TripTrus.Com - Bagi warga Bogor maupun warga Jakarta yang tidak mudik ke luat kota, beberapa destinasi wisata di Kota Hujan bisa jadi pilihan.
Dikutip dari Tribunnewsbogor, berikut tujuh destinasi wisata di Bogor yang bisa disambangi Anda dan keluarga saat libur Lebaran.
1. Taman Ade Irma Suryani
Taman yang juga dikenal dengan sebutan Taman Topi ini berlokasi di pusat Kota Bogor, tepatnya Jalan Dewi Sartika. Anak-anak bisa menikmati belasan wahana permainan. Ada juga destinasi wisata air. Dari Stasiun Bogor, Anda hanya perlu berjalan kaki menuju pintu masuk Taman Topi menuju Jalan Kapten Muslihat.
2. Kebun Raya Bogor
Kebun Raya Bogor bisa disambangi saat libur Lebaran. Tak hanya itu, Anda juga bisa mengunjungi Museum Zoologi yang menyimpan koleksi fauna.
Anda bisa masuk dari beberapa pintu. Antara lain pintu masuk di sebelah kantor pos di Jalan Ir H DJuanda, Pintu Masuk di Jalan Otto Iskandar Dinata depan Pasar Bogor, pintu masuk di Jalan Pajajaran depan Plaza Keboen Raya, atau pintu masuk di sebrang Kampus IPB Baranangsiang.
3. SKI Tajur
Sumber Karya Indah (SKI) Tajur berada di Jalan Raya Katulampa, Kota Bogor. Selain dikenal sebagai lokasi berjualan tas, SKI Tajur juga terkenal oleh wisata permainannya. Anak-anak bisa bermain Flying Fox, Bola Air, Buggy Kart, Ufo Coaster, Trampoline, dan lain-lain.
Anda pun tak harus membayar tiket masuk, hanya membayar parkir kendaraan saja. Anda tinggal membeli tiket permainan untuk setiap wahana.
4. Jungle Fest
Lokasi wisata ini berada di Komplek Bogor Nirwana Residence. Di sini, wisatawan bisa menikmati beragam jenis wahana. Ada sembilan wahana yanga da di dalam lokasi wisata Jungle Fest. Antara lain Sparkle Bumper dan Lumino Swing.
5. The Jungle Waterpark
Tempat wisata ini terletak tidak jauh dari lokasi wisata Jungle Fest. Di sini Anda bisa menikmati aneka wahana air. Ada beragam jenis wahana air di dalam The Jungle Water Park. Antara lain Wave Pool, Giant Aquarium, dan Kawah Ratu yang jadi primadona di The Jungle Waterpark.
Selain menikmati liburan dengan bermain air, pengunjung juga bisa berwisata edukasi melalui aquarium raksasa yang menyimpan beragam jenis ikan asli Indonesia.
6. Taman Safari
Anda bisa berwisata edukasi sambil menyapa hewan-hewan yang dilepas secara liar di Taman Safari. Ada juga Baby Zoo, kolam renang, serta aneka wahana dan pertunjukan atraksi hewan.
7. Jungleland
Lokasi wisata ini terletak di kawasan Bukit Sentul, Kabupaten Bogor. Ada puluhan wahana permainan yang bisa dinikmati di Jungleland. Tempat wisata ini total memiliki 30 wahana. Beberapa wahana ekstrem yang populer antara lain Discovery dan Zee Force.
Selain itu ada pula Dino World dan Mini Drop yang cocok untuk anak-anak. (Sumber: Artikel kompas.com Foto flickr.com/Seika)
...moreTripTrus.Com - Bro-Sis traveler, setelah kita gasin 8 event epic di batch 1, sekarang saatnya lanjut ke 9 event batch 2 yang siap bikin September 2025 lo makin hype! Dari Sulawesi, Lampung, Riau, Banten, sampe Kalimantan, tiap festival bakal kasih vibes beda—dari budaya, seni, kuliner, sampe ritual tradisional. Jadi siapin kalender, outfit kece, kamera, dan energi positif karena gue bakal nemenin lo keliling festival paling hype bulan ini. Rasain, capture, dan bikin memories yang nggak bakal lo lupain, bro-sis!
Festival Pinisi – Bulukumba (11-13 September)
Bro-Sis, kalau lo doyan laut sekaligus budaya, Bulukumba wajib banget masuk list! Kapal Pinisi UNESCO hadir lengkap sama ritual adat seperti annyorong lopi, songka bala ribantilang, ammossi’, sampe andingingi. Lo bisa ikutan nyatu sama budaya lokal, dapetin konten meaningful, sambil santai di pantai. Ada juga UMKM lokal, fashion show, pameran pangan khas, film dokumenter, pasar murah, sunatan massal, lomba perahu, sampe MURI makan ikan terbanyak. Jadi lo bisa chill, peduli sama budaya, dan seru-seruan bareng vibes lokal sekaligus!
