shop-triptrus



Model Bisnis Wisata Halal Ini Bakal Booming di Indonesia

TRIPTRUS - Laporan Indonesia Islamic Finance Report menyebut Indonesia menyimpan berbagai peluang bisnis syariah. Ini salah satunya. Bisnis keuangan syariah Indonesia diyakini tengah memasuki tahap baru yang lebih menjanjikan. Dengan populasi muslim terbesar, beragam peluang bisnis Islami terhampar luas di Tanah Air. Mengutip laporan terbaru Indonesia Islamic Finance Report (IIFR) 2016, peluang bisnis syariah di Indonesia diantaranya terbentang di sektor wisata halal, kuliner halal, dan fashion Islami. Khusus di bisnis wisata halal, IIFR menyebut Indonesia masih memiliki peluang besar dalam mengembangkan sektor ini. Dilihat dari jumlah wisatawan, Indonesia baru bisa mendatangkan 936 ribu wisatawan muslim pada 2013. Jumlah ini lebih kecil dibandingkan Malaysia 3,264 juta dan Uni Emirate Arab 2,143 juta orang. "Saat ini bisnis hotel khusus syariah masih sangat terbatas, ini menjadi peluang investasi di sektor perhotelan dan jasa," kata IIFR dalam laporannya. IIFR mencatat Majelis Ulama Indonesia (MUI) saat ini baru mencatat dua hotel yang mengantongi lisensi syariah. Yaitu Sofyan Hotel Betwai di Jakarta dan Tuara Natama Hotel di Sidempuan, Jawa Barat. Sertifikasi halal memang belum kewajiban bagi semua hotel. Namun ini menjadi pijakan bagi traveler muslim yang butuh pelayanan penunjang ibadah. Hotel yang menyediakan sajadah, arah kiblat, pemisahan ruang olahraga dan fasilitas rekreasi bakal mengundang turis asing. Selain hotel syariah, IIFR juga melihat peluang bisnis syariah di jasa travel. Bahkan peluang ini terus bertumbuh seiring meningkatkan kebutuhan para turis muslim. Beberapa diantara bisnis travel yang berpeluang tumbuh adalah wisata sejarah dan budaya, wisata alam dan ecotourism, wisata belanja, wisata olahraga, dan wisata kuliner. Jadi buruan mulai kembangkan bisnis wisata halal, sebelum kembali menjadi penonton. (Sumber: Artikel dream.co.id)
...more

Tari Kipas Pakarena

Tari Kipas Pakarena merupakan ekspresi kesenian masyarakat Gowa yang sering dipentaskan untuk mempromosi pariwisata Sulawesi Selatan. Dalam bahasa setempat, “pakarena” berasal dari kata “karena” yang memiliki arti “main”. Tarian ini sudah menjadi tradisi di kalangan masyarakat Gowa yang merupakan bekas Kerajaan Gowa.Tidak ada yang tahu persis sejarah tarian ini. Namun menurut mitos, tarian Pakarena berawal dari kisah perpisahan antara penghuni boting langi (negeri khayangan) dengan penghuni lino (Bumi) pada zaman dahulu. Konon sebelum berpisah, penghuni boting langi sempat mengajarkan bagaimana cara menjalani hidup, bercocok tanam, beternak, dan berburu kepada penghuni lino, melalui gerakan-gerakan badan dan kaki. Selanjutnya, gerakan-gerakan itu pula yang dipakai penghuni limo sebagai ritual untuk mengungkapkan rasa syukur kepada penghuni boting langi.Ekspresi kelembutan akan banyak terlihat dalam gerakan tarian ini, mencerminkan karakter perempuan Gowa yang sopan, setia, patuh dan hormat terhadap laki-laki pada umumnya, khususnya terhadap suami. Tarian ini sebenarnya terbagi dalam 12 bagian, meski agak susah dibedakan oleh orang awam karena pola gerakan pada satu bagian cenderung mirip dengan bagian lainnya. Tapi setiap pola mempunyai maknanya sendiri. Seperti gerakan duduk yang menjadi tanda awal dan akhir pementasan tarian Pakarena. Gerakan berputar searah jarum jam melambangkan siklus hidup manusia. Sementara gerakan naik turun mencerminkan roda kehidupan yang kadang berada di bawah dan kadang di atas.Tarian Kipas Pakarena memiliki aturan yang cukup unik, di mana penarinya tidak diperkenankan membuka matanya terlalu lebar, sementara gerakan kakinya tidak boleh diangkat terlalu tinggi. Tarian ini biasanya berlangsung selama sekitar dua jam, jadi penarinya dituntut untuk memiliki kondisi fisik yang prima.Sementara itu, tabuhan Gandrang Pakarena yang disambut dengan bunyi tuip-tuip atau seruling akan mengiringi gerakan penari. Gemuruh hentakan Gandrang Pakarena yang berfungi sebagai pengatur irama dianggap sebagai cermin dari watak kaum lelaki Sulawesi Selatan yang keras. Sebagai pengatur irama musik pengiring, pemain Gandrang harus paham dengan gerakan tarian Pakarena. Kelompok pemusik yang mengiringi tarian ini biasanya berjumlah tujuh orang, dan dikenal dengan istilah Gondrong Rinci. Tidak hanya penari saja yang bergerak, penabuh gandrang juga ikut menggerakkan bagian tubuhnya, terutama kepala.  Ada dua jenis pukulan yang dikenal dalam menabuh gandrang, yaitu menggunakan stik atau bambawa yang terbuat dari tanduk kerbau, dan menggunakan tangan. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

