TripTrus.Com - Buat lo yang udah ngidam trip ke Baduy Dalam, santai dulu! Mulai 1 Februari sampai 3 Maret 2025, kawasan ini resmi ditutup buat wisatawan. Bukan tanpa alasan, mereka lagi masuk masa Kawalu, ritual sakral yang wajib dihormatin.
View this post on Instagram
A post shared by Isanty Maina Ignatea (@antynotaunty)
"Kawalu ini waktu kita buat puasa adat, bersihin diri, dan bersyukur atas hasil panen," kata Imam Rismahayadin, Kepala Disbudpar Lebak. Makanya, jangan nekat masuk, ya! Baduy Dalam full tertutup buat orang luar.
Jangan sedih dulu! Lo masih bisa mampir ke Baduy Luar, kayak Kampung Kaduketug, Lebak Jeruk, atau Gajeboh. Masih bisa ngerasain vibes budaya Baduy tanpa harus ngelanggar aturan adat mereka.
[Baca juga : "Calendar Of Events 2025 Bali, 56 Acara Keren Bikin Turis Betah Nongkrong Di Pulau Dewata!"]
Pemerintah Kabupaten Lebak juga udah ngumumin soal penutupan ini lewat surat resmi dari Pemerintah Desa Kanekes, yang ditandatangani langsung sama Jaro Oom, Kepala Kanekes sekaligus Tetua Adat. Jadi, info ini resmi dan gak bisa ditawar-tawar!
FYI, Kawalu ini bukan sekadar ritual sehari dua hari doang. Ada tahapan panjang, mulai dari Ngalanjakan, Kawalu, sampe Ngalaksa, sebelum akhirnya ditutup sama upacara Seba Baduy. Nah, pas Seba Baduy, masyarakat adat bakal turun gunung buat silaturahmi ke Bupati Lebak di Rangkasbitung dan Gubernur Banten di Serang.
Jadi, buat lo yang pengen main ke sana, tahan dulu, ya! Hormatin adat mereka, jangan sotoy maksain masuk ke Baduy Dalam. Kalau masih mau explore, Baduy Luar tetap bisa lo kunjungin kok! βοΈπ (Sumber Foto @a.4rapp)
...moreTripTrus.Com - Sebagai Ibu Kota Indonesia, Jakarta menjadi salah satu magnet tersendiri untuk dikunjungi oleh para traveller. Di kota metropolitan ini, kamu tak hanya bisa menikmati pemandangan gedung gedung pencakar langit saja, namun kamu juga bisa menikmati ragam wisata yang ada. Seperti salah satunya wisata bangunan bersejarah yang sangat seru untuk dijelajahi.
"Selain bersejarah, bangunan bersejarah ini pun terkenal sebagai destinasi yang murah dan mempunyai spot yang Instagramable banget."
Jadi, kamu nggak perlu takut isi dompet akan terkuras dan tentunya masih tetap bisa mengabadikan momen dengan background yang ciamik. Penasaran dengan destinasi tersebut? Berikut 5 destinasi wisata bangunan bersejarah di Jakarta yang Instagramable!
1. Museum Fatahillah
Hari ini berkunjung ke museum Fatahila dengan tiket masuk 5K untuk dewasa 2K untuk pelajar atau anak anak kita dapat melihat sejarah Batavia Ayo jelajah museum #arch #architecture #bangunanbersejarahindonesia #cityscape #iphoneography #iphonephotography #instacanvas #hdr #hdrama #hdrphoto #jakarta #jakartaphotoclub #kotatua #museum #museumfatahillah #snapseed #urbanlandscape #urbanphotography
A post shared by Pri A (@pria16) onJan 6, 2018 at 8:55pm PST
Museum Fatahillah yang memiliki nama resmi Museum Sejarah Jakarta, merupakan sebuah museum yang terletak di Kawasan Kota Tua Jakarta. Gedung yang awalnya adalah balai kota Batavia ini dibangun pada tahun 1707-1712 atas perintah Gubernur Jendral Joan Van Hoorn dan menyerupai Istana Dam yang berada di Amsterdam.
Museum ini terdiri atas bangunan utama dan beberapa bagian lainnya yang mempunyai fungsi masing-masing pada masanya. Dan kini, Museum Fatahillah dijadikan sebagai museum bersejarah yang memiliki banyak acara reguler serta acara lainnya untuk menghidupkan kembali kehidupan serta aktivitas-aktivitas di sekitarnya. Mulai dari menampilkan banyak tarian, peragaan busana, parade mobil vintage, festival makanan, dan lain-lain.
Tak hanya itu, di sini kamu juga bisa menemukan banyak spot foto terbaik dengan bertemakan old & vintage. Banyak dari masyarakat Jakarta atau luar Jakarta yang datang untuk foto pre-wedding, foto buku tahunan, atau sekedar berfoto dan bermain di museum ini.
2. Museum Bahari
Kids loves to seek unusual knowledge, they love the museum #maritimemuseum #kotatuajakarta
A post shared by Diana Marcella (@marcella_diana) onJan 4, 2018 at 3:46pm PST
Museum Bahari merupakan museum yang menyimpan banyak koleksi yang berhubungan dengan kebaharian dan kenelayanan bangsa Indonesia dari Sabang hingga Marauke. Museum ini berlokasi di seberang Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta. Bangunan ini dulunya adalah gudang yang berfungsi untuk menyimpan, memilih dan mengepak hasil bumi, seperti rempah-rempah yang merupakan komoditi utama VOC yang sangat laris di pasaran Eropa.
