TripTrus.Com - Tak hanya megah, bandara yang baik juga harus memiliki fasilitas dan layanan yang memudahkan kehidupan penumpang selama berada di sana. Oleh karena itu setiap tahunnya Airports Council International (ACI) merilis daftar mengenai bandara terbaik yang diberi penghargaan 'Airport Service Quality (ASQ) Awards'.
Tahun ini, mereka merilis daftar pemenang dari pemantauan sepanjang tahun lalu. Dalam penilaiannya, mereka memantau kritik dan saran dari jutaan pengunjung di 343 bandara di 176 negara dunia.
Empat bandara di Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut ialah Bandara Internasional Ngurah Rai Bali, Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan, dan Bandara Internasional Juanda Surabaya.
Bandara-bandara tersebut menjadi yang terbaik karena mendapat nilai tinggi dalam 34 faktor, beberapa di antaranya; akses keluar masuk bandara, proses antre, proses keamanan, fasilitas dan layanan yang memanjakan penumpang, sampai kebersihan kamar mandi.
"Persaingan layanan antara bandara semakin ketat. Bandara-bandara yang keluar sebagai pemenang kami nilai sangat berdedikasi terhadap pengunjungnya," kata Angela Gittens, Direktur ACI, mengenai bandara yang menjadi pemenang pada tahun ini.
Berikut ini ialah daftar pemenang AQS Awards 2017:1. Best Airport by Region (over 2 million passengers per year) Asia Pacific - Second Place
Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali
Ketika mata terpejam dan telinga tertutup, yang membedakan satu manusia dengan manusia yang lainya adalah : persepsi #bali #ngurahrai
A post shared by Handaru G Asmoro (@handaruasmoro) onAug 28, 2017 at 12:19am PDT
2. Best Airport by Size (2-5 million passengers per year)
Bandara Internasional Husein Sastranegara, Bandung
Boarding Timeπ Morning view π#airport #bandara #lapanganterbang #travel#morning #instadaily #instalike #instagood #instafollow
A post shared by Budy π (@budy86id) onMar 15, 2018 at 5:08pm PDT
3. Best Airport by Size (5-15 million passengers per year) - Second Place
Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Balikpapan
Sultan Aji Muhammad Sulaiman Airport.π« #sultanajimuhammadsulaimanairport #balikpapan #visitkalimantantimur #eastkalimantan #eastborneo #internationalairport
A post shared by Marzuki (@akhimarzuki5) onMar 12, 2018 at 5:23am PDT
4. Best Airport by Size (15-25 million passengers per year) - First Place
Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali
Airbus330 #airbus #garudaindonesia #ngurahrai
A post shared by Pujo Hermawan (@pujo_hermawan) onMar 9, 2018 at 6:27pm PST
5. Best Airport by Size (15-25 million passengers per year) - Second Place
Bandara Internasional Juanda, Surabaya
#dusk #panorama #sunset #airport #kompasnusantara #citilink
A post shared by Ilham B Santoso (@santoso_ilham) onMar 15, 2018 at 3:36am PDT
6. Best Airport by Size and Region - Asia Pacific
Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali
Dat Ass of Jetstar Airbus A320-232 • Stay tune on the Gate β . . . . . . . . . . . . #airlines #britishairways #spotting #lax #comment #emirates #aviation_lovers #aviationgeek #takeoff #aviationdaily #dreamliner #aviationworld #megavideo #aviationnerd #planespotter #megaplane #planepic #a330 #airbuslovers #boeing737 #a320 #ngurahrai #airbusa #boeing #garudaindonesia #lionair #citilink #airportlife #lyfe #tails
A post shared by Alfonsus Edwin Halim (@edwinliem_) onMar 11, 2018 at 5:33pm PDT
(Sumber: Artikel cnnindonesia.com, Foto flickr.com)
...moreMau menaklukkan tantangan Gunung Kerinci, gunung tertinggi di Sumatera? Ikuti trip di: http://triptr.us/Bo
TRIPTRUS - Jika Gunung Himalaya punya julukan sebagai "Atap Dunia," maka Gunung Kerinci di Indonesia punya julukan sebagai "Atap Pulau Sumatera." Dengan ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut (mdpl), wajar jika Kerinci dinobatkan sebagai penyangga langit Sumatera.Para pendaki gunung nusantara pun menjadikan ini salah satu gunung yang harus dikunjungi.
Gunung yang juga dikenal dengan nama Gunung Gadang, Berapi Kurinci, Korinci, atau Puncak Indrapura adalah gunung tertinggi di Sumatera sekaligus gunung api tertinggi di Indonesia. Kerinci terletak di Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Jambi, masuk pada jajaran pegunungan Bukit Barisan, dan lokasinya sekitar 130 km sebelah selatan Kota Padang.
