Taman Nasional Bunaken ditunjuk oleh Menteri Kehutanan sebagai taman nasional pada tahun 1991. Obyek wisata ini luas sekitar 89.065 hektare, berada di wilayah Kabupaten Minahasa, Kotamadya Manado, Sulawesi Utara. Di sebelah utara taman nasional, ada pulau Bunaken, Manado Tua, Montehage, Siladen, Nain, Nain Kecil, dan sebagian wilayah pesisir Tanjung Pisok. Sementara di bagian selatan, meliputi sebagian pesisir Tanjung Kelapa.Lokasi ini merupakan perwakilan ekosistem perairan tropis Indonesia yang terdiri dari ekosistem hutan bakau, padang lamun, terumbu karang, dan ekosistem daratan atau pesisir. Pulau-pulau di dalamnya kaya akan flora dan fauna. Perairan Taman Nasional Bunaken memiliki 13 genera (genus) karang hidup yang didominasi oleh jenis terumbu karang tepi dan terumbu karang penghalang. Tercatat sekitar 91 jenis ikan yang hidup di perairan ini, diantaranya ikan kuda gusumi (Hippocampus kuda), oci putih (Seriola rivoliana), lolosi ekor kuning (Lutjanus kasmira), goropa (Ephinephelus spilotoceps dan Pseudanthias hypselosoma), ila gasi (Scolopsis bilineatus). Di tempat wisata ini banyak kegiatan wisata bahari yang ditawarkan, seperti: diving, snorkeling, berjemur, dan berenang di laut. Di pantai Kalase, yang berada di pinggir Kota Manado, terdapat sebuah diving center bernama Dragonet yang pernah menjadi sekretariat acara Sail Bunaken yang memecahkan rekor MURI dengan lebih dari 2.000 penyelam mengikuti upacara bendera di dasar laut. Bapak James, pemilik Dragonet Diving Center, mempekerjakan instruktur selam bersertifikasi SDI (Scuba Diving International) yaitu Bapak Ferry. Dragonet menawarkan pelajaran menyelam bagi pemula, yang meliputi dasar-dasar menyelam (breathing, buoyance control, mask clearing, ear equalization) selama 15 menit, dan setelah paham akan langsung diajak menyelam selama 45 menit di kedalaman hingga 6 meter. Dengan bantuan instruktur selam yang sudah berpengalaman seperti Bapak Ferry, para pemula dijamin bisa menyelam.Selain melalui Pantai Kalase, Taman Nasional Bunaken juga dapat dicapai melalui Pelabuhan Manado, Marina Nusantara Diving Centre (NDC) di Kecamatan Molas yang memakan waktu sekitar 20 menit, dan dari Marina Blue Banter dengan waktu tempuh sekitar 10 – 15 menit menggunakan kapal pesiar. Jika berangkat dari pelabuhan Manado, bisa menggunakan perahu motor menuju pulau Siladen yang dapat ditempuh sekitar 20 menit, ke pulau Bunaken sekitar 30 menit, ke pulau Montehage sekitar 50 menit, dan ke pulau Nain sekitar 60 menit. Biaya masuk ke lokasi ini sebesar Rp 2.500 per hari untuk wisatawan domestik, dan Rp 150.000 per tahun untuk wisatawan asing.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...morePilih trip yang kamu inginkan ke Lombok di TripTrus: http://triptr.us/Bw
TRIPTRUS - Pada bulan Februari atau Maret tiap tahunnya, bertepatan dengan tanggal 20 bulan ke-10 penanggalan Suku Sasak, orang-orang berkumpul di Pantai Seger, Lombok, untuk melakukan ritual Bau Nyale. Bau Nyale sendiri berarti menangkap (Bau) cacing laut (Nyale). Tradisi ini dilakukan untuk menyambut musim panen padi yang akan dilakukan tidak lama setelah Bau Nyale. Tradisi Bau Nyale dimulai dari legenda masyarakat Lombok mengenai seorang putri bernama Putri Mandalika. Alkisah dari cerita rakyat Lombok, Putri Mandalika, anak dari Raja Tonjang Beru, memiliki wajah yang amat cantik dan disayangi oleh rakyatnya. Karena itu, puluhan pangeran datang untuk melamar Putri Mandalika. Untuk menunjukkan kehebatan diri mereka, para pangeran itu berperang satu sama lain yang mengakibatkan korban berjatuhan. Berita itu pun sampai ke telinga Mandalika. Sang putri meminta izin ayahnya untuk bertapa demi mendapatkan petunjuk dari para dewa. Dari pertapaannya, Mandalika mendapatkan petunjuk untuk mengakhiri peperangan itu. Satu cara adalah dengan memilih salah satu pangeran yang akan menjadi suaminya, atau mengorbankan dirinya agar tidak