shop-triptrus



5 Destinasi Keren di Cianjur yang Tidak Bisa Dilewatkan

TripTrus.Com - Kabupaten Cianjur, adalah sebuah Kabupaten di Tatar Pasundan Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibukotanya terletak di kecamatan Cianjur. Sebagian besar wilayah Cianjur adalah pegunungan. Oleh karena itu Cianjur menjadi daerah yang asri dan menyenangkan untuk dijadikan tujuan wisata. Selain itu Cianjur juga stategis untuk dikunjungi. Dan berikut tempat-tempat yang bisa kalian kunjungi bersama orang-orang tersayang jika sedang berada di Cianjur 1. Situs Megalitikum Gunung Padang Situs Gunung Padang merupakan peninggalan zaman batu besar yang tak ternilai harganya. Bentuknya berupa tiang-tiang dengan panjang rata-rata sekitar 1 meter dan berdiameter rata-rata 20 cm, berjenis andesit, basaltik, dan basal. Geometri ujung batu dan pahatan ribuan batu besar dibuat sedemikian rupanya teratur berbentuk pentagonal (lima sudut). Angka 5 juga seakan memberikan identitas pemujaan bilangan ‘5’ oleh masyarakat Sunda dahulu kala. Hal ini membedakannya dengan Babylonia yang menganggap sakral angka 11 atau Romawi Kuno dengan angka 7. Simbol ‘5’ tersebut mirip dengan tangga nada musik Sunda pentatonis, yaitu: da mi na ti na. Oleh karena itulah, selain kompleks peribadatan purba, banyak juga menyebut Situs Gunung Padang sebagai teater musikal purba.  Baca selengkapnya 2. Taman Nasional Gunung Gede Pangrango   Taman Nasional Gunung Gede Pangrango  adalah salah satu taman nasional yang terletak di Provinsi Jawa Barat. Ditetapkan pada tahun 1980, taman nasional ini merupakan salah satu yang tertua di Indonesia. TN Gunung Gede Pangrango terutama didirikan untuk melindungi dan mengkonservasi ekosistem dan flora pegunungan yang cantik di Jawa Barat. Dengan luas 21.975 hektare, wilayahnya terutama mencakup dua puncak gunung Gede dan Pangrango beserta tutupan hutan pegunungan di sekelilingnya. Secara administratif, kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango berada di wilayah 3 kabupaten yakni Kabupaten Bogor, Cianjur dan Sukabumi), Provinsi Jawa Barat. Baca selengkapnya 3. Kebun Raya Cibodas Kebun ini didirikan pada tahun 1852 oleh Johannes Elias Teijsmann sebagai cabang dari Kebun Raya Bogor pada lokasi di kaki Gunung Gede. Dengan curah hujan 2.380 mm per tahun dan suhu rata-rata 18 derajat Celsius, kebun botani ini dikhususkan bagi koleksi tumbuhan dataran tinggi basah tropika, seperti berbagai tumbuhan runjung dan paku-pakuan. Kebun Raya Cibodas terletak di Kompleks Hutan Gunung Gede Pangrango, Desa Cimacan, Cipanas, Cianjur. Topografi lapangannya bergelombang dan berbukit-bukit dengan ketinggian 1.275 m dpl, bersuhu udara 17 hingga 27 derajat Celcius. Baca selengkapnya 4. Cipanas Cipanas adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Indonesia. Di daerah ini terdapat beberapa objek wisata seperti Istana Cipanas, Kompleks Villa Puncak Cipanas dan tempat pemandian Cipanas. Istana Cipanas merupakan Istana Kepresidenan yang terletak di kaki Gunung Gede, Jawa Barat. Istana Cipanas dikelilingi oleh tanaman dan kebun tanaman hias yang asri, kebun sayur dan tanaman lain yang ditata seperti hutan kecil. Di cipanas juga menyediakan beberapa kompleks Villa yang indah sebagai tempat beristirahat. Disekitarnya juga terdapat beberapa pilihan tempat pemandian yang seru dan ramai buat wisata keluarga. Baca selengkapnya 5. Istana Cipanas Sebenarnya bangunan induk istana ini pada awalnya adalah milik pribadi seorang tuan tanah Belanda yang dibangun pada tahun 1740. Sejak masa pemerintahan Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron Van Imhoff, bangunan ini dijadikan sebagai tempat peristirahan Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Istana Cipanas yang merupakan Istana Kepresidenan, terletak di kaki Gunung Gede, Jawa Barat. Luas areal kompleks istana ini lebih kurang 26 hektare, namun sampai saat ini hanya 7.760 m2 yang digunakan untuk bangunan. Gedung ini ditetapkan sebagai Istana Kepresidenan dan digunakan sebagai tempat peristirahatan bagi Presiden atau Wakil Presiden beserta keluarga setelah kemerdekaan. Baca selengkapnya =====================================================   Amieykha – Jejaka kelahiran Jakarta ini merupakan founder dari JKTjalanjalan, komunitas traveling. Dia adalah seorang Traveler Kelas Pekerja yang jadwal travelingnya tidak menentu.   
...more

Jangan Khawatir, Traveling dengan Keluarga Sebenarnya Tidak Ribet Kok!

