TripTrus.Com - Objek wisata Banten Lama, jarak tempuhnya sekitar 10 kilometer dari Alun-Alun Kota Serang dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit. Namun, sayangnya kondisi Banten Lama tersebut jauh dari harapan wisatawan. Sebab, yang tersisa hanyalah cerita mengenai kejayaan Kesultanan Banten itu pun mulai memudar seiring dengan kondisi objek wisata yang terkesan tidak terawat.
Kali ini admin @explore_serang mengulas sejarah singkat Keraton Surosowan Keraton Surosowan sampai saat ini belum diketahui kapan Keraton Surosowan dibangun dan siapa arsiteknya? Karena bangunan itu tinggal pondasinya saja, hingga arkeolog yang melakukan penelitian disana belum bisa menggambarkan indahnya arsitektur bangunan tersebut. Dengan kemegahannya, Keraton ini disebut juga 'Forth Diamond' yang artinya Benteng Intan yang indah. Sementara yang baru diketahui para peneliti, keraton hancur terbakar pada waktu terjadi perang saudara antara Sultan Haji dengan Sultan Ageng Tirtayasa. Kini, diseputar reruntuhan keraton masih bisa disaksikan bekas bangunan 'bale kembang' atau biasa disebut Roro Denok yang dikelilingi air. Kemudian di sebelah selatannya terdapat pancuran mas, tempat mandi keluarga sultan lengkap dengan kolam renangnya. Foto : @ayunmakhzun @dronecilegonserang Sumber info : Buku 'Kota Intan yang tenggelam' terbitan BPCB Serang [ #infoexploreserang ] #keratonsurosowan #heritage #kotaserang #banten #indonesia #excitingbanten #banten7wonders #ayokebanten #genpibanten #exploreserang #explorebanten #exploreindonesia #wonderfulindonesia #pesonaindonesia
A post shared by Explore Serang (@explore_serang) onMar 28, 2018 at 6:27pm PDT
Seperti halnya objek wisata sejarah di Indonesia yang terbengkalai, nasib Banten Lama yang masuk dalam wilayah Kecamatan Kasemen tersebut tidak terawat akibat keterbatasan anggaran. Inisiatif perbaikan saat ini mulai menggunakan anggaran pemerintah provinsi. Itu pun pelaksanaannya bertahap.
Sebenarnya, apa saja yang terdapat di dalam kompleks Banten lama sehingga membuat peninggalan sejarah ini patut untuk menyelamatkannya? Kalau melihat geografisnya, lokasi yang berada di tepi pantai tersebut seharusnya dapat menjadi potensi mendatangkan devisa bagi pemerintah daerah karena selain memiliki cerita sejarah, juga pemandangannya akan membawa pengunjung ke beberapa abad silam.
Di dalam kompleks Banten Lama, pengunjung dengan mudah dapat menemukan peninggalan Keraton Surosowan, Keraton Kaibon, dan Benteng Spellwijk. Di kawasan tersebut juga terdapat Museum Kepurbakalaan Banten, Masjid Agung Banten, dan Vihara Avalokitesvara.
[Baca juga : "Tiga Bangunan Bersejarah Banten Lama Ini Layak Dikunjungi"]
Vihara Avalokitesvara pada abad ke-16 yang merupakan salah satu Vihara tertua di Indonesia. Vihara ini memiliki sebutan sebagai Kelenteng Tridarma karena Vihara ini melayani tiga kepercayaan, yaitu Buddha, Kong Hu Cu, dan Taoisme. Bagi wisatawaan yang beragama lain, tetap dapat mengunjungi vihara ini dengan leluasa.
Salah satu pengurus vihara ini menjelaskan bahwa patung Dewi Kwan Im yang berada di dalam Vihara sudah berumur hampir sama dengan bangunan tersebut. Pada tahun 2009, vihara ini pernah mengalami kebakaran akibat arus pendek listrik.
Kebakaran yang terjadi pada saat itu membuat sebagian bangunan habis terbakar. Akan tetapi, patung Dewi Kwan Im yang bersejarah tersebut berhasil selamat dari kobaran api.
Tidak hanya masyarakat lokal yang berkunjung ke vihara ini, banyak wisatawaan dari luar daerah datang berkunjung untuk beribadah maupun sekadar ingin tahu, bahkan wistawan dari luar negeri juga ikut berkunjung ke lokasi ini.
Saat ini, Pemerintah Provinsi Banten sedang melakukan penataan di sekitar wilayah vihara bersejarah ini. Penataan yang dilakukan oleh Pemprov Banten ialah dari kebersihan, penataan pedagang kaki lima, pemisahan zona-zona khusus yang memiliki nilai sejarah, serta perbaikan kanal-kanal yang ada di sekitar kawasan tersebut.
Penataan ini bertujuan agar pengunjung yang datang ke daerah wisata Banten Lama merasa nyaman. Selain itu, melestarikan nilai-nilai sejarah yang berada di kawasan Banten Lama.
Objek sejarah lainnya yang wajib dikunjungi di kompleks Banten Lama adalah Istana Keraton Kaibon. Berdasarkan cerita sejarahnya tempat ini merupakan kediaman Ratu Aisyah ibu dari Sultan mSyaifuddin. Bangunan ini hancur karena di serang tentara Belanda pada saat peperangan melawan Kerajaan Banten yang tersisa sampai saat ini hanya sebagian dari bangunan istana.
