shop-triptrus



Pengaruh Pertandingan FIFA Matchday Indonesia Vs Argentina Terhadap Pariwisata Menurut Sandiaga

TripTrus.Com -   Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan bahwa pertandingan uji coba FIFA match day antara timnas Indonesia melawan Argentina akan berdampak positif terhadap pariwisata dan ekonomi kreatif. Laga antara Indonesia dan Argentina akan diadakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta pada tanggal 19 Juni 2023. Dalam Weekly Brief with Sandi Uno secara virtual, Sandiaga mengungkapkan, "Kita melihat bahwa pergerakan wisatawan nusantara pasti akan sangat tinggi karena minat terhadap sepakbola sangat besar." Sandiaga berharap bahwa acara olahraga bergengsi ini dapat membantu mencapai target pemerintah untuk mencapai 1,4 miliar pergerakan wisatawan Nusantara. Selain itu, pihaknya telah menyiapkan lima destinasi wisata super prioritas yang akan dikunjungi oleh tim juara dunia tersebut, antara lain Danau Toba, Bali, dan Labuan Bajo. Sandiaga menambahkan, "Ini adalah destinasi baru yang banyak menarik perhatian dunia." Selain pariwisata, sektor kuliner juga akan menjadi daya tarik bagi wisatawan, terutama dari mancanegara. Makanan khas Indonesia, seperti sate dan nasi goreng, sudah dikenal di seluruh dunia. Sandiaga juga menyatakan bahwa selain timnas Argentina, wisatawan mancanegara lainnya juga akan datang ke Indonesia untuk menonton pertandingan sepak bola antara Argentina dan Indonesia. Hal ini juga akan berdampak pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Nusantara. [Baca juga : "Daftar Acara Menarik Untuk Mengisi Liburan Akhir Pekan Juni 2023 - Part 2"] Sebelumnya, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) melalui Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengumumkan bahwa Timnas Indonesia akan menjalani pertandingan uji coba melawan Argentina dalam FIFA Match Day pada tanggal 19 Juni 2023. Sandiaga mengucapkan selamat kepada Erick Thohir dan timnya yang berhasil menghadirkan Messi dan rekan-rekannya dalam pertandingan tersebut. (Sumber Foto @cityzens_reports) 
...more

Tren Pariwisata dan Kesiapan Indonesia sebagai Tuan Rumah KTT AIS Forum 2023

TripTrus.Com - Destructive Fishing Watch (DFW) bikin komentar soal Indo yang lagi siap-siap jadi host buat Konferensi KTT Archipelagic and Island States (AIS) Forum 2023. Mohamad Abdi Suhufan, yang juga jadi pengamat dan koordinator DFW, ngerasa kalau Indo dengan ngegelar KTT AIS Forum 2023 bakal jadi pelopor nangani masalah global yang ada hubungannya sama laut. Nah, kalau kita ngomongin wilayah Indo, menurut dia, Jakarta tuh punya potensi gede banget buat tumbuh dan jadi penyangga hidup buat orang pinggiran, terutama dengan pariwisata lautnya. "Kaya di Kepulauan Seribu, pariwisata lautnya bakal makin meletup," kata Abdi, katanya gitu deh, di Jakarta, Kamis (21/9/2023). Dia bilang, peluang berkembangnya pariwisata laut itu berdasarkan sumber daya alam yang ada, kayak rumah buat ikan-iakan, terumbu karang, mangrove, dan hewan-hewan langka yang dilindungi. Abdi ngomongin kalau pariwisata laut bisa tumbuh pesat kalo ada kerja sama kuat antara pemerintah dan masyarakat di pinggiran. Dia ngebentak juga nih, bahwa pemerintah sama swasta perlu dorong masyarakat biar jadi pemain utama yang bantu ekonomi biru di Jakarta. Supaya mereka bisa dapet untung besar dan kurangi risiko konflik. Lebih jauh lagi, menurut dia, masyarakat juga harus tingkatkan kemampuan dan kesadaran mereka soal wisata berkelanjutan, biar bisa jaga ekosistem laut biar nggak rusak dan tercemar. [Baca juga : "Tiga Trofi Keren! Indonesia Raih Penghargaan Bergengsi Di World Leisure Award 2023"] Sementara itu, dia juga bilang yang perlu dilakuin adalah tingkatkan dan pastiin kalau infrastruktur dasar di wilayah pinggiran oke punya, kayak telekomunikasi, air bersih, sama listrik. Nah, buat yang belum tau, KTT AIS Forum 2023 bakal diadain di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Badung, Bali, tanggal 11 Oktober 2023. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Indo ngomong kalau 51 negara kepulauan udah pasti bakal ikut acara keren ini. (Sumber Foto @samasamatrip) 
...more