Ada Sederet Potensi Wisata di Seberang Waduk Jatiluhur

Wilayah Kecamatan Sukasari yang berada di seberang Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, selama 50 tahun lalu nyaris tak pernah dilirik investor untuk menanamkan modal di bidang apa pun.Sebab, lokasinya tak bisa dijangkau kendaraan roda empat akibat tak tersedianya jaringan jalan yang memadai. Salah satu moda transportasi yang ada hanya lewat jalur Waduk Jatiluhur dengan ojek perahu. Itu pun ongkosnya sangat mahal.Tapi, sejak 2015, ketika Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi membuka jalan kabupaten dengan betonisasi, Sukasari ternyata menyimpan potensi pariwisata yang memukau. Dan investor pun satu per satu mulai berdatangan dan menyatakan siap menanamkan modalnya, terutama di bidang pariwisata.Pemantauan Tempo, Jumat, 2 September 2016, menunjukkan sejumlah potensi wisata yang bisa dijadikan destinasi wisata oleh para investor dan Pemerintah Kabupaten Purwakarta, yakni Tanggul Kutamanah, tebing Gunung Buleud, Gunung Manik, Pantai Paranggombong, serta panorama eksotik kawasan Gunung Pasirmuncang.Tanggul Kutamanah, yang berfungsi membendung bagian barat daya Waduk Jatiluhur, memiliki ciri khas panorama indah yang menjorok ke perairan lepas waduk, sangat pas jika dijadikan obyek wisata rumah peristirahatan terapung lengkap dengan kuliner cobek ikan betutu, ikat khas waduk Jatiluhur yang konon punya daya tahan seksual.Lalu tebing Gunung Buleud serta Manik yang menjulang ke langit dan masih perawan bisa dieksplorasi buat destinasi petualangan panjat tebing serta pendakian. Pantai Paranggombong cocok buat wisata pantai dengan ojek perahu menuju perairan lepas waduk dan kuliner seafood. Adapun kawasan gunung Pasirmuncang bisa disulap menjadi kawasan wisata alam dan petualangan.Menurut Bupati Dedi, saat ini sudah ada satu investor yang siap membangun kawasan wisata rumah terapung dengan mengadaptasi destinasi wisata Sampireun di Garut. "Izinnya sudah saya teken dan akan mulai melakukan pekerjaan medio awal 2017," katanya.Dedi berujar, Kecamatan Sukasari, yang terdiri atas Desa Kutamanah, Kertamanah, Sukasari, Tajur Sidang, Parung Banteng, dan Ciririp, memang disiapkan untuk pengembangan pariwisata, perikanan, dan peternakan. "Tapi semuanya harus berkonsepkan alam dan budaya lokal," ucapnya.Bupati yang konsen terhadap persoalan budaya, terutama budaya Sunda, itu menuturkan, dua tiga tahun mendatang, daerah sendang Waduk Jatiluhur yang sebelumnya terisolasi selama 50 tahunan pasca-pembangunan Waduk Djuanda itu akan menjelma menjadi sebuah kawasan pariwisata yang menggiurkan dan menjanjikan serta dipastikan bisa mengalahkan kawasan wisata seperti Pasawahan-Wanayasa-Bojong.Sebab, setelah dibangunnya jalan lingkar barat sejauh 63 kilometer dengan lebar 8 meter, lokasinya akan menjadi sangat strategis. Sebab, jalur jalannya akan terkoneksi dengan jalur Karawang, Jonggol, dan Cianjur. Jadi para pelancong yang datang dari Jabodetabek, Cianjur, dan Bandung akan dengan mudah menjangkaunya.Camat Sukasari Fauzi mengatakan, sejak ada jalan lingkar barat, di sejumlah titik lokasi sudah bermunculan vila, tempat wisata kuliner, dan pemancingan. "Berderet, mulai Desa Kutamanah hingga Ciririp. "Kami bersyukur, selain menghidupkan denyut pergaulan sosial, hal itu mulai mendongkrak perekonomian warga," ujarnya. (Sumber: Artikel traveli.tempo.co Foto piknikasik.com)
...more

