shop-triptrus



Kunjungan Wisatawan ke Sumatera Barat Naik 11,02 Persen

TripTrus.Com - Padang- Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat kunjungan wisatawan asing ke provinsi itu pada Oktober 2017 mencapai 4.826 orang atau meningkat 11,02 persen dibandingkan September 2017 "Pada September 2017 wisatawan asing yang berkunjung ke Sumbar mencapai 4.347, Oktober 2017 naik menjadi 4.826 orang," kata Kepala BPS Sumbar, Sukardi di Padang, Selasa (5/12/2017)   Persahabatan ibarat sekotak crayon... masing masing memiliki warna... perpaduan antara semua warna akan menciptakan pelangi yang indah... 😍😘 Begitulah dengan persabatan kami πŸ‘­πŸ‘­πŸ‘­πŸ‘­πŸ‘­ Mom's Day Out trip to #padang #bukittinggi #persahabatan #bandaraminangkabau #istanapagaruyung #jamgadang #danausingkarak #keloksembilan #pantaipadang #sitinurbayabridge #masjidrayapadang A post shared by Yessy (@yessyari) onOct 8, 2017 at 12:51am PDT Menurut dia kunjungan Oktober 2017 masih didominasi oleh wisatawan asing dari Malaysia mencapai 3.325 orang diikuti Australia 205 orang, Thailand 57 orang, Perancis 41 orang, Inggris 40 orang, Amerika Serikat 28 orang, Jerman 15 orang, Jepang 14 orang, Tiongkok 14 orang, Korea Selatan 9 orang dan negara lainnya 1.232 orang. "Sejak Januari sampai Oktober 2017 jumlah pelancong asal Malaysia yang berkunjung ke Sumbar sudah mencapai 32.913 orang," ujarnya. Kunjungan wisatawan pada Oktober 2017 memberikan kontribusi sebesar 0,49 persen terhadap total wisman yang berkunjung ke Indonesia sebanyak 976.038 orang. Ia memastikan jumlah yang terdata tersebut adalah mereka yang masuk melalui imigrasi di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) karena jika sebelumnya dari Jakarta atau Medan akan didata lewat bandara kedatangan.   Alhamdulillah.... Hello Sumatra Barat... πŸ˜„πŸ˜†πŸ˜πŸ˜Š . . . . . #sumatrabarat #padang #holiday #sumbar #minangkabauairport #bandaraminangkabau #liburan A post shared by Ria Fitriani (@riafitriya02) onApr 29, 2017 at 5:02am PDT Sementara Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Sumbar seperti dilansir Antara menyarankan pemerintah provinsi bisa belajar dari Malaysia bagaimana strategi menggaet wisatawan berkunjung ke daerah itu. "Saat ini sudah ada penerbangan langsung dari Padang ke Malaysia ini merupakan peluang namun harus diakui jumlah warga Sumbar yang datang ke Malaysia lebih banyak ketimbang orang Malaysia yang ke provinsi ini," kata Ketua Asita Sumbar Ian Hanafiah. Menurutnya Malaysia mempromosikan wisatanya terus menerus dengan membentuk badan khusus serta melakukan promosi dengan maksimal. Kemudian Malaysia juga menyiapkan beragam infrastruktur dan fasilitas yang membuat wisatawan nyaman. Sebab kunci agar orang mau berwisata itu adalah mampu melihat dan memenuhi kebutuhan wisatawan, bahkan kantor perdana menterinya sendiri juga bisa dikunjungi, jelasnya. Ia mengakui biro perjalanan yang ada di Sumbar jauh lebih nyaman membawa warga Sumbar ke Malaysia ketimbang membawa warga Malaysia ke Sumbar. "Kalau membawa orang Sumbar ke Malaysia sesudah kunjungan tidak ada masalah, tapi membawa orang Malaysia ke sini kami khawatir banyak keluhan mulai dari infrastruktur hingga toilet," ujarnya. Selain itu harga penginapan di Malaysia juga lebih murah bayangkan saja paket tahun baru tiga hari dua malam bisa dapat Rp1,7 juta untuk hotel bintang tiga, sedangkan di Bukittinggi untuk hotel saja satu malam sudah Rp2,5 juta. Ia menggarisbawahi kalau Sumbar ingin lebih banyak dikunjungi wisatawan asing maka benahi infrastruktur dan pahami kebutuhannya. (Sumber: Artikel industry.co.id Foto @Amieykha)
...more

