Selain dikenal dengan objek wisata jam gadang, Sumatera Barat juga ternyata memiliki satu destinasi eko-wisata yakni Pusat Konservasi Penyu di Kota Pariaman. Di sini, kita dapat melihat bagaimana penyu-penyu yang hidup di kawasan Pariaman dipelihara dalam sebuah penangkaran.
Untuk bisa menuju pusat konservasi yang terletak di Jalan Syeh Abdul Arif, Desa Apar, Kecamatan Pariaman Utara, Sumatera Barat, tidaklah begitu sulit. Dari Pusat Kota Pariaman hanya memerlukan waktu 10 menit untuk sampai ke destinasi ini.
Begitu sampai di pusat konservasi ini, aneka jenis tukik seperti menyambut keberadaan kita. Ada beberapa jenis tukik yang bisa kita lihat di sini seperti penyu lekang, penyu hijau dan penyu sisik. Sejak 2009 tempat penangkaran penyu ini telah melakukan penangkaran kurang lebih 30.000 ekor tukik. Setelah melewati masa penangkaran, sebagian besar tukik-tukik tersebut kemudian dilepaskan ke laut.
Untuk dapat lebih dekat dan bahkan ingin menyentuh tukik-tukik ini, UPTD Pusat Konservasi Penyu Pariaman ini memiliki beberapa fasilitas yang dapat dikunjungi pengunjung seperti, ruang inkubasi peneluran penyu, hacthery, dan ruang karantina. Pengelola juga menyediakan ruang informasi untuk pengunjung yang ingin mengetahui lebih banyak informasi mengenai tukik-tukik yang ada di pusat konservasi ini.
Selain berfungsi sebagai pusat konservasi, saat ini UPTD Pusat Konservasi Penyu Pariaman juga menjadi salah satu objek eko-wisata. Tidak hanya wisatawan dari Pariaman dan Padang pada umumnya, namun wisatawan mancanegara juga menjadikan destinasi wisata ini sebagai salah satu tempat yang mereka kunjungi ketika berada di Pariaman.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTRIPTRUS.COM - Oriental yang didirikan oleh Njoo Giok Lien sekitar tahun 1920. Oriental merupakan pelopor pabrik rumahan yang memproduksi minuman bersoda yang khas. Fakta yang unik pabrik rumahan Limun Oriental ini lebih tua dibanding minuman terkenal Amerika Serikat Coca Cola atau Sprite yang baru berdiri tahun 1944 silam.
Njoo Giok Lien bersama sang istri mendirikan pabrik Limun Oriental, Di zaman dulu minuman ini hanya diminum oleh orang-orang kaya zaman itu. Limun Oriental memproduksi 9 varian rasa yaitu rasa nanas, kopi, moka, jeruk, framboze, sirsak sitrun, anggur dan leci, limun-limun ini dipasarkan di wilayah Semarang.
Kita bisa menikmati kesegaran soft drinks ini langsung dari pabriknya yang terletak di belakang lapas Pekalongan kota atau masuk dari jalan antara Batik TV dan Museum Batik 50 meter di kiri jalan. Limun Oriental lebih memproduksi dalam jumlah terbatas karena kalah saing dengan minuman softdrinks lainya, Oriental ini lebih menjual air sodanya ke penduduk lokal Pekalongan dengan cara pembuatannya yang masih tradisional.
Limun Oriental ini berbentuk rumah yang bernuansa jadul dengan pajangan-pajangan jaman dulu di rumah itu juga menyediakan tempat duduk untuk menikmati minuman limun tersebut dan didalam rumahnya itu ada pabriknya langsung, Anda bisa melihat proses pembuatanya antara lain seperti mengolah gula sendiri direbus dengan kayu bakar menggunakan loyang yang besar, mesin untuk cuci nya manual direndam botolnya di suhu yang tinggi, untuk produksinya ada mesin pencampuran air dan gas, mesin pencampuran rasa,dan penutupan botol dilakukan dengan mesin tradisonal. Resep untuk membuat minuman soda itu awalnya pemiliknya diajari oleh orang Belanda dan kalau rasanya itu mereka mencoba-coba sendiri hingga menjadi nikmat.
