TripTrus.Com - Bulan ramadan menjadi bulan yang dinanti oleh umat Muslim di dunia, termasuk Indonesia. Di Indonesia, menjelang bulan Ramadan, dilakukan sejumlah kegiatan.
Bahkan kegiatan ini telah dilakukan secara turun-menurun. Biasanya masyarakat di berbagai daerah melakukan tradisi untuk menggelar acara menyambut bulan Ramadhan. Berikut tradisi unik di Indonesia menyambut Ramadhan.
1. Apeman
Tradisi Apeman dilakukan masyarakat Yogya menjelang datangnya bulan Ramadan. Tradisi dilakukan dengan membuat kue apem secara tradisional oleh anggota keluarga Keraton Yogyakarta Hadiningrat.
Tradisi Apeman dipimpin oleh permaisuri sultan serta diikuti bersama para perempuan dari keluarga keraton lainnya. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah serta ungkapan rasa terima kasih.
2. Nyadran
Nyadran adalah tradisi yang dilakukan dengan serangkaian kegiatan. Mulai dari membersihkan makam keluarga, membawa makanan hasil bumi (sadranan), kemudian makan bersama (kenduri), yang dilakukan satu bulan sebelum dimulainya puasa.
Tradisi Nyadran ini dipercaya sebagai ritual pembersihan diri menjelang puasa Ramadan, bentuk bakti kepada anggota keluarga yang telah meninggal dengan membersihkan makam hingga mengirim doa. Tradisi ini kerap dilakukan oleh masyarakat Jawa Tengah.
[Baca juga : "Warna-Warni Tradisi Unik Saat Ramadan"]
3. Munggahan
Tradisi Munggahan ini dilakukan oleh masyarakat Jawa Barat. Munggahan dilaksanakan pada akhir bulan Sya’ban atau beberapa hari menjelang bulan Ramadan. Pelaksanaan tradisi Munggahan dapat dilakukan beragam cara. Mulai dari silaturahmi ke rumah keluarga dan kerabat, saling meminta maaf, makan bersama, hingga melakukan ziarah anggota keluarga yang telah meninggal dunia. Munggahan dilakukan sebagai cara untuk membersihkan diri sebelum memasuki bulan Ramadan serta wujud rasa syukur kepada Allah.
4. Meugang
Di Aceh terdapat tradisi yang dilakukan sebelum memasuki bulan Ramadan, yaitu Meugang. Tradisi Meugang ini telah dilakukan sejak masa Kerajaan Aceh pada 1607-1636 Masehi. Ketika itu, Sultan Iskandar Muda memotong hewan dalam jumlah besar yang kemudian membagikannya kepada seluruh warga Aceh.
Hal ini dilakukan sebagai rasa syukur serta tanda terima kasih kepada warga Aceh. Hingga saat ini, tradisi ini pun mengakar di tengah masyarakat serta dilaksanakan untuk menyambut hari besar umat Islam. Tradisi Meugang dilakukan dengan memasak daging dalam jumlah besar, yang kemudian akan disantap bersama keluarga atau kerabat. Selain itu, daging yang telah dimasak ini juga dibagikan ke masjid. Hal ini dilakukan agar semua orang dapat merasakan kebahagiaan dan kebersamaan. (Sumber: Artikel okezone.com Foto @mirroreye)
...moreTripTrus.Com - Indonesia merupakan salah satu negara yang disebut sebut memiliki tingkat toleransi tinggi. Betapa tidak, hampir di seluruh kota/kabupaten dari Sabang sampai Merauke terdapat berbagai etnis yang hidup berdampingan secara damai dengan masyarakat pribumi. Tak terkecuali etnis Tionghoa.
Ratusan tahun sudah mereka bermukim di bumi pertiwi dan hidup berdampingan secara rukun dengan masyarakat pribumi. Berbagai sendi kehidupan mulai perekonomian hingga kebudayaan menjadi hal yang tak dapat lagi dipisahkan dari kedua belah pihak.
Sejarah panjang tersebut tampaknya masih membekas sampai detik ini. Berbagai bangunan bergaya oriental masih dapat kita jumpai di seluruh tempat. Masyarakat biasa menyebutnya dengan istilah “Pecinan”. Khusus di Kabupaten Temanggung, komplek Pecinan masih dapat dijumpai di Kecamatan Parakan, wilayah yang disinyalir menjadi pusat aktifitas etnis Tionghoa kala itu.
[Baca juga : "Kopi Aren Organik Sumut Jadi Kawasan Agro Wisata"]
Tembok-tembok tua nan kokoh lengkap dengan jendela serta daun pintu berbahan kayu berwarna memudar menjadi penanda jejak sejarah bahwa mereka telah lama menyatu dengan penduduk setempat.
Sejarah menyebut, pada tahun 1700 ada beberapa pendatang yang membuat bangunan rumah tinggal dengan gaya arsitektur Cina di pemukiman tersebut. Mulai dari Siek Kian Ing pada tahun 1700, Tiong Tiam Tjing (1703), Go Hong Ging (1790) dan Seik Siang I (1793). Ada pula rumah keluarga Lie yang dibangun pada tahun 1870 dan sekarang ditempati oleh generasi ketujuh.
View this post on Instagram
They can imitate you, but they can't duplicate you Coz you got something spesial -dessert,dawin- ----------------------------- π‘ Rumah keluarga Li, atau dulu disebut rumah OBL temanggung π· xiaomi redmi2 by @sthopesofia #jelajahsejarah #rumahobl #exploretemanggung #kotatoeamagelang #komunitasktm #explorejateng #hijabtraveller #mytripwithhijab #capgomeh #jelajahpecinantemanggung #pecinantemanggung
A post shared by Rahma Setiani, SIP (@setianirahma) onFeb 28, 2016 at 6:12pm PST
“Di kawasan Pecinan Parakan juga terdapat sebuah rumah milik etnis Tionghoa yang kami anggap sebagai situs istimewa dan masuk ke dalam inventarisasi Kota Pusaka di Temanggung. Selain bentuk fisik bangunan yang masih asli, tempat yang telah berusia lebih dari dua abad ini juga pernah dikunjungi oleh keturunan dinasti asal Tiongkok langsung,” beber Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung, Woro Andijani.
Terpisah, Lidya Samsetyagraha, salah seorang warga keturunan bahkan memberikan bukti nyata lain bahwa selama ini telah terjadi akulturasi kebudayaan asli Tiongkok dengan masyarakat setempat. Seperti tercermin pada sajian kuliner yang biasa terhidang saat perayaan Imlek di banyak lokasi.
