TripTrus.Com - Nagari Harau di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, akan menyelenggarakan Festival Seni & Budaya Pasa Harau selama tiga hari dari 13-15 Juli 2018.
Nama "pasa" dalam Festival Seni & Budaya Pasa Harau berasal dari bahasa daerah Minangkabau yang berarti pasar. Festival ini akan menampilkan pentas seni, permainan tradisional dan olahraga, seperti pacu jawi, pacu itik, silek lancah dan minum 1001 Kopi Kawa, upacara adat, pameran kuliner dan pameran kerajinan tangan.
Kindly inform all of you we will have spectacular event on July, 13th to 15th 2018, these traditions of the Minangkabau will be presented at the Pasa Harau Art & Cultural Festival, the will be centered at the beautiful Harau Valley in Limo puluah koto Regency. Located about an hour’s drive from Bukittinggi city. The Harau Valley dubbed the Yosemite of Indonesia, has green rice fields hemmed in by huge granite rocks. Where refreshing waterfalls tumble down to irrigate the fields!!! ❤❤❤❤ Check it out and DON'T MISS IT!!!!! https://pasaharau.com/ Are you ready to find another heaven in Indonesia? Come on! #indonesia #pasaharau #pasaharauartandculturefestival #minangkabau #westsumatera #limopuluahkota #limapuluhkota #art #culture #wonderfulindonesia #pesonaindonesia #ayokeindonesia #welcometoindonesia #travelling #event #duniamenujuharau #roadtopasaharau2018 #beautifuldestinations
A post shared by siska oktaviani (@chu8y) onApr 10, 2018 at 2:17am PDT
"Sepanjang perayaan tiga hari tersebut, kami menargetkan bisa menerima 5.000 pengunjung, termasuk turis asing," kata direktur festival Dede Pramayoza.
Selain itu, pengunjung festival juga bisa berharap dapat menikmati pengalaman hidup nyata di Lembah Harau. Wisatawan akan tinggal di rumah-rumah lokal dan berinteraksi langsung dengan penduduk setempat di Lembah Harau. Mereka juga bisa ikut serta dalam workshop Seni Pertunjukan yang akan diadakan selama festival berlangsung.
Sementara itu, Menteri Pariwisata, Arief Yahya juga menyampaikan antusiasmenya untuk Festival Seni & Budaya Pasa Harau 2017. Dengan menarik partisipasi wisatawan internasional, acara ini dapat terus mendorong Lembah Harau di Sumatera Barat sebagai tujuan dunia. "Melalui festival ini, Kebanggaan Lembah Harau akan menyebar ke berbagai belahan dunia. Selamat datang di tanah orang Minangkabau!" Kata Menteri Arief Yahya. (Sumber: Artikel pedomanwisata.com, Foto republika.com)
...moreBila Anda berada di pusat Kota Yogyakarta, dan hendak menempuh perjalanan ke arah Magelang menuju Candi Borobudur, maka sebelum sampai ke Candi Borobudur Anda akan disajikan pemandangan candi yang terlihat tidak utuh. Candi tersebut bernama Candi Mendut. Candi yang bercorak Budha ini biasa digunakan sebagai tempat upacara-upacara pemujaan.Dilihat dari sejarahnya, berdasarkan Prasasti Karangtengah berangka tahun 824 Masehi, nama Candi Mendut berasal dari kata venu vana mandira yang memiliki arti candi yang berada di tengah hutan bambu. Namun beberapa peneliti masih meragukan nama itu, yang sebenarnya lebih cocok diberikan kepada Candi Ngawen.Pintu Candi Mendut menghadap ke barat. Pada bagian luarnya terdapat relief-relief yang menceritakan kisah-kisah Dewa Budha. Sebelah utara candi, terdapat relief Dewi Tara yang diyakini sebagai sakti Budha. Di sebelah timur, terdapat relief Awalokiteswara. Di sebelah selatan, terdapat kisah Manjusri. Sementara, di bagian lainnya terdapat relief raja-raja dari Dinasti Sailendra.Pada dinding tangga tergambar