shop-triptrus



5 Masjid Tertua dan Bersejarah di Jakarta - Part 1

TripTrus.Com - Ditengah hingar-bingar DKI Jakarta, masih banyak berdiri bangunan-bangunan bersejarah, salah satunya adalah Masjid. Berikut ini  beberapa Masjid tua dan bersejarah yang masih kokoh berdiri di tengah angkuhnya ibu kota : 1. Masjid Al-Alam, Cilincing       View this post on Instagram Masih seputar Cilincing Jadi ternyata Cilincing itu juga punya sejarah dan peranan penting untuk Indonesia pada masa kolonial. Misalnya ini, ini adalah bangunan utama dari masjid al alam di daerah Cilincing yang didirikan untuk mengelabui kolonial belanda agar tidak datang ke Masjid Al - Alam Si pitung di daerah Merunda yang merupakan salah satu basecamp pejuang2 kita.. Karena itu lah, masjid ini jadi salah satu cagar budaya di Jakarta. Dan, sebagai cagar budaya bangunan utama masjid ini harus tetap dipertahankan sebagaimana bentuk aslinya. . . . . . - Upload bersama @instanusantara #instanusantara #instanusantarajakarta #inub3377 #injkt3377 . . . . . #cilincing #jakarta #enjoyjakarta #jakartagoodguide #jakartawalkingtour #history #masjidalalam #Skygasm #skyporn #bluesky #architecture #mosque #nikon #nikonphotography #iamnikon #nikonid #nikonindonesia #nikon1j5 A post shared by Rizka Dwi Mulyani (@zka.rizka) onFeb 28, 2018 at 4:51am PST Kejayaan Jayakarta berahir pada tanggal 12 Maret 1619, kota Kejayaan itu luluh lantak dan bersisa oleh serbuan pasukan V.O.C Belanda dibawah pimpinan J.P. Coen yang kemudian melakukan bumi hangus terhadap kota Jayakarta dan kemudian mengganti nama kota tersebut dengan nama Batavia. Perlawanan terhadap penjajahan Belanda tak pernah usai di Batavia, salah satu tokoh Pahlawan Masyarakat Betawi yang begitu melenda adalah Si-Pitung. Menurut penuturan tokoh masyarakat Marunda, Pahlawan tanah Betawi ini banyak menghabiskan waktunya untuk istirahat dan bersembunyi dari kejaran kompeni di Masjid Al-Alam yang dibangun oleh Fatahillah ini. Dulu Bang Pitung menggunakan masjid ini untuk sembunyi dari kejaran tentara Belanda. Konon, bila beliau bersembunyi di masjid ini, dia bisa tidak terlihat oleh Belanda. Itu sebabnya, masjid ini seringkali disebut sebagai Masjid Si Pitung. Di bangunan masjid terdapat lubang kecil berbentuk setengah oval di bagian kiri masjid. Konon, kala itu lubang tersebut sering digunakan untuk mengintai tentara musuh. Telepas dari semua kisah legenda pada masjid ini, bila melihat tahun pembangunannya, Masjid Al Alam ini merupakan masjid tertua di Jakarta, wajar bila kemudian di tahun 1975 pemerintah provinsi DKI Jakarta menetapkan Masjid Al Alam sebagai Cagar Budaya. 2. Masjid Jami’ As-Salafiyah, Jatinegara Kaum       View this post on Instagram Merayakan tahun baru hijriyah.serunya pawai obor A post shared by Yusuf Hamad (@yusufhamad86) onOct 1, 2016 at 7:48am PDT Masjid Jami’ Assalafiyah atau juga dikenal sebagai Masjid Pangeran Jayakarta di kawasan Jatinegara Kaum, Klender, Jakarta Timur ini, tak bisa dipisahkan dari sejarah perjuangan Pangeran Jayakarta, penguasa terahir Jayakarta sebelum kekalahannya menghadapi serbuan pasukan VOC (Belanda) dibawah pimpinan Jan Pieterszoon Coen pada tanggal 30 Mei 1619. Kekalahan pasukan Pangeran Jayakarta dalam perang melawan VOC itu berakibat pada dibumihanguskannya Jayakarta oleh pasukan VOC termasuk keraton dan Masjid Kesultanan Jayakarta yang berdiri megah di sekitar kawasan yang kini dikenal sebagai Hotel Omni Batavia. Belanda menganggap Pangeran Jayakarta tewas di dalam sebuah sumur di kawasan Mangga Dua, Jakarta, namun nyatanya yang diberondong peluru oleh pasukan Belanda di dalam sumur tersebut tak lebih dari selembar jubah dan sorban Pangeran Jayakarta yang sengaja dilemparnya ke dalam sumur tersebut untuk mengelabui pasukan Belanda, sedangkan beliau bersama para pengikutnya berhasil melarikan diri ke wilayah yang kini dikenal sebagai Jatinegara Kaum, membuka daerah baru serta mendirikan masjid yang kini dikenal dengan nama Masjid Jami’ Assalafiyah. Bahkan putra beliau yang bernama Pangeran Senapati diperintahkan untuk pergi sejauh mungkin dari Jayakarta untuk menghindari kejaran Belanda sekaligus menyebarkan ajaran Islam ke luar Jayakarta, pada ahirnya menetap di wilayah Cibarusah kabupaten Bekasi dan mendirikan Sebuah masjid yang dikemudian hari menjadi pusat perjuangan pasukan Hisbullah melawan penjajahan Belanda di wilayah Bekasi, masjid tersebut kini bernama Masjid Al-Mujahidin Cibarusah. 3. Masjid Jami’ Al Atiq, Kampung Melayu       View this post on Instagram Merayakan tahun baru hijriyah.serunya pawai obor A post shared by Yusuf Hamad (@yusufhamad86) onOct 1, 2016 at 7:48am PDT Melihat bentuk arsitektur masjid yang berdiri pada abad ke-16 ini, tampak pada atap bangunannya yang bersusun dan lambang panah sebagai simbol bersejarah seperti beberapa masjid yang ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur, antara lain Masjid Demak, Masjid Sunan Giri, dan Gresik. Kesamaan itu di antaranya adalah bentuk atap masjid sebelumnya yang tidak menggunakan genteng dari tanah liat, melainkan kayu sirap. Anehnya, peninggalan bersejarah seperti omamenbagian langit-langit yang terdapat di dalam masjid, raib entah ke mana rimbanya. Ada yang mengatakan, telah diamankan oleh Dinas Museum Pemda DKI Jakarta. Berdirinya Masjid Al-Atiq konon bertepatan dengan berdirinya masjid yang berada di Banten dan Karang Ampel, Jawa Tengah, se- hingga dikatakan sebagai cabang masjid yang didirikan oleh Sultan Maulana Hasanuddin, namun, masjid tersebut merupakan bangunan yang terakhir penyelesaiannya. Mengikuti perkembangan zaman, masjid ini telah beberapa kali direnovasi, kendati luas masjid sebelumnya dapat dilihat pada batas keempat tiang yang berdiri kokoh di dalamnya. Pada tahun 1619, ketika VOC masih berkuasa, keadaan bangunan masjid