shop-triptrus



Menparekraf Sebut Wisata Alam RI Risikonya Rendah Covid-19

TripTrus.Com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama mengklaim Indonesia yang mengandalkan pariwisata alam bakal lebih 'aman' dalam penyebaran Covid-19. Utamanya jika dibandingkan dengan negara-negara yang mengandalkan pariwisata dari sisi modernitas. "Di era pandemi covid-19 ini. Ke depan salah satu yang paling diuntungkan adalah wisata alam. Karena wisata alam risikonya sangat rendah dan kebetulan Indonesia dalam hal ini dibandingkan negara-negara lain, kita memang kekuatannya adalah salah satu dalam wisata alam. Seperti kita lihat di Danau Toba, di Bali dan tempat-tempat lain," kata Wishnutama diskusi virtual Reaktivasi Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Memasuki Adaptasi Kebiasaan Baru, Rabu. Dengan karakteristik wisata alam yang melimpah ruah dari ujung timur ke barat, Indonesia diklaim bakal diuntungkan. Nasib berbeda disebut Wishnutama justru berpotensi akan dialami oleh negara-negara lain. "Kalau wisata yang sifatnya kota itu kurang diuntungkan dalam kondisi pandemi Covid-19, misalnya seperti Hong Kong, Singapura atau Sydney atau itu kota-kota tersebut cenderung beresiko tinggi untuk dikunjungi oleh wisatawan dalam kondisi covid-19," jelasnya. Dengan keyakinan Indonesia memiliki peluang lebih aman dalam karakteristik berwisata, maka pemerintah ke depan bakal lebih mengutamakan quality tourism dibanding pariwisata. Namun, Wishnutama mengaku banyak masyarakat yang salah persepsi dengan pariwisata berkualitas. Alhasil, stigma yang ada justru mengarah kepada hal yang negatif. Padahal, menurut Wishnutama, pariwisata ini akan menjadi tren baru usai pandemi covid-19. [Baca juga : "5 Masjid Tertua Dan Bersejarah Di Kudus - Part 3"] "Persepsi orang-orang pada saat kita bicara quality tourism itu seperti Dubai, Singapura, yang gedung bertingkat tinggi dan lain sebagainya. Sebetulnya menurut kami quality tourism yang tidak melulu harus seperti tidak melulu harus seperti gedung pencakar langit hotel dan lain sebagainya," katanya. Ia mengambil contoh beberapa lokasi seperti Bhutan, Maldives, Ko Samui, Halong Bay. Semua lokasi itu menawarkan pengalaman yang berbeda. Indonesia sangat mempunyai potensi yang luar biasa ke arah quality tourism. (Sumber: Artikel cnbcindonesia.com Foto instagram.com/ghofiru.rifqi12) 
...more

Tahun 2018, Ada 77 Festival Wisata di Banyuwangi

TripTrus.Com - Memasuki tahun 2018, Banyuwangi merilis 'Top 77 Calender of Event Banyuwangi Indonesia Festival 2018’ di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata (Kemenpar).   Udah check long weekend di tahun 2018 ??! ・ ・ #banyuwangi #majesticbanyuwangi #sunriseofjava #wonderfulindonesia #pesonaindonesia #indonesia #tourism #travel #destination #banyuwangifestival #banyuwangiethnocarnival #tourdeijen #gandrungsewu A post shared by RickhadPradana #RP (@uncleicad) onFeb 1, 2018 at 4:01am PST Berbagai acara tersebut akan menjadi wisata atraktif yang mengeksplorasi seni budaya, keindahan alam, olahraga hingga beragam potensi daerah yang bisa jadi pilihan menarik untuk wisatawan. Calender of Event tersebut dilaunching langsung oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bersama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Menpar mengapresiasi konsistensi Banyuwangi yang aktif mengemas acara dalam rangka mempromosikan dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Banyuwangi, tiap tahunnya. "Banyuwangi jadi kota kecil yang diambil paling banyak event-nya buat jadi 100 event terbaik Indonesia. Dua masuk top 100, dan satu masuk top 10 yaitu Banyuwang Etno Carnival," tuturnya saat pidato pembukaan acara. Anas mengatakan 77 acara tersebut diharapkan akan mendongkrak kunjungan pariwisata di Kota Banyuwangi. Selain itu juga untuk mendukung program Kemenpar Visit Indonesia Wonderfull Indonesia, dengan target 17 juta wisatawan mancanegara di 2018. Menurutnya agenda Banyuwangi Festival yang telah digelar rutin sejak 2012 bisa menjadi panduan bagi wisatawan yang ingin menikmati beragam potensi wisata Banyuwangi. ”Banyuwangi Festival kami yakini sebagai cara ampuh untuk meningkatkan awareness orang pada Banyuwangi. Dan sudah terbukti, banyak wisatawan baik domestik maupun mancanegara menikmati aneka atraksi wisata di Banyuwangi Festival,” kata Anas. Ia juga menambahkan, Banyuwangi Festival tahun ini lebih istimewa dengan berbagai atraksi wisata baru berbasis potensi dan kearifan lokal. Atraksi primadona wisatawan juga bakal dikemas lebih menarik, seperti Festival Banyuwangi Kuliner dan Art Week (12-15 April), Jazz Pantai Banyuwangi, (12-13 Mei), Banyuwangi Ethno Carnival (29 Juli), Ijen Summer Jazz (22 September), dan Festival Gandrung Sewu (20 Oktober). Sejumlah atraksi baru dihadirkan, seperti Festival Tahu-Tempe (9-13 Februari) untuk memperkenalkan kampung pembuatan tahu dan tempe di Banyuwangi dan Festival Imlek yang akan menampilkan tradisi khas warga Tionghoa (17 Maret). Selain itu, ada Festival Karya Tari (31 Maret), Fishing Festival (7 April), Festival Cokelat (12 Mei), dan Festival Kuntulan (3-6 Oktober). ”Atraksi-atraksi baru kami harapkan semakin memperkaya dan memperkuat posisi Banyuwangi dalam peta persaingan pariwisata. Seperti Fishing Festival, akan kami padukan dengan paket-paket wisata memancing yang kini sedang tren. Juga Festival Cokelat untuk mengangkat kakao kami yang sudah rutin diekspor ke berbagai negara,” kata Anas. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata MY Bramuda menambahkan, pendekatan sport tourism tetap mewarnai pergelaran Banyuwangi Festival 2018. Mulai dari Banyuwangi Underwater Festival (4-6 April), International Ijen Green Run (8 April), Banyuwangi International BMX (30 Juni), dan Tour de Ijen (26-29 September). ”Khusus sport tourism ini memang kami mengambil pasar yang sangat segmented, tak banyak tergarap daerah lain. Secara konsisten ini mulai membuahkan hasil, di mana komunitas-komunitas BMX se-Indonesia, misalnya, rutin berlatih di Banyuwangi karena kami punya sirkut berstandar internasional,” ujarnya di sela acara Bramuda. Ada juga berbagai atraksi fesyen, seperti Green and Recycle Fashion Week (24 Maret), Banyuwangi Fashion Festival (14 Juli), Banyuwangi Batik Festival (17 November), dan Festival Kebaya (5 Desember). “Kini aja juga festival untuk menumbuhkan empati sosial masyarakat seperti Festival Anak Berkebutuhan Khusus (10 Februari) dan Festival Anak Yatim (13-15 September),” tutup Bramuda. (Sumber: Artikel kompas.com, Foto flickr.com/miftaharjo)
...more

