Rasanya tak berlebihan jika menyebut Bali sebagai surganya pantai. Pantai lain yang juga tak kalah menariknya di Pulau Bali adalah Pantai Padang Bai.Pantai ini terletak di pelabuhan penyeberangan Bali - Lombok. Meskipun pantai ini merupakan jalur penyebrangan, namun kebersihannya tidak lantas terlupakan. Pantai ini cukup akrab terutama bagi para pecinta olahraga memancing dan juga menyelam. Meskipun posisinya bersebelahan dengan pelabuhan namun biota laut yang terdapat di panta ini masih sangat terjaga dengan baik. Arus yang tidak stabil dan kadangkala kencang, menjadi perhatian tersendiri terutama bagi Anda yang berniat melakukan penyelaman di lokasi ini.Sedikit berbeda dengan pantai-pantai lain di Bali. Pantai ini menawarkan sebuah suasana wisata pantai yang tenang dengan kondisi yang kontras dengan Pantai Kuta yang ramai dengan hiruk pikuk pengunjungnya.Nah, jika Anda penasaran, jangan lewatkan kunjungan Anda ke Pantai Padang Bai. Sebuah pengalaman wisata pantai yang mungkin saja berbeda dari yang pernah Anda rasakan sebelumnya.
Smber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTripTrus.Com - Erupsi Gunung Agung di Bali telah mengganggu geliat pariwisata di provinsi yang berjuluk Pulau Dewata itu. Layanan penerbangan dari dan menuju Bali pun terganggu. Bahkan, sejumlah penerbangan internasional tak bisa mengangkut wisatawan mancanegara ke Bali. Demikian pula dengan penerbangan domestik yang membatalkan layanan penerbangan ke Pulau Seribu Pura itu.
Namun, destinasi wisata di Indonesia tak hanya Bali. Belum lama ini, salah satu media beken di Inggris, Metro menurunkan artikel tentang tempat-tempat wisata di Tanah Air selain Bali yang "wajib" masuk dalam daftar destinasi para turis.
Metro menulis Indonesia terdiri lebih dari 17 ribu pulau sekaligus menjadi rumah bagi beragam budaya, bahasa dan agama. Ada enam destinasi wisata di Indonesia yang masuk daftar versi Metro. Destinasi-destinasi itu memang kurang dikenal di mancanegara. Namun, tempat-tempat pelesir itu menyuguhkan pesona keindahan alam dan biaya yang relatif murah.
Apa saja itu? Berikut daftarnya:
1. Kuta Lombok
#indo #surflife #tropicallifestyle #lombokisland #lost #segar #kutalombok
A post shared by Danny Atzori (@chippylife1) onDec 10, 2017 at 3:59am PST
Jika wisman hendak mencari tempat tenang maka Pantai Kuta di Lombok adalah jawabannya. Kuta memiliki pantai indah dan banyak kafe untuk menongkrong.
“Kuta Lombok adalah destinasi sempurna jika anda ingin gaya hidup ala Bali yang mudah tanpa keramaian,” tulis Metro.
2. Taman Nasional Komodo
Pulau Padar, NTT. Siapa aja yg pernah main kesini ? 😍 #pulaupadar! 💘 #padarisland #komodo #pulaukomodo #komodoisland #tamannasionalkomodo #komodonationalpark #labuanbajo #manggarai #exploreflores #ntt #nusatenggaratimur #eastnusatenggara #explorentt #explorenusatenggaratimur #indonesia #exploreindonesia #lfl #rfr #fff #spamforspam #visitindonesia
A post shared by Kesepian 😥 (@eliza.carol) onDec 8, 2017 at 8:23pm PST
Destinasi di Nusa Tenggara Timur (NTT) ini merupakan alam liar yang menjadi habitat bagi komodo. Hanya ada lima pulau di dunia yang semua di Taman Nasional Komodo -Pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang dan Gili Dasami, sebagai habitat spesies bernama ilmiah varanus komodoensis itu.
Untuk menjangkau Taman Nasional Komodo bisa ikut paket tur dari Lombok ataupun Flores. Yang pasti, wilayah sekitar Taman Nasional Komodo merupakan lokasi luar biasa untuk snorkeling. “Tak ada karang memutih yang rusak di sini. Hanya kehidupan laut yang sehat dan penuh warna,” sambung Metro.
3. Bukit Lawang
Good Morning everybody. Let's wake up and we do trekking to orangutan today. And we happy to introduce you to Thomas Leaf The Monkey. Thomas...please say hi.. Exploring to the north part of Indonesia! Wonderful Bukit Lawang www.butiktrip.com +6281213144604 butiktripinfo@gmail.com #tourprogram #travelagent #travelagents #travel #travelgram #touritinerary #wonderfulindonesia #traveller #travelling #tourpackage #gotouring #travelgrams #aseantourism #japantourist #japanesetraveler #singaporetour #singaporetraveler #singaporetravelagent #europeantraveler #butiktrip #orangutantrip #tourorangutan
A post shared by BUTIKTRIP (@butiktrip) onNov 21, 2017 at 7:09pm PST
Selama ini, banyak warga mancanegara menganggap orang utan hanya ada di Pulau Kalimantan atau yang di luar negeri lebih dikenal dengan sebutan Borneo. Padahal, di Pulau Sumatra ada Bukit Lawang yang juga menjadi habitat bagi orang utan.
