shop-triptrus



Tanah Lot

Setiap tahun, Tanah Lot dikunjungi oleh sekitar satu juta wisatawan domestik dan mancanegara. Bisa dikatakan tempat ini menjadi salah satu ikon kepariwisataan Provinsi Bali. Erosi yang disebabkan oleh air laut telah membentuk sejumlah gua di sekitarnya, yang menjadi tempat hidup ular-ular laut. Masyarakat setempat percaya kalau ular-ular itu merupakan hewan milik Dewa yang mendiami Pura Tanah Lot sehingga tidak boleh diganggu.Yang membuat tempat ini semakin indah tentu saja dengan adanya bangunan pura yang terletak di bibir pantai yang curam, bernama Pura Tanah Lot. Ketika air laut pasang, Pura Tanah Lot akan terlihat seperti daratan yang mengambang di tengah pantai. Para wisatawan baru bisa menginjakkan kaki di tempat ini saat air laut mulai surut.  Pura ini dibangun pada abad ke-15 oleh Danghyang Nirartha atau Pedanda Bawu Rawuh yang berasal dari Kerajaan Majapahit. Pada masa itu Tanah Lot dikuasai oleh Bendesa Beraben yang konon iri pada kesaktian Danghyang Nirartha yang mampu merebut simpati masyarakat Bali untuk memeluk agama Hindu. Lalu, Bandesa Beraben memaksa Danghyang Nirartha untuk segera meninggalkan Tanah Lot. Namun sebelum pergi, Danghyang Nirartha menggunakan kekuatan serta kesaktiannya untuk memindahkan sebuah batu berukuran sangat besar ke tengah pantai, lalu membangun sebuah pura di atasnya. Danghyang Nirartha juga mengubah selendangnya menjadi ular yang menjadi penjaga pura.Pura Tanah Lot ini sangat disukai oleh para fotografer yang ingin mengabadikan pura dengan latar matahari terbenam. Di dekat Pura Tanah Lot yang sangat indah ini, terdapat juga pura-pura lain yang berukuran lebih kecil, seperti: Pura Pakendungan, Pura Penataran, Pura Penyawang, dan lain-lain. Area wisata Tanah Lot berada di Desa Beraban, berjarak sekitar 13 kilometer dari Tabanan, atau sekitar 22 kilometer dari Kota Denpasar. Sementara dari Bandara Ngurah Rai, lokasi ini berjarak sekitar 25 kilometer dan bisa ditempuh dalam waktu sekitar 45 menit.Tarif tiket masuk yang ditetapkan bagi wisatawan domestik yang ingin menikmati keindahan Tanah Lot adalah Rp 5.000,00 untuk anak-anak dan Rp 7.500,00 untuk orang dewasa. Sementara harga tiket masuk untuk wisatawan mancanegara sebesar Rp 10.000 untuk anak-anak dan orang dewasa. Dan biaya parkir kendaraan Rp 2.000,00 untuk motor, Rp 5.000,00 untuk mobil, dan Rp 10.000,00 untuk bus. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

