TripTrus.Com - Gokil, Sumut makin hits nih! Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Sumatera Utara baru aja ngeluarin Kalender Event 2025 yang bakal seru abis! Tema besarnya, "Discover North Sumatra: The Heart of Indonesia," jadi bukti kalo Sumut itu pusatnya Indonesia banget, cuy.
View this post on Instagram
A post shared by BUMI SIGUPAI ABDYA (@bumi_abdya)
Pj Gubsu, Agus Fatoni, bilang bakal ada 24 event kece yang dihelat sepanjang tahun 2025, dari yang skala nasional sampai internasional. Kata dia, ini pertama kalinya Sumut ngerilis Kalender Event, dan siap-siap aja banyak banget acara dari budaya, seni, sampai alam yang keren banget, bahkan ada desa wisata juga buat para wisatawan lokal dan mancanegara.
Menurut Fatoni, acara ini tuh bakal jadi media buat ngenalin potensi wisata Sumut yang udah terkenal banget, mulai dari alam yang bikin nganga, keberagaman budaya, sampai tradisi yang masih kental. “Sumut tuh emang jantungnya Indonesia. Kami pengen orang-orang makin sadar kalo Sumut itu nggak cuma punya keindahan alam, tapi juga kaya akan budaya,” kata Fatoni di peluncurannya di Pos Bloc Medan.
[Baca juga : "Mataram Bikin 15 Event Kece Buat Tarik Wisatawan 2025!"]
Selain itu, Kadis Budparekraf Sumut, Zumri Sulthony, juga ngejelasin kalo jumlah wisatawan ke Sumut udah naik signifikan. “Wisatawan mancanegara dan domestik udah banyak yang dateng ke sini, bahkan sampai November 2024, kunjungan wisatawan mancanegara tercatat 229.013 orang. Ini udah ngalahin target 200.000,” ungkap Zumri.
Yang lebih keren lagi, Kalender Event 2025 ini bukan cuma hasil kerja keras pemerintah aja, tapi ada sinergi antara Pemprov Sumut, pemerintah daerah, dan para pelaku wisata yang udah barengan bikin acara yang bakal ngeboost ekonomi lokal. Zumri juga percaya, dengan banyaknya event yang digelar, posisi Sumut bakal makin kuat jadi destinasi wisata utama.
“Kalender event ini bakal ngasih lebih dari 50 acara sepanjang tahun 2025, tersebar di seluruh daerah Sumut. Ini bakal jadi momentum buat explore semua pesona yang ada di Sumut, dari alam sampe sejarah yang nggak bakal terlupakan,” tutup Zumri. So, buat lo yang suka traveling, jangan sampe ketinggalan deh! (Sumber Foto @ridhotoyotamedan)
...moreTripTrus.Com - Gunung Pancar tak hanya menyajikan suasana alam pedesaan yang adem dan asri. Gunung yang berada di wilayah Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat ini juga dikenal dengan penghasil kopi robusta.
Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bogor, bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan berkolaborasi menjadikan kawasan itu sebagai kampung lopi. Disebut demikian karena Babakan Madang sebagai penghasil kopi terbesar di Jawa Barat untuk jenis robusta.
"Produksi kopi robusta sebanyak 2.844.528 kilogram per tahun," kata Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bogor, Irma Villayanti di Cibinong, Senin, 6 Agustus 2018.
View this post on Instagram
Diveraifikasi perkeebunan kopi dengan sayur. Ada enaknya Ada ga enaknya Enaknya, kita bisa memiliki dua penghasilan. Tanah padat termanfaatkan maksimal. Habis jual kopi lalu panen sayur. Asyik kan, duitnya banyak Xixixixi Salah satu ga enaknya adalah ketika salah satu tanaman sayur atau kopi terkena hama. Dan menular ke pohon lain, lalu terjadilah transfer penyakit. Jadi kami harus telaten menyemprot dengan fungisida. Kami sedang riset fungisida alami menggunakan bahan yang ada di kebun. Bahannya sangat mudah ditemui misalnya gadung, mimba, mahkota dewa, lengkuas, jahe, kunyit, dan serai. Ah, bertani itu penuh tantangan, kesabaran dan mengasyikkan. Bangga saat hasilnya memuaskan, sabar ketika belum sesuai harapan. Semua itu tak lain agar kita pandai bersyukur dan selalu ikhtiar. Sudah sore ya, siap-siap pulang kerja ya bosku? Pulangnya ngopi dulu☕☕☕ #pirocoffee #kopisukabumi #kopijabar #javapreanger #scai #kopigayo #kopimalaysia #kopibogor #kopijakarta #kopibekasi #kopidepok #kopibali #kopitoraja #kopipapua #kopijogja #kopisurabaya #kopibandung #kopicianjur #kopijatim #kopipuntang #manualbrew #coffeeroaster #sukabumi #sukabumi_ #sukabumifoodies #sukabumikuliner #sukabumiupdate #sukabumitoday #geoparkciletuh #arabika
A post shared by Piro Coffee Halimun Sukabumi (@kopigununghalimunsukabumi) onOct 5, 2018 at 3:06am PDT
Luas area tanaman kopi saat ini, berdasarkan catatan Irma, mencapai 6.059 hektare terdiri dari 408 hektare kopi jenis arabika dan 5.651 hektare robusta. Data rata-rata produksi 750 sampai 800 kilogram per hektare. Hasil ini belum mengarah ke produktivitas maksimal. "Hasil yang sesungguhnya seharusnya bisa mencapai 1.500 sdampai 2.000 kilogram perhektare."