Bukit Lawang menyajikan lokasi-lokasi untuk jelajah hutan sembari melihat orang utan yang terancam punah.
4. Kawah Ijen
Get lost and get wiser! . . #hiking #mountain #adventure #nature #volcano #triptrus #butiktrip #wonderfulindonesia #pesonaindonesia
A post shared by Brahmantya Sakti (@bramsakti) onDec 2, 2017 at 12:52am PST
Gunung berapi bukanlah hal asing bagi orang Indonesia. Namun, Gunung Ijen memiliki daya tarik istimewa.
Wisatawan yang mendaki Gunung Ijen pada malam hari akan disuguhi pemandangan fantastis. Yakni api biru yang keluar dari kawah.mTapi, pastikan untuk menggunakan masker. Sebab, asap sulfur dari Kawah Ijen tak hanya menimbulkan aruma menyengat, tapi juga berbahaya.
5. Malang
Warna tak selalu dituangkan diatas kertas Tdk hanya suku yg beragam, kreatifitas dpt diciptakan dimana & kapan saja Indahnya perbedaan #kampungwarnawarnimalang
A post shared by siti zuraedah (@zuraedah.siti) onDec 10, 2017 at 5:10pm PST
Belakangan ini Malang makin bergeliat. Ada Kampung Warna-Warni yang sekarang mendunia. Kampung Warna-Warni mulanya merupakan kawasan kumuh. Tapi, kini kondisinya sudah sangat jauh berbeda karena kaya warna sehingga menjadi atraksi tersendiri.
6. Gunung Bromo
There is a belief and a togerherness in the squad. We've got a happy camp. #togetherness #friendsip #friends #bromo #explorebromo #explorejatim #bromomount
A post shared by dhean eka radiansyah (@dheaneka) onDec 10, 2017 at 6:50am PST
Salah satu gunung api aktif di Jawa Timur ini memang layak dimasukkan dalam daftar destinasi yang wajib dikunjungi traveler Bromo terletak di antara sejumlah gunung api lainnya yang memiliki pemandangan mengesankan.
Wisatawan bisa naik ke kawah Bromo yang berasap, atau cukup melihatnya dari Cemoro Lawang. Sebagian besar ttaveler menyambangi Bromo untuk menyaksikan matahari terbit. Namun, Bromo tetap menyajikan panorama luar biasa sepanjang hari. Untuk itu, artikel penutup di Metro menyodorkan saran bagi para traveler. Bali memang tak harus dicoret dari daftar destinasi, tapi wisatawan perlu berpetualang lebih jauh lagi. (Sumber: republika.co.id Foto vakansinesia.com)
...moreTripTrus.Com - Bro-sis traveler, lo udah nyadar belum sih kalo Agustus 2025 tuh bakalan jadi bulan paling rame vibes lokalnya? Sumpah, dari ujung barat sampe timur Nusantara, festival-festival kece udah ngantri buat manjain mata, perut, sama jiwa lo yang butuh healing tapi tetep pengen rooted sama budaya kita. Musik, budaya, makanan, plus pemandangan alamnya, semua dibungkus dalam satu paket yang Instagrammable dan pastinya worth banget buat dijadiin konten.
Daripada lo cuma jadi silent viewer IG story temen, mending lo yang ambil peran utama. Coba deh start dari Festival Wowine 2025, ini tuh surganya pecinta tradisi NTT, bro-sis! Musik, tarian, dan kearifan lokalnya tuh bakal ngebikin lo makin cinta sama Indonesia. Nuansa adat yang masih kental dan keramahan warga lokal bikin lo serasa balik ke rumah nenek di kampung, hangat dan penuh kenangan.
Abis itu, ada Tomohon International Flower Festival 2025 yang warnanya secantik vibe lo pas lagi liburan. Bayangin deh, lo jalan di tengah parade bunga warna-warni yang super niat dekorasinya. Cocok banget buat lo yang demen estetik dan punya jiwa flower child. Tomohon bener-bener bisa bikin feed lo naik level, plus udaranya adem pula!
Lanjut ke Wolobobo Ngada Festival 2025, tempat di mana lo bisa menikmati seni budaya Ngada yang otentik. View-nya luar biasa sih, spot ini wajib lo masukin ke itinerary. Dari puncak bukit sampe suasana adatnya, semuanya terasa magis. Buat lo yang haus pengalaman baru, di sinilah tempat lo explore sisi eksotis Nusa Tenggara Timur.
View this post on Instagram
A post shared by soulful ngada (@soulful.ngada)
Kalo lo mau pengalaman budaya yang kuat, Festival Budaya Lembah Baliem 2025 bisa jadi jawaban. Bro-sis traveler, lo bakal liat langsung perang-perangan adat yang epic, lengkap dengan kostum dan tarian Papua yang gokil banget. Ini bukan festival biasa, ini sejarah hidup yang lo saksikan langsung. Beneran, priceless vibes!
