Bila kita sedang berada di Kawasan Simpang Lima, Semarang dan ingin menuju Tugu Muda, kita akan melewati sebuah jalan yang diberi nama jalan Pandanaran. Jalan yang berada di tengah-tengah kota Semarang ini merupakan sentra jajanan oleh-oleh khas Semarang. Di tempat inilah makanan khas Semarang seperti lumpia, bandeng presto, dan wingko babat dapat ditemui dengan mudah.
Salah satu penjual lumpia di Jalan Pandanaran adalah lumpia Mbak Lien. Mbak Lien adalah generasi penerus lumpia Siem Swie Hie, yaitu kakak kandung dari Siem Swie Kiem, pendiri kuliner lumpia di gang Lombok Semarang. Yang spesial dari lumpia Mbak Lien adalah isinya yang ditambahi racikan daging ayam kampung. Selain itu, terdapat tiga macam isi lumpia, yaitu lumpia isi udang, isi ayam, dan lumpia isi campuran antara keduanya.
Selain lumpia, oleh-oleh khas Semarang yang juga banyak dijual di jalan Pandanaran adalah bandeng presto. Bandeng presto adalah ikan bandeng berduri lunak karena dimasak menggunakan uap air betegangan tinggi. Di sini terdapat dua toko besar paling terkenal yang menjual kuliner bandeng presto, yaitu toko berlabel Bandeng Presto 'yang pertama sejak tahun 1977' dan Bandeng Juwana.
Harga bandeng presto di Jalan Pandanaran sangat bervariasi, misalnya saja ditoko Bandeng Juwana, bandeng rasa teriyaki dibanderol dengan harga Rp 30.000 per ekor atau bandeng dalam sangkar yang terdiri dari 3-4 ekor ikan dijual dengan Rp 95.000 per kilogram.
Ada satu yang menarik ketika melihat tulisan Ditembok toko Bandeng Juwana banyak terpampang testimoni para pengunjung yang pernah datang ke tempat ini. Salah satunya adalah tulisan "Jangan ragu deh!!! Bandeng Juwana always the Best...," begitu bunyi testimoni Benny MC, komikus yang terkenal lewat komiknya Benny & Mice.
Lain halnya dengan wingko babat, meski di Jalan Pandanaran banyak yang menjual namun semua penjual memakai label yang sama yakni wingko babat cap kereta api. Wingko Babat cap kereta api menawarkan berbagai rasa yang unik, seperti wingko babat rasa durian, rasa pisang, bahkan rasa coklat. Harga yang ditawarkan juga bervariasi tergantung besarnya ukuran dan rasa.
Jalan Pandaranan merupakan surganya para pecinta wisata belanja oleh-oleh di kota Semarang. Jalan ini selalu ramai dari pagi hingga malam dan akan bertambah ramai jika sudah memasuki akhir pekan. So, jika datang ke Semarang jangan lupa belanja oleh-olehnya di Jalan Pandanaran.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTRIPTRUS - Ini dia yang dinanti – nanti, setelah sekian lama sejak kehadiran AdiPutro Jetbus 2+ SDD di ajang GIIAS 2015 lalu, kini kembali Adi Putro merilis SDD yang merupakan pesanan dari PO Efisiensi. Ya, sebelumnya kita mengetahui bahwa Adi Putro berhasil menjual varian bus Double Deck ini ke PO asal Aceh yang sempat menghebohkan dunia per-bus-an Indonesia, Sempati Star.
Sumber: Taufik Iksan Wicaksono
Untuk unit yang dipesan oleh Efisiensi ini saat ini kabarnya sedang menjalani roadtest sebelum akhirnya diserah terima secara penuh kepada PO Efisiensi sebagai pemilik. Bus ini juga dikabarkan memiliki beberapa perbedaan dibandingkan SDD yang dibuat sebelumnya, di bagian mana sajakah?
Sumber: Rizky Ma’at
Sepintas, bila melihat dari detail, ini berbeda dengan bus milik Sempati Star yang penulis sempat review saat dipamerkan di ajang GIIAS. SDD milik Efisiensi ini memiliki letak pintu tengah yang posisinya berbeda dengan milik Sempati Star, pintu tengahnya lebih diposisikan ke depan untuk milik Efisiensi ini.
Sumber: Edgar S Mannopo
Dan sekilas bila dilihat secara detail, sepertinya ini agak sedikit lebih tinggi dari penampilan bus AP Jetbus SDD milik Sempati Star. Dan mengenai Chassis yang digunakan, apakah ini menggunakan Mercedes-Benz 2542 OC 500 RF, Scania K410 atau Golden Dragon XML6145D13 serta detail kedepannya apakah armada ini digunakan secara regular atau hanya sebagai bus pariwisata kita tunggu saja info dari media sosial dan komunitas yang berkembang. (Sumber: Artikel imotorium.com Foto Fandy Wira Hendra)
...moreTripTrus.Com - Deretan destinasi wisata mini Eropa yang bisa dikunjungi yang terletak di berbagai daerah di Indonesia. Di tempat-tempat ini kamu bisa melihat miniatur landmark-landmark terkenal di dunia seperti miniatur menara Eiffel, Arc de Triompe hingga kawasan Venice. Dilansir berbagai sumber, Tribun Travel merangkum 5 destinasi wisata mini Eropa yang bisa ditemukan di berbagai tempat di Indonesia.
