TripTrus.Com - Menurut kitab sejarah Sunda yang berjudul Tina Layang Parahyang (Catatan dari Parahyangan), keberadaan komunitas Tionghoa di Tangerang dan Batavia sudah ada setidak-tidaknya sejak 1407 NI. Kitab itu menceritakan tentang mendaratnya rombongan pertama dari dataran Tiongkok yang dipimpin Tjen Tjie Lung alias Halung di muara Sungai Cisadane, yang sekarang berubah nama menjadi Teluk Naga.
"Oleh karena itu, Tangerang tidak mungkin dapat dipisahkan dengan kebudaya Tionghoa-nya. Kebudayaan yang berkembang di sana sejak berabad-abad lalu."
Maka tidak mengherankan jika wilayah Tangerang Raya (Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang) memiliki beberapa klenteng dan vihara tua yang bersejarah.
1. Klenteng Beon Hay Bio
Chinese New Year 270117
A post shared by Kemala D. Larasati (@k_larasati) onJan 27, 2017 at 9:46am PST
Klenteng Boen Hay Bio yang terletak di Jl. Pasar Lama Serpong, Desa Cilenggang, Serpong, Kota Tangerang Selatan. Berdasarkan informasi dari pengurus, Klenteng tertua di Serpong ini berdiri tahun 1694 atau sudah berusia tiga ratus tahun.
Pada saat hari jadi Klenteng yang diperingati tanggal 24 bulan keenam penanggalan Cina, biasanya Klenteng dipadati pengunjung yang datang untuk berdoa. Selain itu untuk memeriahkan acara hari jadi, Klenteng Boen Hay Bio juga sering dimeriahkan dengan berbagai atraksi pertunjukan barongsai, gambang kromong, serta lenong.
2. Vihara Boen Tek Bio
#VIHARABOENTEKBIO #VIHARA #PASARLAMA #PEI76ETC
A post shared by Sri Rezeki Tjandra (@tjansriki) onNov 26, 2016 at 6:56am PST
Vihara Boen Tek Bio diperkirakan mulai dibuat pada akhir abad ke-17, hal tersebut berasalan dikarenakan ukiran kayu yang terdapat pada langit-langit dibuat awal tahun 1800. Vihara yang terletak di Jl. Bhakti No. 14, Pasar Lama, Kota Tangerang ini memiliki pengaruh besar pada perkembangan budaya Cina di Tangerang.
Yang menasrik dari Vihara Boen Tek Bio adalah beberapa artfeak kuno yang dimiliki oleh Vihara, seperti: patung singa penjaga klenteng (Ciok-say), lonceng tua yang berasal dari tanah Tiongkok tahun 1835, tempat batang hio yang terbuat tahun 1805 dan juga tempat pembakaran yang berasal dari abad ke-19.
3. Vihara Boen San Bio
Vihara boen san bioπ note : viharaboensanbio atau Klenteng Boen San Bio dibangun oleh pedagang asal Tiongkok yang bernama Lim Tau Koen. Klenteng ini dibangun sebagai tempat untuk menempatkan patung Dewa Bumi (Kim Sin Khongco Hok Tek Tjeng Sin) yang dibawa pedagang tersebut dari Banten. Secara harfiah, “boen san bio” berarti kebajikan setinggi gunung. #viharaboensanbio #viharatangerang #vihara #viharadewikwanim #kelenteng
A post shared by Enjoy Your Lifeπ½ (@travelmania7550) onOct 19, 2017 at 11:30pm PDT
Vihara Boen San Bio atau yang dikenal juga sebagai Vihara Nimmala. Vihara yang berasitektur mewah ini dibuat tahun 1689. Vihara yang terletak di Jl. Pasar Baru, Kelurahan Kranjaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang ini digunakan sebagai tempat ibadah baik oleh penganut Kong Hu Chu, Taoisme dan Budha (Tri Dharma).
Selain memiliki nilai sejarah, Vihara Boen San Bio juga terkenal dengan keindahan arsitekturnya. Di bagian atap terdapat patung sepasang burung fenghuang atau hong (phoenix) yang mengapit sebuah mutiara jagat, di bagian depan pengunjung disambut oleh megahnya patung dewa bumi yang dahulu dibawa Lim Tau Koen dari Banten dan banyak lagi oranamen-orname lain yang menjadi daya tarik lain untuk dikunjungi.
4. Klenteng Sampo Tay Jin
#temple #dragonandliondance #semarang #centraljava #sampotayjin #culturalfestival #2017
A post shared by Tio Januar (@januartio) onJul 23, 2017 at 6:55am PDT
Tempat ibadah etnis Tionghoa yang terletak di salah satu Gang Jl. Otto Iskandardinata, Kota Tangerang ini bernama Klenteng Sampo Tay Jin. Konon keberadaan klenteng ini erat kaitannya dengan laksamana besar Cina yang memimpin pelayaran pada abad ke-15 dengan kekuatan 300 kapal, yaitu Laksamana Ceng Ho (Sampo Tay Jin).
