TRIPTRUS - Tradisi ini bertujuan agar warga tetap terjaga dan beribadah untuk menyambut malam Lailatul Qadar.
Warga Dusun Tenges-enges, Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, memiliki tradisi khas pada bulan Ramadhan. Mereka menyalakan 'dile jojor', sejenis obor yang berasal dari buah jamplung yang dibakar. Oleh warga setempat, tradisi ini disebut dengan tradisi 'maleman'.
Menurut HM Kurdi, maleman dilakukan pada setiap malam ganjil di bulan Ramadhan yakni tanggal 21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadhan.
Tradisi maleman dengan menyalakan dile jojor, telah dilakukan warga Dusun Tenges-enges sejak jaman dulu. Tradisi ini bertujuan agar warga tetap terjaga dan beribadah untuk menyambut malam Lailatul Qadar. "Itu maknanya sejak malam ke-21 harus terus terjaga saat malam, menjaga Lailatul Qadar untuk ibadah," kata Kurdi.
"Supaya imannya semakin terang seperti itulah malam lailatul qadar," lanjut Kurdi. Proses ini diawali dengan membawa 'dulang' berisi nasi dan lauk-pauk ke masjid. Setelah waktu magrib tiba, warga bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama yang telah berkumpul di masjid menyantap hidangan berbuka yang telah disiapkan dalam dulang.
Dile jojor dinyalakan setelah ibadah shalat magrib. Dusun yang semula gelap ini menjadi terang terkena sinar dari nyala api dile jojor. Pria, wanita dan anak-anak di kampung ini meletakkan dile jojor di setiap sudut rumah dan tempat pemakaman desa.
Suasana tempat pemakaman umum pun ramai karena semua warga berkumpul untuk menyalakan dile jojor di makam anggota keluarga mereka. (Sumber: Artikel kompas.com Foto lombokatraktif.blogspot.com)
...moreTripTrus.Com - Traveling bersama keluarga tentunya keinginan semua orang. Terutama untuk Anda yang tinggal di kota besar, rutinitas pekerjaan pasti membuat Anda penat dan jenuh. Selain berlibur menikmati wisata, traveling bersama keluarga juga bisa dijadikan moment untuk mendekatkan anggota keluarga satu sama lain.
Hari sabtu nya kitahhhh.... 😜 . . #thelodgemaribaya#liburankita #liburankeluargabesar #ibusayanganak #ibukekinian #anak #sayangkeluarga #lembangbandung#nissan
A post shared by Desy Napilah (@desynapilah) onAug 7, 2017 at 6:46am PDT
Tapi, ada hal yang perlu dipikirkan sebelum Anda berangkat traveling, yakni uang. Tidak mau kan setelah Anda berlibur, Anda kehabisan uang?
Untuk mencegah hal tersebut, berikut ini SCOOP akan menginformasikan “7 Tips Merencanakan Traveling Hemat Bersama Keluarga”.
1. Beli Tiket Promo
Banyak cara mendapatkan tiket promo, misalnya Anda membelinya saat travel fair, early bird, atau promo–promo lain dari maskapai penerbangan.
2. Cari Akomodasi Dengan Harga Miring
Menginaplah di budget hotel, service apartment, atau guest house. Pastikan penginapan yang Anda pilih bisa menerima tamu anak–anak, karena ada beberapa penginapan yang memberlakukan batasan usia.
3. Makan Makanan Lokal atau di Restoran Fast Food
Makanlah apa yang dimakan penduduk setempat, jika tidak cocok lebih disarankan untuk makan di restoran fast food. Jangan mencari makanan Indonesia ketika traveling di luar negeri kecuali di Singapura dan Malaysia, karena harga makanan Indonesia di luar negeri cukup mahal.
4. Ajari Anak Traveling, Bukan Shopping
Hindarkan anak–anak menjadi konsumtif dengan membatasi apa yang mereka beli selama traveling. Banyak ilmu yang bisa diambil ketika traveling, bukan hanya berkeliling dari satu mal ke mal lain di sepanjang perjalanan.
5. Naik Transportasi Lokal atau Jalan Kaki
Selain menghemat biaya, mengajak keluarga naik transportasi lokal atau berjalan kaki akan menciptakan kesan tersendiri sekaligus mengajari anak belajar berinteraksi dengan penduduk setempat. Membiarkan anak membeli tiket sendiri dan mengantre akan membuat anak belajar mandiri dan disiplin.
