TripTrus.Com - Indonesia emang jadi sorotan dunia, terutama soal jalan-jalan. Ada banyak pilihan, dari budaya, alam, sampe kuliner yang bikin mata traveler dari mana-mana melek banget. Nah, di antara itu semua, destinasi budaya di Indo tuh asik banget buat dicoba, gaes! Berkunjung, Belajar, dan Bergaya di Destinasi Budaya Indo.
View this post on Instagram
A post shared by Dartha Sii Muggle (@dartha_muggle)
Jadi, apa sih untungnya ngeksplor budaya di Indo selain dari sekadar jalan-jalan? Ini nih, manfaatnya yang gak cuma nambahin followers doang, tapi juga nambahin ilmu dan pengalaman loh!
1. Nambahin Wawasan Budaya yang Luar Biasa
Pas liburan, kan, tujuannya buat nambah ilmu juga, bukan cuma buat foto-foto cantik. Dengan ngerasain budaya dari destinasi budaya, ilmu lo tentang Indo makin kece dan beragam banget! Bukan cuma dari tampilan fisik aja, misalnya, cara orang berpakaian, rumahnya, dan makanannya, tapi juga cara hidup mereka yang bisa banget bikin lo mikir dan belajar banyak.
Mulai dari ujung Sumatra sampe ujung Papua, Indo punya banyak budaya yang beda-beda. Ini ngasih lo inspirasi buat jalan-jalan ke tempat-tempat unik lainnya yang mungkin sebelumnya gak kepikiran buat lo kunjungin!
2. Bantu Lestarikan Budaya Lokal
Eh, tapi, lo tau gak, dengan jalan-jalan ke destinasi budaya, lo juga bisa bantu melestarikan budaya lokal, lho? Gimana caranya? Gampang! Setelah balik dari liburan, lo bisa cerita ke temen-temen dan keluarga lo tentang pengalaman lo. Kalo mereka penasaran, bisa jadi mereka bakal jadiin tujuan berikutnya buat dicheck!
Jadi, dengan nyebutin nama tempat dan ceritain keunikan budayanya, lo udah bantu promosiin destinasi budaya Indo. Dengan begitu, destinasi ini tetep bisa tumbuh dan dikenal banyak orang, baik dari Indo maupun luar negeri. Asyik, kan?
[Baca juga : "10 Spot Keren Dan Ide Liburan Seru Di 10 Destinasi Pariwisata Andalan!"]
3. Pelajaran Unik Dari Setiap Daerah
Gak cuma itu, lo juga bisa belajar banyak tentang keunikan setiap daerah di Indo. Beda bahasa, beda makanan, bahkan beda kondisi alam. Semua bisa lo temuin di destinasi budaya! Rasanya kaya jalan-jalan ke negara berbeda setiap lo pindah satu daerah ke daerah lainnya.
Jadi, lo bisa punya wawasan yang lebih luas dan paham tentang keberagaman budaya di Indo. Gak heran kalo banyak orang suka banget jalan-jalan ke tempat-tempat kayak gini!
4. Jadi Sumber Inspirasi
Wisata budaya juga bisa jadi inspirasi buat lo, loh! Terutama buat yang berprofesi sebagai pengusaha. Ide-ide kreatif bisa banget muncul dari budaya lokal yang lo temuin. Contohnya, buat industri esensial atau industri kreatif, lo bisa buka lapangan pekerjaan baru atau bahkan bikin produk dengan ciri khas daerah tertentu.
Dengan begini, lo gak cuma jalan-jalan doang, tapi juga bisa ngembangin bisnis lo. Keren, kan? Jadi, tunggu apa lagi, gaes? Mulai sekarang, coba eksplorasi destinasi budaya Indo yang unik dan bikin hidup lo makin berwarna! βοΈπ (Sumber Foto @massidiq_)
...moreTRIPTRUS - Untuk menikmati jernihnya Danau Labuan Cermin, kita harus pergi ke Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Danau ini merupakan salah satu obyek wisata yang belum banyak diketahui oleh para traveler. Untuk mencapai danau ini, dibutuhkan waktu 6 sampai 7 jam perjalanan darat dari Tanjung Redeb, ibukota Kabupaten Berau.