Meskipun bertolak belakang dengan fakta, bahwa Laksamana Ceng Ho adalah seorang muslim, di Klenteng Sampo Tay Jin terdapat altar utama yang menjadikan Laksamana Ceng Ho sebagai dewa utama Klenteng tersebut. Dan uniknya lagi, meskipun tidak memeluk agama Islam, pemuja Laksamana Ceng Ho juga tidak mengkonsumsi daging babi.
5. Klenteng Tjo Soe Kong
πΌπΌπΌ . . . . . #temple #vihara #tjosoekong #tanjungkait #tangerang #indonesia #pray
A post shared by Aldieka | #sydika #sydikastore (@sy.dika) onDec 10, 2016 at 8:02pm PST
Terletak di pesisir utara Kabupaten Tangerang, terdapat bangunan bersejarah etnis Tioanghoa. M asyarakat sekitar klenteng percaya bahwa klenteng itu dibuat tahun 1792 atau berusia tiga abad. Klenteng tersebut bernama Tjo Soe Kong. Pada musibah tsunami akibat letusan Gunung Krakatau tahun 1883, Klenteng ini berhasil selamat meskioun terletak di bibir pantai.
Klenteng yang berlokasi di Dusun Tanjung Anom, Desa Tanjung Kait, Mauk, Kabupaten Tangerang merupakan salah satu cagar budaya di Kabupaten Tangerang juga dikenal dengan nama Klenteng Tanjung Kait atau Klenteng Qing Shui Zhu Sui. Untuk memperingati tradisi Cina sekaligus menghibur masyarakat sekitar, Klenteng Tjo Soe Kong kerap menggelar event tahunan dengan berbagai pertunjukan, seperti: pertunjukan wayang Po Te Hi, Tari Naga, dan kesenian barongsai.
Tertarik mengenal lebih jauh Klenteng dan Vihara tua bersejarah di Tangerang? Silakan ajak teman-teman kalian untuk menjelajahinya! (Sumber: Artikel-Foto Amieykha)
...moreTripTrus.Com - Lo tau nggak sih kalau surfing tuh ada banyak jenisnya? Bukan cuma soal naik papan di pantai aja, surfing udah jadi budaya yang nge-trend banget di seluruh dunia. Dari fashion, peralatan, sampe gaya hidupnya, semuanya jadi booming! Selain lo bisa ngerasain adrenalin saat ngelakuin trik di ombak, surfing juga bisa dilakukan di tempat-tempat selain pantai, kayak kite surfing, windsurfing, dan sidewalk surfing alias skateboarding.
View this post on Instagram
A post shared by Onesouth boutique hotel pulau merah (@onesouthpulaumerah)
Banyuwangi, yang terletak di ujung timur Pulau Jawa, punya banyak keindahan alam, salah satunya pantai-pantai kece. Ada pantai yang deket banget sama kota, ada juga yang tersembunyi di dalam hutan hujan tropis atau di pulau-pulau terpencil. Beberapa pantai yang terkenal di Banyuwangi yang bikin nama daerah ini jadi terkenal di dunia adalah Pantai Pulau Merah, Pantai Tabuhan, dan Pantai G-Land (yang dikenal juga sebagai Pantai Plengkung). Masing-masing pantai ini punya karakteristik unik yang bikin para peselancar betah banget main ombak di sini.
1. Pantai Pulau Merah
Pantai ini emang deket banget sama Banyuwangi, sekitar 60 km, cuma butuh waktu 2-2,5 jam perjalanan. Namanya Pulau Merah karena pasir putihnya nyampur sama tanah merah di bawahnya, yang keliatan pas air laut lagi surut. Ada juga yang bilang, namanya Pulau Merah karena langitnya yang merah banget pas matahari terbenam.
Pas weekend, pantai ini rame banget sama wisatawan lokal karena lokasinya yang gampang diakses. Bahkan, di 2015, Pantai Pulau Merah jadi tempat penyelenggaraan International Surfing Competition ke-4 yang dihadiri peselancar dari 20 negara! Mereka kompetisi di berbagai kategori kayak longboard, paddle race, sampai kategori untuk anak-anak umur 10 tahun!
Yang bikin Pantai Pulau Merah jadi tempat kompetisi surf yang terkenal, ya karena ombaknya yang konsisten dan dasar lautnya berpasir. Ombaknya panjang, sekitar 2-5 meter, jadi cocok banget buat latihan atau nunjukin skill surfing lo. Di sekitar pantai juga banyak camp surfing yang nawarin sewa alat dan pelatihan buat yang pengen belajar surfing. Jangan lupa, makanan lokal di sini juga enak banget, loh!