Jakarta International Photo Festival (JIPFest) – Jakarta Pusat (12-21 September)
Dari laut ke kota metropolitan, Bro-Sis, JIPFest 2025 hadir di TIM Cikini, GRATIS! Lo bakal diajak explore gimana teknologi, medsos, dan AI nyatu sama hidup kita sehari-hari. Dengan tema “Coexistence”, lo bakal nemuin cara manusia dan teknologi jalan bareng tanpa kehilangan sisi humanis. Ada pameran foto, workshop, kuliah umum, diskusi kreatif, plus 50 bintang tamu. Jangan cuma scroll timeline, gas langsung ke TIM, capture energi visualnya, dan dapetin konten yang estetik plus meaningful abis!
Gema Sulbar – Mamuju (14-22 September)
Bro-Sis, Sulawesi Barat punya Gema Sulbar yang GRATIS, cozy, dan penuh energi kreatif! Lo bisa keliling bazar ekonomi kreatif, nikmatin musik tradisional, kuliner unik, dan seni lokal yang otentik banget. Bisa ngobrol sama kreator lokal, explore fashion tenun, sampai nyobain kuliner kekinian khas Sulbar. Atmosfernya hangat, energik, dan bikin lo ngerasa connected sama budaya lokal. Perfect buat lo yang pengen konten legit dan pengalaman autentik, sekaligus dapet vibes positif dan meaningful!
Tubaba Art Festival – Tulang Bawang Barat (18-20 September)
Bro-Sis, kalau lo pengen seni yang dalem dan immersive, Tubaba Art Festival bakalan nge-hits banget buat lo! Dari tari, teater, musik, film, kriya, sampe sastra, semua nyatu bareng bazar kreatif warga. Lo bakal liat murid sekolah seni sampai seniman internasional kolaborasi total. Ada workshop, pameran, dan panggung live, bikin lo nggak cuma nonton, tapi jadi bagian dari ekosistem seni inklusif. Gratis, santai, tapi vibesnya penuh makna—perfect buat lo yang pengen deeper connection sama seni lokal!
Kenduri Riau – Pekanbaru (19-22 September)
Bro-Sis, Pekanbaru gak kalah hype, nih! Kenduri Riau ngajak komunitas, pengusaha, kreator, dan pariwisata kolaborasi sambil rayain budaya lokal. Lo bakal nemuin UMKM, seniman, dan brand lokal pamerin karya mereka, sambil nikmatin vibes kota yang makin kece. Acara ini bukan sekadar show, tapi pengalaman yang bikin lo jadi bagian ekosistem kreatif Riau. Dari community hangout, produk lokal, sampe atmosfer kota, semua nyatu jadi festival yang meaningful dan Instagrammable. Perfect buat lo yang pengen konten legit plus pengalaman autentik!
[Baca juga : "Festival Nusantara September 2025, Gaskeun Explore Budaya & Kreativitas Lo! Batch 1"]
Seren Taun Kasepuhan Cisungsang – Lebak (22-29 September)
View this post on Instagram
A post shared by Hutan Sosial (@hutansosial)
Bro-Sis, siapin hati karena Seren Taun Kasepuhan Cisungsang bakal jadi pengalaman spiritual dan seru sekaligus! Lo bisa ikut ritual panen padi, pantun, Bubuka, Balik Taun Rendangan, sampe prosesi Ngareremokeun. Rasain gotong royong, syukur, dan spiritualitas lewat seni tradisional. Outfit ala milenial tapi sopan wajib dibawa, plus kamera biar bisa capture momen otentik. Festival ini perfect buat lo yang pengen meaningful content sekaligus pengalaman budaya yang autentik dan memorable, bro-sis!
Balikpapan Fest – Balikpapan (24-28 September)
Bro-Sis, Balikpapan Fest ke-6 siap nyuguhin vibes “Harmoni Nusantara” yang unik! Budaya pesisir, pedalaman, dan keraton kolaborasi di panggung yang sama. Lo bisa nikmatin kuliner, tarian tradisional, musik daerah, plus kreasi kontemporer—semua dalam satu journey. Gratis dan penuh edukasi, festival ini bikin lo ngerasain miniatur Indonesia yang hidup, estetik, dan seru. Cocok banget buat lo yang pengen feed Instagram kece sekaligus pengalaman budaya yang lengkap!
