TripTrus.Com - Banyak tempat-tempat yang indah dan menarik untuk anda kunjungi di karawang jawa barat. Tidak hanya keindahan pantai, curug atau air terjunnya saja namu berbagai macam seperti kuliner bisa anda dapatkan jika anda berwisata ke karawang. Banyak kuliner-kuliner khas karawang dan jawa barat berhamburan di sepanjang jalan dan emperan pantai di karawang. Sungguh beberapa kuliner ini mampu memanjakan lidah anda dan membuat anda ketagihan akan cita rasanya. Tempat wisata di karawang jawa barat juga sangat di minati oleh masyarakat, banyak wisatawan-wisatawan yang berbondong-bondong mengunjungi karawang terutama saat-saat libur tiba.
Tempat wisata di karawang jawa barat ini cocok untuk mengisi hari libur anda sekaligus menghilangkan penat anda, namun kali ini tidak hanya kedaerah pantai dan pegunungan saja yang bisa anda kunjungi namun tempat-tempat bersejarah juga. Karawang di kenal sebagai daerah dengan kawasannnya yang subur, maka dari itu orang asing tertarik untuk berkunjung ke daerah karawang. Banyak juga pendatang dari cina dan eropa berwisata ke tempat-tempat bersejarah yang ada di karawang, adapun tempat bersejarah di daerah karawang.
1. Stasiun Karawang
Old station of Karawang #train #trains #station #stasiunkarawang #sepurmania #keretaapi #kai #keretaapiindonesia
A post shared by Hariyo RiyanTOMO (@hariyoriyantomo) onSep 16, 2017 at 4:50pm PDT
Stasiun ini terletak di ketinggian +16 ini termasuk pada operasi I Jakarta, stasiun ini merupakan stasiun yang bersejarah karena dibangun dari zaman dahulu kala, saat ini stasiun karawang hanya mengangut penumpang dari Jakarta ke Purwakarta saja. Stasiun karawang terletak di Jl. Arif Rahman Hakim, Nagasari, Karawang Barat, Karawang, Propinsi Jawa Barat.
2. Bendungan Walahar
Bendungan ini sudah digunakan sejak tanggal 30 November 1925 yang dibangun pada masa kolonial pemerintahan Belanda. Namun banyak yag mengatakan khususnya tetua masyarakat sekitar, bahwa bendungan tersebut dibangun saat masa penjajahan dari Portugis yang dilanjutkan oleh kekuasaan dari Penjajah Belanda.Bendungan Walahar merupakan bangunan yang memiliki pesona tersendiri yang menarik. Tak hanya sebagai pengatur air saja. Namun kita juga bisa mempelajari berbagai nilai historis yang sangat berharga untuk perkembangan sejarah di Karawang. #bendunganwalahar #wisatakarawang #karawang #pangkalperjuangan #superadventure #idare
A post shared by Superior Karawang (@karawangsuperior) onMar 22, 2018 at 9:17pm PDT
Bendungan ini merupakan salah satu bendungan yang bersejarah karena memang di bangun pada masa penjajahan belanda. Pembangunan pun hanya mengandalkan tenaga pribumi, bukan tenaga teknologi seperti saat ini. Maka dari itu bangunannya yang masih terlihat kuno dan menggunkan arsitektur belanda. Bendungan ini sengaja di buat untuk mengatur debit dan sirkulasi air yang mengaliri area persawahan. Selain fungsinya untuk mengairi persawahan juga menahan air ketika daerah karawang di landa banjir.
3. Rumah Penculikan Proklamator
A house where our founding father arranged a declaration of our home. A house for a home, Nusantara. #rumahRengasdengklok #soekarnohatta #sajutimelik #proklamasi
A post shared by Sintong Sihombing (@sinsihombing) onNov 20, 2015 at 3:05am PST
Rumah yang terletak di Rengasdengklok, rengasdengklok merupakan tempat di mana Soekarno dan Moh. Hatta di culik oleh pemuda Soekarni. Di rumah ini lah proklamasi kebangsaan Indonesia dirumuskan.
[Baca juga : 3 Destinasi Wisata Heritage Menarik Wajib Dikunjungi]
4. Tugu Kebulatan Tekad
Karawangku😎🚴 #latepost #rengasdengklok #tugukebulatantekad #paros
A post shared by Dwi MiLda Apriyani (@dwimilda) onJan 2, 2018 at 7:01am PST
Tugu ini terletak di Kampung Bojong Tugu, Ds. Rengasdengklok Utara, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Propinsi Jawa Barat. Letak tugu ini juga tidak terlalu jauh dari tempat penculikan Soekarno dan Moh. Hatta, kira-kira sekitar 100 m jaraknya. Tugu kebulatan tekad ini di bangun sebagai mengenang tekad dari para pemuda bangsa.