relief cerita Jetaka. Cerita yang juga dikenal dengan nama cerita Tantri ini mengisahkan tentang makhluk-mahkluk khayangan seperti burung berkepala dua dan bidadari-bidadari. Memasuki ruangan dalam candi, pengunjung akan menemukan sebuah patung Budha Cakyamuni. Patung itu terlihat duduk dengan posisi tangan dalam sikap Dharmacakraprawartana Mudra. Salah satu yang menarik dari Candi Mendut adalah jika dilihat dari kejauhan bentuk candi ini seperti kubus yang bagian atasnya sudah tidak utuh. Bagian atas Candi ini sempat runtuh dan tidak diperbaiki kembali. Beberapa bagian candi juga pernah runtuh dan mengalami pemugaran. Dasar Candi Mendut kini terbuat dari batu bata kemudian dilapisi dengan batu asli seperti yang bisa dilihat pengunjung saat ini.Di sekitar Candi Mendut terdapat berbagai penjual pernak-pernik khas Yogyakarta. Bagi pengunjung yang suka dengan wisata belanja, mengunjungi Candi Mendut bukanlah suatu hal membosankan. Apalagi suasana sekitar candi yang nyaman dan asri membuat pengunjung makin betah berlama-lama di tempat ini.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTripTrus.Com - Pulau Komodo merupakan destinasi wisata yang menarik bagi wisatawan baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Keindahan alamnya dan hewan endemiknya, yaitu Komodo, yang sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin menghabiskan liburan Lebaran tahun ini. Terletak di Nusa Tenggara Timur, Pulau Komodo dikenal karena keaslian keindahan alamnya dan keberadaan satwa endemiknya, yaitu komodo dan biawak raksasa yang hanya dapat ditemukan di wilayah tersebut.
View this post on Instagram
A post shared by rudi (@vishal_rud1)
Selain melihat komodo, wisatawan dapat menikmati keindahan pantai, bukit, dan padang rumput yang hijau. Ada banyak aktivitas yang dapat dilakukan di Pulau Komodo seperti snorkeling dan diving untuk melihat keindahan bawah laut yang menakjubkan.
Untuk menuju ke Pulau Komodo, wisatawan dapat terbang ke Bandara Komodo di Labuan Bajo dan melanjutkan perjalanan menggunakan kapal laut. Agen perjalanan menawarkan banyak paket tur yang sudah termasuk akomodasi dan transportasi.
[Baca juga : "Rekomendasi Wisata Yang Bisa Dikunjungi Selama Libur Lebaran Di Kota Medan"]
Meskipun demikian, wisatawan harus memperhatikan beberapa hal sebelum berkunjung ke Pulau Komodo, seperti memperhatikan keselamatan saat berinteraksi dengan komodo, membawa peralatan yang cukup untuk aktivitas di luar ruangan, dan menjaga kebersihan lingkungan. (Sumber Foto @bibinwu)
...moreTripTrus.Com - Wah, Bali emang ngehits banget buat para pemain bola top! Setelah Guido Rodriguez sama istri, sekarang giliran Cuti Romero dan pasangannya nyobain liburan di Pulau Dewata. Seru banget momen liburan mereka terbongkar lewat postingan Instagram pribadi si bek keren dari klub Liga Inggris, Tottenham Hotspur.
Cuti Romero, yang jago banget di posisi bertahan, memanfaatkan waktu senggangnya buat nikmatin keindahan Bali bareng istri tercinta. Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, mereka berbagi momen-momen asik yang mereka dapetin selama mangkal di pulau ini.
Gak bisa dipungkiri, Bali emang punya daya tarik yang bikin klepek-klepek. Pantai-pantainya yang eksotis, pura-puranya yang indah, dan suasana malam yang seru bikin Bali jadi surganya para wisatawan. Cuti Romero dan istri enggak mau ketinggalan buat nikmatin suasana Bali, kebahagiaan itu terekam dalam postingan Instagram mereka yang bikin fans kagum melulu.
