TRIPTRUS - Kalau TripTroops berencana mampir ke Kota Purwokerto, jangan lupa untuk mencicipi beberapa kuliner khas Purwokerto. Ingin tahu apa saja delapan makanan yang bisa dinikmati di Purwokerto? Scroll ke bawah untuk infonya!1. Mendoan
Salah satu produk turunan yang paling terkenal dari biji kedelai adalah tempe. Penganan yang terbuat dari kedelai ini tinggi kandungan protein dan seratnya. Purwokerto terkenal sebagai kota asal mendoan dan mendoan dapat ditemukan di seluruh penjuru kota. Mendoan dibuat dari tempe yang dipotong tipis dan dibalut dengan adonan tepung berbumbu lalu digoreng sebentar dengan minyak panas. Paling enak kalau dinikmati saat masih panas dengan cocolan kecap atau saus sambal atau cabe rawit.
2. Soto
Di sebuah daerah bernama Sokaraja terdapat Yang membedakan Soto Sokaraja dengan soto-soto lainnya adalah digunakannya kuah kacang serta kerupuk dengan berbagai warna yang membuat tampilan soto jadi cerah. Soto yang dimakan dengan menggunakan ketupat ini diseduh dengan kuah kaldu kental yang gurih serta manis dan tentunya membuat pelanggan ingin segera menambah satu porsi lagi. Satu tempat lagi untuk menikmati soto adalah di Jalan Bank. Kabarnya, Presiden SBY juga pernah makan soto ini, lho. Harganya juga relatif terjangkau sehingga tidak akan membuat kantong menjerit. Ada dua jenis soto yang dapat dinikmati, yaitu dengan daging ayam atau daging sapi. Kenapa harus memilih? Sikat saja dua-duanya!
3. Lumpia
Kalau di Semarang lumpia dikenal sebagai makanan ringan, di Purwokerto lumpia bisa juga dijadikan lauk. Dan lumpia di sini berbeda dengan lumpia di Semarang. Lumpia di Purwokerto diberi nama Lumpia Bom. Nama itu diberikan karena ukurannya yang besar, sekitar 15-20 cm dengan diameter sekitar 4-6 cm. Lumpia disajikan beserta nasi dan lalapan serta ditemani oleh sambal yang pedas. Isinya juga bukan rebung, tetapi menggunakan berbagai sayuran segar yang dicampur bahan-bahan lain seperti telur, daging, atau sea food. Kalau makan satu porsi tidak kenyang, tidak usah malu-malu untuk menambah satu porsi lagi.
4. Gethuk Goreng
Tenang, bukan salah ketik, kok. Kalau biasanya gethuk yang terbuat dari umbi-umbian dan diolah dengan cara direbus, di Purwokerto ada gethuk yang digoreng. Gethuk goreng juga terbuat dari singkong atau ketela dicampur dengan gula jawa. Paling nikmat dinikmati dalam keadaan masih panas saat sore hari sambil minum teh atau kopi.
5. Lanting
Sekilas bentuknya mirip onion ring, tetapi cemilan khas Purwokerto ini terbuat dari tepung yang digoreng dan berbentuk cincin. Harga sebungkus lanting bervariasi, tapi relatif tidak mahal dan bisa jadi teman yang asik sambil bengong atau sambil berkumpul dengan teman.6. Keripik Tempe
Satu lagi makanan berbahan baku tempe yang dibuat di Purwokerto, yaitu keripik tempe. Jika mendoan dibuat dari potongan tempe yang agak tebal, keripik tempe dibuat dari potongan tipis tempe yang dibalut tepung dan digoreng hingga garing. Adonan tepung yang membalut keripik tempe tidak menggunakan jintan, tetapi tidak mengurangi kerenyahan dan kenikmatannya. Mau untuk cemilan? Bisa! Mau untuk menambah lauk makan? Juga bisa!7. Bakmi
Yang membuat Bakmi Purwokerto berbeda dengan tempat lainnya adalah mie lebar yang digunakan. Mie lebar yang mirip dengan kwetiauw dimasak bersama bahan dan bumbu di atas tungku arang yang memberikan aroma tambahan dan menambah kenikmatan bakmi. Bakmi yang dipesan bisa berupa bakmi goreng, bakmi rebus, atau versi nyemek, yaitu bakmi goreng dengan kuah. Jangan lupa tambahkan sambal pedas biar lebih nendang.8. Serabi
Serabi Purwokerto juga berbeda dengan Surabi Bandung atau Serabi Solo. Meski serabi Purwokerto terbuat dari bahan yang sama dengan dua saudaranya. Tapi yang membedakan adalah adonan manis yang berada di tengah serabi. Jadi, bayangkan serabi dengan pinggiran putih serta bagian tengah berwarna coklat yang manis dan gurih. Lalu bayangkan memakannya perlahan-lahan dari pinggirannya yang berwarna putih belum melahap bagian tengahnya yang berwarna coklat. Hmmm....Sudah selesai mengelap air liurnya, TripTroops? Kalau gitu segera daftar Festival Petualang Nusantara #3 di sini (http://triptr.us/uW) lalu mampir di Purwokerto sebelum atau sesudah FPN untuk mencicipi semua makanan ini!
