shop-triptrus



Banten Lama, Cerita yang Memudar

TripTrus.Com - Objek wisata Banten Lama, jarak tempuhnya sekitar 10 kilometer dari Alun-Alun Kota Serang dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit. Namun, sayangnya kondisi Banten Lama tersebut jauh dari harapan wisatawan. Sebab, yang tersisa hanyalah cerita mengenai kejayaan Kesultanan Banten itu pun mulai memudar seiring dengan kondisi objek wisata yang terkesan tidak terawat.    Kali ini admin @explore_serang mengulas sejarah singkat Keraton Surosowan Keraton Surosowan sampai saat ini belum diketahui kapan Keraton Surosowan dibangun dan siapa arsiteknya? Karena bangunan itu tinggal pondasinya saja, hingga arkeolog yang melakukan penelitian disana belum bisa menggambarkan indahnya arsitektur bangunan tersebut. Dengan kemegahannya, Keraton ini disebut juga 'Forth Diamond' yang artinya Benteng Intan yang indah. Sementara yang baru diketahui para peneliti, keraton hancur terbakar pada waktu terjadi perang saudara antara Sultan Haji dengan Sultan Ageng Tirtayasa. Kini, diseputar reruntuhan keraton masih bisa disaksikan bekas bangunan 'bale kembang' atau biasa disebut Roro Denok yang dikelilingi air. Kemudian di sebelah selatannya terdapat pancuran mas, tempat mandi keluarga sultan lengkap dengan kolam renangnya. Foto : @ayunmakhzun @dronecilegonserang Sumber info : Buku 'Kota Intan yang tenggelam' terbitan BPCB Serang [ #infoexploreserang ] #keratonsurosowan #heritage #kotaserang #banten #indonesia #excitingbanten #banten7wonders #ayokebanten #genpibanten #exploreserang #explorebanten #exploreindonesia #wonderfulindonesia #pesonaindonesia A post shared by Explore Serang (@explore_serang) onMar 28, 2018 at 6:27pm PDT Seperti halnya objek wisata sejarah di Indonesia yang terbengkalai, nasib Banten Lama yang masuk dalam wilayah Kecamatan Kasemen tersebut tidak terawat akibat keterbatasan anggaran. Inisiatif perbaikan saat ini mulai menggunakan anggaran pemerintah provinsi. Itu pun pelaksanaannya bertahap. Sebenarnya, apa saja yang terdapat di dalam kompleks Banten lama sehingga membuat peninggalan sejarah ini patut untuk menyelamatkannya? Kalau melihat geografisnya, lokasi yang berada di tepi pantai tersebut seharusnya dapat menjadi potensi mendatangkan devisa bagi pemerintah daerah karena selain memiliki cerita sejarah, juga pemandangannya akan membawa pengunjung ke beberapa abad silam. Di dalam kompleks Banten Lama, pengunjung dengan mudah dapat menemukan peninggalan Keraton Surosowan, Keraton Kaibon, dan Benteng Spellwijk. Di kawasan tersebut juga terdapat Museum Kepurbakalaan Banten, Masjid Agung Banten, dan Vihara Avalokitesvara. [Baca juga : "Tiga Bangunan Bersejarah Banten Lama Ini Layak Dikunjungi"] Vihara Avalokitesvara pada abad ke-16 yang merupakan salah satu Vihara tertua di Indonesia. Vihara ini memiliki sebutan sebagai Kelenteng Tridarma karena Vihara ini melayani tiga kepercayaan, yaitu Buddha, Kong Hu Cu, dan Taoisme. Bagi wisatawaan yang beragama lain, tetap dapat mengunjungi vihara ini dengan leluasa. Salah satu pengurus vihara ini menjelaskan bahwa patung Dewi Kwan Im yang berada di dalam Vihara sudah berumur hampir sama dengan bangunan tersebut. Pada tahun 2009, vihara ini pernah mengalami kebakaran akibat arus pendek listrik. Kebakaran yang terjadi pada saat itu membuat sebagian bangunan habis terbakar. Akan tetapi, patung Dewi Kwan Im yang bersejarah tersebut berhasil selamat dari kobaran api. Tidak hanya masyarakat lokal yang berkunjung