shop-triptrus



5 Event Seru Dari November Sampe Desember Bikin Gebrakan di Tangerang

TripTrus.Com - Ada lima acara keren yang bakal menggelegar dari sekarang sampe Desember akhir di Kota Tangerang, guys! Infonya, nih!       View this post on Instagram A post shared by KOTRET (@komunitastamanpotret) Banyak acara seru yang bakal bikin gempar dunia pariwisata, keagamaan, dan olahraga di kota ini. Ada lima acara keren yang pastinya bikin Kota Tangerang makin asik. Nah, buat kalian yang di sini, diharap mampir dan ikutan ramein setiap acaranya. Bos Disbudpar, Rizal Ridolloh, ngomong kalo empat acara ini diharapkan bisa nambahin pundi-pundi ekonomi dan wisata di Kota Tangerang, lho. Gak cuma itu, diharapkan juga bisa nambahin jumlah pengunjung yang datang ke Kota Tangerang. Dia juga ngebocorin kalo semua acara ini bisa dihadiri semua orang, alias terbuka untuk umum dan gratis! Buat warga Kota Tangerang dan yang di luar kota, jangan lupa dateng ya, bawa keluarga, teman, sahabat, atau pacar biar makin rame! [Baca juga : "Event Pariwisata Sulawesi Selatan Di Desember 2023"] Oke, ini dia empat acara keren yang bakal digelar di Kota Tangerang: Festival Cisadane: 22-26 November di Bantaran Sungai Cisadane. Ada seni, budaya, kuliner, sampe olahraga. Kejuaraan Jantung Sehat Tingkat Nasional: 2-3 Desember di GOR Dimyati Kecamatan Tangerang. Pesertanya dari seluruh Indonesia, loh! Kejurnas Panjat Tebing: 14-17 Desember di Tangerang City Sport Climbing Center. Bakal ada atlet panjat tebing top dari seluruh Indonesia. Cullinary Day: Desember 2023 di Taman Elektrik. Kuliner khas Kota Tangerang nongol semua, guys! Kejurnas Balap Motor: Desember 2023 di Selapajang. Pembalap motor keren dari seluruh Indonesia bakal ngegas di sini. Buat yang mau dateng, cari info lebih lanjut di sosial media resmi Pemkot Tangerang, misalnya @tangerangkota, @tangerangtv, atau @humas_kota_tangerang. Kabarnya, bisa aja nih acara makin nambah. Kalo ada yang baru, pasti diumumin terus, jadi stay tuned aja terus, guys. (Sumber Foto @tempo.co) 
...more

