TripTrus.Com - Pemandangan di Provinsi Jawa Timur keren banget dengan gunung-gunung yang menjulang tinggi dan menantang buat didaki.
View this post on Instagram
A post shared by Danial (@danialardhana)
Banyak pendaki yang sengaja datang saat musim pendakian buat menikmati panorama dari puncak-puncak gunung di Jawa Timur. Nih, 7 gunung tertinggi di Jawa Timur yang wajib banget lo tahu, dari yang paling tinggi:
1. Gunung Semeru (3.676 mdpl)
Gunung ini adalah yang tertinggi di Jawa Timur, dengan ketinggian 3.676 mdpl. Puncaknya bernama Mahameru, dan kawahnya dikenal sebagai Jonggring Saloko. Semeru berada di wilayah Malang, Lumajang, Probolinggo, dan Pasuruan, dalam Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Ini gunungapi kuarter aktif berbentuk strato, sering ada letusan eksplosif dan aliran awan panas. Jalur pendakiannya ada beberapa, seperti lewat Pasar Tumpang dan Ranupani. Di lerengnya juga ada spot keren seperti Ranu Kumbolo, Oro-oro Ombo, Cemoro Kandang, Kalimati, dan Arcopodo.
2. Gunung Arjuno (3.339 mdpl)
Dengan ketinggian 3.339 mdpl, Arjuno jadi yang tertinggi kedua di Jawa Timur. Puncaknya dinamain Ogal Agil. Lokasinya di perbatasan Malang, Pasuruan, dan Kota Batu. Jalur pendakian bisa lewat Lawang, Tretes, Batu, atau Karangploso. Di lerengnya ada wisata seperti Petung Sewu, Air Terjun Tretes, dan Air Terjun Watu Lumpang.
3. Gunung Raung (3.332 mdpl)
Gunung ini punya ketinggian 3.332 mdpl, menjadikannya yang ketiga tertinggi di Jawa Timur. Lokasinya ada di Banyuwangi, Bondowoso, Jember, dan Lumajang. Ini gunung strato dengan kawah kaldera. Jalur pendakiannya bisa lewat Desa Sumberwringin. Di lerengnya ada wisata religi, Pura Beji Antaboga.
4. Gunung Lawu (3.265 mdpl)
Gunung Lawu punya tiga puncak, yaitu Hargo Dalem, Hargo Dumiling, dan yang tertinggi, Hargo Dumilah, dengan ketinggian 3.265 mdpl. Gunung ini masuk wilayah Magetan, Ngawi, dan Karanganyar (Jawa Tengah). Jalur pendakiannya lewat Cemorokandang, Cemorosewu, dan Candi Cetho. Di lerengnya ada candi sejarah seperti Candi Sukuh dan Candi Cetho, serta kompleks pemakaman Mangkunegaran.
5. Gunung Welirang (3.156 mdpl)
Gunung ini tinggi banget, mencapai 3.156 mdpl, dan masuk wilayah Pasuruan, Mojokerto, dan Kota Batu. Gunungapi strato tipe A ini punya kawah belerang yang masih aktif ditambang. Jalur pendakian bisa lewat Desa Claket di Kecamatan Pacet, Mojokerto.
[Baca juga : "Inilah Seven Summits Jawa Barat Yang Harus Kamu Daki"]
6. Gunung Argopuro (3.008 mdpl)
Dengan ketinggian 3.008 mdpl, Argopuro udah nggak aktif lagi. Lokasinya di Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, dan Situbondo. Puncak paling terkenal adalah Puncak Rengganis. Jalur pendakiannya bisa lewat basecamp Baderan di Situbondo atau basecamp Bremi di Probolinggo.
7. Gunung Butak (2.868 mdpl)
Gunung ini tinggi banget, mencapai 2.868 mdpl. Lokasinya di Malang dan Blitar. Jalur pendakian bisa lewat Panderman di Batu, Desa Gadingkulon di Dau, Gunung Kawi, atau Sirah Kencong di Blitar.
Nah, itu dia tujuh gunung tertinggi di Jawa Timur yang siap buat lo jelajahi! (Sumber Foto @mataraung)
...moreTripTrus.Com - Selain berguna untuk merekatkan kembali hubungan keluarga yang merenggang akibat rutinitas keseharian, liburan keluarga juga menjadi momen yang tepat untuk mengajarkan anak tentang segala hal yang ada di alam terbuka.
"Namun, alih-alih ingin bersenang-senang, banyak keluarga yang justru kesulitan saat traveling bersama keluarga."
Sisa kemaren.... meskipun air terjunnya setenga alami... tp bagi anak" ketemu air itu sangat mengasikan... #liburanawaltahun #liburankeluargabesar #lahat #tanggemanik
A post shared by Ayin Warika (@ayin_warika) onJan 1, 2018 at 5:57pm PST
Seperti disusun tim Liputan6.com, berikut beberapa tips agar aktivitas wisata bersama keluarga menjadi menyenangkan dan meninggalkan kesan yang mendalam.
1. Booking di AwalMembayar segala sesuatunya di awal akan membantu Anda agar tidak perlu repot saat sedang di perjalanan maupun saat sampai di lokasi tujuan wisata. Jangan sampai anak-anak Anda tidur di rumah ibadah atau di pelataran stasiun karena Anda kehabisan tempat penginapan.
2. Perhatikan IklimTerdengar sederhana memang. Namun tahu lebih awal mengenai iklim dan cuaca selama di perjalanan dan di tempat tujuan wisata, akan membantu orang tua untuk memilihkan pakaian yang tepat dan nyaman bagi anak-anak. Dengan semua perlengkapan pakaian yang tersedia, tidak ada alasan bagi anak untuk berpakaian yang sama pada cuaca dan iklim normal.