7 Keajaiban Ujung Timur Pulau Jawa, We Call It 7 Wonders of East Java

Jawa Timur, tepatnya di ujung timurnya -- mulai dari Kab. Pasuruan, Malang, Probolinggo, Bondowoso, Jember sampai Banyuwangi -- adalah secuil surga kecil yang di turunkan Allah di tanah Jawa yang biasa disebut dengan daerah tapal kuda. Jika di ujung barat pulau ini mempunyai Taman Nasional Ujung Kulon, maka di timur Jawa juga terdapat wisata Ujung Timur Pulau Jawa. Dan jika di dunia mempunyai 7 keajaiban dunia, maka (menurut saya) di ujung timur pulau Jawa juga mempunyai 7 keajaiban wisatanya yang akan kita sebut 7 Wonders of East Java (dapat dicari di dengan #7WondersEastJava). Disebut demikian karena keindahan alamnya memang dapat membuat kita takjub dan pantas menyebutnya sebagai keajaiban Allah yang diturunkan di Ujung Timur Jawa. Apa saja #7WondersEastJava? Yuk kita simak: 1. Gunung Semeru Siapa yang tidak kenal dengan gunung ini? Gunung yang nama puncaknya Mahameru ini adalah gunung tertinggi di Jawa dengan ketinggian 3676 Mdpl yang juga merupakan gunung favorit para pendaki, karena masuk dalam 7 gunung tertinggi di Indonesia, maka gunung ini masuk dalam #7WondersEastJAva. Gunung yang juga disebut sebagai puncak tertinggi para dewa ini masuk dalam 2 wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Malang dan Lumajang, termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Gunung ini juga memiliki surga tersendiri bagi para penjamahnya, seperti Ranu Kumbolo danau yang terletak di ketinggian 2400 mdpl (meter di atas permukaan laut) ini adalah shelter atau tempat istirahat (camp) favorit pendaki ketika melakukan pendakian ke Semeru. Danau ini terkenal dengan Tanjakan Cinta dan pemandangan sunrise-nya yang sangat indah.   2. Gunung Bromo Masih dalam kawan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, siapa sih yang tidak kenal dengan keindahan Bromo. Dari survey kecil-kecilan yang saya lakukan melalui forum di Internet dan melalui pembicaraan sesama pejalan, dapat disimpulkan bahwa 90% tujuan utama dan destinasi favorit wisatawan domestik dan asing ke Jawa Timur adalah ke gunung Bromo, sehingga gunung ini masuk dalam list #7WondersEastJAva. Gunung yang mempunyai pemandangan Golden Sunrise (bila cuaca bersahabat) ini memiliki ketinggian 2392 mdpl dan mempunyai kawah dengan diameter 800 meter (dari Utara ke Selatan ) dan 600 meter (dari Barat ke Timur ). Bukan hanya Golden Sunrise saja yang disuguhkan di Bromo ini, tapi juga ada sabana yang biasa disebut dengan Bukit Telletubies (karena hijaunya bukit mirip dengan bukit yang ada di serial televisi Telletubies), Pasir Berbisik (tempat pengambilan gambar film Dian Sastro untuk film Pasir Berbisik) dan lautan pasir yang tepat berada di sekeliling gunung Bromo. Di lautan pasir ini juga terdapat tempat peribadatan berupa Pura untuk agama Hindu bagi masyarakat Tengger yang biasa digunakan dalam uapacara Kasada tiap tahunnya.   3. Air Terjun Madakaripura Masih di dekat Bromo, sekitar 1,5 jam turun dari Cemoro Lawang menuju Probolinggo kita akan tiba di Air Terjun Madakaripura. Madakaripura TIDAK termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger, ini yang masih menjadi kerancuan di kalangan masyarakat. Air terjun yang masuk dalam salah satu air terjun tertinggi di jawa ini konon adalah salah satu petilasan dari patih kerajaan terbesar di Indonesia di masa lalu, yaitu Kanjeng Pating Gajah Mada yang merupakan patih dari Kerajaan Majapahit. Keistimewaan dari air terjun ini dibanding dengan yang lain adalah akses menuju air terjun utama yang berbentuk ceruk meliuk-liuk dengan tirai airnya yang begitu indah sehingga air terjun ini masuk dalam list #7WondersEastJava. Menurut saya, air terjun ini adalah air terjun salah satu air terjun terindah yang pernah saya datangi.   4. Kawah Ijen Gunung Ijen Kawah yang biasa disebut dengan Kawah Ijen ini belakangan mulai didatangi oleh wisawatan lokal karena aksesnya yang telah diperbaiki. Kawah Ijen masuk dalam wilayah administrasi Kab. Bondowoso dan Kab. Banyuwangi. Gunung yang memiliki ketinggian 2443 mdpl ini merupakan gunung yang masih aktif hingga sekarang dengan dinding kaldera setinggi 300 – 500 meter. Gunung ini menjadi sumber ekonomi bagi masyrakat sekitar karena gunung ini menghasilkan belerang yang dapat diproduksi menjadi bahan baku alat kecantikan. Kawah dari Gunung Ijen merupakan pusat kawah terbesar di dunia dengan luas sekitar 5.466 ha yang merupakan kawah yang berbahaya tapi memiliki sisi eksotis. Kawah yang memiliki danau berwarna hijau toska ini memiliki derajat keasaman (Ph) 0, bandingkan dengan Ph normal sekitar 7. Kawah Ijen mempunyai kedalaman 200 meter dan dapat mengeluarkan api biru yang dapat dilihat ketika hari mulai gelap hingga menjelang pagi hari. Api biru atau Blue Fire yang keluar secara ilmiah ini cuma ada dua di dunia (satu lagi terdapat di Islandia) yang menjadikan Kawah Ijen menjadi masuk dalam list #7WondersEastJava. Selain itu jika kita beruntung kita ketika kita turun dari kembali ke pos Paltidung (pos perijianan) kita akan menemui sekumpulan monyet berbulu emas dan hitam.   