shop-triptrus



Pantai Padang Bai

Rasanya tak berlebihan jika menyebut Bali sebagai surganya pantai. Pantai lain yang juga tak kalah menariknya di Pulau Bali adalah Pantai Padang Bai.Pantai ini terletak di pelabuhan penyeberangan Bali - Lombok. Meskipun pantai ini merupakan jalur penyebrangan, namun kebersihannya tidak lantas terlupakan. Pantai ini cukup akrab terutama bagi para pecinta olahraga memancing dan juga menyelam. Meskipun posisinya bersebelahan dengan pelabuhan namun biota laut yang terdapat di panta ini masih sangat terjaga dengan baik. Arus yang tidak stabil dan kadangkala kencang, menjadi perhatian tersendiri terutama bagi Anda yang berniat melakukan penyelaman di lokasi ini.Sedikit berbeda dengan pantai-pantai lain di Bali. Pantai ini menawarkan sebuah suasana wisata pantai yang tenang dengan kondisi yang kontras dengan Pantai Kuta yang ramai dengan hiruk pikuk pengunjungnya.Nah, jika Anda penasaran, jangan lewatkan kunjungan Anda ke Pantai Padang Bai. Sebuah pengalaman wisata pantai yang mungkin saja berbeda dari yang pernah Anda rasakan sebelumnya. Smber: http://www.indonesiakaya.com
...more

Jabar Makin Kece! 3 Event Keren Masuk Karisma Event Nusantara 2025

TripTrus.Com - Bro, sis, Jabar makin unjuk gigi di dunia pariwisata nih! Tiga event kece berhasil tembus Karisma Event Nusantara (KEN) 2025, program nasional dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif buat ngeboost wisata daerah. ๐Ÿ”ฅ Apa aja tuh eventnya? โœ” West Java Festivalโœ” Asia Africa Festivalโœ” Festival Hari Nelayan Sukabumi       View this post on Instagram A post shared by Bagus Rachmadi (@bagusrachmadi) Gak sembarang event yang bisa masuk ke KEN, gengs! Ini udah lolos seleksi ketat, diliat dari dampak ekonominya, unsur budaya, sampe keberlanjutannya. Intinya, selain seru, event-event ini juga ngasih efek gede buat daerah! Lewat Keputusan Menteri Pariwisata No. SK/13/HK.01.02/MP/2025, KEN 2025 ini jadi senjata utama buat ngenalin lebih banyak destinasi wisata kece di Indo. Event yang masuk ke sini udah pasti dapet support dari pusat dan daerah, biar makin all out! [Baca juga : "Festival Pasola, Seru-Seruan Di Tengah Kuda & Tombak Kayu!"] Ini Dia 3 Event Jagoan Jabar! 1๏ธโƒฃ West Java Festival ๐Ÿ“ Bandung | ๐Ÿ—“ 23-25 Agustus 2025Festival paling gede di Jabar ini bakal ngerayain ulang tahun provinsi dengan vibes seni, budaya, dan ekonomi kreatif yang kece abis! Bandung bakal makin rame, jadi siapin outfit terbaik lo buat nikmatin acara ini! 2๏ธโƒฃ Asia Africa Festival ๐Ÿ“ Bandung | ๐Ÿ—“ 7-11 Oktober 2025Gak cuma seru, event ini juga punya nilai sejarah tinggi karena ngehormatin Konferensi Asia Afrika. Ada parade budaya dari berbagai negara, dijamin makin meriah dan penuh warna! 3๏ธโƒฃ Festival Hari Nelayan Sukabumi ๐Ÿ“ Kabupaten Sukabumi | ๐Ÿ—“ 20-21 Mei 2025Buat lo yang suka eksplor budaya maritim, wajib dateng ke sini! Ada perayaan khas nelayan Jabar, tradisi unik, dan pastinya makanan laut yang bakal bikin lo ngiler! Kepala Disparbud Jabar, Benny Bachtiar, bilang kalau masuknya tiga event ini ke KEN 2025 tuh pencapaian penting buat promosi wisata daerah. Targetnya? Lebih banyak wisatawan, ekonomi kreatif makin naik, dan pariwisata Jabar makin terkenal! "Dengan support dari pemerintah pusat, kita optimis event ini bakal lebih maksimal dan kasih dampak luas buat masyarakat serta industri pariwisata," kata Benny. Jadi, udah siap ngegas ke event-event kece di Jabar tahun depan? Jangan sampe ketinggalan! ๐Ÿš€๐Ÿ”ฅ (Sumber Foto @rhamdhan_nurjani)
...more

Jembatan Kaca 120 Meter Jadi Ikon Baru Bromo, Potensi Desa Wisata Yang Heboh!

