shop-triptrus



Waktu Terbaik Menyelam di Perairan Indonesia

TRIPTRUS - Sebagai bagian dari rencana penyelaman, kita perlu untuk mengetahui kapan waktu terbaik untuk menyelam di suatu daerah. Cuaca dan kondisi laut adalah faktor yang sangat penting untuk menghindari penyelaman yang kurang menyenangkan, dan yang terpenting menghindari kecelakaan penyelaman (dive accident). Akan tidak menyenangkan jika melakukan penyelaman dalam kondisi angin kencang, laut sangat berombak, arus bawah laut sangat kencang, visibility bawah laut jelek. Di bawah ini adalah rangkuman waktu terbaik menyelam di beberapa daerah di Indonesia yang diambil dari berbagai sumber (berdasarkan dry season di mana angin dan ombak sangat baik). Lihat catatan untuk waktu terbaik melihat ikan tertentu). Perlu juga diperhatikan jadwal bulan purnama untuk menghindari ombak besar yang memabukkan. Jadwal bulan purnama bisa dicek di http://www.pasanglaut.com. Data tersebut disusun berdasarkan informasi dari berbagai sumber. Bukan merupakan sesuatu yang pasti dan perlu dikonfirmasi ke para diver atau warga lokal setempat. Yuk, jadwalkan segera liburan kalian di perairan Indonesia. Nikmatilah segala keindahan den pesonanya. (Sumber: Artikel rezkito.wordpress.com Foto travel.kompas.om)
...more

Candi Cangkuang

Salah satu candi peninggalan bersejarah agama Hindu dari abad ke-17 terdapat di Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Namanya Candi Cangkuang, yang di dalamnya terdapat patung Siwa Hindu. Candi ini berdiri di sebuah pulau kecil yang berada di tengah-tengah Situ Cangkuang. Wisatawan yang akan mengunjungi candi harus menyewa rakit yang tersedia di pinggir situ. Harga sewanya Rp. 4.000,- untuk orang dewasa, dan Rp. 2.000,- untuk anak-anak. Nama Cangkuang berasal dari nama pohon Cangkuang (Pandanus Furcatus) yang memang banyak tumbuh di sekitar makam Embah Dalem Arif Muhammad, tokoh penyebaran agama Islam di daerah ini. Arif Muhammad adalah seorang tentara Kerajaan Mataram yang pada abad ke-17 datang bersama rombongannya ke daerah ini untuk menyerang Belanda.  Penyerangan itu gagal, namun Arif Muhammad tetap berada di tempat ini untuk menyebarkan agama Islam kepada masyarakat sekitar, tepatnya di Kampung Pulo yang kini menjadi tempat tinggal keturunannya. Jadi, Situ dan Candi Cangkuang menjadi salah satu bagian dari sejarah penyebaran agama Islam di Indonesia. Konon, menurut cerita masyarakat setempat, Arif Muhammad dan teman-temannya jugalah yang membendung daerah ini hingga menjadi sebuah situ atau danau. Candi Cangkuang dibangun pada abad ke-8, yang kemudian ditemukan lagi pada tanggal 12 Desember 1966. Setelah ditemukan, candi ini kemudian digali dan diteliti pada tahun 1967 – 1968, dan dipugar pada tahun 1974 – 1976. Obyek wisata ini berada sekitar 16 kilometer ke arah utara Jota Garut atau 48 kilometer dari Bandung. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