Semoga mereka juga berinteraksi sama penduduk setempat, nyobain kegiatan tradisional, dan menjelajahi keindahan alam yang ditawarin pulau ini.
[Baca juga : "Gak Ada Dieng Culture Festival Di 2023, Guys!"]
Nggak bisa dipungkiri, kehadiran Cuti Romero sama istri di Bali memberikan efek positif buat pariwisata pulau itu. Lewat postingan Instagram mereka, banyak fans yang terinspirasi buat mampir dan nyobain nikmatin pesona alam serta budaya Bali. Jadi, Bali makin kebanjiran tenar secara internasional berkat kunjungan mereka berdua.
Semoga liburan Cuti Romero sama istri di Bali jadi pengalaman yang nggak terlupakan buat mereka. Dan kita berharap kunjungan mereka juga makin memicu orang-orang buat explore keindahan alam dan budaya Indonesia. Bali tetep jadi tujuan liburan yang nggak akan terlupain buat para wisatawan dunia, termasuk para pemain bola terkenal kayak Cuti Romero. (Sumber Foto @cutiromero2)
...moreTripTrus.Com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan bahwa pertandingan uji coba FIFA match day antara timnas Indonesia melawan Argentina akan berdampak positif terhadap pariwisata dan ekonomi kreatif. Laga antara Indonesia dan Argentina akan diadakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta pada tanggal 19 Juni 2023. Dalam Weekly Brief with Sandi Uno secara virtual, Sandiaga mengungkapkan, "Kita melihat bahwa pergerakan wisatawan nusantara pasti akan sangat tinggi karena minat terhadap sepakbola sangat besar."
Sandiaga berharap bahwa acara olahraga bergengsi ini dapat membantu mencapai target pemerintah untuk mencapai 1,4 miliar pergerakan wisatawan Nusantara. Selain itu, pihaknya telah menyiapkan lima destinasi wisata super prioritas yang akan dikunjungi oleh tim juara dunia tersebut, antara lain Danau Toba, Bali, dan Labuan Bajo. Sandiaga menambahkan, "Ini adalah destinasi baru yang banyak menarik perhatian dunia."
Selain pariwisata, sektor kuliner juga akan menjadi daya tarik bagi wisatawan, terutama dari mancanegara. Makanan khas Indonesia, seperti sate dan nasi goreng, sudah dikenal di seluruh dunia. Sandiaga juga menyatakan bahwa selain timnas Argentina, wisatawan mancanegara lainnya juga akan datang ke Indonesia untuk menonton pertandingan sepak bola antara Argentina dan Indonesia. Hal ini juga akan berdampak pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Nusantara.
[Baca juga : "Daftar Acara Menarik Untuk Mengisi Liburan Akhir Pekan Juni 2023 - Part 2"]
Sebelumnya, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) melalui Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengumumkan bahwa Timnas Indonesia akan menjalani pertandingan uji coba melawan Argentina dalam FIFA Match Day pada tanggal 19 Juni 2023. Sandiaga mengucapkan selamat kepada Erick Thohir dan timnya yang berhasil menghadirkan Messi dan rekan-rekannya dalam pertandingan tersebut. (Sumber Foto @cityzens_reports)
...moreTripTrus.Com - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, bersama para pegiat kopi kembali bakal menggelar Festival Kopi Temanggung.
View this post on Instagram
http://m.mediaindonesia.com/read/detail/174350-festival-kopi-temanggung-ke-4-digelar-september https://www.suaramerdeka.com/news/baca/107563/festival-kopi-temanggung-keempat-akan-dibuat-lebih-baik http://radarsemarang.com/2018/07/24/festival-kopi-2018-dirancang-lebih-menarik/ #festivalkopitemanggung2018 #festivalkopinusantara #festivalkopibogor2018 #festivalkopiflores #festivalkopitemanggung #festivalkopitanahairkita #pariwisatatemanggung #genpijateng #kopitemanggung #nikmatnyakopinegeritembakau #hipmijateng
A post shared by festival kopi temanggung 2018 (@feskop_temanggung) onAug 20, 2018 at 9:27pm PDT
Ketua Panitia Festival KopiTemanggung Ardhi Wiji Utomo mengatakan Festival Kopi yang diselenggarakan untuk keempat kalinya ini berlangsung di Gedung Pemuda Temanggung pada 28 September hingga 1 Oktober 2018. “Tahun ini akan ada 60 stan,” kata dia di Temanggung, Selasa, 25/9.
