shop-triptrus



Belajar Mencintai Alam di Bumi Perkemahan

TRIPTRUS - Tidak perlu jauh-jauh ke luar kota apabila ingin menghabiskan akhir pekan tanpa banyak biaya. Salah satu alternatif liburan keluarga yang seru dan mengasyikkan adalah camping atau berkemah. Di Indonesia, ada banyak sekali area yang dijadikan bumi perkemahan. Berikut ini TripTrus akan menampilkan beberapa bumi perkemahan dari seluruh Indonesia.1. Bumi Perkemahan Seulawah Scout CampJika melewati jalan darat ke Kota Banda Aceh, hampir tidak mungkin tidak melihat gerbang besar Bumi Perkemahan Scout Camp di Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, Aceh. Area yang diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 30 November 2010 ini mempunyai luas 120 hektar (ha) dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang mendukung kegiatan berkemah dan pramuka. Tapi sayangnya, hampir tiga tahun setelah diresmikan, kini Seulawah Scout Camp terbengkalai akibat kurangnya pendanaan untuk operasional area itu.2. Bumi Perkemahan SibolangitArea perkemahan di Kabupaten Deli Serdang ini adalah tempat dilaksanakannya Jambore Nasional Pramuka ke-2 pada tahun 1977 oleh Bapak Pramuka Indonesia, Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Lokasinya yang berada di kaki Gunung Sibayak ini membuat pemandangan alam yang melatari bumi perkemahan ini jadi salah satu tempat wisata favorit masyarakat Sumatera Utara. Salah satu daya tarik di bumi perkemahan yang jaraknya sekitar 75 km dari Kota Medan ini adalah Air Terjun Dua Warna yang terletak sekitar 3 jam jalan kaki area perkemahan. Dua warna air yang mengalir disebabkan oleh satu aliran yang mengandung belerang (sulfur) dari Gunung Sibayak dan sumber air di hutan yang berwarna biru muda.3. Bumi Perkemahan Danau Teluk GelamBuat yang tinggal di Sumatera Selatan, bumi perkemahan di Ogan Komering Ilir (OKI) ini pasti sudah tidak asing. Area yang menjadi lokasi Jambore Nasional Pramuka pada tahun 2011 ini letaknya tidak jauh dari obyek wisata Danau Teluk Gelam dan memiliki luas 65 ha ditambah area danau seluas kurang lebih 400 ha. Bumi perkemahan ini diresmikan pada tahun 2011 sebelum berlangsungnya Jambore Nasional oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Untuk mencapai Buper Danau Teluk Gelam diperlukan waktu kurang lebih 3 jam untuk durasi perjalanan normal.4. Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka Cibubur Kawasan seluas 210 ha yang terletak di pinggir tol Jagorawi KM 13 ini sudah pasti dikenal oleh hampir seluruh penduduk Jabodetabek. Area yang diresmikan pada tahun 1973 ini beberapa kali dijadikan sebagai lokasi Jambore Nasional Pramuka. Jika ingin berkemah tapi tidak memiliki tenda, di Buperta Cibubur juga tersedia penyewaan berbagai ukuran kemah dan peralatan camping lainnya. Selain itu, di Buperta Cibubur juga terdapat kawasan rekreasi wisata air di Danau Situ Baru dan Sarana Outbound.5. Bumi Perkemahan SukamantriSekitar 10 km dari pusat Kota Bogor, terdapat aeral hutan seluas 5 hektar yang dijadikan bumi perkemahan. Awalnya, kawasan ini adalah milik Perum Perhutani, yang sejak tahun 1980-an dibuka untuk jadi kawasan wisata berkemah. Kawasan dengan ketinggian rata-rata 800 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini memiliki kontur bukit yang bergelombang dan kawasan hutan yang asri. Sukamantri juga dikenal oleh para penggemar olahraga bersepeda sebagai salah satu jalur favorit untuk memacu sepeda gunung mereka, mengingat jalurnya yang tidak terlalu sulit untuk dilalui tetapi cukup menantang. Area perkemahan yang terletak di Kecamatan Ciapus ini mampu menampung sampai sekitar 30 tenda dan saat malam hari menampilkan pemandangan indah kelap-kelip lampu di Kota Bogor.6. Bumi Perkemahan Letjen (Purn) DR. (HC) MashudiKabupaten Sumedang, Jawa Barat tidak cuma ngetop dengan jajanan tahu saja. Di Kecamatan Sukasari, terdapat sebuah kawasan perkemahan yang baru diresmikan pada 12 Juni 2013. Bumi perkemahan yang juga dikenal dengan nama Kiarapayung ini mengambil nama dari salah satu tokoh Pramuka di Jawa Barat, Letjen (Purn) Dr. (HC) Mashudi, Kepala Kwartir Nasional Pramuka pada tahun 1978 sampai 1993. Area seluas 66 ha itu berada tidak jauh dari kawasan Jatinangor dan memiliki area perkemahan yang mampu menampung ratusan kemah dan dilengkapi dengan fasilitas umum yang cukup memadai serta berbagai fasilitas pendukung kegiatan petualangan seperti jalur bersepeda dan kegiatan outbound.7. Bumi Perkemahan MandalawangiDi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, terdapat sebuah kawasan perkemahan bernama Mandalawangi di daerah Cibodas, Jawa Barat. Bumi perkemahan yang bersebelahan dengan Kebun Raya Cibodas ini memiliki fasilitas yang lengkap untuk berkemah bersama teman atau keluarga. Selain area perkemahan, di Mandalawangi juga terdapat danau, air terjun buatan, kolam renang alam dan berbagai fasilitas untuk kegiatan para pekemah. Dan tentunya, pemandangan indah Gunung Gede dan Gunung Pangrango akan membuat pengalaman berkemah jadi lebih mengesankan. Kalau ingin kegiatan yang lebih menantang, dari Mandalawangi cuma perlu trekking sekitar 1-2 jam untuk mencapai Air Terjun Cibereum. Area seluas 39,5 ha ini sebenarnya adalah hutan produksi yang dikelola oleh Perum Perhutani dan dikembangkan menjadi bumi perkemahan. Dengan ketinggian 1100 mdpl bisa dibayangkan sejuknya berkemah di Mandalawangi.8. Bumi Perkemahan CikoleTidak jauh dari Gunung Tangkuban Perahu, Bandung, ada satu bumi perkemahan yang cukup populer sebagai tempat wisata alam untuk keluarga. Dengan jarak yang hanya 30 kilometer dari Kota Bandung, bumi perkemahan yang dikelola oleh Perum Perhutani ini memiliki luas 10 ha dan memiliki beberapa kompleks perkemahan yang masing-masing mampu menampung 50 kemah. Awalnya, daerah ini merupakan hutan produksi pinus, maka tidak heran jika pohon pinus tersebar di seluruh area bumi perkemahan Cikole. Selain pinus, di sini juga dapat ditemui pohon aghatis dan kaliandra. Selain menyediakan penyewaan perlengkapan berkemah, di Cikole juga terdapat fasilitas outbound, jogging track, dan banyak fasilitas lainnya. Area perkemahan pun tidak jauh dari tempat parkir kendaraan sehingga tidak perlu berjalan jauh setelah sampai di bumi perkemahan yang berada di ketinggian 1300 mdpl ini.9. Bumi Perkemahan BlahkiuhSuasana indah Pulau Dewata tidak hanya pantai saja, di Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, sekitar 19 km dari Kota Denpasar ada sebuah area perkemahan unik. Bumi Perkemahan Blahkiuh dahulu merupakan tempat peristirahatan bagi keluarga kerajaan Mengwi. Maka itu tidak heran jika di tengah area ini ada sebuah kolam dan pancuran pemandian kuno. Suasana yang tenang, udara yang segar serta sejuk, ditambah lokasinya yang dekat dengan obyek wisata Taman Ayun dan Sangeh, membuat Blahkiuh jadi tujuan alternatif di Bali. Di sini juga terdapat sumber air alam yang airnya mengalir ke pancuran pemandian kuno dengan ukiran khas Bali. 10. Wana Wisata BaturradenHawa sejuk dari Gunung Slamet, gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa, langsung terasa dalam perjalanan menuju kawasan wisata yang berada di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah ini. Dari ketinggian 670 mdpl, pengunjung dapat melihat pemandangan Kota Purwokerto, Pulau Nusa Kambangan, dan pantai di Cilacap yang terlihat di kejauhan. Wana Wisata ini juga menyediakan area perkemahan yang berjarak 2 kilometer dari kawasan wisata Baturaden. Bagi keluarga yang berwisata ke Baturaden juga dapat mengunjungi Taman Britanin yang mengoleksi banyak tanaman langka. Di tahun 2001, Wana Wisata Baturaden menjadi tempat pelaksanaan Jambore Nasional Pramuka ke-7. Di Baturaden juga terdapat beberapa air terjun seperti Pancuran Pitu dan Pancuran Telu yang airnya mengandung belerang dan kabarnya dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit. Di bulan November nanti, tepatnya tanggal 8-10 November, para petualang dari seluruh Indonesia akan berkumpul di Baturaden untuk mengikuti Festival Petualang Nusantara #3. Untuk bergabung dengan event ini, kamu juga bisa mendaftarkan diri di TripTrus.
...more

