shop-triptrus



Tradisi Unik 17 Agustus-an di Berbagai Daerah di Indonesia

TripTrus.Com - Setiap bulan Agustus, Indonesia jadi rame banget karena semua warga di berbagai penjuru negeri antusias banget nyambut HUT Kemerdekaan RI. Selain menghias dan mendekor kampung dengan pernak-pernik khas 17-an, banyak daerah yang punya tradisi unik untuk bikin perayaan makin seru. Meskipun tahun ini tradisi-tradisi ini nggak bisa dilaksanakan karena pandemi, nggak ada salahnya kita kenalan dengan beberapa tradisi seru yang biasa dilakukan untuk merayakan HUT RI. Yuk, simak! 1. Tradisi Pacu Kude di Aceh Pernah denger tentang Pacu Kude? Tradisi ini udah lama banget ada di Aceh, bahkan sejak zaman kolonial Belanda. Setelah Indonesia merdeka, tepatnya tahun 1956, pemerintah Aceh resmi ngambil alih tradisi ini. Pacu Kude jadi simbol perjuangan rakyat Aceh buat meraih kemerdekaan. Kuda yang dipakai di acara ini adalah hasil persilangan antara kuda Australia dan kuda Gayo. Biasanya, kuda-kuda ini datang dari enam daerah, termasuk Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Besar, dan Sumatera Barat. 2. Lomba Dayung di Banjarmasin Di Banjarmasin, Kalimantan, ada Lomba Dayung Perahu Naga di Sungai Martapura yang rutin diadakan tiap tahun sejak 1924. Lomba ini nggak cuma hiburan buat nyambut kemerdekaan, tapi juga jadi ajang cari bibit pendayung andal. Awalnya cuma warga setempat yang ikut, tapi makin lama pesertanya makin beragam, termasuk dari provinsi tetangga. 3. Obor Estafet di Semarang Semarang juga punya tradisi unik, yaitu lari obor estafet yang udah ada sejak 30 tahun lalu. Pesertanya adalah atlet terbaik di Semarang. Obor yang dipakai dianggap simbol semangat para pahlawan saat memperjuangkan kemerdekaan. Melalui lomba ini, warga diharapkan bisa mencontoh semangat para pahlawan dan terus berjuang mengisi kemerdekaan. 4. Lomba Sampan Layar di Batam Warga Batam nggak kalah meriah dengan tradisi lomba sampan layar yang diadakan tiap tahun sejak 1965. Lomba ini biasanya dilaksanakan setelah upacara peringatan HUT RI. Acara ini selalu seru dengan banyak perahu kayu warna-warni yang berlayar. Bahkan, wisatawan domestik dan mancanegara juga sering ikut meramaikan. 5. Telok Abang di Palembang       View this post on Instagram A post shared by ig.basenk (@ig.basenk) Kalau lagi di Palembang pas bulan Agustus, kamu pasti bakal lihat banyak penjual Telok Abang. Mainan khas bulan Agustus ini terbuat dari gabus yang dibentuk jadi kapal, pesawat, atau kereta. Telok Abang juga dilengkapi telur rebus yang dicat merah dan ditancapkan di tengah kapal. Seru banget! 6. Barikan di Malang Di Malang, tiap tanggal 16 Agustus malam ada tradisi Barikan, syukuran di setiap kampung atau lingkungan warga. Acara ini melibatkan doa bersama, renungan kemerdekaan, nyanyian lagu kebangsaan, dan makan bersama. Barikan jadi ajang silaturahmi dan mempererat persaudaraan antar tetangga. 7. Sepakbola Durian di Kebumen Di Kebumen, Jawa Tengah, ada lomba sepakbola unik yang menggunakan durian sebagai bola. Karena cukup ekstrem, lomba ini biasanya diikuti oleh orang tertentu seperti anggota laskar Densus 99 dan anggota forum spiritual. Sebelum lomba, ada doa bersama untuk keselamatan para peserta. [Baca juga : "Perahu Bidar Dan Tradisi Masyarakat Di Sepanjang Sungai Musi"] 8. Tirakatan di Jawa Bagi yang tinggal di wilayah Jawa, Tirakatan pasti udah nggak asing lagi. Tradisi ini biasa dilakukan tiap tanggal 16 Agustus malam. Acara ini dihadiri sesepuh dan pejabat desa serta warga setempat. Kegiatannya meliputi pembacaan sajak, mengenang jasa pahlawan, doa bersama, dan makan bersama. Biasanya juga ada penyerahan hadiah untuk berbagai lomba yang sudah diadakan sebelumnya. 9. Pawai Jampana di Bandung Masyarakat Bandung menyambut HUT RI dengan Pawai Jampana. Dalam pawai ini ada tandu besar berisi hasil bumi, kerajinan, dan makanan yang dibawa oleh empat orang. Tandu-tandu ini akan diperebutkan oleh peserta pawai dan warga yang menyaksikan. Makanan yang ada di tandu juga akan disantap bersama-sama. 10. Peresean di Lombok Lombok punya lomba Peresean yang melibatkan pepadu (jagoan) terkenal untuk adu ketangkasan. Tradisi ini mempertemukan pepadu dari berbagai pelosok Lombok untuk beradu dengan bersenjatakan rotan dan perisai dari kulit sapi atau kerbau. Meski termasuk tradisi ekstrem, Peresean punya pesan moral tentang persaudaraan dan sikap ksatria. Tradisi ini jadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Itulah beberapa tradisi unik di berbagai daerah yang biasa diadakan untuk menyambut HUT Kemerdekaan Indonesia. Masih banyak lagi tradisi unik lainnya yang bisa kamu temukan di berbagai daerah di Indonesia. (Sumber Foto @friz.riz) 
...more

