TripTrus.Com - Anak muda zaman sekarang, ternyata cenderung lebih suka mengunggah selfie saat sedang berolahraga, ketika mereka sedang berlibur. Menurut sebuah survei, hal tersebut karena mereka terinspirasi oleh para selebriti yang sering mengunggah foto saat sedang berolahraga.
"Survei yang dilakukan oleh situs pemesanan akomodasi online Hotels.com itu menyatakan bahwa anak muda millennial lebih suka memajang foto di gym, dibandingkan foto di pantai saat sedang liburan."
When it’s -20 degrees Celsius outside, it’s hard not to think about last summer’s vacation on Maui! #family #familyvacation #snorkeling #maui #itscoldoutside #familytime #itsinmynature
A post shared by Heather (@heatherwilsonoutdoors) onDec 27, 2017 at 8:37pm PST
Dalam survei tersebut, diketahui bahwa 15 persen anak muda memilih mengunggah foto saat sedang berolahraga outdoor dan 10 persen yang mengunggah foto saat menggunakan pakaian renang (10 persen).
Survei terhadap 8.400 orang dewasa di 28 negara itu dilakukan oleh OnePoll pada 31 Maret sampai 21 Juni. Demikian dilansir dari Indian Express, Selasa 19 September 2017.
38 persen wisatawan muda mengaku bahwa mereka berolahraga untuk bertemu orang baru, 29,8 persen mereka ingin mencari alternatif tempat baru. Sementara itu, 55 persen di antaranya berolahraga, demi menjaga suasana hati dan 32,7 persen mengatakan mereka ingin menjaga berat badan saat liburan.
"Tak hanya itu, mereka juga ternyata memilih hotel, atau penginapan berdasarkan fasilitas kebugarannya."
“Menjaga kebugaran saat ini sangat penting, sehingga kaum millennial. Jadi, mereka memilih hotel berdasarkan bagaimana hotel tersebut akan membantu mereka tetap sehat saat liburan,” ujar Jessica Chuang, direktur Hotels.com. (Sumber: viva.co.id Foto freepik.com)
...moreTripTrus.Com - Travelport merilis hasil risetnya tentang potret wisatawan dunia. Ada 19 negara yang disurvei potret wisatawannya. Dan wisatawan Indonesia menempati posisi ketiga paling digital di dunia, setelah India dan Cina.
Berikut hasil lengkap hasil riset Travelport seperti dipaparkan Mark Meehan, Managing Director Asia Pasific Travelport dan Raymond Setokusumo Predir PT Galileo Indonesia Perdana yang juga di Restoran Plataran Menteng.
Travelport melakukan survei pada 11 ribu responden wisatawan global dengan rentang usia 19-55 tahun, khusus melihat penggunaan alat digital dalam merencanakan, memesan dan melakukan perjalanan. Dari 19 negara wisatawan yang disurvei, salah satunya Indonesia. Hasilnya menarik, traveler Indonesia ternyata berada di posisi tiga bisa paling digital. Ada empat tahapan perjalanan wisatawan yang disurvei: planning (perencanaan), booking (pemesanan), the journey (perjalanan) dan in destination (di tempat tujuan).
The Global Digital Traveler Research yang dilakukan Travelport ini merupakan survei online memanfaatkan sampel wisatawan Toluna Research pada bulan Agustus 2017. Resoponden yang disurvei setidaknya telah melakukan satu penerbangan kembali tahun lalu. Wisatawan Indonesia menjadi salah satu yang diriset dikatakan Meehan, mengingat pertumbuhan pariwisata di Indonesia tumbuh secara signifikan sekitar 25,68 persen pada tahun ini, melampaui kawasan Asia Pasifik dan pasar negara berkembang lainnya.
“Kami berharap dengan paparan riset ini, bisa menjadi acuan penyedia layanan perjalanan, agar tetap relevan dalam memberikan alat dan konten digital yang tepat waktu yang merupakan sarana penting dalam menjangkau dan memuaskan wisatawan Indonesia mulai dari mereka merencanakan perjalanan hingga kembali dari perjalanan mereka,” terang Meehan.