Tak kurang dari 40 kelompok tani kopi di Gunung Pancar berhimpun. Mereka mendapat binaan, berupa pelatihan peningkatan produksi dan promosi. "Menurut data, pecapain tersebut setelah ada 40 kelompok tani yang menjadi binaan," kata Irman.
Untuk meningkatkan produktivitas, menurut Irma, perlu adanya sistematika dan sinergisitas dengan Dinas Pariwisata. "Ini sistematika membuka peluang usaha agar tercapainya kemandirian dan penyegaran di bidang pariwisata guna menjadikan kampung wisata kopi," ujar Irman sembari menambahkan bahwa sektor pariwisata, hasil perkebunan dan hasil bumi harus bersinergi menjadi obyek wisata alam.
Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, petani kopi robusta memasuki akhir panen. Berdasarkan pantauan di Desa Tepusen, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, harga biji kopi robusta di tingkat petani pada awal panen Rp 24 ribu per kilogram, saat ini turun menjadi Rp 23 ribu per kilogram.
[Baca juga : "Festival Kopi Temanggung Sediakan 1000 Gelas Kopi Gratis"]
Menurut petani kopi di Dusun Nolopo, Desa Tepusen, Mujiono, mengatakan meskipun harga biji kopi turun, namun harga kopi gelondong masih bertahan Rp 5.500 per kilogram untuk petik campur, yakni merah dan hijau, sedangkan petik merah bisa mencapai Rp6.000 sampai 6.300 per kilogram. "Penurunan harga kemungkinan karena produksi kopi tahun ini melimpah dibanding tahun lalu," kata pria 60 tahun ini.
Petani warga Desa Ngemplak, Kecamatan Kandangan, Eko Susilo, menjelaskan produksi kopi tahun ini memang lebih baik dari tahun lalu karena pada saat berbunga disertai hujan yang cukup. "Kami menyayangkan harga biji kopi turun di akhir masa panen ini," kata Eko yang memprediksi pada akhir Agustus ini kemungkinan panen kopi selesai. (Sumber: Artikel tempo.co Foto pixabay.com)
...moreTRIPTRUS - Curah hujan yang cukup tinggi di hampir seluruh wilayah Indonesia seperti akhir-akhir ini paling cocok dilawan dengan berbagai minuman hangat khas Indonesia. Minuman hangat yang manis, sedap dan mempunyai berbagai khasiat ini bisa jadi pilihan lezat untuk menghangatkan tubuh. Untuk itu, TripTrus menghadirkan 10 Minuman hangat khas Indonesia untuk TripTroops.1. BajigurMinuman hangat dari masyarakat Sunda ini relatif tidak terlalu sulit untuk dibuat, karena bahan-bahannya mudah didapatkan. Bajigur terbuat dari santan dan gula aren, lalu ditambahkan sedikit jahe, daun pandan dan sedikit garam. Bajigur bisa dengan mudah ditemukan di pedagang keliling yang lengkap membawwa penganan sebagai teman bajigur seperti ubi, pisang, dan kacang rebus, ketimus, atau getuk dan pisang goreng. Minuman hangat yang manis campur gurih ini cocok diminum di saat musim hujan atau di malam hari yang dingin.2. BandrekSatu lagi minuman hangat khas dari masyarakat Sunda dan Betawi yang terbuat dari berbagai rempah-rempah adalah Bandrek. Membuat Bandrek tidak semudah bajigur karena dibutuhkan sejumlah bumbu dan rempah seperti kayu manis, cengkeh, sereh, gula merah, santan, kapulaga dan biji ketumbar. Untuk menambah kenikmatan Bandrek, bisa juga ditambahkan susu kental manis dan potongan kelapa muda.3. Wedang RondeKalau yang satu ini adalah minuman hangat khas Solo dan Salatiga. Air rebusan jahe, gula, pandan dan serai dihidangkan di dalam gelas. Lalu dihidangkan bersama beberapa butir bola dari ubi atau tepung ketan, kacang yang disangrai di dalam gelas. Selain hangat yang didapatkan dari wedangnya, perut juga jadi sedikit terganjal dengan isi wedang ronde ini.4. SekotengAgak mirip dengan wedang ronde adalah sekoteng. Bahan-bahan pembuat kuahnya pun hampir mirip. Yang membuat berbeda adalah isinya. Minuman asli dari Jawa Tengah ini dihidangkan dengan menambahkan kacang hijau, kacang tanah, pacar cina, potongan kolang-kaling dan potongan roti. Tambahkan sedikit susu kental manis untuk memberikan rasa manis. Penjual sekoteng biasanya berkeliling di daerah pemukiman penduduk sambil memikul gerobak dan mengetuk gelas dengan sendok untuk mengumumkan kehadirannya. 