shop-triptrus



10 Spot Kece di Blitar yang Wajib Kamu Kunjungi!

TripTrus.Com - Liburan udah lewat sih, tapi tenang, masih banyak weekend yang bisa dipake buat jalan-jalan, kan? Apalagi, Blitar punya banyak spot seru yang sayang banget kalo dilewatin. Buat yang pengen refreshing atau sekedar healing, Blitar bisa jadi pilihan yang pas banget! Nih, gue kasih tau beberapa spot keren yang wajib banget dikunjungin! Blitar kan terkenal sebagai "Bumi Bung Karno", jadi nggak heran kalo banyak destinasi kece di sini yang cocok buat isi feed Instagram kamu! 1. Pantai Serang Liat laut lepas sambil main di pasir putihnya? Cus, langsung ke Pantai Serang yang ada di Panggungrejo, Blitar. Alamnya juara banget, dan buat yang suka seafood, bisa icip-icip di warung-warung sekitar. Mau yang lebih seru? Naik ATV cuma Rp 50.000/jam! 2. Makam Bung Karno       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Semua Tentang Blitar (@blitarasyik) Kalau ke Blitar, jangan lupa ziarah ke makam Bung Karno. Selain makamnya, di sini juga ada museum, perpustakaan, dan Gong Perdamaian loh. Tiket masuknya murah, cuma Rp 3.000 per orang. Jangan lupa foto-foto ya, spotnya Instagrammable banget. 3. Kampung Coklat Buat yang hobi ngemil cokelat, Kampung Coklat ini surga banget! Lokasinya di Kademangan, Blitar. Dengan tiket Rp 20.000, kamu bisa lihat pohon coklat, belajar proses bikin coklat, dan pastinya icip coklat enak di spot-spot yang cozy banget. 4. Agrowisata Belimbing Karangsari Suka buah segar? Di sini, kamu bisa langsung metik belimbing dari pohonnya. Selain itu, di Agrowisata Belimbing Karangsari ini ada banyak olahan belimbing hasil UMKM lokal. Jangan lupa bawa pulang belimbingnya, harganya bersahabat banget! 5. Blitar Park Ini tempatnya buat rekreasi bareng keluarga. Blitar Park punya wahana permainan seru dan spot foto aesthetic abis. Lokasinya di Garum, Blitar. Tiketnya juga nggak mahal, Rp 10.000 doang, tapi kalo mau main semua wahana, siapin Rp 25.000 ya. 6. Waterpark Sumber Udel Pengen main air? Langsung aja ke Waterpark Sumber Udel. Dengan tiket Rp 10.000, udah bisa berenang seru di kolam anak, kolam dewasa, sampe kolam arus. Lokasinya gampang ditemuin di tengah Kota Blitar. [Baca juga : "Wisata Sejarah Bukittinggi, 6 Fakta Keren Museum Rumah Bung Hatta"] 7. Kebun Kopi Karanganjar Pecinta kopi, harus banget mampir ke sini! Lokasinya di lereng Gunung Kelud, jadi udaranya sejuk banget. Kebun kopi ini masih punya nuansa kolonial Belanda, cocok buat yang suka foto-foto vintage. Tiket masuknya Rp 15.000 aja. 8. Taman Pecut Taman ini cantik banget kalo dikunjungin malam hari. Letaknya di seberang alun-alun Kota Blitar, dan pas malam minggu ada air mancur warna-warni yang bikin suasana makin romantis. Tempat nongkrong malam yang asik deh! 9. Blitar Green Park Nyari tempat piknik keluarga? Ke Blitar Green Park aja! Taman yang rindang ini punya banyak gazebo dan area main anak. Walau lokasinya agak tersembunyi, tinggal buka Google Maps, pasti ketemu. Cocok buat quality time bareng keluarga. 10. Istana Gebang Ndalem Gebang, rumah masa kecil Bung Karno ini juga layak dikunjungin. Interiornya masih terawat dan penuh dengan sejarah. Ada patung Bung Karno setinggi 2 meter hasil karya seniman Jakarta di area ini. Pas buat wisata sejarah yang seru dan edukatif! Jadi, weekend ini, mau kemana nih? Blitar udah siap nunggu kamu dengan segudang tempat seru yang nggak cuma bikin happy, tapi juga nambah pengalaman baru! Ayo, jangan cuma diem di rumah, Blitar panggil-panggil tuh! (Sumber Foto @fitra_sucil) 
...more

