shop-triptrus



6 Tempat Wisata Sejarah yang Wajib Dikunjungi di Semarang

TripTrus.Com -  Semarang menjadi salah satu kota di Indonesia yang menjadi saksi perjuangan rakyat melawan penjajah. Tidak heran, di kota lumpia ini banyak ditemui bangunan bekas zaman kolonial yang masih berdiri kokoh. "Tak jarang pula, kawasan bersejarah di Semarang menjadi objek wisata yang kerap dikunjungi turis lokal maupun mancanegara yang ingin mengetahui soal sejarah bangsa Indonesia." Jika Anda berkesempatan mengunjungi Semarang, jangan lewatkan tempat wisata bersejarah berikut ini: 1. Lawang Sewu   Upload foto lama... #kangen #semarang #lawangsewu #fotolama A post shared by bibilombok (@bibibolang) onJan 3, 2018 at 6:40am PST Cerita tentang kisah-kisah mistis yang terjadi di Lawang Sewu justru menjadi daya tarik tersendiri. Tempat ini dulunya dibangun saat Belanda masih menduduki Indonesia, dan difungsikan sebagai kantor pusat perusahaan kereta api saat itu. Disebut Lawang Sewu karena bangunan ini memiliki jumlah pintu yang sangat banyak – sewu dalam bahasa Jawa berarti seribu. Jika tertarik merasakan nuansa yang lebih mencekam, Anda bisa menjelajahi Lawang Sewu di malam hari dengan dampingan pemandu. 2. Masjid Besar Kauman   "Gerbang Masjid Agung Kauman Semarang" #smg470 #semaranghebat #semarang #oudestad #oldtown #kotalamasemarang #arsitekturindonesia #arsitektur #architecture #architecturephotography #masjidindonesia #masjid #masjidagungsemarang #masjidkaumansemarang #mosque #mosqueindonesia A post shared by Suwito (@suwitowito21) onMay 28, 2017 at 11:00pm PDT Dilihat dari bentuk bangunanya, Masjid Besar Kauman memang tidak lagi memiliki rupa yang sama dengan saat awal didirikan. Namun, masjid ini masih menjaga cerita sejarah sebagai masjid tertua yang ada di Pulau Jawa. Berdasarkan prasasti yang tertulis dalam bahasa Belanda di gerbang masuk, Masjid Besar Kauman dibangun pada abad ke-18, tepatnya di tahun 1750. 3. Kota Lama Semarang   "Walk" . Tentang pejalan . . . . #streetphotography#photography#photohunt#mind#street#streetphoto#streetphotographyindonesia#hunting#ig_street#snapseed#street#mobilephotography#urbanlife#photograph#insta_pic#instagood#instaphoto#dimension#humaninterest#humaninterestphotography#portrait#urban#semarang#jawatengah A post shared by angga (@noviannuliangga) onAug 14, 2017 at 5:21am PDT Sama seperti di beberapa kota besar di Indonesia lainnya, Semarang juga memiliki wisata kota tua yang menarik untuk dikunjungi. Di kawasan Kota Lama, Anda akan menjumpai puluhan gedung-gedung kuno dengan arsitektur khas Eropa klasik yang dibangun pada zaman kolonial Belanda. Di sekitarnya juga terdapat kanal-kanal air yang sampai sekarang masih terjaga kondisinya. Turis yang datang lebih sering berfoto dengan latar bangunan kuno tersebut. 4. Gereja Blenduk   Jon Cuan Quotes: "Karena hidup butuh cuan dan liburan!" A post shared by Dhayan Amiey (@amieykha) onAug 1, 2017 at 4:09am PDT Salah satu landmark di kawasan Kota Lama Semarang adalah Gereja Blenduk. Uniknya, tempat ibadah umat Kristiani ini tidak dibangun dengan menara-menara yang menjulang seperti gereja lain pada umumnya. Sebaliknya, bangunannya memiliki kontur fisik yang memiliki kubah, dan sangat menonjol. Dengan gaya artsitektur neo-klasik, gereja yang dibangun pada tahun 1753 ini masih difungsikan sebagai tempat ibadah sampai saat ini. 5. Gedung Kesenian Sobokartti   Blue hour #bluehour #sobokartti #eos #eosm #canon๐Ÿ“ท A post shared by Tjahjono Rahardjo (@tjahjonorahardjo) onSep 27, 2017 at 2:48pm PDT Bagi pencinta seni dan sejarah, tempat ini wajib masuk dalam daftar kunjungan Anda di Semarang. Gedung Kesenian Sobokartti didirikan oleh Herman Thomas Karsten di tahun 1929 karena kecintaannya terhadap budaya Jawa. Sampai saat ini, gedung teater masih sering menampilkan pertunjukan kesenian berupa pedalangan, tari tradisional, membatik, membuat wayang, serta pentas karawitan. 6. Kelenteng Sam Poo Kong   Panas bener . . . . #vsco #sampookong A post shared by qonita izza (@kntazza) onJan 3, 2018 at 8:09pm PST Dibangun di atas lahan seluas 3,7 hektare, Klenteng Sam Poo Kong menjadi magnet wisata di kota Semarang. Bangunan kuno ini pertama kali didirikan pada tahun 1724 oleh masyarakat Tionghoa di Semarang. Meski telah banyak mengalami perubahan bentuk bangunan, masih banyak turis yang datang untuk melakukan wisata religi. Itulah beberapa tempat wisata bersejarah yang bisa Anda kunjungi di Semarang. Untuk menjelajahinya, tentu dibutuhkan waktu lebih dari sehari. Karena itulah, memilih akomodasi terbaik saat berwisata menjadi prioritas untuk kenyamanan liburan Anda. (Sumber: Artikel bisnis.com, Foto vakansinesia.com)
...more

