TripTrus.Com - Cek nih, di Surabaya, bulan Januari 2024 penuh dengan acara keren yang bisa jadi pilihan buat refreshing!
Jadi gini, Surabaya, sebagai pusat budaya dan hiburan di Jawa Timur, ngasih kita banyak event keren setiap bulannya, bro.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh PDN GROUP (@pdn.group)
Bukan main, bulan Januari 2024 ini, ada delapan acara seru yang siap bikin kita seneng dan bahagia. Nah, ini dia daftarnya yang kita dapet dari akun Instagram @eventjawatimur:
Pesta Rakyat Sparkling New Year 2024
Kapan? 29 Desember 2023 - 7 Januari 2024
Ceritanya apa? Pesta rakyat buat nyambut tahun baru dengan semangat dan kegembiraan. Bakal ada kegiatan seru dan hiburan yang bikin acara ini makin rame!
DC'Fest: Fun Bazzar
Kapan? 12-14 Januari 2024
Gimana serunya? Gabung yuk di DC'Fest yang ngasih kita fun bazaar dengan produk keren, makanan enak, dan hiburan live yang bikin ketawa.
SDP Market Vol LL
Kapan? 21-27 Januari 2024
Apa isinya? Jelajahi SDP Market dan temuin produk lokal keren. Tempat oke buat dukung kreativitas dari Surabaya.
Wahana Rumah Hantu: Walking Dead
Kapan? 23 Desember 2023 - 22 Januari 2024
Bisa ngerasin seremnya, nih! Rumah hantu tema Walking Dead yang bikin deg-degan.
Daykave 5.0
Kapan? 5-7 Januari 2024
Apa acaranya? Festival musik Daykave yang ke-5.0, bakal ada pertunjukan musik yang bikin kita berenergi!
[Baca juga : "Tips Mantap Buat Nge-Explore Bukit Kapur Ciampea Yang Asik Dan Gak Bikin Jebol Kocek!"]
Prosperous Lunar Festival
Kapan? 26 Januari - 11 Februari 2024
Buat yang suka Imlek, nih. Festival dan pameran budaya Tionghoa buat ngerayain Imlek.
K-POP Dance Competition
Kapan? 1 Desember 2023 - 28 Januari 2024
Mau tunjukin bakat dance K-POP? Ikutan kompetisi ini, bro! Kesempatan buat pamerin gerakan kreatif dan energetik.
Speak Yourself: Love Yourself (The Final)
Kapan? 14 Januari 2024
Khusus buat ARMY, nih! Konser akhir tur "Speak Yourself: Love Yourself" dari BTS. Momen spesial buat bareng-bareng idola K-Pop kesayangan!
Dengan acara sebanyak ini, bulan Januari 2024 di Surabaya bakal penuh kegembiraan. Jangan sampe kelewatan, yuk ikutan ramein kota yang penuh warna! (Sumber Foto @dindahnurma.com)
...moreTripTrus.Com - Kalau lo lagi nyusun itinerary ke Labuan Bajo, satu hal yang nggak boleh lo skip: sunset-an. Serius, ini bukan sekadar matahari terbenam biasa—ini tuh paket lengkap antara laut biru, gugusan pulau kecil, sama langit yang berubah warna jadi dramatis banget. Gue jamin, sekali lo lihat, bakal susah move on. Apalagi vibes di ujung barat Pulau Flores ini emang beda, ada feel tenang tapi tetap aesthetic buat feed Instagram lo.
1. Bukit Cinta — Panorama Romantis di Puncak Bukit
Salah satu spot yang wajib lo datengin adalah Bukit Cinta. Dari atas sini, lo bisa dapet view 360 derajat yang super luas—laut, pulau, dan langit jingga jadi satu frame. Anak muda, fotografer, sampai pasangan juga sering nongkrong di sini karena suasananya romantis banget. Tapi ya, jangan dadakan datang pas matahari udah mau hilang—datanglah minimal satu jam sebelumnya biar lo bisa nikmatin gradasi warna langit dari awal.
