TripTrus.Com - Eh, buat kalian di Jawa Tengah, bulan November ini ada kabar asyik nih! Ada banyak event seru yang bakal digelar di daerahmu. Gini nih, Babad.id bakal ngasih info lengkap soal jadwal dan lokasi event-event keren yang akan ngeramein Jawa Tengah pas bulan November 2023.
Info ini kita dapetin dari ‘Jawa Tengah Calendar of Events 2023’ yang disusun sama anak-anak Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Jawa Tengah. Cekidot, yuk, event keren yang bakal diadain di Jawa Tengah November ini:
View this post on Instagram
A post shared by 00 (@ilhamzainul52)
1. Kirab Ki Ageng Sela Kamulyan
Nah, yang pertama ini ada Kirab Ki Ageng Sela Kamulyan. Mereka bakal berbaris rapi dari halaman pendopo Kecamatan Watukumpul, terus menuju Makam Mbah Hadiyana Natas Angin, lalu jalan-jalan ziarah ke makam leluhur lainnya, yaitu Mbah Tepus dan Mbah Among Rogojati. Asyik, kan?
2. Festival Mangga Istana
Ada juga Festival Mangga Istana, yang bakal ngebahas tentang mangga dan olahan mangga. Mereka bakal ngerayain ini dengan jalan-jalan bawa gunungan mangga, dan ada juga kirab putri dan jaka mangga. Buat info lebih lanjut, hubungi Riki di 0821 3510 1530.
3. Festival Dayung Pemalang
Kalau kamu suka yang berbau air, cek deh Festival Dayung Pemalang. Mereka bakal adain perlombaan dayung tingkat provinsi, plus lomba perahu karet dan gethek. Buat tahu lebih banyak, bisa tanya Riki di 0821 3510 1530 juga.
4. Pagelaran Wayang Kulit
Pernah nonton wayang kulit? Nah, di sini bakal ada Pagelaran Wayang Kulit buat ngerayain Hari Wayang Nasional dan mengenang Ki Manteb Sudarsono. Ini juga jadi bagian dari perayaan Hari Jadi ke-106 Kabupaten Karanganyar.
5. Nyadran Gunung Silurah
Nah, ini tradisi turun temurun buat ngucapin terima kasih ke Sang Pencipta. Mereka bakal ngadain Gendu-gendu roso, tari ronggeng, dan ider-ider desa di Desa Silurah, Kabupaten Batang. Buat info lebih lanjut, hubungi Kasirin di 0823 2868 1138.
6. Festival Desa Wisata
Kalau suka yang ala-ala desa, cek deh Festival Desa Wisata. Mereka bakal tunjukin desa-desa wisata di Kabupaten Blora sambil promosiin potensinya. Bisa jadi ajang buat belajar memajukan desa wisata dengan ide-ide lokal.
7. Batang Ekraf Festival
Nah, ini festival ekraf (ekonomi kreatif) yang diadain setahun sekali. Banyak komunitas, seniman, dan pelaku ekraf ikutan. Mereka bakal ngadain pameran ekraf, ngumpul bareng komunitas, pertunjukan, dan workshop. Seru, kan?
8. International Mask Festival (IMF)
Ada juga International Mask Festival. Ini pagelaran seni tari yang ngelibatin seniman dari dalam dan luar negeri. Bakal seru banget!
[Baca juga : "6 Event Keren Buat Liburan Di Indonesia Sampe Akhir Oktober 2023. Jangan Sampai Ketinggalan!"]
9. Roban Fashion Week
Ini buat yang suka fashion. Mereka bakal nampilin potensi ekonomi kreatif di bidang fesyen di Kabupaten Batang. Ada kategori Fashion Design, Fashion Kids, dan Fashion Show. Buat info lebih lengkap, bisa hubungi Arief di 0818 0352 7493.
10. Grebeg Lawu
Grebeg Lawu bakal ngasih penampilan seni yang spektakuler. Ada seni tarim wayang kulit, reog, karawitan, dan ketoprak. Ini juga jadi rangkaian perayaan Hari Jadi ke-106 Kabupaten Karanganyar.
