shop-triptrus



4 Wisata Sejarah dan Edukasi di Bogor Ini Cocok untuk Liburan

TripTrus.Com -  Bogor yang terletak 1-2 jam dari Jakarta ternyata memiliki ragam pesona sejarah dan edukasi yang menarik. Kamu bisa datang untuk melakukan penjelajahan ke beberapa destinasi wisata yang bisa menambah pengetahuan, khususnya tentang sejarah masa lalu. Bertepatan dengan liburan hari kemerdekaan Indonesia yang ke 72, yuk cobalah jelajahi deretan wisata sejarah dan edukasi di Bogor! Daripada libur cuma di rumah saja kan? Wisata Sejarah dan Edukasi di Bogor Bung Karno selalu berkata, "Jas merah!". Alias "Jangan sekali-kali melupakan sejarah!". Makanya, agar tidak lupa sejarah, yuk kunjungin tempat wisata sejarah di Bogor ini! 1. Kampung Horta   Sawah membentang luas di kampung horta. Hirup udara segar bebas polusi. #kampunghorta #kampunghortabogor #wisataedukasibogor #wisataedukasi #fieldtripsekolah #fieldtrip A post shared by Kampung Edukasi Horta Bogor (@kampunghorta) onMay 9, 2016 at 5:38am PDT Kampung Horta merupakan tempat wisata edukasi yang cocok untuk mengisi liburan anak-anak. Di sini mereka akan diajarkan cara membuat boneka horta, membuat telur asin, membuat minuman cincau yang segar, membuat terarium, dan mengerjakan kerajinan tangan dari kertas bekas. Selain apa yang telah disebutkan sebelumnya, di kampung ini, semua anak akan diajak untuk mengenal sawah. Mereka akan diajari cara menanam padi, melakukan permainan seru hingga lomba menangkap ikan dan bebek. Seru, kan? 2. Kampung Budaya Sindangbarang   Kampung Budaya Sindang Barang adalah suatu kampung adat Sunda yang terletak di Desa Pasir Eurih Kecamatan Taman Sari Kabupaten Bogor. Menurut sejarahnya Kampung Sindang Barang sudah ada sejak abad ke XII dan terpapar dalam Babad Pajajaran dan tertulis juga dalam pantun Bogor. Kebudayaan Sunda yang masih kental tercermin dalam perilaku kehidupan masyarakatnya sehari-hari terutama direfleksikan dalam pelaksanaan acara Serentaun yang rutin dilaksanakan di Kampung Sindang Barang. 📎 Source : @reynaldioktfn 🔎 Partner : @indoflashlight Lokasi.🌍 Kampung Budaya Sindang Barang - Desa Pasir Eurih , Bogor, Jawa Barat, Indonesia. || #indoflashlight #indoflashlightjabar  #jawabarat #indonesia #kampungbudayasindangbarang #bogor #indoflashlightbogor A post shared by indoflashlightjabar (@indoflashlightjabar) onMar 16, 2018 at 7:29pm PDT Kampung Budaya Sidangbarang dipercaya telah ada sejak abad ke-7. Kawasan ini menyimpan peninggalan dari Kerajaan Pajajaran yang sangat berharga dan berumur ratusan tahun. Selain peninggalan, bangunan di kawasan ini cukup unik sehingga cocok untuk diabadikan dengan kamera. Wisatawan yang datang ke kampung ini juga bisa mempelajari budaya Sunda kuno. Dalam beberapa kesempatan kerap ada pertunjukan seni yang sangat memikat. Mengunjungi kampung tertua di Bogor ini pasti akan membuat kamu seperti terlempar ke masa lalu dari tanah Sunda! [Baca juga : Tempat Wisata Sejarah Di Karawang] 3. Prasasti Batu Tulis   #prasastibatutulis A post shared by angkel andy (@angkelandy) onFeb 3, 2018 at 7:41am PST Kalau kamu menyukai wisata sejarah yang cukup menyimpan misteri dari masa lampau, datanglah ke kawasan Jalan Batu Tulis. Di sini terdapat prasasti batu yang terukir dengan tulisan Sunda Kuno dan juga Sunda Kawi yang susah dibaca oleh orang awam. Batu yang cukup besar ini dijaga oleh seorang perempuan bernama Ibu Maemuna. Setiap hari beliau akan menyambut tamu dan menceritakan kisah dari batu yang dipercaya telah ada antara abad ke-11 hingga ke-15 Masehi. Dijamin bikin betah! 4. Museum PETA Bogor   a forgotten history #museumpeta #museumpetabogor #museum #monuments #history #indinesiahistorybuilding #bogor #visitbogor #visitmuseum #blackandwhite #bw A post shared by Yoserio Saragih (@yoserio_s) onMar 31, 2018 at 11:54pm PDT Museum PETA Bogor menyimpan koleksi perjuangan pemuda Indonesia dari era Supriyadi hingga akhirnya merdeka. Bangunan yang berusia ratusan tahun ini menjadi saksi biksu perjuangan pemuda dan pembentukan Tentara Indonesia pasca Jepang kalah pada sekutu. Museum yang cocok dikunjungi bersama banyak orang ini juga menjadi satu dengan Pusat Pendudukan Zeni TNI-AD. Sambil menyelam minum air, sambil melihat museum, kamu menyaksikan suasana pendidikan TNI yang hebat. (Sumber: Artikel jalantikus.com, Foto vakansinesia.com)
...more