Menikmati Jernihnya Danau Labuan Cermin

TRIPTRUS - Untuk menikmati jernihnya Danau Labuan Cermin, kita harus pergi ke Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Danau ini merupakan salah satu obyek wisata yang belum banyak diketahui oleh para traveler. Untuk mencapai danau ini, dibutuhkan waktu 6 sampai 7 jam perjalanan darat dari Tanjung Redeb, ibukota Kabupaten Berau. Semua rasa lelah langsung hilang begitu melihat air Danau Labuan Cermin yang berwarna hijau kebiruan yang jernih. Saat ditempa sinar matahari, permukaan air danau ini bisa memantulkan bayangan bagaikan cermin. Dari atas dermaga yang berada di pinggir danau, bisa terlihat jelas semua benda yang berada di dalam danau, bahkan sampai ke dasar danau. Di sekitar danau terdapat tempat-tempat yang menyewakan peralatan snorkeling dan ban untuk mengapung bagi para pengunjung. Begitu memasuki Danau Labuan Cermin, langsung terasa air tawar yang sejuk sekali. Tapi, jika TripTroops bisa berenang ke dasar danau, akan terasa air asin di dasar danau. Inilah keunikan danau Labuan Cermin, dua jenis air ada di dalam satu danau. Di permukaan sampai pertengahan, air terasa tawar yang berasal dari sumber mata air di sekitar danau. Namun, beberapa meter di bawah, air terasa asin karena berasal dari air laut dari Teluk Sumbang, yang juga dialiri air tawar dari Danau Labuan Cermin. Namun harus berhati-hati, karena di beberapa bagian danau arusnya cukup kuat dan dapat menyeret orang yang tidak pandai berenang. Kedua jenis air yang ada di danau ini tidak bercampur. Begitu juga dengan ikan-ikan di danau tersebut. Di bagian air tawar, terdapat beberapa spesies ikan air tawar, sementara di dasar danau berkeliaran ikan-ikan laut. Di dasar danau terdapat lapisan berwarna putih keruh yang berasal dari pembusukan kayu dan dedaunan yang jatuh ke danau tersebut. Di sekitar danau juga terdapat kawasan hutan lindung yang masih rimbun dan tidak diganggu oleh penduduk setempat. Hutan ini menjadi tempat tinggal bagi berbagai satwa liar seperti bekantan, berang-berang, dan beruang madu. Selain itu, pada salah satu sisinya terdapat tebing tinggi. Jangan lupa kunjungi juga beberapa destinasi di sekitar Danau Labuan Cermin seperti Teluk Sumbang, Teluk Sulaiman, dan tentunya Kepulauan Derawan yang juga berada di Kabupaten Berau. Photos courtesy of: Various Sources
...more

