shop-triptrus



7 Lautan Penuh Lumba-Lumba ini Ada di Indonesia, Keren!

TRIPTRUS - Lumba-lumba adalah mamalia laut yang dikenal sangat ramah. Bahkan ia kerap membantu orang-orang yang kebetulan tenggelam di dalam lautan. Lumba-lumba juga memiliki suara ultrasonik yang konon bisa digunakan untuk terapi orang yang memiliki sindrom autis. Terpenting lagi, lumba-lumba juga bisa dilatih untuk melakukan atraksi-atraksi yang sangat hebat di lautan. Barangkali anda semua sudah melihat lumba-lumba di tempat pertunjukan, atau di kebun binatang dan taman air. Tapi pernahkah anda semua menyaksikan lumba-lumba di alam terbuka? Melihat mereka berenang dan meloncat di pinggiran kapal yang melintas. Tak perlu jauh-jauh, Indonesia memiliki banyak spot yang bisa anda gunakan untuk melihat lumba-lumba. Mari simak selengkapnya. 1. Perairan Misool, Raja Ampat – Papua Perairan di Misool, Raja Ampat memang dikenal sangat indah. Lautnya yang masih jernih dipadu dengan pulau yang masih alami membuat lokasi ini bak secuil surga di bumi Papua.  Anda yang menyukai pengalaman menyelam dan menyusuri keindahan bawah laut akan menyukai Misool yang tidak ada bandingannya. Perairan di Misool dikenal sangat kaya akan biota laut. Di kawasan ini memiliki banyak spesies hiu kecil dan juga paus. Untuk anda yang menyukai lumba-lumba yang ramah, kawasan ini memiliki 3 spesies lumba-lumba. Biasanya mereka akan keluar dan mengikuti kapal-kapal wisatawan yang melintas. 2. Teluk Kiluan – Lampung Teluk Kiluan dapat ditempuh sekitar 3-4 jam dari pusat Bandar Lampung. Lokasi ini menjadi primadona wisatawan yang sangat menyukai petualangan bahari yang tiada batas. Pengunjung bisa menyewa kapal untuk berlayar sambil menikmati indahnya pemandangan dan jika beruntung bisa melihat atraksi lumba-lumba yang sangat memukau. Kawasan ini memiliki dua jenis lumba-lumba yang jumlahnya diperkirakan ada ratusan. Pertama adalah lumba-lumba hidung botol dan yang kedua adalah lumba-lumba paruh panjang. Lumba-lumba jenis paruh panjang memiliki tubuh yang relatif kecil dan suka sekali melompat di udara untuk menghibur semua orang. 3. Pantai Lovina – Bali Pantai Lovina adalah pantai yang paling dikenal di Bali meski suasananya masih sangat alami. Terletak di ujung utara Bali, pantai ini menyajikan pengalaman berharga bagi semua wisatawan yang ingin menikmati kehidupan lumba-lumba. Biasanya, saat bagi datang, mereka akan meloncat-loncat di lautan beriringan dengan kapal laut di sebelahnya. Atraksi dari lumba-lumba di Bali bagian Buleleng ini lambat laun menjadi incaran banyak orang. Terutama mereka yang tidak menyukai suasana gegap gempita di Bali bagian selatan. Pantai dengan puluhan lumba-lumba ini bisa membuat wisatawan, bahkan anda merasa nyaman dan ingin berlama-lama di sana. 4. Kawasan Pulau Peucang – Banten Pulau Peucang memang belum banyak diketahui oleh wisatawan di Indonesia. Meski demikian, kawasan ini menyajikan pengalaman yang sangat berharga, salah satunya adalah berenang dengan lumba-lumba di laut lepas. Ya, berenang dengan mamalia laut ini tanpa harus naik kapal laut yang kadang sangat berisik. Di dunia ini, mungkin hanya ada dua spot wisata yang menyajikan pengalaman berenang dengan lumba-lumba. Pertama adalah di Florida, Amerika dan yang kedua di Pulau Peucang, Banten, Indonesia. Bila anda kebetulan berada di kawasan Banten, jangan lupa untuk mampir dan menikmati sensasi berenang dengan para lumba-lumba di laut lepas. 5. Perairan Taman Nasional Komodo – Nusa Tenggara Timur Perairan di kawasan Taman Nasional Komodo juga dikenal menyajikan pengalaman bertemu dengan lumba-lumba yang mengesankan. Lumba-lumba ini biasanya keluar saat pagi hari. Kala matahari masih akan keluar di ufuk timur, lumba-lumba mulai melakukan aktivitas paginya dengan melompat-lompat di udara. Biasanya mamalia laut ini terlihat di perairan yang menuju Pulau Padar dan Pulau Kalong. Pulau Padar adalah situs warisan budaya dunia UNESCO sejak tahun 1991. Dari pulau ini, kadang anda bisa menyaksikan lumba-lumba yang bergerak dengan bebas di lautan. 6. Perairan Pulau Siladen – Sulawesi Utara Pulau Siladen terletak di kawasan Taman Nasional Bunaken. Turis yang datang ke sini tak lagi hanya menikmati taman bawa laut yang sangat indah itu. Tapi juga mencari peruntungan untuk bertemu dengan kawanan lumba-lumba. Biasanya mereka suka menampakkan diri permukaan laut atau berenang di dalam air. Lumba-lumba biasanya akan muncul di pagi hari. Mereka suka sekali mengikuti kapal-kapal yang bergerak menuju Pulau Siladen. Mereka biasanya berjumlah 20-30 ekor dan akan mengawal wisatawan yang takjub menyaksikan tingkah mereka. 7. Kepulauan Derawan – Kalimantan Timur Kepulauan Derawan adalah spot baru dalam tujuan penyelam di Indonesia. Setelah Bunaken dan raja Ampat, kawasan ini juag dikenal memiliki keindahan bawah laut yang sangat luar biasa. Bahkan bisa dibilang terbaik di kawasan Pulau Kalimantan. Di tempat ini pelancong juga bisa berenang di Danau Kakaban yang banyak menyimpan ubur-ubur tak beracun. Selain wisata bawah laut serta ubur-ubur yang unik. Kawasan ini juga menyajikan pengalaman melihat lumba-lumba. Hewan ini biasanya suka keluar begitu mendengar suara mesin dari kapal. Mereka akan berenang di sisi kiri dan kanan kapal seperti seorang penyambut. Inilah  tujuh lautan di Indonesia yang dikenal memiliki banyak sekali lumba-lumba. Pesona laut Indonesia yang sangat mempesona. (Sumber: Artikel boombastis.com Foto dw.com)
...more