Yakni lontong cap go meh. Sebenarnya di dalam tatanan budaya masyarakat Tionghoa sendiri, makanan ini sama sekali tidak ada. Akan tetapi justru menjadi salah satu sajian khas pada rangkaian perayaan cap go meh oleh warga keturunan yang tinggal di Indonesia.
“Makanan ini merupakan bukti nyata adanya asimilasi dengan kebudayaan lokal sekaligus kesetaraan kami yang telah membumi layaknya penduduk lain di negara ini,” pungkasnya. (Sumber: Artikel merdeka.com Foto Klenteng Kong Ling Bio)
...moreTripTrus.Com - Di Aceh daerah yang berjuluk “Serambi Mekah” ini , ternyata ada juga kampung Pecinan. Ini menunjukan kalau masyarakat Aceh juga toleran. Kampung Cina alias Pecinan di Aceh terdapat di kawasan Peunayong.
Begitu memasuki jalan Panglima Polem, kita akan menemukan Vihara Dharma Bhakti, tengara tempat ibadah warga etnis Tionghoa.
View this post on Instagram
Cliché
A post shared by Rei (@rraishagebrina) onMar 24, 2018 at 11:04pm PDT
Di kawasan yang terletak di pinggir Krueng, Aceh, hidup beragam etnis dengan berbagai agama dan kepercayaan. Di Peunayong, selain Vihara Dharma Bhakti, juga ada Vihara Buddha Sakyamuni, Vihara Maitri, dan Vihara Dewi Samudera.
[Baca juga : "Mirip Gunung Fuji, Waduk Embung Kledung Tereksotis Di Temanggung"]
Ketiga vihara ini berdampingan dengan Gereja Protestan Indonesia bagian Barat. Di dekatnya lagi ada Gereja Methodist. Lalu, tak jauh dari situ, di ujung Jalan Panglima Polem, berdiri megah sebuah masjid. "Toleransi dalam ibadah di Peunayong ini sangat baik. Satu sama lain saling menghargai,” ujar Kho Khie Siong, salah satu tokoh Tionghoa, beberapa waktu lalu.
Konon, menurut sejarah hubungan antara Aceh dan Cina sudah terjalin sejak abad ke-17 Masehi. Para pedagang Cina datang silih berganti ke Aceh. ”Mereka tinggal di perkampungan Cina dekat pelabuhan,” papar Kho Khie Siong.
Kawasan ini, lanjutnya, dikenal dengan nama Peunayong. Kata Peunayong sendiri berarti memayungi atau melindungi. Dalam sejarah disebutkan, di kawasan inilah penguasa Aceh Sultan Iskandar Muda memberikan perlindungan dan menjamu tamu kerajaan yang datang darei Eropa dan Cina.
Warga Cina yang tinggal di Banda Aceh merupakan generasi ke-4 atau ke-5. Merupakan suku Khek, yang berasal dari Provinsi Kwantung, Cina. Mereka belum bercampur dengan suku Kong Hu Cu, Hai Nan, dan HokKian.
"Warga Cina paling banyak tinggal di Peunayong," pungkas pria yang akrab disapa Aky ini. (Sumber: Artikel hindochinatown.com Foto tribunnews.com)
...moreTRIPTRUS - Mendengar nama ikan hiu, banyak orang mungkin akan merasa takut untuk berada di dalam air dengan mamalia laut yang dikenal sebagai karnivora itu. Tapi di Teluk Cenderawasih, para penyelam bisa berenang tenang bersama ikan hiu paus (Rhincodon typus).
Meski memiliki tubuh raksasa yang mencapai panjang belasan meter dari moncong sampai ujung sirip ekor, dan berat mencapai belasan ton, hiu paus bukanlah pemangsa daging - tidak seperti sepupunya yang lain misalnya hiu putih atau hiu banteng.
Ikan hiu paus memakan ikan-ikan kecil dengan cara menghisap kumpulan ikan. Banyaknya bagan (tempat penangkapan ikan) terapung di Teluk Cenderawasih menarik para hiu paus untuk berada di dekat bagan-bagan tersebut. Para nelayan juga menganggap hiu paus sebagai pembawa keberuntungan dan seringkali melemparkan ikan-ikan kecil yang tidak diinginkan ke kumpulan hiu paus.
Ada banyak tempat di mana hiu paus berkumpul: Pulau Natal, Galapagos, Belize, Kepulauan Seychelles, pesisir barat Australia, bahkan di perairan sekitar Taman Nasional Ujung Kulon, Banteng. Tidak seperti tempat-tempat lain yang disebutkan tadi, di Teluk Cenderawasih keberadaan hiu paus dapat ditemui sepanjang tahun - sementara di tempat lain mereka hanya melintas atau berkumpul untuk beberapa waktu saja.
Teluk Cenderawasih adalah taman laut nasional yang keindahan bawah lautnya dikenal sebagai salah satu dive spot terbaik dan terindah di dunia. Pakar ichtyologi (ilmu yang mempelajari tentang ikan), Dr. Gerald Allen, menyebut perairan Teluk Cenderawasih sebagai "Galapagos dari Timur." Keragaman flora dan fauna seperti terumbu karang unik, serta ratusan spesies binatang bawah laut adalah surga bagi para ilmuwan dan peneliti dari seluruh dunia.
Sebagai taman laut nasional terbesar di Indonesia, Teluk Cenderawasih adalah salah satu perairan yang menyimpan gugus karang yang hampir tidak pernah terjamah oleh manusia.Teluk ini dulunya secara geologis terpisah dari arus Samudera Pasifik, sehingga menyebabkan banyak spesies endemik yang hanya hidup di teluk ini. Taman Nasional Teluk Cenderawasih terletak pada Kabupaten Manokwari dan Kabupaten Nabire, Papua Barat. Dengan 600 spesies karang dan 955 spesies ikan yang berhabitat di teluk ini, Teluk Cenderawasih juga menawarkan keistimewaan sebagai tempat diving di mana ikan hiu paus bisa terlihat sepanjang tahun.
Selain menyelam bersama ikan hiu paus, kawasan Teluk Cenderawasih juga punya banyak sekali tujuan wisata untuk didatangi, seperti: Pulau Rumberpon yang terkenal sebagai lokasi pengamatan burung dan penangkarang rusa, Pulau Mioswaar dengan sumber air panasnya, serta pulau-pulau lain yang memiliki bentangan alam yang menakjubkan. Di lepas pantai beberapa pulau, juga terdapat hamparan kapal perang karam dari zaman Perang Dunia II.
