TRIPTRUS - Meski lelah dan payah, mendaki gunung memiliki kenikmatan yang lengkap. Setiap hal kecil selama pendakian, masing-masing memiliki seni tersendiri yang ada sisi nikmatnya. Lumrah saja kalau banyak pendaki yang baru saja turun dari puncak masih terlihat lesu, dekil, dan berantakan, namun, jika ditanya pasti suatu saat akan mengulangi pendakiannya lagi. Andai bisa, dalam waktu yang dekat.Ngopi misalnya. Ngopi di rumah beda nikmatnya dengan ngopi di atas matras sembari menghirup hawa sejuk pegunungan dan memandang dengan bebas samudera awan yang mengumpal-gumpal. Makan juga sama. Sembarang makanan asal dimakannya di gunung bersama teman-teman semuanya akan terasa nikmat.Sensasi makan dan minum yang enak itu semestinya diimbangi denga kandungan nutrisi yang mumpuni. Mengingat naik gunung tak cuma butuh enak, tapi juga butuh sehat, seger, dan waras. Makanan-makanan berikut adalah makanan yang cocok untuk bekal mendaki yang omahpetualang.com rangkum dari pelbagai sumber:1. BiskuitSelain praktis, biskuit juga memiliki nutirisi yang seimbang sebagai cadangan energi selama pendakian. Biskuit adalah logistik paling tidak ribet dan bisa kapan saja dinikmati di jalur pendakian.2. MaduMadu sangat baik untuk menjaga daya tahan tubuhmu. Nutrisi yang terkandung dalam madu sangat berguna bagi tubuh yang bekerja keras saat mendaki. Stamina yang kuat harus selalu dipertahankan untuk menghadapi situasi tak menentu di jalur pendakian. Untuk itulah madu ada.3. SerealSereal mengandung karbohidrat, protein, dan vitamin, zat-zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Membuatnya sangat mudah, hanya perlu diseduh dengan air panas sereal sudah siap dinikmati. S3real juga ringan dibawa.4. RotiRoti adalah pengganjal perut paling manjur ketika perut keroncongan saat mendaki. Roti bisa bermacam-macam yang dibawa bekal. Bergantung selera masing-masing. Bisa roti tawar, roti sisir, roti gandum, dll, dll, dll.5. Cokelat BarCoklat mengandung senyawa phenethylamine yang bisa meningkatkan hormon endorfin dalam tubuh sehingga tubuh menjadi lebih tenang dan rileks. Coklat juga mengandung cukup kalori dan mudah mengenyangkan perut. Tapi jika Anda memiliki sakit maag, coklat tidak direkomendasikan karena coklat justru akan memancing asam lambung makin naik.6. Bubur InstanBubur instan mudah ditemui di warung-warung. Harganya juga terjangkau. Bubur instan hampir serupa dengan sereal. Cara membikinnya juga sama. Cukup diseduh air panas.7. Mi InstanMi instan adaalah makanan paling populer di gunung. Rasanya enak, membuatnya mudah, dan harganya murah.8. BuahBuah memiliki kandungan vitamin yang sangat dibutuhkan tubuh. Buah juga dapat menyegarkan badan. Sebaiknya memilih buah yang tidak mudah busuk.Selain beberapa makanan yang disebutkan di atas, sebenarnya masih ada beberapa makanan sehat yang lain seperti telor, sayuran, beras, dan makanan kaleng. Namun beberapa pendaki mengaku teralu ribet dan membutuhkan manajemen tersendiri ketika memutuskan untuk memasak nasi dan sayur. (Sumber: Artikel omahpetualang.com Foto jalanpendaki.com)
...moreAlat musik yang satu ini konon sudah digunakan masyarakat di Rote, Nusa Tenggara Timur sejak abad ke-7. Inilah sasando, alat musik khas Pulau Rote yang sekilas mirip gitar.
Sasando memiliki bagian utama berbentuk tabung panjang yang terbuat dari bambu. Pada bagian tengah alat musik berdawai ini berbentuk melingkar dari atas ke bawah. Dawai-dawai pada sasando direntangkan di tabung dari atas ke bawah yang sudah diberi ganjalan-ganjalan.
