shop-triptrus



5 Tips Agar Liburan Jadi Lebih Bermakna

TripTrus.Com - Sering menyesal karena waktu libur terasa cepat berakhir? Mungkin salah satu alasannya karena kegiatan liburan dilakukan terlalu terencana. "Jangan lakukan kesalahan yang sama, karena berikut ini ada lima tips agar waktu libur jadi lebih bermakna"   •• Bahkan langit sore seakan mengejek dalam bisunya. Lewat hening seakan berkata : "Hei kau manusia bumi, belajarlah menikmati sunyi! ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ Loc 📍: Nyang Nyang Beach Uluwatu, Bali ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ #baliisland #dikasjourney #jalanjalan #jalanmelali #vacationinbali #asalpiknik #maimelali #tamasyamen #melalidibali #wisataindonesia #thebaliguru #igersbali #thediscoverer #mainkesini #folkindonesia #balidaily #indotravellers #tamasyamen #travelerbali #infowisatabali #indoflashlightbali #milusikmelali #indoflashlightbali #indoflashlight #jalanjalanmenbali #explorebali #obyekwisatabali #ayomelali #infomelali #ayominggat A post shared by dhika S kdk🔵 (@dikasjourney_) onDec 25, 2017 at 8:13pm PST 1. Kerja SosialMelakukan kegiatan amal bukan hanya memberikan sesuatu dalam bentuk uang atau barang. Meluangkan waktu dan tenaga untuk mengajar atau melestarikan lingkungan juga termasuk sebagai kegiatan terpuji tersebut.  Kerja sosial di destinasi wisata bisa jadi pilihannya, seperti yang bisa dilakukan bersama kelompok Indonesia Mengajar, Taman Bacaan Pelangi, Jakarta Animal Aid Network, Yayasan Widya Sari, Sahabat Anak, OFI, Bali Sea Turtle Rescue sampai Sumatra Rainforest Institute.  2. Lupakan Urusan KantorSelesaikanlah urusan kantor sebelum pergi berlibur, agar punya alasan tepat untuk tak menjawab telepon, pesan pendek, atau e-mail dari teman kantor saat sedang bersantai.  Jangan merasa bersalah saat melakukannya, karena libur adalah hak semua tenaga kerja.3. Di Luar RuangWaktu libur memang paling pas untuk berdiam diri di kamar sambil makan camilan, membaca buku, mendengarkan musik, atau menonton film. Jika cuaca sedang cerah, sempatkanlah berkegiatan di luar ruang, sekadar ke minimarket atau menyiram tanaman, agar jasmani dan rohani menjadi lebih segar.  Waktu yang pas untuk melakukannya ialah pada pukul 9 pagi atau pukul 4 sore. 4. Kunjungi Kerabat LamaSelain keluarga dan teman, jangan lupa untuk mengunjungi kerabat yang sudah lama tidak bertemu, misalnya teman sekolah atau teman di kantor lama. Saat bertemu, tentu saja perbincangannya jadi tak membosankan karena banyak hal baru yang diketahui.5. Lakukan SpontanLiburan yang paling menyenangkan ialah liburan yang dilakukan tanpa rencana alias spontan. Sebuah studi mengungkapkan kalau orang yang melakukan liburan secara spontan dan mandiri terbilang lebih bahagia dibandingkan dengan yang melakukannya secara terencana dan bersama orang lain. Cara berpikir seperti ini membuat liburan terasa bukan seperti waktu kerja yang butuh kedisiplinan.  Tak punya rencana ke mana-mana? Silakan bermalas-malasan di rumah karena tak ada yang melarang. (Sumber: Artikel cnnindonesia.com Foto freepik.com)
...more

Puncak Waringin Labuan Bajo, Santai Dan Nge-Chill Sambil Menikmati Senja Dengan Gaya Gaul!

