TripTrus.Com - Wazzup, peeps! Bosen kerja mulu? Yuk, jadwalin liburan ke Jogja di 2024! Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) baru aja rilis kalender acara buat tahun depan, judulnya "Journey to Wonderful Jogja." Niatnya biar liburan lo makin seru dan beragam, bro!
Liat dari situs resmi Dinas Pariwisata DIY, ada 126 event yang bakal digelar dari Januari sampe akhir 2024, mulai dari musik, budaya, seni, sampe olahraga, loh! Nah, ini dia daftar kalender event wisata Jogja yang mesti lo tau!
View this post on Instagram
A post shared by Visiting Jogja (@visitingjogja)
Januari 2024: Ada Pameran Temporer Keraton Yogyakarta buat merayakan ulang tahun Sultan Hamengku Bawono X yang ke-80, guys! Ada juga acara mangayubagya dengan pameran Lenggahing Harjuno di Komplek Kagungan Dalem Kedhaton. Oi, yang mau dateng, bisa mampir Selasa-Minggu, jam 9 pagi sampe 2 siang, loh. Tiketnya buat turis domestik 15 rebu, buat turis mancanegara 25 rebu.
Februari 2024: Ada Oriental Carnival, Sleman Imlek Fest, Labuhan Keraton Ngayogyakarta, Coast to Coast Night Trail Ultra, dan banyak lagi. Jangan sampe ketinggalan Pekan Budaya Tionghoa, JogjaVaganza 2024, Festival Kampung Wisata, Tour de Kotabaru, Wayang Wisata Istimewa, Kiskendha Mrahaswara, sama Pentas Atraksi Wisata Budaya!
Maret 2024: Nyadran Makam Sewu, Upacara Melasti, dan Jogja Otomotif Show #5 bakal seru banget. Ditambah lagi sama Sarkem Fest, Pasar Lebaran, Jogja Flower Festival, dan Pameran Ekonomi Kreatif.
April 2024: Jangan lupa Numplak Wajik, Garebeg Syawal, Bakda Mangiran, dan Beach and Run. Ada juga Festival Njeron Benteng sama Festival Kampung Wisata yang bakal seru!
Mei 2024: Ada Jogja Violin Festival, Ambarrukmo Volcano Run, dan Festival Van der Wijck. Nah, ini yang ditunggu-tunggu: Volcano Run, Hyatt Pink Ribbon Run, Gumbregah Culture Festival, Lomba Seni Suara Burung Perkutut Piala Paku Alam, Menoreh Food Festival, Pawai Alegoris Harmoni Jogja, Gama Trail Run, Mantra Kriya Festival, sama Jogja Noise Bombing!
Juni 2024: Sleman City Music Festival, Travel Fair, Jodhangan Goa Cerme, Numplak Wajik, Gerebeg Besar, Geopark Night Specta #6, Prosesi Agung Ganjuran, dan ART JOG. Makin seru sama Mandiri Marathon, Loka Collective Performance, Kangen Jogja, Kotabaru Avond Feest, Pemilihan Dimas Diajeng Kulon Progo, E-Sport Lokapala - Kasatria, Lomba Jemparingan Piala Paku Alam, Lomba Seni Suara Burung Derkuku Piala Hamengkubuwono.
[Baca juga : "Enam Event Jateng Keren Bikin Gegana Di 2024, Siap Menghibur Kamu Dari Culinary Hingga Tradisi Lokal"]
Juli 2024: Prambanan Jazz, Jenang Suran, Labuhan Pantai Goa Cemara, Jamasan Selo Gilang, Kirab Budaya Imogiri, Labuhan Nelayan Mina Bahari 45, Siraman Pusaka I dan II, Upacara Nguras Enceh, Peh Cun, Tour de Ambarrukmo, Upacara Hari Jadi Kabupaten Bantul, Keroncong Plesiran, Indonesia UFO Festival, Labuhan Hondodento, Jogja International Kite Festival. Nambahin Winongo Jogja River Fest 2024, Lomba Seni Suara Burung Berkicau Piala Paku Alam, sama Jogja International Travel Mart.