3. Libatkan AnakMelibatkan anak dalam memilih tempat wisata yang akan dituju, lebih baik ketimbang harus berlama-lama di depan monitor dengan perangkat browsing. Mengetahui lebih awal kehendak dan minat anak, dapat meminimalisasi kebosanan anak saat berada di tempat tujuan wisata, dan tentu menjadikan perjalanan wisata bersama mereka menjadi sangat menyenangkan.
4. Beri Mereka KameraIni tidak berlebihan. Bagi anak-anak setelah balita, pemberian kamera saat berwisata akan mendorong mereka mengamati lingkungan dari sudut pandang mereka sendiri. Anda akan terkejut dengan hasil jepretan mereka, sudut pandang anak-anak terhadap suatu kejadian akan memudahkan Anda untuk memetakan minat mereka saat dewasa.
5. Buat Jurnal PerjalananBiasakan untuk mengajak mereka menggambar atau menulis segala hal yang telah mereka lihat saat berwisata, baik pemandangan alam, keindahan fauna, maupun makanan yang belum pernah mereka coba sebelumnya. Ajaklah mereka untuk menulis apapun yang pernah mereka lihat, di balik kartu pos bergambar tujuan wisata yang Anda kunjungi, akan menjadi kenangan liburan keluarga yang tak akan terlupakan saat mereka dewasa kelak. (Sumber: Artikel liputan6.com, Foto freepik.com)
...moreTripTrus.Com - Dalam beberapa tahun belakangan ini, semakin banyak film karya anak bangsa tayang di layar perak. Yang menarik, film-film itu pun mengambil lokasi pembuatan yang layak menjadi tujuan wisata. Film dan objek wisata dapat saling mendukung satu sama lain.
Apalagi jika film tersebut berlokasi indah. Ditambah lagi di era modern ini traveling sudah jadi gaya hidup bagi sebagian besar anak muda.
Film Laskar Pelangi misalnya, ia berhasil mendongkrak perkembangan roda pariwisata di Belitung. Adapula 5 Cm, sebuah film yang diadaptasi dari novel berjudul sama karangan Donny Dhirgantoro. Beberapa waktu setelah film tersebut naik layar, angka kunjungan ke Gunung Semeru pun makin meningkat.
Nah, penasaran film Indonesia apa saja yang berhasil mendongkrak objek wisata di Tanah Air? Berikut rangkuman 7 objek wisata yang menjadi lebih ramai karena dijadikan latar dalam film dilansir dari berbagai sumber.
1. Petualangan Sherina (2000) - Observatorium Bosscha
Most of the problems in life are because of two reasons: We act without thinking or We keep thinking without acting. #vocation #instatravel #travelercantik #backpackercantik #sweetpeanut #beautyoftravel #wonderfulindonesia #jejakpetualang #parapetualangcantik #indonesia_paradise #indonesia_photography #indonesiantraveller #travel #travelblogger #travelphotography #travelstagram #travelstories #bolangadventure #indozonetravel #ayodolan #jalanjalanmen #bandung #bosscha #observatory #lembang
A post shared by Beauty Of Travel (@beautyoftravel_) onAug 24, 2018 at 7:41am PDT
Masih ingat adegan di mana Sherina dan Saddam bersembunyi di sebuah gedung dari kejaran penculik? Ya, gedung itu adalah Observatorium Bosscha. Tempat peneropongan bintang tertua di Indonesia ini terletak di daerah Lembang, Bandung.
Di dalamnya terdapat bebrapa buah teleskop besar, di antaranya adalah teleskop Refraktor Ganda Zeiss, Schmidt Bima Sakti, Refraktor Bamberg, dan Cassegrain GOTO.
2. Java Heat (2013) - Candi Borobudur
#jogjascenery
A post shared by Amelia (@ameliawidiansyh) onAug 26, 2018 at 7:34am PDT
Java Heat adalah satu-satunya film yang mendapatkan izin syuting di kawasan Candi Borobudur. Candi yang terletak di Magelang, Jawa Tengah ini memang memiliki aturan yang sangat ketat.
Untuk mendapatkan izin syuting, tim film Java Heat ini bahkan harus mengurus izin ke pihak UNESCO, pemerintah Indonesia, kelompok masyarakat Buddha, dan beberapa lembaga lain.
3. The Raid 2 (2014) - Benteng Van der Wijck
Benteng Van Der Wijck merupakan benteng persegi delapan satu-satunya di indonesia. Dibangun tahun 1818 di Gombong, Jateng. Kayanya sih masih sodara sama Kapal Van Der Wijck, dibuat 1921 di Fyenoord, Rotterdam namun tenggelam di perairan Lamongan. Dan mungkin masih kerabat jauh sama Saluran Van Der Wijck, saluran yg pembangunannya tidak ada penggunaan teknologi mesin sama sekali, yg dibangun tahun 1909 di daerah Yogyakarta. Sosok yang mungkin menyatukan mereka bertiga adalah Carel Herman Aart Van Der Wijck yg lahir di Ambon 1840. hmmmmm hubungan yg rumit. #sejarah #benteng #hati #hmmm
A post shared by Hasan Hasbulah (@hhasbulah) onAug 25, 2018 at 4:37pm PDT
Benteng ini terletak di daerah Gombong, Kebumen, Jawa Tengah. Ia berdiri pada tahun 1818 atas prakarsa Jenderal Van den Bosch.
Dulunya, benteng ini didirikan dengan tujuan untuk memperkuat pertahanan dan mempersempit ruang gerak musuh di Kedu Selatan. Nah, dalam film The Raid 2, benteng ini dijadikan sebagai tempat tahanan.
4. AADC 2 (2016) - Gereja Ayam
‘Chicken church’ #bucketlist #indonesia #java #travel #drjvideo #bukitrhema https://youtu.be/A38GKzge9z0
A post shared by Johan Van Drunen (@drj_video) onAug 25, 2018 at 11:15pm PDT
Objek wisata ini menjadi semakin hit berkat film AADC 2. Bangunan yang sempat terbengkalai sejak tahun 1990-an ini terletak di atas Bukit Rhema di daerah Kembanglimus, Magelang, Jawa Tengah.