Berdasarkan struktur nada, sasando dapat dibedakan menjadi dua jenis. Pertama, sasando gong dengan sistem nada pentatonik memiliki dua belas dawai. Sasando jenis ini biasanya hanya bisa digunakan untuk memainkan lagu-lagu tradisional masyarakat di Pulau Rote.
Kedua adalah sasando biola. Sasando ini memiliki sistem nada diatonik dengan jumlah dawai mencapai 48 buah. Kelebihan dari sasando ini terletak pada jenis lagu yang bisa dimainkannya lebih bervariasi. Sasando ini diperkirakan mulai berkembang di akhir abad ke-18 dan berkembang di Kupang.
Sasando biasanya dimainkan untuk mengiringi lagu pada tarian tradisional masyarakat Nusa Tenggara Timur. Sejak tahun 1960-an, alat musik ini telah dimodifikasi menjadi sasando elektrik atas prakarsa seorang pakar permainan sasando di NTT bernama Edu Pah.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTripTrus.Com - Berikut adalah jadwal acara di Palembang selama bulan Mei 2023 yang terdapat dalam Kalender Event setahun penuh di Palembang. Total terdapat 107 event wisata yang tersebar di seluruh Palembang sepanjang tahun 2023.
View this post on Instagram
A post shared by Dinas Pariwisata Palembang (@pariwisata.palembang)
Simak daftar dan jadwal acara di Palembang pada bulan Mei dari 'Calendar of Event' 2023.
Rentak Batanghari 9 (16-17 Mei)
Sriwijaya Expo (24-28 Mei)
Food Bazaar Season 1 (26 Mei-4 Juni)
Liga Sepakbola Usia Anak U-12 , U-14 (Mei)
Lomba Fotografi: Budaya dan Seni Sumsel (Mei)
Ulang Tahun APEKSI (Mei)
National Polytechnic English Olympiad (NPEO) (Mei)
Pekan Olahraga Pariwisata Nasional (Mei)
Festival Anjungan Sumsel (Mei/Juni)
[Baca juga : "Berikut Ini Adalah Daftar Event Yang Akan Digelar Di Wonosobo Pada Bulan Mei 2023, Mulai Dari Pemili"]
Agus Wibowo, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, mengatakan bahwa tujuan dari pengumuman Calender of Event 2023 Kabupaten Wonosobo adalah memberikan informasi kepada masyarakat terkait pelaksanaan event di Kabupaten Wonosobo pada tahun 2023. Ia juga mengajak seluruh stakeholder dan masyarakat untuk mendukung dan menyukseskan acara tersebut. (Sumber Foto @dessyshanty178)
...moreTripTrus.Com - Lo lagi bosen liburan ke tempat yang itu-itu aja? Waktunya coba glamping, bro! Ini bukan camping biasa, tapi lo bisa nikmatin suasana alam tanpa harus ribet bawa perlengkapan kayak biasa. Bayangin, lo bisa tidur di tenda mewah, sambil dikelilingi pemandangan alam yang keren abis. Glamping itu bisa jadi pilihan tepat buat lo yang pengen liburan di spot-spot kece yang susah dijangkau, tapi tetep pengen feel ala hotel bintang lima. Penasaran di mana aja? Langsung aja cek 8 destinasi glamping kekinian buat liburan bareng keluarga!
1. Bali Beach Glamping, Tanah Lot
View this post on Instagram
A post shared by Escape Nomade | Luxury Tented Villas (@escapenomade)
Lo bisa langsung nikmatin pantai, guys! Glamping di Bali Beach ini bikin lo bisa nge-chill sambil dengerin deburan ombak. Tenda glampingnya nyaman banget, ditambah ada infinity pool yang ngadep laut, spa, dan restoran romantis yang langsung di pinggir pantai. Pasti seru banget buat liburan bareng keluarga atau pacar!
2. Kaldera Toba, Danau Toba
Buat lo yang pengen ngerasain glamping dengan vibe beda, coba ke Kaldera Toba! Di sini, tenda glampingnya tuh unik banget, berbentuk bubble transparan yang bikin lo bisa liat langit malam yang penuh bintang. Ditambah fasilitas kasur queen, sofa, dan meja kecil buat nongkrong santai. Pemandangan Danau Toba yang luas pastinya bikin liburan lo makin memorable.
