TripTrus.Com - Kalo lo mau nyoba suasana kencan beda di Jakarta, cobain deh yang lagi hits: Museum Date! Nggak cuma dapet vibes romantis, lo juga bakal punya banyak spot foto aesthetic buat nge-update Instagram atau TikTok lo. Di sini gue kasih daftar museum date paling keren di Jakarta, dijamin gak ngebosenin dan bisa jadi pengalaman yang memorable bareng doi.
View this post on Instagram
A post shared by Anis (@anislisis)
1. Museum Nasional Indonesia
Museum Nasional Indonesia yang terletak di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat ini bisa banget lo jadiin spot date yang beda dari biasanya! Gak cuma pameran artefak budaya Indonesia yang udah ada sejak dulu, di sini lo juga bisa nikmatin pameran temporer dan pertunjukan imersifA yang kayak bawa lo ke suasana lain. Cocok buat lo yang pengen belajar sambil have fun. HTM buat pameran temporernya mulai dari Rp20 ribu, dan buat pertunjukan imersifA Rp35 ribu. Lo juga bisa beli tiketnya online, jadi lebih praktis buat yang gak suka ribet. Pokoknya, selain dapet konten keren, lo juga dapet vibes baru yang unik bareng pacar.
2. Galeri Nasional Indonesia
Nah, kalo lo pengen yang punya vibe artistik banget, langsung aja cus ke Galeri Nasional di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat. Galnas ini udah populer banget bahkan sebelum museum date trend di kalangan anak muda. Pameran di sini selalu ganti tiap beberapa minggu atau bulan, jadi nggak akan pernah ngebosenin. Museum ini punya koleksi karya seni rupa dari Indonesia sampe internasional, mulai dari lukisan, patung, seni instalasi, sampe kriya! Enaknya lagi, HTM-nya gratis, cuma perlu reservasi lewat website mereka.
3. Atsiri di Sarinah
Atsiri di Sarinah ini unik banget karena beda dari museum lainnya! Lokasinya ada di lantai 5 Gedung Sarinah, Jakarta Pusat, dan di sini lo bisa cobain pameran interaktif buat tebak-tebakan aroma dan nikmatin ruangan glow in the dark. Bikin kencan lo makin asik karena interaktif dan beda dari museum biasanya! Setelah puas explore, lo bisa mampir ke toko atau restoran yang ada di sana buat chill bareng pacar. HTM Atsiri di Sarinah sekitar Rp45 ribu, jadi worth it banget buat dapetin pengalaman date yang memorable.
4. Museum MACAN
Museum MACAN (Modern and Contemporary Art in Nusantara) adalah destinasi yang pas banget buat lo yang suka seni kontemporer. Terletak di AKR Tower, Jakarta Barat, museum ini punya berbagai koleksi seni modern yang nggak cuma dari Indonesia, tapi juga mancanegara. Pameran di sini sering ganti, jadi lo nggak akan pernah ngerasa bosen buat balik lagi. HTM-nya mulai dari Rp56 ribu pas weekdays dan Rp72 ribu weekend. Yang bikin spesial, museum ini punya instalasi seni yang Instagramable banget, bikin lo bisa dapet banyak spot foto yang aesthetic.
5. Art:1 New Museum & Art Space
Art:1 New Museum di Gunung Sahari ini punya koleksi seni rupa modern dan kontemporer yang keren banget! Museum ini berdiri sejak 1983 dan punya tiga lantai yang isinya macem-macem. Selain ruang pameran buat lukisan dan patung, ada juga Art Space yang khusus buat video art dan fotografi. Cocok banget buat lo yang nyari spot foto kreatif dan beda. HTM-nya mulai dari Rp35 ribu sampe Rp75 ribu tergantung umur, dan jam bukanya Selasa-Minggu mulai dari pukul 10.00 pagi.
[Baca juga : "Liburan Santuy Di Lombok Dan Gili, Relax, Party, Atau Mendaki?"]
