TripTrus.Com - Mudik itu udah jadi tradisi wajib buat banyak orang Indonesia, terutama pas momen Lebaran. Pulang kampung buat ketemu keluarga emang seru, tapi jangan sampai perjalanan lo malah jadi drama gara-gara persiapan yang kurang matang. Dari macet yang nggak ada habisnya, kendaraan mogok di tengah jalan, sampe kondisi badan yang drop, semuanya bisa bikin perjalanan lo jadi horor. Makanya, penting banget buat lo nyiapin semuanya biar perjalanan lo tetap asik, aman, dan nyaman. Nah, biar lo nggak ribet, gue udah rangkumin 12 tips penting yang bisa lo terapin selama perjalanan mudik nanti. Baca sampe habis, ya, siapa tahu ada yang kelewat dan bisa menyelamatkan lo dari hal-hal yang nggak diinginkan. Yuk, langsung aja cek satu-satu!
1. Jangan Overload, Bro!
Mudik itu perjalanan panjang, jadi pastiin kendaraan lo nggak kelebihan muatan, baik penumpang maupun barang. Mobil atau motor lo punya kapasitas maksimal yang harus dihormati. Kalau lo maksain buat bawa terlalu banyak barang atau orang, risikonya bisa fatal. Kelebihan beban bikin kendaraan lebih susah dikontrol, rem jadi nggak pakem, dan bahan bakar jadi lebih boros. Selain itu, lo juga bisa kena tilang kalau polisi liat kendaraan lo udah kayak kapal pecah penuh barang. Mending bawa secukupnya aja, atau kalau memang butuh banyak barang, coba pertimbangkan buat kirim sebagian via jasa ekspedisi biar perjalanan lo tetap nyaman dan aman.
2. Duit Cash Jangan Lupa
Zaman sekarang emang serba digital, tapi jangan lupa kalau nggak semua tempat di perjalanan nerima pembayaran cashless. Banyak warung kecil, toilet umum, atau parkiran yang cuma nerima uang tunai. Makanya, bawa duit cash secukupnya buat jaga-jaga kalau tiba-tiba lo butuh beli sesuatu di tempat yang nggak ada ATM atau QRIS. Jangan terlalu banyak juga, biar nggak repot atau malah jadi sasaran copet. Simpan uang di beberapa tempat yang aman, misalnya di dompet utama, saku kecil, atau di tas yang selalu lo bawa. Kalau bisa, tukar uang dengan pecahan kecil biar lebih gampang pas bayar.
3. Bekal Itu Wajib!
Perjalanan panjang sering bikin perut keroncongan, apalagi kalau macet dan lo susah cari tempat makan. Biar nggak bete karena kelaperan, bawalah bekal sendiri. Minimal, lo punya camilan kayak roti, biskuit, atau buah yang bisa dimakan kapan aja. Jangan lupa juga bawa air minum yang cukup biar lo tetap terhidrasi selama perjalanan. Kalau lo suka makanan berat, lo bisa bawa nasi bungkus atau makanan lain yang tahan lama. Hindari makanan yang gampang basi atau terlalu berminyak, karena bisa bikin perut lo bermasalah. Dengan bawa bekal sendiri, lo juga bisa lebih hemat dan nggak perlu sering-sering berhenti buat beli makanan.
4. GPS dan Peta Jangan Sampai Lupa
Jalanan pas mudik sering kali nggak bisa ditebak, bisa tiba-tiba macet atau ada jalur yang ditutup. Makanya, GPS atau aplikasi navigasi di HP itu wajib banget lo siapin. Cek rute perjalanan lo sebelum berangkat, cari tahu jalur alternatif, dan selalu pantau kondisi lalu lintas biar nggak kejebak macet parah. Selain itu, lo juga bisa bawa peta jalur mudik buat jaga-jaga kalau tiba-tiba sinyal HP lo ilang atau GPS nggak bisa diakses. Dengan punya peta fisik, lo tetap bisa navigasi tanpa harus bergantung sepenuhnya sama teknologi.
