TripTrus.Com - Eh, buat kalian di Jawa Tengah, bulan November ini ada kabar asyik nih! Ada banyak event seru yang bakal digelar di daerahmu. Gini nih, Babad.id bakal ngasih info lengkap soal jadwal dan lokasi event-event keren yang akan ngeramein Jawa Tengah pas bulan November 2023.
Info ini kita dapetin dari ‘Jawa Tengah Calendar of Events 2023’ yang disusun sama anak-anak Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Jawa Tengah. Cekidot, yuk, event keren yang bakal diadain di Jawa Tengah November ini:
View this post on Instagram
A post shared by 00 (@ilhamzainul52)
1. Kirab Ki Ageng Sela Kamulyan
Nah, yang pertama ini ada Kirab Ki Ageng Sela Kamulyan. Mereka bakal berbaris rapi dari halaman pendopo Kecamatan Watukumpul, terus menuju Makam Mbah Hadiyana Natas Angin, lalu jalan-jalan ziarah ke makam leluhur lainnya, yaitu Mbah Tepus dan Mbah Among Rogojati. Asyik, kan?
2. Festival Mangga Istana
Ada juga Festival Mangga Istana, yang bakal ngebahas tentang mangga dan olahan mangga. Mereka bakal ngerayain ini dengan jalan-jalan bawa gunungan mangga, dan ada juga kirab putri dan jaka mangga. Buat info lebih lanjut, hubungi Riki di 0821 3510 1530.
3. Festival Dayung Pemalang
Kalau kamu suka yang berbau air, cek deh Festival Dayung Pemalang. Mereka bakal adain perlombaan dayung tingkat provinsi, plus lomba perahu karet dan gethek. Buat tahu lebih banyak, bisa tanya Riki di 0821 3510 1530 juga.
4. Pagelaran Wayang Kulit
Pernah nonton wayang kulit? Nah, di sini bakal ada Pagelaran Wayang Kulit buat ngerayain Hari Wayang Nasional dan mengenang Ki Manteb Sudarsono. Ini juga jadi bagian dari perayaan Hari Jadi ke-106 Kabupaten Karanganyar.
5. Nyadran Gunung Silurah
Nah, ini tradisi turun temurun buat ngucapin terima kasih ke Sang Pencipta. Mereka bakal ngadain Gendu-gendu roso, tari ronggeng, dan ider-ider desa di Desa Silurah, Kabupaten Batang. Buat info lebih lanjut, hubungi Kasirin di 0823 2868 1138.
6. Festival Desa Wisata
Kalau suka yang ala-ala desa, cek deh Festival Desa Wisata. Mereka bakal tunjukin desa-desa wisata di Kabupaten Blora sambil promosiin potensinya. Bisa jadi ajang buat belajar memajukan desa wisata dengan ide-ide lokal.
7. Batang Ekraf Festival
Nah, ini festival ekraf (ekonomi kreatif) yang diadain setahun sekali. Banyak komunitas, seniman, dan pelaku ekraf ikutan. Mereka bakal ngadain pameran ekraf, ngumpul bareng komunitas, pertunjukan, dan workshop. Seru, kan?
8. International Mask Festival (IMF)
Ada juga International Mask Festival. Ini pagelaran seni tari yang ngelibatin seniman dari dalam dan luar negeri. Bakal seru banget!
[Baca juga : "6 Event Keren Buat Liburan Di Indonesia Sampe Akhir Oktober 2023. Jangan Sampai Ketinggalan!"]
9. Roban Fashion Week
Ini buat yang suka fashion. Mereka bakal nampilin potensi ekonomi kreatif di bidang fesyen di Kabupaten Batang. Ada kategori Fashion Design, Fashion Kids, dan Fashion Show. Buat info lebih lengkap, bisa hubungi Arief di 0818 0352 7493.
10. Grebeg Lawu
Grebeg Lawu bakal ngasih penampilan seni yang spektakuler. Ada seni tarim wayang kulit, reog, karawitan, dan ketoprak. Ini juga jadi rangkaian perayaan Hari Jadi ke-106 Kabupaten Karanganyar.
11. Borobudur Marathon
Nah, buat yang suka lari, Borobudur Marathon ini cocok banget. Ini ajang lari keren yang diikuti oleh atlet dan pelari dari seluruh Indonesia. Untuk info lebih lengkap, cek Instagram @borobudur.marathon.
Jadi, itu dia daftar acara seru yang bakal berlangsung di Jawa Tengah bulan November 2023. Jangan sampe ketinggalan, ya! 😄🎉📅 (Sumber Foto @rahmad.setiabudii)
...moreTripTrus.Com - Desa Wisata Batulayang, geng, di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, beneran masuk dalam delapan besar nominasi desa wisata terbaik dunia versi UN World Tourism Organization (UNWTO), loh. Desa Wisata Batulayang ini bukan main-main, berhasil nggak tahu diri di delapan besar dari total 4.573 desa wisata di Indo. Bahkan, dia satu-satunya desa yang mewakili Jawa Barat, guys.
View this post on Instagram
A post shared by DESA WISATA BATULAYANG (Keaneka Ragaman Hayati) (@desawisata.batulayang)
Kepala Bidang Destinasi Pariwisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor, si Yogi Tri Tugastiyo, ngebuktiin hal itu pas diwawancara sama tim Diskominfo Kabupaten Bogor tanggal 4 Agustus 2023.
Nah, dari tujuh ribuan lebih desa wisata itu, Kemparakraf RI pilih 47 desa buat dicalonin di ajang UNWTO. Terus, dari 47 desa itu, tim Kemparakraf nyaringin lagi dan pilih delapan besar, salah satunya emang Desa Wisata Batulayang buat mewakili Indo.
Si Yogi Tri Tugastiyo, orangnya dari Bidang Destinasi Disbudpar Kabupaten Bogor, nyeritain kalo Desa Wisata Batulayang ini udah diincar sejak tahun 2014, guys. Udah lama banget, dari segi organisasi dan manajemen, jadi sumber daya manusianya terjaga terus.