TripTrus.Com - Bro, Puncak Waringin di Labuan Bajo itu emang the real deal buat lo yang suka banget sama senja. Tempat ini bisa dibilang surganya yang ngasih kesempatan buat lo santai sambil menikmati view Labuan Bajo dari atas, bro. Ketinggian Puncak Waringin sekitar 45-54 meter di atas laut, jadi lo bisa ngeliat sebagian gede Labuan Bajo dari sini, ga heran banget kalo jadi tempat favorit buat turis dan lokal buat nge-chill dan menikmati senja.       View this post on Instagram A post shared by Sinau Bhumi (@sinaubhumi) Tempat ini baru aja direnovasi jadi salah satu dari 30 destinasi dan desa wisata di Flores, Lembata, Alor, Bima (Floratama). Kabarnya, ini masuk dalam peta perjalanan yang dikelola Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF). Dulu sih, meski bagus, tempat ini agak risky, bro. Terutama pas musim hujan, tanah sekitar Puncak Waringin bisa labil dan rawan longsor. Tapi untungnya sekarang udah dipasang pagar pembatas sepanjang area Puncak Waringin, jadi lo bisa menikmati matahari terbenam di laut Labuan Bajo dengan aman dan nyaman. Ada juga tempat duduk buat santai di tengah-tengah, lho. Di sebelah Gardu Pandang Puncak Waringin, sekarang ada gedung utama dengan arsitektur rumah adat Manggarai. Gedung ini punya viewing deck buat lihat pemandangan, bro. Mereka juga nambahin beberapa fasilitas baru, kayak toilet, musala, pos jaga, dan ruang genset buat nambah kenyamanan pengunjung. Di luar area, ada taman, amphiteater, area parkir, dan jalan setapak, jadi semakin komplit deh. [Baca juga : "Di Labuan Bajo, Cuss Ke Desa Budaya Compang To'e Melo, Bro!"] Gak heran kalo Puncak Waringin sekarang jadi tempat kumpul warga. Gardu Pandang jadi salah satu spot terbaik buat lihat senja, selalu rame banget pas sore menjelang malam. Di sini lo bisa nikmatin pemandangan kota Labuan Bajo yang keren banget. Lo pasti bakal terkesima, bro, lihat laut biru yang bersanding sama langit senja yang indah. Pelabuhan laut dan aktivitasnya terlihat jelas dari sini, tambahin lagi kapal-kapal dan pulau-pulau dengan pemandangan perbukitan yang keren. Nah, yang seru lagi, Puncak Waringin ini ada di tengah kota Labuan Bajo, loh! Cuma kurang dari dua kilometer dari Bandara Komodo, jadi lo bisa nyampe sini dalam waktu sekitar 5 menit pake mobil. Di sekitar sini juga banyak hotel dan restoran, jadi kalo mau nginep atau mau makan enak, gampang banget, bro! (Sumber Foto @sampeyanndalem) 
...more

4 Mitos Tentang Solo Traveling yang Tak Boleh Anda Percaya

TripTrus.Com - Salah satu cara untuk menantang diri sendiri adalah dengan melakukan solo traveling. Berpetualang menyusuri tempat baru seorang diri akan memberikan banyak hal positif untuk Anda. Mulai dari kepercayaan diri dan keberanian yang bertambah, lebih mengenal siapa Anda sebenarnya, hingga punya banyak kenalan baru. Sayangnya, keinginan untuk bersolo traveling seringkali tertunda karena mitos-mitos sepele yang membuat Anda enggan untuk melakukannya. Kira-kira apa saja ya? Dirangkum dari notable.ca, Rabu berikut ini mitos tentang solo traveling yang tak boleh Anda percaya. 1. Solo Traveling Membosankan Selama melakukan solo traveling Anda tentu akan pergi ke tempat-tempat menarik seperti objek wisata atau cafe bukan? Perasaan bosan tak akan menghantui Anda saat mengunjungi destinasi seperti ini. Ditambah lagi canggihnya teknologi bisa membuat Anda bertemu dan berkenalan dengan traveler lain dari penjuru dunia dengan mudah. Anda bisa berkomunikasi dengan teman baru dan momen traveling pun jadi lebih menyenangkan. 2. Solo Traveling Tidak Aman Tak ada tempat yang aman di dunia ini. Tapi, kalau terus dihantui dengan pikiran kalau solo traveling tidak aman, justu tak akan membuat Anda maju. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menjaga keamanan selama perjalanan liburan seperti berpakaian seperti cari informasi tempat wisata, penduduk lokal, dan masih banyak lagi. 3. Solo Traveling Tidak Menyenangkan Traveling sendirian adalah kegiatan yang sangat menyenangkan dan baik untuk jiwa Anda. Sensasi yang berbeda pun bakal Anda rasakan selama melakukan kegiatan ini. Hal membahagiakan yang dapat dirasakan adalah Anda bisa menantang sejauh mana keberanian yang dimiliki serta lebih mengenal diri sendiri. Anda pasti akan merasa bangga akan pencapaian ini. 4. Solo Traveling Bukan Hal yang Keren Keren mana jadi mandiri atau bergantung dengan orang lain saat traveling? Anda tentu setuju kalau bisa berkeliling dan menjelajah tempat baru seorang diri adalah hal yang membanggakan. Anda tak perlu merepotkan teman, kekasih, atau keluarga. Selain itu, banyak hal yang bisa Anda dapatkan selama melakukan kegiatan ini. Pengalaman ini pasti akan jadi sesuatu yang tak akan terlupakan seumur hidup Anda. Jadi, tunggu apalagi. Lakukan solo traveling selagi Anda bisa. (Sumber: Artikel liputan6.com)  
...more

Gairah Pariwisata di Ranah Sepak Bola!

