TRIPTRUS - Traveling adalah hobi yang sangat mengasyikkan, semua orang penganut traveling sebagai hobi pasti akan setuju dengan pendapat itu. Bisa jalan-jalan keliling Indonesia atau bahkan keseluruh dunia mungkin akan berkesan dan terasa amazing. Apalagi kalau dapat menghasilkan uang dari hobi traveling ini, seperti Fotografer, Travel Blogger, Travel Show Host, dll.
Kadang kita sering melihat para backpacker dengan menggunakan tas ransel yang disandang di punggung saja tapi bisa bepergian dari kota satu ke kota lain, dari satu pulau ke pulau lain, bahkan dari satu negara ke negara lain. Pernahkah terlintas di pikiran kita sebuah pertanyaan, apakah pakaian yang cuma 1 tas itu saja cukup buat berpergian sampai kemana-mana? Bagaimana cara mencuci bajunya? Sedangkan mereka sibuk dengan kegiatan travelingnya. Atau mungkin kita berpikir kalau baju mereka tidak dicuci dan dipakai berhari-hari?
Eittss… tunggu dulu, jangan berpikir kalau backpacker itu orangnya jorok-jorok. Tidak semua backpacker seperti itu, mereka juga selalu mencuci bajunya. Mau tau caranya bagaimana mereka mencuci baju saat traveling? Simak tips mencuci baju saat traveling berikut ini yang Beenatu bagikan.
1. Menggunakan Tas ZiplockTas ini sangat cocok digunakan karena dapat menahan tekanan air sampai 190 meter selama 2 minggu, dan juga sangat praktis dan ringan sebagai pengganti ember atau bak. Untuk mencuci dengan menggunakan ini, caranya masukan baju kotor kemudian tmbahkan air hangat dan detergent, kemudian aduk2 selama 5menit, setelah itu diamkan selama 10 menit. Setelah 10 menit bilas dengan air besih. selain untuk mencuci dapat juga digunakan untuk menyimpan baju kotor.
2. Menggunakan Wastafel Cara ini yang sering digunakan para backpacker untuk mencuci pakaian mereka. Baju kotor tersebut dimasukan ke wastafel, lalu mnmbahkan dengan detergent dan juga air hangat, tapi tutup dulu wastafelnya dengan penutupnya agar air tidak mengalir. tunggu beberapa menit, kemudian buka kembali saat membilas pakaian.
3. Menggunakan Jasa LaundryIni adalah cara terakhir yang digunakan buat yang gak mau ribet, sekarang jasa laundry langsung jadi juga sudah banyak, tapi kita harus merogoh kocek lebih banyak dibandingkan dengan mencuci sendiri.
Nah sekarang sudah tau kan bagaimana para backpacker mencuci bajunya. Selamat ber-traveling ria… (Sumber: Artikel blog.beenatu.com Foto asalgaya.com)
...moreTripTrus.Com - Berkunjung ke Lasem, Anda akan disambut oleh suasana kampung Pecinan dan menarik kita ke abad 16. Sebagai kota yang kerap disebut sebagai “Tiongkok kecil”, Lasem hadir dengan peninggalan kelenteng serta rumah – rumah berarsitektur Tionghoa dan Indis. Salah satu bangunan kuno yang menarik untuk jadi destinasi Anda saat mengunjungi Lasem adalah Rumah Tegel. Bangunan tua di Jalan Raya Lasem ini terletak di samping Masjid Jami Lasem. Untuk masuk ke rumah ini kita harus melalui lorong menuju halaman belakang Rumah Tegel Lasem.
Foto: bayuwinata.wordpress.com
Menjejak kaki di rumah ini Anda akan merasakan suasana asri nan rindang dengan taman yang luas. Rumah berarsitektur Indis ini dulunya milik seorang Kapitan Lasem bernama Lie Thiam Kwie, yang merupakan seorang pengusaha tegel. Di halaman belakang terdapat pabrik yang telah berdiri sejak tahun 1910. Di sisi selasar belakang rumah masih terdapat beberapa contoh tegel yang diproduksi oleh Rumah Tegel serta furnitur – furnitur antik yang mempercantik ruangan. Terpajang juga foto mendiang pemilik pabrik tegel, Lie Thiam Kwie. Semua pernak - pernik yang terpajang di sini seolah menjadi narasi kejayaan pabrik ini.