TripTrus.Com - Bro, ada berita asik nih! Jadi, Kementerian PUPR lagi sibuk ngerjain Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo Tengger Semeru di Jawa Timur. Mereka lagi ngaspal jembatan kaca keren abis, nih, sepanjang 120 meter! Katanya, ini bakalan jadi ikon baru di Bromo. Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur, yang bener-bener ngacir, lagi ngebutin pekerjaan KSPN Bromo Tengger Semeru fase pertama. Mereka bikin Terminal Wisata Seruni Point dan upgrade infrastruktur di Cemorolawang, tempat yang kece buat nyante sebelum naik ke puncak Seruni Point buat ngeliat matahari terbit.       View this post on Instagram A post shared by ูˆูŠุฏูŠ ูุฑุงุชุงู…ุง (@_widi_pratama) Si Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman, J Wahyu Kusumosusanto, ngomong kalau mereka juga ngerjain Jembatan Kaca keren itu sepanjang 120 meter. Ini dikerjain oleh Balai Geoteknik Terowongan dan Struktur (BGTS), Direktorat Jenderal Bina Marga. Jembatan ini udah lulus uji beban, loh, bisa bawa beban sampe 8,4 ton atau setara dengan 100 orang. Gokil, kan? Pokoknya, Terminal Seruni Point dan Jembatan Kaca ini rencananya bakal jadi spot keren dan daya tarik baru di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Kementerian PUPR pun ngebet banget, targetnya selesai Januari 2024. Progresnya udah hampir 100%, bro, dan bakal diresmikan awal 2024. Ini pekerjaan dimulai dari September 2022, dan kontraktornya PT Sasmito, dibantu sama konsultan manajemen konstruksi KSO PT Yodya Karya-Indah Karya. Nih, kalau lo mau liburan ke Bromo, udah ada spot baru yang kece abis! [Baca juga : "Yow! Kepoin Nih, Ada Trend Wisata Kece Di Indonesia Buat Tahun 2024!"] Buat tambah seru, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru tuh gede banget, bro! Di sana ada pegunungan di Jawa Timur, yang melibatkan kabupaten-kabupaten keren kayak Pasuruan, Malang, Lumajang, dan Probolinggo. Ukurannya gila, loh, 50.276,3 hektar! Selain indah alamnya, di sana juga ada budaya Suku Tengger yang kental. Gak cuma buat wisata, tapi juga buat konservasi, penelitian, dan pendidikan. Keren banget, kan? Terus, ada sembilan desa wisata yang jadi penyangga kawasan Bromo Tengger Semeru. Mereka punya program-program unik, misalnya budi daya bunga Edelweiss di Wonokitri, tracking seru di Podokoyo, sampe paket wisata edukasi dan river tubing di Wringinanom. Desa-desa ini semangat banget dalam ngembangin pariwisata mereka. Jadi, biar semakin rame, mereka ikutan Program Kampanye Sadar Wisata 5.0. Ada forum seru, loh, yang jadi wadah buat desa-desa wisata ini kolaborasi dengan pihak-pihak lain. Ada juga Traveloka, Asosiasi Travel Agent Indonesia, ExxonMobil Cepu Limited, PLN, CSR Forum Jawa Timur, Bank Mandiri, Universitas Bina Nusantara Malang, dan kepala dinas pariwisata dari kabupaten-kabupaten di wilayah Bromo - Tengger - Semeru. Jadi, kawasan Bromo ini bakal makin seru, bro! Udah kayak surganya traveler! (Sumber Foto @nursalim_anggrekbromo) 
...more