Pasar Papringan, Tempat Wisata Belanja Unik di Temanggung

TripTrus.Com - Kehidupan manusia tidak bisa terlepas dari kegiatan konsumsi. Konsumsi erat kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan.. Suatu konsumsi melewati suatu transaksi antara penjual dan pembeli. Berbelanja adalah cara pemenuhan kebutuhan. Pasar merupakan salah satu tempat untuk berbelanja. Akan tetapi, bagaimana rasanya ketika berbelanja di tempat yang unik? Tentu sensasinya akan berbeda. Tempat wisata Pasar Papringan Temanggung merupakan destinasi yang pantas untuk dikunjungi. Keunikan pasarnya sangat berkesan. Pasar Papringan merupakan tempat yang menarik di Temanggung. Sebagian besar wisatawan tertarik mengunjungi tempat ini, terbukti dengan suasana pasar yang tak pernah lengang. Sesuai dengan namanya yaitu Papringan, yang berasal dari kata “pring” yang berarti bambu, pasar ini berada di sebuah kebun bambu.   Ojo lali tiap minggu wage karo pon dolan rene yaaa ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜† sing ketemu mimin tak jajake wes . ๐ŸŒฟ Pasar Papringan, Ngadimulyo . #Temanggungku #pasarpapringan #jateng #eksplorejateng #explorejateng A post shared by temanggungku (@temanggungku) onOct 1, 2017 at 4:20am PDT Pepohonan bambu di pasar ini cukup rimbun. Tepatnya, pasar ini berada di Dusun Banaran Kelingan, Caroban, Kandangan, Temanggung. Lokasinya bisa ditemukan disini melalui google map : Peta Pasar Papringan Pasar ini buka setiap hari Minggu Wage. Suasana pasar pada umumnya akan terasa panas dan sesak saat siang hari. Lain lagi dengan suasana Pasar Papringan. Teduhnya pasar diperoleh dengan adanya rerimbunan pohon bambu di sekitarnya. Pasar dengan luas 300 meter persegi ini dipadati oleh para pedagang dengan varian barang dagangannya masing-masing. Pasar ini menawarkan berbagai jenis makanan dan minuman tradisional. Nama setiap produknya juga unik. Makanan tradisional yang dijajakan adalah samiler (keripik singkong), glanggem, manggleng (olahan dari singkong), rondo royal, nasi megono, ketan lupis, dan lain sebagainya. Minuman khas yang dijual adalah kelapa muda, jamu, adon-adon, dll. Terdapat aturan khusus bagi pedangang makanan dan minuman, yaitu harus memakai bahan yang ramah lingkungan dan sehat. Masakan tidak boleh mengandung MSG dan dilarang menggunakan plastik, serta mengganti plastik dengan besek. Kesehatan tubuh Anda dapat terjaga dengan sajian lezat yang ada di pasar unik daerah Temanggung ini. Bagi Anda penyuka kerajinan, dapat menemukan beragam keunikan produk kerajinan dan beragam fungsinya. Di Pasar Papringan dapat ditemukan aneka kerajinan yang terbuat dari bambu, meliputi topi, radio yang dilapisi dengan bahan kayu, hingga sepeda yang sebagian rangkanya terbuat dari bambu. Semua kerajinan mempunyai desain yang penuh varian, baik itu ukuran, warna, maupun coraknya. Alat Pembayaran yang Unik   Selamat siang Temanggung! Mungkin ada yang belum tau apa itu Pasar Papringan? Adalah semacam pasar pagi gitu yg diadakan tiap hari minggu wage. Pasar papringan bertempat di Dusun Kelingan, Desa Caruban, Kandangan. Disini dijual berbagai makanan dan jajanan, kerajinan, batik, dan ada juga Magno Radio yg mendunia itu lho! Uniknya, sistem transaksi di pasar papringan menggunakan uang pring. Jadi uang kalian ditukarkan pada saat dateng. 1 pring = 1000 rupiah. Jangan khawatir kalo kalian udah terlanjur menukarkan uang banyak tapi gk habis bisa dirupiahkan lagi kok. Yuk yg mau kesana next #PasarPapringan5 akan berlangsung 29 mei 2016. Photo source: @metrotv #exploretemanggung for #pasarpapringan A post shared by TEMANGGUNG BERSENYUM (@exploretemanggung) onApr 25, 2016 at 11:40pm PDT Uang adalah suatu alat pembayaran yang sah dan digunakan sebagai alat tukar dalam suatu transaksi jual beli. Inilah letak keunikan selanjutnya dari Pasar Papringan. Para pembeli dan pedagang tidak diperbolehkan bertransaksi menggunakan mata uang Rupiah. Pihak penjual dan pembeli harus bertransaksi dengan koin bambu, dengan cara menukarkan uang Rupiah dengan koin bambu. Koin ini ada yang berbentuk bulat dan kotak. Nilai yang tertulis dalam koin bambu tersebut ada empat macam, yaitu “1”,”5”,”10”, dan “50”. Nilai “1” tersebut senilai dengan Rp 1000,00, nilai “5” setara dengan Rp 5000.00, nilai “10” sebanding dengan Rp 10.000,00, dan nilai “50” mempunyai nilai yang sama dengan Rp 50.000,00. Penukaran uang Rupiah dengan koin bambu tersebut dapat dilakukan di petugas pasar yang ada di area pasar. Alat pembayaran yang tergolong unik ini merupakan suatu inovasi yang dapat menarik kunjungan dari wisatawan maupun pengunjung yang ingin menikmati sensasi berbelanja di Pasar Papringan yang terkenal dengan keunikannya. Berbelanja sekaligus wisata adalah paket manfaat saat berkunjung ke pasar ini. Kegiatan berbelanja dengan koin bambu menyimpan kesan tersendiri. (Sumber: Artikel wisatane.com, Foto jateng.tribunnews.com)
...more

Kontes Ako Amoi Singkawang Bakal Warnai Festival Cap Go Meh 2018

TripTrus.Com -  Mau berlibur sambil mencari hoki? Atau menikmati kehebohan Cap Go Meh dan mendapatkan banyak hadiah menarik? Yuk ikutan kontes Hakka Ako Amoi Singkawang 2018 tanggal 22-25 Februari mendatang. Semua dijamin asik dan wow. Kontesnya pasti seru. Bakal banyak kejutan di sana. Pasalnya, kontes tersebut merupakan bagian dari Festival Cap Go Meh 2018 Singkawang. Festival yang selalu ditunggu-tunggu wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara.   Cap Go Meh merupakan puncak dari perayaan Imlek, pada hari itu ratusan tatung diarak berkeliling kota. Tatung adalah manusia yang menjadi perantara dengan dimasuki ruh para dewa yang diyakini mampu mengusir roh-roh jahat dari seluruh penjuru kota. Tatung ini ada yang berjalan kali dan ada yang ditandu sambil melakukan berbagai atraksi ekstrim. Perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Kota Singkawang adalah yang terbesar di Indonesia. Cap Go Meh 2018 akan berlangsung pada tanggal 2 Maret 2018. Ayo ke Kota Singkawang dan Saksikan Festival Cap Go Meh 2018 ! Cap Go Meh is the culmination of the Lunar New Year celebration, on that day hundreds of Tatung paraded around the city. Tatung is a human being who intercedes with the spirit of the gods who are believed capable of casting out evil spirits from all over the city. Tatung there are running times and there are guided while doing various extreme attractions. The Chinese New Year and Cap Go Meh Festival in Singkawang City is the largest in Indonesia. Cap Go Meh 2018 will hold on March 2nd, 2018. Let's visit Singkawang City and Watch Cap Go Meh 2018 Festival! #capgomehsingkawanghebat #Capgomeh #wonderfulindonesia #visitindonesia #pastikesingkawang #westborneo #singkawang #pesonaindonesia #bengkayang #sambas #pontianak #kalbar #indonesia #imlek2569 #capgomehsingkawang #chinatown #kuliner #wisata #barongsai #hakkaakoamoi #akoamoi #capgomehrun #borneorunner A post shared by Imlek 2569 dan Cap Go Meh 2018 (@capgomeh2018singkawang) onDec 27, 2017 at 2:12am PST “Cap Go Meh Singkawang selalu menarik. Bukan sekedar perayaan, tapi kami memberikan input lebih. Kontes Hakka Ako Amoi ini harus dicoba. Siapa tahu ada hoki di situ,” terang Ketua Panitia Perayaan Imlek dan Cap Go Meh  2018 Singkawang Leonardi Tjhai. Hoki? Ya, kontes Hakka Ako Amoi Singkawang punya jenjang karir yang jelas. Kalau lolos kualifikasi, mereka bisa menjadi Hakka Ako Amoi Indonesia. Leonardi menerangkan, Ako dan Amoi ini nantinya akan menjadi Duta Hakka Indonesia. Tugasnya, memperkenalkan kekayaan budaya Hakka. “Kalau lolos seleksi, mereka bisa jadi seorang Duta Hakka Indonesia. Itu levelnya sudah nasional.  Ada karir bagus di situ. Tapi, proses dan syaratnya panjang. Hanya figur terbaik yang akan menjadi juara,” terangnya lagi. Bagaimana kriterianya? Ada tiga aspek yang harus dipenuhi. Ako atau Amoi harus smart, beauty, juga behavior dan talent. Ketiga item syarat tersebut akan digunakan sebagai bahan penilaian. Leonardi menambahkan, kecerdasan selalu jadi syarat di ajang kontes manapun. Sebab, Ako dan Amoi harus memiliki solusi atas masalah di sekitarnya. “Secara garis besar, syarat personal ada tiga. Ako dan Amoi harus pintar. Wawasannya luas. Mereka harus punya kepedulian sosial tinggi. Pembawaannya tenang dan menarik. Juga punya bakat, bebas di bidang apapun. Dan yang terpenting harus mengerti soal budaya dan seni,” lanjutnya. Cukup itu syaratnya? Untuk menjadi Ako Singkawang, usia kontestan dibatasi 17-28 tahun. Untuk Amoi berkiar 17-25 tahun. Pendidikan minimal SLTA atau sederajat. Jangan lupa, siapkan juga foto ukuran 4R. Apabila persyaratan tersebut terpenuhi, lalu tinggal download formulirnya di http://bit.ly/2ATlw49. Biaya pendaftaran juga murah Rp.100 ribu. Waktu pendaftaran di tutup pada 4 Februari 2018 (lebih lengkap lihat grafis). “Ada persyaratan administrasi yang harus dipenuhi. Tidak kalah penting, kontestan belum berkeluarga. Kalau formulir sudah diisi bisa dikembalikan pada panitia. Tempat dan alamatnya sudah cukup jelas di formulir,” ujar Leonardi. Selain potensi jenjang karir, kontes ini juga menyediakan hadiah menarik. Mau tahu? Apabila juara, Ako atau Amoi memperoleh uang Rp10 juta plus trophy. Runner up dan urutan 3 juga mendapatkan trophy. Untuk nominalnya, uang Rp7 juta bagi posisi runner up. Lalu, peringkat 3 diberi hadiah Rp5 juta. “Juara sampai urutan tiga mendapatkan uang dan trophy. Jumlahnya tentu berbeda sesuai dengan hasil yang diraih. Untuk hadiah tambahan lain tentu ada. Yang jelas, tidak rugi ikut kontes Hakka Ako Amoi ini,” jelasnya. Selain peserta, para desainer busana juga diberi apresiasi. Uang Rp1,5 juta bila juara, posisi runner up Rp1,5 juta, dan Rp1 juta bagi posisitiga. “Kami memang ingin menggali semua potensi di sini. Para desiner juga memiliki peran besar. Mereka harus diapresiasi. Sebab, sudah menyediakan kostum dan membuat acara semakin menarik,” tutur Leonardi. Menteri Pariwisata Arief happy dengan gelaran Festival tersebut. Ia mengatakan dengan Kontes tersebut  akan membeikan warna lain di Festival Cap Go Meh 2018,  Singkawang. "Kontes ini makin membuat Festival Cap Go Meh semakin berwarna. selalu berkualitas. Kehebatan Singkawang akan ditampilkan semuanya. Atraksinya makin paten. Kontes seperti tentu sangat mengispirasi,” tuturnya. (Sumber:  Artikel indopos.co.id, Foto Paul Hessels)
...more