2. Pantai Pulau Tabuhan
Pulau kecil yang nggak berpenghuni ini terletak di Selat Bali, antara Jawa dan Bali. Luasnya cuma 5 hektar, tapi udah terkenal banget buat kite surfing dan windsurfing karena anginnya yang pas banget!
Kite surfing itu olahraga yang pakai papan yang diikat ke kaki, terus lo pegang layang-layang besar yang akan ngebawa lo melayang di atas air sambil lo bikin trik-trik kece. Kalau windsurfing, lo pake papan yang ada layar untuk anginnya ngebawa lo cepet-cepet di laut.
Sayangnya, kalau lo mau coba dua olahraga ini, lo harus bawa peralatan sendiri karena di sini nggak ada penyewaan. Tapi jangan khawatir, Pulau Tabuhan bener-bener surga tersembunyi, dengan air laut yang jernih banget. Lo bisa mampir ke Kampe Beach di Bangsring dulu, terus naik kapal buat sampe ke pulau ini.
Di sini, lo bisa main pasir, berenang, atau snorkeling. Jangan lupa bawa makanan dan tempat sampah, biar pantainya tetep bersih dan indah!
[Baca juga : "5 Alasan Kenapa Lo Harus Banget Ikutan Banda Neira Festival 2024"]
3. Pantai G-Land
Nah, buat lo yang suka tantangan, Pantai G-Land ini nggak boleh dilewatin! Ditemuin pertama kali oleh peselancar asal Amerika, Mike dan Bill Boyum, pada tahun 1972, pantai ini terletak di Alas Purwo National Park di pesisir selatan Jawa. Pantai ini langsung menghadap Samudra Hindia, jadi ombaknya bener-bener gede dan kenceng. Bisa sampe 6 meter, loh!
Makanya, G-Land sering banget jadi tempat kompetisi internasional, kayak World Surf League yang pernah diselenggarakan pada 28 Mei - 6 Juni 2022. Kalau lo suka tantangan, ini tempat yang tepat! Tapi inget, ombak di sini bisa bikin lo deg-degan, jadi siap-siap mental, ya!
Selain itu, G-Land juga cocok buat lo yang pengen kabur dari hiruk-pikuk kota dan nikmatin alam yang masih asri. Pantainya luas, dikelilingi hutan tropis yang hijau, dan ombaknya yang terus menggulung bikin lo betah lama-lama di sini.
Banyuwangi emang punya banyak banget pantai kece yang bisa lo explore, dari yang cocok buat pemula sampe yang udah berani main ombak gede. Nggak cuma surfing, lo juga bisa nyobain olahraga air lainnya yang nggak kalah seru, kayak kite surfing atau windsurfing. Jadi, kalo lo lagi cari spot yang ngasih pengalaman seru sambil menikmati keindahan alam yang masih asri, Banyuwangi (Sumber Foto @boncze_q)
...moreTripTrus.Com - Pemkot Bandung baru aja umumkan Bandung Calender of Event (COE) 2024. Ada 42 acara seru yang bakal digelar, lo, dan 10 di antaranya bakal jadi yang paling keren!
Bambang Tirtoyuliono, si Pj Wali Kota Bandung, ngejelasin kalo acara-acara ini bisa jadi magnet buat wisatawan lokal atau mancanegara. "Kita ini kota jasa, harus kreatif, bro. COE bisa bikin Bandung makin kece buat turis. Data Oktober 2023, hotel di Bandung udah 75 persen full, ini momentum bagus banget," ucapnya kayak yang dilansir detikJabar, Sabtu (5/11/2023).
View this post on Instagram
A post shared by SDN 246 Margacinta (@bdg.sdn246margacinta)
Bambang juga ngeyakinin kalo acara seru ini bisa dorong investor masuk ke Bandung. Di 2022 aja, investasi di kota ini tembus Rp7,78 triliun, bro! Gak cuma itu, ini bisa bikin lapangan kerja nambah dan pengangguran turun.
COE 2024 juga katanya bisa jadi energizer ekonomi buat semua pihak, termasuk UMKM. Data bilang, di semester 1 tahun 2023, UMKM di Bandung udah ada 10.107 dan usaha mikro 9.627.
Arief Syaifudin, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, bilang COE 2024 ini bukan cuma buat promosi doang. Temanya "Be Sparkling and Colorful with Us", tujuannya buat jadi destinasi wisata keren. Acara-acara ini nanti bakal direkomendasikan ke tingkat provinsi dan mungkin masuk West Java Calendar of Event.
Lalu Dinas Pariwisata dan Budaya Jawa Barat bakal rekomendasiin ke Karisma Event Nusantara (KEN), program event kece dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.