Dari kaki gunung ini, hamparan hutan lebat terlihat hijau menutupi wajah asli Kerinci. Hutan di Gunung Kerinci juga merupakan habitat bagi berbagai spesies seperti gajah sumatera, harimau sumatera, macan tutul, tapir, kuskus, serta berbagai primata seperti siamang dan monyet ekor panjang dan ratusan jenis burung. Jalur pendakian Gunung Kerinci bisa dibilang lengkap - yang menyebabkan gunung ini jadi favorit bagi pecinta alam dan pendaki dari Indonesia dan luar negeri - mulai dari jalur beraspal, jalur sungai, jalur dengan bebatuan cadas, pasir, rumput dan pepohonan, hingga jalur menanjak dengan kemiringan 60 derajat.
Untuk mendaki Gunung Kerinci, ada baiknya memulai dari Pos Kersik Tuo, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi. Sebelumnya, para pendaki harus melapor dulu ke Taman Nasional Kerinci Seblat di Sungai Penuh. Dengan menempuh dua-tiga hari melalui medan yang relatif berat, para pendaki dapat mencapai puncak Gunung Kerinci. Ada baiknya para pendaki menggunakan pemandu yang berpengalaman, mengingat kawasan Gunung ini penuh dengan jalur yang bisa dengan mudah membuat pendaki pemula jadi tersasar.
Sebelum mencapai Puncak Kerinci, ada banyak kawasan wisata yang bisa dikunjungi. Misalnya Goa Kasah yang menjadi habitat kelelawar dan dahulunya merupakan tempat tinggal manusia purba. Ada juga Batu Berukir serta berbagai bentukan batu lain di Desa Muak dan sekitarnya, yang jaraknya sekitar 23 km dari kota Sungai Penuh. Buat yang ingin cross country, di Desa Koto Tebu Tinggi ada air terjun tujuh tingkat yang menantang untuk ditelusuri sampai ke tingkat paling atas.
Belum lagi Danau Kerinci, di kaki Gunung Kerinci, yang merupakan obyek wisata yang cukup populer dikunjungi wisatawan lokal. Satu lagi yang tidak bisa dilewatkan jika naik ke Kerinci, yaitu Danau Gunung Tujuh. Danau tertinggi di Asia Tenggara ini berada pada ketinggia 1.996 mdpl dan dikelilingi tujuh gunung yang termasuk dalam jajaran Bukit Barisan.
Tapi tentu saja, pemandangan terindah bisa dilihat saat mencapai puncak Gunung Kerinci di ketinggian 3.805 mdpl. Dari puncaknya dapat terlihat pemandangan kota Jambi, Padang, dan Bengkulu. Samudera Hindia juga dapat terlihat jelas dari puncak Gunung Kerinci.
Photos courtesy of: rantinghijau.wordpress.com, Wikipedia
...moreTripTrus.Com - Bro, Puncak Waringin di Labuan Bajo itu emang the real deal buat lo yang suka banget sama senja. Tempat ini bisa dibilang surganya yang ngasih kesempatan buat lo santai sambil menikmati view Labuan Bajo dari atas, bro. Ketinggian Puncak Waringin sekitar 45-54 meter di atas laut, jadi lo bisa ngeliat sebagian gede Labuan Bajo dari sini, ga heran banget kalo jadi tempat favorit buat turis dan lokal buat nge-chill dan menikmati senja.
View this post on Instagram
A post shared by Sinau Bhumi (@sinaubhumi)
Tempat ini baru aja direnovasi jadi salah satu dari 30 destinasi dan desa wisata di Flores, Lembata, Alor, Bima (Floratama). Kabarnya, ini masuk dalam peta perjalanan yang dikelola Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF).
Dulu sih, meski bagus, tempat ini agak risky, bro. Terutama pas musim hujan, tanah sekitar Puncak Waringin bisa labil dan rawan longsor. Tapi untungnya sekarang udah dipasang pagar pembatas sepanjang area Puncak Waringin, jadi lo bisa menikmati matahari terbenam di laut Labuan Bajo dengan aman dan nyaman. Ada juga tempat duduk buat santai di tengah-tengah, lho.
Di sebelah Gardu Pandang Puncak Waringin, sekarang ada gedung utama dengan arsitektur rumah adat Manggarai. Gedung ini punya viewing deck buat lihat pemandangan, bro.
Mereka juga nambahin beberapa fasilitas baru, kayak toilet, musala, pos jaga, dan ruang genset buat nambah kenyamanan pengunjung. Di luar area, ada taman, amphiteater, area parkir, dan jalan setapak, jadi semakin komplit deh.
[Baca juga : "Di Labuan Bajo, Cuss Ke Desa Budaya Compang To'e Melo, Bro!"]
