TripTrus.Com - Kebudayaan Tionghoa memang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat Tangerang. Kultur yang berasal dari tanah Tiongkok itu dapat dijumpai dalam berbagai segi kehidupan masyarakat mulai dari bangunan hingga kebudayaan. Berkut beberapa hal khas Tangerang yang kental dengan nuansa Cina.
Yang pertama adalah Festival Cisadane. Festival tersebut merupakan bagian dari perayaan Peh Cun yang dilakukan warga keturunan Cina di Tangerang. Dalam acara yang berlangsung di Sungai Cisadane itu digelar banyak kegiatan seperti lomba perahu naga, pertunjukan kembang api dan sinar laser, lomba dayung nasional, lomba perahu hias, dan tentu saja menabur bacang di sungai. Dalam event tahunan ini juga ditampilkan kesenian lokal seperti gambang kromong.
A post shared by Farrah D. Soegianto (@farrahdiso13) onJun 17, 2018 at 4:56pm PDT
[Baca juga : Liburan Dengan Wisata Sejarah Prasasti Ciaruteun]
Perkembangan budaya Tionghoa juga tersimpan di Museum China Benteng. Tempan menyimpan artefak sejarah tersebut terletak di Jalan Cilame nomor 20, kawasan Pasar Lama. Bangunan yang dipergunakan sebagai museum diperkirakan dibangun pada abad ke-17 dan merupakan bangunan berarsitektur Cina tertua di Kota Tangerang. Artefak tertua di sana berasal dari masa pendaratan Laksamana Ceng Ho. Selain peninggalan bernuansa Tionghoa, Museum Benteng Heritage juga menyimpan berbagai kamera lawas dan piringan hitam.
Menyusuri budaya Tionghoa di Tangerang tentu tidak lengkap jika tidak berkunjung ke klenteng atau wiharanya. Setidaknya ada lima klenteng tua yang dapat Anda temui saat menelusuri daerah Tangerang mulai dari Klenteng Tanjung Kait di pesisir utara hingga Klenteng Boen Hay Bio di Kota Tangerang Selatan. Anda juga bisa mengunjungi Klenteng Sampo Tay Jin yang memuja Laksamana Ceng Ho.
selamat hari raya iedul fitri 1439 H "mohon maaf lahir dan batin" #lebaran2018 #wisatareligi #masjidkalipasir #kotatangerang #wisatacagarbudaya #ayowisatakekotatangerang #tangerangayo✊ #pesonatangerang #wonderfultangerang #exicitingbanten #genpikotatangerang #genpibanten #genpi #genwi #pesonaindonesia #wonderfulindonesia
A post shared by rizal babas rido (@rizal_babas_rido) onJun 14, 2018 at 8:55am PDT
Nuansa budaya Cina juga tampak pada bangunan Masjid Kalipasir. Masjid yang dibangun pada abad ke-17 itu merupakan bukti akulturasi dan toleransi masyarakat lokal muslim dengan warga pendatang Cina. Masjid yang berlokasi di Kampung Kalipasir, Pasar Lama, Sukasari, Kota Tangerang ini memiliki menara dengan bentuk mirip pagoda Cina. Pemilihan warna pada kubah masjid juga dipengaruhi oleh kultur Tionghoa sehingga digunakan warna emas karena dianggap bertuah.
Bila ingin melihat secara langsung kebudayaan masyarakat Cina Benteng, Anda bisa datang langsung ke Tangerang. Bila menggunakan kendaran pribadi, Anda dapat melewati Jalan Tol Jakarta-Tangerang. Sedangkan angkutan publik yang dapat diakses adalah kereta ekonomi dan komuter dari Stasiun Jakarta Kota. Selanjutnya Anda tinggal turun di Stasiun Tangerang untuk mulai menelusuri budaya Tionghoa-nya. (Sumber: Artikel jakarta.panduanwisata.id, Foto vakansinesia.com)
...moreTripTrus.Com - Kota Tegal merupakan salah satu Kota di Provinsi Jawa Tengah dengan luas wilayah keseluruhan 39,5 km2 dan terbagi menjadi 4 Kecamatan dan 27 Desa. Kota Tegal merupakan sebuah Kota Tua yang berusia lebih dari 4 abad. Wilayah yang kaya akan jejak sejarah, terlihat dari berbagai bangunan legendaris peninggalan masa lampau yang menandakan Kota Tegal sudah berkembang sejak jaman dulu.
Secara historis menjelaskan bahwa Kota Tegal sejak Zaman Belanda dikenal sebagai pusat perdagangan era kolonial. Secara letak yang strategis, tahun 1927 Kota Tegal menjadi Ibukota Keresidenan terdiri dari daerah Tegal, Pemalang, dan Brebes.
