Rumah tradisional bukan semata warisan budaya dalam bentuk material yang tersusun berupa elemen-elemen bangunan saja. Lebih dari wujud fisiknya, rumah tradisional mempunyai peran penting dalam membentuk ruang-ruang sosial dan simbolik, sekaligus sebagai representasi budaya bagi penghuninya. Indonesia sebagai negara kesatuan yang kaya akan kebudayaan mempunyai begitu banyak warisan rumah tradisional, salah satunya adalah rumah ulu di Sumatera Selatan. Rumah Ulu merupakan rumah tradisional masyarakat yang bermukim di kawasan hulu Sungai Musi, Sumatera Selatan. Nama rumah ulu berasal dari kata uluan yang bermakna pedesaan, uluan juga sebutan bagi masyarakat yang tinggal di bagian hulu Sungai Musi. Semua bagian rumah ulu terbuat dari kayu, dengan bagian bawah ditopang oleh batang pohon unglen. Pemilihan batang pohon unglen bukan tanpa sebab, batang pohon ini diyakini bisa bertahan hingga ratusan tahun.Pembangunan rumah ulu harus mengikuti beberapa peraturan yang sudah disepakati, peraturan tersebut antara lain seperti, pembangunannya harus menghadap ke depan garis aliran air. Hal ini dimaksudkan supaya rumah yang dibangun bisa terbebas dari banjir bandang yang sewaktu-waktu bisa datang. Selain itu, pembangunan rumah ulu juga harus mengikuti sistem ulu-ulak (ilir), yaitu jika lahan yang akan dibangun rumah masih luas dan berencana ingin membangun rumah ulu berikutnya, maka pembangunan rumah harus dilakukan dari bagian yang paling hulu.
Sistem ulu-ulak (ilir) bukan sekadar pengaturan pembangunan rumah, tetapi juga menjadi pengaturan ruang secara sosial. Rumah di bagian ulu diperuntukkan bagi mereka yang mempunyai usia lebih tua dalam garis keluarga, begitu seterusnya hingga ke rumah paling hilir yang ditempati oleh keturunan yang paling muda. Sistem ini juga berlaku di dalam pembagian ruang di dalam rumah.Secara umum, rumah ulu dibagi menjadi tiga bagian yaitu, ruang depan, ruang tengah, dan ruang belakang. Ketiga bagian tersebut terbagi menjadi beberapa bagian, seperti garang atau lintut, haluan dan kakudan, ruang gedongan atau ambin, dan ruangan dapur. Garang atau lintut merupakan ruangan yang difungsikan sebagai tempat untuk bercengkrama para pemilik rumah, yang biasa dilakukan setiap sore hari setelah melakukan rutinitas kerja.Sementara haluan dan kakudan merupakan ruangan khusus yang digunakan sebagai tempat istirahat. Haluan diperuntukkan bagi laki-laki, sedangkan kakudan diperuntukkan bagi para perempuan. Di bagian lain terdapat gedongan atau ambin, ruangan ini terdapat di bagian tengah rumah ulu yang lantainya lebih tinggi di antara bagian yang lain. Tempat ini difungsikan oleh orang yang dianggap paling tua di dalam rumah untuk memberikan wejangan kepada para anak dan cucu, nasihat tersebut juga bisa dalam bentuk dongengan sebelum tidur.Seiring perkembangan zaman, rumah ulu makin jarang ditemukan. Meski demikian, salah satu bentuk rumah tradisional ini masih bisa ditemukan di halaman belakang Museum Balaputera Dewa, dan menjadi salah satu koleksi terbesar museum. Menurut catatan museum, rumah ulu tersebut berusia 200 tahun dan diambil dari Desa Asemkelat, Kecamatan Pangandonan, Kabupaten Ogan Komering Ilir.Menjaga dan melestarikan rumah ulu bukan berarti setiap masyarakat saat ini harus membangun rumah ulu sebagai tempat tinggal, melainkan lebih kepada melestarikan nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam rumah tradisional tersebut. Mengingat dalam rumah ulu terdapat nilai-nilai adiluhung seperti menghormati orang yang lebih tua, menyayangi orang yang lebih muda, dan membangun keluarga yang harmonis.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTripTrus.Com - Sebagai Ibu Kota Indonesia, Jakarta menjadi salah satu magnet tersendiri untuk dikunjungi oleh para traveller. Di kota metropolitan ini, kamu tak hanya bisa menikmati pemandangan gedung gedung pencakar langit saja, namun kamu juga bisa menikmati ragam wisata yang ada. Seperti salah satunya wisata bangunan bersejarah yang sangat seru untuk dijelajahi.
"Selain bersejarah, bangunan bersejarah ini pun terkenal sebagai destinasi yang murah dan mempunyai spot yang Instagramable banget."
Jadi, kamu nggak perlu takut isi dompet akan terkuras dan tentunya masih tetap bisa mengabadikan momen dengan background yang ciamik. Penasaran dengan destinasi tersebut? Berikut 5 destinasi wisata bangunan bersejarah di Jakarta yang Instagramable!
1. Museum Fatahillah
Hari ini berkunjung ke museum Fatahila dengan tiket masuk 5K untuk dewasa 2K untuk pelajar atau anak anak kita dapat melihat sejarah Batavia Ayo jelajah museum #arch #architecture #bangunanbersejarahindonesia #cityscape #iphoneography #iphonephotography #instacanvas #hdr #hdrama #hdrphoto #jakarta #jakartaphotoclub #kotatua #museum #museumfatahillah #snapseed #urbanlandscape #urbanphotography
A post shared by Pri A (@pria16) onJan 6, 2018 at 8:55pm PST
Museum Fatahillah yang memiliki nama resmi Museum Sejarah Jakarta, merupakan sebuah museum yang terletak di Kawasan Kota Tua Jakarta. Gedung yang awalnya adalah balai kota Batavia ini dibangun pada tahun 1707-1712 atas perintah Gubernur Jendral Joan Van Hoorn dan menyerupai Istana Dam yang berada di Amsterdam.
Museum ini terdiri atas bangunan utama dan beberapa bagian lainnya yang mempunyai fungsi masing-masing pada masanya. Dan kini, Museum Fatahillah dijadikan sebagai museum bersejarah yang memiliki banyak acara reguler serta acara lainnya untuk menghidupkan kembali kehidupan serta aktivitas-aktivitas di sekitarnya. Mulai dari menampilkan banyak tarian, peragaan busana, parade mobil vintage, festival makanan, dan lain-lain.
Tak hanya itu, di sini kamu juga bisa menemukan banyak spot foto terbaik dengan bertemakan old & vintage. Banyak dari masyarakat Jakarta atau luar Jakarta yang datang untuk foto pre-wedding, foto buku tahunan, atau sekedar berfoto dan bermain di museum ini.
