TripTrus.Com - Bro-sis traveler, lo lagi ngerasa stuck sama rutinitas kota Jakarta yang padet banget? Saatnya cabut bentar dan jelajahi Kepulauan Seribu, bro! Di sini lo bisa island hopping, snorkeling, main air, sambil nikmatin sunset yang bikin hati adem. Dalam 2-3 hari aja, lo bisa explore Pulau Ayer, Tidung, Pramuka, Macan, Pelangi, Harapan, sampai Dolphin. Seru kan? Santai, romantis, dan pastinya feed Instagram lo auto kece maksimal!
View this post on Instagram
A post shared by Arief Subagja (@riefbagja)
๐๏ธ 1. Pulau Ayer: Terapung & Santai Maksimal
Pulau Ayer tuh unik banget, bro-sis, karena konsepnya pulau terapung! Lo bisa nginep di villa-villa nyaman, lengkap AC, kamar mandi pribadi, sama teras yang view-nya langsung laut. Mau makan? Ada restoran kece yang siapin hidangan lezat. Tapi inget, pas weekend bisa rame banget. Dari Jakarta, cuma 30 menit naik speedboat dari Marina Ancol, jadi cocok banget buat liburan singkat tapi memorable.
๐ 2. Pulau Tidung: Jembatan Cinta & Snorkeling
Setelah Pulau Ayer, lo bisa lanjut ke Pulau Tidung. Di sini ada Jembatan Cinta yang ikonik banget buat foto-foto hits. Terumbu karangnya juga kece parah buat snorkeling atau diving, bro-sis. Fasilitas penginapan lengkap, dari homestay murah sampai resort kece. Perjalanannya sekitar 2-3 jam dari Muara Angke. Memang pas weekend rame, tapi pengalaman liburan lo dijamin menyenangkan dan penuh warna.
๐ข 3. Pulau Pramuka: Edukasi & Alam Asri
Bro-sis, kalo lo suka alam dan edukasi, Pulau Pramuka juaranya! Di sini ada konservasi penyu, lo bisa liat langsung penyu-penyu dilepas ke laut, belajar tentang pelestarian lingkungan. Penginapannya sederhana tapi nyaman, plus banyak warung makan lokal. Jaraknya 2-3 jam dari Jakarta, suasananya tenang dan cocok banget buat refreshing sekaligus dapet pengalaman edukatif yang nggak bakal lo lupain.
[Baca juga : "Natuna: Hidden Gem Di Ujung Nusantara Yang Penuh Pesona Dan Makna"]
๐ด 4. Pulau Macan: Liburan Mewah & Private
Kalau mau santai tapi classy, Pulau Macan pilihan tepat. Resort-nya eksklusif, bungalow dan villa keren dengan view laut, plus restoran mewah yang nyajiin makanan organik lokal. Lo bisa snorkel, kayak, atau spa santai. Memang biaya agak tinggi, tapi worth it banget buat pengalaman liburan yang private, tenang, dan unforgettable. Dari Jakarta, sekitar 2-3 jam naik perahu, bro-sis.
๐ 5. Pulau Pelangi: Santai & Alam Lestari
Pulau Pelangi terkenal dengan pasir putih bersih dan air laut super jernih. Suasananya tenang, alam masih asri, cocok banget buat lo yang pengen liburan santai tanpa gangguan. Bisa foto-foto, berenang, atau sekadar nikmatin vibe alam. Jaraknya nggak jauh dari Jakarta, gampang diakses, bikin lo puas banget liburan tanpa drama macet kota.
๐ฌ 6. Pulau Harapan & Dolphin: Serunya Island Hopping
Bro-sis traveler, jangan lupa singgah ke Pulau Harapan dan Dolphin. Di Harapan, lo bisa nikmatin sunset romantis, snorkeling, atau sekadar santai di pantai. Pulau Dolphin? Spot kece buat liat lumba-lumba liar, pengalaman jarang ada di Jakarta. Waktu singkat tapi memori maksimal, cocok banget buat lo yang pengen getaway singkat tapi epic.
๐ก Tips Liburan Seru & Anti Ribet
Booking jauh-jauh hari biar harga oke.
Bawa perlengkapan sendiri: sunblock, kamera underwater, powerbank.
Tetap jaga kebersihan, bro-sis! Sampah dibawa pulang.
Bawa cash, soalnya jarang ada ATM di pulau kecil.