Gak heran kalo Puncak Waringin sekarang jadi tempat kumpul warga. Gardu Pandang jadi salah satu spot terbaik buat lihat senja, selalu rame banget pas sore menjelang malam. Di sini lo bisa nikmatin pemandangan kota Labuan Bajo yang keren banget.
Lo pasti bakal terkesima, bro, lihat laut biru yang bersanding sama langit senja yang indah. Pelabuhan laut dan aktivitasnya terlihat jelas dari sini, tambahin lagi kapal-kapal dan pulau-pulau dengan pemandangan perbukitan yang keren.
Nah, yang seru lagi, Puncak Waringin ini ada di tengah kota Labuan Bajo, loh! Cuma kurang dari dua kilometer dari Bandara Komodo, jadi lo bisa nyampe sini dalam waktu sekitar 5 menit pake mobil. Di sekitar sini juga banyak hotel dan restoran, jadi kalo mau nginep atau mau makan enak, gampang banget, bro! (Sumber Foto @sampeyanndalem)
...moreTripTrus.Com - Indonesia memiliki berbagai destinasi wisata yang memukau dan tak kalah indah dari wisata yang berada di luar negeri, mulai dari pantai, gunung, situs bersejarah bahkan wisata horor.
Beberapa tempat wisata di Indonesia ini terkenal dengan hal-hal mistis dan juga terkenal angker. Biasanya orang-orang mengunjungi tempat ini untuk melakukan uji nyali. Melansir dari berbagai sumber, berikut ini adalah tempat wisata horor di Indonesia:
1. Lawang Sewu, Semarang
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh VISIT TO SEMARANG (@visittosemarang)
Lawang Sewu adalah bangunan bersejarah peninggalan zaman penjajahan Belanda. Lawang Sewu berarti seribu pintu, yang memang banyak memiliki pintu di bangunannya. Tempat ini memiliki banyak kisah mistis dan merupakan tempat terangker nomor 2 di Asia, lho.
Penjara bawah tanahnya menjadi salah satu destinasi wisata horor di Indonesia paling terkenal sebelum akhirnya ditutup pihak pengelola. Lawang Sewu adalah bangunan bersejarah peninggalan zaman penjajahan Belanda.
Lawang Sewu berarti seribu pintu, yang memang banyak memiliki pintu di bangunannya. Tempat ini memiliki banyak kisah mistis dan merupakan tempat terangker nomor 2 di Asia, lho. Penjara bawah tanahnya menjadi salah satu destinasi wisata horor di Indonesia paling terkenal sebelum akhirnya ditutup pihak pengelola.
2. Desa Trunyan, Kintamani
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Ingga Pratama (@inggaman)
Desa Trunyan berada di Bali tepatnya di sisi timur, danau Batur, Kabupaten Bangli, Bali. Desa ini merupakan tempat pemakaman yang kini di jadikan tempat wisata. Kalau biasanya orang yang meninggal dunia dimakamkan di dalam tanah atau dikremasi, Desa Trunyan memiliki tradisi yang berbeda.
Di desa ini, jenazah akan diposisikan di bawah pohon Taru Menyan sebagai prosesi adat. Meski diletakkan di atas tanah, jenazah ini tidak berbau busuk. Warga sekitar meyakini jika bau busuk tersebut diserap oleh pohon Taru Menyan.
3. Gunung Kawi, Malang
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Audrey (@audrey31000)
Gunung Kawi yang memiliki tinggi 2551 mdpl ini menjadi tempat wisata bagi masyarakat yang ingin mencari pesugihan. Menurut mitos yang beredar di gunung kawi terdapat sebuah markas jin dan konon banyak warga dan wisatawan yang berkunjung untuk meminta kekayaan.
Bagi orang yang keinginanya terkabul maka harus memberikan seserahan berupa tumbal manusia yang masih ada hubungan darah dengannya. Jika tidak memberikan tumbal maka orang itu akan diganggu oleh penunggu makluk halus yang ada di gunung tersebut.
4. Kamar 308 Hotel Samudera Beach, Sukabumi
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Endah Sutra (@endahsutra)
Misteri kamar 308 milik Nyi Roro Kidul di Hotel Samudera Beach, Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat ini berhubungan dengan sosok mistis yang disebut penjaga pantai selatan.
Di kamar itu terdapat ranjang, perhiasan dan lukisannya yang terpampang besar di tembok kamar berwarna serba hijau ini. Masyarakat sekitar juga sangat percaya dan melarang masyarakat mengunjungi pantai dengan pakaian berwarna hijau. Konon katanya Nyi Roro Kidul bakal marah dan bagi masyarakat yang mengunjungi pantai selatan dengan berpakaian hijau maka akan menerima peristiwa gaib yang menakutkan.
