TripTrus.Com - Bro-sis traveler, fix banget Juli 2025 ini bakal rame parah sama festival kece dari ujung Pacitan sampe Bali utara! Lo yang udah suntuk kerjaan atau kuliah, saatnya cuti bentar, gas liburan, dan nikmatin vibes lokal yang dibungkus cara kekinian. Gak cuma ngopi-ngopi doang, di sini lo bisa nyaksiin parade budaya, konser musik chill, fashion show etnik, sampe jajan kuliner khas yang rasanya lokal banget. Pokoknya ini bukan liburan biasa—lo bisa healing, nambah insight, plus dapet konten kece buat feed lo. Yuk, intip lima festival gokil yang kudu lo sambangin di Juli ini.
1. Festival Ronthek Pacitan: Musik Bambu yang Bikin Lo Nggak Bisa Diam 📍 Pacitan, 7–9 Juli
Buat lo yang demen suasana malam meriah tapi tetap tradisi, Ronthek Pacitan bakal jadi pengalaman unik. Di sepanjang jalan Alun-Alun, lo bakal dengerin suara bambu digebuk rame-rame dari alat musik lokal kayak thethek, seruling, gong, sampe gendang bambu. Tapi ini bukan festival jadul ya—anak-anak muda Pacitan udah nge-blend musik dan fashion-nya biar tetap kece buat Gen Z! Ada juga bazar UMKM lokal yang jualan snack, kriya, dan pernak-pernik kece buat oleh-oleh. Suasananya tuh kayak street parade, tapi beneran dari hati!
2. Banyuwangi Ethno Carnival: Malem-Malem Tapi Colorful Abis! 📍 Taman Blambangan, 11–13 Juli
View this post on Instagram
A post shared by 👑 POETRA COLLECTION 🇮🇩 (@putra_collection98)
Kalau lo tim yang gak bisa jauh dari aesthetic dan lighting syahdu, gas ke Banyuwangi Ethno Carnival. Sepanjang 2,5 km berubah jadi runway penuh LED dan kostum etnik super niat. BEC tahun ini punya tema World Class Ethnic Attraction, dan semua digelar malam hari, bro-sis. Kostum nyala, tarian megah, musik tradisi, semua tampil dalam vibes magical kayak lagi di dunia dongeng. Lo juga bisa ngintip workshop budaya, jajan di bazar, bahkan liat lomba poster pelajar. Satu kata: GOKIL!
3. Manakarra Fair Mamuju: Pantai, Budaya, dan Local Pride Gabung Jadi Satu 📍 Anjungan Pantai Manakarra – Pertengahan Juli
Bro-sis yang pengen chill di pinggir pantai tapi tetap dapet vibes budaya, Manakarra Fair di Mamuju cocok banget buat lo. Lo bisa nongkrong pinggir pantai sambil nonton pertunjukan seni tradisional Sulbar, jajan makanan khas yang susah lo temuin di kota besar, dan ikut workshop kriya bareng seniman lokal. Anak-anak kreatif Mamuju beneran totalitas ngasih yang terbaik—bikin lo makin cinta lokal dan bangga jadi bagian dari Indonesia. Suasananya adem, tapi semangatnya panas!
[Baca juga : "Gaskeun, 7 Festival Paling Gokil 2025 Buat Lo Healing, Hunting & Explore!"]
4. Geopark Night Specta 7.0: Musik, Alam, dan Bintang-Bintang di Langit Jogja 📍 Embung Nglanggeran, Gunungkidul – 18–19 Juli
Kalau lo tipe senja-senja club, penggemar alam, dan suka musik chill, wajib banget ke Geopark Night Specta. Venue-nya di UNESCO Geopark Gunung Sewu, dan acaranya tuh gabungan antara edukasi, konser musik, dan pelestarian alam. Ada Letto, Tami Aulia, Hasan Aftershine, sampe musisi lokal lainnya tampil dengan gaya Georkestra yang syahdu. Ditambah lagi ada Festival Coklat yang ngajarin lo soal sustainability sambil icip-icip coklat lokal. Lo healing sambil nambah ilmu? Siapa takut!
