 (@ltfw2023)
Ini acara pertama kali di kawasan Danau Toba yang melibatkan delapan kabupaten sekaligus, geng. Ada Kabupaten Toba, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Samosir, Kabupaten Dairi, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Karo, dan Kabupaten Pakpak Bharat jadi tuan rumah.
Di acara ini, bakal ada banyak kegiatan seru, mulai dari pameran produk UMKM, fashion show, workshop bisnis, pagelaran seni, sampai workshop buat model, desainer, dan fotografer.
Semua kabupaten yang ikut dalam rapat koordinasi LTFW 2023 nunjukin dukungan mereka buat suksesin event tahunan ini. Rapatnya digawes Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumut, Nawal Lubis, di Medan.
Ada juga yang ikut rapat, kayak Sekda Kabupaten Humbahas Tonny Sihombing, para kepala OPD di Sumut, dan OPD dari wilayah Kawasan Danau Toba. Gak ketinggalan, ada Ketua Dekranasda Kawasan Danau Toba dan Wakil Ketua Harian Dekranasda Sumut, Dian Arief S Trinugroho, plus Sekretaris Dekranasda Sumut, Hasnah Lely Siregar.
[Baca juga : "Medan Bakal Geber Pameran Start Up, Cerita Sukses Dan Keberagaman Budaya Jadi Sorotan"]
Nawal Lubis bilang, event keren kayak gini bisa promosiin Danau Toba sebagai destinasi andalan Sumut dan bikin UMKM di sekitarnya melesat. "Danau Toba Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). Kita tanpa Danau Toba bukan Sumut, jadi kita ramein Danau Toba, biar makin terkenal, dan juga biar bisa dorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lewat kunjungan wisatawan," katanya.
Nawal Lubis juga ajak semua pihak buat ikutan dan bantu suksesin LTFW 2023 ini, geng. Sekda Kabupaten Humbahas, Tonny Sihombing, bilang, event ini buat naikin pamor produk UMKM dan pariwisata di Kawasan Danau Toba. "Kita terus promosiin pariwisata di Kawasan Danau Toba yang selama ini belum dapet perhatian maksimal, baik di dalam maupun luar negeri," katanya. (Sumber Foto @diskominfo.sumutprov.go.id)
...moreTripTrus.Com - Selalu saja ada hal menarik ketika Anda memilih Bogor sebagai tujuan destinasi untuk berlibur. Mulai dari danau, pegunungan, hingga wisata alamnya selalu menjadi daya tarik wisatawan.
View this post on Instagram
Moment sunrise memang paling ditunggu untuk di nikmati, bnyak tempat bagus untuk melihat sunrise tak terkecuali di puncak batu roti ini, tepatnya berada di ciampea bogor, pemandangan yg super indah ini, ingin rasanya kembali ksini. . 📍 Puncak batu roti, gunung kapur, ciampea, bogor . 📷 @rahmancosta92_
A post shared by M Bista Ilham (@bistailham_) onMay 22, 2018 at 4:13am PDT
Salah satu destinasi yang menarik dan tak boleh dilewatkan adalah mengunjungi bukit batu roti. Ini merupakan gunung kapur di Ciampea Bogor. Berada di atas puncak roti, Anda akan melihat lanskap tercantik di Bogor. Pemandangan alamnya terlihat memesona, ditambah struktur bebatuan di puncaknya menarik untuk dijadikan background untuk Anda berswafoto.
Bogor tak hanya memiliki gunung Pangrango. Kota hujan ini juga memiliki bukit kapur yang kerap diincar wisatawan. Bukit Kapur memiliki tiga puncak yang memiliki pemandangan yang sama indahnya. Bukit yang didominasi oleh tanah dan karst berketinggian tidak lebih dari 400 mdpl ini memberikan sensasi yang berbeda.
[Baca juga : "Lokasi Wisata Bogor Dengan Spot Underwater Yang Keren Abis"]
Salah satu puncak yang paling diincar wisatawan untuk berburu sunrise adalah puncak batu roti. Puncak yang dikenal dengan karstnya yang membentuk seperti roti jika dilihat dari bawah. Bisa dibilang Puncak Batu Roti adalah salah satu spot terbaik untuk melihat matahari terbit di Bogor Barat. Ditunjang dengan puncak karst yang mengerucut, membuat Anda dapat memandang ke sekelilingnya 180 derajat tanpa terhalang apa pun. (Sumber: Artikel inews.id Foto payungrimba.blogspot.com)
...moreTripTrus.Com - Berikut adalah jadwal acara di Palembang selama bulan Mei 2023 yang terdapat dalam Kalender Event setahun penuh di Palembang. Total terdapat 107 event wisata yang tersebar di seluruh Palembang sepanjang tahun 2023.