5 Masjid Tertua Dan Bersejarah Di Kudus - Part 3

TripTrus.Com – Sepanjang wilayah Pantai Utara Timur dari Demak-Kudus hingga ke Jawa Timur dikenal sebagai daerah-daerah persinggahan para Walisongo untuk menyebarkan agama Islam. Tak heran, jika budaya dan sisa-sisa peninggalan sejarah Islam masih melekat di daerah tersebut. Seperti di Kota Kudus, terdapat makam Sunan Muria dan Sunan Kudus, sebagai penyebar agama Islam yang sampai sekarang makamnya banyak dikunjungi peziarah. Dengan kehadiran dua tokoh tersebut, banyak meninggalkan kisah dan artefak kebudayaan Islam yang masih dapat dijumpai di sejumlah tempat. Salah satunya peninggalan masjid-masjid yang memiliki sejarah panjang. Berikut 5 masjid tua bersejarah di Kudus yang bisa menjadi pengingat dan bahan pelajaran generasi saat ini. 1. Masjid Jami' Kaujon       View this post on Instagram A post shared by RIZKY AJHARIE (@rizky_ajharie) onJun 28, 2017 at 7:01am PDT Langgardalem, adalah sebuah desa yang konon dulunya adalah tempat tinggal Sunan Kudus. Di desa ini terdapat delapan dukuh, yang masing-masing dukuh itu memiliki masjid sendiri. Di dukuh Kaujon ada sebuah masjid yang berada di atas kontur tanah yang tinggi, Kaujon pula namanya. Nama yang sama dengan dukuhnya dikarenakan tidak ada yang tahu kapan dan oleh siapa masjid ini dibangun. Masjid ini dulunya kecil, dan tanah sekeliingnya kala itu adalah milik Nitisemito. Kemungkinan masjid ini sudah ada sejak zaman Nitisemito. Luas bangunan masjid awalnya hanya 70 m2. Masjid Kaujon direnovasi pertama kali pada tahun 1989 dengan diprakarsai oleh K.H. Ma’ruf Irsyad yang kala itu menjadi nadhir masjid dan H. Mukhlis, BA yang menjadi wakil nadhir. Pelebaran hingga teras depan dilakukan karena semakin banyaknya jamaah. Hingga sekarang, luas masjid sekitar 345 m2 dan dapat menampung 800 jamaah. Dengan daya tampung tersebut, masjid ini disebut-sebut sebagai masjid terbesar di desa Langgardalem. 2. Masjid Agung Kudus       View this post on Instagram A post shared by KUDUS (@sekitarkudus) onMay 18, 2018 at 1:26am PDT Pada awalnya masjid ini tidak seperti sekarang. Masjid ini dulunya bernama Masjid Kriyan yang letaknya ada di belakang “Toko Sidodadi”5 . Berdasarkan cerita, keberadaan Masjid Kriyan sebenarnya masih ada, akan tetapi jalur akses untuk menuju ke lokasi sudah tidak bisa. Pada tahun 1991 Masjid Kriyan ini dipindahkan ke lokasi Masjid Agung Kudus yang sekarang ini. Berdirinya Masjid Agung Kudus, merupakan salah satu dari beberapa syarat yang harus ada dalam keberadaan pemerintahan. Pada zaman kolonial syarat adanya pusat pemerintahan harus mencakup tiga komponen, (Tiga Adat Jawa) yaitu: 1. Pendapa Kabupaten (dulu Kadipaten), 2. Adanya alun-alun dan 3. Adanya pohon besar yang terletak bersebelahan dengan kadipaten atau 1. Masjid, 2. Pendopo dan 3. Pembinaan Umat. Atas dasar tersebut, oleh prakarsa dari Muhammad Idris atau Raden Tumenggung Aryo Condro Negoro ke-IV (Bupati Kudus ke-4) pada tahun 1853 M/1274 H pembangunan Masjid mulai berlangsung. 3. Masjid Al-Firdaus Masjid Al-Firdaus merupakan masjid Muhammadiyah terbesar se-Kabupaten Kudus. masjid dominan warna merah marun itu dibangun sekitar tahun 1925. Masjid terakhir mulai direnovasi pada tahun 2012, hingga sekarang sudah hampir tujuh tahun mengalami perbaikan, biaya pembangunan diambil dari hasil swadaya masyarakat. Masjid berdiri di atas tanah luas sekitar 2 ribu meter persegi.  Sebelum direnovasi, masjid dulu berdiri seluas tanah 100 meter persegi. Masjid yang terletak di Jl. Raya Sudimoro, Desa Gribig, Kec. Gebog, ini memiliki dua buah menara yang menjulang tinggi. Menara tersebut mengapit kubah berwarna merah berkombinasi putih. Di bagian depan masjid, terdapat kubah-kubah kecil berwarna emas mengelilingi halaman masjid sebagai pagar. Dua buah menara di bagian depan mengadopsi desain dari Masjid Nabawi di Madinah. Di ruang utama masjid bagian dalam kubah bertuliskan lafal Ayat Kursi yang melingkar seirama bentuk kubah. Depan masjid dan bagian imam, tertuliskan lafal Allah dan Muhammad. [Baca juga : "5 Masjid Tertua Dan Bersejarah Di Kudus - Part 2"] 4. Masjid Kyai Telingsing       View this post on Instagram A post shared by M.Sholachudin.AL_AYUBI (@al_ayubi.54) onJun 10, 2019 at 9:06am PDT Menurut H.J. De Graff & Th. Pigeaud (1985:108-122) Sunan Kudus merupakan salah satu imam masjid Kerajaan Demak pada akhir masa Sultan Trenggana, dan pada awal masa Sultan Prawata. Kyai Telingsing sebagai Guru Sunan Kudus dalam hal ilmu kanuragan atau kasekten adalah mubalig yang berasal dari Yunnan, Tiongkok Selatan. Selain menjadi mubalig, beliau juga seorang pedagang, serta pelukis terkenal dengan motif lukisan Dinasti Sung dari Tiongkok. Setelah datang ke Kudus untuk menyebarkan Islam, ia kemudian mendirikan Masjid Kyai Telingsing dan pesantren di Kampung Nganguk. Masjid yang diyakini sebagai tempat syiar agama untuk orang-orang yang nyantri pada Kiai Telingsing. Hanya saja, bangunan masjid itu tampak modern, jauh dari kesan kuno. Konon, dulu bangunnaya dari kayu jati berbentuk panggung. Di depan masjid, ada bangunan berbentuk Joglo Pencu, ciri arsitektural rumah di Kudus. Ada teras yang luas. Jejak lain sang kiai yang bisa dijumpai makam yang berjarak sekitar 50 meter dari masjid. 5. Masjid Darussalam Masjid yang dibangun pada tahun 1938, berlokasi di Dukuh Jetak, Desa Kedungdowo, RT. 05 RW. 04, Kaliwungu. Masjid ini memiliki luas tanah 925 m2 , luas bangunan 2.700 m2 dengan status tanah Wakaf. Jumlah daya tampungnya 50 - 100 jamaah. Semenjak terakhir direnovasi, halaman masjid jadi terlihat lebih luas dan bangunan masjidnya juga jadi lebih bagus. (Sumber: Artikel sknews.com, betanews.id, kemdikbud.go.id, lokadata.id, dkm.or.id Foto instagram.com/al_ayubi.54) 
...more

Ini Daftar Hari Libur2017, Siap-Siap Ambil Cuti!

