TripTrus.Com - Pemkot Malang mulai mempopulerkan walking heritage tour. Tujuannya selain menggaet wisatawan, konsep wisata ini untuk kenalkan wisata heritage sekaligus melestarikan bangunan cagar budaya.
Edisi sedang aras-arasen nyari gambar baru, jadinya mixing 2 gambar (lama dan baru). Gedung KPPN Malang . . . #Malang #arema #KotaMalang #Malangjadul #Malanglawas #Malangkotabunga #Fotokuno #Fotojadul #Fotomalang #malangtempodulu #Malangtempodoeloe #malangheritage #sejarahmalang #foto #photography #oldphotos #vintage #vintagephotos #netherland #nederlandschindie #dutch #indonesia #History #Historical #throwback #sejarah #jamanlawas #jamanold #tempodoeloe
A post shared by Malang Heritage (@malang.heritage) onApr 6, 2018 at 4:30am PDT
Bentuk kegiatan walking heritage tour yang mulai diujicobakan yakni mengajak generasi muda berkunjung lalu diskusi di kawasan heritage. Di antaranya di sekitar Balai Kota Malang, kawasan Tugu hingga Kayutangan.
“Ini menjadi salah satu percobaan program wisata baru Kota Malang yang menawarkan wisata jalan-jalan dan mengenal heritage Kota Malang dari tempat yang satu ke tempat yang lain,” jelas Kepala Seksi Promosi Pariwisata Disbudpar Kota Malang, Agung Bhuwana.
[Baca juga : Rumah Tegel Lasem, Saksi Bisu Kejayaan Masa Lampau!]
Beberapa waktu lalu, kata Agung, mahasiswa UMM dan ITN sudah mulai mencoba walking heritage tour. Lebih lanjut dia mengatakan, selain bisa meningkatkan kunjungan wisatawan, kegiatan tersebut juga menambah nilai wisata heritage dan budaya yang ada di Kota Malang. Hal tersebut dianggap menjadi instrument efektif Kota Malang untuk meningkatkan wisata tradisi. Atau wisata kebudayaan yang memang sudah ada sejak dulu.
Lebih lanjut Agung menyebutkan kawasan-kawasan di Kota Malang yang berpotensi digarap menjadi kawasan walking heritage tour. Di antaranya kawasan Jalan Ijen, koridor Pecinan, Koridor Celaket hingga Kayutangan.
Anggota tim Cagar Budaya Malang, Budi Fathoni belum lama ini membawa ratusan mahasiwanya melakukan walking heritage tour. Menurut dia, generasi muda diajak mengenal lebih dalam soal sejarah Kota Malang dari sisi tata arsitek Balai Kota Malang dan sekitarnya.
Struktur detail bangunan Balai Kota Malang menurut Budi merupakan peninggalan zaman kolonial Belanda. Dimana hal ini sangat unik karena masih bisa berdiri sampai sekarang dan terjaga. Tidak hanya di balai kota, mahasiswa juga diajak berkeliling ke kawasan bersejarah lainnya. Yakni kawasan Alun-Alun Merdeka, Kayutangan, Rajabali, sampai ke pertigaan PLN. (Sumber: Artikel malang-post.com, Foto Bramantiyo Marjuki)
...moreSelain memiliki pantai-pantai yang eksotis, Banyuwangi juga memiliki beberapa air terjun indah nan permai yang letaknya bersembunyi di balik kaki gunung dengan pepohonan rimbun. Air Terjun Antogan salah satunya, destinasi wisata ini menjadi salah satu pilihan wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten paling timur dari Pulau Jawa ini.
Begitu tiba di air terjun ini, mata pengunjung langsung dimanjakan oleh pemandangan jernihnya air yang jatuh dari ketinggian sekitar 7 meter. Suasana sejuk juga begitu terasa di sekitar lokasi air terjun ini. Perasaan tenang dan santai menjadi momen menyenangkan apalagi saat kaki kita merasakan kesejukan air terjun ini.