6. Diskusi Keluarga Sebelum Berangkat
Diskusi sebelum berangkat traveling amatlah penting. Dalam diskusi tersebut, Anda bisa menentukan biaya yang akan dikeluarkan selama berpergian, seperti alokasi belanja, tempat–tempat yang akan dikunjungi, sampai perlu tidaknya Anda membawa stroller. Diskusi di awal akan menghindarkan kesalahpahaman saat traveling. Jangan sampai family travel yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi ajang perselisihan.
7. Buat Itinerary, Budget Planning, dan Packing Yang Teliti
Setelah selesai berdiskusi, susunlah itinerary dan perkiraan budget. Jadwal perjalanan dan perkiraan pengeluaran akan membuat traveling lebih terencana dalam hal waktu dan uang. Ketelitian packing juga penting agar tidak ada barang bawaan yang tertinggal, terutama perlengkapan untuk anak.
Ayo, segera ajukan cuti! Dan, selamat menikmati liburan hemat bersama keluarga! Enjoy your trip! (Sumber: Artikel gramedia.com, Foto freepik.com)
...moreTripTrus.Com - Cek nih, di Surabaya, bulan Januari 2024 penuh dengan acara keren yang bisa jadi pilihan buat refreshing!
Jadi gini, Surabaya, sebagai pusat budaya dan hiburan di Jawa Timur, ngasih kita banyak event keren setiap bulannya, bro.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh PDN GROUP (@pdn.group)
Bukan main, bulan Januari 2024 ini, ada delapan acara seru yang siap bikin kita seneng dan bahagia. Nah, ini dia daftarnya yang kita dapet dari akun Instagram @eventjawatimur:
Pesta Rakyat Sparkling New Year 2024
Kapan? 29 Desember 2023 - 7 Januari 2024
Ceritanya apa? Pesta rakyat buat nyambut tahun baru dengan semangat dan kegembiraan. Bakal ada kegiatan seru dan hiburan yang bikin acara ini makin rame!
DC'Fest: Fun Bazzar
Kapan? 12-14 Januari 2024
Gimana serunya? Gabung yuk di DC'Fest yang ngasih kita fun bazaar dengan produk keren, makanan enak, dan hiburan live yang bikin ketawa.
SDP Market Vol LL
Kapan? 21-27 Januari 2024
Apa isinya? Jelajahi SDP Market dan temuin produk lokal keren. Tempat oke buat dukung kreativitas dari Surabaya.
Wahana Rumah Hantu: Walking Dead
Kapan? 23 Desember 2023 - 22 Januari 2024
Bisa ngerasin seremnya, nih! Rumah hantu tema Walking Dead yang bikin deg-degan.
Daykave 5.0
Kapan? 5-7 Januari 2024
Apa acaranya? Festival musik Daykave yang ke-5.0, bakal ada pertunjukan musik yang bikin kita berenergi!
[Baca juga : "Tips Mantap Buat Nge-Explore Bukit Kapur Ciampea Yang Asik Dan Gak Bikin Jebol Kocek!"]
Prosperous Lunar Festival
Kapan? 26 Januari - 11 Februari 2024
Buat yang suka Imlek, nih. Festival dan pameran budaya Tionghoa buat ngerayain Imlek.
K-POP Dance Competition
Kapan? 1 Desember 2023 - 28 Januari 2024
Mau tunjukin bakat dance K-POP? Ikutan kompetisi ini, bro! Kesempatan buat pamerin gerakan kreatif dan energetik.
Speak Yourself: Love Yourself (The Final)
Kapan? 14 Januari 2024
Khusus buat ARMY, nih! Konser akhir tur "Speak Yourself: Love Yourself" dari BTS. Momen spesial buat bareng-bareng idola K-Pop kesayangan!
Dengan acara sebanyak ini, bulan Januari 2024 di Surabaya bakal penuh kegembiraan. Jangan sampe kelewatan, yuk ikutan ramein kota yang penuh warna! (Sumber Foto @dindahnurma.com)
...moreTripTrus.Com - Banyak orang yang masih salah kaprah dengan istilah Tour Leader dan Tour Guide. Secara sepintas, kedua jenis pekerjaan ini sangat mirip sehingga sulit untuk dibedakan. Tour Leader dan Tour Guide sama-sama dibayar ketika menemani wisatawan jalan-jalan. Tour Leader dan Tour Guide pun memiliki tanggung jawab yang mirip dalam hal memberikan pengalaman yang indah kepada wisatawan selama melakukan perjalanan wisata.