1. Merapi Park, Yogyakarta
View this post on Instagram
Belanda cabang Jogja π . #Merapipark #Sleman #Yogyakarta . #Yogyakartacity Credit to @anitamae11 : Jogja have it all π
A post shared by YOGYAKARTA CITY (@yogyakartacity) onJun 23, 2018 at 10:32pm PDT
Di Merapi Park, Yogyakarta kamu bisa melihat replika sejumlah landmark ternama Eropa, mulai dari menara Eiffel di Paris, menara Pisa hingga kincir angin khas Belanda.
Lokasi: Jalan Kaliurang KM. 22, Hargobinangun, Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Jam buka: Dari Rabu-Senin, mulai 09.00-17.00.
Harga tiket: 15,000 IDR per orang.
2. Little Venice, Bogor
View this post on Instagram
Tempat yang lagi hits niih. Ajak keluarga, sahabat, atau mantan kamu kesini π #destinasinusantara today by @deejase at Little Venice, Kota Bunga, Cianjur #littlevenicebogor #littlevenicecianjur
A post shared by NUSANTARA DESTINATION (@destinasinusantara) onDec 2, 2016 at 4:21pm PST
Di Little Venice, Bogor kamu bisa bergondola menyusuri kanal-kanal seperti berada Kota Venezia, Italia.
Lokasi: Batulawang, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat
Jam buka: Setiap hari, mulai dari 08.30-18.00.
Harga Tiket: 25,000 IDR untuk dewasa dan 20,000 IDR untuk anak-anak di hari biasa, 40,000 IDR untuk dewasa dan 30,000 IDR untuk anak-anak di hari libur.
[Baca juga : "Lima Sub Event Dirilis Dalam Cap Go Meh Singkawang 2019"]
3. Little Europe, Lampung
View this post on Instagram
Jika kehidupan adalah suatu sajak yang berirama, aku hidup pada bait ketiga di mana tak banyak orang yang bisa membacanya. Mereka hanya menerka tanpa tahu seperti apa aku sebenarnya. . . . #quotesoftheday #alonequotes #quotesaboutlife #strongman #distance #myself #romantic #life #lifestory #happyquotes #life #smile #streetstyle #str #son #littleeurope #citragarden #citragardenlampung
A post shared by RA Ferza Rusdiansyah Isuades (@ferzarusdiansyahisuades) onApr 6, 2018 at 10:55pm PDT
Little Europe di Lampung mempunyai gaya arsitektur seperti berada di Eropa yang juga mempunyai banyak spot untuk berfoto yang apik.
Lokasi: Perumahan Citra Garden, Negeri Olok Gading, Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung, Lampung
Jam buka: Setiap hari, mulai 08.00-23.00.
Harga tiket: Gratis.
4. Kota Mini Lembang, Bandung
View this post on Instagram
Life move so fast, so stop and look around or you could just miss it π‘ Here’s a snap of one of my favorite spots in Bandung, just because I’m missing this beautiful city already. Gotta say hello in the upcoming month ππ» Couldn’t wait to explore more and immerse in the beauty of nature . . . . . #placetogo #explorebandung #wonderfulindonesia #travel #artofvisuals #bandungphotography #hellonusantara #kotaminilembang #floatingmarket #traveldestination #bandung #fujifilmid #bandunginframe #beautybloggerindonesia #styleblogger #whatiwore #fashion #beauty #clozetteid #ulzzang #summerstyle #μΈμ€νν¨μ
#μΌμ€νκ·Έλ¨ #ν¨μ
μ€νκ·Έλ¨ #μ
μ€νκ·Έλ¨ #νλ‘μ° #μ€μ€ν°λ #ν¨μ
A post shared by Ghina Aulia Megaputri (@ghinaaulia) onJan 8, 2019 at 2:52am PST
Kota Mini Lembang, Bandung juga mempunyai pemandangan seperti kota-kota yang ada di Eropa dengan nuansa khas Eropa yang mirip.
Lokasi: Jl. Grand Hotel No.33, Lembang, Bandung, Jawa Barat
Jam buka: Setiap hari, mulai dari 08.00-20.00.
Tiket: 15,000 IDR per orang untuk hari biasa, 20,000 IDR per orang untuk akhir pekan dan hari libur.
5. Farmhouse Lembang, Bandung
View this post on Instagram
Kali ini kita jalan2 ke @farmhouselembang bersama keluarga di bandung. Alhamdulillah anak2 seneng bgt muter2 disana, walaupun lokasi menuju farmhouse lumayan macet padat merayap. Bisa make baju ala2 none belanda keliling farmhouse skalian foto2 cantik di spot2 yg kueceee. . . #bandung #farmhouselembang #farmhouselembangbandung #bandungdestination #bandungdestinations
A post shared by Zulhan Hanafiah aka Dehan (@dehancolding) onFeb 14, 2019 at 3:13am PST
Sama-sama di Lembang, Bandungm Farmhouse juga menjadi satu destinasi dengan nuansa Eropa yang khas. Kamu bisa melalukan selfie di banyak spot seperti bangunan dengan gaya Art Deco, kamu juga bisa mencoba mengenakan kostum khas Belanda.
