shop-triptrus



Menelusuri Kearifan Lokal Suku Baduy Yang Tetap Bertahan!

TripTrus.Com - Kalau lo belum tahu, di Kanekes, Lebak, Banten, ada suku asli Indonesia yang masih ngejaga tradisi dan budaya super ketat: Suku Baduy. Mereka hidup serasi banget sama alam, jadi gak heran deh kalau gaya hidup mereka beda dari kebanyakan orang luar. Nah, biar gak salah kaprah pas main ke sana, lo wajib paham dulu tentang kebiasaan unik mereka!       View this post on Instagram A post shared by Ethnic Vibes (@ethnicvibes.id) Sebelum nginjekin kaki di sana, yang harus lo tau pertama adalah: Suku Baduy ini terbagi dua, ada Baduy Luar sama Baduy Dalam. Banyak yang kira dua-duanya sama aja, padahal beda banget, bro! Baduy Luar lebih "gaul", mereka udah kenal sama hal-hal dari luar kayak sekolah, sosialisasi sama pendatang, bahkan menerima turis. Sementara, Baduy Dalam itu jauh lebih tertutup dan ketat ngikutin aturan leluhur mereka yang udah turun-temurun. Kalau lo mau lihat Baduy Dalam, siap-siap trekking sekitar 12 km dari Baduy Luar, ngelewatin kebun, sungai, bahkan ada Jembatan Akar yang keren banget karena dibuat dari akar pohon sekitar sungai, plus bambu di bawahnya. Bener-bener natural dan mereka gak pake teknologi buat bikin semua itu! [Baca juga : "Jalan Santuy Keliling Museum Di Kota Tua, Gak Butuh Ongkos Tapi Tetap Seru!"] Di Baduy Dalam, teknologi dilarang keras, bro. Jadi gak ada tuh HP, radio, speaker, atau gadget lainnya. Mereka cuma komunikasi pake Bahasa Sunda dan aksara Hanacaraka. Yang menarik, dari cara berpakaian pun kelihatan bedanya: Baduy Dalam wajib pake baju putih atau biru tanpa kancing atau kerah, dan gak boleh pake alas kaki. Baduy Luar biasanya pake baju hitam atau biru tua. Walaupun wisata ke desa Baduy diizinin, gak semua tempat bisa sembarang dimasukin. Ada area khusus yang cuma buat masyarakat Baduy aja. Plus, ada larangan buat teknologi, kayak HP, kamera, dan sejenisnya. Lo bahkan gak boleh sembarangan motret di sana tanpa izin, karena mereka punya kepercayaan soal menolak teknologi demi ngejaga keseimbangan alam. Suku Baduy juga anti banget sama produk kimia. Jadi gak ada tuh sabun, pasta gigi, atau detergen. Intinya, kalo ke sana, lo harus ikut adat mereka, jaga kebersihan, bawa pulang sampah plastik, dan jangan sembarangan nebang pohon atau mencabut tanaman. Itu dia, sedikit gambaran soal Suku Baduy dan aturan-aturannya. Jadi, udah siap berpetualang sambil ngehormatin kearifan lokal yang bikin mereka bertahan sampe sekarang? (Sumber Foto @world_traveler29) 
...more

