shop-triptrus



Tujuh Pilar Pulau Jawa

Mau mendaki salah satu dari tujuh pilar Pulau Jawa? Ikut tripnya di: http://triptr.us/Bt TRIPTRUS - Sebagai negara yang masuk ke dalam jajaran Ring of Fire (cincin api), yaitu barisan gunung berapi di sekitar Samudera Pasifik, Indonesia juga terkenal dengan banyak gunung berapi. Pulau Jawa sendiri memiliki puluhan gunung berapi, baik yang aktif maupun tidak aktif. TripTrus akan mengajak kamu untuk melihat tujuh puncak tertinggi di Pulau Jawa yang terkenal dengan julukan Seven Summits of Java (Tujuh Puncak Pulau Jawa).1. Gunung Semeru Gunung yang terletak di antara Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, ini merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan puncak Mahamerunya yang mencapai 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl). Untuk mendaki Semeru butuh persiapan dan keahlian serta daya tahan tubuh yang cukup, mengingat butuh empat hari untuk naik dan turun di Semeru. Ada dua jalur pendakian yang sering digunakan oleh para pendaki, yaitu lewat Kota Malang dan lewat Kota Lumajang. Pada ketinggian 2.400 mdpl di gunung yang merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini, para pendaki dapat beristirahat di Danau Ranu Kumbolo yang merupakan tempat untuk mengisi persediaan air. Selain itu ada tiga danau (ranu) lainnya di Semeru, yaitu Ranu Pani, Ranu Regulo dan Ranu Darungan. Pendaki juga disarankan untuk tidak menuju kawah Jonggring Saloko dan mendaki dari sisi selatan. Ini diakibatkan oleh gas beracun (wedhus gembel) dari Janggring Saloko dan aliran lahar. Salah seorang tokoh aktivis pemuda Indonesia, Soe Hok Gie, meninggal di Gunung Semeru akibat menghisap asap beracun pada tahun 1969. 2. Gunung Slamet Tertinggi kedua setelah Gunung Semeru adalah Gunung Slamet yang berada di berada pada perbatasan Kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga dan Pemalang, Provinsi Jawa Tengah. Gunung yang puncak tertingginya berada pada 3.428 mdpl ini merupakan gunung berapi aktif pada keempat kawahnya. Pada pertengahan tahun 2010 hingga tahun 2011 Gunung Slamet sempat ditutup untuk kegiatan pendakian akibat aktivitas pada keempat kawahnya.Salah satu jalur favorit pendakian Gunung Slamet adalah lewat Kawasan Wisata Baturaden. Meski terkenal akan keindahannya, jalur Pada tanggal 8-10 November 2013 ini, kawasan wisata di kaki Gunung Slamet itu akan diramaikan oleh para petualang yang berkumpul untuk menghadiri Festival Petualang Nusantara 2013. 3. Gunung Sumbing Sama seperti dua gunung sebelumnya, Gunung Sumbing dengan ketinggian 3.371 mdpl terletak di tiga kabupaten Provinsi Jawa Tengah; Kabupaten Magelang, Temanggung, dan Wonosobo, merupakan gunung berapi yang masih aktif. Tepat di sebelah Gunung Sumbing adalah saudara kembarnya, yaitu Gunung Sindoro dengan ketinggian 3.150 mdpl. Lereng Sumbing-Sindoro banyak digunakan sebagai kawasan perkebunan dan dikembangkan menjadi kawasan agrowisata, terutama berupa perkebunan buah kelengkeng, tembakau, vanilla, dan kopi.Di kaki Gunung Sumbing juga terdapat desa wisata Tegalrejo, prasasti Gondosulu, dan pohon Walitis - pohon terbesar di lereng Sumbing-Sindoro. Pohon Walitis ini memiliki tinggi yang mencapai 30 meter dan diameter 7.5 meter. Selain itu, kawasan hutan Rasamala di lereng Sindoro-Sumbing yang terkenal tidak mempan oleh api. Wow.4. Gunung Arjuna Sama seperti Gunung Sumbing yang memiliki saudara kembar, Gunung Arjuna yang terletak di Kabupaten Malang, Jawa Timur ini bersebelahan dengan Gunung Weilerang. Tapi kita akan bahas saudara kembar Gunung Arjuna ini nanti.Gunung