Di saat bulan Ramadhan, berbagai jenis makanan yang biasanya jarang didapat tiba-tiba bisa muncul selama sebulan penuh. Mulai dari pusat penjualan makanan berbuka puasa sampai ke rumah makan dan restoran ternama di bulan Ramadhan menghidangkan berbagai jenis makanan yang mengundang selera untuk langsung disantap begitu tiba waktu berbuka puasa. Apa saja ragam hidangan khas berbuka puasa? Baca di sini, dong.
KolakYang satu ini sudah pasti dikenal sebagai hidangan khas berbuka puasa yang paling populer. Potongan pisang, ubi jalar, singkong, nangka dan kolang-kaling direbus di dalam kuah santan dengan gula aren yang diberi daun pandan dan kayu manis serta jahe. Rasa kuah kolak yang manis dan kandungan karbohidrat yang ada di buah-buahan dalam kolak akan menggantikan tenaga yang hilang setelah berpuasa.
KurmaBuah yang sekilas terlihat seperti buah kelapa sawit ini datang dari Timur Tengah. Menurut hadits, Nabi Muhammad selalu menyantap tiga butir kurma pada saat berbuka puasa. Kandungan gula yang tinggi tapi ramah untuk tubuh dari buah kurma dapat membantu mengembalikan energi yang hilang saat berpuasa. Di saat bulan Ramadhan, berbagai jenis kurma dari berbagai daerah di Timur Tengah dapat ditemukan di mana-mana. Buah kurma sendiri punya banyak kandungan yang baik untuk kesehatan tubuh sehingga tepat untuk dijadikan hidangan khas berbuka puasa.
Kolang-kalingBiasanya yang satu ini mungkin cuma bisa dinikmati kalau kamu beli es campur jika sedang tidak bulan Ramadhan. Tapi di saat bulan Ramadhan, buah yang berasal dari pohon Aren (arenga pinnata) ini lebih sering terlihat dibuat jadi bahan minuman atau campuran minuman segar untuk hidangan khas berbuka puasa. Buah yang juga dikenal dengan nama buah atap ini juga memiliki kandungan air yang tinggi. Juga memiliki kandungan serat, karbohidrat, dan berbagai kandungan mineral, sehingga dapat melegakan dahaga dan rasa lapar sekaligus meski tidak dikonsumsi dengan jumlah banyak. Ini yang menyebabkan kolang-kaling jadi salah satu bahan makanan ideal untuk yang sedang berdiet.
Jajanan PasarKalau yang ini banyak sekali jenisnya. Mulai dari berbagai macam kue basah seperti kue pisang, kue cucur, gandasturi, kue bugis, bika ambon, kue lapis, dan lain-lain. Lalu belum lagi berbagai makanan lain seperti lemper, arem-arem, sosis solo, bacang, risoles, pastel, tahu goreng, pisang goreng, bakwan udang, panada, dan ratusan makanan lain yang terlalu banyak untuk dibayangkan, sudah pasti jadi bagian penting hidangan khas berbuka puasa bagi banyak orang. Rasanya yang gurih dan porsinya yang relatif tidak besar bisa memancing selera makan sebelum lanjut ke makanan besar.
Blewah & Timun SuriApakah teman-teman pernah memperhatikan, kalau tiap bulan Ramadhan buah Timun Suri dan Blewah mudah sekali ditemukan di mana-mana dan harganya pun relatif murah. Tapi di luar bulan Ramadhan, hidangan khas berbuka puasa ini tidak begitu mudah ditemukan. Meski keduanya berasal dari jenis tanaman yang berbeda, tapi warna dan rasanya tidak jauh berbeda. Keduanya mempunyai rasa manis yang menghilangkan dahaga setelah seharian berpuasa.
Es BuahTampaknya tidak perlu menyebut satu-persatu buah apa saja yang ada di Indonesia yang bisa dicampurkan menjadi es buah. Jenisnya pun bermacam-macam seperti Es Ketimun Serut dari Aceh atau Es Palu Butung dari Sulawesi, tapi tujuannya tetap sama, yaitu menghilangkan dahaga setelah satu hari penuh menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Rasa buah yang segar serta berbagai vitamin dan kandungan bergizi lainnya ditambah dengan sirup dan susu kental manis akan membuat dahaga hilang dengan sekejap. Meski di luar bulan Ramadhan es buah tetap dapat dijumpai, tapi kesegarannya membuatnya jadi hidangan khas berbuka puasa yang digemari oleh banyak orang.
Nah, itu dulu hidangan khas berbuka puasa yang kita bahas. Apa hidangan khas berbuka puasa yang jadi favorit kamu? Ceritain dong di comment di bawah.
...moreTripTrus.Com - Sebagai seorang penggila traveling, travel blogger Nila Tanzil ingin menularkan hobinya kepada sang buah hati. Tidak heran jika Nila sudah memboyong putri pertamanya Sienna Tanzil Petersen berpergian jauh sejak masih berusia tiga bulan.
Enjoying the view of Mount Cook after a heavy hike 600m uphill... someone did it sleeping... #babycarrier #ergobaby
A post shared by reizenmetspuitluiers (@reizenmetspuitluiers) onJan 3, 2018 at 12:42am PST
Bahkan beberapa bulan lalu, pendiri Taman Bacaan Pelangi itu mengajak Sienna yang 1 Desember mendatang genap berusia setahun berkeliling sejumlah negara di Eropa. Sering bolak-balik Jakarta - Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, untuk memantau taman bacaannya, Nila pun pergi bersama putrinya.
"Besok aku ke Labuan Bajo lagi. Ini perjalanan keenam Sienna ke sana," ujar Nila saat ditemui Wolipop di sela Nutrifood Leadership Award beberapa waktu lalu.
"Menurut wanita yang sudah berkunjung ke 32 negara itu, mengenalkan traveling sedini mungkin kepada anak adalah bagian dari proses pembentukan karakternya."
"Anak bisa belajar beradaptasi dengan cepat ketika dewasa kelak. Semakin sering traveling, anak akan mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar," kata wanita yang bercita-cita diving di lautan Galaspagos, Amerika Selatan, itu.
