Setiap wilayah di Indonesia memiliki senjata tradisional yang menjadi ciri khas dari daerah tersebut. Jika Aceh memiliki rencong dan Jawa Barat memiliki kujang maka Sulawesi Utara memiliki salah satu senjata tradisionalnya yang bernama pedang bara Sangihe.
Pedang bara Sangihe dahulu dikenal sebagai salah satu senjata yang digunakan oleh salah satu Pahlawan Sulawesi Utara bernama Hengkeng U Nang. Sejak kecil Hengkeng U Nang diketahui rajin mengasah keahliannya bergulat dan juga ketangkasannya dalam bermain pedang bara.
Hengkeng U Nang yang berasal dari Timeno Kiawang Siau ini dikenal mahir memainkan pedang bara. Bahkan ketika berperang dia tidak jarang menggunakan pedang bara untuk melawan musuh-musuhnya. Pahlawan yang lahir pada tahun 1590 ini bahkan pernah diangkat menjadi Kontraktor Proyek Pembangunan Armada Angkatan Laut pada tahun 1612.
Pedang bara Sangihe memiliki gagang dua cabang. Tidak hanya pada gagang, pada ujung pedang bara juga memiliki dua cabang yang diantara dua cabang tersebut terdapat gerigi-gerigi. Pedang bara Sangihe menjadi salah satu senjata tradisional kebanggaan masyarakat Sulawesi Utara dan menjadi salah satu kekayaan kebudayaan yang dimiliki Indonesia.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreKunjungi surga bawah laut Taka Bonerate dengan mengikuti trip: http://triptr.us/Bq
TRIPTRUS - Dari sekian banyak atol di seluruh dunia, Indonesia adalah lokasi dari atol ketiga terbesar di dunia setelah Atol Kwajalein di Kepulauan Marshals dan Atol Suvadiva di Maladewa. Atol itu adalah Taka Bonerate, atol terbesar di Indonesia yang berada di Laut Flores dan merupakan bagian dari Kabupaten Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan. Atol itu merupakan bagian dari Taman Nasional Taka Bonerate yang mempunyai luas lebih dari 530 ribu hektar, dengan luas atol sekitar 220 ribu hektar dan meliputi 21 pulau karang di daerah itu.Taka Bonerate sendiri berarti "pulau karang di atas pasir", kawasan ini terkenal sebagai surga bawah laut yang menjadikannya tempat idaman para penggemar diving dan snorkeling. Untuk mencapai Taka Bonerate, bisa menggunakan bus atau pesawat ke Selayar, lalu meneruskan perjalanan dengan kapal laut selama beberapa jam. Tapi perjalanan ke sana tidak akan membosankan. Pemandangan yang menakjubkan dapat dilihat baik di lautan maupun di pulau-pulau dalam kawasan TN Taka Bonerate.Salah satu pulau favorit pengunjung TN Taka Bonerate adalah Pulau Tinabo. Meski tidak terlalu banyak tempat penginapan di pulau ini, tapi pemandangan di Tinabo benar-benar mengagumkan. Bahkan tanpa harus masuk ke dalam air pun kita dapat melihat sekilas pemandangan bawah laut yang sangat indah. Untuk memasuki TN Taka Bonerate, diperlukan izin bagi tiap pengunjung, termasuk izin untuk membawa kamera. Tapi harga yang dibayarkan untuk izin bisa dibilang worth it untuk menangkap keindahan Taka Bonerate ke dalam kameramu.Ada banyak sekali dive spot di Taka Bonerate yang tersebar dari Pulau Tinabo hingga ke berbagai pulau-pulau lainnya. Kalau tidak ingat waktu, bisa-bisa seluruh kulit tubuh jadi keriput karena terlalu lama berada di dalam air. Dive spot yang terkenal di Taka Bonerate adalah di sekitar Pulau Tinabo Kecil, Pulau Tinanja, serta di Pulau Jinato dan Pulau Latondu serta di Kahabia, Belang-Belang, dan Taka Lamungan. Kurang lebih 260 spesies karang, 295 spesies ikan dan 24 spesies moluska akan menemani para penyelam, karena Taka Bonerate adalah salah satu kawasan bawah laut dengan keaneka ragaman hayati terbesar di dunia.
...moreTripTrus.Com - Lo tau nggak sih, Indonesia tuh gak cuma punya alam yang kece badai, tapi juga punya segudang tradisi wisata yang unik, bikin lo mikir, “Ini beneran ada?” Serius deh, tradisi-tradisi ini gak cuma soal budaya doang, tapi juga punya makna dalem yang kadang gak bisa lo temuin di tempat lain. Dari ujung barat sampai timur Indo, banyak banget upacara yang digelar tiap tahun dan bisa jadi daya tarik wisata juga. Bukan cuma buat warga lokal, turis mancanegara pun sampe takjub liatnya. Dan yang paling penting, semua ritual ini tuh kaya banget akan nilai sejarah, spiritualitas, dan tentunya, vibe lokal yang khas abis!
1. Rambu Solo, Toraja – Gengsi dalam Berkabung
View this post on Instagram
A post shared by TORAJA STORY (@story___toraja)
Nah, kalo lo ke Toraja, Sulawesi Selatan, jangan kaget kalo nemu pemakaman yang keliatannya kayak pesta gede. Ini namanya Rambu Solo. Seriusan, ini bukan pemakaman biasa. Orang-orang ngumpul, motong kerbau, terus ada upacara adat yang ribet tapi sakral. Gak heran kalo acara ini bisa makan waktu berhari-hari bahkan sampe berminggu-minggu. Emang sih, butuh biaya gede, tapi buat orang Toraja, ini bentuk penghormatan terakhir yang paling tinggi buat keluarga yang udah meninggal. Jadi, makin gede acaranya, makin tinggi juga status sosialnya.
