TripTrus.Com - Bara api mulai membakar tungku kayu ketika Anas Salim sibuk meracik ragam rempah sebagai bumbu utama bubur India. Rambutnya yang mulai memutih tak menyurutkan semangat pria berusia 76 tahun ini menyiapkan bubur India sebagai sajian utama berbuka puasa di Masjid Jami Pekojan, Kampung Petolongan, Semarang.
"Ini resep masakan turun-temurun sejak dari kakek saya yang asalnya dari Negara Bagian Gujarat, India," kata Anas. Anas merupakan pewaris bubur India ketiga setelah mendapat resep dari sang kakek, bernama Harus Rofii dan Salim Harun yang tak lain ayahandanya.
Keluarga besar Anas secara teguh menggunakan bumbu kaya rempah sebagai penguat rasa bubur India. "Kakek saya seorang mubalig yang kerap mensyiarkan agama Islam dari perbatasan India-Pakistan. Kemudian lambat laun memilih berdagang dengan komunitas orang Koja dan masuk Indonesia sejak 1800 silam atau sekitar 120 tahun lalu," tuturnya.
Perjalanan komunitas Koja pun berlanjut sampai ke tepi Pantai Semaran dan tiba di salah satu sudut kawasan Mataram yang kini dikenal dengan Kampung Petolongan.
Setiap hari, Masjid Pekojan Semarang memasak tak kurang dari 200 hingga 300 mangkok Bubur India bagi para jemaah yang berbuka puasa. Bubur itu dibagikan secara gratis pada pukul 17.00 WIB atau menjelang berbuka puasa. Selain dibagikan gratis, pengurus Masjid Pekojan juga mempersilakan warga membawa pulang bubur ke rumah masing-masing. Bubur tersebut biasanya dijadikan makanan untuk berbuka puasa dan kerap dirindukan oleh orang yang sudah tak tinggal lagi di Semarang. Tradisi kuliner tersebut diketahui sudah menjadi peninggalan lintas generasi selama 80 tahun. Seperti namanya, bubur India merupakan kuliner asli India, tepatnya makanan di wilayah Koja yang merupakan perbatasan Pakistan dan India. Namun, dengan adanya perdagangan pada zaman dahulu, warga India yang datang ke Semarang akhirnya memutuskan tinggal dan menetap. Hal itu menginspirasikan lahirnya kampung Pekojan yakni kampung Muslim di tengah kota Semarang. Sejak awal ada di Semarang, bubur India sudah menjadi makanan khusus berbuka puasa. Meski menunya sederhana, akan tetapi bubur India ini memiliki rasa yang asli dan terjaga dengan perpaduan bubur berisi daging cincang, labu, telur serta kuah santan yang khas. @prast.wd @jatengpos #buburindia #kuliner #kulinersemarang #kulinerramadan #bukapuasa #masjidpekojan #pekojan #ngabuburit #exploresemarang #ramadan2016
A post shared by JATENG NEWS (@jatengnews) onJun 12, 2016 at 4:18am PDT
"Di sinilah, awal mula orang-orang Koja berdagang sarung, tasbih sampai beragam rempah yang dibawa langsung dari tanah kelahirannya. Lalu karena punya resep bubur India yang sangat khas itu, maka dikenalkan kepada penduduk pribumi lokal," tambahnya.
Dari semula hanya ada 10-15 orang, kini jumlah orang Koja yang mendiami kampung tersebut mencapai ratusan jiwa. Rumah-rumahnya bercorak khas campuran Pakistan-Melayu dengan dinding berwarna hijau muda.
[Baca juga : Wisata Seru Yang Bisa Kamu Kunjungi Saat Ramadhan]
Bubur India juga semakin melekat di hati masyarakat setempat. "Sekarang tiap Ramadan disediakan 200 sampai 300 porsi bubur India. Sebagai variasinya juga ada campuran kuah gulai, sambal goreng, ungkep dan teri," tuturnya. Bubur India dibuat selama tiga jam. Sejak bakda Zuhur sampai selepas salat Ashar, Anas mengaku dibantu tiga warga keturunan Koja lainnya untuk mengolah bubur India.
Kemudian tepat pukul 15.30 WIB sajian khas warga Koja ini pun siap dihidangkan dalam mangkuk-mangkuk kecil bersama segelas susu atau teh ditambah beberapa bungkus kurma. "Dulunya ada tambahan zam-zam. Tapi karena pasokannya disetop sama Pemerintah Arab Saudi maka diganti susu," ujarnya.