5 Masjid Tertua Dan Bersejarah di Banten - Part 1

TripTrus.Com - Terdapat beberapa teori tentang kapan tepatnya Islam masuk ke Nusantara. Ada yang mengatakan bahwa Islam datang dari Gujarat bersama pedagang India muslim pada abad ke-13 M, ada yang mengatakan Islam datang oleh pedagang Arab dari Timur Tengah pada abad ke-7 M, serta yang terakhir mengatakan bahwa Islam datang dari pedagang asal Persia pada sekitar abad ke-13 M. Wisata religi Banten banyak diminati oleh pengunjung baik lokal maupun luar daerah. Misalnya kawasan Banten Lama yang merupakan ibu kota Kesultanan Banten, di utara Banten ini peninggalan Islam sangat lekat. Tidak hanya di Banten Lama, beberapa masjid yang dahulu menjadi pusat penyebaran Islam masih dapat dikunjungi bahkan masih dipergunakan untuk beribadah. Berikut 5 masjid tua bersejarah di Banten yang bisa menjadi pengingat dan bahan pelajaran generasi saat ini. 1. Masjid Agung Kasunyatan       View this post on Instagram A post shared by Dindin Hasanudin (@dindinhasanudin) onMay 17, 2018 at 8:24am PDT Masjid Kasunyatan terletak di Jl. Raya Pelabuhan Karangantu, Kampung Kasunyatan, Kel. Kasunyatan, Kec. Kasemen, Kota Serang. Dari beberapa hasil penelitian, Masjid Kasunyatan diperkirakan berdiri antara tahun 1552 sampai 1570, yakni pada masa pemerintahan Maulana Yusuf, dimana tokoh masyarakat (ulama) yang sangat berperan pada masa itu adalah Syekh Abdul Syukur. Kompleks Masjid Kasunyatan ini berada di atas tanah seluas kurang lebih 2544 m2. Pemberian nama Kasunyatan tidak terlepas dari latar belakang sejarah kampung yang merupakan tempat tinggal para alim ulama. Keberadaan Desa dan Masjid Kasunyatan tidak lepas dengan sejarah Banten, terutama pada masa pemerintah Maulana Muhammad. Dikisahkan bahwa untuk menunjukkan rasa hormatnya kepada sang guru yang bernama Kyai Dukuh, ia memberi gelar kepada sang guru, Pangeran Kasunyatan. 2. Masjid Cikoneng Anyer (Daarul Falah) Masjid Cikoneng terletak di Jl. Raya Anyer, Kampung Cikoneng, Kec. Anyer, Kab. Serang. Masjid merupakan masjid kuno peninggalan jaman Belanda, didirikan sekitar abad ke-16 akhir atay awal abad ke-17. Masjid ini sebenarnya bernama Masjid Darul Falah, tetapi masyarakat setempat lebih mengenalnya sebagai Masjid Cikoneng, sesuai dengan nama kampungnya. Masjid ini dibangun oleh masyarakat Lampung yang ada di Anyer. Masyarakat sekitar masjid meyakini bahwa pendirian masjid berhubungan dengan utusan dari Kerajaan Tulang Bawang, Lampung yang menyebarkan Islam di Banten. Komunitas mayarakat Lampung sudah berkembang di Cikoneng sejak abad ke-16. Pada masa itu, Kesultanan Banten dipimpin oleh Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570). Sultan Maulana Hasanuddin meminta bantuan Kerajaan Tulang Bawang untuk penyebaran Islam di Banten. 3. Masjid Agung Tanara       View this post on Instagram A post shared by Tiasti asti (@asti_doang) onJan 4, 2020 at 7:48pm PST Masjid Agung Tanara adalah sebuah masjid yang terletak di Kampung Tanara, Kec. Tanara, Kab. Serang. Masjid ini merupakan peninggalan Raja Banten Pertama, yaitu Sultan Maulana Hasanuddin, yang memerintah kesultanan Banten tahun 1552 hingga 1570. Umumnya, orang hanya menganggap bahwa masjid tersebut adalah peninggalan Syekh Nawawi, karena lokasina bersampingan dengan rumah kelahirannya. Tokoh sufi itu hidup di Tanara saat wilayah Banten dijajah kolonial Belanda, yaitu antara tahun 1813 hingga 1897. Di antara buktinya, arsitektur dan aksesoris yang terdapat di masjid ini mirip dengan Masjid Agung Banten. Kemungkinan, sang raja memerintahkan seorang arsitek dari China untuk membangun masjid ini. Bahkan, masjid ini tergolong lebih dulu dibangun daripada Masjid Agung Banten yang terletak di Banten Lama. [Baca juga : "Mengenal Sejarah Masjid Al-Mustofa, Masjid Tertua Di Kota Bogor"] 4. Masjid Agung Banten       View this post on Instagram A post shared by Explore Serang (@explore_serang) onMay 6, 2020 at 1:40am PDT Masjid Agung Banten terletak di Desa Banten Lama, tepatnya di desa Banten, sekitar 10 km sebelah utara Kota Serang. Masjid ini dibangun pertama kali pada 1556 oleh Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570), sultan pertama dari Kesultanan Banten. Ia adalah putra pertama dari Sunan Gunung Jati. Salah satu kekhasan yang tampak dari masjid ini adalah atap bangunan utama yang bertumpuk lima, mirip pagoda Tiongkok yang juga merupakan karya arsitek Tionghoa yang bernama Tjek Ban Tjut. Dua buah serambi yang dibangun kemudian menjadi pelengkap di sisi utara dan selatan bangunan utama. Menara yang menjadi ciri khas Masjid Banten terletak di sebelah timur masjid. Menara ini terbuat dari batu bata dengan ketinggian kurang lebih 24 meter, diameter bagian bawahnya kurang lebih 10 meter. Semua berita Belanda tentang Banten hampir selalu menyebutkan menara tersebut, membuktikan menara itu selalu menarik perhatian pengunjung Kota Banten masa lampau. 5. Masjid Kenari       View this post on Instagram A post shared by Explore Serang (@explore_serang) onSep 14, 2017 at 9:26pm PDT Masjid Kenari berlokasi di Kampung Kenari, Kec. Kasemen, Kota Serang. Masjid Kampung Kenari pada masa lalu merupakan tempat tinggal para keluarga sultan. Sedangkan Masjid Kenari tersebut merupakan peninggalan Sultan Abdul Mufakhir Mahmud Abdul Kadir Kenari. Ia disebut-sebut sebagai penguasa pertama kesultanan Banten yang mendapat gelar ”Sultan” dari Mekkah Masjid Kenari nampak seperti masjid tradisional jawa pada umumnya, dimana terdapat makam di area masjid. Makam di dalamnya membentuk sebuah kompleks. Hal yang menarik dari Masjid Kenari ini adalah gapura pintu masuk menuju makamnya yang terbuat dari bata yang ditumpuk sedemikian rupa. Struktur bata tersebut disusun dengan menggunakan perekat, sehingga gapura yang berbentuk bentar tersebut tampak sangat kuat. (Sumber: Artikel gpswisataindonesia.info, wikipedia.org, situsbudaya.id Foto cagarbudaya.kemdikbud.go.id)
...more

