shop-triptrus



7 Pantai Tersembunyi Di Banyuwangi Yang Bikin Lo Speechless!

TripTrus.Com - Banyuwangi tuh emang nggak ada matinya! Buat lo yang suka jalan-jalan sambil nikmatin pantai-pantai kece, Banyuwangi wajib banget masuk list! Di sini ada banyak pantai tersembunyi yang nggak kalah keren sama yang udah terkenal. Selain Ijen yang hits, lo bakal dikejutkan sama keindahan alam yang jarang orang tahu. Check this out, 7 pantai rahasia yang bisa bikin lo speechless! 1. Pantai Pulau Merah (Red Island) Lo doyan sunset? Pantai Pulau Merah wajib banget di-check! Lokasinya di Desa Sumberagung, Pesanggaran, sekitar 2,5 jam dari pusat kota Banyuwangi. Pasir pantainya unik, merah bercampur putih, dan ada pulau kecil yang bisa lo jelajahi pas air laut lagi surut. Buat yang suka surfing, ombaknya pas banget buat latihan, tapi hati-hati, ombaknya kenceng!  2. Pantai Wedi Ireng Pantai yang satu ini punya pasir hitam vulkanik yang khas, ditambah dengan pasir putih yang bikin lo betah lama-lama di sini. Lokasinya di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, sekitar 2-3 jam perjalanan dari Banyuwangi. Bisa berenang atau snorkeling di sini, tapi jangan lupa hati-hati sama ombaknya yang kadang cukup besar. Lo juga bisa naik perahu lokal ke pulau dekat situ, lo harus coba deh!  3. Pantai Sukamade        View this post on Instagram A post shared by BANYUWANGI PUNYA (@banyuwangipunya) Mau liat penyu bertelur? Di Pantai Sukamade, lo bisa banget nemuin penyu-penyu hijau bertelur di malam hari! Lokasinya di Sarongan Village, Meru Betiri National Park, sekitar 3-4 jam perjalanan dari Banyuwangi. Jangan lupa, lo bisa nginep di penginapan lokal dan bantu penyu kecil ke laut. Dijamin pengalaman yang nggak bisa lo lupain!  4. Pantai Teluk Hijau  Kalo lo suka pantai yang asri dengan pemandangan menawan, Teluk Hijau jawabannya. Pasir putih, air laut biru toska, dan hutan hijau di sekitar pantai bikin lo bener-bener serasa di surga. Bisa dikelilingi monyet juga lho, yang kadang nongol di sekitar pantai. Akses ke sini bisa lewat darat pakai kendaraan off-road, atau naik perahu tradisional dari Rajegwesi Beach. [Baca juga : "Pantai Banyuwangi Buat Semua Jenis Peselancar!"] 5. Pantai Senggrong  Suka snorkeling? Senggrong di Alas Purwo National Park wajib dicoba. Banyak banget terumbu karang dan ikan warna-warni yang bakal bikin lo betah di dalam air. Tapi, pantainya agak terpencil, jadi lo harus berangkat pagi banget buat ngeburu sunrise dan menikmati keindahan bawah laut sebelum ombak tinggi datang.   6. Pantai Parang Ireng Pantai ini punya pemandangan yang unik banget. Di sebelah kiri ada pasir kasar kayak merica, sebelah kanan ada batu karang hitam hijau, dan di tengah ombak biru yang gila banget! Lokasinya di Alas Purwo National Park, dan karena tempatnya tersembunyi, lo bisa nanya sama warga lokal atau petugas taman nasional buat sampai ke sana.  7. Pantai Plengkung (G-Land)  Untuk lo yang suka surfing, G-Land pasti udah nggak asing lagi. Pantai yang ada di Alas Purwo National Park ini terkenal dengan ombaknya yang besar banget, sampai jadi tempat favorit para surfer internasional. Bisa diakses lewat Bali atau lewat darat, perjalanan agak berat tapi sebanding sama ombak dan pemandangan yang bakal lo dapetin. Jadi, siap-siapin kamera dan packing barang lo! Banyuwangi siap buat lo jelajahi, dan lo bakal ngerasain petualangan yang nggak bakal lo lupain. Jangan lupa jaga kebersihan ya, biar pantai-pantai kece ini tetap bisa dinikmati generasi berikutnya!   (Sumber Foto @riiieen_) 
...more

Rekomendasi Wisata 2024, Kali Biru Genyem Papua Surga Tersembunyi Yang Bikin Mata Ngiler!

