TripTrus.Com - Menjadi tour guide tidaklah mudah. Seperti yang termuat dalam artikel cara menjadi tour guide, ada banyak sekali faktor yang harus diperhatikan ketika ingin menjadi seorang tour guide atau pemandu wisata.
Namun, mengetahui hal dasar saja tidak akan membuat karir Anda berkembang pesat.
Oleh karenanya, di bawah ini kami akan menyajikan beberapa tips menjadi tour guide yang handal agar Anda selalu dicintai oleh wisatawan yang Anda dampingi dan tentu dapat membangun citra positif Anda sebagai pemandu wisata.
Tips Menjadi Tour Guide Handal
Tips yang akan disajikan dibawah terbagi menjadi 4 bagian, yaitu tips mengenai pengetahuan seorang pemandu wisata, penampilan, kesehatan dan perilaku.
1. Pengetahuan
Seorang pemandu wisata harus cerdas. Tidak hanya dapat menghapal kelebihan-kelebihan suatu destinasi wisata, tapi lebih dari itu, seorang pemandu wisata harus bisa merangkai kata agar menarik minat wisatawan untuk mendengarkan.
Keterampilan merangkai kata ini tentu membutuhkan banyak pengetahuan. Berikut beberapa tipsnya. Seperti yang telah di muat dalam tulisan cara menjadi tour guide, penguasaan terhadap informasi dari destinasi tempat kita memandu wisatawan adalah mutlak.
Informasi yang dimaksud di sini bukan hanya seputar letak obyek wisata dan toko cinderamata saja, tapi harus lebih lengkap lagi, seperti Jalur alternatif menuju ke tempat-tempat yang akan di kunjungi wisatawan.
Mengetahui jalan alternatif akan memberikan kemudahan bagi seorang pemandu wisata untuk bisa menghindarkan rombongannya dari kemacetan maupun jika suatu saat terjadi hal-hal yang membahayakan di jalan yang sering digunakan.
Selain jalan alternatif, seorang pemandu wisata juga sebaiknya mengetahui lokasi fasilitas-fasilitas umum yang penting bagi wisatawan, seperti rumah sakit, toilet umum, ATM, restoran maupun pusat kuliner, serta fasilitas transportasi umum.
1.2. Kuasai lebih dari satu bahasa asing
Seorang tour guide tentu menguasai setidaknya satu bahasa asing, yaitu bahasa inggris. Namun, jika Anda ingin menjadi pemandu wisata yang handal, satu bahasa asing tidaklah cukup.
Tidak jarang (bahkan bisa dikatakan sering) ada wisatawan mancanegara yang tidak bisa berbahasa inggris dengan lancar.Ini akan menjadi penghambat komunikasi antara Anda dengan wisatawan yang anda dampingi. Oleh karenanya, salah satu tips menjadi tour guide yang handal adalah dengan menguasai beberapa bahasa asing.
Bahasa asing yang anda prioritaskan untuk dipelajari dapat disesuaikan dengan negara asal wisatawan yang datang ke destinasi wisata tempat Anda bekerja.
Misalnya Anda adalah tour guide di Yogyakarta, maka Anda sebaiknya meguasai bahasa Belanda, Jepang, Perancis, dan Jerman karena memang mayoritas wisatawan mancanegara yang datang ke Yogyakarta berasal dari negara-negara tersebut.
Dengan menguasai bahasa asli wisatawan, Anda akan lebih mudah memberikan penjelasan serta wisatawan pun akan semakin nyaman berwisata bersama Anda.
1.3. Miliki pengetahuan selain pengetahuan mengenai wisata
Pengetahuan akan seluk beluk wisata memang merupakan hal mutlak yang harus dikuasai oleh seorang pemandu wisata. Namun, pengetahuan itu saja tidak cukup. Salah satu pengetahuan yang perlu Anda kuasai adalah pengetahuan mengenai ilmu P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan).
Sering terjadi wisatawan yang tiba-tiba mabuk perjalanan, kejang-kejang, sesak nafas bahkan sakit jantung selama dalam kegiatan wisata.
Anda sebaiknya dapat menguasai keadaan seperti ini, meskipun ada Tour Leader yang berkewajiban mendampingi wisatawan, namun jika Anda juga memiliki pengetahuan P3K, tentu akan sangat memudahkan pertolongan untuk wisatawan yang tiba-tiba sakit tersebut.
Selain itu, Anda juga sebaiknya mengetahui secara umum budaya wisatawan yang Anda dampingi. Beberapa perilaku maupun tidakan yang kita anggap sopan belum tentu dianggap demikian oleh wisatawan.
Dari pada terjadi kesalahpahaman, Anda tentu lebih baik mempelajari secara umum budaya wisatawan yang akan Anda dampingi.
2. Penampilan
Ada sebuah kata mutiara berbunyi “Pandangan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda”.
Meskipun makna dari kata mutiara tersebut sedikit bernuansa sarkasme, namun seorang pemandu wisata haruslah dapat “menggoda” pada pandangan pertama.
