Tebing-tebing cadas setinggi 100 hingga 500 meter itu berdiri tegak laksana benteng pelindung bagi warga yang tinggal di sekitarnya. Warnanya coklat kemerahan dengan sejumlah tumbuhan menggantung di beberapa bagian tebing. Di antara tebing-tebing yang berdiri kokoh itu terdapat celah berupa daratan dengan hamparan sawah menghijau. Warna hijau padi ibarat permadani di tengah bentangan batu-batu cadas yang menjulang menantang langit. Inilah Lembah Harau, satu tempat eksotik untuk menikmati panorama alam di Kabupaten 50 Kota. Apalagi dasar lembah ini juga dihuni sejumlah jenis binatang dan burung liar yang menambah suasana alami. Saya tidak takjub begitu megah karunia Tuhan untuk daerah ini.
Berada di Taman Wisata Lembah Harau, saya serasa terkepung oleh benteng alam yang kokoh. Apalagi jika berada di dasar lembah tidak lama setelah hujan turun. Pelangi yang diyakini banyak orang sebagai selendang bidadari akan melintas membentung satu garis melengkung di sekitar lembah. Suasana ini makin menakjubkan jika kita berada di sekitar air terjun yang banyak terdapat di lembah ini. Paling tidak ada sekitar lima air terjun yang menarik untuk dikunjungi sebagai bagian dari cara menikmati Lembah Harau. Dari cerita yang beredar di tengah penduduk, serombongan bidadari berbusana putih pernah turun ke Air Terjun Sarasah Bunta di tahun 2008.
Selain Sarasah Bunta, air terjun lain yang cukup terkenal adalah Akar Berayun, Sarasah Murai, dan Air Terjun Sarasa Luluh. Kita bisa memilih mana yang kita suka untuk dinikmati. Air Terjun Aka Berayun terletak di kawasan Aka Barayun yang cocok untuk wisata keluarga. Di sini sudah tersedia kolam renang dan bagian tebing-tebingnya menarik untuk olahraga panjat tebing. Empat air terjun lain yang berada di kawasan Sarasah Bunta juga tidak kalah menarik untuk didatangi. Kawasan ini paling dikenal memiliki nilai historis dan hal-hal yang penuh mitos. Tidak sedikit yang meyakini masing-masing air terjun memiliki khasiat. Bila anda ingin membaca lebih detail tentang artikel ini silahkan klik website dibawah ini.
Sumber: AMBOYINDONESIA pasaharau.com/lembah-harau-tempat-bidadari-turun-ke-bumi Foto:http://pasaharau.com
...moreTripTrus.Com - Sepanjang wilayah Pantai Utara Timur dari Demak-Kudus hingga ke Jawa Timur dikenal sebagai daerah-daerah persinggahan para Walisongo untuk menyebarkan agama Islam. Tak heran, jika budaya dan sisa-sisa peninggalan sejarah Islam masih melekat di daerah tersebut.
Seperti di Kota Kudus, terdapat makam Sunan Muria dan Sunan Kudus, sebagai penyebar agama Islam yang sampai sekarang makamnya banyak dikunjungi peziarah. Dengan kehadiran dua tokoh tersebut, banyak meninggalkan kisah dan artefak kebudayaan Islam yang masih dapat dijumpai di sejumlah tempat. Salah satunya peninggalan masjid-masjid yang memiliki sejarah panjang. Berikut 5 masjid tua bersejarah di Kudus yang bisa menjadi pengingat dan bahan pelajaran generasi saat ini.
1. Masjid At Taqwa Sunan Kedu
Pada tahun 1576 M Sunan Kedu sudah berada di Kudus dan sangat gigih menyebarkan syiar Islam dan pemerintahan mengingat pada saat itu Sunan Kedu dipercaya Kesultanan Demak menjadi Tumenggung/Wedono. Tahun 1599 M, Sunan Kedu mendirikan Masjid At–Taqwa bertepatan dengan hari Jumat Pahing dengan dibantu para santri dan juga Kanjeng Sunan Kudus selama 3 minggu. Dilengkapi batu alam yang dikenal ” Watu Kenong ” khusus bermunajat dan berdoa khusus Syeih Abdul Basir. Saat ini batu tersebut berada di belakang masjid. Sebagai tempat ibadah tempat itu juga dilengkapi sumber mata air kehidupan dan sebagai tempat berwudhlu yang dinamakan “Mbelik Sumber Joyo” atau menurut masyarakat sekitar disebut Mbelik Pundung. Keberadaan Sunan Kedu akhirnya beliau wafat pada tahun 1612 M dan dimakamkan di area masjid yang terletak di sebelah Barat. Lalu di sebelah Barat dari makam beliau adalah makan Siti Nadhiroh dan Dewi Maryam yang merupakan putri beliau.
2. Masjid Sunan Muria
View this post on Instagram
A post shared by KUDUS JOURNEY🇮🇩 (@kudusjourney) onOct 31, 2019 at 10:43pm PDT
Tidak banyak sumber yang menjelaskan tentang kapan Sunan Muria yang bernama asli Raden Umar Said ini lahir dan membangun masjidnya tersebut, karena di antara para Walisongo. Sunan Muria adalah wali yang paling sedikit penjelesan biografinya dalam catatan sejarah. Masjid ini diperkirakan dibangun pada masa hidup Sunan Muria yaitu sekira abad ke-15 hingga 16 M. Masjid menjadi simbol dakwah Sunan Muria di lereng Gunung Muria, dalam mendakwahkan Islam kepada masyarakat sekitar yang pada waktu itu banyak yang memeluk Hindu dan Budha. Pemilihan Gunung Muria sendiri disebut sebagai salah satu bagian dari identitas dan sifat Sunan Muria, yang tidak suka dengan popularitas, sehingga beliau memilih berdakwah di lereng Gunung Muria. Masjid yang menjadi salah satu situs penting sejarah Islam di Indonesia ini, berada di ketinggian 1.600 meter. Masjid ini telah dipugar beberapa kali, sehingga sudah tidak terlihat sebagai bangunan tua dan asli. Hanya beberapa bagian saja yang masih nampak asli sampai sekarang.
3. Masjid Wali Jepang (Al Makmur)
View this post on Instagram
A post shared by edy kurniawan (@idiwaekey) onJul 8, 2016 at 5:15pm PDT
Dahulu Desa Jepang adalah sebuah rawa yang besar, di rawa itu Aryo Penangsang sering menambatkan perahunya, setelah menempuh perjalanan dari Kadipaten Jipang (sekarang wilayah Kabupaten Blora) untuk menuju Pondok Pesantren Sunan Kudus untuk menimba ilmu agama. Sunan Kudus yang mengetahui kebiasaan dari muridnya tersebut, membuat Sunan Kudus iba dan kemudian mendirikan sebuah Masjid di lokasi itu, sebagai tempat ibadah dan istirahat sang murid. Proses pembangunan Masjid yang dilakukan Sunan Kudus, akhirnya dilanjutkan oleh Aryo Penagsang sekitar abada ke-16 M. Selanjutnya, Masjid yang dikerjakan guru dan murid itu diberi nama Masjid Wali karena memiliki Soko Papat (terbuat dari kayu utuh) seperti masjid-masjid yang dibangun oleh para wali. Selain itu, masjid Wali Al Makmur ini memiliki gapura seperti Masjid Menara Kudus. Berdasarkan prasasti yang ada, pemberian imbuhan nama Al Makmur oleh seorang Ulama dari Desa Karangmalang, yang benama Sayyid Dloro Ali pada tahun 1917 M.