Pelaku Usaha Wisata Minta Pariwisata Bali Dibuka Akhir Juli 2021

TripTrus.Com - Pemerintah menunda pembukaan pariwisata Bali untuk wisatawan mancanegara pada Juli 2021, karena kasus COVID-19 meningkat. Tapi, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) berharap akhir bulan depan Bali bisa dibuka. "Kami meminta kepada pak Gubernur (Bali) mengajukan pembukaan Bali untuk wisatawan domestik dan asing akhir Juli tetap dijalankan," ujar Sekjen DPP ASITA Bahriyansyah Momod kepada MNC Portal. Menurutnya para pelaku usaha wisata di Bali sudah siap menerima wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri, dengan mengedepankan protokol kesehatan. Khususnya pada destinasi yang sudah ditetapkan sebagai kawasan untuk Work From Bali.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Hans & Tin Alli (@thecofficelife) "Dan kami dapat masukan dari rekan-rekan (pelaku usaha wisata) Bali bahwa Bali masih berstatus aman, dan ada kenaikan Covid, tapi bukan di area destinasi, akan tetapi daerah di luar sentuhan wisatawan," terangnya. ASITA juga mendorong kebijakan stimulus yang direncanakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dapat segera dijalankan, yakni berkaitan dengan wacana Bali menjadi pilot project wisata vaksin. Sementara itu, ASITA akan membuat sistem marketing digital untuk menarik minat wisatawan. Hal ini sekaligus mendorong menggunakan platform yang sudah di gagas oleh kemenpar yang merunjuk pada InfrastructurePerformance, Database Performance, dan Application Performance (ASYST). Menurut Bahriyansyah, ini cukup baik membantu mendorong seluruh stakeholder memasarkan di satu pintu, dan pengawasan dapat terjaga termasuk review dan menentukan langkah kebijakan ke depan. "Ini usualan kami ASITA dan stake holder mitra kami, baik dari transport akomodasi rental dan lain-lainnya di Indonesia, terkhusus Bali," ujarnya. Sementara Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan akan terus mempersiapkan, dan mendorong pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali. Sebab pandemi telah membuat Bali menjadi sepi, dan mengusahaka agar wisawatan dapat kembali datang ke Bali. Selain itu, dibukanya Bali untuk wisatawan mancanegara (wisman) atau Travel Corridor Arrangement (TCA) pada bulan Juli 2021 masih menunggu kepastian. Mengingat lonjakan Covid-19 masih dalam keadaan belum aman. [Baca juga : "PO Sumber Alam Hadirkan Paket Wisata Dengan Bus Klasik"] Kita harus terus mempersiapkan terutama dari segi end to end CHSE," katanya dalam Weekly Press Briefing melalui virtual. Disamping itu, Gubernur Bali I Wayan Koster berharap rencana pembukaan kunjungan wisatawan mancanegara atau TCA tetap berjalan sesuai target, yaitu pada akhir Juli 2021 yang akan datang. "Saya sebagai gubernur sangat berharap, jadwal dapat kita penuhi. Kita laksanakan pada akhir Juli nanti," pungkasnya. (Sumber: Artikel travel.okezone.com Foto @balivillabali) 
...more

Traveling Ternyata Obat Penyakit Paling Mujarab

TripTrus.Com - Siapa bilang hobi traveling itu adalah hobi yang paling mahal. Bahkan traveling bisa mengobati penyakit yang suatu saat akan mengancam kesehatan Anda.Singkirkan pikiran bahwa traveling itu mahal, karena dengan biaya terjangkau Anda bisa mengeksplorasi tempat-tempat keren yang mungkin belum terjamah. Bonus plusnya Anda juga terbebas dari segala penyakit seperti rematik, obesitas, serangan jantung dan lainnya.Lantas bagaimana bisa hobi seperti itu bisa menyembuhkan penyakit. Sederhana sekali sebenarnya,boys. Tubuh Anda yang bergerak saat berjalan menikmati alam pegunungan atau keindahan kota pastinya akan memacu jantung untuk bekerja lebih baik.Selain itu, dengan jalan kaki lemak yang menumpuk selama beberapa hari bekerja akan terbakar. Dengan berjalan kaki Anda bisa terhindar dari penyakit seperti stroke, kanker, kencing manis, obesitas dan semacamnya. Jadi, jika Anda sedang traveling, pilih saja jalan kaki. Selain hemat juga sehat.Traveling ke pantai pun juga memiliki banyak khasiat. Selain relekasasi menikmati ombak dan deburan pantai, air pantai juga bisa menyembuhkan luka yang Anda alami dengan cara berendam.Air laut yang mengandung garam ternyata telah lama dikenal sebagai media untuk mensterilkan luka dengan efektif. Luka akan bersih dan cepat sembuh setelah terkena air laut. Namun, satu hal yang harus diperhatikan, boys. Usahakan pantai yang Anda kunjungi masih alami dan belum terkontaminasi, sebab  air laut saat ini sudah tidak steril lagi.Traveling juga sangat pas bagi penderita asma dengan memilih tempat yang alami dan berudara segar seperti pegunungan ataupun hutan. Isi paru-paru Anda dnegan udara segar yang bebas polusi. Hirup sedalam-dalamnya agar leluasa bernafas. Di Indonesia sendiri daerah pengunungan sangatlah banyak dan mudah dijangkau, tinggal pilih kemana Anda ingin melangkah. (Sumber: Artikel sooperboy.com, Foto jadiberita.com)  
...more