Ingin Jalan-Jalan ke Baduy? Ada Aturan Baru soal Sampah

TripTrus.Com - Baduy menjadi salah satu destinasi wisata yang kini banyak dikunjungi wisatawan. Hal ini karena Baduy sendiri masih memiliki keasrian alam dan kearifan lokal yang cukup kental. Tren dunia pariwisata Indonesia menunjukkan, banyak wisatawan yang memilih tempat dengan keaslian alam yang masih terjaga. Dengan tujuan mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang berharga melalui tradisi, kuliner, dan interaksi sosial dengan masyarakat Baduy. Jaraknya yang tidak terlalu jauh dari ibu kota menjadi daya tarik bagi para wisatawan lokal atau mancanegara untuk mampir ke Baduy. Seiring dengan berkembangnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Baduy, membuat kualitas lingkungan hidup di Baduy menjadi terancam. Sepanjang jalan dari dan menuju ke Baduy, dapat dengan mudah ditemukan sampah. Hal itu disebabkan kurangnya kesadaran wisatawan untuk membuang sampah pada tempatnya. Ini menjadi sebuah keprihatinan di mana sampah ini tidak hanya akan memberikan pemandangan yang tidak sedap, tetapi juga mengancam kualitas air di Baduy. Padahal masyarakat Baduy sendiri kebanyakan masih menggantungkan hidupnya kepada alam. Aturan baru di Baduy soal sampah Untuk menanggulangi masalah tersebut, L Amri yang merupakan penggiat ecotourism Indonesia melakukan diskusi dengan kepala suku yang ada di Baduy, di mana akan memberlakukan aturan baru bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Baduy. "Setiap wisatawan yang masuk ke Baduy akan diperiksa berapa banyak dia membawa barang yang berpotensi menjadi sampah. Entah itu plastik maupun kertas. Kemudian mereka mengisi formulir yang isinya berapa botol yang dibawa, tissue yang dibawa, dan mie instan yang dibawa. Ketika selesai berwisata dan kembali ke pos pendaftaran akan dicek ulang. Jumlah sampah yang dibawa turun harus sama dengan yang dibawa naik," ujar Amri dalam press conference NES 3 Tahun Berkarya di Mitra Hadiprana, Jakarta. Perjalanan dari pintu masuk Baduy ke permukiman sendiri memakan waktu sekitar 6 jam. Jika Anda tidak membawa sampah sesuai yang Anda bawa sebelumnya, Anda akan diminta kembali naik ke atas dan mengambil sampah yang Anda tinggalkan di sana. Membenahi perilaku menyampah wisatawan Amri menambahkan, peningkatan wisatawan dari tahun ke tahun membuat isu sampah menjadi perhatian khusus. Tak hanya sekadar pengolahan yang menjadi fokus utama, melainkan juga perilaku menyampah itu sendiri. Amri merasa percuma jika sistem pengolahan sampahnya sudah baik, tetapi perilaku menyampahnya tidak dibenahi. Dengan diberlakukannya aturan ini, diharapkan mampu membenahi perilaku masyarakat khususnya wisatawan yang berkunjung ke Baduy tentang budaya menyampah. (Sumber: Artikel liputan6.com, Foto vakansinesia.com)
...more

