shop-triptrus



Baluran: Sepotong Afrika di Pulau Jawa

Ingin tahu seperti apa Baluran yang dibilang sepotong Afrika di Pulau Jawa? Ikuti tripnya di: http://triptr.us/Bm TRIPTRUS - Dataran sabana di Benua Afrika yang penuh dengan satwa liar berkeliaran dengan bebas tidak hanya bisa disaksikan di layar kaca atau cuma dilihat foto-fotonya di Internet saja. Di pesisir Utara Pulau Jawa, tepatnya di Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur hamparan sabana yang menguning seperti di Afrika terhampar di Taman Nasional Baluran.Nama Baluran diambil dari puncak tertinggi di area itu, yaitu Gunung Baluran (1,294 mdpl). Pada tahun 1937 Gubernur Jenderal Hindia Belanda menetapkan Baluran sebagai kawasan perlindungan dengan menjadikannya suaka margasatwa. Pemerintah Indonesia, lewat Menteri Pertanian dan Agraria, menetapkan Baluran sebagai suaka margasatwa pada tahun 1962. Lalu Suaka Margasatwa Baluran mendapatkan status sebagai Taman Nasional. Keputusan ini diumumkan bertepatan dengan hari Strategi Pelestarian se-Dunia pada tanggal 6 Maret 1980. Pemandangan sabana di Baluran adalah salah satu sabana terindah di Indonesia. Untuk itu, Baluran juga dikenal dengan nama Afrika Kecil di Pulau Jawa.Dengan menempuh perjalanan sekitar satu jam kilometer dari kota Banyuwangi, Jawa Timur, kita dapat mencapai gerbang masuk taman nasional ini. Taman nasional seluas 250 kilometer persegi ini hampir setengahnya (40%) merupakan dataran sabana. Di sini, berbagai satwa seperti Banteng Jawa, Kerbau liar dan Rusa dapat dilihat berkeliaran. Selain itu, sabana Baluran juga merupakan habitat bagi monyet ekor panjang, burung merak, burung rangkong, dan ayam hutan. Daerah yang paling terkenal di sabana Baluran adalah Bekol. Padang rumput yang luas inilah yang membuat Baluran mendapatkan julukannya sebagai "tiruan" sabana Afrika. Di pinggir sabana Bekol, terdapat hutan rimbun yang menyambut sejak kita memasuki gerbang masuk TN Baluran. Tapi Baluran tidak hanya berupa lansekap sabana saja. Pantai Bama yang terletak sekitar 15 kilometer dari gerbang masuk TN Baluran menampilkan pemandangan laut yang menakjubkan dengan air yang biru kehijauan dan ombak yang yang tak henti bergulung. Pantai Bama juga merupakan tempat yang keren untuk olahraga air seperti snorkeling, diving dan canoing. Lalu bagi penggemar mendaki gunung, Gunung Baluran yang berdiri menjulang di pinggir sabana Baluran mengundang kita untuk mendakinya. Di atas gunung Baluran terdapat kawah dengan lebar 600 meter dan sumber air yang tidak pernah kering sepanjang tahun. Selain itu, terdapat pula Gua Jepang, yang jadi sakti pertempuran tentara Indonesia dengan tentara Jepang. Gua dengan luas 12 kilometer ini terbagi menjadi dua ruangan. Dulunya, salah satu ruangan dijadikan tempat penyimpanan senjata oleh tentara Jepang, sementara ruangan satu lagi untuk menjaga dari serangan tentara Indonesia.   Photos taken from: commons.wikimedia.org, travelboogie.wordpress.com, indonesia.travel
...more

