shop-triptrus



10 Spot Menarik AADC2 di Yogyakarta

TripTrus.Com - Beberapa hari terakhir, dunia perfilman Indonesia menjadi buah bibir. Film Ada Apa Dengan Cinta 2 yang sudah tayang di Bioskop-bioskop seluruh Indonesia merupakan film yang ditunggu-tunggu. Film lanjutan dari film sebelumnya "Ada Apa Dengan Cinta" ini sangat menarik untuk dinikmati. Selain alur cerita tentang kisah cinta antara Rangga dan Cinta, film ini juga mengambil spot shooting di Yogyakarta yang notabene merupakan Kota Wisata. Dengan setting Kota Yogyakarta tanpa sadar juga mengajak kita sebagai penonton untuk bisa mengexplorasi spot-spot unik di kota ini. 10 spot yang menjadi setting film ini pastinya akan lebih ngehits lagi di kalangan traveler. Banyak yang bilang spot-spot tersebut sangat instagram-able. Di bawah ini, 10 spot film Ada Apa Dengan Cinta 2 di Yogyakarta, yang mungkin bisa jadi referensi sebagai destinasi wisata kalian. Sumber Foto: aadc2.com 1.    Restoran Bu Ageng. Jl. Tirtodipuran 13, Yogyakarta.Warung Bu Ageng sudah layaknya jadi tujuan wisata kuliner Yogyakarta. Dikenal dengan masakan omah, Warung Bu Ageng ini ternyata milik dari Ibunya Butet Kertaradjasa, seniman sekaligus budayawan Indonesia. Warung yang dibuka sejak tahun 2011 ini menawarkan menu yang akrab di lidah orang jawa. Dengan harga yang cukup terjangkau, Warung Bu Ageng cukup jadi referensi wisata kuliner Yogyakarta2.    Kota Gede Sumber Foto: aadc2.com Kota Gede diambil dari nama kawasan lama Kota Gede, terletak di perbatasan dengan Kabupaten Bantul di sebelah selatan. Semula Kota Gede merupakan Ibu Kota Kesultanan Mataram. Kota Gede terkenal dengan sentra kerajinan perak yang terletak di Jalan Kemasan. Destinasi wisata lain Kota Gede terdapat Komplek Makam Raja Mataram, Reruntuhan Benteng, Rumah Tradisional Jawa, Masjid Agung Kota Gede dan Pasar Tradisional Kota Gede. 3.    Istana Ratu Boko Sumber Foto: aadc2.com Istana Ratu Boko merupakan situs purbakala yang merupakan kompleks sejumlah sisa bangunan yang berada kira-kira 3km di sebelah selatan dari kompleks Candi Prambanan. Dengan luas sekitar 25ha dan terletak di di sebuah bukit pada ketinggian 196mdpl. Pemerintah pusat sekarang memasukkan kompleks Situs Ratu Boko ke dalam otorita khusus, bersama-sama dengan pengelolaan Candi Borobudur dan Candi Prambanan. 4.    Bukit Punthuk SetumbuEksotisme sunrise berlatar belakang Gunung Merapi Merbabu dan Candi Borobudur, tidak heran jika Bukit Punthuk Setumbu menjadi spot terbaik untuk menikmati sunrise. Bukit setinggi kurang lebih 400mdpl yang terletak di gugusan Pegunungan Menoreh.5.    Rumah Doa Bukit Rhema, Dusun Gombong-Desa Kembanglimus. Tidak jauh dari Bukit Punthuk Setumbu terdapat bangunan tua dengan bentuk unik menyerupai burung dara. Masyarakat sekitar biasa menyebutnya dengan sebutan Gereja Ayam/Gereja Manuk-manukan atau Gereja Merpati. Menurut cerita bangunan ini diperuntukan untuk berdoa dan sebagai pusat rehabilitasi narkoba. Dengan kondisi saat ini, bangunan ini menyimpan kemegahan sekaligus aura mistis. 6.    Sellie Coffee. Jl. Gerilya 822, Prawirotaman II.Pertumbuhan tempat nongkrong di Yogyakarta semakin pesat, banyak cofee shop bermunculan di kota ini. Salah satu diantaranya yaitu Sellie Coffee, Coffee Shop ini tampak menarik dengan interior berkonsep jadul. Untuk harganya sendiri, Sellie Coffee tidak terlalu mahal. Jadi kalau sedang liburan di Yogyakarta, bisa mampir dan menikmati seduhan kopi di sini. 7.    Klinik Kopi. Jl. Kaliurang Km 7, Sinduharjo-Sleman.Ketika kalian mengunjungi Klinik Kopi, kalian tidak hanya bisa menikmati kopi dengan cara seduh yang berbeda. Lebih dari itu, klinik kopi merupakan tempat asik untuk berbicara tentang kopi. Tidak ada menu pasti di sana, jika hendak memesan silakan berbica langsung dengan Baristanya. Walau berlokasi di tengah ramainya daerah Gejayan, Yogyakarta, atmosfir klinik ini seperti berada di tengah hutan jati.8.    Sate Klathak Pak Bari. Jl. Kedaton, Pleret-BantulAda yang bilang jika berkunjung ke suatu kota atau daerah tidak lengkap rasanya tidak mencicipi kuliner khasnya. Sate Klathak adalah sate kambing yang dibakar di atas bara api yang dihasilkan dari batu bara. Tidak hanya gudeg yang menjadi khas Yogyakarta, sate klathakpun bisa jadi kuliner alternatif jika berkunjung ke Kota Istimewa ini.9.    Pantai ParangkusumoKonon menurut cerita, Pantai Parangkusumo adalah pantai yang dikeramatkan oleh masyarakatnya. Masyarakat Yogyakarta hingga kini masih meyakini ada hubungan spesial antara Keraton Yogyakarta dengan penguasa pantai selatan, Nyi Roro Kidul. Meskipun hanya cerita turun menurun, masyarakat masih melakukan semedi di Pantai Parangkusumo.10.    GreenHost Hotel. Jl. Prawirotaman II No 629, Brontokusuman.Berlokasi di Jl. Gerilya atau dikenal juga sebagai Jl. Prawirotaman II, penginapan ini menawarkan konsep ramah lingkungan. Hotel ini sangat memanfaatkan lorong-lorong untuk menanam sayuran. Dengan konsep tersebut dapat dipastikan menginap di GreenHost Hotel bisa membuat liburan semakin menyenangkan. (Sumber: Artikel Amieykha Foto aadc2.com)
...more

