shop-triptrus



Festival Lampion Waisak, Pengalaman Mantap dengan 1000 Lampion!

TripTrus.Com -  23 Mei 2024 di Candi Borobudur, Kab. Magelang, salah satu acara paling ditunggu dalam perayaan Waisak.  Festival lampion pas Waisak tuh kece banget, bikin hati meleleh dan mata nggak bisa lepas. Tiap tahun, umat Buddha di seluruh dunia seru-seruan merayakan momen spesial ini dengan semangat yang meledak-ledak. Ribuan lampion warna-warni berhamburan di langit, bikin pemandangan makin memukau. Lampion-lampion itu karya seni yang oke banget, desainnya rumit tapi warnanya cerah banget. Ada yang bentuknya mirip bunga lotus, simbol kesucian dan keanggunan gitu. Selama festival, banyak umat Buddha yang ziarah ke kuil dan pagoda. Biar pada tau dong arti dan fakta-fakta seru tentang tradisi festival lampion pas Waisak, yuk simak penjelasannya di bawah!       View this post on Instagram A post shared by daniel geraldus (@dhgeraldus) Makna Tradisi Festival Lampion Saat Waisak Buatin kita ngomongin soal Waisak, bray! Pas hari Waisak, umat Buddha suka ngelepas lampion ke langit. Banyak banget lampion yang terbang-terbang, bikin langit malam jadi cantik banget, deh! Nah, lepasin lampion itu maksudnya sebagai tanda kita lagi usaha keras buat dapet pencerahan dan bijaksana dalam hidup, gitu loh. Selain itu, lepasin lampion juga bisa jadi pengingat bahwa kita lagi berusaha bebaskan diri dari penderitaan, lho. Begitu lampion-lampion itu melayang tinggi, mereka simbolisasi usaha buat lepas dari ikatan dunia material dan cari kebebasan batin. Dan tentu aja, biar doa atau harapan kita bisa kekabul. Tradisi ini juga punya makna spiritual yang dalam banget, bray. Pas lampion mulai diterbangin, itu kayak perjalanan spiritual kita, menuju keabadian dan pencerahan. Artinya, kita lagi berusaha keras buat tingkatkan kesadaran dan gali potensi kita. Ada juga makna lain di balik festival lampion waktu Waisak ini, yakni tentang persatuan dan persaudaraan. Kita semua kan nyambung dan punya pengalaman yang sama dalam mencari kedamaian. Dan sekarang, festival ini juga udah jadi ramah lingkungan, loh! Lampionnya pake bahan alami kayak daun, kulit jerami, jadi efek negatifnya ke lingkungan dikurangi, gitu. Filosofi Tradisi Festival Lampion Saat Waisak Gak bisa dipungkiri, festival lampion pas Waisak tuh punya filosofi yang keren abis! Gue bakal ceritain beberapa aspek filosofinya nih. 1. Cahaya dan Pencerahan Nah, lampion yang terbang di festival Waisak itu semacam simbol cahaya dan pencerahan, gitu loh. Maknanya, itu kaya simbol pengetahuan dan kebijaksanaan. Jadi, tiap kali kita terbangin lampion, kita diingetin buat bawa terus cahaya pencerahan dalam hidup, bray. Gak lupa, juga soal ngepahamin yang dalam dan ngebijakin hidup sehari-hari. 2. Impermanensi dan Ketidaktahuan Kalo lampion terbang trus pelan-pelan mati, itu gambaran banget tentang sifat dunia yang gak abadi, bray. Jadi, kita diajarin buat gak ngerasa terikat sama hal-hal yang cuma sementara doang. Lebih fokus ke yang abadi dan penting dalam hidup, gitu. 3. Pembebasan dan Keterikatan Di tradisi lampion, kita liat usaha buat melepaskan diri dari ikatan duniawi dan dapet pembebasan dari penderitaan, bray. Artinya, kita harus ngerti kalo kita gak boleh terlalu ngerasa keterikatan sama keinginan duniawi, ego, atau materi. Harus usaha buat dapetin pembebasan batin dan kedamaian, gitu. 4. Kehidupan dan Kematian Lampion bisa jadi simbol siklus kehidupan dan kematian, bray. Kalo lampion terbang trus mati, itu mengingetin kita tentang sifat hidup dan mati. Intinya, kita diajarin buat ngerasa bersyukur sama setiap momen yang kita punya dan gak takut atau terikat sama kematian. Tapi tetep, harus ngerti gimana cara menghargai hidup dan hidupinnya dengan bijak. 5. Persatuan dan Persaudaraan Festival lampion Waisak tuh mencerminkan banget soal nilai persatuan dan persaudaraan, bray. Pas ribuan lampion terbang bareng-bareng, itu gambaran persatuan antara individu dan kelompok. Kita juga diajarin buat selalu ngeliat kesamaan dan saling pengertian. Gabung bareng semua makhluk biar bisa dapet hubungan yang harmonis terus berkelanjutan, gitu. [Baca juga : "Kuliner Unik Ramadhan Dari Berbagai Daerah Indonesia!"] Fakta Unik Tradisi Festival Lampion Saat Waisak Gue bakal kasih tau beberapa fakta keren tentang festival ini. 1. Asal Usul Jadi, awalnya nih, kebiasaan menerbangkan lampion pas Waisak itu dari Thailand. Tapi sekarang, trend-nya udah ngehits banget di beberapa negara tetangga juga di Indonesia. Festival ini tuh hasil percampuran tradisi Buddha sama budaya lokal di tiap negara gitu loh. 2. Bahan Buat Lampion Lampion yang dipake pas festival ini biasanya dibuat dari kertas yang dikasih rangka dari bambu atau kawat tipis. Trus, dihias dengan warna-warni cerah plus kadang ada kaligrafi atau gambar simbolis yang berhubungan ajaran Buddha. 3. Simbolisme Air Selain diterbangin ke langit, lampion juga bisa diapungin di air pas Waisak. Ada beberapa tradisi yang lampionnya dibikin dari bahan yang bisa terapung di air, kayak kulit jerami yang dianyam gitu. Nah, ini melambangkan kita ikutin arus kehidupan dan melepasin diri dari belenggu, loh! 4. Usir Kegelapan Festival lampion biasanya digelar pas malem hari, jadi pas lampionnya diterbangin, langit tuh jadi bercahaya banget. Maknanya, kita berusaha banget buat ngusir kegelapan dan kebodohan. Selain itu, juga bisa bawa pencerahan dan kebijaksanaan dalam hidup, gitu. 5. Momen Kontemplasi Pas lagi siap-siap buat festival dan ngeramein lampion, banyak orang juga manfaatin kesempatan ini buat merenung dan meditasi, lho. Jadi bisa jadi momen buat liat dalam-dalam diri sendiri, nyari kedamaian batin, dan ngeluarin beban pikiran. Nah, gitu deh, bray! Festival lampion pas Waisak itu emang salah satu perayaan yang keren banget dan penuh makna. Selain dari sisi keagamaannya yang kuat, festival ini juga jadi kesempatan buat kita semua buat kumpul, merayakan hidup, dan promosiin perdamaian serta persatuan antar manusia. Keren, kan? Itulah makna dan fakta keren tentang festival lampion pas Waisak. Langsung sikat seat buat Open Trip Festival Lampion Waisak 2024 di TripTrus, yuk! (Sumber Foto @char.da) 
...more

