TRIPTRUS - Pembenahan taman nasional itu menggunakan prinsip-prinsip pengembangan pariwisata berkelanjutan sesuai rujukan dari Badan PBB untuk Pariwisata.
Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membenahi 7 taman nasional untuk mengoptimalkan aset hutan dan taman sebagai atraksi destinasi wisata yang memikat."Hutan tropis dan taman nasional memiliki nilai lebih buat 'Wonderful Indonesia' dalam pelestarian alam," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (1/3/2016).Menpar menyebutkan kerja sama sejak Oktober tahun lalu dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu membenahi 7 taman nasional yakni Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Nasional Baluran, Taman Nasional Kepulauan Seribu, Taman Nasional Way Kambas, Taman Nasional Rinjani, dan Taman Nasional Gunung Tambora.Pembenahan taman nasional itu, menurut Arief Yahya, menggunakan prinsip-prinsip pengembangan pariwisata berkelanjutan sesuai rujukan dari Badan PBB untuk Pariwisata Dunia (UNWTO).
Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian LHK Tachrir Fathoni mengatakan bahwa langkah konkret pembenahan taman-taman nasional itu adalah membuat koneksi dalam tiga klaster, yakni klaster pertama Lampung dan Jawa, khususnya Jawa Barat dan DKI Jakarta, klaster dua daerah Jawa Timur, dan klaster tiga di Nusa Tenggara Barat.
Dalam ketiga klaster tersebut, lanjut Tachrir, harus ada satu integrasi antara alam, budaya, dan atraksi buatan lainnya.Tachrir menyebutkan empat strategi yang akan digunakan.Pertama, penguatan terhadap destinasi wisata alam yang ada dengan membuat konsep klaster guna memperoleh manfaat yang tinggi dengan pelayanan kenyamanan dan kemewahan bagi pengunjung dengan tetap mengendepankan faktor konservasi serta mengembangkan konektivitas berbagai lokasi dalam klaster yang berbatas menjadi satu kesatuan destinasi.
Kedua, menciptakan destinasi wisata alam yang baru untuk mengembangkan konektivitas berbagai lokasi destinasi alam di dalam klaster.Ketiga, mendesain keunggulan komparatif destinasi wisata alam melalui berbagai upaya taktis dan strategis. Keunikan spesifikasi taman nasional dan taman wisata alam dikemas serta didesain sesuai dengan segmen pasar yang ingin dikembangkan dan terintegrasi dalam desain kawasan strategis nasional (KSN).Keempat, mewujudkan 3P (public private partnership) dalam pengembangan wisata alam. (Sumber: Artikel kompas.com Foto: dephut.go.id)
...moreTripTrus.Com - Yo, Desember udah di depan mata nih, bulan paling rame buat jalan-jalan di Indo! Banyak banget acara seru, dari tradisi unik sampai konser musik keren, bikin akhir tahun lo makin pecah. Nah, gue udah rangkumin nih beberapa event kece yang sayang banget kalo dilewatin. Yuk, simak biar lo bisa atur liburan lo sekarang juga!
View this post on Instagram
A post shared by GenPi Sumbar (@genpisumbar)
1. Seni Budaya yang Bikin Lo Makin Cinta Indonesia
Event seni dan budaya ini bukan cuma seru, tapi juga bikin lo makin cinta sama keberagaman Indo.
Festival Tumbe (1–4 Desember, Banggai Laut, Sulsel) Lo bakal ngeliat tradisi "Tumbe," ritual adat khas Banggai buat persiapan pernikahan adat. Ada pawai perahu tradisional yang dihias super cantik, tari-tarian lokal, dan bazar makanan khas yang dijamin bikin lo betah nongkrong.
Pesona Minangkabau (5–8 Desember, Tanah Datar, Sumbar) Di sini, lo bisa liat prosesi adat Minang kayak prosesi "Manjalang Mintuo" (mengunjungi mertua) dan pacu jawi (balapan sapi di sawah). Plus, jajanan Minang otentik kayak rendang sama galamai bakal memanjakan lidah lo.
Festival Rupat (6–8 Desember, Bengkalis, Riau) Selain seni Melayu seperti tari zapin, lo juga bakal disuguhi lomba sampan layar yang seru banget. Jangan lupa mampir ke pantai pasir putih Rupat yang instagrammable abis.
Pangandaran Festival (6–7 Desember, Pangandaran, Jabar) Event ini ngasih vibes liburan all-in-one: dari lomba paddleboard, pameran seni lukis pasir, sampe konser musik pantai buat bikin malam lo makin pecah.
Sultra Tenun Karnaval (7 Desember, Kendari, Sultra) Ini parade warna-warni banget, bro! Lo bisa liat kain tenun Sultra yang di-mix jadi busana kreatif. Ada juga live demo bikin tenun, cocok buat lo yang suka seni dan kerajinan.
2. Tradisi Unik yang Cuma Ada di Indo
Event ini bakal bikin lo kagum sama tradisi lokal yang out-of-the-box.
Perang Topat (10–18 Desember, Lombok Barat, NTB) Lo bakal liat perang ketupat yang bukan cuma seru, tapi juga punya makna menjaga harmoni antara umat Hindu dan Muslim di Lombok. Selain perang simbolis, ada juga bazar makanan tradisional khas Lombok!
