TripTrus.Com - Lo tau nggak sih, belakangan ini makin banyak orang yang ngomongin Purwokerto, tapi bukan karena kota ini keren ala-ala Jakarta atau heboh kayak Bandung. Justru karena kota kecil ini tuh punya vibe yang beda banget—adem, tenang, dan nyaman parah. Banyak orang di YouTube, Twitter, sampe TikTok yang bilang kalo tinggal di sini tuh rasanya kayak lagi healing permanen. Gak rame-rame amat, gak ribet, tapi tetep hidup. Jadi wajar aja kalo sekarang banyak yang mulai lirik Purwokerto bukan sebagai kota “istimewa”, tapi kota enak buat hidup. Nah, ini nih beberapa alasan kenapa kota ini makin naik daun.
View this post on Instagram
A post shared by Purwokerto Drone (@purwokertodrone)
1. Udara Adem, Hati Jadi Kalem
Lo bosen sama panasnya Jakarta yang bikin gerah 24/7? Di Purwokerto beda, bro. Udara di sini tuh adem banget, nggak terlalu banyak polusi, dan suasananya masih hijau-hijau gimana gitu. Cocok banget buat lo yang pengen cabut dari keruwetan kota besar. Banyak banget orang yang nyobain tinggal di sini terus jadi jatuh cinta sama slow living ala Purwokerto—hidup santai tapi tetep meaningful. Kayak, bangun pagi bisa denger suara burung, buka jendela langsung kena angin sejuk. Bukan cuma anak muda aja, para vlogger sampe orang tua juga banyak yang bilang kalo vibes-nya Purwokerto tuh bikin betah.
2. Jalanan Gak Bikin Stress
Kalau lo biasa tinggal di kota besar kayak Jakarta, pasti ngerti rasanya stuck di kemacetan tiap hari. Tapi di Purwokerto? Wah, lalu lintasnya tuh masih manusiawi banget. Mau ke mana-mana nggak perlu ngerencanain 1 jam sebelumnya gara-gara takut macet. Lo bisa jalan-jalan naik motor, mobil, atau bahkan jalan kaki tanpa drama. Banyak juga netizen yang bilang, kalo pensiun nanti, pengennya tinggal di Purwokerto karena tenang dan nggak penuh tekanan.
3. Harga Hidup yang Masih Waras
Nah ini penting banget—biaya hidup di Purwokerto tuh ramah di kantong. Makan enak gak perlu mahal, naik transportasi juga nggak nguras dompet, dan nyari tempat tinggal yang oke tapi terjangkau tuh masih bisa banget. Buat lo yang pengen hidup nyaman tanpa harus ngoyo kerja 24 jam, Purwokerto ini bisa jadi solusi. Hemat tapi nggak murahan. Hidup enak nggak harus di kota besar, cuy!
[Baca juga : "April 2025 Bakal Gokil! Festival Di Tiap Kota Bikin Lo Nggak Mau Diem Di Rumah"]
4. Tempat Main Keluarga yang Bikin Betah
Lo punya keluarga? Atau suka nongkrong bareng temen yang family vibes? Di Purwokerto banyak banget tempat yang ramah buat keluarga, salah satunya Taman Andhang Pangrenan. Tempat ini tuh enak buat piknik, santai-santai sore, atau sekadar duduk sambil ngobrol. Parkir gampang, suasana adem, dan pastinya aman buat anak-anak. Kota ini emang nggak punya theme park gede, tapi tempat buat chill bareng orang terdekat tuh bertebaran.
5. Lokasi Strategis, Gampang Banget Diakses
Meskipun kecil, tapi jangan remehkan posisi strategisnya Purwokerto. Kota ini gampang banget dijangkau dari mana-mana—baik pake mobil, bus, apalagi kereta. Dikelilingi kota-kota penting di Jawa Tengah bikin lo nggak ngerasa terisolasi. Lo masih bisa main ke kota besar kalo perlu, tapi tetep punya base yang tenang dan nyaman di sini. Kayak punya tempat ngumpet dari dunia, tapi masih gampang kalo mau balik.
Lo nggak bakal nemu gedung pencakar langit atau pusat perbelanjaan super mewah di Purwokerto. Tapi yang lo dapet justru sesuatu yang lebih penting: ketenangan, kenyamanan, dan gaya hidup yang lebih real. Gak heran sih kalo banyak konten kreator yang nyaranin kota ini buat orang-orang yang pengen escape dari bisingnya kehidupan kota.
Jadi, kalo lo lagi mikir buat pindah, cari tempat healing yang gak mainstream, atau sekadar pengen merasakan hidup yang lebih chill—coba deh mampir ke Purwokerto. Siapa tau lo malah betah dan gak pengen balik! (Sumber Foto @purwokertoonline)
...moreTripTrus.Com - Memanfaatkan waktu libur untuk menjelajah Nusantara bisa dibilang jadi salah satu kegiatan favorit orang Indonesia mulai beberapa tahun ini. Ini wajar saja, mengingat luasnya negara kita dan ribuan destinasi wisata dari Sabang hingga Merauke dan dari Miangas hingga Rote. Banyak traveler yang memberanikan diri pergi berbekal peta dan cerita teman atau blog yang dibaca. Tapi banyak juga mereka yang menggunakan jasa para pelaksana trip (trip operator) independen untuk menjelajah Indonesia.
Tapi, apa yang terjadi apa bila uang yang sudah dibayarkan ternyata berbuah kekecewaan akibat trip yang diikuti ternyata tidak sesuai dengan harapan? Atau yang lebih parah lagi, uang yang sudah dibayarkan ternyata menguap begitu saja karena trip operator yang dipilih mangkir atau lenyap tanpa jejak begitu saja. Untuk itu, lihat beberapa tips dari TripTrus.com untuk agar trip impian kamu tidak berubah jadi mimpi buruk.
1. Pilih Trip Yang Pas Buat Kamu
Sebelum memulai memilih trip operator yang tripnya akan kamu ikuti, pilih dulu trip yang sesuai dengan alokasi waktu (tanggal libur/cuti), bujet, dan destinasi serta kegiatan yang diinginkan. Karena kemungkinan besar akan sulit, misalnya, untuk melakukan kegiatan snorkeling atau diving apabila mengikuti trip ke daerah pegunungan.
Teliti dulu itinerary yang ada untuk melihat kemampuan kamu untuk mengikuti trip yang kamu inginkan. Cari juga informasi mengenai tempat yang akan didatangi, mungkin saja saat ikut trip nanti informasi itu bisa jadi bahan pembicaraan yang menarik dengan peserta trip lain.