Museum Bahari menyimpan 126 koleki benda-benda sejarah kelautan. Terutama kapal dan perahu-perahu niaga tradisional. Di antara puluhan miniatur yang dipajang terdapat 19 koleksi perahu asli dan 107 buah miniatur, foto-foto dan biota laut lainnya.
Buat kamu yang tertarik dengan wisata bahari, rasanya kamu wajib ke sini untuk mengenal sejarah bahari lebih dalam. Dan tentunya kamu masih bisa berfoto-foto dengan banyaknya spot yang instagramable!
3. Galangan VOC
Selemah-lemah manusia ialah orang yg tak mau mencari sahabat . ----------- ----------- π· by : me if. ka @tamagraph thks to @kitaina.id and @jktgoodguide π . . . . #shotoniphone #explorejakarta
A post shared by #CANGKIRSEBE (@madmusss) onSep 29, 2017 at 6:38am PDT
Galangan VOC masih ada di Kawasan Kota Tua Jakarta, tepatnya di dekat Pelabuhan Sunda Kelapa. Bangunan yang pernah digunakan sebagai kantor pusat kegiatan perusahaan dagang Hindia Belanda, VOC ini diperkirakan dibangun pada tahun 1628.
Dulunya, galangan kapal ini dijadikan tempat menyimpan dan memperbaiki kapal-kapal besar yang akan berlayar ke perairan terbuka selama berbulan-bulan atau bahkan tahunan. Selain kapal besar, terdapat pula kapal-kapal kecil yang dibuat di sini. Pada masanya, Galangan VOC menjadi suatu bandar terpenting di Asia dan pendukung bagi jaringan niaga sedunia yang menggunakan kapal layar.
Galangan VOC sempat direncanakan ingin dirubuhkan, namun rencana tersebut tidak terlaksana karena bangunan ini merupakan cagar budaya. Dan konon katanya, bangunan ini sekarang jadi restoran. Penasaran dengan setiap sudut bangunan ini? Langsung aja kunjungi dan cari spot terbaik untuk foto!
4. Pelabuhan Sunda Kelapa
kalo jalan sama anak lakik ya gini, manjat manjat ππ . . . . . . . . . in frame: @carlosteezo @axel_naga @kevinsinaga7 . . . . . . . #harbour#harbourlife#harbourcity#port#citylife#dock#coast#jakarta#jakartaphotography#portrait#lifeportrait#harbourviews#travel#explorejakarta#enjoyjakarta#whywhiteworks#InfoJakarta#scenery#urbancity#instajakarta#urbanphotography#urbanstyle#urbanexploring#urbanscape#streetphotography#container#petikemas#instajakarta#instadaily#pelabuhansundakelapa
A post shared by Lulu Napitupulu (@carouselcaroline) onJan 7, 2018 at 7:48am PST
Layaknya pelabuhan pada umumnya, di Pelabuhan Sunda Kelapa kamu dapat menikmati sisi bahari Indonesia. Pasalnya selain dapat mengambil foto dengan background laut maupun kapal-kapal yang bersandar, kamu juga bisa melihat aktivitas dan kegiatan nelayan serta warga sekitar yang sedang bekerja. Pelabuhan Sunda Kelapa memang menjadi daya tarik utama para traveller yang mengunjungi Kawasan Kota Tua Jakarta.
Selain mendapat wisata bangunan bersejarah, di pelabuhan ini kamu juga bisa menyewa jasa sampan milik para nelayan. Dengan sampan yang disewakan ini, kamu dapat berkeliling sembari menikmati suasana yang ditawarkan Pelabuhan Sunda Kelapa. Biaya sewanya pun tergolong murah, sekitar 50 ribu rupiah saja.
Dan kalau kamu pintar mengambil angle foto, kamu dapat mendapatkan banyak foto menarik, mulai dari suasana pantai utara Jawa, sisi unik kapal pinisi hingga aktivitas bongkar muat barang yang terjadi di sini.
5. Gedung Arsip Nasional
"Jangan mengharapkan bangsa lain respek terhadap bangsa ini, bila kita sendiri gemar memperdaya sesama saudara sebangsa, merusak dan mencuri kekayaan ibu pertiwi " - Bung Hatta - Like this quote #begrateful #godisgood #indonesiahebat #indonesianheritage #budayaindonesia #respectandhonor #iloveournation #iloveindonesia #museumarchitecture #gedungarsipnasional #unityindiversity #indonesiaberkarya #kitaindonesia #pedulibangsaku #portraitphotography #vintage #vintagephotography #indonesiantourism #artphotography #streetstyle #meninstyle #fashionman #instavsco
A post shared by anggaborne (@anggaborn) onOct 18, 2017 at 4:38am PDT
Gedung Arsip Nasional dibangun pada tahun 1760 oleh Reiner de Klerk (1710-1750), selain sebagai arsitek gedung ini Reiner de Klerk juga tercatat sebagai gubernur jendral VOC pada tahun 1777. Awalnya sebelum dijadikan museum, gedung ini berfungsi sebagai tempat peristirahatan Reyner de Klerk.
Seiring berjalannya waktu, Gedung Arsip Nasional silih berganti fungsinya, mulai dari panti ashuan, Departemen Pertambangan, sampai yang terakhir dijadikan museum. Bahkan tak sedikit yang menjadikan Gedung Arsip Nasional sebagai tempat resepsi dan akad pernikahan.
