TripTrus.Com - Kalo lo mau nyoba suasana kencan beda di Jakarta, cobain deh yang lagi hits: Museum Date! Nggak cuma dapet vibes romantis, lo juga bakal punya banyak spot foto aesthetic buat nge-update Instagram atau TikTok lo. Di sini gue kasih daftar museum date paling keren di Jakarta, dijamin gak ngebosenin dan bisa jadi pengalaman yang memorable bareng doi.
View this post on Instagram
A post shared by Anis (@anislisis)
1. Museum Nasional Indonesia
Museum Nasional Indonesia yang terletak di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat ini bisa banget lo jadiin spot date yang beda dari biasanya! Gak cuma pameran artefak budaya Indonesia yang udah ada sejak dulu, di sini lo juga bisa nikmatin pameran temporer dan pertunjukan imersifA yang kayak bawa lo ke suasana lain. Cocok buat lo yang pengen belajar sambil have fun. HTM buat pameran temporernya mulai dari Rp20 ribu, dan buat pertunjukan imersifA Rp35 ribu. Lo juga bisa beli tiketnya online, jadi lebih praktis buat yang gak suka ribet. Pokoknya, selain dapet konten keren, lo juga dapet vibes baru yang unik bareng pacar.
2. Galeri Nasional Indonesia
Nah, kalo lo pengen yang punya vibe artistik banget, langsung aja cus ke Galeri Nasional di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat. Galnas ini udah populer banget bahkan sebelum museum date trend di kalangan anak muda. Pameran di sini selalu ganti tiap beberapa minggu atau bulan, jadi nggak akan pernah ngebosenin. Museum ini punya koleksi karya seni rupa dari Indonesia sampe internasional, mulai dari lukisan, patung, seni instalasi, sampe kriya! Enaknya lagi, HTM-nya gratis, cuma perlu reservasi lewat website mereka.
3. Atsiri di Sarinah
Atsiri di Sarinah ini unik banget karena beda dari museum lainnya! Lokasinya ada di lantai 5 Gedung Sarinah, Jakarta Pusat, dan di sini lo bisa cobain pameran interaktif buat tebak-tebakan aroma dan nikmatin ruangan glow in the dark. Bikin kencan lo makin asik karena interaktif dan beda dari museum biasanya! Setelah puas explore, lo bisa mampir ke toko atau restoran yang ada di sana buat chill bareng pacar. HTM Atsiri di Sarinah sekitar Rp45 ribu, jadi worth it banget buat dapetin pengalaman date yang memorable.
4. Museum MACAN
Museum MACAN (Modern and Contemporary Art in Nusantara) adalah destinasi yang pas banget buat lo yang suka seni kontemporer. Terletak di AKR Tower, Jakarta Barat, museum ini punya berbagai koleksi seni modern yang nggak cuma dari Indonesia, tapi juga mancanegara. Pameran di sini sering ganti, jadi lo nggak akan pernah ngerasa bosen buat balik lagi. HTM-nya mulai dari Rp56 ribu pas weekdays dan Rp72 ribu weekend. Yang bikin spesial, museum ini punya instalasi seni yang Instagramable banget, bikin lo bisa dapet banyak spot foto yang aesthetic.
5. Art:1 New Museum & Art Space
Art:1 New Museum di Gunung Sahari ini punya koleksi seni rupa modern dan kontemporer yang keren banget! Museum ini berdiri sejak 1983 dan punya tiga lantai yang isinya macem-macem. Selain ruang pameran buat lukisan dan patung, ada juga Art Space yang khusus buat video art dan fotografi. Cocok banget buat lo yang nyari spot foto kreatif dan beda. HTM-nya mulai dari Rp35 ribu sampe Rp75 ribu tergantung umur, dan jam bukanya Selasa-Minggu mulai dari pukul 10.00 pagi.
[Baca juga : "Liburan Santuy Di Lombok Dan Gili, Relax, Party, Atau Mendaki?"]
6. MoJA Museum
Buat yang mau kencan seru dan beda, MoJA Museum jawabannya! MoJA punya wahana MoJA 2.0 yang berisi 17 ruang labirin interaktif, dan semuanya Instagramable. Di sini, lo bisa foto-foto, eksplor ruang interaktif yang keren, dan banyak area foto estetik buat IG atau TikTok. Lokasinya di Kompleks GBK, Jakarta. HTM sekitar Rp115 ribu weekday dan Rp135 ribu weekend, tapi worth it banget karena suasananya yang playful dan beda dari museum biasanya.
7. Dialogue Artspace
Dialogue Artspace yang ada di Kemang Selatan ini beda dari museum biasa karena juga jadi tempat event kaya workshop, seminar, sampe bazaar. Lo bisa foto-foto bareng karya seni yang dipajang atau sekedar duduk chill sambil ngopi. Dialogue ini gratis tiketnya, jadi lo bisa bawa pasangan buat liat-liat atau ikut workshop yang lagi diadain di sana.
8. Museum Hakka Indonesia
Museum ini ada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dan cocok banget buat lo yang pengen tau lebih dalam tentang budaya Tionghoa Indonesia. Koleksinya mulai dari artefak budaya, makanan, sampai jamu tradisional. HTM-nya gratis, dan ini cocok banget buat lo yang pengen belajar sambil foto-foto estetik!
