TripTrus.Com - Laksamana Cheng Ho menjadi daya tarik sendiri untuk menggaet wisatawan Cina. Banyak warga Cina yang tidak mengetahui persis seorang kasim Muslim yang menjadi kepercayaan Kaisar Yongle, kaisar ketiga Dinasti Ming, yang berkuasa pada 1403-1424 itu.
"Iya, (dalam sejarah) dia dikenal sebagai pelaut," ujar Lu Yao Xing, seorang sopir.
Lu mengaku tidak banyak mengetahui tentang sejarah terkait sosok Cheng Ho, kecuali hanya dikenal sebagai seorang pelaut pada zaman dahulu kala. "Nama dia ada di buku sejarah," katanya mengenai Zheng He atau Cheng Ho menurut lidah orang Indonesia.
Jangankan mengenai perjalanan Cheng Ho, sebagian besar masyarakat Cina juga tidak mengerti bahwa tokoh muslim Cina yang diperkirakan hidup pada 1371-1433 itu pernah berlayar hingga Nusantara.
Apalagi bila dikaitkan dengan beberapa masjid di Jawa dan Sumatra yang mengadopsi nama Cheng Ho, pemahaman mereka belum sampai ke situ. "Saya tahu nama itu dari pelajaran sejarah di sekolah dasar," kata Jing Ruixue, warga Liupanshui, Provinsi Guizhou.
Damai di bumi bersatu dengan dharma baik dari seluruh umat manusia. . . #Berwisata #Dharma #Karma #SamPooKong #LaksamanaChengHo #Semarang
A post shared by diondamas (@gruupapas) onDec 30, 2017 at 12:28am PST
Dalam salah satu catatan biografi, Cheng Ho bernama asli Ma He atau dikenal juga sebagai Ma Sanbao yang berasal dari Provinsi Yunnan, satu wilayah di barat daya daratan Cina yang berbatasan dengan Provinsi Guizhou di timur laut, Daerah Otonomi Guangxi (timur), Provinsi Sichuan (barat laut), Daerah Otonomi Xizang (barat), dan India, Myanmar, serta Vietnam (barat, selatan, dan timur).
Ketika pasukan Ming menaklukkan Yunnan, Cheng Ho ditangkap dan kemudian dijadikan orang kebiri.
Ditinjau dari marganya "Ma", Cheng Ho seorang bersuku Hui, suku bangsa yang secara fisik mirip dengan suku mayoritas Han, namun beragama Islam. Cheng Ho melakukan ekspedisi paling sedikit tujuh kali dengan menggunakan kapal armadanya.
Dari tujuh kali ekspedisi itu, enam di antaranya Cheng Ho menyinggahi Jawa dan Sumatera, yakni pada periode 1405-1407, 1407-1408, 1409-1411, 1413-1415, 1416-1419, dan 1430-1433. Pada tahun 1415, Cheng Ho berlabuh di Muara Jati, Cirebon), Jawa Barat. Saat itu dia menghadiahi beberapa cendera mata khas Cina kepada Sultan Cirebon.
Salah satu peninggalannya, sebuah piring yang bertuliskan Ayat Kursi masih tersimpan di Keraton Kasepuhan Cirebon. Pernah dalam perjalanannya melalui Laut Jawa, Wang Jinghong (orang kedua dalam armada Cheng Ho) sakit keras.
Wang akhirnya turun di pantai Simongan, Semarang, Jawa Tengah, dan menetap di sana. Salah satu bukti peninggalannya antara lain Kelenteng Sam Po Kong (Gedung Batu) dan patung yang disebut Mbah Ledakar Juragan Dampo Awang Sam Po Kong.
Cheng Ho juga sempat berkunjung ke Kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan raja Wikramawardhana. Namun pada tahun 1424, kaisar Yongle wafat. Penggantinya, Kaisar Hongxi yang berkuasa pada 1424-1425 memutuskan untuk mengurangi pengaruh kasim di lingkungan kerajaan.
Cheng Ho melakukan satu ekspedisi lagi pada masa kekuasaan Kaisar Xuande (berkuasa 1426-1435). Setelah periode tersebut, dia sudah tidak lagi melakukan pelayaran atas kebijakan penguasa pada saat itu karena anggaran yang terbatas.
Namun, ekspedisi Cheng Ho itu telah menginspirasi pemerintah Cina dalam menginisiasi Belt and Road sebagai gambaran dari peta blok Jalur Sutera dan Jalur Maritim Abad ke-21. Cina yang terhubung dengan negara-negara di Asia Tenggara dan Asia Selatan masuk dalam kawasan "Road" yang digagas Presiden Xi Jinping dan disampaikan di depan anggota DPR-RI di Senayan, Jakarta, pada Juni 2013.
Sebelumnya Xi juga mengumumkan Belt yang menghubungkan Cina dengan negara-negara di Eropa dan Afrika di Astana, Kazakhstan.
Lebih Edukatif
Kementerian Pariwisata RI mencoba mengambil inisiatif tersebut seiring dengan makin lebarnya ceruk pasar wisatawan Cina. Hal itu juga bagian dari ikhtiar untuk mendatangkan sebanyak mungkin wisatawan Cina ke Indonesia yang masih belum pulih 100 persen dari trauma dampak letusan Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali.
Sebagai tuan rumah Asian Games XVIII/2018, terbuka peluang bagi Indonesia untuk memasarkan wisata sejarah ekspedisi Cheng Ho tersebut.
Asian Games yang digelar di Palembang, Sumatera Selatan, dan Jakarta, memberikan manfaat tersendiri bagi warga China yang ingin mendukung atlet idolanya berlaga di pesta olahraga terbesar kedua setelah Olimpiade musim panas sekaligus berwisata.
Apalagi Cheng Ho memiliki jejak sejarah di Palembang. Pada awal abad ke-15, Kota Palembang diduduki perompak Chen Zuyi yang berasal dari Cina. Armada bajak laut Chen Zuyi kemudian ditumpas oleh Laksamana Cheng Ho pada tahun 1407.
Laksamana Cheng Ho juga dianggap berperan dalam penyebaran Islam di Palembang. Armada Cheng Ho sebanyak 62 unit kapal dan tentara yang berjumlah 27.800 orang pernah empat kali berlabuh di Palembang.
