shop-triptrus



Menguak Tirai Pantai Sekongkang

TRIPTRUS - Nama Pantai Sekongkang mungkin belum akrab didengar oleh orang-orang di Indonesia. Tapi, pantai yang terletak di Desa Sekongkang Bawah, letaknya cukup tersembunyi maka wajar jika banyak tidak diketahui. Desa Sekongkang Bawah terletak di Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Dahulu, Sekongkang terisolir dan digunakan sebagai tempat pembuangan pemberontak atau tawanan perang. Sekongkang baru dapat diakses dengan mobil pada tahun 1984, dengan dibangunnya jembatan yang menghubungkan Sekongkang Bawah dan Sekongkang Atas. Pembangunan Sekongkang semakin pesat setelah PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) mulai beroperasi di Sumbawa. Para penduduk Sekongkang yang dulu lebih banyak bekerja sebagai petani, mulai didominasi dengan bekerja di pertambangan Newmont. Hanya kaum tua saja yang masih bercocok tanam, sementara kaum muda lebih memilih bekerja di sektor pertambangan. Ini juga alasan yang membuat potensi wisata Sekongkang jadi kurang digali oleh masyarakat setempat.  Untuk mencapai pantai Sekongkang bisa dibilang tidak mudah. Jalanan penuh kelokan sekitar 55 km, yang tidak rata dan berlubang akan membuat pengunjung bisa hampir kehilangan harapan. Tapi sesampainya di lokasi, pasir putih Pantai Sekokang seolah menjadi penghapus dahaga mata akan keindahan alam. Air yang biru kehijauan dan pemandangan bukit-bukit hijau di sekitar pantai memberikan kesan bahwa Pantai ini seperti menyembunyikan diri di balik kabut. Banyak peselancar yang tidak bisa melupakan kenikmatan mengendarai ombak di Pantai Sekongkang. Selain di situ, dua pantai lain -- Pantai Maluk dan Pantai Njlenga -- menjadi bagian dari segitiga emas yang wajib dikunjungi oleh para peselancar yang ingin menguji nyali dan kelihaian menaiki ombak. Menginap di Sekongkang tidaklah sulit. Tidak jauh dari Pantai Sekongkang ada resort indah yang bisa jadi alternatif menginap. Resort ini terletak di Pantai Tropical. Meski tidak menyediakan ombak seindah Pantai Sekongkang, di dekat Pantai Sekongkang juga ada Pantai Rantung yang juga menjadi tempat peselancar mengempos adrenalin saat mereka berburu ombak di lautan. Lalu bergeser sedikit, ada pula Pantai Lawar dan Pantai Tropical yang dikejar oleh para peselancar. Tapi jangan kecewa dulu, TripTroops. Di Sekongkang juga tidak hanya ideal untuk peselancar, PT Newmont Nusa Tenggara juga membuka beberapa area untuk dikunjungi. Di pertambangan itu terdapat tiga lubang raksasa yang digali untuk mendapatkan emas dan tembaga.Pengunjung dapat berdiri di atas platform yang disediakan dan melihat kegiatan pertambangan di Newmont. Dan di sini TripTroops juga bisa bergaya di depan truk angkut yang diameter rodanya berukuran 3 meter. Dan truk-truk pengangkut berukuran super besar ini tidak hanya dikemudikan oleh kaum pria saja, tapi juga ada beberapa perempuan yang menjadi supirnya. Wow! Di Sekongkang Bawah juga terdapat air terjun Perpas yang bisa jadi tujuan untuk trekking. Keunikan Air Terjun Perpas adalah konturnya yang mirip dengan tangga, dengan air terjun tertinggi sekitar 50 meter. TripTroops bisa bersantai menikmati pemandangan yang mengagumkan, atau lompat ke dalam air lalu berenang. Lalu sekitar 1 kilometer dari Pantai Lawar, TripTroops bisa mengunjungi Kebun Kering yang memiliki beragam tanaman dan terdapat rumah yang khusus untuk menanam jamur. Pengunjung Kebun Kering juga dapat belajar cara memanen jamur dengan panduan dari guide di kebun itu. Photos taken from: visitsekongkang.com, kookspretzel.com, panoramioo.com
...more