Inilah Seven Summits Jawa Tengah yang Harus Kamu Daki

TripTrus.Com - Hey, para pendaki! Musim pendakian udah tiba nih. Meski cuaca kadang masih suka nggak jelas, tapi puncak-puncak gunung di Jawa Tengah udah ngundang-ngundang kamu buat didaki. Buat kamu yang ngincar seven summits tapi masih terlalu jauh buat ngejar tujuh puncak tertinggi di Indonesia atau dunia, Jawa Tengah bisa jadi start yang pas. Akses ke basecamp-nya rata-rata gampang banget dijangkau, nggak pake ribet. Paling lama, kamu bisa ngabisin dua hari satu malam buat naik turun gunung-gunung ini. Kalo mau santai atau menikmati jalur, bisa tambah sehari lagi, atau malah bisa tektok sehari aja!       View this post on Instagram A post shared by Pejelajah gunung indonesia (@pejelajah.gunung) 1. Gunung Slamet (3.428 mdpl) Ini dia atapnya Jawa Tengah, gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa setelah Gunung Semeru. Lerengnya luas banget, sampai lima kabupaten: Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes. Di puncaknya ada kawah belerang yang masih aktif, dan medannya berbatu serta berpasir yang sering tiba-tiba berkabut. Ada enam jalur resmi yang bisa kamu pilih: Baturraden, Bambangan, Gunung Malang, Dipajaya, Guci, dan Kaliwadas. Jalur ini punya karakter dan tingkat kesulitan masing-masing. Buat yang mau nikmatin perjalanan, sebaiknya kamu alokasikan tiga hari dua malam deh biar nggak kecapekan. 2. Gunung Sumbing (3.371 mdpl) Gunung tertinggi kedua di Jawa Tengah setelah Slamet. Lerengnya dipenuhi kebun tembakau, mirip kayak saudara kembarnya, Gunung Sindoro. Di dekat puncak ada kaldera yang bisa dieksplor, seperti Segoro Banjaran, Segoro Wedi, dan kawah belerang aktif. Banyak jalur menuju puncak seperti jalur Butuh, Mangli, Banaran, Cepit, dan lainnya. Jalur pendakiannya cenderung lurus dan menanjak, kadang nggak ada sumber air, jadi pastikan bawa air lebih. 3. Gunung Lawu (3.265 mdpl) Berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, Gunung Lawu nggak cuma terkenal di kalangan pendaki, tapi juga para peziarah. Banyak jalur pendakian yang juga menyimpan situs cagar budaya, seperti Candi Cetho dan Candi Kethek. Jalur lainnya ada Cemoro Kandang dan Tambak di Karanganyar. Udara di Gunung Lawu lebih dingin dibanding gunung lain, jadi persiapkan fisik dan perlengkapan yang memadai. 4. Gunung Sindoro (3.153 mdpl) Gunung ini punya kawah belerang aktif yang besar, dan lokasinya tepat di seberang Gunung Sumbing, hanya dipisahkan lembah dengan jalan raya Temanggung-Wonosobo di atasnya. Banyak jalur pendakian dari berbagai arah seperti Sigedang, Bansari, Ndoro Arum, Kledung, Alang-alang Sewu, dan Bedakah. Pemandangannya keren banget, dan dari puncak kamu bisa lihat gunung-gunung besar lainnya. 5. Gunung Merbabu (3.145 mdpl) Terletak di kawasan taman nasional, Merbabu punya seven summits-nya sendiri yang bisa kamu capai lewat jalur Thekelan di Semarang. Jalur ini punya tiga titik sumber air yang bisa dimanfaatkan. Kamu harus siapin fisik, logistik, dan manajemen waktu yang baik buat bisa mencapai tujuh puncak tertingginya. Informasi panduan registrasi pendakian bisa dicek secara daring. [Baca juga : "Petualangan Seru Di Tangkahan, Eksplorasi Surga Tersembunyi Di Sumatera Utara"] 6. Gunung Prau (2.590 mdpl) Gunung ini udah jadi favorit para pendaki, terutama saat akhir pekan atau libur panjang. Jalur pendakian yang populer ada Patak Banteng dan Dieng di Wonosobo. Kalau mau yang agak sepi, coba jalur Wates, Igirmranak, Kalilembu, atau Dieng Kulon. Dari puncak, kamu bisa lihat pemandangan gunung-gunung besar di sekitarnya, terutama saat matahari terbit atau terbenam. 7. Gunung Merapi (2.930 mdpl) Gunung Merapi, dengan puncak setinggi 2.930 mdpl, berada di empat kabupaten: Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten, serta dua provinsi, yaitu Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Meski aktif, gunung ini tetap jadi spot favorit buat hiking dan wisata seru! Ada beberapa jalur pendakian yang bisa dipilih para pendaki sesuai tingkat kesulitan, preferensi, dan izin yang ada. Jalur Selo, Babadan, dan Kinahrejo jadi yang paling populer buat sampai ke puncak Gunung Merapi. Yuk, cobain serunya mendaki di sini. (Sumber Foto @haydarrmohammad) 
...more

Jalan Santuy Keliling Museum di Kota Tua, Gak Butuh Ongkos Tapi Tetap Seru!