4 Kuliner Khas Kudus yang Siap Bikin Perut Anda Kenyang

TripTrus.Com - Kudus, kota yang lebih dikenal sebagai penghasil kretek bisa menjadi salah satu destinasi wisata yang tepat untuk Anda kunjungi. Selain kotanya yang terlalu besar, suasana kota Kudus yang tak terlalu ramai bisa membuat Anda betah. Berbagai wisata seru bisa Anda kunjungi mulai dari Gunung Muria, Museum Kretek, Simpang Tujuh hingga Menara Kudus. Di balik tampilan kotanya yang tak terlalu ramai, tersembunyi kuliner-kuliner nikmat yang siap mengisi perut Anda. Rasa kulinernya yang identik dengan hidangan khas jawa tentunya bisa Anda rasakan. Berikut KompasTravel himpun 4 kuliner khas Kudus yang wajib Anda cicipi: 1. Lentog Tanjung   . LENTOK --------------- siapa yang belum pernah mencoba makanan satu ini ? . kalau yang pernah dikudus makanan ini selalu buat kangen, meskipun sederhana tapi selalu dicari . . LENTOG TANJUNG Pak Mitro jln Tanjung Karang KUDUS 59349 . Lentog - 4K buka : 06:00 - habis . #lentog #lentogtanjung #makanankhaskudus #sekitarkudus #kulinerkudus #kuduskuliner #delicious #yummy #foodphotography A post shared by Kuliner Surabaya l FoodieπŸ”˜ (@e_ndro) onApr 8, 2018 at 11:53pm PDT Berkunjung ke Kudus tak lengkap jika belum merasakan Lentog. Hidangan yang hampir mirip opor ini cocok jika disantap sebagai sarapan. Lentog sendiri berisikan lontong dengan lauk sayur nangka muda, sayur tahu dan tempe, diguyur santan kental, dan ditaburi bawang goreng. Lentog biasa disajikan dengan piring kecil dialasi daun pisang, pas untuk hidangan sarapan. Lentog lebih nikmat disantap dengan lauk tambahan sate telur puyuh bumbu semur, sate usus, ditambah kerupuk. Untuk mencicipi Lentog tanjung ini , Anda bisa mengunjungi wilayah Desa Tanjung Karang, Kecamatan Jati, Kudus. Di sebuah jalan desa ini, ada deretan kios-kios kecil yang menjajakan lentog. Selebihnya, pedagang bertebaran di area desa. [Baca juga : Destinasi Ramadan, Berkunjung Ke Pesantren Bernuansa Pecinan Di Rembang]2. Soto Kudus   Lunch #sotokudus #instapic #instafood #happymoments #like4like A post shared by Laurence Herlina (@herlinalaurence) onFeb 15, 2017 at 11:19pm PST Soto Kudus tampil berbeda dibandingkan dengan soto-soto lain. Salah satunya yang membuat berbeda yakni sajiannya identik dengan mangkuk mungil. Soto Kudus memiliki isi berupa daging ayam, kecambah serta taburan bawang putih goreng. Ayamnya sendiri yang dipakai di Soto Kudus adalah ayam kampung karena citarasanya yang lezat dan gurih.Tak ketinggalan, biasanya soto kudus ini disajikan dengan kudapan sate-satean serta perkedel. Sate usus, sate telur puyuh dan gorengannya siap tersedia di meja Anda. Jangan lupa untuk menambahkan sedikit kecap, jeruk nipis dan sambal agar terasa lebih nikmat.3. Soto Kerbau   Selamat berbuka puasa 😊 #kudus #jateng #sotokerbau A post shared by Febriana Isti Setyaputri (@putri_febriana94) onMay 23, 2018 at 4:07am PDT Konon masyarakat Kudus pernah ”dilarang” mengonsumsi daging sapi. Sunan Kudus yang kala itu menyebarkan agama Islam di Kudus, mensosialisasikan agama Islam kepada penduduk yang memeluk agama Hindu dan Buddha dengan cara simpatik. Soto daging kerbau dari penampakannya tak terlalu berbeda dengan soto daging sapi atau ayam. Keduanya sama-sama disajikan dalam mangkok dengan bahan pelengkap, seperti taoge dan potongan daging kerbau dengan ukuran cukup besar. Tak lupa limpahan bawang merah goreng di atasnya. Citarasanya yang menggoyang lidah membuat seolah satu porsi soto kerbau saja tak akan pernah cukup. Sensasi rempah dan rasa gurih khas soto bisa semakin diperkaya dengan tambahan kecap manis, perasan jeruk nipis, serta tak lupa sambal untuk ”memanaskan” suasana. 4. Nasi Pindang Kerbau   Selain soto, lentog, jenang...makanan ini juga merupakan yang 'khas' di #Kudus namanya #nasipindang soal rasa savory and sweet delicious taste πŸ‘Œ #nasipindangkudus #nasipindangkerbau #nasipindangparu #jajankemarin #travelwork #betarienrosana A post shared by Betaria Septiarini Rosana (@betarien) onFeb 10, 2017 at 5:04pm PST Nasi pindang kerbau merupakan nasi yang disajikan di atas piring beralas daun pisang. Nasinya pun kemudia disiram kuahnya kecoklatan dengan potongan daging kerbau yang lagi-lagi berukuran besar. Biasanya di bagian atas, terdapat daun melinjo dan taburan bawang merah goreng yang melimpah. Paduan daun melinjo yang segar dan gurih bawang merah goreng, melengkapi cita rasa pindang kerbau yang bercita rasa manis. (Sumber: Artikel lkompas.com, Foto vakansinesia.com)
...more

