Mendengar Nusa Tenggara, sebagian besar orang pasti langsung membayangkan hamparan koral warna-warni, lengkap dengan ragam biota laut yang jarang didapati di tempat lain. Karenanya, meski perairan Nusa Tenggara terbilang berarus kuat, menyelam dan snorkeling tetap jadi agenda wajib.
Namun, eksotisme Nusa Tenggara tak hanya soal panorama memukau di bawah permukaan laut. Berjarak tiga kilometer dari semenanjung Sanggar, Sumbawa, bisa kamu dapati satu lagi keajaiban di bumi Nusa Tenggara. Danau Satonda berada di pulau tak berpenghuni dengan nama yang sama.
Sumber: Foto @nura_jo
Menjejakkan kaki di dermaga Satonda, langsung bisa kamu nikmati hangatnya pasir putih, serta buaian angin laut yang menerpa wajah tanpa ampun. Demi mencapai danau air asin ini, kamu harus trekking selama kurang lebih 20 hingga 30 menit. Lelah selama pendakian terbayar seketika dengan pemandangan kawah berbentuk angka delapan.
Sumber: Foto @adimulato
Terlihat tenang di tengah kaldera yang terkukung pepohonan hijau, godaan untuk mencicip asin air danau menyeruak seketika. Tak punya jalur ke laut, membuat kadar asin di danau ini tetap jadi misteri. Padahal, sudah banyak ilmuwan dalam maupun luar negeri yang singgah untuk meneliti danau bertemperatur air 28 hingga 39 derajat ini.
Satu lagi pemandangan unik yang ada di Satonda. Di tepian danau, bisa kamu temukan pohon dengan "buah" batu. Sengaja digantungkan oleh para pelancong, batu ini dianggap mewakili doa dan harapan yang dipercaya akan terkabul. Kala bertandang ke Nusa Tenggara, tak ada salahnya menjelajah danau purba demi merasakan nuansa berbeda di timur Indonesia.
Sumber: Artikel bintang.com Foto alilapurnama.com
...moreTripTrus.Com - Kawasan Banten Lama memiliki sejumlah tujuan wisata bersejarah yang kerap didatangi peminat wisata sejarah dan religi. Lokasinya yang berada di bibir pantai menawarkan cerita sejarah, pemandangan, serta gambaran kejayaan masa lalu.
Di kompleks Banten Lama, pengunjung bisa menemukan peninggalan Keraton Surosowan, Keraton Kaibon, dan Benteng Spellwijk. Di kawasan tersebut ada Museum Kepurbakalaan Banten, Masjid Agung Banten, dan Vihara Avalokitesvara.
1. Vihara Avalokitesvara
Vihara Avalokitesvara Serang, Banten. Jl. Raya Serang, Banten, Kasemen, Kota Serang, Banten 42191 #viharaavalokitesvara #viharaavalokitesvarabanten #wisatabanten #note8photography #mobilephotography #terfujilah #xm1 #kakigatal *latepost
A post shared by Wani Lo (@wani_lo) onJun 20, 2018 at 3:36am PDT
Vihara ini dibangun pada abad ke-16 merupakan satu dari Vihara tua di Indonesia. Vihara ini memiliki sebutan sebagai Kelenteng Tridarma. Umat Buddha, Kong Hu Cu, dan Taoisme beribadah di sini. Seperti kebanyakan vihara masa lalu, umat beragama lain pun bisa leluasa mengujungi untuk sekedar menikmati suasana di sana.
2. Keraton Kaibon
Belajar Sejarah dari Travelling Nusantara. Lokasi : Keraton Kaibon (Banten). #nusantara #indonesia #explorenusantara #travelling #travellingnusantara #pesonaindonesia #visitindonesia #keratonkaibon #banten #shooting #cinema #actor #talent
A post shared by Januar Ismu Tanjung (@ismutanjung) onAug 18, 2018 at 9:10pm PDT
Tempat ini diyakini sebagai kediaman Ratu Aisyah, ibu dari Sultan Syaifuddin. Namun bangunannya hancur ketika tentara Belanda menyerang Banten. Untungnya masih tersisa bagian bangunan istana itu. Di dekat tempat ini ada kediaman para Sultan Banten, dari Sultan Maulana Hasanudin hingga Sultan Haji.
