Cari trip ke Riau di sini: http://triptr.us/CY
TRIPTRUS - Provinsi Riau punya sebuah fenomena alam unik di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. Di Sungai Kampar yang melintasi lima kabupaten di Riau (Kabupaten Pelalawan, Kampar, Kuantan Singingi, Lima Puluh Kota, dan Sijunjung) memiliki gelombang yang bernama gelombang Bono. Gelombang Bono terjadi di saat volume air sungai meningkat drastis di musim penghujan dan badan sungai yang membesar serta aliran air dari beberapa anak sungai membuat daerah hilir Sungai Kampar memiliki gelombang tinggi. Ditambah pula, arus air dari Selat Malaka dan Laut Cina Selatan bertemu dengan aliran muara Sungai Kampar. Penyempitan pertemuan arus itu membentuk gelombang besar. Gelombang Bono dapat mencapai 4-6 meter di saat bulan purnama. Meski oleh masyarakat setempat ombak Bono mempunyai nama yang mengerikan, yaitu Tujuh Hantu, tapi gelombang ini juga mengundang banyak peselancar dari luar negeri untuk menjajal liarnya ombak bono. Meski Gelombang Bono bisa dibilang berbahaya, tetapi ombak sungai terbesar dan terpanjang di dunia ini dinobatkan sebagai wahana selancar sungai terbaik di dunia.Saat terjadi puncak Bono, 21 gelombang ombak dapat muncul secara bersamaan. Gelombang ini juga bisa menciptakan kubah yang bergulung-gulung dengan waktu yang bisa mencapai dua jam. Ini tentunya jauh berbeda dengan gelombang di laut yang hanya berdurasi sekitar beberapa menit saja. Kehebatan gelombang Bono dalam memanjakan para peselancar inilah yang membuatnya jadi sangat menarik.
Tetapi, gelombang Bono besar tidak disarankan untuk ditunggangi oleh peselancar pemula. Ini disebabkan oleh karena ganasnya gelombang Bono yang kabarnya tiap tahun memakan puluhan korban dari kapal yang tenggelam akibat diterjang gelombang tinggi. Untuk memprediksi datangnya Puncak Bono, dapat diketahui lewat kalender tarikh qomariyah yaitu di pertengahan bulan (sekitar tanggal 10-20) di saat bulan purnama.Keberadaan Bono sebagai obyek wisata baru dimulai beberapa tahun lalu setelah beberapa peselancar dari Perancis dan Brazil mulai menjajal hebatnya Gelombang Bono. Kepopuleran Bono bahkan membuat seorang peselancar sungai (tidal bore surfer) dari Inggris Steve King (48) mencoba memecahkan rekornya sendiri di Guiness World of Records dengan berselancar sejauh 40 kilometer. Wow!Teluk Meranti dapat dicapai dari Pekanbaru, ibukota Provinsi Riau, dengan jalan darat sekitar lima jam. Untuk mencapai gelombang Bono ada baiknya menggunakan perahu motor atau jetski, mengingat Sungai Kampar juga merupakan habitat binatang pemangsa, yaitu buaya.Untuk bertemu dengan Gelombang Bono di Teluk Meranti, disarankan pada awal dan akhir musim hujan di saat gelombang sedang tinggi-tingginya. Jadi, tandai kalender di bulan Februari, Maret, Oktober, dan November. Jika bosan berselancar di siang hari, malam hari juga adalah waktu terbaik untuk berselancar di atas gelombang Bono.
Photos taken from: indonesia.travel, flickr.com, kimasurf.com, riverbreak.com
...moreTripTrus.Com - Bro‑sis traveler, Desember 2025 bakal jadi bulan yang super vibes banget buat lo yang doyan jalan-jalan, nyari pengalaman baru, atau sekadar nge-refresh otak dari rutinitas harian. Bayangin aja, dari tradisi lokal yang unik, festival musik yang enerjik, sampai event budaya penuh warna, semua siap bikin feed IG lo makin kece dan memory lo makin berkesan.
