shop-triptrus



Ingin Jalan-Jalan ke Baduy? Ada Aturan Baru soal Sampah

TripTrus.Com - Baduy menjadi salah satu destinasi wisata yang kini banyak dikunjungi wisatawan. Hal ini karena Baduy sendiri masih memiliki keasrian alam dan kearifan lokal yang cukup kental. Tren dunia pariwisata Indonesia menunjukkan, banyak wisatawan yang memilih tempat dengan keaslian alam yang masih terjaga. Dengan tujuan mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang berharga melalui tradisi, kuliner, dan interaksi sosial dengan masyarakat Baduy. Jaraknya yang tidak terlalu jauh dari ibu kota menjadi daya tarik bagi para wisatawan lokal atau mancanegara untuk mampir ke Baduy. Seiring dengan berkembangnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Baduy, membuat kualitas lingkungan hidup di Baduy menjadi terancam. Sepanjang jalan dari dan menuju ke Baduy, dapat dengan mudah ditemukan sampah. Hal itu disebabkan kurangnya kesadaran wisatawan untuk membuang sampah pada tempatnya. Ini menjadi sebuah keprihatinan di mana sampah ini tidak hanya akan memberikan pemandangan yang tidak sedap, tetapi juga mengancam kualitas air di Baduy. Padahal masyarakat Baduy sendiri kebanyakan masih menggantungkan hidupnya kepada alam. Aturan baru di Baduy soal sampah Untuk menanggulangi masalah tersebut, L Amri yang merupakan penggiat ecotourism Indonesia melakukan diskusi dengan kepala suku yang ada di Baduy, di mana akan memberlakukan aturan baru bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Baduy. "Setiap wisatawan yang masuk ke Baduy akan diperiksa berapa banyak dia membawa barang yang berpotensi menjadi sampah. Entah itu plastik maupun kertas. Kemudian mereka mengisi formulir yang isinya berapa botol yang dibawa, tissue yang dibawa, dan mie instan yang dibawa. Ketika selesai berwisata dan kembali ke pos pendaftaran akan dicek ulang. Jumlah sampah yang dibawa turun harus sama dengan yang dibawa naik," ujar Amri dalam press conference NES 3 Tahun Berkarya di Mitra Hadiprana, Jakarta. Perjalanan dari pintu masuk Baduy ke permukiman sendiri memakan waktu sekitar 6 jam. Jika Anda tidak membawa sampah sesuai yang Anda bawa sebelumnya, Anda akan diminta kembali naik ke atas dan mengambil sampah yang Anda tinggalkan di sana. Membenahi perilaku menyampah wisatawan Amri menambahkan, peningkatan wisatawan dari tahun ke tahun membuat isu sampah menjadi perhatian khusus. Tak hanya sekadar pengolahan yang menjadi fokus utama, melainkan juga perilaku menyampah itu sendiri. Amri merasa percuma jika sistem pengolahan sampahnya sudah baik, tetapi perilaku menyampahnya tidak dibenahi. Dengan diberlakukannya aturan ini, diharapkan mampu membenahi perilaku masyarakat khususnya wisatawan yang berkunjung ke Baduy tentang budaya menyampah. (Sumber: Artikel liputan6.com, Foto vakansinesia.com)
...more