2. Lakukan Background Check
Setelah menemukan trip impian kamu, langkah berikut ini adalah pilih trip operator yang mengadakan trip ke destinasi yang kamu inginkan. Lalu cari tahu mengenai pengalaman dan reputasi trip operator dengan melihat berbagai informasi. Misalnya dengan menelusur kegiatan trip yang pernah dilakukan oleh trip operator tersebut lewat media sosial atau foto-foto yang trip operator itu tampilkan di website atau meminta nomor telepon atau email orang yang bisa memberikan rekomendasi untuk trip operator tersebut.
Lihat juga apakah trip operator tersebut melakukan promosi tripnya di berbagai forum dan marketplace, lalu cari tahu apakah trip operator ini sudah dipercaya oleh website tertentu - misalnya memiliki status Trusted Operator di TripTrus.com - atau rekomendasi dari para peserta lain yang pernah mengikuti trip oleh sang trip operator.
3. Bandingkan Harga Dengan Service Yang Didapatkan
Untuk lebih memastikan pilihan trip dan trip operatornya, perkirakan apakah harga yang ditawarkan sesuai dengan service dan fasilitas yang diberikan oleh trip operator pada saat trip berlangsung. Lihat apa saja yang termasuk dan tidak termasuk dalam biaya trip agar kamu bisa lebih siap apabila harus melakukan pembayaran di luar biaya trip.Siapkan juga dana cadangan yang dapat digunakan misalnya untuk membeli oleh-oleh, membeli makanan yang tidak ada dalam fasilitas trip tersebut, atau menyewa kendaraan, peralatan atau mengikuti kegiatan lain pada saat trip.
4. Minta Informasi Lebih Lengkap Sebelum Trip Dimulai
Setelah mendaftarkan diri mengikuti trip, jangan lupa untuk menanyakan informasi lebih lanjut mengenai pelaksanaan trip dan destinasi yang dituju, misalnya; peralatan dan perlengkapan yang harus atau tidak boleh dibawa, persiapan fisik sebelum trip (misalnya dengan meminum obat-obatan tertentu).
Tanya juga apakah akan ada pertemuan atau briefing sebelum trip diadakan. Ini juga berguna untuk memperkenalkan diri dengan para peserta lainnya. Mungkin saja dari mereka kamu jadi dapat ide dan rekomendasi tujuan wisata lain dan trip operator lain yang direkomendasikan. Gampang, kan?
...moreTRIPTRUS - Liburan rame-rame bareng teman memang selalu berkesan seru dan menyenangkan. Apalagi kalau teman yang kamu ajak liburan adalah teman yang sudah ‘klop’ banget dengan kamu. Namun, se-klop apapun kamu dengan teman kamu, bukan tidak mungkin konflik pasti terjadi selama liburan. Berikut ini ada beberapa tips agar liburan kamu bareng teman-teman tidak menjadi mimpi buruk:
1. Buat Itinerary
Rencanakan itinerary perjalanan bareng teman-teman dengan sebaik mungkin. Saling menghargai dan menghormati pendapat masing-masing agar mendapatkan hasil yang memuaskan. Tidak ada pihak yang merasa dirugikan.
2. Cari Tiket dari Jauh Hari
Ngga lucu kan rencana liburan rame-rame tapi berangkatnya sendiri-sendiri? Maka dari itu mencari tiket dari jauh hari sangat penting, agar kamu dan rombongan bisa berangkat bersama. Begitu juga dengan penginapan, cari dan booking penginapan dari jauh hari, agar semua rombongan bisa tinggal di tempat yang sama.
3. Saling Toleransi
Kemungkinan konflik pasti terjadi selama liburan. Itulah pentingnya kamu dan rombongan meningkatkan rasa toleransi terhadap sesama agar tidak terjadi pertengkaran. Memori yang ditinggalkan pun selepas liburan juga menyenangkan. Penting juga menekan ego masing-masing selama liburan.
4. Singkirkan Gadget-mu
Salah satu tujuan liburan bareng teman agar kamu bisa lebih bersosialisasi. Sehari-hari kamu sudah disibukkan dengan pekerjaan dan urusan di gadget-mu. Ada baiknya selama liburan, singkirkan dulu gadget-mu untuk sementara. Hal ini bisa menambahkan keakraban di antara rombongan.
5. Pentingnya Komunikasi
Di antara empat tips di atas, inilah yang terpenting. Pentingnya komunikasi untuk menghindarkan kita dari kesalahpahaman. Apapun yang terjadi selama liburan, kamu dan rombongan harus saling terbuka. Agar tidak ada yang merasa dikecewakan terhadap satu sama lain.
Itulah tadi beberapa tips liburan seru bareng teman-teman yang dapat kita paparkan. Semoga liburan kamu bareng teman-teman bisa menjadi memori yang tidak terlupakan dan menyenangkan. Selamat berlibur! (Sumber: Artikel blog.indonesiaflight.id Foto JKTjalanjalan)
...moreKepulauan Derawan yang merupakan sebuah Kecamatan dari Kabupaten Derau, Kalimantan Timur. Keindahan Derawan membuatnya jadi destinasi wisata favorit baru para traveler dari mancanegara dan Indonesia. Derawan bahkan mendapatkan julukan sebagai The Second Raja Ampat (Raja Ampat Kedua) karena potensi wisata dan keindahan alamnya. Ingin tahu apa saja yang bisa dilakukan di Derawan? Di bawah ini ada 6 hal yang harus dilakukan saat ikut trip ke Derawan.
1. Island HoppingKepulauan Derawan terdiri dari enam pulau besar, yaitu Derawan, Sangalaki, Kakaban, Maratua, Panjang dan Samama. Belum lagi puluhan pulau kecil dan beberapa pulau gosong/gusung yang hanya bisa dikunjungi saat air laut sedang surut. Tiap pulau di kepulauan yang berada di Laut Sulawesi ni memiliki keindahan yang sama, baik di atas maupun di bawah lautnya. Jelajahi keindahan pulaunya, berbicanglah dengan para penduduknya, rasakan keramahan mereka. Kunjungi tempat-tempat seperti makan dengan nisan kepala kuda, atau makam Saba'ani - salah seorang kepala suku yang dihukum oleh Belanda di awal tahun 1900-an.
2. Snorkeling di Danau KakabanPulau Kakaban adalah salah satu fenomena alami fantastis yang ada di Kepulauan Derawan. Kakaban merupakan atol (pulau karang) yang di tengahnya terdapat Danau Kakaban. Keunikan Danau Kakaban adalah empat spesies ubur-ubur tanpa sengat (stingless jellyfish) yang hidup di danau ini. Selain di Kakaban, danau seperti ini ada di Palau, sebuah negara kepulauan Mikronesia -- dengan jumlah spesies lebih sedikit dibanding Danau Kakaban. Di Indonesia, danau seperti di Kakaban juga ada di Pulau Togean lho.
