Pulau Rhun adalah salah satu pulau di Kepulauan Banda Indonesia. Pulau ini memiliki panjang 3 km dan lebar kurang dari 1 km. Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah. Jarak pulau ini dari Bandaneira sekitar 1 setengah jam sampai 2 jam. Pulau ini sangat indah jika dilihat dari ketinggian atau dari atas. Dan harus kalian tahun bahwa pulau ini sekitar tahun 1665-1667 pernah ditukarkan dengan New Amsterdam yang sekarang bernama New York City.
Sumber: Foto @nooneenine
Pulau Rhun saat air meti atau surut, sangat terlihat jelas bahwa susunan karang yang timbul tenggelam membuat kapal-kapal yang ingin berlabu harus melewati sisi kanan kampung ketika menghadap ke arah rumah penduduk atau hanya berlabu di bagian luar. Ketika air surut selalu tenang dan di balik ketenangan ada kenyamanan dalam jiwa.
Sumber: Foto @kaoslenganpanjang
Mungkin kalau di Bandaneira sudah tidak asing lagi dengan jembatan jodoh, ya di Pulau Rhun juga terdapat jembatan jodoh yang bentuknya sama membentuk huruf T, namun bedanya kalau di Bandaneira di gunakan untuk orang-orang yang pergi mencari ikan atau sekedar berlabu kapal fiber kecil atau ketinting sedangkan di Pulau Rhun digunakan sebagai dermaga penumpang keluar masuk desa ini.
Sumber: Artikel dan Foto barondamaluku.com
...moreTripTrus.Com - Wohoo! Nih, Jateng siap bikin heboh di 2024 dengan enam event keren yang bakal jadi bahan obrolan kita! Gak kalah nih sama kalender kegiatan Jakarta!
Gini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah udah nentuin enam event seru banget buat Jawa Tengah Calendar of Events (Jtcoe) bulan Januari 2024. Solo juga bakal jadi tuan rumah satu acara keren, loh!
View this post on Instagram
A post shared by Magelang Travel Photografer (@badrikaaa)
Ini dia daftarnya yang bisa lo samperin di awal tahun 2024:
Festival Durian di Kabupaten Pekalongan, Januari 2024. Khusus buat pecinta durian yang doyan sensasi kuliner unik, loh!
Sadran Lepen Lamuk Gunung di Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung, Januari 2024. Acara tradisional yang bakal nampilin tarian dan musik khas Jawa Tengah. Betah deh pasti!
Haul Syekh Sjangkung di Desa Kayen, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, 27 Januari 2024. Momen keagamaan yang penuh makna, bro!
Haul Sunan Prawoto di Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Januari 2024. Ini acara sakral buat ngumpul, doa-doa, dzikir, dan serangkaian kegiatan keagamaan lainnya.
Grebeg Sudiro di kawasan Pasar Gede, Solo, 28 Januari 2024. Solo bakal rame dengan karnaval budaya yang pamerin kekayaan tradisional dan seni khas Jawa Tengah.
Perayaan Ta’sis Menara di Desa Kauman, Kudus, 30 Januari 2024. Ritual perayaan yang penuh makna dengan nilai-nilai keagamaan dan tradisi lokal, pasti seru!
Nah, ini baru awalnya, bro! Peluncuran Jawa Tengah Calendar of Events tahun 2024 jadi tanda dimulainya rangkaian event keren di sini.
Jtcoe 2024 bakal hadirin 220 event seru, tersebar di 35 kabupaten/kota. Ini gak cuma soal seni pertunjukan dan festival, tapi juga ada event olahraga dan MICE, lho!
[Baca juga : "Surabaya, Ngeventnya Makin Seru, Delapan Event Asyik Di Januari 2024"]
Jateng juga punya event unggulan yang masuk nominasi Karisma Event Nusantara 2024. Ada Dieng Culture Festival, Festival Arak-arakan Cheng Ho, Festival Kota Lama, Festival Gunung Slamet, Solo Menari, Solo Keroncong Festival, Grebeg Sudiro, International Mask Festival, Java Balloon Attraction, dan Moro Borobudur.
