shop-triptrus



5 Wisata Mini Eropa yang Bisa Kamu Kunjungi di Indonesia

TripTrus.Com - Deretan destinasi wisata mini Eropa yang bisa dikunjungi yang terletak di berbagai daerah di Indonesia. Di tempat-tempat ini kamu bisa melihat miniatur landmark-landmark terkenal di dunia seperti miniatur menara Eiffel, Arc de Triompe hingga kawasan Venice. Dilansir berbagai sumber, Tribun Travel merangkum 5 destinasi wisata mini Eropa yang bisa ditemukan di berbagai tempat di Indonesia. 1. Merapi Park, Yogyakarta       View this post on Instagram Belanda cabang Jogja 😊 . #Merapipark #Sleman #Yogyakarta . #Yogyakartacity Credit to @anitamae11 : Jogja have it all 😍 A post shared by YOGYAKARTA CITY (@yogyakartacity) onJun 23, 2018 at 10:32pm PDT Di Merapi Park, Yogyakarta kamu bisa melihat replika sejumlah landmark ternama Eropa, mulai dari menara Eiffel di Paris, menara Pisa hingga kincir angin khas Belanda. Lokasi: Jalan Kaliurang KM. 22, Hargobinangun, Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Jam buka: Dari Rabu-Senin, mulai 09.00-17.00. Harga tiket: 15,000 IDR per orang. 2. Little Venice, Bogor       View this post on Instagram Tempat yang lagi hits niih. Ajak keluarga, sahabat, atau mantan kamu kesini πŸ˜€ #destinasinusantara today by @deejase at Little Venice, Kota Bunga, Cianjur #littlevenicebogor #littlevenicecianjur A post shared by NUSANTARA DESTINATION (@destinasinusantara) onDec 2, 2016 at 4:21pm PST Di Little Venice, Bogor kamu bisa bergondola menyusuri kanal-kanal seperti berada Kota Venezia, Italia. Lokasi: Batulawang, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat Jam buka: Setiap hari, mulai dari 08.30-18.00. Harga Tiket: 25,000 IDR untuk dewasa dan 20,000 IDR untuk anak-anak di hari biasa, 40,000 IDR untuk dewasa dan 30,000 IDR untuk anak-anak di hari libur. [Baca juga : "Lima Sub Event Dirilis Dalam Cap Go Meh Singkawang 2019"] 3. Little Europe, Lampung       View this post on Instagram Jika kehidupan adalah suatu sajak yang berirama, aku hidup pada bait ketiga di mana tak banyak orang yang bisa membacanya. Mereka hanya menerka tanpa tahu seperti apa aku sebenarnya. . . . #quotesoftheday #alonequotes #quotesaboutlife #strongman #distance #myself #romantic #life #lifestory #happyquotes #life #smile #streetstyle #str #son #littleeurope #citragarden #citragardenlampung A post shared by RA Ferza Rusdiansyah Isuades (@ferzarusdiansyahisuades) onApr 6, 2018 at 10:55pm PDT Little Europe di Lampung mempunyai gaya arsitektur seperti berada di Eropa yang juga mempunyai banyak spot untuk berfoto yang apik. Lokasi: Perumahan Citra Garden, Negeri Olok Gading, Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung, Lampung Jam buka: Setiap hari, mulai 08.00-23.00. Harga tiket: Gratis. 4. Kota Mini Lembang, Bandung       View this post on Instagram Life move so fast, so stop and look around or you could just miss it 🎑 Here’s a snap of one of my favorite spots in Bandung, just because I’m missing this beautiful city already. Gotta say hello in the upcoming month πŸ‘‹πŸ» Couldn’t wait to explore more and immerse in the beauty of nature . . . . . #placetogo #explorebandung #wonderfulindonesia #travel #artofvisuals #bandungphotography #hellonusantara #kotaminilembang #floatingmarket #traveldestination #bandung #fujifilmid #bandunginframe #beautybloggerindonesia #styleblogger #whatiwore #fashion #beauty #clozetteid #ulzzang #summerstyle #μΈμŠ€νƒ€νŒ¨μ…˜ #μ–ΌμŠ€νƒ€κ·Έλž¨ #νŒ¨μ…˜μŠ€νƒ€κ·Έλž¨ #μ…€μŠ€νƒ€κ·Έλž¨ #νŒ”λ‘œμš° #μ˜€μ˜€ν‹°λ”” #νŒ¨μ…˜ A post shared by Ghina Aulia Megaputri (@ghinaaulia) onJan 8, 2019 at 2:52am PST Kota Mini Lembang, Bandung juga mempunyai pemandangan seperti kota-kota yang ada di Eropa dengan nuansa khas Eropa yang mirip. Lokasi: Jl. Grand Hotel No.33, Lembang, Bandung, Jawa Barat Jam buka: Setiap hari, mulai dari 08.00-20.00. Tiket: 15,000 IDR per orang untuk hari biasa, 20,000 IDR per orang untuk akhir pekan dan hari libur. 5. Farmhouse Lembang, Bandung       View this post on Instagram Kali ini kita jalan2 ke @farmhouselembang bersama keluarga di bandung. Alhamdulillah anak2 seneng bgt muter2 disana, walaupun lokasi menuju farmhouse lumayan macet padat merayap. Bisa make baju ala2 none belanda keliling farmhouse skalian foto2 cantik di spot2 yg kueceee. . . #bandung #farmhouselembang #farmhouselembangbandung #bandungdestination #bandungdestinations A post shared by Zulhan Hanafiah aka Dehan (@dehancolding) onFeb 14, 2019 at 3:13am PST Sama-sama di Lembang, Bandungm Farmhouse juga menjadi satu destinasi dengan nuansa Eropa yang khas. Kamu bisa melalukan selfie di banyak spot seperti bangunan dengan gaya Art Deco, kamu juga bisa mencoba mengenakan kostum khas Belanda. Lokasi: Jl. Raya Lembang No.108, Gudangkahuripan, Lembang, Bandung Barat Jam buka: Setiap hari, mulai dari 08.00-20.00. Tiket: 25,000 IDR per orang, kamu akan mendapatkan welcome drink susu dengan rasa pilihan. (Sumber: Artikel travel.tribunnews.com Foto cybertokoh.com)
...more

Destinasi Seru dan Aman Buat Solo Traveler Perempuan di Indonesia!

