TripTrus.Com - Ada berita heboh nih dari Dieng Culture Festival (DCF) tahun 2023, guys. Ternyata acara yang digelar setiap tahun itu harus dibatalkan karena ada proyek penataan di kawasan wisata Dataran Tinggi Dieng. Ketua Pokdarwis Dieng Pandawa dan juga ketua panitia DCF, Alif Fauzi, ngomong bahwa setelah dipertimbangkan beberapa hal, terutama proyek penataan kawasan wisata Dieng yang dilakukan oleh Kementerian PUPR.
"Dengan adanya proyek penataan kawasan wisata Dieng dari Kementerian PUPR ini kita harus mikirin beberapa hal, yang utama adalah kenyamanan buat wisatawan. Kita gak mau ntar ada bahan bangunan atau lubang-lubang yang bisa berbahaya buat wisatawan."
Alif juga cerita, awalnya dia rencananya mau ngadain DCF 2023 dalam skala kecil aja. Tapi, rencana itu dibatalkan karena DCF bakal menarik banyak wisatawan ke Dieng dengan jumlah yang gak bisa diperkirakan. "Kalo wisatawan udah datang ke Dieng, kita gak bisa nolak kan. Tapi lagi ada proyek penataan di sini. Ntar soal keamanan dan keselamatan wisatawan, siapa yang bertanggung jawab? Ini beda banget sama DCF yang digelar pas pandemi COVID-19, kan waktu itu semuanya ketat," jelasnya.
Menurut Alif, sekarang udah ada beberapa anak gimbal yang pengen diruwat pas DCF. Tapi, anak-anak itu harus didaftar dulu sama pemangku adat Dieng. "Nih, anak gimbal yang mau dateng buat diruwat pas DCF banyak. Tapi biar didata dulu sama pemangku adat," ucapnya.
Alif pastiin, DCF bakal kembali digelar tahun depan. Dia berharap proyek penataan di kawasan wisata Dieng udah selesai Agustus 2024. "Tahun depan tetap digelar, semoga penataan kawasan wisata Dieng selesai Agustus nanti," katanya.
[Baca juga : "Seru Abis! Guido Rodriguez, Gelandang Asal Argentina Dan Real Betis, Main Ke Bali Bareng Istri"]
"Kita dan warga Desa Dieng Kulon legawa aja dengan pembatalan DCF 2023 ini. Dan kita dukung program penataan kawasan wisata Dieng," tambahnya.
Alif jelasin, wisata itu gak cuma soal tempat aja, tapi juga soal infrastruktur yang memadai. "Kita legawa tanpa DCF. Malah kita harus mengapresiasi program penataan kawasan wisata ini. Infrastruktur yang memadai ini penting kan. Sekarang masih kurang penerangan jalan, trotoar buat jalan kaki, dan lain-lain," tutupnya. (Sumber Foto @qiamelia)
...moreKepulauan Derawan yang merupakan sebuah Kecamatan dari Kabupaten Derau, Kalimantan Timur. Keindahan Derawan membuatnya jadi destinasi wisata favorit baru para traveler dari mancanegara dan Indonesia. Derawan bahkan mendapatkan julukan sebagai The Second Raja Ampat (Raja Ampat Kedua) karena potensi wisata dan keindahan alamnya. Ingin tahu apa saja yang bisa dilakukan di Derawan? Di bawah ini ada 6 hal yang harus dilakukan saat ikut trip ke Derawan.
1. Island HoppingKepulauan Derawan terdiri dari enam pulau besar, yaitu Derawan, Sangalaki, Kakaban, Maratua, Panjang dan Samama. Belum lagi puluhan pulau kecil dan beberapa pulau gosong/gusung yang hanya bisa dikunjungi saat air laut sedang surut. Tiap pulau di kepulauan yang berada di Laut Sulawesi ni memiliki keindahan yang sama, baik di atas maupun di bawah lautnya. Jelajahi keindahan pulaunya, berbicanglah dengan para penduduknya, rasakan keramahan mereka. Kunjungi tempat-tempat seperti makan dengan nisan kepala kuda, atau makam Saba'ani - salah seorang kepala suku yang dihukum oleh Belanda di awal tahun 1900-an.