Menggoda dapat diartikan menarik perhatian namun namun tidak mencolok. Tentu Anda tidak ingin menjadikan wisatawan kurang nyaman dengan berdandan terlalu berlebihan atau malah tidak mempersiapkan penampilan sama sekali.
Tour guide biasanya sudah dibekali dengan seragam, sehingga Anda tinggal memastikan bahwa seragam yang Anda pakai selalu bersih dan rapi.
3. Kesehatan
Yang satu ini mungkin tidak banyak menjadi perhatian kebanyakan tour guide. Namun, jangan sampai Anda yang ingin menjadi seorang tour guide handal juga tidak memperhatikan kesehatan Anda.
Pekerjaan menjadi pemandu wisata adalah sebuah pekerjaan berat, di mana Anda dituntut untuk banyak memberikan penjelasan, bersabar menghadapi wisatawan yang kadang “menjengkelkan”, serta tentu saja mengajak wisatawan berkeliling.
Seorang pemandu wisata dituntut untuk selalu sehat dan bugar ketika bekerja. Wisatawan tidak akan nyaman mendengarkan Anda jika Anda sering batuk selama menjelaskan atau wajah Anda terlihat pucat dan lusuh.
Berolahraga dan makan-makanan sehat akan membuat kebugaran tubuh Anda terjaga. Jika sedang dalam musim ramai, Anda bisa menyempatkan olahraga selama 1 atau 2 jam beberapa hari sekali.
4. Perilaku
Poin terakhir ini mungkin merupakan poin yang paling penting. Memang dalam memandu wisatawan yang perlu dikuasai terlebih dahulu adalah pengetahuan dalam hal kepariwisataan.
Namun, kecerdasan Anda menjelaskan berbagai keindahan destinasi wisata tidak akan berarti apa-apa bagi wisatawan jika para wisatawan merasa perilaku Anda tidak menyenangkan. Banyak sekali contoh keluhan wisatawan akibat dari perilaku pemandu wisata yang tidak baik ini.
Seperti pada berita yang menyajikan informasi bahwa wisatawan mengeluhkan adanya pemandu wisata yang memaksa menggunakan jasanya meskipun wisatawan sudah menolak. Kalau sudah begini, bagaimana dengan tanggungjawab si pemadu wisata yang merupakan ujung tombak pariwisata Indonesia?
Jika banyak kejadian seperti ini, citra pariwisata Indonesia akan menjadi buruk di mata negara lain.
Kesimpulan
Pemandu wisata yang handal selalu ingin menjadi lebih baik setiap waktu. Pengetahuan yang luas, penampilan yang menarik, kesehatan prima serta perilaku yang menyenangkan akan mempercepat karir Anda menjadi pemandu wisata yang profesional.
Demikian beberapa tips menjadi tour guide atau pemandu wisata yang handal. Apakah Anda sekarang sudah menjadi tour guide? Jika iya, faktor apakah yang paling penting dikuasai oleh seorang pemandu wisata berdasarkan pengalaman Anda?
Jika Anda belum menjadi tour guide, apakah tips yang menurut Anda paling sulit dilakukan untuk menjadi tour guide? (Sumber: Artikel studipariwisata.com Foto vakansinesia.com)
...moreTripTrus.Com - Dulu Banda Neira dan pulau-pulau di kepulauan Banda mengundang Bangsa Eropa dengan rempah-rempah. Tapi kini dengan wisata sejarah.
Persis seperti yang tertera di buku sejarah, Bangsa Eropa datang ke Indonesia untuk mencari rempah-rempah. Dimulai ekspedisi Portugis dan Spanyol, sampai pendudukan Belanda yang menyebabkan pertumpahan darah.
Salah satu tempat penghasil rempah yang menjadi rebutan yaitu Kepulauan Banda di Maluku tengah. Tempat di mana pohon-pohon pala berkualitas tinggi tumbuh sebagai primadona.
Banda Neira merupakan salah satu pulau di Kepulauan Banda. Secara administratif, Banda Neira terbagi dalam 6 desa, yakni Dwiwarna, Kampung Baru, Merdeka, Nusantara, Rajawali, dan Tanah Rata. Banda Neira pernah menjadi pusat perdagangan pala dan fuli dunia. Pada 1621, Kongsi Dagang atau Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC) membangun kota di sana dengan membantai penduduk Banda untuk mendapatkan pala.
Hingga saat ini, banyak bangunan bersejarah sisa pendudukan Bangsa Eropa di Banda. Seperti Benteng Belgica di Neira dan Benteng Hollandia di Lonthoir, Banda Besar. Tidak hanya dua benteng tersebut, beberapa peninggalan seperti Benteng Concordia, Benteng Nassau dan Benteng Revengie juga siap membawa Sahabat Sporto kembali ke abad 17an.
Selain itu, di Neira juga terdapat Istana Mini yang pernah ditempati gubernur jenderal pertama di Indonesia, yaitu Joen Pieterszoen Coen. Istana tersebut konon dibangun Belanda satu tahun sebelum didirikan Istana Merdeka dan Gedung Putih di Bogor.
