shop-triptrus



Enam Event Jateng Keren Bikin Gegana Di 2024, Siap Menghibur Kamu Dari Culinary Hingga Tradisi Lokal

TripTrus.Com - Wohoo! Nih, Jateng siap bikin heboh di 2024 dengan enam event keren yang bakal jadi bahan obrolan kita! Gak kalah nih sama kalender kegiatan Jakarta! Gini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah udah nentuin enam event seru banget buat Jawa Tengah Calendar of Events (Jtcoe) bulan Januari 2024. Solo juga bakal jadi tuan rumah satu acara keren, loh!       View this post on Instagram A post shared by Magelang Travel Photografer (@badrikaaa) Ini dia daftarnya yang bisa lo samperin di awal tahun 2024: Festival Durian di Kabupaten Pekalongan, Januari 2024. Khusus buat pecinta durian yang doyan sensasi kuliner unik, loh! Sadran Lepen Lamuk Gunung di Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung, Januari 2024. Acara tradisional yang bakal nampilin tarian dan musik khas Jawa Tengah. Betah deh pasti! Haul Syekh Sjangkung di Desa Kayen, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, 27 Januari 2024. Momen keagamaan yang penuh makna, bro! Haul Sunan Prawoto di Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Januari 2024. Ini acara sakral buat ngumpul, doa-doa, dzikir, dan serangkaian kegiatan keagamaan lainnya. Grebeg Sudiro di kawasan Pasar Gede, Solo, 28 Januari 2024. Solo bakal rame dengan karnaval budaya yang pamerin kekayaan tradisional dan seni khas Jawa Tengah. Perayaan Ta’sis Menara di Desa Kauman, Kudus, 30 Januari 2024. Ritual perayaan yang penuh makna dengan nilai-nilai keagamaan dan tradisi lokal, pasti seru! Nah, ini baru awalnya, bro! Peluncuran Jawa Tengah Calendar of Events tahun 2024 jadi tanda dimulainya rangkaian event keren di sini. Jtcoe 2024 bakal hadirin 220 event seru, tersebar di 35 kabupaten/kota. Ini gak cuma soal seni pertunjukan dan festival, tapi juga ada event olahraga dan MICE, lho! [Baca juga : "Surabaya, Ngeventnya Makin Seru, Delapan Event Asyik Di Januari 2024"] Jateng juga punya event unggulan yang masuk nominasi Karisma Event Nusantara 2024. Ada Dieng Culture Festival, Festival Arak-arakan Cheng Ho, Festival Kota Lama, Festival Gunung Slamet, Solo Menari, Solo Keroncong Festival, Grebeg Sudiro, International Mask Festival, Java Balloon Attraction, dan Moro Borobudur. Gak cuma itu, Jateng juga siap bikin kita kagum dengan event olahraga dan kreatif berskala nasional dan internasional, kayak Solo International Performing Arts (SIPA), Festival Payung Indonesia (Fespin), Borobudur Marathon, Tour De Borobudur, dan Mesastila 100. Jadi, prepare diri lo buat dihibur dan kagum sama kekayaan budaya, olahraga, dan kreativitas Jawa Tengah lewat rangkaian event spektakuler sepanjang tahun 2024! Let's get the party started! (Sumber Foto @solonyaman) 
...more

Indonesia Kuasai Top Five Destinasi Wisata Terbaik di Asia-Australia

TRIPTRUS - Keindahan Indonesia sebagai tujuan wisata tidak diragukan lagi. Bahkan, destinasi wisata Indonesia menguasai lima terbaik wisata di Asia-Australia versi Air Asia.Peringkat tersebut disampaikan maskapai asal Malaysia tersebut dalam ajang Air Asia Travel Fair (AATF) di Miri, Malaysia yang berlangsung dua hari sejak Sabtu (23/4). Destinasi Indonesia menempati tiga dari empat nominasi yang diberikan Air Asia.Lima terbaik wisata adrenalinWisata menaklukan ombak atau surfing di Mentawai, Sumatera Barat berada  di peringkat tiga. Mendaki gunung Bromo yang merupakan salah satu gunung berapi aktif dan terletak di Malang, Jawa Timur berada di posisi kedua.Lima terbaik wisata budayaCandi Borobudur dan Prambanan di Yogyakarta masuk ke dalam situs warisan budaya UNESCO. Dua candi bersejararah tersebut ditambah masyarakat yang ramah menjadi daya tarik bagi penikmat wisata budaya.Lima terbaik destinasi pantaiMenyelam di pulau Weh, Aceh. Pulau paling ujung barat Indonesia ini menyajikan pemandangan bawah laut menakjubkan bagi pecinta wisata air. Dari bandara Banda Aceh, wisatawan dapat menaiki taksi selama 20 menit menuju pelabuhan Ulee Lheu. Dari pelabuhan, wisatawan kemudian menaiki ferry menuju pulau Balohan. (Sumber: Artikel republika.co.id Foto daftarmenarik.com)
...more