10 Kota Tempat Berburu Makanan Buka Puasa

TRIPTRUS - Bulan Ramadhan tidak lama lagi akan kembali datang. Para umat Muslim di Indonesia tentunya tidak sabar menunggu datangnya bulan yang penuh keberkahan ini. Salah satu hal unik yang bisa ditemukan di bulan Ramadhan adalah banyaknya pedagang yang menjajakan berbagai sajian untuk berbuka puasa, atau ta’jil. Bagi para wisatawan kuliner, kami menampilkan sepuluh kota besar di Indonesia dan tempat-tempat populer di kota itu untuk berburu hidangan berbuka puasa. 1. Banda Aceh Para pemburu kuliner di kota Banda Aceh dan sekitarnya pasti sudah langsung bergerak menuju pasar ramadhan yang berlokasi di sepanjang Jalan Lampisang, atau jalan Banda Aceh-Meulaboh. Berbagai peunajoh atau penganan seperti Kue Boi, Meuseukat Halua Breuh (semacam dodol), Timpan yang terbuat dari telur dan berisi srikaya dan kelapa, boh rom-rom, rujak aceh dan berbagai makanan yang hanya bisa ditemukan saat bulan Ramadhan sudah menanti pembeli mulai jam 4 sore.   2. Padang Di ibukota Sumatra Barat ini, para pemburu kuliner sudah tentu mengenal Pasar Pabukoan yang berpusat di sekitar area parkir Lapangan Imam Bonjol. Lokasi yang berdekatan dengan Poltabes Padang ini menjajakan berbagai penganan khas Sumatra Barat seperti Lamang Tapai, Lopis Sarabi, Bubur Kampiun, dan berbagai gulai, seperti gulai usus, gulai banak (otak), gulai itiak (bebek), serta banyak makanan lain yang akan membuat air liur mengalir dengan hanya membayangkannya saja.   3. Medan Sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, Medan terkenal dengan kekayaan khasanah kulinernya. Pengaruh budaya Melayu dan budaya Tionghoa, ditambah beragam masakan tradisionalnya membuat Medan jadi salah satu ibukota wisata kuliner. Dan di bulan Ramadhan, hampir seluruh kota Medan dipenuhi dengan pusat-pusat jajanan yang menjual hidangan berbuka puasa. Seputar kampus Universitas Sumatra Utara (USU) adalah salah satu contoh tempat mendapatkan hidangan ta’jil. Lalu Anda dapat merasakan nikmatnya hidangan bubur sop di Masjid Raya Al-Maksum yang dibagikan gratis mulai pukul 15.00. Atau Anda bisa mengarah ke Kampoeng Ramadhan di Kecamatan Medan Johor yang menyajikan berbagai makanan khas budaya Melayu.   4. Jakarta Ibukota negara Indonesia, sebagai tempat merantau dari berbagai daerah, adalah tempat yang tumpah ruah dengan jajanan berbuka puasa. Contoh saja Pasar Ramadhan Benhil yang terletak di depan Pasar Bendungan Hilir, yang tidak pernah sepi dari pengunjung mulai dari awal hingga akhir bulan Ramadhan. Lokasinya yang berdekatan dengan jalan protocol seperti Jl. Sudirman dan Jl. Gatot Subroto jadi tempat persinggahan bagi para pekerja yang pulang dari kantor untuk berbelanja makanan buka puasa. Lalu ada lagi Kawasan Kramat Raya, Jakarta Pusat, yang menyajikan berbagai jenis makanan dari Sumatra Barat. Baik di Benhil maupun di Kramat, beragam makanan dari berbagai daerah di Indonesia memenuhi meja-meja yang menggelar jajanan berbuka puasa. Cocok untuk orang-orang yang rindu kampung halaman.   5. Bogor Kota hujan ini juga ngetop dengan pasar kaget di kawasan Banjarjati. Para penjual terlihat kerepotan saat waktu sudah mendekati saat berbuka puasa dan biasanya hampir semua jajanan ludes terjual saat adzan Maghrib. Berbagai jenis minuman, seperti es buah dan kolak, lauk pauk, serta kurma bisa mudah ditemukan di pasar kaget ini. Harga yang lebih murah dan variasi yang beragam jadi tujuan para pembeli untuk mendapatkan hidangan berbuka puasa.   6. Bandung Kota ini adalah salah satu surga bagi wisata kuliner. Berbagai inovasi makanan di Kota Kembang menarik para wisatawan kuliner, meski tidak di bulan Ramadhan. Bayangkan saja apa yang dapat Anda temukan saat bulan Ramadhan tiba. Kota Bandung makin dipenuhi dengan penjaja makanan, mulai jajanan yang sudah tenar seperti kue bolu pisang, brownies, gepuk, kredok, dan cireng, maupun makanan tradisional seperti surabi, lumpia basah, batagor, dan martabak. Atau kalau tidak mau terlalu repot, di hampir seluruh pinggir jalan kota Bandung Anda dapat minggir sebentar untuk menikmati es buah atau es rumput laut.   7. Yogyakarta Kawasan Kauman, Yogyakarta, jadi salah satu tujuan untuk mencari hidangan berbuka puasa. Pasar Sore Ramadhan Kauman tiap hari selama bulan Ramadhan ramai sesak dengan pembeli yang ingin mencari hidangan berbuka puasa. Berbagai jenis pepes, botok, kicak dan kipo (kue khas Ramadhan yang terbuat dari tepung ketan). Lalu ada juga kawasan sekitar kampus Universitas Gadjah Mada banyak dipenuhi para mahasiswa yang berjualan berbagai makanan untuk berbuka puasa.   8. Surabaya Pasar Atum adalah nama yang langsung masuk ke ingatan orang-orang yang mencari hidangan berbuka puasa di ibukota Jawa Timur ini. Atau bisa juga bergerak ke depan Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang tiap bulan Ramadhan dipenuhi banyak pedagang hidangan bulan puasa. Mulai dari kue dolar, bongko menthuk, bikang atau kue lumpur, semua sudah siap menanti pembeli selepas waktu solat Ashar.   9. Denpasar Meski mayoritas penduduk pulau dewata ini beragama Hindu, bulan Ramadhan memunculkan pasar kaget yang menjual hidangan berbuka puasa. Sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, di depan kampus Universitas Udayana, adalah tempat yang terkenal sebagai tujuan untuk mendapatkan hidangan berbuka puasa. Para penjual dan pembeli pun tidak terbatas pada kaum Muslim saja, sehingga keramaian dan kenikmatan mencari hidangan berbuka puasa juga dirasakan oleh umat agama lainnya.   10. Makassar Kota yang terkenal dengan keindahan Pantai Losari ini juga terkenal dengan dahsyatnya variasi kuliner khas Sulawesi Selatan. Anda dapat menikmati segarnya es palu butung dan pisang epe di sekitar kawasan Pantai Losari. Atau berbagai makanan seperti jalangkote, lumpia, dan barongko di pusat jajanan buka puasa sekitar Jl. Mappanyukki. Mulai pukul 14.00 WITA kawasan ini dipenuhi pedagang dan pembeli yang ingin mendapatkan hidangan berbuka puasa.
...more