Menelusuri Kawasan Glodok Sebagai Kota Pecinan

TripTrus.Com - Pemukiman Tionghoa atau biasa disebut Pecinan (China Town) terdapat hampir di berbagai kota besar di dunia, termasuk Jakarta. Kawasan Pecinan, dalam sejarahnya selalu menjadi penopang sekaligus jantung yang menggerakan detak perekonomian. Diantara denyut kehidupan, kawasan pecinan bernama Glodok di Jakarta Barat, terdapat jejak sejarah warga etnis Tionghoa yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah kota Jakarta. Glodok biasa warga Jakarta mengenalnya. Pada siang hari daerah ini menjadi pusat kegiatan ekonomi dan perdagangan, sedangkan pada malam hari berubah menjadi pusat hiburan baik legal maupun ilegal. Konon nama Glodok bermula dari bunyi air “grojok-grojok” di daerah itu karena semula merupakan tempat pemberhentian dan pemberian minum kuda–kuda penarik beban. Namun menurut Mariah Waworuntu, seorang pemerhati sejarah dari Universitas Indonesia, nama Glodok berasal dari kata grobak, tempat membawa dan menjual air dari pancoran, yaitu glodok. [Baca juga : Melihat Sisi Sejarah Dari Jembatan Kota Intan] Dalam sejarahnya, jauh sebelum Belanda membangun Batavia tahun 1619, orang-orang Tiongkok sudah tinggal di sebelah timur muara Ciliwung tidak jauh dari pelabuhan. Mereka menjual arak, beras dan kebutuhan lainnya termasuk air minum bagi para pendatang yang singgah di pelabuhan. Namun, ketika Belanda membangun loji di tempat itu, mereka pun diusir. Baru, setelah terjadinya pembantaian orang Tionghoa di Batavia pada 9 Oktober 1740, orang-orang Tionghoa ditempatkan di kawasan Glodok. Dikawasan Glodok inilah terdapat beberapa bukti sejarah perjalanannya seperti, De Groot Kanaal (Kali Besar), Toko Merah, Jalan Perniagaan, Gang Kali Mati, Toko Obat Lay An Tong, SMUN 19, Rumah Keluarga Souw, gedung kantor Harian Indonesia, Kelenteng Toa Se Bio (Hong San Bio) dan Gereja Santa Maria Fatima.   Located in the Chinatown of Jakarta - Glodok. This temple is originally named Kim Tek Ie (金德院) was completed in 1650 (368 years as of 2018), making it the oldest temple in Jakarta. . Fun fact: The Indonesian word for temple (“klenteng”) originated from one of the hall in this temple, the Kwan Im Teng (观音亭). A post shared by Tommy 🐻 (@hwangtommy) onMay 10, 2018 at 10:25am PDT Yang pertama adalah De Groot Kanaal (Kali Besar). Sekitar tahun 1950-an sebelum air sungai tercemar seperti sekarang, digunakan sebagai tempat mencuci dan mandi. Kedua adalah Toko Merah. Tidak jauh dari Kali Besar, di salah satu sisinya terdapat bangunan dengan bata merah. Orang mengenalnya dengan sebutan “Toko Merah” yang dibangun oleh Gustaff Baron Van Imhoff tahun 1730. Sepuluh tahun kemudian, bangunan ini menjadi saksi peristiwa pembantaian semua keturunan Tionghoa beserta keluarga, bayi, pasien rumah sakit dan lanjut usia atas perintah Gubenur Jendral Adrian Valckenier. Ketiga adalah Jalan Perniagaan. Sebelum bernama Jalan Perniagaan, jalan ini dikenal juga dengan sebutan Patekoan. Patekoan berarti delapan buah poci. Konon, dahulu ada seorang Kapiten Tionghoa bernama Gan Djie yang mempunyai istri orang Bali yang sangat baik hati. Tiap hari dia menyediakan delapan poci berisi air teh di jalanan itu, agar masyarakat yang melintas dapat mereguk air dengan gratis apabila mereka kehausan. Angka delapan merupakan angka keberuntungan masyarakat Tionghoa. Keempat adalah Gang Kali Mati, sekarang bernama Pancoran V banyak terdapat pedagang yang menjual makanan khas Tionghoa. Kelima adalah Toko Obat Lay An Tong. Meskipun bangunan ini sudah tidak digunakan sebagai toko obat lagi, namun bangunan tua ini masih terjaga keasliannya dari lantai sampai dinding dan atapnya yang belum mengalami perubahan dari bentuk aslinya. Keenam adalah SMUN 19. Bangunan ini merupakan tempat pertama kali berdirinya sebuah organisasi Tionghoa bernama Tionghoa Hwee Kuan (THHK) atau Perhimpunan Tionghoa pada 17 Maret 1900. Satu tahun kemudian, THHK mendirikan sekolah modern pertama yang disebut Tiong Hoa Hak Tong. Gedung ini kini ditempati oleh SMUN 19. Ketujuh adalah Rumah Keluarga Souw. Tidak jauh dari SMUN 19, rumah ini dibangun tahun 1816 dan hingga kini masih menjadi milik keluarga tersebut. Rumah milik keluarga kaya raya ini masih terjaga keasliannya, meskipun sudah terlihat kusam dan tua. Kedelapan adalah gedung kantor Harian Indonesia. Gedung yang terletak di Toko Tiga Seberang adalah kantor harian berbahasa mandarin pertama di Indonesia, yaitu Harian Indonesia. Saat ini gedung kantor itu tidak difungsikan dan dipagar tinggi karena sekarang kegiatan kantor harian ini dipindahkan ke daerah Gajah Mada, satu gedung dengan harian kantor Republika Kesembilan adalah Kelenteng Toa Se Bio (Hong San Bio), disebut juga dengan Kelenteng Duta Besar, untuk menghormati dewa yang dipuja yaitu Toa Se Kong atau Paduka Duta Besar. Kesepuluh adalah Gereja Santa Maria Fatima, letaknya tidak jauh dari Kelenteng Toa Se Bio. Gereja ini khusus bagi warga Tionghoa. Awalnya gereja ini merupakan kediaman seorang Luitenant der Chinezenbermarga Tjioe. Oleh karena itu gereja ini kental dengan arsitektur yang diperuntukkan bagi pejabat Tionghoa masa pemerintahan Hindia-Belanda. Untuk menjangkau kawsan Glodok dapat menggunakan bus Transjakarta koridor 1 jurusan Blok M – Kota dan turun di halte Glodok. (Sumber: Artikel jakarta.panduanwisata.id, Foto flickr.com)
...more

Pesona Gunung Bromo, Andalan Wisata di Malang

Siapa yang tidak mengetahui Gunung Bromo, pesona tempat wisata di Malang ini sangat memikat wisatawan domestik maupun para penikmat perjalanan dari mancanegara. Apalagi pemandangan matahari terbenam (sunset) diGunung Bromo menjadi daya tarik paling memukau. Gunung Bromo terletak di Provinsi Jawa Timur dan masuk ke dalam empat teritori pemerintah daerah, yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang. Satu hal yang wajib diketahui adalah suhu udara di puncak Gunung Bromo dapat berkisar antara 2-20 derajat Celcius. Kondisi ini adalah bagian unik yang ada di tempat wisata di Malang ini. Selain itu, di puncak Gunung Bromo, Anda bisa menyaksikan kawah berdiameter 600 m, sebuah pemandangan yang menawan. Hamparan pasir yang begitu luas seperti gurun terlihat sungguh mengagumkan di Bromo. Gunung Bromo, wisata di Malang ini juga menawarkan kegiatan seperti berkuda di atas hamparan pasir luas. Anda juga bisa menyewa mobil jeep untuk dapat mengunjungi beberapa tempat wisata Gunung Bromo. Sumber: Foto shop.triptrus.com Waktu terbaik untuk mengambil perjalanan wisata di Malang yakniGunung Bromo adalah pada medio Juni–Oktober. karena pada periode bulan ini di daerah Gunung Bromo sedang kemarau. Untuk dapat tiba di Gunung Bromo, maka Anda harus tiba di bandara udara Juanda Surabaya, Jawa Timur. Ini jika Anda memang menempuh perjalanan udara. Dari bandara tersebut, Anda dapat memesan kendaraan yang akan mengantarkan Anda ke kawasanwisata di Malang ini. Anda akan menmpuh rute perjalanan keGunung Bromo, dimulai dari Surabaya – Pasuruan – Wonokitri – Gunung Bromo. Perjalanaan ini membutukan waktu 2–3 jam. Sumber: Foto shop.triptrus.com Jika And aingin menghabis beberapa hari untuk berlibur di tempatwisata di Malang ini, kawasan wisata Gunung Bromo telah difasilitasi dengan akomodasi yang baik. Tersedia penginapan, hotel, restoran, dan kios-kios souvenir di sana. Ada sejumlah guesthouse dan hotel murah di seputaran Bromo, tempat wisata Malang. Sumber: Artikel indonesiana.merahputih.com Foto tasrangsel.blogspot.com
...more