Mudik Tapi Tidak Bosan: Tips Menghabiskan Waktu Liburan Lebaran di Kota Asal

TripTrus.Com - Halo, Sobat Triptrus! Lebaran selalu menjadi momen yang sangat dinanti-nanti oleh masyarakat Indonesia, terutama untuk merayakannya bersama keluarga di kampung halaman. Namun, kadangkala saat tiba di kota asal, kita merasa bosan karena kurangnya kegiatan selama liburan. Oleh karena itu, dalam artikel ini, akan dibahas beberapa tips untuk menghabiskan waktu liburan Lebaran di kota asal tanpa merasa bosan. Berikut adalah beberapa tipsnya:       View this post on Instagram A post shared by Berita Daerah Nasional (@mediapromodaerah) 1. Menjelajahi Kuliner Lokal Kota asal biasanya memiliki kuliner khas yang berbeda dari kota lainnya. Cobalah untuk menjelajahi kuliner lokal dan mencicipi makanan yang belum pernah dicoba sebelumnya. 2. Berolahraga Manfaatkan waktu liburan Lebaran untuk berolahraga di tempat-tempat olahraga di kota asal seperti lapangan atau taman. 3. Menjelajahi Tempat Wisata Cobalah untuk menjelajahi tempat-tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi di kota asal, mulai dari objek wisata alam hingga objek wisata sejarah atau budaya. 4. Mengunjungi Kerabat atau Teman Gunakan waktu liburan Lebaran untuk mengunjungi kerabat atau teman yang sudah lama tidak bertemu, sehingga selain berkumpul bersama, kita juga bisa mempererat hubungan dengan mereka. 5. Belajar Hal Baru Manfaatkan waktu liburan Lebaran untuk belajar hal-hal baru seperti memasak makanan khas dari kota asal atau belajar menggambar melalui kelas online. 6. Berbelanja Manfaatkan waktu luang untuk berbelanja oleh-oleh di pusat perbelanjaan atau di pasar tradisional. [Baca juga : "Ide Wisata Liburan Lebaran Yang Seru: 5 Destinasi Populer Di Indonesia"] 7. Menghadiri Acara Budaya atau Agama Manfaatkan momen Lebaran untuk menghadiri acara budaya atau agama yang ada di kota asal dan memperdalam pengetahuan kita tentang budaya atau agama, serta merasakan suasana Lebaran yang berbeda dari kota tempat tinggal kita. Semoga tips-tips tersebut bisa membantu Sobat Triptrus menghabiskan waktu liburan Lebaran di kota asal tanpa merasa bosan. Selamat menikmati momen Lebaran dan menikmati waktu berkumpul bersama keluarga dan kerabat terdekat di kota asal! (Sumber: Artikel Shalahudin Hikam Al Ayubi Foto @eventpemalang) 
...more

Explore Banten Lama: Surga Sejarah & Religi buat Lo yang Mau Healing Plus Belajar!