5 Alasan Kenapa Lo Harus Banget Ikutan Banda Neira Festival 2024

TripTrus.Com - Banda Neira itu punya sejarah panjang, bro! Cengkeh dan pala yang jadi komoditas super penting buat bangsa Eropa. Nah, Banda Neira Festival 2024 bakal jadi ajang nostalgia perjalanan bangsa Eropa di sana, dengan fokus ke situs-situs sejarah. Ada slogan keren “Jangan Mati Sebelum ke Banda” dari Sutan Sjahrir yang punya makna dalam banget.       View this post on Instagram A post shared by Karisma Event Nusantara (@karismaeventnusantara) Festival ini juga ngangkat lomba Belang (Kora-Kora) yang punya nilai sejarah yang tetap dilestarikan, plus ada lomba dayung belang, karnaval budaya, lomba foto bawah laut, tari kolosal di Benteng Belgica, UMKM, sampai konser artis lokal Maluku. Nih, gue kasih 5 alasan kenapa lo harus dateng ke festival ini: 1. Menyelam di Sejarah yang Unik Banda Neira bukan cuma soal alam, tapi juga sejarahnya yang luar biasa. Pulau ini dulunya jadi pusat perdagangan rempah-rempah, terutama pala dan cengkeh. Di festival ini lo bisa belajar sejarah unik Banda, mulai dari bangunan kolonial yang masih ada sampai cerita seru tentang perdagangan rempah-rempah yang jadi ajang perebutan antar bangsa Eropa. Gue sih paling inget cerita tahun 1667, waktu Belanda tuker Pulau Rhun di Banda sama Inggris buat dapetin Pulau Manhattan yang sekarang jadi New York. Gila, ya! 2. Tradisi dan Budaya yang Nggak Boleh Lo Lewatin Banda Neira Festival juga bakal bawa lo ngerasain langsung tradisi dan budaya lokal. Ada Lomba Belang alias Kora-Kora, perahu tradisional yang dulu dipake buat perang di zaman penjajahan. Perahu ini didayung sama 30-33 orang, jadi seru banget! Selain itu, bakal ada karnaval budaya, musik tradisional, dan tarian khas Maluku yang bakal bikin lo ketagihan sama vibes-nya. 3. Eksplor Alam dan Keindahan Bawah Laut Banda Neira itu punya laut biru yang ciamik banget dengan terumbu karang yang masih alami. Terumbu karangnya udah ratusan tahun umurnya, bro! Lo bisa nyemplung buat snorkeling atau diving, dan nikmatin biota laut yang super keren. Pemandangannya? Dijamin bikin lo betah banget! [Baca juga : "Ini Destinasi Bali & Tips Anti-Bosan Buat Nikmatin Tanggal Merah Terakhir"] 4. Momen Asyik Ngerayain Keberagaman Budaya Festival ini jadi tempat buat lo ketemu sama berbagai budaya Indonesia. Lo bakal bisa kenalan dan kolaborasi bareng orang dari latar belakang yang berbeda, sambil ngerasain kemeriahan budaya yang unik. Ada Benteng Belgica yang bakal jadi spot kece buat foto dan nikmatin sunset. Benteng ini dibangun sama Belanda tahun 1611, loh! 5. Kuliner Khas Banda yang Wajib Lo Coba! Lo yang suka kuliner, wajib banget nyobain makanan khas Banda Neira. Pala yang jadi komoditas utama di sini diolah jadi makanan dan minuman yang khas, kayak ikan kuah pala dan jus pala. Lo juga bisa jalan-jalan ke perkebunan pala dan langsung nyobain masakan lokal yang kaya rempah. Banda Neira Festival 2024 bakal digelar dari tanggal 14-16 November. Ini bukan cuma soal keindahan alam, tapi juga kekayaan sejarah dan budaya yang jarang lo temuin di tempat lain. Jadi, tunggu apalagi? Ayo langsung booking dan siap-siap ngerasain serunya! (Sumber Foto @kemenparekraf.go.id) 
...more

