shop-triptrus



10 Film yang Menampilkan Keindahan Alam Indonesia

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang mempunyai 17.508 pulau. Indonesia terbentang antara 6 derajat garis lintang utara sampai 11 derajat garis lintang selatan, dan dari 97 derajat sampai 141 derajat garis bujur timur serta terletak antara dua benua yaitu benua Asia dan Australia/Oceania. Posisi strategis ini mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kebudayaan, sosial, politik, dan ekonomi. Berbagai macam keindahan alam yang dimiliki Indonesia banyak yang diangkat untuk menjadi daya tarik dalam sebuah film, baik itu film nasional maupun film yang berasal dari luar negeri :matabelo. Meskipun terkadang beberapa dari film film tersebut kurang dalam segi pendapatan karena kalah pamor dengan film film absurd yang justru lebih menarik perhatian masyarakat awam.Berikut ini 10 Film yang Menampilkan Keindahan Alam Indonesia: 1. Laskar Pelangi Sebuah adaptasi sinema dari novel fenomenal “Laskar Pelangi” karya Andrea Hirata, yang mengambil setting di akhir tahun 70-an. Hari pertama pembukaan kelas baru di sekolah SD Muhammadyah menjadi sangat menegangkan bagi dua guru luar biasa, Muslimah (Cut Mini) dan Pak Harfan (Ikranagara), serta 9 orang murid yang menunggu di sekolah yang terletak di desa Gantong, Belitong. Sebab kalau tidak mencapai 10 murid yang mendaftar, sekolah akan ditutup.Hari itu, Harun, seorang murid istimewa menyelamatkan mereka. Ke 10 murid yang kemudian diberi nama Laskar Pelangi oleh Bu Muslimah, menjalin kisah yang tak terlupakan.5 tahun bersama, Bu Mus, Pak Harfan dan ke 10 murid dengan keunikan dan keistimewaannya masing masing, berjuang untuk terus bisa sekolah. Di antara berbagai tantangan berat dan tekanan untuk menyerah, Ikal (Zulfani), Lintang (Ferdian) dan Mahar (Veris Yamarno) dengan bakat dan kecerdasannya muncul sebagai pendorong semangat sekolah mereka. 2. Lost In Papua Di pedalaman rimba Papua, Rangga (Edo Borne) beserta timnya menjalankan sebuah misi eksplorasi mencari titik tambang. Tanpa mereka sadari telah memasuki wilayah terlarang yang dikenal dengan sebutan RKT 2000. Tak berapa lama, terjadilah sebuah petaka yang menyebabkan hilangnya anggota tim satu persatu.Tiga tahun kemudian. Nadya (Fanny Fabriana), mantan tunangan Rangga, masih terbayang dengan kejadian di Papua itu. Disisi lain, David (Fauzy Baadillah) yang pernah di campakkan Nadia, masih terus mengejar Nadya dengan segala cara. Nadya tak menghiraukan David dan mencoba menjauhinya dengan menerima tugas ke Papua yang di berikan oleh bosnya, Pak Wijaya (Didi Petet), yang tak lain adalah ayah David, dan juga Kayla (Fahrani), teman Nadya.Nadya, David dan Kayla berangkat ke Papua membawa sebuah titipan cinderamata dari kakeknya (Piet Pagau) untuk kepala suku Korowai yang pernah menyelamatkan nyawanya di masa perjuangan lalu. Nadya yang baru pertama kali datang ke Papua, jatuh cinta dengan keindahan alamnya. Namun dibalik itu, misteri hilangnya Rangga masih terus membayangi Nadya, lalu berangkatlah David, Kayla dan Nadya mencari Rangga ke Suku Korowai. 3. Negeri 5 Menara Alif lahir di pinggir Danau Maninjau dan tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. Masa kecilnya adalah berburu durian runtuh di rimba Bukit Barisan, bermain bola di sawah berlumpur dan tentu mandi berkecipak di air biru Danau Maninjau.Tiba-tiba saja dia harus naik bus tiga hari tiga malam melintasi punggung Sumatera dan Jawa menuju sebuah desa di pelosok Jawa Timur. Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamka walau Alif ingin menjadi Habibie. Dengan setengah hati dia mengikuti perintah Ibunya: belajar di pondok.Di kelas hari pertamanya di Pondok Madani (PM), Alif terkesima dengan “mantera” sakti man jadda wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses.Dia terheran-heran mendengar komentator sepakbola berbahasa Arab, anak menggigau dalam bahasa Inggris, merinding mendengar ribuan orang melagukan Syair Abu Nawas dan terkesan melihat pondoknya setiap pagi seperti melayang di udara.Dipersatukan oleh hukuman jewer berantai,  Alif berteman dekat dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan Baso dari Gowa.  Di bawah menara masjid yang menjulang, mereka berenam kerap menunggu maghrib sambil menatap awan lembayung yang berarak pulang ke ufuk. Di mata belia mereka, awan-awan itu menjelma menjadi negara dan benua impian masing-masing. Kemana impian jiwa muda ini membawa mereka? Mereka tidak tahu. Yang mereka tahu adalah: Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apa pun. Tuhan sungguh Maha Mendengar. 4. Eat, Pray, Love Film yang bercerita tentang perjalanan seorang perempuan yang mengelilingi dunia untuk menemukan jati dirinya setelah perceraian ini juga merupakan film yang sangat ditunggu di Indonesia. Hal ini tidak lain karena mengambil keindahan Bali sebagai salah satu lokasi syuting film yang diarahkan oleh Ryan Murphy.Sementara banyak film besar Hollywood mengambil tema fiksi, bintang-bintang Eat Pray love, Julia Roberts dan Javier Bardem mengatakan film mereka berbeda karena diangkat dari kisah nyata. Dan dalam beberapa hal diakui Julia dan Bardem telah merubah kehidupan mereka sendiri. 