shop-triptrus



4 Tempat Bersejarah di Kota Cilegon

TripTrus.Com - Pada tahun 1816 dibentuk Districh Cilegon atau Kewedanaan Cilegon oleh pemerintah Hindia Belanda dibawah Keresidenan Banten di Serang. Rakyat Cilegon ingin membebaskan diri dari penindasan penjajahan Belanda. Puncak perlawanan rakyat Cilegon kepada Kolonial Belanda yang dipimpin oleh KH. Wasyid yang dikenal dengan pemberontakan Geger Cilegon 1888 tepatnya pada tanggal 9 Juli 1888, mengilhami rakyat Cilegon yang ingin membebaskan diri dari penindasan penjajah dan melepaskan diri dari kelaparan akibat Tanam Paksa pada masa itu. Pada masa 1924, di Kewedanaan Cilegon telah ada perguruan pendidikan yang berbasis Islam yaitu perguruan Al-Khairiyah dan madrasah Al-Jauharotunnaqiyah Cibeber. Dari perguruan pendidikan tersebut melahirkan tokoh-tokoh pendidikan yang berbasis Islam di Cilegon. Pada masa kemerdekaan, dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia rakyat Cilegon telah menunjukan semangat juangnya. Jiwa patriotisme rakyat Cilegon dan Banten pada umumnya dizaman revolusi fisik mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 telah ditunjukan dan terkenal dengan Tentara Banten. 1. Rumah Dinas Walikota Cilegon       View this post on Instagram Rumdin walikota Cilegon.. Indah bukan. @pemkotcilegon @ilovecilegon @cilegoneksiss @halocilegon A post shared by ADI HARYADI (@adyvanhoutten93) onOct 25, 2018 at 10:38pm PDT Rumah dinas Walikota Cilegon terletak di Jl. Jenderal Ahmad Yani, Jombang Wetan, Kec. Cilegon, Kota Cilegon, Banten 42416, merupakan bekas gedung kawedanan, sebagai kantor Asisten Residen Gubbels, hingga kini bangunan berarsitektur Eropa ini masih terpelihara dengan baik. Bangunan ini menjadi saksi atas tragedi berdarah “Geger Cilegon” yang terjadi pada tahun 1888, dipimpin oleh KH. Wasyid. Rumah bergaya Eropa bercorak oud Holland atau Belanda Kuno ini menggunakan serambi yang disangga oleh tiang-tiang bergaya doria, sebuah gaya dengan bantalan di bagian atasnya berbentuk segi empat dan badan tiangnya dihiasi motif gerigi bertaut. Model bangunan rumah ini oleh V.I van de Wall disebut sebagai gaya echt Indisch atau gaya Hindia Belanda yang sebenarnya. Daun pintu dan jendela pada bangunan ini memiliki corak tersendiri berjenis jalousie window atau jendela yang disusun dari tumpukan kayu yang tertata rapi horizontal. Denah bangunan ini berbentuk empat persegi panjang, menghadap kearah timur. Didepan bangunan utama terdapat bangunan berbentuk joglo (semacam tempat pertemuan) dengan empat tiang utama ditengah dan sepuluh tiang kecil yang menopang atap bersusun dua. Bangunan utama terdapat 5 terap anak tangga dibagian muka.Bagian serambi bangunan ini ditopang oleh 6 buah pilar berbentuk persegi empat berwarna putih,dua buah pilar dikiri dan kanan berbentuk pilaster (tiang semu). Dinding serambi berdaun jendela terbuat dari kayu berjenis jalosie window. Atap bangunan berbentuk limasan dengan konstruksi kayu. Gentingnya terbuat dari tembikar berwarna coklat, yang kini sudah diganti dengan genting berglasir. Pintu masuk bagian depan berukuran besar (tinggi 3 meter) berjumlah 4 buah, keempatnya merupakan pintu rangkap, artinya memiliki dua lapis daun pintu. Daun pintu rangkap pertama terbuat dari bahan kayu dengan hiasan potongan kayu susun kebawah (jalosie) dan seperempat bagian berbentuk panil biasa, daun pintu rangkap kedua terbagi kedalam 4 bagian, 3 panil teratas diberi kaca, sebuah panil yang terletak dibawah berbentuk panil kayu biasa. Pada bagian belakang bangunan ini terdapat halaman yang luas dan bangunan tambahan berbentuk barak. Bangunan yang disebelah kanan diperuntukkan untuk kantor, dan yang disebelah kiri diperuntukkan untuk garasi. Dibagian selatan terdapat bangunan yang digunakan sebagai kantor. Bentuk bangunan ini bujur sangkar, atap bangunan bergaya joglo. 2. Stasiun Cilegon       View this post on Instagram Menunggu kereta terakhir.... #keretaapirangkasmerak #stasiuncilegon #poejalankaki #kotacilegon A post shared by Poe Saputra (@saputrapoe) onAug 3, 2018 at 4:56am PDT Stasiun Cilegon (CLG) adalah stasiun kereta api kelas II yang terletak di Jombang Wetan, Jombang, Cilegon. Stasiun yang terletak pada ketinggian +14 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta. Stasiun ini mulai dibuka pada tanggal 1 Desember 1899, dengan petak jalan Stasiun Serang-Stasiun Anyer Kidul sepanjang 27 km. Bangunannya terdiri dari dua buah ruangan: ruangan pertama adalah ruangan kontrol perjalanan kereta api dan ruang kepala stasiun, sedangkan ruang kedua merupakan loket dan administrasi. Bangunan stasiun ini merupakan salah satu dari lima bangunan cagar budaya yang ada di Kota Cilegon. 