shop-triptrus



Surga Kucing di Sulawesi Barat

TRIPTRUS - Bagi penggemar kucing, mungkin nama Pulau Tashiro di Jepang sudah dikenal sebagai surga bagi kucing dan penggemarnya. Sebelum menuai kepopuleran sebagai pulau kucing, dengan diterbitkannya artikel mengenai seekor kucing di pulau itu, desa Tashiro adalah desa sepi yang sebagian besar penduduknya berusia di atas 60 tahun. Namun berkat kepopuleran artikel itu, para penggemar kucing dari Jepang dan seluruh dunia mulai ramai mengunjungi pulau yang mempunyai populasi ratusan kucing itu. Tapi ternyata, tidak hanya di Tashiro saja yang penuh dengan kucing. Para pecinta kucing di Indonesia tidak harus jauh-jauh ke Jepang untuk menemukan pulau kucing. Di Sulawesi Barat, tepatnya di Kabupaten Polewali Mandar, ada sebuah pulau bernama Pulau Dea-dea yang hanya dihuni oleh ratusan ekor kucing. Tidak ada satu manusiapun yang tinggal di pulau ini. Kucing-kucing di pulau ini sudah berkembang biak sejak puluhan tahun lalu, meski tidak ada yang dapat memastikan kapan kucing mulai menghuni dan menguasai Pulau Dea-dea. Meskipun begitu, kucing-kucing di sana terlihat sehat dan dapat hidup mandiri tanpa adanya manusia. Untuk mencapai Pulau Dea-dea, waktu perjalanan yang harus ditempuh adalah sekitar 15 menit dengan menggunakan speedboat atau taksi air (sebutan warga setempat untuk perahu penyeberangan antar pulau) dari dermaga Belang-belang di Desa Tonyamang. Kucing-kucing di Dea-dea awalnya berasal dari beberapa kucing yang dibuang oleh warga dari pulau lain di pulau tak berpenghuni itu. Lama kelamaan, populasi kucing di pulau itu meningkat sehingga mencapai ratusan ekor kucing. Semua kucing di Dea-dea hidup tanpa ada campur tangan manusia ataupun pemerintah daerah setempat, sehingga pengunjung tidak dapat begitu saja bermain dan mengelus kucing-kucing di pulau ini karena kebanyakan bersifat liar. Sebelum pergi ke pulau kucing di Sulawesi Barat ini, ada baiknya mengemas jas hujan atau payung, karena di sana tidak didirikan satupun bangunan oleh manusia yang dapat dijadikan tempat berteduh atau menginap. Ini dikarenakan karena dari dulu, Pulau Dea-dea adalah pulau yang tidak pernah dihuni oleh manusia. Tapi rasanya pemandangan Pulau Dea-dea yang hijau dan penuh pepohonan rindang, meski tidak ada tempat beristirahat dan berteduh buatan manusia, sudah cukup untuk jadi daya tarik para pecinta kucing. Mungkin suasana asri pulau itu yang membuat pulau kucing di Kecamatan Binuang ini jadi tempat berkembang biak yang cocok untuk kucing-kucing di pulau ini. Mungkin ini juga cocok bagi pecinta kucing yang ingin berlama-lama bermain dengan kucing-kucing di pulau itu. Ditambah lagi, pemandangan pantai yang indah membuat kunjungan ke Pulau Dea-dea jadi semakin mengesankan.Photos taken from: Buzzfeed.com
...more

Gak Loyo! 5 Tips Traveling Pas Puasa Biar Tetep On Fire

TripTrus.Com - Bro, traveling pas puasa tuh emang PR banget! Lo harus tahan laper, haus, plus tetep fit biar perjalanan tetep asik. Tapi santai, ada cara biar lo gak loyo meskipun lagi road trip atau jalan-jalan di bulan Ramadan. Nih, simak tipsnya biar lo tetep strong dan puasanya lancar!       View this post on Instagram A post shared by ROAM (@experiencesbyroam) 1. Bawa Bekal Sendiri, Jangan Ngandelin Takdir!  Gak semua tempat yang lo datengin jual makanan yang cocok buat sahur atau buka. Makanya, lo wajib bawa bekal sendiri! Pilih makanan yang banyak proteinnya, serat, dan lemak sehat biar tenaga lo tahan lama. Kalau ribet bawa makanan berat, lo bisa sedia camilan sehat kayak kurma, kacang-kacangan, atau granola. Praktis, gampang dibawa, dan bikin lo tetep bertenaga sampai magrib! 2. Minum yang Cukup, Jangan Sampai Kekeringan!  Dehidrasi pas puasa itu nyiksa banget, apalagi kalau lo lagi di perjalanan jauh. Solusinya? Maksimalin asupan cairan pas sahur dan buka. Hindarin kopi atau teh berlebihan, soalnya bikin badan makin kering. Mending pilih air putih, infused water, atau air kelapa biar elektrolit lo tetep seimbang. [Baca juga : "10 Event Paling Kece Di Karisma Event Nusantara 2025! Lo Wajib Merapat!"] 3. Jangan Maksa! Kurangin Aktivitas Berat  Emang sih, traveling itu bikin pengen jalan-jalan terus. Tapi inget, lo lagi puasa! Jangan kebanyakan jalan kaki atau aktivitas yang bikin energi lo cepet abis. Kalau bisa, pilih transportasi yang nyaman biar gak gampang capek. Mau ngebolang ke tempat wisata? Atur jadwalnya setelah buka puasa biar lo tetep bisa enjoy tanpa harus ngos-ngosan! 4. Makan yang Sehat Pas Buka, Jangan Kalap!  Pas azan magrib berkumandang, jangan langsung hajar makanan manis berlebihan! Lonjakan gula darah bisa bikin lo makin lemes. Pilih makanan yang seimbang, kayak karbo kompleks, protein, dan lemak sehat biar tenaga lo tetep stabil. Kalau susah cari makanan sehat di perjalanan, bawa cadangan kayak sup instan bergizi atau makanan kemasan tinggi protein dan serat. Praktis dan tetep sehat! 5. Batasi Minuman Manis, Jangan Ketipu!  Gue tau banget, pas buka tuh suka kepengen minum es teh manis atau soda. Tapi hati-hati, kebanyakan gula malah bikin badan makin drop! Mending pilih minuman yang bikin badan lo tetep fresh, kayak jus buah asli tanpa gula tambahan, teh herbal, atau cukup air putih aja. Badan lo bakal lebih segar dan gak gampang capek! Jadi gitu, guys! Traveling pas puasa emang butuh trik biar tetep strong dan gak gampang KO. Yang penting, jaga pola makan, minum yang cukup, dan atur ritme biar lo bisa tetep jalan-jalan tanpa ganggu ibadah puasa. Siap ngebolang meskipun lagi Ramadan?  (Sumber Foto @canva.com)
...more