Rumah Tegel Lasem dahulu sangat terkenal dan kerap mengirimkan tegel-tegel ke wilayah Rembang, Juwana, Pati, Blora, Surabaya, Semarang dan Kudus. Stasiun Lasem pun menggunakan pabrik hasil produksi dari Rumah Tegel Lasem. Pabrik tegel ini menggunakan mesin yang didatangkan langsung dari Leipzig, Jerman. Oleh sebab itu, merek dagang dari pabrik Lie Thiam Kwie adalah LZ.
Foto: tumblr.com
Seiring berjalannya waktu, permintaan untuk tegel kian berkurang. Kondisi pabrik pun kian memprihatinkan. Kini, pabrik tegel legendaris dari Lasem ini harus beralih fungsi menjadi pabrik paving block karena kalah bersaing dengan keramik. Rumah Tegel Lasem hadir untuk mewakili sisa kejayaannya di masa lampau. (Sumber: Artikel suara.com Foto hellosemarang.com)
...moreTripTrus.Com - Guys, lo pada pernah denger gak nih, ada makam keren abis di Megamendung, Bogor, yang katanya punya kisah unik dari masa "N*zi" Jerman? Lokasinya keren banget, deh, di Jalan Pasir Muncang, Desa Sukaresmi, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.
Jadi gini, ada sepuluh makam tentara Kriegsmarine Jerman yang nyempil di sana. Tempatnya tuh di kaki Gunung Pangrango, setinggi 3.019 mdpl, jadi bener-bener atas awan gitu. Mantap, kan?
Nah, kalo lo lagi asik-asik jalan dari Tol Gadog, Bogor ke Puncak, pasti lo bakal nemuin papan penunjuk di kanan jalan yang nyebutin 'Situs Makam Jerman'. Udah tau, kan, lo udah deket banget sama tempat seru ini.
View this post on Instagram
A post shared by Alexander Agung (@alexander79agung)
Di ujung makam ada tugu keren namanya 'Deutsch-Ostasiatische Kreuzergeschwader 1914', yang menghormati Armada Penjelajah Asia Timur Jerman. Mereka berperang di Kepulauan Falkland/Malvinas pada 8 Desember 1914, loh.
Trus, ada tulisan 'ERRICHTET VON EMIL UND THEODOR HELFFERICH 1926' di papan nama bawah. Dulu, dua saudara Jerman, Emil dan Theodor Hellferich, punya tanah luas di sana. Mereka bikin pabrik teh dari untung perkebunan mereka dengan kabel khusus angkut daun teh. Saudara mereka yang paling tua, Karl Helfferich, bahkan jadi wakil perdana menteri di Kekaisaran Jerman-Austria.
Makanya, mereka berdua bangun monumen buat mengenang Armada Jerman Asia Timur yang dipimpin oleh Admiral Graf Spee, dan akhirnya tenggelam gara-gara serangan Inggris.
Di monumen itu, ada tulisan Jerman yang artinya kurang lebih: 'Untuk kru Armada Jerman Asia Timur yang berani pada tahun 1914. Dibangun abis oleh Emil dan Theodor Helfferich'.
Lo tau gak, dulu pas perang, ada aksi heroik dari pejuang Indonesia yang ngehadang tentara Jerman era N*zi. Nah, ini bukan sembarang tentara Jerman, guys, tapi tentara Belanda yang bersekongkol dengan Jerman. Jadi, ada sekitar 250 serdadu Jerman yang diterjunkan ke Indonesia pake kapal selam pas perang udah mau kelar. Di waktu yang sama, Indonesia lagi berantem keras sama Belanda dalam Perang Kemerdekaan.
Waktu itu, beberapa dari serdadu Jerman ini bikin masalah. Ada yang dikira tentara Belanda, akhirnya tiga perwira dari mereka dimaki-maki dan dibinasain sama orang Indonesia. Ada juga yang either sakit parah atau kena tembak pas lagi naik kereta dari Bandung ke Jakarta. Jadi, delapan orang Jerman ini ngehadap maut, bro. Yang lainnya ada yang akhirnya selamat dan ngumpet di pulau Onrust sebelum akhirnya dipulangkan ke Jerman tahun 1946. Ada juga yang cabut ke Bogor buat ngindarin tentara Belanda, niatnya mau bantuin pejuang Indonesia. Kece, kan?