Jadi tidak hanya Jakarta yang memiliki Kota Tua, Kota Tegal juga memiliki Kota Tuanya tersendiri dan teramat sayang untuk dilewatkan ketika berkunjung ke sana. Berikut ini merupakan bangunan-bangunan bersejarah dan menjadi cagar budaya Kota Tegal yang wajib dikunjungi
1. Dansional
(Sumber foto: achmadrizal.staff.telkomuniversity.ac.id)
Dansional Tegal yang terletak di Jalan Proklamasi, dibangun tahun 1914. Bangunan ini dulunya adalah Nederlandsch-Indisch Handelsbank yang sekarang digunakan oleh TNI sebagai markas besar di Tegal. Pada awal kemerdekaan Republik Indonesia, Kota Tegal menjadi lokasi didirikannya Badan Keamanan Rakyat – Laut (BKR Laut) yang merupakan cikal bakal dari pembentukan TNI Angkatan Laut saat ini.
2. Pasar Pagi
(Sumber foto: panoramio.com)
Pasar Pagi Tegal berdiri dibekas Benteng Kaloran. Bentuk benteng yang terbuat dari batu bata tebal dengan pilar-pilar berbentuk benteng berdiameter panjang 6 meter lebar 6 meter dan tinggi 3,5 meter. Meskipun telah banyak perubahan dikarenakan renovasi sana-sini, Pasar Pagi Tegal tidak menghilangkan jejak sejarahnya sebagai sebuah benteng.
3. Waterleideng
(Sumber foto: traveluxion.web.id)
Pada jaman Belanda di tahun 1917, Tower Woterleideng Bedrif of Province Maden Java (Watertoren) dibangun guna untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kota Tegal. Pada era tahun 60-an, sirine bagian atas menara difungsikan sebagai sirine tanda buka puasa dan tanda imsak. Bangunan ini sekarang dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
4. Gedung DPRD
(Sumber foto: simpanglima.wordpress.com)
Bangunan peninggalan Belanda yang dibangun tahun 1750an oleh Mathijs Willem de Man (1720-1763) semula menjadi rumah pribadi Residen Tegal. Fungsi bangunan ini berubah menjadi Balai Kota Tegal, pada tahun 1987. Dan gedung ini resmi menjadi kantor DPR Tegal setelah Balaikota Tegal pindah dari Jl. Pemuda ke Jl. Kigede Sebayu.
5. Kantor Pos Besar
(Sumber foto: metropolispos.wordpress.com)
Diperkirakan Kantor Pos Besar Tegal dibangun sekitar tahun 1930an yang digunakan untuk Markas Angkatan Laut. Kemudian diserahkan kepada PTT (Posts Telegraafend Telefoon Diensts) pada tahun 1954 dan pada tahun 1961 PTT berubah menjadi Perusahaan Negara (PN) Pos dan Telekomunikasi.
6. Stasiun Kereta Api
(Sumber foto: panoramio.com)
Perusahaan trem Belanda JSM (Java Spoorweg Maatschappij) membangun Stasiun Kereta Api Tegal apda tahun 1885. Kemudian pada tahun 1897 Stasiun Kereta Api Tegal dibeli oleh maskapai perkeretaapian SCS (Semarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij. Sebagian bangunannya pada tahun 1918 direnovasi dengan karya arsitek Henri Maclaine Pont.
7. Pendopo Balaikota
(Sumber foto: artonortega74.blogspot.co.id)
Pendopo Balaikota Tegal (Pendopo Ki Gede Sabayu) berdiri tahun 1825, yang sebelumnya berada di Kompleks Kaloran. Pada masa awal Kemerdekaan Gedung ini digunakan oleh Pemerintah Kabupaten Tegal. Pada Masa pimpinan Sjamsuri Mastur Gedung ini di tempati Pemerintah Kota Tegal.
8. Gedung Birao (SCS)
(Sumber foto: achmadrizal.staff.telkomuniversity.ac.id)
Gedung Birao atau pada masa Belanda Gedung SCS (Samarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij) dibangun Belanda pada tahun 1913. Dengan konsep arsitektur eropa pada Negara jajahan (Euroeesche Stoomtram Maatschappij). Pada tahun 1980 bekas gedung SCS di Jl. Pancasila No 2 sempat digunakan sebagai Kampus UPS (Universitas Panca Sakti)
9. Masjid Agung Kota Tegal
(Sumber foto: artonortega74.blogspot.co.id)
Berdasarkan cerita, pembangunan Masjid Agung Kota Tegal berbarengan dengan pembangunan Pendopo Balaikota pada tahun 1825. Meskipun pada akhirnya pembangunan Masjid Agung Kota Tegal dilakukan secara bertahap. Berdiri di atas tanah wakaf pemberian seorang Penghulu I di Tegal bernama Kiai Abdul Aziz yang dikenal juga sebagai seorang mubaligh
10. Kelenteng Tek Hay Kiong
(Sumber foto: ditegal.com)
Kelenteng Tek Hay Kiong didirikan pada tahun tahun ke 17 pemerintahan Kaisar Dao Guang dari Dinasti QING (1837 M) oleh Kapiten Tan Koen Hway (Chen Kun Huai) bersama rekan-rekannya serta masyarakat Tegal. Berdasarkan prasasti yang ada, pembangunan Kelenteng Tek Hay Kiong ini dianggap sebagai restorasi yang pertama. Yang kemudian disusul oleh restorasi kedua pada dilaksanakan pada tahun 1897, ketiga tahun 1957 dan restorasi keempat dilaksanakan pada tahun 1982.