Tari Kipas Pakarena

Tari Kipas Pakarena merupakan ekspresi kesenian masyarakat Gowa yang sering dipentaskan untuk mempromosi pariwisata Sulawesi Selatan. Dalam bahasa setempat, “pakarena” berasal dari kata “karena” yang memiliki arti “main”. Tarian ini sudah menjadi tradisi di kalangan masyarakat Gowa yang merupakan bekas Kerajaan Gowa.Tidak ada yang tahu persis sejarah tarian ini. Namun menurut mitos, tarian Pakarena berawal dari kisah perpisahan antara penghuni boting langi (negeri khayangan) dengan penghuni lino (Bumi) pada zaman dahulu. Konon sebelum berpisah, penghuni boting langi sempat mengajarkan bagaimana cara menjalani hidup, bercocok tanam, beternak, dan berburu kepada penghuni lino, melalui gerakan-gerakan badan dan kaki. Selanjutnya, gerakan-gerakan itu pula yang dipakai penghuni limo sebagai ritual untuk mengungkapkan rasa syukur kepada penghuni boting langi.Ekspresi kelembutan akan banyak terlihat dalam gerakan tarian ini, mencerminkan karakter perempuan Gowa yang sopan, setia, patuh dan hormat terhadap laki-laki pada umumnya, khususnya terhadap suami. Tarian ini sebenarnya terbagi dalam 12 bagian, meski agak susah dibedakan oleh orang awam karena pola gerakan pada satu bagian cenderung mirip dengan bagian lainnya. Tapi setiap pola mempunyai maknanya sendiri. Seperti gerakan duduk yang menjadi tanda awal dan akhir pementasan tarian Pakarena. Gerakan berputar searah jarum jam melambangkan siklus hidup manusia. Sementara gerakan naik turun mencerminkan roda kehidupan yang kadang berada di bawah dan kadang di atas.Tarian Kipas Pakarena memiliki aturan yang cukup unik, di mana penarinya tidak diperkenankan membuka matanya terlalu lebar, sementara gerakan kakinya tidak boleh diangkat terlalu tinggi. Tarian ini biasanya berlangsung selama sekitar dua jam, jadi penarinya dituntut untuk memiliki kondisi fisik yang prima.Sementara itu, tabuhan Gandrang Pakarena yang disambut dengan bunyi tuip-tuip atau seruling akan mengiringi gerakan penari. Gemuruh hentakan Gandrang Pakarena yang berfungi sebagai pengatur irama dianggap sebagai cermin dari watak kaum lelaki Sulawesi Selatan yang keras. Sebagai pengatur irama musik pengiring, pemain Gandrang harus paham dengan gerakan tarian Pakarena. Kelompok pemusik yang mengiringi tarian ini biasanya berjumlah tujuh orang, dan dikenal dengan istilah Gondrong Rinci. Tidak hanya penari saja yang bergerak, penabuh gandrang juga ikut menggerakkan bagian tubuhnya, terutama kepala.  Ada dua jenis pukulan yang dikenal dalam menabuh gandrang, yaitu menggunakan stik atau bambawa yang terbuat dari tanduk kerbau, dan menggunakan tangan. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

Bermain Bersama Orangutan di Tanjung Puting

Untuk ke Tanjung Puting, ikuti trip di: http://triptr.us/Bc TRIPTRUS - Di tenggara Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, terdapat sebuah hamparan hutan seluas 416 ribu hektar lebih yang merupakan wilayah Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Meski dikenal di dunia sebagai tempat suaka bagi Orangutan, Tanjung Puting juga merupakan suaka bagi dua spesies primata endemik lain, yaitu Bekantan (nasalis larvatus) dan Monyet Daun Merah (pesbytis rubicunda), serta ratusan spesies lainnya. Untuk mencapai TNTP, dari Bandara Iskandar di Pangkalan Bun, ibukota Kabupaten Kotawaringin Barat, Anda bisa menggunakan "Klotok" - perahu motor yang sering ditemui di sungai-sungai Kalimantan - atau dengan speedboat. Dibandingkan dengan klotok, tentu saja perjalanan menggunakan speedboat akan memakan waktu yang lebih singkat. Namun klotok punya keunggulan lain, yaitu dapat berfungsi sebagai tempat menginap selama Anda melakukan perjalanan karena di atas klotok dilengkapi dengan toilet dan tersedia listrik. Klotok awalnya digunakan sebagai alat transportasi yang membawa kayu gelondongan dari hulu sungai ke pelabuhan. Tapi kini dengan maraknya perjalanan ke TNTP, klotok banyak yang berubah fungsi sebagai alat transportasi dan sekaligus tempat makan dan menginap wisatawan. Menginap di atas klotok bukan berarti Anda bisa punya privasi, karena Anda akan tidur di atas geladak klotok. Tapi ini berarti Anda bisa tidur sambil menikmati hamparan bintang yang terlihat jelas di langit malam. Ada tiga pusat rehabilitasi orangutan di TNTP, yaitu Tanjung Harapan, Pondok Tanggui, dan Camp Leakey. Di tiap pusat rehabilitasi, para pengunjung bisa memberi makan orangutan yang berkeliaran di sana dan merasakan hangatnya "sambutan" dari para orangutan. Tempat yang paling populer di Tanjung Puting adalah Camp Leakey. Didirikan pada tahun 1971 oleh Dr. Birute Galdikas dan mantan suaminya Rod Brindamour. Tempat itu mengambil nama dari Louis Leakey, guru dari Dr. Galdikas. Leakey sendiri juga merupakan guru dari Jane Goodall (yang mempelajari Simpanse) dan Dian Fossey (yang mempelajari Gorilla). Menghabiskan waktu beberapa hari di Tanjung Puting bisa membuat Anda tidak ingin pergi karena terpesona dengan keindahan alam Taman Nasional Tanjung Puting.   Photos courtesy of: ShutterStock, commons.wikimedia.org, pbase.com, himpalaunas.com
...more