10 Kota Tempat Berburu Makanan Buka Puasa

TRIPTRUS - Bulan Ramadhan tidak lama lagi akan kembali datang. Para umat Muslim di Indonesia tentunya tidak sabar menunggu datangnya bulan yang penuh keberkahan ini. Salah satu hal unik yang bisa ditemukan di bulan Ramadhan adalah banyaknya pedagang yang menjajakan berbagai sajian untuk berbuka puasa, atau ta’jil. Bagi para wisatawan kuliner, kami menampilkan sepuluh kota besar di Indonesia dan tempat-tempat populer di kota itu untuk berburu hidangan berbuka puasa. 1. Banda Aceh Para pemburu kuliner di kota Banda Aceh dan sekitarnya pasti sudah langsung bergerak menuju pasar ramadhan yang berlokasi di sepanjang Jalan Lampisang, atau jalan Banda Aceh-Meulaboh. Berbagai peunajoh atau penganan seperti Kue Boi, Meuseukat Halua Breuh (semacam dodol), Timpan yang terbuat dari telur dan berisi srikaya dan kelapa, boh rom-rom, rujak aceh dan berbagai makanan yang hanya bisa ditemukan saat bulan Ramadhan sudah menanti pembeli mulai jam 4 sore.   2. Padang Di ibukota Sumatra Barat ini, para pemburu kuliner sudah tentu mengenal Pasar Pabukoan yang berpusat di sekitar area parkir Lapangan Imam Bonjol. Lokasi yang berdekatan dengan Poltabes Padang ini menjajakan berbagai penganan khas Sumatra Barat seperti Lamang Tapai, Lopis Sarabi, Bubur Kampiun, dan berbagai gulai, seperti gulai usus, gulai banak (otak), gulai itiak (bebek), serta banyak makanan lain yang akan membuat air liur mengalir dengan hanya membayangkannya saja.   3. Medan Sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, Medan terkenal dengan kekayaan khasanah kulinernya. Pengaruh budaya Melayu dan budaya Tionghoa, ditambah beragam masakan tradisionalnya membuat Medan jadi salah satu ibukota wisata kuliner. Dan di bulan Ramadhan, hampir seluruh kota Medan dipenuhi dengan pusat-pusat jajanan yang menjual hidangan berbuka puasa. Seputar kampus Universitas Sumatra Utara (USU) adalah salah satu contoh tempat mendapatkan hidangan ta’jil. Lalu Anda dapat merasakan nikmatnya hidangan bubur sop di Masjid Raya Al-Maksum yang dibagikan gratis mulai pukul 15.00. Atau Anda bisa mengarah ke Kampoeng Ramadhan di Kecamatan Medan Johor yang menyajikan berbagai makanan khas budaya Melayu.   4. Jakarta Ibukota negara Indonesia, sebagai tempat merantau dari berbagai daerah, adalah tempat yang tumpah ruah dengan jajanan berbuka puasa. Contoh saja Pasar Ramadhan Benhil yang terletak di depan Pasar Bendungan Hilir, yang tidak pernah sepi dari pengunjung mulai dari awal hingga akhir bulan Ramadhan. Lokasinya yang berdekatan dengan jalan protocol seperti Jl. Sudirman dan Jl. Gatot Subroto jadi tempat persinggahan bagi para pekerja yang pulang dari kantor untuk berbelanja makanan buka puasa. Lalu ada lagi Kawasan Kramat Raya, Jakarta Pusat, yang menyajikan berbagai jenis makanan dari Sumatra Barat. Baik di Benhil maupun di Kramat, beragam makanan dari berbagai daerah di Indonesia memenuhi meja-meja yang menggelar jajanan berbuka puasa. Cocok untuk orang-orang yang rindu kampung halaman.   5. Bogor Kota hujan ini juga ngetop dengan pasar kaget di kawasan Banjarjati. Para penjual terlihat kerepotan saat waktu sudah mendekati saat berbuka puasa dan biasanya hampir semua jajanan ludes terjual saat adzan Maghrib. Berbagai jenis minuman, seperti es buah dan kolak, lauk pauk, serta kurma bisa mudah ditemukan di pasar kaget ini. Harga yang lebih murah dan variasi yang beragam jadi tujuan para pembeli untuk mendapatkan hidangan berbuka puasa.   6. Bandung Kota ini adalah salah satu surga bagi wisata kuliner. Berbagai inovasi makanan di Kota Kembang menarik para wisatawan kuliner, meski tidak di bulan Ramadhan. Bayangkan saja apa yang dapat Anda temukan saat bulan Ramadhan tiba. Kota Bandung makin dipenuhi dengan penjaja makanan, mulai jajanan yang sudah tenar seperti kue bolu pisang, brownies, gepuk, kredok, dan cireng, maupun makanan tradisional seperti surabi, lumpia basah, batagor, dan martabak. Atau kalau tidak mau terlalu repot, di hampir seluruh pinggir jalan kota Bandung Anda dapat minggir sebentar untuk menikmati es buah atau es rumput laut.   7. Yogyakarta Kawasan Kauman, Yogyakarta, jadi salah satu tujuan untuk mencari hidangan berbuka puasa. Pasar Sore Ramadhan Kauman tiap hari selama bulan Ramadhan ramai sesak dengan pembeli yang ingin mencari hidangan berbuka puasa. Berbagai jenis pepes, botok, kicak dan kipo (kue khas Ramadhan yang terbuat dari tepung ketan). Lalu ada juga kawasan sekitar kampus Universitas Gadjah Mada banyak dipenuhi para mahasiswa yang berjualan berbagai makanan untuk berbuka puasa.   8. Surabaya Pasar Atum adalah nama yang langsung masuk ke ingatan orang-orang yang mencari hidangan berbuka puasa di ibukota Jawa Timur ini. Atau bisa juga bergerak ke depan Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang tiap bulan Ramadhan dipenuhi banyak pedagang hidangan bulan puasa. Mulai dari kue dolar, bongko menthuk, bikang atau kue lumpur, semua sudah siap menanti pembeli selepas waktu solat Ashar.   9. Denpasar Meski mayoritas penduduk pulau dewata ini beragama Hindu, bulan Ramadhan memunculkan pasar kaget yang menjual hidangan berbuka puasa. Sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, di depan kampus Universitas Udayana, adalah tempat yang terkenal sebagai tujuan untuk mendapatkan hidangan berbuka puasa. Para penjual dan pembeli pun tidak terbatas pada kaum Muslim saja, sehingga keramaian dan kenikmatan mencari hidangan berbuka puasa juga dirasakan oleh umat agama lainnya.   10. Makassar Kota yang terkenal dengan keindahan Pantai Losari ini juga terkenal dengan dahsyatnya variasi kuliner khas Sulawesi Selatan. Anda dapat menikmati segarnya es palu butung dan pisang epe di sekitar kawasan Pantai Losari. Atau berbagai makanan seperti jalangkote, lumpia, dan barongko di pusat jajanan buka puasa sekitar Jl. Mappanyukki. Mulai pukul 14.00 WITA kawasan ini dipenuhi pedagang dan pembeli yang ingin mendapatkan hidangan berbuka puasa.
...more

