shop-triptrus



Trip Nostalgia Sejarah dan Mistis: Jelajah Tiga Pulau, Tiga Cerita, Tiga Vibes!

TripTrus.Com -  Bro-sis traveler! Pernah kepikiran gak, escape dari hectic-nya kota tapi tetep dapet ilmu dan pengalaman yang bikin lo mikir? Nah, trip ke Kepulauan Seribu—khususnya ke Pulau Kelor, Cipir, dan Onrust—ini bisa jadi jawaban lo.       View this post on Instagram A post shared by Agus Hamonangan (@agushamonangan) Tapi jangan bayangin yang biasa-biasa aja, bro sis! Ini bukan cuma pantai-pantai cakep, tapi tempat-tempat ini tuh literally museum terbuka yang nyimpen kisah-kisah Batavia dari zaman penjajahan sampe tragedi kemanusiaan. Lo bakal nemuin sejarah VOC, penjara Jepang, karantina haji, bahkan horor mistis yang bikin bulu kuduk merinding tapi tetap nagih. Penasaran? Sikat terus, kita mulai dari yang kecil tapi bulet—Pulau Kelor! 1. Pulau Kelor: Kecil-Kecil Nyimpen Horor Lo ngira pulau kecil itu minim cerita? Salah besar, bro sis! Pulau Kelor tuh kayak kapsul waktu yang dikemas dalam benteng Martello yang bulet dan menjulang 9 meter, dibangun Belanda buat jagain jalur laut mereka. Bentengnya sendiri punya aura vintage eerie, cocok buat lo yang suka spot foto creepy aesthetic. Di sekitar sini juga pernah jadi area pemakaman Belanda–pribumi, walaupun nisannya udah ngilang, tapi lo masih bisa liat pecahan tulang dan karang yang nyempil di pasir. Suasananya bikin lo berasa kayak time traveler, nyium aroma laut sambil dengerin suara burung—damai tapi juga sendu. Saran gue: buka playlist lo pake instrumental misterius, biar vibesnya makin kerasa. 2. Pulau Cipir: Instagramable, Tapi Sejarahnya Bikin Mikir Begitu lo nyampe di Pulau Cipir, kesan pertama pasti: “wah, cakep juga ya!”—pasir putih, pepohonan, dan vibes chill kayak resort murah tapi classy. Tapi tunggu dulu, Cipir punya cerita kelam yang gak kalah intens. Dulu sekitar tahun 1911, tempat ini jadi rumah sakit karantina buat jamaah haji. Bangunannya sekarang udah jadi reruntuhan berlorong yang rada spooky, kayak museum horror tapi beneran. Masuk ke dalam lorong-lorongnya, lo bisa ngebayangin perjuangan orang-orang zaman dulu lawan penyakit sambil nunggu waktu ke tanah suci. Di balik dinding kusam dan tembok retak, ada napas sejarah yang diem-diem nyentil hati. Buat lo yang jiwanya mellow dan mikir dalem, Cipir ini bukan cuma tempat healing tapi juga tempat refleksi. [Baca juga : "Pensiun Rasa Liburan? Nih 7 Kota Healing Buat Lo Yang Mau Slow Living Tapi Tetep Gaul!"] 3. Pulau Onrust: Ramai di Masa Lalu, Sepi yang Penuh Cerita Pulau Onrust tuh ibaratnya pulau yang hidupnya hectic banget di masa lalu. Dari VOC, Inggris, Jepang, sampe kisah pemberontakan, semua numpuk di satu titik. Namanya aja udah “Onrust” alias gak pernah istirahat. Tahun 1613, VOC udah mulai ngebangun galangan kapal di sini—ada dock, gudang rempah, benteng lima bastion. Bahkan James Cook pun sempet mampir! Lanjut ke era Jepang, jadi penjara dan karantina. Pas era Kartosuwiryo, dijadiin tempat kurungan juga. Sekarang, lo bisa keliling lihat pondasi batu bata, museum kecil, sampe—kalau berani—ngejar kisah mistis soal Maria van de Velde yang katanya suka muncul malem-malem. Serem tapi seru, bro sis! Lo bisa ngerasa lo lagi main film indie sejarah–thriller gitu. Nah bro-sis traveler, trip virtual kita udah kelar nih, tapi vibes dan pelajaran dari Pulau Kelor, Cipir, dan Onrust masih nempel banget di kepala. Tiga pulau, tiga rasa: dari adventure vibes, sejarah kolonial, sampe horor mistis—semuanya ada. Ini bukan cuma jalan-jalan, tapi perjalanan jiwa dan pikiran. Jadi kapan nih kita beneran gas? Lo tinggal siapin OOTD yang vintage, kamera buat ngabadin vibe spooky nan estetik, plus mental yang siap buat menelusuri masa lalu. Remember bro-sis, jangan cuma jadi turis yang sekedar lewat—jadilah explorer sejati yang nyelam sampe ke akar cerita tiap pulau. Let's go ngabluurrr beneran, yuk! (Sumber Foto @tchua86)  
...more

