TripTrus.Com - Dalam beberapa hari setelah pesta pernikahan, pasti pasangan pengantin masih merasakan gejolak emosi setelah perayaan penting dalam hidupnya. Rasa bahagia, tidak percaya, lelah bahkan sedih karena kemeriahan terasa sebentar mungkin akan dirasakan pasangan pengantin di minggu awal pasca pesta pernikahan.
Meski Anda begitu bersemangat menghadapi status baru sebagai pengantin baru, namun tetap perlu diimbangi dengan perencanaan masa depan. Berikut ini yang harus dilakukan di minggu pertama setelah menikah.
1. Liburan Mulailah kehidupan pernikahan dengan membangun hubungan yang intim dengan suami. Caranya dengan berbulan madu. Saat menghabiskan waktu berdua. Tinggalkan segala pekerjaan dan kewajiban harian Anda. Satu-satunya kewajiban Anda hanyalah menghabiskan waktu dengan pasangan. Yang harus Anda lakukan adalah saling berbincang, berciuman, dan melakukan berbagai hal yang Anda berdua sukai bersama seperti hiking, berbaring di pantai, atau hanya sekadar berjalan-jalan santai.
2. Tunjukkan Kemampuan Anda Dalam Mengurus Suami Anda harus sadar bahwa saat ini menyandang peran sebagai istri. Tunjukkan perhatian dan berikan pelayanan terbaik untuk suami. Dimulai dari yang kecil, menyiapkan makanan untuknya atau merapikan baju-bajunya.
[Baca juga : Persiapkan Liburan Sehabis Lebaran Dengan Tips Ini]
π¬ the smell of the earth π π 120518 | Fri Day 3 #throwbackthursday • • • • #throwback #sunrise #tebingkeraton #tebingkeratonbandung #dago #bandung #explorebandung #indonesia #wonderfulindonesia #visitindonesia #asia #travel #travelstagram #escapes #wanderlust #holiday #explore #neverstopexploring #stayandwander #vsco #travelpartner #couplevacation
A post shared by πK U A L A L U M P U R π²πΎ (@__carmenchai__) onJun 17, 2018 at 2:54am PDT
3. Menyesuaikan Diri Di minggu pertama, Anda memang perlu banyak menyesuaikan diri. Meski pacaran cukup lama, namun mungkin ada sikapnya yang selama ini tidak pernah Anda ketahui. Anda pun perlu menyesuaikan diri dengan mertua dan keluarganya. Di awal pernikahan, tidak jarang akan menemui konflik dengan pasangan. Tapi hal tersebut wajar. Kuncinya adalah komunikasikan dengan baik.
4. Rencana Keuangan Banyak pasangan baru berpikir bahwa perencanaan keuangan tidak begitu penting di awal pernikahan, apalagi belum memiliki momongan. Padahal keuangan harus direncanakan sejak awal, bukan baru setelah memiliki anak. Buat perincian target Anda dalam waktu dekat dan panjang, misalnya target membeli rumah atau kendaraan sendiri.
5. Mengunjungi Orangtua dan Mertua Setelah menikah, mungkin Anda sudah benar-benar pisah dari orangtua, namun bukan berarti Anda melupakannya begitu saja. Sebagai pasangan baru, sebaiknya kunjungi rumah orangtua dan mertua. Ini cara untuk saling mendekatkan diri, Anda dekat dengan keluarga pasangan, begitupula sebaliknya. Tentu Anda tidak ingin menjadi bahan perbincangan karena dicap sebagai menantu yang sombong, kan? (Sumber: Artikel wolipop.detik.com, Foto freepik.com)
...moreTripTrus.Com - Tak terasa sebentar lagi 2022 akan segera usai. Dengan semakin dekatnya liburan akhir tahun, semakin besar pula antusias masyarakat untuk melepas penat setelah bergelut dengan persoalan di tahun 2022 belakangan. Rencana dan list liburan kamu sudah siap? Yuk persiapkan. Liburan bisa menyegarkan kembali pikiranmu untuk mempersiapkan tahun depan, lho.
Tren Wisata Akhir Tahun yang Murah Meriah
Liburan akhir tahun tidak harus selalu mahal. Ada beberapa opsi liburan bagi kamu serta keluarga dan kerabat yang tetap menyenangkan tapi juga ramah di kantong.
1. Wisata Alam
Untuk menenangkan pikiran, membersihkan hati, seperti suasana alam yang asri akan menjadi tujuan yang cocok untuk kamu. Indonesia yang kaya akan limpahan alamnya memiliki sangat banyak destinasi asri yang worth untuk dijelajahi.
Dari jejeran pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara hingga kepulauan Maluku dan Papua serta pulau-pulau besar lainnya, kamu bisa kunjungi dari puncak gunung hingga pantai berpasir putih.
2. Wisata Budaya dan Sejarah
Selain alam, Indonesia juga dikaruniai oleh keragaman budaya serta bahasa. Tidak ada salahnya kamu liburan melepas penat sembari belajar kebudayaan dan menambah pengetahuan baru.
Kamu bisa mengunjungi museum-museum yang memamerkan kebudayaan Indonesia dari zaman kerajaan-kerajaan kuno seperti Museum Gajah di Jakarta. Selain itu, kamu juga bisa pergi langsung ke tempat-tempat bersejarah seperti lokasi-lokasi bekas peninggalan penjajah, candi-candi, bangunan keraton, kampung adat, dan lain-lain.
3. Piknik
Liburan yang paling aman untuk budget di kantong adalah piknik di taman. Sekarang ini sudah banyak fasilitas kota yang ditingkatkan oleh pemerintah, salah satunya adalah taman kota. Lahan hijau dengan bunga-bunga cantik biasanya menjadi tempat yang cocok untuk duduk-duduk dan mengobrol bersama keluarga serta kerabat. Kamu bisa bawa kudapan sendiri dari rumah, atau membeli dari penjual terdekat.
Tren Wisata Akhir Tahun untuk Anak-anak Muda
Anak muda zaman sekarang biasanya memiliki prefensi tersindiri untuk pilihan liburan akhir tahun. Sudah lelah bekerja dan kuliah, rasanya ingin sekali menggila dan menikmati momen yang datang setahun sekali, liburan akhir tahun. Untuk itu, kamu bisa memilih beberapa opsi berikut untuk tujuan liburan kamu:
1. Wellness Tourism
Istilah ini kerap mengundang tanda tanya bagi sebagian orang. Namun, seiring dengan terbukanya masyarakat saat ini dengan kesehatan mental, maka muncullah satu tren ini.
Singkatnya, wellness tourism adalah destinasi wisata yang menawarkan kedamaian jiwa dan raga. Misalnya seperti yoga, meditasi, dan spa.