6. MoJA Museum
Buat yang mau kencan seru dan beda, MoJA Museum jawabannya! MoJA punya wahana MoJA 2.0 yang berisi 17 ruang labirin interaktif, dan semuanya Instagramable. Di sini, lo bisa foto-foto, eksplor ruang interaktif yang keren, dan banyak area foto estetik buat IG atau TikTok. Lokasinya di Kompleks GBK, Jakarta. HTM sekitar Rp115 ribu weekday dan Rp135 ribu weekend, tapi worth it banget karena suasananya yang playful dan beda dari museum biasanya.
7. Dialogue Artspace
Dialogue Artspace yang ada di Kemang Selatan ini beda dari museum biasa karena juga jadi tempat event kaya workshop, seminar, sampe bazaar. Lo bisa foto-foto bareng karya seni yang dipajang atau sekedar duduk chill sambil ngopi. Dialogue ini gratis tiketnya, jadi lo bisa bawa pasangan buat liat-liat atau ikut workshop yang lagi diadain di sana.
8. Museum Hakka Indonesia
Museum ini ada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dan cocok banget buat lo yang pengen tau lebih dalam tentang budaya Tionghoa Indonesia. Koleksinya mulai dari artefak budaya, makanan, sampai jamu tradisional. HTM-nya gratis, dan ini cocok banget buat lo yang pengen belajar sambil foto-foto estetik!
9. Magic Art 3D Museum
Kalo lo suka foto-foto 3D, Magic Art 3D Museum di Kota Tua, Jakarta Barat ini wajib banget dikunjungi! Banyak spot foto ilusi 3D dan juga ada wahana seru kayak ruang labirin kaca, kursi ilusi, sampe ruang ajaib yang bikin foto lo jadi makin keren. HTM mulai dari Rp40 ribu weekdays, jadi nggak bikin kantong bolong tapi lo bisa dapet konten foto yang lucu-lucu.
10. Galeria Sophilia
Museum dengan vibes klasik ini cocok buat yang suka seni gaya Eropa dan Cina. Letaknya di Calvin Tower, Kemayoran, Jakarta Utara, Galeria Sophilia ini punya banyak koleksi barang antik dan artefak unik dari berbagai budaya. Suasananya megah banget dan HTM-nya gratis buat anak-anak dan mulai Rp25 ribu buat usia 7 tahun ke atas.
Jadi, mana museum date yang bakal lo kunjungin duluan? Setiap tempat punya pengalaman dan vibes uniknya sendiri yang pastinya bakal bikin kencan lo makin memorable. Gak cuma buat foto-foto, tapi lo juga bisa nikmatin seni dan explore hal-hal baru bareng pasangan! (Sumber Foto @vian.syj)
...moreTripTrus.Com -Traveling saat ini sudah berubah menjadi life style setiap orang. Hampir semua orang dari setiap lapisan sosial membutuhkan kegiatan bersenang-senang ini untuk memanjakan dirinya. Dengan gaya low budget atau high budget, traveling dilakukan hampir di setiap hari libur nasional dengan beragam tujuan, mulai dari dalam hingga luar negeri. Namun kadang keraguan juga datang menghampiri beberapa orang sehingga rencananya untuk traveling selalu menemui jalan buntu. Mungkin juga karena informasi yang mereka dapatkan dari beragam media akhirnya membuat mereka khawatir untuk pergi dan akhirnya munculah mitos-mitos yang selalu menghambat rencana traveling. Apa saja kira-kira mitos traveling yang sering dipikirkan oleh traveler, berikut daftarnya.
Mitos 1: Traveling Itu Mahal
Traveling mewah itu akan sangat bagus untuk orang-orang yang sudah pensiun, menikmati ragam fasilitas mewah, makanan serba mahal, juga berwisata dengan gaya. Beruntungnya Anda tidak harus menunggu untuk pensiun untuk melakukan itu semua. Dengan gaya low budget tentu Anda bisa traveling kemanapun dan kapanpun.