5. Monumen Rawa Gede
Just Me.. #monumenrawagede #like4like
A post shared by Dewi Adianti (@dewi_adianti) onOct 7, 2017 at 11:07pm PDT
Monumen yang bentuknya yang unik dan membentuk segitiga atau pyramid ini terletak di Kecamatan Rawamerta 10 km dari Ibu Kota Kabupaten Karawang. Monumen Rawa Gede sengaja di bangun untuk mengenang tewasnya orang warga sipil yang berjumlah 431 orang yang teguh mempertahankan tempat untuk persembunyian para Pejuang Kemerdekaan, yang berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Beberapa tempat bersejarah di atas memang terlihat kuno, namun dengan berkunjung dan datang ke tempat-tempat bersejarah tersebut anda juga akan mendapatkan beberapa pembelajaranm serta ilmu sejarah. Itulah tempat wisata di karawang jawa barat yang bersejarah. (Sumber: Artikel sandiegohills.com, Foto vakansinesia.com)
...moreTripTrus.Com - Mei 2025 bakal jadi bulan yang penuh kejutan! Tanggal merahnya banyak banget, jadi lo bisa banget ngerencanain liburan panjang yang bikin pikiran lo fresh lagi. Entah itu buat healing, ngebebas dari rutinitas, atau cari kegiatan seru, Mei ini bener-bener waktu yang pas buat lo ngerasain liburan seru dan tetep produktif. Cuaca juga katanya oke banget buat jalan-jalan keluar, jadi siapin rencana liburan lo dari sekarang, biar gak kelewatan momen seru yang ada!
View this post on Instagram
A post shared by COCONUT LODGE | Feel the Peace (@coconutlodge_resort)
Jangan lupa, sektor pariwisata, hotel, dan transportasi pada siap kasih promo-promo kece buat lo yang pengen liburan. Jadi, selain lo bisa ngebebas, liburan lo bisa jadi lebih hemat! Yuk, langsung aja cek tanggal merah Mei 2025 yang bakal bikin liburan lo makin panjang dan maksimal!
Jadwal Tanggal Merah dan Cuti Bersama Mei 2025:
Kamis, 1 Mei 2025: Hari Buruh Internasional (Libur Nasional)
Senin, 12 Mei 2025: Hari Raya Waisak
Selasa, 13 Mei 2025: Cuti Bersama Waisak
Kamis, 29 Mei 2025: Kenaikan Isa Almasih
Jumat, 30 Mei 2025: Cuti Bersama Kenaikan Isa Almasih
Gimana? Seru kan? Libur panjangnya ada di awal, tengah, dan akhir bulan, jadi lo bisa pilih liburan kapan aja! Ga ada alasan buat nggak manfaatin waktu-waktu ini buat ngerasain liburan seru!
[Baca juga : "Purwokerto Emang Nggak Glamor, Tapi Nyamannya Bikin Lo Males Balik!"]
Rekomendasi Seru Buat Manfaatin Tanggal Merah Mei 2025:
Liburan Singkat, Healing ala Lo! Dari 1-4 Mei, lo bisa ambil cuti tanggal 2 Mei dan cabut ke Bali, Yogyakarta, Labuan Bajo, atau Belitung. Mau ke puncak, pantai, atau glamping deket Jakarta? Semua bisa banget! Liburan singkat tapi banget ngebantu lo buat relax sejenak dari penatnya aktivitas. Hati tenang, pikiran fresh!
Family Time atau Mudik Mini Mei itu waktu yang tepat buat mudik mini atau ketemu keluarga. Nggak cuma bisa ngobrol-ngobrol dan lepas kangen, tapi juga bisa ngerasain energi positif dari orang-orang tercinta. Ideal buat recharge energi emosional, biar bisa semangat lagi buat hadapi segala tantangan ke depan. Waktu berkualitas banget!
Staycation Tapi Produktif Lo bisa banget manfaatin promo staycation dari hotel-hotel di Jakarta, Bandung, atau Surabaya. Nggak cuma buat istirahat, lo juga bisa ngelakuin hal produktif, misalnya nulis, belajar skill baru, atau sekadar me-time buat nyusun rencana hidup lo. Staycation sambil merencanakan masa depan, siapa takut?
Wisata Budaya dan Festival Seru! Jangan sampai lo kelewatan festival Waisak di Borobudur, yang bakal digelar tanggal 12-13 Mei 2025. Lo juga bisa ikutan event-event lokal kayak food festival, pameran seni, atau konser musik yang sering banget ada di long weekend. Nambah pengalaman budaya sekaligus seru-seruan bareng temen atau keluarga, kenapa nggak?
Tips Cerdas Biar Libur Panjang Lo Makin Keren:
Booking Tiket dan Hotel dari Jauh-jauh Hari: Jangan sampe harga tiket dan hotel naik drastis pas udah deket H-7. Lebih baik lo booking dari sekarang, biar budget liburan lo tetap terjaga.