Dayak Kuping Panjang

Tradisi memanjangkan cuping telinga menjadi salah satu keunikan budaya di Kalimantan. Meski sebenarnya tidak semua suku melakukannya, tapi budaya ini sudah terlanjur melekat dengan masyarakat dayak secara umum. Namun sayangnya dari waktu ke waktu, tradisi ini semakin menghilang, dan saat ini hanya tinggal sedikit orang Dayak yang masih memiliki cuping telinga panjang, itu pun umumnya generasi tua.Salah satunya di Kampung Bena Baru yang dihuni sekitar 700 jiwa penduduk. Kampung Bena Baru adalah salah satu kampung pedalaman suku Dayak Kenyah yang berada di Sungai Kelay, Kecamatan Sambaliung. Kehidupan masyarakat di tempat ini masih berjalan berdampingan dengan tradisi dan kultur lokal, lengkap dengan upacara adat dan tari-tarian khasnya. Sebagian peralatan kerja dan rumah tangga merupakan hasil buatan tangan sendiri. Tapi bukan berarti penduduk kampung ini merasa asing terhadap perkembangan teknologi seperti televisi, telepon seluler, dan alat-alat elektronik lainnya. Kampung yang baru dibuka pada tahun 1980-an ini memiliki sekitar 20 orang nenek yang memiliki telinga cuping panjang. Daun telinga cuping panjang tidak hanya diperuntukkan bagi wanita, tetapi juga untuk laki-laki. Proses pemanjangan cuping telinga mulai dilakukan sejak bayi. Hal ini umumnya dikaitkan dengan tingkatan sosial seseorang dalam masyarakat Dayak. Bagi suku Dayak Kayan, misalnya, telinga cuping panjang menunjukkan kalau orang tersebut berasal dari kalangan bangsawan. Sementara bagi perempuan, telinga cuping panjang menunjukkan apakah dia seorang bangsawan atau budak karena kalah perang atau tidak mampu membayar utang.Di kalangan masyarakat Dayak Kayan, pemanjangan cuping daun telinga ini biasanya menggunakan pemberat berupa logam berbentuk lingkaran gelang atau berbentuk gasing ukuran kecil. Dengan pemberat ini daun telinga akan terus memanjang hingga beberapa sentimeter.Di desa-desa yang berada di hulu Sungai Mahakam, telinga cuping panjang digunakan sebagai identitas yang menunjukkan umur seseorang. Begitu bayi lahir, ujung telinganya diberi manik-manik yang cukup berat. Jumlah manik-manik yang menempel di telinganya akan bertambah satu untuk setiap tahun.Tetapi ada juga anggapan yang mengatakan kalau tujuan pembuatan telinga panjang bukanlah untuk menunjukkan status kebangsawanan, tetapi justru untuk melatih kesabaran. Jika dipakai setiap hari, kesabaran dan kesanggupan menahan derita semakin kuat.Sementara bagi suku Dayak Kenyah, antara laki-laki dan perempuan memiliki aturan panjang cuping telinga yang berbeda. Kaum laki-laki tidak boleh memanjangkan cuping telinganya sampai melebihi bahunya, sedangkan perempuan boleh memanjangkannya hingga sebatas dada. Proses memanjangkan cuping daun telinga ini diawali dengan penindikan daun telinga sejak masih berumur satu tahun. Setiap tahun, satu buah anting atau subang perak digantungkan di telinga mereka. Gaya anting atau subang perak yang digunakan pun berbeda-beda, yang akan menunjukkan perbedaan status dan jenis kelamin. Gaya anting kaum bangsawan tidak boleh dipakai oleh orang-orang biasa. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