Gak cuma itu, Jateng juga siap bikin kita kagum dengan event olahraga dan kreatif berskala nasional dan internasional, kayak Solo International Performing Arts (SIPA), Festival Payung Indonesia (Fespin), Borobudur Marathon, Tour De Borobudur, dan Mesastila 100.
Jadi, prepare diri lo buat dihibur dan kagum sama kekayaan budaya, olahraga, dan kreativitas Jawa Tengah lewat rangkaian event spektakuler sepanjang tahun 2024! Let's get the party started! (Sumber Foto @solonyaman)
...moreMasih ingat heboh penamaan KRI Usman Harun? Tak dinyana si pemberani Harun Thohir yang menuai kontroversi karena namanya dipakai sebagai nama kapal perang itu adalah orang Bawean. Ya, pulau yang berada di Laut Jawa dan termasuk dalam wilayah Kabupaten Gresik JawaTimur itu memang dikenal luas di Singapura dan Malaysia sebagai tanah asal para pelaut yang bekerja di kapal2 mereka. Orang Bawean dan kawasan pemukiman mereka di kedua negara jiran itu mendapat julukan sebagi Orang Boyan dan Kampung Boyan.
LEGENDA AKSARA JAWA
Dari dusun penangkaran rusa perjalanan dilanjutkan dengan mengendarai sepeda motor ke arah barat pulau, kira-kira berjarak 7 km, terdapat sebuah Pantai Kubur Panjang (Jherat Lanjheng) yang sarat dengan legenda kelahiran aksara jawa. Makam yang panjangnya sekitar 11 meter itu dipercayai sebagai makam pembantu setia Aji Saka, tokoh utama Babad Tanah Jawa, Doro dan pedang pusakanya. Pemandangan yang luar biasa saat sang surya perlahan turun terpampang megah di kawasan ini. Bias jingga, langit biru dan hamparan karang karena laut surut mempesona indah. Tetapi tak bisa berlama-lama di pantai ini, selain karena sepi tidak ada hunian dan warung makanan, faktor jalan rusak dan gelap juga memicu rasa khawatir untuk berlama-lama di kawasan tersebut.
Kuburan Panjang (Jherat Lanjeng)
Segenap lelah bisa dibasuh dengan mandi air panas di Dusun Kebun Daya, Desa Sawah Mulia, yang berjarak sekitar 3 km dari pelabuhan. Tempat mandi umum ini berukuran sekitar 2,5 X 3 meter dan dipakai bergantian oleh kaum pria dan perempuan. Semakin malam semakin banyak warga Bawean yang mandi, kendati hanya diterangi sebuah lampu dan sekelilingnya sawah, namun tidak menyurutkan niat merendam badan dalam suhu sekitar 34 derajat Celsius ini. Orang Bawean mempunyai 2 tempat pemandian air panas yang sumbernya belum diketahui, karena airnya tidak mengeluarkan bau menyengat seperti bau sulfur.
SUNSET, SUNSET DAN SUNSET
Hari berikutnya, Pantai Selayar, Danau Kastoba, Pantai Labuan dan bukit tempat lapangan udara sedang dibangun adalah tujuan kami. Dari pantai Selayar bisa ke Pulau Selayar dengan berjalan kaki atau naik motor jika air laut surut. Pulau tak berpenghuni itu nampak asri dan nyaman untuk dipakai sebagai tempat piknik sambil menikmati bekal dan kelapa muda yang dipetik langsung dari pohon ditepi pantai. Air jernih semata kaki dan pasir putih mengundang minat berjalan kaki hingga ke batas laut biru sambil memotret kemolekan alam sekitar pantai Selayar.
Pulau dan Pantai Selayar
Sedangkan kecantikan alami Danau Kastoba bisa dinikmati sambil makan siang karena hanya sekitar 45 menit jaraknya dari Pantai Selayar. Lelah mendaki bukit setinggi sekitar 500 meter segera terbayar begitu melihat teduh dan tenangnya Danau Kastoba. Penduduk Bawean biasanya suka berpiknik rombongan dan membakar ikan di tepi danau. Kekuatiran kami adalah sisa api yang ditinggalkan bisa memicu kebakaran hutan di Cagar Alam Bawean ini. Terlebih pada musim kemarau yang membuat tumbuhan kering dan meranggas. Saat kami berkunjung ke Danau Kastoba, sekelompok orang meninggalkan api sisa bakar ikan dan harus dipadamkan hingga benar2 tidak ada asap. Seharusnya sebagai kawasan Cagar Alam yang dilindungi pemerintah, danau dan kawasan sekitarnya dijaga ketat dari kemungkinan pengrusakan alam baik yang disengaja maupun tidak.