ada pemenang dan tidak ada yang merasa iri pada pilihan Mandalika. Putri Mandalika mengumpulkan para pangeran di pinggir Pantai Seger Kuta pada hari ke 20, bulan ke 10. Putri Mandalika meminta para pangeran untuk hadir sebelum matahari terbit, sehingga beberapa pangeran sudah tiba di pantai itu dua hari sebelumnya. Pantai Seger Kuta pada hari itu dipenuhi oleh para pangeran yang ingin mempersunting Mandalika serta para rakyat yang ingin mengetahui pilihan Putri yang mereka sayangi itu. Mandalika tiba dengan menggunakan kereta kuda dan mengenakan pakaian terbaiknya. Sambil berdiri di atas batu karang, Mandalika pun mengumumkan keputusannya. Mandalika mengumumkan bahwa dia memilih untuk mengorbankan dirinya untuk mengakhiri peperangan yang terjadi karena dirinya. Tidak lama setelah itu, Mandalika pun terjun ke dalam laut. Orang-orang yang hadir pun dikerahkan oleh raja untuk menemukan Putri Mandalika, tetapi mereka tidak dapat menemukan sang putri. Yang mereka temukan hanya ribuan nyale dengan berbagai warna di pinggir pantai. Sejak saat itu, orang-orang meyakini bahwa Putri Mandalika telah berubah menjadi nyale dan hingga kini keyakinan itu masih dipegang oleh Suku Sasak. Kini, perayaan Bau Nyale dilakukan untuk mengenang Putri Mandalika dan meramalkan panen yang akan datang. Orang-orang yang berpartipasi harus hadir sebelum matahari terbit dan mulai mengumpulkan nyale pada saat air laut surut, yaitu sekitar pukul 3 sampai 5 di sore hari. Para peserta yang menangkap nyale menyanyikan lagu dan pantun suku Sasak. Seorang pemuka adat lalu melihat jumlah nyale yang berhasil dikumpulkan. Semakin banyak nyale yang berhasil ditangkap, itu berarti panen padi akan semakin berlimpah. Nyale yang ditangkap kemudian akan dimasak menjadi bermacam hidangan atau bahkan dimakan mentah-mentah.
Di seberang Lombok, di Pulau Sumba, tradisi Bau Nyale juga dilakukan sebelum melakukan Pasola, sebuah ritual yang juga dirayakan untuk menyambut panen padi.
Photos courtesy of: Wikipedia
...moreDi Desa Cepit, Kecamatan Bokoharjo, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, terdapat sebuah candi unik bernama candi Banyunibo. Menurut epistemologi, nama Banyunibo mempunyai makna air yang tertumpah atau air yang menetes. Tak ada penjelasan lebih jauh mengenai apa arti dari nama candi tersebut. Namun candi Banyunibo mempunyai sisi menarik dibanding dengan candi lainnya, yaitu letak candi-nya yang terselip di antara hutan dan persawahan. Sejak dulu warga sekitar sering menyebut candi ini dengan sebutan candi "Si Sebatang Kara Banyunibo" karena letaknya yang terpisah dengan candi-candi yang lain. Bila dilihat dari kejauhan, Candi Banyunibo terlihat kokoh dan lengkap. Namun, dari segi ukurannya, candi ini sangat kecil jika dibandingkan dengan Candi Borobudur atau Prambanan. Walaupun kecil, Candi Banyunibo memiliki ornamen yang kaya di setiap sisinya. Ukiran relief kala-makara dan bentuk relief lainnya turut mempercantik ornamen candi ini. Di sebelah barat candi terdapat pintu masuk. Sebelah kanan dan kiri tangga candi tersebut terdapat singa yang melambangkan penjaga candi. Susunan candi Banyunibo secara keseluruhan adalah satu candi induk dengan dilengkapi candi perwara dalam bentuk stupa-stupa.Memasuki candi, kita akan menemukan ruang yang tidak begitu luas. Dari dalam candi kita dapat melihat pemandangan persawahan yang hijau lewat jendela atau bilik pada sisi bagian selatan. Di candi yang diyakini sebagai salah satu bangunan suci oleh umat Budha ini, terdapat relief yang menceritakan tentang Dewa Kurawa atau dewa kekayaan. Namun sayangnya, relief ini sebagian sudah rusak.Lokasinya yang dikelilingi oleh persawahan menjadikan candi Banyunibo sebagai salah satu alternatif tempat wisata yang wajib dikunjungi. Karena selain udara di sekitar candi yang masih alami, pengunjung juga bisa mempelajari tentang kekayaan keyakinan manusia Indonesia di masa lampau.
