TripTrus.Com - Tahun baru tuh identik banget sama keramaian, pesta, dan… ya, macet-macetan. Lo pasti udah kebayang dong bakal terjebak di tengah kerumunan orang, nonton konser, atau menikmati kembang api yang keren abis. Tapi, gak semua orang nyaman dengan vibe kayak gitu, apalagi buat lo yang lebih introvert dan mager banget kalau harus berdesak-desakan. Nah, buat lo yang pengen merayakan Tahun Baru dengan cara yang lebih santai dan anti-mainstream, gue punya beberapa ide keren yang bisa lo coba! Dijamin seru banget tanpa harus ngerasain macet dan ribet.
1. Camping Seru di Alam Terbuka
View this post on Instagram
A post shared by Cikoneng Camp (@cikoneng_camp)
Bosen sama suasana kota yang macet banget? Coba deh camping di alam terbuka! Lo bisa ngerayain Tahun Baru dengan udara sejuk, pemandangan indah, dan pastinya jauh dari keramaian. Kalau lo di Jakarta, bisa banget camping di daerah Bogor, tapi kalau lo pengen yang lebih santai dan anti-mainstream, coba camping di pantai aja! Nikmatin deburan ombak sambil ngeliat langit malam yang penuh bintang, plus mungkin bisa liat kembang api dari dalam tenda, asik kan?
2. Staycation di Hotel Kekinian
Nggak pengen ribet keluar kota? Staycation bisa jadi pilihan keren buat ngerayain Tahun Baru. Lo bisa cari hotel kece di sekitaran kota yang punya fasilitas lengkap dan event spesial buat ngerayain tahun baru. Banyak hotel di kota besar yang udah fully booked buat liburan, jadi lo bisa pilih tempat yang nyaman, ada jacuzzi, kolam renang, atau bahkan rooftop buat nikmatin suasana malam. Dapet momen intim, tanpa harus keluar masuk kemacetan.
[Baca juga : "5 Tips Biar Liburan Akhir Tahun Lo Lancar Dan Aman Di Jalan!"]
3. Movie Marathon Seharian
Lo tim mager? Gak pengen keluar rumah tapi tetep pengen seru-seruan? Coba deh movie marathon! Pilih film-film Indonesia yang udah go internasional atau yang punya cerita seru. Genre-nya banyak, dari drama romantis, horor, sampai superhero. Siapkan camilan, popcorn, dan minuman favorit lo, biar suasana makin asik. Nonton seharian juga bisa bikin lo gak merasa kehilangan momen Tahun Baru, apalagi kalau barengan sama temen-temen atau keluarga.
4. Meditasi Santai di Bali
Kalo lo butuh suasana yang tenang buat ngerayain Tahun Baru dengan pikiran yang fresh, Bali bisa jadi pilihan. Ubud yang terkenal dengan atmosfer tenangnya bisa jadi tempat yang pas buat healing. Lo bisa yoga, meditasi, atau bahkan sewa sepeda buat keliling pedesaan Bali yang asri. Gak ada keramaian, cuma lo sama alam, sambil siap-siap menyambut tahun baru dengan semangat baru!
Gimana, udah kebayang kan Tahun Baru yang anti-mainstream tapi tetep seru? Gak perlu macet-macetan dan ribet, cukup pilih cara yang sesuai sama lo, dan pastinya bisa jadi pengalaman yang gak terlupakan. Jadi, siap-siap deh buat rayain Tahun Baru 2024 dengan cara yang lebih chill dan unik! (Sumber Foto @cibodascamping)
...moreTripTrus.Com - Subang, salah satu kabupaten di bagian utara Jawa Barat menjadi saksi sejarah penting di Indonesia. Terdapat museum berbentuk rumah yang menjadi saksi bisu kejadian penting pada masa itu. Di mana rumah tersebut menjadi lokasi penyerahan kekuasaan Belanda terhadap Jepang di Indonesia.
Biasa ke Kalijati (Subang) sesuka hati sih kalau lagi mumet banget. Tapi berasa seperti pecinta sejarah yang jahat karena selalu nggak punya waktu buat datang ke sini. Ini padahal nggak jauh amat dari rumah uwak sendiri -_- #RumahSejarahKalijati #8Maret1942
A post shared by Fajar Muhammad Rivai (@fajar.reconquista96) onSep 13, 2016 at 6:23pm PDT
Sebagaimana kita tahu, Belanda telah menjajah Indonesia selama 350 tahun lamanya. Dan tepatnya pada tanggal 8 Maret 1942 Belanda kemudian menyerahkan kekuasaannya di Indonesia kepada Jepang. Rumah Sejarah Kalijati sendiri diresmikan sebagai museum pada tanggal 21 Juli 1986.
Rumah Sejarah Kalijati dibangun untuk mengenang kejadian penting pada masa itu. Agar pengunjung yang datang dan mengunjungi lokasi tersebut mengetahui dengan jelas seperti apa kejadian dan bisa melihat foto-foto sejarah yang ada disana.
[Baca juga : 4 Wisata Sejarah Dan Edukasi Di Bogor Ini Cocok Untuk Liburan]
Berlokasi di kawasan Pangkalan Udara TNI AU Lanud Suryadarma Kalijati Subang, Rumah Sejarah Kalijati cukup mudah diakses dan mudah ditemukan keberadaannya. Perjalanan yang ditempuh baik dari Bandung maupun dari Jakarta kurang lebih sekitar 2 jam perjalanan darat.