[Baca juga : "Rekomendasi Wisata Heritage 2024, Petualangan Legendaris 'Gadis Kretek' Rokok Klembak Menyan"]
Arief berharap banget, COE 2024 bisa ngebawa dampak positif buat pariwisata dan ekonomi, termasuk buat UMKM, pebisnis, dan partner di sektor pariwisata. "Semoga acara-acara di tahun depan bisa jalan lancar sesuai rencana dan tetep aman, tertib, dan bersih," tambahnya.
Gak ketinggalan, ada 42 event keren di 2024. Dari itu, 10 yang paling kece adalah:
Trade Mark 2024, Maret 2024
Festival Bakso Juara, Maret 2024
Now Playing Festival, Mei 2024
Bandung Angklung Festival, Mei 2024
Asia Afrika festival, Mei 2024
Bandung Orchestra Festival, Juni 2024
Bandung Art Month, Agustus 2024
Lomba Kereta Peti Sabun, Agustus 2024
Bandung Great Sale & Calendar of Event, September 2024
Playlist Live Festival, Oktober 2024
Bambang Tirtoyuliono berharap banget, sebagai kota jasa, acara keren di COE 2024 bisa ngeramein Bandung, bro! Ini dia, jadi pastiin buat catet tanggalnya, jangan sampe kelewat! π (Sumber Foto @dee_moell)
...moreTripTrus.Com - Bogor yang terletak 1-2 jam dari Jakarta ternyata memiliki ragam pesona sejarah dan edukasi yang menarik. Kamu bisa datang untuk melakukan penjelajahan ke beberapa destinasi wisata yang bisa menambah pengetahuan, khususnya tentang sejarah masa lalu.
Bertepatan dengan liburan hari kemerdekaan Indonesia yang ke 72, yuk cobalah jelajahi deretan wisata sejarah dan edukasi di Bogor! Daripada libur cuma di rumah saja kan?
Wisata Sejarah dan Edukasi di Bogor
Bung Karno selalu berkata, "Jas merah!". Alias "Jangan sekali-kali melupakan sejarah!". Makanya, agar tidak lupa sejarah, yuk kunjungin tempat wisata sejarah di Bogor ini!
1. Kampung Horta
Sawah membentang luas di kampung horta. Hirup udara segar bebas polusi. #kampunghorta #kampunghortabogor #wisataedukasibogor #wisataedukasi #fieldtripsekolah #fieldtrip
A post shared by Kampung Edukasi Horta Bogor (@kampunghorta) onMay 9, 2016 at 5:38am PDT
Kampung Horta merupakan tempat wisata edukasi yang cocok untuk mengisi liburan anak-anak. Di sini mereka akan diajarkan cara membuat boneka horta, membuat telur asin, membuat minuman cincau yang segar, membuat terarium, dan mengerjakan kerajinan tangan dari kertas bekas.
Selain apa yang telah disebutkan sebelumnya, di kampung ini, semua anak akan diajak untuk mengenal sawah. Mereka akan diajari cara menanam padi, melakukan permainan seru hingga lomba menangkap ikan dan bebek. Seru, kan?
2. Kampung Budaya Sindangbarang
Kampung Budaya Sindang Barang adalah suatu kampung adat Sunda yang terletak di Desa Pasir Eurih Kecamatan Taman Sari Kabupaten Bogor. Menurut sejarahnya Kampung Sindang Barang sudah ada sejak abad ke XII dan terpapar dalam Babad Pajajaran dan tertulis juga dalam pantun Bogor. Kebudayaan Sunda yang masih kental tercermin dalam perilaku kehidupan masyarakatnya sehari-hari terutama direfleksikan dalam pelaksanaan acara Serentaun yang rutin dilaksanakan di Kampung Sindang Barang. π Source : @reynaldioktfn π Partner : @indoflashlight Lokasi.π Kampung Budaya Sindang Barang - Desa Pasir Eurih , Bogor, Jawa Barat, Indonesia. || #indoflashlight #indoflashlightjabar #jawabarat #indonesia #kampungbudayasindangbarang #bogor #indoflashlightbogor
A post shared by indoflashlightjabar (@indoflashlightjabar) onMar 16, 2018 at 7:29pm PDT
Kampung Budaya Sidangbarang dipercaya telah ada sejak abad ke-7. Kawasan ini menyimpan peninggalan dari Kerajaan Pajajaran yang sangat berharga dan berumur ratusan tahun. Selain peninggalan, bangunan di kawasan ini cukup unik sehingga cocok untuk diabadikan dengan kamera.
Wisatawan yang datang ke kampung ini juga bisa mempelajari budaya Sunda kuno. Dalam beberapa kesempatan kerap ada pertunjukan seni yang sangat memikat. Mengunjungi kampung tertua di Bogor ini pasti akan membuat kamu seperti terlempar ke masa lalu dari tanah Sunda!
