shop-triptrus



5 Destinasi Wisata Horor di Indonesia, Mana yang Paling Seram?

TripTrus.Com - Indonesia memiliki berbagai destinasi wisata yang memukau dan tak kalah indah dari wisata yang berada di luar negeri, mulai dari pantai, gunung, situs bersejarah bahkan wisata horor. Beberapa tempat wisata di Indonesia ini terkenal dengan hal-hal mistis dan juga terkenal angker. Biasanya orang-orang mengunjungi tempat ini untuk melakukan uji nyali. Melansir dari berbagai sumber, berikut ini adalah tempat wisata horor di Indonesia: 1. Lawang Sewu, Semarang       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh VISIT TO SEMARANG (@visittosemarang) Lawang Sewu adalah bangunan bersejarah peninggalan zaman penjajahan Belanda. Lawang Sewu berarti seribu pintu, yang memang banyak memiliki pintu di bangunannya. Tempat ini memiliki banyak kisah mistis dan merupakan tempat terangker nomor 2 di Asia, lho. Penjara bawah tanahnya menjadi salah satu destinasi wisata horor di Indonesia paling terkenal sebelum akhirnya ditutup pihak pengelola. Lawang Sewu adalah bangunan bersejarah peninggalan zaman penjajahan Belanda. Lawang Sewu berarti seribu pintu, yang memang banyak memiliki pintu di bangunannya. Tempat ini memiliki banyak kisah mistis dan merupakan tempat terangker nomor 2 di Asia, lho. Penjara bawah tanahnya menjadi salah satu destinasi wisata horor di Indonesia paling terkenal sebelum akhirnya ditutup pihak pengelola. 2. Desa Trunyan, Kintamani       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Ingga Pratama (@inggaman) Desa Trunyan berada di Bali tepatnya di sisi timur, danau Batur, Kabupaten Bangli, Bali. Desa ini merupakan tempat pemakaman yang kini di jadikan tempat wisata. Kalau biasanya orang yang meninggal dunia dimakamkan di dalam tanah atau dikremasi, Desa Trunyan memiliki tradisi yang berbeda. Di desa ini, jenazah akan diposisikan di bawah pohon Taru Menyan sebagai prosesi adat. Meski diletakkan di atas tanah, jenazah ini tidak berbau busuk. Warga sekitar meyakini jika bau busuk tersebut diserap oleh pohon Taru Menyan. 3. Gunung Kawi, Malang       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Audrey (@audrey31000) Gunung Kawi yang memiliki tinggi 2551 mdpl ini menjadi tempat wisata bagi masyarakat yang ingin mencari pesugihan. Menurut mitos yang beredar di gunung kawi terdapat sebuah markas jin dan konon banyak warga dan wisatawan yang berkunjung untuk meminta kekayaan. Bagi orang yang keinginanya terkabul maka harus memberikan seserahan berupa tumbal manusia yang masih ada hubungan darah dengannya. Jika tidak memberikan tumbal maka orang itu akan diganggu oleh penunggu makluk halus yang ada di gunung tersebut. 4. Kamar 308 Hotel Samudera Beach, Sukabumi       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Endah Sutra (@endahsutra) Misteri kamar 308 milik Nyi Roro Kidul di Hotel Samudera Beach, Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat ini berhubungan dengan sosok mistis yang disebut penjaga pantai selatan. Di kamar itu terdapat ranjang, perhiasan dan lukisannya yang terpampang besar di tembok kamar berwarna serba hijau ini. Masyarakat sekitar juga sangat percaya dan melarang masyarakat mengunjungi pantai dengan pakaian berwarna hijau. Konon katanya Nyi Roro Kidul bakal marah dan bagi masyarakat yang mengunjungi pantai selatan dengan berpakaian hijau maka akan menerima peristiwa gaib yang menakutkan. [Baca juga : "Daftar 16 Event Pariwisata Danau Toba 2022"] 5. Benteng Fort Rotterdam, Makassar       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Mawaddah (@adsunhee) Benteng Fort Rotterdam dibangun pada masa penjajahan Belanda. Sempat disebut Benteng Ujung Pandang, bangunan ini terletak di pinggir pantai sebelah barat Kota Makassar. Bangunan ini dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa IX dan sempat menjadi saksi sejarah perjuangan warga Makassar melawan penjajahan bangsa Belanda. Oleh karena umurnya yang sangat tua serta perannya dalam sejarah bangsa, bangunan ini menjadi salah satu destinasi bersejarah sekaligus destinasi wisata horor di Indonesia. Konon, karena sering terjadi pembantaian saat upaya perebutan benteng ini oleh masyarakat Gowa, terdapat banyak orang yang merenggang nyawa di tempat yang kini terkenal angker ini. Mitosnya adalah sosok sumiyati yang menjadi sosok penunggu nya yang tidak senang pengunjung laki-laki mengenakan baju merah. Itu dia 5 tempat wisata horor yang ada di Indonesia, kamu tahu tempat lain yang gak kalah horor? (Sumber: Artikel sonora.id Foto @tripalaspurwo) 
...more