Oleh karena masyarakat setempat mengadopsi nama Cheng Ho pada salah satu masjid di Jakabaring yang juga dikenal sebagai pusat olahraga sekaligus tempat penyelenggaraan Asian Games tahun ini. Masjid dua lantai yang mampu menampung sekitar 600 orang itu didesain dengan memadukan arsitektur bergaya Cina dan budaya lokal masyarakat Palembang.
Menara di kedua sisi masjid yang dibangun pada 2008 tersebut meniru bangunan klenteng-klenteng di Cina dengan dominasi warna merah dan hijau giok.
Di Palembang juga terdapat tempat-tempat lain yang tidak bisa dipisahkan dari adat dan tradisi masyarakat Cina, seperti Kampung Kapitan yang langsung menghadap Sungai Musi dengan latar belakang Jembatan Ampera dan Benteng Kuto Besak.
Selain Palembang, Jakarta dan Semarang juga patut menjadi daya tawar bagi Kemenpar untuk mengundang wisatawan dari daratan Cina. Di kawasan Ancol, Jakarta Utara, ada makam Wu Ping, juru masak Cheng Ho, dan istrinya Siti Wati, yang merupakan penduduk lokal. Kemudian di Semarang juga ada kelenteng Sam Po Kong yang merupakan petilasan persinggahan pertama Cheng Ho.
Belum lagi Masjid Cheng Ho di Kabupaten Pasuruan dan Kota Surabaya. Tempat-tempat tersebut tidak kalah bernilainya bagi masyarakat Cina yang sebagian besar menggemari wisata sejarah dengan mengunjungi museum atau situs-situs tertentu. (Sumber: Artikel republika.co.id, Foto flickr.com/erlzaid)
...moreTripTrus.Com - Selain sebagai kota Mini Metropolitan, Kota Tangerang tenyata merupakan kota yang sarat akan sejarah dan budaya. Dalam sejarah Kota Tangerang sendiri terdapat beberapa bangunan tua paling bersejarah yang sangat terkenal dan banyak sekali di kunjungi oleh para wisatawan lokal, nasional maupun internasional.
Hal ini terbukti dari banyaknya blog atau situs yang menulis tentang sejarah kota Tangerang dan keanekaragaman budayanya serta tempat-tempat yang banyak mengandung sejarah yang berada di Kota Tangerang.
Menurut catatan Sejarah kota tangerang, kata kota tangerang berasal dari kata “Tangeran” yang dalam bahasa sunda berarti di sebut sebagai “tetengger atau tanda”. Namun karena adanya perberdaan dialek dari para tentara kompeni yang berasal dari Makassar pada waktu itu, maka kata ‘Tangeran” berubah menjadi kalimat “Tangerang”.
Panjangnya sejarah kota tangerang merupakan sebuah perjalanan dan perjuangan yang dilakukan oleh warga Kota Tangerang dalam mencapai kemerdekaan pada masa penjajahan menyebabkan Kota Tangerang menjadi sebuah tempat yang banyak sekali meninggalkan bangunan-bangunan tua yang menyimpan sejarah Kota Tangerang.
Berikut 3 Bangunan Sejarah Kota Tangerang yang paling Keren dan banyak dikunjungi yang sampai saat ini masih di pertahankan dan terawat secara apik dan rapih bahkan ada yang sudah mengalami perbaikan total namun tanpa menghilangkan view naturalnya.
1. Bendungan Pasar Baru
View this post on Instagram
Bendungan Pasar Baru atau biasa di sebut bendungan Pintu Air Sepuluh. Bendungan ini dibangun pada tahun 1927 dan mulai berfungsi pada tahun 1932 di masa penjajahan Belanda. Tujuannya, bendungan ini menjadi pusat pengaturan dijit air di Tangerang. Kenapa di namakan Bendungan Pintu Air Sepuluh karena di bendungan ini terdapat 10 Pintu Air yang berfungsi menahan air dari hulu ke hilir dan mencegah terjadinya banjir. Dan saat ini Bendungan Pasar Baru sudah menjadi Cagar Budaya yang ada di Kota Tangerang, saya menyarankan Kepada Pemerintah @tangerangkota Agar Pintu Air Sepuluh ini dapat menjadi tempat wisata edukasi bagi anak2 sekolah maupun orang dewasa dengan mendirikan Museum tentang sejarah berdirinya Bendungan ini dan juga Area tempat wisata di sekitar Bendungan Pasar Baru untuk menarik wisata kota Tangerang dan mengenalkan kepada masyarakat luas @abouttng ....#Tangerangayo #TangerangBisa #KitaTangerang #WisataKotaTangerang #TangerangLive #ExploreTangerang #AboutTng #BendunganPasarBaru #BandunganPintuAir10 #bendungan #JelajahKotaTangerang #HowesKuy #GowesTangerang #WeekendGowes #janganlupabahagia #EdukasiWisata #LetsPlayLetsPray
A post shared by Faisal Al Bashir (@stiev12) onDec 15, 2018 at 7:31pm PST
Bendungan yang memanjang melintasi aliran sungai cisadane Kota Tangerang ini terletak di Jl. K.S. Tubun, Kelurahan Koang Jaya Kecamatan Karawaci Kota Tangerang, Provinsi Banten.
Bendungan Pasar Baru Kota Tangerang atau yang lebih popler dengan sebutan Pintu Air 10 ini dibangun pada tahun 1927 dan selasai serta di resmikan pada tahun 1930, artinya proses pembangunan bendungan ini memakan waktu sekitar 3 tahun.
Bendungan Pasar Baru Kota Tangerang ini awalnya difungsikan sebagai pusat pengairan persawahan seluas 40.663 hektar di wilayah tersebut. Pada awalnya bendungan Pasar Baru Kota Tangerang ini bernama bendungan Sangego yang kemudian berubah menjadi Bendungan Pintu Air Sepuluh.
Kekokohan dan kegagahan Bendungan ini membuat eksotisme tersendiri bagi para pelintas dan pengguna jalan di wilayah tersebut. Apalagi saat ini Pemerintah Kota Tangerang sudah menata dan mempercantik tampilan di sekitar Bendungan ,tentu saja hal ini membuat para pengguna jalan K.S. Tubun menjadi sedikit terobati saat jalananan macet membuat kendaraan mereka tersendat.
Selain sebagi peninggalan sejarah, bendungan Pasar Baru atau Pintu Air Sepuluh Kota Tangerang kini sudah menjadi destinasi wisata yang mampu menyedot minat masyarakat kota Tangerang khususnya masyarakat yang berada di sekitar kawasan tersebut.
