shop-triptrus



Liburan Jadi Kebutuhan Prioritas Bagi Generasi Milenial

TripTrus.Com - Gaya hidup generasi milenial menjadi perbincangan masyarakat saat ini karena dianggap mengalami pergeseran. "Mereka yang lahir pada 1980-2000 ini menganggap bahwa liburan menjadi salah satu kebutuhan yang harus diprioritaskan setelah kebutuhan pokok." Anggapan ini diamini oleh Direktur Marketing dan Teknologi lnformasi Garuda lndonesia, Nina Sulistyowati. Fenomena ini pula yang menurutnya menjadi kesempatan bagi maskapainya untuk menjembatani kebutuhan traveling para milenial.   You will find a the oldest tree roots on our way to Orangutan. This tour also children friendly. (Preferable 7.yo above) Exploring to the north part of Indonesia! Wonderful Bukit Lawang www.butiktrip.com +6281213144604 butiktripinfo@gmail.com #tourprogram #travelagent #travelagents #travel #travelgram #touritinerary #wonderfulindonesia #traveller #travelling #tourpackage #gotouring #travelgrams #aseantourism #japantourist #japanesetraveler #singaporetour #singaporetraveler #singaporetravelagent #europeantraveler #butiktrip #orangutantrip #tourorangutan A post shared by BUTIKTRIP (@butiktrip) onNov 22, 2017 at 7:16am PST "Ya banyak survei yang mengemukakan bahwa ada pergeseran konsumsi milenial. Jadi, kebutuhan traveling meningkat, liburan menjadi salah satu kegiatan yang wajib bagi para milenial," ujar Nina dalam Penandatanganan Kerjasama Garuda Indonesia dan Tourism Australia di Jakarta, Jumat (3/11/2017).Selain kebutuhan akan traveling yang meningkat, sambung dia, generasi milenial juga cenderung menyukai paket liburan yang sudah termasuk tiket pesawat dan hotel. Selain lebih praktis, penawaran paket liburan ini juga cenderung lebih murah ketimbang harus memesannya secara terpisah."Melihat peluang ini kita juga punya program Ayo Liburan yang bekerja sama dengan pihak hotel dan perbankan seperti paket liburan ke Banyuwangi dan Pulau Komodo. Ke depannya akan kita perbanyak paket-paket liburan seperti ini," tutup Nina. (Sumber: uzone.id Foto freepik.com)
...more

Imbas Corona Covid-19, Tiga Destinasi Wisata di Indonesia Ini Jadi Sepi

TripTrus.Com - Kebijakan travel ban atau larangan kunjungan dari negara-negara yang terdampak virus corona Covid-19 berdampak besar pada sektor pariwisata Tanah Air.  Hal tersebut membuat jumlah wisatawan mancanegara atau wisman juga mengalami penurunan, khususnya wisatawan dari China. Beberapa destinasi wisata merasakan imbasnya dengan berkurangnya jumlah wisman yang berkunjung dan membuat destinasi tersebut menjadi sepi. Dirangkum suara.com dari berbagai sumber, berikut tiga destinasi terdampak telak wabah virus corona Covid-19. 1. Yogyakarta       View this post on Instagram A post shared by Anton Hari Prasetio (@antonhariprasetio_) onMar 5, 2020 at 11:15pm PST Beberapa objek wisata di Yogyakarta mengalami penurunan drastis jumlah kunjungan wisatawan. Salah satunya adalah Pantai Timang, Yogyakarta. Kondisi ini tak lepas dari merebaknya kasus virus corona yang terjadi di Asia, khususnya China. Wasiman, pelaku wisata di Pantai Timang, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, mengatakan bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara rata-rata per hari mencapai 600 hingga 700 orang. Namun sejak ramai kasus virus corona, jumlah kunjungan anjlok hingga 50 persen. "Penurunan kunjungan wisatawan mancanagera lebih dari 50 persen. Biro perjalanan banyak yang membatalkan agenda kunjungan. Kami hanya berharap kasus virus corona dapat ditangani, dan geliat wisata kembali pulih," kata Wasiman di Gunungkidul, Selasa (18/2/2020) seperti yang Suara.com lansir dari Antara. Ia mengatakan, wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Pantai Timang berasal dari Malaysia, Korea, China, dan kawasan Asia lainnya. Mereka ingin mencoba gondola dan jembatan ke pulau karang. Selain itu, kawasan Pantai Timang juga terkenal dengan olahan lobsternya. "Saat ini yang datang sebagian dari Melayu atau Malaysia," tutup Wasiman. 2. Bandung       View this post on Instagram A post shared by Putri Rahayu🌹 (@putrhy__) onMar 5, 2020 at 9:50pm PST Tempat wisatawa di Bandung juga merasakan imbas wabah corona Covid-10 salah satuynya kawasan Glamping Lake Side, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Menurut GM Glamping Lake Side, Endang Suherman, objek wisata Glamping Lake Side banyak diminati oleh wisatawan mancanegara khususnya Tiongkok dan Singapura. Adanya wabah corona menyebabkan kunjungan wisatawan menurun sampai 30 persen, seperti dikutip AyoBandung.com--jaringan Suara.com. "Sejak ada corona, wisatawan mancanegara turun 15 persen. Sebagian besarnya dari Tiongkok," tutur Endang, Selasa (25/2/2020). Rata-rata setiap bulan sekitar 6.000 wisatawan asal Tiongkok mengunjungi objek wisata yang terkenal dengan restoran kapal pinisi tersebut. Namun, saat ini kunjungan wisatawan dari negeri tirai bambu berkurang 50 persen. "Memang wisatawan mancanegara yang ke sini kebanyakan dari Tiongkok. Setelah ada corona otomatis terjadi penurunan, kan ada pembatasan juga kunjungan dari sana ke Indonesia," ujarnya. "Total penurunan keseluruhan, antara dampak corona dengan cuaca, mencapai 30 persen," tutup Endang. 3. Bali       View this post on Instagram A post shared by Adi Gusti (@gustiadi_1993) onMar 5, 2020 at 7:45pm PST Pulau Dewata Bali yang menjadi sumbu wisata Indonesia bisa jadi merupakan salah satu yang terdampak telak kabar mengenai wabah corona Covid-19. Media Inggris Daily Mail beberapa waktu lalu bahkan membagikan foto diduga Bandara I Gusti Ngurah Rai yang sepi dan menyebut Bali berubah dari kiblatnya para turis hingga menjadi kota hantu akibata larangan penerbangan dari dan ke China. "Bali berubah dari Makkah-nya para turis menjadi kota hantu setelah turis China dilarang karena menyebarnya Virus Corona," demikian bunyi headline Daily Mail seperti dikutip Suara.com. Akan tetapi, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa membantah tudingan media asing yang menyebut Bali bak kota hantu karena sepi turis. Kata Putu Astawa, berita itu hoaks. [Baca juga : "9 Inilah Tempat Bersejarah Di Kudus"] Putu Astawa menegaskan memang terjadi penurunan jumlah wisatawan di Pulau Dewata namun hanya dari turis China saja. "Penurunan wisatawan memang terjadi, tapi itu khusus market Tiongkok saja, sekitar 25-27 persen, sementara market yang lain masin on schedule, belum ada yang cancel," kata Putu Astawa seperti dikutip dari Beritabali.com--jaringan Suara.com. Menurutnya kunjungan wisatawan ke Bali memang berkurang, karena adanya penutupan penerbangan dari dan ke Tiongkok. Dari sebanyak 6,3 juta wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali, 1,185 juta di antaranya adalah wisatawan dari Tiongkok. (Sumber: Artikel suara.com Foto pixabay.com/iqbalnuril)
...more