Agustus 2024: Bantul Creative Expo dan Jelajag Wisata Geopark Trail, plus Paradancer, Pasar Kangen, Nandur Srawung, sama Cherrypop.
September 2024: Ada Rebo Pungkasan, Land of Leisures, Miyos Gongso, Sekaten Dinten I, Numplak Wajik, Kundur Gongso, Gerebeg Maulud, Gunungkidul Tourism Fest, Jogja Tourism Day, Puncak Gelar Potensi Desa Wisata. Jangan sampe ketinggalan Ngaran Kite Festival, Asia Tri Festival, Sewon Screening, Sound of Destination, Festival Kebudayaan Yogyakarta, Pekan Grafis Yogyakarta, Romansa Pansela, BOB Golf, Lomba Seni Suara Burung Berkicau Piala Hamengkubuwono, Lomba Seni Suara Burung Perkutut Piala Hamengkubuwono, sama Lomba Seni Suara Burung Derkuku Piala Paku Alam.
Oktober 2024: Kustomfest, Wayang Jogja Night Carnival, dan Merti Bumi - Nyadran Sumber Air Tuk Suracala. Ada Pasar Wiguna, BOB Sunset Run, Menoleh ke Menoreh, Glagah Lagoon Festival, Jemparing Wisata, Rally Foto Konservasi, sama Festival Kopi. Udah tau banyak event keren di Jogja, kan? Skrg bisa atur liburan lo dengan mantep. Jangan solo, ajak temen atau gebetan biar makin asik. Selamat nyobain, guys! (Sumber Foto @regawan)
...moreTripTrus.Com - Selalu saja ada hal menarik ketika Anda memilih Bogor sebagai tujuan destinasi untuk berlibur. Mulai dari danau, pegunungan, hingga wisata alamnya selalu menjadi daya tarik wisatawan.
View this post on Instagram
Moment sunrise memang paling ditunggu untuk di nikmati, bnyak tempat bagus untuk melihat sunrise tak terkecuali di puncak batu roti ini, tepatnya berada di ciampea bogor, pemandangan yg super indah ini, ingin rasanya kembali ksini. . π Puncak batu roti, gunung kapur, ciampea, bogor . π· @rahmancosta92_
A post shared by M Bista Ilham (@bistailham_) onMay 22, 2018 at 4:13am PDT
Salah satu destinasi yang menarik dan tak boleh dilewatkan adalah mengunjungi bukit batu roti. Ini merupakan gunung kapur di Ciampea Bogor. Berada di atas puncak roti, Anda akan melihat lanskap tercantik di Bogor. Pemandangan alamnya terlihat memesona, ditambah struktur bebatuan di puncaknya menarik untuk dijadikan background untuk Anda berswafoto.
Bogor tak hanya memiliki gunung Pangrango. Kota hujan ini juga memiliki bukit kapur yang kerap diincar wisatawan. Bukit Kapur memiliki tiga puncak yang memiliki pemandangan yang sama indahnya. Bukit yang didominasi oleh tanah dan karst berketinggian tidak lebih dari 400 mdpl ini memberikan sensasi yang berbeda.
