Senang juga akhirnya Flores Trip bisa mencapai Waerebo. Lebih senang lagi saat bertemu adik-adik desa adat tersebut dan membagikan buku pelajaran dalam program #1Traveler1Book.Apa itu #1Traveler1Book? Sebuah gerakan sosial dari para traveler untuk traveling sambil berbagi kecerdasan dan pengetahuan bagi anak-anak Indonesia.
Dari 1traveler1book.org:
#1Traveler1Book adalah gerakan sosial dimana para traveler yang bepergian dan menjelajah ke berbagai pelosok Indonesia menyebarkan atau membantu menyebarkan buku-buku kepada anak-anak usia sekolah 6-15 tahun di berbagai destinasi yang dikunjungi oleh para traveler. Gerakan ini adalah hal kecil yang dibuat untuk membantu membuat Indonesia menjadi bangsa yang besar dengan menyebarkan informasi dan pengetahuan lewat buku.
Sejak awal trip Flores, saya memang mengusulkan untuk membawa minimal satu buku pelajaran. Untuk apa? Untuk diberikan kepada adik-adik yang ditemui di destinasi. Waerebo kami pilih sebagai lokasi #1Traveler1Book karena desa ini relatif sulit dijangkau. Bayangin aja, anak-anak Waerebo harus jalan kaki 8 km selama tiga jam untuk pergi sekolah.
Beratnya gendongan ransel berisi puluhan buku dan rasa capek trekking 3 jam langsung hilang saat tiba di Waerebo. Guide kami, Pak Martin, jadi perantara dan mengkoordinasi anak-anak di desa ini untuk berkumpul saat pembagian buku. Beberapa di antara mereka masih belum lancar bahasa Indonesia.
Anak-anak Waerebo pada main bola sebelum kumpul menerima buku
Persiapan pembagian buku, dikoordinir oleh Pak Martin
Kak Flo membagikan buku-buku pelajaran pada anak-anak Waerebo
Satu demi satu buku dibagikan. Anak-anak ini sempat berebut. Mereka sangat antusias. Senyum dan tawa bahagia bisa dilihat dari wajah polos mereka, meski dengan tutur bahasa yang tidak saya mengerti.
Kak Flo bersama dua anak Waerebo
Wajah-wajah anak Waerebo antusias menerima buku pelajaran
Tak ketinggalan dua anak perempuan Waerebo ini
Cheers! Foto bareng anak-anak Waerebo di depan rumah adat Mbaru Niang
Selain buku pelajaran, adik-adik ini juga menerima alat tulis. Buku-buku pelajaran ini nantinya akan dikumpulkan dan di perpusatakaan desa yang letaknya tak jauh dari bangunan Mbaru Niang, rumah adat Waerebo.
Benar kata Pak Martin, Waerebo mengajarkan pada kami bahwa ada yang lebih bernilai daripada rupiah. Ilmu pengetahuan dan pendidikan. Semoga buku-buku ini bisa bermanfaat dan membawa mereka meraih masa depan yang lebih baik.
Foto keluarga usai pembagian buku
#1Traveler1Book di desa adat Waerebo, YOU SHOULD BE HERE!
Source: ZulfikarAlex.com
======================================================================================================
Zulfikar Aleksandri, pekerja IT di sebuah perusahaan tour travel nasional. Masih studi S2 di Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya. Suka traveling dan backpacking Indonesia dan Asia Tenggara. Destinasi favorit Indonesia Timur, terutama bawah laut Flores.
Untuk info sehari-hari dan interaksi, follow di Twitter, Facebook, dan Instagram.
...moreTripTrus.Com - Bicara soal pariwisata, Indonesia memiliki segudang potensi berupa kekayaan alam, budaya, suku, hingga ras di yang tidak akan pernah ada habisnya dan tersebar di berbagai penjuru wilayah Tanah Air yang bisa jadi daya tarik wisatawan. Menyadari hal tersebut, saat ini banyak desa-desa di Indonesia yang terus mengembangkan potensi parekraf mereka untuk menarik minat turis berkunjung dan mendapat pengakuan pemerintah.
Hal itu dibuktikan oleh 3 desa wisata di Indonesia ini yang berhasil terpilih untuk mewakili Indonesia dalam ajang 'UNWTO Best Tourism Villages 2021', yang juga menyabet predikat 50 desa wisata terbaik di Indonesia dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Ketiga desa wisata tersebut yaitu Desa Wisata Nglanggeran yang terletak di Gunung Kidul, DIY Yogyakarta; Desa Wisata Tetebatu, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat; dan Desa Wae Rebo yang berada di Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Ketiga desa ini siap beradu keindahan dengan desa wisata di berbagai belahan dunia lainnya yang sudah terkenal secara global seperti misal Murcia (Cehegin), Spanyol; Alonissos, Westerb Samos, dan Soufli yang mewakili Yunani; serta desa wisata dari Asia Tenggara seperti Vietnam, Filipina, Thailand, Malaysia, Kamboja, dan masih banyak lagi.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno meapresiasi setinggi-tingginya kepada ketiga desa yang berhasil mewakili Indonesia di ajang UNWTO Best Tourism Villages 2021.
“Mudah-mudahan ini menjadi langkah kita bersama dalam menjadikan desa wisata di Indonesia sebagai pariwisata berkelas dunia, berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu mendorong pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” katanya dalam siaran pers yang diterima MNC Portal Indonesia. Lomba desa wisata bertaraf internasional ini tentunya memberikan kebanggaan tersendiri untuk bangsa Indonesia, sekaligus sebagai salah satu upaya mempromosikan pariwisata Indonesia di kancah global. Selanjutnya, Sandiaga mengajak wisatawan menelusuri keunggulan dari ketiga desa wisata tersebut. Berikut ulasannya.