Dia menyebutkan hidangan bubur India kala buka puasa punya arti mendalam bagi warga sekitar. Sesuai hadist Rasulullah SAW, katanya, barang siapa yang memberikan makanan buka puasa maka ganjarannya di akhirat bertambah banyak. "Dan barang siapa yang senang dengan datangnya Ramadan maka diharamkan jasadnya di neraka. Makanya, di sini selalu dibagikan bubur gratis selama 30 hari Ramadan," ujar Anas. (Sumber: Artikel bisnis.com, Foto tribun.jateng.com)
...moreTripTrus.Com - Lasem adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Meskipun sebuah kecamatan, Lasem bisa dibilang sebuah kota terbesar kedua setelah kota Rembang. Lasem merupakan kota awal pendaratan orang Tionghoa di tanah Jawa, maka dari itu terdapat banyak sekali perkampungan tionghoa yang tersebar di Lasem, oleh karena itu Lasem dikenal sebagai “Tiongkok Kecil”.
Pembatik Batik Tulis Lasem
A post shared by Almer (@almer_katili) onSep 25, 2017 at 12:11am PDT
Memiliki luas sekitar 45,04 km² dan terdiri dari 20 desa, Lasem kental dengan sejarah panjang terkait etnis tionghoa. Bukan hanya itu, Lasem juga dikenal sebagai kota santri karena banyaknya pondok pesantren di kota ini. Hal tersebut membuat Lasem semakin unik oleh kemajemukan dan kulturasi budaya yang saling berbaur.
Lasem merupakan kota penghasil hasil laut seperti: garam dan terasi, selain itu Lasem juga sebagai penghasil jambu, mangga dan tembakau. Ciri khas Lasem lainnya adalah Batik Lasem, sangat terkenal karena cirinya sebagai batik pesisir yang indah dengan pewarnaan yang berani. Konon Batik Lasem dipengaruhi oleh unsur-unsur seni dari Tiongkok dan Campa. Karena tradisi membatik yang sudah turun temurun, di Lasem memiliki seni lelet. Seni lelet merupakan seni membatik dengan media sebuah batang rokok yang menggunakan tinta dari lethekan kopi lelet (ampas kopi yang dicampur dengan susu krimer).
Hal-hal di atas dapat ditarik kesimpulan, bahwa Lasem memiliki potensi wisata yang sangat besar, karena jenis-jenis wisata yang ditawarkan bervariasi: Wisata Alam, Wisata Batik, Wisata Belanja, Wisata Religi dan Wisata Sejarah. Dengan demikian menjadi tugas kita bersama untuk mempopulerkan Lasem sebagai destinasi wisata yang menarik dan menjaga segala keunikannya, agar kelak keanekaragaman Lasem dapat menjadi buah bibir traveler dalam negeri bahkan luar negeri yang ingin mengunjunginya. Awesome Lasem! (Sumber: Artikel-Foto @Amieykha)
...moreTripTrus.Com - Bulan April 2025 bakal rame banget, sob! Banyak festival kece yang digelar di berbagai kota di Indonesia. Lo yang suka jalan-jalan, kulineran, atau nonton seni budaya wajib banget catetin tanggalnya. Ini semua bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) yang siap manjain lo dengan vibe lokal yang autentik dan penuh warna. Mulai dari pesisir sampe tengah kota, tiap event punya ciri khas sendiri yang bikin lo makin cinta sama Indonesia. Yuk intip satu-satu, siapa tahu lo nemu destinasi weekend yang asik!
1. Palabuhanratu, Gak Cuma Pemandangan, Tapi Budaya Pesisir yang Kental Banget
Lo pengen nyobain vibe khas pantai dan ngerasain kehidupan nelayan? Cus ke Festival Hari Nelayan Palabuhanratu, bro! Dari tanggal 20 April sampe 31 Mei 2025, acara ini bakal ngisi harinya warga Sukabumi dan sekitarnya dengan budaya pesisir yang super otentik.
Lo bisa nonton Upacara Laut, Karnaval Adat, sampe lomba mancing Babalang. Seru abis! Ada juga jalan sehat sambil bersih-bersih pantai, pertunjukan Wayang Golek, sampe kulineran di Bazar Wisata. Event ini bukan cuma hiburan, tapi juga bukti nyata kontribusi warga nelayan buat pelestarian budaya dan pariwisata.
2. Bima Tampil Kece di Festival Rimpu Mantika, Lo Harus Coba Dateng!
View this post on Instagram
A post shared by Dinas Pariwisata Provinsi NTB (@lomboksumbawa.go)
Tanggal 24-26 April 2025, Kota Bima di NTB bakal penuh warna! Festival Rimpu Mantika bawa tema "Aesthetic of Bima" yang tujuannya ngajak lo semua buat lestarikan budaya Bima, tapi tetap keren dan kekinian.