5 Destinasi Wisata Sejarah Murah Meriah di Jakarta

TripTrus.Com - Punya hobi menikmati wisata sejarah? Tak perlu jauh-jauh pergi ke luar kota untuk bisa memuaskan minat Anda. Sebab, Jakarta punya banyak sekali destinasi menarik yang bisa dikunjungi untuk melakukan trip tersebut. "Selain bersejarah, tempat wisata Jakarta ini pun terkenal sebagai destinasi murah meriah. Jadi, tak perlu takut isi dompet akan terkuras saat ingin mengunjungi destinasi wisata ini." Berikut daftar tempat wisata sejarah murah meriah yang bisa Anda kunjungi di waktu liburan akhir pekan, seperti: 1. Kawasan Kota Tua   History of Djakarta #batavia #jakarta #old #kotatua #oldcity #bw #black #history #2018 #camera # A post shared by Freelense Photography (@old_lense) onJan 7, 2018 at 7:47pm PST Kalau yang satu ini tentulah sudah tahu. Ya, Kawasan Kota Tua Jakarta memang jadi peninggalan kolonial Belanda yang masih bertahan hingga saat ini. Jejak-jejak masa lampau sangat terasa ketika Anda melihat berbagai macam bangunan tua yang berdiri kokoh di sana. Arsitektur bernuansa Eropa klasik yang kental bisa membuat Anda seperti berada di masa lampau. Berwisata sejarah makin seru karena di tempat ini terdapat berbagai atraksi wisata menarik, mulai dari trip museum, sewa sepeda ontel, tempat wisata kuliner, hingga beragam keseruan lainnya. 2. Kepulauan Seribu   Berwisata ke pulau kelor, cipir, dan onrust. Pulau2 yang menjadi saksi sejarah perjalanan panjang dari Batavia sampai Jakarta. Pulau yang menjadi garda terdepan pertahanan Batavia sekaligus pengasingan bagi narapidana bahkan yang terjangkit penyakit. Tempat yang terkesan mengisolasi manusia ini pun pernah digunakan sebagai asrama haji bagi mereka kaum muslim yang akan pergi haji dengan kapal. Pertanyaan yang menarik yang kemudian muncul adalah, mengapa Belanda mengurusi haji? Padahal kita tau Belanda adalah kerajaan kristen. A post shared by kholidzam (@kholidzaim) onNov 26, 2017 at 5:00am PST Selain menikmati keindahan pulau dan pantai yang cantik, Anda pun bisa berwisata sejarah saat masuk ke kawasan Kepulauan Seribu dengan mendatangi Pulau Kelor, Pulau Cipir, dan Pulau Onrust yang dijadikan sebagai cagar budaya. Di pulau-pulau ini terdapat bangunan bersejarah seperti Benteng Martello, reruntuhan gedung tua, museum, hingga makam Kartosuwirjo. Kalau ingin datang ke sana, Anda bisa ikut  open trip yang diselenggarakan jasa agen travel. Rata-rata biaya yang diperlukan berkisar Rp 150-300 ribu untuk tur sejarah satu hari penuh.   3. Monumen Nasional   Jangan hanya suka dengan profesi mu, cintai profesi mu semua yang terasa ringan seberat apapun cobaannya. . . . #HappyMonday #GoodMorning #Jakarta #ThePowerOfSilent #MancungDikit A post shared by Surya Darma (@suryaceh) onJan 7, 2018 at 3:41pm PST Monumen Nasional atau biasa disebut Monas adalah salah satu ikon wisata Indonesia yang sudah dikenal dunia. Monumen ini didirikan untuk mengenang perjuangan rakyat melawan penjajahan Belanda. Saat berada di Monas jangan lupa kunjungi Museum Sejarah Nasional dan Ruang Kemerdekaan untuk melihat beragam diorama yang bercerita tentang gigihnya para pahlawan mengusir bangsa kolonial.  4. Monumen Pancasila Sakti   Sabtu belajar sejarah. #Jakarta #museum #ayokemuseum #history A post shared by travellie (@travellie__) onSep 9, 2017 at 8:03am PDT Monumen Pancasila Sakti dibangun untuk mengenang jasa para pahlawan revolusi yang wafat dalam tragedi G30S/PKI. Selain monumen, daya tarik utama di sini tentunya adalah Sumur Lubang Buaya, tempat jenazah tujuh pahlawan revolusi dibuang dulu. Ada juga Museum Pengkhianatan PKI, Museum Paseban, rumah sederhana yang dulu dijadikan dapur umum, pos komando, dan rumah penyiksaan. 5. Museum Bahari   Selamat pagi, cuaca mendung diiringi rintik hujan yang turun dari langit yang menandakan berkah di pagi hari ... tetap semangat kawan-kawan ... #museumbahari #menara #syahbandar #enjoyjakarta #newyear2018 #ayokemuseum A post shared by Museum Kebaharian Jakarta (@museumkebaharianjkt) onJan 3, 2018 at 5:02pm PST Museum Bahari dulunya adalah gudang rempah-rempah VOC yang berada di tepi Teluk Jakarta yang merupakan pusat perniagaan penting pada masanya. Nuansa sejarah sangat terasa saat berada di dalam museum ini. Pasalnya, arsitektur yang digunakan masih mempertahankan keaslian bangunannya. Bisa dilihat dari tiang penyangga gedung yang terbuat dari kayu ulin berdiri kokoh hingga saat ini. Anda bisa mendapatkan banyak informasi menarik tentang dunia bahari Indonesia di sini. (Sumber: Artikel liputan6.com, Foto Amieykha)