5 Desa Wisata Keren Di Lombok Yang Bikin Pengen Balik Lagi!

TripTrus.Com - Event MotoGP di Sirkuit Mandalika emang jadi daya tarik baru buat para turis datang ke Lombok, Nusa Tenggara Barat. Nggak cuma nonton balapan motor, tapi juga menikmati panorama alam yang kece banget. Tapi tunggu dulu, Lombok nggak cuma soal pantai cantik dan gunung doang, lho! Di sini lo juga bisa eksplorasi budaya yang keren abis! Buat lo yang suka wisata alam plus budaya, ada nih desa-desa wisata di Lombok yang nawarin pengalaman otentik yang beda banget. Yuk, intip 5 desa wisata yang wajib banget lo kunjungi! 1. Desa Sade Desa Sade ini rumahnya orang Sasak, suku asli Lombok, dan punya rumah tradisional yang atapnya unik banget, terbuat dari ilalang dan wajib diganti tiap 8 tahun sekali! Lantainya tanah liat yang dipoles pake kotoran kerbau atau sapi, biar nggak retak dan nggak berdebu. Di sini lo bisa ngeliat kehidupan sehari-hari warga lokal, dan yang nggak kalah keren, mereka bikin tenun ikat yang udah turun-temurun. Kalo lo mampir nonton MotoGP, wajib banget sempetin ke Desa Sade karena deket banget sama sirkuit Mandalika. 2. Desa Sukarara       View this post on Instagram A post shared by Sanggar Kayu Ulin (@sanggarkayuulin) Masih di sekitar Lombok Tengah dan nggak jauh dari Sirkuit Mandalika, ada Desa Sukarara, pusatnya kerajinan tenun ikat Lombok. Di sini lo bisa langsung ngeliat proses pembuatan tenun, mulai dari nyiapin benang sampe teknik tenun yang ribet. Jangan kaget kalo liat cewek-cewek di sini asyik menenun di depan rumahnya, karena ini emang aktivitas sehari-hari mereka. Lo juga bisa beli kain tenun keren sebagai upaya dukung budaya lokal yang masih lestari. 3. Desa Banyumulek Geser dikit ke Lombok Barat, tepatnya di Kecamatan Kediri, lo bisa kunjungi Desa Banyumulek yang terkenal sama kerajinan tembikarnya. Warga di sini udah lama banget produksi tembikar, dan lo bisa langsung ngeliat gimana proses pembuatannya. Mereka masih pake cara tradisional yang udah diwarisin turun-temurun. Mau liat proses pembakaran tembikar? Datengnya pagi-pagi ya, soalnya mulai dibakar jam 11-an. Selain itu, lo juga bisa beli tembikar yang udah jadi buat oleh-oleh. [Baca juga : "10 Spot Wisata Kece Di Lombok Buat Lo Yang Nonton Motogp Mandalika"] 4. Desa Tetebatu Di lereng Gunung Rinjani setinggi 700 MDPL, Desa Tetebatu nawarin pemandangan alam yang cakep banget, kayak sawah terasering dan hutan tropis. Tempat ini pas buat trekking sambil nikmatin suasana alam yang damai. Lo bisa ketemu petani lokal, belajar cara tradisional nanem padi, dan coba kopi khas Lombok. Desa Tetebatu ini juga sempet jadi wakil Indonesia di World Best Tourism Village UNWTO 2021, lho! 5. Desa Senaru  Kalo lo pengen naik Gunung Rinjani, Senaru adalah gerbang utama yang ada di sisi utara Lombok. Selain jadi titik awal pendakian, desa ini juga punya air terjun keren, Tiu Kelep dan Sendang Gile, yang airnya dari Danau Segara Anak. Udara seger banget di sini, dan warga lokalnya ramah. Lo juga bisa mampir ke Desa Adat Senaru yang punya rumah tradisional paling tua di Lombok, atap ilalang, pagar bambu anyam, dan lantai tanah. Jadi, kalo lo lagi nonton MotoGP di Mandalika, jangan cuma balik hotel doang ya! Luangin waktu buat main ke desa-desa wisata ini. Pengalaman lo bakal jadi lebih kaya dan nggak bakal gampang dilupain, karena bisa ngerasain langsung kehidupan Lombok yang autentik dan asik banget! (Sumber Foto @canafotografia) 
...more

Menyaksikan Keindahan Alam di Wisata PLTA Kracak Leuwiliang

TripTrus.Com - Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa, salah satunya terletak di Wisata PLTA Kracak Leuwiliang. Terletak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, wisata ini menawarkan kombinasi indah antara air terjun yang memukau dan pesona PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) yang mengagumkan. Bagi pecinta alam dan petualangan, Wisata PLTA Kracak Leuwiliang adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi. Wisata PLTA Kracak Leuwiliang menawarkan pengalaman yang unik bagi pengunjungnya. Anda dapat menikmati pemandangan spektakuler dari air terjun setinggi sekitar 60 meter yang menjulang di tengah hutan lebat. Suara gemuruh air terjun dan keindahan alam sekitarnya akan membuat Anda terpesona.       View this post on Instagram A post shared by Surga Bogor (@surga_bogor) Selain itu, keberadaan PLTA yang berada di samping air terjun juga menambah daya tarik wisata ini. Anda dapat melihat bagaimana tenaga air dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Pengunjung dapat melihat secara langsung bagaimana sistem PLTA bekerja dan memahami kontribusinya dalam penyediaan energi bersih. Selain menikmati keindahan alam dan PLTA, Wisata PLTA Kracak Leuwiliang juga menawarkan fasilitas yang memadai. Terdapat area parkir yang luas, toilet umum, dan warung makan untuk memenuhi kebutuhan pengunjung. Anda juga dapat berjalan-jalan di sekitar area wisata yang dipenuhi dengan hijaunya pepohonan dan udara segar. Bagi pecinta petualangan, Anda dapat melakukan trekking menyusuri hutan sekitar wisata. Nikmati keindahan alam yang masih alami, ditemani dengan suara burung dan aroma segar dari pepohonan. Jangan lupa untuk membawa perlengkapan yang sesuai dan berhati-hati selama perjalanan. Wisata PLTA Kracak Leuwiliang dapat dikunjungi sepanjang tahun. Namun, disarankan untuk menghindari musim hujan yang dapat membuat jalur trek menjadi licin dan air terjun yang berlimpah. Pilihlah waktu yang tepat untuk memaksimalkan pengalaman wisata Anda. Bagi Anda yang ingin mengunjungi Wisata PLTA Kracak Leuwiliang, Anda dapat mencapai lokasi ini dengan kendaraan pribadi atau menggunakan transportasi umum. Setelah sampai di area wisata, Anda akan dikenakan biaya masuk yang terjangkau. [Baca juga : "Menelusuri Keajaiban Dan Keangkeran Budaya Lokal"] Dalam perjalanan menuju Wisata PLTA Kracak Leuwiliang, pastikan untuk menjaga kebersihan dan tidak merusak lingkungan sekitar. Hargailah keindahan alam yang ada dan bantu melestarikannya untuk generasi mendatang. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati keindahan alam dan pesona PLTA di Wisata PLTA Kracak Leuwiliang. Rasakan kehadiran air terjun yang megah dan nikmati suasana yang tenang dan damai. Dapatkan pengalaman tak terlupakan di tengah keindahan alam Jawa Barat yang memukau. (Sumber Foto @nanihandy) 
...more

KEN 2025, List Event Paling Kece Buat Liburan Lo!