[Baca juga : "5 Masjid Tertua Dan Bersejarah Di Kudus - Part 1"]
4. Masjid Jami' Manarul Huda
Masjid Jami’ Manarul Huda adalah masjid tertua yang berdiri di Dukuh Baran-Kiringan Desa Samirejo Dawe. Sebuah warisan nenek moyang yang dibangun pada masa hidup Mbah Kyai Abdullah ‘Asyiq bin Abdussyakur atau lebih akrab masyarakat menyebutnya dengan julukan ‘Mbah Kyai Udan Panas’. Beliau diyakini sebagai orang pertama yang singgah di Desa Baran, pada waktu itu Beliua 'babat alas' tak kenal lelah walau saat teriknya panas matahari dan hujan sekalipun Beliau tetap tegar demi misinya menyebarkan agama islam diwilayah tersebut. Masjid Manarul Huda sendiri mempunyai icon menara yang khas tampak seperti bangunan kuno menyerupai menara pada Masjid Menara Kudus. Masjid ini berkali-kali mengalami pemugaran,dimana renovasi terahir dilakukan pada tahun 1993-1994 yang dicanangkan oleh KH. A. Musa Maulani MA dan diresmikan pada tahun 1995. Masjid ini mempunyai management yang cukup solid dan mengalami kemajuan pesat di era moderen ini.
5. Masjid Baitul Azis Hadiwarno
Desa Hadiwarno memiliki cagar budaya berupa masjid peninggalan Walisongo yaitu Masjid Baitul Aziz. Kebaradaan Masjid ini menjadi bukti akan perjalan dakwah Walisongo dalam mensyiarkan agama Islam di tanah Jawa. Masjid tersebut dibangun pada abad ke-16 M zaman wali, terbuat dari batu bata merah kuno dengan luas bangunannya yaitu 150m persegi. Masjid ini termasuk peninggalan masa sunan Kudus ketika beliau sedang berada di Kudus. Pada masjid ini terdapat Gapuro Padurekso dengan panjang 3 m, lebar 176 cm, dan tinggi 270 cm. Ditengah gapuro terdapat pintu jati dan bagian atas pintu terukir Tri Sula Naga, Tri Sula Naga merupakan bahasa Sansekerta, dimana Tri berarti tiga, Sula berarti enam dan Naga berarti delapan atau secara keseluruhan diartikan sebagai tahun 836 Hijriah dalam kalender Islam. Gaya bangunan Padurekso merupakan campuran dari dua kebudayaan yaitu antara Hindu dan Islam. Arsitekturnya seperti Masjid Agung Demak, dimana tiap penyangga terdiri dari 4 soko dilandasi dengan umpak batu. (Sumber: Artikel isknews.com, alif.id, irmamadagroup.wordpress.com, hadiwarnokudus.blogspot.com Foto betanews.id)
...moreTripTrus.Com - Makam adalah tempat peristirahatan terakhir bagi manusia yang telah mengakhiri pengabdiannya di dunia ini. Semua orang pasti akan dimakamkan diakhir hayatnya. Di Indonesia, banyak makam yang diperuntukan untuk mengenang jasa para pahlawan. Tapi tahukah kamu jika di Indonesia terdapat makam Belanda?
Ereveld. Makam ini dibuat pada tahun 1946. Walaupun makam ini merupakan makam yang dibuat oleh bangsa Belanda, namun jenazah yang dikuburkan di makam ini merupakan korban perang saat zaman Perang Dunia II, baik warga sipil, tentara Belanda, maupun para pejuang Indonesia yang dimana 70 persennya adalah warga sipil.
"Selain untuk menghormati para korban perang. Makam ini diciptakan untuk memberitahukan generasi muda bahwa perang hanya akan menyebabkan banyak korban. Inilah dampak dari perang, maka dari itu hindari perang dengan cara yang diplomatis."
Di Indonesia, terdapat 7 makam belanda. Berikut 7 Makam Ereveld di Indonesia.
1. Ereveld Kembang Kuning, Surabaya
Ratusan perempuan dan anak-anak dengan hati was - was, tergesa meninggalkan ruang - ruang penahanan, naik ke atas truk yang menjemput mereka di pelataran Kamp Darmo, Surabaya. Truk - truk yang mereka tumpangi berkonvoi dikawal pasukan Inggris yang empat hari sebelumnya mendarat di Surabaya. Hari itu, 29 Oktober 1945, saat matahari baru merangkak dari peraduan, Surabaya memanas. Konvoi truk yang membawa perempuan dan anak - anak terjebak di tengah daerah pertempuran. Mereka, tak luput menjadi sasaran amuk Laskar Rakyat. Lega sesaat yang baru saja dinikmati, diganti lega menuju keabadian. Patok - patok putih ini, membuat mata memanas dan basah pada satu siang di pertengahan Juli 2015 lalu. Mereka, 8 (delapan) bersaudara, 4 di antaranya kembar, anak - anak dari satu keluarga Belanda yang menjadi korban pada pertempuran Surabaya 27 - 29 Oktober 1945 lalu. #jejaksunyi #TukangKuburan #tooyoungtodie #gonetoosoon #worldwar2 #ww2 #pertempuransurabaya #thebattleofsurabaya #history #story #travelgram #silent #photogram #kembangkuning #ereveldkembangkuning #graveyard #surabaya #1945
A post shared by Olive Bendon (@olive_ssb) onOct 28, 2016 at 10:50am PDT
Pemakaman ini berada di sekitar kawasan Makam Kembang Kuning. Kompleks pemakaman ini telah ada sejak zaman kolonial Belanda tahun 1917. Kompleks makam ini sebelumnya hanya diperuntukkan untuk warga negara Belanda , termasuk Eropa. Keberadaannya masih difungsikan sampai saat ini dan kemudian berkembang menjadi makam bagi pemeluk agama Kristen, Katolik, dan Tionghoa dengan pagar sebagai pembatasnya. Tidak semua orang dapat memasuki kawasan ini tanpa izin dari konsulat Belanda. Hanya pada hari dan kegiatan tertentu saja makam ini dibuka untuk umum.
