Sekitar setengah jam dari Atambua, ibukota Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Desa Junelu, Kecamatan Kakuluk Mesak, terdapat sebuah kolam alami yang bernama Kolam Susuk. Kabarnya, kolam ini adalah yang menginspirasi grup legendaris Koes Plus untuk menciptakan lagu Kolam Susu. Lagu itu juga mengingatkan Timor Timur yang menyatakan integrasi dengan Republik Indonesia pada tahun 1975.Kata "Susuk" sebenarnya berarti sarang nyamuk. Selain karena memang di Kolam Susuk terdapat banyak nyamuk, nama itu didapat saat Raja Lifao dari Oecusse mengirimkan tujuh putrinya untuk membersihkan diri di kolam itu. Untuk menjaga agar para putrinya tetap waspada dan tidak tertidur di pinggiran kolam, sang raja mengirimkan nyamuk untuk mengganggu mereka jika tertidur. Kolam Susuk memang dipenuh dengan nyamuk. Ini pula yang menginspirasikan masyarakat setempat untuk memulai budidaya ikan bandeng dan udang. Ikan bandeng yang dipelihara di Kolam Susuk akan menjaga populasi nyamuk di kolam itu dengan memakan larva nyamuk. Sampai saat ini, di Kolam Susuk para pengunjung dapat menikmati ikan bandeng bakar yang baru ditangkap. Mungkin ini pula yang menginspirasi Koes Plus untuk bercerita tentang ikan dan udang yang datang menghampiri kail.Sebuah sekolah dasar (SD) bahkan dibangun di tepian kolam itu sebagai tanda mata dari Koes Plus. Sekolah itu dibangun agar para anak di wilayah Kecamatan Kakuluk Mesak dapat mengenyam pendidikan dasar. Kini, kolam yang terletak di atas bukit itu dikenal sebagai salah satu tujuan wisata masyarakat setempat pada tiap akhir pekan dan hari libur.Tapi Kakuluk Mesak tidak cuma punya Kolam Susuk saja. Tidak jauh dari Kolam Susuk, sekitar 3 kilometer, terdapat sebuah pelabuhan bernama Teluk Gurita. Teluk ini sejak zaman dahulu kala merupakan pelabuhan alam. Para pedagang dari berbagai negara menyandarkan kapalnya di teluk itu untuk mendapatkan cendana dan damar. Teluk ini juga mempunyai nama lain, yaitu Kuit Namon. Konon, ketika sebuah kapal pedagang Spanyol berlabuh di teluk itu, sebuah Kuit atau gurita raksasa melilit dan menenggelamkan kapal beserta awak kapalnya. Sampai saat ini reruntuhan kapal itu beserta isinya-yang telah menjadi fosil-masih dapat ditemukan di dasar Teluk Gurita. Pada masa Perang Dunia II, tentara Jepang menggunakan Teluk Namon sebagai pelabuhan untuk kepentingan perang. Ketika Jepang menyatakan menyerah dari tentara sekutu, semua peralatan perang Jepang dimusnahkan di Teluk Gurita. Di Teluk Gurita, wisatawan dapat memancing di sekitar teluk atau dari pinggiran pantainya. Bisa juga menggunakan perahu untuk memancing di Danau Konkas yang berhubungan dengan Teluk Gurita.Kabupaten Belu, yang berbatasan dengan Timor Leste ini juga punya beberapa destinasi wisata yang indah berupa tiga pantai, yaitu Pantai Pasir Putih yang terletak di jalur Atambua-Mota'ain (kota perbatasan dengan Timor Leste), Pantai Moladikin yang berada di Kecamatan Malaka Tengah-sekitar 80 kilometer dari Atambua-dengan pemandangan yang hijau dan sejuknya, dan Pantai Sukaer Laran dengan pasir putih serta air yang jernih dan ombak yang tenang.
Photos courtesy of: commons.wikimedia.org, belouan.wordpress.com, picassa
...moreTripTrus.Com - Nih, kabar seru! Bali masuk jadi destinasi paling oke di dunia versi Tripadvisor tahun 2024! Cek deh, mereka nangkring di peringkat kedua, dan satu-satunya yang prepresent buat Indonesia. Tripadvisor resmi ngebuat list ini tanggal 9 Januari 2024, ada 10 destinasi keren dari sembilan negara.
View this post on Instagram
A post shared by C Junarto (@j_photography72)
Tripadvisor tuh bilang Bali itu kayak surganya Indonesia, bro. Karena punya pantai-pantai keren dari utara sampe selatan pulau, view-nya mantap banget. Belum lagi, budaya dan agamanya yang kental Hindu, bikin Bali makin unik. Ada tarian tradisional yang indah, gamelan Bali, lukisan tradisional, dan kain tenun buat upacara adat dan keagamaan.