5. SarabbaDari Makassar juga ada minuman hangat yang dipercaya dapat memulihkan stamina di saat cuaca dingin. Minuman itu bernama Sarabba. Sarabba terbuat dari campuran jahe, kuning telur, gula aren, santan dan merica bubuk. Masyarakat Makassar biasa minum ini untuk mengusir flu, menghangkatkan badan dan menyembuhkan masuk angin. Cara pembuatannya yang tidak terlalu sulit membuat Sarabba bisa jadi pilihan cocok di musim penghujan ini.6. Bir PletokWalaupun minuman ini mengandung kata "Bir", tapi tidak usah takut untuk menikmatinya, karena Bir Pletok bebas alkohol. Minuman khas masyarakat Betawi ini terbuat dari berbagai rempah yang mempunyai khasiat baik untuk tubuh dari rempah-rempah bahan minuman ini. Salah satu bahan dasar yang digunakan adalah jahe, daun pandan, serai, kapulaga, serai, kayu manis, dan merica hitam. Kayu secang juga ditambahkan untuk memberi warna merah pada minuman ini. Bir Pletok juga bisa dihidangkan dingin tanpa menghilangkan khasiat bahan-bahannya.7. Wedang UwuhMinuman hangat yang satu ini merupakan khas kota Yogyakarta. Kata "uwuh" sendiri berarti sampah dedaunan. Ini disebabkan oleh karena berbagai dedaunan dimasukkan ke dalam gelas hidangan Wedang Uwuh, yang membuatnya tampak berserakan seperti sampah. Meski begitu, dedaunan yang ada di dalam Wedang Uwuh mempunyai khasiat bagus bagi tubuh. Wedang Uwuh terbuat dari air jahe, kayu secang, cengkeh (termasuk bunga, batang dan daunnya), kayu manis dan daunnya, pala dan daun pala, akar dan daun serai, serta gula batu atau gula merah untuk memberi rasa manis. 8. Teh TaluaDahulu, Teh Talua merupakan minuman para bangsawan Sumatera Barat. Teh Talu adalah segelas teh yang diseduh dengan gula dan kuning telur. Kuning telur dan gula dikocok dulu di dalam gelas sebelum ditambahkan teh panas. Lalu ditambahkan susu kental manis. Rasa amis dari kuning telur tidak terasa karena ditambahkan juga bubuk vanili. Teh telur dianggap sukses apabila di dalam gelas terdapat tiga tingkat, yaitu warna putih dari susu kental manis, warna coklat muda dari teh dan terakhir buih kecoklatan dari telur yang dikocok. Tambahkan pula perasan jeruk nipis untuk menambah kesegaran. Masyarakat Minangkabau percaya Teh Talu dapat menambah stamina dan menyembuhkan berbagai penyakit ringan.9. Kembang TahuJajanan khas Betawi ini dibuat dari endapan kedelai yang direbus lalu disiram dengan air jahe yang ditambahkan gula aren serta daun pandan. Air jahe yang wangi akan membuat perut terasa hangat dan menghilangkan masuk angin. Lalu kembang tahu yang lembut akan membantu pencernaan karena mengandung banyak serat. 10. Wedang SecangTumbuhan secang atau sepang adalah tumbuhan yang mudah ditemukan di Indonesia. Kulit kayu secang memiliki fungsi untuk pengobatan, pewarna dan sebagai minuman segar. Kulit pohon secang dapat dijemur kemudian ditambahkan ke dalam air mendidih lalu dihidangkan panas-panas. Secang mengandung anti-bakteri dan dapat meredakan batuk, gangguan pencernaan dan sebagai obat luka.
...moreTripTrus.Com - Anda suka pantai? Jika iya, itu sangat baik karena pergi ke pantai memiliki sejuta manfaat untuk Anda. Entah itu baik secara fisik dan mental, bermain-main di pantai sangat dianjurkan oleh para dokter. Bahkan, beberapa ahli medis menyarankan orang-orang yang menderita depresi, stres, kecamasan dan arthritis harus biasakan menghabiskan beberapa waktu di pantai. Berikut beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan dari pantai.
1. Mengusir StresPara ahli kesehatan mengatakan bahwa menghabiskan waktu di dekat laut dapat membebaskan Anda dari stres. Serotonin akan dirilis keluar dan Anda akan cenderung merasa tenang serta lega meskipun Anda hanya duduk di pantai.2. Vitamin DManfaat lainnya, Anda bisa mendapatkan banyak vitamin D saat Anda menghabiskan beberapa waktu Anda di sana.3. Infeksi Bisa SembuhKandungan garam pada air laut mengandung sifat anti-mikroba. Jadi, apabila Anda memiliki infeksi Anda pasti bisa sembuh dengan berendam atau berenang di pantai.4. Paru-Paru MembaikPenelitian menunjukkan bahwa kualitas udara di pantai memungkinkan paru-paru Anda dapat bernapas dengan baik sehingga Anda akan cenderung terhindar dari beberapa penyakit paru seperti asma.5. Tidur Dengan BaikPantai bisa membebaskan Anda dari stres dan kelelahan. Nah, setelah puas bermain-main dengan air di pantai, Anda akan tidur pulas tanpa mengalami insomnia. Faktor penyebab terjadinya insomnia salah satunya adalah stres.6. Bagus Untuk KulitPantai juga memiliki manfaat yang hebat dalam segi kecantikan. Air garam mendetoksifikasi kulit Anda dan membunuh bakteri. Serte butiran pasir di pantai dapat bertindak seperti exfoliator.7. Membakar KaloriSaat ke pantai tidak afdol jika tidak berkeliling bukan? Nah, berjalan-jalan di pantai bisa membuat kalori Anda terbakar secara alami. Berjalan juga merupakan salah satu jenis latihan yang membuat hidup Anda lebih sehat. (Sumber: Artikel metrotvnews.com Foto Amieykha)
...moreTripTrus.Com - Setiap kota punya ceritanya sendiri-sendiri, termasuk Tangerang yang terkenal sebagai salah satu pusat kebudayaan China-Islam pada masa silam. Untuk melihat perkembangan kebudayaan itu, bisa dilihat dari cagar budaya yang ada. Sedikitnya ada sembilan cagar budaya yang bisa diselamatkan sebagai warisan dunia di kota industri dan jasa itu.
Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang Rizal Ridolloh mengatakan, dari cagar budaya itu, masyarakat bisa lebih mengenal jati diri orang Tangerang. “Kami punya sembilan cagar budaya yang sudah ditetapkan dan semuanya sudah mendunia,” kata Rizal kepada KORAN SINDO kemarin.
Dia melanjutkan, budaya Tangerang terhubung dengan zaman Belanda, yakni Bendungan Pasar Baru atau Pintu Air 10. Kebudayaan kekukuhan bendungan itu bisa dianalogikan dengan budaya Tangerang dalam menahan terpaan masuknya budaya Barat dari berbagai sisi.
Selain itu, terjadi pula hubungan dengan masyarakat nonmuslim dalam hal ini warga Tionghoa. “Masjid Jami dan Makam Kalipasir ini berada di komunitas masyarakat Tionghoa dan menjadi bukti kerukunan antara komunitas Muslim dan Tionghoa yang ada di Tangerang,” tutur Rizal lagi.
View this post on Instagram
Masjid Jami Kali Pasir . Masjid tertua di Kota Tangerang, Peninggalan Kerajaan Pajajaran. Masjid ini berada di sebelah timur bantaran Sungai Cisadane, tepatnya di tengah pemukiman warga Tionghoa kelurahan Sukasari. Bangunannya pun bercorak China. Masjid tertua di Tangerang ini mencerminkan kerukunan umat beragama pada masanya. Hingga kini masjid yang sudah berusia ratusan tahun tersebut masih digunakan sebagai tempat beribadah. Namun, masjid ini tidak lagi digunakan untuk salat Jumat. . 📷 Kodak Signet s35 🎞 Kodak ColorPlus 200 #lugeugu #luguanalog #lugufilm #35mm #indo35mm #35mmphotography #35mmfilm #35analog #35mmstreetphotography #filmphotography #filmisnotdead #ishootfilm #analogcamera #kodak #kodaksignets35 #rollfilm #kodakcolorplus200 #kcp200 #pasarlama #masjidjamikalipasir #analogtangerang
A post shared by LUGU (@lugeugu) onJan 11, 2018 at 8:28pm PST
Dia menambahkan, pada masa itu Sungai Cisadane menjadi jalur lalu lintas perdagangan rempah-rempah dan tempat bersandar para pedagang Tionghoa di Tangerang. Mereka suka berhenti di Tangerang. “Banyak arsitektur bangunan di Tangerang sangat kental dengan nuansa China, mulai interior yang didominasi warna merah dengan hiasan China, seperti Medalion dan hewan mitologi dan sebagainya,” paparnya.
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, Pemerintah Kota Tangerang mengajak pihak swasta untuk ikut serta menata kawasannya dan menyediakan tempat rekreasi dalam pengembangannya. “Sungai Cisadane yang merupakan persediaan air baku masyarakat Tangerang akan dikelola sebagai objek wisata yang menyerupai di luar negeri hingga menyediakan transportasi air setelah di darat yang terdampak macet,” ujarnya.
Arief R Wismansyah mengatakan, setiap cagar budaya memiliki nilai sejarah untuk dijadikan pelajaran bagi masyarakat luas sekarang maupun yang akan datang.
[Baca juga : "Wisata Sejarah Menarik Di Tangerang"]
Melalui program Tangerang Layak Dikunjungi, Pemkot Tangerang melakukan penataan cagar budaya dan mengenalkan potensi wisata lain kepada masyarakat luas. Mulai menjadikan taman sebagai tempat rekreasi dan mempromosikan UKM sebagai bekal oleh-oleh bagi wisatawan. “Rekreasi atau liburan menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Karena itu, kita lakukan penataan dengan dasar kreativitas melalui potensi yang ada dengan peran serta masyarakat serta semua pihak. Kami pun mengajak wisatawan untuk datang ke Kota Tangerang dan menggali sejarah yang ada karena sangat menarik,” ujarnya. (Sumber: Artikel sindonews.com Foto republika.co.id)
...moreTripTrus.Com - Menjelang perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2018, ribuan lampion sudah mulai menghiasi Kota Singkawang. Ketua panitia Imlek dan Cap Go Meh Singkawang, Tjhai Leonardi mengaku akan memasang 10.000 lampion di Kota Singkawang.
"Saat ini kami sudah memulai menghias Kota Singkawang dengan lampion," katanya, Minggu.
