shop-triptrus



5 Fakta Sejarah Tentang Pulau Penyengat

TripTrus.Com - Pulau Penyengat adalah sebuah pulau di wilayah Kepulauan Riau. Belanda menyebutnya sebagai PUlau Mars. Pulau ini terletak di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, yang berjarak kurang lebih 2 km dari pusat kota. Pulau ini berukuran panjang 2.000 meter dan lebar 850 meter, berjarak lebih kurang 35 km dari Pulau Batam.  Pulau ini dapat ditempuh dari pusat Kota Tanjung Pinang dengan menggunakan perahu bermotor atau lebih dikenal pompong yang memerlukan waktu tempuh kurang lebih 15 menit. Pulau Penyengat merupakan salah satu objek wisata di Kepulauan Riau. Berdasarkan informasi yang dihimpun batamnews dari wikipedia dan berbagai sumber, berikut adalah keistimewaan Pulau Penyengat.       View this post on Instagram Goes to Pulau Penyengat.. . Pulau Penyengat di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, sedang bersiap untuk mengadakan Festival Pulau Penyengat 2019 yang diadakan pada 14-18 Februari. Acara ini dipusatkan di Balai Adat Melayu Pulau Penyengat. Banyak kegembiraan dapat ditemukan di Festival kali ini. Wisatawan yang datang dapat menikmati lebih dari 20 kegiatan seni budaya di sana, seperti lomba dayung, lomba dayung bantal di laut, lomba tangkap bebek di laut, lomba gurindam 12, dan kompetisi becak bermotor dekoratif. Tiga acara teratas adalah Malay Fashion Penyengat Serantau, Short Film Netizen Stinger Halal Competition, dan the Halal Competition Stinger Pattern Tour. #FestivalPulauPenyengat2019 #PulauPenyengatFest2019 #FestivalPulauPenyengatKepri #PesonaPulauPenyengatFest2019 #EnjoyPulauPenyengatFest2019 #WonderfulFestPulauPenyengat #YukKePenyangatFestival2019 #PesonaFestPulauPenyengat2019 #SemarakFestivalPenyengat2019 #PesonaWisataPulauPenyengat #PesonaIndonesia A post shared by Edy Singomoto (@singomoto) onFeb 13, 2019 at 5:35pm PST 1. Pusat pemerintahan Kerajaan Riau Pulau Penyengat pernah menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Riau. Ketika itu namanya menjadi Pulau Penyengat Inderasakti.  Pada 1803, Pulau Penyengat awalnya dibangun sebagai pusat pertahanan. Pulau ini kemudian dibangun menjadi negeri dan  berkedudukan Yang Dipertuan Muda Kerajaan Riau-Lingga. Ketika itu, Sultan berkediaman resmi di Daik-Lingga. Pada tahun 1900, Sultan Riau-Lingga pindah ke Pulau Penyengat.  Sejak itu lengkaplah peran Pulau Penyengat sebagai pusat pemerintahan, adat istiadat, agama Islam dan kebudayaan Melayu. 2. Pulau bersejarah Pulau Penyengat merupakan pulau yang bersejarah. Pulau ini memiliki kedudukan penting dalam peristiwa jatuh bangunnya Imperium Melayu.  Peran penting tersebut berlangsung selama 120 tahun, sejak berdirinya Kerajaan Riau di tahun 1722, sampai akhirnya diambil alih sepenuhnya oleh Belanda pada 1911. 3. Jadi kubu pertahanan perang saudara di Johor Awalnya pulau ini hanya sebuah tempat persinggahan armada-armada pelayaran yang melayari perairan Pulau Bintan, Selat Malaka dan sekitarnya.  Namun pada tahun 1719 ketika meletus perang saudara memperebutkan tahta Kesultanan Johor. Perang tersebut antara Raja Kecil, keturunan Sultan Mahmud Syah melawan Tengku Sulaiman, keturunan Sultan Abdul Jalil Riayatsyah. Pulau Penyengat mulai dijadikan kubu pertahanan oleh Raja Kecil. Ia memindahkan pusat pemerintahannya dari Kota Tinggi (Johor) ke Riau di Hulu Sungai Carang (Pulau Bintan).  Perang saudara itu dimenangkan oleh Tengku Sulaiman dan saudaranya. Mereka dibantu lima orang bangsawan Bugis Luwu, yaitu Daeng Perani, Daeng Marewah, Daeng Chelak, Daeng Kemasi dan Daeng Menambun.  Selanjutnya, Tengku Sulaiman mendirikan kerajaan baru yaitu Kerajaan Johor-Riau-Lingga, pada 4 Oktober 1722. Sedangkan Raja Kecil menyingkir ke Siak dan mendirikan Kesultanan Siak. 4. Ada banyak bangunan bersejarah Bangunan bersejarah di Pulau Penyengat di antaranya yaitu Masjid Raya Sultan Riau, Mushaf Al-Quran, Istana Kantor dan Balai adat Melayu. Monumen Bahasa Melayu juga didirikan di pulau ini. Pada tanggal 19 Agustus 2013, diletakkan batu pertama pembangunan Monumen Bahasa Melayu di areal dalam bekas Benteng Kursi, Pulau Penyengat, oleh Gubernur Kepulauan Riau, HM Sani.  Pembangunan monumen ini merupakan wujud penghormatan dan penghargaan Pemerintah Provinsi Kepri terhadap jasa-jasa Raja Ali Haji sebagai pahlawan nasional di bidang bahasa. Selain itu juga untuk lebih mengenalkan tentang asal dan arti bahasa Melayu yang dipakai di Kepulauan Riau dan Lingga, serta bahasa Indonesia yang digunakan saat ini. [Baca juga : "4 Tempat Bersejarah Di Kota Cilegon"] 5. Pulau Mas Kawin Pulau penyengat menjadi mas kawin Sultan Kasultanan Riau III Sultan Mahmud Syah untuk Raja Hamidah yang kemudian dikenal sebagai Engku Puteri Raja Hamidah. Mereka menikah pada tahun 1803. Engku Puteri Raja Hamidah merupakan putri dari Yang Dipertuan Muda (YDM) Riau IV, Raja Haji Fisabilillah. Setelah menikah dengan Sultan Mahmud Syah dan diberikan Pulau Penyengat, ia kemudian bermukim di pulau tersebut hingga akhir hayat pada 1844. Hingga saat ini, banyak keturunan Engku Puteri Raja Hamidah yang dimakamkan di tempat tersebut. Engku Puteri Raja Hamidah sendiri dimakamkan di kompleks pemakaman Dalam Besar.  Pada kompleks tersebut, juga dimakamkan Raja Ali Haji yang dikenal sebagai pengarang Gurindam Dua Belas dan ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Di kompleks itu pula dimakamkan Raja Ahmad dan Yang Dipertuan Muda (YDM) Riau IX, Raja Abdullah. (Sumber: Artikel batamnews.co.id Fotokebudayaan.kemdikbud.go.id)
...more

