TripTrus.Com - Yow, bro! Ada destinasi keren di Bogor nih, namanya Gunung Kapur Ciampea. Gak kalah seru dari destinasi mainstream, loh!
Gunung Kapur Ciampea, di Bogor, punya view keren dari puncaknya. Cek aja, ada tiga puncak, yakni Batu Roti, Lalana, dan Galau. Puncak Batu Roti, misalnya, ngasih lo pemandangan 360 derajat Kota Bogor tanpa ada pohon ngehalangi. Keren, kan?
View this post on Instagram
A post shared by indoflashlight (@indoflashlight)
Di sekitar gunung, ada gua keren juga katanya, ada 22 gua di sekitar sini, loh, seperti Gua AC. Di situ, lo bisa ngeliat air seru dan kelelawar yang asik banget di dinding gua yang terkenal banget karena pemandangannya keren abis.. Kalau lo mau naik, cukup bawa sepatu, ransel, dan bekal.
Cocok buat liburan akhir pekan, nih, bareng teman atau keluarga. Budget juga oke, bro, gak bikin kantong bolong. Plus, deket dari pusat Kota Bogor, mantap!
Ada satu lagi, nih, yang keren. Gunung Kapur Ciampea, selain buat trekking, juga punya spot buat camping. Luas tempat campingnya juga oke, bisa muat 15-20 tenda. View-nya? Gak kalah, ada Gunung Salak, Gunung Gede Pangrango, dan Gunung Muara. Cakep banget buat mata lo, bro!
[Baca juga : "Jembatan Kaca 120 Meter Jadi Ikon Baru Bromo, Potensi Desa Wisata Yang Heboh!"]
Buat yang suka romantisme, kalian bisa nikmatin sunset dan city light dari atas Gunung Kapur Ciampea. Kalau bermalam di sini, paginya bisa dapetin sunrise yang bikin mata lo fresh, ditambah kabut dan udara sejuk.
Harganya? Cuma 5 ribu buat masuk, bro! Kalau bawa motor, parkirnya 5 ribu, dan mobil 10 ribu. Fasilitasnya juga lengkap, ada mushola dan toilet. Kalau males bawa tenda, bisa sewa di sana dengan harga ramah di kantong.
Satu tips, lebih baik berangkat pagi atau siang, ya. Kalau malem, jalan gelap dan jalan ke sini kurang bagus. Bisa bikin ribet. Oh iya, jangan lupa patuhi protokol kesehatan, pakai masker, jaga jarak, dan rajin cuci tangan. Have fun, bro! (Sumber Foto @lisafauziah617)
...moreTripTrus.Com - Nih, gank! Sumbar lagi ada acara keren nih, Festival Warisan Budaya Takbenda (FWBTb) di Kota Payakumbuh tanggal 12-17 Oktober 2023! Festival ini bakal bikin kita semua terpukau sama budaya takbenda dari seluruh dunia, plus dari Indonesia juga!
Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat, Syaifullah, cerita nih, festival ini dibikin buat jagain budaya kita, terutama yang takbenda. Dan cek, festival ini juga bakal dihadiri sama beberapa negara di Asia Tenggara loh!
"Yoi, teman-teman, acara ini bakal dihadiri sama negara-negara dari Asia Tenggara yang diundang sama panitia," katanya. "Ada 4 negara yang jadi prioritas, yaitu Filipina, Singapura, dan Malaysia. Mereka bakal tunjukin budaya tak bendanya, misalnya Filipina akan tunjukin bela diri Arnis," tambahnya.
Selain itu, festival ini juga undang 5 provinsi lain dari Indonesia, yaitu Aceh, Riau, Bali, Banten, dan Jawa Barat. Mereka juga bakal tunjukin kebudayaan keren mereka!
Nah, Direktur Festival, S. Metron Masdison, cerita lagi, FWBTb di Kota Payakumbuh ini tujuannya buat bikin ekosistem kebudayaan yang kuat di Sumatra Barat. Dia bilang, selama ini festival di Sumatra Barat agak belibet, gak ada grand design yang jelas, jadi mereka usul FWBTb ini.