Arjuna memiliki ketinggian 3.339 mdpl dan dikelola oleh Taman Hutan Raya Raden Soeryo. Gunung Arjuna biasa didaki lewat bebera jalur pendakian; yaitu Lawang dari arah Timur, Tretes dari Utara, Batu dari arah Barat, arah Selatan di Karangploso, dan dari Desa Sumberawan di Kecamatan Singosari. Sejak zaman kejayaan Kerajaan Majapahit, Gunung Arjuna sudah dijadikan tempat pemujaan. Maka tidak heran apabila di sepanjang jalur pendakian hingga menuju puncaknya, ditemukan banyak arca dan candi peninggalan Majapahit. Situs-situs candi itu dapat dijumpai apabila pendaki menggunakan jalur pendakian Purwosari di Kabupaten Pasuruan. Gunung Arjuna juga terkenal dengan angin kencang yang bertiup di puncaknya. Puncak Gunung Arjuna dikenal dengan nama Puncak Ogal-Agil atau Puncak Ringgit. 5. Gunung Raung Di posisi kelima gunung tertinggi di Pulau Jawa adalah Gunung Raung dengan ketinggian 3.332 mdpl. Gunung Raung punya keunikan yang berbeda dengan kebanyakan gunung di Pulau Jawa. Keunikan Raung terletak pada puncaknya yang berbentuk kaldera dengan lebar 2 kilometer dan dalamnya 500 meter. Kaldera ini selalu berasap dan menyemburkan api. Jalur pendakian favorit ke Gunung Raung adalah dari arah Kota Bondowoso. Nama Raung diambil dari angin yang selalu bertiup di puncak gunung ini. Angin kencang itu bertiup dengan kencang seperti meraung-raung di telinga pendengarnya. Angin kencang itu bahkan dapat menghempaskan orang-orang ke dasar jurang yang terjal di kawah puncak Gunung Raung. Dari puncak Gunung Raung, dapat terlihat pemandangan Kota Bondowoso dan Situbondo pada saat malam hari. Jalur lain untuk mencapai Gunung Raung adalah lewat jalur Kalibaru. Untuk mencapai dasar kawah Gunung Raung, tidak terdapat jalur yang jelas. Untuk itu diperlukan tali-temali untuk mencapai dasar kawah gunung ini.6. Gunung Lawu Tepat di perbatasan Jawa Tengah (Kabupaten Wonogiri) dan Jawa Timur (Kabupaten Magetan), berdiri tegar Gunung Lawu. Gunung ini memiliki tiga puncak, Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumling dan Puncak Hargo Dumilah. Di antara ketiga puncak tersebut, Puncak Hargo Dumilah merupakan puncak tertinggi dengan ketinggian 3,265 mdpl. Jalur menuju puncak Gunung Lawu sebagian besar telah tertata dengan baik, membuat gunung ini menjadi salah satu gunung favorit oleh para pendaki pemula karena relatif tidak sulit mencapai puncak tertingginya. Untuk mencapai puncak Gunung Lawu, ada tiga jalur yang dapat digunakan. Jalur Selatan melalui Cemoro Sewu, jalur Barat melalui Cemoro Kandang, dan jalur Srambang yang jarang dilalui orang yang tidak mengenal baik jalur ini.7. Gunung Welirang Gunung terakhir yang tingginya 3.156 mdpl ini, meski tingginya tidak sama, letaknya yang berdekatan dengan Gunung Arjuna membuat Gunung Welirang mendapatkan julukan sebagai saudara kembar Gunung Arjuna. Dalam bahasa Jawa, "Welirang" berarti belerang. Ini dapat dilihat pada puncak Welirang yang diselimuti asap putih dari kawahnya yang menyemburkan belerang. Hampir mirip dengan Gunung Arjuna, Gunung Welirang dapat didaki dari arah Utara (Tretes), arah Timur (Lawang), dan arah Barat (Batu-Selecta). Di puncak Welirang terdapat tumbuhan endemik yang oleh penduduk setempat diberi nama manis rejo atau cantigi (Vaccinium varingiaefolium). Pohon manisrejo hanya tumbuh di ketinggian 2700 mdpl ke atas. Manisrejo dapat dibuat untuk minuman seperti teh dan buahnya juga dapat dimakan. Jadi, TripTroops sudah pernah ke gunung yang mana saja? Share dong di-comment di bawah.
...more

Bro-Sis Traveler: Surf dan Chill Di Batu Karas, Bali-Nya Jawa Barat!