Jateng Geber Ratusan Event Buat Nge-boost Pariwisata di 2024

TripTrus.Com - Buat ngejagain vibe pariwisata, Pemprov Jateng udah ngegulirin Jawa Tengah Calender of Event 2024, loh. Nggak tanggung-tanggung, bakal ada 220 event seru yang bakal digelar di tahun depan! Agung Hariyadi, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, ngebahas rencana jagoan ini di Rakor Sinergitas Program Tahun 2024 dan Launching Jawa Tengah Calender of Event 2024 di Solo, Selasa kemaren.       View this post on Instagram A post shared by KULINER SEMARANG ESTETIK / JOURNAL / HOBY / REVIEW / STORY (@ujestory) Dia bilang, tanpa ada serunya acara atau festival, destinasi kita bakal sepi pengunjung, bro. Makanya, mereka meracik banyak kegiatan yang diharapkan bisa jadi pemicu bagi pengunjung buat mampir ke Jawa Tengah. Mereka pun berharap, dengan usaha itu, tahun depan bisa dapetin 55 juta wisatawan yang ngunjungin Jawa Tengah, termasuk 600 ribu di antaranya turis mancanegara. Angka ini naik 10 persen dibandingin sama tahun ini, loh. Katanya, ada sepuluh acara yang bakal jadi andalan tahun depan, di antaranya Dieng Culture Festival, Festival Arak-arakan Cheng Ho, Festival Kota Lama, Festival Gunung Slamet, Solo Menari, Solo Keroncong Festival, Grebeg Sudiro, International Mask Festival, Java Balloon Attraction, dan Moro Borobudur. [Baca juga : "Liburan Gokil! 5 Destinasi Keren Di Indonesia Buat Ngelewatin Tahun Baru 2024"] Ngga cuma itu, bakal ada juga rangkaian event olahraga, musik, dan kreatif berskala internasional, seperti Solo International Performing Arts (SIPA), Festival Payung Indonesia (FESPIN), Borobudur Marathon, dan Tour de Borobudur. Dari dunia maya, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Jateng, Sujarwanto Dwi Atmoko, nyamperin dan bilang kalo mereka komit buat support lewat fasilitasi pelayanan acara. "Total anggarannya udah sampe Rp112,115 miliar," ujarnya. Intinya, buat mantepin pariwisata, mereka siap geber ratusan event seru di Jateng. Cuss, siap-siap ngubek Jawa Tengah di tahun 2024! πŸŽ‰ (Sumber Foto @iqbalxpangestu) 
...more