9. Magic Art 3D Museum
Kalo lo suka foto-foto 3D, Magic Art 3D Museum di Kota Tua, Jakarta Barat ini wajib banget dikunjungi! Banyak spot foto ilusi 3D dan juga ada wahana seru kayak ruang labirin kaca, kursi ilusi, sampe ruang ajaib yang bikin foto lo jadi makin keren. HTM mulai dari Rp40 ribu weekdays, jadi nggak bikin kantong bolong tapi lo bisa dapet konten foto yang lucu-lucu.
10. Galeria Sophilia
Museum dengan vibes klasik ini cocok buat yang suka seni gaya Eropa dan Cina. Letaknya di Calvin Tower, Kemayoran, Jakarta Utara, Galeria Sophilia ini punya banyak koleksi barang antik dan artefak unik dari berbagai budaya. Suasananya megah banget dan HTM-nya gratis buat anak-anak dan mulai Rp25 ribu buat usia 7 tahun ke atas.
Jadi, mana museum date yang bakal lo kunjungin duluan? Setiap tempat punya pengalaman dan vibes uniknya sendiri yang pastinya bakal bikin kencan lo makin memorable. Gak cuma buat foto-foto, tapi lo juga bisa nikmatin seni dan explore hal-hal baru bareng pasangan! (Sumber Foto @vian.syj)
...moreTripTrus.Com - Target kunjungan wisatawan ke NTB pada tahun 2024 bakal dikejar sampe lima juta orang, guys! Dispar NTB pun yakin bisa mewujudkan target itu lewat serentetan event keren yang bakal digelar.
Mulki, si Kepala Bidang Pemasaran Dispar NTB, bilang bahwa target gede ini juga mempertimbangkan kunjungan ke Tiga Gili (Trawangan, Air, Meno) di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Dia yakin banget, ngeliat kondisi sekarang, target ini bisa dicapai tanpa banyak beban.
"Target kita lima juta. Gili-gili udah naik sekarang, tinggal naikin kualitas aja. Gak susah banget kok ngeliat step-stepnya," ungkapnya semangat, Senin (28/11) pagi.
View this post on Instagram
A post shared by Tristan Valmy (@trisiwiz)
Katanya lagi, tiap harinya udah ada sekitar 2 ribu turis mancanegara yang merapat ke Tiga Gili. Selain itu, potensi wisatawan juga datang dari kapal pesiar yang berlabuh di Lombok. "Nah sekarang gimana kita atur sama KLU dan gimana caranya ngefisienin biar serasi," jelasnya.
Dia ngejelasin lagi, target wisatawan saat ini udah mendekati dua juta orang. Plus, akhir tahun 2023 ini diprediksi bakal melonjak. "Pasti nambah kalo udah akhir tahun. Makanya aku yakin tahun 2023 bisa capai tiga juta wisatawan. Tinggal sesuain data aja," tambahnya semangat.
[Baca juga : "Desa Wisata Serangan Bakal Makin Keren Di 2024!"]
Supaya target bisa tercapai, rencananya bakal ditambah rute penerbangan dan dikoreksi harga tiket biar ramah dompet. Turunin harga tiket ini sih butuh kebijakan nasional. "Harus ada kebijakan nasional, itu kendalanya. Kita kemarin ajak investor ke PJ Gub biar rute dari Senggigi, Tiga Gili, sampe Pulau Moyo, Komodo bisa lanjut terus," bebernya.
Target ini juga dapet dukungan dari Kemenparekraf RI, loh. Ada banyak event seru yang bakal digelar buat tarik perhatian para wisatawan. "Event-event ini banyak banget digelar. Nanti tata kelola kita bakal dipoles lagi biar makin kece," tegasnya.
Event terakhir tahun ini adalah Lombok Sumbawa Motocross. Mereka bakal usahain biar event ini bisa jadi agenda rutin yang dihelat pertengahan tahun. "Ada nih Lombok Sumbawa Motocross, mungkin kedepannya bisa mulai tahun atau pertengahan tahun. Gak mendadak, biar persiapannya makin oke," tambahnya sambil semangat. (Sumber Foto @thelomboklodge.pool.villas)
...moreFenomena ojek motor di kota-kota besar Indonesia seakan sudah menjadi kebutuhan. Kehadirannya dianggap sebagai jawaban atas permasalahan kemacetan di jalanan perkotaan. Perlahan namun pasti tren ojek motor mulai menginspirasi tumbuhnya usaha jasa serupa di kota kecil. Salah satunya Banyuwangi.
Meskipun arus kendaraan di Kabupaten Banyuwangi tidak termasuk yang mengalami kendala kemacetan, namun ternyata hal ini tidak menyurutkan tekad beberapa kelompok masyarakat setempat untuk terjun dalam bisnis jasa transportasi ojek motor.Sebagai kabupaten wisata, Banyuwangi memiliki wilayah yang luas, dengan sebaran lokasi wisata yang merata di berbagai penjuru dan jaraknya cukup berjauhan satu dengan lainnya, maka kebutuhan transportasi wisata yang efisien sangat dibutuhkan bagi para wisatawan yang akan berkunjung ke Banyuwangi. Utamanya bagi Anda yang akan menjelajahi alias mbolang ke kota yang berjuluk Kota Gandrung menggunakan transportasi umum seperti para backpacker atau traveler yang terdiri 2-3 orang, maka selama di Banyuwangi tentu sangat membutuhkan jasa transportasi yang mampu mengakomodasi rencana perjalanan yang fleksibel dan ekonomis. Ojek motor adalah jawaban yang tepat.Jasa ojek motor di Banyuwangi umumnya dilakukan baik oleh komunitas maupun perorangan yang terbagi dalam beberapa jenis layanan.Ada ojek motor yang memang mengkhususkan diri melayani pengantaran ke obyek wisata di Banyuwangi, ada ojek motor yang menyediakan aneka jasa, seperti sewa motor dan tour guide.Selain itu juga ada ojek yang fokus melayani jasa pengiriman barang, namun tidak tertutup kemungkinan bersedia melayani jasa ojek wisata.Berikut ini beberapa alternatif jasa ojek motor yang tersedia dan bisa dimanfaatkan para solo traveller selama berwisata di Banyuwangi.