"Kita perlu ngebangun ekosistem kebudayaan yang oke di Sumatra Barat, salah satunya lewat FWBTb ini," kata dia. "Banyak kebudayaan Sumatra Barat yang belum punya cerita yang kuat," tambahnya.
Dia juga cerita, FWBTb ini sekaligus buat merayakan 20 tahun Intangible Cultural Heritage. Katanya, baru Timor Leste, Prancis, dan Maroko yang rayain, jadi Indonesia belum pernah bikin acara kaya gini. Makanya FWBTb di Kota Payakumbuh bakal jadi yang paling asik nih!
[Baca juga : "Indonesia Mountain Tourism Conference, Ngehitsnya Wisata Gunung Di Indonesia"]
Tunggu, gank, ada kabar bagus lagi! Mereka bakal coba undang Sekjen UNESCO juga, wah, keren kan?
Dan gak cuma itu, di FWBTb juga bakal ada pameran naskah loh, salah satunya naskah Tuanku Imam Bonjol. Naskah bersejarah ini bakal dipajang di Gedung Olahraga Muhammad Yamin di Kota Payakumbuh. Mantap, kan?
Jadi, siap-siap aja, gank, tanggal 12-17 Oktober nanti buat ramaikan FWBTb di Kota Payakumbuh! Kita dukung budaya takbenda kita semua, yuk! πβοΈ (Sumber Foto @sanggar_intanbakarang)
...moreTripTrus.Com - Lombok tuh kayak lawan dari Bali yang sibuk, semuanya lebih santai dan adem ayem. Lo bisa eksplor pake sepeda, motor, atau jalan kaki, nikmatin air terjun, sawah-sawah hijau, dan desa-desa suku tradisional. Pantai-pantainya emang gak mulus kayak di brosur, pasirnya dari abu gunung berapi gitu.
Tapi, pemandangan Gunung Rinjani yang megah bikin semua itu worth it. Kalo lo nyari pasir emas buat nyelupin jari-jari lo, langsung cabut ke Gili Islands. Gili Meno dan Air yang deket sama Lombok emang cocok banget buat lo yang pengen liburan total relax, sementara Gili Trawangan lebih pas buat lo yang mau vibes party non-stop.
View this post on Instagram
A post shared by CANRO SIMARMATA (@canro.simarmata)
Kalo lo doyan mendaki, Gunung Rinjani nih spot yang pas buat lo. Lo bakal liat spiral asap dari Lembah Sembalun di kaki gunung. Di sana, sawah-sawah basah dan kebun sayuran bertebaran, dari stroberi sampai bawang putih.
Buat orang Sasak, lereng-lereng yang tertutup hutan hujan itu sakral banget, dan udah jadi trek favorit komunitas pendaki. Tapi jangan kira gampang ya, mendaki ke puncak kawah Rinjani butuh perjuangan. Ini gunung tertinggi kedua di Indonesia loh, dengan trek 25 kilometer yang licin dan curam. Siap-siap ngos-ngosan deh!
[Baca juga : "Bali, Lebih Dari Sekadar Pantai, Yuk Eksplor Sisi Lainnya!"]
Nah, buat lo yang suka suasana pantai, Gili Islands bakal jadi surga lo. Duduk santai di pasir putih Gili Meno, liatin awan-awan lewat di atas Laut Bali aja udah bikin lo rileks. Lo bisa snorkeling, berenang, atau cuma chill di bar tepi pantai sambil nunggu sunset.
Gili Trawangan emang tempatnya para backpacker yang doyan pesta, tapi kalo lo nyari ketenangan, masih ada kok spot-spot eksklusif di sana, tinggal pilih pantainya. Gilis Meno dan Air? Ini tempatnya buat lo yang mau bener-bener leyeh-leyeh, pas banget buat honeymoon atau liburan keluarga yang pengen total santai. Kalo lo suka yang kayak gini, Lombok dan Gilis ini liburan yang wajib lo coba! (Sumber Foto @heyiosononico)
...moreTripTrus.Com - Pesatnya perkembangan teknologi telah menyebabkan pola kehidupan masyarakat mengalami perubahan. Dewasa ini, masyarakat selalu memiliki keinginan untuk jalan-jalan ke berbagai tempat wisata karena penasaran dengan foto cantik yang bertebaran di media sosial, kemudahan akses internet dan berbagai promo tiket murah. Singkatnya, traveling telah berubah menjadi tren positif yang kerap didambakan banyak orang. Hanya saja, menjadi traveler pemula juga memiliki tantangan tersendiri. Lalu, apa saja hal penting yang harus diperhatikan para traveler pemula agar perjalanan liburan lebih mengesankan? Yuk, coba simak ulasan berikut!