Semua rasa lelah langsung hilang begitu melihat air Danau Labuan Cermin yang berwarna hijau kebiruan yang jernih. Saat ditempa sinar matahari, permukaan air danau ini bisa memantulkan bayangan bagaikan cermin. Dari atas dermaga yang berada di pinggir danau, bisa terlihat jelas semua benda yang berada di dalam danau, bahkan sampai ke dasar danau. Di sekitar danau terdapat tempat-tempat yang menyewakan peralatan snorkeling dan ban untuk mengapung bagi para pengunjung.
Begitu memasuki Danau Labuan Cermin, langsung terasa air tawar yang sejuk sekali. Tapi, jika TripTroops bisa berenang ke dasar danau, akan terasa air asin di dasar danau. Inilah keunikan danau Labuan Cermin, dua jenis air ada di dalam satu danau. Di permukaan sampai pertengahan, air terasa tawar yang berasal dari sumber mata air di sekitar danau. Namun, beberapa meter di bawah, air terasa asin karena berasal dari air laut dari Teluk Sumbang, yang juga dialiri air tawar dari Danau Labuan Cermin. Namun harus berhati-hati, karena di beberapa bagian danau arusnya cukup kuat dan dapat menyeret orang yang tidak pandai berenang.
Kedua jenis air yang ada di danau ini tidak bercampur. Begitu juga dengan ikan-ikan di danau tersebut. Di bagian air tawar, terdapat beberapa spesies ikan air tawar, sementara di dasar danau berkeliaran ikan-ikan laut. Di dasar danau terdapat lapisan berwarna putih keruh yang berasal dari pembusukan kayu dan dedaunan yang jatuh ke danau tersebut.
Di sekitar danau juga terdapat kawasan hutan lindung yang masih rimbun dan tidak diganggu oleh penduduk setempat. Hutan ini menjadi tempat tinggal bagi berbagai satwa liar seperti bekantan, berang-berang, dan beruang madu. Selain itu, pada salah satu sisinya terdapat tebing tinggi.
Jangan lupa kunjungi juga beberapa destinasi di sekitar Danau Labuan Cermin seperti Teluk Sumbang, Teluk Sulaiman, dan tentunya Kepulauan Derawan yang juga berada di Kabupaten Berau.
Photos courtesy of: Various Sources
...moreTripTrus.Com - Yogyakarta meluncurkan Kalender Wisata 2022 yang berisi 12 event atau kegiatan wisata unggulan yang bisa dinikmati wisatawan, diawali dengan penyelenggaraan Pekan Budaya Tionghoa XVI yang digelar pada Februari 2022. "Ada 12 event wisata unggulan yang kami masukkan. Kegiatan pariwisata yang masuk dalam Calendar of Event (CoE) Jogja 2022 ini merupakan kegiatan yang dipastikan dapat digelar," kata Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Andrini Wirawati di Yogyakarta, Sabtu (11/12/2021). Kegiatan unggulan yang masuk dalam CoE Jogja 2022 tersebut bukan hanya kegiatan pariwisata yang digelar oleh pemerintah daerah saja tetapi juga kegiatan yang diselenggarakan oleh pihak lain hingga institusi budaya.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Galih Agung (@glh.agung)
Selain Pekan Budaya Tionghoa XVI yang mengawali rangkaian event, juga akan diselenggarakan Jogjavaganza di bulan yang sama dilanjutkan dengan Grebeg Syawal dan ArtJog 2022 yang diselenggarakan pada Mei. Pada Juli, wisatawan dapat menikmati Pasar Kangen dilanjutkan dengan Siraman Pusaka pada Agustus dan Sekati Yk Ing Mal pada September.
Pada Oktober akan ada empat event pariwisata yang digelar yaitu Wayang Jogja Night Carnival #7 yang juga sudah masuk dalam kalender wisata nasional, Grebeg Maulud , Biennale, dan Kustomfest. Sedangkan Ngayogjazz akan menjadi penutup rangkaian CoE Jogja 2022 pada November.
Peluncuran kalender wisata tersebut diharapkan dapat menarik minat wisatawan untuk datang ke Yogyakarta karena sudah bisa merencanakan sejak jauh hari untuk berwisata meskipun dimungkinkan masih ada beberapa pembatasan akibat pandemi. "Harapannya, ada peningkatan kunjungan wisatawan ke Yogyakarta," katanya. Pada 2019, kunjungan wisatawan ke Yogyakarta tercatat 3,8 juta orang dan turun menjadi 1,3 juta wisatawan pada 2020 akibat hantaman pandemi COVID-19.