Mitos 2: Dunia Itu Berbahaya
Bahkan ketika Anda berada di rumah atau kota tempat tinggal saja juga selalu ada bahaya. Namun hal-hal baik di luar sana ternyata bisa lebih banyak ditemui. Sudahlah, matikan televisi Anda yang sering memberitakan hal-hal buruk yang membuat khawatir. Asalkan dipersiapkan dengan benar dan Anda berhati-hati ketika traveling, semua akan menjadi aman-aman saja.
Mitos 3: Mustahil Mencari Kerja Di Luar Negeri
Orang Indonesia memang rata-rata menginginkan Anda hadir ke kantor ketika kerja. Tapi jika Anda bisa bernegosiasi dengan atasan Anda dan bertanggung jawab dengan setiap pekerjaan Anda, harusnya pekerjaan bisa dilakukan di mana saja. Atau jika memang tidak berhasil, cari saja pekerjaan di luar negeri. Cari sebuah forum dan dapatkan kesempatan itu. Lumayan untuk menambah biaya perjalanan Anda.
Mitos 4: Orang-Orang Terlalu Khawatir
Mungkin terlalu jauh dan biasanya memikirkan hal yang tidak-tidak. Larangan untuk tidak pergi dari anggota keluarga atau teman Anda ini sebenarnya wajar-wajar saja, tapi dengan memberikan pengertian kepada mereka Anda pasti akan mendapatkan restu. Atasi rasa khawatir mereka dengan memberikan jadwal dan rute perjalanan Anda, nama hotel, dan informasi lainnya agar mereka juga bisa mengontrol.
Mitos 5: Menghambat Karier
Memang kadang Anda harus meninggalkan pekerjaan Anda dan segala rutinitas hidup, tapi traveling itu benar-benar memberi manfaat. Bepergian ke tempat baru tentu Anda akan mendapatkan hal-hal baru bahkan membuat Anda jadi lebih kreatif. Untuk hal ini kami berani kasih garansi.
Mitos 6: Hilang Kontak Dengan Teman
Pemikiran yang salah besar, karena dengan traveling justru komunikasi Anda dengan teman akan kembali terbangun. Coba saja upload foto-foto perjalanan Anda ke sosial media, selanjutnya mereka pasti akan bertanya sedang di mana dan tentu saja “Jangan lupa oleh-oleh, ya.”
Mitos 7: Harus Mengikuti Buku Petunjuk
Pada dasarnya buku petunjuka hanya digunakan untuk panduan. Pergi ke suatu destinasi yang disarankan buku bukanlah suatu kewajiban, jadi jangan terlalu kaku dan sesuaikan saja dengan perjalanan Anda. Jika Anda punya rencana lain yang lebih seru dan bermanfaat, kenapa tidak untuk dilakukan?
(Sumber: Artikel maximindonesia.co.id)
...moreTRIPTRUS - Traveling bukanlah sekedar lifestyle, tetapi hobi yang begitu menyenangkan. Wajar saja bulan Ramadan tidak menghalangi sebagian orang untuk melakukan traveling. Akan tetapi, untuk traveling di saat puasa ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Hal ini karena kondisi fisik yang berbeda dibandingkan dengan bulan biasa.
Berikut adalah tips yang bisa kamu lakukan jika ingin traveling saat bulan puasa
1. Destinasi Adalah Utama
Jangan sampai kamu memilih destinasi traveling yang menguras banyak energi. Tidak ada salahnya kamu memilih tujuan traveling yang berbau religi saat puasa. Kamu bisa mengunjungi museum keagamaan atau masjid. Selain menghemat tenaga, tujuan wisata tersebut bisa memperkaya jiwa.
2. Perlengkapan Ibadah
Meskipun traveling, ibadah tetap harus dijalankan. Bawalah perlengkapan ibadah saat kamu sedang bepergian di bulan puasa. Jangan sampai kamu mengandalkan perlengkapan ibadah di tempat umum.