11. Bioskop Dewa dan Bioskop Dewi
(Sumber foto: artonortega74.blogspot.co.id)
Bioskop Dewa (Rex) dan Bioskop Dewi (Roxy) merupakan bioskop pertama yang hadir di Kota Tegal. Bioskop Dewa dibangun di sebelah selatan alun-alun Kota Tegal sedangkan Bioskop Dewi dibangun di sebelah utara alun-alun. Tidak ada catatan yang jelas, di antara kedua bioskop tersebut siapa yang paling duluan beroperasi. Namun diperkirakan kedua bioskop tersebut sudah berdiri sejak tahun 1930an. (Sumber: Artikel @Amieykha Foto wovgo.com)
...moreTripTrus.Com - Buat lo yang doyan keluyuran, Surabaya bulan ini bener-bener rame kayak pasar malam. Acara dari ujung ke ujung kota ada semua—dari festival, konser, sampe lomba lari juga ada. Pokoknya kalau lo stay di Surabaya atau sekadar mampir, kudu banget catet tanggal-tanggal penting ini. Jangan sampe lo cuma rebahan di hotel, rugi banget sih. Event-nya nggak cuma buat yang tua doang, yang muda, anak gaul, sampe emak-emak juga bisa ikutan. Lo bakal nemu yang seru, lucu, bahkan yang edukatif juga ada. Jadi siapin kalender lo, siapin outfit kece, dan siapin tenaga buat muter-muter kota!
1–31 Mei: Surabaya Shopping Festival – Surga Para Dompet Hunter!
Siap-siap, ini bukan belanja biasa coy, ini mah marathon belanja sebulan penuh! Dari mall elit sampe pusat grosir, semua diskonan tumpah ruah. Lo bisa dapet gadget, baju, sampe makanan dengan harga sadis. Buat lo yang suka ngerusak dompet sendiri (atau dompet gebetan, ups!), bulan ini waktunya balas dendam. Yang penting jangan sampe kartu ATM lo nangis.
4 Mei: Medic Air Run FK Unair – Lari Dapet Keringat & Jodoh?
Bukan cuma olahraga, ini tuh ajang cari jodoh juga bisa! Ada rute 5K, 10K, sampe Half Marathon. Start-nya di FK Unair, finish-nya? Bisa aja di hati dia. Sambil lari, sambil cuci mata, siapa tau nemu partner sefrekuensi. Abis finish, bisa healing dikit sambil stretching bareng stranger yang mendadak akrab.
6–10 Mei: Munaslub Apeksi VII – Pejabat Kumpul, Lo Bisa Numpang Narsis!
Oke, ini agak seriusan. Tapi serius bukan berarti boring. Di sini semua kepala daerah ngumpul buat bahas masa depan kota-kota di Indo. Lo dateng aja, siapa tau bisa selfie bareng walikota atau minimal numpang eksis di story temen.
8–10 Mei: Festival Kuliner Legendaris + Indonesia City Expo – Makan Enak, Liat Pembangunan!
Gaspol buat para perut lapar dan mata penasaran. Lo bisa nikmatin makanan khas Surabaya dari yang klasik sampe yang jarang ada. Rawon? Ada. Rujak cingur? Wajib. Plus sambil ngintip-ngintip perkembangan kota-kota di expo, siapa tau dapet ide buka bisnis di kampung lo.
9 Mei: Karnaval Budaya Apeksi – Tontonan yang Bikin Merinding Keren!
Lo suka budaya dan warna-warni? Wajib mampir ke parade ini. Kostum nyentrik, tarian daerah dari Sabang sampe Merauke, semuanya numplek jadi satu. Berasa nonton pembukaan Asian Games versi lokal, tapi vibes-nya tetep gokil.
9–11 Mei: Event Bertubi-tubi! – Dari Nikah, Komunitas, Sampai Healing Bareng Keluarga!
Weekend lo nggak bakal nganggur. Lo bisa ke Wedding Fair (buat yang baper atau nyari vendor), mampir ke Creative Community Days (buat cari inspirasi), atau ngajak bocil-bocil ke Dream Lake Graha Natura. Pilih aja sesuai mood lo, semuanya fun abis!
