TripTrus.Com - Keberadaaan transportasi kereta api di Indonesia telah hadir jauh sebelum negara ini merdeka. Kehadiarannya di Indonesia pertama kali ditandai dengan pembangunan jalur kereta api di desa Kemijen pada Juni 1864, oleh Gubernur jenderal Hindia Belanda, L.A.J Baron Sloet van den Beele. Jalur yang dibangun sepanjang 26 km menuju desa Tanggung kemudian dibuka untuk umum pada Agustus 1867.
Keberhasilan pembangunan jalur kereta pertama di Indonesia tersebut kemudian menginspirasi hadirnya berbagai jalur kereta lain, bahkan tak hanya di Jawa, pembangunan jalur kereta api juga dibangun di berbagai pulau lain. Merunut sejarah panjang perkeretaapian di Indonesia, tak heran jika di berbagai kota di Indonesia terdapat bangunan stasiun yang tak hanya indah, tapi juga menyimpan segudang cerita sejarah.
Tim Liputan6.com telah memilih 6 stasiun di berbagai daerah yang memiliki bentuk bangunan art deco peninggalan Belanda. Melansir dari situs resmi PT KAI, berikut stasiun tersebut:
Stasiun Solo Jebres
"Solo Jebres Station & Mt.Lawu" #solo #stasiun #solojebres #kai #keretaapi #indonesianrailway #indonesia #jawa #jawatengah #centraljava #java #gununglawu #photographer #lawu #sunrise #morningglory #nikonindonesia #nikon #iamindonesia #iamnikon
A post shared by Photographer (@yansantoso) onMay 10, 2017 at 4:59am PDT
Solojebres merupakan stasiun kereta api yang terletak di Jalan Ledoksari No 1, Purwadiningratan, Jebres, Surakarta. Stasiun ini didirikan oleh Staatsspoorwegen di tahun 1884, yang kini menjadi stasiun heritage, bangunan cagar budaya yang dilindungi dan dilestarikan pemerintah. Stasiun Solo Jebres dahulu merupakan stasiun besar yang menjadi pemberhentian semua kereta api ekonomi yang ada di Indonesia.
Stasiun Bogor
Dibalik kesibukannya melayani penumpang, stasiun Bogor ternyata menyimpan sejarah panjang perkeretaapian di Indonesia. Dibangun pada 1881, stasiun yang berada pada ketinggian 246 meter di atas permukaan laut ini tiap hari melayani ribuan penumpang commuter line.
Stasiun Belawan
Bagian sisi stasiun arah pelabuhan Belawan (8/12) #kalogers #visitmedan #itsheritage #stasiunbelawan #rameverywhere
A post shared by see ram (@kalog.palembang) onNov 7, 2016 at 10:19pm PST
NV Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) merupakan perusahaan kereta api milik swasta Belanda yang dibangun pada masa kolonial Hindia Belanda. Pembentukan DSM merupakan usulan Mr Cremer, manager perusahaan perkebunan tembakau bernama Deli Maatschappij . Dirinya menyarankan kepada pemerintah Hindia Belanda untuk membuka jalur kereta api yang memudahkan pengangkutan hasil produksi. Kemudian pada Januari 1883, dibangunlah jalan kereta api antara Belawan-Medan-Deli Tua-Timbang Langkat (Binjai).
Stasiun Padalarang
Stasiun Podo Larang
A post shared by Febrian Angga Prasetyo (@febrian_angga_prasetyo) onDec 11, 2017 at 2:59am PST
Stasiun ini dibangun bersamaan dengan pembangunan jalur kereta api tahap ketiga yang menghubungkan Cianjur dan Bandung pada 1884. Dibangun dengan sentuhan art deco yang kental, bagian atap stasiun ini dibentuk sangat tinggi dan bertembok tebal. Keunikan lainnya yang dapat ditemui di stasiun ini adalah ditemukannya jendela-jendela besi dan brangkas. Dibangun oleh perusahaan Staatspoorwagen, lokasi stasiun ini berada di Kota Cianjur dan dikelilingi oleh pertokoan dan pemukiman padat.