...more

4 Tips Pertama Kali Ajak Anak Balita Anda Traveling

TripTrus.Com - Sebagai seorang penggila traveling, travel blogger Nila Tanzil ingin menularkan hobinya kepada sang buah hati. Tidak heran jika Nila sudah memboyong putri pertamanya Sienna Tanzil Petersen berpergian jauh sejak masih berusia tiga bulan.    Enjoying the view of Mount Cook after a heavy hike 600m uphill... someone did it sleeping... #babycarrier #ergobaby A post shared by reizenmetspuitluiers (@reizenmetspuitluiers) onJan 3, 2018 at 12:42am PST Bahkan beberapa bulan lalu, pendiri Taman Bacaan Pelangi itu mengajak Sienna yang 1 Desember mendatang genap berusia setahun berkeliling sejumlah negara di Eropa. Sering bolak-balik Jakarta - Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, untuk memantau taman bacaannya, Nila pun pergi bersama putrinya.  "Besok aku ke Labuan Bajo lagi. Ini perjalanan keenam Sienna ke sana," ujar Nila saat ditemui Wolipop di sela Nutrifood Leadership Award beberapa waktu lalu. "Menurut wanita yang sudah berkunjung ke 32 negara itu, mengenalkan traveling sedini mungkin kepada anak adalah bagian dari proses pembentukan karakternya." "Anak bisa belajar beradaptasi dengan cepat ketika dewasa kelak. Semakin sering traveling, anak akan mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar," kata wanita yang bercita-cita diving di lautan Galaspagos, Amerika Selatan, itu.  Nila sendiri juga sudah terbiasa traveling bersama kedua orangtuanya sejak kecil. Ayah dan ibunya berprofesi sebagai fotografer sehingga kerap berpergian jauh untuk berburu objek-objek unik dan cantik.  Meski usia Sienna belum segenap setahun, Nila merasa tidak kewalahan mengurus putrinya selama berpelesir, terutama ketika pertama kalinya Sienna berpergian jauh. Padahal, ia melancong tanpa pengasuh. Bagaimana bisa?  Menurut wanita berkulit eksotis ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan orangtua yang ingin mengajak anak balitanya berpergian jauh untuk kali pertama dengan atau tanpa pengasuh.  1. Santai, Jangan Cemas Berlebihan Wajar bila orangtua merasa cemas mengingat ini perjalanan jauh pertama bagi buah hati mereka. Entah itu cemas soal kesehatan, persediaan makanan dan minuman, atau pakaian mereka. "Santai saja, jangan terlalu cemas. Soalnya anak peka dan bisa merasakannya. Kalau orangtua panik, anak pasti akan ikut rewel," ujar wanita yang lebih senang berwisata sendiri alias solo traveling itu. 2. Light Traveling,  Bawalah barang seperlunya. Jangan terlalu membebani beban Anda dengan barang yang terlalu berlebihan. Utamakan perlengkapan seperti pakaian, selimut, sepatu, obat-obatan, baby carrier seperti kereta bayi (stroller) dan rompi penggendong, serta mainan untuk menghibur buah hati.  "Pakaian juga secukupnya karena masih bisa dicuci. Kalau makan dan minuman juga bisa dibeli selama perjalanan," kata Nila yang juga berbagi tips traveling aman dan nyaman bersama anak di akun Instagram @Siennalittleeplorer.3. Wajib Bawa Selimut  Bagi Nila, benda yang satu ini sangat multifungsi sehingga wajib dibawa. Selain menghangatkan tubuh dari hawa dingin, selimut juga berfungsi sebagai alas tidur di kala tempat tidur kurang memadai. Kaus kaki dan topi juga masuk dalam daftar wajibnya.4. Gunakan Baby Carrier yang Tepat Saat menelusuri jalan pedesaan yang berbatu tentunya Anda akan kesulitan menggunakan stroller atau kereta bayi. Maka kenali medan sebelum berpergian untuk menggunakan baby carrier yang tepat. Stroller cocok untuk jalanan berpermukaan rata. Jika medannya kasar, rompi penggendong bayi bisa jadi pilihan. Pastikan Anda juga membewa gendongan yang diselempangkan untuk bayi. (Sumber: Artikel detik.com, Foto freepik.com)
...more

