TripTrus.Com - Cilegon dikenal sebagai kota industri, di sana berdiri megah pabrik-pabrik industri yang menjulang tinggi. Tapi, tanpa disadari di balik kemegahan pabrik-pabrik industri, Kota Cilegon memiliki daya tarik. Keindahan tersebut bisa kita nikmati dari atas bukit Batu Lawang.
Dengan jarak tempuh kurang lebih 30-45 menit dari Kota Cilegon. Batu Lawang terletak di Kelurahan Gerem, Merak. Batu Lawang amat potensial untuk dijadikan tempat tujuan wisata karena untuk mencapai tempat itu bisa dilakukan dengan cara hiking menyusuri bukit sejauh 6 km, dapat ditempuh dalam waktu sekitar 2-3 jam. Batu Lawang menawarkan keindahan dan kesejukan bagi para pengunjung.
Asal usul nama Batu Lawang karena terdapat sebuah batu berbentuk kodok berukuran besar yang berada dipuncak bukit, posisinya membelah dua gunung yaitu: Gunung Batur dan Gunung Gede. Karena itu akhirnya tempa ini diberi nama Batu Lawang yang memiliki arti batu yang saying besar yang dijadikan pintu.
Boleh dibilang, Batu Lawang menjadi tempat tujuan wisata kalian, selain mata kita dimanjakan oleh pemandangan bukit-bukit yang disesaki pepohonan, dari atas Batu Lawang kalian bisa melihat luasnya Kota Cilegon, Kawasan Industri sepanjang bibir pantai Banten hingga birunya Selat Sunda yang dipenuhi oleh lalu lalang kapal menuju Pelabuhan Merak.
Bagi kalian Warga Cilegon atau sekitarnya dan mungkin para pejalan bisa mengunjungi Batu Lawang. Berikut foto-foto keindahan Batu Lawang dari beberapa teman pejalan yang pernah mengunjunginya, karena tempat ini Instagram-able banget!
Sumber: Artikel Amieykha dan Foto Tracking Sepeda
...moreTRIPTRUS - 22 April merupakan momen penting bagi setiap orang, perusahaan, dan pemerintah untuk menunjukkan komitmen mereka kepada alam dan generasi mendatang. Tanggal yang tiap tahun diperingati sebagai Hari Bumi ini juga menunggu peran lebih wisatawan, untuk menghargai dan melestarikan tempat yang pernah dan akan mereka kunjungi.
Maggie Ozner, seorang Traveler WWF pernah mengatakan, “Ketika saya melakukan perjalanan, dan melihat keajaiban keindahan alam, saya menyadari ini semua akan hilang dikemudian hari. Hanya keinginan untuk melipatgandakan usaha memelihara dan menjaganya yang dapat memulihkan itu semua.”
Wisatawan atau traveler sesungguhnya memiliki peran sentral untuk mengelola dan tetap kriitis dalam melestarikan keindahan alam yang mereka kagumi. Seperti dikutip dari lama WWF, Jumat (22/4/2016), berikut beberapa usaha yang bisa dilakukan traveler dalam perannya menjaga kelestarian alam.
1. Mengurangi KarbonMeningkatnya suhu bumi tentu mempengaruhi berbagai tempat, termasuk spesies di dalamnya dan mata pencaharian masyarakat. Bagi Anda para traveler, mulailah untuk memiliki gaya hidup cinta alam yang Anda kerap kagumi dengan memakai bahan bakar kendaraan ramah lingkungan. Kontribusi Anda juga bisa dilakukan dengan lebih banyak menanam pohon. Nampaknya Anda perlu membuat komitmen untuk setidaknya menamam satu pohon di tiap tempat yang Anda kunjungi saat berwisata.
2. Tidak Buang Sampah SembaranganBanyak orang mengaku cinta kepada alam dan di waktu bersamaan juga membuang sampah tidak pada tempatnya. Gaya hidup tidak mau repot ini sebenarnya bisa disiasati, misalnya saat traveling, Anda bisa menggunakan botol air mineral daur ulang, sehingga Anda tidak perlu lagi membeli air kemasan dan membuangnya sembarangan.
3. Hindari Membeli Sesuatu yang DilindungiBerbelanja di tempat wisata tentu sungguh mengasyikan, apalagi jika pusat perbelanjaan tersebut menyediakan beranekarupa koleksi barang unik. Namun Anda perlu diperhatikan, apakah benda yang Anda beli sudah benar? Membeli souvenir di tempat wisata dari produk bagian-bagian hewan yang dilindungi, tentu sama halnya dengan memperpanjang kejaharan terhadap satwa liar yang semakin hari semakin sedikit keberadaannya.