1. Bangun Niat Positif Sebagai Traveler
Perencanaan pertama yang harus Anda persiapkan ialah membangun niat positif sebagai traveler. Dengan berlandas niat positif, maka segalanya akan jauh lebih mudah dan lebih lancar. Anda tidak perlu terburu-buru menjadi traveler karena alasan akun Instagram minim foto liburan menarik dan merasa malu, atau jarang update di Path mengenai perjalanan liburan. Ingat, yang ingin Anda puaskan dalam perjalanan liburan ialah diri Anda sendiri dan bukan mata orang lain. Niatkan jika Anda bertujuan untuk menikmati suasana baru dan bersenang-senang dengan apa yang Anda miliki kala melakukan traveling.
Jangan pernah bebankan diri Anda dengan opini-opini orang sekitar. Anda juga tidak perlu melakukan liburan hanya untuk mendapatkan pujian, dianggap kekinian atau dianggap berkecukupan oleh orang lain. Niat positif akan membuat Anda lebih leluasa menikmati waktu, bersenang-senang dan mendapatkan liburan paling mengesankan.
2. Susun Informasi Valid
Agar kegiatan traveling semakin lancar, Anda harus menyusun informasi kebutuhan liburan secara lengkap. Tidak perlu khawatir, saat ini Anda semakin mudah mengakses internet sehingga pengumpulan data lengkap bisa dilakukan dengan mudah. Kumpulkan semua informasi seputar destinasi liburan yang sekiranya Anda tuju. Coba Anda mulai dari cara pemesanan tiket pesawat, penyusunan jadwal liburan, destinasi yang ingin dituju nanti, anggaran yang telah dipersiapkan dan berbagai rencana penting lainnya. Tidak hanya itu saja, pastikan Anda menerima rekomendasi dari rekan-rekan yang sudah lebih dulu melakukan traveling.
3. Pesan Tiket Pesawat di Traveloka
Berbicara mengenai perjalanan liburan, jelas Anda tidak bisa mengabaikan pemesanan tiket pesawat. Saat ini ada banyak perusahaan online travel agent (OTA) yang menawarkan aplikasi pemesanan tiket pesawat. Salah satu OTA terbaik yang telah diakui masyarakat tanah air ialah Traveloka. Anda bisa Cek traveloka promo pesawat dengan mudah karena Traveloka memiliki aplikasi yang memberikan kemudahan untuk berlibur.
Ada berbagai fitur menarik yang bisa Anda peroleh untuk memenuhi akomodasi selama berlibur domestik maupun internasional. Beberapa fitur yang bisa Anda coba ialah Flight Price Alert, Seat Selection & Extra Baggage Traveloka, Online Check In, Airport Lounge & Baggage Warp hingga fitur jadwal penerbangan yang semakin mudah. Pastikan Anda mengandalkan Traveloka demi mendapatkan kemudahan sebagai traveler pemula.
4. Minimalisir Barang Bawaan
Yang namanya traveler pemula, pasti kerap kali kebingungan memilih barang bawaan yang tepat dan berguna. Bahkan saking pusingnya, malah Anda akan membawa yang kegunaannya tidak terlalu dibutuhkan. Untuk itu, Anda harus belajar bagaimana cara meringkas barang bawaan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Ketahui, persiapan barang bawaan yang berlebihan malah akan merepotkan Anda saat berangkat maupun saat pulang nanti. Mungkin iya, saat tiba di penginapan Anda akan menyimpan barang di sana. Lalu, bagaimana saat Anda ingin menikmati perjalanan yang bebas dan menyenangkan? Pasti akan merasa terbebani dengan jumlah barang bawaan yang tidak penting dan banyak tersebut.