Stasiun Tuntang
Turing #tendbir ke #kedungjati #bringin #tuntang. Seru-seruan sama teman-teman. Gak kebut-kebutan kok. Yakin deh. #focusbikes #izalcomax #cycling #cyclist #gowes #outsideisfree @tendbircyclingclub_semarang @bikeaholic_smg
A post shared by Aryanto Nugroho (@arynugroho77) onDec 9, 2017 at 10:58pm PST
Meski memiliki ukuran yang kecil, stasiun Tuntang menyimpan cerita sejarah perkeretaapian yang panjang. Bangunan stasiun Tuntang hingga saat ini masih mempertahankan bentuk bangunan peninggalan dari peusahaan pemerintah Belanda, Nederlandsch Indische Spoorwe Maatsschappij dari tahun 1905. Stasiun ini hanya beroperasi hingga 1980-an, setelah jalur Ambawara – Kedungjati rusak dan ditinggalkan penumpang. Namun saat ini stasiun Tuntang masih digunakan menjadi jalur persinggahan kereta wisata dari Museum Kereta Api Ambarawa.
Stasiun Sukabumi
Where the adventure begins... #sukabumi #stasiunsukabumi #oldbuilding #oldies
A post shared by Nova•M (@novamayliana) onJun 17, 2017 at 2:18am PDT
Setelah Nederlandsch Indische Spoorweg Maatscappij (NISM) berhasil membangun jalur kereta api Jakarta-Bogor pada 1873, pemerintah kolonial kemudian melanjutkan pembangunan jalur hingga sampai ke wilayah Priangan, Bandung, Sukabumi, dan Cianjur. Namun NISM menyatakan tidak sanggup membangun jalur kereta api tersebut karena harus membekah hutan di pegunungan Jawa barat. Proyek ini kemudian dilanjutkan oleh perusahaan kereta api negara staatspoorwegen, dan proyek pertam berhasil diselesaikan pada 1882. Bertepatan dengan tahun itu pula diresmikan pengoperasian staisun Sukabumi.
Stasiun Cianjur
(peserta 066) Stasiun kereta api Cianjur ➖ ➖ #cianjurbangetpc1 #landscapephotography #landscape #geonusantara #indonesia_photography #serikat_fi #instanusantara #visitcianjur #likeforlike @getinsta.official #thatsdarling #getinsta #repost #infocianjur #radarcianjur #moodgrams #moodphotography #expofilm #infopendaki #instagram #natgeo #nationalgeographic
A post shared by Cianjur.banget (@cianjur.banget) onNov 18, 2017 at 2:05pm PST
Stasiun Cianjur (CJ) merupakan stasiun kereta api kelas II yang terletak di Sayang, Cianjur. Stasiun yang terletak pada ketinggian +439 m ini termasuk dalam Daerah Operasi II Bandung. Stasiun ini dibangun oleh Staatsspoorwegen. Karena itu, bangunan stasiun mengadopsi bangunan yang bernuansa kental khas Eropa. Selain itu, bangunan Stasiun Cianjur termasuk bangunan tua yang dilindungi. (Sumber: Artikel bumn.go.id Foto jktjalanjalan)
...moreTripTrus.Com - Lembah Anai merupakan air terjun dan salah satu destinasi wisata di Sumatera Barat. Dengan ketinggian sekitar 35 meter ini biasa disebut oleh masyarakat sekitar dengan nama Aia Tajun atau Aia Mancua. Sumber air Lembah Anah berasal dari aliran Sungai Batang Lurah Dalam dari Gunung Singgalang. Lembah Anai juga berada dalam kawasan Cagar Alam Lembah Anai bagian barat, yang termasuk sebagai salah satu wilayah hutan lindung di Sumatera Barat.
