TripTrus.Com - Tahun baru tuh identik banget sama keramaian, pesta, dan… ya, macet-macetan. Lo pasti udah kebayang dong bakal terjebak di tengah kerumunan orang, nonton konser, atau menikmati kembang api yang keren abis. Tapi, gak semua orang nyaman dengan vibe kayak gitu, apalagi buat lo yang lebih introvert dan mager banget kalau harus berdesak-desakan. Nah, buat lo yang pengen merayakan Tahun Baru dengan cara yang lebih santai dan anti-mainstream, gue punya beberapa ide keren yang bisa lo coba! Dijamin seru banget tanpa harus ngerasain macet dan ribet.
1. Camping Seru di Alam Terbuka
View this post on Instagram
A post shared by Cikoneng Camp (@cikoneng_camp)
Bosen sama suasana kota yang macet banget? Coba deh camping di alam terbuka! Lo bisa ngerayain Tahun Baru dengan udara sejuk, pemandangan indah, dan pastinya jauh dari keramaian. Kalau lo di Jakarta, bisa banget camping di daerah Bogor, tapi kalau lo pengen yang lebih santai dan anti-mainstream, coba camping di pantai aja! Nikmatin deburan ombak sambil ngeliat langit malam yang penuh bintang, plus mungkin bisa liat kembang api dari dalam tenda, asik kan?
2. Staycation di Hotel Kekinian
Nggak pengen ribet keluar kota? Staycation bisa jadi pilihan keren buat ngerayain Tahun Baru. Lo bisa cari hotel kece di sekitaran kota yang punya fasilitas lengkap dan event spesial buat ngerayain tahun baru. Banyak hotel di kota besar yang udah fully booked buat liburan, jadi lo bisa pilih tempat yang nyaman, ada jacuzzi, kolam renang, atau bahkan rooftop buat nikmatin suasana malam. Dapet momen intim, tanpa harus keluar masuk kemacetan.
[Baca juga : "5 Tips Biar Liburan Akhir Tahun Lo Lancar Dan Aman Di Jalan!"]
3. Movie Marathon Seharian
Lo tim mager? Gak pengen keluar rumah tapi tetep pengen seru-seruan? Coba deh movie marathon! Pilih film-film Indonesia yang udah go internasional atau yang punya cerita seru. Genre-nya banyak, dari drama romantis, horor, sampai superhero. Siapkan camilan, popcorn, dan minuman favorit lo, biar suasana makin asik. Nonton seharian juga bisa bikin lo gak merasa kehilangan momen Tahun Baru, apalagi kalau barengan sama temen-temen atau keluarga.
4. Meditasi Santai di Bali
Kalo lo butuh suasana yang tenang buat ngerayain Tahun Baru dengan pikiran yang fresh, Bali bisa jadi pilihan. Ubud yang terkenal dengan atmosfer tenangnya bisa jadi tempat yang pas buat healing. Lo bisa yoga, meditasi, atau bahkan sewa sepeda buat keliling pedesaan Bali yang asri. Gak ada keramaian, cuma lo sama alam, sambil siap-siap menyambut tahun baru dengan semangat baru!
Gimana, udah kebayang kan Tahun Baru yang anti-mainstream tapi tetep seru? Gak perlu macet-macetan dan ribet, cukup pilih cara yang sesuai sama lo, dan pastinya bisa jadi pengalaman yang gak terlupakan. Jadi, siap-siap deh buat rayain Tahun Baru 2024 dengan cara yang lebih chill dan unik! (Sumber Foto @cibodascamping)
...moreTripTrus.Com - Bro, lo pasti udah sering denger istilah “Maldives-nya Indonesia” atau “Maldives-nya Banten”, kan? Tapi serius deh, kalau lo pengen yang lowkey tapi tetep dreamy vibes, lo harus kenalan sama Pulau Tinjil. Pulau kecil ini ada di Pandeglang, Banten, dan cuma selangkah dari daratan Jawa, tapi langsung nyemplung ke Samudra Hindia. Luasnya emang mini, sekitar 5,9 km² aja, tapi jangan salah — pesonanya out of this world, Bro.