8 Tempat Wajib Dikunjungi Saat di Lasem

Sudah pernah dengar cerita tentang Lasem? Sebuah kecamatan kecil di pesisir utara Pulau Jawa yang masih masuk wilayah Kabupaten Rembang. Lokasinya yang relatif jauh dari kota besar membuat Lasem terkadang agak terlupakan. Daerah yang telah menjadi saksi peradaban manusia sejak jutaan tahun lalu ini menyimpan berjuta misteri dan potensi wisata sejarah yang siap digali. Ada apa sajakah disana? Berikut 8 tempat yang wajib dikunjungi di Lasem; 1. Kelenteng Cu An Kiong (Foto: travel.kompas.com) Gerbang dengan ornamen naga menyambut para pengunjung di halaman kelenteng. Aroma hio menyeruak seisi ruangan. Beberapa patung dewa disimpan di altar, di depannya terdapat sesaji persembahan berupa aneka buah-buahan. Membuat terpaku, takjub dengan aura kelenteng ini yang begitu kuat. Kelenteng tua di Desa Soditan Lasem ini sudah berusia ratusan tahun dan termasuk salah satu yang bersejarah. Interiornya unik, dindingnya dipenuhi rangkaian lukisan tentang dewa-dewi. 2. Omah Lawang Ombo (Foto: kesemsemlasem.com) Entah mengapa bulu kuduk langsung berdiri begitu memasuki rumah kuno ini. Rumah bergaya Tiongkok ini adalah salah satu bekas gudang candu pada masa abad 18 dulu. Opium/candu adalah komoditi yang sangat berharga namun terlarang. Sehingga perdagangannya dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Namun sekarang tidak sembarangan orang bisa masuk kesini karena harus mendapat ijin dulu dari pengelolanya. 3. Kelenteng Gie Yong Bio (Foto: clara-indonesia.com) ‘Ah, kelenteng doang! Apa menariknya?’ Eits! Jangan underestimate dulu. Jika biasanya hanya ada patung dewa-dewi di kelenteng, maka lain halnya disini. Untuk menghormati & mengenang jasa Raden Panji Margono, seorang tokoh masyarakat muslim Lasem dari suku Jawa ketika masa perjuangan melawan penjajahan dulu, di kelenteng ini ada altar khusus untuk Raden Panji Margono yang diletakkan di ruangan khusus. Besarnya pun sama dengan altar kongco yang lain. Tak jarang mereka yang bersembahyang di kelenteng ini juga menghampiri pula altar Raden Panji Margono. Disini kita merasakan betapa indahnya nilai-nilai toleransi dan saling menghargai. 4. Masjid Jami’ Lasem (Foto: lasemsyarifah.blogspot.com) Bukan sekedar masjid biasa. Interiornya penuh dengan kaligrafi dan ukiran kayu khas pantura timur Jawa. Lokasinya yang berada di jalan raya utama membuat masjid ini mudah dijangkau. Orang-orang datang kesini selain untuk menunaikan ibadah sholat, banyak juga yang datang untuk berziarah ke makam waliullah yang disemayamkan di sekitar masjid. Diantaranya ada makam Mbah Sambu, salah seorang penyebar agama Islam zaman Kerajaan Majapahit. Ada juga makam Adipati Tejakusuma 1 dan makam simbah KH Ma’shum, salah seorang ulama besar Lasem yang dihormati hingga sekarang. Sebutan lain untuk Lasem adalah kota santri, karena banyaknya pondok pesantren disini. 5. Kampung Batik Karangturi (Foto: cbfmrembang.wordpress.com) Belum ke Lasem kalau belum belanja batik. Salah satu juragan batik favorit adalah rumah batik Bu Sutera yang ada di desa Karangturi. Jadi bentuknya ya hanya rumah kuno khas Lasemgitu. Sekedar saran, jika ingin mencarinya, bertanyalah kepada orang kampung sekitar. Yang khas dari batik Bu Sutera adalah motif & teknik pembuatan batiknya yang masih asli menjaga tradisi turun temurun. Ada motif kricak, laseman, gunung ringgit, tiga negeri, dan motif klasik lainnya. Harganya juga relatif terjangkau. 6. Pantai Caruban (Foto: tribunnews.com) ‘Memang di Lasem ada pantai yang bagus?’ Ada dong! Pantai Caruban terletak tak begitu jauh dari terminal Lasem. Kita bisa kesana dengan naik delman atau ojek dengan menyusuri jalan sempit diantara tambak garam dan bandeng. Pantai ini menjadi saksi bisu kejayaan Kerajaan Majapahit pada masanya, karena konon disinilah salah satu lokasi pangkalan armada maritim Majapahit kala itu. Bahkan tak jarang kini masih ditemukan pecahan-pecahan gerabah di sekitar pantai. 7. Wisata Kuliner Lontong Tuyuhan (Foto: uckywiicky.blogspot.com) Bagi penikmat wisata kuliner, wajib hukumnya icip-icip kuliner khas Lasem yang satu ini. Lontong Tuyuhan namanya. Sejenis opor ayam kuah kuning beraroma rempah yang disajikan dengan irisan-irisan besar lontong. Tuyuhan merupakan nama sebuah kawasan tempat menu ini berasal. Murah meriah dan dijamin kenyang. Yang unik adalah kita bisa memilih lauk bagian dari ayam mana yang ingin kita santap. Kalau yang menjadi favorit pengunjung adalah bagian kerangka perut ayam betina yang masih penuh dengan calon telur. Di Lasem, tidak perlu menunggu lebaran untuk bisa makan opor. 8. Warung Kopi (Foto: jointkopi.com) ‘Monggo mas, ini pisang gorengnya masih panas.’ Ibu penjual menyodorkan secangkir kopi susu panas dan sepiring pisang goreng yang baru diangkatnya dari penggorengan. Duduk di bangku kecil berdampingan dengan bapak-bapak warga sekitar Kampung Karangturi yang siang itu sedang nongkrong di warung kopi. Nongkrong di warung kopi sudah menjadi bagian dari keseharian warga Lasem rupanya dan itu tak mengenal waktu, dari pagi sampai malam sah-sah saja. Biasanya ada 2 pilihan sajian kopi, mau kopi hitam/kopi tubruk ataupun kopi susu. Tergantung selera masing-masing. Kopi dari perkebunan sekitar Kab Rembang ini ditumbuk hingga sangat halus, bahkan ada yang 10 kali proses penggilingan. Inilah khasnya kopi Lasem. (Sumber: Artikel phinemo.com Foto geografientrepreneur.yolasite.com)
...more