5. Taman Nasional Baluran Taman Nasional yang berada di perbatasan Kab. Situbondo dan Bondowoso ini adalah salah satu taman nasional yang mudah diakses, karena pintu masuknya ada di pinggir jalan raya utama Surabaya – Banyuwangi. Taman Nasional yang memiliki luas 25 ribu ha ini menawarkan ekosistem lengkap dari sebuah hutan. Mulai dari hutan hujan tropis, hutan evergreen, sabana, ekosistem rawa, hingga pantai. Taman Nasional Baluran terkenal dengan sebutannya Africa van Java, karena memiliki 5 ribu ha sabana yang mirip dengan daratan Afrika yang disebut dengan Savana Bekol yang akan mengering berwarna kecoklatan ketika musim kemarau. Pemandangan indah inilah yang memasukkan Taman Nasional Baluran masuk dalam list #7WondersEastJava. Berbagai macam satwa liar seperti monyet ekor panjang, rusa, burung laut , ular, merak dan banteng mendominasi satwa yang ada di taman nasional ini. Bertemu dengan tiga satwa terakhir adalah keberuntungan, jika dapat mengambil gambarnya maka anda orang yang diberkati Tuhan. Tidak hanya menawarkan sabana saja, di taman Nasional Baluran juga menawarkan pemandangan pantai. Pantai Bama adalah spot yang bisa kita kunjungi ketika ke Baluran. Pantai landai yang menawarkan ketenangan khas pantai utara pada umumnya ini dapat kita nikmati hingga matahari terbenam.   6. Taman Nasional Merubetiri Taman Nasional Merubetiri, belum banyak orang yang mengetahui. Taman Nasional yang terletak di perbatasan Kab. Jember dan Kab Banyuwangi ini merupakan salah satu taman nasional di Indoneisa yang masih memiliki hutan “perawan”. Konon Taman Nasinonal ini merupakan habitat terakhir Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica) yang merupakan sepsies harimau terbesar di kelasnya. Inilah yang menjadikan Taman Nasional Merubetiri dimasukkan dalam list #7Wonders EastJAva. Kami pernah melakukan pengamatan kecil-kecilan (juga) melalui forum-forum yang ada di Internet dan berbagi pengalaman dengan beberapa orang, bahwa nama Taman Nasional Merubetiri jarang di dengar orang, bahkan kebanyakan mereka tidak mengetahuinya, atau juga mungkin karena kalah pamor dengan taman nasional tetangganya, yaitu Taman Nasional Alas Purwo. Wisata alam yang disajikan di taman Nasional ini terdiri dari berbagai macam. Untuk pecinta petualangan ekstrim dapat mencoba untuk melakukan perjalanan panjang trans Bandealit (pintu masuk dari arah Jember) ke Pantai Rajagwesi (pintu masuk dari arah Banyuwangi) selama kurang lebih 5-6 hari dengan memasuki medan hutan “perawan”. Namun jika kita tidak mempunyai banyak waktu kita dapat mengunjungi pantai-pantai eksotis yang ada di sana yaitu: a. Teluk Ijo: Teluk yang berada di pinggir (agak jauh tersembunyi) dari akses jalan menuju pantai Sukamade dari Rajegwesi ini menawarkan pemandangan pantai yang tenang, damai dan eksotis. Dengan air laut yang berwarna hijau dan air terjun tawar yang berada di dekat pantai membuat pantai ini serasa private beach. Tempat ini lah yang pas untuk kita merelaksasikan diri dan melepas sejenak unek-unek yang ada. Sebagai info tambahan, bila diterjemahkan ke Bahasa Inggris nama teluk ini bukan menjadi Green Bay tapi adalah Ijo Bay. b. Pantai Sukamade: Menurut pengalaman saya, pantai yang jauh tersembunyi di dalam Taman Nasional Merubetiri ini merupakan salah satu pantai dengan akses tersulit yang pernah saya datangi. Tidak ada akses lain kecuali harus menyebrang sungai dan membelah hutan dengan kendaraan 4 wheel drive atau dengan transportasi lokal yang biasa di sebut “taxi”. Di pantai ini menawarkan kedaimaian dan ketenangan yang dicari banyak orang. Ikon dari pantai ini adalah penyu dan jika kita beruntung pada malam hari kita dapat menyaksikan 5 jenis spesies penyu laut liar naik ke pantai untuk bertelur dan di pagi harinya kita dapat melepaskan anak-anak penyu (tukik) yang telah menetas untuk menuju laut. Hutan “perawan” Merubetiri, Harimau Jawa, damainya Teluk Ijo dan penyu Pantai Sukamade cukup pantas memasukan Taman Nasional Merubetiri menjadi salah satu penghuni #7WondersEastJava.   7. Pantai Pulau Merah Pantai Pulau Merah adalah salah satu pantai selatan yang ada di Kab. Banyuwangi, tepatnya berada di Kec Pesanggran. Belum banyak yang mengetahui pantai ini kecuali masyarakat lokal Banyuwangi, hingga pada tahun 2013 digunakan sebagai tempat untuk International Surfing Competition. Pantai ini dikenal dengan sebutan Pulau Merah karena bukit hijau kecil bertanah merah yang terletak di dekat bibir pantai. Pantai yang mulai berbenah ini memiliki keeksotisan tersendiri ketika matahari tenggelam. Inilah asal mengapa Pantai Pulau Merah masuk dalam list #7WondersEastJava. Sebagai info tambahan (lagi), Pantai Pulau Merah bila diterjemahkan ke Bahasa Inggris jadinya Merah Island Beach, bukan Red Island Beach. Temukan berbagai trip dari #JongJavaTrip di TripTrus dan kunjungi site-nya di http://jongjavatrip.com dan follow Twitternya (@ArdyanHP) 
...more

