TripTrus.Com - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta baru saja merilis jadwal event Solo Mei 2023 yang menarik dan penuh dengan beragam kegiatan di hampir setiap harinya. Sejumlah kegiatan budaya yang menarik akan dihadirkan dalam berbagai acara, mulai dari tarian, kethoprak, hingga pasar malam, yang dapat diikuti oleh seluruh masyarakat.
View this post on Instagram
A post shared by russell pande lemuel (@russellpanggabean)
Berikut adalah jadwal event Solo Mei 2023 berdasarkan informasi yang diunggah oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta melalui akun Instagram resminya.
Sendratari Candra Purnama (Geger Goa Kiskenda)
Sendratari Candra Purnama dengan tema Geger Goa Kiskenda akan diselenggarakan pada tanggal 5 Mei 2023 pukul 19.30 di halaman Sriwedari, Surakarta. Acara ini mengisahkan tentang legenda di era Kerajaan Majapahit yang menceritakan perjuangan putri kerajaan untuk menyelamatkan ayahnya. Penampilan para penari dengan gerakan tari yang dinamis dan musik gamelan Jawa, pastinya akan memukau penonton. Bagi para pecinta seni dan budaya di Kota Surakarta dan sekitarnya serta wisatawan dari luar kota yang ingin menikmati seni tari dan keindahan budaya Indonesia, jangan lewatkan acara ini.
Semarak Budaya Indonesia
Dinas Pariwisata Surakarta menginformasikan bahwa pada tahun 2022 acara ini menampilkan tarian dari berbagai sanggar di seluruh Indonesia. Untuk tahun ini, pemerintah setempat masih belum merilis detail resmi mengenai acaranya.
Meski begitu, masyarakat tetap dapat menikmati kegiatan ini pada tanggal 26 hingga 27 Mei 2023 di Balaikota Surakarta. Semarak Budaya Indonesia akan menyajikan berbagai penampilan tari yang menarik dari seluruh penjuru nusantara. Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan keindahan dan keragaman budaya Indonesia melalui acara ini.
Atraksi Prajurit Keraton
Dilansir dari laman resmi Wonderful Indonesia, acara budaya ini diadakan sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya dan menjadi simbol kekeratonan Surakarta. Dalam atraksi ini, akan hadir para tokoh yang mengenakan pakaian prajurit khas Surakarta sebagai representasi dari sejarah Prajurit Keraton Surakarta yang bertugas mengawal pertahanan keraton.
Untuk tahun ini, Atraksi Prajurit Keraton akan diadakan setiap Sabtu pukul 16.00 WIB di Kora Kamandungan Keraton Surakarta.
Kethoprak Sriwedari
Pementasan Kethoprak Sriwedari, seni budaya khas Solo yang populer, telah diadakan sejak awal abad ke-20. Pemerintah setempat akan menggelar pertunjukan tersebut setiap Kamis di bulan Mei 2023, dengan berbagai tema menarik yang akan disajikan dengan variasi yang menarik. Acara akan dimulai pukul 20.00 WIB di Gedung Graha Wisata Niaga.
Wayang Orang Sriwedari
Terdapat acara pementasan Wayang Orang Sriwedari yang tak kalah menarik selain kethoprak. Wayang Orang Sriwedari merupakan salah satu warisan budaya dari era Maku Buwono X dan diselenggarakan setiap Senin hingga Sabtu pukul 19.30 WIB di Gedung Wayang Orang Sriwedari. Dalam pementasan ini, para penonton akan disajikan dengan pertunjukan yang meriah dan menghibur dengan alur cerita yang berbeda-beda setiap harinya. Jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati keindahan seni budaya yang menghibur ini.
[Baca juga : "Beberapa Acara Sport Tourism Internasional Yang Akan Berlangsung Di Indonesia Sepanjang Mei"]
Ngarsopura Night Market
Ngarsopuro Night Market atau Pasar Malam Ngarsopuro adalah acara terakhir dalam jadwal event Solo Mei 2023. Acara ini akan diadakan setiap akhir pekan, yakni pada hari Sabtu pukul 18.00 WIB. Pasar malam ini menawarkan pengalaman berjalan-jalan sambil menikmati kuliner dan berbelanja di sepanjang area pasar. Selain kuliner, pengunjung juga dapat membeli berbagai barang fashion dan souvenir di pasar malam ini.
Pasar malam ini menjadi destinasi yang populer bagi masyarakat dan wisatawan yang ingin menikmati suasana malam di Solo. Berdasarkan informasi dari Visit Jawa Tengah dan Pariwisata Solo, acara ini akan berlangsung di area Ngarsopuro yang terletak di Jalan Diponegoro, Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta.
Tersebutlah pembahasan singkat tentang jadwal acara Solo di bulan Mei tahun 2023. Mari hadiri dan meriahkan acara budaya di Jawa Tengah ini. (Sumber Foto @gabe_fotofoto)
...moreKepulauan Anambas, sebuah wilayah kepulauan di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau memiliki deretan laguna berwarna biru terang dengan koral dan biota laut yang melimpah menjadi pemandangan yang menakjubkan, membentang. Pesona lain yang dimilki Kepulauan Anambas adalah deretan bebatuan putih di beberapa pulau, serta hamparan pasir putih yang menawan, hal ini membuat Kepulauan Anambas mengalahkan Maldives, sehingga CNN (Cable News Network) sebuah saluran berita kabel dari Amerika Serikat menobatkan Anambas sebagai kepulauan tropis terindah di Asia pada tahun 2012.