Dengan interior dan benda-benda antik di dalamnya, Gedung Arsip Nasional patut menjadi cagar budaya sejarah Indonesia. Dan tentunya, buat kamu yang hobi foto-foto bergaya old & vintage, gedung ini merupakan salah satu rekomendasi destinasi wisata bangunan bersejarah yang wajib kamu kunjungi. (Sumber: Artikel goersapp.com, Foto Amieykha)
...moreTripTrus.Com - Lo lagi mikir buat liburan ke Indonesia bulan Januari? Udah siap-siap bawa payung atau malah siap-siap nyebur ke laut? Cuaca di Indo bulan itu rada tricky, ada yang ujan terus, tapi ada juga yang cerah banget!
View this post on Instagram
A post shared by Viα»t Long (@vietlong__)
Makanya, gue bakal kasih lo insight soal cuaca di beberapa tempat biar lo nggak salah pilih spot liburan. Cekidot, yuk!
1. Pulau Jawa: Banjir dan Hujan Deras, Mending Nunggu Dulu deh Jakarta pas Januari tuh basah banget! Badai petir dan hujan deras bisa bikin lo ribet. Suhunya sekitar 27°C, tapi malem-malem bisa nyampe 22°C, bro. Kalo pengen naik Gunung Bromo atau ke Ijen, jangan dulu. Jalannya licin parah dan berbahaya.
2. Pulau Bali: Hujan Tiba-Tiba, Tapi Masih Ada Sinar Matahari Januari itu bulan hujan di Bali, tapi hujannya nggak terus-terusan. Lo bisa dapet hari cerah, cuma siap-siap aja tiba-tiba ujan deras. Suhu sekitar 26°C, tapi kalo lo ke Kintamani atau Gunung Batur, malemnya bisa dingin sampe 15°C. Adem banget!
3. Pulau Nusa Tenggara: Hujan Kilat, Laut Kacau Lombok dan sekitarnya juga hujan deras kayak Bali, tapi cepet banget. Suhunya 28°C, kelembabannya tinggi banget. Kalo lo suka diving, skip dulu deh, lautnya lagi nggak oke. Ombaknya gede, pandangan bawah air juga jelek.
4. Pulau Sulawesi: Hujan Terus, Jangan Harap Kering Januari di Sulawesi? Hujan mulu, apalagi di Makassar. Suhunya 26°C, tapi kelembabannya bikin gerah banget. Buat lo yang suka diving di Teluk Manado, lebih baik tunda dulu, deh. Laut lagi nggak bersahabat.
[Baca juga : "5 Gunung Seru Buat Hiking Tahun Baru, Bisa Jadi Opsi Buat Lo Yang Mau Lari Dari Keramaian!"]
5. Pulau Kalimantan: Hujan Deras Tapi Masih Bisa Jalan Kalimantan juga hujan deras, tapi nggak separah di Jawa. Suhu 26-27°C, kadang mendung, tapi lo masih bisa jalan-jalan asal bawa payung atau jas hujan. Cek dulu cuaca sebelum berangkat ya, biar nggak kehujanan.
6. Pulau Sumatra: Banjir di Selatan, Tapi Bagus di Utara Sumatra bagian utara kayak Medan udah agak mendingan cuacanya. Tapi, di Palembang dan Sumatra Selatan hujan lagi parah-parahnya. Jalanan bisa banjir, jadi hati-hati deh. Suhu sekitar 26-27°C dan kelembabannya nyampe 80% lebih, gerah banget!
7. Pulau Papua: Waktunya Diving! Raja Ampat lagi cakep banget buat nyelam, meskipun ada hujan sesekali. Lautnya kalem, visibilitas tinggi. Suhu sekitar 29-31°C, cocok banget buat nikmatin pantai. Di Papua juga adem-adem aja, suhunya 22°C di Baliem Valley. Hujan sih ada, tapi nggak ganggu liburan lo!
8. Pulau Maluku: Cuaca Paling Oke, Nih Kalo lo cari cuaca santai, Maluku kayak Ambon dan Seram bisa jadi pilihan. Suhunya nyaman banget 28-30°C dan hari-harinya cerah. Tapi, di Banda Islands hati-hati angin kenceng bisa ganggu jadwal kapal lo.
Jadi gini, lo pilih yang mana? Liburan hujan-hujanan sambil nikmatin suasana atau malah cari spot yang cerah biar bisa foto-foto kece? Januari di Indonesia tuh punya banyak pilihan, jadi tinggal sesuaikan aja sama mood dan destinasi lo. Jangan lupa cek ramalan cuaca sebelum berangkat biar liburan lo makin seru dan nggak zonk! (Sumber Foto @veronikavallenn)
...moreTripTrus.Com - Banyak tempat-tempat yang indah dan menarik untuk anda kunjungi di karawang jawa barat. Tidak hanya keindahan pantai, curug atau air terjunnya saja namu berbagai macam seperti kuliner bisa anda dapatkan jika anda berwisata ke karawang. Banyak kuliner-kuliner khas karawang dan jawa barat berhamburan di sepanjang jalan dan emperan pantai di karawang. Sungguh beberapa kuliner ini mampu memanjakan lidah anda dan membuat anda ketagihan akan cita rasanya. Tempat wisata di karawang jawa barat juga sangat di minati oleh masyarakat, banyak wisatawan-wisatawan yang berbondong-bondong mengunjungi karawang terutama saat-saat libur tiba.