6 Tujuan Wisata Kota Tua Jakarta

TripTrus.Com - Kota Tua sebagai salah satu landmark kota Jakarta menyimpan sejuta pesona bagi siapa saja yang mengunjunginya. Setiap akhir pekan, kawasan ini selalu saja ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Bangunan-bangunan tempo dulu zaman Kolonial Belanda adalah salah satu suguhan wisata yang enak dipandang. Selain itu, ternyata Kota Tua masih memiliki objek wisata lainnya yang siap mencuri perhatian banyak wisatawan. Berikut adalah 6 tujuan wisata Kota Tua yang sayang jika Anda lewatkan! 1. Museum Fatahillah   Ber #commuterline kita ke #museumfatahillah #kotatuajakarta #museumwayangjakarta 😍😍 A post shared by @ bettyardi onJun 13, 2018 at 3:12am PDT Museum Fatahillah ini dikenal juga dengan Museum Sejarah Jakarta atau Museum Batavia. Pada zaman pendudukan Belanda, gedung ini merupakan balai kota, pengadilan, sekaligus penjara bawah tanah. Tapi kini, bangunan berwarna putih yang terlihat klasik ini beralih fungsi menjadi sebuah museum yang menyimpan beragam barang antik, mulai dari furnitur antik zaman Belanda, prasasti dan arca, hingga alat musik Gambang Kromong. Sedangkan pada bagian luar gedung terhampar sebuah lapangan yang dikenal dengan Lapangan Fatahillah. Pada akhir pekan lokasi ini ramai pengunjung. Biasanya mereka melakukan aktifitas bersepeda ontel, fotografi atau duduk santai sambil menikmati WiFi gratis. Jam operasional : Hari Selasa – Minggu mulai pukul 09.00 – 15.00 WIB Harga : Rp. 2.000,- untuk dewasa dan Rp. 1.000,- untuk anak Alamat : Jalan Taman Fatahillah No 2, Jakarta Barat. Untuk menjangkau tempat ini dari terminal Blok M naik bus Transjakarta koridor 1 jurusan Blok M – Kota dan turun di halte Kota kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki hingga Museum Fatahillah. 2. Museum Bank Indonesia   JalanJalanZeru🤩 #museumbankindonesia A post shared by @ anugrah.christine onJun 23, 2018 at 6:02am PDT Di masa Indonesia baru merdeka, Museum Bank Indonesia menjadi pusat pengendali ekonomi dan moneter. Awalnya bangunan ini adalah sebuah rumah sakit bernama Binnen Hospital. Kemudian dalam perjalanannya dialihfungsikan menjadi sebuah bank yang bernama De Javasche Bank pada tahun 1828. Kemudian sejak tahun 1962, bangunan ini sudah tidak lagi difungsikan menjadi kantor pusat Bank Indonesia dan beralihfungsi menjadi sebuah museum. Meskipun demikian, kondisi bangunannya hingga kini masih terlihat sangat kokoh dengan perpaduan antara bangunan klasik dan modern. Museum Bank Indonesia menggunakan teknologi multimedia, panel statistik, display elektronik, dan diorama untuk mengisahkan peranan Bank Indonesia dalam perekonomian bangsa. Selain itu, pengunjung dapat juga melihat berbagai koleksi menarik seperti uang rupiah dari masa ke masa. Jam operasional : Selasa-Kamis 08.30-14.30, Sabtu-Minggu 09.00-16.00, Jumat 08.30-11.00 WIB Harga : Gratis Alamat : Jalan Pintu Besar Utara No.4, Kota Jakarta Barat Untuk menjangkau tempat ini dari terminal Blok M naik bus Transjakarta koridor 12 jurusan Pluit – Tanjung Priok dan turun di halte Kali Besar Barat. [Baca juga : Menyusuri Budaya Tionghoa Tangerang] 3. Museum Seni Rupa dan Keramik   Museum Seni Rupa dan Keramik. 2007 #wonderfulindonesia #museum #museumsenirupadankeramik #arsitekturphotography #jakarta #streetphotographyindonesia #streetphotographerscommunity #streetphotographyinternational #aboutstreetphotography #lensculture #visionofpictures #bnw_demand #bnwphotography #noiretblancphotographie #blackandwhitephotography #magnumphotos #maklumfoto #architecture #jakarta A post shared by Aran Kulow (@arankulow) onJun 6, 2018 at 2:40pm PDT Tampak luar, Museum Seni Rupa dan Keramik terlihat mewah dengan corak arsitektur Eropa yang dilengkapi dengan pilar-pilar besar. Dan ketika memasuki bagian dalam, keindahan museum semakin bertambah. Pengunjung dapat menyaksikan sekitar 350 lukisan dan 1350 jenis keramik, baik dari nusantara, Asia, hingga Eropa. Bagi Anda yang menyukai karya seni lukis dan kerajinan tangan berbentuk keramik, tempat ini menjadi pilihan yang tepat untuk menambah pengetahuan. Di tempat ini, pengunjung juga dapat mempelajari tentang cara membuat keramik. Jam operasional : Selasa – Minggu mulai pukul 9.00 – 15.00 WIB Harga : Rp. 2.000,- untuk dewasa, Rp. 1.000,- Mahasiswa, Rp. 600,- anak dan pelajar Alamat : Jalan Pos Kota No.2, Jakarta Barat Untuk menjangkau tempat ini dari terminal Blok M naik bus Transjakarta koridor 12 jurusan Pluit – Tanjung Priok dan turun di halte Museum Fatahillah. 