Pulau Bawean: Antara Legenda Dan Keindahan Alam - 2

Masih ingat  heboh  penamaan KRI Usman Harun? Tak dinyana si pemberani Harun Thohir  yang  menuai kontroversi karena namanya dipakai sebagai nama kapal perang itu adalah orang Bawean. Ya, pulau yang berada di Laut Jawa dan termasuk dalam wilayah Kabupaten Gresik JawaTimur itu memang dikenal luas di Singapura dan  Malaysia sebagai tanah asal para pelaut yang bekerja di kapal2 mereka. Orang Bawean dan kawasan pemukiman mereka di kedua negara jiran itu mendapat julukan sebagi  Orang Boyan dan Kampung Boyan. LEGENDA AKSARA JAWA Dari dusun  penangkaran  rusa perjalanan  dilanjutkan  dengan  mengendarai  sepeda motor  ke  arah  barat  pulau, kira-kira  berjarak  7 km,  terdapat  sebuah  Pantai  Kubur Panjang  (Jherat Lanjheng)  yang sarat  dengan  legenda  kelahiran  aksara  jawa.  Makam  yang  panjangnya  sekitar  11 meter  itu  dipercayai  sebagai  makam  pembantu  setia  Aji  Saka,  tokoh  utama  Babad Tanah Jawa,  Doro  dan  pedang pusakanya.  Pemandangan  yang  luar  biasa  saat  sang  surya  perlahan turun  terpampang megah  di kawasan  ini.  Bias  jingga,  langit  biru  dan  hamparan  karang karena laut surut  mempesona  indah.  Tetapi tak bisa berlama-lama  di pantai ini, selain karena sepi tidak ada hunian dan warung  makanan,  faktor  jalan rusak dan gelap juga memicu rasa khawatir untuk berlama-lama di kawasan tersebut. Kuburan Panjang (Jherat Lanjeng) Segenap  lelah  bisa  dibasuh dengan mandi  air panas di Dusun Kebun Daya, Desa Sawah Mulia, yang berjarak sekitar 3 km dari  pelabuhan.  Tempat mandi umum ini berukuran sekitar 2,5 X 3 meter  dan dipakai bergantian oleh kaum pria dan perempuan.  Semakin  malam  semakin  banyak  warga  Bawean yang mandi, kendati  hanya diterangi  sebuah lampu dan sekelilingnya sawah, namun tidak menyurutkan niat  merendam  badan dalam suhu sekitar 34 derajat Celsius ini.  Orang Bawean mempunyai 2 tempat pemandian air panas yang sumbernya belum diketahui, karena airnya tidak mengeluarkan bau menyengat seperti bau sulfur.   SUNSET, SUNSET DAN SUNSET Hari berikutnya, Pantai  Selayar, Danau Kastoba, Pantai Labuan dan bukit tempat  lapangan udara sedang dibangun adalah tujuan kami.  Dari pantai Selayar bisa ke Pulau Selayar dengan berjalan kaki atau naik motor  jika air laut  surut.  Pulau tak berpenghuni  itu nampak asri  dan nyaman untuk dipakai sebagai  tempat piknik sambil menikmati bekal  dan kelapa  muda  yang dipetik langsung dari  pohon ditepi  pantai.  Air jernih  semata kaki  dan  pasir putih mengundang minat  berjalan kaki  hingga ke batas  laut biru  sambil memotret  kemolekan alam sekitar  pantai Selayar.  Pulau dan Pantai Selayar Sedangkan kecantikan  alami  Danau  Kastoba  bisa dinikmati sambil  makan siang  karena  hanya sekitar 45 menit jaraknya  dari  Pantai  Selayar.  Lelah  mendaki  bukit  setinggi  sekitar 500 meter  segera  terbayar  begitu  melihat  teduh dan tenangnya Danau Kastoba.  Penduduk Bawean  biasanya  suka berpiknik  rombongan dan membakar ikan di tepi danau. Kekuatiran kami adalah sisa api yang ditinggalkan bisa memicu kebakaran  hutan di Cagar Alam Bawean ini.  Terlebih pada musim kemarau yang membuat tumbuhan kering dan meranggas.  Saat kami berkunjung ke Danau Kastoba, sekelompok orang meninggalkan api sisa bakar ikan dan harus dipadamkan hingga benar2 tidak ada asap.  Seharusnya sebagai  kawasan  Cagar Alam yang dilindungi  pemerintah, danau  dan  kawasan sekitarnya dijaga ketat dari kemungkinan pengrusakan alam baik yang disengaja  maupun  tidak. Pemandangan Danau Kastoba Lewat tengah hari  adalah  waktu yang tepat  untuk  beranjak  ke  lokasi  wisata  berikutnya,  yakni  pantai  Labuan.  Pantai  ini  tempat  berlabuh  kapal2 besar  agar  terlindung  dari  terjangan  ombak  dan  gelombang  laut  tinggi.  Menikmati  secangkir  kopi,  makan  baso  ikan  di warung sederhana  tepi  pantai  merupakan  keasyikan  tersendiri.  Di kejauhan tampak  bukit  kecoklatan yang disiapkan untuk  lapangan terbang  perintis.   Sore hari di Pantai Labuan Hanya 15 menit  bermotor untuk mencapai  kawasan bandara Pulau Bawean yang telah dibangun sejak 2-3 tahun lalu. Bandara ini masih jauh dari  rapi.  Pembangunan  infrastruktur, sarana dan prasarana untuk sebuah lapangan udara yang siap didarati pesawat  perintis sekalipun  masih  jauh  dari  sempurna. Jika diprosentase bisa dibilang baru sekitar 45 % saja.  Landasan pacu masih belum diaspal  dan yang sudah diaspal  pun sudah  mulai  rusak lapisannya.  Infrastruktur  jalan  masih  sangat  minim, baik di dalam kawasan bandara  maupun  dari atau ke  pusat  kota   kecamatan  Sangkapura  atau  dari  dan ke arah kota  pelabuhan.  Padahal  lapangan  udara  ini bisa menjadi  tumpuan harapan  untuk membuka Pulau Bawean  sebagai destinasi  kunjungan wisata utama  di  Jawa  Timur. Klik rangkaian artikel tentang Pulau Bawean di bawah ini. Pulau Bawean: Antara Legenda dan Keindahan Alam - 1 Pulau Bawean: Antara Legenda dan Keindahan Alam - 2 Pulau Bawean: Antara Legenda dan Keindahan Alam - 3
...more