Lembah Anai Waterfall #padang #waterfall #asusid #zenfonezooms_id #lembahanai
A post shared by MM Photography (@mas_emem) onDec 5, 2017 at 10:10pm PST
Lokasinya pun sangat strategis, dikarenakan Lembah Anai terletak tepat di pinggir jalan raya yang menghubungkan Kota Padang dengan Kota Bukittinggi, tepatnya di Nagari Singgalang, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar atau 60km dari Kota Padang.
There is waterfall was located in a valley on Tanah Datar regency, Padang, called Anai Valley or “Lembah Anai”, which was why the waterfall was called Lembah Anai Waterfall. www.butiktrip.com +6281213144604 butiktripinfo@gmail.com #tourprogram #travelagent #travelagents #travel #travelgram #touritinerary #wonderfulindonesia #traveller #travelling #tourpackage #gotouring #travelgrams #culturetrip #aseantourism #japantourist #japanesetraveler #singaporetour #singaporetraveler #singaporetravelagent #europeantraveler #butiktrip
A post shared by BUTIKTRIP (@butiktrip) onNov 16, 2017 at 3:05pm PST
Tidak jauh dari Lembah Anai terdapat jembatan kereta api peninggalan zaman Belanda. Bisa dibilang lokasi ini merupakan lokasi terbaik untuk menikmati kesejukan pesona Lembah Anai. Disarankan bagi para wisatawan untuk tidak berkunjung pada periode penghujan, dikarenakan volume air Lembah Anai akan meningkat dan sangat berbahaya untuk dikunjungi.
Jadi bagi kalian yang sedang berkunjung ke Kota Padang atau Bukittinggi, tidak ada salahnya untuk singgah sebentar menikmati kesejukan salah satu destinasi wisata Sumatera Barat ini! (Sumber: Artikel/Foto @Amieykha)
...moreTripTrus.Com - Bali memang selalu punya acara-acara seru yang sayang banget buat dilewatkan. Makanya, buat kalian yang suka sensasi-sensasi unik dan ingin merasakan budaya keren, ada tiga event spektakuler yang wajib banget masuk dalam daftar agenda kamu. Simak yuk, apa aja event-event keren yang bakal bikin liburanmu makin berkesan!
1. Mekepung Cup: Lombok Barat Pamerkan Budaya Asli yang Keren Abis
Jelang tanggal 15 Oktober 2023, Jembrana bakal meriah banget nih. Ada event seru namanya Mekepung Cup di Jembrana. Acara ini nggak cuma seru, tapi juga punya misi penting, yaitu melestarikan budaya asli Jembrana yang nggak bisa ditemui di tempat lain, bro!
Festival Mekepung Cup ini dibuat khusus buat ngejaga budaya leluhur yang ada di Jembrana. Gak hanya buat hibur-hiburan aja, tapi juga jadi wahana buat memastikan bahwa warisan budaya ini tetap hidup dan terjaga di hati masyarakat Jembrana.
Selama acara ini berlangsung, kamu bakal diajak merasakan serunya balapan kerbau yang menegangkan. Iya, beneran, balapan kerbau! Asyik banget lihat kerbau-kerbau gagah berani ngebut di lintasan sambil didukung sorak-sorai penonton yang super excited. Jangan sampai ketinggalan momen seru ini, ya!
Selain balapan kerbau, Mekepung Cup juga menghadirkan pameran dan beragam aktivitas menarik lainnya. Jadi, selain merasakan aksi seru dari kerbau-kerbau keren, kamu juga bisa ikutan meresapi kebudayaan Jembrana melalui berbagai kegiatan seru lainnya.
2. Bali Roller Marathon: Eksplorasi Asyik di Atas Roda
Siap-siap, tanggal 1 November 2023, Denpasar bakal heboh lagi. Persosi menggelar Bali Roller Marathon, acara keren buat kamu yang doyan sepatu roda dan skate. Acara ini bukan cuma lomba biasa, tapi juga ajang seru buat menjalin persahabatan baru sambil memperbaiki skillmu di atas roda.