Ambil Cuti Strategis: Tambahin cuti 1-2 hari di antara tanggal merah biar liburan lo jadi makin panjang! Cuti 1 hari, liburan bisa 5 hari penuh, kan enak?
Cek Cuaca: Pastikan destinasi liburan lo cuacanya oke, biar gak kecewa pas udah jauh-jauh hari nyiapin liburan.
Gunakan Transportasi Publik: Hindarin kemacetan yang biasa nyerang jalur-jalur populer. Naik transportasi publik bisa jadi pilihan, lebih cepat dan hemat!
Dengan perencanaan yang pas, libur panjang Mei 2025 bisa jadi waktu healing, ngerangkul keluarga, nambah pengalaman budaya, dan tentunya nge-charge semangat hidup lo buat ngejalanin hari-hari ke depan! Jadi, udah siapin liburan lo? Let's go! (Sumber Foto canva.com)
...moreTripTrus.Com - Kepala Dinas Pariwisata Medan, Yuda Setiawan, bilang begini nih, guys, mereka bakal bikin pameran keren banget buat perusahaan-perusahaan start up, yang judulnya "Medan Start Up Exhibition" bulan Oktober 2023. "Nih, tanggalnya, insyaallah, 24 Oktober 2023," kata Yuda ke ANTARA di Medan, hari Rabu kemarin.
Dia ngejelasin, acara ini buat ngumpulin anak-anak muda yang lagi ngerintis start up, yang berhubungan sama ekonomi kreatif Medan. Yuda lanjutin lagi, salah satu target mereka adalah anak-anak yang lagi ngerintis start up di kampus-kampus di Medan nih.
Mereka bakal diajak ketemu sama pemilik start up yang udah sukses biar bisa tukeran cerita dan ilmu. "Kita juga bakal undang pengusaha start up kawakan dari Medan dan sekitarnya. Biar bisa bagi-bagi rahasia kesuksesan," ucap Yuda.
Sekarang, Dinas Pariwisata Medan lagi fokus banget nih buat bikin acara seru, dari yang skala nasional sampe internasional, buat bikin ekonomi kreatifnya Medan makin kuat dan buat nambahin wisatawan yang dateng ke Medan.
[Baca juga : "Sumbar Gelar FWBTb, Festival Keren Warisan Budaya Tanpa Batas Di Kota Payakumbuh!"]
Selain pameran perusahaan start up, Yuda bilang mereka bakal bikin macem-macem acara keren lainnya, kayak Anugerah Musisi Medan, festival makanan enak, dan acara yang nampilin pesona keberagaman budaya Medan.
Nah, buat ngadain acara-acara kaya gitu, Dinas Pariwisata Medan bakal kerja sama sama penyelenggara acara yang udah jago-jago di Medan. Buat pertunjukan budaya, kaya yang pesona multietnis, Yuda ngerasa ini penting banget, guys, soalnya di Medan kan banyak banget suku-suku yang tinggal di sini.
Pemerintah Kota Medan juga ngerasa kalo melestarikan budaya itu penting banget. "Pasti buat ngadain acara kaya gini, kita bakal koordinasi sama temen-temen yang peduli budaya di Medan," ujar Yuda. (Sumber Foto @antaranews.com)
...moreTripTrus.Com - Gengs, lo udah siap belum nih buat nikmatin vibes long weekend dan tanggal merah di bulan Mei 2025? Bulan ini bener-bener surganya para kaum rebahan yang lagi nyari alasan buat healing tipis-tipis. Buat lo yang pengen ngacir dari rutinitas, Jawa Barat jadi destinasi yang gak boleh kelewat! Dari konser, festival seni, sampai workshop kece, semuanya tumpah ruah di berbagai kota di Jabar. Lo tinggal siapin outfit kece, bawa temen nongkrong, dan cus liburan seru tanpa takut dompet menjerit. Dijamin gak bakal nyesel!
🎠Festival & Acara Seru Sepanjang Mei 2025
Sekar Pandan Art Festival (2–4 Mei, Cirebon) Cirebon awal bulan udah dibuka sama vibes seni dan budaya dari Sekar Pandan Art Festival. Buat lo yang doyan liat pameran seni sambil nyari spot foto aesthetic, ini tempat yang pas banget. Lo bisa nikmatin pertunjukan sambil ngemil jajanan lokal. Gak ada tiket masuk, jadi lo tinggal gas aja ke lokasi!
Bandung Kota Angklung (3–17 Mei, Bandung) Mau nostalgia sama alat musik tradisional tapi dikemas kekinian? Event ini jawabannya! Lo bakal nemu pertunjukan angklung dari yang klasik sampe yang dibikin ngeblend sama musik modern. Sambil nonton, bisa sambil ngopi lucu di sekitar venue. Gak cuma edukatif, tapi juga heartwarming banget, bro!