5. Ekspedisi Madewa Sebuah film Action-Adventure yang menitik-beratkan tema kepahlawanan modern yang cukup sederhana dan gampang dicerna oleh penonton segala umur namun penuh intrik-intrik kejadian dan visualisasi yang bertaraf box-office skala regional. Dengan berlatar-belakang eksplorasi keindahan flora dan fauna alam Indonesia serta suatu legenda kebudayaan bangsa kita, film ini berusaha mengangkat sebuah genre film yang terus-terang tidak pernah sebelumnya di jamah dan digarap secara kolosal oleh sineas-sineas bangsa kita.Film ini menceritakan tentang pengalaman seorang Ahli Ekspedisi muda bernama Tiro Mandawa (Tora Sudiro) yang tanpa sengaja menemukan sebuah artifak kuno misterius saat sedang memandu sebuah misi penggalian purbakala. Tanpa disengaja, penemuan Tiro itu akan mengakibatkan berbagai rangkaian kejadian yang nantinya mengarah pada sebuah petualangan terbesar dalam hidupnya. Artifak itu dipercaya sebagai sebuah potongan terakhir dari sebuah prasasti kuno yang berkaitan dengan seuntai cerita rakyat kuno Indonesia. Sebuah legenda yang tersurat secara turun-temurun, dari mulut ke mulut jauh sebelum masa kita di bumi pertiwi ini. Sebuah legenda tentang kebaikan dan kejahatan. 6. Tanah Air Beta Tahun 1998. Timor-Timur berpisah dari Indonesia, membuat perpisahan harus terjadi. Banyak keluarga yang mendapatkan konflik internal antara tetap berada di Indonesia, yakni di Kupang, atau memutuskan berpindah ke Timor Timur. Sebuah keluarga yang ayahnya sudah wafat adalah salah satu keluarga yang menerima konflik tersebut. Merry (Griffit Patricia) memutuskan untuk memilih tetap berada di Indonesia dan bersekolah di sekolah kecil yang berguru ibunya, Tatiana (Alexandra Gottardo).Mereka berdua berpisah dengan kakak Merry, Mauro yang memilih tinggal di Timor Timur bersama pamannya. Dirumah mereka, mereka berteman dengan pemilik toko kelontong; Koh Ipin (Robby Tumewu) dan Cik Irene (Tessa Kaunang).Disekolah, Merry adalah korban kejahilan teman sebayanya, Carlo (Yahuda Rumbindi) yang sebenarnya hanya menginginkan seorang adik. Ia dirawat oleh seorang keturunan Arab bernama Abu Bakar (Asrul Dahlan) yang juga bersahabat dengan Tatiana setelah Ibu Carlo meninggal. Tatiana rajin pergi ke pengungsian untuk bertemu seorang relawan bernama Lukman (Lukman Sardi) untuk mencari tahu info mengenai Mauro. 7. The Mirror Never Lies Kekayaan kehidupan laut di Wakatobi dan kebijakan local suku Bajo direkam dan divisualisasikan lewat film drama tentang seorang gadis kecil bernama, Pakis (12) berusaha menemukan sang ayah yang hilang ketika berada di lautan. Pakis melakukan ritual suku Bajo di mana mereka percaya dengan menggunakan cermin, Pakis berharap dan terus menanti melihat bayangan ayahnya. Namun, apa yang diharapkannya tak kunjung terlihat. Harapan Pakis tersebut sering dihancurkan oleh ibunya, Tayung yang mencoba menutupi kejadian yang sebenarnya. Penyangkalan yang dilakukan Tayung membuat ia memakai bedak putih di wajahnya, sebuah tradisi di suku Bajo. Meskipun coba untuk dihancurkan oleh ibunya, namun harapan Pakis tetap besar. Bersama sahabat karibnya, Lumo, Pakis terus mencari jawaban di Laut Wakatobi. Persoalan dan konflik Pakis dengan ibunya semakin pelik ketika Tudo, seorang peneliti lumba-lumba muncul kedalam hidup mereka. Ke empat karakter ini kemudian saling berinteraksi di kehidupan sehari-hari dan mereka juga punya penafsiran masing-masing terhadap laut. Namun, mereka sepakat bahwa lautlah yang membantu mereka menemukan jati diri mereka. 8. Denias – Senandung di Atas Awan Film ini menceritakan tentang perjuangan seorang anak suku pedalaman Papua yang bernama Denias untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Seluruh setting lokasi dilakukan di pulau Cendrawasih ini. Cerita dalam film ini merupakan adaptasi dari kisah nyata seorang anak Papua yang bernama Janias.Sebuah film yang harus ditonton oleh mereka yang mengaku peduli dengan dunia pendidikan di Indonesia.Sebuah film yang dapat membuka pandangan kita tentang betapa pendidikan yang layak di negeri ini masih sangat mahal, masih sangat rumit dan masih banyak terjadi diskriminasi-diskriminasi yang tidak masuk akal. Dalam film ini juga dapat kita lihat keindahan provinsi Papua yang berhasil direkam dengan begitu indahnya. 9. 3 Hari Untuk Selamanya Yusuf adalah seorang pemuda usia 21 tahun yang serius. Atas ajakan sepupunya Ambar, yang lebih muda (19 th) dan lebih liar perilakunya, Yusuf setuju pergi meninggalkan acara keluarga mereka untuk minum-minum di klub malam.Keesokan harinya mereka terbangun dan menemukan bahwa mereka telah tertinggal pesawat dan acara keluarga mereka yang lain di kota lain. Dengan mengendarai mobil keluarga, perjalanan yang semula mereka kira bisa dihabiskan dalam waktu satu hari berubah menjadi 3 hari. Yang di mana di ke-3 hari itu mereka dihadapkan pada banyak hal, orang-orang yang aneh dan diskusi panjang soal seks, agama, dan pernikahan, sementara mereka semakin dekat hampir melebihi sepupunya. 10. Petualangan Sherina Ayah Sherina (Sherina Munaf), yaitu Darmawan (Mathias Muchus), insinyur pertanian, mendapatkan kerja pertanian sesuai dengan impiannya, Sherina ikut pindah ke Bandung Utara. Di sekolahnya yang baru, ia mendapat musuh, Sadam (Derby Romero), yang ternyata anak darimajikan Darmawan, Ardiwilaga (Didi Petet). Hal ini diketahui Sherina saat berliburan ke rumah Ardiwilaga. Dalam kesempatan ini permusuhan kedua anak tadi berubah menjadi persahabatan, karena keduanya diculik oleh Pak Raden (Butet Kertaradjasa), suruhan Kertarejasa (Djaduk Ferianto), yang menguasai tanah pertanian Ardiwilaga, untuk proyek propertinya. Dalam film ini banyak scene yang menampilkan keindahan alam di kota Bandung khususnya Lembang plus keindahan kebun teh dan Observatorium Bosscha. Itulah 10 Film yang Menampilkan Keindahan Alam Indonesia. Kalau dari kesepuluh film itu ada yang belum ditonton, maka segerlah untuk menonton. Selain view yang ditampilkan sangat indah, semoga saja dengan menonton film-film tersebut, kita semua bisa makin bangga menjadi warga negara Indonesia tercinta ini. (Sumber: Artikel dejulogy.wordpress.com Foto psychopath-diary.blogspot.com)
...more