Libur Lebaran 2021, Tempat Wisata Boleh Beroperasi dengan Prokes

TripTrus.Com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, tempat wisata lokal di dalam wilayah aglomerasinya masing-masing tetap beroperasi saat larangan Lebaran 6 sampai 17 Mei 2021. Namun, wajib menerapkan protokol kesehatan disiplin dan ketat. Sandiaga Uno menegaskan pemerintah melarang masyarakat mudik saat libur Lebaran 2021, guna mencegah penyebaran dan peningkatan kasus COVID-19. Sandiaga mengatakan, untuk mengisi waktu liburan saat mudik dilarang, maka objek wisata lokal diperbolehkan buka dengan protokol kesehatan ketat.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Jogja Malam Hari (@jogjamalam_) “Keputusan pemerintah untuk meniadakan mudik agar dihormati dan dipatuhi. Belajar dari pengalaman mudik tahun lalu dan Nataru (Natal dan Tahun Baru), jumlah peningkatan kasus (COVID-19) saat mudik lebaran naik 94 persen dan saat libur nataru mencapai 70 persen,” kata Sandiaga Uno saat Weekly Press Briefing di Gedung Sapta Pesona Kantor Kemenparekraf, Jakarta Pusat, Senin 19 April 2021. [Baca juga : "3 Daerah Di Bali Siap Jadi Kawasan Wisata Bebas COVID-19"] Kemudian terkait wisata lokal lanjut Sandiaga Uno, Kemenparekraf memastikan wisata-wisata lokal harus siap menerapkan protokol yang ketat dan disiplin. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan penerapan PPKM skala mikro dengan baik, seperti membatasi kapasitas wisatawan hingga jam operasional destinasi, hal itu untuk mengantisipasi mobilitas masyarakat karena tidak melakukan mudik saat lebaran 2021. “Kita perlu antisipasi masyarakat saat menghabiskan waktu libur lebaran. Keputusan akhir berada di ranah pemerintah daerah dan Satgas COVID setempat, jika terjadi peningkatan jumlah COVID-19 di daerah tersebut, keputusan untuk menutup destinasi wisata ada di tangan daerah setempat,” ujarnya. (Sumber: Artikel okezone.com Foto saiul038 ) 
...more

Mengenal Lebih Dekat 3 Desa Wisata Indonesia di Ajang UNWTO Best Tourism Villages 2021

TripTrus.Com - Bicara soal pariwisata, Indonesia memiliki segudang potensi berupa kekayaan alam, budaya, suku, hingga ras di yang tidak akan pernah ada habisnya dan tersebar di berbagai penjuru wilayah Tanah Air yang bisa jadi daya tarik wisatawan. Menyadari hal tersebut, saat ini banyak desa-desa di Indonesia yang terus mengembangkan potensi parekraf mereka untuk menarik minat turis berkunjung dan mendapat pengakuan pemerintah. Hal itu dibuktikan oleh 3 desa wisata di Indonesia ini yang berhasil terpilih untuk mewakili Indonesia dalam ajang 'UNWTO Best Tourism Villages 2021', yang juga menyabet predikat 50 desa wisata terbaik di Indonesia dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Ketiga desa wisata tersebut yaitu Desa Wisata Nglanggeran yang terletak di Gunung Kidul, DIY Yogyakarta; Desa Wisata Tetebatu, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat; dan Desa Wae Rebo yang berada di Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Ketiga desa ini siap beradu keindahan dengan desa wisata di berbagai belahan dunia lainnya yang sudah terkenal secara global seperti misal Murcia (Cehegin), Spanyol; Alonissos, Westerb Samos, dan Soufli yang mewakili Yunani; serta desa wisata dari Asia Tenggara seperti Vietnam, Filipina, Thailand, Malaysia, Kamboja, dan masih banyak lagi. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno meapresiasi setinggi-tingginya kepada ketiga desa yang berhasil mewakili Indonesia di ajang UNWTO Best Tourism Villages 2021. “Mudah-mudahan ini menjadi langkah kita bersama dalam menjadikan desa wisata di Indonesia sebagai pariwisata berkelas dunia, berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu mendorong pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” katanya dalam siaran pers yang diterima MNC Portal Indonesia. Lomba desa wisata bertaraf internasional ini tentunya memberikan kebanggaan tersendiri untuk bangsa Indonesia, sekaligus sebagai salah satu upaya mempromosikan pariwisata Indonesia di kancah global. Selanjutnya, Sandiaga mengajak wisatawan menelusuri keunggulan dari ketiga desa wisata tersebut. Berikut ulasannya. 1. Desa Wisata Nglanggeran, Gunung Kidul, DIY       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh The GUNUNGKIDULike (@the_gunungkidulike) Desa ini terletak di Kecamatan Patuk, Gunung Kidul, DIY, tepatnya di kawasan Gunung Api Purba yang menjadi daya tarik terbesar dari desa wisata ini. Gunung Api Purba sendiri adalah bagian dari Geopark Gunung Sewu yang telah diakui oleh dunia. Untuk menikmati kemegahan Gunung Api Purba, wisatawan bisa tracking dengan menaiki 100 anak tangga. Setibanya di atas, Anda bisa melihat gunung api purba yang membentang luas dengan keunikan bongkahan-bongkahan batu. Pengunjung juga akan disuguhkan pemandangan utuh geosite serta melihat keunikan Kampung Pitu, yakni satu kampung yang hanya boleh diisi 7 keluarga. Selain itu, terdapat pula Embung Nglanggeran. Objek wisata yang merupakan tampungan air seluas 0,34 hektare ini digunakan sebagai pengairan kebun warga.2. Desa Wisata Tetebatu, NTB       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Desa wisata tetebatu (@inside_tetebatu) Desa Wisata Tetebatu memiliki magnet pemikat berupa wisata alam bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara untuk mengunjungi kawasan yang berada lembah Gunung Rinjani, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Desa Wisata Nglanggeran juga kaya akan potensi seni dan budaya yang masih tetap terjaga kelestariannya. Diantaranya Tarian Reog Nglanggeran, GejogLesung, Jathilan, Kenduri, Karawitan, dan Festival Kirab Budaya. Selain itu, ada pula potensi ekonomi kreatif seperti kerajinan batik topeng, olahan spa, dan deretan kuliner. Desa Wisata Nglanggeran juga memiliki batik tulis motif gunung Api Purba dan cokelat, batik jumputan menggunakan kelereng dan batu, serta batik eco print yang memanfaatkan daun jati, papaya, singkong, dan kenikir.Dari Desa Wisata Tetebatu, wisatawan bisa melihat pemandangan Gunung Sangkareang dan Gunung Rinjani. Selain indahnya hamparan sawah terasering, yang paling menggoda dari desa ini adalah dua air terjunnya, yakni air terjun Sarang Walet atau Bat Cave dan air terjun Kokok Duren. Kemudian wisatawan juga bisa mengunjungi Hutan Monyet, di mana pengunjung bisa melihat monyet hitam endemik asli Tetebatu. Bagi yang hobi tracking, Desa Wisata Tetebatu juga mempunyai tempat jalan-jalan yang menyehatkan jiwa dan raga yakni di kebun kopi, cokelat, vanili, dan cengkeh milik masyarakat. Bahkan wisatawan pun bisa ikut menanam bibitnya jika musim tanam sedang berlangsung. Dengan mengunjungi Tetebatu, pengunjung juga bisa mendapatkan pengalaman berwisata religi dengan melihat peninggalan bersejarah berupa Alquran kuno yang sudah berusia 200 tahun. Kitab suci umat Islam itu terbuat dari bahan kayu dan kulit onta dan konon katanya merupakan asli tulisan tangan.Alquran kuno itu disimpan di sebuah rumah yang disebut bale kemaliq di Dusun Tete Batu Lingsar, Kecamatan Sikur. Alquran tersebut kini diwariskan kepada Jinarim alias Sukirman yang mengaku mendapatkan benda bersejarah itu dari kakeknya secara turun-temurun. 3. Desa Wae Rebo, Flores, NTT       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh LABUAN BAJO | KOMODO | SUMBA (@jelajahnusa.id) Desa Wae Rebo yang terletak di Manggarai, Nusa Tenggara Timur ini disebut juga sebagai 'surga di atas awan' lantaran lokasinya yang berada di atas ketinggian 1.000 mdpl. Tak heran jika pemandangan yang disuguhkan begitu memukau layaknya lukisan. Untuk bisa sampai ke tempat ini memang tidaklah mudah karena posisinya yang berada di atas gunung. Pengunjung perlu tracking menyusuri jalan setapak, membelah hutan hingga menyusuri sungai sejauh 6 kilometer. Wisatawan harus mempersiapkan kondisi tubuh yang bugar, karena di mulai awal pendakian, langsung disuguhkan dengan tanjakan yang tiada henti. Namun, setibanya di Desa Wae Rebo, rasa lelah itu akan terbayar!Hal pertama yang menjadi perhatian wisatawan adalah tujuh rumah adat yang menjadi ikon dari Desa Wae Rebo, yakni Mbaru Niang yang berbentuk kerucut. Selain itu, hamparan rumput hijau yang dikelilingi pegunungan lengkap dengan kabut juga menjadi pesona wisata tersendiri sehingga memberikan kesan magis namun damai, tenang, dan sejahtera. Berbagai acara adat yang dilakukan setiap tahunnya juga menjadi satu keunggulan wisata tersendiri. [Baca juga : "Kembali Pasarkan Wisata Indonesia Di Kancah Dunia"] Salah satunya adalah upacara persembahan untuk roh yang menghuni tempat Wae Rebo yang dilakukan dua kali dalam setahun, yakni pada bulan Juni dan Oktober. Selain itu, ada pula upacara pernikahan dan upacara kelahiran masyarakat setempat yang menarik untuk disaksikan secara langsung. Dengan eksotisme alam dan budaya Desa Wae Rebo, maka tak heran jika mereka mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai warisan budaya dunia pada Agustus 2012 silam. (Sumber: Artikel travel.okezone.com Foto @ntt_travelingservices) 
...more

