TripTrus.Com - Ada rencana traveling ke Jawa Tengah, terutama ke kawasan Jepara dan Rembang? Pada Hari Kartini yang dirayakan setiap tanggal 21 April, tak ada salahnya mencoba menapak tilas Kartini di tanah kelahirannya.
Jepara dan Rembang erat kaitannya dengan Kartini. Ia lahir di Jepara namun kemudian menetap Rembang hingga tutup usia. Berikut obyek wisata yang berkaitan dengan Kartini di Jepara dan Rembang. Cocok sebagai alternatif liburan di akhir pekan.
1. Monumen Ari-ari Kartini
Di Desa Pelemkerep, Jepara, terdapat Monumen Ari-ari Kartini. Kartini lahir di desa ini. Walaupun rumah kelairannya sudah tidak ada, di bagian belakang masih tertanam tali pusar Kartini. Hal ini sesuai adat Jawa bahwa saat lahir, ari-ari sang bayi ditanam. Di tempat ari-ari Kartini ditanam, dibangun monumen berbentuk bunga teratai. Bunga teratai adalah bunga favorit Kartini.
2. Pendopo Kabupaten Jepara
sneakpeak photoshoot with jpc last year in #pendopojepara 💕#hijab #photosesion #jepara #ilovejepara #explorejepara
A post shared by Mila Alfiani (@milaamiliimiluu) onFeb 24, 2015 at 5:45pm PST
Kartini sempat tinggal di pendopo Kabupaten Jepara selama masa remaja. Bisa dibilang inilah tempat Kartini dibesarkan. Sebab, ayah Kartini adalah Bupati Jepara. Beberapa ahli sejarah menyebutkan banyak buah pikiran Kartini muncu di tempat ini. Lokasinya di Jalan RA Kartini, Panggang, Jepara.
3. Museum Kartini Jepara
Mengenal dan mengenang Raden Ajeng Kartini 📋📄 #habisgelapterbitlahterang #museumkartinijepara #radenajengkartini #dolanjepara
A post shared by dewi (@diyah_puspasari) onDec 24, 2017 at 9:23pm PST
Ada dua museum Kartini, yaitu di Jepara dan di Rembang. Museum Kartini Jepara yang berlokasi di, menyimpan barang-barang milik Kartini semasa hidupnya. Tak hanya koleksi yang berkaitan dengan Kartini, beragam koleksi lainnya berkaitan dengan sejarah Jepara itu sendiri. Lokasinya di Alun-alun Nomor 1, Jepara.
4. Pantai Kartini
Jangan takut menengok ke belakang untuk sekedar menyapa masa lalu .. Berikan senyuman terindah dan katakan terimakasih .. . .. ... 📸 @mohargirofaa #pantaikartini #exploreindonesia #mytripmyadventure #tourpantai #indonesiaindah #jelajahindonesia
A post shared by Chrisputri Widianti (@chrisputri92) onApr 17, 2018 at 2:37am PDT
Pantai Kartini terletak di Jepara dan dekat dengan pendopo, kediaman Kartini saat ayahnya menjabat sebagai Bupati Jepara. Ia kerap melancong dan bermain di pantai ini saat masih anak-anak.
[Baca juga : 20 Tahun Terbengkalai, Pabrik Gula Colomadu Kini Jadi Destinasi Wisata Sejarah]
5. Museum Kamar Pengabadian Kartini Rembang
Berkunjung ke Museum R.A. KARTINI di Rembang, Jawa Tengah Museum ini dahulu adalah rumah Bupati Rembang yang juga suami dari R.A. Kartini. Lantai, dinding, atap, perabot, furnitur, sampai kamar mandi masih dalam bentuk asli, hanya dimodifikasi penggunaan ruang sebagai museum. Seperti kebanyakan museum di Indonesia, showcase nya terlihat gloomy, lusuh, berdebu, dan tidak terawat. Harusnya museum, apalagi untuk tokoh lengendaris seperti ini, bisa dibuat lebih menarik. Terima kasih untuk para guru sejarah dan film Kartini yang bisa memberikan sentuhan imajinasi sehingga bisa menikmati bukti sejarah dengan visual yang lebih indah. Sekedar info: harga tiket masuk Rp2000. Murah kan? Terima kasih untuk petugas museum yang mau bekerja saat libur (dan harusnya menurut jadwal, museum tutup hari minggu), karena banyak calon pengunjung yang datang 😃 #museumkartini #museumkartinirembang #museum #museumindonesia #rembang #jawatengah #belajarsejarah
A post shared by MayDee Taskah (@m4ydee) onDec 30, 2017 at 9:57pm PST
Pada usia 24, Kartini menikah dengan Bupati Rembang. Ia pun pindah ke Rembang. Rumah tempat tinggal Kartini dan suaminya, Djojoadiningrat, kini menjadi Museum Kartini. Lokasinya di Jalan Gatot Subroto. Di salah satu kamar merupakan tempat Kartini kerap menulis surat yang memuat buah pikirannya mengenai perempuan untuk seorang sahabat. Surat-surat inilah yang dikumpulkan dalam buku legendaris "Habis Gelap, Terbitlah Terang". Di kamar itu pula, Kartini melahirkan anak tunggalnya. Selain itu, di dalam museum pengunjung bisa melihat aneka perkakas yang pernah dipakai Kartini sampai lukisan yang dilukisnya.
