shop-triptrus



Jangan Tunda ke Pulau Tunda!

TripTrus.Com - Jika kalian berkunjung ke Provinsi Banten, tidak ada salahnya untuk mencoba berlibur di Pulau Tunda. Pulau kecil yang terletak di Laut Jawa ini terletak di sebelah utara Teluk Banten dan secara administratif dalam wilayah Kabupaten Serang. Dengan luas sekitar 300 hektare, Pulau Tunda terdapat 1 Desa (Desa Wargasara) dan terbagi dalam 2 Dusun (Kampung Barat dan Kampung Timur). Sumber: Foto Amieykha Dulu, Pulau Tunda lebih dikenal sebagi lokasi untuk memancing. Tapi beberapa tahun terkahir, Pulau Tunda mulai dikenal di kalangan Backpacker sebagai destinasi wisata. Potensi keindahan pantai dan bawah lautnya, Wisatawan bisa mengeksplore dengan snorkeling ataupun diving. Bagian timur hingga tenggara Pulau Tunda memiliki kondisi arus yang besar sehingga terkenal dengan Drift Diving-nya. Sumber: Foto Komar Uchiha Menurut berbagaii informasi dari Nelayan sekitar, Pulau ini merupakan lintasan Lumba-lumba, jadi jangan heran bila nanti suatu saat kalian bisa melihat kawanan Lumba-lumba di perairan Pulau Tunda. Seperti namanya, Pulau Tunda ini memiliki berbagai fasilitas yang tertunda sepeti: Listrik dan Sinyal. Tetapi kalian akan sedikit terbantukan oleh listrik tenaga surya yang beroperasional dari pukul 18.00 hingga 22.00. Kalian bisa menuju Pulau Tunda dari Pelabuhan Karangantu, Serang. Perjalanan yang dibutuhkan 1,5 hingga 2 jam. Alangkah baiknya jika kalian menuju Pulau Tunda di pagi hari, bukan tanpa alasan. Selain udaranya yang dapat memanjakan tubuh, mata kalian juga akan dimanjakan oleh kemilau sunrise di atas laut. Jadi tunggu apalagi? Jangan Tunda ke Pulau Tunda! (Sumber: Artikel-Foto Amieykha)
...more

Tradisi Unik 17 Agustus-an di Berbagai Daerah di Indonesia

TripTrus.Com - Setiap bulan Agustus, Indonesia jadi rame banget karena semua warga di berbagai penjuru negeri antusias banget nyambut HUT Kemerdekaan RI. Selain menghias dan mendekor kampung dengan pernak-pernik khas 17-an, banyak daerah yang punya tradisi unik untuk bikin perayaan makin seru. Meskipun tahun ini tradisi-tradisi ini nggak bisa dilaksanakan karena pandemi, nggak ada salahnya kita kenalan dengan beberapa tradisi seru yang biasa dilakukan untuk merayakan HUT RI. Yuk, simak! 1. Tradisi Pacu Kude di Aceh Pernah denger tentang Pacu Kude? Tradisi ini udah lama banget ada di Aceh, bahkan sejak zaman kolonial Belanda. Setelah Indonesia merdeka, tepatnya tahun 1956, pemerintah Aceh resmi ngambil alih tradisi ini. Pacu Kude jadi simbol perjuangan rakyat Aceh buat meraih kemerdekaan. Kuda yang dipakai di acara ini adalah hasil persilangan antara kuda Australia dan kuda Gayo. Biasanya, kuda-kuda ini datang dari enam daerah, termasuk Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Besar, dan Sumatera Barat. 2. Lomba Dayung di Banjarmasin Di Banjarmasin, Kalimantan, ada Lomba Dayung Perahu Naga di Sungai Martapura yang rutin diadakan tiap tahun sejak 1924. Lomba ini nggak cuma hiburan buat nyambut kemerdekaan, tapi juga jadi ajang cari bibit pendayung andal. Awalnya cuma warga setempat yang ikut, tapi makin lama pesertanya makin beragam, termasuk dari provinsi tetangga. 3. Obor Estafet di Semarang Semarang juga punya tradisi unik, yaitu lari obor estafet yang udah ada sejak 30 tahun lalu. Pesertanya adalah atlet terbaik di Semarang. Obor yang dipakai dianggap simbol semangat para pahlawan saat memperjuangkan kemerdekaan. Melalui lomba ini, warga diharapkan bisa mencontoh semangat para pahlawan dan terus berjuang mengisi kemerdekaan. 4. Lomba Sampan Layar di Batam Warga Batam nggak kalah meriah dengan tradisi lomba sampan layar yang diadakan tiap tahun sejak 1965. Lomba ini biasanya dilaksanakan setelah upacara peringatan HUT RI. Acara ini selalu seru dengan banyak perahu kayu warna-warni yang berlayar. Bahkan, wisatawan domestik dan mancanegara juga sering ikut meramaikan. 5. Telok Abang di Palembang       View this post on Instagram A post shared by ig.basenk (@ig.basenk) Kalau lagi di Palembang pas bulan Agustus, kamu pasti bakal lihat banyak penjual Telok Abang. Mainan khas bulan Agustus ini terbuat dari gabus yang dibentuk jadi kapal, pesawat, atau kereta. Telok Abang juga dilengkapi telur rebus yang dicat merah dan ditancapkan di tengah kapal. Seru banget! 6. Barikan di Malang Di Malang, tiap tanggal 16 Agustus malam ada tradisi Barikan, syukuran di setiap kampung atau lingkungan warga. Acara ini melibatkan doa bersama, renungan kemerdekaan, nyanyian lagu kebangsaan, dan makan bersama. Barikan jadi ajang silaturahmi dan mempererat persaudaraan antar tetangga. 7. Sepakbola Durian di Kebumen Di Kebumen, Jawa Tengah, ada lomba sepakbola unik yang menggunakan durian sebagai bola. Karena cukup ekstrem, lomba ini biasanya diikuti oleh orang tertentu seperti anggota laskar Densus 99 dan anggota forum spiritual. Sebelum lomba, ada doa bersama untuk keselamatan para peserta. [Baca juga : "Perahu Bidar Dan Tradisi Masyarakat Di Sepanjang Sungai Musi"] 8. Tirakatan di Jawa Bagi yang tinggal di wilayah Jawa, Tirakatan pasti udah nggak asing lagi. Tradisi ini biasa dilakukan tiap tanggal 16 Agustus malam. Acara ini dihadiri sesepuh dan pejabat desa serta warga setempat. Kegiatannya meliputi pembacaan sajak, mengenang jasa pahlawan, doa bersama, dan makan bersama. Biasanya juga ada penyerahan hadiah untuk berbagai lomba yang sudah diadakan sebelumnya. 9. Pawai Jampana di Bandung Masyarakat Bandung menyambut HUT RI dengan Pawai Jampana. Dalam pawai ini ada tandu besar berisi hasil bumi, kerajinan, dan makanan yang dibawa oleh empat orang. Tandu-tandu ini akan diperebutkan oleh peserta pawai dan warga yang menyaksikan. Makanan yang ada di tandu juga akan disantap bersama-sama. 10. Peresean di Lombok Lombok punya lomba Peresean yang melibatkan pepadu (jagoan) terkenal untuk adu ketangkasan. Tradisi ini mempertemukan pepadu dari berbagai pelosok Lombok untuk beradu dengan bersenjatakan rotan dan perisai dari kulit sapi atau kerbau. Meski termasuk tradisi ekstrem, Peresean punya pesan moral tentang persaudaraan dan sikap ksatria. Tradisi ini jadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Itulah beberapa tradisi unik di berbagai daerah yang biasa diadakan untuk menyambut HUT Kemerdekaan Indonesia. Masih banyak lagi tradisi unik lainnya yang bisa kamu temukan di berbagai daerah di Indonesia. (Sumber Foto @friz.riz) 
...more

Event Seru Akhir Tahun di Jakarta yang Wajib Lo Kunjungi!