2. Staycation
Tren staycation hingga saat ini masih menjadi tren tertinggi dikalangan anak-anak muda usia di bawah 30 tahun. Apalagi semenjak wabah COVID-19 menyerang Indonesia, villa dan hotel banyak menjadi sasaran anak muda yang ingin healing dari kepentan sehari-hari. Staycation sendiri merujuk pada liburan dalam kota atau sekedar di sekitar tempat tinggal. Jadi kamu bisa memangkah biaya transportasi dengan liburan di hotel atau villa.
Untuk kamu yang masih harus kerja, kamu juga bisa memanfaatkan jadwal work from home kamu dengan staycation.
3. Wisata Kuliner
Wisata kuliner tradisional, ada Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Medan, Padang dan masih banyak lagi. Untuk kamu yang ingin mencoba menu-menu yang berbeda, saat ini sudah banyak beredah café-café yang menyediakanhidangan-hidangan internasional seperti dari Italia, Prancis, Turki, serta negara lainnya. Selain menikmati hidagan yang ada, kamu juga bisa foto-foto di café yang instagramable untuk kenang-kenangan.
[Baca juga : "Liburan Akhir Tahun? Ini Dia Rekomendasi Tempat Wisata Manado Terbaik"]
4. Menonton Konser
Belakangan ini ada banyak konser-konser musik yang digelar oleh artis-artis baik luar negri maupun dalam negri untuk memeriahkan akhir tahun 2022 di Indonesia. Apalagi dengan meredanya pandemi COVID-19 dan orang-orang sudah mulai berkumpul bersama lagi, tentunya hal ini menjadi tren baru untuk bersukaria dengan musik yang keras. Beberapa konser mendatang yang akan digelar di Indonesia di Desember 2022.
Semakin memuncaknya penghujung tahun 2022, akan semakin banyak pula akomodasi liburan yang akan memakan banyak biaya. Untuk itu, kamu harus cepat-cepat ambil kesempatan untuk mendapat tiket liburan yang murah sebelum spot kamu diambil orang. (Sumber: Artikel radarpekalongan.co.id/ Foto @hsnaamliaa_)
...moreTripTrus.Com - Pernah ngebayangin nonton musisi favorit lo, tapi tempatnya bukan venue biasa? Di festival musik outdoor ini, lo nggak cuma nikmatin musik, tapi juga bisa dapet vibes alam yang keren abis! Dari suasana gunung berkabut, aliran sungai yang jernih, sampe ombak pantai yang berdebur, lo bakal ngerasain sensasi yang beda banget dan pastinya memorable.
View this post on Instagram
A post shared by tohpati (@tohpati)
Festival-festival outdoor ini lagi hits banget di Indonesia, tiap festival punya konsep unik dengan vibes yang beda-beda, bikin lo makin nyatu sama alam. Buat yang suka musik sekaligus pengen healing, list festival ini wajib banget lo masukin ke bucket list. Gimana, udah siap kan buat ngerasain serunya konser sambil nikmatin view alam Indonesia?
1. Jazz Gunung Bromo
Bayangin lo duduk santai di tengah gunung Bromo, ditemenin jazz keren dari musisi lokal dan internasional. Panorama pegunungan Bromo yang cakep abis makin syahdu pas digabung sama musik jazz yang bikin merinding! Event tahunan ini bener-bener kudu lo coba minimal sekali dalam hidup kalau ngaku pecinta jazz sejati.
2. Jazz Pinggir Kali Purbalingga (Festival JazzGirLi)
Di Purbalingga, jazz nggak cuma jadi hiburan, tapi juga punya misi mulia buat ngebangkitin cinta sama alam, khususnya sungai. Lo bisa camping tiga hari dua malam, belajar soal sungai, tanem pohon di pinggir kali, sampe nonton konser jazz dengan alat musik yang sebagian dibikin dari sampah daur ulang. Bener-bener eco-friendly dan asik banget, kan?
3. Beach Jazz Festival Banyuwangi
Buat lo yang pengen ngerasain jazz di pinggir pantai, Beach Jazz Festival di Banyuwangi bisa jadi pilihan. Acara ini juga sekalian buat promosiin keindahan kota Banyuwangi, jadi nggak cuma nonton konser, tapi lo juga bisa explore kota ini. Banyak musisi lokal top kaya Tulus, Raisa, dan White Shoes & the Couples Company yang pernah manggung di sini.
4. Mahakam Jazz Fiesta Samarinda
Jazz di pinggir Sungai Mahakam, Samarinda? Kenapa nggak! Mahakam Jazz Fiesta ini bikin lo bisa nikmatin alunan jazz sambil liat sungai yang cantik. Event ini udah jadi salah satu daya tarik Samarinda, dan tentunya banyak musisi jazz, baik lokal maupun internasional, yang tampil di sini.
[Baca juga : "Jalan Santuy Keliling Museum Di Kota Tua, Gak Butuh Ongkos Tapi Tetap Seru!"]
5. Jazz Atas Awan Dieng
Jazz Atas Awan di Dataran Tinggi Dieng ini punya nuansa magis yang bikin banyak turis lokal dan mancanegara penasaran. Lo bisa nonton konser jazz di ketinggian sambil nikmatin dinginnya udara pegunungan Dieng yang terkenal. Festival ini biasanya jadi bagian dari Dieng Culture Festival yang digelar tiap bulan Juli atau Agustus.
6. Moker Camp Pontianak
Ini dia, buat lo yang doyan camping dan musik indie. Moker Camp di Pontianak punya konsep konser yang mirip camping trip, dimana lo bisa nginep di tenda, makan bareng, nanem mangrove, sampe bikin api unggun sambil ditemenin band indie Pontianak. Lokasinya juga keren, di pantai Pulau Temajo, cocok banget buat yang pengen ngilangin stress.
7. Eco Music Camp
Terakhir, ada Eco Music Camp di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak, Bogor. Di sini, lo bisa nikmatin berbagai genre musik dari religi sampai jazz sambil camping tiga hari. Selain konser, ada juga workshop, diskusi, dan screening film buat lo yang haus akan ilmu. Kombinasi antara musik dan alam yang bener-bener bikin rileks!
Nah, gimana? Udah kebayang kan serunya? Dari gunung sampai pantai, dari jazz sampai indie, festival outdoor ini bakal kasih lo pengalaman nonton musik yang lebih dari sekadar dengerin lagu. Nggak cuma hiburan, tapi juga refreshing sambil bikin momen yang nggak bakal lo lupain. Jadi, siapa tau kita bisa ketemu di salah satu festival ini, ya kan? (Sumber Foto @eventjawatimur)
...moreTripTrus.Com- Ingin bisa liburan akhir tahun dengan hemat? Cari tahu destinasi mana saja yang bisa dituju di sini! Akhir tahun dikenal sebagai periode liburan yang mahal bagi sebagian besar orang. Bukan hanya anak-anak yang libur sekolah pada periode ini, tapi orang tua atau para pekerja kantoran pada umumnya juga libur dari pekerjaannya. Momen akhir tahun menjadi waktu yang pas untuk untuk liburan bersama seluruh keluarga ataupun sahabat. Alhasil, harga tiket pesawat dan hotel meningkat secara signifikan.