6 Alasan Nih Kenapa Harus Jalan-jalan Di Indonesia Aja

TripTrus.Com - Habis lamanya stuck di rumah, pasti kangen banget pengen jalan-jalan, kan? Nah, buat yang lagi mikirin liburan setelah pandemi, gak perlu deh jauh-jauh ke luar negeri buat dapetin pengalaman seru. Soalnya, liburan #DiIndonesiaAja juga bisa bikin kamu ketagihan sama pengalaman luar negeri, loh!       View this post on Instagram A post shared by 🌼 Silvia | S Family (@sfamilytrip) Ini dia 7 alasan kenapa harus jalan-jalan #DiIndonesiaAja: 1. Dari Destinasi keren, Kuliner enak, sampe Atraksi seru, semuanya ada di sini! Udah pada tau kan, Indonesia itu kaya banget budayanya, indah alamnya, dan sumber daya alamnya juga kece-kece. Enggak heran banyak turis asing pada kepincut dateng ke sini, entah buat belajar budaya atau sekadar liburan sambil nikmatin keindahan alamnya. Buat yang lagi pengen liburan tapi masih adaptasi kebiasaan baru, gak perlu susah-susah pergi jauh-jauh. Semuanya bisa kamu dapetin di Indo aja, mulai dari pantai, hutan, gunung, sampe laut. Gak ketinggalan juga wisata sejarah, edukasi, dan wisata religi yang bisa jadi pilihan buat liburanmu. Ngomongin kuliner, Indonesia punya makanan enak banget, dari yang tradisional sampe yang lagi hits di masyarakat. Selain itu, atraksi seru yang bakal bikin liburan kamu dan keluarga jadi luar biasa juga banyak banget! 2. Bisa bantu perekonomian lokal biar cepet bangkit setelah pandemi Pariwisata itu kan salah satu sektor penting buat ekonomi kita. Akibat pandemi, pariwisata kita lagi lesu dan terhenti. Nah, dengan mulai liburan #DiIndonesiaAja, kamu bisa bantu banget nih buat ngegenjot ekonomi lokal dan nasional. Hotel, transportasi, dan industri kecil bisa tumbuh lagi. 3. Gak perlu nabung berbulan-bulan, udah bisa liburan asik Gak perlu merogoh kocek dalam-dalam dan nabung lama-lama, kamu udah bisa wujudin impian liburanmu dengan liburan #DiIndonesiaAja. Banyak destinasi di Indonesia yang nggak kalah keren sama tempat-tempat di luar negeri. Pemerintah juga terus ngembangin destinasi wisata biar jadi yang terbaik di dunia. [Baca juga : "7 Tempat Keren Buat Nongkrong Sambil Nge-View Keindahan Danau Toba Yang Makin Oke"] 4. Gak ribet urus Paspor dan VISA Selain harus ngumpulin duit banyak, liburan ke luar negeri juga repot banget urus paspor dan visa. Dengan liburan domestik, gak perlu deh ribet-ribet urusan itu. Gak usah bawa-bawa mata uang asing juga. Cukup bawa uang rupiah dan daftar destinasi yang mau kamu kunjungi, langsung kemas-kemas barang dan jalan-jalan deh! 5. Bisa ajak keluarga biar makin seru Liburan sama keluarga tuh moment yang ditunggu-tunggu banyak orang. Selain bisa buat refreshing, juga bisa mempererat hubungan. Buat liburan ke luar negeri, kadang sulit kan karena harus ngatur banyak hal. Nah, dengan liburan domestik, kamu bisa ajak ortu, sepupu, atau bahkan keponakan buat liburan bareng. Gimana serunya jalan-jalan rame-rame sama keluarga? Pasti hangat, asik, dan penuh tawa! 6. Banyak spot foto keren buat ngehits di Instagram Mau dapet foto-foto kece buat feed Instagram? Gak perlu jauh-jauh ke Eropa atau tempat eksotis lain, karena kamu bisa dapetin semuanya di Indonesia! Karena alamnya yang cakep, banyak spot foto instagrammable di Indonesia, mulai dari Pura Luhur Lempuyang, Diamond Beach, Gili Trawangan, Tanah Lot, Gunung Bromo, dan masih banyak lagi. Nah, udah pada jelas kan kenapa harus liburan #DiIndonesiaAja? Yuk, langsung aja atur list destinasi yang mau kamu kunjungi! Ingat ya, tetap jaga protokol kesehatan pas liburan! Selamat jalan-jalan. (Sumber Foto @officialtripbromo.id) 
...more