sangat memprihatinkan. Maka, ketika pengikut Pangeran Jayakarta tengah menelusuri Batavia melalui Sungai Ciliwung dengan menggunakan perahu, salah satu rombongan secara kebetulan melihat sebuah bangunan masjid yang tidak terpelihara, bahkan nyaris roboh, sehingga akhimya rombongan segera memutuskan untuk menetap di wilayah itu, sekaligus memperbaiki bangunan masjid yang telah ada sebelumnya. Keterangan lain yang pemah dituturkan oleh jamaah Masjid Al- Atiq dari generasi ke generasi, konon masjid ini merupakan tempat persembunyian Si Pitung dan Ji’ih, jagoan Betawi yang terkenal karena membela rakyat kecil dan menentang Kolonial Belanda saat itu, setelah melarikan diri dari penjara Meester Comelis (kini Jatinegara) pada tahun 1890-an. Si Pitung dan Si Ji’ih disembunyikan di masjid ini selama berbulan-bulan atas perintah mualim (kiai) setempat. [Baca juga : "Lima Sub Event Dirilis Dalam Cap Go Meh Singkawang 2019"] 4. Masjid Al Anshor, Pekojan       View this post on Instagram Inilah masjid tertua di Jakarta yang masih ada. Karena sebenarnya masjid tertua di Jakarta pernah dibangun di sekitar Jl. Kalibesar, Kota Tua, namun sudah hancur . Sumber pustaka menyebutkan bahwa masjid ini mulai diketahui keberadaannya sejak 1648. Dibangun oleh orang-orang Moor yang pada masa itu disebut sebagai orang Khoja. Itulah mengapa kampungnya disebut Pekojan . Agak gamang saya menulisnya sebagai MASJID TERTUA. Lebih mudah bagi saya menyebutnya sebagai LOKASI masjid tertua. Karena, satu-satunya yang tua di masjid ini tinggal sumurnya. Bahkan makam kunonya pun sudah berubah bentuk seperti yang sering kita lihat sekarang . Bentuk, bangunan, semua telah dirombak total dari aslinya. Sedikit menyisakan atap limasan, namun itu pun sudah bukan aslinya. Penjaga masjid yang saya temui menjelaskan, palang kayu di bagian atap masih merupakan kayu asli. Namun saya tak merasakan unsur tuanya sama sekali. Sedih . Bukan cuma kondisi fisik masjid yang menyedihkan, demikian pula kondisi lingkungannya. Sebuah media pernah menyebutnya sebagai masjid empat abad yang terkepung jemuran. Dan itu benar . Lho, ini kan cagar budaya? Mungkin akan ada yang bertanya. Saya tak punya jawabnya . #jakartawalkingtour #sejarahjakarta #ceritajakarta #wisatajakarta #wisatasejarah #wisatasejarahjakarta #jelajahjakarta #jakarta #jelajahbudaya #jelajahsejarah #pekojan #kampungarabpekojan #masjidtuajakarta #masjidalanshorpekojan #jalanjalan #jalankaki #travelling #myheritagetrip #bubublusukan A post shared by Renni Indritha (@rennindritha) onMar 26, 2018 at 2:43am PDT Keberadaan masjid ini untuk pertama kalinya diketahui dari sebuah laporan berangka tahun 1648 yang ditujukan kepada Dewan Gereja di Batavia. Mesigit ini berada di perkampungan yang ketika itu ditinggali terutama oleh orang-orang koja (juga disebut kojah atau khoja, pedagang) kaum Moor, yakni muslim dari pesisir Koromandel, India. Belakangan, orang-orang Arab dari Hadramaut juga turut berdatangan menghuni kampung yang kini dinamai Pekojan. Masjid al-Anshor berdiri di atas tanah wakaf dari seorang-orang India dengan sertifikat nomor: M.166 tanggal 18-03-92 AIW/PPAIW: W3/011/c/4/1991 tanggal 8-5-1991. Kini, masjid ini juga dimasukkan sebagai cagar budaya yang dilindungi undang-undang di bawah pengawasan Dinas Musium dan Sejarah DKI Jakarta. Status cagar budaya ini ditetapkan melalui SK Gubernur No.cb.11/1/12/72 tanggal 10 Januari 1972 (dimuat dalam Lembaran Daerah no.60/1972). Masjid al-Anshor adalah masjid tertua di Jakarta yang masih berdiri hingga saat ini. Masjid yang pertama didirikan di Batavia, setidaknya yang pertama tercatat, kemungkinan adalah masjid milik Gouw Cay alias Jan Con, seorang sekretaris dari Souw Beng Kong -kapitan Cina pada masa Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen. Gouw Cay, seorang tukang kayu Tionghoa muslim dari Banten, pada tahun 1621 memperoleh sebidang tanah di Kampung Bebek, yang terletak di sebelah utara Angke. Di atas tanah tersebut ia berniat mendirikan sebuah masjid. Tidak diketahui setepatnya mengenai pelaksanaan rencana pendirian masjid itu selanjutnya, namun pada beberapa peta dari abad-19 dapat dilihat adanya sebuah masjid di Kampung Bebek. 5. Masjid Raya Al-Arif, Pasar Senen       View this post on Instagram Nungguin dia sholat jumat 😌😌 A post shared by Rif & Mel's trip (@rizkiamelia) onAug 25, 2016 at 8:48pm PDT Pada mulanya masjid ini disebut Masjid Jami Jagal Senen, Karena memang dibangun ditengah tengah perkampungan para tukang jagal hewan ternak di pasar Senen, baru kemudian di tahun 1969 namanya diganti dengan nama Masjid Raya Al-Arif Jagal Senen. Masjid ini didirikan oleh seorang pedagang dari Bugis, Upu Daeng H Arifuddin bersama dengan masyarakat setempat sekitar tahun 1695. Selain untuk syiar Islam, juga sebagai tempat beribadah para pedagang, masyarakat dan perantau. Dengan dana seadanya ditambah sumbangan para jamaah, masjid itu akhirnya berdiri dengan nama Masjid Jami’ Kampung Jagal. Upu Daeng Arifuddin, dikenal sebagai keturunan Raja Goa dan juga pejuang yang disegani saat melawan kolonial Belanda. Arifuddin wafat pada tahun 1745. Makamnya terletak di bagian barat masjid. Ada pula makam empat sahabat Arifuddin. Masjid ini pernah direnovasi atas sumbangan pengusaha garmen asal Pondokkopi, Jakarta Timur, sebesar Rp 400 juta. Masjid Al-Arif sempat terancam dibongkar pada tahun 1969 oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin, yang berniat melebarkan area Pasar Senen. Pemerintah Jepang saat menjajah Indonesiajuga berencana membongkar masjid, namun gagal. Dia mengungkapkan, saat pejabat pemerintah Jepang mengabadikan masjid itu, sebelum dibongkar, pada foto hasil cetakannya muncul sosok lelaki berjubah putih yang tak lain adalah sosok Arifuddin. (Sumber: Artikel-Foto situsbudaya.id)
...more

