shop-triptrus



10 Candi Termegah di Indonesia, Yuk Dikunjungi!

TripTrus.Com - Di Indonesia, terdapat banyak sekali peninggalan sejarah di masa lampau. Salah satunya Candi, banyak candi-candi yang merupakan peninggalan masa kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia. Sebagi generasi penerus, wajib bagi kita untuk melestarikan sejarah yang mulai terlupakan. Selain sebagai peninggalan sejarah, saat ini candi merupakan salah satu destinasi wisata yang cocok dikunjungi untuk belajar sejarah. Berikut 10 candi termegah di Indonesia: 1. Candi Cetho - Karanganyar, Jawa Tengah       View this post on Instagram Udah punya rencana buat weekend besok..????tag kancamu sing ngajak lungo Candi Ceto merupakan candi bercorak agama Hindu yang diduga kuat dibangun pada masa-masa akhir era Majapahit (abad ke-15 Masehi). Lokasi candi berada di lereng Gunung Lawu pada ketinggian 1496 m di atas permukaan laut, dan secara administratif berada di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Kompleks candi digunakan oleh penduduk setempat dan juga peziarah yang beragama Hindu sebagai tempat pemujaan. Candi ini juga merupakan tempat pertapaan bagi kalangan penganut kepercayaan asli Jawa/Kejawen. (wikipedia) . . Dibuka setiap hari Jam 07.00 - 17.00 WIB HTM : Rp.8000,- (Domestik/lokal) Rp.25.000 (mancanegara/asing) 📷@theopranindya . . . . 📌Candi Cetho, Karanganyar, Jawa Tengah #candiceto #candicetho #candikaranganyar #wisatausa #wisataungaran #eventungaran #exploreungaran #visitungaran #kulinerungaran #wisatabandungan #wisataambarawa #exploreambarawa #visitambarawa #kulinerambarawa #wisatasalatiga #eventsalatiga #exploresalatiga #visitsalatiga #kulinersalatiga #wisatasemarang #ungaranhits #ungaranhitz #ambarawahitz #ambarawahits #salatigahitz #salatigahits #eventsemarang #exploresemarang A post shared by WISATA UNGARAN SALATIGA AMB (@wisatausa) onFeb 14, 2019 at 7:07pm PST Candi Ceto candi bercorak agama Hindu yang diduga kuat dibangun pada masa-masa akhir era Majapahit (abad ke-15 Masehi). Lokasi candi berada di lereng Gunung Lawu pada ketinggian 1496 m di atas permukaan laut, dan secara administratif berada di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Kompleks candi digunakan oleh penduduk setempat dan juga peziarah yang beragama Hindu sebagai tempat pemujaan. Candi ini juga merupakan tempat pertapaan bagi kalangan penganut kepercayaan asli Jawa/Kejawen. Laporan ilmiah pertama mengenai Candi Ceto dibuat oleh Van de Vlies pada tahun 1842. A.J. Bernet Kempers juga melakukan penelitian mengenainya. Ekskavasi (penggalian) untuk kepentingan rekonstruksi dan penemuan objek terpendam dilakukan pertama kali pada tahun 1928 oleh Dinas Purbakala (Commissie vor Oudheiddienst) Hindia Belanda. Berdasarkan keadaannya ketika reruntuhannya mulai diteliti, candi ini diperkirakan berusia tidak jauh berbeda dari Candi Sukuh, yang cukup berdekatan lokasinya. 2. Candi Gedong Songo - Kabupaten Semarang, Jawa Tengah       View this post on Instagram I hate pink 😥 . . 🌎 Candi Gedong Songo, Semarang 📸 @adi_mrizal . . #NatGeoIndonesia @natgeoindonesia #voyaged @voyaged #moodygrams #awesomelifestyle @artofvisuals #artofvisuals #livefolk #folkgreen @folkindonesia #livefolkindonesia #folkscenery @beautifuldestinations #beautifuldestinations #wonderfulindonesia #exploreindonesia @agameoftones #AGameOfTones #stayandwander #TravelAwesome #AwesomeLifeStyle #Indonesia #discoverearth #instagram @instagram #DestinationEarth #Discover_Earthpix @earthfocus #earthfocus @earthofficial #earthofficial @destination.earth #destinationearth @stayandwander A post shared by ATIKA MUTHMAINNAH (@atika_muth) onAug 20, 2018 at 5:20am PDT Candi Gedong Songo adalah nama sebuah komplek bangunan candi peninggalan budaya Hindu yang terletak di desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia tepatnya di lereng Gunung Ungaran. Di kompleks candi ini terdapat sembilan buah candi. Candi ini diketemukan oleh Raffles pada tahun 1804 dan merupakan peninggalan budaya Hindu dari zaman Wangsa Syailendra abad ke-9 (tahun 927 masehi). Candi ini memiliki persamaan dengan kompleks Candi Dieng di Wonosobo. Candi ini terletak pada ketinggian sekitar 1.200 m di atas permukaan laut sehingga suhu udara disini cukup dingin (berkisar antara 19-27 °C) Lokasi sembilan candi yang tersebar di lereng Gunung Ungaran ini memiliki pemandangan alam yang indah. Selain itu, objek wisata ini juga dilengkapi dengan pemandian air panas dari mata air yang mengandung belerang, area perkemahan, dan wisata berkuda. Untuk menempuhnya, diperlukan perjalanan sekitar 40 menit dari Kota Ambarawa dengan jalanan yang naik, dan kemiringannya sangat tajam (rata-rata mencapai 40 derajat). Lokasi candi juga dapat ditempuh dalam waktu 10 menit dari objek wisata Bandungan. 3. Kompleks Candi Dieng - Dieng, Jawa Tengah       View this post on Instagram #candiarjuna #komplekcandidieng #potongrambutgembel #ritual A post shared by @ zenastri onAug 3, 2015 at 6:52am PDT Kompleks Candi Dieng adalah kelompok kompleks candi Hindu abad ke-7 terletak di Dataran Tinggi Dieng, dekat Wonosobo, Jawa Tengah, Indonesia. Bangunan-bangunan ini berasal dari Kerajaan Kalingga. Dataran tinggi ini adalah tempat berdirinya delapan candi Hindu kecil yang merupakan salah satu bangunan keagamaan tertua yang masih bertahan yang pernah dibangun di Jawa. Nama sebenarnya dari candi tersebut, sejarah, dan raja yang bertanggung jawab atas pembangunan candi-candi ini tidak diketahui. Hal ini karena kelangkaan data dan prasasti yang terkait dengan pembangunan candi-candi ini. Penduduk Jawa lokal menamakan setiap candi sesuai dengan tokoh wayang Jawa, kebanyakan diambil dari epos Mahabharata. Tidak jelas kapan candi-candi tersebut dibangun, dan diperkirakan berkisar dari pertengahan abad ke-7 sampai akhir abad ke-8 Masehi; mereka merupakan bangunan menhir tertua yang diketahui di Jawa Tengah. Mereka semula diperkirakan berjumlah 400 namun hanya delapan yang tersisa. Setelah mempelajari gaya arsitektur candi Jawa, arkeolog mengelompokkan candi-candi Dieng dalam gaya Jawa Tengah bagian Utara, bersama dengan candi-candi Gedong Songo, dan sampai batas tertentu juga mencakup Candi Badut Jawa Timur, dan Candi Cangkuang dan Bojongmenje Jawa Barat, dan mengemukakan bahwa semua candi ini dibangun dalam periode yang sama, berkisar antara abad ke-7 sampai abad ke-8. Sebuah prasasti yang ditemukan di dekat Candi Arjuna di Dieng bertarikh sekitar tahun 808-809 M, yang merupakan contoh aksara Jawa kuno tertua yang masih bertahan, yang mengungkapkan bahwa candi Dieng terus dihuni dari pertengahan abad ke-7 sampai awal abad ke-9. 4. Candi Borobudur - Magelang, Jawa Tengah       View this post on Instagram Keep your face towards the sunshine and shadows will fall behind you 🧡 . #speechless #sunriseview #jogja #girlaroundworld #jogjatrip #wonderfuljogja #globelletravel #exploreyogyakarta #sunrisesky #candiborobudur #wearetravelgirls #yogyakarta #girldiscoverers #sheisnotlost #dametraveler #sky_perfection #girlswhotravel #travelgirl #jogjakarta #girlsmusttravel #darlingescapes #borobudursunrise #sunriselovers #skylovers #girlsthatwander #borobudurtemple #shetravels #borobudur #girlsdreamtravel #explorerbabes A post shared by Yvette Lisanne ✈ (@yvettheworld) onFeb 17, 2019 at 10:59am PST Candi Borobudur adalah sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Candi ini terletak kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Borobudur adalah candi atau kuil Buddha terbesar di dunia[1][2], sekaligus salah satu monumen Buddha terbesar di dunia. Menurut bukti-bukti sejarah, Borobudur ditinggalkan pada abad ke-14 seiring melemahnya pengaruh kerajaan Hindu dan Buddha di Jawa serta mulai masuknya pengaruh Islam. Dunia mulai menyadari keberadaan bangunan ini sejak ditemukan 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa. Sejak saat itu Borobudur telah mengalami serangkaian upaya penyelamatan dan pemugaran (perbaikan kembali). Proyek pemugaran terbesar digelar pada kurun waktu 1975 hingga 1982 atas upaya Pemerintah Republik Indonesia dan UNESCO, kemudian situs bersejarah ini masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia. Borobudur kini masih digunakan sebagai tempat ziarah keagamaan; tiap tahun umat Buddha yang datang dari seluruh Indonesia dan mancanegara berkumpul di Borobudur untuk memperingati Trisuci Waisak. Dalam dunia pariwisata, Borobudur adalah objek wisata tunggal di Indonesia yang paling banyak dikunjungi wisatawan. 5. Candi Ratu Boko - Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta       View this post on Instagram Coba sebutkan nama-nama candi yang ada di Jogja yang kamu ketahui! 😁 • Explore eksotika Jogja photo by @ngeliasalim taken at Candi Ratu Boko, Yogyakarta 📝 • ➖➖➖➖➖➖➖➖➖ Gunakan hastag #eksotikajogja untuk membagikan pengalaman wisata eksotismu di Yogyakarta 💕 ➖➖➖➖➖➖➖➖➖ • #pesonaindonesia #pesonaalam #pesonaid_travel #indotravellers #explorenusantara #thisisindonesia #wonderfulindonesia #indonesiaituindah #livefolkindonesia #hellonusantara #instanusantara #instapetualang #penikmatalam #panoramaindonesia #keindahanalam #pesonaairterjunindonesia #pecintaalamindonesia #pejalansantai #sebataspendaki #instapetualangindonesia #penjelajahgunung #idpendaki #wisatajogja #pesonajogja #candiratuboko A post shared by Wisata Jogja | Eksotika Jogja (@eksotika_jogja) onMar 15, 2019 at 3:35am PDT Situs Ratu Baka atau Candi Boko adalah situs purbakala yang merupakan kompleks sejumlah sisa bangunan yang berada kira-kira 3 km di sebelah selatan dari kompleks Candi Prambanan, 18 km sebelah timur Kota Yogyakarta atau 50 km barat daya Kota Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia. Situs Ratu Baka terletak di sebuah bukit pada ketinggian 196 meter dari permukaan laut. Luas keseluruhan kompleks adalah sekitar 25 ha. Situs ini menampilkan atribut sebagai tempat berkegiatan atau situs permukiman, namun fungsi tepatnya belum diketahui dengan jelas.