Nila sendiri juga sudah terbiasa traveling bersama kedua orangtuanya sejak kecil. Ayah dan ibunya berprofesi sebagai fotografer sehingga kerap berpergian jauh untuk berburu objek-objek unik dan cantik.
Meski usia Sienna belum segenap setahun, Nila merasa tidak kewalahan mengurus putrinya selama berpelesir, terutama ketika pertama kalinya Sienna berpergian jauh. Padahal, ia melancong tanpa pengasuh. Bagaimana bisa?
Menurut wanita berkulit eksotis ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan orangtua yang ingin mengajak anak balitanya berpergian jauh untuk kali pertama dengan atau tanpa pengasuh.
1. Santai, Jangan Cemas Berlebihan
Wajar bila orangtua merasa cemas mengingat ini perjalanan jauh pertama bagi buah hati mereka. Entah itu cemas soal kesehatan, persediaan makanan dan minuman, atau pakaian mereka. "Santai saja, jangan terlalu cemas. Soalnya anak peka dan bisa merasakannya. Kalau orangtua panik, anak pasti akan ikut rewel," ujar wanita yang lebih senang berwisata sendiri alias solo traveling itu. 2. Light Traveling,
Bawalah barang seperlunya. Jangan terlalu membebani beban Anda dengan barang yang terlalu berlebihan. Utamakan perlengkapan seperti pakaian, selimut, sepatu, obat-obatan, baby carrier seperti kereta bayi (stroller) dan rompi penggendong, serta mainan untuk menghibur buah hati.
"Pakaian juga secukupnya karena masih bisa dicuci. Kalau makan dan minuman juga bisa dibeli selama perjalanan," kata Nila yang juga berbagi tips traveling aman dan nyaman bersama anak di akun Instagram @Siennalittleeplorer.3. Wajib Bawa Selimut
Bagi Nila, benda yang satu ini sangat multifungsi sehingga wajib dibawa. Selain menghangatkan tubuh dari hawa dingin, selimut juga berfungsi sebagai alas tidur di kala tempat tidur kurang memadai. Kaus kaki dan topi juga masuk dalam daftar wajibnya.4. Gunakan Baby Carrier yang Tepat
Saat menelusuri jalan pedesaan yang berbatu tentunya Anda akan kesulitan menggunakan stroller atau kereta bayi. Maka kenali medan sebelum berpergian untuk menggunakan baby carrier yang tepat. Stroller cocok untuk jalanan berpermukaan rata. Jika medannya kasar, rompi penggendong bayi bisa jadi pilihan. Pastikan Anda juga membewa gendongan yang diselempangkan untuk bayi. (Sumber: Artikel detik.com, Foto freepik.com)
...moreTripTrus.Com - 23 Mei 2024 di Candi Borobudur, Kab. Magelang, salah satu acara paling ditunggu dalam perayaan Waisak. Festival lampion pas Waisak tuh kece banget, bikin hati meleleh dan mata nggak bisa lepas. Tiap tahun, umat Buddha di seluruh dunia seru-seruan merayakan momen spesial ini dengan semangat yang meledak-ledak. Ribuan lampion warna-warni berhamburan di langit, bikin pemandangan makin memukau.
Lampion-lampion itu karya seni yang oke banget, desainnya rumit tapi warnanya cerah banget. Ada yang bentuknya mirip bunga lotus, simbol kesucian dan keanggunan gitu. Selama festival, banyak umat Buddha yang ziarah ke kuil dan pagoda. Biar pada tau dong arti dan fakta-fakta seru tentang tradisi festival lampion pas Waisak, yuk simak penjelasannya di bawah!
View this post on Instagram
A post shared by daniel geraldus (@dhgeraldus)
Makna Tradisi Festival Lampion Saat Waisak
Buatin kita ngomongin soal Waisak, bray! Pas hari Waisak, umat Buddha suka ngelepas lampion ke langit. Banyak banget lampion yang terbang-terbang, bikin langit malam jadi cantik banget, deh! Nah, lepasin lampion itu maksudnya sebagai tanda kita lagi usaha keras buat dapet pencerahan dan bijaksana dalam hidup, gitu loh. Selain itu, lepasin lampion juga bisa jadi pengingat bahwa kita lagi berusaha bebaskan diri dari penderitaan, lho.
Begitu lampion-lampion itu melayang tinggi, mereka simbolisasi usaha buat lepas dari ikatan dunia material dan cari kebebasan batin. Dan tentu aja, biar doa atau harapan kita bisa kekabul.
Tradisi ini juga punya makna spiritual yang dalam banget, bray. Pas lampion mulai diterbangin, itu kayak perjalanan spiritual kita, menuju keabadian dan pencerahan. Artinya, kita lagi berusaha keras buat tingkatkan kesadaran dan gali potensi kita.
Ada juga makna lain di balik festival lampion waktu Waisak ini, yakni tentang persatuan dan persaudaraan. Kita semua kan nyambung dan punya pengalaman yang sama dalam mencari kedamaian. Dan sekarang, festival ini juga udah jadi ramah lingkungan, loh! Lampionnya pake bahan alami kayak daun, kulit jerami, jadi efek negatifnya ke lingkungan dikurangi, gitu.
Filosofi Tradisi Festival Lampion Saat Waisak
Gak bisa dipungkiri, festival lampion pas Waisak tuh punya filosofi yang keren abis! Gue bakal ceritain beberapa aspek filosofinya nih.
1. Cahaya dan Pencerahan
Nah, lampion yang terbang di festival Waisak itu semacam simbol cahaya dan pencerahan, gitu loh. Maknanya, itu kaya simbol pengetahuan dan kebijaksanaan. Jadi, tiap kali kita terbangin lampion, kita diingetin buat bawa terus cahaya pencerahan dalam hidup, bray. Gak lupa, juga soal ngepahamin yang dalam dan ngebijakin hidup sehari-hari.
2. Impermanensi dan Ketidaktahuan
Kalo lampion terbang trus pelan-pelan mati, itu gambaran banget tentang sifat dunia yang gak abadi, bray. Jadi, kita diajarin buat gak ngerasa terikat sama hal-hal yang cuma sementara doang. Lebih fokus ke yang abadi dan penting dalam hidup, gitu.