1. MoJek Wisata Banyuwangi
MoJek (Motor Ojek) Wisata Banyuwangi melayani jasa pelayanan wisata ke seluruh Banyuwangi. Pengelola MoJek siap mengantarkan kemanapun dan kapanpun wisatawan dengan motto : Aman, Nyaman, Ramah, safety dijalan, dan menyenangkan.
Pihak MoJek membagi rute trip wisata Banyuwangi dalam beberapa jelompok, yaitu :1. Wisata Banyuwangi wilayah Barat : Kawah Ijen, air terjun , perkebunan Kalibendo.2. Wisata Banyuwangi wilayah Timur : Pantai Boom, Pantai cemara , wisata kota-kota, pantai blimbingsari3. Wisata Banyuwangi wilayah Utara : Baluran, Watudodol, Bangsring, villa Ketapang4. Wisata Banyuwangi wilayah Selatan : Pulau merah, wedi ireng, teluk hijau, pantai rejegwesi, pantai mustika.5. Wisata Banyuwangi wilayah ujung timur : alas purwo, G-land ,wisata ikan muncar, mangrove bedul, grajagan. Untuk menggunakan jasanya, pihak MoJek mematok tarif Rp 150.000/orang per trip wilayah. Tarif tersebut belum termasuk tiket masuk wisata yang harus ditanggung pengguna jasa.
Bagi traveler yang berminat menggunakan jasa MoJek, dapat menghubungi via : Telepon : 082335355915 Pin BB : 5CE1EE4D
2. Karangasem Trans
Karangasem Trans yang bermarkas di depan Stasiun Karang Asem Banyuwangi menyediakan aneka jasa seperti ojek wisata, sewa motor dan homestay.
Untuk jasa antar-jemput ke obyek wisata, mereka mematok harga sesuai dengan jarak lokasi, diantaranya : - Kawah ijen: 175 rb- TN Baluran: 175 rb (antar jemput)- Air terjun Kembar: 50 rb - Pantai Boom : 35 rb - Pulau Merah + Teluk Hijau (green bay): 400rb Sedangkan untuk sewa motor, penyewa akan dikenai tarif Rp 75 ribu per-24 jam. Kapanpun Anda membutuhkan jasa ojek wisata, Karangasem Trans siap dihubungi selama 24 jam.
Alamat Karangasem Trans :Jl.stasiun karang asem BANYUWANGICall/WA :082 332 582 004 (rudy)085 331 273 535 (koko)Pin BB : 5A19DA70
3. Motocy
Motocy adalah sebuah perusahaan yang melayani jasa persewaan sarana transportasi dan akomodasi perjalanan pariwisata di kota Banyuwangi. Selain memiliki jasa ojek motor dan sewa motor, Motocy juga memberikan jasa lain seperti sewa mobil/jeep dan homestay. Dengan support selama 24 jam pelanggan akan mendapat kemudahan jika sewaktu-waktu datang ke Banyuwangi, karena Motocy siap memberikan layanan antar jemput.
Motocy Banyuwangi :JL.Ikan Wijinongko Gg I Barat SDN Model No.5Kel. Sobo-BanyuwangiTelpon : 0333 3381434Mobile: 082 143 968 770
4. Bang Oji
Bang Oji (Banyuwangi Ojek Wisata) dinahkodai oleh Marcellinus Franky Triawan, seorang pemandu wisata Banyuwangi yang juga anggota Kopiwangi (Komunitas Peduli Wisata Banyuwangi), sebuah komunitas resmi yang terdaftar di Pemkab Banyuwangi.
Seakan ingin mensinergikan dengan profesinya, selain melayani jasa ojek ke berbagai tujuan obyek wisata di Banyuwangi, Franky - nama panggilannya - juga sekaligus menawarkan jasa sebagai pemandu wisata jika dibutuhkan oleh pengguna jasanya. Tentunya dengan tambahan ongkos.Untuk layanan jasa yang diberikan, Bang Oji mematok tarif yang bersahabat, sesuai dengan mottonya "Wisata Asik & Ga Bikin Kantong Berisik". Harga dan layanan fleksibel. Sebagai contoh, untuk jasa ojek ke Kawah Ijen, Bang Oji memasang tarif standar Rp 150 ribu untuk antar jemput dari starting point Stasiun Karang Asem atau Bandara Blimbingsari.Jika Anda tertarik menggunakan jasa Bang Oji, silakan menghubunginya melakukan kontak/WA di 081 357 054 740 atau 085 101 426 990. Anda juga bisa menghubungi Franky melalui akun medsosnya di www.facebook.com/marcellino.ndeso untuk mengenalnya lebih dekat.
5. Mas Jek
Sesuai dengan informasi di laman Facebook-nya, MASJEK yang beralamat di jalan KH Agus Salim Banyuwangi ini juga melayani jasa ojek online. MASJEK membagi jam operasionalnya dalam dua kelompok, untuk hari Kamis dan Sabtu aktif selama 24 jam, sedangkan untuk hari lainnya mulai aktif pada malam hari, yaitu pukul 18.00 WIB sampai 06.00 WIB.