Pelaku Industri Wisata Siap Terapkan Protokol Kesehatan

TripTrus.Com - Pelaku industri pariwisata khususnya di sektor hotel dan restoran sudah siap menyambut pemulihan pariwisata di era new normal. Sekjen Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran menyebut, penerapan protokol kesehatan jadi poin utama yang harus dilakukan pelaku industri wisata sektor perhotelan dan restoran. "Saat ini hotel-hotel dan restoran siap menjalankan protokol kesehatan dengan acuan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) No 328 tahun 2020. Kami dari pelaku usaha sekarang buat ekspose untuk penerapan tersebut buat promosi produk dan kepercayaan bagi pengunjung. Jadi mereka lihat proses kami lakulan protokol tersebut," kata Maulana saat dihubungi Kontan.co.id pada Rabu. Dengan penerapan protokol kesehatan di industri pariwisata maka akan meningkatkan kepercayaan diri para wisatawan dan pengunjung. Maulana menyebut ada dua jenis wisatawan domestik di Indonesia. Pertama, wisatawan leisure yang memang ingin berekreasi. Kedua, business tourism. Maulana menyebut potensi wisatawan leisure besar akan terjadi pada Natal dan Tahun Baru. Apalagi ada kebijakan libur Lebaran atau cuti bersama yang dialihkan pada akhir tahun nanti. [Baca juga : "Menparekraf Sebut Wisata Alam RI Risikonya Rendah Covid-19"] Ia berharap pemerintah bisa mendorong business tourism terlebih dahulu, yang nantinya akan membuat hotel kembali aktif. "Pergerakan business tourism itu kan kebanyakan domestik, mayoritas dari kegiatan pemerintah. Kami berharap kegiatan di hotel dari pemerintah bisa (diaktifkan) agar hotel dan restoran kembali aktif," imbuhnya. Maulana menambahkan dari kebijakan protokol kesehatan di hotel dan restoran akan menambah biaya operasional hampir 10% dari total biaya. (Sumber: Artikel nasional.kontan.co.id Foto syta.org) 
...more