Wae Rebo: Kampung Adat yang Mengglobal

Anda tak akan menyangka jika di pedalaman Flores, tepatnya di kabupaten Manggarai  akan menemukan sebuah “kampung internasional”, yang mana Anda akan menyaksikan orang dari berbagai negara bertemu dalam satu lokasi yang sama, tidur, dan makan dalam satu atap Mbaru Niang, demikianlah nama untuk rumah kerucut Wae Rebo. Semenjak mendapatkan anugerah Award of Excellence dari Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB atau UNESCO untuk kawasan Asia Pasifik. Kampung Adat Wae Rebo setidaknya telah dikunjungi tiga ribu lima ratus pengunjung yang menjadi angka penutup di penghujung tahun 2014. Katarine misalnya, seorang turis asal Firlandia, meninggalkan moment Natal bersama keluarga untuk traveling ke Flores untuk mengunjungi Kampung yang namanya mulai tersehor di daratan Eropa sejak penetapan UNESCO. Begitu juga dengan para pengunjung dari berbagai Negara, mereka menganggap Wae Rebo seperti magnet yang baru muncul yang energinya mulai menarik para pengunjung di seluruh dunia. Kampung adat Wae Rebo yang terletak di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Wae Rebo mempunyai makna "mata air". Wae Rebo secara fisik terdiri atas tujuh rumah adat yang disebut Mbaru Niang, berbentuk kerucut yang mempunyai diameter 12-15 meter, dengan ketinggian 8-10 meter. Bagian atap yang menjuntai hingga menutupi sebagian besar bangunan ini dibuat dari rumput khusus dengan dilapisi ijuk agar lebih kuat jika diterjang angin dan air hujan. Kampung ini  juga dibangun di atas Pegunungan Pocoroko dengan ketinggian 1100 mdpl yang menghadap langsung ke Samudera Hindia. Selain unik dari sisi arsitek dan pemilihan lokasinya, pola susun rumah adat Wae Rebo juga unik, karena polanya melingkar dan tepat di tengah-tengahnya terdapat batuan yang disusun membentuk persegi. Pada bagian persegi itu terdapat semacam altar yang terbuat dari bambu untuk meletakan sesembahan para leluhur. Susunan batuan itu disebut sebagai Compang untuk upacara adat. Bentuk rumah adat ini selalu dikaitkan dengan bentuk sarang laba-laba yang juga terjadi dalam pola pembagian sawah yang ditanami padi oleh Suku Manggarai. Pola pembagian sawah ini juga menyerupai sarang laba-laba yang mengerucut dibagian tengah, dengan alur pembagian seperti petak-petak yang dibuat oleh laba-laba untuk menjerat mangsanya. Anda dapat menemukan sawah yang berbentuk sarang laba-laba ini di Lembor dan Cancar, saat perjalanan menuju Kota Ruteng. Masyarakat Wae Rebo percaya bahwa nenek moyang mereka yang bernama Maro berasal dari Minangkabau, yang kemudian belayar menuju ke selatan dan akhirnya menemukan Pulau Flores. Setelah itu mereka mencari lokasi, pertama kali Mereka pindah ke Liho Dari Liho, kemudian pindah ke Ndara, Golo Damu, dan Golo Pandu, setelah itu pindah ke pegunungan Poncoroko. Kedekatan budaya mereka dengan Suku Minang dapat dilihat dari bentuk rumah dan tradisi pernikahan mereka yang hampir sama. Jika Anda mengunjungi kampung adat Wae Rebo, banyak hal yang akan Anda dapatkan, di antaranya adalah nikmatnya kopi yang dibuat secara tradisional oleh penduduk setempat, selain itu juga perpaduan antara rumah adat dan hijaunya hutan bagaikan permadani  menyelimuti kokohnya gunung-gunung yang mengelilingi kampung Wae Rebo.  Perpaduan ini menjadi sebuah kolaborasi apik yang akan memanjakan mata Anda di sana. BAGAIMANA KE SANA? Wae Rebo dapat di tempuh dengan start perjalanan udara dari Bandara Ngurah Rai Denpasar menuju Bandara Labuan Bajo, yang terdapat di Kabupaten Manggarai Barat. Selanjutnya  Anda harus menempuh perjalanan darat selama 4 jam menuju Kota Ruteng, sebuah kota kecil di Kabupaten Manggarai Tengah. Selama perjalanan Anda dapat menikmati sawah yang berbentuk sarang laba-laba di Lembor atau Cancar. setelah itu perjalanan dapat dilanjutkan menuju Desa Denge yang merupakan desa terakhir sebelum trakking selama empat jam menuju Wae Rebo.    Profile Campa Tour: Create awareness of history by traveling all around the world. Discover the hidden treasures and enjoy cross-century experience. We aim to take our customer into unforgettable journey when they are taken out of their comfort zones, discover new stories, reveal the truth about ancient history, experience land before times and traditional culture, and find their true selves. Website: http://www.campatour.com/ Twitter: @CampaTour      
...more