TripTrus.Com - Pergi traveling dengan keluarga bisa menjadi momen yang sangat menyenangkan. Tapi, bisa jadi super ribet juga. Berbeda dengan traveling bersama teman, traveling dengan keluarga lebih kompleks karena adanya perbedaan generasi, perbedaan selera, dan perbedaan kemampuan fisik.   Kedua kalinya, dan ibu d paringi sehat... sehat trs nggih bu. #borobudurtemple #liburankeluargabesar A post shared by Mom Eva05 (@evavanezie6273) onDec 28, 2017 at 8:37am PST "Agar momen traveling dengan keluarga bisa tetap nyaman dan menyenangkan, Anda harus bisa menempatkan diri sebagai orang yang bisa diandalkan selama traveling." Anggota keluarga yang masih dianggap muda biasanya memang diharapkan untuk membuat kegiatan traveling keluarga jadi seru. Oleh sebab itu, cek tips-tips di bawah ini, ya! 1. Buat Rencana Perjalanan Rencana perjalanan sudah pasti dibutuhkan setiap kali Anda pergi traveling. Namun, jika pergi traveling dengan keluarga, pastikan rencana yang Anda buat sudah benar-benar rinci! Rencanakan sejak sebelum berangkat, tempat apa saja yang akan dikunjungi dan kegiatan per harinya. Tak ada salahnya mencari terlebih dahulu di mesin pencari Google soal tempat-tempat yang akan dikunjungi tersebut, mulai dari lokasinya, transportasi apa yang akan digunakan, hingga harga tiket masuknya. Hal ini perlu dilakukan agar tak membuang waktu saat sampai di tujuan dan tidak membuat anggota keluarga yang lain ikut bingung. Spontanitas bukan hal yang cocok untuk dilakukan saat traveling bersama keluarga. 2. Sesuaikan Tempat Tujuan Orang tua, orang dewasa, dan anak kecil memiliki selera yang berbeda ketika pergi traveling. Nah, pastikan tidak ada yang boleh egois dalam menentukan tempat tujuan, ya! Pilihlah tempat-tempat wisata yang family-friendly. Misalnya, berkeliling di taman wisata lebih cocok untuk keluarga dibandingkan mencoba olahraga ekstrem. Hindari juga tempat-tempat yang terlalu luas, banyak tanjakan, atau banyak anak tangga agar orang tua dan anak kecil tidak kelelahan, kecuali jika ada fasilitas khusus yang bisa mereka gunakan. Agenda traveling juga jangan terlalu padat, ya! Beri waktu rehat bagi orang tua dan anak kecil. Nikmatilah setiap momennya dengan santai dan penuh kenyamanan. 3. Menentukan Tempat Makan Ketika berkunjung ke suatu tempat, biasanya kita sudah semangat ingin mencoba kuliner lokal khas tempat tersebut atau restoran hits yang ada di sana. Namun, lagi-lagi selera makan keluarga belum tentu cocok mencoba makanan-makanan yang baru. Usahakan untuk mencari tempat makan yang memiliki beragam menu sehingga setiap anggota keluarga mempunyai pilihan makanan yang disuka. Sesekali makan di restoran dengan menu yang familiar dengan makanan di rumah juga tak apa jika Anda tidak ingin repot. Dan jangan lupa, jadwal makan tak boleh terlambat ya! 4. Sediakan Waktu Terpisah Pergi berlibur bersama keluarga bukan berarti harus terus bersama setiap waktu. Berilah agenda untuk pergi sendiri agar tiap individu bisa menikmati suasana di tempat berlibur. Tak perlu yang jauh-jauh, kok! Misalnya, beri sedikit waktu di pagi hari agar orang tua bisa jalan pagi di sekeliling hotel. Waktu ini juga bisa dimanfaatkan untuk melihat toko-toko lokal di sekitarnya dan membeli cenderamata. Anda juga bisa hang outsendiri di malam hari setelah anggota keluarga yang lain sudah duluan beristirahat. 5. Jaga Emosi Meskipun terdengar klise, tapi yang satu ini perlu untuk selalu diingat. Anda bersama keluarga Anda ingin menciptakan banyak kenangan yang indah saat berlibur bersama. Jadi, jangan sampai ada momen yang rusak karena rasa kesal atau marah. Ingatlah bahwa semua hambatan yang dihadapi saat traveling pasti ada solusinya. Jernihkan pikiran Anda dan ajak keluarga untuk bekerja sama ketika mengalami hambatan. (Sumber: Artikel journal.sociolla.com, Foto freepik.com)
...more