5. Lovina Festival Bali: Sunsetan, Paddle, dan Bantuin Laut Tetap Bersih 📍 Lovina, Buleleng – 18–22 Juli
Bro-sis, lo yang lagi cari vibes Bali tapi pengen yang beda dari Kuta-Canggu, Lovina Festival tempatnya! Di pantai utara Bali yang tenang dan eksotis, lo bisa join acara ramah lingkungan kayak stand-up paddle, underwater cleanup, cooking class, sampe fashion show budaya. Festival ini ngajarin lo jaga laut sambil having fun. Gak ketinggalan ada pameran UMKM, workshop kriya, dan seminar soal pariwisata berkelanjutan. Fix banget, healing lo jadi meaningful!
Pokoknya, jangan sampe lo nyesel cuma rebahan di rumah doang, bro-sis! Festival-festival kece ini GRATIS alias tinggal dateng! Dari tabuhan bambu di Pacitan sampe sunset di Lovina, semuanya punya cerita lokal yang dikemas modern. Lo bisa stay stylish, tetep jalan-jalan, plus nambah wawasan budaya yang makin bikin lo bangga jadi anak Indonesia. Buruan ajak bestie, pacar, geng lo, atau solo trip sekalian juga seru banget. Juli 2025? Harus jadi bulan paling penuh warna di hidup lo! (Sumber Foto @gedekresna__)
...moreTripTrus.Com - Yo, Desember udah di depan mata nih, bulan paling rame buat jalan-jalan di Indo! Banyak banget acara seru, dari tradisi unik sampai konser musik keren, bikin akhir tahun lo makin pecah. Nah, gue udah rangkumin nih beberapa event kece yang sayang banget kalo dilewatin. Yuk, simak biar lo bisa atur liburan lo sekarang juga!
View this post on Instagram
A post shared by GenPi Sumbar (@genpisumbar)
1. Seni Budaya yang Bikin Lo Makin Cinta Indonesia
Event seni dan budaya ini bukan cuma seru, tapi juga bikin lo makin cinta sama keberagaman Indo.
Festival Tumbe (1–4 Desember, Banggai Laut, Sulsel) Lo bakal ngeliat tradisi "Tumbe," ritual adat khas Banggai buat persiapan pernikahan adat. Ada pawai perahu tradisional yang dihias super cantik, tari-tarian lokal, dan bazar makanan khas yang dijamin bikin lo betah nongkrong.
Pesona Minangkabau (5–8 Desember, Tanah Datar, Sumbar) Di sini, lo bisa liat prosesi adat Minang kayak prosesi "Manjalang Mintuo" (mengunjungi mertua) dan pacu jawi (balapan sapi di sawah). Plus, jajanan Minang otentik kayak rendang sama galamai bakal memanjakan lidah lo.
Festival Rupat (6–8 Desember, Bengkalis, Riau) Selain seni Melayu seperti tari zapin, lo juga bakal disuguhi lomba sampan layar yang seru banget. Jangan lupa mampir ke pantai pasir putih Rupat yang instagrammable abis.
Pangandaran Festival (6–7 Desember, Pangandaran, Jabar) Event ini ngasih vibes liburan all-in-one: dari lomba paddleboard, pameran seni lukis pasir, sampe konser musik pantai buat bikin malam lo makin pecah.
Sultra Tenun Karnaval (7 Desember, Kendari, Sultra) Ini parade warna-warni banget, bro! Lo bisa liat kain tenun Sultra yang di-mix jadi busana kreatif. Ada juga live demo bikin tenun, cocok buat lo yang suka seni dan kerajinan.
2. Tradisi Unik yang Cuma Ada di Indo
Event ini bakal bikin lo kagum sama tradisi lokal yang out-of-the-box.
Perang Topat (10–18 Desember, Lombok Barat, NTB) Lo bakal liat perang ketupat yang bukan cuma seru, tapi juga punya makna menjaga harmoni antara umat Hindu dan Muslim di Lombok. Selain perang simbolis, ada juga bazar makanan tradisional khas Lombok!
Pesona Selat Lembeh (11–13 Desember, Bitung, Sulut) Snorkeling dan diving di Selat Lembeh udah juara, ditambah atraksi kayak lomba perahu hias dan festival kuliner seafood segar. Lo juga bisa explore spot underwater photography yang terkenal mendunia!