Kalo lo mau liburan, jangan lupa mampir ke tempat keren kayak Pura Gunung Kawi, Pasar Seni Sukawati, atau hotel mewah di Nusa Dua. Semua itu nambahin daya tarik Bali, bro.
[Baca juga : "2024 Gass! Ini Dia 4 Tren Pariwisata Yang Bakal Jadi Booming"]
Ini bukan pertama kali Bali dinyatain jadi destinasi kelas dunia, loh. Sebelumnya, Bali udah masuk kategori ini sejak 2021, dan bahkan mengalahin Ibiza di Spanyol. Dr. Evi Novianti, M. Si, Ketua Program Magister Pariwisata Berkelanjutan di Universitas Padjajaran, bilang Bali itu lebih terkenal dari Indonesia sendiri. Katanya, promosi Bali udah ada dari jaman dulu, sejak 1920-1930-an, yang masuk era emas dunia pariwisata. Mantap, kan? (Sumber Foto @shaunkiely)
...moreTripTrus.Com - Pulau Moyo, sebelah utara Pulau Sumba, Nusa Tenggara Barat jarang dikunjungi wisatawan lokal. Namun, Keindahan Pulau Moyo sangat dikenal di luar negeri, bahkan sejumlah pesohor dan olahragawan terkenal di dunia pernah berlibur ke tempat ini.
Beberapa pesohor dunia yang pernah berlibur di Pulau Moyo adalah pewaris tahta Kerajaan Inggris Pangeran Charles dan mendiang Putri Diana. Ketenaran Pulau Moyo mulai disebut-sebut oleh traveler dunia setelah Princess of Wales mengunjungi tempat ini pada Agustus 1993 dengan yacht-nya. Keindahan dan ketenangan Pulau Moyo menjadikan tempat ini sebagai hidden paradise pesohor dunia.
Kemudian dari kalangan penyanyi ada David Bowie dan pentolan Rolling Stone, Mick Jagger. Sementara dari kalangan olahragawan, mantan penjaga gawang Manchester United Edwin van Der Sar, David Beckham, dan si cantik Maria Sharapova juga pernah menghabiskan waktu di sini.
Ketenangan Pulau Moyo memang menjadi alasan selebriti dunia untuk menghabiskan liburan di tempat yang indah ini. Berbeda dengan Bali yang ramai. Menjadi destinasi liburan kaum selebriti dunia membuat liburan ke Pulau Moyo terkesan mahal. Padahal anggapan itu tidak semuanya benar.
Selama ini, traveler hanya mengenal Amanwana untuk akomodasi di Pulau Moyo yang memasang tarif US$1.000 per malam. Padahal, traveler dengan budget pas-pasan pun bisa liburan ke Pulau Moyo. Penduduk Desa Labuan Aji menyediakan penginapan murah (homestay) dengan tarif Rp150 ribu per kamar sudah termasuk makan tiga kali sehari. Cukup murah bukan? (Sumber: Artikel indonesiana.merahputih.com Foto jokerkeriting.wordpress.com)
...moreTripTrus.Com - Menparekraf alias Sandiaga Salahuddin Uno tuh memberikan acungan jempol buat Desa Wisata Religi Astana di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Mereka sukses nembus posisi 75 besar di Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023.
View this post on Instagram
A post shared by Desa Wisata Religi Astana Kabupaten Cirebon (@desawisatareligiastana)
"Ini baru desa wisata lengkap banget. Ada alam, kuliner oke, belanja seru, sejarah budaya, sampai ziarah juga ada," bilang Sandiaga waktu nyambangi Desa Wisata Religi Astana, pas hari Minggu (6/8/2023).
Potensinya tuh berfokus di urusan sejarah budaya dan ziarah. Makam Sunan Gunung Jati dan kawasan syeikh Dzatul Kahfi jadi spot keren di desa ini. Sunan Gunung Jati, salah satu dari sembilan Wali Songo yang sebarin Islam di Tanah Jawa, juga ada di sini. Setiap hari, orang dateng dari mana-mana buat ziarah dan berdoa di makam Sunan Gunung Jati.
Kalau mau mampir ke Desa Wisata Religi Astana, lumayan deh. Naik kereta dari Stasiun Gambir, Jakarta Pusat ke Stasiun Cirebon sekitar 2,5 jam. Terus meluncur dengan mobil sekitar 10 menitan aja. Di sepanjang perjalanan ke makam, bisa mampir belanja oleh-oleh dan cicipin makanan khas Cirebon yang dijual para pedagang di sekitar situ.