[Baca juga : "Lokasi Wisata Bogor Dengan Spot Underwater Yang Keren Abis"]
Salah satu puncak yang paling diincar wisatawan untuk berburu sunrise adalah puncak batu roti. Puncak yang dikenal dengan karstnya yang membentuk seperti roti jika dilihat dari bawah. Bisa dibilang Puncak Batu Roti adalah salah satu spot terbaik untuk melihat matahari terbit di Bogor Barat. Ditunjang dengan puncak karst yang mengerucut, membuat Anda dapat memandang ke sekelilingnya 180 derajat tanpa terhalang apa pun. (Sumber: Artikel inews.id Foto payungrimba.blogspot.com)
...moreTripTrus.Com - Bali gak ada matinya, bro! Dinas Pariwisata Bali baru aja nge-launch Calendar of Events 2025 yang bakal nge-hype banget. Ada 56 acara kece yang bakal bikin turis, baik lokal maupun asing, makin betah dan pengen lama-lama di Bali. Event-event ini bakal diselenggarain dari Februari sampai Desember 2025, mulai dari 5th Multilateral Naval Conference di Pelabuhan Benoa, Pawai Ogoh-ogoh di Denpasar, sampai Mekotek di Desa Munggu, Badung. Ada juga Pesta Kesenian Bali XLVII di Denpasar, Penglipuran Village Festival di Desa Penglipuran, dan Festival Taman Sukasada Ujung di Karangasem.
View this post on Instagram
A post shared by Adi Prayogo (@adi_py)
Tjok Bagus Pemayun, Kepala Dinas Pariwisata Bali, bilang kalau acara-acara ini tujuannya biar wisatawan bisa stay lebih lama. Soalnya, Bali tuh nggak cuma terkenal karena wisata budaya, tapi juga event-event keren yang bakal selalu rame. "Kami harap acara-acara ini bisa bikin wisatawan betah dan ingin datang lagi," ujarnya.
[Baca juga : "Sumut Gaskeun! Kalender Event 2025 Siap Bikin Wisatawan Ketagihan"]
Meskipun beberapa event udah ada sebelumnya, tahun ini bakal ada beberapa yang baru, dan Tjok berharap dampaknya lebih besar dari sebelumnya. Tjok juga bilang kalau event-event ini selalu laku banget di kalangan turis, baik yang datang dari luar negeri maupun dalam negeri. "Kami minta pengelola acara buat nyatet gak cuma jumlah transaksi, tapi juga seberapa banyak orang asing yang dateng dan pengen balik lagi. ASITA juga jadi andalan buat jualin event-event ini ke calon wisatawan," lanjutnya.
Tjok percaya banget kalau Calendar of Events 2025 bisa ningkatin kunjungan turis ke Bali. Targetnya sih, 6-6,5 juta turis asing dan 10-10,5 juta turis domestik datang ke Bali sepanjang tahun ini.
Tapi, ada tantangan juga nih. Masalah jalan macet, sampah, dan alih fungsi lahan masih jadi PR, tapi Dispar Bali udah siap nge-solve itu. "Kami udah punya peta masalah, tinggal ditindaklanjuti," kata Tjok.
Ngomong-ngomong, Wakil Ketua PHRI Bali, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya, bilang buat capai target kunjungan turis 2025, perlu strategi. Salah satunya dengan nambahin direct flight bareng airline dan promosi bareng buat ngenalin event-event internasional yang bakal rame banget! (Sumber Foto @dekz_chotz11)
...moreTripTrus.Com - Buat ngejagain vibe pariwisata, Pemprov Jateng udah ngegulirin Jawa Tengah Calender of Event 2024, loh. Nggak tanggung-tanggung, bakal ada 220 event seru yang bakal digelar di tahun depan!
Agung Hariyadi, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, ngebahas rencana jagoan ini di Rakor Sinergitas Program Tahun 2024 dan Launching Jawa Tengah Calender of Event 2024 di Solo, Selasa kemaren.
View this post on Instagram
A post shared by KULINER SEMARANG ESTETIK / JOURNAL / HOBY / REVIEW / STORY (@ujestory)
Dia bilang, tanpa ada serunya acara atau festival, destinasi kita bakal sepi pengunjung, bro. Makanya, mereka meracik banyak kegiatan yang diharapkan bisa jadi pemicu bagi pengunjung buat mampir ke Jawa Tengah.