ke vihara ini, banyak wisatawaan dari luar daerah datang berkunjung untuk beribadah maupun sekadar ingin tahu, bahkan wistawan dari luar negeri juga ikut berkunjung ke lokasi ini. Saat ini, Pemerintah Provinsi Banten sedang melakukan penataan di sekitar wilayah vihara bersejarah ini. Penataan yang dilakukan oleh Pemprov Banten ialah dari kebersihan, penataan pedagang kaki lima, pemisahan zona-zona khusus yang memiliki nilai sejarah, serta perbaikan kanal-kanal yang ada di sekitar kawasan tersebut. Penataan ini bertujuan agar pengunjung yang datang ke daerah wisata Banten Lama merasa nyaman. Selain itu, melestarikan nilai-nilai sejarah yang berada di kawasan Banten Lama. Objek sejarah lainnya yang wajib dikunjungi di kompleks Banten Lama adalah Istana Keraton Kaibon. Berdasarkan cerita sejarahnya tempat ini merupakan kediaman Ratu Aisyah ibu dari Sultan mSyaifuddin. Bangunan ini hancur karena di serang tentara Belanda pada saat peperangan melawan Kerajaan Banten yang tersisa sampai saat ini hanya sebagian dari bangunan istana. Di lokasi yang berdekatan terdapat Istana Keraton Surosowan merupakan kediaman para Sultan Banten, di antaranya Sultan Maulana Hasanudin hingga Sultan Haji. Masjid Agung Banten merupakan salah satu bangunan peninggalan Kerajaan Banten yang hingga kini masih berdiri kukuh. Dibangun pada tahun 1652, tepat pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanudin, putera pertama Sunan Gunung Jati. Masjid ini memiliki beberapa keunikan corak, di antaranya menaranya berbentuk mirip mercusuar, atapnya menyerupai atap dari pagoda khas gaya arsitektur Cina, ada serambi di kiri-kanan bangunan, serta kompleks pemakaman sultan Banten beserta keluarganya di sekitar kompleks masjid. Di dalamnya, terdapat sembilan makam sultan beserta keluarganya. Makam yang sering dikunjungi pengunjung di antaranya makam Sultan Hasanudin dan makam Sultan Abul Mafakhir. Makam sultan Maulana Hasanudin beserta keluarga dan para pengawalnya berlokasi di sisi utara Mesjid Agung Banten, terdapat dua bagian bangunan pemakaman pada bagian dalam tempat sultan beserta keluarga, sedangkan di sisi luar makam para pengawal. Masjid Agung Banten bisa dibilang salah satu masjid tertua di Indonesia juga karena masjid ini berdiri sejak zaman kesultanan di Banten kira-kira pada tahun 1556. Masjid ini pun menjadi saksi sejarah Banten pernah memiliki pemerintahan kerajaan. Penataan Hasil dari penataan atau revitalisasi menjadikan komples Banten Lama menjadi bersih dan lebih rapi dengan tidak adanya pedagang pedagang yang berkeliaran dan mendirikan gerobak kaki lima, dan halaman di sekitar masjid sudah dipasangi paving block menggantikan hamparan ialang.   Ketika masalah datang menghampirimu, jangan berharap ia akan mudah, namun berharaplah bahwa ia akan membuatmu dewasa. . . . . #pelabuhankarangantu #exploreserang #vscocam #xiaomiyiindonesia A post shared by Jajang Rukadi 🎧 (@_jajangrukadi) onApr 17, 2018 at 5:16am PDT Jalan menuju tempat ini pun sangat mudah tinggal menuju Pelabuhan Karangantu atau ke arah Kasemen. Namun, untuk sampai ke jalan tersebut saat ini sedang ada pekerjaan pembetonan. Pengunjung wisata Banten Lama tetap dapat membeli oleh-oleh dari pedagang yang kini ditempatkan pada lokasi yang sudah ditetapkan. Pedagang biasanya selain menjajakan makanan dan minuman juga cendera mata, seperti kerajinan Suku Badui, golok asli Ciomas, dan masih banyak yang lainnya. (Sumber: Artikel republika.co.id Foto vakansinesia.com)
...more