Ini syaratnya kerasa serius banget, ya. Biar masuk delapan besar, pertama Desa Wisata Batulayang kudu dapet penghargaan Indonesia Nasionalisme Award, lalu harus punya Sertifikat Desa Wisata Berkelanjutan dari Kemparakraf RI. "Puji Tuhan, Desa Wisata Batulayang memenuhi kriteria-kriteria itu. Terus yang bikin makin unik, dia punya kehebatan lain. Dia jagain alamnya dengan serius, ada hutan yang diawasin, tanam-tanam pohon, jaga lingkungan, lalu juga dorong warga dan promosiin produk lokal dari usaha kecil-kecilan," jelas Yogi.
[Baca juga : "Ini Deretan Event Keren Buat Kamu Yang Mau Nge-Trip Ke Sumatra Barat Pas Bulan Agustus 2023"]
Terus, Yogi ngomongin prosesnya, loh. Mulai 6 Juni 2023, Desa Batulayang udah diberitahu kalo dia masuk nominasi 47 besar UNWTO. Terus, tanggal 7 Juni 2023 ada tahapan sosialisasi. Lanjut lagi tanggal 8-15 Juni 2023, mereka isi formulir dan jawab 12 pertanyaan plus 200 dokumen dalam Bahasa Inggris yang dikirim lewat situs UNWTO.
Si Yogi ini, dia enggak sendirian. Tim pengelola Desa Wisata Batulayang ditemenin sama tim dari Disbudpar Kabupaten Bogor. Tanggal 25 Oktober 2023, kita bakal tahu hasilnya, siapa yang bakal jadi yang terbaik tingkat dunia. (Sumber Foto @desawisata.batulayang)
...moreTripTrus.Com - Bro-Sis traveler, setelah kita gasin 8 event epic di batch 1, sekarang saatnya lanjut ke 9 event batch 2 yang siap bikin September 2025 lo makin hype! Dari Sulawesi, Lampung, Riau, Banten, sampe Kalimantan, tiap festival bakal kasih vibes beda—dari budaya, seni, kuliner, sampe ritual tradisional. Jadi siapin kalender, outfit kece, kamera, dan energi positif karena gue bakal nemenin lo keliling festival paling hype bulan ini. Rasain, capture, dan bikin memories yang nggak bakal lo lupain, bro-sis!
Festival Pinisi – Bulukumba (11-13 September)
Bro-Sis, kalau lo doyan laut sekaligus budaya, Bulukumba wajib banget masuk list! Kapal Pinisi UNESCO hadir lengkap sama ritual adat seperti annyorong lopi, songka bala ribantilang, ammossi’, sampe andingingi. Lo bisa ikutan nyatu sama budaya lokal, dapetin konten meaningful, sambil santai di pantai. Ada juga UMKM lokal, fashion show, pameran pangan khas, film dokumenter, pasar murah, sunatan massal, lomba perahu, sampe MURI makan ikan terbanyak. Jadi lo bisa chill, peduli sama budaya, dan seru-seruan bareng vibes lokal sekaligus!
Jakarta International Photo Festival (JIPFest) – Jakarta Pusat (12-21 September)
Dari laut ke kota metropolitan, Bro-Sis, JIPFest 2025 hadir di TIM Cikini, GRATIS! Lo bakal diajak explore gimana teknologi, medsos, dan AI nyatu sama hidup kita sehari-hari. Dengan tema “Coexistence”, lo bakal nemuin cara manusia dan teknologi jalan bareng tanpa kehilangan sisi humanis. Ada pameran foto, workshop, kuliah umum, diskusi kreatif, plus 50 bintang tamu. Jangan cuma scroll timeline, gas langsung ke TIM, capture energi visualnya, dan dapetin konten yang estetik plus meaningful abis!
Gema Sulbar – Mamuju (14-22 September)
Bro-Sis, Sulawesi Barat punya Gema Sulbar yang GRATIS, cozy, dan penuh energi kreatif! Lo bisa keliling bazar ekonomi kreatif, nikmatin musik tradisional, kuliner unik, dan seni lokal yang otentik banget. Bisa ngobrol sama kreator lokal, explore fashion tenun, sampai nyobain kuliner kekinian khas Sulbar. Atmosfernya hangat, energik, dan bikin lo ngerasa connected sama budaya lokal. Perfect buat lo yang pengen konten legit dan pengalaman autentik, sekaligus dapet vibes positif dan meaningful!
Tubaba Art Festival – Tulang Bawang Barat (18-20 September)
Bro-Sis, kalau lo pengen seni yang dalem dan immersive, Tubaba Art Festival bakalan nge-hits banget buat lo! Dari tari, teater, musik, film, kriya, sampe sastra, semua nyatu bareng bazar kreatif warga. Lo bakal liat murid sekolah seni sampai seniman internasional kolaborasi total. Ada workshop, pameran, dan panggung live, bikin lo nggak cuma nonton, tapi jadi bagian dari ekosistem seni inklusif. Gratis, santai, tapi vibesnya penuh makna—perfect buat lo yang pengen deeper connection sama seni lokal!
Kenduri Riau – Pekanbaru (19-22 September)
Bro-Sis, Pekanbaru gak kalah hype, nih! Kenduri Riau ngajak komunitas, pengusaha, kreator, dan pariwisata kolaborasi sambil rayain budaya lokal. Lo bakal nemuin UMKM, seniman, dan brand lokal pamerin karya mereka, sambil nikmatin vibes kota yang makin kece. Acara ini bukan sekadar show, tapi pengalaman yang bikin lo jadi bagian ekosistem kreatif Riau. Dari community hangout, produk lokal, sampe atmosfer kota, semua nyatu jadi festival yang meaningful dan Instagrammable. Perfect buat lo yang pengen konten legit plus pengalaman autentik!