Lima Danau Festival (12–15 Desember, Solok, Sumbar) Kombinasi seni tradisional seperti randai dan tari piring dengan view epik lima danau: Danau Singkarak, Danau Talang, Danau Di Atas, Danau Di Bawah, dan Danau Kembar. Sunset-nya? Juara!
[Baca juga : "Event Seru Akhir Tahun Di Jakarta Yang Wajib Lo Kunjungi!"]
3. Musik dan Hiburan yang Bikin Malam Lo Pecah
Dari konser musik sampe festival, vibe-nya dijamin bikin lo happy.
Jogjarockarta Festival (15 Desember, Jogja) Pecinta musik rock, ini surganya lo! Ada lineup musisi top dari dalam dan luar negeri. Selain konser, ada merchandise area buat lo yang mau koleksi barang-barang band kesayangan.
Denpasar Festival (22–25 Desember, Bali) Event tahunan ini menampilkan seni kontemporer dan tradisional Bali. Ada tari kecak kolosal, fashion show kain endek, sampe pertunjukan musik indie yang cozy banget.
Swara Prambanan (31 Desember, Prambanan, Jogja) Malam tahun baru lo bakal beda di sini. Lo bakal disuguhi konser musik dengan latar megah Candi Prambanan yang dihias lighting spektakuler. Ada juga fireworks show buat penutup yang epik.
4. Event Lain yang Nggak Kalah Seru
Kalo lo suka pengalaman unik, cobain event ini!
Jelajah Ruang Menoreh Geo Heritage Run & Walk (7 Desember, Kulon Progo, Jogja) Lari atau jalan santai sambil explore alam Menoreh yang penuh sejarah geologi. Rutenya lewat kebun teh, hutan pinus, dan view sunset Gunung Merapi!
Festival Tanjung Waka (13–15 Desember, Kepulauan Sula, Malut) Kombinasi lomba dayung tradisional dan upacara adat khas Sula. Ada juga pameran mutiara Maluku Utara yang kece banget.
Festival 1000 Degan (15–25 Desember, Tegal, Jateng) Event ini cocok buat pecinta kuliner. Lo bisa nyobain 1000 jenis olahan kelapa muda, dari es degan sampe makanan modern kaya pudding dan cake degan.
Desember ini Indo tuh beneran kaya sama budaya, alam, sama hiburan. Jadi, lo udah tau mau kemana? Cus, catet tanggalnya, ajak temen, keluarga, atau pacar lo buat eksplor semua event ini. Jangan sampe ketinggalan, bro! 🌟 (Sumber Foto @udaunisawahlunto)
...moreTripTrus.Com - Menelusuri destinasi wisata di Kabupaten Gunungkidul seperti tidak pernah ada habisnya. Bukan hanya ada wisata pantai atau susur goa saja yang memang sudah terlebih dahulu moncer.
Kini di Desa Banyusoco, Kecamatan Playen menyajikan wisata alam Air Terjun Gedad, yang memiliki ketinggian sekitar 20 meter.
Kepala Desa Banyusoco, Sutiyono mengatakan Air Terjun Gedad kini didorong menjadi salah satu unggulan dari beberapa potensi wisata yang ada di Banyusoco. Saat ini pihaknya terus membenahi pengelolaan objek wisata tersebut agar dapat menarik perhatian para pelancong.
“Akses jalan sudah kami benahi, sepanjang 350 meter menuju lokasi sudah kami cor blok. Sementara fasilitas lain seperti kamar mandi untuk pengunjung juga sudah ada,” kata dia kepada Harianjogja.com, Minggu (9/7/2017).
Rencananya sejumlah sarana dan prasarana penunjang lain akan segera dibangun. Seperti halnya pembangunan irigasi untuk menjaga ailiran air, supaya debit air terjun tetap stabil. Dengan menggunakan irigasi, maka pada saat musim kemarau debit air tidak akan menurun.
Menurutnya jika debit air tetap stabil, air terjun akan semakin terjaga keindahannya. Dengan demikian semakin menarik minat wisatawan untuk datang. “Kalau tidak musim kemarau, pas debit airnya besar air terjunnya itu terlihat bagus sekali,” kata dia.