[2] Ratu Boko diperkirakan sudah dipergunakan orang pada abad ke-8 pada masa Wangsa Sailendra (Rakai Panangkaran) dari Kerajaan Medang (Mataram Hindu). Dilihat dari pola peletakan sisa-sisa bangunan, diduga kuat situs ini merupakan bekas keraton (istana raja). Pendapat ini berdasarkan pada kenyataan bahwa kompleks ini bukan candi atau bangunan dengan sifat religius, melainkan sebuah istana berbenteng dengan bukti adanya sisa dinding benteng dan parit kering sebagai struktur pertahanan. Sisa-sisa permukiman penduduk juga ditemukan di sekitar lokasi situs ini. Nama "Ratu Baka" berasal dari legenda masyarakat setempat. Ratu Baka (bahasa Jawa, arti harafiah: "raja bangau") adalah ayah dari Loro Jonggrang, yang juga menjadi nama candi utama pada kompleks Candi Prambanan. Kompleks bangunan ini dikaitkan dengan legenda rakyat setempat Loro Jonggrang. 6. Candi Ijo - Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta       View this post on Instagram 𝘈𝘴 𝘵𝘩𝘦 𝘴𝘶𝘯 𝙛𝙖𝙡𝙡𝙨 🌅 . . 📸: @andrewtaswin / #😇✈️🇮🇩 A post shared by Angelia Salim (@ngeliasalim) onMar 19, 2019 at 3:26am PDT Candi Ijo adalah sebuah kompleks percandian bercorak Hindu, berada 4 kilometer arah tenggara dari Candi Ratu Boko atau kira-kira 18 kilometer di sebelah timur kota Yogyakarta. Candi ini diperkirakan dibangun antara kurun abad ke-10 sampai dengan ke-11 Masehi pada saat zaman Kerajaan Medang periode Mataram. Kompleks percandian Ijo dibangun pada punggungan bukit yang disebut Gumuk/Bukit Ijo. Nama ini telah disebut dalam prasasti Poh berangka tahun 906 Masehi berbahasa Jawa Kuno, dalam penggalan " ... anak wanua i wuang hijo ..." (anak desa, orang Ijo). Secara keseluruhan, kompleks candi merupakan teras-teras berundak, dengan bagian terbawah di sisi barat dan bagian tertinggi berada pada sisi timur, mengikuti kontur bukit. Kompleks percandian utama berada pada ujung timur. Di bagian barat terdapat reruntuhan bangunan candi yang masih dalam proses ekskavasi dan belum dipugar. Setelah disela oleh kebun kecil, terdapat teras yang lebih tinggi dengan cukup banyak reruntuhan yang diperkirakan berasal dari sekumpulan candi-candi pemujaan kecil (candi perwara). Salah satu candi ini telah dipugar pada tahun 2013. 7. Candi Plaosan - Klaten, Jawa Tengah       View this post on Instagram Discover stuning experience at Plaosan Temple, Kalasan - Yogyakarta Captured by @syahdiea __________________________________________________ . 🌐 👬 🌿 📷 🇮🇩 . Be a 'Responsible Traveler' and respect for the destinations we visit. Help sustain the natural and cultural beauty of a destination by leaving it untouched and by reducing your use and waste of precious resources such as water, food and energy. __________________________________________________ . Tag your best discovery #DiscoverIndonesia #DiscoverYogyakarta ________________________________________________ A post shared by DISCOVER INDONESIA™ (@discoverindonesia) onMar 20, 2019 at 12:08am PDT Candi Plaosan  adalah sebutan untuk kompleks percandian yang terletak di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Candi ini terletak kira-kira satu kilometer ke arah timur-laut dari Candi Sewu atau Candi Prambanan. Adanya kemuncak stupa, arca Buddha, serta candi-candi perwara (pendamping/kecil) yang berbentuk stupa menandakan bahwa candi-candi tersebut adalah candi Buddha. Kompleks ini dibangun pada abad ke-9 oleh Raja Rakai Pikatan dan Sri Kahulunan pada zaman Kerajaan Medang, atau juga dikenal dengan nama Kerajaan Mataram Kuno. Kompleks Candi Plaosan terdiri atas Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul. Pada masa lalu, Kompleks percandian ini dikelilingi oleh parit berbentuk persegi panjang. Sisa struktur tersebut masih bisa dilihat sampai saat ini di bagian timur dan barat candi. Kompleks Candi Plaosan Lor memiliki dua candi utama. Candi yang terletak di sebelah kiri (di sebelah utara) dinamakan Candi Induk Utara dengan relief yang menggambarkan tokoh-tokoh wanita, dan candi yang terletak di sebelah kanan (selatan) dinamakan Candi Induk Selatan dengan relief menggambarkan tokoh-tokoh laki-laki. Di bagian utara kompleks terdapat masih selasar terbuka dengan beberapa arca buddhis. Kedua candi induk ini dikelilingi oleh 116 stupa perwara serta 50 buah candi perwara, juga parit buatan. Pada masing-masing candi induk terdapat 6 patung/arca Dhyani Boddhisatwa. Walaupun candi ini adalah candi Buddha, tetapi gaya arsitekturnya merupakan perpaduan antara agama Buddha dan Hindu. Candi Induk Selatan Plaosan Lor dipugar pada tahun 1962 oleh Dinas Purbakala. Sementara itu, Candi Induk Selatan dipugar pada tahun 1990-an oleh Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Tengah. Berbeda dari Candi Plaosan Lor, Candi Plaosan Kidul belum diketahui memiliki candi induk. Pada kompleks ini terdapat beberapa perwara berbentuk candi dan stupa. Sebagian di antara candi perwara telah dipugar. 8. Candi Sewu - Klaten, Jawa Tengah       View this post on Instagram Suasana senja di Candi Sewu - Prambanan, kompleks candi yang terletak di sebelah utara Candi Prambanan ini merupakan kompleks candi Buddha lebih tua dari Borobudur dan Prambanan. . Apakah kamu tahu?
Photo by @toto.handoko #kompasnusantara #candisewu #prambanan A post shared by Kompas Nusantara (@kompasnusantara) onMay 14, 2018 at 5:15am PDT Candi Sewu atau Manjusrighra adalah candi Buddha yang dibangun pada abad ke-8 Masehi yang berjarak hanya delapan ratus meter di sebelah utara Candi Prambanan. Candi Sewu merupakan kompleks candi Buddha terbesar kedua setelah Candi Borobudur di Jawa Tengah. Candi Sewu berusia lebih tua daripada Candi Borobudur dan Prambanan. Meskipun aslinya memiliki 249 candi, oleh masyarakat setempat candi ini dinamakan "Sewu" yang berarti seribu dalam bahasa Jawa. Penamaan ini berdasarkan kisah legenda Loro Jonggrang. Secara administratif, kompleks Candi Sewu terletak di Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Berdasarkan Prasasti Kelurak yang berangka tahun 782 dan Prasasti Manjusrigrha yang berangka tahun 792 dan ditemukan pada tahun 1960, nama asli candi ini adalah ”Prasada Vajrasana Manjusrigrha”. Istilah Prasada bermakna candi atau kuil, sementara Vajrajasana bermakna tempat Wajra (intan atau halilintar) bertakhta, sedangkan Manjusri-grha bermakna Rumah Manjusri. Manjusri adalah salah satu Boddhisatwa dalam ajaran buddha. Candi Sewu diperkirakan dibangun pada abad ke-8 masehi pada akhir masa pemerintahan Rakai Panangkaran. Rakai Panangkaran (746–784) adalah raja yang termahsyur dari kerajaan Mataram Kuno. 9. Candi Prambanan - Klaten, Jawa Tengah       View this post on Instagram . . . #candiprambanan #peninggalansejarah #jamandulu #yogyakartatrip #yogyakartahits #travel #traveling #travelphotography A post shared by Sam (@anwarhisam) onMar 13, 2019 at 12:11am PDT Candi Prambanan atau Candi Roro Jonggrang  adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah. Berdasarkan prasasti Siwagrha nama asli kompleks candi ini adalah Siwagrha (bahasa Sanskerta yang bermakna 'Rumah Siwa'), dan memang di garbagriha (ruang utama) candi ini bersemayam arca Siwa Mahadewa setinggi tiga meter yang menujukkan bahwa di candi ini dewa Siwa lebih diutamakan. Kompleks candi ini terletak di kecamatan Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta dan kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah kurang lebih 17 kilometer timur laut Yogyakarta, 50 kilometer barat daya Surakarta dan 120 kilometer selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Letaknya sangat unik, Candi Prambanan terletak di wilayah administrasi desa Bokoharjo, Prambanan, Sleman, sedangkan pintu masuk kompleks Candi Prambanan terletak di wilayah adminstrasi desa Tlogo, Prambanan, Klaten. Nama Prambanan, berasal dari nama desa tempat candi ini berdiri, diduga merupakan perubahan nama dialek bahasa Jawa dari istilah teologi Hindu Para Brahman yang bermakna "Brahman Agung" yaitu Brahman atau realitas abadi tertinggi dan teragung yang tak dapat digambarkan, yang kerap disamakan dengan konsep Tuhan dalam agama Hindu. Pendapat lain menganggap Para Brahman mungkin merujuk kepada masa jaya candi ini yang dahulu dipenuhi oleh para brahmana. Pendapat lain mengajukan anggapan bahwa nama "Prambanan" berasal dari akar kata mban dalam Bahasa Jawa yang bermakna menanggung atau memikul tugas, merujuk kepada para dewa Hindu yang mengemban tugas menata dan menjalankan keselarasan jagat. [Baca juga : "6 Objek Wisata Yang Bisa Disinggahi Saat Napak Tilas Banten Lama"] 10. Candi Tikus - Mojokerto, Jawa Timur       View this post on Instagram impossible to get . . . Foto by @alilamour_ #lfl #hitsmojokerto #exploremojokerto #polresmojokertokota #canditikus #happy #tfl #photooftheday #tff #pesonaindonesia #cagarbudayaindonesia A post shared by J L O _ (@andrijlo1) onMar 16, 2019 at 5:50am PDT Candi ini terletak di kompleks Trowulan, sekitar 13 km di sebelah tenggara kota Mojokerto. Dari jalan raya Mojokerto-Jombang, di perempatan Trowulan, membelok ke timur, melewati Kolam Segaran dan Candi Bajangratu yang terletak di sebelah kiri jalan. Candi Tikus juga terletak di sisi kiri jalan, sekitar 600 m dari Candi Bajangratu. Candi Tikus yang semula telah terkubur dalam tanah ditemukan kembali pada tahun 1914. Penggalian situs dilakukan berdasarkan laporan bupati Mojokerto, R.A.A. Kromojoyo Adinegoro, tentang ditemukannya miniatur candi di sebuah pekuburan rakyat. Pemugaran secara menyeluruh dilakukan pada tahun 1984 sampai dengan 1985. Nama ‘Tikus’ hanya merupakan sebutan yang digunakan masyarakat setempat. Konon, pada saat ditemukan, tempat candi tersebut berada merupakan sarang tikus. Belum didapatkan sumber informasi tertulis yang menerangkan secara jelas tentang kapan, untuk apa, dan oleh siapa Candi Tikus dibangun. Akan tetapi dengan adanya miniatur menara diperkirakan candi ini dibangun antara abad ke-13 sampai ke-14 M, karena miniatur menara merupakan ciri arsitektur pada masa itu. (Sumber: Foto wikipedia.org)
...more