Kota Denpasar bakal dipenuhi peserta dari berbagai penjuru, jadi kamu bisa kenalan dengan skate enthusiast lain yang mungkin bisa jadi teman baru sejalan. Buat kamu yang percaya diri dengan skillmu di atas sepatu roda, ini saatnya buktikan kebolehanmu. Slalom, race, atau sekadar mengejar teman di jalur bebas, semua serunya bisa kamu rasakan di sini.
Persosi sudah menyiapkan hadiah-hadiah menarik untuk para peserta, mulai dari uang tunai hingga merchandise kece. Jadi, ini bukan hanya tentang skill, tapi juga tentang keberuntunganmu. Jangan sampai ketinggalan untuk mendaftar, ya!
[Baca juga : "Seru-Seruan Di Besakih Festival Dan Buleleng Creative Movement!"]
3. Festival Mekepung Lampit: Temukan Akar Tradisi Jembrana
Tanggal 5 November 2023, Festival Mekepung Lampit di Kota Jembrana siap mengajakmu merasakan tradisi khas daerah ini. Ini bukan cuma tentang hiburan semata, tapi juga tentang menjaga dan melestarikan tradisi leluhur kita.
Kamu bisa menikmati pacuan kerbau yang spektakuler dan berpartisipasi dalam usaha melestarikan kerbau dan sapi Bali, yang tak lekang oleh waktu dalam identitas daerah kita. Festival ini cocok buat kamu yang sudah mencintai budaya atau yang ingin menjelajah akar tradisi baru.
Jadi, catat tanggalnya dan siap-siap untuk merapat ke Kota Jembrana pada tanggal 5 November 2023. Jangan lupa ajak teman-temanmu biar seru acaranya! (Sumber Foto nusabali.com)
...moreTripTrus.Com - Menurut survey terkini yang dilakukan oleh situs expedia, generasi millenial lebih memilih melakukan liburan ke tempat baru daripada membeli mobil. Mereka yang lahir antara tahun 1982 dan 1999 ini lebih ingin berpetualang dan menikmati hidup, bahkan menunda untuk menikah, demi mendapatkan pengalaman di tempat baru. Beberapa hal ini lho yang dituding jadi penyebab kebiasaan mereka untuk traveling.
Maraknya Penggunaan Internet
Mudahnya mendapatkan akses internet membuat banyaknya situs-situs baru blog, forum maupun media sosial yang mengulas tempat-tempat wisata. Review yang ditulis dengan bahasa gaul dan foto-foto yang memanjakan mata mengundang pencinta petualang untuk ikut menjajal destinasi wisata yang unik dan eksotik.
Menyukai Risiko
Generasi millenial dikenal sebagai suka mengambil resiko. Mulai dari keuangan, relationship, hingga urusan pekerjaan pun terkadang dinomerduakan jika berhubungan dengan traveling. Nggak heran jika terkadang mereka punya pengalaman yang kurang menyenangkan sampai menantang maut.
Mencari Pengakuan
Maraknya media sosial saat ini membuat generasi millenial membutuhkan pengakuan dari ‘teman-teman’ maya yang mereka miliki. Secara nggak sadar, mereka berlomba-lomba mencari like atau follower dengan mengunggah foto liburan di media sosial. Tapi perilaku ini lebih banyak dijumpai di Asia, yang aura persaingan antar individu emang lebih ketat.
Ingin Mengenal Budaya Lain
Mengenal budaya lokal di tempat yang disambangi biasanya menjadi salah satu poin penting yang dicari oleh para generasi millenial. Ketimbang menggunakan travel agent, mereka lebih senang “nyasar” dan mendapatkan pengalaman bertemu penduduk asli, tanpa jadwal padat dan bujet terjangkau. Tata cara hidup sehari-hari dan kuliner lokal biasanya wajib dicicipi saat sedang traveling.