6. Makam Kartini
🔙 #makamkartini
A post shared by Cahya Ula Widyana (@cahyaulawidyana) onFeb 8, 2018 at 8:08am PST
Di usia belia, Kartini meninggal dunia, yaitu saat masih berumur 25 tahun. Makam Kartini berada di sebua bukit yang dibangun oleh sang suami, tepatnya di Desa Bulu, Rembang. Bentuknya seperti Joglo dengan nisan marmer. Sangat mudah menemukan makam tersebut karena di bagian depan terdapat patung Kartini. Kartini digambarkan mengenakan busana adat Jawa dan memegang buku. (Sumber: Artikel travel.kompas.com, Foto vakansinesia.com)
...moreTripTrus.Com - Heritage on Wheels adalah wisata sehari (one day trip) dengan destinasi kawasan bersejarah di Purworejo-Kutoarjo menggunakan bus klasik Dodge D Series.
Sensasi menumpang bus klasik mungkin bisa jadi pengalaman berbeda bagi para penggemar bus. Hal ini yang coba ditawarkan PO Sumber Alam dengan menggelar paket wisata open trip bertajuk Heritage on Wheels pada 21 Maret ini.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Sita Ratih Pratiwi (@sita_ratih)
Heritage on Wheels adalah wisata sehari (one day trip) dengan destinasi kawasan bersejarah di Purworejo-Kutoarjo menggunakan bus klasik Dodge D Series.
Meeting pointnya di Pool Bus Sumber Alam, Kutoarjo dengan durasi tur sekitar 7 jam, yakni pukul 08.00 – 15.00. Ada empat Situs Heritage dan Kawasan Kota Lama yang dikunjungi. Di antaranya Hogere Kweek School, Alun2 Purworejo, Gereja Santa Maria, Pendapa eks Kabupaten Kutoarjo dan Hotel Kencana.
[Baca juga : "Nikmati Sensasi Off Road Di Hutan Wisata Punti Kayu Hanya Rp80 Ribu"]
Dalam pengumuman via akun Instagramnya, Sumber Alam menyediakan paket tur ini dengan biaya Rp 275 ribu per orang. Jika Anda dari Jakarta, bisa ikut paket perjalanan seharga Rp 600 ribu yang sudah termasuk tiket PP Jakarta - Kutoarjo bersama bus Sumber Alam.
Fasilitas dalam tur ini antara lain bus vintage Dodge D Series dengan kapasitas seat maksimal 18 orang. Snack dan makan siang menu lokal. Serta merchandise kerajinan lokal dan pemandu sejarah. (Sumber: Artikel bus-truck.id Foto @sigit_asmodiwongso )
...moreTripTrus.Com - Yo, teman-teman, lagi cari tempat liburan yang kece, banyak spot foto, dan makanan enak? Malang bisa banget jadi opsi buat kalian, guys! Selain dinginnya udara, Malang juga bisa bikin hati kalian adem sendiri, nih.
View this post on Instagram
A post shared by amazingindonesiafood (@amazingindonesiafood)
Siap-siap kejebak sama pesona dan kesejukan kota Malang, ya! Jangan lupa mampir ke 5 tempat seru ini, guys.
1. Malang Night Paradise
Dengan lampu LED dan lampion yang bersinar, Malang Night Paradise adalah surganya teman-teman yang suka foto malam! Ini adalah tempat wisata malam terbesar di Jawa Timur, lho. Banyak spot foto yang unik dan menarik, cocok buat kalian yang suka bikin konten.
Ada beragam wahana di Malang Night Paradise, kayak Magic Journey 2, Roemah 147, Adventure land, dan Museum Ganesya. Harganya mulai dari Rp95.000,-, udah bisa dapetin gemerlap lampu yang bakal menerangi malam kalian, guys! Buka dari jam 5:45 sore sampe 11 malam.
2. Flora Wisata San Terra
Nggak perlu jauh-jauh ke luar negeri buat lihat taman bunga, guys. Di Flora Wisata San Terra Pujon, Malang, ada 700 jenis bunga cantik yang bisa bikin mata dan hati kalian senang!
