Cara menjaga kesehatan selama liburan. Momen liburan selalu dipakai oleh orang untuk bersenang-senang. Berkumpul dengan keluarga, makan-makan sepuasnya, mengunjungi tempat wisata, serta melakukan segudang aktivitas yang lainnya demi memanjakan diri. Akhirnya, banyak orang yang percaya jika ketika liburan sangat sulit untuk menerapkan pola hidup yang sehat.
Tetapi beberapa hal yang umumnya Anda lakukan ketika liburan justru dengan tidak Anda sadari sangat menyumbang nilai sehat yang tak terduga. Berikut ini beberapa aktivitas sehat yang Anda lakukan ketika liburan yang dapat menjaga kesehatan selama liburan yang mungkin tak Anda sadari.
Menghabiskan waktu dengan orang terkasih menambah panjang umur AndaStatistik mengatakan bahwa memiliki hubungan bersama orang-orang di sekitar Anda serta menghabiskan waktu dengan mereka secara reguler mampu memperpanjang hidup sampai kira-kira dua tahun. Selain daripada itu, berkumpul bersama orang-orang dekat juga diyakini mampu menurunkan risiko penyakit jantung juga kanker.
Kembali menjadi anak kecilSaat Anda berumur enam tahun pastinya Anda tak begitu peduli tentang seberapa banyak kalori yang masuk ke dalam tubuh Anda. Sebaliknya, ketika liburan Anda justru sibuk berlarian, bermain, memanjat pohon dengan tidak mengkhawatirkan itu semua.
Manjakan diri AndaMenghindari makanan dan juga melewatkan makan demi menghindari kalori, keduanya dapat menyebabkan konsumsi kalori lebih banyak di kemudian waktu. Biarkanlah diri Anda untuk cheating dan juga Anda akan menyadari jika tetap diet ketika liburan tidak akan bermanfaat.
Bernyanyi atau menariBernyanyi bisa menurunkan tingkat kecemasan dan juga depresi. Sementara menari mampu memperpanjang hidup dan juga memungkinkan untuk mengurangi risiko terkena penyakit alzheimer.
Nah, itulah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan selama liburan. Semoga bermanfaat dan Selamat Berlibur!
Sumber: Artikel rancahpost.co.id Foto menjamah.info
...moreTripTrus.Com - Kudus, kota yang lebih dikenal sebagai penghasil kretek bisa menjadi salah satu destinasi wisata yang tepat untuk Anda kunjungi. Selain kotanya yang terlalu besar, suasana kota Kudus yang tak terlalu ramai bisa membuat Anda betah. Berbagai wisata seru bisa Anda kunjungi mulai dari Gunung Muria, Museum Kretek, Simpang Tujuh hingga Menara Kudus. Di balik tampilan kotanya yang tak terlalu ramai, tersembunyi kuliner-kuliner nikmat yang siap mengisi perut Anda. Rasa kulinernya yang identik dengan hidangan khas jawa tentunya bisa Anda rasakan.
Berikut KompasTravel himpun 4 kuliner khas Kudus yang wajib Anda cicipi:
1. Lentog Tanjung
. LENTOK --------------- siapa yang belum pernah mencoba makanan satu ini ? . kalau yang pernah dikudus makanan ini selalu buat kangen, meskipun sederhana tapi selalu dicari . . LENTOG TANJUNG Pak Mitro jln Tanjung Karang KUDUS 59349 . Lentog - 4K buka : 06:00 - habis . #lentog #lentogtanjung #makanankhaskudus #sekitarkudus #kulinerkudus #kuduskuliner #delicious #yummy #foodphotography
A post shared by Kuliner Surabaya l Foodie🔘 (@e_ndro) onApr 8, 2018 at 11:53pm PDT
Berkunjung ke Kudus tak lengkap jika belum merasakan Lentog. Hidangan yang hampir mirip opor ini cocok jika disantap sebagai sarapan. Lentog sendiri berisikan lontong dengan lauk sayur nangka muda, sayur tahu dan tempe, diguyur santan kental, dan ditaburi bawang goreng. Lentog biasa disajikan dengan piring kecil dialasi daun pisang, pas untuk hidangan sarapan. Lentog lebih nikmat disantap dengan lauk tambahan sate telur puyuh bumbu semur, sate usus, ditambah kerupuk.