5 Masjid Tertua Dan Bersejarah di Jakarta - Part 4

TripTrus.Com - Ditengah hingar-bingar DKI Jakarta, masih banyak berdiri bangunan-bangunan bersejarah, salah satunya adalah Masjid. Berikut ini beberapa Masjid tua dan bersejarah yang masih kokoh berdiri di tengah angkuhnya ibu kota : 1. Masjid Langgar Tinggi, Pekojan       View this post on Instagram Memotret kerusakan pada bangunan cagar budaya Mesjid Langgar Tinggi di Pekojan lalu hrs ke pusat konservasi. Matahari lagi terik2nya. Untung persediaan masker bengkoang masih ada.😬😬 #masjidlanggartinggi #cagarbudaya #pekojan A post shared by Tukang Foto Pemalas (@gemalaputri) onJul 19, 2018 at 4:41pm PDT Pada papan di atas pintu masuk masjid ditulis bahwa Masjid Langgar Tinggi didirikan pada tahun 1249 H/1829 M. Namun menurut Adolf Heuken, seorang sejarawan yang banyak meneliti sejarah kota Jakarta, tahun 1249 H itu berbetulan dengan 1833 atau 1834 M, dan bukan 1829 M. Sehingga jika tahun Hijriyah yang dijadikan pedoman, maka paling jauh masjid itu didirikan pada 1833 M. Dari namanya, kemungkinan masjid ini semula hanyalah sebuah langgar atau musala (musholla, tempat shalat; surau), yang terletak di atas sebuah rumah penginapan di tepi Kali Angke. Pada abad ke 19, kali ini masih merupakan jalur pengangkutan dan perdagangan yang sibuk. Adalah Abu Bakar Shihab, seorang saudagar muslim asal Yaman, yang kemudian mendirikan tempat penginapan ini dengan langgar di bagian atasnya. Pada November 1833 Masjid Langgar Tinggi diperbaiki oleh Syekh Sa’id Na’um (Sa’id bin Salim Na’um Basalamah), seorang saudagar kaya asal Palembang yang kemudian menjabat sebagai Kapitan Arab di wilayah Pekojan. Kapitan Arab ini diserahi kewenangan untuk mengurus tanah yang diwakafkan oleh Syarifah Mas’ad Barik Ba’alwi, yakni lahan tempat Masjid Langgar Tinggi berdiri dan tempat pemakaman umum di Tanah Abang(kini menjadi lokasi Rumah Susun Tanah Abang di Kebon Kacang). Makam Syarifah Mas’ad Barik Ba’alwi ini berada di dekat Masjid Pekojan. Setelah masa itu Masjid Langgar Tinggi mengalami beberapa kali renovasi. Kini bagian bawah masjid tidak lagi difungsikan sebagai penginapan, melainkan sebagai kediaman pengurus masjid dan ruang toko. Demikian pula, dengan semakin dangkalnya Kali Angke dan semakin kotor airnya, pintu ke arah sungai –yang dahulu kemungkinan dipakai sebagai akses langsung pelancong sungai ke penginapan dan ke masjid– kini ditutup. 2. Masjid Jami At Taibin, Senen       View this post on Instagram A post shared by a̾ᏞR͟ȏwΜ«aΜΎíᏞYΝ†ΜΊ (@abaady11_77) onAug 9, 2015 at 1:24pm PDT Masjid Jami At Taibin didirikan oleh sejumlah pedagang sayur di Pasar Senen dan penduduk setempat sekitar 1815 namun baru tercatat di peta Batavia tahun 1918. Pembangunannya atas prakarsa mereka sendiri dan dari dana swadaya. Awalnya, masjid ini bernama Masjid Kampung Besar Kemudian berganti nama menjadi Masjid Imroni’ah dan baru pada tahun 1970-an, namanya diganti lagi menjadi At Taibin hingga saat ini. Dalam perjalanan sejarahnya, masjid ini menjadi saksi dukungan dari para pedagang di pasar senen terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda dengan memberi dukungan logistik kepada para pejuang yang dikumpulkan di masjid ini. Masjid ini juga menjadi tempat menyusun strategi menghadapi kekuatan belanda. Khususnya dalam pertempuran Senen, Tanah Tinggi dan Keramat. Di masjid ini pula para pejuang berkumpul dan mendapat siraman rohani. Tak heran, setelah keluar dari masjid ini, semangat juang mereka semakin menyala-nyala. Pada tahun 1980-an, atau sekitar dua abad setelah berdirinya, masjid ini berhasil diselamatkan dari pembongkaran Segi Tiga Senen. Ketika masayarakat muslim melakukan perlawanan dan penolakan. Alhamdulillah, Gubernur saat itu secara diplomatis mendukung langkah kami. Dia mengatakan boleh dibongkar asal disetujui oleh alim ulama setempat. Kini, ditengah gencar berubahnya wajah kota Jakarta, Mesjid Jami Attaibin seakan tenggelam oleh gemerlap gedung-gedung pencakar langit di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Meski begitu, kesejukan masjid ini kian terasa. Di sinilah para pegawai gedung-gedung itu sembahyang. Lingkungannya yang asri, menambah kekhusukan ibadah. Selain tempat beribadah, Masjid At Taibin juga memiliki sejumlah fasilitas sosial lain seperti lembaga pendidikan sederhana untuk anak-anak, baitul mal, dan koperasi simpan pinjam. 3. Masjid Agung Matraman, Matraman       View this post on Instagram #masjidagungmataram A post shared by Bôbby SeRvë (@enjoythedifferent) onOct 22, 2015 at 10:12pm PDT Masjid Agung Matraman memang tak lepas dari aktivitas bekas pasukan Sultan Agung dari Mataram yang menetap di Batavia. Nama wilayah Matraman pun disinyalir karena dahulunya merupakan tempat perkumpulan bekas pasukan Mataram. Untuk menjalankan aktivitas keagamaan bekas pasukan Mataram mendirikan sebuah Masjid di kawasan tersebut. Masjid Jami’ Matraman semula merupakan gubuk kecil tempat pasukan Sultan Agung menjalankan sholat. Terletak di bekas kandang burung milik Belanda yang digunakan oleh orang Mataram sebagai pos komando panglima Mataraman. Pada tahun 1837 dua orang generasi baru keturunan Mataram yang lahir di Batavia, H. Mursalun dan Bustanul Arifin (keturunan Sunan Kalijaga) memelopori pembangunan kembali tempat ibadah itu. Setelah selesai pembangunannya, dahulu masjid ini diberi nama Masjid Jami’ Mataraman Dalem. Yang artinya masjid milik para abdi dalem (pengikut) kerajaan Mataram. Dipilihnya nama itu dimaksudkan sebagai penguat identitas bahwa masjid itu didirikan oleh masyarakat yang berasal dari Mataram. Namun seiring perubahan zaman dan perbedaan dialek, nama Masjid Mataram pun berubah nama menjadi Masjid Jami Matraman. Bangunan masjid masih berupa tumpukan batu batako Kemudian dibangun lagi oleh sekelompok warga Matraman yang diketuai orang Ambon yang bernama Nyai Patiloy (1930). H. Agus Salim juga pernah menjadi ketua pembangunan masjid ini. Belanda tidak setuju dengan pembangunan masjid yang berada di pinggir jalan dan memerintahkan supaya dibangun lebih ke dalam. Mereka berjanji akan membantu biaya sebesar 10.000 gulden. Usul dari Belanda ini mendapat pertentangan dari pengurus pembangunan