Air Terjun Antogan terletak di Dusun Krajan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi. Air terjun di kawasan ini berasal dari mata air Longon di Kaki Gunung Raung. Selain air terjun, di kawasan ini juga terdapat tempat pemandian Antogan Indah yang dapat menjadi alternatif bagi pengunjung sehabis menikmati sejuknya Air Terjun Antogan.
Konon Air Terjun Antogan dahulu dijadikan tempat bertapanya Pangeran Jogo Pati atau lebih dikenal dengan nama Pangeran Jogo Pati. Selain itu, kawasan sekitar air terjun ini dahulu juga digunakan para pejuang untuk bersembunyi sambil terus melawan penjajah Belanda. Banyaknya lorong persembunyian yang berada di antara batu-batu besar menjadi tempat yang aman untuk bersembunyi. Antogan sendiri berasal dari kata Pesantogan, yang berarti tempat berkumpul.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreCari trip ke Riau di sini: http://triptr.us/CY
TRIPTRUS - Provinsi Riau punya sebuah fenomena alam unik di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. Di Sungai Kampar yang melintasi lima kabupaten di Riau (Kabupaten Pelalawan, Kampar, Kuantan Singingi, Lima Puluh Kota, dan Sijunjung) memiliki gelombang yang bernama gelombang Bono. Gelombang Bono terjadi di saat volume air sungai meningkat drastis di musim penghujan dan badan sungai yang membesar serta aliran air dari beberapa anak sungai membuat daerah hilir Sungai Kampar memiliki gelombang tinggi. Ditambah pula, arus air dari Selat Malaka dan Laut Cina Selatan bertemu dengan aliran muara Sungai Kampar. Penyempitan pertemuan arus itu membentuk gelombang besar. Gelombang Bono dapat mencapai 4-6 meter di saat bulan purnama. Meski oleh masyarakat setempat ombak Bono mempunyai nama yang mengerikan, yaitu Tujuh Hantu, tapi gelombang ini juga mengundang banyak peselancar dari luar negeri untuk menjajal liarnya ombak bono. Meski Gelombang Bono bisa dibilang berbahaya, tetapi ombak sungai terbesar dan terpanjang di dunia ini dinobatkan sebagai wahana selancar sungai terbaik di dunia.Saat terjadi puncak Bono, 21 gelombang ombak dapat muncul secara bersamaan. Gelombang ini juga bisa menciptakan kubah yang bergulung-gulung dengan waktu yang bisa mencapai dua jam. Ini tentunya jauh berbeda dengan gelombang di laut yang hanya berdurasi sekitar beberapa menit saja. Kehebatan gelombang Bono dalam memanjakan para peselancar inilah yang membuatnya jadi sangat menarik.
Tetapi, gelombang Bono besar tidak disarankan untuk ditunggangi oleh peselancar pemula. Ini disebabkan oleh karena ganasnya gelombang Bono yang kabarnya tiap tahun memakan puluhan korban dari kapal yang tenggelam akibat diterjang gelombang tinggi. Untuk memprediksi datangnya Puncak Bono, dapat diketahui lewat kalender tarikh qomariyah yaitu di pertengahan bulan (sekitar tanggal 10-20) di saat bulan purnama.Keberadaan Bono sebagai obyek wisata baru dimulai beberapa tahun lalu setelah beberapa peselancar dari Perancis dan Brazil mulai menjajal hebatnya Gelombang Bono. Kepopuleran Bono bahkan membuat seorang peselancar sungai (tidal bore surfer) dari Inggris Steve King (48) mencoba memecahkan rekornya sendiri di Guiness World of Records dengan berselancar sejauh 40 kilometer. Wow!Teluk Meranti dapat dicapai dari Pekanbaru, ibukota Provinsi Riau, dengan jalan darat sekitar lima jam. Untuk mencapai gelombang Bono ada baiknya menggunakan perahu motor atau jetski, mengingat Sungai Kampar juga merupakan habitat binatang pemangsa, yaitu buaya.Untuk bertemu dengan Gelombang Bono di Teluk Meranti, disarankan pada awal dan akhir musim hujan di saat gelombang sedang tinggi-tingginya. Jadi, tandai kalender di bulan Februari, Maret, Oktober, dan November. Jika bosan berselancar di siang hari, malam hari juga adalah waktu terbaik untuk berselancar di atas gelombang Bono.