4. Toko Merah   Hei! serunya di jakarta.. ada banyak cerita.. macet dienakin aja.. • • • #tokomerah #kotatua #jakarta #indonesia #whpgetlost A post shared by Aditya Dharma Putranto (@aditjaws) onJun 23, 2018 at 3:09am PDT Jika sedang berada di wilayah Kali Besar, tidak jauh dari tempat itu ada sebuah bangunan yang berwarna merah yang dikenal dengan sebutan Toko Merah. Warnanya yang merah menyala memang menjadi daya tarik tersendiri bagi siapa saja yang melewati tepi sungai Ciliwung. Tapi sayangnya, Toko Merah adalah salah satu tempat di kawasan wisata Kota Tua yang tidak terbuka untuk publik luas. Pengunjung yang ingin bertandang ke tempat ini diharuskan mengurus perizinan yang diperlukan terlebih dahulu. Alamat : Jalan Kali Besar Barat 17, Jakarta Barat Untuk menjangkau tempat ini dari terminal Blok M naik bus Transjakarta koridor 12 jurusan Pluit – Tanjung Priok dan turun di halte Kali Besar Barat. 5. Jembatan Kota Intan   Minggu ini traveling ku gak jauh jauh cukup di ibu kota yang kata orang sangat bising dan macet. Tapi nyata nya ada juga tempat yang sepi dan nyaman buat bersantai. Sudah bertahun tahun aku di Jakarta tapi baru sekali ini aku bisa main ke tempat ini. Dan keturutan juga keinginan ku berfoto di tempat ini. Ada yang bertanya foto dimana itu? Nah aku kasih tau sekarang, itu lokasinya di kota tua dan tempat itu nama nya Jembatan Kota Intan Sunda Kelapa. Sejarahnya Jembatan ini sebenarnya sering mengalami pergantian nama sesuai pergantian zaman. Dan yang terakhir ini setelah Kemerdekaan nama nya Jembatan Kota Intan. Photo by @siska_endarwati #jakarta #wisatajakarta #kotatua #jembatankotaintan #traveling #traveler #instagram #tourismindonesia #like4like A post shared by TRAVEL AND LEISURE (@veronika.desi) onMar 18, 2018 at 4:48am PDT Jembatan yang satu ini merupakan satu-satunya jembatan sisa peninggalan zaman Kolonial Belanda yang ada di Jakarta. Jembatan Kota Intan ini awalnya adalah jembatan biasa yang dibangun pada tahun 1628 yang bernama Jembatan Engelse Brug atau Jembatan Inggris. Jembatan kayu ini memiliki panjang 30 meter dan lebar 4,43 meter. Jembatan tersebut berfungsi sebagai penghubung antara benteng Belanda (VOC) dan Inggris (IEC) yang saat itu berseberangan dan dibatasi oleh Kali Besar. Singkat cerita, pada tahun 1938 fungsi jembatan inipun diubah menjadi jembatan gantung. Tujuannya agar dapat diangkat untuk lalu lintas perahu dan mencegah kerusakan akibat banjir, namun bentuk dan gayanya tidak pernah diubah. Hingga kini Jembatan Kota Intan masih berdiri dengan kokoh dan berfungsi sebagai objek wisata. Jika akhir pekan, tempat ini banyak dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara. Harga : Gratis Alamat : Ancol, Pademangan, Jakarta Barat Untuk menjangkau tempat ini dari terminal Blok M naik bus Transjakarta koridor 1 jurusan Blok m – Kota. 6. Pelabuhan Sunda Kelapa   The fisherman. • • • • #pelabuhansundakelapa #fisherman #sundakelapaharbour #harbour #boat #ship #instagram A post shared by Buddy Trisatyo (@buddy.trisatyo) onJun 24, 2018 at 7:48pm PDT Pelabuhan Sunda Kelapa usianya lebih tua dari kota Jakarta. Pelabuhan ini sudah ada jauh sebelum Kota Jakarta terbentuk. Karena tempatnya yang strategis, sejak abad ke-12 pelabuhan ini sudah digunakan sebagai tempat persinggahan banyak kapal mancanegara yang datang untuk perdagangan. Selain itu, karena usianya inilah, Pelabuhan Sunda Kelapa udah mengalami lintas penguasa, mulai dari kerajaan Pajajaran, Portugis, Kerajaan Demak, dan Belanda. Sore hari ketika matahari mulai tenggelam adalah saat dimana pelabuhan ini terlihat begitu indah dan cantik. Tergambar jelas siluet kapal-kapal yang sedang bersandar di bibir dermaga. Harga : Gratis Alamat : kelurahan Penjaringan, kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara Untuk menjangkau tempat ini dari terminal Blok M naik bus Transjakarta koridor 1 jurusan Blok m – Kota dan dilanjutkan dengan menggunakan taxi. (Sumber: Artikel jakarta.panduanwisata.id, Foto vakansinesia.com)
...more