Wisata Religi di Lasem, Ini Tiga Kelenteng Tua yang Bisa Dikunjungi

TripTrus.Com - Lasem, sebuah kecamatan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah penuh dengan jejak peninggalan budaya China. Hingga kini, peninggalan seperti rumah berciri khas China Hindia bisa dengan mudah diliihat di Desa Karangturi. Arsitektur ala selatan Tiongkok bisa ditemukan pada bangunan yang masih kokoh berdiri. Tak hanya itu, tempat-tempat ibadah seperti kelenteng juga meramaikan kota mungil berjuluk "China Kecil" itu. Sumber: Foto klikhotel.com Ada tiga kelenteng tua yang bisa dikunjungi di Lasem. Ada Kelenteng Cu Ang Kiong, Kelenteng Poo An Bio, dan Kelenteng Gie Yong Bio. Masing-masing terletak di desa berbeda. KompasTravel beberapa waktu lalu sempat mengunjungi tiga kelenteng di Lasem itu. Berikut ulasan singkat tentang ketiganya. 1. Klenteng Cu Ang Kiong Kelenteng Cu Ang Kiong berada di Desa Dasun, Lasem. Dari Jalan Raya Lasem, Kelenteng Cu Ang Kiong terletak sekitar 100 meter.  Dari halaman kelenteng terlihat ukiran-ukiran aksara China, dua buah naga di bagian gerbang, atap bangunan ekor walet. Sebuah tiang besi mirip tiang dek kapal yang masih berdiri menjulang di halaman kelenteng. Tiang dengan bendera kecil segitiga itu menjadi penanda dewa yang berhubungan dengan laut, yaitu Dewi Ma Zu (sering disebut Mak Co), atau dalam bahasa Hokkian dikenal sebagai Thian Siang Sing Bo yang berarti Sang Dewi Samudra atau Dewi Laut asal Fujian. Di dalam kelenteng, terdapat altar utama penyembahan Dewi Mak Co. Di dekat Mak Co, ada juga patung dari Fude Zhengshen (Dewa Bumi dan Kekayaan) dan Jialan Ye. Di dalam kelenteng juga terdapat batu-batu prasasti dan papan bertulis dalam bentuk melintang dan membujur. Di samping kiri dan kanan bagian dalam bangunan kelenteng terdapat beberapa mural. 2. Kelenteng Gie Yong Bio  Kelenteng lainnya di Lasem adalah Gie Yong Bio. Kelenteng ini terletak di Jalan Babagan No 7, Desa Babagan, Kecamatan Lasem. Kelenteng ini terletak di sebelah kanan jalan. Jika dibandingkan dengan Kelenteng Cu Ang Kiong, Kelenteng Gie Yong Bio berukuran lebih kecil. Di Kelenteng Gie Yong Bio terdapat altar yang berisi patung Fude Zhengshen dan Confusius. Klenteng ini juga memiliki arsitektur berlanggam Fujian, China Selatan. Atap bangunan kelenteng Gie Yong Bio berbentuk ekor walet. Dari luar, kelenteng Gie Yong Bio punya gerbang pintu masuk yang berukirkan aksara China. Kelenteng Gie Yong Bio juga memiliki mural seperti di Kelenteng Cu Ang Kiong. Mural-mural tua itu masih bisa terlihat dengan cukup jelas. 3. Kelenteng Poo An Bio Kelenteng Poo An Bio terletak di Jalan Karangturi VII/13, Desa Karangturi, Kecamatan Lasem. Kelenteng Poo An Bio ini disebut-sebut tertua di Lasem meski tak ada bukti-bukti tertulis terkait pembangunannya. Kelenteng ini disebut sebagai persembahan kepada Kwee Sing On (Guo Shen Wang). Kwee Sing Ong adalah dewa yang kelenteng aslinya berada di Desa Baijiao, Kabupaten Zhangzhou, Provinsi Fujian, China Selatan. Di bagian luar kelenteng, ada gerbang yang bertuliskan aksara China. Sementara di bagian dalam kelenteng, ada juga altar tempat patung penyembahan dan mural-mural seperti di dua kelenteng lainnya. (Sumber: Artikel-Foto travel.kompas.com)
...more