3. Pembebasan dan Keterikatan
Di tradisi lampion, kita liat usaha buat melepaskan diri dari ikatan duniawi dan dapet pembebasan dari penderitaan, bray. Artinya, kita harus ngerti kalo kita gak boleh terlalu ngerasa keterikatan sama keinginan duniawi, ego, atau materi. Harus usaha buat dapetin pembebasan batin dan kedamaian, gitu.
4. Kehidupan dan Kematian
Lampion bisa jadi simbol siklus kehidupan dan kematian, bray. Kalo lampion terbang trus mati, itu mengingetin kita tentang sifat hidup dan mati. Intinya, kita diajarin buat ngerasa bersyukur sama setiap momen yang kita punya dan gak takut atau terikat sama kematian. Tapi tetep, harus ngerti gimana cara menghargai hidup dan hidupinnya dengan bijak.
5. Persatuan dan Persaudaraan
Festival lampion Waisak tuh mencerminkan banget soal nilai persatuan dan persaudaraan, bray. Pas ribuan lampion terbang bareng-bareng, itu gambaran persatuan antara individu dan kelompok. Kita juga diajarin buat selalu ngeliat kesamaan dan saling pengertian. Gabung bareng semua makhluk biar bisa dapet hubungan yang harmonis terus berkelanjutan, gitu.
[Baca juga : "Kuliner Unik Ramadhan Dari Berbagai Daerah Indonesia!"]
Fakta Unik Tradisi Festival Lampion Saat Waisak
Gue bakal kasih tau beberapa fakta keren tentang festival ini.
1. Asal Usul
Jadi, awalnya nih, kebiasaan menerbangkan lampion pas Waisak itu dari Thailand. Tapi sekarang, trend-nya udah ngehits banget di beberapa negara tetangga juga di Indonesia. Festival ini tuh hasil percampuran tradisi Buddha sama budaya lokal di tiap negara gitu loh.
2. Bahan Buat Lampion
Lampion yang dipake pas festival ini biasanya dibuat dari kertas yang dikasih rangka dari bambu atau kawat tipis. Trus, dihias dengan warna-warni cerah plus kadang ada kaligrafi atau gambar simbolis yang berhubungan ajaran Buddha.
3. Simbolisme Air
Selain diterbangin ke langit, lampion juga bisa diapungin di air pas Waisak. Ada beberapa tradisi yang lampionnya dibikin dari bahan yang bisa terapung di air, kayak kulit jerami yang dianyam gitu. Nah, ini melambangkan kita ikutin arus kehidupan dan melepasin diri dari belenggu, loh!
4. Usir Kegelapan
Festival lampion biasanya digelar pas malem hari, jadi pas lampionnya diterbangin, langit tuh jadi bercahaya banget. Maknanya, kita berusaha banget buat ngusir kegelapan dan kebodohan. Selain itu, juga bisa bawa pencerahan dan kebijaksanaan dalam hidup, gitu.
5. Momen Kontemplasi
Pas lagi siap-siap buat festival dan ngeramein lampion, banyak orang juga manfaatin kesempatan ini buat merenung dan meditasi, lho. Jadi bisa jadi momen buat liat dalam-dalam diri sendiri, nyari kedamaian batin, dan ngeluarin beban pikiran.
Nah, gitu deh, bray! Festival lampion pas Waisak itu emang salah satu perayaan yang keren banget dan penuh makna. Selain dari sisi keagamaannya yang kuat, festival ini juga jadi kesempatan buat kita semua buat kumpul, merayakan hidup, dan promosiin perdamaian serta persatuan antar manusia. Keren, kan?
Itulah makna dan fakta keren tentang festival lampion pas Waisak. Langsung sikat seat buat Open Trip Festival Lampion Waisak 2024 di TripTrus, yuk! (Sumber Foto @char.da)
...moreTripTrus.Com - Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh meluncurkan sebanyak 101 event wisata selama tahun 2022. Peluncuran itu digelar di gedung Amel Convention Hall, Banda Aceh.
101 event wisata yang dikemas dalam Khazanah Piasan Nanggroe 2022 itu meliputi wisata berbasis alam, budaya dan sejarah. Dengan jumlah event yang terbilang banyak ini diharapkan bisa memperkuat posisi Aceh sebagai destinasi wisata yang patut diperhitungkan di Indonesia. Dari jumlah itu, tiga event wisata unggulan Aceh masuk dalam program Kharisma Event Nusantara (KEN) 2022 Kemenparekraf, yakni Aceh Festival Ramadhan, Aceh Culinary Festival, dan Aceh Perkusi.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Lasqi Aceh Official (@dpw.lasqiaceh)
Salah satunya terpilih dalam Top Ten KEN 2022, yakni Aceh Culinary Festival yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin meyakini semakin banyak atraksi wisata, akan mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan ke Tanah Rencong. Apalagi atraksi wisata tersebut juga akan dikemas dengan semenarik mungkin, agar wisatawan bisa betah dan bertahan lama di Aceh.
"Tahun ini Khazanah Piasan Nanggroe akan menampilkan 101 event wisata dan budaya yang merupakan hasil kurasi event-event berkualitas pengajuan dari 23 kabupaten/kota," kata Kadisbudpar Aceh Jamaluddin, selaku ketua panitia kegiatan. Menurut Jamaluddin, peluncuran Khazanah Piasan Nanggroe dan Festival The Light Of Aceh hari ini sebagai momentum kebangkitan industri dan promosi pariwisata di Aceh untuk pemulihan ekonomi masyarakat.
Sebelumnya, Khazanah Piasan Nanggroe 2022 atau yang selama ini dikenal sebagai Kalender of Event (CoE) merupakan kolaborasi Pemerintah Aceh melalui Disbudpar Aceh dan pemerintah kabupaten/kota serta instansi lainnya. “Event Khazanah Piasan Nanggroe dilandasi pada prinsip pembangunan keberlanjutan yakni meningkatkan kunjungan wisatawan, memberdayakan ekonomi lokal, dan memberikan dampak positif pada ekonomi, sosial, budaya, serta lingkungan,” katanya.