Menikmati Keindahan dan Kenyamanan Kota Puncak

TripTrus.Com -  Bogor, sebuah kota yang terletak di Jawa Barat, merupakan salah satu destinasi liburan populer di Indonesia. Dikenal dengan sejuknya udara pegunungan, keindahan alam, dan berbagai atraksi wisata menarik, Bogor menawarkan pengalaman liburan yang menyenangkan bagi pengunjung dari segala usia. Mari kita jelajahi keindahan dan daya tarik liburan di Bogor.       View this post on Instagram A post shared by Ratna_Enemesh (@ratnanungnung) 1. Kebun Raya Bogor Kebun Raya Bogor adalah salah satu tempat yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Bogor. Dengan luas lebih dari 87 hektar, kebun raya ini menjadi rumah bagi ribuan spesies tanaman, termasuk koleksi tanaman langka dan endemik Indonesia. Anda dapat menikmati suasana yang tenang sambil menjelajahi taman yang indah, kolam, dan jembatan kayu yang menghubungkan berbagai bagian kebun. 2. Istana Bogor Istana Bogor, juga dikenal sebagai Istana Kepresidenan, adalah tempat tinggal resmi Presiden Indonesia saat berkunjung ke Bogor. Dikelilingi oleh taman yang indah, istana ini memiliki arsitektur yang memukau dan pemandangan yang menakjubkan. Pengunjung dapat menjelajahi bagian-bagian tertentu dari istana dan menikmati pemandangan yang mengagumkan dari kebun di sekitarnya. 3. Taman Safari Indonesia Jika Anda mengunjungi Bogor dengan keluarga, Taman Safari Indonesia adalah destinasi yang sempurna. Taman ini menawarkan pengalaman mendebarkan dalam melihat berbagai hewan liar dari seluruh dunia. Anda dapat berkeliling dengan mobil atau bus sambil memberi makan hewan-hewan yang ramah seperti jerapah, singa, dan zebra. Selain itu, ada juga pertunjukan satwa yang menarik dan wahana permainan untuk anak-anak. 4. Gunung Salak Bagi para pecinta alam dan pendaki, Gunung Salak adalah tempat yang ideal untuk melakukan petualangan. Dengan pemandangan alam yang memukau, trekking di Gunung Salak akan memberikan pengalaman yang tak terlupakan. Anda dapat menikmati keindahan hutan tropis, air terjun yang menakjubkan, dan suasana yang sejuk di puncak gunung. 5. Puncak Terletak di sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut, Puncak adalah destinasi populer bagi wisatawan yang ingin melarikan diri dari kehidupan kota yang sibuk. Dengan udara yang segar dan pemandangan yang indah, Puncak menawarkan berbagai villa, hotel, dan restoran dengan view yang menakjubkan. Anda juga dapat mengunjungi kebun teh yang tersebar di sekitar Puncak dan menikmati secangkir teh segar. [Baca juga : "Dispar Buleleng Kembali Gelar Lovina Festival Di Juli 2023, Menjadi Daya Tarik Wisatawan Mancanegara"] 6. Taman Bunga Nusantara Untuk para pecinta kebun bunga, Taman Bunga Nusantara adalah surga yang wajib dikunjungi. Taman ini menampilkan berbagai macam bunga indah dari seluruh Indonesia. Anda dapat berjalan-jalan di antara kebun yang luas dan menikmati keindahan berbagai jenis bunga yang mekar. Taman ini juga menyediakan fasilitas seperti restoran dan area bermain untuk anak-anak. Itulah beberapa tempat dan atraksi wisata yang dapat Anda nikmati saat liburan di Bogor. Dari kebun raya yang menakjubkan hingga keindahan alam di Gunung Salak, Bogor memiliki sesuatu untuk semua orang. Jadi, jadikan Bogor sebagai tujuan liburan berikutnya dan rasakan pesonanya yang memikat! (Sumber Foto @ajiraga_arandai) 
...more

6 Barang-Barang ini Mungkin Berguna Saat Traveling

TripTrus.Com - Saat traveling banyak sekali peralatan yang kita bawa. Terkadang kegiatan packing bisa menjadi sesuatu yang mebingungkan serta memusingkan, karena terlalu banyaknya banyak barang-barang yang tidak muat untuk dibawa ke dalam carrier atau ransel. Mungkin barang-barang di bawah ini bisa sangat berguna saat kamu berpergian. 1. Kanebo Sumber: Foto tokopedia.com Pasti kalian tahu kalau handuk saat keadaan basah bisa membuat menjadi lembab dan berbau. Untuk pejalan seperti kita, Kanebo bisa menjadi alternative pengganti handuk. Selain ukurannya yang kecil sehingga tidak memakan tempat, daya serap Kanebo juga sangat cepat dibandingkan handuk. Tapi ada yang perlu diperhatikan, agar Kanebo tidak bau maka sebelum dan sesudah pemakaian sebaiknya direndam lauran air berisi sabun atau shampoo. 2. Peniti Sumber: Foto aliexpress.com Peniti? Ya benda kecil ini identik dengan kaum perempuan. Tapi jangan salah, kalau peniti ini mempunya fungsi darurat ketika kita sedang mengalami: mengaitkan tali tas terputus, menutup tas yang resletingnya rusak hingga mengaitkan tali sandal yang terputus. 3. Penjepit Kertas Besar Sumber: Foto amazon.com Penjepit kertas merupakan salah satu alat sederhana yang tanpa diduga memiliki banyak kegunaan. Dengan kemampuan serbagunya, tidak ada salahnya jika benda satu ini menjadi benda yang harus kita bawa saat berpergian, karena bisa berfungsi sebagai: menjepit uang kertas, mengaitkan kunci dan bisa sebagai sarana menggantung pakaian saat hendak dijemur. 4. Penjepit Kertas Kecil Sumber: Foto sweetclipart.com Kalau penjepit kertas kecil ini tidak kalah mutifungsi. Ibarat kata “kecil-kecil si cabe rawit”. Berbentuk kecil melingkar yang fleksibel untuk dirubah bentuknya, penjepit ini tidak hanya berfungsi sebagai penjempit kertas. Berguna saat perbaikan darutat selama perjalanan atau fungsi-fungsi lainnya seperti: Manjadi tarikan resleting yang rusak sementara waktu, pangganti kepala kancing yang terlepas juga menjadi pengait buatan untuk menggantungkan pakaian dan benda lainnya. 5. Selotip Sumber: Foto alibaba.com Selotip akan menjadi penyelamat kita disaat barang-barang bawaan kita medadak rusak seperti: sandal terputus, resleting rusak, membersihkan debu dan pasir yang menempel di pakaian dan juga bisa sebagai plester luka (tambahkan tissue). Atau mungkin sebagai perekat pembungkus oleh-oleh. 6. Kantong Plastik Sumber: Foto kaskus.co.id Benda yang satu ini adalah benda terkahir yang patut kita pertimbangkan untuk dibawa. Berfungsi sebagai pengganti dry bag, kantong plastik bisa untuk menyimpan pakaian kotor, tempat menyimpan gadget dikala hujan juga menjadi penyelamat dokumen- dokumen kertas yang kita bawa. Ya, 6 benda-benda diatas memang terlihat sepele tapi mempunya fungsi yang serbaguna dan menjadi penyelamat kita disaat darurat. Jadi, jangan lupa sisipkan benda- benda tersebut didalam carrier atau ransel anda. (Sumber: Artikel Amieykha)
...more