Bumi Ageung Cikidang, Rumah Museum Yang Bersejarah di Cianjur

TripTrus.Com - "Bumi Ageung Cikidang" yang berarti Rumah besar yang berada di daerah bernama Cikidang adalah rumah milik Bupati Cianjur, Raden Adipati Aria Prawiradiredja II.  Raden Adipati Aria Prawiradiredja II  merupakan Bupati Cianjur yang ke-9 yang menjabat selama periode 1862-1910 (48 tahun). Rumah cantik ini beliau bangun pada tahun 1886 sebagai rumah peristirahatannya. (Foto: tribunnews.com) Pada tahun 1910 Bumi Ageung diwariskan kepada putrinya bernama Raden Ayu Tjitjih Wiarsih, di masa kepemilikan beliau, rumah ini berperan penting dalam kemerdekaan, dikarenaKAN Bumi Ageung digunakan sebagai tempat perumusan pembentukan tentara PETA yang dipimpin oleh Gatot Mangkoepradja di tahun 1943-45. Bumi Ageung direnovasi pertama kali pada tahun 1950 setelah nyaris hancur karena menjadi sasaran bom pasukan Jepang dan Belanda. Pada 9 Agustus 1949 Bumi Ageung juga menjadi saksi bisu peristiwa penyerahan kekuasaan Belanda kepada tentara Republik wilayah kota Cianjur, selain itu sempat dijadikan tempat perlindungan manula, perempuan dan anak-anak keturunan pada saat terjadi kerusuhan etnis di Cianjur sekitar tahun 1962-1963.   (Foto: tribunnews.com) Beralamat di Jalan Mochamad Ali, Kelurahan Solokpandan, Cianjur, jalan yang konon dibuat Dandeles sebagai Jalan Raya Pos, Bumi Ageung dikelilingi oleh kawasan kota tua Cianjur yang tumbuh berkembang di era kolonial, seperti beberapa bangunan: Stasiun Cianjur, Pecinan, Pendopo (Rumah Dinas Bupati) Walaupun beberapa bagian dari Bumi Ageung sudah berganti rupa, Bumi Ageung tetap syarat dengan sejarah. Oleh karena itu pada tahun 2010 ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya Nasional bedasarkan SK Menteri Kebudayaan dan Pariwisata. Yang di mana Bumi Ageung sekarang diurus oleh Keluarga generasi ke-5 dan dijadikan sebagai rumah museum di Cianjur.   (Sumber: Artikel-Foto Rahmat Fajar dan Amieykha )
...more