2. Snorkeling di Danau KakabanPulau Kakaban adalah salah satu fenomena alami fantastis yang ada di Kepulauan Derawan. Kakaban merupakan atol (pulau karang) yang di tengahnya terdapat Danau Kakaban. Keunikan Danau Kakaban adalah empat spesies ubur-ubur tanpa sengat (stingless jellyfish) yang hidup di danau ini. Selain di Kakaban, danau seperti ini ada di Palau, sebuah negara kepulauan Mikronesia -- dengan jumlah spesies lebih sedikit dibanding Danau Kakaban. Di Indonesia, danau seperti di Kakaban juga ada di Pulau Togean lho.
3. Mengunjungi Penangkaran PenyuDi Kepulauan Derawan ada penangkaran Penyu Hijau (Chelonia mydas) terbesar di Asia, yaitu di Pulau Sangalaki. Penyu ramah ini dulunya diburu untuk diambil dagingnya dan dijadikan hiasan. Tapi sejak adanya usaha konservasi oleh World Wildlife Fund Indonesia dan SK Bupati Berau pada tahun 2001 -- yang melarang eksploitasi dan pemanfaatan telur penyu -- populasi penyu hijau kini meningkat pesat. Jika beruntung, pada malam hari kamu bisa menyaksikan mereka bertelur di pantai Derawan atau ikut melepas tukik (anak penyu) ke laut.
4. Diving Sampai PuasKekayaan Derawan yang satu ini menyebabkan para traveler memberi julukan The Second Raja Ampat. Keanekaragaman satwa dan terumbu karang di kawasan laut di Derawan hanya bisa disaingi oleh Raja Ampat. Jadi jangan heran jika tiap pulau di Derawan punya diving point yang tidak kalah satu dengan yang lain. Sebut saja melihat ikan pari manta berkeliaran Manta Point dan menyelam sambil menelusuri Blue Light Caves di Pulau Kakaban, atau menyelam bersama penyu di Pulau Sangalaki di beberapa dive spot seperti Coral Gardens, Sherwood Forest dan Manta Parade. Belum puas? Kunjungi juga perairan Pulau Maratua, pulau terbesar di Kepulauan Derawan dengan dive site fantastis seperti Big Fish Country, Fusilier Alley, dan Fantasy Wall.
5. Wisata KulinerPernah mencoba Tehe-tehe, Kima-kima dan Elai? Di Derawan ketiganya bisa kamu dapatkan. Tehe-tehe adalah sejenis bulu babi yang bagian dalamnya dimasak dengan dicampur nasi. Kima (atau Kima-kima) adalah kerang berukuran besar yang dimasak dengan bumbu yang segar. Dan terakhir adalah Elai. Buah yang mirip dengan durian ini memiliki warna oranye, tidak seperti kebanyakan durian yang berwarna kekuningan.
6. Menikmati Keindahan LangitBangun pagi-pagi lalu duduk di sisi timur Pulau Derawan untuk menikmati matahari terbit yang indah. Di sore hari, pergilah ke sisi barat untuk menikmati matahari terbenam yang menakjubkan. Lalu, berbaringlah di pantai sambil menatap hamparan bintang yang terlihat jelas tanpa terhalangi oleh polusi udara.
Bagaimana? Sudah ada gambaran jelas apa yang bisa dilakukan di Derawan? Atau ada hal lain yang perlu di tambahkan? Silahkan berikan komentar kamu di bawah.
...moreRumah tradisional bukan semata warisan budaya dalam bentuk material yang tersusun berupa elemen-elemen bangunan saja. Lebih dari wujud fisiknya, rumah tradisional mempunyai peran penting dalam membentuk ruang-ruang sosial dan simbolik, sekaligus sebagai representasi budaya bagi penghuninya. Indonesia sebagai negara kesatuan yang kaya akan kebudayaan mempunyai begitu banyak warisan rumah tradisional, salah satunya adalah rumah ulu di Sumatera Selatan. Rumah Ulu merupakan rumah tradisional masyarakat yang bermukim di kawasan hulu Sungai Musi, Sumatera Selatan. Nama rumah ulu berasal dari kata uluan yang bermakna pedesaan, uluan juga sebutan bagi masyarakat yang tinggal di bagian hulu Sungai Musi. Semua bagian rumah ulu terbuat dari kayu, dengan bagian bawah ditopang oleh batang pohon unglen. Pemilihan batang pohon unglen bukan tanpa sebab, batang pohon ini diyakini bisa bertahan hingga ratusan tahun.Pembangunan rumah ulu harus mengikuti beberapa peraturan yang sudah disepakati, peraturan tersebut antara lain seperti, pembangunannya harus menghadap ke depan garis aliran air. Hal ini dimaksudkan supaya rumah yang dibangun bisa terbebas dari banjir bandang yang sewaktu-waktu bisa datang. Selain itu, pembangunan rumah ulu juga harus mengikuti sistem ulu-ulak (ilir), yaitu jika lahan yang akan dibangun rumah masih luas dan berencana ingin membangun rumah ulu berikutnya, maka pembangunan rumah harus dilakukan dari bagian yang paling hulu.