TripTrus.Com - Eits, siapa bilang akhir tahun cuma buat nunggu libur panjang doang? Jakarta lagi penuh banget dengan event seru yang bakal bikin lo betah keluar rumah! Mulai dari festival, konser, hingga pameran yang sayang banget kalo sampe kelewatan. Jadi, kalau lo lagi nyari kegiatan seru buat ngehabisin waktu di bulan November dan Desember, lo harus baca daftar event kece ini. Dijamin, akhir tahun lo bakal penuh keseruan! 1. Pokémon Festival 2024, 5 Desember 2024 - 5 Januari 2025 di Central Park & Neo Soho Mall       View this post on Instagram A post shared by Surianto, S.I.Kom., M.I.Kom (Surianto Cunk) (@suriantocunk_mc) Lo masih inget Pokémon? Kalo iya, festival ini wajib banget lo datengin! Di sini lo bisa main kartu Pokémon, foto-foto di Pokémon Illumination Park yang instagramable banget, sampe ketemu karakter Pokémon favorit lo langsung! 2. Jakarta Pet Expo 2024, 27-30 November 2024 di JIExpo, Kemayoran Lo pecinta binatang? Wajib banget dateng ke Jakarta Pet Expo! Semua yang lo butuhin buat hewan peliharaan lo ada di sini, mulai dari makanan, aksesoris, sampe obat-obatan. Seru abis buat lo yang hobi dunia pet! 3. Rockaroma Festival 2024, 21 Desember 2024 di Gambir Expo, Kemayoran Lo anak rock? Jangan sampe kelewatan Rockaroma Festival! Ada band-band kece kayak Real Friends, Superman Is Dead, dan Deadsquad yang siap bikin lo headbang abis. Tiketnya mulai Rp150.000, jadi buruan beli sebelum kehabisan! 4. Motion IME Festival 2024, 7-8 Desember 2024 di Gambir Expo, Kemayoran Festival ini bakal seru banget! Ada musik, budaya pop, sampe fashion show. Bikin lo makin gaul dan kece, plus ada event charity yang sayang banget buat dilewatin! 5. Big Bang Festival 2024, 21 Desember 2024 - 1 Januari 2025 di JIExpo, Kemayoran Gak cuma buat belanja, Big Bang Festival juga jadi ajang pameran yang penuh dengan diskon besar-besaran! Dari fashion, elektronik, sampe produk kecantikan, semua ada di sini. Jangan sampe kehabisan! [Baca juga : "5 Hal Keren Yang Wajib Lo Lakuin Kalo Ke Banyuwangi"] 6. Everblast Festival 2024, 30 November 2024 di Gambir Expo, Kemayoran Buat lo yang kangen sama band-band hits jaman dulu, Everblast Festival ini tempat yang pas buat nostalgia. Line-up internasional kayak Two Door Cinema Club, Sleeping with Sirens, dan JET siap bikin lo teriak-teriak! 7. WONDERLOVE New Year Eve Concert, 31 Desember 2024 di La Piazza Kelapa Gading Mau ngerayain tahun baru dengan gaya? WONDERLOVE New Year Eve Concert bisa jadi pilihan tepat. Lo bisa nonton konser penyanyi hits kayak Mahalini, Rizky Febian, Juicy Luicy, sambil nonton kembang api yang keren banget! 8. Pameran Furnitur Bertutur, 4 Oktober - 27 Desember 2024 di Museum Sejarah Jakarta, Kota Tua Buat lo yang suka desain interior, jangan sampe kelewatan Pameran Furnitur Bertutur. Banyak banget pilihan furnitur kece yang bisa bikin rumah lo makin aesthetic. 9. Sunset di Kebun, 15 Desember 2024 di Istana Anak-Anak Indonesia, TMII Acara yang cocok banget buat lo yang bawa keluarga atau anak kecil. Dengerin musik enak sambil piknik bareng Tulus, Nadin Amizah, Fiersa Besari, dan musisi lainnya. Balita juga bisa nonton gratis! 10. Misao Art Exhibition 2024, 7-15 Desember 2024 di Outsider Art JKT, Hadiprana Boutique Mall Buat lo yang suka seni, Misao Art Exhibition bakal kasih lo pengalaman unik banget. Wajib banget datang buat liat karya seni yang keren abis! So, udah siap ngeramein akhir tahun lo di Jakarta? Jangan sampe ketinggalan event-event keren ini, ya! Segera siapin diri, beli tiket, dan ajak temen-temen lo buat barengan ngerasain serunya setiap acara. Tahun baru bakal jadi lebih spesial kalo lo isi dengan hal-hal seru, kan? Yuk, jangan sampai FOMO, dan pastiin lo jadi bagian dari keseruan Jakarta di akhir tahun ini! (Sumber Foto @zoetwodots) 
...more