Raymond menambahkan, itulah mengapa penting bagi pelaku di bisnis perjalanan dan wisata beradaptasi dengan perkembangan digital wisawatan Indonesia. Apakah itu agen wisata maupun airlines. Ia menyebut mengutip angka IATA (The International Air Transport Association) setidaknya ada 360 juta orang Indonesia akan melakukan perjalanan pada 2036. “Tahun 2016 saja angkanya sudah mencapai 120 juta, diprediksikan akan ada tambahan sekitar 235 juta penumbang baru,” imbuhnya.
Menurut Raymond, dulu dukungan digital hanya untuk transaksi saja. “Sekarang dengan dukungan digital, airlines pun terus beradaptasi. Penumpang kini bisa menentukan posisi tempat duduk, menentukan maksimal bawaan mereka. Dulu dibatasi hanya satu batasan maksimal, sekarang dengan banyak pilihan. Kita jadi lebih fleksibel,” ujarnya.
Meehan menambahkan temuan Travelport menunjukkan pentingnya alat digital bagi wisatawan sepanjang perjalanan mereka. “Kami mengindentifikasi adanya kebutuhan bagi industri perjalanan dan perhotelan global nilainya 7,6 triliun dolar Amerika untuk beradaptasi secara terus menerus untuk memberikan layanan yang responsif, relevan dan tepat waktu bagi pelanggan,” ujarnya.
Travelport merupakan perusahaan teknologi yang menyediakan solusi digital baik untuk agen travel maupun airlines. Di Indonesia, Travelport menjadi rekanan bagi Panorama, Dwidaya, Smilling Tour juga Traveloka dalam membangun digital platform mereka. Total ada 400 perusahaan termasuk airlines yang sudah menjadi rekanan mereka.
Ketika melakukan perencanaan perjalanan (planning), 93% wisatawan Indonesia menggunakan video dan foto di media sosial yang diunggah temannya dalam menentukan tujuan wisata mereka. Angka ini sangat tinggi dibanding negara lain di Asia Pasifik yang hanya 76%. Dan 71% wisatawan yang diriset menggunakan pencarian suara ketika mencari tujuan wisata, angka ini kedua setelah Cina hanya beda 1 persen dengan 72%.
“Walau demikian menariknya, mereka masih membutuhkan konsultasi dengan agen perjalanan profesional dalam memutuskan perjalanan wisata mereka. Ini ditunjukkan dengan 84 persen wisatawan menggunakan konsultasi agen perjalanan,” terangnya.
Saat pemesanan perjalanan, saking digitalnya wisatawan Indonesia, mereka akan memilih hotel yang memiliki fasilitas wifi di dalam kamar mereka. “Wisatawan Indonesia akan menolak jika hotel men-charge untuk wifi, sekitar 63 persen angkanya, beda sedikit dari angka global 61 persen,” ungkap Meehan. Dan ketika booking, 68% wisatawan melakukannya melalui ponsel pintar mereka. Bahkan untuk corporate trip pun, 35% bahkan melakukannya melalui aplikasi mobile. Dan 43% responden menyatakan frustasi jika harus memesan elemen-elemen perjalanan secara terpisah, semisal booking tiket pesawat, hotel atau trip wisata mereka secara terpisah.
Ketika dalam perjalanan pun demikian, wisatawan Indonesia ingin selalu terhubung dengan keluarga atau koleganya. Ini ditunjukkan dengan 84% menyatakan bahwa ingin selalu terhubung saat bepergian apakah melalui telepon internet maupun video call. “Dalam perjalanan mereka tidak ingin dibuat ribet dengan urusan print tiket, ini terlihat dari 80 persen menyatakan boarding pass digital dan e-ticket membuat perjalanan lebih mudah,” terangnya.