[Baca juga : "5 Spot Tempat Wisata Tersembunyi Di Indonesia Dengan Pemandangan Mewah!"]
5. Susah Sinyal (2017) - Air terjun Tanggedu
#tanggedu #sumba #ntt #exploresumba #airterjuntanggedu 🏔⛰🏔⛰
A post shared by Rizky Aditya Rahmad (@rizkyadityarahmad) onAug 26, 2018 at 7:40pm PDT
Objek wisata yang satu ini sempat muncul dalam film Susah Sinyal garapan Ernest Prakasa.
Meski untuk menuju ke sana harus menempuh perjalanan yang jauh dan agak melelahkan, pemandangan yang disuguhkan oleh air terjun yang berjarak sekitar 45 km dari Kota Waingapu ini sungguh tidak mengecewakan.
6. Yowis Ben (2018) - Kampung Tridi
So many colours that actually you feel inside your heart. Actually, when you started your day, you never know which one the lucky colour that you use as a power of fighter. Take your time. Keep remember that every colour has their own meaning. #colorful #amazing #amazingmalang #wonderfullindonesia #malangcity #kampungtridi
A post shared by Mahda Lena (@lenamahda869) onAug 25, 2018 at 10:20pm PDT
Jika Singapura mempunyai Kampong Glam, Malang memiliki Kampung Tridi. Dalam menggarap filmnya yang berjudul Yowis Ben, Bayu Skak menjadikan Kampung Tridi sebagai salah satu latar tempat utamanya.
Ratusan rumah yang berada di dekat Sungai Bratas tersebut sengaja dicat dengan gambar-gambar 3 dimensi, sehingga tampak nyata. Pengunjung dapat memanfaatkan tembok-tembok yang dihiasi dengan mural untuk berswafoto.
7. Love For Sale (2018) - Pantai Pasir Putih Cihara
The three great elemental sounds in nature are the sound of rain, the sound of wind in a primeval wood, and the sound of outer ocean on a beach ~Henry Benson~ . #beachlife #pantaipasirputihcihara #wisatabanten #eksplorelebak #keluarbentar #cihara
A post shared by Lucky eNeS (@luckynurvi) onJul 15, 2018 at 1:30am PDT
Pantai Pasir Putih Cihara yang terletak di Banten ini merupakan salah satu latar tempat dalam film Love For Sale. Tak hanya memiliki hamparan pasir yang indah serta batu-batu karang, di pantai ini juga terdapat cekungan berbentuk setengah lingkaran yang bisa dijadikan tempat berenang. (Sumber: Artikel liputan6.com Foto vakansinesia.com)
...moreTripTrus.Com - Dubes RI untuk Slowakia, Adiyatwidi Adiwoso mengatakan terdapat potensi besar untuk meningkatkan arus wisman asal Slowakia. Jumlah kunjungan wisatawan Slowakia ke Asia tercatat satu juta orang dan terbanyak ke Thailand sebanyak 20.705 orang, sedangkan yang ke Indonesia baru 6.000 orang.
Hal itu disampaikan Dubes Adiyatwidi pada pertemuan penyelenggara perjalanan Indonesia -Slowakia di KBRI Bratislava, Senin (5/3), demikian Counsellor KBRI Bratislava, Lely Meiliani kepada Antara London, Selasa.
Dubes RI mengharapkan adanya pertemuan operator Indonesia dan Slowakia dapat mendorong arus wisman Slowakia ke Indonesia.
Turis Asing Ikut Gebug Bantal . Lomba permainan gebug bantal, mengisi kegiatan Nusa Penida Festival (NPF) 2017, dihari kedua di pantai Mahagiri Desa Jungutbatu Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Kamis (7/12/2017). Lomba diikuti puluhan peserta, yang mana sebagian dari mereka merupakan wisatawan asing. . Lomba gebug bantal menarik wisatawan asing yang sedang berlibur di Nusa Penida. Mereka dengan antusias mendaftar dan mengikuti jalannya lomba dengan semangat bersama warga setempat. . Menurut salah satu peserta asal Amerika Serikat, Anderson mengaku senang dan bangga karena sudah diundang dan bisa mengikuti acara ini. Menurutnya, permainan ini sangat menarik dan menyenangkan serta menambah keakraban dan kebersamaan dengan warga. "Saya sangat senang bisa ikut bagian dalam kegiatan ini," ujarnya. . Anderson yang mengaku sedang berlibur bersama kerabatnya ini pun mengaku tertarik untuk mengikuti kegiatan serupa dalam event berikutnya. "Saya akan sangat senang kalau tahun depan saya bisa datang lagi ke Nusa Penida/Lembongan, saya pasti akan ikut lagi," akunya. . Selain lomba gebug bantal, dihari yang sama juga digelar lomba Gala-gala yang diikuti siswa SD di Nusa Lembongan. Lomba ini mendapat antusias peserta sebagai langkah melestarikan permainan tradisional. . #humasklungkung #nusapenidafestival #klungkung #turisasing #gebugbantal @infobalinews www.suluhbali.co
A post shared by www.suluhbali.co (@infobalinews) onDec 6, 2017 at 9:12pm PST
Kalangan biro perjalanan Indonesia memuji pertemuan dalam wujud pertemuan satu per satu ini karena dapat lebih rinci memberikan informasi mengenai destinasi wisata Indonesia dan menjajaki kerja sama dengan kalangan kalangan pariwisata yang belum menjual Indonesia.
Menurut mereka, walaupun Slowakia negara kecil hanya berpenduduk sekitar lima juta orang, potensi pasar wisman cukup menjanjikan, terlebih mereka senang bepergian ke negara-negara eksotik.
Biro perjalanan Slowakia yang ikut acara ini adalah Royal Travel dan Pax Travel yang belum pernah membuat paket ke Indonesia menyatakan minatnya untuk membawa tamu ke Indonesia dan meminta agen di Indonesia dapat menyediakan pemandu yang dapat berbahasa Slowakia atau Ceko.