[Baca juga : "Festival Nusantara September 2025, Gaskeun Explore Budaya & Kreativitas Lo! Batch 1"]
Seren Taun Kasepuhan Cisungsang – Lebak (22-29 September)
View this post on Instagram
A post shared by Hutan Sosial (@hutansosial)
Bro-Sis, siapin hati karena Seren Taun Kasepuhan Cisungsang bakal jadi pengalaman spiritual dan seru sekaligus! Lo bisa ikut ritual panen padi, pantun, Bubuka, Balik Taun Rendangan, sampe prosesi Ngareremokeun. Rasain gotong royong, syukur, dan spiritualitas lewat seni tradisional. Outfit ala milenial tapi sopan wajib dibawa, plus kamera biar bisa capture momen otentik. Festival ini perfect buat lo yang pengen meaningful content sekaligus pengalaman budaya yang autentik dan memorable, bro-sis!
Balikpapan Fest – Balikpapan (24-28 September)
Bro-Sis, Balikpapan Fest ke-6 siap nyuguhin vibes “Harmoni Nusantara” yang unik! Budaya pesisir, pedalaman, dan keraton kolaborasi di panggung yang sama. Lo bisa nikmatin kuliner, tarian tradisional, musik daerah, plus kreasi kontemporer—semua dalam satu journey. Gratis dan penuh edukasi, festival ini bikin lo ngerasain miniatur Indonesia yang hidup, estetik, dan seru. Cocok banget buat lo yang pengen feed Instagram kece sekaligus pengalaman budaya yang lengkap!
Makassar International Eight Festival & Forum (F8 Makassar) – Makassar (24-28 September)
Bro-Sis, F8 Makassar ngumpulin 8 subsektor kreatif: Fusion Music, Fashion, Film, Fine Arts, Fiction Writers, Folks, Flora & Fauna, sampai Food & Fruit. Lo bakal masuk arena seni, fashion show, kuliner Nusantara, sampe talkshow seniman. Dengan tema “FUNtastic Eight”, tiap elemen punya highlight sendiri. Vibesnya fun, colorful, dan super contentable buat lo yang doyan pengalaman budaya lengkap dan memorable. Jangan cuma nonton, tapi gasin semua energi lo di sini, bro-sis!
Festival Salo Karajae – Parepare (27 September – 1 Oktober)
Bro-Sis, penutup September 2025 bakal epic banget lewat Festival Salo Karajae! Lomba tradisional gokil kayak dayung, tangkap bebek, tari kreasi, sampe lomba mancing bikin lo belajar kearifan lokal sambil fun bareng. Musik tradisional berpadu band indie & musisi ternama bikin vibe malam makin enerjik. Plus, ada pameran UMKM & kuliner lokal. Gratis dan terbuka buat semua, festival ini wajib lo datengin, capture vibes, dan bikin memories epic yang nggak bakal lo lupain!
Bro-Sis traveler, September 2025 tuh bukan bulan biasa—ini bulan full festival, budaya, seni, kuliner, dan kreativitas dari Sulawesi, Lampung, Riau, Banten, Kalimantan, sampe Makassar. Lo bakal dapet pengalaman meaningful, feed-worthy, dan berkontribusi ke komunitas lokal. Jadi siapin tiket, kamera, outfit kece, dan energi positif karena tiap festival bakal kasih cerita dan vibe beda tapi epic abis! Datang langsung, rasain vibes, dan bikin memories yang nggak bakal lo lupain, bro-sis! (Sumber Foto @am1rpajjokka)
...moreTripTrus.Com - Tangerang Selatan adalah kota satelit warga komuter. Tapi di sana ada jejak sejarah perjuangan Daan Mogot yang harus disayang warganya.Adalah Monumen Palagan Lengkong, atau yang sering disebut Monumen Lengkong di Tangerang Selatan. Bangunan ini dibuat pada tahun 1993, untuk mengenang peristiwa Lengkong yang menewaskan 34 taruna dan 3 perwira, yakni Mayor Daan Mogot, Lettu Soebianto dan Lettu Soetopo.Di sebelah monumen, ada sebuah rumah kecil yang terlihat tua. Di depannya, terlihat tulisan 'Cagar Budaya Palagan Lengkong'. Lengkap dengan logo Pemda Tangerang dan sejarah mengenai tempat tersebut.
View this post on Instagram
Untuk mengenang Peristiwa Lengkong ada dua tempat bersejarah yang pertama adalah Taman Makam Pahlawan (TMP) taruna yang bertempat di Jl. Daan Mogot (JL. Raya Jakarta-Serang) KM 24,5 dan yang kedua adalah monumen Lengkong yang berada di wilayah Serpong Tangerang. Monumen yang dibangun berdampingan dengan Taman Daan Mogot itu berdiri tahun 1993 di atas lahan seluas 500 meter persegi. Pada dinding prasasti monumen terukir nama-nama taruna dan perwira yang gugur pada peristiwa pertempuran Lengkong. Sedangkan di dalam museumnya, terpampang foto-foto perjuangan para taruna militer di Indonesia berserta akademinya. . Monumen Lengkong kini dijadikan sebagai tempat peringatan peristiwa pertempuran Lengkong yang diperingati setiap tanggal 25 Januari. Bahkan, keputusan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu menetapkan peristiwa tersebut sebagai Hari Bakti Taruna Akademi Militer. Hal itu dituangkan lewat Surat Telegram KSAD Nomor ST/12/2005 bertanggal 7 Januari 2005. [#paskibra2k18 #paskibrapeduli #pembarismuda #peristiwalengkong #sejarahlengkong #monumenlengkong #abouttng]
A post shared by Paskibra MTsN 3 Kab.Tangerang (@paskibraksatriaarjuna) onFeb 11, 2018 at 2:27am PST
Sayang seribu sayang, monumen yang berlokasi di sebuah taman bernama Taman Daan Mogot ini sepi pengunjung. Bahkan, saat detikTravel berkunjung, hanya ada petugas kebersihan.
Di rumah kecil tua itu, setiap harinya tertutup dan terkunci. Menurut Hamdan, petugas kebersihan, kunci itu dipegang oleh anggota TNI."Rumah ini setiap harinya terkunci, kuncinya punya anggota (Militer). Jadi nggak terbuka setiap hari," ujarnya pada detikTravel. Menurut Hamdan, rumah itu tidak berisi. Namun, dari luar lingkungannya sering dibersihkan. "Nggak ada isinya. Coba aja melongok, kosong," tambahnya.