Cerita Makam Era "N*Zi" Di Megamendung, Bogor Yang Bikin Geleng-Geleng

TripTrus.Com -  Guys, lo pada pernah denger gak nih, ada makam keren abis di Megamendung, Bogor, yang katanya punya kisah unik dari masa "N*zi" Jerman? Lokasinya keren banget, deh, di Jalan Pasir Muncang, Desa Sukaresmi, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. Jadi gini, ada sepuluh makam tentara Kriegsmarine Jerman yang nyempil di sana. Tempatnya tuh di kaki Gunung Pangrango, setinggi 3.019 mdpl, jadi bener-bener atas awan gitu. Mantap, kan? Nah, kalo lo lagi asik-asik jalan dari Tol Gadog, Bogor ke Puncak, pasti lo bakal nemuin papan penunjuk di kanan jalan yang nyebutin 'Situs Makam Jerman'. Udah tau, kan, lo udah deket banget sama tempat seru ini.       View this post on Instagram A post shared by Alexander Agung (@alexander79agung) Di ujung makam ada tugu keren namanya 'Deutsch-Ostasiatische Kreuzergeschwader 1914', yang menghormati Armada Penjelajah Asia Timur Jerman. Mereka berperang di Kepulauan Falkland/Malvinas pada 8 Desember 1914, loh. Trus, ada tulisan 'ERRICHTET VON EMIL UND THEODOR HELFFERICH 1926' di papan nama bawah. Dulu, dua saudara Jerman, Emil dan Theodor Hellferich, punya tanah luas di sana. Mereka bikin pabrik teh dari untung perkebunan mereka dengan kabel khusus angkut daun teh. Saudara mereka yang paling tua, Karl Helfferich, bahkan jadi wakil perdana menteri di Kekaisaran Jerman-Austria. Makanya, mereka berdua bangun monumen buat mengenang Armada Jerman Asia Timur yang dipimpin oleh Admiral Graf Spee, dan akhirnya tenggelam gara-gara serangan Inggris. Di monumen itu, ada tulisan Jerman yang artinya kurang lebih: 'Untuk kru Armada Jerman Asia Timur yang berani pada tahun 1914. Dibangun abis oleh Emil dan Theodor Helfferich'. Lo tau gak, dulu pas perang, ada aksi heroik dari pejuang Indonesia yang ngehadang tentara Jerman era N*zi. Nah, ini bukan sembarang tentara Jerman, guys, tapi tentara Belanda yang bersekongkol dengan Jerman. Jadi, ada sekitar 250 serdadu Jerman yang diterjunkan ke Indonesia pake kapal selam pas perang udah mau kelar. Di waktu yang sama, Indonesia lagi berantem keras sama Belanda dalam Perang Kemerdekaan. Waktu itu, beberapa dari serdadu Jerman ini bikin masalah. Ada yang dikira tentara Belanda, akhirnya tiga perwira dari mereka dimaki-maki dan dibinasain sama orang Indonesia. Ada juga yang either sakit parah atau kena tembak pas lagi naik kereta dari Bandung ke Jakarta. Jadi, delapan orang Jerman ini ngehadap maut, bro. Yang lainnya ada yang akhirnya selamat dan ngumpet di pulau Onrust sebelum akhirnya dipulangkan ke Jerman tahun 1946. Ada juga yang cabut ke Bogor buat ngindarin tentara Belanda, niatnya mau bantuin pejuang Indonesia. Kece, kan? Di Deutscher Soldatendriedhof, ada 10 makam nih. Ada nama-nama keren macam Leutnant z.s W. Martens, Obergefreiter Willi Petschow, Oberleutnant zur See Willi Schlummer, dan lain-lain. Ceritanya, masing-masing dari mereka punya kisah dari masa perang dulu. [Baca juga : "Deretan Event Seru 2024 Di Jawa Timur, Mode, Musik, Dan Kuliner Nusantara"] Di depan situ ada dua makam yang namanya ilang ke mana. Mungkin lagi sibuk main kelereng di alam sana, siapa tahu. Tapi, kalau lo tengok nisan-nisan lainnya, ada nama, pangkat, jabatan, pokoknya komplit deh. Makam tanpa label itu punya nama keren, 'Grabmal des unbekannten Soldaten,' alias kuburan prajurit yang misterius gitu. Cerita lainnya, di depan makam ada dua patung keren, Budha di kanan dan Ganesha serta Kala di kiri. Meski banyak yang heran, sebenernya gak ada hubungan sama mayat-mayat di sini. Katanya, dua saudara, Helfferich, beli patung itu dari tukang patung pinggir jalan setelah trip ke Candi Prambanan dan Borobudur di Yogyakarta. Jadi, di tempat ini, mayat-mayat misterius, patung Buddha, Ganesha, dan Kala. Lanjut lagi, Deutscher Soldatenfriedhof di Megamendung ini pernah jadi spot uji nyali di salah satu stasiun TV keren di Indo. Tahun 2014, Citra Prima sama Rudi Kawilarang jadi host di acara seru. Mereka syuting di malam Arca Domas, serem banget deh. Nah, ada peserta yang kesurupan, dan kagetnya dia pake Bahasa Jerman pas kesurupan. Kayaknya yang di sana pada heboh banget tuh! Makam tentara Jerman ini sampai sekarang masih ramai pengunjung, banyak yang penasaran gitu. Bahkan tiap tahun, orang dari Kedutaan Besar Jerman di Indo masih mampir ke sini. Seru banget, kan? (Sumber Foto @iwanskamah) 
...more