Batu Lumuik Sungai Dareh, Kerajinan Unggulan Dharmasraya

Salah satu produk unggulan dari Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, adalah kerajinan perhiasan batu lumut. Batu indah berwarna kehijauan ini menjadi target buruan para pecinta batu akik dari berbagai tempat. Tidak hanya dari dalam negeri, para kolektor batu cincin dari mancanegara pun memburu batu mulia jenis giok ini. Batu lumut yang dalam dialek setempat disebut 'batu lumuik Sungai Dareh' yang berasal dari Sungai Batanghari ini terkenal sebagai batu perhiasan berkualitas tinggi.Seperti batu perhiasan pada umumnya, batu lumuik merupakan olahan dari batu mentah yang diperoleh dari dasar sungai. Batu mentah ini kemudian dipotong, dibentuk menggunakan gerinda, dan terakhir dihaluskan. Batu yang telah dihaluskan tersebut kemudian dipasangkan sebagai batu perhiasan pada cincin, gelang, kalung, dan sebagainya. Kualitas dan harga sebuah batu lumuik ditentukan pada kualitas kilauan, corak yang ada di dalam batu tersebut, dan pendaran cahaya yang dipantulkannya.Selain batu lumuik, daerah tepi Sungai Batanghari sebenarnya masih memiliki beberapa jenis batu cincin lain, yang dibedakan berdasarkan warna. Batu-batu tersebut di antaranya adalah jenis ‘limau manih’ (jeruk manis) yang berwarna kuning menyala, ‘cempaga limau manih’ yang berwarna kemerahan, dan 'kecubung Sumatera' yang berwarna ungu. Meskipun demikian, yang menjadi incaran nomor satu dari Dharmasraya adalah batu lumuik. Batu lumuik telah menjadi kebanggaan masyarakat dan pemerintah Kabupaten Dharmasraya. 'Batu lumuik Sungai Dareh' pun telah menjadi merek dagang yang terdaftar sebagai produk kerajinan resmi asal Dharmasraya. Batu perhiasan ini pun seakan telah menjadi simbol identitas bagi masyarakat Dharmasraya yang fungsinya bagaikan 'KTP'. Bahkan, muncul anggapan mereka yang menggunakan perhiasan batu lumuik pastilah orang dari Dharmasraya atau orang yang pernah singgah di Dharmasraya. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