Lokasi: Jl. Raya Lembang No.108, Gudangkahuripan, Lembang, Bandung Barat
Jam buka: Setiap hari, mulai dari 08.00-20.00.
Tiket: 25,000 IDR per orang, kamu akan mendapatkan welcome drink susu dengan rasa pilihan. (Sumber: Artikel travel.tribunnews.com Foto cybertokoh.com)
...moreTripTrus.Com - Puasa Ramadhan biasanya membuat orang jadi lebih malas beraktivitas. Namun bukan berarti kamu harus terus bermalas-malasan di rumah. Ada banyak tempat wisata seru yang bisa kamu kunjungi selama bulan puasa.
Tak hanya sekadar destinasi jalan-jalan, beberapa lokasi tersebut bahkan memiliki latar belakang sejarah dan religi yang kaya. Hitung-hitung sembari berwisata, kamu juga bisa menambah pengetahuan tentang agama.
Penasaran? Yuk, kita simak daftar tempat wisata seru yang bisa dikunjungi selama Ramadhan.
1. Masjid Ampel
[ jumatan ] . Sudut pandang manusia berbeda beda, benar menurut kita belum tentu benar menurut orang lain. Saling menghargai pendapat satu sama lain mungkin sedikit solusi dan akan lebih baik. Ojok lali jumatan, awas sandal awas sandal wkwkwk. __________ . Foto teko @yusufampelpart - Happy Jum'ah - #Jum'ah #Ramadhan #ampel #masjidampel #masjidampelsurabaya #ampelsurabaya #Menujuramadhan
A post shared by Surabaya Punya Cerita (@surabayapunyacerita) onApr 26, 2018 at 8:36pm PDT
Masjid yang terletak di Surabaya ini sangat ramai dikunjungi selama bulan puasa. Turis datang berbondong-bondong berbagai penjuru daerah untuk beribadah di masjid besar ini. Selain itu letaknya juga sangat dekat dengan Embong Arab, yang menyediakan beragam kebutuhan berpuasa dan ibadah seperti kurma, sarung, dan mukena.
2. Kampung Ramadhan
π Halo Bro Sis! Apakah kamu termasuk orang yang ingin keuntungan berlipat-lipat, tapi bingung harus bagaimana? Jika YA, semoga info berikut COCOKπ buat kalian semua. Ada 1200-1500 porsi takjil setiap hari πππ yang akan disediakan Kampoeng Ramadhan Jogokariyan (KRJ) Yogyakarta 2016 selama Ramadhan. Dana yang dibutuhkan cukup besar yaitu Rp 196.800.000,- untuk menyediakan 36.000 porsi selama 30 hari. Kabar gembiranya, bro sis pun dapat berpartisipasi dalam menyediakan porsi takjil di KRJ 2016. Hanya dengan Rp 7.000,- kalian sudah mendapatkan kesempatan menyumbang 1 bagian dari 36.000 porsi takjil di KRJ 2016. . “Barang siapa menjamu orang yang berpuasa maka ia akan mendapatkan pahala seperti seperti orang yang berpuasa itu tanpa dikurangi sedikitpun dari pahalanya” (HR. Tirmidzi) Jadilah salah satu dari orang-orang yang beruntung dan dilipat gandakan pahala puasanya oleh Allah SWT. Berapapun porsi yang kalian berikan akan tetap diterima π dengan cara mengirimkan dana ke: Rek. Bank Muamalat 5310065412 a.n SUDIWAHYONO CQ BIRO RT MASJID JOGOKARIYAN Konfirmasi transfer π³ ke Sdr. Rizki (+62 858-7860-3556) via WA / Telegram / Telp. Atau datang langsung π ke Masjid Jogokariyan Jl. Jogokariyan no. 36 Mantrijeron, Yogyakarta. ___________________________________________ Textπ masjidjogokariyan.com // π· @dianrockmad #makandijogja #MDJramadhan #MDJramadhan2016
A post shared by MAKANDIJOGJA™ OFFICIAL (@makandijogja) onJun 9, 2016 at 7:17am PDT
Bagi kamu yang tinggal di sekitar Yogyakarta, Kampung Ramadhan bisa menjadi lokasi pas untuk dikunjungi. Tinggal meluncur saja ke daerah Kauman, yang letaknya kurang lebih satu kilometer dari pusat kota. Kawasan ini sangat kental dengan nuansa religi, karena kabarnya pemuka agama terkenal K.H. Ahmad Dahlan dilahirkan di sini.
Di bulan-bulan biasa, kampung ini tak ubahnya seperti kampung lain di Yogyakarta. Namun begitu memasuki bulan Ramadhan, bakal ada banyak penjaja makanan dan takjil khas bulan puasa. Cocok sekali disambangi bagi yang doyan wisata kuliner.