Makassar International Eight Festival & Forum (F8 Makassar) – Makassar (24-28 September)
Bro-Sis, F8 Makassar ngumpulin 8 subsektor kreatif: Fusion Music, Fashion, Film, Fine Arts, Fiction Writers, Folks, Flora & Fauna, sampai Food & Fruit. Lo bakal masuk arena seni, fashion show, kuliner Nusantara, sampe talkshow seniman. Dengan tema “FUNtastic Eight”, tiap elemen punya highlight sendiri. Vibesnya fun, colorful, dan super contentable buat lo yang doyan pengalaman budaya lengkap dan memorable. Jangan cuma nonton, tapi gasin semua energi lo di sini, bro-sis!
Festival Salo Karajae – Parepare (27 September – 1 Oktober)
Bro-Sis, penutup September 2025 bakal epic banget lewat Festival Salo Karajae! Lomba tradisional gokil kayak dayung, tangkap bebek, tari kreasi, sampe lomba mancing bikin lo belajar kearifan lokal sambil fun bareng. Musik tradisional berpadu band indie & musisi ternama bikin vibe malam makin enerjik. Plus, ada pameran UMKM & kuliner lokal. Gratis dan terbuka buat semua, festival ini wajib lo datengin, capture vibes, dan bikin memories epic yang nggak bakal lo lupain!
Bro-Sis traveler, September 2025 tuh bukan bulan biasa—ini bulan full festival, budaya, seni, kuliner, dan kreativitas dari Sulawesi, Lampung, Riau, Banten, Kalimantan, sampe Makassar. Lo bakal dapet pengalaman meaningful, feed-worthy, dan berkontribusi ke komunitas lokal. Jadi siapin tiket, kamera, outfit kece, dan energi positif karena tiap festival bakal kasih cerita dan vibe beda tapi epic abis! Datang langsung, rasain vibes, dan bikin memories yang nggak bakal lo lupain, bro-sis! (Sumber Foto @am1rpajjokka)
...moreTripTrus.Com - Sebuah pohon besar, tua dan teduh sangat dijaga oleh warga di Kecamatan Pancur, Rembang. Penampakannya mengingatkan pada Tree of Souls dalam Film Avatar. Warga sekitar menyebutnya dengan Wit Meh atau dalam bahasa Indonesia Pohon Trembesi. Diperkirakan usia pohon itu telah mencapai ratusan tahun. Diameter batang pohon hampir 10 meter. Dilihat dari kejauhan, bentuk pohon seperti payung yang meneduhi rumah di sekitarnya.Pohon ini memiliki cabang yang cukup banyak. Bentuk daunnya majemuk, dan setiap helainya berbentuk bulat. Sedangkan bentuk buahnya hampir menyerupai buah asam.
Suasana di sekitar lokasi tersebut begitu sejuk. Ukuran pohon yang terbilang sangat besar itu membuat siapapun orang yang berteduh di bawahnya akan merasa nyaman. Selain itu, pemandangan di sekitar lokasi berupa hamparan sawah makin membuat nyaman orang betah berlama-lama berada di bawah pohon ini.
Warga setempat sering beraktifitas di bawah pohon tersebut. Banyak pembatik yang seringkali menghabiskan waktu memanfaatkan rindangnya pohon. Tak jarang pula, banyak pelancong yang berkunjung hanya sekedar mengambil foto di bawah pohon tersebut.Di sebelah pohon, terdapat sebuah makam. Adalah makam Mbah Tinoyo yang dipercaya warga merupakan leluhur Desa. Salah satu warga setempat, Karjin mengaku keberadaan pohon tersebut dianggap sakral. Meskipun tak ada perlakuan khusus terhadap pohon tersebut, warga senantiasa menghormati keberadaannya.Hanya untuk memetik daunnya saja, warga tidak berani. Terlebih jika sampai mematahkan dahannya dengan sengaja, warga percaya bisa mendatangkan mala petaka. "Warga di sini nggak ada yang berani ambil daunnya, apalagi nebang rantingnya. Bisa-bisa nanti orang yang berani seperti itu kena mala petaka. Sudah berkali-kali kejadian seperti itu," jelasnya.Lebih lanjut ia mengakui, keberadaan pohon tersebut dipercaya mampu menghindarkan Desa dari segala macam bencana. Seperti saat sejumlah Desa di Kecamatan Lasem yang terkena banjir, Desa Doropayung menjadi Desa yang sama sekali tak terendam air, meskipun beberapa Desa tetangga telah terendam banjir."Pernah ada banjir di Desa-desa tetangga, tapi di sini aman. Warga percaya kalau di Desa Doropayung ini ada yang melindungi. Makanya warga selalu bergantian untuk membersihkan lokasi ini," imbuhnya.Ada rumor lain yang juga beredar dan dipercaya sebagian warga. Warga percaya jika ada lima orang sahabat bisa mempertahankan gandengan untuk memeluk pohon tersebut, maka persahabatan di antara mereka akan terjalin lama. "Ya namanya rumor, mau percaya atau tidak kan bergantung sama orangnya," paparnya. (Sumber: Artikel detik.com Foto vakansinesia.com)
...moreTripTrus.Com - Lo dan pasangan baru nikah bakal seneng banget kalau milih Bali buat honeymoon! Gue aja yang skeptis awalnya, tapi setelah liat sendiri keindahannya, fix, Bali tuh tempat sempurna buat ngabisin waktu bareng setelah stress ngurusin nikahan.