10 Kota Tempat Berburu Makanan Buka Puasa

TRIPTRUS - Bulan Ramadhan tidak lama lagi akan kembali datang. Para umat Muslim di Indonesia tentunya tidak sabar menunggu datangnya bulan yang penuh keberkahan ini. Salah satu hal unik yang bisa ditemukan di bulan Ramadhan adalah banyaknya pedagang yang menjajakan berbagai sajian untuk berbuka puasa, atau ta’jil. Bagi para wisatawan kuliner, kami menampilkan sepuluh kota besar di Indonesia dan tempat-tempat populer di kota itu untuk berburu hidangan berbuka puasa. 1. Banda Aceh Para pemburu kuliner di kota Banda Aceh dan sekitarnya pasti sudah langsung bergerak menuju pasar ramadhan yang berlokasi di sepanjang Jalan Lampisang, atau jalan Banda Aceh-Meulaboh. Berbagai peunajoh atau penganan seperti Kue Boi, Meuseukat Halua Breuh (semacam dodol), Timpan yang terbuat dari telur dan berisi srikaya dan kelapa, boh rom-rom, rujak aceh dan berbagai makanan yang hanya bisa ditemukan saat bulan Ramadhan sudah menanti pembeli mulai jam 4 sore.   2. Padang Di ibukota Sumatra Barat ini, para pemburu kuliner sudah tentu mengenal Pasar Pabukoan yang berpusat di sekitar area parkir Lapangan Imam Bonjol. Lokasi yang berdekatan dengan Poltabes Padang ini menjajakan berbagai penganan khas Sumatra Barat seperti Lamang Tapai, Lopis Sarabi, Bubur Kampiun, dan berbagai gulai, seperti gulai usus, gulai banak (otak), gulai itiak (bebek), serta banyak makanan lain yang akan membuat air liur mengalir dengan hanya membayangkannya saja.   3. Medan Sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, Medan terkenal dengan kekayaan khasanah kulinernya. Pengaruh budaya Melayu dan budaya Tionghoa, ditambah beragam masakan tradisionalnya membuat Medan jadi salah satu ibukota wisata kuliner. Dan di bulan Ramadhan, hampir seluruh kota Medan dipenuhi dengan pusat-pusat jajanan yang menjual hidangan berbuka puasa. Seputar kampus Universitas Sumatra Utara (USU) adalah salah satu contoh tempat mendapatkan hidangan ta’jil. Lalu Anda dapat merasakan nikmatnya hidangan bubur sop di Masjid Raya Al-Maksum yang dibagikan gratis mulai pukul 15.00. Atau Anda bisa mengarah ke Kampoeng Ramadhan di Kecamatan Medan Johor yang menyajikan berbagai makanan khas budaya Melayu.   4. Jakarta Ibukota negara Indonesia, sebagai tempat merantau dari berbagai daerah, adalah tempat yang tumpah ruah dengan jajanan berbuka puasa. Contoh saja Pasar Ramadhan Benhil yang terletak di depan Pasar Bendungan Hilir, yang tidak pernah sepi dari pengunjung mulai dari awal hingga akhir bulan Ramadhan. Lokasinya yang berdekatan dengan jalan protocol seperti Jl. Sudirman dan Jl. Gatot Subroto jadi tempat persinggahan bagi para pekerja yang pulang dari kantor untuk berbelanja makanan buka puasa. Lalu ada lagi Kawasan Kramat Raya, Jakarta Pusat, yang menyajikan berbagai jenis makanan dari Sumatra Barat. Baik di Benhil maupun di Kramat, beragam makanan dari berbagai daerah di Indonesia memenuhi meja-meja yang menggelar jajanan berbuka puasa. Cocok untuk orang-orang yang rindu kampung halaman.   5. Bogor Kota hujan ini juga ngetop dengan pasar kaget di kawasan Banjarjati. Para penjual terlihat kerepotan saat waktu sudah mendekati saat berbuka puasa dan biasanya hampir semua jajanan ludes terjual saat adzan Maghrib. Berbagai jenis minuman, seperti es buah dan kolak, lauk pauk, serta kurma bisa mudah ditemukan di pasar kaget ini. Harga yang lebih murah dan variasi yang beragam jadi tujuan para pembeli untuk mendapatkan hidangan berbuka puasa.   6. Bandung Kota ini adalah salah satu surga bagi wisata kuliner. Berbagai inovasi makanan di Kota Kembang menarik para wisatawan kuliner, meski tidak di bulan Ramadhan. Bayangkan saja apa yang dapat Anda temukan saat bulan Ramadhan tiba. Kota Bandung makin dipenuhi dengan penjaja makanan, mulai jajanan yang sudah tenar seperti kue bolu pisang, brownies, gepuk, kredok, dan cireng, maupun makanan tradisional seperti surabi, lumpia basah, batagor, dan martabak. Atau kalau tidak mau terlalu repot, di hampir seluruh pinggir jalan kota Bandung Anda dapat minggir sebentar untuk menikmati es buah atau es rumput laut.   7. Yogyakarta Kawasan Kauman, Yogyakarta, jadi salah satu tujuan untuk mencari hidangan berbuka puasa. Pasar Sore Ramadhan Kauman tiap hari selama bulan Ramadhan ramai sesak dengan pembeli yang ingin mencari hidangan berbuka puasa. Berbagai jenis pepes, botok, kicak dan kipo (kue khas Ramadhan yang terbuat dari tepung ketan). Lalu ada juga kawasan sekitar kampus Universitas Gadjah Mada banyak dipenuhi para mahasiswa yang berjualan berbagai makanan untuk berbuka puasa.   8. Surabaya Pasar Atum adalah nama yang langsung masuk ke ingatan orang-orang yang mencari hidangan berbuka puasa di ibukota Jawa Timur ini. Atau bisa juga bergerak ke depan Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang tiap bulan Ramadhan dipenuhi banyak pedagang hidangan bulan puasa. Mulai dari kue dolar, bongko menthuk, bikang atau kue lumpur, semua sudah siap menanti pembeli selepas waktu solat Ashar.   9. Denpasar Meski mayoritas penduduk pulau dewata ini beragama Hindu, bulan Ramadhan memunculkan pasar kaget yang menjual hidangan berbuka puasa. Sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, di depan kampus Universitas Udayana, adalah tempat yang terkenal sebagai tujuan untuk mendapatkan hidangan berbuka puasa. Para penjual dan pembeli pun tidak terbatas pada kaum Muslim saja, sehingga keramaian dan kenikmatan mencari hidangan berbuka puasa juga dirasakan oleh umat agama lainnya.   10. Makassar Kota yang terkenal dengan keindahan Pantai Losari ini juga terkenal dengan dahsyatnya variasi kuliner khas Sulawesi Selatan. Anda dapat menikmati segarnya es palu butung dan pisang epe di sekitar kawasan Pantai Losari. Atau berbagai makanan seperti jalangkote, lumpia, dan barongko di pusat jajanan buka puasa sekitar Jl. Mappanyukki. Mulai pukul 14.00 WITA kawasan ini dipenuhi pedagang dan pembeli yang ingin mendapatkan hidangan berbuka puasa.
...more