[Baca juga : 5 Tempat Wisata Ramadhan Ini Selalu Banjir Pengunjung]
3. Masjid Raya Baiturrahman
Jak kenoe Rakan .. Tajak saweu bumoe seuramoe mekkah. Bumoe syariat Islam yang penouh dengeun para Aulia Allah. πππ #serambimekah #masjidrayabaiturrahman
A post shared by Aula Ramadani (@olarezpect) onMay 19, 2018 at 7:57am PDT
Sesuai dengan namanya, masjid ini merupakan salah satu terbesar di Aceh. Berdiri sejak 1612, Masjid Raya Baiturrahman punya arsitektur indah dan hampir mirip dengan Taj Mahal di India. Masyarakat Negeri Serambi Mekkah sangat bangga dengan masjid yang tetap kokoh berdiri meski dihantam tsunami 2004 silam.
Begitu memasuki bulan Ramadhan, Masjid Raya Baiturrahman selalu ramai. Ada banyak aktivitas yang dilakukan masyarakat setempat untuk mengisi bulan puasa.
4. Masjid Terapung
" Indahnya alam ciptaan Tuhan, Alangkah damainya ditepian pantai, Disitu terserlah kebesaranMu, Ya Allah bagi mereka yang cinta padaMu... Indahnya langit tidak bertiang, Lautan luas terbentang, Fajar dan senja silih berganti, Semuanya tunduk dan patuh padaMu " #masjidtengkutengahzaharah #masjidterapung
A post shared by ΩΨ§Ω Ω
ΨΩ
Ψ― Ψ΄ΩΩΩ (@wmshafiqwz) onMay 21, 2018 at 12:10am PDT
Bagi yang sedang berada di Makassar, Masjid terapung juga bisa dijadikan pilihan wisata bulan Ramadan. Letaknya tak jauh dari pusat kota dan sangat mudah dijangkau.
Tak hanya beribadah, banyak pengunjung sering datang ke Masjid Terapung Amirul Mukminin untuk mengagumi arsitekturnya. Apalagi bangunan unik ini dibangun di atas perairan Pantai Losari.
5. Masjid Istiqlal
Via @fahryadam Selamat bersantap sahur kawan GNFI! π΄ Lokasi : Masjid Istiqlal, Jakarta #Indonesia #GoodNews #news #beritabaik #masjidistiqlal #jakarta #GoodNewsFromIndonesia #GNFI #puasa #ramadan
A post shared by Good News From Indonesia (@gnfi) onMay 16, 2018 at 2:04pm PDT
Masyarakat Indonesia patut bangga dengan masjid yang dibangun di era kepemimpinan Presiden Soekarno ini. Karena ukurannya yang begitu besar, Masjid Istiqlal kini masuk dalam daftar salah satu masjid terbesar di Asia Tenggara.
Sejumlah tamu penting kenegaraan pernah berkunjung ke masjid kebanggaan warga Jakarta ini. Mantan presiden Amerika Serikat, Barack Obama, adalah salah satunya. Nah, Masjid Istiqlal jadi lokasi tepat juga nih untuk wisata religi dan beribadah sambil menunggu waktu berbuka. (Sumber: Artikel banksinarmas.com, Foto flickr.com)
...moreTripTrus.Com - Sebagai pendongkrak perekonomian dari masa kolonial Belanda, warga keturunan Cina di Cianjur memiliki berbagai kegiatan usaha. Beberapa di antaranya tetap bertahan dari masa kolonial. Dalam bidang kuliner, terdapat tiga jenis penganan yang cukup dominan dan khas di sekitar kota Cianjur.
Warga Cianjur sudah tentu kenal dengan makanan tauco. Makanan ini berawal dari resep warga Cina yang datang ke Cianjur pada masa kolonial. Hingga sekarang, jenis makanan ini tetap bertahan dan mampu berkembang, bahkan telah diakui sebagai makanan khas kabupaten Cianjur. Produk tauco Cianjur resep warga Cina yang eksis hingga sekarang di antaranya yaitu Tauco Cap Meong. Salah satu varian olahan tauco yang menjadi khas Cianjur lainnya adalah Geco (tauge-tauco), hingga kini masih dapat di temukan di beberapa sudut jalan di Cianjur.
#geco #gecocianjur #kulinercianjur #kuliner #kentang #tahu #toge #tauco Geco nini πππ
A post shared by Limited Edition 'kuliner' (@kulinerlimitededition) onFeb 16, 2018 at 8:38pm PST
[Baca juga : Bangunan Bersejarah Pecinan Di Cianjur]
Selanjutnya terdapat manisan buah-buahan, yang merupakan salah satu olahan makanan dengan tujuan untuk membuat buah mampu bertahan lama. Resepnya diperoleh sejak jaman dahulu. Manisan buah juga telah dinobatkan sebagai makanan khas Cianjur. Kemudian, warga Cianjur sangat mengenal olahan roti. Salah satu yang terkenal yaitu pabrik roti Tan Keng Cu. Mengenai olahan ini, cukup unik bila ditelusuri sejarahnya. Pada awalnya roti diproduksi untuk memenuhi permintaan penduduk Eropa di Cianjur. Hingga kini, produksi roti Tan Keng Cu tetap bertahan dan telah mengalami perkembangan.