Aktivitas penyelenggaraan event dalam masa pandemi ini, kata Jamaluddin harus dilakukan dengan kombinasi online dan offline, adaptif dan inovatif, mengedepankan protokol kesehatan serta menerapkan CHSE atau 4K, yakni kesehatan, kebersihan, keamanan, dan kelestarian lingkungan. “Semakin banyak jumlah atraksi wisata akan semakin berkembang destinasi baru di Aceh, dan semakin terbukanya Aceh kepada wisatawan sebagai destinasi yang aman dan nyaman,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyambut baik agenda wisata di Aceh setelah sempat terhenti karena pandemi Covid-19. Meskipun sempat mengalami penurunan jumlah kunjungan wisatawan, Gubernur Nova yakin, tahun ini semangat wisata Aceh kembali bergeliat. Untuk itu, Pemerintah Aceh bergerak cepat menyusun event wisata semenarik mungkin agar mampu mendatangkan wisatawan domestik dan mancanegara untuk bisa berkunjung ke Aceh.
[Baca juga : "Pengamat: Pariwisata Indonesia Perlahan Bangkit Seiring Libur Lebaran"]
“Aktivitas wisata kita sempat mengalami penurunan akibat pandemi, namun kita harus yakin, tahun ini pandemi bisa mereda dan geliat wisata kembali bergeliat dan normal,” ujar Gubernur saat memberikan sambutan.
Pembangunan pariwisata di Aceh, kata Gubernur, juga mendapat prioritas untuk dikembangkan melalui tiga komponen yaitu Aksesbilitas, Amenitas dan Atraksi. Ia berharap masyarakat dunia bisa mengambil momentum ini untuk bisa mengenal lebih dekat wisata, seni dan budaya Aceh.
“Ini seperti perintah Presiden, kita harus melakukan pemulihan ekonomi nasional melalui pintu-pintu industri pariwisata,” ujar Gubernur Aceh, sekaligus meluncurkan Khazanah Piasan Nanggroe 2022 dan Festival The Light Of Aceh. (Sumber: Artikel acehprov.go.id Foto @riza_azhari)
...moreTripTrus.Com - Banyuwangi tuh wajib banget masuk daftar tempat liburan lo! Dikenal dengan alamnya yang masih asri dan pantai-pantai kece yang jarang banget disorot, Banyuwangi bisa bikin lo betah seharian! Dari pantai gokil buat surfing sampai yang sepi banget buat santai, semua ada di sini! Cek 10 tempat seru yang wajib banget lo datengin:
1. Kawah Ijen - Api Biru yang Bikin Lo Speechless
Lo pernah ngeliat api biru keluar dari tanah? Gokil banget, kan! Itu di Kawah Ijen, tempat yang punya danau belerang biru yang super keren. Pas lo ngeliat kawah dikelilingi tebing curam, lo pasti bakal terpesona!
2. Pantai G-Land - Surga Para Surfer
Buat lo yang suka surfing, G-Land atau Pantai Plengkung jadi destinasi wajib! Ombaknya bisa sampe 6 meter, cocok banget buat lo yang mau nyobain tantangan ombak legendaris. Gak heran kalau tempat ini sering dipake buat kejuaraan surfing internasional.
3. Air Terjun Lider - Tempat Kece Buat Foto-Foto
View this post on Instagram
A post shared by @marrc.co
Dengan ketinggian 60 meter, Air Terjun Lider punya pemandangan yang nggak ada duanya! Dikelilingi hutan hijau yang masih alami, air terjun ini juga punya air terjun kecil di sekitaran, bikin lo betah berlama-lama di sini!
4. Pantai Pulau Merah - Cocok Buat Pemula yang Mau Surfing
Kalo lo baru belajar surfing, Pantai Pulau Merah bisa jadi pilihan yang tepat. Pasirnya lembut banget, dan ombaknya gak terlalu besar. Juga, bisa nyobain paragliding dari bukitnya!
5. Desa Adat Kemiren - Intip Kehidupan Osing yang Unik
Mau nyelam ke budaya Banyuwangi? Desa Kemiren jawabannya! Lo bisa liat langsung cara hidup suku Osing, dengan tradisi dan bahasa uniknya. Jangan lupa, batik khas mereka juga kece-kece banget!
[Baca juga : "7 Pantai Tersembunyi Di Banyuwangi Yang Bikin Lo Speechless!"]
6. Taman Sri Tanjung - Tempat Nongkrong Legenda
Taman ini gak cuma tempat nongkrong, tapi juga penuh legenda! Konon, nama Banyuwangi berasal dari cerita seorang wanita dengan darah harum. Asyik banget buat santai, ditambah lokasinya deket Masjid Agung Baiturahman!
7. Teluk Hijau - Pantai Tenang yang Bikin Lo Rileks
Teluk Hijau punya pantai alami yang jauh dari keramaian. Walaupun perjalanan ke sini lumayan jauh, lo bakal terbayar dengan pemandangan yang super menenangkan!
8. Kebun Kaliklatak - Belajar dan Bersantai di Tengah Alam
Dari jaman Belanda, Kebun Kaliklatak udah jadi tempat yang asik buat liat tanaman kopi, coklat, dan rempah. Lo bisa juga nginep di cottage-nya, biar bisa nikmatin suasana alam sepanjang hari!
9. Pantai Rajegwesi - Pantai Coklat yang Penuh Sejarah
Pantai Rajegwesi punya pasir coklat yang beda banget, karena pengaruh sedimen dari sungai yang ngalir ke laut. Tempat ini juga punya bunker-bunker peninggalan zaman Jepang, jadi lo bisa sambil belajar sejarah!
10. Pantai Watu Dodol - Landmark Batu Raksasa
Lo pasti udah pernah liat batu besar di Pantai Watu Dodol, kan? Tempat ini deket banget dari Pelabuhan Ketapang, lo juga bisa liat kapal ferry yang nyebrang dari Bali. Kalo mau, lo bisa naik bukit sekitar pantai buat liat pemandangan yang lebih kece!