Kegiatan ini merupakan promosi pariwisata Indonesia yang diselenggarakan oleh Direktorat Eropa Kementerian Luar Negeri ke negara-negara kawasan Eropa Tengah dan Eropa Utara dengan menggandeng perwakilan RI terkait, sebagai rangkaian partisipasi Indonesia di ITB Berlin 2018. (Sumber: Artikel republika.co.id, Foto freepik.com)
...moreTripTrus.Com - Terowongan Lampegan merupakan salah satu terowongan kereta api tertua di Indonesia. Terowongan yang berada di wilayah Kabupaten Cianjur ini merupakan terowongan kereta api pertama yang dibangun di Jawa Barat. Terowongan ini dibangun pada 1879 sampai dengan 1882 oleh Perusahaan Kereta Api Negara Staatspoorwegen (SS) yang ada pada lintasan jalur kereta api Sukabumi-Cianjur yang membentang sepanjang 39 kilometer. Terowongan ini dibangun untuk mendukung jalur kereta api rute Bogor-Sukabumi-Bandung.
📷 from @catharinadewiutari : Terowongan Kereta Api Stasiun Lampegan, Cianjur, Jawa Barat ••• Terowongan Lampegan yaitu salah satu terowongan pertama di Jawa Barat yang dibuat di desa Cibokor tahun 1879-1882 yang lokasinya di pasir Gunung Keneng, Cianjur Jawa Barat. Menurut cerita, nama Lampegan asalnya dari kata yang sering disebutkan oleh Beckman ketika memeriksa hasil pekerjaan pegawainya. Setiap melihat pegawai yang sedang bekerja di dalam terowongan, dia sering berteriak mengingatkan kepada pegawainya untuk tetap membawa lampu agar lebih aman dari bahaya kurangnya zat asam. "Lamp pegang...., lamp pegang”, dia mengingatkan dalam campuran bahasa Belanda dan Indonesia. Maksudnya adalah agar pegawai membawa lampu. Di terowongan itu udaranya masih lembap dikarenakan lubang terowongan yang hanya ada satu. Akhirnya, terowongan ini disebut "Terowongan Lampegan" ••• sumber : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Terowongan_Lampegan ••• Jangan lupa untuk tetap selalu menjaga kebersihan serta kelestarian setiap tempat yang kita datangi, dan gunakan hastag #pikniknusantara atau mention @pikniknusantara untuk kami repost ••• #pikniknusantara #kelilingindonesiaasik #terowonganlampegan #stasiunlampegan #stasiunlampegancianjur #keretaapi #keretaapiindonesia
A post shared by Tour Travel & Organizer (@pikniknusantara) onOct 27, 2017 at 3:27pm PDT
Terowongan ini dibuat dengan membobol badan Bukit Kancana (ada juga yang menyebutkan Gunung Keneng) di Desa Cibokor. Ada yang menyebut pada awalnya terowongan ini memiliki panjang 686 meter, namun setelah terjadi longsor pada 2000 dan 2010 data resmi menyebutkan panjang terowongan ini 415 meter. Namun, secara resmi terowongan ini disebut memiliki panjang 415 meter.Mengenai pembuatan terowongan ini beredar spekulasi, ada yang mengatakan dibuat secara manual dengan mengerahkan tenaga penduduk sekitar, ada pula yang mengatakan dengan cara peledakan. Jalur ini mencapai Cianjur pada 10 Mei 1883 dan mencapai Bandung pada 17 Mei 1884 serta peresmian stasiunnya pada 16 Juni 1884.Setelah dibangun terowongan Lampegan, di wilayah Priangan dibangun beberapa terowongan lain yang mempermudah jaringan kereta api. Dia antaranya terowongan Sasaksaat pada lintasan Batavia-Bandung via Cikampek pada 1902 dan 3 terowongan di Ciamis selatan dibangun pada 1918.
Dengan terhubungnya jalur kereta api dari Bogor sampai ke Bandung membuat transportasi dan perdagangan menjadi lebih cepat. Apalagi saat itu kereta api digunakan untuk mengangkut berbagai hasil pertanian dari tanah priangan, seperti teh dan kopi.Dekat terowongan Lampegan terdapat stasiun Lampegan yang dulu digunakan untuk memantau lalu lintas kereta api yang melintas terowongan. Saat ini stasiun Lampegan masih berfungsi baik untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.Pada September 2000 terowongan ini sempat direnovasi karena bagian atasnya hancur kena rembesan air. Setelah direnovasi jalur kereta api Sukabumi-Cianjur yang sempat terputus, kembali terhubung. Namun, pada 12 Maret 2001 terowongan itu ambruk lagi dan hubungan stasiun Cianjur dan Sukabumi kembali terputus. Pada 2010, Terowongan Lampegan kembali direstorasi dan sampai saat ini masih berfungsi dengan baik.Ada cerita unik mengapa terowongan ini diberi nama Lampegan. Ada yang mengatakan berasal dari ucapan Van Beckman, seorang mandor dalam proyek pengejaan terowongan tersebut. Ketika dia memantau para pekerjanya yang sedang membobol bagian dalam terowongan yang gelap gulita, selalu berteriak “lamp pegang, lamp pegang…” (pegang lampunya..).Penggunaan obor saat itu untuk mengecek apakah di dalam terowongan aman untuk dilakukan penggalian. Sebab, kondisi dalam terowongan yang lembap dikhawatirkan kandungan oksigen tipis dan membahayakan para pekerja.Ada juga yang mengatakan nama itu berasal dari ucapan masinis kereta api di masa lampau yang selalu meneriakkan “Lampen aan! Lampen aan!” saat kereta melewati terowongan itu. Maksudnya, masinis memerintahkan agar para pegawainya menyalakan lampu agar kondisi dalam kereta tidak gelap saat melintas dalam terowongan.Sedangkan dalam kamus bahasa Sunda kata “Lampegan” yang diterangkan sebagai ”nama sejenis tumbuh-tumbuhan kecil”. Apa pun asal usul namanya, sampai saat ini terowongan Lampegan cukup terkenal dan menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta sejarah kereta api.Apalagi dari sejarah yang dituturkan dari mulut ke mulut sejak dahulu terselip kisah misteri yang bisa bikin bulu kuduk bergidik. Konon saat peresmian terowongan ini, diundanglah ronggeng terkenal waktu itu, Nyi Sadea. Nyi Sadea yang terkenal karena memiliki paras cantik dan lincah dalam menari diundang untuk menghibur pejabat Belanda dan menak-menak Priangan. Kemeriahan pesta yang digelar sejak sore tak terasa sampai lewat tengah malam.Setelah pertunjukan, seorang opsir Belanda mengajak Nyi Sadea pergi melalui terowongan yang baru diresmikan itu. Sejak itu Nyi Sadea tak pernah kembali lagi dan tidak diketahui pasti siapa identitas opsir Belanda yang menjemputnya. Masyarakat kemudian hanya memercayai bahwa Nyi Sadea telah “diperistri” oleh “penghuni” terowongan tersebut. Cerita raibnya Nyi Ronggeng Sadea secara turun menurun hingga kini terus berkembang di masyarakat sekitar.
