TripTrus.Com - Ada dua mesjid di area Batavia Tua yang dibangun pada abad 18 dan 19, yaitu Mesjid An-Nawier dan Mesjid Langgar Tinggi di Pekojan, yang sekarang dikenal dengan Kampung Arab terletak di Jakarta Barat.
Langgar Tinggi Mosque
Nama Pekojan konon adalah kependekan dari kata “Khoja” atau “Kaja” sebuah area di India. Tetapi, “Khoja” ini juga adalah nama ikat kepala yang dikenakan oleh kaum pria di prooinsi Banten. Itulah mengapa tentara Banten yang bertikai dengan Pageran Fatahillah, penemu Jakarta, aman tinggal di area ini. Tentunya, Jakarta dan Batavia menjadi pelabuhan internasional yang sibuk, penuh dengan para pedagang dari kelompok etnis yang berbeda-beda yang masing-masing membentuk komunitasnya, dan kemudian bergabung di tempat yang dinamakan “Kampung”.
An-Nawier Mosque
Mesjid An-Nawier-yang dikenal juga sebagai Mesjid Pekojan, di area Pekojan- dibangun tahun 1749 AD (atau 1880 H menurut kalender Islam), oleh Syarifa Fatimah binti Husen Al Idrus. Mesjid ini mesjid terbesar dan tertua di Jakarta Tua serta memiliki lemen-elemen yang unik. Denah mesjid ini berbentuk L dengan kapasitas 2,000 orang. Atapnya disangga oleh 33 pilar, melambangkan 33 holy verses yang biasa dilantunkan setelah shalat usai. Di luar mesjid terdapat kubah setinggi 17 meter menyerupai mercusuar.
Menurut cerita yang beredar, pada masa lalu ketika berlangsung pemberontakan melawan Kolonial, tentara pejuang Indonesia biasanya berlindung di tempat sempit ini dan merasa nyaman.
Berjalan dari mesjid ini ke mesjid Langgar Tinggi, kita akan melewati jembatan Kambing di atas sungai Angke. Jembatan ini dulunya menghubungkan kita ke tempat penjagalan kambing. Kini tempat penjagalan ini sudah tidak ada lagi, namun masyarakat Arab yang masih tinggal di sini masih memlihara kambing dan memperjualbelikannya, sebagimana mereka telah melakukannya selama 200 tahun.
Menjejak di mesjid Langgar Tinggi atau Mesjid Tinggi, orang akan mengerti mengapa mesjid ini dinamakan demikian, tak lebih karena mesjid ini terdiri dari 2 lantai, yang amat jarang ditemukan di masa ini. Mesjid Langgar Tinggi, yang treletak di sepanjang sungai Angke konon dibangun pada tahun 1829 AD (atau di 1249 H menurut kalender Islam). Lantai atas tempat orang shalat terbuat dari kayu, dan masih dalam kondisi yang baik sampai sekarang. Sementara di lantai bawah, terdapat tempat untuk penjaga mesjid
Arsitekturnya adalah perpaduan antara moroislam dan kolonial yang menggunakan elemen Cina dan Jawa. Disain pilarnya bergaya klasik Eropa, penyangga pilarnya bergaya Cina dan lantainya bergaya Jawa. Mimbarnya didatangkan dari Palembang, Sumatera Selatan. (Sumber: Artikel jakarta-tourism.go.id Foto panoramio.com)
...moreTRIPTRUS - Traveling tidak selamanya identik dengan pengeluaran yang besar. Dengan dana seadanya saja, Anda tetap dapat menikmati liburan yang menyenangkan. Seperti di Ibukota Jakarta. Meskipun kota Jakarta identik dengan gaya hidup metropolitan tapi sebenarnya Anda tetap dapat mensiasati berlibur di sini dengan dana yang relatif kecil. Mau tahu caranya? Berikut adalah beberapa tips bagi Anda untuk berkeliling kota Jakarta murah meriah dalam satu hari!