Dispar Buleleng Kembali Gelar Lovina Festival di Juli 2023, Menjadi Daya Tarik Wisatawan Mancanegara

TripTrus.Com - Setelah mengalami vakum selama dua tahun akibat pandemi COVID-19, Dinas Pariwisata (Dispar) Buleleng akan menggelar kembali Lovina Festival. Festival Lovina rencananya akan digelar pada bulan Juli 2023. Hal ini memberikan harapan baru bagi pelaku pariwisata dan UKM di Buleleng. Lovina Festival memiliki daya tarik yang besar bagi wisatawan mancanegara maupun domestik. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait persiapan festival yang akan berlangsung di Pantai Lovina.       View this post on Instagram A post shared by Anjar Tri Astuti (@triastutianjar) "Kami telah mendorong komunitas seni dan para pelaku industri pariwisata di kawasan Lovina untuk bersama-sama menyelenggarakan Lovina Festival yang pertama kali setelah pandemi COVID-19," ujar Kepala Dispar Kabupaten Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, pada Kamis (20/4/2023). Dalam menentukan waktu penyelenggaraan, Dody mempertimbangkan periode high season pada bulan Juli. High season diharapkan dapat menarik minat sebanyak mungkin dari wisatawan mancanegara. Selama tiga hari, wisatawan dapat menikmati Lovina Festival yang menampilkan pertunjukan seni dan budaya serta kuliner khas Buleleng. Festival ini akan lebih mengutamakan perkembangan sektor seni dan budaya serta ekonomi kreatif. "Dalam penyelenggaraan Lovina Festival tahun ini, akan diadopsi banyak ide dan gagasan baru," jelasnya. [Baca juga : "Pengaruh Pertandingan FIFA Matchday Indonesia Vs Argentina Terhadap Pariwisata Menurut Sandiaga"] Event ini juga menjadi momentum untuk memulihkan sektor pariwisata di kawasan Lovina. Melalui Lovina Festival, Dispar Buleleng akan menunjukkan bahwa Lovina sebagai kawasan wisata memiliki beragam talenta seni dan budaya yang khas. "Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan seni dan budaya kepada para tamu wisatawan yang akan menjadikan Lovina Festival sebagai agenda tetap setiap tahun, sehingga mereka dapat kembali pada periode high season berikutnya, bahkan mengajak keluarga dan kerabat mereka untuk datang ke sini," tambahnya. (Sumber Foto @cityzens_reports) 
...more