Gak mau jauh-jauh? Tenang, Tapin Art Fest 2025 di Kalimantan juga siap manjain lo dengan art performance kece, kuliner lokal, dan vibes kreatif anak daerah yang keren abis. Lo bisa nongkrong santai sambil nyicipin jajanan tradisional, terus lanjut nonton pameran dan pertunjukan seni yang anti mainstream.
Nah, buat lo yang suka fashion, Jember Fashion Carnaval 2025 wajib lo gas! Parade busana megah dan unik yang gak kalah sama Met Gala. Outfit-nya tuh totalitas banget, bro-sis, dan semua elemen lokal dikemas jadi satu fashion show jalanan yang epic. Bisa jadi inspirasi OOTD lo juga lho!
Terus, ada juga nih Festival Golo Koe di Labuan Bajo, tempat lo bisa menikmati keindahan Maria Assumpta dan budaya lokal Flores dalam satu festival yang sakral tapi tetap meriah. Spot ini pas banget buat lo yang nyari ketenangan spiritual tapi juga pengen explore Labuan Bajo beyond Komodo.
Festival Rote Malole 2025 juga gak kalah keren, bro-sis! Di sini lo bakal dimanjain sama pantai indah, budaya lokal yang kuat, dan vibe chill yang jarang lo temuin di tempat lain. Buat lo yang pengen escape dari hiruk-pikuk kota, Rote tuh tempat healing yang sesungguhnya.
[Baca juga : "Explore Banten Lama: Surga Sejarah & Religi Buat Lo Yang Mau Healing Plus Belajar!"]
Kalo lo demen yang berbau air, jangan skip Festival Perahu Bidar Tradisional 2025! Balap perahu khas Palembang ini seru banget, bro! Musik, teriakan semangat tim, dan air yang ciprat-ciprat bikin adrenaline lo naik. Dan yes, cocok banget buat konten cinematic slowmo lo!
Abis itu ada Gili Festival 2025 di Lombok yang vibes-nya santai tapi tetep hidup. Lo bisa explore underwater life, nikmatin live music di pantai, dan makan seafood segar sampe puas. Kombinasi laut, musik, dan sunset tuh beneran ngebikin lo lupa deadline.
Buat lo yang cinta tradisi, Pacu Jalur Tradisional 2025 di Riau tuh harus masuk bucket list! Lomba perahu panjang dengan iringan musik khas ini gak cuma seru, tapi juga penuh nilai sejarah. Lo bisa belajar banyak sambil menikmati suasana meriah ala kampung halaman.
Ada juga nih Festival Budaya Sa Ijaan: Magic From The Sea 2025 yang ngasih lo experience budaya pesisir Kalimantan Selatan. Musik laut, tari-tarian magis, sampe ritual tradisional bikin festival ini beda dari yang lain. Bro-sis, ini tuh literally magic vibes dari laut!
Buat pecinta beat dan ritme, Aceh Perkusi 2025 bakal bikin jantung lo berdebar seneng. Di sini lo bisa nikmatin pertunjukan alat musik pukul tradisional Aceh yang megah. Bener-bener jadi experience sound lokal yang powerful dan susah dilupain!
Lo tim sweet tooth? Wajib hadir ke Jakarta Dessert Week 2025! Dessert kekinian dari banyak toko hits ngumpul semua di sini. Lo bisa nyobain kreasi manis dari yang lokal sampe fusion yang unik banget. Cocok buat update IG Story sambil jajan lucu!
Dan terakhir nih, jangan lupa mampir ke West Java Festival 2025! Jawa Barat tuh selalu punya cara unik buat nunjukin budayanya, mulai dari musik, kuliner, sampe pertunjukan seni lokal yang bikin lo makin cinta sama tanah Sunda.
Nah bro-sis traveler, tunggu apalagi? Jangan sampe momen sekali setahun ini lo lewatin cuma karena nunda-nunda. Cus lah atur jadwal, kumpulin circle, dan siapin mental buat eksplor semua vibes lokal kece ini. Hidup cuma sekali, jangan cuma scrolling—sekarang giliran lo yang update konten epic dari tiap penjuru Nusantara bareng TripTrus! (Sumber Foto @bagusrizkif)
...moreTripTrus.Com - Lo tau nggak sih, ternyata Idul Adha di Indonesia tuh nggak cuma soal potong kambing dan sapi doang. Di berbagai daerah, ada tradisi-tradisi unik yang kece banget, kental sama budaya lokal, dan penuh makna. Dari yang mistis, heboh, sampe yang penuh toleransi—semuanya bikin vibes Lebaran Kurban makin spesial. Yuk, kita kulik satu-satu tradisi gokil ini, siapa tau tahun depan lo pengen ngerasain langsung!
1. Meugang di Aceh: Dagingan Bareng-Bareng
Sebelum Hari H, warga Aceh tuh udah heboh dengan yang namanya Meugang. Pokoknya, suasana jadi rame, pasar penuh, semua orang buru-buru beli daging buat masak rame-rame. Uniknya, daging yang dimasak nggak cuma buat keluarga, tapi juga dibagi-bagiin ke yatim piatu dan tetangga. Ini bukan cuma soal makan-makan, tapi wujud syukur mereka ke Allah SWT. Lo bakal ngerasain vibes kekeluargaan yang hangat banget di sini.