Banyuwangi tuh gak ada abisnya buat dijelajahi. Alamnya yang asri dan budayanya yang masih kental bikin lo betah. Jadi, siapin diri lo buat liburan seru ke sini, jangan lupa bawa kamera buat capture setiap momen keren di Banyuwangi! (Sumber Foto @f_rizkillah)
...moreTripTrus.Com - Bro-Sis traveler, setelah kita gasin 8 event epic di batch 1, sekarang saatnya lanjut ke 9 event batch 2 yang siap bikin September 2025 lo makin hype! Dari Sulawesi, Lampung, Riau, Banten, sampe Kalimantan, tiap festival bakal kasih vibes beda—dari budaya, seni, kuliner, sampe ritual tradisional. Jadi siapin kalender, outfit kece, kamera, dan energi positif karena gue bakal nemenin lo keliling festival paling hype bulan ini. Rasain, capture, dan bikin memories yang nggak bakal lo lupain, bro-sis!
Festival Pinisi – Bulukumba (11-13 September)
Bro-Sis, kalau lo doyan laut sekaligus budaya, Bulukumba wajib banget masuk list! Kapal Pinisi UNESCO hadir lengkap sama ritual adat seperti annyorong lopi, songka bala ribantilang, ammossi’, sampe andingingi. Lo bisa ikutan nyatu sama budaya lokal, dapetin konten meaningful, sambil santai di pantai. Ada juga UMKM lokal, fashion show, pameran pangan khas, film dokumenter, pasar murah, sunatan massal, lomba perahu, sampe MURI makan ikan terbanyak. Jadi lo bisa chill, peduli sama budaya, dan seru-seruan bareng vibes lokal sekaligus!
Jakarta International Photo Festival (JIPFest) – Jakarta Pusat (12-21 September)
Dari laut ke kota metropolitan, Bro-Sis, JIPFest 2025 hadir di TIM Cikini, GRATIS! Lo bakal diajak explore gimana teknologi, medsos, dan AI nyatu sama hidup kita sehari-hari. Dengan tema “Coexistence”, lo bakal nemuin cara manusia dan teknologi jalan bareng tanpa kehilangan sisi humanis. Ada pameran foto, workshop, kuliah umum, diskusi kreatif, plus 50 bintang tamu. Jangan cuma scroll timeline, gas langsung ke TIM, capture energi visualnya, dan dapetin konten yang estetik plus meaningful abis!
Gema Sulbar – Mamuju (14-22 September)
Bro-Sis, Sulawesi Barat punya Gema Sulbar yang GRATIS, cozy, dan penuh energi kreatif! Lo bisa keliling bazar ekonomi kreatif, nikmatin musik tradisional, kuliner unik, dan seni lokal yang otentik banget. Bisa ngobrol sama kreator lokal, explore fashion tenun, sampai nyobain kuliner kekinian khas Sulbar. Atmosfernya hangat, energik, dan bikin lo ngerasa connected sama budaya lokal. Perfect buat lo yang pengen konten legit dan pengalaman autentik, sekaligus dapet vibes positif dan meaningful!
Tubaba Art Festival – Tulang Bawang Barat (18-20 September)
Bro-Sis, kalau lo pengen seni yang dalem dan immersive, Tubaba Art Festival bakalan nge-hits banget buat lo! Dari tari, teater, musik, film, kriya, sampe sastra, semua nyatu bareng bazar kreatif warga. Lo bakal liat murid sekolah seni sampai seniman internasional kolaborasi total. Ada workshop, pameran, dan panggung live, bikin lo nggak cuma nonton, tapi jadi bagian dari ekosistem seni inklusif. Gratis, santai, tapi vibesnya penuh makna—perfect buat lo yang pengen deeper connection sama seni lokal!
Kenduri Riau – Pekanbaru (19-22 September)
Bro-Sis, Pekanbaru gak kalah hype, nih! Kenduri Riau ngajak komunitas, pengusaha, kreator, dan pariwisata kolaborasi sambil rayain budaya lokal. Lo bakal nemuin UMKM, seniman, dan brand lokal pamerin karya mereka, sambil nikmatin vibes kota yang makin kece. Acara ini bukan sekadar show, tapi pengalaman yang bikin lo jadi bagian ekosistem kreatif Riau. Dari community hangout, produk lokal, sampe atmosfer kota, semua nyatu jadi festival yang meaningful dan Instagrammable. Perfect buat lo yang pengen konten legit plus pengalaman autentik!
[Baca juga : "Festival Nusantara September 2025, Gaskeun Explore Budaya & Kreativitas Lo! Batch 1"]
Seren Taun Kasepuhan Cisungsang – Lebak (22-29 September)
View this post on Instagram
A post shared by Hutan Sosial (@hutansosial)
Bro-Sis, siapin hati karena Seren Taun Kasepuhan Cisungsang bakal jadi pengalaman spiritual dan seru sekaligus! Lo bisa ikut ritual panen padi, pantun, Bubuka, Balik Taun Rendangan, sampe prosesi Ngareremokeun. Rasain gotong royong, syukur, dan spiritualitas lewat seni tradisional. Outfit ala milenial tapi sopan wajib dibawa, plus kamera biar bisa capture momen otentik. Festival ini perfect buat lo yang pengen meaningful content sekaligus pengalaman budaya yang autentik dan memorable, bro-sis!
Balikpapan Fest – Balikpapan (24-28 September)
Bro-Sis, Balikpapan Fest ke-6 siap nyuguhin vibes “Harmoni Nusantara” yang unik! Budaya pesisir, pedalaman, dan keraton kolaborasi di panggung yang sama. Lo bisa nikmatin kuliner, tarian tradisional, musik daerah, plus kreasi kontemporer—semua dalam satu journey. Gratis dan penuh edukasi, festival ini bikin lo ngerasain miniatur Indonesia yang hidup, estetik, dan seru. Cocok banget buat lo yang pengen feed Instagram kece sekaligus pengalaman budaya yang lengkap!