View this post on Instagram
A post shared by Dinas Pariwisata Palembang (@pariwisata.palembang)
Simak daftar dan jadwal acara di Palembang pada bulan Mei dari 'Calendar of Event' 2023.
Rentak Batanghari 9 (16-17 Mei)
Sriwijaya Expo (24-28 Mei)
Food Bazaar Season 1 (26 Mei-4 Juni)
Liga Sepakbola Usia Anak U-12 , U-14 (Mei)
Lomba Fotografi: Budaya dan Seni Sumsel (Mei)
Ulang Tahun APEKSI (Mei)
National Polytechnic English Olympiad (NPEO) (Mei)
Pekan Olahraga Pariwisata Nasional (Mei)
Festival Anjungan Sumsel (Mei/Juni)
[Baca juga : "Berikut Ini Adalah Daftar Event Yang Akan Digelar Di Wonosobo Pada Bulan Mei 2023, Mulai Dari Pemili"]
Agus Wibowo, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, mengatakan bahwa tujuan dari pengumuman Calender of Event 2023 Kabupaten Wonosobo adalah memberikan informasi kepada masyarakat terkait pelaksanaan event di Kabupaten Wonosobo pada tahun 2023. Ia juga mengajak seluruh stakeholder dan masyarakat untuk mendukung dan menyukseskan acara tersebut. (Sumber Foto @dessyshanty178)
...moreTrip Pulau Komodo bisa kamu cari di: http://triptr.us/Bg.
TRIPTRUS - Nama Komodo sudah pasti tidak asing bagi TripTroops. Spesies kadal terbesar di dunia -- yang punya nama latin varanus komodoensis ini -- punya habitat di Taman Nasional Komodo. Binatang yang disebut-sebut sebagai keturunan naga ini bersifat karnivora atau pemakan daging. Selain itu, air liur komodo juga penuh dengan bakteri mematikan.
Taman Nasional Komodo sendiri didirikan pada tahun 1980 oleh pemerintah Indonesia dan dijadikan Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Reptil unik ini mayoritas berhabitat di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. Namun, juga terdapat di Pulau Rinca, Pulau Padar, dan beberapa pulau kecil lainnya -- yang semuanya adalah bagian dari Taman Nasional Komodo seluas 1920 kilometer persegi.
Untuk berkeliling Pulau Komodo, TripTroops bisa memulainya dari Kampung Komodo, satu-satunya tempat berpenghuni manusia di Pulau Komodo. Penduduk Kampung Komodo kebanyakan berasal dari perantau dari Bugis, Sulawesi dan Sumba. Di sini, para penduduk hidup dekat dengan Komodo, bahkan anak-anak terbiasa bermain di dekat komodo. Kami tidak menyarankan untuk mencoba ini di rumah, tentunya.
Jika TripTroops ingin berkeliling melihat habitat komodo, TripTroops bisa menggunakan jasa pemandu lokal yang cukup banyak di Pulau Komodo. Tidak hanya komodo saja, di TN Komodo TripTroops juga bisa melihat berbagai spesies lain seperti rusa Timor, monyet ekor panjang, musang, dan kalong buah.
Selain itu, Pulau Komodo punya banyak hal lain untuk dinikmati. Di sisi timur Pulau Komodo ada Pink beach, satu dari tujuh pantai di seluruh dunia yang punya pasir berwarna merah muda! Warna pasir itu disebabkan oleh karang merah yang hancur di lepas pantai dan terbawa oleh ombak ke pantai.
Buat TripTroops yang doyan masuk ke air untuk ke snorkeling atau diving, terumbu karang di Taman Nasional Komodo adalah salah satu yang terindah di dunia yang menjadi tempat tinggal bagi ribuan spesies ikan dan hewan laut seperti hiu paus, lumba-lumba, dugong (ikan duyung), dan lain-lain. Cukup dengan menyeberang ke Pulau Padar, TripTroops bisa menemukan dive spot yang keren dan seperti melihat hamparan warna yang memukau di bawah laut. Atau, kalau malas merendam diri di air, TripTroops bisa berkeliling dengan menggunakan kayak untuk meng-explore berbagai teluk kecil yang tersembunyi.