3. Stasiun Krenceng       View this post on Instagram Stasiun Kereta Api Kerenceng #shootonVIVOv9 #fotography #stasiunkrenceng #banten A post shared by @ dinioktvni__ onJul 8, 2018 at 8:38am PDT Stasiun Krenceng (KEN) merupakan stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Kebonsari, Citangkil, Cilegon. Stasiun yang terletak pada ketinggian +16,15 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta. Stasiun ini memiliki tiga jalur dengan jalur 1 sebagai sepur lurus. Stasiun kereta api Krenceng didirikan pada masa pemerintahan Kolonial Belanda, sekitar tahun 1896 oleh Staatspoorwegen (Perusahaan Kereta Api Negara). Stasiun kereta ini menjadi penghubung dan jalur yang cukup vital menuju Batavia, melalui Serang, Rangkasbitung, dan Serpong. Dahulu stasiun ini merupakan persimpangan menuju Anyer kidul lalu jalur ini ditutup pada tahun 1981 dan hanya digunakan hanya untuk kereta api babarandek (batu bara rangkaian pendek) tujuan Nambo dari Cigading. Hanya ada satu kereta api yang melayani penumpang di stasiun ini, yaitu KA Lokal Merak. [Baca juga : "3 Wisata Sejarah Di Tangerang Selatan"] 4. Rumah Maulana Hasanudin Rumah Maulana Hasanudin terletak di Jalan Umar nomor 175-A, Lingkungan Temu Putih, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon. Tipe rumah mewah pada zamannya itu bergaya oud indische stujl atau bergaya klasik Indis atau Hindia lama ini menggunakan serambi depan tinggi dan luas, sebelum 1974 masih digunakan sebagai tempat tinggal oleh Tuan Hanibal. Tetapi setahun berikutnya kosong tak berpenghuni sampai 1994. Kini rumah itu digunakan sebagai tempat pusat pendidikan anak sholeh Yayasan Maulana Hasanudin. Kawasan perkampungan ini berada di Jalan Kyai Haji Undulusi, Kampung Pekuncen, Kelurahan Ciwedus, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon, Provinsi Banten. Kawasan ini merupakan permukiman kuno, hal ini terlihat dari beberapa bangunan rumah tradisional yang terdapat di sepanjang Jalan Kyai Haji Undulusi. Salah satu rumah kuna yang ada di kawasan ini adalah rumah tinggal Ibu Tuasmah. Rumah tinggal ini tepat berada di depan Masjid Agung Kampung Pekuncen, dimana di bagian selatan berbatasan dengan Jalan Kyai Haji Undulusi, di utara berbatasan dengan rumah penduduk, bagian barat dan timur juga berbatasan dengan rumah penduduk. Menurut keterangan Ibu Tuasmah (70 tahun), rumah ini merupakan peninggalan dari orang tuanya yang berprofesi sebagai petani dan pedagang. Rumah yang berukuran 12,60 m x 15,70 m tersebut, dibagi menjadi dua bagian dimana bagian barat ditempati oleh Ibu Tuasmah beserta keluarganya sedangkan bagian timur ditempati oleh Ibu Maadiah (adik ibu Tuasmah) beserta keluarganya. Bangunan ini disekat menggunakan pasangan bata berplester di bagian tengah, yang berfungsi sebagai pemisah antara rumah Ibu Tuasmah dan Ibu Maadiah. Ketebalan dinding penyekat bangunan tidak setebal dinding asli yang mempunyai ketebalan 26 cm. Dinding bangunan asli terbuat dari bata mentah dengan plesteran dari tanah dan kapur. Untuk mempermudah, selanjutnya bangunan ini akan disebut dengan rumah tinggal Ibu Tuasmah. Bangunan ini berdenah segi empat dengan atap berbentuk pelana dan penutup atap berupa genteng tanah liat. Semula, penutup atap bangunan ini berupa “welit” yaitu daun pohon kelapa yang dikeringkan. Bangunan lebih tinggi 60 cm dibandingkan permukaan tanah di sekitarnya. Bangunan mempunyai selasar (teritisan) di bagian depan (selatan) selebar 90 cm yang atapnya berbeda dengan atap bangunan inti, sehingga atap bagian depan terlihat bersusun dua. Atap teritisan tersebut ditopang oleh empat tiang kayu serta beberapa konsul kayu yang menempel di dinding bangunan. Selasar atau teras depan ini berfungsi sebagai ruang transisi antara lingkungan luar dengan rumah tinggal. Bagian ini bersifat profan atau terbuka. (Sumber: Artikel gpswisataindonesia.info Foto id.railfansid.wikia.com)
...more