Tips Menjadi Tour Guide Handal

TripTrus.Com - Menjadi tour guide tidaklah mudah. Seperti yang termuat dalam artikel cara menjadi tour guide, ada banyak sekali faktor yang harus diperhatikan ketika ingin menjadi seorang tour guide atau pemandu wisata. Namun, mengetahui hal dasar saja tidak akan membuat karir Anda berkembang pesat. Oleh karenanya, di bawah ini kami akan menyajikan beberapa tips menjadi tour guide yang handal agar Anda selalu dicintai oleh wisatawan yang Anda dampingi dan tentu dapat membangun citra positif Anda sebagai pemandu wisata. Tips Menjadi Tour Guide Handal Tips yang akan disajikan dibawah terbagi menjadi 4 bagian, yaitu tips mengenai pengetahuan seorang pemandu wisata, penampilan, kesehatan dan perilaku. 1. Pengetahuan Seorang pemandu wisata harus cerdas. Tidak hanya dapat menghapal kelebihan-kelebihan suatu destinasi wisata, tapi lebih dari itu, seorang pemandu wisata harus bisa merangkai kata agar menarik minat wisatawan untuk mendengarkan. Keterampilan merangkai kata ini tentu membutuhkan banyak pengetahuan. Berikut beberapa tipsnya. Seperti yang telah di muat dalam tulisan cara menjadi tour guide, penguasaan terhadap informasi dari destinasi tempat kita memandu wisatawan adalah mutlak. Informasi yang dimaksud di sini bukan hanya seputar letak obyek wisata dan toko cinderamata saja, tapi harus lebih lengkap lagi, seperti Jalur alternatif menuju ke tempat-tempat yang akan di kunjungi wisatawan. Mengetahui jalan alternatif akan memberikan kemudahan bagi seorang pemandu wisata untuk bisa menghindarkan rombongannya dari kemacetan maupun jika suatu saat terjadi hal-hal yang membahayakan di jalan yang sering digunakan. Selain jalan alternatif, seorang pemandu wisata juga sebaiknya mengetahui lokasi fasilitas-fasilitas umum yang penting bagi wisatawan, seperti rumah sakit, toilet umum, ATM, restoran maupun pusat kuliner, serta fasilitas transportasi umum. 1.2. Kuasai lebih dari satu bahasa asing Seorang tour guide tentu menguasai setidaknya satu bahasa asing, yaitu bahasa inggris. Namun, jika Anda ingin menjadi pemandu wisata yang handal, satu bahasa asing tidaklah cukup. Tidak jarang (bahkan bisa dikatakan sering) ada wisatawan mancanegara yang tidak bisa berbahasa inggris dengan lancar.Ini akan menjadi penghambat komunikasi antara Anda dengan wisatawan yang anda dampingi. Oleh karenanya, salah satu tips menjadi tour guide yang handal adalah dengan menguasai beberapa bahasa asing. Bahasa asing yang anda prioritaskan untuk dipelajari dapat disesuaikan dengan negara asal wisatawan yang datang ke destinasi wisata tempat Anda bekerja. Misalnya Anda adalah tour guide di Yogyakarta, maka Anda sebaiknya meguasai bahasa Belanda, Jepang, Perancis, dan Jerman karena memang mayoritas wisatawan mancanegara yang datang ke Yogyakarta berasal dari negara-negara tersebut. Dengan menguasai bahasa asli wisatawan, Anda akan lebih mudah memberikan penjelasan serta wisatawan pun akan semakin nyaman berwisata bersama Anda. 1.3. Miliki pengetahuan selain pengetahuan mengenai wisata Pengetahuan akan seluk beluk wisata memang merupakan hal mutlak yang harus dikuasai oleh seorang pemandu wisata. Namun, pengetahuan itu saja tidak cukup. Salah satu pengetahuan yang perlu Anda kuasai adalah pengetahuan mengenai ilmu P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan). Sering terjadi wisatawan yang tiba-tiba mabuk perjalanan, kejang-kejang, sesak nafas bahkan sakit jantung selama dalam kegiatan wisata. Anda sebaiknya dapat menguasai keadaan seperti ini, meskipun ada Tour Leader yang berkewajiban mendampingi wisatawan, namun jika Anda juga memiliki pengetahuan P3K, tentu akan sangat memudahkan pertolongan untuk wisatawan yang tiba-tiba sakit tersebut. Selain itu, Anda juga sebaiknya mengetahui secara umum budaya wisatawan yang Anda dampingi. Beberapa perilaku maupun tidakan yang kita anggap sopan belum tentu dianggap demikian oleh wisatawan. Dari pada terjadi kesalahpahaman, Anda tentu lebih baik mempelajari secara umum budaya wisatawan yang akan Anda dampingi. 2. Penampilan Ada sebuah kata mutiara berbunyi “Pandangan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda”. Meskipun makna dari kata mutiara tersebut sedikit bernuansa sarkasme, namun seorang pemandu wisata haruslah dapat “menggoda” pada pandangan pertama. Menggoda dapat diartikan menarik perhatian namun namun tidak mencolok. Tentu Anda tidak ingin menjadikan wisatawan kurang nyaman dengan berdandan terlalu berlebihan atau malah tidak mempersiapkan penampilan sama sekali. Tour guide biasanya sudah dibekali dengan seragam, sehingga Anda tinggal memastikan bahwa seragam yang Anda pakai selalu bersih dan rapi. 3. Kesehatan Yang satu ini mungkin tidak banyak menjadi perhatian kebanyakan tour guide. Namun, jangan sampai Anda yang ingin menjadi seorang tour guide handal juga tidak memperhatikan kesehatan Anda. Pekerjaan menjadi pemandu wisata adalah sebuah pekerjaan berat, di mana Anda dituntut untuk banyak memberikan penjelasan, bersabar menghadapi wisatawan yang kadang “menjengkelkan”, serta tentu saja mengajak wisatawan berkeliling. Seorang pemandu wisata dituntut untuk selalu sehat dan bugar ketika bekerja. Wisatawan tidak akan nyaman mendengarkan Anda jika Anda sering batuk selama menjelaskan atau wajah Anda terlihat pucat dan lusuh. Berolahraga dan makan-makanan sehat akan membuat kebugaran tubuh Anda terjaga. Jika sedang dalam musim ramai, Anda bisa menyempatkan olahraga selama 1 atau 2 jam beberapa hari sekali. 4. Perilaku Poin terakhir ini mungkin merupakan poin yang paling penting. Memang dalam memandu wisatawan yang perlu dikuasai terlebih dahulu adalah pengetahuan dalam hal kepariwisataan. Namun, kecerdasan Anda menjelaskan berbagai keindahan destinasi wisata tidak akan berarti apa-apa bagi wisatawan jika para wisatawan merasa perilaku Anda tidak menyenangkan. Banyak sekali contoh keluhan wisatawan akibat dari perilaku pemandu wisata yang tidak baik ini. Seperti pada berita yang menyajikan informasi bahwa wisatawan mengeluhkan adanya pemandu wisata yang memaksa menggunakan jasanya meskipun wisatawan sudah menolak. Kalau sudah begini, bagaimana dengan tanggungjawab si pemadu wisata yang merupakan ujung tombak pariwisata Indonesia? Jika banyak kejadian seperti ini, citra pariwisata Indonesia akan menjadi buruk di mata negara lain. Kesimpulan Pemandu wisata yang handal selalu ingin menjadi lebih baik setiap waktu. Pengetahuan yang luas, penampilan yang menarik, kesehatan prima serta perilaku yang menyenangkan akan mempercepat karir Anda menjadi pemandu wisata yang profesional. Demikian beberapa tips menjadi tour guide atau pemandu wisata yang handal. Apakah Anda sekarang sudah menjadi tour guide? Jika iya, faktor apakah yang paling penting dikuasai oleh seorang pemandu wisata berdasarkan pengalaman Anda? Jika Anda belum menjadi tour guide, apakah tips yang menurut Anda paling sulit dilakukan untuk menjadi tour guide? (Sumber: Artikel studipariwisata.com Foto vakansinesia.com)
...more