10 Film yang Menampilkan Keindahan Alam Indonesia

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang mempunyai 17.508 pulau. Indonesia terbentang antara 6 derajat garis lintang utara sampai 11 derajat garis lintang selatan, dan dari 97 derajat sampai 141 derajat garis bujur timur serta terletak antara dua benua yaitu benua Asia dan Australia/Oceania. Posisi strategis ini mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kebudayaan, sosial, politik, dan ekonomi. Berbagai macam keindahan alam yang dimiliki Indonesia banyak yang diangkat untuk menjadi daya tarik dalam sebuah film, baik itu film nasional maupun film yang berasal dari luar negeri :matabelo. Meskipun terkadang beberapa dari film film tersebut kurang dalam segi pendapatan karena kalah pamor dengan film film absurd yang justru lebih menarik perhatian masyarakat awam.Berikut ini 10 Film yang Menampilkan Keindahan Alam Indonesia: 1. Laskar Pelangi Sebuah adaptasi sinema dari novel fenomenal “Laskar Pelangi” karya Andrea Hirata, yang mengambil setting di akhir tahun 70-an. Hari pertama pembukaan kelas baru di sekolah SD Muhammadyah menjadi sangat menegangkan bagi dua guru luar biasa, Muslimah (Cut Mini) dan Pak Harfan (Ikranagara), serta 9 orang murid yang menunggu di sekolah yang terletak di desa Gantong, Belitong. Sebab kalau tidak mencapai 10 murid yang mendaftar, sekolah akan ditutup.Hari itu, Harun, seorang murid istimewa menyelamatkan mereka. Ke 10 murid yang kemudian diberi nama Laskar Pelangi oleh Bu Muslimah, menjalin kisah yang tak terlupakan.5 tahun bersama, Bu Mus, Pak Harfan dan ke 10 murid dengan keunikan dan keistimewaannya masing masing, berjuang untuk terus bisa sekolah. Di antara berbagai tantangan berat dan tekanan untuk menyerah, Ikal (Zulfani), Lintang (Ferdian) dan Mahar (Veris Yamarno) dengan bakat dan kecerdasannya muncul sebagai pendorong semangat sekolah mereka. 2. Lost In Papua Di pedalaman rimba Papua, Rangga (Edo Borne) beserta timnya menjalankan sebuah misi eksplorasi mencari titik tambang. Tanpa mereka sadari telah memasuki wilayah terlarang yang dikenal dengan sebutan RKT 2000. Tak berapa lama, terjadilah sebuah petaka yang menyebabkan hilangnya anggota tim satu persatu.Tiga tahun kemudian. Nadya (Fanny Fabriana), mantan tunangan Rangga, masih terbayang dengan kejadian di Papua itu. Disisi lain, David (Fauzy Baadillah) yang pernah di campakkan Nadia, masih terus mengejar Nadya dengan segala cara. Nadya tak menghiraukan David dan mencoba menjauhinya dengan menerima tugas ke Papua yang di berikan oleh bosnya, Pak Wijaya (Didi Petet), yang tak lain adalah ayah David, dan juga Kayla (Fahrani), teman Nadya.Nadya, David dan Kayla berangkat ke Papua membawa sebuah titipan cinderamata dari kakeknya (Piet Pagau) untuk kepala suku Korowai yang pernah menyelamatkan nyawanya di masa perjuangan lalu. Nadya yang baru pertama kali datang ke Papua, jatuh cinta dengan keindahan alamnya. Namun dibalik itu, misteri hilangnya Rangga masih terus membayangi Nadya, lalu berangkatlah David, Kayla dan Nadya mencari Rangga ke Suku Korowai. 3. Negeri 5 Menara Alif lahir di pinggir Danau Maninjau dan tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. Masa kecilnya adalah berburu durian runtuh di rimba Bukit Barisan, bermain bola di sawah berlumpur dan tentu mandi berkecipak di air biru Danau Maninjau.Tiba-tiba saja dia harus naik bus tiga hari tiga malam melintasi punggung Sumatera dan Jawa menuju sebuah desa di pelosok Jawa Timur. Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamka walau Alif ingin menjadi Habibie. Dengan setengah hati dia mengikuti perintah Ibunya: belajar di pondok.Di kelas hari pertamanya di Pondok Madani (PM), Alif terkesima dengan “mantera” sakti man jadda wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses.Dia terheran-heran mendengar komentator sepakbola berbahasa Arab, anak menggigau dalam bahasa Inggris, merinding mendengar ribuan orang melagukan Syair Abu Nawas dan terkesan melihat pondoknya setiap pagi seperti melayang di udara.Dipersatukan oleh hukuman jewer berantai,  Alif berteman dekat dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan Baso dari Gowa.  Di bawah menara masjid yang menjulang, mereka berenam kerap menunggu maghrib sambil menatap awan lembayung yang berarak pulang ke ufuk. Di mata belia mereka, awan-awan itu menjelma menjadi negara dan benua impian masing-masing. Kemana impian jiwa muda ini membawa mereka? Mereka tidak tahu. Yang mereka tahu adalah: Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apa pun. Tuhan sungguh Maha Mendengar. 4. Eat, Pray, Love Film yang bercerita tentang perjalanan seorang perempuan yang mengelilingi dunia untuk menemukan jati dirinya setelah perceraian ini juga merupakan film yang sangat ditunggu di Indonesia. Hal ini tidak lain karena mengambil keindahan Bali sebagai salah satu lokasi syuting film yang diarahkan oleh Ryan Murphy.Sementara banyak film besar Hollywood mengambil tema fiksi, bintang-bintang Eat Pray love, Julia Roberts dan Javier Bardem mengatakan film mereka berbeda karena diangkat dari kisah nyata. Dan dalam beberapa hal diakui Julia dan Bardem telah merubah kehidupan mereka sendiri. 