TripTrus.Com - Pemerintah provinsi jawa tengah kembali meluncurkan kalender wisata tahun 2022 yang dapat diunduh secara gratis di sini. Dari 197 event yang terhimpun sampai dengan akhir tahun 2021, ada 11 event unggulan yang diusulkan dalam kalender wisata nasional Kemenparekraf RI. Event-event unggulan tersebut tidak hanya digelar oleh pemerintah daerah, melainkan juga komunitas/ institusi budaya dan lainnya. Ini dia 11 event unggulan Jawa Tengah Tahun 2022 :
1. Solo Menari (29 April) - Kota Surakarta
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Adif Marhaendra (@adif_dgb)
Pagelaran yang diselenggarakan untuk memeriahkan hari tari dunia yang jatuh pada tanggal 29 April. Acara ini menampilkan tari tradisi jawa yang memiliki keunikan, penuh dengan filosofi, dan adiluhung.
2. Semarang Night Carnival (Mei) - Kota Semarang
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Salatiga Costume (@salatigakostum)
Saksikan kemeriahan parade kostum kreasi yang unik dan cank serta dibawakan oleh ratusan peserta dalam semarang night carnival. Snc diselenggarakan pada awal mei bertepatan dengan hari jadi kota Semarang ke- 475. Acara semakin semarak dengan penampilan seni tradisi khas budaya lokal.
3. International Mask Festival (17-18 Juni) - Kota Surakarta
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh @angga_wangi
Internaotinal Mask Festival merupakan acara tahunan berskala internasional yang mengusung konsep pertunjukkan seni topeng dan pameran kerajinan topeng. Acara ini telah berlangsung sejak tahun 2014.
4. Moro Borobudur (Juli) - Kabupaten Magelang
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Jasa Live Streaming (@jasalivestreaming.id)
Moro Borobudur merupakan festival seni musikal kontemporer yang diselenggarakan sejak tahun 2020. Moro Borobudur yang berarti ‘datang ke Borobudur’ mengajak wisatawan untuk menikmati seni dan tradisi yang ada di sekitar borobudur serta didukung hiburan musik yang memikat. Kehadiran event Moro Borobudur di masa pandemi covid -19 membuktikan jika pariwisata dan event pertunjukan tetap bergeliat di borobudur.
5. Solo Keroncong Festival (16-17 Juli) - Kota Surakarta
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Soloevent (@soloevent)
Solo Keroncong festival dihelat untuk terus menghidupkan eksistensi musik keroncong di Indonesia dengan menampilkan musisi kenamaan.
6. Festival Arak-Arakan Cheng Ho (27-28 Juli) - Kota Semarang
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh jelajahbahagia (@jelajahbahagia)
Festival Arak-Arakan Cheng Ho sebagai bentuk peringatan kedatangan Laksamana Cheng Ho ke Semarang 617 tahun lalu. Acara dimulai dengan kirab membawa patung dewa dengan berjalan kaki dari Klenteng Tay Kak Sie di pecinan menuju Klenteng Sam Poo Kong di Gedong Batu. Festival tahunan ini dimeriahkan pula dengan pertunjukan kesenian tradisional yang menampilkan perpaduan budaya Tionghoa dan Jawa.
7. Dieng Culture Festival (26-28 Agustus) - Kabupaten Banjarnegara
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh untung suropati (@dieng_craft)
Sebuah festival berkelas yang memadukan keindahan alam dengan keunikan budaya serta tradisi di dataran tinggi dieng. Dieng Culture Festival atau festival dieng akan menyuguhkan pertunjukan musik jazz di atas awan di tengah suhu yang dingin, ragam kesenian tradisional, dan puncaknya ialah ritual pencukuran rambut gimbal anak gembel Dieng.
8. Festival Gedongsongo (September) - Kabupaten Semarang
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Nugroho DS (@nugroho.ds_)
Festival Gedongsongo adalah ajang promosi potensi wisata, budaya, kuliner khas, hotel dan homestay serta ekonomi kreatif. Penampilan kesenian daerah turut memeriahkan acara. Pada puncak acara ialah 'resik-resik Candi Gedongsongo’ sebagai ungkapan syukur kepada tuhan yang maha kuasa dan pengharapan agar masyarakat kabupaten semarang diberikan keselamatan dan kehidupan yang lebih baik.