Di lokasi yang berdekatan terdapat Istana Keraton Surosowan merupakan kediaman para Sultan Banten, di antaranya Sultan Maulana Hasanudin hingga Sultan Haji. Masjid Agung Banten merupakan salah satu bangunan peninggalan Kerajaan Banten yang hingga kini masih berdiri kukuh. Dibangun pada tahun 1652, tepat pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanudin, putera pertama Sunan Gunung Jati.
Masjid ini memiliki beberapa keunikan corak, di antaranya menaranya berbentuk mirip mercusuar, atapnya menyerupai atap dari pagoda khas gaya arsitektur Cina, ada serambi di kiri-kanan bangunan, serta kompleks pemakaman sultan Banten beserta keluarganya di sekitar kompleks masjid.
Di dalamnya, terdapat sembilan makam sultan beserta keluarganya. Makam yang sering dikunjungi pengunjung di antaranya makam Sultan Hasanudin dan makam Sultan Abul Mafakhir.
Makam sultan Maulana Hasanudin beserta keluarga dan para pengawalnya berlokasi di sisi utara Mesjid Agung Banten, terdapat dua bagian bangunan pemakaman pada bagian dalam tempat sultan beserta keluarga, sedangkan di sisi luar makam para pengawal.
Masjid Agung Banten bisa dibilang salah satu masjid tertua di Indonesia juga karena masjid ini berdiri sejak zaman kesultanan di Banten kira-kira pada tahun 1556. Masjid ini pun menjadi saksi sejarah Banten pernah memiliki pemerintahan kerajaan.
Penataan
Hasil dari penataan atau revitalisasi menjadikan komples Banten Lama menjadi bersih dan lebih rapi dengan tidak adanya pedagang pedagang yang berkeliaran dan mendirikan gerobak kaki lima, dan halaman di sekitar masjid sudah dipasangi paving block menggantikan hamparan ialang.
Ketika masalah datang menghampirimu, jangan berharap ia akan mudah, namun berharaplah bahwa ia akan membuatmu dewasa. . . . . #pelabuhankarangantu #exploreserang #vscocam #xiaomiyiindonesia
A post shared by Jajang Rukadi 🎧 (@_jajangrukadi) onApr 17, 2018 at 5:16am PDT
Jalan menuju tempat ini pun sangat mudah tinggal menuju Pelabuhan Karangantu atau ke arah Kasemen. Namun, untuk sampai ke jalan tersebut saat ini sedang ada pekerjaan pembetonan.
Pengunjung wisata Banten Lama tetap dapat membeli oleh-oleh dari pedagang yang kini ditempatkan pada lokasi yang sudah ditetapkan. Pedagang biasanya selain menjajakan makanan dan minuman juga cendera mata, seperti kerajinan Suku Badui, golok asli Ciomas, dan masih banyak yang lainnya. (Sumber: Artikel republika.co.id Foto vakansinesia.com)
...moreTripTrus.Com - Setelah mengalami vakum selama dua tahun akibat pandemi COVID-19, Dinas Pariwisata (Dispar) Buleleng akan menggelar kembali Lovina Festival. Festival Lovina rencananya akan digelar pada bulan Juli 2023.
Hal ini memberikan harapan baru bagi pelaku pariwisata dan UKM di Buleleng. Lovina Festival memiliki daya tarik yang besar bagi wisatawan mancanegara maupun domestik. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait persiapan festival yang akan berlangsung di Pantai Lovina.
View this post on Instagram
A post shared by Anjar Tri Astuti (@triastutianjar)
"Kami telah mendorong komunitas seni dan para pelaku industri pariwisata di kawasan Lovina untuk bersama-sama menyelenggarakan Lovina Festival yang pertama kali setelah pandemi COVID-19," ujar Kepala Dispar Kabupaten Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, pada Kamis (20/4/2023).
Dalam menentukan waktu penyelenggaraan, Dody mempertimbangkan periode high season pada bulan Juli. High season diharapkan dapat menarik minat sebanyak mungkin dari wisatawan mancanegara.
Selama tiga hari, wisatawan dapat menikmati Lovina Festival yang menampilkan pertunjukan seni dan budaya serta kuliner khas Buleleng. Festival ini akan lebih mengutamakan perkembangan sektor seni dan budaya serta ekonomi kreatif. "Dalam penyelenggaraan Lovina Festival tahun ini, akan diadopsi banyak ide dan gagasan baru," jelasnya.
[Baca juga : "Pengaruh Pertandingan FIFA Matchday Indonesia Vs Argentina Terhadap Pariwisata Menurut Sandiaga"]
Event ini juga menjadi momentum untuk memulihkan sektor pariwisata di kawasan Lovina. Melalui Lovina Festival, Dispar Buleleng akan menunjukkan bahwa Lovina sebagai kawasan wisata memiliki beragam talenta seni dan budaya yang khas.
"Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan seni dan budaya kepada para tamu wisatawan yang akan menjadikan Lovina Festival sebagai agenda tetap setiap tahun, sehingga mereka dapat kembali pada periode high season berikutnya, bahkan mengajak keluarga dan kerabat mereka untuk datang ke sini," tambahnya. (Sumber Foto @cityzens_reports)
...moreTripTrus.Com - Lo masih inget kan film Eat, Pray, Love yang dibintangi Julia Roberts? Film ini cerita tentang Elizabeth Gilbert yang nyari ketenangan hidup dengan keliling dunia, salah satunya ke Bali. Syuting film ini bikin Bali heboh, dan bahkan jadi promosi gratis yang untungnya sampe jutaan dolar, lho!
