shop-triptrus



Jelajah Wisata Sejarah Cagar Budaya Situs Lebak Kosala

TripTrus.Com - Situs Lebak Kosala juga dikenal dengan Situs Lebak Sangka merupakan peninggalan tradisi megalitikum berbentuk punden berundak sebanyak lima undakan. Di setiap undakan terdapat menhir atau batu berbentuk tugu. Dinamakan juga Situs Lebak Sangka karena terletak di Kampung Lebaksangka, Desa Lebak Gedong, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Lokasi situs mudah dicapai dengan akses jalan cukup baik. Perjalanan dari pusat kota Rangkasbitung memakan waktu lebih kurang 4 jam. Akses jalan yang berliku, menanjak dan didominasi oleh turunan panjang dengan pemandangan alam yang indah menjadi tantangan tersendiri bagi para penggemar traveling dan touring. Daerah ini berada dalam kawasan konservasi hutan lindung taman nasional Gunung Halimun-Salak yang membentang sepanjang 113.357 ha. Membelah 3 kabupaten dan 2 provinsi, Jawa Barat dan Banten yaitu kabupaten Bogor, kabupaten Sukabumi, dan kabupaten Lebak. Kawasan ini telah menjadi kawasan Konservasi sejak tahun 1929 setelah warga Belanda bernama Van Tricht melakukan penelitian. Di pintu masuk, terpampang nama situs Lebak Kosala pada sebuah papan berukuran 1 x 2 meter. Suasana alam yang segar dan bebas polusi, menemani berjalan kaki sejauh 300 meter melewati pemukiman warga dan persawahan menuju lokasi. Situs Lebak Kosala termasuk lengkap karena selain punden berundak, menhir, dan altar, juga ditemukan Arca Kolasa. Arca merupakan batu berbentuk patung setinggi 50 cm. Keberadaan batu-batu tersebut merupakan bagian dari media untuk pemujaan leluhur. Namun sayang, keberadaan arca sudah tidak ada, hilang sejak bebrapa tahun yang lalu seperti dijelaskan oleh Usup, salah seorang Juru Pelihara Situs yang mendampingi Wisnu Wirandi, Penggiat Budaya dari Kemeterian Pendidikan dan Kebudayaan. Ada 6 orang yang bertugas sebagai Juru Pelihara Situs Lebak Kosala yaitu: Abah Murja, Asep, Usup, Nurhalim (mendapat SK dari Pemda Lebak) sedangkan Oding dan Nurmawati (mendapat SK dari Balai Pemeliharaan Cagar Budaya Provinsi Banten). “Arca Kosala sudah hilang tidak diketahui keberadaannya dimana,” ucap Wisnu menirukan Juru Pelihara, beberapa waktu lalu di lokasi Situs Lebak Kosala. Menhir-menihr di Situs Lebak Kosala berupa batu-batu menyerupai papan (slab stone) dengan permukaan cukup halus, dan juga batu-batu papan yang diatasnya terdapat batu-batu berbentuk bulat memiliki diameter 15-20 cm. Penduduk setempat menyebut batu-batu tersebut sebagai “Batu Pelor”. Temuan-temuan batu tersebut membawa pengunjung ke suasana masa lalu. Batu-batu yang dilapisi lumut tersebut pada masanya digunakan sebagai tempat untuk menyimpan sesaji pada ritual kepercayaan. Situs ini terjaga dengan baik. Konon, cerita yang beredar di masyarakat setempat susunan bebatuan itu merupakan bekas petilasan Prabu Kian Santang saat menyebarkan agama Islam di tanah Banten. Seperti dikisahkan dalam pupuh budaya Sunda, putra dari Prabu Siliwangi ini berusaha mengislamkan bumi Nusantara hingga ke tanah Banten dengan berbagai cara. Namun kepercayaan warga setempat itu sempat terbantahkan ketika peneliti dari ITB mulai melakukan penelitian dan ekskavasi kawasan situs. Hasil kajian tersebut menjelaskan secara detail bahwa, kawasan situs Lebak Kosala pertama kali dibangun pada abad ke 4. Hal ini didasarkan pada penemuan berbagai barang pecah belah seperti keramik dan tembikar. Selain itu, penelitian juga mengungkapkan bahwa kawasan ini dipergunakan sebagai tempat pemujaan dan makam kuno karena ditemukan beberapa nisan dan kolam pemandian untuk penyucian diri. Hingga saat ini, Situs Lebak Kosala menjadi wisata sejarah yang sering dikunjungi baik dari lokal maupun pengunjung dari luar kota. Bagi Anda ingin berwisata sejarah di Banten, situs Lebak Kosala biasa menjadi destinasi wisata dan masih banyak peninggalan tradisi megalitikum di Banten khususnya di Lebak salah satu yang banyak dikunjungi yaitu Situs Lebak Kosala ini. Kawasan situs juga menawarkan keindahan alam nuansa pegunungan. (Sumber: Artikel-Foto pelitabanten.com)
...more

Kalender Event Bali 2024, Ada Nusa Penida Festival, UWRF, dan Denpasar Film Festival