Dengan tips ini, liburan lo nggak cuma seru tapi juga aman dan nyaman, bro-sis. Dari island hopping, snorkeling, sunset sampai edukasi alam, semua lengkap. Jadi siapin tas lo, ajak teman, dan rasain petualangan pulau-pulau di Kepulauan Seribu yang kekinian maksimal! (Sumber Foto @jamilbot)
...moreTripTrus.Com - Ada sekelumit cerita bangsa Tiongkok di rumah ini. Candra Naya namanya. Bangunan yang terletak di Jakarta Barat ini merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang dimiliki Indonesia. Ada yang menarik dari bangunan ini. Siapa saja akan terdiam sesaat ketika pertama kali melihatnya. Penasaran, mari kita cari tahu apa yang membuat pengunjung itu tak mampu berkata-kata.
ini yg namanya harmonis. kekunoan bersatu dgn kekinian, perbedaan yg tajam ini bersanding keren di #chandranaya jalan gajah mada, #jakarta barat. . met #imlek2018 buat sahabat yang merayakan.. semoga berbahagia dan doa serta harapannya bisa terwujud.. Aamiin
A post shared by si yepe (@kuncir.dua.tanpa.pita) onFeb 15, 2018 at 6:31pm PST
Candra Naya begitu ia dikenal, merupakan bekas kediaman Mayor Khouw Kim An. Ia adalah Mayor Tionghoa yang terakhir di Batavia, pada pemerintahan tahun 1910-1918 dan diangkat kembali pada tahun 1927-1942. Tidak ada catatan pasti yang menandakan tahun pendiriannya, tapi diperkirakan Candra Naya didirikan sekitar tahun Dingmao (kelinci api), yaitu tahun 1807 oleh Khouw Tian Sek dalam rangka menyambut kelahiran anaknya yang bernama Khouw Tjeng Tjoan setahun kemudian. Namun adapula versi lainnya yang menceritakan bahwa yang membangun Candra Naya ini adalah Khouw Tjeng Tjoan pada tahun 1867 dan masih masuk kedalam tahun Dingmao.
[Baca juga : Menelusuri Kawasan Glodok Sebagai Kota Pecinan]
Khouw Tian Sek adalah seorang tuan tanah yang memiliki tiga orang putra dan masing-masing diberikan satu buah gedung. Salah satunya adalah Khouw Tjeng Tjoan yang mendapatkan gedung Candra Naya di Jalan Gajah Mada 188 Jakarta Barat. Ia menggunakan Candra Naya sebagai kantor sekaligus tempat tinggalnya. Rumah itu kemudian diwariskan kepada salah satu anaknya yang bernama Khouw Kim An yang lahir di Batavia pada 5 Juni 1876. Sejak diangkatnya Khouw Kim An sebagai Mayor Tionghoa, maka rumah itu dikenal juga dengan sebutan Rumah Mayor. Khouw Kim An mulai menempati gedung Candra Naya pada tahun 1934, setelah sebelumnya tinggal di Bogor.
Desain arsitektur rumah Candra Naya sangat kental dengan budaya Tiongkok. Pada bagian atapnya melengkung yang kedua ujungnya terbelah dua. Bentuk seperti ini disebut “Yanwei” atau ekor walet. Struktur atap yang melengkung ini juga terdapat pada bangunan kelenteng yang menandakan status sosial penghuninya. Kemudian, pada pemisah antara halaman depan dan halaman samping terdapat jendela penghubung yang disebut jendela bulan atau moon gate. Secara keseluruhan bangunan Candra Naya ini terdiri dari ruang tamu, ruang semi pribadi, ruang pribadi, ruang pelayan dan halaman. Sedangkan untuk ornamennya yang menempel ada Ba Gua (Delapan Diagram) yang berupa pengetuk pintu berbentuk segi delapan untuk penolak bala, hiasan berupa jamur lingzhipada pintu masuk utama yang melambangkan umur panjang dan ragam hias bergambar buku, papan catur, kecapi serta gulungan lukisan di bagian atas teras depan yang melambangkan sang pemilik rumah adalah seorang cendekiawan (scholar) juga seorang hartawan.