2. Museum Bahari
Kids loves to seek unusual knowledge, they love the museum #maritimemuseum #kotatuajakarta
A post shared by Diana Marcella (@marcella_diana) onJan 4, 2018 at 3:46pm PST
Museum Bahari merupakan museum yang menyimpan banyak koleksi yang berhubungan dengan kebaharian dan kenelayanan bangsa Indonesia dari Sabang hingga Marauke. Museum ini berlokasi di seberang Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta. Bangunan ini dulunya adalah gudang yang berfungsi untuk menyimpan, memilih dan mengepak hasil bumi, seperti rempah-rempah yang merupakan komoditi utama VOC yang sangat laris di pasaran Eropa.
Museum Bahari menyimpan 126 koleki benda-benda sejarah kelautan. Terutama kapal dan perahu-perahu niaga tradisional. Di antara puluhan miniatur yang dipajang terdapat 19 koleksi perahu asli dan 107 buah miniatur, foto-foto dan biota laut lainnya.
Buat kamu yang tertarik dengan wisata bahari, rasanya kamu wajib ke sini untuk mengenal sejarah bahari lebih dalam. Dan tentunya kamu masih bisa berfoto-foto dengan banyaknya spot yang instagramable!
3. Galangan VOC
Selemah-lemah manusia ialah orang yg tak mau mencari sahabat . ----------- ----------- π· by : me if. ka @tamagraph thks to @kitaina.id and @jktgoodguide π . . . . #shotoniphone #explorejakarta
A post shared by #CANGKIRSEBE (@madmusss) onSep 29, 2017 at 6:38am PDT
Galangan VOC masih ada di Kawasan Kota Tua Jakarta, tepatnya di dekat Pelabuhan Sunda Kelapa. Bangunan yang pernah digunakan sebagai kantor pusat kegiatan perusahaan dagang Hindia Belanda, VOC ini diperkirakan dibangun pada tahun 1628.
Dulunya, galangan kapal ini dijadikan tempat menyimpan dan memperbaiki kapal-kapal besar yang akan berlayar ke perairan terbuka selama berbulan-bulan atau bahkan tahunan. Selain kapal besar, terdapat pula kapal-kapal kecil yang dibuat di sini. Pada masanya, Galangan VOC menjadi suatu bandar terpenting di Asia dan pendukung bagi jaringan niaga sedunia yang menggunakan kapal layar.
Galangan VOC sempat direncanakan ingin dirubuhkan, namun rencana tersebut tidak terlaksana karena bangunan ini merupakan cagar budaya. Dan konon katanya, bangunan ini sekarang jadi restoran. Penasaran dengan setiap sudut bangunan ini? Langsung aja kunjungi dan cari spot terbaik untuk foto!
4. Pelabuhan Sunda Kelapa
kalo jalan sama anak lakik ya gini, manjat manjat ππ . . . . . . . . . in frame: @carlosteezo @axel_naga @kevinsinaga7 . . . . . . . #harbour#harbourlife#harbourcity#port#citylife#dock#coast#jakarta#jakartaphotography#portrait#lifeportrait#harbourviews#travel#explorejakarta#enjoyjakarta#whywhiteworks#InfoJakarta#scenery#urbancity#instajakarta#urbanphotography#urbanstyle#urbanexploring#urbanscape#streetphotography#container#petikemas#instajakarta#instadaily#pelabuhansundakelapa
A post shared by Lulu Napitupulu (@carouselcaroline) onJan 7, 2018 at 7:48am PST
Layaknya pelabuhan pada umumnya, di Pelabuhan Sunda Kelapa kamu dapat menikmati sisi bahari Indonesia. Pasalnya selain dapat mengambil foto dengan background laut maupun kapal-kapal yang bersandar, kamu juga bisa melihat aktivitas dan kegiatan nelayan serta warga sekitar yang sedang bekerja. Pelabuhan Sunda Kelapa memang menjadi daya tarik utama para traveller yang mengunjungi Kawasan Kota Tua Jakarta.
Selain mendapat wisata bangunan bersejarah, di pelabuhan ini kamu juga bisa menyewa jasa sampan milik para nelayan. Dengan sampan yang disewakan ini, kamu dapat berkeliling sembari menikmati suasana yang ditawarkan Pelabuhan Sunda Kelapa. Biaya sewanya pun tergolong murah, sekitar 50 ribu rupiah saja.
Dan kalau kamu pintar mengambil angle foto, kamu dapat mendapatkan banyak foto menarik, mulai dari suasana pantai utara Jawa, sisi unik kapal pinisi hingga aktivitas bongkar muat barang yang terjadi di sini.
5. Gedung Arsip Nasional
"Jangan mengharapkan bangsa lain respek terhadap bangsa ini, bila kita sendiri gemar memperdaya sesama saudara sebangsa, merusak dan mencuri kekayaan ibu pertiwi " - Bung Hatta - Like this quote #begrateful #godisgood #indonesiahebat #indonesianheritage #budayaindonesia #respectandhonor #iloveournation #iloveindonesia #museumarchitecture #gedungarsipnasional #unityindiversity #indonesiaberkarya #kitaindonesia #pedulibangsaku #portraitphotography #vintage #vintagephotography #indonesiantourism #artphotography #streetstyle #meninstyle #fashionman #instavsco
A post shared by anggaborne (@anggaborn) onOct 18, 2017 at 4:38am PDT
Gedung Arsip Nasional dibangun pada tahun 1760 oleh Reiner de Klerk (1710-1750), selain sebagai arsitek gedung ini Reiner de Klerk juga tercatat sebagai gubernur jendral VOC pada tahun 1777. Awalnya sebelum dijadikan museum, gedung ini berfungsi sebagai tempat peristirahatan Reyner de Klerk.
Seiring berjalannya waktu, Gedung Arsip Nasional silih berganti fungsinya, mulai dari panti ashuan, Departemen Pertambangan, sampai yang terakhir dijadikan museum. Bahkan tak sedikit yang menjadikan Gedung Arsip Nasional sebagai tempat resepsi dan akad pernikahan.
Dengan interior dan benda-benda antik di dalamnya, Gedung Arsip Nasional patut menjadi cagar budaya sejarah Indonesia. Dan tentunya, buat kamu yang hobi foto-foto bergaya old & vintage, gedung ini merupakan salah satu rekomendasi destinasi wisata bangunan bersejarah yang wajib kamu kunjungi. (Sumber: Artikel goersapp.com, Foto Amieykha)
...moreTripTrus.Com - Tak Biasa, 5 Wisata Ramadhan di Indonesia ini Banjir Pengunjung – Bulan Ramadhan disambut oleh antusiasme umat muslim yang luar biasa. Bulan yang hanya datang satu bulan dalam setahun ini memang penuh kemuliaan, sehingga tidak mengherankan jika persiapan Ramadhan dilakukan secara maksimal. Salah satu cara untuk menghidupkan bulan Ramadhan selain berpuasa adalah dengan melakukan wisata Ramadhan. Tenang saja, kamu tidak perlu khawatir dengan lokasi tempat wisata karena Mamikos akan memberikan referensi mengenai 5 Wisata Ramadhan di Indonesia yang banjir pengunjung. Selamat membaca.