5. Baterai Full, Pulsa Aman
Gimana jadinya kalau lo butuh telepon keluarga atau buka GPS tapi HP lo mati? Jangan sampai kejadian kayak gini terjadi! Sebelum berangkat, cas HP lo sampai penuh dan bawa powerbank yang kapasitasnya cukup buat dipakai seharian. Selain itu, pastikan pulsa dan paket data lo cukup, terutama kalau lo lewat daerah yang sinyalnya jelek dan susah cari tempat buat beli pulsa. HP itu alat penting buat komunikasi dan navigasi selama perjalanan, jadi pastiin selalu siap tempur kapan pun lo butuh.
6. Badan Fit Itu Kunci!
Jangan remehin kondisi fisik lo sebelum mudik! Perjalanan jauh, terutama yang berjam-jam di jalan, butuh stamina yang kuat. Pastikan lo cukup tidur sebelum berangkat, konsumsi makanan sehat, dan kalau perlu, minum vitamin biar daya tahan tubuh lo tetap prima. Jangan sampai perjalanan lo terganggu gara-gara lo jatuh sakit atau kecapekan di tengah jalan. Kalau lo mulai ngerasa nggak enak badan selama perjalanan, lebih baik berhenti sejenak buat istirahat daripada maksain terus dan malah makin drop.
[Baca juga : "Liburan Seru Saat Puasa? Bisa Banget! Ini 7 Tips Biar Tetep Gaspol!"]
7. Ngantuk? Jangan Maksa!
Salah satu penyebab kecelakaan terbesar pas mudik adalah sopir yang maksa nyetir meskipun udah ngantuk berat. Kalau mata lo udah berat, sering nguap, atau mulai kehilangan fokus, langsung cari tempat buat istirahat. Jangan nunggu sampai lo bener-bener ketiduran di jalan, karena itu bisa fatal. Berhenti di rest area, pom bensin, atau tempat istirahat lain buat tidur sebentar atau sekadar meregangkan badan biar energi lo balik lagi.
8. Bawa Kotak P3K & Perkakas Penting
Nggak ada yang mau sakit atau mengalami masalah kendaraan di tengah jalan, tapi lo harus siap buat kemungkinan terburuk. Selalu bawa kotak P3K yang berisi obat-obatan dasar kayak obat sakit kepala, minyak angin, plester luka, dan antiseptik. Selain itu, pastiin lo juga bawa perkakas dasar buat kendaraan lo, kayak dongkrak, ban serep, dan alat-alat lain yang bisa lo butuhin kalau ada kendala di jalan.
9. Hiburan Itu Penting
Macet panjang bisa bikin lo stress, jadi siapin hiburan buat ngisi waktu selama di jalan. Playlist lagu favorit, podcast, audiobook, atau game di HP bisa jadi penyelamat biar perjalanan nggak terasa membosankan. Kalau lo mudik bareng keluarga, bisa juga main tebak-tebakan atau ngobrol seru biar perjalanan jadi lebih menyenangkan.
10. Cek Kondisi Kendaraan, Jangan Nunggu Mogok!
Sebelum berangkat, servis kendaraan lo dulu biar nggak ada kendala di tengah jalan. Cek kondisi mesin, rem, oli, air radiator, lampu, dan ban buat memastikan semuanya dalam keadaan prima. Jangan sampai perjalanan lo terganggu gara-gara mobil mogok atau ada masalah teknis lain yang seharusnya bisa dicegah sejak awal.
11. Jaga Mood & Emosi di Jalan
Perjalanan jauh dan macet sering bikin orang gampang emosi, tapi jangan sampai lo ikut-ikutan! Tetap tenang, sabar, dan nikmati aja perjalanan lo. Jangan terlalu fokus buat cepet sampai, karena yang penting adalah lo sampai dengan selamat.