11. Borobudur Marathon
Nah, buat yang suka lari, Borobudur Marathon ini cocok banget. Ini ajang lari keren yang diikuti oleh atlet dan pelari dari seluruh Indonesia. Untuk info lebih lengkap, cek Instagram @borobudur.marathon.
Jadi, itu dia daftar acara seru yang bakal berlangsung di Jawa Tengah bulan November 2023. Jangan sampe ketinggalan, ya! 😄🎉📅 (Sumber Foto @rahmad.setiabudii)
...moreTripTrus.Com - Lo udah pernah denger belum, kalo Bali bukan cuma soal pantai-pantai hits di selatan doang? Nah, di Bali Utara ini banyak banget surga tersembunyi yang jarang disentuh turis. Buat lo yang pengen vibe liburan yang beda, nggak terlalu rame, tapi tetep bisa ngecharge energi, Bali Utara emang cocok banget. Ini dia, 7 destinasi keren di Bali Utara yang pastinya worth buat dikunjungi!
1. Pantai Penimbangan – Surga Snorkeling yang Masih Alami
View this post on Instagram
A post shared by I Gd Arya Wisnu K | Sewa Drone Bali (@aryawiznu)
Pasir putih, tebing-tebing tinggi, dan air laut yang jernih? Cuma ada di Pantai Penimbangan, Buleleng! Buat lo yang hobi snorkeling atau diving, wajib banget mampir ke sini. Terumbu karangnya keren, ikannya warna-warni, dan yang paling penting, suasananya tenang banget.
2. Pantai Pemuteran – Snorkeling Sambil Ikut Konservasi Terumbu Karang
Pantai Pemuteran ini punya pasir hitam vulkanik yang unik banget. Di sini lo nggak cuma bisa snorkeling aja, tapi juga bisa ikut dukung pelestarian lingkungan. Pengelola dan warga lokal bener-bener menjaga terumbu karang di sini biar tetep keren. Makanya, lo snorkeling di sini bukan cuma dapet pemandangan bawah laut yang keren, tapi juga ikut ngerawat alam.
3. Nonton Lumba-lumba Liar di Pantai Lovina
Siapa sih yang nggak suka lumba-lumba? Nah, di Pantai Lovina, lo bisa nonton langsung lumba-lumba liar di pagi hari! Lo bakal diajak naik perahu tradisional buat nemuin mereka di laut. Pengalaman ini beda banget, lo nggak cuma liat lumba-lumba, tapi juga bisa merasakan hangatnya sunrise di pantai yang tenang ini.
[Baca juga : "Festival Musik Outdoor Paling Kece Di Indonesia, Ngerasain Sensasi Asik Nonton Konser Di Alam Bebas"]
4. Pura Ulun Danu Bratan – Keindahan Pura di Tengah Danau
Kalau lo mau lihat sisi spiritualnya Bali, wajib banget ke Pura Ulun Danu Bratan! Pura yang terkenal dengan arsitektur megah ini berdiri di tengah Danau Bratan. View-nya nggak ada tandingannya, bikin lo serasa di dunia lain. Udah arsitekturnya cakep, latarnya juga bisa bikin lo terpukau.
5. Danau Tamblingan – Spot Tenang di Tengah Hutan Tropis
Cari tempat yang tenang buat chill? Danau Tamblingan jawabannya! Di sini lo bisa naik perahu tradisional atau jalan-jalan di hutan sekitar yang masih alami banget. Udara segar, pemandangan asri, bener-bener pas buat lo yang pengen lepas dari kebisingan kota.
6. Air Terjun Sekumpul – Perjalanan yang Bikin Lupa Segala Kepenatan
Sekumpul ini salah satu air terjun paling spektakuler di Bali, tingginya lebih dari 80 meter dengan aliran yang deras! Perjuangan trekking-nya emang butuh effort, tapi worth it banget. Lo bakal ngeliat pemandangan yang nggak ada lawannya pas sampai. Suara gemuruh air, hijaunya hutan tropis sekitar, bikin hati tenang.