Mereka pun berharap, dengan usaha itu, tahun depan bisa dapetin 55 juta wisatawan yang ngunjungin Jawa Tengah, termasuk 600 ribu di antaranya turis mancanegara. Angka ini naik 10 persen dibandingin sama tahun ini, loh.
Katanya, ada sepuluh acara yang bakal jadi andalan tahun depan, di antaranya Dieng Culture Festival, Festival Arak-arakan Cheng Ho, Festival Kota Lama, Festival Gunung Slamet, Solo Menari, Solo Keroncong Festival, Grebeg Sudiro, International Mask Festival, Java Balloon Attraction, dan Moro Borobudur.
[Baca juga : "Liburan Gokil! 5 Destinasi Keren Di Indonesia Buat Ngelewatin Tahun Baru 2024"]
Ngga cuma itu, bakal ada juga rangkaian event olahraga, musik, dan kreatif berskala internasional, seperti Solo International Performing Arts (SIPA), Festival Payung Indonesia (FESPIN), Borobudur Marathon, dan Tour de Borobudur.
Dari dunia maya, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Jateng, Sujarwanto Dwi Atmoko, nyamperin dan bilang kalo mereka komit buat support lewat fasilitasi pelayanan acara. "Total anggarannya udah sampe Rp112,115 miliar," ujarnya.
Intinya, buat mantepin pariwisata, mereka siap geber ratusan event seru di Jateng. Cuss, siap-siap ngubek Jawa Tengah di tahun 2024! π (Sumber Foto @iqbalxpangestu)
...moreTripTrus.Com - Menurut kitab sejarah Sunda yang berjudul Tina Layang Parahyang (Catatan dari Parahyangan), keberadaan komunitas Tionghoa di Tangerang dan Batavia sudah ada setidak-tidaknya sejak 1407 NI. Kitab itu menceritakan tentang mendaratnya rombongan pertama dari dataran Tiongkok yang dipimpin Tjen Tjie Lung alias Halung di muara Sungai Cisadane, yang sekarang berubah nama menjadi Teluk Naga.
"Oleh karena itu, Tangerang tidak mungkin dapat dipisahkan dengan kebudaya Tionghoa-nya. Kebudayaan yang berkembang di sana sejak berabad-abad lalu."
Maka tidak mengherankan jika wilayah Tangerang Raya (Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang) memiliki beberapa klenteng dan vihara tua yang bersejarah.
1. Klenteng Beon Hay Bio
Chinese New Year 270117
A post shared by Kemala D. Larasati (@k_larasati) onJan 27, 2017 at 9:46am PST
Klenteng Boen Hay Bio yang terletak di Jl. Pasar Lama Serpong, Desa Cilenggang, Serpong, Kota Tangerang Selatan. Berdasarkan informasi dari pengurus, Klenteng tertua di Serpong ini berdiri tahun 1694 atau sudah berusia tiga ratus tahun.
Pada saat hari jadi Klenteng yang diperingati tanggal 24 bulan keenam penanggalan Cina, biasanya Klenteng dipadati pengunjung yang datang untuk berdoa. Selain itu untuk memeriahkan acara hari jadi, Klenteng Boen Hay Bio juga sering dimeriahkan dengan berbagai atraksi pertunjukan barongsai, gambang kromong, serta lenong.
2. Vihara Boen Tek Bio
#VIHARABOENTEKBIO #VIHARA #PASARLAMA #PEI76ETC
A post shared by Sri Rezeki Tjandra (@tjansriki) onNov 26, 2016 at 6:56am PST
Vihara Boen Tek Bio diperkirakan mulai dibuat pada akhir abad ke-17, hal tersebut berasalan dikarenakan ukiran kayu yang terdapat pada langit-langit dibuat awal tahun 1800. Vihara yang terletak di Jl. Bhakti No. 14, Pasar Lama, Kota Tangerang ini memiliki pengaruh besar pada perkembangan budaya Cina di Tangerang.