...moreTripTrus.Com - Sebuah pohon besar, tua dan teduh sangat dijaga oleh warga di Kecamatan Pancur, Rembang. Penampakannya mengingatkan pada Tree of Souls dalam Film Avatar. Warga sekitar menyebutnya dengan Wit Meh atau dalam bahasa Indonesia Pohon Trembesi. Diperkirakan usia pohon itu telah mencapai ratusan tahun. Diameter batang pohon hampir 10 meter. Dilihat dari kejauhan, bentuk pohon seperti payung yang meneduhi rumah di sekitarnya.Pohon ini memiliki cabang yang cukup banyak. Bentuk daunnya majemuk, dan setiap helainya berbentuk bulat. Sedangkan bentuk buahnya hampir menyerupai buah asam.
Suasana di sekitar lokasi tersebut begitu sejuk. Ukuran pohon yang terbilang sangat besar itu membuat siapapun orang yang berteduh di bawahnya akan merasa nyaman. Selain itu, pemandangan di sekitar lokasi berupa hamparan sawah makin membuat nyaman orang betah berlama-lama berada di bawah pohon ini.
Warga setempat sering beraktifitas di bawah pohon tersebut. Banyak pembatik yang seringkali menghabiskan waktu memanfaatkan rindangnya pohon. Tak jarang pula, banyak pelancong yang berkunjung hanya sekedar mengambil foto di bawah pohon tersebut.Di sebelah pohon, terdapat sebuah makam. Adalah makam Mbah Tinoyo yang dipercaya warga merupakan leluhur Desa. Salah satu warga setempat, Karjin mengaku keberadaan pohon tersebut dianggap sakral. Meskipun tak ada perlakuan khusus terhadap pohon tersebut, warga senantiasa menghormati keberadaannya.Hanya untuk memetik daunnya saja, warga tidak berani. Terlebih jika sampai mematahkan dahannya dengan sengaja, warga percaya bisa mendatangkan mala petaka. "Warga di sini nggak ada yang berani ambil daunnya, apalagi nebang rantingnya. Bisa-bisa nanti orang yang berani seperti itu kena mala petaka. Sudah berkali-kali kejadian seperti itu," jelasnya.Lebih lanjut ia mengakui, keberadaan pohon tersebut dipercaya mampu menghindarkan Desa dari segala macam bencana. Seperti saat sejumlah Desa di Kecamatan Lasem yang terkena banjir, Desa Doropayung menjadi Desa yang sama sekali tak terendam air, meskipun beberapa Desa tetangga telah terendam banjir."Pernah ada banjir di Desa-desa tetangga, tapi di sini aman. Warga percaya kalau di Desa Doropayung ini ada yang melindungi. Makanya warga selalu bergantian untuk membersihkan lokasi ini," imbuhnya.Ada rumor lain yang juga beredar dan dipercaya sebagian warga. Warga percaya jika ada lima orang sahabat bisa mempertahankan gandengan untuk memeluk pohon tersebut, maka persahabatan di antara mereka akan terjalin lama. "Ya namanya rumor, mau percaya atau tidak kan bergantung sama orangnya," paparnya. (Sumber: Artikel detik.com Foto vakansinesia.com)
...moreTripTrus.Com - Nusa Tenggara Timur (NTT) nggak cuma terkenal sama Labuan Bajo dan Pulau Komodo, Bro! Gak jauh dari Labuan Bajo, kita bisa merasakan eksotisme alam Indonesia Timur di Desa Budaya Compang To'e Melo, guys!
Yosef Ugis, sang ketua adat di Desa Budaya Compang To'e Melo, cerita, desa mereka resmi jadi desa wisata tahun 1993 oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai, NTT. Desa Compang To'e Melo sendiri diambil dari kata "Melo," yang berarti pergi duluan, dan "To'e" adalah nama suku di Kampung Melo.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh 🍣HARUKA🍣 (@haruka_jalanjalan)
Desa Budaya Compang To'e Melo tuh sekitar 70 kilometer dari pusat Labuan Bajo, loh. Jalanannya bagus, jadi bisa nyampe dalam sekitar 1 jam naik mobil atau motor. Lokasinya juga deket dari jalan utama Trans Flores, Bro!
