TripTrus.Com - Februari selalu menjadi momen yang istimewa bagi banyak orang. Bukan hanya berkat kehadiran Hari Kasih Sayang atau Valentine, bulan depan kamu juga mesti bersiap buat merayakan Tahun Baru Imlek! Yup, budaya yang berasal dari Tiongkok ini telah menjelma menjadi bagian penting masyarakat Indonesia. Nggak heran jika di momen Imlek 2018 ini nanti, KLovers akan menjumpai aksesoris dan pernak-pernik berwarna merah yang menghiasi beberapa pusat perbelanjaan dan fasilitas umum.
warna warni hiburan rakyat festival imlek solo _ #streetphotography #everybodystreet #serikat_sp #serikat_fi #kotasolo #soloevent #festivalimlek
A post shared by Bogi Ardana (@mase_boogie) onJan 23, 2017 at 8:52am PST
"Menariknya, berkat keanekaragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia, perayaan Imlek tiap daerah pun memiliki kekhasan tersendiri. Penasaran seperti apa? Ketahui lebih jauh, yuk!"
1. Solo
Solo dikenal sebagai salah satu kota yang amat kental menjunjung tinggi budaya Jawa. Hal yang menarik terjadi tiap peringatan Imlek, di mana nuansa Jawa yang amat kental itu akan dipadukan dengan kemeriahan adat Tionghoa! Dalam acara yang bertajuk Grebeg Sudiro tersebut, kamu dapat menyaksikan gunungan kue keranjang dan aneka hasil bumi yang diarak oleh bapak-bapak berbusana lurik. Kemudian di belakangnya menyusul karnaval barongsai dan pertunjukkan dari berbagai komunitas dari berbagai suku bangsa di Indonesia.
2. Semarang
Semarak perayaan Imlek di Semarang berpusat di kawasan Pecinan bernama Pasar Semawis. Di sini, kemeriahan Imlek dijamin bisa bikin kamu terharu. Jalanan dihiasi dengan lampion dan aksesori Imlek warna-warni. Ada pula sebuah panggung yang disediakan untuk aneka pertunjukkan seperti wayang potehi, barongsai, wushu, tambur, dan lain sebagainya. Makin menyenangkan karena di sana pun kamu bisa wisata kuliner! Puas-puasin deh menikmati aneka penganan khas Tionghoa yang dipadu dengan kuliner asli Semarang!
3. Singkawang
Singkawang adalah sebuah kota yang berada di provinsi Kalimantan Barat. Meskipun wilayahnya tak lebih besar dari kota-kota di pulau Jawa, tapi daerah yang berada sejauh 145 kilometer dari Pontianak itu dikenal sebagai penyelenggara Cap Go Meh terbesar di Asia Tenggara. Tak mengherankan bila selama periode perayaannya, Singkawang bakal didatangi oleh ribuan wisatawan lokal maupun mancanegara. Yang menarik, Cap Go Meh di Singkawang telah berakulturasi dengan kebudayaan setempat. Penasaran kan, gimana jadinya?
4. Jogja
Jogja selalu menghadirkan keistimewaan dalam momen apapun, tak terkecuali saat Imlek. Untuk merayakan tahun baru etnis Tionghoa itu, di Kampung Ketandan Malioboro bakal diselenggarakan Pekan Budaya Tionghoa. Konten acaranya juga menarik banget. Beberapa yang nggak boleh kamu lewatkan di antaranya atraksi budya dan pameran kuliner Tionghoa, serta pawai puluhan barongsai! Jadi, kalau ingin traveling di Jogja yang ‘berbeda' di Jogja, datang pas perayaan Imlek, deh! (Sumber: Artikel kapanlagi.com, Foto Bennylin)
...moreAnda tak akan menyangka jika di pedalaman Flores, tepatnya di kabupaten Manggarai akan menemukan sebuah “kampung internasional”, yang mana Anda akan menyaksikan orang dari berbagai negara bertemu dalam satu lokasi yang sama, tidur, dan makan dalam satu atap Mbaru Niang, demikianlah nama untuk rumah kerucut Wae Rebo. Semenjak mendapatkan anugerah Award of Excellence dari Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB atau UNESCO untuk kawasan Asia Pasifik. Kampung Adat Wae Rebo setidaknya telah dikunjungi tiga ribu lima ratus pengunjung yang menjadi angka penutup di penghujung tahun 2014.
Katarine misalnya, seorang turis asal Firlandia, meninggalkan moment Natal bersama keluarga untuk traveling ke Flores untuk mengunjungi Kampung yang namanya mulai tersehor di daratan Eropa sejak penetapan UNESCO. Begitu juga dengan para pengunjung dari berbagai Negara, mereka menganggap Wae Rebo seperti magnet yang baru muncul yang energinya mulai menarik para pengunjung di seluruh dunia.
Kampung adat Wae Rebo yang terletak di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Wae Rebo mempunyai makna "mata air". Wae Rebo secara fisik terdiri atas tujuh rumah adat yang disebut Mbaru Niang, berbentuk kerucut yang mempunyai diameter 12-15 meter, dengan ketinggian 8-10 meter. Bagian atap yang menjuntai hingga menutupi sebagian besar bangunan ini dibuat dari rumput khusus dengan dilapisi ijuk agar lebih kuat jika diterjang angin dan air hujan. Kampung ini juga dibangun di atas Pegunungan Pocoroko dengan ketinggian 1100 mdpl yang menghadap langsung ke Samudera Hindia.
Selain unik dari sisi arsitek dan pemilihan lokasinya, pola susun rumah adat Wae Rebo juga unik, karena polanya melingkar dan tepat di tengah-tengahnya terdapat batuan yang disusun membentuk persegi. Pada bagian persegi itu terdapat semacam altar yang terbuat dari bambu untuk meletakan sesembahan para leluhur. Susunan batuan itu disebut sebagai Compang untuk upacara adat.