Event Seru Akhir Tahun di Jakarta yang Wajib Lo Kunjungi!

TripTrus.Com - Eits, siapa bilang akhir tahun cuma buat nunggu libur panjang doang? Jakarta lagi penuh banget dengan event seru yang bakal bikin lo betah keluar rumah! Mulai dari festival, konser, hingga pameran yang sayang banget kalo sampe kelewatan. Jadi, kalau lo lagi nyari kegiatan seru buat ngehabisin waktu di bulan November dan Desember, lo harus baca daftar event kece ini. Dijamin, akhir tahun lo bakal penuh keseruan! 1. Pokémon Festival 2024, 5 Desember 2024 - 5 Januari 2025 di Central Park & Neo Soho Mall       View this post on Instagram A post shared by Surianto, S.I.Kom., M.I.Kom (Surianto Cunk) (@suriantocunk_mc) Lo masih inget Pokémon? Kalo iya, festival ini wajib banget lo datengin! Di sini lo bisa main kartu Pokémon, foto-foto di Pokémon Illumination Park yang instagramable banget, sampe ketemu karakter Pokémon favorit lo langsung! 2. Jakarta Pet Expo 2024, 27-30 November 2024 di JIExpo, Kemayoran Lo pecinta binatang? Wajib banget dateng ke Jakarta Pet Expo! Semua yang lo butuhin buat hewan peliharaan lo ada di sini, mulai dari makanan, aksesoris, sampe obat-obatan. Seru abis buat lo yang hobi dunia pet! 3. Rockaroma Festival 2024, 21 Desember 2024 di Gambir Expo, Kemayoran Lo anak rock? Jangan sampe kelewatan Rockaroma Festival! Ada band-band kece kayak Real Friends, Superman Is Dead, dan Deadsquad yang siap bikin lo headbang abis. Tiketnya mulai Rp150.000, jadi buruan beli sebelum kehabisan! 4. Motion IME Festival 2024, 7-8 Desember 2024 di Gambir Expo, Kemayoran Festival ini bakal seru banget! Ada musik, budaya pop, sampe fashion show. Bikin lo makin gaul dan kece, plus ada event charity yang sayang banget buat dilewatin! 5. Big Bang Festival 2024, 21 Desember 2024 - 1 Januari 2025 di JIExpo, Kemayoran Gak cuma buat belanja, Big Bang Festival juga jadi ajang pameran yang penuh dengan diskon besar-besaran! Dari fashion, elektronik, sampe produk kecantikan, semua ada di sini. Jangan sampe kehabisan! [Baca juga : "5 Hal Keren Yang Wajib Lo Lakuin Kalo Ke Banyuwangi"] 6. Everblast Festival 2024, 30 November 2024 di Gambir Expo, Kemayoran Buat lo yang kangen sama band-band hits jaman dulu, Everblast Festival ini tempat yang pas buat nostalgia. Line-up internasional kayak Two Door Cinema Club, Sleeping with Sirens, dan JET siap bikin lo teriak-teriak! 7. WONDERLOVE New Year Eve Concert, 31 Desember 2024 di La Piazza Kelapa Gading Mau ngerayain tahun baru dengan gaya? WONDERLOVE New Year Eve Concert bisa jadi pilihan tepat. Lo bisa nonton konser penyanyi hits kayak Mahalini, Rizky Febian, Juicy Luicy, sambil nonton kembang api yang keren banget! 8. Pameran Furnitur Bertutur, 4 Oktober - 27 Desember 2024 di Museum Sejarah Jakarta, Kota Tua Buat lo yang suka desain interior, jangan sampe kelewatan Pameran Furnitur Bertutur. Banyak banget pilihan furnitur kece yang bisa bikin rumah lo makin aesthetic. 9. Sunset di Kebun, 15 Desember 2024 di Istana Anak-Anak Indonesia, TMII Acara yang cocok banget buat lo yang bawa keluarga atau anak kecil. Dengerin musik enak sambil piknik bareng Tulus, Nadin Amizah, Fiersa Besari, dan musisi lainnya. Balita juga bisa nonton gratis! 10. Misao Art Exhibition 2024, 7-15 Desember 2024 di Outsider Art JKT, Hadiprana Boutique Mall Buat lo yang suka seni, Misao Art Exhibition bakal kasih lo pengalaman unik banget. Wajib banget datang buat liat karya seni yang keren abis! So, udah siap ngeramein akhir tahun lo di Jakarta? Jangan sampe ketinggalan event-event keren ini, ya! Segera siapin diri, beli tiket, dan ajak temen-temen lo buat barengan ngerasain serunya setiap acara. Tahun baru bakal jadi lebih spesial kalo lo isi dengan hal-hal seru, kan? Yuk, jangan sampai FOMO, dan pastiin lo jadi bagian dari keseruan Jakarta di akhir tahun ini! (Sumber Foto @zoetwodots) 
...more