Meriahnya Perayaan Imlek di Berbagai Penjuru Nusantara

TripTrus.Com -  Februari selalu menjadi momen yang istimewa bagi banyak orang. Bukan hanya berkat kehadiran Hari Kasih Sayang atau Valentine, bulan depan kamu juga mesti bersiap buat merayakan Tahun Baru Imlek! Yup, budaya yang berasal dari Tiongkok ini telah menjelma menjadi bagian penting masyarakat Indonesia. Nggak heran jika di momen Imlek 2018 ini nanti, KLovers akan menjumpai aksesoris dan pernak-pernik berwarna merah yang menghiasi beberapa pusat perbelanjaan dan fasilitas umum.   warna warni hiburan rakyat festival imlek solo _ #streetphotography #everybodystreet #serikat_sp #serikat_fi #kotasolo #soloevent #festivalimlek A post shared by Bogi Ardana (@mase_boogie) onJan 23, 2017 at 8:52am PST "Menariknya, berkat keanekaragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia, perayaan Imlek tiap daerah pun memiliki kekhasan tersendiri. Penasaran seperti apa? Ketahui lebih jauh, yuk!" 1. Solo Solo dikenal sebagai salah satu kota yang amat kental menjunjung tinggi budaya Jawa. Hal yang menarik terjadi tiap peringatan Imlek, di mana nuansa Jawa yang amat kental itu akan dipadukan dengan kemeriahan adat Tionghoa! Dalam acara yang bertajuk Grebeg Sudiro tersebut, kamu dapat menyaksikan gunungan kue keranjang dan aneka hasil bumi yang diarak oleh bapak-bapak berbusana lurik. Kemudian di belakangnya menyusul karnaval barongsai dan pertunjukkan dari berbagai komunitas dari berbagai suku bangsa di Indonesia. 2. Semarang Semarak perayaan Imlek di Semarang berpusat di kawasan Pecinan bernama Pasar Semawis. Di sini, kemeriahan Imlek dijamin bisa bikin kamu terharu. Jalanan dihiasi dengan lampion dan aksesori Imlek warna-warni. Ada pula sebuah panggung yang disediakan untuk aneka pertunjukkan seperti wayang potehi, barongsai, wushu, tambur, dan lain sebagainya. Makin menyenangkan karena di sana pun kamu bisa wisata kuliner! Puas-puasin deh menikmati aneka penganan khas Tionghoa yang dipadu dengan kuliner asli Semarang! 3. Singkawang Singkawang adalah sebuah kota yang berada di provinsi Kalimantan Barat. Meskipun wilayahnya tak lebih besar dari kota-kota di pulau Jawa, tapi daerah yang berada sejauh 145 kilometer dari Pontianak itu dikenal sebagai penyelenggara Cap Go Meh terbesar di Asia Tenggara. Tak mengherankan bila selama periode perayaannya, Singkawang bakal didatangi oleh ribuan wisatawan lokal maupun mancanegara. Yang menarik, Cap Go Meh di Singkawang telah berakulturasi dengan kebudayaan setempat. Penasaran kan, gimana jadinya?  4. Jogja Jogja selalu menghadirkan keistimewaan dalam momen apapun, tak terkecuali saat Imlek. Untuk merayakan tahun baru etnis Tionghoa itu, di Kampung Ketandan Malioboro bakal diselenggarakan Pekan Budaya Tionghoa. Konten acaranya juga menarik banget. Beberapa yang nggak boleh kamu lewatkan di antaranya atraksi budya dan pameran kuliner Tionghoa, serta pawai puluhan barongsai! Jadi, kalau ingin traveling di Jogja yang ‘berbeda' di Jogja, datang pas perayaan Imlek, deh! (Sumber: Artikel kapanlagi.com, Foto Bennylin)
...more