10 Film yang Menampilkan Keindahan Alam Indonesia

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang mempunyai 17.508 pulau. Indonesia terbentang antara 6 derajat garis lintang utara sampai 11 derajat garis lintang selatan, dan dari 97 derajat sampai 141 derajat garis bujur timur serta terletak antara dua benua yaitu benua Asia dan Australia/Oceania. Posisi strategis ini mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kebudayaan, sosial, politik, dan ekonomi. Berbagai macam keindahan alam yang dimiliki Indonesia banyak yang diangkat untuk menjadi daya tarik dalam sebuah film, baik itu film nasional maupun film yang berasal dari luar negeri :matabelo. Meskipun terkadang beberapa dari film film tersebut kurang dalam segi pendapatan karena kalah pamor dengan film film absurd yang justru lebih menarik perhatian masyarakat awam.Berikut ini 10 Film yang Menampilkan Keindahan Alam Indonesia: 1. Laskar Pelangi Sebuah adaptasi sinema dari novel fenomenal “Laskar Pelangi” karya Andrea Hirata, yang mengambil setting di akhir tahun 70-an. Hari pertama pembukaan kelas baru di sekolah SD Muhammadyah menjadi sangat menegangkan bagi dua guru luar biasa, Muslimah (Cut Mini) dan Pak Harfan (Ikranagara), serta 9 orang murid yang menunggu di sekolah yang terletak di desa Gantong, Belitong. Sebab kalau tidak mencapai 10 murid yang mendaftar, sekolah akan ditutup.Hari itu, Harun, seorang murid istimewa menyelamatkan mereka. Ke 10 murid yang kemudian diberi nama Laskar Pelangi oleh Bu Muslimah, menjalin kisah yang tak terlupakan.5 tahun bersama, Bu Mus, Pak Harfan dan ke 10 murid dengan keunikan dan keistimewaannya masing masing, berjuang untuk terus bisa sekolah. Di antara berbagai tantangan berat dan tekanan untuk menyerah, Ikal (Zulfani), Lintang (Ferdian) dan Mahar (Veris Yamarno) dengan bakat dan kecerdasannya muncul sebagai pendorong semangat sekolah mereka. 2. Lost In Papua Di pedalaman rimba Papua, Rangga (Edo Borne) beserta timnya menjalankan sebuah misi eksplorasi mencari titik tambang. Tanpa mereka sadari telah memasuki wilayah terlarang yang dikenal dengan sebutan RKT 2000. Tak berapa lama, terjadilah sebuah petaka yang menyebabkan hilangnya anggota tim satu persatu.Tiga tahun kemudian. Nadya (Fanny Fabriana), mantan tunangan Rangga, masih terbayang dengan kejadian di Papua itu. Disisi lain, David (Fauzy Baadillah) yang pernah di campakkan Nadia, masih terus mengejar Nadya dengan segala cara. Nadya tak menghiraukan David dan mencoba menjauhinya dengan menerima tugas ke Papua yang di berikan oleh bosnya, Pak Wijaya (Didi Petet), yang tak lain adalah ayah David, dan juga Kayla (Fahrani), teman Nadya.Nadya, David dan Kayla berangkat ke Papua membawa sebuah titipan cinderamata dari kakeknya (Piet Pagau) untuk kepala suku Korowai yang pernah menyelamatkan nyawanya di masa perjuangan lalu. Nadya yang baru pertama kali datang ke Papua, jatuh cinta dengan keindahan alamnya. Namun dibalik itu, misteri hilangnya Rangga masih terus membayangi Nadya, lalu berangkatlah David, Kayla dan Nadya mencari Rangga ke Suku Korowai. 3. Negeri 5 Menara Alif lahir di pinggir Danau Maninjau dan tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. Masa kecilnya adalah berburu durian runtuh di rimba Bukit Barisan, bermain bola di sawah berlumpur dan tentu mandi berkecipak di air biru Danau Maninjau.Tiba-tiba saja dia harus naik bus tiga hari tiga malam melintasi punggung Sumatera dan Jawa menuju sebuah desa di pelosok Jawa Timur. Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamka walau Alif ingin menjadi Habibie. Dengan setengah hati dia mengikuti perintah Ibunya: belajar di pondok.Di kelas hari pertamanya di Pondok Madani (PM), Alif terkesima dengan “mantera” sakti man jadda wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses.Dia terheran-heran mendengar komentator sepakbola berbahasa Arab, anak menggigau dalam bahasa Inggris, merinding mendengar ribuan orang melagukan Syair Abu Nawas dan terkesan melihat pondoknya setiap pagi seperti melayang di udara.Dipersatukan oleh hukuman jewer berantai,  Alif berteman dekat dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan Baso dari Gowa.  Di bawah menara masjid yang menjulang, mereka berenam kerap menunggu maghrib sambil menatap awan lembayung yang berarak pulang ke ufuk. Di mata belia mereka, awan-awan itu menjelma menjadi negara dan benua impian masing-masing. Kemana impian jiwa muda ini membawa mereka? Mereka tidak tahu. Yang mereka tahu adalah: Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apa pun. Tuhan sungguh Maha Mendengar. 4. Eat, Pray, Love Film yang bercerita tentang perjalanan seorang perempuan yang mengelilingi dunia untuk menemukan jati dirinya setelah perceraian ini juga merupakan film yang sangat ditunggu di Indonesia. Hal ini tidak lain karena mengambil keindahan Bali sebagai salah satu lokasi syuting film yang diarahkan oleh Ryan Murphy.Sementara banyak film besar Hollywood mengambil tema fiksi, bintang-bintang Eat Pray love, Julia Roberts dan Javier Bardem mengatakan film mereka berbeda karena diangkat dari kisah nyata. Dan dalam beberapa hal diakui Julia dan Bardem telah merubah kehidupan mereka sendiri. 