[Baca juga : "5 Desa Wisata Terbaik Di Indonesia, Ada Yang Sudah Diakui Dunia!"]
Sedangkan pada tahun ini diperkirakan jumlah kunjungan wisatawan hingga akhir tahun mencapai 1,2 juta orang dan pada 2022 ditargetkan meningkat menjadi 1,4 juta orang. Selain meluncurkan CoE Jogja 2022 yang berisi event-event unggulan, Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta juga membuat inovasi baru yaitu Clara atau Calendar of Event Harian. Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta bekerja sama dengan pelaku wisata dari PHRI dan Asita untuk mempromosikan kalender pariwisata harian tersebut.
"Akan ada tayangan yang ditampilkan di hotel maupun di biro perjalanan wisata mengenai kegiatan pariwisata harian yang bisa dinikmati wisatawan saat berada di Yogyakarta," katanya. Selain itu, Pemerintah Kota Yogyakarta juga menjalin kerja sama promosi wisata dengan Pemerintah Kota Surakarta dalam bentuk video promosi pariwisata bersama antar dua kota yang menampilkan potensi wisata seperti atraksi, kuliner, destinasi wisata, dan industri kreatif. (Sumber: Artikel okezone.com Foto @angga_wangi)
...moreTripTrus.Com - Ceritanya nih, ada serial terbaru di Netflix yang lagi hits abis, judulnya "Gadis Kretek." Eh, ramai dibicarain lho di medsos semenjak muncul tanggal 2 November kemarin. Nah, ini ceritanya fokus ke industri kretek gitu. Jadi, di Gombong, ada pabrik rokok keren banget yang punya "Gadis Kretek" zaman old sampe sekarang masih berjuang, meski udah masuk umur senja. Kalo lo penasaran sama kisah para mbah-mbah yang bikin rokok ini, bisa jadi tujuan wisata heritage, loh.
Gombong, guys! Sebuah kota keren di Kebumen, Jawa Tengah, yang sayangnya banyak yang belum pada tau. Padahal, Gombong itu punya cerita budaya seru banget, nggak kalah sama daerah-daerah lain. Salah satunya, ada rokok klembak menyan khas Gombong yang legendaris banget, mereknya Sintren. Udah jualan sejak zaman 1950-an, lo, dan sampe sekarang masih ada!
Pabrik rokok keren ini punya pendiri, yaitu pasangan suami istri The Tjoan (Agus Subianto) dan Tjo Goe Nio (Setiawati). Mereka berdua pengusaha Tionghoa yang meneruskan tradisi keluarga. Nah, sekarang, anaknya, Edi Hartanto, yang jadi bos. Generasi kedua yang tetep berjuang di dunia rokok. Bangunan pabriknya masih berdiri megah di Jl. Puring, Kel. Wonokriyo, Kec. Gombong. Mantap, kan?
View this post on Instagram
A post shared by Frisco Marendra (@friscomarendra)
Lu tau nggak, bro, pabrik rokok ini bikin rokok siong. Rokok siong ini sebenernya rokok klembak menyan. Bahannya tembakau jadi bahan utama, dicampur klembak dan sejimpit menyan. Terus dibalut pake kertas (papir), jadilah rokok keren.
Klembak ini katanya jagoan, bisa ngurangin risiko kanker. Edi Hartanto, bosnya, bilang gitu. Dan klembak ini juga jadi bahan penting di pengobatan ala Tionghoa. Nah, si Edi biasanya ambil bahan dari mana aja, klembak dari Wonosobo sama Magelang, menyan dari Tapanuli, dan tembakau dari Mutilan, Magelang. Kertas buat lilit-lilit rokoknya biasanya dari Malang. Keren, ya?
Gak cuma Sintren, pabrik rokok ini juga bikin merk keren lainnya, kayak Togog dan Bangjo. Setiap merk punya pasar sendiri. Togog biasa dijual di Purbalingga, Magelang, Wonosobo, sama Jawa Barat. Nah, Bangjo dijual di Purwokerto, Banyumas, Cilacap, Sidareja, Majenang, Aji barang, sama Sumatra, terutama Jambi. Harganya Rp 52.000,- buat 200 batang rokok. Asyik, kan?
Ceritanya di tahun 1987, Edi Hendrawanto lulus kuliah dari Fakultas Ekonomi di Untar Jakarta. Trus, dia disuruh nge-handle Pabrik Rokok Sintren. Ditarbiyahin sama bokapnya selama 2 tahun, baru setelah itu dia beneran pegang kendali Pabrik Rokok Sintren.