2. Stasiun Kereta Api Tangerang
View this post on Instagram
Stasiun Tangerang Selain melalui jalur Jalan Raya Pos dan Sungai Cisadane, inilah sarana transportasi utama yang menghubungkan Tangerang dan daerah sekitarnya. Diresmikan pada 2 Januari 1889, berdirinya Stasiun Tangerang bertepatan dengan dibukanya jalur kereta api Duri-Tangerang. Dibukanya jalur kereta api Duri-Tangerang tidak terlepas dari peran Tangerang sebagai daerah penghasil barang kerajinan, selain juga transit hasil perkebunan dari daerah Serpong. Karenanya, Staatspoorwagen (Badan Perkeretaapian Belanda) membuka jalur Duri-Tangerang sepanjang 19 kilometer dan melewati delapan stasiun. Bangunan stasiun sudah mengalami banyak perubahan. Terlebih, pada tahun 2000, sempat terjadi kebakaran yang menghanguskan bangunan stasiun di sisi timur. Bangunan asli yang di masa lalu didominasi oleh kayu pun sekarang berubah menjadi tembok dari semen dan batu bata. Beberapa bagian asli yang masih tetap dipertahankan hingga saat ini di antaranya jendela dan pintu besar yang sangat berat. Selain itu, di sisi barat stasiun (berada di luar area stasiun), terdapat sebuah sumur berdiameter sekitar 5 meter. Sumur yang oleh warga sekitar disebut Sumur Gede ini dulunya difungsikan sebagai sumber air untuk mengoperasikan mesin uap kereta api. Sumber: indonesiakaya[dot]com ----- Photo: @gratiamikha Location: Jalan Ki Asnawi, Tangerang ----- TheJourney: Tangerang January of 2017 #thejourney #travelblogger #stasiuntangerang #abottng #tangerang #benteng #bentengtangerang #banten #indotravellers #visitbanten #pesonaindonesia #indonesiadestination #beautifulplace
A post shared by Gratia Mikha Wikita (@gratiamikha) onFeb 14, 2017 at 10:24pm PST
Stasiun Kereta Api ini terletak di Desa Pasar Anyar, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Berbatasan dengan pertokoan dan parkiran di sebelah utara, Pertokoan dan pemukiman di sebelah Timur dan Barat dan pemukiman di sebelah Selatan.
Stasiun ini merupakan lintasan akhir, karena tidak ada lintasan selanjutnya. Dibangun bersamaan dengan lintasan jalur kereta api Duri-Tangerang pada tanggala 2 Januari 1889. Stasiun yang bentuknya memanjang dari timur ke barat ini sudah mengalami banyak perubahan, baik dari segi bangunan maupun fasilitasnya.
Sekitar tahun 2000-an, stasiun ini tampak tertutup oleh kerumunan para pedagang kaki lima yang menjajakan dagangannya persis di depan wajah stasiun ini sehingga pintu utama dari stasiun kereta api ini nyaris banyak yang tidak mengetahui lokasinya.
Namun Sekitar tahun 2014 hingga sekarang, pemerintah Kota Tangerang mengadakan pembenahan dan penataan Kota di sekitar trotoar jalan tempat pedagang kaki lima berada, mereka dipindahkan lokasinya dan ditata sedemikian rupa. Alhasil, bangunan stasiun pun kini sudah terlihat jauh lebih apik, bersih dan rapi dan bahkan jika saat ini anda berkunjung ke Kota tangerang, Wajah Stasiun kereta api ini sudah jauh lebih bagus dan sangat nyaman untuk digunakan.
Disebelah utara terdapat papan pemberitahuan yang dikeluarkan oleh Pusat Pelestarian Benda dan Bangunan PT. KAI yang menerangkan bahwa Stasiun Kereta Api Tangerang merupakan Tempat Cagar Budaya yang dilindungi Oleh Negara.
3. Masjid Jami Kalipasir
View this post on Instagram
Masjid Kali Pasir adalah masjid tertua di Kota Tangerang peninggalan Kerajaan Pajajaran.Masjid ini berada di sebelah timur bantaran Sungai Cisadane, tepatnya di tengah pemukiman warga Tionghoa kelurahan Sukasari.Bangunannya pun bercorak China.Masjid tertua di Tangerang ini mencerminkan kerukunan umat beragama pada masanya.Hingga kini masjid yang sudah berusia ratusan tahun tersebut masih digunakan sebagai tempat beribadah. Namun, masjid ini tidak lagi digunakan untuk salat Jumat. Caption copas dari Wikipedia @uploadkompakan #uploadkompakan #ukmasjid_palembang #genkabuabu23 #kompakerstangerang
A post shared by yenysurya (@yenysurya) onJun 20, 2018 at 4:27pm PDT
Masjid Jami' Kalipasir terletak di Kampung Kalipasir, Kelurahan Sukasari, Kota Tangerang Provinsi Banten.
Masjid Jami’ Kalipasir dibangun pada tahun 1700 oleh Tumenggung Pamitrawidjaja yang berasal dari Kahuripan dan kepengurusan masjid dilakukan secara turun-temurun. Pada tahun 1712, Masjid Jami' Kalipasir dikelola oleh Raden Bagus Uning Wiradilaga yang kemudian diteruskan oleh puteranya yang bernama Tumenggung Aria Ramdon pada tahun 1740 hingga tahun 1780.
Sepeninggalnya Tumenggung Aria Ramdon pada tahun 1780, kepengurusan Masjid Jami Kalipasir di turunkan kepada puteranya yaitu Aria Tumenggung Sutadilaga yang meninggal pada tahun 1823.
[Baca juga : "10 Tempat Dan Situs Bangunan Bersejarah Di Depok"]
Sekitar tahun 1830 kepengrusan Masjid Jami’ Kalipasir dilanjutkan oleh Raden Aria Idar Dilaga yaitu putera dari Aria Tumenggung Sutadilaga hingga tahun 1865 yang kemudian diteruskan kembali oleh putri dari Raden Aria Sutadilaga yang bernama Nyi Raden Djamrut bersama suaminya Raden Abdullah hingga tahun 1904 yang kemudian diteruskan oleh puteranya yang bernama Raden Jasin Judanegara sampai tahun 1961.