Jumlah pulau di Kabupaten Kepulauan Anambas mencapai 255 buah pulau, sekitar 26 pulau dihuni oleh penduduk dari berbagai suku baik Melayu, Cina, Padang, dan Suku Jawa yang mendiami daerah transmigrasi. Sementara 229 pulau lainnya tidak berpenghuni.
Untuk mengunjungi Kepualauan Anambas, kita bisa menggunakan jalur laut maupun udara. Ada 2 (dua) bandara di Kabupaten termuda Provinsi Kepulauan Riau itu. Satu bandara di Pulau Matak yang merupakan bandara khusus milik perusahaan Medco Energy, tetapi pesawat reguler yang melayani route Tanjung Pinang-Palmatak hanya setiap hari sabtu dan senin. Sedangkan bandara yang lain adalah bandara yang baru dibangun oleh Pemerintah Pusat di Pulau Jemaja. Bandara di Pulau Jemaja ini telah disinggahi pesawat kecil yang melayani route Tanjung Pinang – Jemaja seminggu sekali. Ada baiknya memesan tiket jauh-jauh hari untuk pergi ke Anambas, mengingat kapasitas penumpang kecil itu hanya 12 orang.
Sementara menggunakan jalur laut, setiap hari ada kapal ferry dari Tanjung Pinang dan Batam menuju Anambas dengan waktu tempuh sekitar 7-8 jam. Ada juga kapal milik PT. Pelni yaitu KM Bukit Raya yang melayani jalur laut dari Tanjung Pinang ke Anambas setiap 15 (lima belas) hari sekali dengan waktu tempuh sekitar 16 (enam belas) jam.
Pulau Nongkat adalah salah satu pulau yang indah di Kepulauan Anambas dengan pantai pasir putih dan tumpukan bebatuan di tepian pulau. Airnya bening sekali, hamparan airnya menyemburatkan warna biru tua dan hijau terang dengan dasar laut yang bersih serta hamparan terumbu karang yang indah. Di Nongkat, kita dapat snorkeling dan berenang, karena lautnya dangkal dan bersih. Penduduk sekitar Palmatak, sering berkunjung ke Pulau Nongkat saat liburan. Bermain pasir dan berenang sepuasnya di laut yang bening, bersih dan dangkal. Hampir semua sudut di perairan ini menawarkan pesona pemandangan laut yang indah.
Tak jauh dari Pulau Nongkat, ada Pulau Menyali, Pulau Mangkian, Pulau Mandar Riau Darat dan Pulau Mandar Riau Laut dengan hamparan pasir putih serta lambaian pohon nyiur yang diterpa angin. Pulau-pulau itu tidak berpenghuni tetapi sepertinya sengaja ditanami pohon kelapa dengan rapi.
Di utara Pulau Menyali, ada Pulau Penjalin yang berbatasan dengan laut Cina Selatan. Di Pulau Penjalin akan kita temui teluk kecil dengan hamparan pasir putih. Pulau ini memiliki pasir putih yang panjangnya sekitar 2 kilometer dengan bentangan pasir putih 50 meter.
Bila kita berkunjung ke Pulau Jemaja, di Kepuluan Anambas, kita akan mendapati pantai yang total panjang garis pantainya sepanjang 8 kilometer dengan pasir yang putih dan berbulir halus. Pantai itu bernama Pantai Padang Melang, terletak di pulau Jemaja, sekitar 123 Km dari Kota Tarempa, Ibu kota Kepulauan Anambas. Bisa dibilang inilah pantai terpanjang yang dimiliki Indonesia !.
Apabila sedang di Pulau Jemaja, luangkan waktu yang cukup dan menginap di Pulau Jemaja, baik tinggal di hotel atau homestay/rumah penduduk yang tersedia di sana. Ada banyak tempat indah yang layak dikunjungi. Salah satunya adalah Pulau Kuku, sebuah pulau yang pernah menjadi tempat pengungsian orang-orang Vietnam ketika mereka dilanda perang Vietnam yang terjadi pada tahun 1957-1975 antara Vietnam dengan Amerika Serikat.
Di Pulau Kuku masih terdapat makam para pengungsi Vietnam, bekas helipad, dan bangkai kapal pengungsi Vietnam yang masih teronggok di bibir pantai. Para eks pengungsi Vietnam yang masih hidup atau keturunannya hampir setiap tahun berkunjung ke Pulau Kuku berziarah ke makam kerabat dan lelulur mereka yang dimakamkan di Pulau Kuku. Masih banyak penduduk Jemaja yang bisa berbahasa Vietnam karena mereka dulu menemani para pengungsi Vietnam. orang-orang Vietnam yang berkunjung ke Pulau Kuku menyebutkan dirinya “kembali ke kampung halaman”, karena begitu kuatnya hubungan emosional antara para eks pengungsi Vietnam atau keturunannya dengan Pulau Kuku dan Jemaja pada umumnya.
