TripTrus.Com - Nusa Penida Festival (NPF) bakal bikin heboh Pulau Nusa Penida, Klungkung, Bali, nih, pada bulan Oktober 2023. NPF ini comeback setelah tiga tahun ga ada gegara COVID-19.
Menurut jadwal Dispar Klungkung, Nusa Penida Festival bakal berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 5 sampai 7 Oktober 2023. Lokasinya di Lapangan Umum Sampalan, Nusa Penida, Klungkung.
View this post on Instagram
A post shared by ayupuspa17 (@ayupuspa11189)
Pertama, tanggal 5 Oktober 2023, ada pembukaan dengan acara ritual di Pantai Batununggul. Ritual ini diiringi Tari Pendet Pasepan yang ditarikan oleh 500 cewek dari Desa Sampalan. Selain itu, ada pameran UMKM, pementasan tari Bali, fashion show, bondres, dan musik.
Nah, tanggal 6 Oktober 2023, ada kegiatan bersih pantai, penanaman terumbu karang, pelepasan tukik, pementasan seni janger dan kecak (Jangecak) kolosal, juga hiburan dan pemeran.
Terakhir, tanggal 7 Oktober 2023, bakal ada perlombaan perahu tradisional dan banyak hiburan musik serta budaya lainnya.
Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, Ni Made Sulistiawati, cerita kalau acara ini bakal ngefokusin kebangkitan pariwisata setelah pandemi dan kunjungan wisata ke Nusa Penida yang mulai ramai lagi dari April 2023. Ada upacara pakelem dan doa buat lancarin acara, sekaligus buat bersyukur atas perkembangan pariwisata Nusa Penida setelah COVID-19. Ritualnya akan diikuti oleh 500 penari dari Desa Adat Dalem Setra Batununggul.
NPF juga bakal diselingi dengan musik, pembersihan pantai, lomba perahu layar, dan senam zumba. Duit yang disiapin buat acara ini sekitar Rp 700 juta dari APBD Klungkung.
Pastinya, rangkaian acara ini bakal bawa banyak turis ke Nusa Penida. Selain promosi dari Dispar Klungkung, agen perjalanan wisata juga diharapkan ikut andil dalam acara ini.
Nusa Penida Festival udah digelar sejak tahun 2014 saat waktu kunjungan wisata lagi pada puncaknya. Tempat dan waktunya bakal pindah-pindah antara tiga pulau di Nusa Penida (Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan).
[Baca juga : "9 Event Besar Di Jawa Timur Oktober 2023"]
NPF udah masuk dalam kalender wisata nasional juga, jadi satu dari tujuh event di Bali, Karisma Event Nusantara (KEN) tahun 2023. Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, udah launch event ini.
Ini bener-bener jadi promosi buat wisata, dengan menghormati warisan budaya para leluhur dalam ngelola wilayah pesisir dengan kearifan lokal, budaya seni tetep terjaga, dan perekonomian serta kemasyarakatan yang tumbuh terus.
Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, bilang promosi pariwisata lewat Nusa Penida Festival udah bawa perubahan besar di Nusa Penida. Makanya, di gelaran Nusa Penida Festival tahun ini, ada pertunjukan keren banget, yaitu tarian kecak dan janger kolosal yang ceritanya tentang pembelajaran dari manusia pasca COVID-19. Mereka bakal tampil dengan mencampurkan Tari Sanghyang, yang khas dari Nusa Lembongan. (Sumber Foto @genpi_id)
...moreTripTrus.Com - Proklamasi. Dari Jakarta, lalu disebarkan ke seantero negeri. Tercetuslah Indonesia sebagai sebuah negara yang bebas merdeka. Perjalanan proklamasi Indonesia memang sangat menarik diikuti. Ada banyak tempat wisata sejarah yang menceritakan perjuangan bangsa Indonesia. Menariknya, tempat-tempat tersebut berlokasi tak jauh dari Jakarta. Berikut 5 tempat wisata sejarah proklamasi Indonesia.
1. Rumah Rengasdengklok
Rumah ini merupakan saksi perjuangan proklamasi karena dijadikan tempat Soekarno-Hatta disembunyikan oleh golongan muda yang mendesak untuk segera diumumkan kemerdekaan Indonesia. Rumah ini dianggap aman karena saat itu Rengasdengklok merupakan wilayah kekuasaan tentara Peta dan jauh dari kekuasaan Jepang. Rumah ini milik Djiaw Kie Siong, seorang penduduk lokal yang sehari-hari bekerja sebagai petani. Di sini masih ada dipan asli yang digunakan untuk tidur Bung Hatta. Sementara itu, dipan milik Soekarno sudah dibawa ke Bandung.
Alamat: Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 33, Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat 41352 Jam buka: pukul 09.00–16.00 WIB
2. Monumen Kebulatan Tekad
Monumen yang dibangun pada 1950 ini dimaksudkan untuk memperingati peristiwa Rengasdengklok, peristiwa saat golongan muda dan tua sepakat memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Lokasi ini awalnya berdiri markas Peta. Di belakang tugu ada relief yang menceritakan peristiwa kemerdekaan. Menariknya, saat itu tugu ini dibangun dengan biaya Rp 17.500. Setiap tahun, pada 16 Agustus, tempat ini selalu diadakan acara renungan malam.