Di Deutscher Soldatendriedhof, ada 10 makam nih. Ada nama-nama keren macam Leutnant z.s W. Martens, Obergefreiter Willi Petschow, Oberleutnant zur See Willi Schlummer, dan lain-lain. Ceritanya, masing-masing dari mereka punya kisah dari masa perang dulu.
[Baca juga : "Deretan Event Seru 2024 Di Jawa Timur, Mode, Musik, Dan Kuliner Nusantara"]
Di depan situ ada dua makam yang namanya ilang ke mana. Mungkin lagi sibuk main kelereng di alam sana, siapa tahu. Tapi, kalau lo tengok nisan-nisan lainnya, ada nama, pangkat, jabatan, pokoknya komplit deh. Makam tanpa label itu punya nama keren, 'Grabmal des unbekannten Soldaten,' alias kuburan prajurit yang misterius gitu.
Cerita lainnya, di depan makam ada dua patung keren, Budha di kanan dan Ganesha serta Kala di kiri. Meski banyak yang heran, sebenernya gak ada hubungan sama mayat-mayat di sini. Katanya, dua saudara, Helfferich, beli patung itu dari tukang patung pinggir jalan setelah trip ke Candi Prambanan dan Borobudur di Yogyakarta. Jadi, di tempat ini, mayat-mayat misterius, patung Buddha, Ganesha, dan Kala.
Lanjut lagi, Deutscher Soldatenfriedhof di Megamendung ini pernah jadi spot uji nyali di salah satu stasiun TV keren di Indo. Tahun 2014, Citra Prima sama Rudi Kawilarang jadi host di acara seru. Mereka syuting di malam Arca Domas, serem banget deh. Nah, ada peserta yang kesurupan, dan kagetnya dia pake Bahasa Jerman pas kesurupan. Kayaknya yang di sana pada heboh banget tuh!
Makam tentara Jerman ini sampai sekarang masih ramai pengunjung, banyak yang penasaran gitu. Bahkan tiap tahun, orang dari Kedutaan Besar Jerman di Indo masih mampir ke sini. Seru banget, kan? (Sumber Foto @iwanskamah)
...moreTripTrus.Com - Mendengar kata Kota Tua pasti kita langsung terbayang Jakarta atau Semarang. Padahal di Indonesia ini banyak Kota Tua tak hanya di dua ibu kota tersebut. Nyatanya Kota Tua juga ada di Surabaya Hingga Banten.
Di Kota Tua Jakarta misalnya, di sana traveler bisa lepaskan penat dengan berfoto dan kelilingi bangunan lawasnya. Satu di antaranya adalah Museum Fatahillah. Museum tersebut ternyata juga mengandung sejarah cukup unik yang tidak banyak diketahui orang.
Pada zaman penjajahan Belanda, museum ini jadi pusat aktivitas rakyat pada abad ke-17-19. Saban sore, masyarakat berkumpul dan mengambil air bersih dari satu-satunya mata air di halaman depan balai kota. Rupanya, ada fungsi lain dari balai kota, yaitu tempat pelaksanaan hukuman mati dan pembantaian massal pemerintahan Belanda.
"Nah, yuk sekarang kita tengok keunikan dan sejarah singkat Kota Tua di berbagai wilayah Indonesia."
1. Kota Tua Surabaya
Morning🏃🏾🏃🏾🏃🏾Surabaya Old city . . #jembatanmerahsurabaya #jembatanmerah #bangunantua #oldbulding #oldbuildinglover #kotatua #kotatuasurabaya #surabayaoldcity #oldwindow #oldwindows #oldwindowsframe #surabayaheritage #myheritagetrip
A post shared by Yogi Irawanto🇲🇨🏃🏾🚴🏼📷 (@yogiirawanto) onNov 9, 2017 at 5:14am PST
Tak kalah unik dari Jakarta, wisata Kota Tua Surabaya juga memiliki bangunan kuno yang cukup unik. Jalan-jalan di Kota Tua Surabaya, traveler bisa merasakan sensai Ibu Kota Jawa Timur ini pada masa lampau.
Banyak bangunan bersejarah yang hingga kini masih terawat dan cukup instagram able jika dijadikan latar berfoto. Gedung-gedung tua di Surabaya juga sudah berdiri sejak ratusan tahun yang lalu. Misalnya saja Gedung Grahadi yang ada di Jalan Subernur Suryo. Gedung tersebut kini menjadi kantor Gubernur.