[Baca juga : "Desa Wisata Batulayang Berjaya Ke Delapan Besar UNWTO, Keren Banget, Geng!"]
Menurut Sandiaga, potensi yang ditawarin Desa Wisata Religi Astana ini ngejanji banget buat para wisatawan. Makanya, dia berkomitmen banget nih untuk ajak berbagai pihak agar Desa Wisata Religi Astana dan desa-desa wisata religi di Indonesia bisa lebih berkembang lagi.
"Desa-desa wisata religi ini bakal kita bikin semakin oke lewat travel pattern yang lengkap sama produk wisata keren dan juga event-event kelas dunia," tambahnya. Saat kunjungan kali ini, Sandiaga ditemenin sama Staf Khusus Menparekraf yang jaga soal destinasi wisata dan isu-isu penting, yaitu Brigjen TNI Ario Prawiseso.
Gak ketinggalan, juga ada Wakil Gubernur Jabar, si Uu Ruzhanul Ulum; Bupati Cirebon, yakni Imron Rosyadi; Wakil Bupati Cirebon, alias Wahyu Tjiptaningsih; dan juga Kepala Dinas Kebudayaan serta Pariwisata Provinsi Jabar, yaitu Benny Bachtiar. (Sumber Foto @snfh57)
...moreTripTrus.Com - Keberadaan desa wisata saat ini tidak terlepas dari teknologi dan media digital. Desa wisata digital harus memiliki potensi dan daya tarik wisatawan, terutama untuk anak-anak muda seperti Gen Z dan Milenial yang gemar traveling.
View this post on Instagram
A post shared by Luluk Eris Setyawaty (@luluk_eris)
Menurut UU No. 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan, desa wisata adalah suatu destinasi wisata yang menggabungkan daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata, dan aksesibilitas. Semua hal tersebut disajikan dalam suatu struktur masyarakat yang terintegrasi dengan tata cara serta tradisi yang berlaku di desa tersebut.
Indonesia memiliki 3.419 desa wisata yang dapat dikunjungi untuk melepas penat. Tidak hanya menawarkan keindahan alam, berikut adalah rekomendasi Desa Wisata digital yang juga menawarkan kegiatan sosial dan budaya.
1. Desa Wisata Candirejo
Desa Wisata Candirejo terletak di Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Desa Candirejo berjarak 3 km ke arah tenggara dari pusat peradaban dunia, yaitu Candi Borobudur, yang bisa ditempuh dengan naik andong. Selain menikmati pemandangan sekitar yang hijau, para wisatawan yang berkunjung ke desa ini juga dapat menikmati wisata offroad di kawasan Menoreh dan berakhir di Watu Kendil. Mereka juga dapat menyaksikan aktivitas masyarakat setempat dan membawa pulang kerajinan khas serta makanan tradisional yang dibuat oleh warga setempat. Jangan khawatir tentang bahasa, karena pemandu wisata di sana rata-rata dapat berbicara dalam Bahasa Inggris hingga Bahasa Prancis. Sungguh keren, bukan?
2. Desa Panglipuran
Bali memiliki banyak daya tarik, dari pantai, kuliner hingga budaya yang sulit untuk dilewatkan oleh para pelancong. Salah satu daya tarik Bali yang paling terkenal adalah Desa Panglipuran yang terletak di Kabupaten Bangli. Desa Panglipuran merupakan sebuah desa adat yang menjadi salah satu destinasi pariwisata paling populer di Bali. Desa ini dikenal sebagai desa terbersih di dunia. Wisatawan dapat menemukan hutan bambu yang melindungi desa, serta menikmati ritual keagamaan seperti ritual Ngusaba yang masih terus dipraktikkan hingga saat ini. Pesona lainnya dari Desa Panglipuran adalah festival budaya yang disebut Penglipuran Village Festival. Festival ini menampilkan parade pakaian adat Bali, Barong Ngelawang dan parade seni budaya.