Ingin ikut serta dalam kemeriahan libur akhir tahun tapi budget Anda terbatas? Ini dia 10 destinasi yang bisa Anda jadikan pilihan untuk liburan akhir tahun, yang bukan hanya menyenangkan, tapi juga ramah di kantong.
1. Malang
Malang merupakan tempat yang tepat untuk bersenang-senang. Hawa sejuk dan beragam destinasi menarik membuat kota ini tidak pernah sepi pengunjung. Menaiki biangala di Alun-Alun Kota Baru, paralayang di Batu, bermain air di Air Terjun Coban Rondo, berkeliling Jatim Park 1 dan Jatim Park 2, berfoto di Museum Angkut, menghabiskan malam di Batu Night Spectacular, dan menikmati es krim di Toko Oen merupakan rangkaian aktivitas yang wajib dilakukan selagi berkunjung ke Malang. Bukan itu saja, biaya makan, transportasi, dan berbagai aktivitas di Malang pun tergolong murah!
Colourfull . . . #kampungwarnawarnimalang #malangkota #visimalang #visitjawatimur
A post shared by Aulia Risky Chandra (@aulriskichandra) onJan 3, 2017 at 3:52am PST
Tiket pesawat pulang-pergi Jakarta-Malang untuk liburan akhir tahun mulai dari Rp1,8 jutaan!
2. Yogyakarta
Popularitas Jogjakarta sebagai destinasi liburan favorit tidak perlu dipertanyakan lagi. Suasana tenang, biaya hidup —dan warganya— yang bersahabat menjadikan kota ini dicintai banyak orang. Tahun ini, setelah dijadikan lokasi syuting “Ada Apa dengan Cinta? 2”, Jogjakarta semakin naik daun. Jika ingin mengintip lokasi yang didatangi Cinta dan Rangga, Anda dapat berkunjung ke Istana Ratu Boko, Bukit Rhema, Pantai Parangtritis, Punthuk Setumbu, dan tidak ketinggalan menonton Papermoon Puppet Theater. Sempurnakan kunjungan di Jogjakarta dengan menginap di Greenhost Boutique Hotel Prawirotaman.
Akan selalu ada hal yang dirindukan...... . . π·@ekoprasetyo_24 ππ . . #streetphotography #jogja #malioboro #latepost #instapic #instagood #instagram #instalike #indonesia
A post shared by Hanna Setyani (@hannasetyani_er) onDec 7, 2017 at 12:47am PST
Tiket pesawat pulang-pergi Jakarta-Yogyakarta untuk liburan akhir tahun mulai dari Rp1,1 jutaan!
3. Bali
Ide tentang liburan biasanya tidak jauh dari pikiran tentang Bali. Bali dan liburan dapat disebut sebagai satu kesatuan. Tidak lengkap rasanya jika tidak menghabiskan liburan akhir tahun di destinasi favorit mayoritas traveler ini. Walau harga tiket pesawat dan hotel memang cenderung lebih mahal saat akhir tahun, tapi bukan tidak mungkin Anda tetap bisa liburan dengan hemat di sana. Lakukanlah aktivitas misalnya berkunjung ke tempat-tempat, seperti Air Terjung Aling-Aling, Danau Tamblingan, Bukit Campuhan, Bukit Asah, Pasih Uug, dan Pantai Tegal Wangi, yang dapat dinikmati secara cuma-cuma.
Selamt malam....Bali....π I want to see a beautiful sunset... #bali #gohome #wonderfulplace #trip #travel #ζ
#ζ
θ‘ε€§ε₯½γ #ζ΅·ε€ζ
θ‘ #ζ΅· #η©Ί #γΎγεΈ°γ£γ¦γγ #ε₯½γγͺε ΄ζ #indonesia #seminyak #kerobokan #canggu #ubud #amed #legian #kuta #beach #seminyakbeach #sunset #γγγ°γγ #δ»ζ₯γε―γδΈζ₯γ§γγ #ζζ₯γ―γγ£γ¨ε―γγγγ #γγζγγγ¨γγ«εΈ°γγγβ€οΈ←εΈζ
A post shared by tomo7030 (@tomo7030momo) onDec 7, 2017 at 3:00am PST
Tiket pesawat pulang-pergi Surabaya-Bali untuk liburan akhir tahun mulai dari Rp1 jutaan!
4. Palembang
Selain makan pempek, selama berada di Palembang Anda dapat menyambangi Taman Kambang Iwak yang berlokasi di tengah kota, berfoto dengan latar belakang Jembatan Ampera, melihat cantiknya pagoda di Pulau Kemaro, bertualang di Punti Kayu atau Bukit Serelo, juga wisata air di Curup Maung Lahat dan Curug Tujuh Kenangan.
Tiket pesawat pulang-pergi Jakarta-Palembang untuk liburan akhir tahun mulai dari Rp800 ribuan!
5. Medan
Banyak aktivitas seru —dan murah— yang dapat Anda lakukan ketika berkunjung ke Medan, mulai dari melihat warisan Kesultanan Deli di Istana Maimun dan mengintip kehidupan bangsawan Medan di Tjong A Fie Mansion, trekking di Bukit Lawang, seru-seruan di Air Terjun Dua Warna Sibolangit, bertualang di Tangkahan, melihat pagoda tertinggi di Indonesia di Taman Alam Lumbini, wisata kuliner di Merdeka Walk, dan tentunya menikmati kecantikan Danau Toba.
Tuntutlah ilmu sampai ke negri cina.. Pepatah lama.π Location, vihara gunung timur #medan #viharagunungtimur #pepatah #jumat #art #2017 #raunraun #cagarbudaya #tempoedoeloe #medanheritage
A post shared by Saiful Anwar NaSuTiOn (@bg.ipul.nst) onNov 23, 2017 at 10:43pm PST
Tiket pesawat pulang-pergi Pekanbaru-Medan untuk liburan akhir tahun mulai dari Rp1,1 jutaan!
6. Padang
Isi libur akhir tahun Anda di Padang dengan mengunjungi Danau Laut Tinggal yang berwarna toska, melihat megahnya Masjid Raya Sumatera Barat, melintasi Jembatan Akar di Bayang Utara, bermain air di Lubuak Tampuruang, berfoto di Kelok Sembilan, mengintip kebudayaan Minang di Istana Pagaruyung, melihat hijaunya Lembah Harau, dan menyambangi Jam Gadang yang iconic. Selama berada di sana, pastikan Anda memanjakan lidah dan perut dengan menyantap makanan Padang yang kelezatannya masyhur.