Di sekitar Neira, ada pulau-pulau kecil yang juga memendam sejarah dan menarik untuk ditelisik. Seperti Pulau Hatta yang pernah menjadi tempat pengasingan Wakil Presiden pertama Indonesia Mohammad Hatta dan Pulau Syahrir, tempat yang begitu sunyi bagi tokoh kemerdekaan Sutan Syahrir.
Jadi, Jika dulu Bangsa Eropa datang Banda Neira untuk mencari rempah-rempah, sudah selayaknya saat ini Bangsa Indonesia melancong untuk berwisata sejarah. Penasaran merasakan sensasi kembali ke abad ke-17? (Sumber: Artikel sportourism.id/Suki Asmarandana Foto pesonaindonesia)
...moreTripTrus.Com - Pemkab Raja Ampat bakal bikin heboh dengan Festival Raja Ampat bulan Oktober 2023. Masalahnya, kita masih nunggu kabar resmi soal tanggal pastinya, nih. Ellen Risamasu, sang Kapten Pariwisata Raja Ampat, sempet cerita, "Festival Raja Ampat tahun ini ada, tapi tanggalnya masih sebatas rencana, bro."
View this post on Instagram
A post shared by Arief Naufal (@arief.naufal)
Nah, biasanya festival ini digelar tiap tanggal 18-21 Oktober, guys. Tapi, denger-denger, festival Raja Ampat kali ini bakal beda dari yang lain, guys.
Kali ini, mereka bakal gabungin tiga event seru dalam satu keseruan besar. Ada Festival Raja Ampat, Festival Gemar Makan Ikan, dan Festival Suling Tambur dalam satu paket!
Ellen Risamasu ngejelasin, "Jadi, di event ini ada tiga festival, bro: Festival Raja Ampat, Festival Gemar Makan Ikan, dan Festival Suling Tambur. Seru, kan?"
[Baca juga : "Party Bareng! Nusa Penida Festival 2023 Bikin Heboh Pulau Nusa Penida"]
Kata Ellen, Festival Raja Ampat ini juga penting banget buat ngebantu Raja Ampat masuk dalam jajaran UNESCO Global Geopark. Jadi, gak cuma keren, tapi juga punya sejarah, nih!
Terus, Ellen juga cerita kalo pariwisata Raja Ampat sempet tutup gara-gara pandemi COVID-19 dari 2020 sampe 2022. Makanya, sekarang mereka berusaha benerin niatan wisatawan buat mampir ke Raja Ampat, dengan bikin Festival Bahari ini. Keren, ya, upaya mereka!
Jadi, siap-siap deh buat Festival Raja Ampat 2023 yang bakal bikin kita makin cinta sama keindahan alam Indonesia! (Sumber Foto @paula_cortez28)
...morePilih trip ke Teluk Kiluan di: http://triptr.us/Bi
TRIPTRUS - Provinsi Lampung tidak hanya menyimpan tujuan wisata seperti habitat gajah Sumatera di Taman Nasional Way Kambas atau Anak Gunung Krakatau. Di Kabupaten Tenggamus, tepatnya di Kecamatan Kelumbayan, ada Teluk Kiluan yang terkenal dengan wisata baharinya. Sudah sejak lama teluk ini terkenal sebagai tempat "berburu" lumba-lumba. Tunggu dulu, TripTroops. Yang dimaksud dengan berburu di sini adalah menonton kawanan lumba-lumba hidung botol dan lumba-lumba hidung panjang yang bisa dilihat di Teluk Kiluan.
Untuk mencapai Teluk Kiluan, TripTroops bisa menyewa mobil dari Bandar Lampung dan menempuh perjalanan selama kurang lebih 4 jam. Meski perjalanan mencapai Teluk Kiluan bisa cukup melelahkan, tapi worth it begitu TripTroops sampai di Teluk Kiluan. Sebelum melihat lumba-lumba, di Teluk Kiluan terdapat kolam alami di Pantai Laguna -- tidak jauh dari dermaga Teluk Kiluan. Perjalanan menuju kolam alami ini memakan waktu kurang lebih satu jam yang melibatkan sedikit trekking, mendaki dan melintasi batu-batu karang. Kolam alami ini terdapat tepat di pinggir tebing karang. Airnya yang jernih berasal dari ombak tinggi Samudera Hindia yang terbentang di lepas Pantai Laguna.
Untuk melihat lumba-lumba di Kiluan, ada baiknya memulai perjalanan di pagi hari. Dengan menyewa perahu jukung (speedboat kecil) yang dikenal dengan nama Katir oleh penduduk setempat. Di atas perahu yang bisa memuat tiga orang ini, TripTroops akan diajak ke tengah laut melihat kawanan lumba-lumba yang berhabitat di sekitar Teluk Kiluan. Konon, kawanan lumba-lumba di Teluk Kiluan ini adalah yang terbesar di Asia, bahkan mungkin di dunia! Selain lumba-lumba, Teluk Kiluan juga merupakan habitat dari penyu hijau -- meski yang satu ini tidak terlalu sering terlihat dibanding lumba-lumba.