[Baca juga : "Daftar 16 Event Pariwisata Danau Toba 2022"]
5. Benteng Fort Rotterdam, Makassar
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Mawaddah (@adsunhee)
Benteng Fort Rotterdam dibangun pada masa penjajahan Belanda. Sempat disebut Benteng Ujung Pandang, bangunan ini terletak di pinggir pantai sebelah barat Kota Makassar. Bangunan ini dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa IX dan sempat menjadi saksi sejarah perjuangan warga Makassar melawan penjajahan bangsa Belanda.
Oleh karena umurnya yang sangat tua serta perannya dalam sejarah bangsa, bangunan ini menjadi salah satu destinasi bersejarah sekaligus destinasi wisata horor di Indonesia. Konon, karena sering terjadi pembantaian saat upaya perebutan benteng ini oleh masyarakat Gowa, terdapat banyak orang yang merenggang nyawa di tempat yang kini terkenal angker ini.
Mitosnya adalah sosok sumiyati yang menjadi sosok penunggu nya yang tidak senang pengunjung laki-laki mengenakan baju merah.
Itu dia 5 tempat wisata horor yang ada di Indonesia, kamu tahu tempat lain yang gak kalah horor? (Sumber: Artikel sonora.id Foto @tripalaspurwo)
...moreLembah Harau merupakan lembah yang subur terletak di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Berada sekitar 138 km dari Padang dan sekitar 47 km dari Bukittinggi atau sekitar 18 km dari Kota Payakumbuh dan 2 km dari pusat pemerintahan Kabupaten Lima Puluh Kota. Tempat ini dikelilingi batu granit terjal berwarna-warni dengan ketinggian 100 sampai 500 meter. Harau diyakini berasal dari kata ‘parau’, istilah lokal yang artinya suara serak. Dulu, penduduk yang tinggal di atas Bukit Jambu sering menghadapi banjir dan longsor sehingga menimbulkan kegaduhan dan kepanikan. Penduduknya sering berteriak histeris dan akhirnya menimbulkan suara parau. Dengan ciri suara penduduknya banyak yang parau didengar maka daerah tersebut dinamakan ‘orau’ dan kemudian berubah nama menjadi ‘Arau’ hingga akhirnya penyebutan lebih sering menjadi ‘harau’.
Melakukan perjalanan sejauh 44 kilometer ke arah Pekanbaru dan Riau maka Anda akan berhenti di Lembah Harau dengan tebing batu granit curam setinggi 80-300 meter. Di Lembah Harau ini terdapat air terjun bernama Bunta Waterfall atau secara lokal disebut Sarasah Bunta. Air terjun ini mengalirkan air tawar segar dari dataran tinggi dengan tiga air terjun lainnya di lembah ini. Sarasah Bunta ini mempunyai air terjun yang berunta-unta indah apabila terpancar sinar matahari seperti bidadari yang sedang mandi sehingga dinamakan Sarasah Bunta. Lembah Harau sebenarnya merupakan cagar alam seluas 669 hektar. Hasil survei tim geologi asal Jerman tahun 1980 menemukan jenis batuan yang ditemukan di daerah ini identik dengan yang ditemukan di dasar laut berupa batuan breksi dan konglomerat. Legenda masyarakat Sarasah Aka Barayunjuga menceritakan bahwa di sekitar Cagar Alam Lembah Harau dulunya adalah laut.
Lembah Harau ini terdiri dari tiga kawasan yaitu Resort Aka Barayu, Resort Sarasah Bunta, dan Resort Rimbo Piobang. Resort Aka Barayun memiliki keindahan air terjun dan kolam renang ditambah nuansa alam yang asri. Selain itu juga berpotensi untuk pengembangan olah raga panjat tebing karena memiliki bukit batu yang terjal dan mampu memantulkan suara (echo). Di sini juga terdapat fasiltas penginapan berupa homestay lengkap dengan fasilitasnya. Di sinilah penggemar olah raga panjat tebing seperti menemukan surganya. Dinding curam bukan hanya menjadi daya tarik bagi fotografer tetapi pemanjat tebing pun tertarik memanjat dinding di lembah ini dimana terdapat 300 lokasi panjat tebing.
Di sisi lain, pagar tebing cadas yang curam telah menciptakan relief cantik sekaligus menantang terutama Anda yang menyukai olahraga panjat tebing. Kecuraman tebing di tempat ini mencapai 90 derajat dengan ketinggian yang mencapai 150 hingga 200 meter. Tak salah rasanya jika Lembah Harau menjadi surga bagi pecinta panjat tebing. Para pemanjat menjuluki lembah ini sebagai Yosemite-nya Indonesia. Bila anda tertarik dengan Lembah Harau, setiap tahunya pemerintah mengadakan festival Lembah Harau untuk info lebih lanjut silakan klik link dibawah ini http://www.triptrus.com/event/festival-lembah-harau-2018.