1. Masjid Jogokariyan
Kampung Ramadhan Jogokariyan, Yogyakarta. . . . . . #ramadhan #rainbowumbrella #kampungramadhanjogokariyan #jogjaku #berandajogja #adzan #lampion #jogokaryan #masjidjogokariyan
A post shared by fι∂Ρα αΠΈιΡα β£ (@fdynsa) onMay 21, 2018 at 5:02am PDT
Sudah bukan hal yang aneh lagi jika Masjid Jogokariyan selalu kebanjiran jamaah ketika bulan Ramadhan tiba. Kampoeng Ramadhan Jogokariyan (KRJ) adalah event tahunan yang selalu dilaksanakan di masjid ini. Bahkan, sejak tahun 2004 acara KRJ tidak pernah sepi pengunjung. Jika kamu tinggal di Yogyakarta atau sekitarnya, cobalah menikmati suasana Ramadhan di Masjid Jogokariyan agar Ramadhan-mu lebih berkesan dan bermanfaat.
Pada malam hari, dari jalan raya akan terlihat kerlap-kerlip lampu yang menandakan lokasi masjid sudah dekat. Selain itu, panitia Kampoeng Ramadhan Jogokariyan juga akan memasang baliho serta spanduk di sepanjang jalan agar masyarakat mengetahui berbagai macam agenda masjid.
Persiapan panitia yang matang, bahkan memakan waktu hingga 4 bulan sebelum Ramadhan tiba ini memberikan hasil yang maksimal pula. Sebagai pembuka Kampoeng Ramadhan Jogokariyan, biasanya diselenggarakan Parade Bedug mengelilingi Yogyakarta.
Lalu, apa saja hal yang bisa kamu dapatkan setelah memilih wisata Ramadhan di Masjid Jogokariyan?
Agenda yang meriah dan menarik minat masyarakat adalah Pasar Sore di sepanjang Jalan Jogokariyan. Karena peminatnya sangat tinggi, kegiatan pasar sore seringkali membuat jalanan menjadi penuh dan macet. Tujuan diadakannya pasar sore adalah untuk meningkatkan perekonomian warga sekitar. Tanpa pungutan biaya apapun, minat ratusan pedagang untuk berpartisipasi semakin tinggi.
Jangan lewatkan kegiatan iktikaf di Masjid Jogokariyan pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Kamu bisa memilih untuk menginap secara full dan membayar biaya pendaftaran yang sudah ditentukan pihak panitia. Fasilitas yang kamu dapatkan sangat beragam, seperti makan untuk sahur, sajian berbuka puasa, ilmu baru dari ustad yang kiprahnya di dunia dakwah sudah terkenal, makalah, tempat menginap, serta teman baru. Jika tertarik, segeralah mendaftar karena peminat kegiatan iktikaf selalu membludak, bahkan masyarakat dari luar kota banyak yang tertarik dengan kegiatan ini.
Setiap sore di bulan Ramadhan, Masjid Jogokariyan sudah menyiapkan lebih dari 1000 porsi menu makan berbuka yang siap dinikmati para jamaah. Makanan berbuka tersebut disiapkan oleh ibu-ibu dasawisma sekitar Masjid Jogokariyan secara bergiliran. Tenang, lauk pauk yang disediakan akan bervariasi bergantung ibu-ibu yang memasak, kok.
Bulan Ramadhan tidak akan lengkap tanpa adanya shalat tarawih ala Madinah di Masjid Jogokariyan. Jangan mundur dulu karena takut karena yang dimaksuda tarawih ala Madinah adalah shalat tarawih dengan menyelesaikan 1 juz ketika shalat 11 atau 23 rakaat (bergantung kesepakatan jamaah).
Mulanya tarawih ala Madinah ini mendapatkan protes, namun lama kelamaan para jamaah merindukan suasana tarawih yang khusyu karena bacaan merdu imam membuat shalat tarawih tidak terasa berat dan melelahkan.
Selain menyediakan fasilitas tarawih ala Madinah, Kampoeng Ramadhan Jogokariyan juga menyediakan fasilitas tarawih ala Gaza. Apa bedanya? Tentu suasana shalat tarawih akan jauh berbeda dengan adanya imam syeikh yang berasal dari Palestina. Jadi, kamu bisa menjalin silaturahmi dengan muslimdari tanah jihad Palestina. Kamu tidak perlu takut konsentrasimu rusak karena shalat tarawih untuk anak-anak akan dibedakan dengan lokasi tarawih orang dewasa.
Terdapat 8 lokasi tarawih yang sudah dibagi oleh koordinator tarawih. Anak-anak pun akan dilatih untuk rajin menabung serta dilatih berbagai macam kesenian, seperti musik religi, drama Islami, pertunjukan teater, dan latihan untuk takbir keliling.
Jika kamu tinggal di sekitar Masjid Jogokariyan, kamu tidak perlu khawatir dengan menu makan sahur sekalipun kamu adalah anak kost yang sedang krisis uang. Kampoeng Ramadhan Jogokariyan memberikan subsidi sahur berupa sembako yang akan dibagikan pada masyarakay sekitar. Menjelang bulan Ramadhan, pihak panitia akan membagikan subsidi sahur ini berdasarkan data sensus masjid yang sudah dimiliki.
Sambil menunggu waktu berbuka puasa, lesehan sore yang memberikan agenda seperti nasyid, dongeng anak, serta ustad penceramah yang lucu. Jika datang ke Masjid Jogokariyan, kamu tidak perlu was-was dengan sandal bermerk yang dipakai. Panitia masjid memberikan garansi kehilangan sandal atau sepatu dengan merk yang sama jika kamu datang melapor.
Ada pula acara angkringan Ramadhan yang dilaksanakan pada malam hari. Jangan bayangkan angkringan di Masjid Jogokariyan seperti angkringan pada umumnya karena saat Ramadhan tiba, akan ada tokoh-tokoh besar yang datang untuk bercengkerama. Suasana angkringan akan muncul pada sajian wedang anget dan cemilan lainnya.
2. Masjid Kubah Emas
a Muslim place of worship.. . . . #mosque #masjid #masjidkubahemas #muslimtravelers #cerah
A post shared by Muhammad Zulfikar (@mzvkr) onApr 6, 2018 at 1:48am PDT
Jika kamu seadang berada di Depok, cobalah untuk menikmati suasana Ramadhan di salah satu masjid yang cukup terkenal. Masyarakat sekitar Depok lebih mengenal Masjid Dian Al Mahri dengan sebutan Masjid Kubah Emas karena kubahnya memang berwarna emas.
Selain menjadi lokasi ibadah umat muslim di wilayah Depok, Masjid Kubah Emas menjadi tujuan wisata dari berbagai wilayah di Indonesia. Area masjid yang cukup luas ditambah dengan fasilitas memadahi pun turut menjadikan Masjid Kubah Emas sebagai destinasi wisata Ramadhan yang patut dipertimbangkan.
Masjid yang mendapat predikat sebagai masjid paling megah se-Asia Tenggara ini bisa kamu jadikan lokasi wisata Ramadhan. Dengan luas bangunan mencapai 8000 meter persegi, kamu tidak akan bosan menjelajahi setiap sudutnya.
Gaya arsitektur bangunan masjid pun sangat Islami dengan adanya hiasan dekoratif serta bagian halaman dalam, gapura, dan minaret. Kamu juga tidak perlu khawatir akan berdesak-desakan dengan jamaah lain ketika waktu buka puasa tiba karena masjid ini mampu menampung hingga 20 ribu orang jamaah.