TripTrus.Com - Mau jalan-jalan asik, murah, dan edukatif di Jakarta? Kota Tua jawabannya! Di sini lo bisa nikmatin suasana lawas sambil belajar sejarah. Kawasan Taman Sari di Jakarta Barat ini banyak banget museumnya, dan enaknya, semua lokasinya berdekatan, jadi bisa jalan kaki dari satu museum ke museum lain. Kota Tua punya sejarah panjang, mulai dari era Portugis di abad ke-16 sampai akhirnya Batavia jadi pusat perdagangan Belanda di Hindia Belanda. Nah, ini dia beberapa museum keren di Kota Tua yang bisa lo datengin seharian penuh!       View this post on Instagram A post shared by Wonderful Indonesia (@wonderfulindonesia) 1. Museum Bank Indonesia  Museum yang satu ini pas banget buat lo yang penasaran soal sejarah keuangan di Indonesia. Tiket masuk cuma Rp5.000, tapi pengalaman yang lo dapetin bisa jauh lebih berharga! Di sini lo bakal lihat berbagai koleksi uang dan peralatan keuangan dari zaman Belanda, awal kemerdekaan, era Orde Baru, sampai masa sekarang. Setiap ruangan udah modern banget, dilengkapi diorama elektronik dan layar plasma yang bikin museum ini jauh dari kesan membosankan. Yang bikin tambah keren, ada koleksi uang dari negara lain juga! Mau ngunjungin? Museum ini buka Selasa-Jumat dari jam 08.00-15.30, dan Sabtu-Minggu dari jam 08.00-16.00. Jadi, atur jadwal biar bisa puas keliling dan foto-foto di tiap sudutnya! 2. Museum Mandiri Museum Mandiri ini lokasinya pas di sebelah Museum Bank Indonesia, jadi lo tinggal jalan kaki. Tiketnya juga sama, Rp5.000 doang, dan isinya nggak kalah menarik! Lo bisa ngeliat koleksi alat-alat perbankan kuno kayak mesin tik, kalkulator jadul, dan ATM model lama. Menariknya lagi, ada diorama yang nunjukin suasana ekonomi Indonesia pada masa lampau, jadi lo bisa ngerasain vibe perbankan tempo dulu. Museum ini buka Selasa-Jumat dari jam 09.00-15.30, dan di akhir pekan Sabtu-Minggu dari jam 09.00-18.30. Cocok nih buat lo yang suka eksplor benda-benda vintage dengan sentuhan edukasi! 3. Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah)  Kalau lo suka sejarah kota, wajib mampir ke Museum Sejarah Jakarta, yang lebih sering dikenal orang dengan nama Museum Fatahillah. Di sini lo bisa lihat gimana perjalanan Jakarta dari zaman penjajahan sampai jadi kota metropolitan kayak sekarang. Museum ini luas banget, sekitar 1.300 meter persegi dengan dua lantai, jadi puas banget buat eksplor. Di sini, lo bisa lihat koleksi peta-peta lama, artefak sejarah, sampai replika benda-benda peninggalan zaman dulu. Buat tiket masuknya masih sama, cuma Rp5.000 aja. Plus, di area depan museum ada lapangan luas yang bisa jadi tempat santai. Lo juga bisa sewa sepeda ontel di sini buat keliling-keliling Kota Tua. Jam bukanya setiap hari Selasa-Minggu dari jam 08.00-17.00. Jangan lupa mampir ke toko suvenirnya sebelum pulang, ya! [Baca juga : "10 Museum Date Hits Jakarta Yang Bikin Feed Lo Tambah Aesthetic & Romantis!"] 4. Museum Seni Rupa dan Keramik Museum ini letaknya di sebelah timur Museum Fatahillah, jadi masih bisa dicapai dengan jalan kaki. Di sini lo bakal nemuin banyak lukisan dan keramik dari seluruh daerah di Indonesia, bahkan ada peninggalan Kerajaan Majapahit juga! Tiketnya cuma Rp5.000 buat umum dan Rp3.000 buat pelajar. Yang bikin unik, museum ini punya aplikasi canggih bernama SIJI. Lo bisa scan lukisan yang ada tanda SIJIable pake kamera smartphone, dan langsung lihat info lengkap, film, bahkan video dokumenter tentang lukisan tersebut. Museum ini buka tiap Selasa-Minggu dari jam 08.00-17.00, jadi sempatin buat mampir! 5. Museum Wayang Museum Wayang ini juga seru, apalagi buat lo yang tertarik dengan budaya wayang Indonesia. Tiket masuknya masih affordable banget, Rp5.000 buat dewasa, Rp3.000 buat mahasiswa, dan cuma Rp2.000 buat anak-anak. Di sini lo bisa lihat berbagai koleksi wayang, mulai dari wayang kulit, wayang golek, wayang potehi, sampai wayang dari negara lain. Yang bikin museum ini tambah seru adalah adanya pertunjukan wayang dan gamelan setiap akhir pekan. Dan nostalgia sedikit, ada Si Unyil yang jadi favorit di masa kecil kita dulu! Museum ini buka tiap Selasa-Jumat dari jam 09.00-16.30. Pastikan datang di jam yang tepat biar gak kecewa. 6. Museum BNI Museum BNI ini nggak buka tiap hari, tapi hanya di momen-momen tertentu, misalnya saat ulang tahun BNI. Museum ini ada di Gedung BNI, dan isinya koleksi perbankan yang keren-keren. Lo bakal lihat mesin cetak uang, mesin tik jadul, teleks, sampai brankas kuno yang masih ada bekas jejak sejarahnya. Museum ini cocok banget buat lo yang penasaran gimana awal mula dan perkembangan bank-bank di Indonesia. Koleksinya cukup lengkap dan memberikan insight tentang perjalanan BNI dari masa ke masa. 7. Museum Bahari  Museum Bahari ini agak jauh dari museum-museum lain di Kota Tua, sekitar 2 km, tapi lo masih bisa jalan kaki kok. Dulunya, tempat ini jadi gudang penyimpanan rempah-rempah VOC, tapi sekarang udah jadi museum dengan koleksi kebaharian Indonesia. Di sini ada sekitar 573 koleksi dari zaman kolonial sampai pascakemerdekaan. Lo bisa lihat meriam VOC, kapal tradisional Jukung Barito, perahu Phinisi, sampai replika kapal Lancang Kuning yang bikin kagum. Tiket masuknya mulai dari Rp2.000 sampai Rp5.000 per orang. Museum Bahari buka tiap Selasa-Minggu dari jam 08.00-15.00, jadi cocok buat ditutup di akhir trip lo di Kota Tua. Jadi, kapan lagi bisa explore museum sambil jalan santuy di Jakarta? Siapin kamera, sepatu nyaman, dan powerbank buat ngabisin seharian keliling museum Kota Tua. Pasti seru dan berkesan banget! (Sumber Foto @yasa_demilda) 
...more