Pasar Tani (4 & 9 Mei, Bandung) Kalau lo pecinta produk organik dan pengen support petani lokal, mampir deh ke Pasar Tani. Ada hasil bumi segar, sayuran organik, sampe cemilan tradisional yang bisa lo borong. Bisa juga ngobrol langsung sama petaninya, jadi makin tahu proses panennya. Biar makin woke dan sadar lingkungan, cuy!
Sumfairfest (10 Mei, Kab. Bandung) Event ini cocok banget buat yang pengen ngerasain serunya festival musik dan kuliner lokal dalam satu tempat. Dari band indie, food truck hits, sampe bazar UMKM kece semua ada. Jangan lupa bawa kamera, karena tiap sudutnya instagramable banget. Hype-nya dapet, perut kenyang, hati senang!
Bandung Color Run & Bogor Run (11 Mei, Bandung & Sentul) Yang suka olahraga tapi pengen fun? Color Run di Bandung dan Bogor Run di Sentul bakal bikin lo semangat lari sambil main warna-warni. Acaranya family friendly banget, jadi bisa ajak gebetan atau keluarga juga. Dijamin lo bakal pulang dengan badan sehat dan foto-foto epic buat IG lo!
Pentas Eksibisi (14 Mei, Cirebon) Buat lo yang seneng lihat pertunjukan seni kontemporer, eksibisi ini keren banget. Banyak performance art dan instalasi visual yang bisa lo nikmatin. Lo gak cuma nonton, tapi juga bisa diskusi sama seniman lokalnya. Nambah ilmu dan pengalaman baru, cuy!
Indonesia Tourism & Trade Investment Expo 11 (15–18 Mei, Bandung) Lo yang minat bisnis atau pengen cari peluang di dunia pariwisata dan investasi, event ini wajib dateng! Banyak booth menarik, talkshow kece, sampe promo-promo wisata yang bisa lo dapetin langsung. Sambil networking, siapa tau ketemu jodoh bisnis lo di sana!
Be on Fest & Festival Ekonomi Kreatif (16–18 Mei, Bandung & Cirebon) Kombinasi musik, fashion, dan karya anak muda kreatif semua dikumpulin di dua event ini. Lo bakal lihat gimana keren dan inovatifnya industri kreatif lokal. Ada live music, pop-up market, dan diskusi seru bareng pelaku industri kreatif. Lo bakal keluar dari sana dengan kepala penuh ide fresh!
Hari Nelayan Palabuhanratu (21 Mei, Sukabumi) Bukan cuma seru-seruan, lo juga bisa ngerasain vibes lokal yang autentik dari perayaan Hari Nelayan. Ada lomba perahu hias, bazar ikan, dan pertunjukan adat. Momen ini cocok buat lo yang pengen ngerasain langsung budaya pesisir yang otentik dan hangat. Healing sambil belajar budaya? Why not!
Bazar UMKM & Workshop Ekraf (21–22 Mei, Bandung & Cirebon) UMKM lokal tuh makin keren loh sekarang. Dari makanan, fesyen, sampe kerajinan tangan, semua tampil kece di bazar ini. Lo juga bisa ikutan workshop buat upgrade skill lo, siapa tau abis itu lo buka usaha juga. Nambah ilmu, nambah relasi, dan nambah isi dompet juga bisa!
Caruban Nagari – Archery Tournament (24–31 Mei, Cirebon) Archery vibes-nya bener-bener bikin lo ngerasa jadi karakter game RPG. Lo bisa ikutan lombanya atau sekadar nonton atlet-atlet panahan kece yang adu skill. Event ini jarang ada, jadi mumpung ada di Jabar, cus aja meluncur!
Sunset di Kebun & Bogor City Trail (24–25 Mei, Bogor) Lo tim sunset atau tim hiking? Di Bogor, dua-duanya bisa lo dapetin. Sunset di Kebun cocok buat lo yang cari ketenangan, vibes-nya chill banget. Nah, kalau lo suka tantangan, City Trail-nya cocok buat lo yang mau keringetan sambil eksplor trek alami.
Bandung Lautan VW & Tau-Tau Festival (31 Mei–1 Juni, Bandung) Buat pecinta mobil klasik, Lautan VW bakal jadi surganya lo. Deretan mobil VW klasik yang kece siap bikin lo nostalgia. Terus, lanjut ke Tau-Tau Festival buat nikmatin penutupan bulan dengan konser dan kuliner lokal. Fix, lo bakal susah move on dari bulan ini!