5 Tempat Wisata Ramadhan Ini Selalu Banjir Pengunjung

TripTrus.Com - Tak Biasa, 5 Wisata Ramadhan di Indonesia ini Banjir Pengunjung – Bulan Ramadhan disambut oleh antusiasme umat muslim yang luar biasa. Bulan yang hanya datang satu bulan dalam setahun ini memang penuh kemuliaan, sehingga tidak mengherankan jika persiapan Ramadhan dilakukan secara maksimal. Salah satu cara untuk menghidupkan bulan Ramadhan selain berpuasa adalah dengan melakukan wisata Ramadhan. Tenang saja, kamu tidak perlu khawatir dengan lokasi tempat wisata karena Mamikos akan memberikan referensi mengenai 5 Wisata Ramadhan di Indonesia yang banjir pengunjung. Selamat membaca. 1. Masjid Jogokariyan   Kampung Ramadhan Jogokariyan, Yogyakarta. . . . . . #ramadhan #rainbowumbrella #kampungramadhanjogokariyan #jogjaku #berandajogja #adzan #lampion #jogokaryan #masjidjogokariyan A post shared by fι∂уα αиιѕα ❣ (@fdynsa) onMay 21, 2018 at 5:02am PDT Sudah bukan hal yang aneh lagi jika Masjid Jogokariyan selalu kebanjiran jamaah ketika bulan Ramadhan tiba. Kampoeng Ramadhan Jogokariyan (KRJ) adalah event tahunan yang selalu dilaksanakan di masjid ini. Bahkan, sejak tahun 2004 acara KRJ tidak pernah sepi pengunjung. Jika kamu tinggal di Yogyakarta atau sekitarnya, cobalah menikmati suasana Ramadhan di Masjid Jogokariyan agar Ramadhan-mu lebih berkesan dan bermanfaat. Pada malam hari, dari jalan raya akan terlihat kerlap-kerlip lampu yang menandakan lokasi masjid sudah dekat. Selain itu, panitia Kampoeng Ramadhan Jogokariyan juga akan memasang baliho serta spanduk di sepanjang jalan agar masyarakat mengetahui berbagai macam agenda masjid. Persiapan panitia yang matang, bahkan memakan waktu hingga 4 bulan sebelum Ramadhan tiba ini memberikan hasil yang maksimal pula. Sebagai pembuka Kampoeng Ramadhan Jogokariyan, biasanya diselenggarakan Parade Bedug mengelilingi Yogyakarta. Lalu, apa saja hal yang bisa kamu dapatkan setelah memilih wisata Ramadhan di Masjid Jogokariyan? Agenda yang meriah dan menarik minat masyarakat adalah Pasar Sore di sepanjang Jalan Jogokariyan. Karena peminatnya sangat tinggi, kegiatan pasar sore seringkali membuat jalanan menjadi penuh dan macet. Tujuan diadakannya pasar sore adalah untuk meningkatkan perekonomian warga sekitar. Tanpa pungutan biaya apapun, minat ratusan pedagang untuk berpartisipasi semakin tinggi. Jangan lewatkan kegiatan iktikaf di Masjid Jogokariyan pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Kamu bisa memilih untuk menginap secara full dan membayar biaya pendaftaran yang sudah ditentukan pihak panitia. Fasilitas yang kamu dapatkan sangat beragam, seperti makan untuk sahur, sajian berbuka puasa, ilmu baru dari ustad yang kiprahnya di dunia dakwah sudah terkenal, makalah, tempat menginap, serta teman baru. Jika tertarik, segeralah mendaftar karena peminat kegiatan iktikaf selalu membludak, bahkan masyarakat dari luar kota banyak yang tertarik dengan kegiatan ini. Setiap sore di bulan Ramadhan, Masjid Jogokariyan sudah menyiapkan lebih dari 1000 porsi menu makan berbuka yang siap dinikmati para jamaah. Makanan berbuka tersebut disiapkan oleh ibu-ibu dasawisma sekitar Masjid Jogokariyan secara bergiliran. Tenang, lauk pauk yang disediakan akan bervariasi bergantung ibu-ibu yang memasak, kok. Bulan Ramadhan tidak akan lengkap tanpa adanya shalat tarawih ala Madinah di Masjid Jogokariyan. Jangan mundur dulu karena takut karena yang dimaksuda tarawih ala Madinah adalah shalat tarawih dengan menyelesaikan 1 juz ketika shalat 11 atau 23 rakaat (bergantung kesepakatan jamaah). Mulanya tarawih ala Madinah ini mendapatkan protes, namun lama kelamaan para jamaah merindukan suasana tarawih  yang khusyu karena bacaan merdu imam membuat shalat tarawih tidak terasa berat dan melelahkan. Selain menyediakan fasilitas tarawih ala Madinah, Kampoeng Ramadhan Jogokariyan juga menyediakan fasilitas tarawih ala Gaza. Apa bedanya? Tentu suasana shalat tarawih akan jauh berbeda dengan adanya imam syeikh yang berasal dari Palestina. Jadi, kamu bisa menjalin silaturahmi dengan muslimdari tanah jihad Palestina. Kamu tidak perlu takut konsentrasimu rusak karena shalat tarawih untuk anak-anak akan dibedakan dengan lokasi tarawih orang dewasa. Terdapat 8 lokasi tarawih yang sudah dibagi oleh koordinator tarawih. Anak-anak pun akan dilatih untuk rajin menabung serta dilatih berbagai macam kesenian, seperti musik religi, drama Islami, pertunjukan teater, dan latihan untuk takbir keliling. Jika kamu tinggal di sekitar Masjid Jogokariyan, kamu tidak perlu khawatir dengan menu makan sahur sekalipun kamu adalah anak kost yang sedang krisis uang. Kampoeng Ramadhan Jogokariyan memberikan subsidi sahur berupa sembako yang akan dibagikan pada masyarakay sekitar. Menjelang bulan Ramadhan, pihak panitia akan membagikan subsidi sahur ini berdasarkan data sensus masjid yang sudah dimiliki. Sambil menunggu waktu berbuka puasa, lesehan sore yang memberikan agenda seperti nasyid, dongeng anak, serta ustad penceramah yang lucu. Jika datang ke Masjid Jogokariyan, kamu tidak perlu was-was dengan sandal bermerk yang dipakai. Panitia masjid memberikan garansi kehilangan sandal atau sepatu dengan merk yang sama jika kamu datang melapor. Ada pula acara angkringan Ramadhan yang dilaksanakan pada malam hari. Jangan bayangkan angkringan di Masjid Jogokariyan seperti angkringan pada umumnya karena saat Ramadhan tiba, akan ada tokoh-tokoh besar yang datang untuk bercengkerama. Suasana angkringan akan muncul pada sajian wedang anget dan cemilan lainnya. 