5 Hal Yang Tidak Boleh Ketinggalan Saat Ngetrip

TripTrus.Com - Menjelajahi Indonesia memang selalu menarik dan tidak ada habisnya. Ribuan destinasi yang sudah dan belum populer seakan-akan memanggil para traveler untuk berkunjung ke sana. Tapi banyak hal yang harus kita persiapkan sebelum ngetrip. Dari sekian banyak item yang harus disiapkan, berikut ini ada 5 hal yang tidak boleh ketinggalan saat ngetrip. 1. Informasi destinasi Cari tahu dan gunakan teknologi yang ada untuk mendapatkan informasi mengenai destinasi yang akan kamu datangi. Ada banyak sekali faktor yang tidak ada salahnya untuk diketahui seperti; lokasi, jarak tempuh, transportasi, cuaca, adat dan kebiasaan masyarakat lokal, kuliner khas, dan lain-lain. Semakin banyak yang kamu tahu, semakin matang pula persiapan kamu untuk ngetrip. Cara mendapatkan informasi pun lebih mudah dengan adanya berbagai kanal di Internet atau melalui traveler lain yang pernah ke destinasi tersebut. 2. Peralatan dan perlengkapan trip Setelah kamu mendapatkan berbagai informasi yang diperlukan, kamu akan jadi lebih mudah menyiapkan apa saja yang harus dibawa. Peralatan dan perlengkapan yang harus dibawa, selain tergantung pada destinasinya, juga tergantung pada durasi trip kamu. Cari informasi mengenai cara mengemas barang bawaan supaya tidak perlu terlalu banyak tas, ransel atau koper yang harus dibawa. Jangan lupa cari tahu apa saja peralatan penting yang tidak boleh tidak dibawa. 3. Kebutuhan pribadi Tiap orang pasti punya kebutuhan berbeda, untuk itu kamu harus bisa mengetahui apa saja yang harus dibawa pada saat ngetrip. Hal-hal yang berhubungan dengan ini adalah seperti; identitas diri, berapa banyak yang harus disiapkan untuk alokasi pengeluaran, cemilan yang dibawa/diperlukan, obat-obatan pribadi, pengisi daya untuk telepon dan peralatan elektronik, dan lain-lain. Semua itu harus kamu periksa kelengkapannya agar tidak menyulitkan diri kamu sendiri. 4. Sikap positif Saat kamu ikutan trip yang pesertanya beragam, ini adalah salah satu hal paling penting yang harus selalu kamu bawa dan tampilkan. Jangan sampai hal-hal kecil yang terjadi pada saat trip membuat kamu bete dan jadi tidak bisa menikmati trip, bahkan sampai membuat para peserta trip lainnya jadi ikutan bad mood. Percaya, deh, senyum kamu akan membuat trip jadi lebih menyenangkan buat kamu dan teman-teman barumu.  5. Perlindungan asuransi Banyak orang yang menyepelekan pentingnya perlindungan yang diberikan oleh asuransi. Tapi banyak juga orang yang telah merasakan manfaat yang diberikan oleh asuransi. Meskipun kita tidak mau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, ada baiknya melindungi diri sendiri atau orang-orang terdekat kita. PT FWD Life Indonesia (FWD Life) menyediakan berbagai produk yang dapat membuat kamu merasa bebas pada saat ngetrip dengan perlindungan yang membuat kamu tidak perlu cemas dan khawatir apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Perlindungan dari FWD Life dapat diberikan kepada nasabah dengan usia hingga 70 tahun dan jangka perlindungan yang sangat luas (kecuali kejadian bunuh diri atau melukai diri sendiri). Tidak hanya perlindungan terhadap jiwa saja, FWD Life juga memberikan penggantian biaya medis bagi nasabahnya. FWD Life juga memiliki produk yang dirancang secara khusus untuk memberikan perlindungan untuk menghadapi risiko kecelakaan yang dapat muncul setiap saat dan dimana saja Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai perlindungan dari FWD Life, silahkan kunjungi http://www.fwd.co.id
...more