Pemandangan Danau Kastoba
Lewat tengah hari adalah waktu yang tepat untuk beranjak ke lokasi wisata berikutnya, yakni pantai Labuan. Pantai ini tempat berlabuh kapal2 besar agar terlindung dari terjangan ombak dan gelombang laut tinggi. Menikmati secangkir kopi, makan baso ikan di warung sederhana tepi pantai merupakan keasyikan tersendiri. Di kejauhan tampak bukit kecoklatan yang disiapkan untuk lapangan terbang perintis.
Sore hari di Pantai Labuan
Hanya 15 menit bermotor untuk mencapai kawasan bandara Pulau Bawean yang telah dibangun sejak 2-3 tahun lalu. Bandara ini masih jauh dari rapi. Pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana untuk sebuah lapangan udara yang siap didarati pesawat perintis sekalipun masih jauh dari sempurna. Jika diprosentase bisa dibilang baru sekitar 45 % saja. Landasan pacu masih belum diaspal dan yang sudah diaspal pun sudah mulai rusak lapisannya. Infrastruktur jalan masih sangat minim, baik di dalam kawasan bandara maupun dari atau ke pusat kota kecamatan Sangkapura atau dari dan ke arah kota pelabuhan. Padahal lapangan udara ini bisa menjadi tumpuan harapan untuk membuka Pulau Bawean sebagai destinasi kunjungan wisata utama di Jawa Timur.
Klik rangkaian artikel tentang Pulau Bawean di bawah ini.
Pulau Bawean: Antara Legenda dan Keindahan Alam - 1
Pulau Bawean: Antara Legenda dan Keindahan Alam - 2
Pulau Bawean: Antara Legenda dan Keindahan Alam - 3
...moreTripTrus.Com - Pertempuran Serpong yang terjadi pada 26 Mei 1946 merupakan pertempuran rakyat paling heroik pada class I di daerah sekitar Jakarta. Pasalnya, inilah pertempuran laskar rakyat dengan modal semangat yang memakan waktu panjang. Dan korban dari kedua belah pihak yang cukup panjang.
Pertempuran bermula dari informasi yang diterima laskar rakyat, bahwa Belanda telah mendarat dan mengusai daerah Serpong . Sekitar 300 tentara Belanda sudah menempati pos –pos strategis. Salah satunya, mendirikan pos komando di pertigaan Cilenggang - Cisauk.
Mendengar Belanda yang mengedepankan tentara KNIL-nya sudah menduduki Serpong 23 Mei 1946 pasukan laskar dari Desa Sampeureun, Kecamatan Maja berangkat dengan jalan kaki menuju Serpong.
TMP Seribu Serpong, tempat peristirahatan 238 pejuang yang tewas saat melakukan perlawanan terhadap tentara Jepang, tepatnya pada 25 Januari 1946. . . . . . #cagarbudaya #situssejarah #monumen #tamanmakampahlawan #TMPseribu #serpong #daanmogot #pahlawan #indonesia #exploretangsel #tangsel
A post shared by Glorio Makaminan (@gloriogm) onJan 21, 2017 at 7:22pm PST
Pasukan berkekuatan 400 orang dibawah pimpinan KH Ibrahim ini sesampai di Tenjo pasukan bergabung dengan pasukan laskar dari Tenjo yang dipimpin oleh KH Harun, seorang ulama yang terkenal sebagai Abuya Tenjo. Laskar Tenjo berjumlah sekitar 290 orang. Alhasil, dengan bergabung lascar Tenjo, semangat pun makin berkobar. 25 Mei 1946 kedua pasukan tersebut dengan menggunakan senjata tajam terus berjalan kaki menuju Parung Panjang, daerah yang terletak di sebelah barat Serpong.
Disepanjang perjalanan menuju sasaran pasukan bertambah terus , di antaranya bergabung pasukan laskar dari Kampung Sengkol yang dipimpin Jaro Tiking. Dan bergabung pula pasukan dari Rangkasbitung pimpinan Mama Hasyim dan Pasukan Laskar pimpinan Nafsirin Hadi dan E.Mohammad Mansyur.