Pesona Selat Lembeh (11–13 Desember, Bitung, Sulut) Snorkeling dan diving di Selat Lembeh udah juara, ditambah atraksi kayak lomba perahu hias dan festival kuliner seafood segar. Lo juga bisa explore spot underwater photography yang terkenal mendunia!
Lima Danau Festival (12–15 Desember, Solok, Sumbar) Kombinasi seni tradisional seperti randai dan tari piring dengan view epik lima danau: Danau Singkarak, Danau Talang, Danau Di Atas, Danau Di Bawah, dan Danau Kembar. Sunset-nya? Juara!
[Baca juga : "Event Seru Akhir Tahun Di Jakarta Yang Wajib Lo Kunjungi!"]
3. Musik dan Hiburan yang Bikin Malam Lo Pecah
Dari konser musik sampe festival, vibe-nya dijamin bikin lo happy.
Jogjarockarta Festival (15 Desember, Jogja) Pecinta musik rock, ini surganya lo! Ada lineup musisi top dari dalam dan luar negeri. Selain konser, ada merchandise area buat lo yang mau koleksi barang-barang band kesayangan.
Denpasar Festival (22–25 Desember, Bali) Event tahunan ini menampilkan seni kontemporer dan tradisional Bali. Ada tari kecak kolosal, fashion show kain endek, sampe pertunjukan musik indie yang cozy banget.
Swara Prambanan (31 Desember, Prambanan, Jogja) Malam tahun baru lo bakal beda di sini. Lo bakal disuguhi konser musik dengan latar megah Candi Prambanan yang dihias lighting spektakuler. Ada juga fireworks show buat penutup yang epik.
4. Event Lain yang Nggak Kalah Seru
Kalo lo suka pengalaman unik, cobain event ini!
Jelajah Ruang Menoreh Geo Heritage Run & Walk (7 Desember, Kulon Progo, Jogja) Lari atau jalan santai sambil explore alam Menoreh yang penuh sejarah geologi. Rutenya lewat kebun teh, hutan pinus, dan view sunset Gunung Merapi!
Festival Tanjung Waka (13–15 Desember, Kepulauan Sula, Malut) Kombinasi lomba dayung tradisional dan upacara adat khas Sula. Ada juga pameran mutiara Maluku Utara yang kece banget.
Festival 1000 Degan (15–25 Desember, Tegal, Jateng) Event ini cocok buat pecinta kuliner. Lo bisa nyobain 1000 jenis olahan kelapa muda, dari es degan sampe makanan modern kaya pudding dan cake degan.
Desember ini Indo tuh beneran kaya sama budaya, alam, sama hiburan. Jadi, lo udah tau mau kemana? Cus, catet tanggalnya, ajak temen, keluarga, atau pacar lo buat eksplor semua event ini. Jangan sampe ketinggalan, bro! 🌟 (Sumber Foto @udaunisawahlunto)
...moreTripTrus.Com - Selalu saja ada hal menarik ketika Anda memilih Bogor sebagai tujuan destinasi untuk berlibur. Mulai dari danau, pegunungan, hingga wisata alamnya selalu menjadi daya tarik wisatawan.
View this post on Instagram
Moment sunrise memang paling ditunggu untuk di nikmati, bnyak tempat bagus untuk melihat sunrise tak terkecuali di puncak batu roti ini, tepatnya berada di ciampea bogor, pemandangan yg super indah ini, ingin rasanya kembali ksini. . 📍 Puncak batu roti, gunung kapur, ciampea, bogor . 📷 @rahmancosta92_
A post shared by M Bista Ilham (@bistailham_) onMay 22, 2018 at 4:13am PDT
Salah satu destinasi yang menarik dan tak boleh dilewatkan adalah mengunjungi bukit batu roti. Ini merupakan gunung kapur di Ciampea Bogor. Berada di atas puncak roti, Anda akan melihat lanskap tercantik di Bogor. Pemandangan alamnya terlihat memesona, ditambah struktur bebatuan di puncaknya menarik untuk dijadikan background untuk Anda berswafoto.
Bogor tak hanya memiliki gunung Pangrango. Kota hujan ini juga memiliki bukit kapur yang kerap diincar wisatawan. Bukit Kapur memiliki tiga puncak yang memiliki pemandangan yang sama indahnya. Bukit yang didominasi oleh tanah dan karst berketinggian tidak lebih dari 400 mdpl ini memberikan sensasi yang berbeda.
[Baca juga : "Lokasi Wisata Bogor Dengan Spot Underwater Yang Keren Abis"]
Salah satu puncak yang paling diincar wisatawan untuk berburu sunrise adalah puncak batu roti. Puncak yang dikenal dengan karstnya yang membentuk seperti roti jika dilihat dari bawah. Bisa dibilang Puncak Batu Roti adalah salah satu spot terbaik untuk melihat matahari terbit di Bogor Barat. Ditunjang dengan puncak karst yang mengerucut, membuat Anda dapat memandang ke sekelilingnya 180 derajat tanpa terhalang apa pun. (Sumber: Artikel inews.id Foto payungrimba.blogspot.com)
...moreTripTrus.Com - Sumatera Utara (Sumut) menawarkan destinasi wisata baru: Agro Wisata. Objek wisata ini berada dilintas kota Berastagi Tanah Karo. Kawasan ini memang layak menjadi agro wisata, mengingat sarana dan prasarananya sangat komplet, lengkap bahkan memuaskan berada di kawasan ini.