Atraksi wisata yang tak kalah menarik di Pulau Jemaja adalah beragam seni tradisi dan budaya lokal yang masih ada di Jemaja. Salah satunya adalah Tari Gobang, sebuah tari tradisional dengan kostum aneh, para penarinya menggunakan topeng (wajah tertutup penuh), menggunakan jas, bersepatu, dengan topi seperti topinya para demang di Jawa. Ada juga yang bertopeng bengis seperti raksasa, monyet, atau paras yang menyerupai hantu. Konon ada yang menyebutkan bahwa tari gobang ini adalah tarian yang berasal dari makhluk bunian, ada juga yang menyebutkan bahwa tari gobang ini berasal kesenian suku laut yang dimainkan kala mereka singgah di Pulau Jemaja.
Ada ragam seni tradisi dan budaya lokal di Kepulauan Anambas yang menarik sebagai atraksi wisata budaya. Seni tradisi Mendu, yakni seperti teater tradisional yang menjadi tontonan rakyat. Dinamakan Mendu karena dalam pertunjukkannya kebanyakan memainkan ceritera tentang Dewa Mendu yang sangat terkenal di kalangan masyarakat 'suku laut' (orang pesuku) di kepulauan Tujuh. Ada juga pertunjukan silat, dan perlombaan gasing sebagai perlombaan rakyat yang sangat diminati kaum laki-laki di Anambas.
Sumber:https://www.jogloabang.com Foto:https://www.pesonaindo.com/tours/paket-wisata-kepulauan-anambas-tour/
...moreTripTrus.Com - Lo lagi bosen liburan ke tempat yang itu-itu aja? Waktunya coba glamping, bro! Ini bukan camping biasa, tapi lo bisa nikmatin suasana alam tanpa harus ribet bawa perlengkapan kayak biasa. Bayangin, lo bisa tidur di tenda mewah, sambil dikelilingi pemandangan alam yang keren abis. Glamping itu bisa jadi pilihan tepat buat lo yang pengen liburan di spot-spot kece yang susah dijangkau, tapi tetep pengen feel ala hotel bintang lima. Penasaran di mana aja? Langsung aja cek 8 destinasi glamping kekinian buat liburan bareng keluarga!
1. Bali Beach Glamping, Tanah Lot
View this post on Instagram
A post shared by Escape Nomade | Luxury Tented Villas (@escapenomade)
Lo bisa langsung nikmatin pantai, guys! Glamping di Bali Beach ini bikin lo bisa nge-chill sambil dengerin deburan ombak. Tenda glampingnya nyaman banget, ditambah ada infinity pool yang ngadep laut, spa, dan restoran romantis yang langsung di pinggir pantai. Pasti seru banget buat liburan bareng keluarga atau pacar!
2. Kaldera Toba, Danau Toba
Buat lo yang pengen ngerasain glamping dengan vibe beda, coba ke Kaldera Toba! Di sini, tenda glampingnya tuh unik banget, berbentuk bubble transparan yang bikin lo bisa liat langit malam yang penuh bintang. Ditambah fasilitas kasur queen, sofa, dan meja kecil buat nongkrong santai. Pemandangan Danau Toba yang luas pastinya bikin liburan lo makin memorable.
3. Sang Giri Mountain Glamping, Bali
Bali gak cuma soal pantai, bro! Di Sang Giri Mountain Glamping yang ada di Desa Jatiluwih, lo bakal ngerasain glamping dengan tenda-tenda bergaya Afrika, lengkap dengan pemandangan hutan tropis dan pegunungan yang keren banget. Dijamin bikin lo betah!
4. The Highland Park, Bogor
Di sini lo bisa nikmatin pemandangan Gunung Salak yang kece, apalagi kalo malam bisa liat langit penuh bintang. Konsep glampingnya nggabungin budaya Barat dan Timur, ada pilihan tempat glamping kayak Apache Camps, Mongolia Camps, atau Tree House. Plus fasilitasnya lengkap banget, mulai dari TV, AC, mini zoo, sampai waterboom buat anak-anak. Jadi, buat yang bawa keluarga, ini pilihan tepat!
[Baca juga : "5 Tips Biar Liburan Akhir Tahun Lo Lancar Dan Aman Di Jalan!"]
5. Jeeva Beloam Beach Camp Resort, Lombok
Lokasinya langsung di Pantai Beloam, lo bakal bangun tidur sambil dengerin suara ombak! Tenda-tendanya unik banget, bergaya rumah tradisional Suku Sasak dengan atap alang-alang. Ini glamping yang bisa bikin lo merasa lebih dekat sama alam, tapi tetap dengan kenyamanan yang top.
6. Glamping De Loano, Purworejo
Buat lo yang nyari ketenangan, tempat ini cocok banget! Glamping di tengah hutan pinus yang sepi banget, suara alam dan lampu kekuningan di malam hari bakal bikin suasana liburan lo jadi lebih hangat dan nyaman. Lo bisa nikmatin fasilitas lengkap kayak wifi dan colokan listrik, plus seru-seruan BBQ atau off-road bareng keluarga.
7. Glamping Songgolangit, Yogyakarta
Di tengah hutan pinus yang asri, Glamping Songgolangit di Yogyakarta punya spot foto yang kece banget! Lo bisa dapetin fasilitas lengkap kayak kasur empuk dan kamar mandi pribadi. Kalau lo suka tantangan, ada flying fox dan jeep tour yang seru banget. Jangan lupa foto di jembatan kayu panjang atau rumah Hobbit, pasti Insta-worthy!