View this post on Instagram
A post shared by M U F T I (@m_aprizan)
Dari pantai ke laut, Tinjil tuh udah kayak postcard hidup. Pasir putih bersih, air biru kehijauan, dan lautnya bening parah. Banyak yang bilang, “Bro, ini Maldives banget, bukan di Banten!” Lo bisa snorkelling, diving, atau sekadar chill rebahan sambil nikmatin sunset. Instagrammable parah, no cap. Kalau lo mau feed medsos lo hits, sini tempatnya.
Tapi, wait — Pulau Tinjil nggak cuma soal pantai & laut kece. Pulau ini juga rumah buat ribuan monyet ekor panjang alias Macaca fascicularis. Sejak 1988, pulau ini dijadiin area breeding semi-natural sama PSSP IPB University. Tujuannya? Edukasi, research, plus conservation. Jadi, selain liburan, lo juga bisa belajar cara alam & satwa coexist dengan aman.
[Baca juga : "Hidden Gem Vibes: Pantar, The Real Off-Grid Paradise"]
Makanan monyet-monyet di Tinjil juga dapet perhatian serius. Vegetasi pulau ini lengkap banget — banyak pohon yang buahnya bisa jadi makanan, tempat berlindung, dan pastinya bikin monyet-monyet bisa survive dengan nyaman tanpa gangguan. Jadi vibes-nya tuh eco-friendly & chill, bro.
Tapi hey, sebelum lo gas ke Tinjil, ada hal penting yang kudu lo tau: karena ini area konservasi & penelitian, pengunjung nggak bisa asal dateng. Lo mesti izin dulu, termasuk pemeriksaan kesehatan, biar monyet-monyet aman dari penyakit kayak TBC atau virus. Plus, transportasinya juga nggak via jalur umum — lo kudu naik perahu nelayan dari Banten. Plan well + respect nature, itu kuncinya.
Jadi buat lo yang tinggal di Jakarta, Bandung, atau mana aja deket Banten, Pulau Tinjil bisa jadi getaway beda banget. Lo nggak cuma dapet pantai kece & laut jernih, tapi juga pengalaman dekat sama alam & satwa. As long as lo bener-bener ngehargain, Tinjil bakal kasih lo memories yang susah dilupain. Next trip? Bisa kita bahas cara izin + travel plan biar liburan tetap fun & eco-conscious. (Sumber Foto @ga.yuusuf)
...moreTripTrus.Com - Dulu Banda Neira dan pulau-pulau di kepulauan Banda mengundang Bangsa Eropa dengan rempah-rempah. Tapi kini dengan wisata sejarah.
Persis seperti yang tertera di buku sejarah, Bangsa Eropa datang ke Indonesia untuk mencari rempah-rempah. Dimulai ekspedisi Portugis dan Spanyol, sampai pendudukan Belanda yang menyebabkan pertumpahan darah.
Salah satu tempat penghasil rempah yang menjadi rebutan yaitu Kepulauan Banda di Maluku tengah. Tempat di mana pohon-pohon pala berkualitas tinggi tumbuh sebagai primadona.
Banda Neira merupakan salah satu pulau di Kepulauan Banda. Secara administratif, Banda Neira terbagi dalam 6 desa, yakni Dwiwarna, Kampung Baru, Merdeka, Nusantara, Rajawali, dan Tanah Rata. Banda Neira pernah menjadi pusat perdagangan pala dan fuli dunia. Pada 1621, Kongsi Dagang atau Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC) membangun kota di sana dengan membantai penduduk Banda untuk mendapatkan pala.
Hingga saat ini, banyak bangunan bersejarah sisa pendudukan Bangsa Eropa di Banda. Seperti Benteng Belgica di Neira dan Benteng Hollandia di Lonthoir, Banda Besar. Tidak hanya dua benteng tersebut, beberapa peninggalan seperti Benteng Concordia, Benteng Nassau dan Benteng Revengie juga siap membawa Sahabat Sporto kembali ke abad 17an.