TripTrus.Com - Bro-sis traveler! Kalo lo lagi cari pantai vibe santai tapi tetap seru buat surfing, foto sunset, atau sekadar healing bareng squad, Batu Karas tuh salah satu destinasi paling worth it di Pangandaran, Jawa Barat. Pantai ini punya pasir hitam yang unik, ombak yang friendly buat pemula, dan suasana yang ga terlalu riweh kayak pantai lainnya. Di sini lo bisa bangun pagi sambil nyeruput kopi, nunggu sunrise sambil denger suara ombak tenang yang bikin pikiran lo chill abis, atau sore harinya nungguin matahari turun sambil foto OOTD yang langsung viral di feed lo. Gak cuma itu, suasana alamnya yang masih natural banget bikin lo ngerasa kayak nemu hidden gem sendiri di Selatan Jawa.       View this post on Instagram A post shared by Antonius Rangga (@antoniusrangga) 1. Surfing & Main Air: Ombak Santai Buat Semua Level Bro-sis traveler, kalo lo belum pernah surfing tapi pengen nyoba sensasinya, Batu Karas tuh spotnya paling pas! Ombaknya itu landai, stabil, dan panjang—pas banget buat pemula yang mau latihan berdiri di papan pertama kali, tapi juga seru buat yang udah bisa dikit-dikit ngacir di laut. Lo bisa sewa papan, ikutan kursus singkat, atau sekadar ngejar ombak kecil sambil nyebur bareng temen-temen lo. Gak perlu takut, vibe surf di sini tenang banget, bukan yang crowded kayak spot surfing terkenal lain, jadi lo bisa santai nikmatin tiap momen dari air. Pokoknya, pengalaman lo bakal beda banget dari pantai biasa karena lo bisa main air sepuasnya, latihan teknik dasar, bahkan foto aksi lo yang epik buat konten TikTok atau Reels! 2. Sunset & Sunrise: Spot Foto Hits yang Bikin Feed Lo Kece Sis bro, serius deh—Pantai Batu Karas itu ga cuma soal ombak, tapi juga soal sunrise & sunset yang bikin feed Instagram lo makin aesthetic! Bayangin deh lo duduk di pasir hitam, kopi di tangan, sambil nungguin matahari nongol atau turun di balik laut—warna langitnya pink-orange yang ngeblend banget sama vibe chill lo. Banyak traveler yang datang cuma buat momen ini karena scenery-nya tuh literally Instagrammable sekaligus zen banget buat healing. Pas sore, suasana jadi romantis abis, cocok buat lo yang dateng bareng pasangan atau squad buat foto bareng sambil lowkey ngerasain vibes beach day yang ga terlupakan. Jangan lupa bawa kamera atau smartphone lo buat abadikan golden hour epic itu ya! 3. Kuliner & Penginapan: Asik Tanpa Bikin Kantong Kecut! Bro sis traveler, lo pikir Batu Karas cuma soal laut doang? Nggak dong! Area sekitar pantai ini punya banyak warung makan kecil yang nyediain seafood segar—ikan bakar, cumi-cumi, sama menu lokal lainnya yang rasanya juara banget sambil lo nongkrong di warung pinggir pantai. Buat nginep? Banyak homestay murah yang vibe-nya tropis banget, sampe pilihan eco-lodge yang langsung nghadap ke pantai buat lo nikmatin ocean breeze tiap pagi. Lo juga bisa camping tepi pantai kalo pengen ngerasain tidur di bawah bintang sambil suara ombak jadi lullaby lo—super chill! Pokoknya, Batu Karas itu gabungan surf, kuliner, dan penginapan seru yang bikin liburan lo makin lengkap tanpa bikin kantong lo kebakar [Baca juga : "Batu Karas: Bali-nya Jawa Barat Yang Low Budget Tapi Vibes-nya High Class"] 4. Tips & Itinerary Santai Buat Bro-Sis Traveler Nah, biar perjalanan lo makin smooth, nih beberapa tips kece buat lo: dateng pas musim kemarau biar cuacanya cerah dan ombaknya pas buat surfing; bawa sunblock & topi karena sinar matahari bisa lumayan terik; dan siapin cash karena semua warung kecil kadang belum full support payment digital. Akses ke Batu Karas itu cukup gampang kok—jalanannya sudah bagus dan bisa dilalui motor atau mobil, jadi lo bisa roadtrip bareng temen lo sambil nikmatin scenery sepanjang jalan menuju pantai. Pokoknya, campurin itinerary lo: surfing pagi, kuliner siang, chill sunset, dan nongkrong malam buat smoothing vibes lo di Batu Karas! Batu Karas Itu Liburan yang Ga Biasa! Bro-sis traveler, kalau lo cari liburan yang beda dari yang lain—yang bukan cuma santai doang tapi juga penuh pengalaman seru—Batu Karas harus banget masuk list lo! Pantainya yang tenang, ombak yang ramah buat surfer pemula, panorama alam sunrise-sunset yang bikin hati adem, plus spot kuliner & homestay yang bikin betah, bikin tempat ini jadi paket wisata yang komplit banget. Lo bisa dateng buat solo trip, couple getaway, atau squad trip sambil bikin konten yang bakal nge-boost feed lo secara organic. Jadi, kapan nih lo ready buat roadtrip ke Batu Karas? πŸŒŠπŸ“Έβœ¨ (Sumber Foto @adambrasco_)
...more