TRIPTRUS - Tahun 2017 memang masih 8 bulan lagi, namun traveler mesti ancang-ancang dari sekarang. Siapkan jatah cuti dari kantor karena ada 5 hari kejepit yang sudah menanti!Pemerintah sudah menetapkan Surat Keputusan Bersama terkait libur nasional dan cuti bersama tahun 2017. Total ada 19 Hari Libur Nasional. Rinciannya yaitu 15 hari libur nasional, 3 hari cuti bersama Idul Fitri, dan 1 hari cuti bersama Natal.Jika dilihat di kalender, dari 19 hari libur ini ada beberapa yang jatuh di hari masuk kantor dan sekolah. Ini tandanya, ada beberapa hari yang kejepit di antara hari libur tersebut.Nah, traveler bisa memanfaatkan hari kejepit ini untuk mengajukan cuti ke kantor. Mumpung masih lama, jadi bisa disiapkan dari sekarang. Dijamin makin asyik kalau bisa liburan 1-2 hari lebih panjang dari jadwal.Dihimpun detikTravel Kamis (21/4/2016), hari kejepit pertama tahun depan jatuh di bulan Maret. Tepatnya Senin 27 Maret, keesokan harinya Selasa 28 Maret ada libur Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1939. Jika traveler mengajukan cuti di hari Senin, traveler bisa menikmati libur panjang dari Sabtu tanggal 25 Maret sampai Nyepi di tanggal 28 Maret.Hari kejepit kedua ada di bulan Mei 2017. Tepatnya di hari Jumat 12 Mei. Jumat menjadi hari yang bisa kalian ajukan cuti, karena hari sebelumnya yaitu Kamis 11 Mei, libur dalam rangka Hari Raya Waisak 2561. Jika traveler mengambil cuti di hari Jumat, maka traveler bisa libur 4 hari, dari mulai Kamis tanggal 11, hingga Minggu tanggal 14 Mei 2017. Asyik bukan?Masih di bulan Mei 2017, ada hari yang bagus untuk cuti lagi. Kali ini dalam rangka Kenaikan Isa Al Masih yang jatuh pada hari Kamis 25 Mei. Pengajuan cuti bisa di hari Jumat 26 Mei 2017. Traveler yang mengambil cuti di hari Jumat akan menikmati long weekend dari tanggal 25 hingga 28 Mei. Mantap!Beranjak ke bulan Agustus, traveler bisa mengunakan kembali jatah cuti kerja. Lagi-lagi jatuh di hari Jumat, tepatnya tanggal 18 Agustus 2017. Sebelumnya, Kamis 17 Agustus 2017 merupakan hari libur Kemerdekaan RI yang ke-72. Jika traveler cuti di tanggal 18 Agustus, traveler akan menikmati long weekend lagi dari hari Kamis hingga Minggu.Terakhir di tahun 2017 ada di bulan September. Lagi-lagi sama seperti sebelumnya, hari untuk mengajukan cuti jatuh di hari Jumat. Tepatnya Jumat 22 September 2017.Hari Jumat dianggap kejepit karena sebelumnya, Kamis 21 September 2017 adalah hari libur Tahun Baru Islam 1439 Hijriah. Kalau traveler mengajukan cuti ke kantor di hari Jumat 22 September, bisa dipastikan traveler akan menikmati long weekend lagi dari hari Kamis hingga Minggu. Asyiknya! Mengingat mengajukan cuti ke kantor sedikit tricky dan gampang-gampang susah, sebaiknya dari sekarang mulai diincar tanggal-tanggal yang sudah detikTravel sebutkan tadi. Nah, untuk lebih memahami waktu liburan tahun depan, sekaligus merancang kegiatan traveling, detikTravel sudah menyiapkan infografis Kalender Liburan 2017. Silakan save gambarnya dan sebarkan untuk teman-teman dan kerabat kamu. Selamat merencanakan liburan untuk tahun depan ya traveler! (Sumber: Artikel travel.detik.com Foto belanjaalkes.com)
...more