1. Desa Wisata Nglanggeran, Gunung Kidul, DIY
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh The GUNUNGKIDULike (@the_gunungkidulike)
Desa ini terletak di Kecamatan Patuk, Gunung Kidul, DIY, tepatnya di kawasan Gunung Api Purba yang menjadi daya tarik terbesar dari desa wisata ini. Gunung Api Purba sendiri adalah bagian dari Geopark Gunung Sewu yang telah diakui oleh dunia.
Untuk menikmati kemegahan Gunung Api Purba, wisatawan bisa tracking dengan menaiki 100 anak tangga. Setibanya di atas, Anda bisa melihat gunung api purba yang membentang luas dengan keunikan bongkahan-bongkahan batu. Pengunjung juga akan disuguhkan pemandangan utuh geosite serta melihat keunikan Kampung Pitu, yakni satu kampung yang hanya boleh diisi 7 keluarga. Selain itu, terdapat pula Embung Nglanggeran. Objek wisata yang merupakan tampungan air seluas 0,34 hektare ini digunakan sebagai pengairan kebun warga.2. Desa Wisata Tetebatu, NTB
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Desa wisata tetebatu (@inside_tetebatu)
Desa Wisata Tetebatu memiliki magnet pemikat berupa wisata alam bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara untuk mengunjungi kawasan yang berada lembah Gunung Rinjani, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Desa Wisata Nglanggeran juga kaya akan potensi seni dan budaya yang masih tetap terjaga kelestariannya. Diantaranya Tarian Reog Nglanggeran, GejogLesung, Jathilan, Kenduri, Karawitan, dan Festival Kirab Budaya. Selain itu, ada pula potensi ekonomi kreatif seperti kerajinan batik topeng, olahan spa, dan deretan kuliner. Desa Wisata Nglanggeran juga memiliki batik tulis motif gunung Api Purba dan cokelat, batik jumputan menggunakan kelereng dan batu, serta batik eco print yang memanfaatkan daun jati, papaya, singkong, dan kenikir.Dari Desa Wisata Tetebatu, wisatawan bisa melihat pemandangan Gunung Sangkareang dan Gunung Rinjani. Selain indahnya hamparan sawah terasering, yang paling menggoda dari desa ini adalah dua air terjunnya, yakni air terjun Sarang Walet atau Bat Cave dan air terjun Kokok Duren. Kemudian wisatawan juga bisa mengunjungi Hutan Monyet, di mana pengunjung bisa melihat monyet hitam endemik asli Tetebatu.
Bagi yang hobi tracking, Desa Wisata Tetebatu juga mempunyai tempat jalan-jalan yang menyehatkan jiwa dan raga yakni di kebun kopi, cokelat, vanili, dan cengkeh milik masyarakat. Bahkan wisatawan pun bisa ikut menanam bibitnya jika musim tanam sedang berlangsung. Dengan mengunjungi Tetebatu, pengunjung juga bisa mendapatkan pengalaman berwisata religi dengan melihat peninggalan bersejarah berupa Alquran kuno yang sudah berusia 200 tahun. Kitab suci umat Islam itu terbuat dari bahan kayu dan kulit onta dan konon katanya merupakan asli tulisan tangan.Alquran kuno itu disimpan di sebuah rumah yang disebut bale kemaliq di Dusun Tete Batu Lingsar, Kecamatan Sikur. Alquran tersebut kini diwariskan kepada Jinarim alias Sukirman yang mengaku mendapatkan benda bersejarah itu dari kakeknya secara turun-temurun.
3. Desa Wae Rebo, Flores, NTT
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh LABUAN BAJO | KOMODO | SUMBA (@jelajahnusa.id)
Desa Wae Rebo yang terletak di Manggarai, Nusa Tenggara Timur ini disebut juga sebagai 'surga di atas awan' lantaran lokasinya yang berada di atas ketinggian 1.000 mdpl. Tak heran jika pemandangan yang disuguhkan begitu memukau layaknya lukisan. Untuk bisa sampai ke tempat ini memang tidaklah mudah karena posisinya yang berada di atas gunung. Pengunjung perlu tracking menyusuri jalan setapak, membelah hutan hingga menyusuri sungai sejauh 6 kilometer. Wisatawan harus mempersiapkan kondisi tubuh yang bugar, karena di mulai awal pendakian, langsung disuguhkan dengan tanjakan yang tiada henti. Namun, setibanya di Desa Wae Rebo, rasa lelah itu akan terbayar!Hal pertama yang menjadi perhatian wisatawan adalah tujuh rumah adat yang menjadi ikon dari Desa Wae Rebo, yakni Mbaru Niang yang berbentuk kerucut. Selain itu, hamparan rumput hijau yang dikelilingi pegunungan lengkap dengan kabut juga menjadi pesona wisata tersendiri sehingga memberikan kesan magis namun damai, tenang, dan sejahtera. Berbagai acara adat yang dilakukan setiap tahunnya juga menjadi satu keunggulan wisata tersendiri.