Selain itu, di Neira juga terdapat Istana Mini yang pernah ditempati gubernur jenderal pertama di Indonesia, yaitu Joen Pieterszoen Coen. Istana tersebut konon dibangun Belanda satu tahun sebelum didirikan Istana Merdeka dan Gedung Putih di Bogor.
Di sekitar Neira, ada pulau-pulau kecil yang juga memendam sejarah dan menarik untuk ditelisik. Seperti Pulau Hatta yang pernah menjadi tempat pengasingan Wakil Presiden pertama Indonesia Mohammad Hatta dan Pulau Syahrir, tempat yang begitu sunyi bagi tokoh kemerdekaan Sutan Syahrir.
Jadi, Jika dulu Bangsa Eropa datang Banda Neira untuk mencari rempah-rempah, sudah selayaknya saat ini Bangsa Indonesia melancong untuk berwisata sejarah. Penasaran merasakan sensasi kembali ke abad ke-17? (Sumber: Artikel sportourism.id/Suki Asmarandana Foto pesonaindonesia)
...moreTripTrus.Com - Kabupaten Lebak enggak cuma terkenal sama Hutan Adat Baduy, kebudayaan adiluhung masyarakat adat Kaolotan (Kasepuhan), atau tempat wisata alamnya yang keren. Di sini, ada banyak cerita legendaris tentang peninggalan jaman Belanda yang asyik buat diexplore, mulai dari tempat bersejarah sampe perkembangan literasi yang lagi ngehits.
Banyak situs bersejarah dari zaman penjajahan Belanda yang masih ada di daerah ini, Geng. Ada Stasiun Kereta Api, Residentie Van Max Oil yang dulunya pabrik minyak terkenal di Lebak, tempat penyimpanan air, benteng kuno, sampe Museum Multatuli yang baru-baru ini jadi pusat kegiatan literasi. Semua tempat itu punya daya tarik sendiri.
Rangkasbitung, sebagai kota yang ramai dan modern, punya pengalaman pariwisata yang gak terlupakan. Terutama sekarang, ojek online lagi ngetren banget, jadi gampang buat jalan-jalan di kota ini. Salah satu tempat yang seru banget buat dikunjungi adalah Rumah Residence VOC. Tempatnya ada di seberang BNI yang terkenal sama tahu gejrotnya, enggak jauh dari rumah dinas polisi Kabupaten Lebak.
Bisa naik kendaraan atau jalan kaki, lo bisa explore berbagai situs bersejarah yang jadi saksi berdirinya kota Rangkasbitung, yang dulunya dikenal juga sebagai Rangkasbetung. Perjalanan dimulai dari rumah Multatuli yang ada sekitar jembatan dua. Jembatan itu gak jauh dari jalan protokol yang sering dilewatin mobil dan kereta api.
Alun-alun pusat juga tempat yang romantis buat warga kota yang mau singgah atau transit pas pulang kampung. Rangkasbitung punya daya tarik sendiri, mulai dari makam pahlawan yang kokoh berdiri di dekat Water Torn, tempat penyimpanan air dengan nilai sejarah yang penting. Ada banyak cara buat menikmati jejak sejarah di kota kecil ini, Geng. Selain jalan-jalan santai di pusat kota, lo juga bisa naik motor, becak, atau angkot yang masih aktif beroperasi di sekitar alun-alun.
Liburan di kota ini enggak cuma seru, tapi juga gak bikin kantong bolong, loh. Lo dengan mudah bisa merasakan cerita yang tersembunyi selama perjalanan yang asik antara hunian kota dan aktivitas perdagangan di pinggir jalan, semuanya itu jadi daya tarik wisata yang keren.
[Baca juga : "Museum Multatuli Rangkasbitung, Destinasi Wisata Sejarah Yang Keren Abis!"]