Rumah Sejarah Kalijati berada dibawah naungan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Subang. Rumah yang menjadi museum ini berbentuk seperti rumah biasa pada umumnya yang terdiri atas beberapa ruangan dan terpajang foto maupun keterangan cerita kronologis peristiwa penting yang terjadi di rumah tersebut.
Beberapa ruangan yang ada didalamnya juga menjelaskan miniatur kejadian yang terjadi saat penyerahan kekuasaan Belanda terhadap Jepang. Dimana terdapat ruangan yang ada seperangkat kursi dan di atas kursi tersebut ada keterangan nama-nama tokoh yang melakukan perundingan di masa itu.
Pengunjung yang datang akan dipandu oleh petugas yang bertugas menjaga dan memandu pengunjung disana. Rumah yang dulunya digunakan sebagai tempat tinggal Perwira ini kini masih dalam kondisi terawat. Karena ada 3 petugas juga yang bertugas untuk menjaga dan membersihkan Rumah Sejarah Kalijati.
Dengan mengunjungi museum Rumah Sejarah Kalijati, pengunjung merasa terbawa suasana masa lalu. Selain itu pengunjung bisa lebih mengenal sejarah dan kejadian penting yang terjadi saat itu. (Sumber: Artikel purwasuka.id, Foto tempatangker.com)
...moreTripTrus.Com - Objek wisata Banten Lama, jarak tempuhnya sekitar 10 kilometer dari Alun-Alun Kota Serang dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit. Namun, sayangnya kondisi Banten Lama tersebut jauh dari harapan wisatawan. Sebab, yang tersisa hanyalah cerita mengenai kejayaan Kesultanan Banten itu pun mulai memudar seiring dengan kondisi objek wisata yang terkesan tidak terawat.
Kali ini admin @explore_serang mengulas sejarah singkat Keraton Surosowan Keraton Surosowan sampai saat ini belum diketahui kapan Keraton Surosowan dibangun dan siapa arsiteknya? Karena bangunan itu tinggal pondasinya saja, hingga arkeolog yang melakukan penelitian disana belum bisa menggambarkan indahnya arsitektur bangunan tersebut. Dengan kemegahannya, Keraton ini disebut juga 'Forth Diamond' yang artinya Benteng Intan yang indah. Sementara yang baru diketahui para peneliti, keraton hancur terbakar pada waktu terjadi perang saudara antara Sultan Haji dengan Sultan Ageng Tirtayasa. Kini, diseputar reruntuhan keraton masih bisa disaksikan bekas bangunan 'bale kembang' atau biasa disebut Roro Denok yang dikelilingi air. Kemudian di sebelah selatannya terdapat pancuran mas, tempat mandi keluarga sultan lengkap dengan kolam renangnya. Foto : @ayunmakhzun @dronecilegonserang Sumber info : Buku 'Kota Intan yang tenggelam' terbitan BPCB Serang [ #infoexploreserang ] #keratonsurosowan #heritage #kotaserang #banten #indonesia #excitingbanten #banten7wonders #ayokebanten #genpibanten #exploreserang #explorebanten #exploreindonesia #wonderfulindonesia #pesonaindonesia
A post shared by Explore Serang (@explore_serang) onMar 28, 2018 at 6:27pm PDT
Seperti halnya objek wisata sejarah di Indonesia yang terbengkalai, nasib Banten Lama yang masuk dalam wilayah Kecamatan Kasemen tersebut tidak terawat akibat keterbatasan anggaran. Inisiatif perbaikan saat ini mulai menggunakan anggaran pemerintah provinsi. Itu pun pelaksanaannya bertahap.
Sebenarnya, apa saja yang terdapat di dalam kompleks Banten lama sehingga membuat peninggalan sejarah ini patut untuk menyelamatkannya? Kalau melihat geografisnya, lokasi yang berada di tepi pantai tersebut seharusnya dapat menjadi potensi mendatangkan devisa bagi pemerintah daerah karena selain memiliki cerita sejarah, juga pemandangannya akan membawa pengunjung ke beberapa abad silam.
Di dalam kompleks Banten Lama, pengunjung dengan mudah dapat menemukan peninggalan Keraton Surosowan, Keraton Kaibon, dan Benteng Spellwijk. Di kawasan tersebut juga terdapat Museum Kepurbakalaan Banten, Masjid Agung Banten, dan Vihara Avalokitesvara.
[Baca juga : "Tiga Bangunan Bersejarah Banten Lama Ini Layak Dikunjungi"]
Vihara Avalokitesvara pada abad ke-16 yang merupakan salah satu Vihara tertua di Indonesia. Vihara ini memiliki sebutan sebagai Kelenteng Tridarma karena Vihara ini melayani tiga kepercayaan, yaitu Buddha, Kong Hu Cu, dan Taoisme. Bagi wisatawaan yang beragama lain, tetap dapat mengunjungi vihara ini dengan leluasa.
Salah satu pengurus vihara ini menjelaskan bahwa patung Dewi Kwan Im yang berada di dalam Vihara sudah berumur hampir sama dengan bangunan tersebut. Pada tahun 2009, vihara ini pernah mengalami kebakaran akibat arus pendek listrik.
Kebakaran yang terjadi pada saat itu membuat sebagian bangunan habis terbakar. Akan tetapi, patung Dewi Kwan Im yang bersejarah tersebut berhasil selamat dari kobaran api.