Tari Pendet

Tari pendet merupakan salah satu tarian selamat datang yang paling tua di Pulau Bali. Menarikan tarian ini sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan spiritual masyarakat Hindu di Bali. Para ahli seni pertunjukan Bali, berdasarkan beberapa catatan yang ada, menyetujui bahwa tahun 1950 adalah tahun kelahiran tari Pendet. Tidak hanya saat menyambut tamu-tamu penting, dalam setiap pertunjukan tari-tarian Bali, tarian ini selalu dijadikan sebagian tarian pembuka.Jenis tarian penyambutan ini dibawakan oleh sekelompok remaja putri yang masing-masing membawa mangkok perak yang berisi bunga warna-warni. Dan pada bagian akhir tarian, para penari menaburkan bunga-bunga yang mereka bawa ke arah penonton atau tamu yang disambut, sebagai ucapan selamat datang.Pada awalnya, Tari Pendet dipakai sebagai pelengkap upacara piodalan di pura-pura atau tempat suci keluarga, sebagai lambang rasa syukur, hormat, dan sukacita saat menyambut kehadiran para dewata yang turun dari khayangan.Penggagas tarian ini adalah dua seniman kelahiran desa Sumertha, Denpasar, yaitu I Wayan Rindi dan Ni Ketut Reneng. Keduanya menciptakan tari Pendet penyambutan dengan empat orang penari yang dipentaskan sebagai bagian dari pertunjukan kepariwisataan di sejumlah hotel yang ada di Denpasar, Bali. Dan pada tahun 1961, I Wayan Beratha mengembangkan tarian ini dan menambah jumlah penarinya menjadi lima orang, seperti yang sering ditampilkan sekarang.Pada tahun 1962, I Wayan Beratha dan kawan-kawan kembali mengembangkan Tari Pendet yang ditarikan secara massal, jumlah penarinya tidak kurang dari 800 orang, dan ditampilkan dalam upacara pembukaan Asian Games di Jakarta. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

Jangan Khawatir, Traveling dengan Keluarga Sebenarnya Tidak Ribet Kok!