masjid bahkan sampai dipermasalahkan pada sidang Gemeenteraad. Masjid ini juga pernah mendapat bantuan dari Saudi Arabia (1940). Moh. Hatta, Bapak Proklamasi RI, dulu setiap Jumat selalu bersembahyang di masjid Jami Matraman dan di akhir hayatnya juga disembahyangkan di mesjid ini. Masjid Jami Matraman pertama kali dipugar pada tahun 1955-1960 dan dilanjutkan pada tahun 1977. [Baca juga : "5 Masjid Tertua Dan Bersejarah Di Jakarta - Part 3"] 4. Masjid Jami Al-Ma'mur, Cikini       View this post on Instagram Masjid Al Ma'mur Cikini . . #masjid #mosque #building #oldarchitecture #streetphotography #cityscape #jakarta #canon #canonindonesia A post shared by Antonius W (@haryocahyo) onJan 16, 2019 at 4:02am PST Sejarah Masjid Jami Al-Ma'murdimulai pada tahun 1860, Raden Saleh dan masyarakat sekitar membangun sebuah surau disamping kediamannya (kini menjadi asrama perawat RS Cikini). Akibat kedekatan pelukis kondang ini dengan umat Islam setelah ia menikah kembali dengan wanita keturunan Kraton Yogyakarta ia dituduh terlibat dalam kerusuhan di Tambun (Kabupaten Bekasi). Kerusuhan tersebut digerakkan kelompok Islam yang menentang pemerintah kolonial Belanda. Meskipun tuduhan itu tidak terbukti, tapi Belanda tetap mengenakan tahanan rumah kepadanya. Berdasarkan data yang dikeluarkan Yayasan Masjid Al Ma’mur, sesudah Raden Saleh meninggal dunia (1906), tanah itu dimiliki Sayed Abdullah bin Alwi Alatas, yang pemilikannya diperkuat oleh Keputusan Pengadilan Negeri No 694 tanggal 25 Juni 1906, sebagai suatu kelanjutan dari Keputusan Pengadilan Negeri No 145 tanggal 7 Juli 1905. Tanah itu dibeli melalui sebuah pelelangan. Tanah yang sangat luas ini kemudian oleh Sayed Abdullah Bin Alwi Alatas, salah satu tokoh gerakan Pan Islam dijual kepada ‘Koningen Emma Stichingi’ (Yayasan Ratu Emma – yang bernaung di bawah Pemerintah Kolonial Belanda) dengan harga 100 ribu gulden. Tapi karena yayasan ini ingin membangun rumah sakit, harganya dikurangi menjadi 50 ribu gulden dengan penegasan bahwa masjid (surau) yang ada di sana tidak boleh dibongkar. Keaslian Masjid Jami CIkini masih terkonservasi hingga kini, sebagai benda cagar budaya, Masjid Jami Cikini memang dirawat ke-asliannya termasuk tulisan nama masjid dalam huruf arab berikut dengan lambang Syarikat Islam di fasad depannya. 5. Masjid Baitul Mughni, Gatot Subroto       View this post on Instagram Masjid Baitul Mughni . Masjid Baitul Mughni berdiri megah di tepian jalan Gatot Subroto, Jakarta, gambar masjid ini seakan akan tercetak pada diding kaca gedung Menara Global yang terletak di sebelahnya. Posisinya yang tak terlalu jauh dengan perempatan Kuningan membuatnya sering disebut Masjid Kuningan. Masjid Baitul Mughni, Jakarta, menempati areal 6.000-an meter persegi di lokasi amat strategis di Kavling 26 Jalan Gatot Subroto, Kuningan, Jakarta Selatan. Selain terdapat masjid tiga tingkat di komplek masjid ini juga berdiri megah dua gedung Sekolah Islam Al-Mughni, masing-masing lima lantai, Pusat Kajian Hadis, dan Al-Mughni Islamic Center. . Masjid Baitul Mughni merupakan wakaf dari Guru Mughni, ulama kondang Betawi tahun 1940-an, masjid tiga lantai ini kii dikepung pusat perkantoran dan sentra bisnis segitiga emas Jakarta: Gatot Subroto, Sudirman-Thamrin, dan Rasuna Said. Menara Jamsostek, Gedung Telkom, Hotel Kartika Chandra, Wisma Argo Manunggal, serta pusat bisnis Mega Kuningan mengelilingi kompleks Al-Mughni. . Sejarah Masjid Baitul Mughni dimulai sejak tahun 1901. Ketika itu Guru Mughni baru pulang dari tanah Suci, kembali ke Batavia. Ia membeli lahan dan langsung mendirikan sebuah masjid kecil berukuran 13 x 13 meter yang pada awal pendiriannya belum memilki nama. Bahan bangunannya terdiri dari batu bata pada bagian dindingnya, lantainya berubin warna merah dengan beratapkan genteng . . ==================================== @masjidinfo 🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara. 🌎 informasi dunia Islam. Baca artikel masjid menarik di blog kami : πŸ‘‰ bujangmasjid.blogspot.co.id πŸ‘‰ bujanglanang.blogspot.co.id πŸ‘‰ singgahkemasjid.blogspot.co.id . Tag @masjidinfo for repost (no selfie please) . ==================================== #masjidinfo A post shared by masjidinfo (@masjidinfo) onAug 1, 2017 at 12:04am PDT Sejarah Masjid Baitul Mughni dimulai sejak tahun 1901. Ketika itu Guru Mughni baru pulang dari tanah Suci, kembali ke Batavia. Ia membeli lahan dan langsung mendirikan sebuah masjid kecil berukuran 13 x 13 meter yang pada awal pendiriannya belum memilki nama. Bahan bangunannya terdiri dari batu bata pada bagian dindingnya, lantainya berubin warna merah dengan beratapkan genteng. Bentuk masjid itu adalah empat persegi dengan mihrab di depan sebagai tempat imam memimpin shalat. Meski demikian, jika dibandingkan dengan bangunan yang ada di wilayah lain saat itu, bangunan masjid ini tergolong bangunan mewah. Dengan bertambahnya jumlah jamaah, ukuran masjid ini pun diperluas, bagian belakangnya ditambah dengan bahan bangunan dari anyaman bambu. Bagian belakang ini dimanfaatkan sebagai tempat mengaji dan bermalam bagi murid-murid Guru Mughni yang datang dari tempat tempat yang jauh. Belum ada menara masjid pada waktu itu. Baru menjelang Guru Mughni wafat dibuat menara. Setelah itu menyusul renovasi demi renovasi berikutnya. satu-satunya peninggalan masjid lamanya ya pilar masjid bekas tiang penyangga masjid di sebelah dalam. Sejak pertama pendiriannya, Masjid Baitul Mughni berfungsi tak hanya sebagai tempat ibadah namun juga sebagai tempat pendidikan dan penyebaran ilmu-ilmu agama, bahkan saat itu masjid ini juga sebagai pusat informasi Ru’yatul Hilal (penentuan awal Ramadhan dan awal Syawal) bagi masyarakat Jakarta Selatan. Ketika itu, masjid ini melahirkan seorang tokoh ahli ilmu falak yakni K.H. Abdullah Suhaimi, yang juga menantu Guru Mughni sendiri. Ketika itu bisa dibilang masjid ini merupakan masjid rujukan bagi masjid-masjid kecil di sekitarnya. Seperti untuk menentukan kapan waktunya azan, biasanya masjid-masjid lainnya berpatokan pada masjid ini. Mereka tidak akan azan sebelum mendengar suara azan dari masjid ini. (Sumber: Artikel situsbudaya.id Foto jakarta-tourism.go.id)
...more