TripTrus.Com - Bro, Dinas Pariwisata Bali baru aja ngeluarin Kalender Event 2024. Tahun depan, Bali bakal punya 58 event keren yang bisa bikin liburan kamu makin seru! Tjok Bagus Pemayun, Kepala Dinas Pariwisata, bilang ada 48 festival seni dan budaya, 4 event olahraga, dan 6 MICE. Semua ini bakal tersebar di 9 kabupaten/kota se-Bali sepanjang tahun. “Ini bakal jadi pilihan asyik buat wisatawan yang mau liburan ke Bali,” kata Tjok Bagus saat peluncuran Selasa, 22 Januari 2024. Dia nambahin, tujuan kalender ini biar semua orang bisa tau event-event kece di Bali tahun depan. “Harapan kita, banyaknya event ini bikin wisatawan makin banyak yang datang ke Bali sesuai dengan slogan kita #marikeBaliaja. Makasih banyak buat semua yang udah bantu nyusun kalender event 2024,” lanjutnya. Tjok Bagus juga bilang, pariwisata Bali udah bangkit lagi setelah pandemi. Kunjungan wisatawan ke Bali tahun 2023 udah hampir balik kayak sebelum pandemi, dengan 10 juta wisatawan domestik dan 5,3 juta wisatawan asing. “Kami ajak semua masyarakat buat bareng-bareng jaga dan perkuat pariwisata Bali supaya makin maju,” ajaknya. Ini dia event-event seru di Bali bulan September dan Oktober 2024:       View this post on Instagram A post shared by Scared of Bums (Official) (@scaredofbums_official) Sanur Motor Show III Bakal ada event keren nih di Sanur tanggal 7-8 September 2024, jadi catet deh di kalender! Komunitas motor siap-siap ramein acara ini sebagai bagian dari Road to Sanur Festival. Buat lo yang doyan motor, pasti acara ini nggak bisa dilewatin gitu aja. Banyak banget jenis motor bakal dipamerin, mulai dari yang klasik sampe motor keluaran terbaru yang bikin ngiler. Nggak cuma liat-liat motor aja, ada juga kontes modif yang bikin motor lo makin keren, plus atraksi stunt yang bakalan bikin jantung deg-degan. Fest Gokil Petitenget Tanggal 14 - 16 September 2024, bakal ada festival seru abis buat ngerayain seni, budaya, kuliner, sama spot-spot eksotis di Petitenget, Badung. Selama tiga hari penuh, lo bisa puas nikmatin pertunjukan seni yang keren, kuliner Bali yang khas, plus eksplor tempat-tempat kece yang mungkin belum banyak orang tau. Selain seru-seruan, acara ini juga bantu banget buat naikin Pendapatan Asli Daerah (PAD) Badung, biar makin banyak wisatawan yang datang. Bali Hockey Festival Tanggal 16-17 September 2024, bakal ada event gede banget buat komunitas hockey, nggak cuma dari Indo aja, tapi juga internasional. Diadainnya di Lapangan Banteng, Badung, event ini jadi ajang ngumpul buat para pemain hockey buat tanding dan pamer skill. Nggak cuma pertandingan, ada juga berbagai kegiatan seru yang bikin suasana makin rame. Barong Festival Superstar Tanggal 21-22 September 2024, bakalan ada festival yang ngerayain dan ngejaga budaya Bali, khususnya Tari Barong sama Pura Taman Ayun yang udah diakui UNESCO. Selama dua hari itu, lo bisa nikmatin pertunjukan Tari Barong yang keren abis dan juga acara-acara budaya lainnya yang nunjukin indahnya tradisi Bali. Buat lo yang pengen lebih paham budaya Bali, ini kesempatan yang oke banget! Royal Creative Market Event ini adalah platform kreatif yang mengumpulkan berbagai visioner dan pelaku industri untuk berkolaborasi dan bertukar ide. Di sini, kamu bisa menemukan produk-produk keren dari berbagai industri, mulai dari makanan dan minuman, kerajinan tangan, sampai fashion. Ini adalah tempat yang tepat buat kamu yang suka dengan inovasi dan kreativitas. [Baca juga : "Banda Neira, Pulau Pala Dan Jejak 4 Rumah Pengasingan Dalam Sejarah Indonesia"] Nusa Penida Festival Dari tanggal 5 sampai 7 Oktober 2024, festival ini bakal ngerayain kekayaan sama keindahan budayanya Nusa Penida, bro! Fokusnya tuh ke cara bijak dan berkelanjutan buat ngelola wilayah pesisir. Selama tiga hari, lo bakal disuguhin pertunjukan seni, budaya, plus ada juga kegiatan seru yang ngasih edukasi tentang pelestarian lingkungan dan kearifan lokal di Nusa Penida. Seraya Culture Festival Tanggal 6-8 Oktober 2024 bakal ada festival buat ngerayain tradisi dari Seraya yang udah turun-temurun, buat minta hujan biar tanah jadi subur. Di event ini, ada banyak upacara adat dan ritual yang jadi bagian penting dari budaya lokal. Buat lo yang pengen lihat tradisi unik yang masih dilestarikan sama orang Bali, ini kesempatan yang nggak boleh dilewatin. Denpasar Film Festival Sejak 2010, festival ini sudah jadi ajang bagi para sineas muda di Denpasar untuk menunjukkan karya mereka. Dengan melibatkan siswa-siswi SMP dan SMA se-Kota Denpasar, festival ini bertujuan untuk merangsang kreativitas anak muda di bidang perfilman. Acara ini bakal menampilkan berbagai film pendek dan dokumenter yang bikin kamu terinspirasi. Makepung Jembrana Cup Tanggal 15 Oktober 2024, Event ini seru banget buat ngerayain tradisi Makepung di Jembrana. Selain ada lomba yang gokil abis, juga ada pertunjukan budaya lokal yang asik parah. Ini jadi cara keren buat ngerawat warisan budaya Jembrana sambil ngajak masyarakat buat terus ngejaga tradisi ini. D’Youth Festival 20 - 21 Oktober 2024 Event tahunan ini emang keren banget buat anak-anak muda Kota Denpasar. Selama dua hari, bakal ada banyak aktivitas kreatif yang seru, mulai dari lomba-lomba, UMKM, sampai hiburan yang gokil. Ini kesempatan yang pas banget buat generasi muda unjuk gigi dan ikutan kompetisi yang mantap! Kuta Beach Festival Dari tanggal 22 - 24 Oktober 2024, Pantai Kuta bakal jadi rame banget. Rangkaian acara seru bakal ada, mulai dari seni budaya, olahraga, sampe UMKM. Tujuannya biar Pantai Kuta makin hits dan makin banyak yang dateng. Bakal ada banyak kegiatan keren, dari pertunjukan seni yang bikin terpesona sampai lomba olahraga yang pastinya seru abis. Ubud Writers and Reader Festival Festival Internasional 23 - 27 Oktober 2024 bakal jadi momen seru banget, gengs! Ini adalah kesempatan langka buat lo semua yang pengen kenal sastrawan dan seniman keren dari seluruh dunia. Dalam lima hari itu, lo bisa ikut diskusi, dengerin pembacaan puisi, sama nonton pertunjukan seni yang bikin lo mikir. Jangan lupa, ini juga ajang buat nyambungin relasi sama kreator internasional, dan dapetin insight dalam tentang dunia sastra dan seni yang mengangkat isu-isu global. Dengan deretan event seru yang bakal digelar, tahun 2024 bakal jadi tahun yang penuh warna untuk Bali. Dari festival seni yang memukau hingga acara olahraga yang menghibur, semua ini pastinya bakal bikin pengalaman liburanmu semakin berkesan. Jangan sampai kelewatan dan siap-siap aja untuk ngerasain serunya setiap event di Pulau Dewata! (Sumber Foto @wincibola)   
...more