Sistem ulu-ulak (ilir) bukan sekadar pengaturan pembangunan rumah, tetapi juga menjadi pengaturan ruang secara sosial. Rumah di bagian ulu diperuntukkan bagi mereka yang mempunyai usia lebih tua dalam garis keluarga, begitu seterusnya hingga ke rumah paling hilir yang ditempati oleh keturunan yang paling muda. Sistem ini juga berlaku di dalam pembagian ruang di dalam rumah.Secara umum, rumah ulu dibagi menjadi tiga bagian yaitu, ruang depan, ruang tengah, dan ruang belakang. Ketiga bagian tersebut terbagi menjadi beberapa bagian, seperti garang atau lintut, haluan dan kakudan, ruang gedongan atau ambin, dan ruangan dapur. Garang atau lintut merupakan ruangan yang difungsikan sebagai tempat untuk bercengkrama para pemilik rumah, yang biasa dilakukan setiap sore hari setelah melakukan rutinitas kerja.Sementara haluan dan kakudan merupakan ruangan khusus yang digunakan sebagai tempat istirahat. Haluan diperuntukkan bagi laki-laki, sedangkan kakudan diperuntukkan bagi para perempuan. Di bagian lain terdapat gedongan atau ambin, ruangan ini terdapat di bagian tengah rumah ulu yang lantainya lebih tinggi di antara bagian yang lain. Tempat ini difungsikan oleh orang yang dianggap paling tua di dalam rumah untuk memberikan wejangan kepada para anak dan cucu, nasihat tersebut juga bisa dalam bentuk dongengan sebelum tidur.Seiring perkembangan zaman, rumah ulu makin jarang ditemukan. Meski demikian, salah satu bentuk rumah tradisional ini masih bisa ditemukan di halaman belakang Museum Balaputera Dewa, dan menjadi salah satu koleksi terbesar museum. Menurut catatan museum, rumah ulu tersebut berusia 200 tahun dan diambil dari Desa Asemkelat, Kecamatan Pangandonan, Kabupaten Ogan Komering Ilir.Menjaga dan melestarikan rumah ulu bukan berarti setiap masyarakat saat ini harus membangun rumah ulu sebagai tempat tinggal, melainkan lebih kepada melestarikan nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam rumah tradisional tersebut. Mengingat dalam rumah ulu terdapat nilai-nilai adiluhung seperti menghormati orang yang lebih tua, menyayangi orang yang lebih muda, dan membangun keluarga yang harmonis.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTrip Pulau Komodo bisa kamu cari di: http://triptr.us/Bg.
TRIPTRUS - Nama Komodo sudah pasti tidak asing bagi TripTroops. Spesies kadal terbesar di dunia -- yang punya nama latin varanus komodoensis ini -- punya habitat di Taman Nasional Komodo. Binatang yang disebut-sebut sebagai keturunan naga ini bersifat karnivora atau pemakan daging. Selain itu, air liur komodo juga penuh dengan bakteri mematikan.
Taman Nasional Komodo sendiri didirikan pada tahun 1980 oleh pemerintah Indonesia dan dijadikan Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Reptil unik ini mayoritas berhabitat di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. Namun, juga terdapat di Pulau Rinca, Pulau Padar, dan beberapa pulau kecil lainnya -- yang semuanya adalah bagian dari Taman Nasional Komodo seluas 1920 kilometer persegi.