Bangunan masjid yang megah dan sangat bagus didukung dengan kondisi di dalamnya. Kamu akan dibuat lebih nyaman karena tidak ada penjual makanan, pengamen, serta pengemis. Meskipun di sekitar masjid terdapat taman, namun jamaah tidak diperkenankan untuk memasuki area tersebut demi menjaga keindahan taman.
Ingin menciptakan kenangan yang tidak terlupakan? Manfaatkan jasa tukang foto di depan masjid yang hasil pekerjaannya bisa langsung ditunggu.
[Baca juga : Cara Menikmati Wisata Di Bulan Ramadhan]
3. Masjid Ka'bah Subang
#instagood #masjidkabah #kotabaruparahyangan #Jawabarat #exploringnusantara | jalan2 membuka wawasan
A post shared by faisal_muhamad (@faisal_muhamad) onDec 22, 2014 at 4:22am PST
Tempat tinggalmu masih terletak di sekitar Jawa Barat? Jika kamu tertarik, cobalah untuk melakukan wisata Ramadhan ke Masjid At-Toyibah yang dikenal dengan Masjid Kabah Subang. Arsitektur bangunan cukup unik karena dibuat menyerupai kakbah di Mekah. Jadi, ketika datang ke sana kamu akan disambut dengan suasana seperti sedang berada di tanah suci ketika melaksanakan haji atau umroh. Apa keunikan Masjid Kakbah sehingga kamu perlu datang kesana?
Bangunan Masjid Kakbah seluas 2800 meter persegi tidak memiliki kubah karena desainnya memang dibuat semirip mungkin dengan kakbah yang terdapat di Mekah. Meskipun warna masjid sangat mirip seperti kakbah, namun tidak ada kain penutup kiswah di atasnya karena sudah diganti dengan cat tempok dan hiasan kaligrafi. Ada pula replika Hijr Ismail pada sudut bangunan masjid.
Tidak mengherankan jika Masjid Kakbah Subang dikunjungi banyak orang. Suasana di dalamnya yang sangat tenang dengan dinding keramik serta lantai yang terbuat dari granit membuat orang-orang semakin betah.
Masjid Kakbah Subang memang sengaja dibangun karena pemiliknya sangat rindu dengan Mekah. Tidak mengherankan jika untuk mengobati kerinduan tersebut bagian sekitar masjid juga dibuat semirip mungkin seperti suasana kakbah di Mekah.
Terdapat miniature Bukit Shafa dan Marwah di kompleks masjid. Ada pula maqam Ibrahin serta pemandangan berbagai macam pohon palem. Rencananya, di sekitar kompleks masjid akan dibangun bimbingan manasik haji. Jadi, kamu bisa mengunjungi masjid ini sebagai destinasi wisata religi ketika Ramadhan nanti.
4. Masjid Raya Sumatera Barat
The other side of highway mosque western Sumatra. #masjidrayasumaterabarat #wonderfullindonesia Edit by snapseed #Fgstreet© #canonsx420is
A post shared by Satriady (@satriady_) onAug 7, 2016 at 6:08am PDT
Masjid Raya Sumatera Barat sekilas memiliki bangunan yang sangat mirip dengan rumah adat khas Minangkabau. Namun, siapa sangka masjid yang berlokasi di Jalan Khatib Sulaiman, Alai Parak Kopi, Padang ini menjadi pusat ibadah bagi masyarakat sekitarnya? Kegiatan Ramadhan berlangsung dengan baik di masjid, baik untuk pelaksanaan ibadah shalat wajib, shalat sunnah, buka bersama, kegiatan kajian, dan kegiatan lainnya. Jika kamu sedang berada di Padang, sempatkanlah untuk mampir ke Masjid Raya Sumatera Barat untuk merasakan beribadah di tempat yang bangunannya mirip rumah adat ini.
Sebagai masjid yang paling besar di Sumatera Barat, masjid ini bisa menampung hingga 20.000 orang jamaah. Lokasinya pun sangat strategis karena berada di pusat kota, sehingga kamu bisa menggunakan angkutan kota untuk bisa mencapai Masjid Raya Sumatera Barat.
Jangan khawatir dengan gempa ketika sedang khusyu melakukan ibadah karena masjid ini mampu bertahan dari goncangan gempa hingga 10 SR. Bahkan, masjid yang tidak jauh dari Pantai Padang turut menjadi lokasi evakuasi tsunami dengan memanfaatkan lantai 2 dan 3 masjid.
5. Masjid Ampel Surabaya
[ jum'ah ] . Janganlah malas untuk berbuat kebaikan, tetaplah berbuat baik meskipun kau di curangi. Sabar dan ikhlas adalah salah satu kunci. #quotesoftheday . Ojok lali jumatan gawe seng muslim. _________ . Foto teko @yusufampelpart - - - #surabayapunyacerita #Jum'ah #ampel #masjidampel #masjidampelsurabaya #ampelsurabaya #Menujuramadhan
A post shared by Surabaya Punya Cerita (@surabayapunyacerita) onApr 19, 2018 at 9:06pm PDT
Kamu ingin mencoba untuk melakukan wisata Ramadhan di Surabaya? Jangan lupa menyempatkan diri untuk mampir ke salah satu masjid yang cukup unik. Masjid yang dikenal dengan nama Masjid Ampel Surabaya ini berlokasi di kawasan Embong Arab.
Di tepat ini, terdapat pusat penjualan berbagai macam kurma, perlengkapan ibadah puasa, hingga perlengkapan umat muslim untuk menunjang peribadatan. Masjid Ampel Surabaya akan dibanjiri jamaah pada saat Ramadhan tiba. Bahkan, jamaahnya hampir mencapai 7000 orang dari berbagai daerah dalam sehari.
Masih terdapat berbagai macam bukti peninggalan bersejarah yang terjaga. Kamu bisa menyaksikan 16 tiang utama masjid sepanjang 17 meter dan diameter 60 sentimeter yang terbuat dari kayu jati. Meskipun kegiatan renovasi terus dilakukan, namun ciri khas masjid tetap dipertahankan hingga saat ini.
Melalui desain bangunan masjid tersebut pun kamu bisa mengetahui bentuk akulturasi budaya lokal dengan agama Hindu dan Budha. Jika ingin melanjutkan ziarah makam wali, kamu bisa langsung mengunjungi makam Sunan Ampel beserta kerabatnya di sebelah masjid. (Sumber: Artikel mamikos.com, Foto bahaudinonline.blogspot.com)
...moreTripTrus.Com - Lo tau nggak sih kalau surfing tuh ada banyak jenisnya? Bukan cuma soal naik papan di pantai aja, surfing udah jadi budaya yang nge-trend banget di seluruh dunia. Dari fashion, peralatan, sampe gaya hidupnya, semuanya jadi booming! Selain lo bisa ngerasain adrenalin saat ngelakuin trik di ombak, surfing juga bisa dilakukan di tempat-tempat selain pantai, kayak kite surfing, windsurfing, dan sidewalk surfing alias skateboarding.