TripTrus.Com - Di Negara-negara Eropa, sepak bola sudah menjadi sebuah industri besar. Bahkan di beberapa negara Eropa lain, sepak bola sudah menjadi daya tarik pariwisata yang bernilai miliar dollar. Banyak peminat sepak bola menjadikan ajang berpergian ke luar negeri memasukan aktifitas berkunjung ke stadion untuk sekedar berfoto atau menonton pertandingan, berburu merchandise di toko resmi klub dan mendatangi museum klub tersebut. Hal senada di Indonesia, di balik carut-marutnya liga sepak bola, antusias penikmat sepak bola sangat tinggi. Industri inipun mendapat tempat tersendiri di hati masyarakat Indonesia. Supporter klub-klub lokal menonton pertandingan di stadion mempunyai gengsi tersendiri, terlebih jika mereka melakukan “away days” ke kandang lawan. Bagi kebanyakan supporter, kandang lawan adalah tempat untuk mengukur jati diri sebuah kelompok supporter. Berbagai cara dilakukan suporter untuk melakukan away days, mulai dari menggunakan kendaraan pribadi hingga transportasi umum (bus, kereta, kapal laut dan pesawat). Bisa dibayangkan pengeluaran supporter untuk menyaksikan klub kebanggaan dari kota ke kota lain untuk satu musim liga. Belum lagi kalau TimNas Indonesia sedang berlaga, supporter dari berbagai kota berdatangan ke kota berlangsungnya pertandingan. Terlebih atmosfer penikmat sepak bola terasa lebih bergairah dengan turnamen seperti AFF. Dan beberapa supporter juga memanfaatkan momen away days ini sebagai ajang rekreasi ke kota tujuan. Bisa ditarik kesimpulan bahwa sepak bola merupakan industri yang menarik dan bisa disinergikan dengan industri pariwisata. Akankah Industri Sepak Bola dan Industri Wisata di masa yang akan datang menjadi industri yang menjanjikan? Dan yang terpenting kota-kota yang memiliki klub sepak bola juga harus memiliki destinasi wisata yang menjadi daya tarik lainnya selain pertandingan yang tersajikan. (Sumber: Artikel-Foto @Amieykha)
...more

Melirik Pantai Wisata Jember

Wisata bahari di pantai selatan Jember mulai dilirik investor asing. Bahkan, perusahaan Korea sudah menyurvei tiga pantai unggulan di Jember. Mereka tertarik serta ingin menanamkan modal. Sebab, pantai di Jember dinilai potensial. Plt Kepala Kantor Wisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember M. Satuki menyatakan, tiga pantai tersebut adalah Pantai Watu Ulo, Papuma, dan Payangan. ”Belum ada kesepakatan apa pun. Namun, mereka sangat mengapresiasi keindahan laut Jember,” katanya. Selain potensi wisata laut, mereka sempat melihat wisata pegunungan. Bahkan, lanjut Satuki, investor Jakarta juga turut melakukan survei. ”Yang paling antusias adalah investor Korea. Siang hari sudah diantar keliling pantai, mereka minta datang lagi malamnya,” jelasnya. Pihaknya memanfaatkan kesempatan itu untuk menunjukkan keindahan Pantai Papuma. Pihaknya men-setting makan malam di tepi pantai seperti di Legian Bali untuk meyakinkan para investor. Bahkan, mereka diyakinkan langsung oleh Bupati Faida. Sejumlah investor yang singgah di Jember tersebut datang setelah menyaksikan karnaval dunia JFC. Mereka semakin yakin setelah tiga menteri dan kepala daerah di Jatim turut datang ke Jember. ”Karena kami menangkap peluang itu,” imbuhnya. Satuki optimistis kedatangan para investor tersebut berdampak baik bagi kemajuan Jember. Selain itu, multiplier effect bakal terus mengalir ke Jember. Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat dapat terealisasi dengan optimal. Dia menambahkan, pergelaran JFC selama empat hari pekan lalu mampu mendatangkan 800 ribu wisatawan domestik. Sementara itu, wisatawan asing mencapai 200 ribu orang. ”Apalagi pada pekan bersamaan ada Mata Najwa yang dihadiri tiga menteri,” ujarnya. Dia mengaku seluruh hotel di Jember penuh. Bukan hanya hotel kelas bintang, hotel kelas melati pun dipenuhi pengunjung. ”Banyak homestay yang dihuni wisatawan,” ucapnya. Multiplier effect lain selama pelaksanaan JFC juga dirasakan pelaku UMKM di Jember. Meski demikian, mereka mengakui bahwa penjualan suvenir perlu ditingkatkan. Perjalanan paket wisata juga perlu direalisasikan selama ada momen agenda wisata semacam itu. Sebab, konsep terintegrasi sangat diperlukan dalam menunjang efektivitas promosi potensi wisata di Jember. (Sumber: Artikel jawapos.com Foto eruvierda.wordpress.com)
...more