[Baca juga : Candi Jiwa, Wisata Purbakala Di Pesisir Karawang]
Pada 25 Mei 1946 malam, para pimpinan pasukan berunding di daerah Cisauk dan diteruskan di Cilenggang untuk mengatur siasat pertempuran. Esoknya, 26 Mei 1946 sekitar jam 08. 30 Serpong di serang.
Pasukan Pimpinan KH Harun menyerang dari belakang sedangkan Pasukan Pimpinan KH Ibrahim, pasukan pimpinan Mama Hasyim dan pasukan pimpinan E.Mohammad Masyur menyerang dari depan dengan melalui jalan raya Serpong.
Dalam gerakan menuju sasaran pasukan mengumandangkan takbir “Allahu Akbar”. Pasukan laskar rakyat maju terus dengan mengumandakan takbir dan Pasukan Belanda gencar menembaknya sehingga korban berjatuhan. Suara Takbir lambat terus berkumandang. Pertempuran berlangsung seru. Banyak anggota lascar yang berhasil merebut senjata Belanda. Dan Senjata tersebut lalu ditembakan ke mereka. Banyak pasukan Belanda yang mati. Pertempuran yang berlangsung hingga pukul 20.00 WIB itu membuat sekitar 238 laskar gugur, termasuk KH Ibrahim dan Jaro Tiking. Sementara pihak Belanda sekitar 102 orang tewas.
Selamat Hari Pahlawan #haripahlawan #pahlawan #tamanmakampahlawan #tmpseribu #serpong #tangerang
A post shared by Ibank Muhammad (@ibank_ant) onNov 9, 2017 at 4:36pm PST
Setelah pertempuran yang sengit, pihak laskar pun berunding dengan pihak Belanda untuk menguburkan jenazah rekan mereka . Kesepatan terjadi. Hanya saja, Belanda hanya mengizinkan empat orang yang bertugas menguburkan. Tak heran jika mereka dimakakam ditumpuk dalam dua lubang . Makam mereka terletak tak jauh dari pertigaan Cilenggang – Cisauk, Kelurahan Cilenggang, Serpong.
Namun karena perkembangan zaman, makan mereka dipindahkan di Jalan Raya Puspiptek. Mereka dikuburkan satu kubur satu jenazah. Dan tempat pemakaman tersebut diberi nama Taman Makam Pahlawan (TMP) Seribu. Letaknya di jalan Raya Pahlawan Seribu , Kecamatan Setu, Tangsel tak jauh dari Taman Tekno di BSD City.
Meski namanya “ TMP Seribu ”, bukan berarti ada 1.000 makam pahlawan yang ada di TMP yang memiliki luas 9.835 meter persegi ini. Tapi hanya ada 238 makam pahlawan yang ada di sini, ditambah dua makam lagi, sehingga total semuanya adalah 240 makam. Dengan rincian 151 makam dengan nama. 87 pahlawan tanpa nama. Dengan tambahan enam makam baru. (Sumber: Artikel cipasera.com, Foto vakansinesia.com)
...moreTripTrus.Com - Negeri ini memang terkenal dengan alamnya yang keren dan tempat-tempat wisata yang oke banget. Enggak cuma destinasi yang sudah pada tahu, tapi ada juga tempat kece yang masih tersembunyi dengan pemandangan ciamik, terselip di berbagai sudut Indonesia.
View this post on Instagram
A post shared by Wonderful Indonesia (@wonderfulindonesia)
Pemerintah juga lagi semangat banget buat ramein pariwisata. Mereka udah tentuin 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (atau bisa disebut 10 Bali Baru). Nah, buat kalian yang suka jalan-jalan dan pengen eksplorasi tempat baru, nih ada 10 destinasi keren buat kalian cekidot!
1. Danau Toba, Sumatera Utara
Ini dia danau vulkanik terbesar di dunia, bro! Selain danau keren, di sekitarnya masih ada banyak tempat asik lainnya. Ada Desa Paropo yang punya pemandangan bikin adem, Air Terjun Situmurun yang keren abis, juga Bukit Simarjarunjung dan Siadtaratas yang nggak kalah bikin mata melotot.