Bentuk rumah adat ini selalu dikaitkan dengan bentuk sarang laba-laba yang juga terjadi dalam pola pembagian sawah yang ditanami padi oleh Suku Manggarai. Pola pembagian sawah ini juga menyerupai sarang laba-laba yang mengerucut dibagian tengah, dengan alur pembagian seperti petak-petak yang dibuat oleh laba-laba untuk menjerat mangsanya. Anda dapat menemukan sawah yang berbentuk sarang laba-laba ini di Lembor dan Cancar, saat perjalanan menuju Kota Ruteng.
Masyarakat Wae Rebo percaya bahwa nenek moyang mereka yang bernama Maro berasal dari Minangkabau, yang kemudian belayar menuju ke selatan dan akhirnya menemukan Pulau Flores. Setelah itu mereka mencari lokasi, pertama kali Mereka pindah ke Liho Dari Liho, kemudian pindah ke Ndara, Golo Damu, dan Golo Pandu, setelah itu pindah ke pegunungan Poncoroko. Kedekatan budaya mereka dengan Suku Minang dapat dilihat dari bentuk rumah dan tradisi pernikahan mereka yang hampir sama.
Jika Anda mengunjungi kampung adat Wae Rebo, banyak hal yang akan Anda dapatkan, di antaranya adalah nikmatnya kopi yang dibuat secara tradisional oleh penduduk setempat, selain itu juga perpaduan antara rumah adat dan hijaunya hutan bagaikan permadani menyelimuti kokohnya gunung-gunung yang mengelilingi kampung Wae Rebo. Perpaduan ini menjadi sebuah kolaborasi apik yang akan memanjakan mata Anda di sana.
BAGAIMANA KE SANA?
Wae Rebo dapat di tempuh dengan start perjalanan udara dari Bandara Ngurah Rai Denpasar menuju Bandara Labuan Bajo, yang terdapat di Kabupaten Manggarai Barat. Selanjutnya Anda harus menempuh perjalanan darat selama 4 jam menuju Kota Ruteng, sebuah kota kecil di Kabupaten Manggarai Tengah. Selama perjalanan Anda dapat menikmati sawah yang berbentuk sarang laba-laba di Lembor atau Cancar. setelah itu perjalanan dapat dilanjutkan menuju Desa Denge yang merupakan desa terakhir sebelum trakking selama empat jam menuju Wae Rebo.
Profile Campa Tour:
Create awareness of history by traveling all around the world. Discover the hidden treasures and enjoy cross-century experience. We aim to take our customer into unforgettable journey when they are taken out of their comfort zones, discover new stories, reveal the truth about ancient history, experience land before times and traditional culture, and find their true selves.
Website: http://www.campatour.com/
Twitter: @CampaTour
...moreTripTrus.Com - Wisata kekinian identik dengan lokasi yang mampu menyajikan pemandangan spektakuler bila direkam oleh kamera foto dan keren di media sosial. Apalagi kalau bukan merekam pemandangan dari suatu ketinggian yang ekstrem.
Karena itu, tidak mengherankan jika di Yogyakarta, wisatawan milenial selalu antre untuk bisa naik dan berfoto di sebuah gardu pandang. Tempat serupa mulai bermunculan, yang lama ikut berbenah dan langsung diserbu kalangan penyuka foto wisata.
[Baca juga : "Bingung Tamasya Long Weekend? Coba Wisata Tembakau Di 2 Tempat Ini"]
Salah satu area yang sekarang makin merebak di Instagram adalah kaki Gunung Sindoro dan Sumbing atau antara Wonosobo dan Temanggung. Gunung Sumbing dengan ketinggian 3.371 meter di atas permukaan laut (Mdpl) dan Sindoro 3.150 Mdpl yang terletak di Kabupaten Temanggung dan Wonosobo, Jawa Tengah ini, di balik kegagahannya tersembunyi keindahan yang menakjubkan. Di kaki kedua gunung itu tumbuh subur ribuan hektare ladang tembakau.
Keberadaan Gunung Sindoro dan Sumbing memang mendatangkan banyak fenomena alam yang luar biasa. Bila menjelang malam, maka daerah di kaki kedua gunung tersebut akan tertutup kabut. Dari jalan aspal utama sampai jalan batu ke perdesaan seperti diselimuti tabir putih yang dingin. Inilah saatnya untuk memainkan kamera merekam atau berfoto dengan situasi yang begitu misteri.
Persis di dekat gerbang perbatasan Kota Wonosobo–Temanggung, berdirilah Hotel Dieng Kledung Pass. Berada di jalur utama antarkabupaten sehingga sering dijadikan tempat singgah atau sering disebut sebagai Rest Area Kledung Pass Temanggung.
Hotel ini memiliki 32 kamar standar. Hebatnya, setiap kamar memiliki teras yang bisa dijadikan gardu pandang. Untuk kamar bagian belakang hotel, setiap tamu bisa melihat dengan jelas Gunung Sindoro serta hamparan ladang tembakau.
Sementara deretan kamar bagian depan menjadi pos pandang bagi Gunung Sumbing di kejauhan. Karena dibatasi oleh jalan raya, untuk mendapatkan pemandangan Gunung Sumbing yang jelas, maka lebih asyik lagi kalau menyeberang lalu bersantai di Rest Area Kledung Pass. Di sini tempatnya terbuka dan langsung berada di kaki gunung. Dari tempat ini, desa terjauh dekat puncak gunung bisa terlihat dengan jelas.
Di area ini, bila sudah puas berfoto maka bisa dilanjutkan dengan menikmati minuman kopi serta makanan kecil yang dijual di kedai kopi seputar rest area.
Menunggu Fajar
View this post on Instagram
πππmung hiburane cah ndeso kokπππ #sunrise #sunriseposong #temanggung #temanggunghits
A post shared by fian_ (@fian_guwex) onJun 25, 2018 at 4:35am PDT
Jika kebetulan wisatawan tengah bermalam di Hotel Dieng Kledung Pass Wonosobo, jangan lewatkan juga untuk mengejar terbitnya matahari. Tempat yang dituju adalah Posong, Desa Tlahab, Temanggung. Ini adalah area perkebunan tembakau milik rakyat yang jaraknya hanya 10 menit dari hotel.