TripTrus.Com -  Traveling memang seru banget buat kamu yang pengen nikmatin suasana baru. Biasanya, traveling dilakuin sama temen atau keluarga. Tapi, ada juga yang suka jalan sendirian, alias solo traveler. Nah, khususnya buat para cewek, kamu juga bisa loh jadi solo traveler tanpa takut! Di negara kita, banyak banget destinasi keren yang cocok buat solo traveler. Nah, solo traveling ini bisa jadi cara seru buat eksplor tempat baru dan temuin jati diri sendiri. Tapi ya, sebagai cewek, yang namanya keamanan emang penting banget diutamain. Makanya, kamu perlu banget pilih kota yang aman dan terjamin. Nih, berikut beberapa rekomendasi kota yang aman di Indonesia buat solo traveler perempuan: 1. Seru Banget! Semarang, Kota Asik untuk Solo Traveler Perempuan! Kalo kamu lagi cari destinasi solo traveling yang oke, cobain deh ke Semarang! Kota ibu kota Jawa Tengah ini terkenal banget dengan arsitektur kolonial dan sejarahnya yang kaya. Bukan cuma itu, Semarang juga punya banyak museum keren, seperti Museum Lawang Sewu dan Galeri Seni Kontemporer Semarang. Yang paling keren, Semarang ini adalah kota yang aman buat kamu solo traveler perempuan. Penduduknya tuh ramah dan bersahabat banget. Jadi, kamu nggak perlu khawatir soal keamanan dan bisa betah menikmati perjalananmu dengan tenang. Jangan lupa juga cobain kuliner Semarang yang legendaris, seperti lumpia semarang, wingko babat, dan nasi ayam. Pasti bikin lidah kamu bergoyang dan perut kenyang! Jadi, buat kamu yang pengen solo traveling tapi masih mikir soal keamanan, Semarang adalah pilihan yang tepat. Nikmatin suasana kota yang kaya sejarah, eksplor museum-museum keren, dan menikmati kuliner lezat. Semarang, siap untuk petualanganmu! 2. Asyik Banget! Solo, Kota Kekinian buat Solo Traveler Perempuan! Hayo, ada yang mau ke Solo? Nah, Solo itu loh, salah satu kota di Jawa Tengah yang oke banget buat kamu yang suka solo traveling. Kota ini terkenal banget dengan budaya tradisional Jawanya, seperti batik dan wayang kulit. Seru banget bisa merasakan nuansa kentalnya! Di Solo juga banyak tempat bersejarah yang keren abis, contohnya Keraton Kasunanan dan Keraton Mangkunegaran. Nah, buat kamu solo traveler perempuan, jangan khawatir ya, Solo ini adalah kota yang aman banget. Penduduknya ramah-ramah dan welcoming banget. Gimana, seru kan? Jadi, Solo adalah destinasi yang ideal buat kamu yang mau solo traveling. Bisa merasakan budaya tradisional, explore tempat-tempat sejarah yang menarik, dan tentunya dapet pengalaman seru tanpa khawatir soal keamanan. Jangan lupa juga cobain kuliner khas Solo yang enak-enak, seperti nasi liwet, soto, dan serabi solo. Pasti bikin lidah kamu bergoyang! Jadi, buat kamu yang lagi nyari destinasi solo traveling yang kekinian dan aman, Solo adalah pilihan yang pas. Jelajahi budaya tradisional, kunjungi tempat-tempat bersejarah, dan rasakan serunya solo traveling di Kota Solo! 3. Wow, Yogyakarta Keren Buat Solo Traveler Perempuan! Siapa yang nggak kenal sama Yogya? Nah, Yogya itu tujuan yang super populer buat wisatawan, termasuk buat kamu yang suka berlibur sendirian. Kota ini keren banget, deh! Budayanya kaya, sejarahnya bikin terpukau, dan wisata alamnya indah banget. Nggak heran banyak yang suka ke sini! Yogya juga adalah kota yang aman banget buat solo traveler perempuan. Jadi, kamu nggak perlu khawatir soal keamanan deh. Penduduknya juga ramah-ramah dan welcoming banget, jadi kamu pasti bakal nyaman dan dapet pengalaman seru di sini. Di Yogya, kamu bisa menjelajahi berbagai tempat wisata yang keren, misalnya candi Prambanan. Seru banget, kan? Kamu bisa merasakan nuansa sejarah yang kental dan keindahan alamnya yang bikin hati tenang. Nggak cuma itu, Yogya juga punya kuliner enak banget yang wajib kamu cobain. Ada gudeg, bakpia, wedang ronde, dan masih banyak lagi. Pasti bikin perut kamu bahagia! Jadi, buat kamu yang lagi nyari destinasi solo traveling yang keren, aman, dan penuh petualangan, Yogya adalah pilihan yang nggak bakal ngecewain. Nikmati kekayaan budaya, jelajahi tempat-tempat wisata yang epic, dan rasakan serunya solo traveling di Kota Yogya! Nggak sabar mau ke sini, kan? Yuk, persiapkan diri kamu dan rasakan serunya Yogya sekarang juga! 4. Denpasar, Serunya Solo Travel di Pusat Pulau Bali! Siapa yang nggak kenal sama Denpasar? Pusat Pulau Bali ini punya pesona yang bikin kamu nggak bisa berhenti jatuh cinta! Pantainya yang indah, puranya yang memukau, dan atraksi budayanya yang keren, semuanya ada di Denpasar! Kota ini juga punya banyak museum seru, seperti Museum Bali dan Museum Le Mayeur. Kamu bisa melihat koleksi-koleksi keren dan mengeksplorasi kekayaan budaya Bali yang memukau di sini. Nggak cuma itu, Denpasar juga termasuk kota yang aman banget buat solo traveler perempuan. Kamu bisa menjelajahi kota ini dengan tenang dan nyaman tanpa harus khawatir soal keamanan. Penduduknya ramah-ramah dan senang membantu, jadi kamu pasti akan merasa welcome dan dijaga di sini. Tapi ingat, meskipun kota-kota ini aman, tetaplah berhati-hati dan waspada ya. Jangan ragu untuk meminta bantuan jika kamu butuh, dan selalu berpegang pada instingmu sendiri. [Baca juga : "Nikmati Liburan Seru Tanpa Bikin Kantong Jebol! Yuk, Staycation Ala Anak Muda!"] 5. Bandung, Kota Keren Buat Solo Travel dengan View dan Kuliner Mantap! Siapa yang nggak suka Bandung? Kota di Jawa Barat ini punya segudang keindahan yang bikin betah berlama-lama. Mulai dari iklimnya yang sejuk, pemandangan yang indah, sampai makanan-makanannya yang enak banget! Nggak cuma itu, Bandung juga punya banyak pusat perbelanjaan keren buat kamu yang suka shopping. Paris Van Java Mall dan Cihampelas Walk adalah beberapa tempat yang wajib dikunjungi. Di sini kamu bisa belanja sepuasnya dan menemukan berbagai barang kece yang nggak bisa kamu lewatkan. Yang paling penting, Bandung juga termasuk kota yang aman untuk solo traveler perempuan. Kamu bisa menjelajahi Bandung dengan tenang dan nyaman tanpa harus khawatir soal keamanan. Penduduknya ramah-ramah dan suka membantu, jadi kamu pasti akan merasa welcome dan dijaga dengan baik. Jadi, jangan ragu buat menjadikan Bandung sebagai destinasi solo travelmu. Di sini kamu bisa menikmati suasana sejuk, menikmati pemandangan yang indah, mencicipi kuliner-kuliner lezat, dan merasakan keramahan penduduk setempat. Siapkan backpackmu, siapkan kamera, dan siapkan perutmu buat menjelajahi Bandung yang seru dan menarik! Nah, jadi buat kamu yang suka solo traveling, Yogyakarta, Solo, Semarang, Bandung, dan Denpasar adalah pilihan kota yang aman dan seru buat kamu. Di sini kamu bisa menikmati kekayaan budaya, menjelajahi tempat-tempat wisata yang indah, dan merasakan keramahan penduduk setempat. Jadi, persiapkan dirimu dan jangan ragu untuk merencanakan solo travel ke kota-kota ini. Serunya petualangan menanti di Denpasar dan kota-kota lainnya! (Sumber Foto @shintaarfany26) 
...more