Letusan Bledug Kuwu

Selain populer dengan ragam keseniannya, Jawa Tengah juga menyimpan potensi wisata yang tak kalah menariknya di daerah daerah lain. Jika Anda berkunjung ke Purwodadi, tidak ada salahnya untuk berkunjung ke tempat wisata Bledug Kuwu yang menyimpan pemandangan cukup eksotis.Menurut legenda yang dipercaya masyarakat setempat, keberadaan Bledug Kuwu ini merupakan lubang yang menghubungkan tempat tersebut dengan Laut Selatan. Konon, lubang tersebut merupakan jalan pulang Joko Linglung menuju kerajaan Medang Kamulan setelah mengalahkan Prabu Dewata Cengkar.Bisa dibilang, tempat wisata ini cukup unik. Beberapa wisatawan bahkan menobatkan tempat ini sebagai miniatur Salt Lake yang terdapat di Amerika Serikat. Letupan letupan lumpur yang terdapat di kawasan wisata inilah yang menjadikan tempat wisata ini berbeda dari yang lainnya.Untuk bisa mengunjungi tempat ini Anda bisa menempuh perjalanan darat dari Semarang melalui Purwodadi sampai ke desa Kluwu. Pemandangan selama perjalanan menuju tempat ini seperti hamparan sawah hijau serta hijaunya langit dan juga bukit-bukit seakan menjadi bonus tambahan yang sayang untuk dilewatkan. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

Cerita Awal Mula Pulau Pahawang, Dari Nokoda Sampai Jadi Desa Wisata Seru!