Pesona Kelembutan Pasir Putih Pantai Bandengan

Selain dikenal sebagai kota ukiran, Jepara juga dikenal dengan wisata pantainya. Ada beberapa pantai indah nan eksotis di kota kelahiran R.A. Kartini ini. Salah satunya adalah Pantai Bandengan yang memiliki pesona pasir putih yang lembut. Pantai Bandengan berada dekat dengan pusat Kota Jepara. Diperlukan sekitar 30 menit dari pusat kota untuk bisa merasakan nikmatnya suasana Pantai Bandengan. Hembusan angin pantai yang sejuk, mendengar suara deburan ombak, dan memandang laut lepas yang indah merupakan pesona yang bisa Anda dapatkan di sini. Putihnya pasir dengan teksturnya yang lembut membuat Anda betah berlama-lama bermain dengan hamparan pasir di pantai yang terletak di Desa Bandengan, Kecamatan Jepara.Selain menikmati pemandangan pantai, Anda dapat pula mencoba olahraga air seperti jetski. Kapal karet yang biasa digunakan untuk berarum jeram di sungai juga dapat Anda coba untuk bersenang-senang menikmati arus ombak di pantai ini. Keasyikan bermain perahu karet di laut lepas dengan deburan ombak yang menghantam perahu akan memberikan kesenangan yang berbeda ketika Anda menghabiskan waktu di Pantai Bandengan. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

5 Destinasi Keren di Cianjur yang Tidak Bisa Dilewatkan

TripTrus.Com - Kabupaten Cianjur, adalah sebuah Kabupaten di Tatar Pasundan Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibukotanya terletak di kecamatan Cianjur. Sebagian besar wilayah Cianjur adalah pegunungan. Oleh karena itu Cianjur menjadi daerah yang asri dan menyenangkan untuk dijadikan tujuan wisata. Selain itu Cianjur juga stategis untuk dikunjungi. Dan berikut tempat-tempat yang bisa kalian kunjungi bersama orang-orang tersayang jika sedang berada di Cianjur 1. Situs Megalitikum Gunung Padang Situs Gunung Padang merupakan peninggalan zaman batu besar yang tak ternilai harganya. Bentuknya berupa tiang-tiang dengan panjang rata-rata sekitar 1 meter dan berdiameter rata-rata 20 cm, berjenis andesit, basaltik, dan basal. Geometri ujung batu dan pahatan ribuan batu besar dibuat sedemikian rupanya teratur berbentuk pentagonal (lima sudut). Angka 5 juga seakan memberikan identitas pemujaan bilangan ‘5’ oleh masyarakat Sunda dahulu kala. Hal ini membedakannya dengan Babylonia yang menganggap sakral angka 11 atau Romawi Kuno dengan angka 7. Simbol ‘5’ tersebut mirip dengan tangga nada musik Sunda pentatonis, yaitu: da mi na ti na. Oleh karena itulah, selain kompleks peribadatan purba, banyak juga menyebut Situs Gunung Padang sebagai teater musikal purba.  Baca selengkapnya 2. Taman Nasional Gunung Gede Pangrango   Taman Nasional Gunung Gede Pangrango  adalah salah satu taman nasional yang terletak di Provinsi Jawa Barat. Ditetapkan pada tahun 1980, taman nasional ini merupakan salah satu yang tertua di Indonesia. TN Gunung Gede Pangrango terutama didirikan untuk melindungi dan mengkonservasi ekosistem dan flora pegunungan yang cantik di Jawa Barat. Dengan luas 21.975 hektare, wilayahnya terutama mencakup dua puncak gunung Gede dan Pangrango beserta tutupan hutan pegunungan di sekelilingnya. Secara administratif, kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango berada di wilayah 3 kabupaten yakni Kabupaten Bogor, Cianjur dan Sukabumi), Provinsi Jawa Barat. Baca selengkapnya 3. Kebun Raya Cibodas Kebun ini didirikan pada tahun 1852 oleh Johannes Elias Teijsmann sebagai cabang dari Kebun Raya Bogor pada lokasi di kaki Gunung Gede. Dengan curah hujan 2.380 mm per tahun dan suhu rata-rata 18 derajat Celsius, kebun botani ini dikhususkan bagi koleksi tumbuhan dataran tinggi basah tropika, seperti berbagai tumbuhan runjung dan paku-pakuan. Kebun Raya Cibodas terletak di Kompleks Hutan Gunung Gede Pangrango, Desa Cimacan, Cipanas, Cianjur. Topografi lapangannya bergelombang dan berbukit-bukit dengan ketinggian 1.275 m dpl, bersuhu udara 17 hingga 27 derajat Celcius. Baca selengkapnya 4. Cipanas Cipanas adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Indonesia. Di daerah ini terdapat beberapa objek wisata seperti Istana Cipanas, Kompleks Villa Puncak Cipanas dan tempat pemandian Cipanas. Istana Cipanas merupakan Istana Kepresidenan yang terletak di kaki Gunung Gede, Jawa Barat. Istana Cipanas dikelilingi oleh tanaman dan kebun tanaman hias yang asri, kebun sayur dan tanaman lain yang ditata seperti hutan kecil. Di cipanas juga menyediakan beberapa kompleks Villa yang indah sebagai tempat beristirahat. Disekitarnya juga terdapat beberapa pilihan tempat pemandian yang seru dan ramai buat wisata keluarga. Baca selengkapnya 5. Istana Cipanas Sebenarnya bangunan induk istana ini pada awalnya adalah milik pribadi seorang tuan tanah Belanda yang dibangun pada tahun 1740. Sejak masa pemerintahan Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron Van Imhoff, bangunan ini dijadikan sebagai tempat peristirahan Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Istana Cipanas yang merupakan Istana Kepresidenan, terletak di kaki Gunung Gede, Jawa Barat. Luas areal kompleks istana ini lebih kurang 26 hektare, namun sampai saat ini hanya 7.760 m2 yang digunakan untuk bangunan. Gedung ini ditetapkan sebagai Istana Kepresidenan dan digunakan sebagai tempat peristirahatan bagi Presiden atau Wakil Presiden beserta keluarga setelah kemerdekaan. Baca selengkapnya =====================================================   Amieykha – Jejaka kelahiran Jakarta ini merupakan founder dari JKTjalanjalan, komunitas traveling. Dia adalah seorang Traveler Kelas Pekerja yang jadwal travelingnya tidak menentu.   
...more