Banyak seru banget yang bisa kita rasain di Desa Budaya Compang To'e Melo, guys!
1. Nonton Tarian Khas Manggarai dan Nyobain Tuak Lokal
Desa ini siapin acara spesial buat kita yang datang. Begitu nyampe, kita bakal disambut sama Tari Caci, tarian khas Manggarai yang ditarikan sama cowok-cowok asli Desa Budaya Compang To'e Melo pake kostum tradisional. Seru banget, Bro!
Abis nonton tari, kita juga bisa nyicip tuak lokal dari pohon enau dan pinang sirih. Menurut Yosef, ini bentuk penghormatan mereka buat kita yang liburan ke desa mereka. Ini tradisi turun-temurun, lho! "Sofi" ini sebagai tanda bahwa mereka anggep kita sebagai saudara, kata Yosef.
2. Nikmatin Wisata Alam Eksotis dari Atas Ketinggian
Di Desa Liang-Ndara, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Desa Budaya Compang To'e Melo punya pemandangan keren banget. Dari ketinggian 624 meter di atas laut, kita bisa lihat keindahan Pulau Flores, guys!
Liat Manggarai Barat dari atas itu pengalaman yang nggak bisa dilupain. Apalagi di NTT yang penuh dengan alam indah, dari sawah hijau, langit biru, sampe pantai dan pulau-pulau yang cakep banget.
[Baca juga : "Labuan Bajo, Tempat Keren Di Ujung Indonesia"]
3. Rasain Udara Pegunungan yang Adem Banget
Wisata di NTT biasanya pantai, laut, dan pulau-pulau, kan? Tapi, di Desa Budaya Compang To'e Melo ini beda, guys!
Di sini kita bisa merasakan udara sejuk pegunungan tanpa harus panjat gunung berkilometer-kilometer. Suasana dinginnya bikin tempat ini pas banget buat ngehabisin liburan setelah jalan-jalan di Labuan Bajo.
4. Saksikan Kegiatan Warga dan Pelajari Budaya Lokal
Liburan ke kampung budaya itu nggak lengkap kalo nggak ikut nonton kegiatan warga dan belajar budaya setempat, Bro! Kita bisa mampir ke rumah warga buat lihat aktivitas sehari-hari mereka. Di situ, kita bisa belajar budaya NTT, dan gak usah khawatir, warga Desa Budaya Compang To'e Melo ramah banget sama wisatawan.
5. Belanja Produk Ekraf
Warga Desa Budaya Compang To'e Melo sebagian besar petani. Selain itu, mereka juga bikin berbagai kerajinan tangan, seperti tenun songket, keranjang, topi, compang (peci khas Manggarai), dan kesetan. Ada juga produk makanan seperti kopi khas NTT dan gula aren. Kita bisa belanja ini semua sebagai oleh-oleh, dan gak perlu khawatir kalo nggak bawa uang tunai, di sini bisa bayar pakai QRIS, guys!
Ingat, sebelum berangkat, pastikan udah vaksin dan daftar di PeduliLindungi, ya! Tetap patuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 6M, guys! Selamat jalan-jalan! (Sumber Foto @widiyanti1982)
...moreUntuk ke Tanjung Puting, ikuti trip di: http://triptr.us/Bc
TRIPTRUS - Di tenggara Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, terdapat sebuah hamparan hutan seluas 416 ribu hektar lebih yang merupakan wilayah Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Meski dikenal di dunia sebagai tempat suaka bagi Orangutan, Tanjung Puting juga merupakan suaka bagi dua spesies primata endemik lain, yaitu Bekantan (nasalis larvatus) dan Monyet Daun Merah (pesbytis rubicunda), serta ratusan spesies lainnya.
Untuk mencapai TNTP, dari Bandara Iskandar di Pangkalan Bun, ibukota Kabupaten Kotawaringin Barat, Anda bisa menggunakan "Klotok" - perahu motor yang sering ditemui di sungai-sungai Kalimantan - atau dengan speedboat. Dibandingkan dengan klotok, tentu saja perjalanan menggunakan speedboat akan memakan waktu yang lebih singkat. Namun klotok punya keunggulan lain, yaitu dapat berfungsi sebagai tempat menginap selama Anda melakukan perjalanan karena di atas klotok dilengkapi dengan toilet dan tersedia listrik.