Wohoo! Event Seru di Jawa Tengah Agustus 2023 yang Gak Boleh Lu Lewatin, Bro!

TripTrus.Com - Nah, bro, pas banget lagi di bulan Agustus, bulan Kemerdekaan nih, di Jawa Tengah bakalan ada banyak event keren yang bikin mata enggak bisa diam! Gue rangkum dari beberapa sumber, jadi lu pasti nggak mau ketinggalan deh sama event-event seru bulan Agustus 2023 di Jawa Tengah ini!       View this post on Instagram A post shared by Dwi Agus M (@dwiagus2803) Kawula Jawa Wonosobo, Cek event ini, bro, Java Balloon Attraction! Bakal seru abis, tanggal 27 Agustus 2023 jam 06.00 WIB sampe selesai. Lokasinya ada di Taman Rekreasi Kalianget. Kota Solo, Kartasura, Nah, buat para pecinta musik, check it out, Solo City Jazz #12! Tanggal 4-5 Agustus 2023 di Pamedan Mangkunegaran. Ada penampilan istimewa dari Ardhito Pramono, Tompi, Soegi Bornean, Yan Vellia, Pecas Ndahe, Elizabeth Sudira, Jungkat Jungkit. Keren, kan? Trus buat yang hobi sepeda, jangan sampe kelewatan Tour de Borobudur 2023, tanggal 5-6 Agustus 2023. Startnya dari Pura Mangkunegaran. Info lebih lanjut dan buat daftar bisa cek di www.sambabikes.com. Keren nih buat kamu yang suka tantangan! SIPA Festival juga bakal meramaikan, bro, tanggal 31 Agustus sampe 2 September 2023 di Pamedan Pura Mangkunegaran. Pastinya asik banget buat yang suka festival-festival gaul! Wong Jowo Banjarnegara, Nah, buat kamu yang ada di Kabupaten Banjarnegara, ada event seru juga nih. Winong Lodrajaya Festival 2023 dari tanggal 30 Juli sampe 6 Agustus 2023 di Lapangan Tanggul Asri Desa Winong. Langsung cek aja Instagramnya @lodrajaya_festival, bro. Warga Banyumas, Buat para pecinta seni, ada Pertunjukan Seni Kontemporer ‘Saung Mercusi’ tanggal 6 Agustus 2023 jam 09.00 WIB di Café dan Resto Mercusi Desa Tambaknegara, Kec. Rawalo. Buat info lebih lanjut, bisa hubungi Novi (081283093914) atau cek Instagramnya @desawisata_menari. Jangan sampe kelewatan! Terus, ada Grebeg Sura Baturraden 2023 nih, tanggal 10 Agustus 2023 jam 08.00 WIB sampe selesai di Lokawisata Baturraden. Ada Kirab Budaya dan lomba rinjing hasil bumi yang bikin event ini makin seru! Jawa Dadi Klaten, Nah, buat kamu yang di Klaten, ada acara keren juga nih. Pentas Musik Terapung & Kembang Api tanggal 4 Agustus 2023 jam 17.00 WIB di Taman Nyi Ageng Rakit Jimbung. Keren abis, bro! Terus ada Festival Prahu Rakit juga tanggal 4 Agustus 2023 jam 17.00 WIB di Rowo Jombor. Dan buat yang suka lari-larian, Jombor Run tanggal 5 Agustus 2023 jam 06.00 WIB juga di Rowo Jombor. Buat penutup, Festival Keroncong Plesiran Bukiut tanggal 26-27 Agustus 2023 jam 19.00 WIB di Bukit Sidoguro. Gak kalah seru! Kota Semarang, Ojo Lali! Buat warga Semarang, ada Festival Arak-arakan Cheng Ho tanggal 18-19 Agustus 2023 di Klenteng Sam Poo Kong. Seru abis buat nambah pengetahuan! Kabupaten Batang, Ngebut! Last but not least, ada Lingkar Rupa Kembar Art Festival tanggal 22 Agustus 2023 di Desa Kemiri Barat, Kecamatan Subah. Nggak boleh dilewatkan, bro! [Baca juga : "Seru Abis! Ada 3 Acara Keren Kabupaten Serang Yang Gak Boleh Dilewatkan Bulan Ini, Catat Tanggalnya"] Nah, itu dia daftar event-event keren bulan Agustus 2023 di Jawa Tengah versi gue yang pake bahasa gaul. Jadi, jangan sampai ketinggalan, bro! Semuanya seru-seru dan bisa bikin kamu ngerasain pengalaman yang beda dari biasanya. Jangan lupa di markir tanggalnya dan ajak temen-temen buat seru-seruan bareng! (Sumber Foto @indrapahlevi78) 
...more