Komunitas Sepeda Ulo Kampanyekan Lasem Sebagai Kota Pusaka

TripTrus.Com - Komunitas sepeda dengan bagian bawah jok atau sadel yang dimodifikasi bisa bergerak lunak alias fleksibel di Kecamatan Lasem semakin dikenal. Komunitas sepeda yang lebih mudah dikenal sebagai sepeda kuno itu anggotanya banyak merupakan kalangan bocah remaja di kecamatan tersebut. Meskipun berawal dari hobi bersepeda, ternyata dalam perkembangannya komunitas di bawah binaan Babinkamtibmas Polsek Lasem Brigadir Wisnu Santoso itu, memberikan lebih banyak manfaat. Yang paling menonjol adalah mengenalkan potensi wisata pusaka dan budaya Lasem kepada masyarakat. Pasalnya, komunitas yang saat ini bernaggotakan sekitar 45 anak kerap menggelar pawai sepeda ulo dengan berkeliling ke titik-titik wisata pusaka di Lasem. Mereka kemudian berfoto dengan latar belakang wisata pusaka tersebut untuk selanjutnya mengunggahnya ke media sosial. Kebiasaan itu ternyata cukup ampuh mengenalkan Lasem sebagai kota pusaka kepada khalayak umum. Sebab, banyak respons dari pengguna media sosial dengan menanggapi komunitas tersebut sekaligus destinasi wisata pusaka Lasem. Pembina komunitas sepeda ulo, Brigadir Wisnu Santoso atau yang lebih sering disapa Wiwik mengatakan, manfaat lain keberadaan komunitas ini adalah membentengi bocah-bocah remaja Lasem dari potensi salah pergaulan. Dengan keaktifan di dalam komunitas, membuat mereka tidak memiliki cukup waktu kosong untuk sekedar mencoba hal-hal negatif yang banyak bersebaran di lingkungan masyarakat. Kebiasaan berkumpul saat luang dengan bersepeda ulo membuat mereka benar-benar nyaman jauh dari barang-barang terlarang seperti narkoba. “Disebut sepeda ulo, karena di bawah sadel sudah dimodifikasi, supaya jalannya sepeda dapat meliak–liuk seperti ulo (ular). Cukup menarik ketika pawai, karena tidak seperti laju sepeda pada umumnya. Nuansa humornya juga begitu kental,” kata Wiwik. Biasanya, komunitas sepeda ulo kerap menggelar pawai dengan titik fokus Desa Bagan. Selain karena Wiwik merupakan Babinkamtibmas di desa tersebut, Bagan dipilih lantaran cukup banyak menjadi lokasi peninggalan-peninggalan sejarah masa lalu dan juga kampung batik. “Tiap ada showroom batik, anggota komunitas selalu berkumpul di sana dan berpawai. Mereka berfoto dengan latar belakang batik tulis Lasem, kemudian diunggah ke berbagai media sosial. Biasanya finish diakhiri di halaman klentheng Gie Yong Bio Bagan,” ujarnya. (Sumber: Artikel-Foto suaramerdeka.com)
...more