3. Sang Giri Mountain Glamping, Bali
Bali gak cuma soal pantai, bro! Di Sang Giri Mountain Glamping yang ada di Desa Jatiluwih, lo bakal ngerasain glamping dengan tenda-tenda bergaya Afrika, lengkap dengan pemandangan hutan tropis dan pegunungan yang keren banget. Dijamin bikin lo betah!
4. The Highland Park, Bogor
Di sini lo bisa nikmatin pemandangan Gunung Salak yang kece, apalagi kalo malam bisa liat langit penuh bintang. Konsep glampingnya nggabungin budaya Barat dan Timur, ada pilihan tempat glamping kayak Apache Camps, Mongolia Camps, atau Tree House. Plus fasilitasnya lengkap banget, mulai dari TV, AC, mini zoo, sampai waterboom buat anak-anak. Jadi, buat yang bawa keluarga, ini pilihan tepat!
[Baca juga : "5 Tips Biar Liburan Akhir Tahun Lo Lancar Dan Aman Di Jalan!"]
5. Jeeva Beloam Beach Camp Resort, Lombok
Lokasinya langsung di Pantai Beloam, lo bakal bangun tidur sambil dengerin suara ombak! Tenda-tendanya unik banget, bergaya rumah tradisional Suku Sasak dengan atap alang-alang. Ini glamping yang bisa bikin lo merasa lebih dekat sama alam, tapi tetap dengan kenyamanan yang top.
6. Glamping De Loano, Purworejo
Buat lo yang nyari ketenangan, tempat ini cocok banget! Glamping di tengah hutan pinus yang sepi banget, suara alam dan lampu kekuningan di malam hari bakal bikin suasana liburan lo jadi lebih hangat dan nyaman. Lo bisa nikmatin fasilitas lengkap kayak wifi dan colokan listrik, plus seru-seruan BBQ atau off-road bareng keluarga.
7. Glamping Songgolangit, Yogyakarta
Di tengah hutan pinus yang asri, Glamping Songgolangit di Yogyakarta punya spot foto yang kece banget! Lo bisa dapetin fasilitas lengkap kayak kasur empuk dan kamar mandi pribadi. Kalau lo suka tantangan, ada flying fox dan jeep tour yang seru banget. Jangan lupa foto di jembatan kayu panjang atau rumah Hobbit, pasti Insta-worthy!
8. Rancabali Glamping
Glamping di pinggir danau, dikelilingi hutan dan kebun teh, seru banget kan? Di sini, lo bisa pilih tenda dengan view langsung ke danau atau ke kebun teh. Jangan lupa makan di Pinisi Resto yang bentuknya kayak kapal, sambil nikmatin pemandangan danau yang indah. Lo juga bisa naik perahu keliling Situ Patenggang. Dijamin, liburan lo bakal berkesan!
Udah kebayang kan serunya glamping? Gak perlu jauh-jauh ke luar negeri, Indonesia punya banyak destinasi glamping yang gak kalah kece. Selain bisa nikmatin alam, lo juga tetep bisa dapetin kenyamanan kayak di hotel. Jadi, buruan pilih destinasi favorit lo dan ajak keluarga liburan bareng! Siap-siap bawa pulang kenangan indah yang gak bakal terlupakan! (Sumber Foto @whatsnewindonesia_official)
...moreTripTrus.Com - Untuk mengajarkan nilai luhur, maka anak muda dari berbagai daerah diajak untuk ikut telusuri keberagaman di Lasem. Setidaknya ada 10 anak muda dari berbagai daerah, akan ikut telusuri keberagaman di lasem, Jawa Tengah. Bagian dari pengenalan tentang harmonisnya kehidupan antar etnis, kepada generasi penerus.
Program yang dibuat dengan nama “Lasem Pluralism Trail”, berlangsung dari 12–15 Oktober 2017, di Semarang dan Lasem. Para peserta yang lolos yang diadakan Ein Institut Semarang ini di antaranya Antonio Winatian, dari Medan; Dedy Ibmar dari Riau; Fajar Tumanggor, dari Medan; Jenny Anggita dari Jakarta; Ni Luh Putu Juli Wirawati dari Yogyakarta.
Selain itu ada anam Lintang Ayu Saputri daro Purwokerto; M Dalhar Sobri dari Jepara; Maria Nofianti perwakilan Purwokerto; Muhammad Arief Rahadian dari Jakarta dan Zulyan Epi perwakilan Surakarta. Direktur Ein Institut Ellen Nugroho mengatakan, program yang dijalankan itu untuk mempromosikan praktek hidup berdampingan dan keberagaman di kalangan anak muda. Agar bisa ditularkan ke penjuru negeri.