Candra Naya, Cagar Budaya yang Terhimpit Gedung Pencakar Langit

TripTrus.Com - Ada sekelumit cerita bangsa Tiongkok di rumah ini. Candra Naya namanya. Bangunan yang terletak di Jakarta Barat ini merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang dimiliki Indonesia. Ada yang menarik dari bangunan ini. Siapa saja akan terdiam sesaat ketika pertama kali melihatnya. Penasaran, mari kita cari tahu apa yang membuat pengunjung itu tak mampu berkata-kata.   ini yg namanya harmonis. kekunoan bersatu dgn kekinian, perbedaan yg tajam ini bersanding keren di #chandranaya jalan gajah mada, #jakarta barat. . met #imlek2018 buat sahabat yang merayakan.. semoga berbahagia dan doa serta harapannya bisa terwujud.. Aamiin A post shared by si yepe (@kuncir.dua.tanpa.pita) onFeb 15, 2018 at 6:31pm PST Candra Naya begitu ia dikenal, merupakan bekas kediaman Mayor Khouw Kim An. Ia adalah Mayor Tionghoa yang terakhir di Batavia, pada pemerintahan tahun 1910-1918 dan diangkat kembali pada tahun 1927-1942. Tidak ada catatan pasti yang menandakan tahun pendiriannya, tapi diperkirakan Candra Naya didirikan sekitar tahun Dingmao (kelinci api), yaitu tahun 1807 oleh Khouw Tian Sek dalam rangka menyambut kelahiran anaknya yang bernama Khouw Tjeng Tjoan setahun kemudian. Namun adapula versi lainnya yang menceritakan bahwa yang membangun Candra Naya ini adalah Khouw Tjeng Tjoan pada tahun 1867 dan masih masuk kedalam tahun Dingmao. [Baca juga : Menelusuri Kawasan Glodok Sebagai Kota Pecinan] Khouw Tian Sek adalah seorang tuan tanah yang memiliki tiga orang putra dan masing-masing diberikan satu buah gedung. Salah satunya adalah Khouw Tjeng Tjoan yang mendapatkan gedung Candra Naya di Jalan Gajah Mada 188 Jakarta Barat. Ia menggunakan Candra Naya sebagai kantor sekaligus tempat tinggalnya. Rumah itu kemudian diwariskan kepada salah satu anaknya yang bernama Khouw Kim An yang lahir di Batavia pada 5 Juni 1876. Sejak diangkatnya Khouw Kim An sebagai Mayor Tionghoa, maka rumah itu dikenal juga dengan sebutan Rumah Mayor. Khouw Kim An mulai menempati gedung Candra Naya pada tahun 1934, setelah sebelumnya tinggal di Bogor. Desain arsitektur rumah Candra Naya sangat kental dengan budaya Tiongkok. Pada bagian atapnya melengkung yang kedua ujungnya terbelah dua. Bentuk seperti ini disebut “Yanwei” atau ekor walet. Struktur atap yang melengkung ini juga terdapat pada bangunan kelenteng yang menandakan status sosial penghuninya. Kemudian, pada pemisah antara halaman depan dan halaman samping terdapat jendela penghubung yang disebut jendela bulan atau moon gate. Secara keseluruhan bangunan Candra Naya ini terdiri dari ruang tamu, ruang semi pribadi, ruang pribadi, ruang pelayan dan halaman. Sedangkan untuk ornamennya yang menempel ada Ba Gua (Delapan Diagram) yang berupa pengetuk pintu berbentuk segi delapan untuk penolak bala, hiasan berupa jamur lingzhipada pintu masuk utama yang melambangkan umur panjang dan ragam hias bergambar buku, papan catur, kecapi serta gulungan lukisan di bagian atas teras depan yang melambangkan sang pemilik rumah adalah seorang cendekiawan (scholar) juga seorang hartawan. Candra Naya terletak di Jl Gajah Mada No 188, Jakarta Barat. Rumah Mayor ini kini diapit oleh gedung-gedung pencakar langit di komplek bangunan Green Central City. Ada Hotel Novotel yang menjulang tinggi disebelah kiri dan waralaba 711 di sebelah kanan. Dilihat dari bagian depan, Candra Naya tampak begitu kecil di antara bangunan-bangunan raksasa yang berada di sekelilingnya. Meskipun ukurannya tidak begitu besar, tapi Candra Naya seperti magnet bagi siapa saja yang melihatnya. Dengan gaya arsitektur tiongkok kuno, rumah ini begitu terlihat mencolok diantara yang lain. Terlebih lagi dengan gaya arsitekturnya yang manawan. Kondisi inilah yang membuat siapa saja yang melihatnya seakan terdiam sesaat. Siapa sangka di antara kompleks hotel bintang lima, terselip bangunan bersejarah. Jika Anda ingin berkunjung ke Candra Naya dapat menggunakan bus Transjakarta koridor 1 jurusan Blok M – Kota.  (Sumber: Artikel jakarta.panduanwisata.id, Foto flickr.com)
...more