Di sebelah Barat Masjid Jami’ Kalipasir terdapat dua buah makam yang masing – masing berukuran 6x2M dan 4x2M. Pada makam yang berukuran 6x2M terbagi dalam dua bagian yaitu bagian satu berukuran 2x2M terletak di sebelah sisi timur dan berisi tiga pasang Nisan sedangkan bagian kedua berukuran 4x2M yang terletak di sebelah sisi barat dan berisi enam pasang Nisan. (Sumber: Artikel papahkepo.com Foto kabar-banten.com)
...moreTripTrus.Com - Nah, buat yang lagi ngeplan liburan, gue punya nih rekomendasi tempat-tempat keren buat wisata budaya. Sebelum mulai rencanain trip, cek dulu info tentang destinasi yang kamu mau kunjungi, biar nggak nyasar.
View this post on Instagram
A post shared by R O Y G Y L A N G (@roy_gylang)
Berikut ini beberapa tempat asyik yang bisa kamu masukin ke dalam list perjalananmu:
1. Museum Ullen Sentalu, Yogyakarta
Yogyakarta memang udah terkenal banget sebagai destinasi wisata. Kalo kamu suka yang berbau budaya, cobain deh mampir ke Museum Ullen Sentalu. Di sini kamu bakal diajak jalan-jalan sejarah Kerajaan Mataram yang akhirnya jadi awal mula Keraton Solo dan Yogyakarta di Jawa Tengah.
2. Istana Tirta Gangga, Bali
Bali emang hits banget buat liburan, apalagi pantainya dan kulinerannya. Tapi kalo kamu pengen cari destinasi budaya, coba deh mampir ke Istana Tirta Gangga. Ini istana peninggalan Kerajaan Karangasem. Selain sejarahnya yang menarik, pemandangan dan taman airnya juga bikin hati adem.
3. Desa Adat Ratenggaro, Sumba
Buat penggemar budaya, ngunjungi desa adat itu wajib banget. Salah satunya tuh Desa Adat Ratenggaro di Sumba. Di sini kamu bisa dapetin pengalaman budaya zaman megalitikum dengan 304 kuburan batu megalitikum. Selain itu, kamu juga bisa nyoba baju adat dan liat rumah adat setinggi 15 meter.
[Baca juga : "5 Tempat Keren Buat Nongkrong Yang Punya Budaya Unik Di Indo!"]
4. Desa Penglipuran, Bali
Bali juga punya desa adat yang udah terkenal banget sebagai destinasi budaya, namanya Desa Penglipuran. Di sini, budaya tradisional Bali masih kuat banget dalam kehidupan sehari-hari. Nyaksikan mereka menjalankan tradisi di era modern tuh pasti seru banget, baik buat turis lokal maupun internasional.
5. Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta
Buat yang tinggal di Jakarta dan mau merasakan wisata budaya tapi waktu terbatas, tenang aja. Taman Mini Indonesia Indah bisa jadi pilihan menarik. Di sini ada anjungan dari seluruh Indonesia yang representatif. Selain itu, ada kereta gantung dan atraksi seru lainnya yang bisa kamu nikmatin.
Jadi, gak ada alasan buat bosen atau gak tahu mau ngapain lagi, kan? Yuk, atur rencana jalan-jalan ke tempat-tempat keren ini sekarang juga! (Sumber Foto @dhevyfransisca)
...moreTripTrus.Com - Kalo udah denger Likupang, langsung terbayang suasana liburan yang asri dan sepi banget, kan? Nah, ini dia Destinasi Super Prioritas #DiIndonesiaAja yang punya pantai-pantai kece banget. Pengen tau lebih banyak tentang keindahan Likupang? Yuk, cek 5 pantai tersembunyi yang wajib kamu kunjungi di sana! Tapi tetep ya, jaga kesehatan dengan prokes biar liburan makin enjoy.
View this post on Instagram
A post shared by It's Time • Nilam Sari Lawira (@sultengbernilai)
1. Pengen santai dan nyaman? Pantai Surabaya jawabannya, Bro!
Eits, ini beneran ada Pantai Surabaya di Likupang lho. Pantai ini punya pasir hitam yang kece banget, di Wineru, Likupang Timur, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Kalo dari Manado, sejam aja udah sampe ke pantai keren ini.
Kalo pengen main air, di Pantai Surabaya ombaknya nggak terlalu tinggi. Boleh banget buat yang nggak bisa berenang, sewa ban aja buat pelampung. Kalo cuma mau duduk santai, ada sabua dengan atap daun seho buat berteduh. Momen quality time kamu di pantai bakalan makin nyaman dan kece abis.
2. Pantai Pulisan, deket sama cagar alam, seru abis!
Pantai putih ini deket banget sama Cagar Alam Tangkoko Dua Saudara yang jadi rumah langka yaki dan burung maleo. Meski dua jam perjalanan dari Manado, Pantai Pulisan ini layak dikunjungi banget. Bisa main banana boat, snorkeling, dan foto-foto di bukit padang sabana deket pantai.
3. Pantai Sampiran, pasir putih buat pikiran jernih!
Likupang punya Pantai Sampiran dengan pasir putih yang bikin pikiran kamu jernih. Pantai ini ada di Desa Kalinaun, Likupang Timur, cuma 7,4 kilometer dari Pantai Pulisan. Cocok banget buat yang lagi stres atau butuh refreshing.
Jangan lupa eksplorasi Gua Pulisan, spot kece di mana ada tebing batu yang mirip gua. Di sekitarnya ada tebing bebatuan yang bikin spot ini makin cakep.
[Baca juga : "Puncak Waringin Labuan Bajo, Santai Dan Nge-Chill Sambil Menikmati Senja Dengan Gaya Gaul!"]
4. Pantai Paal, gradasi air lautnya bikin kagum!
Ini dia primadona Likupang, Pantai Paal dengan air biru tosca yang cantik banget. Pantai ini di Desa Marinsow, Kecamatan Likupang Timur. Air dan pasirnya masih bersih banget, bisa buat main air, naik banana boat, atau foto-foto cantik. Pantainya gede banget, jadi nggak perlu khawatir berdesak-desakan.
5. Keindahan bawah laut di Pantai Likupang, super cantik!
Kalo udah bosen sama gedung tinggi dan udara polusi, mending coba menyelam di Pantai Likupang, Sulawesi Utara. Pantai ini cuma 48 kilometer dari Manado dan punya pemandangan bawah laut yang keren banget. Bisa coba diving atau snorkeling buat liat keindahan bawah lautnya.