Edi ini punya dua adek, Budi Susanto yang urus bahan bakunya dan Adi Hartanto yang urus kertas rokok plus saus rokoknya. Bertiga mereka brainstorming buat tetep jalanin pabrik ini biar tetep bisa bikin rokok klembak menyan. Yang bikin deg-degan bukan cuma gulung tikar, tapi karena udah susah nyari pekerja muda yang mau ngurusin produksi rokok ini. Banyak yang udah pensiun karena tua bahkan meninggal dunia.
[Baca juga : "Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Makin Ngegas Di 2024"]
Pabrik Rokok Sintren Gombong dulu ngehits banget, bro, sekitar 1970-an sampe 1980-an. Waktu itu, karyawannya sampe 1200 orang, dan pasar rokoknya nggak cuma di Jawa, tapi sampe pelosok lainnya. Tapi, zaman terus berubah, ya. Rokok juga ikutan alur zaman, dari kretek sekarang sampe vapor.
Jadi, produksinya agak merosot karena zaman yang makin ke depan. Meski banyak yang bilang rokok klembak menyan ini ada nuansa mistisnya, tapi ternyata banyak yang suka. Mungkin karena wanginya yang khas dan rasanya yang nendang banget.
Pas lagi ngerokok, bau kemenyan yang keluar kayak manggil makhluk halus gitu, bro. Di beberapa daerah, misalnya Kebumen, rokok klembak menyan ini bahkan jadi bagian dari kesenian Ebleg, loh.
Bungkusnya simpel, cuma kertas minyak yang dilipat-lipat plus rokok yang ujungnya kayak pengeras suara. Ukurannya lebih panjang dari rokok pabrikan biasa, dan buat ngisep satu batang bisa sampe 15 menit, bro. Menarik, kan?
Yang kerja di pabrik ini bukan anak muda-muda, tapi nenek-nenek dan kakek-kakek usia 65-90 tahun. Mereka bekerja dari zaman rokok Sintren berdiri sampe sekarang, gak pensiun, yang penting sehat terus dan masih bisa bekerja. Pake baju kebaya, jarit, dan penutup rambut khas nenek-nenek jaman dulu, tanpa seragam kaya di pabrik modern. Karyawan kurang dari 50 orang, dan jumlahnya makin berkurang karena ada yang meninggal dan gak pernah ada rekrutan baru.
Yang bikin kagum, yang pegang alat potong kertas, urus bahan baku, keuangan, sampe yang ngerokok udah bungkuk-bungkuk, kulit kriput, rambut udah putih semua. Kerja dari pagi jam 6 pagi sampe jam 1 siang. Gak ada target kerja harian atau bulanan, boleh pulang kalo udah lelah, sesuai kemampuan masing-masing.
Wasiat dari Ortu Pak Edi bilang, jangan pecat para karyawan di sini. Katanya, udah banyak bantuan dari mereka. Legend, kan? (Sumber Foto @vakansinesia)
...moreTripTrus.Com- Ingin bisa liburan akhir tahun dengan hemat? Cari tahu destinasi mana saja yang bisa dituju di sini! Akhir tahun dikenal sebagai periode liburan yang mahal bagi sebagian besar orang. Bukan hanya anak-anak yang libur sekolah pada periode ini, tapi orang tua atau para pekerja kantoran pada umumnya juga libur dari pekerjaannya. Momen akhir tahun menjadi waktu yang pas untuk untuk liburan bersama seluruh keluarga ataupun sahabat. Alhasil, harga tiket pesawat dan hotel meningkat secara signifikan.
Ingin ikut serta dalam kemeriahan libur akhir tahun tapi budget Anda terbatas? Ini dia 10 destinasi yang bisa Anda jadikan pilihan untuk liburan akhir tahun, yang bukan hanya menyenangkan, tapi juga ramah di kantong.
1. Malang
Malang merupakan tempat yang tepat untuk bersenang-senang. Hawa sejuk dan beragam destinasi menarik membuat kota ini tidak pernah sepi pengunjung. Menaiki biangala di Alun-Alun Kota Baru, paralayang di Batu, bermain air di Air Terjun Coban Rondo, berkeliling Jatim Park 1 dan Jatim Park 2, berfoto di Museum Angkut, menghabiskan malam di Batu Night Spectacular, dan menikmati es krim di Toko Oen merupakan rangkaian aktivitas yang wajib dilakukan selagi berkunjung ke Malang. Bukan itu saja, biaya makan, transportasi, dan berbagai aktivitas di Malang pun tergolong murah!