Destinasi Ramadan, Berkunjung ke Pesantren Bernuansa Pecinan di Rembang

TripTrus.Com -  Tim destinasi Ramadan mengunjungi Kota China kecil di Lasem, Jawa Tengah. Tepatnya ke sebuah pesantren bernuansa negeri Tirai Bambu. Untuk sampai Kabupaten Rembang ditempuh dengan penerbangan dari Jakarta ke Semarang. Setelah itu dilanjutkan lewat jalur darat selama tiga jam menyusuri Jalur Pantura. Seperti ditayangkan Liputan6SCTV, untuk menuju ke kota santri ini, para pengunjung bisa naik sepeda. Olahraga kecil sambil bernostalgia menikmati arsitektur khas negeri China.   Ponpes kauman lasem #explore#explorelasem#vakansinesia#lasemkotapusaka#lasemkotatua A post shared by L A S E M ❤❤❤ Tour guide (@yanto.ryan) onMay 13, 2018 at 7:40am PDT [Baca juga : Dua Pantai Indah Indonesia Versi Media Amerika Serikat] Setiap melewati rumah, beragam pintu terdapat huruf kanji yang berisi kalimat-kalimat bijak. Memasuki kawasan pesantren, wisatawan akan disambut pos ronda berwarna merah. Saat masuk, disambut dengan ornamen-ornamen China. Perpaduan budaya China dan Jawa sangat melekat di pesantren ini.   PonPes dan Pecinan menyatu dlm Pesona Lasem #kesengsemlasem #pesonaindonesia #rembangkece #pecinanlasem #ponpeslasem A post shared by Desi PanaLukan (@panalukan) onNov 5, 2016 at 7:09am PDT Toleransi antar etnis dan agama juga terlihat dari warga sekitar yang menyumbang lampion untuk pesantren. Yang menarik, tinggi toleransi di tempat ini membuat warga etnis China di sekitar tertarik untuk mempelajari Islam dan memilih menjadi mualaf. Salah satunya Ustaz Javier. Destinasi selanjutnya adalah berziarah ke Pasujudan Sunan Bonang atau Raden Maulana Makdum Ibrahim. Semasa hidupnya, Sunan Bonang telah menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Pasujudan Sunan Bonang untuk mendekatkan diri dan berdoa kepada Allah SWT berwujud batu. Tak heran banyak pengunjung penasaran melihat batu tempat bersujudnya Sunan Bonang. Ada juga Masjid Sunan Bonang. Masjid ini sudah ada sejak tahun 500 masehi. Masa dimana Sunan Bonang menjalankan misinya menyebarkan agama islam. Dan sekarang saat mencari suasana alam di Rembang untuk ngabuburit. Pantai Karang Jahe dapat menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu sambil menanti azan maghrib. (Sumber: Artikel liputan6.com, Foto vakansinesia.com)
...more

Desa Poopoh Bersolek Menuju Anugerah Desa Wisata Indonesia

TripTrus.Com - Desa Poopoh terletak di Kabupaten Minahasa, tepatnya di Kecamatan Tombariri. Desa tersebut pernah dikukuhkan sebagai role model Desa Ekowisata pada 17 Agustus 2018 silam. Namun desa ini seakan tenggelam oleh ingar bingar Taman Laut Bunaken di ranah pariwisata lokal maupun internasional.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Desa Poopoh Kec. Tombariri (@desa_poopoh) Padahal, bagian pesisir wilayah penyangga di Taman Nasional Bunaken, khususnya Poopoh seharusnya diproyeksikan sebagai Desa Ekowisata. Inilah yang menjadi salah satu agenda dari Asosiasi Pariwisata DPD IPI Sulut & GenPI Sulut untuk kembali mengangkat pariwisata Sulut, khususnya Poopoh sebagai Desa Ekowisata. Berbagai macam kegiatan dilaksanakan pada 19 Februari 2022 lalu. Mulai dari kegiatan pembersihan pantai bersama-sama dengan para pejabat desa, juga dilakukan kegiatan promosi melalui akun-akun sosial media para anggota DPD IPI Sulut & GenPI Sulut maupun akun resmi dari GenPI sendiri. Tak ketinggalan, dalam kegiatan ini juga termasuk di dalamnya diving dan snorkeling di pantai Tanjung Kelapa yang juga terkenal akan spot diving dan snorkeling yang tak kalah dengan Taman Laut Bunaken.  [Baca juga : "5 Wisata Paralayang Terbaik Di Indonesia, Wajib Dikunjungi"]"Dengan adanya kegiatan ini bisa membangkitkan pariwisata di daerah Minahasa yang belum tersentuh seperti potensi wisata yang ada di Desa Poopoh agar lebih dikenal oleh masyarakat luas," harap Kepala Seksi 2 BTNB, Hendriks A Rundengan yang turun langsung bersama dengan DPD IPI Sulut dan GenPI Sulut pada acara tersebut. Bahkan, kata Hendriks, Poopoh akan didukung penuh oleh BTNB untuk mengikuti Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 yang dicanangkan oleh Menparekraf Sandiaga Uno. "Semangat Poopoh, semangat kita semua. Mari kita bersama-sama mewujudkan Poopoh sebagai sustainable ecotourism yang bisa mengangkat pariwisata Desa Poopoh dan bisa memberdayakan masyarakat pesisir," ucap Hendrik. (Sumber: Artikel sulut.inews.id Foto @debrytiwow) 
...more