View this post on Instagram
A post shared by Lombok Sumbawa Tourism (@bppdntb)
Gak cuma buat yang hobi jalan-jalan, tapi juga buat lo yang pengen healing sambil belajar budaya baru, ketemu orang-orang seru, atau sekadar ngerasain atmosfer kota dan desa yang beda dari biasanya. Pokoknya, Desember kali ini bisa jadi momen epic buat lo kumpulin pengalaman dan vibes positif sebelum tahun berganti. Jadi siap-siap, catat kalender lo, dan jangan sampe kelewatan event kece yang bikin akhir taun lo makin memorable! 8 Agenda Kece Desember 2025:
Pasar Kangen Yogyakarta Lo yang suka nostalgia atau kepengen ngerasain vibe klasik kek kampung halaman — Pasar Kangen bisa jadi pilihan. Event ini bakal nyajikan atmosfer jadul, penuh dengan barang-barang antik, kuliner tradisional, dan suasana nostalgic yang bikin lo terenyuh sambil senyum-senyum sendiri. Cocok banget buat lo yang mau santai, ngulik sejarah lokal, sambil nostalgia bareng temen.
Perang Topat 2025 (di Lombok Barat, 4 Desember 2025) Buat lo yang tertarik budaya dan tradisi unik, Perang Topat wajib masuk bucket list. Event ini ngasih lo pengalaman mendalam soal toleransi, adat, dan komunitas asli Lombok Barat — sambil lihat keramaian dan warna‑warni tradisi yang jarang lo temuin di keseharian. Seru, bro sis!
Hello Fello City 2025 Kalau lo anak urban, suka musik dan pengen hiburan modern, Hello Fello City 2025 adalah acara yang cocok banget. Lo bisa dapet kombinasi musik, kreatifitas, dan suasana kekinian — perfect buat lo yang pengen refreshing dengan gaya hidup millennial / gen Z sambil ngerasain vibes kota yang energik.
Festival Musik Komposer Song Genai 2025 Buat para pecinta musik dan karya lokal, festival ini bakal jadi tempat lo menikmati kombinasi seni tradisional dan modern dalam satu panggung. Musik, kreativitas, dan kultur bersatu — cocok banget buat lo yang open minded dan pengen explore karya dalam negeri dengan cara yang asik.
Event Wisata & Budaya Lokal Lainnya Des 2025 (gabungan dari beberapa agenda lain yang disebut di list) Selain event besar, bakal banyak event kecil nan asik: dari komunitas, seni budaya lokal, sampai aktivitas wisata alternatif. Cocok banget buat lo yang suka spontan — bisa pilih sesuai mood, lokasi, atau waktu luang lo. Intinya ada banyak pilihan jadi gak bakal ngebosenin akhir tahun lo.
Event buat lo yang pengen healing & chill Gak wajib selalu rame — ada agenda buat lo yang pengen jalan santai, nikmatin suasana budaya, atau sekadar escape dari keramaian kota. Kadang, yang simpel malah paling berkesan; jadi jangan ragu buat milih event yang vibe-nya mellow dan adem.
[Baca juga : "Jabodetabek Desember 2025: Bazar, Live Music & Holiday Vibes On!"]
Kombinasi budaya + musik + komunitas = perfect mixBeberapa event bakal nyatuin budaya tradisional, musik modern, dan komunitas kreatif — jadi lo bisa dapet pengalaman yang beda dari biasanya. Lo gak cuma jadi penonton, tapi bisa ngerasain atmosfer, kenalan orang baru, bahkan gali inspirasi. Asik banget buat lo yang suka interaksi.
Akhir tahun 2025? Saat yang pas banget buat travelingDengan banyak event kece plus suasana liburan akhir tahun, Desember 2025 jadi waktu yang mantap buat lo jalan‑jalan. Entah lo solo traveling, sama temen, atau nyari quality time — semua bisa. Jadi manfaatin momentum, bro sis!
Gengs, setelah liat semua event kece dan budaya seru yang bakal rame di Desember 2025, jelas banget kalau bulan ini penuh peluang buat lo nge-refresh diri, ketemu orang baru, dan bikin memory epic bareng temen atau keluarga. Dari musik, tradisi, kuliner, sampai aktivitas kreatif, semua ada buat lo pilih sesuai mood dan gaya lo masing-masing. Jadi jangan ragu buat eksplor, ambil vibes positif, dan nikmatin setiap momen seru yang ada. Pokoknya, akhir tahun ini bukan cuma soal liburan biasa, tapi kesempatan buat lo upgrade pengalaman, bikin cerita seru, dan pulang bawa kenangan yang bakal terus lo inget. Jadi, siap-siap, bro-sis traveler, karena Desember 2025 bakal penuh warna, kejutan, dan adventure yang ga bakal lo lupain! (Sumber Foto @prokopimlobar)
...moreTripTrus.Com - Jeep digunakan untuk offroad ataupun wisata alam lainnya adalah hal yang sudah biasa, namun apabila jeep digunakan untuk berwisata di tengah kota dengan mengunjungi objek wisata di tengah kota adalah sesuatu yang baru khususnya di Kota Palembang.