Tidak ada informasi tentang tarif jasanya, namun bagi Anda yang berminat menggunakan jasa MASJEK dapat menghubungi di nomer kontak 085 722 222 088 untuk melakukan pemesanan.
6. Bang Jek
Bang Jek atau Banyuwangi Jasa Kirim, fokus utamanya memang melayani jasa pengiriman ke seluruh Banyuwangi, seperti antar barang, antar jemput anak sekolah, belanja di toko/mall, dan pesan antar makanan. Namun diluar jasa kurir, Bang Jek ternyata juga menerima aneka jasa lain seperti sebar brosur, laundri, cleaning service rumah.
Bukan tidak mungkin Bang Jek juga tidak akan menolak rejeki lain yang datang, semisal memberikan layanan ojek ke tempat-tempat wisata di sekitar Banyuwangi. Apalagi saat ini Bang Jek memiliki tim yang terdiri dari 6 orang yang siap memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggannya.
Alamat kantor Bang Jek :Jl. Al Hilal no. 3 (belakang kantor KPU) Krasak, BanyuwangiKontak : 081 335 590 008Atau Anda juga bisa langsung menghubungi personil Bang Jek yang terdiri :
Bang Jek 1
Tlp. 082 245 515 541
Pin 28BC2E3D
Bang Jek 2
Tlp. 082 245 515 540
Pin 29CCA8F7
Bang Jek 3
Tlp. 082 245 515 564
Pin 2AD07C8E
βͺBang Jek 4
Tlp. 082 234 747 600
Pin 5D0388DB
Bang Jek 5
Tlp 082 232 450 130
Pin 5D1D95F0
Bang jek 6
Tlp 082 231 747 413
Pin 5E669AF6
7. OL Jek
Ol Jek alias Oline Ojek adalah sebuah layanan jasa transportasi antar jemput dan jasa pengiriman dengan tarif terjangkau. Seperti juga Bang Jek, fokus Ol Jek sebenarnya adalah melayani jasa pengiriman barang, namun sejauh ada yang membutuhkan jasa ojek juga akan dilayani.
Ol Jek mematok jasanya sebagai berikut :- Jasa antar/jemput Rp 8 ribu untuk 6 km pertama, selanjutnya dihitung Rp 2 ribu/km.- Jasa antar barang, belanja, kirim paket/dokumen dan sebagainya dipatok Rp 7 ribu untuk tujuan kota Banyuwangi dan sekitarnya.
Jika Anda yang membutuhkan membutuhkan jasa Ol Jek, silahkan langsung menghubungi :Alamat: Jl. Bromo 76 BanyuwangiHP/WA: 085 656 002 160
Dengan keberadaan ojek motor di Banyuwangi yang menawarkan beragam jasa, tidak hanya wisatawan backpacker yang berencana mbolang ke Banyuwangi mendapatkan keuntungan dari banyaknya pilihannya, namun masyarakat lokal Banyuwangi pun dapat merasakan manfaatnya. Ojek online adalah suatu keniscayaan yang hadir karena faktor kebutuhan masyarakat modern yang didukung oleh kemajuan teknologi. Memang ojek motor di Banyuwangi belum secanggih ojek di kota besar yang sudah menerapkan aplikasi, namun kalau tujuannya baik dan manfaatnya sama-sama bisa dirasakan oleh penggunanya, mengapa tidak?
Happy travelling! (Sumber: Artikel banyuwangibagus.com Foto murianews.com)
...moreTripTrus.Com - Bro-sis traveler! Kalo lo lagi cari pantai vibe santai tapi tetap seru buat surfing, foto sunset, atau sekadar healing bareng squad, Batu Karas tuh salah satu destinasi paling worth it di Pangandaran, Jawa Barat. Pantai ini punya pasir hitam yang unik, ombak yang friendly buat pemula, dan suasana yang ga terlalu riweh kayak pantai lainnya. Di sini lo bisa bangun pagi sambil nyeruput kopi, nunggu sunrise sambil denger suara ombak tenang yang bikin pikiran lo chill abis, atau sore harinya nungguin matahari turun sambil foto OOTD yang langsung viral di feed lo. Gak cuma itu, suasana alamnya yang masih natural banget bikin lo ngerasa kayak nemu hidden gem sendiri di Selatan Jawa.
View this post on Instagram
A post shared by Antonius Rangga (@antoniusrangga)
1. Surfing & Main Air: Ombak Santai Buat Semua Level
Bro-sis traveler, kalo lo belum pernah surfing tapi pengen nyoba sensasinya, Batu Karas tuh spotnya paling pas! Ombaknya itu landai, stabil, dan panjang—pas banget buat pemula yang mau latihan berdiri di papan pertama kali, tapi juga seru buat yang udah bisa dikit-dikit ngacir di laut. Lo bisa sewa papan, ikutan kursus singkat, atau sekadar ngejar ombak kecil sambil nyebur bareng temen-temen lo. Gak perlu takut, vibe surf di sini tenang banget, bukan yang crowded kayak spot surfing terkenal lain, jadi lo bisa santai nikmatin tiap momen dari air. Pokoknya, pengalaman lo bakal beda banget dari pantai biasa karena lo bisa main air sepuasnya, latihan teknik dasar, bahkan foto aksi lo yang epik buat konten TikTok atau Reels!