Jelajah Pulau-Pulau Kece di Kepulauan Seribu: Snorkeling, Sunset & Island Hopping Kekinian!

TripTrus.Com -  Bro-sis traveler, lo lagi ngerasa stuck sama rutinitas kota Jakarta yang padet banget? Saatnya cabut bentar dan jelajahi Kepulauan Seribu, bro! Di sini lo bisa island hopping, snorkeling, main air, sambil nikmatin sunset yang bikin hati adem. Dalam 2-3 hari aja, lo bisa explore Pulau Ayer, Tidung, Pramuka, Macan, Pelangi, Harapan, sampai Dolphin. Seru kan? Santai, romantis, dan pastinya feed Instagram lo auto kece maksimal!       View this post on Instagram A post shared by Arief Subagja (@riefbagja) 🏝️ 1. Pulau Ayer: Terapung & Santai Maksimal Pulau Ayer tuh unik banget, bro-sis, karena konsepnya pulau terapung! Lo bisa nginep di villa-villa nyaman, lengkap AC, kamar mandi pribadi, sama teras yang view-nya langsung laut. Mau makan? Ada restoran kece yang siapin hidangan lezat. Tapi inget, pas weekend bisa rame banget. Dari Jakarta, cuma 30 menit naik speedboat dari Marina Ancol, jadi cocok banget buat liburan singkat tapi memorable. πŸŒ‰ 2. Pulau Tidung: Jembatan Cinta & Snorkeling Setelah Pulau Ayer, lo bisa lanjut ke Pulau Tidung. Di sini ada Jembatan Cinta yang ikonik banget buat foto-foto hits. Terumbu karangnya juga kece parah buat snorkeling atau diving, bro-sis. Fasilitas penginapan lengkap, dari homestay murah sampai resort kece. Perjalanannya sekitar 2-3 jam dari Muara Angke. Memang pas weekend rame, tapi pengalaman liburan lo dijamin menyenangkan dan penuh warna. 🐒 3. Pulau Pramuka: Edukasi & Alam Asri Bro-sis, kalo lo suka alam dan edukasi, Pulau Pramuka juaranya! Di sini ada konservasi penyu, lo bisa liat langsung penyu-penyu dilepas ke laut, belajar tentang pelestarian lingkungan. Penginapannya sederhana tapi nyaman, plus banyak warung makan lokal. Jaraknya 2-3 jam dari Jakarta, suasananya tenang dan cocok banget buat refreshing sekaligus dapet pengalaman edukatif yang nggak bakal lo lupain. [Baca juga : "Natuna: Hidden Gem Di Ujung Nusantara Yang Penuh Pesona Dan Makna"] 🌴 4. Pulau Macan: Liburan Mewah & Private Kalau mau santai tapi classy, Pulau Macan pilihan tepat. Resort-nya eksklusif, bungalow dan villa keren dengan view laut, plus restoran mewah yang nyajiin makanan organik lokal. Lo bisa snorkel, kayak, atau spa santai. Memang biaya agak tinggi, tapi worth it banget buat pengalaman liburan yang private, tenang, dan unforgettable. Dari Jakarta, sekitar 2-3 jam naik perahu, bro-sis. 🌈 5. Pulau Pelangi: Santai & Alam Lestari Pulau Pelangi terkenal dengan pasir putih bersih dan air laut super jernih. Suasananya tenang, alam masih asri, cocok banget buat lo yang pengen liburan santai tanpa gangguan. Bisa foto-foto, berenang, atau sekadar nikmatin vibe alam. Jaraknya nggak jauh dari Jakarta, gampang diakses, bikin lo puas banget liburan tanpa drama macet kota. 🐬 6. Pulau Harapan & Dolphin: Serunya Island Hopping Bro-sis traveler, jangan lupa singgah ke Pulau Harapan dan Dolphin. Di Harapan, lo bisa nikmatin sunset romantis, snorkeling, atau sekadar santai di pantai. Pulau Dolphin? Spot kece buat liat lumba-lumba liar, pengalaman jarang ada di Jakarta. Waktu singkat tapi memori maksimal, cocok banget buat lo yang pengen getaway singkat tapi epic. πŸ’‘ Tips Liburan Seru & Anti Ribet Booking jauh-jauh hari biar harga oke. Bawa perlengkapan sendiri: sunblock, kamera underwater, powerbank. Tetap jaga kebersihan, bro-sis! Sampah dibawa pulang. Bawa cash, soalnya jarang ada ATM di pulau kecil. Dengan tips ini, liburan lo nggak cuma seru tapi juga aman dan nyaman, bro-sis. Dari island hopping, snorkeling, sunset sampai edukasi alam, semua lengkap. Jadi siapin tas lo, ajak teman, dan rasain petualangan pulau-pulau di Kepulauan Seribu yang kekinian maksimal! (Sumber Foto @jamilbot)
...more