Mulai dari pembibitan kopi, kebun kopi, pengolahan (pengeringan sampai produksi bahan jadi), begitu juga dengan Aren, mulai dari pembibitannya, budidayanya (dikolaborasi dengan Kopi), pengolahan Air Nira jadi Gula Semut. “Juga perpaduan antara bubuk Kopi dan Gula aren Serbuk atau Gula Semut,” papar wirausahawan bidang pertanian dan pariwisata Sumut, Benson Kaban di Medan.
View this post on Instagram
Musim hujan memang berperan cukup penting dalam menghasilkan ceri kopi yang akan berbuah. Tapi jika musim hujan datang bersamaan di saat musim panen, maka itu juga berarti ancaman bagi ceri kopi yang sedang matang. Curah hujan yang tinggi bisa membuat ceri kopi berguguran ke tanah. #tanahkaro #karohighland #kopikaro #berastagi #kabanjahe #jumakacihe by: 📸 @jangkung__mjl
A post shared by Juma Kacihe (@jumakacihe) onOct 8, 2018 at 6:13am PDT
Dijelasan, kawasan Agro Industri sekaligus menjadi destinasi wisata baru di Kota Berastagi, posisi lokasi sangat strategis, dekat dengan Peternakan Sapi dan produksi Susu Segar Berastagi, Pabrik Produksi Markisa Dewi Berastagi, Pagoda tertinggi se-Asia Tenggara.
Juga ada pusat Jajanan Peceren, Kampus Quality, hotel berbintang (Sibayak, Micky Holiday, Sinabung, Mutiara, Green Ori, Horison) dan kota Berastagi, juga hanya berjarak sekitar 15 Km dari kota Kabupaten, Kota Kabanjahe dan sekitar 60 Km dari Ibu kota Provinsi Sumatera Utara, Kota Medan.
[Baca juga : "Sensasi Perpaduan Kopi, Kuliner, Dan Wisata Merapi"]
“Industri Kopi Aren tersebut merupakan industri organik, tanpa bahan kimia. Proses yang diterapkan adalah proses alami yang dipadu dengan sentuhan teknologi modern. Hal tersebut akan sangat baik sebagai produk wisata edukasi, khususnya kepada anak usia dini dan anak usia pendidikan dasar,” tandasnya.
Lokasi agrowisata akan menempah mentalnya untuk lebih mencintai lingkungan hidup, punya kesadaran dalam hal pelestarian alam dan menggunakan dan mengkonsumsi produk organik, dalam hal ini khusus tentang Gula yang sehat, mengingat situasi terkini produk industri makanan anak-anak sangat banyak mengandung pemanis buatan atau bahan kimia. Tidak tertutup kemungkinan Kolaborasi Kopi Aren akan memproduksi Permen “kopi Aren” yang baik dikonsumsi anak-anak.
“Dilokasi tersebut juga akan dibangun satu Cafe bernama “Cafe Aren”. Di cafe tersebut akan ada menu mulai dari aren segar/Air Nira, Kopi Asli dan produk Kopi yang diseruput dengan Air Nira yang dipanaskan dan Juga produk Industri bubuk kopi dan serbuk Gula Aren yang sudah di mix,” ujarnya.
Bangunan cafe tersebut di dominasi dari produk turunan Aren, mulai dari Atap, Tiang dan dinding, Lantai dan Peralatan lainnya seperti Meja dan Kursi termasuk dalam perlengkapan lainnya.
“Terkait dengan pemasarannya, selain mengandalkan “market pleace” toko online dan publikasi media massa, tim pemasaran juga akan melakukan satu gerakan pemasaran yang digabung dengan semangat Pariwisata, dinamakan “aksi eksekusi lapangan,” sambungnya.
Sebagai catatan, tambah dia seperti dilansir laman Wartaekonomi.co.id, Kopi Aren masih sekedar nama Produk, sedangkan Merek Produk belum ditentukan hingga waktu agroindustri ini akan dimulai. (Sumber: Artikel-Foto bisniswisata.co.id)
...moreTripTrus.Com - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, bersama para pegiat kopi kembali bakal menggelar Festival Kopi Temanggung.
View this post on Instagram
http://m.mediaindonesia.com/read/detail/174350-festival-kopi-temanggung-ke-4-digelar-september https://www.suaramerdeka.com/news/baca/107563/festival-kopi-temanggung-keempat-akan-dibuat-lebih-baik http://radarsemarang.com/2018/07/24/festival-kopi-2018-dirancang-lebih-menarik/ #festivalkopitemanggung2018 #festivalkopinusantara #festivalkopibogor2018 #festivalkopiflores #festivalkopitemanggung #festivalkopitanahairkita #pariwisatatemanggung #genpijateng #kopitemanggung #nikmatnyakopinegeritembakau #hipmijateng
A post shared by festival kopi temanggung 2018 (@feskop_temanggung) onAug 20, 2018 at 9:27pm PDT
Ketua Panitia Festival KopiTemanggung Ardhi Wiji Utomo mengatakan Festival Kopi yang diselenggarakan untuk keempat kalinya ini berlangsung di Gedung Pemuda Temanggung pada 28 September hingga 1 Oktober 2018. “Tahun ini akan ada 60 stan,” kata dia di Temanggung, Selasa, 25/9.