2. Masjid Kubah Emas   a Muslim place of worship.. . . . #mosque #masjid #masjidkubahemas #muslimtravelers #cerah A post shared by Muhammad Zulfikar (@mzvkr) onApr 6, 2018 at 1:48am PDT Jika kamu seadang berada di Depok, cobalah untuk menikmati suasana Ramadhan di salah satu masjid yang cukup terkenal. Masyarakat sekitar Depok lebih mengenal Masjid Dian Al Mahri dengan sebutan Masjid Kubah Emas karena kubahnya memang berwarna emas. Selain menjadi lokasi ibadah umat muslim di wilayah Depok, Masjid Kubah Emas menjadi tujuan wisata dari berbagai wilayah di Indonesia. Area masjid yang cukup luas ditambah dengan fasilitas memadahi pun turut menjadikan Masjid Kubah Emas sebagai destinasi wisata Ramadhan yang patut dipertimbangkan. Masjid yang mendapat predikat sebagai masjid paling megah se-Asia Tenggara ini bisa kamu jadikan lokasi wisata Ramadhan. Dengan luas bangunan mencapai 8000 meter persegi, kamu tidak akan bosan menjelajahi setiap sudutnya. Gaya arsitektur bangunan masjid pun sangat Islami dengan adanya hiasan dekoratif serta bagian halaman dalam, gapura, dan minaret. Kamu juga tidak perlu khawatir akan berdesak-desakan dengan jamaah lain ketika waktu buka puasa tiba karena masjid ini mampu menampung hingga 20 ribu orang jamaah. Bangunan masjid yang megah dan sangat bagus didukung dengan kondisi di dalamnya. Kamu akan dibuat lebih nyaman karena tidak ada penjual makanan, pengamen, serta pengemis. Meskipun di sekitar masjid terdapat taman, namun jamaah tidak diperkenankan untuk memasuki area tersebut demi menjaga keindahan taman. Ingin menciptakan kenangan yang tidak terlupakan? Manfaatkan jasa tukang foto di depan masjid yang hasil pekerjaannya bisa langsung ditunggu. [Baca juga : Cara Menikmati Wisata Di Bulan Ramadhan] 3. Masjid Ka'bah Subang   #instagood #masjidkabah #kotabaruparahyangan #Jawabarat #exploringnusantara | jalan2 membuka wawasan A post shared by faisal_muhamad (@faisal_muhamad) onDec 22, 2014 at 4:22am PST Tempat tinggalmu masih terletak di sekitar Jawa Barat? Jika kamu tertarik, cobalah untuk melakukan wisata Ramadhan ke Masjid At-Toyibah yang dikenal dengan Masjid Kabah Subang. Arsitektur bangunan cukup unik karena dibuat menyerupai kakbah di Mekah. Jadi, ketika datang ke sana kamu akan disambut dengan suasana seperti sedang berada di tanah suci ketika melaksanakan haji atau umroh. Apa keunikan Masjid Kakbah sehingga kamu perlu datang kesana? Bangunan Masjid Kakbah seluas 2800 meter persegi tidak memiliki kubah karena desainnya memang dibuat semirip mungkin dengan kakbah yang terdapat di Mekah. Meskipun warna masjid sangat mirip seperti kakbah, namun tidak ada kain penutup kiswah di atasnya karena sudah diganti dengan cat tempok dan hiasan kaligrafi. Ada pula replika Hijr Ismail pada sudut bangunan masjid. Tidak mengherankan jika Masjid Kakbah Subang dikunjungi banyak orang. Suasana di dalamnya yang sangat tenang dengan dinding keramik serta lantai yang terbuat dari granit membuat orang-orang semakin betah. Masjid Kakbah Subang memang sengaja dibangun karena pemiliknya sangat rindu dengan Mekah. Tidak mengherankan jika untuk mengobati kerinduan tersebut bagian sekitar masjid juga dibuat semirip mungkin seperti suasana kakbah di Mekah. Terdapat miniature Bukit Shafa dan Marwah di kompleks masjid. Ada pula maqam Ibrahin serta pemandangan berbagai macam pohon palem. Rencananya, di sekitar kompleks masjid akan dibangun bimbingan manasik haji. Jadi, kamu bisa mengunjungi masjid ini sebagai destinasi wisata religi ketika Ramadhan nanti. 4. Masjid Raya Sumatera Barat   The other side of highway mosque western Sumatra. #masjidrayasumaterabarat #wonderfullindonesia Edit by snapseed #Fgstreet© #canonsx420is A post shared by Satriady (@satriady_) onAug 7, 2016 at 6:08am PDT Masjid Raya Sumatera Barat sekilas memiliki bangunan yang sangat mirip dengan rumah adat khas Minangkabau. Namun, siapa sangka masjid yang berlokasi di Jalan Khatib Sulaiman, Alai Parak Kopi, Padang ini menjadi pusat ibadah bagi masyarakat sekitarnya? Kegiatan Ramadhan berlangsung dengan baik di masjid, baik untuk pelaksanaan ibadah shalat wajib, shalat sunnah, buka bersama, kegiatan kajian, dan kegiatan lainnya. Jika kamu sedang berada di Padang, sempatkanlah untuk mampir ke Masjid Raya Sumatera Barat untuk merasakan beribadah di tempat yang bangunannya mirip rumah adat ini. Sebagai masjid yang paling besar di Sumatera Barat, masjid ini bisa menampung hingga 20.000 orang jamaah. Lokasinya pun sangat strategis karena berada di pusat kota, sehingga kamu bisa menggunakan angkutan kota untuk bisa mencapai Masjid Raya Sumatera Barat. Jangan khawatir dengan gempa ketika sedang khusyu melakukan ibadah karena masjid ini mampu bertahan dari goncangan gempa hingga 10 SR. Bahkan, masjid yang tidak jauh dari Pantai Padang turut menjadi lokasi evakuasi tsunami dengan memanfaatkan lantai 2 dan 3 masjid. 5. Masjid Ampel Surabaya   [ jum'ah ] . Janganlah malas untuk berbuat kebaikan, tetaplah berbuat baik meskipun kau di curangi. Sabar dan ikhlas adalah salah satu kunci. #quotesoftheday . Ojok lali jumatan gawe seng muslim. _________ . Foto teko @yusufampelpart - - - #surabayapunyacerita #Jum'ah #ampel #masjidampel #masjidampelsurabaya #ampelsurabaya #Menujuramadhan A post shared by Surabaya Punya Cerita (@surabayapunyacerita) onApr 19, 2018 at 9:06pm PDT Kamu ingin mencoba untuk melakukan wisata Ramadhan di Surabaya? Jangan lupa menyempatkan diri untuk mampir ke salah satu masjid yang cukup unik. Masjid yang dikenal dengan nama Masjid Ampel Surabaya ini berlokasi di kawasan Embong Arab. Di tepat ini, terdapat pusat penjualan berbagai macam kurma, perlengkapan ibadah puasa, hingga perlengkapan umat muslim untuk menunjang peribadatan.  Masjid Ampel Surabaya akan dibanjiri jamaah pada saat Ramadhan tiba. Bahkan, jamaahnya hampir mencapai 7000 orang dari berbagai daerah dalam sehari. Masih terdapat berbagai macam bukti peninggalan bersejarah yang terjaga. Kamu bisa menyaksikan 16 tiang utama masjid sepanjang 17 meter dan diameter 60 sentimeter yang terbuat dari kayu jati. Meskipun kegiatan renovasi terus dilakukan, namun ciri khas masjid tetap dipertahankan hingga saat ini. Melalui desain bangunan masjid tersebut pun kamu bisa mengetahui bentuk akulturasi budaya lokal dengan agama Hindu dan Budha. Jika ingin melanjutkan ziarah makam wali, kamu bisa langsung mengunjungi makam Sunan Ampel beserta kerabatnya di sebelah masjid. (Sumber: Artikel mamikos.com, Foto bahaudinonline.blogspot.com)
...more