2. Ereveld Leuwigajah, Cimahi
Cimahi, Mei 2016 Ereveld Leuwigajah Cimahi. Orang-orang yg dimakamkan di sini tidak hanya yg beragama Kristen Protestan & Katholik saja, ada juga beberapa makam orang yg beragama Islam di taman pemakaman kehormatan ini (perhatikan bentuk nisannya!). Mereka yg dimakamkan di sini adalah mantan serdadu KNIL, serdadu KL (AD Kerajaan Belanda), pegawai Pemerintah Hindia-Belanda atau orang sipil yg punya jasa kepada Pemerintah Hindia-Belanda. . . . #dutchgraveyard #ereveldleuwigajah #indonesianhistory #repost
A post shared by Herdis Kusmawardhana Saiman (@herdis_k_saiman) onApr 12, 2017 at 5:48pm PDT
Ereveld Leuwigajah merupakan salah satu taman pemakaman Belanda yang berada di daerah Cimahi. Menurut beberapa sumber menyatakan bahwa di tempat wisata Leuwigajah ini setidaknya ada 5.200 jasad yang dimakamkan di tempat ini, dan masih ada sekitar 25.000 jasad yang dimakamkan di Ereveld lainnya. Memang jumlah yang cukup fantastis dan tentu anda dapat membayangkan luas tanah untuk taman pemakaman ini.
Ketika anda masuk ke taman ini, anda dapat melihat sebuah monumen serta prasasti yang bertuliskan “ter eerbiedige nagedachtenis aan de vele ongenoemoen die hun leven offerden en niet rusten op deerevelden” di mana tulisan ini memiliki makna tersendiri. Jika diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, arti dari tulisan tersebut adalah“untuk mengenang dengan hormat mereka yang tak disebut tetapi telah mengorbankan dirinya dan tidak bisa beristirahat di taman-taman kehormatan”. Melihat arti dari tulisan ini tersirat bahwa Ereveld yang dibangun tersebut menjadi tempat yang layak bagi para pahlawan yang mungkin tidak mendapat tempat di tempat pemakaman pahlawan.
3. Ereveld Kalibanteng, Semarang
Hier zagen we je zitten. Op een bankje, in de schaduw van een boom, een sigaret in je ene en een kopje koffie in je andere hand. Vandaag ben je voor altijd hier, in jouw geliefde Semarang. Lieve papa, je bent eindelijk weer thuis. #semarang #ereveldkalibanteng #java
A post shared by Angélique Heijligers (@angelique_heijligers) onApr 28, 2017 at 1:28am PDT
Ereveld Kalibanteng berdiri pada April 1949 sebagai Pemakaman Perang Belanda, Ereveld ini memiliki desain berbentuk segitiga dengan dipagari pepohonan dan kanal kecil. Komplek ereveld yang dalam bahasa Indonesia berarti Taman Kehormatan, sengaja dibangun Yayasan Oorlogsgravenstichting atau yayasan kuburan perang agar warga sipil Belanda maupun pasukan negara kincir angin yang berada di Indonesia pada saat perang dulu supaya mereka dapat beristirahat dengan kehormatan.Karena keindahan yang dimiliki oleh ereveld kalibanteng ini, kompleks pemakaman yang biasanya terkesan angker dapat hilang, bahkan kesan indah dan sebaliknya kendati berupa komplek pemakaman, Ereveld Kalibanteng sangat enak dipandang dan sangat menyejukkan
4. Ereveld Candi, Semarang
Ereveld atau Makam Kehormatan Belanda adalah pemakaman para korban perang di Hidia Belanda. Di Indonesia khususnya di pulau Jawa ada 7 Ereveld yaitu Ereveld Menteng Pulo, Ancol(keduanya ada di Jakarta),Ereveld Pandu (Bandung), Ereveld Leuwigajah (Cimahi), Ereveld Kembang Kuning (Surabaya), Ereveld Kalibanteng & Candi (Semarang). Dari ketujuhnya terbaring lebih dari 25.000 korban dari kalangan militer maupun sipil tapi khusus Ereveld Candi yang sempat saya kunjungi ini mereka yang dimakamkam adalah yang berasal dari kalangan militer. Tidak hanya yang beragama Kristen tapi disini juga dimakamkan mereka yang beragama Islam, Budha dan Yahudi bedanya adalah dari bentuk nisannya yang tidak berbentuk salib. Yang terlihat paling atas adalah monumen pusat yang berbentuk salib putih. . . . #ereveldcandi #semarang #jawatengah #makamkehormatan
A post shared by Eufrasia Efita DN (@efitadyn) onApr 15, 2017 at 8:15pm PDT
Taman Makam Kehormatan Belanda atau Ereveld yang terletak di kawasan Candi. Pada bulan Maret 1947, pemakaman Ereveld Candi ini diberi nama Ereveld Tillman.Pemerintah Indonesia merubah nama tersebut menjadi Ereveld Tjandi pada tahun 1967. Diberi nama Tjandi karena letak pemakaman ini ada di daerah Candi-Semarang, di Jalan Taman Jenderal Soedirman. Ereveld Candi merupakan salah satu dari dua Ereveld yang berada di Semarang, yaitu Ereveld Kalibanteng.Di Ereveld ini, tentara-tentara KNIL (Koninklijk Nederlandsche Indische Leger) dimakamkan karena gugur pada pertempuran Perang Dunia II di Jawa. Mereka yang meninggal di Luar Jawa, seperti Palembang dimakamkan kembali di Ereveld Candi pada tahun 1967.Sedangkan tahun 1968, dilaksanakam Pemakaman kembali tentara KNIL yang sudah dimakamkan di Makassar. Kurang lebih ada 1.100 jenazah yang dimakamkan di Ereveld Candi.
5. Ereveld Pandu, Bandung
Visiting the grave of our Great Grandfather, F.J. Wijshijer
A post shared by EstherWO2R (@ewstarva) onJul 1, 2015 at 1:52pm PDT
Ereveld di Pandu merupakan satu dari dua kompleks sejenis di Bandung (satu lagi di Cimahi) atau dari tujuh yang ada di Indonesia (antara lain di Semarang dan Surabaya). Tadinya makam-makam di dalam kompleks ini tersebar di banyak tempat namun kemudian dikumpulkan di tempat-tempat tertentu agar pengaturannya mudah.
Terdapat 4.000 makam di Ereveld ini. Sebagian besar adalah tokoh militer dan korban perang yang meninggal di kamp konsentrasi Jepang hingga saat kejatuhan Jepang pada tahun 1945. Di titik tertinggi pada Ereveld ini berkibar bendera dan di bagian bawah bendera tersebut tertera nama-nama orang yang telah terbunuh. Di sini berdiri 2 monumen, satu untuk penduduk sipil yang dimakamkan tanpa ketahuan namanya, dan satu lagi untuk prajurit yang dimakamkan tanpa ketahuan namanya.Wolff Schoemaker, arsitek Belanda yang merancang desain sejumlah bangunan terkenal di Kota Bandung, dimakamkan di Ereveld Pandu.