Lo bisa santai abis, nggak usah mikir kerjaan atau apapun. Hotel-hotel di Bali itu udah kayak surga, nyediain sarapan sampe kekenyangan, trus tinggal leyeh-leyeh nunggu makan siang. Plus, spa di Bali beneran kayak seni, lama-lama malah nagih!
View this post on Instagram
A post shared by Adit (@adit.syahfiar)
Kalau lo suka yang spiritual, dateng deh ke Pura Ulun Danu. Tempatnya cakep abis, ada danau yang ngelilingin pura dengan pemandangan yang super indah. Bahkan lo bisa liat upacara keagamaan khas Bali di pagi hari. Kalo lo mau yang lebih spesial, coba Pedanda Blessing di Candidasa. Katanya sih, pengalaman spiritualnya berasa banget, cocok buat honeymoon.
Terus, Bali itu penuh sama keindahan alam yang bikin lo susah napas saking bagusnya! Ya, kecuali Kuta sih, lo tau sendiri kan gimana rame dan bisingnya. Tapi begitu lo keluar sedikit dari pusat kota, lo bakal dimanjain sama gunung berapi, pantai emas atau hitam, sawah berundak, dan desa-desa tradisional. Lo bisa liat pemandangan ini semua dari balkon hotel lo kalo lagi males jalan.
[Baca juga : "Kapan Waktu Terbaik Buat Jalan-Jalan Berbagai Tempat Di Indonesia?"]
Kalo lo suka aktivitas, cobain deh naik Gunung Batur. Sunrise di sana tuh nggak ada tandingannya! Tapi kalo lo pengen lebih santai, lo juga bisa nginep di Sanak Retreat, di tengah sawah Jatiluwih yang keren banget.
Oh iya, honeymoon di Bali juga kesempatan bagus buat lo berdua belajar masak bareng. Gue sama pasangan ambil kelas masak di Ubud, pusat seni di Bali. Di sana, kita belajar bikin makanan lokal kayak ikan bakar daun pisang, kari ikan, bayam, dan sambal. Rasanya puas banget, apalagi kalo bisa masakin pasangan lo nanti di rumah!
Dan yang nggak kalah penting, karena ini honeymoon, lo harus banget nikmatin momen-momen romantis. Bali itu affordable banget buat honeymoon yang spesial. Mulai dari private villa, spa treatment, sampe makan malam romantis, semuanya bisa lo dapetin dengan harga yang lebih terjangkau dibanding tempat honeymoon populer lainnya. Nggak heran Bali masuk top 5 destinasi terbaik versi Lonely Planet! Jadi, kalo lo lagi mikirin honeymoon, Bali itu jawabannya. (Sumber Foto @baliislandgetaway)
...moreTripTrus.Com - Travelport merilis hasil risetnya tentang potret wisatawan dunia. Ada 19 negara yang disurvei potret wisatawannya. Dan wisatawan Indonesia menempati posisi ketiga paling digital di dunia, setelah India dan Cina.
Berikut hasil lengkap hasil riset Travelport seperti dipaparkan Mark Meehan, Managing Director Asia Pasific Travelport dan Raymond Setokusumo Predir PT Galileo Indonesia Perdana yang juga di Restoran Plataran Menteng.
Travelport melakukan survei pada 11 ribu responden wisatawan global dengan rentang usia 19-55 tahun, khusus melihat penggunaan alat digital dalam merencanakan, memesan dan melakukan perjalanan. Dari 19 negara wisatawan yang disurvei, salah satunya Indonesia. Hasilnya menarik, traveler Indonesia ternyata berada di posisi tiga bisa paling digital. Ada empat tahapan perjalanan wisatawan yang disurvei: planning (perencanaan), booking (pemesanan), the journey (perjalanan) dan in destination (di tempat tujuan).