Wisata Religi di Lasem, Ini Tiga Kelenteng Tua yang Bisa Dikunjungi

TripTrus.Com - Lasem, sebuah kecamatan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah penuh dengan jejak peninggalan budaya China. Hingga kini, peninggalan seperti rumah berciri khas China Hindia bisa dengan mudah diliihat di Desa Karangturi. Arsitektur ala selatan Tiongkok bisa ditemukan pada bangunan yang masih kokoh berdiri. Tak hanya itu, tempat-tempat ibadah seperti kelenteng juga meramaikan kota mungil berjuluk "China Kecil" itu. Sumber: Foto klikhotel.com Ada tiga kelenteng tua yang bisa dikunjungi di Lasem. Ada Kelenteng Cu Ang Kiong, Kelenteng Poo An Bio, dan Kelenteng Gie Yong Bio. Masing-masing terletak di desa berbeda. KompasTravel beberapa waktu lalu sempat mengunjungi tiga kelenteng di Lasem itu. Berikut ulasan singkat tentang ketiganya. 1. Klenteng Cu Ang Kiong Kelenteng Cu Ang Kiong berada di Desa Dasun, Lasem. Dari Jalan Raya Lasem, Kelenteng Cu Ang Kiong terletak sekitar 100 meter.  Dari halaman kelenteng terlihat ukiran-ukiran aksara China, dua buah naga di bagian gerbang, atap bangunan ekor walet. Sebuah tiang besi mirip tiang dek kapal yang masih berdiri menjulang di halaman kelenteng. Tiang dengan bendera kecil segitiga itu menjadi penanda dewa yang berhubungan dengan laut, yaitu Dewi Ma Zu (sering disebut Mak Co), atau dalam bahasa Hokkian dikenal sebagai Thian Siang Sing Bo yang berarti Sang Dewi Samudra atau Dewi Laut asal Fujian. Di dalam kelenteng, terdapat altar utama penyembahan Dewi Mak Co. Di dekat Mak Co, ada juga patung dari Fude Zhengshen (Dewa Bumi dan Kekayaan) dan Jialan Ye. Di dalam kelenteng juga terdapat batu-batu prasasti dan papan bertulis dalam bentuk melintang dan membujur. Di samping kiri dan kanan bagian dalam bangunan kelenteng terdapat beberapa mural. 2. Kelenteng Gie Yong Bio  Kelenteng lainnya di Lasem adalah Gie Yong Bio. Kelenteng ini terletak di Jalan Babagan No 7, Desa Babagan, Kecamatan Lasem. Kelenteng ini terletak di sebelah kanan jalan. Jika dibandingkan dengan Kelenteng Cu Ang Kiong, Kelenteng Gie Yong Bio berukuran lebih kecil. Di Kelenteng Gie Yong Bio terdapat altar yang berisi patung Fude Zhengshen dan Confusius. Klenteng ini juga memiliki arsitektur berlanggam Fujian, China Selatan. Atap bangunan kelenteng Gie Yong Bio berbentuk ekor walet. Dari luar, kelenteng Gie Yong Bio punya gerbang pintu masuk yang berukirkan aksara China. Kelenteng Gie Yong Bio juga memiliki mural seperti di Kelenteng Cu Ang Kiong. Mural-mural tua itu masih bisa terlihat dengan cukup jelas. 3. Kelenteng Poo An Bio Kelenteng Poo An Bio terletak di Jalan Karangturi VII/13, Desa Karangturi, Kecamatan Lasem. Kelenteng Poo An Bio ini disebut-sebut tertua di Lasem meski tak ada bukti-bukti tertulis terkait pembangunannya. Kelenteng ini disebut sebagai persembahan kepada Kwee Sing On (Guo Shen Wang). Kwee Sing Ong adalah dewa yang kelenteng aslinya berada di Desa Baijiao, Kabupaten Zhangzhou, Provinsi Fujian, China Selatan. Di bagian luar kelenteng, ada gerbang yang bertuliskan aksara China. Sementara di bagian dalam kelenteng, ada juga altar tempat patung penyembahan dan mural-mural seperti di dua kelenteng lainnya. (Sumber: Artikel-Foto travel.kompas.com)
...more