Posong merupakan sebuah lokasi persis di kaki Gunung Sindoro. Di tempat itu terdapat beberapa gardu pandang untuk menunggu matahari terbit dari balik Gunung Sumbing. Untuk mencegat sang fajar, pengunjung harus sudah berada di sana sejak jam 4 pagi.
Dari gerbang tiket menuju area gardu pandang memerlukan waktu sekitar setengah jam. Melewati jalan berbatu yang menanjak, membelah perkebunan tembakau dan kopi. Bila tiba saat panen tembakau, pengunjung dilarang menggunakan kendaraan roda empat karena akan mengganggu pergerakan kendaraan para petani.
Dari pinggir jalan raya, pengunjung bisa menggunakan ojek dengan tarif 15 ribu rupiah. Sampai di pos pengamatan, angin gunung yang kencang langsung menyambut, semakin membekukan udara di musim kering yang berkepanjangan ini.
Ada empat area pandang, beberapa di antaranya dikenakan tiket masuk lagi karena gardu pandangnya dibuat kekinian, seperti altar kayu yang keren bila difoto. Sekitar pukul 05.30 WIB semua mata memandang ke arah Gunung Sumbing, perlahan-lahan matahari pagi muncul dari balik Gunung Sumbing.
Segera saja bayangan siluet gigir gunung yang memanjang, membelah perkebunan dan memantulkan sinar emas dari matahari. Inilah saatnya mengoperasikan penuh alat fotografi. Saling memotret atau selfie terus berjalan. Memanfaatkan berbagai sudut gardu pandang dengan latar belakang sinar matahari yang lembut.
Adalah Zunianto, pemuda dari Desa Tlahab yang pada 2007 bekerja di hotel dan menjadi guide bagi tamu hotel yang berkunjung ke Borobudur sampai Dieng. Menurutnya, yang banyak dicari wisatawan adalah sunrise, seperti di Bukit Situmbu dekat Borobudur dan beberapa lokasi di kawasan Dieng.
Setiap pulang ke rumah setelah subuh, Zunianto selalu berhenti di sekitar pom bensin Kecamatan Kledung, Temanggung. Di dataran tinggi Kledung ini, dirinya melihat sunrise yang indah dan selalu mengabadikan sunrise tersebut dengan kameranya.
Dirinya mulai tergoda untuk mencari lokasi sunrise yang ideal dan berhasil menemukan area Posong. Lewat pendekatan dengan pihak pemda, akhirnya area Posong dibangun menjadi area titik pandang sunrise yang berkembang menjadi badan usaha milik desa (BUMDes), Desa Tlahab.
Kini, di area tersebut banyak dibuka warung kopi dan makanan yang membuat para pengunjung semakin betah. Tiket masuk ke area ini 10.000 rupiah per orang.
Waduk Mini Embung Kledung
View this post on Instagram
Niliki ingon-ingon ππ . . π Embung Kledung, Temanggung π· @ardhimo_ongsukoco . #embungkledung #embungkledungtemanggung #temanggunghits #beautifulview #beautifuldestination #viewgunungsumbing
A post shared by Maya Kartika (@tikaa_may) onOct 15, 2018 at 7:28am PDT
Puas menikmati sang fajar di Posong, jangan langsung kembali ke hotel, tapi habiskan waktu untuk kembali memandang keindahan Gunung Sindoro dan Sumbing dari lokasi yang berbeda. Kali ini ke Embung Kledung yang berada di lereng Gunung Sindoro.
Embung Kledung merupakan waduk mini yang dibangun di lereng Gunung Sindoro bagian selatan. Tepatnya di Desa Kledung, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, dengan ukuran seluas 83 meter x 83 meter. Ini adalah embung buatan yang dibuat pada 2010. Embung yang berada di atas lahan bekas perkebunan tembakau seluas empat hektare ini dibangun dengan menggunakan dana hasil cukai tembakau pada 2010.
Embung ini dibangun dengan tujuan mengatasi kesulitan air pada musim kemarau dan pengembangan kawasan wisata baru.
Daya tarik yang ditawarkan oleh objek wisata ini adalah pemandangan waduk mini dengan latar Gunung Sindoro dan melihat keindahan Gunung Sumbing dari kawasan perbukitan. Kembali, setiap sisi embung menjadi gardu pandang untuk memandang ke arah gunung yang disukai.
Di kawasan ini juga terdapat kebun teh yang cukup luas serta tanaman sayuran dan holtikultura serta tanaman tembakau.
Untuk ke Embung Kledung bukan soal yang sulit. Kalau dari Jogja (Yogyakarta) ambil rute menuju Wonosobo melewati Temanggung dan Parakan. Dari Parakan langsung menuju Desa Kledung. Di sana cukup bertanya dengan penduduk setempat, atau membaca papan petunjuk yang ada di pinggir jalan. Setiap pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar 3.000 rupiah per orang.
Kopi Tembakau
View this post on Instagram
Arabika Cigarillo Gelanggu Pohon kopi di Lereng Gunung ini tak hidup sendiri, mereka hidup sama sama dengan tanaman yang lain, utamanya tanaman hortikultur dataran tinggi. Bisa sayur bisa tembakau. Tembakau, seperti yang ditahu, tak bisa ditanam sepanjang tahun. Harus nunggu musim kemarau, yang hanya terjadi setahun sekali itu. Biasanya pada caturwulan di tengah-tengah. Saat musim kemarau yang kemlentheng itu, dan saat dingin di dataran tinggi bisa sampai mengkristalkan embun-embun pagi di dedaunan, kalau masa nya bebarengan dengan masa matang ceri ceri kopi merah, maka bisa migrasi itu karakter tembakau ke kopi. Hal ini yang mendasari nama 'Cigarillo', karena tanaman sela yang ditandur itu memanglah tembakau, Sang Nicotiana Tabacum. Sedangkan 'Gelanggu' adalah singkatan dari 'Gelangan Gunung', tempat kopinya diproses. Semoga kehadiran Arabika Cigarillo Gelanggu ini bisa semakin nambah warna warna majemuk kopi Nuswantara yang eksotis. Nuswantara, begitu nulisnya dalam Bahasa Krama Inggil di Pustaka Babad Kedu. Seru ya ? Tak hanya kopi, namu juga merasuk sampai sejarah. Nilai nilai kopi memang tak berhenti dalam tegukan saja. Juga sosial dan budayanya. Kita sedia stok Red Honey, Natural, dan Fullwash Arabika satu ini. Silahkan kontak nomor bersangkutan di atas kalau mau pinarak, juga, kalau penasaran sama si Cigarillo Gelanggu. #kopi #coffee #arabika #arabica #kopijawa #javacoffee #sindoro #sumbing #sindorosumbing #kopitemanggung #temanggungcoffee #roasteryhouse #roastery #rumahkopi #kedaikopi #warungkopi #kopiindonesia #indonesiancoffee #kopinusantara #nusantaracoffee #kopitembakau
A post shared by java.tobacco (@java.tobacco) onDec 14, 2016 at 3:52am PST
Ketika matahari pagi mulai utuh bersinar, itulah saat yang pas untuk ngopi. Apalagi berada di tengah perkebunan tembakau dan kopi. Di Posong, Temanggung, ada kafe yang menjadi gardu pandang sekaligus menjual kopi dari hasil perkebunan sekitar.