[Baca juga : "Kunjungan Wisatawan Asing Ke Indonesia Meningkat, Negara Ini Jadi Yang Paling Banyak"]
3. Desa Gubug Klakah
Desa Gubug Klakah terletak di kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Daya tarik utama dari desa wisata ini adalah Air Terjun Coban Pelangi, yang dikelilingi oleh Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Wisatawan hanya perlu membayar tiket sebesar Rp10 ribu untuk masuk ke Coban Pelangi, dan air terjun ini buka setiap hari. Disarankan untuk berkunjung pada siang hari agar dapat melihat pelangi yang muncul di sekitar air terjun. Selain menikmati keindahan air terjun, wisatawan juga dapat menikmati river tubing, rafting, dan agro wisata apel di Desa Gubug Klakah. Desa ini dilengkapi dengan sejumlah fasilitas seperti area parkir, jungle tracking, kafetaria, kamar mandi umum, kuliner, mushola, dan kios souvenir. (Sumber Foto @mia_mhiyol)
...moreTripTrus.Com - Mau jalan-jalan asik, murah, dan edukatif di Jakarta? Kota Tua jawabannya! Di sini lo bisa nikmatin suasana lawas sambil belajar sejarah. Kawasan Taman Sari di Jakarta Barat ini banyak banget museumnya, dan enaknya, semua lokasinya berdekatan, jadi bisa jalan kaki dari satu museum ke museum lain.
Kota Tua punya sejarah panjang, mulai dari era Portugis di abad ke-16 sampai akhirnya Batavia jadi pusat perdagangan Belanda di Hindia Belanda. Nah, ini dia beberapa museum keren di Kota Tua yang bisa lo datengin seharian penuh!
View this post on Instagram
A post shared by Wonderful Indonesia (@wonderfulindonesia)
1. Museum Bank Indonesia
Museum yang satu ini pas banget buat lo yang penasaran soal sejarah keuangan di Indonesia. Tiket masuk cuma Rp5.000, tapi pengalaman yang lo dapetin bisa jauh lebih berharga! Di sini lo bakal lihat berbagai koleksi uang dan peralatan keuangan dari zaman Belanda, awal kemerdekaan, era Orde Baru, sampai masa sekarang. Setiap ruangan udah modern banget, dilengkapi diorama elektronik dan layar plasma yang bikin museum ini jauh dari kesan membosankan.
Yang bikin tambah keren, ada koleksi uang dari negara lain juga! Mau ngunjungin? Museum ini buka Selasa-Jumat dari jam 08.00-15.30, dan Sabtu-Minggu dari jam 08.00-16.00. Jadi, atur jadwal biar bisa puas keliling dan foto-foto di tiap sudutnya!
2. Museum Mandiri
Museum Mandiri ini lokasinya pas di sebelah Museum Bank Indonesia, jadi lo tinggal jalan kaki. Tiketnya juga sama, Rp5.000 doang, dan isinya nggak kalah menarik! Lo bisa ngeliat koleksi alat-alat perbankan kuno kayak mesin tik, kalkulator jadul, dan ATM model lama. Menariknya lagi, ada diorama yang nunjukin suasana ekonomi Indonesia pada masa lampau, jadi lo bisa ngerasain vibe perbankan tempo dulu.
Museum ini buka Selasa-Jumat dari jam 09.00-15.30, dan di akhir pekan Sabtu-Minggu dari jam 09.00-18.30. Cocok nih buat lo yang suka eksplor benda-benda vintage dengan sentuhan edukasi!
3. Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah)
Kalau lo suka sejarah kota, wajib mampir ke Museum Sejarah Jakarta, yang lebih sering dikenal orang dengan nama Museum Fatahillah. Di sini lo bisa lihat gimana perjalanan Jakarta dari zaman penjajahan sampai jadi kota metropolitan kayak sekarang.
Museum ini luas banget, sekitar 1.300 meter persegi dengan dua lantai, jadi puas banget buat eksplor. Di sini, lo bisa lihat koleksi peta-peta lama, artefak sejarah, sampai replika benda-benda peninggalan zaman dulu. Buat tiket masuknya masih sama, cuma Rp5.000 aja. Plus, di area depan museum ada lapangan luas yang bisa jadi tempat santai. Lo juga bisa sewa sepeda ontel di sini buat keliling-keliling Kota Tua.
Jam bukanya setiap hari Selasa-Minggu dari jam 08.00-17.00. Jangan lupa mampir ke toko suvenirnya sebelum pulang, ya!
[Baca juga : "10 Museum Date Hits Jakarta Yang Bikin Feed Lo Tambah Aesthetic & Romantis!"]
4. Museum Seni Rupa dan Keramik
Museum ini letaknya di sebelah timur Museum Fatahillah, jadi masih bisa dicapai dengan jalan kaki. Di sini lo bakal nemuin banyak lukisan dan keramik dari seluruh daerah di Indonesia, bahkan ada peninggalan Kerajaan Majapahit juga! Tiketnya cuma Rp5.000 buat umum dan Rp3.000 buat pelajar.