5 Festival Kece 2025 yang Bikin Liburan Lo Nggak Cuma Healing Tapi Juga Berfaedah!

TripTrus.Com - Bro-sis traveler! Tahun 2025 ini tuh vibes-nya gak main-main, bro-sis! Dari ujung barat sampe timur, banyak festival kece yang siap lo sambangin buat healing, cari konten estetik, nambah insight budaya, sampe explore hal baru yang pastinya gak zonk! Lo bisa nikmatin parade, musik, kuliner, seni, sampe bazar handmade—all in one package! Jadi, dari sekarang mending lo tandain kalender, siapin outfit kece, dan gas bareng bestie buat eksplor festival hits ini. Cek deh, list paling kece tahun ini yang udah gue acak-acak tapi tetep gokil buat lo! 1. Tong Tong Night Market – Malang, 24–27 Juli 2025 Lo suka vibes pasar malam yang nostalgic tapi pengen versi glow up? Tong Tong Night Market di Malang ini jawabannya, bro-sis! Empat malam penuh lampion lucu, live music indie, booth jajanan lokal kekinian, sampe street food yang packaging-nya Instagramable banget. Bayangin aja lo nyicipin dessert viral sambil chill bareng DJ set low-key—suasana taman jadi magical dan cozy parah! Mulai dari penganan tradisional yang dibikin aesthetic, sampe spot foto temaram buat konten story lo yang dreamy abis. Terus, tiap malam ada live performance, musisi muda nongol satu-satu bawa vibe yang slow tapi nagih. Dan nih ya, sesi akhir acara ada workshop DIY & mini talk soal upcycle barang bekas—lo bakal pulang gak cuma kenyang, tapi juga makin sustainable mindset-nya. Gas gak tuh? 2. Solo Keroncong Festival – Solo, 25–26 Juli 2025 Nah buat lo yang mau ngerasain kombinasi musik tradisional tapi tetap nempel di lidah Gen Z, Solo Keroncong Festival ini destinasi lo, sis bro! Diadain dua hari di area Gladag sampe Puro Mangkunegaran yang epic abis, event ini bukan sekadar konser, tapi juga cultural healing spot. Paduan antara keroncong klasik + hip hop fusion bikin telinga lo happy dan hati lo adem. Ada juga workshop bareng musisi muda, diskusi musik santai, sampe spot bazar makanan tradisional yang dikemas dengan vibe cafe kekinian. Jangan skip juga experience “Becik Ketitik” yang dalam tapi catchy banget—kayak quote kehidupan yang lo bawa pulang. Lo bakal makin cinta budaya tapi tetap relevan sama zaman. 3. Asia Africa Festival – Bandung, 25–27 Juli 2025       View this post on Instagram A post shared by bdg.humas (@humas_bandung) Siap-siap, Bandung bakal geger sama event satu ini, bro-sis traveler! Asia Africa Festival balik lagi dan kali ini vibes-nya makin rame, makin niat! Bayangin lo nyusurin jalan Braga sampe Cikapundung Barat, sambil jajan kuliner lokal, hunting barang UMKM kekinian, dan cari angle buat feed IG lo yang on point. Acara full tiga hari ini ada parade budaya, fashion show, sampe penampilan komunitas lokal dan internasional yang bikin lo merasa kayak lagi di festival luar negeri—padahal lokal pride, bro! Jangan lupa mampir ke Asia Africa Corner, tempat nongki sambil cicip makanan khas, fashion bazar, sampe barang limited edition yang punya story. Tips gue: dateng hari kedua atau ketiga biar dapet vibes paling maksimal dan food stall yang lebih chill! [Baca juga : "Juli Full Gaya! 5 Festival Paling Kece Buat Lo Yang Doyan Healing Plus Budaya"] 4. Alunan Budaya Pringgasela Raya – Lombok Timur, 20–26 Juli 2025 Mau dapet experience budaya yang autentik tapi tetap kekinian? Cuss ke Desa Pringgasela Raya, Lombok Timur. Selama tujuh hari penuh, lo bakal disuguhin tenun Sasak asli, upacara adat, musik tradisional, dan talkshow seru seputar pelestarian budaya. Highlight-nya? Demo langsung dari para penenun, workshop bikin motif tenun lo sendiri (yes, bikin bukan cuma beli!), plus pertunjukan tari dan musik adat yang dikurasi biar tetap cocok sama selera Gen Z. Jangan heran kalo malem terakhir lo bakal baper gara-gara staging-nya yang megah dan nuansa budaya Lombok yang deep banget. Siap-siap bawa pulang bukan cuma oleh-oleh, tapi juga pengalaman yang soulful abis! 5. Kenduri Seni Melayu – Batam, 16–18 Mei 2025 Bro-sis, ini nih festival yang cocok buat lo yang cinta budaya Melayu tapi pengen tampil modern. Kenduri Seni Melayu di Batam bawa suasana Melayu serumpun—dari Indonesia, Brunei, Malaysia, sampe Singapura—semua tumplek blek dalam satu panggung kece di Harbourbay! Mulai dari fashion show etnik, bazar kuliner khas Melayu modern, live music lintas negara, sampe workshop batik dan kriya, semua bisa lo temuin di sini. Jangan lupa juga ada kompetisi seni tradisional ala Gen Z yang fresh. Dan penutupnya? Panggung kolosal plus kembang api yang bakal bikin malem terakhir lo pecah banget. Cocok buat lo yang suka vibes internasional tapi rooted ke budaya lokal. Tahun 2025 tuh bukan sekadar nyari liburan doang, tapi soal bikin momen yang memorable, meaningful, dan pastinya penuh warna! Dari festival keroncong sampe night market, dari vibes Melayu sampai parade budaya internasional—semuanya bisa jadi story kece buat lo share di medsos. Jadi jangan cuma wacana, yuk atur waktu, ajak bestie lo, dan eksplor festival-festival ini bareng. Karena hidup tuh terlalu singkat buat liburan yang biasa aja. Let’s make 2025 your most colorful journey ever! (Sumber Foto @nanang_malik)
...more