“Setelah mencermati dan mendialogkan ratusan aplikasi yang masuk Komite Seleksi Bea Siswa Lasem Pluralism Trail, akhirnya sepakat memilih sepuluh anak muda sebagai penerima beasiswa. Mereka akan mengikuti kegiatan ini, ” ujarnya, Rabu, 11 Oktober 2017.
Lebih lanjut, Ellen memaparkan,program ini menyediakan kesempatan bagi anak-anak muda untuk menimba pengalaman dan pengetahuan, mengasah keterampilan, berinteraksi serta membuka peluang berjejaring. “Diharapkan dengan kegiatan positif ini anak-anak muda dapat menjadi ujung tombak pemupus prasangka,” harap Ellen.
Foto: youtube.com
Selama mengikuti kegiatan “Lasem Pluralism Trail”, mereka akan terlibat secara aktif dalam lokakarya, diskusi dan juga tur mengelilingi Lasem, kota yang terkenal sebagai laboratorium kebhinekaan.
Tempat berbaurnya berbagai etnis dan budaya, mengunjungi Klenteng Gie Yong Bio, Klenteng Cun An Kiong, pantai Bangun, Karang Jahe, Rumah Batik Sekar Kencana, Pabrik Tegel LZ, Susur Sungai Dasun–Pulau Gosong,Pabrik Roti Indonesia, Museum Batik Nyah Lasem dan wisata kuliner ke Kampung Tuyuhan.
“Kami akan memfasilitasi anak-anak muda ini untuk beriteraksi dengan para tokoh agama, sejarawan, dan budayawan setempat. Kami juga menghadirkan pakar kajian agama dan peneliti sosial budaya.” (Sumber: Artikel indochinatown.com Foto pgsp.big.go.id)
...moreTRIPTRUS - Berikut tips-tips agar Anda bisa berhemat dan menikmati perjalanan yang menarik.
Berlibur tentu tak mesti mahal. Yang penting bisa dinikmati, menambah pengetahuan, akrab bersama keluarga, dan manjur menghilangkan stres. Ikuti trik berikut agar Anda bisa berhemat dan menikmati perjalanan yang menarik.
1. Lakukan Survei
Banyak orang melakukan perjalanan wisata, namun bingung begitu sampai di tempat tujuan. Hal itu terjadi karena sebelum berangkat mereka tidak mencari tahu kota atau negara yang akan dikunjungi. Padahal, tempat-tempat wisata tersebut pasti bisa dilihat di internet atau di buku-buku wisata.
Survei lewat internet atau persiapan jauh sebelumnya sangat penting dilakukan karena Anda bisa mengetahui apakah ada diskon atau potongan harga, mulai dari tiket pesawat atau hotel. Atau mencari tempat belanja oleh-oleh yang terjangkau seperti pasar tradisional.
2. Membawa Uang
Jangan sampai Anda kehabisan uang saat di perjalanan. Jadi, pastikan memiliki uang yang cukup agar Anda tidak bingung. Tentu saja bukan untuk dibelanjakan semuanya. Anda harus tetap mengawasi pengeluaran dengan mencatatnya. Sekaligus menahan diri dan bertanggung jawab atas apa yang sudah dibelanjakan.
3. Tiket Pesawat
Pastikan Anda memperoleh informasi pariwisata selengkap mungkin. Mulailah memeriksa harga tiket murah atau promo. Jika Anda belum yakin dengan harganya, periksa lagi tiap beberapa hari, siapa tahu ada penurunan harga. Saat harga turun segera lakukan pemesanan. Jika keberangkatan masih lama, jangan lupa mencatatnya.
4. Pilih Yang Nyaman
Melakukan perjalanan dengan pesawat memang lebih cepat, namun biaya yang harus dikeluarkan lebih mahal. Namun, jika Anda menikmati perjalanan darat memakai mobil, ini akan menjadi pilihan yang menyenangkan. Selama perjalanan Anda bisa menikmati pemandangan sekaligus menambah pengetahuan tentang daerah tersebut.