The Global Digital Traveler Research yang dilakukan Travelport ini merupakan survei online memanfaatkan sampel wisatawan Toluna Research pada bulan Agustus 2017. Resoponden yang disurvei setidaknya telah melakukan satu penerbangan kembali tahun lalu. Wisatawan Indonesia menjadi salah satu yang diriset dikatakan Meehan, mengingat pertumbuhan pariwisata di Indonesia tumbuh secara signifikan sekitar 25,68 persen pada tahun ini, melampaui kawasan Asia Pasifik dan pasar negara berkembang lainnya.
“Kami berharap dengan paparan riset ini, bisa menjadi acuan penyedia layanan perjalanan, agar tetap relevan dalam memberikan alat dan konten digital yang tepat waktu yang merupakan sarana penting dalam menjangkau dan memuaskan wisatawan Indonesia mulai dari mereka merencanakan perjalanan hingga kembali dari perjalanan mereka,” terang Meehan.
Raymond menambahkan, itulah mengapa penting bagi pelaku di bisnis perjalanan dan wisata beradaptasi dengan perkembangan digital wisawatan Indonesia. Apakah itu agen wisata maupun airlines. Ia menyebut mengutip angka IATA (The International Air Transport Association) setidaknya ada 360 juta orang Indonesia akan melakukan perjalanan pada 2036. “Tahun 2016 saja angkanya sudah mencapai 120 juta, diprediksikan akan ada tambahan sekitar 235 juta penumbang baru,” imbuhnya.
Menurut Raymond, dulu dukungan digital hanya untuk transaksi saja. “Sekarang dengan dukungan digital, airlines pun terus beradaptasi. Penumpang kini bisa menentukan posisi tempat duduk, menentukan maksimal bawaan mereka. Dulu dibatasi hanya satu batasan maksimal, sekarang dengan banyak pilihan. Kita jadi lebih fleksibel,” ujarnya.
Meehan menambahkan temuan Travelport menunjukkan pentingnya alat digital bagi wisatawan sepanjang perjalanan mereka. “Kami mengindentifikasi adanya kebutuhan bagi industri perjalanan dan perhotelan global nilainya 7,6 triliun dolar Amerika untuk beradaptasi secara terus menerus untuk memberikan layanan yang responsif, relevan dan tepat waktu bagi pelanggan,” ujarnya.
Travelport merupakan perusahaan teknologi yang menyediakan solusi digital baik untuk agen travel maupun airlines. Di Indonesia, Travelport menjadi rekanan bagi Panorama, Dwidaya, Smilling Tour juga Traveloka dalam membangun digital platform mereka. Total ada 400 perusahaan termasuk airlines yang sudah menjadi rekanan mereka.
Ketika melakukan perencanaan perjalanan (planning), 93% wisatawan Indonesia menggunakan video dan foto di media sosial yang diunggah temannya dalam menentukan tujuan wisata mereka. Angka ini sangat tinggi dibanding negara lain di Asia Pasifik yang hanya 76%. Dan 71% wisatawan yang diriset menggunakan pencarian suara ketika mencari tujuan wisata, angka ini kedua setelah Cina hanya beda 1 persen dengan 72%.
“Walau demikian menariknya, mereka masih membutuhkan konsultasi dengan agen perjalanan profesional dalam memutuskan perjalanan wisata mereka. Ini ditunjukkan dengan 84 persen wisatawan menggunakan konsultasi agen perjalanan,” terangnya.
Saat pemesanan perjalanan, saking digitalnya wisatawan Indonesia, mereka akan memilih hotel yang memiliki fasilitas wifi di dalam kamar mereka. “Wisatawan Indonesia akan menolak jika hotel men-charge untuk wifi, sekitar 63 persen angkanya, beda sedikit dari angka global 61 persen,” ungkap Meehan. Dan ketika booking, 68% wisatawan melakukannya melalui ponsel pintar mereka. Bahkan untuk corporate trip pun, 35% bahkan melakukannya melalui aplikasi mobile. Dan 43% responden menyatakan frustasi jika harus memesan elemen-elemen perjalanan secara terpisah, semisal booking tiket pesawat, hotel atau trip wisata mereka secara terpisah.
Ketika dalam perjalanan pun demikian, wisatawan Indonesia ingin selalu terhubung dengan keluarga atau koleganya. Ini ditunjukkan dengan 84% menyatakan bahwa ingin selalu terhubung saat bepergian apakah melalui telepon internet maupun video call. “Dalam perjalanan mereka tidak ingin dibuat ribet dengan urusan print tiket, ini terlihat dari 80 persen menyatakan boarding pass digital dan e-ticket membuat perjalanan lebih mudah,” terangnya.