Suber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTripTrus.Com - Wisata religi menjadi kegiatan yang sudah umum dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Kota-kota besar pun kerap menjadi tujuan dari wisata keagamaan tersebut. Seperti di Kota Bogor, wisatawan bisa berkunjung ke tempat wisata religi di Masjid Raya Bogor. Dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, lokasi rumah ibadah ini ada di Jalan Raya Pajajaran Nomor 10. Keberadaan Masjid Raya Bogor terbilang strategis sehingga pengunjung tidak akan kesulitan dalam mencari bangunan Islami tersebut. Jika dari pintu keluar Tol Jagorawi, maka Masjid Raya Bogor berada tempat di sampingnya. Tidak terlalu jauh dengan pusat Kota Bogor. Masjid Raya Bogor termasuk bangunan bersejarah karena rampung berdiri tahun 1979. Luas rumah ibadah umat Muslim di Kota Bogor ini sekitar 4.000 meter persegi. Gaya arsitektur masjid terlihat indah bersama ornamen bintang berbentuk segi delapan. Pengunjung bisa mengunjungi Masjid Raya Bogor kapan saja karena rumah ibadah satu ini selalu terbuka untuk para jamaah Muslim yang hendak beribadah. Bukan hanya itu, pungunjung juga dapat mencicipi beragam kuliner menarik di depan Masjid Raya Bogor.Selain Masjid Raya Bogor, wisatawan bisa juga mengunjungi rumah ibadah Masjid Agung Bogor. Masjid ini berlokasi di kawasan Pasar Anyar, tepatnya berada di Jalan Dewi Sartika Nomor 1A, Bogor. Berdasarkan sejarah, Masjid Agung Bogor berdiri di kawasan pasar dengan luas tanah mencapai 4.000 meter persegi dan luas bangunan 2.500 meter persegi.Masjid Agung Bogor ada di tengah keprihatinan para ulama Kota Bogor yang melihat lebih banyak berdiri gereja di banding masjid. Sehingga pada tahun 1990 berdirilah Masjid Agung Bogor ini. Tidak perlu heran dengan hiruk-pikuk di sekitar Masjid Agung Bogor, hal itu sudah menjadi pemandangan umum setiap hari. (Sumber: Artikel republika.co.id Foto lovelybogor.com)
...moreTripTrus.Com - Jika di Jakarta terdapat Kota Tua yang dianggap sebagai Jakarta-nya tempo dulu, maka di Depok juga terdapat kawasan yang merupakan kota tua-nya depok yaitu yang disebut dengan Depok Lama. Kawasan Depok Lama ini meliputi seluruh Kelurahan Depok termasuk Jalan Pemuda dan sekitarnya, Jalan Siliwangi dan sekitarnya, Jalan Kartini dan sekitarnya, Stasiun KA Depok (dahulu bernama stasiun Depok Lama) dan sebagian Jalan Dewi Sartika. Tapi tidak hanya di Kawasan Depok Lama terdapat tempat dan situs bangunan bersejarah di Depok, masih banyak di luar kawasan tersebut yang juga mempunyai nilai sejarah.
Salah satu kawasan Depok Lama yaitu di sepanjang Jalan Pemuda di Kel. Depok, Kec. Pancoran Mas. Di sini masih dapat ditemui bangunan-bangunan bersejarah dengan arsitektur Belanda.
1. Monumen Cornelis Chastellain
View this post on Instagram
Selamat Hari Bela Negara! 19 Desember Tugu putih ini merupakan sebuah monumen pembebasan kaum budak yang didirikan pada 28 Juni 1914 atau tepatnya 200 tahun setelah wasiat dari Cornelis Chastelein mulai berlaku. Tapi tugu yang ada sekarang itu bukanlah yang asli sejak tahun 1914, karena baru dibangun kembali 28 Juni 2014. Alasannya adalah pada 1960 tugu ini sempat dihancurkan karena dianggap sebagai simbol antek-antek Belanda. Yuk, #ProtectAndPromote tugu bersejarah ini! 📷 @munzilalaily #WHCI2016 #WarisanDuniaKita #YOVETAGE #YOVETAGEDepok #DepokPeduliSejarah
A post shared by #DepokPeduliSejarah (@yovetage.dpk) onDec 19, 2018 at 6:12am PST
Monumen ini sekarang berada di halaman depan dalam areal Rumah Sakit Harapan Depok, rumah sakit pertama yang berdiri di Depok. Monumen ini didirikan pertama kali pada tahun 1914 masih di zaman pemerintahan kolonial Belanda dan merupakan tugu pertama yang ada di Depok ketika itu. Pada tahun 1960, tugu ini dihancurkan. Tidak ada yang tahu pasti kenapa tugu tersebut dihancurkan. Pada tahun 2002, Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC) merencanakan pembangunan kembali tugu tersebut namun belum mendapatkan izin dari pemerintah dengan alasan bahwa Cornelis Chastelein bukanlah seorang pejuang atau pahlawan dan sebuah tulisan kalimat pada tugu yang dianggap berbau SARA. Baru pada tahun 2014 tugu ini baru dibangun kembali setelah mendapat ijin serta dihilangkannya tulisan yang dianggap berbau SARA.
Letak Monumen/Tugu Cornelis Chastellain berada di jalan Pemuda, Kel. Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Depok. Berjarak kurang lebih 2 km dari Gedung Walikota Depok, Jl. Margonda. Kini tugu tersebut dianggap sebagai Titik Nol Km Depok.
2. Rumah Sakit Harapan Depok
View this post on Instagram
Tugu Cornelis Chastelein #exploredepok #history #cagarbudaya #depok #cornelischastelein #bekaskantorkepresidenandepok
A post shared by Enco Butarbutar (@enco_butarbutar) onDec 10, 2017 at 3:37am PST
Masih berada di kawasan Jalan Pemuda, dahulunya bangunan yang dijadikan rumah sakit ini adalah bangunan kantor dari Cornelis Chastellain yang merupakan pusat pemerintahan kotapraja Depok dimasa lampau. Diperkirakan bangunan tersebut dibangun pada tahun 1880.