14 Mei: Cross Musea – Gabut Pintar di Museum Dr. Soetomo!
Lo yang ngerasa otaknya perlu di-charge budaya, cocok banget kesini. Museum dari berbagai daerah gabung jadi satu. Koleksi-koleksi sejarah, seni, sampe artefak unik bisa lo nikmatin sambil sok-sokan jadi anak artsy buat konten IG lo.
17–18 Mei: Festival Rujak Uleg + Lomba Perahu Layar – Tradisi & Kuliner dalam Sekali Gas!
Bayangin lo uleg rujak rame-rame sambil ketawa bareng stranger, terus lanjut nonton lomba perahu layar tradisional. Ini vibes-nya beneran Suroboyoan banget. Lo bakal ngerasain sensasi jadi bagian dari budaya asli kota ini.
21–23 Mei: Hospital Expo’25 – Medis, Tapi Tetep Estetik!
Buat lo yang ada di dunia medis, atau sekadar pengen liat alat-alat kesehatan canggih, ini ajang wajib. Lokasinya di Grand City Mall & Convex, jadi habis liat alat CT Scan, bisa langsung hunting kopi cantik buat istirahat otak.
24 Mei: Festival Musik Surabaya Hebat – Musik Lokal, Joget Total!
Musisi lokal naik panggung, lo tinggal dateng bawa badan dan mood asik. Dari genre akustik sampe beat kenceng, lo bisa party ringan tapi hati senang. Sambil joget, sambil dukung musisi lokal yang makin keren.
25 Mei: Surabaya Vaganza – Parade Kece di Jalanan Kota!
Tugu Pahlawan sampe Balai Pemuda jadi runway buat parade budaya dan kendaraan hias yang epic. Ini semacam fashion show tapi versi budaya Indonesia. Lo yang suka konten, siapin HP dan tripod lo, feed Instagram lo bakal naik level.
28 Mei – 1 Juni: Surabaya Pestapora – Anak Senja Merapat!
View this post on Instagram
A post shared by Surabaya Pestapora (@surabayapestapora)
Di THP Kenjeran, lo bakal nemuin vibes festival anak indie: musik chill, instalasi seni, dan crowd yang estetik. Dateng bareng temen, gebetan, atau sendiri juga oke—yang penting feel-nya dapet banget.
31 Mei: Penutup Spektakuler – Tiga Event, Satu Tanggal, Nggak Bisa Gak Dateng!
Di tanggal ini, lo bisa dapet tiga event sekaligus: Surabaya Tourism Awards (ngasih penghargaan buat pejuang pariwisata), Ruwatan & Wayang Kulit di Tugu Pahlawan (buat yang kangen nuansa tradisional), dan konser Hari Jadi Surabaya bareng NDX Aka—fix, nostalgia vibes-nya bikin mewek tipis-tipis.
[Baca juga : "Mei Gak Boleh Rebahan Doang! Ini Deretan Event Keren Buat Healing & Eksis"]
Abis puas keliling event, waktunya lo mikirin orang rumah. Surabaya punya banyak oleh-oleh yang wajib lo bawa, dari yang klasik sampe kekinian:
Spikoe Kuno – Lapis legit nostalgia, lembut dan manisnya pas.
Sambal Bu Rudy – Sambel legenda yang wajib dibawa pulang, cocok buat semua nasi.
Kue Kacang – Cemilan jadul tapi nagih, cocok buat ngopi.
Ikan Asap – Aroma khas dan rasa gurihnya nempel di lidah!
Kerupuk Ikan Kenjeran – Kriuknya parah, cocok buat ngunyah sambil Netflix-an.
Almond Crispy – Snack modern yang crunchy-nya bikin ketagihan.
Lapis Kukus Pahlawan – Oleh-oleh pemenang award, cocok buat semua kalangan.
Mei 2025 di Surabaya tuh bukan cuma rame, tapi juga berwarna. Lo bisa eksplor budaya, belanja gila-gilaan, nonton konser, sampe makan kuliner legend. Terus jangan balik ke kota lo tangan kosong—oleh-oleh khas Surabaya banyak yang wajib banget dibawa pulang. Jadi, siapin diri lo buat full experience di Kota Pahlawan. Let’s go jalan-jalan gaya lo, gaya gue, gaya kita semua! (Sumber Foto @kingcula)
...moreTripTrus.Com - Travelling ke Temanggung, belum lengkap tanpa mengeksplor keindahan Gunung Kembar Sindoro dan Sumbing. Dua gunung ini menjadi ikon Temanggung yang memiliki pesona tersendiri.
Karena berada di lereng gunung, Temanggung memiliki cuaca sejuk. Sama halnya Wonosobo, Temanggung juga memiliki objek wisata yang bernuansa alam, sunrise dan sunset yang menjadi andalannya.