[Baca juga : "Kembali Pasarkan Wisata Indonesia Di Kancah Dunia"]
Salah satunya adalah upacara persembahan untuk roh yang menghuni tempat Wae Rebo yang dilakukan dua kali dalam setahun, yakni pada bulan Juni dan Oktober. Selain itu, ada pula upacara pernikahan dan upacara kelahiran masyarakat setempat yang menarik untuk disaksikan secara langsung. Dengan eksotisme alam dan budaya Desa Wae Rebo, maka tak heran jika mereka mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai warisan budaya dunia pada Agustus 2012 silam. (Sumber: Artikel travel.okezone.com Foto @ntt_travelingservices)
...moreTripTrus.Com - Menelusuri destinasi wisata di Kabupaten Gunungkidul seperti tidak pernah ada habisnya. Bukan hanya ada wisata pantai atau susur goa saja yang memang sudah terlebih dahulu moncer.
Kini di Desa Banyusoco, Kecamatan Playen menyajikan wisata alam Air Terjun Gedad, yang memiliki ketinggian sekitar 20 meter.
Kepala Desa Banyusoco, Sutiyono mengatakan Air Terjun Gedad kini didorong menjadi salah satu unggulan dari beberapa potensi wisata yang ada di Banyusoco. Saat ini pihaknya terus membenahi pengelolaan objek wisata tersebut agar dapat menarik perhatian para pelancong.
“Akses jalan sudah kami benahi, sepanjang 350 meter menuju lokasi sudah kami cor blok. Sementara fasilitas lain seperti kamar mandi untuk pengunjung juga sudah ada,” kata dia kepada Harianjogja.com, Minggu (9/7/2017).
Rencananya sejumlah sarana dan prasarana penunjang lain akan segera dibangun. Seperti halnya pembangunan irigasi untuk menjaga ailiran air, supaya debit air terjun tetap stabil. Dengan menggunakan irigasi, maka pada saat musim kemarau debit air tidak akan menurun.
Menurutnya jika debit air tetap stabil, air terjun akan semakin terjaga keindahannya. Dengan demikian semakin menarik minat wisatawan untuk datang. “Kalau tidak musim kemarau, pas debit airnya besar air terjunnya itu terlihat bagus sekali,” kata dia.
Kendati masih mengandalkan datangnya musim penguhujan, namun diakuinya pengunjung di Air Terjun Gedad cukup lumayan. Kemarin saja saat satu pekan libur lebaran, pengunjung mencapai 2.000 orang.
Menurutnya jumlah kunjungan tersebut sudah sangat lumayan. Karena jika dibandingkan pada hari biasa, pengunjung hanya mencapai 50-an orang.
Salah seorang wisatawan asal Klaten, Jawa Tengah, Umi mengaku puas saat berkunjung ke Air Terjun Gedad. Suasananya yang masih asri dan udaranya yang sejuk membuatnya betah berlama-lama bermain di air terjun tersebut. “Suasananya enak banget, belum terlalu ramai jadi bebas di sini [Air Terjun Gedad],” kata dia.
Sama halnya dengan Umi, Novi yang juga wisatawan asal Klaten pun mangaku terkesan dengan keindahan Air terjun Gedad. Meskipun jarak tempuh menuju Air Terjun Gedad cukup jauh, namun hal itu terbayarkan dengan keindahan yang ada di Air Terjun Gedad.
“Tadi dari rumah [Klaten] ke sini sekitar dua jam lebih. Tapi capek di jalan langsung terobati begitu sampai sini,” ungkapnya. (Artikel: harianjogja.com Foto gunungkidulku.com)
...moreTripTrus.Com - Sebuah pohon besar, tua dan teduh sangat dijaga oleh warga di Kecamatan Pancur, Rembang. Penampakannya mengingatkan pada Tree of Souls dalam Film Avatar. Warga sekitar menyebutnya dengan Wit Meh atau dalam bahasa Indonesia Pohon Trembesi. Diperkirakan usia pohon itu telah mencapai ratusan tahun. Diameter batang pohon hampir 10 meter. Dilihat dari kejauhan, bentuk pohon seperti payung yang meneduhi rumah di sekitarnya.Pohon ini memiliki cabang yang cukup banyak. Bentuk daunnya majemuk, dan setiap helainya berbentuk bulat. Sedangkan bentuk buahnya hampir menyerupai buah asam.
Suasana di sekitar lokasi tersebut begitu sejuk. Ukuran pohon yang terbilang sangat besar itu membuat siapapun orang yang berteduh di bawahnya akan merasa nyaman. Selain itu, pemandangan di sekitar lokasi berupa hamparan sawah makin membuat nyaman orang betah berlama-lama berada di bawah pohon ini.
Warga setempat sering beraktifitas di bawah pohon tersebut. Banyak pembatik yang seringkali menghabiskan waktu memanfaatkan rindangnya pohon. Tak jarang pula, banyak pelancong yang berkunjung hanya sekedar mengambil foto di bawah pohon tersebut.Di sebelah pohon, terdapat sebuah makam. Adalah makam Mbah Tinoyo yang dipercaya warga merupakan leluhur Desa. Salah satu warga setempat, Karjin mengaku keberadaan pohon tersebut dianggap sakral. Meskipun tak ada perlakuan khusus terhadap pohon tersebut, warga senantiasa menghormati keberadaannya.Hanya untuk memetik daunnya saja, warga tidak berani. Terlebih jika sampai mematahkan dahannya dengan sengaja, warga percaya bisa mendatangkan mala petaka. "Warga di sini nggak ada yang berani ambil daunnya, apalagi nebang rantingnya. Bisa-bisa nanti orang yang berani seperti itu kena mala petaka. Sudah berkali-kali kejadian seperti itu," jelasnya.Lebih lanjut ia mengakui, keberadaan pohon tersebut dipercaya mampu menghindarkan Desa dari segala macam bencana. Seperti saat sejumlah Desa di Kecamatan Lasem yang terkena banjir, Desa Doropayung menjadi Desa yang sama sekali tak terendam air, meskipun beberapa Desa tetangga telah terendam banjir."Pernah ada banjir di Desa-desa tetangga, tapi di sini aman. Warga percaya kalau di Desa Doropayung ini ada yang melindungi. Makanya warga selalu bergantian untuk membersihkan lokasi ini," imbuhnya.Ada rumor lain yang juga beredar dan dipercaya sebagian warga. Warga percaya jika ada lima orang sahabat bisa mempertahankan gandengan untuk memeluk pohon tersebut, maka persahabatan di antara mereka akan terjalin lama. "Ya namanya rumor, mau percaya atau tidak kan bergantung sama orangnya," paparnya. (Sumber: Artikel detik.com Foto vakansinesia.com)
...moreTripTrus.Com - Ternyata ada keterkaitan antara kopi, kuliner, dan wisata. Buktinya, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), melirik Kedai Kopi Merapi di Dusun Petung, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan.