Lanjut dari Alun-alun Rangkasbitung menuju Plaza Rangkasbitung Indah, lo bakal nemuin banyak bangunan kuno yang warisan budaya dan peninggalan Belanda VOC. Salah satunya adalah Residentie Van Max Oil, bekas pabrik minyak yang sekarang jadi pusat belanja dan landmark kota Rangkasbitung.
Walaupun bangunannya udah hampir rubuh, tapi masih menjadi saksi bisu perjalanan ekonomi antara penduduk lokal sama VOC. Bangunan itu tetap jadi tempat penting sejak pertama kali didirikan dan jadi pusat aktivitas ekonomi yang berarti.
Enggak cuma di dalam kota, warisan budaya juga ada di luar Rangkasbitung, Geng. Di Sajira, banyak rumah tua peninggalan Belanda yang masih terjaga dengan baik, jadi saksi sejarah yang hidup dan seru banget buat diexplore. (Sumber Foto @b.liong)
...moreTripTrus.Com - Padang- Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat kunjungan wisatawan asing ke provinsi itu pada Oktober 2017 mencapai 4.826 orang atau meningkat 11,02 persen dibandingkan September 2017
"Pada September 2017 wisatawan asing yang berkunjung ke Sumbar mencapai 4.347, Oktober 2017 naik menjadi 4.826 orang," kata Kepala BPS Sumbar, Sukardi di Padang, Selasa (5/12/2017)
Persahabatan ibarat sekotak crayon... masing masing memiliki warna... perpaduan antara semua warna akan menciptakan pelangi yang indah... 😍😘 Begitulah dengan persabatan kami 👭👭👭👭👭 Mom's Day Out trip to #padang #bukittinggi #persahabatan #bandaraminangkabau #istanapagaruyung #jamgadang #danausingkarak #keloksembilan #pantaipadang #sitinurbayabridge #masjidrayapadang
A post shared by Yessy (@yessyari) onOct 8, 2017 at 12:51am PDT
Menurut dia kunjungan Oktober 2017 masih didominasi oleh wisatawan asing dari Malaysia mencapai 3.325 orang diikuti Australia 205 orang, Thailand 57 orang, Perancis 41 orang, Inggris 40 orang, Amerika Serikat 28 orang, Jerman 15 orang, Jepang 14 orang, Tiongkok 14 orang, Korea Selatan 9 orang dan negara lainnya 1.232 orang.
"Sejak Januari sampai Oktober 2017 jumlah pelancong asal Malaysia yang berkunjung ke Sumbar sudah mencapai 32.913 orang," ujarnya. Kunjungan wisatawan pada Oktober 2017 memberikan kontribusi sebesar 0,49 persen terhadap total wisman yang berkunjung ke Indonesia sebanyak 976.038 orang.
Ia memastikan jumlah yang terdata tersebut adalah mereka yang masuk melalui imigrasi di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) karena jika sebelumnya dari Jakarta atau Medan akan didata lewat bandara kedatangan.
Alhamdulillah.... Hello Sumatra Barat... 😄😆😍😊 . . . . . #sumatrabarat #padang #holiday #sumbar #minangkabauairport #bandaraminangkabau #liburan
A post shared by Ria Fitriani (@riafitriya02) onApr 29, 2017 at 5:02am PDT
Sementara Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Sumbar seperti dilansir Antara menyarankan pemerintah provinsi bisa belajar dari Malaysia bagaimana strategi menggaet wisatawan berkunjung ke daerah itu.
"Saat ini sudah ada penerbangan langsung dari Padang ke Malaysia ini merupakan peluang namun harus diakui jumlah warga Sumbar yang datang ke Malaysia lebih banyak ketimbang orang Malaysia yang ke provinsi ini," kata Ketua Asita Sumbar Ian Hanafiah.
Menurutnya Malaysia mempromosikan wisatanya terus menerus dengan membentuk badan khusus serta melakukan promosi dengan maksimal. Kemudian Malaysia juga menyiapkan beragam infrastruktur dan fasilitas yang membuat wisatawan nyaman.