Bamboo Rafting di Loksado

Di pertengahan tahun 2012, sebuah penawaran dari maskapai penerbangan lokal membuat saya tertarik untuk segera packing dan pergi ke Banjarmasin. Seorang teman yang berdomisili di Banjarmasin menginformasikan sebuah kegiatan menarik yang belum pernah saya coba. Berbekal ransel dan tiket penerbangan murah, saya pun berangkat ke Banjarmasin. Tiba di Banjarmasin, saya jadi mengerti kenapa ibukota Provinsi Kalimantan Selatan ini mempunyai julukan “Kota Seribu Sungai”. Kota yang terletak di delta sungai Barito dan sungai Martapura ini terdiri dari “pulau-pulau” kecil yang dikepung oleh sungai. Setelah menyempatkan diri menikmati Ketupat Kandangan yang nikmat dan mengunjungi pasar terapung Lok Baintan, saya bergegas menuju Loksado – sebuah kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Dari Terminal Kandangan di Banjarmasin, saya menaiki bus dan menempuh perjalanan selama kurang lebih empat jam untuk mencapai Loksado. Tapi, setelah turun dari bus, saya masih harus menempuh sekitar 1 jam dengan menaiki ojek. Sebelum menaiki ojek, saya sudah mempersiapkan diri untuk menempuh jalur yang rusak dan tidak nyaman. Tapi ternyata saya salah. Jalur menuju Loksado melewati jalanan yang rapih dan pemandangan di kanan-kiri jalan teramat sangat indah. Bukit-bukit yang hijau serta udara yang segar membuat perjalanan menuju Loksado tidak terasa melelahkan. Tiba di Loksado, saya pun langsung beranjak menuju guesthouse yang direkomendasikan teman. Balkon di penginapan menampilkan pemandangan yang lagi-lagi membuat saya kehilangan kata-kata. Tapi saya ingat tujuan saya ke Loksado, yaitu mencoba Balanting Paring (bamboo rafting). Untungnya penginapan yang saya tempati bisa menawarkan bamboo rafting. Karena memang ini tujuan saya ke sini, langsung saya iyakan tawaran itu. Satu hal yang diinformasikan oleh informasi guesthouse tersebut adalah bamboo rafting lebih nyaman dilakukan pada saat sore hari, karena cuacanya tidak terlalu panas dibandingkan siang hari. Pada saat saya tiba di lokasi Sungai Loksado di mana bambu rafting tersebut dapat dilakukan, nampak dua orang turis dari Jerman yang sedang bersiap-siap untuk mencoba bamboo rafting.  Biasanya per rakit di kenakan biaya Rp 250,000, harga disamakan untuk turis lokal ataupun mancanegara dan satu rakit dapat menampung dua atau tiga orang dengan satu pemandu. Penumpang juga tergantung dari berat badan, bila terlalu berat biasanya pemandu akan menyarankan posisi duduk di atas rakit bambu tersebut agar penumpang merasa nyaman saat mengarungi Sungai Loksado yg sudah terkenal di mancanegara dari bamboo rafting-nya. Dari informasi bapak yang memandu rakit yang saya naiki, rakit bambu di Loksado kebanyakan tidak dimiliki langsung oleh pendayungnya, tapi ada beberapa yang didayung oleh pemilik rakit itu. Jika biasanya rafting menggunakan perahu karet dan mengenakan berbagai peralatan keamanan lengkap – seperti pelampung dan helm, bamboo rafting di Loksado tidak menggunakan alat-alat tersebut. Cuma berbekal nyali dan dayung dari bambu, para pengunjung yang menaiki rakit dari bambu akan mengarungi sungai Loksado selama dua jam. Menurut pemandu rakit saya, yang harus diperhatikan saat mengayuh dayung berupa sebatang bambu panjang itu adalah jangan sampai bambu jadi tersangkut pada bebatuan di dasar sungai, karena akan sulit untuk mengambil bambu yang tersangkut di dasar sungai, sehingga rakit tidak dapat dikayuh. Beberapa kali bambu yang saya gunakan tersangkut batu, bahkan bambu yang dipegang pemandu sempat hampir lepas karena tersangkut. Dan yang membuat saya sedikit kaget, bambu itu hampir mengenai kepala saya. Setelah sekitar dua jam mengayuh, akhirnya saya tiba di titik akhir perjalanan rakit. Meski lelah dan pakaian sebagian besar basah, tapi saya puas – bahkan mungkin kurang puas karena kegiatan yang mendebarkan itu membuat saya ingin mencoba lagi. Yang pasti, keesokan harinya saya sebelum meninggalkan Loksado sempat mampir ke Air terjun Haratai dgn menggunakan sepeda motor selama 45 menit dari penginapan. Akhirnya saya mengakiri perjalanan saya di Kalimantan Selatan ini dengan kebanggaan dan kenangan tersendiri.   Photos courtesy of: Marlina Liem Marlina Liem adalah seorang traveler yang ingin mengunjungi seluruh dunia. Tapi sebelum itu, Marlina ingin mengunjungi seluruh Indonesia. Trip-trip lain oleh Marlina dapat dilihat di Facebook (Marlina Liem).
...more

