Rasakan pesona Pantai Sukamade dengan trip ke Taman Nasional Meru Betiri di: http://triptr.us/CW
TRIPTRUS - Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur punya sekeping surga dalam bentuk Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) di Kecamatan Pesanggran. Terletak kurang lebih 97 km ke arah barat daya Kota Banyuwangi, TNMB punya banyak sekali destinasi yang bisa dikunjungi oleh traveler.Salah satu daya tarik TNMB tentu saja adalah Pantai Sukamade. Pantai ini mulai terkenal sejak zaman penjajahan Belanda pada tahun 1927. Daerah di sekitar Pantai Sukamade pada saat itu dijadikan perkebunan berbagai tanaman komersil seperti karet, kopi, dan coklat. Pemerintah Indonesia sendiri baru menyatakan Meru Betiri sebagai taman nasional pada tahun 1997.Untuk mencapai TNMB, traveler bisa melalui Kabupaten Banyuwangi di timur, dengan memakan waktu perjalanan kurang lebih 2-3 jam dengan menggunakan kendaraan bermotor. Bisa juga melalui Kabupaten Jember di sebelah barat dengan waktu tempuh yang sedikit lebih lama. Hal ini disebabkan oleh jalur menuju TNMB cukup terjal dan tidak mulus. Beberapa jalur bahkan hanya dapat ditempuh hanya dengan berjalan kaki atau menaiki kendaraan roda dua.Selama perjalanan menuju Sukamade ada banyak titik yang bisa dikunjungi. Sebelum mencapai Sukamade, ada baiknya mengunjungi Teluk Hijau. Teluk kecil ini mempunyai air yang berwarna hijau dari warna ganggang berpigmen hijau di air teluk itu. Pengunjung dapat mendatangi Goa Jepang di Pantai Bandealit, yang pada masa Perang Dunia II dijadikan tempat pertahanan tentara Jepang. Lalu, jika beruntung bisa juga melihat bunga Rafflesia zollingeriona di hutan TMNB. Perjalanan juga tidak akan sepi karena banyaknya monyet ekor panjang di hutan tersebut. Hutan TMNB merupakan habitat dari berbagai spesies fauna seperti banteng, macan tutul jawa, tupai terbang, dan dulunya TMNB merupakan habitat terakhir harimau jawa (Panthera tigris sondaica) - yang kini sudah punah. Selain itu, ada pula hutan mangrove (bakau) di dekat pantai Sukamade yang sering digunakan untuk kegiatan canoeing, berenang, berlatih selancar angin, hingga belajar berlayar dengan perahu kecil.Pantai Sukamade punya keunikan berupa sebagai habitat penyu bertelur. Dari tujuh spesies penyu yang tersisa di dunia, Indonesia merupakan tempat bertelur bagi enam spesies penyu. Dan empat dari spesies penyu itu bertelur di Pantai Sukamade. Keempat spesies tersebut adalah Penyu Hijau (Chelonia mydas), Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata), Penyu Slengkrah (Lepidochelys olivaceae), dan Penyu Belimbing (Dermochelys coriaceae). Pantai Sukamade adalah tempat yang paling mudah untuk melihat penyu hijau bertelur.Dahulu, penyu di Sukamade sempat terancam keberadaannya karena diburu oleh masyarakat sekitar. Tapi kini ada penangkaran khusus penyu yang mengumpulkan telur yang ditanam untuk kemudian dilepaskan setelah anak-anak penyu (tukik) menetas. Untuk melihat penyu yang bertelur, pengunjung dapat mengikuti tur dengan pemandu yang dimulai pada malam hari -- karena biasanya para penyu mulai naik ke pantai sekitar pukul 19.30 dan kembali ke laut setelah pukul 24.00. Para peserta yang menyaksikan penyu bertelur dianjurkan untuk tidak menggunakan lampu kilat untuk kamera dan tidak membuat gaduh. Ini disebabkan oleh karena penyu takut pada suara berisik dan cahaya. Penyu memilih tempat bertelur yang jauh dari jangkauan ombak karena telur penyu sulit menetas jika terkena air laut. Ratusan telur penyu yang dipendam kemudian dibawa ke tempat penangkaran. Setelah melalui waktu 60-75 hari telur-telur akan menetas dan setelah 2 minggu berlalu, tukik akan dilepaskan di pantai. Pengunjung juga bisa berpartisipasi melepaskan tukik ke pantai. Tukik-tukik itu pada nantinya akan kembali ke Pantai Sukamade untuk menyimpan telurnya. Tapi sayangnya, dari ribuan tukik yang dilepas, mungkin hanya sedikit jumlahnya yang mampu bertahan hingga dewasa dan kembali bertelur di Pantai Sukamade akibat banyak sekali predator alami di lautan maupun diburu oleh manusia.
Photos taken from: commons.wikimedia.org, wwf.or.id
...moreTripTrus.Com - Bro-sis traveler, tahun ini coba deh rayain 17 Agustus lo dengan cara beda dari biasanya. Gak cuma ikutan lomba makan kerupuk atau nonton karnaval, tapi cobain trip singkat ke TPU Tanah Kusir. Gratis masuk, parkir pun santuy—cocok buat lo yang pengen nostalgia kemerdekaan sambil dapetin vibes perjuangan asli. Apalagi, nama Tanah Kusir ini punya cerita unik—dulu tanah ini milik tuan tanah Tionghoa yang ngasih ke kusirnya gara-gara insiden buang angin pas jamuan sama pembesar Belanda. Dari kejadian kocak itu, lahirlah nama “Tanah Kusir” yang sekarang jadi tempat istirahat terakhir tokoh-tokoh besar bangsa.