Bumi Ageung Cikidang, Rumah Museum Yang Bersejarah di Cianjur

TripTrus.Com - "Bumi Ageung Cikidang" yang berarti Rumah besar yang berada di daerah bernama Cikidang adalah rumah milik Bupati Cianjur, Raden Adipati Aria Prawiradiredja II.  Raden Adipati Aria Prawiradiredja II  merupakan Bupati Cianjur yang ke-9 yang menjabat selama periode 1862-1910 (48 tahun). Rumah cantik ini beliau bangun pada tahun 1886 sebagai rumah peristirahatannya. (Foto: tribunnews.com) Pada tahun 1910 Bumi Ageung diwariskan kepada putrinya bernama Raden Ayu Tjitjih Wiarsih, di masa kepemilikan beliau, rumah ini berperan penting dalam kemerdekaan, dikarenaKAN Bumi Ageung digunakan sebagai tempat perumusan pembentukan tentara PETA yang dipimpin oleh Gatot Mangkoepradja di tahun 1943-45. Bumi Ageung direnovasi pertama kali pada tahun 1950 setelah nyaris hancur karena menjadi sasaran bom pasukan Jepang dan Belanda. Pada 9 Agustus 1949 Bumi Ageung juga menjadi saksi bisu peristiwa penyerahan kekuasaan Belanda kepada tentara Republik wilayah kota Cianjur, selain itu sempat dijadikan tempat perlindungan manula, perempuan dan anak-anak keturunan pada saat terjadi kerusuhan etnis di Cianjur sekitar tahun 1962-1963.   (Foto: tribunnews.com) Beralamat di Jalan Mochamad Ali, Kelurahan Solokpandan, Cianjur, jalan yang konon dibuat Dandeles sebagai Jalan Raya Pos, Bumi Ageung dikelilingi oleh kawasan kota tua Cianjur yang tumbuh berkembang di era kolonial, seperti beberapa bangunan: Stasiun Cianjur, Pecinan, Pendopo (Rumah Dinas Bupati) Walaupun beberapa bagian dari Bumi Ageung sudah berganti rupa, Bumi Ageung tetap syarat dengan sejarah. Oleh karena itu pada tahun 2010 ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya Nasional bedasarkan SK Menteri Kebudayaan dan Pariwisata. Yang di mana Bumi Ageung sekarang diurus oleh Keluarga generasi ke-5 dan dijadikan sebagai rumah museum di Cianjur.   (Sumber: Artikel-Foto Rahmat Fajar dan Amieykha )
...more

Mudik? Biar Gak Gitu-Gitu Aja, Cobain 5 Aktivitas Seru Ini!