Selain bunga, ada juga bangunan ala Korea dan Belanda yang oke banget buat spot foto Instagrammable. Harganya mulai dari Rp25.000,- buat anak-anak dan Rp30.000,- buat dewasa, buat kalian yang pengen lihat bunga sepuasnya. Buka dari jam 8 pagi sampe 5 sore, guys!
3. Kampung Warna-Warni Jodipan
Kampung Warna-Warni Jodipan udah jadi ikon wisata terkenal di Malang. Lokasinya juga gampang dicapai karena di tengah kota. Warna-warni bangunan di sini bisa bikin foto kalian jadi lebih seru dan estetik. Siapin outfit terbaik buat foto-foto di sini, ya!
Buka dari jam 7 pagi sampe 5 sore dengan biaya masuk Rp5.000,-. Tapi, inget ya, karena dekat sama pemukiman warga, tetep jaga perilaku yang baik, guys!
[Baca juga : "15 Tempat Instagrammable Di Bali Yang Harus Banget Dikunjungi!"]
4. Taman Rekreasi Selecta
Ada di Batu, Malang, Taman Rekreasi Selecta punya banyak wahana dan fasilitas buat kalian yang liburan sama keluarga. Mulai dari lihat taman bunga, main di wahana seru, sampe renang atau pemandian air panas, semuanya ada di sini! Cocok buat hangout di tengah cuaca sejuknya Batu.
Nggak perlu repot cari hotel, karena di Taman Rekreasi Selecta juga ada hotel. Buka dari jam 6 pagi sampe 5 sore dengan harga tiket Rp40.000,-.
5. Batu Flower Garden
Batu punya banyak taman bunga keren, salah satunya Batu Flower Garden! Cukup 30 menit dari pusat kota, kalian udah bisa lihat bunga-bunga cantik di sini.
Kalian suka bikin konten? Santai aja! Batu Flower Garden punya lebih dari 10 spot foto Instagrammable buat kalian. Selain taman bunga, kalian juga bisa mampir ke Air Terjun Coban Rais yang dekat dari Batu Flower Garden. Buka dari jam 8 pagi sampe 4 sore, dengan tiket mulai dari Rp37.500,-.
Jangan nyesel deh liburan di Malang, Jawa Timur! Banyak tempat keren, harganya juga pas di kantong. Cuacanya yang sejuk pasti bikin liburan kalian makin seru dan nyaman. Cek juga info destinasi #DiIndonesiaAja di Instagram @pesona.indonesia, guys! (Sumber Foto @adikhas27)
...moreSekitar setengah jam dari Atambua, ibukota Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Desa Junelu, Kecamatan Kakuluk Mesak, terdapat sebuah kolam alami yang bernama Kolam Susuk. Kabarnya, kolam ini adalah yang menginspirasi grup legendaris Koes Plus untuk menciptakan lagu Kolam Susu. Lagu itu juga mengingatkan Timor Timur yang menyatakan integrasi dengan Republik Indonesia pada tahun 1975.Kata "Susuk" sebenarnya berarti sarang nyamuk. Selain karena memang di Kolam Susuk terdapat banyak nyamuk, nama itu didapat saat Raja Lifao dari Oecusse mengirimkan tujuh putrinya untuk membersihkan diri di kolam itu. Untuk menjaga agar para putrinya tetap waspada dan tidak tertidur di pinggiran kolam, sang raja mengirimkan nyamuk untuk mengganggu mereka jika tertidur. Kolam Susuk memang dipenuh dengan nyamuk. Ini pula yang menginspirasikan masyarakat setempat untuk memulai budidaya ikan bandeng dan udang. Ikan bandeng yang dipelihara di Kolam Susuk akan menjaga populasi nyamuk di kolam itu dengan memakan larva nyamuk. Sampai saat ini, di Kolam Susuk para pengunjung dapat menikmati ikan bandeng bakar yang baru ditangkap. Mungkin ini pula yang menginspirasi Koes Plus untuk bercerita tentang ikan dan udang yang datang menghampiri kail.Sebuah sekolah dasar (SD) bahkan dibangun di tepian kolam itu sebagai tanda mata dari Koes Plus. Sekolah itu dibangun agar para anak di wilayah Kecamatan Kakuluk Mesak dapat mengenyam pendidikan dasar. Kini, kolam yang terletak di atas bukit itu dikenal sebagai salah satu tujuan wisata masyarakat setempat pada tiap akhir pekan dan hari libur.Tapi Kakuluk Mesak tidak cuma punya Kolam Susuk saja. Tidak jauh dari Kolam Susuk, sekitar 3 kilometer, terdapat