4. Meningkatkan Gaya Hidup Ramah LingkunganTraveler tanpa memiliki gaya hidup ramah lingkungan sama hal dengan omong kosong. Gaya hidup ramah lingkungan tentu modal awal untuk menjadi seorang penjelajah. Tepat di Hari Bumi ini berjanjilah pada diri sendiri, untuk tetap melestarikan keindahan alam dan budaya di berbagai tempat yang Anda kunjungi.
5. Ajari Anak-anak Traveling dan Cinta LingkunganMempersiapkan generasi masa depan yang cinta lingkungan adalah hal mutlak yang perlu diberikan orangtua pada anaknya. Mengajak anak menikmati keindahan alam sambil mengedukasi arti penting keletarian alam merupakan cara tepat menciptakan generasai cinta alam dan lingkungan.
6. Berikan DonasiIni cara terakhir yang bisa dilakukan traveler untuk memberikan kontribusinya pada kelestarian alam. Banyak organisasi nirlaba di luar sana yang perlu dukungan untuk tetap berdiri menjaga kelestarian alam. Tidak melulu soal uang, sambil traveling Anda juga bisa berkontribusi dengan memberikan edukasi pada anak-anak di pedalaman. (Sumber: Artikel liputan6.com Foto liputan6.com)
...moreTripTrus.Com - Menurut survey terkini yang dilakukan oleh situs expedia, generasi millenial lebih memilih melakukan liburan ke tempat baru daripada membeli mobil. Mereka yang lahir antara tahun 1982 dan 1999 ini lebih ingin berpetualang dan menikmati hidup, bahkan menunda untuk menikah, demi mendapatkan pengalaman di tempat baru. Beberapa hal ini lho yang dituding jadi penyebab kebiasaan mereka untuk traveling.
Maraknya Penggunaan Internet
Mudahnya mendapatkan akses internet membuat banyaknya situs-situs baru blog, forum maupun media sosial yang mengulas tempat-tempat wisata. Review yang ditulis dengan bahasa gaul dan foto-foto yang memanjakan mata mengundang pencinta petualang untuk ikut menjajal destinasi wisata yang unik dan eksotik.
Menyukai Risiko
Generasi millenial dikenal sebagai suka mengambil resiko. Mulai dari keuangan, relationship, hingga urusan pekerjaan pun terkadang dinomerduakan jika berhubungan dengan traveling. Nggak heran jika terkadang mereka punya pengalaman yang kurang menyenangkan sampai menantang maut.
Mencari Pengakuan
Maraknya media sosial saat ini membuat generasi millenial membutuhkan pengakuan dari ‘teman-teman’ maya yang mereka miliki. Secara nggak sadar, mereka berlomba-lomba mencari like atau follower dengan mengunggah foto liburan di media sosial. Tapi perilaku ini lebih banyak dijumpai di Asia, yang aura persaingan antar individu emang lebih ketat.
Ingin Mengenal Budaya Lain
Mengenal budaya lokal di tempat yang disambangi biasanya menjadi salah satu poin penting yang dicari oleh para generasi millenial. Ketimbang menggunakan travel agent, mereka lebih senang “nyasar” dan mendapatkan pengalaman bertemu penduduk asli, tanpa jadwal padat dan bujet terjangkau. Tata cara hidup sehari-hari dan kuliner lokal biasanya wajib dicicipi saat sedang traveling.
Ingin Menyendiri
Hidup di jaman modern yang penuh dengan tekanan dan kesibukan mudah membuat pikiran merasa stres. Melepaskan diri sejenak dari hiruk pikuk pekerjaan dan kehidupan dapat menyegarkan jiwa dan pikiran. Melihat pemandangan dan kebiasaan yang beda dari sehari-hari juga bisa membuka wawasan akan hal baru dan memberikan ide-ide segar.
Buat generasi millennial, liburan sudah jadi kebutuhan penting. Selain untuk tujuan refreshing, juga memberikan pengalaman hidup yang berharga. (Sumber: Artikel frameatrip.com Foto stylus.com)
...moreKalau kamu ikut trip ke Medan dan Sumatera Utara di http://triptr.us/Bk, kamu juga bisa langsung menikmati kerennya Bandara Kuala Namu.