Ardhi mengatakan arnimo tahun ini memang lebih besar ketimbang sebelumnya. Tahun lalu hanya ada 40 stan. Dari 60 stan yang ikut itu 42 di antaranya merupakan stan kopi dan 18 lainnya stan pendukung. “Misalnya kuliner dan lain-lain," katanya.
[Baca juga : "Sejarah Singkat Pabrik Gula Madukismo Jogja"]
Tujuan festival kopi ini adalah untuk memperkenalkan kopi Temanggung. Menurut Ardhi geliat usaha kopi di Temanggung semakin meningkat. Saat ini diperkirakan ada sekitar 100 merek kopi kemasan Temanggung.
Festival juga akan jadi ajang pertemuan antara buyer pabrikan, eksportir kopi, dan kopi shop, dan petani kopi. “Jika semua pihak terkait sudah saling kenal dan ada kesepakatan diharapkan nantinya ada ekspor kopi langsung dari Temanggung," kata Ardhi..
View this post on Instagram
Makin dekat aja nih Festival Kopi Temanggung yang ke 4 . Ingat-ingat tanggalnya bro sist! Ramaikan acaranya!!!! 😉😉😉 • • • • #festivalkopitemanggung #rangopirakepenak #komunitaskopinusantara #ehayokngopi #kopisindoro #sindorocoffee #kopiarabika #arabicacoffee #kopihitam #blackcoffee #kopiindonesia #aselitemanggung #kopinusantara #coffee #coffeeaddict #kopilokal #kopijawa #javacoffee #hobikopi #kopienak #pecintakopi #sukakopi #coffeelovers #manualbrewing #kopitemanggung #temanggung #sindoro #jawatengah #kopijateng #indonesia
A post shared by festival kopi temanggung 2018 (@feskop_temanggung) onSep 24, 2018 at 9:11pm PDT
Guna memeriahkan acara panitia juga akan memnetaskan kesenian tradisional, seperti jaran kepang, topeng ireng, warokan, angklung, dan tarian dari Sanggar Didik Nini Thowok. Ada pula penampilan sembilan band akustik.
Lalu pada hari terakhir festival, 1 Oktober 2018, karena bertepatan dengan Hari Kopi Internasional panitia akan menyediakan 1.000 gelas kopi gratis. (Sumber: Artikel-Foto tempo.co)
...moreMenyelam dan melihat terumbu karang yang cantik nan memukau di dasar laut memang sangat menggairahkan, tetapi menyelam dan menyusuri bebauan granit bawah laut, masuk diantara sela batuan granit tersebut memberi pengalaman tersendiri bagi saya.
Belitung terkenal dengan pantai yang indah dan dipadu dengan batuan granit besar yang menambah kesan exotisnya. konon tempat seperti itu hanya ditemukan di dua tempat di dunia yaitu Belitung dan satu lagi di kepulauan Seychelles, Afrika Tengah.
Penyelaman kali ini saya lakukan di salah satu spot diving di perairan Tanjung Kelayang, sisi utara pulau Belitung. Spot tersebut bernama Batu Malang Penyu. Nama Batu Melang Penyu sendiri diambil karena spot penyelaman ini berada di sekitaran batu granit besar yang berbentuk penyu dan berada sendirian di tengah lautan, yah sungguh malang. Kita bisa melihat batu ini dari kejauhan ketika kita berada di pantai Tanjung Kelayang.
Baiklah, sekarang akan kita mulai cerita penyelaman kita menyusurui batuan granit bawah laut Belitung. Ketika mulai penyelaman, sajian terumbu karang yang cantik menyambut kita di kedalaman dua meter. Semakin masuk ke dalam kita akan melewati celah yang terbentuk dari reruntuhan batu granit tersebut. Adrenalin mulai terpacu, celah tersebut mulai menyempit dan hanya bisa di lewati oleh satu orang. Kita harus hati-hati dan tidak boleh memegang sembarangan karena banyak sisi yang tajam dan mungkin bisa melukai kita.
Penyelam harus cepat melewati celah tersebut karena terkadang ada arus yang bisa melemparkan kita apalagi jika kita menyelam di musim Barat yaitu periode November – Februari karena ombak dan arus di Belitung akan lebih kuat saat musim tersebut. Keluar dari celah tersebut kita akan melihat reruntuhan batuan granit yang sudah di tumbuhi terumbu karang di atasnya. Batuan granit tersebut tersusun cantik berpadu dengan warna-warni coral dan ikan karang yang bermain seakan menggoda kita. Menyusuri dan menyelami batuan granit Belitung tidak hanya memanjakan mata dan juga adrenalin kita.
Dari segi ilmu pengetahuan kita juga bisa mencoba mengetahui dan meneliti dari mana Batuan granit tersebut berasal. Batu Granit besar yang kita lihat di daratan Belitung ternyata hanya sebagian kecil. Di dasarnya Batuan granit tersebut menyambung antara satu batu dengan batu yang lain. Setelah puas diving kita bisa memanjat ke atas Batuan tersebut dan melihat landscape yang sangat indah dari atasnya.