6. Ereveld Menteng Pulo, Jakarta
Ini bukan di Eropa. Tapi di Jakarta. Ereveld Menteng pulo merupakan pemakaman yang dikhususkan untuk perwira militer Belanda selama perang kemerdekaan Indonesia. Terdapat 4.300 makam warga negara Belanda didalam komplek ereveld ini. Didalam komplek pemakaman, terdapat sebuah gereja yang bernama gereja Simultan (Simultaankerk) yang unik secara arsitektur. Bangunannya memiliki ciri gereja dan mesjid dengan lonceng, kubah dan minaret. Ada pula simbol 4 agama, yaitu bulan bintang-Islam, Salib-kristen, Yin yan Tao dan bintang Daud untuk Yahudi sebagai lambang-lambang agama besar yang dianut oleh mereka yang dikubur didalam kompleks. Taken by: @yusufahmadmaulana #ereveldmentengpulo #wisatasejarah #jakarta #mentengpulocemetry #simultaankerk #indohistoria #heritagebuilding #myheritagetrip
A post shared by Erna Sunariyah (@ernasunariyah) onMay 1, 2017 at 8:46am PDT
Kompleks ini mulai dibangun tahun 1947 hingga 1949. Pemerintah Indonesia menghibahkan lokasi ini kepada Pemerintah Belanda untuk menampung jasad korban perang dari masa pendudukan Jepang hingga tahun 1949. Di bulan Desember 1949, Belanda akhirnya mengakui kemerdekaan Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar. Mereka yang dikuburkan di sini adalah pria, wanita dan anak-anak dari kalangan sipil maupun militer.Kompleks pemakaman ini berada di bawah naungan Kedutaan Besar Belanda. Ada beberapa peraturan yang melingkupi tempat ini. OGS atau Oorloch Gravenstichting (Yayasan Makam Kehormatan Belanda) menjaga tempat ini sesuai fungsinya dan menolak penggunaan makam untuk alasan yang menurut mereka kurang penting, misalnya sebagai lokasi pemotretan komersial. Namun mereka membuka pintu sebesar-besarnya bagi pengunjung yang punya minat terhadap sejarah dan arsitektur.
7. Ereveld Ancol, Jakarta
#latepost✌ #ereveld #ereveldancol #tripmuseum #klubsejarahdanmuseum #SEMU #backpackerjakarta #bpj
A post shared by Ammy_14 (@shukushy) onSep 30, 2016 at 1:51am PDT
Di Ereveld Ancol ini bukan hanya pejuang-pejuang Belanda yang dimakamkan tapi pejuang-pejuang Indonesia yang pada waktu itu berjuang turut juga dimakamkan disini, satu lagi, bukan yang beragama Kristiten saja tapi yang beragama Muslim juga ada disini. Ini terlihat dari bentuk nisan-nisan mereka. Untuk yang beragama Christian berbentuk Salib dan untuk yang beragama Muslim berbentuk Kubah (layaknya Kubah Mesjid). Wilayah dan tempat perjuangan mereka sampai wafat juga tertulis di nisan-nisan, seperti pejuang-pejuang yang wafat di Berastagi-Medan, Banjarmasin, Lembang, Sanggau Ledo, Brojonegoro, Ancol, Pontianak dan masih banyak lagi.
Itulah 7 Makam Ereveld di Indonesia! Semoga dengan adanya makam-makam tersebut dapat membuat orang mengerti tentang kejamnya perang dan menghidari perang dengan cara diplomatis. (Sumber: Artikel serupedia.com, Foto Amieykha)
...moreTripTrus.Com - Buat lo yang doyan keluyuran, Surabaya bulan ini bener-bener rame kayak pasar malam. Acara dari ujung ke ujung kota ada semua—dari festival, konser, sampe lomba lari juga ada. Pokoknya kalau lo stay di Surabaya atau sekadar mampir, kudu banget catet tanggal-tanggal penting ini. Jangan sampe lo cuma rebahan di hotel, rugi banget sih. Event-nya nggak cuma buat yang tua doang, yang muda, anak gaul, sampe emak-emak juga bisa ikutan. Lo bakal nemu yang seru, lucu, bahkan yang edukatif juga ada. Jadi siapin kalender lo, siapin outfit kece, dan siapin tenaga buat muter-muter kota!
1–31 Mei: Surabaya Shopping Festival – Surga Para Dompet Hunter!
Siap-siap, ini bukan belanja biasa coy, ini mah marathon belanja sebulan penuh! Dari mall elit sampe pusat grosir, semua diskonan tumpah ruah. Lo bisa dapet gadget, baju, sampe makanan dengan harga sadis. Buat lo yang suka ngerusak dompet sendiri (atau dompet gebetan, ups!), bulan ini waktunya balas dendam. Yang penting jangan sampe kartu ATM lo nangis.
4 Mei: Medic Air Run FK Unair – Lari Dapet Keringat & Jodoh?
Bukan cuma olahraga, ini tuh ajang cari jodoh juga bisa! Ada rute 5K, 10K, sampe Half Marathon. Start-nya di FK Unair, finish-nya? Bisa aja di hati dia. Sambil lari, sambil cuci mata, siapa tau nemu partner sefrekuensi. Abis finish, bisa healing dikit sambil stretching bareng stranger yang mendadak akrab.
6–10 Mei: Munaslub Apeksi VII – Pejabat Kumpul, Lo Bisa Numpang Narsis!
Oke, ini agak seriusan. Tapi serius bukan berarti boring. Di sini semua kepala daerah ngumpul buat bahas masa depan kota-kota di Indo. Lo dateng aja, siapa tau bisa selfie bareng walikota atau minimal numpang eksis di story temen.
8–10 Mei: Festival Kuliner Legendaris + Indonesia City Expo – Makan Enak, Liat Pembangunan!
Gaspol buat para perut lapar dan mata penasaran. Lo bisa nikmatin makanan khas Surabaya dari yang klasik sampe yang jarang ada. Rawon? Ada. Rujak cingur? Wajib. Plus sambil ngintip-ngintip perkembangan kota-kota di expo, siapa tau dapet ide buka bisnis di kampung lo.
9 Mei: Karnaval Budaya Apeksi – Tontonan yang Bikin Merinding Keren!
Lo suka budaya dan warna-warni? Wajib mampir ke parade ini. Kostum nyentrik, tarian daerah dari Sabang sampe Merauke, semuanya numplek jadi satu. Berasa nonton pembukaan Asian Games versi lokal, tapi vibes-nya tetep gokil.
9–11 Mei: Event Bertubi-tubi! – Dari Nikah, Komunitas, Sampai Healing Bareng Keluarga!
Weekend lo nggak bakal nganggur. Lo bisa ke Wedding Fair (buat yang baper atau nyari vendor), mampir ke Creative Community Days (buat cari inspirasi), atau ngajak bocil-bocil ke Dream Lake Graha Natura. Pilih aja sesuai mood lo, semuanya fun abis!
14 Mei: Cross Musea – Gabut Pintar di Museum Dr. Soetomo!
Lo yang ngerasa otaknya perlu di-charge budaya, cocok banget kesini. Museum dari berbagai daerah gabung jadi satu. Koleksi-koleksi sejarah, seni, sampe artefak unik bisa lo nikmatin sambil sok-sokan jadi anak artsy buat konten IG lo.
17–18 Mei: Festival Rujak Uleg + Lomba Perahu Layar – Tradisi & Kuliner dalam Sekali Gas!
Bayangin lo uleg rujak rame-rame sambil ketawa bareng stranger, terus lanjut nonton lomba perahu layar tradisional. Ini vibes-nya beneran Suroboyoan banget. Lo bakal ngerasain sensasi jadi bagian dari budaya asli kota ini.