Katakan, ooo. Pada mama, ooo! Cinta bukan hanya harta dan tahta. Pastikan, ooo. Pada semua, ooo! Hanya cinta yang sejukan dunia... Sepenggal lirik milik @de19wa yang berjudul Cukup Siti Nurbaya. Ya, sepanjang Jelajah Sumbar ini begitu banyak percakapan "cocoklogi", jadi lirik tersebut menjadi pengantar untuk foto dari atas Jembatan Siti Nurbaya, yang memperlihatkan kita bagaimana jalur air yang digunakan Kota Tua Padang ini.
A post shared by Dhayan Amiey (@amieykha) onDec 3, 2017 at 6:23am PST
Tiket pesawat pulang-pergi Jakarta-Padang untuk liburan akhir tahun mulai dari Rp1,4 jutaan!
7. Balikpapan
Di destinasi yang sering disebut sebagai Kota Beriman atau Kota Minyak ini Anda dapat menghabiskan libur akhir tahun di Bukit Bangkirai yang cocok dijadikan lokasi foto, bermain di Pantai Kilang, bersantai di Danau Cermin, atau bertualang di Bukit Batu Dinding. Tidak perlu ragu, jadikan akhir tahun sebagai waktu yang tepat untuk terbang ke Kalimantan dan berkunjung ke Balikpapan!
"Menjamah sedu ayu meluangkan waktumu" Sore - Setengah Lima
A post shared by Dhayan Amiey (@amieykha) onJul 9, 2017 at 5:43am PDT
Tiket pesawat pulang-pergi Makassar-Balikpapan untuk liburan akhir tahun mulai dari Rp1 jutaan! (Sumber: Artikel skyscanner.co.id Foto pexels.com)
...moreTripTrus.Com - Tempat-tempat wisata Indonesia mulai bersiap menyambut kembali wisatawan asing.
Dengan mengusung teman "Wonderful Journey", Pemerintah Indonesia ikut berpartisipasi dalam World Travel Market (WTM) London 2021. Ini menjadi upaya untuk memperluas pasar dan menjaga eksistensi Indonesia sebagai destinasi utama di Asia Tenggara untuk pasar Inggris.
"Pemerintah Indonesia melalui Kemenparekraf menjadikan WTM London 2021 sebagai ajang potensial untuk memasarkan pariwisata Indonesia ke mancanegara, dan menyambut kedatangan kembali wisatawan," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, dikutip dari Antara, Selasa (2/11).
Dalam kesertaannya kali ini, Indonesiat tak hanya akan mengangkat lima destinasi super prioritas (DSP), yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang yang telah berjalan sejak 2020. Akan tetapi, juga menyikapi perubahan peta bisnis pariwisata yang dipengaruhi perubahan permintaan dan selera pasar.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Wisata Murah Indonesia (@indonesian_travel)
Program InDOnesia CARE atau I DO CARE, akan pula disorot untuk menunjukkan bahwa protokol kesehatan (prokes) diterapkan hampir di seluruh rangkaian perjalanan wisatawan saat memasuki destinasi di Indonesia. Di mana Bali menjadi proyek percontohan pembukaan kembali perbatasan bagi wisatawan mancanegara.
"Hal ini merupakan implementasi dari tiga strategi utama yang diterapkan dalam membangkitkan kembali sektor pariwisata Indonesia, yaitu inovasi, adaptasi, dan kolaborasi," ujar Menparekraf.
Dengan slogan Wonderful Journey, dipastikan para wisatawan saat berkunjung ke Indonesia benar-benar dapat menikmati dan menjelajahi dengan aman selama menerapkan sistem prokes. Hal ini disebabkan situasi pandemi yang mengubah konsiderasi, perilaku, dan tujuan berwisata. Untuk menjawab pergeseran permintaan pasar, perlu mengutamakan rasa aman wisatawan.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, Nia Niscaya menyatakan bahwa pesan utama yang ditonjolkan dalam WTM London 2021 ialah penerapan protokol CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability) di setiap destinasi wisata dan kampanye #ItstimeforBali untuk menunjukkan kesiapan bali menerima wisatawan mancanegara.
Ia mengatakan bahwa pihaknya telah memanfaatkan platform digital dengan penggunaan QR code, sehingga memudahkan pengunjung pameran untuk menggali lebih jauh informasi mengenai produk dan pelayanan industri pariwisata Indonesia.
[Baca juga : "6 Destinasi Wisata Hadiah Untuk Kemenangan Greysia & Apriyani"]
"Melalui masa yang sangat menantang tahun lalu, saya percaya masyarakat global sudah tidak sabar untuk bepergian dan menjelajahi setiap sudut dunia sesegera mungkin. Kami berharap hadirnya Indonesia dalam WTM London dapat menjadi kesempatan untuk mendapatkan informasi terbaru yang dibutuhkan untuk merencanakan kunjungan ke Indonesia," ucap Nia.
WTM merupakan salah satu pameran pariwisata terbesar di dunia sejak 1980. Pada tahun 2021, diadakan secara hybrid mulai 1 hingga 3 November 2021 Excel Centre, London, dan 8-9 November 2021 secara virtual. (Sumber: Artikel validnews.id Foto @dibajoaja)
...moreTripTrus.Com - Pada masa penjajahan Belanda, wilayah ini masuk ke dalam Karesidenan Batavia dan mempertahankan karakteristik tiga etnis, yaitu suku Sunda, suku Betawi, dan Tionghoa.
Pembentukan wilayah ini sebagai kota otonom berawal dari keinginan warga di kawasan Tangerang Selatan untuk menyejahterakan masyarakat. Pada tahun 2000, beberapa tokoh dari kecamatan-kecamatan mulai menyebut-nyebut Cipasera sebagai wilayah otonom. Warga merasa kurang diperhatikan Pemerintah Kabupaten Tangerang sehingga banyak fasilitas terabaikan.
Pada 27 Desember 2006, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang menyetujui terbentuknya Kota Tangerang Selatan. Calon kota otonom ini terdiri atas tujuh kecamatan, yakni, Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang, Pondok Aren, Serpong, Serpong Utara dan Setu.
Pada 29 Oktober 2008, pembentukan Kota Tangerang Selatan diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Indonesia, Mardiyanto, dengan tujuh kecamatan hasil pemekaran dari Kabupaten Tangerang yang telah disetujui oleh DPRD Kabupaten Tangerang pada 27 Desember 2006.