Hamdan menambahkan, rumah tersebut memang terbuka di saat-saat tertentu. Seperti pada peringatan peristiwa Lengkong 21 Januari. "Kalau bulan Januari itu suka diletakkan foto-foto, dibuka untuk beberapa orang-orang penting. Nah, kalau itu baru ramai suka ada acara," ucapnya.Dalam beberapa referensi yang ditelusuri detikTravel, rumah ini adalah bekas markas tentara Jepang yang dilucuti senjatanya oleh pasukan Daan Mogot pada 25 Januari 1946. Namun ada insiden senjata yang berujung dengan baku tembak. Daan Mogot dan pasukannya gugur.
Meskipun sepi pengunjung saat didatangi, tetapi menurut Hamdan biasanya ada sejumlah traveler yang berasal dari Jakarta mengunjungi monumen Palagan Lengkong. Lokasi Monumen Palagan Lengkong sebenarnya cukup strategis. Di jantung kota BSD, dekat Mc Donald's BSD Plaza tepatnya Jalan Raya Pagedagan, Lengkong Kulon BSD.
[Baca juga : "Indahnya Telaga Saat, Danau Eksotis Di Puncak Tertinggi Bogor"]Padahal, ini bisa jadi potensi pariwisata yang ada di tengah kota Mandiri BSD City. Sudut wilayah tersebut terkenal dengan bangunan-bangunan modern yang asyik untuk rekreasi. Jika saja, lebih dikemas dengan baik dan promosi yang mumpuni, pasti bisa jadi wisata sejarah akhir pekan yang seru. (Sumber: Artikel travel.detik.com Foto megapolitanpos.com)
...moreTripTrus.Com - Pada masa penjajahan Belanda, wilayah ini masuk ke dalam Karesidenan Batavia dan mempertahankan karakteristik tiga etnis, yaitu suku Sunda, suku Betawi, dan Tionghoa.
Pembentukan wilayah ini sebagai kota otonom berawal dari keinginan warga di kawasan Tangerang Selatan untuk menyejahterakan masyarakat. Pada tahun 2000, beberapa tokoh dari kecamatan-kecamatan mulai menyebut-nyebut Cipasera sebagai wilayah otonom. Warga merasa kurang diperhatikan Pemerintah Kabupaten Tangerang sehingga banyak fasilitas terabaikan.
Pada 27 Desember 2006, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang menyetujui terbentuknya Kota Tangerang Selatan. Calon kota otonom ini terdiri atas tujuh kecamatan, yakni, Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang, Pondok Aren, Serpong, Serpong Utara dan Setu.
Pada 29 Oktober 2008, pembentukan Kota Tangerang Selatan diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Indonesia, Mardiyanto, dengan tujuh kecamatan hasil pemekaran dari Kabupaten Tangerang yang telah disetujui oleh DPRD Kabupaten Tangerang pada 27 Desember 2006.
1. Situ Gintung
View this post on Instagram
Bersandar melepas mentari, tanda tlah tiba saatnya kita ngopi :) . Lokasi: Situ Gintung, lewat pintu masuk kuburan lurus terus, ketemu lapangan tempat adu burung lurus, belokan ke dua setelah warung. . #dolanae #situgintung #tangsel #danausitugintung #tangerangselatan #kelanapesonaindonesia #senja #ngopi #tempatngopi #wisata #banten #jelajahbanten #visitbanten #ciputat #siluet #indonesia_photography #danau #jalanjalansore #mancingmania #mancing #pariwisata #pesonaindonesia #wonderfulindonesia #wonderfulplaces #travelphoto #travelphotography #indotravellers #instanusantarajakarta #enjoyjakarta #geonusantara
A post shared by Febri Amar (@febriamar) onDec 11, 2018 at 11:19pm PST
Pada masa penjajahan Belanda, wilayah ini masuk ke dalam Karesidenan Batavia dan mempertahankan karakteristik tiga etnis, yaitu suku Sunda, suku Betawi, dan Tionghoa.
Pembentukan wilayah ini sebagai kota otonom berawal dari keinginan warga di kawasan Tangerang Selatan untuk menyejahterakan masyarakat. Pada tahun 2000, beberapa tokoh dari kecamatan-kecamatan mulai menyebut-nyebut Cipasera sebagai wilayah otonom. Warga merasa kurang diperhatikan Pemerintah Kabupaten Tangerang sehingga banyak fasilitas terabaikan.
Pada 27 Desember 2006, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang menyetujui terbentuknya Kota Tangerang Selatan. Calon kota otonom ini terdiri atas tujuh kecamatan, yakni, Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang, Pondok Aren, Serpong, Serpong Utara dan Setu.
Pada 29 Oktober 2008, pembentukan Kota Tangerang Selatan diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Indonesia, Mardiyanto, dengan tujuh kecamatan hasil pemekaran dari Kabupaten Tangerang yang telah disetujui oleh DPRD Kabupaten Tangerang pada 27 Desember 2006.
Awal pembentukan situ (danau) ini adalah sebagai waduk yang berfungsi sebagai tempat penampungan air hujan dan untuk perairan ladang pertanian di sekitarnya, dibuat antara tahun 1932-1933 dengan luas awal 31 ha. Kapasitas penyimpanannya mencapai 2,1 juta meter kubik. Situ ini adalah bagian dari Daerah Aliran Ci Sadane merupakan salah satu sungai utama Provinsi Banten dan Jawa Barat sumber berasal dari Gunung Salak dan Gunung Pangrango di (Kabupaten Bogor, sebelah selatan Kabupaten Tangerang) yang mengalir ke Laut Jawa panjang sungai ini sekitar 80 km dan bendungan aliran Kali Pesanggrahan. Di tengah-tengah situ terdapat sebuah pulau kecil yang menyambung sampai ke tepi daratan seluas kurang lebih 1,5 ha yang bernama Pulau Situ Gintung beserta hutan tanaman yang berada sekitarnya.