21–23 Mei: Hospital Expo’25 – Medis, Tapi Tetep Estetik!
Buat lo yang ada di dunia medis, atau sekadar pengen liat alat-alat kesehatan canggih, ini ajang wajib. Lokasinya di Grand City Mall & Convex, jadi habis liat alat CT Scan, bisa langsung hunting kopi cantik buat istirahat otak.
24 Mei: Festival Musik Surabaya Hebat – Musik Lokal, Joget Total!
Musisi lokal naik panggung, lo tinggal dateng bawa badan dan mood asik. Dari genre akustik sampe beat kenceng, lo bisa party ringan tapi hati senang. Sambil joget, sambil dukung musisi lokal yang makin keren.
25 Mei: Surabaya Vaganza – Parade Kece di Jalanan Kota!
Tugu Pahlawan sampe Balai Pemuda jadi runway buat parade budaya dan kendaraan hias yang epic. Ini semacam fashion show tapi versi budaya Indonesia. Lo yang suka konten, siapin HP dan tripod lo, feed Instagram lo bakal naik level.
28 Mei – 1 Juni: Surabaya Pestapora – Anak Senja Merapat!
View this post on Instagram
A post shared by Surabaya Pestapora (@surabayapestapora)
Di THP Kenjeran, lo bakal nemuin vibes festival anak indie: musik chill, instalasi seni, dan crowd yang estetik. Dateng bareng temen, gebetan, atau sendiri juga oke—yang penting feel-nya dapet banget.
31 Mei: Penutup Spektakuler – Tiga Event, Satu Tanggal, Nggak Bisa Gak Dateng!
Di tanggal ini, lo bisa dapet tiga event sekaligus: Surabaya Tourism Awards (ngasih penghargaan buat pejuang pariwisata), Ruwatan & Wayang Kulit di Tugu Pahlawan (buat yang kangen nuansa tradisional), dan konser Hari Jadi Surabaya bareng NDX Aka—fix, nostalgia vibes-nya bikin mewek tipis-tipis.
[Baca juga : "Mei Gak Boleh Rebahan Doang! Ini Deretan Event Keren Buat Healing & Eksis"]
Abis puas keliling event, waktunya lo mikirin orang rumah. Surabaya punya banyak oleh-oleh yang wajib lo bawa, dari yang klasik sampe kekinian:
Spikoe Kuno – Lapis legit nostalgia, lembut dan manisnya pas.
Sambal Bu Rudy – Sambel legenda yang wajib dibawa pulang, cocok buat semua nasi.
Kue Kacang – Cemilan jadul tapi nagih, cocok buat ngopi.
Ikan Asap – Aroma khas dan rasa gurihnya nempel di lidah!
Kerupuk Ikan Kenjeran – Kriuknya parah, cocok buat ngunyah sambil Netflix-an.
Almond Crispy – Snack modern yang crunchy-nya bikin ketagihan.
Lapis Kukus Pahlawan – Oleh-oleh pemenang award, cocok buat semua kalangan.
Mei 2025 di Surabaya tuh bukan cuma rame, tapi juga berwarna. Lo bisa eksplor budaya, belanja gila-gilaan, nonton konser, sampe makan kuliner legend. Terus jangan balik ke kota lo tangan kosong—oleh-oleh khas Surabaya banyak yang wajib banget dibawa pulang. Jadi, siapin diri lo buat full experience di Kota Pahlawan. Let’s go jalan-jalan gaya lo, gaya gue, gaya kita semua! (Sumber Foto @kingcula)
...moreTripTrus.Com - Pemandangan di Provinsi Jawa Timur keren banget dengan gunung-gunung yang menjulang tinggi dan menantang buat didaki.
View this post on Instagram
A post shared by Danial (@danialardhana)
Banyak pendaki yang sengaja datang saat musim pendakian buat menikmati panorama dari puncak-puncak gunung di Jawa Timur. Nih, 7 gunung tertinggi di Jawa Timur yang wajib banget lo tahu, dari yang paling tinggi:
1. Gunung Semeru (3.676 mdpl)
Gunung ini adalah yang tertinggi di Jawa Timur, dengan ketinggian 3.676 mdpl. Puncaknya bernama Mahameru, dan kawahnya dikenal sebagai Jonggring Saloko. Semeru berada di wilayah Malang, Lumajang, Probolinggo, dan Pasuruan, dalam Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Ini gunungapi kuarter aktif berbentuk strato, sering ada letusan eksplosif dan aliran awan panas. Jalur pendakiannya ada beberapa, seperti lewat Pasar Tumpang dan Ranupani. Di lerengnya juga ada spot keren seperti Ranu Kumbolo, Oro-oro Ombo, Cemoro Kandang, Kalimati, dan Arcopodo.
2. Gunung Arjuno (3.339 mdpl)
Dengan ketinggian 3.339 mdpl, Arjuno jadi yang tertinggi kedua di Jawa Timur. Puncaknya dinamain Ogal Agil. Lokasinya di perbatasan Malang, Pasuruan, dan Kota Batu. Jalur pendakian bisa lewat Lawang, Tretes, Batu, atau Karangploso. Di lerengnya ada wisata seperti Petung Sewu, Air Terjun Tretes, dan Air Terjun Watu Lumpang.
3. Gunung Raung (3.332 mdpl)
Gunung ini punya ketinggian 3.332 mdpl, menjadikannya yang ketiga tertinggi di Jawa Timur. Lokasinya ada di Banyuwangi, Bondowoso, Jember, dan Lumajang. Ini gunung strato dengan kawah kaldera. Jalur pendakiannya bisa lewat Desa Sumberwringin. Di lerengnya ada wisata religi, Pura Beji Antaboga.
4. Gunung Lawu (3.265 mdpl)
Gunung Lawu punya tiga puncak, yaitu Hargo Dalem, Hargo Dumiling, dan yang tertinggi, Hargo Dumilah, dengan ketinggian 3.265 mdpl. Gunung ini masuk wilayah Magetan, Ngawi, dan Karanganyar (Jawa Tengah). Jalur pendakiannya lewat Cemorokandang, Cemorosewu, dan Candi Cetho. Di lerengnya ada candi sejarah seperti Candi Sukuh dan Candi Cetho, serta kompleks pemakaman Mangkunegaran.
5. Gunung Welirang (3.156 mdpl)
Gunung ini tinggi banget, mencapai 3.156 mdpl, dan masuk wilayah Pasuruan, Mojokerto, dan Kota Batu. Gunungapi strato tipe A ini punya kawah belerang yang masih aktif ditambang. Jalur pendakian bisa lewat Desa Claket di Kecamatan Pacet, Mojokerto.
[Baca juga : "Inilah Seven Summits Jawa Barat Yang Harus Kamu Daki"]
6. Gunung Argopuro (3.008 mdpl)
Dengan ketinggian 3.008 mdpl, Argopuro udah nggak aktif lagi. Lokasinya di Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, dan Situbondo. Puncak paling terkenal adalah Puncak Rengganis. Jalur pendakiannya bisa lewat basecamp Baderan di Situbondo atau basecamp Bremi di Probolinggo.