Adalah komunitas Heritage On Jeep, sebuah komunitas jeep yang terdiri dari para pemandu wisata yang menawarkan pengalaman mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di Kota Palembang dengan mengendarai mobil jeep. Mobil jeepnya pun terhitung lawas dibuat mulai dari tahun 1940 an hingga tahun 1980 an.
“Selain mengunjungi heritage, jeep kami juga masuk heritage karena jeep lawas, kurang lebih ada di zaman perang dunia ke dua, rata- rata,” ujar Zaim, Kordinator Komunitas Heritage On Jeep dalam acara Bincang Komunitas.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh HERITAGE ON JEEP (@heritageonjeep)
Ia mengatakan salah satu visi komunitas ini dibentuk adalah ingin memberikan alternative wisata kepada orang yang berberwisata di Palembang, namun tidak menutup kemungkinan orang Palembang sendiri ikut menggunakannnya karena banyak orang Palembang sendiri yang tidak mengetahui destinasi wisata heritage di Kota Palembang.
“Peserta tour kami justru banyak dari orang Palembang. Kami membuka tour setiap hari, kapanpun mau jalan bisa kontak kami,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sebetulnya banyak objek-objek wisata di Palembang namun tidak semua terekspose dan juga tidak ada fasilitas untuk mendatangi.
“Misalnya orang sering lewat di tugu tentara pelajar di talang semut dan di seberangnya ada museum tekstil, tapi orang lewat saja. Orang banyak penasaran dengan spot tersebut, nah kami akan fasilitasi. Memakai jeep untuk mengakomodir ke spot-spot daripada jalan sendiri. Menggunakan jeep bisa kelihatan kanan dan kiri karena mobil kami terbuka bagian sampingnya sehingga dapat mendapatkan pengalaman empiric,” tukasnya.
Ia menjelaskan destinasi wisata yang dikunjungi komunitas Heritage On Jeep terutama adalah destinasi yang memungkinkan mobil bisa parkir.
“Kita mulai dari jembatan ampera, masuk ke jalan merdeka dan berhenti di kantor walikota. Kemudian ke lorong Borotan, gedung Jacobson Van den berg, geraja Ayam, SMP negeri 1, jalan HangTuah, kolam renang Garuda yang dibuat tahun 1920-an, kisaran talang semut, tidak jauh-jauh, banyak heritage pemukiman eropa disana. Ke kawasan skanak, jalan merdeka. Jalan merdeka, sangat menarik terutama perang 5 hari 5 malam, di sana banyak laskar yang bermarkas di situ. Ke pasar pempek 26 ilir, rumah A.K. Gani, markas pejuang, tugu tentara pelajar. Jeep dulu digunakan untuk berperang. A.K . Gani punya jeep dan sekarang ada di museum A.K. Gani. Jeep digunakan untuk melawan lupa. Jeep sebagai mesin waktu bukan hanya kendaraan,” ujarnya.
[Baca juga : "4 Lokasi Wisata Di Sumbar Ini Ternyata Bekas Tambang Yang Ditinggalkan"]
Jeep juga memiliki kesan menarik terutama bagi kaum milenial sebagai objek foto yang instagramable. “Banyak yang Tanya boleh foto di jeepnya tidak?, skalian saja kami ajak jalan-jalan,” tukasnya.
Ia menambahkan anak muda banyak yang lupa sejarah, menurutnya sejarah penting sebagai indentitas diri bangsa. "Harapannya semakin banyak tour guide, menyadarkan bahwa sejarah itu penting, minimal sejarah kita sendiri tahu, tidak harus ke kota-kota lain,” ujarnya. (Sumber: Artikel sonora.id Foto @heritageonjeep )
...moreTripTrus.Com - Travelling ke Temanggung, belum lengkap tanpa mengeksplor keindahan Gunung Kembar Sindoro dan Sumbing. Dua gunung ini menjadi ikon Temanggung yang memiliki pesona tersendiri.
Karena berada di lereng gunung, Temanggung memiliki cuaca sejuk. Sama halnya Wonosobo, Temanggung juga memiliki objek wisata yang bernuansa alam, sunrise dan sunset yang menjadi andalannya.