[Baca juga : Tempat Wisata Sejarah Di Karawang]
3. Prasasti Batu Tulis
#prasastibatutulis
A post shared by angkel andy (@angkelandy) onFeb 3, 2018 at 7:41am PST
Kalau kamu menyukai wisata sejarah yang cukup menyimpan misteri dari masa lampau, datanglah ke kawasan Jalan Batu Tulis. Di sini terdapat prasasti batu yang terukir dengan tulisan Sunda Kuno dan juga Sunda Kawi yang susah dibaca oleh orang awam.
Batu yang cukup besar ini dijaga oleh seorang perempuan bernama Ibu Maemuna. Setiap hari beliau akan menyambut tamu dan menceritakan kisah dari batu yang dipercaya telah ada antara abad ke-11 hingga ke-15 Masehi. Dijamin bikin betah!
4. Museum PETA Bogor
a forgotten history #museumpeta #museumpetabogor #museum #monuments #history #indinesiahistorybuilding #bogor #visitbogor #visitmuseum #blackandwhite #bw
A post shared by Yoserio Saragih (@yoserio_s) onMar 31, 2018 at 11:54pm PDT
Museum PETA Bogor menyimpan koleksi perjuangan pemuda Indonesia dari era Supriyadi hingga akhirnya merdeka. Bangunan yang berusia ratusan tahun ini menjadi saksi biksu perjuangan pemuda dan pembentukan Tentara Indonesia pasca Jepang kalah pada sekutu.
Museum yang cocok dikunjungi bersama banyak orang ini juga menjadi satu dengan Pusat Pendudukan Zeni TNI-AD. Sambil menyelam minum air, sambil melihat museum, kamu menyaksikan suasana pendidikan TNI yang hebat. (Sumber: Artikel jalantikus.com, Foto vakansinesia.com)
...moreTripTrus.Com - Lo udah pernah denger belum, kalo Bali bukan cuma soal pantai-pantai hits di selatan doang? Nah, di Bali Utara ini banyak banget surga tersembunyi yang jarang disentuh turis. Buat lo yang pengen vibe liburan yang beda, nggak terlalu rame, tapi tetep bisa ngecharge energi, Bali Utara emang cocok banget. Ini dia, 7 destinasi keren di Bali Utara yang pastinya worth buat dikunjungi!
1. Pantai Penimbangan – Surga Snorkeling yang Masih Alami
View this post on Instagram
A post shared by I Gd Arya Wisnu K | Sewa Drone Bali (@aryawiznu)
Pasir putih, tebing-tebing tinggi, dan air laut yang jernih? Cuma ada di Pantai Penimbangan, Buleleng! Buat lo yang hobi snorkeling atau diving, wajib banget mampir ke sini. Terumbu karangnya keren, ikannya warna-warni, dan yang paling penting, suasananya tenang banget.
2. Pantai Pemuteran – Snorkeling Sambil Ikut Konservasi Terumbu Karang
Pantai Pemuteran ini punya pasir hitam vulkanik yang unik banget. Di sini lo nggak cuma bisa snorkeling aja, tapi juga bisa ikut dukung pelestarian lingkungan. Pengelola dan warga lokal bener-bener menjaga terumbu karang di sini biar tetep keren. Makanya, lo snorkeling di sini bukan cuma dapet pemandangan bawah laut yang keren, tapi juga ikut ngerawat alam.
3. Nonton Lumba-lumba Liar di Pantai Lovina
Siapa sih yang nggak suka lumba-lumba? Nah, di Pantai Lovina, lo bisa nonton langsung lumba-lumba liar di pagi hari! Lo bakal diajak naik perahu tradisional buat nemuin mereka di laut. Pengalaman ini beda banget, lo nggak cuma liat lumba-lumba, tapi juga bisa merasakan hangatnya sunrise di pantai yang tenang ini.
[Baca juga : "Festival Musik Outdoor Paling Kece Di Indonesia, Ngerasain Sensasi Asik Nonton Konser Di Alam Bebas"]
4. Pura Ulun Danu Bratan – Keindahan Pura di Tengah Danau
Kalau lo mau lihat sisi spiritualnya Bali, wajib banget ke Pura Ulun Danu Bratan! Pura yang terkenal dengan arsitektur megah ini berdiri di tengah Danau Bratan. View-nya nggak ada tandingannya, bikin lo serasa di dunia lain. Udah arsitekturnya cakep, latarnya juga bisa bikin lo terpukau.
5. Danau Tamblingan – Spot Tenang di Tengah Hutan Tropis
Cari tempat yang tenang buat chill? Danau Tamblingan jawabannya! Di sini lo bisa naik perahu tradisional atau jalan-jalan di hutan sekitar yang masih alami banget. Udara segar, pemandangan asri, bener-bener pas buat lo yang pengen lepas dari kebisingan kota.