View this post on Instagram
A post shared by Onesouth boutique hotel pulau merah (@onesouthpulaumerah)
Banyuwangi, yang terletak di ujung timur Pulau Jawa, punya banyak keindahan alam, salah satunya pantai-pantai kece. Ada pantai yang deket banget sama kota, ada juga yang tersembunyi di dalam hutan hujan tropis atau di pulau-pulau terpencil. Beberapa pantai yang terkenal di Banyuwangi yang bikin nama daerah ini jadi terkenal di dunia adalah Pantai Pulau Merah, Pantai Tabuhan, dan Pantai G-Land (yang dikenal juga sebagai Pantai Plengkung). Masing-masing pantai ini punya karakteristik unik yang bikin para peselancar betah banget main ombak di sini.
1. Pantai Pulau Merah
Pantai ini emang deket banget sama Banyuwangi, sekitar 60 km, cuma butuh waktu 2-2,5 jam perjalanan. Namanya Pulau Merah karena pasir putihnya nyampur sama tanah merah di bawahnya, yang keliatan pas air laut lagi surut. Ada juga yang bilang, namanya Pulau Merah karena langitnya yang merah banget pas matahari terbenam.
Pas weekend, pantai ini rame banget sama wisatawan lokal karena lokasinya yang gampang diakses. Bahkan, di 2015, Pantai Pulau Merah jadi tempat penyelenggaraan International Surfing Competition ke-4 yang dihadiri peselancar dari 20 negara! Mereka kompetisi di berbagai kategori kayak longboard, paddle race, sampai kategori untuk anak-anak umur 10 tahun!
Yang bikin Pantai Pulau Merah jadi tempat kompetisi surf yang terkenal, ya karena ombaknya yang konsisten dan dasar lautnya berpasir. Ombaknya panjang, sekitar 2-5 meter, jadi cocok banget buat latihan atau nunjukin skill surfing lo. Di sekitar pantai juga banyak camp surfing yang nawarin sewa alat dan pelatihan buat yang pengen belajar surfing. Jangan lupa, makanan lokal di sini juga enak banget, loh!
2. Pantai Pulau Tabuhan
Pulau kecil yang nggak berpenghuni ini terletak di Selat Bali, antara Jawa dan Bali. Luasnya cuma 5 hektar, tapi udah terkenal banget buat kite surfing dan windsurfing karena anginnya yang pas banget!
Kite surfing itu olahraga yang pakai papan yang diikat ke kaki, terus lo pegang layang-layang besar yang akan ngebawa lo melayang di atas air sambil lo bikin trik-trik kece. Kalau windsurfing, lo pake papan yang ada layar untuk anginnya ngebawa lo cepet-cepet di laut.
Sayangnya, kalau lo mau coba dua olahraga ini, lo harus bawa peralatan sendiri karena di sini nggak ada penyewaan. Tapi jangan khawatir, Pulau Tabuhan bener-bener surga tersembunyi, dengan air laut yang jernih banget. Lo bisa mampir ke Kampe Beach di Bangsring dulu, terus naik kapal buat sampe ke pulau ini.
Di sini, lo bisa main pasir, berenang, atau snorkeling. Jangan lupa bawa makanan dan tempat sampah, biar pantainya tetep bersih dan indah!
[Baca juga : "5 Alasan Kenapa Lo Harus Banget Ikutan Banda Neira Festival 2024"]
3. Pantai G-Land
Nah, buat lo yang suka tantangan, Pantai G-Land ini nggak boleh dilewatin! Ditemuin pertama kali oleh peselancar asal Amerika, Mike dan Bill Boyum, pada tahun 1972, pantai ini terletak di Alas Purwo National Park di pesisir selatan Jawa. Pantai ini langsung menghadap Samudra Hindia, jadi ombaknya bener-bener gede dan kenceng. Bisa sampe 6 meter, loh!
Makanya, G-Land sering banget jadi tempat kompetisi internasional, kayak World Surf League yang pernah diselenggarakan pada 28 Mei - 6 Juni 2022. Kalau lo suka tantangan, ini tempat yang tepat! Tapi inget, ombak di sini bisa bikin lo deg-degan, jadi siap-siap mental, ya!
Selain itu, G-Land juga cocok buat lo yang pengen kabur dari hiruk-pikuk kota dan nikmatin alam yang masih asri. Pantainya luas, dikelilingi hutan tropis yang hijau, dan ombaknya yang terus menggulung bikin lo betah lama-lama di sini.
Banyuwangi emang punya banyak banget pantai kece yang bisa lo explore, dari yang cocok buat pemula sampe yang udah berani main ombak gede. Nggak cuma surfing, lo juga bisa nyobain olahraga air lainnya yang nggak kalah seru, kayak kite surfing atau windsurfing. Jadi, kalo lo lagi cari spot yang ngasih pengalaman seru sambil menikmati keindahan alam yang masih asri, Banyuwangi (Sumber Foto @boncze_q)
...moreTripTrus.Com - Waktu yang pas buat jalan-jalan ke Indonesia itu antara Mei sampai September. Di sini, cuaca kering, enak buat eksplorasi! Nah, Indonesia kan ada 17.508 pulau, jadi cuacanya beda-beda di setiap tempat. Di pulau-pulau barat dan tengah kayak Bali, Jawa, Gili, Lombok, dan Komodo, saat kering itu yang paling banyak dikunjungi. Tapi jangan lupa, musim hujan dari Oktober sampai April juga nggak kalah seru!
Jadi gini, kalau lo mau ke Bali, waktu keringnya itu dari April sampai September, cuacanya cerah dan bikin betah. Momen paling oke itu di bulan Mei, Juni, dan September. Orang-orang yang pengen ke pantai kayak Jimbaran, Sanur, dan Seminyak juga gak bakal ketemu kerumunan yang bikin stress. Musim hujan di Bali itu antara Oktober sampai Maret, tapi biasanya hujannya cuma sebentar, bukan hujan lebat seharian.
View this post on Instagram
A post shared by Yaron bindels (@yaronbindels)
Di Jawa, waktu terbaik itu juga sama, dari Mei sampai September. Suasana cerah, kering, dan enak buat yang mau naik gunung kayak Bromo atau Ijen. Musim hujan di sini antara November sampai Maret, dan hujan yang paling banyak itu di bagian barat. Suhu di Jawa tetap hangat, sekitar 28-30°C, tapi malamnya bisa dingin di daerah pegunungan.
Terus di Nusa Tenggara, kayak Lombok dan Gili, musim keringnya dari April sampai September. Cocok banget buat yang mau diving atau naik gunung Rinjani. Musim hujan di sini antara Oktober sampai Maret, dengan curah hujan tertinggi di November sampai Januari. Suhunya mirip Bali, sekitar 27-29°C.
[Baca juga : "Safari Seru Di Jakarta, Petualangan Kekinian Yang Nggak Boleh Dilewatkan!"]