Adalah Tuhar (51) warga Dusun Tlahab, temanggung yang menekuni kopi khas daerah tersebut. Yang menarik, di daerah Temanggung bisa dikatakan tembakaulah yang masih menjadi komoditas utamanya. Di sisi lain, kota ini sebenarnya penyuplai kopi di Jawa Tengah. Hampir 60 persen kopi di Jawa Tengah berasal dari kota ini. Kualitas kopi Temanggung sendiri sekarang sudah mulai dikenal dunia.
Di sekitaran Dusun Tlahap, Kabupaten Temanggung, pohon kopi ini ditanam. Secara geografis, ini dataran yang sangat tinggi, lebih kurang sekitar 1.600 Mdpl. Curah hujan di Posong juga cukup tinggi. Makanya, kesuburan tanah tidak perlu diragukan lagi. Tanaman di sekitaran Posong tumbuh produktif, subur, hijau, dan sejuk.
Kopi posong ini bitter-nya cukup menonjol, tajam, dan keras. Kopi ini merupakan varietas Catimor, hasil persilangan antara jenis Robusta dan Arabika. Untuk masalah aroma, banyak yang menyebutkan kopi Posong memiliki karakteristik “Tobacco acidity”. Menurut Tuhar, Temanggung dan Wonosobo adalah daerah di mana pohon-pohon tembakau tumbuh subur dan mendominasi tanah perkebunan.
“Jika pohon kopi ditanam dekat pohon tembakau, atau tanah bekas pohon tembakau, maka hasil akhirnya akan muncul aroma tembakau. Karakteristik tembakaunya cukup kuat,” kata Tuhar.
Di antara kesejukan udara pegunungan, Tuhar meracik kopi posong untuk jenis original, segera saja uap kopi menyebarkan aroma yang berbaur dengan harumnya tembakau. (Sumber: Artikel koran-jakarta.com Foto bppkad.temanggungkab.go.id)
...moreMau mendaki salah satu dari tujuh pilar Pulau Jawa? Ikut tripnya di: http://triptr.us/Bt
TRIPTRUS - Sebagai negara yang masuk ke dalam jajaran Ring of Fire (cincin api), yaitu barisan gunung berapi di sekitar Samudera Pasifik, Indonesia juga terkenal dengan banyak gunung berapi. Pulau Jawa sendiri memiliki puluhan gunung berapi, baik yang aktif maupun tidak aktif. TripTrus akan mengajak kamu untuk melihat tujuh puncak tertinggi di Pulau Jawa yang terkenal dengan julukan Seven Summits of Java (Tujuh Puncak Pulau Jawa).1. Gunung Semeru
Gunung yang terletak di antara Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, ini merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan puncak Mahamerunya yang mencapai 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl). Untuk mendaki Semeru butuh persiapan dan keahlian serta daya tahan tubuh yang cukup, mengingat butuh empat hari untuk naik dan turun di Semeru. Ada dua jalur pendakian yang sering digunakan oleh para pendaki, yaitu lewat Kota Malang dan lewat Kota Lumajang. Pada ketinggian 2.400 mdpl di gunung yang merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini, para pendaki dapat beristirahat di Danau Ranu Kumbolo yang merupakan tempat untuk mengisi persediaan air. Selain itu ada tiga danau (ranu) lainnya di Semeru, yaitu Ranu Pani, Ranu Regulo dan Ranu Darungan. Pendaki juga disarankan untuk tidak menuju kawah Jonggring Saloko dan mendaki dari sisi selatan. Ini diakibatkan oleh gas beracun (wedhus gembel) dari Janggring Saloko dan aliran lahar. Salah seorang tokoh aktivis pemuda Indonesia, Soe Hok Gie, meninggal di Gunung Semeru akibat menghisap asap beracun pada tahun 1969.