1. Makam Bung Hatta — Semangat Merdeka yang Merakyat
Bayangin, di hari kemerdekaan lo berdiri di depan makam Bung Hatta—sang proklamator yang milih dimakamkan di pemakaman rakyat biasa, bukan di TMP Kalibata. Alasannya? Karena beliau berjuang seumur hidup buat rakyat dan pengen tetap dekat sama mereka. Pas lo ziarah, atmosfernya hangat, sederhana, tapi dalem banget maknanya. Jalan setapak menuju makam juga adem, bikin lo ke-flashback ke perjuangan kemerdekaan yang beliau jalani. Ini tuh kayak reminder nyata kalau merdeka itu hasil kerja keras dan hati yang tulus.
2. Makam Buya Hamka — Merdeka dalam Iman dan Pikiran
View this post on Instagram
A post shared by Dr.Hendra Kholid, MA (@hendrakholid)
Habis dari Bung Hatta, lo lanjut ke makam Buya Hamka—tokoh ulama dan penulis besar yang juga ikut ngejaga semangat kemerdekaan lewat karya-karyanya. Vibes-nya religius tapi tetap nyatu sama rasa cinta tanah air. Dalam bukunya Dari Hati ke Hati, Buya bahkan ngajak pembacanya buat ziarah ke makam Sultan Salahuddin al-Ayubi di Damaskus. Artinya, perjuangan itu gak cuma lokal tapi juga universal. Buat lo yang Gen Z atau milenial, momen ini pas banget buat nge-recharge iman dan nasionalisme sekaligus.
[Baca juga : "Gaskeun Napak Tilas Dari Rengasdengklok Sampe Tugu Proklamasi, Jejak Heroik Menuju 17 Agustus!"]
3. Makam Para Pahlawan Lain — Museum Kemerdekaan Tanpa Dinding
Jangan salah, Tanah Kusir bukan cuma tempatnya Bung Hatta dan Buya Hamka. Ada banyak tokoh nasional yang juga dimakamkan di sini, kayak KH Saifudin Zuhri, Muhammad Roem, Syafruddin Prawiranegara, AR Sutan Mansur, AR Baswedan, Perdana Menteri Abdul Halim, Wilopo, Burhanuddin Harahap, Fajrul Falakh, sampai Gubernur DKI legendaris Ali Sadikin. Dan yang bikin makin merinding, lo bakal nemu banyak makam pejuang kemerdekaan yang nisannya dikasih tanda bendera merah putih. Liat bendera itu berkibar di atas nisan di bulan Agustus rasanya kayak ngeliat semangat juang mereka masih hidup, nyampe ke hati lo langsung. Satu kompleks ini beneran kaya “museum hidup” yang nyimpen cerita perjuangan tanpa pagar dan tanpa tiket masuk.
Jadi bro-sis traveler, kalau mau 17 Agustus yang beda dan lebih berasa, cobain deh mampir ke TPU Tanah Kusir. Lo bisa selfie di depan makam pahlawan sambil tetep sopan, upload ke sosmed dengan caption: “Merdeka itu bukan cuma di kata, tapi di hati. Ziarah vibes, freedom feels.” Dan yang paling penting, perjalanan ini gratis, santai, tapi punya makna dalam buat ngisi spirit kemerdekaan lo tahun ini. Ke makam ini juga gampang banget diakses, bro-sis—tinggal naik Minitrans atau Mikrotrans, turun di pemberhentian bus stop yang jaraknya gak jauh dari gerbang TPU Tanah Kusir. (Sumber Foto @winartorachmat)
...moreTripTrus.Com - Tahun Baru Cina atau dikenal juga dengan nama perayaan Imlek punya 6 kuliner khas perayaan Imlek yang tidak boleh ketinggalan jadi hidangan. Perayaan Imlek dirayakan oleh bangsa Cina dan keturunan Cina di seluruh dunia tiap tahunnya. Dari mulai sebelum malam tahun baru hingga 15 hari berikutnya, rumah-rumah dihiasi dengan berbagai dekorasi berwarna merah dan emas untuk mendatangkan keberuntungan, rejeki dan menolak mara bahaya.
1. Teh
Tradisi minum teh sudah dilakukan oleh bangsa Cina sejak ribuan tahun yang lalu. Menjelang Imlek, tiap pagi teh tawar tanpa gula harus disajikan oleh orang yang lebih muda kepada orang yang lebih tua. Penyajian te merupakan tanda penghormatan kepada orang tua dan leluhur.
2. Yee SangHidangan ini merupakan makanan pembuka saat jamuan makan malam Tahun Baru Cina. Yee Sang terbuat dari serutan beberapa jenis sayuran seperti beberapa jenis lobak, rebung, jahe, ketimun, wortel dan jeruk bali. Selain itu diberikan saus serta potongan daging dan ikan mentah sebagai pelengkap. Hidangan khas Imlek ini merupakan lambang berlimpahnya rejeki, kemakmuran, dan kekuatan. Untuk menikmati Yee Sang, tiap orang yang ada di meja makan harus bergotong royong mengaduk Yee Sang dengan sumpit. Tidak perlu takut jika Yee Sang tumpah dari piring saji, karena ini berarti rejeki yang datang akan tumpah ruah.