Biasanya, prosesi Meugang dimulai dari potong hewan kurban, terus lanjut masak dan nikmatin bareng. Kalo lo lagi nggak punya hewan kurban, nggak masalah, bisa beli di pasar. Pokoknya, yang penting semua dapet bagian dan bisa ngerayain bareng. Keren banget kan?
2. Apitan di Semarang: Berebut Hasil Bumi, Bro!
Namanya Apitan, karena emang diadain di bulan yang ‘diapit’ antara Syawal dan Zulhijjah. Ini tradisi Semarang yang seru parah, soalnya warga bakal rebutan hasil bumi yang diarak keliling. Ada pertunjukan kuda lumping juga loh, makin rame dan mistis vibes-nya!
Awalnya sih ini tradisi sedekah bumi, tapi sekarang jadi hiburan rakyat yang bikin warga kumpul bareng. Tradisi ini juga jadi bentuk syukur warga karena hasil panen mereka. Kalo lo beruntung, bisa dapet sayuran atau hasil tani yang katanya bawa berkah. Siap-siap rebutan, ya!
3. Gamelan Sekaten di Surakarta: Tabuhan Sakral nan Syahdu
Di Solo, ada Gamelan Sekaten yang bukan sembarang gamelan. Ini tuh pusaka dari zaman Kerajaan Mataram, dan cuma ditabuh pas event gede kayak Maulid Nabi, Idul Fitri, atau Idul Adha. Bayangin deh, gamelan yang usianya ratusan tahun, bunyinya syahdu, dan penuh makna spiritual.
Warga yang nonton biasanya sambil ngunyah kinang, semacam tradisi juga. Katanya sih biar awet muda dan bisa nonton gamelan ini terus tiap tahun. Jadi bukan cuma nonton, tapi juga ngalamin tradisi yang udah berjalan dari tahun 1644. Gila sih, ini tua banget tapi masih keren!
4. Grebek Gunungan di Yogyakarta: Rebutan Gunungan Demi Berkah
Kalau lo lagi di Jogja pas Idul Adha, jangan sampe kelewatan Grebeg Gunungan. Ada 7 gunungan gede dari hasil tani yang bakal diarak keliling. Abis diarak, warga langsung berebut hasilnya, karena katanya sih yang berhasil dapet bisa dapet keberkahan. Seru banget kayak pasar dadakan tapi penuh aura sakral.
Tempat arakannya juga dibagi tiga, dari Masjid Gede sampe Puro. Bayangin tuh rame-nya, penuh sesak orang yang pengen dapet berkah dari gunungan. Ini bukan soal dapet sayur atau buah, tapi lebih ke simbol rezeki dari Tuhan. Merinding, cuy!
5. Manten Sapi di Pasuruan: Sapi Pun Punya Hari Bahagia
View this post on Instagram
A post shared by Puspita Nagari (@puspita_nagari_)
Di Pasuruan, sapi kurban dimanja banget, cuy! Namanya Manten Sapi, jadi sebelum disembelih, sapinya dimandiin, dikasih bunga tujuh rupa, sampe dipakaikan sorban dan sajadah. Kayak pengantin beneran!
Sapi-sapi itu bakal diarak bareng-bareng ke masjid buat diserahin ke panitia kurban. Ini bukan cuma seru, tapi juga bentuk penghormatan ke hewan yang bakal jadi persembahan. Tradisi ini tuh ngajarin lo buat bersyukur dan menghargai segala ciptaan Tuhan, bahkan hewan kurban sekalipun.
[Baca juga : "Liburan 2025: Saatnya Lo Healing Beneran, Bukan Cuma Demi Feed Aesthetic!"]
6. Toron & Nyalasi di Madura: Mudik & Ziarah, Dua Tradisi Sekaligus
Orang Madura punya tradisi yang nggak kalah keren, namanya Toron dan Nyalasi. Toron tuh artinya turun, jadi kayak mudik pas Idul Adha. Meski sibuk merantau, pas momen ini mereka pasti pulang ke kampung. So sweet kan?
Nah, setelah sholat Ied, mereka lanjut ke nyalasi, alias ziarah ke makam keluarga. Lo bakal ngeliat jalanan penuh orang, suasana haru campur bahagia. Ini bukan sekadar pulang kampung, tapi bentuk penghormatan dan doa buat leluhur mereka. Respect abis, sih!
7. Mepe Kasur di Banyuwangi: Kasur Pun Ikutan Rayain
Di Desa Kemiren, Banyuwangi, warga suku Osing punya tradisi unik banget: Mepe Kasur alias jemur kasur. Tapi bukan sembarang jemur, kasurnya harus warna merah-hitam. Merah lambang keberanian, hitam lambang kelanggengan.
Tradisi ini tujuannya buat buang sial dan jaga keharmonisan rumah tangga. Jadi bukan cuma kasurnya yang ‘disucikan’, tapi juga energi di rumah lo. Semua warga jemur barengan, kayak vibe gotong royong yang adem dan penuh makna.
8. Ngejot di Bali: Toleransi Tingkat Dewa
Bali emang nggak pernah gagal bikin takjub. Di sana ada tradisi Ngejot pas Idul Adha. Masyarakat Muslim bakal bagi-bagi makanan ke tetangga yang beda agama. Ini bentuk rasa syukur plus bukti bahwa toleransi di Bali tuh bukan sekadar wacana.