Tiga Bangunan Bersejarah Banten Lama Ini Layak Dikunjungi

TripTrus.Com - Kawasan Banten Lama memiliki sejumlah tujuan wisata bersejarah yang kerap didatangi peminat wisata sejarah dan religi. Lokasinya yang berada di bibir pantai menawarkan cerita sejarah, pemandangan, serta gambaran kejayaan masa lalu. Di kompleks Banten Lama, pengunjung bisa menemukan peninggalan Keraton Surosowan, Keraton Kaibon, dan Benteng Spellwijk. Di kawasan tersebut ada Museum Kepurbakalaan Banten, Masjid Agung Banten, dan Vihara Avalokitesvara. 1. Vihara Avalokitesvara   Vihara Avalokitesvara Serang, Banten. Jl. Raya Serang, Banten, Kasemen, Kota Serang, Banten 42191 #viharaavalokitesvara #viharaavalokitesvarabanten #wisatabanten #note8photography #mobilephotography #terfujilah #xm1 #kakigatal *latepost A post shared by Wani Lo (@wani_lo) onJun 20, 2018 at 3:36am PDT Vihara ini dibangun pada abad ke-16 merupakan satu dari Vihara tua di Indonesia. Vihara ini memiliki sebutan sebagai Kelenteng Tridarma. Umat Buddha, Kong Hu Cu, dan Taoisme beribadah di sini. Seperti kebanyakan vihara masa lalu, umat beragama lain pun bisa leluasa mengujungi untuk sekedar menikmati suasana di sana. 2. Keraton Kaibon   Belajar Sejarah dari Travelling Nusantara. Lokasi : Keraton Kaibon (Banten). #nusantara #indonesia #explorenusantara #travelling #travellingnusantara #pesonaindonesia #visitindonesia #keratonkaibon #banten #shooting #cinema #actor #talent A post shared by Januar Ismu Tanjung (@ismutanjung) onAug 18, 2018 at 9:10pm PDT Tempat ini diyakini sebagai kediaman Ratu Aisyah, ibu dari Sultan Syaifuddin. Namun bangunannya hancur ketika tentara Belanda menyerang Banten. Untungnya masih tersisa bagian bangunan istana itu.  Di dekat tempat ini ada kediaman para Sultan Banten, dari Sultan Maulana Hasanudin hingga Sultan Haji. [Baca juga : "Jadi Tempat Syuting Film, 7 Spot Wisata Indonesia Ini Makin Terkenal"] 3. Masjid Agung Banten   A post shared by Angga Senu Wardana (@anggasenuwardana08) onJul 28, 2018 at 7:18pm PDT Masjid ini bercora unik. Menaranya mirip mercusuar dan beratap pagoda khas arsitekur Cina. Bangunan peninggalan Kerajaan Banten pada masa pemerintahan putra pertama Sunan Gunung Jati, Sultan maulana Hasanudin, ini masih kukuh berdiri, walau usianya sudah lebih dari tiga setengah abad.   Di sini, kompleks makam sultan Banten beserta keluarganya berada. Tak hanya itu, pengunjung Banten Lama tetap bisa membeli oleh-oleh seperti kerajinan Suku Badui, atau golok asli Ciomas. (Sumber: Artikel tempo.co Foto vakansinesia.com)
...more