Jelajah Wisata Sejarah Cagar Budaya Situs Lebak Kosala

TripTrus.Com - Situs Lebak Kosala juga dikenal dengan Situs Lebak Sangka merupakan peninggalan tradisi megalitikum berbentuk punden berundak sebanyak lima undakan. Di setiap undakan terdapat menhir atau batu berbentuk tugu. Dinamakan juga Situs Lebak Sangka karena terletak di Kampung Lebaksangka, Desa Lebak Gedong, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Lokasi situs mudah dicapai dengan akses jalan cukup baik. Perjalanan dari pusat kota Rangkasbitung memakan waktu lebih kurang 4 jam. Akses jalan yang berliku, menanjak dan didominasi oleh turunan panjang dengan pemandangan alam yang indah menjadi tantangan tersendiri bagi para penggemar traveling dan touring. Daerah ini berada dalam kawasan konservasi hutan lindung taman nasional Gunung Halimun-Salak yang membentang sepanjang 113.357 ha. Membelah 3 kabupaten dan 2 provinsi, Jawa Barat dan Banten yaitu kabupaten Bogor, kabupaten Sukabumi, dan kabupaten Lebak. Kawasan ini telah menjadi kawasan Konservasi sejak tahun 1929 setelah warga Belanda bernama Van Tricht melakukan penelitian. Di pintu masuk, terpampang nama situs Lebak Kosala pada sebuah papan berukuran 1 x 2 meter. Suasana alam yang segar dan bebas polusi, menemani berjalan kaki sejauh 300 meter melewati pemukiman warga dan persawahan menuju lokasi. Situs Lebak Kosala termasuk lengkap karena selain punden berundak, menhir, dan altar, juga ditemukan Arca Kolasa. Arca merupakan batu berbentuk patung setinggi 50 cm. Keberadaan batu-batu tersebut merupakan bagian dari media untuk pemujaan leluhur. Namun sayang, keberadaan arca sudah tidak ada, hilang sejak bebrapa tahun yang lalu seperti dijelaskan oleh Usup, salah seorang Juru Pelihara Situs yang mendampingi Wisnu Wirandi, Penggiat Budaya dari Kemeterian Pendidikan dan Kebudayaan. Ada 6 orang yang bertugas sebagai Juru Pelihara Situs Lebak Kosala yaitu: Abah Murja, Asep, Usup, Nurhalim (mendapat SK dari Pemda Lebak) sedangkan Oding dan Nurmawati (mendapat SK dari Balai Pemeliharaan Cagar Budaya Provinsi Banten). “Arca Kosala sudah hilang tidak diketahui keberadaannya dimana,” ucap Wisnu menirukan Juru Pelihara, beberapa waktu lalu di lokasi Situs Lebak Kosala. Menhir-menihr di Situs Lebak Kosala berupa batu-batu menyerupai papan (slab stone) dengan permukaan cukup halus, dan juga batu-batu papan yang diatasnya terdapat batu-batu berbentuk bulat memiliki diameter 15-20 cm. Penduduk setempat menyebut batu-batu tersebut sebagai “Batu Pelor”. Temuan-temuan batu tersebut membawa pengunjung ke suasana masa lalu. Batu-batu yang dilapisi lumut tersebut pada masanya digunakan sebagai tempat untuk menyimpan sesaji pada ritual kepercayaan. Situs ini terjaga dengan baik. Konon, cerita yang beredar di masyarakat setempat susunan bebatuan itu merupakan bekas petilasan Prabu Kian Santang saat menyebarkan agama Islam di tanah Banten. Seperti dikisahkan dalam pupuh budaya Sunda, putra dari Prabu Siliwangi ini berusaha mengislamkan bumi Nusantara hingga ke tanah Banten dengan berbagai cara. Namun kepercayaan warga setempat itu sempat terbantahkan ketika peneliti dari ITB mulai melakukan penelitian dan ekskavasi kawasan situs. Hasil kajian tersebut menjelaskan secara detail bahwa, kawasan situs Lebak Kosala pertama kali dibangun pada abad ke 4. Hal ini didasarkan pada penemuan berbagai barang pecah belah seperti keramik dan tembikar. Selain itu, penelitian juga mengungkapkan bahwa kawasan ini dipergunakan sebagai tempat pemujaan dan makam kuno karena ditemukan beberapa nisan dan kolam pemandian untuk penyucian diri. Hingga saat ini, Situs Lebak Kosala menjadi wisata sejarah yang sering dikunjungi baik dari lokal maupun pengunjung dari luar kota. Bagi Anda ingin berwisata sejarah di Banten, situs Lebak Kosala biasa menjadi destinasi wisata dan masih banyak peninggalan tradisi megalitikum di Banten khususnya di Lebak salah satu yang banyak dikunjungi yaitu Situs Lebak Kosala ini. Kawasan situs juga menawarkan keindahan alam nuansa pegunungan. (Sumber: Artikel-Foto pelitabanten.com)
...more