Klotok awalnya digunakan sebagai alat transportasi yang membawa kayu gelondongan dari hulu sungai ke pelabuhan. Tapi kini dengan maraknya perjalanan ke TNTP, klotok banyak yang berubah fungsi sebagai alat transportasi dan sekaligus tempat makan dan menginap wisatawan. Menginap di atas klotok bukan berarti Anda bisa punya privasi, karena Anda akan tidur di atas geladak klotok. Tapi ini berarti Anda bisa tidur sambil menikmati hamparan bintang yang terlihat jelas di langit malam.
Ada tiga pusat rehabilitasi orangutan di TNTP, yaitu Tanjung Harapan, Pondok Tanggui, dan Camp Leakey. Di tiap pusat rehabilitasi, para pengunjung bisa memberi makan orangutan yang berkeliaran di sana dan merasakan hangatnya "sambutan" dari para orangutan. Tempat yang paling populer di Tanjung Puting adalah Camp Leakey. Didirikan pada tahun 1971 oleh Dr. Birute Galdikas dan mantan suaminya Rod Brindamour. Tempat itu mengambil nama dari Louis Leakey, guru dari Dr. Galdikas. Leakey sendiri juga merupakan guru dari Jane Goodall (yang mempelajari Simpanse) dan Dian Fossey (yang mempelajari Gorilla).
Menghabiskan waktu beberapa hari di Tanjung Puting bisa membuat Anda tidak ingin pergi karena terpesona dengan keindahan alam Taman Nasional Tanjung Puting.
Photos courtesy of: ShutterStock, commons.wikimedia.org, pbase.com, himpalaunas.com
...moreTripTrus.Com - Bentar, bos! Gue punya nih lima tempat keren buat melepas lelah pas liburan tahun baru 2024. Pasti bikin lo bebas penat. Gue udah ngumpulin tempat yang bikin hati lo makin ceria. Makanya, buruan cek ini, guys!
View this post on Instagram
A post shared by Bali | Travel | Hotels (@discoverbalidaily)
1. Pulau Natuna, Kepulauan Riau
Gak cuma punya pantai yang bikin mata lo ngiler, di sini juga ada hutan mangrove di Pering yang bisa jadi spot alternatif buat liburan. Pantai Batu Kasah dan Pantai Teluk Selahang wajib banget lo cek!
2. Banyuwangi, Jawa Timur
Ini dia tempatnya yang anti mainstream! Banyuwangi punya segudang view keren dari pantai, teluk hijau, kawah Ijen, sampe air terjun. Gak bakal nyesel deh kalo lo pilih ini.
3. Seminyak, Bali
Kalau lo pengen nuansa mewah, eksklusif, dan modern, Seminyak jawaranya! Pantai Canggu dan Pantai Seminyak bisa lo masukin list kunjungan lo.
[Baca juga : "Rekomendasi Wisata 2024, Kali Biru Genyem Papua Surga Tersembunyi Yang Bikin Mata Ngiler!"]
4. Padang, Sumatera Barat Padang gak cuma punya Jam Gadang atau Batu Malin Kundang aja. Di sini ada air terjun Lubuak Tampuruang buat lo main air, Istana Pagaruyung buat lo yang mau kenal budaya Minang, dan jangan lupa cicipin kuliner khas Minang yang nendang banget!
5. Banda Aceh, Aceh Aceh juga punya spot keren lho! Ada Taman Sari Gunongan dan Pinto Khop yang mirip Taj Mahal, Kapal Apung, dan Pantai Ulee Lheue yang gak kalah oke. Plus, jangan lupa cobain kuliner khasnya, kayak Eungkot paya atau ikan payau yang hidup di rawa-rawa air tawar.