Tidak hanya masyarakat lokal yang berkunjung ke vihara ini, banyak wisatawaan dari luar daerah datang berkunjung untuk beribadah maupun sekadar ingin tahu, bahkan wistawan dari luar negeri juga ikut berkunjung ke lokasi ini.
Saat ini, Pemerintah Provinsi Banten sedang melakukan penataan di sekitar wilayah vihara bersejarah ini. Penataan yang dilakukan oleh Pemprov Banten ialah dari kebersihan, penataan pedagang kaki lima, pemisahan zona-zona khusus yang memiliki nilai sejarah, serta perbaikan kanal-kanal yang ada di sekitar kawasan tersebut.
Penataan ini bertujuan agar pengunjung yang datang ke daerah wisata Banten Lama merasa nyaman. Selain itu, melestarikan nilai-nilai sejarah yang berada di kawasan Banten Lama.
Objek sejarah lainnya yang wajib dikunjungi di kompleks Banten Lama adalah Istana Keraton Kaibon. Berdasarkan cerita sejarahnya tempat ini merupakan kediaman Ratu Aisyah ibu dari Sultan mSyaifuddin. Bangunan ini hancur karena di serang tentara Belanda pada saat peperangan melawan Kerajaan Banten yang tersisa sampai saat ini hanya sebagian dari bangunan istana.
Di lokasi yang berdekatan terdapat Istana Keraton Surosowan merupakan kediaman para Sultan Banten, di antaranya Sultan Maulana Hasanudin hingga Sultan Haji. Masjid Agung Banten merupakan salah satu bangunan peninggalan Kerajaan Banten yang hingga kini masih berdiri kukuh. Dibangun pada tahun 1652, tepat pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanudin, putera pertama Sunan Gunung Jati.
Masjid ini memiliki beberapa keunikan corak, di antaranya menaranya berbentuk mirip mercusuar, atapnya menyerupai atap dari pagoda khas gaya arsitektur Cina, ada serambi di kiri-kanan bangunan, serta kompleks pemakaman sultan Banten beserta keluarganya di sekitar kompleks masjid.
Di dalamnya, terdapat sembilan makam sultan beserta keluarganya. Makam yang sering dikunjungi pengunjung di antaranya makam Sultan Hasanudin dan makam Sultan Abul Mafakhir.
Makam sultan Maulana Hasanudin beserta keluarga dan para pengawalnya berlokasi di sisi utara Mesjid Agung Banten, terdapat dua bagian bangunan pemakaman pada bagian dalam tempat sultan beserta keluarga, sedangkan di sisi luar makam para pengawal.
Masjid Agung Banten bisa dibilang salah satu masjid tertua di Indonesia juga karena masjid ini berdiri sejak zaman kesultanan di Banten kira-kira pada tahun 1556. Masjid ini pun menjadi saksi sejarah Banten pernah memiliki pemerintahan kerajaan.
Penataan
Hasil dari penataan atau revitalisasi menjadikan komples Banten Lama menjadi bersih dan lebih rapi dengan tidak adanya pedagang pedagang yang berkeliaran dan mendirikan gerobak kaki lima, dan halaman di sekitar masjid sudah dipasangi paving block menggantikan hamparan ialang.
Ketika masalah datang menghampirimu, jangan berharap ia akan mudah, namun berharaplah bahwa ia akan membuatmu dewasa. . . . . #pelabuhankarangantu #exploreserang #vscocam #xiaomiyiindonesia
A post shared by Jajang Rukadi π§ (@_jajangrukadi) onApr 17, 2018 at 5:16am PDT
Jalan menuju tempat ini pun sangat mudah tinggal menuju Pelabuhan Karangantu atau ke arah Kasemen. Namun, untuk sampai ke jalan tersebut saat ini sedang ada pekerjaan pembetonan.
Pengunjung wisata Banten Lama tetap dapat membeli oleh-oleh dari pedagang yang kini ditempatkan pada lokasi yang sudah ditetapkan. Pedagang biasanya selain menjajakan makanan dan minuman juga cendera mata, seperti kerajinan Suku Badui, golok asli Ciomas, dan masih banyak yang lainnya. (Sumber: Artikel republika.co.id Foto vakansinesia.com)
...moreGerakan tari yang lincah dan sedikit riang terlihat dari tarian yang satu ini. Mimik-mimik wajah penuh senyum tawa terlihat dari ekspresi wajah para penari yang menampilkan tari ini di atas panggung. Inilah tari rondang bulan, tarian khas dari Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.Tari rondang bulan merupakan tarian yang menggambarkan keceriaan gadis-gadis Mandailing. Ini terlihat dari ekspresi penari yang mencerminkan keceriaan sepanjang tarian.