5. Ekspedisi Madewa Sebuah film Action-Adventure yang menitik-beratkan tema kepahlawanan modern yang cukup sederhana dan gampang dicerna oleh penonton segala umur namun penuh intrik-intrik kejadian dan visualisasi yang bertaraf box-office skala regional. Dengan berlatar-belakang eksplorasi keindahan flora dan fauna alam Indonesia serta suatu legenda kebudayaan bangsa kita, film ini berusaha mengangkat sebuah genre film yang terus-terang tidak pernah sebelumnya di jamah dan digarap secara kolosal oleh sineas-sineas bangsa kita.Film ini menceritakan tentang pengalaman seorang Ahli Ekspedisi muda bernama Tiro Mandawa (Tora Sudiro) yang tanpa sengaja menemukan sebuah artifak kuno misterius saat sedang memandu sebuah misi penggalian purbakala. Tanpa disengaja, penemuan Tiro itu akan mengakibatkan berbagai rangkaian kejadian yang nantinya mengarah pada sebuah petualangan terbesar dalam hidupnya. Artifak itu dipercaya sebagai sebuah potongan terakhir dari sebuah prasasti kuno yang berkaitan dengan seuntai cerita rakyat kuno Indonesia. Sebuah legenda yang tersurat secara turun-temurun, dari mulut ke mulut jauh sebelum masa kita di bumi pertiwi ini. Sebuah legenda tentang kebaikan dan kejahatan. 6. Tanah Air Beta Tahun 1998. Timor-Timur berpisah dari Indonesia, membuat perpisahan harus terjadi. Banyak keluarga yang mendapatkan konflik internal antara tetap berada di Indonesia, yakni di Kupang, atau memutuskan berpindah ke Timor Timur. Sebuah keluarga yang ayahnya sudah wafat adalah salah satu keluarga yang menerima konflik tersebut. Merry (Griffit Patricia) memutuskan untuk memilih tetap berada di Indonesia dan bersekolah di sekolah kecil yang berguru ibunya, Tatiana (Alexandra Gottardo).Mereka berdua berpisah dengan kakak Merry, Mauro yang memilih tinggal di Timor Timur bersama pamannya. Dirumah mereka, mereka berteman dengan pemilik toko kelontong; Koh Ipin (Robby Tumewu) dan Cik Irene (Tessa Kaunang).Disekolah, Merry adalah korban kejahilan teman sebayanya, Carlo (Yahuda Rumbindi) yang sebenarnya hanya menginginkan seorang adik. Ia dirawat oleh seorang keturunan Arab bernama Abu Bakar (Asrul Dahlan) yang juga bersahabat dengan Tatiana setelah Ibu Carlo meninggal. Tatiana rajin pergi ke pengungsian untuk bertemu seorang relawan bernama Lukman (Lukman Sardi) untuk mencari tahu info mengenai Mauro. 7. The Mirror Never Lies Kekayaan kehidupan laut di Wakatobi dan kebijakan local suku Bajo direkam dan divisualisasikan lewat film drama tentang seorang gadis kecil bernama, Pakis (12) berusaha menemukan sang ayah yang hilang ketika berada di lautan. Pakis melakukan ritual suku Bajo di mana mereka percaya dengan menggunakan cermin, Pakis berharap dan terus menanti melihat bayangan ayahnya. Namun, apa yang diharapkannya tak kunjung terlihat. Harapan Pakis tersebut sering dihancurkan oleh ibunya, Tayung yang mencoba menutupi kejadian yang sebenarnya. Penyangkalan yang dilakukan Tayung membuat ia memakai bedak putih di wajahnya, sebuah tradisi di suku Bajo. Meskipun coba untuk dihancurkan oleh ibunya, namun harapan Pakis tetap besar. Bersama sahabat karibnya, Lumo, Pakis terus mencari jawaban di Laut Wakatobi. Persoalan dan konflik Pakis dengan ibunya semakin pelik ketika Tudo, seorang peneliti lumba-lumba muncul kedalam hidup mereka. Ke empat karakter ini kemudian saling berinteraksi di kehidupan sehari-hari dan mereka juga punya penafsiran masing-masing terhadap laut. Namun, mereka sepakat bahwa lautlah yang membantu mereka menemukan jati diri mereka. 8. Denias – Senandung di Atas Awan Film ini menceritakan tentang perjuangan seorang anak suku pedalaman Papua yang bernama Denias untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Seluruh setting lokasi dilakukan di pulau Cendrawasih ini. Cerita dalam film ini merupakan adaptasi dari kisah nyata seorang anak Papua yang bernama Janias.Sebuah film yang harus ditonton oleh mereka yang mengaku peduli dengan dunia pendidikan di Indonesia.Sebuah film yang dapat membuka pandangan kita tentang betapa pendidikan yang layak di negeri ini masih sangat mahal, masih sangat rumit dan masih banyak terjadi diskriminasi-diskriminasi yang tidak masuk akal. Dalam film ini juga dapat kita lihat keindahan provinsi Papua yang berhasil direkam dengan begitu indahnya. 9. 3 Hari Untuk Selamanya Yusuf adalah seorang pemuda usia 21 tahun yang serius. Atas ajakan sepupunya Ambar, yang lebih muda (19 th) dan lebih liar perilakunya, Yusuf setuju pergi meninggalkan acara keluarga mereka untuk minum-minum di klub malam.Keesokan harinya mereka terbangun dan menemukan bahwa mereka telah tertinggal pesawat dan acara keluarga mereka yang lain di kota lain. Dengan mengendarai mobil keluarga, perjalanan yang semula mereka kira bisa dihabiskan dalam waktu satu hari berubah menjadi 3 hari. Yang di mana di ke-3 hari itu mereka dihadapkan pada banyak hal, orang-orang yang aneh dan diskusi panjang soal seks, agama, dan pernikahan, sementara mereka semakin dekat hampir melebihi sepupunya. 10. Petualangan Sherina Ayah Sherina (Sherina Munaf), yaitu Darmawan (Mathias Muchus), insinyur pertanian, mendapatkan kerja pertanian sesuai dengan impiannya, Sherina ikut pindah ke Bandung Utara. Di sekolahnya yang baru, ia mendapat musuh, Sadam (Derby Romero), yang ternyata anak darimajikan Darmawan, Ardiwilaga (Didi Petet). Hal ini diketahui Sherina saat berliburan ke rumah Ardiwilaga. Dalam kesempatan ini permusuhan kedua anak tadi berubah menjadi persahabatan, karena keduanya diculik oleh Pak Raden (Butet Kertaradjasa), suruhan Kertarejasa (Djaduk Ferianto), yang menguasai tanah pertanian Ardiwilaga, untuk proyek propertinya. Dalam film ini banyak scene yang menampilkan keindahan alam di kota Bandung khususnya Lembang plus keindahan kebun teh dan Observatorium Bosscha. Itulah 10 Film yang Menampilkan Keindahan Alam Indonesia. Kalau dari kesepuluh film itu ada yang belum ditonton, maka segerlah untuk menonton. Selain view yang ditampilkan sangat indah, semoga saja dengan menonton film-film tersebut, kita semua bisa makin bangga menjadi warga negara Indonesia tercinta ini. (Sumber: Artikel dejulogy.wordpress.com Foto psychopath-diary.blogspot.com)
...more