[Baca juga : "Mei Di Surabaya? Banyak Event Gokil + Oleh-Oleh Wajib Borong Nih"]
Nah ini yang paling lo tunggu-tunggu, kan? Jadi gini gengs, selama bulan Mei 2025, bakal ada 7 hari libur nasional dan tanggal merah, termasuk yang jatuh di hari Minggu. Tanggal-tanggal pentingnya tuh:
1 Mei: Hari Buruh
12 Mei: Hari Raya Waisak
29 Mei: Kenaikan Isa Almasih Ditambah sama setiap hari Minggu: 4, 11, 18, dan 25 Mei.
Lo bisa banget tuh ngatur cuti biar dapet long weekend yang mantap. Kombinasinya cocok buat lo liburan santai atau bahkan road trip keliling Jabar bareng bestie. Jangan sampe liburnya kebuang cuma di kasur, bro!
Ternyata nih ya gengs, tahun 2025 itu total ada 27 hari libur nasional & cuti bersama. Angka yang pas banget buat lo yang udah burn out di kerjaan atau kuliah. Jadiin momen ini buat recharge diri lo. Liburan bukan cuma soal jalan-jalan, tapi juga nyari inspirasi, relasi baru, atau sekadar ngilangin penat. So, jangan sampe lo lewatkan Mei 2025 ini tanpa rencana! Yuk, #LiburanLokal dulu! (Sumber Foto @renatalia_oktavianiputri)
...moreTripTrus.Com - Taman Nasional Gunung Bromo merupakan salah satu destinasi wisata alam yang sangat terkenal di Indonesia. Terletak di Jawa Timur, Gunung Bromo menjadi salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia. Libur Lebaran menjadi momen yang tepat untuk mengunjungi Gunung Bromo karena cuaca di sekitar Gunung Bromo cenderung cerah dan tidak terlalu dingin.
View this post on Instagram
A post shared by Ossan m🧡m (@nifa727)
Selain itu, ketika berkunjung ke Gunung Bromo pada Libur Lebaran, Anda akan disuguhi pemandangan yang sangat memukau. Dari ketinggian, Anda akan melihat langit biru yang cerah, padang rumput yang hijau, dan pegunungan yang indah. Tidak hanya itu, ketika fajar menyingsing, Anda akan bisa menyaksikan pemandangan sunrise yang menakjubkan di sekitar Gunung Bromo.
[Baca juga : "Pengalaman Berbeda Di Pulau Bali Selama Libur Lebaran: Festival Budaya Dan Aktivitas Outdoor"]
Saat Libur Lebaran, Anda juga bisa melihat tradisi unik masyarakat sekitar yang disebut dengan "Upacara Kasodo". Tradisi ini biasanya dilakukan pada malam sebelum Hari Raya Idul Fitri. Masyarakat setempat akan berkumpul di sekitar Gunung Bromo untuk melakukan ritual adat yang diyakini sebagai tanda syukur atas hasil panen yang telah diperoleh.
Namun, saat berkunjung ke Taman Nasional Gunung Bromo, penting untuk mengikuti aturan dan peraturan yang berlaku, serta menjaga kebersihan dan kelestarian alam. Anda juga disarankan untuk membawa pakaian yang nyaman, sepatu yang nyaman, serta membawa bekal yang cukup untuk perjalanan Anda. (Sumber Foto @zahrulmubbarak)
...moreTripTrus.Com - Bulan Ramadhan akan segera tiba, namun jangan biarkan momen ini menghalangi rencana perjalanan bisnis atau liburanmu. Walaupun berpergian saat sedang berpuasa dapat terasa melelahkan dan menguras energi karena kamu tidak makan dan minum sepanjang hari, namun itu bukanlah alasan untuk tidak pergi.
View this post on Instagram
A post shared by R I F A R A F I D A (@rafidarifa)
Jika kamu berencana untuk bepergian selama bulan Ramadhan, ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan agar tetap nyaman dan sehat selama perjalanan. Berikut adalah beberapa tips untuk berpergian saat bulan Ramadhan:
1. Rencanakan perjalanan dengan matang
Agar perjalananmu lancar, disarankan untuk merencanakan dengan matang termasuk memperhitungkan waktu berbuka dan shalat. Periksa jadwal shalat di tempat tujuanmu dan pastikan membawa persediaan makanan dan minuman yang cukup untuk berbuka puasa.
2. Pilih waktu perjalanan yang tepat
Sebaiknya dipilih waktu perjalanan yang tepat, seperti menghindari waktu menjelang berbuka puasa atau waktu shalat, agar perjalananmu tidak terlalu melelahkan dan tidak mengganggu ibadah.
3. Bawa makanan dan minuman yang cukup
Agar terhindar dari kelaparan dan kehausan, penting untuk membawa persediaan makanan dan minuman yang cukup untuk berbuka puasa dan sahur ketika sedang dalam perjalanan. Selain itu, jangan lupa untuk membawa camilan dan air minum untuk menjaga kecukupan cairan dalam tubuhmu.