3. Tetap Konsumsi Menu Yang Sehat
Makanan sangat penting saat puasa. Setelah menentukan destinasi traveling, kamu juga perlu tahu makanan apa saja yang bisa kamu nikmati di tempat tersebut. Pilihlah makanan yang sehat untuk berbuka atau sahur. Selain itu, kamu juga harus perlu tahu apakah harus reservasi atau tidak untuk makan di tempat tersebut.
4. Dokumentasi
Jangan lupa untuk membawa kamera atau videocam saat traveling. Jika tidak ada, kamu bisa menggunakan smartphonemu. Dokumentasi saat traveling di bulan Ramadan sangatlah istimewa. Kamu bisa mengambil atau merekam video tentang tradisi setempat yang hanya bisa ditemui saat bulan Ramadan.
5. Eksplorasi Budaya Setempat
Tidak hanya melihat atau merekam saja, cobalah kamu mengikuti secara aktif tradisi di daerah tersebut. Kamu bisa sholat tarawih atau ikut tradisi keagamaan di tempat tersebut. Jika memungkinkan, kamu bisa menginap di salah satu rumah warga. (Sumber: Artikel brilio.net ; Foto liputan6.com)
...moreTripTrus.Com - Cek nih, di Surabaya, bulan Januari 2024 penuh dengan acara keren yang bisa jadi pilihan buat refreshing!
Jadi gini, Surabaya, sebagai pusat budaya dan hiburan di Jawa Timur, ngasih kita banyak event keren setiap bulannya, bro.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh PDN GROUP (@pdn.group)
Bukan main, bulan Januari 2024 ini, ada delapan acara seru yang siap bikin kita seneng dan bahagia. Nah, ini dia daftarnya yang kita dapet dari akun Instagram @eventjawatimur:
Pesta Rakyat Sparkling New Year 2024
Kapan? 29 Desember 2023 - 7 Januari 2024
Ceritanya apa? Pesta rakyat buat nyambut tahun baru dengan semangat dan kegembiraan. Bakal ada kegiatan seru dan hiburan yang bikin acara ini makin rame!
DC'Fest: Fun Bazzar
Kapan? 12-14 Januari 2024
Gimana serunya? Gabung yuk di DC'Fest yang ngasih kita fun bazaar dengan produk keren, makanan enak, dan hiburan live yang bikin ketawa.
SDP Market Vol LL
Kapan? 21-27 Januari 2024
Apa isinya? Jelajahi SDP Market dan temuin produk lokal keren. Tempat oke buat dukung kreativitas dari Surabaya.
Wahana Rumah Hantu: Walking Dead
Kapan? 23 Desember 2023 - 22 Januari 2024
Bisa ngerasin seremnya, nih! Rumah hantu tema Walking Dead yang bikin deg-degan.
Daykave 5.0
Kapan? 5-7 Januari 2024
Apa acaranya? Festival musik Daykave yang ke-5.0, bakal ada pertunjukan musik yang bikin kita berenergi!
[Baca juga : "Tips Mantap Buat Nge-Explore Bukit Kapur Ciampea Yang Asik Dan Gak Bikin Jebol Kocek!"]
Prosperous Lunar Festival
Kapan? 26 Januari - 11 Februari 2024
Buat yang suka Imlek, nih. Festival dan pameran budaya Tionghoa buat ngerayain Imlek.
K-POP Dance Competition
Kapan? 1 Desember 2023 - 28 Januari 2024
Mau tunjukin bakat dance K-POP? Ikutan kompetisi ini, bro! Kesempatan buat pamerin gerakan kreatif dan energetik.
Speak Yourself: Love Yourself (The Final)
Kapan? 14 Januari 2024
Khusus buat ARMY, nih! Konser akhir tur "Speak Yourself: Love Yourself" dari BTS. Momen spesial buat bareng-bareng idola K-Pop kesayangan!