[Baca juga : "Jadi Tempat Syuting Film, 7 Spot Wisata Indonesia Ini Makin Terkenal"]
3. Masjid Agung Banten
A post shared by Angga Senu Wardana (@anggasenuwardana08) onJul 28, 2018 at 7:18pm PDT
Masjid ini bercora unik. Menaranya mirip mercusuar dan beratap pagoda khas arsitekur Cina. Bangunan peninggalan Kerajaan Banten pada masa pemerintahan putra pertama Sunan Gunung Jati, Sultan maulana Hasanudin, ini masih kukuh berdiri, walau usianya sudah lebih dari tiga setengah abad.
Di sini, kompleks makam sultan Banten beserta keluarganya berada. Tak hanya itu, pengunjung Banten Lama tetap bisa membeli oleh-oleh seperti kerajinan Suku Badui, atau golok asli Ciomas. (Sumber: Artikel tempo.co Foto vakansinesia.com)
...moreBila Anda berada di pusat Kota Yogyakarta, dan hendak menempuh perjalanan ke arah Magelang menuju Candi Borobudur, maka sebelum sampai ke Candi Borobudur Anda akan disajikan pemandangan candi yang terlihat tidak utuh. Candi tersebut bernama Candi Mendut. Candi yang bercorak Budha ini biasa digunakan sebagai tempat upacara-upacara pemujaan.Dilihat dari sejarahnya, berdasarkan Prasasti Karangtengah berangka tahun 824 Masehi, nama Candi Mendut berasal dari kata venu vana mandira yang memiliki arti candi yang berada di tengah hutan bambu. Namun beberapa peneliti masih meragukan nama itu, yang sebenarnya lebih cocok diberikan kepada Candi Ngawen.Pintu Candi Mendut menghadap ke barat. Pada bagian luarnya terdapat relief-relief yang menceritakan kisah-kisah Dewa Budha. Sebelah utara candi, terdapat relief Dewi Tara yang diyakini sebagai sakti Budha. Di sebelah timur, terdapat relief Awalokiteswara. Di sebelah selatan, terdapat kisah Manjusri. Sementara, di bagian lainnya terdapat relief raja-raja dari Dinasti Sailendra.Pada dinding tangga tergambar relief cerita Jetaka. Cerita yang juga dikenal dengan nama cerita Tantri ini mengisahkan tentang makhluk-mahkluk khayangan seperti burung berkepala dua dan bidadari-bidadari. Memasuki ruangan dalam candi, pengunjung akan menemukan sebuah patung Budha Cakyamuni. Patung itu terlihat duduk dengan posisi tangan dalam sikap Dharmacakraprawartana Mudra. Salah satu yang menarik dari Candi Mendut adalah jika dilihat dari kejauhan bentuk candi ini seperti kubus yang bagian atasnya sudah tidak utuh. Bagian atas Candi ini sempat runtuh dan tidak diperbaiki kembali. Beberapa bagian candi juga pernah runtuh dan mengalami pemugaran. Dasar Candi Mendut kini terbuat dari batu bata kemudian dilapisi dengan batu asli seperti yang bisa dilihat pengunjung saat ini.Di sekitar Candi Mendut terdapat berbagai penjual pernak-pernik khas Yogyakarta. Bagi pengunjung yang suka dengan wisata belanja, mengunjungi Candi Mendut bukanlah suatu hal membosankan. Apalagi suasana sekitar candi yang nyaman dan asri membuat pengunjung makin betah berlama-lama di tempat ini.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTRIPTRUS - Ada 4 hal yang membuat traveler muslim berbeda dan istimewa. Apa saja?