3 Bangunan Bersejarah di Tangerang Yang Harus Dikunjungi

TripTrus.Com - Selain sebagai kota Mini Metropolitan, Kota Tangerang tenyata merupakan kota yang sarat akan sejarah dan budaya. Dalam sejarah  Kota Tangerang sendiri terdapat beberapa bangunan tua  paling bersejarah yang sangat terkenal dan banyak sekali di kunjungi oleh para wisatawan lokal, nasional maupun internasional. Hal ini terbukti dari banyaknya blog atau situs yang menulis tentang sejarah kota Tangerang dan keanekaragaman budayanya serta tempat-tempat yang banyak mengandung sejarah yang berada di Kota Tangerang. Menurut catatan Sejarah kota tangerang, kata kota tangerang berasal dari kata “Tangeran” yang dalam bahasa sunda berarti di sebut sebagai “tetengger atau tanda”. Namun karena adanya perberdaan dialek dari para tentara kompeni yang berasal dari Makassar pada waktu itu, maka kata ‘Tangeran” berubah menjadi kalimat “Tangerang”. Panjangnya sejarah kota tangerang merupakan  sebuah perjalanan dan perjuangan yang dilakukan oleh warga Kota Tangerang dalam mencapai kemerdekaan pada masa penjajahan menyebabkan Kota Tangerang menjadi sebuah tempat yang banyak sekali meninggalkan bangunan-bangunan tua yang menyimpan sejarah Kota Tangerang. Berikut 3  Bangunan Sejarah  Kota Tangerang yang paling Keren dan banyak dikunjungi yang sampai saat ini masih di pertahankan dan terawat secara apik dan rapih bahkan ada yang sudah mengalami perbaikan total namun tanpa menghilangkan view naturalnya. 1. Bendungan Pasar Baru       View this post on Instagram Bendungan Pasar Baru atau biasa di sebut bendungan Pintu Air Sepuluh. Bendungan ini dibangun pada tahun 1927 dan mulai berfungsi pada tahun 1932 di masa penjajahan Belanda. Tujuannya, bendungan ini menjadi pusat pengaturan dijit air di Tangerang. Kenapa di namakan Bendungan Pintu Air Sepuluh karena di bendungan ini terdapat 10 Pintu Air yang berfungsi menahan air dari hulu ke hilir dan mencegah terjadinya banjir. Dan saat ini Bendungan Pasar Baru sudah menjadi Cagar Budaya yang ada di Kota Tangerang, saya menyarankan Kepada Pemerintah @tangerangkota Agar Pintu Air Sepuluh ini dapat menjadi tempat wisata edukasi bagi anak2 sekolah maupun orang dewasa dengan mendirikan Museum tentang sejarah berdirinya Bendungan ini dan juga Area tempat wisata di sekitar Bendungan Pasar Baru untuk menarik wisata kota Tangerang dan mengenalkan kepada masyarakat luas @abouttng ....#Tangerangayo #TangerangBisa #KitaTangerang #WisataKotaTangerang #TangerangLive #ExploreTangerang #AboutTng #BendunganPasarBaru #BandunganPintuAir10 #bendungan #JelajahKotaTangerang #HowesKuy #GowesTangerang #WeekendGowes #janganlupabahagia #EdukasiWisata #LetsPlayLetsPray A post shared by Faisal Al Bashir (@stiev12) onDec 15, 2018 at 7:31pm PST Bendungan yang memanjang melintasi aliran sungai cisadane Kota Tangerang ini terletak di Jl. K.S. Tubun, Kelurahan Koang Jaya Kecamatan Karawaci Kota Tangerang, Provinsi Banten. Bendungan Pasar Baru Kota Tangerang atau yang lebih popler dengan sebutan Pintu Air 10 ini dibangun pada tahun 1927 dan selasai serta di resmikan pada tahun 1930, artinya proses pembangunan bendungan ini memakan waktu sekitar 3 tahun. Bendungan Pasar Baru Kota Tangerang ini awalnya difungsikan sebagai pusat pengairan persawahan seluas 40.663 hektar di wilayah tersebut. Pada awalnya bendungan Pasar Baru Kota Tangerang ini bernama bendungan Sangego yang kemudian berubah menjadi Bendungan Pintu Air Sepuluh. Kekokohan dan kegagahan Bendungan ini membuat eksotisme tersendiri bagi para pelintas dan pengguna jalan di wilayah tersebut. Apalagi saat ini Pemerintah Kota Tangerang sudah menata dan mempercantik tampilan di sekitar Bendungan ,tentu saja hal ini membuat para pengguna jalan K.S. Tubun menjadi sedikit terobati saat jalananan macet membuat kendaraan mereka tersendat. Selain sebagi peninggalan sejarah, bendungan Pasar Baru atau Pintu Air Sepuluh Kota Tangerang kini sudah menjadi destinasi wisata yang mampu menyedot minat masyarakat kota Tangerang khususnya masyarakat yang berada di sekitar kawasan tersebut. 