Persiapkan Liburan Sehabis Lebaran dengan Tips Ini

TripTrus.Com - Libur Lebaran tahun 2018 dipastikan lebih lama daripada biasanya, yaitu total 10 hari. Ada rencana traveling atau berkunjung ke destinasi wisata selama hari itu? Liburan kapan pun asyik-asyik saja, tapi perhatikan juga timing-nya. Sesaat libur Lebaran, semua destinasi wisata akan disesaki pengunjung. Arus kendaraan datang dan keluar pun sudah pasti bikin suasana hatimu nggak karuan. Nah, kalau kamu nggak mau rencana liburanmu rusak gara-gara salah perhitungan, ikuti tips berikut ini. Liburan ke tempat wisata yang dekat dengan domisili   Jembatan kali kuto, tol batang-semarang . . #mudik A post shared by Agus Setia (@agusbroo) onJun 19, 2018 at 7:36pm PDT Sebenarnya, pergi wisata setelah Lebaran bisa ke mana saja kok. Tapi, menghindari jebakan kemacetan arus balik mudik seringkali jadi alasan malas ke mana-mana. Kamu nggak harus ke destinasi favorit yang lokasinya jauh dari kota asal. Coba cari tahu lagi, yang penting lokasinya nggak jauh dari tempat tinggalmu. Nggak ada salahnya berkunjung ke museum, taman, atau kebun binatang yang dekat dengan domisilimu. Siapa tahu masih banyak tempat yang ternyata belum pernah kamu ketahui sebelumnya. [Baca juga : Kuliner Khas Pecinan Cianjur] Kunjungi tempat wisata baru Sebaiknya, pilih hari setelah Lebaran daripada menjelang akhir liburan. Seperti juga kamu, orang-orang ingin berlibur ke destinasi impian saat liburan panjang. Jadi, bisa dipastikan destinasi wisata akan sangat ramai waktu libur Lebaran. Ini nggak cuma membuat traveler kurang leluasa eksplorasi, tapi juga ‘merusak’ mood senang-senang kamu. Karena itu, lebih baik mengunjungi tempat baru yang belum sempat kamu kunjungi. Lebih baik di tengah minggu sebelum weekend Jangan lupa mempertimbangkan waktu kunjungan jika ingin berlibur sehabis Lebaran. Saran kami, berkunjunglah di pertengahan minggu, saat suasana liburan masih terasa, tetapi nggak terlalu ramai. Liburan di hari biasa akan lebih leluasa. Kenapa mesti di tengah minggu? Kalau berkunjung saat weekend, ini bertepatan dengan liburan keluarga. Belum lagi jika weekend yang kamu pilih bertepatan dengan hari terakhir anak sekolah libur. Jadi, objek wisata pasti akan ramai. Pilih destinasi yang letaknya berlawanan dengan arah mudik Naik mobil pribadi ataupun kendaraan umum sama-sama memiliki keuntungan. Jika lokasi liburanmu cukup dekat dengan rumah atau penginapan, sebaiknya naik kendaraan umum saja selama bisa dijangkau. Hindari destinasi yang ditempuh dengan menyambung kendaraan umum lebih dari sekali apalagi kalau membawa anak-anak. Jika kamu memutuskan naik mobil pribadi untuk liburan bersama keluarga, pastikan sudah menyadari konsekuensinya. Selain itu, periksa kembali kesiapan kendaraanmu sebelum meluncur ke jalan. Padatnya mobil pribadi yang mudik serta kondisi jalanan yang sulit diprediksi mewajibkanmu waspada akan terjadinya musibah jalan raya, seperti kecelakaan. (Sumber: Artikel asuransisimasnet.com, Foto freepik.com)
...more

Tari Kipas Pakarena

Tari Kipas Pakarena merupakan ekspresi kesenian masyarakat Gowa yang sering dipentaskan untuk mempromosi pariwisata Sulawesi Selatan. Dalam bahasa setempat, “pakarena” berasal dari kata “karena” yang memiliki arti “main”. Tarian ini sudah menjadi tradisi di kalangan masyarakat Gowa yang merupakan bekas Kerajaan Gowa.Tidak ada yang tahu persis sejarah tarian ini. Namun menurut mitos, tarian Pakarena berawal dari kisah perpisahan antara penghuni boting langi (negeri khayangan) dengan penghuni lino (Bumi) pada zaman dahulu. Konon sebelum berpisah, penghuni boting langi sempat mengajarkan bagaimana cara menjalani hidup, bercocok tanam, beternak, dan berburu kepada penghuni lino, melalui gerakan-gerakan badan dan kaki. Selanjutnya, gerakan-gerakan itu pula yang dipakai penghuni limo sebagai ritual untuk mengungkapkan rasa syukur kepada penghuni boting langi.Ekspresi kelembutan akan banyak terlihat dalam gerakan tarian ini, mencerminkan karakter perempuan Gowa yang sopan, setia, patuh dan hormat terhadap laki-laki pada umumnya, khususnya terhadap suami. Tarian ini sebenarnya terbagi dalam 12 bagian, meski agak susah dibedakan oleh orang awam karena pola gerakan pada satu bagian cenderung mirip dengan bagian lainnya. Tapi setiap pola mempunyai maknanya sendiri. Seperti gerakan duduk yang menjadi tanda awal dan akhir pementasan tarian Pakarena. Gerakan berputar searah jarum jam melambangkan siklus hidup manusia. Sementara gerakan naik turun mencerminkan roda kehidupan yang kadang berada di bawah dan kadang di atas.Tarian Kipas Pakarena memiliki aturan yang cukup unik, di mana penarinya tidak diperkenankan membuka matanya terlalu lebar, sementara gerakan kakinya tidak boleh diangkat terlalu tinggi. Tarian ini biasanya berlangsung selama sekitar dua jam, jadi penarinya dituntut untuk memiliki kondisi fisik yang prima.Sementara itu, tabuhan Gandrang Pakarena yang disambut dengan bunyi tuip-tuip atau seruling akan mengiringi gerakan penari. Gemuruh hentakan Gandrang Pakarena yang berfungi sebagai pengatur irama dianggap sebagai cermin dari watak kaum lelaki Sulawesi Selatan yang keras. Sebagai pengatur irama musik pengiring, pemain Gandrang harus paham dengan gerakan tarian Pakarena. Kelompok pemusik yang mengiringi tarian ini biasanya berjumlah tujuh orang, dan dikenal dengan istilah Gondrong Rinci. Tidak hanya penari saja yang bergerak, penabuh gandrang juga ikut menggerakkan bagian tubuhnya, terutama kepala.  Ada dua jenis pukulan yang dikenal dalam menabuh gandrang, yaitu menggunakan stik atau bambawa yang terbuat dari tanduk kerbau, dan menggunakan tangan. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