5 Masjid Tertua dan Bersejarah di Jakarta - Part 1

TripTrus.Com - Ditengah hingar-bingar DKI Jakarta, masih banyak berdiri bangunan-bangunan bersejarah, salah satunya adalah Masjid. Berikut ini  beberapa Masjid tua dan bersejarah yang masih kokoh berdiri di tengah angkuhnya ibu kota : 1. Masjid Al-Alam, Cilincing       View this post on Instagram Masih seputar Cilincing Jadi ternyata Cilincing itu juga punya sejarah dan peranan penting untuk Indonesia pada masa kolonial. Misalnya ini, ini adalah bangunan utama dari masjid al alam di daerah Cilincing yang didirikan untuk mengelabui kolonial belanda agar tidak datang ke Masjid Al - Alam Si pitung di daerah Merunda yang merupakan salah satu basecamp pejuang2 kita.. Karena itu lah, masjid ini jadi salah satu cagar budaya di Jakarta. Dan, sebagai cagar budaya bangunan utama masjid ini harus tetap dipertahankan sebagaimana bentuk aslinya. . . . . . - Upload bersama @instanusantara #instanusantara #instanusantarajakarta #inub3377 #injkt3377 . . . . . #cilincing #jakarta #enjoyjakarta #jakartagoodguide #jakartawalkingtour #history #masjidalalam #Skygasm #skyporn #bluesky #architecture #mosque #nikon #nikonphotography #iamnikon #nikonid #nikonindonesia #nikon1j5 A post shared by Rizka Dwi Mulyani (@zka.rizka) onFeb 28, 2018 at 4:51am PST Kejayaan Jayakarta berahir pada tanggal 12 Maret 1619, kota Kejayaan itu luluh lantak dan bersisa oleh serbuan pasukan V.O.C Belanda dibawah pimpinan J.P. Coen yang kemudian melakukan bumi hangus terhadap kota Jayakarta dan kemudian mengganti nama kota tersebut dengan nama Batavia. Perlawanan terhadap penjajahan Belanda tak pernah usai di Batavia, salah satu tokoh Pahlawan Masyarakat Betawi yang begitu melenda adalah Si-Pitung. Menurut penuturan tokoh masyarakat Marunda, Pahlawan tanah Betawi ini banyak menghabiskan waktunya untuk istirahat dan bersembunyi dari kejaran kompeni di Masjid Al-Alam yang dibangun oleh Fatahillah ini. Dulu Bang Pitung menggunakan masjid ini untuk sembunyi dari kejaran tentara Belanda. Konon, bila beliau bersembunyi di masjid ini, dia bisa tidak terlihat oleh Belanda. Itu sebabnya, masjid ini seringkali disebut sebagai Masjid Si Pitung. Di bangunan masjid terdapat lubang kecil berbentuk setengah oval di bagian kiri masjid. Konon, kala itu lubang tersebut sering digunakan untuk mengintai tentara musuh. Telepas dari semua kisah legenda pada masjid ini, bila melihat tahun pembangunannya, Masjid Al Alam ini merupakan masjid tertua di Jakarta, wajar bila kemudian di tahun 1975 pemerintah provinsi DKI Jakarta menetapkan Masjid Al Alam sebagai Cagar Budaya. 2. Masjid Jami’ As-Salafiyah, Jatinegara Kaum       View this post on Instagram Merayakan tahun baru hijriyah.serunya pawai obor A post shared by Yusuf Hamad (@yusufhamad86) onOct 1, 2016 at 7:48am PDT Masjid Jami’ Assalafiyah atau juga dikenal sebagai Masjid Pangeran Jayakarta di kawasan Jatinegara Kaum, Klender, Jakarta Timur ini, tak bisa dipisahkan dari sejarah perjuangan Pangeran Jayakarta, penguasa terahir Jayakarta sebelum kekalahannya menghadapi serbuan pasukan VOC (Belanda) dibawah pimpinan Jan Pieterszoon Coen pada tanggal 30 Mei 1619. Kekalahan pasukan Pangeran Jayakarta dalam perang melawan VOC itu berakibat pada dibumihanguskannya Jayakarta oleh pasukan VOC termasuk keraton dan Masjid Kesultanan Jayakarta yang berdiri megah di sekitar kawasan yang kini dikenal sebagai Hotel Omni Batavia. Belanda menganggap Pangeran Jayakarta tewas di dalam sebuah sumur di kawasan Mangga Dua, Jakarta, namun nyatanya yang diberondong peluru oleh pasukan Belanda di dalam sumur tersebut tak lebih dari selembar jubah dan sorban Pangeran Jayakarta yang sengaja dilemparnya ke dalam sumur tersebut untuk mengelabui pasukan Belanda, sedangkan beliau bersama para pengikutnya berhasil melarikan diri ke wilayah yang kini dikenal sebagai Jatinegara Kaum, membuka daerah baru serta mendirikan masjid yang kini dikenal dengan nama Masjid Jami’ Assalafiyah. Bahkan putra beliau yang bernama Pangeran Senapati diperintahkan untuk pergi sejauh mungkin dari Jayakarta untuk menghindari kejaran Belanda sekaligus menyebarkan ajaran Islam ke luar Jayakarta, pada ahirnya menetap di wilayah Cibarusah kabupaten Bekasi dan mendirikan Sebuah masjid yang dikemudian hari menjadi pusat perjuangan pasukan Hisbullah melawan penjajahan Belanda di wilayah Bekasi, masjid tersebut kini bernama Masjid Al-Mujahidin Cibarusah. 