5 Destinasi Wisata Bangunan Bersejarah di Jakarta Yang Instagramable Banget!

TripTrus.Com - Sebagai Ibu Kota Indonesia, Jakarta menjadi salah satu magnet tersendiri untuk dikunjungi oleh para traveller. Di kota metropolitan ini, kamu tak hanya bisa menikmati pemandangan gedung gedung pencakar langit saja, namun kamu juga bisa menikmati ragam wisata yang ada. Seperti salah satunya wisata bangunan bersejarah yang sangat seru untuk dijelajahi. "Selain bersejarah, bangunan bersejarah ini pun terkenal sebagai destinasi yang murah dan mempunyai spot yang Instagramable banget." Jadi, kamu nggak perlu takut isi dompet akan terkuras dan tentunya masih tetap bisa mengabadikan momen dengan background yang ciamik. Penasaran dengan destinasi tersebut? Berikut 5 destinasi wisata bangunan bersejarah di Jakarta yang Instagramable! 1. Museum Fatahillah   Hari ini berkunjung ke museum Fatahila dengan tiket masuk 5K untuk dewasa 2K untuk pelajar atau anak anak kita dapat melihat sejarah Batavia Ayo jelajah museum #arch #architecture #bangunanbersejarahindonesia #cityscape #iphoneography #iphonephotography #instacanvas #hdr #hdrama #hdrphoto #jakarta #jakartaphotoclub #kotatua #museum #museumfatahillah #snapseed #urbanlandscape #urbanphotography A post shared by Pri A (@pria16) onJan 6, 2018 at 8:55pm PST Museum Fatahillah yang memiliki nama resmi Museum Sejarah Jakarta, merupakan sebuah museum yang terletak di Kawasan Kota Tua Jakarta. Gedung yang awalnya adalah balai kota Batavia ini dibangun pada tahun 1707-1712 atas perintah Gubernur Jendral Joan Van Hoorn dan menyerupai Istana Dam yang berada di Amsterdam. Museum ini terdiri atas bangunan utama dan beberapa bagian lainnya yang mempunyai fungsi masing-masing pada masanya. Dan kini, Museum Fatahillah dijadikan sebagai museum bersejarah yang memiliki banyak acara reguler serta acara lainnya untuk menghidupkan kembali kehidupan serta aktivitas-aktivitas di sekitarnya. Mulai dari menampilkan banyak tarian, peragaan busana, parade mobil vintage, festival makanan, dan lain-lain. Tak hanya itu, di sini kamu juga bisa menemukan banyak spot foto terbaik dengan bertemakan old & vintage. Banyak dari masyarakat Jakarta atau luar Jakarta yang datang untuk foto pre-wedding, foto buku tahunan, atau sekedar berfoto dan bermain di museum ini. 2. Museum Bahari   Kids loves to seek unusual knowledge, they love the museum #maritimemuseum #kotatuajakarta A post shared by Diana Marcella (@marcella_diana) onJan 4, 2018 at 3:46pm PST Museum Bahari merupakan museum yang menyimpan banyak koleksi yang berhubungan dengan kebaharian dan kenelayanan bangsa Indonesia dari Sabang hingga Marauke. Museum ini berlokasi di seberang Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta. Bangunan ini dulunya adalah gudang yang berfungsi untuk menyimpan, memilih dan mengepak hasil bumi, seperti rempah-rempah yang merupakan komoditi utama VOC yang sangat laris di pasaran Eropa. Museum Bahari menyimpan 126 koleki benda-benda sejarah kelautan. Terutama kapal dan perahu-perahu niaga tradisional. Di antara puluhan miniatur yang dipajang terdapat 19 koleksi perahu asli dan 107 buah miniatur, foto-foto dan biota laut lainnya. Buat kamu yang tertarik dengan wisata bahari, rasanya kamu wajib ke sini untuk mengenal sejarah bahari lebih dalam. Dan tentunya kamu masih bisa berfoto-foto dengan banyaknya spot yang instagramable! 3. Galangan VOC   Selemah-lemah manusia ialah orang yg tak mau mencari sahabat . ----------- ----------- 📷 by : me if. ka @tamagraph thks to @kitaina.id and @jktgoodguide 🎉 . . . . #shotoniphone #explorejakarta A post shared by #CANGKIRSEBE (@madmusss) onSep 29, 2017 at 6:38am PDT Galangan VOC masih ada di Kawasan Kota Tua Jakarta, tepatnya di dekat Pelabuhan Sunda Kelapa. Bangunan yang pernah digunakan sebagai kantor pusat kegiatan perusahaan dagang Hindia Belanda, VOC ini diperkirakan dibangun pada tahun 1628. Dulunya, galangan kapal ini dijadikan tempat menyimpan dan memperbaiki kapal-kapal besar yang akan berlayar ke perairan terbuka selama berbulan-bulan atau bahkan tahunan. Selain kapal besar, terdapat pula kapal-kapal kecil yang dibuat di sini. Pada masanya, Galangan VOC menjadi suatu bandar terpenting di Asia dan pendukung bagi jaringan niaga sedunia yang menggunakan kapal layar. Galangan VOC sempat direncanakan ingin dirubuhkan, namun rencana tersebut tidak terlaksana karena bangunan ini merupakan cagar budaya. Dan konon katanya, bangunan ini sekarang jadi restoran. Penasaran dengan setiap sudut bangunan ini? Langsung aja kunjungi dan cari spot terbaik untuk foto! 4. Pelabuhan Sunda Kelapa   kalo jalan sama anak lakik ya gini, manjat manjat 😆😆 . . . . . . . . . in frame: @carlosteezo @axel_naga @kevinsinaga7 . . . . . . . #harbour#harbourlife#harbourcity#port#citylife#dock#coast#jakarta#jakartaphotography#portrait#lifeportrait#harbourviews#travel#explorejakarta#enjoyjakarta#whywhiteworks#InfoJakarta#scenery#urbancity#instajakarta#urbanphotography#urbanstyle#urbanexploring#urbanscape#streetphotography#container#petikemas#instajakarta#instadaily#pelabuhansundakelapa A post shared by Lulu Napitupulu (@carouselcaroline) onJan 7, 2018 at 7:48am PST Layaknya pelabuhan pada umumnya, di Pelabuhan Sunda Kelapa kamu dapat menikmati sisi bahari Indonesia. Pasalnya selain dapat mengambil foto dengan background laut maupun kapal-kapal yang bersandar, kamu juga bisa melihat aktivitas dan kegiatan nelayan serta warga sekitar yang sedang bekerja. Pelabuhan Sunda Kelapa memang menjadi daya tarik utama para traveller yang mengunjungi Kawasan Kota Tua Jakarta. Selain mendapat wisata bangunan bersejarah, di pelabuhan ini kamu juga bisa menyewa jasa sampan milik para nelayan. Dengan sampan yang disewakan ini, kamu dapat berkeliling sembari menikmati suasana yang ditawarkan Pelabuhan Sunda Kelapa. Biaya sewanya pun tergolong murah, sekitar 50 ribu rupiah saja. Dan kalau kamu pintar mengambil angle foto, kamu dapat mendapatkan banyak foto menarik, mulai dari suasana pantai utara Jawa, sisi unik kapal pinisi hingga aktivitas bongkar muat barang yang terjadi di sini. 5. Gedung Arsip Nasional   "Jangan mengharapkan bangsa lain respek terhadap bangsa ini, bila kita sendiri gemar memperdaya sesama saudara sebangsa, merusak dan mencuri kekayaan ibu pertiwi " - Bung Hatta - Like this quote #begrateful #godisgood #indonesiahebat #indonesianheritage #budayaindonesia #respectandhonor #iloveournation #iloveindonesia #museumarchitecture #gedungarsipnasional #unityindiversity #indonesiaberkarya #kitaindonesia #pedulibangsaku #portraitphotography #vintage #vintagephotography #indonesiantourism #artphotography #streetstyle #meninstyle #fashionman #instavsco A post shared by anggaborne (@anggaborn) onOct 18, 2017 at 4:38am PDT Gedung Arsip Nasional dibangun pada tahun 1760 oleh Reiner de Klerk (1710-1750), selain sebagai arsitek gedung ini Reiner de Klerk juga tercatat sebagai gubernur jendral VOC pada tahun 1777. Awalnya sebelum dijadikan museum, gedung ini berfungsi sebagai tempat peristirahatan Reyner de Klerk. Seiring berjalannya waktu, Gedung Arsip Nasional silih berganti fungsinya, mulai dari panti ashuan, Departemen Pertambangan, sampai yang terakhir dijadikan museum. Bahkan tak sedikit yang menjadikan Gedung Arsip Nasional sebagai tempat resepsi dan akad pernikahan. Dengan interior dan benda-benda antik di dalamnya, Gedung Arsip Nasional patut menjadi cagar budaya sejarah Indonesia. Dan tentunya, buat kamu yang hobi foto-foto bergaya old & vintage, gedung ini merupakan salah satu rekomendasi destinasi wisata bangunan bersejarah yang wajib kamu kunjungi. (Sumber: Artikel goersapp.com, Foto Amieykha)
...more