Kota Tua Tegal, Sebuah Sejarah dan Cagar Budaya

TripTrus.Com - Kota Tegal merupakan salah satu Kota di Provinsi Jawa Tengah dengan luas wilayah keseluruhan 39,5 km2 dan terbagi menjadi 4 Kecamatan dan 27 Desa. Kota Tegal merupakan sebuah Kota Tua yang berusia lebih dari 4 abad. Wilayah yang kaya akan jejak sejarah, terlihat dari berbagai bangunan legendaris peninggalan masa lampau yang menandakan Kota Tegal sudah berkembang sejak jaman dulu. Secara historis menjelaskan bahwa Kota Tegal sejak Zaman Belanda dikenal sebagai pusat perdagangan era kolonial. Secara letak yang strategis, tahun 1927 Kota Tegal menjadi Ibukota Keresidenan terdiri dari daerah Tegal, Pemalang, dan Brebes. Jadi tidak hanya Jakarta yang memiliki Kota Tua, Kota Tegal juga memiliki Kota Tuanya tersendiri dan teramat sayang untuk dilewatkan ketika berkunjung ke sana. Berikut ini merupakan bangunan-bangunan bersejarah dan menjadi cagar budaya Kota Tegal yang wajib dikunjungi 1. Dansional (Sumber foto: achmadrizal.staff.telkomuniversity.ac.id) Dansional Tegal yang terletak di Jalan Proklamasi, dibangun tahun 1914. Bangunan ini dulunya adalah Nederlandsch-Indisch Handelsbank yang sekarang digunakan oleh TNI sebagai markas besar di Tegal. Pada awal kemerdekaan Republik Indonesia, Kota Tegal menjadi lokasi didirikannya Badan Keamanan Rakyat – Laut (BKR Laut) yang merupakan cikal bakal dari pembentukan TNI Angkatan Laut saat ini. 2. Pasar Pagi (Sumber foto: panoramio.com) Pasar Pagi Tegal berdiri dibekas Benteng Kaloran. Bentuk benteng yang terbuat dari batu bata tebal dengan pilar-pilar berbentuk benteng berdiameter panjang 6 meter lebar 6 meter dan tinggi 3,5 meter. Meskipun telah banyak perubahan dikarenakan renovasi sana-sini, Pasar Pagi Tegal tidak menghilangkan jejak sejarahnya sebagai sebuah benteng. 3. Waterleideng (Sumber foto: traveluxion.web.id) Pada jaman Belanda di tahun 1917, Tower Woterleideng Bedrif of Province Maden Java (Watertoren) dibangun guna untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kota Tegal. Pada era tahun 60-an, sirine bagian atas menara difungsikan sebagai sirine tanda buka puasa dan tanda imsak. Bangunan ini sekarang dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). 4. Gedung DPRD (Sumber foto: simpanglima.wordpress.com) Bangunan peninggalan Belanda yang dibangun tahun 1750an oleh Mathijs Willem de Man (1720-1763) semula menjadi rumah pribadi Residen Tegal. Fungsi bangunan ini berubah menjadi Balai Kota Tegal, pada tahun 1987. Dan gedung ini resmi  menjadi kantor DPR Tegal setelah Balaikota Tegal pindah dari Jl. Pemuda ke Jl. Kigede Sebayu. 5. Kantor Pos Besar (Sumber foto: metropolispos.wordpress.com) Diperkirakan Kantor Pos Besar Tegal dibangun sekitar tahun 1930an yang digunakan untuk Markas Angkatan Laut. Kemudian diserahkan kepada PTT (Posts Telegraafend Telefoon Diensts) pada tahun 1954 dan pada tahun 1961 PTT berubah menjadi Perusahaan Negara (PN) Pos dan Telekomunikasi. 6. Stasiun Kereta Api (Sumber foto: panoramio.com) Perusahaan trem Belanda JSM (Java Spoorweg Maatschappij) membangun Stasiun Kereta Api Tegal apda tahun 1885. Kemudian pada tahun 1897 Stasiun Kereta Api Tegal dibeli oleh maskapai perkeretaapian SCS (Semarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij. Sebagian bangunannya pada tahun 1918 direnovasi dengan karya arsitek Henri Maclaine Pont. 7. Pendopo Balaikota (Sumber foto: artonortega74.blogspot.co.id) Pendopo Balaikota Tegal  (Pendopo Ki Gede Sabayu) berdiri tahun 1825, yang sebelumnya berada di Kompleks Kaloran. Pada masa awal Kemerdekaan Gedung ini digunakan oleh Pemerintah Kabupaten Tegal. Pada Masa pimpinan Sjamsuri Mastur Gedung ini di tempati Pemerintah Kota Tegal. 8. Gedung Birao (SCS) (Sumber foto: achmadrizal.staff.telkomuniversity.ac.id) Gedung Birao atau pada masa Belanda Gedung SCS (Samarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij) dibangun Belanda pada tahun 1913. Dengan konsep arsitektur eropa pada Negara jajahan (Euroeesche Stoomtram Maatschappij).  Pada tahun 1980 bekas gedung SCS di Jl. Pancasila No 2 sempat digunakan sebagai Kampus UPS (Universitas Panca Sakti) 9. Masjid Agung Kota Tegal (Sumber foto: artonortega74.blogspot.co.id) Berdasarkan cerita, pembangunan Masjid Agung Kota Tegal berbarengan dengan pembangunan Pendopo Balaikota pada tahun 1825. Meskipun pada akhirnya pembangunan Masjid Agung Kota Tegal dilakukan secara bertahap. Berdiri di atas tanah wakaf pemberian seorang Penghulu I di Tegal bernama Kiai Abdul Aziz yang dikenal juga sebagai seorang mubaligh 10. Kelenteng Tek Hay Kiong (Sumber foto: ditegal.com) Kelenteng Tek Hay Kiong didirikan pada tahun tahun ke 17 pemerintahan Kaisar Dao Guang dari Dinasti QING (1837 M) oleh Kapiten Tan Koen Hway (Chen Kun Huai) bersama rekan-rekannya serta masyarakat Tegal. Berdasarkan prasasti yang ada, pembangunan Kelenteng Tek Hay Kiong ini dianggap sebagai restorasi yang pertama. Yang kemudian disusul oleh restorasi kedua pada dilaksanakan pada tahun 1897, ketiga tahun 1957 dan restorasi keempat dilaksanakan pada tahun 1982. 11. Bioskop Dewa dan Bioskop Dewi (Sumber foto: artonortega74.blogspot.co.id) Bioskop Dewa (Rex) dan Bioskop Dewi (Roxy) merupakan bioskop pertama yang hadir di Kota Tegal. Bioskop Dewa dibangun di sebelah selatan alun-alun Kota Tegal sedangkan Bioskop Dewi dibangun di sebelah utara alun-alun. Tidak ada catatan yang jelas, di antara kedua bioskop tersebut siapa yang paling duluan beroperasi. Namun diperkirakan kedua bioskop tersebut sudah berdiri sejak tahun 1930an. (Sumber: Artikel @Amieykha Foto wovgo.com)
...more