TripTrus.Com -  Bro-sis traveler, lo udah pernah denger soal kawasan Banten Lama belum? Kalau belum, fix lo harus catet destinasi ini di bucket list lo! Tempat ini bukan cuma spot healing yang adem dan tenang, tapi juga sarat banget sama nilai sejarah era Kesultanan Banten. Jadi lo bisa liburan sambil nambah insight, apalagi buat lo yang demen vibes klasik dan budaya lokal yang kental. Yuk kita bahas spot-spot kece di sini! 1. Masjid Agung Banten: Ikonik Banget, Bro!       View this post on Instagram A post shared by Rangga El Haris Fatin (@rangga_elharis) Lo bakal langsung ngerasa vibes kesultanan pas nginjekin kaki di Masjid Agung Banten. Arsitekturnya tuh klasik Jawa banget, tapi ada sentuhan Belanda dan Tiongkok juga, hasil kolaborasi multikultur zaman dulu. Didirikan tahun 1566, masjid ini jadi saksi sejarah penting Kesultanan Banten. Menaranya ikonik dan bisa lo panjat buat liat view sekitar yang bikin hati adem. Wajib foto-foto di sini buat feed lo makin classy. 2. Benteng Speelwijk: Sisa Kolonial yang Masih Berdiri Gagah Buat lo yang suka hunting foto dengan nuansa vintage, Benteng Speelwijk ini surganya! Dulu benteng ini dibangun sama Belanda buat ngadepin Kesultanan Banten, tapi sekarang jadi spot keren buat belajar sejarah dan nikmatin arsitektur kolonial yang megah. Lo bakal nemuin sisa-sisa bangunan bata merah yang makin estetik kalau difoto pas sunset. Bawa outfit vintage lo, terus explore deh! 3. Keraton Surosowan: Bekas Istana Raja, Sekarang Jadi Tempat Ngedate Sejarah Nah ini dia, bro-sis, bekas pusat pemerintahan Kesultanan Banten yang vibe-nya masih kerasa sampe sekarang. Walaupun cuma tinggal puing-puing fondasi, Keraton Surosowan tetap punya daya tarik misterius yang kuat. Lo bisa bayangin gimana megahnya kerajaan ini dulu. Cocok juga buat lo yang pengin ngedate sambil ngobrolin sejarah, romantis plus intelek gitu deh. 4. Vihara Avalokitesvara: Toleransi Itu Nyata, Bro! Lo kira kawasan Banten Lama cuma buat religi Islam doang? Nope! Di sini juga ada Vihara Avalokitesvara yang kece banget dan vibe-nya tenang parah. Vihara ini jadi bukti nyata toleransi dan keberagaman sejak zaman dulu. Banyak patung-patung keren dan arsitektur ala Tiongkok yang bikin lo ngerasa kayak lagi di film kolosal Asia. Respect banget buat nilai keberagaman di sini. [Baca juga : "Trip Nostalgia Sejarah Dan Mistis: Jelajah Tiga Pulau, Tiga Cerita, Tiga Vibes!"] 5. Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama: Belajar Tanpa Bosan Buat lo yang pengin dapet konteks sejarah lebih deep, mampir ke museum ini deh. Di sini lo bisa liat koleksi benda-benda peninggalan zaman Kesultanan, mulai dari keramik, senjata, sampe artefak yang bikin lo amazed. Jangan takut bosen, bro-sis, karena penataannya udah cukup modern dan informatif. Worth it banget buat lo yang demen sejarah atau pengin ngerti akar budaya lokal. 6. Danau Tasikardi: Nyantai Sambil Flashback ke Zaman Sultan Danau Tasikardi tuh dulunya dipakai buat tempat penampungan air buat keluarga Kesultanan. Tapi sekarang jadi spot piknik yang super chill. Lo bisa sewa perahu, duduk di tepi danau sambil nyemil dan ngobrol-ngobrol santai. Sambil menikmati pemandangan, lo juga bisa ngebayangin gimana kehidupan bangsawan Banten zaman old. Healing sambil belajar sejarah? Gaskan aja! 7. Makam Sultan Maulana Hasanuddin: Wisata Religi Bikin Hati Tenang Ini nih, spot yang cocok banget buat lo yang pengin dapet ketenangan batin. Makam Sultan Maulana Hasanuddin, pendiri Kesultanan Banten, selalu ramai didatengin buat ziarah. Tempat ini dijaga banget kesuciannya, dan suasananya bikin lo refleksi diri. Jalan-jalan religi emang beda feels-nya, bro-sis. Selain wisata hati, lo juga bisa belajar banyak soal perjuangan dakwah Islam di Nusantara. 8. Menara Masjid Agung: Panjat Dikit, View-nya Goks! Menara masjid ini tuh ikonik banget dan jadi spot wajib buat lo yang mau dapet view kota tua dari ketinggian. Desainnya unik, mirip mercusuar, dan lo bisa naik ke atas buat ngeliat keseluruhan area Banten Lama. Wajib bawa kamera atau HP lo full baterai, karena spot ini fotogenik abis. Dijamin story lo makin keren dan edukatif! Bro-sis traveler, jangan cuma jadi penonton di sosmed liat orang healing ke tempat-tempat bersejarah. Sekali-kali, lo juga harus ngerasain vibes keren di Banten Lama. Selain dapet konten kece, lo juga bisa nambah ilmu dan rasa cinta ke sejarah negeri sendiri. Seru, mendidik, plus bisa jadi ajang quality time bareng keluarga atau temen. Yuk, ajak yang lain juga buat explore bareng! (Sumber Foto @tmidaliu_)
...more