Untuk berkeliling Pulau Komodo, TripTroops bisa memulainya dari Kampung Komodo, satu-satunya tempat berpenghuni manusia di Pulau Komodo. Penduduk Kampung Komodo kebanyakan berasal dari perantau dari Bugis, Sulawesi dan Sumba. Di sini, para penduduk hidup dekat dengan Komodo, bahkan anak-anak terbiasa bermain di dekat komodo. Kami tidak menyarankan untuk mencoba ini di rumah, tentunya.
Jika TripTroops ingin berkeliling melihat habitat komodo, TripTroops bisa menggunakan jasa pemandu lokal yang cukup banyak di Pulau Komodo. Tidak hanya komodo saja, di TN Komodo TripTroops juga bisa melihat berbagai spesies lain seperti rusa Timor, monyet ekor panjang, musang, dan kalong buah.
Selain itu, Pulau Komodo punya banyak hal lain untuk dinikmati. Di sisi timur Pulau Komodo ada Pink beach, satu dari tujuh pantai di seluruh dunia yang punya pasir berwarna merah muda! Warna pasir itu disebabkan oleh karang merah yang hancur di lepas pantai dan terbawa oleh ombak ke pantai.
Buat TripTroops yang doyan masuk ke air untuk ke snorkeling atau diving, terumbu karang di Taman Nasional Komodo adalah salah satu yang terindah di dunia yang menjadi tempat tinggal bagi ribuan spesies ikan dan hewan laut seperti hiu paus, lumba-lumba, dugong (ikan duyung), dan lain-lain. Cukup dengan menyeberang ke Pulau Padar, TripTroops bisa menemukan dive spot yang keren dan seperti melihat hamparan warna yang memukau di bawah laut. Atau, kalau malas merendam diri di air, TripTroops bisa berkeliling dengan menggunakan kayak untuk meng-explore berbagai teluk kecil yang tersembunyi.
Jadi, mulai packing dari sekarang dan masukkan ke agenda untuk nge-trip ke Taman Nasional Komodo.
...moreTripTrus.Com - Bocoran dari pemerintah NTB, khususnya Dinas Pariwisata, mereka baru aja ngelempar Calendar of Event NTB buat tahun ini. Ada 36 acara pariwisata yang siap banget ngeramein NTB sepanjang tahun, guys!
Jamaluddin Malady, Kepala Dinas Pariwisata NTB, ceritanya pas lagi ngeluncurin kalender itu di Desa Wisata Bilabante, Lombok Tengah, pada Selasa (2/1/2024), dia bilang, "Ada 36 event kita luncurkan, tapi ini bisa saja bertambah dan jumlahnya bisa lebih karena ada beberapa event juga belum masuk."
View this post on Instagram
A post shared by Tiara and Friends band (@tiarandfriends)
Nah, katanya sih kalender ini mencakup segala macam event, mulai dari yang bercorak budaya, olahraga, sampe yang religi gitu. Dia berharap para pebisnis pariwisata, kayak transportasi, hotel, tour guide, dan travel pariwisata, bisa siap-siap dengan baik.
"Jadi, nanti saat mereka ajak tamu, baik yang lokal atau turis internasional, pasti ada tempat keren buat dikunjungin atau acara seru yang bisa dinikmati," ujarnya semangat.
[Baca juga : "Liburan Seru Di Jogja 2024, Daftar Event Gokil Yang Harus Kamu Datengin!"]
Trus, dia berdoa banget sih tahun ini gak ada halangan kayak pandemi Covid-19 yang bikin ribet. Targetnya dari 36 event ini, Pemprov NTB mengharapkan sekitar 2,5 juta wisatawan bakal mampir dan merasakan pesona NTB.
"Semoga dengan kalender event ini, pariwisata NTB bisa makin melesat dan ngasih pengalaman seru buat setiap pengunjungnya," begitu harapannya. Seru, kan? Tunggu aja apa lagi yang bakal muncul di tahun ini! (Sumber Foto @insmedia_indonesia)
...moreTripTrus.Com - Bagi warga Bogor maupun warga Jakarta yang tidak mudik ke luat kota, beberapa destinasi wisata di Kota Hujan bisa jadi pilihan.
Dikutip dari Tribunnewsbogor, berikut tujuh destinasi wisata di Bogor yang bisa disambangi Anda dan keluarga saat libur Lebaran.