Semenjak tahun 1970-an kawasan pulau dan salah satu tepi Situ Gintung dimanfaatkan sebagai tempat wisata alam dan perairan di mana terdapat restoran,kolam renang,dan outbond.
Terhitung tahun 2011 Situ Gintung berubah nama menjadi Bendungan Gintung (sesuai dengan PP No. 37 Tentang Bendungan Tahun 2010).
2. Stasiun Sudimara
View this post on Instagram
Jangan berharap akan menjadi pemenang jika tidak pernah kalah, taklukan apa yang ingin kamu taklukan dengan perjuangan! . Foto : @jonasiagianmoto #stasiunsudimara #ciputat #tangsellife #guetangsel #ilovetangsel #initangsel #tangsel #tangerangselatan
A post shared by Tangsel Life (@tangsel.life) onOct 23, 2018 at 6:20pm PDT
Stasiun Kereta Api Sudimara (SDM) atau yang selanjutnya disebut dengan Stasiun Sudimara, merupakan salah satu stasiun kereta api yang berada di bawah manajemen PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta yang berada pada ketinggian + 28 m di atas permukaan lain, dan merupakan stasiun kereta api kelas III. Stasiun Sudimara terletak di Jalan Raya Jombang, Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Lokasi stasiun ini berada di sebelah selatan Pasar Jombang.
Bangunan Stasiun Sudimara yang lama merupakan bangunan peninggalan masa Hindia Belanda meski fasade bangunan ini sedikit mengalami perubahan dengan penambahan ruangan di sebelah kanan bagian depan. Pembangunan stasiun ini bersamaan dengan pembangunan jalur kereta api Duri-Rangkasbitung sepanjang 76 kilometer. Pengerjaan jalur kereta api ini dilakukan oleh Staatsspoorwegen (SS), perusahaan kereta api milik Pemerintah Hindia Belanda, pada tahun 1899 berbarengan dengan pengerjaan jalur kereta api Duri-Tangerang. Peresmian stasiun ini dilakukan pada 1 Oktober 1899.
Proyek jalur kereta api Duri-Rangkasbitung ini merupakan bagian dari proyek besar jalur kereta api jalur Barat jilid 2 (Westerlijnen-2) hingga Merak. Pengerjaan proyek jalur kereta api ini dilaksanakan searah. Setelah jalur rel Duri-Rangkasbitung selesai, maka dilanjutkan jalur rel Rangkasbitung-Serang-Cilegon (1900), dan Cilegon-Merak (1914).
Pada awal mulanya, Stasiun Sudimara ini berfungsi sebagai stasiun lintasan kereta api saja (Stopplaats), namun kemudian berubah menjadi stasiun kecil (halte) untuk melayani warga sekitar yang menjual hasil perkebunannya ke Batavia Zuid (sekarang Jakarta Kota) maupun Tanah Abang. Pada 16 Maret 1954, Direksi Djawatan Kereta Api menaikkan Stasiun Sudimara menjadi stasiun kelas IV.
Sekarang, stasiun ini menjadi stasiun kelas III. Akan tetapi sejak dioperasikan KRL (Kereta Listrik), atau dalam bahasa menterengnya disebut Commuter Line hingga Stasiun Maja di Tangerang, Stasiun Sudimara ini menjadi stasiun yang tergolong ramai, sibuk dan padat jadwal lintasannya. Hal ini juga tak terlepas dari perkembangan hunian yang ada di sekitar stasiun tersebut, karena Ciputat merupakan daerah penyangga Kota Jakarta.
[Baca juga : "13 Bangunan Bersejarah Di Pandeglang"]
3. Monumen Palagan Lengkong
View this post on Instagram
MONUMEN PALAGAN LENGKONG. Monumen yang terletak di wilayah Lengkong Wetan, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten, untuk sampai ke lokasi diperlukan usaha yang lebih karena letaknya tidak di jalur utama penghubung Kota Tangerang dengan Serpong, masuk dalam kawasan perumahan Bumi Serpong Damai. Sesampainya di lokasi yang pertama dijumpai adalah sebuah rumah dengan papan informasi di halaman depan, isinya menyatakan bahwa lokasi tersebut merupakan kawasan cagar budaya. Di rumah tersebut pada 25 Januari 1946 terjadi pertemuan antara Mayor Daan Mogot, Direktur Akademi Militer Tangerang, dengan tentara Jepang yang bertujuan untuk melucuti persenjataan tentara Jepang agar tidak jatuh ke tangan tentara Belanda. Perundingan dengan pihak Tentara Jepang dibawah pimpinan Kapten Abe dilakukan oleh Mayor Daan Mogot, Mayor Wibowo dan Taruna Alex Sajoeti, taruna Akademi Militer Tangerang. Letusan senjata dan rentetan mitraliur yang terjadi secara tiba-tiba ketika perundingan tengah berlangsung dan berujung pada terjadinya pertempuran tak seimbang yang berakhir dengan tewasnya 34 taruna dan 3 perwira TRI, yaitu Mayor Daan Mogot, Letnan Soebianto, dan Letnan Soetopo. Sedangkan Mayor Wibowo dan lebih dari 20 Taruna lainnya ditawan oleh Tentara Jepang. Sayangnya, saat ini rumah tersebut tidak digunakan sebagai museum hanya sebagai penanda lokasi saja. Lalu bergerak ke arah belakang rumah baru lah nampak terdapat monumen yang terletak di sisi kanan dari rumah. Monumen yang berbentuk bidang cekung setinggi lebih dari 2 meter berlapiskan marmer hitam dan tiang bendera yang terdapat di bagian atas dinding. Pada dinding monumen terdapat tulisan tinta emas yang berisikan catatan sejarah singkat terjadinya Peristiwa Lengkong dan nama-nama mereka yang gugur dalam peristiwa tersebut serta diapit oleh dinding-dinding rumput yang memunggungi jalan masuk yang membuat lokasinya jadi tersembunyi dari pandangan mata. . #monumenperistiwalengkong #monumenpalaganlengkong #lengkongwetan #tangerangselatan #bsd #wisatasejarah #sejarahkemerdekaan #gowessejarah #mayordaanmogot
A post shared by azwar muhlis (@azwar_muhlis) onDec 24, 2016 at 7:20pm PST
Monumen Palagan Lengkong terletak di Jl. Bukit Golf Utara No.2, Lengkong Wetan, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310
Daan Mogot adalah tentara PETA dengan pangkat mayor. Pada tanggal 25 Januari 1946, mayor bernama lengkap Elias Daniel Mogot itu ditugaskan untuk melucuti senjata tentara Jepang di Tangerang. Ketika itu Jepang telah resmi dinyatakan kalah dari Sekutu dalam Perang Dunia II. Misi pasukan Mayor Daan Mogot adalah untuk mencegah senjata Jepang jatuh ke tangan Belanda.