Photos taken from: indonesia.travel, flickr.com, kimasurf.com, riverbreak.com
...moreSillanan adalah nama sebuah perkampungan tradisional masyarakat Toraja. Secara administratif, perkampungan ini masuk ke wilayah Desa Sillanan, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan. Perkampungan yang struktur tanahnya berbatu-batu ini dihuni oleh penduduk yang bekerja sebagai petani kopi, dan terletak sekitar 35 kilometer ke arah selatan Rantepao. Di tempat ini terdapat bangunan-bangunan megalit berupa menhir maupun kubur batuyang berkaitan dengan tradisi dan upacara-upacara adat masyarakat Toraja yang hingga kini masih diselenggarakan. Dari upacara-upacara adat itu, wisatawan akan mendapatkan gambaran mengenai fungsi dan peranan peninggalan-peninggalan bersejarah tersebut terhadap kehidupan masyarakat setempat. Beberapa rumah tongkonan dan lumbung padi yang berusia sangat tua pun masih bisa ditemukan di sini, sementara beberapa diantaranya sudah direnovasi akibat termakan usia. Tongkonan merupakan rumah adat masyarakat Toraja. Kata “tongkonan” berasal dari bahasa Toraja yaitu “tongkon” yang berarti duduk. Disebut tongkon karena memang bangunan ini berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan kekuasaan adat. Tongkonan bukanlah rumah pribadi perseorangan tetapi diwariskan secara turun temurun oleh keluarga atau marga suku Toraja. Di rumah adat inilah, keluarga Toraja biasanya berkumpul untuk berdiskusi ataupun bertukar pendapat. Tidak semua Tongkonan dapat dikunjungi, kecuali Tongkonan yang memang secara khusus dijadikan obyek wisata. Sementara Tongkonan milik keluarga Tana Toraja hanya boleh dikunjungi oleh anggota keluarga saja. Wisatawan bisa menanyakan tetua adat atau penduduk mengenai Tongkonan mana yang boleh dikunjungi. Tongkonan terbuat dari kayu dan memiliki atap yang terbuat dari daun nipa atau kelapa. Bangunan adat ini selalu dibangun menghadap ke utara, arah yang dianggap sebagai sumber kehidupan. Jika dilihat dari bagian samping, bentuk atap Tongkonan akan mirip seperti tanduk kerbau. Di kehidupan masyarakat Toraja, kerbau memang dijadikan simbol status sosial. Ketika keluarga Toraja menyelenggarakan upacara adat pemakaman, mereka akan menyembelih kerbau yang jumlahnya disesuaikan dengan kemampuan ekonomi keluarga penyelenggara adat. Setelah disembelih, tanduk-tanduk kerbau dipasang pada Tongkonan milik mereka. Semakin banyak jumlah tanduk kerbau pada Tongkonan, berarti semakin tinggi pula status sosial pemiliknya di kalangan masyarakat Toraja. Rumah adat Toraja ini berbentuk rumah panggung, dan kolong rumah biasanya dipakai sebagai kandang kerbau. Di depannya terdapat lumbung padi, yang disebut ‘alang‘. Tiang-tiang lumbung terbuat dari batang pohon palem (‘bangah‘) yang licin, sehingga tikus tidak dapat memanjat masuk ke dalam lumbung. Di bagian depan lumbung terdapat berbagai ukiran bergambar ayam dan matahari, yang merupakan simbol untuk menyelesaikan perkara. Orang Toraja menganggap tongkonan sebagai simbol ‘ibu‘, sedangkan alang sebagai ‘bapak‘. Tongkonan tidak hanya berfungsi sebagai rumah tinggal, tetapi juga sebagai tempat mengadakan kegiatan