Tak main-main memang, kedai kopi itu dijadikan potensi wisata kuliner yang prospektif di daerah tersebut karena diminati wisatawan mancanegara dan nusantara. "Kedai Kopi Merapi ini sangat potensial menjadi wisata kuliner minat khusus andalan di Kabupaten Sleman," ucap Kepala Dinas Pariwisata, Kabupaten Sleman, Sudarningsih, di Sleman, Jumat, 20 April 2018, dilansir Antara.
View this post on Instagram
Kopi adalah media . . #kedaikopimerapi #kopimerapi #jogja #bukantraveler #enjoythefreedom
A post shared by vanz (@van_iponkz) onJul 18, 2018 at 2:26am PDT
Menurutnya, Dinas Pariwisata berkomitmen untuk terus mempromosikan Kedai Kopi Merapi ini sebagai potensi wisata kuliner andalan di Kabupaten Sleman. "Wisatawan di lereng Merapi di kawasan Kaliurang maupun Lava Tour Cangkringan dapat menikmati kopi khas lereng Gunung Merapi di kedai ini setelah menikmati suasana alam dengan jip wisata Merapi," katanya.
[Baca juga : "Begini Kolaborasi Petani Kopi Robusta Dengan Dinas Pariwisata"]
Ia menjelaskan, saat ini Kopi Merapi sudah banyak dikenal di masyarakat luas baik lokal Sleman, DIY, luar daerah, hingga mancanegara. "Bahkan, saat ini, Bupati Sleman Sri Purnomo sedang mempromosikan kopi Merapi ini di Finlandia karena negara tersebut tertarik dengan rasa maupun keunikan kopi Merapi," katanya.
Pengelola Kedai Kopi Merapi, Sumijo mengatakan, saat ini, pengunjung di Kedai Kopi Merapi sudah mulai ramai didatangi berbagai kalangan. "Ada dari masyarakat biasa, pejabat, pengusaha, selebritas, dan kalangan artis banyak yang berkunjung ke sini," ujarnya.
Awal Mula Desa Wisata Kopi
Rata-rata dalam satu bulan pengunjung di Kedai Kopi Merapi ini mencapai 10 ribu lebih. Sedangkan yang paling ramai biasanya pada akhir pekan dan musim liburan. "Kalau omzet per bulan bisa mencapai Rp 180 juta dari penjualan minuman kopi, bubuk kopi, berbagai makanan khas Merapi maupun suvenir," Sumijo memaparkan.
Awal mula kedai kopi berdiri, yakni dari usaha perkebunan kopi yang banyak digeluti masyarakat Dusun Petung sebelum erupsi Merapi pada 2010. "Dusun Petung awalnya memang disiapkan sebagai desa wisata kopi karena memang dusun ini ada kebun kopi. Kemudian, kami berinisiatif untuk mendirikan kedai kopi," katanya.
Rintisan Desa Wisata Petung sebelum sempat dibuka, kedai tersebut sudah ada terlebih dahulu sebelum terkena bencana erupsi Merapi 2010 yang menghancurkan bangunan kedai maupun kebun kopi di daerah ini.
"Setelah erupsi kami bersihkan semua. Baru dibuka lagi pada 2012. Seiring berjalannya waktu, Kopi Merapi semakin dikenal dan disukai masyarakat," ucapnya. Pengelola Kedai Kopi Merapi akan terus membuat inovasi-inovasi untuk menarik wisatawan. Satu di antaranya akan membuat destinasi wisata baru dengan konsep Wisata Edukasi Kopi.