6. Air Terjun Sekumpul – Perjalanan yang Bikin Lupa Segala Kepenatan
Sekumpul ini salah satu air terjun paling spektakuler di Bali, tingginya lebih dari 80 meter dengan aliran yang deras! Perjuangan trekking-nya emang butuh effort, tapi worth it banget. Lo bakal ngeliat pemandangan yang nggak ada lawannya pas sampai. Suara gemuruh air, hijaunya hutan tropis sekitar, bikin hati tenang.
7. Air Terjun Aling-Aling – Petualangan Sejuk di Buleleng
Air Terjun Aling-Aling ini tempat yang pas buat lo yang suka hiking. Lokasinya dikelilingi hutan tropis yang bikin seger, plus ada kolam alami yang jernih buat lo berendam. Kalau lo lagi butuh relaksasi, suasana damai di sini bakal bikin pikiran lo fresh lagi.
Jadi, kalau lo pengen sesuatu yang baru di Bali, Bali Utara jawabannya! Siap-siap eksplor keindahan Bali yang belum banyak orang tau, dan temuin ketenangan yang bikin hati adem di setiap sudut alamnya. (Sumber Foto @beta.adna)
...moreTripTrus.Com - Lembah Anai merupakan air terjun dan salah satu destinasi wisata di Sumatera Barat. Dengan ketinggian sekitar 35 meter ini biasa disebut oleh masyarakat sekitar dengan nama Aia Tajun atau Aia Mancua. Sumber air Lembah Anah berasal dari aliran Sungai Batang Lurah Dalam dari Gunung Singgalang. Lembah Anai juga berada dalam kawasan Cagar Alam Lembah Anai bagian barat, yang termasuk sebagai salah satu wilayah hutan lindung di Sumatera Barat.
Lembah Anai Waterfall #padang #waterfall #asusid #zenfonezooms_id #lembahanai
A post shared by MM Photography (@mas_emem) onDec 5, 2017 at 10:10pm PST
Lokasinya pun sangat strategis, dikarenakan Lembah Anai terletak tepat di pinggir jalan raya yang menghubungkan Kota Padang dengan Kota Bukittinggi, tepatnya di Nagari Singgalang, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar atau 60km dari Kota Padang.
There is waterfall was located in a valley on Tanah Datar regency, Padang, called Anai Valley or “Lembah Anai”, which was why the waterfall was called Lembah Anai Waterfall. www.butiktrip.com +6281213144604 butiktripinfo@gmail.com #tourprogram #travelagent #travelagents #travel #travelgram #touritinerary #wonderfulindonesia #traveller #travelling #tourpackage #gotouring #travelgrams #culturetrip #aseantourism #japantourist #japanesetraveler #singaporetour #singaporetraveler #singaporetravelagent #europeantraveler #butiktrip
A post shared by BUTIKTRIP (@butiktrip) onNov 16, 2017 at 3:05pm PST
Tidak jauh dari Lembah Anai terdapat jembatan kereta api peninggalan zaman Belanda. Bisa dibilang lokasi ini merupakan lokasi terbaik untuk menikmati kesejukan pesona Lembah Anai. Disarankan bagi para wisatawan untuk tidak berkunjung pada periode penghujan, dikarenakan volume air Lembah Anai akan meningkat dan sangat berbahaya untuk dikunjungi.
Jadi bagi kalian yang sedang berkunjung ke Kota Padang atau Bukittinggi, tidak ada salahnya untuk singgah sebentar menikmati kesejukan salah satu destinasi wisata Sumatera Barat ini! (Sumber: Artikel/Foto @Amieykha)
...moreTripTrus.Com - Gengs, lo tau nggak sih? Indonesia tuh makin dilirik dunia, apalagi di dunia traveling! Tahun 2025 ini, TripAdvisor baru aja ngumumin tiga destinasi terbaik di Indo yang berhasil bikin dunia ngelirik—dan yes, semuanya dapet penghargaan Travelers' Choice Awards: Best of the Best! Gokil banget gak tuh?
Dari yang suka healing di pantai tropis, city life yang hustle banget, sampai petualangan alam yang bikin lo speechless, semuanya lengkap. Dan tiga tempat kece itu adalah Bali, Jakarta, sama Flores. Udah siap explore lebih dalam bareng gue?
1. Bali – Surga Tropis Buat Lo yang Suka Healing + Budaya
View this post on Instagram
A post shared by DJBALI TOUR (@djbalitour)
Bali tuh beneran nggak ada matinya, bro! Tiap tahun masuk list top destinasi di dunia, dan 2025 pun masih eksis banget. Lo yang demen alam, budaya, plus hiburan, semua ada di sini. Bayangin aja, pagi lo bisa yoga di Ubud sambil liat sawah, siang lanjut ke pantai, dan malam nonton tari tradisional sambil makan babi guling. Kombo mantap, kan?