2. Manene, Toraja – Reuni Keluarga Akhirat
Masih dari Toraja nih, ada juga tradisi yang bisa bikin lo merinding tapi kagum. Namanya Manene. Di ritual ini, keluarga bakal buka kembali makam leluhur mereka, terus jenazahnya dibersihin dan dipakein baju baru. Iya lo gak salah baca, jenazahnya dikeluarin dan diperlakukan kayak masih hidup! Tapi tenang, ini bukan horor, ini bentuk rasa cinta dan hormat keluarga ke leluhur mereka. Bener-bener bikin lo mikir ulang soal hubungan keluarga dan kehidupan setelah mati.
3. Pasola, Sumba – Duel Kuda yang Penuh Makna
Lanjut ke NTT, di Sumba tepatnya, ada atraksi yang seru abis dan memacu adrenalin. Namanya Pasola. Ini tuh semacam perang-perangan pake kuda, di mana dua kelompok saling lempar tombak sambil ngebut di atas kuda. Wah, kayak film action! Tapi ini bukan cuma soal adu kekuatan, Pasola adalah bagian dari tradisi panen dan ritual buat minta berkah ke leluhur. Jadi selain seru, tradisi ini juga punya sisi spiritual yang kuat banget.
4. Ngaben, Bali – Api, Arwah, dan Perjalanan ke Nirwana
Kalo lo ke Bali, lo pasti pernah denger soal Ngaben. Ini tuh semacam pemakaman, tapi bukan yang suram gitu. Justru di Bali, kematian itu dirayakan karena dipercaya sebagai proses menuju kebebasan jiwa. Jenazah dibakar dengan upacara megah dan penuh warna. Musik, tarian, dan doa mengiringi arwah buat nyampe ke alam selanjutnya. Suasananya bisa campur aduk, antara haru dan meriah. Pokoknya, ini bukan pemakaman biasa, bro!
[Baca juga : "Mei Seru Di Jabar: Liburan Lo Gak Bakal Garing!"]
5. Tabuik, Sumbar – Drama Lautan dan Makna Spiritual
Kalo lo main ke Pariaman, Sumatera Barat pas bulan Muharram, siap-siap disambut sama tradisi Tabuik. Ini acara gede banget, kayak karnaval yang dipadukan sama spiritualitas tinggi. Puncaknya tuh pas "tabuik" alias menara raksasa yang udah dihias megah dilempar ke laut. Konon itu buat ngusir roh jahat dan sebagai simbol pelepasan duka. Warga rame-rame nangis, seneng, dan takjub dalam satu momen. Gokil kan?
6. Sekaten, Jogja & Solo – Dari Religi ke Festival Seru
Sekaten tuh acara yang diadain buat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, tapi dikemas dalam nuansa festival budaya. Lo bisa liat gamelan sekaten ditabuh, pasar malam rame, dan berbagai pertunjukan seni tradisional. Di Jogja dan Solo, vibe-nya tuh beda tapi sama-sama pecah. Banyak warga lokal dan turis numpuk buat nonton, beli jajanan, dan nikmatin suasana. Tradisi ini buktiin kalo agama dan budaya bisa nge-blend dengan harmonis.
7. Debus, Banten – Aksi Mistis yang Mind-Blowing
Debus tuh salah satu tradisi Banten yang mistis tapi bikin lo penasaran. Lo bakal liat orang kerasukan, nusuk-nusuk diri pake benda tajam, tapi anehnya mereka gak kenapa-kenapa! Ini sebenernya ritual penyembuhan juga, dan diyakini punya energi spiritual gede. Lo bakal ngerasain atmosfer mistis yang kental banget. Seram, tapi menarik buat disimak, apalagi kalo lo suka hal-hal yang out of the box.
8. Bakar Batu, Papua – Hangatnya Tradisi di Tanah Timur
Nah kalo di Papua, ada tradisi keren namanya Bakar Batu. Jadi warga ngumpul, bakar batu sampai panas, terus batu itu dipake buat masak bareng-bareng satu kampung. Momen ini biasanya buat ngerayain kelahiran, perdamaian, atau upacara adat lain. Yang bikin spesial tuh kebersamaannya, lo bisa liat orang-orang kerja sama, masak bareng, makan bareng, dan ngerayain hidup bareng-bareng. Simple tapi penuh makna!
Intinya sih, tradisi-tradisi ini nunjukin kalo Indonesia tuh punya warisan budaya yang gak main-main. Setiap daerah punya cerita sendiri yang bikin lo mikir, “Gila, budaya kita sekaya ini ya?” Dari yang serem, nyentrik, sampe yang bikin haru, semuanya ada di negeri ini. Lo tinggal pilih, pengen jadi saksi sejarah di mana dulu nih? Tapi satu hal yang pasti, semua tradisi ini ngajarin kita buat lebih menghargai leluhur, alam, dan sesama. Siap jalan-jalan sambil belajar budaya? Yuk gaskeun! (Sumber Foto @jyikwa)
...moreTripTrus.Com - Beberapa hari terakhir, dunia perfilman Indonesia menjadi buah bibir. Film Ada Apa Dengan Cinta 2 yang sudah tayang di Bioskop-bioskop seluruh Indonesia merupakan film yang ditunggu-tunggu. Film lanjutan dari film sebelumnya "Ada Apa Dengan Cinta" ini sangat menarik untuk dinikmati. Selain alur cerita tentang kisah cinta antara Rangga dan Cinta, film ini juga mengambil spot shooting di Yogyakarta yang notabene merupakan Kota Wisata.