3. SDN Pancoran Mas 2
View this post on Instagram
🚸SDN PANCORAN MAS 2🚸 Sepintas tak ada yang menarik dari 6 obyek foto berikut. Dalam kebersahajaannya, obyek foto ini justeru eksis membisu di daerah elite yi di bilangan Jln Pemuda di kantong Belanda Depok. Setelah ditilik lebih jauh, kita akhirnya melotot melihat tiang ramping penyangga bangunan yang adalah besi² baja tempo doeloe yang tak berkarat dimakan zaman & semua ruang kelas yang kita intai disini hanya menggambarkan bahwa bangunan tempo doeloe yang terbilang kuno & kini menjadi SDN Pancoran Mas 2 itu kurang kasihsayang dari pemkot maupun warga Depok. Egp. Itulah. Konservasi apapun selalu mudah diucapkan tapi sulit dilaksanakan. #sdnpancoranmas2 #streetphotography #gedungsekolah #eksismembisu #konservasi #pemkotdepok #egp #wargadepok #jlnpemuda #kantongbelandadepok #depokcity #westjavaindonesia PP, 23 Mei 2018.
A post shared by Parlin Pakpahan (@parlin_pakpahan_) onMay 23, 2018 at 2:21am PDT
Bangunan sekolah dasar ini dahulunya merupakan satu areal dengan bangunan RS Harapan Depok. Dimasa lalu, Cornelis Chastellain menggunakan bangunan ini sebagai tempat ia mengajar kepada para budak pekerjanya.
4. GPIB Immanuel
View this post on Instagram
1st Sunday 2019 Happy Sunday. Gbu #church #christian #lutheranchurch #worship #withmywife #pray and #prayer #joy #preperation #beforeandafter #starting #weekendworship #happysunday #1stsunday #gpibimmanueldepok #depok #depoklama #westjava #indonesia
A post shared by LOttositagram (@ottoberlindo) onJan 6, 2019 at 3:00am PST
Bagunan gereja ini dibangun pada tahun 1714. Awalnya bernama Gereja Jemaat Masehi dan kemudian berganti nama menjadi GPIB Immanuel.
Sayangnya, Kawasan Depok Lama menurut YLCC, sekarang hampir 75 persen bangunan tua yang tersisa telah mengalami alih fungsi. Hal ini dikarenakan belum ditetapkannya bangunan-bangunan di Kawasan Depok Lama sebagai Cagar Budaya dan Kawasan Wisata Sejarah, sementara desakan atas nama kebutuhan ekonomi semakin tinggi sehingga terjadi perubahan fungsi bangunan menjadi minimarket, ruko dll.
5. Jembatan Panus
View this post on Instagram
. Panus. . . #jembatanpanus #panus #stevanusleander #depok #kotadepok
A post shared by Chin Mi (@aliakbarfikri) onJul 29, 2018 at 7:39pm PDT
Jembatan yang dibangun pada tahun 1917 oleh Stefanus Leander ini pada masa lalu jembatan ini merupakan jalan yang penghubung utama antara Depok dengan Bogor. Jembatan Panus menghubungkan Jalan Siliwangi dengan Jalan Tole Iskandar. Jembatan ini tidak lebar (sekitar 4 meter) dan hanya dapat dilalui satu kendaraan, karena itu bila ada dua kendaraan yang akan lewat dari dua arah yang berbeda harus dilakukan secara bergantian. Yang menarik, pada tiang-tiang beton penyangga jembatan ini terdapat garis ukur untuk mengukur ketinggian air sungai Ciliwung yang ada di bawahnya. Ketinggian air sungai Ciliwung yang berada di bawah Jembatan Panus ini juga menjadi indikator atau barometer debit air sungai Ciliwung setelah bendungan Katulampa di Bogor untuk kewaspadaan terhadap banjir di Jakarta.
Kini jembatan ini hanya digunakan untuk akses ke sebuah kawasan perumahan dan sekitarnya, karena telah dibuatkan sebuah jembatan pengganti (dibangun pada tahun 1992) yang lebih lebar di sisi jembatan Panus. Walau demikian, jembatan pengganti ini disebut dengan Jembatan Panus Baru, dan jembatan sebelumnya disebut Jembatan Panus Lama.
6. Rumah Cimanggis
View this post on Instagram
Landhuis Cimanggis - Depok, Jawa Barat. 🏚 Setelah terabaikan bertahun-tahun, baru di September 2018 Landhuis Tjimanggis akhirnya ditetapkan sebagai cagar budaya. Sempat hanya dianggap sebagai ‘peninggalan penjajah yang korup’ sehingga dinilai layak diratakan dengan tanah. 🏚 Bukankah banyak gedung-gedung tua peninggalan kolonial di seluruh dunia, saksi bisu perjalanan suatu bangsa, yang akhirnya memperkuat identitas warga, dahulu kala memang dibangun dari hasil korupsi para penjajah? 🏚 Bukan tentang hasil rasywah Gubernur Jenderal VOC Van Der Parra. Tapi nilai dan pelajaran di baliknya, yang membuat Depok, penghubung Batavia dan Buitenzorg, menjadi suatu kota yang tumbuh dengan ingatan. 🏚 Kota yang tumbuh dengan suatu benang merah dalam rentetan sejarah. Apakah kita memilih menjadi bagian dari pencerah, atau ikut arus dalam pembangunan tanpa arah? Bukankah justru mereka menjadi pengingat bahwa kita sudah tidak lagi terjajah? 🏚 #rumahcimanggis
A post shared by iqbal himawan (@iqbalhimawan_) onJan 11, 2019 at 7:44am PST
Rumah ini dahulunya adalah tempat tinggal dari istri Gubernur Jendral VOC Robertus Van Der Parra. Kondisi bangunan yang dibangun selama 3 tahun tersebut 1775-1778, kini dalam keadaan rusak. Lokasi rumah ini berada di lahan RRI Radar Cimanggis, Depok. Walaupun telah mendapatkan rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya agar Rumah Cimanggis ini menjadi Benda Cagar Budaya namun khabar terakhir yang beredar menyebutkan bahwa di areal tersebut akan dibangun sebuah kampus besar bernama Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII).