5. Persiapan Dana Cadangan
Khusus untuk traveler yang baru pertama kali melakukan perjalanan liburan domestik, pastinya Anda akan merasa cemas mengenai kebutuhan keuangan saat berada jauh dari rumah nanti. Untuk itu, sangat disarankan membawa atau mempersiapkan dana cadangan dari awal perencanaan liburan. Namun ingat, uang cadangan tersebut bukan untuk dinikmati selama liburan melainkan hanya sebagai antisipasi sekiranya terjadi beberapa hal tak diinginkan. Saat berlibur, kadang ada beberapa kesalahan sederhana yang membuat Anda membutuhkan dana lebih seperti ketinggalan pesawat, waktu liburan lewat dari jadwal yang telah disusun, kesalahan booking tiket hotel dan lain sebagainya. Untuk itu, pastikan Anda telah mempersiapkan semuanya dengan baik. (Sumber: Foto jcomp/Freepik)
...moreTripTrus.Com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan, power bank boleh dibawa ke kabin pesawat selama daya yang ditampung di bawah 100 Wh. Bahkan untuk power bank berkapasitas daya kecil bisa dibawa dua unit sekaligus.
Ia melanjutkan, pelarangan membawa power bank berkapasitas besar merupakan aturan baku yang berlaku secara internasional. Aturan tersebut dikeluarkan oleh International Air Transport Association (IATA).
Berkaitan dengan adanya potensi risiko meledak/kebakaran pada Power Bank atau Baterai Lithium Cadangan, maka pada 9 Maret 2018, Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Dr. Ir. Agus Santoso, M.Sc., telah menandatangani Surat Edaran (SE) Nomor: SE. 015/Tahun 2018 tentang Ketentuan Membawa Pengisi Baterai Portabel (Power Bank) dan Baterai Lithium Cadangan Pada Pesawat Udara...Untuk keamanan bersama, jangan lupa untuk tag temanmu yang suka bepergian naik pesawat. #AturanBawaPowerBank// #repost @avsecangkasapura2 via #repogram
A post shared by TripTrus.Com (@triptrus) onMar 15, 2018 at 8:47pm PDT
"Sebenarnya power bank tetap boleh bagi mereka yang dikualifikasi di bawah 100 itu boleh. Yang tidak boleh itu yang besar. Kecil boleh bahkan kita boleh bawa dua," ujarnya setelah rakor teknis perhubungan darat di Hotel Bidakara, Jakarta.
Namun, ia mengatakan penggunaan power bank di kabin pesawat tetap tidak diperbolehkan karena bisa mengancam keselamatan. Hal ini seperti yang terjadi di China Southern Airlines di mana power bank milik salah satu penumpang pesawat terbakar di bagasi kabin. Padahal saat itu power bank sedang tidak digunakan.
Untungnya, insiden ini terjadi saat tengah menunggu waktu lepas landas di Bandara Baiyun International Guangzhou menuju Bandara Hongqiao International Airport di Shanghai, Minggu 25 Februari 2018 sore. Namun, tetap menyebabkan penerbangan menuju Shanghai delay selama tiga jam.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara sebelumnya membatasi penggunaan power bank yang dibawa penumpang saat masuk ke kabin pesawat. Aturan itu dituangkan dalam Surat Edaran Keselamatan Nomor 015 Tahun 2018 yang ditetapkan 9 Maret 2018. Peraturan ini muncul sebagai upaya nyata perlindungan keselamatan dalam penerbangan di Indonesia.
Dalam SE Keselamatan ini, maskapai domestik dan asing diinstruksikan untuk menanyakan kepada setiap penumpang pada saat proses lapor diri (check-in) terkait kepemilikan power bank atau baterai lithium cadangan. Maskapai juga harus memastikan bahwa power bankatau baterai lithium cadangan yang dibawa penumpang dan personel pesawat udara harus memenuhi beberapa ketentuan.
Power bank atau baterai lithium cadangan yang dibawa di pesawat udara tidak terhubung dengan perangkat elektronik lain. Maskapai harus melarang penumpang dan personel pesawat udara melakukan pengisian daya ulang dengan menggunakan power bank pada saat penerbangan.