Dengan setting Kota Yogyakarta tanpa sadar juga mengajak kita sebagai penonton untuk bisa mengexplorasi spot-spot unik di kota ini. 10 spot yang menjadi setting film ini pastinya akan lebih ngehits lagi di kalangan traveler. Banyak yang bilang spot-spot tersebut sangat instagram-able.
Di bawah ini, 10 spot film Ada Apa Dengan Cinta 2 di Yogyakarta, yang mungkin bisa jadi referensi sebagai destinasi wisata kalian.
Sumber Foto: aadc2.com
1. Restoran Bu Ageng. Jl. Tirtodipuran 13, Yogyakarta.Warung Bu Ageng sudah layaknya jadi tujuan wisata kuliner Yogyakarta. Dikenal dengan masakan omah, Warung Bu Ageng ini ternyata milik dari Ibunya Butet Kertaradjasa, seniman sekaligus budayawan Indonesia. Warung yang dibuka sejak tahun 2011 ini menawarkan menu yang akrab di lidah orang jawa. Dengan harga yang cukup terjangkau, Warung Bu Ageng cukup jadi referensi wisata kuliner Yogyakarta2. Kota Gede
Sumber Foto: aadc2.com
Kota Gede diambil dari nama kawasan lama Kota Gede, terletak di perbatasan dengan Kabupaten Bantul di sebelah selatan. Semula Kota Gede merupakan Ibu Kota Kesultanan Mataram. Kota Gede terkenal dengan sentra kerajinan perak yang terletak di Jalan Kemasan. Destinasi wisata lain Kota Gede terdapat Komplek Makam Raja Mataram, Reruntuhan Benteng, Rumah Tradisional Jawa, Masjid Agung Kota Gede dan Pasar Tradisional Kota Gede.
3. Istana Ratu Boko
Sumber Foto: aadc2.com
Istana Ratu Boko merupakan situs purbakala yang merupakan kompleks sejumlah sisa bangunan yang berada kira-kira 3km di sebelah selatan dari kompleks Candi Prambanan. Dengan luas sekitar 25ha dan terletak di di sebuah bukit pada ketinggian 196mdpl. Pemerintah pusat sekarang memasukkan kompleks Situs Ratu Boko ke dalam otorita khusus, bersama-sama dengan pengelolaan Candi Borobudur dan Candi Prambanan.
4. Bukit Punthuk SetumbuEksotisme sunrise berlatar belakang Gunung Merapi Merbabu dan Candi Borobudur, tidak heran jika Bukit Punthuk Setumbu menjadi spot terbaik untuk menikmati sunrise. Bukit setinggi kurang lebih 400mdpl yang terletak di gugusan Pegunungan Menoreh.5. Rumah Doa Bukit Rhema, Dusun Gombong-Desa Kembanglimus.
Tidak jauh dari Bukit Punthuk Setumbu terdapat bangunan tua dengan bentuk unik menyerupai burung dara. Masyarakat sekitar biasa menyebutnya dengan sebutan Gereja Ayam/Gereja Manuk-manukan atau Gereja Merpati. Menurut cerita bangunan ini diperuntukan untuk berdoa dan sebagai pusat rehabilitasi narkoba. Dengan kondisi saat ini, bangunan ini menyimpan kemegahan sekaligus aura mistis.
6. Sellie Coffee. Jl. Gerilya 822, Prawirotaman II.Pertumbuhan tempat nongkrong di Yogyakarta semakin pesat, banyak cofee shop bermunculan di kota ini. Salah satu diantaranya yaitu Sellie Coffee, Coffee Shop ini tampak menarik dengan interior berkonsep jadul. Untuk harganya sendiri, Sellie Coffee tidak terlalu mahal. Jadi kalau sedang liburan di Yogyakarta, bisa mampir dan menikmati seduhan kopi di sini. 7. Klinik Kopi. Jl. Kaliurang Km 7, Sinduharjo-Sleman.Ketika kalian mengunjungi Klinik Kopi, kalian tidak hanya bisa menikmati kopi dengan cara seduh yang berbeda. Lebih dari itu, klinik kopi merupakan tempat asik untuk berbicara tentang kopi. Tidak ada menu pasti di sana, jika hendak memesan silakan berbica langsung dengan Baristanya. Walau berlokasi di tengah ramainya daerah Gejayan, Yogyakarta, atmosfir klinik ini seperti berada di tengah hutan jati.8. Sate Klathak Pak Bari. Jl. Kedaton, Pleret-BantulAda yang bilang jika berkunjung ke suatu kota atau daerah tidak lengkap rasanya tidak mencicipi kuliner khasnya. Sate Klathak adalah sate kambing yang dibakar di atas bara api yang dihasilkan dari batu bara. Tidak hanya gudeg yang menjadi khas Yogyakarta, sate klathakpun bisa jadi kuliner alternatif jika berkunjung ke Kota Istimewa ini.9. Pantai ParangkusumoKonon menurut cerita, Pantai Parangkusumo adalah pantai yang dikeramatkan oleh masyarakatnya. Masyarakat Yogyakarta hingga kini masih meyakini ada hubungan spesial antara Keraton Yogyakarta dengan penguasa pantai selatan, Nyi Roro Kidul. Meskipun hanya cerita turun menurun, masyarakat masih melakukan semedi di Pantai Parangkusumo.10. GreenHost Hotel. Jl. Prawirotaman II No 629, Brontokusuman.Berlokasi di Jl. Gerilya atau dikenal juga sebagai Jl. Prawirotaman II, penginapan ini menawarkan konsep ramah lingkungan. Hotel ini sangat memanfaatkan lorong-lorong untuk menanam sayuran. Dengan konsep tersebut dapat dipastikan menginap di GreenHost Hotel bisa membuat liburan semakin menyenangkan. (Sumber: Artikel Amieykha Foto aadc2.com)
...moreTripTrus.Com - Para traveler tentu akan merencanakan tujuan wisatanya jauh-jauh hari. Apalagi Indonesia memiliki destinasi wisata yang banyak sekali dari Sabang hingga Merauke.