9. Festival Payung Indonesia (2-4 September) - TBC
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Festival Payung Indonesia (@festival_payung_indonesia)
Festival tahunan yang diselenggarakan sejak tahun 2014 oleh mataya arts & heritage. Festival payung indonesia adalah festival rakyat yang melibatkan perajin payung tradisi, beragam komunitas kreatif, pelestari seni tradisi, seniman kontemporer, fotografer, fashion designer, artis, dan lain-lain.
[Baca juga : "Yogyakarta Luncurkan Kalender Wisata 2022, Ini 12 Event Unggulan"]
10. Solo International Performing Arts (8-10 September 2022) - Kota Surakarta
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Puri Senjani Apriliani 🇮🇩 (@me_purisenja)
Solo international performing arts atau sipa adalah gelaran mahakarya seni pertunjukan meliputi seni musik, tari, drama, dll. Gelaran spektakuler ini diikuti oleh para seniman dari dalam maupun luar negeri. Sipa mulai digelar di Benteng Vastenburg pada tahun 2013.
11. Festival Kota Lama (15-25 September 2022) - Kota Semarang
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Professional Orchestra|Singer (@suryavocaliaorchestra)
Obati kerinduanmu di Festival Kota Lama, sebuah event tahunan yang diadakan sejak tahun 2012. Pengunjung bisa menikmati nostalgia pasar sentiling dengan pameran kuliner legendaris,pameran klithikan, dan pameran mobil antik. Selain itu, ada jelajah kota lama sembari mengenang memori manis atau sarana edukasi bagi anak-anak untuk mengetahui sejarah kota lama. Tidak hanya itu, festival kota lama kali ini akan dimeriahkan oleh pagelaran wayang, gamelan, musik, dengan sederet bintang tamu dan fashion show serta bazaar. (Sumber: Artikel visitjawatengah.jatengprov.go.id Foto @mahkotaenterprise)
...moreTripTrus.Com - Banda Neira itu, salah satu pulau di Kepulauan Banda, Maluku, bro. Walaupun nggak gede-gede banget, tapi pesonanya tuh udah go internasional. Keindahannya nggak cuma bisa lo denger di cerita-cerita aja, coy!
6 Fakta tentang Banda Neira. Zaman dulu, Banda Neira tuh udah terkenal banget sebagai pulau penghasil pala yang harganya mahal banget. Saking berharganya, Belanda dulu mau nuker Banda Neira sama Manhattan (Niuew Amsterdam) dari Inggris, loh. Pulau ini juga pernah dijajah gara-gara kekayaan alamnya yang gila-gilaan, terutama pala sama rempah-rempah lainnya. Nggak cuma itu, Banda Neira juga punya benteng-benteng yang dibangun pas zaman penjajahan. Dan lo tau nggak, keindahan Banda Neira sampai diabadikan di uang rupiah! Dulu, Belanda pernah ngirim empat pahlawan kita buat diasingin di Banda Neira. Nih, gue kasih tau rumah-rumah pengasingan mereka:
1. Rumah Pengasingan dr. Cipto Mangunkusumo
Rumah pengasingan dr. Cipto Mangunkusumo itu lokasinya di Jalan Pendidikan, Kelurahan Dwiwarna, Kecamatan Banda, Maluku Tengah. Deket banget sama Istana Mini Banda Neira yang dulunya markasnya pemerintah Belanda, bro. Rumah pengasingan ini juga deket sama rumah pejabat dan kantor pemerintahan Belanda. Cipto diasingin di sini selama 13 tahun, sebelum akhirnya dipindahin ke Ujungpandang. Rumahnya bergaya Indis, atapnya perisai tumpuk, dan dibagi jadi rumah utama, gudang, dapur, sama kamar mandi.
2. Rumah Pengasingan Iwa Kusumasumantri
Sebelum akhirnya dipindahin ke Ujungpandang sampai Jepang masuk ke Indonesia, Iwa Kusumantri diasingin di Banda Neira sampai tahun 1941. Gara-gara tulisan pedasnya di koran Matahari Indonesia pada 17 Juli 1930, bro. Selama di Banda Neira, dia tinggal di sebuah bangunan satu lantai yang luasnya 358 meter persegi, lokasinya di Jalan Sutan Syahrir, Kelurahan Dwiwarna, Kecamatan Banda, Maluku Tengah. Letaknya deket banget sama Gedung Klasis Gereja Banda.