3. Mie Panjang umurMie merupakan simbol untuk panjang umur bagi yang merayakan Imlek. Untuk memakannya pun ada aturannya sendiri, yaitu mie tidak boleh terputus saat diambil dengan menggunakan sumpit. Jika mie terputus, maka dianggap rejeki dan umur akan cepat habis. Sumpit digunakan untuk melambangkan pribadi penuh kesabaran dan tidak serakah maupun iri hati. Lalu, mie yang diambil harus dimasukkan ke mulut dengan cara diseruput.
4. IkanIkan bandeng yang dikukus secara utuh mempunyai arti rejeki yang tersisa atau keberuntungan, karena ikan dalam bahasa Mandarin mempunyai bunyi yang mirip dengan kata kehidupan. Sementara, warna ikan bandeng yang mengkilap melambangkan keberuntungan. Cara menghidangkannya pun punya aturan sendiri, ikan harus disajikan sebagai hidangan terakhir, lalu bagian kepala harus menghadap orang tua atau tamu. Selain itu, ikan tidak boleh dihabiskan, terutama bagian kepala dan ekornya. Ini melambangkan rejeki yang berlimpah di awal dan akhir tahun. Ikan juga mulai dimakan dari bagian dekat kepala hingga ke bagian dekat ekor. Selain bandeng, ikan lele juga dapat dihidangkan karena dianggap melambangkan rejeki yang berlebih.
5. Kue KeranjangMeski namanya adalah Kue Keranjang (Nian Gao), tapi tekstur kue ini yang kenyal dan legit lebih mirip dengan dodol. Kue keranjang juga dijadikan sajian bagi Dewa Dapur. Kue Keranjang disajikan untuk mengundang kemakmuran dari tahun ke tahun. Kue keranjang bisa awet hinga beberapa bulan. Menikmatinya pun bisa dengan berbagai cara, baik dimakan begitu saja, dikukus terlebih dahulu agar lunak, digoreng dengan tepung atau digoreng dengan telur.
6. Pangsit Pangsit yang direbus atau digoreng disajikan untuk melambangkan kekayaan. Pangsit biasanya dibuat seperti bentuk bongkahan emas dan merupakan salah satu makanan penting yang tidak bisa ditinggalkan. Pangsit dimakan dengan kubis dan lobak, karena dipercaya dapat membuat kulit sehat.
...moreTripTrus.Com - Ada sekelumit cerita bangsa Tiongkok di rumah ini. Candra Naya namanya. Bangunan yang terletak di Jakarta Barat ini merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang dimiliki Indonesia. Ada yang menarik dari bangunan ini. Siapa saja akan terdiam sesaat ketika pertama kali melihatnya. Penasaran, mari kita cari tahu apa yang membuat pengunjung itu tak mampu berkata-kata.
ini yg namanya harmonis. kekunoan bersatu dgn kekinian, perbedaan yg tajam ini bersanding keren di #chandranaya jalan gajah mada, #jakarta barat. . met #imlek2018 buat sahabat yang merayakan.. semoga berbahagia dan doa serta harapannya bisa terwujud.. Aamiin
A post shared by si yepe (@kuncir.dua.tanpa.pita) onFeb 15, 2018 at 6:31pm PST
Candra Naya begitu ia dikenal, merupakan bekas kediaman Mayor Khouw Kim An. Ia adalah Mayor Tionghoa yang terakhir di Batavia, pada pemerintahan tahun 1910-1918 dan diangkat kembali pada tahun 1927-1942. Tidak ada catatan pasti yang menandakan tahun pendiriannya, tapi diperkirakan Candra Naya didirikan sekitar tahun Dingmao (kelinci api), yaitu tahun 1807 oleh Khouw Tian Sek dalam rangka menyambut kelahiran anaknya yang bernama Khouw Tjeng Tjoan setahun kemudian. Namun adapula versi lainnya yang menceritakan bahwa yang membangun Candra Naya ini adalah Khouw Tjeng Tjoan pada tahun 1867 dan masih masuk kedalam tahun Dingmao.
[Baca juga : Menelusuri Kawasan Glodok Sebagai Kota Pecinan]
Khouw Tian Sek adalah seorang tuan tanah yang memiliki tiga orang putra dan masing-masing diberikan satu buah gedung. Salah satunya adalah Khouw Tjeng Tjoan yang mendapatkan gedung Candra Naya di Jalan Gajah Mada 188 Jakarta Barat. Ia menggunakan Candra Naya sebagai kantor sekaligus tempat tinggalnya. Rumah itu kemudian diwariskan kepada salah satu anaknya yang bernama Khouw Kim An yang lahir di Batavia pada 5 Juni 1876. Sejak diangkatnya Khouw Kim An sebagai Mayor Tionghoa, maka rumah itu dikenal juga dengan sebutan Rumah Mayor. Khouw Kim An mulai menempati gedung Candra Naya pada tahun 1934, setelah sebelumnya tinggal di Bogor.
Desain arsitektur rumah Candra Naya sangat kental dengan budaya Tiongkok. Pada bagian atapnya melengkung yang kedua ujungnya terbelah dua. Bentuk seperti ini disebut “Yanwei” atau ekor walet. Struktur atap yang melengkung ini juga terdapat pada bangunan kelenteng yang menandakan status sosial penghuninya. Kemudian, pada pemisah antara halaman depan dan halaman samping terdapat jendela penghubung yang disebut jendela bulan atau moon gate. Secara keseluruhan bangunan Candra Naya ini terdiri dari ruang tamu, ruang semi pribadi, ruang pribadi, ruang pelayan dan halaman. Sedangkan untuk ornamennya yang menempel ada Ba Gua (Delapan Diagram) yang berupa pengetuk pintu berbentuk segi delapan untuk penolak bala, hiasan berupa jamur lingzhipada pintu masuk utama yang melambangkan umur panjang dan ragam hias bergambar buku, papan catur, kecapi serta gulungan lukisan di bagian atas teras depan yang melambangkan sang pemilik rumah adalah seorang cendekiawan (scholar) juga seorang hartawan.