12. Patuh Aturan, Selamat Sampai Tujuan
Lo mungkin pengen cepet ketemu keluarga, tapi jangan sampe ngelanggar aturan lalu lintas. Jangan ngebut, jangan melawan arus, dan selalu pake sabuk pengaman atau helm kalau naik motor. Keselamatan harus jadi prioritas utama, karena nggak ada gunanya buru-buru kalau akhirnya malah membahayakan diri sendiri dan orang lain.
Itu dia 12 tips yang bisa lo terapin biar perjalanan mudik lo tetap aman, nyaman, dan menyenangkan. Ingat, mudik itu bukan soal siapa yang sampai duluan, tapi siapa yang sampai dengan selamat. Jadi, persiapkan semuanya dengan baik, tetap patuhi aturan, dan nikmati perjalanan lo. Selamat mudik dan semoga lo sampai tujuan dengan aman! (Sumber Foto @canva.com)
...moreAlat musik yang satu ini termasuk unik. Selain bentuknya yang tidak seperti alat musik, jika ditiup bunyinya pun terdengar nyaring. Inilah tahuri, alat musik berupa terompet kerang khas Maluku. Terompet kerang ini berkembang di masyarakat Maluku yang tinggal di kawasan pesisir pantai. Kesenian tahuri sendiri diketahui mulai berkembang sekitar tahun 1958 dengan menggabungkan sejumlah alat musik tradisional Maluku lainnya.Dahulu penggunaan tahuri memiliki tujuan untuk memanggil masyarakat atau kepala adat agar berkumpul di balai pertemuan atau masyarakat setempat biasa menyebutnya dengan baileo. Menariknya, jumlah tiupan tahuri memiliki makna tersendiri. Seperti, satu kali tiupan tahuri menandakan ada warga yang meninggal dunia.
Selain untuk memanggil masyarakat, tahuri juga biasanya dimainkan untuk mengiringi beberapa tarian seperti salah satunya adalah tari cakalele. Biasanya tahuri dimainkan dengan alat musik lainnya dalam bentuk orkestra yang terdiri dari anak-anak dan remaja. Tahuri juga memiliki keunikan pada bentuk kerangnya. Semakin kecil ukuran kerang, semakin nyaring bunyinya. begitu juga sebaliknya, semakin besar kerang, bunyinya pun semakin rendah. Pembuatan tahuri juga tidaklah mudah, terlebih dahulu kerang dilubangi dengan bor lalu ditiupkan berulang kali untuk mendapatkan nadanya. Nada-nada pada alat musik ini terlebih dahulu dicocokan dengan bantuan alat musik lain seperti suling dan pianika.Selain di Maluku, tahuri juga di kenal di beberapa kawasan seperti di Kabupaten Biak, Papua. Sama seperti di Maluku, di sini tahuri juga biasa digunakan sebagai alat bantu untuk memanggil penduduk dan sesekali digunakan untuk mengiringi tari-tarian khas Papua.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTripTrus.Com - Indonesia merupakan salah satu negara yang disebut sebut memiliki tingkat toleransi tinggi. Betapa tidak, hampir di seluruh kota/kabupaten dari Sabang sampai Merauke terdapat berbagai etnis yang hidup berdampingan secara damai dengan masyarakat pribumi. Tak terkecuali etnis Tionghoa.
Ratusan tahun sudah mereka bermukim di bumi pertiwi dan hidup berdampingan secara rukun dengan masyarakat pribumi. Berbagai sendi kehidupan mulai perekonomian hingga kebudayaan menjadi hal yang tak dapat lagi dipisahkan dari kedua belah pihak.
Sejarah panjang tersebut tampaknya masih membekas sampai detik ini. Berbagai bangunan bergaya oriental masih dapat kita jumpai di seluruh tempat. Masyarakat biasa menyebutnya dengan istilah “Pecinan”. Khusus di Kabupaten Temanggung, komplek Pecinan masih dapat dijumpai di Kecamatan Parakan, wilayah yang disinyalir menjadi pusat aktifitas etnis Tionghoa kala itu.