Hal lain yang perlu diingat bahwa jalur kereta api rute Bandung-Sukabumi memiliki potensi wisata. Pada jalur kereta api ini terdapat pemandangan kebun teh yang indah dan kawasan wisata situs megalitik Gunung Padang. Situs megalitik Gunung Padang terletak di Desa Karyamukti, Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Menurut para ahli arkeologi, situs ini merupakan situs megalitik terbesar di Asia Tenggara. Jika jalur kereta api ini dimaksimalkan, maka akan menggeliatkan ekonomi masyarakat setempat dan menghidupkan pariwisata di daerah sekitar. (Sumber: Artikel sindonews.com Foto vakansinesia.com)
...moreTripTrus.Com - Bro-sis traveler, bayangin ada kepulauan kece di ujung utara Indonesia yang masih perawan, jauh dari hiruk-pikuk kota, tapi nyimpen sejuta cerita. Natuna itu ibarat lukisan alam yang dikasih sentuhan sejarah, budaya, dan mitos yang bikin bulu kuduk merinding tapi nagih buat dijelajahi. Lautnya biru bening, batu granitnya megah, hutan bakau jadi penjaga pesisir, dan masyarakatnya punya tradisi yang kental. Ini bukan sekadar destinasi liburan, tapi perjalanan batin—lo & gue diajak buat nikmatin keindahan sekaligus belajar cara alam dan manusia hidup berdampingan.
🪨 1. Alif Stone Park – Batu Granit Purba yang Bikin Takjub
Di pinggir pantai Ranai, ada taman batu raksasa yang seolah muncul dari dunia lain. Namanya Alif Stone Park. Di sini lo bakal nemu batu-batu granit gede banget yang udah terbentuk jutaan tahun. Salah satu batunya berdiri tegak kayak huruf “Alif”, jadi spot ini punya daya tarik spiritual sekaligus visual. Pas sunrise atau sunset, pantulan cahaya di sela-sela batu bikin suasana magis. Sambil duduk di atas granit dingin, lo bisa mikir gimana alam nyusun batu-batu raksasa ini tanpa bantuan manusia. Rasanya kayak ngobrol sama bumi yang udah hidup jauh sebelum kita lahir.
🕌 2. Masjid Agung Natuna – Taj Mahal-nya Ranai
View this post on Instagram
A post shared by Apkasi (@apkasi)
Masjid megah ini jadi ikon kota Ranai dan kebanggaan warga Natuna. Kubahnya megah, menara-menara putihnya memantulkan cahaya matahari, dan latarnya Gunung Ranai bikin pemandangan makin dramatis. Masjid ini bukan cuma tempat ibadah, tapi juga pusat kegiatan sosial dan budaya. Lo bisa masuk, merasakan ketenangan spiritual sambil ngeliat detail arsitektur yang elegan. Di sore hari, cahaya matahari yang masuk lewat jendela besar bikin suasana adem banget. Di sini lo & gue diajak buat ngeblend antara kekaguman arsitektur dan rasa syukur.
🏝️ 3. Pantai Sisi – Pantai Sunyi yang Bikin Jiwa Healing
Kalau lo butuh tempat buat ngilang sejenak dari dunia, Pantai Sisi di Pulau Serasan jawabannya. Pantai ini panjang banget, pasirnya putih halus, dan lautnya bening biru toska. Ombaknya tenang, cocok buat renang santai atau sekadar rebahan di atas pasir sambil nikmatin angin laut. Karena lokasinya agak jauh, pantai ini jarang rame. Lo bakal ngerasain vibe private beach yang biasanya cuma ada di film. Sambil duduk di tepi pantai, suara ombak dan aroma laut bakal nge-reset pikiran lo. Rasanya kayak ngobrol sama diri sendiri, bro.
👻 4. Masjid Hantu & Goa Lubang Hidung – Misteri yang Bikin Merinding
Di Pulau Serasan juga ada cerita mistis yang jadi legenda turun-temurun. Warga lokal nyebutnya Masjid Hantu. Konon, dari jauh batu ini mirip masjid lengkap sama kubahnya, dan kadang muncul cahaya aneh di malam hari. Banyak yang percaya ada energi gaib yang ngejaga tempat ini. Deket situ ada Goa Lubang Hidung, gua alami dengan lorong-lorong batu yang keren banget. Buat lo yang demen petualangan, trekking ke gua ini kasih sensasi eksplor alam liar yang seru. Di sini, rasa penasaran dan adrenalin bercampur jadi satu.