Waktu Terbaik Menyelam di Perairan Indonesia

TRIPTRUS - Sebagai bagian dari rencana penyelaman, kita perlu untuk mengetahui kapan waktu terbaik untuk menyelam di suatu daerah. Cuaca dan kondisi laut adalah faktor yang sangat penting untuk menghindari penyelaman yang kurang menyenangkan, dan yang terpenting menghindari kecelakaan penyelaman (dive accident). Akan tidak menyenangkan jika melakukan penyelaman dalam kondisi angin kencang, laut sangat berombak, arus bawah laut sangat kencang, visibility bawah laut jelek. Di bawah ini adalah rangkuman waktu terbaik menyelam di beberapa daerah di Indonesia yang diambil dari berbagai sumber (berdasarkan dry season di mana angin dan ombak sangat baik). Lihat catatan untuk waktu terbaik melihat ikan tertentu). Perlu juga diperhatikan jadwal bulan purnama untuk menghindari ombak besar yang memabukkan. Jadwal bulan purnama bisa dicek di http://www.pasanglaut.com. Data tersebut disusun berdasarkan informasi dari berbagai sumber. Bukan merupakan sesuatu yang pasti dan perlu dikonfirmasi ke para diver atau warga lokal setempat. Yuk, jadwalkan segera liburan kalian di perairan Indonesia. Nikmatilah segala keindahan den pesonanya. (Sumber: Artikel rezkito.wordpress.com Foto travel.kompas.om)
...more

Inilah Seven Summits Jawa Tengah yang Harus Kamu Daki

TripTrus.Com - Hey, para pendaki! Musim pendakian udah tiba nih. Meski cuaca kadang masih suka nggak jelas, tapi puncak-puncak gunung di Jawa Tengah udah ngundang-ngundang kamu buat didaki. Buat kamu yang ngincar seven summits tapi masih terlalu jauh buat ngejar tujuh puncak tertinggi di Indonesia atau dunia, Jawa Tengah bisa jadi start yang pas. Akses ke basecamp-nya rata-rata gampang banget dijangkau, nggak pake ribet. Paling lama, kamu bisa ngabisin dua hari satu malam buat naik turun gunung-gunung ini. Kalo mau santai atau menikmati jalur, bisa tambah sehari lagi, atau malah bisa tektok sehari aja!       View this post on Instagram A post shared by Pejelajah gunung indonesia (@pejelajah.gunung) 1. Gunung Slamet (3.428 mdpl) Ini dia atapnya Jawa Tengah, gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa setelah Gunung Semeru. Lerengnya luas banget, sampai lima kabupaten: Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes. Di puncaknya ada kawah belerang yang masih aktif, dan medannya berbatu serta berpasir yang sering tiba-tiba berkabut. Ada enam jalur resmi yang bisa kamu pilih: Baturraden, Bambangan, Gunung Malang, Dipajaya, Guci, dan Kaliwadas. Jalur ini punya karakter dan tingkat kesulitan masing-masing. Buat yang mau nikmatin perjalanan, sebaiknya kamu alokasikan tiga hari dua malam deh biar nggak kecapekan. 2. Gunung Sumbing (3.371 mdpl) Gunung tertinggi kedua di Jawa Tengah setelah Slamet. Lerengnya dipenuhi kebun tembakau, mirip kayak saudara kembarnya, Gunung Sindoro. Di dekat puncak ada kaldera yang bisa dieksplor, seperti Segoro Banjaran, Segoro Wedi, dan kawah belerang aktif. Banyak jalur menuju puncak seperti jalur Butuh, Mangli, Banaran, Cepit, dan lainnya. Jalur pendakiannya cenderung lurus dan menanjak, kadang nggak ada sumber air, jadi pastikan bawa air lebih. 3. Gunung Lawu (3.265 mdpl) Berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, Gunung Lawu nggak cuma terkenal di kalangan pendaki, tapi juga para peziarah. Banyak jalur pendakian yang juga menyimpan situs cagar budaya, seperti Candi Cetho dan Candi Kethek. Jalur lainnya ada Cemoro Kandang dan Tambak di Karanganyar. Udara di Gunung Lawu lebih dingin dibanding gunung lain, jadi persiapkan fisik dan perlengkapan yang memadai. 4. Gunung Sindoro (3.153 mdpl) Gunung ini punya kawah belerang aktif yang besar, dan lokasinya tepat di seberang Gunung Sumbing, hanya dipisahkan lembah dengan jalan raya Temanggung-Wonosobo di atasnya. Banyak jalur pendakian dari berbagai arah seperti Sigedang, Bansari, Ndoro Arum, Kledung, Alang-alang Sewu, dan Bedakah. Pemandangannya keren banget, dan dari puncak kamu bisa lihat gunung-gunung besar lainnya. 5. Gunung Merbabu (3.145 mdpl) Terletak di kawasan taman nasional, Merbabu punya seven summits-nya sendiri yang bisa kamu capai lewat jalur Thekelan di Semarang. Jalur ini punya tiga titik sumber air yang bisa dimanfaatkan. Kamu harus siapin fisik, logistik, dan manajemen waktu yang baik buat bisa mencapai tujuh puncak tertingginya. Informasi panduan registrasi pendakian bisa dicek secara daring. [Baca juga : "Petualangan Seru Di Tangkahan, Eksplorasi Surga Tersembunyi Di Sumatera Utara"] 6. Gunung Prau (2.590 mdpl) Gunung ini udah jadi favorit para pendaki, terutama saat akhir pekan atau libur panjang. Jalur pendakian yang populer ada Patak Banteng dan Dieng di Wonosobo. Kalau mau yang agak sepi, coba jalur Wates, Igirmranak, Kalilembu, atau Dieng Kulon. Dari puncak, kamu bisa lihat pemandangan gunung-gunung besar di sekitarnya, terutama saat matahari terbit atau terbenam. 7. Gunung Merapi (2.930 mdpl) Gunung Merapi, dengan puncak setinggi 2.930 mdpl, berada di empat kabupaten: Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten, serta dua provinsi, yaitu Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Meski aktif, gunung ini tetap jadi spot favorit buat hiking dan wisata seru! Ada beberapa jalur pendakian yang bisa dipilih para pendaki sesuai tingkat kesulitan, preferensi, dan izin yang ada. Jalur Selo, Babadan, dan Kinahrejo jadi yang paling populer buat sampai ke puncak Gunung Merapi. Yuk, cobain serunya mendaki di sini. (Sumber Foto @haydarrmohammad) 
...more