[Baca juga : "6 Taman Makam Pahlawan Yang Bisa Jadi Tempat Wisata Alternatif Buat Ngerayain Kemerdekaan RI"]
3. Rumah Pengasingan Bung Hatta
View this post on Instagram
A post shared by Els (@laelinuraj)
Bareng sama Sutan Sjahrir, Bung Hatta juga diasingin ke Banda Neira. Bung Hatta nyewa rumahnya De Vries, tuan tanah lokal. Lokasinya nggak jauh dari Rumah Pengasingan Bung Sjahrir, tepatnya di Jalan Dr. Rehatta, Nusantara, Kecamatan Banda, Maluku Tengah. Di rumah ini, banyak barang-barang bersejarah, kayak mesin ketik yang dipake buat nulis ide-ide brilian Hatta. Dulunya, di belakang rumah ini juga ada sekolah buat anak-anak Banda. Rumah ini sempat dibom sekutu pada 1944 dan hancur lebur, tapi dibangun lagi, dan sekarang jadi tempat wisata sejarah yang wajib lo kunjungi kalo ke Banda Neira.
4. Rumah Pengasingan Sutan Sjahrir
Sutan Sjahrir diasingin ke Banda Neira selama 6 tahun, dari 11 Februari 1936, setelah dipindahin dari Boven Digoel. Rumah Pengasingan Sutan Syahrir ada di Jalan Said Tjong Baadillah, Kelurahan Nusantara, Kecamatan Banda, Maluku Tengah. Dulunya rumah ini milik keluarga Baadillah, terus disewa oleh Sutan Syahrir selama masa pengasingannya di Banda Neira. Di sana, lo bisa liat koleksi barang-barang Syahrir, kayak gramofon dengan piringan hitamnya, mesin ketik, dan foto-foto jadul. Lo cuma perlu bayar Rp20 ribu buat sekali kunjungan, dan rumah ini buka dari jam 07.00 sampai 18.00 WIT setiap hari.
Banda Neira, pulau yang cakep ini punya pemandangan alam yang keren banget, hasil bumi yang melimpah, plus sejarahnya yang bener-bener bikin penasaran. (Sumber Foto @ukhtipetualang)
...moreTripTrus.Com - Bro, nih, Festival Lamaholot di Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), udah masuk dalam list keren abis, yakni Kharisma Event Nusantara (KEN) Tahun 2024 menurut Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Yakobus Andreas Wuwur, si bos Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Lembata, bilang ke RRI, Festival Lamaholot lulus kurasi dari Kemenparekraf, jadi bakal jadi bagian keren di Kharisma Event Nusantara bulan Oktober 2024 nanti.
View this post on Instagram
A post shared by JMW (@jhoewain)
Nah, Kharisma Event Nusantara sendiri tuh digalakkan sama Kemenparekraf buat ngebangun perekonomian lokal dengan ngadain kegiatan-kegiatan keren daerah. Festival Lamaholot 2024 bakal jadi ajang pameran budaya yang jadi fokus utama buat nunjukin keberagaman budaya daerah.
Niatnya festival ini buat jaga-jaga dan ngasih perhatian ke budaya lokal biar makin kece dan menarik. Selain itu, harapannya sih Festival Lamaholot bisa jadi pemacu buat pariwisata daerah dengan bikin atraksi wisata yang bikin turis ngiler buat kesana.
[Baca juga : "Festival Lampion Waisak, Pengalaman Mantap Dengan 1000 Lampion!"]
Bos Pariwisata, Yakobus, bilang masuknya Festival Lamaholot di KEN 2024 ini lebih ke promosi tempat-tempat wisata lokal. "Kalau jumlah turisnya naik, pasti segala macem aktivitas ekonomi dan lain-lain juga ikutan hidup sendiri," katanya.
Sebelumnya, Festival Lamaholot udah sukses banget diadain bulan Mei 2023 sebagai bagian dari acara keren Rally Wisata Bahari Pesona Empat Teluk.