Saat sudah tiba di tujuan, 64% wisatawan bisnis sangat menghargai layanan concierge di ponsel pintar mereka. “Lalu 57 persen pelancong lebih memilih check in hotel melalui aplikasi dan 80 persen yang disurvei menyatakan akan memberikan review pada hotel dan restoran yang mereka kunjungi, sedangkan riset global menunjukkan hanya 75 persen memberikan review,” ujarnya. (Sumber: Artikel swa.co.id)
...moreTripTrus.Com - Dulu berwisata dengan kapal pesiar masih jarang dilakukan oleh wisatawan Indonesia. Selain terkendala harga yang mahal, informasi terkait wisata kapal pesiar juga masih sangat minim.Namun, sejak beberapa tahun terakhir wisatawan Indonesia sudah mulai melirik wisata kapal pesiar. Berdasarkan data dari Cruise Line Inernational Association tampak peningkatan yang cukup tinggi dari wisatawan Indonesia yang berwisata pesiar. Pada 2014, tercatat ada lebih dari 18 ribu wisatawan kapal pesiar berasal dari Indonesia, dan jumlah tersebut meningkat dua kali lipat menjadi 40 ribu pada 2015. "Kalangan masyarakat Indonesia lebih suka perjalanan jangka pendek untuk rute yang masih di kawasan Asia dengan durasi berlayar sekitar tiga sampai tujuh hari," ujar Direktur Kawasan Asia Tenggara Princess Cruises Farriek Tawfik, Kamis (20/7).Jika dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan Asia, volume wisatawan Indonesia yamg berpesiar memang masih terbilang rendah. Dari 12 negara di Asia, Indonesia masih di peringkat delapan dengan persentase 1,9 persen jauh di bawah Cina, Taiwan, Singapur dan Jepang. Namun, Tawfik meyakini, Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial untuk wisata kapal pesiar khususnya bagi mereka yang baru pertama kali merasakan pengalaman berpesiar, generasi milenial, keluarga besar multi-generasi dan masyarakat kelas menengah ke atas.Pada tahun ini, salah satu line up Pricess Cruises, Sapphire Princess, bahkan akan berlabuh di Singapura untuk memenuhi tingginya permintaan dari Indonesia. "Kami melihat lonjakan tinggi peningkatan permintaan dari wisatawan Indonesia saat musim berlabuh tiba," ujar Tawfik. (Sumber: Artikel republika.co.id Foto cruisemapper.com)
...moreTripTrus.Com - Riset-riset yang dilakukan di luar negeri menunjukkan bahwa bagi generasi milenial, jumlah "likes" merupakan mata uang sosial yang mendefinisikan status pergaulan di media sosial.
"Salah satu syarat untuk memperoleh banyak "likes" adalah foto yang memukau, sehingga banyak milenial berlomba memajang foto terbaik."
Kemarin kau campak aku, hari ini kau ludahi aku, esok mungkin kau akan memohon padaku. Kemarin kau puja aku, hari ini kau banggakan aku, esok mungkin kau akan memjatuhkanku. يامقلب القلوب ثبت قلبي على دينك "Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu.” [HR.Tirmidzi 3522, Ahmad 4/302, al-Hakim 1/525, Lihat Shohih Sunan Tirmidzi III no.2792] . . . 📌Ranggon Hills, Taman Nasional Halimun Salak, Bogor. . . . #explorebogor #visitbogor #bogorpisan #bogohkabogor #welovebogor #gallerybogor #wonderfulindonesia #instabogor #instasunda #bogorzone #jalanjalan #keluarbentar #nature #ngabolang #bogor #surgabogor
A post shared by N I S A L U T F I A N A (@nisalutfianaa) onDec 27, 2017 at 9:41pm PST
Frame A Trip, perusahaan rintisan Indonesia di bidang fotografi liburan, melakukan riset tren "likes" dan perilaku konsumen Indonesia dari layanan fotografi liburan selama 2017. Mereka menemukan hasil yang serupa dengan riset global dengan demografi orang Indonesia."Data kami menunjukkan 50 persen pelanggan Frame A Trip ternyata berusia 25-34 tahun yang merupakan kaum milenial Indonesia," kata Dian Sastrowardoyo, pendiri Frame A Trip, dalam siaran pers. "Dari sampling kami juga menemukan jumlah 'likes' akan bertambah 96,9 persen jika unggahan foto di Instagram diambil oleh fotografer profesional," tambah dia. Selain