Di atas panggung para penari ini melakukan aksi gerakan-gerakan lenggak lenggok sambil sesekali membentuk lingkaran. Sambil mengitari lingkaran para penari ini menjentikan jari jemari dengan sesekali bertepuk tangan. Tari rondang bulan di Tapanuli Selatan biasanya ditarikan dengan riang gembira di bawah pancaran sinar bulan purnama. Rondang Bulan sendiri dalam bahasa Tapanuli Selatan berarti terang bulan.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreIkuti trip ke Sabang / Pulau Weh di: http://triptr.us/Bd
TRIPTRUS - Tepat di ujung barat daya Pulau Sumatera, terdapat Pulau Weh yang terletak 17 kilometer dari utara Banda Aceh. Pulau ini dapat dicapai dengan waktu tempuh kurang satu jam menggunakan speedboat. Bagi yang belum tahu, di Pulau Weh ini ada monumen yang menandakan bahwa Pulau Weh adalah bagian paling Barat dari Indonesia. Monumen itu terletak di Titik Ba’U, di lokasi paling Barat dan Utara dari Pulau Weh dan dinamakan “Monumen Kilometer Nol Indonesia“.
Meskipun begitu, sebenarnya titik paling barat Indonesia ada di Pulau Breuh, sebuah pulau di kelompok Kepulauan Aceh yang berlokasi 20 mil laut sebelah barat Pulau Weh. Namun sayangnya titik terbarat Indonesia ini terletak di tempat yang sulit dijangkau. Tidak jauh dari Pulau Weh, ada pula titik paling utara Indonesia di Pulau Rondo yang berlokasi sekitar 10 mil laut dari Pulau Weh.
Tapi ini bukan berarti berkunjung ke Pulau Weh jadi tidak istimewa. Pulau Weh terkenal dengan pemandangan alam yang mengagumkan. Pulau Weh juga terkenal dengan alam bawah lautnya yang jadi salah satu destinasi favorit bagi pecinta olahraga menyelam dan snorkeling. Sebut saja nama-nama seperti Pantai Iboih yang kejernihan airnya bagai di akuarium.
Dari sini, TripTroops bisa menyeberang ke Pulau Rubiah, salah satu titik snorkeling paling ngehits di Pulau Weh. Lalu ada juga Pantai Gapang dan Pantai Sumur Tiga yang pemandangan bawah lautnya membuat kita sedikit berharap bisa tinggal terus di bawah air.
Tapi, tidak hanya wisata menyelam saja yang bisa ditemukan di Pulau Weh. Di Kota Sabang, kota terbesar di Pulau Weh. TripTroops bisa keliling-keliling kota dan menikmati berbagai makanan khas Aceh, dan favorit TripTrus adalah sate gurita! Kalau sudah puas di Sabang, TripTroops bisa melihat air terjun Pria Laot di tengah Pulau Weh. Lalu, ada juga Gunung berapi Jaboi dan Danau Anok Laeut (Anak Laut). Danau itu adalah sumber air tawar bagi Pulau Weh.
Pokoknya, TripTroops tidak akan bosan di Pulau Weh, dengan banyaknya tujuan yang bisa dikunjungi di sekitar pulau di ujung barat Indonesia ini.
Photos courtesy of: Flickr.com
...moreTripTrus.Com - Puasa Ramadhan biasanya membuat orang jadi lebih malas beraktivitas. Namun bukan berarti kamu harus terus bermalas-malasan di rumah. Ada banyak tempat wisata seru yang bisa kamu kunjungi selama bulan puasa.
Tak hanya sekadar destinasi jalan-jalan, beberapa lokasi tersebut bahkan memiliki latar belakang sejarah dan religi yang kaya. Hitung-hitung sembari berwisata, kamu juga bisa menambah pengetahuan tentang agama.
Penasaran? Yuk, kita simak daftar tempat wisata seru yang bisa dikunjungi selama Ramadhan.
1. Masjid Ampel
[ jumatan ] . Sudut pandang manusia berbeda beda, benar menurut kita belum tentu benar menurut orang lain. Saling menghargai pendapat satu sama lain mungkin sedikit solusi dan akan lebih baik. Ojok lali jumatan, awas sandal awas sandal wkwkwk. __________ . Foto teko @yusufampelpart - Happy Jum'ah - #Jum'ah #Ramadhan #ampel #masjidampel #masjidampelsurabaya #ampelsurabaya #Menujuramadhan
A post shared by Surabaya Punya Cerita (@surabayapunyacerita) onApr 26, 2018 at 8:36pm PDT
Masjid yang terletak di Surabaya ini sangat ramai dikunjungi selama bulan puasa. Turis datang berbondong-bondong berbagai penjuru daerah untuk beribadah di masjid besar ini. Selain itu letaknya juga sangat dekat dengan Embong Arab, yang menyediakan beragam kebutuhan berpuasa dan ibadah seperti kurma, sarung, dan mukena.