5 Tips Biar Liburan Akhir Tahun Lo Lancar dan Aman di Jalan!

TripTrus.Com - Liburan akhir tahun 2024 udah di depan mata, bro! Gue tau banget, lo pasti udah ga sabar buat jalan-jalan, pulang kampung, atau nyantai di destinasi favorit buat ngerayain Natal dan Tahun Baru. Tapi, gimana caranya biar perjalanan lo aman, nyaman, dan ga ganggu mood liburan lo? Tenang aja, gue kasih nih 5 tips yang wajib lo tahu sebelum ngedumel di jalan! 1. Jangan Lupa Rencanain Rute Lo, Bro!       View this post on Instagram A post shared by BATU FUNOFFROAD -BROMO TRIP EVERYDAY (@batu_offroad) Sebelum gas, lo harus siapin rute dulu. Pakai aplikasi navigasi, biar lo bisa tau jalan tercepat dan teraman. Jangan lupa cek juga kondisi jalan sama cuaca, ya! Kalo ada jalan rusak atau macet, siapin jalur alternatif, biar lo nggak stuck di tengah jalan. 2. Cek Kendaraan Lo Dulu! Jangan asal jalan aja, cek kendaraan lo! Cek ban, rem, lampu, oli, dan cairan lainnya. Lo nggak mau kan tiba-tiba mogok di tengah perjalanan? Apalagi kalo lagi jauh-jauh, kudu banget pastiin kendaraan lo dalam kondisi terbaik! 3. Istirahat, Jangan Sampai Kelelahan! Tidur yang cukup sebelum perjalanan, penting banget. Kelelahan bisa bikin lo ngantuk dan konsentrasi lo turun. Kalo perjalanan lebih dari dua jam, berhenti dulu, ambil nap, makan, dan rileksin badan lo. Biar perjalanan lo makin smooth dan fokus. [Baca juga : "Liburan Akhir Tahun Di Jakarta? Cek 8 Tempat Hits Yang Wajib Lo Kunjungi!"] 4. Utamakan Safety, Jangan Buru-Buru! Santai aja, ga usah buru-buru! Patuhi batas kecepatan dan aturan lalu lintas. Kalo lo naik motor, pastiin pake helm, dan kalo naik mobil, sabuk pengaman wajib! Jangan sekali-sekali nyetir sambil main HP, ya. Kalo lo perlu telepon, berhenti dulu di tempat yang aman. Jaga jarak sama kendaraan lain, dan jangan bawa emosi pas nyetir. 5. Bawa Perlengkapan Darurat! Siapin perlengkapan darurat kayak kotak P3K, segitiga pengaman, senter, dan alat bantu lainnya. Jangan lupa simpan juga nomor darurat yang bisa lo hubungin kalo ada masalah. Bawa cadangan air minum, makanan ringan, sama obat pribadi juga. Siapa tau lo butuh di tengah jalan, kan? Pokoknya, siapin semuanya dengan matang biar liburan lo tetep asik dan bebas masalah di jalan. Dengan tips ini, perjalanan lo bakal aman, nyaman, dan pastinya, lebih seru. Selamat liburan akhir tahun, bro! Jangan lupa nikmatin setiap momennya! (Sumber Foto @betin_bali) 
...more