10 Candi Termegah di Indonesia, Yuk Dikunjungi!

TripTrus.Com - Di Indonesia, terdapat banyak sekali peninggalan sejarah di masa lampau. Salah satunya Candi, banyak candi-candi yang merupakan peninggalan masa kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia. Sebagi generasi penerus, wajib bagi kita untuk melestarikan sejarah yang mulai terlupakan. Selain sebagai peninggalan sejarah, saat ini candi merupakan salah satu destinasi wisata yang cocok dikunjungi untuk belajar sejarah. Berikut 10 candi termegah di Indonesia: 1. Candi Cetho - Karanganyar, Jawa Tengah       View this post on Instagram Udah punya rencana buat weekend besok..????tag kancamu sing ngajak lungo Candi Ceto merupakan candi bercorak agama Hindu yang diduga kuat dibangun pada masa-masa akhir era Majapahit (abad ke-15 Masehi). Lokasi candi berada di lereng Gunung Lawu pada ketinggian 1496 m di atas permukaan laut, dan secara administratif berada di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Kompleks candi digunakan oleh penduduk setempat dan juga peziarah yang beragama Hindu sebagai tempat pemujaan. Candi ini juga merupakan tempat pertapaan bagi kalangan penganut kepercayaan asli Jawa/Kejawen. (wikipedia) . . Dibuka setiap hari Jam 07.00 - 17.00 WIB HTM : Rp.8000,- (Domestik/lokal) Rp.25.000 (mancanegara/asing) ๐Ÿ“ท@theopranindya . . . . ๐Ÿ“ŒCandi Cetho, Karanganyar, Jawa Tengah #candiceto #candicetho #candikaranganyar #wisatausa #wisataungaran #eventungaran #exploreungaran #visitungaran #kulinerungaran #wisatabandungan #wisataambarawa #exploreambarawa #visitambarawa #kulinerambarawa #wisatasalatiga #eventsalatiga #exploresalatiga #visitsalatiga #kulinersalatiga #wisatasemarang #ungaranhits #ungaranhitz #ambarawahitz #ambarawahits #salatigahitz #salatigahits #eventsemarang #exploresemarang A post shared by WISATA UNGARAN SALATIGA AMB (@wisatausa) onFeb 14, 2019 at 7:07pm PST Candi Ceto candi bercorak agama Hindu yang diduga kuat dibangun pada masa-masa akhir era Majapahit (abad ke-15 Masehi). Lokasi candi berada di lereng Gunung Lawu pada ketinggian 1496 m di atas permukaan laut, dan secara administratif berada di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Kompleks candi digunakan oleh penduduk setempat dan juga peziarah yang beragama Hindu sebagai tempat pemujaan. Candi ini juga merupakan tempat pertapaan bagi kalangan penganut kepercayaan asli Jawa/Kejawen. Laporan ilmiah pertama mengenai Candi Ceto dibuat oleh Van de Vlies pada tahun 1842. A.J. Bernet Kempers juga melakukan penelitian mengenainya. Ekskavasi (penggalian) untuk kepentingan rekonstruksi dan penemuan objek terpendam dilakukan pertama kali pada tahun 1928 oleh Dinas Purbakala (Commissie vor Oudheiddienst) Hindia Belanda. Berdasarkan keadaannya ketika reruntuhannya mulai diteliti, candi ini diperkirakan berusia tidak jauh berbeda dari Candi Sukuh, yang cukup berdekatan lokasinya. 2. Candi Gedong Songo - Kabupaten Semarang, Jawa Tengah       View this post on Instagram I hate pink ๐Ÿ˜ฅ . . ๐ŸŒŽ Candi Gedong Songo, Semarang ๐Ÿ“ธ @adi_mrizal . . #NatGeoIndonesia @natgeoindonesia #voyaged @voyaged #moodygrams #awesomelifestyle @artofvisuals #artofvisuals #livefolk #folkgreen @folkindonesia #livefolkindonesia #folkscenery @beautifuldestinations #beautifuldestinations #wonderfulindonesia #exploreindonesia @agameoftones #AGameOfTones #stayandwander #TravelAwesome #AwesomeLifeStyle #Indonesia #discoverearth #instagram @instagram #DestinationEarth #Discover_Earthpix @earthfocus #earthfocus @earthofficial #earthofficial @destination.earth #destinationearth @stayandwander A post shared by ATIKA MUTHMAINNAH (@atika_muth) onAug 20, 2018 at 5:20am PDT Candi Gedong Songo adalah nama sebuah komplek bangunan candi peninggalan budaya Hindu yang terletak di desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia tepatnya di lereng Gunung Ungaran. Di kompleks candi ini terdapat sembilan buah candi. Candi ini diketemukan oleh Raffles pada tahun 1804 dan merupakan peninggalan budaya Hindu dari zaman Wangsa Syailendra abad ke-9 (tahun 927 masehi). Candi ini memiliki persamaan dengan kompleks Candi Dieng di Wonosobo. Candi ini terletak pada ketinggian sekitar 1.200 m di atas permukaan laut sehingga suhu udara disini cukup dingin (berkisar antara 19-27 °C) Lokasi sembilan candi yang tersebar di lereng Gunung Ungaran ini memiliki pemandangan alam yang indah. Selain itu, objek wisata ini juga dilengkapi dengan pemandian air panas dari mata air yang mengandung belerang, area perkemahan, dan wisata berkuda. Untuk menempuhnya, diperlukan perjalanan sekitar 40 menit dari Kota Ambarawa dengan jalanan yang naik, dan kemiringannya sangat tajam (rata-rata mencapai 40 derajat). Lokasi candi juga dapat ditempuh dalam waktu 10 menit dari objek wisata Bandungan. 3. Kompleks Candi Dieng - Dieng, Jawa Tengah       View this post on Instagram #candiarjuna #komplekcandidieng #potongrambutgembel #ritual A post shared by @ zenastri onAug 3, 2015 at 6:52am PDT Kompleks Candi Dieng adalah kelompok kompleks candi Hindu abad ke-7 terletak di Dataran Tinggi Dieng, dekat Wonosobo, Jawa Tengah, Indonesia. Bangunan-bangunan ini berasal dari Kerajaan Kalingga. Dataran tinggi ini adalah tempat berdirinya delapan candi Hindu kecil yang merupakan salah satu bangunan keagamaan tertua yang masih bertahan yang pernah dibangun di Jawa. Nama sebenarnya dari candi tersebut, sejarah, dan raja yang bertanggung jawab atas pembangunan candi-candi ini tidak diketahui. Hal ini karena kelangkaan data dan prasasti yang terkait dengan pembangunan candi-candi ini. Penduduk Jawa lokal menamakan setiap candi sesuai dengan tokoh wayang Jawa, kebanyakan diambil dari epos Mahabharata. Tidak jelas kapan candi-candi tersebut dibangun, dan diperkirakan berkisar dari pertengahan abad ke-7 sampai akhir abad ke-8 Masehi; mereka merupakan bangunan menhir tertua yang diketahui di Jawa Tengah. Mereka semula diperkirakan berjumlah 400 namun hanya delapan yang tersisa. Setelah mempelajari gaya arsitektur candi Jawa, arkeolog mengelompokkan candi-candi Dieng dalam gaya Jawa Tengah bagian Utara, bersama dengan candi-candi Gedong Songo, dan sampai batas tertentu juga mencakup Candi Badut Jawa Timur, dan Candi Cangkuang dan Bojongmenje Jawa Barat, dan mengemukakan bahwa semua candi ini dibangun dalam periode yang sama, berkisar antara abad ke-7 sampai abad ke-8. Sebuah prasasti yang ditemukan di dekat Candi Arjuna di Dieng bertarikh sekitar tahun 808-809 M, yang merupakan contoh aksara Jawa kuno tertua yang masih bertahan, yang mengungkapkan bahwa candi Dieng terus dihuni dari pertengahan abad ke-7 sampai awal abad ke-9. 