Liburan Dengan Wisata Sejarah Prasasti Ciaruteun

TripTrus.Com - Berlibur ke Wisata Sejarah Prasasti Ciaruteun. Jika anda ke Bogor, bisa mampir ke situs sejarah prasasti ciaruteun. Di sana anda akan melihat batu dengan berat delapan ton kokoh bernaung di sebuah cungkup. Terdapat “pandatala” (tapak kaki) yang tercetak jelas di bagian atasnya dan sederet prasasti dengan huruf Palawa- berbahasa Sansekerta. Tapak kaki tersebut, konon adalah tapak kaki milik Maharaja Purnawarman yang kala itu memimpin kerajaan Tarumanegara.   #karyawisata #badar496 #PrasastiCiaruteun A post shared by Mulyantik (@mulyantik) onApr 30, 2014 at 5:56am PDT Letak batu awalnya di pinggir sungai, berjarak 100 meter di lokasi saat ini. Dan, di 1981 batu tersebut dipindah di bawah cungkup hingga sekarang ini. Nah, sebab lokasi awal batu yang berada di tepi kali Ciaruteun inilah, maka batu itu lebih dikenal dengan sebutan Prasasti Ciaruteun. Pada prasasti tersebut tertulis, “vikkrantasyavanipateh shrimatah purnavarmmanah tarumanagararendrasya vishnoriva padadvayam”. Yang artinya : “Pada kedua telapak kaki yang mirip dengan telapak kaki milik Wisnu ini, adalah kepunyaan raja gagah berani yang paling masyur yakni Purnawarman penguasa dari Tarumanagara”. Tiga situs lain yang letaknya tak jauh dari prasasti Ciaruteun adalah prasasti Situs Congklak, Kebun Kopi dan juga Prasasti Batutulis. [Baca juga : 11 Makanan Khas Betawi Terpopuler] Letak prasasti batu tulis adalah sekitar 300 meter dari letak situs Batu Congklak menuju ke arah Utara. Prasasti ini ukurannya paling besar jika dibandingkan dengan tiga prasasti lain. Bahkan pada bagian bawahnya sampai dengan saat ini masih terendam air dari aliran sungai. Dengan ukuran yang relatif besar dan berat inilah yang menjadikannya masih berada di tempat awalnya hingga saat ini. Pada bagian atas batu tersebut, ada sederet tulisan berbahasa Sangsekerta. Tapi sayangnya,  tak ada literatur yang bisa menjelaskan secara gamblang maknanya. Pada prasasati Ciaruteun, seluruhnya adalah objek wisata yang tinggi kandungan sejarahnya. Selain memang menarik dikunjungi dan dijadikan bahan pembelajaran anak. Tapi memang, untuk bisa mencapainya para pengunjung musti berjalan kaki agak jauh mencapai 1,5 kilometer dari arah jalan raya. Jika terasa tak kuat, anda bisa juga menggunakan fasilitas motor untuk mengojek. Di lokasi wisata, sedikit kekurangannya adalah tak adanya areal parkir berukuran luas untuk anda yang naik kendaraan roda empat. Makanya, praktis seluruh kendaraan yang datang dan diparkir akan membahayakan kendaraan yang lewat. (Sumber: Artikel sewakost.com, Foto vakansinesia.com)
...more