Meriahnya Perayaan Imlek di Berbagai Penjuru Nusantara

TripTrus.Com -  Februari selalu menjadi momen yang istimewa bagi banyak orang. Bukan hanya berkat kehadiran Hari Kasih Sayang atau Valentine, bulan depan kamu juga mesti bersiap buat merayakan Tahun Baru Imlek! Yup, budaya yang berasal dari Tiongkok ini telah menjelma menjadi bagian penting masyarakat Indonesia. Nggak heran jika di momen Imlek 2018 ini nanti, KLovers akan menjumpai aksesoris dan pernak-pernik berwarna merah yang menghiasi beberapa pusat perbelanjaan dan fasilitas umum.   warna warni hiburan rakyat festival imlek solo _ #streetphotography #everybodystreet #serikat_sp #serikat_fi #kotasolo #soloevent #festivalimlek A post shared by Bogi Ardana (@mase_boogie) onJan 23, 2017 at 8:52am PST "Menariknya, berkat keanekaragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia, perayaan Imlek tiap daerah pun memiliki kekhasan tersendiri. Penasaran seperti apa? Ketahui lebih jauh, yuk!" 1. Solo Solo dikenal sebagai salah satu kota yang amat kental menjunjung tinggi budaya Jawa. Hal yang menarik terjadi tiap peringatan Imlek, di mana nuansa Jawa yang amat kental itu akan dipadukan dengan kemeriahan adat Tionghoa! Dalam acara yang bertajuk Grebeg Sudiro tersebut, kamu dapat menyaksikan gunungan kue keranjang dan aneka hasil bumi yang diarak oleh bapak-bapak berbusana lurik. Kemudian di belakangnya menyusul karnaval barongsai dan pertunjukkan dari berbagai komunitas dari berbagai suku bangsa di Indonesia. 2. Semarang Semarak perayaan Imlek di Semarang berpusat di kawasan Pecinan bernama Pasar Semawis. Di sini, kemeriahan Imlek dijamin bisa bikin kamu terharu. Jalanan dihiasi dengan lampion dan aksesori Imlek warna-warni. Ada pula sebuah panggung yang disediakan untuk aneka pertunjukkan seperti wayang potehi, barongsai, wushu, tambur, dan lain sebagainya. Makin menyenangkan karena di sana pun kamu bisa wisata kuliner! Puas-puasin deh menikmati aneka penganan khas Tionghoa yang dipadu dengan kuliner asli Semarang! 3. Singkawang Singkawang adalah sebuah kota yang berada di provinsi Kalimantan Barat. Meskipun wilayahnya tak lebih besar dari kota-kota di pulau Jawa, tapi daerah yang berada sejauh 145 kilometer dari Pontianak itu dikenal sebagai penyelenggara Cap Go Meh terbesar di Asia Tenggara. Tak mengherankan bila selama periode perayaannya, Singkawang bakal didatangi oleh ribuan wisatawan lokal maupun mancanegara. Yang menarik, Cap Go Meh di Singkawang telah berakulturasi dengan kebudayaan setempat. Penasaran kan, gimana jadinya?  4. Jogja Jogja selalu menghadirkan keistimewaan dalam momen apapun, tak terkecuali saat Imlek. Untuk merayakan tahun baru etnis Tionghoa itu, di Kampung Ketandan Malioboro bakal diselenggarakan Pekan Budaya Tionghoa. Konten acaranya juga menarik banget. Beberapa yang nggak boleh kamu lewatkan di antaranya atraksi budya dan pameran kuliner Tionghoa, serta pawai puluhan barongsai! Jadi, kalau ingin traveling di Jogja yang ‘berbeda' di Jogja, datang pas perayaan Imlek, deh! (Sumber: Artikel kapanlagi.com, Foto Bennylin)
...more