Dengan acara sebanyak ini, bulan Januari 2024 di Surabaya bakal penuh kegembiraan. Jangan sampe kelewatan, yuk ikutan ramein kota yang penuh warna! (Sumber Foto @dindahnurma.com)
...moreTripTrus.Com - Berbicara soal Tangerang memang banyak menyimpan cerita dan tidak bisa dipisahkan oleh budaya Tionghoa-nya. Kebudayaan yang berasal dari daratan Cina tersebut sudah berkembang di sana sejak berabad-abad lalu. Hal ini tidak mengherankan jika wilayah Propinsi Banten itu memiliki beberapa klenteng atau wihara tua. Seperti yang ada Di pesisir utara Kabupaten Tangerang terdapat Klenteng Tjo Soe Kong. Tempat ibadah yang juga dikenal dengan nama Klenteng Tanjung Kait itu diperkirakan sudah berusia lebih dari tiga abad. Nama klenteng yang terletak tidak jauh dari Pantai Tanjung Kait itu semakin dikenal luas karena merupakan satu-satunya bangunan yang bertahan dari hempasan tsunami dahsyat saat Gunung Krakatau meletus.
View this post on Instagram
The wrong one will find you in peace and leave you in pieces. The right one will find you in pieces and lead you to peace. . . . #klentengtjosoekong #tjoesoekongbio #visittangerang #culturephotography
A post shared by Iqo citra khaula (@iqocitra21) onJun 16, 2018 at 11:39pm PDT
Masuk ke wilayah Kota Tangerang, Anda bisa menjumpai Wihara Boen San Bio. Klenteng yang kerap disebut Wihara Nimmala ini dibangun tahun 1689 oleh pedagang keturunan Cina bernama Lim Tau Koen. Klenteng di daerah Pasar Baru, Karawaci itu dikenal karena arsitekturnya yang khas dan mewah. Pada bagian atapnya terdapat patung burung hong (phoenix) yang mengapit mutiara. Tempat batang hio di sana tidak seperti hiolo di klenteng lain karena terbuat dari batu pualam.
View this post on Instagram
Tari Kipas, vihara nimmala, #inkekirei #klenteng #boensanbio
A post shared by Inke Kirei (@inke_kirei) onNov 6, 2017 at 2:43pm PST
Masih di Kota Tangerang, tepatnya di Jalan Bhakti, terdapat Wihara Boen Tek Bio. Tidak ada catatan pasti kapan klenteng tersebut dibangun. Tatapi berbagai artefak yang ada di dalamnya menunjukan bahwa tempat ibadah masyarakat Tionghoa tersebut sudah ada sejak beberapa ratus tahun lalu. Klenteng ini memiliki tradisi khusus yaitu Gotong Toapekong. Acara yang diikuti oleh perwakilan klenteng seluruh Indonesia ini berlangsung setiap 12 tahun sekali.
View this post on Instagram
Kwan Im Seijit #temple #BoenTekBio
A post shared by Claudius Gilbert Clay (@gtrgilbert) onJul 28, 2018 at 5:30am PDT
Selain itu, Kota Tangerang juga memiliki Klenteng Sampo Tay Jin yang berlokasi di Jalan Otto Iskandardinata. Menurut masyarakat sekitar Konon, klenteng ini sudah ada sejak pelayaran sang laksamana ke tanah air. Klenteng ini cukup terbilang unik karena memuja Sampo Tay Jin atau Ceng Ho. Untuk menghormati Ceng Ho yang merupakan muslim, para pemujanya turut tidak mengkonsumsi daging babi meskipun tidak memeluk agama Islam. Di sini juga terdapat benda pusaka berupa keris yang merupakan peninggalan salah seorang adipati Jawa.
Sedangkan di Kota Tangerang Selatan terdapat Klenteng Boen Hay Bio. Klenteng tertua di Serpong itu diperkirakan sudah berusia tiga ratus tahun. Menurut penuturan pengurus, tempat ibadah umat Budha tersebut dibuat tahun 1694. Selain dikunjungi untuk beribadah, Wihara Boen San Bio juga banyak didatangi oleh orang yang ingin belajar Bahasa Mandarin. Pengurus klenteng memang mengagendakan pelajaran Bahasa Cina sebagai salah satu kegiatan bakti sosial rutin.