5. Bukan Musim Liburan
Biaya perjalanan akan lebih murah jika pergi di saat bukan musim liburan, atau di awal dan akhir liburan. Selain itu, jika Anda menikmati suasana yang tidak terlalu riuh karena banyak orang, ini waktu yang tepat. Pergi di musim liburan, membuat tempat-tempat wisata dipenuhi banyak orang.
6. Layanan Gratis
Selain mencari hotel yang bagus, lihat juga tarif kamarnya, siapa tahu ada penawaran khusus, seperti menginap dua malam, akan mendapatkan gratis satu malam. Atau layanan spa gratis bagi yang sudah memesan kamar. Dipastikan liburan Anda pasti akan jauh lebih menarik.
7. Sewa Mobil
Ada baiknya mencari data lebih dulu tentang daerah yang akan dikunjungi. Salah satunya moda transportasi, misalnya, dari bandara ke hotel. Siapa tahu ada bus yang melewati hotel tempat Anda menginap. Jadi, tak perlu mengeluarkan biaya mahal untuk taksi.
Untuk menghemat biaya, Anda bisa menyewa mobil selama berwisata. Banyak sekali penyedia sewa mobil yang mempromosikan harga murah. Anda bisa bebas memilihnya dengan meminta referensi dari hotel atau teman yang pernah berkunjung ke sana
8. Cermat Memilih
Pilihlah tempat wisata yang benar-benar unik, bagus, dan ada ciri khasnya. Jangan sampai Anda pergi ke tempat yang tidak menarik, kurang diminati orang, dan biayanya mahal. Bisa-bisa Anda tak menikmati, tapi malah kecewa.
9. Berburu Langsung
Cenderamata memang kelihatan sepele, tapi tak ada salahnya Anda membeli sebagai kenang-kenangan kalau Anda sudah pernah ke tempat tersebut. Pasar tradisional atau berburu langsung ke tempat pembuatannya, ternyata punya kesan sendiri. Selain bisa melihat langsung cara pembuatannya, harganya pun biasanya lebih murah, dibanding bila sudah masuk ke toko suvenir.
10. Liburan Menarik
Tidak perlu memaksakan diri berlibur ke luar negeri. Banyak, kok, tempat-tempat di Indonesia yang mengagumkan dan tak kalah menarik dengan di luar negeri. Atau malah liburan di dalam kota tempat Anda tinggal. (Sumber: Artikel tabloidnova.com)
...moreTripTrus.Com - Bro sis, bulan Juni ini jangan cuma rebahan doang! Di bulan keenam ini, banyak banget event kece dari berbagai penjuru Indonesia yang sayang banget kalo lo lewatin. Mulai dari yang artsy di Jogja, sampai yang nyelam-nyelam sambil nikmatin jazz di Maratua, semua ada! Lo bisa eksplor budaya, olahraga ekstrim, sampe jajan-jajan lucu di festival kreatif. Pokoknya, lo nggak bakal kehabisan agenda buat nongkrong kece atau healing tipis-tipis. Yuk kita gas!
π¨ ArtJog 2025 – Jogja Bukan Cuma Gudeg, Tapi Juga Surga Seni!
ποΈ 21 Juni – 31 Agustus 2025 π Jogja National Museum, Yogyakarta
Lo pernah ngerasain pameran seni yang isinya nggak cuma cakep tapi juga dalem banget maknanya? Nah, ArtJog ini tempatnya. Dari instalasi yang mind-blowing, lukisan yang ngena, patung sampe multimedia, semua karya di sini ngangkat tema Motif: Amalan. Gokil banget sih konsepnya.
Awalnya ini dikenal dengan nama Jogja Art Fair pas 2008, dan sejak saat itu langsung jadi ajang yang ditunggu para seniman. Nggak cuma soal seni murni doang, tapi juga sering nyambungin isu-isu politik, sosial, sampe budaya. Di sinilah tempat lo bisa ngeliat gimana seni itu bisa jadi alat komunikasi paling ngena!
π WSL Nias Pro 2025 – Spot Surfing Rasa Internasional di Pantai Sorake
ποΈ 21 – 28 Juni 2025 π Pantai Sorake, Nias Selatan, Sumatra Utara
Lo kira ombak kenceng cuma ada di Hawaii atau Afrika Selatan? Salah besar bro! Di Pantai Sorake, Nias, para surfer dari seluruh dunia bakalan ngadu skill mereka lawan ombak ganas yang jadi incaran surfer profesional.