Yang menasrik dari Vihara Boen Tek Bio adalah beberapa artfeak kuno yang dimiliki oleh Vihara, seperti: patung singa penjaga klenteng (Ciok-say), lonceng tua yang berasal dari tanah Tiongkok tahun 1835, tempat batang hio yang terbuat tahun 1805 dan juga tempat pembakaran yang berasal dari abad ke-19.
3. Vihara Boen San Bio
Vihara boen san bioπ note : viharaboensanbio atau Klenteng Boen San Bio dibangun oleh pedagang asal Tiongkok yang bernama Lim Tau Koen. Klenteng ini dibangun sebagai tempat untuk menempatkan patung Dewa Bumi (Kim Sin Khongco Hok Tek Tjeng Sin) yang dibawa pedagang tersebut dari Banten. Secara harfiah, “boen san bio” berarti kebajikan setinggi gunung. #viharaboensanbio #viharatangerang #vihara #viharadewikwanim #kelenteng
A post shared by Enjoy Your Lifeπ½ (@travelmania7550) onOct 19, 2017 at 11:30pm PDT
Vihara Boen San Bio atau yang dikenal juga sebagai Vihara Nimmala. Vihara yang berasitektur mewah ini dibuat tahun 1689. Vihara yang terletak di Jl. Pasar Baru, Kelurahan Kranjaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang ini digunakan sebagai tempat ibadah baik oleh penganut Kong Hu Chu, Taoisme dan Budha (Tri Dharma).
Selain memiliki nilai sejarah, Vihara Boen San Bio juga terkenal dengan keindahan arsitekturnya. Di bagian atap terdapat patung sepasang burung fenghuang atau hong (phoenix) yang mengapit sebuah mutiara jagat, di bagian depan pengunjung disambut oleh megahnya patung dewa bumi yang dahulu dibawa Lim Tau Koen dari Banten dan banyak lagi oranamen-orname lain yang menjadi daya tarik lain untuk dikunjungi.
4. Klenteng Sampo Tay Jin
#temple #dragonandliondance #semarang #centraljava #sampotayjin #culturalfestival #2017
A post shared by Tio Januar (@januartio) onJul 23, 2017 at 6:55am PDT
Tempat ibadah etnis Tionghoa yang terletak di salah satu Gang Jl. Otto Iskandardinata, Kota Tangerang ini bernama Klenteng Sampo Tay Jin. Konon keberadaan klenteng ini erat kaitannya dengan laksamana besar Cina yang memimpin pelayaran pada abad ke-15 dengan kekuatan 300 kapal, yaitu Laksamana Ceng Ho (Sampo Tay Jin).
Meskipun bertolak belakang dengan fakta, bahwa Laksamana Ceng Ho adalah seorang muslim, di Klenteng Sampo Tay Jin terdapat altar utama yang menjadikan Laksamana Ceng Ho sebagai dewa utama Klenteng tersebut. Dan uniknya lagi, meskipun tidak memeluk agama Islam, pemuja Laksamana Ceng Ho juga tidak mengkonsumsi daging babi.
5. Klenteng Tjo Soe Kong
πΌπΌπΌ . . . . . #temple #vihara #tjosoekong #tanjungkait #tangerang #indonesia #pray
A post shared by Aldieka | #sydika #sydikastore (@sy.dika) onDec 10, 2016 at 8:02pm PST
Terletak di pesisir utara Kabupaten Tangerang, terdapat bangunan bersejarah etnis Tioanghoa. M asyarakat sekitar klenteng percaya bahwa klenteng itu dibuat tahun 1792 atau berusia tiga abad. Klenteng tersebut bernama Tjo Soe Kong. Pada musibah tsunami akibat letusan Gunung Krakatau tahun 1883, Klenteng ini berhasil selamat meskioun terletak di bibir pantai.