Selain itu masih banyak pula bangunan lawas yang dialih fungsikan sebagai hotel, museum, dan kantor.
2. Kota Tua Bandung
Di suatu sudut kota tua Bandung . . #kotatuabandung
A post shared by Mir'atul Azizah (@miratul.azizah) onOct 13, 2017 at 7:19pm PDT
Disebut Paris Vas Java, Bandung juga menyimpan beragam destinasi indah yang sayang jika treveler lewatkan. Kota penuh sejarah ini juga memiliki sati bangunan tua yang jadi sejarah tonggak kemerdekaan Indonesia.
Terlebih jik atraveler berjalan di Jalan Braga, Bandung. Bangunan-banguann tua nan kokoh akan menghiasi setiap mata memandang. Tahukah kamu traveler, jika di sana kamu juga bisa menjumpai roti khas Belanda. Selain Braga, nikmati pula Jalan Asia Afrika. Inilah jalan paling bersejarah di Bandung. Pasca peringatan ke-60 Konfrensi Asia-Afrika, Jalan Asia Afrika semakin cantik
3. Kota Tua Yogyakarta
#bankindonesiayogyakarta #oldbuildinglover #myheritagetrip #wheninyogyakarta #funrunheritage #kotatuayogyakarta #heritageyogyakarta #tricycle #becakjogja #becak
A post shared by Yogi Irawanto🇲🇨🏃🏾🚴🏼📷 (@yogiirawanto) onAug 21, 2017 at 8:55am PDT
Jogja merupakan kawasan bersejarah yang merupakan The Old Capital City yang menyimpan banyak cerita tentang lahirnya Mataram Islam. Tak sulit untuk menemukan bangunan tua di Jogja.
Traveler hanya perlu lerjakan hingga unjung Malioboro. Di sana terlah berdiri kokoh beberapa bangunan tua, satu di antaranya digunakan sebagai kantor. Jangan lupa berfoto saat berkunjung di sana ya.
4. Kota Tua Banten Lama
Just stranger with some stories. . . . . #istanakaibon #BantenLama #serang #banten #sevenwanders #eksplorBanten #situssejarahindonesia #situssejarahbanten #peninggalansejarah #kaibon #bentengkaibonbanten #hijabtraveler #canoneosm3 #eksplorserang #ceritaSerang #genpibanten #instagrammble #museum #like #likes #follow #travelerblogger #writerfreelance #travelerWriter #blogger #missririn #writingarticle #storiesgram #visitbanten #wonderfulindonesia
A post shared by Ririn Munawarah (@ririn20) onDec 18, 2017 at 7:49am PST
Provinsi Banten tak hanya memiliki pantai-pantai indah di pesisir barat Pulau Jawa, namun juga wisata religi dan sejarah. Satu destinasi wisata sejarah yang cukup terkenal di Banten adalah Kawasan Kota Tua Banten Lama.
Di kawasan ini, terdapat banyak situs peninggalan sejarah Kesultanan Banten. Wisatawan yang berkunjung ke sini akan dibawa nostalgia dengan suasana lawas Banten pada masa kesultanan.
Berbagai destinasi wisata sebut saja Masjid Agung Banten, Keraton Surosowan, Benteng Spellwijk, Museum Kepurbakalaan Banten, Keraton Kaibon dan Vihara Avalokitesvara bisa kamu nikmati sekaligus di kawasan ini.
5. Kota Tua Medan
.. . . Old town . . #kotatuamedan #jlnhindu #kesawan #medanheritage
A post shared by _ercege (@romigirsang) onDec 27, 2017 at 5:45am PST
Pada zaman dahulu Kota Medan dikenal dengan nama Tanah Deli dan keadaan tanahnya berawa-rawa kurang lebih seluas 4000 Ha di Tanah Deli, traveler tak boleh melewatkan berjalan-jalan di kawasan Kota Lama. Bangunan ini berdiri sejak tahun 1900 dan telah menjadi saksi perkembangan Kota Medan.
Selain itu traveler juga bisa mengunjungi satu bangunan tua yaitu Gedung London Sumatera. Gedung yang ini dibangun sejak tahun 1906 dan begitu mirip dengan bagunan Belanda. London Sumatera merupakan gedung pertama berlantai 5 yang mempunyai lift kala itu. Tertarik mengunjunginya?