7. Rumah Pitung / Rumah Kapiten Cina
Ada yang menyebut bahwa rumah tersebut adalah rumah singgah Pitung, jawara dan pahlawan Betawi. Ada pula yang menyebutnya sebagai Rumah Kapiten Cina, karena berada di kawasan pecinan Depok yaitu Pondok Cina. Sisa bangunan peninggalan bersejarah ini berada di dalam area perbelanjaan Margo City yang berada di Jalan Margonda, Pondok Cina, Depok. Sekarang bangunan tersebut dijadikan sebuah cafe diluar bangunan utama Margo City.
8. Masjid Jami Riyadussolihin
Masjid yang terletak di Kampung Cikambangan, Kel. Kalimulya, Kec. Cilodong ini adalah masjid tertua yang ada di Depok. Dari bentuk fisik bangunan, masjid ini tidak memiliki kubah sebagaimana masjid-masjid saat ini. Konon masjid ini dibangun oleh Sunan Kalijaga saat melakukan penyebaran agama Islam di Depok. Ada juga yang memperkirakan bahwa masjid ini sudah ada sejak jaman Kerajaan Muara Beres periode tahun 1567-1579. Masyarakat setempat mengenal masjid ini dengan nama Masjid Jublegan.
[Baca juga : "Letusan Krakatau, Kramat Karam, Dan Klenteng Tjoe Soe Kong"]
9. Tugu Batu Sawangan
View this post on Instagram
Boro boro modip motor Ama Turing jauh, Spion beda sebelah aja belom tau di ganti 😂😭 . . . . . . . . . Selamat pagi Bang karbat yang punya lapak di Parung Bingung, kapan jualan kopi liong di marih . . .#latepost #pulangmalutakkpulangrindu #pulangmalugakpulangrindu #sunriceditanahanarky #depok #parungbingung #sawangan
A post shared by Aditya Wahyu Kuntadi (@adityawahyu_k) onAug 25, 2017 at 3:37pm PDT
Tugu yang dibuat pada tahun 1979 dan lokasinya berada di Jalan Muchtar Sawangan ini merupakan simbol untuk mengingat perjuangan masyarakat sekitar bersama TKR melawan tentara Nica Belanda yang coba memasuki wilayah Sawangan pada tahun 1949.
10. Tugu Gong Bolong
Tugu yang terletak di perempatan Jalan Tanah Baru ini di atas tugu terdapat sebuah replika Gong Bolong. Replika tersebut diambil dari cerita legenda masyaraka Tanah Baru mengenai Gong Bolong yang konon pada masa lalu di daerah Curug Agung, Tanah Baru sering terdengar bunyi-bunyian musik yang berasal dari gamelan. Setelah ditemukan, ternyata bunyi dari gamelan tersebut tidak ada yang memainkan. Ketika seorang tokoh ingin mengangkat seluruh perangkat gamelan tersebut namun tidak sanggup dilakukan sendirian dan hanya gong bolong dan alat pukulnya, gendang serta bende yang mampu diangkatnya. Setelah kembali ingin mengangkat perangkat gamelan lainnya, ternyata telah raib atau hilang.
Demikian sedikit dari banyak tempat dan situs bangunan bersejarah di Depok. Semoga bermanfaat buat pembaca. (Sumber: Artikel depoknetizen.blogspot.com Foto x.detik.com)
...moreTripTrus.Com - Bro-sis traveler, siap-siap nih Juli 2025 bakal ramai event kece di seantero Indo! Ada festival budaya, lari pagi sehat, kuliner nostalgia, sampai konser malam di taman bumi—semuanya hits banget buat lo anak Gen Z atau milenial yang butuh konten fresh dan vibes liburan yang gak mainstream. Lo tinggal pilih: pingin jalan bareng topeng di Lampung, nostalgia kuliner Jogja, party lokal di Kaltim, seru-seruan gratis di Sukabumi, atau nonton gemerlap Geopark Night Specta di Gunungkidul. Siapkan DSLR, sneakers, dan dirimu yang hyped!
1. K-Fest Lampung – Festival Budaya & Olahraga (1–6 Juli)
K-Fest ke-34 di Lampung ini menggila banget: ada Karnaval Topeng Lampung (5 Juli), Krakatau Run pagi-pagi (6 Juli), dan UMKM bazar penuh kuliner & kreasi lokal (1–6 Juli). Malam puncak-nya? Ada Mr. JONOJONI bikin ketawa plus pengumuman kontes topeng—pas banget buat lo yang pingin healing budaya sambil ngerasa Indonesia banget!
2. Kangen Dolan Teras Malioboro – Festival Kuliner Nostalgia Jogja (19–23 Juni)
Lo yang kangen sama vibe Jogja, siap-siap balik ke masa lalu! “Kangen Dolan Teras Malioboro” hadir lagi—sajian gudeg, cenil, wedang uwuh, musik keroncong dan akustik, semua gratis! Ajak squad lo buat kulineran sore sampe malam, sambil baca spot Instagramable seantero Teras Malioboro. Nostalgia maksimal!