Dia memastikan, Imlek dan Cap Go Meh tahun ini ada perbedaan pada hiasan seperti tahun-tahun sebelumnya di mana salah satu ikon Kota Singkawang yaitu Gapura Cap Go Meh yang akan didirikan dekat simpang BNI.
Lampu nya udah nyala... semakin cantik #lampion nya... 《01.02.2016》 #lampioncantik #imleksingkawang #ChineseNewYear2016 #nuansamerah
A post shared by Multi Juniar Siahaan (@multisiahaan) onFeb 1, 2016 at 6:59am PST
"Kemudian, di jalan-jalan protokol seperti di sepanjang jalan Pangeran Diponegoro ada hiasan 12 Shiau dengan lampion seni ukuran 2,5 - 3 Meter di mana pada malam hari lampunya akan menyala," ujarnya.
Imlek dan Cap Go Meh tahun ini juga akan diramaikan dengan pawai Kilin binatang langit yang paling tinggi setelah liong.
"Kemudian, ada reflika 9 liong naga dari kawan-kawan St Yosep Singkawang Group," ungkap dia.
Pengelola Rumah Makan Kampung Rawit tepi sawah ini juga memastikan Festival Cap Go Meh akan diikuti para tatung. "Mereka (tatung) akan kita tata dengan rapi sehingga punya seni, indah dan enak ditonton," katanya.
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan, berdasarkan hasil audiensi dia dengan Kementerian Pariwisata, bahwa pemerintah pusat sangat peduli dan mendukung kegiatan ini, bahkan akan mempromosikan event ini sampai tingkat nasional dan internasional. (Sumber: Artikel antaranews.com, Foto Paul Hessels)
...moreTripTrus.Com - Selain terkenal dengan sebutan daerah lumbung padi, ternyata Kabupaten Karawang juga kaya akan peninggalan sejarah.Di daerah lumbung padi Jabar ini, telah ditemukan sejumlah candi dan situs purbakala. Seperti, Situs yang ditemukan di kawasan Candi Jiwa, Desa Segaran, Kecamatan Batujaya.
Menurut catatan sejarah, Situs purbakala tersebut pertama kali ditemukan oleh peneliti dari Fakultas Sastra Universitas Indonesia pada 1984. Awalnya, mereka melakukan penelitian di Cibuaya. Saat itu, ditemukanlah dua arca yang konon bernama Arca Wishnu. Benda tersebut, kemudian dibawa ke Jakarta untuk diteliti. Dan akhirnya, sampai sekarang di simpan di Museum Jakarta.
[Baca juga : Wisata Edukasi Ke Rumah Sejarah Kalijati Di Subang Jawa Barat]
Penemuan dua arca itu, kemudian di dengar oleh sejumlah masyarakat Cibuaya. Kemudian, masyarakat tersebut memberitahu kepada para peneliti itu, bahwa di Kampung Sumur RT 11/04, Dusun Sumur Jaya, Desa Segaran banyak ditemukan benda seperti itu. Setelah datang ke Segaran, ternyata di desa itu terdapat banyak gundukan tanah (tanah duwur) yang di tumbuhi rumput dan ilalang.
Setahun kemudian, tepatnya 1985 para peneliti dari Fakultas Sastra UI tersebut, kembali lagi ke Segaran. Mereka, langsung melakukan penelitian dan gundukan-gundukan tanah itu pun mulai digali. Proses penggalian memakan waktu sampai 10 tahun.
Benar saja, saat penelitian ditemukan situs yang berbentuk batu, dengan luas lokasi 5X5 kilometer persegi. Kemudian, situs tersebut dibersihkan, diukur, digambar, dan di dokumentasikan. Setelah itu, di bawa ke Jakarta untuk di bahas di forum studi kelayakan.
Dari penelitian itu menyimpulkan, jika candi tersebut dibangun antara abad 4 sampai 5 Masehi. Bahkan, ada juga ahli sejarah yang menyebutkan candi tersebut se-zaman dengan Kerajaan Tarumanegara. Namun, ada juga yang menyebutkan candi tersebut merupakan peninggalan zaman megalitikum. Dengan bukti, bangunannya merupakan batu berbentuk tegak (menhir) dan terdapat batu besar (dolmen).
Komplek percandian tersebut, berdasarkan topografi berada di dua desa dan kecamatan. Yaitu, sebagian masuk ke wilayah Desa Segaran Kecamatan Batujaya, dan sebagian lagi masuk ke Desa Telagajaya Kecamatan Pakisjaya. Namun, masyarakat umum lebih mengenalnya komplek percandian Batujaya.
Lokasi tersebut, terletak pada koordinat 107:08:14,08-107:09:04,91 Bujur Timur, dan 06:05:21,86-06:06:30,31 Lintang Selatan. Candi tersebut, merupakan peninggalan ajaran Budha. Karena, di situs tersebut pada bagian atas kaki candi, terdapat susunan bata melingkar bentuknya membulat. Bentuk tersebut, diduga sebagai sisa susunan stupa.
Pada tahun 2005, pemerintah pusat melalui pejabat yang terkait, mendatangi lokasi penggalian situs bersejarah itu. Setahun kemudian, baru diadakan pemugaran sampai sekarang ini. Saat ini, sudah terlihat empat titik candi.