Sensasi Perpaduan Kopi, Kuliner, dan Wisata Merapi

TripTrus.Com - Ternyata ada keterkaitan antara kopi, kuliner, dan wisata. Buktinya, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), melirik Kedai Kopi Merapi di Dusun Petung, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan. Tak main-main memang, kedai kopi itu dijadikan potensi wisata kuliner yang prospektif di daerah tersebut karena diminati wisatawan mancanegara dan nusantara. "Kedai Kopi Merapi ini sangat potensial menjadi wisata kuliner minat khusus andalan di Kabupaten Sleman," ucap Kepala Dinas Pariwisata, Kabupaten Sleman, Sudarningsih, di Sleman, Jumat, 20 April 2018, dilansir Antara.       View this post on Instagram Kopi adalah media . . #kedaikopimerapi #kopimerapi #jogja #bukantraveler #enjoythefreedom A post shared by vanz (@van_iponkz) onJul 18, 2018 at 2:26am PDT Menurutnya, Dinas Pariwisata berkomitmen untuk terus mempromosikan Kedai Kopi Merapi ini sebagai potensi wisata kuliner andalan di Kabupaten Sleman. "Wisatawan di lereng Merapi di kawasan Kaliurang maupun Lava Tour Cangkringan dapat menikmati kopi khas lereng Gunung Merapi di kedai ini setelah menikmati suasana alam dengan jip wisata Merapi," katanya. [Baca juga : "Begini Kolaborasi Petani Kopi Robusta Dengan Dinas Pariwisata"] Ia menjelaskan, saat ini Kopi Merapi sudah banyak dikenal di masyarakat luas baik lokal Sleman, DIY, luar daerah, hingga mancanegara. "Bahkan, saat ini, Bupati Sleman Sri Purnomo sedang mempromosikan kopi Merapi ini di Finlandia karena negara tersebut tertarik dengan rasa maupun keunikan kopi Merapi," katanya. Pengelola Kedai Kopi Merapi, Sumijo mengatakan, saat ini, pengunjung di Kedai Kopi Merapi sudah mulai ramai didatangi berbagai kalangan. "Ada dari masyarakat biasa, pejabat, pengusaha, selebritas, dan kalangan artis banyak yang berkunjung ke sini," ujarnya. Awal Mula Desa Wisata Kopi Rata-rata dalam satu bulan pengunjung di Kedai Kopi Merapi ini mencapai 10 ribu lebih. Sedangkan yang paling ramai biasanya pada akhir pekan dan musim liburan. "Kalau omzet per bulan bisa mencapai Rp 180 juta dari penjualan minuman kopi, bubuk kopi, berbagai makanan khas Merapi maupun suvenir," Sumijo memaparkan. Awal mula kedai kopi berdiri, yakni dari usaha perkebunan kopi yang banyak digeluti masyarakat Dusun Petung sebelum erupsi Merapi pada 2010. "Dusun Petung awalnya memang disiapkan sebagai desa wisata kopi karena memang dusun ini ada kebun kopi. Kemudian, kami berinisiatif untuk mendirikan kedai kopi," katanya. Rintisan Desa Wisata Petung sebelum sempat dibuka, kedai tersebut sudah ada terlebih dahulu sebelum terkena bencana erupsi Merapi 2010 yang menghancurkan bangunan kedai maupun kebun kopi di daerah ini. "Setelah erupsi kami bersihkan semua. Baru dibuka lagi pada 2012. Seiring berjalannya waktu, Kopi Merapi semakin dikenal dan disukai masyarakat," ucapnya. Pengelola Kedai Kopi Merapi akan terus membuat inovasi-inovasi untuk menarik wisatawan. Satu di antaranya akan membuat destinasi wisata baru dengan konsep Wisata Edukasi Kopi. Nantinya, wisatawan akan diajak melihat proses pembuatan kopi mulai dari budi daya, pengolahan hingga teknik penyeduhan kopi. "Nanti pengunjung bisa camping, outbound, dan tracking dengan tema kopi," katanya. (Sumber: Artikel-Foto liputan6.com)
...more