Libur Akhir Tahun, 10 Hal Penting Sebelum Berburu Tiket Murah

TripTrus.Com - Tetapi tiket murah tak selamanya menyempurnakan liburan anda, kecuali 10 hal berikut ini juga anda siapkan. Perusahaan pencarian travel global, Skycanner berbagi tip tentang mempersiapkan perjalanan dengan tiket murah. 1. Rencanakan waktu kepergian Mengantungi tiket pesawat murah seringkali menyebabkan Anda harus menempuh waktu perjalanan di tanggal yang belum direncanakan sebelumnya. Periksa tanggal keberangkatan minimal tiga kali untuk memastikan bahwa Anda dapat berpergian di waktu tersebut, karena tiket pesawat promo biasanya tidak dapat dikembalikan. Bila konsumen tidak jeli memeriksa tanggal keberangkatan, besar kemungkinan mereka akhirnya mengeluarkan lebih banyak uang karena harus mengubah waktu kepergian setelah tiket dibeli. Pada kenyataannya, akan lebih baik apabila mereka membeli tiket yang sedikit lebih mahal, namun memiliki syarat dan ketentuan yang lebih fleksibel. 2. Pilih hari yang tepat Mungkin banyak konsumen yang belum menyadarinya, tapi perbedaan satu hari saja dapat memberikan pengaruh yang signifikan pada harga tiket pesawat. Hindari bepergian pada akhir pekan karena tiket pesawat cenderung lebih mahal dan bandara juga lebih penuh bila dibandingkan dengan hari biasa. 3. Bandingkan opsi maskapai Banyak maskapai penerbangan di Indonesia yang menawarkan promosi pada periode tertentu, terutama pada rute yang populer seperti Jakarta atau Bali. Periksa mesin pencari perjalanan onlineuntuk membandingkan maskapai yang tersedia dan harga termurah yang mereka tawarkan. Terkadang, maskapai yang kurang populer dapat menawarkan harga yang lebih baik bagi wisatawan yang sadar anggaran. 4. Pertimbangkan puncak masa liburan Perlu diingat bahwa bepergian selama puncak liburan seperti Natal atau Idul Fitri berarti Anda akan menghadapi suasana yang lebih ramai, terutama di magnet wisata Indonesia seperti Bali dan Lombok. Pilihlah destinasi liburan yang belum terlalu terkenal agar liburan Anda bisa lebih berkesan. Untuk menghindarkan Anda dari kepusingan menghadapi macet di mana-mana, cobalah mengunjungi Medan, Belitung, Labuan Bajo, Bandar Lampung, atau Manado. Destinasi lokal ini cenderung lebih tenang dan sepi di musim liburan, namun tetap memiliki banyak peluang dan potensi pariwisata yang sedang naik daun di Indonesia. 5. Rencanakan jadwal liburan Buatlah daftar berisi tempat-tempat yang ingin Anda kunjungi di destinasi tujuan. Lakukan penelitian terlebih dahulu sebelum berangkat agar Anda tidak melewatkan obyek wisata terkenal hanya karena kurang perencanaan. Penelitian kecil-kecilan ini juga akan menentukan panjangnya durasi masa inap Anda sebelum membeli tiket pesawat. 6. Persiapkan pilihan transportasi Mendapatkan tiket pesawat bukan berarti perencanaan liburan Anda sudah selesai. Anda juga harus memikirkan tentang opsi transportasi darat di destinasi tujuan. Hal ini terutama berlaku di tempat-tempat yang hanya memiliki pilihan transportasi umum terbatas. Anda bisa menghemat uang dengan memesan kendaraan antar-jemput bandara dan menyewa mobil terlebih dahulu. Pastikan Anda membandingkan setiap harga penyedia rental mobil di web untuk mencari opsi sesuai anggaran. 7. Pesan penginapan Jika liburan tidak direncanakan dengan baik, bisa-bisa aspek kenyamanan dan anggaran akan terkorbankan. Oleh karena itu, lakukan riset dengan baik dan pesanlah akomodasi lebih awal untuk menghindari adanya kekecewaan dan keluhan. Jika bepergian dalam grup, Anda bisa menghemat anggaran dengan memesan vila secara online dibandingkan dengan memesan kamar hotel untuk masing-masing orang. Ini juga akan membuat pengalaman liburan Anda lebih berkesan. 8. Pikirkan tentang asuransi perjalanan Asuransi adalah salah satu aspek yang paling sering diabaikan oleh kebanyakan wisatawan Indonesia. Jika Anda tidak ingin mengambil risiko dengan perencanaan Anda, pastikan untuk membeli asuransi perjalanan bersama dengan pembelian tiket pesawat murah Anda. Tentu saja, tidak ada yang menginginkan kejadian yang tak terduga untuk terjadi, namun Anda bisa memastikan semua diamankan oleh asuransi apabila penerbangan tiba-tiba dibatalkan atau bagasi Anda bermasalah. 9. Siapkan uang tunai dalam jumlah yang cukup Tidak semua tempat menerima kartu kredit, apalagi di tempat tujuan wisata yang belum banyak dikenal. Karena itu, Anda perlu berhati-hati dalam mengatur anggaran liburan dan mempersiapkan uang tunai yang cukup untuk keperluan makanan, belanja, serta transportasi Anda selama berlibur. Selain itu, meminimalisir pengeluaran dari tiket pesawat dapat mempermudah Anda dalam mempersiapkan uang tunai. 10. Cek ulang kebutuhan visa Anda Pada titik ini, Anda seharusnya sudah memeriksa persyaratan visa untuk destinasi Anda. Tetapi untuk memastikan semuanya baik-baik saja, cobalah memeriksanya sekali lagi. Jangan lupa, bila penerbangan Anda singgah di suatu negara sebelum mencapai tujuan akhir, Anda mungkin membutuhkan visa transit. Persyaratan untuk visa seringkali berubah dan saran terbaik kami adalah agar Anda memeriksa travel agent, penerbangan, serta kedutaan besar (atau website resmi mereka) secara rutin sebelum membeli tiket pesawat. Ingatlah bahwa membawa surat-surat yang tepat sebelum bepergian adalah tanggung jawab pribadi dari setiap penumpang. Jika Anda telah melakukan penelitian dan perencanaan yang baik sebelum membeli tiket pesawat, maka semuanya akan menjadi lebih mudah. Anda tidak perlu lagi menghadapi hambatan perjalanan pada umumnya. Setelah itu, Anda pun bisa melepaskan semua beban dan menikmati perjalanan dengan optimal. Jangan mencoba untuk mengurus semua detil ketika perjalanan telah dimulai. Santai saja, rileks, dan isi media sosial Anda dengan foto-foto menyenangkan selama berlibur. (Sumber: Artikel tempo.co Foto pexels.com)
...more