4. Candi Borobudur - Magelang, Jawa Tengah       View this post on Instagram Keep your face towards the sunshine and shadows will fall behind you ๐Ÿงก . #speechless #sunriseview #jogja #girlaroundworld #jogjatrip #wonderfuljogja #globelletravel #exploreyogyakarta #sunrisesky #candiborobudur #wearetravelgirls #yogyakarta #girldiscoverers #sheisnotlost #dametraveler #sky_perfection #girlswhotravel #travelgirl #jogjakarta #girlsmusttravel #darlingescapes #borobudursunrise #sunriselovers #skylovers #girlsthatwander #borobudurtemple #shetravels #borobudur #girlsdreamtravel #explorerbabes A post shared by Yvette Lisanne โœˆ (@yvettheworld) onFeb 17, 2019 at 10:59am PST Candi Borobudur adalah sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Candi ini terletak kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Borobudur adalah candi atau kuil Buddha terbesar di dunia[1][2], sekaligus salah satu monumen Buddha terbesar di dunia. Menurut bukti-bukti sejarah, Borobudur ditinggalkan pada abad ke-14 seiring melemahnya pengaruh kerajaan Hindu dan Buddha di Jawa serta mulai masuknya pengaruh Islam. Dunia mulai menyadari keberadaan bangunan ini sejak ditemukan 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa. Sejak saat itu Borobudur telah mengalami serangkaian upaya penyelamatan dan pemugaran (perbaikan kembali). Proyek pemugaran terbesar digelar pada kurun waktu 1975 hingga 1982 atas upaya Pemerintah Republik Indonesia dan UNESCO, kemudian situs bersejarah ini masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia. Borobudur kini masih digunakan sebagai tempat ziarah keagamaan; tiap tahun umat Buddha yang datang dari seluruh Indonesia dan mancanegara berkumpul di Borobudur untuk memperingati Trisuci Waisak. Dalam dunia pariwisata, Borobudur adalah objek wisata tunggal di Indonesia yang paling banyak dikunjungi wisatawan. 5. Candi Ratu Boko - Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta       View this post on Instagram Coba sebutkan nama-nama candi yang ada di Jogja yang kamu ketahui! ๐Ÿ˜ • Explore eksotika Jogja photo by @ngeliasalim taken at Candi Ratu Boko, Yogyakarta ๐Ÿ“ • โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž– Gunakan hastag #eksotikajogja untuk membagikan pengalaman wisata eksotismu di Yogyakarta ๐Ÿ’• โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž– • #pesonaindonesia #pesonaalam #pesonaid_travel #indotravellers #explorenusantara #thisisindonesia #wonderfulindonesia #indonesiaituindah #livefolkindonesia #hellonusantara #instanusantara #instapetualang #penikmatalam #panoramaindonesia #keindahanalam #pesonaairterjunindonesia #pecintaalamindonesia #pejalansantai #sebataspendaki #instapetualangindonesia #penjelajahgunung #idpendaki #wisatajogja #pesonajogja #candiratuboko A post shared by Wisata Jogja | Eksotika Jogja (@eksotika_jogja) onMar 15, 2019 at 3:35am PDT Situs Ratu Baka atau Candi Boko adalah situs purbakala yang merupakan kompleks sejumlah sisa bangunan yang berada kira-kira 3 km di sebelah selatan dari kompleks Candi Prambanan, 18 km sebelah timur Kota Yogyakarta atau 50 km barat daya Kota Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia. Situs Ratu Baka terletak di sebuah bukit pada ketinggian 196 meter dari permukaan laut. Luas keseluruhan kompleks adalah sekitar 25 ha. Situs ini menampilkan atribut sebagai tempat berkegiatan atau situs permukiman, namun fungsi tepatnya belum diketahui dengan jelas.[2] Ratu Boko diperkirakan sudah dipergunakan orang pada abad ke-8 pada masa Wangsa Sailendra (Rakai Panangkaran) dari Kerajaan Medang (Mataram Hindu). Dilihat dari pola peletakan sisa-sisa bangunan, diduga kuat situs ini merupakan bekas keraton (istana raja). Pendapat ini berdasarkan pada kenyataan bahwa kompleks ini bukan candi atau bangunan dengan sifat religius, melainkan sebuah istana berbenteng dengan bukti adanya sisa dinding benteng dan parit kering sebagai struktur pertahanan. Sisa-sisa permukiman penduduk juga ditemukan di sekitar lokasi situs ini. Nama "Ratu Baka" berasal dari legenda masyarakat setempat. Ratu Baka (bahasa Jawa, arti harafiah: "raja bangau") adalah ayah dari Loro Jonggrang, yang juga menjadi nama candi utama pada kompleks Candi Prambanan. Kompleks bangunan ini dikaitkan dengan legenda rakyat setempat Loro Jonggrang. 6. Candi Ijo - Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta       View this post on Instagram ๐˜ˆ๐˜ด ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ฆ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ ๐™›๐™–๐™ก๐™ก๐™จ ๐ŸŒ… . . ๐Ÿ“ธ: @andrewtaswin / #๐Ÿ˜‡โœˆ๏ธ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ A post shared by Angelia Salim (@ngeliasalim) onMar 19, 2019 at 3:26am PDT Candi Ijo adalah sebuah kompleks percandian bercorak Hindu, berada 4 kilometer arah tenggara dari Candi Ratu Boko atau kira-kira 18 kilometer di sebelah timur kota Yogyakarta. Candi ini diperkirakan dibangun antara kurun abad ke-10 sampai dengan ke-11 Masehi pada saat zaman Kerajaan Medang periode Mataram. Kompleks percandian Ijo dibangun pada punggungan bukit yang disebut Gumuk/Bukit Ijo. Nama ini telah disebut dalam prasasti Poh berangka tahun 906 Masehi berbahasa Jawa Kuno, dalam penggalan " ... anak wanua i wuang hijo ..." (anak desa, orang Ijo). Secara keseluruhan, kompleks candi merupakan teras-teras berundak, dengan bagian terbawah di sisi barat dan bagian tertinggi berada pada sisi timur, mengikuti kontur bukit. Kompleks percandian utama berada pada ujung timur. Di bagian barat terdapat reruntuhan bangunan candi yang masih dalam proses ekskavasi dan belum dipugar. Setelah disela oleh kebun kecil, terdapat teras yang lebih tinggi dengan cukup banyak reruntuhan yang diperkirakan berasal dari sekumpulan candi-candi pemujaan kecil (candi perwara). Salah satu candi ini telah dipugar pada tahun 2013. 7. Candi Plaosan - Klaten, Jawa Tengah       View this post on Instagram Discover stuning experience at Plaosan Temple, Kalasan - Yogyakarta Captured by @syahdiea __________________________________________________ . ๐ŸŒ ๐Ÿ‘ฌ ๐ŸŒฟ ๐Ÿ“ท ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ . Be a 'Responsible Traveler' and respect for the destinations we visit. Help sustain the natural and cultural beauty of a destination by leaving it untouched and by reducing your use and waste of precious resources such as water, food and energy. __________________________________________________ . Tag your best discovery #DiscoverIndonesia #DiscoverYogyakarta ________________________________________________ A post shared by DISCOVER INDONESIA™ (@discoverindonesia) onMar 20, 2019 at 12:08am PDT Candi Plaosan  adalah sebutan untuk kompleks percandian yang terletak di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Candi ini terletak kira-kira satu kilometer ke arah timur-laut dari Candi Sewu atau Candi Prambanan. Adanya kemuncak stupa, arca Buddha, serta