Untuk mencapai Teluk Cenderawasih, dapat menggunakan pesawat Biak yang selanjutnya meneruskan penerbangan ke Manokwari atau Nabire. Selanjutnya, Taman Nasional Teluk Cenderawasih dapat dicapai dengan menggunakan perahu motor.
...moreTripTrus.Com - Tak Biasa, 5 Wisata Ramadhan di Indonesia ini Banjir Pengunjung – Bulan Ramadhan disambut oleh antusiasme umat muslim yang luar biasa. Bulan yang hanya datang satu bulan dalam setahun ini memang penuh kemuliaan, sehingga tidak mengherankan jika persiapan Ramadhan dilakukan secara maksimal. Salah satu cara untuk menghidupkan bulan Ramadhan selain berpuasa adalah dengan melakukan wisata Ramadhan. Tenang saja, kamu tidak perlu khawatir dengan lokasi tempat wisata karena Mamikos akan memberikan referensi mengenai 5 Wisata Ramadhan di Indonesia yang banjir pengunjung. Selamat membaca.
1. Masjid Jogokariyan
Kampung Ramadhan Jogokariyan, Yogyakarta. . . . . . #ramadhan #rainbowumbrella #kampungramadhanjogokariyan #jogjaku #berandajogja #adzan #lampion #jogokaryan #masjidjogokariyan
A post shared by fι∂Ρα αΠΈιΡα β£ (@fdynsa) onMay 21, 2018 at 5:02am PDT
Sudah bukan hal yang aneh lagi jika Masjid Jogokariyan selalu kebanjiran jamaah ketika bulan Ramadhan tiba. Kampoeng Ramadhan Jogokariyan (KRJ) adalah event tahunan yang selalu dilaksanakan di masjid ini. Bahkan, sejak tahun 2004 acara KRJ tidak pernah sepi pengunjung. Jika kamu tinggal di Yogyakarta atau sekitarnya, cobalah menikmati suasana Ramadhan di Masjid Jogokariyan agar Ramadhan-mu lebih berkesan dan bermanfaat.
Pada malam hari, dari jalan raya akan terlihat kerlap-kerlip lampu yang menandakan lokasi masjid sudah dekat. Selain itu, panitia Kampoeng Ramadhan Jogokariyan juga akan memasang baliho serta spanduk di sepanjang jalan agar masyarakat mengetahui berbagai macam agenda masjid.
Persiapan panitia yang matang, bahkan memakan waktu hingga 4 bulan sebelum Ramadhan tiba ini memberikan hasil yang maksimal pula. Sebagai pembuka Kampoeng Ramadhan Jogokariyan, biasanya diselenggarakan Parade Bedug mengelilingi Yogyakarta.
Lalu, apa saja hal yang bisa kamu dapatkan setelah memilih wisata Ramadhan di Masjid Jogokariyan?
Agenda yang meriah dan menarik minat masyarakat adalah Pasar Sore di sepanjang Jalan Jogokariyan. Karena peminatnya sangat tinggi, kegiatan pasar sore seringkali membuat jalanan menjadi penuh dan macet. Tujuan diadakannya pasar sore adalah untuk meningkatkan perekonomian warga sekitar. Tanpa pungutan biaya apapun, minat ratusan pedagang untuk berpartisipasi semakin tinggi.
Jangan lewatkan kegiatan iktikaf di Masjid Jogokariyan pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Kamu bisa memilih untuk menginap secara full dan membayar biaya pendaftaran yang sudah ditentukan pihak panitia. Fasilitas yang kamu dapatkan sangat beragam, seperti makan untuk sahur, sajian berbuka puasa, ilmu baru dari ustad yang kiprahnya di dunia dakwah sudah terkenal, makalah, tempat menginap, serta teman baru. Jika tertarik, segeralah mendaftar karena peminat kegiatan iktikaf selalu membludak, bahkan masyarakat dari luar kota banyak yang tertarik dengan kegiatan ini.
Setiap sore di bulan Ramadhan, Masjid Jogokariyan sudah menyiapkan lebih dari 1000 porsi menu makan berbuka yang siap dinikmati para jamaah. Makanan berbuka tersebut disiapkan oleh ibu-ibu dasawisma sekitar Masjid Jogokariyan secara bergiliran. Tenang, lauk pauk yang disediakan akan bervariasi bergantung ibu-ibu yang memasak, kok.
Bulan Ramadhan tidak akan lengkap tanpa adanya shalat tarawih ala Madinah di Masjid Jogokariyan. Jangan mundur dulu karena takut karena yang dimaksuda tarawih ala Madinah adalah shalat tarawih dengan menyelesaikan 1 juz ketika shalat 11 atau 23 rakaat (bergantung kesepakatan jamaah).
Mulanya tarawih ala Madinah ini mendapatkan protes, namun lama kelamaan para jamaah merindukan suasana tarawih yang khusyu karena bacaan merdu imam membuat shalat tarawih tidak terasa berat dan melelahkan.
Selain menyediakan fasilitas tarawih ala Madinah, Kampoeng Ramadhan Jogokariyan juga menyediakan fasilitas tarawih ala Gaza. Apa bedanya? Tentu suasana shalat tarawih akan jauh berbeda dengan adanya imam syeikh yang berasal dari Palestina. Jadi, kamu bisa menjalin silaturahmi dengan muslimdari tanah jihad Palestina. Kamu tidak perlu takut konsentrasimu rusak karena shalat tarawih untuk anak-anak akan dibedakan dengan lokasi tarawih orang dewasa.
Terdapat 8 lokasi tarawih yang sudah dibagi oleh koordinator tarawih. Anak-anak pun akan dilatih untuk rajin menabung serta dilatih berbagai macam kesenian, seperti musik religi, drama Islami, pertunjukan teater, dan latihan untuk takbir keliling.
Jika kamu tinggal di sekitar Masjid Jogokariyan, kamu tidak perlu khawatir dengan menu makan sahur sekalipun kamu adalah anak kost yang sedang krisis uang. Kampoeng Ramadhan Jogokariyan memberikan subsidi sahur berupa sembako yang akan dibagikan pada masyarakay sekitar. Menjelang bulan Ramadhan, pihak panitia akan membagikan subsidi sahur ini berdasarkan data sensus masjid yang sudah dimiliki.
Sambil menunggu waktu berbuka puasa, lesehan sore yang memberikan agenda seperti nasyid, dongeng anak, serta ustad penceramah yang lucu. Jika datang ke Masjid Jogokariyan, kamu tidak perlu was-was dengan sandal bermerk yang dipakai. Panitia masjid memberikan garansi kehilangan sandal atau sepatu dengan merk yang sama jika kamu datang melapor.