Berbeda dengan wisatawan kebanyakan, wisatawan muslim memiliki beberapa kebutuhan dan pedoman penting yang wajib dipenuhi selama melakukan traveling jarak jauh. Inilah yang kemudian membuat traveler muslim menjadi lebih 'istimewa' ketimbang traveler pada umumnya.
Dilansir dari muslimtravelgirl.boardingarea.com, ada 4 hal yang membuat traveler muslim berbeda dan istimewa. Apa saja? Berikut ulasannya.
1. Salat
Ini adalah perbedaan terbesar yang dimiliki traveler muslim. Saat melakukan perjalanan antarnegara, traveler muslim akan selalu memikirkan kapan waktu salat dan tempat terbaik untuk melakukan salat.
Berbeda dengan traveler pada umumnya, traveler muslim diwajibkan untuk meluangkan waktu 5 kali sehari untuk melakukan salat meski sedang dalam perjalanan. Karena itu tak heran sering kita lihat banyak traveler muslim yang melakukan salat di tempat-tempat umum seperti lounge bandara, sudut stasiun kereta api dan tempat lainnya.
Sebaiknya sebisa mungkin traveler muslim yang sedang melakukan perjalanan jauh tak meninggalkan kewajiban salat 5 waktu. Kalaupun kesulitan dalam mengejar waktu, para traveler dapat melakukan Jamak atau Qashar.
2. Makanan Halal
Kehalalan makanan menjadi salah satu perhatian utama para traveler muslim. Karena itu, saat sedang traveling ke negara-negara lain terutama negara nonmuslim biasanya traveler muslim akan sangat selektif dan berhati-hati dalam memilih makanan dan tempat makan.
Namun menariknya, kini banyak negara di berbagai belahan dunia yang telah menerapkan konsep wisata ramah muslim. Tengok saja Jepang dan Korea Selatan yang kini banyak menyediakan kuliner halal demi mengakomodir para traveler muslim.
3. Kegiatan
Meski sedang traveling atau liburan, ada batasan-batasan tertentu yang harus selalu dijaga dan diperhatikan oleh traveler muslim. Traveler muslim tak boleh melakukan aktivitas yang melanggar syariat, seperti minum alkohol atau menari di klub malam.
Traveler berhijab pun seringkali harus memperhitungkan fasilitas-fasilitas yang memisahkan antara bagian pria dan wanita saat sedang berlibur. Misalnya memilih kolam renang hotel atau fasilitas spa yang memisahkan wanita dan pria.
4. Waktu Bepergian
Waktu bepergian yang tepat selalu menjadi pertimbangan para traveler muslim. Misalnya selama bulan Ramadan, traveler muslim biasanya tak akan melakukan perjalanan menjelajahi dunia. Karena pada bulan ini traveler akan fokus berpuasa dan melakukan ibadah lainnya. Saat bulan Ramadan kebanyakan traveler muslim justru tertarik untuk melakukan perjalanan umrah ke Tanah Suci. (Sumber: Artikel travel.dream.co.id Foto smartmeetings.com)
...moreTripTrus.Com - Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumatera Utara, Zumri Sulthony, ngomong kalo Kejuaraan Dunia F1 Powerboat alias F1H2O, tanggal 23-25 Februari 2024 di Kabupaten Toba, tujuannya jelas: mempromosikan pariwisata mereka.
Zumri bilang, kompetisi ini bakal tayang ke seluruh dunia, bikin dunia tau kalo acara keren ini diadain di kawasan kaldera. Dia ngeyakinin kalo siaran F1 Powerboat ini bakal ngasih liat kecantikan Danau Toba ke mata dunia.