TripTrus.Com - Sob, tahun 2024 nih, ada destinasi keren banget buat liburan, yaitu Kali Biru Genyem di Papua! Tempat ini bener-bener keren, bikin nganga deh. Mulai dari gunung sampe pantai, Papua punya potensi pariwisata yang nggak main-main, geng! Kali Biru Genyem, located di Berab, Nimbokrang, Jayapura, Papua, adalah spot alam yang lagi hits banget. Kolam alami dengan air biru jernih yang masih alami banget. Bahkan, banyak yang upload foto Kali Biru di media sosial, loh.       View this post on Instagram A post shared by Papua Digital Media Kabupaten Jayapura (@pdmkabupatenjayapura) Nggak cuma itu, di sini juga bisa lihat burung Cenderawasih, yang mana langka banget. Udah kayak masuk surga gitu, bisa nyemplung di kolam air jernihnya, tapi tetep harus hati-hati ya, karena kedalamannya sampe 5 meter. Siang hari paling oke buat mampir ke Kali Biru Genyem, pas matahari bisa bikin airnya keliatan makin kece. Selain renang, bisa juga selfie ria dengan latar belakang alam Papua yang alami banget. Tempatnya di kaki gunung, udaranya seger banget. Pemandangan sungai yang cantik plus udara sejuk, cocok banget buat refreshing dari rutinitas yang bikin bosen. Uniknya lagi, Kali Biru Genyem ini di hutan lindung, jadi bisa sambil ngelihat burung langka Papua, terutama burung Cendrawasih. Kalau beruntung, bisa aja ketemu hewan langka ini lagi asyik-asyiknya di hutan lindung. [Baca juga : "Wih, Pulau Mansinam Di Papua Katanya Bakal Dirombak Jadi Tempat Wisata Religi Yang Keren Abis Tahun"] Gak cuma alamnya, di sini juga bisa lihat kebudayaan lokal di Kampung Berab Genyem. Penginapan juga ada, atau bisa ikutan paket wisata edukasi, misalnya belajar menganyam noken langsung dari masyarakat setempat. Perjalanan dari Bandara Sentani ke Kali Biru Genyem memang agak jauh, sekitar dua jam lah. Tapi jangan khawatir, pemandangan alam Papua bakal nemenin perjalanan kamu, geng! Selama perjalanan, kamu bisa nikmatin pemandangan perbukitan dan pegunungan yang bikin hati adem. Jadi, gimana? Pengen coba explore Kali Biru Genyem di Jayapura, Papua? Mantap, deh! Nggak bakal nyesel, pasti bakal dapet pengalaman liburan yang beda dari yang lain! (Sumber Foto @seto.buntel) 
...more

Panorama Pabangbon, Lokasi Wisata yang Lagi Hits di Bogor

TripTrus.Com - Panorama Pabangbon di Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dapat menjadi pilihan bagi Anda yang ingin berwisata dengan lokasi yang tak jauh dari Ibu Kota. Lokasi ini bahkan bisa menjadi lokasi selfie bagi yang ingin menikmati pemandangan alam Bogor. Seperti ditayangkan Liputan6 Siang SCTV, hanya dibutuhkan waktu sekitar satu setengah jam dari Kota Bogor untuk mengunjungi wisata Pabangbon.        View this post on Instagram 🍃Adventure 🍃 . . . #bogor #bogorhits #explorebogor #bogortraveller #visitbogor #bogorpisan #welovebogor #wisatabogor #pabangbonlewiliangbogor #pabangbon #pabangbonbogor #pabangbonhits #likeforlikes #likeforfollow #like4likes #liked #followforfollowback #lfl #fff A post shared by @ mirandaviarila854 onOct 21, 2018 at 2:51am PDT Harga tiket masuk ke kawasan ini pun terbilang murah. Per orang hanya dikenakan tarif Rp 10 ribu. Spot pertama di Panorama Pabangbon dan menjadi magnet wisatawan adalah rumah pohon pinus. Di sini pengunjung disuguhkan pemandangan alam Gunung Halimun yang indah dan dapat berselfie ria.  Spot berikutnya adalah perahu selfie yang identik dengan laut dijajarkan dengan pemandangan alam yang sangat hijau. Jangan lupa berfoto dengan wahana flying fox. Sambil bermain flying foxpengunjung bisa diberhentikan di tengah perjalanan untuk bisa berfoto dengan pemandangan perbukitan hijau nan indah. [Baca juga : "Peradaban Gunung Karst Di Ciampea Kabupaten Bogor Terancam Punah"] Wisata pohon pinus juga identik dengan hammock kain warna-warni yang digantungkan di pohon untuk melepas lelah sejenak dan menghirup udara kota Bogor yang sejuk.  Dari Panorama Pabangbon, wisatawan dapat mengunjungi Air Terjun Cilame yang jaraknya hanya sekitar 10 menit. Curug Cilame ini termasuk curug yang aman dan ramah wisatawan, karena pihak pengelola memberikan tangga khusus dan pegangan dari bambu. (Sumber: Artikel liputan6.com Foto youtube.com)
...more