7 Destinasi Healing ala 'Eat, Pray, Love' yang Wajib Dikunjungi di Bali

TripTrus.Com - Kalo lo lagi nyari tempat buat healing dengan gaya ala film ‘Eat, Pray, Love’ yang dibintangi Julia Roberts, Bali bisa jadi pilihan yang pas banget. Film ini bikin Bali jadi magnet wisata gratis yang bikin orang-orang kepincut buat berkunjung. Lo juga bisa niru gaya Gilbert di film itu dengan mengunjungi tempat-tempat kece di Bali. Nah, ini dia 7 spot yang bisa jadi referensi healing lo di Pulau Dewata! 1. Eksplor Pantai Pantai Padang-padang di Uluwatu jadi lokasi pertama Gilbert party di Bali. Pantai ini terkenal dengan pemandangan yang dramatis, dikelilingi oleh tebing-tebing curam dan laut biru yang luas. Sayangnya, bar yang ada di film itu cuma dibangun untuk syuting aja, jadi lo gak bakal nemuin bar beneran di sini. Namun, di sekitar Uluwatu banyak tempat kongko lainnya yang bisa lo coba, dengan pemandangan lautan yang gak kalah keren. Kalau lo mau nikmatin suasana pantai, siap-siap aja capek karena banyak anak tangga yang harus lo naiki untuk sampai ke pesisir. Jangan lupa bawa alas kaki yang nyaman! 2. Gowes Santai       View this post on Instagram A post shared by 🎥🎬 Sarai (@saraispain) Di film ‘Eat, Pray, Love’, Gilbert sering terlihat bersepeda menjelajahi Ubud. Aktivitas ini bukan cuma seru, tapi juga cara yang asyik untuk menikmati pemandangan hijau di sekitar Ubud. Lo bisa menjelajahi area persawahan Tegallalang yang terkenal atau mencari lokasi persawahan lain yang juga menawarkan pemandangan yang mempesona. Pastikan sepedanya dalam kondisi baik dan nyaman untuk digunakan, karena lo bakal banyak berputar-putar. Ingat, meskipun jalanan di Ubud sering kali sepi, tetap waspada terhadap kendaraan yang melintas, terutama di jalan-jalan utama. 3. Vila Santai di Sawah Kalau lo pengen merasakan pengalaman menginap ala Gilbert, coba deh sewa vila di Ubud yang dikelilingi sawah. Vila ini punya desain khas rumah Bali yang bikin lo berasa bener-bener nyemplung dalam suasana lokal. Lo bisa cek tempat ini di AirBnB. Perlu diingat, vila ini telah didandani khusus untuk film, jadi jangan kaget kalau penampilannya agak berbeda dari yang lo lihat di layar. Tapi tenang aja, Ubud juga punya banyak pilihan penginapan lainnya yang menyajikan pemandangan sawah atau sungai, dengan fasilitas yang nyaman seperti dapur dan bar 24 jam. Pilih yang sesuai dengan kebutuhan lo, apakah lo mau tinggal di tempat yang sepi atau yang dekat dengan keramaian Ubud. 4. Jelajah Pasar Lokal Pasar Ubud adalah tempat yang wajib dikunjungi buat lo yang mau merasakan suasana lokal. Setiap hari pasar ini dipenuhi dengan warga lokal dan wisatawan yang berburu barang unik. Lo bisa menemukan berbagai kerajinan tangan Bali, mulai dari perhiasan hingga tekstil yang berwarna-warni. Jangan lupa bawa duit tunai yang cukup, karena meskipun beberapa toko menerima tawar-menawar, tetap lebih baik untuk bandingkan harga dari satu toko ke toko lainnya. Kalau lo malas bawa-bawa oleh-oleh berat, minta aja penjual untuk mengemas barang yang lo beli dan mengirimkannya ke rumah lo. 5. Trekking di Gunung Mendaki gunung bisa jadi pengalaman yang bikin lo tak terlupakan. Dalam film, Gilbert mendaki Gunung Batur untuk menikmati matahari terbit. Gunung ini terkenal dengan pemandangan sunrise-nya yang menakjubkan, jadi pastikan lo siap bangun pagi-pagi banget untuk menikmati keindahan alam ini. Selain Gunung Batur, lo juga bisa coba trekking di tempat lain seperti Taman Nasional Bali Barat atau Campuhan Ridge Walk. Banyak agen perjalanan yang menawarkan paket trekking dengan pemandu, jadi lo bisa pilih sesuai kemampuan fisik lo. Trekking adalah cara yang asik buat menghilangkan penat dan menikmati keindahan alam Bali dari sudut pandang yang berbeda. [Baca juga : "Kalender Event Bali 2024, Ada Nusa Penida Festival, UWRF, Dan Denpasar Film Festival"] 6. Temukan Tempat "Penyembuhan" Bali, terutama Ubud, dikenal dengan berbagai tempat spa dan yoga yang menawarkan pengalaman penyembuhan holistik. Di film tersebut, Gilbert mengunjungi rumah Ketut Liyer dan klinik herbal Wayan Nuriasih. Meskipun Ketut Liyer sudah meninggal, masih banyak tempat penyembuhan tradisional lainnya yang bisa lo kunjungi, seperti Cokorda Rai atau Ibu Jero. Sebelum pergi, pastikan lo booking tempat terlebih dahulu dan tanyakan soal tarifnya agar gak ada kejutan saat tiba. Lo juga bisa bertanya kepada penduduk lokal mengenai tempat-tempat penyembuhan terbaik yang mereka rekomendasikan. 7. Kuliner Khas Bali Liburan ke Bali rasanya belum lengkap kalau lo gak mencicipi makanan khasnya. Selain restoran dan kafe internasional, coba deh lo makan di tempat makan tradisional Bali yang menyajikan hidangan autentik. Ada banyak tempat makan legendaris yang bisa lo temukan, dan beberapa di antaranya bahkan bisa lo pesan lewat layanan antar. Kalau lo malas keluar, buka aja aplikasi ojek online untuk menemukan restoran lokal yang populer di kalangan warga. Selain itu, jangan lupa untuk mencoba buah-buahan lokal yang segar dan eksotis yang banyak dijual di pasar-pasar tradisional saat musim panen. Jadi, siap-siap deh buat healing dan bersenang-senang ala Gilbert di Bali. Dengan spot-spot kece ini, lo bisa ngerasain langsung pengalaman seru yang bikin lo makin betah di Pulau Dewata. Selamat liburan dan semoga healing lo makin maksimal! (Sumber Foto @filmdudeau) 
...more