Alamat: Jalan Raya Tugu Proklamasi, Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat Jam buka: 24 Jam
3. Museum Perumusan Naskah Proklamasi
Museum ini awalnya milik seorang petinggi militer Jepang Laksamana Tadashi Maeda. Soekarno dan Hatta yang dijemput oleh Ahmad Subardjo dari Rengasdengklok langsung ke rumah ini untuk melakukan perumusan teks proklamasi. Rumah ini dianggap aman karena Maeda merupakan sahabat Subardjo. Sebagai petinggi militer, rumah ini aman dari pengaruh dan pengawasan angkatan darat Jepang.
Alamat: Jalan Imam Bonjol Nomor 1, RT 009, RW 004, Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10310
4. Taman Proklamasi
Taman ini mempunyai sejumlah monumen penting. Di antaranya, patung proklamator Indonesia, Soekarno dan Moh Hatta; replika naskah proklamasi; dan tugu peringatan satu tahun kemerdekaan Indonesia. Berdekatan dengan patung para proklamator, menjulang Tugu Petir. Tugu Petir tak kalah monumental. Di sisi Tugu Petir ini, proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan pada 17 Agustus 1945 oleh Soekarno.
Alamat: Jalan Proklamasi, RT 010 RW 002, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta Jam buka: Pukul 05.00–21.00 WIB
5. Radio Republik Indonesia
RRI punya peranan penting menyebarkan kabar proklamasi. Tepat pukul 19.00 WIB, teks proklamasi dari kantor berita Domei (sekarang Kantor Berita Antara) sampai di tangan Yusuf Ronodipuro, Bachtiar Lubis, dan Suprapto. Mereka penyiar radio Hoso Kanri Kyoku (Sekarang RRI). Dari situ, RRI memiliki peran awal untuk menyebarkan berita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Saat ini, RRI masih mengudara dan tetap hadir untuk memberikan informasi berita kepada masyarakat.
Alamat: Jalan Medan Merdeka Barat 4–5, Gambir, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10110. Jam buka: Tidak terbuka untuk umum (Sumber: Artikel-Foto klasika.kompas.id)
...moreTripTrus.Com - Lu dan doi suka tantangan dan pengen naikin adrenalin pas lagi liburan berdua? Tempat-tempat keren di alam Sumatera Utara bisa jadi pilihan seru buat bulan madu yang penuh petualangan. Gak cuma satu atau dua tempat doang, Bro-sis bisa coba macem-macem aktivitas keren di lima spot wisata alam terbaik di Sumatera Utara.
View this post on Instagram
A post shared by Annur Suci (@annur_suci)
1. Nge-Trekking ke Bukit Simarjarunjung
Buatin pemanasan buat bulan madu yang full petualangan, mulai aja dengan nge-trekking ke Bukit Simarjarunjung. Pemandangan hijau bakal nemenin sepanjang perjalanan. Pas udah sampe puncak, lu dan doi bakal dihadapin sama panorama Danau Toba yang luar biasa. Luasnya persawahan hijau, kebun teh, dan kebun kopi nambahin romantis banget.
Eh, buat yang mau bulan madu lancar, pastiin kondisi badan lu oke dan dateng pas lagi cuaca cerah!
2. Eksplorasi Surga Tersembunyi di Tangkahan
Pastiin banget momen bulan madu lu sama doi ga bakal dilupain seumur hidup. Nah, Tangkahan, The Hidden Paradise in Sumatera, bisa jadi jawaban yang pas. Destinasi wisata unik di Sumatera Utara ini punya konsep ekowisata. Ajak doi buat ikutan aktivitas seru di Tangkahan, kayak mandiin gajah, trekking di Hutan Tangkahan, patroli hutan sama gajah jinak, sampe berendam air hangat di Pemandian Air Panas Gelugur.
3. Coba Adrenalin dengan Arung Jeram di Sei Bingei
Lu suka sama aktivitas air yang ekstrem? Ayo, langsung aja ajak doi buat merasakan sensasi main arung jeram di Sei Bingei. Arusnya masih lumayan santai, jadi buat yang baru nyobain juga bisa. Durasinya sekitar 3 jam. Selain air sungainya yang jernih, pemandangan hijau sepanjang sungainya juga keren banget.
[Baca juga : "Target Ngebet, Indonesia Incar 1,5 Juta Turis Tiongkok Di 2024 Dengan 13 Penerbangan Super Gokil!"]
4. Kenalan Sama Orang Utan di Bukit Lawang
Ketemu orang utan di kebun binatang rasanya mainstream banget, kan? Bawa pasangan lu buat pengalaman baru dengan jalan-jalan ke hutan buat liat orang utan di Bukit Lawang, Sumatera Utara. Kalo beruntung, bisa juga ketemu sama satwa liar langka lain yang belum pernah lu liat. Ada langur, siamang, simpai, kukang, dan masih banyak lagi. Kalo masih ada waktu, ajak juga pasangan lu buat seru-seruan lagi dengan naik ban karet di Sungai Bahorok.
5. Eksplor Keindahan Danau Toba
Tempat wajib buat bulan madu di Sumatera Utara pastinya Danau Toba. Bareng pasangan, lu bisa nge-trekking ke beberapa bukit di sekitarnya dan explore spot-spot keren buat liat Danau Toba dari sisi yang beda. Yang paling populer dan gampang aksesnya tuh Bukit Holbung. Kalo mau yang lebih challenging, Puncak Gunung Pusuk Buhit pilihannya. Pengen nikmatin keindahan Danau Toba sambil main paralayang? Coba ke Huta Ginjang deh! (Sumber Foto @lodisey)
...moreTripTrus.Com - Sepanjang wilayah Pantai Utara Timur dari Demak-Kudus hingga ke Jawa Timur dikenal sebagai daerah-daerah persinggahan para Walisongo untuk menyebarkan agama Islam. Tak heran, jika budaya dan sisa-sisa peninggalan sejarah Islam masih melekat di daerah tersebut.