2. Kampung Ujung — Sunset Dekat Pelabuhan
View this post on Instagram
A post shared by Villa (@hekovilla)
Kalau lo tipe yang lebih suka suasana santai tapi tetap dapet view cakep, coba melipir ke Kampung Ujung. Di sini, lo bisa lihat kapal nelayan sama ferry lalu-lalang sambil nunggu sunset. Vibes-nya lebih lokal, lebih chill, dan nggak terlalu ramai. Cocok buat lo yang pengin menikmati senja tanpa banyak distraksi, tapi tetap berasa “hidup”.
3. Pulau Kalong — Sunset dan Saksikan Keluarnya Kelelawar
Nah, kalau lo mau pengalaman yang anti-mainstream, wajib banget ke Pulau Kalong. Jadi gini, setelah matahari tenggelam, ribuan kelelawar bakal keluar dari pulau ini dan terbang bareng—kayak scene film gitu. Sunset-nya udah cakep, ditambah bonus fenomena alam yang unik banget. Ini sih bukan cuma estetik, tapi juga experience yang susah lo temuin di tempat lain.
[Baca juga : "The Big Three Labuan Bajo: 3 Pulau Wajib Banget Lo Kunjungi"]
4. Puncak Waringin — Sunset dari Ketinggian
Buat lo yang pengin lihat semuanya dari ketinggian tanpa halangan, Puncak Waringin adalah jawaban paling aman. Dari sini, lo bisa lihat Labuan Bajo secara keseluruhan—laut, kota, dan pulau-pulau kecil kelihatan jelas. Enaknya lagi, tempatnya cukup luas, jadi cocok banget buat datang ramean bareng temen atau keluarga sambil bawa camilan biar makin santai.
5. Pelabuhan Labuan Bajo — Sunset di Tengah Aktivitas Laut
Sementara itu, kalau lo pengin sunset dengan nuansa yang lebih “hidup”, coba stay di Pelabuhan Labuan Bajo. Di sini, lo bakal lihat siluet kapal, aktivitas nelayan, dan warna langit yang berubah pelan-pelan—semuanya nyatu jadi pemandangan yang dinamis. Nggak sepi, tapi justru itu yang bikin beda dari spot lainnya.
Biar pengalaman lo makin maksimal, ada beberapa tips simpel: datang lebih awal biar dapet full moment perubahan langit, pilih musim kemarau sekitar April sampai Oktober supaya cuaca clear, dan jangan lupa bawa jaket tipis karena angin laut bisa lumayan dingin pas senja. Kamera atau HP juga wajib standby, karena trust me—ini sayang banget kalau nggak diabadikan.
Intinya, sunset di Labuan Bajo itu bukan cuma soal pemandangan, tapi soal pengalaman. Dari yang romantis, tenang, sampai yang penuh aktivitas, semuanya punya karakter sendiri. Tinggal lo pilih aja, mau menikmati senja versi lo yang kayak gimana. (Sumber Foto @suriadin_252000)
...moreTRIPTRUS - Keindahan Indonesia sebagai tujuan wisata tidak diragukan lagi. Bahkan, destinasi wisata Indonesia menguasai lima terbaik wisata di Asia-Australia versi Air Asia.Peringkat tersebut disampaikan maskapai asal Malaysia tersebut dalam ajang Air Asia Travel Fair (AATF) di Miri, Malaysia yang berlangsung dua hari sejak Sabtu (23/4). Destinasi Indonesia menempati tiga dari empat nominasi yang diberikan Air Asia.Lima terbaik wisata adrenalinWisata menaklukan ombak atau surfing di Mentawai, Sumatera Barat berada di peringkat tiga. Mendaki gunung Bromo yang merupakan salah satu gunung berapi aktif dan terletak di Malang, Jawa Timur berada di posisi kedua.Lima terbaik wisata budayaCandi Borobudur dan Prambanan di Yogyakarta masuk ke dalam situs warisan budaya UNESCO. Dua candi bersejararah tersebut ditambah masyarakat yang ramah menjadi daya tarik bagi penikmat wisata budaya.Lima terbaik destinasi pantaiMenyelam di pulau Weh, Aceh. Pulau paling ujung barat Indonesia ini menyajikan pemandangan bawah laut menakjubkan bagi pecinta wisata air. Dari bandara Banda Aceh, wisatawan dapat menaiki taksi selama 20 menit menuju pelabuhan Ulee Lheu. Dari pelabuhan, wisatawan kemudian menaiki ferry menuju pulau Balohan. (Sumber: Artikel republika.co.id Foto daftarmenarik.com)
...moreTripTrus.Com - Ada satu jenis makanan khas yang unik dan dijumpai di daerah Gombong Kabupaten Kebumen. Mungkin banyak orang yang belum tahu dan tentu saja belum pernah mencicipinya.