Catat, Event Keren November 2025 di Jabar Seru Abis

TripTrus.Com - Bro‑sis traveler, bulan November 2025 bakal jadi bulan yang super seru buat lo yang doyan jalan-jalan, nongkrong, dan cari pengalaman baru di Jawa Barat. Dari Bandung sampai Cianjur, berbagai event keren siap bikin feed Instagram lo makin kece, vibe lo makin hidup, dan tentunya lo bisa ketemu banyak orang baru yang satu frekuensi. Jadi buat lo para milenial dan gen Z yang nggak mau ketinggalan hype, catet tanggalnya, siapin outfit paling hits, dan siapin kamera biar momen lo nggak cuma seru tapi juga memorable banget. Ini bukan sekadar daftar event biasa, tapi paket lengkap hiburan, budaya, musik, dan lifestyle yang bikin November lo penuh warna. Mulai dari Indonesia Hijabfest yang berlangsung tanggal 30 Oktober sampai 2 November di Bandung, event ini wajib banget buat lo yang pengen update tren hijab tapi tetap kekinian dan stylish. Bayangin bro‑sis, lo bisa nongkrong, foto-foto kece, sambil ngobrol sama influencer dan designer muda yang lagi hype. Ada talkshow, bazar fashion, dan workshop inspiratif yang bikin pengalaman lo nggak cuma seru tapi juga dapat insight soal gaya dan kreativitas. Jadi kalau lo ke Bandung akhir Oktober sampai awal November, pastiin event ini masuk bucket list lo karena vibesnya asik banget buat generasi muda yang pengen gabung di komunitas fashion dan lifestyle urban.       View this post on Instagram A post shared by ɴɢᴏᴘɪɴʏᴀ ᴅɪ *ᴅᴀʜᴀɴ (@dahankopi) Nah, kalo lo suka musik dan open-air vibes, Doomsday Open Air Festival tanggal 2 November di Bandung bakal jadi surga buat lo. Lo bisa move, dengerin live music, dan nongkrong bareng teman dalam suasana santai tapi penuh energi. Bro‑sis, event ini cocok banget buat lo yang pengen break dari rutinitas harian tapi tetap pengen seru-seruan sambil nikmatin udara segar Bandung. Selain musik, vibe komunitas di sini bikin lo ngerasa terhubung sama orang-orang yang sama-sama cinta musik dan pengalaman seru. Jadi jangan sampai kelewatan momen fun ini yang bakal bikin November lo lebih hidup. Buat lo yang lebih suka chill sambil hunting kuliner atau produk lokal, Pasar Tani tanggal 2 dan 7 November di Bandung pas banget buat lo. Lo bisa jalan santai, nyicipin makanan khas, dan beli produk pertanian lokal sambil ngobrol santai sama teman atau keluarga. Suasana pasar yang ramah, plus aroma kopi dan jajanan lokal, bikin lo betah berlama-lama di sini. Event ini bukan cuma tempat belanja, tapi juga pengalaman lifestyle yang mendukung UMKM lokal sambil tetap seru. Jadi, sambil nikmatin weekend, lo bisa dapet pengalaman baru dan kenangan yang asik. Puncaknya, West Java Festival 2025 tanggal 8-9 November di Kiara Artha Park Bandung jadi event yang nggak boleh dilewatkan. Dengan tema “Gapura Panca Waluya”, lo bakal disuguhin pentas budaya Sunda, workshop kreatif, bazar UMKM, dan penampilan artis papan atas. Bro‑sis, ini kesempatan langka buat ngerasain budaya lokal secara fun dan interaktif. Lo bisa belajar sambil main, foto-foto kece, atau sekadar menikmati suasana meriah bareng teman-teman. Vibes festival yang hidup ini bikin lo ngerasa makin dekat sama kekayaan budaya Jabar tanpa kehilangan sisi kekinian yang lo cari. [Baca juga : "Eksplor Seru Kota Wali Demak, Sejarah, Budaya Dan Vibes Kekinian!"] Pas barengan sama festival utama, Kujang Kencana jadi surga buat yang doyan shopping atau kuliner. Tanggal 8-9 November, lo bisa berburu barang-barang unik dari UMKM lokal, sekaligus nyobain makanan khas Jabar. Spot ini cocok buat lo yang pengen belanja sambil santai, ngopi, atau sekadar liat-liat aktivitas masyarakat lokal. Jadi setelah nikmatin event utama, lo bisa mampir ke sini buat pengalaman lifestyle yang bikin November lo makin lengkap, plus jadi momen hangout yang fun dan kekinian banget. Tanggal 15 November, Balzture 2025 bakal jadi event seru buat lo yang hobi travelling dan penasaran sama destinasi wisata alternatif di Jabar. Event ini nggak cuma hiburan, tapi juga ngasih insight soal wisata lokal yang jarang diketahui. Lo bisa ketemu traveler lain, tukar pengalaman, dan explore spot-spot unik yang bisa jadi destinasi selanjutnya. Bro‑sis, buat lo yang suka jalan-jalan sambil belajar budaya dan lifestyle lokal, event ini sempurna banget buat memperluas horizon dan bikin feed Instagram makin kece. Roots Soul Festival tanggal 23 November di Cianjur bakal jadi surga buat pecinta musik soul dan alam. Lo bisa camping sambil dengerin alunan musik yang menenangkan, sambil menikmati udara segar dan pemandangan alam Cianjur yang asik banget. Bro‑sis, event ini cocok banget buat lo yang pengen recharge setelah minggu-minggu sibuk, sambil larut dalam vibes santai dan soulful. Jadi November lo nggak cuma seru tapi juga bikin hati adem dan pikiran fresh. Penutup November, Now Playing Fest tanggal 30 November di Bandung bakal jadi event yang bikin akhir bulan lo makin hangat. Konser musik dan hiburan malam bikin suasana cozy tapi tetap energik. Lo bisa nongkrong bareng teman, bikin kenangan, dan bikin feed sosial media makin hype. Bro‑sis, event ini sempurna buat nutup bulan dengan vibes yang memorable, plus kesempatan buat ketemu orang baru atau sekadar seru-seruan bareng komunitas. Jadi bro‑sis traveler, itulah rangkaian event seru di Jawa Barat buat November 2025. Dari fashion, musik, budaya, bazar, sampai wisata alternatif, semuanya ada dan siap bikin pengalaman lo penuh warna. Lo tinggal pilih mana yang cocok buat style dan mood lo, ajak teman, pasangan, atau solo trip juga bisa. Yang pasti, catat tanggalnya, siapin outfit kece, dan kamera, karena bulan November bakal jadi bulan yang nggak bakal lo lupain buat eksplorasi seru di Jabar! (Sumber Foto @doomsday_open_air)
...more