View this post on Instagram
Repost from @thisisindonesia | . . Embung Kledung, Kab. Temanggung, Jawa Tengah (Central Java) . Photo by @mas_saptanugraha . . #embungkledung #temanggung #jawatengah #centraljava #wonderfulindonesia #beautifulplaces #beautifulview #indonesiantravel #indonesianature #beautifulscenery #tourism #travel #paris #london #tokyo
A post shared by Zoeeeeeenak (@zoeeeeeenak) onOct 7, 2018 at 2:03am PDT
Tetapi, jika Anda berada di bagian selatan Gunung Sindoro, akan melihat keindahan waduk mini atau kolam raksasa Embung Kledung. Dengan layar belakang Gunung Sindoro, Anda akan melihat pemandangan yang mirip Gunung Fuji di Jepang.
Embung Kledung dibangun dengan tujuan mengatasi kesulitan air pada musim kemarau dan pengembangan kawasan wisata baru.
[Baca juga : "Perkebunan Teh Malasari Bogor, Spot Wisata Eksotis Peninggalan Belanda"]
Daya tarik yang ditawarkan objek wisata ini adalah pemandangan waduk mini dengan latar Gunung Sindoro sambil melihat keindahan Gunung Sumbing dari kawasan perbukitan.
Di Embung tersebut, traveler akan disuguhkan dengan pemandangan indah. Saat berada di sana, Anda akan merasa seperti di luar negeri. Suasananya yang dingin ditambah dengan pemandangan hijau paling digemari wisatawan. Jika ingin berkunjug ke tempat ini disarankan untuk datang pada pagi atau sore hari karena udaranya sejuk. (Sumber: Artikel inews.id Foto travel.detik.com)
...moreTRIPTRUS - Pada tanggal 19 Desember 1948, Belanda kembali menduduki Indonesia lewat Agresi Militer II dengan menggempur serta menduduki ibukota Indonesia pada saat itu, Yogyakarta. Tidak lama setelah agresi militer, para pemimpin Indonesia diasingkan jauh dari ibukota.22 Desember 1948, Bung Karno tiba di Muntok atau Mentok, sebuah desa yang kini menjadi kecamatan di Kabupaten Bangka Barat. Di Mentok, Bung Karno di ditempatkan di Wisma Ranggam (juga dikenal dengan nama Pesanggrahan Muntok), sementara dua bulan kemudian, tanggal 6 Februari 1949 Bung Hatta beserta KH Agus Salim tiba di Mentok dan ditempatkan di di Pesanggrahan Menumbing. Sebelumnya, Bung Hatta dan KH Agus Salim diasingkan di Sumatera Utara. Namun atas permintaan Bung Karno, agar lebih mudah berkonsultasi dengan Bung Hatta, mereka dipindah ke Muntok.Di Wisma Ranggam, Bung Karno tinggal bersama KH Agus Salim , Ali Sastro Amidjojo dan M Roem. Bung Karno dan Agus Salim menempati dua kamar yang berada di bangunan utama, sementara M Roem dan Ali Sastro Amidjojo menempati dua ruangan di sayap bangunan. Kamar yang ditempati oleh Bung Karno juga bukanlah kamar mewah. Presiden pertama Republik Indonesia itu bahkan menempati kamar berukuran 5x5,4 m, lebih kecil dari kamar utama di sebelahnya yang ditempati oleh Agus Salim. Wisma Ranggam sendiri awalnya adalah rumah peristirahatan bagi pegawai perusahaan Bangka Tien Winning dari Belanda hasil rancangan Y Lokalo pada tahun 1827. Di Wisma Ranggam ini dimulai lahirnya pembahasan isi perjanjian Roem-Royen yang mengatur perdamaian antara Indonesia dan Belanda. Dan di sini pula Bung Karno menyerahkan surat kuasa kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX tentang pengembalian pusat kekuasaan pemerintahan Republik Indonesia, dari Yogyakarta kembali ke Jakarta.Di Pesanggarahan Menumbing, yang letaknya kurang lebih 11 kilometer dari Pesanggrahan Mentok, Bung Hatta ditempatkan bersama Sekretaris Negara AG Pringgodigdo, Mr. Assa'at dan Komodor Udara Suryadarma. Gedung yang terletak di atas Bukit Menumbing ini sempat dijadikan hotel sampai tahun 2005. Kini Pesanggarahan Menumbing hanya ditempati