Bioskop Mini Ini Bisa Jadi Alternatif Liburan di Jakarta

TripTrus.Com - Meskipun Jakarta bukan kota favorit berlibur tetapi Jakarta tidak pernah kehabisan tempat-tempat untuk menghilangkan penat. Selain terkenal dengan kota terbanyak memiliki Mal dan Museum, Jakarta juga banyak memiliki taman-taman yang asik untuk dikunjungi baik bersama teman maupun keluarga. Dari tempat-tempat yang telah disebutkan, Jakarta masih memiliki daya pikat lain. Ternyata Jakarta memiliki beberapa Bioskop Mini, hadir sebagai alternatif liburan Bioskop Mini ini menawarkan pemutaran film Indonesia jaman dulu ataupun film-film independent. Enggak ada salahnya kita sebagai warga Jakarta mencoba sensasi menonton film di Bioskop Mini tersebut. Berikut ini merupakan Bioskop-bioskop Mini yang tersebar di kota Jakarta. 1. Kinosaurus di Kemang Sumber Foto: manual.co.id Ruang pemutaran mini ini lahir berkat ide dari: Adinda Simanjuntak, Meiske Taurisia dan Edwin. Kinosaurus memiliki berbagai program pemutaran film seperti: film pendek, film panjang, film animasi dan film-film lainnya. Untuk menonton film di Kinosaurus pengunjung cukup memberikan donasi sebasar Rp.50.000,- setiap setiap satu film. 2. Kineforum di Cikini Sumber Foto: ataplapuk.com Dengan membayar donasi sebesar Rp. 20.000,- pengunjung bisa menikmati satu kali pemutaran film di Bioskop Mini pertama Jakarta yang menawarkan ragam program film sekaligus sebagai wadah diskusi tentang Film. Lokasi Kineforum bertempat di Komplek Taman Ismail Marzuki (TIM). 3. Subtitle di Dharmawangsa Sumber Foto: bisnisfun.com Berlokasi tepat di lantai basement Dharmawangsa Square hanya berukuran 4 x 4 meter, luas tempat pemutar film ini terbilang sangat kecil. Sampai sekarang Subtitle memiliki kurang lebih sekitar 3.500 judul film. Bagi pengunjung yang ingin menonton film di Subtitle pengunjung diwajibkan untuk menjadi anggota dengan biaya Rp. 75.000,- hingga Rp. 150.000,-. 4. Paviliun 28 di Petogogan Sumber Foto: kompasmuda.com Sebenarnya Paviliun 28 ini berkonsep Culinary Cinema, karena memang memadukan rumah makan dan bioskop. Tempat kongko yang beralamat di Jl. Petogogan I No. 25, Gandaria Utara menawarkan suasana jawa klasik. Selain bisa ngemil dan nonton film, pengunjung juga bisa mencoba jamu khas Indonesia dengan nama-nama yang unik. Bioskop yang dirancang jadi mini-amphitheater ini mampu menampung 30-40 orang loh. Nah, 4 Bioskop Mini di atas bisa jadi alternative tempat liburan kalian. Meskipun Jakarta sering membuat penat tapi Jakarta masih memiliki berbagai tempat hiburan untuk warganya. (Sumber: Artikel Amieykha ; Foto fakta.co.id)
...more

Fuu, Alat Musik Pemanggil Masyarakat di Papua

Papua dikenal memiliki beragam alat musik yang memiliki fungsinya masing-masing. Alat musik seperti tifa, krombi, menjadi beberapa nama alat musik yang berasal dari negeri berjuluk bumi cendrawasih tersebut. Selain dua nama tadi, ada satu alat musik tradisional khas Papua yang berfungsi untuk memanggil penduduk yaitu fuu. Fuu merupakan alat musik yang dimainkan dengan cara ditiup pada bagian yang berlubang atau terbuka. Selain digunakan untuk memanggil penduduk, alat musik ini juga biasa digunakan untuk mengiringi tari-tarian khas Papua khususnya masyarakat Suku Asmat, Kabupaten Merauke. Bersama alat musik khas Papua lainnya seperti tifa dan kelambut, biasanya fuu dimainkan dan menjadi paduan harmonisasi yang memberikan warna tersendiri pada ciri khas musik Papua. Fuu menjadi salah satu alat musik tradisional yang harus dilestarikan keberadaannya. Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki masyarakat Papua dan menjadi kearifan lokal dari identitas sebuah daerah. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