TripTrus.Com - Mudik Lebaran tuh bukan cuma soal ketemu keluarga doang, bro! Ini momen langka buat lo buat menikmati suasana kampung halaman dengan vibe yang beda dari hiruk-pikuk kota. Libur Lebaran kali ini lumayan panjang, jadi sayang banget kalau cuma dihabisin buat rebahan doang. Biar makin seru, lo bisa nyobain berbagai aktivitas kece yang bikin mudik lo lebih berkesan. Mau tau apa aja? Nih, gue kasih bocorannya! 1. Keliling Kampung, Nostalgia Masa Kecil Udah lama nggak pulang? Pas banget, ini saatnya lo eksplor kampung halaman lagi! Jalan-jalan santai sambil nostalgia masa kecil, mampir ke tempat-tempat yang dulu sering lo kunjungin. Bisa sekalian mampir ke warung langganan buat beli jajanan favorit atau cuma sekadar nikmatin suasana kampung yang adem. Pokoknya, rasain lagi vibe kampung yang bikin hati adem! 2. Seru-Seruan Main Permainan Tradisional       View this post on Instagram A post shared by Downeykhaze Khenzino (@downeykhaze) Lo tau nggak sih, banyak permainan tradisional yang udah mulai jarang dimainkan? Nah, pas mudik gini, ajak saudara atau temen-temen kecil lo buat seru-seruan main gobak sodor, benteng, atau petak umpet. Dijamin nostalgia langsung nyerang! Selain seru, ini juga bisa jadi cara buat ngenalin budaya lokal ke generasi yang lebih muda. Asyik, kan? [Baca juga : "Biar Gak Ribet! 5 Tips Arus Balik Mudik Yang Aman, Nyaman, Dan Anti Drama"] 3. Kulineran, Makan Enak Sepuasnya! Ngapain jauh-jauh mudik kalau nggak nyobain makanan khas kampung halaman? Jangan sampai kelewatan buat eksplor jajanan atau makanan legendaris yang cuma ada di daerah lo. Dari yang manis, gurih, sampai yang pedesnya bikin nagih, semuanya wajib lo cicipin! Siapa tau ada makanan favorit lama yang udah lama lo kangenin. 4. Jalan-Jalan ke Wisata Alam, Refresh Pikiran Kalau di kota lo biasa ngeliat gedung tinggi, di kampung lo bisa nikmatin pemandangan alam yang bikin mata adem. Pergi ke air terjun, pantai, hutan, atau bukit bisa jadi pilihan buat lo yang butuh healing sejenak. Selain itu, udara di kampung biasanya lebih seger, jadi momen ini cocok banget buat quality time bareng keluarga. 5. Berburu Oleh-Oleh Buat Dibawa Pulang Nggak lengkap rasanya kalau mudik tanpa bawa oleh-oleh khas daerah. Entah itu makanan, kerajinan tangan, atau produk lokal, pasti ada yang bisa lo bagiin ke orang-orang terdekat di kota. Biar nggak ribet bawa banyak barang, sekarang udah ada layanan kirim paket yang siap nganterin oleh-oleh lo langsung ke rumah. Praktis, kan? Jadi, lo mau nyobain yang mana dulu nih pas mudik nanti? Jangan cuma rebahan di rumah nenek doang, ya! Manfaatin momen ini buat menikmati kampung halaman sepuasnya sebelum balik ke rutinitas kota yang sibuk. (Sumber Foto @canva.com)
...more

Makam Kayu Peti Erong

Untuk urusan memakamkan jenazah, masyarakat Toraja memiliki keunikan tersendiri. Ada yang memakamkan jenazah di liang tebing, atau disemayamkan di sebuah makam kayu berbentuk tongkonan yang disebut patane. Lalu ada juga peti mati yang terbuat dari kayu dan dipahat berbentuk hewan, atau yang biasa disebut dengan Erong.Wisatawan bisa mengunjungi beberapa lokasi pemakaman yang telah menjadi obyek wisata di Tana Toraja. Misalnya: Londa, yang merupakan tempat pemakaman tua yang berada di dalam gua batu yang dipahat. Nuansa mistis, ditambah udara lembab dan dingin, langsung terasa begitu memasuki pintu gerbang lokasi wisata ini. Di dalam gua tersebut bisa dijumpai deretan puluhan erong serta tengkorak dan tulang belulang yang berserakan karena erongnya sudah rusak dimakan usia. Lokasi pemakaman ini milik Lengkong dan To’Para’pak, keturunan Tandilino, orang pertama yang membuat erong. Erong-erong tersebut diletakkan berkelompok berdasarkan keluarga dan masing-masing kelompok diberi jarak. Konon, jenazah yang ada di Londa ada yang sudah berusia 500 tahun.Londa terletak di desa Sandan Uai Kecamatan Sanggalai yang berjarak tujuh kilometer ke arah selatan kota Rantepao. Untuk mencapai pekuburan, pengunjung harus menuruni anak tangga sekitar 100 meter. Dan sebelum mulai menuruni tangga, sebaiknya pengunjung menyewa lampu penerangan seharga Rp 20.000, itu belum termasuk uang tip untuk pemandu yang sekaligus berfungsi sebagai pemegang lampu.Lalu ada Tampang Allo yang merupakan kuburan gua alam yang terletak di Kelurahan Sangalla' dan berisikan puluhan Erong, puluhan tau-tau dan ratusan tengkorak serta tulang belulang manusia. Pemilihan gua Tampang Allo ini memiliki sejarah tersendiri. Sekitar abad XVI, Sang Puang Manturino, penguasa Sangalla', bersama istrinya, Rangga Bualaan, membuat janji “sehidup semati sekubur berdua” dan memilih gua Tampang Allo sebagai tempat pemakaman mereka kelak jika meninggal dunia. Goa Tampang Allo berjarak 19 kilometer dari Rantepao dan 12 kilometer dari Makale. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

Liburan Seru Dan Kece Di Pantai Indah Kapuk, Yuk Cek Aktivitasnya!