Wisata Sejarah Bukittinggi, 6 Fakta Keren Museum Rumah Bung Hatta

TripTrus.Com - Kota Bukittinggi, yang jadi tempat lahirnya Wakil Presiden pertama sekaligus Proklamator RI, Bung Hatta, punya banyak destinasi seru, lho. Namanya juga Bukittinggi, kota ini ada di dataran tinggi Sumatera Barat, sekitar 100 km dari Bandara Internasional Minangkabau, Padang. Suasana sejuk dan view bukit bikin perjalanan ke sana makin asyik, apalagi jalan yang berkelok-kelok dengan pemandangan tebing di kanan kiri.       View this post on Instagram A post shared by Ikhsan Yody Farhan (@ikhsan.yody) Bukittinggi juga terkenal sama Jam Gadang, tapi ada destinasi yang nggak kalah bersejarah dan bikin kita tambah pinter, yaitu Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta. Di sini kamu bisa ngintip kehidupan Bung Hatta kecil sampai perjuangannya buat memerdekakan Indonesia! Sebelum mampir, yuk cek dulu 6 fakta menarik tentang museum ini. 1. Dibangun Sekitar Tahun 1860 Rumah masa kecil Bung Hatta dibangun sekitar 1860-an dengan kayu sebagai material utama. Ada bangunan utama, paviliun, lumbung padi, dapur, dan kandang kuda. Bangunan utama buat ruang tamu, makan, dan kamar keluarga. Nah, paviliun jadi kamar tidur Bung Hatta kecil. 2. Bung Hatta Tinggal di Sini Sampai Umur 11 Bung Hatta lahir di Bukittinggi, dulu namanya Fort De Kock, tanggal 12 Agustus 1902. Di rumah ini, dia tinggal sampai usia 11 tahun sebelum pindah ke Padang buat sekolah. Meski cuma 11 tahun, rumah ini berperan besar banget dalam pembentukan karakter Bung Hatta. Di sini, dia belajar disiplin, sederhana, dan penuh kasih sayang. [Baca juga : "5 Tempat Hits Di Bali Yang Bikin Lo Ngerasa Kayak Julia Roberts Di Eat Pray Love"] 3. Dibangun Ulang Tahun 1994 Rumah aslinya sempat runtuh tahun 1960-an, tapi kemudian dibangun ulang di tahun 1994 atas ide dari Ketua Yayasan Pendidikan Bung Hatta. Proses pembangunan dimulai tanggal 15 Januari 1995, dan diresmikan pada 12 Agustus 1995, pas hari ulang tahun Bung Hatta dan 50 tahun Indonesia Merdeka. 4. Perabotannya Masih Asli, Lho! Rumah ini dibangun ulang tapi tetep pakai konsep asli. Sebagian besar perabotan di dalam rumah juga masih asli, warisan dari masa kecil Bung Hatta. Bahkan sepeda ontel yang sering dipakai Bung Hatta masih ada, tersimpan di paviliun belakang. 5. Info Sejarah Bung Hatta Lengkap Banget Di museum ini, kamu bisa lihat gimana sederhananya kamar Bung Hatta. Kamar kecil dengan lemari penuh buku. Selain itu, ada info tentang silsilah keluarga Bung Hatta dan foto-foto perjuangannya dalam meraih kemerdekaan Indonesia. 6. Lokasi Dekat Jantung Kota Bukittinggi Museum ini gampang banget dijangkau, lokasinya di Jalan Soekarno-Hatta No.37, Bukittinggi. Hanya butuh waktu jalan kaki 15 menit dari Jam Gadang. Serunya lagi, masuk museum ini gratis! Buka setiap hari dari jam 08.00-17.00 WIB.Jadi, kapan mau ke sini? Jangan sampai kelewatan, ya! (Sumber Foto @khairawwrrr) 
...more

Mengunjungi Situs Arca Domas Cibalay

TripTrus.Com - Ada rasa tenteram dan kepuasan tersendiri saat berkunjung ke kawasan Situs Arca Domas Cibalay, sebuah Situs Megalitikum besar yang sangat mengesankan. Situs ini berada di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, tepatnya di Desa Cibalay, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor. Melewati tanjakan tajam setelah Curug Luhur, terlihat di kiri jalan plang nama tertulis Situs Arca Domas, kebon kopi ,Pasir Manggis, Situs Batu Bergores, Punden Endong Kasang, Punden Jami Piciing, Situs Pangentehan dan berjarak sekitar 2 km. Untuk ke lokasi komplek Situs Cibalay, melewati jalan aspal dengan kualitas sederhana sepanjang sekitar 2 km, semakin ke dalam semakin menyempit jalannya, bertanya arah ke penduduk, dan berdasar informasi itu berjalan lurus lalu belok ke kiri menyusuri jalan setapak. Di sebelah kiri terlihat lembah persawahan. di sebelah kanan dan jauh di depan adalah pegunungan. setelah beberapa puluh menit berjalan berpapasan dengan penduduk setempat kemudian berjalan melewati jalan setapak turun dan mendaki sekitar kurang lebih 50 menit (2-3 km). Terlihat undakan semen, di ujung atas undakan itu terdapat tanah lapang dengan hamparan rumput hijau dimana terdapat Situs Balekambang yang memperlihatkan menhir dan batu megalitikum lainnya. Ada sekitar tujuh menhir, dua diantaranya berukuran besar, serta ada beberapa buah dolmen berukuran kecil sedang, menurut cerita konon sebelum melakukan peribadatan di Situs Arca Domas diharuskan berhenti sejenak disini (situs balekambang)untuk mempersiapkan segala sesuatu nya,dan juga karena Situs Balekambang adalah merupakan semacam pintu gerbang. Melanjutkan perjalanan melewati dataran ini, lalu menuruni undakan dan sesaat kemudian terlihat gerbang sederhana /Gapura kecil dengan undakan lagi di belakangnya,dan terlihat jelas tulisan di gapura itu “ Selamat Datang di Situs Kawasan Cibalay Kabupaten Bogor Balai Pustaka Pelestarian Cagar Budaya Serang”       View this post on Instagram In different place #nature #landscape #another #canon #photography #nationalgeographic #folkgreen #stone #eventide #sunset #jalankampung #instanusantara #latepost A post shared by Moch Resa Maulana (@resdasein) onMar 24, 2016 at 11:46pm PDT Di kelilingi gerumbul pepohonan, serta pegunungan tinggi di depan sana, menciptakan suasana alami menyegarkan, sesaat berikutnya sampailah ke Situs Cibalay, dan apa yang terpampang di depan mata membuat takjub. Sebuah bukit hijau dengan serakan batu peninggalan zaman purba dalam kondisi sangat baik dan terpelihara. Bagaimana tidak takjub melihat begitu banyak batu tua serta punden berundak yang tertata yang berasal dari jaman Megalitikum, jaman manusia purba yang hidup pada 2500 – 1500 SM. Agak jauh di sebelah kiri terdapat plang bertuliskan “Situs Cibalay”, lalu tengara atasnya berbunyi “Situs Arca Domas”, sedangkan tengara satu lagi bertuliskan bahwa situs ini di lindungi oleh undang–undang. Pemandangan yang tak kalah elok di puncak perbukitan Situs Cibalay Selain lintasan memanjang tatanan batu datar pipih dengan menhir di kiri kanannya, ada pula tatanan batu melingkari area yang terlihat di ujung kanan. Agak ke ujung terdapat tumpukan batu paling besar di puncak Situs Cibalay, dengan menhir berukuran cukup besar di atasnya. sebuah dolmen, meja batu, berukuran paling besar berada di ujung area puncak bukit. Wikipedia menyebut bahwa Menhir adalah Monolith (batu tunggal) yang berdiri tegak di atas tanah, berasal dari periode Neolitikum (6000/4000 SM – 2000 SM). istilah menhir diambil dari bahasa Keltik dari kata men = batu dan hir = panjang. Bahasa Keltik adalah bahasa yang digunakan kaum kuno yang bermukim di Wales, Irlandia, Skotlandia, Cornwall, Pulau Man, Bretagne dan beberapa bagian Eropa lainnya, konon Bangsa Keltik adalah Cimmerians yang berasal dari Pulau Defrobani, negeri musim panas dan tanah orang-orang Cimmeria. Di sebelah kiri adalah dolmen yang terlihat tadi, sementara di lereng bukit di sebelah kanan tampak beberapa orang tengah menyapu daun kering yang jatuh, lelaki yang sedang menyapu itu adalah Bapak Wahyu dan Bapak Deni mereka adalah Jupel (juru pelihara) di kawasan Situs Megalitik Arca Domas. Tiang pagar besi dan kawat yang mengelilingi puncak perbukitan ini terlihat rapi dan baru. Di sebelah kiri luar pagar. masih dalam lingkungan di dekat situs, ada tiga saung berbale-bale, Walaupun hanya terbuat dari bilik bambu, saung-saung itu bersih dan rapi. di belakang saung-saung ada lembah yang di bawahnya terdapat pancuran air. Wahyu dan Deni bertutur bahwa pada tahun 2006 dan 2012 sekitar 8 orang melakukan penggalian dan penelitian di kawasan situs ini, mereka dari Balai Arkeologi Bandung, Serang, dan Pusat Arkeologi, selama sekitar 10 hari di 3 lokasi. dan selama ekskavasi menginap di saung ini. penggalian sebelumnya dilakukan oleh mahasiswa Universitas Indonesia pada 1992. Sebenarnya, penamaan “Situs Megalitik Arca Domas” untuk Situs Cibalay ini menurut sebagian kalangan adalah salah kaprah karena di Situs Megalitik Arca Domas ini belum pernah dilaporkan keberadaan arca, yang ada hanyalah kompleks punden berundak. Situs Megalitik Arca Domas Cibalay menempati area yang cukup luas, sekitar 1500 m, dan merupakan salah satu punden berundak dengan komponen yang cukup lengkap. teras utamanya ada di undakan paling tinggi dengan beberapa batu menhir di atasnya. Situs ini pertama kali dilaporkan oleh De Wilde (1830), kemudian Junghuhn (1844), lalu Muller (1856), dan terakhir oleh N. J. Krom dalam Rapporten Oudheid kundige Diensten – nederlan indie tahun1914. [Baca juga : "5 Tempat Wisata Sejarah Di Karawang Yang Wajib Dikunjungi"] Batuan Megalitik Cibalay adalah berupa punden berundak ,menhir dan batu tegak / batu kubur yang dalam penempatan dan susunannya tidak terarah pada suatu sudut,situs cibalay juga di jadikan pemakaman karena di Situs Bale Kambang dan Situs Jami Paciing terdapat nama – nama Mangun Tapak, Patah Aki Soleh,Eyang Nuralam yang di makamkan dekat atau berdampingan dengan Situs Megalit tersebut. Deni menjelaskan dan juga menyarankan untuk mengunjungi situs lain nya yang berada di kawasan Situs Cibalay ini yang semuanya ada delapan Situs, selain Situs Balekambang dan Situs Arca Domas, ada juga Situs Endong Kasan, Situs Kebon Kopi, Situs Jami Piciing, Situs Batu Bergores, Situs Pasir Manggis, dan Situs Pangantehan jelasnya dan menutup obrolan singkatnya. (Sumber: Artikel hallo.id Foto fatahilaharis.wordpress.com)
...more