Candra Naya terletak di Jl Gajah Mada No 188, Jakarta Barat. Rumah Mayor ini kini diapit oleh gedung-gedung pencakar langit di komplek bangunan Green Central City. Ada Hotel Novotel yang menjulang tinggi disebelah kiri dan waralaba 711 di sebelah kanan. Dilihat dari bagian depan, Candra Naya tampak begitu kecil di antara bangunan-bangunan raksasa yang berada di sekelilingnya. Meskipun ukurannya tidak begitu besar, tapi Candra Naya seperti magnet bagi siapa saja yang melihatnya. Dengan gaya arsitektur tiongkok kuno, rumah ini begitu terlihat mencolok diantara yang lain. Terlebih lagi dengan gaya arsitekturnya yang manawan. Kondisi inilah yang membuat siapa saja yang melihatnya seakan terdiam sesaat. Siapa sangka di antara kompleks hotel bintang lima, terselip bangunan bersejarah.
Jika Anda ingin berkunjung ke Candra Naya dapat menggunakan bus Transjakarta koridor 1 jurusan Blok M – Kota. (Sumber: Artikel jakarta.panduanwisata.id, Foto flickr.com)
...moreTripTrus.Com - Indonesia emang jadi sorotan dunia, terutama soal jalan-jalan. Ada banyak pilihan, dari budaya, alam, sampe kuliner yang bikin mata traveler dari mana-mana melek banget. Nah, di antara itu semua, destinasi budaya di Indo tuh asik banget buat dicoba, gaes! Berkunjung, Belajar, dan Bergaya di Destinasi Budaya Indo.
View this post on Instagram
A post shared by Dartha Sii Muggle (@dartha_muggle)
Jadi, apa sih untungnya ngeksplor budaya di Indo selain dari sekadar jalan-jalan? Ini nih, manfaatnya yang gak cuma nambahin followers doang, tapi juga nambahin ilmu dan pengalaman loh!
1. Nambahin Wawasan Budaya yang Luar Biasa
Pas liburan, kan, tujuannya buat nambah ilmu juga, bukan cuma buat foto-foto cantik. Dengan ngerasain budaya dari destinasi budaya, ilmu lo tentang Indo makin kece dan beragam banget! Bukan cuma dari tampilan fisik aja, misalnya, cara orang berpakaian, rumahnya, dan makanannya, tapi juga cara hidup mereka yang bisa banget bikin lo mikir dan belajar banyak.
Mulai dari ujung Sumatra sampe ujung Papua, Indo punya banyak budaya yang beda-beda. Ini ngasih lo inspirasi buat jalan-jalan ke tempat-tempat unik lainnya yang mungkin sebelumnya gak kepikiran buat lo kunjungin!
2. Bantu Lestarikan Budaya Lokal
Eh, tapi, lo tau gak, dengan jalan-jalan ke destinasi budaya, lo juga bisa bantu melestarikan budaya lokal, lho? Gimana caranya? Gampang! Setelah balik dari liburan, lo bisa cerita ke temen-temen dan keluarga lo tentang pengalaman lo. Kalo mereka penasaran, bisa jadi mereka bakal jadiin tujuan berikutnya buat dicheck!
Jadi, dengan nyebutin nama tempat dan ceritain keunikan budayanya, lo udah bantu promosiin destinasi budaya Indo. Dengan begitu, destinasi ini tetep bisa tumbuh dan dikenal banyak orang, baik dari Indo maupun luar negeri. Asyik, kan?
[Baca juga : "10 Spot Keren Dan Ide Liburan Seru Di 10 Destinasi Pariwisata Andalan!"]
3. Pelajaran Unik Dari Setiap Daerah
Gak cuma itu, lo juga bisa belajar banyak tentang keunikan setiap daerah di Indo. Beda bahasa, beda makanan, bahkan beda kondisi alam. Semua bisa lo temuin di destinasi budaya! Rasanya kaya jalan-jalan ke negara berbeda setiap lo pindah satu daerah ke daerah lainnya.
Jadi, lo bisa punya wawasan yang lebih luas dan paham tentang keberagaman budaya di Indo. Gak heran kalo banyak orang suka banget jalan-jalan ke tempat-tempat kayak gini!
4. Jadi Sumber Inspirasi
Wisata budaya juga bisa jadi inspirasi buat lo, loh! Terutama buat yang berprofesi sebagai pengusaha. Ide-ide kreatif bisa banget muncul dari budaya lokal yang lo temuin. Contohnya, buat industri esensial atau industri kreatif, lo bisa buka lapangan pekerjaan baru atau bahkan bikin produk dengan ciri khas daerah tertentu.