Mengenal 5 Klenteng dan Vihara Tua di Tangerang

TripTrus.Com - Menurut kitab sejarah Sunda yang berjudul Tina Layang Parahyang (Catatan dari Parahyangan), keberadaan komunitas Tionghoa di Tangerang dan Batavia sudah ada setidak-tidaknya sejak 1407 NI.  Kitab itu menceritakan tentang mendaratnya rombongan pertama dari dataran Tiongkok yang dipimpin Tjen Tjie Lung alias Halung di muara Sungai Cisadane, yang sekarang berubah nama menjadi Teluk Naga. "Oleh karena itu, Tangerang tidak mungkin dapat dipisahkan dengan kebudaya Tionghoa-nya. Kebudayaan yang berkembang di sana sejak berabad-abad lalu." Maka tidak mengherankan jika wilayah Tangerang Raya (Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang) memiliki beberapa klenteng dan vihara tua yang bersejarah. 1. Klenteng Beon Hay Bio   Chinese New Year 270117 A post shared by Kemala D. Larasati (@k_larasati) onJan 27, 2017 at 9:46am PST Klenteng Boen Hay Bio yang terletak di Jl. Pasar Lama Serpong, Desa Cilenggang, Serpong, Kota Tangerang Selatan. Berdasarkan informasi dari pengurus, Klenteng tertua di Serpong ini berdiri tahun 1694 atau sudah berusia tiga ratus tahun. Pada saat hari jadi Klenteng yang diperingati tanggal 24 bulan keenam penanggalan Cina, biasanya Klenteng dipadati pengunjung yang datang untuk berdoa. Selain itu untuk memeriahkan acara hari jadi, Klenteng Boen Hay Bio juga sering dimeriahkan dengan berbagai atraksi pertunjukan barongsai, gambang kromong, serta lenong. 2. Vihara Boen Tek Bio   #VIHARABOENTEKBIO #VIHARA #PASARLAMA #PEI76ETC A post shared by Sri Rezeki Tjandra (@tjansriki) onNov 26, 2016 at 6:56am PST Vihara Boen Tek Bio diperkirakan mulai dibuat pada akhir abad ke-17, hal tersebut berasalan dikarenakan ukiran kayu yang terdapat pada langit-langit dibuat awal tahun 1800. Vihara yang terletak di Jl. Bhakti No. 14, Pasar Lama, Kota Tangerang ini memiliki pengaruh besar pada perkembangan budaya Cina di Tangerang. Yang menasrik dari Vihara Boen Tek Bio adalah beberapa artfeak kuno yang dimiliki oleh Vihara, seperti: patung singa penjaga klenteng (Ciok-say), lonceng tua yang berasal dari tanah Tiongkok tahun 1835, tempat batang hio yang terbuat tahun 1805 dan juga tempat pembakaran yang berasal dari abad ke-19. 3. Vihara Boen San Bio   Vihara boen san bioπŸ™ note : viharaboensanbio atau Klenteng Boen San Bio dibangun oleh pedagang asal Tiongkok yang bernama Lim Tau Koen. Klenteng ini dibangun sebagai tempat untuk menempatkan patung Dewa Bumi (Kim Sin Khongco Hok Tek Tjeng Sin) yang dibawa pedagang tersebut dari Banten. Secara harfiah, “boen san bio” berarti kebajikan setinggi gunung. #viharaboensanbio #viharatangerang #vihara #viharadewikwanim #kelenteng A post shared by Enjoy Your LifeπŸ—½ (@travelmania7550) onOct 19, 2017 at 11:30pm PDT Vihara Boen San Bio atau yang dikenal juga sebagai Vihara Nimmala. Vihara yang berasitektur mewah ini dibuat tahun 1689. Vihara yang terletak di Jl. Pasar Baru, Kelurahan Kranjaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang ini digunakan sebagai tempat ibadah baik oleh penganut Kong Hu Chu, Taoisme dan Budha (Tri Dharma). Selain memiliki nilai sejarah, Vihara Boen San Bio juga terkenal dengan keindahan arsitekturnya. Di bagian atap terdapat patung sepasang burung fenghuang atau hong (phoenix) yang mengapit sebuah mutiara jagat, di bagian depan pengunjung disambut oleh megahnya patung dewa bumi yang dahulu dibawa Lim Tau Koen dari Banten dan banyak lagi oranamen-orname lain yang menjadi daya tarik lain untuk dikunjungi. 4. Klenteng Sampo Tay Jin   #temple #dragonandliondance #semarang #centraljava #sampotayjin #culturalfestival #2017 A post shared by Tio Januar (@januartio) onJul 23, 2017 at 6:55am PDT Tempat ibadah etnis Tionghoa yang terletak di salah satu Gang Jl. Otto Iskandardinata, Kota Tangerang ini bernama Klenteng Sampo Tay Jin. Konon keberadaan klenteng ini erat kaitannya dengan laksamana besar Cina yang memimpin pelayaran pada abad ke-15 dengan kekuatan 300 kapal, yaitu Laksamana Ceng Ho (Sampo Tay Jin). Meskipun bertolak belakang dengan fakta, bahwa Laksamana Ceng Ho adalah seorang muslim, di Klenteng Sampo Tay Jin terdapat altar utama yang menjadikan Laksamana Ceng Ho sebagai dewa utama Klenteng tersebut. Dan uniknya lagi, meskipun tidak memeluk agama Islam, pemuja Laksamana Ceng Ho juga tidak mengkonsumsi daging babi. 5. Klenteng Tjo Soe Kong   πŸ‘ΌπŸ‘ΌπŸ‘Ό . . . . . #temple #vihara #tjosoekong #tanjungkait #tangerang #indonesia #pray A post shared by Aldieka | #sydika #sydikastore (@sy.dika) onDec 10, 2016 at 8:02pm PST Terletak di pesisir utara Kabupaten Tangerang, terdapat bangunan bersejarah etnis Tioanghoa. M asyarakat sekitar klenteng percaya bahwa klenteng itu dibuat tahun 1792 atau berusia tiga abad. Klenteng tersebut bernama Tjo Soe Kong. Pada musibah tsunami akibat letusan Gunung Krakatau tahun 1883, Klenteng ini berhasil selamat meskioun terletak di bibir pantai. Klenteng yang berlokasi di Dusun Tanjung Anom, Desa Tanjung Kait, Mauk, Kabupaten Tangerang merupakan salah satu cagar budaya di Kabupaten Tangerang juga dikenal dengan nama Klenteng Tanjung Kait atau Klenteng Qing Shui Zhu Sui. Untuk memperingati tradisi Cina sekaligus menghibur masyarakat sekitar, Klenteng Tjo Soe Kong kerap menggelar event tahunan dengan berbagai pertunjukan, seperti: pertunjukan wayang Po Te Hi, Tari Naga, dan kesenian barongsai. Tertarik mengenal lebih jauh Klenteng dan Vihara tua bersejarah di Tangerang? Silakan ajak teman-teman kalian untuk menjelajahinya! (Sumber: Artikel-Foto Amieykha)
...more