2. Sunset & Sunrise: Spot Foto Hits yang Bikin Feed Lo Kece
Sis bro, serius deh—Pantai Batu Karas itu ga cuma soal ombak, tapi juga soal sunrise & sunset yang bikin feed Instagram lo makin aesthetic! Bayangin deh lo duduk di pasir hitam, kopi di tangan, sambil nungguin matahari nongol atau turun di balik laut—warna langitnya pink-orange yang ngeblend banget sama vibe chill lo. Banyak traveler yang datang cuma buat momen ini karena scenery-nya tuh literally Instagrammable sekaligus zen banget buat healing. Pas sore, suasana jadi romantis abis, cocok buat lo yang dateng bareng pasangan atau squad buat foto bareng sambil lowkey ngerasain vibes beach day yang ga terlupakan. Jangan lupa bawa kamera atau smartphone lo buat abadikan golden hour epic itu ya!
3. Kuliner & Penginapan: Asik Tanpa Bikin Kantong Kecut!
Bro sis traveler, lo pikir Batu Karas cuma soal laut doang? Nggak dong! Area sekitar pantai ini punya banyak warung makan kecil yang nyediain seafood segar—ikan bakar, cumi-cumi, sama menu lokal lainnya yang rasanya juara banget sambil lo nongkrong di warung pinggir pantai. Buat nginep? Banyak homestay murah yang vibe-nya tropis banget, sampe pilihan eco-lodge yang langsung nghadap ke pantai buat lo nikmatin ocean breeze tiap pagi. Lo juga bisa camping tepi pantai kalo pengen ngerasain tidur di bawah bintang sambil suara ombak jadi lullaby lo—super chill! Pokoknya, Batu Karas itu gabungan surf, kuliner, dan penginapan seru yang bikin liburan lo makin lengkap tanpa bikin kantong lo kebakar
[Baca juga : "Batu Karas: Bali-nya Jawa Barat Yang Low Budget Tapi Vibes-nya High Class"]
4. Tips & Itinerary Santai Buat Bro-Sis Traveler
Nah, biar perjalanan lo makin smooth, nih beberapa tips kece buat lo: dateng pas musim kemarau biar cuacanya cerah dan ombaknya pas buat surfing; bawa sunblock & topi karena sinar matahari bisa lumayan terik; dan siapin cash karena semua warung kecil kadang belum full support payment digital. Akses ke Batu Karas itu cukup gampang kok—jalanannya sudah bagus dan bisa dilalui motor atau mobil, jadi lo bisa roadtrip bareng temen lo sambil nikmatin scenery sepanjang jalan menuju pantai. Pokoknya, campurin itinerary lo: surfing pagi, kuliner siang, chill sunset, dan nongkrong malam buat smoothing vibes lo di Batu Karas!
Batu Karas Itu Liburan yang Ga Biasa!
Bro-sis traveler, kalau lo cari liburan yang beda dari yang lain—yang bukan cuma santai doang tapi juga penuh pengalaman seru—Batu Karas harus banget masuk list lo! Pantainya yang tenang, ombak yang ramah buat surfer pemula, panorama alam sunrise-sunset yang bikin hati adem, plus spot kuliner & homestay yang bikin betah, bikin tempat ini jadi paket wisata yang komplit banget. Lo bisa dateng buat solo trip, couple getaway, atau squad trip sambil bikin konten yang bakal nge-boost feed lo secara organic. Jadi, kapan nih lo ready buat roadtrip ke Batu Karas? ππΈβ¨ (Sumber Foto @adambrasco_)
...moreTripTrus.Com - Pemkot Malang mulai mempopulerkan walking heritage tour. Tujuannya selain menggaet wisatawan, konsep wisata ini untuk kenalkan wisata heritage sekaligus melestarikan bangunan cagar budaya.
Edisi sedang aras-arasen nyari gambar baru, jadinya mixing 2 gambar (lama dan baru). Gedung KPPN Malang . . . #Malang #arema #KotaMalang #Malangjadul #Malanglawas #Malangkotabunga #Fotokuno #Fotojadul #Fotomalang #malangtempodulu #Malangtempodoeloe #malangheritage #sejarahmalang #foto #photography #oldphotos #vintage #vintagephotos #netherland #nederlandschindie #dutch #indonesia #History #Historical #throwback #sejarah #jamanlawas #jamanold #tempodoeloe
A post shared by Malang Heritage (@malang.heritage) onApr 6, 2018 at 4:30am PDT
Bentuk kegiatan walking heritage tour yang mulai diujicobakan yakni mengajak generasi muda berkunjung lalu diskusi di kawasan heritage. Di antaranya di sekitar Balai Kota Malang, kawasan Tugu hingga Kayutangan.
“Ini menjadi salah satu percobaan program wisata baru Kota Malang yang menawarkan wisata jalan-jalan dan mengenal heritage Kota Malang dari tempat yang satu ke tempat yang lain,” jelas Kepala Seksi Promosi Pariwisata Disbudpar Kota Malang, Agung Bhuwana.
[Baca juga : Rumah Tegel Lasem, Saksi Bisu Kejayaan Masa Lampau!]
Beberapa waktu lalu, kata Agung, mahasiswa UMM dan ITN sudah mulai mencoba walking heritage tour. Lebih lanjut dia mengatakan, selain bisa meningkatkan kunjungan wisatawan, kegiatan tersebut juga menambah nilai wisata heritage dan budaya yang ada di Kota Malang. Hal tersebut dianggap menjadi instrument efektif Kota Malang untuk meningkatkan wisata tradisi. Atau wisata kebudayaan yang memang sudah ada sejak dulu.
Lebih lanjut Agung menyebutkan kawasan-kawasan di Kota Malang yang berpotensi digarap menjadi kawasan walking heritage tour. Di antaranya kawasan Jalan Ijen, koridor Pecinan, Koridor Celaket hingga Kayutangan.
