Mei/15
TripTrus.Com - Festival Sriwijaya 2026 hadir sebagai perayaan budaya yang bukan cuma megah, tapi juga penuh makna—lo bakal ngerasain langsung gimana kejayaan Bumi Sriwijaya dihidupkan kembali lewat berbagai rangkaian acara yang kreatif dan inovatif. Digelar pada 15–17 Mei 2026 di Dekranasda Provinsi Sumatera Selatan, festival ini jadi ruang kolaborasi antara tradisi dan sentuhan modern, dari pameran digital heritage sampai pertunjukan seni yang vibes-nya dapet banget.
View this post on Instagram
A post shared by AKUN RESMI BATURAJA OGAN KOMERING ULU (@baturajaupdate)
Gue bilang sih, ini bukan sekadar festival biasa. Ada Sriwijaya Cultural Parade yang penuh warna, pentas seni dari 17 kabupaten/kota yang jadi representasi kekayaan budaya Sumatera Selatan, sampai pertunjukan dul muluk yang sarat nilai historis. Di sisi lain, lo juga bisa nikmatin live band performance, talkshow kebudayaan yang insightful, serta workshop dan temu kreatif buat lo yang pengin eksplor ide-ide baru. Nggak ketinggalan, area kuliner yang siap manjain lidah lo dengan cita rasa khas daerah.
[Baca juga : "Rujak Phoria Festival Rujak Ulek 2026"]
Menariknya, Festival Sriwijaya ini juga dikenal sebagai ajang yang mempertemukan komunitas, pemerintah, dan pelaku industri kreatif dalam satu panggung besar. Biasanya, festival ini juga identik dengan Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) sebagai pusat kegiatan, menghadirkan pameran ekonomi kreatif, film, fotografi, hingga warisan budaya takbenda yang bikin pengalaman lo makin immersive.
Intinya, festival ini bukan cuma tentang hiburan, tapi juga tentang memperkuat identitas budaya dan membangkitkan kembali semangat kejayaan Sriwijaya sebagai warisan kebanggaan Sumatera Selatan. Jadi, jangan cuma jadi penonton cerita—ajak keluarga dan sahabat lo, dan jadi bagian langsung dari kemeriahan Festival Sriwijaya 2026. Karena di sini, tradisi ketemu gaya hidup kekinian, dan lo bakal ngerasain sendiri sensasinya. (Sumber Foto @palembanginfo)
...moreMei/09
TripTrus.Com - Siap-siap ya, Rek—tahun ini vibes-nya beda banget! Festival Rujak Uleg 2026 balik lagi dengan konsep yang makin pecah lewat tajuk “Rujakphoria”, digelar 9 Mei 2026 di Surabaya Expo Center mulai jam 18.00 WIB. Jadi gini, lo jangan ngebayangin ini cuma festival kuliner biasa—ini tuh udah jadi bagian dari identitas Kota Surabaya sejak 2004, yang tiap tahunnya selalu upgrade experience. Dari yang awalnya cuma tradisi nguleg rujak bareng, sekarang jadi ajang kreatif penuh warna, mulai dari lomba kreasi rujak, kostum nyentrik, sampai yel-yel paling heboh. Bahkan dulu sempet mecahin rekor MURI juga, lho—nggak kaleng-kaleng.
View this post on Instagram
A post shared by Wisata Surabaya (@tourism.surabaya)
Nah, yang bikin makin seru, tahun ini festivalnya ngangkat nuansa “pesta bola dunia” alias terinspirasi dari euforia Piala Dunia. Kebayang kan, rujak cingur ketemu atmosfer sepak bola global? Unik, tapi justru itu yang bikin beda. Pemerintah Kota Surabaya juga nggak main-main, karena event ini barengan sama Surabaya Vaganza yang masuk dalam Kharisma Event Nusantara. Jadi ya, ini bukan sekadar acara lokal—ini udah naik level jadi destinasi wisata nasional yang siap narik wisatawan dari mana-mana.