7. Air Terjun Aling-Aling – Petualangan Sejuk di Buleleng
Air Terjun Aling-Aling ini tempat yang pas buat lo yang suka hiking. Lokasinya dikelilingi hutan tropis yang bikin seger, plus ada kolam alami yang jernih buat lo berendam. Kalau lo lagi butuh relaksasi, suasana damai di sini bakal bikin pikiran lo fresh lagi.
Jadi, kalau lo pengen sesuatu yang baru di Bali, Bali Utara jawabannya! Siap-siap eksplor keindahan Bali yang belum banyak orang tau, dan temuin ketenangan yang bikin hati adem di setiap sudut alamnya. (Sumber Foto @beta.adna)
...moreTripTrus.Com - Bro-sis traveler, tahun ini coba deh rayain 17 Agustus lo dengan cara beda dari biasanya. Gak cuma ikutan lomba makan kerupuk atau nonton karnaval, tapi cobain trip singkat ke TPU Tanah Kusir. Gratis masuk, parkir pun santuy—cocok buat lo yang pengen nostalgia kemerdekaan sambil dapetin vibes perjuangan asli. Apalagi, nama Tanah Kusir ini punya cerita unik—dulu tanah ini milik tuan tanah Tionghoa yang ngasih ke kusirnya gara-gara insiden buang angin pas jamuan sama pembesar Belanda. Dari kejadian kocak itu, lahirlah nama “Tanah Kusir” yang sekarang jadi tempat istirahat terakhir tokoh-tokoh besar bangsa.
1. Makam Bung Hatta — Semangat Merdeka yang Merakyat
Bayangin, di hari kemerdekaan lo berdiri di depan makam Bung Hatta—sang proklamator yang milih dimakamkan di pemakaman rakyat biasa, bukan di TMP Kalibata. Alasannya? Karena beliau berjuang seumur hidup buat rakyat dan pengen tetap dekat sama mereka. Pas lo ziarah, atmosfernya hangat, sederhana, tapi dalem banget maknanya. Jalan setapak menuju makam juga adem, bikin lo ke-flashback ke perjuangan kemerdekaan yang beliau jalani. Ini tuh kayak reminder nyata kalau merdeka itu hasil kerja keras dan hati yang tulus.
2. Makam Buya Hamka — Merdeka dalam Iman dan Pikiran
View this post on Instagram
A post shared by Dr.Hendra Kholid, MA (@hendrakholid)
Habis dari Bung Hatta, lo lanjut ke makam Buya Hamka—tokoh ulama dan penulis besar yang juga ikut ngejaga semangat kemerdekaan lewat karya-karyanya. Vibes-nya religius tapi tetap nyatu sama rasa cinta tanah air. Dalam bukunya Dari Hati ke Hati, Buya bahkan ngajak pembacanya buat ziarah ke makam Sultan Salahuddin al-Ayubi di Damaskus. Artinya, perjuangan itu gak cuma lokal tapi juga universal. Buat lo yang Gen Z atau milenial, momen ini pas banget buat nge-recharge iman dan nasionalisme sekaligus.
[Baca juga : "Gaskeun Napak Tilas Dari Rengasdengklok Sampe Tugu Proklamasi, Jejak Heroik Menuju 17 Agustus!"]
3. Makam Para Pahlawan Lain — Museum Kemerdekaan Tanpa Dinding
Jangan salah, Tanah Kusir bukan cuma tempatnya Bung Hatta dan Buya Hamka. Ada banyak tokoh nasional yang juga dimakamkan di sini, kayak KH Saifudin Zuhri, Muhammad Roem, Syafruddin Prawiranegara, AR Sutan Mansur, AR Baswedan, Perdana Menteri Abdul Halim, Wilopo, Burhanuddin Harahap, Fajrul Falakh, sampai Gubernur DKI legendaris Ali Sadikin. Dan yang bikin makin merinding, lo bakal nemu banyak makam pejuang kemerdekaan yang nisannya dikasih tanda bendera merah putih. Liat bendera itu berkibar di atas nisan di bulan Agustus rasanya kayak ngeliat semangat juang mereka masih hidup, nyampe ke hati lo langsung. Satu kompleks ini beneran kaya “museum hidup” yang nyimpen cerita perjuangan tanpa pagar dan tanpa tiket masuk.