Ini Destinasi Wisata Indonesia Saran dari Media Inggris

TripTrus.Com -  Erupsi Gunung Agung di Bali telah mengganggu geliat pariwisata di provinsi yang berjuluk Pulau Dewata itu. Layanan penerbangan dari dan menuju Bali pun terganggu. Bahkan, sejumlah penerbangan internasional tak bisa mengangkut wisatawan mancanegara ke Bali. Demikian pula dengan penerbangan domestik yang membatalkan layanan penerbangan ke Pulau Seribu Pura itu. Namun, destinasi wisata di Indonesia tak hanya Bali. Belum lama ini, salah satu media beken di Inggris, Metro menurunkan artikel tentang tempat-tempat wisata di Tanah Air selain Bali yang "wajib" masuk dalam daftar destinasi para turis.   Metro menulis Indonesia terdiri lebih dari 17 ribu pulau sekaligus menjadi rumah bagi beragam budaya, bahasa dan agama. Ada enam destinasi wisata di Indonesia yang masuk daftar versi Metro. Destinasi-destinasi itu memang kurang dikenal di mancanegara. Namun, tempat-tempat pelesir itu menyuguhkan pesona keindahan alam dan biaya yang relatif murah.    Apa saja itu? Berikut daftarnya:   1. Kuta Lombok   #indo #surflife #tropicallifestyle #lombokisland #lost #segar #kutalombok A post shared by Danny Atzori (@chippylife1) onDec 10, 2017 at 3:59am PST Jika wisman hendak mencari tempat tenang maka Pantai Kuta di Lombok adalah jawabannya. Kuta memiliki pantai indah dan banyak kafe untuk menongkrong.    “Kuta Lombok adalah destinasi sempurna jika anda ingin gaya hidup ala Bali yang mudah tanpa keramaian,” tulis Metro.   2. Taman Nasional Komodo   Pulau Padar, NTT. Siapa aja yg pernah main kesini ? 😍 #pulaupadar! 💘 #padarisland #komodo #pulaukomodo #komodoisland #tamannasionalkomodo #komodonationalpark #labuanbajo #manggarai #exploreflores #ntt #nusatenggaratimur #eastnusatenggara #explorentt #explorenusatenggaratimur #indonesia #exploreindonesia #lfl #rfr #fff #spamforspam #visitindonesia A post shared by Kesepian 😥 (@eliza.carol) onDec 8, 2017 at 8:23pm PST Destinasi di Nusa Tenggara Timur (NTT) ini merupakan alam liar yang menjadi habitat bagi komodo. Hanya ada lima pulau di dunia yang semua di Taman Nasional Komodo -Pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang dan Gili Dasami, sebagai habitat spesies bernama ilmiah varanus komodoensis itu.    Untuk menjangkau Taman Nasional Komodo bisa ikut paket tur dari Lombok ataupun Flores. Yang pasti, wilayah sekitar Taman Nasional Komodo merupakan lokasi luar biasa untuk snorkeling. “Tak ada karang memutih yang rusak di sini. Hanya kehidupan laut yang sehat dan penuh warna,” sambung Metro.    3. Bukit Lawang   Good Morning everybody. Let's wake up and we do trekking to orangutan today. And we happy to introduce you to Thomas Leaf The Monkey. Thomas...please say hi.. Exploring to the north part of Indonesia! Wonderful Bukit Lawang www.butiktrip.com +6281213144604 butiktripinfo@gmail.com #tourprogram #travelagent #travelagents #travel #travelgram #touritinerary #wonderfulindonesia #traveller #travelling #tourpackage #gotouring #travelgrams #aseantourism #japantourist #japanesetraveler #singaporetour #singaporetraveler #singaporetravelagent #europeantraveler #butiktrip #orangutantrip #tourorangutan A post shared by BUTIKTRIP (@butiktrip) onNov 21, 2017 at 7:09pm PST Selama ini, banyak warga mancanegara menganggap orang utan hanya ada di Pulau Kalimantan atau yang di luar negeri lebih dikenal dengan sebutan Borneo. Padahal, di Pulau Sumatra ada Bukit Lawang yang juga menjadi habitat bagi orang utan.    Bukit Lawang menyajikan lokasi-lokasi untuk jelajah hutan sembari melihat orang utan yang terancam punah.    4. Kawah Ijen   Get lost and get wiser! . . #hiking #mountain #adventure #nature #volcano #triptrus #butiktrip #wonderfulindonesia #pesonaindonesia A post shared by Brahmantya Sakti (@bramsakti) onDec 2, 2017 at 12:52am PST Gunung berapi bukanlah hal asing bagi orang Indonesia. Namun, Gunung Ijen memiliki daya tarik istimewa.   Wisatawan yang mendaki Gunung Ijen pada malam hari akan disuguhi pemandangan fantastis. Yakni api biru yang keluar dari kawah.mTapi, pastikan untuk menggunakan masker. Sebab, asap sulfur dari Kawah Ijen tak hanya menimbulkan aruma menyengat, tapi juga berbahaya.    5. Malang   Warna tak selalu dituangkan diatas kertas Tdk hanya suku yg beragam, kreatifitas dpt diciptakan dimana & kapan saja Indahnya perbedaan #kampungwarnawarnimalang A post shared by siti zuraedah (@zuraedah.siti) onDec 10, 2017 at 5:10pm PST Belakangan ini Malang makin bergeliat. Ada Kampung Warna-Warni yang sekarang mendunia. Kampung Warna-Warni mulanya merupakan kawasan kumuh. Tapi, kini kondisinya sudah sangat jauh berbeda karena kaya warna sehingga menjadi atraksi tersendiri.    6. Gunung Bromo   There is a belief and a togerherness in the squad. We've got a happy camp. #togetherness #friendsip #friends #bromo #explorebromo #explorejatim #bromomount A post shared by dhean eka radiansyah (@dheaneka) onDec 10, 2017 at 6:50am PST Salah satu gunung api aktif di Jawa Timur ini memang layak dimasukkan dalam daftar destinasi yang wajib dikunjungi traveler Bromo terletak di antara sejumlah gunung api lainnya yang memiliki pemandangan mengesankan.    Wisatawan bisa naik ke kawah Bromo yang berasap, atau cukup melihatnya dari Cemoro Lawang. Sebagian besar ttaveler menyambangi Bromo untuk menyaksikan matahari terbit. Namun, Bromo tetap menyajikan panorama luar biasa sepanjang hari. Untuk itu, artikel penutup di Metro menyodorkan saran bagi para traveler. Bali memang tak harus dicoret dari daftar destinasi, tapi wisatawan perlu berpetualang lebih jauh lagi. (Sumber: republika.co.id Foto vakansinesia.com)
...more