Colourfull . . . #kampungwarnawarnimalang #malangkota #visimalang #visitjawatimur
A post shared by Aulia Risky Chandra (@aulriskichandra) onJan 3, 2017 at 3:52am PST
Tiket pesawat pulang-pergi Jakarta-Malang untuk liburan akhir tahun mulai dari Rp1,8 jutaan!
2. Yogyakarta
Popularitas Jogjakarta sebagai destinasi liburan favorit tidak perlu dipertanyakan lagi. Suasana tenang, biaya hidup —dan warganya— yang bersahabat menjadikan kota ini dicintai banyak orang. Tahun ini, setelah dijadikan lokasi syuting “Ada Apa dengan Cinta? 2”, Jogjakarta semakin naik daun. Jika ingin mengintip lokasi yang didatangi Cinta dan Rangga, Anda dapat berkunjung ke Istana Ratu Boko, Bukit Rhema, Pantai Parangtritis, Punthuk Setumbu, dan tidak ketinggalan menonton Papermoon Puppet Theater. Sempurnakan kunjungan di Jogjakarta dengan menginap di Greenhost Boutique Hotel Prawirotaman.
Akan selalu ada hal yang dirindukan...... . . π·@ekoprasetyo_24 ππ . . #streetphotography #jogja #malioboro #latepost #instapic #instagood #instagram #instalike #indonesia
A post shared by Hanna Setyani (@hannasetyani_er) onDec 7, 2017 at 12:47am PST
Tiket pesawat pulang-pergi Jakarta-Yogyakarta untuk liburan akhir tahun mulai dari Rp1,1 jutaan!
3. Bali
Ide tentang liburan biasanya tidak jauh dari pikiran tentang Bali. Bali dan liburan dapat disebut sebagai satu kesatuan. Tidak lengkap rasanya jika tidak menghabiskan liburan akhir tahun di destinasi favorit mayoritas traveler ini. Walau harga tiket pesawat dan hotel memang cenderung lebih mahal saat akhir tahun, tapi bukan tidak mungkin Anda tetap bisa liburan dengan hemat di sana. Lakukanlah aktivitas misalnya berkunjung ke tempat-tempat, seperti Air Terjung Aling-Aling, Danau Tamblingan, Bukit Campuhan, Bukit Asah, Pasih Uug, dan Pantai Tegal Wangi, yang dapat dinikmati secara cuma-cuma.
Selamt malam....Bali....π I want to see a beautiful sunset... #bali #gohome #wonderfulplace #trip #travel #ζ
#ζ
θ‘ε€§ε₯½γ #ζ΅·ε€ζ
θ‘ #ζ΅· #η©Ί #γΎγεΈ°γ£γ¦γγ #ε₯½γγͺε ΄ζ #indonesia #seminyak #kerobokan #canggu #ubud #amed #legian #kuta #beach #seminyakbeach #sunset #γγγ°γγ #δ»ζ₯γε―γδΈζ₯γ§γγ #ζζ₯γ―γγ£γ¨ε―γγγγ #γγζγγγ¨γγ«εΈ°γγγβ€οΈ←εΈζ
A post shared by tomo7030 (@tomo7030momo) onDec 7, 2017 at 3:00am PST
Tiket pesawat pulang-pergi Surabaya-Bali untuk liburan akhir tahun mulai dari Rp1 jutaan!
4. Palembang
Selain makan pempek, selama berada di Palembang Anda dapat menyambangi Taman Kambang Iwak yang berlokasi di tengah kota, berfoto dengan latar belakang Jembatan Ampera, melihat cantiknya pagoda di Pulau Kemaro, bertualang di Punti Kayu atau Bukit Serelo, juga wisata air di Curup Maung Lahat dan Curug Tujuh Kenangan.
Tiket pesawat pulang-pergi Jakarta-Palembang untuk liburan akhir tahun mulai dari Rp800 ribuan!