Wae Rebo: Kampung Adat yang Mengglobal

Anda tak akan menyangka jika di pedalaman Flores, tepatnya di kabupaten Manggarai  akan menemukan sebuah “kampung internasional”, yang mana Anda akan menyaksikan orang dari berbagai negara bertemu dalam satu lokasi yang sama, tidur, dan makan dalam satu atap Mbaru Niang, demikianlah nama untuk rumah kerucut Wae Rebo. Semenjak mendapatkan anugerah Award of Excellence dari Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB atau UNESCO untuk kawasan Asia Pasifik. Kampung Adat Wae Rebo setidaknya telah dikunjungi tiga ribu lima ratus pengunjung yang menjadi angka penutup di penghujung tahun 2014. Katarine misalnya, seorang turis asal Firlandia, meninggalkan moment Natal bersama keluarga untuk traveling ke Flores untuk mengunjungi Kampung yang namanya mulai tersehor di daratan Eropa sejak penetapan UNESCO. Begitu juga dengan para pengunjung dari berbagai Negara, mereka menganggap Wae Rebo seperti magnet yang baru muncul yang energinya mulai menarik para pengunjung di seluruh dunia. Kampung adat Wae Rebo yang terletak di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Wae Rebo mempunyai makna "mata air". Wae Rebo secara fisik terdiri atas tujuh rumah adat yang disebut Mbaru Niang, berbentuk kerucut yang mempunyai diameter 12-15 meter, dengan ketinggian 8-10 meter. Bagian atap yang menjuntai hingga menutupi sebagian besar bangunan ini dibuat dari rumput khusus dengan dilapisi ijuk agar lebih kuat jika diterjang angin dan air hujan. Kampung ini  juga dibangun di atas Pegunungan Pocoroko dengan ketinggian 1100 mdpl yang menghadap langsung ke Samudera Hindia. Selain unik dari sisi arsitek dan pemilihan lokasinya, pola susun rumah adat Wae Rebo juga unik, karena polanya melingkar dan tepat di tengah-tengahnya terdapat batuan yang disusun membentuk persegi. Pada bagian persegi itu terdapat semacam altar yang terbuat dari bambu untuk meletakan sesembahan para leluhur. Susunan batuan itu disebut sebagai Compang untuk upacara adat. Bentuk rumah adat ini selalu dikaitkan dengan bentuk sarang laba-laba yang juga terjadi dalam pola pembagian sawah yang ditanami padi oleh Suku Manggarai. Pola pembagian sawah ini juga menyerupai sarang laba-laba yang mengerucut dibagian tengah, dengan alur pembagian seperti petak-petak yang dibuat oleh laba-laba untuk menjerat mangsanya. Anda dapat menemukan sawah yang berbentuk sarang laba-laba ini di Lembor dan Cancar, saat perjalanan menuju Kota Ruteng. Masyarakat Wae Rebo percaya bahwa nenek moyang mereka yang bernama Maro berasal dari Minangkabau, yang kemudian belayar menuju ke selatan dan akhirnya menemukan Pulau Flores. Setelah itu mereka mencari lokasi, pertama kali Mereka pindah ke Liho Dari Liho, kemudian pindah ke Ndara, Golo Damu, dan Golo Pandu, setelah itu pindah ke pegunungan Poncoroko. Kedekatan budaya mereka dengan Suku Minang dapat dilihat dari bentuk rumah dan tradisi pernikahan mereka yang hampir sama. Jika Anda mengunjungi kampung adat Wae Rebo, banyak hal yang akan Anda dapatkan, di antaranya adalah nikmatnya kopi yang dibuat secara tradisional oleh penduduk setempat, selain itu juga perpaduan antara rumah adat dan hijaunya hutan bagaikan permadani  menyelimuti kokohnya gunung-gunung yang mengelilingi kampung Wae Rebo.  Perpaduan ini menjadi sebuah kolaborasi apik yang akan memanjakan mata Anda di sana. BAGAIMANA KE SANA? Wae Rebo dapat di tempuh dengan start perjalanan udara dari Bandara Ngurah Rai Denpasar menuju Bandara Labuan Bajo, yang terdapat di Kabupaten Manggarai Barat. Selanjutnya  Anda harus menempuh perjalanan darat selama 4 jam menuju Kota Ruteng, sebuah kota kecil di Kabupaten Manggarai Tengah. Selama perjalanan Anda dapat menikmati sawah yang berbentuk sarang laba-laba di Lembor atau Cancar. setelah itu perjalanan dapat dilanjutkan menuju Desa Denge yang merupakan desa terakhir sebelum trakking selama empat jam menuju Wae Rebo.    Profile Campa Tour: Create awareness of history by traveling all around the world. Discover the hidden treasures and enjoy cross-century experience. We aim to take our customer into unforgettable journey when they are taken out of their comfort zones, discover new stories, reveal the truth about ancient history, experience land before times and traditional culture, and find their true selves. Website: http://www.campatour.com/ Twitter: @CampaTour      
...more

Liburan Akhir Tahun Happy Tapi Kantong Tetep Aman? Gaspol, Bro!