Pasar Intan Martapura

Mendengar kata Martapura tentu akan mengingatkan kita dengan sebuah kota penghasil intan terbesar di Indonesia. Kota Martapura merupakan ibukota Kabupaten Banjar yang terletak di provinsi Kalimantan Selatan. Sejak tahun 1950 hingga sekarang, pedagang intan tradisional tetap melakukan transaksi jual beli di kota yang dulunya bernama Kayutangi, ibukota Kesultanan Banjar di masa pemerintahan Sultan Adam. Jadi tidak heran kalau kota ini dijuluki kota intan karena batu mulia tersebut telah menjadi ciri khas Kota Martapura. Wisatawan pencinta batu perhiasan pun datang berkunjung dan berburu intan ke pusat transaksi intan yang sekaligus tempat penggosokan intan terkenal ini.Pasar Intan Martapura berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Pada hari biasa, pasar ini bisa dikunjungi oleh sekitar 10.000 orang. Tapi pada akhir pekan atau hari libur nasional, Pasar Intan Martapura bisa dipadati hingga sekitar 20.000 pengunjung.Kompleks pertokoan di Pasar Intan Martapura menyediakan 87 toko intan yang dibagi dalam empat blok pasar. Sementara tempat parkirnya bisa menampung lebih dari 380 mobil. Tetapi tidak perlu khawatir kehabisan tempat parkir, kendaraan pengunjung yang sudah tidak muat lagi bisa dititipkan di parkiran Masjid Al Karomah yang berdekatan dengan pasar.Batu intan yang diperjual belikan di pasar ini sudah diolah dalam bentuk perhiasan. Harganya berkisar antara puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah, tergantung keunikan ataupun kelangkaan jenis batu intan. Peluang bisnis batu intan Martapura tidak hanya ada di kota ini. Intan yang dibeli seharga Rp 20.000 di Pasar Intan Martapura bisa dijual kembali dengan harga Rp 50.000 bahkan Rp 100.000 di pulau Jawa. Sungguh bisnis yang cukup menguntungkan. Murahnya harga batu intan di pasar ini tentu saja karena proses penggosokan batu intan masih dilakukan secara tradisional sehingga pesonanya kurang terpancar.Untuk menuju ke Martapura, pengunjung hanya memerlukan waktu setengah jam dari Bandara Syamsudin Noor. Sementara dari kota Banjarmasin, pengunjung harus melakukan perjalanan yang memakan waktu hingga satu jam dengan menggunakan kendaraan. Tentu saja, berkunjung ke pasar ini tidak dikenai biaya.Salah satu hal yang perlu diperhatikan jika berminat membeli intan adalah untuk selalu ingat memeriksa keaslian intan dengan alat yang dimiliki oleh hampir semua toko di pasar ini. Jika hanya modal pecaya saja, tanpa memeriksakan keasliannya, pembeli bisa saja membeli batu tiruan. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

Wisata Heritage Kota Malang Favorit Turis Eropa

TripTrus.Com -  Bangunan-bangunan tua peninggalan masa kolonial Belanda yang masih berdiri tegak di Kota Malang menjadi daya tarik wisata tersendiri. Turis mancanegara, terutama yang berasal dari Eropa, menyukai wisata tur keliling bangunan tua di Kota Malang.   Foto Toko Oen tahun 1995. Tidak terlalu banyak berbeda dengan tahun sekarang. . . . #Malang #arema #KotaMalang #Malangjadul #Malanglawas #Malangkotabunga #Fotokuno #Fotojadul #Fotomalang #malangtempodulu #Malangtempodoeloe #malangheritage #sejarahmalang #foto #photography #oldphotos #vintage #vintagephotos #netherland #nederlandschindie #dutch #indonesia #History #Historical #throwback #sejarah #jamanlawas #jamanold #tempodoeloe #savemalangheritage . . . Credit: emaronie.com/Eryvia Maronie A post shared by Malang Heritage (@malang.heritage) onApr 3, 2018 at 6:52am PDT Ketua Badan Promosi Pariwisata Kota Malang, Gagoek Sunar Prawito, mengungkapkan Pemkot Malang harus menjaga keberadaan bangunan-bangunan bersejarah itu. "Wisata heritage sangat berpotensi jadi wisata unggulan Kota Malang," katanya pada Senin (3/4). [Baca juga : Lasem, Pecinan Di Pantura Yang Instagramable!] Sejumlah bangunan peninggalan Belanda dapat dijumpai antara lain di ruas Jalan Ijen, Jalan Dr. Cipto, dan Talun. Menurut Gagoek, wisata heritageterutama digemari turis asal Belanda, Jerman, dan Perancis. Mereka menyambangi Kota Malang untuk bernostalgia, bagi yang masa kecilnya pernah tinggal di sini, atau sekadar menyaksikan bangunan peninggalan leluhurnya. Menurut catatan Badan Promosi Pariwisata Kota Malang, setiap pekan setidaknya 400 wisatawan mancanegara datang ke Kota Malang. "Dari Eropa rata-rata berusia 40 tahun ke atas sehingga model perjalanannya sudah teratur tidak seperti backpacker," imbuh pria yang sekaligus sebagai Ketua Asita (Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies) Malang Raya. Melihat antusiasme turis terhadap wisata heritage, Badan Promosi Pariwisata Kota Malang tengah menyiapkan fasilitas berupa becak wisata. Becak wisata ini dikhususkan 'ngetem' di hotel-hotel yang banyak diinapi turis asing. Becak-becak tersebut memiliki rute khusus yang melewati sudut-sudut bersejarah Kota Malang. Saat ini 25 orang pengemudi becak wisata sedang ditatar mengenai bahasa Inggris dan hospitality agar lebih kompeten melayani pelanggan wisman. (Sumber: Artikel republika.co.id, Foto Fajar Mono)
...more