Bangga jadi orang karawang punya banyak sejarah didalamnya, eh ngomong ngomong aing kan orang Pebayuran bekasi😂keun lah karawang oge indonesia sarua wae indonesia, pokokna mah bangga jadi orang indonesia. . . . #explorekarawang #candibelandongan #candijiwa #sejarahindonesia #wonderfulindonesia #pesonaindonesia
A post shared by Pratama Rizki (@rizki_pratama1996) onApr 5, 2018 at 5:57am PDT
Di antaranya, Candi Blandongan, Jiwa, Serut dan Pendopo. Ukuran Candi Blandongan, paling besar yakni 25X25 meter. Kemudian disusul Candi Jiwa, dengan ukuran 19X19 meter, Candi Serut diperkirakan ukurannya 12X12 meter, dan Candi Pendopo luasnya 5X6 meter.
Muralih (34), salah seorang juru pelihara BPCB Komplek Situs Candi Jiwa, mengatakan, sampai saat ini sudah ditemukan 40 situs candi. Namun, yang sudah dilakukan pemugaran baru empat candi. Sisanya, belum dilakukan pemugaran.
Muralih menjelaskan, sejumlah situs purbakala ini memiliki luas sekitar 500 hektare. Situs ini, berada di area persawahan milik warga setempat. Adapun candi yang sudah dipugar, masing-masing, Candi Serut, Blandongan, Jiwa dan Telagajaya 8.
“Dari empat situs yang telah dipugar itu, yang terluas yaitu Candi Blandongan. Untuk luas candinya saja mencapai 18 meter persegi. Akan tetapi, luas sama halamannya mencapai 1,5 hektare,”terang dia. Sedangkan, sambung dia, Candi Serut secara keseluruhan luasanya sekitar 7.000 meter. Kemudian, Candi Jiwa luasnya sekitar 2.000 meter. Sedangkan Candi Telagajaya 8, luasannya sekitar 5.000 meter.
Sementara itu, Nasri (50), pengelola museum Batujaya mengatakan, situs candi yang ada di wilayahnya menjadi salah satu destinasi wisata. Baik wisatawan lokal ataupun luar kota. Mayoritas, wisatawan yang berkunjung masih status pelajar dan mahasiswa. Selain situs, juga ada museumnya.
Candi Blandongan, masih satu area dengan candi batu jiwa Karawang. Tunggu kisahnya bersama Doel suka kelayaban. #karawang #candijiwa #candiblandongan #batujaya #sukakelayaban #candi #temple
A post shared by Nanang al batawie (@nanang_albatawie) onFeb 12, 2018 at 12:46am PST
“Setiap bulannya, lebih dari seribuan orang wisatawan yang datang ke museum. Tapi, yang mengunjungi situs sepertinya lebih dari seribu orang. Untuk masuknya, wisatawan hanya bayar se-ikhlasnya,” ujarnya. (Sumber: Artikel inilahkoran.com, Foto vakansinesia.com)
...moreTripTrus.Com -Traveling saat ini sudah berubah menjadi life style setiap orang. Hampir semua orang dari setiap lapisan sosial membutuhkan kegiatan bersenang-senang ini untuk memanjakan dirinya. Dengan gaya low budget atau high budget, traveling dilakukan hampir di setiap hari libur nasional dengan beragam tujuan, mulai dari dalam hingga luar negeri. Namun kadang keraguan juga datang menghampiri beberapa orang sehingga rencananya untuk traveling selalu menemui jalan buntu. Mungkin juga karena informasi yang mereka dapatkan dari beragam media akhirnya membuat mereka khawatir untuk pergi dan akhirnya munculah mitos-mitos yang selalu menghambat rencana traveling. Apa saja kira-kira mitos traveling yang sering dipikirkan oleh traveler, berikut daftarnya.
Mitos 1: Traveling Itu Mahal
Traveling mewah itu akan sangat bagus untuk orang-orang yang sudah pensiun, menikmati ragam fasilitas mewah, makanan serba mahal, juga berwisata dengan gaya. Beruntungnya Anda tidak harus menunggu untuk pensiun untuk melakukan itu semua. Dengan gaya low budget tentu Anda bisa traveling kemanapun dan kapanpun.
Mitos 2: Dunia Itu Berbahaya
Bahkan ketika Anda berada di rumah atau kota tempat tinggal saja juga selalu ada bahaya. Namun hal-hal baik di luar sana ternyata bisa lebih banyak ditemui. Sudahlah, matikan televisi Anda yang sering memberitakan hal-hal buruk yang membuat khawatir. Asalkan dipersiapkan dengan benar dan Anda berhati-hati ketika traveling, semua akan menjadi aman-aman saja.
Mitos 3: Mustahil Mencari Kerja Di Luar Negeri
Orang Indonesia memang rata-rata menginginkan Anda hadir ke kantor ketika kerja. Tapi jika Anda bisa bernegosiasi dengan atasan Anda dan bertanggung jawab dengan setiap pekerjaan Anda, harusnya pekerjaan bisa dilakukan di mana saja. Atau jika memang tidak berhasil, cari saja pekerjaan di luar negeri. Cari sebuah forum dan dapatkan kesempatan itu. Lumayan untuk menambah biaya perjalanan Anda.