4 Tren Wisata di Tahun 2021

TripTrus.Com - Memasuki pertengah tahun 2021, pandemi COVID-19 di dunia belum akan berakhir. Namun, di tengah pandemi yang terjadi, keinginan untuk menikmati liburan yang menyenangkan akan selalu ada. Prediksinya, di tahun 2021 orang lebih suka berlibur di dalam kota dan ke tempat-tempat yang terbuka atau di alam.        Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh J.u.s.t. Jas 🇨🇦 (@j.u.s.t.jas) Seperti apa tren wisata di tahun 2021? Agoda, sebuah platform perjalanan digital melangsungkan survei global dengan tema ‘What Matters 2021’. Survei secara online yang berlangsung pada 10-16 Desember 2020 diikuti total 16.064 responden usia 18 tahun ke atas ini mendapati orang cenderung ingin berwisata dengan cara yang berbeda di tahun 2021. Berikut hasilnya:1. Menghabiskan lebih banyak waktu berkualitas dengan keluarga dan teman Tahun 2021 disebut akan menjadi tahun untuk fokus pada orang terkasih dan melakukan hal yang bermakna. Memasuki tahun 2021, satu dari tiga orang menantikan untuk menghabiskan lebih banyak waktu berkualitas bersama orang terdekat mereka. Hal ini terutama dinantikan oleh responden dalam kelompok usia 25 hingga 54 tahun. 2. Berwisata tanpa hambatan Sebanyak 24% resonden menginginkan wisata yang tanpa hambatan. Menariknya, responden usia 55 tahun ke atas adalah yang paling menantikan untuk bepergian tanpa hambatan. Begitu pula dengan responden dari Singapura, Korea Selatan dan Jepang yang paling menginginkan wisata tanpa hambatan. Selain itu, para traveler juga menginginkan suasana berlibur yang lebih santai dan tanpa banyak aturan. 3. Berlibur sambil melakukan hal-hal bermakna atau membuat perubahanAnak muda usia 18-24 tahun adalah kelompok yang paling semangat untuk membuat perubahan di tahun 2021, termasuk dalam hal berlibur. Melakukan hal-hal yang bermakna atau membuat perubahan adalah yang paling ditunggu oleh responden dari Indonesia, Taiwan, dan Vietnam. Salah satunya, mereka memiliki komitmen untuk perjalanan yang lebih ramah lingkungan. [Baca juga : "5 Tren Wisata Yang Berubah Di Masa New Normal Pandemi Covid-19"]4. Semakin dekat dengan alamMelakukan kegiatan outdoor adalah hal yang paling dinantikan para wisatawan di tahun 2021. Responden Indonesia (16%), Thailand (14%) dan Jepang (13%) memilih untuk mengunjungi destinasi wisata yang tidak terlalu touristy di tahun yang baru ini. Termasuk destinasi wisata alam yang masih belum terjamah banyak wisatawan. (Sumber: Artikel femina.co.id Foto freepik.com) 
...more