Tarik Wisatawan, Ende Siap Gelar 3 Festival Wisata di 2022

TripTrus.Com - Pemerintah Kabupaten Ende di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, menyiapkan tiga kegiatan festival yang akan digelar pada tahun ini untuk menarik minta kunjungan wisatawan ke daerah itu.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh 江 • 🌻 (@lechiinx) "Festival yang akan kami gelar yaitu pertama Festival Budaya dan Parade Pesona Pariwisata yang dijadwalkan pada April-Juni 2022," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ende Martinus Satban ketika dihubungi dari Kupang, Sabtu. Ia mengatakan hal itu berkaitan dengan kegiatan promosi pariwisata di Kabupaten Ende pada 2022. Ia menyebutkan kegiatan kedua yaitu Festival Kelimutu yang dijadwalkan akan digelar pada Agustus. Selain itu, Festival Paralayang yang akan digelar pada Oktober-November. Martinus menjelaskan kegiatan festival ini dihadirkan untuk mempromosikan kekayaan pariwisata sekaligus menarik minat kunjungan wisatawan ke Ende. Kegiatan dalam bentuk festival, kata dia, juga berlangsung lama sehingga diharapkan dapat mendorong lama tinggal wisatawan di Ende. [Baca juga : "Kalender Event Wisata Jogja Bulan April 2022, Ada Sarkem Fest!"] "Semakin lama wisatawan di Ende tentu ada belanja yang bisa berdampak pada berbagai sektor ekonomi di masyarakat," katanya. Ia mengatakan waktu pelaksanaan beberapa festival ini masih bersifat tentatif karena disesuaikan dengan situasi di lapangan, salah satunya terkait kondisi pandemi COVID-19 yang masih berlangsung. Martinus menambahkan selain festival pariwisata, pihaknya juga menata dan merancang destinasi wisata yang sudah dibangun pemerintah daerah setempat untuk menunjang kunjungan wisatawan. "Kami juga mendampingi desa wisata untuk berinovasi menjadi desa wisata berbasis komunitas sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan," katanya. (Sumber: Artikel okezone.com Foto @florestourism) 
...more

Kota Tua Tegal, Sebuah Sejarah dan Cagar Budaya

TripTrus.Com - Kota Tegal merupakan salah satu Kota di Provinsi Jawa Tengah dengan luas wilayah keseluruhan 39,5 km2 dan terbagi menjadi 4 Kecamatan dan 27 Desa. Kota Tegal merupakan sebuah Kota Tua yang berusia lebih dari 4 abad. Wilayah yang kaya akan jejak sejarah, terlihat dari berbagai bangunan legendaris peninggalan masa lampau yang menandakan Kota Tegal sudah berkembang sejak jaman dulu. Secara historis menjelaskan bahwa Kota Tegal sejak Zaman Belanda dikenal sebagai pusat perdagangan era kolonial. Secara letak yang strategis, tahun 1927 Kota Tegal menjadi Ibukota Keresidenan terdiri dari daerah Tegal, Pemalang, dan Brebes. Jadi tidak hanya Jakarta yang memiliki Kota Tua, Kota Tegal juga memiliki Kota Tuanya tersendiri dan teramat sayang untuk dilewatkan ketika berkunjung ke sana. Berikut ini merupakan bangunan-bangunan bersejarah dan menjadi cagar budaya Kota Tegal yang wajib dikunjungi 1. Dansional (Sumber foto: achmadrizal.staff.telkomuniversity.ac.id) Dansional Tegal yang terletak di Jalan Proklamasi, dibangun tahun 1914. Bangunan ini dulunya adalah Nederlandsch-Indisch Handelsbank yang sekarang digunakan oleh TNI sebagai markas besar di Tegal. Pada awal kemerdekaan Republik Indonesia, Kota Tegal menjadi lokasi didirikannya Badan Keamanan Rakyat – Laut (BKR Laut) yang merupakan cikal bakal dari pembentukan TNI Angkatan Laut saat ini. 2. Pasar Pagi (Sumber foto: panoramio.com) Pasar Pagi Tegal berdiri dibekas Benteng Kaloran. Bentuk benteng yang terbuat dari batu bata tebal dengan pilar-pilar berbentuk benteng berdiameter panjang 6 meter lebar 6 meter dan tinggi 3,5 meter. Meskipun telah banyak perubahan dikarenakan renovasi sana-sini, Pasar Pagi Tegal tidak menghilangkan jejak sejarahnya sebagai sebuah benteng. 3. Waterleideng (Sumber foto: traveluxion.web.id) Pada jaman Belanda di tahun 1917, Tower Woterleideng Bedrif of Province Maden Java (Watertoren) dibangun guna untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kota Tegal. Pada era tahun 60-an, sirine bagian atas menara difungsikan sebagai sirine tanda buka puasa dan tanda imsak. Bangunan ini sekarang dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). 4. Gedung DPRD (Sumber foto: simpanglima.wordpress.com) Bangunan peninggalan Belanda yang dibangun tahun 1750an oleh Mathijs Willem de Man (1720-1763) semula menjadi rumah pribadi Residen Tegal. Fungsi bangunan ini berubah menjadi Balai Kota Tegal, pada tahun 1987. Dan gedung ini resmi  menjadi kantor DPR Tegal setelah Balaikota Tegal pindah dari Jl. Pemuda ke Jl. Kigede Sebayu. 5. Kantor Pos Besar (Sumber foto: metropolispos.wordpress.com) Diperkirakan Kantor Pos Besar Tegal dibangun sekitar tahun 1930an yang digunakan untuk Markas Angkatan Laut. Kemudian diserahkan kepada PTT (Posts Telegraafend Telefoon Diensts) pada tahun 1954 dan pada tahun 1961 PTT berubah menjadi Perusahaan Negara (PN) Pos dan Telekomunikasi. 6. Stasiun Kereta Api (Sumber foto: panoramio.com) Perusahaan trem Belanda JSM (Java Spoorweg Maatschappij) membangun Stasiun Kereta Api Tegal apda tahun 1885. Kemudian pada tahun 1897 Stasiun Kereta Api Tegal dibeli oleh maskapai perkeretaapian SCS (Semarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij. Sebagian bangunannya pada tahun 1918 direnovasi dengan karya arsitek Henri Maclaine Pont. 7. Pendopo Balaikota (Sumber foto: artonortega74.blogspot.co.id) Pendopo Balaikota Tegal  (Pendopo Ki Gede Sabayu) berdiri tahun 1825, yang sebelumnya berada di Kompleks Kaloran. Pada masa awal Kemerdekaan Gedung ini digunakan oleh Pemerintah Kabupaten Tegal. Pada Masa pimpinan Sjamsuri Mastur Gedung ini di tempati Pemerintah Kota Tegal. 8. Gedung Birao (SCS) (Sumber foto: achmadrizal.staff.telkomuniversity.ac.id) Gedung Birao atau pada masa Belanda Gedung SCS (Samarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij) dibangun Belanda pada tahun 1913. Dengan konsep arsitektur eropa pada Negara jajahan (Euroeesche Stoomtram Maatschappij).  Pada tahun 1980 bekas gedung SCS di Jl. Pancasila No 2 sempat digunakan sebagai Kampus UPS (Universitas Panca Sakti) 9. Masjid Agung Kota Tegal (Sumber foto: artonortega74.blogspot.co.id) Berdasarkan cerita, pembangunan Masjid Agung Kota Tegal berbarengan dengan pembangunan Pendopo Balaikota pada tahun 1825. Meskipun pada akhirnya pembangunan Masjid Agung Kota Tegal dilakukan secara bertahap. Berdiri di atas tanah wakaf pemberian seorang Penghulu I di Tegal bernama Kiai Abdul Aziz yang dikenal juga sebagai seorang mubaligh 10. Kelenteng Tek Hay Kiong (Sumber foto: ditegal.com) Kelenteng Tek Hay Kiong didirikan pada tahun tahun ke 17 pemerintahan Kaisar Dao Guang dari Dinasti QING (1837 M) oleh Kapiten Tan Koen Hway (Chen Kun Huai) bersama rekan-rekannya serta masyarakat Tegal. Berdasarkan prasasti yang ada, pembangunan Kelenteng Tek Hay Kiong ini dianggap sebagai restorasi yang pertama. Yang kemudian disusul oleh restorasi kedua pada dilaksanakan pada tahun 1897, ketiga tahun 1957 dan restorasi keempat dilaksanakan pada tahun 1982. 11. Bioskop Dewa dan Bioskop Dewi (Sumber foto: artonortega74.blogspot.co.id) Bioskop Dewa (Rex) dan Bioskop Dewi (Roxy) merupakan bioskop pertama yang hadir di Kota Tegal. Bioskop Dewa dibangun di sebelah selatan alun-alun Kota Tegal sedangkan Bioskop Dewi dibangun di sebelah utara alun-alun. Tidak ada catatan yang jelas, di antara kedua bioskop tersebut siapa yang paling duluan beroperasi. Namun diperkirakan kedua bioskop tersebut sudah berdiri sejak tahun 1930an. (Sumber: Artikel @Amieykha Foto wovgo.com)
...more