Jadi, mulai packing dari sekarang dan masukkan ke agenda untuk nge-trip ke Taman Nasional Komodo.
...moreBenteng Fort Rotterdam, atau yang akrab juga disebut dengan Benteng Ujung Pandang, merupakan peninggalan bersejarah dari Kesultanan Gowa yang pernah berjaya pada abad ke-17. Kesultanan ini sebenarnya memiliki 17 buah benteng yang mengitari Makassar, yang menjadi ibukota kesultanan. Tetapi benteng yang paling megah di antara benteng-benteng lainnya adalah Benteng Fort Rotterdam. Hingga saat ini, keaslian benteng masih terpelihara.Lokasi benteng mudah dijangkau karena terletak di dalam kota Makassar, tepatnya berada di depan pelabuhan laut kota Makassar. Jaraknya sekitar dua kilometer dari Pantai Losari. Dengan gaya arsitektur era 1600-an, benteng ini terlihat mencolok dari bangunan Di sekitarnya sehingga mudah dikenali. Temboknya memiliki ketebalan hampir dua meter, berwarna hitam, dan terlihat kokoh menjulang setinggi hampir lima meter. Pintu utama benteng berukuran kecil. Jika dilihat dari ketinggian, bentuk benteng menyerupai penyu yang sedang menuju pantai.Benteng ini dibangun pada tahun 1545, oleh Raja Gowa X, yaitu Imanrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung atau Karaeng Tunipalanga Ulaweng. Seperti halnya arsitektur benteng yang bergaya Portugis, benteng ini berbentuk segi empat, dan berbahan dasar campuran batu dan tanah liat yang dibakar hingga kering. Pada masa pemerintahan Raja Gowa XIV, tembok benteng kemudian diganti menjadi batu padas berwarna hitam.Pada masa penjajahan Belanda, sebagian benteng ini pernah porak-poranda akibat pecahnya perang antara armada perang VOC yang dipimpin oleh Gubernur Jendral Admiral Cornelis Janszoon Speelman dengan Kesultanan Gowa sejak tahun 1666. Penyerangan itu sendiri bertujuan untuk menguasai jalur perdagangan rempah-rempah dan sekaligus memperluas daerah kekuasaan Belanda. Setelah menggempur Kesultanan Gowa selama setahun lebih, pasukan perang pimpinan Speelman berhasil menang dan memaksa Sultan Hasanuddin menandatangani Perjanjian Bongaya pada tanggal 18 November 1667.Bagian benteng yang hancur kembali dibangun oleh Gubernur Jenderal Speelman tapi disesuaikan dengan gaya arsitektur Belanda. Benteng yang tadinya berbentuk persegi empat dan memiliki empat bastion, ditambah lagi dengan satu bastion di sebelah barat. Bastion adalah bangunan kokoh yang ditempatkan lebih tinggi di setiap sudut benteng dan di atasnya ditempatkan kanon atau meriam. Nama benteng kemudian diubah menjadi Fort Roterdam, sesuai dengan tempat kelahiran Speelman. Dan saat itu, Benteng Fort Rotterdam difungsikan sebagai pusat perdagangan dan gudang hasil bumi serta rempah-rempah, sekaligus menjadi pusat pemerintahan Belanda di wilayah Timur Nusantara.Tidak perlu membayangkan suasana seram dan angker saat akan mengunjungi benteng tua ini karena tempat bersejarah ini bukanlah tempat yang kosong melompong. Benteng ini digunakan pemerintah setempat sebagai Pusat Kebudayaan Makassar dan difungsikan sebagai perkantoran sehingga membuat lingkungan benteng menjadi bersih, rapi, dan terawat. Selain dapat melihat-lihat benteng secara gratis, pengunjung juga bisa mendatangi Museum La Galigo dan juga melihat ruangan sempit tempat Pangeran Diponegoro ditahan setelah ditangkap Belanda di Jawa.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTripTrus.Com - Pariwisata Sulut mencoba kembali bangkit dengan berbagai event wisata yang sudah dikenal selama ini.