sosial, upacara adat, serta membina kekerabatan. Bagian dalam rumah dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian utara, tengah dan selatan. Bagian utara atau ‘tengalok’ berfungsi sebagai ruang tamu, ruang tidur anak-anak, dan juga tempat meletakkan sesaji. Bagian tengah yang disebut ‘sali‘ berfungsi sebagai ruang makan, pertemuan keluarga, tempat menyemayamkan orang mati, dan juga sebagai dapur. Dan bagian selatan disebut ‘sumbung‘, merupakan ruangan untuk kepala keluarga. Rumah adat Toraja memiliki beberapa ornamen ukiran khas Toraja yang terbuat dari tanah liat, biasanya menggunakan empat warna dasar yakni hitam, merah, kuning, serta putih. Bagi suku Toraja, keempat warna itu memiliki makna tersendiri. Warna hitam melambangkan kematian, kuning menjadi simbol anugerah dan kekuasaan Illahi, putih lambang warna daging dan tulang yang berarti suci, sementara merah menjadi simbol warna darah yang melambangkan kehidupan manusia. Sama halnya dengan jumlah tanduk kerbau, jumlah ornamen di dalam Tongkonan juga melambangkan tingkat kemewahan. Desa Sillanan juga menawarkan pemandangan alam yang indah dan agrowisata kopi dan sayur mayur. Sillanan dapat dicapai dengan menggunakan angkutan umum Makale – Mebali. Lalu perjalanan bisa dilanjutkan dengan angkutan Mebali -Sillanan, naik ojek atau berjalan kaki. Di sekitar perkampungan ini, terdapat juga pemondokan untuk wisatawan. Sementara enam kilometer dari Sillanan,ada hotel bintang tiga.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreKepulauan Derawan yang merupakan sebuah Kecamatan dari Kabupaten Derau, Kalimantan Timur. Keindahan Derawan membuatnya jadi destinasi wisata favorit baru para traveler dari mancanegara dan Indonesia. Derawan bahkan mendapatkan julukan sebagai The Second Raja Ampat (Raja Ampat Kedua) karena potensi wisata dan keindahan alamnya. Ingin tahu apa saja yang bisa dilakukan di Derawan? Di bawah ini ada 6 hal yang harus dilakukan saat ikut trip ke Derawan.
1. Island HoppingKepulauan Derawan terdiri dari enam pulau besar, yaitu Derawan, Sangalaki, Kakaban, Maratua, Panjang dan Samama. Belum lagi puluhan pulau kecil dan beberapa pulau gosong/gusung yang hanya bisa dikunjungi saat air laut sedang surut. Tiap pulau di kepulauan yang berada di Laut Sulawesi ni memiliki keindahan yang sama, baik di atas maupun di bawah lautnya. Jelajahi keindahan pulaunya, berbicanglah dengan para penduduknya, rasakan keramahan mereka. Kunjungi tempat-tempat seperti makan dengan nisan kepala kuda, atau makam Saba'ani - salah seorang kepala suku yang dihukum oleh Belanda di awal tahun 1900-an.
2. Snorkeling di Danau KakabanPulau Kakaban adalah salah satu fenomena alami fantastis yang ada di Kepulauan Derawan. Kakaban merupakan atol (pulau karang) yang di tengahnya terdapat Danau Kakaban. Keunikan Danau Kakaban adalah empat spesies ubur-ubur tanpa sengat (stingless jellyfish) yang hidup di danau ini. Selain di Kakaban, danau seperti ini ada di Palau, sebuah negara kepulauan Mikronesia -- dengan jumlah spesies lebih sedikit dibanding Danau Kakaban. Di Indonesia, danau seperti di Kakaban juga ada di Pulau Togean lho.