Pulau Ular Laut di Bima

TRIPTRUS - Dari ratusan spesies ular di seluruh dunia, spesies ular laut gelang (Laticauda colubrina) adalah salah satu ular yang bisanya paling kuat, bahkan lebih kuat dari ular King Cobra. Bahkan mendengar kata ular saja kebanyakan orang sudah bergidik ketakutan, apalagi berhadapan langsung dengan ular itu sendiri.Tapi di Bima, Nusa Tenggara Barat, ada sebuah pulau yang penuh dengan ular laut. Pulau yang terletak kurang lebih 500 meter dari pantai Oi Caba di Kecamatan Wera ini adalah sebuah pulau batu kecil yang tidak dihuni oleh manusia. Dengan menaiki perahu dari pantai, pulau ini dapat dicapai dalam waktu kurang lebih 20 menit. Pulau ular ini oleh masyarakat sekitar diberi nama Nusa Nipa. Sedangkan warga Ende, Flores menjuluki pulau ini dengan nama Nuca Nepa Lale, atau pulau ular yang indah. Sementara, warga Manggarai memberi nama Nuha Ula Bungan, atau pulau ular yang suci. Bagi masyarakat sekitar, ular-ular di pulau ini bukanlah sesuatu yang ditakuti. Sejak pulau ular mulai dikenal dan dikunjungi, masyarakat sekitar mendapatkan rezeki dengan menjadi guide dan menyewakan kapal ke pulau itu. Masyarakat sekitar yang mendatangi pulau itu tidak merasa takut sedikitpun menyentuh ular-ular itu. Mereka bahkan dengan santai memasukkan tangan ke celah-celah tebing batu untuk mengambil ular yang bersembunyi. Ular laut di pulau ini juga bahkan mendatangi orang apabila dipanggil. Meskipun begitu, pengunjung dari daerah lain tidak bisa sembarang menyentuh ular begitu sampai di pulau itu. Kabarnya, ular di pulau harus terlebih dahulu dipegang oleh orang lokal, jika tidak bisa digigit oleh ular itu. Untuk memegang ular tidak perlu menggenggam dengan erat, cukup biarkan ular berkeliaran di tangan anda. Menurut cerita rakyat setempat, pulau ular ini sebenarnya adalah kapal dagang Portugis yang terkena kutukan. Para awak kapal berubah menjadi ular laut sementara kapalnya berubah menjadi pulau dan dua pohon Kamboja di pulau itu merupakan tiang kapalnya. Oleh karena itu, pengunjung dilarang membawa pergi ular dari pulau, karena dapat mendatangkan bencana.Ular laut memang termasuk tidak agresif seperti kebanyak spesies ular lainnya. Tapi bila mengunjungi pulau ular pengunjung diharapkan berhati-hati melangkah, karena ular yang terkejut apabila terinjak dapat menggigit untuk mempertahankan dirinya. Tiap tahun ada beberapa nelayan yang terpatuk ular laut saat ingin menyingkirkan ular dari jala. Jika berkunjung ke pulau ular, selain bisa "bermain" dengan ular yang ada di pulau itu, pengunjung juga dapat melihat pemandangan Gunung Sangiang yang berdiri tegar di kejauhan dengan puncaknya yang bermahkota kabut serta beberapa pulau karang yang indah di sekitar pulau ular.
...more