Industri pariwisata kembali menggeliat setelah dua tahun terpuruk karena pandemi Covid-19. Seiring dengan semakin terkendalinya penularan virus Corona dan jangkuan vaksinasi Covid-19 yang semakin meluas, pemerintah mulai melonggarkan kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat termasuk di sektor wisata.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Makatana MINAHASA (@natansumolang)
Kini pelaku pariwisata yang ditopang oleh pemerintah daerah berupaya melakukan promosi wisata. Salah satu bentuk promosi wisata adalah dengan menggelar berbagai event wisata, dengan tujuan utama mendatangkan kunjungan wisatawan.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekaraf) RI ikut membantu pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota mempromosikan wisatanya melalui program Karisma Event Nusantara (KEN).
Karisma Event Nusantara (KEN) merupakan salah satu strategi kolaborasi Kemenparekraf/Baparekraf RI dengan daerah melalui penyelenggaraan event berkualitas yang bertujuan untuk mempromosikan destinasi pariwisata, meningkatkan kunjungan wisatawan, pemberdayaan potensi lokal, serta memberikan dampak positif terhadap ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Sebanyak 110 event pariwisata dan ekonomi kreatif telah berhasil ditetapkan masuk dalam program KEN tahun 2022 yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.
Proses penilaian berdasarkan pada nilai keunikan event (unique selling proposition), peran event dalam menjaga kelestarian lingkungan (environmentally friendly) serta bagaimana event berkontribusi sebagai penggerak ekonomi lokal di daerah.
5 event wisata Sulut di KEN
Dai 110 event wisata yang masuk dalam program KEN 2022 tersebut, lima diantaranya merupakan event wisata yang akan digelar di Sulawesi Utara.
Kelima event tersebut adalah Likupang Tourism Festival, Tomohon Internastional Flower Festival, Festival Pesona Selat Lembeh, Bunaken Festival dan Festival Danau Tondano.
1. Likupang Tourism Festival
Waktu: 29 – 31 Juli 2022Lokasi: Kabupaten Minahasa Utara
Likupang Tourism Festival merupakan event pariwisata yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Utara, dan menjadi event unggulan Minahasa sejak tahun 2021. Event ini diisi dengan beragam lomba, atraksi, pameran, pertunjukan seni budaya, konser musik, seminar pariwisata berkelanjutan hingga kegiatan penanaman karang serta mangrove.
Pada tahun 2022, event Likupang Tourism Festival akan bertemakan “Minahasa Utara Hebat” yang memiliki keunikan dengan menonjolkan kearifan budaya lokal yang berbasis bahari.
Tujuan utama dari event ini adalah promosi potensi pariwisata Likupang memperkenalkan kearifan budaya lokal di Minahasa Utara, meningkatkan ekonomi lokal dan mengenalkan produk destinasi berbasis alam maupun budaya, serta meningkatkan lapangan kerja dan perekonomian yang didorong oleh sektor pariwisata.
Adapun rincian kegiatan Likupang Tourism Festival 2022 yaitu Atraksi Kesenian, Pameran, Penanaman Karang dan Mangrove, Lomba Bakar Ikan, Lomba Batoto, Seminar Lingkungan, Lomba Lari Lintas Alam, Fin Swim, Pelatihan Pengelolaan Sampah, dan acara hiburan lainnya.
2. Tomohon International Flower Festival
Waktu: 8-12 Agustus 2022Lokasi: Kota Tomohon
Event Tomohon International Flower Festival telah berlangsung sejak 2008. Adapun tujuan penyelenggaraan event ini adalah dalam rangka turut serta mempromosikan Tomohon sebagai destinasi wisata dunia, sentra industri florikultura di wilayah Indonesia Timur, serta juga sebagai kota penyelenggara event bertemakan bunga ber-skala internasional.
Selain daripada itu, event ini juga bertujuan untuk meningkatkan sektor ekonomi, diantaranya adalah terbukanya lapangan kerja di berbagai sektor (EKRAF, UMKM dan entrepreneurship), meningkatnya kunjungan wisatawan, semakin banyak investor yang berinvestasi di Kota Tomohon dan meningkatnya pembangunan hotel atau penginapan, café dan resto, objek wisata, serta industri pariwisata lainnya.
Pada tahun 2022, Tomohon International Flower Festival akan diselenggarakan secara hybrid dengan rincian kegiatan yaitu pelaksanaan perlombaan parade bunga di area jalan parade sepanjang 3 km. Nantinya akan ditampilkan 10 hingga 15 float kendaraan hias bunga serta peragaan kostum karnaval bertema bunga.