[Baca juga : "Semarang Night Carnival 2026"]
Menariknya lagi, semua rangkaian acara HJKS tahun ini digeser ke malam hari. Alasannya simpel tapi ngena: biar lo sama gue bisa nikmatin suasana lebih chill, adem, dan pastinya lebih estetik. Apalagi nanti Surabaya Vaganza bakal dihiasi instalasi bunga plus permainan lampu yang cakep banget buat mata—Instagramable parah sih.
Strateginya juga makin matang, bro. Pemkot udah gandeng hotel dan agen travel, jadi wisatawan yang nginep bisa dapet paket bundling tiket event. Efeknya? Jelas dong—ekonomi lokal ikut gerak, UMKM hidup, dan branding Surabaya makin kuat. Jadi kalau lo masih mikir dua kali buat dateng, fix sih lo bakal nyesel. Intinya: ini bukan cuma soal rujak, tapi soal pengalaman. Jadi, buruan ajak circle lo, gaskeun ke Surabaya, dan rasain sendiri hype-nya Rujakphoria 2026! (Sumber Foto @surabaya)
...moreMei/02
TripTrus.Com - Kalau lo lagi nyari vibes wisata malam yang beda dari biasanya, gue saranin banget buat nungguin Semarang Night Carnival yang bakal digelar tanggal 2 Mei 2026 di Semarang. Event ini tuh bukan sekadar parade biasa, tapi perpaduan antara seni, budaya, dan kreativitas yang dibungkus dengan lighting kece dan suasana malam yang hidup banget. Bayangin aja, ratusan peserta dari berbagai kalangan—mulai dari seniman, pelajar, sampai komunitas kreatif—turun ke jalan dengan kostum megah yang super artistik, sambil diiringi musik dan tarian yang bikin lo nggak bisa diem.
View this post on Instagram
A post shared by Jhones Gozali (@innertha)
Yang bikin makin seru, tiap tahun temanya selalu beda, jadi nggak bakal ngebosenin. Kadang angkat budaya Nusantara, kadang juga nyentuh sisi sejarah lokal yang dikemas secara modern dan estetik—bener-bener cocok sama selera milenial dan Gen Z sekarang. Nggak cuma soal visual doang, acara ini juga jadi ajang geraknya ekonomi kreatif lokal. Lo bisa nemuin banyak kuliner khas, kerajinan tangan, sampai produk UMKM yang unik dan worth it buat diborong.
[Baca juga : "Rinjani 100 2026"]
Intinya, Semarang Night Carnival ini tuh udah jadi magnet wisata yang nggak cuma ditunggu warga lokal, tapi juga turis dari luar kota bahkan luar negeri. Jadi kalau lo pengen ngerasain suasana kota yang penuh warna, cahaya, dan energi positif, event ini wajib banget masuk bucket list lo—gue jamin bakal jadi pengalaman yang nggak terlupakan. (Sumber Foto @drianpramana)
...moreMei/01
TripTrus.Com - Rinjani 100 itu bukan sekadar lomba lari biasa, bro—ini ajang lari lintas alam internasional yang tiap tahun selalu sukses bikin pelari dari berbagai negara penasaran buat ngetes batas fisik dan mental mereka. Bayangin aja, lo lari di jalur ekstrem Gunung Rinjani sambil disuguhin view alam yang nggak ada lawan. Gue sih yakin, pengalaman ini bukan cuma soal capek, tapi juga soal vibe petualangan yang susah dilupain. Event ini juga jadi cara cerdas buat ngenalin pariwisata dan budaya lokal Lombok ke mata dunia, jadi bukan cuma olahraga doang, tapi ada nilai plus-nya juga.