Beginilah Kisah Kawasan Pecinan Temanggung

TripTrus.Com - Indonesia merupakan salah satu negara yang disebut sebut memiliki tingkat toleransi tinggi. Betapa tidak, hampir di seluruh kota/kabupaten dari Sabang sampai Merauke terdapat berbagai etnis yang hidup berdampingan secara damai dengan masyarakat pribumi. Tak terkecuali etnis Tionghoa. Ratusan tahun sudah mereka bermukim di bumi pertiwi dan hidup berdampingan secara rukun dengan masyarakat pribumi. Berbagai sendi kehidupan mulai perekonomian hingga kebudayaan menjadi hal yang tak dapat lagi dipisahkan dari kedua belah pihak. Sejarah panjang tersebut tampaknya masih membekas sampai detik ini. Berbagai bangunan bergaya oriental masih dapat kita jumpai di seluruh tempat. Masyarakat biasa menyebutnya dengan istilah “Pecinan”. Khusus di Kabupaten Temanggung, komplek Pecinan masih dapat dijumpai di Kecamatan Parakan, wilayah yang disinyalir menjadi pusat aktifitas etnis Tionghoa kala itu. [Baca juga : "Kopi Aren Organik Sumut Jadi Kawasan Agro Wisata"] Tembok-tembok tua nan kokoh lengkap dengan jendela serta daun pintu berbahan kayu berwarna memudar menjadi penanda jejak sejarah bahwa mereka telah lama menyatu dengan penduduk setempat. Sejarah menyebut, pada tahun 1700 ada beberapa pendatang yang membuat bangunan rumah tinggal dengan gaya arsitektur Cina di pemukiman tersebut. Mulai dari Siek Kian Ing pada tahun 1700, Tiong Tiam Tjing (1703), Go Hong Ging (1790) dan Seik Siang I (1793). Ada pula rumah keluarga Lie yang dibangun pada tahun 1870 dan sekarang ditempati oleh generasi ketujuh.       View this post on Instagram They can imitate you, but they can't duplicate you Coz you got something spesial -dessert,dawin- ----------------------------- 🏑 Rumah keluarga Li, atau dulu disebut rumah OBL temanggung πŸ“· xiaomi redmi2 by @sthopesofia #jelajahsejarah #rumahobl #exploretemanggung #kotatoeamagelang #komunitasktm #explorejateng #hijabtraveller #mytripwithhijab #capgomeh #jelajahpecinantemanggung #pecinantemanggung A post shared by Rahma Setiani, SIP (@setianirahma) onFeb 28, 2016 at 6:12pm PST “Di kawasan Pecinan Parakan juga terdapat sebuah rumah milik etnis Tionghoa yang kami anggap sebagai situs istimewa dan masuk ke dalam inventarisasi Kota Pusaka di Temanggung. Selain bentuk fisik bangunan yang masih asli, tempat yang telah berusia lebih dari dua abad ini juga pernah dikunjungi oleh keturunan dinasti asal Tiongkok langsung,” beber Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung, Woro Andijani. Terpisah, Lidya Samsetyagraha, salah seorang warga keturunan bahkan memberikan bukti nyata lain bahwa selama ini telah terjadi akulturasi kebudayaan asli Tiongkok dengan masyarakat setempat. Seperti tercermin pada sajian kuliner yang biasa terhidang saat perayaan Imlek di banyak lokasi. Yakni lontong cap go meh. Sebenarnya di dalam tatanan budaya masyarakat Tionghoa sendiri, makanan ini sama sekali tidak ada. Akan tetapi justru menjadi salah satu sajian khas pada rangkaian perayaan cap go meh oleh warga keturunan yang tinggal di Indonesia. “Makanan ini merupakan bukti nyata adanya asimilasi dengan kebudayaan lokal sekaligus kesetaraan kami yang telah membumi layaknya penduduk lain di negara ini,” pungkasnya. (Sumber: Artikel merdeka.com Foto  Klenteng Kong Ling Bio)
...more