10 Film yang Menampilkan Keindahan Alam Indonesia

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang mempunyai 17.508 pulau. Indonesia terbentang antara 6 derajat garis lintang utara sampai 11 derajat garis lintang selatan, dan dari 97 derajat sampai 141 derajat garis bujur timur serta terletak antara dua benua yaitu benua Asia dan Australia/Oceania. Posisi strategis ini mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kebudayaan, sosial, politik, dan ekonomi. Berbagai macam keindahan alam yang dimiliki Indonesia banyak yang diangkat untuk menjadi daya tarik dalam sebuah film, baik itu film nasional maupun film yang berasal dari luar negeri :matabelo. Meskipun terkadang beberapa dari film film tersebut kurang dalam segi pendapatan karena kalah pamor dengan film film absurd yang justru lebih menarik perhatian masyarakat awam.Berikut ini 10 Film yang Menampilkan Keindahan Alam Indonesia: 1. Laskar Pelangi Sebuah adaptasi sinema dari novel fenomenal “Laskar Pelangi” karya Andrea Hirata, yang mengambil setting di akhir tahun 70-an. Hari pertama pembukaan kelas baru di sekolah SD Muhammadyah menjadi sangat menegangkan bagi dua guru luar biasa, Muslimah (Cut Mini) dan Pak Harfan (Ikranagara), serta 9 orang murid yang menunggu di sekolah yang terletak di desa Gantong, Belitong. Sebab kalau tidak mencapai 10 murid yang mendaftar, sekolah akan ditutup.Hari itu, Harun, seorang murid istimewa menyelamatkan mereka. Ke 10 murid yang kemudian diberi nama Laskar Pelangi oleh Bu Muslimah, menjalin kisah yang tak terlupakan.5 tahun bersama, Bu Mus, Pak Harfan dan ke 10 murid dengan keunikan dan keistimewaannya masing masing, berjuang untuk terus bisa sekolah. Di antara berbagai tantangan berat dan tekanan untuk menyerah, Ikal (Zulfani), Lintang (Ferdian) dan Mahar (Veris Yamarno) dengan bakat dan kecerdasannya muncul sebagai pendorong semangat sekolah mereka. 2. Lost In Papua Di pedalaman rimba Papua, Rangga (Edo Borne) beserta timnya menjalankan sebuah misi eksplorasi mencari titik tambang. Tanpa mereka sadari telah memasuki wilayah terlarang yang dikenal dengan sebutan RKT 2000. Tak berapa lama, terjadilah sebuah petaka yang menyebabkan hilangnya anggota tim satu persatu.Tiga tahun kemudian. Nadya (Fanny Fabriana), mantan tunangan Rangga, masih terbayang dengan kejadian di Papua itu. Disisi lain, David (Fauzy Baadillah) yang pernah di campakkan Nadia, masih terus mengejar Nadya dengan segala cara. Nadya tak menghiraukan David dan mencoba menjauhinya dengan menerima tugas ke Papua yang di berikan oleh bosnya, Pak Wijaya (Didi Petet), yang tak lain adalah ayah David, dan juga Kayla (Fahrani), teman Nadya.Nadya, David dan Kayla berangkat ke Papua membawa sebuah titipan cinderamata dari kakeknya (Piet Pagau) untuk kepala suku Korowai yang pernah menyelamatkan nyawanya di masa perjuangan lalu. Nadya yang baru pertama kali datang ke Papua, jatuh cinta dengan keindahan alamnya. Namun dibalik itu, misteri hilangnya Rangga masih terus membayangi Nadya, lalu berangkatlah David, Kayla dan Nadya mencari Rangga ke Suku Korowai. 3. Negeri 5 Menara Alif lahir di pinggir Danau Maninjau dan tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. Masa kecilnya adalah berburu durian runtuh di rimba Bukit Barisan, bermain bola di sawah berlumpur dan tentu mandi berkecipak di air biru Danau Maninjau.Tiba-tiba saja dia harus naik bus tiga hari tiga malam melintasi punggung Sumatera dan Jawa menuju sebuah desa di pelosok Jawa Timur. Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamka walau Alif ingin menjadi Habibie. Dengan setengah hati dia mengikuti perintah Ibunya: belajar di pondok.Di kelas hari pertamanya di Pondok Madani (PM), Alif terkesima dengan “mantera” sakti man jadda wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses.Dia terheran-heran mendengar komentator sepakbola berbahasa Arab, anak menggigau dalam bahasa Inggris, merinding mendengar ribuan orang melagukan Syair Abu Nawas dan terkesan melihat pondoknya setiap pagi seperti melayang di udara.Dipersatukan oleh hukuman jewer berantai,  Alif berteman dekat dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan Baso dari Gowa.  Di bawah menara masjid yang menjulang, mereka berenam kerap menunggu maghrib sambil menatap awan lembayung yang berarak pulang ke ufuk. Di mata belia mereka, awan-awan itu menjelma menjadi negara dan benua impian masing-masing. Kemana impian jiwa muda ini membawa mereka? Mereka tidak tahu. Yang mereka tahu adalah: Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apa pun. Tuhan sungguh Maha Mendengar. 4. Eat, Pray, Love Film yang bercerita tentang perjalanan seorang perempuan yang mengelilingi dunia untuk menemukan jati dirinya setelah perceraian ini juga merupakan film yang sangat ditunggu di Indonesia. Hal ini tidak lain karena mengambil keindahan Bali sebagai salah satu lokasi syuting film yang diarahkan oleh Ryan Murphy.Sementara banyak film besar Hollywood mengambil tema fiksi, bintang-bintang Eat Pray love, Julia Roberts dan Javier Bardem mengatakan film mereka berbeda karena diangkat dari kisah nyata. Dan dalam beberapa hal diakui Julia dan Bardem telah merubah kehidupan mereka sendiri. 