Libur Akhir Tahun, 10 Hal Penting Sebelum Berburu Tiket Murah

TripTrus.Com - Tetapi tiket murah tak selamanya menyempurnakan liburan anda, kecuali 10 hal berikut ini juga anda siapkan. Perusahaan pencarian travel global, Skycanner berbagi tip tentang mempersiapkan perjalanan dengan tiket murah. 1. Rencanakan waktu kepergian Mengantungi tiket pesawat murah seringkali menyebabkan Anda harus menempuh waktu perjalanan di tanggal yang belum direncanakan sebelumnya. Periksa tanggal keberangkatan minimal tiga kali untuk memastikan bahwa Anda dapat berpergian di waktu tersebut, karena tiket pesawat promo biasanya tidak dapat dikembalikan. Bila konsumen tidak jeli memeriksa tanggal keberangkatan, besar kemungkinan mereka akhirnya mengeluarkan lebih banyak uang karena harus mengubah waktu kepergian setelah tiket dibeli. Pada kenyataannya, akan lebih baik apabila mereka membeli tiket yang sedikit lebih mahal, namun memiliki syarat dan ketentuan yang lebih fleksibel. 2. Pilih hari yang tepat Mungkin banyak konsumen yang belum menyadarinya, tapi perbedaan satu hari saja dapat memberikan pengaruh yang signifikan pada harga tiket pesawat. Hindari bepergian pada akhir pekan karena tiket pesawat cenderung lebih mahal dan bandara juga lebih penuh bila dibandingkan dengan hari biasa. 3. Bandingkan opsi maskapai Banyak maskapai penerbangan di Indonesia yang menawarkan promosi pada periode tertentu, terutama pada rute yang populer seperti Jakarta atau Bali. Periksa mesin pencari perjalanan onlineuntuk membandingkan maskapai yang tersedia dan harga termurah yang mereka tawarkan. Terkadang, maskapai yang kurang populer dapat menawarkan harga yang lebih baik bagi wisatawan yang sadar anggaran. 4. Pertimbangkan puncak masa liburan Perlu diingat bahwa bepergian selama puncak liburan seperti Natal atau Idul Fitri berarti Anda akan menghadapi suasana yang lebih ramai, terutama di magnet wisata Indonesia seperti Bali dan Lombok. Pilihlah destinasi liburan yang belum terlalu terkenal agar liburan Anda bisa lebih berkesan. Untuk menghindarkan Anda dari kepusingan menghadapi macet di mana-mana, cobalah mengunjungi Medan, Belitung, Labuan Bajo, Bandar Lampung, atau Manado. Destinasi lokal ini cenderung lebih tenang dan sepi di musim liburan, namun tetap memiliki banyak peluang dan potensi pariwisata yang sedang naik daun di Indonesia. 5. Rencanakan jadwal liburan Buatlah daftar berisi tempat-tempat yang ingin Anda kunjungi di destinasi tujuan. Lakukan penelitian terlebih dahulu sebelum berangkat agar Anda tidak melewatkan obyek wisata terkenal hanya karena kurang perencanaan. Penelitian kecil-kecilan ini juga akan menentukan panjangnya durasi masa inap Anda sebelum membeli tiket pesawat. 6. Persiapkan pilihan transportasi Mendapatkan tiket pesawat bukan berarti perencanaan liburan Anda sudah selesai. Anda juga harus memikirkan tentang opsi transportasi darat di destinasi tujuan. Hal ini terutama berlaku di tempat-tempat yang hanya memiliki pilihan transportasi umum terbatas. Anda bisa menghemat uang dengan memesan kendaraan antar-jemput bandara dan menyewa mobil terlebih dahulu. Pastikan Anda membandingkan setiap harga penyedia rental mobil di web untuk mencari opsi sesuai anggaran. 7. Pesan penginapan Jika liburan tidak direncanakan dengan baik, bisa-bisa aspek kenyamanan dan anggaran akan terkorbankan. Oleh karena itu, lakukan riset dengan baik dan pesanlah akomodasi lebih awal untuk menghindari adanya kekecewaan dan keluhan. Jika bepergian dalam grup, Anda bisa menghemat anggaran dengan memesan vila secara online dibandingkan dengan memesan kamar hotel untuk masing-masing orang. Ini juga akan membuat pengalaman liburan Anda lebih berkesan. 8. Pikirkan tentang asuransi perjalanan Asuransi adalah salah satu aspek yang paling sering diabaikan oleh kebanyakan wisatawan Indonesia. Jika Anda tidak ingin mengambil risiko dengan perencanaan Anda, pastikan untuk membeli asuransi perjalanan bersama dengan pembelian tiket pesawat murah Anda. Tentu saja, tidak ada yang menginginkan kejadian yang tak terduga untuk terjadi, namun Anda bisa memastikan semua diamankan oleh asuransi apabila penerbangan tiba-tiba dibatalkan atau bagasi Anda bermasalah. 9. Siapkan uang tunai dalam jumlah yang cukup Tidak semua tempat menerima kartu kredit, apalagi di tempat tujuan wisata yang belum banyak dikenal. Karena itu, Anda perlu berhati-hati dalam mengatur anggaran liburan dan mempersiapkan uang tunai yang cukup untuk keperluan makanan, belanja, serta transportasi Anda selama berlibur. Selain itu, meminimalisir pengeluaran dari tiket pesawat dapat mempermudah Anda dalam mempersiapkan uang tunai. 10. Cek ulang kebutuhan visa Anda Pada titik ini, Anda seharusnya sudah memeriksa persyaratan visa untuk destinasi Anda. Tetapi untuk memastikan semuanya baik-baik saja, cobalah memeriksanya sekali lagi. Jangan lupa, bila penerbangan Anda singgah di suatu negara sebelum mencapai tujuan akhir, Anda mungkin membutuhkan visa transit. Persyaratan untuk visa seringkali berubah dan saran terbaik kami adalah agar Anda memeriksa travel agent, penerbangan, serta kedutaan besar (atau website resmi mereka) secara rutin sebelum membeli tiket pesawat. Ingatlah bahwa membawa surat-surat yang tepat sebelum bepergian adalah tanggung jawab pribadi dari setiap penumpang. Jika Anda telah melakukan penelitian dan perencanaan yang baik sebelum membeli tiket pesawat, maka semuanya akan menjadi lebih mudah. Anda tidak perlu lagi menghadapi hambatan perjalanan pada umumnya. Setelah itu, Anda pun bisa melepaskan semua beban dan menikmati perjalanan dengan optimal. Jangan mencoba untuk mengurus semua detil ketika perjalanan telah dimulai. Santai saja, rileks, dan isi media sosial Anda dengan foto-foto menyenangkan selama berlibur. (Sumber: Artikel tempo.co Foto pexels.com)
...more