Sumber: Foto jakarta.panduanwisata.id
Pertama adalah memilih angkutan umum. Dalam memilih jenis angkutan, Anda harus tahu persis dari mana dan tujuan Anda. Jika Anda belum mengetahui seluk beluk Jakarta, ada baiknya menggunakan bus Transjakarta. Bus ini terhubung dengan banyak objek wisata menarik di Jakarta. Tarif untuk sekali naik adalah sebesar Rp.4.000,-. Tapi perlu diingat, bahwa saat ini bus Transjakarta sudah menggunakan uang elektronik. Untuk itu pastikan terlebih dahulu Anda sudah memiliki kartunya. Bagi yang belum memilikinya dapat memperoleh smart card ini di beberapa bank seperti Bank DKI, Bank Mandiri, bank BRI, Bank BCA, bank BNI46 dan Bank Mega.
Kedua adalah naik bus wisata. Bus yang dimaksud di sini adalah City Tour Jakarta atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mpok Siti. Meskipun beberapa waktu lalu, bus ini sempat menjadi perbincangan yang cukup hangat di kalangan masyarakat Jakarta akan fungsinya, tapi keberadaannya sendiri sangat membantu para traveller untuk berkeliling Jakarta Pusat dengan gratis. Walaupun belum dapat menjangkau kawasan lain di Jakarta, tapi keberadaan bus yang diluncurkan pada 24 Maret 2014 silam ini cukup membuat keseruan bagi Anda yang ingin mengunjungi objek wisata yang berada di Jakarta Pusat, seperti Museum Nasional, Monumen Nasional (Monas), Istana Negara, dan masih banyak lagi. Anda bisa naik City Tour Jakarta di halte yang bertanda khusus Bus Wisata, seperti halte Bundaran Indonesia yang terletak persis di samping pusat perbelanjaan Plaza Indonesia.
Ketiga adalah memilih tujuan wisata gratis. Tips yang ketiga ini dapat dijadikan salah satu upaya menekan biaya liburan Anda. Dari sekian banyak objek wisata yang tersebar di Jakarta Pusat, masih ada beberapa diantaranya yang tidak dipungut biaya masuk sama sekali alias gratis. Diantaranya adalah Taman Fatahillah di Kawasan Kota Tua. Anda dapat berjalan-jalan menyusuri kota tua sambil menikmati suasana dan bangunan-bangunan kuno di sana. Atau yang tidak kalah serunya lagi, Anda dapat bertandang ke Pelabuhan Sunda Kelapa menikmati sunset, taman kota, Istiqlal, Katedral hingga Pasar Baru.
Keempat adalah makan di kaki lima. Kota Jakarta banyak memiliki kuliner yang lezat, mulai dari yang kelas restoran hingga kaki lima. Pilihan yang terakhir inilah yang boleh Anda coba. Beberapa daerah yang dikenal dengan makanan kaki limanya diantaranya adalah kawasan Pacenongan yang terkenal dengan barisan warung tenda yang menjajakan seafood lezat, Taman Menteng, kawasan Benhil atau di Kebayoran Baru.
Sumber: Foto jakarta.panduanwisata.id
Kelima adalah membawa makanan ringan dan air minum. Cara ini dinilai ampuh untuk mengurangi budget konsumsi. Soal makanan sering kali menjadi pengeluaran yang besar apalagi dilakukan tanpa kontrol. Bagi Anda yang suka ngemil ataupun minum air dalam jumlah banyak, cara yang satu ini boleh dilakukan. Selain dapat mengganjal perut yang lapar, makanan ringan yang dibuat sendiri juga dapat menyehatkan. Bagaimana, lumayankan dana konsumsi yang diminimalis dapat dipergunakan untuk yang lainnya, contohnya saja oleh-oleh.
Sumber: Artikel jakarta.panduanwisata.id Foto liburanjakarta.web.id
...moreTripTrus.Com - Museum Multatuli Rangkasbitung di Rangkasbitung, Lebak, Banten tuh museum keren banget buat belajar sejarah, juga tempat wisata sejarah yang gampang dijangkau, deket banget dari ibu kota, dan gratis tiket masuknya.
Di museum ini ada 34 artefak asli atau replika yang bisa bikin kita kenal sama sejarah. Buat para wisatawan yang naik Kereta Api atau Commuterline, aksesnya gampang banget, lokasinya deket Stasiun Kereta Api Rangkasbitung, di Jalan RM. Nata Atmaja, Rangkasbitung, Lebak, Banten.
Museum Multatuli itu tempat wisata yang keren banget buat sejarah. Ada beberapa hal menarik di bawah ini! Akses masuknya yang Instagramable, pas mau masuk Museum Multatuli, kita bisa foto-foto dengan pintu masuknya yang bisa diunggah di Instagram buat para wisatawan.