Tips Mantap Buat Nge-Explore Bukit Kapur Ciampea Yang Asik Dan Gak Bikin Jebol Kocek!

TripTrus.Com - Bukit Kapur Ciampea, Bosen liburan yang gitu-gitu aja? Nah, buat lo yang di Jakarta atau sekitarnya, coba deh mampir ke Bukit Kapur Ciampea di Bogor. Gak cuman seru, tapi juga hemat, bro! Lokasinya sekitar 17 km dari pusat Kota Bogor, di kawasan Cibadak, kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Dijamin, pemandangan Bogor dan gunung Salak dari sini keren abis. Pemandangan Bogor dan gunung Salak yang gagah banget bisa lo nikmatin dari sini. Tingginya juga pas buat semua usia, jadi ga perlu khawatir.       View this post on Instagram A post shared by BOGOR TOURISM | Enjoy Bogor | Eat, Play & Relax (@enjoybogor) Oke, sebelum lo pada nyoba, dengerin dulu nih 7 tips ke Bukit Kapur Ciampea: 1. Gak punya kendaraan? Santai aja, transportasi umum gampang di sini. Naik angkot atau ojek aja, bisa banget! Ga usah khawatir buat lo yang gak punya kendaraan sendiri. Lo bisa naik angkot dari Stasiun Bogor, pilih aja nomor 02 atau 03 menuju Terminal Laladon (Rp4.000), terus dari situ naik lagi angkot ke arah Leuwiliang (Rp5.000). Nah, tergantung tujuan lo, kalo lo mau ke Puncak Batu Roti atau Goa AC, turun aja di Pertigaan Cibadak. Kalo ke Puncak Lalana, turun aja di 300 meter dari Pertigaan Cibadak, deket Gang Ashshibyan. Kalo Puncak Galau, turun aja di SMK Pandu. Ojek? Turun di basecamp Batu Roti, Lalana, atau Galau aja. 2. Mulai perjalanan di pagi hari atau camping aja di malam sebelumnya. Destinasi pertama cuma 15 menit treking doang, kok! Bikin perjalanan lo lebih seru, mulai deh pagi-pagi atau camping di Puncak Batu Roti buat nungguin sunrise. Jalur pendakian dari basecamp ke Puncak Batu Roti ada dua, yang landai dan yang terjal. Sekitar 15 menit aja dari basecamp, tapi hati-hati kalo malam karena jalurnya agak terjal. Bisa pasang tenda di area camping ground buat nikmatin lampu Bogor dan gunung Salak yang keren. Sinyal buat nelpon temen atau keluarga juga masih oke, jadi ga usah khawatir. 3. Nikmatin sunrise di Puncak Batu Roti sambil liatin Gunung Salak yang gagah. Ini dia spot paling oke buat nikmatin pagi di Bukit Kapur Ciampea. Puncak Batu Roti punya pemandangan yang keren banget ke arah timur. Kalo lagi beruntung dan ga berkabut, lo bisa liat Gunung Salak yang indah banget dari puncak ini. Harganya? Cuma Rp5.000 per orang, atau Rp10.000 kalo mau stay. Parkir motor cuma Rp5.000. 4. Jelajah Goa AC, tapi hati-hati barang lo, banyak monyet! Abis nikmatin sunrise, waktunya jalan-jalan ke hutan di sisi barat menuju Goa AC. Goa ini unik banget, ada monyetnya juga. Ga perlu bayar tiket lagi kalo lo udah bayar buat Puncak Batu Roti. Buat yang pengen turun ke dasar Goa AC, harus bareng pengelola dan pake perlengkapan keselamatan yang cukup. Jalan setapak ke Goa AC gampang dan jelas arahnya, sekitar 15-20 menit dari camping ground. Di area Goa AC, lo bisa nemuin sisa-sisa batuan berukir yang ngasih petunjuk sejarah. 5. Ke Puncak Lalana, rasain sensasi berbeda! Dari basecamp Puncak Batu Roti, kalo bawa kendaraan bisa lewat Raya Bogor Leuwiliang, kalo jalan kaki bisa lewat jalan setapak ke arah barat sampe di basecamp Puncak Lalana. Kalo ga bawa peralatan camping, lo bisa sewa di basecamp. Mereka juga punya guide buat bantu lo ke Puncak Galau tanpa turun ke bawah dan mendaki lagi. Puncak Lalana ini puncak tertinggi, ketinggian 385 mdpl. Harganya cuma Rp5.000. [Baca juga : "Gunung Kapur Ciampea, Liburan Alternatif 2024 Di Bogor Yang Makin Kece Dan Low Budget, Bro!"] 6. Terakhir, jangan lewatkan sunset di Puncak Galau! Destinasi terakhir nih, Puncak Galau. Ketinggian 354 mdpl, dan punya heli pad di puncaknya. Bisa diakses langsung dari Puncak Lalana atau dari basecamp Puncak Galau. Buat yang lanjut dari Puncak Lalana, disarankan mulai perjalanan saat matahari udah tinggi karena masih ada hewan berbahaya kayak ular hijau di semak-semak. Puncak Galau bisa jadi penutup hari lo yang udah jelajah Bukit Kapur Ciampea. Harganya Rp5.000 kalo start dari basecamp. 7. Ingat, pake pakaian outdoor dan sepatu yang nyaman! Meski gak tinggi-tinggi amat, medannya lumayan licin dan terjal. Walau Bukit Kapur ini ga sampe 500 mdpl, jalurnya tetep agak terjal, jadi tetep cocok buat pemula. Buat keselamatan, pastiin lo pake sepatu atau sandal yang pas buat mendaki, khususnya yang ga licin karena bakalan lewat beberapa batuan. Baju yang nyaman penting banget, dan ga disaranin pake bahan jeans. Nah, itu dia 7 tips buat lo yang mau menjelajahi Bukit Kapur Ciampea. Ayo, rencanain liburan lo sekarang, bisa one day trip atau cuma mampir ke salah satu destinasi, sesuai sama waktu dan kebutuhan lo. Jadi, kapan lo mau ke Bukit Kapur Ciampea, bro? Langsung ajak temen-temen lo buat liburan seru! (Sumber Foto @yourjourney_96) 
...more