oleh orang-orang yang memesan saja. Meski begitu, sampai saat ini kamar yang pernah ditempati Bung Hatta tidak boleh dipakai menginap. Di Pesanggrahan Menumbing, Bung Hatta juga merumuskan isi Perjanjian Meja Bundar di kamarnya. Beberapa surat-surat Bung Karno juga masih dipajang di Pesanggrahan Menumbing.Selama tinggal di Bangka, Bung Karno tidak mengurung diri saja di dalam Wisma Ranggam. Beliau kerap terlihat berjalan-jalan bersama masyarakat menyusuri pantai dari Pesanggrahan Mentok - yang letaknya tidak jauh dari pelabuhan - hingga ke menara mercu suar di Tanjung Kalian. Selama di Bangka, Bung Karno mendirikan PORI (Persatuan Olah Raga Indonesia) yang kini menjadi KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) dan Angkatan Pemuda Indonesia (API). Kedua organisasi itu dibuat sebagai cara mempersatukan masyarakat Bangka lewat olahraga dan kegiatan bagi para pemuda, karena di masa pengasingan, organisasi politik tidak diperbolehkan oleh Belanda.Pada tanggal 5 Juli 1949, diumumkan bahwa pusat pemerintahan Republik Indonesia kembali ke Yogyakarta. Dan sehari sesudahnya, tanggal 6 Juli 1949, Bung Karno, Bung Hatta, dan para tokoh nasional meninggalkan Bangka untuk kembali ke Yogyakarta. Untuk mengenang Bangka dan Wisma Ranggam, Mr. Mohammad Roem mengatakan, "van Bangka begint de Victorie" (dari Bangka datangnya kemenangan). Tapi sayangnya, di Wisma Ranggam sudah tidak ada lagi benda-benda bersejarah atau furniture yang dulu dipakai oleh Bung Karno dan para tokoh nasional lainnya. Meskipun begitu, bentuk bangunan Wisma Ranggam tidak berubah. Kini bangunan kosong itu tidak punya bukti lain selain bentuk fisik dan jadi bagian dari sejarah perjuangan bangsa kita.
Ikuti trip ke Belitung untuk melihat saksi sejarah dari Muntok ini: http://triptr.us/Bs
...moreTripTrus.Com - Menjelang libur Lebaran 2023, ada banyak tempat wisata yang dapat dikunjungi bersama keluarga, salah satunya adalah wisata religi ke masjid. Di Jawa Tengah, terdapat beberapa masjid ikonik yang memiliki ciri khas dan menjadi daya tarik bagi para pengunjung yang ingin melakukan wisata religi.
View this post on Instagram
A post shared by Avicenna NA (@cennavi)
Beberapa masjid populer di Jawa Tengah yang sangat cocok untuk dijadikan sebagai tempat wisata religi saat libur Lebaran 2023 antara lain:
1. Masjid Agung Jawa Tengah
Masjid Agung yang berada di Semarang ini memiliki arsitektur yang menarik karena merupakan campuran dari Jawa, Romawi, dan Islam. Ada 25 pilar di pelataran masjid yang menjadi daya tarik karena merupakan peninggalan bangsa Romawi. Masjid ini juga memiliki payung hidrolik raksaksa yang dapat terbuka dan tertutup secara otomatis.
2. Masjid Agung Surakarta
Sebelumnya bernama Masjid Ageng Keraton, masjid ini dibangun oleh Pakubuwono III. Arsitekturnya mengadaptasi dari bangunan Jawa Kuno. Interior masjid ini berbasis kayu jati yang diisi dengan berbagai prasasti bertuliskan Jawa Kuno di dinding ruang utama. Masjid ini dapat menampung 2.000 jemaah dan sangat cocok untuk salat tarawih dan idulfitri saat libur Lebaran 2023.
[Baca juga : "Mengenal 5 Fakta Menarik Tentang Alas Purwo, Hutan Keramat Di Jawa Timur"]
3. Masjid Agung Demak
Masjid Agung Demak merupakan masjid tertua di Indonesia dan merupakan peninggalan dari Raden Patah yang sebelumnya merupakan tempat singgah Wali Songo. Atap masjid berbentuk limas tiga susun yang bermakna tiga akidah Islam, yakni Iman, Islam, dan Ihsan. Bagi para wisatawan religi yang ingin mengunjungi masjid bersejarah, Masjid Agung Demak sangat direkomendasikan.