View this post on Instagram
Repost from @thisisindonesia | . . Embung Kledung, Kab. Temanggung, Jawa Tengah (Central Java) . Photo by @mas_saptanugraha . . #embungkledung #temanggung #jawatengah #centraljava #wonderfulindonesia #beautifulplaces #beautifulview #indonesiantravel #indonesianature #beautifulscenery #tourism #travel #paris #london #tokyo
A post shared by Zoeeeeeenak (@zoeeeeeenak) onOct 7, 2018 at 2:03am PDT
Tetapi, jika Anda berada di bagian selatan Gunung Sindoro, akan melihat keindahan waduk mini atau kolam raksasa Embung Kledung. Dengan layar belakang Gunung Sindoro, Anda akan melihat pemandangan yang mirip Gunung Fuji di Jepang.
Embung Kledung dibangun dengan tujuan mengatasi kesulitan air pada musim kemarau dan pengembangan kawasan wisata baru.
[Baca juga : "Perkebunan Teh Malasari Bogor, Spot Wisata Eksotis Peninggalan Belanda"]
Daya tarik yang ditawarkan objek wisata ini adalah pemandangan waduk mini dengan latar Gunung Sindoro sambil melihat keindahan Gunung Sumbing dari kawasan perbukitan.
Di Embung tersebut, traveler akan disuguhkan dengan pemandangan indah. Saat berada di sana, Anda akan merasa seperti di luar negeri. Suasananya yang dingin ditambah dengan pemandangan hijau paling digemari wisatawan. Jika ingin berkunjug ke tempat ini disarankan untuk datang pada pagi atau sore hari karena udaranya sejuk. (Sumber: Artikel inews.id Foto travel.detik.com)
...moreTripTrus.Com - Generasi millennial, dikenal sebagai generasi yang lebih memilih menghabiskan uang untuk berlibur dibandingkan membeli rumah. Demi memperoleh pengalaman liburan yang sedang tren, mereka rela merogoh kocek yang tidak sedikit.
"Jelas bukan sembarangan destinasi liburan, generasi millennial memiliki beberapa kriteria tertentu yang dijadikan pertimbangan layak atau tidaknya mereka mengunjungi destinasi wisata."
Selain berjuta misteri masa lampau, Lasem memiliki Batik motif yang sangat khas. Dikarenakan motif Batik Lasem tercipta dari berbagai unsur, seperti: Sejarah, Alam dan Budaya perpaduan antara Jawa dengan Tionghoa. Coraknyapun menggambarkan falsafah hidup dan moral. Serta warnanya yang memiliki cirri khas serupa merah darah ayam atau dalam bahasa Jawa “abang getih pitik”. Setidaknya setelah UNESCO pada tahun 2009 mengakui batik sebagai warisan dunia, batik Lasem mengalami perkembangan. Usaha batik di Lasem memang semakin menggeliat, berbagai showroom, workshop batik baru tumbuh dan menjadi salah satu tujuan turis ke Lasem. Setidaknya ada satu hal yang mesti diperhatikan, yaitu regenerasi pembatik yang memasuki usia senja. Karena hal tersebut menjadi kunci keberlangsungan Batik Lasem. Regram 📷@iwetramadhan
A post shared by Vakansi Indonesia (@vakansinesia) onJan 8, 2018 at 5:28pm PST
Destinasi berkarakter instagramable merupapak salah satu kriteria generasi millennial menentukan destinasi liburan. Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan travel Expedia, studi pada traveler muda usia 18-34 menemukan bahwa 2 dari 3 responden mengatakan, Instagrammability sebuah lokasi adalah faktor penting sebelum mereka memesan tiket.
Bagi generasi millennial, Lasem bisa dimasukkan ke dalam salah satu detinasi liburan mereka. Berbagai sudut Lasem sangat instagramable., dikarenakan begitu banyak bangunan tua bergaya Cina Hindia, yang masih berdiri kokoh. Aksen bangunan seperti jendela dan pintu berbagai warna menjadi pemanis dalam bingkai foto. Beberapa workshop batik dan juga beberapa klenteng bisa menjadi latar untuk berfoto.
Selain berkarakteristik instagramable, Lasem juga bisa memberikan berbagai pengetahuan bagi generasi millennial. Karena Lasem sendiri dikenal sebagai Tiongkok Kecil yang memiliki sejarah serta budaya yang menarik untuk diketahui.
Tunggu apalagi? Siapkan perlengkapan berfotomu sebelum berkunjung ke Lasem ya! (Sumber: Artikel-Foto Amieykha)
...moreTripTrus.Com - Mau berlibur sambil mencari hoki? Atau menikmati kehebohan Cap Go Meh dan mendapatkan banyak hadiah menarik? Yuk ikutan kontes Hakka Ako Amoi Singkawang 2018 tanggal 22-25 Februari mendatang. Semua dijamin asik dan wow.
Kontesnya pasti seru. Bakal banyak kejutan di sana. Pasalnya, kontes tersebut merupakan bagian dari Festival Cap Go Meh 2018 Singkawang. Festival yang selalu ditunggu-tunggu wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara.