10 Minuman Hangat Khas Indonesia

TRIPTRUS - Curah hujan yang cukup tinggi di hampir seluruh wilayah Indonesia seperti akhir-akhir ini paling cocok dilawan dengan berbagai minuman hangat khas Indonesia. Minuman hangat yang manis, sedap dan mempunyai berbagai khasiat ini bisa jadi pilihan lezat untuk menghangatkan tubuh. Untuk itu, TripTrus menghadirkan 10 Minuman hangat khas Indonesia untuk TripTroops.1. BajigurMinuman hangat dari masyarakat Sunda ini relatif tidak terlalu sulit untuk dibuat, karena bahan-bahannya mudah didapatkan. Bajigur terbuat dari santan dan gula aren, lalu ditambahkan sedikit jahe, daun pandan dan sedikit garam. Bajigur bisa dengan mudah ditemukan di pedagang keliling yang lengkap membawwa penganan sebagai teman bajigur seperti ubi, pisang, dan kacang rebus, ketimus, atau getuk dan pisang goreng. Minuman hangat yang manis campur gurih ini cocok diminum di saat musim hujan atau di malam hari yang dingin.2. BandrekSatu lagi minuman hangat khas dari masyarakat Sunda dan Betawi yang terbuat dari berbagai rempah-rempah adalah Bandrek. Membuat Bandrek tidak semudah bajigur karena dibutuhkan sejumlah bumbu dan rempah seperti kayu manis, cengkeh, sereh, gula merah, santan, kapulaga dan biji ketumbar. Untuk menambah kenikmatan Bandrek, bisa juga ditambahkan susu kental manis dan potongan kelapa muda.3. Wedang RondeKalau yang satu ini adalah minuman hangat khas Solo dan Salatiga. Air rebusan jahe, gula, pandan dan serai dihidangkan di dalam gelas. Lalu dihidangkan bersama beberapa butir bola dari ubi atau tepung ketan, kacang yang disangrai di dalam gelas. Selain hangat yang didapatkan dari wedangnya, perut juga jadi sedikit terganjal dengan isi wedang ronde ini.4. SekotengAgak mirip dengan wedang ronde adalah sekoteng. Bahan-bahan pembuat kuahnya pun hampir mirip. Yang membuat berbeda adalah isinya. Minuman asli dari Jawa Tengah ini dihidangkan dengan menambahkan kacang hijau, kacang tanah, pacar cina, potongan kolang-kaling dan potongan roti. Tambahkan sedikit susu kental manis untuk memberikan rasa manis. Penjual sekoteng biasanya berkeliling di daerah pemukiman penduduk sambil memikul gerobak dan mengetuk gelas dengan sendok untuk mengumumkan kehadirannya. 5. SarabbaDari Makassar juga ada minuman hangat yang dipercaya dapat memulihkan stamina di saat cuaca dingin. Minuman itu bernama Sarabba. Sarabba terbuat dari campuran jahe, kuning telur, gula aren, santan dan merica bubuk. Masyarakat Makassar biasa minum ini untuk mengusir flu, menghangkatkan badan dan menyembuhkan masuk angin. Cara pembuatannya yang tidak terlalu sulit membuat Sarabba bisa jadi pilihan cocok di musim penghujan ini.6. Bir PletokWalaupun minuman ini mengandung kata "Bir", tapi tidak usah takut untuk menikmatinya, karena Bir Pletok bebas alkohol. Minuman khas masyarakat Betawi ini terbuat dari berbagai rempah yang mempunyai khasiat baik untuk tubuh dari rempah-rempah bahan minuman ini. Salah satu bahan dasar yang digunakan adalah jahe, daun pandan, serai, kapulaga, serai, kayu manis, dan merica hitam. Kayu secang juga ditambahkan untuk memberi warna merah pada minuman ini. Bir Pletok juga bisa dihidangkan dingin tanpa menghilangkan khasiat bahan-bahannya.7. Wedang UwuhMinuman hangat yang satu ini merupakan khas kota Yogyakarta. Kata "uwuh" sendiri berarti sampah dedaunan. Ini disebabkan oleh karena berbagai dedaunan dimasukkan ke dalam gelas hidangan Wedang Uwuh, yang membuatnya tampak berserakan seperti sampah. Meski begitu, dedaunan yang ada di dalam Wedang Uwuh mempunyai khasiat bagus bagi tubuh. Wedang Uwuh terbuat dari air jahe, kayu secang, cengkeh (termasuk bunga, batang dan daunnya), kayu manis dan daunnya, pala dan daun pala, akar dan daun serai, serta gula batu atau gula merah untuk memberi rasa manis. 8. Teh TaluaDahulu, Teh Talua merupakan minuman para bangsawan Sumatera Barat. Teh Talu adalah segelas teh yang diseduh dengan gula dan kuning telur. Kuning telur dan gula dikocok dulu di dalam gelas sebelum ditambahkan teh panas. Lalu ditambahkan susu kental manis. Rasa amis dari kuning telur tidak terasa karena ditambahkan juga bubuk vanili. Teh telur dianggap sukses apabila di dalam gelas terdapat tiga tingkat, yaitu warna putih dari susu kental manis, warna coklat muda dari teh dan terakhir buih kecoklatan dari telur yang dikocok. Tambahkan pula perasan jeruk nipis untuk menambah kesegaran. Masyarakat Minangkabau percaya Teh Talu dapat menambah stamina dan menyembuhkan berbagai penyakit ringan.9. Kembang TahuJajanan khas Betawi ini dibuat dari endapan kedelai yang direbus lalu disiram dengan air jahe yang ditambahkan gula aren serta daun pandan. Air jahe yang wangi akan membuat perut terasa hangat dan menghilangkan masuk angin. Lalu kembang tahu yang lembut akan membantu pencernaan karena mengandung banyak serat. 10. Wedang SecangTumbuhan secang atau sepang adalah tumbuhan yang mudah ditemukan di Indonesia. Kulit kayu secang memiliki fungsi untuk pengobatan, pewarna dan sebagai minuman segar. Kulit pohon secang dapat dijemur kemudian ditambahkan ke dalam air mendidih lalu dihidangkan panas-panas. Secang mengandung anti-bakteri dan dapat meredakan batuk, gangguan pencernaan dan sebagai obat luka.
...more