...moreTripTrus.Com - Bro-sis traveler, pernah nggak lo mikir kalau di tengah hiruk-pikuk Jakarta ada satu spot yang nggak cuma sunyi tapi juga penuh cerita perjuangan bangsa? Yup, TPU Karet Bivak, yang awalnya cuma kebun karet milik seorang keturunan Tionghoa, Tan Tieng Sien, sekarang jadi rumah terakhir banyak tokoh penting Indonesia. Bayangin deh, tanah seluas 16,2 hektar ini nyimpen ribuan kisah, dari pejuang kemerdekaan sampe seniman legendaris yang kontribusinya bikin Indonesia kayak sekarang.
1. Dari Kebun Karet ke Makam Legendaris
Awalnya, bro-sis, area ini tuh cuma hamparan kebun karet yang rindang. Tapi zaman berubah, dan di awal abad 20, lahan ini bertransformasi jadi pemakaman umum yang sekarang dikenal sebagai TPU Karet Bivak. Nggak cuma luasnya yang bikin melongo—sekitar 48 ribu makam ada di sini—tapi juga kisah di balik nama-nama yang dimakamkan. Lo bakal ngerasa kayak lagi baca buku sejarah terbuka, tapi dalam bentuk nyata.
2. Peristirahatan Para Pahlawan Kemerdekaan
View this post on Instagram
A post shared by Jakarta Walking Tour (@jktgoodguide)
Di sini, lo bisa nemuin makam Fatmawati, Ibu Negara pertama RI yang menjahit bendera pusaka Merah Putih yang dikibarkan pada 17 Agustus 1945. Ada juga Mohammad Husni Thamrin, tokoh Betawi yang lantang melawan penjajahan Belanda, serta Chairul Saleh, pejuang revolusi yang perannya nggak kecil di masa awal kemerdekaan. Jalan di TPU ini tuh kayak lorong waktu yang bikin lo nyadar, kemerdekaan yang kita nikmati sekarang itu ada harga yang dibayar mahal sama mereka.
[Baca juga : "17an Anti Mainstream Di TPU Tanah Kusir, Ziarah, Nostalgia, Dan Ngisi Spirit Kemerdekaan"]
3. Napak Tilas & Penghormatan
Ziarah ke TPU Karet Bivak bukan cuma soal doa, tapi juga kesempatan buat lo ngerasain getaran perjuangan yang pernah berkobar di hati para pahlawan. Setiap batu nisan jadi saksi bisu perjuangan yang nggak lekang dimakan waktu. Di momen kayak Hari Kemerdekaan atau Hari Pahlawan, suasana di sini terasa beda—lebih hangat, lebih haru, kayak ada bisikan sejarah yang ngajak kita buat nggak lupa sama pengorbanan mereka.
Jadi, bro-sis traveler, TPU Karet Bivak bukan cuma tumpukan batu nisan di tengah kota, tapi monumen hidup yang menyimpan jejak perjuangan. Napak tilas ke sini adalah cara kita buat mengingat, menghargai, dan menjaga semangat para pahlawan kemerdekaan. Mereka udah kasih segalanya buat kita, sekarang giliran kita yang rawat memori itu. Jadi kalau lo lagi main di Jakarta, sempetin mampir, resapi sejarahnya, dan bawa pulang rasa bangga jadi bagian dari negeri ini. (Sumber Foto @fitri_nurvita12)
...moreTripTrus.Com - Kota Kudus, dikenal sebagai kota yang mempunyai banyak tempat bersejarah. Karna dengan adanya dua walisongo, yaitu Sunan Kudus dan Sunan Muria, serta terkenal dengan sebutan Kota Kretek dan banyaknya peninggalan saat penjajahan Belanda, Kudus banyak menyimpan sejarah di dalamnya. Berikut tempat-tempat bersejarah di Kota Kudus :
1. Menara Kudus
View this post on Instagram
Assalamualaikum calon imam
A post shared by Fadila (@fadila_wahyuni) onApr 3, 2019 at 4:26pm PDT
Sebagai salah satu tempat awal penyebaran Islam di Pulau Jawa, Kota Kudus banyak menyimpan peninggalan sejarah Islam. Salah satu yang terpenting adalah Masjid Menara Kudus yang terletak di Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Masjid tersebut telah menjadi salah satu tempat bersejarah yang penting bagi umat Islam di Jawa.
2. Gapura Masjid Menara
Selain menara, masih banyak elemen unik lainnya yang bisa ditemukan pada kompleks masjid dan makam ini. Jika ditelusuri, terdapat banyak elemen bangunan yang berulang di berbagai tempat. Itulah gerbang yang bentuknya juga menunjukkan kaitan sangat kuat dengan seni bangunan zaman pra-Islam. Gerbang-gerbang itu menandai dan memberi batas makna ruang profan dan sakral. Komposisi tata letaknya sungguh memberikan urutan sangat menarik.