Anggota tim Cagar Budaya Malang, Budi Fathoni belum lama ini membawa ratusan mahasiwanya melakukan walking heritage tour. Menurut dia, generasi muda diajak mengenal lebih dalam soal sejarah Kota Malang dari sisi tata arsitek Balai Kota Malang dan sekitarnya.
Struktur detail bangunan Balai Kota Malang menurut Budi merupakan peninggalan zaman kolonial Belanda. Dimana hal ini sangat unik karena masih bisa berdiri sampai sekarang dan terjaga. Tidak hanya di balai kota, mahasiswa juga diajak berkeliling ke kawasan bersejarah lainnya. Yakni kawasan Alun-Alun Merdeka, Kayutangan, Rajabali, sampai ke pertigaan PLN. (Sumber: Artikel malang-post.com, Foto Bramantiyo Marjuki)
...moreDi bagian barat lereng Gunung Lawu, tepatnya di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, sebuah bangunan bernama Candi Sukuh yang menyimpan misteri tersendiri. Sebagai salah satu dari beberapa candi yang terdapat di kaki Gunung Lawu, Candi Sukuh memiliki keunikan baik dalam hal bentuk bangunan dan relief serta patung-patung yang berada di sekitarnya. Di pertengahan abad ke-15, Kerajaan Majapahit mulai mengalami kemunduran, dengan masuknya agama Islam yang menyebabkan makin berkurangnya penganut agama Hindu di Jawa. Tapi di saat itu para penguasa Majapahit mendirikan Candi Sukuh di kaki Gunung Lawu, yang dianggap sebagai tempat sakral untuk memuja para arwah leluhur dan sebagai perlambang kesuburan. Maka tidak heran apabila di Candi Sukuh ditemukan banyak relief lingga dan yoni, perlambang alat kelamin pria dan wanita.Sir Thomas Raffles, penguasa Jawa pada masa itu, mengunjungi Candi Sukuh dan melihat kondisi candi itu dalam keadaan yang penuh kerusakan. Banyak patung yang dirusak, bahkan sebuah patung lingga berukuran besar pecah menjadi dua bagian. Raffles menyimpulkan bahwa perusakan ini dilakukan oleh para penganut agama Islam di abad 16, berdasarkan pola kerusakan yang sama di daerah-daerah yang menjadi titik penyebaran agama Islam.Berbeda dengan kebanyakan candi agama Hindu lainnya, Candi Sukuh tidak menghadap ke arah terbitnya matahari, melainkan menghadap ke arah barat. Selain itu, bentuk bangunannya juga berbeda. Bisa dibilang bahwa bangunan Candi Sukuh sekilas mirip dengan bangunan suku Maya di Amerika Selatan yang lebih mirip dengan piramid terpotong yang dikelilingi oleh monolit dan patung-patung besar. Bentuk bangunan Candi Sukuh lebih menyerupai trapesium dengan tiga teras bertingkat dengan satu anak tangga di bagian tengah sisi depan candi tersebut. Bentuk ini diperkirakan dibuat karena semakin berkurangnya pengaruh agama Hindu, yang menyebabkan pembuat candi kembali menggunakan desain dengan pola animisme.Saat memasuki Candi Sukuh, jelas terlihat relief yang menggambarkan hubungan badan dengan penggambaran lingga dan yoni. Tapi jangan berpikiran kotor dulu, TripTroops, bentuk-bentuk itu merupakan lambang untuk menghilangkan atau menyembuhkan segala kekotoran di dalam hati. Dahulu, di puncak Candi Sukuh terdapat sebuah patung lingga berukuran sekitar 1,8 meter. Patung ini kemudian dipindahkan untuk ditampilkan di Museum Nasional di Jakarta. Di sisi sayap utara gapura pintu masuk Candi Sukuh terdapat relief raksasa yang menggigit ekor ular. Relief ini merupakan lambang dari sengkalan memet (lambang tahun pembuatan) yaitu tahun 1359 Saka atau 1437 Masehi. Tahun itu dianggap sebagai tahun diselesaikannya pembuatan Candi Sukuh. Sementara itu, di sisi selatan terdapat relief raksasa memakan manusia, yang juga merupakan sangkalan memet dengan arti yang sama dengan gapura sisi utara.Selain bangunan candi, di Candi Sukuh juga dapat ditemui berbagai relief, seperti relief Bima yang menempa keris bersama Ganesha dan Arjuna. Lalu ada pula relief Dewi Kala yang berubah jadi raksasa yang ingin memangsa Sadewa yang berada dalam keadaan terikat. Selain itu, ada beberapa patung berbentuk garuda yang berukuran cukup besar, serta beberapa patung dengan bentuk pria yang sedang menggenggam (maaf) alat kelaminnya.Untuk mencapai Candi Sukuh, TripTroops bisa menggunakan jalur Solo, dengan menaiki bus jurusan Solo-Tawangmangu. Sebelum sampai di Terminal Tawangmangu, turunlah di Terminal Pandan dan menaiki bus atau angkot menuju Pertigaan Nglorog. Sesampai di sana, Candi Sukuh bisa dicapai dengan menaiki ojek - kendaraan satu-satunya yang menuju Candi Sukuh karena jalannya yang cukup terjal. Kalau TripTroops tidak biasa berjalan di jalur menanjak yang terjal, disarankan untuk menumpangi ojek. Dan dengan menambah sedikit biaya, ojek dapat diminta menunggu karena tidak ada kendaraan yang menunggu di Candi Sukuh. Untuk masuk ke Candi Sukuh juga tidak mahal. Ada sedikit biaya untuk membayar tiket yang harganya berbeda untuk pengunjung lokal dan pengunjung mancanegara.