5 Destinasi Wisata Teh di Indonesia

TripTrus.Com - Hamaparan luasnya kebun teh yang hijau kerap kali menarik perhatian wisatawan. Tak usah khawatir, Indonesia jadi salah satu gudangnya kebun teh cantik yang tentu menghasilkan daun teh enak berkualitas. Umumnya, objek wisata kebun teh selalu jadi buruan pelancong yang suka singgah ke dataran tinggi. Anda pun tak boleh melewatkannya, karena banyak aktivitas yang bisa dilakukan di area perkebunan.   menuju senja frame @tengil__ #senja #senjasore #senjahujandanceritayangtelahusai #lanscape #lanscape_lovers #lanscapes #fff #f4follow #lanscapephotography #kemuning #kemuningkaranganyar #kebunteh #kebuntehkemuning A post shared by @ pascalyoga1 onMar 19, 2018 at 8:02pm PDT Nah, di Indonesia kebun teh paling terkenal cantik rata-rata ada di Pulau Jawa. Pasti pencinta teh tahu di mana letak perkebunan teh cantik yang juga menghasilkan daun teh pilihan terenak. Saat mendatangi daerah-daerah berikut ini, jangan lupa mampir ke objek wisata kebun tehnya. Pastinya udara dingin yang merangsang Anda lebih rileks dan hijaunya hamparan perkebunan tersebut bisa membuat Anda jatuh cinta dengan suasananya. Berikut adalah lima daftar objek wisata kebun teh yang terkenal cantik di Tanah Air. Simak lebih lanjut yuk agar tidak penasaran! 1. Agro Wisata Kebun Gunung Mas Orang Jakarta dan sekitarnya pasti kenal objek wisata perkebunan teh di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. Ada kegiatan seru yang bisa dilakukan di sana, yaitu tea walk. Pilihan rutenya ditentukan sekira 4 km, 6 km dan 8 km. Bagi pemula cocoknya Anda bisa melakukan kegiatan tersebut selama 30 menit alias memilih rute berjarak 4 km. Anda bisa mengajak serta keluarga untuk menghabiskan weekend ini di dataran tinggi tersebut, yang selalu jadi andalan destinasi wisata singkat orang-orang Jabodetabek. Jika lelah, Anda bisa menunggangi kuda untuk memandangi hamparan luas perkebunan teh yang hijau nan segar. 2. Wisata Agro Teh Wonosari Orang Jawa Timur pasti kenal dengan objek wisata kebun teh di Wonosari, Lawang, Jawa Timur. Ya, tepatnya lokasi dari kebun teh ini di dekat Kota Malang. Saat melancong ke Kota Apel itu, coba mampir ke kebun tehnya. Ada banyak kegiatan seru, mulai dari tea walk hingga icip-icip teh terbaiknya di sebuah kedai. Udaranya sangat dingin menusuk, sehingga Anda butuh mengenakan pakaian hangat. Kalau pulang, Anda juga bisa membawa pulang bungkusan daun teh hijau kering yang mantap untuk diseduh. Kalau membawa anak-anak pergi kesana, Anda bisa mengajaknya berenang sampai puas. Jangan khawatir, air kolamnya diisi air hangat supaya nyaman. 3. Kebun Teh Tambi Sapuran Di dataran tinggi, tepatnya daerah Wonosobo, Jawa Tengah, selain ada hamparan tanaman kentang dan wortel, Anda juga bisa menemukan surganya kebun teh. Menurut rekomendasi, kebun teh ini paling cantik di Indonesia. Karena kontur tanahnya berupa perbukitan kecil yang ditumbuhi tanaman teh berkualitas. Lokasi ini sangat Instagramable bagi kalangan wisatawan zaman now. Jangan lupa mampir dan foto-foto cantik di sana. Letaknya kebun teh ini di sisi Gunung Sindoro. Usut punya usut, kebun teh ini salah satu peninggalan bangsa Belanda yang melegenda. 4. Kebun Teh Kayu Aro Tak hanya di Pulau Jawa, di Jambi, Sumatera pun ada objek wisata kebun teh yang terkenal. Namanya, Kebun Teh Kayu Aro yang punya banyak sisi menarik. Berdasarkan sejarah, kebun teh ini menjadi lokasi yang tertua di Indonesia. Menariknya, tak hanya hamparan luas daun teh yang menghiasi area kebun. Anda bisa melihat wujud Gunung Kerinci dari kejauhan yang terpampang nyata. Biasanya objek wisata ini dijadikan tempat untuk melepas lelah di kalangan para pendaki profesional. 5. Kebun Teh Bali Amerta Tak cuma ada hamparan kebuh kopi dan pantainya yang biru, di Bali juga ada kebun teh yang seru dijelajahi. Kalau bosan berkeliling ke deretan pantai cantik di Uluwatu, tidak ada salahnya Anda coba datang ke Kebun Teh Bali Amerta. Lokasinya ada di Bangli, pasti dijamin bikin Anda terpikat. Namun, kebun teh di sini tergolong baru dibudidayakan. Jangan khawatir, hasil daun teh hijaunya juga sangat baik diminum oleh para pencintanya. (Sumber: Artikel okezone.com, Foto freepik.com)
...more