2. Gunung Slamet
Tertinggi kedua setelah Gunung Semeru adalah Gunung Slamet yang berada di berada pada perbatasan Kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga dan Pemalang, Provinsi Jawa Tengah. Gunung yang puncak tertingginya berada pada 3.428 mdpl ini merupakan gunung berapi aktif pada keempat kawahnya. Pada pertengahan tahun 2010 hingga tahun 2011 Gunung Slamet sempat ditutup untuk kegiatan pendakian akibat aktivitas pada keempat kawahnya.Salah satu jalur favorit pendakian Gunung Slamet adalah lewat Kawasan Wisata Baturaden. Meski terkenal akan keindahannya, jalur Pada tanggal 8-10 November 2013 ini, kawasan wisata di kaki Gunung Slamet itu akan diramaikan oleh para petualang yang berkumpul untuk menghadiri Festival Petualang Nusantara 2013. 3. Gunung Sumbing
Sama seperti dua gunung sebelumnya, Gunung Sumbing dengan ketinggian 3.371 mdpl terletak di tiga kabupaten Provinsi Jawa Tengah; Kabupaten Magelang, Temanggung, dan Wonosobo, merupakan gunung berapi yang masih aktif. Tepat di sebelah Gunung Sumbing adalah saudara kembarnya, yaitu Gunung Sindoro dengan ketinggian 3.150 mdpl. Lereng Sumbing-Sindoro banyak digunakan sebagai kawasan perkebunan dan dikembangkan menjadi kawasan agrowisata, terutama berupa perkebunan buah kelengkeng, tembakau, vanilla, dan kopi.Di kaki Gunung Sumbing juga terdapat desa wisata Tegalrejo, prasasti Gondosulu, dan pohon Walitis - pohon terbesar di lereng Sumbing-Sindoro. Pohon Walitis ini memiliki tinggi yang mencapai 30 meter dan diameter 7.5 meter. Selain itu, kawasan hutan Rasamala di lereng Sindoro-Sumbing yang terkenal tidak mempan oleh api. Wow.4. Gunung Arjuna
Sama seperti Gunung Sumbing yang memiliki saudara kembar, Gunung Arjuna yang terletak di Kabupaten Malang, Jawa Timur ini bersebelahan dengan Gunung Weilerang. Tapi kita akan bahas saudara kembar Gunung Arjuna ini nanti.Gunung Arjuna memiliki ketinggian 3.339 mdpl dan dikelola oleh Taman Hutan Raya Raden Soeryo. Gunung Arjuna biasa didaki lewat bebera jalur pendakian; yaitu Lawang dari arah Timur, Tretes dari Utara, Batu dari arah Barat, arah Selatan di Karangploso, dan dari Desa Sumberawan di Kecamatan Singosari. Sejak zaman kejayaan Kerajaan Majapahit, Gunung Arjuna sudah dijadikan tempat pemujaan. Maka tidak heran apabila di sepanjang jalur pendakian hingga menuju puncaknya, ditemukan banyak arca dan candi peninggalan Majapahit. Situs-situs candi itu dapat dijumpai apabila pendaki menggunakan jalur pendakian Purwosari di Kabupaten Pasuruan. Gunung Arjuna juga terkenal dengan angin kencang yang bertiup di puncaknya. Puncak Gunung Arjuna dikenal dengan nama Puncak Ogal-Agil atau Puncak Ringgit. 5. Gunung Raung
Di posisi kelima gunung tertinggi di Pulau Jawa adalah Gunung Raung dengan ketinggian 3.332 mdpl. Gunung Raung punya keunikan yang berbeda dengan kebanyakan gunung di Pulau Jawa. Keunikan Raung terletak pada puncaknya yang berbentuk kaldera dengan lebar 2 kilometer dan dalamnya 500 meter. Kaldera ini selalu berasap dan menyemburkan api. Jalur pendakian favorit ke Gunung Raung adalah dari arah Kota Bondowoso. Nama Raung diambil dari angin yang selalu bertiup di puncak gunung ini. Angin kencang itu bertiup dengan kencang seperti meraung-raung di telinga pendengarnya. Angin kencang itu bahkan dapat menghempaskan orang-orang ke dasar jurang yang terjal di kawah puncak Gunung Raung. Dari puncak Gunung Raung, dapat terlihat pemandangan Kota Bondowoso dan Situbondo pada saat malam hari. Jalur lain untuk mencapai Gunung Raung adalah lewat jalur Kalibaru. Untuk mencapai dasar kawah Gunung Raung, tidak terdapat jalur yang jelas. Untuk itu diperlukan tali-temali untuk mencapai dasar kawah gunung ini.6. Gunung Lawu
Tepat di perbatasan Jawa Tengah (Kabupaten Wonogiri) dan Jawa Timur (Kabupaten Magetan), berdiri tegar Gunung Lawu. Gunung ini memiliki tiga puncak, Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumling dan Puncak Hargo Dumilah. Di antara ketiga puncak tersebut, Puncak Hargo Dumilah merupakan puncak tertinggi dengan ketinggian 3,265 mdpl. Jalur menuju puncak Gunung Lawu sebagian besar telah tertata dengan baik, membuat gunung ini menjadi salah satu gunung favorit oleh para pendaki pemula karena relatif tidak sulit mencapai puncak tertingginya. Untuk mencapai puncak Gunung Lawu, ada tiga jalur yang dapat digunakan. Jalur Selatan melalui Cemoro Sewu, jalur Barat melalui Cemoro Kandang, dan jalur Srambang yang jarang dilalui orang yang tidak mengenal baik jalur ini.7. Gunung Welirang
Gunung terakhir yang tingginya 3.156 mdpl ini, meski tingginya tidak sama, letaknya yang berdekatan dengan Gunung Arjuna membuat Gunung Welirang mendapatkan julukan sebagai saudara kembar Gunung Arjuna. Dalam bahasa Jawa, "Welirang" berarti belerang. Ini dapat dilihat pada puncak Welirang yang diselimuti asap putih dari kawahnya yang menyemburkan belerang. Hampir mirip dengan Gunung Arjuna, Gunung Welirang dapat didaki dari arah Utara (Tretes), arah Timur (Lawang), dan arah Barat (Batu-Selecta). Di puncak Welirang terdapat tumbuhan endemik yang oleh penduduk setempat diberi nama manis rejo atau cantigi (Vaccinium varingiaefolium). Pohon manisrejo hanya tumbuh di ketinggian 2700 mdpl ke atas. Manisrejo dapat dibuat untuk minuman seperti teh dan buahnya juga dapat dimakan.
Jadi, TripTroops sudah pernah ke gunung yang mana saja? Share dong di-comment di bawah.