Tempat wisata di karawang jawa barat ini cocok untuk mengisi hari libur anda sekaligus menghilangkan penat anda, namun kali ini tidak hanya kedaerah pantai dan pegunungan saja yang bisa anda kunjungi namun tempat-tempat bersejarah juga. Karawang di kenal sebagai daerah dengan kawasannnya yang subur, maka dari itu orang asing tertarik untuk berkunjung ke daerah karawang. Banyak juga pendatang dari cina dan eropa berwisata ke tempat-tempat bersejarah yang ada di karawang, adapun tempat bersejarah di daerah karawang.
1. Stasiun Karawang
Old station of Karawang #train #trains #station #stasiunkarawang #sepurmania #keretaapi #kai #keretaapiindonesia
A post shared by Hariyo RiyanTOMO (@hariyoriyantomo) onSep 16, 2017 at 4:50pm PDT
Stasiun ini terletak di ketinggian +16 ini termasuk pada operasi I Jakarta, stasiun ini merupakan stasiun yang bersejarah karena dibangun dari zaman dahulu kala, saat ini stasiun karawang hanya mengangut penumpang dari Jakarta ke Purwakarta saja. Stasiun karawang terletak di Jl. Arif Rahman Hakim, Nagasari, Karawang Barat, Karawang, Propinsi Jawa Barat.
2. Bendungan Walahar
Bendungan ini sudah digunakan sejak tanggal 30 November 1925 yang dibangun pada masa kolonial pemerintahan Belanda. Namun banyak yag mengatakan khususnya tetua masyarakat sekitar, bahwa bendungan tersebut dibangun saat masa penjajahan dari Portugis yang dilanjutkan oleh kekuasaan dari Penjajah Belanda.Bendungan Walahar merupakan bangunan yang memiliki pesona tersendiri yang menarik. Tak hanya sebagai pengatur air saja. Namun kita juga bisa mempelajari berbagai nilai historis yang sangat berharga untuk perkembangan sejarah di Karawang. #bendunganwalahar #wisatakarawang #karawang #pangkalperjuangan #superadventure #idare
A post shared by Superior Karawang (@karawangsuperior) onMar 22, 2018 at 9:17pm PDT
Bendungan ini merupakan salah satu bendungan yang bersejarah karena memang di bangun pada masa penjajahan belanda. Pembangunan pun hanya mengandalkan tenaga pribumi, bukan tenaga teknologi seperti saat ini. Maka dari itu bangunannya yang masih terlihat kuno dan menggunkan arsitektur belanda. Bendungan ini sengaja di buat untuk mengatur debit dan sirkulasi air yang mengaliri area persawahan. Selain fungsinya untuk mengairi persawahan juga menahan air ketika daerah karawang di landa banjir.
3. Rumah Penculikan Proklamator
A house where our founding father arranged a declaration of our home. A house for a home, Nusantara. #rumahRengasdengklok #soekarnohatta #sajutimelik #proklamasi
A post shared by Sintong Sihombing (@sinsihombing) onNov 20, 2015 at 3:05am PST
Rumah yang terletak di Rengasdengklok, rengasdengklok merupakan tempat di mana Soekarno dan Moh. Hatta di culik oleh pemuda Soekarni. Di rumah ini lah proklamasi kebangsaan Indonesia dirumuskan.
[Baca juga : 3 Destinasi Wisata Heritage Menarik Wajib Dikunjungi]
4. Tugu Kebulatan Tekad
Karawangkuππ΄ #latepost #rengasdengklok #tugukebulatantekad #paros
A post shared by Dwi MiLda Apriyani (@dwimilda) onJan 2, 2018 at 7:01am PST
Tugu ini terletak di Kampung Bojong Tugu, Ds. Rengasdengklok Utara, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Propinsi Jawa Barat. Letak tugu ini juga tidak terlalu jauh dari tempat penculikan Soekarno dan Moh. Hatta, kira-kira sekitar 100 m jaraknya. Tugu kebulatan tekad ini di bangun sebagai mengenang tekad dari para pemuda bangsa.
5. Monumen Rawa Gede
Just Me.. #monumenrawagede #like4like
A post shared by Dewi Adianti (@dewi_adianti) onOct 7, 2017 at 11:07pm PDT
Monumen yang bentuknya yang unik dan membentuk segitiga atau pyramid ini terletak di Kecamatan Rawamerta 10 km dari Ibu Kota Kabupaten Karawang. Monumen Rawa Gede sengaja di bangun untuk mengenang tewasnya orang warga sipil yang berjumlah 431 orang yang teguh mempertahankan tempat untuk persembunyian para Pejuang Kemerdekaan, yang berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Beberapa tempat bersejarah di atas memang terlihat kuno, namun dengan berkunjung dan datang ke tempat-tempat bersejarah tersebut anda juga akan mendapatkan beberapa pembelajaranm serta ilmu sejarah. Itulah tempat wisata di karawang jawa barat yang bersejarah. (Sumber: Artikel sandiegohills.com, Foto vakansinesia.com)
...moreTripTrus.Com - Lo tau nggak sih kalau surfing tuh ada banyak jenisnya? Bukan cuma soal naik papan di pantai aja, surfing udah jadi budaya yang nge-trend banget di seluruh dunia. Dari fashion, peralatan, sampe gaya hidupnya, semuanya jadi booming! Selain lo bisa ngerasain adrenalin saat ngelakuin trik di ombak, surfing juga bisa dilakukan di tempat-tempat selain pantai, kayak kite surfing, windsurfing, dan sidewalk surfing alias skateboarding.