8. Rancabali Glamping
Glamping di pinggir danau, dikelilingi hutan dan kebun teh, seru banget kan? Di sini, lo bisa pilih tenda dengan view langsung ke danau atau ke kebun teh. Jangan lupa makan di Pinisi Resto yang bentuknya kayak kapal, sambil nikmatin pemandangan danau yang indah. Lo juga bisa naik perahu keliling Situ Patenggang. Dijamin, liburan lo bakal berkesan!
Udah kebayang kan serunya glamping? Gak perlu jauh-jauh ke luar negeri, Indonesia punya banyak destinasi glamping yang gak kalah kece. Selain bisa nikmatin alam, lo juga tetep bisa dapetin kenyamanan kayak di hotel. Jadi, buruan pilih destinasi favorit lo dan ajak keluarga liburan bareng! Siap-siap bawa pulang kenangan indah yang gak bakal terlupakan! (Sumber Foto @whatsnewindonesia_official)
...moreTripTrus.Com - Kota Tegal merupakan salah satu Kota di Provinsi Jawa Tengah dengan luas wilayah keseluruhan 39,5 km2 dan terbagi menjadi 4 Kecamatan dan 27 Desa. Kota Tegal merupakan sebuah Kota Tua yang berusia lebih dari 4 abad. Wilayah yang kaya akan jejak sejarah, terlihat dari berbagai bangunan legendaris peninggalan masa lampau yang menandakan Kota Tegal sudah berkembang sejak jaman dulu.
Secara historis menjelaskan bahwa Kota Tegal sejak Zaman Belanda dikenal sebagai pusat perdagangan era kolonial. Secara letak yang strategis, tahun 1927 Kota Tegal menjadi Ibukota Keresidenan terdiri dari daerah Tegal, Pemalang, dan Brebes.
Jadi tidak hanya Jakarta yang memiliki Kota Tua, Kota Tegal juga memiliki Kota Tuanya tersendiri dan teramat sayang untuk dilewatkan ketika berkunjung ke sana. Berikut ini merupakan bangunan-bangunan bersejarah dan menjadi cagar budaya Kota Tegal yang wajib dikunjungi
1. Dansional
(Sumber foto: achmadrizal.staff.telkomuniversity.ac.id)
Dansional Tegal yang terletak di Jalan Proklamasi, dibangun tahun 1914. Bangunan ini dulunya adalah Nederlandsch-Indisch Handelsbank yang sekarang digunakan oleh TNI sebagai markas besar di Tegal. Pada awal kemerdekaan Republik Indonesia, Kota Tegal menjadi lokasi didirikannya Badan Keamanan Rakyat – Laut (BKR Laut) yang merupakan cikal bakal dari pembentukan TNI Angkatan Laut saat ini.
2. Pasar Pagi
(Sumber foto: panoramio.com)
Pasar Pagi Tegal berdiri dibekas Benteng Kaloran. Bentuk benteng yang terbuat dari batu bata tebal dengan pilar-pilar berbentuk benteng berdiameter panjang 6 meter lebar 6 meter dan tinggi 3,5 meter. Meskipun telah banyak perubahan dikarenakan renovasi sana-sini, Pasar Pagi Tegal tidak menghilangkan jejak sejarahnya sebagai sebuah benteng.
3. Waterleideng
(Sumber foto: traveluxion.web.id)
Pada jaman Belanda di tahun 1917, Tower Woterleideng Bedrif of Province Maden Java (Watertoren) dibangun guna untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kota Tegal. Pada era tahun 60-an, sirine bagian atas menara difungsikan sebagai sirine tanda buka puasa dan tanda imsak. Bangunan ini sekarang dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
4. Gedung DPRD
(Sumber foto: simpanglima.wordpress.com)
Bangunan peninggalan Belanda yang dibangun tahun 1750an oleh Mathijs Willem de Man (1720-1763) semula menjadi rumah pribadi Residen Tegal. Fungsi bangunan ini berubah menjadi Balai Kota Tegal, pada tahun 1987. Dan gedung ini resmi menjadi kantor DPR Tegal setelah Balaikota Tegal pindah dari Jl. Pemuda ke Jl. Kigede Sebayu.
5. Kantor Pos Besar
(Sumber foto: metropolispos.wordpress.com)
Diperkirakan Kantor Pos Besar Tegal dibangun sekitar tahun 1930an yang digunakan untuk Markas Angkatan Laut. Kemudian diserahkan kepada PTT (Posts Telegraafend Telefoon Diensts) pada tahun 1954 dan pada tahun 1961 PTT berubah menjadi Perusahaan Negara (PN) Pos dan Telekomunikasi.
6. Stasiun Kereta Api
(Sumber foto: panoramio.com)
Perusahaan trem Belanda JSM (Java Spoorweg Maatschappij) membangun Stasiun Kereta Api Tegal apda tahun 1885. Kemudian pada tahun 1897 Stasiun Kereta Api Tegal dibeli oleh maskapai perkeretaapian SCS (Semarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij. Sebagian bangunannya pada tahun 1918 direnovasi dengan karya arsitek Henri Maclaine Pont.
7. Pendopo Balaikota
(Sumber foto: artonortega74.blogspot.co.id)
Pendopo Balaikota Tegal (Pendopo Ki Gede Sabayu) berdiri tahun 1825, yang sebelumnya berada di Kompleks Kaloran. Pada masa awal Kemerdekaan Gedung ini digunakan oleh Pemerintah Kabupaten Tegal. Pada Masa pimpinan Sjamsuri Mastur Gedung ini di tempati Pemerintah Kota Tegal.