Yakobus juga mention, selain Festival Lamaholot, ada lima festival lain di NTT yang juga masuk dalam KEN 2024. Ada Festival Bale Nagi di Flores Timur, Festival Pesona Kebangsaan di Ende, Wolobobo Ngada Festival di Ngada, Festival Golo Koe di Manggarai Barat, dan Festival Lamaholot di Lembata. (Sumber Foto @jhoewain)
...moreKunjungi surga bawah laut Taka Bonerate dengan mengikuti trip: http://triptr.us/Bq
TRIPTRUS - Dari sekian banyak atol di seluruh dunia, Indonesia adalah lokasi dari atol ketiga terbesar di dunia setelah Atol Kwajalein di Kepulauan Marshals dan Atol Suvadiva di Maladewa. Atol itu adalah Taka Bonerate, atol terbesar di Indonesia yang berada di Laut Flores dan merupakan bagian dari Kabupaten Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan. Atol itu merupakan bagian dari Taman Nasional Taka Bonerate yang mempunyai luas lebih dari 530 ribu hektar, dengan luas atol sekitar 220 ribu hektar dan meliputi 21 pulau karang di daerah itu.Taka Bonerate sendiri berarti "pulau karang di atas pasir", kawasan ini terkenal sebagai surga bawah laut yang menjadikannya tempat idaman para penggemar diving dan snorkeling. Untuk mencapai Taka Bonerate, bisa menggunakan bus atau pesawat ke Selayar, lalu meneruskan perjalanan dengan kapal laut selama beberapa jam. Tapi perjalanan ke sana tidak akan membosankan. Pemandangan yang menakjubkan dapat dilihat baik di lautan maupun di pulau-pulau dalam kawasan TN Taka Bonerate.Salah satu pulau favorit pengunjung TN Taka Bonerate adalah Pulau Tinabo. Meski tidak terlalu banyak tempat penginapan di pulau ini, tapi pemandangan di Tinabo benar-benar mengagumkan. Bahkan tanpa harus masuk ke dalam air pun kita dapat melihat sekilas pemandangan bawah laut yang sangat indah. Untuk memasuki TN Taka Bonerate, diperlukan izin bagi tiap pengunjung, termasuk izin untuk membawa kamera. Tapi harga yang dibayarkan untuk izin bisa dibilang worth it untuk menangkap keindahan Taka Bonerate ke dalam kameramu.Ada banyak sekali dive spot di Taka Bonerate yang tersebar dari Pulau Tinabo hingga ke berbagai pulau-pulau lainnya. Kalau tidak ingat waktu, bisa-bisa seluruh kulit tubuh jadi keriput karena terlalu lama berada di dalam air. Dive spot yang terkenal di Taka Bonerate adalah di sekitar Pulau Tinabo Kecil, Pulau Tinanja, serta di Pulau Jinato dan Pulau Latondu serta di Kahabia, Belang-Belang, dan Taka Lamungan. Kurang lebih 260 spesies karang, 295 spesies ikan dan 24 spesies moluska akan menemani para penyelam, karena Taka Bonerate adalah salah satu kawasan bawah laut dengan keaneka ragaman hayati terbesar di dunia.
...moreTRIPTRUS - Tanaman bambu yang serba bisa dikenal di hampir seluruh negara Asia dan Amerika Selatan sebagai tanaman yang batangnya punya banyak kegunaan. Mulai dari menjadi bahan baku pembuatan rumah, rakit, tangga, dan lain-lainnya. Tapi di Maluku, bambu juga digunakan sebagai permainan mistis yang seru. Permainan "Bambu Gila", atau Buluh Gila atau Bara Suwen adalah permainan yang membuat para pemainnya menyentuh dunia supranatural.Untuk memainkan bambu gila, diperlukan sebatang bambu berdiameter 8 cm atau lebih dengan panjang kurang lebih 2,5 meter dengan jumlah ruas yang ganjil. Para pemain yang memegang bambu biasanya berjumlah tujuh orang ditambah satu orang pawang yang membacakan mantra sambil menghembuskan asap kemenyan ke bambu. Kemenyan dibakar di dalam sebuah wadah tempurung kelapa yang dipegang oleh sang pawang. Sambil mengucapkan mantra dalam bahasa tanah (salah satu bahasa tradisional Maluku), asap kemenyan perlahan-lahan dihembuskan. Kemenyan dan mantra digunakan untuk memanggil roh leluhur yang akan memberikan kekuatan mistis pada bambu. Bambu yang dipeluk oleh para pemain bambu pada awalnya memang terasa tidak terlalu berat, tapi lama-kelamaan bambu mulai bergerak seakan ingin lepas dari pelukan para pemainnya. Permainan pun dimulai ketika pawang yang berkomat-kamit membaca mantra meneriakkan, "Gila, gila, gila!" Bambu mulai meronta seakan memiliki jiwa sendiri. Ketujuh pemain yang memegang bambu harus