View this post on Instagram
A post shared by Onesouth boutique hotel pulau merah (@onesouthpulaumerah)
Banyuwangi, yang terletak di ujung timur Pulau Jawa, punya banyak keindahan alam, salah satunya pantai-pantai kece. Ada pantai yang deket banget sama kota, ada juga yang tersembunyi di dalam hutan hujan tropis atau di pulau-pulau terpencil. Beberapa pantai yang terkenal di Banyuwangi yang bikin nama daerah ini jadi terkenal di dunia adalah Pantai Pulau Merah, Pantai Tabuhan, dan Pantai G-Land (yang dikenal juga sebagai Pantai Plengkung). Masing-masing pantai ini punya karakteristik unik yang bikin para peselancar betah banget main ombak di sini.
1. Pantai Pulau Merah
Pantai ini emang deket banget sama Banyuwangi, sekitar 60 km, cuma butuh waktu 2-2,5 jam perjalanan. Namanya Pulau Merah karena pasir putihnya nyampur sama tanah merah di bawahnya, yang keliatan pas air laut lagi surut. Ada juga yang bilang, namanya Pulau Merah karena langitnya yang merah banget pas matahari terbenam.
Pas weekend, pantai ini rame banget sama wisatawan lokal karena lokasinya yang gampang diakses. Bahkan, di 2015, Pantai Pulau Merah jadi tempat penyelenggaraan International Surfing Competition ke-4 yang dihadiri peselancar dari 20 negara! Mereka kompetisi di berbagai kategori kayak longboard, paddle race, sampai kategori untuk anak-anak umur 10 tahun!
Yang bikin Pantai Pulau Merah jadi tempat kompetisi surf yang terkenal, ya karena ombaknya yang konsisten dan dasar lautnya berpasir. Ombaknya panjang, sekitar 2-5 meter, jadi cocok banget buat latihan atau nunjukin skill surfing lo. Di sekitar pantai juga banyak camp surfing yang nawarin sewa alat dan pelatihan buat yang pengen belajar surfing. Jangan lupa, makanan lokal di sini juga enak banget, loh!
2. Pantai Pulau Tabuhan
Pulau kecil yang nggak berpenghuni ini terletak di Selat Bali, antara Jawa dan Bali. Luasnya cuma 5 hektar, tapi udah terkenal banget buat kite surfing dan windsurfing karena anginnya yang pas banget!
Kite surfing itu olahraga yang pakai papan yang diikat ke kaki, terus lo pegang layang-layang besar yang akan ngebawa lo melayang di atas air sambil lo bikin trik-trik kece. Kalau windsurfing, lo pake papan yang ada layar untuk anginnya ngebawa lo cepet-cepet di laut.
Sayangnya, kalau lo mau coba dua olahraga ini, lo harus bawa peralatan sendiri karena di sini nggak ada penyewaan. Tapi jangan khawatir, Pulau Tabuhan bener-bener surga tersembunyi, dengan air laut yang jernih banget. Lo bisa mampir ke Kampe Beach di Bangsring dulu, terus naik kapal buat sampe ke pulau ini.
Di sini, lo bisa main pasir, berenang, atau snorkeling. Jangan lupa bawa makanan dan tempat sampah, biar pantainya tetep bersih dan indah!
[Baca juga : "5 Alasan Kenapa Lo Harus Banget Ikutan Banda Neira Festival 2024"]
3. Pantai G-Land
Nah, buat lo yang suka tantangan, Pantai G-Land ini nggak boleh dilewatin! Ditemuin pertama kali oleh peselancar asal Amerika, Mike dan Bill Boyum, pada tahun 1972, pantai ini terletak di Alas Purwo National Park di pesisir selatan Jawa. Pantai ini langsung menghadap Samudra Hindia, jadi ombaknya bener-bener gede dan kenceng. Bisa sampe 6 meter, loh!
Makanya, G-Land sering banget jadi tempat kompetisi internasional, kayak World Surf League yang pernah diselenggarakan pada 28 Mei - 6 Juni 2022. Kalau lo suka tantangan, ini tempat yang tepat! Tapi inget, ombak di sini bisa bikin lo deg-degan, jadi siap-siap mental, ya!
Selain itu, G-Land juga cocok buat lo yang pengen kabur dari hiruk-pikuk kota dan nikmatin alam yang masih asri. Pantainya luas, dikelilingi hutan tropis yang hijau, dan ombaknya yang terus menggulung bikin lo betah lama-lama di sini.
Banyuwangi emang punya banyak banget pantai kece yang bisa lo explore, dari yang cocok buat pemula sampe yang udah berani main ombak gede. Nggak cuma surfing, lo juga bisa nyobain olahraga air lainnya yang nggak kalah seru, kayak kite surfing atau windsurfing. Jadi, kalo lo lagi cari spot yang ngasih pengalaman seru sambil menikmati keindahan alam yang masih asri, Banyuwangi (Sumber Foto @boncze_q)
...moreTripTrus.Com - Indonesia merupakan salah satu negara yang disebut sebut memiliki tingkat toleransi tinggi. Betapa tidak, hampir di seluruh kota/kabupaten dari Sabang sampai Merauke terdapat berbagai etnis yang hidup berdampingan secara damai dengan masyarakat pribumi. Tak terkecuali etnis Tionghoa.