itu, jasa fotografi untuk berlibur di Indonesia lebih diminati oleh kaum perempuan (86 persen). Jasa itu 67 persen digunakan untuk foto bersama keluarga, di mana 77 persen adalah foto keluarga dengan anak. Layanan ini juga digunakan untuk foto dengan teman (17 persen), dengan pasangan (13 persen) dan sisanya untuk foto sendiri (tiga persen). Hasil riset ini mengindikasikan kaum milenial Indonesia yang berkeluarga dominan menggunakan jasa fotografer profesional saat berlibur.Selama 2017, Frame A Trip melayani pasar wisatawan asal Indonesia dengan perjalanan liburan yang tujuannya didominasi wilayah benua Asia (71 persen). Tiga negara tujuan liburan terpopuler mereka Indonesia, Jepang dan Singapura.Secara lebih spesifik di tingkat kota, Bali menduduki urutan pertama, diikuti oleh Paris, Tokyo, London, serta Kyoto sebagai 5 kota destinasi paling favorit. Dari segi lokasi foto, foto luar ruangan di perkotaan paling disukai.Ketika dipotret oleh fotografer profesional, wisatawan Indonesia cenderung memilih foto luar ruangan dengan latar perkotaan (68 persen), di mana mayoritas mengambil latar perkotaan dengan obyek ciri khas dari kota destinasi wisata, seperti Menara Eiffel di Paris atau Big Ben di London. Hanya sepertiga yang suka foto luar ruangan berlatar suasana alam, di mana pantai (83 persen) jadi pilihan utama foto liburan, dalam hal ini yang terkenal pantai Melasti di Bali. (Sumber: Artikel antaranews.com Foto freepik.com)
...moreTripTrus.Com - Museum yang dibangun oleh pabrik jenang Mubarok Food di Jalan Sunan Muria Kudus, Desa Glantengan, Kecamatan Kota itu adalah yang pertama di Indonesia.
Selain dikenal sebagai kota Kretek dan wisata religi, diam-diam Kudus juga mempunyai Museum Jenang. Namanya " Museum Jenang Kudus" . Museum yang dibangun oleh pabrik jenang Mubarok Food di Jalan Sunan Muria Kudus, Desa Glantengan, Kecamatan Kota itu adalah yang pertama di Indonesia.
Dari alun-alun arah utara sekitar 300 meter. Museum Jenang meneguhkan bahwa Kudus juga kota penghasil jenang terbesar di Jawa Tengah. Ini melengkapi destinasi sebelumnya yaitu makam Syeh Ja'far Shodiq atau Sunan Kudus dan Raden Umar Said atau Sunan Muria.
#museumjenangkudus#
A post shared by Octa Kiem Ing (@octakieming) onMay 1, 2018 at 12:43am PDT
Museum Jenang tepatnya di lantai dua, gedung dan showroom Mubarok Food Cipta Delicia Kudus. Direktur Utama Mubarok Food Cipta Delicia, Muhammad Hilmy mengatakan, museum yang dibuatnya itu, menggambarkan suasana di wilayah Kabupaten Kudus. Selain itu, menceritakan aktvitas masyarakat setempat pada tahun 1930-an, di Pasar Bubar Menara, sebagai pasar pertama jenang Kudus.
[Baca juga : 4 Kuliner Khas Kudus Yang Siap Bikin Perut Anda Kenyang]
" Museum Jenang ini satu-satunya dan pertama di Indonesia, kita ingin mengangkat citra Kudus melalui produk jenang," kata Hilmy, dikutip dari keterangan pers tertulis, Jumat 23 Juni 2017.
Pria ini menjelaskan, di dalam Museum Jenang disajikan berbagai kisah Kudus tempo doeloe, awal adanya pembuatan jenang. Kemudian menggambarkan suasana komplek Masjid Menara dan makam Sunan Kudus yang tersusun rapi di dalam maket dan sebuah kitab Alquran besar di sampingnya.
Tidak hanya itu. Di sebuah ruangan yang cukup luas tersebut, juga berdiri sebuah rumah adat khas Kudus. Selain itu, miniatur menara setinggi lima meter dan kisah perjalanan Mubarok Food Cipta Delisia dari masa ke masa. " Di sini bertemunya seni, budaya, bisnis, pariwisata, ekonomi dan berbagai aspek lainnya. Maka kami dedikasikan Mubarok Food sentra bisnis dan budaya," tandasnya.
Menurut Hilmy, jika wisatawan ingin melihat peta wilayah Kudus, secara garis besar bisa melihat Musem Jenang. Sejarah produk jenang, sampai ramainya pengunjung di komplek menara dan masjid Al Quds serta makam Sunan Kudus juga tergambar lengkap.