sebuah pelabuhan bernama Teluk Gurita. Teluk ini sejak zaman dahulu kala merupakan pelabuhan alam. Para pedagang dari berbagai negara menyandarkan kapalnya di teluk itu untuk mendapatkan cendana dan damar. Teluk ini juga mempunyai nama lain, yaitu Kuit Namon. Konon, ketika sebuah kapal pedagang Spanyol berlabuh di teluk itu, sebuah Kuit atau gurita raksasa melilit dan menenggelamkan kapal beserta awak kapalnya. Sampai saat ini reruntuhan kapal itu beserta isinya-yang telah menjadi fosil-masih dapat ditemukan di dasar Teluk Gurita. Pada masa Perang Dunia II, tentara Jepang menggunakan Teluk Namon sebagai pelabuhan untuk kepentingan perang. Ketika Jepang menyatakan menyerah dari tentara sekutu, semua peralatan perang Jepang dimusnahkan di Teluk Gurita. Di Teluk Gurita, wisatawan dapat memancing di sekitar teluk atau dari pinggiran pantainya. Bisa juga menggunakan perahu untuk memancing di Danau Konkas yang berhubungan dengan Teluk Gurita.Kabupaten Belu, yang berbatasan dengan Timor Leste ini juga punya beberapa destinasi wisata yang indah berupa tiga pantai, yaitu Pantai Pasir Putih yang terletak di jalur Atambua-Mota'ain (kota perbatasan dengan Timor Leste), Pantai Moladikin yang berada di Kecamatan Malaka Tengah-sekitar 80 kilometer dari Atambua-dengan pemandangan yang hijau dan sejuknya, dan Pantai Sukaer Laran dengan pasir putih serta air yang jernih dan ombak yang tenang.
Photos courtesy of: commons.wikimedia.org, belouan.wordpress.com, picassa
...moreTripTrus.Com - Penyedia paket travel kini menawarkan paket wisata murah. Misalnya Shine Project, yang pekan lalu mengajak wisatawan berlibur sehari ke tiga pulau di Kepulauan Seribu, Minggu, 15 April 2018.
Wisatawan cukup mengumpulkan uang Rp 85 ribu, dan pihak Shine Project mengantar ke pulau-pulau itu. Titik kumpul di dermaga Tempat Pelelangan Ikan Muara Kamal, Jakarta Utara. Kapal-kapal motor disediakan untuk mengantar pengunjung. Perjalanan dimulai sekitar pukul 08.00.
Tiga pulau yang dikunjungi adalah Pulau Kelor, Onrust, dan Cipir. Ketiga pulau ini termasuk dalam Taman Arkeologi Onrust dan dikelola oleh Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta.
Pulau pertama yang didatangi adalah Pulau Kelor, perjalanan dilalui dengan waktu sekitar 45 menit. Pulau Kelor termasuk pulau yang kecil, ukurannya hanya 0,28 kilometer persegi. Pandangan bisa menyapu pulau dari ujung ke ujung.
Forget the maps.. Follow your instincts.. #photos #photoshoot #photooftheday #photoshare_everything #l4l #l4f #f4f #mantublr #followme #photo #picoftheday #populer #ff #fff #lfl #jakarta #bogor #sukabumi #bandung #jayapura #jayapurapapua #papua #shootoftheday #shoot #shootandshare #asia #jenjajkt #pulaucipir #pulauonrust #explorejakarta
A post shared by Uupik Shivdhaasani (@shivdhaasani) onApr 18, 2018 at 3:50pm PDT
Air di pantai ini cukup bening dan bersih. Pasirnya juga putih dan halus. Pengunjung anak-anak dan dewasa bisa bermain air atau berenang. Jika tak ikut dalam rombongan agen wisata, pengunjung harus membayar tiket Rp 5 ribu per orang.
Bangunan yang sangat menonjol di Pulau Kelor adalah Benteng Martello yang terbuat dari tumpukan batu bata. Benteng ini berbentuk lingkaran di pojok pulau. Tingginya 9 meter dari permukaan laut. Menurut informasi yang tertera pada papan pengumuman, benteng ini dibangun Belanda pada 1850 sebagai bagian dari sistem pertahanan laut kota Batavia.
Diameter luar benteng 14 meter dengan tebal dinding 2,5 meter. Benteng ini tampak masih kokoh dengan jendela-jendela di sekelilingnya. Tempat ini pun menjadi latar foto para pengunjung. Selain gedung yang membentuk lingkaran, ada juga puing-puing benteng di luarnya, sampai di tepi pantai.