5. Ekspedisi Madewa Sebuah film Action-Adventure yang menitik-beratkan tema kepahlawanan modern yang cukup sederhana dan gampang dicerna oleh penonton segala umur namun penuh intrik-intrik kejadian dan visualisasi yang bertaraf box-office skala regional. Dengan berlatar-belakang eksplorasi keindahan flora dan fauna alam Indonesia serta suatu legenda kebudayaan bangsa kita, film ini berusaha mengangkat sebuah genre film yang terus-terang tidak pernah sebelumnya di jamah dan digarap secara kolosal oleh sineas-sineas bangsa kita.Film ini menceritakan tentang pengalaman seorang Ahli Ekspedisi muda bernama Tiro Mandawa (Tora Sudiro) yang tanpa sengaja menemukan sebuah artifak kuno misterius saat sedang memandu sebuah misi penggalian purbakala. Tanpa disengaja, penemuan Tiro itu akan mengakibatkan berbagai rangkaian kejadian yang nantinya mengarah pada sebuah petualangan terbesar dalam hidupnya. Artifak itu dipercaya sebagai sebuah potongan terakhir dari sebuah prasasti kuno yang berkaitan dengan seuntai cerita rakyat kuno Indonesia. Sebuah legenda yang tersurat secara turun-temurun, dari mulut ke mulut jauh sebelum masa kita di bumi pertiwi ini. Sebuah legenda tentang kebaikan dan kejahatan. 6. Tanah Air Beta Tahun 1998. Timor-Timur berpisah dari Indonesia, membuat perpisahan harus terjadi. Banyak keluarga yang mendapatkan konflik internal antara tetap berada di Indonesia, yakni di Kupang, atau memutuskan berpindah ke Timor Timur. Sebuah keluarga yang ayahnya sudah wafat adalah salah satu keluarga yang menerima konflik tersebut. Merry (Griffit Patricia) memutuskan untuk memilih tetap berada di Indonesia dan bersekolah di sekolah kecil yang berguru ibunya, Tatiana (Alexandra Gottardo).Mereka berdua berpisah dengan kakak Merry, Mauro yang memilih tinggal di Timor Timur bersama pamannya. Dirumah mereka, mereka berteman dengan pemilik toko kelontong; Koh Ipin (Robby Tumewu) dan Cik Irene (Tessa Kaunang).Disekolah, Merry adalah korban kejahilan teman sebayanya, Carlo (Yahuda Rumbindi) yang sebenarnya hanya menginginkan seorang adik. Ia dirawat oleh seorang keturunan Arab bernama Abu Bakar (Asrul Dahlan) yang juga bersahabat dengan Tatiana setelah Ibu Carlo meninggal. Tatiana rajin pergi ke pengungsian untuk bertemu seorang relawan bernama Lukman (Lukman Sardi) untuk mencari tahu info mengenai Mauro. 7. The Mirror Never Lies Kekayaan kehidupan laut di Wakatobi dan kebijakan local suku Bajo direkam dan divisualisasikan lewat film drama tentang seorang gadis kecil bernama, Pakis (12) berusaha menemukan sang ayah yang hilang ketika berada di lautan. Pakis melakukan ritual suku Bajo di mana mereka percaya dengan menggunakan cermin, Pakis berharap dan terus menanti melihat bayangan ayahnya. Namun, apa yang diharapkannya tak kunjung terlihat. Harapan Pakis tersebut sering dihancurkan oleh ibunya, Tayung yang mencoba menutupi kejadian yang sebenarnya. Penyangkalan yang dilakukan Tayung membuat ia memakai bedak putih di wajahnya, sebuah tradisi di suku Bajo. Meskipun coba untuk dihancurkan oleh ibunya, namun harapan Pakis tetap besar. Bersama sahabat karibnya, Lumo, Pakis terus mencari jawaban di Laut Wakatobi. Persoalan dan konflik Pakis dengan ibunya semakin pelik ketika Tudo, seorang peneliti lumba-lumba muncul kedalam hidup mereka. Ke empat karakter ini kemudian saling berinteraksi di kehidupan sehari-hari dan mereka juga punya penafsiran masing-masing terhadap laut. Namun, mereka sepakat bahwa lautlah yang membantu mereka menemukan jati diri mereka. 8. Denias – Senandung di Atas Awan Film ini menceritakan tentang perjuangan seorang anak suku pedalaman Papua yang bernama Denias untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Seluruh setting lokasi dilakukan di pulau Cendrawasih ini. Cerita dalam film ini merupakan adaptasi dari kisah nyata seorang anak Papua yang bernama Janias.Sebuah film yang harus ditonton oleh mereka yang mengaku peduli dengan dunia pendidikan di Indonesia.Sebuah film yang dapat membuka pandangan kita tentang betapa pendidikan yang layak di negeri ini masih sangat mahal, masih sangat rumit dan masih banyak terjadi diskriminasi-diskriminasi yang tidak masuk akal. Dalam film ini juga dapat kita lihat keindahan provinsi Papua yang berhasil direkam dengan begitu indahnya. 9. 3 Hari Untuk Selamanya Yusuf adalah seorang pemuda usia 21 tahun yang serius. Atas ajakan sepupunya Ambar, yang lebih muda (19 th) dan lebih liar perilakunya, Yusuf setuju pergi meninggalkan acara keluarga mereka untuk minum-minum di klub malam.Keesokan harinya mereka terbangun dan menemukan bahwa mereka telah tertinggal pesawat dan acara keluarga mereka yang lain di kota lain. Dengan mengendarai mobil keluarga, perjalanan yang semula mereka kira bisa dihabiskan dalam waktu satu hari berubah menjadi 3 hari. Yang di mana di ke-3 hari itu mereka dihadapkan pada banyak hal, orang-orang yang aneh dan diskusi panjang soal seks, agama, dan pernikahan, sementara mereka semakin dekat hampir melebihi sepupunya. 10. Petualangan Sherina Ayah Sherina (Sherina Munaf), yaitu Darmawan (Mathias Muchus), insinyur pertanian, mendapatkan kerja pertanian sesuai dengan impiannya, Sherina ikut pindah ke Bandung Utara. Di sekolahnya yang baru, ia mendapat musuh, Sadam (Derby Romero), yang ternyata anak darimajikan Darmawan, Ardiwilaga (Didi Petet). Hal ini diketahui Sherina saat berliburan ke rumah Ardiwilaga. Dalam kesempatan ini permusuhan kedua anak tadi berubah menjadi persahabatan, karena keduanya diculik oleh Pak Raden (Butet Kertaradjasa), suruhan Kertarejasa (Djaduk Ferianto), yang menguasai tanah pertanian Ardiwilaga, untuk proyek propertinya. Dalam film ini banyak scene yang menampilkan keindahan alam di kota Bandung khususnya Lembang plus keindahan kebun teh dan Observatorium Bosscha. Itulah 10 Film yang Menampilkan Keindahan Alam Indonesia. Kalau dari kesepuluh film itu ada yang belum ditonton, maka segerlah untuk menonton. Selain view yang ditampilkan sangat indah, semoga saja dengan menonton film-film tersebut, kita semua bisa makin bangga menjadi warga negara Indonesia tercinta ini. (Sumber: Artikel dejulogy.wordpress.com Foto psychopath-diary.blogspot.com)
...more