Di daerah Gombong atau tepatnya daerah wonokriyo perempatan kalitengah yakni dari Gombong ke selatan, maka dapat dijumpai satu makanan yang disebut Gembus. Gembus sebenarnya makanan yang relatif cukup enak, khususnya jika dimakan saat malam dan masih hangat selepas digoreng. Makanan ini berasal dari ubi singkong dengan rasa yang tidak kalah dengan makanan-makanan kota. Gembus berbentuk untingan macam klanthing tapi berukuran lebih besar. Kalau klanthing digoreng sampai kering, maka geblek ini tidak sampai kering sehingga masih terasa liat saat digigit.
[Baca juga : Yuk Ke Kudus, Lihat Museum Jenang Pertama Di Indonesia]
Saya sendiri belum pernah melihat proses pembuatannya tapi mendengar dari cerita bapak penjualnya. Jadi proses pembuatannya mulai dari pengupasan singkong, kemudian dicuci dan diparut dengan mesin. Setelah itu parutan singkong diberi bumbu dan dikukus untuk dijadikan adonan. Dengan ditambah sedikit tepung maka adonan ini kemudian dibentuk menjadi berbentuk panjang dan melingkar seperti cincin. Gembus ini siap untuk digoreng dan dimakan. Jadi biasanya Gembus disiapkan oleh penjualnya dalam bentuk siap goreng seperti itu.
Belajarlah menyalahkan diri sendiri, karena menyalahkan orang lain tak perlu belajar. #gembus #pagiku
A post shared by DiDotc (@dotcfreakz) onMar 9, 2018 at 1:34pm PST
Penjual Gembus biasa berjualan dengan menggunakan angkringan yang dipanggul. Satu bagian untuk wadah Gembus siap goreng. Bagian yang lainnya untuk tempat anglo dan wajan penggorengan. Untuk menggoreng Gembus ini digunakan anglo tanah liat dengan bahan bakar arang. Tetapi kalau sekarang lebih banyak penjual Gembus yang menggunakan kompor minyak tanah atau kompor gas. Setelah di lokasi, kemudian mulai menggoreng Gembus ini dan disajikan di tempat dasaran dari bambu. Gembus digoreng dalam minyak yang cukup panas sehingga diperoleh Gembus matang dan tidak keras. (Sumber: Artikel kabarkebumen.com, Foto catatanalamat.blogspot.com)
...moreMau lihat langsung keindahan bawah laut Gorontalo? Klik di: http://triptr.us/Bl
TRIPTRUS - Di bagian utara Sulawesi, banyak sekali keindahan yang bawah laut untuk dinikmati. Contoh saja Taman Laut Bunaken, Wakatobi, atau Togean yang keindahannya sudah dikenal oleh dunia. Di provinsi Gorontalo, ada dua taman laut yang tidak kalah indahnya dengan nama-nama itu.