Patung tokoh-tokoh roman Max Havelaar Multatuli, Saijah, dan Adinda, pas masuk kawasan museum, kita disambut sama patung Multatuli yang lagi baca buku. Di sampingnya ada rak buku juga.
[Baca juga : "Cerita Awal Mula Pulau Pahawang, Dari Nokoda Sampai Jadi Desa Wisata Seru!"]
Sementara itu, patung Saijah lagi berdiri tegak. Nah, Adinda lagi duduk di kursi panjang sambil lihat-lihat rak buku. Saijah dan Adinda itu dua tokoh yang ada di bab buku Max Havelaar. Patung-patung karya Dolorosa Sinaga itu dari tembaga. Pesan pendek dari Multatuli, pas masuk ruang museum, ada wajah Multatuli dari kaca sama kalimat "Tugas Manusia Adalah Menjadi Manusia" yang bakal menyambut kita. Sebelum masuk lebih jauh,
Sejarah awal Belanda datang ke Indonesia, pas masuk ruang teater, kita bisa nonton video dan diorama kapal layar Eropa yang ceritain gimana Belanda kolonial datang ke Indonesia. Mereka datang lewat perdagangan rempah-rempah kayak cengkeh, pala, kopi, lada, dan kayu manis. Dari ruangan ini, kita bisa tau juga tentang tanam paksa di selatan Banten atau Cultuurstelsel yang lahir dari situ. (Sumber Foto @inderaisme91)
...morePacu kuda bogi atau pacu kuda menggunakan kereta joki sampai saat ini masih sering di pertandingkan di Solok, Sumatra Barat. Meski pesertanya sudah jauh berkurang, beberapa daerah yang masih memiliki kuda bogi seperti Sawahlunto, Padang, Solok, Agam, Bukittinggi, serta Payakumbuh tidak pernah absen dalam setiap pertandingan. Ini guna mempertahankan keberadaan pacu kuda bogi agar tidak punah.Pacu kuda bogi berbeda dengan pacu kuda biasa. Bila biasanya joki menggunakan pelana di punggung kuda, namun kuda bogi memakai kereta roda dua. Pacu kuda bogi sudah dikenal di Minangkabau sejak zaman Belanda. Dulunya, kereta bogi biasa dipakai bangsawan Belanda atau pejabat-pejabat pemerintahan di zaman itu.
Sumber:http://news.liputan6.com/read/ Foto:http://www.tabloidbijak.com/2015/09/pacuan-kuda-di-paguh-duku-kecamatan-vii.html
...moreTripTrus.Com - Kehidupan manusia tidak bisa terlepas dari kegiatan konsumsi. Konsumsi erat kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan.. Suatu konsumsi melewati suatu transaksi antara penjual dan pembeli. Berbelanja adalah cara pemenuhan kebutuhan.
Pasar merupakan salah satu tempat untuk berbelanja. Akan tetapi, bagaimana rasanya ketika berbelanja di tempat yang unik? Tentu sensasinya akan berbeda. Tempat wisata Pasar Papringan Temanggung merupakan destinasi yang pantas untuk dikunjungi. Keunikan pasarnya sangat berkesan.
Pasar Papringan merupakan tempat yang menarik di Temanggung. Sebagian besar wisatawan tertarik mengunjungi tempat ini, terbukti dengan suasana pasar yang tak pernah lengang. Sesuai dengan namanya yaitu Papringan, yang berasal dari kata “pring” yang berarti bambu, pasar ini berada di sebuah kebun bambu.
Ojo lali tiap minggu wage karo pon dolan rene yaaa 😆😆 sing ketemu mimin tak jajake wes . 🌿 Pasar Papringan, Ngadimulyo . #Temanggungku #pasarpapringan #jateng #eksplorejateng #explorejateng
A post shared by temanggungku (@temanggungku) onOct 1, 2017 at 4:20am PDT
Pepohonan bambu di pasar ini cukup rimbun. Tepatnya, pasar ini berada di Dusun Banaran Kelingan, Caroban, Kandangan, Temanggung. Lokasinya bisa ditemukan disini melalui google map : Peta Pasar Papringan
Pasar ini buka setiap hari Minggu Wage. Suasana pasar pada umumnya akan terasa panas dan sesak saat siang hari. Lain lagi dengan suasana Pasar Papringan. Teduhnya pasar diperoleh dengan adanya rerimbunan pohon bambu di sekitarnya.