[Baca juga : "Kopi Aren Organik Sumut Jadi Kawasan Agro Wisata"]
Tembok-tembok tua nan kokoh lengkap dengan jendela serta daun pintu berbahan kayu berwarna memudar menjadi penanda jejak sejarah bahwa mereka telah lama menyatu dengan penduduk setempat.
Sejarah menyebut, pada tahun 1700 ada beberapa pendatang yang membuat bangunan rumah tinggal dengan gaya arsitektur Cina di pemukiman tersebut. Mulai dari Siek Kian Ing pada tahun 1700, Tiong Tiam Tjing (1703), Go Hong Ging (1790) dan Seik Siang I (1793). Ada pula rumah keluarga Lie yang dibangun pada tahun 1870 dan sekarang ditempati oleh generasi ketujuh.
View this post on Instagram
They can imitate you, but they can't duplicate you Coz you got something spesial -dessert,dawin- ----------------------------- 🏡 Rumah keluarga Li, atau dulu disebut rumah OBL temanggung 📷 xiaomi redmi2 by @sthopesofia #jelajahsejarah #rumahobl #exploretemanggung #kotatoeamagelang #komunitasktm #explorejateng #hijabtraveller #mytripwithhijab #capgomeh #jelajahpecinantemanggung #pecinantemanggung
A post shared by Rahma Setiani, SIP (@setianirahma) onFeb 28, 2016 at 6:12pm PST
“Di kawasan Pecinan Parakan juga terdapat sebuah rumah milik etnis Tionghoa yang kami anggap sebagai situs istimewa dan masuk ke dalam inventarisasi Kota Pusaka di Temanggung. Selain bentuk fisik bangunan yang masih asli, tempat yang telah berusia lebih dari dua abad ini juga pernah dikunjungi oleh keturunan dinasti asal Tiongkok langsung,” beber Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung, Woro Andijani.
Terpisah, Lidya Samsetyagraha, salah seorang warga keturunan bahkan memberikan bukti nyata lain bahwa selama ini telah terjadi akulturasi kebudayaan asli Tiongkok dengan masyarakat setempat. Seperti tercermin pada sajian kuliner yang biasa terhidang saat perayaan Imlek di banyak lokasi.
Yakni lontong cap go meh. Sebenarnya di dalam tatanan budaya masyarakat Tionghoa sendiri, makanan ini sama sekali tidak ada. Akan tetapi justru menjadi salah satu sajian khas pada rangkaian perayaan cap go meh oleh warga keturunan yang tinggal di Indonesia.
“Makanan ini merupakan bukti nyata adanya asimilasi dengan kebudayaan lokal sekaligus kesetaraan kami yang telah membumi layaknya penduduk lain di negara ini,” pungkasnya. (Sumber: Artikel merdeka.com Foto Klenteng Kong Ling Bio)
...more
Senang juga akhirnya Flores Trip bisa mencapai Waerebo. Lebih senang lagi saat bertemu adik-adik desa adat tersebut dan membagikan buku pelajaran dalam program #1Traveler1Book.Apa itu #1Traveler1Book? Sebuah gerakan sosial dari para traveler untuk traveling sambil berbagi kecerdasan dan pengetahuan bagi anak-anak Indonesia.
Dari 1traveler1book.org:
#1Traveler1Book adalah gerakan sosial dimana para traveler yang bepergian dan menjelajah ke berbagai pelosok Indonesia menyebarkan atau membantu menyebarkan buku-buku kepada anak-anak usia sekolah 6-15 tahun di berbagai destinasi yang dikunjungi oleh para traveler. Gerakan ini adalah hal kecil yang dibuat untuk membantu membuat Indonesia menjadi bangsa yang besar dengan menyebarkan informasi dan pengetahuan lewat buku.
Sejak awal trip Flores, saya memang mengusulkan untuk membawa minimal satu buku pelajaran. Untuk apa? Untuk diberikan kepada adik-adik yang ditemui di destinasi. Waerebo kami pilih sebagai lokasi #1Traveler1Book karena desa ini relatif sulit dijangkau. Bayangin aja, anak-anak Waerebo harus jalan kaki 8 km selama tiga jam untuk pergi sekolah.
