shop-triptrus



Lima Tempat Wisata Bersejarah di Banda Neira

Triptrus.Com - Kepulauan Banda Neira yang merupakan titik kejayaan rempah-rempah di Indonesia, kini sejarahnya mulai diangkat kembali melalui sebuah film dokumenter, yaitu Banda, The Dark Forgotten Trail. Dalam film tersebut, diceritakan sejarah tentang pala yang menjadi rebutan banyak negara. Selain itu, Banda Neira juga memiliki beberapa destinasi wisata menarik yang patut Sahabat Sporto jelajahi. 1. Rumah Budaya Berkunjung ke surganya pala, Sahabat Sporto jangan sampai tak mampir ke Rumah Budaya Banda Neira. Lokasi situs bersejarah tersebut tepat berada di depan Delfika Guest House. Di dalam rumah ini, wisatawan bisa melihat rangakaian sejarah mengenai Banda Neira saat masa penjajahan. Di dalamnya, terdapat barang-barang peninggalan VOC yang terpajang di setiap sudutnya. Seperti jenis-jenis meriam, alat-alat rumah tangga, hingga lukisan-lukisan kuno yang menggambarkan seituasi pada masa penjajahan. 2. Gunung Api Banda Menurut sejarah, Pulau Banda terbentuk akibat letusan gunung berapi di sekitar wilayah laut Maluku. Jika berkunjung ke Neira, tak lengkap rasanya bila belum mengunjungi Gunung Api Banda. Gunung dengan tinggi 670 meter ini, pernah meletus pada Mei 1988. Jaraknya pun hanya 10 menit dari Pulau Neira dengan menggunakan perahu kecil. Jika ingn mendaki Gunung Api Banda, disarankan datang setelah shubuh. Karena saat siang hari, cuaca akan terasa panas dan menyengat. Dari atas gunung, Sahabat Sporto akan melihat pemandangan sekitar Pulau Neira yang memesona. 3. Lava Flow Wisata bawah laut di Banda Neira juga tak kalah menarik. Sahabat Sporto bisa menyelam menjelajahi keindahan terumbu karang hingga ikan-ikan cantik di dalamnya. Salah satu spot terbaik untuk menyelam, yaitu di Lava Flow. Tapi, Sahabat Sporto harus berhati-hati karena wisatawan dilarang menginjak terumbu karang di sini. Selain di Lava Flow, lokasi lainnya yang asyik untuk diving atau snorkeling yaitu di kawasan Dermaga Banda Neira. 4. Gereja Tua Gereja Tua "Hollandische Kerk" merupakan bagian wisata sejarah yang ada di Banda Neira. Bangunan bersejarah ini dibangun pada 1600 dan kebanggaan masyarakat Banda Neira. Namun, gereja ini sudah diperbaiki akibat gempa bumi. Kemudian, masyarakat setempat membangun kembali Gereja Tua ini pada 1852. Lokasi gereja ini terletak di sekitar Benteng Nassau. Pada masa kolonial Belanda, Gereja Tua rutin mengadakan pelayanan rohani. Dalam kegiatannya, bahasa yang digunakan adalah bahasa Belanda setiap Minggu dan bahasa Melayu saat sore hari. 5. Benteng Belgica Di Banda, ada sekitar 12 benteng peninggalan Portugis dan Belanda saat menjajah wilayah yang disebut Jalur Sutera ini. Salah satu benteng yang paling populer di sini adalah Benteng Belgica. Dibangun pada abad ke 16. Dulunya, benteng tersebut digunakan untuk menghalau perlawanan masyarakat Banda yang menolak monopoli perdagangan pala oleh VOC. Sekilas, Belgica mirip dengan Gedung Pentagon di Amerika Serikat karena memiliki gaya bangunan persegi lima. (Sumber: Artkel-Foto sportourism.id/Novie Fauziah)
...more