TripTrus.Com - Bro, sis! Udah siap buat trip seru tahun ini? Kementerian Pariwisata baru aja ngerilis daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2025, nih! Setelah proses seleksi yang lumayan ribet, akhirnya ada 110 event kece dari 37 provinsi di Indonesia yang masuk daftar ini. Gokil, kan? Buat yang belum ngeh, KEN tuh semacam ajang buat ngebantu promosiin pariwisata Indonesia biar makin hits. Kolaborasi antara Kementerian Pariwisata, Pemda, dan para pelaku industri pariwisata ini bukan cuma buat seru-seruan doang, tapi juga buat ngebangkitin sektor pariwisata yang sempet ketahan gara-gara pandemi. Nah, lo pasti penasaran dong, event apa aja yang masuk tahun ini? Langsung aja cek listnya, bro!       View this post on Instagram A post shared by Ni Putu Frida O. W. (@fridaokta) Buat lo yang demen eksplor budaya, musik, seni, sampe kuliner, KEN 2025 punya segudang event kece yang sayang banget buat dilewatin. Dari Aceh sampe Papua, semuanya ada! Beberapa event seru yang wajib masuk bucket list lo, di antaranya: Di Aceh, ada Aceh Ramadhan Festival di Banda Aceh dan Aceh Perkusi di Lhokseumawe. Kalau lo pengen ngerasain vibes Melayu yang kental, mampir ke Gelar Melayu Serumpun di Medan atau Samosir Music Internasional di Samosir, Sumatra Utara. Di Sumatra Barat, jangan lewatkan Festival Siti Nurbaya di Padang dan Rang Solok Baralek Gadang di Solok yang dijamin bikin lo makin cinta sama budaya Minang. Geser dikit ke Riau, ada Festival Bakar Tongkang di Rokan Hilir yang super ikonik. Festival Krakatau di Lampung Selatan juga jadi salah satu event paling ditunggu di Sumatra. Kalau lo anak Jaksel, pasti udah ga asing sama event kece di Jakarta, kayak Semasa Piknik, Indonesian Contemporary Art and Design, dan Jakarta Dessert Week yang penuh kreativitas. Di Jawa Barat, ada West Java Festival di Bandung yang selalu meriah. Asia Africa Festival di Bandung juga wajib lo datengin buat ngerasain suasana internasional yang unik. Jawa Timur punya Jember Fashion Carnaval di Jember dan Banyuwangi Ethno Carnival di Banyuwangi, event yang selalu ditunggu-tunggu karena konsepnya yang out of the box. [Baca juga : "4 Event Keren Di Sumut Masuk Karisma Event Nusantara 2025! Gaskeun!"] Kalau lo tim pantai dan senja, Bali pastinya selalu masuk wishlist! Ada Pesta Kesenian Bali di Denpasar, Ubud Open Studios di Gianyar, dan Nusa Penida Festival di Klungkung yang bikin liburan lo makin aesthetic. NTT juga gak kalah keren, dengan Festival Golo Koe Labuan Bajo di Manggarai Barat dan Festival Rote Malole di Rote Ndao yang bakal kasih lo pengalaman budaya yang beda dari yang lain. Buat lo yang doyan festival besar, Makassar International Eight Festival & Forum (F8 Makassar) di Sulawesi Selatan bisa jadi pilihan terbaik! Festival Pinisi di Bulukumba juga recommended buat lo yang suka laut dan budaya bahari. Papua juga punya event kece, kayak Festival Biak Munara Wampasi di Biak Numfor dan Festival Budaya Lembah Baliem di Jayawijaya, yang bakal kasih lo pengalaman seru dengan budaya asli Papua. Dari 110 event yang ada, ini dia TOP 10 event paling keren yang wajib banget lo datengin: πŸ”₯ Cap Go Meh Singkawang – Singkawang, Kalimantan Barat πŸ”₯ Pesta Kesenian Bali – Denpasar, Bali πŸ”₯ Semasa Piknik – Jakarta πŸ”₯Makassar International Eight Festival & Forum (F8 Makassar) – Makassar, Sulawesi Selatan πŸ”₯ Jember Fashion Carnaval – Jember, Jawa Timur πŸ”₯ Festival Golo Koe Labuan Bajo – Manggarai Barat, NTT πŸ”₯ Festival Payung Indonesia – Surakarta, Jawa Tengah πŸ”₯ Wayang Jogja Night Carnival – Yogyakarta πŸ”₯ Indonesian Contemporary Art & Design – Jakarta πŸ”₯ Ngayogjazz – Bantul, Yogyakarta Dari ratusan acara yang ada, pasti ada dong yang bikin lo penasaran? Yuk, siapin itinerary liburan lo dari sekarang! Jangan lupa ajak bestie atau keluarga biar makin seru. Event mana nih yang paling lo tunggu-tunggu? πŸš€πŸ”₯ (Sumber Foto @jxboard)
...more