Meski tak sepopuler kota lainnya di Jawa Tengah, Gombong, kecamatan di wilayah kabupaten Kebumen rupanya menyimpan banyak tempat wisata menarik. Tak hanya alam, tapi beberapa bangunan kuno yang masih berdiri tegak. Bahkan beberapa di antaranya masih dimanfaatkan hingga saat ini. Bangunan kuno itu menjadi tempat tujuan wisata yang tak boleh dilewatkan begitu saja.
Berikut ini beberapa tempat wisata seperti dirangkum dari buku Jelajah Pusaka, yang merupakan salah satu program Roemah Martha Tilaar, yang bisa dikunjungi untuk berlibur.
1. Benteng Van Der Wijck
View this post on Instagram
Ya, sudah sepatutnya kita berbangga menjadi orang Indonesia sendiri, dengan ciri khasnya sendiri, keramah tamahan, adat istiadat yang penuh dengan nilai luhur yang banyak di sukai para turis serta berbagai macam budaya yang wajib kita jaga supaya bisa berkelanjutan dan tidak punah karena itu merupaka aset wisata dan menjadi daya tarik tersendiri. Rasa bangga bisa kita wujudkan khususnya buat orang Gombong dengan terus menimba ilmu dan berkarya supaya bisa menjadi generasi yang cerdas dan kreatif yang mampu melahirkan ide ide baru untuk dunia, termasuk untuk dunia pariwisata. . Regrann from @vanderwijc . #kebumenzone #kebumenindah #bentengvanderwijck #kebumenkeren #kebumenhits #wisatakebumen #wisatajateng #tamansejarah #dolankebumen #explorekebumen #visitkebumen #plesirkebumen
A post shared by kebumenzone (@kebumenzone) onJun 25, 2018 at 9:06am PDT
Terletak di desa Sidayu, kecamatan Gombong, benteng berbentuk heksagonal ini merupakan peninggalan kolonial Belanda pada abad 19. Melihat dari bentuk bangunannya, benteng ini lebih berfungsi sebagai pos logistik dan bukan sebagai benteng pertahanan.
Dalam perjalanan waktu, benteng ini sempat menjadi sekolah anak-anak Euroasia, interniran (menempatkan orang atau sekelompok orang di suatu tempat tinggal tertentu dan mengasingkannya), tawanan perang dan markas beberapa kesatuan militer.
2. Waduk Sempor
View this post on Instagram
This is kebumen ๐ #waduksempor #kebumenkeren #jelajahkebumen #kebumenexplore #piknik #kembaranvillage #renokartikasewamobilkebumen
A post shared by Adi Kencleng33 (@adi_kencleng33) onFeb 22, 2019 at 7:50pm PST
Berjarak 7 kilometer dari sebelah utara Kecamatan Gombong, waduk ini merupakan bendungan serba guna yang mendukung daerah sungai Cincingguling atau yang biasa disebut sebagai sungai Sempor yang mengalir dari utara kaki Gunung Serayu Selatan. Pada tahun 1967, sempat terjadi peristiwa memilukan di waduk ini. Saat itu waduk jebol dan memakan korban jiwa hingga 127 orang. Nama-nama korban lalu diabadikan dalam monumen Sempor yang berdiri hingga saat ini.
Air dari waduk itu banyak digunakan untuk irigasi sawah-sawah penduduk dan pembangkit listrik tenaga air. Pemandangan yang indah dan suasana yang tenang, membuat tempat ini kerap dijadikan tujuan wisata masyarakat lokal atau luar daerah.
3. Pabrik Rokok Sintren
View this post on Instagram
Simbah masih tetap setia nglinting rokok klembak menyan dari jaman masih gadis. #rokoksintrenklembakmenjan #gombongheritage #pesonaindonesia
A post shared by Ade CS (@adecsetyawan) onJan 7, 2017 at 6:54am PST
Pabrik rokok ini diawali dari pasangan suami istri The Tjoan (Agus Subianto) dan Tjo Goe Nio (Setiawati) yang memproduksi rokok klembak menyan merek Sintren, Togog dan Bangjo. Saat ini usaha tersebut masih dijalankan oleh tiga anak dari sembilan anak keturunannya. Pabrik rokok ini terletak di daerah Wonokriyo, Gombong.
[Baca juga : "10 Destinasi Menarik Pulau Morotai"]
4. Klenteng Hok Tek Bio
View this post on Instagram
Selamat malam semoga kita tidak menjadi orang yang sibuk mengurusi moral orang lain. Have a good day ahead๐ #explorekebumen #kebumenkeren #klentenghoktekbiogombong
A post shared by wiw (@prtwirhm_) onFeb 6, 2019 at 8:45am PST
Klenteng ini berada di tepi sungai Gombong, di kawasan Pecinan Kedung Ampel, Gombong. Sebagai tuan rumah atau dewa pelindung adalah Hok Tek Ceng Sin atau Dewa Bumi. Klenteng ini disebut juga Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD), karena di sini dilakukan juga ibadah dari tiga aliran agama, Kong Hu Chu, Tao dan Buddha. Klenteng ini sendiri berdiri tahun 1950-an.
5. Kerkhof (Makam Belanda)
View this post on Instagram
lonely broken angel..... Gombong Dutch cemetery....