[Baca juga : "Jelajah Budaya Bintan, Dari Panglong Sampai Vihara 500 Lohan"]
🌅 5. Pantai Batu Kasah & Tanjung Datuk – Sunrise Epik dan Formasi Batu Unik
Pantai Batu Kasah terkenal dengan pasir putihnya yang lembut dan batu-batu besar yang jadi latar foto keren. Paling pas dateng pas subuh, karena sunrise di sini bener-bener mindblowing. Cahaya oranye yang muncul pelan-pelan di balik laut bikin lo ngerasa kecil di hadapan semesta. Gak jauh dari situ ada Tanjung Datuk, tanjung dengan batu besar yang bentuknya mirip wajah manusia pakai tanjak Melayu. Lokasi ini bukan cuma indah, tapi juga kaya cerita legenda yang bikin lo makin penasaran sama sejarah pulau ini.
🤿 6. Pulau Senua – Surga Snorkeling dan Ekosistem Laut
Pulau Senua jadi destinasi favorit buat lo yang doyan snorkeling atau diving. Lautnya super bening, terumbu karangnya masih sehat, dan ikan-ikan warna-warni berenang bebas. Di darat, pulau ini juga punya hutan kecil yang jadi rumah buat satwa endemik Natuna. Di sini, lo bakal sadar betapa pentingnya menjaga laut. Setiap terumbu, setiap ikan kecil punya peran penting buat ekosistem. Jangan lupa bawa kamera underwater biar momen lo nyemplung ke dunia bawah laut bisa diabadikan.
🌳 7. Hutan Mangrove Semitan – Penjaga Pantai yang Keren Abis
Hutan mangrove ini bukan sekadar deretan pohon bakau, tapi benteng alami yang melindungi pesisir dari abrasi dan badai. Jalan kayu yang membelah hutan bikin lo bisa jalan santai sambil menikmati suasana adem. Di sini, lo bisa belajar gimana alam bekerja: akar-akar mangrove nyaring air, jadi rumah buat kepiting dan ikan kecil, sekaligus jadi penyerap karbon yang penting banget buat bumi. Jalan di atas papan kayu sambil denger suara burung dan hembusan angin bakal bikin lo ngerasa damai.
🏛️ 8. Museum Natuna – Meresapi Budaya dan Sejarah Lokal
Biar perjalanan lo makin lengkap, sempetin mampir ke Museum Natuna. Koleksi artefak, foto-foto sejarah, dan pameran budaya di sini bakal bikin lo ngerti gimana masyarakat Natuna hidup, beradaptasi, dan menjaga identitas mereka di tengah modernisasi. Dari alat tangkap ikan tradisional sampai kain tenun khas, semuanya punya cerita. Di sini, lo & gue belajar bahwa perjalanan bukan cuma soal pemandangan, tapi juga tentang manusia yang hidup di dalamnya.
Bro-sis traveler, Natuna ngajarin kita satu hal penting: keindahan itu bukan cuma buat dilihat, tapi juga buat dijaga. Setiap batu, pantai, dan hewan laut di sini adalah bagian dari kisah besar bumi yang harus kita rawat. Jadi pas lo balik dari Natuna, jangan cuma bawa foto kece buat pamer di sosmed, tapi juga bawa tekad buat jadi traveler yang peduli alam. Natuna bukan cuma destinasi, dia adalah pengalaman yang nempel di hati. Yuk siapin ransel, kosongin pikiran, dan berangkat bareng gue ke Natuna—surga yang masih asli dan penuh cerita. (Sumber Foto @dyan_natuna)
...moreTripTrus.Com - Memasuki bulan Desember, ini merupakan saat yang tepat untuk merencanakan agenda liburan akhir tahun. Tak perlu ke luar negeri, berikut rekomendasi wisata akhir tahun di Indonesia. Indonesia memiliki segudang destinasi wisata yang spektakuler. Mulai dari menikmati keindahan alam baik itu pantai, pegunungan, air terjun, hingga menelusuri situs bersejarah dapat dilakukan untuk mengisi waktu liburan di akhir tahun 2022.Bagi Anda yang ingin melakukan perjalanan akhir tahun, bisa mengunjungi beberapa destinasi wisata di bawah ini.
1. Nusa Tenggara Timur (NTT)
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Chris Coffman (@ctcoffman9)
Bagi Anda yang ingin menghabiskan akhir tahun dengan berwisata ke Nusa Tenggara Timur (NTT), Danau Kelimutu menjadi salah satu tempat yang sangat direkomendasikan. Danau Kelimutu merupakan danau kawah yang berlokasi di puncak Gunung Kelimutu (gunung berapi) yang berlokasi di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur.Menyuguhkan keindahan alam yang ciamik, menariknya danau ini mempunyai tiga kubangan raksasa yang setiap kubangannya memiliki warna air yang selalu berubah di tiap tahunnya. Warna air di salah satu tiga kubangan danau Kelimutu berwarna merah, kemudian warna ini bisa berubah menjadi hijau tua atau merah hati. Pemandangan ini tentunya akan sulit di didapatkan di tempat wisata manapun.2. Yogyakarta
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Riaulife Indonesia (@riaulifeindonesia)
Yogyakarta menjadi salah satu tempat favorit untuk didatangi. Bagaimana tidak, semua jenis tempat wisata ada yang di Jogja pasti selalu memberikan kesan menyenangkan tersendiri bagi wisatawan. Mulai dari wisata budaya, kuliner, hingga wisata alam dapat mengisi waktu liburan akhir tahun Anda. Jika ingin menikmati liburan dengan mengunjungi situs bersejarah, Candi Prambanan dan Tamansari bisa menjadi salah satu list destinasi. Kemudian jika hendak berwisata ke tempat alam, Gunungkidul, Kaliurang maupun Kulonprogo adalah pilihan yang tepat. Sebagai pertimbangan, di Kulonprogo, wisatawan dapat mengunjungi air terjun Kedung Pedut, Kalibiru, Goa Kebon Krambangan dan lainnya. Lalu jika ingin berkunjung ke Gunungkidul, terdapat puluhan pantai nan eksotis yang siap memanjakan mata wisatawan. Di antara puluhan pantai tersebut, yang terpopuler adalah Pantai Baron, Pantai Krakal, Pantai Drini, Pantai Wediombo, Pantai Siung, Pantai Ngobaran dan Pantai Timang.3. Bali
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Luna Sol Imagery (@lunasolimagery)
Selain Jogja, Bali juga menjadi destinasi wisata favorit yang terkenal dengan keindahan alamnya. Namun, jika merasa bosan berkunjung ke destinasi pantai mainstream di Bali, rekomendasi tempat yang bisa dikunjungi adalah Kintamani. Kintamani menawarkan salah spot terbaik untuk menikmati suasana Bali dari sudut pandang berbeda, yakni Desa Pinggan. Letaknya yang berada di ketinggian menghadirkan pemandangan desa berkabut dengan latar pegunungan yang memesona. Anda juga bisa mengunjungi Nusa Penida.4. Maluku
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Widjaja Tannady (@tannady_85)
Mau menghabiskan waktu akhir tahun dengan berwisata ke tempat yang memiliki keindahan alam yang cantik? Maluku adalah jawabannya. Salah satu tempat yang dapat dikunjungi di Maluku adalah Pulau Kei. Pantai Ngurbloat, Pantai Madwaer, Pantai Yenroa dan Goa Hawang menjadi bagian dari destinasi wisata yang dapat dikunjungi di Kei. Pantai-pantai di Pulau Kei memiliki pasir putih dengan air yang jernih dengan suasana yang sepi dan tenang, ini menjadikan Pantai di Kei serasa milik pribadi. Kemudian Goa Hawang memiliki air yang begitu jernih yang menjadikan wisatawan betah untuk berendam.