5. Medan
Banyak aktivitas seru —dan murah— yang dapat Anda lakukan ketika berkunjung ke Medan, mulai dari melihat warisan Kesultanan Deli di Istana Maimun dan mengintip kehidupan bangsawan Medan di Tjong A Fie Mansion, trekking di Bukit Lawang, seru-seruan di Air Terjun Dua Warna Sibolangit, bertualang di Tangkahan, melihat pagoda tertinggi di Indonesia di Taman Alam Lumbini, wisata kuliner di Merdeka Walk, dan tentunya menikmati kecantikan Danau Toba.
Tuntutlah ilmu sampai ke negri cina.. Pepatah lama.π Location, vihara gunung timur #medan #viharagunungtimur #pepatah #jumat #art #2017 #raunraun #cagarbudaya #tempoedoeloe #medanheritage
A post shared by Saiful Anwar NaSuTiOn (@bg.ipul.nst) onNov 23, 2017 at 10:43pm PST
Tiket pesawat pulang-pergi Pekanbaru-Medan untuk liburan akhir tahun mulai dari Rp1,1 jutaan!
6. Padang
Isi libur akhir tahun Anda di Padang dengan mengunjungi Danau Laut Tinggal yang berwarna toska, melihat megahnya Masjid Raya Sumatera Barat, melintasi Jembatan Akar di Bayang Utara, bermain air di Lubuak Tampuruang, berfoto di Kelok Sembilan, mengintip kebudayaan Minang di Istana Pagaruyung, melihat hijaunya Lembah Harau, dan menyambangi Jam Gadang yang iconic. Selama berada di sana, pastikan Anda memanjakan lidah dan perut dengan menyantap makanan Padang yang kelezatannya masyhur.
Katakan, ooo. Pada mama, ooo! Cinta bukan hanya harta dan tahta. Pastikan, ooo. Pada semua, ooo! Hanya cinta yang sejukan dunia... Sepenggal lirik milik @de19wa yang berjudul Cukup Siti Nurbaya. Ya, sepanjang Jelajah Sumbar ini begitu banyak percakapan "cocoklogi", jadi lirik tersebut menjadi pengantar untuk foto dari atas Jembatan Siti Nurbaya, yang memperlihatkan kita bagaimana jalur air yang digunakan Kota Tua Padang ini.
A post shared by Dhayan Amiey (@amieykha) onDec 3, 2017 at 6:23am PST
Tiket pesawat pulang-pergi Jakarta-Padang untuk liburan akhir tahun mulai dari Rp1,4 jutaan!
7. Balikpapan
Di destinasi yang sering disebut sebagai Kota Beriman atau Kota Minyak ini Anda dapat menghabiskan libur akhir tahun di Bukit Bangkirai yang cocok dijadikan lokasi foto, bermain di Pantai Kilang, bersantai di Danau Cermin, atau bertualang di Bukit Batu Dinding. Tidak perlu ragu, jadikan akhir tahun sebagai waktu yang tepat untuk terbang ke Kalimantan dan berkunjung ke Balikpapan!
"Menjamah sedu ayu meluangkan waktumu" Sore - Setengah Lima
A post shared by Dhayan Amiey (@amieykha) onJul 9, 2017 at 5:43am PDT
Tiket pesawat pulang-pergi Makassar-Balikpapan untuk liburan akhir tahun mulai dari Rp1 jutaan! (Sumber: Artikel skyscanner.co.id Foto pexels.com)
...moreTari Jaipong lahir dari kreatifitas seorang seniman Bandung bernama Gugum Gumbira yang menaruh perhatian besar pada kesenian rakyat seperti tari pergaulan Ketuk Tilu. Gugum Gumbira memang sangat mengenal pola-pola gerak tari tradisional Ketuk Tilu, seperti gerak bukaan, pencugan, nibakeun, dan gerakan-gerakan lainnya. Pada awal kemunculannya, Tari Jaipong disebut dengan Ketuk Tilu Perkembangan karena tarian ini memang dikembangkan dari tari Ketuk Tilu.Karya Gugum Gumbira yang pertama kali dikenal masyarakat adalah Tari Jaipong "Daun Pulus Keser Bojong" dan "Rendeng Bojong". Dari kedua jenis tarian itu, muncullah sejumlah nama penari Jaipong yang terkenal seperti Tati Saleh, Eli Somali, Yeti Mamat, dan Pepen Dedi Kurniadi. Kemudian pada tahun 1980-1990-an, Gugum Gumbira kembali menciptakan tari lainnya