Makassar International Eight Festival & Forum (F8 Makassar) – Makassar (24-28 September)
Bro-Sis, F8 Makassar ngumpulin 8 subsektor kreatif: Fusion Music, Fashion, Film, Fine Arts, Fiction Writers, Folks, Flora & Fauna, sampai Food & Fruit. Lo bakal masuk arena seni, fashion show, kuliner Nusantara, sampe talkshow seniman. Dengan tema “FUNtastic Eight”, tiap elemen punya highlight sendiri. Vibesnya fun, colorful, dan super contentable buat lo yang doyan pengalaman budaya lengkap dan memorable. Jangan cuma nonton, tapi gasin semua energi lo di sini, bro-sis!
Festival Salo Karajae – Parepare (27 September – 1 Oktober)
Bro-Sis, penutup September 2025 bakal epic banget lewat Festival Salo Karajae! Lomba tradisional gokil kayak dayung, tangkap bebek, tari kreasi, sampe lomba mancing bikin lo belajar kearifan lokal sambil fun bareng. Musik tradisional berpadu band indie & musisi ternama bikin vibe malam makin enerjik. Plus, ada pameran UMKM & kuliner lokal. Gratis dan terbuka buat semua, festival ini wajib lo datengin, capture vibes, dan bikin memories epic yang nggak bakal lo lupain!
Bro-Sis traveler, September 2025 tuh bukan bulan biasa—ini bulan full festival, budaya, seni, kuliner, dan kreativitas dari Sulawesi, Lampung, Riau, Banten, Kalimantan, sampe Makassar. Lo bakal dapet pengalaman meaningful, feed-worthy, dan berkontribusi ke komunitas lokal. Jadi siapin tiket, kamera, outfit kece, dan energi positif karena tiap festival bakal kasih cerita dan vibe beda tapi epic abis! Datang langsung, rasain vibes, dan bikin memories yang nggak bakal lo lupain, bro-sis! (Sumber Foto @am1rpajjokka)
...moreTripTrus.Com - Mencari tempat wisata di Lampung Barat tidaklah sulit. Salah satu kabupaten di Lampung yang sebagian besar topografi wilayahnya berupa pegunungan ini memiliki hawa sejuk dan alam yang asri. Maka dari itu, umumnya destinasi wisata di Kabupaten ini berbasis alam dengan bonus kesejukan udara dan lingkungan hijau yang memanjakan mata.
Ingin tahu daftar destinasi wisata Lampung Barat yang asyik dan wajib dikunjungi? Yuk, cek daftarnya di bawah ini.
1. Danau Ranau
View this post on Instagram
A post shared by azizmiftachul (@azz_mifth)
Danau Ranau merupakan salah satu destinasi yang wajib untuk dikunjungi. Danau terluas kedua di Pulau Sumatera ini akan memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi kamu. Danau dengan total luas 125,9 km persegi ini terletak di dua wilayah provinsi, yakni Lampung Barat dan Sumatera Selatan.
Untuk menikmati keindahan Danau Ranau, ada banyak titik yang bisa didatangi. Setiap sudut menyajikan pemandangan yang berbeda-beda. Di sekitar danau ini juga terdapat bermacam tipe pemandangan yang bisa kamu nikmati. Di antaranya adalah persawahan milik warga yang luas yang dijamin mampu memanjakan mata. Ada juga pemukiman dengan rumah tradisional dan juga keramba-keramba milik masyarakat yang berada di sekitar danau ini. Keduanya bisa menjadi salah satu spot fotogenik yang memesona. Hal paling istimewa yang ada di danau ini adalah pemandangan Gunung Seminung di hadapan danau yang nampak sangat megah nan indah.
2. Desa Wisata Lumbok
Lumbok adalah nama desa yang terletak di kecamatan Sukau, kabupaten Lampung Barat. Desa ini terlihat sangat elok dengan pemandangan danau Ranau di tepiannya. Bagi kamu yang mendambakan suasana yang tenang dan damai, desa wisata Lumbok bisa menjadi destinasi yang tepat untukmu.
Letak desa Wisata Lumbok berjarak 30 km dari Liwa, ibukota kabupaten Lampung Barat. Pilihan kegiatan untuk pengunjung yang berlibur di desa wisata ini antara lain menangkap ikan dengan cara anti mainstream yaitu menombak dan memanah, berenang di Danau Ranau, memancing belut, dan aktivitas malam yang seru bersama penduduk lokal. Untuk penginapan, para wisatawan dapat berbaur dengan warga lokal dengan menginap di rumah mereka.
3. Gunung Seminung
View this post on Instagram
A post shared by Wisata Danau Ranau (@potret_ranau)
Bagi kamu yang berkunjung ke Lampung Barat, wajib hukumnya datang ke Gunung Seminung jika tidak mau menyesal. Sebab gunung ini memiliki pemandangan alam paling indah dan menjadi tujuan wisata populer di sana. Dari puncak gunung para traveler bisa melihat hamparan alam yang indah yang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata.
Gunung Seminung berada di sebelah barat laut ibukota kabupaten Liwa dengan jarak sekitar 25 kilometer. Gunung ini berada di perbatasan antar provinsi, sebagian wilayahnya masuk ke dalam kecamatan Sukau, kabupaten Lampung Barat, provinsi Lampung sedangkan sebagian lainnya berada di kecamatan Ranau, di provinsi Sumatera Selatan. Di kaki gunung ini kamu bisa menjumpai danau Ranau yang merupakan danau terbesar kedua di pulau Sumatera.
4. Danau Suoh
View this post on Instagram
A post shared by Yoans🍦 (@siofanneo)
Selain Danau Ranau yang telah populer, Lampung Barat masih memiliki satu danau lainnya yang berpotensi besar menjadi destinasi wisata populer berikutnya, yakni Danau Suoh. Danau ini bisa kamu jumpai dengan melakukan perjalanan melalui kecamatan Batu Brak maupun kecamatan Sekincau dengan waktu tempuh sekira 4 jam dari ibukota Liwa.