Banyak pertunjukan seru kayak fashion show kain khas Bima, musik tradisional, sampe games anak-anak tempo dulu yang bikin nostalgia. Lo juga bisa cobain kuliner khas daerah lain yang kolaborasi di sini—dari Lombok sampe Sumatera dan Sulawesi pun ada. Gak usah bingung cari info, langsung gas ke IG @rimpu_mantika biar update terus.
3. Ngiler Parah di Makassar Culinary Night, Surga Buat Perut Lo!
Pecinta makanan wajib dateng ke Makassar Culinary Night tanggal 25-27 April 2025 di Monumen Mandala. Bayangin street food dari UMKM lokal berjejer—dari Coto Makassar, Pisang Epe, Pallubasa, sampe Mie Titi, semua ada.
Selain kenyang, lo juga bisa support para pelaku UMKM yang hadir langsung di acara ini. Kolaborasi bareng komunitas kuliner lokal bikin suasana makin hangat dan kekinian. Pokoknya cocok buat lo yang suka eksplor rasa. Jangan lupa follow @mnc_makassar biar gak ketinggalan update menu dan rundown acaranya!
[Baca juga : "April Party Time! Deretan Event Paling Pecah Buat Lo Yang Gak Mau FOMO Di 2025!"]
4. Solo Menari: Ketika Alam, Seni, dan Budaya Menyatu Dalam Satu Gerakan
Solo tuh emang juara kalo soal seni tari! Tahun ini, Solo Menari balik lagi tanggal 29 April 2025, sekaligus ngerayain Hari Tari Sedunia. Temanya “Daun Menari”—filosofis banget, bro. Simbol kehidupan yang mengalir dan penuh manfaat, kayak daun yang terus menari mengikuti angin.
Solo bukan cuma kota wisata, tapi juga kota kreatif yang diakui UNESCO. Lewat event ini, lo diajak buat ngeresapi seni sambil mikirin alam. Tariannya gak cuma keren, tapi juga punya pesan yang dalem soal lingkungan dan budaya. Kalo lo penasaran, langsung cek update-nya di @solo.menari, jangan sampe ketinggalan!
5. Klungkung Bali, Festival Semarapura, Paduan Tradisi dan Eco Friendly Life
Bali gak pernah absen kalo soal budaya. Dari 28 April sampe 1 Mei 2025, ada Festival Semarapura di Klungkung yang udah jalan tahun ketujuh! Temanya “Nayaka Maetala Udayana”—intinya sih tentang kebangkitan tanah kelahiran lewat pemimpin bijak, tapi dibawain dengan cara yang fun dan modern.
Lo bisa nikmatin tari Baris Jangkang yang legend banget, liat Fashion Show kain tenun Klungkung, dan jajan di Pesinggahan Culinary Show. Poin plus-nya? Acara ini bebas plastik sekali pakai! Jadi lo bukan cuma seneng-seneng, tapi juga bantu bumi jadi lebih bersih. Follow @klungkung_tourism buat info lengkapnya ya!
Lo Siap Ngegas April Ini? Biar Gak Cuma Scroll IG Tapi Ikutan Eksis di Lapangan!
Udah jelas kan, April 2025 ini gak bakal ngebosenin? Dari yang suka budaya, makanan, sampai fashion—semuanya ada di Karisma Event Nusantara. Lo tinggal pilih mana yang paling cocok sama vibe lo. Jangan cuma jadi penonton di medsos, tapi ikut hadir dan rasain langsung hype-nya. Yuk jadi bagian dari movement kece ini. Siapa tau lo bisa nemu inspirasi baru atau bahkan jodoh di festival. Cieee~ (Sumber Foto @ikmahb__)
...moreTRIPTRUS - Traveling tidak selamanya identik dengan pengeluaran yang besar. Dengan dana seadanya saja, Anda tetap dapat menikmati liburan yang menyenangkan. Seperti di Ibukota Jakarta. Meskipun kota Jakarta identik dengan gaya hidup metropolitan tapi sebenarnya Anda tetap dapat mensiasati berlibur di sini dengan dana yang relatif kecil. Mau tahu caranya? Berikut adalah beberapa tips bagi Anda untuk berkeliling kota Jakarta murah meriah dalam satu hari!