Di sekitar benteng ada pohon-pohon sebagai tempat berteduh. Di Pulau Kelor, wisatawan bisa memilih duduk di tembok pinggir pantai, bermain air, duduk di gazebo, atau piknik dengan tikar di bawah pohon. Pulau ini tak berpenghuni namun ada 10 petugas yang menjaganya. Pengunjung juga bisa memesan tenda seharga Rp 100 ribu per malam yang muat hingga 7 orang.
Pukul 11.00, wisatawan beranjak dari Pulau Kelor dan naik kapal menuju Pulau Onrust yang waktunya hanya sekitar 5 menit. Pulau Onrust berbeda, tak miliki pantai berpasir melainkan dikelilingi tembok. Konon, luas pulau ini awalnya 12 hektare namun mengalami abrasi dan kini luasnya tinggal 7,5 hektare.
Tapi kelebihannya, pulau ini sangat sejuk karena banyak pohon rindang. Jarak setiap pohon hanya sekitar 7-10 meter. Sehingga pas menjadi tempat berekreasi di siang hari.
Warung makan di Pulau Kelor juga lebih ramai. Di sini, wisatawan dapat makan siang dengan menu nasi seperti di daratan. Di sini bangunan sejarahnya lebih beragam. Ada gedung VOC, barak karantina haji, komplek makam Belanda, komplek makam pribumi, dan penjara.
Sewaktu masyarakat menunaikan haji menggunakan kapal, mereka akan dibawa dulu ke Onrust untuk diperiksa kesehatannya. Begitu pula ketika mereka pulang, untuk memastikan kesehatan para jamaah dan tidak membawa sakit yang menular. Namun barak-barak penginapan haji ini hanya menyisakan ubin dan sedikit tiang.
[Baca juga : Dari 4 Tipe Traveller Indonesia Ini, Kamu Tipe Yang Mana?]
Dari Onrust, kita dapat melihat pulau lainnya seperti Kelor, Cipir, dan Pulau Bidadari. Perjalanan berikutnya ke Pulau Cipir yang jaraknya sangat dekat. Di sini ada pantai yang pasirnya bercampur dengan karang-karang kecil.
Ada dua dermaga sehingga kapal leluasa bersandar. Wisatawan pun bebas berfoto ria di jembatan dermaga, pantai, atau di tembok. Di pulau ini juga ada peninggalan Belanda, misalnya meriam yang menghadap ke laut.
Pilihan permainannya pun beragam, seperti banana boat seharga Rp 40 ribu dan donat boat Rp 45 ribu. Namun pengunjung harus antre menggunakan kamar kecil karena hanya ada 1 titik kamar kecil yang berisi 4 toilet.
Pada malam hari, Shine Project mengajak wisatawan menerbangkan lampion yang dibakar dengan korek. Sebagian lampion berhasil mengudara dan ada juga yang tercebur ke laut.
Nurul Azizah, salah satu wisatawan yang mengikuti destinasi ala Shine Project, mengatakan perjalanan ke tiga pulau ini sangat seru. Apalagi mahasiswa sejarah Universitas Gadjah Mada ini baru pertama kali ke Pulau Seribu.
"Jalan-jalan ini adalah pengalaman berharga karena saya dapat melihat secara langsung peninggalan sejarah Indonesia, bukan sebatas teks," ujarnya.
Azizah paling tertarik dengan peninggalan bekas karantina haji. "Semester lalu saya belajar tentang sejarah Islam di Indonesia. Pas lihat gedungnya, saya bisa membayangkan lebih real soal perjalanan haji itu," ucap dia.
Selain paket wisata, pengunjung tiga pulau juga dapat berangkat dengan kapal-kapal yang bersandar di Muara Kamal. Beberapa kapal juga membuat rute perjalanan ke tiga pulau ini, dengan biaya Rp 75 ribu per orang. Penumpang kapal minimal 5 orang. Namun, pengunjung membayar tiket Rp 5 ribu setiap pulaunya.
Ada juga pilihan antar-jemput ke satu pulau. "Ongkosnya Rp 150 ribu per orang, bisa ditelepon waktu jemputnya," ujar Iwan Kamal, salah satu pemilik kapal. (Sumber: Artikel travel.tempo.co, Foto Agni Minardi)
...moreTripTrus.Com - Generasi millennial, dikenal sebagai generasi yang lebih memilih menghabiskan uang untuk berlibur dibandingkan membeli rumah. Demi memperoleh pengalaman liburan yang sedang tren, mereka rela merogoh kocek yang tidak sedikit.
"Jelas bukan sembarangan destinasi liburan, generasi millennial memiliki beberapa kriteria tertentu yang dijadikan pertimbangan layak atau tidaknya mereka mengunjungi destinasi wisata."