Kalau lo pengen vibes yang lebih nyatu sama alam, coba deh jalan ke Bukit Campuhan—adem parah! Dan kalo lo main ke Nusa Penida, mampir ke Pantai Kelingking yang bentuk tebingnya tuh epic banget. Bahkan pantai ini masuk top pantai terbaik dunia 2024 lho!
Jangan lupa ke Pura Luhur Uluwatu juga. Sunset-nya di tebing itu bener-bener bikin speechless. Bali tuh bukan cuma soal pantai, tapi juga soal pengalaman spiritual, kuliner lokal yang unik, sampe budaya yang super kaya. Lo bisa banget dapet semuanya di satu pulau ini doang!
2. Jakarta – Kota Sibuk Tapi Banyak Hidden Gem Buat Lo Jelajahi
Siapa bilang Jakarta cuma soal macet dan gedung tinggi? Ternyata kota ini berhasil juga masuk list destinasi terbaik Asia versi TripAdvisor. Lo bisa ngeliat dua sisi Jakarta—modern yang penuh mall megah dan klasik yang penuh sejarah. Lo udah pernah naik ke puncak Monas belum? View-nya tuh mantap, apalagi kalau langit cerah.
Terus, Kota Tua juga wajib banget lo kunjungin. Serasa balik ke jaman kolonial, sambil mampir ke Museum Fatahillah atau ngopi santai di sekitaran. Kalau laper, cus ke Glodok! Chinatown-nya Jakarta ini surganya kuliner—ada bakmi legendaris, kwetiau, sampe es kopi jadul yang masih eksis.
Buat lo yang doyan shopping, Grand Indonesia sampe Plaza Indonesia tuh udah kayak surganya barang branded. Nggak heran kalau banyak turis juga betah di sini. Jakarta tuh paket komplit buat lo yang pengen city vibes tapi tetap bisa nikmatin budaya lokal.
[Baca juga : "Tradisi Wisata Nyentrik Di Indo Yang Bikin Lo Takjub Dan Nggak Bisa Lupa!"]
3. Flores – Buat Lo yang Cari Petualangan Anti-Mainstream!
Lo suka alam yang masih raw dan pengalaman yang beda dari yang lain? Flores jawabannya! Pulau ini tuh hidden gem Indo yang makin naik daun. TripAdvisor sampai rekomendasiin Labuan Bajo sebagai base camp lo buat mulai petualangan. Dari sini, lo bisa island hopping ke Taman Nasional Komodo. Serius, ngeliat komodo dari dekat tuh bikin merinding saking epic-nya!
Pulau Padar juga nggak kalah cakep, dengan view bukitnya yang iconic. Flores juga punya desa-desa adat yang vibes-nya tuh kuat banget. Misalnya Kampung Bena, lo bisa liat langsung tradisi megalitik yang masih dilestarikan.
Terus, Wae Rebo? Wah ini sih definisi “worth the hike”! Letaknya di atas gunung, dengan rumah-rumah kerucut yang super aesthetic. Perjalanan ke sana emang butuh effort, tapi begitu sampe, lo bakal ngerasa kayak ada di dunia lain.
Yuk, Mulai Rencanain Trip Lo ke Spot Terbaik Indo!
Masuknya Bali, Jakarta, dan Flores ke dalam top destinasi 2025 versi TripAdvisor buktiin kalau Indonesia tuh kaya banget akan pesona. Dari yang demen rebahan di pantai, ngulik budaya kota, sampai lo yang adventurous sejati, semuanya ada. Lo bisa mulai dari destinasi yang deket rumah dulu, atau langsung tancap gas buat roadtrip ke daerah yang belum pernah lo jamah.
Pokoknya, jangan nunggu nanti-nanti, gengs! Atur jadwal liburan lo dari sekarang, siapin itinerary, dan ajak circle lo buat ikut seru-seruan bareng. Lo nggak cuma dapet foto kece buat feed IG, tapi juga pengalaman yang nggak bisa lo beli di mana-mana. Jadi, siap jelajahi Indo dan temuin keajaiban di setiap sudutnya? Let’s go! (Sumber Foto @danielkordan)
...moreTripTrus.Com - Di Negara-negara Eropa, sepak bola sudah menjadi sebuah industri besar. Bahkan di beberapa negara Eropa lain, sepak bola sudah menjadi daya tarik pariwisata yang bernilai miliar dollar. Banyak peminat sepak bola menjadikan ajang berpergian ke luar negeri memasukan aktifitas berkunjung ke stadion untuk sekedar berfoto atau menonton pertandingan, berburu merchandise di toko resmi klub dan mendatangi museum klub tersebut.