2. Stasiun Kereta Api Tangerang       View this post on Instagram Stasiun Tangerang Selain melalui jalur Jalan Raya Pos dan Sungai Cisadane, inilah sarana transportasi utama yang menghubungkan Tangerang dan daerah sekitarnya. Diresmikan pada 2 Januari 1889, berdirinya Stasiun Tangerang bertepatan dengan dibukanya jalur kereta api Duri-Tangerang. Dibukanya jalur kereta api Duri-Tangerang tidak terlepas dari peran Tangerang sebagai daerah penghasil barang kerajinan, selain juga transit hasil perkebunan dari daerah Serpong. Karenanya, Staatspoorwagen (Badan Perkeretaapian Belanda) membuka jalur Duri-Tangerang sepanjang 19 kilometer dan melewati delapan stasiun. Bangunan stasiun sudah mengalami banyak perubahan. Terlebih, pada tahun 2000, sempat terjadi kebakaran yang menghanguskan bangunan stasiun di sisi timur. Bangunan asli yang di masa lalu didominasi oleh kayu pun sekarang berubah menjadi tembok dari semen dan batu bata. Beberapa bagian asli yang masih tetap dipertahankan hingga saat ini di antaranya jendela dan pintu besar yang sangat berat. Selain itu, di sisi barat stasiun (berada di luar area stasiun), terdapat sebuah sumur berdiameter sekitar 5 meter. Sumur yang oleh warga sekitar disebut Sumur Gede ini dulunya difungsikan sebagai sumber air untuk mengoperasikan mesin uap kereta api. Sumber: indonesiakaya[dot]com ----- Photo: @gratiamikha Location: Jalan Ki Asnawi, Tangerang ----- TheJourney: Tangerang January of 2017 #thejourney #travelblogger #stasiuntangerang #abottng #tangerang #benteng #bentengtangerang #banten #indotravellers #visitbanten #pesonaindonesia #indonesiadestination #beautifulplace A post shared by Gratia Mikha Wikita (@gratiamikha) onFeb 14, 2017 at 10:24pm PST Stasiun Kereta Api ini terletak di Desa Pasar Anyar, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Berbatasan dengan pertokoan dan parkiran di sebelah utara, Pertokoan dan pemukiman di sebelah Timur dan Barat dan pemukiman di sebelah Selatan. Stasiun ini merupakan lintasan akhir, karena tidak ada lintasan selanjutnya. Dibangun bersamaan dengan lintasan jalur kereta api Duri-Tangerang pada tanggala 2 Januari 1889. Stasiun yang bentuknya memanjang dari timur ke barat ini sudah mengalami banyak perubahan, baik dari segi bangunan maupun fasilitasnya. Sekitar tahun 2000-an, stasiun ini tampak tertutup oleh kerumunan para pedagang kaki lima yang menjajakan dagangannya persis di depan wajah stasiun ini sehingga pintu utama dari stasiun kereta api ini nyaris  banyak yang tidak mengetahui lokasinya. Namun Sekitar tahun 2014 hingga sekarang, pemerintah Kota Tangerang  mengadakan pembenahan dan penataan Kota di sekitar trotoar jalan tempat pedagang kaki lima berada, mereka dipindahkan lokasinya dan ditata sedemikian rupa. Alhasil, bangunan stasiun pun kini sudah terlihat jauh lebih apik, bersih dan rapi dan bahkan jika saat ini anda berkunjung ke Kota tangerang, Wajah Stasiun kereta api ini sudah jauh lebih bagus dan sangat nyaman untuk digunakan. Disebelah utara terdapat papan pemberitahuan yang dikeluarkan oleh Pusat Pelestarian Benda dan Bangunan PT. KAI yang menerangkan bahwa Stasiun Kereta Api Tangerang merupakan Tempat Cagar Budaya yang dilindungi Oleh Negara. 3. Masjid Jami Kalipasir       View this post on Instagram Masjid Kali Pasir adalah masjid tertua di Kota Tangerang peninggalan Kerajaan Pajajaran.Masjid ini berada di sebelah timur bantaran Sungai Cisadane, tepatnya di tengah pemukiman warga Tionghoa kelurahan Sukasari.Bangunannya pun bercorak China.Masjid tertua di Tangerang ini mencerminkan kerukunan umat beragama pada masanya.Hingga kini masjid yang sudah berusia ratusan tahun tersebut masih digunakan sebagai tempat beribadah. Namun, masjid ini tidak lagi digunakan untuk salat Jumat. Caption copas dari Wikipedia @uploadkompakan #uploadkompakan #ukmasjid_palembang #genkabuabu23 #kompakerstangerang A post shared by yenysurya (@yenysurya) onJun 20, 2018 at 4:27pm PDT Masjid Jami'  Kalipasir terletak di Kampung Kalipasir, Kelurahan Sukasari, Kota Tangerang Provinsi Banten. Masjid Jami’ Kalipasir dibangun pada tahun 1700 oleh  Tumenggung Pamitrawidjaja yang berasal dari Kahuripan dan kepengurusan masjid dilakukan secara turun-temurun. Pada tahun 1712, Masjid Jami' Kalipasir dikelola oleh Raden Bagus Uning Wiradilaga yang kemudian diteruskan oleh puteranya yang bernama Tumenggung Aria Ramdon pada tahun 1740 hingga tahun 1780. Sepeninggalnya Tumenggung Aria Ramdon pada tahun 1780, kepengurusan Masjid Jami Kalipasir di turunkan kepada puteranya yaitu Aria Tumenggung Sutadilaga yang meninggal pada tahun 1823. [Baca juga : "10 Tempat Dan Situs Bangunan Bersejarah Di Depok"] Sekitar tahun 1830 kepengrusan Masjid Jami’ Kalipasir dilanjutkan oleh Raden Aria Idar Dilaga yaitu putera dari Aria Tumenggung Sutadilaga hingga tahun 1865 yang kemudian diteruskan kembali oleh putri dari Raden Aria Sutadilaga yang bernama Nyi Raden Djamrut bersama suaminya Raden Abdullah hingga tahun 1904 yang kemudian diteruskan oleh puteranya yang bernama Raden Jasin Judanegara sampai tahun 1961. Di sebelah Barat Masjid Jami’ Kalipasir terdapat dua buah makam yang masing – masing berukuran 6x2M dan 4x2M. Pada makam yang berukuran 6x2M terbagi dalam dua bagian yaitu bagian satu berukuran 2x2M terletak di sebelah sisi timur dan berisi tiga pasang Nisan sedangkan bagian kedua berukuran 4x2M yang terletak di sebelah sisi barat dan berisi enam pasang Nisan.  (Sumber: Artikel papahkepo.com Foto kabar-banten.com)
...more