Sebab kunci agar orang mau berwisata itu adalah mampu melihat dan memenuhi kebutuhan wisatawan, bahkan kantor perdana menterinya sendiri juga bisa dikunjungi, jelasnya. Ia mengakui biro perjalanan yang ada di Sumbar jauh lebih nyaman membawa warga Sumbar ke Malaysia ketimbang membawa warga Malaysia ke Sumbar.
"Kalau membawa orang Sumbar ke Malaysia sesudah kunjungan tidak ada masalah, tapi membawa orang Malaysia ke sini kami khawatir banyak keluhan mulai dari infrastruktur hingga toilet," ujarnya.
Selain itu harga penginapan di Malaysia juga lebih murah bayangkan saja paket tahun baru tiga hari dua malam bisa dapat Rp1,7 juta untuk hotel bintang tiga, sedangkan di Bukittinggi untuk hotel saja satu malam sudah Rp2,5 juta.
Ia menggarisbawahi kalau Sumbar ingin lebih banyak dikunjungi wisatawan asing maka benahi infrastruktur dan pahami kebutuhannya. (Sumber: Artikel industry.co.id Foto @Amieykha)
...moreSetiap wilayah di Indonesia memiliki senjata tradisional yang menjadi ciri khas dari daerah tersebut. Jika Aceh memiliki rencong dan Jawa Barat memiliki kujang maka Sulawesi Utara memiliki salah satu senjata tradisionalnya yang bernama pedang bara Sangihe.
Pedang bara Sangihe dahulu dikenal sebagai salah satu senjata yang digunakan oleh salah satu Pahlawan Sulawesi Utara bernama Hengkeng U Nang. Sejak kecil Hengkeng U Nang diketahui rajin mengasah keahliannya bergulat dan juga ketangkasannya dalam bermain pedang bara.
Hengkeng U Nang yang berasal dari Timeno Kiawang Siau ini dikenal mahir memainkan pedang bara. Bahkan ketika berperang dia tidak jarang menggunakan pedang bara untuk melawan musuh-musuhnya. Pahlawan yang lahir pada tahun 1590 ini bahkan pernah diangkat menjadi Kontraktor Proyek Pembangunan Armada Angkatan Laut pada tahun 1612.
Pedang bara Sangihe memiliki gagang dua cabang. Tidak hanya pada gagang, pada ujung pedang bara juga memiliki dua cabang yang diantara dua cabang tersebut terdapat gerigi-gerigi. Pedang bara Sangihe menjadi salah satu senjata tradisional kebanggaan masyarakat Sulawesi Utara dan menjadi salah satu kekayaan kebudayaan yang dimiliki Indonesia.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTripTrus.Com - Waktu yang pas buat jalan-jalan ke Indonesia itu antara Mei sampai September. Di sini, cuaca kering, enak buat eksplorasi! Nah, Indonesia kan ada 17.508 pulau, jadi cuacanya beda-beda di setiap tempat. Di pulau-pulau barat dan tengah kayak Bali, Jawa, Gili, Lombok, dan Komodo, saat kering itu yang paling banyak dikunjungi. Tapi jangan lupa, musim hujan dari Oktober sampai April juga nggak kalah seru!
Jadi gini, kalau lo mau ke Bali, waktu keringnya itu dari April sampai September, cuacanya cerah dan bikin betah. Momen paling oke itu di bulan Mei, Juni, dan September. Orang-orang yang pengen ke pantai kayak Jimbaran, Sanur, dan Seminyak juga gak bakal ketemu kerumunan yang bikin stress. Musim hujan di Bali itu antara Oktober sampai Maret, tapi biasanya hujannya cuma sebentar, bukan hujan lebat seharian.
View this post on Instagram
A post shared by Yaron bindels (@yaronbindels)
Di Jawa, waktu terbaik itu juga sama, dari Mei sampai September. Suasana cerah, kering, dan enak buat yang mau naik gunung kayak Bromo atau Ijen. Musim hujan di sini antara November sampai Maret, dan hujan yang paling banyak itu di bagian barat. Suhu di Jawa tetap hangat, sekitar 28-30°C, tapi malamnya bisa dingin di daerah pegunungan.