TripTrus.Com - Pergi traveling dengan keluarga bisa menjadi momen yang sangat menyenangkan. Tapi, bisa jadi super ribet juga. Berbeda dengan traveling bersama teman, traveling dengan keluarga lebih kompleks karena adanya perbedaan generasi, perbedaan selera, dan perbedaan kemampuan fisik.   Kedua kalinya, dan ibu d paringi sehat... sehat trs nggih bu. #borobudurtemple #liburankeluargabesar A post shared by Mom Eva05 (@evavanezie6273) onDec 28, 2017 at 8:37am PST "Agar momen traveling dengan keluarga bisa tetap nyaman dan menyenangkan, Anda harus bisa menempatkan diri sebagai orang yang bisa diandalkan selama traveling." Anggota keluarga yang masih dianggap muda biasanya memang diharapkan untuk membuat kegiatan traveling keluarga jadi seru. Oleh sebab itu, cek tips-tips di bawah ini, ya! 1. Buat Rencana Perjalanan Rencana perjalanan sudah pasti dibutuhkan setiap kali Anda pergi traveling. Namun, jika pergi traveling dengan keluarga, pastikan rencana yang Anda buat sudah benar-benar rinci! Rencanakan sejak sebelum berangkat, tempat apa saja yang akan dikunjungi dan kegiatan per harinya. Tak ada salahnya mencari terlebih dahulu di mesin pencari Google soal tempat-tempat yang akan dikunjungi tersebut, mulai dari lokasinya, transportasi apa yang akan digunakan, hingga harga tiket masuknya. Hal ini perlu dilakukan agar tak membuang waktu saat sampai di tujuan dan tidak membuat anggota keluarga yang lain ikut bingung. Spontanitas bukan hal yang cocok untuk dilakukan saat traveling bersama keluarga. 2. Sesuaikan Tempat Tujuan Orang tua, orang dewasa, dan anak kecil memiliki selera yang berbeda ketika pergi traveling. Nah, pastikan tidak ada yang boleh egois dalam menentukan tempat tujuan, ya! Pilihlah tempat-tempat wisata yang family-friendly. Misalnya, berkeliling di taman wisata lebih cocok untuk keluarga dibandingkan mencoba olahraga ekstrem. Hindari juga tempat-tempat yang terlalu luas, banyak tanjakan, atau banyak anak tangga agar orang tua dan anak kecil tidak kelelahan, kecuali jika ada fasilitas khusus yang bisa mereka gunakan. Agenda traveling juga jangan terlalu padat, ya! Beri waktu rehat bagi orang tua dan anak kecil. Nikmatilah setiap momennya dengan santai dan penuh kenyamanan. 3. Menentukan Tempat Makan Ketika berkunjung ke suatu tempat, biasanya kita sudah semangat ingin mencoba kuliner lokal khas tempat tersebut atau restoran hits yang ada di sana. Namun, lagi-lagi selera makan keluarga belum tentu cocok mencoba makanan-makanan yang baru. Usahakan untuk mencari tempat makan yang memiliki beragam menu sehingga setiap anggota keluarga mempunyai pilihan makanan yang disuka. Sesekali makan di restoran dengan menu yang familiar dengan makanan di rumah juga tak apa jika Anda tidak ingin repot. Dan jangan lupa, jadwal makan tak boleh terlambat ya! 4. Sediakan Waktu Terpisah Pergi berlibur bersama keluarga bukan berarti harus terus bersama setiap waktu. Berilah agenda untuk pergi sendiri agar tiap individu bisa menikmati suasana di tempat berlibur. Tak perlu yang jauh-jauh, kok! Misalnya, beri sedikit waktu di pagi hari agar orang tua bisa jalan pagi di sekeliling hotel. Waktu ini juga bisa dimanfaatkan untuk melihat toko-toko lokal di sekitarnya dan membeli cenderamata. Anda juga bisa hang outsendiri di malam hari setelah anggota keluarga yang lain sudah duluan beristirahat. 5. Jaga Emosi Meskipun terdengar klise, tapi yang satu ini perlu untuk selalu diingat. Anda bersama keluarga Anda ingin menciptakan banyak kenangan yang indah saat berlibur bersama. Jadi, jangan sampai ada momen yang rusak karena rasa kesal atau marah. Ingatlah bahwa semua hambatan yang dihadapi saat traveling pasti ada solusinya. Jernihkan pikiran Anda dan ajak keluarga untuk bekerja sama ketika mengalami hambatan. (Sumber: Artikel journal.sociolla.com, Foto freepik.com)
...more