A post shared by sigit asmodiwongso rmt (@sigit_rmt) onOct 20, 2017 at 5:55am PDT
Merupakan kelengkapan dari kompleks militer Belanda. Di kompleks makam ini masih terdapat makam Letnan C.F.H Campen yang dibunuh di salah satu jalanan Gombong pada 23 Januari 1886. Campen sendiri ditempatkan di Gombong untuk menjadi salah satu instruktur di Pupillenschool.
Terletak di desa Sidayu, kecamatan Gombong, benteng berbentuk heksagonal ini merupakan peninggalan kolonial Belanda pada abad 19. Melihat dari bentuk bangunannya, benteng ini lebih berfungsi sebagai pos logistik dan bukan sebagai benteng pertahanan.
Dalam perjalanan waktu, benteng ini sempat menjadi sekolah anak-anak Euroasia, interniran (menempatkan orang atau sekelompok orang di suatu tempat tinggal tertentu dan mengasingkannya), tawanan perang dan markas beberapa kesatuan militer. (Sumber: Artikel viva.co.id Foto brobali.com)
...moreTripTrus.Com - Kalau lo lagi di Jogja, pasti pernah denger nama Masjid Jogokariyan. Masjid ini bukan sekadar tempat sholat, tapi juga jadi pusat pemberdayaan ekonomi yang bikin warga sekitar makin sejahtera. Dari bagi-bagi zakat, infak, dan sedekah (ZIS), sampai bikin UMKM lokal naik kelas, masjid ini sukses membuktikan kalau tempat ibadah juga bisa jadi penggerak ekonomi!
Dari Mushola Kecil Jadi Masjid Viral
Awalnya, Masjid Jogokariyan cuma seukuran mushola kecil di pinggiran Jogja. Dibangun di tahun 1960-an, tempat ini cuma dipakai buat sholat dan ngaji. Tapi, karena makin banyak warga yang pengen belajar agama, akhirnya dibangunlah masjid lebih besar di lahan 700 m² dan diresmikan tahun 1967.
Sayangnya, dulu jamaahnya masih dikit. Masjid baru rame kalau ada sholat Maghrib, Isya, Tarawih, atau pengajian. Sampai akhirnya di tahun 1999, Ustadz Muhammad Jazir diangkat jadi ketua masjid. Dari sini, berbagai program kece mulai digagas buat bikin masjid ini makin hidup!
Strategi Gokil Biar Masjid Selalu Rame!
Gimana cara biar warga rajin ke masjid? Pengurus Masjid Jogokariyan punya cara unik!
Sholat Berjamaah Berhadiah Umroh Lo sering sholat di masjid? Nah, makin rajin ke sini, makin gede peluang lo buat dapet doorprize umroh! Strategi ini sukses bikin orang yang tadinya males ke masjid jadi semangat dateng.
Jaminan Keamanan Full Di sini, ada CCTV dan petugas keamanan 24 jam. Kalau ada jamaah kehilangan barang, masjid bakal langsung ganti barang yang hilang dengan yang baru. Mindsetnya? “Masjid harus jadi tempat paling aman buat semua orang.”
Beras Gratis untuk Warga Kurang Mampu Masjid ini juga punya sistem ATM Beras buat warga miskin. Tinggal gesek kartu, langsung dapet beras buat kebutuhan sehari-hari! Semua datanya dicatat rapi biar bantuan tepat sasaran.
[Baca juga : "KEN 2025, List Event Paling Kece Buat Liburan Lo!"]
Kas Masjid Selalu Nol Rupiah, Kok Bisa?
Di sini, saldo infak gak boleh numpuk! Semua dana yang masuk harus langsung disalurin buat jamaah, kayak bantuan modal usaha, renovasi rumah warga yang gak layak, sampai sembako buat fakir miskin.
Lo tau gak? Dari dulu cuma bisa ngumpulin Rp 5-8 juta per bulan, sekarang donasi yang masuk tembus Rp 3,4 miliar per bulan! Kenapa? Karena warga percaya, uang mereka bakal langsung dimanfaatin dengan baik, bukan cuma disimpen di rekening masjid.
“Masyarakat itu butuh fasilitas dan pelayanan yang baik. Kalau puas, mereka pasti mau infaq dengan senang hati.” – Ustadz Jazir
Warga Makin Makmur Berkat Masjid
Masjid Jogokariyan gak cuma fokus ke ibadah, tapi juga bantu ekonomi warga naik kelas. Banyak yang dulunya pengangguran, sekarang punya usaha sendiri. Bahkan ada yang bisnisnya udah jalan sampai Rp 5 miliar per bulan!
Contohnya, ada pedagang bakmi jawa yang dulunya cuma keliling, sekarang bisa buka warung di lokasi strategis berkat bantuan masjid. Ada juga UMKM yang produknya dibeli buat kebutuhan acara masjid, jadi omzetnya makin naik!
Kampung Ramadhan Jogokariyan: Surga UMKM & Takjil Gratis!
View this post on Instagram
A post shared by banyu_bieru (@banyu_bieru)
Setiap Ramadhan, masjid ini bikin event Kampung Ramadhan Jogokariyan. Lebih dari 300 UMKM ikut jualan di sini! Dari makanan berbuka, pakaian muslim, sampai pernak-pernik Islami, semuanya ada.
Yang paling keren? 3.200 paket takjil & makan berat gratis disiapin tiap hari buat semua yang mampir ke masjid! Selain itu, ada juga acara talkshow, tabligh akbar, buka bersama, dan banyak lagi buat bikin Ramadhan makin seru.
Masjid yang Bikin Hidup Makin Hidup!