Seperti di Kota Kudus, terdapat makam Sunan Muria dan Sunan Kudus, sebagai penyebar agama Islam yang sampai sekarang makamnya banyak dikunjungi peziarah. Dengan kehadiran dua tokoh tersebut, banyak meninggalkan kisah dan artefak kebudayaan Islam yang masih dapat dijumpai di sejumlah tempat. Salah satunya peninggalan masjid-masjid yang memiliki sejarah panjang. Berikut 5 masjid tua bersejarah di Kudus yang bisa menjadi pengingat dan bahan pelajaran generasi saat ini.
1. Masjid At Taqwa Sunan Kedu
Pada tahun 1576 M Sunan Kedu sudah berada di Kudus dan sangat gigih menyebarkan syiar Islam dan pemerintahan mengingat pada saat itu Sunan Kedu dipercaya Kesultanan Demak menjadi Tumenggung/Wedono. Tahun 1599 M, Sunan Kedu mendirikan Masjid At–Taqwa bertepatan dengan hari Jumat Pahing dengan dibantu para santri dan juga Kanjeng Sunan Kudus selama 3 minggu. Dilengkapi batu alam yang dikenal ” Watu Kenong ” khusus bermunajat dan berdoa khusus Syeih Abdul Basir. Saat ini batu tersebut berada di belakang masjid. Sebagai tempat ibadah tempat itu juga dilengkapi sumber mata air kehidupan dan sebagai tempat berwudhlu yang dinamakan “Mbelik Sumber Joyo” atau menurut masyarakat sekitar disebut Mbelik Pundung. Keberadaan Sunan Kedu akhirnya beliau wafat pada tahun 1612 M dan dimakamkan di area masjid yang terletak di sebelah Barat. Lalu di sebelah Barat dari makam beliau adalah makan Siti Nadhiroh dan Dewi Maryam yang merupakan putri beliau.
2. Masjid Sunan Muria
View this post on Instagram
A post shared by KUDUS JOURNEY🇮🇩 (@kudusjourney) onOct 31, 2019 at 10:43pm PDT
Tidak banyak sumber yang menjelaskan tentang kapan Sunan Muria yang bernama asli Raden Umar Said ini lahir dan membangun masjidnya tersebut, karena di antara para Walisongo. Sunan Muria adalah wali yang paling sedikit penjelesan biografinya dalam catatan sejarah. Masjid ini diperkirakan dibangun pada masa hidup Sunan Muria yaitu sekira abad ke-15 hingga 16 M. Masjid menjadi simbol dakwah Sunan Muria di lereng Gunung Muria, dalam mendakwahkan Islam kepada masyarakat sekitar yang pada waktu itu banyak yang memeluk Hindu dan Budha. Pemilihan Gunung Muria sendiri disebut sebagai salah satu bagian dari identitas dan sifat Sunan Muria, yang tidak suka dengan popularitas, sehingga beliau memilih berdakwah di lereng Gunung Muria. Masjid yang menjadi salah satu situs penting sejarah Islam di Indonesia ini, berada di ketinggian 1.600 meter. Masjid ini telah dipugar beberapa kali, sehingga sudah tidak terlihat sebagai bangunan tua dan asli. Hanya beberapa bagian saja yang masih nampak asli sampai sekarang.
3. Masjid Wali Jepang (Al Makmur)
View this post on Instagram
A post shared by edy kurniawan (@idiwaekey) onJul 8, 2016 at 5:15pm PDT
Dahulu Desa Jepang adalah sebuah rawa yang besar, di rawa itu Aryo Penangsang sering menambatkan perahunya, setelah menempuh perjalanan dari Kadipaten Jipang (sekarang wilayah Kabupaten Blora) untuk menuju Pondok Pesantren Sunan Kudus untuk menimba ilmu agama. Sunan Kudus yang mengetahui kebiasaan dari muridnya tersebut, membuat Sunan Kudus iba dan kemudian mendirikan sebuah Masjid di lokasi itu, sebagai tempat ibadah dan istirahat sang murid. Proses pembangunan Masjid yang dilakukan Sunan Kudus, akhirnya dilanjutkan oleh Aryo Penagsang sekitar abada ke-16 M. Selanjutnya, Masjid yang dikerjakan guru dan murid itu diberi nama Masjid Wali karena memiliki Soko Papat (terbuat dari kayu utuh) seperti masjid-masjid yang dibangun oleh para wali. Selain itu, masjid Wali Al Makmur ini memiliki gapura seperti Masjid Menara Kudus. Berdasarkan prasasti yang ada, pemberian imbuhan nama Al Makmur oleh seorang Ulama dari Desa Karangmalang, yang benama Sayyid Dloro Ali pada tahun 1917 M.