2. Kampung Ramadhan
π Halo Bro Sis! Apakah kamu termasuk orang yang ingin keuntungan berlipat-lipat, tapi bingung harus bagaimana? Jika YA, semoga info berikut COCOKπ buat kalian semua. Ada 1200-1500 porsi takjil setiap hari πππ yang akan disediakan Kampoeng Ramadhan Jogokariyan (KRJ) Yogyakarta 2016 selama Ramadhan. Dana yang dibutuhkan cukup besar yaitu Rp 196.800.000,- untuk menyediakan 36.000 porsi selama 30 hari. Kabar gembiranya, bro sis pun dapat berpartisipasi dalam menyediakan porsi takjil di KRJ 2016. Hanya dengan Rp 7.000,- kalian sudah mendapatkan kesempatan menyumbang 1 bagian dari 36.000 porsi takjil di KRJ 2016. . “Barang siapa menjamu orang yang berpuasa maka ia akan mendapatkan pahala seperti seperti orang yang berpuasa itu tanpa dikurangi sedikitpun dari pahalanya” (HR. Tirmidzi) Jadilah salah satu dari orang-orang yang beruntung dan dilipat gandakan pahala puasanya oleh Allah SWT. Berapapun porsi yang kalian berikan akan tetap diterima π dengan cara mengirimkan dana ke: Rek. Bank Muamalat 5310065412 a.n SUDIWAHYONO CQ BIRO RT MASJID JOGOKARIYAN Konfirmasi transfer π³ ke Sdr. Rizki (+62 858-7860-3556) via WA / Telegram / Telp. Atau datang langsung π ke Masjid Jogokariyan Jl. Jogokariyan no. 36 Mantrijeron, Yogyakarta. ___________________________________________ Textπ masjidjogokariyan.com // π· @dianrockmad #makandijogja #MDJramadhan #MDJramadhan2016
A post shared by MAKANDIJOGJA™ OFFICIAL (@makandijogja) onJun 9, 2016 at 7:17am PDT
Bagi kamu yang tinggal di sekitar Yogyakarta, Kampung Ramadhan bisa menjadi lokasi pas untuk dikunjungi. Tinggal meluncur saja ke daerah Kauman, yang letaknya kurang lebih satu kilometer dari pusat kota. Kawasan ini sangat kental dengan nuansa religi, karena kabarnya pemuka agama terkenal K.H. Ahmad Dahlan dilahirkan di sini.
Di bulan-bulan biasa, kampung ini tak ubahnya seperti kampung lain di Yogyakarta. Namun begitu memasuki bulan Ramadhan, bakal ada banyak penjaja makanan dan takjil khas bulan puasa. Cocok sekali disambangi bagi yang doyan wisata kuliner.
[Baca juga : 5 Tempat Wisata Ramadhan Ini Selalu Banjir Pengunjung]
3. Masjid Raya Baiturrahman
Jak kenoe Rakan .. Tajak saweu bumoe seuramoe mekkah. Bumoe syariat Islam yang penouh dengeun para Aulia Allah. πππ #serambimekah #masjidrayabaiturrahman
A post shared by Aula Ramadani (@olarezpect) onMay 19, 2018 at 7:57am PDT
Sesuai dengan namanya, masjid ini merupakan salah satu terbesar di Aceh. Berdiri sejak 1612, Masjid Raya Baiturrahman punya arsitektur indah dan hampir mirip dengan Taj Mahal di India. Masyarakat Negeri Serambi Mekkah sangat bangga dengan masjid yang tetap kokoh berdiri meski dihantam tsunami 2004 silam.
Begitu memasuki bulan Ramadhan, Masjid Raya Baiturrahman selalu ramai. Ada banyak aktivitas yang dilakukan masyarakat setempat untuk mengisi bulan puasa.
4. Masjid Terapung
" Indahnya alam ciptaan Tuhan, Alangkah damainya ditepian pantai, Disitu terserlah kebesaranMu, Ya Allah bagi mereka yang cinta padaMu... Indahnya langit tidak bertiang, Lautan luas terbentang, Fajar dan senja silih berganti, Semuanya tunduk dan patuh padaMu " #masjidtengkutengahzaharah #masjidterapung
A post shared by ΩΨ§Ω Ω
ΨΩ
Ψ― Ψ΄ΩΩΩ (@wmshafiqwz) onMay 21, 2018 at 12:10am PDT
Bagi yang sedang berada di Makassar, Masjid terapung juga bisa dijadikan pilihan wisata bulan Ramadan. Letaknya tak jauh dari pusat kota dan sangat mudah dijangkau.
Tak hanya beribadah, banyak pengunjung sering datang ke Masjid Terapung Amirul Mukminin untuk mengagumi arsitekturnya. Apalagi bangunan unik ini dibangun di atas perairan Pantai Losari.
5. Masjid Istiqlal
Via @fahryadam Selamat bersantap sahur kawan GNFI! π΄ Lokasi : Masjid Istiqlal, Jakarta #Indonesia #GoodNews #news #beritabaik #masjidistiqlal #jakarta #GoodNewsFromIndonesia #GNFI #puasa #ramadan
A post shared by Good News From Indonesia (@gnfi) onMay 16, 2018 at 2:04pm PDT
Masyarakat Indonesia patut bangga dengan masjid yang dibangun di era kepemimpinan Presiden Soekarno ini. Karena ukurannya yang begitu besar, Masjid Istiqlal kini masuk dalam daftar salah satu masjid terbesar di Asia Tenggara.
Sejumlah tamu penting kenegaraan pernah berkunjung ke masjid kebanggaan warga Jakarta ini. Mantan presiden Amerika Serikat, Barack Obama, adalah salah satunya. Nah, Masjid Istiqlal jadi lokasi tepat juga nih untuk wisata religi dan beribadah sambil menunggu waktu berbuka. (Sumber: Artikel banksinarmas.com, Foto flickr.com)
...moreTripTrus.Com- Bicara soal batik, kamu pasti langsung bisa membayangkan tempat-tempat mana saja yang sangat identik dengan kerajinan tangan satu ini. Pergi ke sana untuk menghabiskan long weekend berikutnya tampaknya seru nih. Selain berwisata kota, kamu juga bisa mengunjungi pusat batik dan belajar sejarah serta cara pembuatannya.
Well, langsung saja lima kota tujuan wisata batik kita kali ini. Mana saja sih lima kota tersebut? Yuk langsung saja simak daftar berikut ini!