3. Sebuntal Fest 2.0 – Party & Kreativitas Lokal di Kutai Kartanegara (15–19 Juli)
Sebuntal Fest kembali lagi di Marangkayu, Kutai Kartanegara. Ada musik, tarian, fashion show, lomba mewarnai, zumba party, plus 30+ tenant UMKM yang jualan jajanan dan produk lokal viral. Cocok buat lo yang pingin explore festival lokal yang fun, penuh warna, dan support bisnis kecil wilayah!
[Baca juga : "Pulau Sangiang, Liburan Lo Gak Cuma Healing, Tapi Juga Nambah Cerita Mistis & Seru!"]
4. Geofest Sukabumi – Geopark Festival Gratis (5 Juli)
Sukabumi juga gak mau ketinggalan nih! GeoFest 2025 free event di Geopark Ciletuh-Palabuhanratu terjadwal puncak 5 Juli. Acara ini dikemas edukatif banget: ada talkshow, edukamp, pameran, dan sambutan resmi Bupati Sukabumi. Cocok buat lo yang butuh liburan murah meriah plus belajar tentang kelestarian alam!
5. Gunungkidul Geopark Night Specta Vol. 7.0 – Simfoni Taman Bumi (18–19 Juli)
View this post on Instagram
A post shared by JASA JAHIT GUNUNGKIDUL JOGJA (@elfata.fashion)
Event malam spektakuler di Amphitheater Embung Nglanggeran, Gunungkidul. Dimulai dengan lomba poster untuk pelajar DIY, tari tayub kolosal, bazar UMKM, talkshow coklat Nglanggeran, hingga konser gamelan orkestra plus bintang tamu. Masukannya gratis, atmosfernya epic, rekomended untuk culture-seeker!
Bro-sis, lo liat gak? Juli 2025 ini bakal penuh event seru dan edukatif dari ujung barat ke timur Indo. Tinggal pilih vibes-nya—budaya, lari pagi, kuliner nostalgia, kreativitas lokal, atau keajaiban geopark malam hari. Semua low budget, sekali jalan bisa dapet konten & experience Instagram-worthy. Jadi, lo tim yang mana? Jangan tunggu “viral”, mending jalan duluan! (Sumber Foto @sanggarpakem)
...moreTripTrus.Com - Mau berlibur sambil mencari hoki? Atau menikmati kehebohan Cap Go Meh dan mendapatkan banyak hadiah menarik? Yuk ikutan kontes Hakka Ako Amoi Singkawang 2018 tanggal 22-25 Februari mendatang. Semua dijamin asik dan wow.
Kontesnya pasti seru. Bakal banyak kejutan di sana. Pasalnya, kontes tersebut merupakan bagian dari Festival Cap Go Meh 2018 Singkawang. Festival yang selalu ditunggu-tunggu wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara.
Cap Go Meh merupakan puncak dari perayaan Imlek, pada hari itu ratusan tatung diarak berkeliling kota. Tatung adalah manusia yang menjadi perantara dengan dimasuki ruh para dewa yang diyakini mampu mengusir roh-roh jahat dari seluruh penjuru kota. Tatung ini ada yang berjalan kali dan ada yang ditandu sambil melakukan berbagai atraksi ekstrim. Perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Kota Singkawang adalah yang terbesar di Indonesia. Cap Go Meh 2018 akan berlangsung pada tanggal 2 Maret 2018. Ayo ke Kota Singkawang dan Saksikan Festival Cap Go Meh 2018 ! Cap Go Meh is the culmination of the Lunar New Year celebration, on that day hundreds of Tatung paraded around the city. Tatung is a human being who intercedes with the spirit of the gods who are believed capable of casting out evil spirits from all over the city. Tatung there are running times and there are guided while doing various extreme attractions. The Chinese New Year and Cap Go Meh Festival in Singkawang City is the largest in Indonesia. Cap Go Meh 2018 will hold on March 2nd, 2018. Let's visit Singkawang City and Watch Cap Go Meh 2018 Festival! #capgomehsingkawanghebat #Capgomeh #wonderfulindonesia #visitindonesia #pastikesingkawang #westborneo #singkawang #pesonaindonesia #bengkayang #sambas #pontianak #kalbar #indonesia #imlek2569 #capgomehsingkawang #chinatown #kuliner #wisata #barongsai #hakkaakoamoi #akoamoi #capgomehrun #borneorunner
A post shared by Imlek 2569 dan Cap Go Meh 2018 (@capgomeh2018singkawang) onDec 27, 2017 at 2:12am PST
“Cap Go Meh Singkawang selalu menarik. Bukan sekedar perayaan, tapi kami memberikan input lebih. Kontes Hakka Ako Amoi ini harus dicoba. Siapa tahu ada hoki di situ,” terang Ketua Panitia Perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2018 Singkawang Leonardi Tjhai.
Hoki? Ya, kontes Hakka Ako Amoi Singkawang punya jenjang karir yang jelas. Kalau lolos kualifikasi, mereka bisa menjadi Hakka Ako Amoi Indonesia. Leonardi menerangkan, Ako dan Amoi ini nantinya akan menjadi Duta Hakka Indonesia. Tugasnya, memperkenalkan kekayaan budaya Hakka.