Hidden Gem Vibes: Pantar, the Real Off-Grid Paradise

TripTrus.Com - Kayak gini, guys — bayangin lo cabut sebentar dari vibes hectic Jakarta, terus nge-fly ke timur Indonesia, ke Pulau Pantar. Begitu nyampe, lo bakal langsung ngerasa kayak masuk dunia lain: laut biru jernih banget, pasir putih yang kayak powder, plus sunset yang literally chef’s kiss. Bukan cuma cantik doang, tapi Pantar itu punya energy yang beda — semacam hidden paradise yang masih “pure”, jauh dari kesan turis-turis mainstream.       View this post on Instagram A post shared by Wenang (@bung_bili) Di Pantar, semuanya tuh kayak nyatu dalam satu paket liburan yang vibes-nya natural abis. Lo bisa snorkeling atau diving di Selat Pantar yang airnya bening kayak kaca, terumbu karangnya masih fresh, dan kehidupan lautnya tuh vibrant banget — dari ikan warna-warni, biota laut unik, sampai reef yang bentuknya artsy banget. Pinggiran pantainya juga adem, penuh pepohonan tropis plus nuansa desa tradisional yang bikin lo ngerasa Indonesia tuh luas dan keren banget kalau lo mau sedikit keluar dari comfort zone. Abis puas main air, lo bisa pindah ke “level darat” dan trekking ke Gunung Sirung. Bro, ini gunung api aktif dengan vibe adventure yang next level. Ketinggiannya emang nggak mind-blowing banget, sekitar 862 mdpl, tapi begitu lo nyampe puncak? View-nya literally insane. Lo bisa ngeliat laut, daratan, pulau-pulau di sekitar Pantar — semuanya terbentang kayak lukisan panorama 360°. Trekking-nya sendiri juga asyik, menanjak, berdebu, tapi seru karena lo beneran jalan di landscape vulkanik yang raw dan aesthetic. [Baca juga : "Petualangan Gokil Ala Lo-Gue Di Pulau Sabu Yang Bikin Nagih"] Kalau lo tipe yang suka tempat yang “nggak biasa”, Pulau Rusa wajib masuk list. Pulau kecil ini punya vibe misterius, dengan cerita lokal tentang kerajaan dan suku-suku zaman dulu. Sekarang, pulau ini lebih dikenal dengan savana, bukit-bukit, dan padang rumput luas yang kadang dihuni rusa liar. Atmosfernya tuh kayak lo lagi syuting film petualangan indie — sepi, wild, dan super memorable. No fancy resort, no curated experience — cuma lo dan alam. So yeah, Pantar dan sekitarnya itu kayak paket komplit buat lo yang bosen sama itinerary ala kota besar. Dari underwater paradise, pantai chill, gunung berapi aktif, sampai pulau misterius — semuanya merge jadi satu destinasi yang literally unbeatable. Kalau lo pengen liburan yang bukan cuma “jalan-jalan santai”, tapi sesuatu yang ngasih kick baru, yang authentic dan raw — Pantar is your place. So, ready to escape the city and embrace the wild? Let’s go, dude.  (Sumber Foto @bajaklaut_id)
...more