Namun, dibalik kesamaan ini, Tour Leader dan Tour Guide memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Perbedaan ini tidak hanya berhubungan dengan penamaan saja, melainkan tugas dan tanggugjawab dari kedua jenis pekerjaan ini. Perbedaan antara Tour Leader dan Tour Guide dapat dibagi menjadi 3, yaitu:
1. Jadwal dan Durasi Perjalanan
Tour Leader memiliki jadwal dan durasi perjalanan yang sama dengan para wisatawan yang dipimpinnya. Artinya seorang Tour Leader harus menemani wisatawan dan mengikuti seluruh rangkaian tur dari awal hingga akhir.
Tour Guide hanya bertugas menjelaskan destinasi yang merupakan tanggung jawabnya saja. Misalnya seorang Tour Guide untuk Kota Yogyakarta hanya menjelaskan kepariwisataan di Kota Yogyakarta saja.
Jika wisatawan melanjutkan perjalanan ke destinasi lain di luar wilayah tanggung jawab dari Tour Guide, maka tugas dari Tour Guide sudah selesai.
2. Tanggung Jawab
Seorang Tour Leader tidak hanya bertanggung jawab untuk menemani wisatawan selama melakukan perjalanan wisata saja.
Tour Leader juga memiliki tanggung jawab untuk mengatur agar perjalanan wisata dapat berlangsung dengan lancar seperti melakukan morning call serta ontime scedhule dengan menyesuaikan antara kondisi saat itu dan itinerary yang telah disusun sebelumnya.
Tour Leader juga bertanggung jawab dalam memastikan keadaan dari wisatawan yang dipimpinnya dan harus selalu memeriksa apakah rombongannya lengkap atau ada yang tertinggal.
Namun, jika ada wisatawan yang memisahkan diri dari kelompok ketika sedang melakukan kegiatan wisata tanpa meminta izin dari Tour Leader, maka Tour Leader juga tidak memiliki bertanggung jawab terhadap wisatawan tersebut.
Untuk Tour Guide, tanggung jawab yang diemban hanyalah menjelaskan secara rinci (dan menyenangkan) mengenai seluk beluk kepariwisataan di destinasi yang menjadi tanggung jawabnya.
Karen penjelasan dari Tour Guide ini sangat berpengaruh terhadap persepsi wisatawan akan destinasi yang sedang dikunjungi, maka seorang Tour Guide harus memiliki lisensi resmi dari dinas pariwisata setempat.
Ini juga menjadi batasan terhadap Tour Leader, bahkan tidak dianjurkan bagi Tour Leader untuk memberikan penjelasan secara rinci mengenai destinasi yang sedang dikunjungi kecuali Tour Leader memiliki lisensi sebagai Tour Guide di destinasi tersebut.
3. Pengetahuan Sejarah dan Budaya
Tour Leader memiliki cakupan kerja yang luas yaitu semua destinasi yang dikunjungi oleh rombongannya. Oleh karena itu, Tour Leader tidak dibebankan untuk mengetahui secara rinci mengenai sejarah dan budaya di masing-masing destinasi yang dikunjungi.
Selain itu, tugas utama seorang Tour Leader bukanlah menjelaskan suatu destinasi melainkan memimpin rombongannya.
Namun, Tour Leader sebaiknya memiliki pengetahuan secara umum mengenai destinasi yang sedang dikunjungi, serta sedikit memahami bahasa daerah dari destinasi tersebut (jika terdapat perbedaan bahasa) sehingga komunikasi antara masyarakat lokal dengan rombongan dapat terjalin dengan baik.
Karena telah memiliki lisensi untuk memandu wisatawan di destinasi yang menjadi tanggung jawabnya, maka Tour Guide wajib untuk mengetahui secara detail mengenai sejarah dan budaya di destinasi tersebut. Oleh karenanya, biasanya Tour Guide adalah penduduk lokal.
Tour Guide juga harus menyampaikan penjelasannya secara menyenangkan agar rombongan wisatawan tidak bosan.
Kesimpulan
Tour leader dan Tour Guide memiliki perbedaan dari sisi jadwal, tanggung jawab dan pengetahuan mengenai destinasi yang dikunjungi.
Seorang Tour Leader tugas utamanya adalah memimpin rombongan agar perjalanan wisata dapat berlangsung dengan lancar, sedangkan seorang Tour Guide memiliki tanggung jawab untuk memberikan penjelasan yang lengkap mengenai destinasi yang dikunjungi oleh rombongan wisatawan. (Sumber: Artikel studipariwisata.com Foto vakansinesia.com)
...moreTripTrus.Com - Nih, ada acara keren banget, Stipram International Tourism Seminar (SITS) judulnya Tourism Trends 2023-2024 di kampus Stipram Jogja, tepatnya Sabtu (27/5/2023). Para ahli nih, mereka bilang, manfaatin banget nih waktunya endemi buat akselerasi, buka pintu lebih gede gitu.