1. Teras Sawah Tegalalang
Teras Sawah Tegalalang di Ubud ini tempat yang paling hits, bro! Tempat ini jadi spot favorit Julia Roberts buat meditasi dan foto-foto. Sawah di sini aesthetic banget, sistem teraseringnya bikin sawahnya rapi abis. Kalau lo ke Ubud, jangan sampe kelewatan spot ini, ya!
2. Pantai Padang Padang
Sebelum film ini tayang, Pantai Padang Padang belum banyak yang tau, bro! Lokasinya di Pecatu, Badung, tersembunyi di balik tebing. Di film, Julia Roberts santai di air jernih dan pasir putih yang bikin betah. Setelah film ini, banyak orang penasaran dan dateng ke sini. Selain berenang, lo bisa surfing, berjemur, atau baca buku di tepi pantai. Keren banget, kan?
3. Ubud Art Market
Trus, ada Ubud Art Market di pusat Ubud. Pasar ini rame dan warna-warni banget. Di sini lo bisa dapet barang seni, pakaian, dan barang unik lainnya. Ada topeng kayu Bali, patung-patung, pernak-pernik, dan baju tidur lucu. Harganya juga masih ramah di kantong. Kalau mau nawar, nawar aja yang wajar dan tetep sopan. Kelilingin dulu pasar ini, pasti banyak barang murah meriah yang bikin lo puas belanja!
[Baca juga : "7 Destinasi Healing Ala 'Eat, Pray, Love' Yang Wajib Dikunjungi Di Bali"]
4. Monkey Forest
Monkey Forest di sekitar Ubud juga gak boleh kelewatan! Di buku dan filmnya, Gilbert sering lewat sini tiap naik sepeda. Di sini, lo bisa liat monyet-monyet yang berkeliaran bebas. Monyet-monyet ini dihormati sama masyarakat Hindu, dan ada Pura Dalem Agung Padangtegal plus pura kremasi. Tapi, hati-hati jangan pake perhiasan atau barang yang bisa bikin monyet tertarik, karena mereka bisa nakal dan nyolong barang. Jadi, tetap waspada ya!
5. Rumah Ketut Liyer
View this post on Instagram
A post shared by Ariana Martins (@arianaa_martins)
Terakhir, ada Rumah Ketut Liyer di Jalan Raya Pengosekan, Ubud. Dia ini guru spiritual yang bakal baca wajah dan garis tangan lo. Katanya, tiap orang punya ciri khas di tengkuknya masing-masing. Sesi ramalan di sini santai banget, sering diselingi candaan yang bikin lo ngakak. Sebelum pulang, lo bakal dapet wejangan dari Ketut Liyer yang bisa ngebantu hidup lo. Datang pagi-pagi biar dapet nomor antrian pertama, ya!
Jadi, lo udah siap jalan-jalan ke lokasi syuting Eat, Pray, Love di Bali? Dari spot yang bikin lo ngerasa kayak Julia Roberts, sampe tempat hits yang bikin liburan lo makin seru. Semoga informasi ini bikin lo makin semangat liburan di Bali. Jangan lupa siapin kamera, hati-hati sama barang bawaan lo, dan nikmatin keindahan Bali dengan gaya lo sendiri! Selamat liburan, guys! (Sumber Foto @overdressedmoonchild)
...moreTripTrus.Com - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, bersama para pegiat kopi kembali bakal menggelar Festival Kopi Temanggung.
View this post on Instagram
http://m.mediaindonesia.com/read/detail/174350-festival-kopi-temanggung-ke-4-digelar-september https://www.suaramerdeka.com/news/baca/107563/festival-kopi-temanggung-keempat-akan-dibuat-lebih-baik http://radarsemarang.com/2018/07/24/festival-kopi-2018-dirancang-lebih-menarik/ #festivalkopitemanggung2018 #festivalkopinusantara #festivalkopibogor2018 #festivalkopiflores #festivalkopitemanggung #festivalkopitanahairkita #pariwisatatemanggung #genpijateng #kopitemanggung #nikmatnyakopinegeritembakau #hipmijateng
A post shared by festival kopi temanggung 2018 (@feskop_temanggung) onAug 20, 2018 at 9:27pm PDT
Ketua Panitia Festival KopiTemanggung Ardhi Wiji Utomo mengatakan Festival Kopi yang diselenggarakan untuk keempat kalinya ini berlangsung di Gedung Pemuda Temanggung pada 28 September hingga 1 Oktober 2018. “Tahun ini akan ada 60 stan,” kata dia di Temanggung, Selasa, 25/9.
Ardhi mengatakan arnimo tahun ini memang lebih besar ketimbang sebelumnya. Tahun lalu hanya ada 40 stan. Dari 60 stan yang ikut itu 42 di antaranya merupakan stan kopi dan 18 lainnya stan pendukung. “Misalnya kuliner dan lain-lain," katanya.
[Baca juga : "Sejarah Singkat Pabrik Gula Madukismo Jogja"]
Tujuan festival kopi ini adalah untuk memperkenalkan kopi Temanggung. Menurut Ardhi geliat usaha kopi di Temanggung semakin meningkat. Saat ini diperkirakan ada sekitar 100 merek kopi kemasan Temanggung.