Biar Gak Ribet! 5 Tips Arus Balik Mudik yang Aman, Nyaman, dan Anti Drama

TripTrus.Com - Mudik udah selesai, waktunya balik ke realita! Tapi sebelum lo berangkat, jangan sampe perjalanan arus balik lo jadi ribet gara-gara kurang persiapan. Makanya, biar lo bisa sampai rumah dengan selamat, nyaman, dan tanpa drama, ada beberapa hal yang wajib lo siapin sebelum balik dari kampung halaman. Gak mau kan perjalanan lo malah jadi horor karena salah strategi? Simak nih tips-tipsnya!       View this post on Instagram A post shared by M I T S (@_balsptr) 1. Tentuin Tanggal Balik Biar Gak Ikut Macet Bareng Rombongan Lo gak mau kan kena macet berjam-jam di jalan cuma gara-gara salah pilih tanggal? Nah, buat yang pake transportasi umum, pastiin tiket lo udah fix dan jangan lupa cek jadwal keberangkatan. Kalau lo bawa kendaraan pribadi, coba deh pantau arus balik lewat TV, radio, atau aplikasi online biar bisa cari waktu yang lebih santai dan jalanan lebih lengang. Jangan sampe lo kejebak macet total karena gak mikirin strategi tanggal balik! 2. Cek Kendaraan Lo, Jangan Sampe Mogok di Jalan Kalau lo pake kendaraan pribadi, ini wajib banget! Cek mesin, rem, oli, lampu, AC, sampe ban, semuanya harus dalam kondisi prima. Jangan cuma modal nekat jalan doang, terus tiba-tiba mogok di tengah jalan. Percaya deh, lo gak mau repot dorong mobil pas lagi macet-macetnya, kan? Jadi sebelum jalan, mending servis dulu biar perjalanan lo aman dan gak ada kejadian yang bikin bete. [Baca juga : "Mudik Asik! 12 Tips Biar Perjalanan Lo Aman, Nyaman, Dan Nggak Ribet"] 3. Jaga Stamina, Jangan Maksain Nyetir Kalo Udah Loyo Gak cuma kendaraan yang harus fit, badan lo juga! Jangan maksa nyetir kalau udah capek atau ngantuk, bahaya banget, men! Istirahat yang cukup sebelum perjalanan, terus siapin obat-obatan kalo lo gampang masuk angin atau pusing di jalan. Kalo lo bawa penumpang, pastiin mereka juga nyaman, biar perjalanan makin asik. Ingat, keselamatan nomor satu, bro! 4. Gadget Jangan Ketinggalan, Powerbank Wajib Ada! Jangan sampe perjalanan lo jadi mati gaya gara-gara gadget lowbat! HP itu penting banget buat cek maps, komunikasi, sampe hiburan biar gak bosen. Jadi, pastiin powerbank lo penuh, bawa charger, dan kalau perlu, siapin colokan tambahan buat di mobil. Lo gak mau kan nyasar di jalan gara-gara HP mati pas lagi butuh? 5. Bawa Barang Secukupnya, Jangan Overload! Balik dari kampung biasanya bawa oleh-oleh seabrek, tapi inget, jangan sampe mobil lo jadi kayak truk pindahan! Bawaan yang terlalu banyak bisa bikin kendaraan lebih boros bensin, plus ribet sendiri buat ngatur di bagasi. Kalau barang lo kebanyakan, coba pake layanan kirim barang biar lebih praktis. Gak perlu repot, barang aman sampe tujuan! Udah siap buat arus balik? Jangan lupa, perjalanan balik mudik itu gak kalah penting dari perjalanan mudik. Kalo lo persiapin semuanya dengan matang, lo bisa sampai rumah dengan selamat, nyaman, dan tanpa ribet. Jadi, siapa nih yang udah gak sabar balik ke rutinitas? (Sumber Foto @canva.com)
...more

Liburan Gokil 2024 Di Aceh Selatan, Dari Kota Naga Hingga Panorama Puncak Grapela!

TripTrus.Com - Ngebahas tempat liburan, wah, gak ada abisnya nih! Setiap pojok Serambi Mekkah punya view alam masing-masing yang luar biasa keren. Salah satunya, di Aceh Selatan, Bro! Daerah ini sering disebut Kota Naga, soalnya pantainya cakep banget dan lautnya warna-warni. Tapak Tuan jadi pusatnya, cuy! Ini ibu kota Aceh Selatan, berjarak jauh, tapi worth it buat dijelajahi. Jalan 8 jam pakai mobil atau 6 jam naik motor dari Banda Aceh, makanya kalo liburan, ini tempat hits. Meskipun jauhan, tapi tetep jadi favorit, gak lekang waktu. Apa daya, pesona alamnya dapet banget!       View this post on Instagram A post shared by Aceh Tourism Travel (@acehtourismtravel) Kalo nyambangi Aceh Selatan, gak boleh bosen-bosen ya, Bro! Ada tempat hits banget selain Tapak Tua. Sari Rosa Fariza, travel enthusiast asal Banda Aceh, punya rekomendasi nih. Dia cerita kalo enam destinasi ini wajib banget dikunjungi. Pantai Lhok Rukam, Tapak Tuan Tapa, Puncak Grapela, Air Terjun Tingkat Tujuh, Pemandian Panjupian/Pemandian Putri Naga, dan Pantai Cemara. Jadi, kalo mau liburan yang kece, coba deh eksplore tempat-tempat ini, seru abis! Wisata ke Tapak Tuan Tapa tuh, gak cuma bikin mata puas, tapi hati juga. Kota tua ini punya cerita sejarah, katanya ada jejak kaki raksasa yang bikin misteri. Terus, kalo mau liat jejaknya, harus ngelewatin anak tangga yang lumayan curam. Tapi, worth it lah buat liat pemandangan dan dengerin legenda keren. Puncak Grapela jadi spot keren buat yang doyan hiking dan petualangan. Luar biasa alamnya, adem banget. Meskipun baru dibuka, tempat ini udah jadi favorit para traveler. Pemandangan perbukitan, laut Samudera Hindia, dan kebun serai wangi bisa kamu nikmatin dari puncaknya. Jadi, kalo suka hiking dan pengen liat alam yang hijau, tempat ini cocok banget, Bro! [Baca juga : "Liburan Gokil! 5 Destinasi Keren Di Indonesia Buat Ngelewatin Tahun Baru 2024"] Kalo suka air terjun, mampir ke Air Terjun Tingkat Tujuh, gak nyesel deh. Ada tujuh tingkatan air terjun dengan air yang jernih banget. Tapi hati-hati, di tingkatan keenam, airnya bisa segede badan orang dewasa, jadi kalo bawa anak-anak, mendingan hati-hati ya. Pemandian Panjupian juga oke buat yang suka renang. Kolamnya biru banget, airnya langsung dari Gunung Panjupian. Cocok buat keluarga, ada seluncuran air juga. Bayar masuknya gak mahal, cuma Rp5 ribu per orang. Kalo mau main air di sungai, juga bisa, Bro! Terakhir, Pantai Cemara, kece banget buat yang suka panorama pantai. Pohon cemara di sepanjang pantai memberikan nuansa unik. Ombaknya juga ramah buat yang pengen main air. Di sini juga ada penjual minuman dan makanan, jadi gak perlu khawatir laper. Gimana, Bro? Liburan ke Aceh Selatan seru banget kan? Tempatnya kece, alamnya indah, pokoknya gak nyesel deh. Yang penting, jaga kebersihan ya, gak boleh buang sampah sembarangan. Selamat liburan! (Sumber Foto @ananda199_bg.new) 
...more