Ada beberapa ahli yang jadi pembicara, kayak I Putu Astawa dari Politeknik Negeri Bali, Profesor Sugiarto dari Stipram, Felina Co Young dari Phillipine Woman University, Andre Lim dari Hotel School The Hague Netherlands, sama Oratai Krutwaysha dari Rajamangala University of Technology Lanna Chiang Mai Thailand. Mereka cerita soal peluang pariwisata setelah WHO resmi cabut status darurat Pandemi Covid-19.
View this post on Instagram
A post shared by WisataGunungKidul | ExploreGunungkidul | Wonosari | Yogyakarta (@gunungkidul.scenery)
Damiarsih, Ketua SITS 2023 dan ahli pariwisata, bilang tujuannya undang ahli dari mana-mana biar pandangan tentang masa depan pariwisata kita jadi beragam. Gitu kan, jadi bisa jadi panduan buat kembangin pariwisata, nggak cuma di tingkat nasional, tapi juga DIY.
Salah satu pokok pembahasannya adalah soal momen pandemi yang sekarang udah jadi endemi setelah dicabutnya status darurat pandemi oleh WHO. Nah, menurut dia, ini kesempatan bagus buat pariwisata buat buka peluang sebanyak-banyaknya, jangan sampe terlewat.
"Dulu waktu pandemi, pariwisata tuh yang pertama lesu, tapi yang pertama bangkit juga justru pariwisata. Momen endemi ini jangan dilewatkan, harus diangkat tanpa batas biar bisa maju. Kita teriakin aja, 'ayo semua mampir ke Indonesia, Jogja nih asik banget loh,'" katanya.
[Baca juga : "Destinasi Wisata Solo Traveling & Healing 2024, Pilihan Anti-Mainstream!"]
Si Wakil Ketua Stipram ini juga dorong semua pihak manfaatin baik-baik situasi yang sekarang udah nggak dianggep pandemi sama pemerintah. Industri pariwisata diperkirakan tetap naik terus dengan tren positif ke depan, termasuk di 2024, dan bakal berdampak ke sektor lain, kayak industri sampe budaya.
"Semua sektor mesti tumbuh dan saling bersinergi. Tapi harapannya sih, pariwisata jadi motor penggerak buat semua sektor, dari industri sampe budaya, semuanya harus bangkit. Soalnya sekarang udah reda dan jadi endemi," kata dia.
Ngomongin pentingnya juga, kata dia, layanan pariwisata mesti adaptasi sama zaman digital sekarang. Dengan menerapkan teknologi digital, bisa cepet banget nih kembangin suatu daerah. Apalagi digitalisasi udah nyampe ke mana-mana sekarang. Lewat digital juga bisa jadi edukasi buat masyarakat buat tetep ngerawat Jogja sebagai kota wisata dan pendidikan.
“Gara-gara era digital udah merajalela dari anak ke dewasa, jadi kita harus pintar-pintar milih yang bagus dan nggak. Jogja sebagai kota pendidikan dan destinasi wisata harus tetep jadi tempat yang edukatif buat masyarakat,” ujarnya. (Sumber Foto @marthasela09)
...moreTripTrus.Com - Memasuki musim liburan, tentunya Anda sudah mulai mempersiapkan liburan bersama keluarga. Bagi beberapa orangtua, mungkin ini adalah saat pertama Anda untuk melakukan perjalanan bersama si Kecil. Melakukan traveling dengan balita tentunya selalu memberikan tantangan tersendiri bagi para orangtua.
"Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi selama perjalanan, maka lakukan persiapan dengan baik, agar traveling bersama si Kecil jadi menyenangkan."
Berdasarkan pengalaman, beberapa orang mengatakan bepergian saat bayi dibawah usia 6 bulan lebih mudah dibandingkan usia lainnya. Mengapa? Karena pada usia tersebut, si Kecil hanya meminum ASI dan masih menghabiskan lebih banyak waktu untuk tidur, sehingga barang bawaan lebih sedikit dan lebih praktis. Barang bawaan semakin meningkat saat si Kecil memasuki masa MPASI. Selain pakaian dan keperluan lainnya, Anda juga harus mempersiapkan peralatan untuk membuat MPASI, terlebih jika Anda tidak menerapkan sistem Baby-Led Weaning (BLW) bagi si Kecil.