9 Destinasi Wisata Di Kepulauan Kei yang Mempesona

TRIPTRUS - Kepulauan Kei Kabupaten Maluku Tenggara mempunyai potensi wisata yang sangat luar biasa dan saat ini sudah terjangkau dan mempunyai infrasturktur yang cukup memadai untuk dikunjungi wisatawan. Penerbangan Ambon – Langgur sudah dilayani oleh 3 maskapai Nasional dengan frekuensi 4 kali setiap harinya.  Inilah 9 Destinasi Wisata Di Kepulauan Kei yang mempesona: 1. Pantai Ngur Sarnadan, Ohoi Lilir Pantai dengan pasir sangat halus dan bersih serta sangat lkamui sampai dengan lebih dari 100 meter ke tengah laut ini , akan sangat mempesona kamu terutama untuk menghabiskan pagi dan menanti sunset yang sangat indah yang bisa kamu saksikan di sini. 2. Pantai Pasir Panjang - Ngurbloat, Ohoi Ngilngof Pantai ini merupakan garis pantai yang sama dengan Pantai Ngur Sarnadan. Panjang garis pantai ini mencapai lebih dari 2 km. Di sepanjang pantai ini terdapat saung-saung yang bisa disewa dari masyarakat lokal sambil menikmati kuliner khas setempat. Sama dengan pantai Ngur Sarnadan, pantai  inipun sangat nyaman untuk dipakai berenang dan leyeh-leyeh sambil menikmati sunset. Pantai Ngurbloat juga dinobatkan sebagai pantai dengan pasir paling halus di dunia oleh majalah National Geographic. 3. Gua Hawang Gua yang teletak di Desa Letvuan ini merupakan sebuah kolam air tawar yang dalam yang sangat indah dengan pantulan sinar matahari. Menurut cerit, kolam di Gua Hawang terhubung dengan mata air Evu melalui sungai bawah tanah. Gua Hawang terdiri dari dua liang yang dihubungkan oleh sungai bawah tanah. Jadi kalau kamu diving di sini kamu akan dapat menembus ke dua gua tersebut melalui sungai bawah tanah tadi. 4. Pasir Timbul Ngurtavur – Habitat Burung Pelikan https://youtu.be/8aTyVfVvPb0      Lokasi pantai Ngurtavur berada di Pulau Waha, tepat di depan Pulau Warbal. Pulau Waha memiliki pantai berpasir putih yang menjorok atau memanjang tanpa putus ke tengah lautan sepanjang 2 km dan lebar 7 meter. Kamu dapat berjalan kaki ke tempat ini saat air surut atau naik perahu jika air pasang. Ketika berada di pantai ini, kamu serasa sedang berjalan di tengah lautan luas namun sesungguhnya kamu sedang berjalan di atas hamparan pasir putih halus yang membelah pantai menjadi dua sisi. Ngurtavur merupakan habitat burung Australian Pelikan (Pelecanus conspicillatus) yang sedang bermigrasi ke Maluku dari tempat tinggal mereka di Australia dan Papua Nugini. Di pantai ini kamu juga bisa melakukan kegiatan lainnya seperti berenang dan snorkeling. 5. Pulau Bair Terletak kurang lebih 1 jam perjalanan ke arah utara dari pelabuhan Dullah di Kei Kecil. Landscape Pulau Bair ini sangat memanjakan mata dengan laguna yang jernih beralaskan pasir dan ikan serta terumbu karang yang masih sehat. Aktivitas berenang, piknik dan snorkeling bisa dilakukan di sini. Selain menjelajahi sekeliling pulau , kamu bisa  masuk di antara celah tebing karang yang sangat eksotik. Destinasi antara menuju Pulau Bair, kita juga akan melewati Pulau Adranan yang mempunyai pasir putih yang menawan dengan air laut yang jernih menyelimuti terumbu karang dan ikan yang menghampiri saat kamu snorkeling. 6. Bukit Masbait Bukit Masbait adalah Bukit tertinggi di Pulau Kei Kecil yang berada di Desa Kelanit, yang merupakan titik tertinggi di Kei Kecil. Selain sebagai tempat ziarah umat Katolik dengan patung Kristus Raja yang dapat berputar, atraksi alam berupa matahari terbit dan terbenam yang sangat indah dapat dinikmati dari puncak bukit ini. 7. Desa Adat Tanimbar Kei   Desa Adat yang dapat dicapai dengan perjalanan laut selama  5 jam dari Pelabuhan Debut ini adalah desa adat yang masih memegang teguh bentuk bangunan, seni, adat istiadat dan kepercayaan leluhurnya.  Desa Tanimbar Kei terbagi menjadi dua, yaitu Kampung Atas dan Kampung Bawah. Yang dipisahkan dengan tangga yang bersandar di tebing setinggi 10 sampai 15 meter. Di pulau ini kita bisa menemukan rumah adat asli Kei yang merupakan tempat menyimpan beraneka ragam benda-benda adat seperti Patung adat, perhiasan emas,  bejana, tembikar.  Legenda yang menyatakan bahwa leluhur orang Kei berasal dari Bali dapat dirasakan di sini, dengan adanya tempat ibadah berupa Pura dan agama Hindu yang dianut oleh masyarakatnya. 8. Gua Luvat - Tebing Lukisan Tangan Situs purbakala di Ohoi Dertawun ini sangat fenomenal karena lukisan di dinding gua berbentuk Matahari, Panah, Perahu, Hewan merupakan peninggalan masa prasejarah pada zaman Megalitikum (zaman batu besar) di mana manusia mulai mengenal konsep ketuhanan walaupun masih sangat tradisional. Lukisan tersebut menggambarkan pola hidup dan aktivitas masyarakat saat itu yang berhubungan dengan alam. 9. Pulau Ngav, Er dan Ngodan Tiga pulau yang berada tidak jauh di sebelah barat Ohoi Dertawun ini merupakan destinasi favorit untuk island hopping yang dapat dilakukan dalam satu hari. Bentang pantai pasir putih dan spot-spot snorkeling dengan terumbu karang menjadi daya tarik utama ketiga pulau ini. Bila kamu beruntung, sekelompok hiu sirip hitam (Carcharhinus limbatus) pun bisa kamu temui di pinggir pantainya.    9 Destinasi Wisata Di Kepulauan Kei yang mempesona ini dapat dinikmati karena sudah terdapat beberapa kelompok wisata lokal yang siap mengatur trip untuk kamu Kelompok Ekowisata Ohoidertawun  Kelompok Ekowisata OhoiNgilngof Kelompok Ekowisata Ohoililir   Source: @bramsakti; @veronica_louhenapessy – WWF Indonesia Kei Office; mondeck.net
...more