Yang bikin unik, museum ini punya aplikasi canggih bernama SIJI. Lo bisa scan lukisan yang ada tanda SIJIable pake kamera smartphone, dan langsung lihat info lengkap, film, bahkan video dokumenter tentang lukisan tersebut. Museum ini buka tiap Selasa-Minggu dari jam 08.00-17.00, jadi sempatin buat mampir!
5. Museum Wayang
Museum Wayang ini juga seru, apalagi buat lo yang tertarik dengan budaya wayang Indonesia. Tiket masuknya masih affordable banget, Rp5.000 buat dewasa, Rp3.000 buat mahasiswa, dan cuma Rp2.000 buat anak-anak. Di sini lo bisa lihat berbagai koleksi wayang, mulai dari wayang kulit, wayang golek, wayang potehi, sampai wayang dari negara lain.
Yang bikin museum ini tambah seru adalah adanya pertunjukan wayang dan gamelan setiap akhir pekan. Dan nostalgia sedikit, ada Si Unyil yang jadi favorit di masa kecil kita dulu! Museum ini buka tiap Selasa-Jumat dari jam 09.00-16.30. Pastikan datang di jam yang tepat biar gak kecewa.
6. Museum BNI
Museum BNI ini nggak buka tiap hari, tapi hanya di momen-momen tertentu, misalnya saat ulang tahun BNI. Museum ini ada di Gedung BNI, dan isinya koleksi perbankan yang keren-keren. Lo bakal lihat mesin cetak uang, mesin tik jadul, teleks, sampai brankas kuno yang masih ada bekas jejak sejarahnya.
Museum ini cocok banget buat lo yang penasaran gimana awal mula dan perkembangan bank-bank di Indonesia. Koleksinya cukup lengkap dan memberikan insight tentang perjalanan BNI dari masa ke masa.
7. Museum Bahari
Museum Bahari ini agak jauh dari museum-museum lain di Kota Tua, sekitar 2 km, tapi lo masih bisa jalan kaki kok. Dulunya, tempat ini jadi gudang penyimpanan rempah-rempah VOC, tapi sekarang udah jadi museum dengan koleksi kebaharian Indonesia. Di sini ada sekitar 573 koleksi dari zaman kolonial sampai pascakemerdekaan. Lo bisa lihat meriam VOC, kapal tradisional Jukung Barito, perahu Phinisi, sampai replika kapal Lancang Kuning yang bikin kagum.
Tiket masuknya mulai dari Rp2.000 sampai Rp5.000 per orang. Museum Bahari buka tiap Selasa-Minggu dari jam 08.00-15.00, jadi cocok buat ditutup di akhir trip lo di Kota Tua.
Jadi, kapan lagi bisa explore museum sambil jalan santuy di Jakarta? Siapin kamera, sepatu nyaman, dan powerbank buat ngabisin seharian keliling museum Kota Tua. Pasti seru dan berkesan banget! (Sumber Foto @yasa_demilda)
...moreTripTrus.Com - Para traveler tentu akan merencanakan tujuan wisatanya jauh-jauh hari. Apalagi Indonesia memiliki destinasi wisata yang banyak sekali dari Sabang hingga Merauke.
Meski tak sepopuler kota lainnya di Jawa Tengah, Gombong, kecamatan di wilayah kabupaten Kebumen rupanya menyimpan banyak tempat wisata menarik. Tak hanya alam, tapi beberapa bangunan kuno yang masih berdiri tegak. Bahkan beberapa di antaranya masih dimanfaatkan hingga saat ini. Bangunan kuno itu menjadi tempat tujuan wisata yang tak boleh dilewatkan begitu saja.
Berikut ini beberapa tempat wisata seperti dirangkum dari buku Jelajah Pusaka, yang merupakan salah satu program Roemah Martha Tilaar, yang bisa dikunjungi untuk berlibur.