Nah, Sumatra itu juga unik. Di Medan dan Sumatra Utara, hujan bisa turun kapan saja, terutama di daerah hutan. Hujan paling deras itu biasanya antara Oktober sampai Januari. Tapi, Palembang dan Sumatra Selatan lebih teratur, musim kering dari April sampai Oktober, dan hujan dari November sampai Maret. Suhunya ada di kisaran 27-28°C, tapi bisa sampai 33-34°C di bulan-bulan kering.
Kalau lo ke Kalimantan, musim keringnya dari Juni sampai September, dengan bulan Agustus dan September jadi yang paling kering. Suhunya bisa panas banget, dari 23°C di malam hari sampai 33°C di siang hari. Orangutan juga bisa lo liat di Tanjung Puting, tapi lebih susah dicari saat musim hujan.
Sulawesi itu juga beda-beda cuacanya. Di Toraja, hujan datang antara November sampai April, sedangkan Manado di utara itu hujan terus. Suhu di pantai bisa sampai 34°C, sedangkan di pegunungan bisa turun jadi 24°C.
Di Moluccas, cuacanya juga beda. Antara Juni dan September ada hujan, jadi lebih baik ke sana antara Oktober dan Mei. Ke pulau-pulau di Moluccas selatan, waktu terbaiknya juga sama, antara Mei dan September.
West Papua dan Raja Ampat sih bisa dikunjungi kapan aja, karena suhu di sini stabil. Di Raja Ampat, suhu harian sekitar 30°C sampai 34°C. Tapi dari Juni sampai September, ada kemungkinan hujan dan angin kencang, jadi hati-hati kalo mau naik perahu. Intinya, lo bisa nikmatin keindahan Indonesia dengan waktu yang tepat! Selamat jalan-jalan! (Sumber Foto @sacadosetcrustaces)
...more
TripTrus.Com - Liburan tahun baru sudah berakhir, kini saatnya menyongsong 2018 dengan semangat baru dan segudang rencana baru. Sebagian dari kamu mungkin telah menyiapkan rencana traveling ke luar kota seperti Bali, Malang, Medan, Yogyakarta dan lain-lain.
Tak hanya itu saja, ada beberapa kota lainnya di Indonesia yang diprediksi akan banyak dikunjungi oleh para wisatawan di 2018. Di mana saja? Simak ulasannya di sini:
1. Danau Toba, Sumatera Utara dan Sabang, Aceh
Dari sudut manapun danau toba memang sangat indah .. Horas halak hita #bataknesia #halakhita #horas #hitsbatak #danautoba #indonesia #zonabatak
A post shared by HITS BATAK (@hitsbatak70) onJan 2, 2018 at 10:17pm PST
"Destinasi wisata di Aceh dan Sumatera Utara diprediksi akan semakin naik daun pada 2018. Pasalnya, terminal Bandara Internasional Silangit, Tapanuli Utara, baru saja diresmikan Presiden Jokowi pada 24 November 2017 lalu dan menyediakan penerbangan langsung dari Singapura."
Otomatis, bandara itu akan memudahkan akses traveler yang ingin menyambangi Danau Toba, Aceh dan sekitarnya.Selain itu, acara Sail Sabang juga menarik banyak wisatawan pada 2017 lalu sehingga tak menutup kemungkinan Sail Sabang 2018 mendatang akan lebih ramai lagi. Event ini berhasil mendongkrak jumlah wisatawan di Aceh dan sekitarnya.
2. Palembang, Sumatera Selatan
Pulo Kemaro dengan pagodanya setinggi 40 meter di Sungai Musi, Palembang, Sumatra Selatan. Pulau ini mempunyai luas sekitar 24 hekatare di dalamnya juga terdapat Klenteng Hok Tjing Bio. Pulau ini berjarak sekitar enam kilometer dari Jembatan Ampera. . Di pagoda terdapat relief yang mengisahkan legenda Siti Fatimah dan Tan Bun An, yaitu sepasang pengantin baru yang menceburkan diri ke Sungai Musi dan tak pernah kembali. . Foto oleh Marti Karina PS @mkarinaps #natgeoindinesia #natgeotraveler #natgeotravelerid #pulokemaro #palembang #sumsel
A post shared by National Geographic Indonesia (@natgeoindonesia) onJul 21, 2017 at 12:38am PDT
Sebagai tuan rumah Asian Games 2018, Indonesia punya kesempatan emas untuk mendatangkan wisatawan mancanegara. Palembang yang menjadi kota penyelanggara akan merasakan dampak langsung meroketnya jumlah wisatawan pada 2018.
Mulai dari atlet hingga supporter dari penjuru Asia akan memenuhi Palembang saat Asian Games digelar. Satu yang jelas, pempek diprediksi akan menjadi kuliner yang semakin populer.
3. Lombok, Nusa Tenggara Barat
Dikarenakan habis hujan , gagal deh dapet air yang berwarna biru . Tapi , tidak masalah yang penting masih bisa selfie . thanks abang @_ayyif udah mau jadi fotografer aku πβ°π§#waterfall #mangkusaktiwaterfall #nature #views #lomboktrip #explorelombok #vacation
A post shared by Gaby (@0313_gaby) onJan 2, 2018 at 10:59pm PST
Lombok Mandalika memang selalu ramai oleh traveler sepanjang tahun. Namun sejak Kawasan Ekonomi Khusus Lombok Mandalika diresmikan pada 20 Oktober 2017 lalu, jumlah wisatawan diprediksi akan terus melonjak naik pada 2018 ini.
Lombok juga mengantongi tiga penghargaan dalam World Halal Tourism Awards pada 2016 lalu. Bisa jadi popularitas Lombok segera menyaingi Bali.
4. Banyuwangi, Jawa Timur
Kehidupan yang baik belum tentu membuatmu bahagia, tapi jika kamu bahagia maka kehidupanmu akan menjadi baik. #alaspurwo #pancur
A post shared by Nando™ itsuki (@ernandamufc) onJan 1, 2018 at 8:38am PST
Dengan slogan ‘Majestic Banyuwangi, kabupaten di ujung timur Jawa ini makin getol mempromosikan pariwisatanya. Apalagi sejak 22 Desember 2017 lalu, Bandara Banyuwangi telah resmi dioperasikan oleh Angkasa Pura II (Persero). Operator bandara tersebut berambisi untuk menaikkan jumlah penumpang di Bandara Banyuwangi menjadi dua kali lipat.
Dengan bertambahnya jumlah penerbangan langsung dari Jakarta-Banyuwangi, tentu akan memudahkan traveler bertandang ke destinasi itu. Banyuwangi juga punya sejuta pesona seperti Kawah Ijen, Taman Nasional Baluran, Pantai Red Island, dan lain-lain.