Nantinya, wisatawan akan diajak melihat proses pembuatan kopi mulai dari budi daya, pengolahan hingga teknik penyeduhan kopi. "Nanti pengunjung bisa camping, outbound, dan tracking dengan tema kopi," katanya. (Sumber: Artikel-Foto liputan6.com)
...moreSebuah tali terbentang dengan panjang 110 meter dan kedalaman hingga 70 meter adalah salah satu pemandangan flying fox tertinggi yang ada di Indonesia. Tubuh Anda akan diayun menyebrangi bukit ke bukit yang ada di lereng Gunung Ungaran. Inilah Umbul Sidomukti, sebuah kawasan wisata alam yang menyajikan pemandangan alam khas pegunungan. Terletak di ketinggian 1200 dari permukaan laut, membuat wisata alam ini sangat dingin dengan hawa khas pegunungan. Latar berlakang Gunung Ungaran yang menjadi landasan, memberikan sebuah pemandangan pegunungan yang indah hingga mata anda tidak merasa jenuh dengan panorama yang disajikan Umbul Sidomukti.Sidomukti adalah sebuah nama desa yang terdapat di daerah Ungaran dan telah dijadikan desa wisata oleh pemerintah Semarang. Kawasan ini menjadi salah satu andalan di Kota berjuluk kota lumpia karena memberikan suasana yang santai dan nyaman dengan kesejukan udara lereng Gunung Ungaran. Sebuah Taman renang dengan mata air pegunungan bisa Anda coba dan dapat memberikan kesegaran saat berada dikolam dengan air yang dingin. Pikiran dan raga yang lelah dengan segala rutinitas, hilang seketika saat berenang dengan latar belakang pemandangan lereng Gunung Ungaran. Birunya langit bercampur dengan hijaunya hamparan pohon-pohon yang mengelilingi bukit sambil ditemani sejuknya hembusan angin di lembah Umbul Sidomukti membuat tubuh seolah-olah enggan untuk beranjak pergi meninggalkan wisata alam ini.Selain berenang, Anda juga bisa merasakan sensasi beberapa permainan yang bisa memacu adrenalin, salah satunya bermain ketangkasan saat melintasi Marine Bridge. Untuk bisa melintasi jembatan ini, Anda perlu sedikit nyali besar karena keseimbangan dan mental Anda akan diuji saat berjalan melintasi jembatan ini.Bermain Rapeling juga tidak kalah menantangnya. Sebuah permainan yang mungkin dapat menguji nyali Anda. Tubuh akan berjalan turun dan di gantung dengan seutas tali sungguh membuat permainan ini layak untuk dicoba. Kemiringan 90 derajat dan ketinggian 30 meter tentunya akan memberikan sensasi turun tebing yang memacu adrenalin. Anda juga dapat melakukan trekking, melintasi lereng Ungaran yang masih terjaga keindahan alamnya membuat jalan menjelajahi lereng Gunung Ungaran terasa mengasikkan. Hutan pinus yang tersebar hingga air terjun akan menjadi sebuah pengalaman jalan-jalan menyenangkan yang tidak akan terlupakan.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTripTrus.Com - Memasuki musim liburan, tentunya Anda sudah mulai mempersiapkan liburan bersama keluarga. Bagi beberapa orangtua, mungkin ini adalah saat pertama Anda untuk melakukan perjalanan bersama si Kecil. Melakukan traveling dengan balita tentunya selalu memberikan tantangan tersendiri bagi para orangtua.
"Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi selama perjalanan, maka lakukan persiapan dengan baik, agar traveling bersama si Kecil jadi menyenangkan."
Berdasarkan pengalaman, beberapa orang mengatakan bepergian saat bayi dibawah usia 6 bulan lebih mudah dibandingkan usia lainnya. Mengapa? Karena pada usia tersebut, si Kecil hanya meminum ASI dan masih menghabiskan lebih banyak waktu untuk tidur, sehingga barang bawaan lebih sedikit dan lebih praktis. Barang bawaan semakin meningkat saat si Kecil memasuki masa MPASI. Selain pakaian dan keperluan lainnya, Anda juga harus mempersiapkan peralatan untuk membuat MPASI, terlebih jika Anda tidak menerapkan sistem Baby-Led Weaning (BLW) bagi si Kecil.
Mari tertawa, sebab duka lebih pantas fana. In frame : Richi || Nabil #sea #vitaminsea #mountain #mountainesia #tent #trip #payanganbeach #jember #explorejember #pesonaindonesia #wonderfulindonesia #wonderfuljatim #childadventures #pejalancilik #pesonajember #jemberbanget #wonderfuljember #jemberhype #jemberhitz #mampirjember #visitjember #traveling #travelinggram #travelersid #childtraveler #ayodolan #mainkesini #keluarbentar #dolanbentar #asaldolan
A post shared by Muhammad Sony Fajar Agustiar (@sonyfajaragustiar) onJul 8, 2017 at 9:53pm PDT
Sebenarnya barang-barang yang harus dipersiapkan ketika akan melakukan traveling dengan balita sama dengan barang-barang yang wajib dibawa traveling oleh orang dewasa. Hanya saja ada beberapa barang yang harus ditambahkan baik jenis maupun jumlahnya.
"Kira-kira apa saja sih barang-barang yang harus dipersiapkan saat traveling dengan balita?"
1. Pakaian dan Kaos kaki
Selayaknya orang dewasa, pakaian si Kecil harus disesuaikan dengan lokasi tujuan yang akan dikunjungi, apakah memiliki iklim dingin atau panas. Bawa pakaian secukupnya, dan pilih pakaian yang dapat di mix and match, serta pakaian yang nyaman dan menyerap keringat. Anda harus memperhitungkan dengan cermat berapa banyak pakaian yang dibutuhkan. Memang balita membutuhkan pakaian lebih banyak karena bisa saja tanpa sengaja menumpahkan makanan, minuman atau lainnya, tapi jangan sampai berlebihan juga ya.
Selipkan juga beberapa celana panjang dan kaos kaki meski tujuan wisata Anda adalah pantai atau lokasi dengan cuaca panas. Kedua barang tersebut akan dibutuhkan saat udara berangin atau saat bepergian di malam hari. Atau jika si Kecil termasuk anak yang aktif, Anda dapat mengenakan celana panjang yang sedikit tebal seperti jeans, agar sekaligus dapat melindungi dari risiko cidera dan luka saat terjatuh.
Jangan lupa untuk membawa pakaian renang serta perlengkapannya jika berencana memasukkan acara berenang dalam agenda Anda. Terlebih jika hotel tempat Anda menginap menyediakan fasilitas kolam renang anak, si Kecil tentunya tidak ingin melewatkan kesempatan untuk bermain air bukan?