Tari Pendet

Tari pendet merupakan salah satu tarian selamat datang yang paling tua di Pulau Bali. Menarikan tarian ini sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan spiritual masyarakat Hindu di Bali. Para ahli seni pertunjukan Bali, berdasarkan beberapa catatan yang ada, menyetujui bahwa tahun 1950 adalah tahun kelahiran tari Pendet. Tidak hanya saat menyambut tamu-tamu penting, dalam setiap pertunjukan tari-tarian Bali, tarian ini selalu dijadikan sebagian tarian pembuka.Jenis tarian penyambutan ini dibawakan oleh sekelompok remaja putri yang masing-masing membawa mangkok perak yang berisi bunga warna-warni. Dan pada bagian akhir tarian, para penari menaburkan bunga-bunga yang mereka bawa ke arah penonton atau tamu yang disambut, sebagai ucapan selamat datang.Pada awalnya, Tari Pendet dipakai sebagai pelengkap upacara piodalan di pura-pura atau tempat suci keluarga, sebagai lambang rasa syukur, hormat, dan sukacita saat menyambut kehadiran para dewata yang turun dari khayangan.Penggagas tarian ini adalah dua seniman kelahiran desa Sumertha, Denpasar, yaitu I Wayan Rindi dan Ni Ketut Reneng. Keduanya menciptakan tari Pendet penyambutan dengan empat orang penari yang dipentaskan sebagai bagian dari pertunjukan kepariwisataan di sejumlah hotel yang ada di Denpasar, Bali. Dan pada tahun 1961, I Wayan Beratha mengembangkan tarian ini dan menambah jumlah penarinya menjadi lima orang, seperti yang sering ditampilkan sekarang.Pada tahun 1962, I Wayan Beratha dan kawan-kawan kembali mengembangkan Tari Pendet yang ditarikan secara massal, jumlah penarinya tidak kurang dari 800 orang, dan ditampilkan dalam upacara pembukaan Asian Games di Jakarta. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

Festival Pasola, Seru-Seruan di Tengah Kuda & Tombak Kayu!

TripTrus.Com - Lo pernah denger Festival Pasola di Pulau Sumba, gak? Kalo lo pengen ngerasain pengalaman budaya yang bener-bener beda, acara tahunan ini wajib banget lo masukin ke dalam list. Festival Pasola ini udah terkenal banget, dan ngundang banyak orang dari seluruh dunia buat ikut ngerayain tradisi dan serunya pertarungan di atas kuda. Jadi, apaan sih Festival Pasola itu? Festival Pasola ini udah ada sejak abad ke-16, gaes! Dulu, festival ini digelar sebagai bentuk penghormatan buat Dewa Pertanian supaya panen lancar dan masyarakat bisa sejahtera. Pada dasarnya, festival ini adalah perayaan musim panen yang tujuannya buat menenangkan roh dan berharap panen di tahun depan makin melimpah. Tapi yang bikin seru, festival ini ngadain pertarungan antara dua kelompok penunggang kuda yang saling lempar tombak kayu. Udah gitu, mereka bakal tancap gas pake kuda sambil saling serang, asik kan?       View this post on Instagram A post shared by Nona Ceko (Nikolas) (@nonaceko) Tombaknya sih terbuat dari bambu yang ujungnya tumpul, tapi jangan salah, meskipun nggak tajam bisa aja bikin cedera serius. Para penunggang kuda pake kostum tradisional dan penutup kepala, jadi suasananya tuh bener-bener penuh semangat dan bikin deg-degan! Kalo lo pikir Pasola cuma tentang pertarungan doang, lo salah! Di festival ini banyak banget kegiatan yang bikin lo betah. Ada tarian tradisional, musik-musik khas Sumba, dan pameran budaya yang asik banget. Salah satu acara yang menarik adalah parade budaya dengan kostum-kostum warna-warni dan kuda-kuda yang dihias. Lo juga bisa ikut workshop seru kayak ngerajut, masak makanan tradisional, sampe belajar bikin obat herbal. Gak cuma hiburan, tapi juga jadi kesempatan buat lo kenalan langsung sama budaya Sumba yang unik. [Baca juga : "Baduy Dalam Lagi Nutup, Jangan Ngeyel. Kawalu Lagi Jalan, Wisatawan Cuma Bisa Ke Baduy Luar, Bro!"] Kapan sih festivalnya? Festival Pasola ini biasanya digelar sekitar bulan Februari atau Maret. Dan, karena ini acara besar, biasanya bakal berlangsung beberapa hari. Waktu-waktu sebelum acara utama juga banyak kegiatan seru yang bikin suasananya makin heboh. Jadi, kalau lo berniat buat dateng, pastikan lo siapin akomodasi dan perjalanan lebih awal, karena festival ini selalu ramai banget. Jangan lupa juga buat jaga sikap dan hormatin adat setempat! Apa aja yang harus dibawa? Ini nih, barang-barang yang wajib lo bawa kalo mau ke Pasola: Air minum, sunscreen, dan topi! Matahari di Sumba bener-bener panas banget, jadi lo harus siap melindungi diri. Kamera (beserta charger cadangan!) atau power bank, karena lo pasti gak mau kelewatan momen-momen keren, kan? Uang tunai! ATM sih ada, tapi kadang suka kehabisan uang, jadi mending siapin duit dari awal buat beli makanan atau oleh-oleh di festival. Kenapa lo harus dateng ke Festival Pasola? Festival Pasola adalah pengalaman yang gak bisa lo dapetin di tempat lain. Selain seru, lo bakal ngerasain langsung gimana tradisi dan kepercayaan yang masih dijaga masyarakat Sumba. Jadi, buat lo yang suka budaya, sejarah, atau sekadar nyari pengalaman baru, festival ini wajib banget masuk daftar perjalanan lo. Tandain tanggalnya, siapin semuanya, dan nikmatin serunya Festival Pasola di Sumba! (Sumber Foto @sisilsiel)
...more