Yang dikasih bisa makanan, buah, bahkan minuman. Tetangga yang non-Muslim pun nerima dengan senang hati. Gimana nggak adem, coba? Di tengah perbedaan, mereka tetep bisa saling menghargai. Indonesia banget, kan?
9. Accera Kalompoang di Gowa: Cuci Pusaka ala Kerajaan
Di Gowa, Sulawesi Selatan, ada tradisi sakral bernama Accera Kalompoang. Intinya, benda pusaka kerajaan dicuci sebelum dan saat Idul Adha. Prosesinya dua hari, dan lokasinya di Rumah Adat Balla Lompoa.
Tradisi ini jadi momen penting buat mempererat hubungan antara keluarga kerajaan dan masyarakat. Selain sakral, acaranya juga megah dan penuh filosofi. Ini bukan sekadar nyuci benda, tapi simbol menyucikan hati dan hubungan antarmanusia.
10. Kaul Negeri & Abda'u di Maluku Tengah: Parade Budaya Seru Abis
Tepat setelah shalat Idul Adha, warga Negeri Tulehu langsung gelar Kaul dan Abda’u. Bayangin, pemuka adat gendong tiga ekor kambing pake kain, terus jalan keliling kampung sambil takbiran dan shalawatan. Habis itu, baru deh kurbannya disembelih.
Tradisi ini udah ada sejak abad ke-17 dan masih lestari sampai sekarang. Bukan cuma satu desa doang, tapi banyak desa ikutan gabung. Tujuannya? Nolak bala dan minta perlindungan dari Allah SWT. Meriah, sakral, dan penuh makna. Respect banget!
Gila sih, ternyata Idul Adha di Indonesia tuh berwarna banget ya! Dari Aceh sampe Maluku, tiap daerah punya cara unik buat ngerayain hari besar ini. Yang penting bukan cuma potong hewan, tapi juga makna di balik setiap tradisi: syukur, kebersamaan, toleransi, dan budaya yang kaya banget. Yuk, jaga dan lestarikan biar tradisi keren ini nggak cuma jadi cerita doang, tapi terus hidup sampai anak cucu kita nanti! (Sumber Foto @ajanggojang)
...moreTaman Nasional Bunaken ditunjuk oleh Menteri Kehutanan sebagai taman nasional pada tahun 1991. Obyek wisata ini luas sekitar 89.065 hektare, berada di wilayah Kabupaten Minahasa, Kotamadya Manado, Sulawesi Utara. Di sebelah utara taman nasional, ada pulau Bunaken, Manado Tua, Montehage, Siladen, Nain, Nain Kecil, dan sebagian wilayah pesisir Tanjung Pisok. Sementara di bagian selatan, meliputi sebagian pesisir Tanjung Kelapa.Lokasi ini merupakan perwakilan ekosistem perairan tropis Indonesia yang terdiri dari ekosistem hutan bakau, padang lamun, terumbu karang, dan ekosistem daratan atau pesisir. Pulau-pulau di dalamnya kaya akan flora dan fauna. Perairan Taman Nasional Bunaken memiliki 13 genera (genus) karang hidup yang didominasi oleh jenis terumbu karang tepi dan terumbu karang penghalang. Tercatat sekitar 91 jenis ikan yang hidup di perairan ini, diantaranya ikan kuda gusumi (Hippocampus kuda), oci putih (Seriola rivoliana), lolosi ekor kuning (Lutjanus kasmira), goropa (Ephinephelus spilotoceps dan Pseudanthias hypselosoma), ila gasi (Scolopsis bilineatus). Di tempat wisata ini banyak kegiatan wisata bahari yang ditawarkan, seperti: diving, snorkeling, berjemur, dan berenang di laut. Di pantai Kalase, yang berada di pinggir Kota Manado, terdapat sebuah diving center bernama Dragonet yang pernah menjadi sekretariat acara Sail Bunaken yang memecahkan rekor MURI dengan lebih dari 2.000 penyelam mengikuti upacara bendera di dasar laut. Bapak James, pemilik Dragonet Diving Center, mempekerjakan instruktur selam bersertifikasi SDI (Scuba Diving International) yaitu Bapak Ferry. Dragonet menawarkan pelajaran menyelam bagi pemula, yang meliputi dasar-dasar menyelam (breathing, buoyance control, mask clearing, ear equalization) selama 15 menit, dan setelah paham akan langsung diajak menyelam selama 45 menit di kedalaman hingga 6 meter. Dengan bantuan instruktur selam yang sudah berpengalaman seperti Bapak Ferry, para pemula dijamin bisa menyelam.Selain melalui Pantai Kalase, Taman Nasional Bunaken juga dapat dicapai melalui Pelabuhan Manado, Marina Nusantara Diving Centre (NDC) di Kecamatan Molas yang memakan waktu sekitar 20 menit, dan dari Marina Blue Banter dengan waktu tempuh sekitar 10 – 15 menit menggunakan kapal pesiar. Jika berangkat dari pelabuhan Manado, bisa menggunakan perahu motor menuju pulau Siladen yang dapat ditempuh sekitar 20 menit, ke pulau Bunaken sekitar 30 menit, ke pulau Montehage sekitar 50 menit, dan ke pulau Nain sekitar 60 menit. Biaya masuk ke lokasi ini sebesar Rp 2.500 per hari untuk wisatawan domestik, dan Rp 150.000 per tahun untuk wisatawan asing.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTripTrus.Com - Di Aceh daerah yang berjuluk “Serambi Mekah” ini , ternyata ada juga kampung Pecinan. Ini menunjukan kalau masyarakat Aceh juga toleran. Kampung Cina alias Pecinan di Aceh terdapat di kawasan Peunayong.