1. Situ Gintung
View this post on Instagram
Bersandar melepas mentari, tanda tlah tiba saatnya kita ngopi :) . Lokasi: Situ Gintung, lewat pintu masuk kuburan lurus terus, ketemu lapangan tempat adu burung lurus, belokan ke dua setelah warung. . #dolanae #situgintung #tangsel #danausitugintung #tangerangselatan #kelanapesonaindonesia #senja #ngopi #tempatngopi #wisata #banten #jelajahbanten #visitbanten #ciputat #siluet #indonesia_photography #danau #jalanjalansore #mancingmania #mancing #pariwisata #pesonaindonesia #wonderfulindonesia #wonderfulplaces #travelphoto #travelphotography #indotravellers #instanusantarajakarta #enjoyjakarta #geonusantara
A post shared by Febri Amar (@febriamar) onDec 11, 2018 at 11:19pm PST
Pada masa penjajahan Belanda, wilayah ini masuk ke dalam Karesidenan Batavia dan mempertahankan karakteristik tiga etnis, yaitu suku Sunda, suku Betawi, dan Tionghoa.
Pembentukan wilayah ini sebagai kota otonom berawal dari keinginan warga di kawasan Tangerang Selatan untuk menyejahterakan masyarakat. Pada tahun 2000, beberapa tokoh dari kecamatan-kecamatan mulai menyebut-nyebut Cipasera sebagai wilayah otonom. Warga merasa kurang diperhatikan Pemerintah Kabupaten Tangerang sehingga banyak fasilitas terabaikan.
Pada 27 Desember 2006, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang menyetujui terbentuknya Kota Tangerang Selatan. Calon kota otonom ini terdiri atas tujuh kecamatan, yakni, Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang, Pondok Aren, Serpong, Serpong Utara dan Setu.
Pada 29 Oktober 2008, pembentukan Kota Tangerang Selatan diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Indonesia, Mardiyanto, dengan tujuh kecamatan hasil pemekaran dari Kabupaten Tangerang yang telah disetujui oleh DPRD Kabupaten Tangerang pada 27 Desember 2006.
Awal pembentukan situ (danau) ini adalah sebagai waduk yang berfungsi sebagai tempat penampungan air hujan dan untuk perairan ladang pertanian di sekitarnya, dibuat antara tahun 1932-1933 dengan luas awal 31 ha. Kapasitas penyimpanannya mencapai 2,1 juta meter kubik. Situ ini adalah bagian dari Daerah Aliran Ci Sadane merupakan salah satu sungai utama Provinsi Banten dan Jawa Barat sumber berasal dari Gunung Salak dan Gunung Pangrango di (Kabupaten Bogor, sebelah selatan Kabupaten Tangerang) yang mengalir ke Laut Jawa panjang sungai ini sekitar 80 km dan bendungan aliran Kali Pesanggrahan. Di tengah-tengah situ terdapat sebuah pulau kecil yang menyambung sampai ke tepi daratan seluas kurang lebih 1,5 ha yang bernama Pulau Situ Gintung beserta hutan tanaman yang berada sekitarnya.
Semenjak tahun 1970-an kawasan pulau dan salah satu tepi Situ Gintung dimanfaatkan sebagai tempat wisata alam dan perairan di mana terdapat restoran,kolam renang,dan outbond.
Terhitung tahun 2011 Situ Gintung berubah nama menjadi Bendungan Gintung (sesuai dengan PP No. 37 Tentang Bendungan Tahun 2010).
2. Stasiun Sudimara
View this post on Instagram
Jangan berharap akan menjadi pemenang jika tidak pernah kalah, taklukan apa yang ingin kamu taklukan dengan perjuangan! . Foto : @jonasiagianmoto #stasiunsudimara #ciputat #tangsellife #guetangsel #ilovetangsel #initangsel #tangsel #tangerangselatan
A post shared by Tangsel Life (@tangsel.life) onOct 23, 2018 at 6:20pm PDT
Stasiun Kereta Api Sudimara (SDM) atau yang selanjutnya disebut dengan Stasiun Sudimara, merupakan salah satu stasiun kereta api yang berada di bawah manajemen PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta yang berada pada ketinggian + 28 m di atas permukaan lain, dan merupakan stasiun kereta api kelas III. Stasiun Sudimara terletak di Jalan Raya Jombang, Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Lokasi stasiun ini berada di sebelah selatan Pasar Jombang.
Bangunan Stasiun Sudimara yang lama merupakan bangunan peninggalan masa Hindia Belanda meski fasade bangunan ini sedikit mengalami perubahan dengan penambahan ruangan di sebelah kanan bagian depan. Pembangunan stasiun ini bersamaan dengan pembangunan jalur kereta api Duri-Rangkasbitung sepanjang 76 kilometer. Pengerjaan jalur kereta api ini dilakukan oleh Staatsspoorwegen (SS), perusahaan kereta api milik Pemerintah Hindia Belanda, pada tahun 1899 berbarengan dengan pengerjaan jalur kereta api Duri-Tangerang. Peresmian stasiun ini dilakukan pada 1 Oktober 1899.
Proyek jalur kereta api Duri-Rangkasbitung ini merupakan bagian dari proyek besar jalur kereta api jalur Barat jilid 2 (Westerlijnen-2) hingga Merak. Pengerjaan proyek jalur kereta api ini dilaksanakan searah. Setelah jalur rel Duri-Rangkasbitung selesai, maka dilanjutkan jalur rel Rangkasbitung-Serang-Cilegon (1900), dan Cilegon-Merak (1914).
Pada awal mulanya, Stasiun Sudimara ini berfungsi sebagai stasiun lintasan kereta api saja (Stopplaats), namun kemudian berubah menjadi stasiun kecil (halte) untuk melayani warga sekitar yang menjual hasil perkebunannya ke Batavia Zuid (sekarang Jakarta Kota) maupun Tanah Abang. Pada 16 Maret 1954, Direksi Djawatan Kereta Api menaikkan Stasiun Sudimara menjadi stasiun kelas IV.
Sekarang, stasiun ini menjadi stasiun kelas III. Akan tetapi sejak dioperasikan KRL (Kereta Listrik), atau dalam bahasa menterengnya disebut Commuter Line hingga Stasiun Maja di Tangerang, Stasiun Sudimara ini menjadi stasiun yang tergolong ramai, sibuk dan padat jadwal lintasannya. Hal ini juga tak terlepas dari perkembangan hunian yang ada di sekitar stasiun tersebut, karena Ciputat merupakan daerah penyangga Kota Jakarta.