Masjid Tertua Di Indonesia Yang Bikin Terasa Adem

TripTrus.Com - Kita tau Indo punya banyak masjid yang memikat, dari yang canggih modern sampe yang jadul banget, tapi punya arti sejarah gede buat Islam di sini.       View this post on Instagram A post shared by John Santosa (@johnsantosa) Yuk, langsung cek daftarnya: 1. Masjid Saka Tunggal Banyumas, 1288 Masjid pertama yang direkam sejarahnya di Indo ada di Maluku, nih. Masjid Saka Tunggal Banyumas, lahir tahun 1288. Bangunannya sederhana, ukuran 10x10 meter, pake bahan gaba-gaba alias pelepah sagu, dan atapnya dari rumbia. Masjid ini legendaris banget, jadi saksi sejarah Islam di Maluku, katanya di sana juga nyimpan Mushaf Alquran paling kuno di Indo. 2. Masjid Wapauwe Maluku, 1414 Di urutan kedua, ada Masjid Wapauwe di Maluku Timur, yang berdiri sejak 1414. Ukurannya sama kaya Masjid Saka Tunggal, pake bahan gaba-gaba dan atap rumbia. Juga jadi saksi perkembangan Islam di Maluku, lho! 3. Masjid Sunan Ampel, 1421 Masjid kuno dari Surabaya ini udah berdiri sejak 1421, jadi udah 602 tahun lamanya. Sunan Ampel, salah satu wali yang terkenal, jadi yang nginisiasi pembangunan masjid ini. Di belakang masjid, ada kompleks makam Sunan Ampel yang selalu rame pengunjung, khususnya pas Ramadhan. 4. Masjid Mantingan, 1481 Masjid yang satu ini ada di Desa Mantingan, Jepara. Dibangun tahun 1481, oleh Ratu Kalinyamat untuk mengenang suaminya, Sultan Hadiri yang meninggal gara-gara konflik. Luas kompleksnya sekitar 7 hektar, ada masjid, makam, sama museum. Masjid ini juga punya 114 relief di dindingnya, keren kan? 5. Masjid Kuno Bayan Beleq, Abad ke-15 Masjid kuno dari Lombok ini diperkirakan dibangun sekitar 500 tahun lalu. Lokasinya di Desa Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Tapi, belum pasti siapa yang ngebangunnya. Ada yang bilang Syeh Gus Abdul Razak, ada juga yang ngomong Sunan Prapen yang bikin. 6. Masjid Agung Sang Cipta Rasa, 1498 Masjid tua yang satu ini juga punya nama lain, Masjid Agung Cirebon. Dibangun tahun 1498, jadi udah berdiri dari jaman Sunan Gunung Jati. Arsitekturnya kental banget nuansa Jawa dan Arab. Ada satu tiang utama yang katanya dibuat dari pecahan kayu kecil-kecil yang disatukan. Konon, itu lambang kegotong-royongan. [Baca juga : "Nih, 5 Pantai Keren Banget Di Likupang Yang Harus Dikunjungi!"] 7. Masjid Agung Demak, 1500-an Masjid legendaris ini didirikan di Demak pada 1500-an, oleh Raden Patah, sultan pertama Kesultanan Demak. Katanya, tempat pertemuan para Wali Songo. Ini masjid yang punya peran penting banget dalam sejarah Islam di Nusantara. 8. Masjid Sultan Suriansyah, 1525-1550 Masjid tua dari Kalimantan ini dibangun antara 1525-1550. Lokasinya di Banjarmasin, tepatnya di tepi Sungai Kuin. Sultan Suriansyah, yang jadi raja Banjar pertama yang masuk Islam, juga punya makam deket sini. 9. Masjid Menara Kudus , 1549 Masjid kuno lagi dari Kalimantan, didirikan sekitar 1549. Masjid ini juga deket Sungai Kuin di Banjarmasin. Ada makam Sultan Suriansyah juga di sekitar situ, lho. 10. Masjid Raya Baiturrahman, 1612 Masjid Raya Baiturrahman, atau dikenal juga sebagai Masjid Kesultanan Aceh, berdiri di Banda Aceh sejak 1612. Bangunannya udah dirombak ulang sama Belanda tahun 1879. Masjid ini jadi simbol keislaman, budaya, dan nasionalisme Aceh. Itulah deretan masjid-masjid kuno di Indonesia yang bikin adem iman! (Sumber Foto @fa_amelia) 
...more