3. Masjid Wali Loram
View this post on Instagram
Biar ga kaget aja sih @kiftihislami 😋😄
A post shared by Ayuuu 🎵 (@diayuu.s) onJan 19, 2018 at 3:30pm PST
Meski tak sepopuler Masjid Menara Kudus, atau Masjid Muria, namun Masjid Wali, Loram Kulon adalah salah satu masjid yang usianya cukup tua di Kudus. Masjid yang hingga kini masih berdiri kokoh di Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati tersebut, konon juga didirikan pada masa wali. Kekunoan masjid ini dengan mudah terlihat dari gapura kuno yang berdiri kokoh di depan masjid. Gapura dengan nama ‘Padureksan’ ini mirip dengan candi-candi semasa Hindu-Budha dan masih terawat baik. Sebagaimana menara Kudus yang terkenal, gapura ini terbuat dari bata merah yang tersusun rapi menyerupai candi. Selain itu, beberapa pe-ninggalan kuno lain seperti mihrab, dan sumur tua tempat wudlu peninggalan wali, yang hingga kini masih dipertahankan meski sudah banyak mengalami pemugaran.
4. Masjid Wali Jepang
View this post on Instagram
Ketika kita merasa benar, orang lain belum tentu salah. . . . . . . . #outdoors #outdoorphotography #outdoorphotoshoot #landscape #phonephotography #zenfonephoto #zenfonephotography_indonesia #sengajaphoto #masjidwali #sekitarkudus #kudushits #kuduskotakretek #explorekudus #kudusexplore #jelajahkudus #masjidwalijepang #landscapephotography #bluesky #buildings #architecture #culture #aculturation #kudustoday
A post shared by Erika Sulistya Nugraha (@ernugraha) onNov 26, 2018 at 7:00pm PST
Masjid Wali Jepang Kudus yang diperkirakan berdiri sejak abad ke-16 itu konon dibangun Arya Penangsang dengan bantuan Sunan Kudus. Masjid digunakan sebagai tempat istirahat dan salat setelah ia menempuh perjalanan dari Jipang di daerah Cepu, Blora, sebelum menghadap Sunan Kudus.
5. Langgar Bubrah
View this post on Instagram
...LANGGAR BUBRAH-salah satu situs peninggalan sejarah penyebaran Islam di Nusantara oleh Walisongo dhi oleh Sunan Kudus - banyak mitos didalamnya - berada sekitar 100 m dari Komplek Masjid Menara Kudus... #langgarbubrah #menara #menarakudus #kudus #indonesia #jawatengah #instaphoto #instahistory #gowes #sepeda #sepedaan
A post shared by Bambang Soetono (@bambangsoetono) onJul 4, 2017 at 11:25pm PDT
Dikisahkan bahwa Langgar Bubrah ini dibangun pada abad XV sekitar tahun 953 H/1533 M oleh Pangeran Pontjowati dari Majapahit. Pangeran Pontjowati pada zaman dahulu diberi sebuah tanah perdikan di area Kota Kudus oleh Majapahit. Kemudian beliau membangun sebuah tempat ibadah yang dahulu dikenal dengan sebutan Bancik-an atau tempat pemujaan pada masa kejayaan Hindu di Kudus. Tempat tersebut adalah Langgar Bubrah. Pada masa kejayaan Hindu, bangunan Langgar Bubrah digunakan sebagai tempat pemujaan atau beribadah bagi umat Hindu. Setelah masuknya Islam ke Kudus yang dibawa oleh Sunan Kudus dan masyarakat sudah memeluk agama Islam, kemudian tempat itu dijadikan sebagai tempat pertemuan para Wali.
6. Masjid Baitul Aziz
Desa Hadiwarno memiliki cagar budaya berupa masjid peninggalan wali yaitu Masjid Baitul Aziz. Masjid tersebut dibangun pada abad ke-16 M zaman wali, terbuat dari batu bata merah kuno dengan luas bangunannya yaitu 150m persegi. Masjid ini termasuk peninggalan masa sunan Kudus ketika beliau sedang berada di Kudus.
7. Rumah Kembar 3 Bal
Kota Kudus menjadi penting dalam dunia kretek karena seorang Nitisemito. Nitisemito adalah pribumi terkaya di Indonesia. Pengusaha rokok paling sukses di Hindia Belanda yang hampir menguasai seluruh distribusi rokok di Hindia Belanda bahkan menyeberang sampai ke negeri Belanda. Dinamakan Rumah Kembar karena Nitisemito membangunkan rumah untuk anaknya, yang terletak di sebelah Barat dan Timur sungai Kaligelis.