View this post on Instagram
🙏🏻🍀🇮🇩🇭🇰#boenhaybio #flavorbliss
A post shared by krisna mulyadi (@tjoakrisnamulyadi) onJun 9, 2017 at 6:41pm PDT
[Baca juga : "Dear Warga Tangsel, Sayangilah Jejak Sejarah Daan Mogot Di BSD Ini"]
Jika anda Tertarik melihat klenteng-klenteng tua di Tangerang, Silakan datang langsung ke Tangerang. Dari Jakarta silakan ikuti Jalan Tol Jakarta-Tangerang untuk memulai penjelajahan Anda. (Sumber: Artikel kabar3.com Foto buddha.id)
...moreTripTrus.Com - Pemerintah merevisi Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri tentang Hari Libur dan Cuti Bersama tahun 2020 terkait penambahan 4 hari untuk cuti bersama pada tahun 2020. Oleh karena itu tidak ada salahnya dari sekarang Anda mengecek jadwal tanggal merah itu untuk mempersiapkan liburan tahun ini.
Catat hari libur nasional 2020 sekaligus sesuaikan dengan jadwal cuti kalian agar liburan lebih maksimal.
View this post on Instagram
A post shared by TripTrus.Com (@triptrus) onMar 12, 2020 at 2:12am PDT
Sangat penting untuk merencanakan liburan jauh-jauh hari sebelumnya agar kalian bisa memanfaatkan waktu menyusun detail rencana perjalanan yang sempurna. Dikarenakan, tidak semua orang bisa merencanakan liburan secara dadakan. Mulai dari merencanakan anggaran keuangan, memesan akomodasi penginapan serta transportasi yang efisien, kesiapan paspor, visa, asuransi dan hal lain sebagainya.
[Baca juga : "Imbas Corona Covid-19, Tiga Destinasi Wisata Di Indonesia Ini Jadi Sepi"]
Karena meningkatnya produktivitas dan efektivitas bekerja bisa didapatkan sekembalinya dari berlibur. Sayang sekalikan jika hari libur harus terlewat begitu saja tanpa memanfaatkan tanggal merah serta cuti untuk bersenang-senang dalam liburan. (Sumber: Artikel vakansinesia.com Foto lifeforstock)
...moreTripTrus.Com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pihaknya akan melakukan pengetatan aturan di tempat wisata pada masa libur Natal dan Tahun Baru. Aturan itu akan membatasi jumlah pengunjung ke objek wisata maksimal 75 persen.
"Salah satu syarat masuknya (ke tempat wisata) mewajibkan wisatawan melakukan scan QR menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Jadi tempat wisata dibatasi maksimal 75 persen," kata Ridwan Kamil dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 8 Desember 2021.
Menurut Ridwan, momen libur Natal dan Tahun Baru diperkirakan akan membuat tempat wisata di Jawa Barat didatangi banyak wisatawan. Maka, pihaknya akan melakukan skrining ketat bagi pengunjung menggunakan aplikasi PeduliLindungi.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh EXPLORE JAWA BARAT (@explore.jawa.barat)
Ridwan mengatakan penggunaan PeduliLindungi akan terus disosialisasikan kepada pengelola wisata agar aplikasi tersebut bisa digunakan secara maksimal bukan sebatas formalitas. “Kami melakukan sampling banyak ditemukan bahwa PeduliLindungi itu hanya formalitas yang tidak dipergunakan, seolah-olah ada di pintu gerbangnya tapi tidak dilakukan pengecekan,” ujarnya.
Bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Ridwan sedang menyiapkan mekanisme untuk menyosialisasikan kepada pengelola wisata terkait penggunaan aplikasi PeduliLindungi yang dirasa kurang maksimal. “Jadi kami sudah melakukan menyiapkan mekanisme sosialisasi dan akan memberikan sanksi penutupan dan sanksi lainnya jika ditemukan bahwa proses skrining kepada pengunjung terkait aplikasi PeduliLindungi itu tidak dipergunakan semestinya,” ujarnya.