TripTrus.Com - Ada cerita dari orang-orang sini, sejarah pulau ini dimulai pas Nokoda dateng tahun 1.700-an, terus ada juga Hawang yang keturunan Cina ikutan dateng. Hawang ini stay di pulau ini sampe punya anak cewek yang sering dipanggil Pok Hawang. Nah, pas Pok Hawang dipanggil Pok Hawang terus jadi nama pulau ini, namanya jadi Pulau Pahawang sekitar tahun 1850-an. Desa Pulau Pahawang mulai berkembang pas H.Muhammad bin H.Ibrahim hulubalang dari Kalianda dateng dan tinggal di Kalangan, sementara di Pulau Pahawang ada Ki Mandara dari Sulawesi Selatan yang dateng tahun 1920-an. Terus perkembangan berikutnya dimulai tahun 1930 pas Datuk Jahari dateng, dia stay dan nikah sama anak Ki Mandara di Penggetahan, juga ada H. Dulmalik dari Putih Doh yang stay di Suak Buah. Trus, ada beberapa orang dateng dan tinggal di Desa Pulau Pahawang, tapi tahunnya gak jelas. Mereka berasal dari berbagai tempat, ada yang dari Banten, seperti Jahari yang stay di dusun Penggetahan, Ruslan yang stay di Dusun Cukuh Nyai Jaralangan, dan ada juga Haji Dul Malik dari Putih Doh, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus - Lampung yang stay di Dusun Pulau Pahawang. Mereka dateng buat ngembangin kebun. [Baca juga : "Wah, Bali Jadi Hits Buat Pesepakbola! Sekarang Giliran Cuti Romero Dan Istri, Eksis Di Pulau Dewata"] Desa Pulau Pahawang punya 6 dusun, ada Dusun I Suak Buah, Dusun II Penggetahan, Dusun III Jeralangan, Dusun IV Kalangan, Dusun V Pahawang, dan Dusun VI Cukuh Nyai. Kalangan itu dusun yang ada di pulau Sumatera, terpisah sama laut dan bisa nyebrang cuma sekitar 1/4 jam naik perahu ketinting. Dulu Desa Pulau Pahawang statusnya kampung dan masuk wilayah Marga Punduh. Jadi, warganya Pulau Pahawang ikut aturan Marga Punduh buat urusan pemerintahan. Mandara yang pimpin urusan pemerintahan, dan H. Dul Malik yang pimpin urusan keagamaan. Tahun 1980, Pulau Pahawang secara resmi ditetapkan jadi desa. (Sumber Foto @ms.sarahvi) 
...more

Batu Lawang, Tebing Keratonnya Kota Cilegon

TripTrus.Com - Cilegon dikenal sebagai kota industri, di sana berdiri megah pabrik-pabrik industri yang menjulang tinggi. Tapi, tanpa disadari di balik kemegahan pabrik-pabrik industri, Kota Cilegon memiliki daya tarik. Keindahan tersebut bisa kita nikmati dari atas bukit Batu Lawang. Dengan jarak tempuh kurang lebih 30-45 menit dari Kota Cilegon. Batu Lawang terletak di Kelurahan Gerem, Merak. Batu Lawang amat potensial untuk dijadikan tempat tujuan wisata karena untuk mencapai tempat itu bisa dilakukan dengan cara hiking menyusuri bukit sejauh 6 km, dapat ditempuh dalam waktu sekitar 2-3 jam. Batu Lawang menawarkan keindahan dan kesejukan bagi para pengunjung.  Asal usul nama Batu Lawang karena terdapat sebuah batu berbentuk kodok berukuran besar yang berada dipuncak bukit, posisinya membelah dua gunung yaitu: Gunung Batur dan Gunung Gede. Karena itu akhirnya tempa ini diberi nama Batu Lawang yang memiliki arti batu yang saying besar yang dijadikan pintu. Boleh dibilang, Batu Lawang menjadi tempat tujuan wisata kalian, selain mata kita dimanjakan oleh pemandangan bukit-bukit yang disesaki pepohonan, dari atas Batu Lawang kalian bisa melihat luasnya Kota Cilegon, Kawasan Industri sepanjang bibir pantai Banten hingga birunya Selat Sunda yang dipenuhi oleh lalu lalang kapal menuju Pelabuhan Merak. Bagi kalian Warga Cilegon atau sekitarnya dan mungkin para pejalan bisa mengunjungi Batu Lawang. Berikut foto-foto keindahan Batu Lawang dari beberapa teman pejalan yang pernah mengunjunginya, karena tempat ini Instagram-able banget!   Sumber: Artikel Amieykha dan Foto Tracking Sepeda
...more

Cek This Out, Bro! 10 Acara Keren Di Bandung Buat Tahun 2024, Jangan Ketinggalan!