7. Gunung Butak (2.868 mdpl)
Gunung ini tinggi banget, mencapai 2.868 mdpl. Lokasinya di Malang dan Blitar. Jalur pendakian bisa lewat Panderman di Batu, Desa Gadingkulon di Dau, Gunung Kawi, atau Sirah Kencong di Blitar.
Nah, itu dia tujuh gunung tertinggi di Jawa Timur yang siap buat lo jelajahi! (Sumber Foto @mataraung)
...moreTripTrus.Com - Pemerintah Daerah Provinsi Bali tengah bersiap mengembangkan Zona Hijau Bebas COVID-19 yang akan dijadikan Free Corridor COVID-19. Daerah wisata yang masuk ke dalam zona ini, nantinya boleh dikunjungi oleh wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri.
Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan ada 3 daerah yang telah diusulkan menjadi Zona Hijau Bebas COVID-19 yakni Ubud di Kabupaten Gianyar, Kawasan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Nusa Dua di Kabupaten Badung dan Sanur di Kota Denpasar. Adapun penetapan tiga wilayah tersebut sebagai zona hijau tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 6 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Berbasis Desa/Kelurahan.
Sebagai langkah awal, untuk memastikan kedua wilayah tersebut 100% aman maka akan dilakukan vaksinasi massal COVID-19 bagi orang yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan tersebut. Penanggung jawab diserahkan kepada Wali Kota/Bupati daerah masing-masing. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Bali, secara keseluruhan vaksinasi akan diberikan kepada 151.603 ribu orang. Dengan dua kali penyuntikan maka butuh sekitar 303.206 ribu dosis vaksin COVID-19.
“Populasi yang akan diberikan vaksin di 3 zona itu warga yang berdomisili di daerah zona, pekerja yang berasal dari daerah zona, dan pekerja dari luar daerah zona.” Kata Gubernur Bali I Wayan Koster dalam pertemuannya dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Wali Kota/Bupati se-Bali di Jaya Sabha, Kota Denpasar pada Jumat (12/3).
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Kadek Jaya (@sugiartajaya)
Selain data vaksinasi, persiapan lain yang telah dilakukan oleh Pemda adalah menerbitkan ketentuan pelaksanaan protokol kesehatan yang mencakup mobilitas orang, transportasi, serta infrastruktur kesehatan. Aturan ini wajib diberlakukan bagi daerah yang menerapkan Zona Hijau Bebas COVID-19.
“Jadi semua orang yang akan beraktivitas di sana (kawasan zona hijau) harus mengikuti ketentuan ini, tetapi kalau hanya lewat saja maka diperbolehkan,” imbuhnya. Aspek lainnya seperti Sumber Daya Manusia Kesehatan, logistik maupun sarana dan prasarana pun telah disiapkan.
Pada kesempatan yang sama, Menkes menyatakan siap mendukung upaya Bali untuk menerapkan Zona Hijau Bebas COVID-19. Menurutnya, langkah ini sangat penting untuk membangkitkan kembali industri pariwisata Bali di dunia internasional, sehingga Bali bisa menjadi sebagai contoh destinasi wisata yang aman dan sehat.
“Ini menjadi contoh destinasi wisata dunia, jadi orang datang merasa aman, tidak takut apapun karena demikian disiplinnya kita menjaga kesehatan,” tutur Menkes.
Untuk meyakinkan dunia bahwa Bali merupakan kawasan wisata yang aman dan sehat, Menkes menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai lembaga internasional. Upaya ini tentunya harus didukung oleh penerapan protokol kesehatan yang ketat.
“Agar ini tidak hanya menjadi destinasi wisata lokal tapi harus menjadi destinasi wisata dunia. Untuk itu, ajak berbagai lembaga internasional untuk membantu dan mengawal ini. Kita buktikan bahwa kita bisa, sehingga dunia yakin bahwa Bali siap menjadi lokasi wisata yang aman. Saya yakin kita bisa kok,” terang Menkes.
Dia menekankan untuk mewujudkan Zona Hijau Bebas COVID-19, maka daerah yang terpilih harus 100% aman dan sehat. Menkes mendorong agar pelaksanaan vaksinasi di dua kawasan itu dilakukan sesegera mungkin supaya pemulihan ekonomi juga bisa dipercepat. “Saya setuju semua disuntik vaksin di dua daerah itu, kalau bisa suntikan pertamanya kita mulai segera. Saya pingin Maret bisa harus sudah mulai,” tutur Menkes.
Selain vaksinasi, pihaknya juga menekankan pergerakan masyarakat maupun trasnportasi yang keluar masuk kawasan benar-benar dipantau, penerapan 3T dilakukan secara masif sesuai standar WHO serta penyediaan infrastruktur seperti RS maupun lab PCR yang bagus.
“Harus ada Lab PCR di sekitar Kawasan Wisata Ubud agar efisien, kalau bisa diatas 500 spesimen per hari. Dan itu ngak boleh lama, selesainya paling lama 24 jam. Oleh karenanya butuh infrastruktur yang prima untuk memastikan seluruh daerah itu aman dan bersih,” terangnya.
[Baca juga : "Ini 5 Destinasi Wisata Super Prioritas Tahun 2021"]
Untuk mewujudkan zona ini, Menkes menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektoral termasuk melibatkan sektor swasta. Karena dengan kolaborasi yang apik antara pemerintah dan swasta, harapannya bukan hanya mewujudkan wisata Bali yang sehat namun juga sophisticated.
Merespon apa yang disampaikan oleh Menkes, Gubernur Bali berharap rencana penerapan Zona Hijau Bebas COVID-19 bisa tercapai, dan industri pariwisata di Bali bisa segera normal kembali. Untuk itu, Wayan berkomitmen penuh terlibat langsung di seluruh prosesnya.
“Saya akan pimpin langsung ini, untuk memastikan berhasil. Kalau sudah berhasil kita lanjutkan di lokasi lain” pungkasnya. (Sumber: Artikel sehatnegeriku.kemkes.go.id Foto permataayungprivateestate)
...moreTRIPTRUS - Pembenahan taman nasional itu menggunakan prinsip-prinsip pengembangan pariwisata berkelanjutan sesuai rujukan dari Badan PBB untuk Pariwisata.
Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membenahi 7 taman nasional untuk mengoptimalkan aset hutan dan taman sebagai atraksi destinasi wisata yang memikat."Hutan tropis dan taman nasional memiliki nilai lebih buat 'Wonderful Indonesia' dalam pelestarian alam," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (1/3/2016).Menpar menyebutkan kerja sama sejak Oktober tahun lalu dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu membenahi 7 taman nasional yakni Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Nasional Baluran, Taman Nasional Kepulauan Seribu, Taman Nasional Way Kambas, Taman Nasional Rinjani, dan Taman Nasional Gunung Tambora.Pembenahan taman nasional itu, menurut Arief Yahya, menggunakan prinsip-prinsip pengembangan pariwisata berkelanjutan sesuai rujukan dari Badan PBB untuk Pariwisata Dunia (UNWTO).
Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian LHK Tachrir Fathoni mengatakan bahwa langkah konkret pembenahan taman-taman nasional itu adalah membuat koneksi dalam tiga klaster, yakni klaster pertama Lampung dan Jawa, khususnya Jawa Barat dan DKI Jakarta, klaster dua daerah Jawa Timur, dan klaster tiga di Nusa Tenggara Barat.
Dalam ketiga klaster tersebut, lanjut Tachrir, harus ada satu integrasi antara alam, budaya, dan atraksi buatan lainnya.Tachrir menyebutkan empat strategi yang akan digunakan.Pertama, penguatan terhadap destinasi wisata alam yang ada dengan membuat konsep klaster guna memperoleh manfaat yang tinggi dengan pelayanan kenyamanan dan kemewahan bagi pengunjung dengan tetap mengendepankan faktor konservasi serta mengembangkan konektivitas berbagai lokasi dalam klaster yang berbatas menjadi satu kesatuan destinasi.
Kedua, menciptakan destinasi wisata alam yang baru untuk mengembangkan konektivitas berbagai lokasi destinasi alam di dalam klaster.Ketiga, mendesain keunggulan komparatif destinasi wisata alam melalui berbagai upaya taktis dan strategis. Keunikan spesifikasi taman nasional dan taman wisata alam dikemas serta didesain sesuai dengan segmen pasar yang ingin dikembangkan dan terintegrasi dalam desain kawasan strategis nasional (KSN).Keempat, mewujudkan 3P (public private partnership) dalam pengembangan wisata alam. (Sumber: Artikel kompas.com Foto: dephut.go.id)
...moreTripTrus.Com - Libur Lebaran merupakan momen yang dinanti-nanti setiap tahunnya. Selain menjadi waktu yang pas untuk melepas penat dari kesibukan dan rutinitas sehari-hari, banyak orang yang lebih memilih menggunakan waktu libur lebaran untuk berkumpul bersama keluarga, saudara atau teman terdekat. Maka dari itu, momen yang identik dengan keluarga ini harus dinikmati seefektif mungkin agar tidak ada waktu yang terbuang percuma.
Namun, terkadang ada saja halangan atau gangguan yang mengganggu waktu liburan Anda, baik itu urusan pekerjaan atau hal lainnya. Ada baiknya untuk tidak membiarkan hal-hal tersebut mengganggu waktu libur lebaran. Lakukanlah cara ini agar Anda dapat menikmati libur lebaran dengan efektif.
1. Matikan Smartphone Selama Liburan
Time for a break! Off for the weekend. Enjoying and celebrating with my friends, feeling summer and sun and loving my family. Wish you all a happy day ❤ #dagvonboor #corporatephotography #retailphotography #iphone #bwphotograpy #smartphoneoff #pushthebutton
A post shared by Dag von Boor (@dagvonboor) onMay 25, 2018 at 3:28am PDT
Pada saat liburan, Anda tidak seharusnya memikirkan pekerjaanmu. Fokuskan pikiran untuk menikmatinya dengan baik bersama orang-orang terdekat dan buatlah diri tenang sejenak. Salah satu caranya adalah dengan mematikan smartphone selama liburan.
Tidak perlu dipungkiri jika kehadiran smartphone memang sangat membantu segala aspek kehidupan terutama dalam hal berkomunikasi dengan sanak keluarga yang jauh. Akan tetapi, dengan adanya smartphone, Anda juga bisa merasa untuk selalu bekerja kapanpun, dimanapun. Pikiran tersebutlah yang harus dihindari selama liburan. Sebisa mungkin, buatlah waktu liburan sangat berharga dengan cara menghabiskan waktu untuk benar-benar berlibur.
2. Bawa Handphone Yang Khusus Untuk Keluarga
Xiaomi, Samsung are fighting it out in the Rs 10,000 & Rs 25,000 smartphones range https://werindia.com/business #smartphone #smartphonemarket #leadingcompany #leadingbrand #sales #rivals #competitors #phoneindustry #xiaomi #chinesegiants #samsung #budgetphone #fierce #fiercecompetition #oppo #appleinc #vivo #featurepacked #fullyloaded #firstimpressions #flagship #WeRIndia Get the latest breaking news and updates only on WeRIndia
A post shared by WeRIndia (@werindia_blog) onJun 3, 2018 at 8:44pm PDT
Memiliki 2 handphone adalah hal yang biasa di zaman sekarang. Meski banyak orang yang melakukannya untuk sekadar ajang bergaya saja, namun sebenarnya cara ini sangat efektif untuk membuat kamu bisa menikmati liburan. Dengan memiliki 2 handphone, Anda bisa memisahkan handphone yang dipakai untuk bekerja dan handphone untuk orang-orang terdekat.
Pada saat liburan, tinggalkan handphone untuk pekerjaan dan gunakan handphone yang khusus untuk berkomunkasi dengan orang terdekat. Hal ini dilakukan agar waktu liburan tidak terganggu dengan urusan pekerjaan. Ingat, semua orang membutuhkan waktu untuk rehat sejenak, tidak harus selalu bekerja.
3. Buat Rencana Kegiatan Yang Jelas
Buat rencana sesuai abjad, misalnya Plan A, Plan B, Plan C dst. Sehingga jika Anda belum berhasil dengan kegiatan pertama, punya alternatif selalu sampai seluruh huruf abjad jika perlu ditambah kombinasi dua abjad pakai angka pula. Jangan pernah putus asa, gunakan otak di dalam kepala... jangan lupa berikan hati dan tambahkan passion(cinta) sehingga kebaikan selalu menyertai kita. Have a nice day everyone... #rencanakegiatan #planning #alternatifsolusi #gunakanakal #penyelesaianmasalah #janganputusasa #kebaikan #morningmotivation
A post shared by Dr. dr. Reza Y.Purwoko, SpKK (@drrezayp) onOct 11, 2017 at 5:55pm PDT
Supaya waktu liburan tidak banyak terbuang untuk hal yang tidak penting, maka Anda harus merencanakan kegiatan selama libur lebaran dengan jelas dan efektif. kegiatan apa saja yang akan dilakukan selama libur Lebaran. Buatlah rencana tersebut dengan jelas dan mendetil dengan menuliskannya di atas sebuah kertas. List liburan bisa berisi waktu, hari, tujuan, biaya dan kegiatan apa saja yang akan dilakukan.
Apabila Anda akan pergi ke suatu tempat, maka cari tahu transportasi yang tersedia. Misalnya jika akan membawa kendaraan pribadi, cari tahu terlebih dahulu medan yang akan ditempuh, estimasi waktu yang dibutuhkan serta jalur mana yang sebaiknya dipilih. Hal tersebut dilakukan agar tidak ada waktu yang terbuang sia-sia jika sialnya Anda tersasar.