Arab & Indian Heritage di Jakarta

TripTrus.Com - Ada dua mesjid di area Batavia Tua yang dibangun pada abad 18 dan 19, yaitu Mesjid An-Nawier dan Mesjid Langgar Tinggi di Pekojan, yang sekarang dikenal dengan Kampung Arab terletak di Jakarta Barat. Langgar Tinggi Mosque Nama Pekojan konon adalah kependekan dari kata “Khoja” atau “Kaja” sebuah area di India. Tetapi, “Khoja” ini juga adalah nama ikat kepala yang dikenakan oleh kaum pria di prooinsi Banten. Itulah mengapa tentara Banten yang bertikai dengan Pageran Fatahillah, penemu Jakarta, aman tinggal di area ini. Tentunya, Jakarta dan Batavia menjadi pelabuhan internasional yang sibuk, penuh dengan para pedagang dari kelompok etnis yang berbeda-beda yang masing-masing membentuk komunitasnya, dan kemudian bergabung di tempat yang dinamakan “Kampung”. An-Nawier Mosque Mesjid An-Nawier-yang dikenal juga sebagai Mesjid Pekojan, di area Pekojan- dibangun tahun 1749 AD (atau 1880 H menurut kalender Islam), oleh Syarifa Fatimah binti Husen Al Idrus. Mesjid ini mesjid terbesar dan tertua di Jakarta Tua serta memiliki lemen-elemen yang unik. Denah mesjid ini berbentuk L dengan kapasitas 2,000 orang. Atapnya disangga oleh 33 pilar, melambangkan 33 holy verses yang biasa dilantunkan setelah shalat usai. Di luar mesjid terdapat kubah setinggi 17 meter menyerupai mercusuar. Menurut cerita yang beredar, pada masa lalu ketika berlangsung pemberontakan melawan Kolonial, tentara pejuang Indonesia biasanya berlindung di tempat sempit ini dan merasa nyaman. Berjalan dari mesjid ini ke mesjid Langgar Tinggi, kita akan melewati jembatan Kambing di atas sungai Angke. Jembatan ini dulunya menghubungkan kita ke tempat penjagalan kambing. Kini  tempat penjagalan ini sudah tidak ada lagi, namun masyarakat Arab yang masih tinggal di sini masih memlihara kambing dan memperjualbelikannya, sebagimana mereka telah melakukannya selama 200 tahun. Menjejak di mesjid Langgar Tinggi atau Mesjid Tinggi, orang akan mengerti mengapa mesjid ini dinamakan demikian, tak lebih karena mesjid ini terdiri dari 2 lantai, yang amat jarang ditemukan di masa ini.  Mesjid Langgar Tinggi, yang treletak di sepanjang sungai Angke konon dibangun pada tahun 1829 AD (atau di 1249 H menurut kalender Islam). Lantai atas tempat orang shalat terbuat dari kayu, dan masih dalam kondisi yang baik sampai sekarang. Sementara di lantai bawah, terdapat tempat untuk penjaga mesjid Arsitekturnya adalah perpaduan antara moroislam dan kolonial yang menggunakan elemen  Cina dan Jawa. Disain pilarnya bergaya klasik Eropa, penyangga pilarnya bergaya Cina dan lantainya bergaya Jawa. Mimbarnya didatangkan dari Palembang, Sumatera Selatan. (Sumber: Artikel jakarta-tourism.go.id Foto panoramio.com)
...more