Nah, itu tadi lima destinasi super keren buat lo kunjungi di awal tahun 2024. Gak cuma gokil, tapi juga anti mainstream. Udah mulai nyiapin rencana liburan, belum, nih? (Sumber Foto @piknikyukindonesia)
...moreTRIPTRUS - Brown Canyon Semarang merupakan tempat sebagai proyek galian C yang sudah berumur 10 tahun lebih. Dan disinilah sebagai tempat mengais rejeki bagi sebagian orang dengan melakukan penggalian pasir, penggalian tanah urug dan batu padas.
Brown Canyon sebenarnya bukanlah tempat wisata melainkan perbukitan biasa, namun karena penambangan material yang dilakukan setiap hari selama bertahun-tahun ahirnya berubah wujud seperti layaknya Green Canyon yang ada di Amerika.
Keindahan panorama alam yang eksotik membuat Brown Canyon Semarang ini menjadi salah satu obyek wisata dan tempat yang terbaik bagi para pecinta fotografi. Tebing-tebing yang menjulang tinggi dipadu dengan adanya pohon-pohon di puncaknya membuat tempat ini sebagai pemandangan yang sangat menarik dan sayang untuk tidak dikunjungi.
Dikarenakan Brown Canyon sebenarnya bukanlah tempat wisata tentu saja para wisatawan harus mencari petunjuk arah sendiri, karena warga sekitar hanya tahu bahwa tempat tersebut hanyalah sebagai tempat penambangan material berupa pasir, tanah urug dan batu padas.
Brown Canyon terletak di daerah Rowosari Meteseh Tembalang Semarang, tempat yang lumayan jauh dari pusat keramaian kota Semarang. Merupakan tantangan tersendiri bagi para wisatawan yang ingin datang ke tempat ini, dimana para wisatawan dalam sepanjang perjalanannya harus bertemu dengan debu-debu yang beterbangan dan bersimpangan dengan truk-truk pengangkut bahan material.
Rute menuju Brown Canyon Semarang.
Lokasi Brown Canyon Semarang bisa dijangkau dari berbagai arah. Pengunjung bisa melewati pasar Meteseh via Tembalang, Kedungmundu atau RSUD Klipang.
Rute Brown Canyon dari Semarang timur bisa melewati jalan Fatmawati menuju RSUD Kota Semarang (Ketileng), kemudian mengambil arah kiri (arah perum Klipang) dan menuju lokasi Klipang Golf. Setelah sampai Klipang Golf, lanjutkan dengan melewati jembatan besi. Setelah jembatan besi ketiga (jembatan dengan sungai yang besar) akan ada pertigaan ke arah selatan (belok kanan). Lurus saja kurang lebih 2 KM Anda akan melihat keindahan Brown Canyon Semarang.
Rute Brown Canyon dari arah Batang, Kendal dan Simpang Lima Semarang atau dari arah barat bisa melewati pertigaan “pasar kambing”, melewati Mrican, Kedung Mundu, Sambiroto, pertigaan Intan Permai belok kiri (Jl. Elang), kemudian sampai perempatan Pasar Meteseh belok kiri.
Rute Brown Canyon dari arah Solo, Yogya dan Semarang atas bisa melewati Banyumanik, Tembalang, UNDIP dan kemudian menuruni Sigar Bencah sampai perempatan Pasar Meteseh langsung ambil jalan lurus.
Yang perlu dipersiapkan saat menuju Brown Canyon di Semarang.
Karena tempat ini merupakan tempat panambangan bahan material dan masih aktif maka datanglah pada waktu diluar jam kerja, jika terpaksa harus datang disaat jam kerja maka jangan lupa persiapkan masker atau buff sebagai penutup mulut dan kacamata. Karena kondisi jalan pedesaan yang cukup jelek, berdebu dan bergelombang maka gunakanlah sepeda motor yang fleksibel atau jika menyukai tantangan Anda bisa menggunakan sepeda onthel. Tidak disarankan menggunakan mobil mewah apalagi mobil dengan full variasi atau mobil ceper. (Sumber: Artikel dan Foto semarangplus.com)
...moreTripTrus.Com - Halo Sobat Triptrus, bagaimana kabar puasanya? Apakah berjalan lancar? Ramadan merupakan bulan yang suci bagi umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Selain beribadah, Ramadan juga menjadi momen yang tepat untuk mengeksplorasi wisata sejarah Islam di Indonesia. Berikut ini adalah beberapa tempat wisata sejarah Islam di Indonesia yang bisa dikunjungi selama Ramadan.