#tankengcu #rotitankengcu #roti #bread #kuliner #kulinercianjur #kulinerlegendaris #kulinerlegendariscianjur
A post shared by Limited Edition 'kuliner' (@kulinerlimitededition) onDec 24, 2017 at 1:35am PST
Selain tiga olahan khas yang cukup dominan, di Cianjur juga banyak ditemukan kuliner khas Cina seperti capcay, kwetiaw, siomay, bakso, bakpau, bacang, dll. Untuk mendapatkannya, cukup mendatangi toko-toko kue dan restoran Cina yang ada di sekitar Cianjur kota. (Sumber: Artikel cianjur-heritage.blogspot.com, Foto vakansinesia.com)
...moreTripTrus.Com - Buat lo yang udah ngidam trip ke Baduy Dalam, santai dulu! Mulai 1 Februari sampai 3 Maret 2025, kawasan ini resmi ditutup buat wisatawan. Bukan tanpa alasan, mereka lagi masuk masa Kawalu, ritual sakral yang wajib dihormatin.
View this post on Instagram
A post shared by Isanty Maina Ignatea (@antynotaunty)
"Kawalu ini waktu kita buat puasa adat, bersihin diri, dan bersyukur atas hasil panen," kata Imam Rismahayadin, Kepala Disbudpar Lebak. Makanya, jangan nekat masuk, ya! Baduy Dalam full tertutup buat orang luar.
Jangan sedih dulu! Lo masih bisa mampir ke Baduy Luar, kayak Kampung Kaduketug, Lebak Jeruk, atau Gajeboh. Masih bisa ngerasain vibes budaya Baduy tanpa harus ngelanggar aturan adat mereka.
[Baca juga : "Calendar Of Events 2025 Bali, 56 Acara Keren Bikin Turis Betah Nongkrong Di Pulau Dewata!"]
Pemerintah Kabupaten Lebak juga udah ngumumin soal penutupan ini lewat surat resmi dari Pemerintah Desa Kanekes, yang ditandatangani langsung sama Jaro Oom, Kepala Kanekes sekaligus Tetua Adat. Jadi, info ini resmi dan gak bisa ditawar-tawar!
FYI, Kawalu ini bukan sekadar ritual sehari dua hari doang. Ada tahapan panjang, mulai dari Ngalanjakan, Kawalu, sampe Ngalaksa, sebelum akhirnya ditutup sama upacara Seba Baduy. Nah, pas Seba Baduy, masyarakat adat bakal turun gunung buat silaturahmi ke Bupati Lebak di Rangkasbitung dan Gubernur Banten di Serang.
Jadi, buat lo yang pengen main ke sana, tahan dulu, ya! Hormatin adat mereka, jangan sotoy maksain masuk ke Baduy Dalam. Kalau masih mau explore, Baduy Luar tetap bisa lo kunjungin kok! βοΈπ (Sumber Foto @a.4rapp)
...moreTripTrus.Com - Wisata kekinian identik dengan lokasi yang mampu menyajikan pemandangan spektakuler bila direkam oleh kamera foto dan keren di media sosial. Apalagi kalau bukan merekam pemandangan dari suatu ketinggian yang ekstrem.
Karena itu, tidak mengherankan jika di Yogyakarta, wisatawan milenial selalu antre untuk bisa naik dan berfoto di sebuah gardu pandang. Tempat serupa mulai bermunculan, yang lama ikut berbenah dan langsung diserbu kalangan penyuka foto wisata.
[Baca juga : "Bingung Tamasya Long Weekend? Coba Wisata Tembakau Di 2 Tempat Ini"]
Salah satu area yang sekarang makin merebak di Instagram adalah kaki Gunung Sindoro dan Sumbing atau antara Wonosobo dan Temanggung. Gunung Sumbing dengan ketinggian 3.371 meter di atas permukaan laut (Mdpl) dan Sindoro 3.150 Mdpl yang terletak di Kabupaten Temanggung dan Wonosobo, Jawa Tengah ini, di balik kegagahannya tersembunyi keindahan yang menakjubkan. Di kaki kedua gunung itu tumbuh subur ribuan hektare ladang tembakau.
Keberadaan Gunung Sindoro dan Sumbing memang mendatangkan banyak fenomena alam yang luar biasa. Bila menjelang malam, maka daerah di kaki kedua gunung tersebut akan tertutup kabut. Dari jalan aspal utama sampai jalan batu ke perdesaan seperti diselimuti tabir putih yang dingin. Inilah saatnya untuk memainkan kamera merekam atau berfoto dengan situasi yang begitu misteri.
Persis di dekat gerbang perbatasan Kota Wonosobo–Temanggung, berdirilah Hotel Dieng Kledung Pass. Berada di jalur utama antarkabupaten sehingga sering dijadikan tempat singgah atau sering disebut sebagai Rest Area Kledung Pass Temanggung.
Hotel ini memiliki 32 kamar standar. Hebatnya, setiap kamar memiliki teras yang bisa dijadikan gardu pandang. Untuk kamar bagian belakang hotel, setiap tamu bisa melihat dengan jelas Gunung Sindoro serta hamparan ladang tembakau.