2. Jaket, Topi dan Alas Kaki
Kemanapun tujuan Anda, jaket dan topi merupakan hal wajib yang harus diawa saat traveling bersama si Kecil. Pilih jaket yang tidak terlalu tebal jika tujuan liburan Anda bukanlah daerah dingin. Anda dapat mengenakan jaket pada si Kecil saat di pesawat maupun di kereta misalnya, agar terhindar dari angin yang cukup kencang dan pendingin udara yang terlalu dingin. Jangan lupa untuk membawa 2 buah alas kaki, sepatu dan sandal. Pilih yang nyaman dan jangan lupa untuk melibatkan si Kecil untuk memilih jaket, topi dan sepatunya, hal ini dapat meminimalisir kemungkinan ‘drama’ yang akan terjadi saat anak harus mengenakan barang-barang tersebut.
3. Perlengkapan Anak
Perlengkapan anak ini terdiri dari peralatan mandi, popok sekali pakai, tisu basah dan kering, sunblock, gunting kuku, sisir, cotton buds, gendongan, stroller – jika perlu, selimut, dan perlengkapan lain yang dirasa perlu. Anda tidak perlu membawa peralatan mandi komplit, cukup sabun, shampoo, minyak telon, krem bayi, sikat gigi serta pasta gigi. Bahkan saat ini tersedia sabun 2 in 1, yang dapat dipakai untuk mandi dan keramas. Bawa peralatan mandi ukuran kecil, dan tempatkan pada satu kantong antiair terpisah atau dapat disatukan dengan peralatan mandi Anda.
Pemilihan stroller dan gendongan bayi sepenuhnya menjadi pilihan Anda sebagai orangtua. Cari tahu kondisi jalanan pada lokasi tujuan Anda, apakah memungkinkan untuk membawa stroller? Karena pada beberapa tempat mungkin akan menjadi menyulitkan jika Anda membawa stroller. Jika Anda memutuskan membawa stroller, pilih stroller berukuran kecil dan ramping ya.
4. Obat-obatan
Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi selama perjalanan, sakit atau cidera bisa datang kapan saja. Untuk itu persiapkan obat-obatan yang biasa diberikan untuk si Kecil, misalnya obat turun panas, diare, antimemar, pembalut berperekat, serta cairan antiseptik. Atau jika si Kecil memiliki penyakit khusus seperti asma atau alergi, jangan lupa obat-obatan yang mungkin dibutuhkan.
5. Botol Minum dan Alat Makan
Membawa botol minum akan membantu Anda mengontrol seberapa banyak air putih yang masuk ke tubuh anak setiap harinya, serta dapat menghemat pengeluaran Anda dengan membeli air kemasan ukuran besar yang harganya relatif lebih murah. Selain itu ada baiknya jika mempersiapkan peralatan makan, terlebih jika Anda membawa bayi dibawah usia 1 tahun. Tidak perlu peralatan makan lengkap, cukup sendok dan tempat makan bertutup agar lebih praktis.
6. Makanan dan Minuman
Bawa beberapa camilan favorit si Kecil untuk menemaninya selama perjalanan dan disela kunjungan ke tempat wisata. Tempatkan pada kotak makan berukuran kecil yang bertutup rapat. Makanan ini akan menjadi sedikit beragam jika si Kecil memasuki usia MPASI. Jika selama ini Anda bermusuhan dengan bubur instan dan puree kemasan, ada baiknya jika Anda sedikit melonggarkan aturan saat traveling. Jangan lupa untuk membiarkan si Kecil menyicip bubur kemasan tersebut sebelum perjalanan, dan pilih rasa yang memang disukai, sehingga Anda tidak kerepotan saat si Kecil harus menyantap makanan tersebut.
7. Mainan
Hal terakhir yang jangan sampai terlupakan adalah mainan. Si Kecil akan cepat merasa bosan, untuk itu jangan lupa membawa beberapa mainan favoritnya. Pilih yang berukuran kecil sehingga dapat disimpan dalam tas kecil kemanapun Anda pergi. Anda juga dapat membawakan mainan yang sesuai dengan aktifitas saat traveling dengan balita, misalnya jika akan berenang, bawa ban renang dan bola tiup. Atau jika akan berkunjung ke pantai, bawa serta juga set peralatan bermain pasir.
Bagaimana persiapan traveling dengan si Kecil kali ini? Selain ketujuh poin di atas, hal terpenting yang perlu dipersiapkan adalah mental anak dan orangtua. Persiapkan mental Anda dan si Kecil sejak awal, libatkan anak dalam berbagai persiapan, ceritakan tujuan traveling dengan balita Anda, dan buat si Kecil merasa nyaman selama traveling. Jika mood si Kecil bagus, tentunya saat traveling Anda akan menyenangkan.
Jadi sudah siapkah barang-barang yang dibutuhkan selama traveling? (Sumber: Artikel ruparupa.id, Foto freepik.com)
...moreTripTrus.Com - Memasuki tahun 2018, Banyuwangi merilis 'Top 77 Calender of Event Banyuwangi Indonesia Festival 2018’ di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata (Kemenpar).
Udah check long weekend di tahun 2018 ??! ・ ・ #banyuwangi #majesticbanyuwangi #sunriseofjava #wonderfulindonesia #pesonaindonesia #indonesia #tourism #travel #destination #banyuwangifestival #banyuwangiethnocarnival #tourdeijen #gandrungsewu
A post shared by RickhadPradana #RP (@uncleicad) onFeb 1, 2018 at 4:01am PST
Berbagai acara tersebut akan menjadi wisata atraktif yang mengeksplorasi seni budaya, keindahan alam, olahraga hingga beragam potensi daerah yang bisa jadi pilihan menarik untuk wisatawan. Calender of Event tersebut dilaunching langsung oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bersama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.