Terus di Nusa Tenggara, kayak Lombok dan Gili, musim keringnya dari April sampai September. Cocok banget buat yang mau diving atau naik gunung Rinjani. Musim hujan di sini antara Oktober sampai Maret, dengan curah hujan tertinggi di November sampai Januari. Suhunya mirip Bali, sekitar 27-29°C.
[Baca juga : "Safari Seru Di Jakarta, Petualangan Kekinian Yang Nggak Boleh Dilewatkan!"]
Nah, Sumatra itu juga unik. Di Medan dan Sumatra Utara, hujan bisa turun kapan saja, terutama di daerah hutan. Hujan paling deras itu biasanya antara Oktober sampai Januari. Tapi, Palembang dan Sumatra Selatan lebih teratur, musim kering dari April sampai Oktober, dan hujan dari November sampai Maret. Suhunya ada di kisaran 27-28°C, tapi bisa sampai 33-34°C di bulan-bulan kering.
Kalau lo ke Kalimantan, musim keringnya dari Juni sampai September, dengan bulan Agustus dan September jadi yang paling kering. Suhunya bisa panas banget, dari 23°C di malam hari sampai 33°C di siang hari. Orangutan juga bisa lo liat di Tanjung Puting, tapi lebih susah dicari saat musim hujan.
Sulawesi itu juga beda-beda cuacanya. Di Toraja, hujan datang antara November sampai April, sedangkan Manado di utara itu hujan terus. Suhu di pantai bisa sampai 34°C, sedangkan di pegunungan bisa turun jadi 24°C.
Di Moluccas, cuacanya juga beda. Antara Juni dan September ada hujan, jadi lebih baik ke sana antara Oktober dan Mei. Ke pulau-pulau di Moluccas selatan, waktu terbaiknya juga sama, antara Mei dan September.
West Papua dan Raja Ampat sih bisa dikunjungi kapan aja, karena suhu di sini stabil. Di Raja Ampat, suhu harian sekitar 30°C sampai 34°C. Tapi dari Juni sampai September, ada kemungkinan hujan dan angin kencang, jadi hati-hati kalo mau naik perahu. Intinya, lo bisa nikmatin keindahan Indonesia dengan waktu yang tepat! Selamat jalan-jalan! (Sumber Foto @sacadosetcrustaces)
...moreMendengar Nusa Tenggara, sebagian besar orang pasti langsung membayangkan hamparan koral warna-warni, lengkap dengan ragam biota laut yang jarang didapati di tempat lain. Karenanya, meski perairan Nusa Tenggara terbilang berarus kuat, menyelam dan snorkeling tetap jadi agenda wajib.
Namun, eksotisme Nusa Tenggara tak hanya soal panorama memukau di bawah permukaan laut. Berjarak tiga kilometer dari semenanjung Sanggar, Sumbawa, bisa kamu dapati satu lagi keajaiban di bumi Nusa Tenggara. Danau Satonda berada di pulau tak berpenghuni dengan nama yang sama.
Sumber: Foto @nura_jo
Menjejakkan kaki di dermaga Satonda, langsung bisa kamu nikmati hangatnya pasir putih, serta buaian angin laut yang menerpa wajah tanpa ampun. Demi mencapai danau air asin ini, kamu harus trekking selama kurang lebih 20 hingga 30 menit. Lelah selama pendakian terbayar seketika dengan pemandangan kawah berbentuk angka delapan.
Sumber: Foto @adimulato
Terlihat tenang di tengah kaldera yang terkukung pepohonan hijau, godaan untuk mencicip asin air danau menyeruak seketika. Tak punya jalur ke laut, membuat kadar asin di danau ini tetap jadi misteri. Padahal, sudah banyak ilmuwan dalam maupun luar negeri yang singgah untuk meneliti danau bertemperatur air 28 hingga 39 derajat ini.