Begitu memasuki jalan Panglima Polem, kita akan menemukan Vihara Dharma Bhakti, tengara tempat ibadah warga etnis Tionghoa.
View this post on Instagram
Cliché
A post shared by Rei (@rraishagebrina) onMar 24, 2018 at 11:04pm PDT
Di kawasan yang terletak di pinggir Krueng, Aceh, hidup beragam etnis dengan berbagai agama dan kepercayaan. Di Peunayong, selain Vihara Dharma Bhakti, juga ada Vihara Buddha Sakyamuni, Vihara Maitri, dan Vihara Dewi Samudera.
[Baca juga : "Mirip Gunung Fuji, Waduk Embung Kledung Tereksotis Di Temanggung"]
Ketiga vihara ini berdampingan dengan Gereja Protestan Indonesia bagian Barat. Di dekatnya lagi ada Gereja Methodist. Lalu, tak jauh dari situ, di ujung Jalan Panglima Polem, berdiri megah sebuah masjid. "Toleransi dalam ibadah di Peunayong ini sangat baik. Satu sama lain saling menghargai,” ujar Kho Khie Siong, salah satu tokoh Tionghoa, beberapa waktu lalu.
Konon, menurut sejarah hubungan antara Aceh dan Cina sudah terjalin sejak abad ke-17 Masehi. Para pedagang Cina datang silih berganti ke Aceh. ”Mereka tinggal di perkampungan Cina dekat pelabuhan,” papar Kho Khie Siong.
Kawasan ini, lanjutnya, dikenal dengan nama Peunayong. Kata Peunayong sendiri berarti memayungi atau melindungi. Dalam sejarah disebutkan, di kawasan inilah penguasa Aceh Sultan Iskandar Muda memberikan perlindungan dan menjamu tamu kerajaan yang datang darei Eropa dan Cina.
Warga Cina yang tinggal di Banda Aceh merupakan generasi ke-4 atau ke-5. Merupakan suku Khek, yang berasal dari Provinsi Kwantung, Cina. Mereka belum bercampur dengan suku Kong Hu Cu, Hai Nan, dan HokKian.
"Warga Cina paling banyak tinggal di Peunayong," pungkas pria yang akrab disapa Aky ini. (Sumber: Artikel hindochinatown.com Foto tribunnews.com)
...moreTripTrus.Com - Wisata tidak selalu terkait dengan alam, karena banyak agenda yang dapat dikemas dalam konsep wisata, seperti event olahraga internasional yang dapat menjadi sport tourism. Sport tourism sendiri merupakan ajang olahraga yang dikombinasikan dengan promosi wisata di suatu negara atau daerah. Ada dua jenis sport tourism, yaitu hard sport tourism dan soft sport tourism.
Indonesia memiliki kalender event sport tourism yang dikenal dengan nama SPORTIVE. Menurut laman kemenparekraf.go.id, SPORTIVE adalah kalender event olahraga, musik, dan kreatif yang akan digelar sepanjang 2023. Tujuannya adalah untuk menarik kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.
View this post on Instagram
A post shared by Valérie Couchard (@valerie.couchard)
Pada bulan Mei 2023, Indonesia akan menyelenggarakan serangkaian event olahraga bertaraf internasional yang menarik. Berikut daftar acaranya yang disusun berdasarkan tanggal penyelenggaraan.
Bali Spirit Festival
Event Bali Spirit Festival merupakan salah satu acara dalam kalender SPORTIVE yang diselenggarakan di bulan Mei 2023. Acara ini telah berlangsung sejak tanggal 4 hingga 7 Mei 2023 di The Yoga Barn, Padangtegal, Ubud, Bali. Festival ini merupakan bagian dari wellness tourism yang bertujuan memberikan dampak positif bagi kesehatan fisik dan spiritual, serta menjaga lingkungan.
Bali Spirit Festival 2023 menampilkan tiga elemen inti yaitu musik, tari, dan yoga. Acara ini bertujuan untuk mewujudkan mantra Hinduisme Bali dalam mencapai kesehatan fisik dan spiritual yang optimal. Selain itu, dalam rangka menjaga kelestarian alam, Bali Spirit Festival 2023 juga melibatkan aksi pemilahan sampah, penanaman bambu, serta penggunaan dekorasi berbahan organik.
Bintan Triathlon
Bintan Triathlon merupakan salah satu kejuaraan olahraga internasional yang sangat dinantikan di Indonesia. Kegiatan olahraga internasional ini akan diselenggarakan pada tanggal 20-21 Mei 2023 di Bintan. Setiap tahunnya, ribuan peserta dari berbagai negara mengikuti Bintan Triathlon. Namun, kegiatan ini sempat terhenti saat pandemi Covid-19 melanda.