5 Wisata di Indonesia, Cocok untuk Liburan Akhir Tahun 2022

TripTrus.Com - Mau liburan akhir tahun bingung tapi belum punya destinasi wisata? Bagi yang ingin menghabiskan libur panjang di Indonesia, ternyata ada beberapa destinasi baru terfavorit pilihan yang dilansir dari Traveloka Staycation Week 2022. Berikut ini deretannya, sekaligus rincian aktivitas menarik yang bisa dilakukan yang bisa jadi inspirasi liburan akhir tahun atau liburan kamu berikutnya: 1. Mengulik Sejarah di Sragen, Jawa Tengah       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh F3 Homemade (@f3_homemade) Bagi penggemar wisata edukasi, Sragen di Provinsi Jawa Tengah memiliki banyak pesona wisata yang belum banyak diketahui oleh masyarakat. Jangan sia-siakan kesempatan untuk berkunjung ke Museum Prasejarah Sangiran yang menyimpan berbagai koleksi benda-benda purbakala. Tidak hanya menawarkan nilai sejarah, Sragen juga memiliki wisata alam yang indah. Keindahan alam Sragen, Gunung Kemukus, Gemolong Edupark dan air terjun Kedung Grujug bisa menjadi pilihan. 2. Pengalaman Berkunjung ke Negeri Dongeng di Biak Numfor, Papua       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Doto_Napi (@pieterson_21) Jika ingin merasakan lanskap alam megah dan berwisata dengan suasana bak di film-film fiksi, kamu wajib mengunjungi destinasi wisata Negeri Dongeng, Kabupaten Biak Numfor yang terletak di timur Indonesia, tepatnya di Kampung Padwa, Distrik Yendidori, Kabupaten Biak Numfor, Papua. Destinasi ini biasa juga dikenal dengan Negeri Dongeng Barupi Padwa Sup, yang menyuguhkan pemandangan alam dan hutan yang masih asri. Nikmati keindahan Telaga Biru Samares di Distrik Biak Timur dengan airnya yang jernih dan berwarna biru kehijauan. berpose di tengah hutan, pemandian alami ini semakin memberikan suasana bak di negeri dongeng. 3. Menikmati Keindahan Wisata Pantai di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara Bagi pecinta pantai yang anti mainstream, Bolaang Mongondow di Sulawesi Utara bisa menjadi pilihan utama. Dengan pesona wisata pantai yang indah dan belum banyak dijamah pengunjung, traveler dapat berkunjung ke Pantai Pasir Putih di Desa Pasir Putih, Kecamatan Sangtombolang, Kabupaten Bolaang Mongondow. Saat bersantai, kamu akan disuguhkan pemandangan jejeran Pulau Tiga Maelang dengan suasana pantai pasir yang bersih dan air laut yang jernih kebiruan. Tidak hanya menyuguhkan keindahan, tempat ini juga dilengkapi dengan fasilitas aktivitas menarik seperti snorkeling. 4. Menjelajahi Wisata Alam di Tabalong, Kalimantan Selatan       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Jhamy Hariadi S (@jami_hs) Goa Liang Tapah di Tabalong cocok untuk kamu yang gemar wisata petualangan. Goa Liang Tapah merupakan salah satu wisata alam yang termasuk geosite di wilayah Geopark Meratus di Provinsi Kalimantan Selatan. Berlokasi sekitar 3 kilometer dari jalan utama Trans Kalimantan Tanjung-Koaro, Goa Liang Tapah cukup mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua dan roda empat. Selama menjelajah area Goa Liang Tapah, pengunjung juga akan disuguhi pemandangan hamparan batuan stalagmit dan stalaktit, pegunungan Meratus, serta Telaga Bidadari. Perjalanan menelusuri Goa Liang Tapah akan menjadi pengalaman baru dalam menikmati panorama keindahan alam. [Baca juga : "Ini Kota Yang Terpopuler Di Indonesia Buat Liburan Akhir Tahun"] 5. Menikmati Eksotisme Danau Biru di Majalengka, Jawa Barat       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Eny Lusia (@eny.lusia) Memiliki letak geografis wilayah dataran tinggi dan dataran rendah, Majalengka di Provinsi Jawa Barat memiliki beragam keindahan alam yang memukau yang tidak kalah indah dengan Biak Numfor. Jika kamu ingin berwisata di pulau Jawa, Majalengka yang berjarak kurang dari 250 KM dari Jakarta bisa menjadi pilihan destinasi. Bagi penikmat fotografi, Majalengka memiliki kenamaan blue lagoon bernama Telaga Nila. Sembari menikmati keindahan pemandangan air danau berwarna biru kehijauan, kamu juga bisa snorkeling dan melihat lebih dekat ikan warna-warni di telaga. Melengkapi pengalaman wisata air, Majalengka juga memiliki pilihan kegiatan seperti spot river tubing atau arung jeram. (Sumber: Artikel viva.co.id Foto @ardiansyah) 
...more