Jadi bro-sis traveler, kalau mau 17 Agustus yang beda dan lebih berasa, cobain deh mampir ke TPU Tanah Kusir. Lo bisa selfie di depan makam pahlawan sambil tetep sopan, upload ke sosmed dengan caption: “Merdeka itu bukan cuma di kata, tapi di hati. Ziarah vibes, freedom feels.” Dan yang paling penting, perjalanan ini gratis, santai, tapi punya makna dalam buat ngisi spirit kemerdekaan lo tahun ini. Ke makam ini juga gampang banget diakses, bro-sis—tinggal naik Minitrans atau Mikrotrans, turun di pemberhentian bus stop yang jaraknya gak jauh dari gerbang TPU Tanah Kusir. (Sumber Foto @winartorachmat)
...moreTripTrus.Com - Keberadaan desa wisata saat ini tidak terlepas dari teknologi dan media digital. Desa wisata digital harus memiliki potensi dan daya tarik wisatawan, terutama untuk anak-anak muda seperti Gen Z dan Milenial yang gemar traveling.
View this post on Instagram
A post shared by Luluk Eris Setyawaty (@luluk_eris)
Menurut UU No. 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan, desa wisata adalah suatu destinasi wisata yang menggabungkan daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata, dan aksesibilitas. Semua hal tersebut disajikan dalam suatu struktur masyarakat yang terintegrasi dengan tata cara serta tradisi yang berlaku di desa tersebut.
Indonesia memiliki 3.419 desa wisata yang dapat dikunjungi untuk melepas penat. Tidak hanya menawarkan keindahan alam, berikut adalah rekomendasi Desa Wisata digital yang juga menawarkan kegiatan sosial dan budaya.
1. Desa Wisata Candirejo
Desa Wisata Candirejo terletak di Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Desa Candirejo berjarak 3 km ke arah tenggara dari pusat peradaban dunia, yaitu Candi Borobudur, yang bisa ditempuh dengan naik andong. Selain menikmati pemandangan sekitar yang hijau, para wisatawan yang berkunjung ke desa ini juga dapat menikmati wisata offroad di kawasan Menoreh dan berakhir di Watu Kendil. Mereka juga dapat menyaksikan aktivitas masyarakat setempat dan membawa pulang kerajinan khas serta makanan tradisional yang dibuat oleh warga setempat. Jangan khawatir tentang bahasa, karena pemandu wisata di sana rata-rata dapat berbicara dalam Bahasa Inggris hingga Bahasa Prancis. Sungguh keren, bukan?
2. Desa Panglipuran
Bali memiliki banyak daya tarik, dari pantai, kuliner hingga budaya yang sulit untuk dilewatkan oleh para pelancong. Salah satu daya tarik Bali yang paling terkenal adalah Desa Panglipuran yang terletak di Kabupaten Bangli. Desa Panglipuran merupakan sebuah desa adat yang menjadi salah satu destinasi pariwisata paling populer di Bali. Desa ini dikenal sebagai desa terbersih di dunia. Wisatawan dapat menemukan hutan bambu yang melindungi desa, serta menikmati ritual keagamaan seperti ritual Ngusaba yang masih terus dipraktikkan hingga saat ini. Pesona lainnya dari Desa Panglipuran adalah festival budaya yang disebut Penglipuran Village Festival. Festival ini menampilkan parade pakaian adat Bali, Barong Ngelawang dan parade seni budaya.