Pasar Siti Nurbaya, Pasar Kekinian Bikinan GenPI Sumbar

TripTrus.Com -  Menyusul sukses Pasar Karetan yang dirancang Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Jawa Tengah, GenPI dari daerah lain tak mau kalah. Giliran GenPI Sumatera Barat (Sumbar) yang akan membuat Pasar Siti Nurbaya.    Hmmm enaknyaa ๐Ÿ˜š. @pasarsitinurbaya pasar zaman now. Follow Instagram: @genpisumbar @genpipadang @kemenpar @pdgcity Credit to @pasarsitinurbaya #KotaPadang #PdgCity #PadangCity #Padang #pasarsitinurbaya #genpisumbar #genpisumbar #westsumatera #WisataHalal #HalalTourism #PesonaIndonesia #wonderfulindonesia โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž– Akun ini berisi Konten tentang Informasi Kota Padang A post shared by Padang City Guide 17 (@pdgcity) onDec 6, 2017 at 4:48pm PST Silakan datang ke lapangan bola Gunung Padang, Muaro Padang, Sumbar. Acaranya sudah mulai on 26 November 2017 nanti. Di Pasar Siti Nurbaya ini akan ada Festival Jajanan Minang, Permainan Anak Nagari, Kesenian Minang, lomba vlog Instagram dan Pasa Siti Nurbaya. Di peluncuruan pasar ini panitia juga akan memberikan aneka hadiah menarik.  Pasar Siti Nurbaya menawarkan konsep pasar kuliner tradisional dengan konsep dan makanan yang dijual adalah tempo dulu. Pengunjung akan dibawa bernostalgia ke zaman dahulu, zaman Siti Nurbaya memadu kasih dengan Syamsul Bahri. Aris Purnama, Koordinator Genpi Sumbar menjelaskan, pasar sejatinya adalah tempat bertemu penjual dan pembeli.  Tapi itu dulu. Sekarang sebuah pasar bisa menjadi destinasi wisata baru. Seperti yang digagas oleh Genpi Sumbar dengan membuat Pasar Siti Nurbaya. "Pasar Siti Nurbaya tidak hanya sebuah konsep, tapi benar benar sebuah pasar. Bedanya, pasar ini didesain semenarik mungkin dengan mengkombinasikan dengan objek foto sehingga menjadi Social Media Friendly dan Instagramable," ujar Aris, Rabu (22/11). Aris mengungkapkan, Pasar Siti Nurbaya diambil dari legenda Gunung Padang. Sebuah novel yang pernah ditulis oleh Marah Rusli dengan judul Siti Nurbaya. Novel ini juga pernah diangkat menjadi film.  Gunung Padang dan Batang Arau adalah kawasan yang menjadi ikon Kota Padang. Dahulunya pelabuhan ini adalah pelabuhan tersibuk di pesisir barat Pulau Sumatera. Tempat berlabuh kapal kapal dari Eropa dan India untuk berdagang. Batang Arau juga dikenal sebagai cikal bakal Kota Padang sebagai pusat perdagangan.  "Hingga saat ini di sepanjang Batang Arau masih berdiri kokoh bangunan tua, bukti bahwa dulu Kawasan ini adalah sentra pedagangan," kata dia.  Membangkitkan semangat tersebut, Genpi Sumbar memilih lokasi di kaki Gunung Padang sebagai pasar yang akan dikembangkan. Apalagi saat ini kawasan ini menjadi destinasi wisata sekaligus masyarakat Kota Padang berolah raga hiking.  Pengunjung akan menikmati masakan tradisional Minangkabau, seperti Lamang Tapai, Goreng pisan dengan ketan, kolak pisang, kolak ubi, lontong gulai paku dan cubadak, lontong pical, sate, soto dan masih banyak kuliner lainnya. Sesangkan untuk minuman disediakan kopi Solok Rajo, Sorbat, Bandrek, daun kawa, dan minuman tradisional lainnya.  "Semua menu tersebut akan dibuat dan dijual oleh ibu-ibu di Kelurahan Batang Arau, kita memberdayakan potensi masyarakat," ujar Aris.  Untuk yang hobi berfoto dan selfie, juga disediakan tempat foto yang menarik. Ada perahu hias, sepeda ontel, bendi, pelaminan Minangkabau tempo dulu dan spot menarik lainnya. Genpi Sumbar juga menyediakan hadiah menarik bagi pengunjung yang mengunggah foto dan vlognya ke instagram. Tidak hanya sampai disitu, pengunjung juga akan dihibur oleh kesenian tradisional Minangkabau, yang pemainnya adalah pemuda pemudi Kelurahan Batang Arau.  "Akan ada penampilan tari piring, tari payung, randai, silek, dan satu lagi akan ada tari balance madam, sebuah tari langka yang merupakan tari bangsawan Spanyol," kata Aris.  Selain itu juga digelar pemilihan Syamsul Bahri dan Siti Nurbaya  tingkat pelajar. Peserta akan mengenakan baju kurung dan baju taluak balango.  Aris menambahkan, dalam sebulan nanti, Pasar Siti Nurbaya akan digelar tiga kali. Bila nanti terbukti mendapat antusias yang bagus, rencananya akan diadakan tiap Ahad.  "Sementara kita coba bikin tiga kali dalam sebulan. Nantinya akan dibikin tiap minggu. Besok Pak Walikota, Kadispar Kota Padang, Camat dan Lurah kecamatan Padang Selatan akan mengadakan pertemuan guna menyukseskan acara ini," kata Aris.  Stafsus Menpar Bidang Komunikasi Don Kardono, melalui Koordinator GenPI Nasional, Mansyur Ebo, menambahkan, ada banyak kreasi pasar yang sedang dipersiapkan. Diantaranya Pasar Pancingan Lombok, Pasar Baba Born Tjit Palembang, dan Pasar Karetan Kendal. Semua berbasis pada atraksi pariwisata, untuk memperkuat daya tarik dan daya saing destinasi.   #SumbarBanget from @elzakir - Pasa siti nurbya, walaupun hujan sesekali menemani, semua tetap datang dan bergembira, What a happy market!! . . @genpi_id @genpisumbar @genpipadangpanjang @minangtourism @gadihminangkabau @ranah_minang01 @wonderful.minang @gadihbujang_minang @pasarsitinurbaya @infosumbar #genpi #genpisumbar #pasarsitinurbaya #minangkabau #pasarrakyat #market #peoplemarket #beach #padang #taplau #pasasitinurbaya #sitinurbaya #infosumbar A post shared by Sumatera Barat Banget (@sumbar.banget) onDec 5, 2017 at 12:41am PST “Kami selalu menggabungkan alam, budaya, dan dikombinasi dengan manmade. Tiga kombinasikan dalam pariwisata itu akan saling menguatkan,” ujar Don Kardono.  Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi semangat anak-anak muda dalam berkreasi. Menciptakan pasar-pasar dengan berbagai karakter, sesuai daerahnya. “Seperti yang di Radja Pendapa Camp yang menggabungkan antaraadventure, nature, culture dan ada banyak sentuhan buatan atau manmade. Itu sangat kreatif,” kata Arief Yahya. (Sumber: Artikel republika.co.id Foto @Amieykha)
...more