Dear Warga Tangsel, Sayangilah Jejak Sejarah Daan Mogot di BSD Ini

TripTrus.Com - Tangerang Selatan adalah kota satelit warga komuter. Tapi di sana ada jejak sejarah perjuangan Daan Mogot yang harus disayang warganya.Adalah Monumen Palagan Lengkong, atau yang sering disebut Monumen Lengkong di Tangerang Selatan. Bangunan ini dibuat pada tahun 1993, untuk mengenang peristiwa Lengkong yang menewaskan 34 taruna dan 3 perwira, yakni Mayor Daan Mogot, Lettu Soebianto dan Lettu Soetopo.Di sebelah monumen, ada sebuah rumah kecil yang terlihat tua. Di depannya, terlihat tulisan 'Cagar Budaya Palagan Lengkong'. Lengkap dengan logo Pemda Tangerang dan sejarah mengenai tempat tersebut.       View this post on Instagram Untuk mengenang Peristiwa Lengkong ada dua tempat bersejarah yang pertama adalah Taman Makam Pahlawan (TMP) taruna yang bertempat di Jl. Daan Mogot (JL. Raya Jakarta-Serang) KM 24,5 dan yang kedua adalah monumen Lengkong yang berada di wilayah Serpong Tangerang. Monumen yang dibangun berdampingan dengan Taman Daan Mogot itu berdiri tahun 1993 di atas lahan seluas 500 meter persegi. Pada dinding prasasti monumen terukir nama-nama taruna dan perwira yang gugur pada peristiwa pertempuran Lengkong. Sedangkan di dalam museumnya, terpampang foto-foto perjuangan para taruna militer di Indonesia berserta akademinya. . Monumen Lengkong kini dijadikan sebagai tempat peringatan peristiwa pertempuran Lengkong yang diperingati setiap tanggal 25 Januari. Bahkan, keputusan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu menetapkan peristiwa tersebut sebagai Hari Bakti Taruna Akademi Militer. Hal itu dituangkan lewat Surat Telegram KSAD Nomor ST/12/2005 bertanggal 7 Januari 2005. [#paskibra2k18 #paskibrapeduli #pembarismuda #peristiwalengkong #sejarahlengkong #monumenlengkong #abouttng] A post shared by Paskibra MTsN 3 Kab.Tangerang (@paskibraksatriaarjuna) onFeb 11, 2018 at 2:27am PST Sayang seribu sayang, monumen yang berlokasi di sebuah taman bernama Taman Daan Mogot ini sepi pengunjung. Bahkan, saat detikTravel berkunjung, hanya ada petugas kebersihan. Di rumah kecil tua itu, setiap harinya tertutup dan terkunci. Menurut Hamdan, petugas kebersihan, kunci itu dipegang oleh anggota TNI."Rumah ini setiap harinya terkunci, kuncinya punya anggota (Militer). Jadi nggak terbuka setiap hari," ujarnya pada detikTravel. Menurut Hamdan, rumah itu tidak berisi. Namun, dari luar lingkungannya sering dibersihkan. "Nggak ada isinya. Coba aja melongok, kosong," tambahnya. Hamdan menambahkan, rumah tersebut memang terbuka di saat-saat tertentu. Seperti pada peringatan peristiwa Lengkong 21 Januari. "Kalau bulan Januari itu suka diletakkan foto-foto, dibuka untuk beberapa orang-orang penting. Nah, kalau itu baru ramai suka ada acara," ucapnya.Dalam beberapa referensi yang ditelusuri detikTravel, rumah ini adalah bekas markas tentara Jepang yang dilucuti senjatanya oleh pasukan Daan Mogot pada 25 Januari 1946. Namun ada insiden senjata yang berujung dengan baku tembak. Daan Mogot dan pasukannya gugur. Meskipun sepi pengunjung saat didatangi, tetapi menurut Hamdan biasanya ada sejumlah traveler yang berasal dari Jakarta mengunjungi monumen Palagan Lengkong. Lokasi Monumen Palagan Lengkong sebenarnya cukup strategis. Di jantung kota BSD, dekat Mc Donald's BSD Plaza tepatnya Jalan Raya Pagedagan, Lengkong Kulon BSD. [Baca juga : "Indahnya Telaga Saat, Danau Eksotis Di Puncak Tertinggi Bogor"]Padahal, ini bisa jadi potensi pariwisata yang ada di tengah kota Mandiri BSD City. Sudut wilayah tersebut terkenal dengan bangunan-bangunan modern yang asyik untuk rekreasi. Jika saja, lebih dikemas dengan baik dan promosi yang mumpuni, pasti bisa jadi wisata sejarah akhir pekan yang seru. (Sumber: Artikel travel.detik.com Foto megapolitanpos.com)
...more