Adapun cerita jenang Khas Kudus, katanya, dimulai dari produk milik H Mabruri dan istrinya Hj Alawiyah. Pasangan suami istri tersebut memulai bisnisnya membuat jenang. Jenang tersebut dijual di Pasar Bubar Menara pada tahun 1930.
" Awalnya belum ada merk, kemudian seiring jalannya waktu akhirnya dinamai Sinar 33. Nomor itu diambil dari nomor rumah, yang juga sebagai tempat produksi. Kini namanya Mubarok Food," imbuhnya.
setelah hampit 1,5th walk uot dari tempat kerja ini, dan sekarang kembali lagi jebule apik setengah kaget ora percoyo lek iki biyen aq melu gawe ngasi 80% walaupun akhire dipecat 😂 #museumjenangkudus
A post shared by yocky (@yockyjs) onMay 29, 2018 at 10:37pm PDT
Menurut Hilmy, jumlah pengunjung Musem Jenang sampai saat ini cukup lumayan. Kebanyakan merupakan wisatawan yang ingin berbelanja jenang. Lalu penasaran mampir dan masuk. Mereka senang karena bisa mengetahui sejarah jenang sambil berfoto selfie secara gratis. " Jumlah pengunjung meski belum banyak, sudah lumayan, tujuan utamanya membeli oleh-oleh. Museum ini kami sediakan secara gratis untuk siapa saja yang ingin berkunjung," terangnya. (Sumber: Artikel travel.dream.co.id, Foto youtube.com)
...moreTripTrus.Com - Halo Sobat Triptrus, bagaimana kabar puasanya? Apakah berjalan lancar? Ramadan merupakan bulan yang suci bagi umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Selain beribadah, Ramadan juga menjadi momen yang tepat untuk mengeksplorasi wisata sejarah Islam di Indonesia. Berikut ini adalah beberapa tempat wisata sejarah Islam di Indonesia yang bisa dikunjungi selama Ramadan.
View this post on Instagram
A post shared by Nuur Ahad (@nuur_ainnisaa)
1. Masjid Istiqlal, DKI Jakarta
Masjid Istiqlal adalah salah satu tempat wisata sejarah Islam yang paling terkenal di Indonesia. Terletak di Jakarta, masjid ini memiliki arsitektur yang megah dan indah, serta dapat menampung ribuan jamaah sekaligus. Selain beribadah, pengunjung juga dapat menikmati keindahan bangunan masjid dan mengunjungi museum di dalamnya.
2. Keraton Yogyakarta, DI Yogyakarta
Keraton Yogyakarta adalah istana yang dibangun oleh Sultan Hamengkubuwono I pada tahun 1755. Istana ini memiliki nilai sejarah yang tinggi dan merupakan pusat kebudayaan Jawa. Di dalam istana, pengunjung dapat menikmati keindahan arsitektur bangunan, mengunjungi museum, dan menyaksikan pertunjukan seni dan budaya Jawa.
3. Masjid Agung Demak, Jawa Tengah
Masjid Agung Demak adalah masjid tertua di Indonesia yang dibangun pada abad ke-15 oleh Sultan Raden Patah. Masjid ini memiliki arsitektur yang khas dan bersejarah, serta menjadi simbol penting perkembangan Islam di Indonesia. Selama Ramadan, pengunjung dapat menikmati keindahan masjid dan mengikuti kegiatan keagamaan di dalamnya.
[Baca juga : "Hal Yang Harus Dibawa Ketika Berpergian Ketika Ramadhan"]
4. Makam Sunan Ampel, Surabaya
Makam Sunan Ampel adalah makam yang menjadi tempat peristirahatan terakhir dari Sunan Ampel, seorang ulama dan wali Songo yang berperan penting dalam penyebaran agama Islam di Jawa Timur. Makam ini memiliki nilai sejarah dan keagamaan yang tinggi, serta menjadi tempat ziarah bagi umat Islam di Indonesia. Selama Ramadan, pengunjung dapat mengunjungi makam dan berdoa di dalamnya.
Itulah beberapa tempat wisata sejarah Islam di Indonesia yang bisa dikunjungi selama Ramadan. Selain mengeksplorasi keindahan dan sejarah bangunan, kita juga dapat memperdalam pengetahuan dan keimanan tentang agama Islam. Semoga perjalanan wisata sejarah Islam di Indonesia selama Ramadan ini menjadi momen yang berkesan dan penuh berkah bagi Sobat Triptrus. (Sumber: Artikel Shalahudin Hikam Al Ayubi Foto @sulthon_deleali2)
...more