Dengan begini, lo gak cuma jalan-jalan doang, tapi juga bisa ngembangin bisnis lo. Keren, kan? Jadi, tunggu apa lagi, gaes? Mulai sekarang, coba eksplorasi destinasi budaya Indo yang unik dan bikin hidup lo makin berwarna! โ๏ธ๐ (Sumber Foto @massidiq_)
...moreTripTrus.Com - Kabupaten Cianjur, adalah sebuah Kabupaten di Tatar Pasundan Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibukotanya terletak di kecamatan Cianjur. Sebagian besar wilayah Cianjur adalah pegunungan. Oleh karena itu Cianjur menjadi daerah yang asri dan menyenangkan untuk dijadikan tujuan wisata. Selain itu Cianjur juga stategis untuk dikunjungi. Dan berikut tempat-tempat yang bisa kalian kunjungi bersama orang-orang tersayang jika sedang berada di Cianjur
1. Situs Megalitikum Gunung Padang
Situs Gunung Padang merupakan peninggalan zaman batu besar yang tak ternilai harganya. Bentuknya berupa tiang-tiang dengan panjang rata-rata sekitar 1 meter dan berdiameter rata-rata 20 cm, berjenis andesit, basaltik, dan basal. Geometri ujung batu dan pahatan ribuan batu besar dibuat sedemikian rupanya teratur berbentuk pentagonal (lima sudut).
Angka 5 juga seakan memberikan identitas pemujaan bilangan ‘5’ oleh masyarakat Sunda dahulu kala. Hal ini membedakannya dengan Babylonia yang menganggap sakral angka 11 atau Romawi Kuno dengan angka 7. Simbol ‘5’ tersebut mirip dengan tangga nada musik Sunda pentatonis, yaitu: da mi na ti na. Oleh karena itulah, selain kompleks peribadatan purba, banyak juga menyebut Situs Gunung Padang sebagai teater musikal purba. Baca selengkapnya
2. Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Taman Nasional Gunung Gede Pangrango adalah salah satu taman nasional yang terletak di Provinsi Jawa Barat. Ditetapkan pada tahun 1980, taman nasional ini merupakan salah satu yang tertua di Indonesia. TN Gunung Gede Pangrango terutama didirikan untuk melindungi dan mengkonservasi ekosistem dan flora pegunungan yang cantik di Jawa Barat. Dengan luas 21.975 hektare, wilayahnya terutama mencakup dua puncak gunung Gede dan Pangrango beserta tutupan hutan pegunungan di sekelilingnya.
Secara administratif, kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango berada di wilayah 3 kabupaten yakni Kabupaten Bogor, Cianjur dan Sukabumi), Provinsi Jawa Barat. Baca selengkapnya
3. Kebun Raya Cibodas
Kebun ini didirikan pada tahun 1852 oleh Johannes Elias Teijsmann sebagai cabang dari Kebun Raya Bogor pada lokasi di kaki Gunung Gede. Dengan curah hujan 2.380 mm per tahun dan suhu rata-rata 18 derajat Celsius, kebun botani ini dikhususkan bagi koleksi tumbuhan dataran tinggi basah tropika, seperti berbagai tumbuhan runjung dan paku-pakuan.
Kebun Raya Cibodas terletak di Kompleks Hutan Gunung Gede Pangrango, Desa Cimacan, Cipanas, Cianjur. Topografi lapangannya bergelombang dan berbukit-bukit dengan ketinggian 1.275 m dpl, bersuhu udara 17 hingga 27 derajat Celcius. Baca selengkapnya
4. Cipanas
Cipanas adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Indonesia. Di daerah ini terdapat beberapa objek wisata seperti Istana Cipanas, Kompleks Villa Puncak Cipanas dan tempat pemandian Cipanas.
Istana Cipanas merupakan Istana Kepresidenan yang terletak di kaki Gunung Gede, Jawa Barat. Istana Cipanas dikelilingi oleh tanaman dan kebun tanaman hias yang asri, kebun sayur dan tanaman lain yang ditata seperti hutan kecil. Di cipanas juga menyediakan beberapa kompleks Villa yang indah sebagai tempat beristirahat. Disekitarnya juga terdapat beberapa pilihan tempat pemandian yang seru dan ramai buat wisata keluarga. Baca selengkapnya
5. Istana Cipanas
Sebenarnya bangunan induk istana ini pada awalnya adalah milik pribadi seorang tuan tanah Belanda yang dibangun pada tahun 1740. Sejak masa pemerintahan Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron Van Imhoff, bangunan ini dijadikan sebagai tempat peristirahan Gubernur Jenderal Hindia Belanda.