Untuk mencicipi Lentog tanjung ini , Anda bisa mengunjungi wilayah Desa Tanjung Karang, Kecamatan Jati, Kudus. Di sebuah jalan desa ini, ada deretan kios-kios kecil yang menjajakan lentog. Selebihnya, pedagang bertebaran di area desa.
[Baca juga : Destinasi Ramadan, Berkunjung Ke Pesantren Bernuansa Pecinan Di Rembang]2. Soto Kudus
Lunch #sotokudus #instapic #instafood #happymoments #like4like
A post shared by Laurence Herlina (@herlinalaurence) onFeb 15, 2017 at 11:19pm PST
Soto Kudus tampil berbeda dibandingkan dengan soto-soto lain. Salah satunya yang membuat berbeda yakni sajiannya identik dengan mangkuk mungil. Soto Kudus memiliki isi berupa daging ayam, kecambah serta taburan bawang putih goreng. Ayamnya sendiri yang dipakai di Soto Kudus adalah ayam kampung karena citarasanya yang lezat dan gurih.Tak ketinggalan, biasanya soto kudus ini disajikan dengan kudapan sate-satean serta perkedel. Sate usus, sate telur puyuh dan gorengannya siap tersedia di meja Anda. Jangan lupa untuk menambahkan sedikit kecap, jeruk nipis dan sambal agar terasa lebih nikmat.3. Soto Kerbau
Selamat berbuka puasa 😊 #kudus #jateng #sotokerbau
A post shared by Febriana Isti Setyaputri (@putri_febriana94) onMay 23, 2018 at 4:07am PDT
Konon masyarakat Kudus pernah ”dilarang” mengonsumsi daging sapi. Sunan Kudus yang kala itu menyebarkan agama Islam di Kudus, mensosialisasikan agama Islam kepada penduduk yang memeluk agama Hindu dan Buddha dengan cara simpatik. Soto daging kerbau dari penampakannya tak terlalu berbeda dengan soto daging sapi atau ayam. Keduanya sama-sama disajikan dalam mangkok dengan bahan pelengkap, seperti taoge dan potongan daging kerbau dengan ukuran cukup besar. Tak lupa limpahan bawang merah goreng di atasnya.
Citarasanya yang menggoyang lidah membuat seolah satu porsi soto kerbau saja tak akan pernah cukup. Sensasi rempah dan rasa gurih khas soto bisa semakin diperkaya dengan tambahan kecap manis, perasan jeruk nipis, serta tak lupa sambal untuk ”memanaskan” suasana.
4. Nasi Pindang Kerbau
Selain soto, lentog, jenang...makanan ini juga merupakan yang 'khas' di #Kudus namanya #nasipindang soal rasa savory and sweet delicious taste 👌 #nasipindangkudus #nasipindangkerbau #nasipindangparu #jajankemarin #travelwork #betarienrosana
A post shared by Betaria Septiarini Rosana (@betarien) onFeb 10, 2017 at 5:04pm PST
Nasi pindang kerbau merupakan nasi yang disajikan di atas piring beralas daun pisang. Nasinya pun kemudia disiram kuahnya kecoklatan dengan potongan daging kerbau yang lagi-lagi berukuran besar. Biasanya di bagian atas, terdapat daun melinjo dan taburan bawang merah goreng yang melimpah. Paduan daun melinjo yang segar dan gurih bawang merah goreng, melengkapi cita rasa pindang kerbau yang bercita rasa manis. (Sumber: Artikel lkompas.com, Foto vakansinesia.com)
...moreTRIPTRUS - Berikut tips-tips agar Anda bisa berhemat dan menikmati perjalanan yang menarik.
Berlibur tentu tak mesti mahal. Yang penting bisa dinikmati, menambah pengetahuan, akrab bersama keluarga, dan manjur menghilangkan stres. Ikuti trik berikut agar Anda bisa berhemat dan menikmati perjalanan yang menarik.