Dari 4 Tipe Traveller Indonesia Ini, Kamu Tipe yang Mana?

TripTrus.Com - Industri pariwisata Indonesia kian berkembang, sejalan dengan besarnya jumlah Warga Indonesia yang melakukan perjalanan (travelling). Jika kamu sering melakukan travelling, saatnya kamu mengenali satu dari empat tipe traveller yang sesuai dengan profilmu. Besarnya jumlah pelancong atau traveller asal Indonesia bisa tercermin dari belanja wisata yang dikeluarkan. Di 2014 saja, data Kuoni Group Travel Expert, agen perjalanan asal Zurich, Swiss, mencatat, nilai devisa asal wisatawan Indonesia ke Eropa mencapai US$ 8 miliar. Belanja ini dikeluarkan oleh sekitar 9 juta orang dengan tujuan terbanyak ke Prancis, Italia, dan Swiss (Wall Street Journal). Patut dicatat, data di atas hanya untuk perjalanan wisata saja, tidak termasuk bisnis dan perjalanan kebutuhan lainnya di dalam maupun di luar negeri. Jika ditambah dengan perjalanan bisnis dan perjalanan lainnya, jumlahnya tentu akan sangat besar. Nilai devisa dan jumlah wisatawan Indonesia ke Eropa saat ini pun diyakini terus   Mga araw na sinipag ako magdala ng maliit na camera... A post shared by Lay San (@afreespiritroams) onApr 16, 2018 at 10:32pm PDT bertambah. Dari sisi konsumen, muncul beragam tipe traveller di setiap negara. Tapi secara umum, ada 4 tipe traveler yang terus mengalami pertumbuhan. “Tipe para pelancong atau traveler ini umum terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia,” kata Jay Broekman Dari empat tipe konsumen ini, Anda termasuk tipe yang mana? 1. Budget Traveller Konsumen budget traveller selalu ingin menghemat dalam setiap perjalanannya. Salah satu penyebabnya, penghasilan mereka masih terbatas sehingga belum cukup membiayai perjalanan mereka dengan semestinya. Sebagian konsumen jenis ini memang selalu ingin melakukan penghematan, meski penghasilan mereka sudah terbilang mencukupi untuk membiayai perjalanan. Yang pasti, kebiasaan mereka yang menonjol ialah tidak keberatan untuk memesan tiket jauh sebelum keberangkatan dan bersedia tinggal di penginapan yang sederhana asalkan dia bisa berwisata dengan bebas berkeliling di lokasi tujuan. 2. Promo Traveller Tipe konsumen ini umumnya berasal dari kalangan urban professional. Mereka selalu melihat promo dan reward untuk memaksimalkan manfaat yang mereka dapatkan dari alat transaksi, seperti kartu kredit. Kebiasaan mereka ialah memesan kebutuhan wisata seperti tiket dan hotel dll secara mandiri secara online maupun melalui agen wisata sejalan dengan program reward dan promo yang disediakan. [Baca juga : 10 Tipe Traveller Di Dunia, Kamu Yang Mana?] 3. Family Traveller Tipe konsumen yang satu ini selalu mengutamakan keluarga. Tipe konsumen mulai memasuki usia yang matang dan datang dari beragam profesi. Dalam melakukan perjalanan pun, konsumen jenis ini mengajak anak dan istri atau suami untuk bersama-sama melalukan perjalanan dan berlibur. Mereka tinggal di hotel menengah bersama keluarga, berwisata bersama di lokasi tujuan. Mereka selalu mencari harga terbaik dari berbagai fasilitas dan promosi untuk mendapatkan keuntungan lebih bagi keluarga. Kartu kredit yang tepat bagi family traveller ialah kartu kredit yang memberikan konversi yang murah untuk dikonversi menjadi poin airmiles. Dengan konversi tersebut, family traveller bisa berbelanja dan mendapatkan keuntungan maksimal, sekaligus mendapatkan poin airmiles yang tinggi untuk ditukarkan dengan tiket pesawat ataupun hotel di tempat wisata. 4. Luxury Traveller Konsumen yang satu ini tergolong konsumen mapan yang ingin mendapatkan fasilitas terbaik dalam setiap perjalanannya. Dalam berwisata, mereka mencari tempat-tempat yang unik dan ekslusif di dalam maupun di luar negeri, bersama keluarga maupun teman-temannya. Mereka memiliki travel assistant yang akan mengurus paket perjalanan, tingga di hotel mewah, dan mendapatkan fasilitas terbaik selama berada di lokasi wisata. (Sumber: Artikel halomoney.co.id, Foto freepik.com)
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...