Wisata Sejarah Menarik Di Tangerang

TripTrus.Com - Berbicara soal Tangerang memang banyak menyimpan cerita  dan tidak bisa dipisahkan oleh budaya Tionghoa-nya. Kebudayaan yang berasal dari daratan Cina tersebut sudah berkembang di sana sejak berabad-abad lalu. Hal ini tidak mengherankan jika wilayah Propinsi Banten itu memiliki beberapa klenteng atau wihara tua. Seperti yang ada Di pesisir utara Kabupaten Tangerang terdapat Klenteng Tjo Soe Kong. Tempat ibadah yang juga dikenal dengan nama Klenteng Tanjung Kait itu diperkirakan sudah berusia lebih dari tiga abad. Nama klenteng yang terletak tidak jauh dari Pantai Tanjung Kait itu semakin dikenal luas karena merupakan satu-satunya bangunan yang bertahan dari hempasan tsunami dahsyat saat Gunung Krakatau meletus.        View this post on Instagram The wrong one will find you in peace and leave you in pieces. The right one will find you in pieces and lead you to peace. . . . #klentengtjosoekong #tjoesoekongbio #visittangerang #culturephotography A post shared by Iqo citra khaula (@iqocitra21) onJun 16, 2018 at 11:39pm PDT Masuk ke wilayah Kota Tangerang, Anda bisa menjumpai Wihara Boen San Bio. Klenteng yang kerap disebut Wihara Nimmala ini dibangun tahun 1689 oleh pedagang keturunan Cina bernama Lim Tau Koen. Klenteng di daerah Pasar Baru, Karawaci itu dikenal karena arsitekturnya yang khas dan mewah. Pada bagian atapnya terdapat patung burung hong (phoenix) yang mengapit mutiara. Tempat batang hio di sana tidak seperti hiolo di klenteng lain karena terbuat dari batu pualam.       View this post on Instagram Tari Kipas, vihara nimmala, #inkekirei #klenteng #boensanbio A post shared by Inke Kirei (@inke_kirei) onNov 6, 2017 at 2:43pm PST Masih di Kota Tangerang, tepatnya di Jalan Bhakti, terdapat Wihara Boen Tek Bio. Tidak ada catatan pasti kapan klenteng tersebut dibangun. Tatapi berbagai artefak yang ada di dalamnya menunjukan bahwa tempat ibadah masyarakat Tionghoa tersebut sudah ada sejak beberapa ratus tahun lalu. Klenteng ini memiliki tradisi khusus yaitu Gotong Toapekong. Acara yang diikuti oleh perwakilan klenteng seluruh Indonesia ini berlangsung setiap 12 tahun sekali.        View this post on Instagram Kwan Im Seijit #temple #BoenTekBio A post shared by Claudius Gilbert Clay (@gtrgilbert) onJul 28, 2018 at 5:30am PDT Selain itu, Kota Tangerang juga memiliki Klenteng Sampo Tay Jin yang berlokasi di Jalan Otto Iskandardinata. Menurut masyarakat sekitar Konon, klenteng ini sudah ada sejak pelayaran sang laksamana ke tanah air. Klenteng ini cukup terbilang unik karena memuja Sampo Tay Jin atau Ceng Ho. Untuk menghormati Ceng Ho yang merupakan muslim, para pemujanya turut tidak mengkonsumsi daging babi meskipun tidak memeluk agama Islam. Di sini juga terdapat benda pusaka berupa keris yang merupakan peninggalan salah seorang adipati Jawa. Sedangkan di Kota Tangerang Selatan terdapat Klenteng Boen Hay Bio. Klenteng tertua di Serpong itu diperkirakan sudah berusia tiga ratus tahun. Menurut penuturan pengurus, tempat ibadah umat Budha tersebut dibuat tahun 1694. Selain dikunjungi untuk beribadah, Wihara Boen San Bio juga banyak didatangi oleh orang yang ingin belajar Bahasa Mandarin. Pengurus klenteng memang mengagendakan pelajaran Bahasa Cina sebagai salah satu kegiatan bakti sosial rutin.        View this post on Instagram 🙏🏻🍀🇮🇩🇭🇰#boenhaybio #flavorbliss A post shared by krisna mulyadi (@tjoakrisnamulyadi) onJun 9, 2017 at 6:41pm PDT [Baca juga : "Dear Warga Tangsel, Sayangilah Jejak Sejarah Daan Mogot Di BSD Ini"] Jika anda Tertarik melihat klenteng-klenteng tua di Tangerang, Silakan datang langsung ke Tangerang. Dari Jakarta silakan ikuti Jalan Tol Jakarta-Tangerang untuk memulai penjelajahan Anda. (Sumber: Artikel kabar3.com Foto buddha.id)
...more