Wisata Banten Lama, Sarat Nilai Religi dan Histori

TripTrus.Com - Banten kaya akan potensi wisata sejarah dan religi. Tidak ada yang memungkiri fakta itu. Tetapi, potensi saja, tanpa dikembangkan dengan penuh komitmen, hanya akan berdiam di dalam pikiran orang. "Karena itu, jika ingin berlari cepat maju, maka tidak ada pilihan lain, kecuali implementasikan dengan baik, semua konsep percepatan pariwisata di  Banten," kata Menpar Arief Yahya. Wisata budaya dan religi itu mensyaratkan ada atraksi. Akan menjadi hidup dan berkembang jika disediakan akses yang baik dari originasi atau marketnya, serta amenitas, fasilitas agar customers atau wisatawan merasa nyaman dan kerasan tinggal lebih lama di Banten. Oleh sebab itu, pemerintah pusat yang diwakili Kemenpar dan pemerintah daerah, serta pengelola tempat wisata sejarah di Provinsi itu berembuk untuk membicarakan Bimbingan Teknis Pengembangan Destinasi Wisata Sejarah dan Religi di Hotel Horison Forbis, Cilegon pada tanggal 22-24 Maret. Hadir dalam acara itu antara lain Asdep Pengembangan Destinasi Wisata Sejarah dan Religi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Lokot Ahmad Enda, Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Provinsi Banten  Eneng Nurcahyati, Pengelola Kesultanan Agung Tirtayasa A Wahid,  Pengelola Kesultanan Maulana Yusuf TB Faidz, serta tokoh MUI Banten HS Usman. Lokot mengatakan, wisata sejarah di Banten menarik karena dari sudut pandang sejarah kawasan itu pernah berjaya karena letaknya yang strategis membuat kapal-kapal pedagang melewati wilayah ini dan menjadikannya pelabuhan terbesar di Indonesia. Selain itu, Kesultanan Banten yang mengatur wilayah Banten merupakan kerajaan maritim yang mengandalkan perdagangan sebagai sektor utama perekonomiannya. Walhasil,Banten menjadi jalur niaga bagi pedagang dari negara Persia, India, Cina, Vietnam, Filipina dan Jepang. Meski Kesultanan Banten resmi dihapus pada 1813 oleh pemerintah Kolonial Inggris dengan memaksa Sultan Muhammad bin Muhammad Muhyiddin Zainussalihin turun dari tahta, namun jejak-jejak peninggalannya masih tampak berdiri kokoh hingga saat ini. Beberapa peninggalan sejarah dan religi tersebut antara lain Menara Masjid Agung Banten, Jejak Sultan Ageng Tirtayasa, Benteng Speekwijk, Keraton Surowowan, Keraton Kaibon serta Vihara Avalokitesvara. "Namun, faktanya kini pariwisata bukanlah sektor utama dalam pengembangan ekonomi propinsi Banten meskipun sektor hotel dan restoran menyumbang kurang lebih 1 triliun rupiah setiap tahunnya," ujar Lokot. Beberapa faktor menjadi penyebab masih mandegnya pengembangan pariwisata Banten. Eneng mengungkapkan revitalisasi Benda Cagar Budaya menjadi permasalahan umum yang dihadapi oleh pengelola hingga kini.  Hal itu berdampak pada rendahnya minat dan tingkat kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara ke Banten. Sejatinya hal ini sangat ironis sebab Bandar Udara International Sukarno Hatta terletak di Provinsi Banten. Selain itu, kurang tertatanya pengembangan wisata sejarah dan religi di Provinsi Banten juga menyebabkan rendahnya minat wisatawan untuk berkunjung. "Para pengelola wisata sejarah dan religi di Provinsi Banten membutuhkan bantuan teknis dan pendanaan untuk merevitalisasi Benda Cagar Budaya yang ada," ujar Eneng. Lokot mengatakan, story telling dan pola perjalanan juga menjadi aspek penting yang secepatnya perlu dikembangkan di Provinsi Banten. Salah satu rute perjalanan yang potensial untuk dikembangkan sebagai pola perjalanan wisata sejarah dan religi di Banten adalah rute Tangerang – Anyer –Labuan Selain itu, untuk mendukung pengembangan wisata sejarah dan religi di Banten, pemerintah akan menyelenggarakan beberapa even baik yang berskala lokal dan nasional. Even-even itu antara lain Seba Baduy 2017 pada pertengahan April, Gebyar Wsata Banten yang akan dilakukan bersamaan dengan Gebyar Wisata Nusantara pada bulan Mei 2017 di Jakarta Convention Center, Serentaun pada Agustus/September 2017, Banten Beach Festival pada Oktober 2017, serta Cilegon Ethnic Carnival bersamaan dengan Golok Day Festival dan Sail Krakatau pada 27 – 30 April 2017. (Sumber: Artikel indopos.co.id Foto radarbanten.co.id)
...more

Kini Ada Rumah Singgah Gratis Bagi Backpacker di Lombok!