...moreSelain dikenal sebagai kota ukiran, Jepara juga dikenal dengan wisata pantainya. Ada beberapa pantai indah nan eksotis di kota kelahiran R.A. Kartini ini. Salah satunya adalah Pantai Bandengan yang memiliki pesona pasir putih yang lembut. Pantai Bandengan berada dekat dengan pusat Kota Jepara. Diperlukan sekitar 30 menit dari pusat kota untuk bisa merasakan nikmatnya suasana Pantai Bandengan. Hembusan angin pantai yang sejuk, mendengar suara deburan ombak, dan memandang laut lepas yang indah merupakan pesona yang bisa Anda dapatkan di sini. Putihnya pasir dengan teksturnya yang lembut membuat Anda betah berlama-lama bermain dengan hamparan pasir di pantai yang terletak di Desa Bandengan, Kecamatan Jepara.Selain menikmati pemandangan pantai, Anda dapat pula mencoba olahraga air seperti jetski. Kapal karet yang biasa digunakan untuk berarum jeram di sungai juga dapat Anda coba untuk bersenang-senang menikmati arus ombak di pantai ini. Keasyikan bermain perahu karet di laut lepas dengan deburan ombak yang menghantam perahu akan memberikan kesenangan yang berbeda ketika Anda menghabiskan waktu di Pantai Bandengan.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTripTrus.Com - Banyak tempat-tempat yang indah dan menarik untuk anda kunjungi di karawang jawa barat. Tidak hanya keindahan pantai, curug atau air terjunnya saja namu berbagai macam seperti kuliner bisa anda dapatkan jika anda berwisata ke karawang. Banyak kuliner-kuliner khas karawang dan jawa barat berhamburan di sepanjang jalan dan emperan pantai di karawang. Sungguh beberapa kuliner ini mampu memanjakan lidah anda dan membuat anda ketagihan akan cita rasanya. Tempat wisata di karawang jawa barat juga sangat di minati oleh masyarakat, banyak wisatawan-wisatawan yang berbondong-bondong mengunjungi karawang terutama saat-saat libur tiba.
Tempat wisata di karawang jawa barat ini cocok untuk mengisi hari libur anda sekaligus menghilangkan penat anda, namun kali ini tidak hanya kedaerah pantai dan pegunungan saja yang bisa anda kunjungi namun tempat-tempat bersejarah juga. Karawang di kenal sebagai daerah dengan kawasannnya yang subur, maka dari itu orang asing tertarik untuk berkunjung ke daerah karawang. Banyak juga pendatang dari cina dan eropa berwisata ke tempat-tempat bersejarah yang ada di karawang, adapun tempat bersejarah di daerah karawang.
1. Stasiun Karawang
Old station of Karawang #train #trains #station #stasiunkarawang #sepurmania #keretaapi #kai #keretaapiindonesia
A post shared by Hariyo RiyanTOMO (@hariyoriyantomo) onSep 16, 2017 at 4:50pm PDT
Stasiun ini terletak di ketinggian +16 ini termasuk pada operasi I Jakarta, stasiun ini merupakan stasiun yang bersejarah karena dibangun dari zaman dahulu kala, saat ini stasiun karawang hanya mengangut penumpang dari Jakarta ke Purwakarta saja. Stasiun karawang terletak di Jl. Arif Rahman Hakim, Nagasari, Karawang Barat, Karawang, Propinsi Jawa Barat.
2. Bendungan Walahar
Bendungan ini sudah digunakan sejak tanggal 30 November 1925 yang dibangun pada masa kolonial pemerintahan Belanda. Namun banyak yag mengatakan khususnya tetua masyarakat sekitar, bahwa bendungan tersebut dibangun saat masa penjajahan dari Portugis yang dilanjutkan oleh kekuasaan dari Penjajah Belanda.Bendungan Walahar merupakan bangunan yang memiliki pesona tersendiri yang menarik. Tak hanya sebagai pengatur air saja. Namun kita juga bisa mempelajari berbagai nilai historis yang sangat berharga untuk perkembangan sejarah di Karawang. #bendunganwalahar #wisatakarawang #karawang #pangkalperjuangan #superadventure #idare
A post shared by Superior Karawang (@karawangsuperior) onMar 22, 2018 at 9:17pm PDT
Bendungan ini merupakan salah satu bendungan yang bersejarah karena memang di bangun pada masa penjajahan belanda. Pembangunan pun hanya mengandalkan tenaga pribumi, bukan tenaga teknologi seperti saat ini. Maka dari itu bangunannya yang masih terlihat kuno dan menggunkan arsitektur belanda. Bendungan ini sengaja di buat untuk mengatur debit dan sirkulasi air yang mengaliri area persawahan. Selain fungsinya untuk mengairi persawahan juga menahan air ketika daerah karawang di landa banjir.
3. Rumah Penculikan Proklamator
A house where our founding father arranged a declaration of our home. A house for a home, Nusantara. #rumahRengasdengklok #soekarnohatta #sajutimelik #proklamasi
A post shared by Sintong Sihombing (@sinsihombing) onNov 20, 2015 at 3:05am PST
Rumah yang terletak di Rengasdengklok, rengasdengklok merupakan tempat di mana Soekarno dan Moh. Hatta di culik oleh pemuda Soekarni. Di rumah ini lah proklamasi kebangsaan Indonesia dirumuskan.
[Baca juga : 3 Destinasi Wisata Heritage Menarik Wajib Dikunjungi]
4. Tugu Kebulatan Tekad
Karawangkuππ΄ #latepost #rengasdengklok #tugukebulatantekad #paros
A post shared by Dwi MiLda Apriyani (@dwimilda) onJan 2, 2018 at 7:01am PST
Tugu ini terletak di Kampung Bojong Tugu, Ds. Rengasdengklok Utara, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Propinsi Jawa Barat. Letak tugu ini juga tidak terlalu jauh dari tempat penculikan Soekarno dan Moh. Hatta, kira-kira sekitar 100 m jaraknya. Tugu kebulatan tekad ini di bangun sebagai mengenang tekad dari para pemuda bangsa.