Melihat Sisi Sejarah Dari Jembatan Kota Intan

TripTrus.Com - Masih berada di kawasan wisata Kota Tua, tidak jauh dari gedung Fatahillah ada sebuah jembatan yang berwarna merah marun. Sangat kontras dilihat dengan kondisi di sekelilingnya. Jembatan ini kini dikenal dengan nama Jembatan Kota Intan. Dahulu jembatan ini berfungsi sebagai penghubung antara benteng Belanda dengan benteng Inggris, tapi kini menjadi salah satu objek wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan. Termasuk Anda! Jalan-jalan ke Kota Tua memang menyenangkan, ada banyak bangunan bersejarah di sini seperti Jembatan Kota Intan. Diberikan nama demikian karena letaknya dekat dengan salah satu Bastion Kastil Batavia bernama Bastion Diamont (intan). Mungkin tidak banyak yang mengetahui jika sebenarnya nama jembatan ini sempat berganti-ganti. [Baca juga : 6 Tujuan Wisata Kota Tua Jakarta] Jembatan Kota Intan ini awalnya adalah jembatan biasa yang dibangun pada tahun 1628 yang bernama Jembatan Engelse Brug atau Jembatan Inggris. Jembatan kayu ini memiliki panjang 30 meter dan lebar 4,43 meter. Jembatan tersebut berfungsi sebagai penghubung antara benteng Belanda (VOC) dan Inggris (IEC) yang saat itu berseberangan dan dibatasi oleh Kali Besar. Setahun kemudian tepatnya tahun 1629, jembatan ini sempat mengalami rusak parah akibat serangan Kerajaan Banten dan Mataram yang menyerang Benteng Batavia. Kondisi yang memprihatinkan itu segera dipulihkan oleh Belanda, mengingat fungsi jembatan yang sangat vital dan berganti nama menjadi jembatan De Hoenderpasar Brig atau Jembatan Pasar Ayam. Disebut demikian karena lokasinya yang berdekatan dengan pasar ayam. Dua puluh lima tahun kemudian atau tepatnya tahun 1655, jembatan ini lagi-lagi mengalami kerusakan dan perbaikan. Tapi kerusakan kali ini bukan karena peperangan melainkan karena bencana banjir dan korosi air asin yang berasal dari laut. Setelah pasca perbaikan, namanya pun kembali berganti menjadi Jembatan Het Middelpunt Brug yang berarti Jembatan Pusat. Pada 1938 fungsi jembatan diubah menjadi jembatan gantung. Tujuannya agar dapat diangkat untuk lalu lintas perahu dan mencegah kerusakan akibat banjir, namun bentuk dan gayanya tidak pernah diubah. Nama jembatan inipun kembali berubah menjadi Jembatan Phalsbrug Juliana atau Juliana Bernhard, karena waktu itu Ratu Juliana yang menjadi ratu di Belanda. Sebelumnya, jembatan juga diberi nama Jembatan Wilhemina (Wilhemina brug), ibu dari Juliana.   Jembatan Kayu Ini Memiliki Panjang 30 Meter dan Lebar 4,43 Meter. Jembatan Kota Intan adalah sebuah jembatan ‘jungkit’ yang berwarna merah marun warisan Belanda dengan konstruksi besi dan kayu yang terletak di Kawasan Kota Tua Jakarta [Berbagai Sumber] . . . πŸ“Έ June 16, 2018 . . . #oldtown #bridge #jembatankotaintan #kotatuajakarta #jakartaoldtown #historical #heritage #underconstruction #visitjakarta #wheninjakarta #enjoyjakarta #holiday #cityexplore #walkingtour #citysightseeing #architecture #publicarea #trip #travel #traveling #adventure #tourism #jakarta #wisatakotatua A post shared by Fransiska Tan (@fransiskatan) onJun 16, 2018 at 3:43am PDT Kemudian pasca proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, nama jembatan inipun lagi-lagi diubah menjadi seperti yang kita kenal hingga kini yakni Jembatan Kota Intan. Nama ini disesuaikan dengan nama lokasinya yang berdekatan dengan bastion Kastil Batavia yang diberi nama Bastin Diamont (Intan). Selama perjalanan Jembatan Kota Intan ini Belanda sempat membangun beberapa jembatan serupa di Batavia atau yang sekarang menjadi Jakarta. Namun jembatan-jembatan itu sudah tidak ada lagi, yang tersisa hanyalah Jembatan Kota Intan. Untuk melestarikan keberadaannya, maka pada tahun 1972 Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, menetapkan Jembatan Kota Intan sebagai benda cagar budaya. Saat ini Jembatan Kota Intan menjadi salah satu objek wisata sejarah yang banyak dikunjungi wisatawan. Tak sedikit pula yang menjadikan Jembatan Kota Intan ini sebagai objek foto untuk prewedding atau pra-menikah. Selain karena nilai historisnya, jembatan ini memiliki keunikan pada bangunannya. Untuk mengunjungi Jembatan Kota Intan ini, Anda tidak dipungut biaya tiket, hanya saja dimintai biaya untuk kebersihan dan parkir. Jembatan Kota Intan terletak di Ancol, Pademangan, Jakarta Barat. Untuk menjangkaunya dapat menggunakan bus Transjakarta koridor 1 jurusan Blok M – Kota. (Sumber: Artikel jakarta.panduanwisata.id, Foto flickr.com)
...more