Festival juga akan jadi ajang pertemuan antara buyer pabrikan, eksportir kopi, dan kopi shop, dan petani kopi. “Jika semua pihak terkait sudah saling kenal dan ada kesepakatan diharapkan nantinya ada ekspor kopi langsung dari Temanggung," kata Ardhi..
View this post on Instagram
Makin dekat aja nih Festival Kopi Temanggung yang ke 4 . Ingat-ingat tanggalnya bro sist! Ramaikan acaranya!!!! 😉😉😉 • • • • #festivalkopitemanggung #rangopirakepenak #komunitaskopinusantara #ehayokngopi #kopisindoro #sindorocoffee #kopiarabika #arabicacoffee #kopihitam #blackcoffee #kopiindonesia #aselitemanggung #kopinusantara #coffee #coffeeaddict #kopilokal #kopijawa #javacoffee #hobikopi #kopienak #pecintakopi #sukakopi #coffeelovers #manualbrewing #kopitemanggung #temanggung #sindoro #jawatengah #kopijateng #indonesia
A post shared by festival kopi temanggung 2018 (@feskop_temanggung) onSep 24, 2018 at 9:11pm PDT
Guna memeriahkan acara panitia juga akan memnetaskan kesenian tradisional, seperti jaran kepang, topeng ireng, warokan, angklung, dan tarian dari Sanggar Didik Nini Thowok. Ada pula penampilan sembilan band akustik.
Lalu pada hari terakhir festival, 1 Oktober 2018, karena bertepatan dengan Hari Kopi Internasional panitia akan menyediakan 1.000 gelas kopi gratis. (Sumber: Artikel-Foto tempo.co)
...moreTripTrus.Com - Dalam beberapa tahun belakangan ini, semakin banyak film karya anak bangsa tayang di layar perak. Yang menarik, film-film itu pun mengambil lokasi pembuatan yang layak menjadi tujuan wisata. Film dan objek wisata dapat saling mendukung satu sama lain.
Apalagi jika film tersebut berlokasi indah. Ditambah lagi di era modern ini traveling sudah jadi gaya hidup bagi sebagian besar anak muda.
Film Laskar Pelangi misalnya, ia berhasil mendongkrak perkembangan roda pariwisata di Belitung. Adapula 5 Cm, sebuah film yang diadaptasi dari novel berjudul sama karangan Donny Dhirgantoro. Beberapa waktu setelah film tersebut naik layar, angka kunjungan ke Gunung Semeru pun makin meningkat.
Nah, penasaran film Indonesia apa saja yang berhasil mendongkrak objek wisata di Tanah Air? Berikut rangkuman 7 objek wisata yang menjadi lebih ramai karena dijadikan latar dalam film dilansir dari berbagai sumber.
1. Petualangan Sherina (2000) - Observatorium Bosscha
Most of the problems in life are because of two reasons: We act without thinking or We keep thinking without acting. #vocation #instatravel #travelercantik #backpackercantik #sweetpeanut #beautyoftravel #wonderfulindonesia #jejakpetualang #parapetualangcantik #indonesia_paradise #indonesia_photography #indonesiantraveller #travel #travelblogger #travelphotography #travelstagram #travelstories #bolangadventure #indozonetravel #ayodolan #jalanjalanmen #bandung #bosscha #observatory #lembang
A post shared by Beauty Of Travel (@beautyoftravel_) onAug 24, 2018 at 7:41am PDT
Masih ingat adegan di mana Sherina dan Saddam bersembunyi di sebuah gedung dari kejaran penculik? Ya, gedung itu adalah Observatorium Bosscha. Tempat peneropongan bintang tertua di Indonesia ini terletak di daerah Lembang, Bandung.
Di dalamnya terdapat bebrapa buah teleskop besar, di antaranya adalah teleskop Refraktor Ganda Zeiss, Schmidt Bima Sakti, Refraktor Bamberg, dan Cassegrain GOTO.
2. Java Heat (2013) - Candi Borobudur
#jogjascenery
A post shared by Amelia (@ameliawidiansyh) onAug 26, 2018 at 7:34am PDT
Java Heat adalah satu-satunya film yang mendapatkan izin syuting di kawasan Candi Borobudur. Candi yang terletak di Magelang, Jawa Tengah ini memang memiliki aturan yang sangat ketat.
Untuk mendapatkan izin syuting, tim film Java Heat ini bahkan harus mengurus izin ke pihak UNESCO, pemerintah Indonesia, kelompok masyarakat Buddha, dan beberapa lembaga lain.
3. The Raid 2 (2014) - Benteng Van der Wijck
Benteng Van Der Wijck merupakan benteng persegi delapan satu-satunya di indonesia. Dibangun tahun 1818 di Gombong, Jateng. Kayanya sih masih sodara sama Kapal Van Der Wijck, dibuat 1921 di Fyenoord, Rotterdam namun tenggelam di perairan Lamongan. Dan mungkin masih kerabat jauh sama Saluran Van Der Wijck, saluran yg pembangunannya tidak ada penggunaan teknologi mesin sama sekali, yg dibangun tahun 1909 di daerah Yogyakarta. Sosok yang mungkin menyatukan mereka bertiga adalah Carel Herman Aart Van Der Wijck yg lahir di Ambon 1840. hmmmmm hubungan yg rumit. #sejarah #benteng #hati #hmmm
A post shared by Hasan Hasbulah (@hhasbulah) onAug 25, 2018 at 4:37pm PDT
Benteng ini terletak di daerah Gombong, Kebumen, Jawa Tengah. Ia berdiri pada tahun 1818 atas prakarsa Jenderal Van den Bosch.