Ingin Menyendiri
Hidup di jaman modern yang penuh dengan tekanan dan kesibukan mudah membuat pikiran merasa stres. Melepaskan diri sejenak dari hiruk pikuk pekerjaan dan kehidupan dapat menyegarkan jiwa dan pikiran. Melihat pemandangan dan kebiasaan yang beda dari sehari-hari juga bisa membuka wawasan akan hal baru dan memberikan ide-ide segar.
Buat generasi millennial, liburan sudah jadi kebutuhan penting. Selain untuk tujuan refreshing, juga memberikan pengalaman hidup yang berharga. (Sumber: Artikel frameatrip.com Foto stylus.com)
...moreTripTrus.Com - Lombok tuh kayak lawan dari Bali yang sibuk, semuanya lebih santai dan adem ayem. Lo bisa eksplor pake sepeda, motor, atau jalan kaki, nikmatin air terjun, sawah-sawah hijau, dan desa-desa suku tradisional. Pantai-pantainya emang gak mulus kayak di brosur, pasirnya dari abu gunung berapi gitu.
Tapi, pemandangan Gunung Rinjani yang megah bikin semua itu worth it. Kalo lo nyari pasir emas buat nyelupin jari-jari lo, langsung cabut ke Gili Islands. Gili Meno dan Air yang deket sama Lombok emang cocok banget buat lo yang pengen liburan total relax, sementara Gili Trawangan lebih pas buat lo yang mau vibes party non-stop.
View this post on Instagram
A post shared by CANRO SIMARMATA (@canro.simarmata)
Kalo lo doyan mendaki, Gunung Rinjani nih spot yang pas buat lo. Lo bakal liat spiral asap dari Lembah Sembalun di kaki gunung. Di sana, sawah-sawah basah dan kebun sayuran bertebaran, dari stroberi sampai bawang putih.
Buat orang Sasak, lereng-lereng yang tertutup hutan hujan itu sakral banget, dan udah jadi trek favorit komunitas pendaki. Tapi jangan kira gampang ya, mendaki ke puncak kawah Rinjani butuh perjuangan. Ini gunung tertinggi kedua di Indonesia loh, dengan trek 25 kilometer yang licin dan curam. Siap-siap ngos-ngosan deh!
[Baca juga : "Bali, Lebih Dari Sekadar Pantai, Yuk Eksplor Sisi Lainnya!"]
Nah, buat lo yang suka suasana pantai, Gili Islands bakal jadi surga lo. Duduk santai di pasir putih Gili Meno, liatin awan-awan lewat di atas Laut Bali aja udah bikin lo rileks. Lo bisa snorkeling, berenang, atau cuma chill di bar tepi pantai sambil nunggu sunset.
Gili Trawangan emang tempatnya para backpacker yang doyan pesta, tapi kalo lo nyari ketenangan, masih ada kok spot-spot eksklusif di sana, tinggal pilih pantainya. Gilis Meno dan Air? Ini tempatnya buat lo yang mau bener-bener leyeh-leyeh, pas banget buat honeymoon atau liburan keluarga yang pengen total santai. Kalo lo suka yang kayak gini, Lombok dan Gilis ini liburan yang wajib lo coba! (Sumber Foto @heyiosononico)
...moreTripTrus.Com - Bro, lo yang rencana mau muncak ke Semeru awal Januari, better cancel dulu deh. Jalur pendakian Gunung Semeru bakal tutup sementara dari 2 sampai 16 Januari 2025. Alasan? Cuaca ekstrem yang bakal bikin lo nggak nyaman bahkan bahaya, kata Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraja.
View this post on Instagram
A post shared by Endy Langobelen (@endylangobelen)
"Kondisi cuaca di awal tahun 2025 diprediksi bakal ekstrem, jadi kita tutup dulu jalurnya biar aman," ucap si Pak Rudi pas di Malang, Senin. Pengumumannya udah resmi banget, keluar lewat Surat Nomor PG.12/T.8/TU/KSA.5.1/B/12/2024.