Pariwisata Aceh Siap Bangkit, 101 Event dalam Khazanah Piasan Nanggroe 2022 Diluncurkan

TripTrus.Com - Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh meluncurkan sebanyak 101 event wisata selama tahun 2022. Peluncuran itu digelar di gedung Amel Convention Hall, Banda Aceh. 101 event wisata yang dikemas dalam Khazanah Piasan Nanggroe 2022 itu meliputi wisata berbasis alam, budaya dan sejarah. Dengan jumlah event yang terbilang banyak ini diharapkan bisa memperkuat posisi Aceh sebagai destinasi wisata yang patut diperhitungkan di Indonesia. Dari jumlah itu, tiga event wisata unggulan Aceh masuk dalam program Kharisma Event Nusantara (KEN) 2022 Kemenparekraf, yakni Aceh Festival Ramadhan, Aceh Culinary Festival, dan Aceh Perkusi.        Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Lasqi Aceh Official (@dpw.lasqiaceh) Salah satunya terpilih dalam Top Ten KEN 2022, yakni Aceh Culinary Festival yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin meyakini semakin banyak atraksi wisata, akan mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan ke Tanah Rencong. Apalagi atraksi wisata tersebut juga akan dikemas dengan semenarik mungkin, agar wisatawan bisa betah dan bertahan lama di Aceh.  "Tahun ini Khazanah Piasan Nanggroe akan menampilkan 101 event wisata dan budaya yang merupakan hasil kurasi event-event berkualitas pengajuan dari 23 kabupaten/kota," kata Kadisbudpar Aceh Jamaluddin, selaku ketua panitia kegiatan. Menurut Jamaluddin, peluncuran Khazanah Piasan Nanggroe dan Festival The Light Of Aceh hari ini sebagai momentum kebangkitan industri dan promosi pariwisata di Aceh untuk pemulihan ekonomi masyarakat. Sebelumnya, Khazanah Piasan Nanggroe 2022 atau yang selama ini dikenal sebagai Kalender of Event (CoE) merupakan kolaborasi Pemerintah Aceh melalui Disbudpar Aceh dan pemerintah kabupaten/kota serta instansi lainnya. “Event Khazanah Piasan Nanggroe dilandasi pada prinsip pembangunan keberlanjutan yakni meningkatkan kunjungan wisatawan, memberdayakan ekonomi lokal, dan memberikan dampak positif pada ekonomi, sosial, budaya, serta lingkungan,” katanya. Aktivitas penyelenggaraan event dalam masa pandemi ini, kata Jamaluddin harus dilakukan dengan kombinasi online dan offline, adaptif dan inovatif, mengedepankan protokol kesehatan serta menerapkan CHSE atau 4K, yakni kesehatan, kebersihan, keamanan, dan kelestarian lingkungan. “Semakin banyak jumlah atraksi wisata akan semakin berkembang destinasi baru di Aceh, dan semakin terbukanya Aceh kepada wisatawan sebagai destinasi yang aman dan nyaman,” ujarnya. Sementara itu, Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyambut baik agenda wisata di Aceh setelah sempat terhenti karena pandemi Covid-19. Meskipun sempat mengalami penurunan jumlah kunjungan wisatawan, Gubernur Nova yakin, tahun ini semangat wisata Aceh kembali bergeliat.  Untuk itu, Pemerintah Aceh bergerak cepat menyusun event wisata semenarik mungkin agar mampu mendatangkan wisatawan domestik dan mancanegara untuk bisa berkunjung ke Aceh.  [Baca juga : "Pengamat: Pariwisata Indonesia Perlahan Bangkit Seiring Libur Lebaran"] “Aktivitas wisata kita sempat mengalami penurunan akibat pandemi, namun kita harus yakin, tahun ini pandemi bisa mereda dan geliat wisata kembali bergeliat dan normal,” ujar Gubernur saat memberikan sambutan. Pembangunan pariwisata di Aceh, kata Gubernur, juga mendapat prioritas untuk dikembangkan melalui tiga komponen yaitu Aksesbilitas, Amenitas dan Atraksi. Ia berharap masyarakat dunia bisa mengambil momentum ini untuk bisa mengenal lebih dekat wisata, seni dan budaya Aceh.  “Ini seperti perintah Presiden, kita harus melakukan pemulihan ekonomi nasional melalui pintu-pintu industri pariwisata,” ujar Gubernur Aceh, sekaligus meluncurkan Khazanah Piasan Nanggroe 2022 dan Festival The Light Of Aceh. (Sumber: Artikel acehprov.go.id Foto @riza_azhari) 
...more