Calendar of Events 2025 Bali, 56 Acara Keren Bikin Turis Betah Nongkrong di Pulau Dewata!

TripTrus.Com - Bali gak ada matinya, bro! Dinas Pariwisata Bali baru aja nge-launch Calendar of Events 2025 yang bakal nge-hype banget. Ada 56 acara kece yang bakal bikin turis, baik lokal maupun asing, makin betah dan pengen lama-lama di Bali. Event-event ini bakal diselenggarain dari Februari sampai Desember 2025, mulai dari 5th Multilateral Naval Conference di Pelabuhan Benoa, Pawai Ogoh-ogoh di Denpasar, sampai Mekotek di Desa Munggu, Badung. Ada juga Pesta Kesenian Bali XLVII di Denpasar, Penglipuran Village Festival di Desa Penglipuran, dan Festival Taman Sukasada Ujung di Karangasem.       View this post on Instagram A post shared by Adi Prayogo (@adi_py) Tjok Bagus Pemayun, Kepala Dinas Pariwisata Bali, bilang kalau acara-acara ini tujuannya biar wisatawan bisa stay lebih lama. Soalnya, Bali tuh nggak cuma terkenal karena wisata budaya, tapi juga event-event keren yang bakal selalu rame. "Kami harap acara-acara ini bisa bikin wisatawan betah dan ingin datang lagi," ujarnya. [Baca juga : "Sumut Gaskeun! Kalender Event 2025 Siap Bikin Wisatawan Ketagihan"] Meskipun beberapa event udah ada sebelumnya, tahun ini bakal ada beberapa yang baru, dan Tjok berharap dampaknya lebih besar dari sebelumnya. Tjok juga bilang kalau event-event ini selalu laku banget di kalangan turis, baik yang datang dari luar negeri maupun dalam negeri. "Kami minta pengelola acara buat nyatet gak cuma jumlah transaksi, tapi juga seberapa banyak orang asing yang dateng dan pengen balik lagi. ASITA juga jadi andalan buat jualin event-event ini ke calon wisatawan," lanjutnya. Tjok percaya banget kalau Calendar of Events 2025 bisa ningkatin kunjungan turis ke Bali. Targetnya sih, 6-6,5 juta turis asing dan 10-10,5 juta turis domestik datang ke Bali sepanjang tahun ini. Tapi, ada tantangan juga nih. Masalah jalan macet, sampah, dan alih fungsi lahan masih jadi PR, tapi Dispar Bali udah siap nge-solve itu. "Kami udah punya peta masalah, tinggal ditindaklanjuti," kata Tjok. Ngomong-ngomong, Wakil Ketua PHRI Bali, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya, bilang buat capai target kunjungan turis 2025, perlu strategi. Salah satunya dengan nambahin direct flight bareng airline dan promosi bareng buat ngenalin event-event internasional yang bakal rame banget! (Sumber Foto @dekz_chotz11)
...more