Pulau Bawean: Antara Legenda Dan Keindahan Alam - 3

Masih ingat  heboh  penamaan KRI Usman Harun? Tak dinyana si pemberani Harun Thohir  yang  menuai kontroversi karena namanya dipakai sebagai nama kapal perang itu adalah orang Bawean. Ya, pulau yang berada di Laut Jawa dan termasuk dalam wilayah Kabupaten Gresik JawaTimur itu memang dikenal luas di Singapura dan  Malaysia sebagai tanah asal para pelaut yang bekerja di kapal2 mereka. Orang Bawean dan kawasan pemukiman mereka di kedua negara jiran itu mendapat julukan sebagi  Orang Boyan dan Kampung Boyan.   KEINDAHAN PULAU NOKO & TANJUNG GHE'ENG Warna  lain  dalam  kegiatan  wisata  di pulau  yang  nyaris  bulat  bentuknya  ini,  adalah wisata yang agak  bernuansa  alam  liar. Seperti  ke  pulau Noko, Gili Noko  dan mendaki  bukit  batu  pualam menuju  Tanjung Ghe’eng.  Di pulau gosong seperti  Noko  pengunjung  bisa  snorkeling  dan jika cuaca  mendukung bisa lanjut berlayar ke Pulau Gili Noko yang juga memiliki kecantikan luar biasa di alam bawah airnya. Karena gelombang laut sedang tinggi, sekitar  1,5-2 meter,  kami  tidak  bisa mencapai  Pulau Gili Noko  dan  cukup puas menikmati  hamparan  pasir putih dan laut jernih di  Pulau Noko. Hamparan pasir putih dan laut biru di Pulau Noko   ZIARAH DAN ALAM INDAH Sedikit  lebih liar adalah  menembus  jalan  desa, jalan setapak  dan  mendaki  bukit  batu  marmer  menuju  bukit  batu  karang yang cukup berbahaya jika  lengah sedikit saja saat melangkah. Tanjung Ghe’eng.  Pemandangan yang fantastis  bisa dinikmati  dari  puncak bukit ini.  Ikan-ikan  dan terumbu karang bisa dilihat dari  atas bukit.  Nampak  beberapa gua yang menanti  dieksplorasi karena  keelokan  sekitarnya.  Perbukitan  yang  ada di sekeliling Tanjung  Ghe’eng menghamparkan  nuansa  alam  yang  tak kalah  indah  seperti  di Tanah Lot Bali saat matahari mulai terbenam.    Masih banyak  lagi obyek wisata yang  menakjubkan di Pulau Bawean. Termasuk tempat-tempat ziarah yang bertebaran di pulau ini.  Namun  sayangnya  potensi  alam, wisata kuliner dan kekayaan budaya  yang  bisa  mendatangkan  keuntungan  ekonomi  bagi  masyarakat  dan  pemerintah Bawean  ini  belum  sungguh-sungguh  digali  dan  dimaksimalkan untuk kemakmuran  dan kemajuan  masyarakat.  Meski  begitu, setahun belakangan ini Bawean memang  mulai  berbenah diri.  Termasuk  membangun  pembangkit listrik yang tidak lagi tergantung  pada pasokan BBM. Sehingga mati hidupnya listrik tergantung pada  faktor  cuaca  yang mempengaruhi  pelayaran kapal pembawa BBM. Sejumlah ruas jalan utama yang rusak  mulai  diperbaiki  dan  disesuaikan  dengan  sifat  tanahnya  dengan membuat  jalan konblok daripada aspal  yang mudah hancur  dan  tidak  menyerap  air. KENDALA SEBAGAI DESTINASI UTAMA Berikut  adalah  catatan kami  mengenai  kendala  yang dihadapi  untuk mengembangkan Pulau Bawean  sebagai  tujuan  utama  wisata  Jawa Timur : Transportasi  laut  masih sangat tergantung  pada kondisi  cuaca, apalagi jika kapal terbuat dari bahan yang mudah pecah dihantam gelombang besar Minimnya sarana keselamatan yang memadai, seperti life jacket terutama pada perahu2 kayu yang melayani tamu berkeliling (hoping island) Infrastruktur  jalan, air dan listrik (penerangan jalan) ke lokasi wisata masih sangat  minim dan perlu mendapatkan perhatian yang serius dari pihak terkait. Prasarana  umum  seperti  toilet dan kamar mandi bilas  masih menggunakan milik penduduk di kawasan  wisata – kurag layak sebagai fasilitas umum destinasi wisata. Angkutan umum sangat  terbatas jumlahnya dan beroperasi  hanya sampai jam 10.00 pagi, sedangkan sewa mobil atau motor untuk berkeliling menuju tempat2  wisata cukup menguras kantong  jika  berniat  tinggal  lebih  dari 2 hari. 8 penginapan dengan 75 kamar tersedia  semuanya  berada  di kawasan pemukiman/pusat kota, tetapi  tidak  ada  yang di kawasan wisata. Satu2nya  home stay  ada di pulau Gili Noko Lapangan terbang adalah sebuah solusi  jitu mengatasi kendala transportasi dari dan ke Bawean, sayangnya realisasi  proyek ini bandara ini masih jauh dari sempurna. Masyarakat Bawean yang sudah merasa makmur karena kiriman uang dari TKI asal Bawean  masih belum berorientasi  pada  upaya melayani  tamu/wisatawan secara professional. Sikap terbuka, tulus hati dan ramah menjadi modal utama. Tetapi  pengunjung tetap diminta untuk berpenampilan sopan selama berada di pulau Bawean. Masyarakat Bawean pada umumnya belum  “touristic oriented”. Perlu sosialisasi oleh  tokoh  masyarakat dan  didukung generasi muda yang berpikiran ingin maju tanpa kehilangan jati diri sebagai orang Bawean. Pemandian air panas masih sangat tradisional  dan  bisa jadi mengundang kontroversi  jika  dikomersilkan. Padahal  debit airnya yang cukup tinggi diperkirakan bisa mengisi  kolam pemandian yang lebih besar  dan kamar-kamar privat untuk mandi para tamu. Jarak tempuh pendek tetapi memakan waktu lama karena buruknya infrastruktur jalan padahal nuansa dan pemandangan alam  Bawean banyak yang luar biasa menakjubkan Masyarakat perlu diberi kesadaran pentingnya menjaga kelestarian alam dengan tidak membiarkan hutan terbakar. Perlu melatih lebih banyak lagi tour guide yang memahami dengan baik budaya, lokasi dan pengetahuan tentang sejarah serta destinasi-destinasi yang ada di Bawean; untuk mengantisipasi jumlah kunjungan wisatawan yang makin meningkat ketika pulau Bawean semakin dipublikasikan dan semakin diminati untuk dikunjungi. Kesenian asli  Bawean disarankan untuk lebih disiapkan  sebagai  sajian kesenian yang bisa ditampilkan kepada pengunjung/wisatawan pada  malam ramah tamah menyambut tamu. Misalnya disiapkan dalam gedung/ruangan tertentu sambil makan malam bersama Perlunya dibuat standar itinerary atau rute wisata yang efektif, yang menyesuaikan dengan jadwal kapal cepat; sehingga wisatawan dapat mengunjungi sebagian besar atau seluruh point of interest Bawean dalam 3 hari. Sebelum lapangan terbang siap beroperasi, jika berminat  melihat  keindahan Pulau Bawean, disarankan untuk berkunjung pada bulan April, Mei, Juni, Oktober, Nopember dan Desember karena gelombang laut tidak terlalu besar . Tetapi tidak dianjurkan untuk dating pada bulan Januari, Pebruari, Maret, Juli, Agustus dan September karena ombak sangat terasa kuat dan kapal cepat belum tentu berlayar. Naik kapal ferry jika tahan dengan goyangan kapal selama 8 jam juga bisa dilakoni, namun beberapa tempat yang berhubungan dengan wisata bawah laut mungkin tidak bisa dinikmati. Ayo  berkunjung ke Pulau Bawean !    Klik rangkaian artikel tentang Pulau Bawean di bawah ini. Pulau Bawean: Antara Legenda dan Keindahan Alam - 1 Pulau Bawean: Antara Legenda dan Keindahan Alam - 2 Pulau Bawean: Antara Legenda dan Keindahan Alam - 3
...more