Ada pula acara angkringan Ramadhan yang dilaksanakan pada malam hari. Jangan bayangkan angkringan di Masjid Jogokariyan seperti angkringan pada umumnya karena saat Ramadhan tiba, akan ada tokoh-tokoh besar yang datang untuk bercengkerama. Suasana angkringan akan muncul pada sajian wedang anget dan cemilan lainnya.
2. Masjid Kubah Emas
a Muslim place of worship.. . . . #mosque #masjid #masjidkubahemas #muslimtravelers #cerah
A post shared by Muhammad Zulfikar (@mzvkr) onApr 6, 2018 at 1:48am PDT
Jika kamu seadang berada di Depok, cobalah untuk menikmati suasana Ramadhan di salah satu masjid yang cukup terkenal. Masyarakat sekitar Depok lebih mengenal Masjid Dian Al Mahri dengan sebutan Masjid Kubah Emas karena kubahnya memang berwarna emas.
Selain menjadi lokasi ibadah umat muslim di wilayah Depok, Masjid Kubah Emas menjadi tujuan wisata dari berbagai wilayah di Indonesia. Area masjid yang cukup luas ditambah dengan fasilitas memadahi pun turut menjadikan Masjid Kubah Emas sebagai destinasi wisata Ramadhan yang patut dipertimbangkan.
Masjid yang mendapat predikat sebagai masjid paling megah se-Asia Tenggara ini bisa kamu jadikan lokasi wisata Ramadhan. Dengan luas bangunan mencapai 8000 meter persegi, kamu tidak akan bosan menjelajahi setiap sudutnya.
Gaya arsitektur bangunan masjid pun sangat Islami dengan adanya hiasan dekoratif serta bagian halaman dalam, gapura, dan minaret. Kamu juga tidak perlu khawatir akan berdesak-desakan dengan jamaah lain ketika waktu buka puasa tiba karena masjid ini mampu menampung hingga 20 ribu orang jamaah.
Bangunan masjid yang megah dan sangat bagus didukung dengan kondisi di dalamnya. Kamu akan dibuat lebih nyaman karena tidak ada penjual makanan, pengamen, serta pengemis. Meskipun di sekitar masjid terdapat taman, namun jamaah tidak diperkenankan untuk memasuki area tersebut demi menjaga keindahan taman.
Ingin menciptakan kenangan yang tidak terlupakan? Manfaatkan jasa tukang foto di depan masjid yang hasil pekerjaannya bisa langsung ditunggu.
[Baca juga : Cara Menikmati Wisata Di Bulan Ramadhan]
3. Masjid Ka'bah Subang
#instagood #masjidkabah #kotabaruparahyangan #Jawabarat #exploringnusantara | jalan2 membuka wawasan
A post shared by faisal_muhamad (@faisal_muhamad) onDec 22, 2014 at 4:22am PST
Tempat tinggalmu masih terletak di sekitar Jawa Barat? Jika kamu tertarik, cobalah untuk melakukan wisata Ramadhan ke Masjid At-Toyibah yang dikenal dengan Masjid Kabah Subang. Arsitektur bangunan cukup unik karena dibuat menyerupai kakbah di Mekah. Jadi, ketika datang ke sana kamu akan disambut dengan suasana seperti sedang berada di tanah suci ketika melaksanakan haji atau umroh. Apa keunikan Masjid Kakbah sehingga kamu perlu datang kesana?
Bangunan Masjid Kakbah seluas 2800 meter persegi tidak memiliki kubah karena desainnya memang dibuat semirip mungkin dengan kakbah yang terdapat di Mekah. Meskipun warna masjid sangat mirip seperti kakbah, namun tidak ada kain penutup kiswah di atasnya karena sudah diganti dengan cat tempok dan hiasan kaligrafi. Ada pula replika Hijr Ismail pada sudut bangunan masjid.
Tidak mengherankan jika Masjid Kakbah Subang dikunjungi banyak orang. Suasana di dalamnya yang sangat tenang dengan dinding keramik serta lantai yang terbuat dari granit membuat orang-orang semakin betah.
Masjid Kakbah Subang memang sengaja dibangun karena pemiliknya sangat rindu dengan Mekah. Tidak mengherankan jika untuk mengobati kerinduan tersebut bagian sekitar masjid juga dibuat semirip mungkin seperti suasana kakbah di Mekah.
Terdapat miniature Bukit Shafa dan Marwah di kompleks masjid. Ada pula maqam Ibrahin serta pemandangan berbagai macam pohon palem. Rencananya, di sekitar kompleks masjid akan dibangun bimbingan manasik haji. Jadi, kamu bisa mengunjungi masjid ini sebagai destinasi wisata religi ketika Ramadhan nanti.
4. Masjid Raya Sumatera Barat
The other side of highway mosque western Sumatra. #masjidrayasumaterabarat #wonderfullindonesia Edit by snapseed #Fgstreet© #canonsx420is
A post shared by Satriady (@satriady_) onAug 7, 2016 at 6:08am PDT
Masjid Raya Sumatera Barat sekilas memiliki bangunan yang sangat mirip dengan rumah adat khas Minangkabau. Namun, siapa sangka masjid yang berlokasi di Jalan Khatib Sulaiman, Alai Parak Kopi, Padang ini menjadi pusat ibadah bagi masyarakat sekitarnya? Kegiatan Ramadhan berlangsung dengan baik di masjid, baik untuk pelaksanaan ibadah shalat wajib, shalat sunnah, buka bersama, kegiatan kajian, dan kegiatan lainnya. Jika kamu sedang berada di Padang, sempatkanlah untuk mampir ke Masjid Raya Sumatera Barat untuk merasakan beribadah di tempat yang bangunannya mirip rumah adat ini.
Sebagai masjid yang paling besar di Sumatera Barat, masjid ini bisa menampung hingga 20.000 orang jamaah. Lokasinya pun sangat strategis karena berada di pusat kota, sehingga kamu bisa menggunakan angkutan kota untuk bisa mencapai Masjid Raya Sumatera Barat.
Jangan khawatir dengan gempa ketika sedang khusyu melakukan ibadah karena masjid ini mampu bertahan dari goncangan gempa hingga 10 SR. Bahkan, masjid yang tidak jauh dari Pantai Padang turut menjadi lokasi evakuasi tsunami dengan memanfaatkan lantai 2 dan 3 masjid.