Mitos 4: Orang-Orang Terlalu Khawatir
Mungkin terlalu jauh dan biasanya memikirkan hal yang tidak-tidak. Larangan untuk tidak pergi dari anggota keluarga atau teman Anda ini sebenarnya wajar-wajar saja, tapi dengan memberikan pengertian kepada mereka Anda pasti akan mendapatkan restu. Atasi rasa khawatir mereka dengan memberikan jadwal dan rute perjalanan Anda, nama hotel, dan informasi lainnya agar mereka juga bisa mengontrol.
Mitos 5: Menghambat Karier
Memang kadang Anda harus meninggalkan pekerjaan Anda dan segala rutinitas hidup, tapi traveling itu benar-benar memberi manfaat. Bepergian ke tempat baru tentu Anda akan mendapatkan hal-hal baru bahkan membuat Anda jadi lebih kreatif. Untuk hal ini kami berani kasih garansi.
Mitos 6: Hilang Kontak Dengan Teman
Pemikiran yang salah besar, karena dengan traveling justru komunikasi Anda dengan teman akan kembali terbangun. Coba saja upload foto-foto perjalanan Anda ke sosial media, selanjutnya mereka pasti akan bertanya sedang di mana dan tentu saja “Jangan lupa oleh-oleh, ya.”
Mitos 7: Harus Mengikuti Buku Petunjuk
Pada dasarnya buku petunjuka hanya digunakan untuk panduan. Pergi ke suatu destinasi yang disarankan buku bukanlah suatu kewajiban, jadi jangan terlalu kaku dan sesuaikan saja dengan perjalanan Anda. Jika Anda punya rencana lain yang lebih seru dan bermanfaat, kenapa tidak untuk dilakukan?
(Sumber: Artikel maximindonesia.co.id)
...moreTripTrus.Com - Bro-sis, gue bocorin nih daftar event paling hits yang lagi ngegas banget di Jogja Januari 2026! Di awal tahun ini, Jogja tuh bener-bener hidup lagi dan siap manjain lo semua yang doyan jalan, olahraga, nonton konser sampe ngulik seni serta edukasi kece abis! Pokoknya dari yang suka lari-lari santai, teater keren, sampe pameran sejarah yang edukatif—semua ada, dan cocok banget buat lo jadikan alasan buat liburan asik atau sekedar staycation sambil seru-seruan bareng squad. Jadi kalo lo lagi nyusun itinerary buat traveling ke Jogja, jangan skip event-event gokil di bawah ini karena tiap acara punya vibe masing-masing yang bikin feed lo makin on point! Dari lanskap alam kece buat trail run sampai panggung musik penuh energi, semua nunggu buat lo sambangi!
1. Kulon Progo Trail Run – Lari Bareng Alam Sermo yang Epic!
View this post on Instagram
A post shared by Allen Pradyta (@allprasc)
Bros & sis yang suka ngegas, siapin sepatu lari lo buat Kulon Progo Trail Run 2026 tanggal 11 Januari! Ini bukan sekadar lari biasa, tapi lo bakal diajak ngeksplor Waduk Sermo yang pemandangannya juara banget, sambil ngelewatin jalur perbukitan Menoreh yang asik buat hunting konten pake drone atau handphone lo. Total jaraknya 11K, cocok buat lo yang suka tantangan fisik plus butuh feel alam yang beda dari kota besar. Selain itu, ada hadiah total sampai Rp10 juta yang bikin semangat lo makin membara! Gila sih, bro-sis, ini kombinasi olahraga & exploration yang kudu banget lo masukin bucket list traveling lo tahun ini biar instagram lo makin kece abis!
2. MKN UII Run 7K – Rayain Anniversary Bareng Komunitas Fun!
Bro-sis yang doyan event komunitas dan suka vibe santai tapi tetep fun, MKN UII Run 7K tanggal 17 Januari ini pas banget buat lo! Jadi ini tuh acara lari santai 7 kilometer yang diselenggarain buat ngerayain 10 tahun Magister Kenotariatan UII. Rutenya asik banget ngeliling area Fakultas Hukum UII, cocok buat lo yang pengen olahraga sambil nongkrong bareng temen, tuker story Instagram, atau sekedar cari vibe baru di Jogja. Lo yang daftar juga bakal dapet race pack eksklusif selain kesempatan buat rebut total hadiah sampe Rp6 juta. Pokoknya event ini tuh yang balance antara performance sama fun vibes bareng komunitas yang kekinian banget!
3. GMC Fun Run 2025 – Jogging Santai Komunitas Sehat!
Nah kalo lo cari sesuatu yang chill tapi tetep sehat, GMC Fun Run 2025 tanggal 18 Januari ini bakal jadi momen yang pas banget. Event ini tuh bagian dari perayaan 25 tahun Gadjah Mada Medical Center, jadi suasananya bukan kompetitif tapi lebih ke ajang silaturahmi dan gaya hidup sehat bareng komunitas. Lo cukup bayar Rp150 ribu aja buat join, dan udah dapet fasilitas kece plus suasana yang nyaman buat jalan-jalan santai sambil nikmatin pemandangan Jogja. Cocok banget buat lo yang baru mulai olahraga atau pengen quality time bareng keluarga & temen sambil nyari vibe hidup sehat!