Ada 5 kamar, 2 kamar mandi, ruang tamu yang luas dan tentu saja senyum ramah menyambut siapapun dan dari mana saja kamu berasal di sana. Salah satu spot destinasi wisata di Indonesia adalah Pulau Lombok. Lombok merupakan salah satu destinasi paling banyak di datangi wisatawan lokal hingga mancanegara setelah Bali. Pada Oktober tahun lalu, Lombok menjadi pemenang di acara penghargaan World Halal Travel Summit 2015 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Lombok berhasil memenangkan 2 kategori, yaitu World Best Halal Tourism Destination dan World Best Halal Honeymoon Destination. Semakin banyaknya wisatawan membuat banyak jasa akomodasi dan transportasi yang berkembang. Beragamnya tipe akomodasi dan transportasi ini berbanding lurus dengan biaya yang harus dikeluarkan oleh wisatawan. Namun, buat wisatawan dengan dana pas-pasan tak usah khawatir, ternyata di Lombok ada sebuah rumah penginapan tanpa harus membayar biaya inap per malam alias gratis, yaitu Rumah Singgah Lombok Backpacker."Rumah Singgah Lombok Backpacker merupakan penginapan yang kami gratiskan untuk siapapun kawan-kawan yg datang dan travelling ke Lombok. tidak ada pungutan biaya, tidak ada bayar sepeser pun. Rumah singgah tersebut cara kami berguna kepada sesama, membantu dan memudahkan kawan-kawan berlibur di Lombok," tulis Duta, pengelola rumah tersebut pada blognya yang dikutip brilio.net, Senin (18/1). Ada 5 kamar, 2 kamar mandi, ruang tamu yang luas dan tentu saja senyum ramah menyambut siapapun dan dari mana saja kamu berasal di rumah singgah ini. Rumah Singgah Lombok Backpacker sendiri dimiliki keluarga besar Ikhsan."Istri beliau yang biasa kami panggil Mamak sangat periang dan suka menyediakan Kopi Lombok untuk para sahabat. Cara untuk sampai di Rumah Singgah Lombok Backpacker bisa dari bandara maupun dari Pelabuhan. Tapi sayangnya rumah singgah LB tidak dilalui oleh angkutan umum," pungkas Duta. Sumber: Artikel brilio.net dan Foto Ganendra Aatmadeva‎
...more

Kece Abis! Lake Toba Fashion Week 2023 Bikin Heboh di Kawasan Danau Toba

TripTrus.Com - Lake Toba Fashion Week (LTFW) 2023 bakal heboh banget bulan Oktober nanti! Pemprov Sumatera Utara dan kabupaten-kabupaten sekitarnya udah deal untuk bikin event seru ini di Sipinsur Park Geosite, wilayah Kabupaten Humbanghasundutan.       View this post on Instagram A post shared by Lake Toba Fashion Week 2023 (@ltfw2023) Ini acara pertama kali di kawasan Danau Toba yang melibatkan delapan kabupaten sekaligus, geng. Ada Kabupaten Toba, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Samosir, Kabupaten Dairi, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Karo, dan Kabupaten Pakpak Bharat jadi tuan rumah. Di acara ini, bakal ada banyak kegiatan seru, mulai dari pameran produk UMKM, fashion show, workshop bisnis, pagelaran seni, sampai workshop buat model, desainer, dan fotografer. Semua kabupaten yang ikut dalam rapat koordinasi LTFW 2023 nunjukin dukungan mereka buat suksesin event tahunan ini. Rapatnya digawes Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumut, Nawal Lubis, di Medan. Ada juga yang ikut rapat, kayak Sekda Kabupaten Humbahas Tonny Sihombing, para kepala OPD di Sumut, dan OPD dari wilayah Kawasan Danau Toba. Gak ketinggalan, ada Ketua Dekranasda Kawasan Danau Toba dan Wakil Ketua Harian Dekranasda Sumut, Dian Arief S Trinugroho, plus Sekretaris Dekranasda Sumut, Hasnah Lely Siregar. [Baca juga : "Medan Bakal Geber Pameran Start Up, Cerita Sukses Dan Keberagaman Budaya Jadi Sorotan"] Nawal Lubis bilang, event keren kayak gini bisa promosiin Danau Toba sebagai destinasi andalan Sumut dan bikin UMKM di sekitarnya melesat. "Danau Toba Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). Kita tanpa Danau Toba bukan Sumut, jadi kita ramein Danau Toba, biar makin terkenal, dan juga biar bisa dorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lewat kunjungan wisatawan," katanya. Nawal Lubis juga ajak semua pihak buat ikutan dan bantu suksesin LTFW 2023 ini, geng. Sekda Kabupaten Humbahas, Tonny Sihombing, bilang, event ini buat naikin pamor produk UMKM dan pariwisata di Kawasan Danau Toba. "Kita terus promosiin pariwisata di Kawasan Danau Toba yang selama ini belum dapet perhatian maksimal, baik di dalam maupun luar negeri," katanya. (Sumber Foto @diskominfo.sumutprov.go.id) 
...more

PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Ini Aturan Penggantinya

TripTrus.Com - Pemerintah resmi membatalkan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 pada saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), sebagai gantinya pemerintah telah mengeluarkan aturan terbaru. Keputusan ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. “Pemerintah memutuskan untuk tidak akan menerapkan PPKM level 3 pada periode Nataru pada semua wilayah. Penerapan level PPKM selama Nataru akan tetap mengikuti asesmen situasi pandemi sesuai yg berlaku saat ini, tetapi dengan beberapa pengetatan,” kata Luhut dikutip dari dalam keterangan pers di laman resmi Kemenko Marves. Namun, pemerintah akan membuat kebijakan yang lebih seimbang dengan tidak menyamaratakan perlakuan di semua wilayah menjelang momen Nataru. Penerapan level PPKM selama Nataru akan tetap mengikuti asesmen situasi pandemi sesuai yg berlaku saat ini, tetapi dengan beberapa pengetatan. Sementara itu, terkait perubahan aturan secara detail, akan dituangkan dalam revisi Inmendagri dan surat edaran terkait Nataru lainnya. Berikut ini aturan baru yang akan berlaku pada saat periode Nataru:       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh favian (@favianputraa) 1. Selama Nataru, syarat perjalanan jarak jauh dalam negeri adalah wajib vaksinasi lengkap dan hasil antigen negatif maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan. - Untuk orang dewasa yang belum mendapatkan vaksinasi lengkap ataupun tidak bisa divaksin karena alasan medis, tidak diizinkan untuk bepergian jarak jauh. - Untuk anak-anak dapat melakukan perjalanan, tetapi dengan syarat PCR yang berlaku 3×24 jam untuk perjalanan udara atau antigen 1×24 jam untuk perjalanan darat atau laut. 2. Perbatasan Indonesia akan tetap diperketat dengan syarat untuk penumpang dari luar negeri adalah hasil tes PCR negatif maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan, serta melakukan karantina selama 10 hari di Indonesia. 3. Pemerintah juga menerapkan pelarangan seluruh jenis perayaan Tahun Baru di Hotel, Pusat Perbelanjaan, Mall, Tempat Wisata dan Tempat Keramaian Umum lainnya. [Baca juga : "Tempat Wisata Di Indonesia Yang Mendunia"] 4. Untuk operasional pusat perbelanjaan, restoran, bioskop dan tempat wisata hanya diizinkan dengan kapasitas maksimal 75 persen dan hanya untuk orang dengan kategori hijau di aplikasi Peduli Lindungi. 5. Untuk acara sosial budaya, kerumunan masyarakat yang diizinkan berjumlah maksimal 50 orang. Disiplin penggunaan Peduli Lindungi harus ditegakkan. (Sumber: Artikel idxchannel.com Foto @ f.gyarari) 
...more