Destinasi Ramadan, Berkunjung ke Pesantren Bernuansa Pecinan di Rembang

TripTrus.Com -  Tim destinasi Ramadan mengunjungi Kota China kecil di Lasem, Jawa Tengah. Tepatnya ke sebuah pesantren bernuansa negeri Tirai Bambu. Untuk sampai Kabupaten Rembang ditempuh dengan penerbangan dari Jakarta ke Semarang. Setelah itu dilanjutkan lewat jalur darat selama tiga jam menyusuri Jalur Pantura. Seperti ditayangkan Liputan6SCTV, untuk menuju ke kota santri ini, para pengunjung bisa naik sepeda. Olahraga kecil sambil bernostalgia menikmati arsitektur khas negeri China.   Ponpes kauman lasem #explore#explorelasem#vakansinesia#lasemkotapusaka#lasemkotatua A post shared by L A S E M ❤❤❤ Tour guide (@yanto.ryan) onMay 13, 2018 at 7:40am PDT [Baca juga : Dua Pantai Indah Indonesia Versi Media Amerika Serikat] Setiap melewati rumah, beragam pintu terdapat huruf kanji yang berisi kalimat-kalimat bijak. Memasuki kawasan pesantren, wisatawan akan disambut pos ronda berwarna merah. Saat masuk, disambut dengan ornamen-ornamen China. Perpaduan budaya China dan Jawa sangat melekat di pesantren ini.   PonPes dan Pecinan menyatu dlm Pesona Lasem #kesengsemlasem #pesonaindonesia #rembangkece #pecinanlasem #ponpeslasem A post shared by Desi PanaLukan (@panalukan) onNov 5, 2016 at 7:09am PDT Toleransi antar etnis dan agama juga terlihat dari warga sekitar yang menyumbang lampion untuk pesantren. Yang menarik, tinggi toleransi di tempat ini membuat warga etnis China di sekitar tertarik untuk mempelajari Islam dan memilih menjadi mualaf. Salah satunya Ustaz Javier. Destinasi selanjutnya adalah berziarah ke Pasujudan Sunan Bonang atau Raden Maulana Makdum Ibrahim. Semasa hidupnya, Sunan Bonang telah menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Pasujudan Sunan Bonang untuk mendekatkan diri dan berdoa kepada Allah SWT berwujud batu. Tak heran banyak pengunjung penasaran melihat batu tempat bersujudnya Sunan Bonang. Ada juga Masjid Sunan Bonang. Masjid ini sudah ada sejak tahun 500 masehi. Masa dimana Sunan Bonang menjalankan misinya menyebarkan agama islam. Dan sekarang saat mencari suasana alam di Rembang untuk ngabuburit. Pantai Karang Jahe dapat menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu sambil menanti azan maghrib. (Sumber: Artikel liputan6.com, Foto vakansinesia.com)
...more

Pemkot Makassar Ngeluarin Jadwal Kegiatan 2024, Ada Festival Losari-Ric

TripTrus.Com - Nih, Pemkot Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) baru aja melempar Calender of Event (COE) buat tahun 2024. Beragam acara keren bakal meriahin Kota Daeng, mulai dari Festival Losari sampe Rock in Celebes (RIC). Peluncuran kalender event Makassar 2024 itu digelar di Hotel Claro, Makassar, hari Senin kemarin (4/12). Si Sekda Makassar, Muh Ansar, ngingetin kita kalo ada 70 event seru yang bakal diadakan, biar bisa ngejogrok ketertarikan turis buat mampir ke Makassar.       View this post on Instagram A post shared by RG Projek (@rg_projek) "Event pariwisata tuh kaya senjata rahasia buat ngebujuk orang-orang buat datang. Pemasaran pariwisata suatu daerah itu butuh daya tarik, salah satunya lewat event," cakap Ansar, kayak diwartakan Selasa (5/12/2023). Sementara itu, si Bos Dinas Pariwisata Makassar, Muhammad Roem, ngomongin kalo peluncuran ini buat nyosor COE ke masyarakat biar kedepannya semakin rame kunjungan turisnya. "Peluncuran ini sekalian buat ngebaurin penyelenggaraan event di Makassar sama semua pihak, biar angka kunjungan wisatawan bisa naik," ujarnya. [Baca juga : "Wisata Seru Di 2024, Pulau Sangalaki, Berau!"] Dia cerita, event-event ini diatur berdasarkan kolaborasi sama seluruh instansi di Makassar, seperti Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Kebudayaan, Dinas Koperasi dan UKM, plus beberapa kecamatan yang ikut berkontribusi. Event yang bakal diadain kayak F8, Festival Jalan Sulawesi, Festival Bulan Budaya, Festival KOPI, Makassar Culinary Night, Makassar Half Marathon, Festival Losari, Prolog Fest, Festival Film Makassar, Fashion Fiesta, sampe Rock in Celebes. Penting juga diinget, pas peluncuran COE ini, mereka juga bagi-bagi sertifikat kekayaan intelektual komunal (KIK) buat 20 makanan khas Makassar, loh. Seru, kan? (Sumber Foto @dedyrudi82) 
...more