Pesona Pantai Sukamade

Rasakan pesona Pantai Sukamade dengan trip ke Taman Nasional Meru Betiri di: http://triptr.us/CW TRIPTRUS - Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur punya sekeping surga dalam bentuk Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) di Kecamatan Pesanggran. Terletak kurang lebih 97 km ke arah barat daya Kota Banyuwangi, TNMB punya banyak sekali destinasi yang bisa dikunjungi oleh traveler.Salah satu daya tarik TNMB tentu saja adalah Pantai Sukamade. Pantai ini mulai terkenal sejak zaman penjajahan Belanda pada tahun 1927. Daerah di sekitar Pantai Sukamade pada saat itu dijadikan perkebunan berbagai tanaman komersil seperti karet, kopi, dan coklat. Pemerintah Indonesia sendiri baru menyatakan Meru Betiri sebagai taman nasional pada tahun 1997.Untuk mencapai TNMB, traveler bisa melalui Kabupaten Banyuwangi di timur, dengan memakan waktu perjalanan kurang lebih 2-3 jam dengan menggunakan kendaraan bermotor. Bisa juga melalui Kabupaten Jember di sebelah barat dengan waktu tempuh yang sedikit lebih lama. Hal ini disebabkan oleh jalur menuju TNMB cukup terjal dan tidak mulus. Beberapa jalur bahkan hanya dapat ditempuh hanya dengan berjalan kaki atau menaiki kendaraan roda dua.Selama perjalanan menuju Sukamade ada banyak titik yang bisa dikunjungi. Sebelum mencapai Sukamade, ada baiknya mengunjungi Teluk Hijau. Teluk kecil ini mempunyai air yang berwarna hijau dari warna ganggang berpigmen hijau di air teluk itu. Pengunjung dapat mendatangi Goa Jepang di Pantai Bandealit, yang pada masa Perang Dunia II dijadikan tempat pertahanan tentara Jepang. Lalu, jika beruntung bisa juga melihat bunga Rafflesia zollingeriona di hutan TMNB. Perjalanan juga tidak akan sepi karena banyaknya monyet ekor panjang di hutan tersebut. Hutan TMNB merupakan habitat dari berbagai spesies fauna seperti banteng, macan tutul jawa, tupai terbang, dan dulunya TMNB merupakan habitat terakhir harimau jawa (Panthera tigris sondaica) - yang kini sudah punah. Selain itu, ada pula hutan mangrove (bakau) di dekat pantai Sukamade yang sering digunakan untuk kegiatan canoeing, berenang, berlatih selancar angin, hingga belajar berlayar dengan perahu kecil.Pantai Sukamade punya keunikan berupa sebagai habitat penyu bertelur. Dari tujuh spesies penyu yang tersisa di dunia, Indonesia merupakan tempat bertelur bagi enam spesies penyu. Dan empat dari spesies penyu itu bertelur di Pantai Sukamade. Keempat spesies tersebut adalah Penyu Hijau (Chelonia mydas), Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata), Penyu Slengkrah (Lepidochelys olivaceae), dan Penyu Belimbing (Dermochelys coriaceae). Pantai Sukamade adalah tempat yang paling mudah untuk melihat penyu hijau bertelur.Dahulu, penyu di Sukamade sempat terancam keberadaannya karena diburu oleh masyarakat sekitar. Tapi kini ada penangkaran khusus penyu yang mengumpulkan telur yang ditanam untuk kemudian dilepaskan setelah anak-anak penyu (tukik) menetas. Untuk melihat penyu yang bertelur, pengunjung dapat mengikuti tur dengan pemandu yang dimulai pada malam hari -- karena biasanya para penyu mulai naik ke pantai sekitar pukul 19.30 dan kembali ke laut setelah pukul 24.00. Para peserta yang menyaksikan penyu bertelur dianjurkan untuk tidak menggunakan lampu kilat untuk kamera dan tidak membuat gaduh. Ini disebabkan oleh karena penyu takut pada suara berisik dan cahaya. Penyu memilih tempat bertelur yang jauh dari jangkauan ombak karena telur penyu sulit menetas jika terkena air laut. Ratusan telur penyu yang dipendam kemudian dibawa ke tempat penangkaran. Setelah melalui waktu 60-75 hari telur-telur akan menetas dan setelah 2 minggu berlalu, tukik akan dilepaskan di pantai. Pengunjung juga bisa berpartisipasi melepaskan tukik ke pantai. Tukik-tukik itu pada nantinya akan kembali ke Pantai Sukamade untuk menyimpan telurnya. Tapi sayangnya, dari ribuan tukik yang dilepas, mungkin hanya sedikit jumlahnya yang mampu bertahan hingga dewasa dan kembali bertelur di Pantai Sukamade akibat banyak sekali predator alami di lautan maupun diburu oleh manusia. Photos taken from: commons.wikimedia.org, wwf.or.id
...more