Buat Para Jomblo, Ini 6 Tips Traveling Untuk Kalian

TripTrus.Com - Jomblo bukan akhir dari segalanya, cobalah untuk pergi traveling dan nikmatilah hidup. Siapa tahu anda menemukan pujaan hati dan jatuh cinta pada seseorang saat melakukan traveling. Bepergian seorang diri akan lebih mengasyikkan bila anda benar-benar bisa menikmati dan memanfaatkan setiap momen dalam kegiatan traveling yang anda lakukan. Berikut 6 Tips traveling bagi penyandang status Jomblo  :)  1. Pilih Tempat Liburan yang Asyik Setiap individu pasti mempunyai minat yang berbeda-beda dalam menentukan tempat tujuan wisata, agar tidak mati gaya pilihlah tempat tujuan wisata sesuai dengan minat dan selera anda seperti ke pantai, gunung, keliling kota wisata atau bahkan ke luar negeri. Tentukan, pilih dan nikmati liburan sobat wisesatravel meskipun sedang bepergian seorang diri. 2. Siapkan Pakaian yang Terbaik Dengan berpakaian dan berpenampilan yang oke tentunya akan menunjang rasa percaya diri sobat wisesatravel, untuk itu persiapkan pakaian dan aksesori yang terbaik dalam ransel atau koper agar bisa menunjang penampilan selama traveling. Namun jangan sampai berlebihan, berusahalah untuk menyesuaikan pakaian dengan tempat dan suasana tempat wisata tujuan anda, jangan malah menjadi bahan tertawaan karena memakai jas di teriknya sinar matahari pantai  :)3. Usahakan Menginap di Hotel Backpacker   Di beberapa kawasan wisata seperti Bali, banyak terdapat hotel maupun penginapan yang memang diperuntukkan bagi backpacker dari segala penjuru negeri ataupun luar negeri. Berusahalah membaur dengan mereka dengan menginap bersama sehingga memungkinkan anda untuk bertemu dan mengenal banyak orang. Karena biasanya hotel backpacker menyediakan kamar dormitory dengan banyak tempat tidur dalam satu kamar, siapa tahu cinta anda bisa bersemi dengan traveler dari luar negeri, bisa untung bukan? Namun faktor kewaspadaan harus tetap di jaga, karena bisa jadi ada beberapa traveler yang memanfaatkan kondisi seperti ini untuk melakukan kejahatan.   4. Ikuti Aktifitas dengan Banyak Orang Selama melakukan traveling usahakan melakukan kegiatan yang melibatkan banyak orang, dengan bertemu orang-orang baru jendela dunia anda akan terbuka, kesempatan untuk bertemu pujaan hati akan terbuka lebar. Ikutlah tur rombongan dalam jumlah yang besar untuk menikmati traveling sobat wisesatravel. Bila belum puas lakukan kegiatan-kegiatan outdor lain seperti rafting, cobalah untuk berkenalan dengan anggota rombongan rafting lainya    5. Bersikap Terbuka Biarkan pikiran positif sobat wisesatravel bekerja, dengan berpikiran positif akan membantu seorang jomblo menerima kedatangan orang-orang baru dalam hidupnya. Dengan pikiran terbuka akan lebih mudah menerima dan berkenalan dengan sosok baru selama melakukan aktifitas traveling, sehingga bisa di pastikan anda akan mempunyai banyak kenalan dan bisa menikmati kegiatan traveling meskipun pada awalnya hanya bepergian seorang diri.6. Menjadi Diri Sendiri Meskipun sedang menyandang status jomblo, selalu usahakan menjadi diri sendiri, jangan pernah merubah diri hanya untuk mengikuti tren supaya disukai banyak orang. Menjadi diri sendiri adalah modal terbaik dalam upaya merubah status jomblo para sobat wisesatravel. Lakukan apa yang anda suka selama itu tidak merugikan orang lain dan mengganggu ketertiban umum. Hormati orang disekeliling anda, niscaya orang lain akan menaruh hormat kepada anda.   Dengan menikmati traveling yang sobat wisesatravel lakukan, sedikit banyak akan membuka peluang bagi para jomblo untuk mendapatkan kembali sesuatu yang telah lama hilang. Selamat berjuang dan tetaplah semangat.  (Sumber: Artikel wisesatravel.com, Foto kataalien.wordpress.com)
...more

5 Warung Kopi Favorit di Banda Aceh

TRIPTRUS - Kopi ialah jenis minuman yang berasal dari proses pengolahan dan ekstraksi biji kopi yang kemudian dikeringkan dan dihaluskan menjadi bubuk. Saat ini minum kopi (ngopi) sudah menjadi budaya bagi masyarakat Aceh, maka tak heran jika anda mengelilingi kota Banda Aceh pada malam hari banyak anak muda serta orang tua duduk di kedai kopi kebanggan mereka masing-masing baik itu bersifat produktif ataupun sekedar bercengkrama dengan kerabat. Warung kopi modern di Aceh kini berkembang dengan pesatnya, untuk itu saya akan merangkum 5 warung kopi terfavorit di Banda Aceh. 1. Solong Coffee Sumber: Foto kenikmatan Warung kopi Solong/Jasa Ayah, yang terletak simpang tujuh tepatnya dijalan T.Iskandar kecamatan Ulee kareng (Solong Induk) yang sudah berdiri sejak tahun 1970an ini sudah terkenal tentunya di Aceh maupun luar Aceh. Warung kopi ini memakai biji kopi pilihan yaitu berasal dari Pidie dan Lamno, selain menjual minuman kopi Solong juga menjual bubuk kopi kepada para pelanggan dan pelancong yang dikemas secara sederhana. Kopi Solong Ulee kareng ini memiliki 3 ukuran kemasan untuk dijual, kemasan 1/4kg  di banderol dengan harga Rp. 17.000, 1/2kg Rp. 33.000, dan 1 Kg Rp.65.000 Cek Nawi selaku pemilik sekarang selalu menjaga kualitas dari racikan kopinya. Saat ini warung kopi solong telah memiliki 3 cabang yang terbagi dalam beberapa wilayah yakni, Solong Premium yang terletak di Jl. T. Iskandar-Lambhuk, Solong Mini di Jl. T. Panglima Nyak Makam-Lampineung, Solong II di Lampeneuret. 2. Dhapu Kupi Sumber: Foto teukuiskandar.wordpress.com Warung kopi yang dirintis sejak tahun 2008 ini sukses menjadi pesaing solong kopi. Berbagai menu makanan dan minuman tersedia di warung kopi ini dan pelanggan juga bisa mengakses wifii. Warung kopi ini terletak di Simpang Surabaya, letaknya tepat dipersimpangan. Dhapu kupi yang buka 24jam ini selalu ramai pengunjung disetiap harinya. Jadi, jika anda ingin nongkrong di warung kopi namun sudah larut datang saja ke dhapu kupi dan mereka siap melayani anda. Kini Dhapu Kupi memiliki 2 cabang, yakni di Ulee lheu dan di lhokseumawe. 3. Zakir Kupi Sumber: Foto hikayatbanda.com Warkop Zakir saat ini telah memiliki 5 cabang yang terletak dibeberapa tempat di Banda Aceh. Warkop Zakir yang pertama beroperasi terletak di kawasan Keutapang arah ke Mata Ie. Cabang kedua beroperasi di Lampriet tepat disebelah Gedung Perkantoran PLN. cabang kedua merupakan tempat paling favorit diantara cabang-cabang Warkop Zakir yang lain untuk saat ini, karena lokasinya yang menghadap jalan sehingga menarik pelanggan untuk singgah menikmati hangatnya secangkir kopi. cabang ketiga diresmikan bulan November 2013 di daerah Kampung Ateuk tidak jauh dari Taman Makam Pahlawan. Cabang ke-4 berada di daerah Darussalam dan yang terakhir baru saja selesai dibangun di daerah Setui. Ciri khas warung kopi ini terlihat pada desain interiornya yang berbeda dengan yang lain. Warung kupi ini juga menyediakan wifii id, serta ruang mushalla yang bersih dan nyaman. 4. Kubra (Kupi Beurawe) Sumber: Foto glory-travel.com Terletak di daerah Beurawe, warung kopi ini merupakan warung kopi dengan konsep sederhana tidak mengedapankan layanan wifii. Namun, pengunjung nya selalu padat dan ramai. Minuman khas dari warung kopi ini ialah sanger, banyak para pecinta kopi memesan sanger di warung kopi ini. Tak seperti warung kopi lainnya, Kubra hanya beroperasi dari 07.00 hingga jam 12.30. untuk menikmati kopinya usahakan jangan bangun kesiangan, hehehe… 5. Tower Coffee Sumber: Foto glory-travel.com Tower cofee dengan tampilan ekslusifnya mampu menarik minat pemuda-pemudi serta orang tua untuk berkunjung. Tower Coffee Simpang Lima di pangkal Jalan Tgk Daud Beureueh (dibelakang KFC Sp. Lima tepatnya) itu juga menyediakan dua ruang meeting mini dengan kapasitas masing-masing 30 orang di lantai II. Kedua ruang itu adalah Ruang Robusta dan Ruang Arabika. Tower Coffe Premium ini terletak di pusat pertokoan Simpang Lima didesain dengan dekorasi minimalis yang mewah. Pengaturan ruangan yang didominasi oleh lampu neon dan sofa membuat para pengunjung betah berlama-lama disini. Pelayan yang sigap, lantai yang bersih serta suasana tenang membuat nilai plus tempat ini. Jadi, jika anda berkunjung ke Aceh jangan lupa untuk singgah dan mencicip kopi disalah satu tempat diatas. Semuanya recommended kok…kami tunggu kehadiran anda di Aceh Sumber: Artikel glory-travel.com Foto actual.com
...more