3. Mengunjungi Penangkaran PenyuDi Kepulauan Derawan ada penangkaran Penyu Hijau (Chelonia mydas) terbesar di Asia, yaitu di Pulau Sangalaki. Penyu ramah ini dulunya diburu untuk diambil dagingnya dan dijadikan hiasan. Tapi sejak adanya usaha konservasi oleh World Wildlife Fund Indonesia dan SK Bupati Berau pada tahun 2001 -- yang melarang eksploitasi dan pemanfaatan telur penyu -- populasi penyu hijau kini meningkat pesat. Jika beruntung, pada malam hari kamu bisa menyaksikan mereka bertelur di pantai Derawan atau ikut melepas tukik (anak penyu) ke laut.
4. Diving Sampai PuasKekayaan Derawan yang satu ini menyebabkan para traveler memberi julukan The Second Raja Ampat. Keanekaragaman satwa dan terumbu karang di kawasan laut di Derawan hanya bisa disaingi oleh Raja Ampat. Jadi jangan heran jika tiap pulau di Derawan punya diving point yang tidak kalah satu dengan yang lain. Sebut saja melihat ikan pari manta berkeliaran Manta Point dan menyelam sambil menelusuri Blue Light Caves di Pulau Kakaban, atau menyelam bersama penyu di Pulau Sangalaki di beberapa dive spot seperti Coral Gardens, Sherwood Forest dan Manta Parade. Belum puas? Kunjungi juga perairan Pulau Maratua, pulau terbesar di Kepulauan Derawan dengan dive site fantastis seperti Big Fish Country, Fusilier Alley, dan Fantasy Wall.
5. Wisata KulinerPernah mencoba Tehe-tehe, Kima-kima dan Elai? Di Derawan ketiganya bisa kamu dapatkan. Tehe-tehe adalah sejenis bulu babi yang bagian dalamnya dimasak dengan dicampur nasi. Kima (atau Kima-kima) adalah kerang berukuran besar yang dimasak dengan bumbu yang segar. Dan terakhir adalah Elai. Buah yang mirip dengan durian ini memiliki warna oranye, tidak seperti kebanyakan durian yang berwarna kekuningan.
6. Menikmati Keindahan LangitBangun pagi-pagi lalu duduk di sisi timur Pulau Derawan untuk menikmati matahari terbit yang indah. Di sore hari, pergilah ke sisi barat untuk menikmati matahari terbenam yang menakjubkan. Lalu, berbaringlah di pantai sambil menatap hamparan bintang yang terlihat jelas tanpa terhalangi oleh polusi udara.
Bagaimana? Sudah ada gambaran jelas apa yang bisa dilakukan di Derawan? Atau ada hal lain yang perlu di tambahkan? Silahkan berikan komentar kamu di bawah.
...moreTripTrus.Com - Jika di Jakarta terdapat Kota Tua yang dianggap sebagai Jakarta-nya tempo dulu, maka di Depok juga terdapat kawasan yang merupakan kota tua-nya depok yaitu yang disebut dengan Depok Lama. Kawasan Depok Lama ini meliputi seluruh Kelurahan Depok termasuk Jalan Pemuda dan sekitarnya, Jalan Siliwangi dan sekitarnya, Jalan Kartini dan sekitarnya, Stasiun KA Depok (dahulu bernama stasiun Depok Lama) dan sebagian Jalan Dewi Sartika. Tapi tidak hanya di Kawasan Depok Lama terdapat tempat dan situs bangunan bersejarah di Depok, masih banyak di luar kawasan tersebut yang juga mempunyai nilai sejarah.
Salah satu kawasan Depok Lama yaitu di sepanjang Jalan Pemuda di Kel. Depok, Kec. Pancoran Mas. Di sini masih dapat ditemui bangunan-bangunan bersejarah dengan arsitektur Belanda.
1. Monumen Cornelis Chastellain
View this post on Instagram
Selamat Hari Bela Negara! 19 Desember Tugu putih ini merupakan sebuah monumen pembebasan kaum budak yang didirikan pada 28 Juni 1914 atau tepatnya 200 tahun setelah wasiat dari Cornelis Chastelein mulai berlaku. Tapi tugu yang ada sekarang itu bukanlah yang asli sejak tahun 1914, karena baru dibangun kembali 28 Juni 2014. Alasannya adalah pada 1960 tugu ini sempat dihancurkan karena dianggap sebagai simbol antek-antek Belanda. Yuk, #ProtectAndPromote tugu bersejarah ini! 📷 @munzilalaily #WHCI2016 #WarisanDuniaKita #YOVETAGE #YOVETAGEDepok #DepokPeduliSejarah
A post shared by #DepokPeduliSejarah (@yovetage.dpk) onDec 19, 2018 at 6:12am PST
Monumen ini sekarang berada di halaman depan dalam areal Rumah Sakit Harapan Depok, rumah sakit pertama yang berdiri di Depok. Monumen ini didirikan pertama kali pada tahun 1914 masih di zaman pemerintahan kolonial Belanda dan merupakan tugu pertama yang ada di Depok ketika itu. Pada tahun 1960, tugu ini dihancurkan. Tidak ada yang tahu pasti kenapa tugu tersebut dihancurkan. Pada tahun 2002, Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC) merencanakan pembangunan kembali tugu tersebut namun belum mendapatkan izin dari pemerintah dengan alasan bahwa Cornelis Chastelein bukanlah seorang pejuang atau pahlawan dan sebuah tulisan kalimat pada tugu yang dianggap berbau SARA. Baru pada tahun 2014 tugu ini baru dibangun kembali setelah mendapat ijin serta dihilangkannya tulisan yang dianggap berbau SARA.
Letak Monumen/Tugu Cornelis Chastellain berada di jalan Pemuda, Kel. Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Depok. Berjarak kurang lebih 2 km dari Gedung Walikota Depok, Jl. Margonda. Kini tugu tersebut dianggap sebagai Titik Nol Km Depok.
2. Rumah Sakit Harapan Depok
View this post on Instagram
Tugu Cornelis Chastelein #exploredepok #history #cagarbudaya #depok #cornelischastelein #bekaskantorkepresidenandepok
A post shared by Enco Butarbutar (@enco_butarbutar) onDec 10, 2017 at 3:37am PST
Masih berada di kawasan Jalan Pemuda, dahulunya bangunan yang dijadikan rumah sakit ini adalah bangunan kantor dari Cornelis Chastellain yang merupakan pusat pemerintahan kotapraja Depok dimasa lampau. Diperkirakan bangunan tersebut dibangun pada tahun 1880.