berusaha sekuat tenaga untuk menahan bambu. Bambu "hidup" itu bergerak mengikuti asap kemenyan dari tempurung yang dipegang pawang. Ke mana asap bergerak, bambu akan mengikuti asap tersebut dan para pemain harus berjuang untuk menahan bambu agar tidak lepas dari dekapan mereka. Ditambah pula alunan irama musik yang mengiringi seolah menambah gilanya bambu yang dipegang para pemain. Bambu gila akan diakhiri apabila ada pemain yang jatuh pingsan saat memegang bambu atau tempurung yang dipegang pawang dijatuhkan terbalik di tanah. Tetapi gerakan mistis bambu baru akan benar-benar hilang setelah pawang memberi makan berupa api dari kertas yang dibakar sambil membacakan mantra.Tidak sembarang bambu yang bisa digunakan untuk bambu gila. Bambu harus merupakan bambu lokal daerah tersebut. Selain itu, bambu harus terlebih dahulu dipilih serta dipotong dengan menggunakan ritual tertentu. Pawang bambu gila juga harus meminta izin para roh yang menghuni hutan bambu. Selanjutnya, bambu dibersihkan dan dicuci dengan ramuan minyak khusus dan dihias dengan kain pada tiap ujungnya.Permainan tarian bambu gila diperkirakan sudah dimulai sebelum masa masuknya agama Islam dan Kristen di Kepulauan Maluku. Kini, tarian bambu gila dilakukan pada saat perayaan-perayaan tertentu saja. Tertarik melakukannya?
Photos courtesy of: Indonesia Travel, Wikipedia
...moreTRIPTRUS - Kapankah itu? Cobalah keberuntungan Anda saat peak season . Pilih bulan April, Mei, awal Juni, September, atau awal Oktober yang bisa dikatakan sebagai masa-masanya pergantian musim antara peak dan off season. Datang pada periode ini justru menguntungkan buat Anda. Berikut adalah alasan-alasan masuk akal yang membuat Anda merencanakan liburan lebih awal.
1. Tidak ada lagi kerumunan
Anda tidak akan merasa tenggelam dalam lautan manusia yang justru bisa menyesakkan liburan Anda. Waktu Anda akan dihabiskan dengan kebingungan berpikir harus pergi ke arah mana karena (hampir) semua tempat dipenuhi oleh antrean, mulai dari taman bermain, tempat pertunjukkan, pasar oleh-oleh, resto, kafe, bar, pantai....
2. Cuaca masih cukup ramah
Pergantian iklim dan musim membuat suhu pada bulan-bulan ini tidak terlalu drastis. Anda tetap bisa merasakan hangatnya matahari siang dan sejuknya udara malam. Panas dan dingin tidak terlalu menyengat kulit Anda.
3. Hari-hari terasa lebih panjang
Jumlah orang di sekitar memicu rasa sibuk dalam diri Anda. Makin banyak orang membuat Anda merasa makin terburu-buru dalam melakukan sesuatu. Bukankah Anda mengambil liburan untuk lari dari kesibukan? Saat jumlah turis berkurang, Anda bisa lebih santai dan tenang untuk menikmati pemandangan. Anda tidak perlu antre dan 'berperang' saat beli oleh-oleh.
4. Industri wisata lokal masih semangat untuk menyambut dan menghibur Anda
Liburan belum sepenuhnya berakhir. Jadi, masih banyak objek wisata lokal yang bisa Anda kunjungi. Ditambah lagi, kesempatan Anda bertemu warga lokal lebih besar saat off season. Biasanya– sama seperti Anda – saat peak season, warga lokal pun lebih memilih liburan keluar kota. (Sumber: Artikel cleo.co.id Foto sewavilladibali.com)
...moreTripTrus.Com - Tahun baru tinggal menghitung hari, nih! Banyak di antara kalian yang mungkin berencana untuk merayakan malam tahun baru di Bali. Itu adalah pilihan yang tepat karena Pulau Dewata memang memiliki sederet spot ciamik yang menjadi lokasi penyelenggaraan pesta untuk menyambut malam pergantian tahun.
Pssst, beberapa pesta itu akan menghadirkan musisi-musisi ternama, lho. Kalau mau tahu, ayo simak dulu informasi penting ini!
1. Atlas Beach Fest
View this post on Instagram
A post shared by Aditya Dimas Prasetyo (@adityadimas68)
Siapa yang ingin berpesta ria di pinggir pantai selama tiga hari, dari 30 Desember 2022 hingga 1 Januari 2023, bareng belasan musisi? Yuk, datang ke Holyfest: New Year New Hope. Acara ini akan digelar di Atlas Beach Fest khusus untuk merayakan malam tahun baru. Enggak tanggung-tanggung, ada empat panggung spesial yang disiapkan untuk memberikan pengalaman terbaik buat kamu.