[Baca juga : "13 Bangunan Bersejarah Di Pandeglang"]
3. Monumen Palagan Lengkong
View this post on Instagram
MONUMEN PALAGAN LENGKONG. Monumen yang terletak di wilayah Lengkong Wetan, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten, untuk sampai ke lokasi diperlukan usaha yang lebih karena letaknya tidak di jalur utama penghubung Kota Tangerang dengan Serpong, masuk dalam kawasan perumahan Bumi Serpong Damai. Sesampainya di lokasi yang pertama dijumpai adalah sebuah rumah dengan papan informasi di halaman depan, isinya menyatakan bahwa lokasi tersebut merupakan kawasan cagar budaya. Di rumah tersebut pada 25 Januari 1946 terjadi pertemuan antara Mayor Daan Mogot, Direktur Akademi Militer Tangerang, dengan tentara Jepang yang bertujuan untuk melucuti persenjataan tentara Jepang agar tidak jatuh ke tangan tentara Belanda. Perundingan dengan pihak Tentara Jepang dibawah pimpinan Kapten Abe dilakukan oleh Mayor Daan Mogot, Mayor Wibowo dan Taruna Alex Sajoeti, taruna Akademi Militer Tangerang. Letusan senjata dan rentetan mitraliur yang terjadi secara tiba-tiba ketika perundingan tengah berlangsung dan berujung pada terjadinya pertempuran tak seimbang yang berakhir dengan tewasnya 34 taruna dan 3 perwira TRI, yaitu Mayor Daan Mogot, Letnan Soebianto, dan Letnan Soetopo. Sedangkan Mayor Wibowo dan lebih dari 20 Taruna lainnya ditawan oleh Tentara Jepang. Sayangnya, saat ini rumah tersebut tidak digunakan sebagai museum hanya sebagai penanda lokasi saja. Lalu bergerak ke arah belakang rumah baru lah nampak terdapat monumen yang terletak di sisi kanan dari rumah. Monumen yang berbentuk bidang cekung setinggi lebih dari 2 meter berlapiskan marmer hitam dan tiang bendera yang terdapat di bagian atas dinding. Pada dinding monumen terdapat tulisan tinta emas yang berisikan catatan sejarah singkat terjadinya Peristiwa Lengkong dan nama-nama mereka yang gugur dalam peristiwa tersebut serta diapit oleh dinding-dinding rumput yang memunggungi jalan masuk yang membuat lokasinya jadi tersembunyi dari pandangan mata. . #monumenperistiwalengkong #monumenpalaganlengkong #lengkongwetan #tangerangselatan #bsd #wisatasejarah #sejarahkemerdekaan #gowessejarah #mayordaanmogot
A post shared by azwar muhlis (@azwar_muhlis) onDec 24, 2016 at 7:20pm PST
Monumen Palagan Lengkong terletak di Jl. Bukit Golf Utara No.2, Lengkong Wetan, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310
Daan Mogot adalah tentara PETA dengan pangkat mayor. Pada tanggal 25 Januari 1946, mayor bernama lengkap Elias Daniel Mogot itu ditugaskan untuk melucuti senjata tentara Jepang di Tangerang. Ketika itu Jepang telah resmi dinyatakan kalah dari Sekutu dalam Perang Dunia II. Misi pasukan Mayor Daan Mogot adalah untuk mencegah senjata Jepang jatuh ke tangan Belanda.
Mayor Daan Mogot memimpin 70 taruna tentara menuju tempat bermukim tentara Jepang di daerah Lengkong. Sampai di sana, Mayor Daan Mogot mengutarakan tujuan kedatangannya kepada Kapten Abe yang merupakan pimpinan pasukan Jepang. Proses pelucutan senjata yang mulanya berjalan damai menjadi pertempuran. Dalam baku tembak di Hutan Lengkong tersebut pasukan Mayor Daan Mogot terdesak dan kalah. Mayor Daan Mogot beserta dua perwira dan 34 taruna gugur.
Untuk mengenang perjuangan Daan Mogot, di bekas lokasi pertempuran didirikan Monumen Palagan Lengkong. Bangunan yang kerap disebut Monumen Lengkong tersebut berada di bagian depan Perumahan BSD. Tugu peringatan di daerah Lengkong tersebut berbentuk persegi panjang dengan tinggi lebih dari dua meter. Seluruh bangunan didominasi warna gelap.
Permukaan depan Monumen Lengkong berupa bidang lengkung dari marmer hitam. Di atasnya tertulis rangkaian kata menggunakan tinta emas yang berbunyi : “Pada Hari Jumat petang tanggal 25 Januari 1946, telah terjadi peristiwa berdarah di Lengkong / Serpong, dimana pasukan dari Akademi Militer Tangerang yang dipimpin oleh Mayor Daan Mogot yang tengah merundingkan penyerahan senjata dari Pasukan Jepang di Lengkong kepada Pasukan TRI secara tiba-tiba sekali telah dihujani tembakan dan diserbu oleh Pasukan Jepang, sehingga mengakibatkan gugurnya 34 Taruna Akademi Militer Tangerang dan 3 Perwira TRI, diantaranya Mayor Daan Mogot sendiri”. (Sumber: Artikel gpswisataindonesia.info Foto tangselmedia.com)
...moreTripTrus.Com - Jawa Timur (Jatim) lagi-lagi unjuk gigi nih di dunia pariwisata! Tahun ini, Jatim jadi provinsi paling banyak nyumbang festival di Karisma Event Nusantara (KEN) 2025, total ada 11 festival yang lolos kurasi Kementerian Pariwisata. Gokil! π₯
View this post on Instagram
A post shared by Chandra Performing Art School (@chandraperformingartschool)
Nah, ini dia daftar festival kece yang bakal bikin pariwisata Jatim makin bersinar: π Ngawi Batik Fashion π¦ Festival Nasional Reog Ponorogo & Grebeg Suro π₯ Festival Musik Tong-Tong Sumenep π Segoro Topeng Kaliwungu Lumajang π Festival Ronthek Pacitan ποΈ Eksotika Bromo π Banyuwangi Ethno Carnival π Festival Gandrung Sewu Banyuwangi π Tong Tong Night Market Malang π² Festival Rujak Uleg Surabaya π Jember Fashion Carnaval
[Baca juga : "Jabar Makin Kece! 3 Event Keren Masuk Karisma Event Nusantara 2025"]
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, bangga banget nih sama pencapaian ini. Gimana nggak? Jatim udah tiga tahun berturut-turut jadi penyumbang festival terbanyak di KEN! "Alhamdulillah, ini prestasi yang harus kita syukuri. Ini bukti kalau Jatim terus berkembang dan punya peran besar buat industri pariwisata Indonesia," kata Khofifah, Senin (24/2/2025).
Bukan cuma banyak festival, Jember Fashion Carnaval juga masuk Top 10 KEN 2025! Udah pada tahu dong, ini salah satu karnaval mode terbesar di dunia? Nggak cuma soal fashion, tapi juga menggabungkan budaya, seni, dan pariwisata.
Selain itu, festival-festival ini diprediksi bakal ngebantu ekonomi lokal karena bisa narik wisatawan lokal maupun mancanegara. Tahun 2024 aja kunjungan turis asing tertinggi dalam 5 tahun! Tahun depan, siapa tahu lebih gila lagi?