Power bank atau baterai lithium cadangan tersebut harus ditempatkan pada bagasi kabin dan dilarang pada bagasi tercatat. Peralatan yang boleh dibawa hanya yang mempunyai daya per jam (watt-hour) tidak lebih dari 100 Wh. (Sumber: Artikel inews.id, Foto flickr.com)
...moreSelain memiliki pantai-pantai yang eksotis, Banyuwangi juga memiliki beberapa air terjun indah nan permai yang letaknya bersembunyi di balik kaki gunung dengan pepohonan rimbun. Air Terjun Antogan salah satunya, destinasi wisata ini menjadi salah satu pilihan wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten paling timur dari Pulau Jawa ini.
Begitu tiba di air terjun ini, mata pengunjung langsung dimanjakan oleh pemandangan jernihnya air yang jatuh dari ketinggian sekitar 7 meter. Suasana sejuk juga begitu terasa di sekitar lokasi air terjun ini. Perasaan tenang dan santai menjadi momen menyenangkan apalagi saat kaki kita merasakan kesejukan air terjun ini.
Air Terjun Antogan terletak di Dusun Krajan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi. Air terjun di kawasan ini berasal dari mata air Longon di Kaki Gunung Raung. Selain air terjun, di kawasan ini juga terdapat tempat pemandian Antogan Indah yang dapat menjadi alternatif bagi pengunjung sehabis menikmati sejuknya Air Terjun Antogan.
Konon Air Terjun Antogan dahulu dijadikan tempat bertapanya Pangeran Jogo Pati atau lebih dikenal dengan nama Pangeran Jogo Pati. Selain itu, kawasan sekitar air terjun ini dahulu juga digunakan para pejuang untuk bersembunyi sambil terus melawan penjajah Belanda. Banyaknya lorong persembunyian yang berada di antara batu-batu besar menjadi tempat yang aman untuk bersembunyi. Antogan sendiri berasal dari kata Pesantogan, yang berarti tempat berkumpul.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTripTrus.Com - Kota Bukittinggi, yang jadi tempat lahirnya Wakil Presiden pertama sekaligus Proklamator RI, Bung Hatta, punya banyak destinasi seru, lho. Namanya juga Bukittinggi, kota ini ada di dataran tinggi Sumatera Barat, sekitar 100 km dari Bandara Internasional Minangkabau, Padang. Suasana sejuk dan view bukit bikin perjalanan ke sana makin asyik, apalagi jalan yang berkelok-kelok dengan pemandangan tebing di kanan kiri.
View this post on Instagram
A post shared by Ikhsan Yody Farhan (@ikhsan.yody)
Bukittinggi juga terkenal sama Jam Gadang, tapi ada destinasi yang nggak kalah bersejarah dan bikin kita tambah pinter, yaitu Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta. Di sini kamu bisa ngintip kehidupan Bung Hatta kecil sampai perjuangannya buat memerdekakan Indonesia! Sebelum mampir, yuk cek dulu 6 fakta menarik tentang museum ini.
1. Dibangun Sekitar Tahun 1860
Rumah masa kecil Bung Hatta dibangun sekitar 1860-an dengan kayu sebagai material utama. Ada bangunan utama, paviliun, lumbung padi, dapur, dan kandang kuda. Bangunan utama buat ruang tamu, makan, dan kamar keluarga. Nah, paviliun jadi kamar tidur Bung Hatta kecil.
2. Bung Hatta Tinggal di Sini Sampai Umur 11
Bung Hatta lahir di Bukittinggi, dulu namanya Fort De Kock, tanggal 12 Agustus 1902. Di rumah ini, dia tinggal sampai usia 11 tahun sebelum pindah ke Padang buat sekolah. Meski cuma 11 tahun, rumah ini berperan besar banget dalam pembentukan karakter Bung Hatta. Di sini, dia belajar disiplin, sederhana, dan penuh kasih sayang.
[Baca juga : "5 Tempat Hits Di Bali Yang Bikin Lo Ngerasa Kayak Julia Roberts Di Eat Pray Love"]
3. Dibangun Ulang Tahun 1994
Rumah aslinya sempat runtuh tahun 1960-an, tapi kemudian dibangun ulang di tahun 1994 atas ide dari Ketua Yayasan Pendidikan Bung Hatta. Proses pembangunan dimulai tanggal 15 Januari 1995, dan diresmikan pada 12 Agustus 1995, pas hari ulang tahun Bung Hatta dan 50 tahun Indonesia Merdeka.