Holeo Atraksi Wisata Pertama Di Indonesia Yang Cocok Untuk Berekreasi Dan Berelasi

Jakarta, 4 Oktober 2023 - HOLEO Golf & Museum muncul sebagai angin segar bagi industri hiburan dan pariwisata. HOLEO Golf & Museum menghadirkan sejumlah terobosan yang menarik, yaitu mini golf bertema 4 musim dan museum dessert yang menggemaskan. Selain seru untuk berekreasi, HOLEO juga seru untuk menggelar berbagai acara dan berelasi, seperti ulang tahun, gathering, dan acara korporat. Ini dia 5 alasan mengapa HOLEO Golf & Museum adalah destinasi seru untuk berekreasi dan berelasi!       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Fina๐ŸŒป (@finandyanigeliia) Arena mini golf pertama di Indonesia yang memiliki 18 holeHOLEO Golf & Museum yang berlokasi di Jl. Cilamaya No.3, Cideng, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat ini hadir sebagai wahana permainan mini golf pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memiliki 18 hole dengan tema 4 musim yang memanjakan mata. Keempat musim tersebut, yaitu spring, summer, fall, dan winter. Keempat musim tersebut memiliki ciri khasnya masing-masing, seperti bunga, dedaunan, igloo, dan ombak. Terus berinovasi dengan menghadirkan konsep yang freshSelain HOLEO Golf & Museum yang terletak di Cideng, HOLEO juga pernah membuka Pop-Up Mini Golf di COVE Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara dengan konsep “Golf by the Sea”, yakni mini golf 9 hole yang mengasyikkan dengan pemandangan tepi laut yang indah dan bermain mini golf dengan konsep “Glow in the Dark” di malam hari. Hal ini mencerminkan semangat HOLEO untuk selalu berinovasi dengan konsep tempat yang fresh yang menarik lebih banyak pengunjung. Bisa untuk menggelar berbagai acaraHOLEO Golf & Museum ternyata tidak hanya seru untuk bermain. Di sini, kamu bisa menggelar sejumlah acara, seperti ulang tahun, gathering, dan acara korporat. HOLEO memiliki beberapa jenis group package yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan acaramu. Ingin menyajikan alternatif hiburan baru yang disruptif dan inovatifSelain menyajikan arena mini golf dan museum dessert, HOLEO juga turut memberdayakan lahan tak produktif untuk memberikan alternatif hiburan baru bagi masyarakat. “Di HOLEO, kami memanfaatkan lahan yang tak terpakai menjadi sarana hiburan yang disruptif dan inovatif. Berpusat dan beroperasi di Jakarta, Indonesia, industri hiburan saat ini sangat siap untuk inovasi.” ujar Andre Husada, Co-Founder & CEO HOLEO. [Baca juga : "Persembahan Dari Andre Husada, Co-Founder & CEO HOLEO, 'Startup Safari': Buku Bisnis Yang Ramah Anak"] Harga tiket masuk HOLEO Golf & MuseumUntuk Anda yang tertarik mengunjungi HOLEO, berikut ini rincian harga tiket masuk HOLEO Golf & Museum:Weekdays: Golf (include 1 putter & 1 ball, durasi maks 3 jam): 80k Museum (Include 1 totebag/canvas & painting kit, durasi maks 3 jam) 80k All access: golf & museum masing-masing arena berdurasi 3 jam 129k Unlimited all access: golf & museum tanpa batas waktu 179k Weekends: Golf (include 1 putter & 1 ball, durasi maks 3 jam): 90k Museum (Include 1 totebag/canvas & painting kit, durasi maks 3 jam): 90k All access: golf & museum masing-masing arena berdurasi 3 jam 149k Unlimited all access: golf & museum tanpa batas waktu 199k Kehadiran HOLEO Golf & Museum diharapkan menjadi referensi utama sarana rekreasi yang menyenangkan bagi seluruh warga Jakarta dan dapat menghadirkan pengalaman yang tak terlupakan selama bermain dan menggelar acara di HOLEO. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi media contact HOLEO Golf & Museum: WhatsApp: 081299955088 atau Email: hello@holeomuseum.com