1. Lakukan Survei
Banyak orang melakukan perjalanan wisata, namun bingung begitu sampai di tempat tujuan. Hal itu terjadi karena sebelum berangkat mereka tidak mencari tahu kota atau negara yang akan dikunjungi. Padahal, tempat-tempat wisata tersebut pasti bisa dilihat di internet atau di buku-buku wisata.
Survei lewat internet atau persiapan jauh sebelumnya sangat penting dilakukan karena Anda bisa mengetahui apakah ada diskon atau potongan harga, mulai dari tiket pesawat atau hotel. Atau mencari tempat belanja oleh-oleh yang terjangkau seperti pasar tradisional.
2. Membawa Uang
Jangan sampai Anda kehabisan uang saat di perjalanan. Jadi, pastikan memiliki uang yang cukup agar Anda tidak bingung. Tentu saja bukan untuk dibelanjakan semuanya. Anda harus tetap mengawasi pengeluaran dengan mencatatnya. Sekaligus menahan diri dan bertanggung jawab atas apa yang sudah dibelanjakan.
3. Tiket Pesawat
Pastikan Anda memperoleh informasi pariwisata selengkap mungkin. Mulailah memeriksa harga tiket murah atau promo. Jika Anda belum yakin dengan harganya, periksa lagi tiap beberapa hari, siapa tahu ada penurunan harga. Saat harga turun segera lakukan pemesanan. Jika keberangkatan masih lama, jangan lupa mencatatnya.
4. Pilih Yang Nyaman
Melakukan perjalanan dengan pesawat memang lebih cepat, namun biaya yang harus dikeluarkan lebih mahal. Namun, jika Anda menikmati perjalanan darat memakai mobil, ini akan menjadi pilihan yang menyenangkan. Selama perjalanan Anda bisa menikmati pemandangan sekaligus menambah pengetahuan tentang daerah tersebut.
5. Bukan Musim Liburan
Biaya perjalanan akan lebih murah jika pergi di saat bukan musim liburan, atau di awal dan akhir liburan. Selain itu, jika Anda menikmati suasana yang tidak terlalu riuh karena banyak orang, ini waktu yang tepat. Pergi di musim liburan, membuat tempat-tempat wisata dipenuhi banyak orang.
6. Layanan Gratis
Selain mencari hotel yang bagus, lihat juga tarif kamarnya, siapa tahu ada penawaran khusus, seperti menginap dua malam, akan mendapatkan gratis satu malam. Atau layanan spa gratis bagi yang sudah memesan kamar. Dipastikan liburan Anda pasti akan jauh lebih menarik.
7. Sewa Mobil
Ada baiknya mencari data lebih dulu tentang daerah yang akan dikunjungi. Salah satunya moda transportasi, misalnya, dari bandara ke hotel. Siapa tahu ada bus yang melewati hotel tempat Anda menginap. Jadi, tak perlu mengeluarkan biaya mahal untuk taksi.
Untuk menghemat biaya, Anda bisa menyewa mobil selama berwisata. Banyak sekali penyedia sewa mobil yang mempromosikan harga murah. Anda bisa bebas memilihnya dengan meminta referensi dari hotel atau teman yang pernah berkunjung ke sana
8. Cermat Memilih
Pilihlah tempat wisata yang benar-benar unik, bagus, dan ada ciri khasnya. Jangan sampai Anda pergi ke tempat yang tidak menarik, kurang diminati orang, dan biayanya mahal. Bisa-bisa Anda tak menikmati, tapi malah kecewa.
9. Berburu Langsung
Cenderamata memang kelihatan sepele, tapi tak ada salahnya Anda membeli sebagai kenang-kenangan kalau Anda sudah pernah ke tempat tersebut. Pasar tradisional atau berburu langsung ke tempat pembuatannya, ternyata punya kesan sendiri. Selain bisa melihat langsung cara pembuatannya, harganya pun biasanya lebih murah, dibanding bila sudah masuk ke toko suvenir.