Menarik Dikunjungi Nih, 5 Wisata Seru di Kota Gombong

TripTrus.Com - Para traveler tentu akan merencanakan tujuan wisatanya jauh-jauh hari. Apalagi Indonesia memiliki destinasi wisata yang banyak sekali dari Sabang hingga Merauke. Meski tak sepopuler kota lainnya di Jawa Tengah, Gombong, kecamatan di wilayah kabupaten Kebumen rupanya menyimpan banyak tempat wisata menarik. Tak hanya alam, tapi beberapa bangunan kuno yang masih berdiri tegak. Bahkan beberapa di antaranya masih dimanfaatkan hingga saat ini. Bangunan kuno itu menjadi tempat tujuan wisata yang tak boleh dilewatkan begitu saja. Berikut ini beberapa tempat wisata seperti dirangkum dari buku Jelajah Pusaka, yang merupakan salah satu program Roemah Martha Tilaar, yang bisa dikunjungi untuk berlibur. 1. Benteng Van Der Wijck       View this post on Instagram Ya, sudah sepatutnya kita berbangga menjadi orang Indonesia sendiri, dengan ciri khasnya sendiri, keramah tamahan, adat istiadat yang penuh dengan nilai luhur yang banyak di sukai para turis serta berbagai macam budaya yang wajib kita jaga supaya bisa berkelanjutan dan tidak punah karena itu merupaka aset wisata dan menjadi daya tarik tersendiri. Rasa bangga bisa kita wujudkan khususnya buat orang Gombong dengan terus menimba ilmu dan berkarya supaya bisa menjadi generasi yang cerdas dan kreatif yang mampu melahirkan ide ide baru untuk dunia, termasuk untuk dunia pariwisata. . Regrann from @vanderwijc . #kebumenzone #kebumenindah #bentengvanderwijck #kebumenkeren #kebumenhits #wisatakebumen #wisatajateng #tamansejarah #dolankebumen #explorekebumen #visitkebumen #plesirkebumen A post shared by kebumenzone (@kebumenzone) onJun 25, 2018 at 9:06am PDT Terletak di desa Sidayu, kecamatan Gombong, benteng berbentuk heksagonal ini merupakan peninggalan kolonial Belanda pada abad 19. Melihat dari bentuk bangunannya, benteng ini lebih berfungsi sebagai pos logistik dan bukan sebagai benteng pertahanan. Dalam perjalanan waktu, benteng ini sempat menjadi sekolah anak-anak Euroasia, interniran (menempatkan orang atau sekelompok orang di suatu tempat tinggal tertentu dan mengasingkannya), tawanan perang dan markas beberapa kesatuan militer. 2. Waduk Sempor       View this post on Instagram This is kebumen 😎 #waduksempor #kebumenkeren #jelajahkebumen #kebumenexplore #piknik #kembaranvillage #renokartikasewamobilkebumen A post shared by Adi Kencleng33 (@adi_kencleng33) onFeb 22, 2019 at 7:50pm PST Berjarak 7 kilometer dari sebelah utara Kecamatan Gombong, waduk ini merupakan bendungan serba guna yang mendukung daerah sungai Cincingguling atau yang biasa disebut sebagai sungai Sempor yang mengalir dari utara kaki Gunung Serayu Selatan. Pada tahun 1967, sempat terjadi peristiwa memilukan di waduk ini. Saat itu waduk jebol dan memakan korban jiwa hingga 127 orang. Nama-nama korban lalu diabadikan dalam monumen Sempor yang berdiri hingga saat ini. Air dari waduk itu banyak digunakan untuk irigasi sawah-sawah penduduk dan pembangkit listrik tenaga air. Pemandangan yang indah dan suasana yang tenang, membuat tempat ini kerap dijadikan tujuan wisata masyarakat lokal atau luar daerah. 