TripTrus.Com - Eh, lo udah kepikiran belum mau cabut ke mana pas akhir tahun? Tapi ya, jangan cuma mikirin seneng-seneng doang, cuy! Duit juga kudu diatur biar nggak langsung ambyar. Masa iya, habis liburan lo malah sibuk mikirin utang? Gawat banget itu.       View this post on Instagram A post shared by Marina | Slow Luxury Travel & Experiences (@marinacomes) Sini, gue kasih bocoran tips biar liburan lo tetep seru tapi nggak bikin dompet lo puasa. Hemat itu bukan berarti liburan lo jadi garing, kok. Yang penting lo tau caranya ngatur budget. Jadi, yuk gasin aja rencana liburan lo! Nggak usah takut duit abis asal lo udah punya strategi jitu buat liburan hemat. Siap-siap, kita bikin liburan akhir tahun lo nggak cuma asik tapi juga santuy buat kantong. 1. Jangan Pilih Tanggal yang Rame Banget Lo tau kan, kalau liburan di tanggal merah atau musim liburan itu bencana buat dompet? Harga tiket, penginapan, sama apa pun yang lo butuhin pasti langsung naik kayak roket. Kalau bisa, hindarin tanggal 29-31 Desember. Lebih baik ambil tanggal sebelum itu biar lo bisa santai tanpa drama macet atau tempat wisata penuh sesak. 2. Anggaran Realistis Itu Kunci Ngimpi liburan mewah nggak salah, tapi lo harus realistis sama kemampuan dompet lo. Bikin budget yang sesuai realita, biar lo tau mau jalan-jalan gaya fancy atau simpel tapi tetap meaningful. Dengan anggaran yang jelas, lo bisa atur pengeluaran tanpa takut over budget. [Baca juga : "Nataru? Let's Go, Bro! Ini Destinasi Hits Buat Kabur Sejenak!"] 3. Jangan Beli Tiket Mepet-Mepet Lo harus paham nih, beli tiket transportasi atau booking hotel mepet-mepet itu sama aja cari masalah. Harganya pasti jauh lebih mahal! Kalau udah tau tanggal berangkat, buruan pesan tiket dari jauh-jauh hari, minimal 2-4 minggu sebelumnya. Ini berlaku buat tiket pesawat, kereta, bus, bahkan hotel. 4. Berburu Promo dan Diskon Manfaatin teknologi dong! Banyak aplikasi yang sering kasih promo dan diskon buat tiket transportasi atau penginapan. Gue saranin, lo rajin cek aplikasi booking online atau website resmi biar dapet harga miring. Lumayan kan, sisa duitnya bisa lo pake buat hal lain. 5. Bawa Bekal, Kenapa Nggak? Lo bisa banget hemat uang makan dengan bawa bekal sendiri. Apalagi kalau destinasi lo agak jauh atau bahkan ke luar negeri. Makanan instan kayak mie cup, sambal, atau lauk praktis bisa jadi penyelamat. Selain hemat, lo juga nggak ribet nyari makanan yang cocok sama lidah lo. Nih ya, lo harus inget, yang bikin liburan seru itu bukan mahal atau murahnya, tapi gimana pengalaman asiknya yang lo dapet. Jadi, pinter-pinter deh ngatur strategi biar liburan lo tetep hemat tapi gak ngebosenin. Momen itu penting, cuy! Jangan cuma mikirin duit doang, tapi nikmatin aja setiap detiknya. Liburan tuh buat seneng-seneng, bukan buat stress mikirin budget terus. Udah deh, siapin rencana lo, jalanin, dan have fun! Liburan hemat juga bisa jadi pengalaman yang gak terlupakan kalo lo tau caranya. Selamat liburan, bro/sis! (Sumber Foto @jennasilver_) 
...more