Kepolisian Daerah Jawa Barat juga akan turut mengamankan tempat wisata untuk memastikan penerapan protokol kesehatan di tempat wisata.
[Baca juga : "Tempat Wisata Di Indonesia Yang Mendunia"]
Ridwan Kamil meminta agar Satgas kabupaten/kota mengawasi ketat dan memastikan pengelola tempat wisata menggunakan aplikasi Peduli Lindungi. Pemda diminta tegas kepada pengelola wisata yang melanggar.
Pada masa libur Natal dan Tahun Baru, pemerintah memutuskan membatalkan kebijakan PPKM Level 3 di semua daerah pada 24 Desember 2021-2 Januari 2022. Dalam kebijakan baru, PPKM disesuaikan dengan kondisi faktual daerah, di mana tempat wisata dibuka dengan kapasitas 75 persen. (Sumber: Artikel travel.tempo.co Foto @bessmansionhotelsby)
...moreTripTrus.Com - Di Kota Gombong sedikitnya terdapat sembilan sekolan dasar pada periode 1901-1945. Sekolah tersebut belum termasuk sekolah-sekolah desa (volksschool) yang ada di pelosok. Hal itu menujukan bahwa Gombong merupakan Kota yang maju akan pendidikan. Dari penelitian yang dilakukan Komunitas Pusaka Gombong (Kopong) bekerjasama dengan Roemah Martha Tilaar Majunya pendidikan di Gombong pada jaman itu, dipengaruhi oleh aktivitas ekonomi yang cukup tinggi. Selain itu kehadiran komunitas militer Belanda, peran komunitas suku dan agama serta adanya tokoh-tokoh masyarakat yang berkiprah di dunia pendidikan. Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator (Kopong) Sabur Herdian Raamin SPd, dalam Perbincangan Minggu yang diadakan di Roemah Martha Tilaar Hari Minggu (20/12/2015).
Sabur Herdian Raamin mengatakan, Sebagai kelompok yang peduli pada berbagai bentuk warisan budaya, Komunitas Pusaka Gombong terus menggali berbagai fakta sejarah tentang Kota Gombong. Sejak beberapa waktu lalu, kelompok itu, intens menggali informasi mengenai sejarah pendidikan di Kota Gombong. Hasil eksplorasi tersebut diantaranya adalah sembilan sekolah yang pernah ada di kota Gombong. “Dipilihnya topik pendidikan mengingat Gombong memiliki sejarah pendidikan yang dinamis untuk ukuran sebuah kota kecamatan,” katanya.
Sekolah-sekolah yang dibedah dalam perbincangan Minggu Pon tersebut diantaranya Neutrale Lagere School, Sekolah Ongko Loro (tweede School), Schaalkel School, Chinese School, Europeesche Lagere School, Pupillen School, Kartini School dan Christelijke Hollands-Javaanse School. “Sebagian sekolah masih dapat kita telusur keberadaan gedungnya meskipun sudah beralih fungsi. Namun beberapa sudah berubah menjadi rumah penduduk. Saat ini kami masih berusaha mendapatkan foto-foto dari sekolah tersebut”, ujar Bagian riset KOPONG Sigit Tri Prabowo. Hal menarik lain yang terungkap adalah bahwa dunia pendidikan di Gombong ternyata tak hanya dikelola oleh pemerintah Belanda. Beberapa sekolah swasta didirikan oleh perorangan atau lembaga, baik yang bersifat kesukuan maupun keagamaan. Sebagai contoh Neutrale School yang terletak di sebelah Timur Stasiun Gombong didirikan oleh seorang pengusaha terkemuka bernama H. Tahir. Kemudian ada juga Sekolah Kartini, sebuah sekolah ketrampilan putri yang justru didirikan oleh seorang Belanda bernama Conrad Daventer. Konon dia mendirikan sekolah tersebut karena