Liburan Akhir Tahun? Ini Dia Rekomendasi Tempat Wisata Manado Terbaik

TripTrus.Com -  Indonesia memiliki banyak sekali pulau yang dibagi menjadi beberapa provinsi, sehingga tidak heran kalau negeri kita memiliki banyak sekali spot wisata yang menarik. Bahkan bukan hanya orang indonesia saja yang tertarik untuk pergi berwisata yang tersebar di berbagai daerah, orang barat pun juga sering kali mengunjungi negeri ini hanya untuk sekedar berlibur. Tidak heran bila di beberapa tempat wisata menarik, sering sekali ditemui orang bule. Hal tersebut berlaku di manapun, termasuk di kota manado. Melansir dari indotimes.net manado itu salah satu kota yang memiliki banyak sekali tempat wisata yang wajib dikunjungi. Manado sendiri merupakan kota yang terletak di provinsi sulawesi utara dimana kota ini memiliki sekitar 11 kecamatan yang terbagi menjadi 87 kelurahan dan desa. Buat yang ingin berkunjung kesini berikut adalah beberapa destinasi wisata yang favorit menurut info yang membahas tempat wisata terbaik. Selain itu spot wisata di manado cukup kekinian dan Instagramable yaitu cocok untuk foto-foto dan di unggah ke dalam akun instagram. Kalau begitu simak yuk tempat wisatanya dimana saja. 1. Pulau Siladen       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Eunike Kartini (@tarinaminusta) Ingin berlibur di sebuah pantai dengan panorama yang indah? Maka pulau siladen bisa jadi destinasi yang tepat. Karena pulau ini menawarkan nuansa pantai biru dengan pasir putihnya yang memukau. Untuk bisa mencapai pulau ini dibutuhkan sebuah perahu untuk menyeberang. Nanti saat berangkat para pengunjung bisa melihat keindahan terumbu karang dengan warna laut yang masih bersih dan bening. 2. Bunaken       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Paula (@pauladives) Siapa sih yang belum mendengar spot wisata bunaken? Karena ini adalah salah satu tempat wisata yang paling banyak dikunjungi dan sangat terkenal dengan panorama keindahan lautnya. Sehingga bila pergi ke manado jangan lupa untuk mampir ke bunaken karena spot wisata satu ini punya lebih dari 2000 jenis ikan bahkan sebagian ikan langka dan hampir punah bisa ditemukan disini. Silahkan sewa perahu untuk menikmati keindahan taman laut satu dengan yang lainnya yang ada di bunaken.  3. Pulau Manado Tua       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh TurisIndo Official Account (@turisindocom) Tidak jauh dari Bunaken terdapat pulau manado tua dimana pulau ini termasuk ke dalam gugusan pulau yang membentuk taman nasional bunaken yang begitu luas. Untuk bisa mencapai ke pulau ini setidaknya dibutuhkan perjalanan selama 1 jam menggunakan perahu motor. Terdapat panorama pegunungan hijau yang dikelilingi oleh lautan yang begitu indah. Perairan yang ada di kepulauan ini pun masih being, sangat jernih serta bebas dari polusi. Sehingga buat yang gemar selfie akan membuat foto kamu menjadi lebih menarik karena Pulau Manado Tua memiliki banyak panorama yang bisa dijadikan sebagai latar belakang sebuah foto. [Baca juga : "Ini Rekomendasi Destinasi Wisata Akhir Tahun Yang Wajib Dikunjungi"] Apalagi disini para wisatawan juga bisa memburu sunset, berkeliling dengan sepeda sampai berjemur. Hanya saja di pulau ini tidak terdapat tempat untuk menginap sehingga ketika berlibur kesini harus menginap di Pulau Bunaken atau bisa juga di Pulau Siladen. Nah, itulah tiga spot wisata terbaik yang ada di manado. Sudahkah kamu berkunjung kesini? (Sumber: Artikel klikpositif.com/ Foto @ntl_21) 
...more