Candra Naya terletak di Jl Gajah Mada No 188, Jakarta Barat. Rumah Mayor ini kini diapit oleh gedung-gedung pencakar langit di komplek bangunan Green Central City. Ada Hotel Novotel yang menjulang tinggi disebelah kiri dan waralaba 711 di sebelah kanan. Dilihat dari bagian depan, Candra Naya tampak begitu kecil di antara bangunan-bangunan raksasa yang berada di sekelilingnya. Meskipun ukurannya tidak begitu besar, tapi Candra Naya seperti magnet bagi siapa saja yang melihatnya. Dengan gaya arsitektur tiongkok kuno, rumah ini begitu terlihat mencolok diantara yang lain. Terlebih lagi dengan gaya arsitekturnya yang manawan. Kondisi inilah yang membuat siapa saja yang melihatnya seakan terdiam sesaat. Siapa sangka di antara kompleks hotel bintang lima, terselip bangunan bersejarah.
Jika Anda ingin berkunjung ke Candra Naya dapat menggunakan bus Transjakarta koridor 1 jurusan Blok M – Kota. (Sumber: Artikel jakarta.panduanwisata.id, Foto flickr.com)
...moreKalau kamu ikut trip ke Medan dan Sumatera Utara di http://triptr.us/Bk, kamu juga bisa langsung menikmati kerennya Bandara Kuala Namu.
TRIPTRUS - Setelah beroperasi selama lebih dari 70 tahun, Bandara Internasional Polonia pensiun dari tugasnya melayani berbagai jalur penerbangan ke/dari atau sekadar transit di Sumatera Utara. Mulai tanggal 25 Juli 2013, semua maskapai penerbangan harus mengarahkan pendaratan ke Bandar Udara Internasional Kuala Namu (Kuala Namu International Airport/KNIA).
Bandara Kuala Namu berlokasi di areal bekas perkebunan PT Perkebunan Nusantara II Tanjung Morawa. Bandara baru ini terletak di Kabupaten Deli Serdang dan berjarak kurang lebih 22 kilometer dari kota Medan. Setelah selesai pembangunannya, bandara ini diharapkan dapat jadi bandara transit internasional untuk kawasan Sumatera dan sekitarnya. Kuala Namu juga menjadi bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng, Banten.
Untuk mencapai Bandara Kuala Namu, selain moda transportasi seperti mobil atau bus Damri, terdapat pula sebuah stasiun kereta di bandara yang terhubung dengan Stasiun Medan. Stasiun kereta api dan jalur kereta api di bandara ini adalah kali pertama bagi Indonesia. Untuk menaiki jalur kereta ini, penumpang harus membayar sekitar Rp80 ribu untuk perjalanan kereta api Kuala Namu-Medan PP. Kereta yang digunakan nantinya akan memiliki fasilitas wi-fi.
Bandara Kuala Namu dapat menjadi tempat pergerakan 10.000 pesawat pertahun, dan dapat menampung tujuh hingga 10 juta penumpang dari hasil pembangunan Tahap I. Di tahap II nanti, Kuala Namu diperkirakan dapat menampung 25 juta penumpang per tahun. Bandara dengan kode lokasi KNO ini juga punya fasilitas check-in paling canggih di Indonesia. Bandara Kuala Namu mempunyai sistem Automatic Handling System dan check-in di 4 tempat. Satu lagi yang keren, KNIA bisa menampung pesawat terbesar di dunia - yang sebelumnya tidak bisa mendarat di Indonesia - pesawat jumbo Airbus A380. Wow!
Photos courtesy of: Wikipedia
...moreTripTrus.Com - Sebagai seorang penggila traveling, travel blogger Nila Tanzil ingin menularkan hobinya kepada sang buah hati. Tidak heran jika Nila sudah memboyong putri pertamanya Sienna Tanzil Petersen berpergian jauh sejak masih berusia tiga bulan.
Enjoying the view of Mount Cook after a heavy hike 600m uphill... someone did it sleeping... #babycarrier #ergobaby
A post shared by reizenmetspuitluiers (@reizenmetspuitluiers) onJan 3, 2018 at 12:42am PST
Bahkan beberapa bulan lalu, pendiri Taman Bacaan Pelangi itu mengajak Sienna yang 1 Desember mendatang genap berusia setahun berkeliling sejumlah negara di Eropa. Sering bolak-balik Jakarta - Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, untuk memantau taman bacaannya, Nila pun pergi bersama putrinya.
"Besok aku ke Labuan Bajo lagi. Ini perjalanan keenam Sienna ke sana," ujar Nila saat ditemui Wolipop di sela Nutrifood Leadership Award beberapa waktu lalu.
"Menurut wanita yang sudah berkunjung ke 32 negara itu, mengenalkan traveling sedini mungkin kepada anak adalah bagian dari proses pembentukan karakternya."