Sumber: Foto jakarta.panduanwisata.id
Pertama adalah memilih angkutan umum. Dalam memilih jenis angkutan, Anda harus tahu persis dari mana dan tujuan Anda. Jika Anda belum mengetahui seluk beluk Jakarta, ada baiknya menggunakan bus Transjakarta. Bus ini terhubung dengan banyak objek wisata menarik di Jakarta. Tarif untuk sekali naik adalah sebesar Rp.4.000,-. Tapi perlu diingat, bahwa saat ini bus Transjakarta sudah menggunakan uang elektronik. Untuk itu pastikan terlebih dahulu Anda sudah memiliki kartunya. Bagi yang belum memilikinya dapat memperoleh smart card ini di beberapa bank seperti Bank DKI, Bank Mandiri, bank BRI, Bank BCA, bank BNI46 dan Bank Mega.
Kedua adalah naik bus wisata. Bus yang dimaksud di sini adalah City Tour Jakarta atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mpok Siti. Meskipun beberapa waktu lalu, bus ini sempat menjadi perbincangan yang cukup hangat di kalangan masyarakat Jakarta akan fungsinya, tapi keberadaannya sendiri sangat membantu para traveller untuk berkeliling Jakarta Pusat dengan gratis. Walaupun belum dapat menjangkau kawasan lain di Jakarta, tapi keberadaan bus yang diluncurkan pada 24 Maret 2014 silam ini cukup membuat keseruan bagi Anda yang ingin mengunjungi objek wisata yang berada di Jakarta Pusat, seperti Museum Nasional, Monumen Nasional (Monas), Istana Negara, dan masih banyak lagi. Anda bisa naik City Tour Jakarta di halte yang bertanda khusus Bus Wisata, seperti halte Bundaran Indonesia yang terletak persis di samping pusat perbelanjaan Plaza Indonesia.
Ketiga adalah memilih tujuan wisata gratis. Tips yang ketiga ini dapat dijadikan salah satu upaya menekan biaya liburan Anda. Dari sekian banyak objek wisata yang tersebar di Jakarta Pusat, masih ada beberapa diantaranya yang tidak dipungut biaya masuk sama sekali alias gratis. Diantaranya adalah Taman Fatahillah di Kawasan Kota Tua. Anda dapat berjalan-jalan menyusuri kota tua sambil menikmati suasana dan bangunan-bangunan kuno di sana. Atau yang tidak kalah serunya lagi, Anda dapat bertandang ke Pelabuhan Sunda Kelapa menikmati sunset, taman kota, Istiqlal, Katedral hingga Pasar Baru.
Keempat adalah makan di kaki lima. Kota Jakarta banyak memiliki kuliner yang lezat, mulai dari yang kelas restoran hingga kaki lima. Pilihan yang terakhir inilah yang boleh Anda coba. Beberapa daerah yang dikenal dengan makanan kaki limanya diantaranya adalah kawasan Pacenongan yang terkenal dengan barisan warung tenda yang menjajakan seafood lezat, Taman Menteng, kawasan Benhil atau di Kebayoran Baru.
Sumber: Foto jakarta.panduanwisata.id
Kelima adalah membawa makanan ringan dan air minum. Cara ini dinilai ampuh untuk mengurangi budget konsumsi. Soal makanan sering kali menjadi pengeluaran yang besar apalagi dilakukan tanpa kontrol. Bagi Anda yang suka ngemil ataupun minum air dalam jumlah banyak, cara yang satu ini boleh dilakukan. Selain dapat mengganjal perut yang lapar, makanan ringan yang dibuat sendiri juga dapat menyehatkan. Bagaimana, lumayankan dana konsumsi yang diminimalis dapat dipergunakan untuk yang lainnya, contohnya saja oleh-oleh.
Sumber: Artikel jakarta.panduanwisata.id Foto liburanjakarta.web.id
...moreTripTrus.Com - Yo, teman-teman, lagi cari tempat liburan yang kece, banyak spot foto, dan makanan enak? Malang bisa banget jadi opsi buat kalian, guys! Selain dinginnya udara, Malang juga bisa bikin hati kalian adem sendiri, nih.
View this post on Instagram
A post shared by amazingindonesiafood (@amazingindonesiafood)
Siap-siap kejebak sama pesona dan kesejukan kota Malang, ya! Jangan lupa mampir ke 5 tempat seru ini, guys.
1. Malang Night Paradise
Dengan lampu LED dan lampion yang bersinar, Malang Night Paradise adalah surganya teman-teman yang suka foto malam! Ini adalah tempat wisata malam terbesar di Jawa Timur, lho. Banyak spot foto yang unik dan menarik, cocok buat kalian yang suka bikin konten.
Ada beragam wahana di Malang Night Paradise, kayak Magic Journey 2, Roemah 147, Adventure land, dan Museum Ganesya. Harganya mulai dari Rp95.000,-, udah bisa dapetin gemerlap lampu yang bakal menerangi malam kalian, guys! Buka dari jam 5:45 sore sampe 11 malam.