Mendorong Arus Wisatawan Slowakia ke Indonesia

TripTrus.Com - Dubes RI untuk Slowakia, Adiyatwidi Adiwoso mengatakan terdapat potensi besar untuk meningkatkan arus wisman asal Slowakia. Jumlah kunjungan wisatawan Slowakia ke Asia tercatat satu juta orang dan terbanyak ke Thailand sebanyak 20.705 orang, sedangkan yang ke Indonesia baru 6.000 orang. Hal itu disampaikan Dubes Adiyatwidi pada pertemuan penyelenggara perjalanan Indonesia -Slowakia di KBRI Bratislava, Senin (5/3), demikian Counsellor KBRI Bratislava, Lely Meiliani kepada Antara London, Selasa. Dubes RI mengharapkan adanya pertemuan operator Indonesia dan Slowakia dapat mendorong arus wisman Slowakia ke Indonesia.   Turis Asing Ikut Gebug Bantal . Lomba permainan gebug bantal, mengisi kegiatan Nusa Penida Festival (NPF) 2017, dihari kedua di pantai Mahagiri Desa Jungutbatu Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Kamis (7/12/2017). Lomba diikuti puluhan peserta, yang mana sebagian dari mereka merupakan wisatawan asing. . Lomba gebug bantal menarik wisatawan asing yang sedang berlibur di Nusa Penida. Mereka dengan antusias mendaftar dan mengikuti jalannya lomba dengan semangat bersama warga setempat. . Menurut salah satu peserta asal Amerika Serikat, Anderson mengaku senang dan bangga karena sudah diundang dan bisa mengikuti acara ini. Menurutnya, permainan ini sangat menarik dan menyenangkan serta menambah keakraban dan kebersamaan dengan warga. "Saya sangat senang bisa ikut bagian dalam kegiatan ini," ujarnya. . Anderson yang mengaku sedang berlibur bersama kerabatnya ini pun mengaku tertarik untuk mengikuti kegiatan serupa dalam event berikutnya. "Saya akan sangat senang kalau tahun depan saya bisa datang lagi ke Nusa Penida/Lembongan, saya pasti akan ikut lagi," akunya. . Selain lomba gebug bantal, dihari yang sama juga digelar lomba Gala-gala yang diikuti siswa SD di Nusa Lembongan. Lomba ini mendapat antusias peserta sebagai langkah melestarikan permainan tradisional. . #humasklungkung #nusapenidafestival #klungkung #turisasing #gebugbantal @infobalinews www.suluhbali.co A post shared by www.suluhbali.co (@infobalinews) onDec 6, 2017 at 9:12pm PST Kalangan biro perjalanan Indonesia memuji pertemuan dalam wujud pertemuan satu per satu ini karena dapat lebih rinci memberikan informasi mengenai destinasi wisata Indonesia dan menjajaki kerja sama dengan kalangan kalangan pariwisata yang belum menjual Indonesia. Menurut mereka, walaupun Slowakia negara kecil hanya berpenduduk sekitar lima juta orang, potensi pasar wisman cukup menjanjikan, terlebih mereka senang bepergian ke negara-negara eksotik. Biro perjalanan Slowakia yang ikut acara ini adalah Royal Travel dan Pax Travel yang belum pernah membuat paket ke Indonesia menyatakan minatnya untuk membawa tamu ke Indonesia dan meminta agen di Indonesia dapat menyediakan pemandu yang dapat berbahasa Slowakia atau Ceko. Kegiatan ini merupakan promosi pariwisata Indonesia yang diselenggarakan oleh Direktorat Eropa Kementerian Luar Negeri ke negara-negara kawasan Eropa Tengah dan Eropa Utara dengan menggandeng perwakilan RI terkait, sebagai rangkaian partisipasi Indonesia di ITB Berlin 2018. (Sumber: Artikel republika.co.id, Foto freepik.com)
...more