Kontes Ako Amoi Singkawang Bakal Warnai Festival Cap Go Meh 2018

TripTrus.Com -  Mau berlibur sambil mencari hoki? Atau menikmati kehebohan Cap Go Meh dan mendapatkan banyak hadiah menarik? Yuk ikutan kontes Hakka Ako Amoi Singkawang 2018 tanggal 22-25 Februari mendatang. Semua dijamin asik dan wow. Kontesnya pasti seru. Bakal banyak kejutan di sana. Pasalnya, kontes tersebut merupakan bagian dari Festival Cap Go Meh 2018 Singkawang. Festival yang selalu ditunggu-tunggu wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara.   Cap Go Meh merupakan puncak dari perayaan Imlek, pada hari itu ratusan tatung diarak berkeliling kota. Tatung adalah manusia yang menjadi perantara dengan dimasuki ruh para dewa yang diyakini mampu mengusir roh-roh jahat dari seluruh penjuru kota. Tatung ini ada yang berjalan kali dan ada yang ditandu sambil melakukan berbagai atraksi ekstrim. Perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Kota Singkawang adalah yang terbesar di Indonesia. Cap Go Meh 2018 akan berlangsung pada tanggal 2 Maret 2018. Ayo ke Kota Singkawang dan Saksikan Festival Cap Go Meh 2018 ! Cap Go Meh is the culmination of the Lunar New Year celebration, on that day hundreds of Tatung paraded around the city. Tatung is a human being who intercedes with the spirit of the gods who are believed capable of casting out evil spirits from all over the city. Tatung there are running times and there are guided while doing various extreme attractions. The Chinese New Year and Cap Go Meh Festival in Singkawang City is the largest in Indonesia. Cap Go Meh 2018 will hold on March 2nd, 2018. Let's visit Singkawang City and Watch Cap Go Meh 2018 Festival! #capgomehsingkawanghebat #Capgomeh #wonderfulindonesia #visitindonesia #pastikesingkawang #westborneo #singkawang #pesonaindonesia #bengkayang #sambas #pontianak #kalbar #indonesia #imlek2569 #capgomehsingkawang #chinatown #kuliner #wisata #barongsai #hakkaakoamoi #akoamoi #capgomehrun #borneorunner A post shared by Imlek 2569 dan Cap Go Meh 2018 (@capgomeh2018singkawang) onDec 27, 2017 at 2:12am PST “Cap Go Meh Singkawang selalu menarik. Bukan sekedar perayaan, tapi kami memberikan input lebih. Kontes Hakka Ako Amoi ini harus dicoba. Siapa tahu ada hoki di situ,” terang Ketua Panitia Perayaan Imlek dan Cap Go Meh  2018 Singkawang Leonardi Tjhai. Hoki? Ya, kontes Hakka Ako Amoi Singkawang punya jenjang karir yang jelas. Kalau lolos kualifikasi, mereka bisa menjadi Hakka Ako Amoi Indonesia. Leonardi menerangkan, Ako dan Amoi ini nantinya akan menjadi Duta Hakka Indonesia. Tugasnya, memperkenalkan kekayaan budaya Hakka. “Kalau lolos seleksi, mereka bisa jadi seorang Duta Hakka Indonesia. Itu levelnya sudah nasional.  Ada karir bagus di situ. Tapi, proses dan syaratnya panjang. Hanya figur terbaik yang akan menjadi juara,” terangnya lagi. Bagaimana kriterianya? Ada tiga aspek yang harus dipenuhi. Ako atau Amoi harus smart, beauty, juga behavior dan talent. Ketiga item syarat tersebut akan digunakan sebagai bahan penilaian. Leonardi menambahkan, kecerdasan selalu jadi syarat di ajang kontes manapun. Sebab, Ako dan Amoi harus memiliki solusi atas masalah di sekitarnya. “Secara garis besar, syarat personal ada tiga. Ako dan Amoi harus pintar. Wawasannya luas. Mereka harus punya kepedulian sosial tinggi. Pembawaannya tenang dan menarik. Juga punya bakat, bebas di bidang apapun. Dan yang terpenting harus mengerti soal budaya dan seni,” lanjutnya. Cukup itu syaratnya? Untuk menjadi Ako Singkawang, usia kontestan dibatasi 17-28 tahun. Untuk Amoi berkiar 17-25 tahun. Pendidikan minimal SLTA atau sederajat. Jangan lupa, siapkan juga foto ukuran 4R. Apabila persyaratan tersebut terpenuhi, lalu tinggal download formulirnya di http://bit.ly/2ATlw49. Biaya pendaftaran juga murah Rp.100 ribu. Waktu pendaftaran di tutup pada 4 Februari 2018 (lebih lengkap lihat grafis). “Ada persyaratan administrasi yang harus dipenuhi. Tidak kalah penting, kontestan belum berkeluarga. Kalau formulir sudah diisi bisa dikembalikan pada panitia. Tempat dan alamatnya sudah cukup jelas di formulir,” ujar Leonardi. Selain potensi jenjang karir, kontes ini juga menyediakan hadiah menarik. Mau tahu? Apabila juara, Ako atau Amoi memperoleh uang Rp10 juta plus trophy. Runner up dan urutan 3 juga mendapatkan trophy. Untuk nominalnya, uang Rp7 juta bagi posisi runner up. Lalu, peringkat 3 diberi hadiah Rp5 juta. “Juara sampai urutan tiga mendapatkan uang dan trophy. Jumlahnya tentu berbeda sesuai dengan hasil yang diraih. Untuk hadiah tambahan lain tentu ada. Yang jelas, tidak rugi ikut kontes Hakka Ako Amoi ini,” jelasnya. Selain peserta, para desainer busana juga diberi apresiasi. Uang Rp1,5 juta bila juara, posisi runner up Rp1,5 juta, dan Rp1 juta bagi posisitiga. “Kami memang ingin menggali semua potensi di sini. Para desiner juga memiliki peran besar. Mereka harus diapresiasi. Sebab, sudah menyediakan kostum dan membuat acara semakin menarik,” tutur Leonardi. Menteri Pariwisata Arief happy dengan gelaran Festival tersebut. Ia mengatakan dengan Kontes tersebut  akan membeikan warna lain di Festival Cap Go Meh 2018,  Singkawang. "Kontes ini makin membuat Festival Cap Go Meh semakin berwarna. selalu berkualitas. Kehebatan Singkawang akan ditampilkan semuanya. Atraksinya makin paten. Kontes seperti tentu sangat mengispirasi,” tuturnya. (Sumber:  Artikel indopos.co.id, Foto Paul Hessels)
...more

Lebak Outfest Sawarna Karst Festival 2023, Pesta Pantai Karang Bokor yang Seru Abis!