Wisata Heritage Kota Malang Favorit Turis Eropa

TripTrus.Com -  Bangunan-bangunan tua peninggalan masa kolonial Belanda yang masih berdiri tegak di Kota Malang menjadi daya tarik wisata tersendiri. Turis mancanegara, terutama yang berasal dari Eropa, menyukai wisata tur keliling bangunan tua di Kota Malang.   Foto Toko Oen tahun 1995. Tidak terlalu banyak berbeda dengan tahun sekarang. . . . #Malang #arema #KotaMalang #Malangjadul #Malanglawas #Malangkotabunga #Fotokuno #Fotojadul #Fotomalang #malangtempodulu #Malangtempodoeloe #malangheritage #sejarahmalang #foto #photography #oldphotos #vintage #vintagephotos #netherland #nederlandschindie #dutch #indonesia #History #Historical #throwback #sejarah #jamanlawas #jamanold #tempodoeloe #savemalangheritage . . . Credit: emaronie.com/Eryvia Maronie A post shared by Malang Heritage (@malang.heritage) onApr 3, 2018 at 6:52am PDT Ketua Badan Promosi Pariwisata Kota Malang, Gagoek Sunar Prawito, mengungkapkan Pemkot Malang harus menjaga keberadaan bangunan-bangunan bersejarah itu. "Wisata heritage sangat berpotensi jadi wisata unggulan Kota Malang," katanya pada Senin (3/4). [Baca juga : Lasem, Pecinan Di Pantura Yang Instagramable!] Sejumlah bangunan peninggalan Belanda dapat dijumpai antara lain di ruas Jalan Ijen, Jalan Dr. Cipto, dan Talun. Menurut Gagoek, wisata heritageterutama digemari turis asal Belanda, Jerman, dan Perancis. Mereka menyambangi Kota Malang untuk bernostalgia, bagi yang masa kecilnya pernah tinggal di sini, atau sekadar menyaksikan bangunan peninggalan leluhurnya. Menurut catatan Badan Promosi Pariwisata Kota Malang, setiap pekan setidaknya 400 wisatawan mancanegara datang ke Kota Malang. "Dari Eropa rata-rata berusia 40 tahun ke atas sehingga model perjalanannya sudah teratur tidak seperti backpacker," imbuh pria yang sekaligus sebagai Ketua Asita (Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies) Malang Raya. Melihat antusiasme turis terhadap wisata heritage, Badan Promosi Pariwisata Kota Malang tengah menyiapkan fasilitas berupa becak wisata. Becak wisata ini dikhususkan 'ngetem' di hotel-hotel yang banyak diinapi turis asing. Becak-becak tersebut memiliki rute khusus yang melewati sudut-sudut bersejarah Kota Malang. Saat ini 25 orang pengemudi becak wisata sedang ditatar mengenai bahasa Inggris dan hospitality agar lebih kompeten melayani pelanggan wisman. (Sumber: Artikel republika.co.id, Foto Fajar Mono)
...more

Destinasi Seru Dan Anti Mainstream Di Jember Yang Mungkin Belum Lo Tau!

TripTrus.Com - Siapa bilang liburan ke Jember itu biasa aja? Nih, Jember di Jawa Timur punya hidden gems yang gak kalah kece dari kota lain, loh! Mulai dari gunung epic, pantai-pantai keren, kebun binatang mini, sampai museum unik. Buat lo yang pengen liburan dengan vibes beda, wajib banget dateng ke sini. Nih, ada 5 spot wisata di Jember yang mungkin lo belum tau. Catet yaa! 1. Gunung Argopuro – Jalur Terpanjang Pulau Jawa! Lo demen hiking? Coba deh jelajah Gunung Argopuro yang juga dikenal dengan nama Gunung Argapura. Gunung ini keren banget buat lo yang mau pengalaman mendaki dengan tantangan maksimal, karena jalurnya sepanjang 63 km, alias yang terpanjang di Jawa. Kebayang gak tuh, lo bisa nikmatin pemandangan super indah sepanjang jalan. Plus, suasananya masih sepi, cocok buat yang nyari ketenangan. 2. Tanjung Papuma – Pantai Pasir Putih Hits Abis       View this post on Instagram A post shared by Adrian Hartanto Lokaria (@adrianloa) Kalo urusan pantai, gak ada matinya! Apalagi kalo lo main ke Tanjung Papuma. Di sini, lo bakal nemuin pasir putih yang bersih banget dan view laut yang cakep parah! Nama "Papuma" tuh singkatan dari "Pasir Putih Malikan", dan letaknya ada di Desa Lojejer, Wuluhan, Jember. Buat spot foto, udah pasti juara, deh. Pokoknya gak bakal nyesel lo ke sini! 3. Pantai Watu Ulo – Pantai Ular di Jawa Timur Pantai yang satu ini emang unik banget! Watu Ulo itu artinya "batu ular" dalam bahasa Jawa, dan sesuai banget sama pemandangannya. Di sini ada batu panjang yang bentuknya mirip ular sepanjang 110 meter dengan lebar 4 meter. Lo bisa langsung main ke Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu buat nikmatin pantai dan batu ular ini, gak usah jauh-jauh ke luar negeri buat cari spot epic kayak gini! [Baca juga : "7 Spot Tersembunyi Di Bali Utara Yang Bakal Bikin Lo Terpukau!"] 4. Jember Mini Zoo – Kebun Binatang Mini Buat Semua Usia Buat lo yang mau wisata edukasi sekaligus seru-seruan bareng keluarga, pasangan, atau geng lo, Jember Mini Zoo pilihan pas! Buka sejak 2021, tempat ini punya 300-an satwa yang seru buat diliat, kayak kura-kura Afrika, musang Asia Timur, sampai burung hantu. Selain itu, lo bisa coba aktivitas keren kayak ngasih makan kelinci, outbond, atau belajar perah susu sapi. Yakin gak penasaran? 5. Museum Huruf Jember – Tempat Belajar Aksara dan Bahasa Nusantara Nah, buat yang demen sejarah atau lagi cari wisata edukasi, ada Museum Huruf Jember yang bakal kasih lo insight baru soal aksara dari Nusantara dan dunia. Lokasinya di Jalan Bengawan Solo, Jember, museum ini keren buat nambah wawasan lo soal asal-muasal berbagai aksara yang ada di Indonesia dan sekitarnya. Cocok banget buat yang mau liburan sambil belajar hal baru! Jember emang punya vibes yang beda buat lo yang pengen liburan asik dan gak mainstream. Dari list ini, spot mana nih yang bakal lo cobain duluan? Jangan lupa ajak orang tersayang, ya! (Sumber Foto @titisnitiswari) 
...more