5 Destinasi Wisata Bahari Terbaik di Indonesia yang Wajib Lo Kunjungi pada Bulan Juli

TripTrus.Com - Kalau lo lagi cari destinasi liburan yang bisa bikin pikiran fresh sekaligus memanjakan mata, wisata bahari di Indonesia jelas nggak pernah gagal. Sebagai negara kepulauan dengan ribuan pulau yang membentang dari Sabang sampai Merauke, Indonesia punya deretan pantai, pulau eksotis, hingga surga bawah laut yang diakui dunia. Nah, bulan Juli jadi salah satu waktu paling ideal buat menjelajahi keindahan tersebut. Memasuki puncak musim kemarau, cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia cenderung cerah, ombak lebih bersahabat, dan air laut terlihat jauh lebih jernih. Jadi, buat lo yang hobi snorkeling, diving, island hopping, atau sekadar rebahan santai di pantai, sekarang saatnya mulai menyusun rencana liburan.       View this post on Instagram A post shared by Alvin Bromo™ (@alvinalhuda) 1. Kepulauan Derawan Salah satu destinasi yang wajib masuk bucket list adalah Kepulauan Derawan di Kalimantan Timur. Gugusan pulau ini terkenal sebagai salah satu surga bawah laut terbaik di Indonesia. Saat Juli tiba, kondisi laut biasanya sedang prima dengan visibilitas yang sangat baik sehingga aktivitas snorkeling maupun diving terasa makin maksimal. Salah satu pengalaman yang paling unik adalah berenang bersama ubur-ubur tanpa sengat di Danau Kakaban. Selain itu, Pulau Maratua dan Pulau Sangalaki juga menawarkan panorama bawah laut yang penuh warna dengan terumbu karang yang masih terjaga. Buat penyelam berpengalaman, Barracuda Point menjadi lokasi favorit karena sering menghadirkan fenomena barracuda tornado yang spektakuler. 2. Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air Kalau lo lebih suka suasana tropis yang lengkap dengan kafe, pantai cantik, dan kehidupan malam yang seru, trio Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air di Lombok bisa jadi pilihan yang tepat. Ketiga pulau ini punya karakter yang berbeda. Gili Trawangan cocok buat lo yang ingin menikmati suasana ramai dan berbagai aktivitas seru. Sebaliknya, Gili Meno menawarkan atmosfer yang tenang sehingga pas untuk honeymoon atau healing tipis-tipis. Sementara itu, Gili Air berada di tengah-tengah, memadukan suasana santai dengan sentuhan kehidupan lokal yang masih terasa kental. Selama Juli, air laut di kawasan ini begitu jernih sehingga snorkeling bersama penyu di Turtle Point atau menyelam di berbagai dive site menjadi pengalaman yang sayang untuk dilewatkan. Kalau lagi santai, lo juga bisa mengelilingi pulau menggunakan sepeda karena kendaraan bermotor hampir tidak ada. 3. Pulau Weh Di ujung paling barat Indonesia, Pulau Weh di Sabang juga menyimpan pesona bahari yang luar biasa. Banyak orang mengenalnya sebagai lokasi Titik Nol Kilometer Indonesia, padahal keindahan bawah lautnya nggak kalah memikat. Saat musim kemarau, kondisi laut di sekitar Pulau Weh sangat tenang sehingga cocok untuk snorkeling maupun diving. Pantai Iboih dan Pulau Rubiah menjadi lokasi favorit bagi wisatawan yang baru pertama kali menyelam karena airnya tenang dan biota lautnya sangat beragam. Sementara itu, penyelam berpengalaman bisa mencoba tantangan drift dive di Arus Balee atau mengeksplorasi bangkai kapal bersejarah Sophie Rickmers yang kini menjadi habitat berbagai jenis ikan dan terumbu karang. Setelah puas bermain air, jangan lupa mampir ke Monumen Nol Kilometer untuk mengabadikan momen di titik paling barat Indonesia. [Baca juga : "Nggak Cuma Healing, Di Sini Bisa Ngerasain Kisah Cinta Paling Tragis Yang Pernah Ada Di Tanah Lebak"] 4. Pulau Karimunjawa Kalau lo tinggal di Pulau Jawa dan ingin liburan tanpa harus terbang terlalu jauh, Karimunjawa di Jawa Tengah bisa menjadi destinasi yang nggak kalah menarik. Gugusan pulau ini menawarkan kombinasi pantai berpasir putih, laut biru yang bening, serta kehidupan bawah laut yang masih alami. Bulan Juli menjadi waktu terbaik untuk berkunjung karena ombak relatif tenang sehingga perjalanan antarpulau terasa lebih nyaman. Aktivitas island hopping menjadi agenda wajib, terutama menuju Pulau Menjangan Kecil dan Pantai Tanjung Gelam yang terkenal dengan panorama matahari terbenamnya. Selain snorkeling dan diving, Karimunjawa juga memiliki penangkaran hiu yang memungkinkan wisatawan berinteraksi langsung dari jarak dekat. Kabar baiknya lagi, destinasi ini masih ramah di kantong sehingga cocok buat lo yang ingin menikmati liburan berkualitas tanpa harus menguras tabungan. 5. Pulau Belitung Pilihan berikutnya adalah Belitung, destinasi yang memiliki ciri khas berupa batu-batu granit raksasa yang berpadu indah dengan air laut berwarna biru kehijauan. Pemandangan seperti ini sulit ditemukan di tempat lain sehingga Belitung punya daya tarik tersendiri. Pantai Tanjung Tinggi menjadi salah satu ikon wisata yang semakin populer setelah muncul dalam film Laskar Pelangi. Sementara itu, Pantai Tanjung Kelayang menjadi titik awal favorit untuk menjelajahi pulau-pulau kecil di sekitarnya. Lo bisa mampir ke Pulau Lengkuas yang memiliki mercusuar tua peninggalan kolonial atau singgah di Pulau Pasir yang hanya muncul ketika air laut surut. Setelah puas menjelajah, jangan lupa mencicipi aneka hidangan laut segar khas Belitung yang terkenal lezat dan cocok dinikmati sambil melihat panorama pantai. Bukan tanpa alasan Juli disebut sebagai salah satu musim terbaik untuk wisata bahari di Indonesia. Cuaca yang lebih stabil membuat perjalanan laut menjadi lebih nyaman, sementara air yang jernih menghadirkan pengalaman menyelam dan snorkeling yang jauh lebih memuaskan. Pemandangan bawah laut terlihat semakin jelas, warna terumbu karang tampak lebih hidup, dan kesempatan bertemu berbagai biota laut juga lebih besar dibandingkan saat musim hujan. Jadi, kalau lo masih bingung mau liburan ke mana bulan Juli nanti, lima destinasi bahari ini layak banget masuk daftar perjalanan. Mulai dari Derawan yang eksotis, trio Gili yang selalu bikin rindu, Pulau Weh dengan keindahan bawah lautnya, Karimunjawa yang tenang, hingga Belitung yang terkenal dengan batu granit ikoniknya, semuanya menawarkan pengalaman berbeda yang sama-sama berkesan. Tinggal pilih destinasi yang paling sesuai dengan gaya liburan lo, ajak keluarga atau sahabat, lalu siap-siap menikmati pesona laut Indonesia yang nggak pernah gagal bikin gue dan lo pengin balik lagi. (Sumber Foto @baliautrement)
...more

Earth Hour Siap Dilaksanakan Serentak pada Sabtu, 24 Maret 2018!