8. Gedung Birao (SCS)
(Sumber foto: achmadrizal.staff.telkomuniversity.ac.id)
Gedung Birao atau pada masa Belanda Gedung SCS (Samarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij) dibangun Belanda pada tahun 1913. Dengan konsep arsitektur eropa pada Negara jajahan (Euroeesche Stoomtram Maatschappij). Pada tahun 1980 bekas gedung SCS di Jl. Pancasila No 2 sempat digunakan sebagai Kampus UPS (Universitas Panca Sakti)
9. Masjid Agung Kota Tegal
(Sumber foto: artonortega74.blogspot.co.id)
Berdasarkan cerita, pembangunan Masjid Agung Kota Tegal berbarengan dengan pembangunan Pendopo Balaikota pada tahun 1825. Meskipun pada akhirnya pembangunan Masjid Agung Kota Tegal dilakukan secara bertahap. Berdiri di atas tanah wakaf pemberian seorang Penghulu I di Tegal bernama Kiai Abdul Aziz yang dikenal juga sebagai seorang mubaligh
10. Kelenteng Tek Hay Kiong
(Sumber foto: ditegal.com)
Kelenteng Tek Hay Kiong didirikan pada tahun tahun ke 17 pemerintahan Kaisar Dao Guang dari Dinasti QING (1837 M) oleh Kapiten Tan Koen Hway (Chen Kun Huai) bersama rekan-rekannya serta masyarakat Tegal. Berdasarkan prasasti yang ada, pembangunan Kelenteng Tek Hay Kiong ini dianggap sebagai restorasi yang pertama. Yang kemudian disusul oleh restorasi kedua pada dilaksanakan pada tahun 1897, ketiga tahun 1957 dan restorasi keempat dilaksanakan pada tahun 1982.
11. Bioskop Dewa dan Bioskop Dewi
(Sumber foto: artonortega74.blogspot.co.id)
Bioskop Dewa (Rex) dan Bioskop Dewi (Roxy) merupakan bioskop pertama yang hadir di Kota Tegal. Bioskop Dewa dibangun di sebelah selatan alun-alun Kota Tegal sedangkan Bioskop Dewi dibangun di sebelah utara alun-alun. Tidak ada catatan yang jelas, di antara kedua bioskop tersebut siapa yang paling duluan beroperasi. Namun diperkirakan kedua bioskop tersebut sudah berdiri sejak tahun 1930an. (Sumber: Artikel @Amieykha Foto wovgo.com)
...moreTripTrus.Com - Tim destinasi Ramadan mengunjungi Kota China kecil di Lasem, Jawa Tengah. Tepatnya ke sebuah pesantren bernuansa negeri Tirai Bambu. Untuk sampai Kabupaten Rembang ditempuh dengan penerbangan dari Jakarta ke Semarang. Setelah itu dilanjutkan lewat jalur darat selama tiga jam menyusuri Jalur Pantura. Seperti ditayangkan Liputan6SCTV, untuk menuju ke kota santri ini, para pengunjung bisa naik sepeda. Olahraga kecil sambil bernostalgia menikmati arsitektur khas negeri China.
Ponpes kauman lasem #explore#explorelasem#vakansinesia#lasemkotapusaka#lasemkotatua
A post shared by L A S E M ❤❤❤ Tour guide (@yanto.ryan) onMay 13, 2018 at 7:40am PDT
[Baca juga : Dua Pantai Indah Indonesia Versi Media Amerika Serikat]
Setiap melewati rumah, beragam pintu terdapat huruf kanji yang berisi kalimat-kalimat bijak. Memasuki kawasan pesantren, wisatawan akan disambut pos ronda berwarna merah. Saat masuk, disambut dengan ornamen-ornamen China. Perpaduan budaya China dan Jawa sangat melekat di pesantren ini.
PonPes dan Pecinan menyatu dlm Pesona Lasem #kesengsemlasem #pesonaindonesia #rembangkece #pecinanlasem #ponpeslasem
A post shared by Desi PanaLukan (@panalukan) onNov 5, 2016 at 7:09am PDT
Toleransi antar etnis dan agama juga terlihat dari warga sekitar yang menyumbang lampion untuk pesantren. Yang menarik, tinggi toleransi di tempat ini membuat warga etnis China di sekitar tertarik untuk mempelajari Islam dan memilih menjadi mualaf. Salah satunya Ustaz Javier.
Destinasi selanjutnya adalah berziarah ke Pasujudan Sunan Bonang atau Raden Maulana Makdum Ibrahim. Semasa hidupnya, Sunan Bonang telah menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.
Pasujudan Sunan Bonang untuk mendekatkan diri dan berdoa kepada Allah SWT berwujud batu. Tak heran banyak pengunjung penasaran melihat batu tempat bersujudnya Sunan Bonang.