Sementara deretan kamar bagian depan menjadi pos pandang bagi Gunung Sumbing di kejauhan. Karena dibatasi oleh jalan raya, untuk mendapatkan pemandangan Gunung Sumbing yang jelas, maka lebih asyik lagi kalau menyeberang lalu bersantai di Rest Area Kledung Pass. Di sini tempatnya terbuka dan langsung berada di kaki gunung. Dari tempat ini, desa terjauh dekat puncak gunung bisa terlihat dengan jelas.
Di area ini, bila sudah puas berfoto maka bisa dilanjutkan dengan menikmati minuman kopi serta makanan kecil yang dijual di kedai kopi seputar rest area.
Menunggu Fajar
View this post on Instagram
πππmung hiburane cah ndeso kokπππ #sunrise #sunriseposong #temanggung #temanggunghits
A post shared by fian_ (@fian_guwex) onJun 25, 2018 at 4:35am PDT
Jika kebetulan wisatawan tengah bermalam di Hotel Dieng Kledung Pass Wonosobo, jangan lewatkan juga untuk mengejar terbitnya matahari. Tempat yang dituju adalah Posong, Desa Tlahab, Temanggung. Ini adalah area perkebunan tembakau milik rakyat yang jaraknya hanya 10 menit dari hotel.
Posong merupakan sebuah lokasi persis di kaki Gunung Sindoro. Di tempat itu terdapat beberapa gardu pandang untuk menunggu matahari terbit dari balik Gunung Sumbing. Untuk mencegat sang fajar, pengunjung harus sudah berada di sana sejak jam 4 pagi.
Dari gerbang tiket menuju area gardu pandang memerlukan waktu sekitar setengah jam. Melewati jalan berbatu yang menanjak, membelah perkebunan tembakau dan kopi. Bila tiba saat panen tembakau, pengunjung dilarang menggunakan kendaraan roda empat karena akan mengganggu pergerakan kendaraan para petani.
Dari pinggir jalan raya, pengunjung bisa menggunakan ojek dengan tarif 15 ribu rupiah. Sampai di pos pengamatan, angin gunung yang kencang langsung menyambut, semakin membekukan udara di musim kering yang berkepanjangan ini.
Ada empat area pandang, beberapa di antaranya dikenakan tiket masuk lagi karena gardu pandangnya dibuat kekinian, seperti altar kayu yang keren bila difoto. Sekitar pukul 05.30 WIB semua mata memandang ke arah Gunung Sumbing, perlahan-lahan matahari pagi muncul dari balik Gunung Sumbing.
Segera saja bayangan siluet gigir gunung yang memanjang, membelah perkebunan dan memantulkan sinar emas dari matahari. Inilah saatnya mengoperasikan penuh alat fotografi. Saling memotret atau selfie terus berjalan. Memanfaatkan berbagai sudut gardu pandang dengan latar belakang sinar matahari yang lembut.
Adalah Zunianto, pemuda dari Desa Tlahab yang pada 2007 bekerja di hotel dan menjadi guide bagi tamu hotel yang berkunjung ke Borobudur sampai Dieng. Menurutnya, yang banyak dicari wisatawan adalah sunrise, seperti di Bukit Situmbu dekat Borobudur dan beberapa lokasi di kawasan Dieng.
Setiap pulang ke rumah setelah subuh, Zunianto selalu berhenti di sekitar pom bensin Kecamatan Kledung, Temanggung. Di dataran tinggi Kledung ini, dirinya melihat sunrise yang indah dan selalu mengabadikan sunrise tersebut dengan kameranya.
Dirinya mulai tergoda untuk mencari lokasi sunrise yang ideal dan berhasil menemukan area Posong. Lewat pendekatan dengan pihak pemda, akhirnya area Posong dibangun menjadi area titik pandang sunrise yang berkembang menjadi badan usaha milik desa (BUMDes), Desa Tlahab.
Kini, di area tersebut banyak dibuka warung kopi dan makanan yang membuat para pengunjung semakin betah. Tiket masuk ke area ini 10.000 rupiah per orang.
Waduk Mini Embung Kledung
View this post on Instagram
Niliki ingon-ingon ππ . . π Embung Kledung, Temanggung π· @ardhimo_ongsukoco . #embungkledung #embungkledungtemanggung #temanggunghits #beautifulview #beautifuldestination #viewgunungsumbing
A post shared by Maya Kartika (@tikaa_may) onOct 15, 2018 at 7:28am PDT
Puas menikmati sang fajar di Posong, jangan langsung kembali ke hotel, tapi habiskan waktu untuk kembali memandang keindahan Gunung Sindoro dan Sumbing dari lokasi yang berbeda. Kali ini ke Embung Kledung yang berada di lereng Gunung Sindoro.
Embung Kledung merupakan waduk mini yang dibangun di lereng Gunung Sindoro bagian selatan. Tepatnya di Desa Kledung, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, dengan ukuran seluas 83 meter x 83 meter. Ini adalah embung buatan yang dibuat pada 2010. Embung yang berada di atas lahan bekas perkebunan tembakau seluas empat hektare ini dibangun dengan menggunakan dana hasil cukai tembakau pada 2010.