Kendati masih mengandalkan datangnya musim penguhujan, namun diakuinya pengunjung di Air Terjun Gedad cukup lumayan. Kemarin saja saat satu pekan libur lebaran, pengunjung mencapai 2.000 orang.
Menurutnya jumlah kunjungan tersebut sudah sangat lumayan. Karena jika dibandingkan pada hari biasa, pengunjung hanya mencapai 50-an orang.
Salah seorang wisatawan asal Klaten, Jawa Tengah, Umi mengaku puas saat berkunjung ke Air Terjun Gedad. Suasananya yang masih asri dan udaranya yang sejuk membuatnya betah berlama-lama bermain di air terjun tersebut. “Suasananya enak banget, belum terlalu ramai jadi bebas di sini [Air Terjun Gedad],” kata dia.
Sama halnya dengan Umi, Novi yang juga wisatawan asal Klaten pun mangaku terkesan dengan keindahan Air terjun Gedad. Meskipun jarak tempuh menuju Air Terjun Gedad cukup jauh, namun hal itu terbayarkan dengan keindahan yang ada di Air Terjun Gedad.
“Tadi dari rumah [Klaten] ke sini sekitar dua jam lebih. Tapi capek di jalan langsung terobati begitu sampai sini,” ungkapnya. (Artikel: harianjogja.com Foto gunungkidulku.com)
...moreTripTrus.Com - Eits, siapa bilang akhir tahun cuma buat nunggu libur panjang doang? Jakarta lagi penuh banget dengan event seru yang bakal bikin lo betah keluar rumah!
Mulai dari festival, konser, hingga pameran yang sayang banget kalo sampe kelewatan. Jadi, kalau lo lagi nyari kegiatan seru buat ngehabisin waktu di bulan November dan Desember, lo harus baca daftar event kece ini. Dijamin, akhir tahun lo bakal penuh keseruan!
1. Pokémon Festival 2024, 5 Desember 2024 - 5 Januari 2025 di Central Park & Neo Soho Mall
View this post on Instagram
A post shared by Surianto, S.I.Kom., M.I.Kom (Surianto Cunk) (@suriantocunk_mc)
Lo masih inget Pokémon? Kalo iya, festival ini wajib banget lo datengin! Di sini lo bisa main kartu Pokémon, foto-foto di Pokémon Illumination Park yang instagramable banget, sampe ketemu karakter Pokémon favorit lo langsung!
2. Jakarta Pet Expo 2024, 27-30 November 2024 di JIExpo, Kemayoran
Lo pecinta binatang? Wajib banget dateng ke Jakarta Pet Expo! Semua yang lo butuhin buat hewan peliharaan lo ada di sini, mulai dari makanan, aksesoris, sampe obat-obatan. Seru abis buat lo yang hobi dunia pet!
3. Rockaroma Festival 2024, 21 Desember 2024 di Gambir Expo, Kemayoran
Lo anak rock? Jangan sampe kelewatan Rockaroma Festival! Ada band-band kece kayak Real Friends, Superman Is Dead, dan Deadsquad yang siap bikin lo headbang abis. Tiketnya mulai Rp150.000, jadi buruan beli sebelum kehabisan!
4. Motion IME Festival 2024, 7-8 Desember 2024 di Gambir Expo, Kemayoran
Festival ini bakal seru banget! Ada musik, budaya pop, sampe fashion show. Bikin lo makin gaul dan kece, plus ada event charity yang sayang banget buat dilewatin!
5. Big Bang Festival 2024, 21 Desember 2024 - 1 Januari 2025 di JIExpo, Kemayoran
Gak cuma buat belanja, Big Bang Festival juga jadi ajang pameran yang penuh dengan diskon besar-besaran! Dari fashion, elektronik, sampe produk kecantikan, semua ada di sini. Jangan sampe kehabisan!
[Baca juga : "5 Hal Keren Yang Wajib Lo Lakuin Kalo Ke Banyuwangi"]
6. Everblast Festival 2024, 30 November 2024 di Gambir Expo, Kemayoran
Buat lo yang kangen sama band-band hits jaman dulu, Everblast Festival ini tempat yang pas buat nostalgia. Line-up internasional kayak Two Door Cinema Club, Sleeping with Sirens, dan JET siap bikin lo teriak-teriak!