candi-candi perwara (pendamping/kecil) yang berbentuk stupa menandakan bahwa candi-candi tersebut adalah candi Buddha. Kompleks ini dibangun pada abad ke-9 oleh Raja Rakai Pikatan dan Sri Kahulunan pada zaman Kerajaan Medang, atau juga dikenal dengan nama Kerajaan Mataram Kuno. Kompleks Candi Plaosan terdiri atas Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul. Pada masa lalu, Kompleks percandian ini dikelilingi oleh parit berbentuk persegi panjang. Sisa struktur tersebut masih bisa dilihat sampai saat ini di bagian timur dan barat candi. Kompleks Candi Plaosan Lor memiliki dua candi utama. Candi yang terletak di sebelah kiri (di sebelah utara) dinamakan Candi Induk Utara dengan relief yang menggambarkan tokoh-tokoh wanita, dan candi yang terletak di sebelah kanan (selatan) dinamakan Candi Induk Selatan dengan relief menggambarkan tokoh-tokoh laki-laki. Di bagian utara kompleks terdapat masih selasar terbuka dengan beberapa arca buddhis. Kedua candi induk ini dikelilingi oleh 116 stupa perwara serta 50 buah candi perwara, juga parit buatan. Pada masing-masing candi induk terdapat 6 patung/arca Dhyani Boddhisatwa. Walaupun candi ini adalah candi Buddha, tetapi gaya arsitekturnya merupakan perpaduan antara agama Buddha dan Hindu. Candi Induk Selatan Plaosan Lor dipugar pada tahun 1962 oleh Dinas Purbakala. Sementara itu, Candi Induk Selatan dipugar pada tahun 1990-an oleh Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Tengah. Berbeda dari Candi Plaosan Lor, Candi Plaosan Kidul belum diketahui memiliki candi induk. Pada kompleks ini terdapat beberapa perwara berbentuk candi dan stupa. Sebagian di antara candi perwara telah dipugar. 8. Candi Sewu - Klaten, Jawa Tengah       View this post on Instagram Suasana senja di Candi Sewu - Prambanan, kompleks candi yang terletak di sebelah utara Candi Prambanan ini merupakan kompleks candi Buddha lebih tua dari Borobudur dan Prambanan. . Apakah kamu tahu?โ€จPhoto by @toto.handoko #kompasnusantara #candisewu #prambanan A post shared by Kompas Nusantara (@kompasnusantara) onMay 14, 2018 at 5:15am PDT Candi Sewu atau Manjusrighra adalah candi Buddha yang dibangun pada abad ke-8 Masehi yang berjarak hanya delapan ratus meter di sebelah utara Candi Prambanan. Candi Sewu merupakan kompleks candi Buddha terbesar kedua setelah Candi Borobudur di Jawa Tengah. Candi Sewu berusia lebih tua daripada Candi Borobudur dan Prambanan. Meskipun aslinya memiliki 249 candi, oleh masyarakat setempat candi ini dinamakan "Sewu" yang berarti seribu dalam bahasa Jawa. Penamaan ini berdasarkan kisah legenda Loro Jonggrang. Secara administratif, kompleks Candi Sewu terletak di Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Berdasarkan Prasasti Kelurak yang berangka tahun 782 dan Prasasti Manjusrigrha yang berangka tahun 792 dan ditemukan pada tahun 1960, nama asli candi ini adalah ”Prasada Vajrasana Manjusrigrha”. Istilah Prasada bermakna candi atau kuil, sementara Vajrajasana bermakna tempat Wajra (intan atau halilintar) bertakhta, sedangkan Manjusri-grha bermakna Rumah Manjusri. Manjusri adalah salah satu Boddhisatwa dalam ajaran buddha. Candi Sewu diperkirakan dibangun pada abad ke-8 masehi pada akhir masa pemerintahan Rakai Panangkaran. Rakai Panangkaran (746–784) adalah raja yang termahsyur dari kerajaan Mataram Kuno. 9. Candi Prambanan - Klaten, Jawa Tengah       View this post on Instagram . . . #candiprambanan #peninggalansejarah #jamandulu #yogyakartatrip #yogyakartahits #travel #traveling #travelphotography A post shared by Sam (@anwarhisam) onMar 13, 2019 at 12:11am PDT Candi Prambanan atau Candi Roro Jonggrang  adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah. Berdasarkan prasasti Siwagrha nama asli kompleks candi ini adalah Siwagrha (bahasa Sanskerta yang bermakna 'Rumah Siwa'), dan memang di garbagriha (ruang utama) candi ini bersemayam arca Siwa Mahadewa setinggi tiga meter yang menujukkan bahwa di candi ini dewa Siwa lebih diutamakan. Kompleks candi ini terletak di kecamatan Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta dan kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah kurang lebih 17 kilometer timur laut Yogyakarta, 50 kilometer barat daya Surakarta dan 120 kilometer selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Letaknya sangat unik, Candi Prambanan terletak di wilayah administrasi desa Bokoharjo, Prambanan, Sleman, sedangkan pintu masuk kompleks Candi Prambanan terletak di wilayah adminstrasi desa Tlogo, Prambanan, Klaten. Nama Prambanan, berasal dari nama desa tempat candi ini berdiri, diduga merupakan perubahan nama dialek bahasa Jawa dari istilah teologi Hindu Para Brahman yang bermakna "Brahman Agung" yaitu Brahman atau realitas abadi tertinggi dan teragung yang tak dapat digambarkan, yang kerap disamakan dengan konsep Tuhan dalam agama Hindu. Pendapat lain menganggap Para Brahman mungkin merujuk kepada masa jaya candi ini yang dahulu dipenuhi oleh para brahmana. Pendapat lain mengajukan anggapan bahwa nama "Prambanan" berasal dari akar kata mban dalam Bahasa Jawa yang bermakna menanggung atau memikul tugas, merujuk kepada para dewa Hindu yang mengemban tugas menata dan menjalankan keselarasan jagat. [Baca juga : "6 Objek Wisata Yang Bisa Disinggahi Saat Napak Tilas Banten Lama"] 10. Candi Tikus - Mojokerto, Jawa Timur       View this post on Instagram impossible to get . . . Foto by @alilamour_ #lfl #hitsmojokerto #exploremojokerto #polresmojokertokota #canditikus #happy #tfl #photooftheday #tff #pesonaindonesia #cagarbudayaindonesia A post shared by J L O _ (@andrijlo1) onMar 16, 2019 at 5:50am PDT Candi ini terletak di kompleks Trowulan, sekitar 13 km di sebelah tenggara kota Mojokerto. Dari jalan raya Mojokerto-Jombang, di perempatan Trowulan, membelok ke timur, melewati Kolam Segaran dan Candi Bajangratu yang terletak di sebelah kiri jalan. Candi Tikus juga terletak di sisi kiri jalan, sekitar 600 m dari Candi Bajangratu. Candi Tikus yang semula telah terkubur dalam tanah ditemukan kembali pada tahun 1914. Penggalian situs dilakukan berdasarkan laporan bupati Mojokerto, R.A.A. Kromojoyo Adinegoro, tentang ditemukannya miniatur candi di sebuah pekuburan rakyat. Pemugaran secara menyeluruh dilakukan pada tahun 1984 sampai dengan 1985. Nama ‘Tikus’ hanya merupakan sebutan yang digunakan masyarakat setempat. Konon, pada saat ditemukan, tempat candi tersebut berada merupakan sarang tikus. Belum didapatkan sumber informasi tertulis yang menerangkan secara jelas tentang kapan, untuk apa, dan oleh siapa Candi Tikus dibangun. Akan tetapi dengan adanya miniatur menara diperkirakan candi ini dibangun antara abad ke-13 sampai ke-14 M, karena miniatur menara merupakan ciri arsitektur pada masa itu. (Sumber: Foto wikipedia.org)
...more