Wisata Heritage Kota Malang Favorit Turis Eropa

TripTrus.Com -  Bangunan-bangunan tua peninggalan masa kolonial Belanda yang masih berdiri tegak di Kota Malang menjadi daya tarik wisata tersendiri. Turis mancanegara, terutama yang berasal dari Eropa, menyukai wisata tur keliling bangunan tua di Kota Malang.   Foto Toko Oen tahun 1995. Tidak terlalu banyak berbeda dengan tahun sekarang. . . . #Malang #arema #KotaMalang #Malangjadul #Malanglawas #Malangkotabunga #Fotokuno #Fotojadul #Fotomalang #malangtempodulu #Malangtempodoeloe #malangheritage #sejarahmalang #foto #photography #oldphotos #vintage #vintagephotos #netherland #nederlandschindie #dutch #indonesia #History #Historical #throwback #sejarah #jamanlawas #jamanold #tempodoeloe #savemalangheritage . . . Credit: emaronie.com/Eryvia Maronie A post shared by Malang Heritage (@malang.heritage) onApr 3, 2018 at 6:52am PDT Ketua Badan Promosi Pariwisata Kota Malang, Gagoek Sunar Prawito, mengungkapkan Pemkot Malang harus menjaga keberadaan bangunan-bangunan bersejarah itu. "Wisata heritage sangat berpotensi jadi wisata unggulan Kota Malang," katanya pada Senin (3/4). [Baca juga : Lasem, Pecinan Di Pantura Yang Instagramable!] Sejumlah bangunan peninggalan Belanda dapat dijumpai antara lain di ruas Jalan Ijen, Jalan Dr. Cipto, dan Talun. Menurut Gagoek, wisata heritageterutama digemari turis asal Belanda, Jerman, dan Perancis. Mereka menyambangi Kota Malang untuk bernostalgia, bagi yang masa kecilnya pernah tinggal di sini, atau sekadar menyaksikan bangunan peninggalan leluhurnya. Menurut catatan Badan Promosi Pariwisata Kota Malang, setiap pekan setidaknya 400 wisatawan mancanegara datang ke Kota Malang. "Dari Eropa rata-rata berusia 40 tahun ke atas sehingga model perjalanannya sudah teratur tidak seperti backpacker," imbuh pria yang sekaligus sebagai Ketua Asita (Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies) Malang Raya. Melihat antusiasme turis terhadap wisata heritage, Badan Promosi Pariwisata Kota Malang tengah menyiapkan fasilitas berupa becak wisata. Becak wisata ini dikhususkan 'ngetem' di hotel-hotel yang banyak diinapi turis asing. Becak-becak tersebut memiliki rute khusus yang melewati sudut-sudut bersejarah Kota Malang. Saat ini 25 orang pengemudi becak wisata sedang ditatar mengenai bahasa Inggris dan hospitality agar lebih kompeten melayani pelanggan wisman. (Sumber: Artikel republika.co.id, Foto Fajar Mono)
...more

Ada Pohon Seperti Tree of Souls dalam Film Avatar di Rembang

TripTrus.Com - Sebuah pohon besar, tua dan teduh sangat dijaga oleh warga di Kecamatan Pancur, Rembang. Penampakannya mengingatkan pada Tree of Souls dalam Film Avatar.  Warga sekitar menyebutnya dengan Wit Meh atau dalam bahasa Indonesia Pohon Trembesi. Diperkirakan usia pohon itu telah mencapai ratusan tahun. Diameter batang pohon hampir 10 meter. Dilihat dari kejauhan, bentuk pohon seperti payung yang meneduhi rumah di sekitarnya.Pohon ini memiliki cabang yang cukup banyak. Bentuk daunnya majemuk, dan setiap helainya berbentuk bulat. Sedangkan bentuk buahnya hampir menyerupai buah asam.  Suasana di sekitar lokasi tersebut begitu sejuk. Ukuran pohon yang terbilang sangat besar itu membuat siapapun orang yang berteduh di bawahnya akan merasa nyaman. Selain itu, pemandangan di sekitar lokasi berupa hamparan sawah makin membuat nyaman orang betah berlama-lama berada di bawah pohon ini. Warga setempat sering beraktifitas di bawah pohon tersebut. Banyak pembatik yang seringkali menghabiskan waktu memanfaatkan rindangnya pohon. Tak jarang pula, banyak pelancong yang berkunjung hanya sekedar mengambil foto di bawah pohon tersebut.Di sebelah pohon, terdapat sebuah makam. Adalah makam Mbah Tinoyo yang dipercaya warga merupakan leluhur Desa. Salah satu warga setempat, Karjin mengaku keberadaan pohon tersebut dianggap sakral. Meskipun tak ada perlakuan khusus terhadap pohon tersebut, warga senantiasa menghormati keberadaannya.Hanya untuk memetik daunnya saja, warga tidak berani. Terlebih jika sampai mematahkan dahannya dengan sengaja, warga percaya bisa mendatangkan mala petaka. "Warga di sini nggak ada yang berani ambil daunnya, apalagi nebang rantingnya. Bisa-bisa nanti orang yang berani seperti itu kena mala petaka. Sudah berkali-kali kejadian seperti itu," jelasnya.Lebih lanjut ia mengakui, keberadaan pohon tersebut dipercaya mampu menghindarkan Desa dari segala macam bencana. Seperti saat sejumlah Desa di Kecamatan Lasem yang terkena banjir, Desa Doropayung menjadi Desa yang sama sekali tak terendam air, meskipun beberapa Desa tetangga telah terendam banjir."Pernah ada banjir di Desa-desa tetangga, tapi di sini aman. Warga percaya kalau di Desa Doropayung ini ada yang melindungi. Makanya warga selalu bergantian untuk membersihkan lokasi ini," imbuhnya.Ada rumor lain yang juga beredar dan dipercaya sebagian warga. Warga percaya jika ada lima orang sahabat bisa mempertahankan gandengan untuk memeluk pohon tersebut, maka persahabatan di antara mereka akan terjalin lama. "Ya namanya rumor, mau percaya atau tidak kan bergantung sama orangnya," paparnya. (Sumber: Artikel detik.com Foto vakansinesia.com)
...more