Cap Go Meh merupakan puncak dari perayaan Imlek, pada hari itu ratusan tatung diarak berkeliling kota. Tatung adalah manusia yang menjadi perantara dengan dimasuki ruh para dewa yang diyakini mampu mengusir roh-roh jahat dari seluruh penjuru kota. Tatung ini ada yang berjalan kali dan ada yang ditandu sambil melakukan berbagai atraksi ekstrim. Perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Kota Singkawang adalah yang terbesar di Indonesia. Cap Go Meh 2018 akan berlangsung pada tanggal 2 Maret 2018. Ayo ke Kota Singkawang dan Saksikan Festival Cap Go Meh 2018 ! Cap Go Meh is the culmination of the Lunar New Year celebration, on that day hundreds of Tatung paraded around the city. Tatung is a human being who intercedes with the spirit of the gods who are believed capable of casting out evil spirits from all over the city. Tatung there are running times and there are guided while doing various extreme attractions. The Chinese New Year and Cap Go Meh Festival in Singkawang City is the largest in Indonesia. Cap Go Meh 2018 will hold on March 2nd, 2018. Let's visit Singkawang City and Watch Cap Go Meh 2018 Festival! #capgomehsingkawanghebat #Capgomeh #wonderfulindonesia #visitindonesia #pastikesingkawang #westborneo #singkawang #pesonaindonesia #bengkayang #sambas #pontianak #kalbar #indonesia #imlek2569 #capgomehsingkawang #chinatown #kuliner #wisata #barongsai #hakkaakoamoi #akoamoi #capgomehrun #borneorunner
A post shared by Imlek 2569 dan Cap Go Meh 2018 (@capgomeh2018singkawang) onDec 27, 2017 at 2:12am PST
“Cap Go Meh Singkawang selalu menarik. Bukan sekedar perayaan, tapi kami memberikan input lebih. Kontes Hakka Ako Amoi ini harus dicoba. Siapa tahu ada hoki di situ,” terang Ketua Panitia Perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2018 Singkawang Leonardi Tjhai.
Hoki? Ya, kontes Hakka Ako Amoi Singkawang punya jenjang karir yang jelas. Kalau lolos kualifikasi, mereka bisa menjadi Hakka Ako Amoi Indonesia. Leonardi menerangkan, Ako dan Amoi ini nantinya akan menjadi Duta Hakka Indonesia. Tugasnya, memperkenalkan kekayaan budaya Hakka.
“Kalau lolos seleksi, mereka bisa jadi seorang Duta Hakka Indonesia. Itu levelnya sudah nasional. Ada karir bagus di situ. Tapi, proses dan syaratnya panjang. Hanya figur terbaik yang akan menjadi juara,” terangnya lagi.
Bagaimana kriterianya? Ada tiga aspek yang harus dipenuhi. Ako atau Amoi harus smart, beauty, juga behavior dan talent. Ketiga item syarat tersebut akan digunakan sebagai bahan penilaian. Leonardi menambahkan, kecerdasan selalu jadi syarat di ajang kontes manapun. Sebab, Ako dan Amoi harus memiliki solusi atas masalah di sekitarnya.
“Secara garis besar, syarat personal ada tiga. Ako dan Amoi harus pintar. Wawasannya luas. Mereka harus punya kepedulian sosial tinggi. Pembawaannya tenang dan menarik. Juga punya bakat, bebas di bidang apapun. Dan yang terpenting harus mengerti soal budaya dan seni,” lanjutnya.
Cukup itu syaratnya? Untuk menjadi Ako Singkawang, usia kontestan dibatasi 17-28 tahun. Untuk Amoi berkiar 17-25 tahun. Pendidikan minimal SLTA atau sederajat. Jangan lupa, siapkan juga foto ukuran 4R. Apabila persyaratan tersebut terpenuhi, lalu tinggal download formulirnya di http://bit.ly/2ATlw49. Biaya pendaftaran juga murah Rp.100 ribu. Waktu pendaftaran di tutup pada 4 Februari 2018 (lebih lengkap lihat grafis).
“Ada persyaratan administrasi yang harus dipenuhi. Tidak kalah penting, kontestan belum berkeluarga. Kalau formulir sudah diisi bisa dikembalikan pada panitia. Tempat dan alamatnya sudah cukup jelas di formulir,” ujar Leonardi.
Selain potensi jenjang karir, kontes ini juga menyediakan hadiah menarik. Mau tahu? Apabila juara, Ako atau Amoi memperoleh uang Rp10 juta plus trophy. Runner up dan urutan 3 juga mendapatkan trophy. Untuk nominalnya, uang Rp7 juta bagi posisi runner up. Lalu, peringkat 3 diberi hadiah Rp5 juta.