3 Destinasi Wisata Heritage Menarik Wajib Dikunjungi

TripTrus.Com - Wisata peninggalan sejarah atau wisata heritage semakin banyak diminati. Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta banyak jadi tujuan penggemar wisata heritage. Tapi selain 3 kota tersebut, kota-kota di bawah ini juga menyimpan kisah sejarah yang menarik untuk wisata heritage, baik dari segi bangunan maupun peninggalan lainnya. 1.Lasem   *update blog dulu ala-ala travel blogger* NEW BLOG POST: Kesengsem Lasem, Foto-foto Perjalanan Akhir Pekan di Tiongkok Kecil Jawa Tengah (link blog di bio). . Btw untuk foto-foto, vlog, dan artikel-artikel travel yang lama saya posting ulang di blog TRAVLESIA.COM . Silahkan follow atau sekedar scroll-scroll dan kasih double tap: @travlesia @travlesia @travlesia . Kapkhun khap! 🙏 . 📸 by mas @kermit_89 . #lasem #awesomelasem #kesengsemlasem #explorelasem #lasemkotatua #travelblog #travel #travelblogger #alexjourney #travlesia #indonesia A post shared by Alex Zulfikar (@alexjourney.id) onMar 2, 2018 at 8:33pm PST Kota Lasem terletak di Kabupaten Rembang. Wisata heritage Lasem menyuguhkan potret kehidupan pecinan di masa lampau dan percampurannya dengan budaya setempat. Klenteng Gie Yong Bo dan Klenteng Cu An Kiong terbuka bagi wisatawan untuk berkunjung dan mengambil foto. Setelahnya kamu harus mampir ke Omah Lawang Ombo, rumah tua yang pada abad 18 dulu digunakan sebagai gudang opium, lalu ke Masjid Jami’ Lasem yang di sekitarnya terdapat makam waliyullah dan banyak jadi tujuan ziarah. Lasem punya sejarah yang panjang dalam pengelolaan keragaman budaya dan masyarakat. Bangunan-bangunan lama bergaya India-China bertebaran di penjuru Lasem dan jadi daya tarik tersendiri. Sebagai oleh-oleh, kamu bisa membeli batik Karangturi khas Lasem di rumah batik Bu Sutera yang teknik pembuatannya tradisional dan diwariskan turun-temurun. [Baca juga : Menjelajah Lima Tempat Wisata Menarik Bernilai Sejarah Di Banten] 2. Cianjur   Tjiandjoer : Preanger Regentschappen. Tidak banyak yang tahu kalau dulunya Cianjur adalah ibukota Karesidenan Priangan. Dikarenakan letusan Gunung Gede, ibukota Karesidenan ini mulai tahun 1864 dipindahkan ke Bandung. Dengan masuknya Galuh (awal abad ke-19), wilayah Karesidenan Priangan bertambah menjadi 6 kabupaten; Cianjur, Bandung, Sumedang, Limbangan, Sukapura, dan Galuh. . . . #myheritagetrip #vakansinesia #photos #pic #pics #socialenvy #shopstemdesigns #picture #pictures #snapshot #art #beautiful #instagood #picoftheday #photooftheday #color #all_shots #exposure #composition #focus #capture #moment #hdr #hdrspotters #hdrstyles_gf #hdri #hdroftheday #hdriphonegraphy #hdr_lovers #awesome_hdr A post shared by अदित्य (@adityaindi) onMar 24, 2018 at 6:13am PDT Cianjur terkenal akan wisata heritage situs Gunung Padang yang bersejarah. Situs tersebut berupa kumpulan batuan megalitik yang banyak jadi objek penelitian. Di masa kolonial, Cianjur menjadi ibukota Karesidenan Priangan. Priangan atau Preanger lekat dengan sejarah VOC dan Preanger Stelsel, yang memerintahkan warga untuk menanam hasil bumi, terutama kopi. Setelah VOC bangkrut, Daendels membangun jalan raya Anyer-Panarukan yang melewati Cianjur. Makanya Cianjur kaya akan peninggalan sejarah yang bisa kamu telusuri. Di tengah kota berdiri sebuah pendopo yang pernah hancur akibat gempa tahun 1779 dan dibangun lagi jadi bentuk sekarang pada tahun 1780. Pendopo ini dibangun dengan gaya campuran Eropa yang terlihat dari bentuk tiang-tiang dan terasnya. Tak jauh dari pendopo, kamu akan menemukan kantor pos tertua di Cianjur. Kantor pos ini dulu menjadi pusat persuratan dan telegram di seantero Priangan. Selanjutnya jika kamu mampir ke Jalan Shanghai, kamu akan melihat banyak bangunan khas Tionghoa yang bercampur dengan khas lokal seperti di kawasan pertokoan yang atapnya berbentuk pelana, bangunan klenteng, dan wihara. 3. Gombong   Klenteng Kong Hwie Kiong Kebumen dibangun th 1898, dibangun kembali th 1969 dikarenakan Kelenteng Kong Hwie Kiong mengalami kerusakan berat di tahun 48-49. Entah mengapa klenteng ini menggunakan pelindung Dewi Samudra seperti banyak kerabatnya di pantai Utara. Padahal klenteng Kebumen terletak di tengah kota. A post shared by sigit asmodiwongso rmt (@sigit_rmt) onMar 10, 2018 at 3:46pm PST Belum banyak yang mengetahui Gombong, sebuah kota kecil di Kabupaten Kebumen, sebagai tujuan wisata heritage . Bangunan tua khas kolonial tersebar di sejumlah sudut kota, seperti Benteng van der Wijck, kompleks rumah sakit militer, gedung Chung Hwa Chung Hwi, pabrik rokok klembak menyan, dan gedung-gedung sekolah ala Hindia Belanda. Beberapa bangunan sudah beralih fungsi, namun bentuk aslinya masih dipertahankan. Salah satunya adalah Roemah Martha Tilaar, sebuah rumah tua yang kini menjadi museum dan rumah budaya. Tak jauh dari pusat kota, tersebar berbagai tempat ibadah yang letaknya saling berdekatan. Misalnya Gereja Katolik Santo Mikael yang dulunya adalah gedung societeit dan kini menjadi gereja tertua di Gombong, Masjid Kauman, dan Klenteng Hok Tek Bio yang bisa dikunjungi oleh masyarakat umum. Sedikit ke pinggiran kota, terdapat wihara yang juga menyediakan tempat bagi kamu yang ingin wisata spiritual atau bermeditasi. Bangunan-bangunan tersebut menjadi bukti keragaman kota Gombong yang terus dipertahankan sampai sekarang. Menarik kan mengetahui ternyata kota-kota kecil pun punya cerita sejarah dan peninggalannya masing-masing. Tambahkan ketiga kota di atas dalam wishlist wisata heritage kamu ya! (Sumber: Artikel reservasiku.com, Foto Kermit Rachmadijaya)
...more