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim juga gaspol buat terus dukung festival daerah. Kepala dinasnya, Evy Afianasari, bilang kalau mereka bakal all out supaya event-event ini makin berkembang dan dikenal lebih luas. "Kami berkomitmen buat promosiin festival ini biar makin dikenal dan bawa dampak positif buat masyarakat, sekaligus memperkenalkan Jatim sebagai destinasi wisata kelas dunia!" katanya. Jatim makin di depan nih urusan wisata! Lo udah siap belum buat nonton langsung festival-festival kece ini? πβ¨ (Sumber Foto @banyuwangiethnocarnival.id)
...moreMasih ingat heboh penamaan KRI Usman Harun? Tak dinyana si pemberani Harun Thohir yang menuai kontroversi karena namanya dipakai sebagai nama kapal perang itu adalah orang Bawean. Ya, pulau yang berada di Laut Jawa dan termasuk dalam wilayah Kabupaten Gresik JawaTimur itu memang dikenal luas di Singapura dan Malaysia sebagai tanah asal para pelaut yang bekerja di kapal2 mereka. Orang Bawean dan kawasan pemukiman mereka di kedua negara jiran itu mendapat julukan sebagi Orang Boyan dan Kampung Boyan.
LEGENDA AKSARA JAWA
Dari dusun penangkaran rusa perjalanan dilanjutkan dengan mengendarai sepeda motor ke arah barat pulau, kira-kira berjarak 7 km, terdapat sebuah Pantai Kubur Panjang (Jherat Lanjheng) yang sarat dengan legenda kelahiran aksara jawa. Makam yang panjangnya sekitar 11 meter itu dipercayai sebagai makam pembantu setia Aji Saka, tokoh utama Babad Tanah Jawa, Doro dan pedang pusakanya. Pemandangan yang luar biasa saat sang surya perlahan turun terpampang megah di kawasan ini. Bias jingga, langit biru dan hamparan karang karena laut surut mempesona indah. Tetapi tak bisa berlama-lama di pantai ini, selain karena sepi tidak ada hunian dan warung makanan, faktor jalan rusak dan gelap juga memicu rasa khawatir untuk berlama-lama di kawasan tersebut.
Kuburan Panjang (Jherat Lanjeng)
Segenap lelah bisa dibasuh dengan mandi air panas di Dusun Kebun Daya, Desa Sawah Mulia, yang berjarak sekitar 3 km dari pelabuhan. Tempat mandi umum ini berukuran sekitar 2,5 X 3 meter dan dipakai bergantian oleh kaum pria dan perempuan. Semakin malam semakin banyak warga Bawean yang mandi, kendati hanya diterangi sebuah lampu dan sekelilingnya sawah, namun tidak menyurutkan niat merendam badan dalam suhu sekitar 34 derajat Celsius ini. Orang Bawean mempunyai 2 tempat pemandian air panas yang sumbernya belum diketahui, karena airnya tidak mengeluarkan bau menyengat seperti bau sulfur.
SUNSET, SUNSET DAN SUNSET
Hari berikutnya, Pantai Selayar, Danau Kastoba, Pantai Labuan dan bukit tempat lapangan udara sedang dibangun adalah tujuan kami. Dari pantai Selayar bisa ke Pulau Selayar dengan berjalan kaki atau naik motor jika air laut surut. Pulau tak berpenghuni itu nampak asri dan nyaman untuk dipakai sebagai tempat piknik sambil menikmati bekal dan kelapa muda yang dipetik langsung dari pohon ditepi pantai. Air jernih semata kaki dan pasir putih mengundang minat berjalan kaki hingga ke batas laut biru sambil memotret kemolekan alam sekitar pantai Selayar.
Pulau dan Pantai Selayar
Sedangkan kecantikan alami Danau Kastoba bisa dinikmati sambil makan siang karena hanya sekitar 45 menit jaraknya dari Pantai Selayar. Lelah mendaki bukit setinggi sekitar 500 meter segera terbayar begitu melihat teduh dan tenangnya Danau Kastoba. Penduduk Bawean biasanya suka berpiknik rombongan dan membakar ikan di tepi danau. Kekuatiran kami adalah sisa api yang ditinggalkan bisa memicu kebakaran hutan di Cagar Alam Bawean ini. Terlebih pada musim kemarau yang membuat tumbuhan kering dan meranggas. Saat kami berkunjung ke Danau Kastoba, sekelompok orang meninggalkan api sisa bakar ikan dan harus dipadamkan hingga benar2 tidak ada asap. Seharusnya sebagai kawasan Cagar Alam yang dilindungi pemerintah, danau dan kawasan sekitarnya dijaga ketat dari kemungkinan pengrusakan alam baik yang disengaja maupun tidak.
Pemandangan Danau Kastoba
Lewat tengah hari adalah waktu yang tepat untuk beranjak ke lokasi wisata berikutnya, yakni pantai Labuan. Pantai ini tempat berlabuh kapal2 besar agar terlindung dari terjangan ombak dan gelombang laut tinggi. Menikmati secangkir kopi, makan baso ikan di warung sederhana tepi pantai merupakan keasyikan tersendiri. Di kejauhan tampak bukit kecoklatan yang disiapkan untuk lapangan terbang perintis.
Sore hari di Pantai Labuan
Hanya 15 menit bermotor untuk mencapai kawasan bandara Pulau Bawean yang telah dibangun sejak 2-3 tahun lalu. Bandara ini masih jauh dari rapi. Pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana untuk sebuah lapangan udara yang siap didarati pesawat perintis sekalipun masih jauh dari sempurna. Jika diprosentase bisa dibilang baru sekitar 45 % saja. Landasan pacu masih belum diaspal dan yang sudah diaspal pun sudah mulai rusak lapisannya. Infrastruktur jalan masih sangat minim, baik di dalam kawasan bandara maupun dari atau ke pusat kota kecamatan Sangkapura atau dari dan ke arah kota pelabuhan. Padahal lapangan udara ini bisa menjadi tumpuan harapan untuk membuka Pulau Bawean sebagai destinasi kunjungan wisata utama di Jawa Timur.
Klik rangkaian artikel tentang Pulau Bawean di bawah ini.
Pulau Bawean: Antara Legenda dan Keindahan Alam - 1
Pulau Bawean: Antara Legenda dan Keindahan Alam - 2
Pulau Bawean: Antara Legenda dan Keindahan Alam - 3
...moreTripTrus.Com - Bro-sis traveler, bayangin ada kepulauan kece di ujung utara Indonesia yang masih perawan, jauh dari hiruk-pikuk kota, tapi nyimpen sejuta cerita. Natuna itu ibarat lukisan alam yang dikasih sentuhan sejarah, budaya, dan mitos yang bikin bulu kuduk merinding tapi nagih buat dijelajahi. Lautnya biru bening, batu granitnya megah, hutan bakau jadi penjaga pesisir, dan masyarakatnya punya tradisi yang kental. Ini bukan sekadar destinasi liburan, tapi perjalanan batin—lo & gue diajak buat nikmatin keindahan sekaligus belajar cara alam dan manusia hidup berdampingan.