Tujuh Pilar Pulau Jawa

Mau mendaki salah satu dari tujuh pilar Pulau Jawa? Ikut tripnya di: http://triptr.us/Bt TRIPTRUS - Sebagai negara yang masuk ke dalam jajaran Ring of Fire (cincin api), yaitu barisan gunung berapi di sekitar Samudera Pasifik, Indonesia juga terkenal dengan banyak gunung berapi. Pulau Jawa sendiri memiliki puluhan gunung berapi, baik yang aktif maupun tidak aktif. TripTrus akan mengajak kamu untuk melihat tujuh puncak tertinggi di Pulau Jawa yang terkenal dengan julukan Seven Summits of Java (Tujuh Puncak Pulau Jawa).1. Gunung Semeru Gunung yang terletak di antara Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, ini merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan puncak Mahamerunya yang mencapai 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl). Untuk mendaki Semeru butuh persiapan dan keahlian serta daya tahan tubuh yang cukup, mengingat butuh empat hari untuk naik dan turun di Semeru. Ada dua jalur pendakian yang sering digunakan oleh para pendaki, yaitu lewat Kota Malang dan lewat Kota Lumajang. Pada ketinggian 2.400 mdpl di gunung yang merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini, para pendaki dapat beristirahat di Danau Ranu Kumbolo yang merupakan tempat untuk mengisi persediaan air. Selain itu ada tiga danau (ranu) lainnya di Semeru, yaitu Ranu Pani, Ranu Regulo dan Ranu Darungan. Pendaki juga disarankan untuk tidak menuju kawah Jonggring Saloko dan mendaki dari sisi selatan. Ini diakibatkan oleh gas beracun (wedhus gembel) dari Janggring Saloko dan aliran lahar. Salah seorang tokoh aktivis pemuda Indonesia, Soe Hok Gie, meninggal di Gunung Semeru akibat menghisap asap beracun pada tahun 1969. 2. Gunung Slamet Tertinggi kedua setelah Gunung Semeru adalah Gunung Slamet yang berada di berada pada perbatasan Kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga dan Pemalang, Provinsi Jawa Tengah. Gunung yang puncak tertingginya berada pada 3.428 mdpl ini merupakan gunung berapi aktif pada keempat kawahnya. Pada pertengahan tahun 2010 hingga tahun 2011 Gunung Slamet sempat ditutup untuk kegiatan pendakian akibat aktivitas pada keempat kawahnya.Salah satu jalur favorit pendakian Gunung Slamet adalah lewat Kawasan Wisata Baturaden. Meski terkenal akan keindahannya, jalur Pada tanggal 8-10 November 2013 ini, kawasan wisata di kaki Gunung Slamet itu akan diramaikan oleh para petualang yang berkumpul untuk menghadiri Festival Petualang Nusantara 2013. 3. Gunung Sumbing Sama seperti dua gunung sebelumnya, Gunung Sumbing dengan ketinggian 3.371 mdpl terletak di tiga kabupaten Provinsi Jawa Tengah; Kabupaten Magelang, Temanggung, dan Wonosobo, merupakan gunung berapi yang masih aktif. Tepat di sebelah Gunung Sumbing adalah saudara kembarnya, yaitu Gunung Sindoro dengan ketinggian 3.150 mdpl. Lereng Sumbing-Sindoro banyak digunakan sebagai kawasan perkebunan dan dikembangkan menjadi kawasan agrowisata, terutama berupa perkebunan buah kelengkeng, tembakau, vanilla, dan kopi.Di kaki Gunung Sumbing juga terdapat desa wisata Tegalrejo, prasasti Gondosulu, dan pohon Walitis - pohon terbesar di lereng Sumbing-Sindoro. Pohon Walitis ini memiliki tinggi yang mencapai 30 meter dan diameter 7.5 meter. Selain itu, kawasan hutan Rasamala di lereng Sindoro-Sumbing yang terkenal tidak mempan oleh api. Wow.4. Gunung Arjuna Sama seperti Gunung Sumbing yang memiliki saudara kembar, Gunung Arjuna yang terletak di Kabupaten Malang, Jawa Timur ini bersebelahan dengan Gunung Weilerang. Tapi kita akan bahas saudara kembar Gunung Arjuna ini nanti.Gunung Arjuna memiliki ketinggian 3.339 mdpl dan dikelola oleh Taman Hutan Raya Raden Soeryo. Gunung Arjuna biasa didaki lewat bebera jalur pendakian; yaitu Lawang dari arah Timur, Tretes dari Utara, Batu dari arah Barat, arah Selatan di Karangploso, dan dari Desa Sumberawan di Kecamatan Singosari. Sejak zaman kejayaan Kerajaan Majapahit, Gunung Arjuna sudah dijadikan tempat pemujaan. Maka tidak heran apabila di sepanjang jalur pendakian hingga menuju puncaknya, ditemukan banyak arca dan candi peninggalan Majapahit. Situs-situs candi itu dapat dijumpai apabila pendaki menggunakan jalur pendakian Purwosari di Kabupaten Pasuruan. Gunung Arjuna juga terkenal dengan angin kencang yang bertiup di puncaknya. Puncak Gunung Arjuna dikenal dengan nama Puncak Ogal-Agil atau Puncak Ringgit. 5. Gunung Raung Di posisi kelima gunung tertinggi di Pulau Jawa adalah Gunung Raung dengan ketinggian 3.332 mdpl. Gunung Raung punya keunikan yang berbeda dengan kebanyakan gunung di Pulau Jawa. Keunikan Raung terletak pada puncaknya yang berbentuk kaldera dengan lebar 2 kilometer dan dalamnya 500 meter. Kaldera ini selalu berasap dan menyemburkan api. Jalur pendakian favorit ke Gunung Raung adalah dari arah Kota Bondowoso. Nama Raung diambil dari angin yang selalu bertiup di puncak gunung ini. Angin kencang itu bertiup dengan kencang seperti meraung-raung di telinga pendengarnya. Angin kencang itu bahkan dapat menghempaskan orang-orang ke dasar jurang yang terjal di kawah puncak Gunung Raung. Dari puncak Gunung Raung, dapat terlihat pemandangan Kota Bondowoso dan Situbondo pada saat malam hari. Jalur lain untuk mencapai Gunung Raung adalah lewat jalur Kalibaru. Untuk mencapai dasar kawah Gunung Raung, tidak terdapat jalur yang jelas. Untuk itu diperlukan tali-temali untuk mencapai dasar kawah gunung ini.6. Gunung Lawu Tepat di perbatasan Jawa Tengah (Kabupaten Wonogiri) dan Jawa Timur (Kabupaten Magetan), berdiri tegar Gunung Lawu. Gunung ini memiliki tiga puncak, Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumling dan Puncak Hargo Dumilah. Di antara ketiga puncak tersebut, Puncak Hargo Dumilah merupakan puncak tertinggi dengan ketinggian 3,265 mdpl. Jalur menuju puncak Gunung Lawu sebagian besar telah tertata dengan baik, membuat gunung ini menjadi salah satu gunung favorit oleh para pendaki pemula karena relatif tidak sulit mencapai puncak tertingginya. Untuk mencapai puncak Gunung Lawu, ada tiga jalur yang dapat digunakan. Jalur Selatan melalui Cemoro Sewu, jalur Barat melalui Cemoro Kandang, dan jalur Srambang yang jarang dilalui orang yang tidak mengenal baik jalur ini.7. Gunung Welirang Gunung terakhir yang tingginya 3.156 mdpl ini, meski tingginya tidak sama, letaknya yang berdekatan dengan Gunung Arjuna membuat Gunung Welirang mendapatkan julukan sebagai saudara kembar Gunung Arjuna. Dalam bahasa Jawa, "Welirang" berarti belerang. Ini dapat dilihat pada puncak Welirang yang diselimuti asap putih dari kawahnya yang menyemburkan belerang. Hampir mirip dengan Gunung Arjuna, Gunung Welirang dapat didaki dari arah Utara (Tretes), arah Timur (Lawang), dan arah Barat (Batu-Selecta). Di puncak Welirang terdapat tumbuhan endemik yang oleh penduduk setempat diberi nama manis rejo atau cantigi (Vaccinium varingiaefolium). Pohon manisrejo hanya tumbuh di ketinggian 2700 mdpl ke atas. Manisrejo dapat dibuat untuk minuman seperti teh dan buahnya juga dapat dimakan. Jadi, TripTroops sudah pernah ke gunung yang mana saja? Share dong di-comment di bawah.
...more