Di atas batu Malang Penyu ini kita bisa menemukan telur burung Camar dan juga banyak Ular laut yang bersembunyi disela bebatuan. Petualangan diving menyusuri bebatuan granit bawah laut Belitung sungguh tak terlupakan. Belitung sungguh indah, begitu pun Indonesia. Jaya Nusantara.
...moreTripTrus.Com - Bogor memang memiliki banyak tempat wisata yang bisa kamu eksplore, apalagi jarak Kota Hujan ini tidak jauh dengan ibukota. Berbicara tentang wisata Bogor, Curug memang menjadi primadona. Salah satunya yakni Curug Ciampea dan Green Lagoon.
Dua lokasi wisata di Bogor ini memang tak bisa dipisahkan, lokasinya sendiri berada di lereng barat laut Gunung Salak dengan alamat Desa Tapos I, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Mungkin banyak diantara kalian yang belum mengetahui, lokasi ini sebenarnya berdekatan dengan Curug Luhur, Curug Cipeuteuy, serta Curug Sawer.
View this post on Instagram
Ingatan tak seperti memory card yg bisa kita pilih bagian baik dan kita hapus bagian buruknya. Ingatan adalah rangkaian kenangan manis,asam,asin&pahit. Ikhlas kan karena itu konsekuensi atas pilihan2 kita di masa lalu, &sebagai cermin pembanding untuk lebih baik lagi di masa yg akan datang. #greenlagoon #greenlagoonbogor #halfunderwater #underwater #underwaterphotography #gopro #domeport #wisatabogor #curugbogor #indoflashlight #indoflashlightbogor #zonafotografi #keluarbentar #indotravellers #explorebogor #instagram #instagood #instapic #instalike #like4likes #like4follow #followforfollowback
A post shared by Deri Sukmagar E.P (@deri_sukmagar) onAug 1, 2018 at 7:38pm PDT
Dan yang menjadi terkenal salah satunya curug Ciampea yang akan kita bahas ini. Airnya super segar dan super bening di kolam sangat pas untuk dilakukan underwater photography. Kolam atau disebut juga dengan Green Lagoon ini memiliki kedalaman sekitar 3 meter. Anda bisa bebas melalukan freediving tanpa takut terantuk bebatuan di bawahnya.
Apalagi kesejukan airnya sudah bukan rahasia lagi. Airnya memang terlihat berwarna hijau, padahal ini hanyalah pantulan warna dari daun-daun yang berada di pohon sekitar lokasi. Green Lagoon sebenarnya adalah bongkahan lava membeku dari letusan Gunung Salak.
[Baca juga : "Spot Favorit Menikmati Keindahan Kota Bogor Dari Gunung Kapur Ciampea"]
Kalau ingin menyelam atau berkunjung ke sini, pastikan saat cuaca sedang bagus. Debit air akan normal dan arus air masih bisa terkendali. Namun jika datang saat cuaca buruk atau curah hujan tinggi, ada baiknya tidak melakukan penyelaman.
Ini karena ancaman air bah bisa saja muncul. Nah buat kalian yang ingin menyelam dan mendapatkan foto keren jangan lupa membawa kamera underwater kamu. Untuk harga tiket sendiri kalian akan dikenakan biaya sebesar Rp20.000. (Sumber: Artikel bogor.pojoksatu.id Foto rumahmimpi05.blogspot.com)
...moreTripTrus.Com - Liburan Lebaran adalah saat yang tepat untuk bersama keluarga, teman, dan sahabat dalam mengeksplorasi tempat-tempat wisata yang indah. Tasikmalaya memiliki beberapa destinasi wisata menarik, baik yang alami maupun buatan, yang dapat Anda kunjungi. Berikut adalah beberapa objek wisata di Tasikmalaya yang patut Anda kunjungi:
View this post on Instagram
A post shared by kiky_kawaii (@kiky_kawaii)
1. Situ Gede
Situ Gede merupakan simbol kota Tasikmalaya. Terletak di Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Situ Gede memiliki luas sekitar 47 hektar dan sebuah pulau di tengahnya, serta makam keramat Eyang Prabudilaya. Situ Gede juga berfungsi sebagai sumber air untuk pengairan persawahan dan kolam ikan. Di tempat ini, wisatawan dapat menikmati keindahan alam dengan menyewa perahu dan menikmati ikan bakar mujaer yang tersedia di warung makan di sekitar Situ Gede.
2. Situ Cibeureum
Terletak di Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Situ Cibeureum memiliki luas sekitar 21 hektar. Selain berfungsi sebagai sumber air untuk pengairan persawahan dan kolam ikan, Situ Cibeureum juga memiliki suasana sejuk yang cocok untuk berfoto dan memancing.
3. Karang Resik
Objek wisata buatan yang baru saja diresmikan pada akhir Ramadan ini menyajikan suasana perkampungan Korea, Jepang, India, Yunani, dan Belanda. Di sini banyak tempat yang instagenic sangat cocok bagi wisatawan yang gemar swafoto. Dengan harga tiket masuk Rp35 ribu, wisatawan dapat mengunjungi seluruh anjungan dan merasakan sensasi liburan keliling Asia dan Eropa. Karang Resik berada di wilayah Kecamatan Cipedes.