WSL Qualifying Series 6000 tahun ini hadir lagi dan makin seru! Ada 4 kategori nih: Men’s QS 6000, Women’s QS 6000, Men’s Pro Junior, dan Women’s Pro Junior. Bayangin serunya liat atlet kelas dunia pamer aksi ekstrem di ombak lokal kita sendiri. Sumpah, ini bukan event kaleng-kaleng!
π Dieng Caldera Race 2025 – Trail Running Sekalian Healing Liat Kabut
ποΈ 20 – 22 Juni 2025 π Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah
View this post on Instagram
A post shared by Prita Sekar (@pritaskr)
Buat lo yang suka tantangan dan pengen sekalian olahraga sambil liat pemandangan kece, wajib banget ikutan Dieng Caldera Race 2025. Nggak cuma soal lari, event ini juga peduli banget sama inklusi disabilitas lho, karena tahun ini temanya “Tea Run for Disability Inclusion”.
Ada empat kategori jarak: 10 km, 25 km, 45 km, dan 85 km. Tapi yang bikin makin unik tuh bukan cuma lintas alamnya aja, ada juga panggung budaya lengkap sama tari-tarian lokal, seni tradisional dan pameran khas Dieng. Olahraga dapet, budaya juga dapet. Paket komplit!
[Baca juga : "Tradisi Idul Adha Nusantara, Dari Ngejot Sampai Manten Sapi, Seru Banget!"]
π· Maratua Jazz & Dive Fiesta 2025 – Snorkeling Sambil Nikmatin Jazz? Bisa Banget!
ποΈ 25 – 29 Juni 2025 π Pulau Maratua, Kalimantan Timur
Lo tau nggak sih ada konser jazz yang venue-nya literally di pulau tropis? Welcome to Maratua Jazz & Dive Fiesta 2025! Bukan cuma soal musik aja, event ini ngangkat lima konsep keren: Conservation, Community, Culture, Culinary & Concert.
Sambil nikmatin alunan musik jazz dari musisi lokal dan internasional, lo juga bisa nyebur buat snorkeling atau diving, bahkan foto-foto sunrise yang epic banget. Diselenggarain bareng WartaJazz dan Yayasan Berau Lestari, ini salah satu event paling chill dan eksotis tahun ini!
π Pesta Kesenian Bali 2025 – Budaya Bali All Out!
ποΈ 21 Juni – 19 Juli 2025 π Taman Budaya Provinsi Bali
Bali nggak pernah gagal bikin lo jatuh cinta, apalagi kalo dateng ke PKB alias Pesta Kesenian Bali. Tahun ini udah edisi ke-47 lho! Bawain tema Jagat Kerthi: Lokahita Samudaya yang artinya “Harmoni Semesta Raya”, event ini bakal nampilin 20.000 seniman dari seluruh Bali dan luar daerah.
Mulai dari parade budaya, lomba-lomba khas Bali kayak Layangan Bebean, lomba cerita rakyat Masatua Bali, sampe lomba jurnalistik buat wartawan lokal. Jadi lo nggak cuma nonton doang, tapi juga bisa ngerasain vibes lokal yang kental banget.
πΏ Semasa Piknik 2025 – Belanja Santai Sambil Rebahan di Taman
ποΈ 27 – 29 Juni 2025 π Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat
Lo yang demen nongkrong cantik tapi tetep pengen belanja barang-barang lokal yang artsy, kudu dateng ke Semasa Piknik 2025. Di sini ada sekitar 275 tenant dari brand lokal yang jualan produk kreatif kekinian, plus 90 tenant kuliner yang bisa manjain lidah lo!
Yang paling seru, ada live music juga! Sambil nikmatin performance dari musisi lokal, lo bisa rebahan di tikar taman atau bean bag yang udah disiapin. Mau dateng sendiri, sama doi, atau geng lo, vibe-nya tetep chill dan asik abis!