Kopi Aren Organik Sumut Jadi Kawasan Agro Wisata

TripTrus.Com - Sumatera Utara (Sumut) menawarkan destinasi wisata baru: Agro Wisata. Objek wisata ini berada dilintas kota Berastagi Tanah Karo. Kawasan ini memang layak menjadi agro wisata, mengingat sarana dan prasarananya sangat komplet, lengkap bahkan memuaskan berada di kawasan ini. Mulai dari pembibitan kopi, kebun kopi, pengolahan (pengeringan sampai produksi bahan jadi), begitu juga dengan Aren, mulai dari pembibitannya, budidayanya (dikolaborasi dengan Kopi), pengolahan Air Nira jadi Gula Semut. “Juga perpaduan antara bubuk Kopi dan Gula aren Serbuk atau Gula Semut,” papar wirausahawan bidang pertanian dan pariwisata Sumut, Benson Kaban di Medan.       View this post on Instagram Musim hujan memang berperan cukup penting dalam menghasilkan ceri kopi yang akan berbuah. Tapi jika musim hujan datang bersamaan di saat musim panen, maka itu juga berarti ancaman bagi ceri kopi yang sedang matang. Curah hujan yang tinggi bisa membuat ceri kopi berguguran ke tanah. #tanahkaro #karohighland #kopikaro #berastagi #kabanjahe #jumakacihe by: 📸 @jangkung__mjl A post shared by Juma Kacihe (@jumakacihe) onOct 8, 2018 at 6:13am PDT Dijelasan, kawasan Agro Industri sekaligus menjadi destinasi wisata baru di Kota Berastagi, posisi lokasi sangat strategis, dekat dengan Peternakan Sapi dan produksi Susu Segar Berastagi, Pabrik Produksi Markisa Dewi Berastagi, Pagoda tertinggi se-Asia Tenggara. Juga ada pusat Jajanan Peceren, Kampus Quality, hotel berbintang (Sibayak, Micky Holiday, Sinabung, Mutiara, Green Ori, Horison) dan kota Berastagi, juga hanya berjarak sekitar 15 Km dari kota Kabupaten, Kota Kabanjahe dan sekitar 60 Km dari Ibu kota Provinsi Sumatera Utara, Kota Medan. [Baca juga : "Sensasi Perpaduan Kopi, Kuliner, Dan Wisata Merapi"] “Industri Kopi Aren tersebut merupakan industri organik, tanpa bahan kimia. Proses yang diterapkan adalah proses alami yang dipadu dengan sentuhan teknologi modern. Hal tersebut akan sangat baik sebagai produk wisata edukasi, khususnya kepada anak usia dini dan anak usia pendidikan dasar,” tandasnya. Lokasi agrowisata akan menempah mentalnya untuk lebih mencintai lingkungan hidup, punya kesadaran dalam hal pelestarian alam dan menggunakan dan mengkonsumsi produk organik, dalam hal ini khusus tentang Gula yang sehat, mengingat situasi terkini produk industri makanan anak-anak sangat banyak mengandung pemanis buatan atau bahan kimia. Tidak tertutup kemungkinan Kolaborasi Kopi Aren akan memproduksi Permen “kopi Aren” yang baik dikonsumsi anak-anak. “Dilokasi tersebut juga akan dibangun satu Cafe bernama “Cafe Aren”. Di cafe tersebut akan ada menu mulai dari aren segar/Air Nira, Kopi Asli dan produk Kopi yang diseruput dengan Air Nira yang dipanaskan dan Juga produk Industri bubuk kopi dan serbuk Gula Aren yang sudah di mix,” ujarnya. Bangunan cafe tersebut di dominasi dari produk turunan Aren, mulai dari Atap, Tiang dan dinding, Lantai dan Peralatan lainnya seperti Meja dan Kursi termasuk dalam perlengkapan lainnya. “Terkait dengan pemasarannya, selain mengandalkan “market pleace” toko online dan publikasi media massa, tim pemasaran juga akan melakukan satu gerakan pemasaran yang digabung dengan semangat Pariwisata, dinamakan “aksi eksekusi lapangan,” sambungnya. Sebagai catatan, tambah dia seperti dilansir laman Wartaekonomi.co.id, Kopi Aren masih sekedar nama Produk, sedangkan Merek Produk belum ditentukan hingga waktu agroindustri ini akan dimulai. (Sumber: Artikel-Foto bisniswisata.co.id)
...more