Ratusan tahun sudah mereka bermukim di bumi pertiwi dan hidup berdampingan secara rukun dengan masyarakat pribumi. Berbagai sendi kehidupan mulai perekonomian hingga kebudayaan menjadi hal yang tak dapat lagi dipisahkan dari kedua belah pihak.
Sejarah panjang tersebut tampaknya masih membekas sampai detik ini. Berbagai bangunan bergaya oriental masih dapat kita jumpai di seluruh tempat. Masyarakat biasa menyebutnya dengan istilah “Pecinan”. Khusus di Kabupaten Temanggung, komplek Pecinan masih dapat dijumpai di Kecamatan Parakan, wilayah yang disinyalir menjadi pusat aktifitas etnis Tionghoa kala itu.
[Baca juga : "Kopi Aren Organik Sumut Jadi Kawasan Agro Wisata"]
Tembok-tembok tua nan kokoh lengkap dengan jendela serta daun pintu berbahan kayu berwarna memudar menjadi penanda jejak sejarah bahwa mereka telah lama menyatu dengan penduduk setempat.
Sejarah menyebut, pada tahun 1700 ada beberapa pendatang yang membuat bangunan rumah tinggal dengan gaya arsitektur Cina di pemukiman tersebut. Mulai dari Siek Kian Ing pada tahun 1700, Tiong Tiam Tjing (1703), Go Hong Ging (1790) dan Seik Siang I (1793). Ada pula rumah keluarga Lie yang dibangun pada tahun 1870 dan sekarang ditempati oleh generasi ketujuh.
View this post on Instagram
They can imitate you, but they can't duplicate you Coz you got something spesial -dessert,dawin- ----------------------------- π‘ Rumah keluarga Li, atau dulu disebut rumah OBL temanggung π· xiaomi redmi2 by @sthopesofia #jelajahsejarah #rumahobl #exploretemanggung #kotatoeamagelang #komunitasktm #explorejateng #hijabtraveller #mytripwithhijab #capgomeh #jelajahpecinantemanggung #pecinantemanggung
A post shared by Rahma Setiani, SIP (@setianirahma) onFeb 28, 2016 at 6:12pm PST
“Di kawasan Pecinan Parakan juga terdapat sebuah rumah milik etnis Tionghoa yang kami anggap sebagai situs istimewa dan masuk ke dalam inventarisasi Kota Pusaka di Temanggung. Selain bentuk fisik bangunan yang masih asli, tempat yang telah berusia lebih dari dua abad ini juga pernah dikunjungi oleh keturunan dinasti asal Tiongkok langsung,” beber Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung, Woro Andijani.
Terpisah, Lidya Samsetyagraha, salah seorang warga keturunan bahkan memberikan bukti nyata lain bahwa selama ini telah terjadi akulturasi kebudayaan asli Tiongkok dengan masyarakat setempat. Seperti tercermin pada sajian kuliner yang biasa terhidang saat perayaan Imlek di banyak lokasi.
Yakni lontong cap go meh. Sebenarnya di dalam tatanan budaya masyarakat Tionghoa sendiri, makanan ini sama sekali tidak ada. Akan tetapi justru menjadi salah satu sajian khas pada rangkaian perayaan cap go meh oleh warga keturunan yang tinggal di Indonesia.
“Makanan ini merupakan bukti nyata adanya asimilasi dengan kebudayaan lokal sekaligus kesetaraan kami yang telah membumi layaknya penduduk lain di negara ini,” pungkasnya. (Sumber: Artikel merdeka.com Foto Klenteng Kong Ling Bio)
...moreTripTrus.Com - Bro, Dinas Pariwisata Bali baru aja ngeluarin Kalender Event 2024. Tahun depan, Bali bakal punya 58 event keren yang bisa bikin liburan kamu makin seru! Tjok Bagus Pemayun, Kepala Dinas Pariwisata, bilang ada 48 festival seni dan budaya, 4 event olahraga, dan 6 MICE. Semua ini bakal tersebar di 9 kabupaten/kota se-Bali sepanjang tahun. “Ini bakal jadi pilihan asyik buat wisatawan yang mau liburan ke Bali,” kata Tjok Bagus saat peluncuran Selasa, 22 Januari 2024.
Dia nambahin, tujuan kalender ini biar semua orang bisa tau event-event kece di Bali tahun depan. “Harapan kita, banyaknya event ini bikin wisatawan makin banyak yang datang ke Bali sesuai dengan slogan kita #marikeBaliaja. Makasih banyak buat semua yang udah bantu nyusun kalender event 2024,” lanjutnya.
Tjok Bagus juga bilang, pariwisata Bali udah bangkit lagi setelah pandemi. Kunjungan wisatawan ke Bali tahun 2023 udah hampir balik kayak sebelum pandemi, dengan 10 juta wisatawan domestik dan 5,3 juta wisatawan asing. “Kami ajak semua masyarakat buat bareng-bareng jaga dan perkuat pariwisata Bali supaya makin maju,” ajaknya. Ini dia event-event seru di Bali bulan September dan Oktober 2024:
View this post on Instagram
A post shared by Scared of Bums (Official) (@scaredofbums_official)
Sanur Motor Show III
Bakal ada event keren nih di Sanur tanggal 7-8 September 2024, jadi catet deh di kalender! Komunitas motor siap-siap ramein acara ini sebagai bagian dari Road to Sanur Festival. Buat lo yang doyan motor, pasti acara ini nggak bisa dilewatin gitu aja. Banyak banget jenis motor bakal dipamerin, mulai dari yang klasik sampe motor keluaran terbaru yang bikin ngiler. Nggak cuma liat-liat motor aja, ada juga kontes modif yang bikin motor lo makin keren, plus atraksi stunt yang bakalan bikin jantung deg-degan.