5 Tips Agar Liburan Jadi Lebih Bermakna

TripTrus.Com - Sering menyesal karena waktu libur terasa cepat berakhir? Mungkin salah satu alasannya karena kegiatan liburan dilakukan terlalu terencana. "Jangan lakukan kesalahan yang sama, karena berikut ini ada lima tips agar waktu libur jadi lebih bermakna"   •• Bahkan langit sore seakan mengejek dalam bisunya. Lewat hening seakan berkata : "Hei kau manusia bumi, belajarlah menikmati sunyi! βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž– Loc πŸ“: Nyang Nyang Beach Uluwatu, Bali βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž– #baliisland #dikasjourney #jalanjalan #jalanmelali #vacationinbali #asalpiknik #maimelali #tamasyamen #melalidibali #wisataindonesia #thebaliguru #igersbali #thediscoverer #mainkesini #folkindonesia #balidaily #indotravellers #tamasyamen #travelerbali #infowisatabali #indoflashlightbali #milusikmelali #indoflashlightbali #indoflashlight #jalanjalanmenbali #explorebali #obyekwisatabali #ayomelali #infomelali #ayominggat A post shared by dhika S kdkπŸ”΅ (@dikasjourney_) onDec 25, 2017 at 8:13pm PST 1. Kerja SosialMelakukan kegiatan amal bukan hanya memberikan sesuatu dalam bentuk uang atau barang. Meluangkan waktu dan tenaga untuk mengajar atau melestarikan lingkungan juga termasuk sebagai kegiatan terpuji tersebut.  Kerja sosial di destinasi wisata bisa jadi pilihannya, seperti yang bisa dilakukan bersama kelompok Indonesia Mengajar, Taman Bacaan Pelangi, Jakarta Animal Aid Network, Yayasan Widya Sari, Sahabat Anak, OFI, Bali Sea Turtle Rescue sampai Sumatra Rainforest Institute.  2. Lupakan Urusan KantorSelesaikanlah urusan kantor sebelum pergi berlibur, agar punya alasan tepat untuk tak menjawab telepon, pesan pendek, atau e-mail dari teman kantor saat sedang bersantai.  Jangan merasa bersalah saat melakukannya, karena libur adalah hak semua tenaga kerja.3. Di Luar RuangWaktu libur memang paling pas untuk berdiam diri di kamar sambil makan camilan, membaca buku, mendengarkan musik, atau menonton film. Jika cuaca sedang cerah, sempatkanlah berkegiatan di luar ruang, sekadar ke minimarket atau menyiram tanaman, agar jasmani dan rohani menjadi lebih segar.  Waktu yang pas untuk melakukannya ialah pada pukul 9 pagi atau pukul 4 sore. 4. Kunjungi Kerabat LamaSelain keluarga dan teman, jangan lupa untuk mengunjungi kerabat yang sudah lama tidak bertemu, misalnya teman sekolah atau teman di kantor lama. Saat bertemu, tentu saja perbincangannya jadi tak membosankan karena banyak hal baru yang diketahui.5. Lakukan SpontanLiburan yang paling menyenangkan ialah liburan yang dilakukan tanpa rencana alias spontan. Sebuah studi mengungkapkan kalau orang yang melakukan liburan secara spontan dan mandiri terbilang lebih bahagia dibandingkan dengan yang melakukannya secara terencana dan bersama orang lain. Cara berpikir seperti ini membuat liburan terasa bukan seperti waktu kerja yang butuh kedisiplinan.  Tak punya rencana ke mana-mana? Silakan bermalas-malasan di rumah karena tak ada yang melarang. (Sumber: Artikel cnnindonesia.com Foto freepik.com)
...more

Jabar Makin Kece! 3 Event Keren Masuk Karisma Event Nusantara 2025

TripTrus.Com - Bro, sis, Jabar makin unjuk gigi di dunia pariwisata nih! Tiga event kece berhasil tembus Karisma Event Nusantara (KEN) 2025, program nasional dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif buat ngeboost wisata daerah. πŸ”₯ Apa aja tuh eventnya? βœ” West Java Festivalβœ” Asia Africa Festivalβœ” Festival Hari Nelayan Sukabumi       View this post on Instagram A post shared by Bagus Rachmadi (@bagusrachmadi) Gak sembarang event yang bisa masuk ke KEN, gengs! Ini udah lolos seleksi ketat, diliat dari dampak ekonominya, unsur budaya, sampe keberlanjutannya. Intinya, selain seru, event-event ini juga ngasih efek gede buat daerah! Lewat Keputusan Menteri Pariwisata No. SK/13/HK.01.02/MP/2025, KEN 2025 ini jadi senjata utama buat ngenalin lebih banyak destinasi wisata kece di Indo. Event yang masuk ke sini udah pasti dapet support dari pusat dan daerah, biar makin all out! [Baca juga : "Festival Pasola, Seru-Seruan Di Tengah Kuda & Tombak Kayu!"] Ini Dia 3 Event Jagoan Jabar! 1️⃣ West Java Festival πŸ“ Bandung | πŸ—“ 23-25 Agustus 2025Festival paling gede di Jabar ini bakal ngerayain ulang tahun provinsi dengan vibes seni, budaya, dan ekonomi kreatif yang kece abis! Bandung bakal makin rame, jadi siapin outfit terbaik lo buat nikmatin acara ini! 2️⃣ Asia Africa Festival πŸ“ Bandung | πŸ—“ 7-11 Oktober 2025Gak cuma seru, event ini juga punya nilai sejarah tinggi karena ngehormatin Konferensi Asia Afrika. Ada parade budaya dari berbagai negara, dijamin makin meriah dan penuh warna! 3️⃣ Festival Hari Nelayan Sukabumi πŸ“ Kabupaten Sukabumi | πŸ—“ 20-21 Mei 2025Buat lo yang suka eksplor budaya maritim, wajib dateng ke sini! Ada perayaan khas nelayan Jabar, tradisi unik, dan pastinya makanan laut yang bakal bikin lo ngiler! Kepala Disparbud Jabar, Benny Bachtiar, bilang kalau masuknya tiga event ini ke KEN 2025 tuh pencapaian penting buat promosi wisata daerah. Targetnya? Lebih banyak wisatawan, ekonomi kreatif makin naik, dan pariwisata Jabar makin terkenal! "Dengan support dari pemerintah pusat, kita optimis event ini bakal lebih maksimal dan kasih dampak luas buat masyarakat serta industri pariwisata," kata Benny. Jadi, udah siap ngegas ke event-event kece di Jabar tahun depan? Jangan sampe ketinggalan! πŸš€πŸ”₯ (Sumber Foto @rhamdhan_nurjani)
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography

Upcoming Trips

Dieng Culture Festival 2026
27 - 30 Aug 2026
×

...