Taman Laut Olele dan Taman Laut Bilitia, adalah gerbang tersembunyi yang menyimpan pemandangan bawah air yang menakjubkan. Kedua taman laut ini terletak di Teluk Tomini, di arah selatan Gorontalo. Oleh karena itu tidak mengherankan jika kedua taman laut ini punya pemandangan bawah air yang sama indahnya.
Taman Laut Olele terletak di Desa Olele, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango. Dengan menempuh sekitar kurang lebih 1 jam dari Gorontalo dengan kendaraan darat, atau sekitar 30 menit jika menaiki speedboat dari Gorontalo. Sebelum menceburkan diri ke Taman Laut Olele, kita sudah bisa menghela nafas lega melihat sebaran pasir putih dan pemandangan birunya air laut yang seakan-akan mengundang kita untuk segera mengenakan tabung oksigen atau snorkel dan segera melihat pemandangan bawah air yang bisa membuat love at first sight.
Salah satu hal yang unik yang bisa ditemui di Taman Laut Olele adalah banyakknya bunga karang besar bernama Salvador Dali sponge (Petrosia lignosa) yang tersebar di sekitar Taman Laut Olele. Spon itu diberi nama karena bentuknya yang mengingatkan orang pada lukisan maestro aliran surealisme, Salvador Dali.
Jajaran berbagai jenis terumbu karang dengan beragam warna, ratusan spesies laut yang berenang di antara para penyelam. Ada sembilan dive spot di Olele yang punya keunggulan dan keunikan masing-masing. Bagi penyelam pemula Taman Laut Olele adalah tempat yang pas untuk belajar menyelam atau snorkeling. Suasana pantai yang sepi dan air laut yang tenang sangat ideal untuk belajar menguasai peralatan olahraga bawah air.
Pesona Taman Laut Olele membuat banyak penyelam yang lebih senang terdiam menikmati pemandangan di depan mereka, sehingga seringkali terjadi kemacetan karena serombongan penyelam akan terhambat oleh penyelam lain yang sedang asyik menikmati pemandangan di hadapan mereka.
Pemerintah Gorontalo menetapkan kawasan Olele sebagai Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) sejak tahun 2006, setelah setahun sebelumnya menetapkan Desa Olele sebagai kawasan wisata. Di Olele juga mulai banyak muncul rumah-rumah penduduk yang ditawarkan sebagai tempat menginap bagi para pengunjung.
Sementara itu, di seberang Pantai Botuhuwato, Desa Kramat, Kecamatan Managgu, terdapat Pulau Bitilia - dengan Taman Laut Bitilia - yang secara pesat mulai dijadikan incaran para wisatawan nusantara dan mancanegara sebagai destinasi olahraga menyelam dan snorkeling. Untuk mencapai Pulau Bitilia diperlukan waktu sekitar 30 menit dengan perahu motor dari Botuhuwato atau dari Pantai Boleamo Indah.
Sama seperti Olele, Taman Laut Bitilia juga memiliki daya tarik yang tidak henti-hentinya membuat para penyelam berdecak kagum. Tapi tidak seperti Olele, Ombak di Bitilia sedikit lebih besar, tapi relatif tidak akan menyulitkan kegiatan menyelam atau snorkeling.
Membayangkan keindahan bawah air Taman Laut Olele dan Taman Laut Bitilia rasanya tidak cukup jika tidak merencanakan untuk suatu hari, kalau bisa dalam waktu dekat, mengunjungi keduanya.
Photos courtesy of: indonesia.travel, fllickr.com, vivanews.co.id, murexdive.com
...moreCari trip ke Bali di TripTrus: http://triptr.us/CU
TRIPTRUS - Bali sebagai destinasi wisata Indonesia yang paling terkenal di dunia, punya beragam keindahan alam dan kekayaan budaya yang menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Salah satu alasan yang membuat Bali jadi amat sangat menarik adalah banyaknya pantai yang dianggap ideal oleh para peselancar untuk menerjang ombak di atas papan selancar mereka.