3. Masjid Jami’ Al Atiq, Kampung Melayu       View this post on Instagram Merayakan tahun baru hijriyah.serunya pawai obor A post shared by Yusuf Hamad (@yusufhamad86) onOct 1, 2016 at 7:48am PDT Melihat bentuk arsitektur masjid yang berdiri pada abad ke-16 ini, tampak pada atap bangunannya yang bersusun dan lambang panah sebagai simbol bersejarah seperti beberapa masjid yang ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur, antara lain Masjid Demak, Masjid Sunan Giri, dan Gresik. Kesamaan itu di antaranya adalah bentuk atap masjid sebelumnya yang tidak menggunakan genteng dari tanah liat, melainkan kayu sirap. Anehnya, peninggalan bersejarah seperti omamenbagian langit-langit yang terdapat di dalam masjid, raib entah ke mana rimbanya. Ada yang mengatakan, telah diamankan oleh Dinas Museum Pemda DKI Jakarta. Berdirinya Masjid Al-Atiq konon bertepatan dengan berdirinya masjid yang berada di Banten dan Karang Ampel, Jawa Tengah, se- hingga dikatakan sebagai cabang masjid yang didirikan oleh Sultan Maulana Hasanuddin, namun, masjid tersebut merupakan bangunan yang terakhir penyelesaiannya. Mengikuti perkembangan zaman, masjid ini telah beberapa kali direnovasi, kendati luas masjid sebelumnya dapat dilihat pada batas keempat tiang yang berdiri kokoh di dalamnya. Pada tahun 1619, ketika VOC masih berkuasa, keadaan bangunan masjid sangat memprihatinkan. Maka, ketika pengikut Pangeran Jayakarta tengah menelusuri Batavia melalui Sungai Ciliwung dengan menggunakan perahu, salah satu rombongan secara kebetulan melihat sebuah bangunan masjid yang tidak terpelihara, bahkan nyaris roboh, sehingga akhimya rombongan segera memutuskan untuk menetap di wilayah itu, sekaligus memperbaiki bangunan masjid yang telah ada sebelumnya. Keterangan lain yang pemah dituturkan oleh jamaah Masjid Al- Atiq dari generasi ke generasi, konon masjid ini merupakan tempat persembunyian Si Pitung dan Ji’ih, jagoan Betawi yang terkenal karena membela rakyat kecil dan menentang Kolonial Belanda saat itu, setelah melarikan diri dari penjara Meester Comelis (kini Jatinegara) pada tahun 1890-an. Si Pitung dan Si Ji’ih disembunyikan di masjid ini selama berbulan-bulan atas perintah mualim (kiai) setempat. [Baca juga : "Lima Sub Event Dirilis Dalam Cap Go Meh Singkawang 2019"] 4. Masjid Al Anshor, Pekojan       View this post on Instagram Inilah masjid tertua di Jakarta yang masih ada. Karena sebenarnya masjid tertua di Jakarta pernah dibangun di sekitar Jl. Kalibesar, Kota Tua, namun sudah hancur . Sumber pustaka menyebutkan bahwa masjid ini mulai diketahui keberadaannya sejak 1648. Dibangun oleh orang-orang Moor yang pada masa itu disebut sebagai orang Khoja. Itulah mengapa kampungnya disebut Pekojan . Agak gamang saya menulisnya sebagai MASJID TERTUA. Lebih mudah bagi saya menyebutnya sebagai LOKASI masjid tertua. Karena, satu-satunya yang tua di masjid ini tinggal sumurnya. Bahkan makam kunonya pun sudah berubah bentuk seperti yang sering kita lihat sekarang . Bentuk, bangunan, semua telah dirombak total dari aslinya. Sedikit menyisakan atap limasan, namun itu pun sudah bukan aslinya. Penjaga masjid yang saya temui menjelaskan, palang kayu di bagian atap masih merupakan kayu asli. Namun saya tak merasakan unsur tuanya sama sekali. Sedih . Bukan cuma kondisi