Gak perlu kendaraan pribadi buat ke pantai ini, bisa naik angkutan umum dari Terminal Paal 2 ke Terminal Likupang. Tapi kalo rombongan, lebih enak sewa mobil atau bawa kendaraan pribadi.
Likupang emang oke banget sebagai Destinasi Super Prioritas. Pantainya nggak cuma buat refreshing, tapi juga buat foto-foto kece di Instagram. Yuk, plan liburan ke Likupang sekarang juga! (Sumber Foto @andree_neru)
...moreTripTrus.Com - Senangnya menyambut momen liburan di tengah-tengah tahun. Tahun ini momen Ramadhan dan liburan sekolah tiba hampir bersamaan pada bulan Juni dan Juli. Sudah pasti menikmati momen Ramadhan dan liburan sekolah bersama seluruh anggota keluarga menjadi kegiatan yang paling dinanti-nantikan oleh semua orang.
Liburan panjang yang menyenangkan seringkali membuat kita lalai untuk mengatur keuangan dengan teliti. Padahal masa-masa liburan juga harus diisi dengan kegiatan yang menyenangkan sekaligus bermanfaat dan hemat, ya.
Agar kita semakin teliti mengatur keuangan di masa Ramadhan dan liburan sekolah, alangkah baiknya kalau kita mempelajari beberapa tips berikut ini :
1. Liburan Sambil Mudik
Live a little and do something fun for once 💦😎😎😎 #umbulponggok #umbul #ponggok #snorkeling #swimming #tempathits #tempathitsklaten #tempatwisataklaten #wisataklaten #dolanklaten #exploreklaten #klaten #kabklaten #family #holiday #liburanmudik #liburan #mudik #beautifulplace #niceplace #wonderfulplace #wonderfulindonesia #indonesiadestination #indonesia
A post shared by Putri Giyanwati Praditya (@putripraditya) onJul 15, 2017 at 12:44am PDT
Dana yang terbatas tidak seharusnya mengurangi keceriaan liburan tahun ini. Dengan waktu libur Ramadhan dan libur sekolah yang hampir bersamaan, maka kita bisa menyusun rencana mudik sekaligus rencana liburan untuk anak-anak.
Pilihlah tempat-tempat rekreasi yang hemat, menyenangkan dan letaknya berdekatan dengan kampung halaman kita. Sehingga kita bisa mengajak anak-anak pergi ke tempat rekreasi yang mudah dijangkau dan tidak membutuhkan banyak biaya. Pilihan rekreasi ke pantai atau ke gunung biasanya menjadi destinasi liburan terbaik pada pertengahan tahun.
Sesaat sebelum mudik, jangan lupa untuk memeriksa persiapan barang bawaan dan kondisi kendaraan supaya perjalanan mudik tetap lancar dan aman sampai di kampung halaman.
2. Mengisi Liburan dengan Kegiatan yang Menyenangkan
Nanamia Pizzeria ini jadi tempat nongkrong dan kongkow2 favoritnya mama-papa Rania bangeettt diantara sekian tempat makan/resto yang kita datengin selama #liburanmudik di #jogja kemarin 💚💚 . . . . #raniashareefa #2yo #fujimama #fujixa2 #fujifilm_id #fujifilm #explorejogja #exploreindonesia #jogjavacation #jogjaistimewa #wonderfulindonesia #pesonaindonesia #nanamiapizzeria #nongkrongjogja #pizzaplace #travellingwithbaby #travellingwithkids #babytravelling
A post shared by nanda (@nandalast) onJul 6, 2017 at 5:58pm PDT
Kegiatan yang menyenangkan bagi anak-anak di waktu liburan ternyata tidak harus dilakukan dengan bepergian ke mall setiap hari. Kita bisa mengajak anak-anak untuk melakukan hal yang lebih hemat dan menyenangkan seperti belajar membaca Al-quran, belajar berkebun, memasak bersama atau merawat hewan peliharaan kesayangan.
Sementara bila kita memiliki budget berlebih, kita bisa mengikutsertakan anak-anak untuk mengambil kursus singkat sesuai dengan minatnya, seperti kursus komputer, kursus menjahit atau kelas memasak.
3. Budaya Berbuka Puasa di Bulan Ramadhan
ni gambar malam pertama bebuka di Singapura. Semua tak tido lagi. 24 jam berjaga. Nak sampai arab street ni pun Sesat barat padahal dekat saja. Almaklum di oversea. Tak biasa pandu sebelah kiri. Kahs. ㅤㅤㅤ #teamzoud #zoud #bukapuasa #teamwork #ootd #singapore #menstyle #mensfashion #achikXsingapore #wefie
A post shared by Achik Ezam (@achikezam) onJun 3, 2018 at 8:04pm PDT
Sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia kalau buka puasa identik dengan meja makan penuh hidangan menggiurkan. Padahal hal ini sebaiknya tidak dilakukan untuk tetap menjaga kesehatan sekaligus bisa berhemat. Menyantap buah kurma dan air putih saat berbuka puasa adalah sunnah. Buah kurma dan air putih saat berbuka puasa membuat sistem pencernaan kita tidak merasa kaget setelah seharian berpuasa.
Melalui kebiasaan untuk berbuka puasa secara sederhana, kita juga bisa mengajarkan anak-anak tentang pentingnya kesederhanaan. Boleh saja berbuka puasa dengan kolak atau hidangan manis lainnya. Akan tetapi sebaiknya hal itu tidak dilakukan terlalu sering selama bulan Ramadhan.
[Baca juga : 8 Kue Tradisional Khas Lebaran Dari Berbagai Daerah Yang Hampir Terlupakan]
4. Kegiatan Buka Puasa Bersama
Bukber vogi 2018 #ramadhan2018 #vogifamily #volvoouwnergrupindonesia #volvofamily #bukapuasabersama #2juni2018✨
A post shared by Hanny Hanifah (@hannyhanifah) onJun 3, 2018 at 2:41pm PDT
Buka puasa bersama biasanya menjadi ajang silahturahmi dengan sejumlah anggota komunitas seperti rekan kantor, teman sekolah atau para sahabat. Memang seru sekali rasanya bila bisa berbuka puasa bersama teman-teman. Namun sebaiknya kita meminimalkan acara buka puasa bersama untuk menghemat pengeluaran, ya.
Karena menghemat pengeluaran bisa membantu kita untuk menyiapkan dana yang dibutuhkan pada hari raya Idul Fitri.