3. SDN Pancoran Mas 2
View this post on Instagram
🚸SDN PANCORAN MAS 2🚸 Sepintas tak ada yang menarik dari 6 obyek foto berikut. Dalam kebersahajaannya, obyek foto ini justeru eksis membisu di daerah elite yi di bilangan Jln Pemuda di kantong Belanda Depok. Setelah ditilik lebih jauh, kita akhirnya melotot melihat tiang ramping penyangga bangunan yang adalah besi² baja tempo doeloe yang tak berkarat dimakan zaman & semua ruang kelas yang kita intai disini hanya menggambarkan bahwa bangunan tempo doeloe yang terbilang kuno & kini menjadi SDN Pancoran Mas 2 itu kurang kasihsayang dari pemkot maupun warga Depok. Egp. Itulah. Konservasi apapun selalu mudah diucapkan tapi sulit dilaksanakan. #sdnpancoranmas2 #streetphotography #gedungsekolah #eksismembisu #konservasi #pemkotdepok #egp #wargadepok #jlnpemuda #kantongbelandadepok #depokcity #westjavaindonesia PP, 23 Mei 2018.
A post shared by Parlin Pakpahan (@parlin_pakpahan_) onMay 23, 2018 at 2:21am PDT
Bangunan sekolah dasar ini dahulunya merupakan satu areal dengan bangunan RS Harapan Depok. Dimasa lalu, Cornelis Chastellain menggunakan bangunan ini sebagai tempat ia mengajar kepada para budak pekerjanya.
4. GPIB Immanuel
View this post on Instagram
1st Sunday 2019 Happy Sunday. Gbu #church #christian #lutheranchurch #worship #withmywife #pray and #prayer #joy #preperation #beforeandafter #starting #weekendworship #happysunday #1stsunday #gpibimmanueldepok #depok #depoklama #westjava #indonesia
A post shared by LOttositagram (@ottoberlindo) onJan 6, 2019 at 3:00am PST
Bagunan gereja ini dibangun pada tahun 1714. Awalnya bernama Gereja Jemaat Masehi dan kemudian berganti nama menjadi GPIB Immanuel.
Sayangnya, Kawasan Depok Lama menurut YLCC, sekarang hampir 75 persen bangunan tua yang tersisa telah mengalami alih fungsi. Hal ini dikarenakan belum ditetapkannya bangunan-bangunan di Kawasan Depok Lama sebagai Cagar Budaya dan Kawasan Wisata Sejarah, sementara desakan atas nama kebutuhan ekonomi semakin tinggi sehingga terjadi perubahan fungsi bangunan menjadi minimarket, ruko dll.
5. Jembatan Panus
View this post on Instagram
. Panus. . . #jembatanpanus #panus #stevanusleander #depok #kotadepok
A post shared by Chin Mi (@aliakbarfikri) onJul 29, 2018 at 7:39pm PDT
Jembatan yang dibangun pada tahun 1917 oleh Stefanus Leander ini pada masa lalu jembatan ini merupakan jalan yang penghubung utama antara Depok dengan Bogor. Jembatan Panus menghubungkan Jalan Siliwangi dengan Jalan Tole Iskandar. Jembatan ini tidak lebar (sekitar 4 meter) dan hanya dapat dilalui satu kendaraan, karena itu bila ada dua kendaraan yang akan lewat dari dua arah yang berbeda harus dilakukan secara bergantian. Yang menarik, pada tiang-tiang beton penyangga jembatan ini terdapat garis ukur untuk mengukur ketinggian air sungai Ciliwung yang ada di bawahnya. Ketinggian air sungai Ciliwung yang berada di bawah Jembatan Panus ini juga menjadi indikator atau barometer debit air sungai Ciliwung setelah bendungan Katulampa di Bogor untuk kewaspadaan terhadap banjir di Jakarta.
Kini jembatan ini hanya digunakan untuk akses ke sebuah kawasan perumahan dan sekitarnya, karena telah dibuatkan sebuah jembatan pengganti (dibangun pada tahun 1992) yang lebih lebar di sisi jembatan Panus. Walau demikian, jembatan pengganti ini disebut dengan Jembatan Panus Baru, dan jembatan sebelumnya disebut Jembatan Panus Lama.
6. Rumah Cimanggis
View this post on Instagram
Landhuis Cimanggis - Depok, Jawa Barat. 🏚 Setelah terabaikan bertahun-tahun, baru di September 2018 Landhuis Tjimanggis akhirnya ditetapkan sebagai cagar budaya. Sempat hanya dianggap sebagai ‘peninggalan penjajah yang korup’ sehingga dinilai layak diratakan dengan tanah. 🏚 Bukankah banyak gedung-gedung tua peninggalan kolonial di seluruh dunia, saksi bisu perjalanan suatu bangsa, yang akhirnya memperkuat identitas warga, dahulu kala memang dibangun dari hasil korupsi para penjajah? 🏚 Bukan tentang hasil rasywah Gubernur Jenderal VOC Van Der Parra. Tapi nilai dan pelajaran di baliknya, yang membuat Depok, penghubung Batavia dan Buitenzorg, menjadi suatu kota yang tumbuh dengan ingatan. 🏚 Kota yang tumbuh dengan suatu benang merah dalam rentetan sejarah. Apakah kita memilih menjadi bagian dari pencerah, atau ikut arus dalam pembangunan tanpa arah? Bukankah justru mereka menjadi pengingat bahwa kita sudah tidak lagi terjajah? 🏚 #rumahcimanggis
A post shared by iqbal himawan (@iqbalhimawan_) onJan 11, 2019 at 7:44am PST
Rumah ini dahulunya adalah tempat tinggal dari istri Gubernur Jendral VOC Robertus Van Der Parra. Kondisi bangunan yang dibangun selama 3 tahun tersebut 1775-1778, kini dalam keadaan rusak. Lokasi rumah ini berada di lahan RRI Radar Cimanggis, Depok. Walaupun telah mendapatkan rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya agar Rumah Cimanggis ini menjadi Benda Cagar Budaya namun khabar terakhir yang beredar menyebutkan bahwa di areal tersebut akan dibangun sebuah kampus besar bernama Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII).
7. Rumah Pitung / Rumah Kapiten Cina
Ada yang menyebut bahwa rumah tersebut adalah rumah singgah Pitung, jawara dan pahlawan Betawi. Ada pula yang menyebutnya sebagai Rumah Kapiten Cina, karena berada di kawasan pecinan Depok yaitu Pondok Cina. Sisa bangunan peninggalan bersejarah ini berada di dalam area perbelanjaan Margo City yang berada di Jalan Margonda, Pondok Cina, Depok. Sekarang bangunan tersebut dijadikan sebuah cafe diluar bangunan utama Margo City.