Libur Lebaran 2021, Tempat Wisata Boleh Beroperasi dengan Prokes

TripTrus.Com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, tempat wisata lokal di dalam wilayah aglomerasinya masing-masing tetap beroperasi saat larangan Lebaran 6 sampai 17 Mei 2021. Namun, wajib menerapkan protokol kesehatan disiplin dan ketat. Sandiaga Uno menegaskan pemerintah melarang masyarakat mudik saat libur Lebaran 2021, guna mencegah penyebaran dan peningkatan kasus COVID-19. Sandiaga mengatakan, untuk mengisi waktu liburan saat mudik dilarang, maka objek wisata lokal diperbolehkan buka dengan protokol kesehatan ketat.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Jogja Malam Hari (@jogjamalam_) “Keputusan pemerintah untuk meniadakan mudik agar dihormati dan dipatuhi. Belajar dari pengalaman mudik tahun lalu dan Nataru (Natal dan Tahun Baru), jumlah peningkatan kasus (COVID-19) saat mudik lebaran naik 94 persen dan saat libur nataru mencapai 70 persen,” kata Sandiaga Uno saat Weekly Press Briefing di Gedung Sapta Pesona Kantor Kemenparekraf, Jakarta Pusat, Senin 19 April 2021. [Baca juga : "3 Daerah Di Bali Siap Jadi Kawasan Wisata Bebas COVID-19"] Kemudian terkait wisata lokal lanjut Sandiaga Uno, Kemenparekraf memastikan wisata-wisata lokal harus siap menerapkan protokol yang ketat dan disiplin. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan penerapan PPKM skala mikro dengan baik, seperti membatasi kapasitas wisatawan hingga jam operasional destinasi, hal itu untuk mengantisipasi mobilitas masyarakat karena tidak melakukan mudik saat lebaran 2021. “Kita perlu antisipasi masyarakat saat menghabiskan waktu libur lebaran. Keputusan akhir berada di ranah pemerintah daerah dan Satgas COVID setempat, jika terjadi peningkatan jumlah COVID-19 di daerah tersebut, keputusan untuk menutup destinasi wisata ada di tangan daerah setempat,” ujarnya. (Sumber: Artikel okezone.com Foto saiul038 ) 
...more

Masjid Tertua Di Indonesia Yang Bikin Terasa Adem

TripTrus.Com - Kita tau Indo punya banyak masjid yang memikat, dari yang canggih modern sampe yang jadul banget, tapi punya arti sejarah gede buat Islam di sini.       View this post on Instagram A post shared by John Santosa (@johnsantosa) Yuk, langsung cek daftarnya: 1. Masjid Saka Tunggal Banyumas, 1288 Masjid pertama yang direkam sejarahnya di Indo ada di Maluku, nih. Masjid Saka Tunggal Banyumas, lahir tahun 1288. Bangunannya sederhana, ukuran 10x10 meter, pake bahan gaba-gaba alias pelepah sagu, dan atapnya dari rumbia. Masjid ini legendaris banget, jadi saksi sejarah Islam di Maluku, katanya di sana juga nyimpan Mushaf Alquran paling kuno di Indo. 2. Masjid Wapauwe Maluku, 1414 Di urutan kedua, ada Masjid Wapauwe di Maluku Timur, yang berdiri sejak 1414. Ukurannya sama kaya Masjid Saka Tunggal, pake bahan gaba-gaba dan atap rumbia. Juga jadi saksi perkembangan Islam di Maluku, lho! 3. Masjid Sunan Ampel, 1421 Masjid kuno dari Surabaya ini udah berdiri sejak 1421, jadi udah 602 tahun lamanya. Sunan Ampel, salah satu wali yang terkenal, jadi yang nginisiasi pembangunan masjid ini. Di belakang masjid, ada kompleks makam Sunan Ampel yang selalu rame pengunjung, khususnya pas Ramadhan. 4. Masjid Mantingan, 1481 Masjid yang satu ini ada di Desa Mantingan, Jepara. Dibangun tahun 1481, oleh Ratu Kalinyamat untuk mengenang suaminya, Sultan Hadiri yang meninggal gara-gara konflik. Luas kompleksnya sekitar 7 hektar, ada masjid, makam, sama museum. Masjid ini juga punya 114 relief di dindingnya, keren kan? 5. Masjid Kuno Bayan Beleq, Abad ke-15 Masjid kuno dari Lombok ini diperkirakan dibangun sekitar 500 tahun lalu. Lokasinya di Desa Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Tapi, belum pasti siapa yang ngebangunnya. Ada yang bilang Syeh Gus Abdul Razak, ada juga yang ngomong Sunan Prapen yang bikin. 6. Masjid Agung Sang Cipta Rasa, 1498 Masjid tua yang satu ini juga punya nama lain, Masjid Agung Cirebon. Dibangun tahun 1498, jadi udah berdiri dari jaman Sunan Gunung Jati. Arsitekturnya kental banget nuansa Jawa dan Arab. Ada satu tiang utama yang katanya dibuat dari pecahan kayu kecil-kecil yang disatukan. Konon, itu lambang kegotong-royongan. [Baca juga : "Nih, 5 Pantai Keren Banget Di Likupang Yang Harus Dikunjungi!"] 7. Masjid Agung Demak, 1500-an Masjid legendaris ini didirikan di Demak pada 1500-an, oleh Raden Patah, sultan pertama Kesultanan Demak. Katanya, tempat pertemuan para Wali Songo. Ini masjid yang punya peran penting banget dalam sejarah Islam di Nusantara. 8. Masjid Sultan Suriansyah, 1525-1550 Masjid tua dari Kalimantan ini dibangun antara 1525-1550. Lokasinya di Banjarmasin, tepatnya di tepi Sungai Kuin. Sultan Suriansyah, yang jadi raja Banjar pertama yang masuk Islam, juga punya makam deket sini. 9. Masjid Menara Kudus , 1549 Masjid kuno lagi dari Kalimantan, didirikan sekitar 1549. Masjid ini juga deket Sungai Kuin di Banjarmasin. Ada makam Sultan Suriansyah juga di sekitar situ, lho. 10. Masjid Raya Baiturrahman, 1612 Masjid Raya Baiturrahman, atau dikenal juga sebagai Masjid Kesultanan Aceh, berdiri di Banda Aceh sejak 1612. Bangunannya udah dirombak ulang sama Belanda tahun 1879. Masjid ini jadi simbol keislaman, budaya, dan nasionalisme Aceh. Itulah deretan masjid-masjid kuno di Indonesia yang bikin adem iman! (Sumber Foto @fa_amelia) 
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...