3. Mengunjungi Penangkaran PenyuDi Kepulauan Derawan ada penangkaran Penyu Hijau (Chelonia mydas) terbesar di Asia, yaitu di Pulau Sangalaki. Penyu ramah ini dulunya diburu untuk diambil dagingnya dan dijadikan hiasan. Tapi sejak adanya usaha konservasi oleh World Wildlife Fund Indonesia dan SK Bupati Berau pada tahun 2001 -- yang melarang eksploitasi dan pemanfaatan telur penyu -- populasi penyu hijau kini meningkat pesat. Jika beruntung, pada malam hari kamu bisa menyaksikan mereka bertelur di pantai Derawan atau ikut melepas tukik (anak penyu) ke laut.
4. Diving Sampai PuasKekayaan Derawan yang satu ini menyebabkan para traveler memberi julukan The Second Raja Ampat. Keanekaragaman satwa dan terumbu karang di kawasan laut di Derawan hanya bisa disaingi oleh Raja Ampat. Jadi jangan heran jika tiap pulau di Derawan punya diving point yang tidak kalah satu dengan yang lain. Sebut saja melihat ikan pari manta berkeliaran Manta Point dan menyelam sambil menelusuri Blue Light Caves di Pulau Kakaban, atau menyelam bersama penyu di Pulau Sangalaki di beberapa dive spot seperti Coral Gardens, Sherwood Forest dan Manta Parade. Belum puas? Kunjungi juga perairan Pulau Maratua, pulau terbesar di Kepulauan Derawan dengan dive site fantastis seperti Big Fish Country, Fusilier Alley, dan Fantasy Wall.
5. Wisata KulinerPernah mencoba Tehe-tehe, Kima-kima dan Elai? Di Derawan ketiganya bisa kamu dapatkan. Tehe-tehe adalah sejenis bulu babi yang bagian dalamnya dimasak dengan dicampur nasi. Kima (atau Kima-kima) adalah kerang berukuran besar yang dimasak dengan bumbu yang segar. Dan terakhir adalah Elai. Buah yang mirip dengan durian ini memiliki warna oranye, tidak seperti kebanyakan durian yang berwarna kekuningan.
6. Menikmati Keindahan LangitBangun pagi-pagi lalu duduk di sisi timur Pulau Derawan untuk menikmati matahari terbit yang indah. Di sore hari, pergilah ke sisi barat untuk menikmati matahari terbenam yang menakjubkan. Lalu, berbaringlah di pantai sambil menatap hamparan bintang yang terlihat jelas tanpa terhalangi oleh polusi udara.
Bagaimana? Sudah ada gambaran jelas apa yang bisa dilakukan di Derawan? Atau ada hal lain yang perlu di tambahkan? Silahkan berikan komentar kamu di bawah.