Jadi, bersiaplah untuk nyanyi bareng Krewella, Timmy Trumpet, Kshmr, Niki, Clean Bandit, Fiersa Besari, Lyodra, Vierratale, dan masih banyak lagi. Siapkan juga kostum dan outfits terkece karena akan ada OOTD Competition dan Costume Competition.
2. Garuda Wisnu Kencana
View this post on Instagram
A post shared by Indra Ardiaputra (@pakindro)
Menghabiskan liburan akhir tahun di Bali, sempatkan mampir ke Garuda Wisnu Kencana! Tepat pada saat malam pergantian tahun, kamu dapat ikut seru-seruan di Bali Countdown 2023. Acara ini akan menampilkan pertunjukan kembang api musikal pertama dan terbesar di Bali.
Selain itu, ada banyak musisi papan atas yang bakal tampil. Sebut saja Sheila on 7, Kahitna, Ungu, Navicula, Dialog Dini Hari, dan lainnya. Sebelum nonton penampilan mereka, kamu bisa isi energi dulu sambil icip-icip aneka makanan di Pasar Kuliner.
3. Finns Beach Club
View this post on Instagram
A post shared by Raymond Howe (@raymaxhowe)
Penyuka electronic music, ayo merapat ke Pulau Dewata saat malam tahun baru. Di salah satu beach club di Canggu, Finns Beach Club, akan ada pertunjukan spesial dari sederet DJ ternama dunia. Ada yang bisa nebak atau mungkin sudah sempat dengar sekilas tentang Finns New Years Eve 2023? Mereka adalah Diplo, Gorgon City, Hayden James, dan Elderbrook.
4. Savaya
View this post on Instagram
A post shared by Glamor And Luxury (@glamorandluxury)
Kamu merasa sudah terlalu sering menghabiskan pesta tahun baru di tengah kota? Kali ini, kamu mau sesuatu yang beda? Ada rekomendasi bagus, nih. Kamu bisa menghabiskan malam tahun baru di Savaya, salah satu beach club yang punya pemandangan hutan Uluwatu dan berlatar belakang Samudera Hindia. Mantap banget, kan?
Eits, itu baru keistimewaan pertama. Pada 31 Desember 2022 nanti, kamu juga bisa menikmati penampilan salah satu musisi pemenang Grammy Award. Dia adalah DJ sekaligus penulis lagu, Black Coffee. Yuk, segera ajak teman, keluarga, atau pasanganmu untuk menikmati momen langka ini!
[Baca juga : "Simak 5 Tips Hadiri Event Tahun Baru 2023 Berikut!"]
5. Sundays Beach Club
View this post on Instagram
A post shared by iqafadzul• (@ah.wanderlust)
Menghabiskan malam pergantian tahun di tepi pantai sambil mendengarkan alunan musik dan melihat api unggun, itulah pengalaman yang akan kamu dapatkan kalau datang ke NYE Beach Festival. Event ini akan digelar pada 31 Desember 2022 di Sundays Beach Club, Bali.
Selain keseruan yang sudah disebutkan tadi, di pesta malam tahun baru di Bali ini, kamu juga bisa menikmati pertunjukan fire dancers, water drum performance, dan pesta kembang api tepat saat tengah malam. Lengkap banget, kan? Itulah tadi lima rekomendasi tempat untuk merayakan malam tahun baru di Bali. Masing-masing tempat menawarkan pemandangan, aktivitas, ambience, dan line-up musisi yang berbeda. Kamu tinggal pilih sesuai seleramu.
Supaya kamu dan semua orang yang datang ke event tersebut tetap nyaman dan aman di tengah kerumunan, pihak penyelenggara melangsungkan acara dengan memperhatikan protokol kesehatan. Kamu sendiri juga harus tetap pakai masker, jaga jarak, dan rajin cuci tangan secara berkala, ya! (Sumber: Artikel indonesia.travel Foto @sumberkimabeach)
...moreTripTrus.Com - Bro, nih kabar dari Kemenpar dan Ekraf. Mereka ngincer 12-14 juta turis asing tahun 2024, loh! Beda jauh dari target 2023 yang cuma 8,5 juta. Turis lokal dijagain juga, targetnya 1,2 miliar - 1,4 miliar orang tahun 2024. Duh, makin rame aja.