10. Liburan Menarik
Tidak perlu memaksakan diri berlibur ke luar negeri. Banyak, kok, tempat-tempat di Indonesia yang mengagumkan dan tak kalah menarik dengan di luar negeri. Atau malah liburan di dalam kota tempat Anda tinggal. (Sumber: Artikel tabloidnova.com)
...moreTripTrus.Com - Nih, bro, ada info seru nih! Kampanye Sadar Wisata 5.0 baru aja umumin Desa Wisata yang juara. Gila, tahun 2024 ini, duitnya mencapai Rp465 miliar dari Bank Dunia! Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, bakal ngasih apresiasi buat desa-desa yang menang. Tujuannya? Supaya para pebisnis di desa wisata semangat bangun potensi daerahnya, bro!
Katanya sih, malam penghargaan itu buat kasih semangat biar terus menggila dan promosiin produk desa mereka dengan presisi. Seru kan? Pemenangnya ada lima kategori. Ada desa-desa kece dari Yogyakarta sampe Sumatera Utara. Nama-namanya keren abis, kayak Kampung Wisata Sosromenduran dan Desa Wisata Lumban Suhi-suhi!
View this post on Instagram
A post shared by Binuangsaiyo23 (@binuangsaiyo23)
Nah, kategori kedua, Local Champion Terbaik. Mereka yang memimpin di sini adalah orang-orang hebat dari desa-desa kayak Candirejo, Kadipaten, Poncokusumo, Jerowaru, dan Papagarang. Keren banget, kan? Terus, ada juga yang dapet Diseminasi Sadar Wisata. Ini buat tiga desa juara, dari Wakatobi sampe Lombok Tengah. Bikin bangga deh!
Yang keempat, Inovasi Produk dan Pemasaran. Juara pertamanya tuh dari Yogyakarta, Kampung Wisata Patehan. Ada juga juara dari Lumajang, Pasrujambe, dan Magelang, Kampung Wisata Mendut. Terakhir, kategori Kelembagaan. Kampung Wisata Purbayan di Yogyakarta bawa pulang juara pertama. Ada juga desa dari Malang dan Pulau Sibandang, Sumatera Utara, yang ikut jadi pemenang. Keren abis!
Menurut Sandiaga Uno, desa-desa ini jadi pemain utama bangun Indonesia. Tahun depan, programnya bakal lebih gila lagi dengan stok sumber daya manusia yang oke! Dia bilang, program ini langkah nyata dari pemerintah buat sentuh langsung 45 juta orang di pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. Mantap, kan?
Tapi, ini nggak berhenti di sini. Ada langkah kolaboratif yang perlu dilakuin, katanya. Melibatkan institusi pendidikan, dunia usaha, pemerintah daerah, media, dan komunitas. Makanya, komunitas jadi tulang punggungnya!
[Baca juga : "Woles, Bro! Pariwisata 2024 Makin Naik, Ahli Bilang: Jangan Abaiin Waktu Endemi!"]
Sandi juga ngomongin soal desa wisata yang akan diakui dunia suatu hari nanti. Udah masuk UNTWO, Organisasi PBB buat Pariwisata Dunia, loh! Keren banget! Nggak cuma itu, Bank Dunia juga ikutan meramaikan. Mereka setuju kucurin tambahan duit sekitar Rp465 miliar buat Kampanye Sadar Wisata 2024. Nggak main-main, kan?
Selain dari Bank Dunia, Kemenparekraf juga siapkan duit tambahan. Mereka lagi ngebahas anggarannya, siapin semuanya dengan baik. Sandiaga pastiin nih, duitnya bakal bantu desa-desa wisata buat naikin SDM dan memperkuat kelembagaan. Biar hasilnya maksimal, pastinya harus diatur dengan baik, tepat sasaran, dan gak boleh telat.