[Baca juga : "Kunjungan Wisatawan Asing Ke Indonesia Meningkat, Negara Ini Jadi Yang Paling Banyak"]
3. Desa Gubug Klakah
Desa Gubug Klakah terletak di kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Daya tarik utama dari desa wisata ini adalah Air Terjun Coban Pelangi, yang dikelilingi oleh Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Wisatawan hanya perlu membayar tiket sebesar Rp10 ribu untuk masuk ke Coban Pelangi, dan air terjun ini buka setiap hari. Disarankan untuk berkunjung pada siang hari agar dapat melihat pelangi yang muncul di sekitar air terjun. Selain menikmati keindahan air terjun, wisatawan juga dapat menikmati river tubing, rafting, dan agro wisata apel di Desa Gubug Klakah. Desa ini dilengkapi dengan sejumlah fasilitas seperti area parkir, jungle tracking, kafetaria, kamar mandi umum, kuliner, mushola, dan kios souvenir. (Sumber Foto @mia_mhiyol)
...moreBenteng Fort Rotterdam, atau yang akrab juga disebut dengan Benteng Ujung Pandang, merupakan peninggalan bersejarah dari Kesultanan Gowa yang pernah berjaya pada abad ke-17. Kesultanan ini sebenarnya memiliki 17 buah benteng yang mengitari Makassar, yang menjadi ibukota kesultanan. Tetapi benteng yang paling megah di antara benteng-benteng lainnya adalah Benteng Fort Rotterdam. Hingga saat ini, keaslian benteng masih terpelihara.Lokasi benteng mudah dijangkau karena terletak di dalam kota Makassar, tepatnya berada di depan pelabuhan laut kota Makassar. Jaraknya sekitar dua kilometer dari Pantai Losari. Dengan gaya arsitektur era 1600-an, benteng ini terlihat mencolok dari bangunan Di sekitarnya sehingga mudah dikenali. Temboknya memiliki ketebalan hampir dua meter, berwarna hitam, dan terlihat kokoh menjulang setinggi hampir lima meter. Pintu utama benteng berukuran kecil. Jika dilihat dari ketinggian, bentuk benteng menyerupai penyu yang sedang menuju pantai.Benteng ini dibangun pada tahun 1545, oleh Raja Gowa X, yaitu Imanrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung atau Karaeng Tunipalanga Ulaweng. Seperti halnya arsitektur benteng yang bergaya Portugis, benteng ini berbentuk segi empat, dan berbahan dasar campuran batu dan tanah liat yang dibakar hingga kering. Pada masa pemerintahan Raja Gowa XIV, tembok benteng kemudian diganti menjadi batu padas berwarna hitam.Pada masa penjajahan Belanda, sebagian benteng ini pernah porak-poranda akibat pecahnya perang antara armada perang VOC yang dipimpin oleh Gubernur Jendral Admiral Cornelis Janszoon Speelman dengan Kesultanan Gowa sejak tahun 1666. Penyerangan itu sendiri bertujuan untuk menguasai jalur perdagangan rempah-rempah dan sekaligus memperluas daerah kekuasaan Belanda. Setelah menggempur Kesultanan Gowa selama setahun lebih, pasukan perang pimpinan Speelman berhasil menang dan memaksa Sultan Hasanuddin menandatangani Perjanjian Bongaya pada tanggal 18 November 1667.Bagian benteng yang hancur kembali dibangun oleh Gubernur Jenderal Speelman tapi disesuaikan dengan gaya arsitektur Belanda. Benteng yang tadinya berbentuk persegi empat dan memiliki empat bastion, ditambah lagi dengan satu bastion di sebelah barat. Bastion adalah bangunan kokoh yang ditempatkan lebih tinggi di setiap sudut benteng dan di atasnya ditempatkan kanon atau meriam. Nama benteng kemudian diubah menjadi Fort Roterdam, sesuai dengan tempat kelahiran Speelman. Dan saat itu, Benteng Fort Rotterdam difungsikan sebagai pusat perdagangan dan gudang hasil bumi serta rempah-rempah, sekaligus menjadi pusat pemerintahan Belanda di wilayah Timur Nusantara.Tidak perlu membayangkan suasana seram dan angker saat akan mengunjungi benteng tua ini karena tempat bersejarah ini bukanlah tempat yang kosong melompong. Benteng ini digunakan pemerintah setempat sebagai Pusat Kebudayaan Makassar dan difungsikan sebagai perkantoran sehingga membuat lingkungan benteng menjadi bersih, rapi, dan terawat. Selain dapat melihat-lihat benteng secara gratis, pengunjung juga bisa mendatangi Museum La Galigo dan juga melihat ruangan sempit tempat Pangeran Diponegoro ditahan setelah ditangkap Belanda di Jawa.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreBermain sepuasnya sambil menikmati hijaunya alam mungkin merupakan kesenangan langka terutama bagi yang tinggal di kota metropolitan. Tetapi kesempatan tersebut kini bisa Anda dapatkan dengan berkunjung ke Kandank Jurang Doank.