1. Yogyakarta
Kamu pasti sering banget mendengar nama kota ini jika bicara soal batik. Yap! Selain jadi tujuan wisata sejarah dengan keraton dan budayanya, Yogyakarta memang merupakan daerah yang paling dikenal orang dengan batiknya.
Ada banyak macam motif batik yang lahir dari kota yang masih kental 'aroma' Jawa-nya ini. Kamu bisa menjumpai motif batik khas seperti sekar jagad, pamiluto, udan liris, truntum sri kuncoro, sido mukti, sido asih, dan masih banyak motifnya lainnya di sini.
Hampir semua pusat belanja oleh-oleh yang ada di Yogyakarta juga menjual batik. Tak hanya kainnya saja, mereka juga punya olahan dari kain batik yang sudah jadi kemeja, dress, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Kamu bisa menemukan penjaja batik di sepanjang Jalan Malioboro ataupun Pasar Beringharjo. Kalau berlibur ke Yogyakarta, jangan lupa beli oleh-oleh kain batik khas mereka ya!
2. Solo
Tak jauh dari Yogyakarta, kamu juga bisa menjangkau kota ini dengan tiket promo Citilink. Yap, benar! Kita bakal jalan-jalan ke Solo, atau yang juga dikenal dengan nama Surakarta. Kota ini juga salah satu penghasil batik yang terkenal.
Museum Batik Danar Hadi yang wajib banget kamu kunjungi, ada di kota Solo. Tempat ini punya koleksi batik terlengkap di Indonesia. Seperti Yogyakarta, batik Solo juga punya motif khas. Yuk, mampir ke kota ini untuk tahu lebih banyak tentang batiknya.
3. Pekalongan
Yang tak kalah terkenal, kamu pasti sering mendengar orang-orang memperbincangkan batik Pekalongan. Kota yang satu ini memang termasuk salah satu penghasil batik yang sudah dikenal luas.
Batik Pekalongan juga dikenal sebagai batik pesisir. Batik dari kota ini punya warna yang cenderung lebih cerah dan beragam dibanding batik Yogyakarta atau Solo. Kota ini juga punya Museum Batik yang wajib kamu kunjungi, yang terletak di Jalan Jetayu. Kamu bisa belajar sejarah batik di sana.
4. Cirebon
Kalau kamu kenal dengan motif batik mega mendung, yang bentuk gambarnya menyerupai awan, dengan warna biru yang cenderung hitam, kamu harus tahu juga dari mana batik itu berasal. Setelah jalan-jalan ke tiga kota sebelumnya, kita lanjut ke Cirebon.
Yap! Cirebon memang terkenal sebagai kota kelahiran batik mega mendung, motif yang juga dipengaruhi unsur Tionghoa. DIkisahkan, pada masa itu Sunan Gunung Jati menikahi seorang wanita Tionghoa bernama Oeng Ti.
5. Lasem
Yang terakhir dari lima besar kota penghasil batik paling terkenal, kamu wajib tahu dan berkunjung juga ke Lasem. Lasem sendiri sebenarnya merupakan kecamatan di wilayah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
Biasa disebut juga sebagai Tiongkok Kecil di Utara Jawa, kota ini jadi tempat pendaratan pertama orang-orang Tionghoa di Jawa. Hingga kini, kamu masih bisa melihat berbagai peninggalannya, yang salah satunya adalah motif batik.
Nah, sudah tahu mau liburan menuju kota-kota penhasil batik ini. Tak hanya bisa melihat- lihat dan berbelanja, kamu juga harus belajar sejarah batik langsung dari tempatnya nih. Well, selamat berlibur ya! (Sumber: Artikel gosumut.com Foto
...moreDi saat bulan Ramadhan, berbagai jenis makanan yang biasanya jarang didapat tiba-tiba bisa muncul selama sebulan penuh. Mulai dari pusat penjualan makanan berbuka puasa sampai ke rumah makan dan restoran ternama di bulan Ramadhan menghidangkan berbagai jenis makanan yang mengundang selera untuk langsung disantap begitu tiba waktu berbuka puasa. Apa saja ragam hidangan khas berbuka puasa? Baca di sini, dong.
KolakYang satu ini sudah pasti dikenal sebagai hidangan khas berbuka puasa yang paling populer. Potongan pisang, ubi jalar, singkong, nangka dan kolang-kaling direbus di dalam kuah santan dengan gula aren yang diberi daun pandan dan kayu manis serta jahe. Rasa kuah kolak yang manis dan kandungan karbohidrat yang ada di buah-buahan dalam kolak akan menggantikan tenaga yang hilang setelah berpuasa.
KurmaBuah yang sekilas terlihat seperti buah kelapa sawit ini datang dari Timur Tengah. Menurut hadits, Nabi Muhammad selalu menyantap tiga butir kurma pada saat berbuka puasa. Kandungan gula yang tinggi tapi ramah untuk tubuh dari buah kurma dapat membantu mengembalikan energi yang hilang saat berpuasa. Di saat bulan Ramadhan, berbagai jenis kurma dari berbagai daerah di Timur Tengah dapat ditemukan di mana-mana. Buah kurma sendiri punya banyak kandungan yang baik untuk kesehatan tubuh sehingga tepat untuk dijadikan hidangan khas berbuka puasa.