Istana Cipanas yang merupakan Istana Kepresidenan, terletak di kaki Gunung Gede, Jawa Barat. Luas areal kompleks istana ini lebih kurang 26 hektare, namun sampai saat ini hanya 7.760 m2 yang digunakan untuk bangunan. Gedung ini ditetapkan sebagai Istana Kepresidenan dan digunakan sebagai tempat peristirahatan bagi Presiden atau Wakil Presiden beserta keluarga setelah kemerdekaan. Baca selengkapnya
=====================================================
Amieykha – Jejaka kelahiran Jakarta ini merupakan founder dari JKTjalanjalan, komunitas traveling. Dia adalah seorang Traveler Kelas Pekerja yang jadwal travelingnya tidak menentu.
...moreTripTrus.Com - Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mewacanakan masuk semua objek wisata yang dikelola oleh pemkab tanpa dipungut retribusi atau gratis demi mendongkrak kunjungan wisatawan dari berbagai daerah."Wacana tersebut memang belum bisa direalisasikan dalam jangka pendek karena ada sejumlah tahapan yang harus dilalui," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jepara Deni Hendarko di Jepara, Senin (10/7).Tahapan tersebut di antaranya, lanjut dia, harus sudah masuk ke dalam program legislasi daerah (Prolegda) terlebih dahulu. Selain itu, kata dia, untuk merealisasikan wacana tersebut juga perlu ada payung hukum dalam bentuk perda. Tahapan dalam menyusun perda, kata Deni, perlu diawali dengan penyusunan naskah akademik."Kami juga perlu membuat kajian terlebih dahulu terkait wacana tersebut, apakah hal demikian bisa memberikan dampak positif terhadap tingkat kunjungan wisatawan serta dampak ekonomi terhadap pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) maupun pelaku usaha di bidang kepariwisataan," ujarnya.Meskipun tahapannya belum sama sekali dilakukan, dia optimistis, wacana tersebut bisa segera direalisasikan karena menjadi salah satu program dari Bupati Jepara Ahmad Marzuqi dan Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi.Kabid Pengembangan dan Pengelolaan Pariwisata Zamroni Lestiaza menambahkan, dengan adanya wacana masuk objek wisata gratis memang berdampak pada pemasukan asli daerah yang setiap tahunnya mencapai miliaran rupiah. "Tahun ini saja, retribusi masuk objek wisata ditargetkan sebesar Rp 3,6 miliar," ujarnya.Rencana pemasukan sebesar itu, meliputi dari objek wisata Pantai Kartini, Pantai Bandengan, Pantai Benteng Portugis dan Taman Laut Kura-kura.Ia memperkirakan, wacana tersebut baru bisa direalisasikan tahun 2018 atau 2019, karena membutuhkan persetujuan dengan DPRD setempat.Saat ini, lanjut dia, sejumlah daerah memang mulai mencoba menarik minat wisatawan dengan cara membebaskan biaya masuknya. "Harapannya, sektor jasa dan restoran yang berada di kawasan objek wisata akan semakin berkembang, karena tingkat kunjungan wisatawan diperkirakan melonjak," ujarnya.Pemkab Jepara, kata Zamroni, masih bisa mendapatkan pemasukan melalui pajak yang dipungut dari penyedia jasa dan restoran tersebut. Untuk mendukung hal itu, Dinas Pariwisata akan berupaya membenahi infrastruktur yang ada serta wahana permainan karena bisa menjadi sumber pemasukan daerah. (Sumber: Artikel antaranews.com Foto masdonie.blogspot.co.id)
...moreTripTrus.Com - Taman Nasional Gunung Bromo merupakan salah satu destinasi wisata alam yang sangat terkenal di Indonesia. Terletak di Jawa Timur, Gunung Bromo menjadi salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia. Libur Lebaran menjadi momen yang tepat untuk mengunjungi Gunung Bromo karena cuaca di sekitar Gunung Bromo cenderung cerah dan tidak terlalu dingin.