5. Masjid Ampel Surabaya
[ jum'ah ] . Janganlah malas untuk berbuat kebaikan, tetaplah berbuat baik meskipun kau di curangi. Sabar dan ikhlas adalah salah satu kunci. #quotesoftheday . Ojok lali jumatan gawe seng muslim. _________ . Foto teko @yusufampelpart - - - #surabayapunyacerita #Jum'ah #ampel #masjidampel #masjidampelsurabaya #ampelsurabaya #Menujuramadhan
A post shared by Surabaya Punya Cerita (@surabayapunyacerita) onApr 19, 2018 at 9:06pm PDT
Kamu ingin mencoba untuk melakukan wisata Ramadhan di Surabaya? Jangan lupa menyempatkan diri untuk mampir ke salah satu masjid yang cukup unik. Masjid yang dikenal dengan nama Masjid Ampel Surabaya ini berlokasi di kawasan Embong Arab.
Di tepat ini, terdapat pusat penjualan berbagai macam kurma, perlengkapan ibadah puasa, hingga perlengkapan umat muslim untuk menunjang peribadatan. Masjid Ampel Surabaya akan dibanjiri jamaah pada saat Ramadhan tiba. Bahkan, jamaahnya hampir mencapai 7000 orang dari berbagai daerah dalam sehari.
Masih terdapat berbagai macam bukti peninggalan bersejarah yang terjaga. Kamu bisa menyaksikan 16 tiang utama masjid sepanjang 17 meter dan diameter 60 sentimeter yang terbuat dari kayu jati. Meskipun kegiatan renovasi terus dilakukan, namun ciri khas masjid tetap dipertahankan hingga saat ini.
Melalui desain bangunan masjid tersebut pun kamu bisa mengetahui bentuk akulturasi budaya lokal dengan agama Hindu dan Budha. Jika ingin melanjutkan ziarah makam wali, kamu bisa langsung mengunjungi makam Sunan Ampel beserta kerabatnya di sebelah masjid. (Sumber: Artikel mamikos.com, Foto bahaudinonline.blogspot.com)
...moreTRIPTRUS - Sepuluh Masjid Bersejarah di Indonesia yang patut dikunjungi di Bulan Ramadhan. Salah satu alternatif wisata Ramadhan untuk para traveller adalah mengunjungi masjid-masjid bersejarah di Indonesia. Meski banyak sekali masjid yang sudah lama berdiri dan penuh dengan sejarah, TripTrus menyajikan sepuluh masjid yang paling terkenal di Indonesia.
1. Masjid Raya Baiturrahman
Masjid yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1612. Ada juga yang mengatakan bahwa masjid ini dibangun di tahun 1292 oleh Sultain Alaidin Mahmudsyah. Pada zaman penjajahan Belanda, masjid ini sempat dihancurkan di tahun 1873. Namun Belanda memutuskan untuk membangun kembali masjid ini di tahun 1877, sebagai permintaan maaf atas dirusaknya bangunan masjid yang lama. Pembangunan kembali masjid baru mulai dilaksanakan pada tahun 1879. Masjid ini selesai dibangun pada tahun 1883 dan tetap berdiri hingga sekarang. Pada saat bencana Tsunami di tahun 2004, Masjid Raya Baiturrahman tidak mengalami kerusakan sedikitpun dan jadi tempat mengungsi para korban gelombang Tsunami terbesar di dunia itu.
2. Masjid Raya Medan
Masjid yang juga dikenal dengan nama Masjid Al-Mashun ini dibangun pada tahun 1906 dan selesai pada tahun 1909 oleh Sultan Ma’mum Al Rasyid Perkasa Alam. Kemegahan masjid ini memang disengajakan oleh Sultan, yang menganggap masjid ini harus lebih megah dari istananya, Istana Maimun. Sebagian bahan bangunan untuk masjid ini diimpor dari luar negeri, seperti marmer untuk dekorasi diimpor dari Italia dan Jerman, dan kaca patri dari Cina, dan lampu gantung dari Prancis. Arsitek Belanda yang merancang masjid ini, JA Tingdeman merancang bangunan ini dengan corak bangunan Maroko, Eropa, Melayu, dan Timur Tengah.
3. Masjid Raya Ganting
Menurut sejarah, masjid ini awalnya dibangun pada tahun 1700. Namun bangunannya beberapa kali dipindah sampa pada akhirnya berada di daerah Ganting, kota Padang, Sumatra Barat mulai tahun 1805. Atapnya yang berbentuk persegi delapan itu dibuat oleh para pekerja etnis Cina yang membantu mengembangkan bangunan ini, setelah Belanda menambahkan bangunan masjid ini sebagai kompensasi digunakannya tanah wakaf untuk jalur transportasi pabrik semen Indarung ke Pelabuhan Teluk Bayur. Masjid ini juga tetap kokoh dan tidak mengalami kerusakan pada saat dilanda gempa dan Tsunami di tahun 1833. Presiden Pertama Indonesia, Bung Karno, juga pernah mengungsi ke masjid ini sebelum diasingkan ke Bengkulu di tahun 1942.
4. Masjid Istiqlal
Masjid terbesar di Asia Tenggara ini diprakarsai oleh Bung Karno pada tahun 1951. Diarsiteki Frederich Silaban, masjid ini baru mulai dibangun pada tahun 1961 dan merampungkan pembangunannya pada tahun 1978. Nama masjid ini diambil dari bahasa Arab yang berarti “Kemerdekaan.” Bangunan yang ditetapkan sebagai masjid negara Indonesia ini menjadi pusat perayaan berbagai acara agama umat Muslim seperti Iedul Fitri, Iedul Adha, Maulid Nabi Muhammad, dan Isra’ Mi’raj. Masjid ini mampu menampung hingga 200 ribu jamaah yang bisa memenuhi satu lantai dasar dan lima lantai di atasnya. Masjid Istiqlal dibangun di atas reruntuhan bekas benteng Belanda, benteng Prins Frederik – yang didirikan pada tahun 1873.
5. Masjid Agung Banten
Masjid dengan atap bangunan yang menyerupai pagoda ini dibangun oleh arsitek Cina bernama Tjek Ban Tjut pada masa pemerintahan sultan pertama dari Kesultanan Banten, Sultan Maulana Hasanuddin, putra dari Sunan Gunung Jati di tahun 1560. Di sisi utara dan selatan masjid ini terdapat makam kuno para sultan Banten dan keluarganya. Sementara, menara masjid yang tingginya 24 meter, terdapat di sisi timur dan menjadi atraksi bagi para wisatawan karena keunikan bentuk bangunannya. Menara itu dibangun oleh arsitek Belanda, Hendrik Lucasz Cardeel. Cardeel juga membangun bangunan khusus di sisi selatan masjid yang dulu digunakan sebagai tempat bermusyawarah dan berdiskusi.