View this post on Instagram
A post shared by Pesona Indonesia (@pesona.indonesia)
Menurut Zumri, tayangan F1 Powerboat 2024 bakal nunjukin ke penggemar di seluruh dunia kalo kejuaraan ini jadi tradisi di Danau Toba, Indo, setiap tahunnya. Dan, tentu aja, F1 Powerboat di Danau Toba bakal jadi destinasi langganan buat para penggemar yang pengen nonton langsung.
Zumri nambahin, "Pemasaran pariwisata itu kyk investasi, bro. Gak bisa langsung dirasain dampaknya, tapi publikasinya penting buat jangka panjang. Meski awalnya mungkin gak langsung banjir turis, tapi seiring waktu, pasti banyak turis asing yang bakal dateng buat nonton langsung."
[Baca juga : "Bro, NTB Nyemplungin 36 Event Keren Buat Tahun 2024 Nih!"]
F1H2O udah konfirmasi kalo F1 Powerboat di Danau Toba bakal digelar tepat di Balige, Toba, tanggal 23-25 Februari 2024. Ini udah yang kedua kalinya, loh, setelah sebelumnya sukses banget di Februari 2023 di tempat yang sama.
Waktu itu, acaranya dianggep sukses banget, dan peserta dari berbagai negara sampe ngaku kekaguman mereka pada Danau Toba.
Tahun 2024, F1 Powerboat bakal diadain di setidaknya enam negara, guys. Selain Indonesia, ada Vietnam, Italia, Albania, China, sama Uni Emirat Arab. Pecah banget! (Sumber Foto @f1powerboat)
...moreTripTrus.Com - Bro dan Sis traveler, siap-siap deh buat pengalaman yang nggak cuma selfie doang! Pulau Bintan itu nggak cuma keren karena pantainya, resornya, atau sunsetnya, tapi dia nyimpen warisan budaya yang gue yakin bakal bikin lo chill sekaligus mikir. Dari desa tradisional yang rumah panggungnya unyu sampai kuil kuno yang penuh aura spiritual—semua bisa lo temuin di Bintan. Jadi jangan cuma bawa baju pantai, bawa juga rasa penasaran lo buat ngebongkar kisah di baliknya. Yuk, mulai jejak budaya kita!
1. Kampung Panglong – Rumah Panggung & Dapur Arang yang Khas
Di Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong, ada Kampung Panglong yang vibe-nya tuh beda, bro. Rumah-rumah panggung kayu berdiri di atas, jalurnya setapak, suasananya tuh kaya lo lagi time travel ke masa lalu Melayu. Nah, dapur arang kubah di situ itu, mirip rumah es-kimo, dulu Panglong ini jadi produsen arang terbesar di Bintan tahun 1920-an. Meskipun sekarang produksi arangnya udah nggak jalan, bangunan uniknya tetep ada, jadi saksi bisu sejarah. Lo bisa ngerasain banget atmosfer budaya tradisional yang udah berdiri kokoh meski zaman udah ganti.
2. Masjid Raya Sultan Riau – Majestic & Penuh Arsitektur Multikultur
View this post on Instagram
A post shared by Rizky Budiarto (@buruhurban)
Abis dari Panglong, lo bisa nyebrang ke Pulau Penyengat buat mampir ke Masjid Raya Sultan Riau. Warnanya kuning-hijau yang mencolok, bikin kesan kerajaan Melayu yang elegan. Arsitekturnya tuh ga biasa: campuran gaya Melayu, Arab, India, bahkan Turki. Uniknya lagi, bangunan ini pake putih telur sebagai bahan perekat, loh—ya, putih telur! Cocok sama pasir dan kapurnya, jadi selain indah juga awet strong. Di dalemnya ada Al-Quran tulisan tangan tua yang umurnya lebih dari 150 tahun, bikin suasana mistis plus ngebawa lo ke zaman dimana religi dan arsitektur jadi satu kesatuan sakral.