Bagi TripTroops yang tidak puas hanya melihat lumba-lumba saja, Teluk Kiluan juga merupakan salah satu tempat yang oke banget buat snorkeling atau diving. Meski keragaman spesies bawah laut di Kiluan tidak sebanyak yang bisa dilihat di Bunaken atau Raja Ampat, tapi kejernihan airnya membuat terjun ke air jadi sangat menyenangkan karena dapat melihat jelas satwa laut di Teluk Kiluan. Sore harinya, Teluk Kiluan adalah tempat yang tepat untuk mengabadikan pemandangan matahari terbenam yang memesona.Pantai-pantai yang ada di beberapa pulau sekitar Teluk Kiluan juga terkenal akan pemandangannya yang mengagumkan. Pasir putih dan pantai yang bersih serta tenang, seperti di Pulau Kiluan, akan membuat TripTroops betah berlama-lama di sini.
Photos taken from: Shutterstock
...moreTripTrus.Com - Pelaku industri pariwisata khususnya di sektor hotel dan restoran sudah siap menyambut pemulihan pariwisata di era new normal.
Sekjen Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran menyebut, penerapan protokol kesehatan jadi poin utama yang harus dilakukan pelaku industri wisata sektor perhotelan dan restoran.
"Saat ini hotel-hotel dan restoran siap menjalankan protokol kesehatan dengan acuan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) No 328 tahun 2020. Kami dari pelaku usaha sekarang buat ekspose untuk penerapan tersebut buat promosi produk dan kepercayaan bagi pengunjung. Jadi mereka lihat proses kami lakulan protokol tersebut," kata Maulana saat dihubungi Kontan.co.id pada Rabu.
Dengan penerapan protokol kesehatan di industri pariwisata maka akan meningkatkan kepercayaan diri para wisatawan dan pengunjung. Maulana menyebut ada dua jenis wisatawan domestik di Indonesia. Pertama, wisatawan leisure yang memang ingin berekreasi. Kedua, business tourism.
Maulana menyebut potensi wisatawan leisure besar akan terjadi pada Natal dan Tahun Baru. Apalagi ada kebijakan libur Lebaran atau cuti bersama yang dialihkan pada akhir tahun nanti.
[Baca juga : "Menparekraf Sebut Wisata Alam RI Risikonya Rendah Covid-19"]
Ia berharap pemerintah bisa mendorong business tourism terlebih dahulu, yang nantinya akan membuat hotel kembali aktif. "Pergerakan business tourism itu kan kebanyakan domestik, mayoritas dari kegiatan pemerintah. Kami berharap kegiatan di hotel dari pemerintah bisa (diaktifkan) agar hotel dan restoran kembali aktif," imbuhnya.
Maulana menambahkan dari kebijakan protokol kesehatan di hotel dan restoran akan menambah biaya operasional hampir 10% dari total biaya. (Sumber: Artikel nasional.kontan.co.id Foto syta.org)
...moreTripTrus.Com - Wisata Pulau Sangiang adalah sebuah pulau kecil yang terletak di Selat Sunda, yakni antara Jawa dan Sumatra, tepatnya di Kabupaten Serang. Secara administratif, pulau ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Serang, Banten.
Dulu pulau ini di jadikan cagar alam. Namun seiring berjalannya waktu, pulau ini dijadikan taman wisata alam laut. Belum banyak yang tahu tentang pulau kebanggaan Kabupaten Serang tersebut. Terbukti dari sedikitnya wisatawan yang mengunjungi sehingga keindahan pulaunya masih terjaga sampai saat ini.
Berikut adalah daftar beberapa spot menarik yang sayang untuk kamu lewatkan jika kebetulan berkunjung ke Pulau Sangiang seperti dikutip dari IDN Times.
View this post on Instagram
A post shared by Jakarta Jalan Jalan (@jktjalanjalan) onMar 30, 2020 at 7:01pm PDT
1. Pemandangan nuansa hijau sebelum sampai di dermaga
Spot indah yang pertama kali menyambut kedatangan wisatawan adalah nuansa hijau dari hutan bakau dan anak sungai menuju ke dermaga Pulau Sangiang, seperti sungai Amazon nuansa yang tergambar pada spot ini
2. Goa Kelelawar
Bukan hanya Bali, di Pulau Sangiang kalian dapat menjumpai goa kelelawar dan menyaksikan ratusan kelelawar bermain – main dengan deburan ombak yang memasuki goa tersebut. Pada bagian ujung gua terlihat lubang sebagai tempat masuknya air. Wajar saja jika permukaan gua terendam oleh air laut. Ada satu yang unik dari terendamnya permukaan gua ini yakni ikan hiu datang untuk menunggu kelelawar yang jatuh untuk menjadi santapan.