Lima Tempat Wisata Bersejarah di Banda Neira

Triptrus.Com - Kepulauan Banda Neira yang merupakan titik kejayaan rempah-rempah di Indonesia, kini sejarahnya mulai diangkat kembali melalui sebuah film dokumenter, yaitu Banda, The Dark Forgotten Trail. Dalam film tersebut, diceritakan sejarah tentang pala yang menjadi rebutan banyak negara. Selain itu, Banda Neira juga memiliki beberapa destinasi wisata menarik yang patut Sahabat Sporto jelajahi. 1. Rumah Budaya Berkunjung ke surganya pala, Sahabat Sporto jangan sampai tak mampir ke Rumah Budaya Banda Neira. Lokasi situs bersejarah tersebut tepat berada di depan Delfika Guest House. Di dalam rumah ini, wisatawan bisa melihat rangakaian sejarah mengenai Banda Neira saat masa penjajahan. Di dalamnya, terdapat barang-barang peninggalan VOC yang terpajang di setiap sudutnya. Seperti jenis-jenis meriam, alat-alat rumah tangga, hingga lukisan-lukisan kuno yang menggambarkan seituasi pada masa penjajahan. 2. Gunung Api Banda Menurut sejarah, Pulau Banda terbentuk akibat letusan gunung berapi di sekitar wilayah laut Maluku. Jika berkunjung ke Neira, tak lengkap rasanya bila belum mengunjungi Gunung Api Banda. Gunung dengan tinggi 670 meter ini, pernah meletus pada Mei 1988. Jaraknya pun hanya 10 menit dari Pulau Neira dengan menggunakan perahu kecil. Jika ingn mendaki Gunung Api Banda, disarankan datang setelah shubuh. Karena saat siang hari, cuaca akan terasa panas dan menyengat. Dari atas gunung, Sahabat Sporto akan melihat pemandangan sekitar Pulau Neira yang memesona. 3. Lava Flow Wisata bawah laut di Banda Neira juga tak kalah menarik. Sahabat Sporto bisa menyelam menjelajahi keindahan terumbu karang hingga ikan-ikan cantik di dalamnya. Salah satu spot terbaik untuk menyelam, yaitu di Lava Flow. Tapi, Sahabat Sporto harus berhati-hati karena wisatawan dilarang menginjak terumbu karang di sini. Selain di Lava Flow, lokasi lainnya yang asyik untuk diving atau snorkeling yaitu di kawasan Dermaga Banda Neira. 4. Gereja Tua Gereja Tua "Hollandische Kerk" merupakan bagian wisata sejarah yang ada di Banda Neira. Bangunan bersejarah ini dibangun pada 1600 dan kebanggaan masyarakat Banda Neira. Namun, gereja ini sudah diperbaiki akibat gempa bumi. Kemudian, masyarakat setempat membangun kembali Gereja Tua ini pada 1852. Lokasi gereja ini terletak di sekitar Benteng Nassau. Pada masa kolonial Belanda, Gereja Tua rutin mengadakan pelayanan rohani. Dalam kegiatannya, bahasa yang digunakan adalah bahasa Belanda setiap Minggu dan bahasa Melayu saat sore hari. 5. Benteng Belgica Di Banda, ada sekitar 12 benteng peninggalan Portugis dan Belanda saat menjajah wilayah yang disebut Jalur Sutera ini. Salah satu benteng yang paling populer di sini adalah Benteng Belgica. Dibangun pada abad ke 16. Dulunya, benteng tersebut digunakan untuk menghalau perlawanan masyarakat Banda yang menolak monopoli perdagangan pala oleh VOC. Sekilas, Belgica mirip dengan Gedung Pentagon di Amerika Serikat karena memiliki gaya bangunan persegi lima. (Sumber: Artkel-Foto sportourism.id/Novie Fauziah)
...more

10 Panduan Menjadi Tour Leader dan Tour Guide Handal

TripTrus.Com - Jadi tour leader dan tour guide sama asyiknya. Selain bisa keliling sejumlah tempat di dalam negeri, juga berkesempatan melanglang buana ke sejumlah negara. Bukan cuma gratis tapi juga dibayar. Lalu bagaimana menjadi tour leader dan tour guide yang andal dan diidolakan wisatawan? Di Indonesia, tour leader biasanya disediakan biro perjalanan. Dia pimpinan rombongan berangkat bersama-sama dengan rombongan ke obyek yang dituju. Fasilitas yang diberikan biro perjalanan wisata kepada tour leader terdiri atas tiket pesawat pulang-pergi, akomodasi di tempat yang sama dengan di mana para peserta menginap, fasilitas makan selama perjalanan, dan uang saku yang besarnya bervariasi antara Rp. 250.000 hingga Rp. 1.000.000 per harinya. Penghasilan profesi ini cukup menggiurkan. Tapi itu tergantung dari profesionalitas dan pengalamannya.  Di beberapa biro perjalanan wisata di Eropa, penghasilan tour leader berkisar pada angka USD 40 – USD 120/hari, tergantung dari durasi dan tingkat kesulitan dari program perjalanan tersebut. Untuk paket city tour yang hanya berdurasi 3-6 jam honornya USD 40-50. Untuk perjalanan selama berhari-hari sebagai pemandu wisata sekaligus sebagai kepala rombongan (tour leader) berkisar USD 70 – 120/hari. Itu belum termasuk tips yang diberikan peserta yang biasanya berkisar USD 2-3/peserta/hari. Belum juga termasuk komisi dari para merchant, jika rombongan yang di pimpinnya berbelanja di tempat mereka. Para merchant kadang memberikan komisi antara 10-20% dari jumlah total penjualan kotor yang didapatnya dari sebuah rombongan. Nah berikut ini 10 panduan menjadi pemandu andal dan disenangi wisatawan:  1. Menarik penampilannya Biasanya pemandu yang berpenampilan menarik, unik, bersih, dan menyenangkan akan disukai wisatawan. 2. Luas pengetahuannya Pemadu wisata yang berpengetahuan luas bukan hanya seputar obyek wisata yang dikunjungi namun juga banyak hal lain, biasanya mendapat pujian lebih wisatawan. 3. Pengalaman atau jam terbangnya tinggi Pemandu yang jam terbangnya tinggi sudah pasti punya wawasan yang jauh lebih baik ketimbang yunior. Dan itu mendapat nilai plus tersendiri. 4. Punya skill  khusus, misalnya dia juga seorang travel writer dan atau travel photographer Biasanya seorang travel writer/photographer terbiasa mengeksplorasi suatu obyek lebih dalam sebelum bisa menghasilkan suatu karya yang layak untuk dipublikasikan dengan begitu pengetahuannya otomatis lebih luas dan dalam pula. 5. Ramah Pemandu yang ramah dengan setiap wisatawan tentu akan disenangi daripada yang sok tahu.  6. Humoris Pemandu yang berjiwa humoris hingga membuat wisatawan tertawa minimal tersenyum akan membuat perjalanan jadi berkesan. 7. Cekatan Pemandu yang dinamis, gesit atau cekatan pasti lebih disukai daripadi lamban dan malas. 8. Kreatif Pemandu yang kreatif dalam menyampaikan ceritanya atau mengemas perjalanannya hingga berkesan akan mendapat sanjungan lebih dari wisatawan. 9.  Lancar dan cakap berkomunikasi Pemandu yang rapi dalam menyampaikan ceritanya dengan bahasa dan suara yang memikat akan disenangi wisatawan. 10. Jujur dan tulus Kedua sifat ini menjadi modal dasar pemandu. Kalau dia jujur dan tulus melakukan setiap pekerjaannya akan terpancar dari aura dan prilakunya. Dan itu amat disukai wisatawan. Dewasa ini profesi pemandu wisata dan pimpinan rombongan makin diminati biro perjalanan maupun komunitas tertentu mengingat semakin bertambahnya minat orang melakukan perjalanan dan juga bermunculan obyek dan paket-paket wisata baru. Menjadi pemandu wisata dan ketua rombongan yang tidak profesional atau dengan kata lain tidak memenuhui kriteria di atas bisa menjadi bumerang bagi pariwisata setempat. Ingatlah seorang pemandu wisata menjadi corong pariwisata daerah tersebut. Jika dia baik dan menyenangkan, wisatawan akan menceritakan kesenangannya itu kepada wisatawan lain. Sebaliknya kalau mengecewakan, mereka akan mengabarkan kekecewaannya kepada yang lain hingga enggan bertandang. (Sumber: branxco.blogspot.co.id Foto vakansinesia.com)    
...more