10 Fakta Menarik Cagar Alam Geologi Karangsambung

TripTrus.Com - Cagar Alam Geologi (CAG) Karangsambung  merupakan laboratorium geologi alam yang wajib dikunjungi bagi peneliti, mahasiswa geologi hingga wisatawan umum untuk mengetahui proses terbentuknya alam semesta dimasa silam. Berikut Lintas Kebumen rangkum 10 fakta menarik dari Cagar Alam Geologi Karangsambung, Minggu (7/12): 1. CAG Karangsambung ditetapkan sebagai Cagar Alam Geologi berdasarkan Kepmen ESDM No.2817K/40/MEM/2006 yang diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 14 November 2006. 2. CAG Karangsambung memiliki luas sekira 22.000 Hektar meliputi Kecamatan Sadang, Karangsambung, Karanggayam, Alian, dan Pejagoan di Kabupaten Kebumen. Kecamatan Pagedongan dan Bawang di Kabupaten Banjarnegara. Kecamatan Kaliwiro dan Wadaslintang di Kabupaten Wonosobo. 3. CAG Karangsambung dijadikan Kampus Lapangan Geologi pada tahun 1964. Pencetusnya adalah Prof. Dr. Sukendar Asikin, (Guru Besar Departemen Teknik Geologi ITB). Beliau adalah geolog Indonesia pertama yang mengulas geologi daerah Karangsambung berdasarkan teori tektonik lempeng. 4. Verbeek adalah geolog Belanda sekaligus orang yang pertama kali melakukan penelitiaan di CAG Karangsambung pada tahun 1891 . Akan tetapi hasil penelitian ini baru dipetakan secara geologi oleh Harlof pada tahun tahun 1933. 5. Geolog Indonesia dan Mancanegara (Katili, Hamilton dan khususnya Sukendar Asikin) menunjukkan bahwa CAG Karangsambung merupakan titik pertemuan antarlempeng yang terjadi pada suatu zaman geologi yang disebut Kapur Akhir (100-65 juta tahun yang lalu). 6. CAG Karangsambung memiliki batuan metamorf sekis mika di Kali Brengkok. Batuan tertua ini tersingkap dan menjadi pembentuk fondasi Pulau Jawa. Pengukuran dengan radioaktif menunjukkan batuan ini berumur 121 juta tahun, dari zaman kapur. Batuan ini hanya bisa ditemui di CAG Karangsambung di seluruh Indonesia. 7. CAG Karangsambung juga memiliki situs batu rijang dan lava basal berbentuk bantal di Kali Muncar. Batuan sedimen ini terbentuk di dasar samudera purba 80 juta tahun lampau. Hanya ada dua tempat di Indonesia yang memiliki Lava Basal di permukaan, salah satunya CAG Karangsambung. 8. Terdapat 32 situs singkapan geologi dan 18 situs di antaranya merupakan singkapan inti yang berharga bagi ilmu pengetahuan, pendidikan, dan wisata di CAG Karangsambung. 9. Pada situs Bukit/Wagir Sambeng di CAG Karangsambung ditemukan batuan peselingan rijang dan gamping merah. Batuan tersebut merupakan batuan yang terbentuk di dasar laut dengan kedalaman antara 4000 meter hingga lebih. Dalam batuan ini juga ditemukan fosil dari radiolaria yang jika dilihat umurnya berkisar antara 65 juta tahun. 10. CAG Karangsambung memiliki Batuan Serpentinit. Batu ini adalah batuan dari batuan ultra basa berwarna gelap. Merupakan hasil dari pembekuan magma pada kerak samudera. Aktivitas penambangan pasir dan batu di sepanjang Sungai Luk Ulo kian mengancam cagar alam geologi Karangsambung. Beberapa titik singkapan geologi berumur hingga ratusan juta tahun yang selama ini menjadi sumber pengetahuan dan pendidikan dikhawatirkan tergerus penambangan liar masif. (Sumber: Artike-Foto lintaskebumen.wordpress.com)
...more

Daftar Terminal Bandara Internasional Soekarno Hatta

TripTrus.Com - Bandara Soekarno Hatta ( kode bandara : CGK) Jakarta terbagi menjadi beberapa terminal. Berikut adalah pembagian pelayanan maskapai dan terminal bandara yang digunakan : TERMINAL 1 Terminal 1 merupakan terminal penerbangan domestik Terminal 1A : Lion Air dan Wings Air   untuk keberangkatan & kedatangan rute Pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Ambon & Papua :{ Pontianak (PNK), Palangkaraya (PKY), Banjarmasin (BDJ), Balikpapan (BPN), Surabaya (SUB) Tarakan (TRK), Semarang (SRG), Yogyakarta (JOG) Solo (SOC)  Pontianak (PNK), Palangkaraya (PKY), Banjarmasin (BDJ) Balikpapan (BPN) dan Tarakan (TRK)  } Terminal 1B: Lion Air untuk keberangkatan & kedatangan rute Pulau Sumatera ,Lombok (LOP) dan Denpasar (DPS) }, Kartika Airlines, dan Express Air. Terminal 1C: Batik Air, Citilink, Kalstar, Trigana air dan Airfast Indonesia. TERMINAL 2 Terminal 2D dan 2E merupakan sub terminal yang khusus  penerbangan internasional, Terminal 2F digunakan untuk penerbangan domestik. Terminal 2D: Air China, All Nippon Airways (ANA),  Cathay Pacific, Cebu Pacific, China Airlines, China Southern Airlines, Emirates, Eva Air, Japan Airlines, Jetstar, Kuwait Airlines, Lufthansa, Malaysia Airlines, Philippine Airlines, Qantas, Qatar Airways, Saudi Arabian Airlines, Singapore Airlines, Thai Airways International, Tiger Airways, Turkish Airlines, Valuair, dan Yemenia. Terminal 2E: Air Asia Internasional, Etihad, KLM Royal Dutch Airlines, Korean Air, Lion Air Internasional (Malindo Air & Thai Lion Air), dan Royal Brunei. Terminal 2 F : Sriwijaya Air, Nam Air, Air Asia Domestik TERMINAL 3 Ultimate Garuda Indonesia penerbangan Domestik & Internasional. Baca selengkapnya tentang terminal 3 Ultimate Bandara Halim perdana kusuma (HLP) :  Untuk penerbangan Citilink menggunakan Bandara Halim perdana kusuma untuk rute penerbangan dari & ke : Palembang, Yogyakarta, Semarang & Malang. Sementara Batik air selain menggunakan bandara Soekarno hatta, juga tersedia penerbangan dari / ke Bandara Halim perdana Kusuma (HLP) untuk rute penerbangan dari & ke : Bengkulu, Kupang, Lombok, Padang, Pekanbaru, Pontianak, Yogyakarta & Solo . Jadi Batik air di Jakarta  menggunakan bandara Soekarno Hatta & Halim Perdana Kusuma. (Sumber: Artikel qtiket.com - Foto BakaNekoBaka)
...more