10 Tipe Traveller di Dunia, Kamu yang Mana?

TripTrus.Com - Travelling belakang semakin populer terutama di kalangan anak muda. Banyak yang rela menabung demi bisa jalan-jalan dan beristirahat dari rutinitas harian. Kalau kamu hobi travelling, kira-kira kamu masuk ke tipe apa ya? 1. Si Turis Tipe travelling seperti turis ini mungkin paling sering kamu temui di daerah-daerah populer seperti Bali. Turis biasanya memilih akomodasi mewah dan menuntut kenyamanan jadi nggak mungkin tuh menginap di daerah yang susah diakses. Biasanya tipe turis ini juga nggak mau repot mengurus itinerary jadi mereka lebih sering menggunakan jasa pemandu wisata. Kegiatan yang wajib sudah pasti adalah berbelanja.   . 1st Heung women's day 💓 . . #시끄럽 #셔럽 #럽 A post shared by 달지 (@___moonji) onApr 16, 2018 at 9:49am PDT 2. Si Foodie Banyak juga orang yang mengunjungi tempat baru untuk mengeksplorasi makanan-makanan khasnya. Biasanya orang-orang tipe ini memilih tinggal di pusat kota yang menjadi lokasi kuliner atau malah menyepi di tempat orang-orang lokal tinggal demi bisa menycipi makanan otentiknya. 3. Si pelari dari kenyataan Patah hati, stress, bosan dengan rutinitas alasan-alasan ini adalah tipe dari traveller yang tujuannya lari dari kenyataan. Dia memilih pergi atau berlibur hanya untuk mencari ketenangan di tengah kepenatan yang dialami. Jadi orang-orang ini berlibur dengan alasan jenuh, patah hati, atau sedang punya masalah. Tipe pelari dari kenyataan ini biasanya akan mencari tempat yang nyaman untuk menyendiri sekaligus berpesta. [Baca juga : Festival Seni Dan Budaya Pasa Harau 2018 Di Nagari Harau, Limapuluh Kota, Sumatera Barat] 4. Si Nostalgia Banyak anak muda yang memilih untuk melakukan perjalanan karena nostalgia. Biasanya si nostalgia ini akan berpergian bersama teman-teman dekatnya ke satu tempat yang sudah populer. Isi kegiatan mereka biasanya nggak jauh dari agenda senang-senang yang akan membuat mereka bernostalgia pada masa-masa lalu yang menyenangkan. Selain itu si nostalgia ini juga ingin selalu terlihat eksis. 5. Si Anti Mainstream Tipe traveller ini memang punya pemikiran yang beda dan kadang aneh. Kalau semua orang ingin berlibur ke Korea Selatan dia malah akan memilih Korea Utara. Si anti mainstream ini selalu punya keinginan berlibur ke tempat-tempat yang nggak biasa. Menemukan tempat baru yang belum diketahui orang akan menjadi kepuasan batin tersendiri untuk si anti mainstream. 6. Si Backpacker Istilah bacpacker ini mungkin sering banget kamu dengar, istilah ini punya arti orang yang berpergian dengan budgetketat dan mencintai kebebasan. Orang-orang seperti ini sebenarnya punya perencanaan yang sangat matang karena mereka terbatas dengan budget. Si backpacker ini biasanya akan memilih akomodasi termurah dan makanan termurah yang ada di sebuah kota. 7. Si Tukang Pesta Traveller tipe ini hanya senang datang ke sebuah kota atau negara karena ada acara yang menyenangkan. Misalnya saja nonton konser atau menyaksikan sebuah pameran. SI Tukang Pesta ini biasanya nggak akan terlalu lama ketika berpergian karena tujuannya hanya untuk menghadiri sebuah konser atau acara lain. 8. Si Pecinta Kegiatan Ekstrim Kalau kebanyakan orang ke Bali untuk menikmati keindahan pantainya atau berpesta. Si Pecinta Kegiatan Ekstrim ini akan memilih diving atau mendaki Gunung Batur. Liburan yang biasa-biasa saja nggak akan bikin Si Pecinta Kegiatan Ekstri ini puas. 9. Si Penasaran Mungkin paling enak pergi jalan-jalan sama Si Penasaran karena orang dengan tipe travelling seperti ini akan sangat menikmati perjalannya. Bukan hanya itu saja dia akan sangat senang untuk mengeksplorasi semua tempat dengan detail. 10. Si Flashpacker Agak sedikit dengan backpacker yang punya budegt minim, flashpacker ini punya budget yang lebih jadi orang-orang ini akan memilih akomodasi yang nyaman. Orang-orang ini akan sangat menghargai waktu karena ia ingin mendapatkan banyak hal baru dengan waktu dan budget yang dipunya. (Sumber: Artikel shopback.co.id, Foto freepik.com)
...more