8. Masjid Jami Riyadussolihin
Masjid yang terletak di Kampung Cikambangan, Kel. Kalimulya, Kec. Cilodong ini adalah masjid tertua yang ada di Depok. Dari bentuk fisik bangunan, masjid ini tidak memiliki kubah sebagaimana masjid-masjid saat ini. Konon masjid ini dibangun oleh Sunan Kalijaga saat melakukan penyebaran agama Islam di Depok. Ada juga yang memperkirakan bahwa masjid ini sudah ada sejak jaman Kerajaan Muara Beres periode tahun 1567-1579. Masyarakat setempat mengenal masjid ini dengan nama Masjid Jublegan.
[Baca juga : "Letusan Krakatau, Kramat Karam, Dan Klenteng Tjoe Soe Kong"]
9. Tugu Batu Sawangan
View this post on Instagram
Boro boro modip motor Ama Turing jauh, Spion beda sebelah aja belom tau di ganti 😂😭 . . . . . . . . . Selamat pagi Bang karbat yang punya lapak di Parung Bingung, kapan jualan kopi liong di marih . . .#latepost #pulangmalutakkpulangrindu #pulangmalugakpulangrindu #sunriceditanahanarky #depok #parungbingung #sawangan
A post shared by Aditya Wahyu Kuntadi (@adityawahyu_k) onAug 25, 2017 at 3:37pm PDT
Tugu yang dibuat pada tahun 1979 dan lokasinya berada di Jalan Muchtar Sawangan ini merupakan simbol untuk mengingat perjuangan masyarakat sekitar bersama TKR melawan tentara Nica Belanda yang coba memasuki wilayah Sawangan pada tahun 1949.
10. Tugu Gong Bolong
Tugu yang terletak di perempatan Jalan Tanah Baru ini di atas tugu terdapat sebuah replika Gong Bolong. Replika tersebut diambil dari cerita legenda masyaraka Tanah Baru mengenai Gong Bolong yang konon pada masa lalu di daerah Curug Agung, Tanah Baru sering terdengar bunyi-bunyian musik yang berasal dari gamelan. Setelah ditemukan, ternyata bunyi dari gamelan tersebut tidak ada yang memainkan. Ketika seorang tokoh ingin mengangkat seluruh perangkat gamelan tersebut namun tidak sanggup dilakukan sendirian dan hanya gong bolong dan alat pukulnya, gendang serta bende yang mampu diangkatnya. Setelah kembali ingin mengangkat perangkat gamelan lainnya, ternyata telah raib atau hilang.
Demikian sedikit dari banyak tempat dan situs bangunan bersejarah di Depok. Semoga bermanfaat buat pembaca. (Sumber: Artikel depoknetizen.blogspot.com Foto x.detik.com)
...moreTRIPTRUS - Lumba-lumba adalah mamalia laut yang dikenal sangat ramah. Bahkan ia kerap membantu orang-orang yang kebetulan tenggelam di dalam lautan. Lumba-lumba juga memiliki suara ultrasonik yang konon bisa digunakan untuk terapi orang yang memiliki sindrom autis. Terpenting lagi, lumba-lumba juga bisa dilatih untuk melakukan atraksi-atraksi yang sangat hebat di lautan.
Barangkali anda semua sudah melihat lumba-lumba di tempat pertunjukan, atau di kebun binatang dan taman air. Tapi pernahkah anda semua menyaksikan lumba-lumba di alam terbuka? Melihat mereka berenang dan meloncat di pinggiran kapal yang melintas. Tak perlu jauh-jauh, Indonesia memiliki banyak spot yang bisa anda gunakan untuk melihat lumba-lumba. Mari simak selengkapnya.
1. Perairan Misool, Raja Ampat – Papua
Perairan di Misool, Raja Ampat memang dikenal sangat indah. Lautnya yang masih jernih dipadu dengan pulau yang masih alami membuat lokasi ini bak secuil surga di bumi Papua. Anda yang menyukai pengalaman menyelam dan menyusuri keindahan bawah laut akan menyukai Misool yang tidak ada bandingannya.
Perairan di Misool dikenal sangat kaya akan biota laut. Di kawasan ini memiliki banyak spesies hiu kecil dan juga paus. Untuk anda yang menyukai lumba-lumba yang ramah, kawasan ini memiliki 3 spesies lumba-lumba. Biasanya mereka akan keluar dan mengikuti kapal-kapal wisatawan yang melintas.
2. Teluk Kiluan – Lampung
Teluk Kiluan dapat ditempuh sekitar 3-4 jam dari pusat Bandar Lampung. Lokasi ini menjadi primadona wisatawan yang sangat menyukai petualangan bahari yang tiada batas. Pengunjung bisa menyewa kapal untuk berlayar sambil menikmati indahnya pemandangan dan jika beruntung bisa melihat atraksi lumba-lumba yang sangat memukau.
Kawasan ini memiliki dua jenis lumba-lumba yang jumlahnya diperkirakan ada ratusan. Pertama adalah lumba-lumba hidung botol dan yang kedua adalah lumba-lumba paruh panjang. Lumba-lumba jenis paruh panjang memiliki tubuh yang relatif kecil dan suka sekali melompat di udara untuk menghibur semua orang.
3. Pantai Lovina – Bali
Pantai Lovina adalah pantai yang paling dikenal di Bali meski suasananya masih sangat alami. Terletak di ujung utara Bali, pantai ini menyajikan pengalaman berharga bagi semua wisatawan yang ingin menikmati kehidupan lumba-lumba. Biasanya, saat bagi datang, mereka akan meloncat-loncat di lautan beriringan dengan kapal laut di sebelahnya.
Atraksi dari lumba-lumba di Bali bagian Buleleng ini lambat laun menjadi incaran banyak orang. Terutama mereka yang tidak menyukai suasana gegap gempita di Bali bagian selatan. Pantai dengan puluhan lumba-lumba ini bisa membuat wisatawan, bahkan anda merasa nyaman dan ingin berlama-lama di sana.
4. Kawasan Pulau Peucang – Banten
Pulau Peucang memang belum banyak diketahui oleh wisatawan di Indonesia. Meski demikian, kawasan ini menyajikan pengalaman yang sangat berharga, salah satunya adalah berenang dengan lumba-lumba di laut lepas. Ya, berenang dengan mamalia laut ini tanpa harus naik kapal laut yang kadang sangat berisik.
Di dunia ini, mungkin hanya ada dua spot wisata yang menyajikan pengalaman berenang dengan lumba-lumba. Pertama adalah di Florida, Amerika dan yang kedua di Pulau Peucang, Banten, Indonesia. Bila anda kebetulan berada di kawasan Banten, jangan lupa untuk mampir dan menikmati sensasi berenang dengan para lumba-lumba di laut lepas.