TripTrus.Com - Buat lo yang lagi cari alternatif liburan ga jauh-jauh dari Jakarta, Pantai Indah Kapuk (PIK) bisa jadi pilihan pas banget! Bukan cuma tempat nongkrong hits, PIK juga punya segudang aktivitas seru buat lo dan keluarga. Udah terkenal sebagai kawasan elite di Jakarta, PIK juga gampang banget dijangkau karena akses transportasinya lengkap, dari tol sampai TransJakarta. Bahkan, tahun ini PIK masuk Proyek Strategis Nasional lho! Langsung aja, ini dia beberapa aktivitas yang bisa lo cobain di PIK buat ngisi liburan. 1. Main Seru di Aloha PIK Kalau lo suka tempat yang vibes-nya tropical, Aloha PIK wajib banget didatengin! Tempat ini punya playground seru buat anak-anak, pantai pasir putih buat santai, dan food court buat lo yang mau kulineran. Dengan konsep ala Hawaii, spot ini super instagramable. Plus, yang paling penting, masuknya gratis dan buka tiap hari dari jam 10 pagi sampai jam 10 malam. 2. Nyantai di Pantai Pasir Putih PIK 2 Lo yang mau chill bisa ke Pantai Pasir Putih PIK 2. Pemandangannya keren banget, ada pasir putih yang bersih dan gedung-gedung megah di sekitar. Lo bisa jalan santai, sepedaan, atau sekadar nikmatin kuliner bareng keluarga di sini. Lokasinya di daerah Kamal Muara, Jakarta Utara, dan deket sama banyak spot hits lainnya di PIK 2. 3. Kulineran ala Chinatown di Pantjoran PIK       View this post on Instagram A post shared by @bubumaika Nah, kalau lo suka wisata kuliner, mampir ke Pantjoran PIK! Di sini ada banyak banget tenant makanan, baik yang halal maupun non-halal. Suasana dan dekorasi ala Tionghoa bikin lo serasa lagi di Chinatown asli, apalagi dengan dominasi warna merah dan adanya pagoda tertinggi di Jakarta yang jadi ikon tempat ini. [Baca juga : "Destinasi Seru Dan Anti Mainstream Di Jember Yang Mungkin Belum Lo Tau!"] 4. Main Skuter di Pantai San Antonio Lo suka aktivitas yang seru tapi santai? Coba main skuter di Pantai San Antonio! Ada lintasan panjang buat lo jalan-jalan atau main skuter, sepeda, bahkan mobil listrik kecil buat anak-anak sampai dewasa. Sambil jalan, lo bisa liat pemandangan laut dan mampir ke kafe-kafe di sekitar buat nyantai. 5. Nongkrong Keren di Cove at Batavia PIK Ini dia spot hits buat nongkrong ala anak muda, Cove at Batavia. Tempatnya didesain mirip area di Los Angeles, keren banget buat foto-foto! Di sini ada banyak tenant makanan dari pizza, burger, gelato, sampai seafood. Mending dateng sore-sore biar dapet view sunset yang epic banget langsung ke arah laut. Gimana, udah ada bayangan mau ngapain aja di PIK? Jangan lupa siapin outfit yang kece dan kamera buat foto-foto, karena setiap sudut di sini worth it banget buat diabadikan. Jadi, tunggu apa lagi? Langsung deh ajak temen, pacar, atau keluarga buat seru-seruan bareng di PIK! (Sumber Foto @jkt.spot) 
...more