Jadi, itulah tiga masjid populer di Jawa Tengah yang wajib dikunjungi sebagai tempat wisata religi saat libur Lebaran 2023. (Sumber Foto @aulliawidya)
...moreTripTrus.Com - Banten punya segudang destinasi wisata alam yang pas buat libur weekend ini. Pergilah ke Pulau Sangiang yang ramah nan eksotis. Dimulai dari Ujung Kulon di selatan Banten, menyeberanglah dari Pelabuhan Paku Anyer, Kabupaten Serang. Memakan waktu sekitar 1 jam perjalanan menggunakan perahu kecil. Merasakan ombak Selat Sunda menjadi tantangan tersendiri, apalagi dengan cuaca musim penghujan sekarang ini. Tapi tak usah khawatir, kapten kapal sudah biasa bolak-balik Anyer-Pulau Sangiang dan menjadi makanannya sehari-hari.
Pulau Sangiang memang belum menjadi tujuan utama wisata di Banten. Masyarakat baik dari dan luar Banten biasanya memilih Anyer sebagai lokasi wisata untuk melepas penat setelah serius bekerja. Namun, tak ada salahnya jika berkunjung ke Pulau Sangiang untuk merasakan sensasi baru dalam berwisata.
Sesampainya di dermaga kecil, keramahan warga Pulau Sangiang akan menyambut para wisatawan. Tak ada penginapan di sana, yang ada hanya rumah-rumah penduduk yang suatu saat bisa disinggahi untuk bermalam. Tak ada tiket masuk di sana, hanya saja, wisatawan dapat memberikan uang alakadarnya yang oleh warga disebut iuran swadaya.Jika sudah siap bertualang, traveler boleh meminta warga setempat untuk menjadi guide mengelilingi Pulau Sangiang. Sedikitnya ada 4 destinasi yang wajib dikunjungi seperti Puncak Harapan, Puncak Begal, dan Bukit Arjuna, tak ketinggalan Goa Kelelawar.
Di Bukit Harapan, traveler bisa melihat betapa indahnya lautan Selat Sunda dilengkapi dengan bukit-bukit nan menawan. Jalanan naik-turun membuat wisatawan cukup berkeringat. Namun, keringat itu akan terbayar oleh pemandangan yang menakjubkan.Semilir angin saat tiba di Puncak Harapan dapat menghilangkan lelah setelah trekking sekitar 1 jam perjalanan. "Kalau di Goa Kelelawar ikan hiu itu kelihatan, kan di bawahnya itu ada air, jadi kelihatan tuh hiunya," kata salah seorang warga Pulau Sangiang, Lukman.Jika sudah puas menikmati keindahan dari bukit-bukit tersebut, kembalilah ke jalan awal mulai trekking. Mintalah guide untuk mengantarkan traveler ke pantai yang biasa dipakai untuk berkemah. Di sana Anda bisa menikmati sunset sambil bermain-main dengan ombak Selat Sunda. (Sumber: Artikel travel.detik.com Foto @jktjalanjalan)
...moreTripTrus.Com - Bro-sis traveler, lo udah pernah denger belum soal Pulau Sangiang? Ini pulau deket banget dari Jakarta, cuma nyebrang sejam dari Anyer, tapi vibes-nya udah kayak lagi liburan ke pulau terpencil di luar negeri. Sangiang tuh masuk wilayah Banten, tapi rasanya bener-bener beda! Lo bakal ngerasain campuran antara alam yang masih perawan, laut sebening kaca, sampe spot-spot yang katanya punya aura mistis. Pokoknya, cocok banget buat lo yang butuh short escape dari penatnya hidup di kota.
View this post on Instagram
A post shared by Provinsi Banten (@explorebanten)
🌴 1. Pulau yang Masih Alami & Anti-Mainstream
Banyak yang belum tau kalau Pulau Sangiang tuh dulunya bekas cagar alam dan sempat jadi taman wisata alam. Jadi lo kebayang dong gimana alaminya? Pantai-pantainya masih bersih, hutannya rindang banget, dan yang paling gokil: belum serame pulau lain yang udah rame tenda dan warung. Lo bisa tracking di tengah hutan tropis sambil dengerin suara burung, atau sekadar rebahan di pasir putih tanpa harus rebutan spot.
🌊 2. Surga Buat Lo yang Demen Snorkeling & Diving
Buat lo yang suka ngabisin waktu di bawah laut, Sangiang itu surganya. Airnya jernih banget, sampe dasar laut aja bisa keliatan dari atas perahu. Karangnya warna-warni, ikannya lucu-lucu, bahkan ada spot kapal karam yang bisa lo explore juga! Spot favorit biasanya di sekitaran Pantai Batu Mandi. Lo gak perlu punya lisensi diving dulu buat nikmatin, snorkeling aja udah cukup buat bikin lo speechless.