[Baca juga : "Mengunjungi Situs Arca Domas Cibalay"]
8. Waduk Lawang Songo
View this post on Instagram
Dulu beberapa orang selalu bilang foto backlight itu kurang oke. Tetapi entahlah, saya malah menikmati foto dengan teknik melawan matahari seperti ini. Walau sederhana, namun begitu nyaman di mata. . . Bagiku, foto melawan matahari adalah tentang bagaimana kamera mampu menghadirkan nuansa berbeda akan tempat yang kita tuju. . . Namanya Waduk Gembong. Sebuah tempat yang menurutku cukup bagus bila digarap serius oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Pati. Bukan hanya sebuah tempat berkumpul anak muda yang dimabuk asmara, namun tempat antar pemuda berbagi karya. Bertukar cerita. . . Dari saya yang jauh, dan rindu akan kata pulang untuk mencium tangan Ibu dan Bapak di rumah. Kenangan tentang sudut-sudut kota selalu menyenangkan untuk diceritakan. . . #geonusantara #instanusantara
A post shared by Not Lost Just undiscovered (@bukanrastaman) onNov 24, 2018 at 3:08pm PST
Waduk Lawang Songo ini terletak di Kabupaten Kudus, tepatnya di Desa Kalirejo Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus dan berbatasan dengan Desa Wilalung Kecamatan Gajah Kabupaten Demak.
Bangunan peninggalan Belanda ini di bangun sekitar tahun 1908-1916 dan mulai dioperasikan sekitar tahun 1918. Bangunan ini mempunyai fungsi utama sebagai pengatur irigasi pertanian dan pembagi pintu banjir di wilayah sekitar undaan Kudus. Bangunan ini merupakan pembagi pintu banjir yang bertujuan melindungi daerah Demak, Kudus dan Grobogan dari Banjir.
9. Tugu Identitas
View this post on Instagram
Kelihatan gagah dr bawah. Tapi dari samping tenggelam dg bangunan sekitar, Hypermart. Seolah Tugu Identitas Kudus dan tamannya menjadi taman Hypermart Kudus. #tuguidentitas #tuguidentitaskudus #taman #hypermartkudus #architecture #cloudy #day #panoramic #unsquared
A post shared by ulin.arjunanuha (@ulin.arjunanuha) onMar 12, 2019 at 8:45pm PDT
Bangunan tugu ini dibangun di lokasi sejarah yang menjadi saksi perjuangan para pahlawan Indonesia dalam perjuangan kemerdekaan. Tugu ini dibangun pada tanggal 25 Mei 1986 dan diresmikan pada tanggal 28 September 1987. Pada dasarnya, Tugu Identitas Kudus ini merupakan stabilisasi dari menara Kudus yang sudah menjadi ciri khas dari Kabupaten Kudus. Bangunan ini memiliki berbagai makna, seperti pada ketinggiannya yaitu 27 meter yang memiliki makna dari angka 2 dan 7 yang apabila dijumlahkan akan berjumlah 9 yaitu bermakna adanya Walisongo. (Sumber: Artikel isknews.com Foto id.wikipedia.org)
...moreTradisi memanjangkan cuping telinga menjadi salah satu keunikan budaya di Kalimantan. Meski sebenarnya tidak semua suku melakukannya, tapi budaya ini sudah terlanjur melekat dengan masyarakat dayak secara umum. Namun sayangnya dari waktu ke waktu, tradisi ini semakin menghilang, dan saat ini hanya tinggal sedikit orang Dayak yang masih memiliki cuping telinga panjang, itu pun umumnya generasi tua.Salah satunya di Kampung Bena Baru yang dihuni sekitar 700 jiwa penduduk. Kampung Bena Baru adalah salah satu kampung pedalaman suku Dayak Kenyah yang berada di Sungai Kelay, Kecamatan Sambaliung. Kehidupan masyarakat di tempat ini masih berjalan berdampingan dengan tradisi dan kultur lokal, lengkap dengan upacara adat dan tari-tarian khasnya. Sebagian peralatan kerja dan rumah tangga merupakan hasil buatan tangan sendiri. Tapi bukan berarti penduduk kampung ini merasa asing terhadap perkembangan teknologi seperti televisi, telepon seluler, dan alat-alat elektronik lainnya. Kampung yang baru dibuka pada tahun 1980-an ini memiliki sekitar 20 orang nenek yang memiliki telinga cuping panjang. Daun telinga cuping panjang tidak hanya diperuntukkan bagi wanita, tetapi juga untuk laki-laki. Proses pemanjangan cuping telinga mulai dilakukan sejak bayi. Hal ini umumnya dikaitkan dengan tingkatan sosial seseorang dalam masyarakat Dayak. Bagi suku Dayak Kayan, misalnya, telinga cuping panjang menunjukkan kalau orang tersebut berasal dari kalangan bangsawan. Sementara bagi perempuan, telinga cuping panjang menunjukkan apakah dia seorang bangsawan atau budak karena kalah perang atau tidak mampu membayar utang.Di kalangan masyarakat Dayak Kayan, pemanjangan cuping daun telinga ini biasanya menggunakan pemberat berupa logam berbentuk lingkaran gelang atau berbentuk gasing ukuran kecil. Dengan pemberat ini daun telinga akan terus memanjang hingga beberapa sentimeter.Di desa-desa yang berada di hulu Sungai Mahakam, telinga cuping panjang digunakan sebagai identitas yang menunjukkan umur seseorang. Begitu bayi lahir, ujung telinganya diberi manik-manik yang cukup berat. Jumlah manik-manik yang menempel di telinganya akan bertambah satu untuk setiap tahun.Tetapi ada juga anggapan yang mengatakan kalau tujuan pembuatan telinga panjang bukanlah untuk menunjukkan status kebangsawanan, tetapi justru untuk melatih kesabaran. Jika dipakai setiap hari, kesabaran dan kesanggupan menahan derita semakin kuat.Sementara bagi suku Dayak Kenyah, antara laki-laki dan perempuan memiliki aturan panjang cuping telinga yang berbeda. Kaum laki-laki tidak boleh memanjangkan cuping telinganya sampai melebihi bahunya, sedangkan perempuan boleh memanjangkannya hingga sebatas dada. Proses memanjangkan cuping daun telinga ini diawali dengan penindikan daun telinga sejak masih berumur satu tahun. Setiap tahun, satu buah anting atau subang perak digantungkan di telinga mereka. Gaya anting atau subang perak yang digunakan pun berbeda-beda, yang akan menunjukkan perbedaan status dan jenis kelamin. Gaya anting kaum bangsawan tidak boleh dipakai oleh orang-orang biasa.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTripTrus.Com - Mau jalan-jalan asik, murah, dan edukatif di Jakarta? Kota Tua jawabannya! Di sini lo bisa nikmatin suasana lawas sambil belajar sejarah. Kawasan Taman Sari di Jakarta Barat ini banyak banget museumnya, dan enaknya, semua lokasinya berdekatan, jadi bisa jalan kaki dari satu museum ke museum lain.