TripTrus.Com - Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya, nge-buka resmi nih acara Lebak Outfest Sawarna Karst Festival 2023 yang digelar di Pantai Karang Bokor, Kecamatan Bayah, pas Sabtu kemaren, tanggal 30 September 2023. Acara ini bukan main-main, guys, ini acara khusus buat mereka yang doyan petualangan alam dan peduli banget sama alam Lebak.       View this post on Instagram A post shared by FORUM POTENSI KOTA CILEGON (@forumpotensi_kotacilegon) Dalam omongannya, Bupati Lebak enggak bisa lebih setuju lagi dengan acara keren ini. Kata Iti, acara ini jadi kesempatan bagus buat nunjukin pesona wisata Lebak yang keren banget. "Karang Bokor dan Goa Langir ini bagian dari Geo Park Bayah Dome yang harus kita jaga, rawat, dan kembangin. Ini kan jadi harta berharga daerah kita. Selain itu, kita bisa dorong perekonomian warga sekitar dan usaha-usaha kecil di daerah sini," ujar Iti. [Baca juga : "Festival Raja Ampat 2023, Lebih Gokil Dengan 3 Event Dalam Satu!"] Sementara itu, Firman Hidayatullah, ketua pelaksana Sawarna Karst Festival, ngasih tahu kalau ada sekitar 270 peserta yang dateng ke acara ini. Bahkan ada yang dateng dari luar kota, kayak Medan, Bogor, Bandung, dan Bali. Mantap, kan? "Dengan adanya Sawarna Karst Festival ini, kita bisa lebih akrab sama komunitas Climbing dan Camping Ground. Dan yang lebih penting, kita bisa nunjukin lokasi-lokasi wisata seru yang ada di Lebak," tambah Firman. Firman juga berharap, ke depannya acara ini bisa digelar terus dengan semangat yang lebih rame lagi. Semoga aja, ya, acara kayak gini bisa jadi agenda rutin di Lebak. Biar makin rame dan makin asyik! (Sumber Foto @atini_pw) 
...more

Jangan Coba Rekam Atau Lihat Gerhana Matahari Pakai Smartphone!

TripTrus.Com - Di sisi lain saat dipakai untuk memotret saja, shutter kamera hanya akan terbuka sebentar dan menangkap cahaya yang diperlukan. Akan tetapi saat dipakai untuk merekam atau melihat gerhana matahari secara langsung, shutter akan terbuka dalam waktu lama, memungkinkan banyak cahaya untuk masuk dan akhirnya berpotensi merusak sensor kamera. Alasan yang sama juga dipakai oleh fotografer untuk menghindari memotret langsung menghadap matahari terlalu sering. Bahkan, mengarahkan kamera ke matahari dalam waktu lama juga dipercaya bisa membakar shutter dan mekanisme bukaan lensa kamera. Demi keselamatan smartphone atau kamera, sangat disarankan untuk menambahkan filter khusus yang ditempatkan di depan lensa untuk mengurangi paparan cahaya saat memotret gerhana matahari. (Sumber: Artikel merdeka.com Foto indogamers.com) 
...more

Mei Seru di Jabar: Liburan Lo Gak Bakal Garing!