(Foto tiaraamelia1.wordpress.com)
Mendengar namanya, mungkin familiar dengan tempat wisata edukatif yang terletak di Kota Tangerang Selatan itu. Kandank Jurank Doank (KJD) merupakan sekolah alam yang didirikan oleh Raden Rizki Mulyawan Kertanegara Hayeng Denada Kusuma. Pendiri yang lebih dikenal dengan nama Dik Doank tersebut membangun sekolahnya di Kompleks Alvita, Desa Sawah Baru, Ciputat, Tangsel. Mulanya, sekolah milik pelantun lagu Pulang tersebut dibuka untuk anak-anak sekitar rumahnya yang kurang mampu. Saat ini, Kandank Jurank juga telah dibuka sebagai tempat wisata edukatif.
Di Kandank Jurank Doank, pengunjung terutama anak-anak bebas melakukan aktivitas permainan apa saja. Kegiatan yang ada di sana khususnya berkaitan dengan tema alam. Putra-putri Anda bisa bermain lumpur di sawah, belajar menanam padi, atau memandikan kerbau. Bagi yang hobi menggambar, pemandangan di Kandank Jurank merupakan objek yang menarik. Ada pula event mendengarkan dongeng, mengenal satwa, serta memainkan permainan tradisional.
(Foto asaba-indo.com)
Pengelola Kandank Jurank Doank menawarkan beberapa paket outbond. Paket pertama meliputi hiking di sawah, menanam padi, memandikan kerbau, serta menangkap ikan. Paket outbond kedua tidak jauh berbeda dengan paket pertama dengan tambahan permainan flying fox. Paket aktivitas luar ketiga akan mengajak peserta menanam padi, menangkap ikan, bermain perahu karet, melintasi jembatan ranting, serta meluncur di wahana flying fox. Sedangkan paket terakhir mencakup kegiatan-kegiatan yang memanfaatkan perahu karet, menggapai tali, jembatan ranting, tangga monyet, dan flying fox.
Di KJD juga terdapat museum bernama Museum Kandank Jurank Doank. Tempat bernuansa historis berada di lantai pertama dekat toko souvenir. Bagian dalam museum dipenuhi dengan koleksi lukisan karya pendiri Kandank Jurank. Seperti lagu-lagu yang kerap dibawakan, lukisan Dik Doank juga mengangkat tema sosial. Selain lukisan, di museum juga dipajang peralatan melukis, perlengkapan fotografi, koleksi sepeda, serta beberapa hasil kreasi berupa sampul kaset untuk Nike Ardilla, Broery Marantika, dan musisi lain. Di sana juga tersimpan lukisan lilin karya pelukis lilin bernama Ferry.
Kandank Jurank Doank dapat dikunjungi setiap hari tanpa dipungut biaya. Pengunjung baru dikenai tarif bila ingin menikmati wahana-wahana permainan yang umumnya dihargai antara Rp 15.000 – Rp 20.000. Sedangkan paket outbond-nya bisa diikuti dengan biaya minimal Rp 98.000. Untuk kunjungan kelompok (seperti rombongan pelajar) harap malakukan konfirmasi minimal 2 hari sebelumnya kepada pengelola.