Pasar dengan luas 300 meter persegi ini dipadati oleh para pedagang dengan varian barang dagangannya masing-masing. Pasar ini menawarkan berbagai jenis makanan dan minuman tradisional. Nama setiap produknya juga unik.
Makanan tradisional yang dijajakan adalah samiler (keripik singkong), glanggem, manggleng (olahan dari singkong), rondo royal, nasi megono, ketan lupis, dan lain sebagainya.
Minuman khas yang dijual adalah kelapa muda, jamu, adon-adon, dll. Terdapat aturan khusus bagi pedangang makanan dan minuman, yaitu harus memakai bahan yang ramah lingkungan dan sehat.
Masakan tidak boleh mengandung MSG dan dilarang menggunakan plastik, serta mengganti plastik dengan besek. Kesehatan tubuh Anda dapat terjaga dengan sajian lezat yang ada di pasar unik daerah Temanggung ini.
Bagi Anda penyuka kerajinan, dapat menemukan beragam keunikan produk kerajinan dan beragam fungsinya. Di Pasar Papringan dapat ditemukan aneka kerajinan yang terbuat dari bambu, meliputi topi, radio yang dilapisi dengan bahan kayu, hingga sepeda yang sebagian rangkanya terbuat dari bambu. Semua kerajinan mempunyai desain yang penuh varian, baik itu ukuran, warna, maupun coraknya.
Alat Pembayaran yang Unik
Selamat siang Temanggung! Mungkin ada yang belum tau apa itu Pasar Papringan? Adalah semacam pasar pagi gitu yg diadakan tiap hari minggu wage. Pasar papringan bertempat di Dusun Kelingan, Desa Caruban, Kandangan. Disini dijual berbagai makanan dan jajanan, kerajinan, batik, dan ada juga Magno Radio yg mendunia itu lho! Uniknya, sistem transaksi di pasar papringan menggunakan uang pring. Jadi uang kalian ditukarkan pada saat dateng. 1 pring = 1000 rupiah. Jangan khawatir kalo kalian udah terlanjur menukarkan uang banyak tapi gk habis bisa dirupiahkan lagi kok. Yuk yg mau kesana next #PasarPapringan5 akan berlangsung 29 mei 2016. Photo source: @metrotv #exploretemanggung for #pasarpapringan
A post shared by TEMANGGUNG BERSENYUM (@exploretemanggung) onApr 25, 2016 at 11:40pm PDT
Uang adalah suatu alat pembayaran yang sah dan digunakan sebagai alat tukar dalam suatu transaksi jual beli. Inilah letak keunikan selanjutnya dari Pasar Papringan. Para pembeli dan pedagang tidak diperbolehkan bertransaksi menggunakan mata uang Rupiah.
Pihak penjual dan pembeli harus bertransaksi dengan koin bambu, dengan cara menukarkan uang Rupiah dengan koin bambu. Koin ini ada yang berbentuk bulat dan kotak.
Nilai yang tertulis dalam koin bambu tersebut ada empat macam, yaitu “1”,”5”,”10”, dan “50”. Nilai “1” tersebut senilai dengan Rp 1000,00, nilai “5” setara dengan Rp 5000.00, nilai “10” sebanding dengan Rp 10.000,00, dan nilai “50” mempunyai nilai yang sama dengan Rp 50.000,00.
Penukaran uang Rupiah dengan koin bambu tersebut dapat dilakukan di petugas pasar yang ada di area pasar.
Alat pembayaran yang tergolong unik ini merupakan suatu inovasi yang dapat menarik kunjungan dari wisatawan maupun pengunjung yang ingin menikmati sensasi berbelanja di Pasar Papringan yang terkenal dengan keunikannya.