7. WONDERLOVE New Year Eve Concert, 31 Desember 2024 di La Piazza Kelapa Gading
Mau ngerayain tahun baru dengan gaya? WONDERLOVE New Year Eve Concert bisa jadi pilihan tepat. Lo bisa nonton konser penyanyi hits kayak Mahalini, Rizky Febian, Juicy Luicy, sambil nonton kembang api yang keren banget!
8. Pameran Furnitur Bertutur, 4 Oktober - 27 Desember 2024 di Museum Sejarah Jakarta, Kota Tua
Buat lo yang suka desain interior, jangan sampe kelewatan Pameran Furnitur Bertutur. Banyak banget pilihan furnitur kece yang bisa bikin rumah lo makin aesthetic.
9. Sunset di Kebun, 15 Desember 2024 di Istana Anak-Anak Indonesia, TMII
Acara yang cocok banget buat lo yang bawa keluarga atau anak kecil. Dengerin musik enak sambil piknik bareng Tulus, Nadin Amizah, Fiersa Besari, dan musisi lainnya. Balita juga bisa nonton gratis!
10. Misao Art Exhibition 2024, 7-15 Desember 2024 di Outsider Art JKT, Hadiprana Boutique Mall
Buat lo yang suka seni, Misao Art Exhibition bakal kasih lo pengalaman unik banget. Wajib banget datang buat liat karya seni yang keren abis!
So, udah siap ngeramein akhir tahun lo di Jakarta? Jangan sampe ketinggalan event-event keren ini, ya! Segera siapin diri, beli tiket, dan ajak temen-temen lo buat barengan ngerasain serunya setiap acara. Tahun baru bakal jadi lebih spesial kalo lo isi dengan hal-hal seru, kan? Yuk, jangan sampai FOMO, dan pastiin lo jadi bagian dari keseruan Jakarta di akhir tahun ini! (Sumber Foto @zoetwodots)
...moreTripTrus.Com - Eh bro, lo udah nge-list destinasi buat liburan akhir tahun belum? Jangan bilang belum, sih, Nataru kan emang momen paling ditunggu! Sekolah libur, kerjaan mulai slow, terus lo bisa punya banyak alasan buat kabur bareng keluarga atau geng lo. Indonesia tuh punya seabrek tempat seru, mulai dari pantai vibes santai sampe gunung yang adem banget. Dari yang mau healing atau sekadar update story biar nggak mati gaya, semuanya ada!
View this post on Instagram
A post shared by DANAU TOBA (@didanautoba)
Btw, kali ini gue mau spill nih beberapa spot yang diprediksi bakalan rame abis tahun ini. Siapa tau, lo jadi dapet inspirasi buat liburan, kan? Let’s go, bro, waktunya bikin rencana jalan-jalan lo makin asik!
Kata Kemenpar, ada 10 daerah yang bakal dibanjirin wisatawan pas Natal 2024 sama Tahun Baru 2025 nanti. Yang rame itu masih seputar Jawa kayak Jawa Tengah (17,10%), Jogja (15,77%), sama Jawa Barat (11,78%). Tapi, wilayah kayak Jabodetabek (10,34%), Jawa Timur (8,85%), Sumut (5,7%), dan Bali (5,55%) juga nggak kalah hits. Terus ada juga destinasi kayak Sumatera Barat, Lampung, sama Sulawesi Selatan yang mulai jadi favorit wisatawan. Pokoknya destinasi luar Jawa makin naik daun, bro!
Lo lebih suka pantai apa gunung? Kalau ngikutin data Kemenpar, mayoritas wisatawan pilih pantai, laut, atau danau (58,6%). Tapi, tempat-tempat kayak pusat kuliner (54,8%), gunung atau bukit (50%), kebun binatang (33,9%), sama desa wisata (28,4%) juga rame banget!
[Baca juga : "Liburan Kece Akhir Tahun Di Jogja, 9 Event Seru Buat Lo Gaskeun!"]