5. Membeli Baju Lebaran
Thanks dulur sudah mampir ke stand kita.. #vespa #vespaindonesia #bajuvespa #belanjabaju
A post shared by ScooteRide (@scooteride_raincity) onMay 31, 2018 at 9:24am PDT
Baju baru untuk hari raya Idul Fitri tidak harus dibeli saat bulan Ramadhan. Bila sedang ada diskon dan promosi menarik, kita bisa membeli baju baru beberapa saat sebelum bulan Ramadhan tiba. Membeli baju sebelum bulan Ramadhan membuat kita lebih leluasa memilih diskon yang menarik dan terhindar dari kenaikan harga-harga saat menjelang bulan Ramadhan.
6. Persiapan untuk Hidangan Idul Fitri
Hello Klanten, Terima kasih untuk semua pesanan di tahun ini. Semua pesanan sedang dalam proses dan akan segera dikirimkan kepada yang sudah memberikan konfirmasi dan pembayaran. Kami mohon maaf bila tidak bisa menerima semua pesanan karena keterbatasan kuota. Kuota ditetapkan setiap pesanan dikarenakan dibulan Ramadhan ini kami hanya bekerja 20 hari saja. 10 hari sebelum Ramadhan kami sudah menutup segala aktivitas dapur kami sampai dengan tanggal 9 July 2018. Adapun kuota produksi setiap tahun adalah 8 Lusin Kaastengels 6 Lusin Sagu Edamkaas 6 Lusin Chocolat Chip 5 Lusin Cornflakes 75 Swissrolls Demi kualitas produksi yang baik, kami tidak bisa menambah kuota diatas angka tersebut. Dan terima kasih kami kepada semua klien yang sudah memesan dan menjadikan kuota tersebut sesuai sebelum Ramadhan dimulai. Dank U Klanten Omaselly and Team wishes you all a happy fasting and see you in Eid Fitr 1440H. Insyaa Allah. #goodiescakery #souvenirbirthday #cakesouvenir #tokokueonlinejakarta #tokokueonlinejakartaselatan #tokokueonlinejkt #jualkueonline #jualcakejakarta #bestbirthdaycake #cakejakartaselatan #instacake #instacookie #cookies #lebarancookies #hamperslebaran
A post shared by Toko Kue Omaselly (@tokokueomaselly) onJun 1, 2018 at 2:22pm PDT
Persiapan untuk membuat hidangan Idul Fitri perlu dipikirkan secara matang sebelum harga-harga kebutuhan pokok terlanjur melonjak. Usahakan untuk menyimpan berbagai kebutuhan pokok seperti gula pasir, beras, tepung terigu dan mentega sebagai persediaan menjelang hari raya Idul Fitri.
Dengan demikian, menjelang hari raya kita tinggal menyiapkan bahan-bahan hidangan lainnya yang tidak bisa disimpan terlalu lama.
Momen liburan yang hanya datang setahun sekali harus dimanfaatkan dengan baik agar kita dan keluarga bisa mendapatkan quality time. Yuk mulai menabung untuk menyiapkan anggaran menyambut bulan Ramadhan dan liburan sekolah. (Sumber: Artikel maxmanroe.com, Foto freepik.com)
...moreTripTrus.Com - Bro dan Sis traveler, siap-siap deh buat pengalaman yang nggak cuma selfie doang! Pulau Bintan itu nggak cuma keren karena pantainya, resornya, atau sunsetnya, tapi dia nyimpen warisan budaya yang gue yakin bakal bikin lo chill sekaligus mikir. Dari desa tradisional yang rumah panggungnya unyu sampai kuil kuno yang penuh aura spiritual—semua bisa lo temuin di Bintan. Jadi jangan cuma bawa baju pantai, bawa juga rasa penasaran lo buat ngebongkar kisah di baliknya. Yuk, mulai jejak budaya kita!
1. Kampung Panglong – Rumah Panggung & Dapur Arang yang Khas
Di Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong, ada Kampung Panglong yang vibe-nya tuh beda, bro. Rumah-rumah panggung kayu berdiri di atas, jalurnya setapak, suasananya tuh kaya lo lagi time travel ke masa lalu Melayu. Nah, dapur arang kubah di situ itu, mirip rumah es-kimo, dulu Panglong ini jadi produsen arang terbesar di Bintan tahun 1920-an. Meskipun sekarang produksi arangnya udah nggak jalan, bangunan uniknya tetep ada, jadi saksi bisu sejarah. Lo bisa ngerasain banget atmosfer budaya tradisional yang udah berdiri kokoh meski zaman udah ganti.
2. Masjid Raya Sultan Riau – Majestic & Penuh Arsitektur Multikultur
View this post on Instagram
A post shared by Rizky Budiarto (@buruhurban)
Abis dari Panglong, lo bisa nyebrang ke Pulau Penyengat buat mampir ke Masjid Raya Sultan Riau. Warnanya kuning-hijau yang mencolok, bikin kesan kerajaan Melayu yang elegan. Arsitekturnya tuh ga biasa: campuran gaya Melayu, Arab, India, bahkan Turki. Uniknya lagi, bangunan ini pake putih telur sebagai bahan perekat, loh—ya, putih telur! Cocok sama pasir dan kapurnya, jadi selain indah juga awet strong. Di dalemnya ada Al-Quran tulisan tangan tua yang umurnya lebih dari 150 tahun, bikin suasana mistis plus ngebawa lo ke zaman dimana religi dan arsitektur jadi satu kesatuan sakral.
3. Desa Senggarang – Jejak Tionghoa & Kehidupan Nelayan yang Damai
Sis, kalo lo suka suasana adem, damai, dan tradisional, Desa Senggarang wajib masuk list. Ini tempat imigran Tionghoa periode abad ke-18 menetap. Ada kuil Lau Ya Keng dan Kuil Banyan Tree yang udah lebih dari 200 tahun umurnya, plus rumah panggung, gang-gang kecil, cermin di atas pintu (katanya tolak roh jahat) yang bikin nuansanya magis. Loe bisa nongkrong sambil ngerasain kayak di kampung halamannya orang-orang tua, sambil nyicipin jajanan lokal yang sederhana tapi rasanya ngena.
[Baca juga : "Liburan Santuy Dekat Pelabuhan Merak, Nih Spot Hitsnya!"]