Namun untuk melihat peristiwa yang langka tersebut pengunjung harus menunggu momen yang pas. Biasanya pagi sampai siang hari di bulan Mei hingga Agustus menjadi waktu yang pas untuk melihat hiu melahap kelelawar yang jatuh dari langit-langit di Gua Kelelawar, Pulau Sangiang
3. Puncak Begal
Pengalaman paling menarik dari Puncak Begal adalah wisatawan disuguhkan keindahan sunset di sore hari. Dan di Puncak Begal ini kalian dapat melihat pemandangan laut lepas serta sensasi ombak yang bertabrakan dengan tebing – tebing di sekitar serta memiliki pemandangan yang indah untuk jadi spot foto.
[Baca juga : "2021, Pemkab Bogor Targetkan Geopark Pongkor Mendunia"]
4. Bukit Harapan
Di spot ini kalian dapat beristirahat sejenak setelah melakukan perjalan dari spot sebelumnya. Bukit Harapan menyuguhkan pemandangan indah dan asri serta anginnya yang sepoi-sepoi dijamin bikin kalian betah berlama-lama di spot ini
5. Pantai Sangiang
Di Pantai Sangiang sendiri kalian dapat menikmati pemandangan yang indah dari pasir putih dan biru laut serta hijau tebing. Tidak seperti pantai kebanyakan, Pantai Sangiang ini tidak begitu di penuhi wisatawan sehingga kalian bebas berfoto di spot ini tanpa terganggu keramaian orang berlalu-lalang. For your information, kalian bisa menginap di sekitar pantai dengan menggunakan tenda bersama teman – teman kalian
Selain itu saat berwisata ke Pulau Sangiang, jangan lewatkan pemandangan bawah lautnya yang indah dengan cara melakukan snorkeling. Jika kamu tidak membawa alat snorkeling, jangan khawatir sebab banyak persewaan alat snorkeling di Pulau Sangiang. (Sumber: Artikel bantennews.co.id Foto jktjalanjalan)
...moreTripTrus.Com - Sebuah pohon besar, tua dan teduh sangat dijaga oleh warga di Kecamatan Pancur, Rembang. Penampakannya mengingatkan pada Tree of Souls dalam Film Avatar. Warga sekitar menyebutnya dengan Wit Meh atau dalam bahasa Indonesia Pohon Trembesi. Diperkirakan usia pohon itu telah mencapai ratusan tahun. Diameter batang pohon hampir 10 meter. Dilihat dari kejauhan, bentuk pohon seperti payung yang meneduhi rumah di sekitarnya.Pohon ini memiliki cabang yang cukup banyak. Bentuk daunnya majemuk, dan setiap helainya berbentuk bulat. Sedangkan bentuk buahnya hampir menyerupai buah asam.
Suasana di sekitar lokasi tersebut begitu sejuk. Ukuran pohon yang terbilang sangat besar itu membuat siapapun orang yang berteduh di bawahnya akan merasa nyaman. Selain itu, pemandangan di sekitar lokasi berupa hamparan sawah makin membuat nyaman orang betah berlama-lama berada di bawah pohon ini.
Warga setempat sering beraktifitas di bawah pohon tersebut. Banyak pembatik yang seringkali menghabiskan waktu memanfaatkan rindangnya pohon. Tak jarang pula, banyak pelancong yang berkunjung hanya sekedar mengambil foto di bawah pohon tersebut.Di sebelah pohon, terdapat sebuah makam. Adalah makam Mbah Tinoyo yang dipercaya warga merupakan leluhur Desa. Salah satu warga setempat, Karjin mengaku keberadaan pohon tersebut dianggap sakral. Meskipun tak ada perlakuan khusus terhadap pohon tersebut, warga senantiasa menghormati keberadaannya.Hanya untuk memetik daunnya saja, warga tidak berani. Terlebih jika sampai mematahkan dahannya dengan sengaja, warga percaya bisa mendatangkan mala petaka. "Warga di sini nggak ada yang berani ambil daunnya, apalagi nebang rantingnya. Bisa-bisa nanti orang yang berani seperti itu kena mala petaka. Sudah berkali-kali kejadian seperti itu," jelasnya.Lebih lanjut ia mengakui, keberadaan pohon tersebut dipercaya mampu menghindarkan Desa dari segala macam bencana. Seperti saat sejumlah Desa di Kecamatan Lasem yang terkena banjir, Desa Doropayung menjadi Desa yang sama sekali tak terendam air, meskipun beberapa Desa tetangga telah terendam banjir."Pernah ada banjir di Desa-desa tetangga, tapi di sini aman. Warga percaya kalau di Desa Doropayung ini ada yang melindungi. Makanya warga selalu bergantian untuk membersihkan lokasi ini," imbuhnya.Ada rumor lain yang juga beredar dan dipercaya sebagian warga. Warga percaya jika ada lima orang sahabat bisa mempertahankan gandengan untuk memeluk pohon tersebut, maka persahabatan di antara mereka akan terjalin lama. "Ya namanya rumor, mau percaya atau tidak kan bergantung sama orangnya," paparnya. (Sumber: Artikel detik.com Foto vakansinesia.com)
...moreTripTrus.Com - Sumatera Utara, dengan wilayah seluas 72.981,23 kilometer persegi, telah lama dikenal memiliki keindahan alam yang memukau. Tidak dapat dipungkiri, provinsi ini diberkahi dengan berbagai potensi wisata yang dapat memanjakan mata. Ketika berbicara tentang wisata di provinsi paling utara Pulau Sumatera ini, pasti yang pertama terlintas adalah Danau Toba. Danau alami yang begitu luas ini bahkan telah menjadi salah satu Destinasi Super Prioritas (DSP) di Indonesia.