TripTrus.Com - Pemkot Bandung baru aja umumkan Bandung Calender of Event (COE) 2024. Ada 42 acara seru yang bakal digelar, lo, dan 10 di antaranya bakal jadi yang paling keren! Bambang Tirtoyuliono, si Pj Wali Kota Bandung, ngejelasin kalo acara-acara ini bisa jadi magnet buat wisatawan lokal atau mancanegara. "Kita ini kota jasa, harus kreatif, bro. COE bisa bikin Bandung makin kece buat turis. Data Oktober 2023, hotel di Bandung udah 75 persen full, ini momentum bagus banget," ucapnya kayak yang dilansir detikJabar, Sabtu (5/11/2023).       View this post on Instagram A post shared by SDN 246 Margacinta (@bdg.sdn246margacinta) Bambang juga ngeyakinin kalo acara seru ini bisa dorong investor masuk ke Bandung. Di 2022 aja, investasi di kota ini tembus Rp7,78 triliun, bro! Gak cuma itu, ini bisa bikin lapangan kerja nambah dan pengangguran turun. COE 2024 juga katanya bisa jadi energizer ekonomi buat semua pihak, termasuk UMKM. Data bilang, di semester 1 tahun 2023, UMKM di Bandung udah ada 10.107 dan usaha mikro 9.627. Arief Syaifudin, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, bilang COE 2024 ini bukan cuma buat promosi doang. Temanya "Be Sparkling and Colorful with Us", tujuannya buat jadi destinasi wisata keren. Acara-acara ini nanti bakal direkomendasikan ke tingkat provinsi dan mungkin masuk West Java Calendar of Event. Lalu Dinas Pariwisata dan Budaya Jawa Barat bakal rekomendasiin ke Karisma Event Nusantara (KEN), program event kece dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. [Baca juga : "Rekomendasi Wisata Heritage 2024, Petualangan Legendaris 'Gadis Kretek' Rokok Klembak Menyan"] Arief berharap banget, COE 2024 bisa ngebawa dampak positif buat pariwisata dan ekonomi, termasuk buat UMKM, pebisnis, dan partner di sektor pariwisata. "Semoga acara-acara di tahun depan bisa jalan lancar sesuai rencana dan tetep aman, tertib, dan bersih," tambahnya. Gak ketinggalan, ada 42 event keren di 2024. Dari itu, 10 yang paling kece adalah: Trade Mark 2024, Maret 2024 Festival Bakso Juara, Maret 2024 Now Playing Festival, Mei 2024 Bandung Angklung Festival, Mei 2024 Asia Afrika festival, Mei 2024 Bandung Orchestra Festival, Juni 2024 Bandung Art Month, Agustus 2024 Lomba Kereta Peti Sabun, Agustus 2024 Bandung Great Sale & Calendar of Event, September 2024 Playlist Live Festival, Oktober 2024 Bambang Tirtoyuliono berharap banget, sebagai kota jasa, acara keren di COE 2024 bisa ngeramein Bandung, bro! Ini dia, jadi pastiin buat catet tanggalnya, jangan sampe kelewat! πŸŽ‰ (Sumber Foto @dee_moell) 
...more