5. Ekspedisi Madewa Sebuah film Action-Adventure yang menitik-beratkan tema kepahlawanan modern yang cukup sederhana dan gampang dicerna oleh penonton segala umur namun penuh intrik-intrik kejadian dan visualisasi yang bertaraf box-office skala regional. Dengan berlatar-belakang eksplorasi keindahan flora dan fauna alam Indonesia serta suatu legenda kebudayaan bangsa kita, film ini berusaha mengangkat sebuah genre film yang terus-terang tidak pernah sebelumnya di jamah dan digarap secara kolosal oleh sineas-sineas bangsa kita.Film ini menceritakan tentang pengalaman seorang Ahli Ekspedisi muda bernama Tiro Mandawa (Tora Sudiro) yang tanpa sengaja menemukan sebuah artifak kuno misterius saat sedang memandu sebuah misi penggalian purbakala. Tanpa disengaja, penemuan Tiro itu akan mengakibatkan berbagai rangkaian kejadian yang nantinya mengarah pada sebuah petualangan terbesar dalam hidupnya. Artifak itu dipercaya sebagai sebuah potongan terakhir dari sebuah prasasti kuno yang berkaitan dengan seuntai cerita rakyat kuno Indonesia. Sebuah legenda yang tersurat secara turun-temurun, dari mulut ke mulut jauh sebelum masa kita di bumi pertiwi ini. Sebuah legenda tentang kebaikan dan kejahatan. 6. Tanah Air Beta Tahun 1998. Timor-Timur berpisah dari Indonesia, membuat perpisahan harus terjadi. Banyak keluarga yang mendapatkan konflik internal antara tetap berada di Indonesia, yakni di Kupang, atau memutuskan berpindah ke Timor Timur. Sebuah keluarga yang ayahnya sudah wafat adalah salah satu keluarga yang menerima konflik tersebut. Merry (Griffit Patricia) memutuskan untuk memilih tetap berada di Indonesia dan bersekolah di sekolah kecil yang berguru ibunya, Tatiana (Alexandra Gottardo).Mereka berdua berpisah dengan kakak Merry, Mauro yang memilih tinggal di Timor Timur bersama pamannya. Dirumah mereka, mereka berteman dengan pemilik toko kelontong; Koh Ipin (Robby Tumewu) dan Cik Irene (Tessa Kaunang).Disekolah, Merry adalah korban kejahilan teman sebayanya, Carlo (Yahuda Rumbindi) yang sebenarnya hanya menginginkan seorang adik. Ia dirawat oleh seorang keturunan Arab bernama Abu Bakar (Asrul Dahlan) yang juga bersahabat dengan Tatiana setelah Ibu Carlo meninggal. Tatiana rajin pergi ke pengungsian untuk bertemu seorang relawan bernama Lukman (Lukman Sardi) untuk mencari tahu info mengenai Mauro. 7. The Mirror Never Lies Kekayaan kehidupan laut di Wakatobi dan kebijakan local suku Bajo direkam dan divisualisasikan lewat film drama tentang seorang gadis kecil bernama, Pakis (12) berusaha menemukan sang ayah yang hilang ketika berada di lautan. Pakis melakukan ritual suku Bajo di mana mereka percaya dengan menggunakan cermin, Pakis berharap dan terus menanti melihat bayangan ayahnya. Namun, apa yang diharapkannya tak kunjung terlihat. Harapan Pakis tersebut sering dihancurkan oleh ibunya, Tayung yang mencoba menutupi kejadian yang sebenarnya. Penyangkalan yang dilakukan Tayung membuat ia memakai bedak putih di wajahnya, sebuah tradisi di suku Bajo. Meskipun coba untuk dihancurkan oleh ibunya, namun harapan Pakis tetap besar. Bersama sahabat karibnya, Lumo, Pakis terus mencari jawaban di Laut Wakatobi. Persoalan dan konflik Pakis dengan ibunya semakin pelik ketika Tudo, seorang peneliti lumba-lumba muncul kedalam hidup mereka. Ke empat karakter ini kemudian saling berinteraksi di kehidupan sehari-hari dan mereka juga punya penafsiran masing-masing terhadap laut. Namun, mereka sepakat bahwa lautlah yang membantu mereka menemukan jati diri mereka. 8. Denias – Senandung di Atas Awan Film ini menceritakan tentang perjuangan seorang anak suku pedalaman Papua yang bernama Denias untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Seluruh setting lokasi dilakukan di pulau Cendrawasih ini. Cerita dalam film ini merupakan adaptasi dari kisah nyata seorang anak Papua yang bernama Janias.Sebuah film yang harus ditonton oleh mereka yang mengaku peduli dengan dunia pendidikan di Indonesia.Sebuah film yang dapat membuka pandangan kita tentang betapa pendidikan yang layak di negeri ini masih sangat mahal, masih sangat rumit dan masih banyak terjadi diskriminasi-diskriminasi yang tidak masuk akal. Dalam film ini juga dapat kita lihat keindahan provinsi Papua yang berhasil direkam dengan begitu indahnya. 9. 3 Hari Untuk Selamanya Yusuf adalah seorang pemuda usia 21 tahun yang serius. Atas ajakan sepupunya Ambar, yang lebih muda (19 th) dan lebih liar perilakunya, Yusuf setuju pergi meninggalkan acara keluarga mereka untuk minum-minum di klub malam.Keesokan harinya mereka terbangun dan menemukan bahwa mereka telah tertinggal pesawat dan acara keluarga mereka yang lain di kota lain. Dengan mengendarai mobil keluarga, perjalanan yang semula mereka kira bisa dihabiskan dalam waktu satu hari berubah menjadi 3 hari. Yang di mana di ke-3 hari itu mereka dihadapkan pada banyak hal, orang-orang yang aneh dan diskusi panjang soal seks, agama, dan pernikahan, sementara mereka semakin dekat hampir melebihi sepupunya. 10. Petualangan Sherina Ayah Sherina (Sherina Munaf), yaitu Darmawan (Mathias Muchus), insinyur pertanian, mendapatkan kerja pertanian sesuai dengan impiannya, Sherina ikut pindah ke Bandung Utara. Di sekolahnya yang baru, ia mendapat musuh, Sadam (Derby Romero), yang ternyata anak darimajikan Darmawan, Ardiwilaga (Didi Petet). Hal ini diketahui Sherina saat berliburan ke rumah Ardiwilaga. Dalam kesempatan ini permusuhan kedua anak tadi berubah menjadi persahabatan, karena keduanya diculik oleh Pak Raden (Butet Kertaradjasa), suruhan Kertarejasa (Djaduk Ferianto), yang menguasai tanah pertanian Ardiwilaga, untuk proyek propertinya. Dalam film ini banyak scene yang menampilkan keindahan alam di kota Bandung khususnya Lembang plus keindahan kebun teh dan Observatorium Bosscha. Itulah 10 Film yang Menampilkan Keindahan Alam Indonesia. Kalau dari kesepuluh film itu ada yang belum ditonton, maka segerlah untuk menonton. Selain view yang ditampilkan sangat indah, semoga saja dengan menonton film-film tersebut, kita semua bisa makin bangga menjadi warga negara Indonesia tercinta ini. (Sumber: Artikel dejulogy.wordpress.com Foto psychopath-diary.blogspot.com)
...more