7 Pantai Tersembunyi Di Banyuwangi Yang Bikin Lo Speechless!

TripTrus.Com - Banyuwangi tuh emang nggak ada matinya! Buat lo yang suka jalan-jalan sambil nikmatin pantai-pantai kece, Banyuwangi wajib banget masuk list! Di sini ada banyak pantai tersembunyi yang nggak kalah keren sama yang udah terkenal. Selain Ijen yang hits, lo bakal dikejutkan sama keindahan alam yang jarang orang tahu. Check this out, 7 pantai rahasia yang bisa bikin lo speechless! 1. Pantai Pulau Merah (Red Island) Lo doyan sunset? Pantai Pulau Merah wajib banget di-check! Lokasinya di Desa Sumberagung, Pesanggaran, sekitar 2,5 jam dari pusat kota Banyuwangi. Pasir pantainya unik, merah bercampur putih, dan ada pulau kecil yang bisa lo jelajahi pas air laut lagi surut. Buat yang suka surfing, ombaknya pas banget buat latihan, tapi hati-hati, ombaknya kenceng!  2. Pantai Wedi Ireng Pantai yang satu ini punya pasir hitam vulkanik yang khas, ditambah dengan pasir putih yang bikin lo betah lama-lama di sini. Lokasinya di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, sekitar 2-3 jam perjalanan dari Banyuwangi. Bisa berenang atau snorkeling di sini, tapi jangan lupa hati-hati sama ombaknya yang kadang cukup besar. Lo juga bisa naik perahu lokal ke pulau dekat situ, lo harus coba deh!  3. Pantai Sukamade        View this post on Instagram A post shared by BANYUWANGI PUNYA (@banyuwangipunya) Mau liat penyu bertelur? Di Pantai Sukamade, lo bisa banget nemuin penyu-penyu hijau bertelur di malam hari! Lokasinya di Sarongan Village, Meru Betiri National Park, sekitar 3-4 jam perjalanan dari Banyuwangi. Jangan lupa, lo bisa nginep di penginapan lokal dan bantu penyu kecil ke laut. Dijamin pengalaman yang nggak bisa lo lupain!  4. Pantai Teluk Hijau  Kalo lo suka pantai yang asri dengan pemandangan menawan, Teluk Hijau jawabannya. Pasir putih, air laut biru toska, dan hutan hijau di sekitar pantai bikin lo bener-bener serasa di surga. Bisa dikelilingi monyet juga lho, yang kadang nongol di sekitar pantai. Akses ke sini bisa lewat darat pakai kendaraan off-road, atau naik perahu tradisional dari Rajegwesi Beach. [Baca juga : "Pantai Banyuwangi Buat Semua Jenis Peselancar!"] 5. Pantai Senggrong  Suka snorkeling? Senggrong di Alas Purwo National Park wajib dicoba. Banyak banget terumbu karang dan ikan warna-warni yang bakal bikin lo betah di dalam air. Tapi, pantainya agak terpencil, jadi lo harus berangkat pagi banget buat ngeburu sunrise dan menikmati keindahan bawah laut sebelum ombak tinggi datang.   6. Pantai Parang Ireng Pantai ini punya pemandangan yang unik banget. Di sebelah kiri ada pasir kasar kayak merica, sebelah kanan ada batu karang hitam hijau, dan di tengah ombak biru yang gila banget! Lokasinya di Alas Purwo National Park, dan karena tempatnya tersembunyi, lo bisa nanya sama warga lokal atau petugas taman nasional buat sampai ke sana.  7. Pantai Plengkung (G-Land)  Untuk lo yang suka surfing, G-Land pasti udah nggak asing lagi. Pantai yang ada di Alas Purwo National Park ini terkenal dengan ombaknya yang besar banget, sampai jadi tempat favorit para surfer internasional. Bisa diakses lewat Bali atau lewat darat, perjalanan agak berat tapi sebanding sama ombak dan pemandangan yang bakal lo dapetin. Jadi, siap-siapin kamera dan packing barang lo! Banyuwangi siap buat lo jelajahi, dan lo bakal ngerasain petualangan yang nggak bakal lo lupain. Jangan lupa jaga kebersihan ya, biar pantai-pantai kece ini tetap bisa dinikmati generasi berikutnya!   (Sumber Foto @riiieen_) 
...more