2024 Gass! Ini Dia 4 Tren Pariwisata Yang Bakal Jadi Booming

TripTrus.Com - Bro, 2024 nih, pariwisata lagi seru banget, loh! Ada empat tren yang diprediksi bakal jadi hits abis. Dengerin deh prediksinya dari Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesodibjo. Pertama, ada yang namanya "Deep and Meaningful," bro! Jadi, tempat wisata yang ngasih pengalaman bermakna bakal jadi primadona. Salah satunya, Candi Borobudur. Lu bisa dapetin kekayaan budaya dan cerita seru di balik kemegahan candi itu, bikin liburan lo nggak terlupakan.       View this post on Instagram A post shared by @itsyooshot Terus, yang kedua, "Business and Leisure." Karena pandemi, kerja remote udah jadi hal biasa. Nah, sekarang banyak yang bisa kerja sambil liburan, salah satunya di Labuan Bajo. Keren, kan? Selanjutnya, "Wellness Experience." Kesehatan lagi jadi perhatian banget, jadi tempat wisata yang tawarin pengalaman kesehatan bakal dicari. Di Indonesia, misalnya, ada KEK Sanur buat tujuan wisata kesehatan. [Baca juga : "Yo, Guys, Februari 2024, F1 Powerboat Bakal Bikin Geger Pariwisata Sumut!"] Terakhir, yang keempat, "Tempat Shooting Film." Tempat yang jadi lokasi syuting film atau serial bakal jadi tren. Pemandangan keren dari tempat wisata itu bisa jadi promosi buat kawasan wisata. Salah satu contohnya, kawasan Danau Toba, bro! Jadi, itu dia nih tren pariwisata yang bakal jadi hits di 2024. Keren-keren, kan? Mau nyobain yang mana dulu? (Sumber Foto @fshion_1214_) 
...more