Beratnya gendongan ransel berisi puluhan buku dan rasa capek trekking 3 jam langsung hilang saat tiba di Waerebo. Guide kami, Pak Martin, jadi perantara dan mengkoordinasi anak-anak di desa ini untuk berkumpul saat pembagian buku. Beberapa di antara mereka masih belum lancar bahasa Indonesia.
Anak-anak Waerebo pada main bola sebelum kumpul menerima buku
Persiapan pembagian buku, dikoordinir oleh Pak Martin
Kak Flo membagikan buku-buku pelajaran pada anak-anak Waerebo
Satu demi satu buku dibagikan. Anak-anak ini sempat berebut. Mereka sangat antusias. Senyum dan tawa bahagia bisa dilihat dari wajah polos mereka, meski dengan tutur bahasa yang tidak saya mengerti.
Kak Flo bersama dua anak Waerebo
Wajah-wajah anak Waerebo antusias menerima buku pelajaran
Tak ketinggalan dua anak perempuan Waerebo ini
Cheers! Foto bareng anak-anak Waerebo di depan rumah adat Mbaru Niang
Selain buku pelajaran, adik-adik ini juga menerima alat tulis. Buku-buku pelajaran ini nantinya akan dikumpulkan dan di perpusatakaan desa yang letaknya tak jauh dari bangunan Mbaru Niang, rumah adat Waerebo.
Benar kata Pak Martin, Waerebo mengajarkan pada kami bahwa ada yang lebih bernilai daripada rupiah. Ilmu pengetahuan dan pendidikan. Semoga buku-buku ini bisa bermanfaat dan membawa mereka meraih masa depan yang lebih baik.
Foto keluarga usai pembagian buku
#1Traveler1Book di desa adat Waerebo, YOU SHOULD BE HERE!
Source: ZulfikarAlex.com
======================================================================================================
Zulfikar Aleksandri, pekerja IT di sebuah perusahaan tour travel nasional. Masih studi S2 di Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya. Suka traveling dan backpacking Indonesia dan Asia Tenggara. Destinasi favorit Indonesia Timur, terutama bawah laut Flores.
Untuk info sehari-hari dan interaksi, follow di Twitter, Facebook, dan Instagram.
...moreTripTrus.Com - Nih, gank! Sumbar lagi ada acara keren nih, Festival Warisan Budaya Takbenda (FWBTb) di Kota Payakumbuh tanggal 12-17 Oktober 2023! Festival ini bakal bikin kita semua terpukau sama budaya takbenda dari seluruh dunia, plus dari Indonesia juga!
Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat, Syaifullah, cerita nih, festival ini dibikin buat jagain budaya kita, terutama yang takbenda. Dan cek, festival ini juga bakal dihadiri sama beberapa negara di Asia Tenggara loh!
"Yoi, teman-teman, acara ini bakal dihadiri sama negara-negara dari Asia Tenggara yang diundang sama panitia," katanya. "Ada 4 negara yang jadi prioritas, yaitu Filipina, Singapura, dan Malaysia. Mereka bakal tunjukin budaya tak bendanya, misalnya Filipina akan tunjukin bela diri Arnis," tambahnya.
Selain itu, festival ini juga undang 5 provinsi lain dari Indonesia, yaitu Aceh, Riau, Bali, Banten, dan Jawa Barat. Mereka juga bakal tunjukin kebudayaan keren mereka!
Nah, Direktur Festival, S. Metron Masdison, cerita lagi, FWBTb di Kota Payakumbuh ini tujuannya buat bikin ekosistem kebudayaan yang kuat di Sumatra Barat. Dia bilang, selama ini festival di Sumatra Barat agak belibet, gak ada grand design yang jelas, jadi mereka usul FWBTb ini.