Mari tertawa, sebab duka lebih pantas fana. In frame : Richi || Nabil #sea #vitaminsea #mountain #mountainesia #tent #trip #payanganbeach #jember #explorejember #pesonaindonesia #wonderfulindonesia #wonderfuljatim #childadventures #pejalancilik #pesonajember #jemberbanget #wonderfuljember #jemberhype #jemberhitz #mampirjember #visitjember #traveling #travelinggram #travelersid #childtraveler #ayodolan #mainkesini #keluarbentar #dolanbentar #asaldolan
A post shared by Muhammad Sony Fajar Agustiar (@sonyfajaragustiar) onJul 8, 2017 at 9:53pm PDT
Sebenarnya barang-barang yang harus dipersiapkan ketika akan melakukan traveling dengan balita sama dengan barang-barang yang wajib dibawa traveling oleh orang dewasa. Hanya saja ada beberapa barang yang harus ditambahkan baik jenis maupun jumlahnya.
"Kira-kira apa saja sih barang-barang yang harus dipersiapkan saat traveling dengan balita?"
1. Pakaian dan Kaos kaki
Selayaknya orang dewasa, pakaian si Kecil harus disesuaikan dengan lokasi tujuan yang akan dikunjungi, apakah memiliki iklim dingin atau panas. Bawa pakaian secukupnya, dan pilih pakaian yang dapat di mix and match, serta pakaian yang nyaman dan menyerap keringat. Anda harus memperhitungkan dengan cermat berapa banyak pakaian yang dibutuhkan. Memang balita membutuhkan pakaian lebih banyak karena bisa saja tanpa sengaja menumpahkan makanan, minuman atau lainnya, tapi jangan sampai berlebihan juga ya.
Selipkan juga beberapa celana panjang dan kaos kaki meski tujuan wisata Anda adalah pantai atau lokasi dengan cuaca panas. Kedua barang tersebut akan dibutuhkan saat udara berangin atau saat bepergian di malam hari. Atau jika si Kecil termasuk anak yang aktif, Anda dapat mengenakan celana panjang yang sedikit tebal seperti jeans, agar sekaligus dapat melindungi dari risiko cidera dan luka saat terjatuh.
Jangan lupa untuk membawa pakaian renang serta perlengkapannya jika berencana memasukkan acara berenang dalam agenda Anda. Terlebih jika hotel tempat Anda menginap menyediakan fasilitas kolam renang anak, si Kecil tentunya tidak ingin melewatkan kesempatan untuk bermain air bukan?
2. Jaket, Topi dan Alas Kaki
Kemanapun tujuan Anda, jaket dan topi merupakan hal wajib yang harus diawa saat traveling bersama si Kecil. Pilih jaket yang tidak terlalu tebal jika tujuan liburan Anda bukanlah daerah dingin. Anda dapat mengenakan jaket pada si Kecil saat di pesawat maupun di kereta misalnya, agar terhindar dari angin yang cukup kencang dan pendingin udara yang terlalu dingin. Jangan lupa untuk membawa 2 buah alas kaki, sepatu dan sandal. Pilih yang nyaman dan jangan lupa untuk melibatkan si Kecil untuk memilih jaket, topi dan sepatunya, hal ini dapat meminimalisir kemungkinan ‘drama’ yang akan terjadi saat anak harus mengenakan barang-barang tersebut.
3. Perlengkapan Anak
Perlengkapan anak ini terdiri dari peralatan mandi, popok sekali pakai, tisu basah dan kering, sunblock, gunting kuku, sisir, cotton buds, gendongan, stroller – jika perlu, selimut, dan perlengkapan lain yang dirasa perlu. Anda tidak perlu membawa peralatan mandi komplit, cukup sabun, shampoo, minyak telon, krem bayi, sikat gigi serta pasta gigi. Bahkan saat ini tersedia sabun 2 in 1, yang dapat dipakai untuk mandi dan keramas. Bawa peralatan mandi ukuran kecil, dan tempatkan pada satu kantong antiair terpisah atau dapat disatukan dengan peralatan mandi Anda.
Pemilihan stroller dan gendongan bayi sepenuhnya menjadi pilihan Anda sebagai orangtua. Cari tahu kondisi jalanan pada lokasi tujuan Anda, apakah memungkinkan untuk membawa stroller? Karena pada beberapa tempat mungkin akan menjadi menyulitkan jika Anda membawa stroller. Jika Anda memutuskan membawa stroller, pilih stroller berukuran kecil dan ramping ya.