...moreMendengar kata Martapura tentu akan mengingatkan kita dengan sebuah kota penghasil intan terbesar di Indonesia. Kota Martapura merupakan ibukota Kabupaten Banjar yang terletak di provinsi Kalimantan Selatan. Sejak tahun 1950 hingga sekarang, pedagang intan tradisional tetap melakukan transaksi jual beli di kota yang dulunya bernama Kayutangi, ibukota Kesultanan Banjar di masa pemerintahan Sultan Adam. Jadi tidak heran kalau kota ini dijuluki kota intan karena batu mulia tersebut telah menjadi ciri khas Kota Martapura. Wisatawan pencinta batu perhiasan pun datang berkunjung dan berburu intan ke pusat transaksi intan yang sekaligus tempat penggosokan intan terkenal ini.Pasar Intan Martapura berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Pada hari biasa, pasar ini bisa dikunjungi oleh sekitar 10.000 orang. Tapi pada akhir pekan atau hari libur nasional, Pasar Intan Martapura bisa dipadati hingga sekitar 20.000 pengunjung.Kompleks pertokoan di Pasar Intan Martapura menyediakan 87 toko intan yang dibagi dalam empat blok pasar. Sementara tempat parkirnya bisa menampung lebih dari 380 mobil. Tetapi tidak perlu khawatir kehabisan tempat parkir, kendaraan pengunjung yang sudah tidak muat lagi bisa dititipkan di parkiran Masjid Al Karomah yang berdekatan dengan pasar.Batu intan yang diperjual belikan di pasar ini sudah diolah dalam bentuk perhiasan. Harganya berkisar antara puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah, tergantung keunikan ataupun kelangkaan jenis batu intan. Peluang bisnis batu intan Martapura tidak hanya ada di kota ini. Intan yang dibeli seharga Rp 20.000 di Pasar Intan Martapura bisa dijual kembali dengan harga Rp 50.000 bahkan Rp 100.000 di pulau Jawa. Sungguh bisnis yang cukup menguntungkan. Murahnya harga batu intan di pasar ini tentu saja karena proses penggosokan batu intan masih dilakukan secara tradisional sehingga pesonanya kurang terpancar.Untuk menuju ke Martapura, pengunjung hanya memerlukan waktu setengah jam dari Bandara Syamsudin Noor. Sementara dari kota Banjarmasin, pengunjung harus melakukan perjalanan yang memakan waktu hingga satu jam dengan menggunakan kendaraan. Tentu saja, berkunjung ke pasar ini tidak dikenai biaya.Salah satu hal yang perlu diperhatikan jika berminat membeli intan adalah untuk selalu ingat memeriksa keaslian intan dengan alat yang dimiliki oleh hampir semua toko di pasar ini. Jika hanya modal pecaya saja, tanpa memeriksakan keasliannya, pembeli bisa saja membeli batu tiruan.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTripTrus.Com- Akhir tahun sudah semakin dekat. Para pekerja di kota-kota besar sejak hari ini sudah tampak sibuk memulai persiapan liburannya. Dengan sisa waktu yang tinggal beberapa minggu lagi, kini sudah saatnya Anda pun mempersiapkan liburan akhir tahun.
Apabila masih bingung untuk memulai persiapan liburan nanti, berikut ini Anda akan memperoleh petunjuk bermanfaat. Setidaknya, ada 5 hal utama yang harus Anda pertimbangkan untuk liburan akhir tahun kali ini. Apa saja itu?
1. Periksa kondisi cuaca pada sepanjang waktu liburan
Cuaca di penghujung tahun sering tidak menentu. Hujan deras terjadi di berbagai titik dengan frekuensi yang hilang-timbul. Di sisi lain, panas juga sering muncul sangat terik di beberapa tempat. Tentunya, hal ini bisa sangat mengganggu liburan Anda.
Untuk menyiapkan diri sebelum berlibur, pastikan Anda mengetahui kondisi umum cuaca di tempat yang akan dilalui maupun dikunjungi. Dengan begitu, Anda pun dapat menyiapkan barang bawaan yang sesuai kondisi tersebut. Saat ini, BMKG sudah menyediakan aplikasi khusus di ponsel yang dapat memberikan informasi prakiraan cuaca di seluruh daerah tanah air.
Bagi yang ingin liburan ke luar negeri, aplikasi ponsel atau website yang paling mudah digunakan oleh wisatawan dewasa ini untuk cek kondisi cuaca saat liburan adalah YahooWeather dan GoogleWeather.
2. Pilih waktu liburan yang tepat
Akhir tahun sudah pasti menjadi waktu liburan yang sangat ramai. Semua orang berbondong-bondong berlibur di waktu bersamaan. Hal tersebut berakibat pada harga tiket transportasi (terutama pesawat) dan hotel yang melonjak tinggi.
Sebagai antisipasi, Anda bisa mengatur waktu cuti lebih panjang atau lebih cepat atau lebih lambat dari hari libur bersama. Dengan pergi dan pulang di hari kerja, pastinya suasana vakansi Anda tidak akan seramai waktu liburan dan harga tiket akomodasi juga tak semahal di hari libur.