Fun fact: selama libur Nataru nanti, potensi duit yang muter di kalangan wisatawan Nusantara tuh sekitar Rp117,3 triliun. Sementara, wisatawan mancanegara bisa nambahin Rp22,55-Rp29,2 triliun. Duit segitu banyak bikin pemerintah daerah semangat banget promosiin destinasi wisata. Kemenpar juga udah nyiapin strategi biar wisatawan betah dan aman, kayak:
Ngebuat panduan wisata aman lewat Surat Edaran Menteri Pariwisata.
Ngecek kesiapan destinasi populer kayak Ancol, Taman Safari, dan pantai-pantai di Banten.
Kolaborasi sama mitra buat bikin promo liburan kece.
Buat lo yang suka ngeluh soal fasilitas, sabar ya! Kemenpar katanya lagi fokus ningkatin transportasi, akomodasi, sama fasilitas kayak air bersih, listrik, dan internet biar wisata lo makin nyaman. Jadi, udah tau mau ke mana? Pantai di Bali, kulineran di Jogja, atau sekadar staycation di Jabodetabek? Yang penting sih, pastiin liburan lo asyik, aman, dan Instagrammable!
Jadi gimana, udah kebayang belum lo bakal ke mana buat liburan Nataru kali ini? Apapun destinasinya, yang penting lo tetep enjoy, jaga kebersihan, dan patuhi aturan setempat, ya. Jangan lupa manfaatin promo-promo liburan biar makin hemat, tapi vibes-nya tetep kelas sultan! Yuk, siapin koper lo, dan bikin momen akhir tahun ini jadi kenangan paling epic buat lo dan orang-orang tersayang! (Sumber Foto @giiethaapermatachary)
...moreTripTrus.Com - Pemerintah Kabupaten Ende di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, menyiapkan tiga kegiatan festival yang akan digelar pada tahun ini untuk menarik minta kunjungan wisatawan ke daerah itu.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh 江 • 🌻 (@lechiinx)
"Festival yang akan kami gelar yaitu pertama Festival Budaya dan Parade Pesona Pariwisata yang dijadwalkan pada April-Juni 2022," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ende Martinus Satban ketika dihubungi dari Kupang, Sabtu.
Ia mengatakan hal itu berkaitan dengan kegiatan promosi pariwisata di Kabupaten Ende pada 2022. Ia menyebutkan kegiatan kedua yaitu Festival Kelimutu yang dijadwalkan akan digelar pada Agustus. Selain itu, Festival Paralayang yang akan digelar pada Oktober-November.
Martinus menjelaskan kegiatan festival ini dihadirkan untuk mempromosikan kekayaan pariwisata sekaligus menarik minat kunjungan wisatawan ke Ende. Kegiatan dalam bentuk festival, kata dia, juga berlangsung lama sehingga diharapkan dapat mendorong lama tinggal wisatawan di Ende.
[Baca juga : "Kalender Event Wisata Jogja Bulan April 2022, Ada Sarkem Fest!"]
"Semakin lama wisatawan di Ende tentu ada belanja yang bisa berdampak pada berbagai sektor ekonomi di masyarakat," katanya. Ia mengatakan waktu pelaksanaan beberapa festival ini masih bersifat tentatif karena disesuaikan dengan situasi di lapangan, salah satunya terkait kondisi pandemi COVID-19 yang masih berlangsung.
Martinus menambahkan selain festival pariwisata, pihaknya juga menata dan merancang destinasi wisata yang sudah dibangun pemerintah daerah setempat untuk menunjang kunjungan wisatawan. "Kami juga mendampingi desa wisata untuk berinovasi menjadi desa wisata berbasis komunitas sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan," katanya. (Sumber: Artikel okezone.com Foto @florestourism)
...moreIkuti trip ke Semarang dan Jawa Tengah untuk melihat peninggalan Cheng Ho: http://triptr.us/Bp
TRIPTRUS - Lebih dari enam ratus tahun yang lalu, tepatnya tanggal 11 Juli 1405, 317 kapal yang diawaki oleh lebih dari 28 ribu awak kapal memulai perjalanan mereka yang bernama "Ekspedisi Harta Karun" yang ditujukan untuk menunjukkan kekuatan Kekaisaran Cina kepada dunia. Di bawah komando seorang laksamana Kekaisaran Cina bernama Cheng Ho, armada kapal itu mengelilingi Asia dan sekitarnya, dan berkali-kali mengunjungi Indonesia, bahkan membantai habis kawanan bajak laut di Palembang.