4. Obat-obatan
Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi selama perjalanan, sakit atau cidera bisa datang kapan saja. Untuk itu persiapkan obat-obatan yang biasa diberikan untuk si Kecil, misalnya obat turun panas, diare, antimemar, pembalut berperekat, serta cairan antiseptik. Atau jika si Kecil memiliki penyakit khusus seperti asma atau alergi, jangan lupa obat-obatan yang mungkin dibutuhkan.
5. Botol Minum dan Alat Makan
Membawa botol minum akan membantu Anda mengontrol seberapa banyak air putih yang masuk ke tubuh anak setiap harinya, serta dapat menghemat pengeluaran Anda dengan membeli air kemasan ukuran besar yang harganya relatif lebih murah. Selain itu ada baiknya jika mempersiapkan peralatan makan, terlebih jika Anda membawa bayi dibawah usia 1 tahun. Tidak perlu peralatan makan lengkap, cukup sendok dan tempat makan bertutup agar lebih praktis.
6. Makanan dan Minuman
Bawa beberapa camilan favorit si Kecil untuk menemaninya selama perjalanan dan disela kunjungan ke tempat wisata. Tempatkan pada kotak makan berukuran kecil yang bertutup rapat. Makanan ini akan menjadi sedikit beragam jika si Kecil memasuki usia MPASI. Jika selama ini Anda bermusuhan dengan bubur instan dan puree kemasan, ada baiknya jika Anda sedikit melonggarkan aturan saat traveling. Jangan lupa untuk membiarkan si Kecil menyicip bubur kemasan tersebut sebelum perjalanan, dan pilih rasa yang memang disukai, sehingga Anda tidak kerepotan saat si Kecil harus menyantap makanan tersebut.
7. Mainan
Hal terakhir yang jangan sampai terlupakan adalah mainan. Si Kecil akan cepat merasa bosan, untuk itu jangan lupa membawa beberapa mainan favoritnya. Pilih yang berukuran kecil sehingga dapat disimpan dalam tas kecil kemanapun Anda pergi. Anda juga dapat membawakan mainan yang sesuai dengan aktifitas saat traveling dengan balita, misalnya jika akan berenang, bawa ban renang dan bola tiup. Atau jika akan berkunjung ke pantai, bawa serta juga set peralatan bermain pasir.
Bagaimana persiapan traveling dengan si Kecil kali ini? Selain ketujuh poin di atas, hal terpenting yang perlu dipersiapkan adalah mental anak dan orangtua. Persiapkan mental Anda dan si Kecil sejak awal, libatkan anak dalam berbagai persiapan, ceritakan tujuan traveling dengan balita Anda, dan buat si Kecil merasa nyaman selama traveling. Jika mood si Kecil bagus, tentunya saat traveling Anda akan menyenangkan.
Jadi sudah siapkah barang-barang yang dibutuhkan selama traveling? (Sumber: Artikel ruparupa.id, Foto freepik.com)
...moreTripTrus.Com - Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang sukses meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 dari cabang badminton akan mendapat banyak bonus, mulai dari uang tunai, paket usaha hingga tanah.
Capaian Greysia dan Apriyani itu jadi satu-satunya medali emas yang diraih kontingen Indonesia di Olimpiade Tokyo. Tak hanya dari para pengusaha di Indonesia, prestasi Greysia dan Apriyani juga diapresiasi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang akan menghadiahkan mereka wisata ke 5 Destinasi Super Prioritas.
Menteri Parekraf Sandiaga Uno, yang sempat menjadi komentator dalam setengah babak pertandingan bersejarah yang disiarkan oleh TVRI itu, mengungkapkan hal tersebut dalam siaran pers virtual di Jakarta. "Selain 5 Destinasi Super Prioritas, akan dihadiahkan juga wisata ke Wakatobi, karena Sulawesi Tenggara merupakan tanah kelahiran Apriyani," kata Sandiaga. "Tentu saja hadiah akan diberikan setelah situasi pandemi mereda," lanjutnya.
Ada banyak kegiatan wisata yang bisa dilakukan di destinasi-destinasi tersebut. Sebagian besar merupakan wisata alam yang unik dan hanya bisa ditemui di Indonesia, salah satunya ialah melihat kadal purba komodo.