Ardhi mengatakan arnimo tahun ini memang lebih besar ketimbang sebelumnya. Tahun lalu hanya ada 40 stan. Dari 60 stan yang ikut itu 42 di antaranya merupakan stan kopi dan 18 lainnya stan pendukung. “Misalnya kuliner dan lain-lain," katanya.
[Baca juga : "Sejarah Singkat Pabrik Gula Madukismo Jogja"]
Tujuan festival kopi ini adalah untuk memperkenalkan kopi Temanggung. Menurut Ardhi geliat usaha kopi di Temanggung semakin meningkat. Saat ini diperkirakan ada sekitar 100 merek kopi kemasan Temanggung.
Festival juga akan jadi ajang pertemuan antara buyer pabrikan, eksportir kopi, dan kopi shop, dan petani kopi. “Jika semua pihak terkait sudah saling kenal dan ada kesepakatan diharapkan nantinya ada ekspor kopi langsung dari Temanggung," kata Ardhi..
View this post on Instagram
Makin dekat aja nih Festival Kopi Temanggung yang ke 4 . Ingat-ingat tanggalnya bro sist! Ramaikan acaranya!!!! 😉😉😉 • • • • #festivalkopitemanggung #rangopirakepenak #komunitaskopinusantara #ehayokngopi #kopisindoro #sindorocoffee #kopiarabika #arabicacoffee #kopihitam #blackcoffee #kopiindonesia #aselitemanggung #kopinusantara #coffee #coffeeaddict #kopilokal #kopijawa #javacoffee #hobikopi #kopienak #pecintakopi #sukakopi #coffeelovers #manualbrewing #kopitemanggung #temanggung #sindoro #jawatengah #kopijateng #indonesia
A post shared by festival kopi temanggung 2018 (@feskop_temanggung) onSep 24, 2018 at 9:11pm PDT
Guna memeriahkan acara panitia juga akan memnetaskan kesenian tradisional, seperti jaran kepang, topeng ireng, warokan, angklung, dan tarian dari Sanggar Didik Nini Thowok. Ada pula penampilan sembilan band akustik.
Lalu pada hari terakhir festival, 1 Oktober 2018, karena bertepatan dengan Hari Kopi Internasional panitia akan menyediakan 1.000 gelas kopi gratis. (Sumber: Artikel-Foto tempo.co)
...moreUNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) yang bernaung di bawah organisasi internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak tahun 1972 mendirikan World Heritage Committee (WHC) yang menentukan berbagai tempat di dunia yang dianggap layak untuk masuk ke dalam World Heritage Sites (Situs Warisan Dunia). Dan ada 8 Situs Warisan Dunia di Indonesia yang ditetapkan oleh World Heritage Committee.
Tiap tahun, komisi ini mengadakan pertemuan untuk memilih keajaiban alam atau buatan manusia yang membutuhkan perlindungan dan menganggap tempat-tempat itu sebagai area yang harus dilestarikan. Sejak daftar situs warisan dunia disusun lebih dari 40 tahun yang lalu, kini sudah ada 980 situs dari 160 negara di seluruh dunia. TripTroops mau tahu apa saja tempat-tempat itu yang ada id Indonesia? Baca terus.
1. Komplek Candi Borobudur
Wajar saja jika candi Borobudur masuk ke dalam daftar Situs Warisan Dunia. Candi Borobudur merupakan tempat pemujaan terbesar bagi para penganut agama Buddha. WHC menetapkan Candi Borobudur, Candi Mendut, dan Candi Pawon masuk ke dalam satu komplek candi Borobudur. Ketiga candi tersebut berada dalam satu tarikan garis lurus yang menyimbolkan bahwa ketiga candi itu memiliki hubungan khusus, meski tidak dibangun dalam waktu yang bersamaan. Komplek Candi Borobudur masuk ke dalam daftar Situs Warisan Dunia pada tahun 1991.