Berbelanja sekaligus wisata adalah paket manfaat saat berkunjung ke pasar ini. Kegiatan berbelanja dengan koin bambu menyimpan kesan tersendiri. (Sumber: Artikel wisatane.com, Foto jateng.tribunnews.com)
...moreMeski punya bentuk dan rasa yang unik, tapi nama buah matoa belum dikenal luas. Buah matoa yang unik dan berkhasiat ini asli berasal dari Papua lho, TripTroops!Buah matoa yang punya nama latin Pometia Pinnata ini tumbuh di pohon tinggi yang bisa mencapai 18 meter dan diameternya bisa mencapai 1 meter. Buah ini sekilas terlihat seperti kedondong, karena bentuknya yang mirip, meski ukurannya lebih kecil. Namun, berbeda dengan kedondong yang kulitnya menempel di daging buah, kulit buah matoa ternyata mudah dikupas, seperti mengupas kulit buah kelengkeng. Jadi TripTroops tidak usah repot mengupas matoa dengan pisau. Cukup dengan menekan dengan ujung kuku saja, maka kulit buah matoa akan mudah terbuka.Di Papua, buah matoa mempunyai dua jenis yang populer, yaitu matoa kelapa dan matoa pepeda. Daging buah matoa kelapa bersifat kenyal tapi kering, sedangkan buah matoa pepeda memiliki daging yang lembek dan sedikit lengket. Daging buah matoa sendiri kurang lebih teksturnya mirip dengan buah rambutan. Tapi, jika rambutan seringkali dagingnya menempel pada biji, buah matoa dagingnya dengan mudah dapat dilepas dari bijinya. Buah matoa biasanya berwarna hijau kemerahan atau keunguan seperti buah manggis.Keunikan lain dari buah matoa adalah aromanya yang sekilas mirip dengan aroma buah durian. Dan saat digigit pun aroma durian itu sedikit terasa di lidah. Meskipun begitu, buah matoa ini sama sekali tidak punya hubungan saudara dengan buah durian. Dan buat matoa juga kaya vitamin C dan vitamin E. Sayangnya, konsumsi berlebih buah matoa dapat menyebabkan "mabuk" karena rasa manis buah matoa berasal dari kandungan glukosa jenuh yang cukup tinggi. Sebagai informasi, vitamin C mempunyai khasiat untuk daya tahan tubuh dan sebagai antioksidan. Vitamin C dalam buah matoa juga bisa menangkal radikal bebas yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Sementara itu, vitamin E dalam buah matoa dapat bermanfaat buat elastisitas dan kelembaban kulit dan membantu meringankan stress, meningkatkan kesuburan, serta dapat meminimalkan resiko penyakit kanker dan jantung koroner.Buah matoa biasanya berbuah satu kali dalam setahun, yaitu antara bulan Juli sampai Oktober. Di Papua, buah matoa tumbuh tersebar dari dataran rendah hingga ketinggian + 1200 mdp; (meter di atas permukaan laut. Untuk dapat tumbuh subur, buah matoa memerlukan curah hujan yang tinggi (lebih dari 1200 mm/tahun). Pohon matoa juga tidak perlu perawatan yang rumit karena pohon dan buah matoa cukup kebal terhadap gangguan serangga. Buah matoa yang sudah dipetik tidak dapat bertahan lama di luar lemari es, jadi kalau TripTroops beli buah matoa dan ingin buahnya tetap segar lebih lama, jangan lupa untuk disimpan di dalam kulkas ya. Tapi tampaknya susah untuk menahan diri tidak menghabiskan buah matoa. Karena sekali coba, besar kemungkinan kamu baru bisa berhenti makan setelah buahnya habis.
...moreTripTrus.Com - Bro, nih ada kabar seru buat rencana liburan lo di 2024! National Geographic baru aja nge-drop Rekomendasi Wisata Terpopuler buat tahun depan, dan salah satu destinasi yang keren banget adalah Gili Islands dari Indonesia, bro!
View this post on Instagram
A post shared by Sharon Jia En (@jiaaaennnn__)
Jadi, kan, udah masuk awal tahun 2024, liburan udah jadi omongan serius buat para traveler. Setelah sekian lama kena pandemi, pada nggak sabar pengen jalan-jalan ke tempat keren di dalam atau luar negeri.
Tapi, nih, biar liburan lo bener-bener beda dan keren, penting banget pilih destinasi yang oke banget. National Geographic baru aja nge-release daftar destinasi liburan yang keren banget, supaya liburan lo nggak jadi yang 'biasa-biasa aja'.
[Baca juga : "Rekomendasi Kuliner Legendaris 2024, Kisah 53 Tahun Persahabatan Dan Kelezatan Kuliner Di Bogor"]
Dari 30 destinasi keren di The Cool List 2024, ada satu tempat yang bener-bener patut di-check, yaitu Gili Islands di Indonesia.