[Baca juga : "5 Masjid Tertua Dan Bersejarah Di Kudus - Part 1"]
4. Masjid Jami' Manarul Huda
Masjid Jami’ Manarul Huda adalah masjid tertua yang berdiri di Dukuh Baran-Kiringan Desa Samirejo Dawe. Sebuah warisan nenek moyang yang dibangun pada masa hidup Mbah Kyai Abdullah ‘Asyiq bin Abdussyakur atau lebih akrab masyarakat menyebutnya dengan julukan ‘Mbah Kyai Udan Panas’. Beliau diyakini sebagai orang pertama yang singgah di Desa Baran, pada waktu itu Beliua 'babat alas' tak kenal lelah walau saat teriknya panas matahari dan hujan sekalipun Beliau tetap tegar demi misinya menyebarkan agama islam diwilayah tersebut. Masjid Manarul Huda sendiri mempunyai icon menara yang khas tampak seperti bangunan kuno menyerupai menara pada Masjid Menara Kudus. Masjid ini berkali-kali mengalami pemugaran,dimana renovasi terahir dilakukan pada tahun 1993-1994 yang dicanangkan oleh KH. A. Musa Maulani MA dan diresmikan pada tahun 1995. Masjid ini mempunyai management yang cukup solid dan mengalami kemajuan pesat di era moderen ini.
5. Masjid Baitul Azis Hadiwarno
Desa Hadiwarno memiliki cagar budaya berupa masjid peninggalan Walisongo yaitu Masjid Baitul Aziz. Kebaradaan Masjid ini menjadi bukti akan perjalan dakwah Walisongo dalam mensyiarkan agama Islam di tanah Jawa. Masjid tersebut dibangun pada abad ke-16 M zaman wali, terbuat dari batu bata merah kuno dengan luas bangunannya yaitu 150m persegi. Masjid ini termasuk peninggalan masa sunan Kudus ketika beliau sedang berada di Kudus. Pada masjid ini terdapat Gapuro Padurekso dengan panjang 3 m, lebar 176 cm, dan tinggi 270 cm. Ditengah gapuro terdapat pintu jati dan bagian atas pintu terukir Tri Sula Naga, Tri Sula Naga merupakan bahasa Sansekerta, dimana Tri berarti tiga, Sula berarti enam dan Naga berarti delapan atau secara keseluruhan diartikan sebagai tahun 836 Hijriah dalam kalender Islam. Gaya bangunan Padurekso merupakan campuran dari dua kebudayaan yaitu antara Hindu dan Islam. Arsitekturnya seperti Masjid Agung Demak, dimana tiap penyangga terdiri dari 4 soko dilandasi dengan umpak batu. (Sumber: Artikel isknews.com, alif.id, irmamadagroup.wordpress.com, hadiwarnokudus.blogspot.com Foto betanews.id)
...moreTripTrus.Com - Ibarat gula tanpa garam, liburan tak sekalian jelajah kuliner terasa kurang. Apalagi jika kulinernya nikmat dan susah ditemukan di tempat lain. Seperti di Cianjur yang memiliki kuliner unik dan tak mudah ditemukan di tempat lain. Beberapa di antaranya juga menjadi oleh-oleh yang diincar banyak wisatawan. Lalu, apa saja kuliner khas Cianjur yang unik dengan rasa menggigit ini? Yuk, simak daftarnya.
1. Tauco Cap Meong
Tauco cap meong #tauco #taucocapmeong #cianjur #food #traditional
A post shared by Cynthia.Vienna (@viennathepooh) onSep 30, 2016 at 7:57pm PDT
Liburan ke Cianjur, terasa kurang jika belum mampir ke Toko Tauco Cap Meong. Tempat ini memang tidak menyediakan menu makanan siap saji. Namun, ada sebotol tauco atau bumbu dari kedelai yang siap dibawa pulang. Kemasannya juga beragam, dari botol kecil hingga ukuran besar. Meski banyak sekali bumbu cepat saji yang lebih kekinian, tauco ini tetap bertahan. Bahkan difavoritkan karena rasanya tak berubah. Hal ini tidak lain karena proses memasaknya yang tak pernah berubah sejak pertama dibuat di tahun 1880-an.
2. Geco
Asiknya makan GECO, makanan khas Cianjur yg diminati berbagai kalangan. Yu makan GECO, mumpung masih weekend. Seperti apa rasanya... Simak videonya di channel youtube cianjur on "GECO MAKANAN KHAS CIANJUR BELINYA NGANTRI" #geco #gecocianjur #tauco #taucocianjur #cianjuron #cianjuronesia #cianjurnyakitakita #makanankhascianjur #makanankhasnusantara #makanantradisional #makananjadul #oleh-olehcianjur #makanandicianjur #kulinercianjur #makananorangcianjur #katuanganurangcianjur
A post shared by infocipunjur (@infocipunjur) onMar 17, 2018 at 8:30pm PDT
Jika tak sabar untuk menikmati tauco khas Cianjur di rumah, cobalah menyantap geco. Makanan ini terdiri dari tauco, tauge segar yang direbus setengah matang, ketupat, kentang potong, telur rebus potong, serta mie aci yang terbuat dari kanji. Tak hanya itu, ada tambahan cuka lahang (fermentasi pohon enau), kecap manis serta sambal agar rasanya semakin spesial. Penjual geco kini tak sebanyak zaman dulu. Bahkan, bisa dihitung yang masih bertahan. Jika bisa menemukan penjualnya, kamu pasti beruntung sekali.