Dulunya, benteng ini didirikan dengan tujuan untuk memperkuat pertahanan dan mempersempit ruang gerak musuh di Kedu Selatan. Nah, dalam film The Raid 2, benteng ini dijadikan sebagai tempat tahanan.
4. AADC 2 (2016) - Gereja Ayam
‘Chicken church’ #bucketlist #indonesia #java #travel #drjvideo #bukitrhema https://youtu.be/A38GKzge9z0
A post shared by Johan Van Drunen (@drj_video) onAug 25, 2018 at 11:15pm PDT
Objek wisata ini menjadi semakin hit berkat film AADC 2. Bangunan yang sempat terbengkalai sejak tahun 1990-an ini terletak di atas Bukit Rhema di daerah Kembanglimus, Magelang, Jawa Tengah.
[Baca juga : "5 Spot Tempat Wisata Tersembunyi Di Indonesia Dengan Pemandangan Mewah!"]
5. Susah Sinyal (2017) - Air terjun Tanggedu
#tanggedu #sumba #ntt #exploresumba #airterjuntanggedu 🏔⛰🏔⛰
A post shared by Rizky Aditya Rahmad (@rizkyadityarahmad) onAug 26, 2018 at 7:40pm PDT
Objek wisata yang satu ini sempat muncul dalam film Susah Sinyal garapan Ernest Prakasa.
Meski untuk menuju ke sana harus menempuh perjalanan yang jauh dan agak melelahkan, pemandangan yang disuguhkan oleh air terjun yang berjarak sekitar 45 km dari Kota Waingapu ini sungguh tidak mengecewakan.
6. Yowis Ben (2018) - Kampung Tridi
So many colours that actually you feel inside your heart. Actually, when you started your day, you never know which one the lucky colour that you use as a power of fighter. Take your time. Keep remember that every colour has their own meaning. #colorful #amazing #amazingmalang #wonderfullindonesia #malangcity #kampungtridi
A post shared by Mahda Lena (@lenamahda869) onAug 25, 2018 at 10:20pm PDT
Jika Singapura mempunyai Kampong Glam, Malang memiliki Kampung Tridi. Dalam menggarap filmnya yang berjudul Yowis Ben, Bayu Skak menjadikan Kampung Tridi sebagai salah satu latar tempat utamanya.
Ratusan rumah yang berada di dekat Sungai Bratas tersebut sengaja dicat dengan gambar-gambar 3 dimensi, sehingga tampak nyata. Pengunjung dapat memanfaatkan tembok-tembok yang dihiasi dengan mural untuk berswafoto.
7. Love For Sale (2018) - Pantai Pasir Putih Cihara
The three great elemental sounds in nature are the sound of rain, the sound of wind in a primeval wood, and the sound of outer ocean on a beach ~Henry Benson~ . #beachlife #pantaipasirputihcihara #wisatabanten #eksplorelebak #keluarbentar #cihara
A post shared by Lucky eNeS (@luckynurvi) onJul 15, 2018 at 1:30am PDT
Pantai Pasir Putih Cihara yang terletak di Banten ini merupakan salah satu latar tempat dalam film Love For Sale. Tak hanya memiliki hamparan pasir yang indah serta batu-batu karang, di pantai ini juga terdapat cekungan berbentuk setengah lingkaran yang bisa dijadikan tempat berenang. (Sumber: Artikel liputan6.com Foto vakansinesia.com)
...moreTripTrus.Com - Lo tau gak sih, Mandalika di Nusa Tenggara Barat sekarang udah jadi salah satu destinasi wisata top di Indonesia? Gak cuma karena keindahan alamnya yang bikin mata lo melek, tapi juga karena event internasional kayak MotoGP, yang lagi-lagi mampir tahun ini di sana! Dari sirkuit kece Mandalika International Street Circuit sampe pantai-pantai cakep kayak Pantai Kuta dan Pantai Mandalika, semua udah paket lengkap buat bikin wisatawan lokal maupun mancanegara jatuh cinta.
View this post on Instagram
A post shared by Halo Lombok (@halolombok_)
Tapi, ada satu hal yang bikin Mandalika beda. Ini bukan soal sirkuit atau sunset aja, tapi kisah legendaris Putri Mandalika yang bikin lo makin penasaran. Jadi ceritanya, nama "Mandalika" diambil dari legenda seorang putri cantik yang rela ngorbanin diri demi perdamaian. Putri Mandalika yang dipuja banyak pangeran akhirnya loncat ke laut dari atas batu di Pantai Seger biar gak ada yang bertengkar demi dapetin cintanya. Gak lama setelah itu, muncullah nyale—cacing warna-warni yang dipercaya sebagai jelmaan Putri Mandalika. Nyale inilah yang terus jadi simbol kedamaian di Mandalika.
[Baca juga : "5 Desa Wisata Keren Di Lombok Yang Bikin Pengen Balik Lagi!"]
Nah, tiap tahun, buat mengenang pengorbanan Putri Mandalika, warga Sasak ngadain Festival Bau Nyale di Pantai Seger. Ini bukan sekedar nangkep nyale lho, tapi udah jadi festival budaya seru yang dibikin sepanjang malam! Ada tradisi bejambik, betandak, sampe belancaran atau keliling pakai perahu. Jadi, gak cuma nyale yang nangkepin, tapi lo juga bisa nikmatin kuliner lokal yang dimasak langsung dari tangkapan nyale dini hari sampe matahari terbit. Festival ini tuh bener-bener ngasih lo pengalaman unik dan vibes budaya lokal yang susah ditemuin di tempat lain.