Danau Suoh menawarkan pengaman adventure yang tidak akan terlupakan. Akses menuju lokasi cukup menantang sehingga dihimbau agar menggunakan kendaraan yang sesuai seperti mobil offroad atau motor trail. Di kawasan Danau Suoh terdapat tiga danau yang airnya bisa berubah-ubah warna. Sedangkan tidak jauh dari kawasan danau tersebut kamu bisa melihat fenomena alam menarik dalam bentuk sumber panas bumi.
5. Desa Pekon Hujung
Di Lampung Barat juga ada sebuah destinasi desa wisata yang cukup mengasyikan. Nama desa wisata tersebut adalah Pekon Hujung. Desa wisata ini memiliki keindahan alam yang pastinya tak kalah dengan destinasi desa wisata yang lain. Apalagi suasana di kawasan desa ini masih benar-benar asri dengan keindahan alam yang sangat memukau.
Di desa Pekon Hujung, kamu masih bisa menemukan deretan rumah-rumah tradisional khas Lampung barat. Jika kamu mencari ketenangan dan kenyamanan selama berlibur untuk menghilangkan penat, maka kawasan ini adalah salah satu pilihan yang dijamin tak akan membuat kecewa.
[Baca juga : "Tren Wisata Akhir Tahun 2022 Untuk Healing"]
6. Sumber Air Panas Gemburak
Salah satu tempat wisata Lampung Barat yang cukup menarik untuk dikunjungi adalah sumber air panas Gemburak. Sumber air panas yang terletak di dua lokasi, yakni di Sidomakmur dan kawasan hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Sumber air panas yang satu ini memiliki keindahan alam yang luar biasa menawan. Pengunjung yang datang bisa menikmati air panas yang dipercaya masyarakat bermanfaat untuk menyembuhkan segala macam penyakit kulit. Selain tempatnya yang eksotis, sumber air panas ini bisa menjadi alternatif tempat liburan yang sehat buat keluarga. (Sumber: Artikel indonesia.travel/ Foto @ewin_piyoe_wesuiranangalaz)
...moreTRIPTRUS - Brown Canyon Semarang merupakan tempat sebagai proyek galian C yang sudah berumur 10 tahun lebih. Dan disinilah sebagai tempat mengais rejeki bagi sebagian orang dengan melakukan penggalian pasir, penggalian tanah urug dan batu padas.
Brown Canyon sebenarnya bukanlah tempat wisata melainkan perbukitan biasa, namun karena penambangan material yang dilakukan setiap hari selama bertahun-tahun ahirnya berubah wujud seperti layaknya Green Canyon yang ada di Amerika.
Keindahan panorama alam yang eksotik membuat Brown Canyon Semarang ini menjadi salah satu obyek wisata dan tempat yang terbaik bagi para pecinta fotografi. Tebing-tebing yang menjulang tinggi dipadu dengan adanya pohon-pohon di puncaknya membuat tempat ini sebagai pemandangan yang sangat menarik dan sayang untuk tidak dikunjungi.
Dikarenakan Brown Canyon sebenarnya bukanlah tempat wisata tentu saja para wisatawan harus mencari petunjuk arah sendiri, karena warga sekitar hanya tahu bahwa tempat tersebut hanyalah sebagai tempat penambangan material berupa pasir, tanah urug dan batu padas.
Brown Canyon terletak di daerah Rowosari Meteseh Tembalang Semarang, tempat yang lumayan jauh dari pusat keramaian kota Semarang. Merupakan tantangan tersendiri bagi para wisatawan yang ingin datang ke tempat ini, dimana para wisatawan dalam sepanjang perjalanannya harus bertemu dengan debu-debu yang beterbangan dan bersimpangan dengan truk-truk pengangkut bahan material.
Rute menuju Brown Canyon Semarang.
Lokasi Brown Canyon Semarang bisa dijangkau dari berbagai arah. Pengunjung bisa melewati pasar Meteseh via Tembalang, Kedungmundu atau RSUD Klipang.
Rute Brown Canyon dari Semarang timur bisa melewati jalan Fatmawati menuju RSUD Kota Semarang (Ketileng), kemudian mengambil arah kiri (arah perum Klipang) dan menuju lokasi Klipang Golf. Setelah sampai Klipang Golf, lanjutkan dengan melewati jembatan besi. Setelah jembatan besi ketiga (jembatan dengan sungai yang besar) akan ada pertigaan ke arah selatan (belok kanan). Lurus saja kurang lebih 2 KM Anda akan melihat keindahan Brown Canyon Semarang.
Rute Brown Canyon dari arah Batang, Kendal dan Simpang Lima Semarang atau dari arah barat bisa melewati pertigaan “pasar kambing”, melewati Mrican, Kedung Mundu, Sambiroto, pertigaan Intan Permai belok kiri (Jl. Elang), kemudian sampai perempatan Pasar Meteseh belok kiri.
Rute Brown Canyon dari arah Solo, Yogya dan Semarang atas bisa melewati Banyumanik, Tembalang, UNDIP dan kemudian menuruni Sigar Bencah sampai perempatan Pasar Meteseh langsung ambil jalan lurus.
Yang perlu dipersiapkan saat menuju Brown Canyon di Semarang.
Karena tempat ini merupakan tempat panambangan bahan material dan masih aktif maka datanglah pada waktu diluar jam kerja, jika terpaksa harus datang disaat jam kerja maka jangan lupa persiapkan masker atau buff sebagai penutup mulut dan kacamata. Karena kondisi jalan pedesaan yang cukup jelek, berdebu dan bergelombang maka gunakanlah sepeda motor yang fleksibel atau jika menyukai tantangan Anda bisa menggunakan sepeda onthel. Tidak disarankan menggunakan mobil mewah apalagi mobil dengan full variasi atau mobil ceper. (Sumber: Artikel dan Foto semarangplus.com)
...moreTRIPTRUS - Lumba-lumba adalah mamalia laut yang dikenal sangat ramah. Bahkan ia kerap membantu orang-orang yang kebetulan tenggelam di dalam lautan. Lumba-lumba juga memiliki suara ultrasonik yang konon bisa digunakan untuk terapi orang yang memiliki sindrom autis. Terpenting lagi, lumba-lumba juga bisa dilatih untuk melakukan atraksi-atraksi yang sangat hebat di lautan.