Selain berjuta misteri masa lampau, Lasem memiliki Batik motif yang sangat khas. Dikarenakan motif Batik Lasem tercipta dari berbagai unsur, seperti: Sejarah, Alam dan Budaya perpaduan antara Jawa dengan Tionghoa. Coraknyapun menggambarkan falsafah hidup dan moral. Serta warnanya yang memiliki cirri khas serupa merah darah ayam atau dalam bahasa Jawa “abang getih pitik”. Setidaknya setelah UNESCO pada tahun 2009 mengakui batik sebagai warisan dunia, batik Lasem mengalami perkembangan. Usaha batik di Lasem memang semakin menggeliat, berbagai showroom, workshop batik baru tumbuh dan menjadi salah satu tujuan turis ke Lasem. Setidaknya ada satu hal yang mesti diperhatikan, yaitu regenerasi pembatik yang memasuki usia senja. Karena hal tersebut menjadi kunci keberlangsungan Batik Lasem. Regram 📷@iwetramadhan
A post shared by Vakansi Indonesia (@vakansinesia) onJan 8, 2018 at 5:28pm PST
Destinasi berkarakter instagramable merupapak salah satu kriteria generasi millennial menentukan destinasi liburan. Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan travel Expedia, studi pada traveler muda usia 18-34 menemukan bahwa 2 dari 3 responden mengatakan, Instagrammability sebuah lokasi adalah faktor penting sebelum mereka memesan tiket.
Bagi generasi millennial, Lasem bisa dimasukkan ke dalam salah satu detinasi liburan mereka. Berbagai sudut Lasem sangat instagramable., dikarenakan begitu banyak bangunan tua bergaya Cina Hindia, yang masih berdiri kokoh. Aksen bangunan seperti jendela dan pintu berbagai warna menjadi pemanis dalam bingkai foto. Beberapa workshop batik dan juga beberapa klenteng bisa menjadi latar untuk berfoto.
Selain berkarakteristik instagramable, Lasem juga bisa memberikan berbagai pengetahuan bagi generasi millennial. Karena Lasem sendiri dikenal sebagai Tiongkok Kecil yang memiliki sejarah serta budaya yang menarik untuk diketahui.
Tunggu apalagi? Siapkan perlengkapan berfotomu sebelum berkunjung ke Lasem ya! (Sumber: Artikel-Foto Amieykha)
...moreTripTrus.Com - Jawa Barat, salah satu provinsi di Indonesia yang kaya akan sejarah dan budaya, juga memiliki berbagai destinasi mistis yang menarik perhatian para pencinta petualangan yang mencari pengalaman yang lebih dari sekadar liburan biasa. Destinasi mistis di Jawa Barat menawarkan kemisteriusan, keindahan alam, dan cerita-cerita legenda yang memikat. Mari kita jelajahi beberapa destinasi mistis di Jawa Barat yang dapat menggetarkan jiwa Anda.
View this post on Instagram
A post shared by News & Traveling (@bogor24_id)
1. Gunung Padang
Gunung Padang, terletak di Cianjur, Jawa Barat, adalah salah satu situs arkeologi yang mengundang keajaiban dan misteri. Situs ini dianggap sebagai salah satu piramida tertua di dunia dan telah menjadi objek penelitian dan spekulasi yang intens. Diyakini oleh beberapa orang bahwa Gunung Padang memiliki energi mistis dan memiliki kaitan dengan kekuatan gaib. Pengunjung dapat menjelajahi situs ini dan menyaksikan pemandangan yang menakjubkan sambil terpesona oleh aura mistisnya.
2. Situ Patenggang
Tersembunyi di kawasan Bandung Selatan, Situ Patenggang adalah sebuah danau yang dikelilingi oleh keindahan alam yang memesona. Namun, cerita mistis terkait dengan danau ini menambah daya tariknya. Konon, ada legenda tragis tentang sepasang kekasih yang dilarang bersatu dan kemudian berubah menjadi batu di sekitar danau. Pengunjung dapat menikmati keindahan dan ketenangan Situ Patenggang sambil mendengarkan kisah-kisah mistis yang beredar di sekitar danau.
3. Kampung Naga
Kampung Naga, sebuah desa tradisional yang terletak di Kabupaten Tasikmalaya, merupakan tempat yang sarat dengan kebudayaan dan adat istiadat Sunda. Desa ini dihuni oleh masyarakat yang masih menjalankan kehidupan sesuai dengan nilai-nilai tradisional mereka. Kampung Naga juga dikenal sebagai tempat yang sarat dengan keberadaan energi mistis. Pengunjung dapat merasakan suasana magis desa ini, mengagumi arsitektur rumah tradisional, dan belajar tentang tradisi mistis yang dijaga dengan ketat oleh penduduk setempat.