5 Alasan Mengapa Menjadi Tour Guide Itu Menyenangkan

TripTrus.Com - Selama ini, profesi pemandu wisata atau lebih dikenal dengan tour guide belum dipandang sebagai profesi yang dianggap keren dibandingkan dengan profesi lainnya. Banyak yang mengatakan bahwa profesi tour guide itu melelahkan dan sulit untuk dikerjakan karena harus bertemu dan bercerita ke banyak wisatawan yang memiliki kepribadian, bahasa dan budaya yang berbeda-beda. Tapi, bagi orang-orang yang mengetahui keuntungan dan peran tour guide dalam membantu perkembangan pariwisata Indonesia, tentu semua kesulitan-kesulitan tersebut akan dengan mudah ditepis.Oleh karena itu, pada artikel ini akan dirangkum 5 keuntungan menjadi seorang tour guide. Keuntungan Menjadi Tour Guide Silahkan dibagikan ke teman dan sahabat yang masih perlu diyakinkan bahwa profesi tour guide adalah profesi yang menyenangkan dan menguntungkan! 1. Tour Guide Pasti Banyak Teman Tour guide merupakan profesi yang sangat ideal untuk orang-orang yang ingin memiliki banyak teman. Setiap bertugas, tour guide akan bertemu dengan banyak wisatawan yang tentu saja memiliki latar belakang berbeda-beda. Karena dalam melaksanakan pekerjaannya peran tour guide tidak kaku, bahkan bisa bersenda gurau dengan wisatawan yang sedang dihandle, maka wisatawan-wisatawan tersebut acap kali menjadi kenalan dan bahkan sahabat. 2. Sengaja atau Tidak, Menjadi Tour Guide akan Menambah Wawasan Seorang tour guide haruslah mempunyai wawasan yang luas. Kemampuan untuk bergaul dengan wisatawan yang berasal dari latar belakang berbeda-beda sangat ditunjang oleh pengetahuan umum yang memadai. Tidak hanya pengetahuan tentang destinasi wisata ataupun P3K saja. Oleh karena itu, wajar jika banyak wisatawan yang kagum dengan tour guide yang memandu mereka dikarenakan si tour guide bisa diajak untuk ngobrol dengan topik apapun. Selain pengetahuan umum yang dipelajari oleh seorang tour guide secara mandiri, wawasan juga akan terus bertambah seiring dengan semakin bertambahnya jam terbang. Bisa saja di tengah-tengah perjalanan, ada wisatawan yang bercerita mengenai daerah asalnya ataupun topik lain yang mungkin belum diketahui, sehingga wawasan tour guide tersebut semakin luas dan bertambah. 3. Tour Guide Bisa Mendapat Banyak Uang dengan Mudah? Poin ini sengaja saya beri tanda tanya karena memang ada dua persepsi yang berbeda tentang uang yang bisa didapat oleh seorang tour guide. Persepsi yang pertama, tour guide dianggap sebagai profesi yang mudah dan enak jika dibandingkan dengan profesi lain. Ketika memandu wisatawan, seorang tour guide bisa dianggap sedang “ikut jalan-jalan”, bahkan jika sedang ditugaskan untuk memandu wisatawan nusantara ke luar negeri, maka tour guide juga bisa ikut nimbrung berwisata, bahkan sambil mendapat bayaran dan tips dari wisatawan. Inilah mengapa profesi tour guide dianggap merupakan profesi yang dapat menghasilkan uang dengan mudah. Tapi… Di sisi lain, atau bisa juga dianggap dari sudut pandang seorang tour guide. Uang yang didapat ini – berapapun jumlahnya – merupakan cerminan dari resiko, kesulitan dan berbagai tuntutan yang harus dipenuhi untuk menjadi seorang tour guide. Resiko dan kesulitan menjadi tour guide tentu cukup banyak, apalagi jika sedang memandu grup wisatawan dalam jumlah besar. Jika ada wisatawan yang sakit mendadak, marah-marah atau tidak puas dengan pelayanan di suatu destinasi, maka yang dicari pertama kali adalah tour guide yang sedang bertugas memandu mereka. Begitu juga dengan tuntutan sebagai seorang tour guide. Perlunya mengikuti berbagai uji profesi untuk mendapatkan sertifikat tour guide, harus menguasai beberapa bahasa, bisa diajak berdiskusi dalam topik apapun, harus mampu membuat wisatawan enjoy selama perjalanan dan berbagai hal lainnya merupakan tantangan tersendiri yang jarang ditemukan di profesi lain. 4. Bangun Relasi dengan Menjadi Tour Guide Karena hubungan antara tour guide dan wisatawan bisa sangat dekat, maka kemungkinan untuk mendapatkan relasi dari wisatawan yang dipandu menjadi sangat besar. Seorang tour guide juga bisa mendapat relasi dari agen perjalanan tempat bekerja. Jika tour guide tersebut adalah freelancer atau tour guide lepas, maka bisa dipastikan tour guide tersebut pernah bekerja di lebih dari satu agen perjalanan wisata. Semakin banyak wisatawan yang di-handle dan semakin banyak agen perjalanan wisata yang pernah menjadi tempat kerja, maka kesempatan untuk membangun relasi juga semakin besar. Saya sendiri pernah bertemu dengan seorang tour guide senior di Yogyakarta yang mampu membuat restoran dengan target konsumen wisatawan mancanegara dari relasi dengan agen perjalanan wisata. 5. Ikut Berperan dalam Mengembangkan Pariwisata Indonesia Sedikit sekali orang yang sadar tentang betapa pentingnya peran tour guide dalam perkembangan industri pariwisata di suatu negara. Tour guide adalah ujung tombak pariwisata. Hal ini dikarenakan peran tour guide adalah sebagai fasilitator ataupun orang yang menjadi penghubung antara wisatawan dengan daya tarik wisata di suatu destinasi. Tour guide akan memberikan penjelasan mengenai keunikan suatu destinasi dengan lebih jelas dan menyenangkan kepada wisatawan, sehingga kepuasan wisatawan selama perjalanan wisata juga semakin bertambah. (Sumber: Artikel studipariwisata.com Foto vakansinesia.com)  
...more