Klenteng yang berlokasi di Dusun Tanjung Anom, Desa Tanjung Kait, Mauk, Kabupaten Tangerang merupakan salah satu cagar budaya di Kabupaten Tangerang juga dikenal dengan nama Klenteng Tanjung Kait atau Klenteng Qing Shui Zhu Sui. Untuk memperingati tradisi Cina sekaligus menghibur masyarakat sekitar, Klenteng Tjo Soe Kong kerap menggelar event tahunan dengan berbagai pertunjukan, seperti: pertunjukan wayang Po Te Hi, Tari Naga, dan kesenian barongsai.
Tertarik mengenal lebih jauh Klenteng dan Vihara tua bersejarah di Tangerang? Silakan ajak teman-teman kalian untuk menjelajahinya! (Sumber: Artikel-Foto Amieykha)
...moreTRIPTRUS - Semua orang perlu santai, perlu piknik istilah kerennya. Tetapi kadang pekerjaan yang padat serta jadwal aktivitas tidak dapat dihindari dan jadikan harimu sulit untuk tiba-tiba melaksanakan piknik. Padahal, kamu juga perlu mengistirahatkan otak juga tubuhmu.
Apabila sudah begini, umumnya tubuh kamu akan protes sendiri dengan tidak kamu sadari. Ada beberapa tanda yang umumnya tubuh kamu berikan supaya kamu menyadari jika ternyata kamu perlu liburan.
Tidak ingat kapan terakhir liburanSaat kamu telah lupa kapan terakhir liburan dan nampaknya telah lama sekali kamu tidak melakukannya, maka itu merupakan tanda pertama yang haris kamu perhatikan.
Terasa buntuPikiranmu tidak lagi dapat diajak bekerja sama guna memikirkan ide baru yang segar juga unik. Kamu merasa sungguh stuck dan tidak dapat bekerja dengan benar.
Kamu memaksa tersenyumsaat kamu merasakan stres, kamu tak akan tulus memberikan senyum. Saat kamu bahagia, senyum menjadi lebih mudah. Nah, makan saat kamu telah merasa lebih sering cemberut dan juga sulit senyum, mungkin kamu perlu liburan.
Kamu stresKamu menyadari tuntutan kerja sangat mencekik dan menjadikanmu tidak tenang. Hal ini dapat memicu stres ataupun rasa tertekan yang malah bisa memperburuk kesehatan serta kinerja otak.
Kamu lupa caranya bersenang-senangSeberapa pentingnya pekerjaan, jangan sampai kamu kehilangan kesempatan untuk bersenang-senang. Ini telah menjadi tahap yang memprihatinkan saat kamu terlalu serius dan tidak dapat menikmati hidup.
Kurang kena sinar matahariTahukah kamu bahwa sinar matahari sangatlah berperan penting di dalam kesehatan fisik juga mental kamu? Sinar matahari dapat meningkatkan vitamin D di dalam tubuh dan menjadikanmu tetap waras.
Kamu rindu kamu yang duluSaat kamu merasa tubuh kamu kuyu, tidak bertenaga dan juga bosan dengan rutinitas, kamu akan merasa sangat benci pada diri sendiri dan kondisi ketika ini. Kamu mau pergi atau lari dari semua ini, dan itu merupakan tanda kamu perlu berhenti sejenak.
Nah, itulah beberapa tanda kamu sangat memerlukan hiburan. Jangan terlalu menyiksa diri Ladies. Manjakanlah dirimu! semoga bermanfaat!
Sumber: Artikel rancahpost.co.id Foto @JKTjalanjalan
...moreTripTrus.Com - Di sisi lain saat dipakai untuk memotret saja, shutter kamera hanya akan terbuka sebentar dan menangkap cahaya yang diperlukan. Akan tetapi saat dipakai untuk merekam atau melihat gerhana matahari secara langsung, shutter akan terbuka dalam waktu lama, memungkinkan banyak cahaya untuk masuk dan akhirnya berpotensi merusak sensor kamera.