🏝️ 3. Pantainya Gak Cuma Cantik, Tapi Penuh Cerita
Setiap pantai di Sangiang tuh punya karakter sendiri, bro-sis. Ada Pantai Pasir Panjang yang sepi dan cocok buat camping, ada juga Pantai Batu Mandi yang sering dijadiin basecamp wisatawan. Tapi di balik keindahannya, ada juga cerita-cerita lokal yang katanya mistis. Katanya sih dulu pulau ini sempat punya pemukiman, terus ditinggalin. Nah, beberapa bangunan bekas masih bisa lo temuin kalau lo jalan ke bagian tengah pulau. Serem-serem seru, gak sih?
🧭 4. Trekking Tipis-Tipis Buat Lo yang Doyan Jalan
Jalan-jalan di Sangiang tuh asik banget, karena lo bisa tracking dari pantai ke bukit sambil liat view laut dari ketinggian. Trek-nya gak terlalu ekstrem, jadi cocok buat pemula juga. Lo bisa mampir ke Gua Kelelawar, liat padang ilalang, atau duduk santai di atas batu sambil liat kapal-kapal lewat di Selat Sunda. Kapan lagi bisa nikmatin pemandangan kayak gini tanpa harus naik pesawat jauh-jauh?
[Baca juga : "Surga Di Ujung Timur Yang Lagi Viral, Bro-sis Traveler Wajib Cek!"]
🧳 5. Gak Ada Penginapan? Camping Aja, Bro!
Pulau ini masih alami banget, jadi jangan harap ada resort atau hotel mewah. Tapi justru itu serunya. Lo bisa bawa tenda, bikin api unggun, dan tidur beratapkan langit penuh bintang. Bangun pagi langsung disambut suara ombak dan aroma laut yang seger banget. Gak ada sinyal? Justru itu momen lo buat disconnect from the world, reconnect sama diri sendiri.
📜 6. Jejak Sejarah & Bunker Jepang yang Bikin Merinding
Lo yang suka sejarah atau cerita zaman dulu, wajib banget mampir ke bunker peninggalan Jepang. Konon katanya dulu Sangiang dijadiin pos militer strategis. Ada juga bekas rumah sakit yang katanya pernah jadi tempat evakuasi. Tempat-tempat ini sekarang kosong, tapi tetep bisa lo datengin kalau penasaran. Ada sensasi aneh sih pas masuk ke situ, tapi seru buat jadi bahan cerita ke temen lo!
📸 7. Estetik Buat Konten, Tapi Tetep Jaga Alam Ya!
View di Pulau Sangiang tuh Instagramable banget. Sunset di atas bukit, snorkeling di laut biru, atau camping di pasir putih… semua bisa lo abadikan jadi konten yang kece. Tapi inget ya bro-sis, jangan tinggalin sampah, jangan rusak karang, dan hargai alam sekitar. Biar pulau ini tetap jadi hidden gem yang bisa dinikmati banyak generasi ke depan.
✨ So, lo nunggu apa lagi bro-sis? Pulau Sangiang tuh jawaban dari semua rasa penat lo di kota. Deket, murah, alamnya cakep, ada spot adventure, dan juga cerita mistis yang bikin liburan lo jadi lebih memorable. Cocok banget buat lo yang lagi cari tempat healing, tapi gak mau yang itu-itu aja. Yuk buruan agendain trip lo ke Pulau Sangiang sebelum makin viral dan rame! (Sumber Foto @jaseng_adventure)
...moreTripTrus.Com - Gengs, lo tau nggak sih? Indonesia tuh makin dilirik dunia, apalagi di dunia traveling! Tahun 2025 ini, TripAdvisor baru aja ngumumin tiga destinasi terbaik di Indo yang berhasil bikin dunia ngelirik—dan yes, semuanya dapet penghargaan Travelers' Choice Awards: Best of the Best! Gokil banget gak tuh?
Dari yang suka healing di pantai tropis, city life yang hustle banget, sampai petualangan alam yang bikin lo speechless, semuanya lengkap. Dan tiga tempat kece itu adalah Bali, Jakarta, sama Flores. Udah siap explore lebih dalam bareng gue?