TRIPTRUS - Setelah beroperasi selama lebih dari 70 tahun, Bandara Internasional Polonia pensiun dari tugasnya melayani berbagai jalur penerbangan ke/dari atau sekadar transit di Sumatera Utara. Mulai tanggal 25 Juli 2013, semua maskapai penerbangan harus mengarahkan pendaratan ke Bandar Udara Internasional Kuala Namu (Kuala Namu International Airport/KNIA).
Bandara Kuala Namu berlokasi di areal bekas perkebunan PT Perkebunan Nusantara II Tanjung Morawa. Bandara baru ini terletak di Kabupaten Deli Serdang dan berjarak kurang lebih 22 kilometer dari kota Medan. Setelah selesai pembangunannya, bandara ini diharapkan dapat jadi bandara transit internasional untuk kawasan Sumatera dan sekitarnya. Kuala Namu juga menjadi bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng, Banten.
Untuk mencapai Bandara Kuala Namu, selain moda transportasi seperti mobil atau bus Damri, terdapat pula sebuah stasiun kereta di bandara yang terhubung dengan Stasiun Medan. Stasiun kereta api dan jalur kereta api di bandara ini adalah kali pertama bagi Indonesia. Untuk menaiki jalur kereta ini, penumpang harus membayar sekitar Rp80 ribu untuk perjalanan kereta api Kuala Namu-Medan PP. Kereta yang digunakan nantinya akan memiliki fasilitas wi-fi.
Bandara Kuala Namu dapat menjadi tempat pergerakan 10.000 pesawat pertahun, dan dapat menampung tujuh hingga 10 juta penumpang dari hasil pembangunan Tahap I. Di tahap II nanti, Kuala Namu diperkirakan dapat menampung 25 juta penumpang per tahun. Bandara dengan kode lokasi KNO ini juga punya fasilitas check-in paling canggih di Indonesia. Bandara Kuala Namu mempunyai sistem Automatic Handling System dan check-in di 4 tempat. Satu lagi yang keren, KNIA bisa menampung pesawat terbesar di dunia - yang sebelumnya tidak bisa mendarat di Indonesia - pesawat jumbo Airbus A380. Wow!
Photos courtesy of: Wikipedia
...moreTripTrus.Com - Museum Multatuli Rangkasbitung di Rangkasbitung, Lebak, Banten tuh museum keren banget buat belajar sejarah, juga tempat wisata sejarah yang gampang dijangkau, deket banget dari ibu kota, dan gratis tiket masuknya.
Di museum ini ada 34 artefak asli atau replika yang bisa bikin kita kenal sama sejarah. Buat para wisatawan yang naik Kereta Api atau Commuterline, aksesnya gampang banget, lokasinya deket Stasiun Kereta Api Rangkasbitung, di Jalan RM. Nata Atmaja, Rangkasbitung, Lebak, Banten.
Museum Multatuli itu tempat wisata yang keren banget buat sejarah. Ada beberapa hal menarik di bawah ini! Akses masuknya yang Instagramable, pas mau masuk Museum Multatuli, kita bisa foto-foto dengan pintu masuknya yang bisa diunggah di Instagram buat para wisatawan.
Patung tokoh-tokoh roman Max Havelaar Multatuli, Saijah, dan Adinda, pas masuk kawasan museum, kita disambut sama patung Multatuli yang lagi baca buku. Di sampingnya ada rak buku juga.
[Baca juga : "Cerita Awal Mula Pulau Pahawang, Dari Nokoda Sampai Jadi Desa Wisata Seru!"]
Sementara itu, patung Saijah lagi berdiri tegak. Nah, Adinda lagi duduk di kursi panjang sambil lihat-lihat rak buku. Saijah dan Adinda itu dua tokoh yang ada di bab buku Max Havelaar. Patung-patung karya Dolorosa Sinaga itu dari tembaga. Pesan pendek dari Multatuli, pas masuk ruang museum, ada wajah Multatuli dari kaca sama kalimat "Tugas Manusia Adalah Menjadi Manusia" yang bakal menyambut kita. Sebelum masuk lebih jauh,
Sejarah awal Belanda datang ke Indonesia, pas masuk ruang teater, kita bisa nonton video dan diorama kapal layar Eropa yang ceritain gimana Belanda kolonial datang ke Indonesia. Mereka datang lewat perdagangan rempah-rempah kayak cengkeh, pala, kopi, lada, dan kayu manis. Dari ruangan ini, kita bisa tau juga tentang tanam paksa di selatan Banten atau Cultuurstelsel yang lahir dari situ. (Sumber Foto @inderaisme91)
...moreLembah Harau merupakan lembah yang subur terletak di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Berada sekitar 138 km dari Padang dan sekitar 47 km dari Bukittinggi atau sekitar 18 km dari Kota Payakumbuh dan 2 km dari pusat pemerintahan Kabupaten Lima Puluh Kota. Tempat ini dikelilingi batu granit terjal berwarna-warni dengan ketinggian 100 sampai 500 meter. Harau diyakini berasal dari kata ‘parau’, istilah lokal yang artinya suara serak. Dulu, penduduk yang tinggal di atas Bukit Jambu sering menghadapi banjir dan longsor sehingga menimbulkan kegaduhan dan kepanikan. Penduduknya sering berteriak histeris dan akhirnya menimbulkan suara parau. Dengan ciri suara penduduknya banyak yang parau didengar maka daerah tersebut dinamakan ‘orau’ dan kemudian berubah nama menjadi ‘Arau’ hingga akhirnya penyebutan lebih sering menjadi ‘harau’.