Sumber:http://travel.kompas.com/ Foto:https://www.lihat.co.id/wisata/lembah-harau-payakumbuh-sumbar.html
Kindly inform all of you we will have spectacular event on July, 13th to 15th 2018, these traditions of the Minangkabau will be presented at the Pasa Harau Art & Cultural Festival, the will be centered at the beautiful Harau Valley in Limo puluah koto Regency. Located about an hour’s drive from Bukittinggi city. The Harau Valley dubbed the Yosemite of Indonesia, has green rice fields hemmed in by huge granite rocks. Where refreshing waterfalls tumble down to irrigate the fields!!! β€β€β€β€ Check it out and DON'T MISS IT!!!!! https://pasaharau.com/ Are you ready to find another heaven in Indonesia? Come on! #indonesia #pasaharau #pasaharauartandculturefestival #minangkabau #westsumatera #limopuluahkota #limapuluhkota #art #culture #wonderfulindonesia #pesonaindonesia #ayokeindonesia #welcometoindonesia #travelling #event #duniamenujuharau #roadtopasaharau2018 #beautifuldestinations
A post shared by siska oktaviani (@chu8y) onApr 10, 2018 at 2:17am PDT
...moreTripTrus.Com - Sob, tahun 2024 nih, ada destinasi keren banget buat liburan, yaitu Kali Biru Genyem di Papua! Tempat ini bener-bener keren, bikin nganga deh. Mulai dari gunung sampe pantai, Papua punya potensi pariwisata yang nggak main-main, geng!
Kali Biru Genyem, located di Berab, Nimbokrang, Jayapura, Papua, adalah spot alam yang lagi hits banget. Kolam alami dengan air biru jernih yang masih alami banget. Bahkan, banyak yang upload foto Kali Biru di media sosial, loh.
View this post on Instagram
A post shared by Papua Digital Media Kabupaten Jayapura (@pdmkabupatenjayapura)
Nggak cuma itu, di sini juga bisa lihat burung Cenderawasih, yang mana langka banget. Udah kayak masuk surga gitu, bisa nyemplung di kolam air jernihnya, tapi tetep harus hati-hati ya, karena kedalamannya sampe 5 meter.
Siang hari paling oke buat mampir ke Kali Biru Genyem, pas matahari bisa bikin airnya keliatan makin kece. Selain renang, bisa juga selfie ria dengan latar belakang alam Papua yang alami banget.
Tempatnya di kaki gunung, udaranya seger banget. Pemandangan sungai yang cantik plus udara sejuk, cocok banget buat refreshing dari rutinitas yang bikin bosen.
Uniknya lagi, Kali Biru Genyem ini di hutan lindung, jadi bisa sambil ngelihat burung langka Papua, terutama burung Cendrawasih. Kalau beruntung, bisa aja ketemu hewan langka ini lagi asyik-asyiknya di hutan lindung.
[Baca juga : "Wih, Pulau Mansinam Di Papua Katanya Bakal Dirombak Jadi Tempat Wisata Religi Yang Keren Abis Tahun"]
Gak cuma alamnya, di sini juga bisa lihat kebudayaan lokal di Kampung Berab Genyem. Penginapan juga ada, atau bisa ikutan paket wisata edukasi, misalnya belajar menganyam noken langsung dari masyarakat setempat.
Perjalanan dari Bandara Sentani ke Kali Biru Genyem memang agak jauh, sekitar dua jam lah. Tapi jangan khawatir, pemandangan alam Papua bakal nemenin perjalanan kamu, geng! Selama perjalanan, kamu bisa nikmatin pemandangan perbukitan dan pegunungan yang bikin hati adem.
Jadi, gimana? Pengen coba explore Kali Biru Genyem di Jayapura, Papua? Mantap, deh! Nggak bakal nyesel, pasti bakal dapet pengalaman liburan yang beda dari yang lain! (Sumber Foto @seto.buntel)
...moreTripTrus.Com - Travelport merilis hasil risetnya tentang potret wisatawan dunia. Ada 19 negara yang disurvei potret wisatawannya. Dan wisatawan Indonesia menempati posisi ketiga paling digital di dunia, setelah India dan Cina.
Berikut hasil lengkap hasil riset Travelport seperti dipaparkan Mark Meehan, Managing Director Asia Pasific Travelport dan Raymond Setokusumo Predir PT Galileo Indonesia Perdana yang juga di Restoran Plataran Menteng.
Travelport melakukan survei pada 11 ribu responden wisatawan global dengan rentang usia 19-55 tahun, khusus melihat penggunaan alat digital dalam merencanakan, memesan dan melakukan perjalanan. Dari 19 negara wisatawan yang disurvei, salah satunya Indonesia. Hasilnya menarik, traveler Indonesia ternyata berada di posisi tiga bisa paling digital. Ada empat tahapan perjalanan wisatawan yang disurvei: planning (perencanaan), booking (pemesanan), the journey (perjalanan) dan in destination (di tempat tujuan).