Survei: Generasi Milenial Indonesia Gigih Berburu Promo Liburan

TripTrus.Com - Meningkatnya gairah berpergian dan liburandi kalangan generasi milenial enimbulkan perilaku yang menonjol diantara mereka, yakni gigih berburu berbagai tiket promo dan diskon. Survei terbaru dari Agoda, platform reservasi akomodasi online, mengungkapkan berbagai hal yang rela dilakukan milenial Indonesia demi mendapatkan harga terbaik untuk liburan mereka. Ada juga cara-cara mudah yang dapat dilakukan agar bisa mendapatkan harga terbaik tanpa membuang waktu terlalu lama. "Survei online ini dilakukan awal November 2017 kepada lebih dari 500 responden Indonesia berusia 25-34 tahun. Berikut ini hasil survei terkait perilaku dalam berburu harga murah untuk berlibur."   Berburu tiket Promo Garuda..#travelling#photooftheday 24092017#BNI#garudatravelfair ✈✈✈ A post shared by Faras Hidayati (@faras_hidayati) onSep 23, 2017 at 6:02pm PDT Pertama, mencari promo. Terdapat 76% responden yang mencari kode voucer promo di Internet, 64% mengikuti berita promo lewat media sosial, 38% memperbaharui halaman Internet terus-menerus sambil menunggu turunnya harga, 30% membuka halaman Internet secara anonim agar tidak terdekteksi dari alamat IP. edua, mencari diskon paling maksimal melalui berbagai sumber. Terdapat 73% membuka lebih dari 5 jendela halaman di Internet untuk membandingkan semua harga. Kemudian, 44% mendaftarkan diri di beberapa program loyalitas meskipun dirinya tidak loyal terhadap brand apapun. Lalu ada 45% mendaftar ke beberapa mailing list agar tidak melewatkan promo terbaru serta 26% mendaftar ke beberapa kartu kredit sekaligus untuk memperoleh diskon maksimal. Ketiga, berkumpul untuk mencari promo terbaik. Terdapat 30% membuat chat group dengan teman-teman dan saling membagikan informasi promo ‘rahasia’. Kemudian, 57% merencanakan jadwal berlibur di awal dengan teman-teman sehingga mereka dapat mencari promo di tanggal yang tepat. Melihat perilaku ini, Agoda menghadirkan fitur terkait promo untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Gede Gunawan, Country Director di agoda International Indonesia, mengatakan pihaknya ingin selalu membantu traveller muda dalam merencanakan perjalanan mereka dengan memberikan promo terbaik melalui platform agoda. (Sumber: Artikel travel.tempo.co Foto freepik.com)
...more