2. Taman Nasional Komodo
Situs Warisan Dunia di Indonesia yang ini juga masuk ke dalam daftar pada tahun 1991. Taman Nasional Komodo yang memiliki luas 1.733 kilometer persegi (603 meter persegi merupakan daratan), di dalamnya juga termasuk Pulau Komodo, Pulau Padar, Pulau Rinca, dan 26 pulau kecil lainnya. Taman nasional yang didirikan pada tahun 1980 ini awalnya hanya dijadikan sebagai tempat pelestarian hewan Komodo (Varanus komodoensis), tapi kini juga melestarikan hewan lain, termasuk hewan laut. Habitat Komodo sendiri dibatasi di Pulau Komodo, Pulau Rinca, Gili Motang, dan Flores. Komodo dapat tumbuh hingga mencapai panjang 3 meter dan berat mencapai 70 kilogram.
3. Komplek Candi Prambanan
Satu lagi candi di Indonesia yang masuk ke dalam daftar Situs Warisan Dunia pada tahun 1991 adalah Komplek Candi Prambanan yang terletak di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah. Prambanan merupakan candi agama Hindu terbesar yang dibangun untuk memuja Dewa Shiwa, Wishnu, dan Brahma di Indonesia. Selain tiga bangunan utama candi, di sekitar Prambanan juga terdapat ratusan candi-candi lain seperti Candi Ratu Boko yang dikaitkan dengan legenda Roro Jonggrang, termasuk pula Candi Sewu, Candi Bubrah, dan Candi Lumbung.
4. Taman Nasional Ujung Kulon
Di ujung barat pulau Jawa, tepatnya di Provinsi Banten, terdapat area seluas 1.206 km persegi yang menjadi bagian dari Taman Nasional Ujung Kulon. Taman Nasional Ujung Kulon adalah satu-satunya suaka bagi Badak Jawa, yang saat ini diperkirakan tinggal berjumlah kurang lebih cuma 35 ekor. Taman nasional ini juga merupakan tempat pelestarian 57 spesies tumbuhan langka, 35 spesies mamalia termasuk Banteng, Lutung Budeng, Owa Jawa, Macan Tutul Jawa, dan Pelanduk Jawa. Di taman nasional ini juga tercatat ada sekitar 72 spesies reptil dan amfibi, serta 240 spesies burung dan unggas. Gunung Krakatau, Pulau Panaitan, dan Pulau Peucang di Selat Sunda juga termasuk ke dalam area Taman Nasional Ujung Kulon. Pada tahun 2005, kawasan ini juga dinobatkan sebagai Taman Warisan ASEAN.
5. Sangiran
Situs Warisan Dunia yang satu ini bisa dibilang cukup unik dan amat penting bagi dunia arkeologi dan antropologi, TripTroops. Di Sangiran, Jawa Tengah, ada area seluas 56 km2 yang oleh para arkeolog dunia dianggap sebagai situs terpenting untuk mempelajari fosil manusia. Situs Sangiran ini ditemukan oleh Eugene Dubois pada tahun 1883. Tapi baru pada tahun 1936 sampai 1941, diawali oleh antropolog Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald, ditemukan leluhur pertama manusia -- yaitu Phitecanthropus erectus. Fosil yang dikenal dengan nama Manusia Jawa ini kemudian mendapatkan nama Homo Erectus. Selain itu, ditemukan pula fosil manusia berukuran besar yang disebut Meganthropus. Pemerintah Indonesia pada tahun 1977 menetapkan area Sangiran sebagai daerah cagar budaya dan UNESCO menetapkan Sangiran sebagai Situs Warisan Dunia pada tahun 1996.