terinspirasi oleh buku RA Kartini “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Namun yang paling fenomenal, terutama bagi para peneliti sejarah dari Eropa adalah Pupillen School. Ini adalah sebuah sekolah semi-militer yang dikhususkan bagi anak-anak blasteran Euroasia, hasil perkawinan tak resmi para serdadu Belanda dengan para wanita Indonesia. Sekolah ini terletak di sebuah beteng yang sekarang terkenal dengan nama Beteng Van der Wijck. Lebih jauh Sigit mengakui bahwa penelitian ini masih bersifat sangat awal. Banyak fakta yang masih harus diperkaya dan diperdalam.“Bagaimanapun kami berharap langkah awal yang kecil ini akan mendapatkan tanggapan dan dukungan positif dari masyarakat Gombong sehingga lewat kerja banyak pihak akan didapatkan hasil yang jauh lebih mendalam,” kata Sigit. (Sumber: Artikel kebumenekspres.com Foto kemdikbud.go.id)
...moreTripTrus.Com - Nih, gank! Sumbar lagi ada acara keren nih, Festival Warisan Budaya Takbenda (FWBTb) di Kota Payakumbuh tanggal 12-17 Oktober 2023! Festival ini bakal bikin kita semua terpukau sama budaya takbenda dari seluruh dunia, plus dari Indonesia juga!
Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat, Syaifullah, cerita nih, festival ini dibikin buat jagain budaya kita, terutama yang takbenda. Dan cek, festival ini juga bakal dihadiri sama beberapa negara di Asia Tenggara loh!
"Yoi, teman-teman, acara ini bakal dihadiri sama negara-negara dari Asia Tenggara yang diundang sama panitia," katanya. "Ada 4 negara yang jadi prioritas, yaitu Filipina, Singapura, dan Malaysia. Mereka bakal tunjukin budaya tak bendanya, misalnya Filipina akan tunjukin bela diri Arnis," tambahnya.
Selain itu, festival ini juga undang 5 provinsi lain dari Indonesia, yaitu Aceh, Riau, Bali, Banten, dan Jawa Barat. Mereka juga bakal tunjukin kebudayaan keren mereka!
Nah, Direktur Festival, S. Metron Masdison, cerita lagi, FWBTb di Kota Payakumbuh ini tujuannya buat bikin ekosistem kebudayaan yang kuat di Sumatra Barat. Dia bilang, selama ini festival di Sumatra Barat agak belibet, gak ada grand design yang jelas, jadi mereka usul FWBTb ini.
"Kita perlu ngebangun ekosistem kebudayaan yang oke di Sumatra Barat, salah satunya lewat FWBTb ini," kata dia. "Banyak kebudayaan Sumatra Barat yang belum punya cerita yang kuat," tambahnya.
Dia juga cerita, FWBTb ini sekaligus buat merayakan 20 tahun Intangible Cultural Heritage. Katanya, baru Timor Leste, Prancis, dan Maroko yang rayain, jadi Indonesia belum pernah bikin acara kaya gini. Makanya FWBTb di Kota Payakumbuh bakal jadi yang paling asik nih!
[Baca juga : "Indonesia Mountain Tourism Conference, Ngehitsnya Wisata Gunung Di Indonesia"]
Tunggu, gank, ada kabar bagus lagi! Mereka bakal coba undang Sekjen UNESCO juga, wah, keren kan?
Dan gak cuma itu, di FWBTb juga bakal ada pameran naskah loh, salah satunya naskah Tuanku Imam Bonjol. Naskah bersejarah ini bakal dipajang di Gedung Olahraga Muhammad Yamin di Kota Payakumbuh. Mantap, kan?
Jadi, siap-siap aja, gank, tanggal 12-17 Oktober nanti buat ramaikan FWBTb di Kota Payakumbuh! Kita dukung budaya takbenda kita semua, yuk! 😎✌️ (Sumber Foto @sanggar_intanbakarang)
...more