3. Pabrik Rokok Sintren       View this post on Instagram Simbah masih tetap setia nglinting rokok klembak menyan dari jaman masih gadis. #rokoksintrenklembakmenjan #gombongheritage #pesonaindonesia A post shared by Ade CS (@adecsetyawan) onJan 7, 2017 at 6:54am PST Pabrik rokok ini diawali dari pasangan suami istri The Tjoan (Agus Subianto) dan Tjo Goe Nio (Setiawati) yang memproduksi rokok klembak menyan merek Sintren, Togog dan Bangjo. Saat ini usaha tersebut masih dijalankan oleh tiga anak dari sembilan anak keturunannya. Pabrik rokok ini terletak di daerah Wonokriyo, Gombong. [Baca juga : "10 Destinasi Menarik Pulau Morotai"] 4. Klenteng Hok Tek Bio       View this post on Instagram Selamat malam semoga kita tidak menjadi orang yang sibuk mengurusi moral orang lain. Have a good day ahead😄 #explorekebumen #kebumenkeren #klentenghoktekbiogombong A post shared by wiw (@prtwirhm_) onFeb 6, 2019 at 8:45am PST Klenteng ini berada di tepi sungai Gombong, di kawasan Pecinan Kedung Ampel, Gombong. Sebagai tuan rumah atau dewa pelindung adalah Hok Tek Ceng Sin atau Dewa Bumi. Klenteng ini disebut juga Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD), karena di sini dilakukan juga ibadah dari tiga aliran agama, Kong Hu Chu, Tao dan Buddha. Klenteng ini sendiri berdiri tahun 1950-an. 5. Kerkhof (Makam Belanda)       View this post on Instagram lonely broken angel..... Gombong Dutch cemetery.... A post shared by sigit asmodiwongso rmt (@sigit_rmt) onOct 20, 2017 at 5:55am PDT Merupakan kelengkapan dari kompleks militer Belanda. Di kompleks makam ini masih terdapat makam Letnan C.F.H Campen yang dibunuh di salah satu jalanan Gombong pada 23 Januari 1886. Campen sendiri ditempatkan di Gombong untuk menjadi salah satu instruktur di Pupillenschool. Terletak di desa Sidayu, kecamatan Gombong, benteng berbentuk heksagonal ini merupakan peninggalan kolonial Belanda pada abad 19. Melihat dari bentuk bangunannya, benteng ini lebih berfungsi sebagai pos logistik dan bukan sebagai benteng pertahanan. Dalam perjalanan waktu, benteng ini sempat menjadi sekolah anak-anak Euroasia, interniran (menempatkan orang atau sekelompok orang di suatu tempat tinggal tertentu dan mengasingkannya), tawanan perang dan markas beberapa kesatuan militer.  (Sumber: Artikel viva.co.id Foto brobali.com)
...more