10 Candi Termegah di Indonesia, Yuk Dikunjungi!

TripTrus.Com - Di Indonesia, terdapat banyak sekali peninggalan sejarah di masa lampau. Salah satunya Candi, banyak candi-candi yang merupakan peninggalan masa kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia. Sebagi generasi penerus, wajib bagi kita untuk melestarikan sejarah yang mulai terlupakan. Selain sebagai peninggalan sejarah, saat ini candi merupakan salah satu destinasi wisata yang cocok dikunjungi untuk belajar sejarah. Berikut 10 candi termegah di Indonesia: 1. Candi Cetho - Karanganyar, Jawa Tengah       View this post on Instagram Udah punya rencana buat weekend besok..????tag kancamu sing ngajak lungo Candi Ceto merupakan candi bercorak agama Hindu yang diduga kuat dibangun pada masa-masa akhir era Majapahit (abad ke-15 Masehi). Lokasi candi berada di lereng Gunung Lawu pada ketinggian 1496 m di atas permukaan laut, dan secara administratif berada di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Kompleks candi digunakan oleh penduduk setempat dan juga peziarah yang beragama Hindu sebagai tempat pemujaan. Candi ini juga merupakan tempat pertapaan bagi kalangan penganut kepercayaan asli Jawa/Kejawen. (wikipedia) . . Dibuka setiap hari Jam 07.00 - 17.00 WIB HTM : Rp.8000,- (Domestik/lokal) Rp.25.000 (mancanegara/asing) ๐Ÿ“ท@theopranindya . . . . ๐Ÿ“ŒCandi Cetho, Karanganyar, Jawa Tengah #candiceto #candicetho #candikaranganyar #wisatausa #wisataungaran #eventungaran #exploreungaran #visitungaran #kulinerungaran #wisatabandungan #wisataambarawa #exploreambarawa #visitambarawa #kulinerambarawa #wisatasalatiga #eventsalatiga #exploresalatiga #visitsalatiga #kulinersalatiga #wisatasemarang #ungaranhits #ungaranhitz #ambarawahitz #ambarawahits #salatigahitz #salatigahits #eventsemarang #exploresemarang A post shared by WISATA UNGARAN SALATIGA AMB (@wisatausa) onFeb 14, 2019 at 7:07pm PST Candi Ceto candi bercorak agama Hindu yang diduga kuat dibangun pada masa-masa akhir era Majapahit (abad ke-15 Masehi). Lokasi candi berada di lereng Gunung Lawu pada ketinggian 1496 m di atas permukaan laut, dan secara administratif berada di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Kompleks candi digunakan oleh penduduk setempat dan juga peziarah yang beragama Hindu sebagai tempat pemujaan. Candi ini juga merupakan tempat pertapaan bagi kalangan penganut kepercayaan asli Jawa/Kejawen. Laporan ilmiah pertama mengenai Candi Ceto dibuat oleh Van de Vlies pada tahun 1842. A.J. Bernet Kempers juga melakukan penelitian mengenainya. Ekskavasi (penggalian) untuk kepentingan rekonstruksi dan penemuan objek terpendam dilakukan pertama kali pada tahun 1928 oleh Dinas Purbakala (Commissie vor Oudheiddienst) Hindia Belanda. Berdasarkan keadaannya ketika reruntuhannya mulai diteliti, candi ini diperkirakan berusia tidak jauh berbeda dari Candi Sukuh, yang cukup berdekatan lokasinya. 2. Candi Gedong Songo - Kabupaten Semarang, Jawa Tengah       View this post on Instagram I hate pink ๐Ÿ˜ฅ . . ๐ŸŒŽ Candi Gedong Songo, Semarang ๐Ÿ“ธ @adi_mrizal . . #NatGeoIndonesia @natgeoindonesia #voyaged @voyaged #moodygrams #awesomelifestyle @artofvisuals #artofvisuals #livefolk #folkgreen @folkindonesia #livefolkindonesia #folkscenery @beautifuldestinations #beautifuldestinations #wonderfulindonesia #exploreindonesia @agameoftones #AGameOfTones #stayandwander #TravelAwesome #AwesomeLifeStyle #Indonesia #discoverearth #instagram @instagram #DestinationEarth #Discover_Earthpix @earthfocus #earthfocus @earthofficial #earthofficial @destination.earth #destinationearth @stayandwander A post shared by ATIKA MUTHMAINNAH (@atika_muth) onAug 20, 2018 at 5:20am PDT Candi Gedong Songo adalah nama sebuah komplek bangunan candi peninggalan budaya Hindu yang terletak di desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia tepatnya di lereng Gunung Ungaran. Di kompleks candi ini terdapat sembilan buah candi. Candi ini diketemukan oleh Raffles pada tahun 1804 dan merupakan peninggalan budaya Hindu dari zaman Wangsa Syailendra abad ke-9 (tahun 927 masehi). Candi ini memiliki persamaan dengan kompleks Candi Dieng di Wonosobo. Candi ini terletak pada ketinggian sekitar 1.200 m di atas permukaan laut sehingga suhu udara disini cukup dingin (berkisar antara 19-27 °C) Lokasi sembilan candi yang tersebar di lereng Gunung Ungaran ini memiliki pemandangan alam yang indah. Selain itu, objek wisata ini juga dilengkapi dengan pemandian air panas dari mata air yang mengandung belerang, area perkemahan, dan wisata berkuda. Untuk menempuhnya, diperlukan perjalanan sekitar 40 menit dari Kota Ambarawa dengan jalanan yang naik, dan kemiringannya sangat tajam (rata-rata mencapai 40 derajat). Lokasi candi juga dapat ditempuh dalam waktu 10 menit dari objek wisata Bandungan. 3. Kompleks Candi Dieng - Dieng, Jawa Tengah       View this post on Instagram #candiarjuna #komplekcandidieng #potongrambutgembel #ritual A post shared by @ zenastri onAug 3, 2015 at 6:52am PDT Kompleks Candi Dieng adalah kelompok kompleks candi Hindu abad ke-7 terletak di Dataran Tinggi Dieng, dekat Wonosobo, Jawa Tengah, Indonesia. Bangunan-bangunan ini berasal dari Kerajaan Kalingga. Dataran tinggi ini adalah tempat berdirinya delapan candi Hindu kecil yang merupakan salah satu bangunan keagamaan tertua yang masih bertahan yang pernah dibangun di Jawa. Nama sebenarnya dari candi tersebut, sejarah, dan raja yang bertanggung jawab atas pembangunan candi-candi ini tidak diketahui. Hal ini karena kelangkaan data dan prasasti yang terkait dengan pembangunan candi-candi ini. Penduduk Jawa lokal menamakan setiap candi sesuai dengan tokoh wayang Jawa, kebanyakan diambil dari epos Mahabharata. Tidak jelas kapan candi-candi tersebut dibangun, dan diperkirakan berkisar dari pertengahan abad ke-7 sampai akhir abad ke-8 Masehi; mereka merupakan bangunan menhir tertua yang diketahui di Jawa Tengah. Mereka semula diperkirakan berjumlah 400 namun hanya delapan yang tersisa. Setelah mempelajari gaya arsitektur candi Jawa, arkeolog mengelompokkan candi-candi Dieng dalam gaya Jawa Tengah bagian Utara, bersama dengan candi-candi Gedong Songo, dan sampai batas tertentu juga mencakup Candi Badut Jawa Timur, dan Candi Cangkuang dan Bojongmenje Jawa Barat, dan mengemukakan bahwa semua candi ini dibangun dalam periode yang sama, berkisar antara abad ke-7 sampai abad ke-8. Sebuah prasasti yang ditemukan di dekat Candi Arjuna di Dieng bertarikh sekitar tahun 808-809 M, yang merupakan contoh aksara Jawa kuno tertua yang masih bertahan, yang mengungkapkan bahwa candi Dieng terus dihuni dari pertengahan abad ke-7 sampai awal abad ke-9. 