Salah satu jejak peninggalan perjalanan armada Laksamana Cheng Ho dapat dikunjungi di Simongan, Semarang - yaitu Kuil Sam Poo Kong. Kuil megah yang mempunyai julukan "Gedong Batu" ini bentuknya merupakan sebuah gua batu besar yang terletak pada sebuah buki batu. Meski Cheng Ho sendiri memeluk agama Islam, tapi tempat itu juga digunakan sebagai tempat pemujaan masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia atau wisatawan dari Cina. Banyak pula warga muslim dari Cina yang mengunjungi kuil ini. Nama Cheng Ho sendiri sudah terkenal di dunia lewat pelayarannya. Meski dia adalah seorang kasim (pelayan istana), tetapi Cheng Ho menyandang gelar Laksamana dan merupakan orang kepercayaan Kaisar Yongle - yang menduduki tahta Dinasti Ming pada saat itu.
Bangunan kuil Sam Poo Kong ini mengambil nama dari julukan Cheng Ho, Sam Poo Tay Djien. Cheng Ho dan armadanya mengadakan enam kunjungan ke Jawa, dari tujuh kali ekspedisinya ke seluruh Asia. Kuil Sam Poo Kong sendiri awalnya dipercaya sebagai markas armada Cheng Ho saat sedang berlayar melewati Laut Jawa dan terpaksa berhenti karena salah satu orang kepercayaannya jatuh sakit. Cheng Ho pun menggunakan gua batu itu untuk bersembahyang, lalu sebelum meninggalkan Jawa, ia membangun masjid di gua itu. Masjid itulah yang kini dikenal sebagai Kuil Sam Poo Kong.
Ada lima kompleks kuil di Sam Poo Kong yang arsitekturnya merupakan perpaduan arsitektur Cina dan Jawa. Kelima bangunan itu adalah Sam Poo Kong, Tho Tee Kong, Kuil Kyai Juru Mudi, Kuil Kyai Jangkar, dan Kuil Kyai Cundrik Bumi. Dan satu tambahan lagi, yaitu Mbah Kyai Tumpeng. Semua bangunan itu terletak di area seluas 3,2 hektar.
Photos taken from: Wikipedia
...moreMau lihat langsung keindahan bawah laut Gorontalo? Klik di: http://triptr.us/Bl
TRIPTRUS - Di bagian utara Sulawesi, banyak sekali keindahan yang bawah laut untuk dinikmati. Contoh saja Taman Laut Bunaken, Wakatobi, atau Togean yang keindahannya sudah dikenal oleh dunia. Di provinsi Gorontalo, ada dua taman laut yang tidak kalah indahnya dengan nama-nama itu.
Taman Laut Olele dan Taman Laut Bilitia, adalah gerbang tersembunyi yang menyimpan pemandangan bawah air yang menakjubkan. Kedua taman laut ini terletak di Teluk Tomini, di arah selatan Gorontalo. Oleh karena itu tidak mengherankan jika kedua taman laut ini punya pemandangan bawah air yang sama indahnya.
Taman Laut Olele terletak di Desa Olele, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango. Dengan menempuh sekitar kurang lebih 1 jam dari Gorontalo dengan kendaraan darat, atau sekitar 30 menit jika menaiki speedboat dari Gorontalo. Sebelum menceburkan diri ke Taman Laut Olele, kita sudah bisa menghela nafas lega melihat sebaran pasir putih dan pemandangan birunya air laut yang seakan-akan mengundang kita untuk segera mengenakan tabung oksigen atau snorkel dan segera melihat pemandangan bawah air yang bisa membuat love at first sight.
Salah satu hal yang unik yang bisa ditemui di Taman Laut Olele adalah banyakknya bunga karang besar bernama Salvador Dali sponge (Petrosia lignosa) yang tersebar di sekitar Taman Laut Olele. Spon itu diberi nama karena bentuknya yang mengingatkan orang pada lukisan maestro aliran surealisme, Salvador Dali.