Saat sudah tiba di tujuan, 64% wisatawan bisnis sangat menghargai layanan concierge di ponsel pintar mereka. “Lalu 57 persen pelancong lebih memilih check in hotel melalui aplikasi dan 80 persen yang disurvei menyatakan akan memberikan review pada hotel dan restoran yang mereka kunjungi, sedangkan riset global menunjukkan hanya 75 persen memberikan review,” ujarnya. (Sumber: Artikel swa.co.id)
...moreTripTrus.Com - Pulau Bintan? Mungkin di antara kita masih belum terlalu familiar dengan pulau ini. Pulau Bintan berada di Provinsi Kepulauan Riau. Beribukota di Tanjung Pinang, keindahan Pulau Bintan membuatnya menjadi salah satu destinasi wisata yang tidak boleh terlewatkan jika berlibur ke Kepulauan Riau. Pulau Bintan juga memiliki Bandara Internasional yang diberi nama Bandara Raja Haji Fisabilillah yang sebelumnya bernama Bandara Kijang. Asal nama Bandara ini diambil dari nama tokoh pahlawan nasional kelahiran Riau.
Dengan kehadiran bandara bertaraf internasional, bisa dibilang bahwa Pulau Bintan menjadi pesaing Pulau Batam. Bukan tanpa alasan, Pulau Bintan juga dipenuhi dengan banyak tempat wisata keren dan juga resort mewah. Bahkan di sekitar Pulau Bintan terdapat kurang-lebih 3ribuan pulau-pulau kecil lainnya. Jadi, Pulau Bintan bisa dijadikan daftar tempat liburan kalian.
Berikut ini tempat-tempat menarik di Pulau Bintan yang bisa kalian jelajahi:
1. Pulau Penyengat
Pulau ini dulunya bagian dari Kesultanan Johor. Di Pulau ini berdiri dengan megah Masjid Raya Sultan Riau. Menurut mitos, Masjid ini mampu menampung berapapun jamaah yang akan beribadah. Sebelum perahu bersandar, Masjid ini sudah terlihat jelas karena bewarna kuning dan hijau. Pembangunan Masjid memakan waktu hingga 40tahun dan menggunakan perekat yang terbuat dari putih telur.
Selain terdapat masjid Raya Sultan Riau, di Pulau Penyengat juga terdapat makam-makam para raja, makam dari pahlawan nasional Raja Ali Haji, gudang mesiu, kompleks Istana Kantor dan benteng pertahanan di Bukit Kursi.
2. Pantai Trikora
Bisa dibilang Pantai Trikora mirip dengan pantai-pantai di Pulau Belitung dengan bebatuan besarnya. Pantai Trikora merupakan pantai dengan garis terpanjang di pesisir timur Pulau Bintan. Batu-batu granit yang terhampar bisa menjadi objek foto yang bagus. Sejumlah pondok-pondok kecil bisa menjadi tempat melepas lelah sembari memandangi keindahan Pantai Trikora.
3. Treasure Bay
Kalau ada yang bertanya di mana kolam renang terbesar di Asia Tenggara, kalian boleh menjawab dengan bangga “di Bintan”. Ya, kolam renang seluas 6.3hektar ini didesain tidak menyerupai kolam renang biasanya. Lebih mirip dengan lanskap tepi pantai dengan tepian yang landai. Dan tak sedikit yang bilang bahwa kolam renang ini adalah pantai buatan karena diisi dengan air laut.
Selain berenang, kalian juga bisa menikmati aktifitas lain di Treasure bay seperti: Kayaking, Paddle Boarding, Speed Boat, Flyboard, Segway, Skuter Listrik dan masih banyak yang bisa dinikmati di sini. Treasure Bay juga memiliki petugas penyelamat yang siap siaga ketika dibutuhkan.
4. Vihara Avalokitesvara
Selain memiliki kolam renang terbesar se-Asia Tenggara, Pulau Bintan juga memiliki Vihara terbesar se-Asia Tenggara loh. Katanya Pulau Bintan memiliki warga keturunan Tionghoa terbesar di Indonesia, jadi maklum kalau di Pulau Bintan sangat mudah dijumpai Vihara-vihara.