Kota Tua punya sejarah panjang, mulai dari era Portugis di abad ke-16 sampai akhirnya Batavia jadi pusat perdagangan Belanda di Hindia Belanda. Nah, ini dia beberapa museum keren di Kota Tua yang bisa lo datengin seharian penuh!
View this post on Instagram
A post shared by Wonderful Indonesia (@wonderfulindonesia)
1. Museum Bank Indonesia
Museum yang satu ini pas banget buat lo yang penasaran soal sejarah keuangan di Indonesia. Tiket masuk cuma Rp5.000, tapi pengalaman yang lo dapetin bisa jauh lebih berharga! Di sini lo bakal lihat berbagai koleksi uang dan peralatan keuangan dari zaman Belanda, awal kemerdekaan, era Orde Baru, sampai masa sekarang. Setiap ruangan udah modern banget, dilengkapi diorama elektronik dan layar plasma yang bikin museum ini jauh dari kesan membosankan.
Yang bikin tambah keren, ada koleksi uang dari negara lain juga! Mau ngunjungin? Museum ini buka Selasa-Jumat dari jam 08.00-15.30, dan Sabtu-Minggu dari jam 08.00-16.00. Jadi, atur jadwal biar bisa puas keliling dan foto-foto di tiap sudutnya!
2. Museum Mandiri
Museum Mandiri ini lokasinya pas di sebelah Museum Bank Indonesia, jadi lo tinggal jalan kaki. Tiketnya juga sama, Rp5.000 doang, dan isinya nggak kalah menarik! Lo bisa ngeliat koleksi alat-alat perbankan kuno kayak mesin tik, kalkulator jadul, dan ATM model lama. Menariknya lagi, ada diorama yang nunjukin suasana ekonomi Indonesia pada masa lampau, jadi lo bisa ngerasain vibe perbankan tempo dulu.
Museum ini buka Selasa-Jumat dari jam 09.00-15.30, dan di akhir pekan Sabtu-Minggu dari jam 09.00-18.30. Cocok nih buat lo yang suka eksplor benda-benda vintage dengan sentuhan edukasi!
3. Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah)
Kalau lo suka sejarah kota, wajib mampir ke Museum Sejarah Jakarta, yang lebih sering dikenal orang dengan nama Museum Fatahillah. Di sini lo bisa lihat gimana perjalanan Jakarta dari zaman penjajahan sampai jadi kota metropolitan kayak sekarang.
Museum ini luas banget, sekitar 1.300 meter persegi dengan dua lantai, jadi puas banget buat eksplor. Di sini, lo bisa lihat koleksi peta-peta lama, artefak sejarah, sampai replika benda-benda peninggalan zaman dulu. Buat tiket masuknya masih sama, cuma Rp5.000 aja. Plus, di area depan museum ada lapangan luas yang bisa jadi tempat santai. Lo juga bisa sewa sepeda ontel di sini buat keliling-keliling Kota Tua.
Jam bukanya setiap hari Selasa-Minggu dari jam 08.00-17.00. Jangan lupa mampir ke toko suvenirnya sebelum pulang, ya!
[Baca juga : "10 Museum Date Hits Jakarta Yang Bikin Feed Lo Tambah Aesthetic & Romantis!"]
4. Museum Seni Rupa dan Keramik
Museum ini letaknya di sebelah timur Museum Fatahillah, jadi masih bisa dicapai dengan jalan kaki. Di sini lo bakal nemuin banyak lukisan dan keramik dari seluruh daerah di Indonesia, bahkan ada peninggalan Kerajaan Majapahit juga! Tiketnya cuma Rp5.000 buat umum dan Rp3.000 buat pelajar.