Satu pantai yang kini mulai digemari oleh para peselancar dari luar negeri adalah Echo Beach di Canggu. Lepas dari hamparan pasir hitam di sepanjang Echo Beach, para peselancar berlomba ke tengah lautan untuk menaiki ombak tinggi. Di pantai sepanjang 10 kilometer yang terletak kurang lebih 10 kilometer dari Pantai Kuta ini kini mulai bermunculan penginapan bed & breakfast dan tempat-tempat makan yang menyajikan hidangan internasional untuk para peselancar. Bangun pagi atau menikmati sarapan sambil melihat deburan ombak kini bisa juga Anda nikmati di Echo Beach.
Untuk Anda yang ingin belajar berselancar, di Echo Beach juga terdapat beberapa sekolah surfing dengan pengajar yang sebagian besar berasal dari luar Indonesia. Selain itu, di sekitar Canggu Anda juga bisa mengunjungi Pura Batu Bolong dan Pura Batu Mejan atau berkeliling melihat hamparan sawah padi dan perkebunan kelapa di sekitar pantai.
Photos taken from:
surf-forecast.com, puredataconsulting.com, flickr.com, surftravel.com.au
...moreTripTrus.Com - Bro-sis traveler, fix banget Juli 2025 ini bakal rame parah sama festival kece dari ujung Pacitan sampe Bali utara! Lo yang udah suntuk kerjaan atau kuliah, saatnya cuti bentar, gas liburan, dan nikmatin vibes lokal yang dibungkus cara kekinian. Gak cuma ngopi-ngopi doang, di sini lo bisa nyaksiin parade budaya, konser musik chill, fashion show etnik, sampe jajan kuliner khas yang rasanya lokal banget. Pokoknya ini bukan liburan biasa—lo bisa healing, nambah insight, plus dapet konten kece buat feed lo. Yuk, intip lima festival gokil yang kudu lo sambangin di Juli ini.
1. Festival Ronthek Pacitan: Musik Bambu yang Bikin Lo Nggak Bisa Diam 📍 Pacitan, 7–9 Juli
Buat lo yang demen suasana malam meriah tapi tetap tradisi, Ronthek Pacitan bakal jadi pengalaman unik. Di sepanjang jalan Alun-Alun, lo bakal dengerin suara bambu digebuk rame-rame dari alat musik lokal kayak thethek, seruling, gong, sampe gendang bambu. Tapi ini bukan festival jadul ya—anak-anak muda Pacitan udah nge-blend musik dan fashion-nya biar tetap kece buat Gen Z! Ada juga bazar UMKM lokal yang jualan snack, kriya, dan pernak-pernik kece buat oleh-oleh. Suasananya tuh kayak street parade, tapi beneran dari hati!
2. Banyuwangi Ethno Carnival: Malem-Malem Tapi Colorful Abis! 📍 Taman Blambangan, 11–13 Juli
View this post on Instagram
A post shared by 👑 POETRA COLLECTION 🇮🇩 (@putra_collection98)
Kalau lo tim yang gak bisa jauh dari aesthetic dan lighting syahdu, gas ke Banyuwangi Ethno Carnival. Sepanjang 2,5 km berubah jadi runway penuh LED dan kostum etnik super niat. BEC tahun ini punya tema World Class Ethnic Attraction, dan semua digelar malam hari, bro-sis. Kostum nyala, tarian megah, musik tradisi, semua tampil dalam vibes magical kayak lagi di dunia dongeng. Lo juga bisa ngintip workshop budaya, jajan di bazar, bahkan liat lomba poster pelajar. Satu kata: GOKIL!