Trip Sehari, Wisata Sejarah di 3 Pulau

TripTrus.Com - Penyedia paket travel kini menawarkan paket wisata murah. Misalnya Shine Project, yang pekan lalu mengajak wisatawan berlibur sehari ke tiga pulau di Kepulauan Seribu, Minggu, 15 April 2018. Wisatawan cukup mengumpulkan uang Rp 85 ribu, dan pihak Shine Project mengantar ke pulau-pulau itu. Titik kumpul di dermaga Tempat Pelelangan Ikan Muara Kamal, Jakarta Utara. Kapal-kapal motor disediakan untuk mengantar pengunjung. Perjalanan dimulai sekitar pukul 08.00. Tiga pulau yang dikunjungi adalah Pulau Kelor, Onrust, dan Cipir. Ketiga pulau ini termasuk dalam Taman Arkeologi Onrust dan dikelola oleh Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta. Pulau pertama yang didatangi adalah Pulau Kelor, perjalanan dilalui dengan waktu sekitar 45 menit. Pulau Kelor termasuk pulau yang kecil, ukurannya hanya 0,28 kilometer persegi. Pandangan bisa menyapu pulau dari ujung ke ujung.   Forget the maps.. Follow your instincts.. #photos #photoshoot #photooftheday #photoshare_everything #l4l  #l4f #f4f #mantublr #followme #photo #picoftheday #populer #ff #fff #lfl #jakarta #bogor #sukabumi #bandung #jayapura #jayapurapapua #papua #shootoftheday #shoot #shootandshare #asia #jenjajkt #pulaucipir #pulauonrust #explorejakarta A post shared by Uupik Shivdhaasani (@shivdhaasani) onApr 18, 2018 at 3:50pm PDT Air di pantai ini cukup bening dan bersih. Pasirnya juga putih dan halus. Pengunjung anak-anak dan dewasa bisa bermain air atau berenang. Jika tak ikut dalam rombongan agen wisata, pengunjung harus membayar tiket Rp 5 ribu per orang. Bangunan yang sangat menonjol di Pulau Kelor adalah Benteng Martello yang terbuat dari tumpukan batu bata. Benteng ini berbentuk lingkaran di pojok pulau. Tingginya 9 meter dari permukaan laut. Menurut informasi yang tertera pada papan pengumuman, benteng ini dibangun Belanda pada 1850 sebagai bagian dari sistem pertahanan laut kota Batavia. Diameter luar benteng 14 meter dengan tebal dinding 2,5 meter. Benteng ini tampak masih kokoh dengan jendela-jendela di sekelilingnya. Tempat ini pun menjadi latar foto para pengunjung. Selain gedung yang membentuk lingkaran, ada juga puing-puing benteng di luarnya, sampai di tepi pantai. Di sekitar benteng ada pohon-pohon sebagai tempat berteduh. Di Pulau Kelor, wisatawan bisa memilih duduk di tembok pinggir pantai, bermain air, duduk di gazebo, atau piknik dengan tikar di bawah pohon. Pulau ini tak berpenghuni namun ada 10 petugas yang menjaganya. Pengunjung juga bisa memesan tenda seharga Rp 100 ribu per malam yang muat hingga 7 orang. Pukul 11.00, wisatawan beranjak dari Pulau Kelor dan naik kapal menuju Pulau Onrust yang waktunya hanya sekitar 5 menit. Pulau Onrust berbeda, tak miliki pantai berpasir melainkan dikelilingi tembok. Konon, luas pulau ini awalnya 12 hektare namun mengalami abrasi dan kini luasnya tinggal 7,5 hektare. Tapi kelebihannya, pulau ini sangat sejuk karena banyak pohon rindang. Jarak setiap pohon hanya sekitar 7-10 meter. Sehingga pas menjadi tempat berekreasi di siang hari. Warung makan di Pulau Kelor juga lebih ramai. Di sini, wisatawan dapat makan siang dengan menu nasi seperti di daratan. Di sini bangunan sejarahnya lebih beragam. Ada gedung VOC, barak karantina haji, komplek makam Belanda, komplek makam pribumi, dan penjara. Sewaktu masyarakat menunaikan haji menggunakan kapal, mereka akan dibawa dulu ke Onrust untuk diperiksa kesehatannya. Begitu pula ketika mereka pulang, untuk memastikan kesehatan para jamaah dan tidak membawa sakit yang menular. Namun barak-barak penginapan haji ini hanya menyisakan ubin dan sedikit tiang. [Baca juga : Dari 4 Tipe Traveller Indonesia Ini, Kamu Tipe Yang Mana?] Dari Onrust, kita dapat melihat pulau lainnya seperti Kelor, Cipir, dan Pulau Bidadari. Perjalanan berikutnya ke Pulau Cipir yang jaraknya sangat dekat. Di sini ada pantai yang pasirnya bercampur dengan karang-karang kecil. Ada dua dermaga sehingga kapal leluasa bersandar. Wisatawan pun bebas berfoto ria di jembatan dermaga, pantai, atau di tembok. Di pulau ini juga ada peninggalan Belanda, misalnya meriam yang menghadap ke laut. Pilihan permainannya pun beragam, seperti banana boat seharga Rp 40 ribu dan donat boat Rp 45 ribu. Namun pengunjung harus antre menggunakan kamar kecil karena hanya ada 1 titik kamar kecil yang berisi 4 toilet. Pada malam hari, Shine Project mengajak wisatawan menerbangkan lampion yang dibakar dengan korek. Sebagian lampion berhasil mengudara dan ada juga yang tercebur ke laut. Nurul Azizah, salah satu wisatawan yang mengikuti destinasi ala Shine Project, mengatakan perjalanan ke tiga pulau ini sangat seru. Apalagi mahasiswa sejarah Universitas Gadjah Mada ini baru pertama kali ke Pulau Seribu. "Jalan-jalan ini adalah pengalaman berharga karena saya dapat melihat secara langsung peninggalan sejarah Indonesia, bukan sebatas teks," ujarnya. Azizah paling tertarik dengan peninggalan bekas karantina haji. "Semester lalu saya belajar tentang sejarah Islam di Indonesia. Pas lihat gedungnya, saya bisa membayangkan lebih real soal perjalanan haji itu," ucap dia. Selain paket wisata, pengunjung tiga pulau juga dapat berangkat dengan kapal-kapal yang bersandar di Muara Kamal. Beberapa kapal juga membuat rute perjalanan ke tiga pulau ini, dengan biaya Rp 75 ribu per orang. Penumpang kapal minimal 5 orang. Namun, pengunjung membayar tiket Rp 5 ribu setiap pulaunya. Ada juga pilihan antar-jemput ke satu pulau. "Ongkosnya Rp 150 ribu per orang, bisa ditelepon waktu jemputnya," ujar Iwan Kamal, salah satu pemilik kapal. (Sumber: Artikel travel.tempo.co, Foto Agni Minardi)
...more