3. Desa Senggarang – Jejak Tionghoa & Kehidupan Nelayan yang Damai
Sis, kalo lo suka suasana adem, damai, dan tradisional, Desa Senggarang wajib masuk list. Ini tempat imigran Tionghoa periode abad ke-18 menetap. Ada kuil Lau Ya Keng dan Kuil Banyan Tree yang udah lebih dari 200 tahun umurnya, plus rumah panggung, gang-gang kecil, cermin di atas pintu (katanya tolak roh jahat) yang bikin nuansanya magis. Loe bisa nongkrong sambil ngerasain kayak di kampung halamannya orang-orang tua, sambil nyicipin jajanan lokal yang sederhana tapi rasanya ngena.
[Baca juga : "Liburan Santuy Dekat Pelabuhan Merak, Nih Spot Hitsnya!"]
4. Grotto Santa Maria – Ziarah & Kedamaian Tropis
Buat lo yang pengen merenung sambil adem udara laut, Grotto Santa Maria di dekat Pantai Trikora jadi spot yang pas. Ada jalan salib, ada patung Bunda Maria beratnya sekitar 250 kg yang menyambut lo di area ini. Tempat ini dibangun sejak tahun 1960-an oleh komunitas Katolik kecil, tapi spiritualitas dan ketenangannya tuh berasa banget. Alam tropis + suara ombak + doa + patung-patung di sepanjang jalan → kombinasi yang bikin hati relax tapi juga mikir betapa kayanya keragaman budaya dan iman di Bintan.
5. Vihara Ksitigarbha Bodhisattva alias Kuil 500 Lohan – Patung Banyak & Meditasi Visual
Terakhir bro & sis, jangan lupakan Vihara Ksitigarbha Bodhisattva, yang terkenal juga sebagai Kuil 500 Lohan. Begitu masuk halaman, lo bakal disuguhi ratusan patung Arhat / Lohan, masing-masing dengan ekspresi dan detail yang beda-beda, lo bisa liat wajah damai, serius, kontemplatif, semuanya tertata rapi. Atmosfernya sunyi tapi kuat, cocok banget buat yang pengen break sejenak dari hiruk pikuk. Di sinilah lo merasakan kekayaan spiritual dan visual yang bukan cuma Instagrammable, tapi juga punya kedalaman makna.
Bro & Sis traveler, Pulau Bintan itu bukan cuma destinasi liburan biasa—ini panggung hidup budaya, sejarah, religi, dan spiritualitas yang saling bersinergi. Setiap sudut punya cerita: dari Panglong yang kayak museum terbuka sampai kuil dan masjid yang berbicara lewat arsitektur dan ritual. Jadi waktu loe ke Bintan, jangan cuma selfie di pantai atau resort doang, tapi explore juga warisan budaya yang bikin lo makin ngerti tentang manusia, lingkungan, sejarah. Loe bakal pulang nggak cuma dengan kulit yang gosong, tapi dengan hati yang kaya oleh makna. Selamat jelajah, bro & sis, semoga petualangan budaya lo paling memorable! (Sumber Foto @genpiindonesia)
...moreTripTrus.Com - Banyuwangi udah masuk dalam daftar tempat yang lo pengen kunjungi? Gokil! Lo udah pilih tempat yang tepat banget, deh. Banyuwangi itu nggak cuma punya gunung keren sama kawah yang super epic, tapi juga ada taman nasional yang siap bikin lo betah berpetualang. Nih, gue kasih 5 hal yang wajib banget lo lakuin kalo lo lagi main ke Banyuwangi.
1. Ngeliat Api Biru di Kawah Ijen
Kalo lo suka petualangan yang bikin lo deg-degan, naik Gunung Ijen bisa jadi pilihan. Lo bakal liat fenomena api biru yang muncul di kawah, yang ternyata tuh api yang muncul karena proses pembakaran belerang. Perjalanan ke puncak Ijen lumayan ngetes fisik, tapi pemandangannya nggak bohong, sangat worth it. Jangan lupa, lo harus berangkat tengah malem banget, soalnya api biru ini muncul pas fajar. Dan yang paling penting, siapin masker karena belerangnya bisa bikin sesak napas. Biar nggak ribet, mending sewa guide yang udah biasa bawa orang naik ke puncak.