2. Flora Wisata San Terra
Nggak perlu jauh-jauh ke luar negeri buat lihat taman bunga, guys. Di Flora Wisata San Terra Pujon, Malang, ada 700 jenis bunga cantik yang bisa bikin mata dan hati kalian senang!
Selain bunga, ada juga bangunan ala Korea dan Belanda yang oke banget buat spot foto Instagrammable. Harganya mulai dari Rp25.000,- buat anak-anak dan Rp30.000,- buat dewasa, buat kalian yang pengen lihat bunga sepuasnya. Buka dari jam 8 pagi sampe 5 sore, guys!
3. Kampung Warna-Warni Jodipan
Kampung Warna-Warni Jodipan udah jadi ikon wisata terkenal di Malang. Lokasinya juga gampang dicapai karena di tengah kota. Warna-warni bangunan di sini bisa bikin foto kalian jadi lebih seru dan estetik. Siapin outfit terbaik buat foto-foto di sini, ya!
Buka dari jam 7 pagi sampe 5 sore dengan biaya masuk Rp5.000,-. Tapi, inget ya, karena dekat sama pemukiman warga, tetep jaga perilaku yang baik, guys!
[Baca juga : "15 Tempat Instagrammable Di Bali Yang Harus Banget Dikunjungi!"]
4. Taman Rekreasi Selecta
Ada di Batu, Malang, Taman Rekreasi Selecta punya banyak wahana dan fasilitas buat kalian yang liburan sama keluarga. Mulai dari lihat taman bunga, main di wahana seru, sampe renang atau pemandian air panas, semuanya ada di sini! Cocok buat hangout di tengah cuaca sejuknya Batu.
Nggak perlu repot cari hotel, karena di Taman Rekreasi Selecta juga ada hotel. Buka dari jam 6 pagi sampe 5 sore dengan harga tiket Rp40.000,-.
5. Batu Flower Garden
Batu punya banyak taman bunga keren, salah satunya Batu Flower Garden! Cukup 30 menit dari pusat kota, kalian udah bisa lihat bunga-bunga cantik di sini.
Kalian suka bikin konten? Santai aja! Batu Flower Garden punya lebih dari 10 spot foto Instagrammable buat kalian. Selain taman bunga, kalian juga bisa mampir ke Air Terjun Coban Rais yang dekat dari Batu Flower Garden. Buka dari jam 8 pagi sampe 4 sore, dengan tiket mulai dari Rp37.500,-.
Jangan nyesel deh liburan di Malang, Jawa Timur! Banyak tempat keren, harganya juga pas di kantong. Cuacanya yang sejuk pasti bikin liburan kalian makin seru dan nyaman. Cek juga info destinasi #DiIndonesiaAja di Instagram @pesona.indonesia, guys! (Sumber Foto @adikhas27)
...moreTRIPTRUS.COM - Cirebon, Jawa Barat, segera menggelar festival "pesona Cirebon" pada bulan April mendatang yang bertujuan mengenalkan potensi wisata daerah tersebut ke publik.
"Kami akan adakan festival 'pesona Cirebon' bulan April, ini bertujuan untuk mengangkat wisata, budaya dan juga sejarah Cirebon," kata Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Arief Natadiningrat, di Cirebon, Sanin.
Festival yang semula direncanakan dengan nama festival "pesona bahari Cirebon" kemudian diganti, karena untuk memperkenalkan keseluruhan Cirebon ke Publik bukan hanya baharinya saja.
Cirebon merupakan salah satu kota yang kaya akan budaya, sejarah dan peninggalan atau artevak kuno, untuk itu perlu dipamerkan dan juga dipublikasikan kepada masyarakat luas.
"Pesona Cirebon itu lebih menyeluruh, mengingat Cirebon begitu banyak sejarah dan budaya yang perlu diletahui khalayak," ujarnya.
Dalam festival itu akan ditampilkan semua kesenian Cirebon juga makanan khas Cirebon, karena temanya adalah Cirebon.
Sultan berharap, dengan adanya festival Cirebon bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas dan juga pariwisata yang ada bisa semakin maju.
"Kami ingin mengenalkan dan mengangkat pariwisata Cirebon, karena dengan berkembangnya pariwisata, maka perekonomianpun akan mengikutinya," ujarnya. (Sumber: Artikel dan Foto kompas.com)
...moreTripTrus.Com - Industri pariwisata Indonesia kian berkembang, sejalan dengan besarnya jumlah Warga Indonesia yang melakukan perjalanan (travelling). Jika kamu sering melakukan travelling, saatnya kamu mengenali satu dari empat tipe traveller yang sesuai dengan profilmu.