Jajaran berbagai jenis terumbu karang dengan beragam warna, ratusan spesies laut yang berenang di antara para penyelam. Ada sembilan dive spot di Olele yang punya keunggulan dan keunikan masing-masing. Bagi penyelam pemula Taman Laut Olele adalah tempat yang pas untuk belajar menyelam atau snorkeling. Suasana pantai yang sepi dan air laut yang tenang sangat ideal untuk belajar menguasai peralatan olahraga bawah air.
Pesona Taman Laut Olele membuat banyak penyelam yang lebih senang terdiam menikmati pemandangan di depan mereka, sehingga seringkali terjadi kemacetan karena serombongan penyelam akan terhambat oleh penyelam lain yang sedang asyik menikmati pemandangan di hadapan mereka.
Pemerintah Gorontalo menetapkan kawasan Olele sebagai Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) sejak tahun 2006, setelah setahun sebelumnya menetapkan Desa Olele sebagai kawasan wisata. Di Olele juga mulai banyak muncul rumah-rumah penduduk yang ditawarkan sebagai tempat menginap bagi para pengunjung.
Sementara itu, di seberang Pantai Botuhuwato, Desa Kramat, Kecamatan Managgu, terdapat Pulau Bitilia - dengan Taman Laut Bitilia - yang secara pesat mulai dijadikan incaran para wisatawan nusantara dan mancanegara sebagai destinasi olahraga menyelam dan snorkeling. Untuk mencapai Pulau Bitilia diperlukan waktu sekitar 30 menit dengan perahu motor dari Botuhuwato atau dari Pantai Boleamo Indah.
Sama seperti Olele, Taman Laut Bitilia juga memiliki daya tarik yang tidak henti-hentinya membuat para penyelam berdecak kagum. Tapi tidak seperti Olele, Ombak di Bitilia sedikit lebih besar, tapi relatif tidak akan menyulitkan kegiatan menyelam atau snorkeling.
Membayangkan keindahan bawah air Taman Laut Olele dan Taman Laut Bitilia rasanya tidak cukup jika tidak merencanakan untuk suatu hari, kalau bisa dalam waktu dekat, mengunjungi keduanya.
Photos courtesy of: indonesia.travel, fllickr.com, vivanews.co.id, murexdive.com
...moreTripTrus.Com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, tempat wisata lokal di dalam wilayah aglomerasinya masing-masing tetap beroperasi saat larangan Lebaran 6 sampai 17 Mei 2021. Namun, wajib menerapkan protokol kesehatan disiplin dan ketat.
Sandiaga Uno menegaskan pemerintah melarang masyarakat mudik saat libur Lebaran 2021, guna mencegah penyebaran dan peningkatan kasus COVID-19. Sandiaga mengatakan, untuk mengisi waktu liburan saat mudik dilarang, maka objek wisata lokal diperbolehkan buka dengan protokol kesehatan ketat.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Jogja Malam Hari (@jogjamalam_)
“Keputusan pemerintah untuk meniadakan mudik agar dihormati dan dipatuhi. Belajar dari pengalaman mudik tahun lalu dan Nataru (Natal dan Tahun Baru), jumlah peningkatan kasus (COVID-19) saat mudik lebaran naik 94 persen dan saat libur nataru mencapai 70 persen,” kata Sandiaga Uno saat Weekly Press Briefing di Gedung Sapta Pesona Kantor Kemenparekraf, Jakarta Pusat, Senin 19 April 2021.
[Baca juga : "3 Daerah Di Bali Siap Jadi Kawasan Wisata Bebas COVID-19"]
Kemudian terkait wisata lokal lanjut Sandiaga Uno, Kemenparekraf memastikan wisata-wisata lokal harus siap menerapkan protokol yang ketat dan disiplin. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan penerapan PPKM skala mikro dengan baik, seperti membatasi kapasitas wisatawan hingga jam operasional destinasi, hal itu untuk mengantisipasi mobilitas masyarakat karena tidak melakukan mudik saat lebaran 2021.
“Kita perlu antisipasi masyarakat saat menghabiskan waktu libur lebaran. Keputusan akhir berada di ranah pemerintah daerah dan Satgas COVID setempat, jika terjadi peningkatan jumlah COVID-19 di daerah tersebut, keputusan untuk menutup destinasi wisata ada di tangan daerah setempat,” ujarnya. (Sumber: Artikel okezone.com Foto saiul038 )
...more