6. Kota Tua Solo
Matahari pun mulai terbenam, mengiringi langkah ku di sebuah jalan panjang di sudut kota solo #spiritofjava#kotatuasurakarta#tantaman#
A post shared by muhaemin89 (@muhaemin89) onOct 25, 2016 at 3:36am PDT
Tak kalah bersejarah dari Jogja, solo juga menyimpan sisa-sia kejayaan peradaban kerajaan Mataram Jawa. Bangunan tua pun banyak kita jumpai di Solo. Sebut saja saat berjalan di kawasan Keraton Surakarta, banyak spot foto berlatar bangunan kuno yang epik.
Jika kurang puas cobalah berkunjung ke Omah Lowo. Disebut demikian karena bangunan lawas bekas Belanda ini kini ditinggali oleh ratusan kelelawar. Rumah ini begitu iconik dan cukup menantang jika dijadikan latar fotomu. (Sumber: Artikel msn.com, Foto Amieykha)
...moreTripTrus.Com - Ada cerita dari orang-orang sini, sejarah pulau ini dimulai pas Nokoda dateng tahun 1.700-an, terus ada juga Hawang yang keturunan Cina ikutan dateng. Hawang ini stay di pulau ini sampe punya anak cewek yang sering dipanggil Pok Hawang. Nah, pas Pok Hawang dipanggil Pok Hawang terus jadi nama pulau ini, namanya jadi Pulau Pahawang sekitar tahun 1850-an.
Desa Pulau Pahawang mulai berkembang pas H.Muhammad bin H.Ibrahim hulubalang dari Kalianda dateng dan tinggal di Kalangan, sementara di Pulau Pahawang ada Ki Mandara dari Sulawesi Selatan yang dateng tahun 1920-an. Terus perkembangan berikutnya dimulai tahun 1930 pas Datuk Jahari dateng, dia stay dan nikah sama anak Ki Mandara di Penggetahan, juga ada H. Dulmalik dari Putih Doh yang stay di Suak Buah.
Trus, ada beberapa orang dateng dan tinggal di Desa Pulau Pahawang, tapi tahunnya gak jelas. Mereka berasal dari berbagai tempat, ada yang dari Banten, seperti Jahari yang stay di dusun Penggetahan, Ruslan yang stay di Dusun Cukuh Nyai Jaralangan, dan ada juga Haji Dul Malik dari Putih Doh, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus - Lampung yang stay di Dusun Pulau Pahawang. Mereka dateng buat ngembangin kebun.
[Baca juga : "Wah, Bali Jadi Hits Buat Pesepakbola! Sekarang Giliran Cuti Romero Dan Istri, Eksis Di Pulau Dewata"]
Desa Pulau Pahawang punya 6 dusun, ada Dusun I Suak Buah, Dusun II Penggetahan, Dusun III Jeralangan, Dusun IV Kalangan, Dusun V Pahawang, dan Dusun VI Cukuh Nyai. Kalangan itu dusun yang ada di pulau Sumatera, terpisah sama laut dan bisa nyebrang cuma sekitar 1/4 jam naik perahu ketinting.
Dulu Desa Pulau Pahawang statusnya kampung dan masuk wilayah Marga Punduh. Jadi, warganya Pulau Pahawang ikut aturan Marga Punduh buat urusan pemerintahan. Mandara yang pimpin urusan pemerintahan, dan H. Dul Malik yang pimpin urusan keagamaan. Tahun 1980, Pulau Pahawang secara resmi ditetapkan jadi desa. (Sumber Foto @ms.sarahvi)
...moreSelain keindahan alamnya, Kei mempunyai banyak kuliner yang sangat menggugah selera. Makanan khas masyarakat Kei sangat lekat dengan kondisi alamnya di mana singkong dan hasil laut menjadi bahan baku utama kuliner mereka.
5 kuliner khas Kei yang sangat menggiurkan adalah
1. Embal
Merupakan salah satu makanan pokok masyarakat Kei yang berasal dari singkong. Bentuk, rasa dan cara menikmatinya pun bermacam-macam, bisa dimakan dengan ikan asar, ikan kuah, sayur dll pada saat makan besar, bisa pula dimakan sebagai penganan dengan dicelup ke dalam teh. Ada embal yang berbentuk bubuk, goreng, embal swami dan embal busa (dicetak).
Saat ini Embal juga sudah diproduksi oleh masyarakat sebagai oleh-oleh dengan berbagai rasa.