5. Perairan Taman Nasional Komodo – Nusa Tenggara Timur
Perairan di kawasan Taman Nasional Komodo juga dikenal menyajikan pengalaman bertemu dengan lumba-lumba yang mengesankan. Lumba-lumba ini biasanya keluar saat pagi hari. Kala matahari masih akan keluar di ufuk timur, lumba-lumba mulai melakukan aktivitas paginya dengan melompat-lompat di udara.
Biasanya mamalia laut ini terlihat di perairan yang menuju Pulau Padar dan Pulau Kalong. Pulau Padar adalah situs warisan budaya dunia UNESCO sejak tahun 1991. Dari pulau ini, kadang anda bisa menyaksikan lumba-lumba yang bergerak dengan bebas di lautan.
6. Perairan Pulau Siladen – Sulawesi Utara
Pulau Siladen terletak di kawasan Taman Nasional Bunaken. Turis yang datang ke sini tak lagi hanya menikmati taman bawa laut yang sangat indah itu. Tapi juga mencari peruntungan untuk bertemu dengan kawanan lumba-lumba. Biasanya mereka suka menampakkan diri permukaan laut atau berenang di dalam air.
Lumba-lumba biasanya akan muncul di pagi hari. Mereka suka sekali mengikuti kapal-kapal yang bergerak menuju Pulau Siladen. Mereka biasanya berjumlah 20-30 ekor dan akan mengawal wisatawan yang takjub menyaksikan tingkah mereka.
7. Kepulauan Derawan – Kalimantan Timur
Kepulauan Derawan adalah spot baru dalam tujuan penyelam di Indonesia. Setelah Bunaken dan raja Ampat, kawasan ini juag dikenal memiliki keindahan bawah laut yang sangat luar biasa. Bahkan bisa dibilang terbaik di kawasan Pulau Kalimantan. Di tempat ini pelancong juga bisa berenang di Danau Kakaban yang banyak menyimpan ubur-ubur tak beracun.
Selain wisata bawah laut serta ubur-ubur yang unik. Kawasan ini juga menyajikan pengalaman melihat lumba-lumba. Hewan ini biasanya suka keluar begitu mendengar suara mesin dari kapal. Mereka akan berenang di sisi kiri dan kanan kapal seperti seorang penyambut.
Inilah tujuh lautan di Indonesia yang dikenal memiliki banyak sekali lumba-lumba. Pesona laut Indonesia yang sangat mempesona. (Sumber: Artikel boombastis.com Foto dw.com)
...moreTRIPTRUS - Bulan Ramadhan tidak lama lagi akan kembali datang. Para umat Muslim di Indonesia tentunya tidak sabar menunggu datangnya bulan yang penuh keberkahan ini. Salah satu hal unik yang bisa ditemukan di bulan Ramadhan adalah banyaknya pedagang yang menjajakan berbagai sajian untuk berbuka puasa, atau ta’jil. Bagi para wisatawan kuliner, kami menampilkan sepuluh kota besar di Indonesia dan tempat-tempat populer di kota itu untuk berburu hidangan berbuka puasa.
1. Banda Aceh
Para pemburu kuliner di kota Banda Aceh dan sekitarnya pasti sudah langsung bergerak menuju pasar ramadhan yang berlokasi di sepanjang Jalan Lampisang, atau jalan Banda Aceh-Meulaboh. Berbagai peunajoh atau penganan seperti Kue Boi, Meuseukat Halua Breuh (semacam dodol), Timpan yang terbuat dari telur dan berisi srikaya dan kelapa, boh rom-rom, rujak aceh dan berbagai makanan yang hanya bisa ditemukan saat bulan Ramadhan sudah menanti pembeli mulai jam 4 sore.
2. Padang
Di ibukota Sumatra Barat ini, para pemburu kuliner sudah tentu mengenal Pasar Pabukoan yang berpusat di sekitar area parkir Lapangan Imam Bonjol. Lokasi yang berdekatan dengan Poltabes Padang ini menjajakan berbagai penganan khas Sumatra Barat seperti Lamang Tapai, Lopis Sarabi, Bubur Kampiun, dan berbagai gulai, seperti gulai usus, gulai banak (otak), gulai itiak (bebek), serta banyak makanan lain yang akan membuat air liur mengalir dengan hanya membayangkannya saja.
3. Medan
Sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, Medan terkenal dengan kekayaan khasanah kulinernya. Pengaruh budaya Melayu dan budaya Tionghoa, ditambah beragam masakan tradisionalnya membuat Medan jadi salah satu ibukota wisata kuliner. Dan di bulan Ramadhan, hampir seluruh kota Medan dipenuhi dengan pusat-pusat jajanan yang menjual hidangan berbuka puasa. Seputar kampus Universitas Sumatra Utara (USU) adalah salah satu contoh tempat mendapatkan hidangan ta’jil. Lalu Anda dapat merasakan nikmatnya hidangan bubur sop di Masjid Raya Al-Maksum yang dibagikan gratis mulai pukul 15.00. Atau Anda bisa mengarah ke Kampoeng Ramadhan di Kecamatan Medan Johor yang menyajikan berbagai makanan khas budaya Melayu.
4. Jakarta
Ibukota negara Indonesia, sebagai tempat merantau dari berbagai daerah, adalah tempat yang tumpah ruah dengan jajanan berbuka puasa. Contoh saja Pasar Ramadhan Benhil yang terletak di depan Pasar Bendungan Hilir, yang tidak pernah sepi dari pengunjung mulai dari awal hingga akhir bulan Ramadhan. Lokasinya yang berdekatan dengan jalan protocol seperti Jl. Sudirman dan Jl. Gatot Subroto jadi tempat persinggahan bagi para pekerja yang pulang dari kantor untuk berbelanja makanan buka puasa. Lalu ada lagi Kawasan Kramat Raya, Jakarta Pusat, yang menyajikan berbagai jenis makanan dari Sumatra Barat. Baik di Benhil maupun di Kramat, beragam makanan dari berbagai daerah di Indonesia memenuhi meja-meja yang menggelar jajanan berbuka puasa. Cocok untuk orang-orang yang rindu kampung halaman.
5. Bogor
Kota hujan ini juga ngetop dengan pasar kaget di kawasan Banjarjati. Para penjual terlihat kerepotan saat waktu sudah mendekati saat berbuka puasa dan biasanya hampir semua jajanan ludes terjual saat adzan Maghrib. Berbagai jenis minuman, seperti es buah dan kolak, lauk pauk, serta kurma bisa mudah ditemukan di pasar kaget ini. Harga yang lebih murah dan variasi yang beragam jadi tujuan para pembeli untuk mendapatkan hidangan berbuka puasa.