Ini 6 Peran Sentral Traveler dalam Menjaga Kelestarian Alam

TRIPTRUS - 22 April merupakan momen penting bagi setiap orang, perusahaan, dan pemerintah untuk menunjukkan komitmen mereka kepada alam dan generasi mendatang. Tanggal yang tiap tahun diperingati sebagai Hari Bumi ini juga menunggu peran lebih wisatawan, untuk menghargai dan melestarikan tempat yang pernah dan akan mereka kunjungi. Maggie Ozner, seorang Traveler WWF pernah mengatakan, “Ketika saya melakukan perjalanan, dan melihat keajaiban keindahan alam, saya menyadari ini semua akan hilang dikemudian hari. Hanya keinginan untuk melipatgandakan usaha memelihara dan menjaganya yang dapat memulihkan itu semua.” Wisatawan atau traveler sesungguhnya memiliki peran sentral untuk mengelola dan tetap kriitis dalam melestarikan keindahan alam yang mereka kagumi. Seperti dikutip dari lama WWF, Jumat (22/4/2016), berikut beberapa usaha yang bisa dilakukan traveler dalam perannya menjaga kelestarian alam. 1. Mengurangi KarbonMeningkatnya suhu bumi tentu mempengaruhi berbagai tempat, termasuk spesies di dalamnya dan mata pencaharian masyarakat. Bagi Anda para traveler, mulailah untuk memiliki gaya hidup cinta alam yang Anda kerap kagumi dengan memakai bahan bakar kendaraan ramah lingkungan. Kontribusi Anda juga bisa dilakukan dengan lebih banyak menanam pohon. Nampaknya Anda perlu membuat komitmen untuk setidaknya menamam satu pohon di tiap tempat yang Anda kunjungi saat berwisata. 2. Tidak Buang Sampah SembaranganBanyak orang mengaku cinta kepada alam dan di waktu bersamaan juga membuang sampah tidak pada tempatnya. Gaya hidup tidak mau repot ini sebenarnya bisa disiasati, misalnya saat traveling, Anda bisa menggunakan botol air mineral daur ulang, sehingga Anda tidak perlu lagi membeli air kemasan dan membuangnya sembarangan. 3. Hindari Membeli Sesuatu yang DilindungiBerbelanja di tempat wisata tentu sungguh mengasyikan, apalagi jika pusat perbelanjaan tersebut menyediakan beranekarupa koleksi barang unik. Namun Anda perlu diperhatikan, apakah benda yang Anda beli sudah benar? Membeli souvenir di tempat wisata dari produk bagian-bagian hewan yang dilindungi, tentu sama halnya dengan memperpanjang kejaharan terhadap satwa liar yang semakin hari semakin sedikit keberadaannya. 4. Meningkatkan Gaya Hidup Ramah LingkunganTraveler tanpa memiliki gaya hidup ramah lingkungan sama hal dengan omong kosong. Gaya hidup ramah lingkungan tentu modal awal untuk menjadi seorang penjelajah. Tepat di Hari Bumi ini berjanjilah pada diri sendiri, untuk tetap melestarikan keindahan alam dan budaya di berbagai tempat yang Anda kunjungi. 5. Ajari Anak-anak Traveling dan Cinta LingkunganMempersiapkan generasi masa depan yang cinta lingkungan adalah hal mutlak yang perlu diberikan orangtua pada anaknya. Mengajak anak menikmati keindahan alam sambil mengedukasi arti penting keletarian alam merupakan cara tepat menciptakan generasai cinta alam dan lingkungan. 6. Berikan DonasiIni cara terakhir yang bisa dilakukan traveler untuk memberikan kontribusinya pada kelestarian alam. Banyak organisasi nirlaba di luar sana yang perlu dukungan untuk tetap berdiri menjaga kelestarian alam. Tidak melulu soal uang, sambil traveling Anda juga bisa berkontribusi dengan memberikan edukasi pada anak-anak di pedalaman. (Sumber: Artikel liputan6.com Foto liputan6.com)
...more