Ayo, Natuna Nih! Ada 29 Event Wisata Seru Banget Di Tahun 2024!

TripTrus.Com - Jadi, Dispar Natuna, Kepulauan Riau, lagi heboh-promosiin 29 kegiatan keren lewat Calendar Of Event 2024, loh. Ketemu Kardiman, Kepala Bidang Pemasaran Dispar Natuna, nih, pas ngobrol di ruang kerjanya tanggal 12 Januari 2024. Dia bilang, dari 29 event pariwisata yang masuk ke Kalender Of Event 2024, ada yang level Internasional, bro! Ada Natuna GEO Run, Natuna Fishing Festival, Natuna GEO Ride, dan Parade Jet Ski di Serasan.       View this post on Instagram A post shared by sanggar seni antan-antan bate (@antan_antan_bate) "Iya, kita udah keluarin kalender Even Kegiatan Wisata tahun 2024, loh. Ini kolaborasi sama OPD, Pemerintah Kecamatan, Desa, Sekolah, dan Komunitas di daerah," paparnya. [Baca juga : "Bro, NTB Nyemplungin 36 Event Keren Buat Tahun 2024 Nih!"] Kardiman ceritain, kegiatan ini tujuannya buat ngundang wisatawan ke Natuna, sekaligus biar pada kenal sama obyek wisata di daerah sini dan melestarikan budaya Natuna. Buat pelaksanaannya, Dispar Natuna bakal bekerjasama sama OPD, Pemerintah Kecamatan, Desa, Komunitas, dan Pemerhati Wisata di daerah. Seru, kan? Jadi, siap-siap buat merapat ke Natuna, guys! (Sumber Foto @danil.sanjaya) 
...more