Masjid Jogokariyan berhasil membuktikan kalau tempat ibadah bisa jadi pusat ekonomi, sosial, dan keagamaan sekaligus. Dari program-programnya yang unik, warga sekitar gak cuma makin rajin ibadah, tapi juga makin sejahtera. Kalau lo main ke Jogja, mampir ke Masjid Jogokariyan, ya! Siapa tau lo dapet inspirasi buat bikin masjid di daerah lo jadi sekeren ini. ๐โจ (Sumber Foto @el_garage_malang)
...moreTripTrus.Com - Hamaparan luasnya kebun teh yang hijau kerap kali menarik perhatian wisatawan. Tak usah khawatir, Indonesia jadi salah satu gudangnya kebun teh cantik yang tentu menghasilkan daun teh enak berkualitas.
Umumnya, objek wisata kebun teh selalu jadi buruan pelancong yang suka singgah ke dataran tinggi. Anda pun tak boleh melewatkannya, karena banyak aktivitas yang bisa dilakukan di area perkebunan.
menuju senja frame @tengil__ #senja #senjasore #senjahujandanceritayangtelahusai #lanscape #lanscape_lovers #lanscapes #fff #f4follow #lanscapephotography #kemuning #kemuningkaranganyar #kebunteh #kebuntehkemuning
A post shared by @ pascalyoga1 onMar 19, 2018 at 8:02pm PDT
Nah, di Indonesia kebun teh paling terkenal cantik rata-rata ada di Pulau Jawa. Pasti pencinta teh tahu di mana letak perkebunan teh cantik yang juga menghasilkan daun teh pilihan terenak.
Saat mendatangi daerah-daerah berikut ini, jangan lupa mampir ke objek wisata kebun tehnya. Pastinya udara dingin yang merangsang Anda lebih rileks dan hijaunya hamparan perkebunan tersebut bisa membuat Anda jatuh cinta dengan suasananya.
Berikut adalah lima daftar objek wisata kebun teh yang terkenal cantik di Tanah Air. Simak lebih lanjut yuk agar tidak penasaran!
1. Agro Wisata Kebun Gunung Mas
Orang Jakarta dan sekitarnya pasti kenal objek wisata perkebunan teh di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. Ada kegiatan seru yang bisa dilakukan di sana, yaitu tea walk. Pilihan rutenya ditentukan sekira 4 km, 6 km dan 8 km. Bagi pemula cocoknya Anda bisa melakukan kegiatan tersebut selama 30 menit alias memilih rute berjarak 4 km.
Anda bisa mengajak serta keluarga untuk menghabiskan weekend ini di dataran tinggi tersebut, yang selalu jadi andalan destinasi wisata singkat orang-orang Jabodetabek. Jika lelah, Anda bisa menunggangi kuda untuk memandangi hamparan luas perkebunan teh yang hijau nan segar.
2. Wisata Agro Teh Wonosari
Orang Jawa Timur pasti kenal dengan objek wisata kebun teh di Wonosari, Lawang, Jawa Timur. Ya, tepatnya lokasi dari kebun teh ini di dekat Kota Malang. Saat melancong ke Kota Apel itu, coba mampir ke kebun tehnya. Ada banyak kegiatan seru, mulai dari tea walk hingga icip-icip teh terbaiknya di sebuah kedai. Udaranya sangat dingin menusuk, sehingga Anda butuh mengenakan pakaian hangat.
Kalau pulang, Anda juga bisa membawa pulang bungkusan daun teh hijau kering yang mantap untuk diseduh. Kalau membawa anak-anak pergi kesana, Anda bisa mengajaknya berenang sampai puas. Jangan khawatir, air kolamnya diisi air hangat supaya nyaman.
3. Kebun Teh Tambi Sapuran
Di dataran tinggi, tepatnya daerah Wonosobo, Jawa Tengah, selain ada hamparan tanaman kentang dan wortel, Anda juga bisa menemukan surganya kebun teh. Menurut rekomendasi, kebun teh ini paling cantik di Indonesia. Karena kontur tanahnya berupa perbukitan kecil yang ditumbuhi tanaman teh berkualitas.
Lokasi ini sangat Instagramable bagi kalangan wisatawan zaman now. Jangan lupa mampir dan foto-foto cantik di sana. Letaknya kebun teh ini di sisi Gunung Sindoro. Usut punya usut, kebun teh ini salah satu peninggalan bangsa Belanda yang melegenda.
4. Kebun Teh Kayu Aro
Tak hanya di Pulau Jawa, di Jambi, Sumatera pun ada objek wisata kebun teh yang terkenal. Namanya, Kebun Teh Kayu Aro yang punya banyak sisi menarik. Berdasarkan sejarah, kebun teh ini menjadi lokasi yang tertua di Indonesia.
Menariknya, tak hanya hamparan luas daun teh yang menghiasi area kebun. Anda bisa melihat wujud Gunung Kerinci dari kejauhan yang terpampang nyata. Biasanya objek wisata ini dijadikan tempat untuk melepas lelah di kalangan para pendaki profesional.
5. Kebun Teh Bali Amerta
Tak cuma ada hamparan kebuh kopi dan pantainya yang biru, di Bali juga ada kebun teh yang seru dijelajahi. Kalau bosan berkeliling ke deretan pantai cantik di Uluwatu, tidak ada salahnya Anda coba datang ke Kebun Teh Bali Amerta. Lokasinya ada di Bangli, pasti dijamin bikin Anda terpikat. Namun, kebun teh di sini tergolong baru dibudidayakan. Jangan khawatir, hasil daun teh hijaunya juga sangat baik diminum oleh para pencintanya. (Sumber: Artikel okezone.com, Foto freepik.com)
...moreTripTrus.Com - Kalau selama ini lo mikir museum itu cuma tempat pajangan benda tua yang bikin ngantuk, fix lo harus buang jauh-jauh anggapan itu. Di Rangkasbitung, ada satu spot yang justru bikin banyak anak muda penasaran karena nyimpen cerita cinta yang nggak kalah sedih dari film-film romantis zaman sekarang.