Wisata Religi Islam di Masjid Lautze Jakarta

TripTrus.Com - Pesona nuansa heritage Islami muslim Tionghoa di Masjid Lautze yang merupakan masjid unik dan bersejarah yang berlokasi di Jakarta Pusat. Jakarta tidak hanya memiliki obyek wisata yang berisikan waha permainan, namun kawasan Ibukota indonesia ini memiliki obyek wisata heritage yang menarik dikunjungi yang menyebar di beberapa kawasan daerah bilangan sawah besar Pasar Baru Kota Jakarta. Menurut catatan sejarah, Pasar Baru merupakan suatu area pusat perbelanjaan di Jakarta, dan sebuah kawasan yang memiliki bangunan yang berdiri kokoh sejak jaman Belanda dengan nuansa khas Eropa dan Tiongko tempat wisata heritage yang berlokasi di kecamatan Sawah besar jakarta Pusat ini bukan hanya menjadi central perekonomian masyarakat Jakarta saja, namun memiliki kisah catatan sejarah panjang dari sisi-sisi keunikan bangunan yang menjadi saksi bisu perkembangan Kota Jakarta Konon, sejak dulu kala masyarakat Tionghoa terkenal dengan keuletannya. maka tidaklah heran jika usaha gula dan tebu semakin berkembang pada waktu itu masih bernama Batavia membuat masyarakat etnis Tionghoa lainnya untuk datang dan mengadu nasib di Batavia yang kini disebut dengan nama jakarta.       View this post on Instagram Pengalaman yg menarik sembahyang disini. Mereka putih putih, gw item. Mereka sipit sipit, gw belo. A post shared by @ daanandraan onMay 26, 2018 at 4:49am PDT Perbauran masyarakat membuat muslim Tionghoa kian hari kian bertambah dengan salah satu buktinya kita bisa melihat sebuah bangunan Masjid Lautze yang merupakan masjid muslim Tionghoa pertama di Jakarta yang berlokasi di Jalan lautze Sawah Besar, Jakarta Jejak muslim Tionghoa kini dapat kita temukan di kawasan Sawah Besar Jakarta yaitu Masjid Lautze yang menjadi pusat aktifitas muslim Tionghoa ini berdiri sejak tahun 1991 dan berada di bawah Yayasan Karim Oei yaitu seorang muslim Tionghoa yang berperan mengenalkan ajaran agama Islam di kalangan masyarakat etnis Tionghoa. Nama masjid ini merujuk pada alamat lokasi berdirinya bangunan masjid itu sendiri yaitu di jalan Lautze yang merupakan sebuah kawasan pecinan di jakarta Pusat. Nama Masjid Lautze ini juga mengingatkan kepada kita akan sebuah nama seorang tokoh yang bernama Lautze yaitu seorang yang bijak dari negeri Tiongko. Tidak hanya nama masjidnya yang unik, namun kegiatan di Masjid Lautze ini pun juga terbilang unik, karena masjid ini hanya dibuka pada waktu tertentu saja. Sekilas bangunan ini tidak terlihat seperti tampaknya bangunan masjid pada umumnya. Keberadaan masjid ini tidak lepas dari keteguhan pengelola untuk menegakan syiar Islam khususnya bagi warga keturunan Tionghoa yang tidak pernah tersentuh oleh para ustad atau kiyai. Nama “Lautze” dalam bahas Tiongkok yang berarti guru bagai penerang jiwa, sosok inspirasi penyebar dakwah Islam hdair dibawah naungan masjid. Beragam aktifitas keagamaan seperti tilawah berada di masjid ini.Mulai dari tilawah anak hingga tilawah biasa. Namun Masjid Lautze Pasa Baru jakarta ini berbeda dari masjid pada umum dimana masjid ini hanya beroperasi hingga pukul 17.00 WIB hal ini menyesuaikan dengan katifitas jemaahnya dan kondisi lingkungan sekitar. Karena jemaah masjid ini sebagian berprofesi sebagai pedagang yang tidak lagi berkegiatan diatas pukul 17.00 sore hari. Kegiatan rutin positif di masjid ini biasa dimulai seusai kegiatan tilawah pada akhir pekan. Konon, informasi yang Direktori Wisata terima, tidak terhitung warga Tionghoa yang datang dan belajar tentang agama Islam di masjid ini. Selama bulan Ramadhan akhir pekan dipilih sebagai waktu silaturahmi jamaah masjid. Mulai dari kegiatan buka puasa bersama hingga sholat tarawih berjamaahyang dilakukan di masjid ini. [Baca juga : "9 Inilah Tempat Bersejarah Di Kudus"] Bagi sahabat dan pembaca setia Direktori Wisata indonesia yang akan merasakan nuansa Islami sambil silturahmi dengan jamaah di sini bisa langsung datang menuju lokasi yang berada di dekatPasar Baru Jakarta yang dapat ditempuh dengan mengunakan kendaraan bermotor dan mobil menuju lokasi. Dari perjalanan wisata religi Islam di Masjid Lautze jakarta ini, kita bisa mengambil pembelajaran tentang arti kerukunan, kebersamaan bawa di mata Alloh SWT semua makhluk ciptaanNya adalah sama, dan yang hanya membedakannya hanya nilai ketaqwaannya saja. (Sumber: Artikel direktori-wisata.com Foto nusantaranews.co)
...more