Pesona Pantai Sukamade

Rasakan pesona Pantai Sukamade dengan trip ke Taman Nasional Meru Betiri di: http://triptr.us/CW TRIPTRUS - Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur punya sekeping surga dalam bentuk Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) di Kecamatan Pesanggran. Terletak kurang lebih 97 km ke arah barat daya Kota Banyuwangi, TNMB punya banyak sekali destinasi yang bisa dikunjungi oleh traveler.Salah satu daya tarik TNMB tentu saja adalah Pantai Sukamade. Pantai ini mulai terkenal sejak zaman penjajahan Belanda pada tahun 1927. Daerah di sekitar Pantai Sukamade pada saat itu dijadikan perkebunan berbagai tanaman komersil seperti karet, kopi, dan coklat. Pemerintah Indonesia sendiri baru menyatakan Meru Betiri sebagai taman nasional pada tahun 1997.Untuk mencapai TNMB, traveler bisa melalui Kabupaten Banyuwangi di timur, dengan memakan waktu perjalanan kurang lebih 2-3 jam dengan menggunakan kendaraan bermotor. Bisa juga melalui Kabupaten Jember di sebelah barat dengan waktu tempuh yang sedikit lebih lama. Hal ini disebabkan oleh jalur menuju TNMB cukup terjal dan tidak mulus. Beberapa jalur bahkan hanya dapat ditempuh hanya dengan berjalan kaki atau menaiki kendaraan roda dua.Selama perjalanan menuju Sukamade ada banyak titik yang bisa dikunjungi. Sebelum mencapai Sukamade, ada baiknya mengunjungi Teluk Hijau. Teluk kecil ini mempunyai air yang berwarna hijau dari warna ganggang berpigmen hijau di air teluk itu. Pengunjung dapat mendatangi Goa Jepang di Pantai Bandealit, yang pada masa Perang Dunia II dijadikan tempat pertahanan tentara Jepang. Lalu, jika beruntung bisa juga melihat bunga Rafflesia zollingeriona di hutan TMNB. Perjalanan juga tidak akan sepi karena banyaknya monyet ekor panjang di hutan tersebut. Hutan TMNB merupakan habitat dari berbagai spesies fauna seperti banteng, macan tutul jawa, tupai terbang, dan dulunya TMNB merupakan habitat terakhir harimau jawa (Panthera tigris sondaica) - yang kini sudah punah. Selain itu, ada pula hutan mangrove (bakau) di dekat pantai Sukamade yang sering digunakan untuk kegiatan canoeing, berenang, berlatih selancar angin, hingga belajar berlayar dengan perahu kecil.Pantai Sukamade punya keunikan berupa sebagai habitat penyu bertelur. Dari tujuh spesies penyu yang tersisa di dunia, Indonesia merupakan tempat bertelur bagi enam spesies penyu. Dan empat dari spesies penyu itu bertelur di Pantai Sukamade. Keempat spesies tersebut adalah Penyu Hijau (Chelonia mydas), Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata), Penyu Slengkrah (Lepidochelys olivaceae), dan Penyu Belimbing (Dermochelys coriaceae). Pantai Sukamade adalah tempat yang paling mudah untuk melihat penyu hijau bertelur.Dahulu, penyu di Sukamade sempat terancam keberadaannya karena diburu oleh masyarakat sekitar. Tapi kini ada penangkaran khusus penyu yang mengumpulkan telur yang ditanam untuk kemudian dilepaskan setelah anak-anak penyu (tukik) menetas. Untuk melihat penyu yang bertelur, pengunjung dapat mengikuti tur dengan pemandu yang dimulai pada malam hari -- karena biasanya para penyu mulai naik ke pantai sekitar pukul 19.30 dan kembali ke laut setelah pukul 24.00. Para peserta yang menyaksikan penyu bertelur dianjurkan untuk tidak menggunakan lampu kilat untuk kamera dan tidak membuat gaduh. Ini disebabkan oleh karena penyu takut pada suara berisik dan cahaya. Penyu memilih tempat bertelur yang jauh dari jangkauan ombak karena telur penyu sulit menetas jika terkena air laut. Ratusan telur penyu yang dipendam kemudian dibawa ke tempat penangkaran. Setelah melalui waktu 60-75 hari telur-telur akan menetas dan setelah 2 minggu berlalu, tukik akan dilepaskan di pantai. Pengunjung juga bisa berpartisipasi melepaskan tukik ke pantai. Tukik-tukik itu pada nantinya akan kembali ke Pantai Sukamade untuk menyimpan telurnya. Tapi sayangnya, dari ribuan tukik yang dilepas, mungkin hanya sedikit jumlahnya yang mampu bertahan hingga dewasa dan kembali bertelur di Pantai Sukamade akibat banyak sekali predator alami di lautan maupun diburu oleh manusia. Photos taken from: commons.wikimedia.org, wwf.or.id
...more

ButikTrip.com
remen-vintagephotography

Upcoming Trips

Sumba
18 - 21 Jul 2019
Derawan Labuhan Cermin
18 - 21 Jul 2019
Alor Island
18 - 21 Jul 2019
×

...