"Kita perlu ngebangun ekosistem kebudayaan yang oke di Sumatra Barat, salah satunya lewat FWBTb ini," kata dia. "Banyak kebudayaan Sumatra Barat yang belum punya cerita yang kuat," tambahnya.
Dia juga cerita, FWBTb ini sekaligus buat merayakan 20 tahun Intangible Cultural Heritage. Katanya, baru Timor Leste, Prancis, dan Maroko yang rayain, jadi Indonesia belum pernah bikin acara kaya gini. Makanya FWBTb di Kota Payakumbuh bakal jadi yang paling asik nih!
[Baca juga : "Indonesia Mountain Tourism Conference, Ngehitsnya Wisata Gunung Di Indonesia"]
Tunggu, gank, ada kabar bagus lagi! Mereka bakal coba undang Sekjen UNESCO juga, wah, keren kan?
Dan gak cuma itu, di FWBTb juga bakal ada pameran naskah loh, salah satunya naskah Tuanku Imam Bonjol. Naskah bersejarah ini bakal dipajang di Gedung Olahraga Muhammad Yamin di Kota Payakumbuh. Mantap, kan?
Jadi, siap-siap aja, gank, tanggal 12-17 Oktober nanti buat ramaikan FWBTb di Kota Payakumbuh! Kita dukung budaya takbenda kita semua, yuk! 😎✌️ (Sumber Foto @sanggar_intanbakarang)
...moreTripTrus.Com - Di antara banyak moda transportasi, kereta api merupakan salah satu moda transportasi yang nyaman digunakan untuk berpergian. Terlebih PT. KAI sebagai Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang menyelenggarakan jasa angkutan kereta api beberapa tahun belakangan ini mulai berbenah untuk melengkapi berbagai fasilitas penunjang perjalanan kereta api semakin nyaman.
Selain memiliki jalur tersendiri yang membuat kereta api bisa menghemat waktu perjalanan, perjalanan dengan kereta api menyuguhkan pemandangan yang indah.
Di balik itu semua, jika dicermati, di beberapa stasiun memiliki nada tunggu kereta yang unik dan berbeda dengan stasiun-stasiun lainnya. Biasanya nada-nada tersebut merupakan instrument dari beberapa lagu keroncong di Indonesia.
Berikut ini merupakan beberapa stasiun dengan nada tunggunya:
1. Stasiun Jatinegara – Juwita Malam
2. Stasiun Cirebon – Warung Pojok
3. Stasiun Purwokerto – Di Tepi Sungai Serayu
4. Stasiun Solo Balapan – Bengawan Solo
5. Stasiun Tawang – Gambang Semarang
6. Stasiun Cepu – Suwe Ora Jamu
7. Stasiun Tugu – Sepasang Mata Bola
8. Stasiun Pasar Turi – Jembatan Merah
Itukah beberapa nada tunggu stasiun kereta di Pulau Jawa, bikin kalian jadi ingin berkertaria kembalikan? (Sumber: Artikel-Foto Amieykha)
...moreTripTrus.Com - Baluran, bro, yang jadi destinasi alam di ujung timur, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, bakal tutup sebentar nih, mulai 15 Januari sampe 15 Februari 2024.
Kata Joko Mulyono, si juru bicara Taman Nasional Baluran, mereka harus benahin area wisata ini, abis kena serbuan pengunjung yang dateng pas libur Natal dan Tahun Baru 2024. Gila aja, bro, pengunjungnya sampe 23.600 orang!
View this post on Instagram
A post shared by Ayu Utami Saraswati (@ayuutamis)
Kabar penutupan ini keluar lewat surat edaran dari Kepala Balai Taman Nasional Baluran, Johan Setiawan. Mereka tutup sekaligus buat ngecek dan evaluasiin kunjungan wisata.
Selama bulan penutupan, tim pengelola bakal ngasih perbaikan dan pemeliharaan buat tempat-tempat di Taman Nasional Baluran, terutama yang ada di sepanjang jalur dari Batangan ke Padang Sabana (Bekol) dan dari Bekol ke Pantai Bama.