View this post on Instagram
A post shared by Evelen Besthari (@evebestday)
Di tahun 2026 ini, event yang bakal digelar tanggal 1 sampai 3 Mei di Lombok Utara ini makin gokil skalanya. Total ada 2.275 pelari dari 38 negara yang bakal ikut, dengan komposisi 1.375 pelari lokal dan 900 pelari internasional. Gila sih, makin keliatan kalau event ini udah naik level jadi salah satu ultra trail unggulan Indonesia yang diperhitungkan global. Apalagi pilihan rutenya juga nggak main-main, mulai dari 27 km, 36 km, sampai yang ekstrem kayak 60 km, 100 km, bahkan 162 km dengan batas waktu 55 jam—yang katanya termasuk salah satu rute 100 miler paling brutal di dunia. Lo kebayang nggak tuh struggle-nya?
[Baca juga : "Festival Semarapura 2026"]
Menariknya lagi, Rinjani 100 ini nggak cuma berdampak ke dunia olahraga, tapi juga ke ekonomi lokal. Kehadiran pelari dari luar negeri diprediksi bakal ngasih efek domino ke sektor homestay, kuliner, transportasi, sampai UMKM di sekitar Sembalun dan Lombok Timur. Jadi, warga lokal juga ikut ngerasain cuan dari event ini. Pemerintah daerah pun full support karena sadar banget ini kesempatan emas buat branding NTB sebagai destinasi sport tourism kelas dunia.
Kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara, dan masyarakat jadi kunci suksesnya event ini, dan semuanya udah masuk tahap persiapan akhir. Dengan antusiasme peserta yang tinggi dan dukungan berbagai pihak, Rinjani 100 Ultra Trail 2026 diproyeksikan bukan cuma jadi ajang olahraga ekstrem, tapi juga momentum gede buat ngeangkat nama Gunung Rinjani ke level internasional. Jadi kalau lo lagi nyari event yang bisa nguji mental sekaligus kasih pengalaman epic, ini sih fix masuk bucket list lo, nggak pake debat. (Sumber Foto @kenapabelen)
...moreApr/29
TripTrus.Com - Kalau lo lagi cari event budaya yang vibes-nya beda tapi tetap relate sama zaman sekarang, Solo Menari 2026 ini wajib banget masuk radar lo. Festival tari yang digelar sehari penuh di Kota Solo ini hadir buat ngerayain Hari Tari Dunia, tapi bukan sekadar seremoni biasa—ini tuh semacam ruang bebas buat para penari mengekspresikan diri dengan cara yang fresh, kreatif, dan tentunya tetap berakar pada budaya Nusantara. Tahun ini, temanya “Aku Kipas (Aha Pankha)”, yang terinspirasi dari perjalanan panjang kipas tangan dan kipas lipat yang udah eksis sejak ribuan tahun lalu dan jadi elemen penting dalam berbagai tradisi tari di dunia, termasuk di Indonesia.
[Baca juga : "Gendhing Budaya 2025"]
Menariknya, konsep “kipas” di sini nggak cuma dilihat sebagai properti tari doang, tapi juga sebagai simbol yang lebih dalam—kayak berbagi manfaat, menyebarkan energi positif, dan menghubungkan satu sama lain lewat gerak dan rasa. Jadi, para penari diajak buat ngeksplorasi kreativitas mereka sebebas mungkin, menciptakan karya-karya inovatif yang tetap nyambung sama akar budaya lokal. Bisa dibilang, Solo Menari ini jadi wadah di mana tradisi dan modernitas ketemu, terus di-mix jadi sesuatu yang relevan buat generasi sekarang—baik lo yang milenial, Gen Z, atau siapa pun yang pengin ngerasain seni dengan cara yang lebih hidup dan dekat.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Deffry Adyatama (@deffryadyatama)
Dengan atmosfer yang terbuka untuk publik, festival ini juga jadi ajang buat masyarakat luas buat lebih dekat sama dunia tari. Nggak harus jadi penari profesional dulu kok buat menikmati—cukup datang, lihat, dan rasakan sendiri gimana energi budaya itu “hidup” di tengah kota. Jadi ya, kalau lo pengin ngerasain experience budaya yang nggak kaku dan justru penuh warna, Solo Menari 2026 ini bisa jadi jawaban yang lo cari. (Sumber Foto @kam.maula)
...moreApr/28
TripTrus.Com - Festival Semarapura tuh bukan sekadar acara tahunan biasa, tapi lebih kayak perayaan budaya yang hidup banget di jantung Kota Semarapura, Klungkung, Bali. Dari tanggal 28 April sampai 1 Mei 2026, suasana kota auto berubah jadi panggung besar penuh warna—lo bisa nemuin pawai budaya, parade tari Bali yang ikonik, sampai dentuman musik gamelan yang bikin merinding tipis. Gue bilang sih, ini paket komplit: ada seni tradisional, sentuhan kontemporer, plus vibe lokal yang autentik banget karena lokasinya dikelilingi situs bersejarah kayak area kerajaan lama.