Mayor Daan Mogot memimpin 70 taruna tentara menuju tempat bermukim tentara Jepang di daerah Lengkong. Sampai di sana, Mayor Daan Mogot mengutarakan tujuan kedatangannya kepada Kapten Abe yang merupakan pimpinan pasukan Jepang. Proses pelucutan senjata yang mulanya berjalan damai menjadi pertempuran. Dalam baku tembak di Hutan Lengkong tersebut pasukan Mayor Daan Mogot terdesak dan kalah. Mayor Daan Mogot beserta dua perwira dan 34 taruna gugur.
Untuk mengenang perjuangan Daan Mogot, di bekas lokasi pertempuran didirikan Monumen Palagan Lengkong. Bangunan yang kerap disebut Monumen Lengkong tersebut berada di bagian depan Perumahan BSD. Tugu peringatan di daerah Lengkong tersebut berbentuk persegi panjang dengan tinggi lebih dari dua meter. Seluruh bangunan didominasi warna gelap.
Permukaan depan Monumen Lengkong berupa bidang lengkung dari marmer hitam. Di atasnya tertulis rangkaian kata menggunakan tinta emas yang berbunyi : “Pada Hari Jumat petang tanggal 25 Januari 1946, telah terjadi peristiwa berdarah di Lengkong / Serpong, dimana pasukan dari Akademi Militer Tangerang yang dipimpin oleh Mayor Daan Mogot yang tengah merundingkan penyerahan senjata dari Pasukan Jepang di Lengkong kepada Pasukan TRI secara tiba-tiba sekali telah dihujani tembakan dan diserbu oleh Pasukan Jepang, sehingga mengakibatkan gugurnya 34 Taruna Akademi Militer Tangerang dan 3 Perwira TRI, diantaranya Mayor Daan Mogot sendiri”. (Sumber: Artikel gpswisataindonesia.info Foto tangselmedia.com)
...moreTripTrus.Com - Tahun baru tuh identik banget sama keramaian, pesta, dan… ya, macet-macetan. Lo pasti udah kebayang dong bakal terjebak di tengah kerumunan orang, nonton konser, atau menikmati kembang api yang keren abis. Tapi, gak semua orang nyaman dengan vibe kayak gitu, apalagi buat lo yang lebih introvert dan mager banget kalau harus berdesak-desakan. Nah, buat lo yang pengen merayakan Tahun Baru dengan cara yang lebih santai dan anti-mainstream, gue punya beberapa ide keren yang bisa lo coba! Dijamin seru banget tanpa harus ngerasain macet dan ribet.
1. Camping Seru di Alam Terbuka
View this post on Instagram
A post shared by Cikoneng Camp (@cikoneng_camp)
Bosen sama suasana kota yang macet banget? Coba deh camping di alam terbuka! Lo bisa ngerayain Tahun Baru dengan udara sejuk, pemandangan indah, dan pastinya jauh dari keramaian. Kalau lo di Jakarta, bisa banget camping di daerah Bogor, tapi kalau lo pengen yang lebih santai dan anti-mainstream, coba camping di pantai aja! Nikmatin deburan ombak sambil ngeliat langit malam yang penuh bintang, plus mungkin bisa liat kembang api dari dalam tenda, asik kan?
2. Staycation di Hotel Kekinian
Nggak pengen ribet keluar kota? Staycation bisa jadi pilihan keren buat ngerayain Tahun Baru. Lo bisa cari hotel kece di sekitaran kota yang punya fasilitas lengkap dan event spesial buat ngerayain tahun baru. Banyak hotel di kota besar yang udah fully booked buat liburan, jadi lo bisa pilih tempat yang nyaman, ada jacuzzi, kolam renang, atau bahkan rooftop buat nikmatin suasana malam. Dapet momen intim, tanpa harus keluar masuk kemacetan.
[Baca juga : "5 Tips Biar Liburan Akhir Tahun Lo Lancar Dan Aman Di Jalan!"]
3. Movie Marathon Seharian
Lo tim mager? Gak pengen keluar rumah tapi tetep pengen seru-seruan? Coba deh movie marathon! Pilih film-film Indonesia yang udah go internasional atau yang punya cerita seru. Genre-nya banyak, dari drama romantis, horor, sampai superhero. Siapkan camilan, popcorn, dan minuman favorit lo, biar suasana makin asik. Nonton seharian juga bisa bikin lo gak merasa kehilangan momen Tahun Baru, apalagi kalau barengan sama temen-temen atau keluarga.
4. Meditasi Santai di Bali
Kalo lo butuh suasana yang tenang buat ngerayain Tahun Baru dengan pikiran yang fresh, Bali bisa jadi pilihan. Ubud yang terkenal dengan atmosfer tenangnya bisa jadi tempat yang pas buat healing. Lo bisa yoga, meditasi, atau bahkan sewa sepeda buat keliling pedesaan Bali yang asri. Gak ada keramaian, cuma lo sama alam, sambil siap-siap menyambut tahun baru dengan semangat baru!