"Anak bisa belajar beradaptasi dengan cepat ketika dewasa kelak. Semakin sering traveling, anak akan mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar," kata wanita yang bercita-cita diving di lautan Galaspagos, Amerika Selatan, itu.
Nila sendiri juga sudah terbiasa traveling bersama kedua orangtuanya sejak kecil. Ayah dan ibunya berprofesi sebagai fotografer sehingga kerap berpergian jauh untuk berburu objek-objek unik dan cantik.
Meski usia Sienna belum segenap setahun, Nila merasa tidak kewalahan mengurus putrinya selama berpelesir, terutama ketika pertama kalinya Sienna berpergian jauh. Padahal, ia melancong tanpa pengasuh. Bagaimana bisa?
Menurut wanita berkulit eksotis ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan orangtua yang ingin mengajak anak balitanya berpergian jauh untuk kali pertama dengan atau tanpa pengasuh.
1. Santai, Jangan Cemas Berlebihan
Wajar bila orangtua merasa cemas mengingat ini perjalanan jauh pertama bagi buah hati mereka. Entah itu cemas soal kesehatan, persediaan makanan dan minuman, atau pakaian mereka. "Santai saja, jangan terlalu cemas. Soalnya anak peka dan bisa merasakannya. Kalau orangtua panik, anak pasti akan ikut rewel," ujar wanita yang lebih senang berwisata sendiri alias solo traveling itu. 2. Light Traveling,
Bawalah barang seperlunya. Jangan terlalu membebani beban Anda dengan barang yang terlalu berlebihan. Utamakan perlengkapan seperti pakaian, selimut, sepatu, obat-obatan, baby carrier seperti kereta bayi (stroller) dan rompi penggendong, serta mainan untuk menghibur buah hati.
"Pakaian juga secukupnya karena masih bisa dicuci. Kalau makan dan minuman juga bisa dibeli selama perjalanan," kata Nila yang juga berbagi tips traveling aman dan nyaman bersama anak di akun Instagram @Siennalittleeplorer.3. Wajib Bawa Selimut
Bagi Nila, benda yang satu ini sangat multifungsi sehingga wajib dibawa. Selain menghangatkan tubuh dari hawa dingin, selimut juga berfungsi sebagai alas tidur di kala tempat tidur kurang memadai. Kaus kaki dan topi juga masuk dalam daftar wajibnya.4. Gunakan Baby Carrier yang Tepat
Saat menelusuri jalan pedesaan yang berbatu tentunya Anda akan kesulitan menggunakan stroller atau kereta bayi. Maka kenali medan sebelum berpergian untuk menggunakan baby carrier yang tepat. Stroller cocok untuk jalanan berpermukaan rata. Jika medannya kasar, rompi penggendong bayi bisa jadi pilihan. Pastikan Anda juga membewa gendongan yang diselempangkan untuk bayi. (Sumber: Artikel detik.com, Foto freepik.com)
...moreTRIPTRUS - Traveling tidak selamanya identik dengan pengeluaran yang besar. Dengan dana seadanya saja, Anda tetap dapat menikmati liburan yang menyenangkan. Seperti di Ibukota Jakarta. Meskipun kota Jakarta identik dengan gaya hidup metropolitan tapi sebenarnya Anda tetap dapat mensiasati berlibur di sini dengan dana yang relatif kecil. Mau tahu caranya? Berikut adalah beberapa tips bagi Anda untuk berkeliling kota Jakarta murah meriah dalam satu hari!
Sumber: Foto jakarta.panduanwisata.id
Pertama adalah memilih angkutan umum. Dalam memilih jenis angkutan, Anda harus tahu persis dari mana dan tujuan Anda. Jika Anda belum mengetahui seluk beluk Jakarta, ada baiknya menggunakan bus Transjakarta. Bus ini terhubung dengan banyak objek wisata menarik di Jakarta. Tarif untuk sekali naik adalah sebesar Rp.4.000,-. Tapi perlu diingat, bahwa saat ini bus Transjakarta sudah menggunakan uang elektronik. Untuk itu pastikan terlebih dahulu Anda sudah memiliki kartunya. Bagi yang belum memilikinya dapat memperoleh smart card ini di beberapa bank seperti Bank DKI, Bank Mandiri, bank BRI, Bank BCA, bank BNI46 dan Bank Mega.
Kedua adalah naik bus wisata. Bus yang dimaksud di sini adalah City Tour Jakarta atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mpok Siti. Meskipun beberapa waktu lalu, bus ini sempat menjadi perbincangan yang cukup hangat di kalangan masyarakat Jakarta akan fungsinya, tapi keberadaannya sendiri sangat membantu para traveller untuk berkeliling Jakarta Pusat dengan gratis. Walaupun belum dapat menjangkau kawasan lain di Jakarta, tapi keberadaan bus yang diluncurkan pada 24 Maret 2014 silam ini cukup membuat keseruan bagi Anda yang ingin mengunjungi objek wisata yang berada di Jakarta Pusat, seperti Museum Nasional, Monumen Nasional (Monas), Istana Negara, dan masih banyak lagi. Anda bisa naik City Tour Jakarta di halte yang bertanda khusus Bus Wisata, seperti halte Bundaran Indonesia yang terletak persis di samping pusat perbelanjaan Plaza Indonesia.