2. Lad
Lad atau tumis rumput laut adalah makanan khas masyarakat Kei yang sangat lezat sebagai lauk pauk. Varian dari Lad adalah rumput laut segar ditumis singkat dengan bawang merah, bawang putih dan cabai atau dicampur dengan kelapa parut seperti urap. Masyarakat Kei bisa menyantap Lad dengan nasi, embal atau ketupat sebagai teman lauk utama berupa ikan. Rasa lezat rumput laut segar yang baru saja dipanen membuat selera makan kita menjadi bertambah. Rumput laut mempunyai kandungan protein tinggi.
3. Ikan Asar
Proses pembuatan ikan asar
Ini adalah salah satu menu utama masyarakat kuliner masyarakat Kei, yang berupa ikan yang diolah dengan cara diasap. Biasanya ikan asar berbahan baku ikan laut seperti ikan komo (tongkol), ikan sapuda (kakap), atau ikan semandar (baronang). Ikan asar dimakan dengan embal, sambal colo-colo dan sirsir atau lad.
Rasa gurih ikan sangat terasa karena masyarakat Kei terbiasa memasak dengan bahan baku ikan yang masih segar. “Di sini ikannya hanya mati sekali,” seloroh mereka tentang kesegaran ikan-ikannya, “Bukan ikan yang mati 4 kali seperti di Jawa!”
4. Sirsir
Sirsir, ikan asar, dan embal bubuk
Sayuran khas Kei ini berupa tumisan daun singkong dan bunga pepaya yang ditambah santan pukat. Sama seperti Lad, Sirsir dimakan sebagai lauk embal dan ikan asar. Rasa segar dan sedikit pahit menjadi sensasi sendiri bagi mereka yang menyantap menu tradisional ini. Keunikan rasa makanani ini membuat masyarakat Kei sampai mempunyai lagu tentang sirsir
5. Kue Langar
Penganan khas Kei ini terbuat dari singkong yang disangrai setengah matang dan ketika masih hangat disiram dengan santan kemudian digumpal-gumpal dibentuk seperti anyaman kemudian digoreng dengan minyak panas.
Langar sudah dibuat juga dalam bentuk stik dengan berbagai varian rasa seperti keju, cokelat, pandan dan rasa lainnya dan bisa dijadikan oleh-oleh khas Kei.
Hampir seluruh makanan tradisional masyarakat Kei tersebut dapat dengan mudah dijumpai dan dicicipi di Pasar Malam Kota Tua, di mana para penjualnya pun berjejer dengan menggunakan penerangan berupa pelita secara tradisional.
Jejeran penjual makanan di Pasar Malam Kota Tual
Jadi sudah saatnya kita kunjungi Kepulauan Kei, Maluku Tenggara dan nikmati pesona alam serta kelezatan kuliner khas masyarakatnya.
...moreTripTrus.Com - Habis lamanya stuck di rumah, pasti kangen banget pengen jalan-jalan, kan? Nah, buat yang lagi mikirin liburan setelah pandemi, gak perlu deh jauh-jauh ke luar negeri buat dapetin pengalaman seru. Soalnya, liburan #DiIndonesiaAja juga bisa bikin kamu ketagihan sama pengalaman luar negeri, loh!
View this post on Instagram
A post shared by 🌼 Silvia | S Family (@sfamilytrip)
Ini dia 7 alasan kenapa harus jalan-jalan #DiIndonesiaAja:
1. Dari Destinasi keren, Kuliner enak, sampe Atraksi seru, semuanya ada di sini!
Udah pada tau kan, Indonesia itu kaya banget budayanya, indah alamnya, dan sumber daya alamnya juga kece-kece. Enggak heran banyak turis asing pada kepincut dateng ke sini, entah buat belajar budaya atau sekadar liburan sambil nikmatin keindahan alamnya.
Buat yang lagi pengen liburan tapi masih adaptasi kebiasaan baru, gak perlu susah-susah pergi jauh-jauh. Semuanya bisa kamu dapetin di Indo aja, mulai dari pantai, hutan, gunung, sampe laut. Gak ketinggalan juga wisata sejarah, edukasi, dan wisata religi yang bisa jadi pilihan buat liburanmu.
Ngomongin kuliner, Indonesia punya makanan enak banget, dari yang tradisional sampe yang lagi hits di masyarakat. Selain itu, atraksi seru yang bakal bikin liburan kamu dan keluarga jadi luar biasa juga banyak banget!