Wisata Seru Yang Bisa Kamu Kunjungi Saat Ramadhan

TripTrus.Com - Puasa Ramadhan biasanya membuat orang jadi lebih malas beraktivitas. Namun bukan berarti kamu harus terus bermalas-malasan di rumah. Ada banyak tempat wisata seru yang bisa kamu kunjungi selama bulan puasa. Tak hanya sekadar destinasi jalan-jalan, beberapa lokasi tersebut bahkan memiliki latar belakang sejarah dan religi yang kaya. Hitung-hitung sembari berwisata, kamu juga bisa menambah pengetahuan tentang agama. Penasaran? Yuk, kita simak daftar tempat wisata seru yang bisa dikunjungi selama Ramadhan. 1. Masjid Ampel   [ jumatan ] . Sudut pandang manusia berbeda beda, benar menurut kita belum tentu benar menurut orang lain. Saling menghargai pendapat satu sama lain mungkin sedikit solusi dan akan lebih baik. Ojok lali jumatan, awas sandal awas sandal wkwkwk. __________ . Foto teko @yusufampelpart - Happy Jum'ah - #Jum'ah #Ramadhan #ampel #masjidampel #masjidampelsurabaya #ampelsurabaya #Menujuramadhan A post shared by Surabaya Punya Cerita (@surabayapunyacerita) onApr 26, 2018 at 8:36pm PDT Masjid yang terletak di Surabaya ini sangat ramai dikunjungi selama bulan puasa. Turis datang berbondong-bondong berbagai penjuru daerah untuk beribadah di masjid besar ini. Selain itu letaknya juga sangat dekat dengan Embong Arab, yang menyediakan beragam kebutuhan berpuasa dan ibadah seperti kurma, sarung, dan mukena. 2. Kampung Ramadhan   πŸ™‹ Halo Bro Sis! Apakah kamu termasuk orang yang ingin keuntungan berlipat-lipat, tapi bingung harus bagaimana? Jika YA, semoga info berikut COCOKπŸ‘ buat kalian semua. Ada 1200-1500 porsi takjil setiap hari πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹ yang akan disediakan Kampoeng Ramadhan Jogokariyan (KRJ) Yogyakarta 2016 selama Ramadhan. Dana yang dibutuhkan cukup besar yaitu Rp 196.800.000,- untuk menyediakan 36.000 porsi selama 30 hari. Kabar gembiranya, bro sis pun dapat berpartisipasi dalam menyediakan porsi takjil di KRJ 2016. Hanya dengan Rp 7.000,- kalian sudah mendapatkan kesempatan menyumbang 1 bagian dari 36.000 porsi takjil di KRJ 2016. . “Barang siapa menjamu orang yang berpuasa maka ia akan mendapatkan pahala seperti seperti orang yang berpuasa itu tanpa dikurangi sedikitpun dari pahalanya” (HR. Tirmidzi) Jadilah salah satu dari orang-orang yang beruntung dan dilipat gandakan pahala puasanya oleh Allah SWT. Berapapun porsi yang kalian berikan akan tetap diterima πŸ™ dengan cara mengirimkan dana ke: Rek. Bank Muamalat 5310065412 a.n SUDIWAHYONO CQ BIRO RT MASJID JOGOKARIYAN Konfirmasi transfer πŸ’³ ke Sdr. Rizki (+62 858-7860-3556) via WA / Telegram / Telp. Atau datang langsung πŸ‘ ke Masjid Jogokariyan Jl. Jogokariyan no. 36 Mantrijeron, Yogyakarta. ___________________________________________ TextπŸ“‘ masjidjogokariyan.com // πŸ“· @dianrockmad #makandijogja #MDJramadhan #MDJramadhan2016 A post shared by MAKANDIJOGJA™ OFFICIAL (@makandijogja) onJun 9, 2016 at 7:17am PDT Bagi kamu yang tinggal di sekitar Yogyakarta, Kampung Ramadhan bisa menjadi lokasi pas untuk dikunjungi. Tinggal meluncur saja ke daerah Kauman, yang letaknya kurang lebih satu kilometer dari pusat kota. Kawasan ini sangat kental dengan nuansa religi, karena kabarnya pemuka agama terkenal K.H. Ahmad Dahlan dilahirkan di sini. Di bulan-bulan biasa, kampung ini tak ubahnya seperti kampung lain di Yogyakarta. Namun begitu memasuki bulan Ramadhan, bakal ada banyak penjaja makanan dan takjil khas bulan puasa. Cocok sekali disambangi bagi yang doyan wisata kuliner. [Baca juga : 5 Tempat Wisata Ramadhan Ini Selalu Banjir Pengunjung] 3. Masjid Raya Baiturrahman   Jak kenoe Rakan .. Tajak saweu bumoe seuramoe mekkah. Bumoe syariat Islam yang penouh dengeun para Aulia Allah. πŸ˜ŠπŸ˜‡πŸ’• #serambimekah #masjidrayabaiturrahman A post shared by Aula Ramadani (@olarezpect) onMay 19, 2018 at 7:57am PDT Sesuai dengan namanya, masjid ini merupakan salah satu terbesar di Aceh. Berdiri sejak 1612, Masjid Raya Baiturrahman punya arsitektur indah dan hampir mirip dengan Taj Mahal di India. Masyarakat Negeri Serambi Mekkah sangat bangga dengan masjid yang tetap kokoh berdiri meski dihantam tsunami 2004 silam. Begitu memasuki bulan Ramadhan, Masjid Raya Baiturrahman selalu ramai. Ada banyak aktivitas yang dilakukan masyarakat setempat untuk mengisi bulan puasa. 4. Masjid Terapung   " Indahnya alam ciptaan Tuhan, Alangkah damainya ditepian pantai, Disitu terserlah kebesaranMu, Ya Allah bagi mereka yang cinta padaMu... Indahnya langit tidak bertiang, Lautan luas terbentang, Fajar dan senja silih berganti, Semuanya tunduk dan patuh padaMu " #masjidtengkutengahzaharah #masjidterapung A post shared by ΩˆΨ§Ω† Ω…Ψ­Ω…Ψ― Ψ΄ΩΩŠΩ‚ (@wmshafiqwz) onMay 21, 2018 at 12:10am PDT Bagi yang sedang berada di Makassar, Masjid terapung juga bisa dijadikan pilihan wisata bulan Ramadan. Letaknya tak jauh dari pusat kota dan sangat mudah dijangkau. Tak hanya beribadah, banyak pengunjung sering datang ke Masjid Terapung Amirul Mukminin untuk mengagumi arsitekturnya. Apalagi bangunan unik ini dibangun di atas perairan Pantai Losari. 5. Masjid Istiqlal   Via @fahryadam Selamat bersantap sahur kawan GNFI! 🍴 Lokasi : Masjid Istiqlal, Jakarta #Indonesia #GoodNews #news #beritabaik #masjidistiqlal #jakarta #GoodNewsFromIndonesia #GNFI #puasa #ramadan A post shared by Good News From Indonesia (@gnfi) onMay 16, 2018 at 2:04pm PDT Masyarakat Indonesia patut bangga dengan masjid yang dibangun di era kepemimpinan Presiden Soekarno ini. Karena ukurannya yang begitu besar, Masjid Istiqlal kini masuk dalam daftar salah satu masjid terbesar di Asia Tenggara. Sejumlah tamu penting kenegaraan pernah berkunjung ke masjid kebanggaan warga Jakarta ini. Mantan presiden Amerika Serikat, Barack Obama, adalah salah satunya. Nah, Masjid Istiqlal jadi lokasi tepat juga nih untuk wisata religi dan beribadah sambil menunggu waktu berbuka. (Sumber: Artikel banksinarmas.com, Foto flickr.com)
...more