5. Sumba, Nusa Tenggara Timur
Tanjung Mareha- with outlook to Bwanna beach #sumba #travel #wonderfulindonesia
A post shared by winta (@wintawati) onDec 30, 2017 at 2:25pm PST
Dinas Pariwisata NTT juga sedang giat menarik perhatian wisatawan pencinta suasana eksotis. Salah satu yang menjadi andalan adalah Sumba. Selama ini Sumba terkenal dengan padang savana di mana kita bisa melihat kuda berlarian bebas
Padang savana itu rencananya akan dibuat wisata ternak. Pemandangan galaksi milky way di langit malam Sumba juga yang terbaik di Nusantara. Oleh karena itu Sumba diprediksi akan makin naik daun pada 2018. (Sumber: Artikel kumparan.com, Foto flickr.com/JohnsonRingo)
...moreTRIPTRUS - Tidak perlu jauh-jauh ke luar kota apabila ingin menghabiskan akhir pekan tanpa banyak biaya. Salah satu alternatif liburan keluarga yang seru dan mengasyikkan adalah camping atau berkemah. Di Indonesia, ada banyak sekali area yang dijadikan bumi perkemahan. Berikut ini TripTrus akan menampilkan beberapa bumi perkemahan dari seluruh Indonesia.1. Bumi Perkemahan Seulawah Scout CampJika melewati jalan darat ke Kota Banda Aceh, hampir tidak mungkin tidak melihat gerbang besar Bumi Perkemahan Scout Camp di Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, Aceh. Area yang diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 30 November 2010 ini mempunyai luas 120 hektar (ha) dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang mendukung kegiatan berkemah dan pramuka. Tapi sayangnya, hampir tiga tahun setelah diresmikan, kini Seulawah Scout Camp terbengkalai akibat kurangnya pendanaan untuk operasional area itu.2. Bumi Perkemahan SibolangitArea perkemahan di Kabupaten Deli Serdang ini adalah tempat dilaksanakannya Jambore Nasional Pramuka ke-2 pada tahun 1977 oleh Bapak Pramuka Indonesia, Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Lokasinya yang berada di kaki Gunung Sibayak ini membuat pemandangan alam yang melatari bumi perkemahan ini jadi salah satu tempat wisata favorit masyarakat Sumatera Utara. Salah satu daya tarik di bumi perkemahan yang jaraknya sekitar 75 km dari Kota Medan ini adalah Air Terjun Dua Warna yang terletak sekitar 3 jam jalan kaki area perkemahan. Dua warna air yang mengalir disebabkan oleh satu aliran yang mengandung belerang (sulfur) dari Gunung Sibayak dan sumber air di hutan yang berwarna biru muda.3. Bumi Perkemahan Danau Teluk GelamBuat yang tinggal di Sumatera Selatan, bumi perkemahan di Ogan Komering Ilir (OKI) ini pasti sudah tidak asing. Area yang menjadi lokasi Jambore Nasional Pramuka pada tahun 2011 ini letaknya tidak jauh dari obyek wisata Danau Teluk Gelam dan memiliki luas 65 ha ditambah area danau seluas kurang lebih 400 ha. Bumi perkemahan ini diresmikan pada tahun 2011 sebelum berlangsungnya Jambore Nasional oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Untuk mencapai Buper Danau Teluk Gelam diperlukan waktu kurang lebih 3 jam untuk durasi perjalanan normal.4. Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka Cibubur Kawasan seluas 210 ha yang terletak di pinggir tol Jagorawi KM 13 ini sudah pasti dikenal oleh hampir seluruh penduduk Jabodetabek. Area yang diresmikan pada tahun 1973 ini beberapa kali dijadikan sebagai lokasi Jambore Nasional Pramuka. Jika ingin berkemah tapi tidak memiliki tenda, di Buperta Cibubur juga tersedia penyewaan berbagai ukuran kemah dan peralatan camping lainnya. Selain itu, di Buperta Cibubur juga terdapat kawasan rekreasi wisata air di Danau Situ Baru dan Sarana Outbound.5. Bumi Perkemahan SukamantriSekitar 10 km dari pusat Kota Bogor, terdapat aeral hutan seluas 5 hektar yang dijadikan bumi perkemahan. Awalnya, kawasan ini adalah milik Perum Perhutani, yang sejak tahun 1980-an dibuka untuk jadi kawasan wisata berkemah. Kawasan dengan ketinggian rata-rata 800 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini memiliki kontur bukit yang bergelombang dan kawasan hutan yang asri. Sukamantri juga dikenal oleh para penggemar olahraga bersepeda sebagai salah satu jalur favorit untuk memacu sepeda gunung mereka, mengingat jalurnya yang tidak terlalu sulit untuk dilalui tetapi cukup menantang. Area perkemahan yang terletak di Kecamatan Ciapus ini mampu menampung sampai sekitar 30 tenda dan saat malam hari menampilkan pemandangan indah kelap-kelip lampu di Kota Bogor.6. Bumi Perkemahan Letjen (Purn) DR. (HC) MashudiKabupaten Sumedang, Jawa Barat tidak cuma ngetop dengan jajanan tahu saja. Di Kecamatan Sukasari, terdapat sebuah kawasan perkemahan yang baru diresmikan pada 12 Juni 2013. Bumi perkemahan yang juga dikenal dengan nama Kiarapayung ini mengambil nama dari salah satu tokoh Pramuka di Jawa Barat, Letjen (Purn) Dr. (HC) Mashudi, Kepala Kwartir Nasional Pramuka pada tahun 1978 sampai 1993. Area seluas 66 ha itu berada tidak jauh dari kawasan Jatinangor dan memiliki area perkemahan yang mampu menampung ratusan kemah dan dilengkapi dengan fasilitas umum yang cukup memadai serta berbagai fasilitas pendukung kegiatan petualangan seperti jalur bersepeda dan kegiatan outbound.7. Bumi Perkemahan MandalawangiDi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, terdapat sebuah kawasan perkemahan bernama Mandalawangi di daerah Cibodas, Jawa Barat. Bumi perkemahan yang bersebelahan dengan Kebun Raya Cibodas ini memiliki fasilitas yang lengkap untuk berkemah bersama teman atau keluarga. Selain area perkemahan, di Mandalawangi juga terdapat danau, air terjun buatan, kolam renang alam dan berbagai fasilitas untuk kegiatan para pekemah. Dan tentunya, pemandangan indah Gunung Gede dan Gunung Pangrango akan membuat pengalaman berkemah jadi lebih mengesankan. Kalau ingin kegiatan yang lebih menantang, dari Mandalawangi cuma perlu trekking sekitar 1-2 jam untuk mencapai Air Terjun Cibereum. Area seluas 39,5 ha ini sebenarnya adalah hutan produksi yang dikelola oleh Perum Perhutani dan dikembangkan menjadi bumi perkemahan. Dengan ketinggian 1100 mdpl bisa dibayangkan sejuknya berkemah di Mandalawangi.8. Bumi Perkemahan CikoleTidak jauh dari Gunung Tangkuban Perahu, Bandung, ada satu bumi perkemahan yang cukup populer sebagai tempat wisata alam untuk keluarga. Dengan jarak yang hanya 30 kilometer dari Kota Bandung, bumi perkemahan