Belasan patung Buddha akan menyambut ketika memasuki halaman Vihara. Selain itu, yang membuat Vihara ini istemewa adalah adanya patung Dewi Kuan Yin Phu Sha di dalam ruangan, berlapis emas dan diperkirakan seberat 40ton. Infonya, Vihara ini menjadi pusat belajar para Biksu yang datang dari Negara tetangga Malaysia dan SIngapura bahkan dari China.
5. Komplek Vihara Dharma Sasana
Komplek Vihara yang dulunya dibangun oleh imigran dari China ini memiliki empat banguna utama. Ada 3 bangunan yang merupakan klenteng (Klenteng Fu De Zheng Shen, Kllenteng Tian Hou Sheng Mu, Klenteng Yuan Tien Shang) menghadap laut, dan bangunan ke-4 adalah Vihara Dharma Sasana itu sendiri.
Selain patung Buddha, Dewi Kuan Im dan patung naga, yang unik dari Komplek Vihara Dharma Sasana adalah terdapatnya diorama Biksu Tong Samcong beserta murid-muridnya, Sun Go Kong (Kera Sakti), Wu Jing dan Cu Pat Kay. Kebanyakan pengunjung Komplek Vihara Dharma Sasana berasal dari Malaysia dan Singapura.
6. Tugu Pensil
Sebuah tugu yang dibuat sebagai simbol pemberantasan buta huruf dan penghargaan untuk Kepulauan Riau yang berhasil membebaskan daerahnya dari buta huruf. Untuk mempercantik Tugu Pensil, Pemerintah Kota Tanjung Pinang menyediakan berbagai fasilitas seperti: lapangan voli, jogging track, arena fitness, arena olahraga, kios kuliner, tulisan 'Tugu Pensil' besar dengan prasasti Gurindam 12 karya Raja Ali Haji, gazebo, dermaga kecil, arena bermain, toilet, akses langsung menuju pantai, dan taman. Tugu Pensil terletak di Jalan Haji Agus Salim ini berada di tepian pantai. Meskipun tidak memiliki tepian pantai berpasir, Tugu Pensil merupakan spot terbaik menikmati sunset di Kota Tanjung Pinang.
7. Akau Potong Lembu
Banyak orang bilang, berkunjung ke kota lain tidak lengkap tanpa mengunjungi pusat kuliner dan menikmati kulinernya. Pulau Bintan memiliki Akau Potong Lembu, menjadi tujuan kuliner warga lokal maupun wisatawan luar kota. Entah untuk sekedar nongkrong minum kopi atau makan berat. Di Akau Potong Lembu tersedia beraneka ragam kuliner, dari yang halal dan tidak halal. Akau Potong Lembu memiliki ciri khas yakni menawarkan sajian makanan seafood segar, seperti ikan bakar, sop ikan, cumi-cumi dan Gong Gong. Jam operasionalnyapun terbilang singkat, dari jam 5 sore hingga 11 malam, dan disarankan tidak berkunjung pada saat hujan, karena area kuliner ini terbuka, tidak di dalam gedung.
Menarikkan ke Pulau Bintan? Tunggu apalagi, jadikan Pulau Bintan sebagai destinasi liburan kalian selanjutnya!(Sumber: Artikel-Foto @Amieykha)
...moreTripTrus.Com - Bro, nih kabar dari Kemenpar dan Ekraf. Mereka ngincer 12-14 juta turis asing tahun 2024, loh! Beda jauh dari target 2023 yang cuma 8,5 juta. Turis lokal dijagain juga, targetnya 1,2 miliar - 1,4 miliar orang tahun 2024. Duh, makin rame aja.
Disparbud Jawa Barat juga siap-siap, nge-gebet program pariwisata dan bakal bangun tempat baru di 2024. Apalagi, libur nasional dan cuti bersama tahun depan lebih banyak, 17 hari libur nasional dan 10 hari cuti bersama. Enak, kan?
View this post on Instagram
A post shared by Agesta B. Pratama (@lee_ghestaemin)
Kepala Disparbud Jabar, Benny Bachtiar, bilang harus ngambil kesempatan itu buat ngejer jumlah turis yang masuk Jabar kayak 2022, yang tembus 74 juta orang. Katanya, dari sekarang mesti cari dan kembangin tempat wisata baru atau yang udah ada.