Nih, 3 Event Asik di Kepri Bulan November - Desember 2023

TripTrus.Com - Gak kalah seru, bulan November sampai Desember tahun 2023 bakal jadi momen penuh event keren di Kepri. Ada 3 event pariwisata yang bakal hebohkan dunia pariwisata sini. Si Plt Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Luki Zaiman Prawira, ngasih tau kalau 3 event pariwisata ini bakal digelar di beberapa tempat di Kepri. "Kita bakal bikin heboh di Tanjungpinang, Bintan, Batam, Natuna, dan daerah lainnya," katanya, Jumat (15/9).       View this post on Instagram A post shared by Ini Karimun (@inikarimun) Di event-event ini, menurut Luki, bakal ada expo, bazaar, jalan-jalan sehat, dan macem-macem hiburan seru seperti permainan tradisional, pertunjukan teater keren, barongsai, pawai lampion, dan masih banyak lagi. Gak cuma itu, juga ada artis ibukota Grup Band Gigi dan Fiersa Besari yang bakal meramaikan acaranya. "Harapannya, event ini bisa nambahin pundi-pundi ekonomi dan wisata kita. Pastinya juga nambah jumlah wisatawan yang datang ke Kepri," ujar Luki. Nah, event-event pariwisata ini bisa terlaksana berkat kerjasama Dinas Pariwisata Kepri, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Dinas Pariwisata daerah di Kepri, dan juga dukungan dari pihak swasta seperti Asosiasi Pariwisata di Kepri. [Baca juga : "Info Keren, Kemenparekraf Pastikan Ada Beberapa Event Keren Di Indonesia"] Yuk, kita intip 3 Event Pariwisata Kepri yang bakal bikin bulan November - Desember 2023 makin asyik: 1. Pranala Festival Bagi yang suka banget sama Fiersa Besari, wajib dateng nih ke Pranala Fest tanggal 11 November 2023 di Trans Convention Center Tanjungpinang. Belum beli tiket? Cepetan beli di sini linktr.ee/pranalafest. Selain penampilan Fiersa Besari, juga bakal ada band lokal buat pemanasan. 2. Rakyat Festival Slankers, persiapkan diri! Slank bakal ngadain konser di Rakyat Fest tanggal 18 November 2023. Mereka akan manggung di Lapangan Parkir Temenggung Abdul Jamal bareng idol grup JKT48. Gak boleh ketinggalan! 3. Bintan Culture Festival Bintan Culture Festival bakal bikin gebrakan lagi tanggal 1 Desember 2023 di Gedung Ex Astaka MTQ Trikora, Teluk Bakau, Kabupaten Bintan. Acaranya bakal seru dengan Festival Tari Melayu, Pertandingan Tari Melayu Kreasi, Pertunjukan Kesenian Nusantara, Karnaval Budaya, dan Bazar Ekraf/UMKM se-Kabupaten Bintan. Temanya? "Pariwisata Maju, Budaya Lestari (Growing Tourism with Cultural Sustainability)". Gak boleh sampe ketinggalan! Jadi, catet tanggalnya dan pastiin kamu gak kelewatan acara seru ini! (Sumber Foto @nda4.20) 
...more