5 Desa Wisata Terbaik di Indonesia, Ada yang Sudah Diakui Dunia!

TripTrus.Com - Paduan pesona alam dan budaya kelas dunia. Memasuki tahun 2022 masyarakat masih harus dihadapkan hidup berdampingan dengan virus corona. Status pandemi Covid-19 masih belum dicabut WHO, karena tren penyebarannya yang masih naik turun. Kondisi ini pun memaksa masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keadaan. Tak hanya soal kebiasaan sehari-hari yang berubah, kini tren wisata masyarakat juga mulai berubah. Masyarakat yang sudah bosan di dalam rumah memilih berwisata ke tempat-tempat yang menjamin penerapan protokol kesehatannya. Salah satunya berwisata di alam terbuka. "Dari pemantauan kami, wisatawan nusantara saat ini tetap mengutamakan destinasi wisata yang memiliki protokol kesehatan terutama di destinasi wisata alam terbuka," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno di Jakarta. Mencari sesuatu yang berbeda untuk memulai liburan di masa pandemik? Cobalah mengunjungi beberapa desa tradisional. Rasakan sensasi liburan baru yang menawarkan pengalaman kehidupan tradisional dan berbaur dengan penduduk setempat. Indonesia yang kaya akan budaya memiliki desa wisata erbaiknya, lho. Bahkan, banyak yang keindahan dan kekayaan budayanya sudah diakui oleh dunia. 1. Desa Pemuteran, Bali       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Dedy Saputra (@dedylet) Berbeda dari banyak desa wisata yang menawarkan pelarian budaya dari hiruk pikuk kota metropolitan, Desa Pemuteran juga menjadi tujuan menyelam dan snorkeling. Hal ini gak bakal kamu dapat di desa mana pun. Di desa ini, kamu dapat menemukan clownfish, parrotfish, pari manta, dan hiu paus melewati perairan. Pada 2018, Lonely Planet memasukkan Desa Pemuteran sebagai salah satu 10 Destinasi Terbaik Asia yang direkomendasikan. Keren banget, kan? 2. Desa Penglipuran, Bali       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Yanuar Joko (@yanuarjp21) Desa Penglipuran merupakan desa wisata yang dibangun secara tradisional dengan melestarikan arsitektur bambu dari Bali. Di sini, hampir segala sesuatu terbuat dari tanaman, mulai dari dapur, gerbang rumah, ambang pintu, furnitur, hingga atap. Desa ini terletak di Kintamani, tepatnya di sepanjang pedesaan yang terletak di antara perbukitan. Lebih dari sekadar desa wisata yang menyuguhkan banyak sajian budaya, daya tarik Desa Penglipuran juga terpancar dari kebersihannya. Pada 2018, Desa Penglipuran dinobatkan sebagai tiga desa terbersih di dunia menurut pilihan pembaca di majalah perjalanan CN Traveler. Bangga banget! 3. Desa Nglanggeran, Yogyakarta       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Adit (@dhiee_traveller) Daya tarik utama desa ini tentu saja Gunung Api Purba Nglanggeran. Kagumi pemandangan Yogyakarta dari atas dan hirup udara segar begitu tiba di puncak. Selain itu, kamu juga dapat menjelajahi Kolam Nglanggeran, Air Terjun Kedung Kandang, dan berbagai aktivitas budaya, seperti karawitan, jatilan, batik topeng, dan lainnya. Desa ini pernah mendapatkan Penghargaan dari ASEAN Community Based Tourism (CBT) Awards pada Januari 2017, lho. 4. Desa Pentingsari, Yogyakarta       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Sandiaga Salahuddin Uno (@sandiuno) Terletak 700 meter di atas permukaan laut dekat Gunung Merapi di Jawa Tengah, Desa Wisata Pentingsari baru-baru ini mendapatkan penghargaan dan apresiasi dari Bupati Sleman atas sistem ekonomi kerakyatan mereka. Masyarakat setempat masih melestarikan penggunaan alat tradisional dari alam. Menawarkan banyak perspektif tentang alam, budaya, dan pertanian yang terkait dengan lingkungan, Desa Pentingsari membawa pemahaman yang lebih dalam tentang alam, budaya tradisional, seni, dan kearifan lokal kepada pengunjungnya. [Baca juga : "Melihat Tren Wisata Masyarakat Di Tahun 2022"] 5. Desa Tamansari, Banyuwangi       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh DESA WISATA TAMANSARI (@desawisatatamansari) Meraih predikat Pemanfaatan Desa Wisata Terbaik dalam kategori jejaring usaha, desa ini menjadi pionir pengembangan potensi desa wisata. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mengembangkan sejumlah usahanya dari sekadar potensi, seperti usaha peternakan madu, kendaraan wisata, jasa pemandu, dan beberapa UKM lainnya. Desa Tamansari juga terkenal dengan penghasil karet, cengkih, biji kopi, dan cokelat. Selain itu, ada juga sejumlah peternak sapi perah di sekitar daerah yang terlatih untuk menghasilkan produk susu berkualitas tinggi. Berlibur ke Desa Wisata yang kaya akan budaya dan alam indah tentu bakal jadi pengalaman berkesan. Berbaur dengan masyarakat setempat pun akan terasa menyenangkan. Desa wisata mana yang pengin kamu kunjungi terlebih dahulu?  (Sumber: Artikel idntimes.com Foto @desawisatatamansari) 
...more