Dia juga mau ngadain rapat sama penyelenggara pariwisata, termasuk buat kembangin destinasi di Cirebon Raya dan Jabar Selatan. Ada rencana bikin event pas libur nasional juga. Akhir bulan ini mau survey lokasi. Kayaknya bakal rame nih.
[Baca juga : "Cek This Out, Bro! 10 Acara Keren Di Bandung Buat Tahun 2024, Jangan Ketinggalan!"]
Benny juga ngomong, harus perbaiki fasilitas pariwisata, biar orang seneng dan betah. Akomodasi, kebersihan, sampe masalah sampah harus diatasi. Disparbud Jabar bakal terus kejar potensi wisata Jabar dan ngegandeng investor buat bikin yang baru.
Kalo cerita The Lodge di Bandung Barat yang sering ngeluarin atraksi baru, bikin pengunjungnya selalu rame deh. Mantap, kan? Traveling ke Jabar tahun depan kayaknya seru nih! (Sumber Foto @intanlutf)
...moreTripTrus.Com - Waktu yang pas buat jalan-jalan ke Indonesia itu antara Mei sampai September. Di sini, cuaca kering, enak buat eksplorasi! Nah, Indonesia kan ada 17.508 pulau, jadi cuacanya beda-beda di setiap tempat. Di pulau-pulau barat dan tengah kayak Bali, Jawa, Gili, Lombok, dan Komodo, saat kering itu yang paling banyak dikunjungi. Tapi jangan lupa, musim hujan dari Oktober sampai April juga nggak kalah seru!
Jadi gini, kalau lo mau ke Bali, waktu keringnya itu dari April sampai September, cuacanya cerah dan bikin betah. Momen paling oke itu di bulan Mei, Juni, dan September. Orang-orang yang pengen ke pantai kayak Jimbaran, Sanur, dan Seminyak juga gak bakal ketemu kerumunan yang bikin stress. Musim hujan di Bali itu antara Oktober sampai Maret, tapi biasanya hujannya cuma sebentar, bukan hujan lebat seharian.
View this post on Instagram
A post shared by Yaron bindels (@yaronbindels)
Di Jawa, waktu terbaik itu juga sama, dari Mei sampai September. Suasana cerah, kering, dan enak buat yang mau naik gunung kayak Bromo atau Ijen. Musim hujan di sini antara November sampai Maret, dan hujan yang paling banyak itu di bagian barat. Suhu di Jawa tetap hangat, sekitar 28-30°C, tapi malamnya bisa dingin di daerah pegunungan.
Terus di Nusa Tenggara, kayak Lombok dan Gili, musim keringnya dari April sampai September. Cocok banget buat yang mau diving atau naik gunung Rinjani. Musim hujan di sini antara Oktober sampai Maret, dengan curah hujan tertinggi di November sampai Januari. Suhunya mirip Bali, sekitar 27-29°C.
[Baca juga : "Safari Seru Di Jakarta, Petualangan Kekinian Yang Nggak Boleh Dilewatkan!"]
Nah, Sumatra itu juga unik. Di Medan dan Sumatra Utara, hujan bisa turun kapan saja, terutama di daerah hutan. Hujan paling deras itu biasanya antara Oktober sampai Januari. Tapi, Palembang dan Sumatra Selatan lebih teratur, musim kering dari April sampai Oktober, dan hujan dari November sampai Maret. Suhunya ada di kisaran 27-28°C, tapi bisa sampai 33-34°C di bulan-bulan kering.
Kalau lo ke Kalimantan, musim keringnya dari Juni sampai September, dengan bulan Agustus dan September jadi yang paling kering. Suhunya bisa panas banget, dari 23°C di malam hari sampai 33°C di siang hari. Orangutan juga bisa lo liat di Tanjung Puting, tapi lebih susah dicari saat musim hujan.
Sulawesi itu juga beda-beda cuacanya. Di Toraja, hujan datang antara November sampai April, sedangkan Manado di utara itu hujan terus. Suhu di pantai bisa sampai 34°C, sedangkan di pegunungan bisa turun jadi 24°C.