2. Tanjung Kelayang, Kepulauan Bangka Belitung
Dulu daerah ini sepi, sekarang jadi KEK alias Kawasan Ekonomi Khusus. Tempat ini punya banyak surga tersembunyi buat kalian, seperti Pulau Kepayang dengan keindahan bawah lautnya, Pulau Batu Berlayar yang punya batu eksotis banget, dan Pulau Lengkuas yang cantik abis.
3. Candi Borobudur, Jawa Tengah
Candi ini salah satu candi Buddha tergede di dunia, sudah terkenal banget. Di sini selain ngeliatin candi yang megah, kalian bisa nikmatin sunrise yang bikin mata terbelalak. Setelah puas liat candi, bisa juga mampir ke museum sekitar candi atau mampir ke Desa Wisata Wanurejo buat kenalan sama budaya lokal.
4. Bromo, Jawa Timur
Bromo udah jadi andalan pariwisata di Jawa Timur. Gunung ini punya kawah, padang pasir, dan bukit-bukit yang bikin kagum. Banyak aktivitas seru, seperti jalan-jalan naik mobil jip, hunting matahari terbit, eksplorasi pasir berbisik, sampe nonton tradisi Suku Tengger.
5. Likupang, Sulawesi Utara
Di Sulawesi Utara ada surga yang nggak ada duanya, namanya Likupang. Pantai Likupang aja udah bikin mata melek dengan pasir putihnya yang bersih, air lautnya yang jernih, dan pulau-pulau cantik di sekitarnya. Ada juga banyak resor dan spot instagramable yang enggak boleh dilewatin.
6. Wakatobi, Sulawesi Tenggara
Wakatobi tuh surga bawah laut di Sulawesi. Banyak wisatawan dari luar negeri yang datang ke sini. Di Wakatobi, kalian bisa snorkeling atau menyelam di Taman Nasional Wakatobi, liat lumba-lumba di Pulau Kapota, kunjungi Desa Liya Togi, atau nikmatin pemandangan di Puncak Khayangan.
7. Mandalika, Nusa Tenggara Barat
Mandalika namanya lagi naik daun berkat MotoGP 2022. Ini tempat punya banyak pantai keren. Pantai Mawun punya pasir putih yang memanjakan mata, Pantai Semeti punya tebing batu dengan laut biru, dan Pantai Mawi jadi favorit para surfer.
[Baca juga : "Pesona Indonesia Bikin Pesohor Dunia Kepincut Liburan!"]
8. Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur
Labuan Bajo jadi pintu gerbang ke Taman Nasional Komodo. Selain cantik, Labuan Bajo punya banyak kegiatan seru, kayak main ke Pink Beach, trekking ke Pulau Padar, explore Goa Rangko, dan tentu aja ketemu langsung sama komodo.
9. Morotai, Maluku Utara
Morotai di Timur Indonesia ini surga tersembunyi yang cocok buat yang pengen liburan beda. Pantainya indah banget dengan terumbu karang dan ikan-ikan cantik. Ada Pulau Dodola yang bisa kalian jalan kaki menyeberangi lautnya, dan Pulau Kokoya dengan pasir putih, laut biru, dan pepohonan hijau yang memikat.
10. Raja Ampat, Papua Barat
Raja Ampat adalah rajanya gugusan pulau-pulau yang punya keindahan tanpa tandingan. Udah banyak wisatawan domestik dan mancanegara yang datang ke sini buat nikmatin pemandangan, ketenangan, dan kedamaian. Ada banyak destinasi wisata dan resor mewah, jadi pasti ada yang sesuai buat kalian.
Jadi, itu dia 10 tempat keren buat liburan kalian. Indonesia emang kaya akan tempat wisata yang oke banget. Sebelum berangkat, jangan lupa vaksin booster dan selalu patuhi protokol kesehatan, ya! Have fun, Sobat Pesona! (Sumber Foto @oceanic.society)
...moreTripTrus.Com - Ada cerita dari orang-orang sini, sejarah pulau ini dimulai pas Nokoda dateng tahun 1.700-an, terus ada juga Hawang yang keturunan Cina ikutan dateng. Hawang ini stay di pulau ini sampe punya anak cewek yang sering dipanggil Pok Hawang. Nah, pas Pok Hawang dipanggil Pok Hawang terus jadi nama pulau ini, namanya jadi Pulau Pahawang sekitar tahun 1850-an.