Alasan yang sama juga dipakai oleh fotografer untuk menghindari memotret langsung menghadap matahari terlalu sering. Bahkan, mengarahkan kamera ke matahari dalam waktu lama juga dipercaya bisa membakar shutter dan mekanisme bukaan lensa kamera.
Demi keselamatan smartphone atau kamera, sangat disarankan untuk menambahkan filter khusus yang ditempatkan di depan lensa untuk mengurangi paparan cahaya saat memotret gerhana matahari. (Sumber: Artikel merdeka.com Foto indogamers.com)
...moreTRIPTRUS - Di bulan Ramadan, ada aktivitas yang selalu dilakukan orang Indonesia, yaitu ngabuburit ke berbagai tempat yang menjadi destinasi wisata. Ngabuburit memang cara paling asyik untuk jalan-jalan di bulan puasa.Tempat tujuan ngabuburit sering kali merupakan tempat-tempat yang menjadi tujuan wisata. Ada taman kota, pantai, pusat perbelanjaan, pusat wisata kuliner, masjid dll. Menghabiskan hari sambil menunggu waktu berbuka puasa, memang menjadi kegiatan yang sering dilakukan umat muslim Indonesia.Ini sebabnya ngabuburit menjadi semacam kegiatan wisata jarak pendek yang dilakukan di berbagai kota di Indonesia. Hal itu juga yang menjadi alasan, ngabuburit pasti seru dilakukan di berbagai daerah.Travel Highlight kali ini pun menyoroti kegiatan ngabuburit sebagai sebuah momen mengunjungi destinasi wisata di bulan Ramadan. Banyak hal yang bisa dilakukan, mulai dari kota dimana kita tinggal. Di Jakarta misalnya, ada Monas, Taman Suropati atau Taman Menteng dan destinasi wisata lain yang ramai untuk ngabuburit.Masjid-masjid bersejarah di berbagai kota juga menjadi tempat tujuan ngabuburit. Selain itu, pusat perbelanjaan seperti mal juga berusaha menarik pengunjung dengan aneka kegiatan Ramadan. Pun demikian dengan hotel, yang berusaha memikat tamu dengan aneka sajian makanan berkelas untuk berbuka puasa.Jika Anda sedang traveling ke berbagai kota di Indonesia, ini adalah kesempatan emas untuk bisa merasakan ngabuburit di sana. Di Yogyakarta, ngabuburit di Jl Malioboro pasti asyik. Atau, bergabunglah dengan warga lokal di Bundaran UGM atau di alun-alun keraton.Di Makassar juga seru untuk ngabuburit. Warga dan wisatawan meramaikan Pantai Losari menunggu matahari terbenam. Setelah itu parade wisata kuliner sudah menunggu mereka di kawasan itu. Di Surabaya, Jembatan Suramadu dan berbagai taman kota adalah tempat favorit untuk ngabuburit. Di Banda Aceh apalagi, dengan budaya Islam yang kuat, ngabuburit pun rasanya sangat berbeda.Jalan-jalan sore menjelang buka puasa, tidak hanya bisa dilakukan di negeri sendiri. Di Kuala Lumpur, Malaysia ngabuburit juga seru dilakukan di depan Menara Petronas, Dataran Merdeka atau ke kawasan pecinan di Petaling Street. Di Singapura, ngabuburit di Marina Bay bersama patung Merlion rasanya tiada dua.Bagaimana dengan para traveler di berbagai negara muslim nan jauh di Timur Tengah? Puasa yang lebih lama di musim panas menjadi tantangan mereka. Tapi kegiatan ngabuburitnya tetap seru untuk dilakukan. Semua orang mengakui, ngabuburit di Masjidil Haram, Mekkah adalah pengalaman terbaik sedunia.Traveling dan ngabuburit adalah dua hal yang saling melengkapi. Ngabuburit adalah bukti bahwa kegiatan traveling alias jalan-jalan, memang tidak mempermasalahkan waktu, tempat, jarak dan musim. Selamat jalan-jalan dan ngabuburit! (Sumber: Artikel travel.detik.com ; Foto travelmatekamu.com)
...moreTripTrus.Com - Anda warga bogor sudah tahu apa masjid tertua yang ada di Kota Bogor? Jawabannya adalah Masjid Al Mustofa. Masjid tertua ini berada di Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Masjid yang berwarna hijau ini berusia 711 tahun. Ini merupakan tempat bersejarah mengenai penyebaran Islam khususnya di Bogor.