Jadi, kalo lo mau lihat langsung gimana legenda Putri Mandalika hidup di hati masyarakat Sasak, atau lo sekadar mau ngerasain vibe keren di Mandalika, Festival Bau Nyale ini jawabannya. Di sana, lo gak cuma bakal terpesona sama keindahan alamnya, tapi juga bakalan dapet cerita bersejarah dan pengalaman seru yang cuma ada di Mandalika. (Sumber Foto @bg_dayat)
...moreTripTrus.Com - Heritage on Wheels adalah wisata sehari (one day trip) dengan destinasi kawasan bersejarah di Purworejo-Kutoarjo menggunakan bus klasik Dodge D Series.
Sensasi menumpang bus klasik mungkin bisa jadi pengalaman berbeda bagi para penggemar bus. Hal ini yang coba ditawarkan PO Sumber Alam dengan menggelar paket wisata open trip bertajuk Heritage on Wheels pada 21 Maret ini.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Sita Ratih Pratiwi (@sita_ratih)
Heritage on Wheels adalah wisata sehari (one day trip) dengan destinasi kawasan bersejarah di Purworejo-Kutoarjo menggunakan bus klasik Dodge D Series.
Meeting pointnya di Pool Bus Sumber Alam, Kutoarjo dengan durasi tur sekitar 7 jam, yakni pukul 08.00 – 15.00. Ada empat Situs Heritage dan Kawasan Kota Lama yang dikunjungi. Di antaranya Hogere Kweek School, Alun2 Purworejo, Gereja Santa Maria, Pendapa eks Kabupaten Kutoarjo dan Hotel Kencana.
[Baca juga : "Nikmati Sensasi Off Road Di Hutan Wisata Punti Kayu Hanya Rp80 Ribu"]
Dalam pengumuman via akun Instagramnya, Sumber Alam menyediakan paket tur ini dengan biaya Rp 275 ribu per orang. Jika Anda dari Jakarta, bisa ikut paket perjalanan seharga Rp 600 ribu yang sudah termasuk tiket PP Jakarta - Kutoarjo bersama bus Sumber Alam.
Fasilitas dalam tur ini antara lain bus vintage Dodge D Series dengan kapasitas seat maksimal 18 orang. Snack dan makan siang menu lokal. Serta merchandise kerajinan lokal dan pemandu sejarah. (Sumber: Artikel bus-truck.id Foto @sigit_asmodiwongso )
...moreTripTrus.Com - Berlibur semestinya tak melulu soal belanja, spot foto menarik, atau berburu makanan enak. Wisata budaya bisa jadi salah satu pilihan menghabiskan waktu berlibur yang menarik. Melihat berbagai budaya masyarakat Indonesia lengkap dengan kearifan masyarakat lokalnya tak hanya akan menyisakan pengalaman tak terlupakan, namun juga akan menambah wawasan Anda. Berikut ini Kompas.com merangkum 3 acara yang bertema wisata budaya yang akan digelar selama bulan Februari 2019.
1. Cap Go Meh di Singkawang
View this post on Instagram
#capgomehsingkawang
A post shared by STEVEN DAVID (@stevn_david) onMar 1, 2018 at 12:31am PST
Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Kalimantan Barat akan menggelar perayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang pada tanggal 5 hingga 19 Februari 2019. Perayaan ini dilaksanakan pada hari ke-15 setelah perayaan Tahun Baru Imlek.
Perayaan yang digelar secara rutin setiap tahunnya ini merupakan salah satu acara andalan untuk mendatangkan wisatawan mancanegara ke Kalimantan Barat. Tahun lalu, tercatat sebanyak 26 Duta Besar dari negara sahabat datang untuk melihat festival ini. Dalam perayaan ini Anda daat menyasikan ratusan orang yang dirasuki roh dewa atau leluhur yang biasa disebut tatung atau loya oleh warga sekitar melakukan parade mengelilingi kota dengan atraksi- atraksi ekstrem. Ada juga orang memukul gendang untuk mengusir roh jahat.