10 Tempat dan Situs Bangunan Bersejarah di Depok

TripTrus.Com - Jika di Jakarta terdapat Kota Tua yang dianggap sebagai Jakarta-nya tempo dulu, maka di Depok juga terdapat kawasan yang merupakan kota tua-nya depok yaitu yang disebut dengan Depok Lama. Kawasan Depok Lama ini meliputi seluruh Kelurahan Depok termasuk Jalan Pemuda dan sekitarnya, Jalan Siliwangi dan sekitarnya, Jalan Kartini dan sekitarnya, Stasiun KA Depok (dahulu bernama stasiun Depok Lama) dan sebagian Jalan Dewi Sartika. Tapi tidak hanya di Kawasan Depok Lama terdapat tempat dan situs bangunan bersejarah di Depok, masih banyak di luar kawasan tersebut yang juga mempunyai nilai sejarah. Salah satu kawasan Depok Lama yaitu di sepanjang Jalan Pemuda di Kel. Depok, Kec. Pancoran Mas. Di sini masih dapat ditemui bangunan-bangunan bersejarah dengan arsitektur Belanda. 1. Monumen Cornelis Chastellain       View this post on Instagram Selamat Hari Bela Negara! 19 Desember Tugu putih ini merupakan sebuah monumen pembebasan kaum budak yang didirikan pada 28 Juni 1914 atau tepatnya 200 tahun setelah wasiat dari Cornelis Chastelein mulai berlaku. Tapi tugu yang ada sekarang itu bukanlah yang asli sejak tahun 1914, karena baru dibangun kembali 28 Juni 2014. Alasannya adalah pada 1960 tugu ini sempat dihancurkan karena dianggap sebagai simbol antek-antek Belanda. Yuk, #ProtectAndPromote tugu bersejarah ini! πŸ“· @munzilalaily #WHCI2016 #WarisanDuniaKita #YOVETAGE #YOVETAGEDepok #DepokPeduliSejarah A post shared by #DepokPeduliSejarah (@yovetage.dpk) onDec 19, 2018 at 6:12am PST Monumen ini sekarang berada di halaman depan dalam areal Rumah Sakit Harapan Depok, rumah sakit pertama yang berdiri di Depok. Monumen ini didirikan pertama kali pada tahun 1914 masih di zaman pemerintahan kolonial Belanda dan merupakan tugu pertama yang ada di Depok ketika itu. Pada tahun 1960, tugu ini dihancurkan. Tidak ada yang tahu pasti kenapa tugu tersebut dihancurkan. Pada tahun 2002, Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC) merencanakan pembangunan kembali tugu tersebut namun belum mendapatkan izin dari pemerintah dengan alasan bahwa Cornelis Chastelein bukanlah seorang pejuang atau pahlawan dan sebuah tulisan kalimat pada tugu yang dianggap berbau SARA. Baru pada tahun 2014 tugu ini baru dibangun kembali setelah mendapat ijin serta dihilangkannya tulisan yang dianggap berbau SARA. Letak Monumen/Tugu Cornelis Chastellain berada di jalan Pemuda, Kel. Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Depok. Berjarak kurang lebih 2 km dari Gedung Walikota Depok, Jl. Margonda. Kini tugu tersebut dianggap sebagai Titik Nol Km Depok. 2. Rumah Sakit Harapan Depok       View this post on Instagram Tugu Cornelis Chastelein #exploredepok #history #cagarbudaya #depok #cornelischastelein #bekaskantorkepresidenandepok A post shared by Enco Butarbutar (@enco_butarbutar) onDec 10, 2017 at 3:37am PST Masih berada di kawasan Jalan Pemuda, dahulunya bangunan yang dijadikan rumah sakit ini adalah bangunan kantor dari Cornelis Chastellain yang merupakan pusat pemerintahan kotapraja Depok dimasa lampau. Diperkirakan bangunan tersebut dibangun pada tahun 1880. 3. SDN Pancoran Mas 2       View this post on Instagram 🚸SDN PANCORAN MAS 2🚸 Sepintas tak ada yang menarik dari 6 obyek foto berikut. Dalam kebersahajaannya, obyek foto ini justeru eksis membisu di daerah elite yi di bilangan Jln Pemuda di kantong Belanda Depok. Setelah ditilik lebih jauh, kita akhirnya melotot melihat tiang ramping penyangga bangunan yang adalah besi² baja tempo doeloe yang tak berkarat dimakan zaman & semua ruang kelas yang kita intai disini hanya menggambarkan bahwa bangunan tempo doeloe yang terbilang kuno & kini menjadi SDN Pancoran Mas 2 itu kurang kasihsayang dari pemkot maupun warga Depok. Egp. Itulah. Konservasi apapun selalu mudah diucapkan tapi sulit dilaksanakan. #sdnpancoranmas2 #streetphotography #gedungsekolah #eksismembisu #konservasi #pemkotdepok #egp #wargadepok #jlnpemuda #kantongbelandadepok #depokcity #westjavaindonesia PP, 23 Mei 2018. A post shared by Parlin Pakpahan (@parlin_pakpahan_) onMay 23, 2018 at 2:21am PDT Bangunan sekolah dasar ini dahulunya merupakan satu areal dengan bangunan RS Harapan Depok. Dimasa lalu, Cornelis Chastellain menggunakan bangunan ini sebagai tempat ia mengajar kepada para budak pekerjanya. 4. GPIB Immanuel       View this post on Instagram 1st Sunday 2019 Happy Sunday. Gbu #church #christian #lutheranchurch #worship #withmywife #pray and #prayer #joy #preperation #beforeandafter #starting #weekendworship #happysunday #1stsunday #gpibimmanueldepok #depok #depoklama #westjava #indonesia A post shared by LOttositagram (@ottoberlindo) onJan 6, 2019 at 3:00am PST Bagunan gereja ini dibangun pada tahun 1714. Awalnya bernama Gereja Jemaat Masehi dan kemudian berganti nama menjadi GPIB Immanuel. Sayangnya, Kawasan Depok Lama menurut YLCC, sekarang hampir 75 persen bangunan tua yang tersisa telah mengalami alih fungsi. Hal ini dikarenakan belum ditetapkannya bangunan-bangunan di Kawasan Depok Lama sebagai Cagar Budaya dan Kawasan Wisata Sejarah, sementara desakan atas nama kebutuhan ekonomi semakin tinggi sehingga terjadi perubahan fungsi bangunan menjadi minimarket, ruko dll. 5. Jembatan Panus       View this post on Instagram . Panus. . . #jembatanpanus #panus #stevanusleander #depok #kotadepok A post shared by Chin Mi (@aliakbarfikri) onJul 29, 2018 at 7:39pm PDT Jembatan yang dibangun pada