4. Berdoa dan membaca Al-Quran
Sebaiknya manfaatkan waktu perjalanan untuk berdoa dan membaca Al-Quran agar dapat menjaga fokus pada ibadah dan menghilangkan rasa lelah selama perjalanan. Hal ini dapat membantu memperkuat koneksi spiritual dan memberikan ketenangan pikiran.
5. Tetap berhati-hati
Ketika melakukan perjalanan, terutama pada malam hari, sangat penting untuk tetap berhati-hati. Pastikan kamu berada di tempat yang aman dan terang benderang untuk menghindari risiko kejahatan dan bahaya lainnya.
6. Menghormati kebiasaan setempat
Apabila melakukan perjalanan ke daerah yang memiliki budaya yang berbeda, pastikan selalu menghormati kebiasaan setempat dan menjaga sopan santun. Hal ini penting untuk mencegah konflik budaya dan menunjukkan rasa penghargaan terhadap keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia.
[Baca juga : "Maret 2023, Solo Full Event, Ini Sederet Acara Yang Akan Digelar"]
7. Bersabar
Ketika melakukan perjalanan, penting untuk selalu bersabar, terutama ketika terjadi keterlambatan atau situasi yang tidak terduga. Ingatlah bahwa momen ini dapat dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk beribadah dan meningkatkan keimanan. Dengan bersikap sabar, perjalananmu akan menjadi lebih tenang dan penuh berkah.
Demikianlah beberapa tips yang dapat membantu kamu dalam berpergian selama bulan Ramadhan. Semoga tips yang telah kami sampaikan dapat bermanfaat bagi kamu. Jika ada kesalahan dalam penulisan, mohon maaf yang sebesar-besarnya. Sampai jumpa di artikel kami berikutnya. (Sumber: Artikel Shalahudin Hikam Al Ayubi Foto @sirozy)
...moreMeski punya bentuk dan rasa yang unik, tapi nama buah matoa belum dikenal luas. Buah matoa yang unik dan berkhasiat ini asli berasal dari Papua lho, TripTroops!Buah matoa yang punya nama latin Pometia Pinnata ini tumbuh di pohon tinggi yang bisa mencapai 18 meter dan diameternya bisa mencapai 1 meter. Buah ini sekilas terlihat seperti kedondong, karena bentuknya yang mirip, meski ukurannya lebih kecil. Namun, berbeda dengan kedondong yang kulitnya menempel di daging buah, kulit buah matoa ternyata mudah dikupas, seperti mengupas kulit buah kelengkeng. Jadi TripTroops tidak usah repot mengupas matoa dengan pisau. Cukup dengan menekan dengan ujung kuku saja, maka kulit buah matoa akan mudah terbuka.Di Papua, buah matoa mempunyai dua jenis yang populer, yaitu matoa kelapa dan matoa pepeda. Daging buah matoa kelapa bersifat kenyal tapi kering, sedangkan buah matoa pepeda memiliki daging yang lembek dan sedikit lengket. Daging buah matoa sendiri kurang lebih teksturnya mirip dengan buah rambutan. Tapi, jika rambutan seringkali dagingnya menempel pada biji, buah matoa dagingnya dengan mudah dapat dilepas dari bijinya. Buah matoa biasanya berwarna hijau kemerahan atau keunguan seperti buah manggis.Keunikan lain dari buah matoa adalah aromanya yang sekilas mirip dengan aroma buah durian. Dan saat digigit pun aroma durian itu sedikit terasa di lidah. Meskipun begitu, buah matoa ini sama sekali tidak punya hubungan saudara dengan buah durian. Dan buat matoa juga kaya vitamin C dan vitamin E. Sayangnya, konsumsi berlebih buah matoa dapat menyebabkan "mabuk" karena rasa manis buah matoa berasal dari kandungan glukosa jenuh yang cukup tinggi. Sebagai informasi, vitamin C mempunyai khasiat untuk daya tahan tubuh dan sebagai antioksidan. Vitamin C dalam buah matoa juga bisa menangkal radikal bebas yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Sementara itu, vitamin E dalam buah matoa dapat bermanfaat buat elastisitas dan kelembaban kulit dan membantu meringankan stress, meningkatkan kesuburan, serta dapat meminimalkan resiko penyakit kanker dan jantung koroner.Buah matoa biasanya berbuah satu kali dalam setahun, yaitu antara bulan Juli sampai Oktober. Di Papua, buah matoa tumbuh tersebar dari dataran rendah hingga ketinggian + 1200 mdp; (meter di atas permukaan laut. Untuk dapat tumbuh subur, buah matoa memerlukan curah hujan yang tinggi (lebih dari 1200 mm/tahun). Pohon matoa juga tidak perlu perawatan yang rumit karena pohon dan buah matoa cukup kebal terhadap gangguan serangga. Buah matoa yang sudah dipetik tidak dapat bertahan lama di luar lemari es, jadi kalau TripTroops beli buah matoa dan ingin buahnya tetap segar lebih lama, jangan lupa untuk disimpan di dalam kulkas ya. Tapi tampaknya susah untuk menahan diri tidak menghabiskan buah matoa. Karena sekali coba, besar kemungkinan kamu baru bisa berhenti makan setelah buahnya habis.