Lima Tempat Wisata Bersejarah di Banda Neira

Triptrus.Com - Kepulauan Banda Neira yang merupakan titik kejayaan rempah-rempah di Indonesia, kini sejarahnya mulai diangkat kembali melalui sebuah film dokumenter, yaitu Banda, The Dark Forgotten Trail. Dalam film tersebut, diceritakan sejarah tentang pala yang menjadi rebutan banyak negara. Selain itu, Banda Neira juga memiliki beberapa destinasi wisata menarik yang patut Sahabat Sporto jelajahi. 1. Rumah Budaya Berkunjung ke surganya pala, Sahabat Sporto jangan sampai tak mampir ke Rumah Budaya Banda Neira. Lokasi situs bersejarah tersebut tepat berada di depan Delfika Guest House. Di dalam rumah ini, wisatawan bisa melihat rangakaian sejarah mengenai Banda Neira saat masa penjajahan. Di dalamnya, terdapat barang-barang peninggalan VOC yang terpajang di setiap sudutnya. Seperti jenis-jenis meriam, alat-alat rumah tangga, hingga lukisan-lukisan kuno yang menggambarkan seituasi pada masa penjajahan. 2. Gunung Api Banda Menurut sejarah, Pulau Banda terbentuk akibat letusan gunung berapi di sekitar wilayah laut Maluku. Jika berkunjung ke Neira, tak lengkap rasanya bila belum mengunjungi Gunung Api Banda. Gunung dengan tinggi 670 meter ini, pernah meletus pada Mei 1988. Jaraknya pun hanya 10 menit dari Pulau Neira dengan menggunakan perahu kecil. Jika ingn mendaki Gunung Api Banda, disarankan datang setelah shubuh. Karena saat siang hari, cuaca akan terasa panas dan menyengat. Dari atas gunung, Sahabat Sporto akan melihat pemandangan sekitar Pulau Neira yang memesona. 3. Lava Flow Wisata bawah laut di Banda Neira juga tak kalah menarik. Sahabat Sporto bisa menyelam menjelajahi keindahan terumbu karang hingga ikan-ikan cantik di dalamnya. Salah satu spot terbaik untuk menyelam, yaitu di Lava Flow. Tapi, Sahabat Sporto harus berhati-hati karena wisatawan dilarang menginjak terumbu karang di sini. Selain di Lava Flow, lokasi lainnya yang asyik untuk diving atau snorkeling yaitu di kawasan Dermaga Banda Neira. 4. Gereja Tua Gereja Tua "Hollandische Kerk" merupakan bagian wisata sejarah yang ada di Banda Neira. Bangunan bersejarah ini dibangun pada 1600 dan kebanggaan masyarakat Banda Neira. Namun, gereja ini sudah diperbaiki akibat gempa bumi. Kemudian, masyarakat setempat membangun kembali Gereja Tua ini pada 1852. Lokasi gereja ini terletak di sekitar Benteng Nassau. Pada masa kolonial Belanda, Gereja Tua rutin mengadakan pelayanan rohani. Dalam kegiatannya, bahasa yang digunakan adalah bahasa Belanda setiap Minggu dan bahasa Melayu saat sore hari. 5. Benteng Belgica Di Banda, ada sekitar 12 benteng peninggalan Portugis dan Belanda saat menjajah wilayah yang disebut Jalur Sutera ini. Salah satu benteng yang paling populer di sini adalah Benteng Belgica. Dibangun pada abad ke 16. Dulunya, benteng tersebut digunakan untuk menghalau perlawanan masyarakat Banda yang menolak monopoli perdagangan pala oleh VOC. Sekilas, Belgica mirip dengan Gedung Pentagon di Amerika Serikat karena memiliki gaya bangunan persegi lima. (Sumber: Artkel-Foto sportourism.id/Novie Fauziah)
...more