BTW, keberangkatan terakhir buat muncak tuh tanggal 31 Desember 2024, dan lo yang masih di atas kudu turun paling lambat 1 Januari 2025. "Ini buat antisipasi aja biar nggak ada hal-hal nggak diinginkan," tambah Pak Rudi, serius banget loh.
Eh, jangan sok rebel ya, dia juga wanti-wanti biar lo pada nggak coba-coba muncak ilegal. "Kami harap semua pengunjung patuh dan nggak maksa naik," katanya.
[Baca juga : "Liburan Januari Di Indonesia, Hujan-Hujan Asik Atau Skip Dulu?"]
Kabar lain, Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS, Septi Eka Wardhani, bilang kalo selama penutupan nggak ada tiket yang dijual. "Periode 2-16 Januari 2025 nggak ada yang booking tiket," katanya simpel.
FYI aja nih, Semeru tuh baru buka lagi 23 Desember 2024 setelah tutup lima tahun, bro. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni sendiri yang ngumumin pembukaan ini sehari sebelumnya. Tapi nggak bisa sembarangan loh, cuma boleh sampai Ranu Kumbolo dan itu juga kuotanya cuma 200 pendaki per hari. Plus, lo wajib bawa guide dari PPGST. Tiketnya? Online dong, nggak ada offline! Langsung aja ke https://bookingsemeru.bromotenggersemeru.org/kapasitas.
Jadi, buat lo yang ngebet banget muncak, better sabar dulu sampe cuaca normal lagi. Jangan nekat, bro. Safety first! (Sumber Foto @afisenafahmifikri_)
...moreTripTrus.Com - Deputi III Kantor Staf Kepresidenan Denni Purbasari mengatakan sektor pariwisata bisa menjadi primadona baru bagi perekonomian Indonesia. Sektor tersebut terus memberikan kontribusi positif. "Dalam banyak aspek, pariwisata bisa menjadi harapan Indonesia," katanya di KSP, Jakarta, Senin, 16 Oktober 2017.
Denni mengatakan indeks daya saing pariwisata Indonesia terus meningkat sejak 2013. Saat itu Indonesia berada di peringkat ke-70. Pada 2015, posisinya meningkatkan ke posisi ke-50 dan tahun ini berada di peringkat ke-42.
(Sumber: Artikel disbudpar.acehprov.go.id)
Dia menuturkan pemerintah melakukan beragam cara untuk mendorong sektor tersebut. Salah satunya meningkatkan pelayanan dan melakukan promosi destinasi wisata baru.
Pemerintah telah menetapkan 10 daerah wisata baru. Kesepuluh destinasi tersebut di antaranya Danau Toba di Sumatera Utara, Tanjung Kelayang di Bangka Belitung, Tanjung Lesung di Banten, Kepulauan Seribu di DKI Jakarta, dan Candi Borobudur di Jawa Tengah. Selain itu, Bromo-Tengger-Semeru di Jawa Timur, Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, dan Wakatobi di Sulawesi Tenggara.
Dari sisi devisa, sektor pariwisata menyumbang US$ 12 miliar pada 2016. Sebanyak 11 juta orang bekerja di sektor tersebut pada tahun yang sama. Jumlahnya kini tercatat meningkat menjadi 12 juta orang.
Kontribusi sektor pariwisata terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional tahun lalu sebesar 4,03 persen dan pada 2015 sebesar 4,25 persen. "Tahun ini kontribusinya 5,5 persen," ujar Denni.