5 Tempat Wisata Sejarah Di Karawang Yang Wajib Dikunjungi

TripTrus.Com - Selain dikenal dengan destinasi wisata alamnya, Kabupaten Karawang ternyata memiliki banyak tempat wisata sejarah yang penting untuk dikunjungi. Ketika hari kerja maupun menjelang libur akhir pekan bersama keluarga, tidak ada salahnya berkunjung ke beberapa tempat wisata bersejarah yang sudah dirangkum Redaksi portaljabar.net dari berbagai sumber berikut ini: 1. Monumen Rawagede       View this post on Instagram Monumen Rawagede . Sudah beberapa kali mendengar cerita tentang Monumen Rawagede, and finally I visited it, one of historical tourism destination in Karawang. Pak Sukarman yang merupakan sejarawan Karawang sekaligus guide disini, senantiasa menceritakan secara detail kisah dibalik Monumen Rawagede ini. Selalu senang belajar sejarah dengan beliau. . Kalau kamu berkunjung kesini dan belum puas dengan penjelasan guidenya, kamu bisa membeli CD dan buku terkait Peristiwa Rawagede karangan pak Sukarman.😊 - Diabadikan oleh @novrianh #MokaKarawang #VisitKarawang #HayuKaKarawang #Karawang #ExtraordinaryKarawang A post shared by Nunung Nurhayati Suwanda (@nunungns) onOct 25, 2018 at 7:01pm PDT Tempat wisata sejarah ini berada di Jl. Monumen Rawagede, Desa Mekarjaya, Kecamatan Rawamerta. Monumen Rawa Gede ini ditujukan untuk mengenang korban sipil yang dibunuh tentara Belanda. Pada dasarnya monumen ini adalah sebuah taman makam pahlawan dan korban kejahatan perang melawan kekejaman penjajah Belanda. Kita dapat mengunjungi objek wisata ini dengan mudah karena letaknya yang berada di tepi jalan. 2. Monumen Kebulatan Tekad       View this post on Instagram 🇮🇩🇲🇨 A post shared by BUNENG♡ (@shanty_nuravianti) onMar 19, 2019 at 8:57am PDT Monumen Kebulatan Tekad berada di Jl. Raya Rengasdengklok, Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok. Monumen ini hanya menempati area seluas 1500 meter persegi. Namun begitu, suasana asli klasik tempo dulu masih dipertahankan. Monumen perjuangan ini didirikan untuk mengenang sejarah awal proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Untuk mengunjungi monumen ini kita dapat menggunakan bantuan GPS pada kendaraan pribadi atau ponsel. Antau kita bisa dengan memanfaatkan kendaraan umum yang tersedia. 3. Situs Candi Jiwa       View this post on Instagram Mencari ketenangan jiwa di candi jiwa wkwk A post shared by fakhri akmalluddin (@fakhriakmaludin) onJun 29, 2016 at 5:39am PDT Lokasi tempat wisata sejarah ini berada di Desa Segaran, Kecamatan Batujaya, Karawang. Selain dapat melihat situs Candi Jiwa di Karawang ini, kita juga akan disuguhi pemandangan sawah yang terhampar. Ini karena situs Candi Jiwa ini terletak di tengah sawah. 4. Rumah Rengasdengklok       View this post on Instagram CNY di rumah Popo-Kungkung 💕 * * #family #familypic #familyphoto #chinesenewyear #imlek #gongxifacai #EugenioJaden #EmerickJenssen #doubleJ #Jbrother #JadenJenssen #EJF #rengasdengklok #rumahsejarah #rumahsejarahrengasdengklok #babadjiauw #djiauwkiesiong A post shared by Grace Julian Sari (@grajuls) onFeb 18, 2018 at 5:03am PST Rumah Sejarah Djiauw Kie Siong adalah rumah yang persinggahan Soekarno dan Hatta. Ketika itu keduanya dibawa ke Rengasdengklok oleh pemuda dari Perkumpulan Menteng 31 seperti Wikana, Aidit, dan Soekarni. Peristiwa tersebut terjadi pada 16 Agustus 1945 pukul 04.00 WIB agar Soekarno dan Hatta dapat mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. [Baca juga : "10 Candi Termegah Di Indonesia, Yuk Dikunjungi!"] 5. Bendungan Walahar       View this post on Instagram Lah walahar. A post shared by MUHAMMAD RIFQI MUNAWWAR | MRM (@sakiwjr) onApr 16, 2017 at 1:53am PDT Bendungan Walahar terletak di Desa Walahar Kecamatan Ciampel. Tempat ini digunakan sejak tanggal 30 November 1925. Dibangun pada masa penjajahan Belanda, dimana dalam pembangunannya mengandalkan tenaga pribumi. Maka tidak heran jika arsitekturnya mengingatkan kita pada bentuk bangunan sisa penjajahan Belanda lainnya yang masih bisa kita temui di berbagai pelosok tanah air. Bendungan yang membagi air Sungai Citarum ini difungsikan untuk mengatur debit dan sirkulasi air dalam mengairi areal pesawahan di Karawang seluas ±87.507 ha. (Sumber: Artikel portaljabar.net Foto id.wikipedia.org)
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography

Upcoming Trips

Trekking Gunung Papandayan
13 - 14 Nov 2026
Dataran Tinggi Dieng
13 - 15 Nov 2026
Sunan Ibu & Explore Braga
13 - 14 Nov 2026
Trekking Gunung Galunggung
13 - 14 Nov 2026
×

...