...more

5 Destinasi Wisata Tasikmalaya Yang Cocok Untuk Dikunjungi Saat Liburan Lebaran Bersama Keluarga

TripTrus.Com - Liburan Lebaran adalah saat yang tepat untuk bersama keluarga, teman, dan sahabat dalam mengeksplorasi tempat-tempat wisata yang indah. Tasikmalaya memiliki beberapa destinasi wisata menarik, baik yang alami maupun buatan, yang dapat Anda kunjungi. Berikut adalah beberapa objek wisata di Tasikmalaya yang patut Anda kunjungi:       View this post on Instagram A post shared by kiky_kawaii (@kiky_kawaii) 1. Situ Gede Situ Gede merupakan simbol kota Tasikmalaya. Terletak di Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Situ Gede memiliki luas sekitar 47 hektar dan sebuah pulau di tengahnya, serta makam keramat Eyang Prabudilaya. Situ Gede juga berfungsi sebagai sumber air untuk pengairan persawahan dan kolam ikan. Di tempat ini, wisatawan dapat menikmati keindahan alam dengan menyewa perahu dan menikmati ikan bakar mujaer yang tersedia di warung makan di sekitar Situ Gede. 2. Situ Cibeureum Terletak di Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Situ Cibeureum memiliki luas sekitar 21 hektar. Selain berfungsi sebagai sumber air untuk pengairan persawahan dan kolam ikan, Situ Cibeureum juga memiliki suasana sejuk yang cocok untuk berfoto dan memancing. 3. Karang Resik Objek wisata buatan yang baru saja diresmikan pada akhir Ramadan ini menyajikan suasana perkampungan Korea, Jepang, India, Yunani, dan Belanda. Di sini banyak tempat yang instagenic sangat cocok bagi wisatawan yang gemar swafoto. Dengan harga tiket masuk Rp35 ribu, wisatawan dapat mengunjungi seluruh anjungan dan merasakan sensasi liburan keliling Asia dan Eropa. Karang Resik berada di wilayah Kecamatan Cipedes. 4. Tee Jay Water Park Bagi wisatawan yang gemar dengan wahana permainan air, Tee Jay Water Park adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi. Terletak di area mall Asia Plaza Jalan K.H. Zenal Mustofa, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, tempat ini menawarkan berbagai wahana permainan air, seperti kolam ombak dan seluncuran pagoda. Harga tiket masuk sebesar Rp30 ribu, sangat terjangkau bagi wisatawan dan keluarga. [Baca juga : "Tempat Wisata Religi Yang Populer Di Jawa Tengah Untuk Libur Lebaran: 3 Masjid Yang Harus Dikunjungi"] 5. Curug Badak Batu Hanoman Salah satu curug atau air terjun di Tasikmalaya, menjadi destinasi wisata alam yang populer. Terletak di Desa Suka Setia, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, curug ini dikelola oleh KPH Perhutani Tasikmalaya dan buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Untuk mencapai lokasi curug, wisatawan perlu berjalan kaki sejauh sekitar 250 meter dari tempat parkir. Di sekitar curug terdapat hutan pinus yang asri dan cocok untuk berswafoto, serta menawarkan suasana alam yang sejuk dan menyegarkan. (Sumber Foto @alwi_212la1) 
...more