6. Bandung
Kota ini adalah salah satu surga bagi wisata kuliner. Berbagai inovasi makanan di Kota Kembang menarik para wisatawan kuliner, meski tidak di bulan Ramadhan. Bayangkan saja apa yang dapat Anda temukan saat bulan Ramadhan tiba. Kota Bandung makin dipenuhi dengan penjaja makanan, mulai jajanan yang sudah tenar seperti kue bolu pisang, brownies, gepuk, kredok, dan cireng, maupun makanan tradisional seperti surabi, lumpia basah, batagor, dan martabak. Atau kalau tidak mau terlalu repot, di hampir seluruh pinggir jalan kota Bandung Anda dapat minggir sebentar untuk menikmati es buah atau es rumput laut.
7. Yogyakarta
Kawasan Kauman, Yogyakarta, jadi salah satu tujuan untuk mencari hidangan berbuka puasa. Pasar Sore Ramadhan Kauman tiap hari selama bulan Ramadhan ramai sesak dengan pembeli yang ingin mencari hidangan berbuka puasa. Berbagai jenis pepes, botok, kicak dan kipo (kue khas Ramadhan yang terbuat dari tepung ketan). Lalu ada juga kawasan sekitar kampus Universitas Gadjah Mada banyak dipenuhi para mahasiswa yang berjualan berbagai makanan untuk berbuka puasa.
8. Surabaya
Pasar Atum adalah nama yang langsung masuk ke ingatan orang-orang yang mencari hidangan berbuka puasa di ibukota Jawa Timur ini. Atau bisa juga bergerak ke depan Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang tiap bulan Ramadhan dipenuhi banyak pedagang hidangan bulan puasa. Mulai dari kue dolar, bongko menthuk, bikang atau kue lumpur, semua sudah siap menanti pembeli selepas waktu solat Ashar.
9. Denpasar
Meski mayoritas penduduk pulau dewata ini beragama Hindu, bulan Ramadhan memunculkan pasar kaget yang menjual hidangan berbuka puasa. Sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, di depan kampus Universitas Udayana, adalah tempat yang terkenal sebagai tujuan untuk mendapatkan hidangan berbuka puasa. Para penjual dan pembeli pun tidak terbatas pada kaum Muslim saja, sehingga keramaian dan kenikmatan mencari hidangan berbuka puasa juga dirasakan oleh umat agama lainnya.
10. Makassar
Kota yang terkenal dengan keindahan Pantai Losari ini juga terkenal dengan dahsyatnya variasi kuliner khas Sulawesi Selatan. Anda dapat menikmati segarnya es palu butung dan pisang epe di sekitar kawasan Pantai Losari. Atau berbagai makanan seperti jalangkote, lumpia, dan barongko di pusat jajanan buka puasa sekitar Jl. Mappanyukki. Mulai pukul 14.00 WITA kawasan ini dipenuhi pedagang dan pembeli yang ingin mendapatkan hidangan berbuka puasa.
...moreTripTrus.Com - Gombong merupakan sebuah kota kecamatan di wilayah Kabupaten Kebumen. Dalam tata ruang dan kota, Gombong masuk dalam kawasan perkotaan karena sebagian besar penghidupan masyarakatnya dari sumber-sumber sekunder (usaha dan jasa). Dalam sejarahnya, memang Gombong dikenal sebagai pusat perdagangan. Berdasarkan catatan keluarga Liem Siauw Lam, sejak tahun 1830an di wilayah Gombong sudah terbentuk komunitas Tionghoa. Selain itu juga ada komunitas saudagar dari para Bangsawan Kalang. Kedua elemen kelompok ini membentuk karakter Gombong yang kental dengan suasana perniagaan.
Dalam segi budaya, Gombong merupakan tempat berbagai unsur budaya bersatupadu. Pertama unsur budaya Banyumasan yang berpadu dengan budaya Yogyakarta, kedua unsur Tionghoa dan ketiga unsur-unsur asli dari Gombong. Semua hal tersebut menjadikan Gombong sebuah daerah yang unik, khas dan memiliki berbagai potensi menarik untuk dijelajahi.
Berikut ini beberapa destinasi yang wajib kamu kunjungi ketika di Gombong:
1. Benteng Van Der Wijck
(Sumber: telusurindonesia.com)
Benteng yang terletak di Desa Sidayu, Kecamatan Gombong merupakan benteng peninggalan kolonial Belanda pada abad 19 yang berbentuk hexagonal. Jika diperhatikan dari bentuk bangunannya, benteng ini lebih difungsikan sebagai pos logistik daripada sebuah benteng pertahanan. Dalam perjalanan waktu, benteng ini sempat menjadi sekolah anak-anak Euroasia, interniran tawanan perang dan markas beberapa kesatuan militer. Masih banyak fakta sejarah tentang Benteng Van Der Wijck yang belum terungkap, termasuk tahun pendiriannya yang masih menimbulkan polemik, namun terlepas dari itu benteng ini merupakan aset pusaka budaya penting yang dimiliki oleh Gombong dan wajib dijaga kelestariannya.
2. Waduk Sempor
(Sumber: tripadvisor.com)
Berlokasi hanya 7km dari sebelah utara Kecamatan Gombong, waduk ini merupakan bendungan serbaguna yang mendukung aktifitas sungai Cincingguling atau yang lebih dikenal sungai Sempor, yang mengalir dari utara di kaki Gunung Serayu Selatan. Air dari Waduk Sempor banyak digunakan untuk irigasi pertanian penduduk dan juga pembangkit listrik tenaga air. Dengan potensi pemandangan yang bagus dan suasana yang tenang, maka Waduk Sempor dijadikan destinasi wisata baik bagi masyarakat lokal ataupun luar daerah. Pada tahun 1967, pernah terjadi tragedi memilukan, di mana Waduk Sempor jebol dan memakan korban hingga 127 jiwa dan nama-nama para korban lantas diabadikan dalam monumen Sempor.
3. Legenda Rokok Klembek Menyan
(Sumber: iqbalkautsar.com)
Gombong sebagai sebuah kota perdagangan pada masanya, memiliki beberapa komoditi unggulan. Salah satunya tembakau yang diolah menjadi rokok siong di berbagai industri pabrik kecil ataupun rumahan. Yang menjadi ciri khas dari rokok siong Gombong adalah campuran klembak dan kemenyan. Hal tersebut membuat rokok siong Gombong memiliki aroma khas yang sangat kuat, bahkan kerapkali dihubung-hubungkan dengan aura mistis. Masa kejayaan rokok klembak menyan berlangsung dari tahun 40 hingga 60an, dan secara perlahan tergusur oleh rokok kretek yang datang dari luar daerah. Pada era kejayaan rokok klembek menyan bermunculan berbagai merk rokok klembek menyan yang terkenal, diantaranya: Togog, Sinden, Bangjo dan Sintren. Pada saat ini kejayaan rokok klembek menyan telah berlalu, yang tersisa hanya rokok bermerk Sintren. Masih diproduksi di pabrik berperalatan kuno dan dikerjakan oleh pekerja yang berusia lansia.