Festival Musik Outdoor Paling Kece Di Indonesia, Ngerasain Sensasi Asik Nonton Konser Di Alam Bebas

TripTrus.Com - Pernah ngebayangin nonton musisi favorit lo, tapi tempatnya bukan venue biasa? Di festival musik outdoor ini, lo nggak cuma nikmatin musik, tapi juga bisa dapet vibes alam yang keren abis! Dari suasana gunung berkabut, aliran sungai yang jernih, sampe ombak pantai yang berdebur, lo bakal ngerasain sensasi yang beda banget dan pastinya memorable.       View this post on Instagram A post shared by tohpati (@tohpati) Festival-festival outdoor ini lagi hits banget di Indonesia, tiap festival punya konsep unik dengan vibes yang beda-beda, bikin lo makin nyatu sama alam. Buat yang suka musik sekaligus pengen healing, list festival ini wajib banget lo masukin ke bucket list. Gimana, udah siap kan buat ngerasain serunya konser sambil nikmatin view alam Indonesia? 1. Jazz Gunung Bromo Bayangin lo duduk santai di tengah gunung Bromo, ditemenin jazz keren dari musisi lokal dan internasional. Panorama pegunungan Bromo yang cakep abis makin syahdu pas digabung sama musik jazz yang bikin merinding! Event tahunan ini bener-bener kudu lo coba minimal sekali dalam hidup kalau ngaku pecinta jazz sejati. 2. Jazz Pinggir Kali Purbalingga (Festival JazzGirLi) Di Purbalingga, jazz nggak cuma jadi hiburan, tapi juga punya misi mulia buat ngebangkitin cinta sama alam, khususnya sungai. Lo bisa camping tiga hari dua malam, belajar soal sungai, tanem pohon di pinggir kali, sampe nonton konser jazz dengan alat musik yang sebagian dibikin dari sampah daur ulang. Bener-bener eco-friendly dan asik banget, kan? 3. Beach Jazz Festival Banyuwangi Buat lo yang pengen ngerasain jazz di pinggir pantai, Beach Jazz Festival di Banyuwangi bisa jadi pilihan. Acara ini juga sekalian buat promosiin keindahan kota Banyuwangi, jadi nggak cuma nonton konser, tapi lo juga bisa explore kota ini. Banyak musisi lokal top kaya Tulus, Raisa, dan White Shoes & the Couples Company yang pernah manggung di sini. 4. Mahakam Jazz Fiesta Samarinda Jazz di pinggir Sungai Mahakam, Samarinda? Kenapa nggak! Mahakam Jazz Fiesta ini bikin lo bisa nikmatin alunan jazz sambil liat sungai yang cantik. Event ini udah jadi salah satu daya tarik Samarinda, dan tentunya banyak musisi jazz, baik lokal maupun internasional, yang tampil di sini. [Baca juga : "Jalan Santuy Keliling Museum Di Kota Tua, Gak Butuh Ongkos Tapi Tetap Seru!"] 5. Jazz Atas Awan Dieng Jazz Atas Awan di Dataran Tinggi Dieng ini punya nuansa magis yang bikin banyak turis lokal dan mancanegara penasaran. Lo bisa nonton konser jazz di ketinggian sambil nikmatin dinginnya udara pegunungan Dieng yang terkenal. Festival ini biasanya jadi bagian dari Dieng Culture Festival yang digelar tiap bulan Juli atau Agustus. 6. Moker Camp Pontianak Ini dia, buat lo yang doyan camping dan musik indie. Moker Camp di Pontianak punya konsep konser yang mirip camping trip, dimana lo bisa nginep di tenda, makan bareng, nanem mangrove, sampe bikin api unggun sambil ditemenin band indie Pontianak. Lokasinya juga keren, di pantai Pulau Temajo, cocok banget buat yang pengen ngilangin stress. 7. Eco Music Camp Terakhir, ada Eco Music Camp di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak, Bogor. Di sini, lo bisa nikmatin berbagai genre musik dari religi sampai jazz sambil camping tiga hari. Selain konser, ada juga workshop, diskusi, dan screening film buat lo yang haus akan ilmu. Kombinasi antara musik dan alam yang bener-bener bikin rileks! Nah, gimana? Udah kebayang kan serunya? Dari gunung sampai pantai, dari jazz sampai indie, festival outdoor ini bakal kasih lo pengalaman nonton musik yang lebih dari sekadar dengerin lagu. Nggak cuma hiburan, tapi juga refreshing sambil bikin momen yang nggak bakal lo lupain. Jadi, siapa tau kita bisa ketemu di salah satu festival ini, ya kan? (Sumber Foto @eventjawatimur) 
...more