Tumbuh 25,68%, Pariwisata Indonesia Lampaui Pertumbuhan Asia Pasifik

TripTrus.Com - Masyarakat Indonesia rupanya hobi berwisata dan menjelajah destinasi yang baru di dunia. Tak sekadar dadakan, akan tetapi tren masyarakat Indonesia ingin berlibur juga memiliki perencanaan yang matang. Hal itu terungkap dalam survei Travelport, platform travel niaga yang melakukan survei terhadap wisatawan global dengan 11 ribu responden. Di dalam survei terungkap, wisatawan Indonesia menyukai kegiatan penelitian untuk membuat rencana perjalanan. Sebanyak 93 persen menggunakan video dan foto dari media sosial. Padahal, rata-rata masyarakat Asia Pasifik adalah 76 persen. Sebanyak 71 persen wisatawan Indonesia menggunakan pencarian suara atau voice search. Angka itu tertinggi kedua setelah masyarakat China di 72 persen. Sebanyak 84 persen masyarakat Indonesia masih lebih memilih untuk berkonsultasi dengan agen perjalan profesional. "Sektor pariwisata Indonesia telah mencatat pertumbuhan signifikan 25,68 persen sepanjang tahun ini, melampaui kawasan Asia Pasifik dan pasar negara berkembang lainnya," ujar Managing Director Asia Pacific Travelport, Mark Meehan dalam keterangan tertulis, Rabu (15/11). Sebanyak 68 persen pelancong Indonesia memesan perjalanan mereka melalui smartphone. Angka ini tertinggi di seluruh dunia. Saat dalam perjalanan, sebanyak 80 persen wisatawan Indonesia mengatakan boarding pass digital dan e-ticket membuat perjalanan menjadi lebih mudah. Lalu sebanyak 84 persem wisatawan merasa penting untuk dapat tetap dapat berhubungan atau melakukan kontak saat bepergian. Lalu saat tiba di tempat tujuan sebanyak 83 persen pelancong Indonesia menghargai waktu untuk diri mereka sendiri selama dalam perjalanan bisnis. Mark menilai kebutuhan bagi industri perjalanan dan perhotelan global bahkan mencapai USD 7,6 triliun. "Karena itu perhotelan wajib beradaptasi secara terus menerus untuk memberikan layanan yang responsif, relevan dan tepat waktu bagi pelanggan," katanya. Dia mendorong penyedia layanan perjalanan harus tetap relevan, memberikan alat dan konten digital tepat waktu yang merupakan sarana penting untuk menjangkau dan memuaskan wisatawan Indonesia. Hal itu dimuli sejak saat mereka melakukan penelitian sampai mereka kembali dari perjalanan mereka. "Kami platform travel niaga perjalanan Travelport siap mendukung pertumbuhan digital industri di Indonesia," katanya. (Sumber: Artikel jawapos.com)
...more

Bumi Ageung Cikidang, Rumah Museum Yang Bersejarah di Cianjur

TripTrus.Com - "Bumi Ageung Cikidang" yang berarti Rumah besar yang berada di daerah bernama Cikidang adalah rumah milik Bupati Cianjur, Raden Adipati Aria Prawiradiredja II.  Raden Adipati Aria Prawiradiredja II  merupakan Bupati Cianjur yang ke-9 yang menjabat selama periode 1862-1910 (48 tahun). Rumah cantik ini beliau bangun pada tahun 1886 sebagai rumah peristirahatannya. (Foto: tribunnews.com) Pada tahun 1910 Bumi Ageung diwariskan kepada putrinya bernama Raden Ayu Tjitjih Wiarsih, di masa kepemilikan beliau, rumah ini berperan penting dalam kemerdekaan, dikarenaKAN Bumi Ageung digunakan sebagai tempat perumusan pembentukan tentara PETA yang dipimpin oleh Gatot Mangkoepradja di tahun 1943-45. Bumi Ageung direnovasi pertama kali pada tahun 1950 setelah nyaris hancur karena menjadi sasaran bom pasukan Jepang dan Belanda. Pada 9 Agustus 1949 Bumi Ageung juga menjadi saksi bisu peristiwa penyerahan kekuasaan Belanda kepada tentara Republik wilayah kota Cianjur, selain itu sempat dijadikan tempat perlindungan manula, perempuan dan anak-anak keturunan pada saat terjadi kerusuhan etnis di Cianjur sekitar tahun 1962-1963.   (Foto: tribunnews.com) Beralamat di Jalan Mochamad Ali, Kelurahan Solokpandan, Cianjur, jalan yang konon dibuat Dandeles sebagai Jalan Raya Pos, Bumi Ageung dikelilingi oleh kawasan kota tua Cianjur yang tumbuh berkembang di era kolonial, seperti beberapa bangunan: Stasiun Cianjur, Pecinan, Pendopo (Rumah Dinas Bupati) Walaupun beberapa bagian dari Bumi Ageung sudah berganti rupa, Bumi Ageung tetap syarat dengan sejarah. Oleh karena itu pada tahun 2010 ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya Nasional bedasarkan SK Menteri Kebudayaan dan Pariwisata. Yang di mana Bumi Ageung sekarang diurus oleh Keluarga generasi ke-5 dan dijadikan sebagai rumah museum di Cianjur.   (Sumber: Artikel-Foto Rahmat Fajar dan Amieykha )
...more