Yuk ke Kudus, Lihat Museum Jenang Pertama di Indonesia

TripTrus.Com - Museum yang dibangun oleh pabrik jenang Mubarok Food di Jalan Sunan Muria Kudus, Desa Glantengan, Kecamatan Kota itu adalah yang pertama di Indonesia. Selain dikenal sebagai kota Kretek dan wisata religi, diam-diam Kudus juga mempunyai Museum Jenang. Namanya " Museum Jenang Kudus" . Museum yang dibangun oleh pabrik jenang Mubarok Food di Jalan Sunan Muria Kudus, Desa Glantengan, Kecamatan Kota itu adalah yang pertama di Indonesia. Dari alun-alun arah utara sekitar 300 meter. Museum Jenang meneguhkan bahwa Kudus juga kota penghasil jenang terbesar di Jawa Tengah. Ini melengkapi destinasi sebelumnya yaitu makam Syeh Ja'far Shodiq atau Sunan Kudus dan Raden Umar Said atau Sunan Muria.   #museumjenangkudus# A post shared by Octa Kiem Ing (@octakieming) onMay 1, 2018 at 12:43am PDT Museum Jenang tepatnya di lantai dua, gedung dan showroom Mubarok Food Cipta Delicia Kudus. Direktur Utama Mubarok Food Cipta Delicia, Muhammad Hilmy mengatakan, museum yang dibuatnya itu, menggambarkan suasana di wilayah Kabupaten Kudus. Selain itu, menceritakan aktvitas masyarakat setempat pada tahun 1930-an, di Pasar Bubar Menara, sebagai pasar pertama jenang Kudus. [Baca juga : 4 Kuliner Khas Kudus Yang Siap Bikin Perut Anda Kenyang] " Museum Jenang ini satu-satunya dan pertama di Indonesia, kita ingin mengangkat citra Kudus melalui produk jenang," kata Hilmy, dikutip dari keterangan pers tertulis, Jumat 23 Juni 2017. Pria ini menjelaskan, di dalam Museum Jenang disajikan berbagai kisah Kudus tempo doeloe, awal adanya pembuatan jenang. Kemudian menggambarkan suasana komplek Masjid Menara dan makam Sunan Kudus yang tersusun rapi di dalam maket dan sebuah kitab Alquran besar di sampingnya. Tidak hanya itu. Di sebuah ruangan yang cukup luas tersebut, juga berdiri sebuah rumah adat khas Kudus. Selain itu, miniatur menara setinggi lima meter dan kisah perjalanan Mubarok Food Cipta Delisia dari masa ke masa. " Di sini bertemunya seni, budaya, bisnis, pariwisata, ekonomi dan berbagai aspek lainnya. Maka kami dedikasikan Mubarok Food sentra bisnis dan budaya," tandasnya. Menurut Hilmy, jika wisatawan ingin melihat peta wilayah Kudus, secara garis besar bisa melihat Musem Jenang. Sejarah produk jenang, sampai ramainya pengunjung di komplek menara dan masjid Al Quds serta makam Sunan Kudus juga tergambar lengkap. Adapun cerita jenang Khas Kudus, katanya, dimulai dari produk milik H Mabruri dan istrinya Hj Alawiyah. Pasangan suami istri tersebut memulai bisnisnya membuat jenang. Jenang tersebut dijual di Pasar Bubar Menara pada tahun 1930. " Awalnya belum ada merk, kemudian seiring jalannya waktu akhirnya dinamai Sinar 33. Nomor itu diambil dari nomor rumah, yang juga sebagai tempat produksi. Kini namanya Mubarok Food," imbuhnya.   setelah hampit 1,5th walk uot dari tempat kerja ini, dan sekarang kembali lagi jebule apik setengah kaget ora percoyo lek iki biyen aq melu gawe ngasi 80% walaupun akhire dipecat πŸ˜‚ #museumjenangkudus A post shared by yocky (@yockyjs) onMay 29, 2018 at 10:37pm PDT Menurut Hilmy, jumlah pengunjung Musem Jenang sampai saat ini cukup lumayan. Kebanyakan merupakan wisatawan yang ingin berbelanja jenang. Lalu penasaran mampir dan masuk. Mereka senang karena bisa mengetahui sejarah jenang sambil berfoto selfie secara gratis. " Jumlah pengunjung meski belum banyak, sudah lumayan, tujuan utamanya membeli oleh-oleh. Museum ini kami sediakan secara gratis untuk siapa saja yang ingin berkunjung," terangnya. (Sumber: Artikel travel.dream.co.id, Foto youtube.com)
...more