Menpar mengapresiasi konsistensi Banyuwangi yang aktif mengemas acara dalam rangka mempromosikan dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Banyuwangi, tiap tahunnya.
"Banyuwangi jadi kota kecil yang diambil paling banyak event-nya buat jadi 100 event terbaik Indonesia. Dua masuk top 100, dan satu masuk top 10 yaitu Banyuwang Etno Carnival," tuturnya saat pidato pembukaan acara.
Anas mengatakan 77 acara tersebut diharapkan akan mendongkrak kunjungan pariwisata di Kota Banyuwangi. Selain itu juga untuk mendukung program Kemenpar Visit Indonesia Wonderfull Indonesia, dengan target 17 juta wisatawan mancanegara di 2018.
Menurutnya agenda Banyuwangi Festival yang telah digelar rutin sejak 2012 bisa menjadi panduan bagi wisatawan yang ingin menikmati beragam potensi wisata Banyuwangi.
”Banyuwangi Festival kami yakini sebagai cara ampuh untuk meningkatkan awareness orang pada Banyuwangi. Dan sudah terbukti, banyak wisatawan baik domestik maupun mancanegara menikmati aneka atraksi wisata di Banyuwangi Festival,” kata Anas.
Ia juga menambahkan, Banyuwangi Festival tahun ini lebih istimewa dengan berbagai atraksi wisata baru berbasis potensi dan kearifan lokal.
Atraksi primadona wisatawan juga bakal dikemas lebih menarik, seperti Festival Banyuwangi Kuliner dan Art Week (12-15 April), Jazz Pantai Banyuwangi, (12-13 Mei), Banyuwangi Ethno Carnival (29 Juli), Ijen Summer Jazz (22 September), dan Festival Gandrung Sewu (20 Oktober).
Sejumlah atraksi baru dihadirkan, seperti Festival Tahu-Tempe (9-13 Februari) untuk memperkenalkan kampung pembuatan tahu dan tempe di Banyuwangi dan Festival Imlek yang akan menampilkan tradisi khas warga Tionghoa (17 Maret).
Selain itu, ada Festival Karya Tari (31 Maret), Fishing Festival (7 April), Festival Cokelat (12 Mei), dan Festival Kuntulan (3-6 Oktober).
”Atraksi-atraksi baru kami harapkan semakin memperkaya dan memperkuat posisi Banyuwangi dalam peta persaingan pariwisata. Seperti Fishing Festival, akan kami padukan dengan paket-paket wisata memancing yang kini sedang tren. Juga Festival Cokelat untuk mengangkat kakao kami yang sudah rutin diekspor ke berbagai negara,” kata Anas.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata MY Bramuda menambahkan, pendekatan sport tourism tetap mewarnai pergelaran Banyuwangi Festival 2018. Mulai dari Banyuwangi Underwater Festival (4-6 April), International Ijen Green Run (8 April), Banyuwangi International BMX (30 Juni), dan Tour de Ijen (26-29 September).
”Khusus sport tourism ini memang kami mengambil pasar yang sangat segmented, tak banyak tergarap daerah lain. Secara konsisten ini mulai membuahkan hasil, di mana komunitas-komunitas BMX se-Indonesia, misalnya, rutin berlatih di Banyuwangi karena kami punya sirkut berstandar internasional,” ujarnya di sela acara Bramuda.
Ada juga berbagai atraksi fesyen, seperti Green and Recycle Fashion Week (24 Maret), Banyuwangi Fashion Festival (14 Juli), Banyuwangi Batik Festival (17 November), dan Festival Kebaya (5 Desember). “Kini aja juga festival untuk menumbuhkan empati sosial masyarakat seperti Festival Anak Berkebutuhan Khusus (10 Februari) dan Festival Anak Yatim (13-15 September),” tutup Bramuda. (Sumber: Artikel kompas.com, Foto flickr.com/miftaharjo)
...moreTripTrus.Com - Banten merupakan salah satu provinsi yang ada di wilayah Tatar Pasundan. Dulunya Banten merupakan bagian dari provinsi Jawa Barat sebelum akhirnya dilakukan pemekaran pada tahun 2000. Provinsi yang memiliki 4 kota ini ternyata memiliki potensi wisata yang layak untuk kamu datangi.
Wisata di Banten berikut ini tidak hanya sekadar menyajikan pemandangan yang indah, namun tersemat nilai edukatif akan sejarah di dalamnya. Lokasi-lokasi wisata berikut patut kamu datangi jika ingin mengenal peninggalan Banten di masa lampau.
1. Istana Keraton Kaibon
Bung @andibachtiar & Kang @Gol_A_Gong #IstanaKaibon #BaladaSiRoy #instadroid #andrography
A post shared by Doneh Abe (@downnee) onJan 26, 2013 at 11:20pm PST
Tempat bersejarah pertama ada istana keraton kaibon. Jika dilihat dari namanya, Kaibon sendiri berati keibuan. Nah, keraton ini dulunya dibangun karena pada kala itu sultan Syaifusin masih berusia lima tahun, sehingga tidak bisa atau belum mampu memegang pemerintahan, sehingga sang ibu, yakni Ratu Aisyah, yang jadi wali sementara dan dibangunlah istana ini. Sayangnya pada 1832 bangunan ini dihancurkan oleh Belanda.