seperti Toka-toka, Setra Sari, Sonteng, Pencug, dan lain-lain. Kembali lagi muncul penari-penari Jaipong yang handal seperti Ine Dinar, Aa Suryabrata, Yumiati Mandiri, Asep Safaat, Iceu Effendi, dan beberapa penari lainnya.Bisa dikatakan, Tari Jaipong sudah menjadi salah satu ikon keseniaan Jawa Barat, dan sering dipertontonkan pada acara-acara penting untuk menghibur tamu dari negara asing yang datang ke Jawa Barat. Juga, saat melakukan misi kesenian ke mancanegara. Padahal di awal kemunculannya, tarian ini sempat menjadi perbincangan hangat, terlebih karena gerakan-gerakannya yang dianggap erotis dan vulgar. Tapi hal itu justru membuat Tari Jaipong mendapatkan perhatian dari media, termasuk ditayangkannya Tari Jaipong pada tahun 1980 di TVRI Stasiun Pusat Jakarta. Semenjak itu, Tari Jaipong semakin populer dan frekuensi pementasannya pun semakin bertambah.Kelahiran Tari Jaipong pun menginspirasi para penggerak seni tari tradisional untuk lebih aktif lagi menggali jenis tarian rakyat yang sebelumnya kurang mendapat perhatian. Kemunculan jenis tarian ini juga membuka lahan usaha bagi para penggiat seni yang membuka kursus untuk belajar Tari Jaipong. Sementara pengusaha hiburan malam memanfaatkan Tari Jaipong untuk memikat pengunjung tempat usahanya.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTripTrus.Com - Yogya emang keren banget buat liburan, geng! Gak cuma punya tempat-tempat seru buat dikunjungin, tapi juga ada event-event kece yang sayang banget kalo dilewatin.
Buat kalian yang bakal mampir ke Yogya bulan Oktober 2023, nih, catet ya event-event keren yang bakal ada. Info ini kita dapet dari Dinas Pariwisata DIY dan beberapa sumber lainnya:
View this post on Instagram
A post shared by Visiting Jogja (@visitingjogja)
1. Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) pada 7 Oktober 2023
Event ini ada buat merayain ulang tahun Jogja yang ke-267, loh! Tahun ini udah yang kedelapan kalinya digelar, tema tahun ini adalah Pandawa Mahabisekha. Lokasinya di Tugu Yogya dan dimulai jam 6 sore.
2. Malioboro Coffee Night pada 1-6 Oktober 2023
Nah, ini buat yang suka kopi. Acara ini di Jalan Malioboro. Selain bisa dapet kopi gratis, mereka juga bakal kenalin kopi lokal Indonesia. Ada peringatan Hari Kopi Internasional dan ulang tahun Kota Jogja juga lho!
3. The International Yogyakarta 42K pada 8 Oktober 2023
Buat yang suka lari, ini event pertama di Jogja yang rutenya lewat tengah kota. Rutenya juga nyambung sama filosofi Jogja, jadi bakal lewat tempat-tempat keren seperti Titik Nol Jogja, Tugu Jogja, Alun-alun Utara, dan Area Keraton. Pastinya juga lewat Malioboro, Benteng Vredeburg, dan tempat-tempat keren lainnya. Buat yang suka lari sambil nikmatin suasana kota, ini jangan dilewatin!
[Baca juga : "Kece Abis! Lake Toba Fashion Week 2023 Bikin Heboh Di Kawasan Danau Toba"]
4. Karnaval Budaya Desa Wukirharjo Lampion Wish pada 8 Oktober 2023
Event ini diadain sama Obelix Hill, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, sama Pemerintah Kalurahan Wukirharjo. Mereka bakal bikin Karnaval Budaya Desa Wukirharjo dan Lampion Wish. Kabarnya bakal ada 1.000 lampion yang bakal diterbangin. Event ini dimulai jam 2 sore sampe selesai.
5. BPD Malioboro Run pada 29 Oktober 2023
Buat yang suka lari lagi, ada event lari dari Bank BPD DIY di Jalan Malioboro. Ini juga buat promosi budaya lewat olahraga, sambil bantu pertumbuhan ekonomi, lho!