Mudik Tapi Tidak Bosan: Tips Menghabiskan Waktu Liburan Lebaran di Kota Asal

TripTrus.Com - Halo, Sobat Triptrus! Lebaran selalu menjadi momen yang sangat dinanti-nanti oleh masyarakat Indonesia, terutama untuk merayakannya bersama keluarga di kampung halaman. Namun, kadangkala saat tiba di kota asal, kita merasa bosan karena kurangnya kegiatan selama liburan. Oleh karena itu, dalam artikel ini, akan dibahas beberapa tips untuk menghabiskan waktu liburan Lebaran di kota asal tanpa merasa bosan. Berikut adalah beberapa tipsnya:       View this post on Instagram A post shared by Berita Daerah Nasional (@mediapromodaerah) 1. Menjelajahi Kuliner Lokal Kota asal biasanya memiliki kuliner khas yang berbeda dari kota lainnya. Cobalah untuk menjelajahi kuliner lokal dan mencicipi makanan yang belum pernah dicoba sebelumnya. 2. Berolahraga Manfaatkan waktu liburan Lebaran untuk berolahraga di tempat-tempat olahraga di kota asal seperti lapangan atau taman. 3. Menjelajahi Tempat Wisata Cobalah untuk menjelajahi tempat-tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi di kota asal, mulai dari objek wisata alam hingga objek wisata sejarah atau budaya. 4. Mengunjungi Kerabat atau Teman Gunakan waktu liburan Lebaran untuk mengunjungi kerabat atau teman yang sudah lama tidak bertemu, sehingga selain berkumpul bersama, kita juga bisa mempererat hubungan dengan mereka. 5. Belajar Hal Baru Manfaatkan waktu liburan Lebaran untuk belajar hal-hal baru seperti memasak makanan khas dari kota asal atau belajar menggambar melalui kelas online. 6. Berbelanja Manfaatkan waktu luang untuk berbelanja oleh-oleh di pusat perbelanjaan atau di pasar tradisional. [Baca juga : "Ide Wisata Liburan Lebaran Yang Seru: 5 Destinasi Populer Di Indonesia"] 7. Menghadiri Acara Budaya atau Agama Manfaatkan momen Lebaran untuk menghadiri acara budaya atau agama yang ada di kota asal dan memperdalam pengetahuan kita tentang budaya atau agama, serta merasakan suasana Lebaran yang berbeda dari kota tempat tinggal kita. Semoga tips-tips tersebut bisa membantu Sobat Triptrus menghabiskan waktu liburan Lebaran di kota asal tanpa merasa bosan. Selamat menikmati momen Lebaran dan menikmati waktu berkumpul bersama keluarga dan kerabat terdekat di kota asal! (Sumber: Artikel Shalahudin Hikam Al Ayubi Foto @eventpemalang) 
...more

7 Spot Tersembunyi Di Bali Utara Yang Bakal Bikin Lo Terpukau!

TripTrus.Com - Lo udah pernah denger belum, kalo Bali bukan cuma soal pantai-pantai hits di selatan doang? Nah, di Bali Utara ini banyak banget surga tersembunyi yang jarang disentuh turis. Buat lo yang pengen vibe liburan yang beda, nggak terlalu rame, tapi tetep bisa ngecharge energi, Bali Utara emang cocok banget. Ini dia, 7 destinasi keren di Bali Utara yang pastinya worth buat dikunjungi! 1. Pantai Penimbangan – Surga Snorkeling yang Masih Alami       View this post on Instagram A post shared by I Gd Arya Wisnu K | Sewa Drone Bali (@aryawiznu) Pasir putih, tebing-tebing tinggi, dan air laut yang jernih? Cuma ada di Pantai Penimbangan, Buleleng! Buat lo yang hobi snorkeling atau diving, wajib banget mampir ke sini. Terumbu karangnya keren, ikannya warna-warni, dan yang paling penting, suasananya tenang banget. 2. Pantai Pemuteran – Snorkeling Sambil Ikut Konservasi Terumbu Karang Pantai Pemuteran ini punya pasir hitam vulkanik yang unik banget. Di sini lo nggak cuma bisa snorkeling aja, tapi juga bisa ikut dukung pelestarian lingkungan. Pengelola dan warga lokal bener-bener menjaga terumbu karang di sini biar tetep keren. Makanya, lo snorkeling di sini bukan cuma dapet pemandangan bawah laut yang keren, tapi juga ikut ngerawat alam. 3. Nonton Lumba-lumba Liar di Pantai Lovina Siapa sih yang nggak suka lumba-lumba? Nah, di Pantai Lovina, lo bisa nonton langsung lumba-lumba liar di pagi hari! Lo bakal diajak naik perahu tradisional buat nemuin mereka di laut. Pengalaman ini beda banget, lo nggak cuma liat lumba-lumba, tapi juga bisa merasakan hangatnya sunrise di pantai yang tenang ini. [Baca juga : "Festival Musik Outdoor Paling Kece Di Indonesia, Ngerasain Sensasi Asik Nonton Konser Di Alam Bebas"] 4. Pura Ulun Danu Bratan – Keindahan Pura di Tengah Danau Kalau lo mau lihat sisi spiritualnya Bali, wajib banget ke Pura Ulun Danu Bratan! Pura yang terkenal dengan arsitektur megah ini berdiri di tengah Danau Bratan. View-nya nggak ada tandingannya, bikin lo serasa di dunia lain. Udah arsitekturnya cakep, latarnya juga bisa bikin lo terpukau. 5. Danau Tamblingan – Spot Tenang di Tengah Hutan Tropis Cari tempat yang tenang buat chill? Danau Tamblingan jawabannya! Di sini lo bisa naik perahu tradisional atau jalan-jalan di hutan sekitar yang masih alami banget. Udara segar, pemandangan asri, bener-bener pas buat lo yang pengen lepas dari kebisingan kota. 6. Air Terjun Sekumpul – Perjalanan yang Bikin Lupa Segala Kepenatan Sekumpul ini salah satu air terjun paling spektakuler di Bali, tingginya lebih dari 80 meter dengan aliran yang deras! Perjuangan trekking-nya emang butuh effort, tapi worth it banget. Lo bakal ngeliat pemandangan yang nggak ada lawannya pas sampai. Suara gemuruh air, hijaunya hutan tropis sekitar, bikin hati tenang. 7. Air Terjun Aling-Aling – Petualangan Sejuk di Buleleng Air Terjun Aling-Aling ini tempat yang pas buat lo yang suka hiking. Lokasinya dikelilingi hutan tropis yang bikin seger, plus ada kolam alami yang jernih buat lo berendam. Kalau lo lagi butuh relaksasi, suasana damai di sini bakal bikin pikiran lo fresh lagi.  Jadi, kalau lo pengen sesuatu yang baru di Bali, Bali Utara jawabannya! Siap-siap eksplor keindahan Bali yang belum banyak orang tau, dan temuin ketenangan yang bikin hati adem di setiap sudut alamnya. (Sumber Foto @beta.adna) 
...more