Sehari di Kudus? Gaskeun Bro-Sis! Kota Religi yang Diam-Diam Aesthetic Banget

TripTrus.Com - Bro-sis traveler, lo pernah gak sih kepikiran buat eksplor kota yang gak terlalu rame tapi punya aura misterius dan vibe adem banget? Nah, Kudus nih, kota di Jawa Tengah yang sering dibilang kota santri, ternyata punya banyak hidden gem yang gak kalah sama destinasi viral lain. Sekali lo dateng, dijamin bakal ngerasa kayak balik ke masa lalu tapi tetep ada sentuhan modernnya. Bayangin aja: jalan kecil berhiaskan bangunan tua, suasana religi yang kental, dan orang-orangnya yang ramah abis. Ini kota bukan cuma buat ziarah, tapi juga cocok banget buat healing santai dan konten Instagram lo biar makin aesthetic. Jadi, siap-siap ya, bro-sis, kita bakal explore Kudus dengan gaya “lo-gue” yang santai tapi tetep berisi. 1 – Menara Kudus & Spot Religi yang Gokil Abis       View this post on Instagram A post shared by مُحَمَّد بِلَال (@boonnttee) Bro, kalo lo tipe traveler yang suka spot bersejarah dengan aura magis, Masjid Menara Kudus wajib masuk bucket list lo! Masjid ini dibangun sama Sunan Kudus sekitar abad ke-16, dan yang bikin mindblowing, arsitekturnya tuh campuran antara Hindu, Buddha, dan Islam. Serius, menaranya mirip candi, tapi pas lo masuk ke dalam, atmosfernya adem dan damai banget. Lo bakal ngerasa kayak “anjir, ternyata dulu budaya bisa nyatu tanpa ribet!” Abis dari situ, lo bisa lanjut ke Makam Sunan Muria yang letaknya di pegunungan. Perjalanannya emang agak nanjak, tapi view di atas sana juara banget! Selain dapet ketenangan, lo juga bisa ngelihat pemandangan hijau sejauh mata memandang. Jangan lupa mampir ke Air Tiga Rasa Rejenu — katanya air di sini punya rasa yang beda di tiap pancurannya, dan banyak yang percaya air ini punya makna spiritual. Cuma inget, bro-sis, tetap sopan, jangan asal foto atau bercanda di tempat suci ya. Respect dulu baru konten! 2 – Kulineran Wajib: Dari Soto Kudus sampe Jenang Legit Abis muter-muter tempat religi, perut pasti minta diisi. Nah, lo belum ke Kudus kalo belum nyobain Soto Kudus yang legendaris itu. Kuahnya bening, topping ayam suwirnya lembut, dan disajikan di mangkok kecil yang khas. Jangan kaget kalo lo pengen nambah dua kali, karena porsinya emang “nggoda tapi nanggung” buat yang doyan makan. [Baca juga : "Siap Liburan Anti-Mainstream Ke Pulau-Pulau Kece Serang!"] Abis itu, sempetin jajan Jenang Kudus buat oleh-oleh. Teksturnya legit banget, rasanya manis pas, dan varian rasanya banyak—dari pandan, durian, sampe cokelat. Buat lo yang pengen nongkrong santai sambil ngopi, ada beberapa kafe di sekitar pusat kota yang cozy banget. Banyak juga spot dengan konsep jadul tapi aesthetic, cocok buat foto OOTD atau reels TikTok lo. Pokoknya Kudus itu kombinasi sempurna antara cita rasa tradisional dan vibe chill kekinian. 3 – Kota yang Tenang Tapi Gak Ngebosenin  Lo pikir kota kecil kayak Kudus itu flat dan gak ada hiburannya? Wah lo salah besar, sis! Meskipun bukan kota yang “megah banget”, tapi suasananya tuh punya daya tarik tersendiri. Di Kudus lo bisa jalan sore di alun-alun sambil liatin aktivitas warga, beli jajanan kaki lima, atau sekadar nongkrong sambil ngobrol ngalor-ngidul sama warga lokal. Banyak juga spot mural dan bangunan heritage yang masih terjaga, jadi lo bisa dapet banyak angle foto keren tanpa harus rebutan kayak di tempat wisata mainstream. Kalo lo suka hal yang slow tapi meaningful, Kudus tuh cocok banget buat recharge dari penatnya kerja atau kuliah. Banyak traveler muda yang bilang, “Kudus itu kota yang ngajarin lo buat berhenti sebentar dan nikmatin momen kecil.” Dan bener aja—karena makin lo santai, makin lo bisa ngerasain sisi autentik dari kota ini. Nah, bro-sis traveler, itulah sekelumit cerita dari Kudus yang ternyata punya banyak kejutan. Sekali lo ke sini, lo bakal sadar kalo traveling gak melulu soal tempat hits atau destinasi fancy. Kadang yang lo butuhin cuma suasana sederhana, orang yang ramah, dan vibe yang bikin hati adem. Kudus punya semuanya: sejarah, kuliner, budaya, dan ketenangan yang sulit lo dapet di kota besar. Jadi, buat lo yang pengen short escape tapi tetep meaningful, Kudus tuh jawabannya. Jangan lupa siapin kamera, outfit kece, dan playlist chill biar trip lo makin maksimal. Gaskeun deh, bro-sis traveler! Kudus nunggu lo buat datang dan bikin cerita baru yang gak bakal lo lupain. 💫 (Sumber Foto @m.fardh)
...more