TripTrus.Com - Gengs, lo udah siap belum nih buat nikmatin vibes long weekend dan tanggal merah di bulan Mei 2025? Bulan ini bener-bener surganya para kaum rebahan yang lagi nyari alasan buat healing tipis-tipis. Buat lo yang pengen ngacir dari rutinitas, Jawa Barat jadi destinasi yang gak boleh kelewat! Dari konser, festival seni, sampai workshop kece, semuanya tumpah ruah di berbagai kota di Jabar. Lo tinggal siapin outfit kece, bawa temen nongkrong, dan cus liburan seru tanpa takut dompet menjerit. Dijamin gak bakal nyesel! 🎭 Festival & Acara Seru Sepanjang Mei 2025 Sekar Pandan Art Festival (2–4 Mei, Cirebon) Cirebon awal bulan udah dibuka sama vibes seni dan budaya dari Sekar Pandan Art Festival. Buat lo yang doyan liat pameran seni sambil nyari spot foto aesthetic, ini tempat yang pas banget. Lo bisa nikmatin pertunjukan sambil ngemil jajanan lokal. Gak ada tiket masuk, jadi lo tinggal gas aja ke lokasi! Bandung Kota Angklung (3–17 Mei, Bandung) Mau nostalgia sama alat musik tradisional tapi dikemas kekinian? Event ini jawabannya! Lo bakal nemu pertunjukan angklung dari yang klasik sampe yang dibikin ngeblend sama musik modern. Sambil nonton, bisa sambil ngopi lucu di sekitar venue. Gak cuma edukatif, tapi juga heartwarming banget, bro! Pasar Tani (4 & 9 Mei, Bandung) Kalau lo pecinta produk organik dan pengen support petani lokal, mampir deh ke Pasar Tani. Ada hasil bumi segar, sayuran organik, sampe cemilan tradisional yang bisa lo borong. Bisa juga ngobrol langsung sama petaninya, jadi makin tahu proses panennya. Biar makin woke dan sadar lingkungan, cuy! Sumfairfest (10 Mei, Kab. Bandung) Event ini cocok banget buat yang pengen ngerasain serunya festival musik dan kuliner lokal dalam satu tempat. Dari band indie, food truck hits, sampe bazar UMKM kece semua ada. Jangan lupa bawa kamera, karena tiap sudutnya instagramable banget. Hype-nya dapet, perut kenyang, hati senang! Bandung Color Run & Bogor Run (11 Mei, Bandung & Sentul) Yang suka olahraga tapi pengen fun? Color Run di Bandung dan Bogor Run di Sentul bakal bikin lo semangat lari sambil main warna-warni. Acaranya family friendly banget, jadi bisa ajak gebetan atau keluarga juga. Dijamin lo bakal pulang dengan badan sehat dan foto-foto epic buat IG lo! Pentas Eksibisi (14 Mei, Cirebon) Buat lo yang seneng lihat pertunjukan seni kontemporer, eksibisi ini keren banget. Banyak performance art dan instalasi visual yang bisa lo nikmatin. Lo gak cuma nonton, tapi juga bisa diskusi sama seniman lokalnya. Nambah ilmu dan pengalaman baru, cuy! Indonesia Tourism & Trade Investment Expo 11 (15–18 Mei, Bandung) Lo yang minat bisnis atau pengen cari peluang di dunia pariwisata dan investasi, event ini wajib dateng! Banyak booth menarik, talkshow kece, sampe promo-promo wisata yang bisa lo dapetin langsung. Sambil networking, siapa tau ketemu jodoh bisnis lo di sana! Be on Fest & Festival Ekonomi Kreatif (16–18 Mei, Bandung & Cirebon) Kombinasi musik, fashion, dan karya anak muda kreatif semua dikumpulin di dua event ini. Lo bakal lihat gimana keren dan inovatifnya industri kreatif lokal. Ada live music, pop-up market, dan diskusi seru bareng pelaku industri kreatif. Lo bakal keluar dari sana dengan kepala penuh ide fresh! Hari Nelayan Palabuhanratu (21 Mei, Sukabumi) Bukan cuma seru-seruan, lo juga bisa ngerasain vibes lokal yang autentik dari perayaan Hari Nelayan. Ada lomba perahu hias, bazar ikan, dan pertunjukan adat. Momen ini cocok buat lo yang pengen ngerasain langsung budaya pesisir yang otentik dan hangat. Healing sambil belajar budaya? Why not! Bazar UMKM & Workshop Ekraf (21–22 Mei, Bandung & Cirebon) UMKM lokal tuh makin keren loh sekarang. Dari makanan, fesyen, sampe kerajinan tangan, semua tampil kece di bazar ini. Lo juga bisa ikutan workshop buat upgrade skill lo, siapa tau abis itu lo buka usaha juga. Nambah ilmu, nambah relasi, dan nambah isi dompet juga bisa! Caruban Nagari – Archery Tournament (24–31 Mei, Cirebon) Archery vibes-nya bener-bener bikin lo ngerasa jadi karakter game RPG. Lo bisa ikutan lombanya atau sekadar nonton atlet-atlet panahan kece yang adu skill. Event ini jarang ada, jadi mumpung ada di Jabar, cus aja meluncur! Sunset di Kebun & Bogor City Trail (24–25 Mei, Bogor) Lo tim sunset atau tim hiking? Di Bogor, dua-duanya bisa lo dapetin. Sunset di Kebun cocok buat lo yang cari ketenangan, vibes-nya chill banget. Nah, kalau lo suka tantangan, City Trail-nya cocok buat lo yang mau keringetan sambil eksplor trek alami. Bandung Lautan VW & Tau-Tau Festival (31 Mei–1 Juni, Bandung) Buat pecinta mobil klasik, Lautan VW bakal jadi surganya lo. Deretan mobil VW klasik yang kece siap bikin lo nostalgia. Terus, lanjut ke Tau-Tau Festival buat nikmatin penutupan bulan dengan konser dan kuliner lokal. Fix, lo bakal susah move on dari bulan ini! [Baca juga : "Mei Di Surabaya? Banyak Event Gokil + Oleh-Oleh Wajib Borong Nih"] Nah ini yang paling lo tunggu-tunggu, kan? Jadi gini gengs, selama bulan Mei 2025, bakal ada 7 hari libur nasional dan tanggal merah, termasuk yang jatuh di hari Minggu. Tanggal-tanggal pentingnya tuh: 1 Mei: Hari Buruh 12 Mei: Hari Raya Waisak 29 Mei: Kenaikan Isa Almasih Ditambah sama setiap hari Minggu: 4, 11, 18, dan 25 Mei. Lo bisa banget tuh ngatur cuti biar dapet long weekend yang mantap. Kombinasinya cocok buat lo liburan santai atau bahkan road trip keliling Jabar bareng bestie. Jangan sampe liburnya kebuang cuma di kasur, bro! Ternyata nih ya gengs, tahun 2025 itu total ada 27 hari libur nasional & cuti bersama. Angka yang pas banget buat lo yang udah burn out di kerjaan atau kuliah. Jadiin momen ini buat recharge diri lo. Liburan bukan cuma soal jalan-jalan, tapi juga nyari inspirasi, relasi baru, atau sekadar ngilangin penat. So, jangan sampe lo lewatkan Mei 2025 ini tanpa rencana! Yuk, #LiburanLokal dulu! (Sumber Foto @renatalia_oktavianiputri)
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...