Liburan Januari Di Indonesia, Hujan-Hujan Asik Atau Skip Dulu?

TripTrus.Com - Lo lagi mikir buat liburan ke Indonesia bulan Januari? Udah siap-siap bawa payung atau malah siap-siap nyebur ke laut? Cuaca di Indo bulan itu rada tricky, ada yang ujan terus, tapi ada juga yang cerah banget!       View this post on Instagram A post shared by Viแป‡t Long (@vietlong__) Makanya, gue bakal kasih lo insight soal cuaca di beberapa tempat biar lo nggak salah pilih spot liburan. Cekidot, yuk! 1. Pulau Jawa: Banjir dan Hujan Deras, Mending Nunggu Dulu deh Jakarta pas Januari tuh basah banget! Badai petir dan hujan deras bisa bikin lo ribet. Suhunya sekitar 27°C, tapi malem-malem bisa nyampe 22°C, bro. Kalo pengen naik Gunung Bromo atau ke Ijen, jangan dulu. Jalannya licin parah dan berbahaya. 2. Pulau Bali: Hujan Tiba-Tiba, Tapi Masih Ada Sinar Matahari Januari itu bulan hujan di Bali, tapi hujannya nggak terus-terusan. Lo bisa dapet hari cerah, cuma siap-siap aja tiba-tiba ujan deras. Suhu sekitar 26°C, tapi kalo lo ke Kintamani atau Gunung Batur, malemnya bisa dingin sampe 15°C. Adem banget! 3. Pulau Nusa Tenggara: Hujan Kilat, Laut Kacau Lombok dan sekitarnya juga hujan deras kayak Bali, tapi cepet banget. Suhunya 28°C, kelembabannya tinggi banget. Kalo lo suka diving, skip dulu deh, lautnya lagi nggak oke. Ombaknya gede, pandangan bawah air juga jelek. 4. Pulau Sulawesi: Hujan Terus, Jangan Harap Kering Januari di Sulawesi? Hujan mulu, apalagi di Makassar. Suhunya 26°C, tapi kelembabannya bikin gerah banget. Buat lo yang suka diving di Teluk Manado, lebih baik tunda dulu, deh. Laut lagi nggak bersahabat. [Baca juga : "5 Gunung Seru Buat Hiking Tahun Baru, Bisa Jadi Opsi Buat Lo Yang Mau Lari Dari Keramaian!"] 5. Pulau Kalimantan: Hujan Deras Tapi Masih Bisa Jalan Kalimantan juga hujan deras, tapi nggak separah di Jawa. Suhu 26-27°C, kadang mendung, tapi lo masih bisa jalan-jalan asal bawa payung atau jas hujan. Cek dulu cuaca sebelum berangkat ya, biar nggak kehujanan. 6. Pulau Sumatra: Banjir di Selatan, Tapi Bagus di Utara Sumatra bagian utara kayak Medan udah agak mendingan cuacanya. Tapi, di Palembang dan Sumatra Selatan hujan lagi parah-parahnya. Jalanan bisa banjir, jadi hati-hati deh. Suhu sekitar 26-27°C dan kelembabannya nyampe 80% lebih, gerah banget! 7. Pulau Papua: Waktunya Diving! Raja Ampat lagi cakep banget buat nyelam, meskipun ada hujan sesekali. Lautnya kalem, visibilitas tinggi. Suhu sekitar 29-31°C, cocok banget buat nikmatin pantai. Di Papua juga adem-adem aja, suhunya 22°C di Baliem Valley. Hujan sih ada, tapi nggak ganggu liburan lo! 8. Pulau Maluku: Cuaca Paling Oke, Nih Kalo lo cari cuaca santai, Maluku kayak Ambon dan Seram bisa jadi pilihan. Suhunya nyaman banget 28-30°C dan hari-harinya cerah. Tapi, di Banda Islands hati-hati angin kenceng bisa ganggu jadwal kapal lo. Jadi gini, lo pilih yang mana? Liburan hujan-hujanan sambil nikmatin suasana atau malah cari spot yang cerah biar bisa foto-foto kece? Januari di Indonesia tuh punya banyak pilihan, jadi tinggal sesuaikan aja sama mood dan destinasi lo. Jangan lupa cek ramalan cuaca sebelum berangkat biar liburan lo makin seru dan nggak zonk! (Sumber Foto @veronikavallenn) 
...more