Meski sudah hancur, namun jejak peninggalan sejarah masih bisa kita temukan dari bebatuan seperti bangunan gerbang juga pintu-pintu kokoh besar. Dulunya bangunan ini memiliki corak islam yang kental seperti masjid yang memiliki pilar-pilar menjulang.
2. Masjid Agung Banten
"Banten Empire Mosque" Pertama kali eksplorasi di Banten Lama, melihat kemegahan Kesultanan Banten di masa lalu. Rekomendasi untuk yang berminat wisata sejarah. Menilik kembali bagaimana perdagangan global di masa keemasan Kerajaan Islam, serta masa awal era kolonialisme di Nusantara. #mosque #tower #masjidagungbanten
A post shared by Nuansa Bayu Segara (@segaranuansabayu) onApr 6, 2018 at 6:18am PDT
Banten merupakan salah satu daerah di Indonesia yang juga terkenal akan kentalnya budaya islam. Salah satu bukti tersebut dapat kita temukan dari Masjid Agung Banten. Masjid yang selalu ramai oleh para peziarah tidak hanya lokal saja, melainkan dari banyak penjuru tanah air. Yang menjadikan masjid ini unik adalah menaranya, di mana mirip sekali dengan mercusuar yang tinggi.
Konon masjid ini dibangun pada tahun 1552 oleh Sultan Maulana Hasanuddin. Jika kamu tertarik berkunjung ke sini datang saja ke desa Banten, atau jika kamu dari Serang jarak yang ditempuh adalah 10 km atau sekitar 25 menit saja.
[Baca juga : Lasem is Awesome!]
3. Benteng Speelwijk
#1585ad. Dibina oleh #belanda diatas keruntuhan #kesultananbanten #sejarahpastiberulang #bentengspeelwijk
A post shared by ahmad idris (@ahmad.idrisss) onFeb 4, 2018 at 10:55pm PST
Benteng Speelwijk berlokasikan di kampung Pamarican, atau bisa juga ditempuh selama lima belas menit jika kamu dari Serang. Mitosnya benteng ini merupakan bangunan peninggalan Belanda, namun ternyata bangunan ini sendiri dibangung oleh Kesultanan Banten di mana fungsi dari benteng ini sendiri adalah sebagai alat penahan jika sewaktu-waktu ada serangan laut. Bentuk bentengnya yang unik menjadikan daya tarik tersendiri bagi kamu yang ingin menyentuh atau bersinggungan dengan sejarah di masa lampau.
4. Danau Tasikardi
Gerimis Pagi Oleh : Aliza Mehayu "Eh, kapan datang?" Tanyamu, Pagi. "Jalan yuk, kita udah telat." Tanpa menunggu aku menjawab engkau sudah pergi menuju keramaian. Aku belum beranjak dari dudukku. Menikmati indahnya gerimis pagi. "Hayuk!" Kali ini kau agak berteriak. Kau menunjuk jam di pergelangan tanganmu. Jadwal kereta masih 15 menit lagi. Tapi kau selalu begitu, well prepared. Selalu dalam posisi standby. Selau pertama hadir, selalu menunggu bukan yang ditunggu. Aku yakin kau sudah tiga kali mengecek isi ranselmu. Memastikan tidak ada satu barangpun yang tertinggal. Aku selalu menyukaimu, Pagi. Berlari kecil aku mengejarmu. " Di kereta juga bisa liatin hujan," ucapmu ketika langkah kita sejajar. Ingin aku protes, "ini gerimis bukan hujan," tapi pasti kau sudah siap menjawabnya dengan argumen-argumen cerdasmu. Saat ini aku tidak sedang ingin beradu argumen, aku hanya ingin mensyukuri dan menikmati pagi. Foto : hasil gugling #danautasikardi #bantenlama #fiksimey
A post shared by Meyliza (@alizamehayu) onFeb 8, 2017 at 2:21pm PST
Selain menawarkan akan keindahan juga ketenangannya, Danai Tasikardi akan membawa kalian pada sejarah Banten di masa lampau. Danau yang berlokasikan di desa Margasana, Kramatwatu ini memiliki arti danau buatan. Danau yang dibuat oleh Sultan Banten ini dulunya difungsikan sebagai penampung air dari sungan Cibanten yang selanjutnya digunakan sebagai pengairan sawah-sawah penduduk. Juga, selain itu danau ini sendiri dipakai sebagai pemasok air di keraton.
5. Vihara Avalokitesvara
Belajar sejarah 😅 #viharaavalokitesvara #viharaavalokitesvarabanten #indonesia #banten
A post shared by Ibnurestu (@restu_9) onJan 11, 2017 at 4:25am PST
Vihara Avalokitesvara bisa dikatakan vihara tertua, sebab dibangun pada abad ke 16. Vihara sendiri konon tidak bisa dilepaskan dari sosok Sunan Gunung Jati dalam pembangunannya. Jika kamu dari Serang hanya dibutuhkan waktu 20 menit untuk sampai ke vihara yang berlokasikan di kecamatan Kasemen ini. Bangunan ini sempat mengalami musibah, namun tenang karena bentuk bangunannya sendiri masih utuh dan bisa dinikmati keindahan seni arsitekturnya yang bikin kagum.
Bagaimana? Mengenal sejarah tetap bisa menyenangkan seperti berkunjung ke lokasi-lokasi di atas. Selain bersenang-senang kita juga mendapatkan ilmu di dalamnya. (Sumber: Artikel bantenbangkit.com, Foto Tanti Ruwani)
...more