Kaya Bangunan Kuno, Gombong Diusulkan Jadi Cagar Budaya

TripTrus.Com - Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen memiliki ratusan buah gedung tua yang megah. Ada yang difungsikan sebagai obyek wisata, rumah tinggal, sekolah maupun kantor pemerintah. Namun sayang baru satu gedung yang sudah diproses untuk menjadi bangunan cagar budaya yaitu SMP Negeri I Gombong. "Padahal ditilik umur dan keunikan arsitekturnya, banyak yang layak jadi cagar budaya seperti rumah nenek pengusaha Martha Tilaar di Jalan SEmpor Lama Gombong yang kini tengah dipugar oleh ahli warisnya," ujar Sekretaris LSM Lembah Luk Ulo Kebumen, Ir Misbah Sukmadi, Selasa (01/10/2013). Berdasarkan kajian LSM Lembah Luk Ulo, sebagian besar gedung-gedung itu berumur diatas 100 tahun seperti Benteng Van der Wijck yang berumur 195 tahun karena berdiri tahun 1818. Di dekat nya, ada ratusan gedung tua yang masih dipertahankan bentuk aslinya dan difungsikan sebagai kompleks Sekolah Calon Tamtama TNI AD, rumah-rumah dinas anggota TNI, Rumah Sakit Umum DKT Gombong dan rumah-rumah pribadi warga masyarakat. Terpisah, Wakil Kepala SMPN I Gombong, Drs Dharmadi, menjelaskan bahwa proses pemberian status cagar budaya bagi gedung SMP Negeri I Gombong sudah dilakukan sejak 2005 lalu. Bahkan, gaung pemberian status cagar budaya sudah didengar oleh sejumlah kolektor barang antik. Diantaranya ada berniat membeli lantainya yang terbuat dari potongan-potongan batu granit hitam buatan Swedia dengan penawaran Rp 1,1 miliar. "Namun tawaran itu kami tolak karena kami ingin mempertahankan keaslian bangunan ini yang dibangun hampir bersamaan dengan Benteng van der Wijck dan RSU DKT Gombong. Saat ini kami tengah menunggu penyerahan Surat Keputusan (SK) tentang status cagar budaya dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala sehingga ada sumber anggaran untuk pemeliharaan gedung ini. Saat ini yang sudah keluar baru SK Juru Kunci Cagar Budaya untuk petugas penjaga sekolah," jelas Dharmadi. (Sumber: Artikel-Foto beritakebumen.info)
...more

Kuliner Ramadan yang Cuma Muncul Pas Puasa, Wajib Lo Cicipin!