1. Taman Ade Irma Suryani
Taman yang juga dikenal dengan sebutan Taman Topi ini berlokasi di pusat Kota Bogor, tepatnya Jalan Dewi Sartika. Anak-anak bisa menikmati belasan wahana permainan. Ada juga destinasi wisata air. Dari Stasiun Bogor, Anda hanya perlu berjalan kaki menuju pintu masuk Taman Topi menuju Jalan Kapten Muslihat.
2. Kebun Raya Bogor
Kebun Raya Bogor bisa disambangi saat libur Lebaran. Tak hanya itu, Anda juga bisa mengunjungi Museum Zoologi yang menyimpan koleksi fauna.
Anda bisa masuk dari beberapa pintu. Antara lain pintu masuk di sebelah kantor pos di Jalan Ir H DJuanda, Pintu Masuk di Jalan Otto Iskandar Dinata depan Pasar Bogor, pintu masuk di Jalan Pajajaran depan Plaza Keboen Raya, atau pintu masuk di sebrang Kampus IPB Baranangsiang.
3. SKI Tajur
Sumber Karya Indah (SKI) Tajur berada di Jalan Raya Katulampa, Kota Bogor. Selain dikenal sebagai lokasi berjualan tas, SKI Tajur juga terkenal oleh wisata permainannya. Anak-anak bisa bermain Flying Fox, Bola Air, Buggy Kart, Ufo Coaster, Trampoline, dan lain-lain.
Anda pun tak harus membayar tiket masuk, hanya membayar parkir kendaraan saja. Anda tinggal membeli tiket permainan untuk setiap wahana.
4. Jungle Fest
Lokasi wisata ini berada di Komplek Bogor Nirwana Residence. Di sini, wisatawan bisa menikmati beragam jenis wahana. Ada sembilan wahana yanga da di dalam lokasi wisata Jungle Fest. Antara lain Sparkle Bumper dan Lumino Swing.
5. The Jungle Waterpark
Tempat wisata ini terletak tidak jauh dari lokasi wisata Jungle Fest. Di sini Anda bisa menikmati aneka wahana air. Ada beragam jenis wahana air di dalam The Jungle Water Park. Antara lain Wave Pool, Giant Aquarium, dan Kawah Ratu yang jadi primadona di The Jungle Waterpark.
Selain menikmati liburan dengan bermain air, pengunjung juga bisa berwisata edukasi melalui aquarium raksasa yang menyimpan beragam jenis ikan asli Indonesia.
6. Taman Safari
Anda bisa berwisata edukasi sambil menyapa hewan-hewan yang dilepas secara liar di Taman Safari. Ada juga Baby Zoo, kolam renang, serta aneka wahana dan pertunjukan atraksi hewan.
7. Jungleland
Lokasi wisata ini terletak di kawasan Bukit Sentul, Kabupaten Bogor. Ada puluhan wahana permainan yang bisa dinikmati di Jungleland. Tempat wisata ini total memiliki 30 wahana. Beberapa wahana ekstrem yang populer antara lain Discovery dan Zee Force.
Selain itu ada pula Dino World dan Mini Drop yang cocok untuk anak-anak. (Sumber: Artikel kompas.com Foto flickr.com/Seika)
...moreTripTrus.Com - Masih berada di kawasan wisata Kota Tua, tidak jauh dari gedung Fatahillah ada sebuah jembatan yang berwarna merah marun. Sangat kontras dilihat dengan kondisi di sekelilingnya. Jembatan ini kini dikenal dengan nama Jembatan Kota Intan. Dahulu jembatan ini berfungsi sebagai penghubung antara benteng Belanda dengan benteng Inggris, tapi kini menjadi salah satu objek wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan. Termasuk Anda!
Jalan-jalan ke Kota Tua memang menyenangkan, ada banyak bangunan bersejarah di sini seperti Jembatan Kota Intan. Diberikan nama demikian karena letaknya dekat dengan salah satu Bastion Kastil Batavia bernama Bastion Diamont (intan). Mungkin tidak banyak yang mengetahui jika sebenarnya nama jembatan ini sempat berganti-ganti.
[Baca juga : 6 Tujuan Wisata Kota Tua Jakarta]
Jembatan Kota Intan ini awalnya adalah jembatan biasa yang dibangun pada tahun 1628 yang bernama Jembatan Engelse Brug atau Jembatan Inggris. Jembatan kayu ini memiliki panjang 30 meter dan lebar 4,43 meter. Jembatan tersebut berfungsi sebagai penghubung antara benteng Belanda (VOC) dan Inggris (IEC) yang saat itu berseberangan dan dibatasi oleh Kali Besar. Setahun kemudian tepatnya tahun 1629, jembatan ini sempat mengalami rusak parah akibat serangan Kerajaan Banten dan Mataram yang menyerang Benteng Batavia.