Wisatawan mancanegara tercatat melakukan 10 juta kunjungan pada 2015 dan 12 juta kunjungan pada 2016. Sedangkan untuk wisatawan Nusantara tercatat melakukan 256 juta kunjungan pada 2015 dan 264 juta kunjungan pada tahun berikutnya. (Sumber: Artikel tempo.co)
...moreTebing-tebing cadas setinggi 100 hingga 500 meter itu berdiri tegak laksana benteng pelindung bagi warga yang tinggal di sekitarnya. Warnanya coklat kemerahan dengan sejumlah tumbuhan menggantung di beberapa bagian tebing. Di antara tebing-tebing yang berdiri kokoh itu terdapat celah berupa daratan dengan hamparan sawah menghijau. Warna hijau padi ibarat permadani di tengah bentangan batu-batu cadas yang menjulang menantang langit. Inilah Lembah Harau, satu tempat eksotik untuk menikmati panorama alam di Kabupaten 50 Kota. Apalagi dasar lembah ini juga dihuni sejumlah jenis binatang dan burung liar yang menambah suasana alami. Saya tidak takjub begitu megah karunia Tuhan untuk daerah ini.
Berada di Taman Wisata Lembah Harau, saya serasa terkepung oleh benteng alam yang kokoh. Apalagi jika berada di dasar lembah tidak lama setelah hujan turun. Pelangi yang diyakini banyak orang sebagai selendang bidadari akan melintas membentung satu garis melengkung di sekitar lembah. Suasana ini makin menakjubkan jika kita berada di sekitar air terjun yang banyak terdapat di lembah ini. Paling tidak ada sekitar lima air terjun yang menarik untuk dikunjungi sebagai bagian dari cara menikmati Lembah Harau. Dari cerita yang beredar di tengah penduduk, serombongan bidadari berbusana putih pernah turun ke Air Terjun Sarasah Bunta di tahun 2008.
Selain Sarasah Bunta, air terjun lain yang cukup terkenal adalah Akar Berayun, Sarasah Murai, dan Air Terjun Sarasa Luluh. Kita bisa memilih mana yang kita suka untuk dinikmati. Air Terjun Aka Berayun terletak di kawasan Aka Barayun yang cocok untuk wisata keluarga. Di sini sudah tersedia kolam renang dan bagian tebing-tebingnya menarik untuk olahraga panjat tebing. Empat air terjun lain yang berada di kawasan Sarasah Bunta juga tidak kalah menarik untuk didatangi. Kawasan ini paling dikenal memiliki nilai historis dan hal-hal yang penuh mitos. Tidak sedikit yang meyakini masing-masing air terjun memiliki khasiat. Bila anda ingin membaca lebih detail tentang artikel ini silahkan klik website dibawah ini.
Sumber: AMBOYINDONESIA pasaharau.com/lembah-harau-tempat-bidadari-turun-ke-bumi Foto:http://pasaharau.com
...moreTripTrus.Com - Bangsa Portugis adalah bangsa Eropa yang pertama kali menjejakkan kaki di pulau Jawa pada abad ke-16 dalam rangka pencarian pulau rempah-rempah yang legendaris. Walau mereka tidak mendominasi pulau Jawa, peninggalan mereka masih nyata terlihat yaitu 2 gereja portugis dan musik keroncong.
Keroncong adalah musik Indonesia yang dipengaruhi oleh musik asli Portugis yang bernama Fado, diperkenalkan oleh para pelaut dan budak dari kapal-kapal dagang di abad 16. Perjalanan musik ini dimulai dari Goa di India ke Malaka sampai Tugu.
Keroncong mendampingi Moresco, tarian yang mengandung pengaruh Spanyol yaitu seperti Polka namun dibawakan dalam gerakan yang lebih perlahan.
Pada proses akulturasi keroncong yang aslinya dimainkan dengan akat musik gesek, dalam perjalanannya ditambahkan dengan sentuhan flute dan gamelan. Di tahun 1960, Keroncong sekali lagi dipopulerkan oleh Jenderal Polisi Hugeng bersama band nya The Hawaiian Seniors yang terkenal pada masa itu, dengan menambah elemen tertentu dari the Moluccas dan Hawaii.
Bangsa Inggris yang sempat berkuasa dalam masa yang cukup singkat yaitu selama masa Gubernur Jendral Sir Stamford Raffles (1811-1815) juga meninggalkan gereja Anglican yang sampai sekarang masih berdiri di area Menteng. (Sumber: Artikel-Foto jakarta-tourism.go.id)
...more