Fest Gokil Petitenget
Tanggal 14 - 16 September 2024, bakal ada festival seru abis buat ngerayain seni, budaya, kuliner, sama spot-spot eksotis di Petitenget, Badung. Selama tiga hari penuh, lo bisa puas nikmatin pertunjukan seni yang keren, kuliner Bali yang khas, plus eksplor tempat-tempat kece yang mungkin belum banyak orang tau. Selain seru-seruan, acara ini juga bantu banget buat naikin Pendapatan Asli Daerah (PAD) Badung, biar makin banyak wisatawan yang datang.
Bali Hockey Festival
Tanggal 16-17 September 2024, bakal ada event gede banget buat komunitas hockey, nggak cuma dari Indo aja, tapi juga internasional. Diadainnya di Lapangan Banteng, Badung, event ini jadi ajang ngumpul buat para pemain hockey buat tanding dan pamer skill. Nggak cuma pertandingan, ada juga berbagai kegiatan seru yang bikin suasana makin rame.
Barong Festival Superstar
Tanggal 21-22 September 2024, bakalan ada festival yang ngerayain dan ngejaga budaya Bali, khususnya Tari Barong sama Pura Taman Ayun yang udah diakui UNESCO. Selama dua hari itu, lo bisa nikmatin pertunjukan Tari Barong yang keren abis dan juga acara-acara budaya lainnya yang nunjukin indahnya tradisi Bali. Buat lo yang pengen lebih paham budaya Bali, ini kesempatan yang oke banget!
Royal Creative Market
Event ini adalah platform kreatif yang mengumpulkan berbagai visioner dan pelaku industri untuk berkolaborasi dan bertukar ide. Di sini, kamu bisa menemukan produk-produk keren dari berbagai industri, mulai dari makanan dan minuman, kerajinan tangan, sampai fashion. Ini adalah tempat yang tepat buat kamu yang suka dengan inovasi dan kreativitas.
[Baca juga : "Banda Neira, Pulau Pala Dan Jejak 4 Rumah Pengasingan Dalam Sejarah Indonesia"]
Nusa Penida Festival
Dari tanggal 5 sampai 7 Oktober 2024, festival ini bakal ngerayain kekayaan sama keindahan budayanya Nusa Penida, bro! Fokusnya tuh ke cara bijak dan berkelanjutan buat ngelola wilayah pesisir. Selama tiga hari, lo bakal disuguhin pertunjukan seni, budaya, plus ada juga kegiatan seru yang ngasih edukasi tentang pelestarian lingkungan dan kearifan lokal di Nusa Penida.
Seraya Culture Festival
Tanggal 6-8 Oktober 2024 bakal ada festival buat ngerayain tradisi dari Seraya yang udah turun-temurun, buat minta hujan biar tanah jadi subur. Di event ini, ada banyak upacara adat dan ritual yang jadi bagian penting dari budaya lokal. Buat lo yang pengen lihat tradisi unik yang masih dilestarikan sama orang Bali, ini kesempatan yang nggak boleh dilewatin.
Denpasar Film Festival
Sejak 2010, festival ini sudah jadi ajang bagi para sineas muda di Denpasar untuk menunjukkan karya mereka. Dengan melibatkan siswa-siswi SMP dan SMA se-Kota Denpasar, festival ini bertujuan untuk merangsang kreativitas anak muda di bidang perfilman. Acara ini bakal menampilkan berbagai film pendek dan dokumenter yang bikin kamu terinspirasi.
Makepung Jembrana Cup
Tanggal 15 Oktober 2024, Event ini seru banget buat ngerayain tradisi Makepung di Jembrana. Selain ada lomba yang gokil abis, juga ada pertunjukan budaya lokal yang asik parah. Ini jadi cara keren buat ngerawat warisan budaya Jembrana sambil ngajak masyarakat buat terus ngejaga tradisi ini.
D’Youth Festival
20 - 21 Oktober 2024 Event tahunan ini emang keren banget buat anak-anak muda Kota Denpasar. Selama dua hari, bakal ada banyak aktivitas kreatif yang seru, mulai dari lomba-lomba, UMKM, sampai hiburan yang gokil. Ini kesempatan yang pas banget buat generasi muda unjuk gigi dan ikutan kompetisi yang mantap!
Kuta Beach Festival
Dari tanggal 22 - 24 Oktober 2024, Pantai Kuta bakal jadi rame banget. Rangkaian acara seru bakal ada, mulai dari seni budaya, olahraga, sampe UMKM. Tujuannya biar Pantai Kuta makin hits dan makin banyak yang dateng. Bakal ada banyak kegiatan keren, dari pertunjukan seni yang bikin terpesona sampai lomba olahraga yang pastinya seru abis.
Ubud Writers and Reader Festival
Festival Internasional 23 - 27 Oktober 2024 bakal jadi momen seru banget, gengs! Ini adalah kesempatan langka buat lo semua yang pengen kenal sastrawan dan seniman keren dari seluruh dunia. Dalam lima hari itu, lo bisa ikut diskusi, dengerin pembacaan puisi, sama nonton pertunjukan seni yang bikin lo mikir. Jangan lupa, ini juga ajang buat nyambungin relasi sama kreator internasional, dan dapetin insight dalam tentang dunia sastra dan seni yang mengangkat isu-isu global.