Pokoknya, acara ini seru banget, bro! Ada penghargaan, ada janji Bank Dunia, dan semangat buat bangun Indonesia lebih hebat lagi. Keren, kan? 🔥 (Sumber Foto @jumpareni)
...moreTripTrus.Com - "Bumi Ageung Cikidang" yang berarti Rumah besar yang berada di daerah bernama Cikidang adalah rumah milik Bupati Cianjur, Raden Adipati Aria Prawiradiredja II. Raden Adipati Aria Prawiradiredja II merupakan Bupati Cianjur yang ke-9 yang menjabat selama periode 1862-1910 (48 tahun). Rumah cantik ini beliau bangun pada tahun 1886 sebagai rumah peristirahatannya.
(Foto: tribunnews.com)
Pada tahun 1910 Bumi Ageung diwariskan kepada putrinya bernama Raden Ayu Tjitjih Wiarsih, di masa kepemilikan beliau, rumah ini berperan penting dalam kemerdekaan, dikarenaKAN Bumi Ageung digunakan sebagai tempat perumusan pembentukan tentara PETA yang dipimpin oleh Gatot Mangkoepradja di tahun 1943-45.
Bumi Ageung direnovasi pertama kali pada tahun 1950 setelah nyaris hancur karena menjadi sasaran bom pasukan Jepang dan Belanda. Pada 9 Agustus 1949 Bumi Ageung juga menjadi saksi bisu peristiwa penyerahan kekuasaan Belanda kepada tentara Republik wilayah kota Cianjur, selain itu sempat dijadikan tempat perlindungan manula, perempuan dan anak-anak keturunan pada saat terjadi kerusuhan etnis di Cianjur sekitar tahun 1962-1963.
(Foto: tribunnews.com)
Beralamat di Jalan Mochamad Ali, Kelurahan Solokpandan, Cianjur, jalan yang konon dibuat Dandeles sebagai Jalan Raya Pos, Bumi Ageung dikelilingi oleh kawasan kota tua Cianjur yang tumbuh berkembang di era kolonial, seperti beberapa bangunan: Stasiun Cianjur, Pecinan, Pendopo (Rumah Dinas Bupati)
Walaupun beberapa bagian dari Bumi Ageung sudah berganti rupa, Bumi Ageung tetap syarat dengan sejarah. Oleh karena itu pada tahun 2010 ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya Nasional bedasarkan SK Menteri Kebudayaan dan Pariwisata. Yang di mana Bumi Ageung sekarang diurus oleh Keluarga generasi ke-5 dan dijadikan sebagai rumah museum di Cianjur. (Sumber: Artikel-Foto Rahmat Fajar dan Amieykha )
...moreTripTrus.Com - Kawasan Cagar Alam Rawa Danau atau disebut juga Rawa Dano ini digadang-gadang sebagai hutan air tawar terbesar di Pulau Jawa. Semula merupakan kepundan gunung berapi tak aktif yang kemudian berubah menjadi danau dan akhirnya menjadi rawa-rawa.
Terletak di Kampung Panenjoan, Desa Luwuk, Serang. Rawa Danau yang berstatus cagar alam seluas 2.000 hektar ini mulai muncul ke permukaan sebagai salah satu destinasi wisata yang unik. Ia berada di wilayah yang termasuk 3 kecamatan, yaitu Padarincang, Pabuaran, atau Mancak. Untuk mencapai Rawa Danau, kita harus trekking sekitar 1 jam dengan rute yang kerap licin dan berlintah di musim hujan.
View this post on Instagram
A post shared by Dean Puji Firmansyah (@deanpujifirmansyah) onSep 26, 2016 at 8:53am PDT
Karakter objek wisata ini adalah hutan yang dikelilingi oleh rawa-rawa dan danau. Mata akan dimanjakan oleh dominasi warna hijau yang teduh dari warna dedaunan. Konon, Cagar Alam Rawa Danau atau Rawa Dano semula merupakan kepundan gunung berapi tak aktif yang kemudian berubah menjadi danau dan akhirnya menjadi rawa-rawa. Yang unik, rawa ini berair tawar. Karena itu, ia juga berperan sebagai sumber cadangan air untuk masyarakat sekitar.