27 Hari Libur Nasional 2024, Cek Jadwalmu Untuk Petualangan Seru!

TripTrus.Com - Pemerintah Indo udah setujuin 27 hari libur nasional dan cuti bersama di tahun 2024, geng! Cek jadwal liburmu, siapa tau bisa ngejalanin solo trip atau kumpul-kumpul sama bestie! Ada 17 hari libur nasional dan 10 hari cuti bersama nih. Masa yang pas buat merencanakan petualangan ke tempat baru.       View this post on Instagram A post shared by Hendra Bangkit Pramana๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ (@hendraar) Keputusan ini diumumin lewat Keputusan Bersama No. 855/2023, No. 3/2023, dan No. 4/2023. Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja, dan Menteri PANRB udah tanda tanganin keputusan ini di Jakarta. Mereka bilang, ini jadi pedoman buat instansi pemerintah dan swasta buat atur hari libur dan cuti bersama tahun 2024. Waktunya libur nasional 2024 juga oke banget buat ngejalin silaturahmi sama keluarga yang beda provinsi sambil jalan-jalan. [Baca juga : "5 Event Seru Dari November Sampe Desember Bikin Gebrakan Di Tangerang"] Jadi, catet tanggalnya, guys: Libur Nasional Tahun 2024: Januari: 1 Januari (Tahun Baru 2024) Februari: 8 Februari (Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW), 10 Februari (Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili) Maret: 11 Maret (Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1946), 29 Maret (Wafat Isa Al Masih) dan 31 Maret (Hari Paskah) April: 10-11 April (Hari Raya Idulfitri 1445 Hijriah) Mei: 1 Mei (Hari Buruh Internasional) 9 Mei (Kenaikan Isa Al Masih) dan 23 Mei (Hari Raya Waisak 2568 BE) Juni: 1 Juni (Hari Lahir Pancasila), 17 Juni (Hari Raya Iduladha 1445 Hijriah) Juli: 7 Juli (Tahun Baru Islam 1446 Hijriah) Agustus: 17 Agustus (Hari Kemerdekaan Republik Indonesia) September: 16 September (Maulid Nabi Muhammad SAW) Desember: 25 Desember (Hari Raya Natal) Libur Cuti Bersama 2024: Februari: 9 Februari (Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili) Maret: 12 Maret (Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1946) April: 8, 9, 12, 15 April (Hari Raya Idulfitri 1445 Hijriah) Mei: 10 Mei (Kenaikan Isa Al Masih) dan 24 Mei (Hari Raya Waisak) Juni: 18 Juni (Hari Raya Iduladha 1445 Hijriah) Desember: 26 Desember  (Hari Raya Natal) Ayuk, mulai rencanakan perjalanan kalian sekarang, teman-teman! Biar nggak kelewatan kesempatan liburan panjang ini. Semoga perjalanan kalian menyenangkan dan aman! ๐ŸŒดโœˆ๏ธ (Sumber Foto @hkusmanto) 
...more

Seru-Seruan di Besakih Festival dan Buleleng Creative Movement!

TripTrus.Com - Woi, woi, woi! Ada kabar gembira nih buat kamu semua yang suka seru-seruan. Catet ya, Besakih Festival di Kabupaten Karangasem bakal digelar pas minggu ke-3 di bulan September tahun 2023. Nah, jangan kira ini cuma acara biasa, guys. Ini adalah festival keren yang gabungin seni, budaya, dan promosi potensi-potensi hebat di sekitar Desa Besakih. Khususnya, lo bakal nyamperin UMKM-UMKM hits yang ngembangin diri di sekitar Pura Besakih.       View this post on Instagram A post shared by Prawira Harja (@prawira2016) Makanya, siap-siap deh buat ngeliat tampilan seni dan budaya yang oke punya. Gak cuman buat hiburan aja, tapi juga bikin kamu pada ngeh tentang segala warisan budaya dan seni yang ada di area sekitar. Jadi, kalo lo emang pengen nambah wawasan tentang kekayaan lokal, jangan sampe kelewatan acara keren ini. Jangan lupa diinget, ya: bulan September, pas minggu ke-3. Tarik nafas dalam-dalam, catet tanggalnya, dan siap-siap buat ngerasain serunya Besakih Festival! Nih, bro, sambungannya ada acara keren abis nih di Buleleng Creative Movement, Kabupaten Buleleng tanggal 1 Oktober 2023. Gak kalah seru, banyak banget kegiatan keren yang bakal bikin kamu hepi, kayak Color Run, Zumba Party, Lomba Senam Poco-Poco, EXPO, dan yang pasti, Music for Everyone (MFE)! [Baca juga : "Desa Wisata Religi Astana Cirebon, Potensi Wisata Yang Ngehits Dan Seru Banget!"] Jadi ceritanya, di acara ini kamu bisa merasakan serunya lari-larian sambil dijejelin oleh warna-warni keren dalam Color Run. Kalo kamu suka joget-joget asik, pastiin dateng ke Zumba Party, dijamin bakal bikin badan kamu bergoyang sampe puas. Gak cuma itu, buat kamu yang punya skill senam ala poco-poco, ada juga lomba seru buat kamu nih. Dan jangan sampe kelewatan juga, ada EXPO-nya! Bisa liat-liat dan ikutan keren-kerenannya di sana. Trus buat yang suka musik, Music for Everyone (MFE) siap menggoyangin kamu dengan irama-irama yang kece. Jadi, pastiin kamu dateng dan ikutan euforia kece dari Buleleng Creative Movement ini, bro! Gak bakal nyesel deh, seru abis pokoknya! Jadi, gak ada alasan buat gak merapat, ya! (Sumber Foto lovebali.baliprov.go.id) 
...more