View this post on Instagram
A post shared by Ossan m๐งกm (@nifa727)
Selain itu, ketika berkunjung ke Gunung Bromo pada Libur Lebaran, Anda akan disuguhi pemandangan yang sangat memukau. Dari ketinggian, Anda akan melihat langit biru yang cerah, padang rumput yang hijau, dan pegunungan yang indah. Tidak hanya itu, ketika fajar menyingsing, Anda akan bisa menyaksikan pemandangan sunrise yang menakjubkan di sekitar Gunung Bromo.
[Baca juga : "Pengalaman Berbeda Di Pulau Bali Selama Libur Lebaran: Festival Budaya Dan Aktivitas Outdoor"]
Saat Libur Lebaran, Anda juga bisa melihat tradisi unik masyarakat sekitar yang disebut dengan "Upacara Kasodo". Tradisi ini biasanya dilakukan pada malam sebelum Hari Raya Idul Fitri. Masyarakat setempat akan berkumpul di sekitar Gunung Bromo untuk melakukan ritual adat yang diyakini sebagai tanda syukur atas hasil panen yang telah diperoleh.
Namun, saat berkunjung ke Taman Nasional Gunung Bromo, penting untuk mengikuti aturan dan peraturan yang berlaku, serta menjaga kebersihan dan kelestarian alam. Anda juga disarankan untuk membawa pakaian yang nyaman, sepatu yang nyaman, serta membawa bekal yang cukup untuk perjalanan Anda. (Sumber Foto @zahrulmubbarak)
...moreTripTrus.Com - Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen memiliki ratusan buah gedung tua yang megah. Ada yang difungsikan sebagai obyek wisata, rumah tinggal, sekolah maupun kantor pemerintah. Namun sayang baru satu gedung yang sudah diproses untuk menjadi bangunan cagar budaya yaitu SMP Negeri I Gombong. "Padahal ditilik umur dan keunikan arsitekturnya, banyak yang layak jadi cagar budaya seperti rumah nenek pengusaha Martha Tilaar di Jalan SEmpor Lama Gombong yang kini tengah dipugar oleh ahli warisnya," ujar Sekretaris LSM Lembah Luk Ulo Kebumen, Ir Misbah Sukmadi, Selasa (01/10/2013). Berdasarkan kajian LSM Lembah Luk Ulo, sebagian besar gedung-gedung itu berumur diatas 100 tahun seperti Benteng Van der Wijck yang berumur 195 tahun karena berdiri tahun 1818. Di dekat nya, ada ratusan gedung tua yang masih dipertahankan bentuk aslinya dan difungsikan sebagai kompleks Sekolah Calon Tamtama TNI AD, rumah-rumah dinas anggota TNI, Rumah Sakit Umum DKT Gombong dan rumah-rumah pribadi warga masyarakat. Terpisah, Wakil Kepala SMPN I Gombong, Drs Dharmadi, menjelaskan bahwa proses pemberian status cagar budaya bagi gedung SMP Negeri I Gombong sudah dilakukan sejak 2005 lalu. Bahkan, gaung pemberian status cagar budaya sudah didengar oleh sejumlah kolektor barang antik. Diantaranya ada berniat membeli lantainya yang terbuat dari potongan-potongan batu granit hitam buatan Swedia dengan penawaran Rp 1,1 miliar. "Namun tawaran itu kami tolak karena kami ingin mempertahankan keaslian bangunan ini yang dibangun hampir bersamaan dengan Benteng van der Wijck dan RSU DKT Gombong. Saat ini kami tengah menunggu penyerahan Surat Keputusan (SK) tentang status cagar budaya dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala sehingga ada sumber anggaran untuk pemeliharaan gedung ini. Saat ini yang sudah keluar baru SK Juru Kunci Cagar Budaya untuk petugas penjaga sekolah," jelas Dharmadi. (Sumber: Artikel-Foto beritakebumen.info)
...moreTripTrus.Com - Ministry of Tourism and Creative Economy/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) ngasih support buat acara 1st Indonesia Mountain Tourism Conference (IMTC) buat nunjukin potensi wisata gunung yang keren banget di Indonesia.
Nah, buat yang gak tau, acara ini digelar pas hari Pariwisata Dunia, yakni tanggal 27 September nanti. Info ini kita dapet dari "The Weekly Brief With Sandi Uno" yang diadain di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, pada Senin (18/9/2023).