TripTrus.Com - Bulan puasa tuh nggak cuma soal ibadah dan ngabuburit doang, tapi juga surga buat para pecinta kuliner! Ada banyak makanan khas yang cuma muncul pas Ramadan, terus mendadak jadi primadona. Dari yang manis, gurih, sampai yang unik banget, semua wajib lo cobain biar momen buka puasanya makin afdol! Siapa tahu ada yang jadi favorit baru buat lo tahun ini. 1. Getuk Kicak – Takjil Manis dari Jogja Kalau lo lagi di Jogja pas Ramadan, jangan lupa cari getuk kicak! Makanan legend ini udah ada sejak tahun 70-an. Bahan dasarnya ketan yang dicampur kelapa parut dan nangka, jadi manisnya tuh legit banget! Biasanya bisa lo temuin di Kampung Kauman yang rame banget pas ngabuburit. 2. Gulai Siput – Makanan Gurih dari Kepulauan Riau       View this post on Instagram A post shared by FB Noor Hafiza Mohamad (@zazathevogue) Unik dan beda! Di Kepulauan Riau, ada gulai siput alias cipuik/langkitang. Ini keong sawah yang dimasak pake bumbu gulai dan daun ubi jalar. Katanya sih bisa balikin tenaga lo abis seharian puasa. Lo bisa nemuin ini di Batam, Tanjung Pinang, dan Karimun. 3. Sate Susu – Jajanan Hits dari Bali Pernah denger sate susu? Ini bukan susu yang lo minum, tapi bagian payudara sapi yang diolah jadi sate! Disajikan bareng sambal plecing yang pedesnya nampol. Selain enak, gizinya juga tinggi, makanya jadi favorit buat buka puasa. Lo bisa nemuin ini di Kampung Jawa, Bali, dan harganya murah, cuma Rp2.000-an per tusuk. 4. Pakkat – Lalapan Anti Mainstream dari Sumut Buat yang suka lalapan, wajib coba pakkat dari Sumatera Utara. Ini pucuk rotan muda yang dibakar dulu sebelum disajikan. Biasanya dimakan bareng lauk pas buka puasa atau sahur. Selain di Ramadan, makanan ini juga sering muncul di acara adat Mandailing dan Tapanuli Selatan. 5. Ketan Bintul – Kuliner Legendaris dari Banten Udah eksis sejak abad ke-16, ketan bintul dulunya makanan favorit Sultan Banten! Ketan ini disajikan bareng serundeng dan biasanya dicocol pake kuah semur. Makin mantap kalau dimakan bareng empal daging. Wah, buka puasa lo bakal berasa jadi bangsawan! [Baca juga : "10 Event Paling Kece Di Karisma Event Nusantara 2025! Lo Wajib Merapat!"] 6. Bongko Kopyor – Jajanan Pesisir dari Gresik Kalau lo lagi di Gresik, wajib cobain bongko kopyor! Isinya nangka, kelapa kopyor, pisang, santan, dan roti tawar. Teksturnya lembut, rasanya manis, dan pastinya nyegerin buat buka puasa. 7. Toge Panyabungan – Minuman Seger dari Sumut Buka puasa harus ada yang seger-seger! Nah, kalau lo di Mandailing Natal, cobain toge panyabungan. Isinya lengkap banget: ketan merah, tape, candil, lupis, santan, dan gula merah. Manisnya pas buat balikin energi lo setelah seharian puasa. 8. Bingke Berendam – Kue Manis dari Pontianak Pontianak punya kue khas Ramadan yang namanya bingke berendam. Bentuknya kaya bunga mekar dengan lapisan gula dan putih telur di atasnya. Varian rasanya juga banyak, ada keju, kentang, sampai durian! 9. Asida – Dodol Versi Maluku Kalau lo pecinta dodol, lo pasti suka asida! Ini makanan khas Maluku yang teksturnya mirip dodol, tapi lebih lembut. Dibuat dari tepung terigu, gula merah, kapulaga, pandan, dan kayu manis. Cocok buat lo yang doyan takjil manis-manis legit. 10. Mi Glosor – Kuliner Ramadan dari Bogor Nggak lengkap kalau ngomongin kuliner Ramadan tanpa mi glosor! Mi khas Bogor ini dibuat dari tepung singkong, makanya teksturnya licin dan gampang ditelen. Biasanya disajikan bareng sambal kacang dan gorengan. Warnanya kuning alami dari kunyit, jadi nggak cuma enak tapi juga sehat! Udah pernah nyobain yang mana? Atau ada makanan khas Ramadan dari daerah lo yang harusnya masuk daftar ini? Gas, kasih tahu di kolom komentar! Siapa tahu bisa jadi referensi buat yang lain.  (Sumber Foto @fitrrafitruu)
...more

Yang Harus Diperhatikan Saat Cari Jodoh Waktu Liburan

TRIPTRUS - Liburan tak sekadar untuk melepas penat atau bersenang-senang. Liburan juga bisa jadi ajang traveler jomblo untuk mencari jodoh. Tapi sebelum 'terjun ke lapangan', berikut beberapa tips yang perlu disimak. Traveling sambil cari jodoh, kenapa tidak? Justru dengan begitu, Anda akan mendapatkan pasangan yang punya 1 hobi yakni traveling. Namun sebelum mencari, setidaknya ada 6 tips yang perlu Anda simak, berikut daftarnya:1. Pastikan Anda berada di tempat yang tepat Sah hukumnya jika Anda mencari jodoh saat sedang jalan-jalan di museum, atau kawasan Kota Tua, atau pinggir pantai. Tapi jangan sampai Anda mencari jodoh di tempat-tempat yang tidak sesuai seperti pura, kuil, atau tempat peribadatan lainnya.2. Kenali traveler yang pergi bareng pasangan Mencari jodoh saat traveling, boleh saja, asal jangan sampai merebut jodoh orang lain. Kenali traveler yang pergi bareng pasangan, entah itu berdua atau bersama rombongan. Jika mereka traveling bersama rombongan, biasanya 2 orang ini akan selalu berdekatan. Lebih baik, Anda cari traveler yang tampak sendirian atau pergi bersama teman-teman yang semuanya pria atau semuanya wanita.3. Kenali kewarganegaraan dan agamaJika Anda menginginkan hubungan serius, kewarganegaraan dan agama tak pelak jadi soal. Oleh karena itu kenali dulu kewarganeagaraannya, biasanya terlihat dari segi fisik. Soal agama, Anda bisa menerka-nerka agama mayoritas di negara tersebut. Jika hal itu tidak memberatkan, Anda boleh melanjutkan ke tahap selanjutnya.4. Ajak ngobrolNah, ini dia bagian terpenting dari cari jodoh saat traveling. Mulailah mendekat dengan mengajaknya ngobrol. Beberapa pertanyaan 'mainstream' tapi efektif adalah dari mana asalnya, berapa lama dia traveling, ke mana akan melanjutkan perjalanan. Usai itu Anda bisa ceritakan agenda traveling Anda sendiri, siapa tahu, ada 1 hari yang kosong untuk Anda mengajaknya pergi bersama.5. Buat itinerary 1 hari bersamaJika responnya positif, ajaklah untuk pergi bersama. Entah hari itu, entah keesokan harinya. Anda dan gebetan bisa menyambangi tempat yang belum kalian datangi sebelumnya. Jika dia punya banyak waktu luang, Anda juga bisa mengajaknya ikut paket tur 1 hari.6. Bertukar nomor ponsel, email, dan media sosialNah, ini dia langkah terakhir yang wajib Anda lakukan. Bertukar nomor ponsel, email, dan media sosial. Ini memudahkan Anda untuk berkomunikasi terutama jika Anda dan gebetan berasal dari 2 negara berbeda. Anda dan si dia juga bisa merencanakan perjalanan ke satu negara lainnya dalam waktu dekat. (Sumber: Artikel travel.detik.com Foto JKTjalanjalan)
...more