Pedang Bara Sangihe, Senjata Tradisional Sulawesi Utara

Setiap wilayah di Indonesia memiliki senjata tradisional yang menjadi ciri khas dari daerah tersebut. Jika Aceh memiliki rencong dan Jawa Barat memiliki kujang maka Sulawesi Utara memiliki salah satu senjata tradisionalnya yang bernama pedang bara Sangihe. Pedang bara Sangihe dahulu dikenal sebagai salah satu senjata yang digunakan oleh salah satu Pahlawan Sulawesi Utara bernama Hengkeng U Nang. Sejak kecil Hengkeng U Nang diketahui rajin mengasah keahliannya bergulat dan juga ketangkasannya dalam bermain pedang bara. Hengkeng U Nang yang berasal dari Timeno Kiawang Siau ini dikenal mahir memainkan pedang bara. Bahkan ketika berperang dia tidak jarang menggunakan pedang bara untuk melawan musuh-musuhnya. Pahlawan yang lahir pada tahun 1590 ini bahkan pernah diangkat menjadi Kontraktor Proyek Pembangunan Armada Angkatan Laut pada tahun 1612. Pedang bara Sangihe memiliki gagang dua cabang. Tidak hanya pada gagang, pada ujung pedang bara juga memiliki dua cabang yang diantara dua cabang tersebut terdapat gerigi-gerigi. Pedang bara Sangihe menjadi salah satu senjata tradisional kebanggaan masyarakat Sulawesi Utara dan menjadi salah satu kekayaan kebudayaan yang dimiliki Indonesia. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