6. Taman Nasional Lorentz
Di ujung Timur Indonesia, area Taman Nasional Lorentz dimasukkan ke dalam daftar Situs Warisan Dunia pada tahun 1999. Taman Nasional Lorentz seluas 2,35 juta hektar merupakan area perlindungan terluas di Asia Tenggara. Kawasan ini merupakan salah satu dari tiga kawasan di dunia yang mempunyai gletser di daerah tropis. Saking luasnya taman nasional ini, masih banyak daerah yang belum dieksplorasi dan dipetakan. Di sini juga terdapat Gunung Cartenz dengan Puncak Jaya-nya yang merupakan gunung tertinggi ke-9 di dunia. Lorentz juga dianggap sebagai salah satu taman nasional dengan ekologi paling beragam di dunia. Dengan 630 spesies burung, 123 spesies mamalia, serta ratusan spesies ikan, maka tidak heran kalau Lorentz patut untuk dijaga dan dilestarikan.
7. Hutan Hujan Tropis di Sumatera
Tiga taman nasional, yaitu Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan menjadi bagian dari daftar Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 2004. Area dengan total luas 25.951 kilometer persegi ini mewakili area hutan yang penting keberadaannya bagi Pulau Sumatera, karena keanekaragaman hayati, serta hutan dataran dan pegunungan. Selain itu ketiga area ini merupakan bagian dari Pegunungan Bukit Barisan dan berbagai keindahan alam di dalamnya, seperti Danau Gunung Tujuh (danah tertinggi di Asia Tenggara) dan Gunung Kerinci menambah pentingnya area hutan hujan tropis ini. Di ketiga taman nasional ini di dalamnya terdapat sekitar 50% dari total varietas tanaman di Sumatera. Dan di ketiga area ini terdapat bunga terbesar di dunia (Rafflesia arnoldi) dan bunga tertinggi di dunia (Amorphallus titanium).
8. Sistem Subak di Bali
Nama resmi Situs Warisan dunia yang baru masuk ke daftar UNESCO pada tahun 2012 ini adalah Cultural Landscape of Bali Province: the Subak System as a Manifestation of the Tri Hita Karana Philosophy (Lansekap Budaya Provinsi Bali: Sistem Subak sebagai Perwujudan Filosofi Tri Hita Karana). Sistem irigasi Subak yang sudah digunakan di Bali sejak lebih dari 1.000 tahun yang lalu merupakan sistem ekologi tradisional yang membuat masyarakat agraris di Bali tidak melupakan Tri Hita Karana, yaitu hubungan antara manusia, bumi, dan para dewa.
...moreTripTrus.Com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menargetkan dapat mendorong 1,2--1,4 miliar kunjungan wisatawan nusantara pada tahun 2023. Generasi Z dan milenial menjadi harapan utama untuk mencapai target tersebut.
View this post on Instagram
A post shared by Mei (@mvn_m3)
Menurut hasil Sensus Penduduk 2020, jumlah generasi Z di Indonesia mencapai 75,49 persen atau setara dengan 27,94 persen dari total populasi di Indonesia. Sementara itu, generasi milenial mencapai 69,38 juta jiwa atau sekitar 25,87 persen. Dengan demikian, persentase populasi milenial dan generasi Z di Indonesia mendominasi dengan 53,81 persen. Menurut data IDN Research Institute 2022, 49 persen responden kalangan milenial menyatakan telah siap berwisata, sedangkan proporsi generasi Z lebih besar dengan 55 persen. Milenial yang dimaksud adalah mereka yang berusia antara 26 hingga 40 tahun, sedangkan generasi Z adalah yang berada pada rentang usia 13 hingga 25 tahun.
"Generasi milenial dan generasi Z ini merupakan target yang mudah ditemui. Dari segi nilai, mereka tidak tinggi, tetapi jumlahnya banyak, sehingga purchasing power-nya tinggi. Mereka harus dikenalkan tentang Indonesia dan pariwisata di Indonesia saja," kata Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Ni Made Ayu Marthini dalam Rakornas Kemenparekraf 2022 di Grand Sahid, Jakarta, Jumat (16/12/2022).