6. Masjid Agung Cirebon
Masjid yang juga dikenal dengan nama Masjid Agung Kasepuhan dan Masjid Agung Sang Cipta Rasa ini diprakarsai pembangunannya oleh Sunan Gunung Jati dan diarsiteki oleh Sunan Kalijaga. Masjid ini selesai dibangun pada tahun 1480, di masa penyebaran agama Islam oleh Wali Songo. Berlokasi di kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat, masjid ini mempunyai keunikan berupa sembilan pintu untuk masuk ke ruangan utama, yang melambangkan Wali Songo. Di bulan Ramadhan, sumur air Banyu Cis Sang Cipta Rasa selalu ramai dikunjungi oleh peziarah yang meyakini air dari sumur itu mampu mengobati berbagai penyakit. Masjid Agung Cirebon juga dikenal dengan nama Masjid Sunan Gunung Jati.
7. Masjid Menara Kudus
Sunan Kudus mendirikan masjid di kota Kudus pada tahun 1549 dengan menggunakan batu pertama dari Baitul Maqdis, dari Palestina. Bentuk menara yang mirip dengan bentuk candi menunjukkan percampuran pengaruh agama Hindu dan Budha, seperti cara Sunan Kudus menyampaikan ajaran agama Islam agar lebih mudah dimengerti oleh penganut agama Hindu dan Budha pada masa itu. Menara masjid ini dibangun tanpa menggunakan semen sebagai perekatnya dan dihiasi oleh 32 piring biru yang berhiaskan lukisan.
8. Masjid Agung Demak
Raden Patah, raja pertama dari Kesultanan Demak, beserta para Wali Songo mendirikan masjid ini di tahun 1466. Masjid Agung Demak diselesaikan pembangunannya pada tahun 1479. Bangunan induk masjid ini ditopang oleh empat tiang utama yang bernama saka guru. Uniknya, salah satu dari tiang utama tersebut terbuat dari serpihan kayu, dan dinamakan saka latal. Di samping masjid ini terdapat Museum Masjid Agung Demak yang menampilkan berbagai koleksi unik masjid, seperti beduk dan kentongan yang dibuat oleh Wali Songo, kitab tafsir Al-Qur’an Jus 15-30 tulisan tangan Sunan Bonang, sepotong kayu dari saka latal yang diambil oleh Sunan Kalijaga, dan lain-lain.
9. Masjid Sunan Ampel
Di tahun 1421, Sunan Ampel bersama dua sahabatnya, yang dikenal dengan Mbah Sholeh dan Mbah Sonhaji, mendirikan Masjid Ampel. Bangunan seluas kurang lebih 2 km persegi itu memiliki keunikan berupa 16 tiang kayu setinggi 17 meter dengan diameter 60 cm. Tiang-tiang dari kayu jati itu tidak terbuat dari sambungan kayu dan sampai sekarang tidak diketahui bagaimana cara mendirikan tiang tersebut. Kawasan Wisata Religi Sunan Ampel, lokasi Masjid Sunan Ampel, tiap harinya dipenuhi oleh wisatawan yang berziarah ke makam Sunan Ampel di sekitar halaman masjid. Di kompleks pemakaman masjid itu juga terdapat makam salah satu pahlawan nasional, KH Mas Mansyur.
10. Masjid Kotagede
Di Yogyakarta, selain Masjid Agung Kauman, juga terkenal Masjid Kotagede. Masjid Kotagede adalah masjid tertua di Yogyakarta, yang didirikan oleh Sultan Agung, pemimpin kerajaan Mataram, pada tahun 1640. Bangunan ini dikerjakan dengan bergotong-royong melibatkan pekerja beragama Hindu dan Budha, sehingga terlihat pengaruh bangunan Hindu dan Budha pada masjid ini. Awalnya, Masjid Kotagede hanya seluas 100 meter persegi, namun Paku Buwono X memperluas bangunan masjid ini hinga mencapai 1.000 meter persegi. Di bulan Ramadhan, Masjid Kotagede punya keunikan berupa sholat tarawih yang dilakukan pada saat jam 24.00.
...moreTripTrus.Com - Idul Fitri, atau Lebaran, atau bisa juga disebut hari kemenangan adalah salah satu momen paling penting bagi umat muslim di seluruh di dunia, termasuk Indonesia yang merupakan salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.
Di Indonesia, Lebaran merupakan salah satu perayaan yang dirayakan secara besar-besaran oleh umat muslim yang tersebar di pelosok pelosok daerah. Dimana setiap daerah tersebut memiliki tradisi unik sendiri dalam rangka menyambut datangnya Lebaran.
Tradisi Lebaran ini sudah menyatu dengan budaya budaya daerah tersebut tanpa meninggalkan akidah ajaran agama Islam. Lantas, tradisi Lebaran apa saja yang paling unik di Indonesia? Penasaran? Berikut ulasannya
1. Meugang – Aceh
Di Aceh ada sebuah tradisi Lebaran yang selalu dilakukan setiap tahunnya saat menjelang Idul Fitri, namanya adalah Meugang. Meugang adalah tradisi memasak dan memakan bersama untuk dibagikan pada kaum dhuafa sebagai bentuk saling berbagi di bulan Ramadhan.
Umumnya, semua warga di sebuah kampung akan berkumpul di masjid untuk memasak daging dan memakan bersama-sama, serta tidak lupa membagikan sebagian makanan tersebut kepada orang tidak mampu.
Selain itu, tradisi Meugang tidak hanya dilakukan saat menjelang Lebaran saja, tapi selalu dilakukan juga saat perayaan Idul Adha.
2. Festival Meriam Karbit – Pontianak
Festival Meriam Karbit adalah tradisi Lebaran yang dilakukan oleh warga Pontianak, Kalimantan Barat. Tradisi ini sudah dilakukan sejak 200 tahun mengunakan meriam yang terbuat dari bambu besar dan diletakan di pinggir sungai kapuas.
Saat menjelang malam takbiran, warga pontianak akan berkumpul di sekitar pinggir sungai Kapuas di Pontianak untuk menyalakan meriam meriam besar tersebut sebagai tanda datangnya hari kemenangan.