Selain itu di event Tomohon International Flower Festival juga akan diadakan Tourism, Trade, Investment and Floriculture Expo.
3. Festival Pesona Selat Lembeh
Waktu: 6-10 Oktober 2022Lokasi: Kota Bitung
Festival Pesona Selat Lembeh menjadi salah satu kegiatan yang diselenggarakan untuk memaksimalkan 5 Pesona yang ada di Kota Bitung.
Berawal dari kegiatan kemasyarakatan di industri perikanan sejak tahun 2009, event ini kemudian dijadikan kegiatan tahunan Kota Bitung serta terus dikembangkan agar bisa menjadi kegiatan yang bertaraf nasional bahkan internasional dan dapat memberikan beragam nilai guna dalam upaya pembangunan kepariwisataan di Kota Bitung.
Adapun target capaian bagi masyarakat Kota Bitung diantaranya adalah meningkatkan kecintaan terhadap kota Bitung, meningkatkan indeks kebahagiaan warga, meningkatkan rasa bangga terhadap Kota dan Pemerintah Kota, memberikan dampak ekonomi terutama kepada para pekerja di sektor pariwisata.
Di tahun 2022 ini, Festival Pesona Selat Lembeh akan hadir dengan beberapa rangkaian acara yaitu Sailing Pass, Kampung Wisata Award, Explore Kampung Wisata, Bitung International Underwater Photography Competition, Coral Transplantation, Mural competition, Pengucapan Virtual, dan 360 Virtual Exhibition dan Virtual Bazaar.
4. Bunaken Festival
Waktu: 27-28 Oktober 2022Lokasi: Kota Manado
Event yang diawali pada tahun 2014 dan akan diselenggarakan kembali di 2022 dengan konsep “Eco-tourism and Environmental awareness based on SDGs (Sustainable Development Goals)”. Dinas Pariwisata Daerah Provinsi Sulawesi Utara selaku penyelenggara, berkomitmen untuk membangun sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Bunaken.
Di tahun 2022 ini, event Bunaken Festival akan dilaksanakan dengan adaptasi konsep baru sesuai protokol kesehatan. Tentunya dengan beberapa rangkaian acara yang baru dan lebih menarik. Adapun rangkaian acara tersebut diantaranya adalah Traditional “Katinting” Boat Parade, Clean Bunaken, Performing Arts and Culture, Fashion on the Beach, Coral Planting, 100 of Babies Sea Turtle being Released, dan Mangroove Tree Planting.
Selain itu hadir juga konsep terbaru serta penerapan inovasi dan adaptasi yang menyesuaikan dengan kondisi era pandemi ini yaitu Cashless Payment for Homestay in Bunaken.
[Baca juga : "Pengamat: Pariwisata Indonesia Perlahan Bangkit Seiring Libur Lebaran"]
5. Festival Danau Tondano
Waktu: 3-5 November 2022Lokasi: Kabupaten Minahasa
Festival Danau Tondano adalah salah satu gelaran untuk mempromosikan pariwisata di Kabupaten Minahasa yang dilaksanakan dan diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Minahasa sejak tahun 2007. Di tahun 2022 ini, Festival Danau Tondano akan kembali diselenggarakan dengan tema “Minahasa Rebound”.
Visi dan misi dari event ini yaitu Minahasa maju dalam ekonomi dan budaya, berdaulat, adil dan sejahtera, serta mewujudkan kemandirian ekonomi dengan mendorong sektor pertanian, perikanan dan pariwisata.
Adapun tujuannya adalah mempromosikan kawasan pariwisata di Kabupaten Minahasa. Dampak ekonomi yang diharapkanadalah dapat meningkatkan perekonomian masyarakat serta pelaku usaha wisata di sekitar Danau Tondano serta pemberdayaan masyarakat industri pariwisata dengan melibatkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.
Keunikan utama dalam event ini terletak pada Danau Tondano itu sendiri. Danau Tondano merupakan danau yang memiliki nilai sejarah dan memiliki daya tarik serta nilai jual wisata. Beberapa rangkaian acara yang akan dilaksanakan diantaranya adalah Festival Perahu Wisata, Pentas Seni dan Budaya, dan Festival Kuliner. (Sumber: Artikel zonautara.com Foto @wirabuanaraya)
...moreTripTrus.Com - Dulu Banda Neira dan pulau-pulau di kepulauan Banda mengundang Bangsa Eropa dengan rempah-rempah. Tapi kini dengan wisata sejarah.