Satu lagi pemandangan unik yang ada di Satonda. Di tepian danau, bisa kamu temukan pohon dengan "buah" batu. Sengaja digantungkan oleh para pelancong, batu ini dianggap mewakili doa dan harapan yang dipercaya akan terkabul. Kala bertandang ke Nusa Tenggara, tak ada salahnya menjelajah danau purba demi merasakan nuansa berbeda di timur Indonesia.
Sumber: Artikel bintang.com Foto alilapurnama.com
...moreTripTrus.Com - Dalam beberapa hari setelah pesta pernikahan, pasti pasangan pengantin masih merasakan gejolak emosi setelah perayaan penting dalam hidupnya. Rasa bahagia, tidak percaya, lelah bahkan sedih karena kemeriahan terasa sebentar mungkin akan dirasakan pasangan pengantin di minggu awal pasca pesta pernikahan.
Meski Anda begitu bersemangat menghadapi status baru sebagai pengantin baru, namun tetap perlu diimbangi dengan perencanaan masa depan. Berikut ini yang harus dilakukan di minggu pertama setelah menikah.
1. Liburan Mulailah kehidupan pernikahan dengan membangun hubungan yang intim dengan suami. Caranya dengan berbulan madu. Saat menghabiskan waktu berdua. Tinggalkan segala pekerjaan dan kewajiban harian Anda. Satu-satunya kewajiban Anda hanyalah menghabiskan waktu dengan pasangan. Yang harus Anda lakukan adalah saling berbincang, berciuman, dan melakukan berbagai hal yang Anda berdua sukai bersama seperti hiking, berbaring di pantai, atau hanya sekadar berjalan-jalan santai.
2. Tunjukkan Kemampuan Anda Dalam Mengurus Suami Anda harus sadar bahwa saat ini menyandang peran sebagai istri. Tunjukkan perhatian dan berikan pelayanan terbaik untuk suami. Dimulai dari yang kecil, menyiapkan makanan untuknya atau merapikan baju-bajunya.
[Baca juga : Persiapkan Liburan Sehabis Lebaran Dengan Tips Ini]
🌬 the smell of the earth 🌍 📆 120518 | Fri Day 3 #throwbackthursday • • • • #throwback #sunrise #tebingkeraton #tebingkeratonbandung #dago #bandung #explorebandung #indonesia #wonderfulindonesia #visitindonesia #asia #travel #travelstagram #escapes #wanderlust #holiday #explore #neverstopexploring #stayandwander #vsco #travelpartner #couplevacation
A post shared by 📍K U A L A L U M P U R 🇲🇾 (@__carmenchai__) onJun 17, 2018 at 2:54am PDT
3. Menyesuaikan Diri Di minggu pertama, Anda memang perlu banyak menyesuaikan diri. Meski pacaran cukup lama, namun mungkin ada sikapnya yang selama ini tidak pernah Anda ketahui. Anda pun perlu menyesuaikan diri dengan mertua dan keluarganya. Di awal pernikahan, tidak jarang akan menemui konflik dengan pasangan. Tapi hal tersebut wajar. Kuncinya adalah komunikasikan dengan baik.
4. Rencana Keuangan Banyak pasangan baru berpikir bahwa perencanaan keuangan tidak begitu penting di awal pernikahan, apalagi belum memiliki momongan. Padahal keuangan harus direncanakan sejak awal, bukan baru setelah memiliki anak. Buat perincian target Anda dalam waktu dekat dan panjang, misalnya target membeli rumah atau kendaraan sendiri.
5. Mengunjungi Orangtua dan Mertua Setelah menikah, mungkin Anda sudah benar-benar pisah dari orangtua, namun bukan berarti Anda melupakannya begitu saja. Sebagai pasangan baru, sebaiknya kunjungi rumah orangtua dan mertua. Ini cara untuk saling mendekatkan diri, Anda dekat dengan keluarga pasangan, begitupula sebaliknya. Tentu Anda tidak ingin menjadi bahan perbincangan karena dicap sebagai menantu yang sombong, kan? (Sumber: Artikel wolipop.detik.com, Foto freepik.com)
...more