Obyek Wisata Danau Tambing Kembali Dibuka

TripTrus.Com - Kawasan obyek wisata Danau Tambing yang sebelumnya ditutup karena dampak dari gempa bumi yang melanda wilayah Napu, Kabupaten Poso beberapa waktu lalu, kini kembali dibuka lagi untuk wisatawan lokal maupun mancanegara. "Sudah berlangsung dua pekan ini, obyek wisata itu dibuka untuk para pengunjung," kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (TNLL), Sudayatna di Palu, Selasa. Ia mengatakan hampir sebulan objek wisata trersebut terpaksa ditutup sementara karena demi kepentingan kenyamanan dan keselamatan wisatawan. Dampak dari gempa buli tektonik 6,2 SR yang menguncang wilayah Kecamatan Lore Utara, beberapa sarana dan fasilitas yang ada dalam kawasan wisata Danau Tambing rusak sehingga harus diperbaiki kembali. Untuk kepentingan tersebut, makanya, hampir sebulan objek wisata yang terletak di kawasan TNLL di Desa Sedoa, Kecamatan Lore Utara ditutup. Namun demikian, dua pekan lalu sudah dibuka kembali dan banyak wisatawan yang mengunjungi salah satu destinasi unggulan pemerintah dan masyarakat di Provinsi Sulteng itu. Dalam kondisi normal, setiap hari libur jumlah pengunjung sekitar 500 orang. Dan yang paling banyak pengunjungnya adalah kalangan pelajar dan mahasiswa serta para pencinta alam. Danau Tambing dapat ditempuh dengan kendaraan sepeda motor atau mobil dengan waktu sekitar2,5 jam. Sudayatna mengatakan bahwa di dalam kawasan TNLL terdapat sejumlah objek wisata menarik dan unik seperti penangkaran tarsius dan air panas di Desa Kadidian dan Kamarora, Kecamatan Nokilalaki. Berikutnya, penangkaran burung maleo, salah satu satwa endemik yang dilindungi terletak di Desa Saluki, Kecamatan Gumbasa, patung megalit di Lembah Besoa dan Bada, Kabupaten Poso. Semua obyek wisata tersebut sangat menarik dikunjungi para wisatawan, termasuk mancanegara sangat menyukainya. (Sumber: Artikel antaranews.com Foto republika.co.id)
...more

Efek Wisata Halal, Jumlah Hotel Syariah di Indonesia Melejit 500%

TripTrus.Com - Nih, kabar seru! Platform akomodasi hotel, RedDoorz, bikin jumlah hotel berkonsep syariah di Indonesia naik banget, sampe 500% pada tahun 2023. Ini masih akan terus nambah lho, terutama setelah Indonesia diakui lagi sebagai destinasi wisata halal terbaik di dunia. Jadi, bulan Juni 2023 kemaren, Indonesia dinyatain sebagai yang paling oke banget, masuk dalam Top Muslim Friendly Destination of The Year 2023 versi Global Muslim Travel Index (GMTI). Ini udah kali kedua mereka dapet gelar ini sejak tahun 2019, yang menunjukkan kalau pemerintah Indonesia udah berhasil banget dalam mengembangkan pariwisata halal sejak tahun 2014. Salah satunya caranya dengan bikin tambah banyak hotel syariah di Indonesia. Dulu, destinasi wisata halal mungkin cuma ngebayangin Aceh atau Lombok, tapi sekarang udah merambah ke banyak kota di Indonesia, seperti Jakarta, Yogyakarta, Malang, Lampung, Makassar, dan beberapa kota lainnya. Nah, RedDoorz udah mulai nyadar tren wisata halal ini sejak tahun 2019 dengan ngeluarin 283 hotel RedDoorz Syariah yang tersebar di beberapa kota yang jadi destinasi wisata halal di Indonesia. Pada tahun 2023, jumlahnya melonjak banget, hampir mencapai 2.000 hotel, dan pastinya bakal terus nambah seiring dengan pertumbuhan potensi wisata halal dan religi di Indonesia. Karena Indonesia punya penduduk muslim yang banyak banget, sekitar 241,7 juta jiwa, jadi ini pasar yang gede banget buat industri wisata halal. Kata Cut Nany Indriani, Head of Integrated Communication RedDoorz Indonesia, "Kami ngebantu nih dengan nambah properti syariah, biar Indonesia makin oke di Global Muslim Travel Index tahun ini, dengan nge-strengthen akomodasi yang syariah dan friendly buat muslim." [Baca juga : "Tren Pariwisata Dan Kesiapan Indonesia Sebagai Tuan Rumah KTT AIS Forum 2023"] Buat lebih jelasnya, menurut Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, wisata halal itu konsep layanan wisata yang ditujukan buat ngebantu kebutuhan dan keinginan wisatawan muslim. Jadi, mulai dari makanan halal, fasilitas buat beribadah, sampe tempat penginapan yang mengikuti prinsip-prinsip agama Islam. Tapi inget ya, buat nginep di hotel RedDoorz Syariah, salah satu persyaratannya adalah tunjukin surat nikah yang sah buat pasangan suami istri. Itu penting banget untuk menghormati prinsip-prinsip syariah. (Sumber Foto @tripcanvas.indonesia) 
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...