Jakarta, Gass Poll, Masuk List Destinasi Must-Visit 2024 Versi Lonely Planet!

TripTrus.Com - Nih, berita terkini nih! Jakarta masuk jadi salah satu kota wajib buat dikunjungi di tahun 2024. Keren banget kan! Loncat dari urutan ke-7 menurut majalah perjalanan asal Amerika, 'Lonely Planet'. Bikin Jakarta melibas Praha dan Izmir gitu. Kabarnya, Jakarta dapet gelar 'Best Cities to Visit in 2024'. Makin kece, Jakarta diakui sebagai destinasi wisata kelas dunia. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, ngegombalin, "Ini momentum penting, guys, buat Jakarta jadi destinasi wajib buat para pencinta jalan-jalan."       View this post on Instagram A post shared by Siti Nurohni (@siti.nurohni) Dikutip dari si Sandiaga, Jakarta pada semester pertama 2023 udah dikunjungi 798.163 turis asing, loh. Ini bukti banget kalo Jakarta emang oke buat jadi spot liburan. Apalagi, ini seiring rencana pindah Ibu Kota baru. Katanya, Jakarta punya banyak spot seru, mulai dari belanja di Tanah Abang, Sarinah, Pasar Baru, sampe ngejar produk ekonomi kreatif khas Jakarta. Udah gitu, bisa mampir ke Monumen Nasional atau jalan-jalan di kawasan Mangrove di Jakarta Utara. Tapi, nih, Jakarta punya trik seru buat kita, yang kadang-kadang terlupakan. Gak cuma Bali yang jadi bintang, Jakarta juga bisa, loh! Masa iya Bali terus yang paling ngetop? Nah, versi Lonely Planet, Jakarta berhasil ngegeser Bali, guys! Jakarta merajai sebagai kota pilihan wisata terbaik 2024. Menurut Sandiaga Uno, tahun lalu kita juara lewat Raja Ampat sebagai tempat pelarian terbaik. Sekarang, Jakarta berhasil ngegulirin gelar Best Cities to Travel. Sandiaga langsung terima penghargaannya di London. Keren, kan? [Baca juga : "27 Hari Libur Nasional 2024, Cek Jadwalmu Untuk Petualangan Seru!"] Jakarta emang padat, tapi banyak banget atraksi pariwisatanya. Dari belanja budget di Tanah Abang sampe hura-hura di mal mewah kayak Grand Indonesia. Kalo malam, bisa jalan-jalan di Jakarta Selatan yang asik banget. Gak cuma itu, Jakarta juga punya produk kreatif yang legendaris di Sarinah, plus kuliner enak di Blok M, Pecenongan, Pasar Baru, Mangga Dua, sampe Kelapa Gading. Coba aja rasain, sensasi metropolitan Jakarta bakal nempel banget pas jalan-jalan. Selain makanan enak, Jakarta juga punya potensi buat pengembangan pariwisata sejarah, budaya, dan alam. Bisa mampir ke museum-museum keren atau Monumen Nasional buat ngecek sejarah Indonesia. Pengen alam? Dateng aja ke kawasan mangrove di Angke Kapuk, Jakarta Utara. Keren, kan, Jakarta emang gak kalah seru dari Bali! #JakartaKeren #Wisata2024 (Sumber Foto @dyahlistyowardhani) 
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...