Di Moluccas, cuacanya juga beda. Antara Juni dan September ada hujan, jadi lebih baik ke sana antara Oktober dan Mei. Ke pulau-pulau di Moluccas selatan, waktu terbaiknya juga sama, antara Mei dan September.
West Papua dan Raja Ampat sih bisa dikunjungi kapan aja, karena suhu di sini stabil. Di Raja Ampat, suhu harian sekitar 30°C sampai 34°C. Tapi dari Juni sampai September, ada kemungkinan hujan dan angin kencang, jadi hati-hati kalo mau naik perahu. Intinya, lo bisa nikmatin keindahan Indonesia dengan waktu yang tepat! Selamat jalan-jalan! (Sumber Foto @sacadosetcrustaces)
...moreTripTrus.Com - Menjelang perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2018, ribuan lampion sudah mulai menghiasi Kota Singkawang. Ketua panitia Imlek dan Cap Go Meh Singkawang, Tjhai Leonardi mengaku akan memasang 10.000 lampion di Kota Singkawang.
"Saat ini kami sudah memulai menghias Kota Singkawang dengan lampion," katanya, Minggu.
Dia memastikan, Imlek dan Cap Go Meh tahun ini ada perbedaan pada hiasan seperti tahun-tahun sebelumnya di mana salah satu ikon Kota Singkawang yaitu Gapura Cap Go Meh yang akan didirikan dekat simpang BNI.
Lampu nya udah nyala... semakin cantik #lampion nya... 《01.02.2016》 #lampioncantik #imleksingkawang #ChineseNewYear2016 #nuansamerah
A post shared by Multi Juniar Siahaan (@multisiahaan) onFeb 1, 2016 at 6:59am PST
"Kemudian, di jalan-jalan protokol seperti di sepanjang jalan Pangeran Diponegoro ada hiasan 12 Shiau dengan lampion seni ukuran 2,5 - 3 Meter di mana pada malam hari lampunya akan menyala," ujarnya.
Imlek dan Cap Go Meh tahun ini juga akan diramaikan dengan pawai Kilin binatang langit yang paling tinggi setelah liong.
"Kemudian, ada reflika 9 liong naga dari kawan-kawan St Yosep Singkawang Group," ungkap dia.
Pengelola Rumah Makan Kampung Rawit tepi sawah ini juga memastikan Festival Cap Go Meh akan diikuti para tatung. "Mereka (tatung) akan kita tata dengan rapi sehingga punya seni, indah dan enak ditonton," katanya.
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan, berdasarkan hasil audiensi dia dengan Kementerian Pariwisata, bahwa pemerintah pusat sangat peduli dan mendukung kegiatan ini, bahkan akan mempromosikan event ini sampai tingkat nasional dan internasional. (Sumber: Artikel antaranews.com, Foto Paul Hessels)
...moreTripTrus.Com - Pengamat pariwisata dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah, Chusmeru mengatakan, sektor pariwisata Indonesia perlahan mulai bangkit seiring libur lebaran tahun ini.
"Hal ini ditandai dengan objek dan daya tarik wisata di daerah yang padat pengunjung. Begitu juga dengan hunian hotel, transportasi dan industri kreatif pendukung pariwisata juga merasakan dampak positif saat libur Lebaran," kata Chusmeru di Purwokerto, Kabupaten Banyumas.
Saat ini menjadi momentum yang tepat bagi pemerintah daerah dan pelaku pariwisata untuk merancang strategi pemulihan sektor pariwisata.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Wonosobo || Dieng || Prau (@wonosoboinsta)
Menurutnya, paling tidak ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan dalam menyongsong pemulihan pariwisata. Pertama, upaya untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan. Strategi ini dapat dilakukan dengan promosi wisata yang optimal.
Pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unsoed itu mengatakan promosi wisata, dapat dilakukan melalui kerja sama dengan biro perjalanan wisata dan pemanfaatan media sosial.