[Baca juga : "Bro, NTB Nyemplungin 36 Event Keren Buat Tahun 2024 Nih!"]
Cek juga nih, mereka bakal bangun dan rawat tempat buat usaha kecil menengah di dunia pariwisata, kayak yang di jalur Batangan-Pantai Bama. Katanya sih, dari pintu utama sampe Pantai Bama ditutup, tapi dari Watunumpuk ke Pantai Merak tetep buka.
Mudah-mudahan, setelah diperbaikin, Baluran bisa makin keren dan ramah buat pengunjung, gitu kata Joko Mulyono. (Sumber Foto @adiantooooo)
...moreTripTrus.Com - Kawasan obyek wisata Danau Tambing yang sebelumnya ditutup karena dampak dari gempa bumi yang melanda wilayah Napu, Kabupaten Poso beberapa waktu lalu, kini kembali dibuka lagi untuk wisatawan lokal maupun mancanegara. "Sudah berlangsung dua pekan ini, obyek wisata itu dibuka untuk para pengunjung," kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (TNLL), Sudayatna di Palu, Selasa. Ia mengatakan hampir sebulan objek wisata trersebut terpaksa ditutup sementara karena demi kepentingan kenyamanan dan keselamatan wisatawan. Dampak dari gempa buli tektonik 6,2 SR yang menguncang wilayah Kecamatan Lore Utara, beberapa sarana dan fasilitas yang ada dalam kawasan wisata Danau Tambing rusak sehingga harus diperbaiki kembali. Untuk kepentingan tersebut, makanya, hampir sebulan objek wisata yang terletak di kawasan TNLL di Desa Sedoa, Kecamatan Lore Utara ditutup. Namun demikian, dua pekan lalu sudah dibuka kembali dan banyak wisatawan yang mengunjungi salah satu destinasi unggulan pemerintah dan masyarakat di Provinsi Sulteng itu. Dalam kondisi normal, setiap hari libur jumlah pengunjung sekitar 500 orang. Dan yang paling banyak pengunjungnya adalah kalangan pelajar dan mahasiswa serta para pencinta alam. Danau Tambing dapat ditempuh dengan kendaraan sepeda motor atau mobil dengan waktu sekitar2,5 jam. Sudayatna mengatakan bahwa di dalam kawasan TNLL terdapat sejumlah objek wisata menarik dan unik seperti penangkaran tarsius dan air panas di Desa Kadidian dan Kamarora, Kecamatan Nokilalaki. Berikutnya, penangkaran burung maleo, salah satu satwa endemik yang dilindungi terletak di Desa Saluki, Kecamatan Gumbasa, patung megalit di Lembah Besoa dan Bada, Kabupaten Poso. Semua obyek wisata tersebut sangat menarik dikunjungi para wisatawan, termasuk mancanegara sangat menyukainya. (Sumber: Artikel antaranews.com Foto republika.co.id)
...moreTripTrus.Com - Setiap orang pasti memiliki caranya masing-masing untuk mengisi waktu di bulan Ramadan, terutama menjelang waktu berbuka puasa atau yang kerap disebut dengan ngabuburit. Ada yang mengisinya dengan berdoa serta melakukan kegiatan rohani, ada yang menyiapkan hidangan untuk berbuka puasa, ada yang memilih untuk refreshing sembari menunggu azan Magrib berkumandang, lalu ada pula yang menunggu waktu buka puasa dengan cara yang lain dari biasanya.
Berkat suku dan budaya masyarakatnya yang beragam, umat Muslim dari berbagai daerah di Indonesia memiliki tradisi unik dan menyenangkan tersendiri saat ngabuburit, lho, Wegonesia. Penasaran apa saja kegiatannya? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!