4. Candi Borobudur - Magelang, Jawa Tengah       View this post on Instagram Keep your face towards the sunshine and shadows will fall behind you ๐Ÿงก . #speechless #sunriseview #jogja #girlaroundworld #jogjatrip #wonderfuljogja #globelletravel #exploreyogyakarta #sunrisesky #candiborobudur #wearetravelgirls #yogyakarta #girldiscoverers #sheisnotlost #dametraveler #sky_perfection #girlswhotravel #travelgirl #jogjakarta #girlsmusttravel #darlingescapes #borobudursunrise #sunriselovers #skylovers #girlsthatwander #borobudurtemple #shetravels #borobudur #girlsdreamtravel #explorerbabes A post shared by Yvette Lisanne โœˆ (@yvettheworld) onFeb 17, 2019 at 10:59am PST Candi Borobudur adalah sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Candi ini terletak kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Borobudur adalah candi atau kuil Buddha terbesar di dunia[1][2], sekaligus salah satu monumen Buddha terbesar di dunia. Menurut bukti-bukti sejarah, Borobudur ditinggalkan pada abad ke-14 seiring melemahnya pengaruh kerajaan Hindu dan Buddha di Jawa serta mulai masuknya pengaruh Islam. Dunia mulai menyadari keberadaan bangunan ini sejak ditemukan 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa. Sejak saat itu Borobudur telah mengalami serangkaian upaya penyelamatan dan pemugaran (perbaikan kembali). Proyek pemugaran terbesar digelar pada kurun waktu 1975 hingga 1982 atas upaya Pemerintah Republik Indonesia dan UNESCO, kemudian situs bersejarah ini masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia. Borobudur kini masih digunakan sebagai tempat ziarah keagamaan; tiap tahun umat Buddha yang datang dari seluruh Indonesia dan mancanegara berkumpul di Borobudur untuk memperingati Trisuci Waisak. Dalam dunia pariwisata, Borobudur adalah objek wisata tunggal di Indonesia yang paling banyak dikunjungi wisatawan. 5. Candi Ratu Boko - Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta       View this post on Instagram Coba sebutkan nama-nama candi yang ada di Jogja yang kamu ketahui! ๐Ÿ˜ • Explore eksotika Jogja photo by @ngeliasalim taken at Candi Ratu Boko, Yogyakarta ๐Ÿ“ • โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž– Gunakan hastag #eksotikajogja untuk membagikan pengalaman wisata eksotismu di Yogyakarta ๐Ÿ’• โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž– • #pesonaindonesia #pesonaalam #pesonaid_travel #indotravellers #explorenusantara #thisisindonesia #wonderfulindonesia #indonesiaituindah #livefolkindonesia #hellonusantara #instanusantara #instapetualang #penikmatalam #panoramaindonesia #keindahanalam #pesonaairterjunindonesia #pecintaalamindonesia #pejalansantai #sebataspendaki #instapetualangindonesia #penjelajahgunung #idpendaki #wisatajogja #pesonajogja #candiratuboko A post shared by Wisata Jogja | Eksotika Jogja (@eksotika_jogja) onMar 15, 2019 at 3:35am PDT Situs Ratu Baka atau Candi Boko adalah situs purbakala yang merupakan kompleks sejumlah sisa bangunan yang berada kira-kira 3 km di sebelah selatan dari kompleks Candi Prambanan, 18 km sebelah timur Kota Yogyakarta atau 50 km barat daya Kota Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia. Situs Ratu Baka terletak di sebuah bukit pada ketinggian 196 meter dari permukaan laut. Luas keseluruhan kompleks adalah sekitar 25 ha. Situs ini menampilkan atribut sebagai tempat berkegiatan atau situs permukiman, namun fungsi tepatnya belum diketahui dengan jelas.[2] Ratu Boko diperkirakan sudah dipergunakan orang pada abad ke-8 pada masa Wangsa Sailendra (Rakai Panangkaran) dari Kerajaan Medang (Mataram Hindu). Dilihat dari pola peletakan sisa-sisa bangunan, diduga kuat situs ini merupakan bekas keraton (istana raja). Pendapat ini berdasarkan pada kenyataan bahwa kompleks ini bukan candi atau bangunan dengan sifat religius, melainkan sebuah istana berbenteng dengan bukti adanya sisa dinding benteng dan parit kering sebagai struktur pertahanan. Sisa-sisa permukiman penduduk juga ditemukan di sekitar lokasi situs ini. Nama "Ratu Baka" berasal dari legenda masyarakat setempat. Ratu Baka (bahasa Jawa, arti harafiah: "raja bangau") adalah ayah dari Loro Jonggrang, yang juga menjadi nama candi utama pada kompleks Candi Prambanan. Kompleks bangunan ini dikaitkan dengan legenda rakyat setempat Loro Jonggrang. 6. Candi Ijo - Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta       View this post on Instagram ๐˜ˆ๐˜ด ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ฆ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ ๐™›๐™–๐™ก๐™ก๐™จ ๐ŸŒ… . . ๐Ÿ“ธ: @andrewtaswin / #๐Ÿ˜‡โœˆ๏ธ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ A post shared by Angelia Salim (@ngeliasalim) onMar 19, 2019 at 3:26am PDT Candi Ijo adalah sebuah kompleks percandian bercorak Hindu, berada 4 kilometer arah tenggara dari Candi Ratu Boko atau kira-kira 18 kilometer di sebelah timur kota Yogyakarta. Candi ini diperkirakan dibangun antara kurun abad ke-10 sampai dengan ke-11 Masehi pada saat zaman Kerajaan Medang periode Mataram. Kompleks percandian Ijo dibangun pada punggungan bukit yang disebut Gumuk/Bukit Ijo. Nama ini telah disebut dalam prasasti Poh berangka tahun 906 Masehi berbahasa Jawa Kuno, dalam penggalan " ... anak wanua i wuang hijo ..." (anak desa, orang Ijo). Secara keseluruhan, kompleks candi merupakan teras-teras berundak, dengan bagian terbawah di sisi barat dan bagian tertinggi berada pada sisi timur, mengikuti kontur bukit. Kompleks percandian utama berada pada ujung timur. Di bagian barat terdapat reruntuhan bangunan candi yang masih dalam proses ekskavasi dan belum dipugar. Setelah disela oleh kebun kecil, terdapat teras yang lebih tinggi dengan cukup banyak reruntuhan yang diperkirakan berasal dari sekumpulan candi-candi pemujaan kecil (candi perwara). Salah satu candi ini telah dipugar pada tahun 2013. 7. Candi Plaosan - Klaten, Jawa Tengah       View this post on Instagram Discover stuning experience at Plaosan Temple, Kalasan - Yogyakarta Captured by @syahdiea __________________________________________________ . ๐ŸŒ ๐Ÿ‘ฌ ๐ŸŒฟ ๐Ÿ“ท ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ . Be a 'Responsible Traveler' and respect for the destinations we visit. Help sustain the natural and cultural beauty of a destination by leaving it untouched and by reducing your use and waste of precious resources such as water, food and energy. __________________________________________________ . Tag your best discovery #DiscoverIndonesia #DiscoverYogyakarta ________________________________________________ A post shared by DISCOVER INDONESIA™ (@discoverindonesia) onMar 20, 2019 at 12:08am PDT Candi Plaosan  adalah sebutan untuk kompleks percandian yang terletak di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Candi ini terletak kira-kira satu kilometer ke arah timur-laut dari Candi Sewu atau Candi Prambanan. Adanya kemuncak stupa, arca Buddha, serta