Oleh-Oleh Khas Dieng Wonosobo

Tentunya anda tidak akan meninggalkan yang satu ini ketika datang ke Kota Wonosobo, oleh oleh khas Dieng baik itu cemilan, makanan ringan, hingga makanan khas selalu dicari ketika pengunjung datang ke sebuah tempat wisata. Di Kota Wonosobo banyak oleh oleh khas Dieng diminati oleh wisatawan, diantaranya yang memang khas adalah manisan carica, keripik jamur, keripik kentang, kacang dieng. Makanan inilah yang menjadi raja khas oleh oleh di kota tersebut. Kerajinan tangan dari masyarakat Wonosobo begitu banyak, kreatifitas dan ide unik dari masyarakat selalu muncul didukung oleh kerja cepat pemerintah dalam membantu perkembangan industri rumah tangga di Kota Wonosobo dalam meningkatkan perekonomian Kota Wonosobo, kota ini terkenal akan wisata alam terutama Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng, Wadaslintang, Menjer, Sikunir dan masih banyak lagi, dari faktor inilah dapat menarik banyak kerajinan tangan dan kreatifitas masyarakat yang menghasilkan produk unik sebagai buah tangan maupun oleh oleh khas Dieng Wonosobo. Apa saja oleh-oleh khas Dieng Wonosobo? berikut beberapa contohnya. Carica Dieng Wonosobo Sumber: Foto manfaat.co.id Carica memang menjadi makanan atau jajanan oleh oleh khas yang utama di wonosobo, buah yang hanya tumbuh di dataran tinggi dieng ini memang menarik banyak wisatawan. buah carica di olah menjadi berbagai makanan ringan dan minuman, seperti manisan carica atau carica in syrup, keripik carica dan masih banyak lagi. Carica Dieng memiliki rasa yang unik, untuk produk olahan yang paling banyak dicari oleh wisatawan adalah carica in syrup, irisan atau potongan buah carica dimasukan ke dalam larutan gula dan dikemas menghasilkan produk makanan yang nikmat dan membuat ketagihan orang yang mengkonsumsinya. Dalam perkembangannya produk carica sudah menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia bahkan luar negeri, sebagai ikon oleh-oleh utama dari Kota Wonosobo pemerintah terus memperhatikan pelaku home industry dari carica untuk dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Wonosobo. Keripik Jamur Sumber: Foto drakemedia.net Keripik jamur juga menjadi tren oleh oleh khas daerah, karena begitu banyaknya produksi keripik jamur dan varian dari jajanan ini membuat produk ini banyak digemari para tourist. Keripik jamur khas Dieng Wonosobo memiliki variasi tersendiri, dari berbagai macam jamur yang diolah diantaranya jamur kuping, jamur tiram dan yang lain. Peminat dari oleh oleh khas Dieng ini begitu banyak, masyarakat juga mulai kreatif akan pengemasan yang menarik, varian rasa seperti rasa original, rasa pedas, rasa keju dll. Produksi dari keripik jamur sendiri juga lumayan besar untuk memenuhi kebutuhan dari konsumen. Kacang Dieng (Kacang Babi) Sumber: Foto wisatadieng.com Kacang Dieng yang merupakan kacang unik dari dataran tinggi dieng, oleh masyarakat sekitar biasa disebut kacang babi karena ukurannya yang besar dan gemuk seperti babi. Kacang ini mempunyai rasa asin gurih dan renyah enak di lidah yang wajib anda cicipi dari oleh oleh khas wonosobo ini. Kacang Dieng atau sering disebut kacang babi pada awal mula merupakan hasil olahan kelompok masyarakat yang dikumpulkan dan dipasarkan bersama, kini jika anda mengunjungi Wonosobo dan menemukan kacang berukuran besar yang dikemas sebagai cemilan itulah kacang Dieng. Purwaceng Sumber: Foto viva.co.id Purwaceng merupakan salah satu oleh oleh khas Dieng Wonosobo biasa disebut antanan gunung memiliki nama latin Pimpinella pruatjan merupakan tumbuhan khas Dieng biasa diolah menjadi serbuk untuk minuman, hasil olah purwaceng hanya dapat ditemukan di Dieng Wonosobo, purwaceng biasa dicampurkan kedalam kopi ataupun susu. Khasiat dan manfaat purwaceng sendiri diantaranya untuk peningkatan efek seksualitas pada pria, seperti yang diteliti oleh tim dari IPB jika sebagian tumbuhan purwaceng dapat digunakan sebagai obat herbal dan yang paling baik adalah pada akarnya, jadi jika anda datang ke Wonosobo jangan heran jika terdapat purwaceng disana. Kaos Khas Dieng Sumber: Foto shop.triptrus.com Selain makanan di atas, kaos juga bisa menjadi alternatif oleh-oleh yang menarik untuk sanak keluarga. Kawasan Wisata Dieng Plateau dikenal oleh para penganut agama Hindu sebagai rumah para Dewa karena letaknya yang berada di ketinggian 2100 meter di atas permukaan laut. Kawasan Candi Arjuna di Dieng dipercaya sebagai salah satu pusat pendidikan bagi para pendeta Hindu pada zaman kerajaan Majapahit. Candi-candi yang berada di Kompleks Candi Arjuna diperkirakan dibangun pada pertengahan abad ketujuh hingga akhir abad kedelapan. Sumber: Artikel oafindo.com Foto tempo.com
...more