Gimana, udah kebayang kan Tahun Baru yang anti-mainstream tapi tetep seru? Gak perlu macet-macetan dan ribet, cukup pilih cara yang sesuai sama lo, dan pastinya bisa jadi pengalaman yang gak terlupakan. Jadi, siap-siap deh buat rayain Tahun Baru 2024 dengan cara yang lebih chill dan unik! (Sumber Foto @cibodascamping)
...moreTripTrus.Com - Bro, nih kabar baru dari Pemerintah Kabupaten Garut, mereka lagi mau bersihin Situ Bagendit, tempat wisata keren di situ. Kabarnya, bulan Agustus ini nih, Situ Bagendit bakal diresmikan, loh!
Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, cerita bahwa setelah proses renovasinya rampung, nanti Situ Bagendit bakal diresmikan sama Presiden Jokowi. Rencananya sih akhir Agustus tahun 2023 ini.
View this post on Instagram
A post shared by Garut Ngider (@garutngider)
Helmi bilang, rencananya bakal undang si Presiden, tapi kalo dia gak bisa, ada juga backup plan, kayak undang Menteri atau Gubernur. Yang penting, yang nomor satu kita undang, ya!
Tapi nih, sebelum peresmiannya itu, mereka lagi ngerapiin Situ Bagendit biar cakep buat sambut tamu penting kayak Presiden. Pemda Garut lagi ngelakuin pembersihan area Situ Bagendit, tapi emang nggak gampang banget, luasnya kan 100 hektare.
[Baca juga : "TMII Makin Keren, Revitalisasi Selesai, Siap Bikin Gebrakan Di 18 Agustus!"]
Nah, biar cepet kelar, Pemda Garut udah minta bantuan alat berat amfibi ke BBWS. Kan banyak eceng gondok yang tumbuh di situ, jadi perlu peralatan khusus buat bersihinnya.
Jadi intinya, peresmian Situ Bagendit ini udah lama dinanti-nanti. Sejak tahun 2020 sampe tahun 2022, pemerintah udah kerjain renovasi dan penataan tempat ini dengan duit dari APBN Kementerian PUPR sebesar Rp 87,73.
Nah, dari kunjungan Presiden Jokowi tahun 2019 dulu, akhirnya ada tindak lanjutnya, yaitu revitalisasi Situ Bagendit ini. Keren banget kan upaya mereka buat ngembangin tempat wisata lokal. Semoga peresmiannya lancar jaya di akhir Agustus nanti! (Sumber Foto @onepointouw_aerial)
...moreTripTrus.Com - Apakah Anda sangat gelisah bila belum memiliki rencana menghabiskan liburan yang akan datang? Anda sering mengambil beberapa barang kebutuhan dari dalam tas atau koper meski berada di rumah?
Bila Anda selalu haus ingin bertualang, kemungkian Anda mengidap dromomania, atau penyakit 'gila traveling'. Kondisi medis ini menggambarkan orang-orang yang memiliki keinginan tak tertahan untuk berkelana ke tempat-tempat yang jauh.
Ingin tahu apakah Anda hanya sekedar hobi traveling atau malah memiliki kecanduan bertualang ke seluruh dunia? Perhatikan 20 tanda-tandanya, seperti diberitakan News.com.au berikut:1. Anda tak pernah membongkar tuntas isi koper2. Anda bisa mengumpat dalam beberapa bahasa asing3. Satu-satunya alasan Anda bekerja adalah untuk menabung untuk membiayai perjalanan Anda berikutnya.4. Para pramugari menyambut dan memanggil nama Anda, tanpa melihat tiket Anda lebih dulu5. Anda memiliki lebih banyak teman di luar negeri daripada di rumah6. Anda telah merencanakan perjalanan berikutnya sebelum Anda menyelesaikan petualangan. Atau, Anda segera merencanakantraveling segera setelah Anda tiba di rumah7. Para pengelana seringkali meminta petunjuk Anda tentang lokasi di negeri/asing dan Anda tahu bagaimana mengarahkan mereka.8. Anda lebih banyak berada di pesawat daripada naik mobil. 9. Anda memiliki botol-botol kecil berisi sabun yang melebihi jumlah standar.10. Anda merasa aneh bila terbangun di rumah 11. Anda sering melengkungkan guling di leher seperti halnya bantal traveling. 12. Ruangan Anda penuh dengan suvenir dari berbagai tempat 13. Anda memiliki setumpuk uang dari negara berbeda dan ahli dalam hal mengkonversi mata uang. 14. Anda panik membayangkan tinggal di satu tempat terlalu lama.15. Merasa sulit tidur tanpa suara dan getaran mesin jet16. Anda dapat mengepak semua kebutuhan traveling kurang dari lima menit,17. Semua daftar kebutuhan Anda hampir seluruhnya berkaitan dengan traveling 18. Anda lebih sering mengenakan t-shirt atau pakaian lain yang bertuliskan nama-nama negara.19. Setiap kali duduk di kursi kerja, spontan Anda mencari sabuk pengaman20. Anda sedih bila keluar rumah tapi bukan dalam perjalanan untuk petualangan.
Menurut berita yang dilansir oleh News Australia, dromomania adalah sebuah kondisi psikologis yang membuat seseorang selalu ingin pergi dalam jarak jauh dengan perasaan yang tidak bisa ditahan-tahan.
Mengenali tanda-tanda orang terkena sindrom dromomania sebenarnya sangat mudah. Beberapa di antara tanda-tandanya adalah bekerja karena ingin mengumpulkan duit buat jalan-jalan dan bisa mengucapkan sumpah serapah dengan banyak bahasa. (Sumber: Artikel viva.co.id)
...moreTRIPTRUS - Lumba-lumba adalah mamalia laut yang dikenal sangat ramah. Bahkan ia kerap membantu orang-orang yang kebetulan tenggelam di dalam lautan. Lumba-lumba juga memiliki suara ultrasonik yang konon bisa digunakan untuk terapi orang yang memiliki sindrom autis. Terpenting lagi, lumba-lumba juga bisa dilatih untuk melakukan atraksi-atraksi yang sangat hebat di lautan.