4. Goa Jepang
Terletak di Ciletuh, Sukabumi, Goa Jepang adalah kompleks gua yang digunakan sebagai tempat persembunyian selama Perang Dunia II. Selain nilai sejarahnya, goa ini juga dikaitkan dengan cerita mistis dan keberadaan makhluk gaib. Beberapa pengunjung melaporkan pengalaman supranatural saat menjelajahi goa ini. Pengunjung yang berani dapat memasuki goa dan merasakan suasana mistis yang memikat hati.
[Baca juga : "Menikmati Keindahan Dan Kenyamanan Kota Puncak"]
5. Situs Batu Tulis
Situs Batu Tulis, terletak di Sukabumi, adalah kompleks prasasti kuno yang berasal dari abad ke-7 hingga ke-14. Selain nilai sejarahnya, situs ini juga diyakini memiliki energi mistis. Legenda setempat menyebutkan bahwa tempat ini sering dikunjungi oleh makhluk halus dan sering terjadi aktivitas supranatural. Pengunjung dapat menjelajahi situs ini sambil merasakan suasana magis yang melingkupinya.
Destinasi mistis di Jawa Barat menawarkan pengalaman yang menggugah rasa ingin tahu dan memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang kebudayaan dan sejarah lokal. Namun, perlu diingat bahwa menghormati dan menjaga adat istiadat serta kepercayaan setempat adalah hal yang penting ketika mengunjungi destinasi mistis. Bersiaplah untuk merasakan keajaiban dan keangkeran yang tersembunyi di balik keindahan alam dan warisan budaya Jawa Barat. (Sumber Foto @susanfauzana)
...moreTripTrus.Com - Setiap kota punya ceritanya sendiri-sendiri, termasuk Tangerang yang terkenal sebagai salah satu pusat kebudayaan China-Islam pada masa silam. Untuk melihat perkembangan kebudayaan itu, bisa dilihat dari cagar budaya yang ada. Sedikitnya ada sembilan cagar budaya yang bisa diselamatkan sebagai warisan dunia di kota industri dan jasa itu.
Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang Rizal Ridolloh mengatakan, dari cagar budaya itu, masyarakat bisa lebih mengenal jati diri orang Tangerang. “Kami punya sembilan cagar budaya yang sudah ditetapkan dan semuanya sudah mendunia,” kata Rizal kepada KORAN SINDO kemarin.
Dia melanjutkan, budaya Tangerang terhubung dengan zaman Belanda, yakni Bendungan Pasar Baru atau Pintu Air 10. Kebudayaan kekukuhan bendungan itu bisa dianalogikan dengan budaya Tangerang dalam menahan terpaan masuknya budaya Barat dari berbagai sisi.
Selain itu, terjadi pula hubungan dengan masyarakat nonmuslim dalam hal ini warga Tionghoa. “Masjid Jami dan Makam Kalipasir ini berada di komunitas masyarakat Tionghoa dan menjadi bukti kerukunan antara komunitas Muslim dan Tionghoa yang ada di Tangerang,” tutur Rizal lagi.
View this post on Instagram
Masjid Jami Kali Pasir . Masjid tertua di Kota Tangerang, Peninggalan Kerajaan Pajajaran. Masjid ini berada di sebelah timur bantaran Sungai Cisadane, tepatnya di tengah pemukiman warga Tionghoa kelurahan Sukasari. Bangunannya pun bercorak China. Masjid tertua di Tangerang ini mencerminkan kerukunan umat beragama pada masanya. Hingga kini masjid yang sudah berusia ratusan tahun tersebut masih digunakan sebagai tempat beribadah. Namun, masjid ini tidak lagi digunakan untuk salat Jumat. . 📷 Kodak Signet s35 🎞 Kodak ColorPlus 200 #lugeugu #luguanalog #lugufilm #35mm #indo35mm #35mmphotography #35mmfilm #35analog #35mmstreetphotography #filmphotography #filmisnotdead #ishootfilm #analogcamera #kodak #kodaksignets35 #rollfilm #kodakcolorplus200 #kcp200 #pasarlama #masjidjamikalipasir #analogtangerang
A post shared by LUGU (@lugeugu) onJan 11, 2018 at 8:28pm PST
Dia menambahkan, pada masa itu Sungai Cisadane menjadi jalur lalu lintas perdagangan rempah-rempah dan tempat bersandar para pedagang Tionghoa di Tangerang. Mereka suka berhenti di Tangerang. “Banyak arsitektur bangunan di Tangerang sangat kental dengan nuansa China, mulai interior yang didominasi warna merah dengan hiasan China, seperti Medalion dan hewan mitologi dan sebagainya,” paparnya.