27 Hari Libur Nasional 2024, Cek Jadwalmu Untuk Petualangan Seru!

TripTrus.Com - Pemerintah Indo udah setujuin 27 hari libur nasional dan cuti bersama di tahun 2024, geng! Cek jadwal liburmu, siapa tau bisa ngejalanin solo trip atau kumpul-kumpul sama bestie! Ada 17 hari libur nasional dan 10 hari cuti bersama nih. Masa yang pas buat merencanakan petualangan ke tempat baru.       View this post on Instagram A post shared by Hendra Bangkit Pramana๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ (@hendraar) Keputusan ini diumumin lewat Keputusan Bersama No. 855/2023, No. 3/2023, dan No. 4/2023. Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja, dan Menteri PANRB udah tanda tanganin keputusan ini di Jakarta. Mereka bilang, ini jadi pedoman buat instansi pemerintah dan swasta buat atur hari libur dan cuti bersama tahun 2024. Waktunya libur nasional 2024 juga oke banget buat ngejalin silaturahmi sama keluarga yang beda provinsi sambil jalan-jalan. [Baca juga : "5 Event Seru Dari November Sampe Desember Bikin Gebrakan Di Tangerang"] Jadi, catet tanggalnya, guys: Libur Nasional Tahun 2024: Januari: 1 Januari (Tahun Baru 2024) Februari: 8 Februari (Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW), 10 Februari (Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili) Maret: 11 Maret (Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1946), 29 Maret (Wafat Isa Al Masih) dan 31 Maret (Hari Paskah) April: 10-11 April (Hari Raya Idulfitri 1445 Hijriah) Mei: 1 Mei (Hari Buruh Internasional) 9 Mei (Kenaikan Isa Al Masih) dan 23 Mei (Hari Raya Waisak 2568 BE) Juni: 1 Juni (Hari Lahir Pancasila), 17 Juni (Hari Raya Iduladha 1445 Hijriah) Juli: 7 Juli (Tahun Baru Islam 1446 Hijriah) Agustus: 17 Agustus (Hari Kemerdekaan Republik Indonesia) September: 16 September (Maulid Nabi Muhammad SAW) Desember: 25 Desember (Hari Raya Natal) Libur Cuti Bersama 2024: Februari: 9 Februari (Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili) Maret: 12 Maret (Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1946) April: 8, 9, 12, 15 April (Hari Raya Idulfitri 1445 Hijriah) Mei: 10 Mei (Kenaikan Isa Al Masih) dan 24 Mei (Hari Raya Waisak) Juni: 18 Juni (Hari Raya Iduladha 1445 Hijriah) Desember: 26 Desember  (Hari Raya Natal) Ayuk, mulai rencanakan perjalanan kalian sekarang, teman-teman! Biar nggak kelewatan kesempatan liburan panjang ini. Semoga perjalanan kalian menyenangkan dan aman! ๐ŸŒดโœˆ๏ธ (Sumber Foto @hkusmanto) 
...more