Besarnya jumlah pelancong atau traveller asal Indonesia bisa tercermin dari belanja wisata yang dikeluarkan. Di 2014 saja, data Kuoni Group Travel Expert, agen perjalanan asal Zurich, Swiss, mencatat, nilai devisa asal wisatawan Indonesia ke Eropa mencapai US$ 8 miliar. Belanja ini dikeluarkan oleh sekitar 9 juta orang dengan tujuan terbanyak ke Prancis, Italia, dan Swiss (Wall Street Journal).
Patut dicatat, data di atas hanya untuk perjalanan wisata saja, tidak termasuk bisnis dan perjalanan kebutuhan lainnya di dalam maupun di luar negeri. Jika ditambah dengan perjalanan bisnis dan perjalanan lainnya, jumlahnya tentu akan sangat besar. Nilai devisa dan jumlah wisatawan Indonesia ke Eropa saat ini pun diyakini terus
Mga araw na sinipag ako magdala ng maliit na camera...
A post shared by Lay San (@afreespiritroams) onApr 16, 2018 at 10:32pm PDT
bertambah.
Dari sisi konsumen, muncul beragam tipe traveller di setiap negara. Tapi secara umum, ada 4 tipe traveler yang terus mengalami pertumbuhan. “Tipe para pelancong atau traveler ini umum terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia,” kata Jay Broekman
Dari empat tipe konsumen ini, Anda termasuk tipe yang mana?
1. Budget Traveller
Konsumen budget traveller selalu ingin menghemat dalam setiap perjalanannya. Salah satu penyebabnya, penghasilan mereka masih terbatas sehingga belum cukup membiayai perjalanan mereka dengan semestinya.
Sebagian konsumen jenis ini memang selalu ingin melakukan penghematan, meski penghasilan mereka sudah terbilang mencukupi untuk membiayai perjalanan. Yang pasti, kebiasaan mereka yang menonjol ialah tidak keberatan untuk memesan tiket jauh sebelum keberangkatan dan bersedia tinggal di penginapan yang sederhana asalkan dia bisa berwisata dengan bebas berkeliling di lokasi tujuan.
2. Promo Traveller
Tipe konsumen ini umumnya berasal dari kalangan urban professional. Mereka selalu melihat promo dan reward untuk memaksimalkan manfaat yang mereka dapatkan dari alat transaksi, seperti kartu kredit. Kebiasaan mereka ialah memesan kebutuhan wisata seperti tiket dan hotel dll secara mandiri secara online maupun melalui agen wisata sejalan dengan program reward dan promo yang disediakan.
[Baca juga : 10 Tipe Traveller Di Dunia, Kamu Yang Mana?]
3. Family Traveller
Tipe konsumen yang satu ini selalu mengutamakan keluarga. Tipe konsumen mulai memasuki usia yang matang dan datang dari beragam profesi. Dalam melakukan perjalanan pun, konsumen jenis ini mengajak anak dan istri atau suami untuk bersama-sama melalukan perjalanan dan berlibur. Mereka tinggal di hotel menengah bersama keluarga, berwisata bersama di lokasi tujuan.
Mereka selalu mencari harga terbaik dari berbagai fasilitas dan promosi untuk mendapatkan keuntungan lebih bagi keluarga.
Kartu kredit yang tepat bagi family traveller ialah kartu kredit yang memberikan konversi yang murah untuk dikonversi menjadi poin airmiles. Dengan konversi tersebut, family traveller bisa berbelanja dan mendapatkan keuntungan maksimal, sekaligus mendapatkan poin airmiles yang tinggi untuk ditukarkan dengan tiket pesawat ataupun hotel di tempat wisata.
4. Luxury Traveller
Konsumen yang satu ini tergolong konsumen mapan yang ingin mendapatkan fasilitas terbaik dalam setiap perjalanannya. Dalam berwisata, mereka mencari tempat-tempat yang unik dan ekslusif di dalam maupun di luar negeri, bersama keluarga maupun teman-temannya. Mereka memiliki travel assistant yang akan mengurus paket perjalanan, tingga di hotel mewah, dan mendapatkan fasilitas terbaik selama berada di lokasi wisata. (Sumber: Artikel halomoney.co.id, Foto freepik.com)
...moreTripTrus.Com - Bro-sis traveler, lo udah pernah denger belum soal Pulau Sabu (atau Savu) di NTT? Serius, pulau ini tuh hidden gem yang vibes-nya beda banget dari destinasi mainstream. Begitu lo nyampe, suasananya langsung kerasa magis: angin kencang dari laut, bentang alam kering tapi eksotis, bukit warna-warni yang kayak lukisan digital, sampai kampung adat yang masih memegang budaya leluhur dengan bangga. Penduduk lokalnya ramah banget, lo bakal ngerasa kayak lagi main ke rumah besar keluarga jauh yang super hangat. Pokoknya, Sabu tuh tempat dimana traveling bukan cuma soal foto-foto, tapi pengalaman hidup yang ngeselin — eh bukan, ngangenin maksud gue!