3. Ronjok Sayak – Bengkulu
Warga Bengkulu yakin dan percaya bahwa api adalah penghubung antara manusia dengan leluhur mereka. Kepercayaan inilah yang melahirkan tradisi Lebaran bernama Ronjok Sayak atau Bakar Gunung api.
Tradisi Ronjok Sayak sudah dilakukan selama ratusan tahun oleh Suku Serawai, dimana tradisi ini dilakukan saat malam takbiran, tepatnya setelah sholat Isya. Warga Bengkulu, terutama suku Serawai akan menyusun batok kelapa menjulang tinggi keatas, kemudian dibakar didepan rumah mereka masing-masing.
4. Pukul Sapu – Maluku Tengah
Pada hari ke tujuh Lebaran, warga desa Morella dan desa Mamala, Leihitu, Maluku Tengah selalu berkumpul di halaman masjid besar. Mereka ingin melihat tradisi Pukul Sapu yang biasanya dilakukan antara perwakilan pria dari masing-masing ke dua desa tersebut.
Dalam tradisi ini, mereka akan saling menyabetkan lidi dari pohon enau ke badan lawannya. Tradisi yang berlangsung selama kurang lebih 30 menitan ini biasa bisa menyebabkan kulit sobek sampai berdarah-darah.
5. Batobo – Riau
Warga Riau yang mudik ke kampung halamannya, bukan hanya disambut oleh keluarganya saja, tapi mereka juga akan mendapatkan sambutan yang meriah seperti artis ibu kota oleh warga desa dengan diarak dan diiringi rebana menuju ke tempat buka bersama.
Selain sebagai tempat saling melepas rindu dan mempererat silahturahmi, tradisi Batobo juga diisi dengan pengajian dan lomba baca Al Quran, dimana hadiahnya berasal dari para pemudik yang pulang kampung tersebut.
6. Grebek Syawal – Yogyakarta
Di Yogyakarta, usai Idul Fitri, ada tradisi Lebaran yang selalu ditandai dengan perayaan Grebeg Syawal. Tradisi ini juga bisa didapati di beberapa daerah di Jawa Tengah. Sejatinya, Grebek Syawal adalah tradisi keraton untuk menyambut 1 Syawal.
Dalam tradisi ini, warga Yogyakarta akan mengarak bermacam-macam hasil bumi yang disusun rapi berbentuk kerucut dan berukuran besar dari Pagelaran Keraton menuju halaman masjid Agung Kauman. Setelah didoakan hasil bumi tadi akan diperebutkan oleh warga yang hadir.
7. Bedulang – Bangka
Setelah bersilahturahmi dan bermaaf-maafan, warga Bangka punya tradisi yang unik menikmati kebersamaan mereka. Nama tradisinya yaitu makan Begawa yang berarti makan bersama, tapi karena penyajiannya mengunakan tudung saji sehingga disebut juga makan Bedulang.
Dalam tradisi makan Bedulang ini tidak diperbolehkan memakai sendok, harus mengunakan tangan, dimana diwajibkan mencuci tangan terlebih dahulu dengan aturan orang paling tua terlebih dulu sedang yang muda mendapat giliran paling terakhir.
8. Ngejot – Bali
Bali memang dikenal sebagai pulau dengan penduduknya yang sebagian besar beragama Hindu, tapi saat lebaran, Bali juga cukup ramai dengan tradisi Ngejot-nya. Dimana dalam tradisi ini, umat muslim di Bali akan membagi-bagikan makanan kepada semua warga tanpa membedakan agama yang dianutnya.
Tradisi ini dilakukan setiap tahunnya yang bertujuan menciptakan hubungan yang harmonis antar umat beragama di Bali. Selain itu, tradisi ini juga sering dilakukan oleh umat Hindu di Bali saat mereka merayakan hari besar agama Hindu.
9. Perang Topat – Lombok
Sama dengan tradisi Lebaran di Bali, tradisi ini juga bertujuan mempererat hubungan antara umat beragama di Lombok. Perang Topat berarti perang ketupat yang dilakukan pada hari keenam Lebaran.
Tradisi ini dilakukan oleh suku Sasak yang merupakan suku asli di Lombok. Pertama-tama, mereka akan mengarak hasil bumi, kemudian akan berlanjut dengan saling lempar ketupat. Mereka percaya, dengan melempar ketupat semua doa dan permohonan mereka akan segera terkabul.
10. Festival Tumbilotohe – Gorontalo
estival Tumbilotohe adalah tradisi Lebaranyang unik sekaligus terlihat indah di Gorontalo. Warga Gorontalo akan menyalakan lampu yang berbahan dari minyak tanah yang menerang sepanjang jalan di Gorontalo.
Dulu, tujuannya menyalakan lampu ini untuk menerangi jalan agar warga desa mudah lewat saat membagi-bagikan zakat. Tapi sekarang tradisi ini jadi keindahan tersendiri di suduk kota Gorontalo. Selain itu tradisi ini juga dimeriahkan dengan tabuhan bedug dan meriam dari bambu.
11. Tellasan – Madura
Tellasan merupakan tradisi masyarakat Madura dalam menyambung tali silaturahmi tak hanya dengan sanak saudara tetapi juga dengan tetangga dan sesepuh kampung. Dalam tellasan, perempuan Madura akan ter’ater (mengantar sebuah hantaran makanan) kepada tetangga dan orang yang dianggap sepuh di kampung itu.
Uniknya, saat mengantar hantaran, perempuan Madura menggunakan talam/nampan yang ditaruh diatas kepala. Hantaran biasanya berupa nasi pettok (nasi putih yang dibungkus daun pisang), ayam adun (opor ayam)/ayam bumbu bali, kue-kue tradisional, dan tapai (tape ketan). Menariknya dalam tellasan, tidak ada ketupat. Ketupat ada saat tellasan petto (lebaran hari ke-7). (Sumber: Artikel wowasiknya.com dan inspiratorfreak.com Foto kreditgogo.com)
...moreTripTrus.Com - Nih, brosis! Ada kabar seru nih buat kamu yang kangen naik Gunung Semeru. Cekidot! Jadi, rencananya pendakian ke gunung ikonik ini mau dibuka lagi oleh pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Mereka nggak main-main nih, soalnya udah dua tahun lamanya pendakian ke sana tutup gara-gara si virus Covid-19 dan aktivitas gunung yang lagi ribut.