5 Tempat Wisata Ramadhan Ini Selalu Banjir Pengunjung

TripTrus.Com - Tak Biasa, 5 Wisata Ramadhan di Indonesia ini Banjir Pengunjung – Bulan Ramadhan disambut oleh antusiasme umat muslim yang luar biasa. Bulan yang hanya datang satu bulan dalam setahun ini memang penuh kemuliaan, sehingga tidak mengherankan jika persiapan Ramadhan dilakukan secara maksimal. Salah satu cara untuk menghidupkan bulan Ramadhan selain berpuasa adalah dengan melakukan wisata Ramadhan. Tenang saja, kamu tidak perlu khawatir dengan lokasi tempat wisata karena Mamikos akan memberikan referensi mengenai 5 Wisata Ramadhan di Indonesia yang banjir pengunjung. Selamat membaca. 1. Masjid Jogokariyan   Kampung Ramadhan Jogokariyan, Yogyakarta. . . . . . #ramadhan #rainbowumbrella #kampungramadhanjogokariyan #jogjaku #berandajogja #adzan #lampion #jogokaryan #masjidjogokariyan A post shared by fι∂уα αиιѕα ❣ (@fdynsa) onMay 21, 2018 at 5:02am PDT Sudah bukan hal yang aneh lagi jika Masjid Jogokariyan selalu kebanjiran jamaah ketika bulan Ramadhan tiba. Kampoeng Ramadhan Jogokariyan (KRJ) adalah event tahunan yang selalu dilaksanakan di masjid ini. Bahkan, sejak tahun 2004 acara KRJ tidak pernah sepi pengunjung. Jika kamu tinggal di Yogyakarta atau sekitarnya, cobalah menikmati suasana Ramadhan di Masjid Jogokariyan agar Ramadhan-mu lebih berkesan dan bermanfaat. Pada malam hari, dari jalan raya akan terlihat kerlap-kerlip lampu yang menandakan lokasi masjid sudah dekat. Selain itu, panitia Kampoeng Ramadhan Jogokariyan juga akan memasang baliho serta spanduk di sepanjang jalan agar masyarakat mengetahui berbagai macam agenda masjid. Persiapan panitia yang matang, bahkan memakan waktu hingga 4 bulan sebelum Ramadhan tiba ini memberikan hasil yang maksimal pula. Sebagai pembuka Kampoeng Ramadhan Jogokariyan, biasanya diselenggarakan Parade Bedug mengelilingi Yogyakarta. Lalu, apa saja hal yang bisa kamu dapatkan setelah memilih wisata Ramadhan di Masjid Jogokariyan? Agenda yang meriah dan menarik minat masyarakat adalah Pasar Sore di sepanjang Jalan Jogokariyan. Karena peminatnya sangat tinggi, kegiatan pasar sore seringkali membuat jalanan menjadi penuh dan macet. Tujuan diadakannya pasar sore adalah untuk meningkatkan perekonomian warga sekitar. Tanpa pungutan biaya apapun, minat ratusan pedagang untuk berpartisipasi semakin tinggi. Jangan lewatkan kegiatan iktikaf di Masjid Jogokariyan pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Kamu bisa memilih untuk menginap secara full dan membayar biaya pendaftaran yang sudah ditentukan pihak panitia. Fasilitas yang kamu dapatkan sangat beragam, seperti makan untuk sahur, sajian berbuka puasa, ilmu baru dari ustad yang kiprahnya di dunia dakwah sudah terkenal, makalah, tempat menginap, serta teman baru. Jika tertarik, segeralah mendaftar karena peminat kegiatan iktikaf selalu membludak, bahkan masyarakat dari luar kota banyak yang tertarik dengan kegiatan ini. Setiap sore di bulan Ramadhan, Masjid Jogokariyan sudah menyiapkan lebih dari 1000 porsi menu makan berbuka yang siap dinikmati para jamaah. Makanan berbuka tersebut disiapkan oleh ibu-ibu dasawisma sekitar Masjid Jogokariyan secara bergiliran. Tenang, lauk pauk yang disediakan akan bervariasi bergantung ibu-ibu yang memasak, kok. Bulan Ramadhan tidak akan lengkap tanpa adanya shalat tarawih ala Madinah di Masjid Jogokariyan. Jangan mundur dulu karena takut karena yang dimaksuda tarawih ala Madinah adalah shalat tarawih dengan menyelesaikan 1 juz ketika shalat 11 atau 23 rakaat (bergantung kesepakatan jamaah). Mulanya tarawih ala Madinah ini mendapatkan protes, namun lama kelamaan para jamaah merindukan suasana tarawih  yang khusyu karena bacaan merdu imam membuat shalat tarawih tidak terasa berat dan melelahkan. Selain menyediakan fasilitas tarawih ala Madinah, Kampoeng Ramadhan Jogokariyan juga menyediakan fasilitas tarawih ala Gaza. Apa bedanya? Tentu suasana shalat tarawih akan jauh berbeda dengan adanya imam syeikh yang berasal dari Palestina. Jadi, kamu