Juni ini tuh bener-bener full vibes positif, Bro! Dari Jogja sampe Maratua, dari Bali sampe Nias, semuanya punya sesuatu yang spesial buat lo datengin. Lo bisa sambil healing, belajar, ngonten, atau sekedar cari angin segar bareng temen. Makanya, langsung deh catet tanggalnya di kalender lo dan siapin outfit terbaik! Jangan sampe nyesel karena kelewat event-event kece ini! (Sumber Foto @mahendraoka21)
...moreTRIPTRUS - Ini dia yang dinanti – nanti, setelah sekian lama sejak kehadiran AdiPutro Jetbus 2+ SDD di ajang GIIAS 2015 lalu, kini kembali Adi Putro merilis SDD yang merupakan pesanan dari PO Efisiensi. Ya, sebelumnya kita mengetahui bahwa Adi Putro berhasil menjual varian bus Double Deck ini ke PO asal Aceh yang sempat menghebohkan dunia per-bus-an Indonesia, Sempati Star.
Sumber: Taufik Iksan Wicaksono
Untuk unit yang dipesan oleh Efisiensi ini saat ini kabarnya sedang menjalani roadtest sebelum akhirnya diserah terima secara penuh kepada PO Efisiensi sebagai pemilik. Bus ini juga dikabarkan memiliki beberapa perbedaan dibandingkan SDD yang dibuat sebelumnya, di bagian mana sajakah?
Sumber: Rizky Ma’at
Sepintas, bila melihat dari detail, ini berbeda dengan bus milik Sempati Star yang penulis sempat review saat dipamerkan di ajang GIIAS. SDD milik Efisiensi ini memiliki letak pintu tengah yang posisinya berbeda dengan milik Sempati Star, pintu tengahnya lebih diposisikan ke depan untuk milik Efisiensi ini.
Sumber: Edgar S Mannopo
Dan sekilas bila dilihat secara detail, sepertinya ini agak sedikit lebih tinggi dari penampilan bus AP Jetbus SDD milik Sempati Star. Dan mengenai Chassis yang digunakan, apakah ini menggunakan Mercedes-Benz 2542 OC 500 RF, Scania K410 atau Golden Dragon XML6145D13 serta detail kedepannya apakah armada ini digunakan secara regular atau hanya sebagai bus pariwisata kita tunggu saja info dari media sosial dan komunitas yang berkembang. (Sumber: Artikel imotorium.com Foto Fandy Wira Hendra)
...moreTripTrus.Com - Pemukiman Tionghoa atau biasa disebut Pecinan (China Town) terdapat hampir di berbagai kota besar di dunia, termasuk Jakarta. Kawasan Pecinan, dalam sejarahnya selalu menjadi penopang sekaligus jantung yang menggerakan detak perekonomian. Diantara denyut kehidupan, kawasan pecinan bernama Glodok di Jakarta Barat, terdapat jejak sejarah warga etnis Tionghoa yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah kota Jakarta.
Glodok biasa warga Jakarta mengenalnya. Pada siang hari daerah ini menjadi pusat kegiatan ekonomi dan perdagangan, sedangkan pada malam hari berubah menjadi pusat hiburan baik legal maupun ilegal. Konon nama Glodok bermula dari bunyi air “grojok-grojok” di daerah itu karena semula merupakan tempat pemberhentian dan pemberian minum kuda–kuda penarik beban. Namun menurut Mariah Waworuntu, seorang pemerhati sejarah dari Universitas Indonesia, nama Glodok berasal dari kata grobak, tempat membawa dan menjual air dari pancoran, yaitu glodok.
[Baca juga : Melihat Sisi Sejarah Dari Jembatan Kota Intan]
Dalam sejarahnya, jauh sebelum Belanda membangun Batavia tahun 1619, orang-orang Tiongkok sudah tinggal di sebelah timur muara Ciliwung tidak jauh dari pelabuhan. Mereka menjual arak, beras dan kebutuhan lainnya termasuk air minum bagi para pendatang yang singgah di pelabuhan. Namun, ketika Belanda membangun loji di tempat itu, mereka pun diusir. Baru, setelah terjadinya pembantaian orang Tionghoa di Batavia pada 9 Oktober 1740, orang-orang Tionghoa ditempatkan di kawasan Glodok.
Dikawasan Glodok inilah terdapat beberapa bukti sejarah perjalanannya seperti, De Groot Kanaal (Kali Besar), Toko Merah, Jalan Perniagaan, Gang Kali Mati, Toko Obat Lay An Tong, SMUN 19, Rumah Keluarga Souw, gedung kantor Harian Indonesia, Kelenteng Toa Se Bio (Hong San Bio) dan Gereja Santa Maria Fatima.