Jelajahi 6 Destinasi Wisata Subang

TripTrus.Com - Subang memiliki potensi daya tarik yang tidak kalah dari Bandung maupun Lembang. Kabupaten di sisi utara Bandung ini menawarkan destinasi yang lengkap mulai dari gunung hingga pantai. Dengan kekayaan potensi alamnya tersebut, akan ada banyak destinasi wisata Subang yang mungkin akan menjadi tren wisata selanjutnya. Nah berikut ini adalah 6 rekomendasi tempat wisata Subang terbaik yang bisa kamu jadikan referensi destinasi selama liburan. 1. Bukit Pamoyanan       View this post on Instagram A post shared by ๐Ÿ‡ทโ™โญ• & ๐Ÿ‡ทโ™๐Ÿ‡บ Pโ–‘eโ–‘nโ–‘dโ–‘aโ–‘kโ–‘iโ–‘ Cโ–‘iโ–‘lโ–‘iโ–‘k (@rioriuadventure) Mencari tempat camping yang asyik untuk menikmati sunrise di Subang? Bukit Pamoyan bisa jadi pilihan. Dari atas bukit ini kamu bisa menikmati panorama matahari terbit lengkap dengan lautan awan yang apik. Dengan keindahan tersebut tidak heran jika setiap sore mulai banyak tenda yang berdiri memenuhi kawasan puncak. Sambil bersantai di dalam tenda, kamu bisa menikmati pemandangan malam bertabur bintang dan matahari terbit saat fajar tiba. Tiket masuk kawasan bukit ini juga tidak terlalu mahal, hanya sekitar Rp5.000,00 per orang. 2. Curug Cileat       View this post on Instagram A post shared by Iman (@_kopites_man) Tersembunyi di balik hutan dan persawahan, pesona keasrian dari Curug Cileat ini benar-benar sangat terjaga seperti Air Terjun Grojogan Sewu. Tingginya yang mencapai 100 meter lebih ini membuat objek wisata ini menjadi air terjun tertinggi di Subang. Bahkan saking tingginya, dari jauh kamu sudah bisa merasakan segarnya hembusan embun air terjun yang terbang tertiup angin. Untuk menuju kawasan air terjun ini, kamu harus melewati jalan panjang menyusuri sungai dan hutan. Lelah selama perjalanan akan langsung terbayarkan saat sudah tiba di lokasi karena pemandangannya sangat menawan. Alamat persis dari air terjun ini berada di daerah Cibogo, Cupunagara, Gardusayang, Cisalak, Subang. Tempat ini buka selama 24 jam namun waktu terbaik berkunjung tentu saja saat pagi hari. 3. Pantai Cirewang Indah       View this post on Instagram A post shared by SUBANG INFO (@subang.info) Berlokasi di desa Pangarengan, Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Pantai Cirewang Indah yang diresmikan pada tahun 2013 silam adalah pantai dengan tanah timbul yang saat ini luasnya sekitar 500 meter persegi. Pantai ini dikenal dengan pohon-pohon bakau yang mencegah abrasi. Salah satu destinasi wisata di Subang ini tak hanya menawarkan pemandangan laut lepas, tapi juga Teluk Sidaon di mana terdapat banyak kepiting. Tak heran, penduduk sekitar sering memancing di teluk tersebut. Untuk berjalan-jalan di sekitar pantai ini tidak dikenakan biaya, namun jika kamu ingin menaiki perahu maka harga sewanya adalah Rp15.000. 4. Kebun Teh Ciater       View this post on Instagram A post shared by Arif Tesgi (@semuakegemaran) Untuk kamu yang suka berburu sunrise, jangan lewatkan destinasi wisata di Subang yang satu ini: Kebun Teh Ciater. Kebun teh ini tidak memiliki jam operasional sehingga kamu bisa berkemah di tempat yang disediakan di kawasan kebun teh atau stand by mulai pukul 04.00 WIB untuk “mengejar” matahari terbit. Setelah menikmati hangatnya mentari dengan semilir angin perkebunan yang sejuk, kamu bisa mengelilingi perkebunan dan mengunjungi pabrik teh untuk melihat langsung proses pengolahan daun teh. Biaya masuk kawasan ini terjangkau yaitu Rp5.000 per orang. 5. Curug Sadim       View this post on Instagram A post shared by Kota Subang (@kotasubang) Curug cantik yang wajib kamu kunjungi di Subang adalah Curug Sadim. Keindahan dari air terjun setinggi 10 meter ini tidak jauh berbeda dengan salah satu tempat wisata Kuningan terkenal, Curug Putri Palutungan. Air terjun ini mempunyai kolam-kolam kecil di sepanjang aliran sungainya yang bisa kamu jadikan tempat bermain air. Tempat ini juga menyediakan area camping yang nyaman dengan suasana sejuk khas perkebunan teh. Tempat tujuan wisata dengan tiket masuk yang sangat terjangkau ini menjadi salah satu lokasi favorit warga Subang dan sekitarnya untuk piknik. Jika tidak mau camping, kamu hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp12.5000,00 saja. Lokasi curug sadim ini sendiri berada di daerah Cicadas, Sagalaherang, Subang. Kamu bisa mengunjungi curug Sadim antara pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB setiap harinya. [Baca juga : "6 Destinasi Wisata Lampung Barat Paling Hits Untuk Dikunjungi"] 6. Desa Wisata Cibuluh Subang       View this post on Instagram A post shared by GenPI Subang (@genpisubang) Di Kabupaten Subang terdapat sebuah desa yang memiliki panorama dan fasilitas yang amat lengkap layaknya surga yang tersembunyi. Desa tersebut bernama Cibuluh. Desa Cibuluh sendiri terletak di ketinggian 650 meter di atas permukaan laut sehingga masuk kategori wilayah pegunungan. Desa Cibuluh yang terletak di Kabupaten Subang tersebut memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Desa dengan luas total wilayah 563.298 Ha, tersebut memiliki fasilitas seperti persawahan, perkebunan, pemakaman, perkantoran, klinik, puskesmas dan prasarana umum lainnya. Desa dengan pemandangan yang luar biasa tersebut juga dikenal dengan beragam Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), mulai dari makanan hingga peralatan berbahan dasar bambu yang biasa dipakai oleh masyarakat sekitar untuk memasak, menjemur pakaian, alat musik hingga hiasan rumah. (Sumber: Artikel indonesia.travel Foto @sanusi_uchiha) 
...more