Kolang-kalingBiasanya yang satu ini mungkin cuma bisa dinikmati kalau kamu beli es campur jika sedang tidak bulan Ramadhan. Tapi di saat bulan Ramadhan, buah yang berasal dari pohon Aren (arenga pinnata) ini lebih sering terlihat dibuat jadi bahan minuman atau campuran minuman segar untuk hidangan khas berbuka puasa. Buah yang juga dikenal dengan nama buah atap ini juga memiliki kandungan air yang tinggi. Juga memiliki kandungan serat, karbohidrat, dan berbagai kandungan mineral, sehingga dapat melegakan dahaga dan rasa lapar sekaligus meski tidak dikonsumsi dengan jumlah banyak. Ini yang menyebabkan kolang-kaling jadi salah satu bahan makanan ideal untuk yang sedang berdiet.
Jajanan PasarKalau yang ini banyak sekali jenisnya. Mulai dari berbagai macam kue basah seperti kue pisang, kue cucur, gandasturi, kue bugis, bika ambon, kue lapis, dan lain-lain. Lalu belum lagi berbagai makanan lain seperti lemper, arem-arem, sosis solo, bacang, risoles, pastel, tahu goreng, pisang goreng, bakwan udang, panada, dan ratusan makanan lain yang terlalu banyak untuk dibayangkan, sudah pasti jadi bagian penting hidangan khas berbuka puasa bagi banyak orang. Rasanya yang gurih dan porsinya yang relatif tidak besar bisa memancing selera makan sebelum lanjut ke makanan besar.
Blewah & Timun SuriApakah teman-teman pernah memperhatikan, kalau tiap bulan Ramadhan buah Timun Suri dan Blewah mudah sekali ditemukan di mana-mana dan harganya pun relatif murah. Tapi di luar bulan Ramadhan, hidangan khas berbuka puasa ini tidak begitu mudah ditemukan. Meski keduanya berasal dari jenis tanaman yang berbeda, tapi warna dan rasanya tidak jauh berbeda. Keduanya mempunyai rasa manis yang menghilangkan dahaga setelah seharian berpuasa.
Es BuahTampaknya tidak perlu menyebut satu-persatu buah apa saja yang ada di Indonesia yang bisa dicampurkan menjadi es buah. Jenisnya pun bermacam-macam seperti Es Ketimun Serut dari Aceh atau Es Palu Butung dari Sulawesi, tapi tujuannya tetap sama, yaitu menghilangkan dahaga setelah satu hari penuh menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Rasa buah yang segar serta berbagai vitamin dan kandungan bergizi lainnya ditambah dengan sirup dan susu kental manis akan membuat dahaga hilang dengan sekejap. Meski di luar bulan Ramadhan es buah tetap dapat dijumpai, tapi kesegarannya membuatnya jadi hidangan khas berbuka puasa yang digemari oleh banyak orang.
Nah, itu dulu hidangan khas berbuka puasa yang kita bahas. Apa hidangan khas berbuka puasa yang jadi favorit kamu? Ceritain dong di comment di bawah.
...moreTripTrus.Com - Sepanjang wilayah Pantai Utara Timur dari Demak-Kudus hingga ke Jawa Timur dikenal sebagai daerah-daerah persinggahan para Walisongo untuk menyebarkan agama Islam. Tak heran, jika budaya dan sisa-sisa peninggalan sejarah Islam masih melekat di daerah tersebut.
Seperti di Kota Kudus, terdapat makam Sunan Muria dan Sunan Kudus, sebagai penyebar agama Islam yang sampai sekarang makamnya banyak dikunjungi peziarah. Dengan kehadiran dua tokoh tersebut, banyak meninggalkan kisah dan artefak kebudayaan Islam yang masih dapat dijumpai di sejumlah tempat. Salah satunya peninggalan masjid-masjid yang memiliki sejarah panjang. Berikut 5 masjid tua bersejarah di Kudus yang bisa menjadi pengingat dan bahan pelajaran generasi saat ini.
1. Masjid Langgar Dalem
Masjid Langgar Dalem terletak di Desa Langgar Dalem, Kec. Kota Kudus. Masjid ini merupakan salah satu bukti peninggalan sejarah pada masa awal perkembangan islam, khususnya di wilayah Kudus. Berdasarkan sengkalan memet yang dibaca trisula pinulet naga di perkirakan Masjid Langgar Dalem didirikan pada tahun 885 H atau 1480 M. Berdirinya Masjid Langgar Dalem ini dihubungkan dengan Sunan Kudus yang merupakan salah satu tokoh penyebar agama islam dan merupakan salah satu dari Walisango. Hal itu dibuktikan juga dengan cerita rakyat yang dipercaya oleh masyarakat Kudus, yang menceritakan bahwa Masjid Langgar Dalem dibuat oleh para seniman dari Madura. Para seniman tersebut merupakan tawanan perang yang kemudian dibawah oleh Sunan Kudus untuk membangun kota Kudus. Dan jika dilihat secara sepitas, Ciri dari keunikan Masjid Langgar Dalem terletak pada bentuk atapnya yang berupa atap tumpang susun tiga yang dilengkapi dengan hiasan mustoko dipuncaknya.