Pulau Ular Laut di Bima

TRIPTRUS - Dari ratusan spesies ular di seluruh dunia, spesies ular laut gelang (Laticauda colubrina) adalah salah satu ular yang bisanya paling kuat, bahkan lebih kuat dari ular King Cobra. Bahkan mendengar kata ular saja kebanyakan orang sudah bergidik ketakutan, apalagi berhadapan langsung dengan ular itu sendiri.Tapi di Bima, Nusa Tenggara Barat, ada sebuah pulau yang penuh dengan ular laut. Pulau yang terletak kurang lebih 500 meter dari pantai Oi Caba di Kecamatan Wera ini adalah sebuah pulau batu kecil yang tidak dihuni oleh manusia. Dengan menaiki perahu dari pantai, pulau ini dapat dicapai dalam waktu kurang lebih 20 menit. Pulau ular ini oleh masyarakat sekitar diberi nama Nusa Nipa. Sedangkan warga Ende, Flores menjuluki pulau ini dengan nama Nuca Nepa Lale, atau pulau ular yang indah. Sementara, warga Manggarai memberi nama Nuha Ula Bungan, atau pulau ular yang suci. Bagi masyarakat sekitar, ular-ular di pulau ini bukanlah sesuatu yang ditakuti. Sejak pulau ular mulai dikenal dan dikunjungi, masyarakat sekitar mendapatkan rezeki dengan menjadi guide dan menyewakan kapal ke pulau itu. Masyarakat sekitar yang mendatangi pulau itu tidak merasa takut sedikitpun menyentuh ular-ular itu. Mereka bahkan dengan santai memasukkan tangan ke celah-celah tebing batu untuk mengambil ular yang bersembunyi. Ular laut di pulau ini juga bahkan mendatangi orang apabila dipanggil. Meskipun begitu, pengunjung dari daerah lain tidak bisa sembarang menyentuh ular begitu sampai di pulau itu. Kabarnya, ular di pulau harus terlebih dahulu dipegang oleh orang lokal, jika tidak bisa digigit oleh ular itu. Untuk memegang ular tidak perlu menggenggam dengan erat, cukup biarkan ular berkeliaran di tangan anda. Menurut cerita rakyat setempat, pulau ular ini sebenarnya adalah kapal dagang Portugis yang terkena kutukan. Para awak kapal berubah menjadi ular laut sementara kapalnya berubah menjadi pulau dan dua pohon Kamboja di pulau itu merupakan tiang kapalnya. Oleh karena itu, pengunjung dilarang membawa pergi ular dari pulau, karena dapat mendatangkan bencana.Ular laut memang termasuk tidak agresif seperti kebanyak spesies ular lainnya. Tapi bila mengunjungi pulau ular pengunjung diharapkan berhati-hati melangkah, karena ular yang terkejut apabila terinjak dapat menggigit untuk mempertahankan dirinya. Tiap tahun ada beberapa nelayan yang terpatuk ular laut saat ingin menyingkirkan ular dari jala. Jika berkunjung ke pulau ular, selain bisa "bermain" dengan ular yang ada di pulau itu, pengunjung juga dapat melihat pemandangan Gunung Sangiang yang berdiri tegar di kejauhan dengan puncaknya yang bermahkota kabut serta beberapa pulau karang yang indah di sekitar pulau ular.
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography

Upcoming Trips

Treaking Gunung Papandayan
31 Jul - 01 Aug 2026
Open Trip Dieng Plateau
31 Jul - 02 Aug 2026
Open Trip Pulau Pahawang Lampung
31 Jul - 02 Aug 2026
×

...