Ternyata Makanan Ini Sangat Cocok Dijadikan Sebagai Bekal Mendaki

TRIPTRUS - Meski lelah dan payah, mendaki gunung memiliki kenikmatan yang lengkap. Setiap hal kecil selama pendakian, masing-masing memiliki seni tersendiri yang ada sisi nikmatnya.  Lumrah saja kalau banyak pendaki yang baru saja turun dari puncak masih terlihat lesu, dekil, dan berantakan, namun, jika ditanya pasti suatu saat akan mengulangi pendakiannya lagi. Andai bisa, dalam waktu yang dekat.Ngopi misalnya. Ngopi di rumah beda nikmatnya dengan ngopi di atas matras sembari menghirup hawa sejuk pegunungan dan memandang dengan bebas samudera awan yang mengumpal-gumpal. Makan juga sama. Sembarang makanan asal dimakannya di gunung bersama teman-teman semuanya akan terasa nikmat.Sensasi makan dan minum yang enak itu semestinya diimbangi denga kandungan nutrisi yang mumpuni. Mengingat naik gunung tak cuma butuh enak, tapi juga butuh sehat, seger, dan waras. Makanan-makanan berikut adalah makanan yang cocok untuk bekal mendaki yang omahpetualang.com rangkum dari pelbagai sumber:1. BiskuitSelain praktis, biskuit juga memiliki nutirisi yang seimbang sebagai cadangan energi selama pendakian. Biskuit adalah logistik paling tidak ribet dan bisa kapan saja dinikmati di jalur pendakian.2. MaduMadu sangat baik untuk menjaga daya tahan tubuhmu. Nutrisi yang terkandung dalam madu sangat berguna bagi tubuh yang bekerja keras saat mendaki. Stamina yang kuat harus selalu dipertahankan untuk menghadapi situasi tak menentu di jalur pendakian. Untuk itulah madu ada.3. SerealSereal mengandung karbohidrat, protein, dan vitamin, zat-zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Membuatnya sangat mudah, hanya perlu diseduh dengan air panas sereal sudah siap dinikmati. S3real juga ringan dibawa.4. RotiRoti adalah pengganjal perut paling manjur ketika perut keroncongan saat mendaki. Roti bisa bermacam-macam yang dibawa bekal. Bergantung selera masing-masing. Bisa roti tawar, roti sisir, roti gandum, dll, dll, dll.5. Cokelat BarCoklat mengandung senyawa phenethylamine yang bisa meningkatkan hormon endorfin dalam tubuh sehingga tubuh menjadi lebih tenang dan rileks. Coklat juga mengandung cukup kalori dan mudah mengenyangkan perut. Tapi jika Anda memiliki sakit maag, coklat tidak direkomendasikan karena coklat justru akan memancing asam lambung makin naik.6. Bubur InstanBubur instan mudah ditemui di warung-warung. Harganya juga terjangkau. Bubur instan hampir serupa dengan sereal. Cara membikinnya juga sama. Cukup diseduh air panas.7. Mi InstanMi instan adaalah makanan paling populer di gunung. Rasanya enak, membuatnya mudah, dan harganya murah.8. BuahBuah memiliki kandungan vitamin yang sangat dibutuhkan tubuh. Buah juga dapat menyegarkan badan. Sebaiknya memilih buah yang  tidak mudah busuk.Selain beberapa makanan yang disebutkan di atas, sebenarnya masih ada beberapa makanan sehat yang lain seperti telor, sayuran, beras, dan makanan kaleng. Namun beberapa pendaki mengaku teralu ribet dan membutuhkan manajemen tersendiri ketika memutuskan untuk memasak nasi dan sayur.  (Sumber: Artikel omahpetualang.com Foto jalanpendaki.com) 
...more

Tradisi Idul Adha Nusantara, Dari Ngejot Sampai Manten Sapi, Seru Banget!