Bintan Triathlon terdiri dari tiga cabang olahraga, yaitu renang, sepeda, dan lari (maraton). Ada tiga kategori yang bisa diikuti, yaitu Olympic Distance, Sprint Distance, dan Youth Distance, di mana setiap kategori dibedakan berdasarkan jarak tempuh dari masing-masing cabang olahraga.
Bali Trail Running Ultra
Event olahraga internasional selanjutnya adalah Bali Trail Running Ultra yang direncanakan akan diselenggarakan pada 21 Mei 2023. Ajang ini menawarkan medan yang menantang sekaligus keindahan alam yang ada di Gunung Batur, Bali. Event ini sangat cocok bagi para wisatawan yang suka berlari sekaligus ingin menikmati pemandangan alam yang menakjubkan.
Bali Trail Running Ultra dibagi menjadi empat kategori yang berbeda-beda berdasarkan jarak tempuh, yaitu 7K, 15K, 30K dan 55K. Peserta dapat memilih kategori yang sesuai dengan kemampuan mereka. Kegiatan ini akan dimulai di Tova Devasya, Desa Toya Bungkah, Kintamani.
Gran Fondo New York Mandalika
Pada 28 Mei 2023, akan diadakan Gran Fondo New York (GFNY) Mandalika di Sirkuit Mandalika, Lombok. Kompetisi ini diharapkan diikuti oleh 1.000 peserta dari 32 negara. Gran Fondo New York adalah kejuaraan bersepeda yang terbuka untuk pesepeda amatir dan profesional sebagai ajang sport tourism.
Peserta akan memulai start di Sirkuit Mandalika dan menempuh jarak sekitar 135 km. Rute yang dilewati memperlihatkan pemandangan alam yang memesona, dengan menaklukan tanjakan, perbukitan, dan kelokan.
[Baca juga : "Berikut Adalah Beberapa Festival Yang Sangat Dinantikan Di Bulan Mei!"]
L’etape by Tour de France
L’etape by Tour de France adalah salah satu kejuaraan olahraga internasional yang akan diselenggarakan di Sirkuit Mandalika, Lombok pada 28 Mei 2023. Event olahraga yang termasuk dalam kalender SPORTIVE ini dipersembahkan oleh Tour de France A.S.O dan bekerja sama dengan promotor olahraga Indonesia, VDA (Veloism Danendra Aksata). L’etape by Tour de France tahun kedua ini terbuka untuk 2.000 pesepeda amatir yang ingin mencoba perlombaan dengan standar keamanan tinggi.
Berikut itu adalah sederet event olahraga internasional yang akan digelar pada bulan Mei 2023. Bagi para wisatawan yang ingin merasakan sensasi olahraga sambil menikmati keindahan alam Indonesia, tak ada salahnya untuk mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Dengan digelarnya berbagai event sport tourism di Indonesia, diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. (Sumber Foto @indonesia_triathlon_photo)
...moreTripTrus.Com - Yogyakarta meluncurkan Kalender Wisata 2022 yang berisi 12 event atau kegiatan wisata unggulan yang bisa dinikmati wisatawan, diawali dengan penyelenggaraan Pekan Budaya Tionghoa XVI yang digelar pada Februari 2022. "Ada 12 event wisata unggulan yang kami masukkan. Kegiatan pariwisata yang masuk dalam Calendar of Event (CoE) Jogja 2022 ini merupakan kegiatan yang dipastikan dapat digelar," kata Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Andrini Wirawati di Yogyakarta, Sabtu (11/12/2021). Kegiatan unggulan yang masuk dalam CoE Jogja 2022 tersebut bukan hanya kegiatan pariwisata yang digelar oleh pemerintah daerah saja tetapi juga kegiatan yang diselenggarakan oleh pihak lain hingga institusi budaya.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Galih Agung (@glh.agung)
Selain Pekan Budaya Tionghoa XVI yang mengawali rangkaian event, juga akan diselenggarakan Jogjavaganza di bulan yang sama dilanjutkan dengan Grebeg Syawal dan ArtJog 2022 yang diselenggarakan pada Mei. Pada Juli, wisatawan dapat menikmati Pasar Kangen dilanjutkan dengan Siraman Pusaka pada Agustus dan Sekati Yk Ing Mal pada September.
Pada Oktober akan ada empat event pariwisata yang digelar yaitu Wayang Jogja Night Carnival #7 yang juga sudah masuk dalam kalender wisata nasional, Grebeg Maulud , Biennale, dan Kustomfest. Sedangkan Ngayogjazz akan menjadi penutup rangkaian CoE Jogja 2022 pada November.
Peluncuran kalender wisata tersebut diharapkan dapat menarik minat wisatawan untuk datang ke Yogyakarta karena sudah bisa merencanakan sejak jauh hari untuk berwisata meskipun dimungkinkan masih ada beberapa pembatasan akibat pandemi. "Harapannya, ada peningkatan kunjungan wisatawan ke Yogyakarta," katanya. Pada 2019, kunjungan wisatawan ke Yogyakarta tercatat 3,8 juta orang dan turun menjadi 1,3 juta wisatawan pada 2020 akibat hantaman pandemi COVID-19.