...moreTripTrus.Com - Nih, berita terkini nih! Jakarta masuk jadi salah satu kota wajib buat dikunjungi di tahun 2024. Keren banget kan! Loncat dari urutan ke-7 menurut majalah perjalanan asal Amerika, 'Lonely Planet'. Bikin Jakarta melibas Praha dan Izmir gitu.
Kabarnya, Jakarta dapet gelar 'Best Cities to Visit in 2024'. Makin kece, Jakarta diakui sebagai destinasi wisata kelas dunia. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, ngegombalin, "Ini momentum penting, guys, buat Jakarta jadi destinasi wajib buat para pencinta jalan-jalan."
View this post on Instagram
A post shared by Siti Nurohni (@siti.nurohni)
Dikutip dari si Sandiaga, Jakarta pada semester pertama 2023 udah dikunjungi 798.163 turis asing, loh. Ini bukti banget kalo Jakarta emang oke buat jadi spot liburan. Apalagi, ini seiring rencana pindah Ibu Kota baru.
Katanya, Jakarta punya banyak spot seru, mulai dari belanja di Tanah Abang, Sarinah, Pasar Baru, sampe ngejar produk ekonomi kreatif khas Jakarta. Udah gitu, bisa mampir ke Monumen Nasional atau jalan-jalan di kawasan Mangrove di Jakarta Utara.
Tapi, nih, Jakarta punya trik seru buat kita, yang kadang-kadang terlupakan. Gak cuma Bali yang jadi bintang, Jakarta juga bisa, loh! Masa iya Bali terus yang paling ngetop? Nah, versi Lonely Planet, Jakarta berhasil ngegeser Bali, guys! Jakarta merajai sebagai kota pilihan wisata terbaik 2024.
Menurut Sandiaga Uno, tahun lalu kita juara lewat Raja Ampat sebagai tempat pelarian terbaik. Sekarang, Jakarta berhasil ngegulirin gelar Best Cities to Travel. Sandiaga langsung terima penghargaannya di London. Keren, kan?
[Baca juga : "27 Hari Libur Nasional 2024, Cek Jadwalmu Untuk Petualangan Seru!"]
Jakarta emang padat, tapi banyak banget atraksi pariwisatanya. Dari belanja budget di Tanah Abang sampe hura-hura di mal mewah kayak Grand Indonesia. Kalo malam, bisa jalan-jalan di Jakarta Selatan yang asik banget.
Gak cuma itu, Jakarta juga punya produk kreatif yang legendaris di Sarinah, plus kuliner enak di Blok M, Pecenongan, Pasar Baru, Mangga Dua, sampe Kelapa Gading. Coba aja rasain, sensasi metropolitan Jakarta bakal nempel banget pas jalan-jalan.
Selain makanan enak, Jakarta juga punya potensi buat pengembangan pariwisata sejarah, budaya, dan alam. Bisa mampir ke museum-museum keren atau Monumen Nasional buat ngecek sejarah Indonesia. Pengen alam? Dateng aja ke kawasan mangrove di Angke Kapuk, Jakarta Utara. Keren, kan, Jakarta emang gak kalah seru dari Bali! #JakartaKeren #Wisata2024 (Sumber Foto @dyahlistyowardhani)
...moreTripTrus.Com - "emak, bapak si nona mati, sayang disayang tiap malam saya tangisin, Kramat Karem ada lagunya", tiga kalimat tersebut adalah lirik Keramat Karam, lagu yang dinyanyikan almarhum Masnah Pang Tjin Nio dengan iringan Gambang Kromong (GK) Naga Mustika. Lagu itu mengabadikan saat-saat ketika sekujur kawasan pantai Tangerang dilanda tsunami akibat letusan Gunung Krakatau.
Tidak diketahui siapa pencipta lagu ini. Cerita tutur masyarakat Tionghoa Tangerang, atau Cina Benteng, menyebutkan lagu itu muncul tidak lama setelah tsunami melanda sekujur kawasan pantai dan menewaskan banyak orang.
View this post on Instagram
Nothing can dim the light, which shines from within..
A post shared by Emma ( I am a nature lover ) (@tinjj88) onJul 30, 2017 at 9:25pm PDT
Versi lain lagu ini digubah Sanusi dan dinyanyikan dengan irama ragtime Orkes Kerontjong Sinar Djakarta. Yang membedakan, versi gambang keromong mendayu-dayu, versi keroncong agak sedikit menghentak. Liriknya juga relatif berbeda.