Seru, Mengarak Pengantin Kopi di Keboen Kopi Karanganjar Blitar

TripTrus.Com -  Barangkali terdengar tak lazim: mengarak pengantin kopi berjenis kelamin lelaki dan perempuan. Namun ini benar-benar terjadi di Keboen Kopi Karanganjar atau De Karanganjar Koffieplantage, Dusun Karanganyar Timur, Desa Modangan, Kecamatan Nglegok, Blitar. Mengarak temanten —atau pengantin dalam bahasa Indonesia—merupakan ritual yang tiap tahun dilaksanakan pengelola perkebunan. Tujuannya untuk menyambut panen raya. Biasanya digelar pada Juni atau Juli.   Halo halo... Ayo... siapa yg penasaran sama yang namanya "manten kopi???" Simak dan baca ya... Slide samping #mantenkopi #blitar #karanganjar #karanganjarkoffieplantageblitar #wisatakaranganjarblitar #keboenkopikaranganjar #ritual #ritualpetikkopi #ritualbudaya #wisatakebun #eksplorblitar #eksplorid #nusantara #indonesia #kopi #coffee #event #eventbudaya #eventtahunan A post shared by De Karanganjar Koffieplantage (@keboenkopikaranganjar) onJun 21, 2018 at 10:42pm PDT “Sebagai wujud syukur sekaligus doa supaya kegiatan memanen kopi berjalan lancar,” kata pemilik De Karanganjar Koffieplantage kepada Tempo pada Minggu, 21 Januari 2017 di Blitar. Ritual mengarak temanten diawali dengan memetik biji kopi di kebun. Biji kopi yang dipilih sebagai pengantin adalah yang tumbuh di pohon paling subur. Para tokoh masyarakat yang dianggap sesepuh akan memotong dua batang kayu di pohon itu. [Baca juga : 4 Kuliner Khas Cianjur Yang Unik Dengan Rasa Menggigit] Kemudian, para sesepuh mengidentifikasi mana batang dengan biji yang dianggap berjenis perempuan atau wadon dan laki-laki atau lanang. “Yang tahu mana lanang mana wadon cuma sesepuhnya,” tutur Herry. Lepas dipetik, kopi lanang dan wadon dibungkus kain mori dan diarak keliling perkebunan serta keliling kampung. Nama arak-arakan ini ngunduh manten. Biasanya diikuti oleh semua karyawan perkebunan. Masing-masing membawa sesajen yang juga berisi biji-biji kopi. Pengaraknya berkostum adat Jawa, seperti blangkon untuk laki-laki dan kebaya lurik untuk perempuan. Tak cuma diikuti rombongan yang membawa sesajen, ngunduh manten diikuti oleh iringan gending gamelan. Seperti pengantin sesungguhnya, biji-biji kopi itu kemudian dibawa ke pendopo untuk diletakkan di “pelaminan” seusai diarak. Kalau sudah sampai di pendopo, ritual dianggap kelar. Para karyawan perkebunan dan masyarakat sekitar lantas mengadakan kenduri atau selamatan. Mereka berkumpul  melingkar dan mengudap makanan bersama-sama, selayaknya pesta. Ritual mengarak temanten ini terbuka untuk umum. Wisatawan dari luar daerah pun boleh mengikuti proses upacaranya tanpa dipungut biaya khusus. Sebagai syarat, bila ingin ikut ritual, wisatawan hanya perlu datang mengenakan sandangan adat Jawa. Ritual ini biasanya digelar pagi-pagi. Bila tak ingin ketinggalan momentum, wisatawan bisa menginap di homestay yang disediakan pengelola perkebunan di kawasan De Karanganjar Koffieplantage. Biayanya berkisar Rp 150 ribu per kamar. Adapun akses menuju De Karanganjar Koffieplantage terbilang gampang-gampang susah. Letaknya memang tak jauh-jauh amat dari Stasiun Blitar. Jaraknya berkisar 16 kilometer. Namun tak ada angkutan umum yang khusus mengantar pengunjung ke sana. Jadi, perlu menyewa kendaraan pribadi.  Biaya untuk sewa mobil berkisar mulai Rp 100 ribu. Sedangkan sewa motor rata-rata Rp 75 ribu. Bisa juga naik ojek online dengan tarif Rp 30-40 ribu atau ojek konvensional dengan tarif sesuai dengan negosiasi. (Sumber: Artikel-Foto tempo.co)
...more

Wisatawan Indonesia Mulai Lirik Wisata Kapal Pesiar

TripTrus.Com - Dulu berwisata dengan kapal pesiar masih jarang dilakukan oleh wisatawan Indonesia. Selain terkendala harga yang mahal, informasi terkait wisata kapal pesiar juga masih sangat minim.Namun, sejak beberapa tahun terakhir wisatawan Indonesia sudah mulai melirik wisata kapal pesiar. Berdasarkan data dari Cruise Line Inernational Association tampak peningkatan yang cukup tinggi dari wisatawan Indonesia yang berwisata pesiar. Pada 2014, tercatat ada lebih dari 18 ribu wisatawan kapal pesiar berasal dari Indonesia, dan jumlah tersebut meningkat dua kali lipat menjadi 40 ribu pada 2015. "Kalangan masyarakat Indonesia lebih suka perjalanan jangka pendek untuk rute yang masih di kawasan Asia dengan durasi berlayar sekitar tiga sampai tujuh hari," ujar Direktur Kawasan Asia Tenggara Princess Cruises Farriek Tawfik, Kamis (20/7).Jika dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan Asia, volume wisatawan Indonesia yamg berpesiar memang masih terbilang rendah. Dari 12 negara di Asia, Indonesia masih di peringkat delapan dengan persentase 1,9 persen jauh di bawah Cina, Taiwan, Singapur dan Jepang. Namun, Tawfik meyakini, Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial untuk wisata kapal pesiar khususnya bagi mereka yang baru pertama kali merasakan pengalaman berpesiar, generasi milenial, keluarga besar multi-generasi dan masyarakat kelas menengah ke atas.Pada tahun ini, salah satu line up Pricess Cruises, Sapphire Princess, bahkan akan berlabuh di Singapura untuk memenuhi tingginya permintaan dari Indonesia. "Kami melihat lonjakan tinggi peningkatan permintaan dari wisatawan Indonesia saat musim berlabuh tiba," ujar Tawfik. (Sumber: Artikel republika.co.id Foto cruisemapper.com)
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography

Upcoming Trips

Open Trip Dieng Plateau
17 - 19 Apr 2026
Open Trip Sebesi Krakatau
17 - 19 Apr 2026
Open Trip Dieng Plateau
24 - 26 Apr 2026
Open Trip Sebesi Krakatau
24 - 26 Apr 2026
×

...