Berikut rekomendasi kegiatan wisata di destinasi wisata yang menjadi hadiah atas kemenangan Greysia dan Apriyani di Olimpiade Tokyo 2020:1. Danau Toba, Sumatera Utara
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Frederika F. Hillebrandt (@__vrede)
Danau Toba ialah danau vulkanik terbesar di Indonesia dan dunia. Kawasan ini telah ditetapkan sebagai UNESCO Global Geoparks. Danau alami yang terletak di dataran tinggi dengan pulau vulkanik di tengahnya, yakni pulau Samosir. Salah satu cara menikmati panorama Danau Toba ialah dengan memandangnya dari ketinggian Menara Pandang Tele, Bukit Holbung, Tao Silalahi dan Menara Sibolazi.
2. Likupang, Sulawesi Utara
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Interkoneksi (@interkoneksi.id)
Ada banyak pilihan wisata bahari di Likupang, mulai dari Pantai Pulisan, Pantai Paal, Pulau Gangga, Pulau Lihaga dan yang paling populer ialah Taman Laut Bunaken. Jangan lupa mengunjungi desa nelayan yang ada di sana, yakni Desa Bahoi. Bagi yang ingin memandangi bentang alam Likupang dari ketinggian silakan trekking ke Bukit Pulisan atau Bukit Larata.
3. Mandalika, Nusa Tenggara Barat
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh MAD SMALLFRAME ENTHU (@madsmollergangs)
Nama Mandalika mencuat setelah digadang menjadi sirkuit MotoGP di Indonesia. Meski ajang balap motor itu masih ditangguhkan karena pandemi virus Corona, namun Lombok beserta kawasan Mandalika tetap menarik untuk dikunjungi karena alamnya yang menawan. Ada banyak kegiatan wisata yang bisa dilakukan di sini, mulai dari snorkeling sampai surfing. Jika sudah puas seharian berwisata di Mandalika, silakan island hopping ke pulau-pulau Gili yang bisa dijangkau dengan kapal cepat.
4. Borobudur, Jawa Tengah
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh rising India to ancient glory (@rising_india_to_ancient_glory)
Candi Borobudur kini bukan satu-satunya objek wisata religi dan bersejarah yang bisa dikunjungi saat ke Magelang. Saat ini ada banyak kegiatan wisata yang bisa dilakukan di sekitar Situs Warisan Dunia UNESCO itu, mulai dari mengunjungi sawah Instagramable di SvargaBumi, melihat sunrise di Punthuk Setumbu, sampai mengunjungi "gereja ayam" di Bukit Rhema. Jangan lupa keliling menikmati pemandangan desa-desa kecil di Magelang sambil naik mobil VW atau sambil bersepeda santai.
5. Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh LABUAN BAJO - SUMBA (@tripvisory.id)
Taman Nasional Komodo yang merupakan habitat kadal purba komodo merupakan salah satu objek wisata alam yang wajib dikunjungi saat mendarat di Labuan Bajo. Dari sana, pemandu wisata akan mengarahkan turis island hopping ke objek wisata alam lainnya, seperti Pulau Rinca, Pulau Padar, Pulau Kelor, Gili Laba, Gua Rangko. sampai Desa Wae Rebo. Wisata menyelam untuk melihat manta sangat dianjurkan di sini. Bagi yang tak ingin berbasah-basahan, mungkin bisa duduk santai di atas kapal pinisi sembari berjemur.
[Baca juga : "Pesona Pulau Bawah, Wisata Terbaik Di Kepulauan Riau"]
6. Wakatobi, Sulawesi Tenggara
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh PEMUDA DESA (@sayful_bdp)
Taman Laut Wakatobi juga sudah sangat populer di kalangan wisatawan domestik dan mancananegara. Kampung halaman Apriyani Rahayu ini memang menjadi salah satu destinasi wisata bahari yang diunggulkan Indonesia. Selain pantai dan pulaunya yang menawan, Wakatobi juga sarat dengan sejarah kehidupan Suku Bajo, pelaut ulung yang kisahnya sudah sering diangkat dalam film dokumenter internasional. (Sumber: Artikel cnnindonesia.com Foto @wakatobidivetrip)
...moreTripTrus.Com - Bro, nih ada kabar seru buat rencana liburan lo di 2024! National Geographic baru aja nge-drop Rekomendasi Wisata Terpopuler buat tahun depan, dan salah satu destinasi yang keren banget adalah Gili Islands dari Indonesia, bro!