Yang bikin unik, museum ini punya aplikasi canggih bernama SIJI. Lo bisa scan lukisan yang ada tanda SIJIable pake kamera smartphone, dan langsung lihat info lengkap, film, bahkan video dokumenter tentang lukisan tersebut. Museum ini buka tiap Selasa-Minggu dari jam 08.00-17.00, jadi sempatin buat mampir!
5. Museum Wayang
Museum Wayang ini juga seru, apalagi buat lo yang tertarik dengan budaya wayang Indonesia. Tiket masuknya masih affordable banget, Rp5.000 buat dewasa, Rp3.000 buat mahasiswa, dan cuma Rp2.000 buat anak-anak. Di sini lo bisa lihat berbagai koleksi wayang, mulai dari wayang kulit, wayang golek, wayang potehi, sampai wayang dari negara lain.
Yang bikin museum ini tambah seru adalah adanya pertunjukan wayang dan gamelan setiap akhir pekan. Dan nostalgia sedikit, ada Si Unyil yang jadi favorit di masa kecil kita dulu! Museum ini buka tiap Selasa-Jumat dari jam 09.00-16.30. Pastikan datang di jam yang tepat biar gak kecewa.
6. Museum BNI
Museum BNI ini nggak buka tiap hari, tapi hanya di momen-momen tertentu, misalnya saat ulang tahun BNI. Museum ini ada di Gedung BNI, dan isinya koleksi perbankan yang keren-keren. Lo bakal lihat mesin cetak uang, mesin tik jadul, teleks, sampai brankas kuno yang masih ada bekas jejak sejarahnya.
Museum ini cocok banget buat lo yang penasaran gimana awal mula dan perkembangan bank-bank di Indonesia. Koleksinya cukup lengkap dan memberikan insight tentang perjalanan BNI dari masa ke masa.
7. Museum Bahari
Museum Bahari ini agak jauh dari museum-museum lain di Kota Tua, sekitar 2 km, tapi lo masih bisa jalan kaki kok. Dulunya, tempat ini jadi gudang penyimpanan rempah-rempah VOC, tapi sekarang udah jadi museum dengan koleksi kebaharian Indonesia. Di sini ada sekitar 573 koleksi dari zaman kolonial sampai pascakemerdekaan. Lo bisa lihat meriam VOC, kapal tradisional Jukung Barito, perahu Phinisi, sampai replika kapal Lancang Kuning yang bikin kagum.
Tiket masuknya mulai dari Rp2.000 sampai Rp5.000 per orang. Museum Bahari buka tiap Selasa-Minggu dari jam 08.00-15.00, jadi cocok buat ditutup di akhir trip lo di Kota Tua.
Jadi, kapan lagi bisa explore museum sambil jalan santuy di Jakarta? Siapin kamera, sepatu nyaman, dan powerbank buat ngabisin seharian keliling museum Kota Tua. Pasti seru dan berkesan banget! (Sumber Foto @yasa_demilda)
...moreTripTrus.Com - Bali memang selalu punya acara-acara seru yang sayang banget buat dilewatkan. Makanya, buat kalian yang suka sensasi-sensasi unik dan ingin merasakan budaya keren, ada tiga event spektakuler yang wajib banget masuk dalam daftar agenda kamu. Simak yuk, apa aja event-event keren yang bakal bikin liburanmu makin berkesan!
1. Mekepung Cup: Lombok Barat Pamerkan Budaya Asli yang Keren Abis
Jelang tanggal 15 Oktober 2023, Jembrana bakal meriah banget nih. Ada event seru namanya Mekepung Cup di Jembrana. Acara ini nggak cuma seru, tapi juga punya misi penting, yaitu melestarikan budaya asli Jembrana yang nggak bisa ditemui di tempat lain, bro!
Festival Mekepung Cup ini dibuat khusus buat ngejaga budaya leluhur yang ada di Jembrana. Gak hanya buat hibur-hiburan aja, tapi juga jadi wahana buat memastikan bahwa warisan budaya ini tetap hidup dan terjaga di hati masyarakat Jembrana.
Selama acara ini berlangsung, kamu bakal diajak merasakan serunya balapan kerbau yang menegangkan. Iya, beneran, balapan kerbau! Asyik banget lihat kerbau-kerbau gagah berani ngebut di lintasan sambil didukung sorak-sorai penonton yang super excited. Jangan sampai ketinggalan momen seru ini, ya!
Selain balapan kerbau, Mekepung Cup juga menghadirkan pameran dan beragam aktivitas menarik lainnya. Jadi, selain merasakan aksi seru dari kerbau-kerbau keren, kamu juga bisa ikutan meresapi kebudayaan Jembrana melalui berbagai kegiatan seru lainnya.
2. Bali Roller Marathon: Eksplorasi Asyik di Atas Roda
Siap-siap, tanggal 1 November 2023, Denpasar bakal heboh lagi. Persosi menggelar Bali Roller Marathon, acara keren buat kamu yang doyan sepatu roda dan skate. Acara ini bukan cuma lomba biasa, tapi juga ajang seru buat menjalin persahabatan baru sambil memperbaiki skillmu di atas roda.