Pandemi Bikin Tren Wisata Berubah, Ini Destinasi yang Digemari Oleh Wisatawan

TripTrus.Com - Pandemi Covid-19 mengubah banyak hal dalam kehidupan. Termasuk pilihan destinasi wisata banyak orang ketika berlibur. Wisatawan kini lebih suka berlibur dan mencari tempat terbuka dan destinasi yang menawarkan pemandangan alam terbuka. Andhini Putri, VP Marketing Transport & Financial Services Traveloka mengatakan wisatawan domestik lebih memilih destinasi wisata yang memiliki aktivitas di luar ruangan. Dikutip dari ANTARA, minat masyarakat untuk berwisata pun semakin tinggi. Hal tersebut kemungkinan disebabkan oleh kerinduan akan bepergian.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Nehemia Evan Gavrilla (@youka_and_picko_dog)   "Kita kan ada banyak banget ya di Indonesia yang menawarkan keindahan alam. Jadi memang secara minat lebih tinggi dan trennya selain destinasi yang menawarkan banyak kegiatan outdoor, orang juga banyak yang roadtrip," kata Andhini dalam peluncuran program "#PromoTengahTahun Traveloka" pada Rabu. Selama satu tahun belakangan, ada perubahan tren kenaikan wisatawan untuk melakukan roadtrip. Ini karena dengan roadtrip wisatawan bisa berhenti ke sejumlah destinasi dalam satu kali jalan. "Dari sisi akomodasi ada tren staycation, jadi berlibur dalam kota tuh jadi sesuatu yang kita lihat di 2021. Kalau kita bandingin di 2019, tren ini naiknya dua kali lipat," ujar Andhini. Sementara itu, Amalia Yaksa, Vice President Marketing & Distribution Channel, PT Citilink Indonesia mengatakan rute penerbangan menuju Bali dan Yogyakarta masih menjadi primadona untuk orang berlibur, khususnya selama pandemi COVID-19. "Terus sekarang yang lagi naik daun itu Labuan Bajo, orang pengin lihat pulau, pengin ngerasain pantai di tempat lain," ujar Amalia.  Seperti diketahui, Citilink, maskapai bertarif rendah (low-cost carrier) yang juga merupakan anak perusahaan maskapai BUMN Garuda Indonesia menggandeng Traveloka dengan memberikan promosi tengah tahun di lima kota Indonesia guna memulihkan geliat industri pariwisata Tanah Air yang terdisrupsi pandemi COVID-19. [Baca juga : "Libur Lebaran 2021, Tempat Wisata Boleh Beroperasi Dengan Prokes"] Program tersebut dapat ditemukan melalui produk Tiket Pesawat yang ada di aplikasi Traveloka. #PromoTengahTahun menawarkan harga khusus untuk "regular zone section" dengan potongan harga 20 persen untuk periode booking dari tanggal 16-27 Juni 2021. Promo ini berlaku untuk rute keberangkatan dari Jakarta, Medan, Yogyakarta, Surabaya atau Makassar ke seluruh destinasi domestik. (Sumber: Artikel suara.com Foto @sukawisata ) 
...more

5 Tempat Wisata Kekinian Di Lebak Yang Wajib Lo Kunjungi

TripTrus.Com - Banten emang terkenal banget sama pantainya, tapi tau nggak sih? Kabupaten Lebak yang ada di Banten punya banyak banget hidden gems yang asik buat lo explore. Dari air terjun yang segar banget sampe kebun teh yang bikin pikiran adem, Lebak adalah destinasi yang pas banget buat lo yang pengen kabur dari hiruk-pikuk kota. Mau tau tempat hits di sana? Simak deh rekomendasi berikut! 1. Curug Ciporolak Lo suka wisata air yang masih natural? Cus ke Curug Ciporolak yang ada di Kampung Lebak Picung, Hegarmanah. Suasana di sini adem, airnya segar banget, dan suhunya konstan di 15 derajat Celcius! Nama curug ini juga punya arti unik, "berjatuhan," karena bebatuan kecil di sekitar curug sering turun bareng air dari atas. Seru kan, ngedenger suara bebatuan jatuh sambil chill di suasana alam? Tiket masuknya cuma Rp20.000 aja, lo bisa menikmati alam yang masih asri ini! 2. Agrowisata Kebun Teh Cikuya Kebun teh ini nggak kalah hits sama tempat lain, dikelola sama PT. Harendong Green Farm. Dibuka dari 2006, kebun teh ini terjaga banget, bersih, dan pemandangannya cantik abis! Fasilitasnya juga lengkap, mulai dari tempat parkir, rumah makan, sampai café buat lo nongkrong. Dan lo cuma butuh Rp20.000 buat bisa masuk dan nikmatin view kebun teh yang asri ini. 3. Goa Seribu Candi Kalo lo doyan yang sedikit mistis, Goa Seribu Candi di Desa Sawarna bisa jadi pilihan seru. Goa ini punya stalagtit dan stalagmit yang bentuknya kayak stupa di Borobudur. Tempatnya di belakang pantai, jadi lo bisa dapet dua view sekaligus: pantai dan goa keren! Tiket masuk? Santai aja, cuma Rp10.000, terjangkau banget kan? [Baca juga : "Gerakan Wajib Halal Oktober 2024, Transformasi Pariwisata Indonesia Yang Ramah Muslim"] 4. Negeri di Atas Awan, Desa Citorek       View this post on Instagram A post shared by Meems (@mimowsuh) Lo pernah bayangin berdiri di atas awan? Di Desa Citorek, Kecamatan Cibeber, lo bisa ngerasain sensasi itu! Negeri di Atas Awan ini lokasinya di Gunung Luhur, dan lo bakal dapet view keren yang kayak lagi di negeri dongeng. Mau bawa motor atau mobil? Tenang, parkirannya luas dan harganya murah meriah, motor Rp5.000-10.000 dan mobil Rp10.000-20.000. Lo nggak perlu bayar tiket masuk, alias gratis! 5. Samaun’s Hill Park Samaun’s Hill Park dulunya kebun jagung, tapi sekarang jadi spot hits buat hunting foto! Pemandangan di sini Instagramable banget, bro! Tiket masuknya juga nggak bikin kantong bolong, cuma Rp5.000! Cocok banget buat lo yang pengen foto-foto kece dengan budget tipis. So, udah siap buat jalan-jalan seru ke Lebak? Pastinya lo bakal dapetin pengalaman yang beda dan nggak terlupakan di setiap tempat ini. Ayo, ajak temen-temen lo dan nikmatin wisata alam yang asik banget di Kabupaten Lebak! Liburan asik nggak perlu jauh-jauh, yang penting vibes-nya dapet! (Sumber Foto @harriyadi12) 
...more