3. Tentukan aktivitas yang ingin Anda lakukan selama liburan
Untuk merasakan liburan akhir tahun yang berkesan, pilihan aktivitas selama liburan juga harus masuk ke daftar pertimbangan Anda. Selepas Anda mengetahui destinasi yang dituju, mulailah tentukan aktivitas apa saja yang ingin Anda nikmati dengan maksimal selama liburan.
Bali adalah destinasi akhir tahun yang cocok untuk aktivitas pesta semalam suntuk menyaksikan pentas budaya, dan bertualang di alam. Jika Anda ingin liburan di metropolitan seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Singapura, dan Malaysia, tentunya aktivitas Anda akan banyak diisi dengan belanja dan wisata kuliner. Untuk Anda yang bermaksud berlibur ke Pulau Sumatera dan Kalimantan, aktivitas yang siap menanti Anda utamanya adalah rekreasi di tengah alam bebas dan menyaksikan festival budaya lokal.
4. Pergunakan aplikasi OTA untuk mengatur perjalanan
Hal satu ini juga menjadi poin yang sangat krusial, terutama jika Anda ingin liburan akhir tahun yang bebas tekanan. Dengan adanya aplikasi dari online travel agent (OTA), merencanakan liburan akhir tahun yang biasanya kompleks kini menjadi lebih praktis.
Dengan OTA yang tepat, bukan cuma proses pemesanan yang lebih cepat, tapi Anda juga bisa memastikan perjalanan jadi lebih lancar. Pilih OTA yang punya fitur Check-in Online untuk membantu check in penerbangan langsung. Dengan adanya fitur ini, Anda tidak perlu lagi membuka situs maskapai bersangkutan untuk melakukan online check-in, apalagi harus buru-buru ke bandara untuk mengantre check-in di konter.
5. Persiapkan rencana cadangan
Selalu miliki rencana cadangan untuk liburan, apalagi saat high season seperti di akhir tahun. Apabila rencana awal tidak berjalan lancar, maka rencana cadangan ini memastikan Anda tetap dapat melakukan hal lain dan tetap memperoleh pengalaman berkesan dalam menutup tahun ini. Rencana ini utamanya meliputi tempat dan aktivitas cadangan.
Kelima pertimbangan penting di atas siap menjadikan liburan akhir tahun Anda semakin nyaman dan berkesan. Oleh karena itu, jangan lupa untuk masukkan pertimbangan ini saat Anda tengah mempersiapkan keseruan menutup tahun 2017 nanti. (Sumber: Artikel tempo.co Foto pexels.com)
...moreCara menjaga kesehatan selama liburan. Momen liburan selalu dipakai oleh orang untuk bersenang-senang. Berkumpul dengan keluarga, makan-makan sepuasnya, mengunjungi tempat wisata, serta melakukan segudang aktivitas yang lainnya demi memanjakan diri. Akhirnya, banyak orang yang percaya jika ketika liburan sangat sulit untuk menerapkan pola hidup yang sehat.
Tetapi beberapa hal yang umumnya Anda lakukan ketika liburan justru dengan tidak Anda sadari sangat menyumbang nilai sehat yang tak terduga. Berikut ini beberapa aktivitas sehat yang Anda lakukan ketika liburan yang dapat menjaga kesehatan selama liburan yang mungkin tak Anda sadari.
Menghabiskan waktu dengan orang terkasih menambah panjang umur AndaStatistik mengatakan bahwa memiliki hubungan bersama orang-orang di sekitar Anda serta menghabiskan waktu dengan mereka secara reguler mampu memperpanjang hidup sampai kira-kira dua tahun. Selain daripada itu, berkumpul bersama orang-orang dekat juga diyakini mampu menurunkan risiko penyakit jantung juga kanker.