Aturan Traveling Bersama Kekasih

TRIPTRUS - Bepergian ke sebuah tempat yang baru bersama pasangan yang belum menikah konon diyakini sebagai cara ampuh untuk saling mengenal karakter asli. Siapa yang tak ingin menikmati sensasi seru jalan-jalan di tempat yang indah dan romantis serta mencoba hal-hal seru bersama.Namun, menghabiskan waktu dengan pasangan lebih dari 24 jam, sekaligus menyesuaikan diri dalam lingkungan asing, ternyata tak mudah. Jika tak pandai-pandai berkompromi, liburan yang awalnya menyenangkan bisa berubah jadi mengerikan. Jangan sampai niat pergi berlibur dan bersenang-senang berduaan, malah membuat hubungan jadi runyam. Agar liburan Anda bersama kekasih lancar dan menyenangkan, ikuti beberapa tip berikut ini:1. Jangan bilang, “Terserah kamu, deh!”Pria umumnya lebih suka jika pasangannya memiliki sikap, apalagi ketika sedang berlibur bersama. Kedua belah pihak harus sama-sama senang. 2. Jangan memaksa traveling bersama kekasih, kalau belum terlalu yakin.Jika usia hubungan Anda masih seumur jagung, lebih baik tidak memaksakan untuk pergi ke tempat yang terlalu jauh selama berhari-hari. Kenali dulu kepribadiannya luar dan dalam, serta sifat dan kebiasaannya.3. Usahakan mengatur uang yang dititipkan pasangan dengan baik. Ini adalah salah satu usahanya untuk menguji apakah Anda pintar mengelola keuangan atau tidak. 4. Sebisa mungkin tidak membawa laptop dan pekerjaan.Kekasih pasti tak akan mau   kalau Anda tetap sibuk di depan laptop. Kalau tak bisa karena mendadak mendapat pekerjaan tambahan sebelum cuti, komunikasikan dulu sebelum pergi kepada pasangan.5. Cari daerah wisata dan hiburan yang bisa dinikmati berdua.Hal ini untuk menghindari ada salah satu pihak yang merasa bosan atau tidak nyaman.6. Masing-masing harus membawa barang bawaan sendiri.Pria terkadang pusing melihat wanita yang menghambat pergerakannya dengan membawa terlalu banyak barang yang pada akhirnya tidak terlalu dibutuhkan.7. Ngambek itu tabu!Rugi besar jika berada di tempat yang menyenangkan, tapi tak bisa menikmatinya gara-gara ada salah satu pihak yang tak bisa menahan emosi. (Sumber: Artikel femina.co.id Foto kapanlagi.com)
...more

Cerita Awal Mula Pulau Pahawang, Dari Nokoda Sampai Jadi Desa Wisata Seru!

TripTrus.Com - Ada cerita dari orang-orang sini, sejarah pulau ini dimulai pas Nokoda dateng tahun 1.700-an, terus ada juga Hawang yang keturunan Cina ikutan dateng. Hawang ini stay di pulau ini sampe punya anak cewek yang sering dipanggil Pok Hawang. Nah, pas Pok Hawang dipanggil Pok Hawang terus jadi nama pulau ini, namanya jadi Pulau Pahawang sekitar tahun 1850-an. Desa Pulau Pahawang mulai berkembang pas H.Muhammad bin H.Ibrahim hulubalang dari Kalianda dateng dan tinggal di Kalangan, sementara di Pulau Pahawang ada Ki Mandara dari Sulawesi Selatan yang dateng tahun 1920-an. Terus perkembangan berikutnya dimulai tahun 1930 pas Datuk Jahari dateng, dia stay dan nikah sama anak Ki Mandara di Penggetahan, juga ada H. Dulmalik dari Putih Doh yang stay di Suak Buah. Trus, ada beberapa orang dateng dan tinggal di Desa Pulau Pahawang, tapi tahunnya gak jelas. Mereka berasal dari berbagai tempat, ada yang dari Banten, seperti Jahari yang stay di dusun Penggetahan, Ruslan yang stay di Dusun Cukuh Nyai Jaralangan, dan ada juga Haji Dul Malik dari Putih Doh, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus - Lampung yang stay di Dusun Pulau Pahawang. Mereka dateng buat ngembangin kebun. [Baca juga : "Wah, Bali Jadi Hits Buat Pesepakbola! Sekarang Giliran Cuti Romero Dan Istri, Eksis Di Pulau Dewata"] Desa Pulau Pahawang punya 6 dusun, ada Dusun I Suak Buah, Dusun II Penggetahan, Dusun III Jeralangan, Dusun IV Kalangan, Dusun V Pahawang, dan Dusun VI Cukuh Nyai. Kalangan itu dusun yang ada di pulau Sumatera, terpisah sama laut dan bisa nyebrang cuma sekitar 1/4 jam naik perahu ketinting. Dulu Desa Pulau Pahawang statusnya kampung dan masuk wilayah Marga Punduh. Jadi, warganya Pulau Pahawang ikut aturan Marga Punduh buat urusan pemerintahan. Mandara yang pimpin urusan pemerintahan, dan H. Dul Malik yang pimpin urusan keagamaan. Tahun 1980, Pulau Pahawang secara resmi ditetapkan jadi desa. (Sumber Foto @ms.sarahvi) 
...more