Nikmati Banyaknya Tanggal Merah di Bulan Juni 2023 dengan Menyusun Rencana Liburan Anda dari Sekaran

TripTrus.Com -  Pertengahan tahun sudah dekat, dan saatnya Anda merencanakan liburan dan waktu santai bersama keluarga. Bulan Juni 2023 akan memberikan banyak kesempatan untuk acara liburan bersama. Tanggal merah dan cuti bersama di bulan Juni 2023 adalah kabar baik bagi mereka yang telah merencanakan agenda liburan sejak jauh-jauh hari. Selain tanggal merah, bulan Juni 2023 juga memiliki beberapa hari libur nasional dan cuti bersama.       View this post on Instagram A post shared by Tempat Wisata di Indonesia (@beautyofindonesia.com_) Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri mengenai Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2023, terdapat tiga tanggal merah yang ditetapkan sebagai hari libur nasional di bulan Juni 2023. Berikut adalah daftar tanggal merah dan cuti bersama di bulan Juni 2023: Kamis, 1 Juni 2023: Hari Libur Nasional Hari Lahir Pancasila. Minggu, 4 Juni 2023: Hari Libur Nasional Hari Raya Waisak 2567 BE. Kamis, 29 Juni 2023: Hari Libur Nasional Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah. Selain tiga tanggal merah tersebut, ada satu lagi tanggal merah sebagai cuti bersama yang ditetapkan di bulan Juni 2023. [Baca juga : "Ini Adalah Daftar Dan Jadwal Lengkap Acara Yang Tercantum Dalam Kalender Event Palembang Selama Bula"] Dalam SKB 3 Menteri, disebutkan bahwa selain Hari Libur Nasional Hari Raya Waisak yang jatuh pada Minggu, 4 Juni 2023, pemerintah juga menetapkan cuti bersama pada Jumat, 2 Juni 2023, sebagai tambahan tanggal merah untuk Hari Raya Waisak. Dengan demikian, jumlah tanggal merah pada peringatan Hari Raya Waisak 2023 menjadi 2. (Sumber Foto @trip.banyuwangi) 
...more