Petualangan Seru Di Papua Barat Dan Kepulauan Rempah-Rempah

TripTrus.Com - Lo pernah gak sih kepikiran buat kabur dari hiruk pikuk kota dan nyari ketenangan di pulau terpencil? Nah, lo bisa nemuin itu di Maluku dan Raja Ampat, yang terletak di ujung timur Indonesia, tepatnya di Papua Barat. Lo bakal ngerasain suasana liar dan alami, tebing-tebing batu yang ditutupin hijau, plus pantai pasir putih yang meliuk-liuk ngikutin garis pantai. Raja Ampat tuh surga buat lo yang suka snorkeling dan diving. Bayangin aja, lo berenang di atas terumbu karang yang katanya punya 75% dari seluruh spesies karang dunia! Lo bisa liat kuda laut kecil yang ngumpet di antara karang lunak, atau pari manta yang berenang santai di air yang lebih dalam. Bukan mewah dari sisi materi, tapi dari keindahan alam yang lo liat sama waktu yang lo punya buat menikmatinya.       View this post on Instagram A post shared by Raja Ampat - Sorido Bay Resort | Kri Eco Resort (@papuadivingresorts) Jalan ke sana emang gak gampang, perjalanan panjang dengan banyak transit, tapi buat lo yang punya jiwa petualang, worth it banget deh! Apalagi kalau lo penyelam yang rela jauh-jauh buat liat dunia bawah laut, atau cuma sekedar traveler yang pengen nyari pengalaman baru. Pulau-pulau ini bener-bener bikin lo lupa sama dunia nyata. Sebelum lo sampai di Raja Ampat, pasti lo bakal mampir dulu di Sorong. Emang sih kotanya rame dan agak kotor, tapi kalau lo liat lebih dalem, ada "soul"-nya. Kalau lo lewat Makassar, jangan lupa mampir ke Fort Rotterdam yang dari abad ke-16, atau liat perahu-perahu kayu di Pelabuhan Paotere. Seru abis! [Baca juga : "6 Spot Snorkeling Keren Di Sekitar Bali"] Dan buat lo yang pengen bener-bener lepas dari dunia modern, resort eco di Raja Ampat jadi pilihan lo. Misalnya di Sorido Bay Resort yang punya bungalow sederhana di atas laut. Lo bisa diving sepuasnya, atau snorkeling yang gak kalah keren. Dan di sini, lo juga bisa ikutan proyek konservasi biar lo bisa ninggalin jejak yang baik buat lingkungan. Terus, lo bisa lanjut ke Pulau Seram yang lebih liar lagi. Lo bakal liat rumah panggung tradisional, tinggal di cottage sederhana di atas air, dan naik perahu panjang buat snorkeling di Batu Supun. Kalau lo lebih berani, coba deh susuri sungai buat ketemu buaya air asin. Bener-bener pengalaman yang gak bakal lo lupain! Pokoknya, kalo lo bener-bener mau ngelupain kehidupan kota dan nyelam ke dalam alam yang belum tersentuh, Maluku dan Raja Ampat adalah destinasi yang bakal bikin lo speechless. Siap buat petualangan lo?  (Sumber Foto @rcapozzola) 
...more

Liburan Dengan Wisata Sejarah Prasasti Ciaruteun

TripTrus.Com - Berlibur ke Wisata Sejarah Prasasti Ciaruteun. Jika anda ke Bogor, bisa mampir ke situs sejarah prasasti ciaruteun. Di sana anda akan melihat batu dengan berat delapan ton kokoh bernaung di sebuah cungkup. Terdapat “pandatala” (tapak kaki) yang tercetak jelas di bagian atasnya dan sederet prasasti dengan huruf Palawa- berbahasa Sansekerta. Tapak kaki tersebut, konon adalah tapak kaki milik Maharaja Purnawarman yang kala itu memimpin kerajaan Tarumanegara.   #karyawisata #badar496 #PrasastiCiaruteun A post shared by Mulyantik (@mulyantik) onApr 30, 2014 at 5:56am PDT Letak batu awalnya di pinggir sungai, berjarak 100 meter di lokasi saat ini. Dan, di 1981 batu tersebut dipindah di bawah cungkup hingga sekarang ini. Nah, sebab lokasi awal batu yang berada di tepi kali Ciaruteun inilah, maka batu itu lebih dikenal dengan sebutan Prasasti Ciaruteun. Pada prasasti tersebut tertulis, “vikkrantasyavanipateh shrimatah purnavarmmanah tarumanagararendrasya vishnoriva padadvayam”. Yang artinya : “Pada kedua telapak kaki yang mirip dengan telapak kaki milik Wisnu ini, adalah kepunyaan raja gagah berani yang paling masyur yakni Purnawarman penguasa dari Tarumanagara”. Tiga situs lain yang letaknya tak jauh dari prasasti Ciaruteun adalah prasasti Situs Congklak, Kebun Kopi dan juga Prasasti Batutulis. [Baca juga : 11 Makanan Khas Betawi Terpopuler] Letak prasasti batu tulis adalah sekitar 300 meter dari letak situs Batu Congklak menuju ke arah Utara. Prasasti ini ukurannya paling besar jika dibandingkan dengan tiga prasasti lain. Bahkan pada bagian bawahnya sampai dengan saat ini masih terendam air dari aliran sungai. Dengan ukuran yang relatif besar dan berat inilah yang menjadikannya masih berada di tempat awalnya hingga saat ini. Pada bagian atas batu tersebut, ada sederet tulisan berbahasa Sangsekerta. Tapi sayangnya,  tak ada literatur yang bisa menjelaskan secara gamblang maknanya. Pada prasasati Ciaruteun, seluruhnya adalah objek wisata yang tinggi kandungan sejarahnya. Selain memang menarik dikunjungi dan dijadikan bahan pembelajaran anak. Tapi memang, untuk bisa mencapainya para pengunjung musti berjalan kaki agak jauh mencapai 1,5 kilometer dari arah jalan raya. Jika terasa tak kuat, anda bisa juga menggunakan fasilitas motor untuk mengojek. Di lokasi wisata, sedikit kekurangannya adalah tak adanya areal parkir berukuran luas untuk anda yang naik kendaraan roda empat. Makanya, praktis seluruh kendaraan yang datang dan diparkir akan membahayakan kendaraan yang lewat. (Sumber: Artikel sewakost.com, Foto vakansinesia.com)
...more