Photos courtesy of: Wikipedia
...moreTripTrus.Com - Keindahan lokasi wisata terkadang dapat muncul dari mana saja, bahkan dari sisa-sisa kerusakan. Hal ini nampaknya terjadi di Sumatera Barat. Belakangan ini banyak muncul destinasi wisata di Sumbar yang ternyata merupakan sisa-sisa atau bekas tambang yang sudah tak terpakai dan di tinggalkan begitu saja. Cekungan di bukit dan darat, serta air yang terkumpul ternyata menciptakan sebuah danau atau bukit yang berbentuk unik.
Bermula dari satu orang mengunggah foto-fotonya di sosial media hingga menjadi viral. Akhirnya banyak wisatawan yang berdatangan ke lokasi tersebut tanpa memikirkan kondisi lokasi masih labil atau sudah aman. Tempat itu pun kemudian menjadi daya tarik untuk berfoto-foto, akhirnya jadi lokasi wisata dadakan. Berikut ini Langgam.id rangkum destinasi wisata di Sumbar yang merupakan bekas tambang.
1. Danau Biru, Sawahlunto
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Delvi Gustia Nasution (@delvigustia)
Danau Biru berlokasi di daerah Parambahan, Kota Sawahlunto dan tepat berada dalam lingkungan proyek tambang batu bara. Danau ini terbentuk dari bekas galian tambang batu bara.Untukmencapai lokasi ini berjarak sekitar 13 kilometer dari pusat kota Sawahlunto.
Sebelum menuju lokasi, sebaiknya siapkan kondisi kendaran. Karena untuk melihat danau yang indah ini kamu harus melewati jalan yang berkerikil dan belum diaspal. Hal ini wajar, karena Danau Biru bukan lokasi wisata yang di kelola pemerintah. Jadi wajar jika jalan menuju lokasi belum memadai dan masih banyak ditemukan parkir liar.
2. Lubang Mbah Suro, Sawahlunto
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh FauzanMa'arij (@fauzanmrj)
Kota Sawahlunto merupakan kota bekas tambang batu bara terbesar di Sumatra. Sudah sepatutnya Sawahlunto menjadi salah satu destinasi favorit untuk wisata tambang.
Lubang Mbah Suro merupakan destinasi wisata edukasi di Sumbar dan sudah dikelola oleh Pemko Sawahlunto. Untuk memasuki lubang tambang Mbah Suro kita membayar kira-kira Rp. 5.000. Sebelum memasuki lubang tambang, kita akan diberikan perlengkapan keamanan dan pemandu yang akan menjelaskan sejarah dan fungsi lubang tambang Mbah Suro dahulu.
[Baca juga : "6 Objek Wisata Di Bandung Perpanjang Periode Tutup Sementara"]
3. Danau Hijau, Kabupaten Sijunjung
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Budi Ca'uih (@mr_cauih)
Danau Hijau terletak di di ujung Nagari Bukit Bual, kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung. Lokasi danau hijau ini cukup jauh dari pusat kota, kita-kira sekitar 15 menit dari Tanjung Ampalu, dan 45 menit dari Muaro Sijunjung.
Disebut danau hijau karena airnya memang berwarna hijau. Awalnya danau ini hanya sekadar genangan air di tengah bukit akibat galian bekas tambang. Danau Hijau ini tiba-tiba menjadi viral seiring dengan viral nya Danau Biru di Sawahlunto.
4. Gunung Harun, Kabupaten Pesisir Selatan
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Adhex Yha (@adhexyha)
Gunung Harun, merupakan tambang emas yang di masa kolonial dikenal sebagai tambang emas Salido. Konon, orang dari berbagai bangsa sampai ke puncaknya untuk mendapatkan emas. Hingga kini dipercaya masih ada beberapa orang yang rutin mencari emas di ketinggiannya. (Sumber: Artikel langgam.id Foto @velrones )
...moreTRIPTRUS - Dari museum hingga wisata religi, berikut lima ide wisata menarik untuk dilakukan di bulan Ramadhan.
Siapa bilang bulan Ramadhan menjadi penghalang untuk berjalan-jalan? Meskipun tengah berpuasa, bukan berarti aktivitas jadi terbatas, termasuk jalan-jalan. Tapi, tentu saja tidak semua tempat bisa dikunjungi selama berpuasa. Berikut lokasi-lokasi asyik yang bisa dijadikan pilihan berwisata kala berpuasa di Bulan Ramadhan.
1. Museum
Berkunjung ke museum bisa dijadikan pilihan bagi Anda yang berpuasa tapi tetap ingin berwisata. Selain dapat mempelajari sejarah serta rupa-rupa barang yang ada di sana, mengunjungi museum tidak akan menyita banyak tenaga dibanding berwisata di luar ruangan.
2. Perpustakaan
Siapa bilang berwisata harus pergi ke obyek wisata umum di daerah kita? Perpustakaan juga bisa jadi tujuan wisata sambil menghabiskan waktu dengan membaca buku-buku yang ada. Anda bisa kunjungi perpustakaan umum di daerah Anda, selain mendapat ilmu, perpustakaan juga jadi sarana wisata gratis yang patut dicoba di Bulan Ramadhan.