Puncak Waringin Labuan Bajo, Santai Dan Nge-Chill Sambil Menikmati Senja Dengan Gaya Gaul!

TripTrus.Com - Bro, Puncak Waringin di Labuan Bajo itu emang the real deal buat lo yang suka banget sama senja. Tempat ini bisa dibilang surganya yang ngasih kesempatan buat lo santai sambil menikmati view Labuan Bajo dari atas, bro. Ketinggian Puncak Waringin sekitar 45-54 meter di atas laut, jadi lo bisa ngeliat sebagian gede Labuan Bajo dari sini, ga heran banget kalo jadi tempat favorit buat turis dan lokal buat nge-chill dan menikmati senja.       View this post on Instagram A post shared by Sinau Bhumi (@sinaubhumi) Tempat ini baru aja direnovasi jadi salah satu dari 30 destinasi dan desa wisata di Flores, Lembata, Alor, Bima (Floratama). Kabarnya, ini masuk dalam peta perjalanan yang dikelola Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF). Dulu sih, meski bagus, tempat ini agak risky, bro. Terutama pas musim hujan, tanah sekitar Puncak Waringin bisa labil dan rawan longsor. Tapi untungnya sekarang udah dipasang pagar pembatas sepanjang area Puncak Waringin, jadi lo bisa menikmati matahari terbenam di laut Labuan Bajo dengan aman dan nyaman. Ada juga tempat duduk buat santai di tengah-tengah, lho. Di sebelah Gardu Pandang Puncak Waringin, sekarang ada gedung utama dengan arsitektur rumah adat Manggarai. Gedung ini punya viewing deck buat lihat pemandangan, bro. Mereka juga nambahin beberapa fasilitas baru, kayak toilet, musala, pos jaga, dan ruang genset buat nambah kenyamanan pengunjung. Di luar area, ada taman, amphiteater, area parkir, dan jalan setapak, jadi semakin komplit deh. [Baca juga : "Di Labuan Bajo, Cuss Ke Desa Budaya Compang To'e Melo, Bro!"] Gak heran kalo Puncak Waringin sekarang jadi tempat kumpul warga. Gardu Pandang jadi salah satu spot terbaik buat lihat senja, selalu rame banget pas sore menjelang malam. Di sini lo bisa nikmatin pemandangan kota Labuan Bajo yang keren banget. Lo pasti bakal terkesima, bro, lihat laut biru yang bersanding sama langit senja yang indah. Pelabuhan laut dan aktivitasnya terlihat jelas dari sini, tambahin lagi kapal-kapal dan pulau-pulau dengan pemandangan perbukitan yang keren. Nah, yang seru lagi, Puncak Waringin ini ada di tengah kota Labuan Bajo, loh! Cuma kurang dari dua kilometer dari Bandara Komodo, jadi lo bisa nyampe sini dalam waktu sekitar 5 menit pake mobil. Di sekitar sini juga banyak hotel dan restoran, jadi kalo mau nginep atau mau makan enak, gampang banget, bro! (Sumber Foto @sampeyanndalem) 
...more