Menelusuri Jejak Cheng Ho

Ikuti trip ke Semarang dan Jawa Tengah untuk melihat peninggalan Cheng Ho: http://triptr.us/Bp TRIPTRUS - Lebih dari enam ratus tahun yang lalu, tepatnya tanggal 11 Juli 1405, 317 kapal yang diawaki oleh lebih dari 28 ribu awak kapal memulai perjalanan mereka yang bernama "Ekspedisi Harta Karun" yang ditujukan untuk menunjukkan kekuatan Kekaisaran Cina kepada dunia. Di bawah komando seorang laksamana Kekaisaran Cina bernama Cheng Ho, armada kapal itu mengelilingi Asia dan sekitarnya, dan berkali-kali mengunjungi Indonesia, bahkan membantai habis kawanan bajak laut di Palembang. Salah satu jejak peninggalan perjalanan armada Laksamana Cheng Ho dapat dikunjungi di Simongan, Semarang - yaitu Kuil Sam Poo Kong. Kuil megah yang mempunyai julukan "Gedong Batu" ini bentuknya merupakan sebuah gua batu besar yang terletak pada sebuah buki batu. Meski Cheng Ho sendiri memeluk agama Islam, tapi tempat itu juga digunakan sebagai tempat pemujaan masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia atau wisatawan dari Cina. Banyak pula warga muslim dari Cina yang mengunjungi kuil ini. Nama Cheng Ho sendiri sudah terkenal di dunia lewat pelayarannya. Meski dia adalah seorang kasim (pelayan istana), tetapi Cheng Ho menyandang gelar Laksamana dan merupakan orang kepercayaan Kaisar Yongle - yang menduduki tahta Dinasti Ming pada saat itu. Bangunan kuil Sam Poo Kong ini mengambil nama dari julukan Cheng Ho, Sam Poo Tay Djien. Cheng Ho dan armadanya mengadakan enam kunjungan ke Jawa, dari tujuh kali ekspedisinya ke seluruh Asia. Kuil Sam Poo Kong sendiri awalnya dipercaya sebagai markas armada Cheng Ho saat sedang berlayar melewati Laut Jawa dan terpaksa berhenti karena salah satu orang kepercayaannya jatuh sakit. Cheng Ho pun menggunakan gua batu itu untuk bersembahyang, lalu sebelum meninggalkan Jawa, ia membangun masjid di gua itu. Masjid itulah yang kini dikenal sebagai Kuil Sam Poo Kong. Ada lima kompleks kuil di Sam Poo Kong yang arsitekturnya merupakan perpaduan arsitektur Cina dan Jawa. Kelima bangunan itu adalah Sam Poo Kong, Tho Tee Kong, Kuil Kyai Juru Mudi, Kuil Kyai Jangkar, dan Kuil Kyai Cundrik Bumi. Dan satu tambahan lagi, yaitu Mbah Kyai Tumpeng. Semua bangunan itu terletak di area seluas 3,2 hektar.   Photos taken from: Wikipedia
...more

Masuk Objek Wisata Jepara Diwacanakan Gratis

TripTrus.Com - Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mewacanakan masuk semua objek wisata yang dikelola oleh pemkab tanpa dipungut retribusi atau gratis demi mendongkrak kunjungan wisatawan dari berbagai daerah."Wacana tersebut memang belum bisa direalisasikan dalam jangka pendek karena ada sejumlah tahapan yang harus dilalui," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jepara Deni Hendarko di Jepara, Senin (10/7).Tahapan tersebut di antaranya, lanjut dia, harus sudah masuk ke dalam program legislasi daerah (Prolegda) terlebih dahulu. Selain itu, kata dia, untuk merealisasikan wacana tersebut juga perlu ada payung hukum dalam bentuk perda. Tahapan dalam menyusun perda, kata Deni, perlu diawali dengan penyusunan naskah akademik."Kami juga perlu membuat kajian terlebih dahulu terkait wacana tersebut, apakah hal demikian bisa memberikan dampak positif terhadap tingkat kunjungan wisatawan serta dampak ekonomi terhadap pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) maupun pelaku usaha di bidang kepariwisataan," ujarnya.Meskipun tahapannya belum sama sekali dilakukan, dia optimistis, wacana tersebut bisa segera direalisasikan karena menjadi salah satu program dari Bupati Jepara Ahmad Marzuqi dan Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi.Kabid Pengembangan dan Pengelolaan Pariwisata Zamroni Lestiaza menambahkan, dengan adanya wacana masuk objek wisata gratis memang berdampak pada pemasukan asli daerah yang setiap tahunnya mencapai miliaran rupiah. "Tahun ini saja, retribusi masuk objek wisata ditargetkan sebesar Rp 3,6 miliar," ujarnya.Rencana pemasukan sebesar itu, meliputi dari objek wisata Pantai Kartini, Pantai Bandengan, Pantai Benteng Portugis dan Taman Laut Kura-kura.Ia memperkirakan, wacana tersebut baru bisa direalisasikan tahun 2018 atau 2019, karena membutuhkan persetujuan dengan DPRD setempat.Saat ini, lanjut dia, sejumlah daerah memang mulai mencoba menarik minat wisatawan dengan cara membebaskan biaya masuknya. "Harapannya, sektor jasa dan restoran yang berada di kawasan objek wisata akan semakin berkembang, karena tingkat kunjungan wisatawan diperkirakan melonjak," ujarnya.Pemkab Jepara, kata Zamroni, masih bisa mendapatkan pemasukan melalui pajak yang dipungut dari penyedia jasa dan restoran tersebut. Untuk mendukung hal itu, Dinas Pariwisata akan berupaya membenahi infrastruktur yang ada serta wahana permainan karena bisa menjadi sumber pemasukan daerah. (Sumber: Artikel antaranews.com Foto masdonie.blogspot.co.id)
...more