1. Benteng Van Der Wijck
View this post on Instagram
Ya, sudah sepatutnya kita berbangga menjadi orang Indonesia sendiri, dengan ciri khasnya sendiri, keramah tamahan, adat istiadat yang penuh dengan nilai luhur yang banyak di sukai para turis serta berbagai macam budaya yang wajib kita jaga supaya bisa berkelanjutan dan tidak punah karena itu merupaka aset wisata dan menjadi daya tarik tersendiri. Rasa bangga bisa kita wujudkan khususnya buat orang Gombong dengan terus menimba ilmu dan berkarya supaya bisa menjadi generasi yang cerdas dan kreatif yang mampu melahirkan ide ide baru untuk dunia, termasuk untuk dunia pariwisata. . Regrann from @vanderwijc . #kebumenzone #kebumenindah #bentengvanderwijck #kebumenkeren #kebumenhits #wisatakebumen #wisatajateng #tamansejarah #dolankebumen #explorekebumen #visitkebumen #plesirkebumen
A post shared by kebumenzone (@kebumenzone) onJun 25, 2018 at 9:06am PDT
Terletak di desa Sidayu, kecamatan Gombong, benteng berbentuk heksagonal ini merupakan peninggalan kolonial Belanda pada abad 19. Melihat dari bentuk bangunannya, benteng ini lebih berfungsi sebagai pos logistik dan bukan sebagai benteng pertahanan.
Dalam perjalanan waktu, benteng ini sempat menjadi sekolah anak-anak Euroasia, interniran (menempatkan orang atau sekelompok orang di suatu tempat tinggal tertentu dan mengasingkannya), tawanan perang dan markas beberapa kesatuan militer.
2. Waduk Sempor
View this post on Instagram
This is kebumen π #waduksempor #kebumenkeren #jelajahkebumen #kebumenexplore #piknik #kembaranvillage #renokartikasewamobilkebumen
A post shared by Adi Kencleng33 (@adi_kencleng33) onFeb 22, 2019 at 7:50pm PST
Berjarak 7 kilometer dari sebelah utara Kecamatan Gombong, waduk ini merupakan bendungan serba guna yang mendukung daerah sungai Cincingguling atau yang biasa disebut sebagai sungai Sempor yang mengalir dari utara kaki Gunung Serayu Selatan. Pada tahun 1967, sempat terjadi peristiwa memilukan di waduk ini. Saat itu waduk jebol dan memakan korban jiwa hingga 127 orang. Nama-nama korban lalu diabadikan dalam monumen Sempor yang berdiri hingga saat ini.
Air dari waduk itu banyak digunakan untuk irigasi sawah-sawah penduduk dan pembangkit listrik tenaga air. Pemandangan yang indah dan suasana yang tenang, membuat tempat ini kerap dijadikan tujuan wisata masyarakat lokal atau luar daerah.
3. Pabrik Rokok Sintren
View this post on Instagram
Simbah masih tetap setia nglinting rokok klembak menyan dari jaman masih gadis. #rokoksintrenklembakmenjan #gombongheritage #pesonaindonesia
A post shared by Ade CS (@adecsetyawan) onJan 7, 2017 at 6:54am PST
Pabrik rokok ini diawali dari pasangan suami istri The Tjoan (Agus Subianto) dan Tjo Goe Nio (Setiawati) yang memproduksi rokok klembak menyan merek Sintren, Togog dan Bangjo. Saat ini usaha tersebut masih dijalankan oleh tiga anak dari sembilan anak keturunannya. Pabrik rokok ini terletak di daerah Wonokriyo, Gombong.
[Baca juga : "10 Destinasi Menarik Pulau Morotai"]
4. Klenteng Hok Tek Bio
View this post on Instagram
Selamat malam semoga kita tidak menjadi orang yang sibuk mengurusi moral orang lain. Have a good day aheadπ #explorekebumen #kebumenkeren #klentenghoktekbiogombong
A post shared by wiw (@prtwirhm_) onFeb 6, 2019 at 8:45am PST
Klenteng ini berada di tepi sungai Gombong, di kawasan Pecinan Kedung Ampel, Gombong. Sebagai tuan rumah atau dewa pelindung adalah Hok Tek Ceng Sin atau Dewa Bumi. Klenteng ini disebut juga Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD), karena di sini dilakukan juga ibadah dari tiga aliran agama, Kong Hu Chu, Tao dan Buddha. Klenteng ini sendiri berdiri tahun 1950-an.
5. Kerkhof (Makam Belanda)
View this post on Instagram
lonely broken angel..... Gombong Dutch cemetery....
A post shared by sigit asmodiwongso rmt (@sigit_rmt) onOct 20, 2017 at 5:55am PDT
Merupakan kelengkapan dari kompleks militer Belanda. Di kompleks makam ini masih terdapat makam Letnan C.F.H Campen yang dibunuh di salah satu jalanan Gombong pada 23 Januari 1886. Campen sendiri ditempatkan di Gombong untuk menjadi salah satu instruktur di Pupillenschool.
Terletak di desa Sidayu, kecamatan Gombong, benteng berbentuk heksagonal ini merupakan peninggalan kolonial Belanda pada abad 19. Melihat dari bentuk bangunannya, benteng ini lebih berfungsi sebagai pos logistik dan bukan sebagai benteng pertahanan.