Kota Denpasar bakal dipenuhi peserta dari berbagai penjuru, jadi kamu bisa kenalan dengan skate enthusiast lain yang mungkin bisa jadi teman baru sejalan. Buat kamu yang percaya diri dengan skillmu di atas sepatu roda, ini saatnya buktikan kebolehanmu. Slalom, race, atau sekadar mengejar teman di jalur bebas, semua serunya bisa kamu rasakan di sini.
Persosi sudah menyiapkan hadiah-hadiah menarik untuk para peserta, mulai dari uang tunai hingga merchandise kece. Jadi, ini bukan hanya tentang skill, tapi juga tentang keberuntunganmu. Jangan sampai ketinggalan untuk mendaftar, ya!
[Baca juga : "Seru-Seruan Di Besakih Festival Dan Buleleng Creative Movement!"]
3. Festival Mekepung Lampit: Temukan Akar Tradisi Jembrana
Tanggal 5 November 2023, Festival Mekepung Lampit di Kota Jembrana siap mengajakmu merasakan tradisi khas daerah ini. Ini bukan cuma tentang hiburan semata, tapi juga tentang menjaga dan melestarikan tradisi leluhur kita.
Kamu bisa menikmati pacuan kerbau yang spektakuler dan berpartisipasi dalam usaha melestarikan kerbau dan sapi Bali, yang tak lekang oleh waktu dalam identitas daerah kita. Festival ini cocok buat kamu yang sudah mencintai budaya atau yang ingin menjelajah akar tradisi baru.
Jadi, catat tanggalnya dan siap-siap untuk merapat ke Kota Jembrana pada tanggal 5 November 2023. Jangan lupa ajak teman-temanmu biar seru acaranya! (Sumber Foto nusabali.com)
...moreTari Gantar merupakan jenis tarian pergaulan antara muda mudi yang berasal dari Suku Dayak Benuaq dan Tunjung di Kabupaten v, Kalimantan Timur.Tarian ini melambangkan kegembiraan dan juga keramah-tamahan suku Dayak dalam menyambut tamu yang datang ke Kalimantan Timur, baik sebagai wisatawan, investor, atau para tamu yang dihormati. Tamu-tamu bahkan diajak ikut menari bersama para penari.Gerakan-gerakan tari Gantar melukiskan orang yang sedang menanam padi. Tongkat menggambarkan kayu penumbuk untuk membuat lubang di tanah. Sementara bambu berisi biji-bijian melambangkan benih padi dan wadahnya. Tarian ini tidak hanya dikenal oleh suku Dayak Tunjung, namun dikenal juga oleh suku Dayak Benuaq. Tarian Gantar bisa dibagi menjadi tiga kategori, yaitu tari Gantar Rayatn, Gantar Busai, dan Gantar Senak atau Gantar Kusak.Kostum yang dipakai penari disebut Ulap Doyo, merupakan kain tenunan asli suku Dayak Benuaq yang diambil dari serat Doyo.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTripTrus.Com - Berapa kali Anda melakukan kegiatan travellingdalam tahun ini? Jika terhitung jarang, Anda mungkin bisa segera memulai perjalanan travelling Anda.
Pasalnya, seperti dilansir dari Huffington Post, menurut banyak ilmuwan, kegiatan travelling memiliki dampak yang positif bagi kesehatan Anda. Berikut ini rangkuman Liputan6.com perihal alasan mengapa travelling dapat berpengaruh pada kesehatan seseorang.
1. Merencanakan sebuah perjalanan akan meningkatkan rasa sejahteraSebuah studi pada tahun 2002 yang dilakukan oleh para profesor dari Universitas Surrey di Inggris, menemukan bahwa seseorang akan sangat merasa senang dan semangat ketika akan berlibur. Orang-orang yang memiliki rencana liburan dalam hidupnya, mempunyai rasa sejahtera dan kualitas kesehatan yang baik. Bahkan menurut sebuah penelitian pada 2014 oleh Universitas Cornel, menyatakan bahwa orang jauh lebih bahagia ketika memiliki pengalaman traveling ketimbang banyak uang, tapi tidak meluangkan waktu untuk berlibur dengan baik.
2. Berlibur secara teratur dapat mengurangi potensi serangan jantungMelalui penelitian yang dilakukan oleh The Landmark Framingham Heart menyatakan bahwa pria yang tidak mengambil waktu berlibur selama beberapa tahun, berpotensi terkena serangan jantung sebesar 30 persen. Sedangkan bagi wanita, potensi terkena serangan jantung sebesar delapan kali dari pria jika hanya berlibur dan travelling satu kali dalam enam tahun. Studi lainnya datang dari National Institute of Health yang menyatakan bahwa, saat pria mengambil waktu liburan secara teratur akan terhindar dari kematian sebesar 21 persen, dan 32 persen lebih kecil kemungkinan terkena serangan jantung.
3. Emosi Anda jauh lebih bisa terkontrol dengan baikBagi Anda yang sulit mengatur emosi, travelling atau liburan dapat menjadi solusinya. Menurut studi dari Klinik Marshfield di Winconsin menyatakan bahwa, wanita yang berlibur hanya sekali dalam dua tahun akan beresiko mengalami depresi dan stress. Studi lainnya dari American Psychlogical Association pada 2013 menyatakan bahwa liburan dan travelling akan mengurangi stres, dan menjauhkannya dari lingkungan yang memberikan tekanan.