Liburan Januari Di Indonesia, Hujan-Hujan Asik Atau Skip Dulu?

TripTrus.Com - Lo lagi mikir buat liburan ke Indonesia bulan Januari? Udah siap-siap bawa payung atau malah siap-siap nyebur ke laut? Cuaca di Indo bulan itu rada tricky, ada yang ujan terus, tapi ada juga yang cerah banget!       View this post on Instagram A post shared by Việt Long (@vietlong__) Makanya, gue bakal kasih lo insight soal cuaca di beberapa tempat biar lo nggak salah pilih spot liburan. Cekidot, yuk! 1. Pulau Jawa: Banjir dan Hujan Deras, Mending Nunggu Dulu deh Jakarta pas Januari tuh basah banget! Badai petir dan hujan deras bisa bikin lo ribet. Suhunya sekitar 27°C, tapi malem-malem bisa nyampe 22°C, bro. Kalo pengen naik Gunung Bromo atau ke Ijen, jangan dulu. Jalannya licin parah dan berbahaya. 2. Pulau Bali: Hujan Tiba-Tiba, Tapi Masih Ada Sinar Matahari Januari itu bulan hujan di Bali, tapi hujannya nggak terus-terusan. Lo bisa dapet hari cerah, cuma siap-siap aja tiba-tiba ujan deras. Suhu sekitar 26°C, tapi kalo lo ke Kintamani atau Gunung Batur, malemnya bisa dingin sampe 15°C. Adem banget! 3. Pulau Nusa Tenggara: Hujan Kilat, Laut Kacau Lombok dan sekitarnya juga hujan deras kayak Bali, tapi cepet banget. Suhunya 28°C, kelembabannya tinggi banget. Kalo lo suka diving, skip dulu deh, lautnya lagi nggak oke. Ombaknya gede, pandangan bawah air juga jelek. 4. Pulau Sulawesi: Hujan Terus, Jangan Harap Kering Januari di Sulawesi? Hujan mulu, apalagi di Makassar. Suhunya 26°C, tapi kelembabannya bikin gerah banget. Buat lo yang suka diving di Teluk Manado, lebih baik tunda dulu, deh. Laut lagi nggak bersahabat. [Baca juga : "5 Gunung Seru Buat Hiking Tahun Baru, Bisa Jadi Opsi Buat Lo Yang Mau Lari Dari Keramaian!"] 5. Pulau Kalimantan: Hujan Deras Tapi Masih Bisa Jalan Kalimantan juga hujan deras, tapi nggak separah di Jawa. Suhu 26-27°C, kadang mendung, tapi lo masih bisa jalan-jalan asal bawa payung atau jas hujan. Cek dulu cuaca sebelum berangkat ya, biar nggak kehujanan. 6. Pulau Sumatra: Banjir di Selatan, Tapi Bagus di Utara Sumatra bagian utara kayak Medan udah agak mendingan cuacanya. Tapi, di Palembang dan Sumatra Selatan hujan lagi parah-parahnya. Jalanan bisa banjir, jadi hati-hati deh. Suhu sekitar 26-27°C dan kelembabannya nyampe 80% lebih, gerah banget! 7. Pulau Papua: Waktunya Diving! Raja Ampat lagi cakep banget buat nyelam, meskipun ada hujan sesekali. Lautnya kalem, visibilitas tinggi. Suhu sekitar 29-31°C, cocok banget buat nikmatin pantai. Di Papua juga adem-adem aja, suhunya 22°C di Baliem Valley. Hujan sih ada, tapi nggak ganggu liburan lo! 8. Pulau Maluku: Cuaca Paling Oke, Nih Kalo lo cari cuaca santai, Maluku kayak Ambon dan Seram bisa jadi pilihan. Suhunya nyaman banget 28-30°C dan hari-harinya cerah. Tapi, di Banda Islands hati-hati angin kenceng bisa ganggu jadwal kapal lo. Jadi gini, lo pilih yang mana? Liburan hujan-hujanan sambil nikmatin suasana atau malah cari spot yang cerah biar bisa foto-foto kece? Januari di Indonesia tuh punya banyak pilihan, jadi tinggal sesuaikan aja sama mood dan destinasi lo. Jangan lupa cek ramalan cuaca sebelum berangkat biar liburan lo makin seru dan nggak zonk! (Sumber Foto @veronikavallenn) 
...more