View this post on Instagram
A post shared by Agung Afif (@gungafif)
1. Kelabba Maja: Bukit Warna-warni yang Bikin Lo Ngelirik Dua Kali
Bro, kalau lo tipe yang suka nyari spot antimainstream, Kelabba Maja itu juaranya. Bayangin tebing-tebing warna marun, pink, abu-abu, coklat, bahkan biru, disusun alam secara random tapi estetik banget. Banyak yang bilang tempat ini kayak mini Grand Canyon versi Indonesia, tapi versi yang lebih halus dan vibes-nya lebih “sakral.” Penduduk lokal percaya kalau Kelabba Maja adalah tempat para dewa bersemayam, dan beneran berasa sih auranya. Lo jalan dikit aja serasa masuk level lain di video game petualangan. Pas kena cahaya matahari, warnanya berubah-ubah — bikin lo pengen foto tiap dua langkah. Serius, ini spot yang bakal bikin IG lo makin rame dan temen-temen lo pada nanya, “Bro, ini di mana? Kok keren banget?!”
2. Kampung Adat Namata: Tempat Lo Ngobrol Sama Sejarah yang Masih Hidup
Sis, kalau lo suka budaya lokal, di sinilah tempatnya: Kampung Adat Namata. Ini bukan kampung wisata yang dibuat-buat, tapi beneran kampung asli yang udah berdiri dari zaman para leluhur dulu. Rumah tradisionalnya masih dijaga, ada batu-batu megalitik yang gede-gede banget, dan atmosfernya bikin lo ngerasa mellow karena sejarahnya kerasa banget. Yang unik, tamu yang masuk biasanya dipakein kain tenun tradisional sebagai bentuk penghormatan. Lo bisa ngobrol sama tetua adat, denger cerita soal asal-usul suku, dan ngeliat gimana adat dipegang kuat bahkan di era digital kayak sekarang. Keren banget bro, kayak nonton film dokumenter tapi lo ikut jadi pemerannya.
3. Pantai Raemea: Surga Tenang Buat Lo yang Mau Healing Tanpa Drama
Kalau lo bro atau sis yang butuh suasana tenang buat rehat dari dunia yang ribut melulu, Pantai Raemea tuh cocok banget buat lo. Pantainya luas, pasirnya putih, dan air lautnya jernih kayak kaca. Ada hembusan angin adem yang bikin kepala langsung enteng. Enaknya lagi, pantai ini nggak penuh turis, jadi lo bisa leyeh-leyeh sambil denger suara ombak tanpa gangguan. Warga lokalnya juga friendly habis, mereka suka senyum-senyum dan ngajak ngobrol tanpa maksud macem-macem. Makanan lautnya? Wah, segar banget dan harganya manusiawi! Cocok buat lo yang suka nyari tempat healing tapi tetep aesthetic buat foto ala Gen Z.
4. Tradisi & Ritual Sabu: Budaya yang Beneran Hidup, Bukan Sekadar Pertunjukan
Bro-sis traveler, budaya Sabu tuh hidup banget dan masih jadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Salah satu ritual uniknya adalah upacara syukur yang dilaksanakan setelah bulan purnama. Warga bakal nurunin sesaji ke laut lewat perahu kecil sebagai bentuk terima kasih mereka. Setelah itu ada atraksi tradisional kayak adu ayam dan tarian kuda yang energinya bikin bulu kuduk lo merinding. Lo bakal ngerasa kayak balik ke masa lalu tapi dengan perasaan haru dan kagum. Ini bukan tontonan buat turis doang — lo bakal ngeliat masyarakat beneran menjalankan warisan leluhur dengan bangga.
[Baca juga : "Catat, Event Keren November 2025 Di Jabar Seru Abis"]
5. Tenun Sabu: Kain yang Nggak Cuma Indah, Tapi Punya Jiwa
Sis, kalau lo doyan fashion lokal, lo pasti jatuh cinta sama tenun khas Sabu. Motifnya unik banget, berwarna kuat tapi tetap elegan, dan masing-masing motif punya filosofi sendiri. Tenun-tenun ini dibuat dengan teknik tradisional, pakai pewarna alami, dan ditenun tangan oleh perempuan lokal yang udah belajar sejak kecil. Jadi kalau lo beli, itu bukan sekadar kain — itu karya seni, identitas budaya, dan wujud dedikasi yang panjang. Dipakai juga cakep banget, cocok buat foto-foto atau sekadar koleksi. Dijamin lo bakal sayang banget sama hasilnya!