Menurut Mukti Natsir, selaku Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Al Mustofa, menjelaskan bahwa, masjid tersebut dulunya dibangun oleh dua orang penyebar Islam yang masih keturunan Wali Songo. Kedua orang itu bernama Tubagus H Mustofa Bakri yang berasal dari Banten dan Raden Dita Manggala yang berasal dari Cirebon.
Mukti mengatakan, saat itu Tubagus H Mustofa Bakri dan Raden Dita Manggala bertemu, selanjutnya mereka membuat kampung. Kampung tersebut dinamakan Kampung baru. Pada awalnya masjid Al Mustofa ini dibuat untuk tempat beribadah bagi warga Kampung Baru. Sang penjaga masjid ini juga masih keturunan dari Tubagus H Mustofa Bakri ini mengatakan masjid ini mempunyai beberapa keunikan dibanding masjid-masjid lainnya.
View this post on Instagram
A post shared by News & Traveling (@bogor.24) onMay 2, 2019 at 11:30pm PDT
Seperti pada bagian badan masjid boleh dikatakan mulai dari bawah hingga ke atas bagian masjid itu temboknya masih terbuat dari batu kali.
Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia Kelurahan Bantarjati, aliran air yang dipakai jamaah masjid Al Mustofa untuk berwudu atau sebagainya berasal dari sumber mata air yang jaraknya tidak jauh dari letak masjid. Namun ada yang unik lagi yang ada di masjid ini, ketersediaan airnya yang tidak pernah kering meskipun musim kemarau.
Masjid yang didirikan pada 8 Februari 1307 Masehi atau 2 Ramadhan 728 Hijriyah ini telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebagai cagar budaya pada tahun 2011. Masjid yang berada di wilayah Kampung Bantarjati Kaum, Bogor Utara ini, mempunyai peninggalan benda bersejarah.
Mulai dari Alquran dan buku khotbah Shalat Jumat yang ditulis tangan oleh Tubagus Mustofa Bakri. Alquran ini ditulis pada lembaran kulit. Kedua benda bersejarah tersebut di perkirakan usianya sama dengan usia masjid Al Mustofa. Tak hanya itu, Mukti menyampaikan makam Raden Dita Manggala, jaraknya berada 200 meter dari letak masjid. Sedangkan makam Tubagus Mustofa, ada di Makkah karena beliau wafat ketika sedang berada di Tanah Suci.
[Baca juga : "Geopark Ciletuh, Kawasan Batuan Tertua Di Jawa"]
Masjid ini awalnya berukuran tidak sebesar saat ini. Sejak berdirinya, baru pada tahun 2000 dilakukan renovasi dengan penambahan luas area masjid. Selain itu renovasi juga dilakukan juga pada 2015 dan 2018, yakni adanya pembuatan serta perluasan kamar mandi dan tempat wudhu masjid yang ada di sisi belakang bangunan.
Masjid ini banyak dikunjungi oleh jamaah yang sengaja ingin tahu keberadaan masjid tertua di Kota Bogor. Peningkatan kunjungam jamaah terjadi dan cukup signifikan usai masjid Al Mustofa ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemkot Bogor. Kunjungan dari berbagai kalangam tersebut hampir tiap hari ada. (Sumber: Artikel pojoksatu.id Foto heibogor.com)
...more