3. Manakarra Fair Mamuju: Pantai, Budaya, dan Local Pride Gabung Jadi Satu 📍 Anjungan Pantai Manakarra – Pertengahan Juli
Bro-sis yang pengen chill di pinggir pantai tapi tetap dapet vibes budaya, Manakarra Fair di Mamuju cocok banget buat lo. Lo bisa nongkrong pinggir pantai sambil nonton pertunjukan seni tradisional Sulbar, jajan makanan khas yang susah lo temuin di kota besar, dan ikut workshop kriya bareng seniman lokal. Anak-anak kreatif Mamuju beneran totalitas ngasih yang terbaik—bikin lo makin cinta lokal dan bangga jadi bagian dari Indonesia. Suasananya adem, tapi semangatnya panas!
[Baca juga : "Gaskeun, 7 Festival Paling Gokil 2025 Buat Lo Healing, Hunting & Explore!"]
4. Geopark Night Specta 7.0: Musik, Alam, dan Bintang-Bintang di Langit Jogja 📍 Embung Nglanggeran, Gunungkidul – 18–19 Juli
Kalau lo tipe senja-senja club, penggemar alam, dan suka musik chill, wajib banget ke Geopark Night Specta. Venue-nya di UNESCO Geopark Gunung Sewu, dan acaranya tuh gabungan antara edukasi, konser musik, dan pelestarian alam. Ada Letto, Tami Aulia, Hasan Aftershine, sampe musisi lokal lainnya tampil dengan gaya Georkestra yang syahdu. Ditambah lagi ada Festival Coklat yang ngajarin lo soal sustainability sambil icip-icip coklat lokal. Lo healing sambil nambah ilmu? Siapa takut!
5. Lovina Festival Bali: Sunsetan, Paddle, dan Bantuin Laut Tetap Bersih 📍 Lovina, Buleleng – 18–22 Juli
Bro-sis, lo yang lagi cari vibes Bali tapi pengen yang beda dari Kuta-Canggu, Lovina Festival tempatnya! Di pantai utara Bali yang tenang dan eksotis, lo bisa join acara ramah lingkungan kayak stand-up paddle, underwater cleanup, cooking class, sampe fashion show budaya. Festival ini ngajarin lo jaga laut sambil having fun. Gak ketinggalan ada pameran UMKM, workshop kriya, dan seminar soal pariwisata berkelanjutan. Fix banget, healing lo jadi meaningful!
Pokoknya, jangan sampe lo nyesel cuma rebahan di rumah doang, bro-sis! Festival-festival kece ini GRATIS alias tinggal dateng! Dari tabuhan bambu di Pacitan sampe sunset di Lovina, semuanya punya cerita lokal yang dikemas modern. Lo bisa stay stylish, tetep jalan-jalan, plus nambah wawasan budaya yang makin bikin lo bangga jadi anak Indonesia. Buruan ajak bestie, pacar, geng lo, atau solo trip sekalian juga seru banget. Juli 2025? Harus jadi bulan paling penuh warna di hidup lo! (Sumber Foto @gedekresna__)
...moreTebing-tebing cadas setinggi 100 hingga 500 meter itu berdiri tegak laksana benteng pelindung bagi warga yang tinggal di sekitarnya. Warnanya coklat kemerahan dengan sejumlah tumbuhan menggantung di beberapa bagian tebing. Di antara tebing-tebing yang berdiri kokoh itu terdapat celah berupa daratan dengan hamparan sawah menghijau. Warna hijau padi ibarat permadani di tengah bentangan batu-batu cadas yang menjulang menantang langit. Inilah Lembah Harau, satu tempat eksotik untuk menikmati panorama alam di Kabupaten 50 Kota. Apalagi dasar lembah ini juga dihuni sejumlah jenis binatang dan burung liar yang menambah suasana alami. Saya tidak takjub begitu megah karunia Tuhan untuk daerah ini.
Berada di Taman Wisata Lembah Harau, saya serasa terkepung oleh benteng alam yang kokoh. Apalagi jika berada di dasar lembah tidak lama setelah hujan turun. Pelangi yang diyakini banyak orang sebagai selendang bidadari akan melintas membentung satu garis melengkung di sekitar lembah. Suasana ini makin menakjubkan jika kita berada di sekitar air terjun yang banyak terdapat di lembah ini. Paling tidak ada sekitar lima air terjun yang menarik untuk dikunjungi sebagai bagian dari cara menikmati Lembah Harau. Dari cerita yang beredar di tengah penduduk, serombongan bidadari berbusana putih pernah turun ke Air Terjun Sarasah Bunta di tahun 2008.