[Baca juga : "14 Kota Tua Di Indonesia Yang Sangat Apik Dan Instagramable"]
2. Festival Pulau Penyengat di Tanjungpinang
View this post on Instagram
@Regranned from @shaniachairani - Pakaian adat Melayu mempunyai warna yang berbeda dan masing-masing mempunyai artinya. Baju yang berwarna merah, merupakan yang diperuntukan untuk Raja dan Putri Raja, beserta keturunannya. Baju bewarna kuning diperuntukan untuk pegawai kerajaan dan keluarganya. Baju bewarna hijau diperuntukan Rakyat biasa dan keturunannya. . . Photo by : @nahorthoseahutagaol . . Cc to : @discovery_tanjungpinang @traveller_kepri @genpi_bintan @discovery_kepri @genpitanjungpinang @genpi_id @genpi_bintan @serbatanjungpinang @jheipul @kemenpar @pesonaid_travel @genpi.kepri @yopiefranz @robbysunata @wisatapenyengat @kemenpar @donkardono @mansyurebo . ---------------------------------------------------------------------- . #FPP2018 #FestivalPulauPenyengat #SulltanRiau #Mesjid #Penyengat #Visitpulaupenyengat #Wisatapulaupenyengat #Tanjungpinang #visittanjungpinang #Tanjungpinang #kepri #PesonaTanjungpinang #wonderfulriauislands #kemenpar #genpi_id #discovery_kepri #discovery_tanjungpinang #pesonaindonesia - #regrann
A post shared by Wonderful Riau Archipelago (@discovery_tanjungpinang) onFeb 10, 2018 at 6:35am PST
Festival ini telah dilaksanakan sejak tahun 2016. Festival ini merupakan acara unggulan Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau yang berpusat di Kota Tanjungpinang. Tahun ini festival ini akan digelar pada tanggal 14 hingga 18 Februari 2019 di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang. Dalam festival ini Anda akan menyaksikan berbagai perlombaan seperti Lomba Panggak Gasing, Lomba Jong, Lomba Dayung Sampan, Lomba Sampan Layar, Lomba Ngambat Itik, Lomba Pukul Bantal, Lomba Berbalas Pantun, Lomba Syarhil Gurindam, Carnaval Fashion, Lomba Berzanzi, Lomba Melukis dan Mewarnai, Festival Kuliner Melayu, dan Lomba Becak Hias.
3. Pesona Bau Nyale di Mandalika
View this post on Instagram
Ketika kita mengeluh: “Apa yg aku buat ni semua sia sia. " ALLAH menjawab : (فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ) "Siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji zarah sekalipun, niscaya ia akan melihat balasannya ” (Al Zalzalah : 7) . . #opponesia #oppocameraphone #pesonabaunyale2017
A post shared by an (@anprmst_) onFeb 16, 2017 at 4:54am PST
Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Barat akan menggelar acara bertajuk Pesona Bau Nyale pada tanggal 20 Februari 2019 di kawasan Mandalika. Pesona Bau Nyale merupakan core event kegiatan budaya di pesisir pantai selatan Pulau Lombok tepatnya di pantai Kuta, Seger, dan Aan di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Bau Nyale merupakan suatu kejadian alam yang diabadikan dalam legenda Putri Mandalika yang bijaksana yang menjadi rebutan dan ingin dipersunting oleh beberapa putra mahkota dari kerajaan-kerajaan Lombok. Bagaimana, tertarik? Jika iya, segera siapkan rencana perjalanan Anda. Selamat berlibur. (Sumber: Artikel travel.kompas.com Foto breakingnews.co.id)
...moreTripTrus.Com - Traveling memang seru banget buat kamu yang pengen nikmatin suasana baru. Biasanya, traveling dilakuin sama temen atau keluarga. Tapi, ada juga yang suka jalan sendirian, alias solo traveler. Nah, khususnya buat para cewek, kamu juga bisa loh jadi solo traveler tanpa takut!
Di negara kita, banyak banget destinasi keren yang cocok buat solo traveler. Nah, solo traveling ini bisa jadi cara seru buat eksplor tempat baru dan temuin jati diri sendiri. Tapi ya, sebagai cewek, yang namanya keamanan emang penting banget diutamain. Makanya, kamu perlu banget pilih kota yang aman dan terjamin. Nih, berikut beberapa rekomendasi kota yang aman di Indonesia buat solo traveler perempuan:
1. Seru Banget! Semarang, Kota Asik untuk Solo Traveler Perempuan!
Kalo kamu lagi cari destinasi solo traveling yang oke, cobain deh ke Semarang! Kota ibu kota Jawa Tengah ini terkenal banget dengan arsitektur kolonial dan sejarahnya yang kaya. Bukan cuma itu, Semarang juga punya banyak museum keren, seperti Museum Lawang Sewu dan Galeri Seni Kontemporer Semarang.
Yang paling keren, Semarang ini adalah kota yang aman buat kamu solo traveler perempuan. Penduduknya tuh ramah dan bersahabat banget. Jadi, kamu nggak perlu khawatir soal keamanan dan bisa betah menikmati perjalananmu dengan tenang. Jangan lupa juga cobain kuliner Semarang yang legendaris, seperti lumpia semarang, wingko babat, dan nasi ayam. Pasti bikin lidah kamu bergoyang dan perut kenyang!
Jadi, buat kamu yang pengen solo traveling tapi masih mikir soal keamanan, Semarang adalah pilihan yang tepat. Nikmatin suasana kota yang kaya sejarah, eksplor museum-museum keren, dan menikmati kuliner lezat. Semarang, siap untuk petualanganmu!
2. Asyik Banget! Solo, Kota Kekinian buat Solo Traveler Perempuan!
Hayo, ada yang mau ke Solo? Nah, Solo itu loh, salah satu kota di Jawa Tengah yang oke banget buat kamu yang suka solo traveling. Kota ini terkenal banget dengan budaya tradisional Jawanya, seperti batik dan wayang kulit. Seru banget bisa merasakan nuansa kentalnya!
Di Solo juga banyak tempat bersejarah yang keren abis, contohnya Keraton Kasunanan dan Keraton Mangkunegaran. Nah, buat kamu solo traveler perempuan, jangan khawatir ya, Solo ini adalah kota yang aman banget. Penduduknya ramah-ramah dan welcoming banget.
Gimana, seru kan? Jadi, Solo adalah destinasi yang ideal buat kamu yang mau solo traveling. Bisa merasakan budaya tradisional, explore tempat-tempat sejarah yang menarik, dan tentunya dapet pengalaman seru tanpa khawatir soal keamanan. Jangan lupa juga cobain kuliner khas Solo yang enak-enak, seperti nasi liwet, soto, dan serabi solo. Pasti bikin lidah kamu bergoyang!