Desa Pulau Pahawang mulai berkembang pas H.Muhammad bin H.Ibrahim hulubalang dari Kalianda dateng dan tinggal di Kalangan, sementara di Pulau Pahawang ada Ki Mandara dari Sulawesi Selatan yang dateng tahun 1920-an. Terus perkembangan berikutnya dimulai tahun 1930 pas Datuk Jahari dateng, dia stay dan nikah sama anak Ki Mandara di Penggetahan, juga ada H. Dulmalik dari Putih Doh yang stay di Suak Buah.
Trus, ada beberapa orang dateng dan tinggal di Desa Pulau Pahawang, tapi tahunnya gak jelas. Mereka berasal dari berbagai tempat, ada yang dari Banten, seperti Jahari yang stay di dusun Penggetahan, Ruslan yang stay di Dusun Cukuh Nyai Jaralangan, dan ada juga Haji Dul Malik dari Putih Doh, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus - Lampung yang stay di Dusun Pulau Pahawang. Mereka dateng buat ngembangin kebun.
[Baca juga : "Wah, Bali Jadi Hits Buat Pesepakbola! Sekarang Giliran Cuti Romero Dan Istri, Eksis Di Pulau Dewata"]
Desa Pulau Pahawang punya 6 dusun, ada Dusun I Suak Buah, Dusun II Penggetahan, Dusun III Jeralangan, Dusun IV Kalangan, Dusun V Pahawang, dan Dusun VI Cukuh Nyai. Kalangan itu dusun yang ada di pulau Sumatera, terpisah sama laut dan bisa nyebrang cuma sekitar 1/4 jam naik perahu ketinting.
Dulu Desa Pulau Pahawang statusnya kampung dan masuk wilayah Marga Punduh. Jadi, warganya Pulau Pahawang ikut aturan Marga Punduh buat urusan pemerintahan. Mandara yang pimpin urusan pemerintahan, dan H. Dul Malik yang pimpin urusan keagamaan. Tahun 1980, Pulau Pahawang secara resmi ditetapkan jadi desa. (Sumber Foto @ms.sarahvi)
...moreTRIPTRUS - Setujukah Anda dengan pernyataan di atas? Sebelum Anda menjawab, mari kita lihat hasil-hasil penelitian dan survey di bawah ini:
Wanita – terlepas dari muda, tua, lajang, menikah ataupun janda terbukti lebih suka dan karenanya sering traveling atau liburan ketimbang pria. Menurut The American Consumer, dalam sebuah hubungan pria dan wanita, yang lebih banyak merencanakan detil perjalanan, merekomendasikan destinasi favorit kepada kerabat ataupun senang melakukan research tentang sebuah trip adalah wanita.
Wanita juga suka traveling dengan teman-teman wanitanya, tanpa merasa harus ada pria di kelompok itu. Dalam 6 tahun belakangan ini, terdapat kenaikan hingga 230% di mana kelompok wanita pergi traveling tanpa pria.
Menurut grup peneliti Yesawich, Pepperdien, Brown & Russell, 87% wanita pergi traveling untuk melihat pemandangan indah, sementara pria hanyalah 72%.
Mayoritas traveler di dunia ternyata bukan pria dewasa, melainkan wanita berusia sekitar 40-an. Sementara itu, menurut kebanyakan agen travel di Amerika Serikat, pelanggan terbesar mereka bukanlah pria, melainkan wanita yang berusia di antara 25-39 tahun.
Sumber: Foto citizen6.liputan6.com
Ditambahkan lagi, lebih banyak wanita yang melakukan solo-traveling atau traveling sendirian dibandingkan pria, yaitu sebanyak 73%. Biasanya wanita senang traveling sendirian karena 2 alasan: mereka menjunjung tinggi kemandirian dan merasa bahwa mereka cukup kompeten secara intelek untuk berpetualang sendirian.