Namanya Museum Multatuli. Tapi tunggu dulu, daya tarik tempat ini bukan cuma soal bangunan bersejarah atau koleksi lawas. Ada satu kisah yang bikin banyak pengunjung langsung penasaran sejak pertama kali masuk: cerita Saidjah dan Adinda. Buat yang belum tahu, Saidjah dan Adinda adalah dua tokoh legendaris yang kisah cintanya dikenal luas lewat novel Max Havelaar karya Multatuli. Bukan cerita cinta ala happy ending yang penuh bunga-bunga. Justru sebaliknya, hubungan mereka dipenuhi penderitaan, perpisahan, sampai tragedi yang bikin hati nyesek
View this post on Instagram
A post shared by Instagramers Media Banten (@im.banten)
Menariknya, kisah yang dulu cuma hidup dalam lembaran buku sekarang bisa lo rasain atmosfernya secara langsung di Museum Multatuli. Begitu masuk area museum, lo bakal nemuin berbagai representasi tentang perjalanan hidup masyarakat Lebak pada masa kolonial. Di sinilah cerita Saidjah dan Adinda seolah dihidupkan kembali sebagai simbol penderitaan rakyat kecil yang terjebak dalam sistem penjajahan.
Banyak pengunjung datang awalnya cuma buat foto-foto. Tapi begitu mulai baca cerita dan melihat instalasi yang ada, suasananya langsung berubah. Lo jadi sadar kalau kisah cinta mereka bukan sekadar drama romantis, melainkan gambaran kerasnya kehidupan masyarakat pribumi saat itu.
Yang bikin museum ini beda dari kebanyakan museum lain adalah konsepnya. Museum Multatuli nggak cuma ngomongin sejarah kolonialisme, tapi juga mengajak pengunjung memahami bagaimana ketidakadilan pernah terjadi dan bagaimana perlawanan terhadap kolonialisme tumbuh dari berbagai lapisan masyarakat. Tema besar yang diangkat memang anti-kolonialisme, jadi pengalaman yang lo dapet bukan cuma jalan-jalan, tapi juga refleksi sosial.
[Baca juga : "Senja Paling Gila Di Labuan Bajo: 5 Spot Sunset Yang Bikin Lo Nggak Mau Pulang"]
Di area luar museum, ada monumen interaktif yang menampilkan figur Multatuli, Saidjah, dan Adinda. Spot ini jadi salah satu lokasi favorit pengunjung buat berfoto sekaligus mengenal lebih dekat tokoh-tokoh yang selama ini mungkin cuma mereka dengar dari pelajaran sejarah atau literatur klasik.
Nggak heran kalau Museum Multatuli dan Perpustakaan Saidjah-Adinda sekarang makin sering masuk daftar destinasi wisata edukatif yang wajib dikunjungi saat mampir ke Kabupaten Lebak. Lokasinya strategis, aksesnya gampang, dan yang paling penting, pengalaman yang lo dapet nggak sekadar buat konten media sosial, tapi juga nambah perspektif tentang sejarah yang jarang dibahas dengan cara menarik.
Di tengah tren wisata yang serba estetik dan instagramable, ternyata masih ada tempat yang bisa bikin lo pulang bukan cuma bawa foto, tapi juga cerita. Dan jujur aja, setelah tahu bagaimana akhir perjalanan Saidjah dan Adinda, kemungkinan besar lo bakal lebih menghargai arti perjuangan, cinta, dan kebebasan. Jadi kalau suatu hari lo lagi nyari destinasi yang beda dari sekadar cafe hopping atau staycation, mungkin ini saatnya mampir ke Museum Multatuli. Karena kadang, cerita paling berkesan justru datang dari masa lalu yang hampir terlupakan. (Sumber Foto @mfauzanozn)
...moreTripTrus.Com - Mendengar kata Kota Tua pasti kita langsung terbayang Jakarta atau Semarang. Padahal di Indonesia ini banyak Kota Tua tak hanya di dua ibu kota tersebut. Nyatanya Kota Tua juga ada di Surabaya Hingga Banten.
Di Kota Tua Jakarta misalnya, di sana traveler bisa lepaskan penat dengan berfoto dan kelilingi bangunan lawasnya. Satu di antaranya adalah Museum Fatahillah. Museum tersebut ternyata juga mengandung sejarah cukup unik yang tidak banyak diketahui orang.
Pada zaman penjajahan Belanda, museum ini jadi pusat aktivitas rakyat pada abad ke-17-19. Saban sore, masyarakat berkumpul dan mengambil air bersih dari satu-satunya mata air di halaman depan balai kota. Rupanya, ada fungsi lain dari balai kota, yaitu tempat pelaksanaan hukuman mati dan pembantaian massal pemerintahan Belanda.
"Nah, yuk sekarang kita tengok keunikan dan sejarah singkat Kota Tua di berbagai wilayah Indonesia."
1. Kota Tua Surabaya
Morning๐๐พ๐๐พ๐๐พSurabaya Old city . . #jembatanmerahsurabaya #jembatanmerah #bangunantua #oldbulding #oldbuildinglover #kotatua #kotatuasurabaya #surabayaoldcity #oldwindow #oldwindows #oldwindowsframe #surabayaheritage #myheritagetrip
A post shared by Yogi Irawanto๐ฒ๐จ๐๐พ๐ด๐ผ๐ท (@yogiirawanto) onNov 9, 2017 at 5:14am PST
Tak kalah unik dari Jakarta, wisata Kota Tua Surabaya juga memiliki bangunan kuno yang cukup unik. Jalan-jalan di Kota Tua Surabaya, traveler bisa merasakan sensai Ibu Kota Jawa Timur ini pada masa lampau.