Rekomendasi Kuliner Legendaris 2024, Kisah 53 Tahun Persahabatan Dan Kelezatan Kuliner Di Bogor

TripTrus.Com - Woi, 53 tahun udah berlalu, tapi cerita tentang Nasi Goreng Pete Guan Tjo di Bogor tetep kenceng banget! Ada Lo Kan Tjiong, Lo Kan Wat, dan Pak Oo, ketiga sahabat jadul yang berjuang keras dalam dunia kuliner. Lu bayangin aja, di balik kelezatan nasi goreng pete legendaris ini, ada kisah seru yang sayang buat dilewatkan.       View this post on Instagram A post shared by JenzCorner | Food Blog (@jenzcorner) Yuk, kita bahas sosok-sosok utamanya: Lo Kan Tjiong: Nah, yang punya ide genial nasi goreng pete ini adalah Lo Kan Tjiong, koki berbakat yang jadi otak di balik menu legendaris itu. Lo Kan Wat: Lo Kan Wat, pakar bikin bubur kacang ijo yang bikin ketagihan, juga punya peran besar di dalam kisah kuliner mereka. Pak Oo: Jangan lupakan Pak Oo, penjual sate daging dan sumsum sapi yang punya nama besar. Dia juga jadi bagian kisah keren ini. Awalnya, mereka berjualan dari gerobak makanan kecil di sudut kota. Meski tempatnya pindah-pindah, semangat mereka gak pernah padam. Dan hasilnya? Kini Bogor punya warisan kuliner yang bikin ketagihan! Guan Tjo bukan cuma soal makanan enak, tapi juga tentang persahabatan dan semangat berwirausaha. Nama Guan Tjo buat warga Bogor bukan cuma sekadar tempat makan, tapi simbol rasa kenyang dan persahabatan yang tahan banting. [Baca juga : "Woles, Bro! Pariwisata 2024 Makin Naik, Ahli Bilang: Jangan Abaiin Waktu Endemi!"] Dan loe tau gak, selama beralih dari satu generasi ke generasi berikutnya, rasa unik nasi goreng pete Guan Tjo ini berhasil bikin hati orang-orang dari segala penjuru terpikat. Gak heran sih, kelezatan dan aromanya itu loh, beneran bikin nagih! Dan tentunya, Guan Tjo punya menu beragam buat semua selera. Mulai dari sate yang gurih sampe bubur ayam yang menghangatkan, semuanya ada di sini. Jadi, mampir ke sini bukan cuma buat nasi goreng pete, tapi buat ngelarutin semua selera kuliner loe. Kalo loe emang mau merasakan kelezatan kuliner khas Bogor, wajib banget mampir ke Nasi Goreng Guan Tjo di Jl. Suryakencana No.193, Babakan Ps., Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16123. Gimana, penasaran kan sama cerita unik dan makanan lezat dari Nasi Goreng Pete Guan Tjo di Kota Bogor? Langsung aja, dateng dan nikmati sendiri! 53 tahun gak bohong, ini emang legendaris! (Sumber Foto @vonnyeyd) 
...more