4. Travelling dapat memperbaiki pola tidur, dan olahraga AndaKalau Anda adalah orang yang sulit tidur dan malas untuk olahraga, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya adalah dengan travelling atau liburan. Menurut studi yang dilakukan National Sleep Foundation, aktivitas liburan atau travelling dapat berdampak positif pada pola tidur dan olah tubuh Anda.
5. Pengalaman berlibur atau travelling, akan membuat Anda jauh lebih merasa sejahtera ketimbang memiliki banyak harta
Barang-barang mewah dan berharga seperti rumah mewah, mobil, perhiasan, dan perangkat elektronik yang canggih terkesan dapat membuat orang bahagia. Namun menurut studi dari Universitas Cornell pada 2010, saat memutuskan untuk berlibur atau travelling, seseorang jauh lebih bisa merasa dirinya sejahtera ketimbang harta berupa benda yang berlimpah.
(Sumber: Artikel liputan6.com)
...moreTripTrus.Com - Tangkahan, si ekowisata keren di Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Tempat ini tersembunyi di dua desa, Desa Namo Sialang dan Sei Serdang, dan masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser. Orang Medan pasti langsung kepikiran gajah kalau denger Tangkahan. Soalnya, di sini memang terkenal banget dengan gajah liar dan sungai jernih yang super bersih. Tangkahan itu bener-bener “The Hidden Paradise” deh, panorama alamnya bak surga!
Nah, di Tangkahan, kamu bisa menikmati berbagai daya tarik, nginep di tempat cozy, dan ada banyak rute seru buat kamu eksplor. Berikut ini beberapa highlightnya.
Daya Tarik Tangkahan
Panorama alam dan udara segar di Tangkahan bikin betah siapa aja. Pohon-pohon besar dan vegetasi hutan tropis yang rimbun berpadu dengan bukit-bukit, menjadikan tempat ini nggak cuma buat wisata, tapi juga tempat belajar tentang alam, flora, dan fauna.
View this post on Instagram
A post shared by Tangkahan (@tangkahan_)
Tangkahan punya kekayaan alam yang luar biasa. Mulai dari Hutan Tangkahan yang lebat, sungai jernih, air terjun, air panas, lembah, sampai tumbuhan langka seperti Rafflesia. Topografi berbukit dengan tebing-tebing cocok banget buat yang suka panjat tebing, mendaki, atau berkemah.
Aktivitas Seru di Tangkahan
Jungle Trekking dan River Tubing. Wisatawan bisa keliling hutan dan sungai Tangkahan. Pakai ban di atas air, kamu bakal menyusuri sungai sambil menikmati pemandangan. Biayanya sekitar Rp 75.000 per orang, udah termasuk makanan.
Bermain di Air Terjun. Ada banyak air terjun indah di sini. Kamu bisa main air sambil lihat monyet bergelantungan dari pohon ke pohon. Seru kan?
Berendam di Air Hangat. Di sisi sungai, ada spot air hangat buat kamu berendam.
Foto di Jembatan Gantung. Jembatan gantung yang alami dan unik ini instagramable banget, latar belakangnya eksotis abis.
Memandikan dan Menunggangi Gajah. Wisatawan bisa keliling dan memandikan gajah di sungai. Tenang aja, kegiatan ini diawasi petugas terlatih kok.
Paket Wisata Tangkahan
Buat menikmati wisata di Tangkahan, kamu bisa pilih paket wisata yang ditawarkan pengelola. Mulai dari perjalanan satu hari, dua hari satu malam (2D1N), atau tiga hari dua malam (3D2N). Misalnya, untuk paket dua hari (2D1N), biayanya sekitar Rp 550.000 per orang dengan minimal rombongan lima orang.
[Baca juga : "5 Spot Keren Buat Nonton Satwa Liar Di Indonesia"]
Hari pertama, kamu bakal ke Jembatan Jodoh, amati perilaku gajah (dengan pemandu), dan kunjungi penangkaran gajah (memandikan dan memberi makan). Hari kedua, ada aktivitas arung jeram, air panas, Air Terjun Garut, Air Terjun Kenangan, makan siang di tengah sungai, Pantai Kupu-kupu, dan main jeep.
Biaya paket ini udah termasuk makan tiga kali, buah-buahan selama trekking, tiket masuk semua wisata, pemandu, air mineral, parkir, penginapan, dan coffee break. Lengkap banget deh!
Rute ke Tangkahan
Dari Medan, perjalanan ke Tangkahan sekitar dua jam dengan jarak 67 km lewat Tol Medan-Binjai. Kalau dari Bandara Udara Kuala Namu, waktu tempuh juga sekitar dua jam lewat Tol Belmera, Jalan Medan-Aceh, dan Jalan Sawit Seberang. Jadi, udah siap belum buat petualangan seru di Tangkahan? (Sumber Foto @winnyedikaputri)
...more