4. Grotto Santa Maria – Ziarah & Kedamaian Tropis
Buat lo yang pengen merenung sambil adem udara laut, Grotto Santa Maria di dekat Pantai Trikora jadi spot yang pas. Ada jalan salib, ada patung Bunda Maria beratnya sekitar 250 kg yang menyambut lo di area ini. Tempat ini dibangun sejak tahun 1960-an oleh komunitas Katolik kecil, tapi spiritualitas dan ketenangannya tuh berasa banget. Alam tropis + suara ombak + doa + patung-patung di sepanjang jalan → kombinasi yang bikin hati relax tapi juga mikir betapa kayanya keragaman budaya dan iman di Bintan.
5. Vihara Ksitigarbha Bodhisattva alias Kuil 500 Lohan – Patung Banyak & Meditasi Visual
Terakhir bro & sis, jangan lupakan Vihara Ksitigarbha Bodhisattva, yang terkenal juga sebagai Kuil 500 Lohan. Begitu masuk halaman, lo bakal disuguhi ratusan patung Arhat / Lohan, masing-masing dengan ekspresi dan detail yang beda-beda, lo bisa liat wajah damai, serius, kontemplatif, semuanya tertata rapi. Atmosfernya sunyi tapi kuat, cocok banget buat yang pengen break sejenak dari hiruk pikuk. Di sinilah lo merasakan kekayaan spiritual dan visual yang bukan cuma Instagrammable, tapi juga punya kedalaman makna.
Bro & Sis traveler, Pulau Bintan itu bukan cuma destinasi liburan biasa—ini panggung hidup budaya, sejarah, religi, dan spiritualitas yang saling bersinergi. Setiap sudut punya cerita: dari Panglong yang kayak museum terbuka sampai kuil dan masjid yang berbicara lewat arsitektur dan ritual. Jadi waktu loe ke Bintan, jangan cuma selfie di pantai atau resort doang, tapi explore juga warisan budaya yang bikin lo makin ngerti tentang manusia, lingkungan, sejarah. Loe bakal pulang nggak cuma dengan kulit yang gosong, tapi dengan hati yang kaya oleh makna. Selamat jelajah, bro & sis, semoga petualangan budaya lo paling memorable! (Sumber Foto @genpiindonesia)
...moreTRIPTRUS - Liburan rame-rame bareng teman memang selalu berkesan seru dan menyenangkan. Apalagi kalau teman yang kamu ajak liburan adalah teman yang sudah ‘klop’ banget dengan kamu. Namun, se-klop apapun kamu dengan teman kamu, bukan tidak mungkin konflik pasti terjadi selama liburan. Berikut ini ada beberapa tips agar liburan kamu bareng teman-teman tidak menjadi mimpi buruk:
1. Buat Itinerary
Rencanakan itinerary perjalanan bareng teman-teman dengan sebaik mungkin. Saling menghargai dan menghormati pendapat masing-masing agar mendapatkan hasil yang memuaskan. Tidak ada pihak yang merasa dirugikan.
2. Cari Tiket dari Jauh Hari
Ngga lucu kan rencana liburan rame-rame tapi berangkatnya sendiri-sendiri? Maka dari itu mencari tiket dari jauh hari sangat penting, agar kamu dan rombongan bisa berangkat bersama. Begitu juga dengan penginapan, cari dan booking penginapan dari jauh hari, agar semua rombongan bisa tinggal di tempat yang sama.
3. Saling Toleransi
Kemungkinan konflik pasti terjadi selama liburan. Itulah pentingnya kamu dan rombongan meningkatkan rasa toleransi terhadap sesama agar tidak terjadi pertengkaran. Memori yang ditinggalkan pun selepas liburan juga menyenangkan. Penting juga menekan ego masing-masing selama liburan.
4. Singkirkan Gadget-mu
Salah satu tujuan liburan bareng teman agar kamu bisa lebih bersosialisasi. Sehari-hari kamu sudah disibukkan dengan pekerjaan dan urusan di gadget-mu. Ada baiknya selama liburan, singkirkan dulu gadget-mu untuk sementara. Hal ini bisa menambahkan keakraban di antara rombongan.
5. Pentingnya Komunikasi
Di antara empat tips di atas, inilah yang terpenting. Pentingnya komunikasi untuk menghindarkan kita dari kesalahpahaman. Apapun yang terjadi selama liburan, kamu dan rombongan harus saling terbuka. Agar tidak ada yang merasa dikecewakan terhadap satu sama lain.
Itulah tadi beberapa tips liburan seru bareng teman-teman yang dapat kita paparkan. Semoga liburan kamu bareng teman-teman bisa menjadi memori yang tidak terlupakan dan menyenangkan. Selamat berlibur! (Sumber: Artikel blog.indonesiaflight.id Foto JKTjalanjalan)
...moreTripTrus.Com - Memasuki pertengah tahun 2021, pandemi COVID-19 di dunia belum akan berakhir. Namun, di tengah pandemi yang terjadi, keinginan untuk menikmati liburan yang menyenangkan akan selalu ada. Prediksinya, di tahun 2021 orang lebih suka berlibur di dalam kota dan ke tempat-tempat yang terbuka atau di alam.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh J.u.s.t. Jas 🇨🇦 (@j.u.s.t.jas)
Seperti apa tren wisata di tahun 2021? Agoda, sebuah platform perjalanan digital melangsungkan survei global dengan tema ‘What Matters 2021’. Survei secara online yang berlangsung pada 10-16 Desember 2020 diikuti total 16.064 responden usia 18 tahun ke atas ini mendapati orang cenderung ingin berwisata dengan cara yang berbeda di tahun 2021. Berikut hasilnya:1. Menghabiskan lebih banyak waktu berkualitas dengan keluarga dan teman Tahun 2021 disebut akan menjadi tahun untuk fokus pada orang terkasih dan melakukan hal yang bermakna. Memasuki tahun 2021, satu dari tiga orang menantikan untuk menghabiskan lebih banyak waktu berkualitas bersama orang terdekat mereka. Hal ini terutama dinantikan oleh responden dalam kelompok usia 25 hingga 54 tahun. 2. Berwisata tanpa hambatan Sebanyak 24% resonden menginginkan wisata yang tanpa hambatan. Menariknya, responden usia 55 tahun ke atas adalah yang paling menantikan untuk bepergian tanpa hambatan. Begitu pula dengan responden dari Singapura, Korea Selatan dan Jepang yang paling menginginkan wisata tanpa hambatan. Selain itu, para traveler juga menginginkan suasana berlibur yang lebih santai dan tanpa banyak aturan. 3. Berlibur sambil melakukan hal-hal bermakna atau membuat perubahanAnak muda usia 18-24 tahun adalah kelompok yang paling semangat untuk membuat perubahan di tahun 2021, termasuk dalam hal berlibur. Melakukan hal-hal yang bermakna atau membuat perubahan adalah yang paling ditunggu oleh responden dari Indonesia, Taiwan, dan Vietnam. Salah satunya, mereka memiliki komitmen untuk perjalanan yang lebih ramah lingkungan.