View this post on Instagram
A post shared by πππΆπππΆ ππΎππΆ πππΎπ»πΎπ π«ππππΎ (@clarradina)
Kepala Bagian Tata Usaha di Balai Besar TNBTS, si Septi Eka Wardhani, ceritanya mereka lagi persiapin segala sesuatunya buat nge-buka pendakian lagi. Salah satu persiapan keren yang mereka lakuin adalah nge-train para Pemandu Pendakian Gunung Semeru Terdaftar (PPGST). Nggak sembarang pemandu, harus yang udah terdaftar dan udah siap betul buat jadi guider. Nih, kata Septi Eka Wardhani, para PPGST ini harus dikasih pelatihan dulu biar nanti pas pendakian bener-bener smooth.
Katanya sih, “Para PPGST ini harus siap terlebih dahulu sebelum pendakian Gunung Semeru resmi dibuka nantinya,” kan kece?
Kemaren-kemaren, tepatnya tanggal 2-3 Agustus 2023, Balai Besar TNBTS udah ngadain bimbingan teknis (Bimtek) buat sekitar 200-an orang PPGST. Ini penting banget, bro, biar mereka tau kawasan konservasi, ekosistem Gunung Semeru, cara pertolongan medis, sampe etika yang harus dipegang pas pendakian.
[Baca juga : "Seru Abis! Tiga Event Keren Di Bali Yang Wajib Kamu Kunjungi!"]
“BBTNBTS masih akan mengadakan Bimtek satu kali lagi. Tapi masih belum kami jadwalkan untuk tanggal pastinya kapan,” ujar mereka.
Nah, di sisi lain, Balai Besar TNBTS dan beberapa komunitas lain lagi usaha keras buat ngembaliin jalur pendakian Gunung Semeru jadi lebih baik lagi. Soalnya masih ada beberapa bagian yang rusak, ada yang ringan, ada yang agak berat. Makanya, gak bisa dipastikan kapan persisnya pendakian ke sana bakal dibuka lagi.
Lagi pula, Yadi Yuliandi, si petugas di Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Semeru, ngasih tau kalo status gunung ini masih level III alias siaga. Jadi, kita mesti tetep waspada, bro, kalo mau petualangan ke sana.
Intinya, buat kamu yang pengen naik Semeru, sabar-sabar ya! Kita doain aja semuanya lancar dan aman pas udah dibuka lagi. (Sumber Foto @zhera_s)
...more
TRIPTRUS - Berlibur dengan batita bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan. Apalagi jika Ibu telah menyiapkan segalanya dengan baik. Tapi bagaimana agar liburan jadi lebih menyenangkan?
Banyak hal yang perlu disiapkan ketika akan berlibur dengan si Kecil. Dari mulai menentukan tempat tujuan berlibur, mengecek penginapan, transportasi dan berbagai hal penting lainnya. Tapi tentu saja hal terpenting yang perlu Ibu persiapkan adalah mental Ibu dan Ayah siap untuk membawa si Kecil menikmati waktu liburan.Persiapkan rencana berlibur sejak jauh hari. Sehingga Ibu dan Ayah bisa membuat jadwal liburan dengan matang. Ketika berlibur dengan anak usia 12-24 bulan, Ibu bisa membawanya pergi ke berbagai tempat yang dapat menambah wawasannya, misalnya ke kebun binatang atau pantai. Ingat bahwa Ibu membawa si Kecil jalan-jalan, sehingga jangan sampai ia tertidur atau kelelahan mengikuti jadwal liburan. Pastikan untuk mengecek jarak tempat wisata atau lokasinya, agar si Kecil tidak bosan dalam perjalanan.Kerjasama antara Ibu dan Ayah selama berlibur juga sangat penting. Pastikan Ibu membagi tugas menggendong, menyiapkan makanan, memandikan anak, dan lainnyaApa saja yang harus disiapkan?Keuntungan traveling dengan batita adalah ia sudah bisa mengonsumsi makanan orang dewasa, sehingga Ibu tidak perlu repot menyiapkan makanan untuknya. Dengan demikian, Ibu tidak perlu membawa seluruh peralatan makan si Kecil. Sebaiknya setiap akan pergi ke restoran, cek menu terlebih dahulu, pastikan ada menu makanan yang bisa disantap si Kecil.
Apa saja yang harus disiapkan jika bepergian dengan menggunakan mobil, kereta api atau pesawat terbang bersama batita? Simak tip berikut:
Traveling dengan pesawat terbang :- Bawa makanan kecil, minuman atau permen untuk bekal di pesawat. Permen/minuman dapat diberikan pada saat take off dan landing untuk mengurangi tekanan udara. - Siapkan ear plug agar telinganya tidak sakit saat mengalami tekanan udara di kabin.- Bawa mainan favoritnya. Beberapa penerbangan selalu menyediakangoody-bag untuk anak kecil. Namun ada baiknya Ibu menyiapkan mainan favorit untuk membuatnya sibuk.- Siapkan tas khusus untuk keperluan si Kecil, agar Ibu tidak repot.-Jika bepergian ke luar negeri, pastikan si Kecil telah mendapatkan imunisasi standarnya.
-Bawa stroller yang ringan dan baby sling (gendongan bayi) agar tidak merepotkan Ibu.
- Pastikan Ibu telah mengecek cuaca di tempat tujuan.Traveling dengan mobil/ kendaraan di darat- Jika bepergian dengan mobil, pastikan untuk berhenti setelah 2 jam untuk pergi ke toilet, memberi makan dan mengajak si Kecil untuk bermain sebentar.- Jika memungkinkan, sebaiknya perjalanan dilakukan menjelang waktu tidurnya agar ia tidak rewel atau kelelahan.- Siapkan tas berisi mainan favoritnya. Berikan mainan satu demi satu agar ia tidak bosan.- Siapkan CD lagu kesukaannya, jangan ragu untuk menyanyikan lagu tersebut agar ia tidak bosan.- Siapkan bantal kecil dan selimut kecil.- Jika bepergian dengan mobil, siapkan car seat.- Jika pergi dengan kereta, pastikan Ibu membawa tas perlengkapan si Kecil yang berisi makanan, popok, tisu basah, dan lainnya.Daftar barang untuk dibawa saat berlibur:- Jaket- Sepatu dan kaus kaki- Piyama- Selimut kecil- Topi- Popok- Krim popok- Obat-obatan- Tabir surya- Celemek makan- Mainan- Botol minum- 1 set peralatan makan- Sabun pencuci alat makan- CemilanJaga kesehatan tubuh si Kecil dengan asupan Nutrisi. Nutrisi adalah zat dalam makanan yang dibutuhkan organisme.
Klik di sini untuk informasi menariknya.
Sumber: Artikel nutriclub.co.id Foto wisatain.com
...more