Untuk menuju KJD, arahkan kendaraan Anda menuju Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta. Ikuti jalan bebas hambatan tersebut hingga masuk ke Jalan Tol Pondok Pinang-TMII dan diteruskan ke Jalan Tol Jakarta-Serpong. Selanjutnya keluar tol dan masuk ke Jalan Tegal Rotan Raya hingga Jalan Cendrawasih. Selanjutnya belok kiri menuju Jalan Garuda tempat Kandang Jurank Doank berada. Anda juga dapat menumpang kereta komuter atau kereta ekonomi dari stasiun Manggarai atau Jakarta Kota dan turun di Stasiun Jurangmangu. Dari tempat pemberhentian kereta ini anda tinggal berjalan kaki selama 15 menit ke Kandang Jurank Doank. (Sumber: Artikel panduanwisata.id Foto tangselmedia.com)
...moreTripTrus.Com - Bandung jadi salah satu destinasi favorit bagi wisatawan. Setiap akhir pekan, tidak sedikit masyarakat yang berkunjung ke Kota Kembang.
Bukan tanpa alasan, mengingat wilayah tersebut punya beragam objek wisata yang bisa didatangi pelancong. Namun belakangan, sejumlah pengelola objek wisata memutuskan tutup sementara akibat Kabupaten Bandung Barat berada di zona merah penyebaran Covid-19.
Awalnya penutupan objek wisata hanya berlangsung selama sepekan sejak 16--22 Juni 2021. Penutupan objek wisata kembali diperpanjang hingga tujuh hari ke depan hingga 29 Juni 2021.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Raisa Jihan (@raishashin_)
Penutupan objek wisata di KBB berdasarkan Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro. PLT Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan pun menerbitkan Surat Edaran yang berlaku sejak 22 Juni 2021-- 5 Juli 2021.
"Surat Edaran ini berlaku mulai sejak tanggal 22 Juni 2021 sampai dengan tanggal 5 Juli 2021, dan pada surat Edaran ini berlaku, maka Surat Edaran Bandung Barat Nomor 360/1588-BPBD/2021 tentang Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Wilayah Kabupaten Barat dicabut dan dinyatakan tidak berlaku," bunyi Surat Edaran tersebut tertanggal 22 Juni 2021.
Sejumlah pengelola tempat wisata Bandung yang mengumumkan tutup sementara di antaranya Lembang Park & Zoo, Farm House, Orchid Forest Cikole, The Grea Asia Africa Lembang, Dusun Bambu, dan Jendela Alam. Pihak pengelola objek wisata mengumumkan penutupan sementaranya lewat akun Instagram.
[Baca juga : "Pandemi Bikin Tren Wisata Berubah, Ini Destinasi Yang Digemari Oleh Wisatawan"]
"Dengan berat hati mimin mau nyampein kabar ini. Penutupan Lembang Park & Zoo diperpanjang sampai tanggal 29 Juni 2021. Sahabat Satwa dimana pun kalian berada, yukkk protokol kesehatannya jangan kendor, selalu terapkan 3M yaa Semoga wabah covid-19 bisa secepatnya mereda dan kita dapat kembali berlibur sekaligus belajar di LPZ," tulis akun Lembang Park & Zoo, Selasa, 22 Juni 2021.
Hal yang sama juga ditulis pihak Orchid Forest Cikole. Mereka mendukung program pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. "Orchid Forest Cikole tutup sementara diperpanjang hingga tanggal 29 Juni 2021 ya," tulisnya. (Sumber: Artikel liputan6.com Foto @rzk.da )
...moreTripTrus.Com - Generasi millennial, dikenal sebagai generasi yang lebih memilih menghabiskan uang untuk berlibur dibandingkan membeli rumah. Demi memperoleh pengalaman liburan yang sedang tren, mereka rela merogoh kocek yang tidak sedikit.
"Jelas bukan sembarangan destinasi liburan, generasi millennial memiliki beberapa kriteria tertentu yang dijadikan pertimbangan layak atau tidaknya mereka mengunjungi destinasi wisata."