"Selain itu bisa juga dengan menggandeng akun komunitas pariwisata yang biasanya dikelola kaum milenial dan selalu mengunggah destinasi wisata kekinian," kata Chusmeru.
Kedua, adalah dengan menambah lama tinggal wisatawan di daerah. Caranya dengan menciptakan objek wisata baru serta menambah atraksi seni budaya untuk menarik wisatawan. "Begitu pula pihak hotel dituntut untuk membuat inovasi promosi dan paket menginap untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan," kata dia.
[Baca juga : "Tarik Wisatawan, Ende Siap Gelar 3 Festival Wisata Di 2022"]
Chusmeru menambahkan, yang ketiga adalah upaya untuk meningkatkan pengeluaran wisatawan di satu destinasi wisata. "Perlu kerja yang lebih optimal dari pemerintah daerah untuk memacu pelaku industri kecil dan UMKM untuk menghasilkan cinderamata dan kuliner yang dapat dinikmati wisatawan," katanya.
Dengan peningkatan angka kunjungan, lama tinggal, dan pengeluaran wisatawan, kata dia, maka diharapkan sektor pariwisatadi tanah air akan makin bergairah setelah sebelumnya sempat terdampak pandemi Covid-19. (Sumber: Artikel republika.co.id Foto @irmauna_)
...moreTerletak di Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Pasuruan, Jawa Timur, air terjun ini menjadi salah satu destinasi wisata dengan pemandangan indah di Pasuruan. Inilah Air Terjun Coban Baung, air terjun dengan suasana yang sejuk dan pepohonan di sekelilingnya menjadi daya tarik tersendiri buat air terjun ini.
Gemuruh air terjun langsung menyambut pengunjung begitu tiba di air terjun yang berada dalam kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Baung ini. Derasnya air terjun yang jatuh dari atas bebatuan seperti mengajak pengunjung untuk menceburkan diri ke dalam sungai yang berada tepat di bawah air terjun. Namun, ada larangan dari pihak pengelola untuk para pengunjung yang ingin mandi dan berenang di sekitar area air terjun ini.
Selain menyajikan air terjun, kawasan ini juga menyajikan suasana penuh kesejukan khas kawasan hutan. Udara yang masih terasa segar juga begitu terasa di sini sehingga memberikan nuansa kenyamanan saat kita menghirupnya.
Buat pengunjung yang suka berkemah di alam terbuka, Taman Wisata Alam Gunung Baung menyediakan fasilitas camping ground. Fasilitas ini disediakan untuk pengunjung yang ingin bermalam sambil menikmati segarnya udara dan gemericik air terjun di sekitar kawasan ini. Menginap di area hutan terbuka tentunya akan menjadi pengalaman yang menyenangkan buat pengunjung yang belum pernah merasakannya.
Untuk sampai ke air terjun setinggi sekitar 100 meter ini tidaklah sulit. Pengunjung harus menempuh perjalanan baik dengan angkutan umum maupun mobil pribadi dengan jarak sekitar 65 km dari Kota Surabaya dan menghabiskan waktu tempuh sekitar 90 menit.
Begitu tiba di kawasan Taman Wisata Alam Gunung Baung, pengunjung harus berjalan kaki lagi sekitar 200 meter menuruni anak tangga dengan pemandangan pepohonan di sepanjang perjalanan. Untuk masuk ke lokasi wisata ini pengunjung hanya dikenai tiket masuk sebesar Rp. 3.000. Dengan harga yang relatif terjangkau, pengunjung sudah bisa menikmati segarnya udara dan pemandangan air terjun yang menawan.
Sumber:http://www.indonesiakaya.com/
...moreTripTrus.Com - Museum yang dibangun oleh pabrik jenang Mubarok Food di Jalan Sunan Muria Kudus, Desa Glantengan, Kecamatan Kota itu adalah yang pertama di Indonesia.
Selain dikenal sebagai kota Kretek dan wisata religi, diam-diam Kudus juga mempunyai Museum Jenang. Namanya " Museum Jenang Kudus" . Museum yang dibangun oleh pabrik jenang Mubarok Food di Jalan Sunan Muria Kudus, Desa Glantengan, Kecamatan Kota itu adalah yang pertama di Indonesia.