“Kalau lolos seleksi, mereka bisa jadi seorang Duta Hakka Indonesia. Itu levelnya sudah nasional. Ada karir bagus di situ. Tapi, proses dan syaratnya panjang. Hanya figur terbaik yang akan menjadi juara,” terangnya lagi.
Bagaimana kriterianya? Ada tiga aspek yang harus dipenuhi. Ako atau Amoi harus smart, beauty, juga behavior dan talent. Ketiga item syarat tersebut akan digunakan sebagai bahan penilaian. Leonardi menambahkan, kecerdasan selalu jadi syarat di ajang kontes manapun. Sebab, Ako dan Amoi harus memiliki solusi atas masalah di sekitarnya.
“Secara garis besar, syarat personal ada tiga. Ako dan Amoi harus pintar. Wawasannya luas. Mereka harus punya kepedulian sosial tinggi. Pembawaannya tenang dan menarik. Juga punya bakat, bebas di bidang apapun. Dan yang terpenting harus mengerti soal budaya dan seni,” lanjutnya.
Cukup itu syaratnya? Untuk menjadi Ako Singkawang, usia kontestan dibatasi 17-28 tahun. Untuk Amoi berkiar 17-25 tahun. Pendidikan minimal SLTA atau sederajat. Jangan lupa, siapkan juga foto ukuran 4R. Apabila persyaratan tersebut terpenuhi, lalu tinggal download formulirnya di http://bit.ly/2ATlw49. Biaya pendaftaran juga murah Rp.100 ribu. Waktu pendaftaran di tutup pada 4 Februari 2018 (lebih lengkap lihat grafis).
“Ada persyaratan administrasi yang harus dipenuhi. Tidak kalah penting, kontestan belum berkeluarga. Kalau formulir sudah diisi bisa dikembalikan pada panitia. Tempat dan alamatnya sudah cukup jelas di formulir,” ujar Leonardi.
Selain potensi jenjang karir, kontes ini juga menyediakan hadiah menarik. Mau tahu? Apabila juara, Ako atau Amoi memperoleh uang Rp10 juta plus trophy. Runner up dan urutan 3 juga mendapatkan trophy. Untuk nominalnya, uang Rp7 juta bagi posisi runner up. Lalu, peringkat 3 diberi hadiah Rp5 juta.
“Juara sampai urutan tiga mendapatkan uang dan trophy. Jumlahnya tentu berbeda sesuai dengan hasil yang diraih. Untuk hadiah tambahan lain tentu ada. Yang jelas, tidak rugi ikut kontes Hakka Ako Amoi ini,” jelasnya. Selain peserta, para desainer busana juga diberi apresiasi. Uang Rp1,5 juta bila juara, posisi runner up Rp1,5 juta, dan Rp1 juta bagi posisitiga. “Kami memang ingin menggali semua potensi di sini. Para desiner juga memiliki peran besar. Mereka harus diapresiasi. Sebab, sudah menyediakan kostum dan membuat acara semakin menarik,” tutur Leonardi.
Menteri Pariwisata Arief happy dengan gelaran Festival tersebut. Ia mengatakan dengan Kontes tersebut akan membeikan warna lain di Festival Cap Go Meh 2018, Singkawang.
"Kontes ini makin membuat Festival Cap Go Meh semakin berwarna. selalu berkualitas. Kehebatan Singkawang akan ditampilkan semuanya. Atraksinya makin paten. Kontes seperti tentu sangat mengispirasi,” tuturnya. (Sumber: Artikel indopos.co.id, Foto Paul Hessels)
...moreTripTrus.Com - Jadi tour leader dan tour guide sama asyiknya. Selain bisa keliling sejumlah tempat di dalam negeri, juga berkesempatan melanglang buana ke sejumlah negara. Bukan cuma gratis tapi juga dibayar. Lalu bagaimana menjadi tour leader dan tour guide yang andal dan diidolakan wisatawan?