[Baca juga : Memasuki Masa Ramadhan Dan Liburan Sekolah, Saatnya Teliti Mengatur Keuangan]
4. Hindari Tempat Wisata
Teras Sawah Tegalalang, Ubud, Bali Photo by @conormccann Ingin fotomu di repost? Ayo follow kami dan gunakan hashtag #pergiyuk dan atau @pergiyuk ya! Ayo daftarkan diri untuk menjadi anggota kami di: www.pergiyuk.com #pergiyuk #travelling #travelblog #wisata #tempatwisata #berbagipengalaman #folkindonesia #indotravellers #kerengan #parapejalan #jalanjalanmen #jalan2men #labuanbajo #pinkbeach #pantai #pantaipink #komodo #airterjun #kawahijen #gunung #gunungbromo
A post shared by pergiyuk! (@pergiyuk) onJun 2, 2018 at 7:46pm PDT
Berbeda dengan saran liburan pada umumnya, jika kamu mau menikamati liburan dengan efektif, maka sebaiknya kamu hindari bepergian ke tempat wisata. Sudah tidak asing lagi bahwa saat-saat liburan, orang akan berbondong-bondong meramaikan tempat wisata sehingga jadi sangat padat dan berdesakan. Tentu saja hal itu sangat tidak efektif untuk menikmati liburan. Banyak waktu yang terbuang percuma karena keramaian tersebut. Jadi lebih baik ajaklah keluargamu untuk pergi liburan ke suatu daerah yang tenang dimana kamu bisa berkumpul bersama mereka dengan santai. Pergi ke tempat wisata memang mengasyikkan, tapi apalah maknanya jika kebersamaan dengan keluarga jadi hilang.
5. Bawa Barang Sesuai Kebutuhan
#boomboom #boombox #boomboxindo #jualboombox #decorboombox #sewabarangvintage #sewaweddingdress #sewabarangjadul #barangjadul #jualbarangjadul #sewabarang #sewaalatpesta #wedding #fotowedding #foto
A post shared by Bandung_Vintage (@bandung_vintage) onMay 29, 2018 at 4:35am PDT
Setelah menyusun rencana dan memutuskan untuk bepergian ke luar kota atau luar negeri, maka sekarang saatnya untuk packing. Pada saat mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa, Anda harus sudah mengetahui suasana di tempat tujuan nanti, apakah udaranya panas atau dingin dan sedang musim apa di daerah tersebut.
Bawalah barang-barang yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan di tempat liburan. Hal ini dilakukan untuk menghindari kesalahan dan kesia-siaan dalam membawa barang bawaan. Misalnya, Anda hendak berlibur ke pantai, namun barang yang dibawa malah pakaian tebal dan selimut hangat, maka hal tersebut sangatlah tidak cocok dan mengganggu. Malah, diperlukan uang lebih karena terpaksa untuk membeli pakaian tipis yang sesuai dengan udara pantai.
6. Siapkan Budget Yang Jelas
Hajat dihati nak Note baru utk duit Raya. Sekali dapat note baru salah rumah daaaaaa..... Untuk anak2 buah dn cucu2 buah den...jangan boros dapat 100ribu ni nnt yo. Hehehe Sila abaikan jari gomoks den. #duitraya #rupiah #harumnotebaru #duitjugak #hariraya2018
A post shared by Deida Shahabuddin (@deidashahabuddin) onJun 3, 2018 at 12:03am PDT
Mempersiapkan budget dengan matang adalah salah satu hal terpenting saat akan pergi liburan. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari sikap boros karena pengeluaran yang tidak terkontrol selama liburan. Jadi sebelum pergi, pertimbangkan alokasi dana secara jelas dan detail.
Contohnya, Anda mengalokasikan dana Rp3 juta untuk berlibur ke pantai untuk 3 hari, maka aturlah uang tersebut ke dalam budget makan, tempat tinggal, akomodasi selama tiga hari ditambah budget untuk oleh-oleh. Misal, untuk penginapan Rp900.000, untuk makan Rp700.000, untuk transportasi Rp600.000, akomodasi Rp500.000 dan oleh-oleh Rp300.000. Usahakan pengeluaran tidak melebihi budget yang telah ditentukan, malah kalau bisa ada sisanya.
7. Lakukan Hobi yang Produktif
Nongol jg komuknye...😂 #wawancara #minggusore01102017 #papsky #bmxfriends #magazine #gennaios #edisioktober #hobbyasik #begrateful
A post shared by Riniangel (@rini0803lucky) onOct 7, 2017 at 12:34am PDT
Ubah liburan lebaran dengan melakukan hobi yang produktif. Jika selama ini, Anda terlalu sibuk dengan segala rutinitas di kantor, tidak ada salahnya waktu libur lebaran digunakan untuk kembali melakukan hobi atau kegiatan yang digemari, misalnya, memasak, mendesain, menjahit, menulis, menari, dan lain sebagainya.
Selain itu, agar waktu liburan berjalan efektif, usahakan juga untuk mencoba hal-hal baru atau mengembangkan ilmu yang sudah dimiliki. Contohnya, bagi yang hobi memasak, bisa berkreasi dengan menciptakan resep masakan baru untuk keluarga, bagi Anda yang hobi membaca, dapat membaca buku-buku lama yang belum sempat dibaca. Atau, bagi yang hobi menulis, kamu bisa mengisi liburan lebaran dengan menulis dan membuat video untuk diupdate di media sosial.
Bebaskan Diri saat Liburan
Jadilah orang yang pandai mengatur waktu dan miliki prioritas dalam menjalani hidup. Jangan menggabungkan waktu bekerja dan liburan karena segala hal ada waktunya tersendiri. Jika waktunya bekerja, maka bekerja sedangkan saat liburan, Anda wajib istirahat dan membebaskan diri dari segala urusan pekerjaan untuk sejenak bersenang-senang. Dengan begitu hidup akan lebih berarti dan berwarna. Selamat liburan! (Sumber: Artikel cermati.com, Foto freepik.com)
...moreTripTrus.Com - Banda Neira tak hanya menjadi jalur perdagangan rempah saat masa VOC menjajah Indonesia. Tetapi, juga menjadi surga bawah laut yang punya terumbu karang nan melimpah. Jika hendak menyebur dan merasakan sensasi menyelamnya, Anda maka wajib banget datang ke lava flow sebuah spot penyelaman terbaik di Maluku. Anda akan bermanja ria melihat indahnya terumbu karang di sana.
Lava Flow ini bahkan sudah terkenal di dunia, sudah banyak penyelam Internasional lalu lalang, dan merasakan kenikmatan serta pesonanya. Tak hanya terumbu karang, ikan cantik pun akan bisa ditemukan ketika berada di sana. Terumbu karang ini terbentuk setelah meledaknya gunung Api di tahun 1988. Sejak saat itu, terumbu karang mulai tumbuh di lahar yang dingin hingga kini.
Hanya saja, bagi Anda yang belum ahli menyelam atau snorkeling disarankan untuk menggunakan pelampung jangan sampai terumbu karang Anda injak dan merusaknya. Sebab, menumbuhkan terumbu karang sehat dan bagus itu membutuhkan waktu hingga ratusan tahun lamanya.
Untuk menyelam sendiri harga yang ditawarkan mulai Rp1 juta hingga Rp5 juta sesuai dengan kru penyelaman. Sedangkan snorkeling, Anda hanya perlu Rp100 ribuan untuk melihatnya dari permukaan saja. (Sumber: Artikel lifestyle.okezone.com Foto youtube.com)
...more