Candi Jiwa, Wisata Purbakala di Pesisir Karawang

TripTrus.Com - Selain terkenal dengan sebutan daerah lumbung padi, ternyata Kabupaten Karawang juga kaya akan peninggalan sejarah.Di daerah lumbung padi Jabar ini, telah ditemukan sejumlah candi dan situs purbakala. Seperti, Situs yang ditemukan di kawasan Candi Jiwa, Desa Segaran, Kecamatan Batujaya. Menurut catatan sejarah, Situs purbakala tersebut pertama kali ditemukan oleh peneliti dari Fakultas Sastra Universitas Indonesia pada 1984. Awalnya, mereka melakukan penelitian di Cibuaya. Saat itu, ditemukanlah dua arca yang konon bernama Arca Wishnu. Benda tersebut, kemudian dibawa ke Jakarta untuk diteliti. Dan akhirnya, sampai sekarang di simpan di Museum Jakarta. [Baca juga : Wisata Edukasi Ke Rumah Sejarah Kalijati Di Subang Jawa Barat] Penemuan dua arca itu, kemudian di dengar oleh sejumlah masyarakat Cibuaya. Kemudian, masyarakat tersebut memberitahu kepada para peneliti itu, bahwa di Kampung Sumur RT 11/04, Dusun Sumur Jaya, Desa Segaran banyak ditemukan benda seperti itu. Setelah datang ke Segaran, ternyata di desa itu terdapat banyak gundukan tanah (tanah duwur) yang di tumbuhi rumput dan ilalang. Setahun kemudian, tepatnya 1985 para peneliti dari Fakultas Sastra UI tersebut, kembali lagi ke Segaran. Mereka, langsung melakukan penelitian dan gundukan-gundukan tanah itu pun mulai digali. Proses penggalian memakan waktu sampai 10 tahun. Benar saja, saat penelitian ditemukan situs yang berbentuk batu, dengan luas lokasi 5X5 kilometer persegi. Kemudian, situs tersebut dibersihkan, diukur, digambar, dan di dokumentasikan. Setelah itu, di bawa ke Jakarta untuk di bahas di forum studi kelayakan. Dari penelitian itu menyimpulkan, jika candi tersebut dibangun antara abad 4 sampai 5 Masehi. Bahkan, ada juga ahli sejarah yang menyebutkan candi tersebut se-zaman dengan Kerajaan Tarumanegara. Namun, ada juga yang menyebutkan candi tersebut merupakan peninggalan zaman megalitikum. Dengan bukti, bangunannya merupakan batu berbentuk tegak (menhir) dan terdapat batu besar (dolmen). Komplek percandian tersebut, berdasarkan topografi berada di dua desa dan kecamatan. Yaitu, sebagian masuk ke wilayah Desa Segaran Kecamatan Batujaya, dan sebagian lagi masuk ke Desa Telagajaya Kecamatan Pakisjaya. Namun, masyarakat umum lebih mengenalnya komplek percandian Batujaya. Lokasi tersebut, terletak pada koordinat 107:08:14,08-107:09:04,91 Bujur Timur, dan 06:05:21,86-06:06:30,31 Lintang Selatan. Candi tersebut, merupakan peninggalan ajaran Budha. Karena, di situs tersebut pada bagian atas kaki candi, terdapat susunan bata melingkar bentuknya membulat. Bentuk tersebut, diduga sebagai sisa susunan stupa. Pada tahun 2005, pemerintah pusat melalui pejabat yang terkait, mendatangi lokasi penggalian situs bersejarah itu. Setahun kemudian, baru diadakan pemugaran sampai sekarang ini. Saat ini, sudah terlihat empat titik candi.   Bangga jadi orang karawang punya banyak sejarah didalamnya, eh ngomong ngomong aing kan orang Pebayuran bekasi😂keun lah karawang oge indonesia sarua wae indonesia, pokokna mah bangga jadi orang indonesia. . . . #explorekarawang #candibelandongan #candijiwa #sejarahindonesia #wonderfulindonesia #pesonaindonesia A post shared by Pratama Rizki (@rizki_pratama1996) onApr 5, 2018 at 5:57am PDT Di antaranya, Candi Blandongan, Jiwa, Serut dan Pendopo. Ukuran Candi Blandongan, paling besar yakni 25X25 meter. Kemudian disusul Candi Jiwa, dengan ukuran 19X19 meter, Candi Serut diperkirakan ukurannya 12X12 meter, dan Candi Pendopo luasnya 5X6 meter. Muralih (34), salah seorang juru pelihara BPCB Komplek Situs Candi Jiwa, mengatakan, sampai saat ini sudah ditemukan 40 situs candi. Namun, yang sudah dilakukan pemugaran baru empat candi. Sisanya, belum dilakukan pemugaran. Muralih menjelaskan, sejumlah situs purbakala ini memiliki luas sekitar 500 hektare. Situs ini, berada di area persawahan milik warga setempat. Adapun candi yang sudah dipugar, masing-masing, Candi Serut, Blandongan, Jiwa dan Telagajaya 8. “Dari empat situs yang telah dipugar itu, yang terluas yaitu Candi Blandongan. Untuk luas candinya saja mencapai 18 meter persegi. Akan tetapi, luas sama halamannya mencapai 1,5 hektare,”terang dia. Sedangkan, sambung dia, Candi Serut secara keseluruhan luasanya sekitar 7.000 meter. Kemudian, Candi Jiwa luasnya sekitar 2.000 meter. Sedangkan Candi Telagajaya 8, luasannya sekitar 5.000 meter. Sementara itu, Nasri (50), pengelola museum Batujaya mengatakan, situs candi yang ada di wilayahnya menjadi salah satu destinasi wisata. Baik wisatawan lokal ataupun luar kota. Mayoritas, wisatawan yang berkunjung masih status pelajar dan mahasiswa. Selain situs, juga ada museumnya.   Candi Blandongan, masih satu area dengan candi batu jiwa Karawang. Tunggu kisahnya bersama Doel suka kelayaban. #karawang #candijiwa #candiblandongan #batujaya #sukakelayaban #candi #temple A post shared by Nanang al batawie (@nanang_albatawie) onFeb 12, 2018 at 12:46am PST “Setiap bulannya, lebih dari seribuan orang wisatawan yang datang ke museum. Tapi, yang mengunjungi situs sepertinya lebih dari seribu orang. Untuk masuknya, wisatawan hanya bayar se-ikhlasnya,” ujarnya. (Sumber: Artikel inilahkoran.com, Foto vakansinesia.com)
...more