Ada juga Masjid Sunan Bonang. Masjid ini sudah ada sejak tahun 500 masehi. Masa dimana Sunan Bonang menjalankan misinya menyebarkan agama islam. Dan sekarang saat mencari suasana alam di Rembang untuk ngabuburit. Pantai Karang Jahe dapat menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu sambil menanti azan maghrib. (Sumber: Artikel liputan6.com, Foto vakansinesia.com)
...moreTripTrus.Com - Bro-sis traveler, lo pernah mikir gak sih... Pensiun tuh harusnya bukan akhir, tapi justru momen buat hidup makin santuy dan nikmatin hidup kayak staycation tiap hari. Gak perlu ribet, gak harus mewah, yang penting: tenang, adem, dan bikin lo bahagia. Nah, daripada lo cuma rebahan sambil nonton drakor doang, mending lo cek deh 10 kota yang udah gue kurasi. Semuanya cocok banget buat lo yang pengen pensiun tapi vibes-nya tetep anak nongkrong Gen Z dan milenial banget. Siap? Langsung gas ke daftar kece ini!
1. Kota Sejuk yang Bikin Mager Produktif: Salatiga
Gue kasih tau ya bro-sis, Salatiga tuh hidden paradise buat lo yang suka suasana chill-chill gimana gitu. Dikelilingin sama gunung Merbabu & Telomoyo, udara di sini tuh sejuknya gak ngotak! Lo bisa ngopi di café-café lokal sambil nulis jurnal atau baca buku, terus sorenya jogging santai. Kalo kangen city life, Semarang tinggal ngacir sebentar. Cocok buat lo yang pensiun tapi gak pengen jauh dari akses kota dan tetep pengen gaya hidup asik.
2. Slow Life Syahdu Ala Kedu Raya (Temanggung, Wonosobo, Purworejo)
View this post on Instagram
A post shared by adjoem_jepret (@adjie_farizky)
Sis, lo bakal jatuh cinta sih sama area yang satu ini. Gimana enggak? Lo dapet view sawah, vibe desa yang kental, tapi fasilitas lumayan lengkap. Tradisinya masih dijaga, warga lokal super ramah, dan yang paling penting: murah banget buat hidup harian. Apalagi Temanggung, tingkat kriminalitasnya low banget. Lo bisa pensiun damai sambil ngonten tentang budaya lokal, atau ngadain retreat bareng geng pensiun lo.
3. Solo: Kota yang Bikin Lo Nggak Move On
Lo suka nostalgia dan kulineran? Solo jawabannya, bro! Kota ini punya kombinasi sempurna antara seni, makanan, dan suasana kalem tapi tetep rame. Di sini lo bisa nikmatin pensiun sambil keliling museum, nongkrong di warung-legendaris, sampe ikut komunitas seni. Rumah sakit dan tempat belanjanya juga lengkap, jadi lo gak akan ngerasa 'kudet' walau udah gak ngantor lagi.
4. Magelang: Candi, Sawah, dan Kehidupan Damai
Bro-sis, Magelang tuh underrated abis sih! Orang cuma tau Borobudur, padahal kota ini punya suasana tinggal yang tenang dan penuh inspirasi. Lo bisa bangun pagi liat sawah, ngopi, dan sore jalan kaki ke spot-spot hidden gem. Fasilitas kesehatan aman, tempat wisata banyak, jadi pas lo pensiun pun tetap bisa healing on the go. Gak perlu nunggu weekend buat liburan, tiap hari pun bisa jalan-jalan!
[Baca juga : "5 Festival Kece 2025 Yang Bikin Liburan Lo Nggak Cuma Healing Tapi Juga Berfaedah!"]
5. Malang Raya: Pensiun tapi Tetep Aesthetic
Lo tipe yang suka udara dingin, cafe lucu, dan spot alam yang kece? Malang, Batu, dan Lumajang wajib masuk wishlist lo! Pensiun di sini tuh kayak hidup di dunia paralel: lo bangun tidur langsung liat gunung, brunch di cafe estetik, terus siangnya ke pantai. Mau akses ke kota juga gampang. Malang tuh kota yang pas buat lo yang pengen pensiun tapi tetep rasa anak tongkrongan banget.
6. Banyumas Raya: Suasana Desa Rasa Upgrade
Lo kangen suasana kampung halaman tapi tetep pengen ada fasilitas modern? Banyumas jawabannya, bro! Di sini lo bisa healing sambil nostalgia, nongkrong sore di alun-alun, jajan mendoan legendaris, sampe main ke Baturraden yang adem banget. Plus, sinyal aman, layanan medis oke, dan masyarakatnya tuh friendly abis. Lo bakal ngerasa kayak pulang kampung tapi versi glow up!
7. Banyuwangi: Tropis, Tenang, dan Penuh Petualangan
Ini dia, penutup epic buat daftar lo! Banyuwangi tuh kombinasi sempurna buat lo yang suka alam, tapi tetep pengen hidup tenang. Lo bisa tinggal deket pantai, ke gunung, dan punya akses bandara sendiri. Sunrise? Tinggal jalan kaki ke Pantai Boom. Sore ke Ijen, malem ngopi di kafe pinggir sawah. Ini bukan pensiun biasa, ini healing life edition yang bakal bikin lo susah move on.
Udah deh, pensiun gak perlu lo bayangin harus diem di rumah dan nonton sinetron terus. Hidup gak berhenti pas pensiun, malah bisa makin hidup! Dari Salatiga yang sejuk sampe Banyuwangi yang tropis, semua kota ini siap nemenin lo buat mulai hidup versi slow, damai, tapi tetap aktif dan happy. So, lo lebih suka hidup adem di pegunungan atau chill di pinggir pantai?