5 Gunung Mistis Di Indonesia, Padahal Sering Jadi Favorit Para Pendaki, Loh!

TripTrus.Com -   Ngomongin gunung, bro, Indonesia emang dikelilingi gunung-gemun yang indah banget dan bikin kagum. Nah, buat yang doyan mendaki, gunung tuh jadi pilihan favorit buat ngehabisin masa libur panjang, pastinya. Pasalnya, gunung punya kecantikan dan daya tarik sendiri, terutama buat pecinta alam. Makanya, banyak pendaki yang demen banget mendaki gunung buat menikmatin keindahannya. Tapi, siapa nyangka, di balik keindahannya, ada yang bilang kalo gunung itu tempat paling angker dan penuh cerita mistis. Bahkan sering banget mereka yang suka mendaki gunung ngalamin kejadian-kejadian aneh waktu mendaki. Cerita mistis ini nggak cuma dari orang-orang yang tinggal di sekitar gunung aja, tapi juga dari para pendaki yang langsung ngalamin sendiri pas mendaki. Meskipun ada hal-hal mistis, beberapa gunung di Indonesia malah jadi favorit para pendaki. Nah, berikut daftar gunung paling angker di Indonesia yang wajib kamu tau. 1. Gunung Semeru Gunung Semeru, si raja gunung di pulau Jawa, bro. Tingginya sampe 3.676 mdpl, makanya jadi gunung paling tinggi di Jawa. Nggak heran banyak pendaki yang mampir kesini setiap tahun. Tapi, siapa nyangka, di balik keelokan itu, Semeru juga punya cerita-cerita misteri yang bikin dia masuk daftar gunung paling angker di Indonesia, loh. Cek Arcopodo, misalnya. Tempat yang sering jadi pos nongkrong buat para pendaki. Di tempat ini ada 2 patung prajurit dari Kerajaan Majapahit yang bisa muncul atau ilang begitu aja, keceplosan gitu. Lalu ada larangan ngambil ikan emas di Danau Ranukumbolo, katanya ikan-ikan itu jadi penjaga danau yang bermutasi jadi ikan. Ada juga cerita tentang Dewi Ranukumbolo, sosok dewi yang suka muncul pake kebaya kuning di situ. Sampe di puncak Mahameru, di sana konon para dewa ngumpul dan tinggal. Mereka nyaman banget disitu, bro. 2. Gunung Kelud Gunung Kelud, tuh gunung yang paling angker, nih, bro. Lokasinya di Jawa Timur, geng. Gunung ini termasuk gunung yang paling aktif di Indo, loh, dan terakhir meletus tahun 2014. Di gunung ini banyak cerita mistis yang bikin heboh para pendaki dan warga sekitar. Ada jalan misterius yang bisa bikin mobil jalan sendiri, padahal jalan datar dan mesin mati, serem banget! Ada juga larangan buat ngelewatin Hari Keramat Wage, katanya angker banget tuh hari, jadi masyarakat sekitar Kelud harus hati-hati. Soalnya, di tahun 1955, 1966, 1990, 2007, dan 2014, letusan gunung itu kejadian pas Hari Wage (kalender Jawa). Nggak cuma itu, ada legenda turun-temurun di masyarakat sekitar Kelud. Katanya, setiap bulan Suro (kalender Jawa), mereka lakuin ritual buat nolak sumpah yang dikasih sama Lembu Suro. Ritualnya juga sebagai ungkapan rasa syukur ke Sang Hyang Widhi, bro. 3. Gunung Rinjani Gunung Rinjani, bro, itu gunung di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Ngga nyangka, loh, gunung ini jadi gunung berapi tertinggi kedua di Indo, tingginya sampe 3.726 meter di atas permukaan luat! Tiap tahunnya banyak pendaki yang kepincut buat naik gunung ini dan nikmatin indahnya alam dari puncak. Eh, tapi siapa nyangka, Gunung Rinjani juga masuk kategori gunung paling angker di Indo, bro. Nama "Rinjani" itu dari seorang putri namanya Dewi Anjani. Nah, dulu si Dewi Anjani itu manusia biasa yang ninggalin dunia dan nyepi di gunung. Abis nyepi, dia dapet kesaktian sampe diangkat jadi ratu sama bangsa jin di gunung itu, bro. Gunung Rinjani punya danau, namanya Danau Sagara Anak. Danau ini dianggep tempat suci dan dihormatin banget sama warga sekitar, terutama Suku Sasak. Mereka percaya kalo orang berenang di danau ini tapi ada niat jahat, bakal bawa sial, bro. Jadi, makhluk-makhluk di danau, tuh, pada marah dan bisa tarik orang itu masuk ke danau, serem, kan? 4. Gunung Lawu Gunung Lawu, bro, itu ada di perbatasan Jateng sama Jatim. Nah, gunung ini punya banyak cerita mistis yang udah terkenal sampe ke segala penjuru, lho. Salah satunya cerita tentang tiga puncak utamanya yang masing-masing punya kisah sendiri-sendiri, bro. Puncak Hargo Dalem itu dipercaya jadi tempat pamoksan Prabu Bhrawijaya Pamungkas. Puncak Hargo Dumiling jadi tempat pamoksan Ki Sabdopalon, dan puncak Hargo Dumilah dipercaya jadi tempat buat meditasi, bro. Banyak yang percaya kalo Gunung Lawu itu pusat kegiatan spiritual di Jawa, dan ada hubungannya dengan Budaya Praja Mangkunegaran beserta tradisinya. Makanya, setiap pendaki wajib taat pada segala larangan dan patangan yang ada. Cerita mistis lainnya yang super terkenal itu ada Pasar Setan, bro. Konon katanya, kalo pendaki yang beruntung melewati jalur ke pos lima, bakal denger suara yang bilang, "beli apa dik". Kalo gitu, pendaki itu harus buru-buru ambil barang di sekitarnya, kayak batu, ranting, daun, dan sejenisnya, bro. [Baca juga : "Destinasi Seru Dan Aman Buat Solo Traveler Perempuan Di Indonesia!"] 5. Gunung Salak Gunung Salak, bro, itu sering dikunjungi sama pecinta alam karena punya jalur pendakian yang menantang abis. Tapi nggak cuma itu, Gunung Salak juga terkenal banget sama cerita-ceria mistisnya dan dipercaya jadi gunung suci oleh masyarakat Sunda, bro. Katanya sih, gunung ini jadi tempat Prabu Siliwangi menghilang. Keren banget, kan? Tapi hati-hati, bro, Gunung Salak ini dianggap gunung paling angker. Mulai dari Kawah Ratu, banyak banget korban jiwa yang terhirup gas beracun, parah kan? Ada juga cerita mistis tentang danau di sana, bro. Katanya, kalo ada yang berenang di danau itu dengan niatan buruk, dia bakal alamin kesialan parah, bro. Makhluk-makhluk yang di dalam danau, mereka bakal marah dan nyeret orang itu masuk ke dalam danau, serem banget, kan? (Sumber Foto @steelorca.io) 
...more

Seleksi Gila-Gilaan! Enam Event Keren NTB Berjuang Untuk Masuk KEN 2024

TripTrus.Com - Bro, Kemenparekraf lagi seleksi event pariwisata keren di NTB, loh! Ada enam acara yang bakal dijuri, mau masuk atau dicoret dari KEN 2024. Macem-macem deh, kayak Pesona Bau Nyale, Perang Topat, Alunan Budaya Desa, Balonna Kertasari, Lebaran Topat, sama Rimpu Mantika. Reza Pahlevi, Direktur Event Daerah Kemenparekraf, bilang Perang Topat udah lolos seleksi. Ini gara-gara tradisi dan budayanya keren banget di Lombok Barat, dan katanya, ngaruh banget buat ekonomi masyarakat sekitar.       View this post on Instagram A post shared by Malik Ibrahim (@garagaramalik) Dia juga ngejelasin, kriteria seleksinya tuh pengunjungnya harus bisa diatur dengan baik, dan tradisi lokalnya kudu nendang. Yang paling penting, harus ramah lingkungan, guys! Tim yang ngejuri event pariwisata NTB tuh profesional abis. Harapannya sih, keenam event itu bisa masuk KEN 2024. [Baca juga : "Woles, Bro! Pariwisata 2024 Makin Naik, Ahli Bilang: Jangan Abaiin Waktu Endemi!"] Sementara itu, NTB targetin 5 juta kunjungan wisatawan tahun 2024, loh! Bukan main, dua kali lipat dari target 2023. Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata NTB, Mulki, ngomong target ini gak terlalu berat, apalagi dengan support gede dari Kemenparekraf. Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air juga udah mulai rame lagi setelah pandemi, katanya. Dari target 5 juta itu, 3 juta orang dari wisatawan mancanegara, dan 2 juta dari wisatawan lokal. Mulki bilang ini gampang karena udah ada 2 ribu turis asing setiap hari di tiga Gili. Optimis banget dia, nih! Jadi, yang jelas, kita doain aja supaya NTB bisa bikin event keren dan jadi destinasi hits tahun 2024. Mantap, kan? (Sumber Foto @perangtopat_lingsar) 
...more

Festival Pasola, Seru-Seruan di Tengah Kuda & Tombak Kayu!