Suku Polahi Tidak Lagi Menutup Diri

TRIPTRUS - Di belantara hutan Gunung Boliyohuto, terdapat sekelompok orang yang hidup terpisah dengan masyarakat di kaki gunung itu. Mereka dijuluki sebagai Suku Polahi. Kabarnya, anggota Suku Polahi dahulu adalah pelarian dari Belanda yang menjajah Gorontalo di abad ke-17. Meski sudah ratusan tahun berlalu, tetapi mereka tetap tidak mau meninggalkan hutan. Suku Polahi pun menutup dirinya dari dunia luar. Mereka hidup berpindah-pindah di dalam hutan. Namun kini Suku Polahi berada di daerah Paguyaman, Suwawa, dan Sumalata di Gorontalo. Karena hidup di hutan, Suku Polahi pun hidup dari apa yang dihasilkan hutan. Untuk itu, mereka hidup berpindah-pindah mencari lokasi tanah untuk bercocok tanam dan sumber air yang mudah dijangkau. Hutan belantara pun sudah seperti halaman depan rumah mereka. Pemerintah Gorontalo pernah mencoba memberikan rumah untuk merelokasi suku Polahi. Sembilan rumah layak huni (Mahayani) yang dibangun di Desa Bina Jaya untuk ditempati kini malah terbengkalai karena menurut suku Polahi rumah itu tidak nyaman untuk dihuni. Semua yang ada di hutan digunakan oleh suku Polahi untuk mendukung kehidupan mereka. Mereka bahkan tidak memercayai obat-obatan dari dokter, dan lebih memilih ramuan dari tumbuhan yang ada di hutan. Namun, sebagian kelompok suku Polahi mulai membuka diri mereka kepada dunia luar. Akibat maraknya pertambangan liar dan pencari rotan, para penambang dan pencari rotan yang beristirahat di hutan bisa menumpang menginap di rumah suku Polahi. Sebagian suku Polahi juga mulai bercocok tanam dan memperdagangkan hasil kebun mereka setiap kali hari pasar. Para petambang juga yang mulai mengenalkan nilai uang kepada suku Polahi, dengan mempekerjakan mereka sebagai buruh angkut. Dengan uang yang diperoleh sebagai buruh angkut, suku Polahi bisa membeli makanan dan tidak hanya makanan yang dihasilkan oleh hutan. Suku Polahi yang dahulu dikenal tidak mengenakan busana, mulai mengenakan pakaian, bahkan kini beberapa orang telah memiliki telepon seluler. Satu tradisi unik suku Polahi adalah mereka bisa menikah dengan anggota keluarga sendiri. Misalnya seorang anak laki-laki bisa saja menikahi adiknya, ataupun ibunya sendiri. Menurut mereka, tindakan inses itu adalah sesuatu yang wajar karena mereka hidup terisolir sehingga tidak banyak orang yang ada di suku mereka. Suku Polahi juga tidak memiliki agama tertentu. Mereka hanya mengenal alam dan percaya kepada alam. Meski hidup dengan penuh keterbatasan dan kesederhanaan di dalam hutan, suku Polahi enggan tinggal dan hidup di tengah-tengah masyarakat. Namun demikian, ada sebagian kecil anggota suku Polahi yang hidup dengan berbaur dengan masyarakat. Sementara, yang lainnya tetap memilih berada di hutan karena nenek moyang mereka memperingati agar jangan pernah ada suku Polahi yang meninggalkan hutan, agar mereka tidak ditimpa bencana. Photos & Sources taken from: Kompas.com, Indopos.co.id, Tribunnews.com
...more

Menikmati Jernihnya Danau Labuan Cermin

TRIPTRUS - Untuk menikmati jernihnya Danau Labuan Cermin, kita harus pergi ke Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Danau ini merupakan salah satu obyek wisata yang belum banyak diketahui oleh para traveler. Untuk mencapai danau ini, dibutuhkan waktu 6 sampai 7 jam perjalanan darat dari Tanjung Redeb, ibukota Kabupaten Berau. Semua rasa lelah langsung hilang begitu melihat air Danau Labuan Cermin yang berwarna hijau kebiruan yang jernih. Saat ditempa sinar matahari, permukaan air danau ini bisa memantulkan bayangan bagaikan cermin. Dari atas dermaga yang berada di pinggir danau, bisa terlihat jelas semua benda yang berada di dalam danau, bahkan sampai ke dasar danau. Di sekitar danau terdapat tempat-tempat yang menyewakan peralatan snorkeling dan ban untuk mengapung bagi para pengunjung. Begitu memasuki Danau Labuan Cermin, langsung terasa air tawar yang sejuk sekali. Tapi, jika TripTroops bisa berenang ke dasar danau, akan terasa air asin di dasar danau. Inilah keunikan danau Labuan Cermin, dua jenis air ada di dalam satu danau. Di permukaan sampai pertengahan, air terasa tawar yang berasal dari sumber mata air di sekitar danau. Namun, beberapa meter di bawah, air terasa asin karena berasal dari air laut dari Teluk Sumbang, yang juga dialiri air tawar dari Danau Labuan Cermin. Namun harus berhati-hati, karena di beberapa bagian danau arusnya cukup kuat dan dapat menyeret orang yang tidak pandai berenang. Kedua jenis air yang ada di danau ini tidak bercampur. Begitu juga dengan ikan-ikan di danau tersebut. Di bagian air tawar, terdapat beberapa spesies ikan air tawar, sementara di dasar danau berkeliaran ikan-ikan laut. Di dasar danau terdapat lapisan berwarna putih keruh yang berasal dari pembusukan kayu dan dedaunan yang jatuh ke danau tersebut. Di sekitar danau juga terdapat kawasan hutan lindung yang masih rimbun dan tidak diganggu oleh penduduk setempat. Hutan ini menjadi tempat tinggal bagi berbagai satwa liar seperti bekantan, berang-berang, dan beruang madu. Selain itu, pada salah satu sisinya terdapat tebing tinggi. Jangan lupa kunjungi juga beberapa destinasi di sekitar Danau Labuan Cermin seperti Teluk Sumbang, Teluk Sulaiman, dan tentunya Kepulauan Derawan yang juga berada di Kabupaten Berau. Photos courtesy of: Various Sources
...more

Liburan Santuy Dekat Pelabuhan Merak, Nih Spot Hitsnya!