10 Masjid Bersejarah di Indonesia

TRIPTRUS - Sepuluh Masjid Bersejarah di Indonesia yang patut dikunjungi di Bulan Ramadhan. Salah satu alternatif wisata Ramadhan untuk para traveller adalah mengunjungi masjid-masjid bersejarah di Indonesia. Meski banyak sekali masjid yang sudah lama berdiri dan penuh dengan sejarah, TripTrus menyajikan sepuluh masjid yang paling terkenal di Indonesia.   1. Masjid Raya Baiturrahman Masjid yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1612. Ada juga yang mengatakan bahwa masjid ini dibangun di tahun 1292 oleh Sultain Alaidin Mahmudsyah. Pada zaman penjajahan Belanda, masjid ini sempat dihancurkan di tahun 1873. Namun Belanda memutuskan untuk membangun kembali masjid ini di tahun 1877, sebagai permintaan maaf atas dirusaknya bangunan masjid yang lama. Pembangunan kembali masjid baru mulai dilaksanakan pada tahun 1879. Masjid ini selesai dibangun pada tahun 1883 dan tetap berdiri hingga sekarang. Pada saat bencana Tsunami di tahun 2004, Masjid Raya Baiturrahman tidak mengalami kerusakan sedikitpun dan jadi tempat mengungsi para korban gelombang Tsunami terbesar di dunia itu.   2. Masjid Raya Medan Masjid yang juga dikenal dengan nama Masjid Al-Mashun ini dibangun pada tahun 1906 dan selesai pada tahun 1909 oleh Sultan Ma’mum Al Rasyid Perkasa Alam. Kemegahan masjid ini memang disengajakan oleh Sultan, yang menganggap masjid ini harus lebih megah dari istananya, Istana Maimun. Sebagian bahan bangunan untuk masjid ini diimpor dari luar negeri, seperti marmer untuk dekorasi diimpor dari Italia dan Jerman, dan kaca patri dari Cina, dan lampu gantung dari Prancis. Arsitek Belanda yang merancang masjid ini, JA Tingdeman merancang bangunan ini dengan corak bangunan Maroko, Eropa, Melayu, dan Timur Tengah.   3. Masjid Raya Ganting Menurut sejarah, masjid ini awalnya dibangun pada tahun 1700. Namun bangunannya beberapa kali dipindah sampa pada akhirnya berada di daerah Ganting, kota Padang, Sumatra Barat mulai tahun 1805. Atapnya yang berbentuk persegi delapan itu dibuat oleh para pekerja etnis Cina yang membantu mengembangkan bangunan ini, setelah Belanda menambahkan bangunan masjid ini sebagai kompensasi digunakannya tanah wakaf untuk jalur transportasi pabrik semen Indarung ke Pelabuhan Teluk Bayur. Masjid ini juga tetap kokoh dan tidak mengalami kerusakan pada saat dilanda gempa dan Tsunami di tahun 1833. Presiden Pertama Indonesia, Bung Karno, juga pernah mengungsi ke masjid ini sebelum diasingkan ke Bengkulu di tahun 1942.   4. Masjid Istiqlal Masjid terbesar di Asia Tenggara ini diprakarsai oleh Bung Karno pada tahun 1951. Diarsiteki Frederich Silaban, masjid ini baru mulai dibangun pada tahun 1961 dan merampungkan pembangunannya pada tahun 1978. Nama masjid ini diambil dari bahasa Arab yang berarti “Kemerdekaan.” Bangunan yang ditetapkan sebagai masjid negara Indonesia ini menjadi pusat perayaan berbagai acara agama umat Muslim seperti Iedul Fitri, Iedul Adha, Maulid Nabi Muhammad, dan Isra’ Mi’raj. Masjid ini mampu menampung hingga 200 ribu jamaah yang bisa memenuhi satu lantai dasar dan lima lantai di atasnya.  Masjid Istiqlal dibangun di atas reruntuhan bekas benteng Belanda, benteng Prins Frederik – yang didirikan pada tahun 1873.   5. Masjid Agung Banten Masjid dengan atap bangunan yang menyerupai pagoda ini dibangun oleh arsitek Cina bernama Tjek Ban Tjut pada masa pemerintahan sultan pertama dari Kesultanan Banten, Sultan Maulana Hasanuddin, putra dari Sunan Gunung Jati di tahun 1560. Di sisi utara dan selatan masjid ini terdapat makam kuno para sultan Banten dan keluarganya. Sementara, menara masjid yang tingginya 24 meter, terdapat di sisi timur dan menjadi atraksi bagi para wisatawan karena keunikan bentuk bangunannya. Menara itu dibangun oleh arsitek Belanda, Hendrik Lucasz Cardeel. Cardeel juga membangun bangunan khusus di sisi selatan masjid yang dulu digunakan sebagai tempat bermusyawarah dan berdiskusi.   6. Masjid Agung Cirebon Masjid yang juga dikenal dengan nama Masjid Agung Kasepuhan dan Masjid Agung Sang Cipta Rasa ini diprakarsai pembangunannya oleh Sunan Gunung Jati dan diarsiteki oleh Sunan Kalijaga. Masjid ini selesai dibangun pada tahun 1480, di masa penyebaran agama Islam oleh Wali Songo. Berlokasi di kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat, masjid ini mempunyai keunikan berupa sembilan pintu untuk masuk ke ruangan utama, yang melambangkan Wali Songo. Di bulan Ramadhan, sumur air Banyu Cis Sang Cipta Rasa selalu ramai dikunjungi oleh peziarah yang meyakini air dari sumur itu mampu mengobati berbagai penyakit. Masjid Agung Cirebon juga dikenal dengan nama Masjid Sunan Gunung Jati.   7. Masjid Menara Kudus Sunan Kudus mendirikan masjid di kota Kudus pada tahun 1549 dengan menggunakan batu pertama dari Baitul Maqdis, dari Palestina. Bentuk menara yang mirip dengan bentuk candi menunjukkan percampuran pengaruh agama Hindu dan Budha, seperti cara Sunan Kudus menyampaikan ajaran agama Islam agar lebih mudah dimengerti oleh penganut agama Hindu dan Budha pada masa itu. Menara masjid ini dibangun tanpa menggunakan semen sebagai perekatnya dan dihiasi oleh 32 piring biru yang berhiaskan lukisan.   8. Masjid Agung Demak Raden Patah, raja pertama dari Kesultanan Demak, beserta para Wali Songo mendirikan masjid ini di tahun 1466. Masjid Agung Demak diselesaikan pembangunannya pada tahun 1479. Bangunan induk masjid ini ditopang oleh empat tiang utama yang bernama saka guru. Uniknya, salah satu dari tiang utama tersebut terbuat dari serpihan kayu, dan dinamakan saka latal. Di samping masjid ini terdapat Museum Masjid Agung Demak yang menampilkan berbagai koleksi unik masjid, seperti beduk dan kentongan yang dibuat oleh Wali Songo, kitab tafsir Al-Qur’an Jus 15-30 tulisan tangan Sunan Bonang, sepotong kayu dari saka latal yang diambil oleh Sunan Kalijaga, dan lain-lain.   9. Masjid Sunan Ampel Di tahun 1421, Sunan Ampel bersama dua sahabatnya, yang dikenal dengan Mbah Sholeh dan Mbah Sonhaji, mendirikan Masjid Ampel. Bangunan seluas kurang lebih 2 km persegi itu memiliki keunikan berupa 16 tiang kayu setinggi 17 meter dengan diameter 60 cm. Tiang-tiang dari kayu jati itu tidak terbuat dari sambungan kayu dan sampai sekarang tidak diketahui bagaimana cara mendirikan tiang tersebut. Kawasan Wisata Religi Sunan Ampel, lokasi Masjid Sunan Ampel, tiap harinya dipenuhi oleh wisatawan yang berziarah ke makam Sunan Ampel di sekitar halaman masjid. Di kompleks pemakaman masjid itu juga terdapat makam salah satu pahlawan nasional, KH Mas Mansyur.   10. Masjid Kotagede Di Yogyakarta, selain Masjid Agung Kauman, juga terkenal Masjid Kotagede. Masjid Kotagede adalah masjid tertua di Yogyakarta, yang didirikan oleh Sultan Agung, pemimpin kerajaan Mataram, pada tahun 1640. Bangunan ini dikerjakan dengan bergotong-royong melibatkan pekerja beragama Hindu dan Budha, sehingga terlihat pengaruh bangunan Hindu dan Budha pada masjid ini. Awalnya, Masjid Kotagede hanya seluas 100 meter persegi, namun Paku Buwono X memperluas bangunan masjid ini hinga mencapai 1.000 meter persegi. Di bulan Ramadhan, Masjid Kotagede punya keunikan berupa sholat tarawih yang dilakukan pada saat jam 24.00.
...more