TripTrus.Com - Earth Hour, kampanye terbesar World Wild Fund (WWF), sekali lagi diselenggarakan untuk mengumpulkan jutaan orang di seluruh dunia untuk menunjukkan komitmen mereka terhadap planet bumi.  "Keanekaragaman hayati dan alam telah mendukung kehidupan, ekonomi, kesehatan, kesejahteraan, serta kebahagiaan kita. Saat kita telah mengeksploitasi bumi dan sistem alaminya sampai ambang batas. Earth Hour adalah kesempatan untuk menggunakan kekuatan kita, sebagai individu atau kolektif, untuk menuntut dan mengambil tindakan melindungi jaring kehidupan," kata Direktur Jenderal, WWF International, Marco Lambertini.   #EarthHour has always been about the power of individuals. When we stand together, protecting nature and securing a better future is possible! What do you do as an individual to #Connect2Earth and help our planet, our home? Join fellow earthlings across the globe and share your story🙂 Link in bio! A post shared by Earth Hour (@earthhourofficial) onMar 8, 2018 at 12:30am PST Diawali sebagai sebuah gerakan simbolis mematikan lampu selama satu jam di Sidney, Australia pada 2007, Earth Hour kini diselenggarakan di lebih dari 180 negara dan wilayah, sebagai momen solidaritas global untuk planet bumi. Dalam jaringan, tagar #EarthHour dan berbagai tagar lainnya yang relevan, tercatat 3,5 miliar impresi menjelang momen Earth Hour, menjadi topik paling trend di sedikitnya 30 negara.  Pada 2018 ini, tim WWF dan Earth Hour di seluruh dunia akan menyoroti masalah lingkungan yang paling relevan di negara atau wilayah masing-masing.  Di Kolombia, misalnya, orang-orang akan menyerukan agar negara tersebut menargetkan zero deforestasi pada 2020. Polinesia Prancis diperkirakan akan bergerak untuk melindungi 5 juta kilometer persegi lautnya untuk melestarikan ekosistem laut. Di Guatemala, seluruh warga akan mengangkat suara mereka mengenai pentingnya konservasi air tawar dan di India, orang akan berjanji untuk beralih ke gaya hidup yang berkelanjutan.  Dalam satu dekade sejak diinisiasi pada 2009, Earth Hour di Indonesia didukung oleh 67 kota, digerakkan oleh 1500 relawan aktif yang tersebar di 31 kota, dan mencatat 2 juta pendukung melalui aktivasi digital.  Pelaksanaan Earth Hour 2018 di Indonesia akan berfokus pada empat isu utama, yaitu menginisiasi kampanye kawasan bebas sampah di 31 kota, melakukan penanaman mangrove sebanyak 26.000 bibit di lebih dari 15 wilayah seluruh Indonesia, menginisiasi komitmen 9 kampus di 9 kota untuk program pembangunan kesadaran konsumen akan pola konsumsi yang berkelanjutan, serta menggerakkan kampanye pembangunan kesadaran terkait keanekaragaman hayati dan kampanye anti perdagangan satwa liar yang dilindungi pada 310 sekolah di 31 kota seluruh Indonesia. “Earth Hour di Indonesia dikenal dunia sebagai gerakan komunitas terbesar. Selama 3 tahun kedepan Komunitas Earth Hour bersama WWF-Indonesia akan mendukung pemerintah Indonesia untuk pencapaian komitmen pengurangan emisi sebanyak 26% pada 2020 melalui gerakan reforestasi,” ujar Manajer Kampanye WWF-Indonesia, Dewi Satriani. Mulai hari ini, para pendukung dapat mengunjungi connect2earth.org untuk berbagi apa arti keanekaragaman hayati dan alam bagi mereka, dan di tempat mereka tinggal serta mencari tahu lebih banyak tentang hal itu. Sebagai bagian dari kerjasama dengan sekretariat United Nation Convention of Biological Diversity, platform ini bertujuan untuk membangun kesadaran massal mengenai nilai-nilai keanekaragaman hayati dan alam dengan memulai percakapan global mengenai isu-isu lingkungan. "Earth Hour adalah bukti kekuatan serta gagasan sederhana untuk menginspirasi orang mengambil tindakan untuk melindungi bumi," sebut Sekretaris Eksekutif Convention on Biological Diversity (CBD), Cristiana PaÅŸca Palmer. (Sumber: Artikel gatra.com, Foto connect2earth.org)
...more