Cerita tentang letusan Gunung Krakatau 1883 dan dampaknya terhadap kawasan pantai Tangerang dan Batavia terekam dalam cerita tutur di Klenteng Tjoe Soe Kong dan ditulis Tio Tek Hong dalam buku Keadaan Jakarta Tempo Doeloe.
Tjoe Soe Kong adalah klenteng tertua di Tangerang. Letaknya di Kampung Tanjung Kait, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Warga sekitar, terutama keturunan Tionghoa Benteng, lebih suka menyebutnya Klenteng Tanjung Kait. Sedangkan nama lain klenteng ini adalah Rong Jia Yi Da Bo Gong Miao dan Qing Shui Zhu Sui.
Buku saku yang dikeluarkan pengelola menyebutkan Klenteng Tjoe Soe Kong dibangun akhir abad ke-17. Andries Teisseire, pedagang gula Belanda yang mencari komoditas sampai ke Tangerang, menulis adanya klenteng ini saat berkunjung ke Tanjung Kait tahun 1792.
Informasi resmi menyebutkan klenteng dibangun imigran dari Propinsi Anxi, Hokkian, Tiongkok Selatan. Semula, klenteng dibangun dengan sangat sederhana, dan menjadi daya tarik setelah mendapat banyak sumbangan benda-benda khas klenteng dari pedagang-pedagang Cina di Batavia.
Berbeda dari kebanyakan klenteng di pesisir Pulau Jawa, Klenteng Tjoe Soe Kong tidak dibangun untuk menghormati dewa, tapi seorang shinshe yang hidup di era Dinasti Song. Tjoe Soe Kong, nama tabib itu, berasal dari Propinsi Cuanciu, Propinsi Hokkian.
Selama hidup, Soe Kong mengabdikan diri untuk mengobati penduduk yang sakit. Ia mendatangi rumah-rumah penduduk yang sakit, mengobati, dan memberi obat, tapi tak pernah mau diberi imbalan. Versi lain menyebutkan Tjoe So Kong lahir saat Cina diperintah Kaisra Ren Cong dari Dinasti Song. Tahun 1083, wilayah Anxi dilanda kekeringan parah. Tjoe Soe Kong memimpin upacara meminta hujan, dan berhasil. Ia diminta menetap di Anxi, tepat di kaki Gunung Peng Lai. Setelah meningal, masyarakat Anxi yang petani tebu mendirikan klenteng untuk menghormati Tjoe Soe Kong.
Di Mauk, masyarakat Tionghoa -- yang juga menanam tebu dan membuat gula -- mendirikan klenteng yang sama. Semula, Klenteng Tjoe Soe Kong di Mauk berupa gubuk tapi menjadi bukti masyarakat yang mapan. Klenteng menjadi pusat pertemuan komunitas Tionghoa di Mauk dan kampung-kampung lain sepanjang pantai Tangerang.
[Baca juga : "Menjelajahi Pesona White Sand Island Bintan Yang Memukau"]
Tahun 1883, saat Gunung Krakatau meletus, Klenteng Tjoe Soe Kong adalah satu-satunya bangunan selamat dari tsunami. Rumah-rumah penduduk di sekitar klenteng tersapu air bah. Banyak keluarga kehilangan orang tercinta. Seorang seniman orkes gambang, saat itu gambang belum dikenal, mengabadikannya dalam lagu berjudul Kramat Karam atau Gambang Kramat.
Wirya Dharma, sesepuh warga Tionghoa Mauk dan generasi kelima imigran asal Anxi, mengatakan klenteng direnovasi tahun 1959 oleh Lim Tiang Pah -- anak Lim Tju Ban, anak Lim Tjeng Houw yang selamat dari tsunami karena berlindung di klenteng.
Kini, klenteng diperbesar, indah, dan menjadi salah satu tempat wisata di Tangerang. Penduduk juga membangun altar untuk Hok Tek Ceng Sin, dewa bumi yang banyak dipuja penduduk Tionghoa di pesisir Pulau Jawa. Ada pula altar untuk Embah Rachman, Empe Dato, dan Dewi Neng. Bagian belakang klenteng adalah vihara Buddha. Pada hari-hari tertentu, klenteng menggelar acara yang dihadiri warga dari luar Tangerang.
Klenteng Tjoe Soe Kong juga saksi bisu Pembantaian Cina 1740 di Batavia. Saat itu, ratusan warga Tionghoa Batavia yang selamat melarikan diri ke Mauk. Sebagian menetap, dan lainnya melanjutkan pelarian sampai ke seberang Sungai Cisadane dan menetap di desa-desa di Kecamatan Panongan saat ini. (Sumber: Artikel sportourism.id Foto onthehardway.blogspot.com)
...more