[Baca juga : Candra Naya, Cagar Budaya Yang Terhimpit Gedung Pencakar Langit]
3. Moci Cianjur
#mochi #moci #mochicianjur #mocicianjur #kuliner #kulinercianjur #kulinerlegendaris #kulinerlegendariscianjur #oleholehcianjur #vanilla #manisanmuliasari #tokomanisanmuliasari
A post shared by Limited Edition 'kuliner' (@kulinerlimitededition) onJun 17, 2018 at 8:26pm PDT
Siapa yang tak doyan dengan mochi. Jajanan asal Jepang ini memiliki tekstur kenyal serta lembut yang bikin lidah tak berhenti bergoyang. Di Cianjur sendiri, ternyata juga ada mochi. Tak jauh beda dengan lainnya, camilan ini berisikan kacang tanah manis yang ditumbuk. Selain itu, ada varian lain yang tak kalah menggoda. Kamu pun juga bisa menikmati es mochi, paduan jajanan kenyal dengan es. Rasanya tak perlu diragukan lagi.
4. Roti Manis Tan Keng Cu
#tankengcu #rotitankengcu #roti #bread #kuliner #kulinercianjur #kulinerlegendaris #kulinerlegendariscianjur
A post shared by Limited Edition 'kuliner' (@kulinerlimitededition) onDec 24, 2017 at 1:35am PST
Selain toko Tauco Cap Meong, ternyata Cianjur juga memiliki toko roti legendaris. Namanya Roti Manis Tan Keng Cu. Berdiri sejak tahun 1926, toko ini menyediakan aneka roti empuk dengan cita rasa gurih. Tidak hanya soal rasanya yang enak, roti inni juga terkenal murah. Tak heran, hampir seabad masih tetap dicintai oleh warga Cianjur.
Nah, itulah kuliner khas Cianjur yang tak hanya bisa dimakan di tempat tapi juga dijadikan oleh-oleh. Jadi, kapan nih liburan ke Cianjur? (Sumber: Artikel travelingyuk.com, Foto flickr.com)
...moreTRIPTRUS - Sebagai bagian dari rencana penyelaman, kita perlu untuk mengetahui kapan waktu terbaik untuk menyelam di suatu daerah. Cuaca dan kondisi laut adalah faktor yang sangat penting untuk menghindari penyelaman yang kurang menyenangkan, dan yang terpenting menghindari kecelakaan penyelaman (dive accident).
Akan tidak menyenangkan jika melakukan penyelaman dalam kondisi angin kencang, laut sangat berombak, arus bawah laut sangat kencang, visibility bawah laut jelek. Di bawah ini adalah rangkuman waktu terbaik menyelam di beberapa daerah di Indonesia yang diambil dari berbagai sumber (berdasarkan dry season di mana angin dan ombak sangat baik). Lihat catatan untuk waktu terbaik melihat ikan tertentu).
Perlu juga diperhatikan jadwal bulan purnama untuk menghindari ombak besar yang memabukkan. Jadwal bulan purnama bisa dicek di http://www.pasanglaut.com.
Data tersebut disusun berdasarkan informasi dari berbagai sumber. Bukan merupakan sesuatu yang pasti dan perlu dikonfirmasi ke para diver atau warga lokal setempat. Yuk, jadwalkan segera liburan kalian di perairan Indonesia. Nikmatilah segala keindahan den pesonanya. (Sumber: Artikel rezkito.wordpress.com Foto travel.kompas.om)
...moreMasih ingat heboh penamaan KRI Usman Harun? Tak dinyana si pemberani Harun Thohir yang menuai kontroversi karena namanya dipakai sebagai nama kapal perang itu adalah orang Bawean. Ya, pulau yang berada di Laut Jawa dan termasuk dalam wilayah Kabupaten Gresik JawaTimur itu memang dikenal luas di Singapura dan Malaysia sebagai tanah asal para pelaut yang bekerja di kapal2 mereka. Orang Bawean dan kawasan pemukiman mereka di kedua negara jiran itu mendapat julukan sebagi Orang Boyan dan Kampung Boyan.
KEINDAHAN PULAU NOKO & TANJUNG GHE'ENG
Warna lain dalam kegiatan wisata di pulau yang nyaris bulat bentuknya ini, adalah wisata yang agak bernuansa alam liar. Seperti ke pulau Noko, Gili Noko dan mendaki bukit batu pualam menuju Tanjung Ghe’eng. Di pulau gosong seperti Noko pengunjung bisa snorkeling dan jika cuaca mendukung bisa lanjut berlayar ke Pulau Gili Noko yang juga memiliki kecantikan luar biasa di alam bawah airnya. Karena gelombang laut sedang tinggi, sekitar 1,5-2 meter, kami tidak bisa mencapai Pulau Gili Noko dan cukup puas menikmati hamparan pasir putih dan laut jernih di Pulau Noko.
Hamparan pasir putih dan laut biru di Pulau Noko
ZIARAH DAN ALAM INDAH
Sedikit lebih liar adalah menembus jalan desa, jalan setapak dan mendaki bukit batu marmer menuju bukit batu karang yang cukup berbahaya jika lengah sedikit saja saat melangkah. Tanjung Ghe’eng. Pemandangan yang fantastis bisa dinikmati dari puncak bukit ini. Ikan-ikan dan terumbu karang bisa dilihat dari atas bukit. Nampak beberapa gua yang menanti dieksplorasi karena keelokan sekitarnya. Perbukitan yang ada di sekeliling Tanjung Ghe’eng menghamparkan nuansa alam yang tak kalah indah seperti di Tanah Lot Bali saat matahari mulai terbenam.