2. Safari Seru di Taman Nasional Meru Betiri
View this post on Instagram
A post shared by Shri Sainis (@shri.sainis)
Kalo lo suka sama alam liar, Meru Betiri bisa jadi destinasi yang nggak boleh lo lewatin. Taman nasional ini jadi rumah buat macan Jawa yang katanya udah punah (tapi katanya sih masih ada). Ada juga Pantai Sukamade yang terkenal banget buat konservasi penyu. Lo bisa ikutan tur yang udah disediain, biasanya ada mobil dan driver yang jadi guide lo. Tapi, kalo lo pengen jelajah sendiri, pastiin lo naik jeep off-road, soalnya jalanannya bumpy abis.
3. Menyatu Sama Alam di Taman Nasional Alas Purwo
Alas Purwo emang penuh misteri, banyak cerita horor yang beredar. Tapi sebenernya, taman nasional ini jauh lebih dari itu. Luas banget, sekitar 434 km², ada hutan mangrove, sabana, sampai pantai berkarang. Di sini lo bisa liat banteng Jawa yang hampir punah, atau hewan langka lainnya kayak lutung Jawa, merak hijau, ayam hutan merah, sampai kucing hutan yang jarang kelihatan. Kalo lo mau yang lebih seru, bisa jelajah bareng guide lokal yang ngerti banget jalurnya.
[Baca juga : "10 Spot Wajib Di Banyuwangi Yang Bikin Lo Makin Keren Abis!"]
4. Surfing Asyik di G-Land
G-Land atau Pantai Plengkung terkenal banget di kalangan surfer lokal sama internasional. Pantainya itu unik, bentuknya bikin ombaknya gede-gede banget, bisa sampe 2-4 meter! Kalo lo pengen belajar surfing, ada beberapa surf camp di sekitar sini. Atau kalo udah jago, join aja sama para surfer yang udah nyelam di sana seharian. G-Land bisa dijangkau lewat perahu dari Bali, tapi kalo lo mau petualangan darat, lo bisa lewat Alas Purwo juga.
5. Belajar Sejarah di Pura Agung Blambangan
Pura Agung Blambangan itu salah satu pura terbesar di Pulau Jawa, setelah yang ada di Gunung Salak. Ini tempat yang sakral buat umat Hindu dan juga spot yang pas buat lo yang mau belajar sejarah Banyuwangi. Biasanya ada festival besar di sini pas hari-hari tertentu. Kalo lo dateng, pastiin pake pakaian yang sopan, ya, karena ini tempat ibadah.
Jadi, buat lo yang lagi nyari tempat petualangan seru, Banyuwangi tuh pilihan yang nggak bakal bikin lo kecewa. Dari ngeliat fenomena api biru di Kawah Ijen, safari liar di Meru Betiri, sampai ngejelajahin pantai dan hutan yang masih asri di Alas Purwo, semuanya ada di sini. Kalo lo hobi surfing, G-Land bakal jadi tempat yang lo nggak bakal lupain. Jangan lupa juga buat mampir ke Pura Agung Blambangan buat nyelami sejarah Banyuwangi yang penuh makna. So, tunggu apa lagi? Saatnya lo buat #JelajahBanyuwangi dan ngerasain langsung semua keindahannya! (Sumber Foto @mlorensoo)
...moreTripTrus.Com - Gue kasih update tentang outlook 2025 deh. Jadi, Kementerian Pariwisata udah bikin target untuk turis mancanegara yang bener-bener high quality spender, yang artinya mereka yang bakal ngabisin duit lebih banyak dan stay lebih lama di Indonesia. Targetnya sih sekitar 14-16 juta turis masuk ke Tanah Air, naik 2 juta dibanding tahun kemarin. Optimis banget, kan?