4. Tee Jay Water Park
Bagi wisatawan yang gemar dengan wahana permainan air, Tee Jay Water Park adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi. Terletak di area mall Asia Plaza Jalan K.H. Zenal Mustofa, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, tempat ini menawarkan berbagai wahana permainan air, seperti kolam ombak dan seluncuran pagoda. Harga tiket masuk sebesar Rp30 ribu, sangat terjangkau bagi wisatawan dan keluarga.
[Baca juga : "Tempat Wisata Religi Yang Populer Di Jawa Tengah Untuk Libur Lebaran: 3 Masjid Yang Harus Dikunjungi"]
5. Curug Badak Batu Hanoman
Salah satu curug atau air terjun di Tasikmalaya, menjadi destinasi wisata alam yang populer. Terletak di Desa Suka Setia, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, curug ini dikelola oleh KPH Perhutani Tasikmalaya dan buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Untuk mencapai lokasi curug, wisatawan perlu berjalan kaki sejauh sekitar 250 meter dari tempat parkir. Di sekitar curug terdapat hutan pinus yang asri dan cocok untuk berswafoto, serta menawarkan suasana alam yang sejuk dan menyegarkan. (Sumber Foto @alwi_212la1)
...moreTripTrus.Com - Ditengah hingar-bingar DKI Jakarta, masih banyak berdiri bangunan-bangunan bersejarah, salah satunya adalah Masjid. Berikut ini beberapa Masjid tua dan bersejarah yang masih kokoh berdiri di tengah angkuhnya ibu kota :
1. Masjid Jami' Al-Anwar, Angke
View this post on Instagram
Masjid yg didirikan oleh seorang muslimah tionghoa yg bergaya hindu Bali, Eropa dan tionghoa pada tahun 1700-an. . Sudah menjadi cagar alam nasional sejak thn 1993 . #wisataedukasi #wisatakemasjid #wisatasekolah #masjid #masjidjamiangke @wisatasekolah
A post shared by shinta aryani dewi (@_shintaad) onJun 1, 2018 at 11:00pm PDT
Sejarah pendirian masjid ini berkaitan erat dengan peristiwa di zaman Jenderal Adrian Valckenier (1737-1741), beberapa kali terjadi ketegangan antara VOC dengan rakyat dan orang Tionghoa. Ketegangan memuncak pada tahun 1740 ketika orang-orang Tionghoa bersenjata menyusup dan menyerang Batavia. Karena kejadian ini, sang jenderal sangat marah dan memerintahkan pembunuhan massal terhadap orang-orang Tionghoa. Peristiwa ini diketahui Pemerintah Belanda, sang jenderal dimintai pertanggungjawaban dan dianggap sebagai gubernur jenderal tercela. Akibatnya, ia kemudian dipenjarakan Pemerintah Belanda pada tahun 1741. Dan tak lama kemudian sang jenderal pun akhirnya mati di penjara.
Sewaktu terjadi pembunuhan massal itu, sebagian orang Tionghoa yang sempat bersembunyi dilindungi oleh orang-orang Islam dari Banten, dan hidup bersama hingga tahun 1751. Mereka inilah yang kemudian mendirikan Masjid Angke pada tahun 1761 sebagai tempat beribadah dan markas para pejuang menentang penjajah Belanda. Masjid konon juga sering dipakai sebagai tempat perundingan para pejuang dari Banten dan Cirebon.
Berdasarkan sumber Oud Batavia karya Dr F Dehan, masjid didirikan pada hari Kamis, tanggal 26 Sya’ban 1174 H yang bertepatan dengan tanggal 2 April 1761 M oleh seorang wanita keturunan Tionghoa Muslim dari Tartar bernama Ny. Tan Nio yang bersuamikan orang Banten, dan masih ada hubungannya dengan Ong Tin Nio, istri Syarif Hidayatullah. Arsitek pembangunan masjid ini adalah Syaikh Liong Tan, dengan dukungan dana dari Ny. Tan Nio. Makam Syaikh Liong Tan, arsitek Masjid Jami Angke, yang berada di bagian belakang Masjid Jami Angke.
Menurut sejarawan Heuken dalam bukunya Historical Sights of Jakarta, kampung di sekitar Masjid Angke dulu disebut Kampung Goesti yang dihuni orang Bali di bawah pimpinan Kapten Goesti Ketut Badudu. Kampung tersebut didirikan tahun 1709. Banyak orang Bali tinggal di Batavia, sebagian dijual oleh raja mereka sebagai budak, yang lain masuk dinas militer karena begitu mahir menggunakan tombak, dan kelompok lain lagi datang dengan sukarela untuk bercocok padi. Selama puluhan tahun orang-orang Bali menjadi kelompok terbesar kedua dari antara penduduk Batavia (A Heuken SJ, 1997:166).
Selain orang-orang Bali, kampung sekitar masjid dulunya juga banyak dihuni masyarakat Banten dan etnis Tionghoa. Mereka pernah tinggal bersama di sini sejak peristiwa pembunuhan massal masyarakat keturunan Tionghoa oleh Belanda. Bahkan jika kita berkunjung ke tempat tersebut saat ini, akan kita lihat masih banyak warga etnis Tionghoa yang tinggal di perkampungan tersebut.