bisa menjalin silaturahmi dengan muslimdari tanah jihad Palestina. Kamu tidak perlu takut konsentrasimu rusak karena shalat tarawih untuk anak-anak akan dibedakan dengan lokasi tarawih orang dewasa. Terdapat 8 lokasi tarawih yang sudah dibagi oleh koordinator tarawih. Anak-anak pun akan dilatih untuk rajin menabung serta dilatih berbagai macam kesenian, seperti musik religi, drama Islami, pertunjukan teater, dan latihan untuk takbir keliling. Jika kamu tinggal di sekitar Masjid Jogokariyan, kamu tidak perlu khawatir dengan menu makan sahur sekalipun kamu adalah anak kost yang sedang krisis uang. Kampoeng Ramadhan Jogokariyan memberikan subsidi sahur berupa sembako yang akan dibagikan pada masyarakay sekitar. Menjelang bulan Ramadhan, pihak panitia akan membagikan subsidi sahur ini berdasarkan data sensus masjid yang sudah dimiliki. Sambil menunggu waktu berbuka puasa, lesehan sore yang memberikan agenda seperti nasyid, dongeng anak, serta ustad penceramah yang lucu. Jika datang ke Masjid Jogokariyan, kamu tidak perlu was-was dengan sandal bermerk yang dipakai. Panitia masjid memberikan garansi kehilangan sandal atau sepatu dengan merk yang sama jika kamu datang melapor. Ada pula acara angkringan Ramadhan yang dilaksanakan pada malam hari. Jangan bayangkan angkringan di Masjid Jogokariyan seperti angkringan pada umumnya karena saat Ramadhan tiba, akan ada tokoh-tokoh besar yang datang untuk bercengkerama. Suasana angkringan akan muncul pada sajian wedang anget dan cemilan lainnya. 2. Masjid Kubah Emas   a Muslim place of worship.. . . . #mosque #masjid #masjidkubahemas #muslimtravelers #cerah A post shared by Muhammad Zulfikar (@mzvkr) onApr 6, 2018 at 1:48am PDT Jika kamu seadang berada di Depok, cobalah untuk menikmati suasana Ramadhan di salah satu masjid yang cukup terkenal. Masyarakat sekitar Depok lebih mengenal Masjid Dian Al Mahri dengan sebutan Masjid Kubah Emas karena kubahnya memang berwarna emas. Selain menjadi lokasi ibadah umat muslim di wilayah Depok, Masjid Kubah Emas menjadi tujuan wisata dari berbagai wilayah di Indonesia. Area masjid yang cukup luas ditambah dengan fasilitas memadahi pun turut menjadikan Masjid Kubah Emas sebagai destinasi wisata Ramadhan yang patut dipertimbangkan. Masjid yang mendapat predikat sebagai masjid paling megah se-Asia Tenggara ini bisa kamu jadikan lokasi wisata Ramadhan. Dengan luas bangunan mencapai 8000 meter persegi, kamu tidak akan bosan menjelajahi setiap sudutnya. Gaya arsitektur bangunan masjid pun sangat Islami dengan adanya hiasan dekoratif serta bagian halaman dalam, gapura, dan minaret. Kamu juga tidak perlu khawatir akan berdesak-desakan dengan jamaah lain ketika waktu buka puasa tiba karena masjid ini mampu menampung hingga 20 ribu orang jamaah. Bangunan masjid yang megah dan sangat bagus didukung dengan kondisi di dalamnya. Kamu akan dibuat lebih nyaman karena tidak ada penjual makanan, pengamen, serta pengemis. Meskipun di sekitar masjid terdapat taman, namun jamaah tidak diperkenankan untuk memasuki area tersebut demi menjaga keindahan taman. Ingin menciptakan kenangan yang tidak terlupakan? Manfaatkan jasa tukang foto di depan masjid yang hasil pekerjaannya bisa langsung ditunggu. [Baca juga : Cara Menikmati Wisata Di Bulan Ramadhan] 3. Masjid Ka'bah Subang   #instagood #masjidkabah #kotabaruparahyangan #Jawabarat #exploringnusantara | jalan2 membuka wawasan A post shared by faisal_muhamad (@faisal_muhamad) onDec 22, 2014 at 4:22am PST Tempat tinggalmu masih terletak di sekitar Jawa Barat? Jika kamu tertarik, cobalah untuk melakukan wisata Ramadhan ke Masjid At-Toyibah yang dikenal dengan Masjid Kabah Subang. Arsitektur bangunan cukup unik karena dibuat menyerupai kakbah di Mekah. Jadi, ketika datang ke sana kamu akan disambut dengan suasana seperti sedang berada di tanah suci ketika melaksanakan haji atau umroh. Apa keunikan Masjid Kakbah sehingga kamu perlu datang kesana? Bangunan Masjid Kakbah seluas 2800 meter persegi tidak memiliki kubah karena