View this post on Instagram
A post shared by Khas Parapat Hotel (@khasparapat_hotel)
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, bilang mereka bakal fokus ke quality tourism alias pariwisata berkualitas, dengan menambahin pengalaman yang lebih baik dan mempertahankan kualitas yang udah ada. Bahkan, tahun ini nggak bakal ada pembangunan destinasi wisata baru, guys! Semua perhatian langsung ke 5 kota yang udah ditetapkan sebagai Destinasi Super Prioritas (DSP) di bawah pimpinan Sandiaga Uno. Ni Luh Puspa, Wakil Menteri Pariwisata, bilang kalau mereka lebih milih untuk mempercepat daya saing destinasi ini di mata dunia. Lima kota yang dimaksud itu ada di Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang, semuanya punya potensi gede buat tarik investasi dan dukung ekonomi lokal.
Kemenpar juga nggak cuma fokus ke kota-kota besar, tapi juga ngembangin desa wisata. Ada 6.057 desa wisata yang tersebar di Indonesia, guys! Di sini bakal ada pelatihan buat tingkatin potensi lokal, kayak kuliner, wisata laut, atau wellness tourism. Nggak cuma itu, mereka juga naikin standar kebersihan, kesehatan, dan keberlanjutan buat narik turis yang high quality spender. Dengan begini, harapannya devisa bisa naik dan ekonomi Indonesia tumbuh lebih pesat.
[Baca juga : "Grebek Sudiro, Tradisi Jawa-Tionghoa Yang Gokil Abis Di Solo!"]
Menurut pengamat dari Asita, Budi Ardiansjah, target 14-16 juta turis bisa tercapai, apalagi di tahun politik kemarin aja sudah ada 12,66 juta wisatawan yang datang ke Indonesia. Tapi, meskipun begitu, sektor pariwisata kayaknya belum bisa balik lagi ke angka sebelum pandemi yang sempet tembus 16 juta turis.
Kemenpar juga bakal ngeboost pemasaran lewat program digitalisasi yang lagi hits, yaitu Tourism 5.0. Salah satu program utamanya adalah bikin website baru dengan teknologi kecerdasan buatan (AI), yang nantinya bisa bantu turis buat lebih ngerti tentang wisata Indonesia dan bikin mereka lebih tertarik buat booking. Jadi, nggak cuma pencarian aja, tapi bisa langsung booking hotel atau visa juga, guys!
Selain itu, Kemenpar bakal bikin event-event internasional yang bisa menarik turis, kayak MotoGP di Mandalika dan Kejuaraan Dunia Aquabike di Danau Toba. Tapi menurut Budi, masih kurang kalau cuma ngandelin dua event besar ini doang. Idealnya sih, satu bulan harus ada minimal satu event yang gede, entah itu MICE (meeting, incentive, conference, and exhibition) atau konser internasional.
Walaupun ada pemangkasan anggaran, Ni Luh Puspa bilang kalau target 14-16 juta turis tetap bisa tercapai. Emang sih, anggarannya turun sekitar 53 persen, tapi Kemenpar tetap optimis karena mereka bakal kolaborasi sama swasta dan asosiasi untuk bikin promosi yang lebih gila-gilaan.