Ketiga adalah memilih tujuan wisata gratis. Tips yang ketiga ini dapat dijadikan salah satu upaya menekan biaya liburan Anda. Dari sekian banyak objek wisata yang tersebar di Jakarta Pusat, masih ada beberapa diantaranya yang tidak dipungut biaya masuk sama sekali alias gratis. Diantaranya adalah Taman Fatahillah di Kawasan Kota Tua. Anda dapat berjalan-jalan menyusuri kota tua sambil menikmati suasana dan bangunan-bangunan kuno di sana. Atau yang tidak kalah serunya lagi, Anda dapat bertandang ke Pelabuhan Sunda Kelapa menikmati sunset, taman kota, Istiqlal, Katedral hingga Pasar Baru.
Keempat adalah makan di kaki lima. Kota Jakarta banyak memiliki kuliner yang lezat, mulai dari yang kelas restoran hingga kaki lima. Pilihan yang terakhir inilah yang boleh Anda coba. Beberapa daerah yang dikenal dengan makanan kaki limanya diantaranya adalah kawasan Pacenongan yang terkenal dengan barisan warung tenda yang menjajakan seafood lezat, Taman Menteng, kawasan Benhil atau di Kebayoran Baru.
Sumber: Foto jakarta.panduanwisata.id
Kelima adalah membawa makanan ringan dan air minum. Cara ini dinilai ampuh untuk mengurangi budget konsumsi. Soal makanan sering kali menjadi pengeluaran yang besar apalagi dilakukan tanpa kontrol. Bagi Anda yang suka ngemil ataupun minum air dalam jumlah banyak, cara yang satu ini boleh dilakukan. Selain dapat mengganjal perut yang lapar, makanan ringan yang dibuat sendiri juga dapat menyehatkan. Bagaimana, lumayankan dana konsumsi yang diminimalis dapat dipergunakan untuk yang lainnya, contohnya saja oleh-oleh.
Sumber: Artikel jakarta.panduanwisata.id Foto liburanjakarta.web.id
...moreTripTrus.Com - Mau jalan-jalan asik, murah, dan edukatif di Jakarta? Kota Tua jawabannya! Di sini lo bisa nikmatin suasana lawas sambil belajar sejarah. Kawasan Taman Sari di Jakarta Barat ini banyak banget museumnya, dan enaknya, semua lokasinya berdekatan, jadi bisa jalan kaki dari satu museum ke museum lain.
Kota Tua punya sejarah panjang, mulai dari era Portugis di abad ke-16 sampai akhirnya Batavia jadi pusat perdagangan Belanda di Hindia Belanda. Nah, ini dia beberapa museum keren di Kota Tua yang bisa lo datengin seharian penuh!
View this post on Instagram
A post shared by Wonderful Indonesia (@wonderfulindonesia)
1. Museum Bank Indonesia
Museum yang satu ini pas banget buat lo yang penasaran soal sejarah keuangan di Indonesia. Tiket masuk cuma Rp5.000, tapi pengalaman yang lo dapetin bisa jauh lebih berharga! Di sini lo bakal lihat berbagai koleksi uang dan peralatan keuangan dari zaman Belanda, awal kemerdekaan, era Orde Baru, sampai masa sekarang. Setiap ruangan udah modern banget, dilengkapi diorama elektronik dan layar plasma yang bikin museum ini jauh dari kesan membosankan.
Yang bikin tambah keren, ada koleksi uang dari negara lain juga! Mau ngunjungin? Museum ini buka Selasa-Jumat dari jam 08.00-15.30, dan Sabtu-Minggu dari jam 08.00-16.00. Jadi, atur jadwal biar bisa puas keliling dan foto-foto di tiap sudutnya!
2. Museum Mandiri
Museum Mandiri ini lokasinya pas di sebelah Museum Bank Indonesia, jadi lo tinggal jalan kaki. Tiketnya juga sama, Rp5.000 doang, dan isinya nggak kalah menarik! Lo bisa ngeliat koleksi alat-alat perbankan kuno kayak mesin tik, kalkulator jadul, dan ATM model lama. Menariknya lagi, ada diorama yang nunjukin suasana ekonomi Indonesia pada masa lampau, jadi lo bisa ngerasain vibe perbankan tempo dulu.
Museum ini buka Selasa-Jumat dari jam 09.00-15.30, dan di akhir pekan Sabtu-Minggu dari jam 09.00-18.30. Cocok nih buat lo yang suka eksplor benda-benda vintage dengan sentuhan edukasi!
3. Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah)
Kalau lo suka sejarah kota, wajib mampir ke Museum Sejarah Jakarta, yang lebih sering dikenal orang dengan nama Museum Fatahillah. Di sini lo bisa lihat gimana perjalanan Jakarta dari zaman penjajahan sampai jadi kota metropolitan kayak sekarang.
Museum ini luas banget, sekitar 1.300 meter persegi dengan dua lantai, jadi puas banget buat eksplor. Di sini, lo bisa lihat koleksi peta-peta lama, artefak sejarah, sampai replika benda-benda peninggalan zaman dulu. Buat tiket masuknya masih sama, cuma Rp5.000 aja. Plus, di area depan museum ada lapangan luas yang bisa jadi tempat santai. Lo juga bisa sewa sepeda ontel di sini buat keliling-keliling Kota Tua.
Jam bukanya setiap hari Selasa-Minggu dari jam 08.00-17.00. Jangan lupa mampir ke toko suvenirnya sebelum pulang, ya!
[Baca juga : "10 Museum Date Hits Jakarta Yang Bikin Feed Lo Tambah Aesthetic & Romantis!"]