Kekayaan Hayati Hutan Nantu Yang Menawan

TRIPTRUS - Provinsi Gorontalo memiliki Hutan Nantu yang merupakan rimba kaya raya akan keragaman flora dan fauna endemik. Pohon-pohon besar di Hutan Nantu berdiri tinggi seakan-akan sedang mencoba menggapai awan di langit biru di atas hutan itu. Pohon-pohon Rao (Dracontomelon dao) raksasa tumbuh berdekatan di antara pohon-pohon lainnya. Hutan Nantu terletak di dalam daerah garis Wallacea. Garis Wallacea adalah garis yang ditetapkan oleh ilmuwan Inggris Alfred Russel Walace dalam bukunya The Malay Archipelago pada tahun 1869 sebagai garis imajiner berupa zona transisi margasatwa antara Asia dan Australasia bercampur menjadi binatang yang hanya ditemukan di tempat ini. Di dalam zona ini, fauna dari Asia dan Asia Luas Suaka Margasatwa Nantu mencapai 31,215 ribu hektar di tepi sungai Paguyaman dan Boliyohuto. Hutan Nantu menjadi habitat endemik bagi mamalia seperti anoa (Bubbalus depresicornis), babi rusa (Babyrousa Babirussa), primata kecil bernama tarsius (Tarsius Spectrum), dan 35 spesies burung endemik lainnya. Babi rusa dengan tanduknya yang melengkung adalah salah satu ikon Hutan Nantu. Untuk melihat Babi rusa di Nantu, tempat terbaik adalah sebuah kolam air asin bernama Kubangan Adudu. Di Adudu, hampir tiap hari dapat terlihat Babi rusa minum dan memakan lumpur kubangan itu. Menurut ilmuwan Lynn Marion Clayton yang meneliti Babi rusa, kandungan mineral yang terdapat di dalam air dan lumpur itu untuk menawarkan racun buah Pangi, atau yang lebih dikenal dengan nama keluak (Pangium edule). Clayton mulai meneliti Babi rusa pada tahun 1986, dengan membantu Dr. Anthony J. Whitten membuat buku The Ecology of Sulawesi. Lalu di tahun 1989, Clayton mendapatkan informasi mengenai kubangan Adudu dari seorang fotografer berkebangsaan Prancis saat mencari tempat untuk mengamati Babi rusa. Lynn Clayton pula yang pada tahun 1990 mendirikan Yayasan Adudu Nantu International (YANI), sebuah yayasan pelestarian lingkungan. YANI didirikan oleh Clayton untuk menjaga pelestarian Babi rusa dan Hutan Nantu. Kini sudah lebih dari 20 tahun Lynn Clayton meneliti dan menjaga kelestarian Babi rusa dan Hutan Nantu. Sebelum maraknya perkebunan kelapa sawit, pertambangan liar, dan perambahan hutan untuk transmigrasi, di Nantu ada tiga kubangan lain, yaitu Nooti, Moliulo, dan Abati. Tapi kini ketiganya sudah punah dan hanya tersisa Adudu saja. Cara Babi rusa di Nantu bisa dibilang unik, karena di beberapa daerah lain di Sulawesi, Babi rusa menawarkan racun dengan cara berendam di sumber air panas. Hanya di Nantu saja para Babi rusa berkumpul dan menikmati lumpur dan air bermineral Kubangan Adudu. Sejak tahun 1996, Babi rusa ditetapkan sebagai binatang berkategori langka yang dilindungi oleh The International Union for Conservation of Nature (IUCN) dan The Convention on The International Trade of Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES). Mulai tahun 1999, Pemerintah Indonesia menetapkan Hutan Nantu sebagai kawasan suaka margasatwa. Lalu pada tahun 2009, status Hutan Nantu "naik pangkat" menjadi Taman Nasional. Perubahan status ini adalah hasil kerja DPRD Provinsi Gorontalo yang me-lobby kepada Departemen Kehutanan RI. Gubernur Gorontalo juga mendukung pelestarian Hutan Nantu. Kerusakan Hutan nantu akan berdampak pada generasi yang akan datang. Hutan Nantu adalah salah satu dari sedikit hutan di Sulawesi yang kondisinya masih utuh. Selain sebagai penyangga Daerah Aliran Sungan (DAS) Sungai Paguyaman, Nantu juga mendukung ketersediaan air dan keseimbangan ekosistem. Hutan ini juga merupakan salah satu hutan hujan terbesar di Asia Tenggara. Hutan Nantu oleh ilmuwan dan media di seluruh dunia sebagai laboratorium terbaik dan terlengkap dalam pengembangan ilmu pengetahuan satwa dan flora endemik Sulawesi. Sebagai orang Indonesia, kita juga dapat membantu pelestarian keragaman hayati di Nantu dan Indonesia. Jangan sampai hutan kita malah dilindungi orang dari luar negeri saja.   Photos taken from: commons.wikimedia.org, gorontalotravelwisata.com, readersblog.mongabay.co.id
...more

Melihat Sisi Sejarah Dari Jembatan Kota Intan

TripTrus.Com - Masih berada di kawasan wisata Kota Tua, tidak jauh dari gedung Fatahillah ada sebuah jembatan yang berwarna merah marun. Sangat kontras dilihat dengan kondisi di sekelilingnya. Jembatan ini kini dikenal dengan nama Jembatan Kota Intan. Dahulu jembatan ini berfungsi sebagai penghubung antara benteng Belanda dengan benteng Inggris, tapi kini menjadi salah satu objek wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan. Termasuk Anda! Jalan-jalan ke Kota Tua memang menyenangkan, ada banyak bangunan bersejarah di sini seperti Jembatan Kota Intan. Diberikan nama demikian karena letaknya dekat dengan salah satu Bastion Kastil Batavia bernama Bastion Diamont (intan). Mungkin tidak banyak yang mengetahui jika sebenarnya nama jembatan ini sempat berganti-ganti. [Baca juga : 6 Tujuan Wisata Kota Tua Jakarta] Jembatan Kota Intan ini awalnya adalah jembatan biasa yang dibangun pada tahun 1628 yang bernama Jembatan Engelse Brug atau Jembatan Inggris. Jembatan kayu ini memiliki panjang 30 meter dan lebar 4,43 meter. Jembatan tersebut berfungsi sebagai penghubung antara benteng Belanda (VOC) dan Inggris (IEC) yang saat itu berseberangan dan dibatasi oleh Kali Besar. Setahun kemudian tepatnya tahun 1629, jembatan ini sempat mengalami rusak parah akibat serangan Kerajaan Banten dan Mataram yang menyerang Benteng Batavia. Kondisi yang memprihatinkan itu segera dipulihkan oleh Belanda, mengingat fungsi jembatan yang sangat vital dan berganti nama menjadi jembatan De Hoenderpasar Brig atau Jembatan Pasar Ayam. Disebut demikian karena lokasinya yang berdekatan dengan pasar ayam. Dua puluh lima tahun kemudian atau tepatnya tahun 1655, jembatan ini lagi-lagi mengalami kerusakan dan perbaikan. Tapi kerusakan kali ini bukan karena peperangan melainkan karena bencana banjir dan korosi air asin yang berasal dari laut. Setelah pasca perbaikan, namanya pun kembali berganti menjadi Jembatan Het Middelpunt Brug yang berarti Jembatan Pusat. Pada 1938 fungsi jembatan diubah menjadi jembatan gantung. Tujuannya agar dapat diangkat untuk lalu lintas perahu dan mencegah kerusakan akibat banjir, namun bentuk dan gayanya tidak pernah diubah. Nama jembatan inipun kembali berubah menjadi Jembatan Phalsbrug Juliana atau Juliana Bernhard, karena waktu itu Ratu Juliana yang menjadi ratu di Belanda. Sebelumnya, jembatan juga diberi nama Jembatan Wilhemina (Wilhemina brug), ibu dari Juliana.   Jembatan Kayu Ini Memiliki Panjang 30 Meter dan Lebar 4,43 Meter. Jembatan Kota Intan adalah sebuah jembatan ‘jungkit’ yang berwarna merah marun warisan Belanda dengan konstruksi besi dan kayu yang terletak di Kawasan Kota Tua Jakarta [Berbagai Sumber] . . . 📸 June 16, 2018 . . . #oldtown #bridge #jembatankotaintan #kotatuajakarta #jakartaoldtown #historical #heritage #underconstruction #visitjakarta #wheninjakarta #enjoyjakarta #holiday #cityexplore #walkingtour #citysightseeing #architecture #publicarea #trip #travel #traveling #adventure #tourism #jakarta #wisatakotatua A post shared by Fransiska Tan (@fransiskatan) onJun 16, 2018 at 3:43am PDT Kemudian pasca proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, nama jembatan inipun lagi-lagi diubah menjadi seperti yang kita kenal hingga kini yakni Jembatan Kota Intan. Nama ini disesuaikan dengan nama lokasinya yang berdekatan dengan bastion Kastil Batavia yang diberi nama Bastin Diamont (Intan). Selama perjalanan Jembatan Kota Intan ini Belanda sempat membangun beberapa jembatan serupa di Batavia atau yang sekarang menjadi Jakarta. Namun jembatan-jembatan itu sudah tidak ada lagi, yang tersisa hanyalah Jembatan Kota Intan. Untuk melestarikan keberadaannya, maka pada tahun 1972 Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, menetapkan Jembatan Kota Intan sebagai benda cagar budaya. Saat ini Jembatan Kota Intan menjadi salah satu objek wisata sejarah yang banyak dikunjungi wisatawan. Tak sedikit pula yang menjadikan Jembatan Kota Intan ini sebagai objek foto untuk prewedding atau pra-menikah. Selain karena nilai historisnya, jembatan ini memiliki keunikan pada bangunannya. Untuk mengunjungi Jembatan Kota Intan ini, Anda tidak dipungut biaya tiket, hanya saja dimintai biaya untuk kebersihan dan parkir. Jembatan Kota Intan terletak di Ancol, Pademangan, Jakarta Barat. Untuk menjangkaunya dapat menggunakan bus Transjakarta koridor 1 jurusan Blok M – Kota. (Sumber: Artikel jakarta.panduanwisata.id, Foto flickr.com)
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...