desainnya memang dibuat semirip mungkin dengan kakbah yang terdapat di Mekah. Meskipun warna masjid sangat mirip seperti kakbah, namun tidak ada kain penutup kiswah di atasnya karena sudah diganti dengan cat tempok dan hiasan kaligrafi. Ada pula replika Hijr Ismail pada sudut bangunan masjid. Tidak mengherankan jika Masjid Kakbah Subang dikunjungi banyak orang. Suasana di dalamnya yang sangat tenang dengan dinding keramik serta lantai yang terbuat dari granit membuat orang-orang semakin betah. Masjid Kakbah Subang memang sengaja dibangun karena pemiliknya sangat rindu dengan Mekah. Tidak mengherankan jika untuk mengobati kerinduan tersebut bagian sekitar masjid juga dibuat semirip mungkin seperti suasana kakbah di Mekah. Terdapat miniature Bukit Shafa dan Marwah di kompleks masjid. Ada pula maqam Ibrahin serta pemandangan berbagai macam pohon palem. Rencananya, di sekitar kompleks masjid akan dibangun bimbingan manasik haji. Jadi, kamu bisa mengunjungi masjid ini sebagai destinasi wisata religi ketika Ramadhan nanti. 4. Masjid Raya Sumatera Barat   The other side of highway mosque western Sumatra. #masjidrayasumaterabarat #wonderfullindonesia Edit by snapseed #Fgstreet© #canonsx420is A post shared by Satriady (@satriady_) onAug 7, 2016 at 6:08am PDT Masjid Raya Sumatera Barat sekilas memiliki bangunan yang sangat mirip dengan rumah adat khas Minangkabau. Namun, siapa sangka masjid yang berlokasi di Jalan Khatib Sulaiman, Alai Parak Kopi, Padang ini menjadi pusat ibadah bagi masyarakat sekitarnya? Kegiatan Ramadhan berlangsung dengan baik di masjid, baik untuk pelaksanaan ibadah shalat wajib, shalat sunnah, buka bersama, kegiatan kajian, dan kegiatan lainnya. Jika kamu sedang berada di Padang, sempatkanlah untuk mampir ke Masjid Raya Sumatera Barat untuk merasakan beribadah di tempat yang bangunannya mirip rumah adat ini. Sebagai masjid yang paling besar di Sumatera Barat, masjid ini bisa menampung hingga 20.000 orang jamaah. Lokasinya pun sangat strategis karena berada di pusat kota, sehingga kamu bisa menggunakan angkutan kota untuk bisa mencapai Masjid Raya Sumatera Barat. Jangan khawatir dengan gempa ketika sedang khusyu melakukan ibadah karena masjid ini mampu bertahan dari goncangan gempa hingga 10 SR. Bahkan, masjid yang tidak jauh dari Pantai Padang turut menjadi lokasi evakuasi tsunami dengan memanfaatkan lantai 2 dan 3 masjid. 5. Masjid Ampel Surabaya   [ jum'ah ] . Janganlah malas untuk berbuat kebaikan, tetaplah berbuat baik meskipun kau di curangi. Sabar dan ikhlas adalah salah satu kunci. #quotesoftheday . Ojok lali jumatan gawe seng muslim. _________ . Foto teko @yusufampelpart - - - #surabayapunyacerita #Jum'ah #ampel #masjidampel #masjidampelsurabaya #ampelsurabaya #Menujuramadhan A post shared by Surabaya Punya Cerita (@surabayapunyacerita) onApr 19, 2018 at 9:06pm PDT Kamu ingin mencoba untuk melakukan wisata Ramadhan di Surabaya? Jangan lupa menyempatkan diri untuk mampir ke salah satu masjid yang cukup unik. Masjid yang dikenal dengan nama Masjid Ampel Surabaya ini berlokasi di kawasan Embong Arab. Di tepat ini, terdapat pusat penjualan berbagai macam kurma, perlengkapan ibadah puasa, hingga perlengkapan umat muslim untuk menunjang peribadatan.  Masjid Ampel Surabaya akan dibanjiri jamaah pada saat Ramadhan tiba. Bahkan, jamaahnya hampir mencapai 7000 orang dari berbagai daerah dalam sehari. Masih terdapat berbagai macam bukti peninggalan bersejarah yang terjaga. Kamu bisa menyaksikan 16 tiang utama masjid sepanjang 17 meter dan diameter 60 sentimeter yang terbuat dari kayu jati. Meskipun kegiatan renovasi terus dilakukan, namun ciri khas masjid tetap dipertahankan hingga saat ini. Melalui desain bangunan masjid tersebut pun kamu bisa mengetahui bentuk akulturasi budaya lokal dengan agama Hindu dan Budha. Jika ingin melanjutkan ziarah makam wali, kamu bisa langsung mengunjungi makam Sunan Ampel beserta kerabatnya di sebelah masjid. (Sumber: Artikel mamikos.com, Foto bahaudinonline.blogspot.com)
...more