Kondisi yang memprihatinkan itu segera dipulihkan oleh Belanda, mengingat fungsi jembatan yang sangat vital dan berganti nama menjadi jembatan De Hoenderpasar Brig atau Jembatan Pasar Ayam. Disebut demikian karena lokasinya yang berdekatan dengan pasar ayam. Dua puluh lima tahun kemudian atau tepatnya tahun 1655, jembatan ini lagi-lagi mengalami kerusakan dan perbaikan. Tapi kerusakan kali ini bukan karena peperangan melainkan karena bencana banjir dan korosi air asin yang berasal dari laut. Setelah pasca perbaikan, namanya pun kembali berganti menjadi Jembatan Het Middelpunt Brug yang berarti Jembatan Pusat.
Pada 1938 fungsi jembatan diubah menjadi jembatan gantung. Tujuannya agar dapat diangkat untuk lalu lintas perahu dan mencegah kerusakan akibat banjir, namun bentuk dan gayanya tidak pernah diubah. Nama jembatan inipun kembali berubah menjadi Jembatan Phalsbrug Juliana atau Juliana Bernhard, karena waktu itu Ratu Juliana yang menjadi ratu di Belanda. Sebelumnya, jembatan juga diberi nama Jembatan Wilhemina (Wilhemina brug), ibu dari Juliana.
Jembatan Kayu Ini Memiliki Panjang 30 Meter dan Lebar 4,43 Meter. Jembatan Kota Intan adalah sebuah jembatan ‘jungkit’ yang berwarna merah marun warisan Belanda dengan konstruksi besi dan kayu yang terletak di Kawasan Kota Tua Jakarta [Berbagai Sumber] . . . 📸 June 16, 2018 . . . #oldtown #bridge #jembatankotaintan #kotatuajakarta #jakartaoldtown #historical #heritage #underconstruction #visitjakarta #wheninjakarta #enjoyjakarta #holiday #cityexplore #walkingtour #citysightseeing #architecture #publicarea #trip #travel #traveling #adventure #tourism #jakarta #wisatakotatua
A post shared by Fransiska Tan (@fransiskatan) onJun 16, 2018 at 3:43am PDT
Kemudian pasca proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, nama jembatan inipun lagi-lagi diubah menjadi seperti yang kita kenal hingga kini yakni Jembatan Kota Intan. Nama ini disesuaikan dengan nama lokasinya yang berdekatan dengan bastion Kastil Batavia yang diberi nama Bastin Diamont (Intan). Selama perjalanan Jembatan Kota Intan ini Belanda sempat membangun beberapa jembatan serupa di Batavia atau yang sekarang menjadi Jakarta. Namun jembatan-jembatan itu sudah tidak ada lagi, yang tersisa hanyalah Jembatan Kota Intan. Untuk melestarikan keberadaannya, maka pada tahun 1972 Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, menetapkan Jembatan Kota Intan sebagai benda cagar budaya.
Saat ini Jembatan Kota Intan menjadi salah satu objek wisata sejarah yang banyak dikunjungi wisatawan. Tak sedikit pula yang menjadikan Jembatan Kota Intan ini sebagai objek foto untuk prewedding atau pra-menikah. Selain karena nilai historisnya, jembatan ini memiliki keunikan pada bangunannya.
Untuk mengunjungi Jembatan Kota Intan ini, Anda tidak dipungut biaya tiket, hanya saja dimintai biaya untuk kebersihan dan parkir. Jembatan Kota Intan terletak di Ancol, Pademangan, Jakarta Barat. Untuk menjangkaunya dapat menggunakan bus Transjakarta koridor 1 jurusan Blok M – Kota. (Sumber: Artikel jakarta.panduanwisata.id, Foto flickr.com)
...moreTripTrus.Com - Ramadan kerap dilalui dengan menghabiskan waktu dengan keluarga. Tentunya waktu tersebut juga waktu yang tepat untuk berlibur dengan keluarga. Sudahkah Anda merencanakan liburan lebaran Anda dan keluarga?