Yuk, mulai rencanain dari sekarang! Karena masa tua lo itu bukan akhir, tapi bab seru berikutnya dari hidup lo. (Sumber Foto @wowbanyuwangi)
...moreTripTrus.Com - Jika ingin memicu adrenalin dengan melakukan olahraga Off Road, masyarakat Palembang tidak perlu jauh-jauh ke pinggiran kota. Cukup datang ke Taman Wisata Alam Punti Kayu. Di sana a sudah disediakan wahana Off Road dan hanya tinggal membayar sewa Jeep seharga Rp80 ribu pengunjung bisa bersensasi menguji adrenalin.
Pihak management Punti Kayu telah bekerjasama dengan komunitas Jeep di Palembang. Sehingga disediakan delapan Jeep beserta sopirnya, untuk menemani para pengunjung menjelajahi asrinya hutan Punti Kayu.
Rute yang disediakan untuk semi Off Road ini sekitar 2 Km dengan waktu tempuh sekitar 15 menit. Meski cukup menantang adrenalin dan bikin deg-degan, para pengunjung tidak perlu khawatir. Sebab, tim mempersiapkan track ini untuk wisata keluarga sehingga dinamakan semi Off Road.
Pembuat Rute Off Road Punti Kayu Agam Witanto, Jeep yang dipergunakan untuk Off Road ini diantaranya Land Rover tahun 1968, Land Rover tahun 1958, Jeep Willys tahun 1941. "Ini mobil perang, ban mobil ini 4x4, walaupun jalan licin dan terjal masih bisa jalan," katanya.
Titik awal rute Off Road mulai dari depan tempat awal masuk Punti Kayu. Sopir akan membawa pengunjung melewati spot foto, tempat kunjungan satwa, kemudian ke area track. "Pematangan track dilakukan selama sebulan. Track Off Road ini merupakan jalur alami yang ada di hutan ini, bukan sengaja dibuat misalnya digali, tidak seperti itu," katanya.
Saat memasuki kawasan hutan, track memang cukup terjal, apalagi bagi seorang pemula dan baru mencoba ikut Off Road. Tapi tidak perlu khawatir karena wahana ini sangat menyenangkan. Sopir yang dipilih sudah sangat paham dan sudah berpengalaman lebih dari lima tahun.
Di jalur Off Road, penumpang bisa berhenti sejenak untuk melihat-lihat juga berfoto dengan latar belakang track Off Road, Jeep ataupun sejuknya hutan Punti Kayu. "Kapasitas untuk Jeep bisa dinaiki oleh 4-5 orang," katanya.
Salah seorang pemilik Jeep Land Rover, Ican mengatakan, persiapan wahana ini dari Januari. Karena Covid-19 pada Maret lalu, maka baru berjalan 12 Agustus. Trend masih datar karena kondisi sosial ekonomi terutama pada bulan April dan Mei.
"Tetapi sejak Agustus hingga Oktober ini dalam satu hari yang order bisa 1-2 kali," katanya. Ican mengatakan, karena track yang dilalui bukan jalan mulus, maka untuk perawatan kendaraan ini menurutnya tidak terlalu susah. Asalkan pembawa Jeep sudah memahami cara membawa Jeep di area Off Road.
"Tim kita sudah paham. Tim rata-rata dari komunitas Off Road dan punya pengalaman lebih dari lima tahun," katanya.
Manager TWA Punti Kayu Raden Azka mengatakan, dipilih kawasan yang terjal, tapi pihaknya mengupayakan tetap menjaga pepohonan karena Punti Kayu merupakan kawasan hutan konservasi. Biaya Off Road, pihaknya memberikan diskon awalnya Rp200 ribu menjadi Rp80 ribu.
"Kita terapkan juga protokol kesehatan, setelah digunakan jeep disemprot disinfektan. Untuk keselamatan pun, sebelum dibuka untuk umum, track ini sudah dicoba berkali-kali jadi batas-batas keselamatan sudah disurvey," katanya.
[Baca juga : "4 Lokasi Wisata Di Sumbar Ini Ternyata Bekas Tambang Yang Ditinggalkan"]
Ia mengatakan, selama pandemi ini pihaknya membatasi jumlah kunjungan dari biasanya 1200 menjadi 600 pengunjung. Tingkat kunjungan pada masa pandemi ini memang cukup berdampak. "17 Agustus lalu ramai, September sepi, Oktober karena long weekend pengunjung ramai, diharapkan Desember ramai juga," katanya.
Pengunjung Punti Kayu saat ini banyak kendaraan dari luar kota dengan plat D BE, dan A. "Mengantisipasi pengunjung agar tidak terjadi kontak fisik, maka dilakukan satu tiket terusan. Selama ini tiket wahana punti kayu Rp10 ribu, tapi kita bebaskan 4 wahana dengan tiket Rp30 ribu dewasa dan Rp25 ribu anak-anak. Kolam renang dan flying foox masih ditutup," katanya. (Sumber: Artikel rri.co.id Foto @oktaalfarizi )
...moreTripTrus.Com - Baluran, bro, yang jadi destinasi alam di ujung timur, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, bakal tutup sebentar nih, mulai 15 Januari sampe 15 Februari 2024.
Kata Joko Mulyono, si juru bicara Taman Nasional Baluran, mereka harus benahin area wisata ini, abis kena serbuan pengunjung yang dateng pas libur Natal dan Tahun Baru 2024. Gila aja, bro, pengunjungnya sampe 23.600 orang!