TripTrus.Com - Lo pernah denger Festival Pasola di Pulau Sumba, gak? Kalo lo pengen ngerasain pengalaman budaya yang bener-bener beda, acara tahunan ini wajib banget lo masukin ke dalam list. Festival Pasola ini udah terkenal banget, dan ngundang banyak orang dari seluruh dunia buat ikut ngerayain tradisi dan serunya pertarungan di atas kuda. Jadi, apaan sih Festival Pasola itu? Festival Pasola ini udah ada sejak abad ke-16, gaes! Dulu, festival ini digelar sebagai bentuk penghormatan buat Dewa Pertanian supaya panen lancar dan masyarakat bisa sejahtera. Pada dasarnya, festival ini adalah perayaan musim panen yang tujuannya buat menenangkan roh dan berharap panen di tahun depan makin melimpah. Tapi yang bikin seru, festival ini ngadain pertarungan antara dua kelompok penunggang kuda yang saling lempar tombak kayu. Udah gitu, mereka bakal tancap gas pake kuda sambil saling serang, asik kan?       View this post on Instagram A post shared by Nona Ceko (Nikolas) (@nonaceko) Tombaknya sih terbuat dari bambu yang ujungnya tumpul, tapi jangan salah, meskipun nggak tajam bisa aja bikin cedera serius. Para penunggang kuda pake kostum tradisional dan penutup kepala, jadi suasananya tuh bener-bener penuh semangat dan bikin deg-degan! Kalo lo pikir Pasola cuma tentang pertarungan doang, lo salah! Di festival ini banyak banget kegiatan yang bikin lo betah. Ada tarian tradisional, musik-musik khas Sumba, dan pameran budaya yang asik banget. Salah satu acara yang menarik adalah parade budaya dengan kostum-kostum warna-warni dan kuda-kuda yang dihias. Lo juga bisa ikut workshop seru kayak ngerajut, masak makanan tradisional, sampe belajar bikin obat herbal. Gak cuma hiburan, tapi juga jadi kesempatan buat lo kenalan langsung sama budaya Sumba yang unik. [Baca juga : "Baduy Dalam Lagi Nutup, Jangan Ngeyel. Kawalu Lagi Jalan, Wisatawan Cuma Bisa Ke Baduy Luar, Bro!"] Kapan sih festivalnya? Festival Pasola ini biasanya digelar sekitar bulan Februari atau Maret. Dan, karena ini acara besar, biasanya bakal berlangsung beberapa hari. Waktu-waktu sebelum acara utama juga banyak kegiatan seru yang bikin suasananya makin heboh. Jadi, kalau lo berniat buat dateng, pastikan lo siapin akomodasi dan perjalanan lebih awal, karena festival ini selalu ramai banget. Jangan lupa juga buat jaga sikap dan hormatin adat setempat! Apa aja yang harus dibawa? Ini nih, barang-barang yang wajib lo bawa kalo mau ke Pasola: Air minum, sunscreen, dan topi! Matahari di Sumba bener-bener panas banget, jadi lo harus siap melindungi diri. Kamera (beserta charger cadangan!) atau power bank, karena lo pasti gak mau kelewatan momen-momen keren, kan? Uang tunai! ATM sih ada, tapi kadang suka kehabisan uang, jadi mending siapin duit dari awal buat beli makanan atau oleh-oleh di festival. Kenapa lo harus dateng ke Festival Pasola? Festival Pasola adalah pengalaman yang gak bisa lo dapetin di tempat lain. Selain seru, lo bakal ngerasain langsung gimana tradisi dan kepercayaan yang masih dijaga masyarakat Sumba. Jadi, buat lo yang suka budaya, sejarah, atau sekadar nyari pengalaman baru, festival ini wajib banget masuk daftar perjalanan lo. Tandain tanggalnya, siapin semuanya, dan nikmatin serunya Festival Pasola di Sumba! (Sumber Foto @sisilsiel)
...more

Menyentuh Titik Terbarat Indonesia di Pulau Weh

Ikuti trip ke Sabang / Pulau Weh di: http://triptr.us/Bd TRIPTRUS - Tepat di ujung barat daya Pulau Sumatera, terdapat Pulau Weh yang terletak 17 kilometer dari utara Banda Aceh. Pulau ini dapat dicapai dengan waktu tempuh kurang satu jam menggunakan speedboat. Bagi yang belum tahu, di Pulau Weh ini ada monumen yang menandakan bahwa Pulau Weh adalah bagian paling Barat dari Indonesia. Monumen itu terletak di Titik Ba’U, di lokasi paling Barat dan Utara dari Pulau Weh dan dinamakan “Monumen Kilometer Nol Indonesia“. Meskipun begitu, sebenarnya titik paling barat Indonesia ada di Pulau Breuh, sebuah pulau di kelompok Kepulauan Aceh yang berlokasi 20 mil laut sebelah barat Pulau Weh. Namun sayangnya titik terbarat Indonesia ini terletak di tempat yang sulit dijangkau. Tidak jauh dari Pulau Weh, ada pula titik paling utara Indonesia di Pulau Rondo yang berlokasi sekitar 10 mil laut dari Pulau Weh. Tapi ini bukan berarti berkunjung ke Pulau Weh jadi tidak istimewa. Pulau Weh terkenal dengan pemandangan alam yang mengagumkan. Pulau Weh juga terkenal dengan alam bawah lautnya yang jadi salah satu destinasi favorit bagi pecinta olahraga menyelam dan snorkeling. Sebut saja nama-nama seperti Pantai Iboih yang kejernihan airnya bagai di akuarium. Dari sini, TripTroops bisa menyeberang ke Pulau Rubiah, salah satu titik snorkeling paling ngehits di Pulau Weh. Lalu ada juga Pantai Gapang dan Pantai Sumur Tiga yang pemandangan bawah lautnya membuat kita sedikit berharap bisa tinggal terus di bawah air. Tapi, tidak hanya wisata menyelam saja yang bisa ditemukan di Pulau Weh. Di Kota Sabang, kota terbesar di Pulau Weh. TripTroops bisa keliling-keliling kota dan menikmati berbagai makanan khas Aceh, dan favorit TripTrus adalah sate gurita! Kalau sudah puas di Sabang, TripTroops bisa melihat air terjun Pria Laot di tengah Pulau Weh. Lalu, ada juga Gunung berapi Jaboi dan Danau Anok Laeut (Anak Laut). Danau itu adalah sumber air tawar bagi Pulau Weh. Pokoknya, TripTroops tidak akan bosan di Pulau Weh, dengan banyaknya tujuan yang bisa dikunjungi di sekitar pulau di ujung barat Indonesia ini.   Photos courtesy of: Flickr.com
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...