Liburan merupakan salah satu kegiatan yang bermanfaat untuk melepas kepenatan, stres, dan beban pikiran. Oleh karena itu, tentunya Anda ingin menikmati liburan yang menyenangkan dan sesuai dengan anggaran keuangan Anda agar tidak menimbulkan masalah keuangan setelahnya. Untuk itu, sangat penting bagi Anda untuk merencanakan liburan Lebaran Anda dengan matang dan mempersiapkan diri Anda dengan strategi keuangan. Pada artikel ini, Credy.co.id akan membagi lima strategi untuk menghemat pengeluaran Anda saat libur Lebaran.
1. Gunakan jasa tur untuk yang menawarkan paket perjalanan
Challenge yourself for body tubbing in Ombilin River. Short trekking (3km) or Medium trekking (6km) are available. Exploring to the west part of Indonesia! Wonderful West Sumatera www.butiktrip.com +6281213144604 butiktripinfo@gmail.com #tourprogram #travelagent #travelagents #travel #travelgram #touritinerary #wonderfulindonesia #traveller #travelling #tourpackage #gotouring #travelgrams #culturetrip #aseantourism #japantourist #japanesetraveler #singaporetour #singaporetraveler #singaporetravelagent #europeantraveler #butiktrip #bodytubbing
A post shared by BUTIKTRIP (@butiktrip) onNov 20, 2017 at 2:00am PST
Bagi Anda yang lebih menikmati berlibur dalam jumlah sedikit (sendiri atau rombongan kecil), cobalah untuk merencanakan liburan dengan memilih paket perjalanan yang ditawarkan oleh penyedia jasa tur yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Paket perjalanan tersebut akan meliputi beberapa aspek utama seperti: akomodasi, tiket pesawat, harga tiket masuk obyek wisata, hingga pemandu wisata. Sehingga, harga paket tur ditawarkan lebih murah dibandikan dengan jika Anda membeli sendiri komponen-komponen liburan secara terpisah. Namun, jangan lupa untuk memperhatikan syarat dan ketentuan paket dengan teliti agar tidak terjadi hal-hal yang tidak Anda inginkan dan merusak liburan Anda yang seharusnya menyenangkan.
2. Berliburlah ke tempat atau obyek wisata yang baru dibuka
Hello Sunset from Gili Trawangan, Lombok, NTB. Aston Gili Trawangan www.butiktrip.com +6281213144604 butiktripinfo@gmail.com #tourprogram #travelagent #travelagents #travel #travelgram #touritinerary #wonderfulindonesia #beach #snorkeling #sea #island #whitesand #traveller #travelling #tourpackage #gotouring #diving #diver #travelgrams #balibeach #aseantourism #japantourist #japanesetraveler #singaporetour #singaporetraveler #singaporetravelagent #europeantraveler
A post shared by BUTIKTRIP (@butiktrip) onAug 4, 2017 at 6:39am PDT
Tidak hanya tempat atau obyek wisata, bahkan akomodasi yang baru dibuka untuk publik juga menawarkan harga miring untuk menarik minat wisatawan. Anda dapat memanfaatkan musim ini untuk berlibur dengan hemat. Selain itu, keuntungan lain yang Anda dapatkan adalah kebanggaan karena telah mengunjungi tempat wisata yang belum banyak dikunjungi oleh orang lain.
[Baca juga : Tips Berlibur Saat Ramadhan]
3. Cerdas dalam memutuskan akomodasi saat libur Lebaran
in STORY of JAVA TEMBI VILLAGE This is one of the traditional village in Yogyakarta. Located in Sleman Regency. In this village, the people will assist us to do some pottery workshop, crafting workshop, batik painting, and they will allow us to cook with them. After all this activities, you may relieve your mind for a while and do some self treatment in here. Yes, I am talking about SPA. They have spa facilities in this village using a very good potion to help us release our stress. After have some new energy, you may take some tour using ANDONG. ANDONG is a horse carriage with 1 horse. #butiktrip #yogyakartatrip #touritinerary #javatrip #travelagency #travelagentindonesia #travel #travelgram #japanesetraveler #japantourist #embassyofjapan #singaporetravelers #singaporetourist #londontraveler #londontourist #vietnamtravelers #vietnamtourist #europeantraveler #europeantourist #canadiantraveler #canadiantourist #germantravel #germantourist #javapeople #people #javavillage #samsungphotography #samsungs7 #samsungnotefanedition #travelgram
A post shared by BUTIKTRIP (@butiktrip) onMar 23, 2018 at 8:36am PDT
Selain menjatuhkan pilihan Anda pada hotel-hotel murah di sekitar lokasi liburan Anda, cobalah mengingat-ingat saudara atau teman yang menetap di daerah tujuan liburan Anda. Selain tanpa mengeluarkan biaya, Anda juga dapat menjalin silaturahmi yang merupakan esensi utama dari Lebaran. Anda juga tidak perlu kebingungan dalam memilih tempat-tempat untuk berbelanja karena teman maupun saudara Anda mengenal sekitar dan dapat memberikan rekomendasi tempat-tempat berbelanja yang cenderung lebih hemat dan memnuhi kebutuhan Anda.