5 Spot Keren Buat Nonton Satwa Liar di Indonesia

TripTrus.Com - Buat kamu yang suka ngintip binatang liar, Indonesia punya tempat-tempat keren buat ngeliatin mereka! Mulai dari komodo raksasa di Pulau Komodo sampe berenang bareng lumba-lumba di Pantai Lovina, Bali. Yuk, intip lima tempat seru di Indonesia buat nonton binatang liar! 1. Kadal Raksasa di Pulau Komodo Siapa yang gak kenal komodo? Kadal gede banget yang jadi predator tertinggi di lingkungannya ini mirip monster naga dari mitos-mitos dunia. Komodo cuma ada di Indonesia, tepatnya di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. Beda sama di kebun binatang, di sini lo harus ditemenin naturalist guide atau pemandu. Mereka bikin perjalanan aman dan tahu trek yang dilewatin, plus kasih tahu spot-spot komodo keren buat dilihat. 2. Orangutan Liar di Bukit Lawang Trekking di hutan Bukit Lawang di Sumatera itu cara terkenal buat liat orangutan liar. Tiap tahun, ribuan turis datang ke desa kecil di perbatasan Taman Nasional Gunung Leuser buat lihat orangutan Sumatera dari dekat. Orangutan Bukit Lawang banyak yang bekas penangkaran, jadi perilakunya beda sama yang liar. Banyak pemandu yang biarin wisatawan kasih makan dan sentuh mereka, tapi kalau mau liat yang beneran liar, pakai pemandu ya. 3. Tarsius Mata Belo di Cagar Alam Tangkoko Cagar Alam Tangkoko di Gunung Tangkoko, Kabupaten Bitung, Sulawesi Utara, sekitar sejam dari Manado, terkenal banget. Tarsius, primata terkecil di dunia yang cuma seukuran kepalan tangan, cuma ada di Sulawesi. Mata mereka gede banget, lucu deh. Mereka cuma bisa dilihat malam hari karena hewan nokturnal. Penduduk setempat nyebut mereka Astangkasi. [Baca juga : "Festival Lamaholot Masuk Kharisma Event Nusantara 2024"] 4. Gajah terlatih di Way Kambas Pusat Pelatihan Gajah ini udah berdiri sejak tahun 1985. Tempatnya sekitar 9 km dari gerbang taman nasional Plang Ijo. Tujuannya buat lindungin gajah dan bikin hubungan yang saling menguntungkan buat gajah dan manusia. Di sini, lu bisa ngeliat gajah ngelakuin macem-macem tugas kayak bawa kayu atau bajak sawah. Selain itu, lu juga bisa liat mereka ngelakuin aktivitas khusus kayak main bola atau pertunjukan lainnya. 5. Renang bareng Lumba-lumba di Pantai Lovina       View this post on Instagram A post shared by Wina Amir (@winaamir17) Satu-satunya cara buat lu bisa renang bareng lumba-lumba di Bali itu dengan ikutan tur perahu dari Lovina, kota kecil di Pantai Utara Bali. Di Lovina, mereka manfaatin populasi lumba-lumba alaminya. Setiap pagi, puluhan perahu wisata berangkat buat liat lumba-lumba sama langit pagi yang keren abis. Gak cuma liat lumba-lumba dari atas air doang, penduduk lokal juga pasang ayunan di samping semua perahu nelayan yang bawa turis keluar. Dari ayunan itu, lu bisa masukin kepala ke air dan liat lumba-lumba berenang dan main. Jadi, buat kalian yang pengen ngalamin petualangan alam liar di Indonesia, jangan lupa mampir ke tempat-tempat keren ini. Dijamin, pengalaman ngeliatin binatang liar secara langsung bakal bikin liburanmu makin seru dan berkesan! Ayo, mulai rencanain petualanganmu sekarang juga!(Sumber Foto @rosmawati_ardyn) 
...more