Disparbud Jawa Barat juga siap-siap, nge-gebet program pariwisata dan bakal bangun tempat baru di 2024. Apalagi, libur nasional dan cuti bersama tahun depan lebih banyak, 17 hari libur nasional dan 10 hari cuti bersama. Enak, kan?
View this post on Instagram
A post shared by Agesta B. Pratama (@lee_ghestaemin)
Kepala Disparbud Jabar, Benny Bachtiar, bilang harus ngambil kesempatan itu buat ngejer jumlah turis yang masuk Jabar kayak 2022, yang tembus 74 juta orang. Katanya, dari sekarang mesti cari dan kembangin tempat wisata baru atau yang udah ada.
Dia juga mau ngadain rapat sama penyelenggara pariwisata, termasuk buat kembangin destinasi di Cirebon Raya dan Jabar Selatan. Ada rencana bikin event pas libur nasional juga. Akhir bulan ini mau survey lokasi. Kayaknya bakal rame nih.
[Baca juga : "Cek This Out, Bro! 10 Acara Keren Di Bandung Buat Tahun 2024, Jangan Ketinggalan!"]
Benny juga ngomong, harus perbaiki fasilitas pariwisata, biar orang seneng dan betah. Akomodasi, kebersihan, sampe masalah sampah harus diatasi. Disparbud Jabar bakal terus kejar potensi wisata Jabar dan ngegandeng investor buat bikin yang baru.
Kalo cerita The Lodge di Bandung Barat yang sering ngeluarin atraksi baru, bikin pengunjungnya selalu rame deh. Mantap, kan? Traveling ke Jabar tahun depan kayaknya seru nih! (Sumber Foto @intanlutf)
...moreTripTrus.Com - Bro-Sis traveler, September 2025 bakalan super ramai sama festival kece dari Sabang sampe Merauke (oke, versi fokus Sumatera & Jawa dulu nih!). Dari Muara Enim, Semarang, Solo, Gorontalo, Sawahlunto, sampe Wakatobi, tiap kota siap nge-boost vibes traveling lo dengan budaya, seni, kuliner, fashion, sampe adventure laut. Bayangin, lo bisa ngegas keliling Indonesia dalam satu bulan, dapet feed IG super aesthetic, sambil ngerasain tradisi autentik yang gak bakal lo nemuin di mall atau timeline sosmed biasa. Jadi, siapin kamera, outfit kece, dan open mind buat marathon festival paling hits tahun ini!
Karang Asam Festival – Muara Enim (03-07 September 2025)
Pertama-tama, Bro-Sis, kita mulai dari Sumsel dengan Karang Asam Festival 2025. Dengan tema “Labyrinth of Culture”, lo bakal diajak nyemplung ke perjalanan budaya yang super seru. Dari tradisi gotong royong sampe aksara lokal, semua dikemas kreatif abis. Lo gak cuma nonton, tapi ikut ngerasain vibe komunitas lokal yang hangat. Plus, festival ini mendukung UMKM dan ekonomi warga—jadi selain healing, lo juga ikut bantu masyarakat sekitar. Bayangin aja, feed IG lo auto kece sambil dapet ilmu soal budaya lokal yang jarang banget lo explore!
Festival Kota Lama – Semarang (04-14 September 2025)
Lanjut ke Semarang, Bro-Sis! Festival Kota Lama hadir dengan tema “Heritage in Diversity”, ngajak lo throwback ke masa lalu tapi tetep kekinian. Bayangin jalan di lorong kota tua yang hidup dengan musik jalanan, jazz performance, teater, sampai seni kontemporer. Semua gedung tua disulap jadi panggung kreatif, ditambah kuliner khas Pasar Sentiling yang bikin lo kenyang sambil ngerasain nostalgia rasa masa lalu. Dari fashion show tradisional + modern, sampe art installations, festival ini ngajarin lo kalau heritage bisa hidup bareng inovasi kekinian.
Solo International Performing Arts (SIPA) – Surakarta (04-06 September 2025)
Di Solo, Bro-Sis, ada SIPA 2025, festival seni internasional yang vibes-nya bener-bener global tapi rooted di budaya lokal. Di Pamedan Pura Mangkunegaran, lo bakal disuguhin musik, tari, dan teater kontemporer dari seniman lokal maupun internasional. Lo gak perlu ngerti bahasanya, karena seni itu bahasa universal—langsung nyampe ke hati. Plus, festival ini hybrid, jadi lo bisa dateng langsung atau ikutan online. SIPA bukan cuma nonton performance, tapi pengalaman seni yang bikin lo connect sama dunia dan budaya Indonesia sekaligus.