Mengunjungi Masjid Terindah di Indonesia Selama Ramadan

TripTrus.Com - Halo Sobat Triptrus, apa kabar? Selama Ramadan, ibadah religius biasanya meningkat, termasuk mengunjungi berbagai situs religi untuk mempelajari sejarah Islam lebih dalam. Salah satunya adalah dengan mengunjungi Masjid Terindah di Indonesia Selama Ramadan. Namun, tidak hanya masjid yang besar dan megah, di Indonesia juga terdapat beberapa masjid cantik yang dapat memanjakan mata para pengunjungnya. Penasaran masjid apa saja? Yuk, simak artikel kami.       View this post on Instagram A post shared by Ariswbr (@ariswbr) 1. Masjid Raya Baiturrahman, Aceh Masjid Raya Baiturrahman adalah ikon masjid dari kota Banda Aceh dan menjadi ikon monumental pasca Tsunami Aceh di tahun 2004. Arsitektur masjid ini bergaya kuno ala negara India, sehingga membuat masjid ini menjadi tempat wisata religi yang menarik untuk dikunjungi. Namun, tentu saja tidak boleh mengabaikan kegunaan utama masjid sebagai tempat ibadah. Masjid Raya Baiturrahman dibangun pada tahun 1612 M oleh Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam. Masjid ini telah mengalami beberapa kali renovasi, seperti perluasan dan penambahan kubah. 2. Masjid Agung, Semarang Masjid Agung Semarang dikenal karena memiliki arsitektur unik serta menjadi masjid termegah di Indonesia, salah satunya adalah memiliki payung hidrolik raksasa yang mirip dengan di Masjid Nabawi, Mekkah. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, masjid ini juga menjadi objek wisata terpadu, pusat pendidikan, dan pusat syiar agama Islam. Masjid Agung Semarang dilengkapi dengan beragam fasilitas, seperti perpustakaan, auditorium, ruang akad nikah, serta museum perkembangan Islam. 3. Masjid Sultan Suriansyah, Banjarmasin Masjid ini merupakan masjid tertua di Kalimantan Selatan yang memiliki bentuk arsitektur tradisional Banjar dengan konstruksi panggung yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Suriansyah. Masjid Sultan Suriansyah merupakan simbol dimulainya pergerakan Islam di area Kalimantan Selatan. Meskipun sudah mengalami beberapa kali pemugaran, struktur dasar masjid ini masih dipertahankan karena termasuk dalam cagar budaya peninggalan Kesultanan Banjar. Sebagai salah satu ikon bersejarah di daerah Banjarmasin yang bersebelahan dengan Sungai Kuin, masjid ini bisa menjadi rekomendasi wisata religi yang dapat dikunjungi. [Baca juga : "Hal Yang Harus Dibawa Ketika Berpergian Ketika Ramadhan"] 4. Masjid Jami, Malang Masjid Jami Malang memiliki dua gaya arsitektur, yaitu Jawa dan Arab. Masjid yang sering dikenal dengan nama Masjid Agung Jami Kota Malang ini dibangun pada tahun 1890 dan selesai pada tahun 1903. Selain sering didatangi oleh para jamaah untuk melakukan ibadah, Masjid Jami juga kerap dikunjungi wisatawan dan pecinta fotografi yang mengagumi keindahan bentuk bangunannya. Berlokasi strategis di tengah kota dan masih satu kawasan dengan alun-alun kota Malang. (Sumber: Artikel Shalahudin Hikam Al Ayubi Foto @qeluyuran) 
...more

Penutupan Total Kawasan Wisata Bromo Pada 3-5 Juni Karena Adanya Ritual Yadnya Kasada

TripTrus.Com - Para wisatawan yang berencana mengunjungi kawasan wisata Gunung Bromo pada awal Juni harus mengatur ulang perjalanan mereka. Hal ini disebabkan oleh penutupan total kawasan wisata tersebut selama perayaan Raya Yadnya Kasada pada tanggal 3-5 Juni 2023. "Kegiatan wisata Gunung Bromo akan ditutup total mulai 3 Juni pukul 18.00 WIB hingga 5 Juni 2023 pukul 18.00 WIB," kata Hendro Widjanarko, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, pada hari Minggu, 21 Mei 2023. Penutupan kawasan wisata Gunung Bromo ini diatur dalam Pengumuman Nomor PG.07/T.8/BIDTEK/BIDTEK.1/KSA/5/2023 tentang Penutupan Kegiatan Wisata Bromo pada Yadnya Kasada Tahun 2023. Penutupan tersebut juga memperhatikan surat dari ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Probolinggo Nomor 278/Pem/PHDI-KAB/V/2023 yang tanggal 12 Mei 2023 terkait permohonan penutupan kawasan tersebut.       View this post on Instagram A post shared by BBTN Bromo Tengger Semeru (@bbtnbromotenggersemeru) Hendro menjelaskan bahwa penutupan kegiatan wisata di Gunung Bromo dilakukan dalam rangka upacara ritual Yadnya Kasada yang dilaksanakan oleh masyarakat setempat pada tanggal 4-5 Juni 2023 di area taman nasional tersebut. [Baca juga : "Ini Adalah Daftar Dan Jadwal Lengkap Acara Yang Tercantum Dalam Kalender Event Palembang Selama Bula"] Yadnya Kasada adalah upacara persembahan atau sesajen kepada Sang Hyang Widhi yang dilakukan oleh suku Tengger. Setiap bulan Kasada pada hari ke-14 dalam penanggalan Jawa, diadakan upacara persembahan untuk Sang Hyang Widhi dan leluhur. Masyarakat melemparkan sesajen, yang biasanya berupa hasil bumi, ke dalam kawah Gunung Bromo. Terkait penjualan tiket masuk ke kawasan Gunung Bromo yang dilakukan secara daring, akan ditutup selama periode 3-5 Juni 2023. Pengumuman ini diharapkan dapat menjadi perhatian bagi masyarakat atau wisatawan yang berencana berkunjung. Penutupan kawasan Bromo dari aktivitas wisata ini dilakukan di empat titik pintu masuk kawasan, yaitu Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura di Probolinggo, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari di Pasuruan, serta wilayah Malang dan Lumajang di pintu masuk Jemplang, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. (Sumber Foto @lambert_grijns_dubes_belanda) 
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...