Kota Tua Tegal, Sebuah Sejarah dan Cagar Budaya

TripTrus.Com - Kota Tegal merupakan salah satu Kota di Provinsi Jawa Tengah dengan luas wilayah keseluruhan 39,5 km2 dan terbagi menjadi 4 Kecamatan dan 27 Desa. Kota Tegal merupakan sebuah Kota Tua yang berusia lebih dari 4 abad. Wilayah yang kaya akan jejak sejarah, terlihat dari berbagai bangunan legendaris peninggalan masa lampau yang menandakan Kota Tegal sudah berkembang sejak jaman dulu. Secara historis menjelaskan bahwa Kota Tegal sejak Zaman Belanda dikenal sebagai pusat perdagangan era kolonial. Secara letak yang strategis, tahun 1927 Kota Tegal menjadi Ibukota Keresidenan terdiri dari daerah Tegal, Pemalang, dan Brebes. Jadi tidak hanya Jakarta yang memiliki Kota Tua, Kota Tegal juga memiliki Kota Tuanya tersendiri dan teramat sayang untuk dilewatkan ketika berkunjung ke sana. Berikut ini merupakan bangunan-bangunan bersejarah dan menjadi cagar budaya Kota Tegal yang wajib dikunjungi 1. Dansional (Sumber foto: achmadrizal.staff.telkomuniversity.ac.id) Dansional Tegal yang terletak di Jalan Proklamasi, dibangun tahun 1914. Bangunan ini dulunya adalah Nederlandsch-Indisch Handelsbank yang sekarang digunakan oleh TNI sebagai markas besar di Tegal. Pada awal kemerdekaan Republik Indonesia, Kota Tegal menjadi lokasi didirikannya Badan Keamanan Rakyat – Laut (BKR Laut) yang merupakan cikal bakal dari pembentukan TNI Angkatan Laut saat ini. 2. Pasar Pagi (Sumber foto: panoramio.com) Pasar Pagi Tegal berdiri dibekas Benteng Kaloran. Bentuk benteng yang terbuat dari batu bata tebal dengan pilar-pilar berbentuk benteng berdiameter panjang 6 meter lebar 6 meter dan tinggi 3,5 meter. Meskipun telah banyak perubahan dikarenakan renovasi sana-sini, Pasar Pagi Tegal tidak menghilangkan jejak sejarahnya sebagai sebuah benteng. 3. Waterleideng (Sumber foto: traveluxion.web.id) Pada jaman Belanda di tahun 1917, Tower Woterleideng Bedrif of Province Maden Java (Watertoren) dibangun guna untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kota Tegal. Pada era tahun 60-an, sirine bagian atas menara difungsikan sebagai sirine tanda buka puasa dan tanda imsak. Bangunan ini sekarang dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). 4. Gedung DPRD (Sumber foto: simpanglima.wordpress.com) Bangunan peninggalan Belanda yang dibangun tahun 1750an oleh Mathijs Willem de Man (1720-1763) semula menjadi rumah pribadi Residen Tegal. Fungsi bangunan ini berubah menjadi Balai Kota Tegal, pada tahun 1987. Dan gedung ini resmi  menjadi kantor DPR Tegal setelah Balaikota Tegal pindah dari Jl. Pemuda ke Jl. Kigede Sebayu. 5. Kantor Pos Besar (Sumber foto: metropolispos.wordpress.com) Diperkirakan Kantor Pos Besar Tegal dibangun sekitar tahun 1930an yang digunakan untuk Markas Angkatan Laut. Kemudian diserahkan kepada PTT (Posts Telegraafend Telefoon Diensts) pada tahun 1954 dan pada tahun 1961 PTT berubah menjadi Perusahaan Negara (PN) Pos dan Telekomunikasi. 6. Stasiun Kereta Api (Sumber foto: panoramio.com) Perusahaan trem Belanda JSM (Java Spoorweg Maatschappij) membangun Stasiun Kereta Api Tegal apda tahun 1885. Kemudian pada tahun 1897 Stasiun Kereta Api Tegal dibeli oleh maskapai perkeretaapian SCS (Semarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij. Sebagian bangunannya pada tahun 1918 direnovasi dengan karya arsitek Henri Maclaine Pont. 7. Pendopo Balaikota (Sumber foto: artonortega74.blogspot.co.id) Pendopo Balaikota Tegal  (Pendopo Ki Gede Sabayu) berdiri tahun 1825, yang sebelumnya berada di Kompleks Kaloran. Pada masa awal Kemerdekaan Gedung ini digunakan oleh Pemerintah Kabupaten Tegal. Pada Masa pimpinan Sjamsuri Mastur Gedung ini di tempati Pemerintah Kota Tegal. 8. Gedung Birao (SCS) (Sumber foto: achmadrizal.staff.telkomuniversity.ac.id) Gedung Birao atau pada masa Belanda Gedung SCS (Samarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij) dibangun Belanda pada tahun 1913. Dengan konsep arsitektur eropa pada Negara jajahan (Euroeesche Stoomtram Maatschappij).  Pada tahun 1980 bekas gedung SCS di Jl. Pancasila No 2 sempat digunakan sebagai Kampus UPS (Universitas Panca Sakti) 9. Masjid Agung Kota Tegal (Sumber foto: artonortega74.blogspot.co.id) Berdasarkan cerita, pembangunan Masjid Agung Kota Tegal berbarengan dengan pembangunan Pendopo Balaikota pada tahun 1825. Meskipun pada akhirnya pembangunan Masjid Agung Kota Tegal dilakukan secara bertahap. Berdiri di atas tanah wakaf pemberian seorang Penghulu I di Tegal bernama Kiai Abdul Aziz yang dikenal juga sebagai seorang mubaligh 10. Kelenteng Tek Hay Kiong (Sumber foto: ditegal.com) Kelenteng Tek Hay Kiong didirikan pada tahun tahun ke 17 pemerintahan Kaisar Dao Guang dari Dinasti QING (1837 M) oleh Kapiten Tan Koen Hway (Chen Kun Huai) bersama rekan-rekannya serta masyarakat Tegal. Berdasarkan prasasti yang ada, pembangunan Kelenteng Tek Hay Kiong ini dianggap sebagai restorasi yang pertama. Yang kemudian disusul oleh restorasi kedua pada dilaksanakan pada tahun 1897, ketiga tahun 1957 dan restorasi keempat dilaksanakan pada tahun 1982. 11. Bioskop Dewa dan Bioskop Dewi (Sumber foto: artonortega74.blogspot.co.id) Bioskop Dewa (Rex) dan Bioskop Dewi (Roxy) merupakan bioskop pertama yang hadir di Kota Tegal. Bioskop Dewa dibangun di sebelah selatan alun-alun Kota Tegal sedangkan Bioskop Dewi dibangun di sebelah utara alun-alun. Tidak ada catatan yang jelas, di antara kedua bioskop tersebut siapa yang paling duluan beroperasi. Namun diperkirakan kedua bioskop tersebut sudah berdiri sejak tahun 1930an. (Sumber: Artikel @Amieykha Foto wovgo.com)
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography

Upcoming Trips

Open Trip Pulau Pari
01 - 02 Aug 2026
Treaking Gunung Papandayan
07 - 08 Aug 2026
Open Trip Dieng Plateau
07 - 09 Aug 2026
×

...