Located in the Chinatown of Jakarta - Glodok. This temple is originally named Kim Tek Ie (ιεΎ·ι’) was completed in 1650 (368 years as of 2018), making it the oldest temple in Jakarta. . Fun fact: The Indonesian word for temple (“klenteng”) originated from one of the hall in this temple, the Kwan Im Teng (θ§ι³δΊ).
A post shared by Tommy π» (@hwangtommy) onMay 10, 2018 at 10:25am PDT
Yang pertama adalah De Groot Kanaal (Kali Besar). Sekitar tahun 1950-an sebelum air sungai tercemar seperti sekarang, digunakan sebagai tempat mencuci dan mandi. Kedua adalah Toko Merah. Tidak jauh dari Kali Besar, di salah satu sisinya terdapat bangunan dengan bata merah. Orang mengenalnya dengan sebutan “Toko Merah” yang dibangun oleh Gustaff Baron Van Imhoff tahun 1730. Sepuluh tahun kemudian, bangunan ini menjadi saksi peristiwa pembantaian semua keturunan Tionghoa beserta keluarga, bayi, pasien rumah sakit dan lanjut usia atas perintah Gubenur Jendral Adrian Valckenier. Ketiga adalah Jalan Perniagaan. Sebelum bernama Jalan Perniagaan, jalan ini dikenal juga dengan sebutan Patekoan. Patekoan berarti delapan buah poci. Konon, dahulu ada seorang Kapiten Tionghoa bernama Gan Djie yang mempunyai istri orang Bali yang sangat baik hati. Tiap hari dia menyediakan delapan poci berisi air teh di jalanan itu, agar masyarakat yang melintas dapat mereguk air dengan gratis apabila mereka kehausan. Angka delapan merupakan angka keberuntungan masyarakat Tionghoa.
Keempat adalah Gang Kali Mati, sekarang bernama Pancoran V banyak terdapat pedagang yang menjual makanan khas Tionghoa. Kelima adalah Toko Obat Lay An Tong. Meskipun bangunan ini sudah tidak digunakan sebagai toko obat lagi, namun bangunan tua ini masih terjaga keasliannya dari lantai sampai dinding dan atapnya yang belum mengalami perubahan dari bentuk aslinya. Keenam adalah SMUN 19. Bangunan ini merupakan tempat pertama kali berdirinya sebuah organisasi Tionghoa bernama Tionghoa Hwee Kuan (THHK) atau Perhimpunan Tionghoa pada 17 Maret 1900. Satu tahun kemudian, THHK mendirikan sekolah modern pertama yang disebut Tiong Hoa Hak Tong. Gedung ini kini ditempati oleh SMUN 19.
Ketujuh adalah Rumah Keluarga Souw. Tidak jauh dari SMUN 19, rumah ini dibangun tahun 1816 dan hingga kini masih menjadi milik keluarga tersebut. Rumah milik keluarga kaya raya ini masih terjaga keasliannya, meskipun sudah terlihat kusam dan tua. Kedelapan adalah gedung kantor Harian Indonesia. Gedung yang terletak di Toko Tiga Seberang adalah kantor harian berbahasa mandarin pertama di Indonesia, yaitu Harian Indonesia. Saat ini gedung kantor itu tidak difungsikan dan dipagar tinggi karena sekarang kegiatan kantor harian ini dipindahkan ke daerah Gajah Mada, satu gedung dengan harian kantor Republika
Kesembilan adalah Kelenteng Toa Se Bio (Hong San Bio), disebut juga dengan Kelenteng Duta Besar, untuk menghormati dewa yang dipuja yaitu Toa Se Kong atau Paduka Duta Besar. Kesepuluh adalah Gereja Santa Maria Fatima, letaknya tidak jauh dari Kelenteng Toa Se Bio. Gereja ini khusus bagi warga Tionghoa. Awalnya gereja ini merupakan kediaman seorang Luitenant der Chinezenbermarga Tjioe. Oleh karena itu gereja ini kental dengan arsitektur yang diperuntukkan bagi pejabat Tionghoa masa pemerintahan Hindia-Belanda.
Untuk menjangkau kawsan Glodok dapat menggunakan bus Transjakarta koridor 1 jurusan Blok M – Kota dan turun di halte Glodok. (Sumber: Artikel jakarta.panduanwisata.id, Foto flickr.com)
...more