Sumber: Artikel tokopedia.com Foto @JKTjalanjalan
...moreTripTrus.Com - Puluhan desa wisata di Indonesia telah masuk dalam daftar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 yang diberikan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Ragam potensi dan keunikan menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung yang ingin berwisata ke desa tersebut. Desa-desa wisata ini memiliki beragam potensi, mulai dari ekonomi kreatif hingga kearifan lokal yang masih dilestarikan oleh masyarakat setempat. Beberapa desa wisata yang masuk dalam ADWI 2023 terletak di dataran tinggi.
View this post on Instagram
A post shared by Manha Tour & Travel (@manhatourtravel)
Keindahan alam dan kearifan lokal dari desa wisata menjadi paket wisata yang lengkap dan menarik bagi wisatawan, baik dalam maupun luar negeri. Berikut adalah daftar desa wisata yang memiliki lokasi tertinggi di Indonesia, mengutip laman resmi kemenparekraf.go.id:
1. Kampung Bena Inire
Berada di Nusa Tenggara Timur (NTT), tepatnya di Desa Tiwu Riwu, Jerebu'u, Ngada. Desa wisata ini berada di kaki Gunung Inerie dengan ketinggian mencapai 2.245 mdpl. Kampung Bena Inire memiliki udara dan hawa sejuk, lengkap dengan rumah-rumah adat yang sudah ada sejak zaman Megalitikum. Berbeda dengan bangunan rumah pada umumnya, rumah adat di Kampung Bena Inire masih sangat tradisional. Bahkan atap rumah terbuat dari alang-alang dan lantai rumahnya terbuat dari bebatuan gunung. Kearifan lokal yang terus dijaga di sini adalah menenun.
2. Desa Argosari
Berada di ketinggian 2.000 mdpl, Desa Argosari di kaki Gunung Bromo termasuk dalam desa tertinggi di Indonesia. Tepatnya ada di Senduro, Lumajang, Jawa Timur. Desa Argosari terkenal dengan pemandangan "Negeri di Atas Awan" yang mampu memukau siapa saja yang berkunjung. Desa ini merupakan tempat tinggal Suku Tengger, warga Desa Argosari juga masih sangat kental dengan adat istiadat. Salah satunya adalah Upacara Karo yang diadakan pada bulan ke-2 Tahun Saka Hindu Tengger. Upacara Karo bertujuan untuk mengembalikan kesucian dan penghapusan dosa warga Suku Tengger. Tentunya kearifan lokal seperti ini menjadi daya tarik wisata bagi Desa Wisata Argosari.
3. Desa Kete Kesu
Terletak di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, dan merupakan salah satu desa tertinggi di Indonesia yang menarik untuk dikunjungi. Desa ini berada di Kampung Bonoran, Kelurahan Tikunna Malenong, Sanggalangi, Toraja Utara, dengan ketinggian sekitar 1.400 mdpl di lereng-lereng pegunungan. Selain menikmati pemandangan perbukitan, Sobat Parekraf juga dapat menyaksikan budaya leluhur yang masih terjaga hingga kini.
Salah satu kearifan lokal yang lestari di Desa Kete Kesu adalah pemakaman adat yang diletakkan di gua-gua di atas tebing. Selain itu, Sobat Parekraf dapat melihat Tongkonan, rumah tradisional Toraja yang merupakan sebuah rumah panggung dengan atap seperti tanduk kerbau yang menjulang tinggi, lengkap dengan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.
4. Desa Sembungan
Salah satu desa tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 2.300 mdpl, terletak di Kecamatan Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah. Desa wisata ini memiliki pemandangan alam yang indah dan kearifan lokal yang masih terjaga, sehingga mendapat peringkat 1 Desa Rintisan ADWI 2022. Desa Sembungan dijuluki Desa Tertinggi di Pulau Jawa dan menyediakan berbagai destinasi wisata populer yang mempesona, seperti Puncak Sikunir, Gunung Pakuwaja, Telaga Cebong, dan Curug Sikarim. Budaya lokal di Desa Sembungan juga dilestarikan, seperti adat Ruwat Gimbal yang diadakan setiap tanggal 1 dalam kalender Jawa Suro. Ruwat Gimbal adalah upacara adat pemotongan rambut pada anak berambut gimbal untuk membersihkan dari hal buruk dan biasanya digelar antara bulan Agustus-September.