10 Film yang Menampilkan Keindahan Alam Indonesia

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang mempunyai 17.508 pulau. Indonesia terbentang antara 6 derajat garis lintang utara sampai 11 derajat garis lintang selatan, dan dari 97 derajat sampai 141 derajat garis bujur timur serta terletak antara dua benua yaitu benua Asia dan Australia/Oceania. Posisi strategis ini mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kebudayaan, sosial, politik, dan ekonomi. Berbagai macam keindahan alam yang dimiliki Indonesia banyak yang diangkat untuk menjadi daya tarik dalam sebuah film, baik itu film nasional maupun film yang berasal dari luar negeri :matabelo. Meskipun terkadang beberapa dari film film tersebut kurang dalam segi pendapatan karena kalah pamor dengan film film absurd yang justru lebih menarik perhatian masyarakat awam.Berikut ini 10 Film yang Menampilkan Keindahan Alam Indonesia: 1. Laskar Pelangi Sebuah adaptasi sinema dari novel fenomenal “Laskar Pelangi” karya Andrea Hirata, yang mengambil setting di akhir tahun 70-an. Hari pertama pembukaan kelas baru di sekolah SD Muhammadyah menjadi sangat menegangkan bagi dua guru luar biasa, Muslimah (Cut Mini) dan Pak Harfan (Ikranagara), serta 9 orang murid yang menunggu di sekolah yang terletak di desa Gantong, Belitong. Sebab kalau tidak mencapai 10 murid yang mendaftar, sekolah akan ditutup.Hari itu, Harun, seorang murid istimewa menyelamatkan mereka. Ke 10 murid yang kemudian diberi nama Laskar Pelangi oleh Bu Muslimah, menjalin kisah yang tak terlupakan.5 tahun bersama, Bu Mus, Pak Harfan dan ke 10 murid dengan keunikan dan keistimewaannya masing masing, berjuang untuk terus bisa sekolah. Di antara berbagai tantangan berat dan tekanan untuk menyerah, Ikal (Zulfani), Lintang (Ferdian) dan Mahar (Veris Yamarno) dengan bakat dan kecerdasannya muncul sebagai pendorong semangat sekolah mereka. 2. Lost In Papua Di pedalaman rimba Papua, Rangga (Edo Borne) beserta timnya menjalankan sebuah misi eksplorasi mencari titik tambang. Tanpa mereka sadari telah memasuki wilayah terlarang yang dikenal dengan sebutan RKT 2000. Tak berapa lama, terjadilah sebuah petaka yang menyebabkan hilangnya anggota tim satu persatu.Tiga tahun kemudian. Nadya (Fanny Fabriana), mantan tunangan Rangga, masih terbayang dengan kejadian di Papua itu. Disisi lain, David (Fauzy Baadillah) yang pernah di campakkan Nadia, masih terus mengejar Nadya dengan segala cara. Nadya tak menghiraukan David dan mencoba menjauhinya dengan menerima tugas ke Papua yang di berikan oleh bosnya, Pak Wijaya (Didi Petet), yang tak lain adalah ayah David, dan juga Kayla (Fahrani), teman Nadya.Nadya, David dan Kayla berangkat ke Papua membawa sebuah titipan cinderamata dari kakeknya (Piet Pagau) untuk kepala suku Korowai yang pernah menyelamatkan nyawanya di masa perjuangan lalu. Nadya yang baru pertama kali datang ke Papua, jatuh cinta dengan keindahan alamnya. Namun dibalik itu, misteri hilangnya Rangga masih terus membayangi Nadya, lalu berangkatlah David, Kayla dan Nadya mencari Rangga ke Suku Korowai. 3. Negeri 5 Menara Alif lahir di pinggir Danau Maninjau dan tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. Masa kecilnya adalah berburu durian runtuh di rimba Bukit Barisan, bermain bola di sawah berlumpur dan tentu mandi berkecipak di air biru Danau Maninjau.Tiba-tiba saja dia harus naik bus tiga hari tiga malam melintasi punggung Sumatera dan Jawa menuju sebuah desa di pelosok Jawa Timur. Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamka walau Alif ingin menjadi Habibie. Dengan setengah hati dia mengikuti perintah Ibunya: belajar di pondok.Di kelas hari pertamanya di Pondok Madani (PM), Alif terkesima dengan “mantera” sakti man jadda wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses.Dia terheran-heran mendengar komentator sepakbola berbahasa Arab, anak menggigau dalam bahasa Inggris, merinding mendengar ribuan orang melagukan Syair Abu Nawas dan terkesan melihat pondoknya setiap pagi seperti melayang di udara.Dipersatukan oleh hukuman jewer berantai,  Alif berteman dekat dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan Baso dari Gowa.  Di bawah menara masjid yang menjulang, mereka berenam kerap menunggu maghrib sambil menatap awan lembayung yang berarak pulang ke ufuk. Di mata belia mereka, awan-awan itu menjelma menjadi negara dan benua impian masing-masing. Kemana impian jiwa muda ini membawa mereka? Mereka tidak tahu. Yang mereka tahu adalah: Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apa pun. Tuhan sungguh Maha Mendengar. 4. Eat, Pray, Love Film yang bercerita tentang perjalanan seorang perempuan yang mengelilingi dunia untuk menemukan jati dirinya setelah perceraian ini juga merupakan film yang sangat ditunggu di Indonesia. Hal ini tidak lain karena mengambil keindahan Bali sebagai salah satu lokasi syuting film yang diarahkan oleh Ryan Murphy.Sementara banyak film besar Hollywood mengambil tema fiksi, bintang-bintang Eat Pray love, Julia Roberts dan Javier Bardem mengatakan film mereka berbeda karena diangkat dari kisah nyata. Dan dalam beberapa hal diakui Julia dan Bardem telah merubah kehidupan mereka sendiri. 5. Ekspedisi Madewa Sebuah film Action-Adventure yang menitik-beratkan tema kepahlawanan modern yang cukup sederhana dan gampang dicerna oleh penonton segala umur namun penuh intrik-intrik kejadian dan visualisasi yang bertaraf box-office skala regional. Dengan berlatar-belakang eksplorasi keindahan flora dan fauna alam Indonesia serta suatu legenda kebudayaan bangsa kita, film ini berusaha mengangkat sebuah genre film yang terus-terang tidak pernah sebelumnya di jamah dan digarap secara kolosal oleh sineas-sineas bangsa kita.Film ini menceritakan tentang pengalaman seorang Ahli Ekspedisi muda bernama Tiro Mandawa (Tora Sudiro) yang tanpa sengaja menemukan sebuah artifak kuno misterius saat sedang memandu sebuah misi penggalian purbakala. Tanpa disengaja, penemuan Tiro itu akan mengakibatkan berbagai rangkaian kejadian yang nantinya mengarah pada sebuah petualangan terbesar dalam hidupnya. Artifak itu dipercaya sebagai sebuah potongan terakhir dari sebuah prasasti kuno yang berkaitan dengan seuntai cerita rakyat kuno Indonesia. Sebuah legenda yang tersurat secara turun-temurun, dari mulut ke mulut jauh sebelum masa kita di bumi pertiwi ini. Sebuah legenda tentang kebaikan dan kejahatan. 6. Tanah Air Beta Tahun 1998. Timor-Timur berpisah dari Indonesia, membuat perpisahan harus terjadi. Banyak keluarga yang mendapatkan konflik internal antara tetap berada di Indonesia, yakni di Kupang, atau memutuskan berpindah ke Timor Timur. Sebuah keluarga yang ayahnya sudah wafat adalah salah satu keluarga yang menerima konflik tersebut. Merry (Griffit Patricia) memutuskan untuk memilih tetap berada di Indonesia dan bersekolah di sekolah kecil yang berguru ibunya, Tatiana (Alexandra Gottardo).Mereka berdua berpisah dengan kakak Merry, Mauro yang memilih tinggal di Timor Timur bersama pamannya. Dirumah mereka, mereka berteman dengan pemilik toko kelontong; Koh Ipin (Robby Tumewu) dan Cik Irene (Tessa Kaunang).Disekolah, Merry adalah korban kejahilan teman sebayanya, Carlo (Yahuda Rumbindi) yang sebenarnya hanya menginginkan seorang adik. Ia dirawat oleh seorang keturunan Arab bernama Abu Bakar (Asrul Dahlan) yang juga bersahabat dengan Tatiana setelah Ibu Carlo meninggal. Tatiana rajin pergi ke pengungsian untuk bertemu seorang relawan bernama Lukman (Lukman Sardi) untuk mencari tahu info mengenai Mauro. 7. The Mirror Never Lies Kekayaan kehidupan laut di Wakatobi dan kebijakan local suku Bajo direkam dan divisualisasikan lewat film drama tentang seorang gadis kecil bernama, Pakis (12) berusaha menemukan sang ayah yang hilang ketika berada di lautan. Pakis melakukan ritual suku Bajo di mana mereka percaya dengan menggunakan cermin, Pakis berharap dan terus menanti melihat bayangan ayahnya. Namun, apa yang diharapkannya tak kunjung terlihat. Harapan Pakis tersebut sering dihancurkan oleh ibunya, Tayung yang mencoba menutupi kejadian yang sebenarnya. Penyangkalan yang dilakukan Tayung membuat ia memakai bedak putih di wajahnya, sebuah tradisi di suku Bajo. Meskipun coba untuk dihancurkan oleh ibunya, namun harapan Pakis tetap besar. Bersama sahabat karibnya, Lumo, Pakis terus mencari jawaban di Laut Wakatobi. Persoalan dan konflik Pakis dengan ibunya semakin pelik ketika Tudo, seorang peneliti lumba-lumba muncul kedalam hidup mereka. Ke empat karakter ini kemudian saling berinteraksi di kehidupan sehari-hari dan mereka juga punya penafsiran masing-masing terhadap laut. Namun, mereka sepakat bahwa lautlah yang membantu mereka menemukan jati diri mereka. 8. Denias – Senandung di Atas Awan Film ini menceritakan tentang perjuangan seorang anak suku pedalaman Papua yang bernama Denias untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Seluruh setting lokasi dilakukan di pulau Cendrawasih ini. Cerita dalam film ini merupakan adaptasi dari kisah nyata seorang anak Papua yang bernama Janias.Sebuah film yang harus ditonton oleh mereka yang mengaku peduli dengan dunia pendidikan di Indonesia.Sebuah film yang dapat membuka pandangan kita tentang betapa pendidikan yang layak di negeri ini masih sangat mahal, masih sangat rumit dan masih banyak terjadi diskriminasi-diskriminasi yang tidak masuk akal. Dalam film ini juga dapat kita lihat keindahan provinsi Papua yang berhasil direkam dengan begitu indahnya. 9. 3 Hari Untuk Selamanya Yusuf adalah seorang pemuda usia 21 tahun yang serius. Atas ajakan sepupunya Ambar, yang lebih muda (19 th) dan lebih liar perilakunya, Yusuf setuju pergi meninggalkan acara keluarga mereka untuk minum-minum di klub malam.Keesokan harinya mereka terbangun dan menemukan bahwa mereka telah tertinggal pesawat dan acara keluarga mereka yang lain di kota lain. Dengan mengendarai mobil keluarga, perjalanan yang semula mereka kira bisa dihabiskan dalam waktu satu hari berubah menjadi 3 hari. Yang di mana di ke-3 hari itu mereka dihadapkan pada banyak hal, orang-orang yang aneh dan diskusi panjang soal seks, agama, dan pernikahan, sementara mereka semakin dekat hampir melebihi sepupunya. 10. Petualangan Sherina Ayah Sherina (Sherina Munaf), yaitu Darmawan (Mathias Muchus), insinyur pertanian, mendapatkan kerja pertanian sesuai dengan impiannya, Sherina ikut pindah ke Bandung Utara. Di sekolahnya yang baru, ia mendapat musuh, Sadam (Derby Romero), yang ternyata anak darimajikan Darmawan, Ardiwilaga (Didi Petet). Hal ini diketahui Sherina saat berliburan ke rumah Ardiwilaga. Dalam kesempatan ini permusuhan kedua anak tadi berubah menjadi persahabatan, karena keduanya diculik oleh Pak Raden (Butet Kertaradjasa), suruhan Kertarejasa (Djaduk Ferianto), yang menguasai tanah pertanian Ardiwilaga, untuk proyek propertinya. Dalam film ini banyak scene yang menampilkan keindahan alam di kota Bandung khususnya Lembang plus keindahan kebun teh dan Observatorium Bosscha. Itulah 10 Film yang Menampilkan Keindahan Alam Indonesia. Kalau dari kesepuluh film itu ada yang belum ditonton, maka segerlah untuk menonton. Selain view yang ditampilkan sangat indah, semoga saja dengan menonton film-film tersebut, kita semua bisa makin bangga menjadi warga negara Indonesia tercinta ini. (Sumber: Artikel dejulogy.wordpress.com Foto psychopath-diary.blogspot.com)
...more