Pendakian Semeru Tutup Sementara, Lo Jangan Nekat!

TripTrus.Com - Bro, lo yang rencana mau muncak ke Semeru awal Januari, better cancel dulu deh. Jalur pendakian Gunung Semeru bakal tutup sementara dari 2 sampai 16 Januari 2025. Alasan? Cuaca ekstrem yang bakal bikin lo nggak nyaman bahkan bahaya, kata Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraja.       View this post on Instagram A post shared by Endy Langobelen (@endylangobelen) "Kondisi cuaca di awal tahun 2025 diprediksi bakal ekstrem, jadi kita tutup dulu jalurnya biar aman," ucap si Pak Rudi pas di Malang, Senin. Pengumumannya udah resmi banget, keluar lewat Surat Nomor PG.12/T.8/TU/KSA.5.1/B/12/2024. BTW, keberangkatan terakhir buat muncak tuh tanggal 31 Desember 2024, dan lo yang masih di atas kudu turun paling lambat 1 Januari 2025. "Ini buat antisipasi aja biar nggak ada hal-hal nggak diinginkan," tambah Pak Rudi, serius banget loh. Eh, jangan sok rebel ya, dia juga wanti-wanti biar lo pada nggak coba-coba muncak ilegal. "Kami harap semua pengunjung patuh dan nggak maksa naik," katanya. [Baca juga : "Liburan Januari Di Indonesia, Hujan-Hujan Asik Atau Skip Dulu?"] Kabar lain, Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS, Septi Eka Wardhani, bilang kalo selama penutupan nggak ada tiket yang dijual. "Periode 2-16 Januari 2025 nggak ada yang booking tiket," katanya simpel. FYI aja nih, Semeru tuh baru buka lagi 23 Desember 2024 setelah tutup lima tahun, bro. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni sendiri yang ngumumin pembukaan ini sehari sebelumnya. Tapi nggak bisa sembarangan loh, cuma boleh sampai Ranu Kumbolo dan itu juga kuotanya cuma 200 pendaki per hari. Plus, lo wajib bawa guide dari PPGST. Tiketnya? Online dong, nggak ada offline! Langsung aja ke https://bookingsemeru.bromotenggersemeru.org/kapasitas. Jadi, buat lo yang ngebet banget muncak, better sabar dulu sampe cuaca normal lagi. Jangan nekat, bro. Safety first! (Sumber Foto @afisenafahmifikri_) 
...more