Cerita Awal Mula Pulau Pahawang, Dari Nokoda Sampai Jadi Desa Wisata Seru!

TripTrus.Com - Ada cerita dari orang-orang sini, sejarah pulau ini dimulai pas Nokoda dateng tahun 1.700-an, terus ada juga Hawang yang keturunan Cina ikutan dateng. Hawang ini stay di pulau ini sampe punya anak cewek yang sering dipanggil Pok Hawang. Nah, pas Pok Hawang dipanggil Pok Hawang terus jadi nama pulau ini, namanya jadi Pulau Pahawang sekitar tahun 1850-an. Desa Pulau Pahawang mulai berkembang pas H.Muhammad bin H.Ibrahim hulubalang dari Kalianda dateng dan tinggal di Kalangan, sementara di Pulau Pahawang ada Ki Mandara dari Sulawesi Selatan yang dateng tahun 1920-an. Terus perkembangan berikutnya dimulai tahun 1930 pas Datuk Jahari dateng, dia stay dan nikah sama anak Ki Mandara di Penggetahan, juga ada H. Dulmalik dari Putih Doh yang stay di Suak Buah. Trus, ada beberapa orang dateng dan tinggal di Desa Pulau Pahawang, tapi tahunnya gak jelas. Mereka berasal dari berbagai tempat, ada yang dari Banten, seperti Jahari yang stay di dusun Penggetahan, Ruslan yang stay di Dusun Cukuh Nyai Jaralangan, dan ada juga Haji Dul Malik dari Putih Doh, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus - Lampung yang stay di Dusun Pulau Pahawang. Mereka dateng buat ngembangin kebun. [Baca juga : "Wah, Bali Jadi Hits Buat Pesepakbola! Sekarang Giliran Cuti Romero Dan Istri, Eksis Di Pulau Dewata"] Desa Pulau Pahawang punya 6 dusun, ada Dusun I Suak Buah, Dusun II Penggetahan, Dusun III Jeralangan, Dusun IV Kalangan, Dusun V Pahawang, dan Dusun VI Cukuh Nyai. Kalangan itu dusun yang ada di pulau Sumatera, terpisah sama laut dan bisa nyebrang cuma sekitar 1/4 jam naik perahu ketinting. Dulu Desa Pulau Pahawang statusnya kampung dan masuk wilayah Marga Punduh. Jadi, warganya Pulau Pahawang ikut aturan Marga Punduh buat urusan pemerintahan. Mandara yang pimpin urusan pemerintahan, dan H. Dul Malik yang pimpin urusan keagamaan. Tahun 1980, Pulau Pahawang secara resmi ditetapkan jadi desa. (Sumber Foto @ms.sarahvi) 
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...