Kerinci, Atap Sumatera Yang Menantang

Mau menaklukkan tantangan Gunung Kerinci, gunung tertinggi di Sumatera? Ikuti trip di: http://triptr.us/Bo TRIPTRUS - Jika Gunung Himalaya punya julukan sebagai "Atap Dunia," maka Gunung Kerinci di Indonesia punya julukan sebagai "Atap Pulau Sumatera." Dengan ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut (mdpl), wajar jika Kerinci dinobatkan sebagai penyangga langit Sumatera.Para pendaki gunung nusantara pun menjadikan ini salah satu gunung yang harus dikunjungi. Gunung yang juga dikenal dengan nama Gunung Gadang, Berapi Kurinci, Korinci, atau Puncak Indrapura adalah gunung tertinggi di Sumatera sekaligus gunung api tertinggi di Indonesia. Kerinci terletak di Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Jambi, masuk pada jajaran pegunungan Bukit Barisan, dan lokasinya sekitar 130 km sebelah selatan Kota Padang. Dari kaki gunung ini, hamparan hutan lebat terlihat hijau menutupi wajah asli Kerinci. Hutan di Gunung Kerinci juga merupakan habitat bagi berbagai spesies seperti gajah sumatera, harimau sumatera, macan tutul, tapir, kuskus, serta berbagai primata seperti siamang dan monyet ekor panjang dan ratusan jenis burung. Jalur pendakian Gunung Kerinci bisa dibilang lengkap - yang menyebabkan gunung ini jadi favorit bagi pecinta alam dan pendaki dari Indonesia dan luar negeri - mulai dari jalur beraspal, jalur sungai, jalur dengan bebatuan cadas, pasir, rumput dan pepohonan, hingga jalur menanjak dengan kemiringan 60 derajat. Untuk mendaki Gunung Kerinci, ada baiknya memulai dari Pos Kersik Tuo, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi. Sebelumnya, para pendaki harus melapor dulu ke Taman Nasional Kerinci Seblat di Sungai Penuh. Dengan menempuh dua-tiga hari melalui medan yang relatif berat, para pendaki dapat mencapai puncak Gunung Kerinci. Ada baiknya para pendaki menggunakan pemandu yang berpengalaman, mengingat kawasan Gunung ini penuh dengan jalur yang bisa dengan mudah membuat pendaki pemula jadi tersasar. Sebelum mencapai Puncak Kerinci, ada banyak kawasan wisata yang bisa dikunjungi. Misalnya Goa Kasah yang menjadi habitat kelelawar dan dahulunya merupakan tempat tinggal manusia purba. Ada juga Batu Berukir serta berbagai bentukan batu lain di Desa Muak dan sekitarnya, yang jaraknya sekitar 23 km dari kota Sungai Penuh. Buat yang ingin cross country, di Desa Koto Tebu Tinggi ada air terjun tujuh tingkat yang menantang untuk ditelusuri sampai ke tingkat paling atas. Belum lagi Danau Kerinci, di kaki Gunung Kerinci, yang merupakan obyek wisata yang cukup populer dikunjungi wisatawan lokal. Satu lagi yang tidak bisa dilewatkan jika naik ke Kerinci, yaitu Danau Gunung Tujuh. Danau tertinggi di Asia Tenggara ini berada pada ketinggia 1.996 mdpl dan dikelilingi tujuh gunung yang termasuk dalam jajaran Bukit Barisan. Tapi tentu saja, pemandangan terindah bisa dilihat saat mencapai puncak Gunung Kerinci di ketinggian 3.805 mdpl. Dari puncaknya dapat terlihat pemandangan kota Jambi, Padang, dan Bengkulu. Samudera Hindia juga dapat terlihat jelas dari puncak Gunung Kerinci.   Photos courtesy of: rantinghijau.wordpress.com, Wikipedia
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...