2. Masjid Jami' Nganguk Wali Kramat
View this post on Instagram
A post shared by Azkayra (@afnahaqy987) onJan 11, 2020 at 12:41am PST
Masjid berukuran 25×20 meter ini ada kaitannya dengan Kyai Telingsing. Sang kyai adalah seorang keturunan Tionghoa yang bernama asli The Ling Sing (Tan Ling Sing/Tee Ling Sing). Disebut sebagai Masjid Nganguk Wali, karena konon masjid ini didirikan oleh para wali yang pengawasannya kemudian diserahkan kepada Kyai Telingsing. Pada blandar masjid terdapat tulisan yang berasal dari ajaran Kyai Telingsing, yaitu sholat sacolo saloho donga sampurna atau shalat adalah sebagai do’a yang sempurna, serta ada pula tulisan berbunyi lenggahing panggenan tersetihing ngaji yang bermakna menempatkan diri pada yang benar, suci dan terpuji. Salah satu yang membuat Masjid Nganguk Wali kini lebih menarik untuk dikunjungi adalah dinding tembok luar dan gapura paduraksa yang memisahkan pelataran luar dengan pelataran dalam yang lebih tinggi, dihubungkan sejumlah undakan. Pada lubang gapura terdapat struktur kayu yang diukir indah. Gapura ini belum lama dibuat, untuk mengembalikan bentuk bangunan aslinya.
3. Masjid Madureksan
Masjid yang terletak di Dukuh Madureksan, Kel. Kerjasan, Kec. Kudus ini, dibangun oleh Sunan Kudus pada tahun 1520 M. Masjid Madureksan dibangun oleh Sunan Kudus sebelum dibangunnya Masjid Menara Kudus. Pada masa itu, Masjid ini digunakan sebagai tempat ibadah dan dakwah oleh Sunan Kudus dan para santrinya. Selain itu, juga digunakan sebagai tempat musyawarah berbagai permasalahan agama dan menyusun siasat perang. Selain Sunan Kudus, ada seorang tokoh yang mewarnai keberadaan Masjid Madureksan ini, ia adalah Kyai Telingsing. Ulama asal Tiongkok ini juga memiliki peranan besar dalam penyebaran Islam di Kota Kudus. Bergulirnya waktu, bangunan Masjid Madureksan mulai terpendam hingga kedalaman 70 sentimeter. Hal ini disebabkan bangunan jalan dan pemukiman sekitar yang lebih tinggi, menjadikan Masjid ini seperti terpendam. Sehingga pada tahun 1998, Masjid Madureksan dipugar total dan berdiri sebuah bangunan baru seperti yang masyarakat kenal saat ini.
[Baca juga : "5 Masjid Tertua Dan Bersejarah Di Banten - Part 3"]
4. Masjid Menara Kudus (Al Aqsa)
View this post on Instagram
A post shared by @mamotomo onApr 30, 2020 at 6:21pm PDT
Masjid ini tergolong unik karena desain bangunannya, yang merupakan penggabungan antara Budaya Hindu dan Budaya Islam. Hal itu menjadi bukti, bagaimana sebuah perpaduan antara Kebudayaan Islam dan Kebudayaan Hindu telah menghasilkan sebuah bangunan yang tergolong unik dan bergaya arsitektur tinggi. Sebuah bangunan masjid, namun dengan menara dalam bentuk candi dan berbagai ornamen lain yang bergaya Hindu. Gaya arsitektur candi pada Menara Kudus menyerupai candi-candi di Jawa Timur, salah satunya seperti Candi Jago di Malang. Selain itu, bangunan masjid ini juga menyerupai Menara Kukul di Bali. Menurut sejarah, masjid Kudus dibangun oleh Sunan Kudus pada tahun 956 H atau 1549 M. Menurut cerita, Sunan Kudus membangun menara ini dengan cara menggosok-gosokkan batu bata yang satu dengan lain sehingga menjadi lengket. Selain itu, terdapat juga mustaka mirip atap tumpang pada masjid tradisional Jawa. Fungsi dari menara itu adalah untuk tempat mengumandangkan adzan.
5. Masjid Wali Loram Kulon (Jami At Taqwa)
Nama resmi masjid ini adalah Masjid Jami At-Taqwa, namun masyarakat setempat lebih suka menyebutnya Masjid Wali Loram Kulon. Masjid ini berada di Desa Loram Kulon, Kec. Jati, Kab. Kudus. Seperti laiknya bangun masjid pada zaman dahulu, masjid ini dibuat dengan kayu jati yang telah dilengkapi dengan menara, sumur tempat berwudhu dan bedug. Bangunan asli masjid ini dibangun pada 1596-1597 oleh seorang Tionghoa Muslim asal Campa bernama Tjie Wie Gwan atas perintah Sultan Hadlirin. Namun seiring bertambahnya usia, masjid ini dilakukan pemugaran pada awal 1990-an. Bagian yang sama sekali tidak diubah pada bagian gapura paduraksa yang berada di depan masjid. Ada aksara arab berbunyi “Allhumma baariklana bil khoir” dan di bawahnya ada terjemahannya yang berbunyi “Ya Allah, berkahilah kebaikan kepada kami” yang tertera di gapura itu. Seperti Masjid Menara Kudus, Masjid Wali Loram Kulon ini juga berarsitektur Jawa Hindu dan mengkombinasikannya dengan gaya Timur Tengah. (Sumber: Artikel kemdikbud.go.id, isknews.com, situsbudaya.id, islamic-center.or.id, indonesiakaya.com, inibaru.id Foto instagram.com/artetaarie)
...more