Jadi, geng, Oktober di Yogya bakal seru banget nih! Pastiin buat ngecek event-event ini kalo lagi di Yogya biar liburannya makin asik. (Sumber Foto @pras_tg)
...moreTRIPTRUS.COM - Wisata Alam Sikujang berada di dukuh Combong, Kecamatan Pekalongan.Berjarak sekitar 12 km dari Kajen, dengan lokasi yang berada di daerah pegunungan dan hutan pinus membuat wisata alam Sikujang menjadi sejuk dan sangat nyaman untuk bersantai dan melepas penat. Sungai yang mengalir di kawasan wisata menambah kesegaran suasana. Berawal dari ide Dukuh Combong yang melihat adanya potensi alam yang sangat luar biasa dan mempunyai daya tarik untuk bisa dikembangangkan menjadi destinasi wisata alam .
Wisata Alam Sikujang ini dikelilingi oleh sawah,pohon,sungai yang indah. Disarankan bila berkunjung ke Curug Sikajang di pagi hari agar udaranya lebih segar dan tidak terlalu panas. Dimulai dari awal masuk trekking ke air terjun Bekakak ini dilengkapi dengan gazebo dan juga rumah pohon untuk pengunjung yang ingin bersantai dan menikmati pemandangan yang indah. Di sana bisa banyak melakukan kegiatan seperti pemandian alam di sungainya, area camping untuk acara gathering dan trekking ke air terjun Bekakak.
Dari pintu masuk kita tracking menuju ke air terjun Bekakak kira-kira 15 menit untuk sampai ke lokasi, jalananya dipenuhi batu-batu dan pepohonan di tengah jalan menuju ke air terjun Bekakak kita akan menemukan Kayu Akar Lawang,dinamakan Kayu Akar Lawang karena bentuknya yang menyerupai pintu gerbang(dalam bahasa jawa lawang itu berarti gerbang).
Setelah trekking kurang lebih 15 menit sampai lah kita di air terjun Bakakak yang merupakan obyek utama yang terletak di kali Bekakak. Di lokasi tersebut ada 2 air terjun tetapi untuk mencapai air terjun yang kedua akses jalan masih belum di buka karena medan yang sangat terjal. Di air terjun Bekakak ini airnya bersih sekali jadi kita bisa bermain air di sana setelah kita berkeringat karena trekking.
...moreTripTrus.Com - Gempa yang kemarin hari melanda Jakarta dan serta kota sekitarnya mengagetkan semua orang. Bagi traveler yang sedang di wilayah gempa, perhatikan beberapa tips berikut ini.
Summertime and the livin's easy
A post shared by Geoffrey (@g2daizzle) onJul 31, 2016 at 12:26am PDT
Gempa bisa terjadi dimana saja, apalagi di destinasi wisata yang dekat sabuk gunung api dan pertemuan lempeng bumi seperti di Indonesia. Selasa 22/1/2018, baru saja terjadi gempa besar 6,4 SR yang berpusat di Lebak, Banten dan dirasakan di Jakarta serta kota sekitarnya.
Kalau sampai traveler berjumpa gempa saat sedang berada di suatu destinasi, harus tahu kiat-kiat supaya tetap aman. Dihimpun detikTravel dari berbagai sumber, inilah kiat menghadapi gempa:
1. Tetap tenangMeskipun gempa sedang berlangsung, kondisikan fisik dan mental agar tetap tenang. Ini akan membantu proses evakuasi nantinya.
2. Berlindung di bawah mejaJika sedang berada di dalam ruangan, berlindunglah di bawah meja atau benda berat agar tidak tertimpa reruntuhan yang jatuh menimpa badan.
3. Hindari lift, pakai tangga darurat
Jika traveler sedang ada di dalam gedung, jangan menggunakan lift. Lift bisa sewaktu-waktu mati di tengah jalan. Gunakanlah tangga darurat saat situasi seperti ini.
4. Cari tempat lapang dan jauhi gedungPergilah ke lapangan terbuka dan jauhi dari gedung. Berkumpulah di tempat evakuasi jika sedang bersama rombongan traveler lain.
5. Jangan bawa benda mudah terbakar
Sebisa mungkin, jangan bawa benda mudah terbakar. Seperti korek api, gas, lilin, atau benda yang sewaktu-waktu dapat mengeluarkan percikan api.
6. Jangan berkendara
Jika sedang road trip di destinasi dengan mobil kendaraan lainnya. Turun dan tinggalkan kendaraan serta carilah tempat yang luas dan lapang.
7. Jauhi pantai
Jika traveler sedang berada di pantai, segera menjauh dari pantai untuk menghindari risiko tsunami. Segera cari tempat yang lebih tinggi.Stay safe ya, traveler! (Sumber: Artikel travel.detik.com, Foto freepik.com)
...more