5. Malang
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Mel&Antho (@frenchtoasts_wanted)
Punya rencana berlibur ke Malang? Kota ini terkenal dengan destinasi wisatanya yang beragam. Mulai dari wisata alam, kampung tematik, spot selfie, wahana bermain, hingga wisata budaya semuanya tersedia di Malang. Wisatawan dapat menghabiskan waktu liburannya ke beberapa tempat favorit seperti alun-alun Malang, Pantai Tiga Warna, Florawisata San Terra de Lafonte, Kampung Warna-warni Jodipan, Museum Angkut, hingga Malang Night Paradise.
6. Gorontalo
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh iPhone Sekon®️ (@iphonesekon)
Pulau Cinta terletak di Teluk Tomini, Patoameme, Botumoito, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, Sulawesi Utara menjadi destinasi yang direkomendasikan jika Anda berniat menghabiskan waktu akhir tahun untuk healing. Pasalnya, pulau yang semula tidak berpenghuni ini telah dikembangkan menjadi kawasan resort yang memiliki berbagai fasilitas eksklusif dan romantis. Pulau cinta ini biasa disebut sebagai Maldives Indonesia karena keindahaannya.
[Baca juga : "5 Wisata Di Indonesia, Cocok Untuk Liburan Akhir Tahun 2022"]
7. Banten
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Jelajah Informasi di Banten (@lensabanten_official)
Banten juga menawarkan beberapa destinasi wisata yang apik lho. Pulau Umang dan pulau Oar misalnya. Bahkan kedua tempat ini sudah terkenal dan menjadi destinasi favorit di Banten. Berada di Pandeglang, Pulau Umang menyajikan pemandangan yang eksotis dengan sensasi layaknya pulau pribadi. Di pulau ini, wisatawan dapat melakukan diving dan snorkeling. Sementara itu, Pulau Oar, merupakan objek wisata yang berada di Desa Kertajaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten. Dijuluki sebagai Pulau Mini, pulau ini sangat cantik karena memiliki pasir putih yang lembut dengan air biru yang jernih. Tak hanya itu, di tengah pulau ini, terdapat sebuah area hutan yang masih cukup lebat. (Sumber: Artikel bisnis.com Foto @azzurashu)
...moreTripTrus.Com- Bicara soal batik, kamu pasti langsung bisa membayangkan tempat-tempat mana saja yang sangat identik dengan kerajinan tangan satu ini. Pergi ke sana untuk menghabiskan long weekend berikutnya tampaknya seru nih. Selain berwisata kota, kamu juga bisa mengunjungi pusat batik dan belajar sejarah serta cara pembuatannya.
Well, langsung saja lima kota tujuan wisata batik kita kali ini. Mana saja sih lima kota tersebut? Yuk langsung saja simak daftar berikut ini!
1. Yogyakarta
Kamu pasti sering banget mendengar nama kota ini jika bicara soal batik. Yap! Selain jadi tujuan wisata sejarah dengan keraton dan budayanya, Yogyakarta memang merupakan daerah yang paling dikenal orang dengan batiknya.
Ada banyak macam motif batik yang lahir dari kota yang masih kental 'aroma' Jawa-nya ini. Kamu bisa menjumpai motif batik khas seperti sekar jagad, pamiluto, udan liris, truntum sri kuncoro, sido mukti, sido asih, dan masih banyak motifnya lainnya di sini.
Hampir semua pusat belanja oleh-oleh yang ada di Yogyakarta juga menjual batik. Tak hanya kainnya saja, mereka juga punya olahan dari kain batik yang sudah jadi kemeja, dress, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Kamu bisa menemukan penjaja batik di sepanjang Jalan Malioboro ataupun Pasar Beringharjo. Kalau berlibur ke Yogyakarta, jangan lupa beli oleh-oleh kain batik khas mereka ya!
2. Solo
Tak jauh dari Yogyakarta, kamu juga bisa menjangkau kota ini dengan tiket promo Citilink. Yap, benar! Kita bakal jalan-jalan ke Solo, atau yang juga dikenal dengan nama Surakarta. Kota ini juga salah satu penghasil batik yang terkenal.