View this post on Instagram
A post shared by Erwinsyah Pasaribu (@erwinpasaribu_)
Namun, di balik pesona yang dimiliki Danau Toba, ternyata terdapat surga-surga tersembunyi lainnya di daerah ini.
Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika Anda juga dapat menikmati panorama indah di beberapa destinasi "tersembunyi" yang ada di Sumatera Utara, tentunya ketika situasi telah membaik dan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Berikut ini adalah informasi mengenai destinasi-destinasi tersebut.
1. Air Terjun Efrata
Air Terjun Efrata adalah salah satu surga tersembunyi yang tak akan mengecewakan mata Anda. Saat Anda mengunjungi tempat ini, Anda akan disuguhkan dengan pemandangan aliran air yang menuruni bukit-bukit.
Lokasi air terjun ini berada di Desa Sosor Dolok, Kecamatan Harian, Samosir. Memotong-lika bukit yang membentang luas, air terjun ini mengalirkan air dari Bukit Barisan dan memiliki tinggi sekitar 20 meter.
Anda dapat duduk santai menikmati pemandangan di sekitar air terjun. Namun, Anda juga dapat bermain air dan merasakan kesegaran bermain di bawah aliran air terjun.
Rute menuju Air Terjun Efrata sangat mudah dijangkau, karena lokasinya yang dekat dengan Danau Toba. Oleh karena itu, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi destinasi ini jika Anda berada di sekitar Danau Toba.
2. Air Terjun Namu Belanga
Air Terjun Namu Belanga, terletak di Desa Rumah Galuh, Kabupaten Langkat, adalah destinasi selanjutnya yang wajib dikunjungi saat berwisata ke Sumatera Utara. Aliran airnya tidak hanya tenang, tetapi juga jernih bak kristal. Pemandangan ini benar-benar memukau dan dapat memberikan ketenangan serta melepaskan penat.
Kejernihan airnya memungkinkan Anda dengan mudah melihat dasar permukaan air tanpa ada hambatan. Namun, perlu diingat bahwa pemandangan ini hanya dapat dinikmati pada waktu-waktu tertentu, seperti saat musim penghujan.
Untuk mencapai Air Terjun Namu Belanga, Anda harus melewati jalur trekking yang menantang namun menawarkan panorama yang memukau. Destinasi wisata ini masih belum banyak diketahui orang, sehingga sangat cocok bagi Anda yang menginginkan ketenangan dan kedamaian.
3. Bukit Singgolom
Ketika mengunjungi Danau Toba, jangan lupa meluangkan waktu untuk mengunjungi Bukit Singgolom yang terletak di Desa Lintong Nihuta, Kabupaten Toba. Dari bukit ini, Anda dapat menikmati pesona keindahan Danau Toba yang memukau.
Tempat ini menjadi salah satu spot favorit bagi wisatawan untuk menikmati pemandangan luasnya danau biru dari Danau Toba serta keindahan Pulau Samosir. Bukit ini merupakan tempat yang sempurna bagi Anda yang ingin mencari ketenangan sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan perkotaan.
Selain itu, Anda juga dapat menyaksikan matahari terbenam yang memukau saat hari telah menjelang pukul 18.00 WIB. Tidak hanya menikmati pemandangan, para petualang juga dapat mendirikan tenda di puncak bukit ini untuk menghabiskan malam yang seru.
4. Kawah Putih Tinggi Raja
Salah satu objek wisata dengan pesona alam yang unik adalah Kawah Putih Tinggi Raja. Kawah ini terletak di kawasan Cagar Alam Dolok Tinggi Raja dan memiliki luas sekitar 4 hektar di tengah hutan yang lebat.
Sesampainya di sana, Anda akan terpesona oleh keindahan bukit kapur yang memukau dan aliran air panas yang menakjubkan. Tidak hanya itu, kolam air panas juga mempesona dengan warna biru kehijauan yang memikat.
Kawah ini terbentuk akibat panas bumi yang mengandung belerang. Dari sinilah terbentuk bukit putih dengan sumber air panas yang suhunya mencapai 90 derajat Celsius. Aliran air panas ini membentuk undakan batuan kapur dan kawah yang dapat digunakan untuk berendam.
Keberadaannya yang tersembunyi di dalam hutan lebat menjadikan Kawah Putih Tinggi Raja tidak diketahui banyak wisatawan. Untuk mencapainya, Anda harus menempuh perjalanan sejauh 95 kilometer dari Kota Medan.
Namun, segala lelah perjalanan melintasi jalan berbatu akan terbayar lunas begitu Anda tiba di sana. Anda akan disuguhkan dengan pemandangan yang sangat indah dan tempat yang tenang untuk relaksasi.