Melirik Pantai Wisata Jember

Wisata bahari di pantai selatan Jember mulai dilirik investor asing. Bahkan, perusahaan Korea sudah menyurvei tiga pantai unggulan di Jember. Mereka tertarik serta ingin menanamkan modal. Sebab, pantai di Jember dinilai potensial. Plt Kepala Kantor Wisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember M. Satuki menyatakan, tiga pantai tersebut adalah Pantai Watu Ulo, Papuma, dan Payangan. ”Belum ada kesepakatan apa pun. Namun, mereka sangat mengapresiasi keindahan laut Jember,” katanya. Selain potensi wisata laut, mereka sempat melihat wisata pegunungan. Bahkan, lanjut Satuki, investor Jakarta juga turut melakukan survei. ”Yang paling antusias adalah investor Korea. Siang hari sudah diantar keliling pantai, mereka minta datang lagi malamnya,” jelasnya. Pihaknya memanfaatkan kesempatan itu untuk menunjukkan keindahan Pantai Papuma. Pihaknya men-setting makan malam di tepi pantai seperti di Legian Bali untuk meyakinkan para investor. Bahkan, mereka diyakinkan langsung oleh Bupati Faida. Sejumlah investor yang singgah di Jember tersebut datang setelah menyaksikan karnaval dunia JFC. Mereka semakin yakin setelah tiga menteri dan kepala daerah di Jatim turut datang ke Jember. ”Karena kami menangkap peluang itu,” imbuhnya. Satuki optimistis kedatangan para investor tersebut berdampak baik bagi kemajuan Jember. Selain itu, multiplier effect bakal terus mengalir ke Jember. Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat dapat terealisasi dengan optimal. Dia menambahkan, pergelaran JFC selama empat hari pekan lalu mampu mendatangkan 800 ribu wisatawan domestik. Sementara itu, wisatawan asing mencapai 200 ribu orang. ”Apalagi pada pekan bersamaan ada Mata Najwa yang dihadiri tiga menteri,” ujarnya. Dia mengaku seluruh hotel di Jember penuh. Bukan hanya hotel kelas bintang, hotel kelas melati pun dipenuhi pengunjung. ”Banyak homestay yang dihuni wisatawan,” ucapnya. Multiplier effect lain selama pelaksanaan JFC juga dirasakan pelaku UMKM di Jember. Meski demikian, mereka mengakui bahwa penjualan suvenir perlu ditingkatkan. Perjalanan paket wisata juga perlu direalisasikan selama ada momen agenda wisata semacam itu. Sebab, konsep terintegrasi sangat diperlukan dalam menunjang efektivitas promosi potensi wisata di Jember. (Sumber: Artikel jawapos.com Foto eruvierda.wordpress.com)
...more