fisik masjid yang menyedihkan, demikian pula kondisi lingkungannya. Sebuah media pernah menyebutnya sebagai masjid empat abad yang terkepung jemuran. Dan itu benar . Lho, ini kan cagar budaya? Mungkin akan ada yang bertanya. Saya tak punya jawabnya . #jakartawalkingtour #sejarahjakarta #ceritajakarta #wisatajakarta #wisatasejarah #wisatasejarahjakarta #jelajahjakarta #jakarta #jelajahbudaya #jelajahsejarah #pekojan #kampungarabpekojan #masjidtuajakarta #masjidalanshorpekojan #jalanjalan #jalankaki #travelling #myheritagetrip #bubublusukan A post shared by Renni Indritha (@rennindritha) onMar 26, 2018 at 2:43am PDT Keberadaan masjid ini untuk pertama kalinya diketahui dari sebuah laporan berangka tahun 1648 yang ditujukan kepada Dewan Gereja di Batavia. Mesigit ini berada di perkampungan yang ketika itu ditinggali terutama oleh orang-orang koja (juga disebut kojah atau khoja, pedagang) kaum Moor, yakni muslim dari pesisir Koromandel, India. Belakangan, orang-orang Arab dari Hadramaut juga turut berdatangan menghuni kampung yang kini dinamai Pekojan. Masjid al-Anshor berdiri di atas tanah wakaf dari seorang-orang India dengan sertifikat nomor: M.166 tanggal 18-03-92 AIW/PPAIW: W3/011/c/4/1991 tanggal 8-5-1991. Kini, masjid ini juga dimasukkan sebagai cagar budaya yang dilindungi undang-undang di bawah pengawasan Dinas Musium dan Sejarah DKI Jakarta. Status cagar budaya ini ditetapkan melalui SK Gubernur No.cb.11/1/12/72 tanggal 10 Januari 1972 (dimuat dalam Lembaran Daerah no.60/1972). Masjid al-Anshor adalah masjid tertua di Jakarta yang masih berdiri hingga saat ini. Masjid yang pertama didirikan di Batavia, setidaknya yang pertama tercatat, kemungkinan adalah masjid milik Gouw Cay alias Jan Con, seorang sekretaris dari Souw Beng Kong -kapitan Cina pada masa Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen. Gouw Cay, seorang tukang kayu Tionghoa muslim dari Banten, pada tahun 1621 memperoleh sebidang tanah di Kampung Bebek, yang terletak di sebelah utara Angke. Di atas tanah tersebut ia berniat mendirikan sebuah masjid. Tidak diketahui setepatnya mengenai pelaksanaan rencana pendirian masjid itu selanjutnya, namun pada beberapa peta dari abad-19 dapat dilihat adanya sebuah masjid di Kampung Bebek. 5. Masjid Raya Al-Arif, Pasar Senen       View this post on Instagram Nungguin dia sholat jumat 😌😌 A post shared by Rif & Mel's trip (@rizkiamelia) onAug 25, 2016 at 8:48pm PDT Pada mulanya masjid ini disebut Masjid Jami Jagal Senen, Karena memang dibangun ditengah tengah perkampungan para tukang jagal hewan ternak di pasar Senen, baru kemudian di tahun 1969 namanya diganti dengan nama Masjid Raya Al-Arif Jagal Senen. Masjid ini didirikan oleh seorang pedagang dari Bugis, Upu Daeng H Arifuddin bersama dengan masyarakat setempat sekitar tahun 1695. Selain untuk syiar Islam, juga sebagai tempat beribadah para pedagang, masyarakat dan perantau. Dengan dana seadanya ditambah sumbangan para jamaah, masjid itu akhirnya berdiri dengan nama Masjid Jami’ Kampung Jagal. Upu Daeng Arifuddin, dikenal sebagai keturunan Raja Goa dan juga pejuang yang disegani saat melawan kolonial Belanda. Arifuddin wafat pada tahun 1745. Makamnya terletak di bagian barat masjid. Ada pula makam empat sahabat Arifuddin. Masjid ini pernah direnovasi atas sumbangan pengusaha garmen asal Pondokkopi, Jakarta Timur, sebesar Rp 400 juta. Masjid Al-Arif sempat terancam dibongkar pada tahun 1969 oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin, yang berniat melebarkan area Pasar Senen. Pemerintah Jepang saat menjajah Indonesiajuga berencana membongkar masjid, namun gagal. Dia mengungkapkan, saat pejabat pemerintah Jepang mengabadikan masjid itu, sebelum dibongkar, pada foto hasil cetakannya muncul sosok lelaki berjubah putih yang tak lain adalah sosok Arifuddin. (Sumber: Artikel-Foto situsbudaya.id)
...more