4. Pergi liburan dengan rombongan
Wonderful Lampung www.butiktrip.com Wanna play with Dita and Friends? Let's go to Way Kambas, Lampung, Sumatera. I'll show you my journey with Dita and Friends. #elephantconservation #forest #elephant #wildanimals #natgeo #tourprogram #indonesiatravelagent #travelagent #travelagents #travel #touritinerary #traveller #travelling #tourpackage #gotouring #aseantourism #japantourist #japanesetraveler #singaporetour #singaporetraveler #singaporetravelagent #europeantraveler #travelmagazines #traveladdict #travelgram #igtravels #spaintraveler #italiantraveler95 #uaetraveler #indonesiaexpat
A post shared by BUTIKTRIP (@butiktrip) onMar 17, 2017 at 9:59pm PDT
Berlibur dalam jumlah banyak atau rombongan dapat memberikan Anda banyak keuntungaan. Selain liburan lebih menyenangkan untuk buah hati Anda, Anda dapat menikmati potongan harga yang biasanya ditawarkan oleh tempat wisata, penjual oleh-oleh, dan sebagainya karena Anda membeli dalam jumlah banyak. Jika Anda memutuskan untuk merencanakan liburan dengan agen pun, Anda akan mendapatkan potongan harga atas jumlah yang Anda beli. (Sumber: Artikel credy.co.id, Foto vakansinesia.com)
...moreAlat musik yang satu ini termasuk unik. Selain bentuknya yang tidak seperti alat musik, jika ditiup bunyinya pun terdengar nyaring. Inilah tahuri, alat musik berupa terompet kerang khas Maluku. Terompet kerang ini berkembang di masyarakat Maluku yang tinggal di kawasan pesisir pantai. Kesenian tahuri sendiri diketahui mulai berkembang sekitar tahun 1958 dengan menggabungkan sejumlah alat musik tradisional Maluku lainnya.Dahulu penggunaan tahuri memiliki tujuan untuk memanggil masyarakat atau kepala adat agar berkumpul di balai pertemuan atau masyarakat setempat biasa menyebutnya dengan baileo. Menariknya, jumlah tiupan tahuri memiliki makna tersendiri. Seperti, satu kali tiupan tahuri menandakan ada warga yang meninggal dunia.
Selain untuk memanggil masyarakat, tahuri juga biasanya dimainkan untuk mengiringi beberapa tarian seperti salah satunya adalah tari cakalele. Biasanya tahuri dimainkan dengan alat musik lainnya dalam bentuk orkestra yang terdiri dari anak-anak dan remaja. Tahuri juga memiliki keunikan pada bentuk kerangnya. Semakin kecil ukuran kerang, semakin nyaring bunyinya. begitu juga sebaliknya, semakin besar kerang, bunyinya pun semakin rendah. Pembuatan tahuri juga tidaklah mudah, terlebih dahulu kerang dilubangi dengan bor lalu ditiupkan berulang kali untuk mendapatkan nadanya. Nada-nada pada alat musik ini terlebih dahulu dicocokan dengan bantuan alat musik lain seperti suling dan pianika.Selain di Maluku, tahuri juga di kenal di beberapa kawasan seperti di Kabupaten Biak, Papua. Sama seperti di Maluku, di sini tahuri juga biasa digunakan sebagai alat bantu untuk memanggil penduduk dan sesekali digunakan untuk mengiringi tari-tarian khas Papua.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more