Wisatawan Indonesia Nomor 3 Paling Digital di Dunia

TripTrus.Com - Travelport merilis hasil risetnya tentang potret wisatawan dunia. Ada 19 negara yang disurvei potret wisatawannya. Dan wisatawan Indonesia menempati posisi ketiga paling digital di dunia, setelah India dan Cina. Berikut hasil lengkap hasil riset Travelport seperti dipaparkan Mark Meehan, Managing Director Asia Pasific Travelport dan Raymond Setokusumo Predir PT Galileo Indonesia Perdana yang juga di Restoran Plataran Menteng. Travelport melakukan survei pada 11 ribu responden wisatawan global dengan rentang usia 19-55 tahun, khusus melihat penggunaan alat digital dalam merencanakan, memesan dan melakukan perjalanan. Dari 19 negara wisatawan yang disurvei, salah satunya Indonesia. Hasilnya menarik, traveler Indonesia ternyata berada di posisi tiga bisa paling digital. Ada empat tahapan perjalanan wisatawan yang disurvei: planning (perencanaan), booking (pemesanan), the journey (perjalanan) dan in destination (di tempat tujuan). The Global Digital Traveler Research yang dilakukan Travelport ini merupakan survei online memanfaatkan sampel wisatawan Toluna Research pada bulan Agustus 2017. Resoponden yang disurvei setidaknya telah melakukan satu penerbangan kembali tahun lalu. Wisatawan Indonesia menjadi salah satu yang diriset dikatakan Meehan, mengingat pertumbuhan pariwisata di Indonesia tumbuh secara signifikan sekitar 25,68 persen pada tahun ini, melampaui kawasan Asia Pasifik dan pasar negara berkembang lainnya. “Kami berharap dengan paparan riset ini, bisa menjadi acuan penyedia layanan perjalanan, agar tetap relevan dalam memberikan alat dan konten digital yang tepat waktu yang merupakan sarana penting dalam menjangkau dan memuaskan wisatawan Indonesia mulai dari mereka merencanakan perjalanan hingga kembali dari perjalanan mereka,” terang Meehan. Raymond menambahkan, itulah mengapa penting bagi pelaku di bisnis perjalanan dan wisata beradaptasi dengan perkembangan digital wisawatan Indonesia. Apakah itu agen wisata maupun airlines. Ia menyebut mengutip angka IATA (The International Air Transport Association) setidaknya ada 360 juta orang Indonesia akan melakukan perjalanan pada 2036. “Tahun 2016 saja angkanya sudah mencapai 120 juta, diprediksikan akan ada tambahan sekitar 235 juta penumbang baru,” imbuhnya. Menurut Raymond, dulu dukungan digital hanya untuk transaksi saja. “Sekarang dengan dukungan digital, airlines pun terus beradaptasi. Penumpang kini bisa menentukan posisi tempat duduk, menentukan maksimal bawaan mereka. Dulu dibatasi hanya satu batasan maksimal, sekarang dengan banyak pilihan. Kita jadi lebih fleksibel,” ujarnya. Meehan menambahkan temuan Travelport menunjukkan pentingnya alat digital bagi wisatawan sepanjang perjalanan mereka. “Kami mengindentifikasi adanya kebutuhan bagi industri perjalanan dan perhotelan global nilainya 7,6 triliun dolar Amerika untuk beradaptasi secara terus menerus untuk memberikan layanan yang responsif, relevan dan tepat waktu bagi pelanggan,” ujarnya. Travelport merupakan perusahaan teknologi yang menyediakan solusi digital baik untuk agen travel maupun airlines. Di Indonesia, Travelport menjadi rekanan bagi Panorama, Dwidaya, Smilling Tour juga Traveloka dalam membangun digital platform mereka. Total ada 400 perusahaan termasuk airlines yang sudah menjadi rekanan mereka. Ketika melakukan perencanaan perjalanan (planning), 93% wisatawan Indonesia menggunakan video dan foto di media sosial yang diunggah temannya dalam menentukan tujuan wisata mereka. Angka ini sangat tinggi dibanding negara lain di Asia Pasifik yang hanya 76%. Dan 71% wisatawan yang diriset menggunakan pencarian suara ketika mencari tujuan wisata, angka ini kedua setelah Cina hanya beda 1 persen dengan 72%. “Walau demikian menariknya, mereka masih membutuhkan konsultasi dengan agen perjalanan profesional dalam memutuskan perjalanan wisata mereka. Ini ditunjukkan dengan 84 persen wisatawan menggunakan konsultasi agen perjalanan,” terangnya. Saat pemesanan perjalanan, saking digitalnya wisatawan Indonesia, mereka akan memilih hotel yang memiliki fasilitas wifi di dalam kamar mereka. “Wisatawan Indonesia akan menolak jika hotel men-charge untuk wifi, sekitar 63 persen angkanya, beda sedikit dari angka global 61 persen,” ungkap Meehan. Dan ketika booking, 68% wisatawan melakukannya melalui ponsel pintar mereka. Bahkan untuk corporate trip pun, 35% bahkan melakukannya melalui aplikasi mobile. Dan 43% responden menyatakan frustasi jika harus memesan elemen-elemen perjalanan secara terpisah, semisal booking tiket pesawat, hotel atau trip wisata mereka secara terpisah. Ketika dalam perjalanan pun demikian, wisatawan Indonesia ingin selalu terhubung dengan keluarga atau koleganya. Ini ditunjukkan dengan 84% menyatakan bahwa ingin selalu terhubung saat bepergian apakah melalui telepon internet maupun video call. “Dalam perjalanan mereka tidak ingin dibuat ribet dengan urusan print tiket, ini terlihat dari 80 persen menyatakan boarding pass digital dan e-ticket membuat perjalanan lebih mudah,” terangnya. Saat sudah tiba di tujuan, 64% wisatawan bisnis sangat menghargai layanan concierge di ponsel pintar mereka. “Lalu 57 persen pelancong lebih memilih check in hotel melalui aplikasi dan 80 persen yang disurvei menyatakan akan memberikan review pada hotel dan restoran yang mereka kunjungi, sedangkan riset global menunjukkan hanya 75 persen memberikan review,” ujarnya. (Sumber: Artikel swa.co.id)
...more