Sejarah Masjid Al-Makmur Raden Saleh

TripTrus.Com - Salah satu Masjid tua di Jakarta yang dibangun pada tahun 1923/1924. Masjid ini merupakan pindahan dari sebuah Mushola/Masjid sederhana dari kayu dan gedek, yang kurang lebih sejak tahun 1850 pernah berada dalam kebun luas pelukis termasyhur Raden Saleh. Istrinya Raden Saleh yang diceraikan (1864), menjual tanah beserta rumahnya kepada keluarga Alatas. Kurang lebih tiga puluh tahun sesudahnya bekas rumah Raden Saleh dibeli (1897) oleh Vereeniging voor Ziekenverpleging, yang membuka Koningin Emma Ziekenhuis, yaitu Rumah sakit Cikini, pada tahun berikutnya. Masjid ini dipindahkan dengan cara memanggulnya secara bergotong-royong beberapa meter ke arah timur ke tempat sekarang, yakni di tepi Ciliwung dan Jl. Raden Saleh. Pemindahan ini dilakukan demi kepentingan jemaat, supaya dapat menggunakan air Ciliwung yang masih bersih pada awal ke-20. Sayid Ismail bin Sayid Abdullah bin Alwi Alatas menjual sebagian tanah bekas milik istri Raden Saleh kepada Koningin Emma Stichting untuk membangun dan mengurus Rumah Sakit Cikini. Pada tahun 1906 pengadilan memenangkan Sayid Ismail sebagia pemilik tanah yang sah. Maka, ia menjual tanah tempat Masjid ini berdiri kepada rumah sakit (1923). Pada tahun 1924 pihak rumah sakit ingin supaya Masjid yang masih berdiri di atas tanah yang dibelinya itu dipindahkan lebih jauh. Tetapi, jemaat maupun beberapa tokoh umat Islam di Batavia menentang rencana itu, karena tanah ini dianggap wakaf dari Raden Saleh untuk membangun Masjid. Sebuah panitia yang didukung antara lain oleh H. Agus Salim kemudian membangun masjid kembali hingga menjadi yang kokoh seperti sekarang. Pada tahun 1932/1934 terjadi perombakan dan penambahan gedung dengan dukungan Sarikat Islam. Menara masjid ini luar biasa untuk Jakarta, karena tidak lancip di atas, melainkan membentuk kubah. Masalah tanah baru selesai pada tahun 1991, waktu pihak Rumah Sakit Cikini menyerahkan tanahnya kepada Pengurus Masjid Al-Makmur. Dua tahun kemudian dilaksanakan pemugaran dan perluasan lagi. (Sumber: Artikel jakarta.go.id Foto sindonews.com)
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...