Dari alun-alun arah utara sekitar 300 meter. Museum Jenang meneguhkan bahwa Kudus juga kota penghasil jenang terbesar di Jawa Tengah. Ini melengkapi destinasi sebelumnya yaitu makam Syeh Ja'far Shodiq atau Sunan Kudus dan Raden Umar Said atau Sunan Muria.
#museumjenangkudus#
A post shared by Octa Kiem Ing (@octakieming) onMay 1, 2018 at 12:43am PDT
Museum Jenang tepatnya di lantai dua, gedung dan showroom Mubarok Food Cipta Delicia Kudus. Direktur Utama Mubarok Food Cipta Delicia, Muhammad Hilmy mengatakan, museum yang dibuatnya itu, menggambarkan suasana di wilayah Kabupaten Kudus. Selain itu, menceritakan aktvitas masyarakat setempat pada tahun 1930-an, di Pasar Bubar Menara, sebagai pasar pertama jenang Kudus.
[Baca juga : 4 Kuliner Khas Kudus Yang Siap Bikin Perut Anda Kenyang]
" Museum Jenang ini satu-satunya dan pertama di Indonesia, kita ingin mengangkat citra Kudus melalui produk jenang," kata Hilmy, dikutip dari keterangan pers tertulis, Jumat 23 Juni 2017.
Pria ini menjelaskan, di dalam Museum Jenang disajikan berbagai kisah Kudus tempo doeloe, awal adanya pembuatan jenang. Kemudian menggambarkan suasana komplek Masjid Menara dan makam Sunan Kudus yang tersusun rapi di dalam maket dan sebuah kitab Alquran besar di sampingnya.
Tidak hanya itu. Di sebuah ruangan yang cukup luas tersebut, juga berdiri sebuah rumah adat khas Kudus. Selain itu, miniatur menara setinggi lima meter dan kisah perjalanan Mubarok Food Cipta Delisia dari masa ke masa. " Di sini bertemunya seni, budaya, bisnis, pariwisata, ekonomi dan berbagai aspek lainnya. Maka kami dedikasikan Mubarok Food sentra bisnis dan budaya," tandasnya.
Menurut Hilmy, jika wisatawan ingin melihat peta wilayah Kudus, secara garis besar bisa melihat Musem Jenang. Sejarah produk jenang, sampai ramainya pengunjung di komplek menara dan masjid Al Quds serta makam Sunan Kudus juga tergambar lengkap.
Adapun cerita jenang Khas Kudus, katanya, dimulai dari produk milik H Mabruri dan istrinya Hj Alawiyah. Pasangan suami istri tersebut memulai bisnisnya membuat jenang. Jenang tersebut dijual di Pasar Bubar Menara pada tahun 1930.
" Awalnya belum ada merk, kemudian seiring jalannya waktu akhirnya dinamai Sinar 33. Nomor itu diambil dari nomor rumah, yang juga sebagai tempat produksi. Kini namanya Mubarok Food," imbuhnya.
setelah hampit 1,5th walk uot dari tempat kerja ini, dan sekarang kembali lagi jebule apik setengah kaget ora percoyo lek iki biyen aq melu gawe ngasi 80% walaupun akhire dipecat 😂 #museumjenangkudus
A post shared by yocky (@yockyjs) onMay 29, 2018 at 10:37pm PDT
Menurut Hilmy, jumlah pengunjung Musem Jenang sampai saat ini cukup lumayan. Kebanyakan merupakan wisatawan yang ingin berbelanja jenang. Lalu penasaran mampir dan masuk. Mereka senang karena bisa mengetahui sejarah jenang sambil berfoto selfie secara gratis. " Jumlah pengunjung meski belum banyak, sudah lumayan, tujuan utamanya membeli oleh-oleh. Museum ini kami sediakan secara gratis untuk siapa saja yang ingin berkunjung," terangnya. (Sumber: Artikel travel.dream.co.id, Foto youtube.com)
...more