Panduan Keren Event Wisata 2026, Lampung dan Jawa Barat Bakal Super Seru

TripTrus.Com - Bro-Sis Traveler, siap-siap tahun 2026 bakal penuh vibes event wisata yang seru, kultur, sampai olahraga hits! Dari Lampung yang nge-hits banget sama festival kuliner budaya sampai Jawa Barat yang racik event kece sepanjang Januari, semua info ini wajib lo catet biar nggak ketinggalan jalan-jalan bareng temen-temen lo! Paling seru, berbagai kegiatan mulai dari wayang golek, fun run, sampai konser jazz ada semua, bikin liburan lo makin rame dan penuh momen IG-able abis! Jadi siapin jadwal lo, catet tanggal pentingnya, dan jangan sampe event favorit lo lewat gitu aja, Bro-Sis! Ini baru awal dari seluruh calendar of events yang disiapin buat bikin tahun lo makin legendary!       View this post on Instagram A post shared by HOG CREATIVE (@ho.g.creative) Lampung Maju: Festival, Budaya, & Kuliner yang Bikin Lo Betah! Bro-Sis Traveler, di Lampung tuh bukan sekadar wisata alam doang — event sepanjang tahun 2026 siap ngebuat feed lo penuh sama foto-foto kece dan pengalaman nyata banget! Mulai Januari, lo bisa nongkrong di Srawung Seni Sawah sambil nikmatin vibes lokal, lanjut ke Lampung Event Kuliner yang manjangin lidah lo dari 30 Jan – 8 Feb! Ga cuman itu, tiap bulan bakal ada festival unik kayak Festival Mangrove Pasir Sakti, Festival Tirta Kali Medek, sampe Tanggamus Expo yang rame banget! Terus pas April-Mei, kontes Muli Mekhanai jadi ajang keren buat liat budaya asli Lampung yang penuh warna, diselingi juga kegiatan seru kayak Festival Megou Pak dan Trail Run buat lo yang suka sporty vibes! Apalagi pas pertengahan tahun, Lampung makin ramai sama acara besar kayak Krakatau Festival, Tubaba Art Festival #10, Festival Kuda Lumping sampai Festival Literasi — semua itu bakal nyajiin pengalaman budaya lokal yang kuat plus festival keren buat lo jalan-jalan sama squad atau keluarga! Tentu aja, event-event ini juga bantu ngangkat ekonomi lokal dan bikin Lampung makin dikenal secara nasional maupun internasional, Bro-Sis.  [Baca juga : "8 Event Kece Buat Lo Yang Hobi Jalan Juga Nyantai"] Jawa Barat Januari 2026: Game On! Culture, Race, & Fun Vibes! Bro-Sis Traveler, kalo lo lagi ngerencanain liburan Januari 2026, Jawa Barat tuh pilihan yang gila serunya! Opening bulan ini dimulai dengan Pagelaran Wayang Golek Putra Giri Harja 3 di Bandung tanggal 3 Januari — cocok banget buat lo yang pengen liat seni tradisional klasik yang masih nge-hits abis. Selama bulan Januari juga ada Nyawang Bulan sepanjang 3–31 Januari buat lo yang pede sama tradisi lokal, plus series Longser setiap Selasa di Gedung Rumentangsiang yang asik banget buat nuansa budaya yang chill tapi penuh cerita. Gak ketinggalan, ada pertunjukan Lutung Kasarung The Shadow Theatre di Dago yang bakal kasih lo vibes seni teatrikal yang unik banget! Buat lo yang suka aktivitas fisik, event kayak Jago Race, Babaturan Ganesha Fun Run, Tahura Trail Running, dan juga Bogor Color Run Festival siap bikin Bulan Januari lo makin rame dan sporty! Dan buat tutup bulan Januari, ada Jazz Hujan: Intimate Jazz Concert di Bogor yang bakal jadi pengalaman musik yang vibes banget buat lo yang suka relaxing sambil nikmatin sunset dan musik. Pokoknya Jawa Barat Januari 2026 tuh udah kayak festival marathon, Bro-Sis! Akhirnya, Bro-Sis Traveler, jelas banget kalo 2026 bakal jadi tahun yang penuh dengan event kece di dua wilayah hits: Lampung dan Jawa Barat. Lo bisa ngebuild itinerary lo dari festival kuliner dan budaya yang rame di Lampung sampe event sport & culture mashup di Jawa Barat yang Instagram-worthy banget! Semua ini bukan cuma buat lo yang suka jalan-jalan, tapi juga buat lo yang pengen ngulik budaya lokal, ngerasain event komunitas, dan bikin cerita liburan lo makin legit. Jadi siapin packing list, camera, dan tentu aja semangat loe buat explore semua event keren ini bareng squad! Jangan lupa catet tanggal-tanggal pentingnya biar gak sampe nyesel karena event favorit lo udah kelar tanpa lo datengin! (Sumber Foto @ho.g.creative)
...more

Jangan Coba Rekam Atau Lihat Gerhana Matahari Pakai Smartphone!