Petualangan Seru di Tangkahan, Eksplorasi Surga Tersembunyi di Sumatera Utara

TripTrus.Com - Tangkahan, si ekowisata keren di Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Tempat ini tersembunyi di dua desa, Desa Namo Sialang dan Sei Serdang, dan masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser. Orang Medan pasti langsung kepikiran gajah kalau denger Tangkahan. Soalnya, di sini memang terkenal banget dengan gajah liar dan sungai jernih yang super bersih. Tangkahan itu bener-bener “The Hidden Paradise” deh, panorama alamnya bak surga! Nah, di Tangkahan, kamu bisa menikmati berbagai daya tarik, nginep di tempat cozy, dan ada banyak rute seru buat kamu eksplor. Berikut ini beberapa highlightnya. Daya Tarik Tangkahan Panorama alam dan udara segar di Tangkahan bikin betah siapa aja. Pohon-pohon besar dan vegetasi hutan tropis yang rimbun berpadu dengan bukit-bukit, menjadikan tempat ini nggak cuma buat wisata, tapi juga tempat belajar tentang alam, flora, dan fauna.       View this post on Instagram A post shared by Tangkahan (@tangkahan_) Tangkahan punya kekayaan alam yang luar biasa. Mulai dari Hutan Tangkahan yang lebat, sungai jernih, air terjun, air panas, lembah, sampai tumbuhan langka seperti Rafflesia. Topografi berbukit dengan tebing-tebing cocok banget buat yang suka panjat tebing, mendaki, atau berkemah. Aktivitas Seru di Tangkahan Jungle Trekking dan River Tubing. Wisatawan bisa keliling hutan dan sungai Tangkahan. Pakai ban di atas air, kamu bakal menyusuri sungai sambil menikmati pemandangan. Biayanya sekitar Rp 75.000 per orang, udah termasuk makanan. Bermain di Air Terjun. Ada banyak air terjun indah di sini. Kamu bisa main air sambil lihat monyet bergelantungan dari pohon ke pohon. Seru kan? Berendam di Air Hangat. Di sisi sungai, ada spot air hangat buat kamu berendam. Foto di Jembatan Gantung. Jembatan gantung yang alami dan unik ini instagramable banget, latar belakangnya eksotis abis. Memandikan dan Menunggangi Gajah. Wisatawan bisa keliling dan memandikan gajah di sungai. Tenang aja, kegiatan ini diawasi petugas terlatih kok. Paket Wisata Tangkahan Buat menikmati wisata di Tangkahan, kamu bisa pilih paket wisata yang ditawarkan pengelola. Mulai dari perjalanan satu hari, dua hari satu malam (2D1N), atau tiga hari dua malam (3D2N). Misalnya, untuk paket dua hari (2D1N), biayanya sekitar Rp 550.000 per orang dengan minimal rombongan lima orang. [Baca juga : "5 Spot Keren Buat Nonton Satwa Liar Di Indonesia"] Hari pertama, kamu bakal ke Jembatan Jodoh, amati perilaku gajah (dengan pemandu), dan kunjungi penangkaran gajah (memandikan dan memberi makan). Hari kedua, ada aktivitas arung jeram, air panas, Air Terjun Garut, Air Terjun Kenangan, makan siang di tengah sungai, Pantai Kupu-kupu, dan main jeep. Biaya paket ini udah termasuk makan tiga kali, buah-buahan selama trekking, tiket masuk semua wisata, pemandu, air mineral, parkir, penginapan, dan coffee break. Lengkap banget deh! Rute ke Tangkahan Dari Medan, perjalanan ke Tangkahan sekitar dua jam dengan jarak 67 km lewat Tol Medan-Binjai. Kalau dari Bandara Udara Kuala Namu, waktu tempuh juga sekitar dua jam lewat Tol Belmera, Jalan Medan-Aceh, dan Jalan Sawit Seberang. Jadi, udah siap belum buat petualangan seru di Tangkahan? (Sumber Foto @winnyedikaputri) 
...more

Wisatawan Indonesia Mulai Lirik Wisata Kapal Pesiar

TripTrus.Com - Dulu berwisata dengan kapal pesiar masih jarang dilakukan oleh wisatawan Indonesia. Selain terkendala harga yang mahal, informasi terkait wisata kapal pesiar juga masih sangat minim.Namun, sejak beberapa tahun terakhir wisatawan Indonesia sudah mulai melirik wisata kapal pesiar. Berdasarkan data dari Cruise Line Inernational Association tampak peningkatan yang cukup tinggi dari wisatawan Indonesia yang berwisata pesiar. Pada 2014, tercatat ada lebih dari 18 ribu wisatawan kapal pesiar berasal dari Indonesia, dan jumlah tersebut meningkat dua kali lipat menjadi 40 ribu pada 2015. "Kalangan masyarakat Indonesia lebih suka perjalanan jangka pendek untuk rute yang masih di kawasan Asia dengan durasi berlayar sekitar tiga sampai tujuh hari," ujar Direktur Kawasan Asia Tenggara Princess Cruises Farriek Tawfik, Kamis (20/7).Jika dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan Asia, volume wisatawan Indonesia yamg berpesiar memang masih terbilang rendah. Dari 12 negara di Asia, Indonesia masih di peringkat delapan dengan persentase 1,9 persen jauh di bawah Cina, Taiwan, Singapur dan Jepang. Namun, Tawfik meyakini, Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial untuk wisata kapal pesiar khususnya bagi mereka yang baru pertama kali merasakan pengalaman berpesiar, generasi milenial, keluarga besar multi-generasi dan masyarakat kelas menengah ke atas.Pada tahun ini, salah satu line up Pricess Cruises, Sapphire Princess, bahkan akan berlabuh di Singapura untuk memenuhi tingginya permintaan dari Indonesia. "Kami melihat lonjakan tinggi peningkatan permintaan dari wisatawan Indonesia saat musim berlabuh tiba," ujar Tawfik. (Sumber: Artikel republika.co.id Foto cruisemapper.com)
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...