TripTrus.Com - Bro dan sis traveler, lo pernah nggak tiba di Pelabuhan Merak terus mikir “seandainya gue bisa langsung cabut ke tempat santai dulu sebelum nyebrang/lanjut perjalanan”? Nah, Merak tuh nggak cuma jadi pintu gerbang ke Sumatera atau jalur antar pulau doang — sekitarnya penuh destinasi kece buat nongkrong, foto-foto, atau sekadar healing sebentar. Dari pantai dengan pasirnya yang adem, bukit yang view-nya nge-hits, sampai taman bermain buat ngilangin penat. Artikel ini bakal ngajak lo susun itinerary dadakan yang nggak jauh dari Pelabuhan Merak — cocok banget buat lo yang pengen liburan kilat tapi tetap penuh vibes. 1. Pantai Mabak       View this post on Instagram A post shared by Angga Jaenudin (@angga_jaenudin) Bro, Pantai Mabak cuma sekitar 1 kilometer dari Pelabuhan Merak—dekat banget! Air lautnya campuran hijau sama biru yang jernih, bikin mata adem. Dari tepinya, lo bisa ngeliat kapal-kapal lalu lalang di pelabuhan, juga Pulau Merak Kecil di kejauhan—pas banget buat lo yang suka foto dengan latar laut + aktivitas industri kecil di sekitarnya. Gak butuh tenaga ekstra buat ke sini, cuma santai dulu aja sebelum bepergian jauh. 2. Bukit Batu Gambir Sis, buat lo yang suka naik bukit dikit tapi dapet view keren, Bukit Batu Gambir cocok banget. Lokasinya di Tamansari, Pulomerak, sekitar 5 km dari pelabuhan—or sekitar 15–20 menit pakai kendaraan. Lo bakal nemuin ilalang, pepohonan, pemandangan laut + Pelabuhan Merak dari atas. Tantangannya ringan—perlu mendaki sedikit—tapi hasil fotonya bakal worth it buat di-share ke sosmed lo. 3. Pulau Merak Kecil Santuy aja, Bro—dari pelabuhan lo bisa nyebrang sekitar 5 menit buat ke Pulau Merak Kecil. Pulau ini punya pantai dengan pasir putih halus + air biru jernih; view-nya damai, cocok buat kabur sebentar dari keramaian. Dari sini lo bisa liat Pelabuhan Merak, suasana industri Cilegon, bahkan Pulau Jawa dari balik laut. Perfect banget buat refreshing ringan. 4. Pulau Merak Besar Kalo Pulau Merak Kecil masih kurang untuk lo, Pulau Merak Besar bisa jadi alternatif. Perlu nyebrang sekitar 10–15 menit. Pulau ini punya fungsi sebagai hutan lindung yang menjaga gelombang laut ke arah pelabuhan, jadi suasananya masih asri dan alami. Lo bisa berenang, camping, foto-foto—kalo mau ngerasain vibe alam sambil jauh dari kebisingan. 5. Bukit Teletubbies Nama yang lucu ya, sis. Bukit ini letaknya di Suralaya, Pulomerak, ±9 km dari Pelabuhan Merak, kira-kira 20–25 menit perjalanan. Asalnya nama “Bukit Kembang Kuning,” tapi karena bentuknya mirip bukit di film Teletubbies, jadi dikenal gitu. Dari puncak bukit, lo bisa ngeliat Selat Sunda, laut lepas, suasana Merak dari atas—benar-benar spot yang Instagrammable banget. [Baca juga : "9 Spot Keren Di Ujung Kulon Yang Wajib Lo Jelajahi!"] 6. Pantai Lebak Gede Buat lo yang pengen pantai dengan suasana rileks tapi gak jauh-jauh banget, Pantai Lebak Gede pas banget. Jaraknya ±4,5 km dari pelabuhan, aksesnya juga lumayan gampang—ada jalan desa yang harus dilalui, tapi gak susah kok. Pantai ini nggak sebesar pantai-pantai lainnya, tapi view ke laut + aktivitas kapal dari kejauhan tetap keren. Cocok buat lo yang pengen duduk santai sambil ngeliatin ombak. 7. Tikungan Pantai Merak Bro, ini tempat buat lo yang suka suasana pinggir pantai + ngopi kaki lima + menikmati panorama kapal. Tikungan Pantai Merak lokasinya sangat strategis—sekitar 1 km atau ±4 menit dari pelabuhan. Dari sini lo bisa ngeliat Pelabuhan Merak, pemandangan kapal, dan juga area industri Cilegon. Santai sore hari sambil ngemil, nyaman banget. 8. Batu Lawang (Watu Lawang)       View this post on Instagram A post shared by Saefullah (@saefullah_14) Sis, kalo lo suka alam plus view yang agak berkabut atau adem, Batu Lawang wajib masuk daftar lo. Lokasinya di Gerem, Merak—bukit dengan batu besar yang membentuk gap seperti pintu. Dari atas, lo bisa lihat siluet Gunung Pinang, Masjid Agung Cilegon, Waduk Krenceng, Gunung Karang, plus kehijauan yang menenangkan. Udara sejuk dan spot foto kece banyak, cocok buat lo yang suka petualangan ringan. 9. Pantai Kelapa Tujuh Pantai yang rada tersembunyi—letaknya antara Pelabuhan Merak dan PLTU Suralaya. Pasirnya lembut, ombaknya tenang—pas banget kalo lo pengen relaksasi sambil mendengar suara laut. Ada pohon rindang juga buat lo yang suka shady spot untuk menggelar tikar santai. View kapal-kapal kecil plus tongkang batubara kadang lewat di kejauhan, jadi suasananya unik dan gak biasa. 10. Taman Wisata Krakatau Jungle Park Bro-sis, kalo lo pengen break dari alam pantai atau bukit, taman wisata ini bisa jadi pilihan fun banget. Luasnya sekitar 2 hektar, ada outbond, wahana bermain, spot Instagramable, juga kuliner. Lokasinya di jalan KH. Yasin Beji, Cilegon. Gak cuma buat anak kecil doang, lo yang muda dan pengen aktivitas seru juga bakal dapet. Jadi sebelum perjalanan panjang, bisa energinya reload dulu di sini. Jadi bro dan sis traveler, liburan gak harus jauh atau lama buat bisa nge-refresh otak dan nambah stories buat sosmed. Sekitar Pelabuhan Merak aja udah banyak banget opsi wisata yang variatif—mulai dari pantai yang adem, bukit yang bikin jantung dag dig dug (tapi aman), sampe taman bermain yang bisa bikin lo ngakak bareng teman. Pilih sesuai mood lo—mau laut, alam, atau aktivitas santai—semua ada. Jadi lain kali lo berada di Pelabuhan Merak, jangan buru-buru pergi dulu ya, santai sebentar, nikmati spot-spot kece di sebelahnya. Liburan tetap asik tapi budget dan waktu tetap aman terkendali—karena kadang, keindahan itu udah di depan mata, tinggal lo buka mata. (Sumber Foto @lyani_am)
...more