Cara Menikmati Wisata Di Bulan Ramadhan

TripTrus.Com - Bulan Suci Ramadhan merupakan bulan puasa di mana banyak cara bagi kita untuk menikmati perjalanan wisata, banyak tempat wisata yang mudah dijangkau untuk kita untuk menikmati liburan sambil berpuasa. Bulan Ramadhan mungkin dapat mengurangi beberapa aktivitas yang biasa kita lakukan, dan salah satunya adalah jalan-jalan atau pun liburan. Namun, bukan berrti pada saat kita melakukan ibdah puasa kita tidak melakukan segala aktivitas sampai dengan waktu buka puasa. Ada banyak kegiatan aktivitas wisata di bulan Ramadhan yang bisa kita lakukan, seperti wisata rohani dilingkungan rumah atau pun kantor dan rumah-rumah ibadah masjid, dan bila sore hari kita bisa melakukan wisata ngabuburit di lokasi yang bisa kita pilih [Baca juga : 6 Tempat Wisata Jejak-Jejak Kartini] Adapun tempat wisata yang bisa dikunjungi pada bulan puasa Ramadhan adalah;1. Tempat Wisata Belanja Di Bulan Ramadhan   #bazarramadhan A post shared by NUG (@nugrah.id) onMay 17, 2018 at 5:00am PDT Tempat wisata belanja seperti pasar atau supermarket yang menyediakan berbagai macam kuliner sajian untuk menu buka puasa baik jajanan pasar tradrisional hingga bahan kebutuhan lainnya untuk dipersiapkan buka dan sahur atau pun belanja untuk keperluan mejelang hari raya Idul Fitri yang dapat dicicil. 2. Tempat Wisata Rohani Di Bulan Ramadhan   Masjid Agung Banten #mosque #moslem #sunset #silhouette #iphonesia #iphonesiaoftheday #napaktilas #islam #indonesia A post shared by Angga Nova MV™ (@angga_nova) onMay 20, 2018 at 6:15am PDT Salah satu cara untuk mengisi kegiatan di bulan suci Ramadhan , kita bisa melakukan aktivitas kegiatan rohani seperti mengunjungi masjid untuk melakukan ibadaha dan itikaf, seain itu kita bisa menambah pengetahuan agama atau pun sejarah tentang masjid. Atau kita bisa mengunjungi sebuah rumah penampungan anak-anak yatim piatu dan dhuafa yang bisa kita kunjungi untuk melakukan suatu kegiatan bersama dengan mereka. 3. Tempat Wisata Kuliner Ramadhan   Sampurasun, ada cerita istimewa dari masyarakat Lakbok - Tatar Galuh Ciamis tentang gelaran Pasar Pematang Sawah yang hanya bisa kamu temui dilingkungan ramainya masyarakat di Blok Kuntul, Desa Baregbeg-Sidaharja, Kecamatan Lakbok ketika sore menjelang. Kamu sudah jajan kesana belum? 😀 Visit our official account @layanglakbok.fest #PesonaGaluh #PesonaGaluhSociety #PesonaJawaBaratKu #PesonaIndonesia #WonderfulIndonesia #Galuh #Ciamis #Lakbok #LayangLakbokFest #TatarGaluh #TatarGaluhCiamis #Ciamistimewa #CiamisDinamis #PasarPematangSawah #PasarRamadhan #IndonesiaJuara A post shared by LANDSCAPE OF GALUH PAKUAN (@pesonagaluh) onMay 20, 2018 at 3:17pm PDT Waktu menjelang bulan suci Ramadhan, biasanya akan benyak timbul tempat wisata kuliner ang menyajikan beragam jenis kuliner. Dari jenis jajanan pasar tradisional meupun modern. Pasar ini biasanya dibuka menjelang sore hari hingga malam. Banyak lokasi pasar kuiiner yang menyediakan paket harga Ramadhan untuk ditawarkan kepada para pelanggannya. Sambil menikati jalan-jalan sore di bulan suci Ramadhan atau yang dikenal dengan nama ngabuburit, kita bisa memilih banyak menu untuk santapan hidangan untuk bebuka puasa. Banyak cara untuk membuat dan menikmati wisata di bulan ramadhan, baik di dalam kota maupun di luar kota. Yang terpenting segala suatu kegiatannya liburan yang bersifat positif dan bernilai ibadah di bulan suci Ramadhan itu akan dibalas berlipat ganda. Yuk, buat kegiatan jalan-jalan di ramadhan ini untuk saling berbagi dan bermanfaat. Happy travelling! (Sumber: Artikel direktori-wisata.com, Foto vakansinesia.com)
...more