[Baca juga : "Tempat Wisata Favorit Orang Indonesia Ternyata Bukan Hanya Bali!"]
5. Desa Wisata Ranupani
Desa tertinggi di Indonesia selanjutnya, terletak di Kecamatan Senduro, Lumajang, Jawa Timur, dengan ketinggian 2.100 mdpl. Desa Wisata Ranupani adalah basecamp resmi pendakian Gunung Semeru dan memiliki daya tarik wisata berupa Danau Ranupani, danau tertinggi di Indonesia dengan luas sekitar 7.500 meter persegi. Selain itu, di desa wisata ini juga terdapat Rumah Budaya Ranupani yang sering digunakan untuk pergelaran tari dan musik tradisional. Desa Wisata Ranupani masih menjaga adat istiadat leluhur dengan menggelar tradisi Unan-unan setiap 5 tahun sekali, tepatnya pada tahun "Landung" menurut penanggalan tradisional. Tradisi Unan-unan adalah menanam kepala kerbau yang ditujukan untuk membersihkan desa agar selamat dari malapetaka. (Sumber Foto @indah_dp)
...moreTripTrus.Com - Pemkot Bandung baru aja umumkan Bandung Calender of Event (COE) 2024. Ada 42 acara seru yang bakal digelar, lo, dan 10 di antaranya bakal jadi yang paling keren!
Bambang Tirtoyuliono, si Pj Wali Kota Bandung, ngejelasin kalo acara-acara ini bisa jadi magnet buat wisatawan lokal atau mancanegara. "Kita ini kota jasa, harus kreatif, bro. COE bisa bikin Bandung makin kece buat turis. Data Oktober 2023, hotel di Bandung udah 75 persen full, ini momentum bagus banget," ucapnya kayak yang dilansir detikJabar, Sabtu (5/11/2023).
View this post on Instagram
A post shared by SDN 246 Margacinta (@bdg.sdn246margacinta)
Bambang juga ngeyakinin kalo acara seru ini bisa dorong investor masuk ke Bandung. Di 2022 aja, investasi di kota ini tembus Rp7,78 triliun, bro! Gak cuma itu, ini bisa bikin lapangan kerja nambah dan pengangguran turun.
COE 2024 juga katanya bisa jadi energizer ekonomi buat semua pihak, termasuk UMKM. Data bilang, di semester 1 tahun 2023, UMKM di Bandung udah ada 10.107 dan usaha mikro 9.627.
Arief Syaifudin, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, bilang COE 2024 ini bukan cuma buat promosi doang. Temanya "Be Sparkling and Colorful with Us", tujuannya buat jadi destinasi wisata keren. Acara-acara ini nanti bakal direkomendasikan ke tingkat provinsi dan mungkin masuk West Java Calendar of Event.
Lalu Dinas Pariwisata dan Budaya Jawa Barat bakal rekomendasiin ke Karisma Event Nusantara (KEN), program event kece dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.
[Baca juga : "Rekomendasi Wisata Heritage 2024, Petualangan Legendaris 'Gadis Kretek' Rokok Klembak Menyan"]
Arief berharap banget, COE 2024 bisa ngebawa dampak positif buat pariwisata dan ekonomi, termasuk buat UMKM, pebisnis, dan partner di sektor pariwisata. "Semoga acara-acara di tahun depan bisa jalan lancar sesuai rencana dan tetep aman, tertib, dan bersih," tambahnya.
Gak ketinggalan, ada 42 event keren di 2024. Dari itu, 10 yang paling kece adalah:
Trade Mark 2024, Maret 2024
Festival Bakso Juara, Maret 2024
Now Playing Festival, Mei 2024
Bandung Angklung Festival, Mei 2024
Asia Afrika festival, Mei 2024
Bandung Orchestra Festival, Juni 2024
Bandung Art Month, Agustus 2024
Lomba Kereta Peti Sabun, Agustus 2024
Bandung Great Sale & Calendar of Event, September 2024
Playlist Live Festival, Oktober 2024
Bambang Tirtoyuliono berharap banget, sebagai kota jasa, acara keren di COE 2024 bisa ngeramein Bandung, bro! Ini dia, jadi pastiin buat catet tanggalnya, jangan sampe kelewat! 🎉 (Sumber Foto @dee_moell)
...more