The Global Digital Traveler Research yang dilakukan Travelport ini merupakan survei online memanfaatkan sampel wisatawan Toluna Research pada bulan Agustus 2017. Resoponden yang disurvei setidaknya telah melakukan satu penerbangan kembali tahun lalu. Wisatawan Indonesia menjadi salah satu yang diriset dikatakan Meehan, mengingat pertumbuhan pariwisata di Indonesia tumbuh secara signifikan sekitar 25,68 persen pada tahun ini, melampaui kawasan Asia Pasifik dan pasar negara berkembang lainnya.
“Kami berharap dengan paparan riset ini, bisa menjadi acuan penyedia layanan perjalanan, agar tetap relevan dalam memberikan alat dan konten digital yang tepat waktu yang merupakan sarana penting dalam menjangkau dan memuaskan wisatawan Indonesia mulai dari mereka merencanakan perjalanan hingga kembali dari perjalanan mereka,” terang Meehan.
Raymond menambahkan, itulah mengapa penting bagi pelaku di bisnis perjalanan dan wisata beradaptasi dengan perkembangan digital wisawatan Indonesia. Apakah itu agen wisata maupun airlines. Ia menyebut mengutip angka IATA (The International Air Transport Association) setidaknya ada 360 juta orang Indonesia akan melakukan perjalanan pada 2036. “Tahun 2016 saja angkanya sudah mencapai 120 juta, diprediksikan akan ada tambahan sekitar 235 juta penumbang baru,” imbuhnya.
Menurut Raymond, dulu dukungan digital hanya untuk transaksi saja. “Sekarang dengan dukungan digital, airlines pun terus beradaptasi. Penumpang kini bisa menentukan posisi tempat duduk, menentukan maksimal bawaan mereka. Dulu dibatasi hanya satu batasan maksimal, sekarang dengan banyak pilihan. Kita jadi lebih fleksibel,” ujarnya.
Meehan menambahkan temuan Travelport menunjukkan pentingnya alat digital bagi wisatawan sepanjang perjalanan mereka. “Kami mengindentifikasi adanya kebutuhan bagi industri perjalanan dan perhotelan global nilainya 7,6 triliun dolar Amerika untuk beradaptasi secara terus menerus untuk memberikan layanan yang responsif, relevan dan tepat waktu bagi pelanggan,” ujarnya.
Travelport merupakan perusahaan teknologi yang menyediakan solusi digital baik untuk agen travel maupun airlines. Di Indonesia, Travelport menjadi rekanan bagi Panorama, Dwidaya, Smilling Tour juga Traveloka dalam membangun digital platform mereka. Total ada 400 perusahaan termasuk airlines yang sudah menjadi rekanan mereka.
Ketika melakukan perencanaan perjalanan (planning), 93% wisatawan Indonesia menggunakan video dan foto di media sosial yang diunggah temannya dalam menentukan tujuan wisata mereka. Angka ini sangat tinggi dibanding negara lain di Asia Pasifik yang hanya 76%. Dan 71% wisatawan yang diriset menggunakan pencarian suara ketika mencari tujuan wisata, angka ini kedua setelah Cina hanya beda 1 persen dengan 72%.
“Walau demikian menariknya, mereka masih membutuhkan konsultasi dengan agen perjalanan profesional dalam memutuskan perjalanan wisata mereka. Ini ditunjukkan dengan 84 persen wisatawan menggunakan konsultasi agen perjalanan,” terangnya.
Saat pemesanan perjalanan, saking digitalnya wisatawan Indonesia, mereka akan memilih hotel yang memiliki fasilitas wifi di dalam kamar mereka. “Wisatawan Indonesia akan menolak jika hotel men-charge untuk wifi, sekitar 63 persen angkanya, beda sedikit dari angka global 61 persen,” ungkap Meehan. Dan ketika booking, 68% wisatawan melakukannya melalui ponsel pintar mereka. Bahkan untuk corporate trip pun, 35% bahkan melakukannya melalui aplikasi mobile. Dan 43% responden menyatakan frustasi jika harus memesan elemen-elemen perjalanan secara terpisah, semisal booking tiket pesawat, hotel atau trip wisata mereka secara terpisah.
Ketika dalam perjalanan pun demikian, wisatawan Indonesia ingin selalu terhubung dengan keluarga atau koleganya. Ini ditunjukkan dengan 84% menyatakan bahwa ingin selalu terhubung saat bepergian apakah melalui telepon internet maupun video call. “Dalam perjalanan mereka tidak ingin dibuat ribet dengan urusan print tiket, ini terlihat dari 80 persen menyatakan boarding pass digital dan e-ticket membuat perjalanan lebih mudah,” terangnya.