Embung ini dibangun dengan tujuan mengatasi kesulitan air pada musim kemarau dan pengembangan kawasan wisata baru.
Daya tarik yang ditawarkan oleh objek wisata ini adalah pemandangan waduk mini dengan latar Gunung Sindoro dan melihat keindahan Gunung Sumbing dari kawasan perbukitan. Kembali, setiap sisi embung menjadi gardu pandang untuk memandang ke arah gunung yang disukai.
Di kawasan ini juga terdapat kebun teh yang cukup luas serta tanaman sayuran dan holtikultura serta tanaman tembakau.
Untuk ke Embung Kledung bukan soal yang sulit. Kalau dari Jogja (Yogyakarta) ambil rute menuju Wonosobo melewati Temanggung dan Parakan. Dari Parakan langsung menuju Desa Kledung. Di sana cukup bertanya dengan penduduk setempat, atau membaca papan petunjuk yang ada di pinggir jalan. Setiap pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar 3.000 rupiah per orang.
Kopi Tembakau
View this post on Instagram
Arabika Cigarillo Gelanggu Pohon kopi di Lereng Gunung ini tak hidup sendiri, mereka hidup sama sama dengan tanaman yang lain, utamanya tanaman hortikultur dataran tinggi. Bisa sayur bisa tembakau. Tembakau, seperti yang ditahu, tak bisa ditanam sepanjang tahun. Harus nunggu musim kemarau, yang hanya terjadi setahun sekali itu. Biasanya pada caturwulan di tengah-tengah. Saat musim kemarau yang kemlentheng itu, dan saat dingin di dataran tinggi bisa sampai mengkristalkan embun-embun pagi di dedaunan, kalau masa nya bebarengan dengan masa matang ceri ceri kopi merah, maka bisa migrasi itu karakter tembakau ke kopi. Hal ini yang mendasari nama 'Cigarillo', karena tanaman sela yang ditandur itu memanglah tembakau, Sang Nicotiana Tabacum. Sedangkan 'Gelanggu' adalah singkatan dari 'Gelangan Gunung', tempat kopinya diproses. Semoga kehadiran Arabika Cigarillo Gelanggu ini bisa semakin nambah warna warna majemuk kopi Nuswantara yang eksotis. Nuswantara, begitu nulisnya dalam Bahasa Krama Inggil di Pustaka Babad Kedu. Seru ya ? Tak hanya kopi, namu juga merasuk sampai sejarah. Nilai nilai kopi memang tak berhenti dalam tegukan saja. Juga sosial dan budayanya. Kita sedia stok Red Honey, Natural, dan Fullwash Arabika satu ini. Silahkan kontak nomor bersangkutan di atas kalau mau pinarak, juga, kalau penasaran sama si Cigarillo Gelanggu. #kopi #coffee #arabika #arabica #kopijawa #javacoffee #sindoro #sumbing #sindorosumbing #kopitemanggung #temanggungcoffee #roasteryhouse #roastery #rumahkopi #kedaikopi #warungkopi #kopiindonesia #indonesiancoffee #kopinusantara #nusantaracoffee #kopitembakau
A post shared by java.tobacco (@java.tobacco) onDec 14, 2016 at 3:52am PST
Ketika matahari pagi mulai utuh bersinar, itulah saat yang pas untuk ngopi. Apalagi berada di tengah perkebunan tembakau dan kopi. Di Posong, Temanggung, ada kafe yang menjadi gardu pandang sekaligus menjual kopi dari hasil perkebunan sekitar.
Adalah Tuhar (51) warga Dusun Tlahab, temanggung yang menekuni kopi khas daerah tersebut. Yang menarik, di daerah Temanggung bisa dikatakan tembakaulah yang masih menjadi komoditas utamanya. Di sisi lain, kota ini sebenarnya penyuplai kopi di Jawa Tengah. Hampir 60 persen kopi di Jawa Tengah berasal dari kota ini. Kualitas kopi Temanggung sendiri sekarang sudah mulai dikenal dunia.
Di sekitaran Dusun Tlahap, Kabupaten Temanggung, pohon kopi ini ditanam. Secara geografis, ini dataran yang sangat tinggi, lebih kurang sekitar 1.600 Mdpl. Curah hujan di Posong juga cukup tinggi. Makanya, kesuburan tanah tidak perlu diragukan lagi. Tanaman di sekitaran Posong tumbuh produktif, subur, hijau, dan sejuk.
Kopi posong ini bitter-nya cukup menonjol, tajam, dan keras. Kopi ini merupakan varietas Catimor, hasil persilangan antara jenis Robusta dan Arabika. Untuk masalah aroma, banyak yang menyebutkan kopi Posong memiliki karakteristik “Tobacco acidity”. Menurut Tuhar, Temanggung dan Wonosobo adalah daerah di mana pohon-pohon tembakau tumbuh subur dan mendominasi tanah perkebunan.
“Jika pohon kopi ditanam dekat pohon tembakau, atau tanah bekas pohon tembakau, maka hasil akhirnya akan muncul aroma tembakau. Karakteristik tembakaunya cukup kuat,” kata Tuhar.