Melakukan perjalanan sejauh 44 kilometer ke arah Pekanbaru dan Riau maka Anda akan berhenti di Lembah Harau dengan tebing batu granit curam setinggi 80-300 meter. Di Lembah Harau ini terdapat air terjun bernama Bunta Waterfall atau secara lokal disebut Sarasah Bunta. Air terjun ini mengalirkan air tawar segar dari dataran tinggi dengan tiga air terjun lainnya di lembah ini. Sarasah Bunta ini mempunyai air terjun yang berunta-unta indah apabila terpancar sinar matahari seperti bidadari yang sedang mandi sehingga dinamakan Sarasah Bunta. Lembah Harau sebenarnya merupakan cagar alam seluas 669 hektar. Hasil survei tim geologi asal Jerman tahun 1980 menemukan jenis batuan yang ditemukan di daerah ini identik dengan yang ditemukan di dasar laut berupa batuan breksi dan konglomerat. Legenda masyarakat Sarasah Aka Barayunjuga menceritakan bahwa di sekitar Cagar Alam Lembah Harau dulunya adalah laut.
Lembah Harau ini terdiri dari tiga kawasan yaitu Resort Aka Barayu, Resort Sarasah Bunta, dan Resort Rimbo Piobang. Resort Aka Barayun memiliki keindahan air terjun dan kolam renang ditambah nuansa alam yang asri. Selain itu juga berpotensi untuk pengembangan olah raga panjat tebing karena memiliki bukit batu yang terjal dan mampu memantulkan suara (echo). Di sini juga terdapat fasiltas penginapan berupa homestay lengkap dengan fasilitasnya. Di sinilah penggemar olah raga panjat tebing seperti menemukan surganya. Dinding curam bukan hanya menjadi daya tarik bagi fotografer tetapi pemanjat tebing pun tertarik memanjat dinding di lembah ini dimana terdapat 300 lokasi panjat tebing.
Di sisi lain, pagar tebing cadas yang curam telah menciptakan relief cantik sekaligus menantang terutama Anda yang menyukai olahraga panjat tebing. Kecuraman tebing di tempat ini mencapai 90 derajat dengan ketinggian yang mencapai 150 hingga 200 meter. Tak salah rasanya jika Lembah Harau menjadi surga bagi pecinta panjat tebing. Para pemanjat menjuluki lembah ini sebagai Yosemite-nya Indonesia. Bila anda tertarik dengan Lembah Harau, setiap tahunya pemerintah mengadakan festival Lembah Harau untuk info lebih lanjut silakan klik link dibawah ini http://www.triptrus.com/event/festival-lembah-harau-2018.
Sumber:http://travel.kompas.com/ Foto:https://www.lihat.co.id/wisata/lembah-harau-payakumbuh-sumbar.html
Kindly inform all of you we will have spectacular event on July, 13th to 15th 2018, these traditions of the Minangkabau will be presented at the Pasa Harau Art & Cultural Festival, the will be centered at the beautiful Harau Valley in Limo puluah koto Regency. Located about an hour’s drive from Bukittinggi city. The Harau Valley dubbed the Yosemite of Indonesia, has green rice fields hemmed in by huge granite rocks. Where refreshing waterfalls tumble down to irrigate the fields!!! ❤❤❤❤ Check it out and DON'T MISS IT!!!!! https://pasaharau.com/ Are you ready to find another heaven in Indonesia? Come on! #indonesia #pasaharau #pasaharauartandculturefestival #minangkabau #westsumatera #limopuluahkota #limapuluhkota #art #culture #wonderfulindonesia #pesonaindonesia #ayokeindonesia #welcometoindonesia #travelling #event #duniamenujuharau #roadtopasaharau2018 #beautifuldestinations
A post shared by siska oktaviani (@chu8y) onApr 10, 2018 at 2:17am PDT
...moreTripTrus.Com - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, bersama para pegiat kopi kembali bakal menggelar Festival Kopi Temanggung.