Destinasi Seru Dan Anti Mainstream Di Jember Yang Mungkin Belum Lo Tau!

TripTrus.Com - Siapa bilang liburan ke Jember itu biasa aja? Nih, Jember di Jawa Timur punya hidden gems yang gak kalah kece dari kota lain, loh! Mulai dari gunung epic, pantai-pantai keren, kebun binatang mini, sampai museum unik. Buat lo yang pengen liburan dengan vibes beda, wajib banget dateng ke sini. Nih, ada 5 spot wisata di Jember yang mungkin lo belum tau. Catet yaa! 1. Gunung Argopuro – Jalur Terpanjang Pulau Jawa! Lo demen hiking? Coba deh jelajah Gunung Argopuro yang juga dikenal dengan nama Gunung Argapura. Gunung ini keren banget buat lo yang mau pengalaman mendaki dengan tantangan maksimal, karena jalurnya sepanjang 63 km, alias yang terpanjang di Jawa. Kebayang gak tuh, lo bisa nikmatin pemandangan super indah sepanjang jalan. Plus, suasananya masih sepi, cocok buat yang nyari ketenangan. 2. Tanjung Papuma – Pantai Pasir Putih Hits Abis       View this post on Instagram A post shared by Adrian Hartanto Lokaria (@adrianloa) Kalo urusan pantai, gak ada matinya! Apalagi kalo lo main ke Tanjung Papuma. Di sini, lo bakal nemuin pasir putih yang bersih banget dan view laut yang cakep parah! Nama "Papuma" tuh singkatan dari "Pasir Putih Malikan", dan letaknya ada di Desa Lojejer, Wuluhan, Jember. Buat spot foto, udah pasti juara, deh. Pokoknya gak bakal nyesel lo ke sini! 3. Pantai Watu Ulo – Pantai Ular di Jawa Timur Pantai yang satu ini emang unik banget! Watu Ulo itu artinya "batu ular" dalam bahasa Jawa, dan sesuai banget sama pemandangannya. Di sini ada batu panjang yang bentuknya mirip ular sepanjang 110 meter dengan lebar 4 meter. Lo bisa langsung main ke Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu buat nikmatin pantai dan batu ular ini, gak usah jauh-jauh ke luar negeri buat cari spot epic kayak gini! [Baca juga : "7 Spot Tersembunyi Di Bali Utara Yang Bakal Bikin Lo Terpukau!"] 4. Jember Mini Zoo – Kebun Binatang Mini Buat Semua Usia Buat lo yang mau wisata edukasi sekaligus seru-seruan bareng keluarga, pasangan, atau geng lo, Jember Mini Zoo pilihan pas! Buka sejak 2021, tempat ini punya 300-an satwa yang seru buat diliat, kayak kura-kura Afrika, musang Asia Timur, sampai burung hantu. Selain itu, lo bisa coba aktivitas keren kayak ngasih makan kelinci, outbond, atau belajar perah susu sapi. Yakin gak penasaran? 5. Museum Huruf Jember – Tempat Belajar Aksara dan Bahasa Nusantara Nah, buat yang demen sejarah atau lagi cari wisata edukasi, ada Museum Huruf Jember yang bakal kasih lo insight baru soal aksara dari Nusantara dan dunia. Lokasinya di Jalan Bengawan Solo, Jember, museum ini keren buat nambah wawasan lo soal asal-muasal berbagai aksara yang ada di Indonesia dan sekitarnya. Cocok banget buat yang mau liburan sambil belajar hal baru! Jember emang punya vibes yang beda buat lo yang pengen liburan asik dan gak mainstream. Dari list ini, spot mana nih yang bakal lo cobain duluan? Jangan lupa ajak orang tersayang, ya! (Sumber Foto @titisnitiswari) 
...more