Gorontalo Karnaval Karawo – Gorontalo (05-07 September 2025)
View this post on Instagram
A post shared by Pesona Indonesia (@pesona.indonesia)
Bro-Sis, di Gorontalo, sulaman tradisional Karawo siap jadi spotlight fashion internasional. Karnaval Karawo 2025 bikin jalanan kota jadi runway raksasa, dengan model lokal dan masyarakat setempat pamerin outfit Karawo modern. Musik, tarian, dan parade bikin kota rame abis. Selain itu, UMKM lokal tampil juga, jadi lo bisa hunting produk autentik sambil support ekonomi kreatif masyarakat. Festival ini buktiin kalau budaya lokal bisa eksis, trendy, dan Instagramable sekaligus.
[Baca juga : "Napak Tilas Ke TPU Karet Bivak, Dari Kebun Karet Ke Rumah Abadi Para Pahlawan Kemerdekaan"]
Festival Payung Indonesia – Surakarta (05-07 September 2025)
Masih di Solo, ada Festival Payung Indonesia yang bikin ribuan payung artistik jadi panggung seni visual. Lo bisa foto puas sambil nonton pertunjukan musik, tari, teater, bahkan fashion show yang semua dikaitin sama tema payung. Ada juga workshop kreatif buat lo yang pengen turun tangan bikin karya sendiri. Festival ini mempersatukan budaya dari berbagai daerah, bahkan tamu internasional hadir. Jadi lo gak cuma cuci mata, tapi juga connect sama komunitas kreatif Indonesia dan dunia.
Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCa) – Sawahlunto (06-07 September 2025)
Bro-Sis, Sumbar gak mau kalah, karena SISSCa 2025 siap ngebawa lo ke karnaval songket sepanjang 950 meter! Dari pameran UMKM, seminar pakar songket Asia Tenggara, lomba melukis payung, sampai fashion show designer nasional & internasional, semuanya gratis dan super Instagramable. Lo bakal jadi bagian dari legacy songket Silungkang, belajar filosofi motif, teknik tenun, dan dapet pengalaman budaya yang elegan plus hits abis. Festival ini buktiin kalau heritage bisa tetep trendy dan meaningful kalau dieksplore dengan gaya kekinian.
Wakatobi Wonderful Festival and Expo (Wakatobi WAVE) – Wakatobi (09-14 September 2025)
Bro-Sis, siapin diri buat vibes laut yang epic! Wakatobi Wave bikin laut biru jadi panggung parade kapal hias, tarian adat pesisir, sampai lomba diving underwater. Selain healing, festival ini jadi ajang promosi budaya maritim Indonesia ke dunia. Lo juga bisa jelajahin expo kuliner seafood, kerajinan tangan, dan produk UMKM lokal. Malamnya? Ada musik, tari modern + tradisi, dan lighting show yang bikin malam Wakatobi makin hidup. Ini paket lengkap: wisata bahari, budaya, kuliner, dan adventure sekaligus!
Rang Solok Baralek Gadang – Solok (10-13 September 2025)
Terakhir, Bro-Sis, ke Sumbar lagi buat RSBG 2025. Sawah hijau jadi panggung megah penuh warna untuk parade budaya, fashion show etnik, kuliner khas Minang, dan hiburan musik lokal. Lo bakal ngerasain vibes kebersamaan masyarakat Solok yang hangat, throwback ke akar budaya sambil tetep fun dan kekinian. Fashion show di sawah + kuliner tradisional bikin pengalaman lo unik banget. Ini bukan sekadar festival, tapi simbol syukur, kreatifitas, dan kebersamaan yang jarang lo temuin di tempat lain.
Bro-Sis traveler, September 2025 tuh bukan sekadar bulan biasa—ini paket marathon festival Indonesia! Dari budaya, seni, fashion, kuliner, sampai adventure laut, semua nyatuin pengalaman unik yang bikin feed IG lo auto estetik dan hati lo penuh cerita. Jadi jangan cuma scroll timeline, gas langsung ke event-event ini, bikin memories, dan rasain sendiri vibes budaya, kreativitas, dan kebersamaan maksimal di negeri kita! (Sumber Foto @fendhy82)
...more