Hal senada di Indonesia, di balik carut-marutnya liga sepak bola, antusias penikmat sepak bola sangat tinggi. Industri inipun mendapat tempat tersendiri di hati masyarakat Indonesia. Supporter klub-klub lokal menonton pertandingan di stadion mempunyai gengsi tersendiri, terlebih jika mereka melakukan “away days” ke kandang lawan. Bagi kebanyakan supporter, kandang lawan adalah tempat untuk mengukur jati diri sebuah kelompok supporter.
Berbagai cara dilakukan suporter untuk melakukan away days, mulai dari menggunakan kendaraan pribadi hingga transportasi umum (bus, kereta, kapal laut dan pesawat). Bisa dibayangkan pengeluaran supporter untuk menyaksikan klub kebanggaan dari kota ke kota lain untuk satu musim liga. Belum lagi kalau TimNas Indonesia sedang berlaga, supporter dari berbagai kota berdatangan ke kota berlangsungnya pertandingan. Terlebih atmosfer penikmat sepak bola terasa lebih bergairah dengan turnamen seperti AFF.
Dan beberapa supporter juga memanfaatkan momen away days ini sebagai ajang rekreasi ke kota tujuan. Bisa ditarik kesimpulan bahwa sepak bola merupakan industri yang menarik dan bisa disinergikan dengan industri pariwisata. Akankah Industri Sepak Bola dan Industri Wisata di masa yang akan datang menjadi industri yang menjanjikan? Dan yang terpenting kota-kota yang memiliki klub sepak bola juga harus memiliki destinasi wisata yang menjadi daya tarik lainnya selain pertandingan yang tersajikan. (Sumber: Artikel-Foto @Amieykha)
...moreTripTrus.Com - Pemkot Malang mulai mempopulerkan walking heritage tour. Tujuannya selain menggaet wisatawan, konsep wisata ini untuk kenalkan wisata heritage sekaligus melestarikan bangunan cagar budaya.
Edisi sedang aras-arasen nyari gambar baru, jadinya mixing 2 gambar (lama dan baru). Gedung KPPN Malang . . . #Malang #arema #KotaMalang #Malangjadul #Malanglawas #Malangkotabunga #Fotokuno #Fotojadul #Fotomalang #malangtempodulu #Malangtempodoeloe #malangheritage #sejarahmalang #foto #photography #oldphotos #vintage #vintagephotos #netherland #nederlandschindie #dutch #indonesia #History #Historical #throwback #sejarah #jamanlawas #jamanold #tempodoeloe
A post shared by Malang Heritage (@malang.heritage) onApr 6, 2018 at 4:30am PDT
Bentuk kegiatan walking heritage tour yang mulai diujicobakan yakni mengajak generasi muda berkunjung lalu diskusi di kawasan heritage. Di antaranya di sekitar Balai Kota Malang, kawasan Tugu hingga Kayutangan.
“Ini menjadi salah satu percobaan program wisata baru Kota Malang yang menawarkan wisata jalan-jalan dan mengenal heritage Kota Malang dari tempat yang satu ke tempat yang lain,” jelas Kepala Seksi Promosi Pariwisata Disbudpar Kota Malang, Agung Bhuwana.
[Baca juga : Rumah Tegel Lasem, Saksi Bisu Kejayaan Masa Lampau!]
Beberapa waktu lalu, kata Agung, mahasiswa UMM dan ITN sudah mulai mencoba walking heritage tour. Lebih lanjut dia mengatakan, selain bisa meningkatkan kunjungan wisatawan, kegiatan tersebut juga menambah nilai wisata heritage dan budaya yang ada di Kota Malang. Hal tersebut dianggap menjadi instrument efektif Kota Malang untuk meningkatkan wisata tradisi. Atau wisata kebudayaan yang memang sudah ada sejak dulu.
Lebih lanjut Agung menyebutkan kawasan-kawasan di Kota Malang yang berpotensi digarap menjadi kawasan walking heritage tour. Di antaranya kawasan Jalan Ijen, koridor Pecinan, Koridor Celaket hingga Kayutangan.
Anggota tim Cagar Budaya Malang, Budi Fathoni belum lama ini membawa ratusan mahasiwanya melakukan walking heritage tour. Menurut dia, generasi muda diajak mengenal lebih dalam soal sejarah Kota Malang dari sisi tata arsitek Balai Kota Malang dan sekitarnya.
Struktur detail bangunan Balai Kota Malang menurut Budi merupakan peninggalan zaman kolonial Belanda. Dimana hal ini sangat unik karena masih bisa berdiri sampai sekarang dan terjaga. Tidak hanya di balai kota, mahasiswa juga diajak berkeliling ke kawasan bersejarah lainnya. Yakni kawasan Alun-Alun Merdeka, Kayutangan, Rajabali, sampai ke pertigaan PLN. (Sumber: Artikel malang-post.com, Foto Bramantiyo Marjuki)
...more