Jadi, intinya pemerintah udah siap banget buat ningkatin kualitas pariwisata, fokus ke destinasi yang udah ada, dan nggak ragu buat kolaborasi demi mencapai target yang ambisius ini! (Sumber Foto @jems_mts)
...moreTripTrus.Com - Padang- Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat kunjungan wisatawan asing ke provinsi itu pada Oktober 2017 mencapai 4.826 orang atau meningkat 11,02 persen dibandingkan September 2017
"Pada September 2017 wisatawan asing yang berkunjung ke Sumbar mencapai 4.347, Oktober 2017 naik menjadi 4.826 orang," kata Kepala BPS Sumbar, Sukardi di Padang, Selasa (5/12/2017)
Persahabatan ibarat sekotak crayon... masing masing memiliki warna... perpaduan antara semua warna akan menciptakan pelangi yang indah... 😍😘 Begitulah dengan persabatan kami 👭👭👭👭👭 Mom's Day Out trip to #padang #bukittinggi #persahabatan #bandaraminangkabau #istanapagaruyung #jamgadang #danausingkarak #keloksembilan #pantaipadang #sitinurbayabridge #masjidrayapadang
A post shared by Yessy (@yessyari) onOct 8, 2017 at 12:51am PDT
Menurut dia kunjungan Oktober 2017 masih didominasi oleh wisatawan asing dari Malaysia mencapai 3.325 orang diikuti Australia 205 orang, Thailand 57 orang, Perancis 41 orang, Inggris 40 orang, Amerika Serikat 28 orang, Jerman 15 orang, Jepang 14 orang, Tiongkok 14 orang, Korea Selatan 9 orang dan negara lainnya 1.232 orang.
"Sejak Januari sampai Oktober 2017 jumlah pelancong asal Malaysia yang berkunjung ke Sumbar sudah mencapai 32.913 orang," ujarnya. Kunjungan wisatawan pada Oktober 2017 memberikan kontribusi sebesar 0,49 persen terhadap total wisman yang berkunjung ke Indonesia sebanyak 976.038 orang.
Ia memastikan jumlah yang terdata tersebut adalah mereka yang masuk melalui imigrasi di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) karena jika sebelumnya dari Jakarta atau Medan akan didata lewat bandara kedatangan.
Alhamdulillah.... Hello Sumatra Barat... 😄😆😍😊 . . . . . #sumatrabarat #padang #holiday #sumbar #minangkabauairport #bandaraminangkabau #liburan
A post shared by Ria Fitriani (@riafitriya02) onApr 29, 2017 at 5:02am PDT
Sementara Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Sumbar seperti dilansir Antara menyarankan pemerintah provinsi bisa belajar dari Malaysia bagaimana strategi menggaet wisatawan berkunjung ke daerah itu.
"Saat ini sudah ada penerbangan langsung dari Padang ke Malaysia ini merupakan peluang namun harus diakui jumlah warga Sumbar yang datang ke Malaysia lebih banyak ketimbang orang Malaysia yang ke provinsi ini," kata Ketua Asita Sumbar Ian Hanafiah.
Menurutnya Malaysia mempromosikan wisatanya terus menerus dengan membentuk badan khusus serta melakukan promosi dengan maksimal. Kemudian Malaysia juga menyiapkan beragam infrastruktur dan fasilitas yang membuat wisatawan nyaman.
Sebab kunci agar orang mau berwisata itu adalah mampu melihat dan memenuhi kebutuhan wisatawan, bahkan kantor perdana menterinya sendiri juga bisa dikunjungi, jelasnya. Ia mengakui biro perjalanan yang ada di Sumbar jauh lebih nyaman membawa warga Sumbar ke Malaysia ketimbang membawa warga Malaysia ke Sumbar.
"Kalau membawa orang Sumbar ke Malaysia sesudah kunjungan tidak ada masalah, tapi membawa orang Malaysia ke sini kami khawatir banyak keluhan mulai dari infrastruktur hingga toilet," ujarnya.
Selain itu harga penginapan di Malaysia juga lebih murah bayangkan saja paket tahun baru tiga hari dua malam bisa dapat Rp1,7 juta untuk hotel bintang tiga, sedangkan di Bukittinggi untuk hotel saja satu malam sudah Rp2,5 juta.
Ia menggarisbawahi kalau Sumbar ingin lebih banyak dikunjungi wisatawan asing maka benahi infrastruktur dan pahami kebutuhannya. (Sumber: Artikel industry.co.id Foto @Amieykha)
...more