View this post on Instagram
A post shared by Nuur Ahad (@nuur_ainnisaa)
1. Masjid Istiqlal, DKI Jakarta
Masjid Istiqlal adalah salah satu tempat wisata sejarah Islam yang paling terkenal di Indonesia. Terletak di Jakarta, masjid ini memiliki arsitektur yang megah dan indah, serta dapat menampung ribuan jamaah sekaligus. Selain beribadah, pengunjung juga dapat menikmati keindahan bangunan masjid dan mengunjungi museum di dalamnya.
2. Keraton Yogyakarta, DI Yogyakarta
Keraton Yogyakarta adalah istana yang dibangun oleh Sultan Hamengkubuwono I pada tahun 1755. Istana ini memiliki nilai sejarah yang tinggi dan merupakan pusat kebudayaan Jawa. Di dalam istana, pengunjung dapat menikmati keindahan arsitektur bangunan, mengunjungi museum, dan menyaksikan pertunjukan seni dan budaya Jawa.
3. Masjid Agung Demak, Jawa Tengah
Masjid Agung Demak adalah masjid tertua di Indonesia yang dibangun pada abad ke-15 oleh Sultan Raden Patah. Masjid ini memiliki arsitektur yang khas dan bersejarah, serta menjadi simbol penting perkembangan Islam di Indonesia. Selama Ramadan, pengunjung dapat menikmati keindahan masjid dan mengikuti kegiatan keagamaan di dalamnya.
[Baca juga : "Hal Yang Harus Dibawa Ketika Berpergian Ketika Ramadhan"]
4. Makam Sunan Ampel, Surabaya
Makam Sunan Ampel adalah makam yang menjadi tempat peristirahatan terakhir dari Sunan Ampel, seorang ulama dan wali Songo yang berperan penting dalam penyebaran agama Islam di Jawa Timur. Makam ini memiliki nilai sejarah dan keagamaan yang tinggi, serta menjadi tempat ziarah bagi umat Islam di Indonesia. Selama Ramadan, pengunjung dapat mengunjungi makam dan berdoa di dalamnya.
Itulah beberapa tempat wisata sejarah Islam di Indonesia yang bisa dikunjungi selama Ramadan. Selain mengeksplorasi keindahan dan sejarah bangunan, kita juga dapat memperdalam pengetahuan dan keimanan tentang agama Islam. Semoga perjalanan wisata sejarah Islam di Indonesia selama Ramadan ini menjadi momen yang berkesan dan penuh berkah bagi Sobat Triptrus. (Sumber: Artikel Shalahudin Hikam Al Ayubi Foto @sulthon_deleali2)
...moreTripTrus.Com - Puluhan desa wisata di Indonesia telah masuk dalam daftar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 yang diberikan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Ragam potensi dan keunikan menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung yang ingin berwisata ke desa tersebut. Desa-desa wisata ini memiliki beragam potensi, mulai dari ekonomi kreatif hingga kearifan lokal yang masih dilestarikan oleh masyarakat setempat. Beberapa desa wisata yang masuk dalam ADWI 2023 terletak di dataran tinggi.
View this post on Instagram
A post shared by Manha Tour & Travel (@manhatourtravel)
Keindahan alam dan kearifan lokal dari desa wisata menjadi paket wisata yang lengkap dan menarik bagi wisatawan, baik dalam maupun luar negeri. Berikut adalah daftar desa wisata yang memiliki lokasi tertinggi di Indonesia, mengutip laman resmi kemenparekraf.go.id:
1. Kampung Bena Inire
Berada di Nusa Tenggara Timur (NTT), tepatnya di Desa Tiwu Riwu, Jerebu'u, Ngada. Desa wisata ini berada di kaki Gunung Inerie dengan ketinggian mencapai 2.245 mdpl. Kampung Bena Inire memiliki udara dan hawa sejuk, lengkap dengan rumah-rumah adat yang sudah ada sejak zaman Megalitikum. Berbeda dengan bangunan rumah pada umumnya, rumah adat di Kampung Bena Inire masih sangat tradisional. Bahkan atap rumah terbuat dari alang-alang dan lantai rumahnya terbuat dari bebatuan gunung. Kearifan lokal yang terus dijaga di sini adalah menenun.