10 Fakta Menarik Cagar Alam Geologi Karangsambung

TripTrus.Com - Cagar Alam Geologi (CAG) Karangsambung  merupakan laboratorium geologi alam yang wajib dikunjungi bagi peneliti, mahasiswa geologi hingga wisatawan umum untuk mengetahui proses terbentuknya alam semesta dimasa silam. Berikut Lintas Kebumen rangkum 10 fakta menarik dari Cagar Alam Geologi Karangsambung, Minggu (7/12): 1. CAG Karangsambung ditetapkan sebagai Cagar Alam Geologi berdasarkan Kepmen ESDM No.2817K/40/MEM/2006 yang diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 14 November 2006. 2. CAG Karangsambung memiliki luas sekira 22.000 Hektar meliputi Kecamatan Sadang, Karangsambung, Karanggayam, Alian, dan Pejagoan di Kabupaten Kebumen. Kecamatan Pagedongan dan Bawang di Kabupaten Banjarnegara. Kecamatan Kaliwiro dan Wadaslintang di Kabupaten Wonosobo. 3. CAG Karangsambung dijadikan Kampus Lapangan Geologi pada tahun 1964. Pencetusnya adalah Prof. Dr. Sukendar Asikin, (Guru Besar Departemen Teknik Geologi ITB). Beliau adalah geolog Indonesia pertama yang mengulas geologi daerah Karangsambung berdasarkan teori tektonik lempeng. 4. Verbeek adalah geolog Belanda sekaligus orang yang pertama kali melakukan penelitiaan di CAG Karangsambung pada tahun 1891 . Akan tetapi hasil penelitian ini baru dipetakan secara geologi oleh Harlof pada tahun tahun 1933. 5. Geolog Indonesia dan Mancanegara (Katili, Hamilton dan khususnya Sukendar Asikin) menunjukkan bahwa CAG Karangsambung merupakan titik pertemuan antarlempeng yang terjadi pada suatu zaman geologi yang disebut Kapur Akhir (100-65 juta tahun yang lalu). 6. CAG Karangsambung memiliki batuan metamorf sekis mika di Kali Brengkok. Batuan tertua ini tersingkap dan menjadi pembentuk fondasi Pulau Jawa. Pengukuran dengan radioaktif menunjukkan batuan ini berumur 121 juta tahun, dari zaman kapur. Batuan ini hanya bisa ditemui di CAG Karangsambung di seluruh Indonesia. 7. CAG Karangsambung juga memiliki situs batu rijang dan lava basal berbentuk bantal di Kali Muncar. Batuan sedimen ini terbentuk di dasar samudera purba 80 juta tahun lampau. Hanya ada dua tempat di Indonesia yang memiliki Lava Basal di permukaan, salah satunya CAG Karangsambung. 8. Terdapat 32 situs singkapan geologi dan 18 situs di antaranya merupakan singkapan inti yang berharga bagi ilmu pengetahuan, pendidikan, dan wisata di CAG Karangsambung. 9. Pada situs Bukit/Wagir Sambeng di CAG Karangsambung ditemukan batuan peselingan rijang dan gamping merah. Batuan tersebut merupakan batuan yang terbentuk di dasar laut dengan kedalaman antara 4000 meter hingga lebih. Dalam batuan ini juga ditemukan fosil dari radiolaria yang jika dilihat umurnya berkisar antara 65 juta tahun. 10. CAG Karangsambung memiliki Batuan Serpentinit. Batu ini adalah batuan dari batuan ultra basa berwarna gelap. Merupakan hasil dari pembekuan magma pada kerak samudera. Aktivitas penambangan pasir dan batu di sepanjang Sungai Luk Ulo kian mengancam cagar alam geologi Karangsambung. Beberapa titik singkapan geologi berumur hingga ratusan juta tahun yang selama ini menjadi sumber pengetahuan dan pendidikan dikhawatirkan tergerus penambangan liar masif. (Sumber: Artike-Foto lintaskebumen.wordpress.com)
...more