1. Bali – Surga Tropis Buat Lo yang Suka Healing + Budaya
View this post on Instagram
A post shared by DJBALI TOUR (@djbalitour)
Bali tuh beneran nggak ada matinya, bro! Tiap tahun masuk list top destinasi di dunia, dan 2025 pun masih eksis banget. Lo yang demen alam, budaya, plus hiburan, semua ada di sini. Bayangin aja, pagi lo bisa yoga di Ubud sambil liat sawah, siang lanjut ke pantai, dan malam nonton tari tradisional sambil makan babi guling. Kombo mantap, kan?
Kalau lo pengen vibes yang lebih nyatu sama alam, coba deh jalan ke Bukit Campuhan—adem parah! Dan kalo lo main ke Nusa Penida, mampir ke Pantai Kelingking yang bentuk tebingnya tuh epic banget. Bahkan pantai ini masuk top pantai terbaik dunia 2024 lho!
Jangan lupa ke Pura Luhur Uluwatu juga. Sunset-nya di tebing itu bener-bener bikin speechless. Bali tuh bukan cuma soal pantai, tapi juga soal pengalaman spiritual, kuliner lokal yang unik, sampe budaya yang super kaya. Lo bisa banget dapet semuanya di satu pulau ini doang!
2. Jakarta – Kota Sibuk Tapi Banyak Hidden Gem Buat Lo Jelajahi
Siapa bilang Jakarta cuma soal macet dan gedung tinggi? Ternyata kota ini berhasil juga masuk list destinasi terbaik Asia versi TripAdvisor. Lo bisa ngeliat dua sisi Jakarta—modern yang penuh mall megah dan klasik yang penuh sejarah. Lo udah pernah naik ke puncak Monas belum? View-nya tuh mantap, apalagi kalau langit cerah.
Terus, Kota Tua juga wajib banget lo kunjungin. Serasa balik ke jaman kolonial, sambil mampir ke Museum Fatahillah atau ngopi santai di sekitaran. Kalau laper, cus ke Glodok! Chinatown-nya Jakarta ini surganya kuliner—ada bakmi legendaris, kwetiau, sampe es kopi jadul yang masih eksis.
Buat lo yang doyan shopping, Grand Indonesia sampe Plaza Indonesia tuh udah kayak surganya barang branded. Nggak heran kalau banyak turis juga betah di sini. Jakarta tuh paket komplit buat lo yang pengen city vibes tapi tetap bisa nikmatin budaya lokal.
[Baca juga : "Tradisi Wisata Nyentrik Di Indo Yang Bikin Lo Takjub Dan Nggak Bisa Lupa!"]
3. Flores – Buat Lo yang Cari Petualangan Anti-Mainstream!
Lo suka alam yang masih raw dan pengalaman yang beda dari yang lain? Flores jawabannya! Pulau ini tuh hidden gem Indo yang makin naik daun. TripAdvisor sampai rekomendasiin Labuan Bajo sebagai base camp lo buat mulai petualangan. Dari sini, lo bisa island hopping ke Taman Nasional Komodo. Serius, ngeliat komodo dari dekat tuh bikin merinding saking epic-nya!
Pulau Padar juga nggak kalah cakep, dengan view bukitnya yang iconic. Flores juga punya desa-desa adat yang vibes-nya tuh kuat banget. Misalnya Kampung Bena, lo bisa liat langsung tradisi megalitik yang masih dilestarikan.
Terus, Wae Rebo? Wah ini sih definisi “worth the hike”! Letaknya di atas gunung, dengan rumah-rumah kerucut yang super aesthetic. Perjalanan ke sana emang butuh effort, tapi begitu sampe, lo bakal ngerasa kayak ada di dunia lain.
Yuk, Mulai Rencanain Trip Lo ke Spot Terbaik Indo!
Masuknya Bali, Jakarta, dan Flores ke dalam top destinasi 2025 versi TripAdvisor buktiin kalau Indonesia tuh kaya banget akan pesona. Dari yang demen rebahan di pantai, ngulik budaya kota, sampai lo yang adventurous sejati, semuanya ada. Lo bisa mulai dari destinasi yang deket rumah dulu, atau langsung tancap gas buat roadtrip ke daerah yang belum pernah lo jamah.
Pokoknya, jangan nunggu nanti-nanti, gengs! Atur jadwal liburan lo dari sekarang, siapin itinerary, dan ajak circle lo buat ikut seru-seruan bareng. Lo nggak cuma dapet foto kece buat feed IG, tapi juga pengalaman yang nggak bisa lo beli di mana-mana. Jadi, siap jelajahi Indo dan temuin keajaiban di setiap sudutnya? Let’s go! (Sumber Foto @danielkordan)
...more