Persiapkan Liburan Sehabis Lebaran dengan Tips Ini

TripTrus.Com - Libur Lebaran tahun 2018 dipastikan lebih lama daripada biasanya, yaitu total 10 hari. Ada rencana traveling atau berkunjung ke destinasi wisata selama hari itu? Liburan kapan pun asyik-asyik saja, tapi perhatikan juga timing-nya. Sesaat libur Lebaran, semua destinasi wisata akan disesaki pengunjung. Arus kendaraan datang dan keluar pun sudah pasti bikin suasana hatimu nggak karuan. Nah, kalau kamu nggak mau rencana liburanmu rusak gara-gara salah perhitungan, ikuti tips berikut ini. Liburan ke tempat wisata yang dekat dengan domisili   Jembatan kali kuto, tol batang-semarang . . #mudik A post shared by Agus Setia (@agusbroo) onJun 19, 2018 at 7:36pm PDT Sebenarnya, pergi wisata setelah Lebaran bisa ke mana saja kok. Tapi, menghindari jebakan kemacetan arus balik mudik seringkali jadi alasan malas ke mana-mana. Kamu nggak harus ke destinasi favorit yang lokasinya jauh dari kota asal. Coba cari tahu lagi, yang penting lokasinya nggak jauh dari tempat tinggalmu. Nggak ada salahnya berkunjung ke museum, taman, atau kebun binatang yang dekat dengan domisilimu. Siapa tahu masih banyak tempat yang ternyata belum pernah kamu ketahui sebelumnya. [Baca juga : Kuliner Khas Pecinan Cianjur] Kunjungi tempat wisata baru Sebaiknya, pilih hari setelah Lebaran daripada menjelang akhir liburan. Seperti juga kamu, orang-orang ingin berlibur ke destinasi impian saat liburan panjang. Jadi, bisa dipastikan destinasi wisata akan sangat ramai waktu libur Lebaran. Ini nggak cuma membuat traveler kurang leluasa eksplorasi, tapi juga ‘merusak’ mood senang-senang kamu. Karena itu, lebih baik mengunjungi tempat baru yang belum sempat kamu kunjungi. Lebih baik di tengah minggu sebelum weekend Jangan lupa mempertimbangkan waktu kunjungan jika ingin berlibur sehabis Lebaran. Saran kami, berkunjunglah di pertengahan minggu, saat suasana liburan masih terasa, tetapi nggak terlalu ramai. Liburan di hari biasa akan lebih leluasa. Kenapa mesti di tengah minggu? Kalau berkunjung saat weekend, ini bertepatan dengan liburan keluarga. Belum lagi jika weekend yang kamu pilih bertepatan dengan hari terakhir anak sekolah libur. Jadi, objek wisata pasti akan ramai. Pilih destinasi yang letaknya berlawanan dengan arah mudik Naik mobil pribadi ataupun kendaraan umum sama-sama memiliki keuntungan. Jika lokasi liburanmu cukup dekat dengan rumah atau penginapan, sebaiknya naik kendaraan umum saja selama bisa dijangkau. Hindari destinasi yang ditempuh dengan menyambung kendaraan umum lebih dari sekali apalagi kalau membawa anak-anak. Jika kamu memutuskan naik mobil pribadi untuk liburan bersama keluarga, pastikan sudah menyadari konsekuensinya. Selain itu, periksa kembali kesiapan kendaraanmu sebelum meluncur ke jalan. Padatnya mobil pribadi yang mudik serta kondisi jalanan yang sulit diprediksi mewajibkanmu waspada akan terjadinya musibah jalan raya, seperti kecelakaan. (Sumber: Artikel asuransisimasnet.com, Foto freepik.com)
...more

Ratusan Event Keren Goyang Yogyakarta di 2024, Bikin Mata Melek dan Liburan Makin Asik!

TripTrus.Com - Wih, Yogya kece abis! Ada ratusan event keren bakal digelar sepanjang 2024 nih buat nge-boost pariwisata. Total ada 123 event budaya yang bakal bikin tahun depan makin seru di Kota Gudeg ini, dan 14 di antaranya jadi andalan. Kabar gembira buat pencinta budaya, Pemkot Yogya meluncurkan jadwal event-event keren itu dalam acara seru, Launching Kalender Semarak Event Pariwisata Yogyakarta 2024. Kepala Dinas Pariwisata, Wahyu Hendratmoko, bilang kalo ini langkah strategis buat nge-promote pariwisata lewat event yang kece.       View this post on Instagram A post shared by Chanifah (@chanifah616) Nih, 14 event andalan yang bikin mata melek: Pekan Budaya Tionghoa, Jogja Cross Culture, Art Jog, Prambanan Jazz, Kotabaru Heritage Festival, Festival Kebudayaan Yogyakarta, Pasar Kangen Jogja, Sumonar, Pasar Lawasan Mataram, JogjaRockarta, Land of Leisures Jogja, Kustomfest, Wayang Jogja Night Carnival, dan Ngayogjazz. Semoga dengan rangkaian event ini bisa jadi daya tarik buat para wisatawan mampir ke Yogya. Udah kebayang kan, serunya kayak apa! Btw, jumlah kunjungan wisatawan ke Yogya sepanjang Januari sampe September 2023 udah mencapai 3.147.527 orang, lho. Lumayan banget kan! Wahyu, si kepala dinpar, juga ngomong kalo lama tinggal rata-rata wisatawan di Yogya sekitar 1,81 hari dan belanjanya sekitar Rp 2.132.906 per orang. Gak main-main nih Yogya! Laksmita ini juga diharapkan bisa jadi sarana biar masyarakat dan wisatawan pada tahu event-event keren yang bakal digelar di Yogya tahun depan. Jadi, bisa nyiapin jadwal buat mampir ke Yogya. Keren, kan? [Baca juga : "5 Event Seru Dari November Sampe Desember Bikin Gebrakan Di Tangerang"] Acara peluncurannya kemarin juga asik banget. Konsep vintage klasik yang dipadu dengan pop art berhasil menciptakan suasana yang beda. Visualisasi venue, grafis, ornamen, dan kalender event-nya keren abis. Dalam acara itu juga ditampilin cuplikan 14 event andalan dari total 123 event di Yogya tahun 2024. Asik banget pokoknya! Penjabat Wali Kota Yogya, Singgih Raharjo, juga sambut baik gelaran ini. Menurut dia, pariwisata jadi andalan buat perekonomian Yogya, dan semakin banyak event berkualitas, semakin oke buat gerakin perekonomian daerah. Menghadapi tahun politik, Yogya tetap siapkan 123 event seru buat tarik perhatian wisatawan. Meski ada Pemilu dan Pilkada, optimisnya kunjungan wisata bakal tetap tinggi. Keren, semoga bisa jadi inspirasi buat daerah lain juga nih! (Sumber Foto @mariaartharini) 
...more