Jalan Pandanaran, Surga Belanja Oleh-oleh Khas Semarang

Bila kita sedang berada di Kawasan Simpang Lima, Semarang dan ingin menuju Tugu Muda, kita akan melewati sebuah jalan yang diberi nama jalan Pandanaran. Jalan yang berada di tengah-tengah kota Semarang ini merupakan sentra jajanan oleh-oleh khas Semarang. Di tempat inilah makanan khas Semarang seperti lumpia, bandeng presto, dan wingko babat dapat ditemui dengan mudah. Salah satu penjual lumpia di Jalan Pandanaran adalah lumpia Mbak Lien. Mbak Lien adalah generasi penerus lumpia Siem Swie Hie, yaitu kakak kandung dari Siem Swie Kiem, pendiri kuliner lumpia di gang Lombok Semarang. Yang spesial dari lumpia Mbak Lien adalah isinya yang ditambahi racikan daging ayam kampung. Selain itu, terdapat tiga macam isi lumpia, yaitu lumpia isi udang, isi ayam, dan lumpia isi campuran antara keduanya. Selain lumpia, oleh-oleh khas Semarang yang juga banyak dijual di jalan Pandanaran adalah bandeng presto. Bandeng presto adalah ikan bandeng berduri lunak karena dimasak menggunakan uap air betegangan tinggi. Di sini terdapat dua toko besar paling terkenal yang menjual kuliner bandeng presto, yaitu toko berlabel Bandeng Presto 'yang pertama sejak tahun 1977' dan Bandeng Juwana. Harga bandeng presto di Jalan Pandanaran sangat bervariasi, misalnya saja ditoko Bandeng Juwana, bandeng rasa teriyaki dibanderol dengan harga Rp 30.000 per ekor atau bandeng dalam sangkar yang terdiri dari 3-4 ekor ikan dijual dengan Rp 95.000 per kilogram. Ada satu yang menarik ketika melihat tulisan Ditembok toko Bandeng Juwana banyak terpampang testimoni para pengunjung yang pernah datang ke tempat ini. Salah satunya adalah tulisan "Jangan ragu deh!!! Bandeng Juwana always the Best...," begitu bunyi testimoni Benny MC, komikus yang terkenal lewat komiknya Benny & Mice. Lain halnya dengan wingko babat, meski di Jalan Pandanaran banyak yang menjual namun semua penjual memakai label yang sama yakni wingko babat cap kereta api. Wingko Babat cap kereta api menawarkan berbagai rasa yang unik, seperti wingko babat rasa durian, rasa pisang, bahkan rasa coklat. Harga yang ditawarkan juga bervariasi tergantung besarnya ukuran dan rasa. Jalan Pandaranan merupakan surganya para pecinta wisata belanja oleh-oleh di kota Semarang. Jalan ini selalu ramai dari pagi hingga malam dan akan bertambah ramai jika sudah memasuki akhir pekan. So, jika datang ke Semarang jangan lupa belanja oleh-olehnya di Jalan Pandanaran. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