candi-candi perwara (pendamping/kecil) yang berbentuk stupa menandakan bahwa candi-candi tersebut adalah candi Buddha. Kompleks ini dibangun pada abad ke-9 oleh Raja Rakai Pikatan dan Sri Kahulunan pada zaman Kerajaan Medang, atau juga dikenal dengan nama Kerajaan Mataram Kuno. Kompleks Candi Plaosan terdiri atas Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul. Pada masa lalu, Kompleks percandian ini dikelilingi oleh parit berbentuk persegi panjang. Sisa struktur tersebut masih bisa dilihat sampai saat ini di bagian timur dan barat candi. Kompleks Candi Plaosan Lor memiliki dua candi utama. Candi yang terletak di sebelah kiri (di sebelah utara) dinamakan Candi Induk Utara dengan relief yang menggambarkan tokoh-tokoh wanita, dan candi yang terletak di sebelah kanan (selatan) dinamakan Candi Induk Selatan dengan relief menggambarkan tokoh-tokoh laki-laki. Di bagian utara kompleks terdapat masih selasar terbuka dengan beberapa arca buddhis. Kedua candi induk ini dikelilingi oleh 116 stupa perwara serta 50 buah candi perwara, juga parit buatan. Pada masing-masing candi induk terdapat 6 patung/arca Dhyani Boddhisatwa. Walaupun candi ini adalah candi Buddha, tetapi gaya arsitekturnya merupakan perpaduan antara agama Buddha dan Hindu. Candi Induk Selatan Plaosan Lor dipugar pada tahun 1962 oleh Dinas Purbakala. Sementara itu, Candi Induk Selatan dipugar pada tahun 1990-an oleh Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Tengah. Berbeda dari Candi Plaosan Lor, Candi Plaosan Kidul belum diketahui memiliki candi induk. Pada kompleks ini terdapat beberapa perwara berbentuk candi dan stupa. Sebagian di antara candi perwara telah dipugar. 8. Candi Sewu - Klaten, Jawa Tengah       View this post on Instagram Suasana senja di Candi Sewu - Prambanan, kompleks candi yang terletak di sebelah utara Candi Prambanan ini merupakan kompleks candi Buddha lebih tua dari Borobudur dan Prambanan. . Apakah kamu tahu?โ€จPhoto by @toto.handoko #kompasnusantara #candisewu #prambanan A post shared by Kompas Nusantara (@kompasnusantara) onMay 14, 2018 at 5:15am PDT Candi Sewu atau Manjusrighra adalah candi Buddha yang dibangun pada abad ke-8 Masehi yang berjarak hanya delapan ratus meter di sebelah utara Candi Prambanan. Candi Sewu merupakan kompleks candi Buddha terbesar kedua setelah Candi Borobudur di Jawa Tengah. Candi Sewu berusia lebih tua daripada Candi Borobudur dan Prambanan. Meskipun aslinya memiliki 249 candi, oleh masyarakat setempat candi ini dinamakan "Sewu" yang berarti seribu dalam bahasa Jawa. Penamaan ini berdasarkan kisah legenda Loro Jonggrang. Secara administratif, kompleks Candi Sewu terletak di Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Berdasarkan Prasasti Kelurak yang berangka tahun 782 dan Prasasti Manjusrigrha yang berangka tahun 792 dan ditemukan pada tahun 1960, nama asli candi ini adalah ”Prasada Vajrasana Manjusrigrha”. Istilah Prasada bermakna candi atau kuil, sementara Vajrajasana bermakna tempat Wajra (intan atau halilintar) bertakhta, sedangkan Manjusri-grha bermakna Rumah Manjusri. Manjusri adalah salah satu Boddhisatwa dalam ajaran buddha. Candi Sewu diperkirakan dibangun pada abad ke-8 masehi pada akhir masa pemerintahan Rakai Panangkaran. Rakai Panangkaran (746–784) adalah raja yang termahsyur dari kerajaan Mataram Kuno. 9. Candi Prambanan - Klaten, Jawa Tengah       View this post on Instagram . . . #candiprambanan #peninggalansejarah #jamandulu #yogyakartatrip #yogyakartahits #travel #traveling #travelphotography A post shared by Sam (@anwarhisam) onMar 13, 2019 at 12:11am PDT Candi Prambanan atau Candi Roro Jonggrang  adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah. Berdasarkan prasasti Siwagrha nama asli kompleks candi ini adalah Siwagrha (bahasa Sanskerta yang bermakna 'Rumah Siwa'), dan memang di garbagriha (ruang utama) candi ini bersemayam arca Siwa Mahadewa setinggi tiga meter yang menujukkan bahwa di candi ini dewa Siwa lebih diutamakan. Kompleks candi ini terletak di kecamatan Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta dan kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah kurang lebih 17 kilometer timur laut Yogyakarta, 50 kilometer barat daya Surakarta dan 120 kilometer selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Letaknya sangat unik, Candi Prambanan terletak di wilayah administrasi desa Bokoharjo, Prambanan, Sleman, sedangkan pintu masuk kompleks Candi Prambanan terletak di wilayah adminstrasi desa Tlogo, Prambanan, Klaten. Nama Prambanan, berasal dari nama desa tempat candi ini berdiri, diduga merupakan perubahan nama dialek bahasa Jawa dari istilah teologi Hindu Para Brahman yang bermakna "Brahman Agung" yaitu Brahman atau realitas abadi tertinggi dan teragung yang tak dapat digambarkan, yang kerap disamakan dengan konsep Tuhan dalam agama Hindu. Pendapat lain menganggap Para Brahman mungkin merujuk kepada masa jaya candi ini yang dahulu dipenuhi oleh para brahmana. Pendapat lain mengajukan anggapan bahwa nama "Prambanan" berasal dari akar kata mban dalam Bahasa Jawa yang bermakna menanggung atau memikul tugas, merujuk kepada para dewa Hindu yang mengemban tugas menata dan menjalankan keselarasan jagat. [Baca juga : "6 Objek Wisata Yang Bisa Disinggahi Saat Napak Tilas Banten Lama"] 10. Candi Tikus - Mojokerto, Jawa Timur       View this post on Instagram impossible to get . . . Foto by @alilamour_ #lfl #hitsmojokerto #exploremojokerto #polresmojokertokota #canditikus #happy #tfl #photooftheday #tff #pesonaindonesia #cagarbudayaindonesia A post shared by J L O _ (@andrijlo1) onMar 16, 2019 at 5:50am PDT Candi ini terletak di kompleks Trowulan, sekitar 13 km di sebelah tenggara kota Mojokerto. Dari jalan raya Mojokerto-Jombang, di perempatan Trowulan, membelok ke timur, melewati Kolam Segaran dan Candi Bajangratu yang terletak di sebelah kiri jalan. Candi Tikus juga terletak di sisi kiri jalan, sekitar 600 m dari Candi Bajangratu. Candi Tikus yang semula telah terkubur dalam tanah ditemukan kembali pada tahun 1914. Penggalian situs dilakukan berdasarkan laporan bupati Mojokerto, R.A.A. Kromojoyo Adinegoro, tentang ditemukannya miniatur candi di sebuah pekuburan rakyat. Pemugaran secara menyeluruh dilakukan pada tahun 1984 sampai dengan 1985. Nama ‘Tikus’ hanya merupakan sebutan yang digunakan masyarakat setempat. Konon, pada saat ditemukan, tempat candi tersebut berada merupakan sarang tikus. Belum didapatkan sumber informasi tertulis yang menerangkan secara jelas tentang kapan, untuk apa, dan oleh siapa Candi Tikus dibangun. Akan tetapi dengan adanya miniatur menara diperkirakan candi ini dibangun antara abad ke-13 sampai ke-14 M, karena miniatur menara merupakan ciri arsitektur pada masa itu. (Sumber: Foto wikipedia.org)
...more