Saat sudah tiba di tujuan, 64% wisatawan bisnis sangat menghargai layanan concierge di ponsel pintar mereka. “Lalu 57 persen pelancong lebih memilih check in hotel melalui aplikasi dan 80 persen yang disurvei menyatakan akan memberikan review pada hotel dan restoran yang mereka kunjungi, sedangkan riset global menunjukkan hanya 75 persen memberikan review,” ujarnya. (Sumber: Artikel swa.co.id)
...moreJakarta, 6 Oktober 2023 - Andre Husada selaku Co-Founder & CEO HOLEO menghadirkan sebuah buku bisnis yang bertajuk “Startup Safari”. Startup Safari bukan sekadar buku bisnis biasa. Buku ini dapat menjadi playbook dan panduan bagi para pemuda yang ingin menciptakan perubahan. Buku ini punya 3 kelebihan yang menjadikan buku ini ramah bagi anak muda.
View this post on Instagram
A post shared by Startup Safari Book (@startupsafaribook)
Memadukan Penciptaan Startup dan Perancangan Target PribadiBuku Startup Safari menarik karena memadukan dua tema utama, yaitu seputar startup dan perancangan target pribadi. Kedua hal ini disatukan dengan metode yang sering digunakan di dunia startup, yaitu Design Thinking. Startup Safari menjelaskan bahwa metode Design Thinking tidak hanya dapat digunakan untuk mendirikan startup, tetapi juga untuk merancang target pribadi.
Mempersembahkan Contoh Nyata dari Berbagai StartupStartup Safari mempersembahkan 100 contoh perusahaan startup yang beroperasi di Amerika Utara dan Asia Tenggara agar anak muda mendapatkan gambaran tentang proses berdirinya sebuah startup dan strategi yang digunakan startup tersebut untuk terus maju.
[Baca juga : "Holeo Atraksi Wisata Pertama Di Indonesia Yang Cocok Untuk Berekreasi Dan Berelasi"]
Buku yang Bersifat InteraktifSelain memaparkan contoh-contoh strategi bisnis yang diterapkan oleh beberapa startup, buku ini juga mengajak anak muda untuk berinteraksi dan merefleksikan tujuan hidup. Di setiap akhir bab buku ini terdapat pertanyaan-pertanyaan yang mendorong pembaca untuk merefleksikan tujuan pribadi mereka. Lalu, di bagian akhir buku, pembaca diajak untuk menyusun roadmap masa depan.
Segera dapatkan buku Startup Safari di Tokopedia dan Amazon seharga Rp 129.000. Info lebih lanjut tentang Startup Safari dapat diakses di akun Instagram dan TikTok Startup Safari di @startupsafaribook.
...moreTripTrus.Com - Ngomongin gunung, bro, Indonesia emang dikelilingi gunung-gemun yang indah banget dan bikin kagum. Nah, buat yang doyan mendaki, gunung tuh jadi pilihan favorit buat ngehabisin masa libur panjang, pastinya.
Pasalnya, gunung punya kecantikan dan daya tarik sendiri, terutama buat pecinta alam. Makanya, banyak pendaki yang demen banget mendaki gunung buat menikmatin keindahannya.
Tapi, siapa nyangka, di balik keindahannya, ada yang bilang kalo gunung itu tempat paling angker dan penuh cerita mistis. Bahkan sering banget mereka yang suka mendaki gunung ngalamin kejadian-kejadian aneh waktu mendaki.
Cerita mistis ini nggak cuma dari orang-orang yang tinggal di sekitar gunung aja, tapi juga dari para pendaki yang langsung ngalamin sendiri pas mendaki. Meskipun ada hal-hal mistis, beberapa gunung di Indonesia malah jadi favorit para pendaki. Nah, berikut daftar gunung paling angker di Indonesia yang wajib kamu tau.
1. Gunung Semeru
Gunung Semeru, si raja gunung di pulau Jawa, bro. Tingginya sampe 3.676 mdpl, makanya jadi gunung paling tinggi di Jawa. Nggak heran banyak pendaki yang mampir kesini setiap tahun. Tapi, siapa nyangka, di balik keelokan itu, Semeru juga punya cerita-cerita misteri yang bikin dia masuk daftar gunung paling angker di Indonesia, loh.
Cek Arcopodo, misalnya. Tempat yang sering jadi pos nongkrong buat para pendaki. Di tempat ini ada 2 patung prajurit dari Kerajaan Majapahit yang bisa muncul atau ilang begitu aja, keceplosan gitu.
Lalu ada larangan ngambil ikan emas di Danau Ranukumbolo, katanya ikan-ikan itu jadi penjaga danau yang bermutasi jadi ikan. Ada juga cerita tentang Dewi Ranukumbolo, sosok dewi yang suka muncul pake kebaya kuning di situ. Sampe di puncak Mahameru, di sana konon para dewa ngumpul dan tinggal. Mereka nyaman banget disitu, bro.