Persis seperti yang tertera di buku sejarah, Bangsa Eropa datang ke Indonesia untuk mencari rempah-rempah. Dimulai ekspedisi Portugis dan Spanyol, sampai pendudukan Belanda yang menyebabkan pertumpahan darah.
Salah satu tempat penghasil rempah yang menjadi rebutan yaitu Kepulauan Banda di Maluku tengah. Tempat di mana pohon-pohon pala berkualitas tinggi tumbuh sebagai primadona.
Banda Neira merupakan salah satu pulau di Kepulauan Banda. Secara administratif, Banda Neira terbagi dalam 6 desa, yakni Dwiwarna, Kampung Baru, Merdeka, Nusantara, Rajawali, dan Tanah Rata. Banda Neira pernah menjadi pusat perdagangan pala dan fuli dunia. Pada 1621, Kongsi Dagang atau Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC) membangun kota di sana dengan membantai penduduk Banda untuk mendapatkan pala.
Hingga saat ini, banyak bangunan bersejarah sisa pendudukan Bangsa Eropa di Banda. Seperti Benteng Belgica di Neira dan Benteng Hollandia di Lonthoir, Banda Besar. Tidak hanya dua benteng tersebut, beberapa peninggalan seperti Benteng Concordia, Benteng Nassau dan Benteng Revengie juga siap membawa Sahabat Sporto kembali ke abad 17an.
Selain itu, di Neira juga terdapat Istana Mini yang pernah ditempati gubernur jenderal pertama di Indonesia, yaitu Joen Pieterszoen Coen. Istana tersebut konon dibangun Belanda satu tahun sebelum didirikan Istana Merdeka dan Gedung Putih di Bogor.
Di sekitar Neira, ada pulau-pulau kecil yang juga memendam sejarah dan menarik untuk ditelisik. Seperti Pulau Hatta yang pernah menjadi tempat pengasingan Wakil Presiden pertama Indonesia Mohammad Hatta dan Pulau Syahrir, tempat yang begitu sunyi bagi tokoh kemerdekaan Sutan Syahrir.
Jadi, Jika dulu Bangsa Eropa datang Banda Neira untuk mencari rempah-rempah, sudah selayaknya saat ini Bangsa Indonesia melancong untuk berwisata sejarah. Penasaran merasakan sensasi kembali ke abad ke-17? (Sumber: Artikel sportourism.id/Suki Asmarandana Foto pesonaindonesia)
...moreTripTrus.Com - Bro, nih ada kabar seru buat rencana liburan lo di 2024! National Geographic baru aja nge-drop Rekomendasi Wisata Terpopuler buat tahun depan, dan salah satu destinasi yang keren banget adalah Gili Islands dari Indonesia, bro!
View this post on Instagram
A post shared by Sharon Jia En (@jiaaaennnn__)
Jadi, kan, udah masuk awal tahun 2024, liburan udah jadi omongan serius buat para traveler. Setelah sekian lama kena pandemi, pada nggak sabar pengen jalan-jalan ke tempat keren di dalam atau luar negeri.
Tapi, nih, biar liburan lo bener-bener beda dan keren, penting banget pilih destinasi yang oke banget. National Geographic baru aja nge-release daftar destinasi liburan yang keren banget, supaya liburan lo nggak jadi yang 'biasa-biasa aja'.
[Baca juga : "Rekomendasi Kuliner Legendaris 2024, Kisah 53 Tahun Persahabatan Dan Kelezatan Kuliner Di Bogor"]
Dari 30 destinasi keren di The Cool List 2024, ada satu tempat yang bener-bener patut di-check, yaitu Gili Islands di Indonesia.
Buat yang belum tau, Indo punya banyak destinasi keren, salah satunya tuh Gili Islands. Kepulauan ini kecil banget, di lepas pantai Lombok. Dan tau nggak? Pantainya tuh super indah, berpasir putih, airnya jernih abis. Nah, Gili Islands ini juga tempat asik buat snorkeling dan diving, bro! Jadi, bener-bener all-in-one package buat liburan yang nggak terlupakan! (Sumber Foto @mraflyrafiqi)
...more