5. Monumen Rawa Gede
Just Me.. #monumenrawagede #like4like
A post shared by Dewi Adianti (@dewi_adianti) onOct 7, 2017 at 11:07pm PDT
Monumen yang bentuknya yang unik dan membentuk segitiga atau pyramid ini terletak di Kecamatan Rawamerta 10 km dari Ibu Kota Kabupaten Karawang. Monumen Rawa Gede sengaja di bangun untuk mengenang tewasnya orang warga sipil yang berjumlah 431 orang yang teguh mempertahankan tempat untuk persembunyian para Pejuang Kemerdekaan, yang berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Beberapa tempat bersejarah di atas memang terlihat kuno, namun dengan berkunjung dan datang ke tempat-tempat bersejarah tersebut anda juga akan mendapatkan beberapa pembelajaranm serta ilmu sejarah. Itulah tempat wisata di karawang jawa barat yang bersejarah. (Sumber: Artikel sandiegohills.com, Foto vakansinesia.com)
...moreTripTrus.Com - Negeri ini memang terkenal dengan alamnya yang keren dan tempat-tempat wisata yang oke banget. Enggak cuma destinasi yang sudah pada tahu, tapi ada juga tempat kece yang masih tersembunyi dengan pemandangan ciamik, terselip di berbagai sudut Indonesia.
View this post on Instagram
A post shared by Wonderful Indonesia (@wonderfulindonesia)
Pemerintah juga lagi semangat banget buat ramein pariwisata. Mereka udah tentuin 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (atau bisa disebut 10 Bali Baru). Nah, buat kalian yang suka jalan-jalan dan pengen eksplorasi tempat baru, nih ada 10 destinasi keren buat kalian cekidot!
1. Danau Toba, Sumatera Utara
Ini dia danau vulkanik terbesar di dunia, bro! Selain danau keren, di sekitarnya masih ada banyak tempat asik lainnya. Ada Desa Paropo yang punya pemandangan bikin adem, Air Terjun Situmurun yang keren abis, juga Bukit Simarjarunjung dan Siadtaratas yang nggak kalah bikin mata melotot.
2. Tanjung Kelayang, Kepulauan Bangka Belitung
Dulu daerah ini sepi, sekarang jadi KEK alias Kawasan Ekonomi Khusus. Tempat ini punya banyak surga tersembunyi buat kalian, seperti Pulau Kepayang dengan keindahan bawah lautnya, Pulau Batu Berlayar yang punya batu eksotis banget, dan Pulau Lengkuas yang cantik abis.
3. Candi Borobudur, Jawa Tengah
Candi ini salah satu candi Buddha tergede di dunia, sudah terkenal banget. Di sini selain ngeliatin candi yang megah, kalian bisa nikmatin sunrise yang bikin mata terbelalak. Setelah puas liat candi, bisa juga mampir ke museum sekitar candi atau mampir ke Desa Wisata Wanurejo buat kenalan sama budaya lokal.
4. Bromo, Jawa Timur
Bromo udah jadi andalan pariwisata di Jawa Timur. Gunung ini punya kawah, padang pasir, dan bukit-bukit yang bikin kagum. Banyak aktivitas seru, seperti jalan-jalan naik mobil jip, hunting matahari terbit, eksplorasi pasir berbisik, sampe nonton tradisi Suku Tengger.
5. Likupang, Sulawesi Utara
Di Sulawesi Utara ada surga yang nggak ada duanya, namanya Likupang. Pantai Likupang aja udah bikin mata melek dengan pasir putihnya yang bersih, air lautnya yang jernih, dan pulau-pulau cantik di sekitarnya. Ada juga banyak resor dan spot instagramable yang enggak boleh dilewatin.
6. Wakatobi, Sulawesi Tenggara
Wakatobi tuh surga bawah laut di Sulawesi. Banyak wisatawan dari luar negeri yang datang ke sini. Di Wakatobi, kalian bisa snorkeling atau menyelam di Taman Nasional Wakatobi, liat lumba-lumba di Pulau Kapota, kunjungi Desa Liya Togi, atau nikmatin pemandangan di Puncak Khayangan.
7. Mandalika, Nusa Tenggara Barat
Mandalika namanya lagi naik daun berkat MotoGP 2022. Ini tempat punya banyak pantai keren. Pantai Mawun punya pasir putih yang memanjakan mata, Pantai Semeti punya tebing batu dengan laut biru, dan Pantai Mawi jadi favorit para surfer.
[Baca juga : "Pesona Indonesia Bikin Pesohor Dunia Kepincut Liburan!"]
8. Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur
Labuan Bajo jadi pintu gerbang ke Taman Nasional Komodo. Selain cantik, Labuan Bajo punya banyak kegiatan seru, kayak main ke Pink Beach, trekking ke Pulau Padar, explore Goa Rangko, dan tentu aja ketemu langsung sama komodo.
9. Morotai, Maluku Utara
Morotai di Timur Indonesia ini surga tersembunyi yang cocok buat yang pengen liburan beda. Pantainya indah banget dengan terumbu karang dan ikan-ikan cantik. Ada Pulau Dodola yang bisa kalian jalan kaki menyeberangi lautnya, dan Pulau Kokoya dengan pasir putih, laut biru, dan pepohonan hijau yang memikat.
10. Raja Ampat, Papua Barat
Raja Ampat adalah rajanya gugusan pulau-pulau yang punya keindahan tanpa tandingan. Udah banyak wisatawan domestik dan mancanegara yang datang ke sini buat nikmatin pemandangan, ketenangan, dan kedamaian. Ada banyak destinasi wisata dan resor mewah, jadi pasti ada yang sesuai buat kalian.
Jadi, itu dia 10 tempat keren buat liburan kalian. Indonesia emang kaya akan tempat wisata yang oke banget. Sebelum berangkat, jangan lupa vaksin booster dan selalu patuhi protokol kesehatan, ya! Have fun, Sobat Pesona! (Sumber Foto @oceanic.society)
...moreTripTrus.Com - Tahun Baru Cina atau dikenal juga dengan nama perayaan Imlek punya 6 kuliner khas perayaan Imlek yang tidak boleh ketinggalan jadi hidangan. Perayaan Imlek dirayakan oleh bangsa Cina dan keturunan Cina di seluruh dunia tiap tahunnya. Dari mulai sebelum malam tahun baru hingga 15 hari berikutnya, rumah-rumah dihiasi dengan berbagai dekorasi berwarna merah dan emas untuk mendatangkan keberuntungan, rejeki dan menolak mara bahaya.