Barangkali anda semua sudah melihat lumba-lumba di tempat pertunjukan, atau di kebun binatang dan taman air. Tapi pernahkah anda semua menyaksikan lumba-lumba di alam terbuka? Melihat mereka berenang dan meloncat di pinggiran kapal yang melintas. Tak perlu jauh-jauh, Indonesia memiliki banyak spot yang bisa anda gunakan untuk melihat lumba-lumba. Mari simak selengkapnya.
1. Perairan Misool, Raja Ampat – Papua
Perairan di Misool, Raja Ampat memang dikenal sangat indah. Lautnya yang masih jernih dipadu dengan pulau yang masih alami membuat lokasi ini bak secuil surga di bumi Papua. Anda yang menyukai pengalaman menyelam dan menyusuri keindahan bawah laut akan menyukai Misool yang tidak ada bandingannya.
Perairan di Misool dikenal sangat kaya akan biota laut. Di kawasan ini memiliki banyak spesies hiu kecil dan juga paus. Untuk anda yang menyukai lumba-lumba yang ramah, kawasan ini memiliki 3 spesies lumba-lumba. Biasanya mereka akan keluar dan mengikuti kapal-kapal wisatawan yang melintas.
2. Teluk Kiluan – Lampung
Teluk Kiluan dapat ditempuh sekitar 3-4 jam dari pusat Bandar Lampung. Lokasi ini menjadi primadona wisatawan yang sangat menyukai petualangan bahari yang tiada batas. Pengunjung bisa menyewa kapal untuk berlayar sambil menikmati indahnya pemandangan dan jika beruntung bisa melihat atraksi lumba-lumba yang sangat memukau.
Kawasan ini memiliki dua jenis lumba-lumba yang jumlahnya diperkirakan ada ratusan. Pertama adalah lumba-lumba hidung botol dan yang kedua adalah lumba-lumba paruh panjang. Lumba-lumba jenis paruh panjang memiliki tubuh yang relatif kecil dan suka sekali melompat di udara untuk menghibur semua orang.
3. Pantai Lovina – Bali
Pantai Lovina adalah pantai yang paling dikenal di Bali meski suasananya masih sangat alami. Terletak di ujung utara Bali, pantai ini menyajikan pengalaman berharga bagi semua wisatawan yang ingin menikmati kehidupan lumba-lumba. Biasanya, saat bagi datang, mereka akan meloncat-loncat di lautan beriringan dengan kapal laut di sebelahnya.
Atraksi dari lumba-lumba di Bali bagian Buleleng ini lambat laun menjadi incaran banyak orang. Terutama mereka yang tidak menyukai suasana gegap gempita di Bali bagian selatan. Pantai dengan puluhan lumba-lumba ini bisa membuat wisatawan, bahkan anda merasa nyaman dan ingin berlama-lama di sana.
4. Kawasan Pulau Peucang – Banten
Pulau Peucang memang belum banyak diketahui oleh wisatawan di Indonesia. Meski demikian, kawasan ini menyajikan pengalaman yang sangat berharga, salah satunya adalah berenang dengan lumba-lumba di laut lepas. Ya, berenang dengan mamalia laut ini tanpa harus naik kapal laut yang kadang sangat berisik.
Di dunia ini, mungkin hanya ada dua spot wisata yang menyajikan pengalaman berenang dengan lumba-lumba. Pertama adalah di Florida, Amerika dan yang kedua di Pulau Peucang, Banten, Indonesia. Bila anda kebetulan berada di kawasan Banten, jangan lupa untuk mampir dan menikmati sensasi berenang dengan para lumba-lumba di laut lepas.
5. Perairan Taman Nasional Komodo – Nusa Tenggara Timur
Perairan di kawasan Taman Nasional Komodo juga dikenal menyajikan pengalaman bertemu dengan lumba-lumba yang mengesankan. Lumba-lumba ini biasanya keluar saat pagi hari. Kala matahari masih akan keluar di ufuk timur, lumba-lumba mulai melakukan aktivitas paginya dengan melompat-lompat di udara.
Biasanya mamalia laut ini terlihat di perairan yang menuju Pulau Padar dan Pulau Kalong. Pulau Padar adalah situs warisan budaya dunia UNESCO sejak tahun 1991. Dari pulau ini, kadang anda bisa menyaksikan lumba-lumba yang bergerak dengan bebas di lautan.
6. Perairan Pulau Siladen – Sulawesi Utara
Pulau Siladen terletak di kawasan Taman Nasional Bunaken. Turis yang datang ke sini tak lagi hanya menikmati taman bawa laut yang sangat indah itu. Tapi juga mencari peruntungan untuk bertemu dengan kawanan lumba-lumba. Biasanya mereka suka menampakkan diri permukaan laut atau berenang di dalam air.
Lumba-lumba biasanya akan muncul di pagi hari. Mereka suka sekali mengikuti kapal-kapal yang bergerak menuju Pulau Siladen. Mereka biasanya berjumlah 20-30 ekor dan akan mengawal wisatawan yang takjub menyaksikan tingkah mereka.
7. Kepulauan Derawan – Kalimantan Timur
Kepulauan Derawan adalah spot baru dalam tujuan penyelam di Indonesia. Setelah Bunaken dan raja Ampat, kawasan ini juag dikenal memiliki keindahan bawah laut yang sangat luar biasa. Bahkan bisa dibilang terbaik di kawasan Pulau Kalimantan. Di tempat ini pelancong juga bisa berenang di Danau Kakaban yang banyak menyimpan ubur-ubur tak beracun.
Selain wisata bawah laut serta ubur-ubur yang unik. Kawasan ini juga menyajikan pengalaman melihat lumba-lumba. Hewan ini biasanya suka keluar begitu mendengar suara mesin dari kapal. Mereka akan berenang di sisi kiri dan kanan kapal seperti seorang penyambut.
Inilah tujuh lautan di Indonesia yang dikenal memiliki banyak sekali lumba-lumba. Pesona laut Indonesia yang sangat mempesona. (Sumber: Artikel boombastis.com Foto dw.com)
...more