2. Masjid Jami Tambora, Tambora
View this post on Instagram
With mosques, it's often difficult to guess if they're old or new. Some people get overzealous with upgrading or renovating them. Little expansion here, adding ceramic panels there, and the mosques look totally unrecognisable from the original. I'd thought that Masjid Jami Tambora (pictured above) and Tangerang's Masjid Jami Kalipasir were built pretty recently, perhaps in the last 30 or 40 years. It wasn't until I saw signs in front of the mosques that I came to understand that both were actually built in the 18th century.
A post shared by Heru Santoso (@sirhumphreyappleby) onFeb 3, 2019 at 6:23am PST
Masjid Jami Tambora dibangun pada tahun 1181 H (1761 M) oleh Kiai Haji Moestoyib, Ki Daeng, dan kawan-kawan. Mereka berasal dari Makasar dan lama tinggal di Sumbawa tepatnya di kaki Gunung Tambora. Pada tahun 1176 H (1756 M) KH. Moestodijb dan Ki Daeng dikirim ke Batavia oleh Kompeni karena menentang dan dihukum kerja paksa selama lima tahun.
Setelah hukuman selesai mereka tidak kembali ke Sumbawa, tetapi menetap di Kampung Angke Duri (sekarang Tambora) dan berkenalan dengan ulama setempat. Kemudian mereka menemukan ide untuk membangun sebuah masjid sebagai tanda syukur. Lokasinya sengaja dibuat di tepi Kali Krukut karena saat itu air kali masih jernih sehingga bisa dipakai untuk berwudlu.
Sumber lain menyebutkan, konon Masjid Tambora ini dibangun oleh H. Moestoyib, bersama seorang kontraktor Tionghoa Muslim yang berasal dari Makasar pada tahun 1761, kedua Muballigh itu ditahan oleh penguasa Belanda selama kurang lebih 5 Tahun dengan tuduhan makar, tetapi tuduhan itu tidak terbukti dan mereka pun dibebaskan, lalu penguasa Belanda memberikan sebidang tanah di luar tembok Batavia yang kemudian dibangun Masjid Tambora.
Sejak masjid selesai dibangun, peribadatan dimasjid ini dipimpin oleh K.H. Moestoyib sampai wafat. Haji Mustoyib dikuburkan di halaman depan masjid ini demikian pula dengan Ki Daeng. Guna kelanjutan kegiatan masjid setelah mereka wafat maka pada tahun 1256 H (1836 M) pimpinan masjid dialihkan kepada Imam Saiddin sampai wafat. Setelah itu masjid telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan. Terakhir pada tahun 1370 H (1950 M) pimpinan dipegang oleh Mad Supi dan kawan-kawannya dari gang Tambora. Masjid ini diperluas dan dipugar menyeluruh pada tahun 1980.
3. Masjid Jami Almubarak, Krukut
View this post on Instagram
Diantara kebaikan Di bulan Ramadhan adalah menuntut Ilmu
A post shared by arfan latif (@arfan_latif) onJun 2, 2017 at 7:04pm PDT
Masjid Jami Almubarak atau Masjid Krukut adalah salah satu masjid tua di Jakarta, dibangun sesudah tahun 1785 di atas sebidang tanah luasnya 1.000 m2 yang disebut Cobong Baru. Dibangun oleh kaum peranakan Tionghoa di Batavia, setelah memperoleh izin dari Gubemur Jenderal Alting. Izin tersebut diberikan kepada kapitan Cina peranakan (Muslim) yang bernama Tamien Dosol Seeng. Pada abad ke-19 dan abad ke20 masjid ini mengalami perubahan besar. Sebuah mimbar kayu pantas dianggap karya besar seni ukir Tionghoa. Sayang sekali, bentuk ukiran mimbar itu tak tajam lagi akibat dilapisi cat perak tebal pada tahun 1975 dan kini mimbar tersebut raib tak jelas keberada’annya.
Perombakan dan pembangunan total masjid ini dilakukan tahun 1994 14 Januari 1994, diperluas oleh tanah wakaf yang diberikan Syech Abdul Khaliq A Bakhsh dan dilaksanakan oleh Abdul Malik Muhammad Aliun sebagai wakaf untuk umat Islam. Di kawasan Krukut kini sudah hampir tak ada lagi muslim Tionghoa yang bermukim disana dan justru lebih banyak di dominasi muslim keturunan arab.
[Baca juga : "5 Fakta Sejarah Tentang Pulau Penyengat"]
4. Masjid Jami’ Kebon Jeruk, Kebon Jeruk
View this post on Instagram
Masjid Jami Kebon Jeruk Jakarta Kota Markaz Dakwah dan Tabligh Indonesia Malam Markaz setiap malam jum'at di seluruh dunia #masjidkebonjeruk #malammarkaz #markazdakwahtablighindonesia #dsas #khurujindonesia
A post shared by Jefry Berahim (@jefryberahim) onDec 21, 2018 at 2:07am PST
Menurut data dari Dinas Museum dan Pemugaran Provinsi Jakarta, Masjid Jami’ Kebon Jeruk, Kebon Jeruk didirikan oleh seorang Muslim Tionghoa bernama, Chau Tsien Hwu atau Tschoa atau Kapten Tamien Dosol Seeng di tahun 1786. Beliau adalah salah seorang pendatang dari Sin Kiang, Tiongkok yang kabur dari negerinya karena ditindas oleh pemerintah setempat.