Di antara kesejukan udara pegunungan, Tuhar meracik kopi posong untuk jenis original, segera saja uap kopi menyebarkan aroma yang berbaur dengan harumnya tembakau. (Sumber: Artikel koran-jakarta.com Foto bppkad.temanggungkab.go.id)
...moreTripTrus.Com - Bulan ramadan menjadi bulan yang dinanti oleh umat Muslim di dunia, termasuk Indonesia. Di Indonesia, menjelang bulan Ramadan, dilakukan sejumlah kegiatan.
Bahkan kegiatan ini telah dilakukan secara turun-menurun. Biasanya masyarakat di berbagai daerah melakukan tradisi untuk menggelar acara menyambut bulan Ramadhan. Berikut tradisi unik di Indonesia menyambut Ramadhan.
1. Apeman
Tradisi Apeman dilakukan masyarakat Yogya menjelang datangnya bulan Ramadan. Tradisi dilakukan dengan membuat kue apem secara tradisional oleh anggota keluarga Keraton Yogyakarta Hadiningrat.
Tradisi Apeman dipimpin oleh permaisuri sultan serta diikuti bersama para perempuan dari keluarga keraton lainnya. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah serta ungkapan rasa terima kasih.
2. Nyadran
Nyadran adalah tradisi yang dilakukan dengan serangkaian kegiatan. Mulai dari membersihkan makam keluarga, membawa makanan hasil bumi (sadranan), kemudian makan bersama (kenduri), yang dilakukan satu bulan sebelum dimulainya puasa.
Tradisi Nyadran ini dipercaya sebagai ritual pembersihan diri menjelang puasa Ramadan, bentuk bakti kepada anggota keluarga yang telah meninggal dengan membersihkan makam hingga mengirim doa. Tradisi ini kerap dilakukan oleh masyarakat Jawa Tengah.
[Baca juga : "Warna-Warni Tradisi Unik Saat Ramadan"]
3. Munggahan
Tradisi Munggahan ini dilakukan oleh masyarakat Jawa Barat. Munggahan dilaksanakan pada akhir bulan Sya’ban atau beberapa hari menjelang bulan Ramadan. Pelaksanaan tradisi Munggahan dapat dilakukan beragam cara. Mulai dari silaturahmi ke rumah keluarga dan kerabat, saling meminta maaf, makan bersama, hingga melakukan ziarah anggota keluarga yang telah meninggal dunia. Munggahan dilakukan sebagai cara untuk membersihkan diri sebelum memasuki bulan Ramadan serta wujud rasa syukur kepada Allah.
4. Meugang
Di Aceh terdapat tradisi yang dilakukan sebelum memasuki bulan Ramadan, yaitu Meugang. Tradisi Meugang ini telah dilakukan sejak masa Kerajaan Aceh pada 1607-1636 Masehi. Ketika itu, Sultan Iskandar Muda memotong hewan dalam jumlah besar yang kemudian membagikannya kepada seluruh warga Aceh.
Hal ini dilakukan sebagai rasa syukur serta tanda terima kasih kepada warga Aceh. Hingga saat ini, tradisi ini pun mengakar di tengah masyarakat serta dilaksanakan untuk menyambut hari besar umat Islam. Tradisi Meugang dilakukan dengan memasak daging dalam jumlah besar, yang kemudian akan disantap bersama keluarga atau kerabat. Selain itu, daging yang telah dimasak ini juga dibagikan ke masjid. Hal ini dilakukan agar semua orang dapat merasakan kebahagiaan dan kebersamaan. (Sumber: Artikel okezone.com Foto @mirroreye)
...moreTRIPTRUS – WWF Indonesia mengajak masyarakat luas untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih rahmah lingkungan, dengan bijak memilih produk dan jasa wisata yang baik dengan mendukung kampanye #BeliYangBaik. Kampanye #BeliYangBaik diluncurkan pada tanggal 5 November 2015, yang bertepatan denga peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN).
Melalui Kampanye #BeliYangBaik, konsumen diajak memilih produk-produk wisata bahari yang tidak berdampak negatif terhadap lingkungan dan membuat aksi nyata untuk menghentikan dampak negatif tersebut. Untuk mendukung Kampanye #BeliYangBaik, WWF Indonesia meluncurkan Panduan Seri Mengamati dan Berinteraksi dengan Satwa Laut.
Lewat acara ini WWF memperkenalkan cara mengamati & berinteraksi dg satwa laut utk wisata bahari yg ramah lingkungan. Indonesia memiliki kekayaan laut yang potensial untuk dijadikan wisata bahari. Namun, kondisi ekosistem laut Indonesia terancam rusak, salah satunya akibat sampah. Ancaman pada ekosistem laut lainnya adalah praktik wisata bahari yg salah sehingga menganggu satwa laut. Para penyedia jasa wisata dan wisatawan dianggap memiliki peran yang penting dalam membantu pelestarian destinasi wisata. WWF Indonesia juga menginisiasi program bertajuk “Signing Blue” sebagai inovasi dan wadah bagi penyedia jasa pariwisata dan wisatawan untuk ikut serta melindungi sumber daya alam. Klik link berikut ini untuk mengunduh Panduan Seri Mengamati & Berinteraksi Dengan Satwa Laut.
...more