5 Fakta dari Para Ahli Perihal Dampak Positif dari Travelling

TripTrus.Com - Berapa kali Anda melakukan kegiatan travellingdalam tahun ini? Jika terhitung jarang, Anda mungkin bisa segera memulai perjalanan travelling Anda. Pasalnya, seperti dilansir dari Huffington Post, menurut banyak ilmuwan, kegiatan travelling memiliki dampak yang positif bagi kesehatan Anda. Berikut ini rangkuman Liputan6.com perihal alasan mengapa travelling dapat berpengaruh pada kesehatan seseorang. 1. Merencanakan sebuah perjalanan akan meningkatkan rasa sejahteraSebuah studi pada tahun 2002 yang dilakukan oleh para profesor dari Universitas Surrey di Inggris, menemukan bahwa seseorang akan sangat merasa senang dan semangat ketika akan berlibur. Orang-orang yang memiliki rencana liburan dalam hidupnya, mempunyai rasa sejahtera dan kualitas kesehatan yang baik. Bahkan menurut sebuah penelitian pada 2014 oleh Universitas Cornel, menyatakan bahwa orang jauh lebih bahagia ketika memiliki pengalaman traveling ketimbang banyak uang, tapi tidak meluangkan waktu untuk berlibur dengan baik. 2. Berlibur secara teratur dapat mengurangi potensi serangan jantungMelalui penelitian yang dilakukan oleh The Landmark Framingham Heart menyatakan bahwa pria yang tidak mengambil waktu berlibur selama beberapa tahun, berpotensi terkena serangan jantung sebesar 30 persen. Sedangkan bagi wanita, potensi terkena serangan jantung sebesar delapan kali dari pria jika hanya berlibur dan travelling satu kali dalam enam tahun. Studi lainnya datang dari National Institute of Health yang menyatakan bahwa, saat pria mengambil waktu liburan secara teratur akan terhindar dari kematian sebesar 21 persen, dan 32 persen lebih kecil kemungkinan terkena serangan jantung. 3. Emosi Anda jauh lebih bisa terkontrol dengan baikBagi Anda yang sulit mengatur emosi, travelling atau liburan dapat menjadi solusinya. Menurut studi dari Klinik Marshfield di Winconsin menyatakan bahwa, wanita yang berlibur hanya sekali dalam dua tahun akan beresiko mengalami depresi dan stress. Studi lainnya dari American Psychlogical Association pada 2013 menyatakan bahwa liburan dan travelling akan mengurangi stres, dan menjauhkannya dari lingkungan yang memberikan tekanan. 4. Travelling dapat memperbaiki pola tidur, dan olahraga AndaKalau Anda adalah orang yang sulit tidur dan malas untuk olahraga, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya adalah dengan travelling atau liburan. Menurut studi yang dilakukan National Sleep Foundation, aktivitas liburan atau travelling dapat berdampak positif pada pola tidur dan olah tubuh Anda. 5. Pengalaman berlibur atau travelling, akan membuat Anda jauh lebih merasa sejahtera ketimbang memiliki banyak harta Barang-barang mewah dan berharga seperti rumah mewah, mobil, perhiasan, dan perangkat elektronik yang canggih terkesan dapat membuat orang bahagia. Namun menurut studi dari Universitas Cornell pada 2010, saat memutuskan untuk berlibur atau travelling, seseorang jauh lebih bisa merasa dirinya sejahtera ketimbang harta berupa benda yang berlimpah. (Sumber: Artikel liputan6.com)
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...