Bumi Ageung Cikidang, Rumah Museum Yang Bersejarah di Cianjur

TripTrus.Com - "Bumi Ageung Cikidang" yang berarti Rumah besar yang berada di daerah bernama Cikidang adalah rumah milik Bupati Cianjur, Raden Adipati Aria Prawiradiredja II.  Raden Adipati Aria Prawiradiredja II  merupakan Bupati Cianjur yang ke-9 yang menjabat selama periode 1862-1910 (48 tahun). Rumah cantik ini beliau bangun pada tahun 1886 sebagai rumah peristirahatannya. (Foto: tribunnews.com) Pada tahun 1910 Bumi Ageung diwariskan kepada putrinya bernama Raden Ayu Tjitjih Wiarsih, di masa kepemilikan beliau, rumah ini berperan penting dalam kemerdekaan, dikarenaKAN Bumi Ageung digunakan sebagai tempat perumusan pembentukan tentara PETA yang dipimpin oleh Gatot Mangkoepradja di tahun 1943-45. Bumi Ageung direnovasi pertama kali pada tahun 1950 setelah nyaris hancur karena menjadi sasaran bom pasukan Jepang dan Belanda. Pada 9 Agustus 1949 Bumi Ageung juga menjadi saksi bisu peristiwa penyerahan kekuasaan Belanda kepada tentara Republik wilayah kota Cianjur, selain itu sempat dijadikan tempat perlindungan manula, perempuan dan anak-anak keturunan pada saat terjadi kerusuhan etnis di Cianjur sekitar tahun 1962-1963.   (Foto: tribunnews.com) Beralamat di Jalan Mochamad Ali, Kelurahan Solokpandan, Cianjur, jalan yang konon dibuat Dandeles sebagai Jalan Raya Pos, Bumi Ageung dikelilingi oleh kawasan kota tua Cianjur yang tumbuh berkembang di era kolonial, seperti beberapa bangunan: Stasiun Cianjur, Pecinan, Pendopo (Rumah Dinas Bupati) Walaupun beberapa bagian dari Bumi Ageung sudah berganti rupa, Bumi Ageung tetap syarat dengan sejarah. Oleh karena itu pada tahun 2010 ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya Nasional bedasarkan SK Menteri Kebudayaan dan Pariwisata. Yang di mana Bumi Ageung sekarang diurus oleh Keluarga generasi ke-5 dan dijadikan sebagai rumah museum di Cianjur.   (Sumber: Artikel-Foto Rahmat Fajar dan Amieykha )
...more

Wisata Seru Di 2024, Pulau Sangalaki, Berau!

TripTrus.Com - Pulau Sangalaki di Kalimantan Timur emang jadi destinasi keren yang wajib masuk list liburanmu tahun depan. Pantainya? Gokil banget, pasir putihnya lembut abis. Lu bisa jalan di situ sambil menikmati keindahan ombak yang bikin hati adem. Nah, kata Sulaiman, seorang wisatawan asal Balikpapan, nggak cuma itu aja, bawah laut Pulau Sangalaki juga bikin nganga. Lu bakal keblinger liat kecantikannya.       View this post on Instagram A post shared by 𝐕.𝐎 ♘ 🐣 (@viosaperiba) "Buat ngerasain pesona bawah laut, lu bisa coba menyelam di spot-spot keren, kayak Manta Run, Sherwood Forest, Manta Parade, Manta Avenue, Ridge, Light House, The Rockies, Channel Entrance, Coral Gardens, Town, dan Sandy Ridge," kata dia sambil nyengir. [Baca juga : "Target Makin Gede, NTB Incar Lima Juta Wisatawan Di 2024 Dengan Serangkaian Event Keren!"] Di pulau ini, banyak banget penyu, bro. Lu bisa dapet ilmu seputar binatang ikonik ini. Selain itu, lu juga bisa liat gimana mereka manggung buat ngeluarin anak penyu ke laut lepas. Keren, kan? Jadi, siap-siapin jadwal buat petualangan seru di Pulau Sangalaki, Berau! (Sumber Foto @noverasari) 
...more