6 Taman Makam Pahlawan yang bisa jadi tempat wisata alternatif buat ngerayain Kemerdekaan RI

TripTrus.Com - TMP alias Taman Makam Pahlawan, bukan sekadar tempat kuburan biasa lho. Ini tempat buat nguburin pahlawan kemerdekaan, pejuang, anggota militer, sama pejabat tinggi negara. Nggak cuma jadi tempat peristirahatan terakhir, TMP juga sering dipakai buat upacara penting kayak hari kemerdekaan atau peringatan hari bersejarah lainnya. Jadi, kalau lo pengen jalan-jalan dengan vibes yang beda pas hari kemerdekaan, mampir aja ke TMP buat inget-inget jasa para pahlawan yang udah berjuang buat negeri ini. Mantul banget kan? 1.  TMP Nasional Kalibata, Jl. Raya Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan TMP Nasional Kalibata ini udah berdiri dari tahun 1953, terus diresmikan sama Presiden Soekarno pada 10 November 1954. Awalnya lokasi TMP ini di Ancol, tapi 121 pahlawan dipindahin ke Kalibata, dan jadi TMP Nasional sejak 10 November 1974 dengan persetujuan Presiden Soeharto. Pahlawan pertama yang dikubur di sini adalah Agus Salim, dan lokasinya deket pintu masuk. Di sini juga ada dinding yang berisi profil dan info singkat tentang pahlawan nasional serta pahlawan revolusi. Kalau lo ke sana, lo bakal lihat helm-helm sama lampu-lampu di setiap makam yang biasanya dinyalain deket-deket 17 Agustusan. TMP ini rutin dipakai buat upacara penghormatan dan peringatan nasional, kayak Hari Pahlawan pada 10 November atau 17 Agustus. 2. TMP Cikutra, Jl. Cikutra, Cibeunying, Bandung       View this post on Instagram A post shared by miftahudin mulfi ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ (@miftahudin.mulfi) Awalnya tanah TMP Cikutra ini milik Odje, luasnya 13.670 meter persegi. Pemkot Bandung akhirnya barter tanah sama Odje, dan dibangun dari tahun 1958. Ada dua tugu yang menjulang tinggi sebagai ciri khas TMP ini, lengkap dengan nama-nama pahlawan serta monumen “Esa Hilang Dua Terbilang”. Di sini, ada tiga pahlawan nasional yang dimakamkan, yaitu Abdul Muis, Dr. Danudirja Setiabudi alias Ernest Douwes Dekker, dan Prof. Dr. Moestopo. Selain itu, ada enam pahlawan lain yang juga terkenal, kayak H. Niti Sumarintri, Ny. Emma Puradiredja, Ny. Ema Sumanegara, Sunarjo Gondokusumo, Domitian Aritohang, dan Lambret Palupessy. 3. TMP Kusuma Negara, Jl. Kusumanegara, Umbulharjo, Yogyakarta Tanggal 4 Juni 1964, TMP ini diresmikan sama Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Ada ribuan pejuang kemerdekaan RI yang dikubur di sini, termasuk 1.065 makam TNI AD, 156 makam TNI AU, 56 makam TNI AL, dan 79 makam lainnya. Sembilan warga sipil juga dimakamkan di sini, plus 131 makam pejuang yang identitasnya belum tercatat. Biasanya pas acara kenegaraan, sering ada tabur bunga, ziarah ke makam Jendral TNI, dan upacara bendera, apalagi waktu Hari Pahlawan. Jadi pilihan keren buat jalan-jalan bareng temen-temen atau keluarga sambil belajar sejarah perjuangan bangsa. 4. TMP Sepuluh November, Jl. Mayjen Sungkono, Surabaya TMP Sepuluh November di Surabaya ini punya kompleks pemakaman yang lengkap dengan perpustakaan, museum, dan taman bunga yang cantik. Di sini, lo bisa nemuin dua tokoh keren dari aksi heroik 10 November 1945, yaitu Dul Arnowo dan Haryo Kecik, yang jasadnya dimakamkan di sini. Ada juga prasasti yang nyebutin nama-nama pahlawan yang dimakamkan di kompleks pemakaman ini. [Baca juga : "Tradisi Unik 17 Agustus-an Di Berbagai Daerah Di Indonesia"] 5. TMP Giri Tunggal, Jl. Sriwijaya, Semarang “Giri Tunggal” itu artinya “Gunung Tunggal”, yang jadi simbol kebersamaan dan kesatuan dalam perjuangan. Salah satu pahlawan yang dimakamkan di sini adalah seorang uskup nasionalis, Mgr. A. Soegijapranata. Total ada 1.843 jenazah pahlawan yang dimakamkan di TMP Giri Tunggal. Banyak monumen keren di sini yang nunjukin semangat juang dan pengorbanan para pahlawan. 6. TMP Tanjung Karang, Jl. Teuku Umar, Bandar Lampung TMP Tanjung Karang diresmikan sama Presiden Soekarno pada tahun 1948, sementara tugu buat bendera diresmikan oleh Mantan Gubernur Lampung, Yasir Hadisubroto. Selain jadi tempat pemakaman, TMP ini juga bakal jadi spot wisata sejarah. Beberapa tokoh yang dimakamkan di sini antara lain Samaun Bakri, Mr. Gele Harun, Abdoel Moeloek, dan Raden Muhammad Mangundiprojo. Jadi, selain enam TMP di atas, masih banyak taman makam pahlawan lain di Indonesia yang bisa lo kunjungi buat napak tilas perjuangan pahlawan-pahlawan kita. Mantap, kan? (Sumber Foto @kemhanri) 
...more