Menelusuri Lembah Hijau Rawa Dano

TripTrus.Com - Pernah menikmati pemandangan lembah hijau yang luas membentang? Jika belum, mengunjungi wisata alam Rawa Danau yang  terletak di Kampung Panenjoan, Desa Luwuk Kecamatan Gunung Sari kabupaten Serang adalah tempatnya. Dari namanya saja mungkin Anda dapat menebak bahwa objek wisata ini merupakan objek wisata alam berbentuk rawa. Anda tepat, wisata alam Rawa Danau ini merupakan sebuah tempat wisata alam yang didominasi dengan rawa-rawa dengan sebuah danau. Wisata alam Rawa Danau awalnya merupakan kepundan gunung berapi yang sudah tidak aktif lagi. Seiring berjalannya waktu, tempat ini berubah menjadi sebuah danau dan akhirnya menjadi rawa-rawa di atas danau.       View this post on Instagram A post shared by Informasi Banten (@goodbanten) onJan 25, 2020 at 12:47pm PST Pemandangan lembah Bukit Hijau Rawa Danau dapat dilihat dari Pos Terpadu yang berada di ketinggian 300 meter diatas permukaan laut. Masyarakat sekitar biasa menyebutnya “Paninjauan”. Ditempat ini, anda bisa melihat pemandangan Kawasan Cagar Alam Rawa Danau dari ketinggian. Selain Rawa Danau, dari sini juga terlihat deretan pegunungan yang berada di Kabupaten Pandeglang. Kerap kali dijumpai sekumpulan Monyet Hutan yang berkumpul diatas pohon dan juga hewan lainnya seperti Burung Elang dan juga Musang. Cagar Alam Rawa Danau mempunyai kawasan konservasi endemis seluas 2.500 hektar. Ini merupakan rawa pegunungan satu-satunya yang masih tersisa di Pulau Jawa. Mengapa disebut Rawa Danau? Rawa atau danau ini merupakan kepundan gunung berapi yang sudah mati kemudian berubah menjadi danau. Lalu Seiring jalannya waktu danau tersebut berubah menjadi rawa-rawa. Oleh karena itulah disebut Rawa Danau. Pada tanggal 16 November 1921 Gubernur Jenderal Belanda menetapkan kawasan ini sebagai cagar alam sesuai dengan GB Nomor 60 Stbl. Hingga kini Rawa Danau masih dalam pengawasan Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah Serang. Objek wisata Cagar Alam Rawa Danau merupakan tempat yang sering dikunjungi masyarakat Serang, Cilegon dan sekitarnya karena selain untuk menikmati keindahan alam, kasawan ini juga memiliki udara yang segar dan cukup sejuk karena masih banyak ditumbuhi pepohonan rindang. Kecamatan Mancak terkenal sebagai sentra Kelapa, Melinjo, dan Durian. Dari perkebunan rakyat menghasilkan antara lain Kelapa, Kopi, Cengkeh, Lada dan Jambu Mete. Selain itu daerah ini juga menghasilkan beraneka ragam buah-buahan antara lain Pisang, Mangga, Kecapi, Rambutan, Jambu Air, Jambu Batu, Salak, Nanas, Pepaya, Kacang Tanah, Ubi Jalar, Singkong dan lain-lain. [Baca juga : "7 Spot Eksotis Di Wisata Pulau Sangiang, Wajib Eksplor!"] Cagar Alam Rawa Danau memang memikat wisatawan. Selain pemandangannya yang alami serta udaranya yang segar, tidak jarang pengunjung sengaja datang untuk menikmati Durian khas Mancak yang diperoleh langsung dari kebunnya. Di sepanjang jalan di kawasan ini banyak dijumpai durian dengan harga yang murah. Tersedia banyak pilihan tempat karena durian yang dijual tersebut rata-rata berasal dari kebun di sekitar lokasi yang pohonnya dapat anda lihat. Tidak perlu khawatir jika tidak sedang musim durian. Karena durian asal Palembang, Lampung dan wilayah lainnya juga dijual disini. Selain durian, buah rambutan dan kecapi juga populer disini. Untuk perjalanan pulang, Anda tinggal meneruskan perjalanan sambil mengikuti plang penunjuk jalan ke arah Cilegon untuk menuju ke pintu tol. Anda tidak akan tersesat karena jalan yang dilalui tidak terlalu banyak persimpangan. Disamping itu plang penunjuk jalan pun cukup jelas. Jadi, jangan ragu untuk mampir di Cagar Alam Rawa Danau. Selamat berlibur. (Sumber: Artikel dispar.bantenprov.go.id Foto pesona.travel)
...more