Mengenal Sejarah Masjid Al-Mustofa, Masjid Tertua di Kota Bogor

TripTrus.Com - Anda warga bogor sudah tahu apa masjid tertua yang ada di Kota Bogor? Jawabannya adalah Masjid Al Mustofa. Masjid tertua ini berada di Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Masjid yang berwarna hijau ini berusia 711 tahun. Ini merupakan tempat bersejarah mengenai penyebaran Islam khususnya di Bogor. Menurut Mukti Natsir, selaku Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Al Mustofa, menjelaskan bahwa, masjid tersebut dulunya dibangun oleh dua orang penyebar Islam yang masih keturunan Wali Songo. Kedua orang itu bernama Tubagus H Mustofa Bakri yang berasal dari Banten dan Raden Dita Manggala yang berasal dari Cirebon. Mukti mengatakan, saat itu Tubagus H Mustofa Bakri dan Raden Dita Manggala bertemu, selanjutnya mereka membuat kampung. Kampung tersebut dinamakan Kampung baru. Pada awalnya masjid Al Mustofa ini dibuat untuk tempat beribadah bagi warga Kampung Baru. Sang penjaga masjid ini juga masih keturunan dari Tubagus H Mustofa Bakri ini mengatakan masjid ini mempunyai beberapa keunikan dibanding masjid-masjid lainnya.       View this post on Instagram A post shared by News & Traveling (@bogor.24) onMay 2, 2019 at 11:30pm PDT Seperti pada bagian badan masjid boleh dikatakan mulai dari bawah hingga ke atas bagian masjid itu temboknya masih terbuat dari batu kali. Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia Kelurahan Bantarjati, aliran air yang dipakai jamaah masjid Al Mustofa untuk berwudu atau sebagainya berasal dari sumber mata air yang jaraknya tidak jauh dari letak masjid. Namun ada yang unik lagi yang ada di masjid ini, ketersediaan airnya yang tidak pernah kering meskipun musim kemarau. Masjid yang didirikan pada 8 Februari 1307 Masehi atau 2 Ramadhan 728 Hijriyah ini telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebagai cagar budaya pada tahun 2011. Masjid yang berada di wilayah Kampung Bantarjati Kaum, Bogor Utara ini, mempunyai peninggalan benda bersejarah. Mulai dari Alquran dan buku khotbah Shalat Jumat yang ditulis tangan oleh Tubagus Mustofa Bakri. Alquran ini ditulis pada lembaran kulit. Kedua benda bersejarah tersebut di perkirakan usianya sama dengan usia masjid Al Mustofa. Tak hanya itu, Mukti menyampaikan makam Raden Dita Manggala, jaraknya berada 200 meter dari letak masjid. Sedangkan makam Tubagus Mustofa, ada di Makkah karena beliau wafat ketika sedang berada di Tanah Suci. [Baca juga : "Geopark Ciletuh, Kawasan Batuan Tertua Di Jawa"] Masjid ini awalnya berukuran tidak sebesar saat ini. Sejak berdirinya, baru pada tahun 2000 dilakukan renovasi dengan penambahan luas area masjid. Selain itu renovasi juga dilakukan juga pada 2015 dan 2018, yakni adanya pembuatan serta perluasan kamar mandi dan tempat wudhu masjid yang ada di sisi belakang bangunan. Masjid ini banyak dikunjungi oleh jamaah yang sengaja ingin tahu keberadaan masjid tertua di Kota Bogor. Peningkatan kunjungam jamaah terjadi dan cukup signifikan usai masjid Al Mustofa ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemkot Bogor. Kunjungan dari berbagai kalangam tersebut hampir tiap hari ada. (Sumber: Artikel pojoksatu.id Foto heibogor.com)
...more