Masih banyak lagi obyek wisata yang menakjubkan di Pulau Bawean. Termasuk tempat-tempat ziarah yang bertebaran di pulau ini. Namun sayangnya potensi alam, wisata kuliner dan kekayaan budaya yang bisa mendatangkan keuntungan ekonomi bagi masyarakat dan pemerintah Bawean ini belum sungguh-sungguh digali dan dimaksimalkan untuk kemakmuran dan kemajuan masyarakat.
Meski begitu, setahun belakangan ini Bawean memang mulai berbenah diri. Termasuk membangun pembangkit listrik yang tidak lagi tergantung pada pasokan BBM. Sehingga mati hidupnya listrik tergantung pada faktor cuaca yang mempengaruhi pelayaran kapal pembawa BBM. Sejumlah ruas jalan utama yang rusak mulai diperbaiki dan disesuaikan dengan sifat tanahnya dengan membuat jalan konblok daripada aspal yang mudah hancur dan tidak menyerap air.
KENDALA SEBAGAI DESTINASI UTAMA
Berikut adalah catatan kami mengenai kendala yang dihadapi untuk mengembangkan Pulau Bawean sebagai tujuan utama wisata Jawa Timur :
Transportasi laut masih sangat tergantung pada kondisi cuaca, apalagi jika kapal terbuat dari bahan yang mudah pecah dihantam gelombang besar
Minimnya sarana keselamatan yang memadai, seperti life jacket terutama pada perahu2 kayu yang melayani tamu berkeliling (hoping island)
Infrastruktur jalan, air dan listrik (penerangan jalan) ke lokasi wisata masih sangat minim dan perlu mendapatkan perhatian yang serius dari pihak terkait.
Prasarana umum seperti toilet dan kamar mandi bilas masih menggunakan milik penduduk di kawasan wisata – kurag layak sebagai fasilitas umum destinasi wisata.
Angkutan umum sangat terbatas jumlahnya dan beroperasi hanya sampai jam 10.00 pagi, sedangkan sewa mobil atau motor untuk berkeliling menuju tempat2 wisata cukup menguras kantong jika berniat tinggal lebih dari 2 hari.
8 penginapan dengan 75 kamar tersedia semuanya berada di kawasan pemukiman/pusat kota, tetapi tidak ada yang di kawasan wisata. Satu2nya home stay ada di pulau Gili Noko
Lapangan terbang adalah sebuah solusi jitu mengatasi kendala transportasi dari dan ke Bawean, sayangnya realisasi proyek ini bandara ini masih jauh dari sempurna.
Masyarakat Bawean yang sudah merasa makmur karena kiriman uang dari TKI asal Bawean masih belum berorientasi pada upaya melayani tamu/wisatawan secara professional. Sikap terbuka, tulus hati dan ramah menjadi modal utama. Tetapi pengunjung tetap diminta untuk berpenampilan sopan selama berada di pulau Bawean. Masyarakat Bawean pada umumnya belum “touristic oriented”. Perlu sosialisasi oleh tokoh masyarakat dan didukung generasi muda yang berpikiran ingin maju tanpa kehilangan jati diri sebagai orang Bawean.
Pemandian air panas masih sangat tradisional dan bisa jadi mengundang kontroversi jika dikomersilkan. Padahal debit airnya yang cukup tinggi diperkirakan bisa mengisi kolam pemandian yang lebih besar dan kamar-kamar privat untuk mandi para tamu.
Jarak tempuh pendek tetapi memakan waktu lama karena buruknya infrastruktur jalan padahal nuansa dan pemandangan alam Bawean banyak yang luar biasa menakjubkan
Masyarakat perlu diberi kesadaran pentingnya menjaga kelestarian alam dengan tidak membiarkan hutan terbakar.
Perlu melatih lebih banyak lagi tour guide yang memahami dengan baik budaya, lokasi dan pengetahuan tentang sejarah serta destinasi-destinasi yang ada di Bawean; untuk mengantisipasi jumlah kunjungan wisatawan yang makin meningkat ketika pulau Bawean semakin dipublikasikan dan semakin diminati untuk dikunjungi.
Kesenian asli Bawean disarankan untuk lebih disiapkan sebagai sajian kesenian yang bisa ditampilkan kepada pengunjung/wisatawan pada malam ramah tamah menyambut tamu. Misalnya disiapkan dalam gedung/ruangan tertentu sambil makan malam bersama
Perlunya dibuat standar itinerary atau rute wisata yang efektif, yang menyesuaikan dengan jadwal kapal cepat; sehingga wisatawan dapat mengunjungi sebagian besar atau seluruh point of interest Bawean dalam 3 hari.
Sebelum lapangan terbang siap beroperasi, jika berminat melihat keindahan Pulau Bawean, disarankan untuk berkunjung pada bulan April, Mei, Juni, Oktober, Nopember dan Desember karena gelombang laut tidak terlalu besar . Tetapi tidak dianjurkan untuk dating pada bulan Januari, Pebruari, Maret, Juli, Agustus dan September karena ombak sangat terasa kuat dan kapal cepat belum tentu berlayar. Naik kapal ferry jika tahan dengan goyangan kapal selama 8 jam juga bisa dilakoni, namun beberapa tempat yang berhubungan dengan wisata bawah laut mungkin tidak bisa dinikmati.