Mayoritas dari generasi Z dan milenial sensitif terhadap harga, sehingga wisata domestik menjadi pilihan utama. "Kalau murah, langsung mencari tiket, tetapi kalau mahal, mereka menunda untuk sementara waktu," ucap Made. Tak heran jika mayoritas dari mereka memilih bepergian menggunakan mobil (50 persen), sedangkan yang memilih naik pesawat mencapai 50 persen.
[Baca juga : "Wisata Lokal Lebih Disukai Oleh Generasi Millennial Dan Gen Z"]
Prioritas mereka saat berwisata hampir sama, yaitu wisata alam, kuliner, urban, dan staycation. Namun, generasi Z juga menyelipkan budaya sebagai atraksi wisata yang juga dinikmati. Selain itu, Made memprediksi bahwa sport tourism akan menjadi tren wisata ke depan di kalangan generasi muda.
"Dengan sport tourism, mereka bisa berkeliling ketika ada acara. Ini dapat dilakukan dengan bekerja sama dengan KONI, misalnya satu cabang olahraga, satu acara, dibuat 34 acara cabang olahraga untuk junior. Yang akan datang nanti tidak hanya peserta, tetapi juga orangtuanya, kakaknya, adiknya, dan lainnya. Jadi, sangat cocok jika BBWI (Bangga Berwisata di Indonesia) menargetkan generasi milenial dan generasi Z," jelasnya. (Sumber Foto @komodo_wisata)
...moreTripTrus.Com - Ada cerita dari orang-orang sini, sejarah pulau ini dimulai pas Nokoda dateng tahun 1.700-an, terus ada juga Hawang yang keturunan Cina ikutan dateng. Hawang ini stay di pulau ini sampe punya anak cewek yang sering dipanggil Pok Hawang. Nah, pas Pok Hawang dipanggil Pok Hawang terus jadi nama pulau ini, namanya jadi Pulau Pahawang sekitar tahun 1850-an.
Desa Pulau Pahawang mulai berkembang pas H.Muhammad bin H.Ibrahim hulubalang dari Kalianda dateng dan tinggal di Kalangan, sementara di Pulau Pahawang ada Ki Mandara dari Sulawesi Selatan yang dateng tahun 1920-an. Terus perkembangan berikutnya dimulai tahun 1930 pas Datuk Jahari dateng, dia stay dan nikah sama anak Ki Mandara di Penggetahan, juga ada H. Dulmalik dari Putih Doh yang stay di Suak Buah.
Trus, ada beberapa orang dateng dan tinggal di Desa Pulau Pahawang, tapi tahunnya gak jelas. Mereka berasal dari berbagai tempat, ada yang dari Banten, seperti Jahari yang stay di dusun Penggetahan, Ruslan yang stay di Dusun Cukuh Nyai Jaralangan, dan ada juga Haji Dul Malik dari Putih Doh, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus - Lampung yang stay di Dusun Pulau Pahawang. Mereka dateng buat ngembangin kebun.
[Baca juga : "Wah, Bali Jadi Hits Buat Pesepakbola! Sekarang Giliran Cuti Romero Dan Istri, Eksis Di Pulau Dewata"]
Desa Pulau Pahawang punya 6 dusun, ada Dusun I Suak Buah, Dusun II Penggetahan, Dusun III Jeralangan, Dusun IV Kalangan, Dusun V Pahawang, dan Dusun VI Cukuh Nyai. Kalangan itu dusun yang ada di pulau Sumatera, terpisah sama laut dan bisa nyebrang cuma sekitar 1/4 jam naik perahu ketinting.
Dulu Desa Pulau Pahawang statusnya kampung dan masuk wilayah Marga Punduh. Jadi, warganya Pulau Pahawang ikut aturan Marga Punduh buat urusan pemerintahan. Mandara yang pimpin urusan pemerintahan, dan H. Dul Malik yang pimpin urusan keagamaan. Tahun 1980, Pulau Pahawang secara resmi ditetapkan jadi desa. (Sumber Foto @ms.sarahvi)
...more