Bali Bisa Jadi Destinasi Wisata Sepakbola

TRIPTRUS - "Kebanyakan klub luar negeri itu ingin bermain di Bali," kata Djohar. Sepakbola di Bali mulai kembali menggeliat. Ini tak lepas dari munculnya Bali United Pusam yang kini menjadi klub andalan Pulau Dewata.Sebelumnya, sepakbola di Bali terbilang "mati suri". Hanya empat tim yang pernah menghiasai sepakbola nasional, yaitu Gelora Dewata, Perseden Denpasar, PS Gianyar dan Bali Devata.Kehadiran Bali United Pusam pun memunculkan asa baru bagi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Induk organisasi sepakbola nasional ini punya mimpi Bali akan menjadi daerah wisata sepakbola.Untuk itu, PSSI berharap Bali memiliki stadion yang levelnya internasional. Ini agar mempermudah Indonesia mendatangkan klub luar negeri."Kebanyakan klub luar negeri itu ingin bermain di Bali. Jadi Bali kami harapkan punya stadion internasional sehinga memudahkan tim luar negeri untuk datang ke sana," ujar Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin."Jadi Bali bukan hanya jadi daerah wisata alam, tapi juga wisata sepakbola," tegas Djohar kepada wartawan di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Kamis 5 Maret 2015.Saat ini, Bali United Pusam tengah membangun stadion yang diharapkan bisa memenuhi standar internasional. Seperti diketahui, Stadion Kapten I Wayan Dipta tengah dipoles penampilannya.Stadion dengan kapasitas 25.000 tempat duduk ini akan direnovasi besar-besaran dari segi fasilitas. Bahkan, ruang ganti pemain diklaim memiliki konsep yang sama dengan ruang ganti Old Trafford, markas Manchester United.Dari sisi lampu penerangan juga diperbaiki secara luar biasa. Kini Stadion Dipta sudah bisa menggelar pertandingan malam karena punya total 96 lampu berkekuatan 192.000 watt. (Sumber: Artikel viva.co.id Foto tribunnews.com)
...more

Wisata Religi di Lasem, Ini Tiga Kelenteng Tua yang Bisa Dikunjungi

TripTrus.Com - Lasem, sebuah kecamatan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah penuh dengan jejak peninggalan budaya China. Hingga kini, peninggalan seperti rumah berciri khas China Hindia bisa dengan mudah diliihat di Desa Karangturi. Arsitektur ala selatan Tiongkok bisa ditemukan pada bangunan yang masih kokoh berdiri. Tak hanya itu, tempat-tempat ibadah seperti kelenteng juga meramaikan kota mungil berjuluk "China Kecil" itu. Sumber: Foto klikhotel.com Ada tiga kelenteng tua yang bisa dikunjungi di Lasem. Ada Kelenteng Cu Ang Kiong, Kelenteng Poo An Bio, dan Kelenteng Gie Yong Bio. Masing-masing terletak di desa berbeda. KompasTravel beberapa waktu lalu sempat mengunjungi tiga kelenteng di Lasem itu. Berikut ulasan singkat tentang ketiganya. 1. Klenteng Cu Ang Kiong Kelenteng Cu Ang Kiong berada di Desa Dasun, Lasem. Dari Jalan Raya Lasem, Kelenteng Cu Ang Kiong terletak sekitar 100 meter.  Dari halaman kelenteng terlihat ukiran-ukiran aksara China, dua buah naga di bagian gerbang, atap bangunan ekor walet. Sebuah tiang besi mirip tiang dek kapal yang masih berdiri menjulang di halaman kelenteng. Tiang dengan bendera kecil segitiga itu menjadi penanda dewa yang berhubungan dengan laut, yaitu Dewi Ma Zu (sering disebut Mak Co), atau dalam bahasa Hokkian dikenal sebagai Thian Siang Sing Bo yang berarti Sang Dewi Samudra atau Dewi Laut asal Fujian. Di dalam kelenteng, terdapat altar utama penyembahan Dewi Mak Co. Di dekat Mak Co, ada juga patung dari Fude Zhengshen (Dewa Bumi dan Kekayaan) dan Jialan Ye. Di dalam kelenteng juga terdapat batu-batu prasasti dan papan bertulis dalam bentuk melintang dan membujur. Di samping kiri dan kanan bagian dalam bangunan kelenteng terdapat beberapa mural. 2. Kelenteng Gie Yong Bio  Kelenteng lainnya di Lasem adalah Gie Yong Bio. Kelenteng ini terletak di Jalan Babagan No 7, Desa Babagan, Kecamatan Lasem. Kelenteng ini terletak di sebelah kanan jalan. Jika dibandingkan dengan Kelenteng Cu Ang Kiong, Kelenteng Gie Yong Bio berukuran lebih kecil. Di Kelenteng Gie Yong Bio terdapat altar yang berisi patung Fude Zhengshen dan Confusius. Klenteng ini juga memiliki arsitektur berlanggam Fujian, China Selatan. Atap bangunan kelenteng Gie Yong Bio berbentuk ekor walet. Dari luar, kelenteng Gie Yong Bio punya gerbang pintu masuk yang berukirkan aksara China. Kelenteng Gie Yong Bio juga memiliki mural seperti di Kelenteng Cu Ang Kiong. Mural-mural tua itu masih bisa terlihat dengan cukup jelas. 3. Kelenteng Poo An Bio Kelenteng Poo An Bio terletak di Jalan Karangturi VII/13, Desa Karangturi, Kecamatan Lasem. Kelenteng Poo An Bio ini disebut-sebut tertua di Lasem meski tak ada bukti-bukti tertulis terkait pembangunannya. Kelenteng ini disebut sebagai persembahan kepada Kwee Sing On (Guo Shen Wang). Kwee Sing Ong adalah dewa yang kelenteng aslinya berada di Desa Baijiao, Kabupaten Zhangzhou, Provinsi Fujian, China Selatan. Di bagian luar kelenteng, ada gerbang yang bertuliskan aksara China. Sementara di bagian dalam kelenteng, ada juga altar tempat patung penyembahan dan mural-mural seperti di dua kelenteng lainnya. (Sumber: Artikel-Foto travel.kompas.com)
...more