Bertemu Bono di Sungai Kampar

Cari trip ke Riau di sini: http://triptr.us/CY TRIPTRUS - Provinsi Riau punya sebuah fenomena alam unik di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. Di Sungai Kampar yang melintasi lima kabupaten di Riau (Kabupaten Pelalawan, Kampar, Kuantan Singingi, Lima Puluh Kota, dan Sijunjung) memiliki gelombang yang bernama gelombang Bono. Gelombang Bono terjadi di saat volume air sungai meningkat drastis di musim penghujan dan badan sungai yang membesar serta aliran air dari beberapa anak sungai membuat daerah hilir Sungai Kampar memiliki gelombang tinggi. Ditambah pula, arus air dari Selat Malaka dan Laut Cina Selatan bertemu dengan aliran muara Sungai Kampar. Penyempitan pertemuan arus itu membentuk gelombang besar. Gelombang Bono dapat mencapai 4-6 meter di saat bulan purnama. Meski oleh masyarakat setempat ombak Bono mempunyai nama yang mengerikan, yaitu Tujuh Hantu, tapi gelombang ini juga mengundang banyak peselancar dari luar negeri untuk menjajal liarnya ombak bono. Meski Gelombang Bono bisa dibilang berbahaya, tetapi ombak sungai terbesar dan terpanjang di dunia ini dinobatkan sebagai wahana selancar sungai terbaik di dunia.Saat terjadi puncak Bono, 21 gelombang ombak dapat muncul secara bersamaan. Gelombang ini juga bisa menciptakan kubah yang bergulung-gulung dengan waktu yang bisa mencapai dua jam. Ini tentunya jauh berbeda dengan gelombang di laut yang hanya berdurasi sekitar beberapa menit saja. Kehebatan gelombang Bono dalam memanjakan para peselancar inilah yang membuatnya jadi sangat menarik. Tetapi, gelombang Bono besar tidak disarankan untuk ditunggangi oleh peselancar pemula. Ini disebabkan oleh karena ganasnya gelombang Bono yang kabarnya tiap tahun memakan puluhan korban dari kapal yang tenggelam akibat diterjang gelombang tinggi. Untuk memprediksi datangnya Puncak Bono, dapat diketahui lewat kalender tarikh qomariyah yaitu di pertengahan bulan (sekitar tanggal 10-20) di saat bulan purnama.Keberadaan Bono sebagai obyek wisata baru dimulai beberapa tahun lalu setelah beberapa peselancar dari Perancis dan Brazil mulai menjajal hebatnya Gelombang Bono. Kepopuleran Bono bahkan membuat seorang peselancar sungai (tidal bore surfer) dari Inggris Steve King (48) mencoba memecahkan rekornya sendiri di Guiness World of Records dengan berselancar sejauh 40 kilometer. Wow!Teluk Meranti dapat dicapai dari Pekanbaru, ibukota Provinsi Riau, dengan jalan darat sekitar lima jam. Untuk mencapai gelombang Bono ada baiknya menggunakan perahu motor atau jetski, mengingat Sungai Kampar juga merupakan habitat binatang pemangsa, yaitu buaya.Untuk bertemu dengan Gelombang Bono di Teluk Meranti, disarankan pada awal dan akhir musim hujan di saat gelombang sedang tinggi-tingginya. Jadi, tandai kalender di bulan Februari, Maret, Oktober, dan November. Jika bosan berselancar di siang hari, malam hari juga adalah waktu terbaik untuk berselancar di atas gelombang Bono. Photos taken from: indonesia.travel, flickr.com, kimasurf.com, riverbreak.com
...more

Tarik Wisatawan, Ende Siap Gelar 3 Festival Wisata di 2022

TripTrus.Com - Pemerintah Kabupaten Ende di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, menyiapkan tiga kegiatan festival yang akan digelar pada tahun ini untuk menarik minta kunjungan wisatawan ke daerah itu.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh 江 • 🌻 (@lechiinx) "Festival yang akan kami gelar yaitu pertama Festival Budaya dan Parade Pesona Pariwisata yang dijadwalkan pada April-Juni 2022," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ende Martinus Satban ketika dihubungi dari Kupang, Sabtu. Ia mengatakan hal itu berkaitan dengan kegiatan promosi pariwisata di Kabupaten Ende pada 2022. Ia menyebutkan kegiatan kedua yaitu Festival Kelimutu yang dijadwalkan akan digelar pada Agustus. Selain itu, Festival Paralayang yang akan digelar pada Oktober-November. Martinus menjelaskan kegiatan festival ini dihadirkan untuk mempromosikan kekayaan pariwisata sekaligus menarik minat kunjungan wisatawan ke Ende. Kegiatan dalam bentuk festival, kata dia, juga berlangsung lama sehingga diharapkan dapat mendorong lama tinggal wisatawan di Ende. [Baca juga : "Kalender Event Wisata Jogja Bulan April 2022, Ada Sarkem Fest!"] "Semakin lama wisatawan di Ende tentu ada belanja yang bisa berdampak pada berbagai sektor ekonomi di masyarakat," katanya. Ia mengatakan waktu pelaksanaan beberapa festival ini masih bersifat tentatif karena disesuaikan dengan situasi di lapangan, salah satunya terkait kondisi pandemi COVID-19 yang masih berlangsung. Martinus menambahkan selain festival pariwisata, pihaknya juga menata dan merancang destinasi wisata yang sudah dibangun pemerintah daerah setempat untuk menunjang kunjungan wisatawan. "Kami juga mendampingi desa wisata untuk berinovasi menjadi desa wisata berbasis komunitas sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan," katanya. (Sumber: Artikel okezone.com Foto @florestourism) 
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography

Upcoming Trips

Treaking Gunung Papandayan
21 - 22 Aug 2026
Open Trip Dieng Plateau
21 - 23 Aug 2026
Open Trip Pulau Pari
22 - 23 Aug 2026
×

...