Dengan deretan event seru yang bakal digelar, tahun 2024 bakal jadi tahun yang penuh warna untuk Bali. Dari festival seni yang memukau hingga acara olahraga yang menghibur, semua ini pastinya bakal bikin pengalaman liburanmu semakin berkesan. Jangan sampai kelewatan dan siap-siap aja untuk ngerasain serunya setiap event di Pulau Dewata! (Sumber Foto @wincibola)
...moreTripTrus.Com - Masa Pra-Kolonial, Masa Kolonial, Kemerdekaan dan Indonesia Saat ini, area yang terbilang paling tua di Jakarta adalah bagian utara pantai barat Jawa dimana sungai Ciliwung berada, mengailiri teluk-teluk di Jakarta.
Kota pelabuhan ini pada mulanya bernama Sunda Kelapa, namun pada 22 Juni 1527 Pangeran Fatahillah menghancurkan Sunda Kelapa dan sebagai gantinya mendirikan kota Jayakarta di area tersebut. Tanggal inilah yang kemudian ditetapkan sebagai tanggal berdirinya kota Jakarta.
Kota Jayakarta berkembang sebagai kota pelabuhan yang sibuk, dimana para pedagang dari Cina, India, Arab dan Eropa serta dari Negara-negara lainnya saling bertukar barang-barang/komoditi.
Tahun 1619, Pemerintahan Belanda (VOC) di bawah kepemimpinan Jan PieterszoonCoen menghancurkan Jayakarta dan dengan serta merta membangun kota baru yang terletak di bagian barat sungai Ciliwung, yang dia namakan Batavia, nama yang diambil dari Batavieren, nenek moyang bangsa Belanda
Batavia direncanakan dan dibangun nyaris mirip dengan kota-kota di Belanda, yaitu dibangun dalam bentuk blok, masing-masih dipisahkan oleh kanal dan dilindungi oleh dinding sebagai benteng, dan parit. Batavia ini selesai dibangun pada 1650. Batavia tua adalah tempat tinggal bangsa Eropa, sementara bangsa Cina, Jawa dan penduduk asli lainnnya disingkirkan ke tempat lainnya.
Di masa-masa kejayaannya Batavia yang terkenal sebagai ‘Permata dari timur’, diduduki oleh VOC dan kemudain akhirnya diduduki pemerintah Belanda yang terbentang luas di kepulauan Hindia timur.
Kemudian pada masa penjajahan Jepang di tahun 1942, nama Batavia diganti menjadi Jakarta. (Sumber: Artikel jakarta-tourism.go.id foto indonesia.travel)
...moreTripTrus.Com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pihaknya akan melakukan pengetatan aturan di tempat wisata pada masa libur Natal dan Tahun Baru. Aturan itu akan membatasi jumlah pengunjung ke objek wisata maksimal 75 persen.
"Salah satu syarat masuknya (ke tempat wisata) mewajibkan wisatawan melakukan scan QR menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Jadi tempat wisata dibatasi maksimal 75 persen," kata Ridwan Kamil dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 8 Desember 2021.
Menurut Ridwan, momen libur Natal dan Tahun Baru diperkirakan akan membuat tempat wisata di Jawa Barat didatangi banyak wisatawan. Maka, pihaknya akan melakukan skrining ketat bagi pengunjung menggunakan aplikasi PeduliLindungi.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh EXPLORE JAWA BARAT (@explore.jawa.barat)
Ridwan mengatakan penggunaan PeduliLindungi akan terus disosialisasikan kepada pengelola wisata agar aplikasi tersebut bisa digunakan secara maksimal bukan sebatas formalitas. “Kami melakukan sampling banyak ditemukan bahwa PeduliLindungi itu hanya formalitas yang tidak dipergunakan, seolah-olah ada di pintu gerbangnya tapi tidak dilakukan pengecekan,” ujarnya.
Bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Ridwan sedang menyiapkan mekanisme untuk menyosialisasikan kepada pengelola wisata terkait penggunaan aplikasi PeduliLindungi yang dirasa kurang maksimal. “Jadi kami sudah melakukan menyiapkan mekanisme sosialisasi dan akan memberikan sanksi penutupan dan sanksi lainnya jika ditemukan bahwa proses skrining kepada pengunjung terkait aplikasi PeduliLindungi itu tidak dipergunakan semestinya,” ujarnya.
Kepolisian Daerah Jawa Barat juga akan turut mengamankan tempat wisata untuk memastikan penerapan protokol kesehatan di tempat wisata.
[Baca juga : "Tempat Wisata Di Indonesia Yang Mendunia"]
Ridwan Kamil meminta agar Satgas kabupaten/kota mengawasi ketat dan memastikan pengelola tempat wisata menggunakan aplikasi Peduli Lindungi. Pemda diminta tegas kepada pengelola wisata yang melanggar.
Pada masa libur Natal dan Tahun Baru, pemerintah memutuskan membatalkan kebijakan PPKM Level 3 di semua daerah pada 24 Desember 2021-2 Januari 2022. Dalam kebijakan baru, PPKM disesuaikan dengan kondisi faktual daerah, di mana tempat wisata dibuka dengan kapasitas 75 persen. (Sumber: Artikel travel.tempo.co Foto @bessmansionhotelsby)
...more