Pasar Intan Martapura

Mendengar kata Martapura tentu akan mengingatkan kita dengan sebuah kota penghasil intan terbesar di Indonesia. Kota Martapura merupakan ibukota Kabupaten Banjar yang terletak di provinsi Kalimantan Selatan. Sejak tahun 1950 hingga sekarang, pedagang intan tradisional tetap melakukan transaksi jual beli di kota yang dulunya bernama Kayutangi, ibukota Kesultanan Banjar di masa pemerintahan Sultan Adam. Jadi tidak heran kalau kota ini dijuluki kota intan karena batu mulia tersebut telah menjadi ciri khas Kota Martapura. Wisatawan pencinta batu perhiasan pun datang berkunjung dan berburu intan ke pusat transaksi intan yang sekaligus tempat penggosokan intan terkenal ini.Pasar Intan Martapura berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Pada hari biasa, pasar ini bisa dikunjungi oleh sekitar 10.000 orang. Tapi pada akhir pekan atau hari libur nasional, Pasar Intan Martapura bisa dipadati hingga sekitar 20.000 pengunjung.Kompleks pertokoan di Pasar Intan Martapura menyediakan 87 toko intan yang dibagi dalam empat blok pasar. Sementara tempat parkirnya bisa menampung lebih dari 380 mobil. Tetapi tidak perlu khawatir kehabisan tempat parkir, kendaraan pengunjung yang sudah tidak muat lagi bisa dititipkan di parkiran Masjid Al Karomah yang berdekatan dengan pasar.Batu intan yang diperjual belikan di pasar ini sudah diolah dalam bentuk perhiasan. Harganya berkisar antara puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah, tergantung keunikan ataupun kelangkaan jenis batu intan. Peluang bisnis batu intan Martapura tidak hanya ada di kota ini. Intan yang dibeli seharga Rp 20.000 di Pasar Intan Martapura bisa dijual kembali dengan harga Rp 50.000 bahkan Rp 100.000 di pulau Jawa. Sungguh bisnis yang cukup menguntungkan. Murahnya harga batu intan di pasar ini tentu saja karena proses penggosokan batu intan masih dilakukan secara tradisional sehingga pesonanya kurang terpancar.Untuk menuju ke Martapura, pengunjung hanya memerlukan waktu setengah jam dari Bandara Syamsudin Noor. Sementara dari kota Banjarmasin, pengunjung harus melakukan perjalanan yang memakan waktu hingga satu jam dengan menggunakan kendaraan. Tentu saja, berkunjung ke pasar ini tidak dikenai biaya.Salah satu hal yang perlu diperhatikan jika berminat membeli intan adalah untuk selalu ingat memeriksa keaslian intan dengan alat yang dimiliki oleh hampir semua toko di pasar ini. Jika hanya modal pecaya saja, tanpa memeriksakan keasliannya, pembeli bisa saja membeli batu tiruan. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

Daftar Acara Menarik untuk Mengisi Liburan Akhir Pekan Juni 2023 - Part 1

TripTrus.Com -  Bulan Juni akan segera tiba, apakah Anda memiliki rencana liburan dalam 30 hari mendatang? Jika iya, ada beberapa acara menarik yang bisa Anda kunjungi untuk mengisi tanggal merah bulan Juni 2023. Pada bulan Juni 2023, terdapat tiga tanggal merah dan satu cuti bersama yang bisa dimanfaatkan untuk berlibur. Meskipun libur Waisak dan Iduladha akan diisi dengan ibadah bagi umat Buddha dan Muslim, Anda yang tidak merayakan keduanya juga bisa merencanakan kunjungan ke beberapa acara menarik. Berikut ini beberapa rekomendasinya, dikutip dari berbagai sumber.       View this post on Instagram A post shared by Muhammad Safii (@mhd_syafii90) 1. Gelar Melayu Serumpun Gelar Melayu Serumpun, yang diadakan sebagai upaya promosi pariwisata Kota Medan, merupakan acara yang mempertemukan Etnis Melayu dari berbagai wilayah dan negara dengan budaya lain. Kegiatan ini, seperti yang dilansir oleh situs web Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), berfungsi sebagai sarana silaturahmi dan menghadirkan atraksi seni kearifan lokal. Event ini melibatkan negara-negara tetangga yang memiliki kedekatan budaya dengan Etnis Melayu, serta diikuti oleh hampir seluruh Kabupaten/Kota se-Sumatra Utara dan beberapa provinsi di Indonesia. Dalam tahun ini, yang merupakan penyelenggaraan ke-6, tema yang diangkat adalah "Takkan Melayu Hilang di Bumi". Acara ini akan berlangsung pada momen tanggal merah bulan Juni 2023. 2. Festival Salo Karajae Festival Salo Karajae adalah acara tahunan yang diadakan untuk mempromosikan pariwisata Sulawesi Selatan, terutama di Kota Parepare. Acara ini menjadi festival pesisir sungai terbesar di wilayah tersebut, yang mengeksplorasi kearifan lokal masyarakat sekitar pesisir Sungai Karajae. Festival ini berlangsung di kawasan wisata Tonrangeng River Side, dan menampilkan berbagai lomba unik, seperti lomba perahu hias, lomba perahu naga, perahu kayak, lomba memancing, dan lomba tangkap bebek. Tahun ini, lomba tarik tambang perahu juga akan menjadi bagian dari serangkaian lomba yang diselenggarakan. Selain itu, festival ini juga menyelenggarakan lomba tari kreasi, lomba tari mappadendang, lomba tari gandrang bulo, serta lomba masak makanan laut untuk para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Lomba-lomba tersebut dihadirkan sebagai bentuk dukungan terhadap para pelaku UMKM. 3. Pesona Belitung Beach Festival Pesona Belitung Beach Festival Tahun 2023 akan menampilkan keragaman seni budaya yang berkembang di Kabupaten Belitung dengan sentuhan kebaharian. Festival ini juga akan memadukan pesona alam pantai yang memukau dan keberlanjutan geopark Belitong. Rangkaian kegiatan festival ini akan diawali dengan parade budaya yang memukau, fun walk yang menyenangkan, serta berbagai lomba dengan nuansa kebaharian. Selain itu, festival ini juga akan menyelenggarakan pameran pelaku ekonomi kreatif dan menampilkan produk kuliner yang khas. Event dengan Tema "Kotabaru Gerbang Nusantara" Mendorong Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Kotabaru Di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, akan diselenggarakan event yang mengangkat tema "Kotabaru Gerbang Nusantara". Event ini bertujuan untuk mengembangkan sektor pariwisata di Kabupaten Kotabaru dalam rangka menyambut peranannya sebagai gerbang menuju ibu kota Nusantara. Acara ini akan mengedepankan seni pertunjukan sebagai landasan pengembangan pariwisata. 4. Festival Bunga dan Buah "The Beauty of Karo" Tahun 2023 akan menyaksikan kembalinya Festival Bunga dan Buah dengan tema "The Beauty of Karo". Festival ini bertujuan untuk memperlihatkan keindahan Kabupaten Karo melalui Karnaval Mobil Hias yang akan berlangsung di sepanjang jalan arteri Kota Berastagi. Karnaval ini akan dihiasi dengan beragam bunga yang berasal dari Kabupaten Karo. Selama berlangsungnya festival, para pengunjung akan diberikan kesempatan untuk menikmati buah-buahan secara gratis dengan total berat mencapai satu ton. Festival ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati keindahan alam Kabupaten Karo sambil menikmati buah-buahan segar. [Baca juga : "Menyingkap 5 Destinasi Wisata Yang Jarang Diketahui Di Sumatera Utara"] 5. Semasa Piknik Semasa Piknik merupakan event tahunan yang diadakan oleh Semasa dengan tujuan mengajak warga Jakarta untuk mendukung ekonomi kreatif dan UMKM lokal sambil menikmati kegiatan outdoor melalui piknik bersama. Tahun ini, acara tersebut akan dilaksanakan di Taman Lapangan Banteng Jakarta. Festival ini menjadi kesempatan bagi para pengunjung untuk menikmati suasana piknik yang menyenangkan sambil mendukung dan membeli produk-produk dari pelaku ekonomi kreatif dan UMKM lokal. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam Semasa Piknik dan nikmati serunya kegiatan piknik di tengah kota Jakarta. (Sumber Foto @manateasoftserve) 
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...