6. Lanskap & Kehidupan Pulau Sabu: Kering, Kasar, Tapi Eksotis Abis
Pulau Sabu itu punya karakter unik: tanahnya kering, anginnya kencang, dan vegetasinya jarang — tapi justru itu yang bikin pemandangannya beda dari pulau lain. Ada area dataran rendah yang luas, ada bukit batu, ada padang rumput yang keliatan dramatis pas sore hari. Penduduknya banyak yang bekerja sebagai petani lahan kering atau nelayan, jadi lo bakal ngeliat sisi kehidupan yang sederhana tapi kuat. Alamnya liar, tapi indah. Kasar, tapi berkarakter. Untuk traveler yang suka tempat anti-mainstream, Sabu itu definisi nyata “beautifully raw.”
7. Tips Buat Lo yang Mau Trip ke Sabu ala Bro-Sis Traveler
Ambil waktu kunjungan pas musim kering biar jalanan lebih gampang dilewatin dan spot alam keliatan maksimal. Hormati adat saat masuk kampung tradisional — biasanya lo bakal diminta pakai tenun sebagai bentuk sopan santun.
Karena banyak spot yang masih alami, siapin stamina buat trekking kecil-kecilan. Ajak ngobrol warga lokal, mereka punya banyak cerita keren dan bikin pengalaman lo makin dalem.
Bro-sis traveler, Pulau Sabu itu bukan cuma destinasi buat liburan; ini tempat buat lo ngerasain budaya, alam, dan vibe yang beda dari kebanyakan pulau di Indonesia. Lo bakal pulang dengan foto keren, hati hangat, dan kepala penuh cerita seru. Jadi kalau lo mau eksplor NTT, jangan cuma main ke tempat yang rame — sempetin ke Sabu. Siapa tau, ini jadi trip paling gokil yang pernah lo alamin! (Sumber Foto @marcus_lindenlaub_photography)
...moreTerletak di Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Pasuruan, Jawa Timur, air terjun ini menjadi salah satu destinasi wisata dengan pemandangan indah di Pasuruan. Inilah Air Terjun Coban Baung, air terjun dengan suasana yang sejuk dan pepohonan di sekelilingnya menjadi daya tarik tersendiri buat air terjun ini.
Gemuruh air terjun langsung menyambut pengunjung begitu tiba di air terjun yang berada dalam kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Baung ini. Derasnya air terjun yang jatuh dari atas bebatuan seperti mengajak pengunjung untuk menceburkan diri ke dalam sungai yang berada tepat di bawah air terjun. Namun, ada larangan dari pihak pengelola untuk para pengunjung yang ingin mandi dan berenang di sekitar area air terjun ini.
Selain menyajikan air terjun, kawasan ini juga menyajikan suasana penuh kesejukan khas kawasan hutan. Udara yang masih terasa segar juga begitu terasa di sini sehingga memberikan nuansa kenyamanan saat kita menghirupnya.
Buat pengunjung yang suka berkemah di alam terbuka, Taman Wisata Alam Gunung Baung menyediakan fasilitas camping ground. Fasilitas ini disediakan untuk pengunjung yang ingin bermalam sambil menikmati segarnya udara dan gemericik air terjun di sekitar kawasan ini. Menginap di area hutan terbuka tentunya akan menjadi pengalaman yang menyenangkan buat pengunjung yang belum pernah merasakannya.
Untuk sampai ke air terjun setinggi sekitar 100 meter ini tidaklah sulit. Pengunjung harus menempuh perjalanan baik dengan angkutan umum maupun mobil pribadi dengan jarak sekitar 65 km dari Kota Surabaya dan menghabiskan waktu tempuh sekitar 90 menit.
Begitu tiba di kawasan Taman Wisata Alam Gunung Baung, pengunjung harus berjalan kaki lagi sekitar 200 meter menuruni anak tangga dengan pemandangan pepohonan di sepanjang perjalanan. Untuk masuk ke lokasi wisata ini pengunjung hanya dikenai tiket masuk sebesar Rp. 3.000. Dengan harga yang relatif terjangkau, pengunjung sudah bisa menikmati segarnya udara dan pemandangan air terjun yang menawan.
Sumber:http://www.indonesiakaya.com/
...more