View this post on Instagram
http://m.mediaindonesia.com/read/detail/174350-festival-kopi-temanggung-ke-4-digelar-september https://www.suaramerdeka.com/news/baca/107563/festival-kopi-temanggung-keempat-akan-dibuat-lebih-baik http://radarsemarang.com/2018/07/24/festival-kopi-2018-dirancang-lebih-menarik/ #festivalkopitemanggung2018 #festivalkopinusantara #festivalkopibogor2018 #festivalkopiflores #festivalkopitemanggung #festivalkopitanahairkita #pariwisatatemanggung #genpijateng #kopitemanggung #nikmatnyakopinegeritembakau #hipmijateng
A post shared by festival kopi temanggung 2018 (@feskop_temanggung) onAug 20, 2018 at 9:27pm PDT
Ketua Panitia Festival KopiTemanggung Ardhi Wiji Utomo mengatakan Festival Kopi yang diselenggarakan untuk keempat kalinya ini berlangsung di Gedung Pemuda Temanggung pada 28 September hingga 1 Oktober 2018. “Tahun ini akan ada 60 stan,” kata dia di Temanggung, Selasa, 25/9.
Ardhi mengatakan arnimo tahun ini memang lebih besar ketimbang sebelumnya. Tahun lalu hanya ada 40 stan. Dari 60 stan yang ikut itu 42 di antaranya merupakan stan kopi dan 18 lainnya stan pendukung. “Misalnya kuliner dan lain-lain," katanya.
[Baca juga : "Sejarah Singkat Pabrik Gula Madukismo Jogja"]
Tujuan festival kopi ini adalah untuk memperkenalkan kopi Temanggung. Menurut Ardhi geliat usaha kopi di Temanggung semakin meningkat. Saat ini diperkirakan ada sekitar 100 merek kopi kemasan Temanggung.
Festival juga akan jadi ajang pertemuan antara buyer pabrikan, eksportir kopi, dan kopi shop, dan petani kopi. “Jika semua pihak terkait sudah saling kenal dan ada kesepakatan diharapkan nantinya ada ekspor kopi langsung dari Temanggung," kata Ardhi..
View this post on Instagram
Makin dekat aja nih Festival Kopi Temanggung yang ke 4 . Ingat-ingat tanggalnya bro sist! Ramaikan acaranya!!!! 😉😉😉 • • • • #festivalkopitemanggung #rangopirakepenak #komunitaskopinusantara #ehayokngopi #kopisindoro #sindorocoffee #kopiarabika #arabicacoffee #kopihitam #blackcoffee #kopiindonesia #aselitemanggung #kopinusantara #coffee #coffeeaddict #kopilokal #kopijawa #javacoffee #hobikopi #kopienak #pecintakopi #sukakopi #coffeelovers #manualbrewing #kopitemanggung #temanggung #sindoro #jawatengah #kopijateng #indonesia
A post shared by festival kopi temanggung 2018 (@feskop_temanggung) onSep 24, 2018 at 9:11pm PDT
Guna memeriahkan acara panitia juga akan memnetaskan kesenian tradisional, seperti jaran kepang, topeng ireng, warokan, angklung, dan tarian dari Sanggar Didik Nini Thowok. Ada pula penampilan sembilan band akustik.
Lalu pada hari terakhir festival, 1 Oktober 2018, karena bertepatan dengan Hari Kopi Internasional panitia akan menyediakan 1.000 gelas kopi gratis. (Sumber: Artikel-Foto tempo.co)
...moreTripTrus.Com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama mengklaim Indonesia yang mengandalkan pariwisata alam bakal lebih 'aman' dalam penyebaran Covid-19. Utamanya jika dibandingkan dengan negara-negara yang mengandalkan pariwisata dari sisi modernitas.