Lawang Sewu

Sebuah gedung tua peninggalan kolonial Belanda terlihat berdiri tegak di jantung kota. Gelap. Kosong. Eksotis sekaligus mistis. Angker. Kesan itulah yang terpancar dari Lawang Sewu, nama bangunan tua yang berada di dekat Bundaran Tugu Muda, Semarang, Jawa Tengah. Bangunan ini bergaya art deco dan memiliki begitu banyak pintu yang berderet. Secara harfiah, Lawang Sewu berarti seribu pintu, meski sebenarnya jumlah pintunya tidak sebanyak itu. Bangunan ini dibangun pada tahun 1904–1907, dan awalnya dipakai sebagai kantor pusat perusahaan kereta api regional wilayah Jawa Tengah yang dikelola oleh Belanda, yaitu Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Namun setelah Jepang berkuasa di Indonesia, gedung ini pun diambil alih dan ruang bawah tanahnya dijadikan sebagai saluran pembuangan air dan juga ruang tahanan sekaligus penyiksaan.Penjara bawah tanah ini menjadi saksi atas penyiksaan dan pembantaian terhadap orang-orang Indonesia, yang dilakukan oleh tentara Jepang pada saat diberlakukannya kerja paksa atau romusha. Suasana di tempat ini membuat bulu kuduk berdiri, apalagi saat memasuki salah satu sudut ruang sempit yang berbentuk seperti kolam-kolam kecil yang dulu dijadikan tahanan. Setelah Indonesia merdeka hingga tahun 1994, tempat ini sempat berubah fungsi menjadi kantor Djawatan Kereta Api Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Sempat juga digunakan sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Perhubungan Jawa Tengah. Namun setelah itu, bangunan ini dibiarkan kosong dan tidak terurus.Dulu, kesan angker dan mistis menyertai bangunan ini, tetapi setelah dipugar dan dijadikan pusat kerajinan Indonesia di Jawa Tengah, diharapkan kesan itu perlahan hilang. Semoga cagar budaya ini semakin banyak dikunjungi oleh wisatawan, bukan sebagai bangunan angker, tapi karena memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

Tradisi Unik 17 Agustus-an di Berbagai Daerah di Indonesia

TripTrus.Com - Setiap bulan Agustus, Indonesia jadi rame banget karena semua warga di berbagai penjuru negeri antusias banget nyambut HUT Kemerdekaan RI. Selain menghias dan mendekor kampung dengan pernak-pernik khas 17-an, banyak daerah yang punya tradisi unik untuk bikin perayaan makin seru. Meskipun tahun ini tradisi-tradisi ini nggak bisa dilaksanakan karena pandemi, nggak ada salahnya kita kenalan dengan beberapa tradisi seru yang biasa dilakukan untuk merayakan HUT RI. Yuk, simak! 1. Tradisi Pacu Kude di Aceh Pernah denger tentang Pacu Kude? Tradisi ini udah lama banget ada di Aceh, bahkan sejak zaman kolonial Belanda. Setelah Indonesia merdeka, tepatnya tahun 1956, pemerintah Aceh resmi ngambil alih tradisi ini. Pacu Kude jadi simbol perjuangan rakyat Aceh buat meraih kemerdekaan. Kuda yang dipakai di acara ini adalah hasil persilangan antara kuda Australia dan kuda Gayo. Biasanya, kuda-kuda ini datang dari enam daerah, termasuk Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Besar, dan Sumatera Barat. 2. Lomba Dayung di Banjarmasin Di Banjarmasin, Kalimantan, ada Lomba Dayung Perahu Naga di Sungai Martapura yang rutin diadakan tiap tahun sejak 1924. Lomba ini nggak cuma hiburan buat nyambut kemerdekaan, tapi juga jadi ajang cari bibit pendayung andal. Awalnya cuma warga setempat yang ikut, tapi makin lama pesertanya makin beragam, termasuk dari provinsi tetangga. 3. Obor Estafet di Semarang Semarang juga punya tradisi unik, yaitu lari obor estafet yang udah ada sejak 30 tahun lalu. Pesertanya adalah atlet terbaik di Semarang. Obor yang dipakai dianggap simbol semangat para pahlawan saat memperjuangkan kemerdekaan. Melalui lomba ini, warga diharapkan bisa mencontoh semangat para pahlawan dan terus berjuang mengisi kemerdekaan. 4. Lomba Sampan Layar di Batam Warga Batam nggak kalah meriah dengan tradisi lomba sampan layar yang diadakan tiap tahun sejak 1965. Lomba ini biasanya dilaksanakan setelah upacara peringatan HUT RI. Acara ini selalu seru dengan banyak perahu kayu warna-warni yang berlayar. Bahkan, wisatawan domestik dan mancanegara juga sering ikut meramaikan. 5. Telok Abang di Palembang       View this post on Instagram A post shared by ig.basenk (@ig.basenk) Kalau lagi di Palembang pas bulan Agustus, kamu pasti bakal lihat banyak penjual Telok Abang. Mainan khas bulan Agustus ini terbuat dari gabus yang dibentuk jadi kapal, pesawat, atau kereta. Telok Abang juga dilengkapi telur rebus yang dicat merah dan ditancapkan di tengah kapal. Seru banget! 6. Barikan di Malang Di Malang, tiap tanggal 16 Agustus malam ada tradisi Barikan, syukuran di setiap kampung atau lingkungan warga. Acara ini melibatkan doa bersama, renungan kemerdekaan, nyanyian lagu kebangsaan, dan makan bersama. Barikan jadi ajang silaturahmi dan mempererat persaudaraan antar tetangga. 7. Sepakbola Durian di Kebumen Di Kebumen, Jawa Tengah, ada lomba sepakbola unik yang menggunakan durian sebagai bola. Karena cukup ekstrem, lomba ini biasanya diikuti oleh orang tertentu seperti anggota laskar Densus 99 dan anggota forum spiritual. Sebelum lomba, ada doa bersama untuk keselamatan para peserta. [Baca juga : "Perahu Bidar Dan Tradisi Masyarakat Di Sepanjang Sungai Musi"] 8. Tirakatan di Jawa Bagi yang tinggal di wilayah Jawa, Tirakatan pasti udah nggak asing lagi. Tradisi ini biasa dilakukan tiap tanggal 16 Agustus malam. Acara ini dihadiri sesepuh dan pejabat desa serta warga setempat. Kegiatannya meliputi pembacaan sajak, mengenang jasa pahlawan, doa bersama, dan makan bersama. Biasanya juga ada penyerahan hadiah untuk berbagai lomba yang sudah diadakan sebelumnya. 9. Pawai Jampana di Bandung Masyarakat Bandung menyambut HUT RI dengan Pawai Jampana. Dalam pawai ini ada tandu besar berisi hasil bumi, kerajinan, dan makanan yang dibawa oleh empat orang. Tandu-tandu ini akan diperebutkan oleh peserta pawai dan warga yang menyaksikan. Makanan yang ada di tandu juga akan disantap bersama-sama. 10. Peresean di Lombok Lombok punya lomba Peresean yang melibatkan pepadu (jagoan) terkenal untuk adu ketangkasan. Tradisi ini mempertemukan pepadu dari berbagai pelosok Lombok untuk beradu dengan bersenjatakan rotan dan perisai dari kulit sapi atau kerbau. Meski termasuk tradisi ekstrem, Peresean punya pesan moral tentang persaudaraan dan sikap ksatria. Tradisi ini jadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Itulah beberapa tradisi unik di berbagai daerah yang biasa diadakan untuk menyambut HUT Kemerdekaan Indonesia. Masih banyak lagi tradisi unik lainnya yang bisa kamu temukan di berbagai daerah di Indonesia. (Sumber Foto @friz.riz) 
...more