View this post on Instagram
A post shared by Dartha Sii Muggle (@dartha_muggle)
Nggak cuma soal pertunjukan, festival ini juga jadi tempat nongkrong kreatif buat UMKM, seniman lokal, sampai anak muda yang ikutan workshop dan lomba. Jadi ya, bukan cuma nonton doang—lo juga bisa belajar, eksplor, bahkan nyobain langsung kuliner khas Klungkung yang rasanya legit parah.
[Baca juga : "Solo Menari 2026"]
Di sisi lain, acara ini juga punya misi keren: menjaga budaya tetap hidup sambil ngasih panggung buat karya-karya lokal biar dikenal lebih luas, termasuk sama turis mancanegara.
Yang bikin makin menarik, konsepnya juga ramah lingkungan, jadi selain seru, tetap mindful sama alam sekitar. Intinya, Festival Semarapura ini tuh kombinasi antara tradisi, kreativitas, dan kebersamaan yang nyatu jadi satu experience yang meriah tapi tetap bermakna. Kalau lo lagi di Bali pas momen ini, serius deh—ini bukan event yang mau lo skip. (Sumber Foto @kathamatahari)
...moreApr/26
TripTrus.Com - Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG) tuh bukan sekadar festival biasa, bro—ini semacam panggung gede yang ngerangkum vibe tradisi sampai sentuhan modern dalam satu helaran yang estetik dan penuh makna. Digelar tiap tahun sama Pemerintah Kabupaten Garut, event ini jadi wadah buat para seniman lokal unjuk gigi, sekaligus bikin lo dan gue makin sadar kalau budaya itu bukan cuma buat dilestarikan, tapi juga bisa dikemas keren dan relevan buat generasi sekarang. Dari pagelaran seni tradisional yang autentik sampai karya inovatif yang siap bersaing di level global, semuanya nyatu di sini, bikin suasana makin hidup dan berwarna.
[Baca juga : "Festival Festival Rimpu Mantika 2026"]
Menariknya lagi, GPBG juga nggak cuma ngomongin seni doang—ada sisi ekonomi kreatif yang ikut terdongkrak. Produk lokal jadi punya panggung buat dikenal lebih luas, bahkan sampai ke pasar internasional.
View this post on Instagram
A post shared by Generasi Pesona Indonesia (@genpiindonesia)
Jadi, sambil nikmatin festival, lo juga secara nggak langsung support UMKM dan pelaku kreatif daerah. Diselenggarakan pada 26–27 April 2026 di Garut, acara ini jadi momen strategis buat ningkatin citra pariwisata sekaligus ngenalin kekayaan budaya Indonesia ke dunia. Intinya, ini festival yang bukan cuma seru, tapi juga punya impact—buat lo, gue, dan tentunya Garut itu sendiri. (Sumber Foto indonesia.travel)
...moreApr/24
TripTrus.Com - Festival Bale Nagi Flores Timur (FBN Flotim) 2026 hadir dengan vibe yang fresh banget, mengusung tema “Merangkai Karya dalam Lingkar Tradisi”—dan jujur aja, ini bukan sekadar festival biasa, tapi momen di mana lo dan gue bisa ngerasain gimana hangatnya tradisi pulang kampung ala masyarakat Lamaholot menjelang Semana Santa di Larantuka. Di sini, semuanya kayak di-mix jadi satu: dari tarian tradisional yang autentik, musik etnik sampai yang modern, tenun ikat yang estetik, sampai kuliner khas yang bikin lidah lo auto happy. Nggak cuma itu, ada juga pameran seni dan berbagai inovasi kreatif yang nunjukin kalau budaya lokal tuh bisa banget tampil keren dan relevan di era sekarang.