2. Gunung Kelud
Gunung Kelud, tuh gunung yang paling angker, nih, bro. Lokasinya di Jawa Timur, geng. Gunung ini termasuk gunung yang paling aktif di Indo, loh, dan terakhir meletus tahun 2014. Di gunung ini banyak cerita mistis yang bikin heboh para pendaki dan warga sekitar. Ada jalan misterius yang bisa bikin mobil jalan sendiri, padahal jalan datar dan mesin mati, serem banget!
Ada juga larangan buat ngelewatin Hari Keramat Wage, katanya angker banget tuh hari, jadi masyarakat sekitar Kelud harus hati-hati. Soalnya, di tahun 1955, 1966, 1990, 2007, dan 2014, letusan gunung itu kejadian pas Hari Wage (kalender Jawa). Nggak cuma itu, ada legenda turun-temurun di masyarakat sekitar Kelud. Katanya, setiap bulan Suro (kalender Jawa), mereka lakuin ritual buat nolak sumpah yang dikasih sama Lembu Suro. Ritualnya juga sebagai ungkapan rasa syukur ke Sang Hyang Widhi, bro.
3. Gunung Rinjani
Gunung Rinjani, bro, itu gunung di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Ngga nyangka, loh, gunung ini jadi gunung berapi tertinggi kedua di Indo, tingginya sampe 3.726 meter di atas permukaan luat! Tiap tahunnya banyak pendaki yang kepincut buat naik gunung ini dan nikmatin indahnya alam dari puncak. Eh, tapi siapa nyangka, Gunung Rinjani juga masuk kategori gunung paling angker di Indo, bro. Nama "Rinjani" itu dari seorang putri namanya Dewi Anjani. Nah, dulu si Dewi Anjani itu manusia biasa yang ninggalin dunia dan nyepi di gunung.
Abis nyepi, dia dapet kesaktian sampe diangkat jadi ratu sama bangsa jin di gunung itu, bro. Gunung Rinjani punya danau, namanya Danau Sagara Anak. Danau ini dianggep tempat suci dan dihormatin banget sama warga sekitar, terutama Suku Sasak.
Mereka percaya kalo orang berenang di danau ini tapi ada niat jahat, bakal bawa sial, bro. Jadi, makhluk-makhluk di danau, tuh, pada marah dan bisa tarik orang itu masuk ke danau, serem, kan?
4. Gunung Lawu
Gunung Lawu, bro, itu ada di perbatasan Jateng sama Jatim. Nah, gunung ini punya banyak cerita mistis yang udah terkenal sampe ke segala penjuru, lho. Salah satunya cerita tentang tiga puncak utamanya yang masing-masing punya kisah sendiri-sendiri, bro.
Puncak Hargo Dalem itu dipercaya jadi tempat pamoksan Prabu Bhrawijaya Pamungkas. Puncak Hargo Dumiling jadi tempat pamoksan Ki Sabdopalon, dan puncak Hargo Dumilah dipercaya jadi tempat buat meditasi, bro. Banyak yang percaya kalo Gunung Lawu itu pusat kegiatan spiritual di Jawa, dan ada hubungannya dengan Budaya Praja Mangkunegaran beserta tradisinya. Makanya, setiap pendaki wajib taat pada segala larangan dan patangan yang ada.
Cerita mistis lainnya yang super terkenal itu ada Pasar Setan, bro. Konon katanya, kalo pendaki yang beruntung melewati jalur ke pos lima, bakal denger suara yang bilang, "beli apa dik". Kalo gitu, pendaki itu harus buru-buru ambil barang di sekitarnya, kayak batu, ranting, daun, dan sejenisnya, bro.
[Baca juga : "Destinasi Seru Dan Aman Buat Solo Traveler Perempuan Di Indonesia!"]
5. Gunung Salak
Gunung Salak, bro, itu sering dikunjungi sama pecinta alam karena punya jalur pendakian yang menantang abis. Tapi nggak cuma itu, Gunung Salak juga terkenal banget sama cerita-ceria mistisnya dan dipercaya jadi gunung suci oleh masyarakat Sunda, bro. Katanya sih, gunung ini jadi tempat Prabu Siliwangi menghilang. Keren banget, kan?
Tapi hati-hati, bro, Gunung Salak ini dianggap gunung paling angker. Mulai dari Kawah Ratu, banyak banget korban jiwa yang terhirup gas beracun, parah kan? Ada juga cerita mistis tentang danau di sana, bro. Katanya, kalo ada yang berenang di danau itu dengan niatan buruk, dia bakal alamin kesialan parah, bro.
Makhluk-makhluk yang di dalam danau, mereka bakal marah dan nyeret orang itu masuk ke dalam danau, serem banget, kan? (Sumber Foto @steelorca.io)
...more