[Baca juga : "Nikmati Banyaknya Tanggal Merah Di Bulan Juni 2023 Dengan Menyusun Rencana Liburan Anda Dari Sekaran"]
5. Kolam Abadi Pelaruga
Kolam Abadi Pelaruga terletak di Kota Langkat, lebih tepatnya di Desa Galuh, Kecamatan Sungai Bingai. Nama "Pelaruga" berasal dari komunitas Pelaruga (Pemandu Alam Rumah Galuh) yang bertanggung jawab dalam menjaga dan melestarikan keindahan kolam pemandian alami ini.
Objek wisata ini awalnya dikenal dengan nama Air Terjun Teroh-Teroh, yang dalam bahasa Batak berarti "bawah". Selain itu, air di tempat wisata alam ini berasal dari mata air yang jernih dan bersih, sehingga aman untuk diminum.
Salah satu hal yang membuat kolam abadi ini begitu eksotis adalah kejernihan airnya yang berwarna biru kebiruan. Suasana di sekitar kolam sangat tenang, dengan udara sejuk yang mengalun di tengah hutan.
Sebenarnya, kolam abadi ini terbentuk dari mata air yang mengalir seperti air terjun di bagian atasnya. Ketika sinar matahari menyinari kolam ini, cahaya yang memantul menciptakan efek yang memukau, sehingga dasar kolam terlihat jelas seperti kaca yang transparan. (Sumber Foto @toky.harahap)
...moreMau mendaki salah satu dari tujuh pilar Pulau Jawa? Ikut tripnya di: http://triptr.us/Bt
TRIPTRUS - Sebagai negara yang masuk ke dalam jajaran Ring of Fire (cincin api), yaitu barisan gunung berapi di sekitar Samudera Pasifik, Indonesia juga terkenal dengan banyak gunung berapi. Pulau Jawa sendiri memiliki puluhan gunung berapi, baik yang aktif maupun tidak aktif. TripTrus akan mengajak kamu untuk melihat tujuh puncak tertinggi di Pulau Jawa yang terkenal dengan julukan Seven Summits of Java (Tujuh Puncak Pulau Jawa).1. Gunung Semeru
Gunung yang terletak di antara Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, ini merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan puncak Mahamerunya yang mencapai 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl). Untuk mendaki Semeru butuh persiapan dan keahlian serta daya tahan tubuh yang cukup, mengingat butuh empat hari untuk naik dan turun di Semeru. Ada dua jalur pendakian yang sering digunakan oleh para pendaki, yaitu lewat Kota Malang dan lewat Kota Lumajang. Pada ketinggian 2.400 mdpl di gunung yang merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini, para pendaki dapat beristirahat di Danau Ranu Kumbolo yang merupakan tempat untuk mengisi persediaan air. Selain itu ada tiga danau (ranu) lainnya di Semeru, yaitu Ranu Pani, Ranu Regulo dan Ranu Darungan. Pendaki juga disarankan untuk tidak menuju kawah Jonggring Saloko dan mendaki dari sisi selatan. Ini diakibatkan oleh gas beracun (wedhus gembel) dari Janggring Saloko dan aliran lahar. Salah seorang tokoh aktivis pemuda Indonesia, Soe Hok Gie, meninggal di Gunung Semeru akibat menghisap asap beracun pada tahun 1969.
2. Gunung Slamet
Tertinggi kedua setelah Gunung Semeru adalah Gunung Slamet yang berada di berada pada perbatasan Kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga dan Pemalang, Provinsi Jawa Tengah. Gunung yang puncak tertingginya berada pada 3.428 mdpl ini merupakan gunung berapi aktif pada keempat kawahnya. Pada pertengahan tahun 2010 hingga tahun 2011 Gunung Slamet sempat ditutup untuk kegiatan pendakian akibat aktivitas pada keempat kawahnya.Salah satu jalur favorit pendakian Gunung Slamet adalah lewat Kawasan Wisata Baturaden. Meski terkenal akan keindahannya, jalur Pada tanggal 8-10 November 2013 ini, kawasan wisata di kaki Gunung Slamet itu akan diramaikan oleh para petualang yang berkumpul untuk menghadiri Festival Petualang Nusantara 2013. 3. Gunung Sumbing
Sama seperti dua gunung sebelumnya, Gunung Sumbing dengan ketinggian 3.371 mdpl terletak di tiga kabupaten Provinsi Jawa Tengah; Kabupaten Magelang, Temanggung, dan Wonosobo, merupakan gunung berapi yang masih aktif. Tepat di sebelah Gunung Sumbing adalah saudara kembarnya, yaitu Gunung Sindoro dengan ketinggian 3.150 mdpl. Lereng Sumbing-Sindoro banyak digunakan sebagai kawasan perkebunan dan dikembangkan menjadi kawasan agrowisata, terutama berupa perkebunan buah kelengkeng, tembakau, vanilla, dan kopi.Di kaki Gunung Sumbing juga terdapat desa wisata Tegalrejo, prasasti Gondosulu, dan pohon Walitis - pohon terbesar di lereng Sumbing-Sindoro. Pohon Walitis ini memiliki tinggi yang mencapai 30 meter dan diameter 7.5 meter. Selain itu, kawasan hutan Rasamala di lereng Sindoro-Sumbing yang terkenal tidak mempan oleh api. Wow.4. Gunung Arjuna