Begini Kolaborasi Petani Kopi Robusta dengan Dinas Pariwisata

TripTrus.Com -  Gunung Pancar tak hanya menyajikan suasana alam pedesaan yang adem dan asri. Gunung yang berada di wilayah Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat ini juga dikenal dengan penghasil kopi robusta. Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bogor, bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan berkolaborasi menjadikan kawasan itu sebagai kampung lopi.  Disebut demikian karena Babakan Madang sebagai penghasil kopi terbesar di Jawa Barat untuk jenis robusta. "Produksi kopi robusta sebanyak 2.844.528 kilogram per tahun," kata Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bogor, Irma Villayanti di Cibinong, Senin, 6 Agustus 2018.       View this post on Instagram Diveraifikasi perkeebunan kopi dengan sayur. Ada enaknya Ada ga enaknya Enaknya, kita bisa memiliki dua penghasilan. Tanah padat termanfaatkan maksimal. Habis jual kopi lalu panen sayur. Asyik kan, duitnya banyak Xixixixi Salah satu ga enaknya adalah ketika salah satu tanaman sayur atau kopi terkena hama. Dan menular ke pohon lain, lalu terjadilah transfer penyakit. Jadi kami harus telaten menyemprot dengan fungisida. Kami sedang riset fungisida alami menggunakan bahan yang ada di kebun. Bahannya sangat mudah ditemui misalnya gadung, mimba, mahkota dewa, lengkuas, jahe, kunyit, dan serai. Ah, bertani itu penuh tantangan, kesabaran dan mengasyikkan. Bangga saat hasilnya memuaskan, sabar ketika belum sesuai harapan. Semua itu tak lain agar kita pandai bersyukur dan selalu ikhtiar. Sudah sore ya, siap-siap pulang kerja ya bosku? Pulangnya ngopi dulu☕☕☕ #pirocoffee #kopisukabumi #kopijabar #javapreanger #scai #kopigayo #kopimalaysia #kopibogor #kopijakarta #kopibekasi #kopidepok #kopibali #kopitoraja #kopipapua #kopijogja #kopisurabaya #kopibandung #kopicianjur #kopijatim #kopipuntang #manualbrew #coffeeroaster #sukabumi #sukabumi_ #sukabumifoodies #sukabumikuliner #sukabumiupdate #sukabumitoday #geoparkciletuh #arabika A post shared by Piro Coffee Halimun Sukabumi (@kopigununghalimunsukabumi) onOct 5, 2018 at 3:06am PDT Luas area tanaman kopi saat ini, berdasarkan catatan Irma, mencapai 6.059 hektare terdiri dari 408 hektare kopi jenis arabika dan 5.651 hektare robusta. Data rata-rata produksi 750  sampai 800 kilogram per hektare. Hasil ini belum mengarah ke produktivitas maksimal. "Hasil yang sesungguhnya seharusnya bisa mencapai 1.500 sdampai 2.000 kilogram perhektare." Tak kurang dari 40 kelompok tani kopi di Gunung Pancar berhimpun. Mereka mendapat binaan, berupa pelatihan peningkatan produksi dan promosi. "Menurut data, pecapain tersebut setelah ada 40 kelompok tani yang menjadi binaan," kata Irman. Untuk meningkatkan produktivitas, menurut Irma, perlu adanya sistematika dan sinergisitas dengan Dinas Pariwisata. "Ini sistematika membuka peluang usaha agar tercapainya kemandirian dan penyegaran di bidang pariwisata guna menjadikan kampung wisata kopi," ujar Irman sembari menambahkan bahwa sektor pariwisata, hasil perkebunan dan hasil bumi harus bersinergi menjadi obyek wisata alam. Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, petani kopi robusta memasuki akhir panen. Berdasarkan pantauan di Desa Tepusen, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, harga biji kopi robusta di tingkat petani pada awal panen Rp 24 ribu per kilogram, saat ini turun menjadi Rp 23 ribu per kilogram. [Baca juga : "Festival Kopi Temanggung Sediakan 1000 Gelas Kopi Gratis"] Menurut petani kopi di Dusun Nolopo, Desa Tepusen, Mujiono, mengatakan meskipun harga biji kopi turun, namun harga kopi gelondong masih bertahan Rp 5.500 per kilogram untuk petik campur, yakni merah dan hijau, sedangkan petik merah bisa mencapai Rp6.000 sampai 6.300 per kilogram. "Penurunan harga kemungkinan karena produksi kopi tahun ini melimpah dibanding tahun lalu," kata pria 60 tahun ini. Petani warga Desa Ngemplak, Kecamatan Kandangan, Eko Susilo, menjelaskan produksi kopi tahun ini memang lebih baik dari tahun lalu karena pada saat berbunga disertai hujan yang cukup. "Kami menyayangkan harga biji kopi turun di akhir masa panen ini," kata Eko yang memprediksi pada akhir Agustus ini kemungkinan panen kopi selesai. (Sumber: Artikel tempo.co Foto pixabay.com)
...more