Festival Raja Ampat 2023, Lebih Gokil dengan 3 Event dalam Satu!

TripTrus.Com - Pemkab Raja Ampat bakal bikin heboh dengan Festival Raja Ampat bulan Oktober 2023. Masalahnya, kita masih nunggu kabar resmi soal tanggal pastinya, nih. Ellen Risamasu, sang Kapten Pariwisata Raja Ampat, sempet cerita, "Festival Raja Ampat tahun ini ada, tapi tanggalnya masih sebatas rencana, bro."       View this post on Instagram A post shared by Arief Naufal (@arief.naufal) Nah, biasanya festival ini digelar tiap tanggal 18-21 Oktober, guys. Tapi, denger-denger, festival Raja Ampat kali ini bakal beda dari yang lain, guys. Kali ini, mereka bakal gabungin tiga event seru dalam satu keseruan besar. Ada Festival Raja Ampat, Festival Gemar Makan Ikan, dan Festival Suling Tambur dalam satu paket! Ellen Risamasu ngejelasin, "Jadi, di event ini ada tiga festival, bro: Festival Raja Ampat, Festival Gemar Makan Ikan, dan Festival Suling Tambur. Seru, kan?" [Baca juga : "Party Bareng! Nusa Penida Festival 2023 Bikin Heboh Pulau Nusa Penida"] Kata Ellen, Festival Raja Ampat ini juga penting banget buat ngebantu Raja Ampat masuk dalam jajaran UNESCO Global Geopark. Jadi, gak cuma keren, tapi juga punya sejarah, nih! Terus, Ellen juga cerita kalo pariwisata Raja Ampat sempet tutup gara-gara pandemi COVID-19 dari 2020 sampe 2022. Makanya, sekarang mereka berusaha benerin niatan wisatawan buat mampir ke Raja Ampat, dengan bikin Festival Bahari ini. Keren, ya, upaya mereka! Jadi, siap-siap deh buat Festival Raja Ampat 2023 yang bakal bikin kita makin cinta sama keindahan alam Indonesia! (Sumber Foto @paula_cortez28) 
...more

Sasando, Alat Musik Berdawai Khas Pulau Rote

Alat musik yang satu ini konon sudah digunakan masyarakat di Rote, Nusa Tenggara Timur sejak abad ke-7. Inilah sasando, alat musik khas Pulau Rote yang sekilas mirip gitar. Sasando memiliki bagian utama berbentuk tabung panjang yang terbuat dari bambu. Pada bagian tengah alat musik berdawai ini berbentuk melingkar dari atas ke bawah. Dawai-dawai pada sasando direntangkan di tabung dari atas ke bawah yang sudah diberi ganjalan-ganjalan. Berdasarkan struktur nada, sasando dapat dibedakan menjadi dua jenis. Pertama, sasando gong dengan sistem nada pentatonik memiliki dua belas dawai. Sasando jenis ini biasanya hanya bisa digunakan untuk memainkan lagu-lagu tradisional masyarakat di Pulau Rote. Kedua adalah sasando biola. Sasando ini memiliki sistem nada diatonik dengan jumlah dawai mencapai 48 buah. Kelebihan dari sasando ini terletak pada jenis lagu yang bisa dimainkannya lebih bervariasi. Sasando ini diperkirakan mulai berkembang di akhir abad ke-18 dan berkembang di Kupang.    Sasando biasanya dimainkan untuk mengiringi lagu pada tarian tradisional masyarakat Nusa Tenggara Timur. Sejak tahun 1960-an, alat musik ini telah dimodifikasi menjadi sasando elektrik atas prakarsa seorang pakar permainan sasando di NTT bernama Edu Pah. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography

Upcoming Trips

Treaking Gunung Papandayan
21 - 22 Aug 2026
Open Trip Dieng Plateau
21 - 23 Aug 2026
Open Trip Pulau Pari
22 - 23 Aug 2026
×

...