Sama seperti Gunung Sumbing yang memiliki saudara kembar, Gunung Arjuna yang terletak di Kabupaten Malang, Jawa Timur ini bersebelahan dengan Gunung Weilerang. Tapi kita akan bahas saudara kembar Gunung Arjuna ini nanti.Gunung Arjuna memiliki ketinggian 3.339 mdpl dan dikelola oleh Taman Hutan Raya Raden Soeryo. Gunung Arjuna biasa didaki lewat bebera jalur pendakian; yaitu Lawang dari arah Timur, Tretes dari Utara, Batu dari arah Barat, arah Selatan di Karangploso, dan dari Desa Sumberawan di Kecamatan Singosari. Sejak zaman kejayaan Kerajaan Majapahit, Gunung Arjuna sudah dijadikan tempat pemujaan. Maka tidak heran apabila di sepanjang jalur pendakian hingga menuju puncaknya, ditemukan banyak arca dan candi peninggalan Majapahit. Situs-situs candi itu dapat dijumpai apabila pendaki menggunakan jalur pendakian Purwosari di Kabupaten Pasuruan. Gunung Arjuna juga terkenal dengan angin kencang yang bertiup di puncaknya. Puncak Gunung Arjuna dikenal dengan nama Puncak Ogal-Agil atau Puncak Ringgit. 5. Gunung Raung
Di posisi kelima gunung tertinggi di Pulau Jawa adalah Gunung Raung dengan ketinggian 3.332 mdpl. Gunung Raung punya keunikan yang berbeda dengan kebanyakan gunung di Pulau Jawa. Keunikan Raung terletak pada puncaknya yang berbentuk kaldera dengan lebar 2 kilometer dan dalamnya 500 meter. Kaldera ini selalu berasap dan menyemburkan api. Jalur pendakian favorit ke Gunung Raung adalah dari arah Kota Bondowoso. Nama Raung diambil dari angin yang selalu bertiup di puncak gunung ini. Angin kencang itu bertiup dengan kencang seperti meraung-raung di telinga pendengarnya. Angin kencang itu bahkan dapat menghempaskan orang-orang ke dasar jurang yang terjal di kawah puncak Gunung Raung. Dari puncak Gunung Raung, dapat terlihat pemandangan Kota Bondowoso dan Situbondo pada saat malam hari. Jalur lain untuk mencapai Gunung Raung adalah lewat jalur Kalibaru. Untuk mencapai dasar kawah Gunung Raung, tidak terdapat jalur yang jelas. Untuk itu diperlukan tali-temali untuk mencapai dasar kawah gunung ini.6. Gunung Lawu
Tepat di perbatasan Jawa Tengah (Kabupaten Wonogiri) dan Jawa Timur (Kabupaten Magetan), berdiri tegar Gunung Lawu. Gunung ini memiliki tiga puncak, Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumling dan Puncak Hargo Dumilah. Di antara ketiga puncak tersebut, Puncak Hargo Dumilah merupakan puncak tertinggi dengan ketinggian 3,265 mdpl. Jalur menuju puncak Gunung Lawu sebagian besar telah tertata dengan baik, membuat gunung ini menjadi salah satu gunung favorit oleh para pendaki pemula karena relatif tidak sulit mencapai puncak tertingginya. Untuk mencapai puncak Gunung Lawu, ada tiga jalur yang dapat digunakan. Jalur Selatan melalui Cemoro Sewu, jalur Barat melalui Cemoro Kandang, dan jalur Srambang yang jarang dilalui orang yang tidak mengenal baik jalur ini.7. Gunung Welirang
Gunung terakhir yang tingginya 3.156 mdpl ini, meski tingginya tidak sama, letaknya yang berdekatan dengan Gunung Arjuna membuat Gunung Welirang mendapatkan julukan sebagai saudara kembar Gunung Arjuna. Dalam bahasa Jawa, "Welirang" berarti belerang. Ini dapat dilihat pada puncak Welirang yang diselimuti asap putih dari kawahnya yang menyemburkan belerang. Hampir mirip dengan Gunung Arjuna, Gunung Welirang dapat didaki dari arah Utara (Tretes), arah Timur (Lawang), dan arah Barat (Batu-Selecta). Di puncak Welirang terdapat tumbuhan endemik yang oleh penduduk setempat diberi nama manis rejo atau cantigi (Vaccinium varingiaefolium). Pohon manisrejo hanya tumbuh di ketinggian 2700 mdpl ke atas. Manisrejo dapat dibuat untuk minuman seperti teh dan buahnya juga dapat dimakan.
Jadi, TripTroops sudah pernah ke gunung yang mana saja? Share dong di-comment di bawah.
...more