[Baca juga : "5 Tren Wisata Yang Berubah Di Masa New Normal Pandemi Covid-19"]4. Semakin dekat dengan alamMelakukan kegiatan outdoor adalah hal yang paling dinantikan para wisatawan di tahun 2021. Responden Indonesia (16%), Thailand (14%) dan Jepang (13%) memilih untuk mengunjungi destinasi wisata yang tidak terlalu touristy di tahun yang baru ini. Termasuk destinasi wisata alam yang masih belum terjamah banyak wisatawan. (Sumber: Artikel femina.co.id Foto freepik.com)
...moreTripTrus.Com - Bogor yang terletak 1-2 jam dari Jakarta ternyata memiliki ragam pesona sejarah dan edukasi yang menarik. Kamu bisa datang untuk melakukan penjelajahan ke beberapa destinasi wisata yang bisa menambah pengetahuan, khususnya tentang sejarah masa lalu.
Bertepatan dengan liburan hari kemerdekaan Indonesia yang ke 72, yuk cobalah jelajahi deretan wisata sejarah dan edukasi di Bogor! Daripada libur cuma di rumah saja kan?
Wisata Sejarah dan Edukasi di Bogor
Bung Karno selalu berkata, "Jas merah!". Alias "Jangan sekali-kali melupakan sejarah!". Makanya, agar tidak lupa sejarah, yuk kunjungin tempat wisata sejarah di Bogor ini!
1. Kampung Horta
Sawah membentang luas di kampung horta. Hirup udara segar bebas polusi. #kampunghorta #kampunghortabogor #wisataedukasibogor #wisataedukasi #fieldtripsekolah #fieldtrip
A post shared by Kampung Edukasi Horta Bogor (@kampunghorta) onMay 9, 2016 at 5:38am PDT
Kampung Horta merupakan tempat wisata edukasi yang cocok untuk mengisi liburan anak-anak. Di sini mereka akan diajarkan cara membuat boneka horta, membuat telur asin, membuat minuman cincau yang segar, membuat terarium, dan mengerjakan kerajinan tangan dari kertas bekas.
Selain apa yang telah disebutkan sebelumnya, di kampung ini, semua anak akan diajak untuk mengenal sawah. Mereka akan diajari cara menanam padi, melakukan permainan seru hingga lomba menangkap ikan dan bebek. Seru, kan?
2. Kampung Budaya Sindangbarang
Kampung Budaya Sindang Barang adalah suatu kampung adat Sunda yang terletak di Desa Pasir Eurih Kecamatan Taman Sari Kabupaten Bogor. Menurut sejarahnya Kampung Sindang Barang sudah ada sejak abad ke XII dan terpapar dalam Babad Pajajaran dan tertulis juga dalam pantun Bogor. Kebudayaan Sunda yang masih kental tercermin dalam perilaku kehidupan masyarakatnya sehari-hari terutama direfleksikan dalam pelaksanaan acara Serentaun yang rutin dilaksanakan di Kampung Sindang Barang. 📎 Source : @reynaldioktfn 🔎 Partner : @indoflashlight Lokasi.🌍 Kampung Budaya Sindang Barang - Desa Pasir Eurih , Bogor, Jawa Barat, Indonesia. || #indoflashlight #indoflashlightjabar #jawabarat #indonesia #kampungbudayasindangbarang #bogor #indoflashlightbogor
A post shared by indoflashlightjabar (@indoflashlightjabar) onMar 16, 2018 at 7:29pm PDT
Kampung Budaya Sidangbarang dipercaya telah ada sejak abad ke-7. Kawasan ini menyimpan peninggalan dari Kerajaan Pajajaran yang sangat berharga dan berumur ratusan tahun. Selain peninggalan, bangunan di kawasan ini cukup unik sehingga cocok untuk diabadikan dengan kamera.
Wisatawan yang datang ke kampung ini juga bisa mempelajari budaya Sunda kuno. Dalam beberapa kesempatan kerap ada pertunjukan seni yang sangat memikat. Mengunjungi kampung tertua di Bogor ini pasti akan membuat kamu seperti terlempar ke masa lalu dari tanah Sunda!
[Baca juga : Tempat Wisata Sejarah Di Karawang]
3. Prasasti Batu Tulis
#prasastibatutulis
A post shared by angkel andy (@angkelandy) onFeb 3, 2018 at 7:41am PST
Kalau kamu menyukai wisata sejarah yang cukup menyimpan misteri dari masa lampau, datanglah ke kawasan Jalan Batu Tulis. Di sini terdapat prasasti batu yang terukir dengan tulisan Sunda Kuno dan juga Sunda Kawi yang susah dibaca oleh orang awam.
Batu yang cukup besar ini dijaga oleh seorang perempuan bernama Ibu Maemuna. Setiap hari beliau akan menyambut tamu dan menceritakan kisah dari batu yang dipercaya telah ada antara abad ke-11 hingga ke-15 Masehi. Dijamin bikin betah!
4. Museum PETA Bogor
a forgotten history #museumpeta #museumpetabogor #museum #monuments #history #indinesiahistorybuilding #bogor #visitbogor #visitmuseum #blackandwhite #bw
A post shared by Yoserio Saragih (@yoserio_s) onMar 31, 2018 at 11:54pm PDT
Museum PETA Bogor menyimpan koleksi perjuangan pemuda Indonesia dari era Supriyadi hingga akhirnya merdeka. Bangunan yang berusia ratusan tahun ini menjadi saksi biksu perjuangan pemuda dan pembentukan Tentara Indonesia pasca Jepang kalah pada sekutu.
Museum yang cocok dikunjungi bersama banyak orang ini juga menjadi satu dengan Pusat Pendudukan Zeni TNI-AD. Sambil menyelam minum air, sambil melihat museum, kamu menyaksikan suasana pendidikan TNI yang hebat. (Sumber: Artikel jalantikus.com, Foto vakansinesia.com)
...more