"Di era pandemi covid-19 ini. Ke depan salah satu yang paling diuntungkan adalah wisata alam. Karena wisata alam risikonya sangat rendah dan kebetulan Indonesia dalam hal ini dibandingkan negara-negara lain, kita memang kekuatannya adalah salah satu dalam wisata alam. Seperti kita lihat di Danau Toba, di Bali dan tempat-tempat lain," kata Wishnutama diskusi virtual Reaktivasi Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Memasuki Adaptasi Kebiasaan Baru, Rabu.
Dengan karakteristik wisata alam yang melimpah ruah dari ujung timur ke barat, Indonesia diklaim bakal diuntungkan. Nasib berbeda disebut Wishnutama justru berpotensi akan dialami oleh negara-negara lain.
"Kalau wisata yang sifatnya kota itu kurang diuntungkan dalam kondisi pandemi Covid-19, misalnya seperti Hong Kong, Singapura atau Sydney atau itu kota-kota tersebut cenderung beresiko tinggi untuk dikunjungi oleh wisatawan dalam kondisi covid-19," jelasnya.
Dengan keyakinan Indonesia memiliki peluang lebih aman dalam karakteristik berwisata, maka pemerintah ke depan bakal lebih mengutamakan quality tourism dibanding pariwisata.
Namun, Wishnutama mengaku banyak masyarakat yang salah persepsi dengan pariwisata berkualitas. Alhasil, stigma yang ada justru mengarah kepada hal yang negatif. Padahal, menurut Wishnutama, pariwisata ini akan menjadi tren baru usai pandemi covid-19.
[Baca juga : "5 Masjid Tertua Dan Bersejarah Di Kudus - Part 3"]
"Persepsi orang-orang pada saat kita bicara quality tourism itu seperti Dubai, Singapura, yang gedung bertingkat tinggi dan lain sebagainya. Sebetulnya menurut kami quality tourism yang tidak melulu harus seperti tidak melulu harus seperti gedung pencakar langit hotel dan lain sebagainya," katanya.
Ia mengambil contoh beberapa lokasi seperti Bhutan, Maldives, Ko Samui, Halong Bay. Semua lokasi itu menawarkan pengalaman yang berbeda. Indonesia sangat mempunyai potensi yang luar biasa ke arah quality tourism. (Sumber: Artikel cnbcindonesia.com Foto instagram.com/ghofiru.rifqi12)
...moreTripTrus.Com - Gais, ada kabar nih buat kalian yang bingung mau liburan tahun baru ke mana. Kabarnya, Dispar Biak Numfor, Papua lagi persiapin tempat seru buat liburan Tahun Baru 2024, loh!
Si bos Dispar, Onny Dangeubun, minggu kemarin ngomong kalau berbagai tempat wisata di Biak udah ready buat dicicipin pas Tahun Baru 2024 nanti. Katanya sih, pemerintah udah bangun berbagai destinasi keren, jadi wisatawan bakal betah banget.
View this post on Instagram
A post shared by YenNy Raha Idhabalqhissabrina (@yenny_farida)
"Ini tahun baru 2024, harapannya kunjungan wisatawan ke Biak Numfor makin naik terus, ya. Kita doain bareng-bareng, guys!" ujar Dangeubun semangat.
Tempat-tempat seru yang bakal dibuka buat pengunjung di antaranya pantai Samau yang dulunya jadi lokasi acara Sail Teluk Cenderawasih 2023, pantai Yenyabo Sorido, pantai Nirmala Beach, Pantai Waterbasis Lanal, pantai Segara Indah Bosnik, pantai Anggupi, Tiga Raja Adoki, pantai Anggaduber, pantai Wari, kampung nelayan modern Samber-Binyeri, Tanjung Sarur.
[Baca juga : "Kaltara Rilis Kalender Wisata 2024 Dengan 30 Event Keren Yang Bakal Bikin Liburan Makin Seru!"]
Nggak cuma itu, buat yang suka sejarah, ada juga tempat keren kayak Goa Jepang, monumen Perang Dunia II, taman Mandouw, taman merah putih, dan taman terbuka hijau di kota Biak.
"Nah, target kita, semoga pembangunan ini selesai pertengahan Desember 2023 ya, guys," tambah Kadispar sambil ngasih harapan.
Oh iya, pas acara Sail Teluk Cenderawasih 2023 kemarin, jumlah wisatawan yang dateng ke Biak mencapai 6.521 orang, loh. Duit yang berputar di sana juga gila, sekitar Rp78,2 miliar! Luar biasa nih buat perekonomian daerah.
Jadi, siapa yang udah excited buat liburan ke Biak tahun baru nanti? Siap-siap aja, guys! (Sumber Foto @reynoldvangobel)
...more