4. Perabotannya Masih Asli, Lho!
Rumah ini dibangun ulang tapi tetep pakai konsep asli. Sebagian besar perabotan di dalam rumah juga masih asli, warisan dari masa kecil Bung Hatta. Bahkan sepeda ontel yang sering dipakai Bung Hatta masih ada, tersimpan di paviliun belakang.
5. Info Sejarah Bung Hatta Lengkap Banget
Di museum ini, kamu bisa lihat gimana sederhananya kamar Bung Hatta. Kamar kecil dengan lemari penuh buku. Selain itu, ada info tentang silsilah keluarga Bung Hatta dan foto-foto perjuangannya dalam meraih kemerdekaan Indonesia.
6. Lokasi Dekat Jantung Kota Bukittinggi
Museum ini gampang banget dijangkau, lokasinya di Jalan Soekarno-Hatta No.37, Bukittinggi. Hanya butuh waktu jalan kaki 15 menit dari Jam Gadang. Serunya lagi, masuk museum ini gratis! Buka setiap hari dari jam 08.00-17.00 WIB.Jadi, kapan mau ke sini? Jangan sampai kelewatan, ya! (Sumber Foto @khairawwrrr)
...moreTripTrus.Com - Pemukiman Tionghoa atau biasa disebut Pecinan (China Town) terdapat hampir di berbagai kota besar di dunia, termasuk Jakarta. Kawasan Pecinan, dalam sejarahnya selalu menjadi penopang sekaligus jantung yang menggerakan detak perekonomian. Diantara denyut kehidupan, kawasan pecinan bernama Glodok di Jakarta Barat, terdapat jejak sejarah warga etnis Tionghoa yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah kota Jakarta.
Glodok biasa warga Jakarta mengenalnya. Pada siang hari daerah ini menjadi pusat kegiatan ekonomi dan perdagangan, sedangkan pada malam hari berubah menjadi pusat hiburan baik legal maupun ilegal. Konon nama Glodok bermula dari bunyi air “grojok-grojok” di daerah itu karena semula merupakan tempat pemberhentian dan pemberian minum kuda–kuda penarik beban. Namun menurut Mariah Waworuntu, seorang pemerhati sejarah dari Universitas Indonesia, nama Glodok berasal dari kata grobak, tempat membawa dan menjual air dari pancoran, yaitu glodok.
[Baca juga : Melihat Sisi Sejarah Dari Jembatan Kota Intan]
Dalam sejarahnya, jauh sebelum Belanda membangun Batavia tahun 1619, orang-orang Tiongkok sudah tinggal di sebelah timur muara Ciliwung tidak jauh dari pelabuhan. Mereka menjual arak, beras dan kebutuhan lainnya termasuk air minum bagi para pendatang yang singgah di pelabuhan. Namun, ketika Belanda membangun loji di tempat itu, mereka pun diusir. Baru, setelah terjadinya pembantaian orang Tionghoa di Batavia pada 9 Oktober 1740, orang-orang Tionghoa ditempatkan di kawasan Glodok.
Dikawasan Glodok inilah terdapat beberapa bukti sejarah perjalanannya seperti, De Groot Kanaal (Kali Besar), Toko Merah, Jalan Perniagaan, Gang Kali Mati, Toko Obat Lay An Tong, SMUN 19, Rumah Keluarga Souw, gedung kantor Harian Indonesia, Kelenteng Toa Se Bio (Hong San Bio) dan Gereja Santa Maria Fatima.
Located in the Chinatown of Jakarta - Glodok. This temple is originally named Kim Tek Ie (ιεΎ·ι’) was completed in 1650 (368 years as of 2018), making it the oldest temple in Jakarta. . Fun fact: The Indonesian word for temple (“klenteng”) originated from one of the hall in this temple, the Kwan Im Teng (θ§ι³δΊ).