Keindahan Bawah Laut Gorontalo

Mau lihat langsung keindahan bawah laut Gorontalo? Klik di: http://triptr.us/Bl TRIPTRUS - Di bagian utara Sulawesi, banyak sekali keindahan yang bawah laut untuk dinikmati. Contoh saja Taman Laut Bunaken, Wakatobi, atau Togean yang keindahannya sudah dikenal oleh dunia. Di provinsi Gorontalo, ada dua taman laut yang tidak kalah indahnya dengan nama-nama itu. Taman Laut Olele dan Taman Laut Bilitia, adalah gerbang tersembunyi yang menyimpan pemandangan bawah air yang menakjubkan. Kedua taman laut ini terletak di Teluk Tomini, di arah selatan Gorontalo. Oleh karena itu tidak mengherankan jika kedua taman laut ini punya pemandangan bawah air yang sama indahnya. Taman Laut Olele terletak di Desa Olele, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango. Dengan menempuh sekitar kurang lebih 1 jam dari Gorontalo dengan kendaraan darat, atau sekitar 30 menit jika menaiki speedboat dari Gorontalo. Sebelum menceburkan diri ke Taman Laut Olele, kita sudah bisa menghela nafas lega melihat sebaran pasir putih dan pemandangan birunya air laut yang seakan-akan mengundang kita untuk segera mengenakan tabung oksigen atau snorkel dan segera melihat pemandangan bawah air yang bisa membuat love at first sight. Salah satu hal yang unik yang bisa ditemui di Taman Laut Olele adalah banyakknya bunga karang besar bernama Salvador Dali sponge (Petrosia lignosa) yang tersebar di sekitar Taman Laut Olele. Spon itu diberi nama karena bentuknya yang mengingatkan orang pada lukisan maestro aliran surealisme, Salvador Dali. Jajaran berbagai jenis terumbu karang dengan beragam warna, ratusan spesies laut yang berenang di antara para penyelam. Ada sembilan dive spot di Olele yang punya keunggulan dan keunikan masing-masing. Bagi penyelam pemula Taman Laut Olele adalah tempat yang pas untuk belajar menyelam atau snorkeling. Suasana pantai yang sepi dan air laut yang tenang sangat ideal untuk belajar menguasai peralatan olahraga bawah air. Pesona Taman Laut Olele membuat banyak penyelam yang lebih senang terdiam menikmati pemandangan di depan mereka, sehingga seringkali terjadi kemacetan karena serombongan penyelam akan terhambat oleh penyelam lain yang sedang asyik menikmati pemandangan di hadapan mereka. Pemerintah Gorontalo menetapkan kawasan Olele sebagai Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) sejak tahun 2006, setelah setahun sebelumnya menetapkan Desa Olele sebagai kawasan wisata. Di Olele juga mulai banyak muncul rumah-rumah penduduk yang ditawarkan sebagai tempat menginap bagi para pengunjung. Sementara itu, di seberang Pantai Botuhuwato, Desa Kramat, Kecamatan Managgu, terdapat Pulau Bitilia - dengan Taman Laut Bitilia - yang secara pesat mulai dijadikan incaran para wisatawan nusantara dan mancanegara sebagai destinasi olahraga menyelam dan snorkeling. Untuk mencapai Pulau Bitilia diperlukan waktu sekitar 30 menit dengan perahu motor dari Botuhuwato atau dari Pantai Boleamo Indah. Sama seperti Olele, Taman Laut Bitilia juga memiliki daya tarik yang tidak henti-hentinya membuat para penyelam berdecak kagum. Tapi tidak seperti Olele, Ombak di Bitilia sedikit lebih besar, tapi relatif tidak akan menyulitkan kegiatan menyelam atau snorkeling. Membayangkan keindahan bawah air Taman Laut Olele dan Taman Laut Bitilia rasanya tidak cukup jika tidak merencanakan untuk suatu hari, kalau bisa dalam waktu dekat, mengunjungi keduanya.   Photos courtesy of: indonesia.travel, fllickr.com, vivanews.co.id, murexdive.com
...more