3. Pameran atau Bazaar Ramadhan
Tak dipungkiri, selama Ramadhan kehadiran bazar serta pameran akan menjamur. Bazar tersebut menjajakan aneka rupa barang, mulai dari sembako, pakaian, hingga kue-kue lebaran. Meskipun dijual dengan harga relatif lebih murah, jangan berlebihan menghabiskan uang untuk berbelanja di bazar Ramadhan ini.
4. Wisata Religi
Sembari menimba pahala di bulan suci, tak ada salahnya untuk wisata religi dengan mengunjungi masjid. Banyak hal yang bisa dipelajari, seperti belajar sejarah, mengagumi bentuk bangunan masjid, hingga mendalami ilmu agama. Selain memberikan kesejukan tersendiri, Anda juga bisa menambah pahala dengan mengaji sambil menunggu waktu berbuka.
5. Ngabuburit
Bisa dibilang kegiatan ini jadi hal favorit yang dilakukan masyarakat saat Ramadhan. Kunjungi taman atau alun-alun di daerah Anda untuk menghabiskan sore sambil menunggu waktu berbuka. Biasanya para penjual juga siap menjajakan aneka takjil atau makanan pembuka di sekitar lokasi ngabuburit. (Sumber: Artikel kompas.com Foto hasanzainuddin.wordpress.com)
...moreTripTrus.Com - Bro-sis traveler, tahun ini coba deh rayain 17 Agustus lo dengan cara beda dari biasanya. Gak cuma ikutan lomba makan kerupuk atau nonton karnaval, tapi cobain trip singkat ke TPU Tanah Kusir. Gratis masuk, parkir pun santuy—cocok buat lo yang pengen nostalgia kemerdekaan sambil dapetin vibes perjuangan asli. Apalagi, nama Tanah Kusir ini punya cerita unik—dulu tanah ini milik tuan tanah Tionghoa yang ngasih ke kusirnya gara-gara insiden buang angin pas jamuan sama pembesar Belanda. Dari kejadian kocak itu, lahirlah nama “Tanah Kusir” yang sekarang jadi tempat istirahat terakhir tokoh-tokoh besar bangsa.
1. Makam Bung Hatta — Semangat Merdeka yang Merakyat
Bayangin, di hari kemerdekaan lo berdiri di depan makam Bung Hatta—sang proklamator yang milih dimakamkan di pemakaman rakyat biasa, bukan di TMP Kalibata. Alasannya? Karena beliau berjuang seumur hidup buat rakyat dan pengen tetap dekat sama mereka. Pas lo ziarah, atmosfernya hangat, sederhana, tapi dalem banget maknanya. Jalan setapak menuju makam juga adem, bikin lo ke-flashback ke perjuangan kemerdekaan yang beliau jalani. Ini tuh kayak reminder nyata kalau merdeka itu hasil kerja keras dan hati yang tulus.
2. Makam Buya Hamka — Merdeka dalam Iman dan Pikiran
View this post on Instagram
A post shared by Dr.Hendra Kholid, MA (@hendrakholid)
Habis dari Bung Hatta, lo lanjut ke makam Buya Hamka—tokoh ulama dan penulis besar yang juga ikut ngejaga semangat kemerdekaan lewat karya-karyanya. Vibes-nya religius tapi tetap nyatu sama rasa cinta tanah air. Dalam bukunya Dari Hati ke Hati, Buya bahkan ngajak pembacanya buat ziarah ke makam Sultan Salahuddin al-Ayubi di Damaskus. Artinya, perjuangan itu gak cuma lokal tapi juga universal. Buat lo yang Gen Z atau milenial, momen ini pas banget buat nge-recharge iman dan nasionalisme sekaligus.
[Baca juga : "Gaskeun Napak Tilas Dari Rengasdengklok Sampe Tugu Proklamasi, Jejak Heroik Menuju 17 Agustus!"]
3. Makam Para Pahlawan Lain — Museum Kemerdekaan Tanpa Dinding
Jangan salah, Tanah Kusir bukan cuma tempatnya Bung Hatta dan Buya Hamka. Ada banyak tokoh nasional yang juga dimakamkan di sini, kayak KH Saifudin Zuhri, Muhammad Roem, Syafruddin Prawiranegara, AR Sutan Mansur, AR Baswedan, Perdana Menteri Abdul Halim, Wilopo, Burhanuddin Harahap, Fajrul Falakh, sampai Gubernur DKI legendaris Ali Sadikin. Dan yang bikin makin merinding, lo bakal nemu banyak makam pejuang kemerdekaan yang nisannya dikasih tanda bendera merah putih. Liat bendera itu berkibar di atas nisan di bulan Agustus rasanya kayak ngeliat semangat juang mereka masih hidup, nyampe ke hati lo langsung. Satu kompleks ini beneran kaya “museum hidup” yang nyimpen cerita perjuangan tanpa pagar dan tanpa tiket masuk.
Jadi bro-sis traveler, kalau mau 17 Agustus yang beda dan lebih berasa, cobain deh mampir ke TPU Tanah Kusir. Lo bisa selfie di depan makam pahlawan sambil tetep sopan, upload ke sosmed dengan caption: “Merdeka itu bukan cuma di kata, tapi di hati. Ziarah vibes, freedom feels.” Dan yang paling penting, perjalanan ini gratis, santai, tapi punya makna dalam buat ngisi spirit kemerdekaan lo tahun ini. Ke makam ini juga gampang banget diakses, bro-sis—tinggal naik Minitrans atau Mikrotrans, turun di pemberhentian bus stop yang jaraknya gak jauh dari gerbang TPU Tanah Kusir. (Sumber Foto @winartorachmat)
...more