Buat yang belum tau, Indo punya banyak destinasi keren, salah satunya tuh Gili Islands. Kepulauan ini kecil banget, di lepas pantai Lombok. Dan tau nggak? Pantainya tuh super indah, berpasir putih, airnya jernih abis. Nah, Gili Islands ini juga tempat asik buat snorkeling dan diving, bro! Jadi, bener-bener all-in-one package buat liburan yang nggak terlupakan! (Sumber Foto @mraflyrafiqi)
...moreTripTrus.Com - Hey, para pendaki! Musim pendakian udah tiba nih. Meski cuaca kadang masih suka nggak jelas, tapi puncak-puncak gunung di Jawa Tengah udah ngundang-ngundang kamu buat didaki. Buat kamu yang ngincar seven summits tapi masih terlalu jauh buat ngejar tujuh puncak tertinggi di Indonesia atau dunia, Jawa Tengah bisa jadi start yang pas. Akses ke basecamp-nya rata-rata gampang banget dijangkau, nggak pake ribet. Paling lama, kamu bisa ngabisin dua hari satu malam buat naik turun gunung-gunung ini. Kalo mau santai atau menikmati jalur, bisa tambah sehari lagi, atau malah bisa tektok sehari aja!
View this post on Instagram
A post shared by Pejelajah gunung indonesia (@pejelajah.gunung)
1. Gunung Slamet (3.428 mdpl)
Ini dia atapnya Jawa Tengah, gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa setelah Gunung Semeru. Lerengnya luas banget, sampai lima kabupaten: Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes. Di puncaknya ada kawah belerang yang masih aktif, dan medannya berbatu serta berpasir yang sering tiba-tiba berkabut. Ada enam jalur resmi yang bisa kamu pilih: Baturraden, Bambangan, Gunung Malang, Dipajaya, Guci, dan Kaliwadas. Jalur ini punya karakter dan tingkat kesulitan masing-masing. Buat yang mau nikmatin perjalanan, sebaiknya kamu alokasikan tiga hari dua malam deh biar nggak kecapekan.
2. Gunung Sumbing (3.371 mdpl)
Gunung tertinggi kedua di Jawa Tengah setelah Slamet. Lerengnya dipenuhi kebun tembakau, mirip kayak saudara kembarnya, Gunung Sindoro. Di dekat puncak ada kaldera yang bisa dieksplor, seperti Segoro Banjaran, Segoro Wedi, dan kawah belerang aktif. Banyak jalur menuju puncak seperti jalur Butuh, Mangli, Banaran, Cepit, dan lainnya. Jalur pendakiannya cenderung lurus dan menanjak, kadang nggak ada sumber air, jadi pastikan bawa air lebih.
3. Gunung Lawu (3.265 mdpl)
Berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, Gunung Lawu nggak cuma terkenal di kalangan pendaki, tapi juga para peziarah. Banyak jalur pendakian yang juga menyimpan situs cagar budaya, seperti Candi Cetho dan Candi Kethek. Jalur lainnya ada Cemoro Kandang dan Tambak di Karanganyar. Udara di Gunung Lawu lebih dingin dibanding gunung lain, jadi persiapkan fisik dan perlengkapan yang memadai.
4. Gunung Sindoro (3.153 mdpl)
Gunung ini punya kawah belerang aktif yang besar, dan lokasinya tepat di seberang Gunung Sumbing, hanya dipisahkan lembah dengan jalan raya Temanggung-Wonosobo di atasnya. Banyak jalur pendakian dari berbagai arah seperti Sigedang, Bansari, Ndoro Arum, Kledung, Alang-alang Sewu, dan Bedakah. Pemandangannya keren banget, dan dari puncak kamu bisa lihat gunung-gunung besar lainnya.
5. Gunung Merbabu (3.145 mdpl)
Terletak di kawasan taman nasional, Merbabu punya seven summits-nya sendiri yang bisa kamu capai lewat jalur Thekelan di Semarang. Jalur ini punya tiga titik sumber air yang bisa dimanfaatkan. Kamu harus siapin fisik, logistik, dan manajemen waktu yang baik buat bisa mencapai tujuh puncak tertingginya. Informasi panduan registrasi pendakian bisa dicek secara daring.