Banyak bangunan bersejarah yang hingga kini masih terawat dan cukup instagram able jika dijadikan latar berfoto. Gedung-gedung tua di Surabaya juga sudah berdiri sejak ratusan tahun yang lalu. Misalnya saja Gedung Grahadi yang ada di Jalan Subernur Suryo. Gedung tersebut kini menjadi kantor Gubernur.
Selain itu masih banyak pula bangunan lawas yang dialih fungsikan sebagai hotel, museum, dan kantor.
2. Kota Tua Bandung
Di suatu sudut kota tua Bandung . . #kotatuabandung
A post shared by Mir'atul Azizah (@miratul.azizah) onOct 13, 2017 at 7:19pm PDT
Disebut Paris Vas Java, Bandung juga menyimpan beragam destinasi indah yang sayang jika treveler lewatkan. Kota penuh sejarah ini juga memiliki sati bangunan tua yang jadi sejarah tonggak kemerdekaan Indonesia.
Terlebih jik atraveler berjalan di Jalan Braga, Bandung. Bangunan-banguann tua nan kokoh akan menghiasi setiap mata memandang. Tahukah kamu traveler, jika di sana kamu juga bisa menjumpai roti khas Belanda. Selain Braga, nikmati pula Jalan Asia Afrika. Inilah jalan paling bersejarah di Bandung. Pasca peringatan ke-60 Konfrensi Asia-Afrika, Jalan Asia Afrika semakin cantik
3. Kota Tua Yogyakarta
#bankindonesiayogyakarta #oldbuildinglover #myheritagetrip #wheninyogyakarta #funrunheritage #kotatuayogyakarta #heritageyogyakarta #tricycle #becakjogja #becak
A post shared by Yogi Irawanto๐ฒ๐จ๐๐พ๐ด๐ผ๐ท (@yogiirawanto) onAug 21, 2017 at 8:55am PDT
Jogja merupakan kawasan bersejarah yang merupakan The Old Capital City yang menyimpan banyak cerita tentang lahirnya Mataram Islam. Tak sulit untuk menemukan bangunan tua di Jogja.
Traveler hanya perlu lerjakan hingga unjung Malioboro. Di sana terlah berdiri kokoh beberapa bangunan tua, satu di antaranya digunakan sebagai kantor. Jangan lupa berfoto saat berkunjung di sana ya.
4. Kota Tua Banten Lama
Just stranger with some stories. . . . . #istanakaibon #BantenLama #serang #banten #sevenwanders #eksplorBanten #situssejarahindonesia #situssejarahbanten #peninggalansejarah #kaibon #bentengkaibonbanten #hijabtraveler #canoneosm3 #eksplorserang #ceritaSerang #genpibanten #instagrammble #museum #like #likes #follow #travelerblogger #writerfreelance #travelerWriter #blogger #missririn #writingarticle #storiesgram #visitbanten #wonderfulindonesia
A post shared by Ririn Munawarah (@ririn20) onDec 18, 2017 at 7:49am PST
Provinsi Banten tak hanya memiliki pantai-pantai indah di pesisir barat Pulau Jawa, namun juga wisata religi dan sejarah. Satu destinasi wisata sejarah yang cukup terkenal di Banten adalah Kawasan Kota Tua Banten Lama.
Di kawasan ini, terdapat banyak situs peninggalan sejarah Kesultanan Banten. Wisatawan yang berkunjung ke sini akan dibawa nostalgia dengan suasana lawas Banten pada masa kesultanan.
Berbagai destinasi wisata sebut saja Masjid Agung Banten, Keraton Surosowan, Benteng Spellwijk, Museum Kepurbakalaan Banten, Keraton Kaibon dan Vihara Avalokitesvara bisa kamu nikmati sekaligus di kawasan ini.
5. Kota Tua Medan
.. . . Old town . . #kotatuamedan #jlnhindu #kesawan #medanheritage
A post shared by _ercege (@romigirsang) onDec 27, 2017 at 5:45am PST
Pada zaman dahulu Kota Medan dikenal dengan nama Tanah Deli dan keadaan tanahnya berawa-rawa kurang lebih seluas 4000 Ha di Tanah Deli, traveler tak boleh melewatkan berjalan-jalan di kawasan Kota Lama. Bangunan ini berdiri sejak tahun 1900 dan telah menjadi saksi perkembangan Kota Medan.
Selain itu traveler juga bisa mengunjungi satu bangunan tua yaitu Gedung London Sumatera. Gedung yang ini dibangun sejak tahun 1906 dan begitu mirip dengan bagunan Belanda. London Sumatera merupakan gedung pertama berlantai 5 yang mempunyai lift kala itu. Tertarik mengunjunginya?
6. Kota Tua Solo
Matahari pun mulai terbenam, mengiringi langkah ku di sebuah jalan panjang di sudut kota solo #spiritofjava#kotatuasurakarta#tantaman#
A post shared by muhaemin89 (@muhaemin89) onOct 25, 2016 at 3:36am PDT
Tak kalah bersejarah dari Jogja, solo juga menyimpan sisa-sia kejayaan peradaban kerajaan Mataram Jawa. Bangunan tua pun banyak kita jumpai di Solo. Sebut saja saat berjalan di kawasan Keraton Surakarta, banyak spot foto berlatar bangunan kuno yang epik.
Jika kurang puas cobalah berkunjung ke Omah Lowo. Disebut demikian karena bangunan lawas bekas Belanda ini kini ditinggali oleh ratusan kelelawar. Rumah ini begitu iconik dan cukup menantang jika dijadikan latar fotomu. (Sumber: Artikel msn.com, Foto Amieykha)
...more