Selain Sarasah Bunta, air terjun lain yang cukup terkenal adalah Akar Berayun, Sarasah Murai, dan Air Terjun Sarasa Luluh. Kita bisa memilih mana yang kita suka untuk dinikmati. Air Terjun Aka Berayun terletak di kawasan Aka Barayun yang cocok untuk wisata keluarga. Di sini sudah tersedia kolam renang dan bagian tebing-tebingnya menarik untuk olahraga panjat tebing. Empat air terjun lain yang berada di kawasan Sarasah Bunta juga tidak kalah menarik untuk didatangi. Kawasan ini paling dikenal memiliki nilai historis dan hal-hal yang penuh mitos. Tidak sedikit yang meyakini masing-masing air terjun memiliki khasiat. Bila anda ingin membaca lebih detail tentang artikel ini silahkan klik website dibawah ini.
Sumber: AMBOYINDONESIA pasaharau.com/lembah-harau-tempat-bidadari-turun-ke-bumi Foto:http://pasaharau.com
...moreBila Anda berada di pusat Kota Yogyakarta, dan hendak menempuh perjalanan ke arah Magelang menuju Candi Borobudur, maka sebelum sampai ke Candi Borobudur Anda akan disajikan pemandangan candi yang terlihat tidak utuh. Candi tersebut bernama Candi Mendut. Candi yang bercorak Budha ini biasa digunakan sebagai tempat upacara-upacara pemujaan.Dilihat dari sejarahnya, berdasarkan Prasasti Karangtengah berangka tahun 824 Masehi, nama Candi Mendut berasal dari kata venu vana mandira yang memiliki arti candi yang berada di tengah hutan bambu. Namun beberapa peneliti masih meragukan nama itu, yang sebenarnya lebih cocok diberikan kepada Candi Ngawen.Pintu Candi Mendut menghadap ke barat. Pada bagian luarnya terdapat relief-relief yang menceritakan kisah-kisah Dewa Budha. Sebelah utara candi, terdapat relief Dewi Tara yang diyakini sebagai sakti Budha. Di sebelah timur, terdapat relief Awalokiteswara. Di sebelah selatan, terdapat kisah Manjusri. Sementara, di bagian lainnya terdapat relief raja-raja dari Dinasti Sailendra.Pada dinding tangga tergambar relief cerita Jetaka. Cerita yang juga dikenal dengan nama cerita Tantri ini mengisahkan tentang makhluk-mahkluk khayangan seperti burung berkepala dua dan bidadari-bidadari. Memasuki ruangan dalam candi, pengunjung akan menemukan sebuah patung Budha Cakyamuni. Patung itu terlihat duduk dengan posisi tangan dalam sikap Dharmacakraprawartana Mudra. Salah satu yang menarik dari Candi Mendut adalah jika dilihat dari kejauhan bentuk candi ini seperti kubus yang bagian atasnya sudah tidak utuh. Bagian atas Candi ini sempat runtuh dan tidak diperbaiki kembali. Beberapa bagian candi juga pernah runtuh dan mengalami pemugaran. Dasar Candi Mendut kini terbuat dari batu bata kemudian dilapisi dengan batu asli seperti yang bisa dilihat pengunjung saat ini.Di sekitar Candi Mendut terdapat berbagai penjual pernak-pernik khas Yogyakarta. Bagi pengunjung yang suka dengan wisata belanja, mengunjungi Candi Mendut bukanlah suatu hal membosankan. Apalagi suasana sekitar candi yang nyaman dan asri membuat pengunjung makin betah berlama-lama di tempat ini.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more