1. Teh
Tradisi minum teh sudah dilakukan oleh bangsa Cina sejak ribuan tahun yang lalu. Menjelang Imlek, tiap pagi teh tawar tanpa gula harus disajikan oleh orang yang lebih muda kepada orang yang lebih tua. Penyajian te merupakan tanda penghormatan kepada orang tua dan leluhur.
2. Yee SangHidangan ini merupakan makanan pembuka saat jamuan makan malam Tahun Baru Cina. Yee Sang terbuat dari serutan beberapa jenis sayuran seperti beberapa jenis lobak, rebung, jahe, ketimun, wortel dan jeruk bali. Selain itu diberikan saus serta potongan daging dan ikan mentah sebagai pelengkap. Hidangan khas Imlek ini merupakan lambang berlimpahnya rejeki, kemakmuran, dan kekuatan. Untuk menikmati Yee Sang, tiap orang yang ada di meja makan harus bergotong royong mengaduk Yee Sang dengan sumpit. Tidak perlu takut jika Yee Sang tumpah dari piring saji, karena ini berarti rejeki yang datang akan tumpah ruah.
3. Mie Panjang umurMie merupakan simbol untuk panjang umur bagi yang merayakan Imlek. Untuk memakannya pun ada aturannya sendiri, yaitu mie tidak boleh terputus saat diambil dengan menggunakan sumpit. Jika mie terputus, maka dianggap rejeki dan umur akan cepat habis. Sumpit digunakan untuk melambangkan pribadi penuh kesabaran dan tidak serakah maupun iri hati. Lalu, mie yang diambil harus dimasukkan ke mulut dengan cara diseruput.
4. IkanIkan bandeng yang dikukus secara utuh mempunyai arti rejeki yang tersisa atau keberuntungan, karena ikan dalam bahasa Mandarin mempunyai bunyi yang mirip dengan kata kehidupan. Sementara, warna ikan bandeng yang mengkilap melambangkan keberuntungan. Cara menghidangkannya pun punya aturan sendiri, ikan harus disajikan sebagai hidangan terakhir, lalu bagian kepala harus menghadap orang tua atau tamu. Selain itu, ikan tidak boleh dihabiskan, terutama bagian kepala dan ekornya. Ini melambangkan rejeki yang berlimpah di awal dan akhir tahun. Ikan juga mulai dimakan dari bagian dekat kepala hingga ke bagian dekat ekor. Selain bandeng, ikan lele juga dapat dihidangkan karena dianggap melambangkan rejeki yang berlebih.
5. Kue KeranjangMeski namanya adalah Kue Keranjang (Nian Gao), tapi tekstur kue ini yang kenyal dan legit lebih mirip dengan dodol. Kue keranjang juga dijadikan sajian bagi Dewa Dapur. Kue Keranjang disajikan untuk mengundang kemakmuran dari tahun ke tahun. Kue keranjang bisa awet hinga beberapa bulan. Menikmatinya pun bisa dengan berbagai cara, baik dimakan begitu saja, dikukus terlebih dahulu agar lunak, digoreng dengan tepung atau digoreng dengan telur.
6. Pangsit Pangsit yang direbus atau digoreng disajikan untuk melambangkan kekayaan. Pangsit biasanya dibuat seperti bentuk bongkahan emas dan merupakan salah satu makanan penting yang tidak bisa ditinggalkan. Pangsit dimakan dengan kubis dan lobak, karena dipercaya dapat membuat kulit sehat.
...moreTRIPTRUS - Untuk menikmati jernihnya Danau Labuan Cermin, kita harus pergi ke Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Danau ini merupakan salah satu obyek wisata yang belum banyak diketahui oleh para traveler. Untuk mencapai danau ini, dibutuhkan waktu 6 sampai 7 jam perjalanan darat dari Tanjung Redeb, ibukota Kabupaten Berau.
Semua rasa lelah langsung hilang begitu melihat air Danau Labuan Cermin yang berwarna hijau kebiruan yang jernih. Saat ditempa sinar matahari, permukaan air danau ini bisa memantulkan bayangan bagaikan cermin. Dari atas dermaga yang berada di pinggir danau, bisa terlihat jelas semua benda yang berada di dalam danau, bahkan sampai ke dasar danau. Di sekitar danau terdapat tempat-tempat yang menyewakan peralatan snorkeling dan ban untuk mengapung bagi para pengunjung.
Begitu memasuki Danau Labuan Cermin, langsung terasa air tawar yang sejuk sekali. Tapi, jika TripTroops bisa berenang ke dasar danau, akan terasa air asin di dasar danau. Inilah keunikan danau Labuan Cermin, dua jenis air ada di dalam satu danau. Di permukaan sampai pertengahan, air terasa tawar yang berasal dari sumber mata air di sekitar danau. Namun, beberapa meter di bawah, air terasa asin karena berasal dari air laut dari Teluk Sumbang, yang juga dialiri air tawar dari Danau Labuan Cermin. Namun harus berhati-hati, karena di beberapa bagian danau arusnya cukup kuat dan dapat menyeret orang yang tidak pandai berenang.
Kedua jenis air yang ada di danau ini tidak bercampur. Begitu juga dengan ikan-ikan di danau tersebut. Di bagian air tawar, terdapat beberapa spesies ikan air tawar, sementara di dasar danau berkeliaran ikan-ikan laut. Di dasar danau terdapat lapisan berwarna putih keruh yang berasal dari pembusukan kayu dan dedaunan yang jatuh ke danau tersebut.
Di sekitar danau juga terdapat kawasan hutan lindung yang masih rimbun dan tidak diganggu oleh penduduk setempat. Hutan ini menjadi tempat tinggal bagi berbagai satwa liar seperti bekantan, berang-berang, dan beruang madu. Selain itu, pada salah satu sisinya terdapat tebing tinggi.
Jangan lupa kunjungi juga beberapa destinasi di sekitar Danau Labuan Cermin seperti Teluk Sumbang, Teluk Sulaiman, dan tentunya Kepulauan Derawan yang juga berada di Kabupaten Berau.
Photos courtesy of: Various Sources
...more