Sensasi Perpaduan Kopi, Kuliner, dan Wisata Merapi

TripTrus.Com - Ternyata ada keterkaitan antara kopi, kuliner, dan wisata. Buktinya, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), melirik Kedai Kopi Merapi di Dusun Petung, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan. Tak main-main memang, kedai kopi itu dijadikan potensi wisata kuliner yang prospektif di daerah tersebut karena diminati wisatawan mancanegara dan nusantara. "Kedai Kopi Merapi ini sangat potensial menjadi wisata kuliner minat khusus andalan di Kabupaten Sleman," ucap Kepala Dinas Pariwisata, Kabupaten Sleman, Sudarningsih, di Sleman, Jumat, 20 April 2018, dilansir Antara.       View this post on Instagram Kopi adalah media . . #kedaikopimerapi #kopimerapi #jogja #bukantraveler #enjoythefreedom A post shared by vanz (@van_iponkz) onJul 18, 2018 at 2:26am PDT Menurutnya, Dinas Pariwisata berkomitmen untuk terus mempromosikan Kedai Kopi Merapi ini sebagai potensi wisata kuliner andalan di Kabupaten Sleman. "Wisatawan di lereng Merapi di kawasan Kaliurang maupun Lava Tour Cangkringan dapat menikmati kopi khas lereng Gunung Merapi di kedai ini setelah menikmati suasana alam dengan jip wisata Merapi," katanya. [Baca juga : "Begini Kolaborasi Petani Kopi Robusta Dengan Dinas Pariwisata"] Ia menjelaskan, saat ini Kopi Merapi sudah banyak dikenal di masyarakat luas baik lokal Sleman, DIY, luar daerah, hingga mancanegara. "Bahkan, saat ini, Bupati Sleman Sri Purnomo sedang mempromosikan kopi Merapi ini di Finlandia karena negara tersebut tertarik dengan rasa maupun keunikan kopi Merapi," katanya. Pengelola Kedai Kopi Merapi, Sumijo mengatakan, saat ini, pengunjung di Kedai Kopi Merapi sudah mulai ramai didatangi berbagai kalangan. "Ada dari masyarakat biasa, pejabat, pengusaha, selebritas, dan kalangan artis banyak yang berkunjung ke sini," ujarnya. Awal Mula Desa Wisata Kopi Rata-rata dalam satu bulan pengunjung di Kedai Kopi Merapi ini mencapai 10 ribu lebih. Sedangkan yang paling ramai biasanya pada akhir pekan dan musim liburan. "Kalau omzet per bulan bisa mencapai Rp 180 juta dari penjualan minuman kopi, bubuk kopi, berbagai makanan khas Merapi maupun suvenir," Sumijo memaparkan. Awal mula kedai kopi berdiri, yakni dari usaha perkebunan kopi yang banyak digeluti masyarakat Dusun Petung sebelum erupsi Merapi pada 2010. "Dusun Petung awalnya memang disiapkan sebagai desa wisata kopi karena memang dusun ini ada kebun kopi. Kemudian, kami berinisiatif untuk mendirikan kedai kopi," katanya. Rintisan Desa Wisata Petung sebelum sempat dibuka, kedai tersebut sudah ada terlebih dahulu sebelum terkena bencana erupsi Merapi 2010 yang menghancurkan bangunan kedai maupun kebun kopi di daerah ini. "Setelah erupsi kami bersihkan semua. Baru dibuka lagi pada 2012. Seiring berjalannya waktu, Kopi Merapi semakin dikenal dan disukai masyarakat," ucapnya. Pengelola Kedai Kopi Merapi akan terus membuat inovasi-inovasi untuk menarik wisatawan. Satu di antaranya akan membuat destinasi wisata baru dengan konsep Wisata Edukasi Kopi. Nantinya, wisatawan akan diajak melihat proses pembuatan kopi mulai dari budi daya, pengolahan hingga teknik penyeduhan kopi. "Nanti pengunjung bisa camping, outbound, dan tracking dengan tema kopi," katanya. (Sumber: Artikel-Foto liputan6.com)
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...