Selain berjuta misteri masa lampau, Lasem memiliki Batik motif yang sangat khas. Dikarenakan motif Batik Lasem tercipta dari berbagai unsur, seperti: Sejarah, Alam dan Budaya perpaduan antara Jawa dengan Tionghoa. Coraknyapun menggambarkan falsafah hidup dan moral. Serta warnanya yang memiliki cirri khas serupa merah darah ayam atau dalam bahasa Jawa “abang getih pitik”. Setidaknya setelah UNESCO pada tahun 2009 mengakui batik sebagai warisan dunia, batik Lasem mengalami perkembangan. Usaha batik di Lasem memang semakin menggeliat, berbagai showroom, workshop batik baru tumbuh dan menjadi salah satu tujuan turis ke Lasem. Setidaknya ada satu hal yang mesti diperhatikan, yaitu regenerasi pembatik yang memasuki usia senja. Karena hal tersebut menjadi kunci keberlangsungan Batik Lasem. Regram 📷@iwetramadhan
A post shared by Vakansi Indonesia (@vakansinesia) onJan 8, 2018 at 5:28pm PST
Destinasi berkarakter instagramable merupapak salah satu kriteria generasi millennial menentukan destinasi liburan. Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan travel Expedia, studi pada traveler muda usia 18-34 menemukan bahwa 2 dari 3 responden mengatakan, Instagrammability sebuah lokasi adalah faktor penting sebelum mereka memesan tiket.
Bagi generasi millennial, Lasem bisa dimasukkan ke dalam salah satu detinasi liburan mereka. Berbagai sudut Lasem sangat instagramable., dikarenakan begitu banyak bangunan tua bergaya Cina Hindia, yang masih berdiri kokoh. Aksen bangunan seperti jendela dan pintu berbagai warna menjadi pemanis dalam bingkai foto. Beberapa workshop batik dan juga beberapa klenteng bisa menjadi latar untuk berfoto.
Selain berkarakteristik instagramable, Lasem juga bisa memberikan berbagai pengetahuan bagi generasi millennial. Karena Lasem sendiri dikenal sebagai Tiongkok Kecil yang memiliki sejarah serta budaya yang menarik untuk diketahui.
Tunggu apalagi? Siapkan perlengkapan berfotomu sebelum berkunjung ke Lasem ya! (Sumber: Artikel-Foto Amieykha)
...moreUntuk trip ke Green Canyon dan Pangandaran, klik di: http://triptr.us/Bb
TRIPTRUS - Terletak di dekat Pantai Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Green Canyon jadi salah satu primadona wisata Provinsi Jawa Barat. Sejak mulai dibuka sebagai obyek wisata pada tahun 1991, Green Canyon tidak pernah sepi dari pengunjung. Green Canyon sendiri bukanlah nama asli daerah itu, melainkan Cukang Taneuh (jembatan tanah). Wisatawan asing yang berkunjung mempopulerkan nama lembah yang hijau ini menjadi Green Canyon.
Untuk mencapai Pantai Pangandaran, Anda dapat menggunakan bus dari Bandung dan menghabiskan waktu perjalanan selama kurang lebih empat jam. Dari Pantai Pangandaran, Anda dapat menyewa perahu yang akan membawa Anda menuju Green Canyon. Perjalanan 20 menit menuju Green Canyon tidak akan membosankan. Pemandangan Sungai Cilujang yang bisa dinikmati sepanjang perjalanan perahu akan membuat Anda berdecak kagum.
Beberapa tempat yang bisa dikunjungi saat berwisata di Green Canyon adalah Gua Kelelawar, yang oleh masyarakat setempat diberi nama Gua Lalay atau Gua Bau. Gua ini adalah tempat beristirahat para kelelawar yang akan beterbangan keluar saat malam hari tiba. Selain itu ada juga Kolam Putri, yang terletak di atas salah satu tebing Green Canyon. Airnya yang berwarna biru kehijauan kabarnya bisa membuat orang yang mandi di situ cepat mendapatkan jodoh. Dan yang paling tidak boleh dilewatkan adalah serunya lompat dari atas Batu Payung. Batu yang tingginya sekitar 5 meter ini jadi tempat yang seru untuk para wisatawan yang berkunjung ke Green Canyon.
Photos taken from: imgur.com
...more