Direktur Wisata Minat Khusus Kemenparekraf/Baparekraf yang akrab disapa Itok Parikesit cerita kalo konferensi keren ini bakal diadain di Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk, Jakarta Barat, dan ini juga jadi salah satu side event keketuaan Indonesia di ASEAN.
Dalam pembicaraannya, Itok ngarepin banget konferensi ini bisa jadi kesempatan buat ngerangkul semua pihak di Indonesia buat ngegali potensi wisata gunung yang keren abis. Tau gak, Indonesia punya banyak banget destinasi wisata gunung yang bisa bikin mata kita melek.
"Itu nih, Indonesia punya gunung lebih banyak dari negara lain di dunia, tapi masalah pengelolaan atraksi dan pengunjungnya masih rada ribet. Nah, di konferensi ini, kita bakal undang semua orang penting buat diskusiin cara mengembangkan wisata gunung di Indonesia," kata Itok.
[Baca juga : "Efek Wisata Halal, Jumlah Hotel Syariah Di Indonesia Melejit 500%"]
Nia Niscaya, si Ahli Utama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif dari Kemenparekraf/Baparekraf, nambahin juga kalo selain membahas potensi wisata gunung, konferensi ini juga bakal ngebahas aturan-aturan yang harus diikutin sama para penggemar wisata gunung. Soalnya, wisata gunung jadi favorit banget buat para wisatawan selama pandemi COVID-19, dan trennya masih terus berlanjut.
"Di event ini, kita juga bakal bahas apa yang boleh dan nggak boleh dilakuin sama wisatawan dan pihak-pihak terkait. Semua itu buat bikin wisata gunung jadi sesuatu yang bisa berlanjut terus," kata Nia. (Sumber Foto @infopublik.id)
...moreTripTrus.Com - Tim destinasi Ramadan mengunjungi Kota China kecil di Lasem, Jawa Tengah. Tepatnya ke sebuah pesantren bernuansa negeri Tirai Bambu. Untuk sampai Kabupaten Rembang ditempuh dengan penerbangan dari Jakarta ke Semarang. Setelah itu dilanjutkan lewat jalur darat selama tiga jam menyusuri Jalur Pantura. Seperti ditayangkan Liputan6SCTV, untuk menuju ke kota santri ini, para pengunjung bisa naik sepeda. Olahraga kecil sambil bernostalgia menikmati arsitektur khas negeri China.
Ponpes kauman lasem #explore#explorelasem#vakansinesia#lasemkotapusaka#lasemkotatua
A post shared by L A S E M โคโคโค Tour guide (@yanto.ryan) onMay 13, 2018 at 7:40am PDT
[Baca juga : Dua Pantai Indah Indonesia Versi Media Amerika Serikat]
Setiap melewati rumah, beragam pintu terdapat huruf kanji yang berisi kalimat-kalimat bijak. Memasuki kawasan pesantren, wisatawan akan disambut pos ronda berwarna merah. Saat masuk, disambut dengan ornamen-ornamen China. Perpaduan budaya China dan Jawa sangat melekat di pesantren ini.
PonPes dan Pecinan menyatu dlm Pesona Lasem #kesengsemlasem #pesonaindonesia #rembangkece #pecinanlasem #ponpeslasem
A post shared by Desi PanaLukan (@panalukan) onNov 5, 2016 at 7:09am PDT
Toleransi antar etnis dan agama juga terlihat dari warga sekitar yang menyumbang lampion untuk pesantren. Yang menarik, tinggi toleransi di tempat ini membuat warga etnis China di sekitar tertarik untuk mempelajari Islam dan memilih menjadi mualaf. Salah satunya Ustaz Javier.
Destinasi selanjutnya adalah berziarah ke Pasujudan Sunan Bonang atau Raden Maulana Makdum Ibrahim. Semasa hidupnya, Sunan Bonang telah menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.
Pasujudan Sunan Bonang untuk mendekatkan diri dan berdoa kepada Allah SWT berwujud batu. Tak heran banyak pengunjung penasaran melihat batu tempat bersujudnya Sunan Bonang.
Ada juga Masjid Sunan Bonang. Masjid ini sudah ada sejak tahun 500 masehi. Masa dimana Sunan Bonang menjalankan misinya menyebarkan agama islam. Dan sekarang saat mencari suasana alam di Rembang untuk ngabuburit. Pantai Karang Jahe dapat menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu sambil menanti azan maghrib. (Sumber: Artikel liputan6.com, Foto vakansinesia.com)
...more