4. Museum Seni Rupa dan Keramik
Museum ini letaknya di sebelah timur Museum Fatahillah, jadi masih bisa dicapai dengan jalan kaki. Di sini lo bakal nemuin banyak lukisan dan keramik dari seluruh daerah di Indonesia, bahkan ada peninggalan Kerajaan Majapahit juga! Tiketnya cuma Rp5.000 buat umum dan Rp3.000 buat pelajar.
Yang bikin unik, museum ini punya aplikasi canggih bernama SIJI. Lo bisa scan lukisan yang ada tanda SIJIable pake kamera smartphone, dan langsung lihat info lengkap, film, bahkan video dokumenter tentang lukisan tersebut. Museum ini buka tiap Selasa-Minggu dari jam 08.00-17.00, jadi sempatin buat mampir!
5. Museum Wayang
Museum Wayang ini juga seru, apalagi buat lo yang tertarik dengan budaya wayang Indonesia. Tiket masuknya masih affordable banget, Rp5.000 buat dewasa, Rp3.000 buat mahasiswa, dan cuma Rp2.000 buat anak-anak. Di sini lo bisa lihat berbagai koleksi wayang, mulai dari wayang kulit, wayang golek, wayang potehi, sampai wayang dari negara lain.
Yang bikin museum ini tambah seru adalah adanya pertunjukan wayang dan gamelan setiap akhir pekan. Dan nostalgia sedikit, ada Si Unyil yang jadi favorit di masa kecil kita dulu! Museum ini buka tiap Selasa-Jumat dari jam 09.00-16.30. Pastikan datang di jam yang tepat biar gak kecewa.
6. Museum BNI
Museum BNI ini nggak buka tiap hari, tapi hanya di momen-momen tertentu, misalnya saat ulang tahun BNI. Museum ini ada di Gedung BNI, dan isinya koleksi perbankan yang keren-keren. Lo bakal lihat mesin cetak uang, mesin tik jadul, teleks, sampai brankas kuno yang masih ada bekas jejak sejarahnya.
Museum ini cocok banget buat lo yang penasaran gimana awal mula dan perkembangan bank-bank di Indonesia. Koleksinya cukup lengkap dan memberikan insight tentang perjalanan BNI dari masa ke masa.
7. Museum Bahari
Museum Bahari ini agak jauh dari museum-museum lain di Kota Tua, sekitar 2 km, tapi lo masih bisa jalan kaki kok. Dulunya, tempat ini jadi gudang penyimpanan rempah-rempah VOC, tapi sekarang udah jadi museum dengan koleksi kebaharian Indonesia. Di sini ada sekitar 573 koleksi dari zaman kolonial sampai pascakemerdekaan. Lo bisa lihat meriam VOC, kapal tradisional Jukung Barito, perahu Phinisi, sampai replika kapal Lancang Kuning yang bikin kagum.
Tiket masuknya mulai dari Rp2.000 sampai Rp5.000 per orang. Museum Bahari buka tiap Selasa-Minggu dari jam 08.00-15.00, jadi cocok buat ditutup di akhir trip lo di Kota Tua.
Jadi, kapan lagi bisa explore museum sambil jalan santuy di Jakarta? Siapin kamera, sepatu nyaman, dan powerbank buat ngabisin seharian keliling museum Kota Tua. Pasti seru dan berkesan banget! (Sumber Foto @yasa_demilda)
...moreUNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) yang bernaung di bawah organisasi internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak tahun 1972 mendirikan World Heritage Committee (WHC) yang menentukan berbagai tempat di dunia yang dianggap layak untuk masuk ke dalam World Heritage Sites (Situs Warisan Dunia). Dan ada 8 Situs Warisan Dunia di Indonesia yang ditetapkan oleh World Heritage Committee.
Tiap tahun, komisi ini mengadakan pertemuan untuk memilih keajaiban alam atau buatan manusia yang membutuhkan perlindungan dan menganggap tempat-tempat itu sebagai area yang harus dilestarikan. Sejak daftar situs warisan dunia disusun lebih dari 40 tahun yang lalu, kini sudah ada 980 situs dari 160 negara di seluruh dunia. TripTroops mau tahu apa saja tempat-tempat itu yang ada id Indonesia? Baca terus.
1. Komplek Candi Borobudur
Wajar saja jika candi Borobudur masuk ke dalam daftar Situs Warisan Dunia. Candi Borobudur merupakan tempat pemujaan terbesar bagi para penganut agama Buddha. WHC menetapkan Candi Borobudur, Candi Mendut, dan Candi Pawon masuk ke dalam satu komplek candi Borobudur. Ketiga candi tersebut berada dalam satu tarikan garis lurus yang menyimbolkan bahwa ketiga candi itu memiliki hubungan khusus, meski tidak dibangun dalam waktu yang bersamaan. Komplek Candi Borobudur masuk ke dalam daftar Situs Warisan Dunia pada tahun 1991.
2. Taman Nasional Komodo
Situs Warisan Dunia di Indonesia yang ini juga masuk ke dalam daftar pada tahun 1991. Taman Nasional Komodo yang memiliki luas 1.733 kilometer persegi (603 meter persegi merupakan daratan), di dalamnya juga termasuk Pulau Komodo, Pulau Padar, Pulau Rinca, dan 26 pulau kecil lainnya. Taman nasional yang didirikan pada tahun 1980 ini awalnya hanya dijadikan sebagai tempat pelestarian hewan Komodo (Varanus komodoensis), tapi kini juga melestarikan hewan lain, termasuk hewan laut. Habitat Komodo sendiri dibatasi di Pulau Komodo, Pulau Rinca, Gili Motang, dan Flores. Komodo dapat tumbuh hingga mencapai panjang 3 meter dan berat mencapai 70 kilogram.