TripTrus.Com - Lo tau nggak sih, ternyata Idul Adha di Indonesia tuh nggak cuma soal potong kambing dan sapi doang. Di berbagai daerah, ada tradisi-tradisi unik yang kece banget, kental sama budaya lokal, dan penuh makna. Dari yang mistis, heboh, sampe yang penuh toleransi—semuanya bikin vibes Lebaran Kurban makin spesial. Yuk, kita kulik satu-satu tradisi gokil ini, siapa tau tahun depan lo pengen ngerasain langsung! 1. Meugang di Aceh: Dagingan Bareng-Bareng Sebelum Hari H, warga Aceh tuh udah heboh dengan yang namanya Meugang. Pokoknya, suasana jadi rame, pasar penuh, semua orang buru-buru beli daging buat masak rame-rame. Uniknya, daging yang dimasak nggak cuma buat keluarga, tapi juga dibagi-bagiin ke yatim piatu dan tetangga. Ini bukan cuma soal makan-makan, tapi wujud syukur mereka ke Allah SWT. Lo bakal ngerasain vibes kekeluargaan yang hangat banget di sini. Biasanya, prosesi Meugang dimulai dari potong hewan kurban, terus lanjut masak dan nikmatin bareng. Kalo lo lagi nggak punya hewan kurban, nggak masalah, bisa beli di pasar. Pokoknya, yang penting semua dapet bagian dan bisa ngerayain bareng. Keren banget kan? 2. Apitan di Semarang: Berebut Hasil Bumi, Bro! Namanya Apitan, karena emang diadain di bulan yang ‘diapit’ antara Syawal dan Zulhijjah. Ini tradisi Semarang yang seru parah, soalnya warga bakal rebutan hasil bumi yang diarak keliling. Ada pertunjukan kuda lumping juga loh, makin rame dan mistis vibes-nya! Awalnya sih ini tradisi sedekah bumi, tapi sekarang jadi hiburan rakyat yang bikin warga kumpul bareng. Tradisi ini juga jadi bentuk syukur warga karena hasil panen mereka. Kalo lo beruntung, bisa dapet sayuran atau hasil tani yang katanya bawa berkah. Siap-siap rebutan, ya! 3. Gamelan Sekaten di Surakarta: Tabuhan Sakral nan Syahdu Di Solo, ada Gamelan Sekaten yang bukan sembarang gamelan. Ini tuh pusaka dari zaman Kerajaan Mataram, dan cuma ditabuh pas event gede kayak Maulid Nabi, Idul Fitri, atau Idul Adha. Bayangin deh, gamelan yang usianya ratusan tahun, bunyinya syahdu, dan penuh makna spiritual. Warga yang nonton biasanya sambil ngunyah kinang, semacam tradisi juga. Katanya sih biar awet muda dan bisa nonton gamelan ini terus tiap tahun. Jadi bukan cuma nonton, tapi juga ngalamin tradisi yang udah berjalan dari tahun 1644. Gila sih, ini tua banget tapi masih keren! 4. Grebek Gunungan di Yogyakarta: Rebutan Gunungan Demi Berkah Kalau lo lagi di Jogja pas Idul Adha, jangan sampe kelewatan Grebeg Gunungan. Ada 7 gunungan gede dari hasil tani yang bakal diarak keliling. Abis diarak, warga langsung berebut hasilnya, karena katanya sih yang berhasil dapet bisa dapet keberkahan. Seru banget kayak pasar dadakan tapi penuh aura sakral. Tempat arakannya juga dibagi tiga, dari Masjid Gede sampe Puro. Bayangin tuh rame-nya, penuh sesak orang yang pengen dapet berkah dari gunungan. Ini bukan soal dapet sayur atau buah, tapi lebih ke simbol rezeki dari Tuhan. Merinding, cuy! 5. Manten Sapi di Pasuruan: Sapi Pun Punya Hari Bahagia       View this post on Instagram A post shared by Puspita Nagari (@puspita_nagari_) Di Pasuruan, sapi kurban dimanja banget, cuy! Namanya Manten Sapi, jadi sebelum disembelih, sapinya dimandiin, dikasih bunga tujuh rupa, sampe dipakaikan sorban dan sajadah. Kayak pengantin beneran! Sapi-sapi itu bakal diarak bareng-bareng ke masjid buat diserahin ke panitia kurban. Ini bukan cuma seru, tapi juga bentuk penghormatan ke hewan yang bakal jadi persembahan. Tradisi ini tuh ngajarin lo buat bersyukur dan menghargai segala ciptaan Tuhan, bahkan hewan kurban sekalipun. [Baca juga : "Liburan 2025: Saatnya Lo Healing Beneran, Bukan Cuma Demi Feed Aesthetic!"] 6. Toron & Nyalasi di Madura: Mudik & Ziarah, Dua Tradisi Sekaligus Orang Madura punya tradisi yang nggak kalah keren, namanya Toron dan Nyalasi. Toron tuh artinya turun, jadi kayak mudik pas Idul Adha. Meski sibuk merantau, pas momen ini mereka pasti pulang ke kampung. So sweet kan? Nah, setelah sholat Ied, mereka lanjut ke nyalasi, alias ziarah ke makam keluarga. Lo bakal ngeliat jalanan penuh orang, suasana haru campur bahagia. Ini bukan sekadar pulang kampung, tapi bentuk penghormatan dan doa buat leluhur mereka. Respect abis, sih! 7. Mepe Kasur di Banyuwangi: Kasur Pun Ikutan Rayain Di Desa Kemiren, Banyuwangi, warga suku Osing punya tradisi unik banget: Mepe Kasur alias jemur kasur. Tapi bukan sembarang jemur, kasurnya harus warna merah-hitam. Merah lambang keberanian, hitam lambang kelanggengan. Tradisi ini tujuannya buat buang sial dan jaga keharmonisan rumah tangga. Jadi bukan cuma kasurnya yang ‘disucikan’, tapi juga energi di rumah lo. Semua warga jemur barengan, kayak vibe gotong royong yang adem dan penuh makna. 8. Ngejot di Bali: Toleransi Tingkat Dewa Bali emang nggak pernah gagal bikin takjub. Di sana ada tradisi Ngejot pas Idul Adha. Masyarakat Muslim bakal bagi-bagi makanan ke tetangga yang beda agama. Ini bentuk rasa syukur plus bukti bahwa toleransi di Bali tuh bukan sekadar wacana. Yang dikasih bisa makanan, buah, bahkan minuman. Tetangga yang non-Muslim pun nerima dengan senang hati. Gimana nggak adem, coba? Di tengah perbedaan, mereka tetep bisa saling menghargai. Indonesia banget, kan? 9. Accera Kalompoang di Gowa: Cuci Pusaka ala Kerajaan Di Gowa, Sulawesi Selatan, ada tradisi sakral bernama Accera Kalompoang. Intinya, benda pusaka kerajaan dicuci sebelum dan saat Idul Adha. Prosesinya dua hari, dan lokasinya di Rumah Adat Balla Lompoa. Tradisi ini jadi momen penting buat mempererat hubungan antara keluarga kerajaan dan masyarakat. Selain sakral, acaranya juga megah dan penuh filosofi. Ini bukan sekadar nyuci benda, tapi simbol menyucikan hati dan hubungan antarmanusia. 10. Kaul Negeri & Abda'u di Maluku Tengah: Parade Budaya Seru Abis Tepat setelah shalat Idul Adha, warga Negeri Tulehu langsung gelar Kaul dan Abda’u. Bayangin, pemuka adat gendong tiga ekor kambing pake kain, terus jalan keliling kampung sambil takbiran dan shalawatan. Habis itu, baru deh kurbannya disembelih. Tradisi ini udah ada sejak abad ke-17 dan masih lestari sampai sekarang. Bukan cuma satu desa doang, tapi banyak desa ikutan gabung. Tujuannya? Nolak bala dan minta perlindungan dari Allah SWT. Meriah, sakral, dan penuh makna. Respect banget! Gila sih, ternyata Idul Adha di Indonesia tuh berwarna banget ya! Dari Aceh sampe Maluku, tiap daerah punya cara unik buat ngerayain hari besar ini. Yang penting bukan cuma potong hewan, tapi juga makna di balik setiap tradisi: syukur, kebersamaan, toleransi, dan budaya yang kaya banget. Yuk, jaga dan lestarikan biar tradisi keren ini nggak cuma jadi cerita doang, tapi terus hidup sampai anak cucu kita nanti! (Sumber Foto @ajanggojang)
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...