Barangkali anda semua sudah melihat lumba-lumba di tempat pertunjukan, atau di kebun binatang dan taman air. Tapi pernahkah anda semua menyaksikan lumba-lumba di alam terbuka? Melihat mereka berenang dan meloncat di pinggiran kapal yang melintas. Tak perlu jauh-jauh, Indonesia memiliki banyak spot yang bisa anda gunakan untuk melihat lumba-lumba. Mari simak selengkapnya.
1. Perairan Misool, Raja Ampat – Papua
Perairan di Misool, Raja Ampat memang dikenal sangat indah. Lautnya yang masih jernih dipadu dengan pulau yang masih alami membuat lokasi ini bak secuil surga di bumi Papua. Anda yang menyukai pengalaman menyelam dan menyusuri keindahan bawah laut akan menyukai Misool yang tidak ada bandingannya.
Perairan di Misool dikenal sangat kaya akan biota laut. Di kawasan ini memiliki banyak spesies hiu kecil dan juga paus. Untuk anda yang menyukai lumba-lumba yang ramah, kawasan ini memiliki 3 spesies lumba-lumba. Biasanya mereka akan keluar dan mengikuti kapal-kapal wisatawan yang melintas.
2. Teluk Kiluan – Lampung
Teluk Kiluan dapat ditempuh sekitar 3-4 jam dari pusat Bandar Lampung. Lokasi ini menjadi primadona wisatawan yang sangat menyukai petualangan bahari yang tiada batas. Pengunjung bisa menyewa kapal untuk berlayar sambil menikmati indahnya pemandangan dan jika beruntung bisa melihat atraksi lumba-lumba yang sangat memukau.
Kawasan ini memiliki dua jenis lumba-lumba yang jumlahnya diperkirakan ada ratusan. Pertama adalah lumba-lumba hidung botol dan yang kedua adalah lumba-lumba paruh panjang. Lumba-lumba jenis paruh panjang memiliki tubuh yang relatif kecil dan suka sekali melompat di udara untuk menghibur semua orang.
3. Pantai Lovina – Bali
Pantai Lovina adalah pantai yang paling dikenal di Bali meski suasananya masih sangat alami. Terletak di ujung utara Bali, pantai ini menyajikan pengalaman berharga bagi semua wisatawan yang ingin menikmati kehidupan lumba-lumba. Biasanya, saat bagi datang, mereka akan meloncat-loncat di lautan beriringan dengan kapal laut di sebelahnya.
Atraksi dari lumba-lumba di Bali bagian Buleleng ini lambat laun menjadi incaran banyak orang. Terutama mereka yang tidak menyukai suasana gegap gempita di Bali bagian selatan. Pantai dengan puluhan lumba-lumba ini bisa membuat wisatawan, bahkan anda merasa nyaman dan ingin berlama-lama di sana.
4. Kawasan Pulau Peucang – Banten
Pulau Peucang memang belum banyak diketahui oleh wisatawan di Indonesia. Meski demikian, kawasan ini menyajikan pengalaman yang sangat berharga, salah satunya adalah berenang dengan lumba-lumba di laut lepas. Ya, berenang dengan mamalia laut ini tanpa harus naik kapal laut yang kadang sangat berisik.
Di dunia ini, mungkin hanya ada dua spot wisata yang menyajikan pengalaman berenang dengan lumba-lumba. Pertama adalah di Florida, Amerika dan yang kedua di Pulau Peucang, Banten, Indonesia. Bila anda kebetulan berada di kawasan Banten, jangan lupa untuk mampir dan menikmati sensasi berenang dengan para lumba-lumba di laut lepas.
5. Perairan Taman Nasional Komodo – Nusa Tenggara Timur
Perairan di kawasan Taman Nasional Komodo juga dikenal menyajikan pengalaman bertemu dengan lumba-lumba yang mengesankan. Lumba-lumba ini biasanya keluar saat pagi hari. Kala matahari masih akan keluar di ufuk timur, lumba-lumba mulai melakukan aktivitas paginya dengan melompat-lompat di udara.
Biasanya mamalia laut ini terlihat di perairan yang menuju Pulau Padar dan Pulau Kalong. Pulau Padar adalah situs warisan budaya dunia UNESCO sejak tahun 1991. Dari pulau ini, kadang anda bisa menyaksikan lumba-lumba yang bergerak dengan bebas di lautan.
6. Perairan Pulau Siladen – Sulawesi Utara
Pulau Siladen terletak di kawasan Taman Nasional Bunaken. Turis yang datang ke sini tak lagi hanya menikmati taman bawa laut yang sangat indah itu. Tapi juga mencari peruntungan untuk bertemu dengan kawanan lumba-lumba. Biasanya mereka suka menampakkan diri permukaan laut atau berenang di dalam air.
Lumba-lumba biasanya akan muncul di pagi hari. Mereka suka sekali mengikuti kapal-kapal yang bergerak menuju Pulau Siladen. Mereka biasanya berjumlah 20-30 ekor dan akan mengawal wisatawan yang takjub menyaksikan tingkah mereka.
7. Kepulauan Derawan – Kalimantan Timur
Kepulauan Derawan adalah spot baru dalam tujuan penyelam di Indonesia. Setelah Bunaken dan raja Ampat, kawasan ini juag dikenal memiliki keindahan bawah laut yang sangat luar biasa. Bahkan bisa dibilang terbaik di kawasan Pulau Kalimantan. Di tempat ini pelancong juga bisa berenang di Danau Kakaban yang banyak menyimpan ubur-ubur tak beracun.
Selain wisata bawah laut serta ubur-ubur yang unik. Kawasan ini juga menyajikan pengalaman melihat lumba-lumba. Hewan ini biasanya suka keluar begitu mendengar suara mesin dari kapal. Mereka akan berenang di sisi kiri dan kanan kapal seperti seorang penyambut.
Inilah tujuh lautan di Indonesia yang dikenal memiliki banyak sekali lumba-lumba. Pesona laut Indonesia yang sangat mempesona. (Sumber: Artikel boombastis.com Foto dw.com)
...more