Sesampai di Batavia, ia menemukan sebuah surau yang tiangnya telah rusak serta tidak terpelihara lagi. Kemudian di tempat tersebut, ia dan teman-temannya, sesama pendatang dari Tiongkok mendirikan mesjid dan diberi nama Masjid Kebon Jeruk. Alasan diberinya nama Masjid Kebon Jeruk, menurut petugas Istiqbal (humas-red) Masjid Kebon Jeruk, Abdul Salam, karena memang pada waktu itu di daerah ini ditumbuhi banyak pohon jeruk.
Jauh sebelumnya, tahun 1448 Masehi, di lokasi ini telah berdiri sebuah mesjid surau atau langgar. Bangunannya bundar, beratap daun nipah, bertiang empat, masing-masing penuh dengan ukiran. Siapa saja pendirinya tidak diketahui. Chan tsin Hwa beserta istrinya Fatima hwu tiba di Batavia pada tahun 1718, dan menetap di daerah Kebon Jeruk sekarang ini. Mereka ini adalah rombongan muhajirin (pengungsi) yang memeluk agama Islam, yang terpaksa meninggalkan negrinya karena terdesak oleh penguasa Dinasti Chien yang menganut agama leluhur mereka, Budha.
Selain nilai historisnya, masjid ini menjadi terkenal karena Masjid Kebon Jeruk sebagai pusat kegiatan tabligh dan dakwah Islam di Indonesia. Masjid Jami’ Kebon Jeruk ini menjadi markas kegiatan Jemaah Tabligh untuk wilayah Indonesia dengan kegiatan jamaahnya adalah melakukan penyebaran Islam dengan mengunjungi berbagai tempat di seluruh nusantara dan berbagai negara.
5. Masjid Az-Zawiyah, Pekojan
View this post on Instagram
Masjid Az Zawiyah adalah salah satu masjid tua yang berada di kawasan Pekojan, Jakarta Barat. Masjid yang terletak di jalan Pekojan Kecil dibangun oleh Habib Ahmad bin Hamzah Alatas dari Tarim, Yaman Selatan. Biasanya di 10 malam terakhir Ramadhan ada tradisi buka bersama di beberapa masjid tua di Jakarta salah satunya adalah masjid Azzawiyah di setiap tanggal ganjil. Dengan adanya buka bersama ini, terlihat semakin eratnya umat muslim di Indonesia, terbukti tidak dari Jakarta saja yang menghadiri acara buka bersama ini, ada yang dari Jonggol, Bogor, Depok dan sekitarnya. Semoga dengan adanya tradisi seperti ini umat muslim di Indonesia semakin mesra hubungannya dengan sang Maha Pencipta. __ Foto : @sugoroaprian __ #iwashere #bukber #masjidazzawiyah #pekojan #jakarta #detikdetikterakhirramadhan #indonesia
A post shared by Irfan Ramdhani (@ramdhani_irfann) onJun 22, 2017 at 3:28am PDT
Masjid Az-Zawiyah merupakan salah satu masjid tua Jakarta yang berada di kawasan Pekojan. Masjid ini pertama kali dibangun oleh Habib Ahmad bin Hamzah Alatas pada tahun 1812M, Beliau adalah seorang ulama yang berasal dari Tarim, Hadramaut, Yaman. Dan juga dikenal sebagai tokoh yang memperkenalkan kitab “Fathul Mu’in” atau kitab kuning yang hingga saat ini masih dijadikan sebagai rujukan di kalangan pesantren tradisional.
Habib Ahmad bin Hamzah Alatas juga merupakan guru dari Habib Abdullah bin Muhsin Alatas, seorang ulama besar yang kemudian berdakwah di daerah Bogor. Ketika dibangun, masjid ini tidak saja merupakan sebuah bangunan untuk ibadah semata namun juga merupakan tempat penyelenggaraan pendidikan islam. Kini bangunan masjid ini dikelola oleh Yayasan Wakaf Al-Habib Ahmad Bin Hamzah Alatas.
Masjid Azzawiyah berada tidak jauh dari jalan Pekojan Kecil, awalnya hanya berupa mushola kecil, Mushola ini kemudian diwakafkan hingga sekarang dan kemudian menjadi sebuah masjid. Kawasan Pekojan juga dikenal sebagai Kampung arab meskipun pada awalnya dihuni oleh Muslim dari India. Saat ini di Pekojan terdapat 4 Masjid Jami’ dan 26 mushola beberapa diantaranya sudah eksis sejak era kolonial.
Masjid kecil ini begitu ramai dikunjungi oleh muslim keturunan arab terutama di hari Lebaran hingga hari ketiga. Tepat di depan Mushola ini berdiri rumah tua bergaya Moor, rumah tersebut sekarang ditempati keluarga Saleh Aljufri. Keluarga Saleh Al-Jufri ini adalah salah satu keturunan Arab yang masih tinggal di kawasan Pekojan. (Sumber: Artikel situsbudaya.id Foto bujangmasjid.blogspot.com)
...more