Ayo berkunjung ke Pulau Bawean !
Klik rangkaian artikel tentang Pulau Bawean di bawah ini.
Pulau Bawean: Antara Legenda dan Keindahan Alam - 1
Pulau Bawean: Antara Legenda dan Keindahan Alam - 2
Pulau Bawean: Antara Legenda dan Keindahan Alam - 3
...moreTripTrus.Com - TMP alias Taman Makam Pahlawan, bukan sekadar tempat kuburan biasa lho. Ini tempat buat nguburin pahlawan kemerdekaan, pejuang, anggota militer, sama pejabat tinggi negara. Nggak cuma jadi tempat peristirahatan terakhir, TMP juga sering dipakai buat upacara penting kayak hari kemerdekaan atau peringatan hari bersejarah lainnya. Jadi, kalau lo pengen jalan-jalan dengan vibes yang beda pas hari kemerdekaan, mampir aja ke TMP buat inget-inget jasa para pahlawan yang udah berjuang buat negeri ini. Mantul banget kan?
1. TMP Nasional Kalibata, Jl. Raya Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan
TMP Nasional Kalibata ini udah berdiri dari tahun 1953, terus diresmikan sama Presiden Soekarno pada 10 November 1954. Awalnya lokasi TMP ini di Ancol, tapi 121 pahlawan dipindahin ke Kalibata, dan jadi TMP Nasional sejak 10 November 1974 dengan persetujuan Presiden Soeharto. Pahlawan pertama yang dikubur di sini adalah Agus Salim, dan lokasinya deket pintu masuk. Di sini juga ada dinding yang berisi profil dan info singkat tentang pahlawan nasional serta pahlawan revolusi. Kalau lo ke sana, lo bakal lihat helm-helm sama lampu-lampu di setiap makam yang biasanya dinyalain deket-deket 17 Agustusan. TMP ini rutin dipakai buat upacara penghormatan dan peringatan nasional, kayak Hari Pahlawan pada 10 November atau 17 Agustus.
2. TMP Cikutra, Jl. Cikutra, Cibeunying, Bandung
View this post on Instagram
A post shared by miftahudin mulfi 🇮🇩 (@miftahudin.mulfi)
Awalnya tanah TMP Cikutra ini milik Odje, luasnya 13.670 meter persegi. Pemkot Bandung akhirnya barter tanah sama Odje, dan dibangun dari tahun 1958. Ada dua tugu yang menjulang tinggi sebagai ciri khas TMP ini, lengkap dengan nama-nama pahlawan serta monumen “Esa Hilang Dua Terbilang”. Di sini, ada tiga pahlawan nasional yang dimakamkan, yaitu Abdul Muis, Dr. Danudirja Setiabudi alias Ernest Douwes Dekker, dan Prof. Dr. Moestopo. Selain itu, ada enam pahlawan lain yang juga terkenal, kayak H. Niti Sumarintri, Ny. Emma Puradiredja, Ny. Ema Sumanegara, Sunarjo Gondokusumo, Domitian Aritohang, dan Lambret Palupessy.
3. TMP Kusuma Negara, Jl. Kusumanegara, Umbulharjo, Yogyakarta
Tanggal 4 Juni 1964, TMP ini diresmikan sama Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Ada ribuan pejuang kemerdekaan RI yang dikubur di sini, termasuk 1.065 makam TNI AD, 156 makam TNI AU, 56 makam TNI AL, dan 79 makam lainnya. Sembilan warga sipil juga dimakamkan di sini, plus 131 makam pejuang yang identitasnya belum tercatat. Biasanya pas acara kenegaraan, sering ada tabur bunga, ziarah ke makam Jendral TNI, dan upacara bendera, apalagi waktu Hari Pahlawan. Jadi pilihan keren buat jalan-jalan bareng temen-temen atau keluarga sambil belajar sejarah perjuangan bangsa.
4. TMP Sepuluh November, Jl. Mayjen Sungkono, Surabaya
TMP Sepuluh November di Surabaya ini punya kompleks pemakaman yang lengkap dengan perpustakaan, museum, dan taman bunga yang cantik. Di sini, lo bisa nemuin dua tokoh keren dari aksi heroik 10 November 1945, yaitu Dul Arnowo dan Haryo Kecik, yang jasadnya dimakamkan di sini. Ada juga prasasti yang nyebutin nama-nama pahlawan yang dimakamkan di kompleks pemakaman ini.
[Baca juga : "Tradisi Unik 17 Agustus-an Di Berbagai Daerah Di Indonesia"]
5. TMP Giri Tunggal, Jl. Sriwijaya, Semarang
“Giri Tunggal” itu artinya “Gunung Tunggal”, yang jadi simbol kebersamaan dan kesatuan dalam perjuangan. Salah satu pahlawan yang dimakamkan di sini adalah seorang uskup nasionalis, Mgr. A. Soegijapranata. Total ada 1.843 jenazah pahlawan yang dimakamkan di TMP Giri Tunggal. Banyak monumen keren di sini yang nunjukin semangat juang dan pengorbanan para pahlawan.
6. TMP Tanjung Karang, Jl. Teuku Umar, Bandar Lampung
TMP Tanjung Karang diresmikan sama Presiden Soekarno pada tahun 1948, sementara tugu buat bendera diresmikan oleh Mantan Gubernur Lampung, Yasir Hadisubroto. Selain jadi tempat pemakaman, TMP ini juga bakal jadi spot wisata sejarah. Beberapa tokoh yang dimakamkan di sini antara lain Samaun Bakri, Mr. Gele Harun, Abdoel Moeloek, dan Raden Muhammad Mangundiprojo.