3. Komplek Candi Prambanan
Satu lagi candi di Indonesia yang masuk ke dalam daftar Situs Warisan Dunia pada tahun 1991 adalah Komplek Candi Prambanan yang terletak di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah. Prambanan merupakan candi agama Hindu terbesar yang dibangun untuk memuja Dewa Shiwa, Wishnu, dan Brahma di Indonesia. Selain tiga bangunan utama candi, di sekitar Prambanan juga terdapat ratusan candi-candi lain seperti Candi Ratu Boko yang dikaitkan dengan legenda Roro Jonggrang, termasuk pula Candi Sewu, Candi Bubrah, dan Candi Lumbung.
4. Taman Nasional Ujung Kulon
Di ujung barat pulau Jawa, tepatnya di Provinsi Banten, terdapat area seluas 1.206 km persegi yang menjadi bagian dari Taman Nasional Ujung Kulon. Taman Nasional Ujung Kulon adalah satu-satunya suaka bagi Badak Jawa, yang saat ini diperkirakan tinggal berjumlah kurang lebih cuma 35 ekor. Taman nasional ini juga merupakan tempat pelestarian 57 spesies tumbuhan langka, 35 spesies mamalia termasuk Banteng, Lutung Budeng, Owa Jawa, Macan Tutul Jawa, dan Pelanduk Jawa. Di taman nasional ini juga tercatat ada sekitar 72 spesies reptil dan amfibi, serta 240 spesies burung dan unggas. Gunung Krakatau, Pulau Panaitan, dan Pulau Peucang di Selat Sunda juga termasuk ke dalam area Taman Nasional Ujung Kulon. Pada tahun 2005, kawasan ini juga dinobatkan sebagai Taman Warisan ASEAN.
5. Sangiran
Situs Warisan Dunia yang satu ini bisa dibilang cukup unik dan amat penting bagi dunia arkeologi dan antropologi, TripTroops. Di Sangiran, Jawa Tengah, ada area seluas 56 km2 yang oleh para arkeolog dunia dianggap sebagai situs terpenting untuk mempelajari fosil manusia. Situs Sangiran ini ditemukan oleh Eugene Dubois pada tahun 1883. Tapi baru pada tahun 1936 sampai 1941, diawali oleh antropolog Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald, ditemukan leluhur pertama manusia -- yaitu Phitecanthropus erectus. Fosil yang dikenal dengan nama Manusia Jawa ini kemudian mendapatkan nama Homo Erectus. Selain itu, ditemukan pula fosil manusia berukuran besar yang disebut Meganthropus. Pemerintah Indonesia pada tahun 1977 menetapkan area Sangiran sebagai daerah cagar budaya dan UNESCO menetapkan Sangiran sebagai Situs Warisan Dunia pada tahun 1996.
6. Taman Nasional Lorentz
Di ujung Timur Indonesia, area Taman Nasional Lorentz dimasukkan ke dalam daftar Situs Warisan Dunia pada tahun 1999. Taman Nasional Lorentz seluas 2,35 juta hektar merupakan area perlindungan terluas di Asia Tenggara. Kawasan ini merupakan salah satu dari tiga kawasan di dunia yang mempunyai gletser di daerah tropis. Saking luasnya taman nasional ini, masih banyak daerah yang belum dieksplorasi dan dipetakan. Di sini juga terdapat Gunung Cartenz dengan Puncak Jaya-nya yang merupakan gunung tertinggi ke-9 di dunia. Lorentz juga dianggap sebagai salah satu taman nasional dengan ekologi paling beragam di dunia. Dengan 630 spesies burung, 123 spesies mamalia, serta ratusan spesies ikan, maka tidak heran kalau Lorentz patut untuk dijaga dan dilestarikan.
7. Hutan Hujan Tropis di Sumatera
Tiga taman nasional, yaitu Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan menjadi bagian dari daftar Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 2004. Area dengan total luas 25.951 kilometer persegi ini mewakili area hutan yang penting keberadaannya bagi Pulau Sumatera, karena keanekaragaman hayati, serta hutan dataran dan pegunungan. Selain itu ketiga area ini merupakan bagian dari Pegunungan Bukit Barisan dan berbagai keindahan alam di dalamnya, seperti Danau Gunung Tujuh (danah tertinggi di Asia Tenggara) dan Gunung Kerinci menambah pentingnya area hutan hujan tropis ini. Di ketiga taman nasional ini di dalamnya terdapat sekitar 50% dari total varietas tanaman di Sumatera. Dan di ketiga area ini terdapat bunga terbesar di dunia (Rafflesia arnoldi) dan bunga tertinggi di dunia (Amorphallus titanium).
8. Sistem Subak di Bali
Nama resmi Situs Warisan dunia yang baru masuk ke daftar UNESCO pada tahun 2012 ini adalah Cultural Landscape of Bali Province: the Subak System as a Manifestation of the Tri Hita Karana Philosophy (Lansekap Budaya Provinsi Bali: Sistem Subak sebagai Perwujudan Filosofi Tri Hita Karana). Sistem irigasi Subak yang sudah digunakan di Bali sejak lebih dari 1.000 tahun yang lalu merupakan sistem ekologi tradisional yang membuat masyarakat agraris di Bali tidak melupakan Tri Hita Karana, yaitu hubungan antara manusia, bumi, dan para dewa.
...more