yang dikelola oleh Perum Perhutani ini memiliki luas 10 ha dan memiliki beberapa kompleks perkemahan yang masing-masing mampu menampung 50 kemah. Awalnya, daerah ini merupakan hutan produksi pinus, maka tidak heran jika pohon pinus tersebar di seluruh area bumi perkemahan Cikole. Selain pinus, di sini juga dapat ditemui pohon aghatis dan kaliandra. Selain menyediakan penyewaan perlengkapan berkemah, di Cikole juga terdapat fasilitas outbound, jogging track, dan banyak fasilitas lainnya. Area perkemahan pun tidak jauh dari tempat parkir kendaraan sehingga tidak perlu berjalan jauh setelah sampai di bumi perkemahan yang berada di ketinggian 1300 mdpl ini.9. Bumi Perkemahan BlahkiuhSuasana indah Pulau Dewata tidak hanya pantai saja, di Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, sekitar 19 km dari Kota Denpasar ada sebuah area perkemahan unik. Bumi Perkemahan Blahkiuh dahulu merupakan tempat peristirahatan bagi keluarga kerajaan Mengwi. Maka itu tidak heran jika di tengah area ini ada sebuah kolam dan pancuran pemandian kuno. Suasana yang tenang, udara yang segar serta sejuk, ditambah lokasinya yang dekat dengan obyek wisata Taman Ayun dan Sangeh, membuat Blahkiuh jadi tujuan alternatif di Bali. Di sini juga terdapat sumber air alam yang airnya mengalir ke pancuran pemandian kuno dengan ukiran khas Bali. 10. Wana Wisata BaturradenHawa sejuk dari Gunung Slamet, gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa, langsung terasa dalam perjalanan menuju kawasan wisata yang berada di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah ini. Dari ketinggian 670 mdpl, pengunjung dapat melihat pemandangan Kota Purwokerto, Pulau Nusa Kambangan, dan pantai di Cilacap yang terlihat di kejauhan. Wana Wisata ini juga menyediakan area perkemahan yang berjarak 2 kilometer dari kawasan wisata Baturaden. Bagi keluarga yang berwisata ke Baturaden juga dapat mengunjungi Taman Britanin yang mengoleksi banyak tanaman langka. Di tahun 2001, Wana Wisata Baturaden menjadi tempat pelaksanaan Jambore Nasional Pramuka ke-7. Di Baturaden juga terdapat beberapa air terjun seperti Pancuran Pitu dan Pancuran Telu yang airnya mengandung belerang dan kabarnya dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit. Di bulan November nanti, tepatnya tanggal 8-10 November, para petualang dari seluruh Indonesia akan berkumpul di Baturaden untuk mengikuti Festival Petualang Nusantara #3. Untuk bergabung dengan event ini, kamu juga bisa mendaftarkan diri di TripTrus.
...moreTripTrus.Com - Untuk mengajarkan nilai luhur, maka anak muda dari berbagai daerah diajak untuk ikut telusuri keberagaman di Lasem. Setidaknya ada 10 anak muda dari berbagai daerah, akan ikut telusuri keberagaman di lasem, Jawa Tengah. Bagian dari pengenalan tentang harmonisnya kehidupan antar etnis, kepada generasi penerus.
Program yang dibuat dengan nama “Lasem Pluralism Trail”, berlangsung dari 12–15 Oktober 2017, di Semarang dan Lasem. Para peserta yang lolos yang diadakan Ein Institut Semarang ini di antaranya Antonio Winatian, dari Medan; Dedy Ibmar dari Riau; Fajar Tumanggor, dari Medan; Jenny Anggita dari Jakarta; Ni Luh Putu Juli Wirawati dari Yogyakarta.
Selain itu ada anam Lintang Ayu Saputri daro Purwokerto; M Dalhar Sobri dari Jepara; Maria Nofianti perwakilan Purwokerto; Muhammad Arief Rahadian dari Jakarta dan Zulyan Epi perwakilan Surakarta. Direktur Ein Institut Ellen Nugroho mengatakan, program yang dijalankan itu untuk mempromosikan praktek hidup berdampingan dan keberagaman di kalangan anak muda. Agar bisa ditularkan ke penjuru negeri.
“Setelah mencermati dan mendialogkan ratusan aplikasi yang masuk Komite Seleksi Bea Siswa Lasem Pluralism Trail, akhirnya sepakat memilih sepuluh anak muda sebagai penerima beasiswa. Mereka akan mengikuti kegiatan ini, ” ujarnya, Rabu, 11 Oktober 2017.
Lebih lanjut, Ellen memaparkan,program ini menyediakan kesempatan bagi anak-anak muda untuk menimba pengalaman dan pengetahuan, mengasah keterampilan, berinteraksi serta membuka peluang berjejaring. “Diharapkan dengan kegiatan positif ini anak-anak muda dapat menjadi ujung tombak pemupus prasangka,” harap Ellen.
Foto: youtube.com
Selama mengikuti kegiatan “Lasem Pluralism Trail”, mereka akan terlibat secara aktif dalam lokakarya, diskusi dan juga tur mengelilingi Lasem, kota yang terkenal sebagai laboratorium kebhinekaan.
Tempat berbaurnya berbagai etnis dan budaya, mengunjungi Klenteng Gie Yong Bio, Klenteng Cun An Kiong, pantai Bangun, Karang Jahe, Rumah Batik Sekar Kencana, Pabrik Tegel LZ, Susur Sungai Dasun–Pulau Gosong,Pabrik Roti Indonesia, Museum Batik Nyah Lasem dan wisata kuliner ke Kampung Tuyuhan.
“Kami akan memfasilitasi anak-anak muda ini untuk beriteraksi dengan para tokoh agama, sejarawan, dan budayawan setempat. Kami juga menghadirkan pakar kajian agama dan peneliti sosial budaya.” (Sumber: Artikel indochinatown.com Foto pgsp.big.go.id)
...moreTripTrus.Com - Wargi Kupang, nih, kabar baru dari Kota Kupang, NTT! Kabarnya, Dinas Pariwisata Kupang lagi menggeber Lasiana buat ikutan kompetisi Desa Wisata Indonesia 2024, loh.
Josie, sang Kepala Dinas Pariwisata, ngomong langsung di pinggir pantai Lasiana, bilang mereka lagi nge-hipin Lasiana biar jadi peserta kece di ajang itu. Makanya, Lasiana masuk daftar panjang yang diusulkan buat tahun depan. "Lasiana, nih, kita dorong ikutan Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024," serunya.
Josie juga cerita, tahun lalu mereka udah coba usulin Lasiana buat ikut ajang itu. Sayangnya, masih ada tempe di gorengan, gitu kata Josie. Jadi, sekarang, mereka lagi sibuk benahin biar bisa masuk dan bersaing di 2024.
View this post on Instagram
A post shared by Lilik Darmasto (@lilik.darmasto)
[Baca juga : "Sandiaga Ungkap Indonesia Tourism Fund Bakal Jalan Di 2024, Bikin Liburan Makin Keren!"]
"Tahun lalu kan udah kita calonin, tapi masih ada tempe yang kurang, makanya kita lagi benahin supaya tahun depan bisa masuk," tuturnya.
Josie nambahin lagi, di sekitar pantai Lasiana udah mulai rame nih, ada lomba hias perahu tahun 2023 yang jadi salah satu acara keren. Jadi, kayaknya bakal makin asyik nih, Lasiana jadi peserta Desa Wisata. Yuk, semangat terus, Lasiana! (Sumber Foto @nnoart)
...more