Wisata Religi Islam di Masjid Lautze Jakarta

TripTrus.Com - Pesona nuansa heritage Islami muslim Tionghoa di Masjid Lautze yang merupakan masjid unik dan bersejarah yang berlokasi di Jakarta Pusat. Jakarta tidak hanya memiliki obyek wisata yang berisikan waha permainan, namun kawasan Ibukota indonesia ini memiliki obyek wisata heritage yang menarik dikunjungi yang menyebar di beberapa kawasan daerah bilangan sawah besar Pasar Baru Kota Jakarta. Menurut catatan sejarah, Pasar Baru merupakan suatu area pusat perbelanjaan di Jakarta, dan sebuah kawasan yang memiliki bangunan yang berdiri kokoh sejak jaman Belanda dengan nuansa khas Eropa dan Tiongko tempat wisata heritage yang berlokasi di kecamatan Sawah besar jakarta Pusat ini bukan hanya menjadi central perekonomian masyarakat Jakarta saja, namun memiliki kisah catatan sejarah panjang dari sisi-sisi keunikan bangunan yang menjadi saksi bisu perkembangan Kota Jakarta Konon, sejak dulu kala masyarakat Tionghoa terkenal dengan keuletannya. maka tidaklah heran jika usaha gula dan tebu semakin berkembang pada waktu itu masih bernama Batavia membuat masyarakat etnis Tionghoa lainnya untuk datang dan mengadu nasib di Batavia yang kini disebut dengan nama jakarta.       View this post on Instagram Pengalaman yg menarik sembahyang disini. Mereka putih putih, gw item. Mereka sipit sipit, gw belo. A post shared by @ daanandraan onMay 26, 2018 at 4:49am PDT Perbauran masyarakat membuat muslim Tionghoa kian hari kian bertambah dengan salah satu buktinya kita bisa melihat sebuah bangunan Masjid Lautze yang merupakan masjid muslim Tionghoa pertama di Jakarta yang berlokasi di Jalan lautze Sawah Besar, Jakarta Jejak muslim Tionghoa kini dapat kita temukan di kawasan Sawah Besar Jakarta yaitu Masjid Lautze yang menjadi pusat aktifitas muslim Tionghoa ini berdiri sejak tahun 1991 dan berada di bawah Yayasan Karim Oei yaitu seorang muslim Tionghoa yang berperan mengenalkan ajaran agama Islam di kalangan masyarakat etnis Tionghoa. Nama masjid ini merujuk pada alamat lokasi berdirinya bangunan masjid itu sendiri yaitu di jalan Lautze yang merupakan sebuah kawasan pecinan di jakarta Pusat. Nama Masjid Lautze ini juga mengingatkan kepada kita akan sebuah nama seorang tokoh yang bernama Lautze yaitu seorang yang bijak dari negeri Tiongko. Tidak hanya nama masjidnya yang unik, namun kegiatan di Masjid Lautze ini pun juga terbilang unik, karena masjid ini hanya dibuka pada waktu tertentu saja. Sekilas bangunan ini tidak terlihat seperti tampaknya bangunan masjid pada umumnya. Keberadaan masjid ini tidak lepas dari keteguhan pengelola untuk menegakan syiar Islam khususnya bagi warga keturunan Tionghoa yang tidak pernah tersentuh oleh para ustad atau kiyai. Nama “Lautze” dalam bahas Tiongkok yang berarti guru bagai penerang jiwa, sosok inspirasi penyebar dakwah Islam hdair dibawah naungan masjid. Beragam aktifitas keagamaan seperti tilawah berada di masjid ini.Mulai dari tilawah anak hingga tilawah biasa. Namun Masjid Lautze Pasa Baru jakarta ini berbeda dari masjid pada umum dimana masjid ini hanya beroperasi hingga pukul 17.00 WIB hal ini menyesuaikan dengan katifitas jemaahnya dan kondisi lingkungan sekitar. Karena jemaah masjid ini sebagian berprofesi sebagai pedagang yang tidak lagi berkegiatan diatas pukul 17.00 sore hari. Kegiatan rutin positif di masjid ini biasa dimulai seusai kegiatan tilawah pada akhir pekan. Konon, informasi yang Direktori Wisata terima, tidak terhitung warga Tionghoa yang datang dan belajar tentang agama Islam di masjid ini. Selama bulan Ramadhan akhir pekan dipilih sebagai waktu silaturahmi jamaah masjid. Mulai dari kegiatan buka puasa bersama hingga sholat tarawih berjamaahyang dilakukan di masjid ini. [Baca juga : "9 Inilah Tempat Bersejarah Di Kudus"] Bagi sahabat dan pembaca setia Direktori Wisata indonesia yang akan merasakan nuansa Islami sambil silturahmi dengan jamaah di sini bisa langsung datang menuju lokasi yang berada di dekatPasar Baru Jakarta yang dapat ditempuh dengan mengunakan kendaraan bermotor dan mobil menuju lokasi. Dari perjalanan wisata religi Islam di Masjid Lautze jakarta ini, kita bisa mengambil pembelajaran tentang arti kerukunan, kebersamaan bawa di mata Alloh SWT semua makhluk ciptaanNya adalah sama, dan yang hanya membedakannya hanya nilai ketaqwaannya saja. (Sumber: Artikel direktori-wisata.com Foto nusantaranews.co)
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...