Enam Event Jateng Keren Bikin Gegana Di 2024, Siap Menghibur Kamu Dari Culinary Hingga Tradisi Lokal

TripTrus.Com - Wohoo! Nih, Jateng siap bikin heboh di 2024 dengan enam event keren yang bakal jadi bahan obrolan kita! Gak kalah nih sama kalender kegiatan Jakarta! Gini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah udah nentuin enam event seru banget buat Jawa Tengah Calendar of Events (Jtcoe) bulan Januari 2024. Solo juga bakal jadi tuan rumah satu acara keren, loh!       View this post on Instagram A post shared by Magelang Travel Photografer (@badrikaaa) Ini dia daftarnya yang bisa lo samperin di awal tahun 2024: Festival Durian di Kabupaten Pekalongan, Januari 2024. Khusus buat pecinta durian yang doyan sensasi kuliner unik, loh! Sadran Lepen Lamuk Gunung di Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung, Januari 2024. Acara tradisional yang bakal nampilin tarian dan musik khas Jawa Tengah. Betah deh pasti! Haul Syekh Sjangkung di Desa Kayen, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, 27 Januari 2024. Momen keagamaan yang penuh makna, bro! Haul Sunan Prawoto di Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Januari 2024. Ini acara sakral buat ngumpul, doa-doa, dzikir, dan serangkaian kegiatan keagamaan lainnya. Grebeg Sudiro di kawasan Pasar Gede, Solo, 28 Januari 2024. Solo bakal rame dengan karnaval budaya yang pamerin kekayaan tradisional dan seni khas Jawa Tengah. Perayaan Ta’sis Menara di Desa Kauman, Kudus, 30 Januari 2024. Ritual perayaan yang penuh makna dengan nilai-nilai keagamaan dan tradisi lokal, pasti seru! Nah, ini baru awalnya, bro! Peluncuran Jawa Tengah Calendar of Events tahun 2024 jadi tanda dimulainya rangkaian event keren di sini. Jtcoe 2024 bakal hadirin 220 event seru, tersebar di 35 kabupaten/kota. Ini gak cuma soal seni pertunjukan dan festival, tapi juga ada event olahraga dan MICE, lho! [Baca juga : "Surabaya, Ngeventnya Makin Seru, Delapan Event Asyik Di Januari 2024"] Jateng juga punya event unggulan yang masuk nominasi Karisma Event Nusantara 2024. Ada Dieng Culture Festival, Festival Arak-arakan Cheng Ho, Festival Kota Lama, Festival Gunung Slamet, Solo Menari, Solo Keroncong Festival, Grebeg Sudiro, International Mask Festival, Java Balloon Attraction, dan Moro Borobudur. Gak cuma itu, Jateng juga siap bikin kita kagum dengan event olahraga dan kreatif berskala nasional dan internasional, kayak Solo International Performing Arts (SIPA), Festival Payung Indonesia (Fespin), Borobudur Marathon, Tour De Borobudur, dan Mesastila 100. Jadi, prepare diri lo buat dihibur dan kagum sama kekayaan budaya, olahraga, dan kreativitas Jawa Tengah lewat rangkaian event spektakuler sepanjang tahun 2024! Let's get the party started! (Sumber Foto @solonyaman) 
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...