[Baca juga : "Petualangan Seru Di Tangkahan, Eksplorasi Surga Tersembunyi Di Sumatera Utara"]
6. Gunung Prau (2.590 mdpl)
Gunung ini udah jadi favorit para pendaki, terutama saat akhir pekan atau libur panjang. Jalur pendakian yang populer ada Patak Banteng dan Dieng di Wonosobo. Kalau mau yang agak sepi, coba jalur Wates, Igirmranak, Kalilembu, atau Dieng Kulon. Dari puncak, kamu bisa lihat pemandangan gunung-gunung besar di sekitarnya, terutama saat matahari terbit atau terbenam.
7. Gunung Merapi (2.930 mdpl)
Gunung Merapi, dengan puncak setinggi 2.930 mdpl, berada di empat kabupaten: Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten, serta dua provinsi, yaitu Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Meski aktif, gunung ini tetap jadi spot favorit buat hiking dan wisata seru!
Ada beberapa jalur pendakian yang bisa dipilih para pendaki sesuai tingkat kesulitan, preferensi, dan izin yang ada. Jalur Selo, Babadan, dan Kinahrejo jadi yang paling populer buat sampai ke puncak Gunung Merapi. Yuk, cobain serunya mendaki di sini. (Sumber Foto @haydarrmohammad)
...moreTripTrus.Com - Hai Sobat Triptrus! Hari raya Idul Fitri atau Lebaran adalah momen spesial yang sangat dinantikan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Ini merupakan waktu yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga dan teman-teman tercinta setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa. Di samping itu, momen libur Lebaran juga bisa dimanfaatkan untuk berlibur ke berbagai tempat wisata seru di Indonesia. Berikut adalah lima opsi destinasi wisata yang menarik untuk mengisi liburan Lebaran di Indonesia:
1. Bali
View this post on Instagram
A post shared by Snehal | Neeraj (@travel_with_snehal)
Bali selalu menjadi destinasi wisata yang populer di Indonesia. Selain keindahan alamnya yang memukau, Bali juga terkenal dengan kebudayaannya yang kaya dan ramah tamah penduduknya. Saat liburan Lebaran, Sobat Triptrus dapat berjemur di pantai, berselancar, menikmati pemandangan dari puncak gunung, dan menikmati kuliner khas Bali seperti bebek betutu, sate lilit, dan ayam betutu.
2. Yogyakarta
Yogyakarta adalah kota yang kaya akan sejarah dan kebudayaan Indonesia. Terdapat banyak tempat wisata di Yogyakarta yang dapat dikunjungi, seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, Kraton Yogyakarta, dan Goa Jomblang. Selain itu, Yogyakarta juga terkenal dengan kuliner khasnya seperti gudeg, nasi kucing, dan bakpia.
3. Lombok
Lombok adalah pulau yang terletak di sebelah timur Bali. Pulau ini terkenal dengan keindahan pantainya yang memukau seperti pantai Kuta, pantai Tanjung Aan, dan pantai Senggigi. Selain itu, di Lombok juga terdapat Gunung Rinjani, gunung tertinggi kedua di Indonesia yang menawarkan pemandangan alam yang menakjubkan.
4. Bandung
Bandung adalah kota di Jawa Barat yang terkenal dengan keindahan alamnya seperti lembah Gunung Tangkuban Perahu, Kawah Putih, dan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Selain itu, Bandung juga terkenal dengan kulinernya seperti batagor, siomay, dan makanan khas Sunda.
[Baca juga : "Ingin Liburan Yang Lebih Bermakna Dan Berkah Saat Bulan Ramadan? Simak Beberapa Tips Berwisata"]
5. Labuan Bajo
Labuan Bajo adalah kota yang terletak di ujung barat Pulau Flores. Kota ini terkenal dengan keindahan alamnya seperti Pulau Komodo yang menjadi habitat hewan komodo, pulau-pulau kecil yang memukau seperti Pulau Padar dan Pulau Kelor, serta keindahan bawah lautnya yang menakjubkan. Saat liburan Lebaran, Sobat Triptrus dapat mengunjungi Labuan Bajo untuk menyaksikan hewan komodo secara langsung dan snorkeling di perairan Labuan Bajo.
Itulah lima opsi destinasi wisata menarik untuk mengisi liburan Lebaran di Indonesia. Selamat menikmati liburan Sobat Triptrus! (Sumber: Artikel Shalahudin Hikam Al Ayubi Foto @jiaqianqianqian)
...more