Menilik Pesona Candi Mendut

Bila Anda berada di pusat Kota Yogyakarta, dan hendak menempuh perjalanan ke arah Magelang menuju Candi Borobudur, maka sebelum sampai ke Candi Borobudur Anda akan disajikan pemandangan candi yang terlihat tidak utuh. Candi tersebut bernama Candi Mendut. Candi yang bercorak Budha ini biasa digunakan sebagai tempat upacara-upacara pemujaan.Dilihat dari sejarahnya, berdasarkan Prasasti Karangtengah berangka tahun 824 Masehi, nama Candi Mendut berasal dari kata venu vana mandira yang memiliki arti candi yang berada di tengah hutan bambu. Namun beberapa peneliti masih meragukan nama itu, yang sebenarnya lebih cocok diberikan kepada Candi Ngawen.Pintu Candi Mendut menghadap ke barat. Pada bagian luarnya terdapat relief-relief yang menceritakan kisah-kisah Dewa Budha. Sebelah utara candi, terdapat relief Dewi Tara yang diyakini sebagai sakti Budha. Di sebelah timur, terdapat relief Awalokiteswara. Di sebelah selatan, terdapat kisah Manjusri. Sementara, di bagian lainnya terdapat relief raja-raja dari Dinasti Sailendra.Pada dinding tangga tergambar relief cerita Jetaka. Cerita yang juga dikenal dengan nama cerita Tantri ini mengisahkan tentang makhluk-mahkluk khayangan seperti burung berkepala dua dan bidadari-bidadari. Memasuki ruangan dalam candi, pengunjung akan menemukan sebuah patung Budha Cakyamuni. Patung itu terlihat duduk dengan posisi tangan dalam sikap Dharmacakraprawartana Mudra. Salah satu yang menarik dari Candi Mendut adalah jika dilihat dari kejauhan bentuk candi ini seperti kubus yang bagian atasnya sudah tidak utuh. Bagian atas Candi ini sempat runtuh dan tidak diperbaiki kembali. Beberapa bagian candi juga pernah runtuh dan mengalami pemugaran. Dasar Candi Mendut kini terbuat dari batu bata kemudian dilapisi dengan batu asli seperti yang bisa dilihat pengunjung saat ini.Di sekitar Candi Mendut terdapat berbagai penjual pernak-pernik khas Yogyakarta. Bagi pengunjung yang suka dengan wisata belanja, mengunjungi Candi Mendut bukanlah suatu hal membosankan. Apalagi suasana sekitar candi yang nyaman dan asri membuat pengunjung makin betah berlama-lama di tempat ini. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

Pasar Intan Martapura

Mendengar kata Martapura tentu akan mengingatkan kita dengan sebuah kota penghasil intan terbesar di Indonesia. Kota Martapura merupakan ibukota Kabupaten Banjar yang terletak di provinsi Kalimantan Selatan. Sejak tahun 1950 hingga sekarang, pedagang intan tradisional tetap melakukan transaksi jual beli di kota yang dulunya bernama Kayutangi, ibukota Kesultanan Banjar di masa pemerintahan Sultan Adam. Jadi tidak heran kalau kota ini dijuluki kota intan karena batu mulia tersebut telah menjadi ciri khas Kota Martapura. Wisatawan pencinta batu perhiasan pun datang berkunjung dan berburu intan ke pusat transaksi intan yang sekaligus tempat penggosokan intan terkenal ini.Pasar Intan Martapura berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Pada hari biasa, pasar ini bisa dikunjungi oleh sekitar 10.000 orang. Tapi pada akhir pekan atau hari libur nasional, Pasar Intan Martapura bisa dipadati hingga sekitar 20.000 pengunjung.Kompleks pertokoan di Pasar Intan Martapura menyediakan 87 toko intan yang dibagi dalam empat blok pasar. Sementara tempat parkirnya bisa menampung lebih dari 380 mobil. Tetapi tidak perlu khawatir kehabisan tempat parkir, kendaraan pengunjung yang sudah tidak muat lagi bisa dititipkan di parkiran Masjid Al Karomah yang berdekatan dengan pasar.Batu intan yang diperjual belikan di pasar ini sudah diolah dalam bentuk perhiasan. Harganya berkisar antara puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah, tergantung keunikan ataupun kelangkaan jenis batu intan. Peluang bisnis batu intan Martapura tidak hanya ada di kota ini. Intan yang dibeli seharga Rp 20.000 di Pasar Intan Martapura bisa dijual kembali dengan harga Rp 50.000 bahkan Rp 100.000 di pulau Jawa. Sungguh bisnis yang cukup menguntungkan. Murahnya harga batu intan di pasar ini tentu saja karena proses penggosokan batu intan masih dilakukan secara tradisional sehingga pesonanya kurang terpancar.Untuk menuju ke Martapura, pengunjung hanya memerlukan waktu setengah jam dari Bandara Syamsudin Noor. Sementara dari kota Banjarmasin, pengunjung harus melakukan perjalanan yang memakan waktu hingga satu jam dengan menggunakan kendaraan. Tentu saja, berkunjung ke pasar ini tidak dikenai biaya.Salah satu hal yang perlu diperhatikan jika berminat membeli intan adalah untuk selalu ingat memeriksa keaslian intan dengan alat yang dimiliki oleh hampir semua toko di pasar ini. Jika hanya modal pecaya saja, tanpa memeriksakan keasliannya, pembeli bisa saja membeli batu tiruan. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

ButikTrip.com
remen-vintagephotography

Upcoming Trips

Menjangan Ijen Baluran
23 - 24 Nov 2019
Belitung
23 - 25 Nov 2019
Trip Bromo & Tubing River
23 - 24 Nov 2019
Belitung
23 - 25 Nov 2019
×

...