A post shared by Tommy π» (@hwangtommy) onMay 10, 2018 at 10:25am PDT
Yang pertama adalah De Groot Kanaal (Kali Besar). Sekitar tahun 1950-an sebelum air sungai tercemar seperti sekarang, digunakan sebagai tempat mencuci dan mandi. Kedua adalah Toko Merah. Tidak jauh dari Kali Besar, di salah satu sisinya terdapat bangunan dengan bata merah. Orang mengenalnya dengan sebutan “Toko Merah” yang dibangun oleh Gustaff Baron Van Imhoff tahun 1730. Sepuluh tahun kemudian, bangunan ini menjadi saksi peristiwa pembantaian semua keturunan Tionghoa beserta keluarga, bayi, pasien rumah sakit dan lanjut usia atas perintah Gubenur Jendral Adrian Valckenier. Ketiga adalah Jalan Perniagaan. Sebelum bernama Jalan Perniagaan, jalan ini dikenal juga dengan sebutan Patekoan. Patekoan berarti delapan buah poci. Konon, dahulu ada seorang Kapiten Tionghoa bernama Gan Djie yang mempunyai istri orang Bali yang sangat baik hati. Tiap hari dia menyediakan delapan poci berisi air teh di jalanan itu, agar masyarakat yang melintas dapat mereguk air dengan gratis apabila mereka kehausan. Angka delapan merupakan angka keberuntungan masyarakat Tionghoa.
Keempat adalah Gang Kali Mati, sekarang bernama Pancoran V banyak terdapat pedagang yang menjual makanan khas Tionghoa. Kelima adalah Toko Obat Lay An Tong. Meskipun bangunan ini sudah tidak digunakan sebagai toko obat lagi, namun bangunan tua ini masih terjaga keasliannya dari lantai sampai dinding dan atapnya yang belum mengalami perubahan dari bentuk aslinya. Keenam adalah SMUN 19. Bangunan ini merupakan tempat pertama kali berdirinya sebuah organisasi Tionghoa bernama Tionghoa Hwee Kuan (THHK) atau Perhimpunan Tionghoa pada 17 Maret 1900. Satu tahun kemudian, THHK mendirikan sekolah modern pertama yang disebut Tiong Hoa Hak Tong. Gedung ini kini ditempati oleh SMUN 19.
Ketujuh adalah Rumah Keluarga Souw. Tidak jauh dari SMUN 19, rumah ini dibangun tahun 1816 dan hingga kini masih menjadi milik keluarga tersebut. Rumah milik keluarga kaya raya ini masih terjaga keasliannya, meskipun sudah terlihat kusam dan tua. Kedelapan adalah gedung kantor Harian Indonesia. Gedung yang terletak di Toko Tiga Seberang adalah kantor harian berbahasa mandarin pertama di Indonesia, yaitu Harian Indonesia. Saat ini gedung kantor itu tidak difungsikan dan dipagar tinggi karena sekarang kegiatan kantor harian ini dipindahkan ke daerah Gajah Mada, satu gedung dengan harian kantor Republika
Kesembilan adalah Kelenteng Toa Se Bio (Hong San Bio), disebut juga dengan Kelenteng Duta Besar, untuk menghormati dewa yang dipuja yaitu Toa Se Kong atau Paduka Duta Besar. Kesepuluh adalah Gereja Santa Maria Fatima, letaknya tidak jauh dari Kelenteng Toa Se Bio. Gereja ini khusus bagi warga Tionghoa. Awalnya gereja ini merupakan kediaman seorang Luitenant der Chinezenbermarga Tjioe. Oleh karena itu gereja ini kental dengan arsitektur yang diperuntukkan bagi pejabat Tionghoa masa pemerintahan Hindia-Belanda.
Untuk menjangkau kawsan Glodok dapat menggunakan bus Transjakarta koridor 1 jurusan Blok M – Kota dan turun di halte Glodok. (Sumber: Artikel jakarta.panduanwisata.id, Foto flickr.com)
...moreTripTrus.Com - Setiap kota punya ceritanya sendiri-sendiri, termasuk Tangerang yang terkenal sebagai salah satu pusat kebudayaan China-Islam pada masa silam. Untuk melihat perkembangan kebudayaan itu, bisa dilihat dari cagar budaya yang ada. Sedikitnya ada sembilan cagar budaya yang bisa diselamatkan sebagai warisan dunia di kota industri dan jasa itu.
Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang Rizal Ridolloh mengatakan, dari cagar budaya itu, masyarakat bisa lebih mengenal jati diri orang Tangerang. “Kami punya sembilan cagar budaya yang sudah ditetapkan dan semuanya sudah mendunia,” kata Rizal kepada KORAN SINDO kemarin.
Dia melanjutkan, budaya Tangerang terhubung dengan zaman Belanda, yakni Bendungan Pasar Baru atau Pintu Air 10. Kebudayaan kekukuhan bendungan itu bisa dianalogikan dengan budaya Tangerang dalam menahan terpaan masuknya budaya Barat dari berbagai sisi.
Selain itu, terjadi pula hubungan dengan masyarakat nonmuslim dalam hal ini warga Tionghoa. “Masjid Jami dan Makam Kalipasir ini berada di komunitas masyarakat Tionghoa dan menjadi bukti kerukunan antara komunitas Muslim dan Tionghoa yang ada di Tangerang,” tutur Rizal lagi.
View this post on Instagram
Masjid Jami Kali Pasir . Masjid tertua di Kota Tangerang, Peninggalan Kerajaan Pajajaran. Masjid ini berada di sebelah timur bantaran Sungai Cisadane, tepatnya di tengah pemukiman warga Tionghoa kelurahan Sukasari. Bangunannya pun bercorak China. Masjid tertua di Tangerang ini mencerminkan kerukunan umat beragama pada masanya. Hingga kini masjid yang sudah berusia ratusan tahun tersebut masih digunakan sebagai tempat beribadah. Namun, masjid ini tidak lagi digunakan untuk salat Jumat. . π· Kodak Signet s35 π Kodak ColorPlus 200 #lugeugu #luguanalog #lugufilm #35mm #indo35mm #35mmphotography #35mmfilm #35analog #35mmstreetphotography #filmphotography #filmisnotdead #ishootfilm #analogcamera #kodak #kodaksignets35 #rollfilm #kodakcolorplus200 #kcp200 #pasarlama #masjidjamikalipasir #analogtangerang
A post shared by LUGU (@lugeugu) onJan 11, 2018 at 8:28pm PST
Dia menambahkan, pada masa itu Sungai Cisadane menjadi jalur lalu lintas perdagangan rempah-rempah dan tempat bersandar para pedagang Tionghoa di Tangerang. Mereka suka berhenti di Tangerang. “Banyak arsitektur bangunan di Tangerang sangat kental dengan nuansa China, mulai interior yang didominasi warna merah dengan hiasan China, seperti Medalion dan hewan mitologi dan sebagainya,” paparnya.
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, Pemerintah Kota Tangerang mengajak pihak swasta untuk ikut serta menata kawasannya dan menyediakan tempat rekreasi dalam pengembangannya. “Sungai Cisadane yang merupakan persediaan air baku masyarakat Tangerang akan dikelola sebagai objek wisata yang menyerupai di luar negeri hingga menyediakan transportasi air setelah di darat yang terdampak macet,” ujarnya.
Arief R Wismansyah mengatakan, setiap cagar budaya memiliki nilai sejarah untuk dijadikan pelajaran bagi masyarakat luas sekarang maupun yang akan datang.
[Baca juga : "Wisata Sejarah Menarik Di Tangerang"]
Melalui program Tangerang Layak Dikunjungi, Pemkot Tangerang melakukan penataan cagar budaya dan mengenalkan potensi wisata lain kepada masyarakat luas. Mulai menjadikan taman sebagai tempat rekreasi dan mempromosikan UKM sebagai bekal oleh-oleh bagi wisatawan. “Rekreasi atau liburan menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Karena itu, kita lakukan penataan dengan dasar kreativitas melalui potensi yang ada dengan peran serta masyarakat serta semua pihak. Kami pun mengajak wisatawan untuk datang ke Kota Tangerang dan menggali sejarah yang ada karena sangat menarik,” ujarnya. (Sumber: Artikel sindonews.com Foto republika.co.id)
...more