Museum Batik Danar Hadi yang wajib banget kamu kunjungi, ada di kota Solo. Tempat ini punya koleksi batik terlengkap di Indonesia. Seperti Yogyakarta, batik Solo juga punya motif khas. Yuk, mampir ke kota ini untuk tahu lebih banyak tentang batiknya.
3. Pekalongan
Yang tak kalah terkenal, kamu pasti sering mendengar orang-orang memperbincangkan batik Pekalongan. Kota yang satu ini memang termasuk salah satu penghasil batik yang sudah dikenal luas.
Batik Pekalongan juga dikenal sebagai batik pesisir. Batik dari kota ini punya warna yang cenderung lebih cerah dan beragam dibanding batik Yogyakarta atau Solo. Kota ini juga punya Museum Batik yang wajib kamu kunjungi, yang terletak di Jalan Jetayu. Kamu bisa belajar sejarah batik di sana.
4. Cirebon
Kalau kamu kenal dengan motif batik mega mendung, yang bentuk gambarnya menyerupai awan, dengan warna biru yang cenderung hitam, kamu harus tahu juga dari mana batik itu berasal. Setelah jalan-jalan ke tiga kota sebelumnya, kita lanjut ke Cirebon.
Yap! Cirebon memang terkenal sebagai kota kelahiran batik mega mendung, motif yang juga dipengaruhi unsur Tionghoa. DIkisahkan, pada masa itu Sunan Gunung Jati menikahi seorang wanita Tionghoa bernama Oeng Ti.
5. Lasem
Yang terakhir dari lima besar kota penghasil batik paling terkenal, kamu wajib tahu dan berkunjung juga ke Lasem. Lasem sendiri sebenarnya merupakan kecamatan di wilayah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
Biasa disebut juga sebagai Tiongkok Kecil di Utara Jawa, kota ini jadi tempat pendaratan pertama orang-orang Tionghoa di Jawa. Hingga kini, kamu masih bisa melihat berbagai peninggalannya, yang salah satunya adalah motif batik.
Nah, sudah tahu mau liburan menuju kota-kota penhasil batik ini. Tak hanya bisa melihat- lihat dan berbelanja, kamu juga harus belajar sejarah batik langsung dari tempatnya nih. Well, selamat berlibur ya! (Sumber: Artikel gosumut.com Foto
...moreSelain keindahan alamnya, Kei mempunyai banyak kuliner yang sangat menggugah selera. Makanan khas masyarakat Kei sangat lekat dengan kondisi alamnya di mana singkong dan hasil laut menjadi bahan baku utama kuliner mereka.
5 kuliner khas Kei yang sangat menggiurkan adalah
1. Embal
Merupakan salah satu makanan pokok masyarakat Kei yang berasal dari singkong. Bentuk, rasa dan cara menikmatinya pun bermacam-macam, bisa dimakan dengan ikan asar, ikan kuah, sayur dll pada saat makan besar, bisa pula dimakan sebagai penganan dengan dicelup ke dalam teh. Ada embal yang berbentuk bubuk, goreng, embal swami dan embal busa (dicetak).
Saat ini Embal juga sudah diproduksi oleh masyarakat sebagai oleh-oleh dengan berbagai rasa.
2. Lad
Lad atau tumis rumput laut adalah makanan khas masyarakat Kei yang sangat lezat sebagai lauk pauk. Varian dari Lad adalah rumput laut segar ditumis singkat dengan bawang merah, bawang putih dan cabai atau dicampur dengan kelapa parut seperti urap. Masyarakat Kei bisa menyantap Lad dengan nasi, embal atau ketupat sebagai teman lauk utama berupa ikan. Rasa lezat rumput laut segar yang baru saja dipanen membuat selera makan kita menjadi bertambah. Rumput laut mempunyai kandungan protein tinggi.
3. Ikan Asar
Proses pembuatan ikan asar
Ini adalah salah satu menu utama masyarakat kuliner masyarakat Kei, yang berupa ikan yang diolah dengan cara diasap. Biasanya ikan asar berbahan baku ikan laut seperti ikan komo (tongkol), ikan sapuda (kakap), atau ikan semandar (baronang). Ikan asar dimakan dengan embal, sambal colo-colo dan sirsir atau lad.
Rasa gurih ikan sangat terasa karena masyarakat Kei terbiasa memasak dengan bahan baku ikan yang masih segar. “Di sini ikannya hanya mati sekali,” seloroh mereka tentang kesegaran ikan-ikannya, “Bukan ikan yang mati 4 kali seperti di Jawa!”
4. Sirsir
Sirsir, ikan asar, dan embal bubuk
Sayuran khas Kei ini berupa tumisan daun singkong dan bunga pepaya yang ditambah santan pukat. Sama seperti Lad, Sirsir dimakan sebagai lauk embal dan ikan asar. Rasa segar dan sedikit pahit menjadi sensasi sendiri bagi mereka yang menyantap menu tradisional ini. Keunikan rasa makanani ini membuat masyarakat Kei sampai mempunyai lagu tentang sirsir
5. Kue Langar
Penganan khas Kei ini terbuat dari singkong yang disangrai setengah matang dan ketika masih hangat disiram dengan santan kemudian digumpal-gumpal dibentuk seperti anyaman kemudian digoreng dengan minyak panas.
Langar sudah dibuat juga dalam bentuk stik dengan berbagai varian rasa seperti keju, cokelat, pandan dan rasa lainnya dan bisa dijadikan oleh-oleh khas Kei.
Hampir seluruh makanan tradisional masyarakat Kei tersebut dapat dengan mudah dijumpai dan dicicipi di Pasar Malam Kota Tua, di mana para penjualnya pun berjejer dengan menggunakan penerangan berupa pelita secara tradisional.
Jejeran penjual makanan di Pasar Malam Kota Tual
Jadi sudah saatnya kita kunjungi Kepulauan Kei, Maluku Tenggara dan nikmati pesona alam serta kelezatan kuliner khas masyarakatnya.
...more