4. Gedung Cung Hwa Tsung Hwi
(Sumber: @kebumenmuda)
Sejak awal abad 19 pendatang Tionghoa diperkirakan sudah ada di Gombong. Ketika pendatang Tionghoa mulai banyak, mereka membentuk perkumpulan yang bernama Cung Hwa Tsung Hwi. Atsa dasar itu dibangunlah gedung perkumpulan yang berlokasi di kawasan pecinan Gombong yaitu di Jalan Sempor Lama. Sempat dijadikan sebuah sekolah Tionghoa pada tahun 40 hingga 60an. Meskipun fisik gedung ini banyak mengalami perubahan, masih banyak kisah menarik yang terkandung di dalamnya. Gedung ini merupakan saksi sejarah dinamika Tionghoa di tanah Gombong. Presiden Soekarno sempat mengeluarkan PP 10 tahun 1950 tentang pengaturan domisili etnis Tionghoa di Indonesia, gedung ini sempat dijadikan tempat penampungan. Saat ini gedung ini berfungsi sebagai sekertariat Yayasan AGH yang memberikan pelayanan kematian bagi masyarakat Tionghoa di Gombong. Di gedung tersebut juga kita bisa belajar aspek budaya Tionghoa dalam kematian dan proses pemakaman. Bahkan kita masih bisa melihat “peti kembang cengkeh” yang berharga mahal.
5. Roemah Martha Tilaar
(Sumber: tribunnews.com)
Inisiatif membangun Roemah Martha Tilaar ini dimulai berawal dari keinginan Ibu Martha Tilaar untuk memberikan kontribusi bagi Kota kelahirannya Gombong. Beralamat di Jalan Sempor Lama no. 28, Roemah Martha Tilaar menempatkan museum sebagai konteks dan aktivitas sebagai konten dan berinformasi tentang perjalanan hidup Ibu Martha Tilaar saat di Gombong. Roemah Martha Tilaar Gombong diperkirakan sudah berdiri sejak tahun 1920-an. Merupakan rumah keluarga Liem yang dikenal sebagai keluarga Tionghoa kaya pada waktu itu. Liem Siaw Lan kepala keluarga Liem merupakan seorang pengusaha dan mempunyai bisnis yang beragam, salah satunya adalah mengelola peternakan yang mensupply daging dan susu ke tangsi Belanda Van Der Wijk. Pada masa revolusi Indonesia rumah keluarga Liem digunakan sebagai dapur umum dan tempat perawatan tentara Indonesia yang terluka akibat pertempuran dengan tentara NICA. (Sumber: Artikel Rumah Martha Tilaar dan Amieykha Foto Amieykha)
...moreTripTrus.Com - Bro-sis traveler, siap-siap nih Juli 2025 bakal ramai event kece di seantero Indo! Ada festival budaya, lari pagi sehat, kuliner nostalgia, sampai konser malam di taman bumi—semuanya hits banget buat lo anak Gen Z atau milenial yang butuh konten fresh dan vibes liburan yang gak mainstream. Lo tinggal pilih: pingin jalan bareng topeng di Lampung, nostalgia kuliner Jogja, party lokal di Kaltim, seru-seruan gratis di Sukabumi, atau nonton gemerlap Geopark Night Specta di Gunungkidul. Siapkan DSLR, sneakers, dan dirimu yang hyped!
1. K-Fest Lampung – Festival Budaya & Olahraga (1–6 Juli)
K-Fest ke-34 di Lampung ini menggila banget: ada Karnaval Topeng Lampung (5 Juli), Krakatau Run pagi-pagi (6 Juli), dan UMKM bazar penuh kuliner & kreasi lokal (1–6 Juli). Malam puncak-nya? Ada Mr. JONOJONI bikin ketawa plus pengumuman kontes topeng—pas banget buat lo yang pingin healing budaya sambil ngerasa Indonesia banget!
2. Kangen Dolan Teras Malioboro – Festival Kuliner Nostalgia Jogja (19–23 Juni)
Lo yang kangen sama vibe Jogja, siap-siap balik ke masa lalu! “Kangen Dolan Teras Malioboro” hadir lagi—sajian gudeg, cenil, wedang uwuh, musik keroncong dan akustik, semua gratis! Ajak squad lo buat kulineran sore sampe malam, sambil baca spot Instagramable seantero Teras Malioboro. Nostalgia maksimal!
3. Sebuntal Fest 2.0 – Party & Kreativitas Lokal di Kutai Kartanegara (15–19 Juli)
Sebuntal Fest kembali lagi di Marangkayu, Kutai Kartanegara. Ada musik, tarian, fashion show, lomba mewarnai, zumba party, plus 30+ tenant UMKM yang jualan jajanan dan produk lokal viral. Cocok buat lo yang pingin explore festival lokal yang fun, penuh warna, dan support bisnis kecil wilayah!
[Baca juga : "Pulau Sangiang, Liburan Lo Gak Cuma Healing, Tapi Juga Nambah Cerita Mistis & Seru!"]
4. Geofest Sukabumi – Geopark Festival Gratis (5 Juli)
Sukabumi juga gak mau ketinggalan nih! GeoFest 2025 free event di Geopark Ciletuh-Palabuhanratu terjadwal puncak 5 Juli. Acara ini dikemas edukatif banget: ada talkshow, edukamp, pameran, dan sambutan resmi Bupati Sukabumi. Cocok buat lo yang butuh liburan murah meriah plus belajar tentang kelestarian alam!
5. Gunungkidul Geopark Night Specta Vol. 7.0 – Simfoni Taman Bumi (18–19 Juli)
View this post on Instagram
A post shared by JASA JAHIT GUNUNGKIDUL JOGJA (@elfata.fashion)
Event malam spektakuler di Amphitheater Embung Nglanggeran, Gunungkidul. Dimulai dengan lomba poster untuk pelajar DIY, tari tayub kolosal, bazar UMKM, talkshow coklat Nglanggeran, hingga konser gamelan orkestra plus bintang tamu. Masukannya gratis, atmosfernya epic, rekomended untuk culture-seeker!
Bro-sis, lo liat gak? Juli 2025 ini bakal penuh event seru dan edukatif dari ujung barat ke timur Indo. Tinggal pilih vibes-nya—budaya, lari pagi, kuliner nostalgia, kreativitas lokal, atau keajaiban geopark malam hari. Semua low budget, sekali jalan bisa dapet konten & experience Instagram-worthy. Jadi, lo tim yang mana? Jangan tunggu “viral”, mending jalan duluan! (Sumber Foto @sanggarpakem)
...more