Kembali menjadi anak kecilSaat Anda berumur enam tahun pastinya Anda tak begitu peduli tentang seberapa banyak kalori yang masuk ke dalam tubuh Anda. Sebaliknya, ketika liburan Anda justru sibuk berlarian, bermain, memanjat pohon dengan tidak mengkhawatirkan itu semua.
Manjakan diri AndaMenghindari makanan dan juga melewatkan makan demi menghindari kalori, keduanya dapat menyebabkan konsumsi kalori lebih banyak di kemudian waktu. Biarkanlah diri Anda untuk cheating dan juga Anda akan menyadari jika tetap diet ketika liburan tidak akan bermanfaat.
Bernyanyi atau menariBernyanyi bisa menurunkan tingkat kecemasan dan juga depresi. Sementara menari mampu memperpanjang hidup dan juga memungkinkan untuk mengurangi risiko terkena penyakit alzheimer.
Nah, itulah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan selama liburan. Semoga bermanfaat dan Selamat Berlibur!
Sumber: Artikel rancahpost.co.id Foto menjamah.info
...moreSetiap tahun, Tanah Lot dikunjungi oleh sekitar satu juta wisatawan domestik dan mancanegara. Bisa dikatakan tempat ini menjadi salah satu ikon kepariwisataan Provinsi Bali. Erosi yang disebabkan oleh air laut telah membentuk sejumlah gua di sekitarnya, yang menjadi tempat hidup ular-ular laut. Masyarakat setempat percaya kalau ular-ular itu merupakan hewan milik Dewa yang mendiami Pura Tanah Lot sehingga tidak boleh diganggu.Yang membuat tempat ini semakin indah tentu saja dengan adanya bangunan pura yang terletak di bibir pantai yang curam, bernama Pura Tanah Lot. Ketika air laut pasang, Pura Tanah Lot akan terlihat seperti daratan yang mengambang di tengah pantai. Para wisatawan baru bisa menginjakkan kaki di tempat ini saat air laut mulai surut. Pura ini dibangun pada abad ke-15 oleh Danghyang Nirartha atau Pedanda Bawu Rawuh yang berasal dari Kerajaan Majapahit. Pada masa itu Tanah Lot dikuasai oleh Bendesa Beraben yang konon iri pada kesaktian Danghyang Nirartha yang mampu merebut simpati masyarakat Bali untuk memeluk agama Hindu. Lalu, Bandesa Beraben memaksa Danghyang Nirartha untuk segera meninggalkan Tanah Lot. Namun sebelum pergi, Danghyang Nirartha menggunakan kekuatan serta kesaktiannya untuk memindahkan sebuah batu berukuran sangat besar ke tengah pantai, lalu membangun sebuah pura di atasnya. Danghyang Nirartha juga mengubah selendangnya menjadi ular yang menjadi penjaga pura.Pura Tanah Lot ini sangat disukai oleh para fotografer yang ingin mengabadikan pura dengan latar matahari terbenam. Di dekat Pura Tanah Lot yang sangat indah ini, terdapat juga pura-pura lain yang berukuran lebih kecil, seperti: Pura Pakendungan, Pura Penataran, Pura Penyawang, dan lain-lain. Area wisata Tanah Lot berada di Desa Beraban, berjarak sekitar 13 kilometer dari Tabanan, atau sekitar 22 kilometer dari Kota Denpasar. Sementara dari Bandara Ngurah Rai, lokasi ini berjarak sekitar 25 kilometer dan bisa ditempuh dalam waktu sekitar 45 menit.Tarif tiket masuk yang ditetapkan bagi wisatawan domestik yang ingin menikmati keindahan Tanah Lot adalah Rp 5.000,00 untuk anak-anak dan Rp 7.500,00 untuk orang dewasa. Sementara harga tiket masuk untuk wisatawan mancanegara sebesar Rp 10.000 untuk anak-anak dan orang dewasa. Dan biaya parkir kendaraan Rp 2.000,00 untuk motor, Rp 5.000,00 untuk mobil, dan Rp 10.000,00 untuk bus.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more