Dalam perjalanan waktu, benteng ini sempat menjadi sekolah anak-anak Euroasia, interniran (menempatkan orang atau sekelompok orang di suatu tempat tinggal tertentu dan mengasingkannya), tawanan perang dan markas beberapa kesatuan militer. (Sumber: Artikel viva.co.id Foto brobali.com)
...moreTripTrus.Com - Deretan destinasi wisata mini Eropa yang bisa dikunjungi yang terletak di berbagai daerah di Indonesia. Di tempat-tempat ini kamu bisa melihat miniatur landmark-landmark terkenal di dunia seperti miniatur menara Eiffel, Arc de Triompe hingga kawasan Venice. Dilansir berbagai sumber, Tribun Travel merangkum 5 destinasi wisata mini Eropa yang bisa ditemukan di berbagai tempat di Indonesia.
1. Merapi Park, Yogyakarta
View this post on Instagram
Belanda cabang Jogja π . #Merapipark #Sleman #Yogyakarta . #Yogyakartacity Credit to @anitamae11 : Jogja have it all π
A post shared by YOGYAKARTA CITY (@yogyakartacity) onJun 23, 2018 at 10:32pm PDT
Di Merapi Park, Yogyakarta kamu bisa melihat replika sejumlah landmark ternama Eropa, mulai dari menara Eiffel di Paris, menara Pisa hingga kincir angin khas Belanda.
Lokasi: Jalan Kaliurang KM. 22, Hargobinangun, Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Jam buka: Dari Rabu-Senin, mulai 09.00-17.00.
Harga tiket: 15,000 IDR per orang.
2. Little Venice, Bogor
View this post on Instagram
Tempat yang lagi hits niih. Ajak keluarga, sahabat, atau mantan kamu kesini π #destinasinusantara today by @deejase at Little Venice, Kota Bunga, Cianjur #littlevenicebogor #littlevenicecianjur
A post shared by NUSANTARA DESTINATION (@destinasinusantara) onDec 2, 2016 at 4:21pm PST
Di Little Venice, Bogor kamu bisa bergondola menyusuri kanal-kanal seperti berada Kota Venezia, Italia.
Lokasi: Batulawang, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat
Jam buka: Setiap hari, mulai dari 08.30-18.00.
Harga Tiket: 25,000 IDR untuk dewasa dan 20,000 IDR untuk anak-anak di hari biasa, 40,000 IDR untuk dewasa dan 30,000 IDR untuk anak-anak di hari libur.
[Baca juga : "Lima Sub Event Dirilis Dalam Cap Go Meh Singkawang 2019"]
3. Little Europe, Lampung
View this post on Instagram
Jika kehidupan adalah suatu sajak yang berirama, aku hidup pada bait ketiga di mana tak banyak orang yang bisa membacanya. Mereka hanya menerka tanpa tahu seperti apa aku sebenarnya. . . . #quotesoftheday #alonequotes #quotesaboutlife #strongman #distance #myself #romantic #life #lifestory #happyquotes #life #smile #streetstyle #str #son #littleeurope #citragarden #citragardenlampung
A post shared by RA Ferza Rusdiansyah Isuades (@ferzarusdiansyahisuades) onApr 6, 2018 at 10:55pm PDT
Little Europe di Lampung mempunyai gaya arsitektur seperti berada di Eropa yang juga mempunyai banyak spot untuk berfoto yang apik.
Lokasi: Perumahan Citra Garden, Negeri Olok Gading, Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung, Lampung
Jam buka: Setiap hari, mulai 08.00-23.00.
Harga tiket: Gratis.
4. Kota Mini Lembang, Bandung
View this post on Instagram
Life move so fast, so stop and look around or you could just miss it π‘ Here’s a snap of one of my favorite spots in Bandung, just because I’m missing this beautiful city already. Gotta say hello in the upcoming month ππ» Couldn’t wait to explore more and immerse in the beauty of nature . . . . . #placetogo #explorebandung #wonderfulindonesia #travel #artofvisuals #bandungphotography #hellonusantara #kotaminilembang #floatingmarket #traveldestination #bandung #fujifilmid #bandunginframe #beautybloggerindonesia #styleblogger #whatiwore #fashion #beauty #clozetteid #ulzzang #summerstyle #μΈμ€νν¨μ
#μΌμ€νκ·Έλ¨ #ν¨μ
μ€νκ·Έλ¨ #μ
μ€νκ·Έλ¨ #νλ‘μ° #μ€μ€ν°λ #ν¨μ
A post shared by Ghina Aulia Megaputri (@ghinaaulia) onJan 8, 2019 at 2:52am PST
Kota Mini Lembang, Bandung juga mempunyai pemandangan seperti kota-kota yang ada di Eropa dengan nuansa khas Eropa yang mirip.