“Juara sampai urutan tiga mendapatkan uang dan trophy. Jumlahnya tentu berbeda sesuai dengan hasil yang diraih. Untuk hadiah tambahan lain tentu ada. Yang jelas, tidak rugi ikut kontes Hakka Ako Amoi ini,” jelasnya. Selain peserta, para desainer busana juga diberi apresiasi. Uang Rp1,5 juta bila juara, posisi runner up Rp1,5 juta, dan Rp1 juta bagi posisitiga. “Kami memang ingin menggali semua potensi di sini. Para desiner juga memiliki peran besar. Mereka harus diapresiasi. Sebab, sudah menyediakan kostum dan membuat acara semakin menarik,” tutur Leonardi.
Menteri Pariwisata Arief happy dengan gelaran Festival tersebut. Ia mengatakan dengan Kontes tersebut akan membeikan warna lain di Festival Cap Go Meh 2018, Singkawang.
"Kontes ini makin membuat Festival Cap Go Meh semakin berwarna. selalu berkualitas. Kehebatan Singkawang akan ditampilkan semuanya. Atraksinya makin paten. Kontes seperti tentu sangat mengispirasi,” tuturnya. (Sumber: Artikel indopos.co.id, Foto Paul Hessels)
...moreTripTrus.Com - Yo, tahun baru udah deket nih! Gimana kalo lo nggak ikut-ikutan nonton kembang api atau makan malam biasa aja? Coba deh tahun ini coba ngerayainnya dengan cara yang beda, kayak naik gunung! Lo nggak perlu jadi pendaki pro kok, ada banyak gunung kece yang bisa lo jajakin, apalagi buat yang masih newbie. Gue udah siapin 5 rekomendasi gunung seru buat lo yang pengen punya pengalaman tahun baru yang nggak biasa. Yuk, simak!
1. Gunung Andong
Lo yang baru pertama kali mau coba hiking, Gunung Andong di Magelang bisa jadi pilihan pas banget. Ketinggiannya 1.726 mdpl dan jalurnya tuh nggak terlalu susah. Lo bakal dapet pemandangan keren banget, apalagi pas sunrise. Dijamin, bakal bikin lo merasa seperti di dunia lain!
2. Gunung Sikendil
View this post on Instagram
A post shared by Irfan (@muhamadirfan_01)
Sunrise di Gunung Sikendil ini juara banget, bro! Ketinggiannya cuma 1.800 mdpl, jadi buat lo yang belum berpengalaman mendaki, pasti nggak bakal kesulitan. Selama perjalanan, lo bakal disuguhi pemandangan pegunungan yang keren banget, apalagi kalo lo lagi liburan tahun baru di sana. Bener-bener, deh, suasananya bikin hati adem!
3. Gunung Prau
Gue rekomendasiin banget buat lo yang pengen liat sunrise kece, Gunung Prau harus banget ada di list lo. Ketinggiannya 2.590 mdpl, dan jalurnya tuh gampang banget! Pendakian nggak bakal makan waktu lama, jadi cocok buat pemula yang pengen nyobain tantangan pertama naik gunung. Ditambah lagi, sunrise di sini tuh paling killer, bro!
[Baca juga : "5 Tips Biar Liburan Akhir Tahun Lo Lancar Dan Aman Di Jalan!"]
4. Gunung Bismo
Gunung Bismo yang ada di Wonosobo ini punya ketinggian 2.365 mdpl, dan cocok banget buat lo yang pengen hiking sambil nikmatin udara segar dan kesejukan. Jalur pendakian lewat Sikunang cuma butuh sekitar 2 jam, jadi nggak terlalu berat buat lo yang baru nyoba. Sepanjang perjalanan, lo bakal dimanjain dengan pepohonan rindang, bikin suasana makin adem!
5. Gunung Pakuwaja
Kalo lo pengen liat pemandangan keren perbukitan Dieng, Gunung Pakuwaja di Wonosobo bisa jadi spot yang kece banget. Dengan ketinggian 2.421 mdpl, pendakian menuju puncak cuma butuh 1,5 jam. Selain pemandangan Dieng yang hijau, lo juga bisa liat gunung-gunung besar kayak Sindoro dan Slamet dari kejauhan. Ini bakal jadi momen tahun baru lo yang nggak terlupakan!
Gue yakin lo nggak bakal nyesel deh ngerayain tahun baru dengan cara yang beda kayak gini. Naik gunung nggak cuma seru, tapi juga bisa bikin lo merasa lebih dekat sama alam dan dapet pengalaman yang bener-bener beda. Jadi, udah siap ngajakin temen-temen atau keluarga buat merayakan tahun baru di puncak gunung? Buruan pilih gunung yang lo suka, dan rasain sensasi liburan yang nggak bakal terlupakan! (Sumber Foto @ryanf_jr)
...moreTripTrus.Com - Tempat-tempat wisata Indonesia mulai bersiap menyambut kembali wisatawan asing.
Dengan mengusung teman "Wonderful Journey", Pemerintah Indonesia ikut berpartisipasi dalam World Travel Market (WTM) London 2021. Ini menjadi upaya untuk memperluas pasar dan menjaga eksistensi Indonesia sebagai destinasi utama di Asia Tenggara untuk pasar Inggris.
