TripTrus.Com - Rinjani 100 itu bukan sekadar lomba lari biasa, bro—ini ajang lari lintas alam internasional yang tiap tahun selalu sukses bikin pelari dari berbagai negara penasaran buat ngetes batas fisik dan mental mereka. Bayangin aja, lo lari di jalur ekstrem Gunung Rinjani sambil disuguhin view alam yang nggak ada lawan. Gue sih yakin, pengalaman ini bukan cuma soal capek, tapi juga soal vibe petualangan yang susah dilupain. Event ini juga jadi cara cerdas buat ngenalin pariwisata dan budaya lokal Lombok ke mata dunia, jadi bukan cuma olahraga doang, tapi ada nilai plus-nya juga.
Di tahun 2026 ini, event yang bakal digelar tanggal 1 sampai 3 Mei di Lombok Utara ini makin gokil skalanya. Total ada 2.275 pelari dari 38 negara yang bakal ikut, dengan komposisi 1.375 pelari lokal dan 900 pelari internasional. Gila sih, makin keliatan kalau event ini udah naik level jadi salah satu ultra trail unggulan Indonesia yang diperhitungkan global. Apalagi pilihan rutenya juga nggak main-main, mulai dari 27 km, 36 km, sampai yang ekstrem kayak 60 km, 100 km, bahkan 162 km dengan batas waktu 55 jam—yang katanya termasuk salah satu rute 100 miler paling brutal di dunia. Lo kebayang nggak tuh struggle-nya?
[Baca juga : "Festival Semarapura 2026"]
Menariknya lagi, Rinjani 100 ini nggak cuma berdampak ke dunia olahraga, tapi juga ke ekonomi lokal. Kehadiran pelari dari luar negeri diprediksi bakal ngasih efek domino ke sektor homestay, kuliner, transportasi, sampai UMKM di sekitar Sembalun dan Lombok Timur. Jadi, warga lokal juga ikut ngerasain cuan dari event ini. Pemerintah daerah pun full support karena sadar banget ini kesempatan emas buat branding NTB sebagai destinasi sport tourism kelas dunia.
Kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara, dan masyarakat jadi kunci suksesnya event ini, dan semuanya udah masuk tahap persiapan akhir. Dengan antusiasme peserta yang tinggi dan dukungan berbagai pihak, Rinjani 100 Ultra Trail 2026 diproyeksikan bukan cuma jadi ajang olahraga ekstrem, tapi juga momentum gede buat ngeangkat nama Gunung Rinjani ke level internasional. Jadi kalau lo lagi nyari event yang bisa nguji mental sekaligus kasih pengalaman epic, ini sih fix masuk bucket list lo, nggak pake debat. (Sumber Foto @kenapabelen)
Jun/13 | Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026
TripTrus.Com - Kalau ngomongin festival budaya paling ikonik di Pulau Dewata, Pesta Kesenian Bali (PKB) jelas masuk daftar teratas. Event tahunan yang udah jadi kebanggaan masyarakat Bali ini bukan cuma sekadar ajang pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi berbagai tradisi, adat, dan warisan budaya yang terus dijaga lintas generasi. Melalui semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali, PKB hadir sebagai bentuk nyata upaya melestarikan sekaligus mengembangkan kekayaan seni budaya Bali agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
View this post on Instagram
A post shared by Dartha Sii Muggle (@dartha_muggle)
Tahun ini, Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026 kembali digelar di Kota Denpasar dan siap menyuguhkan pengalaman budaya yang lebih meriah, kreatif, dan penuh warna. Mengusung tema “Atma Kerthi – Jiwa Sidha Parisudha”, festival ini mengajak masyarakat untuk memuliakan jiwa menuju kesempurnaan melalui seni, budaya, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur Bali. Bukan cuma buat pecinta budaya, acara ini juga cocok banget buat lo yang ingin melihat sisi autentik Bali yang mungkin belum pernah lo temui sebelumnya.
Selama penyelenggaraannya, PKB menjadi panggung bagi beragam ekspresi seni, mulai dari seni klasik, tradisi Bali Aga, hingga karya-karya kontemporer dari para maestro dan seniman muda berbakat. Format acaranya pun super lengkap, mulai dari pawai budaya, parade seni, pergelaran, lomba, pameran, lokakarya, sampai diskusi budaya yang seru dan inspiratif. Nggak heran kalau banyak orang menyebut PKB sebagai “monumen hidup” kebudayaan Bali karena terus berkembang tanpa kehilangan akar tradisinya.
[Baca juga : "Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI Dan Grebeg Suro 2026"]
Menariknya lagi, festival ini bukan hanya menjadi ruang apresiasi bagi para seniman lokal, tetapi juga jendela budaya bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Di sini, lo bisa melihat langsung berbagai kesenian yang berasal dari desa-desa di seluruh Bali, lengkap dengan karakter dan keunikan masing-masing daerah. Pengalaman ini bikin pengunjung bisa merasakan esensi budaya Bali yang asli, jauh lebih dekat daripada sekadar melihatnya di media sosial atau brosur wisata.
Rangkaian kemeriahan PKB 2026 juga menghadirkan berbagai pertunjukan spektakuler yang sayang banget untuk dilewatkan. Pada 5–7 Juni 2026, masyarakat dapat menikmati beragam pementasan seni tradisional di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana dan Areal Taman Bung Karno, mulai pukul 17.00 WITA hingga selesai. Berbagai penampilan seperti Joged, Angklung Kebyar, hingga Gong Kebyar mebarung siap menghidupkan suasana dengan energi dan dinamika khas Bali yang bikin penonton terpukau.
Nggak cuma suguhan seni pertunjukan, area festival juga diramaikan oleh berbagai stand kuliner dan kerajinan khas Bali. Jadi setelah puas menikmati pertunjukan, lo bisa lanjut berburu makanan tradisional, produk UMKM kreatif, hingga karya kerajinan lokal yang unik dan estetik. Cocok banget buat lo yang suka eksplor budaya sambil berburu konten Instagram atau TikTok yang anti-mainstream.
Digelar di Denpasar, Bali, pada 13 Juni hingga 11 Juli 2026, PKB menjadi momentum penting untuk merayakan harmoni antara tradisi dan inovasi. Festival ini membuktikan bahwa budaya bukan sesuatu yang kuno atau ketinggalan zaman, melainkan identitas yang terus hidup, berkembang, dan mampu beradaptasi dengan generasi masa kini. Jadi, kalau lo lagi cari pengalaman yang nggak cuma seru tetapi juga penuh makna, PKB 2026 adalah destinasi yang wajib masuk bucket list lo tahun ini. (Sumber Foto @dickyyanuarrm)
...
more.