πͺ¨ 1. Alif Stone Park – Batu Granit Purba yang Bikin Takjub
Di pinggir pantai Ranai, ada taman batu raksasa yang seolah muncul dari dunia lain. Namanya Alif Stone Park. Di sini lo bakal nemu batu-batu granit gede banget yang udah terbentuk jutaan tahun. Salah satu batunya berdiri tegak kayak huruf “Alif”, jadi spot ini punya daya tarik spiritual sekaligus visual. Pas sunrise atau sunset, pantulan cahaya di sela-sela batu bikin suasana magis. Sambil duduk di atas granit dingin, lo bisa mikir gimana alam nyusun batu-batu raksasa ini tanpa bantuan manusia. Rasanya kayak ngobrol sama bumi yang udah hidup jauh sebelum kita lahir.
π 2. Masjid Agung Natuna – Taj Mahal-nya Ranai
View this post on Instagram
A post shared by Apkasi (@apkasi)
Masjid megah ini jadi ikon kota Ranai dan kebanggaan warga Natuna. Kubahnya megah, menara-menara putihnya memantulkan cahaya matahari, dan latarnya Gunung Ranai bikin pemandangan makin dramatis. Masjid ini bukan cuma tempat ibadah, tapi juga pusat kegiatan sosial dan budaya. Lo bisa masuk, merasakan ketenangan spiritual sambil ngeliat detail arsitektur yang elegan. Di sore hari, cahaya matahari yang masuk lewat jendela besar bikin suasana adem banget. Di sini lo & gue diajak buat ngeblend antara kekaguman arsitektur dan rasa syukur.
ποΈ 3. Pantai Sisi – Pantai Sunyi yang Bikin Jiwa Healing
Kalau lo butuh tempat buat ngilang sejenak dari dunia, Pantai Sisi di Pulau Serasan jawabannya. Pantai ini panjang banget, pasirnya putih halus, dan lautnya bening biru toska. Ombaknya tenang, cocok buat renang santai atau sekadar rebahan di atas pasir sambil nikmatin angin laut. Karena lokasinya agak jauh, pantai ini jarang rame. Lo bakal ngerasain vibe private beach yang biasanya cuma ada di film. Sambil duduk di tepi pantai, suara ombak dan aroma laut bakal nge-reset pikiran lo. Rasanya kayak ngobrol sama diri sendiri, bro.
π» 4. Masjid Hantu & Goa Lubang Hidung – Misteri yang Bikin Merinding
Di Pulau Serasan juga ada cerita mistis yang jadi legenda turun-temurun. Warga lokal nyebutnya Masjid Hantu. Konon, dari jauh batu ini mirip masjid lengkap sama kubahnya, dan kadang muncul cahaya aneh di malam hari. Banyak yang percaya ada energi gaib yang ngejaga tempat ini. Deket situ ada Goa Lubang Hidung, gua alami dengan lorong-lorong batu yang keren banget. Buat lo yang demen petualangan, trekking ke gua ini kasih sensasi eksplor alam liar yang seru. Di sini, rasa penasaran dan adrenalin bercampur jadi satu.
[Baca juga : "Jelajah Budaya Bintan, Dari Panglong Sampai Vihara 500 Lohan"]
π
5. Pantai Batu Kasah & Tanjung Datuk – Sunrise Epik dan Formasi Batu Unik
Pantai Batu Kasah terkenal dengan pasir putihnya yang lembut dan batu-batu besar yang jadi latar foto keren. Paling pas dateng pas subuh, karena sunrise di sini bener-bener mindblowing. Cahaya oranye yang muncul pelan-pelan di balik laut bikin lo ngerasa kecil di hadapan semesta. Gak jauh dari situ ada Tanjung Datuk, tanjung dengan batu besar yang bentuknya mirip wajah manusia pakai tanjak Melayu. Lokasi ini bukan cuma indah, tapi juga kaya cerita legenda yang bikin lo makin penasaran sama sejarah pulau ini.
π€Ώ 6. Pulau Senua – Surga Snorkeling dan Ekosistem Laut
Pulau Senua jadi destinasi favorit buat lo yang doyan snorkeling atau diving. Lautnya super bening, terumbu karangnya masih sehat, dan ikan-ikan warna-warni berenang bebas. Di darat, pulau ini juga punya hutan kecil yang jadi rumah buat satwa endemik Natuna. Di sini, lo bakal sadar betapa pentingnya menjaga laut. Setiap terumbu, setiap ikan kecil punya peran penting buat ekosistem. Jangan lupa bawa kamera underwater biar momen lo nyemplung ke dunia bawah laut bisa diabadikan.
π³ 7. Hutan Mangrove Semitan – Penjaga Pantai yang Keren Abis
Hutan mangrove ini bukan sekadar deretan pohon bakau, tapi benteng alami yang melindungi pesisir dari abrasi dan badai. Jalan kayu yang membelah hutan bikin lo bisa jalan santai sambil menikmati suasana adem. Di sini, lo bisa belajar gimana alam bekerja: akar-akar mangrove nyaring air, jadi rumah buat kepiting dan ikan kecil, sekaligus jadi penyerap karbon yang penting banget buat bumi. Jalan di atas papan kayu sambil denger suara burung dan hembusan angin bakal bikin lo ngerasa damai.
ποΈ 8. Museum Natuna – Meresapi Budaya dan Sejarah Lokal
Biar perjalanan lo makin lengkap, sempetin mampir ke Museum Natuna. Koleksi artefak, foto-foto sejarah, dan pameran budaya di sini bakal bikin lo ngerti gimana masyarakat Natuna hidup, beradaptasi, dan menjaga identitas mereka di tengah modernisasi. Dari alat tangkap ikan tradisional sampai kain tenun khas, semuanya punya cerita. Di sini, lo & gue belajar bahwa perjalanan bukan cuma soal pemandangan, tapi juga tentang manusia yang hidup di dalamnya.
Bro-sis traveler, Natuna ngajarin kita satu hal penting: keindahan itu bukan cuma buat dilihat, tapi juga buat dijaga. Setiap batu, pantai, dan hewan laut di sini adalah bagian dari kisah besar bumi yang harus kita rawat. Jadi pas lo balik dari Natuna, jangan cuma bawa foto kece buat pamer di sosmed, tapi juga bawa tekad buat jadi traveler yang peduli alam. Natuna bukan cuma destinasi, dia adalah pengalaman yang nempel di hati. Yuk siapin ransel, kosongin pikiran, dan berangkat bareng gue ke Natuna—surga yang masih asli dan penuh cerita. (Sumber Foto @dyan_natuna)
...more