Jateng Geber Ratusan Event Buat Nge-boost Pariwisata di 2024

TripTrus.Com - Buat ngejagain vibe pariwisata, Pemprov Jateng udah ngegulirin Jawa Tengah Calender of Event 2024, loh. Nggak tanggung-tanggung, bakal ada 220 event seru yang bakal digelar di tahun depan! Agung Hariyadi, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, ngebahas rencana jagoan ini di Rakor Sinergitas Program Tahun 2024 dan Launching Jawa Tengah Calender of Event 2024 di Solo, Selasa kemaren.       View this post on Instagram A post shared by KULINER SEMARANG ESTETIK / JOURNAL / HOBY / REVIEW / STORY (@ujestory) Dia bilang, tanpa ada serunya acara atau festival, destinasi kita bakal sepi pengunjung, bro. Makanya, mereka meracik banyak kegiatan yang diharapkan bisa jadi pemicu bagi pengunjung buat mampir ke Jawa Tengah. Mereka pun berharap, dengan usaha itu, tahun depan bisa dapetin 55 juta wisatawan yang ngunjungin Jawa Tengah, termasuk 600 ribu di antaranya turis mancanegara. Angka ini naik 10 persen dibandingin sama tahun ini, loh. Katanya, ada sepuluh acara yang bakal jadi andalan tahun depan, di antaranya Dieng Culture Festival, Festival Arak-arakan Cheng Ho, Festival Kota Lama, Festival Gunung Slamet, Solo Menari, Solo Keroncong Festival, Grebeg Sudiro, International Mask Festival, Java Balloon Attraction, dan Moro Borobudur. [Baca juga : "Liburan Gokil! 5 Destinasi Keren Di Indonesia Buat Ngelewatin Tahun Baru 2024"] Ngga cuma itu, bakal ada juga rangkaian event olahraga, musik, dan kreatif berskala internasional, seperti Solo International Performing Arts (SIPA), Festival Payung Indonesia (FESPIN), Borobudur Marathon, dan Tour de Borobudur. Dari dunia maya, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Jateng, Sujarwanto Dwi Atmoko, nyamperin dan bilang kalo mereka komit buat support lewat fasilitasi pelayanan acara. "Total anggarannya udah sampe Rp112,115 miliar," ujarnya. Intinya, buat mantepin pariwisata, mereka siap geber ratusan event seru di Jateng. Cuss, siap-siap ngubek Jawa Tengah di tahun 2024! 🎉 (Sumber Foto @iqbalxpangestu) 
...more

Sandiaga Ungkap Indonesia Tourism Fund Bakal Jalan Di 2024, Bikin Liburan Makin Keren!

TripTrus.Com - Buat kalian yang udah nunggu-nunggu jadwal liburan, ada kabar seru nih! Sandiaga Uno, si Menparekraf, mengumumin kalau Indonesia Tourism Fund (ITF) bakal diaktifin tahun depan. Jadi, liburanmu bisa makin asyik dan ekonomi makin kinclong, Bro! Rencananya, ITF ini jadi andalan buat melejitkan industri pariwisata kita. Sandiaga berharap ITF mulai ngejalanin misinya di kuartal kedua 2024. Rencananya, bakal ada dana sekitar Rp 2 triliun buat tahun depan, dan kabarnya bakal terus nambah seiring berjalannya waktu. Makin banyak duitnya, makin mantul dong liburannya! Nah, buat apa aja sih duit dari ITF ini? Bakal digunakan buat promosi wisata, branding negara, dan acara keren seputar pariwisata. Sandiaga bilang, setiap tahun bakal diajukan acara internasional apa yang bakal dikasih prioritas pake duit ITF ini. Buat ngatur duit ITF, Sandiaga janji bakal kolaborasi lintas kementerian. Kementerian Keuangan, BUMN, dan beberapa kementerian lainnya bakal turut andil. Trus, soal sumber duitnya, nanti dari pemerintah. Katanya sih, sektor pariwisata udah banjirin lebih dari Rp 200 triliun buat negara, jadi ini buat ngasih balik ke sektor pariwisata. Erick Thohir, yang jadi Menko Marves Ad Interim, bilang ide ITF ini keluar dari diskusi bareng-bareng sama Menparekraf dan menteri BUMN. Presiden Jokowi juga udah kasih restu buat ITF ini, lho! [Baca juga : "Bos-Bos Pariwisata Buka Suara Soal Rintangan Yang Menanti Di 2024"] Bicara soal event, Sandiaga ogah banget bikin acara yang cuma sepi manfaat. Contoh kasus MotoGP, dampak ekonominya bisa ngehasilin duit sampe Rp 4,5 triliun. Nah, nanti bakal ada seleksi ketat buat pilih event apa yang bakal dapet dukungan dari ITF. Trus, buat kalian yang udah nggak sabar pengen liburan di destinasi super prioritas, kayak Borobudur, Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang, kabarnya bakal ada dana tambahan sekitar Rp 1,2 triliun. Jadi, semoga bisa bikin destinasi-dedestinasi ini makin oke! Sandiaga juga nge-highlight soal konektivitas, yang lagi jadi pembicaraan serius. Kita bakal fokus ngehubungin 13 bandara yang jadi pusat peningkatan jumlah wisatawan, termasuk Komodo Internasional Airport di Labuan Bajo. Targetnya, 12-15 juta wisman tahun 2024. Wah, bakal rame banget nih! Jadi, semuanya bergerak ke arah positif, nih! Yuk, nantikan event-event keren hasil dukungan dari ITF. Semoga pariwisata kita makin unggul dan membuka banyak peluang baru, geng! (Sumber Foto @kemenparekraf.go.id) 
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography

Upcoming Trips

Open Trip Dieng Plateau
17 - 19 Jul 2026
Treaking Gunung Papandayan
17 - 18 Jul 2026
Open Trip Pulau Pari
18 - 19 Jul 2026
×

...