tahun 1917 oleh Stefanus Leander ini pada masa lalu jembatan ini merupakan jalan yang penghubung utama antara Depok dengan Bogor. Jembatan Panus menghubungkan Jalan Siliwangi dengan Jalan Tole Iskandar. Jembatan ini tidak lebar (sekitar 4 meter) dan hanya dapat dilalui satu kendaraan, karena itu bila ada dua kendaraan yang akan lewat dari dua arah yang berbeda harus dilakukan secara bergantian. Yang menarik, pada tiang-tiang beton penyangga jembatan ini terdapat garis ukur untuk mengukur ketinggian air sungai Ciliwung yang ada di bawahnya. Ketinggian air sungai Ciliwung yang berada di bawah Jembatan Panus ini juga menjadi indikator atau barometer debit air sungai Ciliwung setelah bendungan Katulampa di Bogor untuk kewaspadaan terhadap banjir di Jakarta. Kini jembatan ini hanya digunakan untuk akses ke sebuah kawasan perumahan dan sekitarnya, karena telah dibuatkan sebuah jembatan pengganti (dibangun pada tahun 1992) yang lebih lebar di sisi jembatan Panus. Walau demikian, jembatan pengganti ini disebut dengan Jembatan Panus Baru, dan jembatan sebelumnya disebut Jembatan Panus Lama. 6. Rumah Cimanggis       View this post on Instagram Landhuis Cimanggis - Depok, Jawa Barat. 🏚 Setelah terabaikan bertahun-tahun, baru di September 2018 Landhuis Tjimanggis akhirnya ditetapkan sebagai cagar budaya. Sempat hanya dianggap sebagai ‘peninggalan penjajah yang korup’ sehingga dinilai layak diratakan dengan tanah. 🏚 Bukankah banyak gedung-gedung tua peninggalan kolonial di seluruh dunia, saksi bisu perjalanan suatu bangsa, yang akhirnya memperkuat identitas warga, dahulu kala memang dibangun dari hasil korupsi para penjajah? 🏚 Bukan tentang hasil rasywah Gubernur Jenderal VOC Van Der Parra. Tapi nilai dan pelajaran di baliknya, yang membuat Depok, penghubung Batavia dan Buitenzorg, menjadi suatu kota yang tumbuh dengan ingatan. 🏚 Kota yang tumbuh dengan suatu benang merah dalam rentetan sejarah. Apakah kita memilih menjadi bagian dari pencerah, atau ikut arus dalam pembangunan tanpa arah? Bukankah justru mereka menjadi pengingat bahwa kita sudah tidak lagi terjajah? 🏚 #rumahcimanggis A post shared by iqbal himawan (@iqbalhimawan_) onJan 11, 2019 at 7:44am PST Rumah ini dahulunya adalah tempat tinggal dari istri Gubernur Jendral VOC Robertus Van Der Parra. Kondisi bangunan yang dibangun selama 3 tahun tersebut 1775-1778, kini dalam keadaan rusak. Lokasi rumah ini berada di lahan RRI Radar Cimanggis, Depok.  Walaupun telah mendapatkan rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya agar Rumah Cimanggis ini menjadi Benda Cagar Budaya namun khabar terakhir yang beredar menyebutkan bahwa di areal tersebut akan dibangun sebuah kampus besar bernama Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII).   7. Rumah Pitung / Rumah Kapiten Cina Ada yang menyebut bahwa rumah tersebut adalah rumah singgah Pitung, jawara dan pahlawan Betawi. Ada pula yang menyebutnya sebagai Rumah Kapiten Cina, karena berada di kawasan pecinan Depok yaitu Pondok Cina. Sisa bangunan peninggalan bersejarah ini berada di dalam area perbelanjaan Margo City yang berada di Jalan Margonda, Pondok Cina, Depok. Sekarang bangunan tersebut dijadikan sebuah cafe diluar bangunan utama Margo City. 8. Masjid Jami Riyadussolihin Masjid yang terletak di Kampung Cikambangan, Kel. Kalimulya, Kec. Cilodong ini adalah masjid tertua yang ada di Depok. Dari bentuk fisik bangunan, masjid ini tidak memiliki kubah sebagaimana masjid-masjid saat ini. Konon masjid ini dibangun oleh Sunan Kalijaga saat melakukan penyebaran agama Islam di Depok. Ada juga yang memperkirakan bahwa masjid ini sudah ada sejak jaman Kerajaan Muara Beres periode tahun 1567-1579. Masyarakat setempat mengenal masjid ini dengan nama Masjid Jublegan. [Baca juga : "Letusan Krakatau, Kramat Karam, Dan Klenteng Tjoe Soe Kong"] 9. Tugu Batu Sawangan       View this post on Instagram Boro boro modip motor Ama Turing jauh, Spion beda sebelah aja belom tau di ganti πŸ˜‚πŸ˜­ . . . . . . . . . Selamat pagi Bang karbat yang punya lapak di Parung Bingung, kapan jualan kopi liong di marih . . .#latepost #pulangmalutakkpulangrindu #pulangmalugakpulangrindu #sunriceditanahanarky #depok #parungbingung #sawangan A post shared by Aditya Wahyu Kuntadi (@adityawahyu_k) onAug 25, 2017 at 3:37pm PDT Tugu yang dibuat pada tahun 1979 dan lokasinya berada di Jalan Muchtar Sawangan ini merupakan simbol untuk mengingat perjuangan masyarakat sekitar bersama TKR melawan tentara Nica Belanda yang coba memasuki wilayah Sawangan pada tahun 1949. 10. Tugu Gong Bolong Tugu yang terletak di perempatan Jalan Tanah Baru ini di atas tugu terdapat sebuah replika Gong Bolong. Replika tersebut diambil dari cerita legenda masyaraka Tanah Baru mengenai Gong Bolong yang konon pada masa lalu di daerah Curug Agung, Tanah Baru sering terdengar bunyi-bunyian musik yang berasal dari gamelan. Setelah ditemukan, ternyata bunyi dari gamelan tersebut tidak ada yang memainkan. Ketika seorang tokoh ingin mengangkat seluruh perangkat gamelan tersebut namun tidak sanggup dilakukan sendirian dan hanya gong bolong dan alat pukulnya, gendang serta bende yang mampu diangkatnya. Setelah kembali ingin mengangkat perangkat gamelan lainnya, ternyata telah raib atau hilang. Demikian sedikit dari banyak tempat dan situs bangunan bersejarah di Depok. Semoga bermanfaat buat pembaca. (Sumber: Artikel depoknetizen.blogspot.com Foto x.detik.com)
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...