2. Bisa bantu perekonomian lokal biar cepet bangkit setelah pandemi
Pariwisata itu kan salah satu sektor penting buat ekonomi kita. Akibat pandemi, pariwisata kita lagi lesu dan terhenti. Nah, dengan mulai liburan #DiIndonesiaAja, kamu bisa bantu banget nih buat ngegenjot ekonomi lokal dan nasional. Hotel, transportasi, dan industri kecil bisa tumbuh lagi.
3. Gak perlu nabung berbulan-bulan, udah bisa liburan asik
Gak perlu merogoh kocek dalam-dalam dan nabung lama-lama, kamu udah bisa wujudin impian liburanmu dengan liburan #DiIndonesiaAja. Banyak destinasi di Indonesia yang nggak kalah keren sama tempat-tempat di luar negeri. Pemerintah juga terus ngembangin destinasi wisata biar jadi yang terbaik di dunia.
[Baca juga : "7 Tempat Keren Buat Nongkrong Sambil Nge-View Keindahan Danau Toba Yang Makin Oke"]
4. Gak ribet urus Paspor dan VISA
Selain harus ngumpulin duit banyak, liburan ke luar negeri juga repot banget urus paspor dan visa. Dengan liburan domestik, gak perlu deh ribet-ribet urusan itu. Gak usah bawa-bawa mata uang asing juga. Cukup bawa uang rupiah dan daftar destinasi yang mau kamu kunjungi, langsung kemas-kemas barang dan jalan-jalan deh!
5. Bisa ajak keluarga biar makin seru
Liburan sama keluarga tuh moment yang ditunggu-tunggu banyak orang. Selain bisa buat refreshing, juga bisa mempererat hubungan. Buat liburan ke luar negeri, kadang sulit kan karena harus ngatur banyak hal.
Nah, dengan liburan domestik, kamu bisa ajak ortu, sepupu, atau bahkan keponakan buat liburan bareng. Gimana serunya jalan-jalan rame-rame sama keluarga? Pasti hangat, asik, dan penuh tawa!
6. Banyak spot foto keren buat ngehits di Instagram
Mau dapet foto-foto kece buat feed Instagram? Gak perlu jauh-jauh ke Eropa atau tempat eksotis lain, karena kamu bisa dapetin semuanya di Indonesia! Karena alamnya yang cakep, banyak spot foto instagrammable di Indonesia, mulai dari Pura Luhur Lempuyang, Diamond Beach, Gili Trawangan, Tanah Lot, Gunung Bromo, dan masih banyak lagi.
Nah, udah pada jelas kan kenapa harus liburan #DiIndonesiaAja? Yuk, langsung aja atur list destinasi yang mau kamu kunjungi! Ingat ya, tetap jaga protokol kesehatan pas liburan! Selamat jalan-jalan. (Sumber Foto @officialtripbromo.id)
...moreTripTrus.Com - Sebagai kota dengan tingkat heterogen yang sangat tinggi, Jakarta menyimpan begitu banyak tempat ibadah bersejarah, yang tersebar di berbagai kawasannya. Terutama bagi Umat Islam, terdapat beberapa masjid yang menjadi tonggak sejarah keberadaan agama ini di Jakarta.
Masjid tersebut telah menjadi saksi perjalanan Umat Muslim di Jakarta selama puluhan bahkan ratusan tahun. Meski pada perkembangannya sudah melalui renovasi, tapi keberadaannya belum tergoyahkan sebagai lokasi ibadah.
1. Masjid Almakmur Cikini
Masjid Almakmur dibangun pada 1860 dan menjadi salah satu masjid tertua yang ada di Jakarta. Sempat mengalami sengketa tanah dengan pemerintah kolonial Belanda, masjid Almakmur Cikini akhirnya diresmikan berdiri oleh Agus Salim pada 1932 dan diperlebar ke belakang pada 1962 menyerupai bangunan aslinya.
2. Masjid Istiqlal
Meski bukan termasuk salah satu masjid tertua di Jakarta, namun Masjid Istiqlal mempunyai sejarah unik seputar pendiriannya. Masjid Istiqlal dibangun atas prakarsa beberapa tokoh nasional, seperti Agus Salim dan Wahid Hasyim.