TripTrus.Com - Di sisi lain saat dipakai untuk memotret saja, shutter kamera hanya akan terbuka sebentar dan menangkap cahaya yang diperlukan. Akan tetapi saat dipakai untuk merekam atau melihat gerhana matahari secara langsung, shutter akan terbuka dalam waktu lama, memungkinkan banyak cahaya untuk masuk dan akhirnya berpotensi merusak sensor kamera. Alasan yang sama juga dipakai oleh fotografer untuk menghindari memotret langsung menghadap matahari terlalu sering. Bahkan, mengarahkan kamera ke matahari dalam waktu lama juga dipercaya bisa membakar shutter dan mekanisme bukaan lensa kamera. Demi keselamatan smartphone atau kamera, sangat disarankan untuk menambahkan filter khusus yang ditempatkan di depan lensa untuk mengurangi paparan cahaya saat memotret gerhana matahari. (Sumber: Artikel merdeka.com Foto indogamers.com) 
...more

Tiga Bangunan Bersejarah Banten Lama Ini Layak Dikunjungi

TripTrus.Com - Kawasan Banten Lama memiliki sejumlah tujuan wisata bersejarah yang kerap didatangi peminat wisata sejarah dan religi. Lokasinya yang berada di bibir pantai menawarkan cerita sejarah, pemandangan, serta gambaran kejayaan masa lalu. Di kompleks Banten Lama, pengunjung bisa menemukan peninggalan Keraton Surosowan, Keraton Kaibon, dan Benteng Spellwijk. Di kawasan tersebut ada Museum Kepurbakalaan Banten, Masjid Agung Banten, dan Vihara Avalokitesvara. 1. Vihara Avalokitesvara   Vihara Avalokitesvara Serang, Banten. Jl. Raya Serang, Banten, Kasemen, Kota Serang, Banten 42191 #viharaavalokitesvara #viharaavalokitesvarabanten #wisatabanten #note8photography #mobilephotography #terfujilah #xm1 #kakigatal *latepost A post shared by Wani Lo (@wani_lo) onJun 20, 2018 at 3:36am PDT Vihara ini dibangun pada abad ke-16 merupakan satu dari Vihara tua di Indonesia. Vihara ini memiliki sebutan sebagai Kelenteng Tridarma. Umat Buddha, Kong Hu Cu, dan Taoisme beribadah di sini. Seperti kebanyakan vihara masa lalu, umat beragama lain pun bisa leluasa mengujungi untuk sekedar menikmati suasana di sana. 2. Keraton Kaibon   Belajar Sejarah dari Travelling Nusantara. Lokasi : Keraton Kaibon (Banten). #nusantara #indonesia #explorenusantara #travelling #travellingnusantara #pesonaindonesia #visitindonesia #keratonkaibon #banten #shooting #cinema #actor #talent A post shared by Januar Ismu Tanjung (@ismutanjung) onAug 18, 2018 at 9:10pm PDT Tempat ini diyakini sebagai kediaman Ratu Aisyah, ibu dari Sultan Syaifuddin. Namun bangunannya hancur ketika tentara Belanda menyerang Banten. Untungnya masih tersisa bagian bangunan istana itu.  Di dekat tempat ini ada kediaman para Sultan Banten, dari Sultan Maulana Hasanudin hingga Sultan Haji. [Baca juga : "Jadi Tempat Syuting Film, 7 Spot Wisata Indonesia Ini Makin Terkenal"] 3. Masjid Agung Banten   A post shared by Angga Senu Wardana (@anggasenuwardana08) onJul 28, 2018 at 7:18pm PDT Masjid ini bercora unik. Menaranya mirip mercusuar dan beratap pagoda khas arsitekur Cina. Bangunan peninggalan Kerajaan Banten pada masa pemerintahan putra pertama Sunan Gunung Jati, Sultan maulana Hasanudin, ini masih kukuh berdiri, walau usianya sudah lebih dari tiga setengah abad.   Di sini, kompleks makam sultan Banten beserta keluarganya berada. Tak hanya itu, pengunjung Banten Lama tetap bisa membeli oleh-oleh seperti kerajinan Suku Badui, atau golok asli Ciomas. (Sumber: Artikel tempo.co Foto vakansinesia.com)
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...