Model Bisnis Wisata Halal Ini Bakal Booming di Indonesia

TRIPTRUS - Laporan Indonesia Islamic Finance Report menyebut Indonesia menyimpan berbagai peluang bisnis syariah. Ini salah satunya. Bisnis keuangan syariah Indonesia diyakini tengah memasuki tahap baru yang lebih menjanjikan. Dengan populasi muslim terbesar, beragam peluang bisnis Islami terhampar luas di Tanah Air. Mengutip laporan terbaru Indonesia Islamic Finance Report (IIFR) 2016, peluang bisnis syariah di Indonesia diantaranya terbentang di sektor wisata halal, kuliner halal, dan fashion Islami. Khusus di bisnis wisata halal, IIFR menyebut Indonesia masih memiliki peluang besar dalam mengembangkan sektor ini. Dilihat dari jumlah wisatawan, Indonesia baru bisa mendatangkan 936 ribu wisatawan muslim pada 2013. Jumlah ini lebih kecil dibandingkan Malaysia 3,264 juta dan Uni Emirate Arab 2,143 juta orang. "Saat ini bisnis hotel khusus syariah masih sangat terbatas, ini menjadi peluang investasi di sektor perhotelan dan jasa," kata IIFR dalam laporannya. IIFR mencatat Majelis Ulama Indonesia (MUI) saat ini baru mencatat dua hotel yang mengantongi lisensi syariah. Yaitu Sofyan Hotel Betwai di Jakarta dan Tuara Natama Hotel di Sidempuan, Jawa Barat. Sertifikasi halal memang belum kewajiban bagi semua hotel. Namun ini menjadi pijakan bagi traveler muslim yang butuh pelayanan penunjang ibadah. Hotel yang menyediakan sajadah, arah kiblat, pemisahan ruang olahraga dan fasilitas rekreasi bakal mengundang turis asing. Selain hotel syariah, IIFR juga melihat peluang bisnis syariah di jasa travel. Bahkan peluang ini terus bertumbuh seiring meningkatkan kebutuhan para turis muslim. Beberapa diantara bisnis travel yang berpeluang tumbuh adalah wisata sejarah dan budaya, wisata alam dan ecotourism, wisata belanja, wisata olahraga, dan wisata kuliner. Jadi buruan mulai kembangkan bisnis wisata halal, sebelum kembali menjadi penonton. (Sumber: Artikel dream.co.id)
...more

Peradaban Gunung Karst di Ciampea Kabupaten Bogor Terancam Punah

TripTrus.Com - Baraya Kujang Pajajaran (BKP) menyerukan kepada Pemerintah Kabupaten Bogor untuk turun tangan menyelamatkan warisan alam dan cagar budaya di kawasan Gunung Karst (kapur), Desa Cibadak, Kecamatan Ciampea. Ketua BKP Ahmad Fahir berharap agar Bupati Bogor Nurhayanti, memperhatikan kekayaan alam dan cagar budaya yang tersimpan di kawasan Gunung Karst. Dengan menyelamatkannya dari ancaman kepunahan. “Gunung Karst Ciampea menyimpan banyak file sejarah purba nusantara. Gunung ini di ambang kehancuran akibat penambangan,” katanya.       View this post on Instagram Goa ac #gunungkapurciampea #penggiatalam #caving #bogorpisan #bogorjuara #fhotograper @bang_beler @po2rose #po2rose_adventure #pendakidekil #pendakikusam #pendakimiskin #pendakikucel #petzel #petzelgallery A post shared by m.purqon_patoni (@m_alpharizy_al_purkon) onAug 17, 2018 at 8:17am PDT Apalagi, sehari sebelumnya, bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional (HSN), BKP melakukan ekpedisi ke puncak Gunung Karst Ciampea. Menerjunkan 15 orang, yang dipimpin Gatut Susanta selaku pembina BKP. Menurut Fahir, Gunung Karst memiliki sekitar 25 gua vertikal dan horizontal. Salah satunya Gua AC yang terletak di puncak gunung. “Gua vertikal ini diberi nama AC, karena selalu mengeluarkan angin. Memiliki kedalaman 60 meter, dengan ukuran dasar seluas dua kali lapangan futsal, dan bisa menampung ratusan orang,” sebutnya. Fahir menjelaskan, di atas gua vertikal terdapat punden berundak warisan peradaban purba. Diduga merupakan peninggalan Kerajaan Tarumanagara pada abad ke-5 Masehi atau kerajaan purba Sunda yang sebelumnya yang pernah eksis di Bogor. [Baca juga : "Puncak Terhits Berburu Sunrise Di Bogor, Kunjungi Bukit Batu Roti"] Ditemukan pula beberapa arca. Diantaranya ada Arca Gajah yang kini disimpan di SDN Ciampea 02 dalam kondisi rusak berat. “Lokasi gua vertikal dan kawasan Gunung Kars hanya berjarak sekitar satu kilometer dari Situs Purbakala Prasasti Tapak Gajah Prabu Purnawarman di Muara Cianten, Cibungbulang,” terang Fahir. Diperkirakan usia cagar budaya Gunung Karst sekitar 1.600 tahun, sezaman dengan Situs Tapak Gajah Ciaruteun, atau bahkan lebih kuno, mengingat peradaban megalitikum Salaka Domas yang berusia 5.000 tahun juga terdapat di wilayah Ciampea. Tepatnya di Cibalay, Gunung Salak, Kecamatan Tenjolaya yang baru dimekarkan dari Ciampea pada 2004 silam. “Gunung Karst memiliki fungsi ekologis. Di bawahnya terdapat urat mata air, yang menjadi sumber ketergantungan air bagi puluhan ribu warga Kecamatan Ciampea dan Cibungbulang,” pungkasnya. (Sumber: Artikel bogor.pojoksatu.id Foto bogordaily.net)
...more