Di Indonesia, tour leader biasanya disediakan biro perjalanan. Dia pimpinan rombongan berangkat bersama-sama dengan rombongan ke obyek yang dituju. Fasilitas yang diberikan biro perjalanan wisata kepada tour leader terdiri atas tiket pesawat pulang-pergi, akomodasi di tempat yang sama dengan di mana para peserta menginap, fasilitas makan selama perjalanan, dan uang saku yang besarnya bervariasi antara Rp. 250.000 hingga Rp. 1.000.000 per harinya. Penghasilan profesi ini cukup menggiurkan. Tapi itu tergantung dari profesionalitas dan pengalamannya. Di beberapa biro perjalanan wisata di Eropa, penghasilan tour leader berkisar pada angka USD 40 – USD 120/hari, tergantung dari durasi dan tingkat kesulitan dari program perjalanan tersebut. Untuk paket city tour yang hanya berdurasi 3-6 jam honornya USD 40-50. Untuk perjalanan selama berhari-hari sebagai pemandu wisata sekaligus sebagai kepala rombongan (tour leader) berkisar USD 70 – 120/hari. Itu belum termasuk tips yang diberikan peserta yang biasanya berkisar USD 2-3/peserta/hari. Belum juga termasuk komisi dari para merchant, jika rombongan yang di pimpinnya berbelanja di tempat mereka. Para merchant kadang memberikan komisi antara 10-20% dari jumlah total penjualan kotor yang didapatnya dari sebuah rombongan. Nah berikut ini 10 panduan menjadi pemandu andal dan disenangi wisatawan: 1. Menarik penampilannya Biasanya pemandu yang berpenampilan menarik, unik, bersih, dan menyenangkan akan disukai wisatawan. 2. Luas pengetahuannya Pemadu wisata yang berpengetahuan luas bukan hanya seputar obyek wisata yang dikunjungi namun juga banyak hal lain, biasanya mendapat pujian lebih wisatawan. 3. Pengalaman atau jam terbangnya tinggi Pemandu yang jam terbangnya tinggi sudah pasti punya wawasan yang jauh lebih baik ketimbang yunior. Dan itu mendapat nilai plus tersendiri. 4. Punya skill khusus, misalnya dia juga seorang travel writer dan atau travel photographer Biasanya seorang travel writer/photographer terbiasa mengeksplorasi suatu obyek lebih dalam sebelum bisa menghasilkan suatu karya yang layak untuk dipublikasikan dengan begitu pengetahuannya otomatis lebih luas dan dalam pula. 5. Ramah Pemandu yang ramah dengan setiap wisatawan tentu akan disenangi daripada yang sok tahu. 6. Humoris Pemandu yang berjiwa humoris hingga membuat wisatawan tertawa minimal tersenyum akan membuat perjalanan jadi berkesan. 7. Cekatan Pemandu yang dinamis, gesit atau cekatan pasti lebih disukai daripadi lamban dan malas. 8. Kreatif Pemandu yang kreatif dalam menyampaikan ceritanya atau mengemas perjalanannya hingga berkesan akan mendapat sanjungan lebih dari wisatawan. 9. Lancar dan cakap berkomunikasi Pemandu yang rapi dalam menyampaikan ceritanya dengan bahasa dan suara yang memikat akan disenangi wisatawan. 10. Jujur dan tulus Kedua sifat ini menjadi modal dasar pemandu. Kalau dia jujur dan tulus melakukan setiap pekerjaannya akan terpancar dari aura dan prilakunya. Dan itu amat disukai wisatawan.
Dewasa ini profesi pemandu wisata dan pimpinan rombongan makin diminati biro perjalanan maupun komunitas tertentu mengingat semakin bertambahnya minat orang melakukan perjalanan dan juga bermunculan obyek dan paket-paket wisata baru. Menjadi pemandu wisata dan ketua rombongan yang tidak profesional atau dengan kata lain tidak memenuhui kriteria di atas bisa menjadi bumerang bagi pariwisata setempat. Ingatlah seorang pemandu wisata menjadi corong pariwisata daerah tersebut. Jika dia baik dan menyenangkan, wisatawan akan menceritakan kesenangannya itu kepada wisatawan lain. Sebaliknya kalau mengecewakan, mereka akan mengabarkan kekecewaannya kepada yang lain hingga enggan bertandang. (Sumber: branxco.blogspot.co.id Foto vakansinesia.com)
...moreTripTrus.Com - Nih, Pemkot Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) baru aja melempar Calender of Event (COE) buat tahun 2024. Beragam acara keren bakal meriahin Kota Daeng, mulai dari Festival Losari sampe Rock in Celebes (RIC).
Peluncuran kalender event Makassar 2024 itu digelar di Hotel Claro, Makassar, hari Senin kemarin (4/12). Si Sekda Makassar, Muh Ansar, ngingetin kita kalo ada 70 event seru yang bakal diadakan, biar bisa ngejogrok ketertarikan turis buat mampir ke Makassar.
View this post on Instagram
A post shared by RG Projek (@rg_projek)
"Event pariwisata tuh kaya senjata rahasia buat ngebujuk orang-orang buat datang. Pemasaran pariwisata suatu daerah itu butuh daya tarik, salah satunya lewat event," cakap Ansar, kayak diwartakan Selasa (5/12/2023).
Sementara itu, si Bos Dinas Pariwisata Makassar, Muhammad Roem, ngomongin kalo peluncuran ini buat nyosor COE ke masyarakat biar kedepannya semakin rame kunjungan turisnya.
"Peluncuran ini sekalian buat ngebaurin penyelenggaraan event di Makassar sama semua pihak, biar angka kunjungan wisatawan bisa naik," ujarnya.
[Baca juga : "Wisata Seru Di 2024, Pulau Sangalaki, Berau!"]
Dia cerita, event-event ini diatur berdasarkan kolaborasi sama seluruh instansi di Makassar, seperti Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Kebudayaan, Dinas Koperasi dan UKM, plus beberapa kecamatan yang ikut berkontribusi.
Event yang bakal diadain kayak F8, Festival Jalan Sulawesi, Festival Bulan Budaya, Festival KOPI, Makassar Culinary Night, Makassar Half Marathon, Festival Losari, Prolog Fest, Festival Film Makassar, Fashion Fiesta, sampe Rock in Celebes.
Penting juga diinget, pas peluncuran COE ini, mereka juga bagi-bagi sertifikat kekayaan intelektual komunal (KIK) buat 20 makanan khas Makassar, loh. Seru, kan? (Sumber Foto @dedyrudi82)
...more