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, Pemerintah Kota Tangerang mengajak pihak swasta untuk ikut serta menata kawasannya dan menyediakan tempat rekreasi dalam pengembangannya. “Sungai Cisadane yang merupakan persediaan air baku masyarakat Tangerang akan dikelola sebagai objek wisata yang menyerupai di luar negeri hingga menyediakan transportasi air setelah di darat yang terdampak macet,” ujarnya.
Arief R Wismansyah mengatakan, setiap cagar budaya memiliki nilai sejarah untuk dijadikan pelajaran bagi masyarakat luas sekarang maupun yang akan datang.
[Baca juga : "Wisata Sejarah Menarik Di Tangerang"]
Melalui program Tangerang Layak Dikunjungi, Pemkot Tangerang melakukan penataan cagar budaya dan mengenalkan potensi wisata lain kepada masyarakat luas. Mulai menjadikan taman sebagai tempat rekreasi dan mempromosikan UKM sebagai bekal oleh-oleh bagi wisatawan. “Rekreasi atau liburan menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Karena itu, kita lakukan penataan dengan dasar kreativitas melalui potensi yang ada dengan peran serta masyarakat serta semua pihak. Kami pun mengajak wisatawan untuk datang ke Kota Tangerang dan menggali sejarah yang ada karena sangat menarik,” ujarnya. (Sumber: Artikel sindonews.com Foto republika.co.id)
...moreAyo ikuti trip ke Pulang Sangiang di: http://triptr.us/Br
TRIPTRUS - Provinsi Banten memiliki satu destinasi wisata yang kini mulai dilirik. Destinasi itu bernama Pulau Sangiang yang berada dalam wilayah Kabupaten Serang. Terletak di antara Pulau sumatera dan Pulau Jawa, Pulau Sangiang dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 45 menit dari Anyer dengan menggunakan kapal atau perahu bermotor.
Pulau yang dijadikan Taman Wisata Alam oleh Pemerintah Indonesia ini awalnya ditetapkan sebagai cagar alam yang memiliki luas 700, 35 hektar (Ha). Kemudian pada tahun 1991, wilayah perairan di sekitarnya ditetapkan jadi Taman Wisata Alam Laut seluas 720 Ha, sehingga total Taman Wisata Alam Pulau Sangiang menjadi 1420,35 Ha. Lalu pada tahun 1993, Taman wisata Alam Pulau Sangiang ditetapkan menjadi seluas 528, 15 Ha.
Pada waktu masa penjajahan Belanda, Pulau Sangiang memiliki nama Dwars-in-den-weg, atau kurang lebih berarti menghalangi jalan. Nama ini diambil karena lokasi Pulau Sangiang tepat berada di tengah penyempitan Selat Sunda yang membatasi Pulau Sumatera dan Pulau Jawa. Lalu menurut cerita penduduk setempat, pada masa penyebaran agama Islam oleh Wali Songo, Pulau Sangiang merupakan tempat pertemuan para wali untuk mengadakan rapat dan mengambil keputusan menjalankan penyebaran agama. Di masa penjajahan Jepang, Pulau Sangiang merupakan titik penyimpanan berbagai kekayaan bumi yang diambil Jepang di Indonesia sebelum dibawa ke negaranya.
Sebagian besar Pulau Sangiang tidak dihuni oleh manusia untuk menjaga kelestarian alamnya. Tetapi di Pulau Sangiang terdapat sebuah pemukiman yang hanya berjumlah sekitar 50 kepala keluarga yang bernama Legon Waru. Para penduduk perkampungan ini berkomunikasi menggunakan 3 bahasa, yaitu Bahasa Sunda, Jawa, dan Lampung.
Daya tarik Pulau Sangiang terdapat pada kelestarian alamnya baik kawasan daratan pulau yang masih dijaga keindahannya, maupun kawasan wisata laut penuh dengan biota laut seperti karang dan ratusan spesies ikan yang dapat dilihat di air yang jernih. Untuk penggemar wisata laut, Pulau Sangiang menyediakan fasilitas snorkeling maupun diving di beberapa kawasan seperti perairan Batu Raden, Pantai Perawan dan Legon Waru.
Sementara, untuk penggemar trekking dan wisata budaya, Pulau Sangiang memiliki banyak gua dan benteng-benteng peninggalan masa penjajahan Jepang serta gua kelelawar yang di bawahnya merupakan tempat berkeliarannya ikan hiu yang siap memakan kelelawar yang jatuh dari atas gua.
Keindahan alam Pulau Sangiang membuat banyak pengunjung yang pernah datang menobatkannya sebagai salah satu dari Seven Wonders of Banten (Tujuh Keajaiban Banten).
Photos courtesy of: commons.wikimedia.org, gunungtukung.blogspot.com, savingfunvacation.blogspot.com, panoramio.com
...more