View this post on Instagram
A post shared by Ayu Utami Saraswati (@ayuutamis)
Kabar penutupan ini keluar lewat surat edaran dari Kepala Balai Taman Nasional Baluran, Johan Setiawan. Mereka tutup sekaligus buat ngecek dan evaluasiin kunjungan wisata.
Selama bulan penutupan, tim pengelola bakal ngasih perbaikan dan pemeliharaan buat tempat-tempat di Taman Nasional Baluran, terutama yang ada di sepanjang jalur dari Batangan ke Padang Sabana (Bekol) dan dari Bekol ke Pantai Bama.
[Baca juga : "Bro, NTB Nyemplungin 36 Event Keren Buat Tahun 2024 Nih!"]
Cek juga nih, mereka bakal bangun dan rawat tempat buat usaha kecil menengah di dunia pariwisata, kayak yang di jalur Batangan-Pantai Bama. Katanya sih, dari pintu utama sampe Pantai Bama ditutup, tapi dari Watunumpuk ke Pantai Merak tetep buka.
Mudah-mudahan, setelah diperbaikin, Baluran bisa makin keren dan ramah buat pengunjung, gitu kata Joko Mulyono. (Sumber Foto @adiantooooo)
...moreRumah tradisional bukan semata warisan budaya dalam bentuk material yang tersusun berupa elemen-elemen bangunan saja. Lebih dari wujud fisiknya, rumah tradisional mempunyai peran penting dalam membentuk ruang-ruang sosial dan simbolik, sekaligus sebagai representasi budaya bagi penghuninya. Indonesia sebagai negara kesatuan yang kaya akan kebudayaan mempunyai begitu banyak warisan rumah tradisional, salah satunya adalah rumah ulu di Sumatera Selatan. Rumah Ulu merupakan rumah tradisional masyarakat yang bermukim di kawasan hulu Sungai Musi, Sumatera Selatan. Nama rumah ulu berasal dari kata uluan yang bermakna pedesaan, uluan juga sebutan bagi masyarakat yang tinggal di bagian hulu Sungai Musi. Semua bagian rumah ulu terbuat dari kayu, dengan bagian bawah ditopang oleh batang pohon unglen. Pemilihan batang pohon unglen bukan tanpa sebab, batang pohon ini diyakini bisa bertahan hingga ratusan tahun.Pembangunan rumah ulu harus mengikuti beberapa peraturan yang sudah disepakati, peraturan tersebut antara lain seperti, pembangunannya harus menghadap ke depan garis aliran air. Hal ini dimaksudkan supaya rumah yang dibangun bisa terbebas dari banjir bandang yang sewaktu-waktu bisa datang. Selain itu, pembangunan rumah ulu juga harus mengikuti sistem ulu-ulak (ilir), yaitu jika lahan yang akan dibangun rumah masih luas dan berencana ingin membangun rumah ulu berikutnya, maka pembangunan rumah harus dilakukan dari bagian yang paling hulu.
Sistem ulu-ulak (ilir) bukan sekadar pengaturan pembangunan rumah, tetapi juga menjadi pengaturan ruang secara sosial. Rumah di bagian ulu diperuntukkan bagi mereka yang mempunyai usia lebih tua dalam garis keluarga, begitu seterusnya hingga ke rumah paling hilir yang ditempati oleh keturunan yang paling muda. Sistem ini juga berlaku di dalam pembagian ruang di dalam rumah.Secara umum, rumah ulu dibagi menjadi tiga bagian yaitu, ruang depan, ruang tengah, dan ruang belakang. Ketiga bagian tersebut terbagi menjadi beberapa bagian, seperti garang atau lintut, haluan dan kakudan, ruang gedongan atau ambin, dan ruangan dapur. Garang atau lintut merupakan ruangan yang difungsikan sebagai tempat untuk bercengkrama para pemilik rumah, yang biasa dilakukan setiap sore hari setelah melakukan rutinitas kerja.Sementara haluan dan kakudan merupakan ruangan khusus yang digunakan sebagai tempat istirahat. Haluan diperuntukkan bagi laki-laki, sedangkan kakudan diperuntukkan bagi para perempuan. Di bagian lain terdapat gedongan atau ambin, ruangan ini terdapat di bagian tengah rumah ulu yang lantainya lebih tinggi di antara bagian yang lain. Tempat ini difungsikan oleh orang yang dianggap paling tua di dalam rumah untuk memberikan wejangan kepada para anak dan cucu, nasihat tersebut juga bisa dalam bentuk dongengan sebelum tidur.Seiring perkembangan zaman, rumah ulu makin jarang ditemukan. Meski demikian, salah satu bentuk rumah tradisional ini masih bisa ditemukan di halaman belakang Museum Balaputera Dewa, dan menjadi salah satu koleksi terbesar museum. Menurut catatan museum, rumah ulu tersebut berusia 200 tahun dan diambil dari Desa Asemkelat, Kecamatan Pangandonan, Kabupaten Ogan Komering Ilir.Menjaga dan melestarikan rumah ulu bukan berarti setiap masyarakat saat ini harus membangun rumah ulu sebagai tempat tinggal, melainkan lebih kepada melestarikan nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam rumah tradisional tersebut. Mengingat dalam rumah ulu terdapat nilai-nilai adiluhung seperti menghormati orang yang lebih tua, menyayangi orang yang lebih muda, dan membangun keluarga yang harmonis.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more