Seleksi Gila-Gilaan! Enam Event Keren NTB Berjuang Untuk Masuk KEN 2024

TripTrus.Com - Bro, Kemenparekraf lagi seleksi event pariwisata keren di NTB, loh! Ada enam acara yang bakal dijuri, mau masuk atau dicoret dari KEN 2024. Macem-macem deh, kayak Pesona Bau Nyale, Perang Topat, Alunan Budaya Desa, Balonna Kertasari, Lebaran Topat, sama Rimpu Mantika. Reza Pahlevi, Direktur Event Daerah Kemenparekraf, bilang Perang Topat udah lolos seleksi. Ini gara-gara tradisi dan budayanya keren banget di Lombok Barat, dan katanya, ngaruh banget buat ekonomi masyarakat sekitar.       View this post on Instagram A post shared by Malik Ibrahim (@garagaramalik) Dia juga ngejelasin, kriteria seleksinya tuh pengunjungnya harus bisa diatur dengan baik, dan tradisi lokalnya kudu nendang. Yang paling penting, harus ramah lingkungan, guys! Tim yang ngejuri event pariwisata NTB tuh profesional abis. Harapannya sih, keenam event itu bisa masuk KEN 2024. [Baca juga : "Woles, Bro! Pariwisata 2024 Makin Naik, Ahli Bilang: Jangan Abaiin Waktu Endemi!"] Sementara itu, NTB targetin 5 juta kunjungan wisatawan tahun 2024, loh! Bukan main, dua kali lipat dari target 2023. Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata NTB, Mulki, ngomong target ini gak terlalu berat, apalagi dengan support gede dari Kemenparekraf. Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air juga udah mulai rame lagi setelah pandemi, katanya. Dari target 5 juta itu, 3 juta orang dari wisatawan mancanegara, dan 2 juta dari wisatawan lokal. Mulki bilang ini gampang karena udah ada 2 ribu turis asing setiap hari di tiga Gili. Optimis banget dia, nih! Jadi, yang jelas, kita doain aja supaya NTB bisa bikin event keren dan jadi destinasi hits tahun 2024. Mantap, kan? (Sumber Foto @perangtopat_lingsar) 
...more

Lembah Harau Tempat Bidadari Turun ke Bumi

Tebing-tebing cadas setinggi 100 hingga 500 meter itu berdiri tegak laksana benteng pelindung bagi warga yang tinggal di sekitarnya. Warnanya coklat kemerahan dengan sejumlah tumbuhan menggantung di beberapa bagian tebing. Di antara tebing-tebing yang berdiri kokoh itu terdapat celah berupa daratan dengan hamparan sawah menghijau. Warna hijau padi ibarat permadani di tengah bentangan batu-batu cadas yang menjulang menantang langit. Inilah Lembah Harau, satu tempat eksotik untuk menikmati panorama alam di Kabupaten 50 Kota. Apalagi dasar lembah ini juga dihuni sejumlah jenis binatang dan burung liar yang menambah suasana alami. Saya tidak takjub begitu megah karunia Tuhan untuk daerah ini.  Berada di Taman Wisata Lembah Harau, saya serasa terkepung oleh benteng alam yang kokoh. Apalagi jika berada di dasar lembah tidak lama setelah hujan turun. Pelangi yang diyakini banyak orang sebagai selendang bidadari akan melintas membentung satu garis melengkung di sekitar lembah. Suasana ini makin menakjubkan jika kita berada di sekitar air terjun yang banyak terdapat di lembah ini. Paling tidak ada sekitar lima air terjun yang menarik untuk dikunjungi sebagai bagian dari cara menikmati Lembah Harau. Dari cerita yang beredar di tengah penduduk, serombongan bidadari berbusana putih pernah turun ke Air Terjun Sarasah Bunta di tahun 2008. Selain Sarasah Bunta, air terjun lain yang cukup terkenal adalah Akar Berayun, Sarasah Murai, dan Air Terjun Sarasa Luluh. Kita bisa memilih mana yang kita suka untuk dinikmati. Air Terjun Aka Berayun terletak di kawasan Aka Barayun yang cocok untuk wisata keluarga. Di sini sudah tersedia kolam renang dan bagian tebing-tebingnya menarik untuk olahraga panjat tebing. Empat air terjun lain yang berada di kawasan Sarasah Bunta juga tidak kalah menarik untuk didatangi. Kawasan ini paling dikenal memiliki nilai historis dan hal-hal yang penuh mitos. Tidak sedikit yang meyakini masing-masing air terjun memiliki khasiat. Bila anda ingin membaca lebih detail tentang artikel ini silahkan klik website dibawah ini. Sumber: AMBOYINDONESIA pasaharau.com/lembah-harau-tempat-bidadari-turun-ke-bumi Foto:http://pasaharau.com
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...