View this post on Instagram
A post shared by Sharon Jia En (@jiaaaennnn__)
Jadi, kan, udah masuk awal tahun 2024, liburan udah jadi omongan serius buat para traveler. Setelah sekian lama kena pandemi, pada nggak sabar pengen jalan-jalan ke tempat keren di dalam atau luar negeri.
Tapi, nih, biar liburan lo bener-bener beda dan keren, penting banget pilih destinasi yang oke banget. National Geographic baru aja nge-release daftar destinasi liburan yang keren banget, supaya liburan lo nggak jadi yang 'biasa-biasa aja'.
[Baca juga : "Rekomendasi Kuliner Legendaris 2024, Kisah 53 Tahun Persahabatan Dan Kelezatan Kuliner Di Bogor"]
Dari 30 destinasi keren di The Cool List 2024, ada satu tempat yang bener-bener patut di-check, yaitu Gili Islands di Indonesia.
Buat yang belum tau, Indo punya banyak destinasi keren, salah satunya tuh Gili Islands. Kepulauan ini kecil banget, di lepas pantai Lombok. Dan tau nggak? Pantainya tuh super indah, berpasir putih, airnya jernih abis. Nah, Gili Islands ini juga tempat asik buat snorkeling dan diving, bro! Jadi, bener-bener all-in-one package buat liburan yang nggak terlupakan! (Sumber Foto @mraflyrafiqi)
...moreTripTrus.Com - Pemkot Malang mulai mempopulerkan walking heritage tour. Tujuannya selain menggaet wisatawan, konsep wisata ini untuk kenalkan wisata heritage sekaligus melestarikan bangunan cagar budaya.
Edisi sedang aras-arasen nyari gambar baru, jadinya mixing 2 gambar (lama dan baru). Gedung KPPN Malang . . . #Malang #arema #KotaMalang #Malangjadul #Malanglawas #Malangkotabunga #Fotokuno #Fotojadul #Fotomalang #malangtempodulu #Malangtempodoeloe #malangheritage #sejarahmalang #foto #photography #oldphotos #vintage #vintagephotos #netherland #nederlandschindie #dutch #indonesia #History #Historical #throwback #sejarah #jamanlawas #jamanold #tempodoeloe
A post shared by Malang Heritage (@malang.heritage) onApr 6, 2018 at 4:30am PDT
Bentuk kegiatan walking heritage tour yang mulai diujicobakan yakni mengajak generasi muda berkunjung lalu diskusi di kawasan heritage. Di antaranya di sekitar Balai Kota Malang, kawasan Tugu hingga Kayutangan.
“Ini menjadi salah satu percobaan program wisata baru Kota Malang yang menawarkan wisata jalan-jalan dan mengenal heritage Kota Malang dari tempat yang satu ke tempat yang lain,” jelas Kepala Seksi Promosi Pariwisata Disbudpar Kota Malang, Agung Bhuwana.
[Baca juga : Rumah Tegel Lasem, Saksi Bisu Kejayaan Masa Lampau!]
Beberapa waktu lalu, kata Agung, mahasiswa UMM dan ITN sudah mulai mencoba walking heritage tour. Lebih lanjut dia mengatakan, selain bisa meningkatkan kunjungan wisatawan, kegiatan tersebut juga menambah nilai wisata heritage dan budaya yang ada di Kota Malang. Hal tersebut dianggap menjadi instrument efektif Kota Malang untuk meningkatkan wisata tradisi. Atau wisata kebudayaan yang memang sudah ada sejak dulu.
Lebih lanjut Agung menyebutkan kawasan-kawasan di Kota Malang yang berpotensi digarap menjadi kawasan walking heritage tour. Di antaranya kawasan Jalan Ijen, koridor Pecinan, Koridor Celaket hingga Kayutangan.
Anggota tim Cagar Budaya Malang, Budi Fathoni belum lama ini membawa ratusan mahasiwanya melakukan walking heritage tour. Menurut dia, generasi muda diajak mengenal lebih dalam soal sejarah Kota Malang dari sisi tata arsitek Balai Kota Malang dan sekitarnya.
Struktur detail bangunan Balai Kota Malang menurut Budi merupakan peninggalan zaman kolonial Belanda. Dimana hal ini sangat unik karena masih bisa berdiri sampai sekarang dan terjaga. Tidak hanya di balai kota, mahasiswa juga diajak berkeliling ke kawasan bersejarah lainnya. Yakni kawasan Alun-Alun Merdeka, Kayutangan, Rajabali, sampai ke pertigaan PLN. (Sumber: Artikel malang-post.com, Foto Bramantiyo Marjuki)
...more