Siap Berpetualang Dalam Pesona Budaya Kepulauan Rempah?

TRIPTRUS - Selamat datang di Festival Teluk Jailolo 2016. Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat – Maluku Utara kembali akan menggelar Festival Teluk Jailolo 2016 pada tanggal 2 hingga 7 Mei 2016 mendatang. Festival Teluk Jailolo yang ke-delapan ini akan mengangkat tema “Pesona Budaya Kepulauan Rempah ”. Dalam catatan sejarah dunia internasional, Maluku Utara adalah bumi penghasil rempah-rempah terbaik se-dunia. Karena itulah bangsa-bangsa Eropa berlomba menjelajah setengah bumi hanya untuk menjalin hubungan dagang dengan wilayah nusantara yang kaya akan rempah-rempah, khususnya Maluku Utara. Maluku, secara historis meliputi empat kerajaan besar Islam yang sejak masa nya (abad XV – XVIII) memainkan peranan penting dan strategis dalam jalur perdagangan rempah-rempah, terutama sebagai produsen cengkeh terbesar di dunia. Keempat kerajaan besar di Maluku Utara – Jailolo, Bacan, Ternate, Tidore, menjalin ikatan persaudaraan dalam falsafah Moloku Kie Raha. Dalam bahasa lokal, Moloku Kie Raha berarti persaudaraan penguasa empat gunung, dimana gunung diartikan sebagai kerajaan. Dengan demikian, Moluku Kie Raha dapat dimaknai sebagai persaudaraan empat kerajaan besar. Sejarah Maluku Utara tidak bisa dipisahkan dari kekayaan rempah-rempah yang dimilikinya, terutama cengkih. Di Maluku Utara, cengkih baru dibudidayakan mulai tahun 1450. Kekayaan akan rempah-rempah tersebut telah menyebabkan para pedagang Cina, Melayu, Jawa, Arab, Persia, dan Gujarat datang di daerah-daerah ini dengan membawa tekstil, beras, perhiasan dan kebutuhan hidup lainnya untuk ditukar dengan rempah-rempah. Rempah-rempah ini juga yang mendatangkan Portugis sebagai bangsa Eropa yang pertama kali mengunjungi Maluku pada tahun 1511, yang disusul Spanyol dan Belanda. Hal ini menunjukkan bahwa sejak jaman dulu Maluku Utara telah mampu memikat bangsa-bangsa asing untuk datang. Penasaran dengan menariknya sejarah akan Moluku Kie Raha dan eksistensi Kepulauan Rempah di Nusantara? Ini waktunya Anda berkemas, siapkan ransel atau koper, pesan tiket pesawat, dan kemudian berangkat ke Festival Teluk Jailolo. Siap berpetualang dalam Pesona Budaya Kepulauan Rempah? (Sumber: Artikel-Foto jailolofest.com)
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography

Upcoming Trips

Open Trip Pulau Pari
11 - 12 Jul 2026
Open Trip Pulau Tidung
11 - 12 Jul 2026
Open Trip Pulau Pari
11 - 12 Jul 2026
×

...