Healing Maksimal! Ini 3 Tempat Terbaik di Indonesia 2025 Menurut TripAdvisor

TripTrus.Com - Gengs, lo tau nggak sih? Indonesia tuh makin dilirik dunia, apalagi di dunia traveling! Tahun 2025 ini, TripAdvisor baru aja ngumumin tiga destinasi terbaik di Indo yang berhasil bikin dunia ngelirik—dan yes, semuanya dapet penghargaan Travelers' Choice Awards: Best of the Best! Gokil banget gak tuh? Dari yang suka healing di pantai tropis, city life yang hustle banget, sampai petualangan alam yang bikin lo speechless, semuanya lengkap. Dan tiga tempat kece itu adalah Bali, Jakarta, sama Flores. Udah siap explore lebih dalam bareng gue? 1. Bali – Surga Tropis Buat Lo yang Suka Healing + Budaya       View this post on Instagram A post shared by DJBALI TOUR (@djbalitour) Bali tuh beneran nggak ada matinya, bro! Tiap tahun masuk list top destinasi di dunia, dan 2025 pun masih eksis banget. Lo yang demen alam, budaya, plus hiburan, semua ada di sini. Bayangin aja, pagi lo bisa yoga di Ubud sambil liat sawah, siang lanjut ke pantai, dan malam nonton tari tradisional sambil makan babi guling. Kombo mantap, kan? Kalau lo pengen vibes yang lebih nyatu sama alam, coba deh jalan ke Bukit Campuhan—adem parah! Dan kalo lo main ke Nusa Penida, mampir ke Pantai Kelingking yang bentuk tebingnya tuh epic banget. Bahkan pantai ini masuk top pantai terbaik dunia 2024 lho! Jangan lupa ke Pura Luhur Uluwatu juga. Sunset-nya di tebing itu bener-bener bikin speechless. Bali tuh bukan cuma soal pantai, tapi juga soal pengalaman spiritual, kuliner lokal yang unik, sampe budaya yang super kaya. Lo bisa banget dapet semuanya di satu pulau ini doang! 2. Jakarta – Kota Sibuk Tapi Banyak Hidden Gem Buat Lo Jelajahi Siapa bilang Jakarta cuma soal macet dan gedung tinggi? Ternyata kota ini berhasil juga masuk list destinasi terbaik Asia versi TripAdvisor. Lo bisa ngeliat dua sisi Jakarta—modern yang penuh mall megah dan klasik yang penuh sejarah. Lo udah pernah naik ke puncak Monas belum? View-nya tuh mantap, apalagi kalau langit cerah. Terus, Kota Tua juga wajib banget lo kunjungin. Serasa balik ke jaman kolonial, sambil mampir ke Museum Fatahillah atau ngopi santai di sekitaran. Kalau laper, cus ke Glodok! Chinatown-nya Jakarta ini surganya kuliner—ada bakmi legendaris, kwetiau, sampe es kopi jadul yang masih eksis. Buat lo yang doyan shopping, Grand Indonesia sampe Plaza Indonesia tuh udah kayak surganya barang branded. Nggak heran kalau banyak turis juga betah di sini. Jakarta tuh paket komplit buat lo yang pengen city vibes tapi tetap bisa nikmatin budaya lokal. [Baca juga : "Tradisi Wisata Nyentrik Di Indo Yang Bikin Lo Takjub Dan Nggak Bisa Lupa!"] 3. Flores – Buat Lo yang Cari Petualangan Anti-Mainstream! Lo suka alam yang masih raw dan pengalaman yang beda dari yang lain? Flores jawabannya! Pulau ini tuh hidden gem Indo yang makin naik daun. TripAdvisor sampai rekomendasiin Labuan Bajo sebagai base camp lo buat mulai petualangan. Dari sini, lo bisa island hopping ke Taman Nasional Komodo. Serius, ngeliat komodo dari dekat tuh bikin merinding saking epic-nya! Pulau Padar juga nggak kalah cakep, dengan view bukitnya yang iconic. Flores juga punya desa-desa adat yang vibes-nya tuh kuat banget. Misalnya Kampung Bena, lo bisa liat langsung tradisi megalitik yang masih dilestarikan. Terus, Wae Rebo? Wah ini sih definisi “worth the hike”! Letaknya di atas gunung, dengan rumah-rumah kerucut yang super aesthetic. Perjalanan ke sana emang butuh effort, tapi begitu sampe, lo bakal ngerasa kayak ada di dunia lain. Yuk, Mulai Rencanain Trip Lo ke Spot Terbaik Indo! Masuknya Bali, Jakarta, dan Flores ke dalam top destinasi 2025 versi TripAdvisor buktiin kalau Indonesia tuh kaya banget akan pesona. Dari yang demen rebahan di pantai, ngulik budaya kota, sampai lo yang adventurous sejati, semuanya ada. Lo bisa mulai dari destinasi yang deket rumah dulu, atau langsung tancap gas buat roadtrip ke daerah yang belum pernah lo jamah. Pokoknya, jangan nunggu nanti-nanti, gengs! Atur jadwal liburan lo dari sekarang, siapin itinerary, dan ajak circle lo buat ikut seru-seruan bareng. Lo nggak cuma dapet foto kece buat feed IG, tapi juga pengalaman yang nggak bisa lo beli di mana-mana. Jadi, siap jelajahi Indo dan temuin keajaiban di setiap sudutnya? Let’s go! (Sumber Foto @danielkordan)
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...