Wanita Lebih Suka Traveling Ketimbang Pria

TRIPTRUS - Setujukah Anda dengan pernyataan di atas? Sebelum Anda menjawab, mari kita lihat hasil-hasil penelitian dan survey di bawah ini: Wanita – terlepas dari muda, tua, lajang, menikah ataupun janda terbukti lebih suka dan karenanya sering traveling atau liburan ketimbang pria. Menurut The American Consumer, dalam sebuah hubungan pria dan wanita, yang lebih banyak merencanakan detil perjalanan, merekomendasikan destinasi favorit kepada kerabat ataupun senang melakukan research tentang sebuah trip adalah wanita. Wanita juga suka traveling dengan teman-teman wanitanya, tanpa merasa harus ada pria di kelompok itu. Dalam 6 tahun belakangan ini, terdapat kenaikan hingga 230% di mana kelompok wanita pergi traveling tanpa pria. Menurut grup peneliti Yesawich, Pepperdien, Brown & Russell, 87% wanita pergi traveling untuk melihat pemandangan indah, sementara pria hanyalah 72%. Mayoritas traveler di dunia ternyata bukan pria dewasa, melainkan wanita berusia sekitar 40-an. Sementara itu, menurut kebanyakan agen travel di Amerika Serikat, pelanggan terbesar mereka bukanlah pria, melainkan wanita yang berusia di antara 25-39 tahun. Sumber: Foto citizen6.liputan6.com Ditambahkan lagi, lebih banyak wanita yang melakukan solo-traveling atau traveling sendirian dibandingkan pria, yaitu sebanyak 73%. Biasanya wanita senang traveling sendirian karena 2 alasan: mereka menjunjung tinggi kemandirian dan merasa bahwa mereka cukup kompeten secara intelek untuk berpetualang sendirian. Sumber: Artikel tokopedia.com Foto @JKTjalanjalan
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography

Upcoming Trips

Treaking Gunung Papandayan
21 - 22 Aug 2026
Open Trip Dieng Plateau
21 - 23 Aug 2026
Open Trip Pulau Pari
22 - 23 Aug 2026
×

...