"Pemerintah Indonesia melalui Kemenparekraf menjadikan WTM London 2021 sebagai ajang potensial untuk memasarkan pariwisata Indonesia ke mancanegara, dan menyambut kedatangan kembali wisatawan," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, dikutip dari Antara, Selasa (2/11).
Dalam kesertaannya kali ini, Indonesiat tak hanya akan mengangkat lima destinasi super prioritas (DSP), yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang yang telah berjalan sejak 2020. Akan tetapi, juga menyikapi perubahan peta bisnis pariwisata yang dipengaruhi perubahan permintaan dan selera pasar.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Wisata Murah Indonesia (@indonesian_travel)
Program InDOnesia CARE atau I DO CARE, akan pula disorot untuk menunjukkan bahwa protokol kesehatan (prokes) diterapkan hampir di seluruh rangkaian perjalanan wisatawan saat memasuki destinasi di Indonesia. Di mana Bali menjadi proyek percontohan pembukaan kembali perbatasan bagi wisatawan mancanegara.
"Hal ini merupakan implementasi dari tiga strategi utama yang diterapkan dalam membangkitkan kembali sektor pariwisata Indonesia, yaitu inovasi, adaptasi, dan kolaborasi," ujar Menparekraf.
Dengan slogan Wonderful Journey, dipastikan para wisatawan saat berkunjung ke Indonesia benar-benar dapat menikmati dan menjelajahi dengan aman selama menerapkan sistem prokes. Hal ini disebabkan situasi pandemi yang mengubah konsiderasi, perilaku, dan tujuan berwisata. Untuk menjawab pergeseran permintaan pasar, perlu mengutamakan rasa aman wisatawan.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, Nia Niscaya menyatakan bahwa pesan utama yang ditonjolkan dalam WTM London 2021 ialah penerapan protokol CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability) di setiap destinasi wisata dan kampanye #ItstimeforBali untuk menunjukkan kesiapan bali menerima wisatawan mancanegara.
Ia mengatakan bahwa pihaknya telah memanfaatkan platform digital dengan penggunaan QR code, sehingga memudahkan pengunjung pameran untuk menggali lebih jauh informasi mengenai produk dan pelayanan industri pariwisata Indonesia.
[Baca juga : "6 Destinasi Wisata Hadiah Untuk Kemenangan Greysia & Apriyani"]
"Melalui masa yang sangat menantang tahun lalu, saya percaya masyarakat global sudah tidak sabar untuk bepergian dan menjelajahi setiap sudut dunia sesegera mungkin. Kami berharap hadirnya Indonesia dalam WTM London dapat menjadi kesempatan untuk mendapatkan informasi terbaru yang dibutuhkan untuk merencanakan kunjungan ke Indonesia," ucap Nia.
WTM merupakan salah satu pameran pariwisata terbesar di dunia sejak 1980. Pada tahun 2021, diadakan secara hybrid mulai 1 hingga 3 November 2021 Excel Centre, London, dan 8-9 November 2021 secara virtual. (Sumber: Artikel validnews.id Foto @dibajoaja)
...moreTripTrus.Com - Wargi Kupang, nih, kabar baru dari Kota Kupang, NTT! Kabarnya, Dinas Pariwisata Kupang lagi menggeber Lasiana buat ikutan kompetisi Desa Wisata Indonesia 2024, loh.
Josie, sang Kepala Dinas Pariwisata, ngomong langsung di pinggir pantai Lasiana, bilang mereka lagi nge-hipin Lasiana biar jadi peserta kece di ajang itu. Makanya, Lasiana masuk daftar panjang yang diusulkan buat tahun depan. "Lasiana, nih, kita dorong ikutan Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024," serunya.
Josie juga cerita, tahun lalu mereka udah coba usulin Lasiana buat ikut ajang itu. Sayangnya, masih ada tempe di gorengan, gitu kata Josie. Jadi, sekarang, mereka lagi sibuk benahin biar bisa masuk dan bersaing di 2024.
View this post on Instagram
A post shared by Lilik Darmasto (@lilik.darmasto)
[Baca juga : "Sandiaga Ungkap Indonesia Tourism Fund Bakal Jalan Di 2024, Bikin Liburan Makin Keren!"]
"Tahun lalu kan udah kita calonin, tapi masih ada tempe yang kurang, makanya kita lagi benahin supaya tahun depan bisa masuk," tuturnya.
Josie nambahin lagi, di sekitar pantai Lasiana udah mulai rame nih, ada lomba hias perahu tahun 2023 yang jadi salah satu acara keren. Jadi, kayaknya bakal makin asyik nih, Lasiana jadi peserta Desa Wisata. Yuk, semangat terus, Lasiana! (Sumber Foto @nnoart)
...more