Masjid yang dibangun sebagai simbol kemerdekaan RI ini merupakan masjid terbesar yang ada di Asia Tenggara. Uniknya, Masjid Istiqlal dibangun oleh arsitek keturunan Batak bernama Frederich Silaban yang justru beragama Kristen.
[Baca juga : "4 Tradisi Unik Di Indonesia Menyambut Ramadan"]
3. Masjid Luar Batang
Masjid yang berlokasi di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara ini memiliki sejarah yang panjang. Dibangun pada 1756, masjid ini awalnya hanya berbentuk mushala kecil. Bangunan Masjid Luar Batang terpengaruh budaya Tiongkok, India, dan Arab.
Pengaruh ini tak lepas dari peran Jakarta Utara sebagai kota pelabuhan dan tempat singgah orang-orang dari berbagai latar belakang etnis dan negara. Di awal tahun 2000, Masjid Luar Batang diresmikan sebagai bangunan cagar budaya yang dilindungi pemerintah. (Sumber: Artikel liputan6.com Foto @fakhmizakky)
...moreTripTrus.Com - Bro, traveling pas puasa tuh emang PR banget! Lo harus tahan laper, haus, plus tetep fit biar perjalanan tetep asik. Tapi santai, ada cara biar lo gak loyo meskipun lagi road trip atau jalan-jalan di bulan Ramadan. Nih, simak tipsnya biar lo tetep strong dan puasanya lancar!
View this post on Instagram
A post shared by ROAM (@experiencesbyroam)
1. Bawa Bekal Sendiri, Jangan Ngandelin Takdir!
Gak semua tempat yang lo datengin jual makanan yang cocok buat sahur atau buka. Makanya, lo wajib bawa bekal sendiri! Pilih makanan yang banyak proteinnya, serat, dan lemak sehat biar tenaga lo tahan lama.
Kalau ribet bawa makanan berat, lo bisa sedia camilan sehat kayak kurma, kacang-kacangan, atau granola. Praktis, gampang dibawa, dan bikin lo tetep bertenaga sampai magrib!
2. Minum yang Cukup, Jangan Sampai Kekeringan!
Dehidrasi pas puasa itu nyiksa banget, apalagi kalau lo lagi di perjalanan jauh. Solusinya? Maksimalin asupan cairan pas sahur dan buka.
Hindarin kopi atau teh berlebihan, soalnya bikin badan makin kering. Mending pilih air putih, infused water, atau air kelapa biar elektrolit lo tetep seimbang.
[Baca juga : "10 Event Paling Kece Di Karisma Event Nusantara 2025! Lo Wajib Merapat!"]
3. Jangan Maksa! Kurangin Aktivitas Berat
Emang sih, traveling itu bikin pengen jalan-jalan terus. Tapi inget, lo lagi puasa! Jangan kebanyakan jalan kaki atau aktivitas yang bikin energi lo cepet abis.
Kalau bisa, pilih transportasi yang nyaman biar gak gampang capek. Mau ngebolang ke tempat wisata? Atur jadwalnya setelah buka puasa biar lo tetep bisa enjoy tanpa harus ngos-ngosan!
4. Makan yang Sehat Pas Buka, Jangan Kalap!
Pas azan magrib berkumandang, jangan langsung hajar makanan manis berlebihan! Lonjakan gula darah bisa bikin lo makin lemes.
Pilih makanan yang seimbang, kayak karbo kompleks, protein, dan lemak sehat biar tenaga lo tetep stabil. Kalau susah cari makanan sehat di perjalanan, bawa cadangan kayak sup instan bergizi atau makanan kemasan tinggi protein dan serat. Praktis dan tetep sehat!
5. Batasi Minuman Manis, Jangan Ketipu!
Gue tau banget, pas buka tuh suka kepengen minum es teh manis atau soda. Tapi hati-hati, kebanyakan gula malah bikin badan makin drop!
Mending pilih minuman yang bikin badan lo tetep fresh, kayak jus buah asli tanpa gula tambahan, teh herbal, atau cukup air putih aja. Badan lo bakal lebih segar dan gak gampang capek!
Jadi gitu, guys! Traveling pas puasa emang butuh trik biar tetep strong dan gak gampang KO. Yang penting, jaga pola makan, minum yang cukup, dan atur ritme biar lo bisa tetep jalan-jalan tanpa ganggu ibadah puasa. Siap ngebolang meskipun lagi Ramadan? (Sumber Foto @canva.com)
...more