[Baca juga : "5 Desa Wisata Terbaik Di Indonesia, Ada Yang Sudah Diakui Dunia!"]
Sedangkan pada tahun ini diperkirakan jumlah kunjungan wisatawan hingga akhir tahun mencapai 1,2 juta orang dan pada 2022 ditargetkan meningkat menjadi 1,4 juta orang. Selain meluncurkan CoE Jogja 2022 yang berisi event-event unggulan, Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta juga membuat inovasi baru yaitu Clara atau Calendar of Event Harian. Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta bekerja sama dengan pelaku wisata dari PHRI dan Asita untuk mempromosikan kalender pariwisata harian tersebut.
"Akan ada tayangan yang ditampilkan di hotel maupun di biro perjalanan wisata mengenai kegiatan pariwisata harian yang bisa dinikmati wisatawan saat berada di Yogyakarta," katanya. Selain itu, Pemerintah Kota Yogyakarta juga menjalin kerja sama promosi wisata dengan Pemerintah Kota Surakarta dalam bentuk video promosi pariwisata bersama antar dua kota yang menampilkan potensi wisata seperti atraksi, kuliner, destinasi wisata, dan industri kreatif. (Sumber: Artikel okezone.com Foto @angga_wangi)
...moreTRIPTRUS - Brown Canyon Semarang merupakan tempat sebagai proyek galian C yang sudah berumur 10 tahun lebih. Dan disinilah sebagai tempat mengais rejeki bagi sebagian orang dengan melakukan penggalian pasir, penggalian tanah urug dan batu padas.
Brown Canyon sebenarnya bukanlah tempat wisata melainkan perbukitan biasa, namun karena penambangan material yang dilakukan setiap hari selama bertahun-tahun ahirnya berubah wujud seperti layaknya Green Canyon yang ada di Amerika.
Keindahan panorama alam yang eksotik membuat Brown Canyon Semarang ini menjadi salah satu obyek wisata dan tempat yang terbaik bagi para pecinta fotografi. Tebing-tebing yang menjulang tinggi dipadu dengan adanya pohon-pohon di puncaknya membuat tempat ini sebagai pemandangan yang sangat menarik dan sayang untuk tidak dikunjungi.
Dikarenakan Brown Canyon sebenarnya bukanlah tempat wisata tentu saja para wisatawan harus mencari petunjuk arah sendiri, karena warga sekitar hanya tahu bahwa tempat tersebut hanyalah sebagai tempat penambangan material berupa pasir, tanah urug dan batu padas.
Brown Canyon terletak di daerah Rowosari Meteseh Tembalang Semarang, tempat yang lumayan jauh dari pusat keramaian kota Semarang. Merupakan tantangan tersendiri bagi para wisatawan yang ingin datang ke tempat ini, dimana para wisatawan dalam sepanjang perjalanannya harus bertemu dengan debu-debu yang beterbangan dan bersimpangan dengan truk-truk pengangkut bahan material.
Rute menuju Brown Canyon Semarang.
Lokasi Brown Canyon Semarang bisa dijangkau dari berbagai arah. Pengunjung bisa melewati pasar Meteseh via Tembalang, Kedungmundu atau RSUD Klipang.
Rute Brown Canyon dari Semarang timur bisa melewati jalan Fatmawati menuju RSUD Kota Semarang (Ketileng), kemudian mengambil arah kiri (arah perum Klipang) dan menuju lokasi Klipang Golf. Setelah sampai Klipang Golf, lanjutkan dengan melewati jembatan besi. Setelah jembatan besi ketiga (jembatan dengan sungai yang besar) akan ada pertigaan ke arah selatan (belok kanan). Lurus saja kurang lebih 2 KM Anda akan melihat keindahan Brown Canyon Semarang.
Rute Brown Canyon dari arah Batang, Kendal dan Simpang Lima Semarang atau dari arah barat bisa melewati pertigaan “pasar kambing”, melewati Mrican, Kedung Mundu, Sambiroto, pertigaan Intan Permai belok kiri (Jl. Elang), kemudian sampai perempatan Pasar Meteseh belok kiri.
Rute Brown Canyon dari arah Solo, Yogya dan Semarang atas bisa melewati Banyumanik, Tembalang, UNDIP dan kemudian menuruni Sigar Bencah sampai perempatan Pasar Meteseh langsung ambil jalan lurus.
Yang perlu dipersiapkan saat menuju Brown Canyon di Semarang.
Karena tempat ini merupakan tempat panambangan bahan material dan masih aktif maka datanglah pada waktu diluar jam kerja, jika terpaksa harus datang disaat jam kerja maka jangan lupa persiapkan masker atau buff sebagai penutup mulut dan kacamata. Karena kondisi jalan pedesaan yang cukup jelek, berdebu dan bergelombang maka gunakanlah sepeda motor yang fleksibel atau jika menyukai tantangan Anda bisa menggunakan sepeda onthel. Tidak disarankan menggunakan mobil mewah apalagi mobil dengan full variasi atau mobil ceper. (Sumber: Artikel dan Foto semarangplus.com)
...more