5 Destinasi Wisata Indonesia Terbaik yang Wajib Dikunjungi pada 2022

TripTrus.Com - Ada banyak destinasi wisata Indonesia terbaik yang wajib di kunjungi pada 2022. Lokasi-lokasi wisata ini ini harus masuk dalam daftar tujuan destinasi liburan Anda tahun depan. Jika sudah punya rencana liburan pada 2022 namun belum menentukan tempat wisata, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif merekomendasikan 5 destinasi pariwisata super prioritas Indonesia. Indonesia dianugerahi destinasi wisata alam yang luar biasa beragam, indah, dan unik, mulai dari gunung, danau, pantai, dan alam bawah laut. saking beragamnya pemerintah perlu memfokuskan beberapa destinasi pariwisata yang menjadi unggulan. Karena saat ini masih banyak warga asing yang mengenal destinasi pariwisata Indonesia hanya Bali. Tujuan dibentuknya destinasi-destinasi pariwisata ini diharapkan tak hanya menjadi daya tarik wisatawan, namun dapat menumbuhkan perekonomian daerah setempat sehingga meningkatkan taraf kesejahteraan ekonomi warga.  “Kelima destinasi ini dipilih karena memiliki pesona & keunikan tersendiri jika dibandingkan dengan tempat wisata lainnya. Selain itu, 5 destinasi pariwisata ini merupakan intruksi langsung dari Presiden Joko Widodo,” ujar Sandiaga Uno Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif dilansir dari Youtube Sekretariat Presiden RI, Jumat, 29 Desember 2021. Apa saja 5 destinasi wisata terbaik yang wajib dikunjungi pada 2022 nanti. Berikut daftar dan ulasannya: 1. Danau Toba, Sumatera Utara       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Jilbab Traveler @asmanadia (@jilbabtraveler) Danau yang terbentuk dari letusan gunung purba pada 77.000 tahun lalu ini memiliki luas mencapai 1.145 kilometer persegi dan kedalaman 450 meter. Danau ini disebut juga sebagai danau vulkanik terbesar yang ada di dunia. Banyak aktivitas yang bisa dilakukan pengunjung seperti menjelajahi Danau Toba dan berkayak. 2. Candi Borobudur, Jawa Tengah       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Beauties from Java (@beautiesfromjava) Candi Buddha terbesar di dunia ini dibangun mulai tahun 770 hingga 842 masehi. Berada di Magelang, Jawa Tengah. Candi ini memiliki sekitar 2.672 panel relief yang panjangnya empat kilometer & dilengkapi dengan 502 arca serta 72 stupa. UNESCO menobatkan Candi Borobudur ebagai warisan budaya dunia pada tahun 1991. 3. Mandalika Nusa Tenggara Barat       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Setiyawanbudis (@sodikbudisetiyawan) Mandalika berada di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Mandalika menjadi destinasi prioritas dan menyediakan alam yang luar biasa seperti pemandangan indah dari Pantai Gerupuk, Pantai Aan, Pantai Seger, dan Pantai Kuta Mandalika. 4. Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh mozaiknawa (@mozaiknawa) Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki destinasi super prioritas, yaitu Labuan Bajo. Yang terkenal dari Labuan Bajo adalah wisatawan dapat tracking di Pulau Komodo yang merupakan satu-satunya habitat asli kadal purba di dunia. 5. Likupang, Sulawesi Utara       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh ๐—–๐—ต๐—ฟ๐—ถ๐˜€๐—ป๐—ฎ๐—น ๐—๐˜‚๐—ป๐—ถ๐—ผ๐—ฟ ๐—ง๐—ฎ๐—บ๐—ผ๐—ฑ (@cjkttamod) Likungan menjadi destinasi super prioritas. Terletak di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Terdapat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata yang di sediakan oleh pemerintah. Di kawasan luas sekitar 200 hektare ini terdapat kawasan pesisir dengan pantai berpasir putih yang diharapkan mampu menggenjot perekonomian daerah. [Baca juga : "Libur Nataru, Tempat Wisata di Jawa Barat Terapkan PeduliLindungi"] Banyak objek wisata yang bisa dikunjungi, di antaranya Pantai Paal, Pantai Lihaga, Pulau Gangga, serta Bukit & Pantai Pulisan. Wisatawan bisa melakukan diving di Desa Bahoi, Desa Nelayan yang memiliki ekowisata mandiri untuk menjaga ekosistem biota laut. Desa ini juga memiliki keindahan terumbu karang dan hutan bakau yang eksotis. Siapkan budget untuk menjelajahi destinasi-destinasi itu mendapatkan pengalaman luar biasa dan tentunya dapat membantu perekonomian daerah setempat  saat situasi pandemi Covid-19 ini. Itulah 5 destinasi wisata terbaik yang wajib dikunjungi tahun 2022. (Sumber: Artikel ayobandung.com Foto @agungprasetyo71) 
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...