Jadi, buat kamu yang lagi nyari destinasi solo traveling yang kekinian dan aman, Solo adalah pilihan yang pas. Jelajahi budaya tradisional, kunjungi tempat-tempat bersejarah, dan rasakan serunya solo traveling di Kota Solo!
3. Wow, Yogyakarta Keren Buat Solo Traveler Perempuan!
Siapa yang nggak kenal sama Yogya? Nah, Yogya itu tujuan yang super populer buat wisatawan, termasuk buat kamu yang suka berlibur sendirian. Kota ini keren banget, deh! Budayanya kaya, sejarahnya bikin terpukau, dan wisata alamnya indah banget. Nggak heran banyak yang suka ke sini!
Yogya juga adalah kota yang aman banget buat solo traveler perempuan. Jadi, kamu nggak perlu khawatir soal keamanan deh. Penduduknya juga ramah-ramah dan welcoming banget, jadi kamu pasti bakal nyaman dan dapet pengalaman seru di sini. Di Yogya, kamu bisa menjelajahi berbagai tempat wisata yang keren, misalnya candi Prambanan. Seru banget, kan? Kamu bisa merasakan nuansa sejarah yang kental dan keindahan alamnya yang bikin hati tenang.
Nggak cuma itu, Yogya juga punya kuliner enak banget yang wajib kamu cobain. Ada gudeg, bakpia, wedang ronde, dan masih banyak lagi. Pasti bikin perut kamu bahagia!
Jadi, buat kamu yang lagi nyari destinasi solo traveling yang keren, aman, dan penuh petualangan, Yogya adalah pilihan yang nggak bakal ngecewain. Nikmati kekayaan budaya, jelajahi tempat-tempat wisata yang epic, dan rasakan serunya solo traveling di Kota Yogya! Nggak sabar mau ke sini, kan? Yuk, persiapkan diri kamu dan rasakan serunya Yogya sekarang juga!
4. Denpasar, Serunya Solo Travel di Pusat Pulau Bali!
Siapa yang nggak kenal sama Denpasar? Pusat Pulau Bali ini punya pesona yang bikin kamu nggak bisa berhenti jatuh cinta! Pantainya yang indah, puranya yang memukau, dan atraksi budayanya yang keren, semuanya ada di Denpasar! Kota ini juga punya banyak museum seru, seperti Museum Bali dan Museum Le Mayeur. Kamu bisa melihat koleksi-koleksi keren dan mengeksplorasi kekayaan budaya Bali yang memukau di sini.
Nggak cuma itu, Denpasar juga termasuk kota yang aman banget buat solo traveler perempuan. Kamu bisa menjelajahi kota ini dengan tenang dan nyaman tanpa harus khawatir soal keamanan. Penduduknya ramah-ramah dan senang membantu, jadi kamu pasti akan merasa welcome dan dijaga di sini.
Tapi ingat, meskipun kota-kota ini aman, tetaplah berhati-hati dan waspada ya. Jangan ragu untuk meminta bantuan jika kamu butuh, dan selalu berpegang pada instingmu sendiri.
[Baca juga : "Nikmati Liburan Seru Tanpa Bikin Kantong Jebol! Yuk, Staycation Ala Anak Muda!"]
5. Bandung, Kota Keren Buat Solo Travel dengan View dan Kuliner Mantap!
Siapa yang nggak suka Bandung? Kota di Jawa Barat ini punya segudang keindahan yang bikin betah berlama-lama. Mulai dari iklimnya yang sejuk, pemandangan yang indah, sampai makanan-makanannya yang enak banget!
Nggak cuma itu, Bandung juga punya banyak pusat perbelanjaan keren buat kamu yang suka shopping. Paris Van Java Mall dan Cihampelas Walk adalah beberapa tempat yang wajib dikunjungi. Di sini kamu bisa belanja sepuasnya dan menemukan berbagai barang kece yang nggak bisa kamu lewatkan.
Yang paling penting, Bandung juga termasuk kota yang aman untuk solo traveler perempuan. Kamu bisa menjelajahi Bandung dengan tenang dan nyaman tanpa harus khawatir soal keamanan. Penduduknya ramah-ramah dan suka membantu, jadi kamu pasti akan merasa welcome dan dijaga dengan baik.
Jadi, jangan ragu buat menjadikan Bandung sebagai destinasi solo travelmu. Di sini kamu bisa menikmati suasana sejuk, menikmati pemandangan yang indah, mencicipi kuliner-kuliner lezat, dan merasakan keramahan penduduk setempat. Siapkan backpackmu, siapkan kamera, dan siapkan perutmu buat menjelajahi Bandung yang seru dan menarik!
Nah, jadi buat kamu yang suka solo traveling, Yogyakarta, Solo, Semarang, Bandung, dan Denpasar adalah pilihan kota yang aman dan seru buat kamu. Di sini kamu bisa menikmati kekayaan budaya, menjelajahi tempat-tempat wisata yang indah, dan merasakan keramahan penduduk setempat.
Jadi, persiapkan dirimu dan jangan ragu untuk merencanakan solo travel ke kota-kota ini. Serunya petualangan menanti di Denpasar dan kota-kota lainnya! (Sumber Foto @shintaarfany26)
...more