Desa Poopoh Bersolek Menuju Anugerah Desa Wisata Indonesia

TripTrus.Com - Desa Poopoh terletak di Kabupaten Minahasa, tepatnya di Kecamatan Tombariri. Desa tersebut pernah dikukuhkan sebagai role model Desa Ekowisata pada 17 Agustus 2018 silam. Namun desa ini seakan tenggelam oleh ingar bingar Taman Laut Bunaken di ranah pariwisata lokal maupun internasional.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Desa Poopoh Kec. Tombariri (@desa_poopoh) Padahal, bagian pesisir wilayah penyangga di Taman Nasional Bunaken, khususnya Poopoh seharusnya diproyeksikan sebagai Desa Ekowisata. Inilah yang menjadi salah satu agenda dari Asosiasi Pariwisata DPD IPI Sulut & GenPI Sulut untuk kembali mengangkat pariwisata Sulut, khususnya Poopoh sebagai Desa Ekowisata. Berbagai macam kegiatan dilaksanakan pada 19 Februari 2022 lalu. Mulai dari kegiatan pembersihan pantai bersama-sama dengan para pejabat desa, juga dilakukan kegiatan promosi melalui akun-akun sosial media para anggota DPD IPI Sulut & GenPI Sulut maupun akun resmi dari GenPI sendiri. Tak ketinggalan, dalam kegiatan ini juga termasuk di dalamnya diving dan snorkeling di pantai Tanjung Kelapa yang juga terkenal akan spot diving dan snorkeling yang tak kalah dengan Taman Laut Bunaken.  [Baca juga : "5 Wisata Paralayang Terbaik Di Indonesia, Wajib Dikunjungi"]"Dengan adanya kegiatan ini bisa membangkitkan pariwisata di daerah Minahasa yang belum tersentuh seperti potensi wisata yang ada di Desa Poopoh agar lebih dikenal oleh masyarakat luas," harap Kepala Seksi 2 BTNB, Hendriks A Rundengan yang turun langsung bersama dengan DPD IPI Sulut dan GenPI Sulut pada acara tersebut. Bahkan, kata Hendriks, Poopoh akan didukung penuh oleh BTNB untuk mengikuti Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 yang dicanangkan oleh Menparekraf Sandiaga Uno. "Semangat Poopoh, semangat kita semua. Mari kita bersama-sama mewujudkan Poopoh sebagai sustainable ecotourism yang bisa mengangkat pariwisata Desa Poopoh dan bisa memberdayakan masyarakat pesisir," ucap Hendrik. (Sumber: Artikel sulut.inews.id Foto @debrytiwow) 
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography

Upcoming Trips

Open Trip Dieng Plateau
17 - 19 Apr 2026
Open Trip Sebesi Krakatau
17 - 19 Apr 2026
Open Trip Dieng Plateau
24 - 26 Apr 2026
Open Trip Sebesi Krakatau
24 - 26 Apr 2026
×

...