1. Asmara Subuh, Palembang
Jangan buru-buru mengira bahwa tradisi ini berhubungan dengan cari jodoh. Sesungguhnya, Asmara Subuh adalah tradisi yang dilakukan warga Palembang dengan membakar sejumlah petasan di sepanjang Jembatan Ampera. Tak ada sumber pasti yang menyebutkan asal-usul nama tradisi yang dilakukan pada hari pertama Ramadan ini, begitu pula kapan pertama kali tradisi ini ada. Selain di Jembatan Ampera, Asmara Subuh juga dilakukan di sejumlah tempat di Palembang, salah satunya di pelataran Benteng Kuto.
2. Panjat Tebing, Madiun
Selama bulan Ramadan, anak-anak di kota Madiun kerap berkumpul di kawasan Stadion Wilis menjelang waktu berbuka puasa. Bukan untuk bermain sepak bola seperti yang biasa dilakukan anak-anak pada umumnya, mereka berkumpul untuk melakukan panjat tebing dengan memanfaatkan fasilitas panjat tebing yang tersedia di stadion!
Jangan bayangkan bidang panjat dengan kemiringan ekstrem dan jarak pijakan yang jauh, yang menjadi sasaran panjat mereka tebing dengan pijakan yang tidak terlalu sulit, dengan jarak satu pijakan ke pijakan lainnya yang cukup dekat dan tidak terjal. Dibandingkan dengan bermain sepak bola atau permainan lain yang menguras tenaga, aktivitas ini tampaknya cukup digemari karena tergolong lebih ringan namun tetap menyenangkan untuk dilakukan sambil menunggu waktu berbuka puasa.
3. Kumbohan, Lamongan
Kumbohan merupakan tradisi mencari ikan di Sungai Bengawan Solo yang kerap dilakukan oleh warga Lamongan sembari menunggu waktu buka puasa. Tradisi ini sudah dilakukan oleh warga sejak lama tiap kali air sungai surut, sehingga ikan-ikan menjadi mabuk atau munggut dan menjadi mudah ditangkap. Jenis ikan yang ditangkap bermacam-macam, dari mulai bandeng hingga udang.
Para warga, dari yang muda hingga paruh baya, laki-laki maupun perempuan, terlihat cukup antusias dalam menangkap ikan. Hasil tangkapan warga biasanya akan dibawa pulang untuk dimasak sebagai hidangan berbuka puasa atau dibagikan kepada saudara dan juga tetangga.
4. Perahu Layar Mini, Surabaya
Sementara itu, warga pesisir memanfaatkan lokasi sekitar tempat tinggal mereka untuk menciptakan permainan yang menghibur, yakni adu balap perahu layar mini di Rawa Tambak, pesisir utara Pantai Kenjeran Surabaya. Miniatur perahu layar dibuat menggunakan kayu, lidi, dan sehelai kain ataupun kertas yang cukup tebal sebagai layar.
Para peserta balap menghias layar perahu masing-masing agar tampak lebih menarik. Ada yang menuliskan kata-kata lucu dan memancing tawa, ada pula yang menggambar aneka bentuk wajah. Tinggal tunggu saja kepada siapa angin laut berpihak, karena pemenangnya, tentu tak bisa mengatur ke mana angin laut bertiup.
[Baca juga : "Desa Poopoh Bersolek Menuju Anugerah Desa Wisata Indonesia"]
5. Menonton Kereta Api, Madiun
Deretan sepeda motor terlihat memadati kawasan sekitar jalur kereta api Madiun. Mereka yang datang umumnya adalah seorang bapak dengan anak-anaknya, serta segerombol anak muda yang ingin menghabiskan waktu menjelang buka puasa. Mereka memarkir motor di tepi luar pembatas rel kereta, lalu duduk santai di atas motor masing-masing sambil asyik menonton kereta yang melintas.
Bagi warga Madiun, ngabuburit sambil menonton kereta api adalah sebuah hal yang lumrah. Dibandingkan yang lain, aktivitas yang satu ini adalah yang paling tidak biasa dan cenderung berbahaya, mengingat jarak antara kereta api dan warga yang menonton cukup dekat. (Sumber: Artikel wego.com Foto @tv90an)
...more