4. JEC Fun Run – Lari Seru Buat Keluarga & Squad Lo!
Bro sis, tutup rangkaian olahraga Januari ini dengan JEC Fun Run tanggal 25 Januari! Ini event lari santai kategori 3K dan 5K yang friendly banget buat semua umur, jadi lo bisa ajak keluarga atau squad lo ikutan bareng. Acara ini juara banget buat lo yang cari hangout sehat sambil dapetin medali finisher lucu dan kesempatan menang doorprize kece di garis finish! Emang sih lari santai, tapi vibes yang tercipta di Jogja Expo Center tuh rame, penuh semangat, dan bener-bener bikin lo ngerasa bagian dari gaya hidup aktif yang kekinian banget!
5. Pelatnas Metronom: Mukti Entutz – Komika Bikin Ketawa PeDe!
Kalo lo butuh hiburan yang beda dari yang lain, Pelatnas Metronom: Mukti Entutz tanggal 17 Januari di Taman Budaya Embung Giwangan siap ngebuat lo ngakak! Ini bukan lari, bukan konser musik, tapi pertunjukan komedi cerdas yang nge-satir dunia sepakbola—ya bro sis, lo kira sepakbola cuma bola doang? Di acara ini, Mukti Entutz bakal bawain jokes yang relate banget buat traveler kekinian yang ngerti meme dan kultur sepakbola masa kini. Tiketnya affordable dari Rp100 ribu sampai Rp350 ribu, jadi worth banget buat lo pecinta komedi & penikmat hiburan yang beda!
[Baca juga : "8 Event Kece Buat Lo Yang Hobi Jalan Juga Nyantai"]
6. Pementasan Teater “Air” – Seni Kontemporer yang Bikin Lo Ngelam!
Sis & bro yang suka art vibe, markirin tanggal 23 Januari karena Pementasan Teater “Air” di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta tuh acara yang kudu lo datengin. Ini produksi dari Unit Studi Sastra dan Teater UNY, dan tiketnya cuma mulai Rp20 ribu yang super ramah di kantong anak muda. Selain nambah wawasan, lo bakal ngerasain seni pertunjukan kontemporer yang elegan banget buat konten estetis di feed lo. Cocok buat lo yang lagi cari inspirasi baru atau sekedar liat sisi seni Jogja yang gak kalah keren dari musik atau olahraga!
7. Pameran Pangastho Aji – Belajar Sejarah Kerajaan Jogja!
Bro sis yang suka sejarah, jangan lewatkan Pameran Pangastho Aji yang berlangsung sampai 24 Januari di kompleks Keraton Yogyakarta. Lo bisa ngulik cerita kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono VIII lewat artefak autentik dan arsip sejarah yang jarang banget lo liat di tempat lain. Ini bukan sekadar pameran biasa, tapi pengalaman edukatif yang bisa lo share di TikTok atau Reels sambil nge-tag lokasi yang bernilai budaya tinggi. Pokoknya event ini bikin lo makin #CultureSmart kalau lo beneran pengen explore sisi lain Jogja!
8. Awalan Fest – Punk Rock Vibes di Maguwoharjo!
Lo fans musik alternatif? Awalan Fest tanggal 24 Januari di Stadion Maguwoharjo kudu banget lo sambangi! Deretan headliner kayak Superman Is Dead, The Jeblogs, dan Rebellionrose siap nge-drop energi panggung yang liar abis! Tiket presale udah tersedia mulai Rp125 ribu, jadi worth banget buat lo yang pengen ngerasain vibes konser musik punk rock langsung dan nge-capture momen live buat konten lo. Ini tuh event yang pas banget buat lo yang nganggep musik sebagai lifestyle!
9. Padzchestra – Orkestra & Pop Fusion yang Elegan!
Bro sis yang pengen ngerasain sisi lain dari musik, Padzchestra juga tampil tanggal 24 Januari di Auditorium Dwiyarkara. Kolaborasi klasik & pop modern bareng Kunto Aji bakal ngehasilin sound yang unik banget! Tiketnya mulai dari Rp140 ribu sampai Rp248 ribu, dan cocok buat lo yang suka estetika musik yang classy sekaligus kekinian. Cocok banget buat lo pamerin di story sambil dengerin not musik yang nendang!
10. Study Abroad Expo IDP – Kuliah di Luar Negeri? Cus!
Dan buat bro sis yang lagi mikir soal masa depan, Study Abroad Expo IDP tanggal 29 Januari di Sahid Raya Hotel & Convention tuh acara kece yang gratis! Lo bisa dapetin info langsung dari institusi pendidikan mancanegara tanpa keluarin uang, networking bareng senior, dan nanya soal beasiswa yang bikin peluang lo makin terbuka lebar. Event ini tuh opsi edukatif yang gak kalah penting sama konser atau olahraga.
Bro-sis traveler, Jogja awal Januari 2026 tuh udah siap banget manjain lo dengan beragam event yang nge-blend banget antara olahraga, musik, seni, sejarah, sampai edukasi beasiswa! Pokoknya lo punya banyak pilihan buat nambah pengalaman liburan yang beda dari biasanya, dari yang bener-bener aktif sampe yang santai tapi penuh konten kece buat feed lo. Jangan lupa catet tanggalnya, ajak squad atau keluarga lo, dan siapin kamera buat capture momen tak terlupakan di Jogja! (Sumber Foto @deeahprasetyo)
...more