[Baca juga : "Festival Adat Dan Budaya Lom Plai 2026"]
Lebih dari sekadar event, FBN Flotim ini jadi ruang kumpul yang meaningful—mulai dari diaspora yang pulang kampung, generasi muda yang pengen reconnect sama akar budaya, sampai masyarakat lokal yang bangga nunjukin identitas mereka. Kegiatannya juga padat dan variatif, dari karnaval budaya yang colorful, workshop dan talkshow yang insightful, sampai FUN activities yang santai tapi tetap berisi. Bahkan ada paket wisata Semana Santa buat lo yang pengen sekalian eksplor pengalaman spiritual dan budaya, plus penghargaan Fantastic East Flores yang jadi bentuk apresiasi buat karya-karya inspiratif.
View this post on Instagram
A post shared by Rizal Agustin | Travel Blogger (@mrizag)
Digelar pada 8 sampai 11 April 2026 di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, festival ini nggak cuma soal seru-seruan, tapi juga punya impact nyata—mendorong ekonomi kreatif lokal sekaligus menjaga warisan budaya tetap hidup. Jadi ya, kalau lo nanya ini worth it atau nggak, jawabannya: banget. Ini bukan cuma festival, tapi pengalaman yang bikin lo ngerasa lebih dekat sama budaya, sekaligus tetap relevan sama gaya hidup kekinian. (Sumber Foto @darmaking_)
...moreApr/23
TripTrus.Com - Festival Festival Rimpu Mantika 2026 bakal jadi salah satu momen paling hype yang nggak cuma seru, tapi juga penuh makna budaya, bro. Digelar dari tanggal 23 sampai 25 April 2026 di Bima, Nusa Tenggara Barat, event ini hadir dengan tema “Preserving Culture and History” yang intinya ngajak kita buat tetap ngejaga warisan tradisi leluhur biar nggak hilang ditelan zaman. Jadi bukan sekadar festival biasa, tapi juga bentuk nyata rasa cinta terhadap identitas daerah.
Di sini, lo nggak cuma bisa liat Pawai Rimpu yang ikonik banget, tapi juga berbagai pertunjukan seni budaya yang autentik dan bikin merinding saking kerennya. Yang lebih menarik lagi, ada deretan kuliner khas Bima yang jarang banget muncul di acara umum—kayak utambeca sako, karawiti, sampai pangaha bunga. Biasanya makanan ini cuma ada di momen sakral, jadi pas lo nyobain di festival ini, rasanya tuh kayak dapet pengalaman eksklusif yang beda dari yang lain.
[Baca juga : "Jong Race Festival 2026"]
Selain vibes budaya yang kental, festival ini juga jadi wadah buat ngedorong ekonomi kreatif lokal. Jadi secara nggak langsung, lo dan gue yang datang ke sana juga ikut support UMKM dan pariwisata halal di Kota Bima. Keren kan? Apalagi konsepnya juga ramah lingkungan, jadi makin relate sama gaya hidup anak zaman sekarang yang mulai peduli sustainability.
View this post on Instagram
A post shared by Nur Andriyani (@andriyani555)
Nggak heran kalau festival ini terus naik level dan masuk dalam jajaran event unggulan di Nusa Tenggara Barat. Harapannya sih, ke depan Festival Rimpu Mantika bisa makin dikenal luas dan jadi bagian penting dari Karisma Event Nusantara. Jadi, kalau lo lagi nyari pengalaman budaya yang autentik tapi tetap kekinian, ini event wajib banget masuk bucket list lo, gue jamin nggak bakal nyesel. (Sumber Foto indonesia.travel)
...more