Melihat Tren Wisata Masyarakat di Tahun 2022

TripTrus.Com - Memasuki tahun 2022 masyarakat masih harus dihadapkan hidup berdampingan dengan virus corona. Status pandemi Covid-19 masih belum dicabut WHO, karena tren penyebarannya yang masih naik turun. Kondisi ini pun memaksa masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keadaan. Tak hanya soal kebiasaan sehari-hari yang berubah, kini tren wisata masyarakat juga mulai berubah. Masyarakat yang sudah bosan di dalam rumah memilih berwisata ke tempat-tempat yang menjamin penerapan protokol kesehatannya. Salah satunya berwisata di alam terbuka. "Dari pemantauan kami, wisatawan nusantara saat ini tetap mengutamakan destinasi wisata yang memiliki protokol kesehatan terutama di destinasi wisata alam terbuka," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno di Jakarta.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Trekking Sentul | Kawah Ratu (@tripacker) Dia menjelaskan, di era pandemi seperti sekarang, wisatawan mulai mencari dan menggemari tempat wisata yang terpisah dari keramaian. Bahkan ada tren wisata baru dengan campervan dengan akomodasi yang dekat dengan alam, seperti glamping. Selain itu juga bagi masyarakat generasi muda atau baru menikah lebih menyukai model wisata staycation (liburan yang menetap). Tren ini juga kerap digabungkan dengan bekerja dari jarak jauh sehingga bisa bekerja sambil berlibur. "Generasi muda atau keluarga baru juga menggemari staycation dan bahkan workcation, yang memungkinkan mereka bekerja dengan suasana liburan," kata dia. Sementara itu, terkait lokasi wisata, Sandiaga menyebut, Bali masih menjadi primadona. Pulau Dewata ini masih menjadi impian para wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Sandiaga berharap kegiatan pariwisata baik di destinasi dan sentra ekonomi kreatif dapat terus bergeliat. Pihaknya pun telah menetapkan program-program strategis dari tiap-tiap kedeputian untuk dapat menggeliatkan pariwisata Indonesia yang berkualitasmdan berkelanjutan. [Baca juga : "5 Destinasi Wisata Indonesia Terbaik Yang Wajib Dikunjungi Pada 2022"] Dia menargetkan, selama tahun 2022 jumlah kunjungan wisman mencapai 1,8 juta sampai 3,6 juta kunjungan. Sementara wisatawan Nusantara yang menjadi andalan dengan target 260-280 juta pergerakan dan nilai tambah ekonomi kreatif mencapai Rp 1.236 triliun. (Sumber: Artikel merdeka.com Foto @sakudikit) 
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...