Batu Lawang, Tebing Keratonnya Kota Cilegon

TripTrus.Com - Cilegon dikenal sebagai kota industri, di sana berdiri megah pabrik-pabrik industri yang menjulang tinggi. Tapi, tanpa disadari di balik kemegahan pabrik-pabrik industri, Kota Cilegon memiliki daya tarik. Keindahan tersebut bisa kita nikmati dari atas bukit Batu Lawang. Dengan jarak tempuh kurang lebih 30-45 menit dari Kota Cilegon. Batu Lawang terletak di Kelurahan Gerem, Merak. Batu Lawang amat potensial untuk dijadikan tempat tujuan wisata karena untuk mencapai tempat itu bisa dilakukan dengan cara hiking menyusuri bukit sejauh 6 km, dapat ditempuh dalam waktu sekitar 2-3 jam. Batu Lawang menawarkan keindahan dan kesejukan bagi para pengunjung.  Asal usul nama Batu Lawang karena terdapat sebuah batu berbentuk kodok berukuran besar yang berada dipuncak bukit, posisinya membelah dua gunung yaitu: Gunung Batur dan Gunung Gede. Karena itu akhirnya tempa ini diberi nama Batu Lawang yang memiliki arti batu yang saying besar yang dijadikan pintu. Boleh dibilang, Batu Lawang menjadi tempat tujuan wisata kalian, selain mata kita dimanjakan oleh pemandangan bukit-bukit yang disesaki pepohonan, dari atas Batu Lawang kalian bisa melihat luasnya Kota Cilegon, Kawasan Industri sepanjang bibir pantai Banten hingga birunya Selat Sunda yang dipenuhi oleh lalu lalang kapal menuju Pelabuhan Merak. Bagi kalian Warga Cilegon atau sekitarnya dan mungkin para pejalan bisa mengunjungi Batu Lawang. Berikut foto-foto keindahan Batu Lawang dari beberapa teman pejalan yang pernah mengunjunginya, karena tempat ini Instagram-able banget!   Sumber: Artikel Amieykha dan Foto Tracking Sepeda
...more

Menjelajahi Pesona White Sand Island Bintan yang Memukau

TripTrus.Com -  Kalau kamu pengin cari suasana pantai dan laut yang biru memukau. Lengkap dengan keindahan pasirnya yang putih dan angin sepoi-sepoi, sepertinya Pulau Beralas Pasir adalah lokasi yang tepat. Pulau yang lebih dikenal dengan sebutan White Sand Island ini sebenarnya milik pribadi. Tapi sudah dibuka untuk masyarakat umum sejak dua tahun lalu.       View this post on Instagram #whitesandislandbintan #rentalmobilbintan #aldearentcarbintan A post shared by rental mobil wisata bintan (@arcbintan) onSep 22, 2017 at 9:07pm PDT Di pulau ini, kamu bisa menikmati suasana pantai yang kece dan belum begitu ramai oleh wisatawan lain. Berenang, snorkeling, maupun mengarungi laut dengan kano, tinggal pilih mana yang paling seru untuk dilakukan. [Baca juga : "5 Wisata Mini Eropa Yang Bisa Kamu Kunjungi Di Indonesia"] Untuk mencapai lokasi White Sand Island ini cuma perlu menempuh perjalanan berkendara selama satu jam dari Kota Tanjungpinang kok. Harga tiket masuk per orangnya dipatok 100 ribu rupiah dan sudah termasuk fasilitas antar jemput ke pulau.So, siap menambah target lokasi liburan selanjutnya? Mari! (Sumber: Artikel netz.id Foto bintan-resort.com)
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography

Upcoming Trips

Open Trip Pulau Pari
22 - 23 Aug 2026
Dieng Culture Festival 2026
27 - 30 Aug 2026
×

...