Lokasi: Jl. Grand Hotel No.33, Lembang, Bandung, Jawa Barat
Jam buka: Setiap hari, mulai dari 08.00-20.00.
Tiket: 15,000 IDR per orang untuk hari biasa, 20,000 IDR per orang untuk akhir pekan dan hari libur.
5. Farmhouse Lembang, Bandung
View this post on Instagram
Kali ini kita jalan2 ke @farmhouselembang bersama keluarga di bandung. Alhamdulillah anak2 seneng bgt muter2 disana, walaupun lokasi menuju farmhouse lumayan macet padat merayap. Bisa make baju ala2 none belanda keliling farmhouse skalian foto2 cantik di spot2 yg kueceee. . . #bandung #farmhouselembang #farmhouselembangbandung #bandungdestination #bandungdestinations
A post shared by Zulhan Hanafiah aka Dehan (@dehancolding) onFeb 14, 2019 at 3:13am PST
Sama-sama di Lembang, Bandungm Farmhouse juga menjadi satu destinasi dengan nuansa Eropa yang khas. Kamu bisa melalukan selfie di banyak spot seperti bangunan dengan gaya Art Deco, kamu juga bisa mencoba mengenakan kostum khas Belanda.
Lokasi: Jl. Raya Lembang No.108, Gudangkahuripan, Lembang, Bandung Barat
Jam buka: Setiap hari, mulai dari 08.00-20.00.
Tiket: 25,000 IDR per orang, kamu akan mendapatkan welcome drink susu dengan rasa pilihan. (Sumber: Artikel travel.tribunnews.com Foto cybertokoh.com)
...moreTebing-tebing cadas setinggi 100 hingga 500 meter itu berdiri tegak laksana benteng pelindung bagi warga yang tinggal di sekitarnya. Warnanya coklat kemerahan dengan sejumlah tumbuhan menggantung di beberapa bagian tebing. Di antara tebing-tebing yang berdiri kokoh itu terdapat celah berupa daratan dengan hamparan sawah menghijau. Warna hijau padi ibarat permadani di tengah bentangan batu-batu cadas yang menjulang menantang langit. Inilah Lembah Harau, satu tempat eksotik untuk menikmati panorama alam di Kabupaten 50 Kota. Apalagi dasar lembah ini juga dihuni sejumlah jenis binatang dan burung liar yang menambah suasana alami. Saya tidak takjub begitu megah karunia Tuhan untuk daerah ini.
Berada di Taman Wisata Lembah Harau, saya serasa terkepung oleh benteng alam yang kokoh. Apalagi jika berada di dasar lembah tidak lama setelah hujan turun. Pelangi yang diyakini banyak orang sebagai selendang bidadari akan melintas membentung satu garis melengkung di sekitar lembah. Suasana ini makin menakjubkan jika kita berada di sekitar air terjun yang banyak terdapat di lembah ini. Paling tidak ada sekitar lima air terjun yang menarik untuk dikunjungi sebagai bagian dari cara menikmati Lembah Harau. Dari cerita yang beredar di tengah penduduk, serombongan bidadari berbusana putih pernah turun ke Air Terjun Sarasah Bunta di tahun 2008.
Selain Sarasah Bunta, air terjun lain yang cukup terkenal adalah Akar Berayun, Sarasah Murai, dan Air Terjun Sarasa Luluh. Kita bisa memilih mana yang kita suka untuk dinikmati. Air Terjun Aka Berayun terletak di kawasan Aka Barayun yang cocok untuk wisata keluarga. Di sini sudah tersedia kolam renang dan bagian tebing-tebingnya menarik untuk olahraga panjat tebing. Empat air terjun lain yang berada di kawasan Sarasah Bunta juga tidak kalah menarik untuk didatangi. Kawasan ini paling dikenal memiliki nilai historis dan hal-hal yang penuh mitos. Tidak sedikit yang meyakini masing-masing air terjun memiliki khasiat. Bila anda ingin membaca lebih detail tentang artikel ini silahkan klik website dibawah ini.
Sumber: AMBOYINDONESIA pasaharau.com/lembah-harau-tempat-bidadari-turun-ke-bumi Foto:http://pasaharau.com
...more