2. Desa Argosari
Berada di ketinggian 2.000 mdpl, Desa Argosari di kaki Gunung Bromo termasuk dalam desa tertinggi di Indonesia. Tepatnya ada di Senduro, Lumajang, Jawa Timur. Desa Argosari terkenal dengan pemandangan "Negeri di Atas Awan" yang mampu memukau siapa saja yang berkunjung. Desa ini merupakan tempat tinggal Suku Tengger, warga Desa Argosari juga masih sangat kental dengan adat istiadat. Salah satunya adalah Upacara Karo yang diadakan pada bulan ke-2 Tahun Saka Hindu Tengger. Upacara Karo bertujuan untuk mengembalikan kesucian dan penghapusan dosa warga Suku Tengger. Tentunya kearifan lokal seperti ini menjadi daya tarik wisata bagi Desa Wisata Argosari.
3. Desa Kete Kesu
Terletak di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, dan merupakan salah satu desa tertinggi di Indonesia yang menarik untuk dikunjungi. Desa ini berada di Kampung Bonoran, Kelurahan Tikunna Malenong, Sanggalangi, Toraja Utara, dengan ketinggian sekitar 1.400 mdpl di lereng-lereng pegunungan. Selain menikmati pemandangan perbukitan, Sobat Parekraf juga dapat menyaksikan budaya leluhur yang masih terjaga hingga kini.
Salah satu kearifan lokal yang lestari di Desa Kete Kesu adalah pemakaman adat yang diletakkan di gua-gua di atas tebing. Selain itu, Sobat Parekraf dapat melihat Tongkonan, rumah tradisional Toraja yang merupakan sebuah rumah panggung dengan atap seperti tanduk kerbau yang menjulang tinggi, lengkap dengan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.
4. Desa Sembungan
Salah satu desa tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 2.300 mdpl, terletak di Kecamatan Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah. Desa wisata ini memiliki pemandangan alam yang indah dan kearifan lokal yang masih terjaga, sehingga mendapat peringkat 1 Desa Rintisan ADWI 2022. Desa Sembungan dijuluki Desa Tertinggi di Pulau Jawa dan menyediakan berbagai destinasi wisata populer yang mempesona, seperti Puncak Sikunir, Gunung Pakuwaja, Telaga Cebong, dan Curug Sikarim. Budaya lokal di Desa Sembungan juga dilestarikan, seperti adat Ruwat Gimbal yang diadakan setiap tanggal 1 dalam kalender Jawa Suro. Ruwat Gimbal adalah upacara adat pemotongan rambut pada anak berambut gimbal untuk membersihkan dari hal buruk dan biasanya digelar antara bulan Agustus-September.
[Baca juga : "Tempat Wisata Favorit Orang Indonesia Ternyata Bukan Hanya Bali!"]
5. Desa Wisata Ranupani
Desa tertinggi di Indonesia selanjutnya, terletak di Kecamatan Senduro, Lumajang, Jawa Timur, dengan ketinggian 2.100 mdpl. Desa Wisata Ranupani adalah basecamp resmi pendakian Gunung Semeru dan memiliki daya tarik wisata berupa Danau Ranupani, danau tertinggi di Indonesia dengan luas sekitar 7.500 meter persegi. Selain itu, di desa wisata ini juga terdapat Rumah Budaya Ranupani yang sering digunakan untuk pergelaran tari dan musik tradisional. Desa Wisata Ranupani masih menjaga adat istiadat leluhur dengan menggelar tradisi Unan-unan setiap 5 tahun sekali, tepatnya pada tahun "Landung" menurut penanggalan tradisional. Tradisi Unan-unan adalah menanam kepala kerbau yang ditujukan untuk membersihkan desa agar selamat dari malapetaka. (Sumber Foto @indah_dp)
...more