Benteng Fort Rotterdam

Benteng Fort Rotterdam, atau yang akrab juga disebut dengan Benteng Ujung Pandang, merupakan peninggalan bersejarah dari Kesultanan Gowa yang pernah berjaya pada abad ke-17. Kesultanan ini sebenarnya memiliki 17 buah benteng yang mengitari Makassar, yang menjadi ibukota kesultanan. Tetapi benteng yang paling  megah di antara benteng-benteng lainnya adalah Benteng Fort Rotterdam. Hingga saat ini, keaslian benteng masih terpelihara.Lokasi benteng mudah dijangkau karena terletak di dalam kota Makassar, tepatnya berada di depan pelabuhan laut kota Makassar. Jaraknya sekitar dua kilometer dari Pantai Losari. Dengan gaya arsitektur era 1600-an, benteng ini terlihat mencolok dari bangunan Di sekitarnya sehingga mudah dikenali. Temboknya memiliki ketebalan hampir dua meter, berwarna hitam, dan terlihat kokoh menjulang setinggi hampir lima meter. Pintu utama benteng berukuran kecil. Jika dilihat dari ketinggian, bentuk benteng menyerupai penyu yang sedang menuju pantai.Benteng ini dibangun pada tahun 1545, oleh Raja Gowa X, yaitu Imanrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung atau Karaeng Tunipalanga Ulaweng. Seperti halnya arsitektur benteng yang bergaya Portugis, benteng ini berbentuk segi empat, dan berbahan dasar campuran batu dan tanah liat yang dibakar hingga kering. Pada masa pemerintahan Raja Gowa XIV, tembok benteng kemudian diganti menjadi batu padas berwarna hitam.Pada masa penjajahan Belanda, sebagian benteng ini pernah porak-poranda akibat pecahnya perang antara armada perang VOC yang dipimpin oleh Gubernur Jendral Admiral Cornelis Janszoon Speelman dengan Kesultanan Gowa sejak tahun 1666. Penyerangan itu sendiri bertujuan untuk menguasai jalur perdagangan rempah-rempah dan sekaligus memperluas daerah kekuasaan Belanda. Setelah menggempur Kesultanan Gowa selama setahun lebih, pasukan perang pimpinan Speelman berhasil menang dan memaksa Sultan Hasanuddin menandatangani Perjanjian Bongaya pada tanggal 18 November 1667.Bagian benteng yang hancur kembali dibangun oleh Gubernur Jenderal Speelman tapi disesuaikan dengan gaya arsitektur Belanda. Benteng yang tadinya berbentuk persegi empat dan memiliki empat bastion, ditambah lagi dengan satu bastion di sebelah barat. Bastion adalah bangunan kokoh yang ditempatkan lebih tinggi di setiap sudut benteng dan di atasnya ditempatkan kanon atau meriam. Nama benteng kemudian diubah menjadi Fort Roterdam, sesuai dengan tempat kelahiran Speelman. Dan saat itu, Benteng Fort Rotterdam difungsikan sebagai pusat perdagangan dan gudang hasil bumi serta rempah-rempah, sekaligus menjadi pusat pemerintahan Belanda di wilayah Timur Nusantara.Tidak perlu membayangkan suasana seram dan angker saat akan mengunjungi benteng tua ini karena tempat bersejarah ini bukanlah tempat yang kosong melompong. Benteng ini digunakan pemerintah setempat sebagai Pusat Kebudayaan Makassar dan difungsikan sebagai perkantoran sehingga membuat lingkungan benteng menjadi bersih, rapi, dan terawat. Selain dapat melihat-lihat benteng secara gratis, pengunjung juga bisa mendatangi Museum La Galigo dan juga melihat ruangan sempit tempat Pangeran Diponegoro ditahan setelah ditangkap Belanda di Jawa.  Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...