Jadi, selain enam TMP di atas, masih banyak taman makam pahlawan lain di Indonesia yang bisa lo kunjungi buat napak tilas perjuangan pahlawan-pahlawan kita. Mantap, kan? (Sumber Foto @kemhanri)
...moreDi bagian barat lereng Gunung Lawu, tepatnya di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, sebuah bangunan bernama Candi Sukuh yang menyimpan misteri tersendiri. Sebagai salah satu dari beberapa candi yang terdapat di kaki Gunung Lawu, Candi Sukuh memiliki keunikan baik dalam hal bentuk bangunan dan relief serta patung-patung yang berada di sekitarnya. Di pertengahan abad ke-15, Kerajaan Majapahit mulai mengalami kemunduran, dengan masuknya agama Islam yang menyebabkan makin berkurangnya penganut agama Hindu di Jawa. Tapi di saat itu para penguasa Majapahit mendirikan Candi Sukuh di kaki Gunung Lawu, yang dianggap sebagai tempat sakral untuk memuja para arwah leluhur dan sebagai perlambang kesuburan. Maka tidak heran apabila di Candi Sukuh ditemukan banyak relief lingga dan yoni, perlambang alat kelamin pria dan wanita.Sir Thomas Raffles, penguasa Jawa pada masa itu, mengunjungi Candi Sukuh dan melihat kondisi candi itu dalam keadaan yang penuh kerusakan. Banyak patung yang dirusak, bahkan sebuah patung lingga berukuran besar pecah menjadi dua bagian. Raffles menyimpulkan bahwa perusakan ini dilakukan oleh para penganut agama Islam di abad 16, berdasarkan pola kerusakan yang sama di daerah-daerah yang menjadi titik penyebaran agama Islam.Berbeda dengan kebanyakan candi agama Hindu lainnya, Candi Sukuh tidak menghadap ke arah terbitnya matahari, melainkan menghadap ke arah barat. Selain itu, bentuk bangunannya juga berbeda. Bisa dibilang bahwa bangunan Candi Sukuh sekilas mirip dengan bangunan suku Maya di Amerika Selatan yang lebih mirip dengan piramid terpotong yang dikelilingi oleh monolit dan patung-patung besar. Bentuk bangunan Candi Sukuh lebih menyerupai trapesium dengan tiga teras bertingkat dengan satu anak tangga di bagian tengah sisi depan candi tersebut. Bentuk ini diperkirakan dibuat karena semakin berkurangnya pengaruh agama Hindu, yang menyebabkan pembuat candi kembali menggunakan desain dengan pola animisme.Saat memasuki Candi Sukuh, jelas terlihat relief yang menggambarkan hubungan badan dengan penggambaran lingga dan yoni. Tapi jangan berpikiran kotor dulu, TripTroops, bentuk-bentuk itu merupakan lambang untuk menghilangkan atau menyembuhkan segala kekotoran di dalam hati. Dahulu, di puncak Candi Sukuh terdapat sebuah patung lingga berukuran sekitar 1,8 meter. Patung ini kemudian dipindahkan untuk ditampilkan di Museum Nasional di Jakarta. Di sisi sayap utara gapura pintu masuk Candi Sukuh terdapat relief raksasa yang menggigit ekor ular. Relief ini merupakan lambang dari sengkalan memet (lambang tahun pembuatan) yaitu tahun 1359 Saka atau 1437 Masehi. Tahun itu dianggap sebagai tahun diselesaikannya pembuatan Candi Sukuh. Sementara itu, di sisi selatan terdapat relief raksasa memakan manusia, yang juga merupakan sangkalan memet dengan arti yang sama dengan gapura sisi utara.Selain bangunan candi, di Candi Sukuh juga dapat ditemui berbagai relief, seperti relief Bima yang menempa keris bersama Ganesha dan Arjuna. Lalu ada pula relief Dewi Kala yang berubah jadi raksasa yang ingin memangsa Sadewa yang berada dalam keadaan terikat. Selain itu, ada beberapa patung berbentuk garuda yang berukuran cukup besar, serta beberapa patung dengan bentuk pria yang sedang menggenggam (maaf) alat kelaminnya.Untuk mencapai Candi Sukuh, TripTroops bisa menggunakan jalur Solo, dengan menaiki bus jurusan Solo-Tawangmangu. Sebelum sampai di Terminal Tawangmangu, turunlah di Terminal Pandan dan menaiki bus atau angkot menuju Pertigaan Nglorog. Sesampai di sana, Candi Sukuh bisa dicapai dengan menaiki ojek - kendaraan satu-satunya yang menuju Candi Sukuh karena jalannya yang cukup terjal. Kalau TripTroops tidak biasa berjalan di jalur menanjak yang terjal, disarankan untuk menumpangi ojek. Dan dengan menambah sedikit biaya, ojek dapat diminta menunggu karena tidak ada kendaraan yang menunggu di Candi Sukuh. Untuk masuk ke Candi Sukuh juga tidak mahal. Ada sedikit biaya untuk membayar tiket yang harganya berbeda untuk pengunjung lokal dan pengunjung mancanegara.
Photos courtesy of: Wikipedia
...more