Keindahan Rawa Danau begitu kentara ketika kita berada di kaki bukit pegunungan. Perpaduan antara kabut, semburat matahari, dan padang hijau seluas kita memandang, sangat indah. Tak hanya menikmati keindahan alam, kita juga melakukan aktivitas lain yang seru. Mulai dari mengenal flora dan fauna lebih dekat, menyusuri rawa dengan sampan, sampai menginap di villa yang terletak di ketinggian dengan pemandangan danau.
[Baca juga : "Menelusuri Lembah Hijau Rawa Dano"]
Kini, terdapat sekitar 250 jenis burung hidup di wilayah ini, serta tak lupa aneka reptil, seperti buaya dan ular. Berbagai jenis tanaman dan hewan yang dilindungi, seperti burung bangau tongtong, elang jawa, dan gelatik jawa, juga hidup di sini.
Untuk mencapai Rawa Dano, salah satu rutenya kita bisa berangkat menuju arah Cinangka, Anyer. Lalu, setelah bertemu Pasar Padarincang, kita menuju Desa Citasuk. Namun, karena statusnya sebagai cagar alam, untuk dapat memasuki kawasan Rawa Dano, kita harus mengantongi izin terlebih dulu dari Balai Besar KSDA Jawa Barat. (Sumber: Artikel-Foto pesona.travel)
...more
Senang juga akhirnya Flores Trip bisa mencapai Waerebo. Lebih senang lagi saat bertemu adik-adik desa adat tersebut dan membagikan buku pelajaran dalam program #1Traveler1Book.Apa itu #1Traveler1Book? Sebuah gerakan sosial dari para traveler untuk traveling sambil berbagi kecerdasan dan pengetahuan bagi anak-anak Indonesia.
Dari 1traveler1book.org:
#1Traveler1Book adalah gerakan sosial dimana para traveler yang bepergian dan menjelajah ke berbagai pelosok Indonesia menyebarkan atau membantu menyebarkan buku-buku kepada anak-anak usia sekolah 6-15 tahun di berbagai destinasi yang dikunjungi oleh para traveler. Gerakan ini adalah hal kecil yang dibuat untuk membantu membuat Indonesia menjadi bangsa yang besar dengan menyebarkan informasi dan pengetahuan lewat buku.
Sejak awal trip Flores, saya memang mengusulkan untuk membawa minimal satu buku pelajaran. Untuk apa? Untuk diberikan kepada adik-adik yang ditemui di destinasi. Waerebo kami pilih sebagai lokasi #1Traveler1Book karena desa ini relatif sulit dijangkau. Bayangin aja, anak-anak Waerebo harus jalan kaki 8 km selama tiga jam untuk pergi sekolah.
Beratnya gendongan ransel berisi puluhan buku dan rasa capek trekking 3 jam langsung hilang saat tiba di Waerebo. Guide kami, Pak Martin, jadi perantara dan mengkoordinasi anak-anak di desa ini untuk berkumpul saat pembagian buku. Beberapa di antara mereka masih belum lancar bahasa Indonesia.
Anak-anak Waerebo pada main bola sebelum kumpul menerima buku
Persiapan pembagian buku, dikoordinir oleh Pak Martin
Kak Flo membagikan buku-buku pelajaran pada anak-anak Waerebo
Satu demi satu buku dibagikan. Anak-anak ini sempat berebut. Mereka sangat antusias. Senyum dan tawa bahagia bisa dilihat dari wajah polos mereka, meski dengan tutur bahasa yang tidak saya mengerti.
Kak Flo bersama dua anak Waerebo
Wajah-wajah anak Waerebo antusias menerima buku pelajaran
Tak ketinggalan dua anak perempuan Waerebo ini
Cheers! Foto bareng anak-anak Waerebo di depan rumah adat Mbaru Niang
Selain buku pelajaran, adik-adik ini juga menerima alat tulis. Buku-buku pelajaran ini nantinya akan dikumpulkan dan di perpusatakaan desa yang letaknya tak jauh dari bangunan Mbaru Niang, rumah adat Waerebo.
Benar kata Pak Martin, Waerebo mengajarkan pada kami bahwa ada yang lebih bernilai daripada rupiah. Ilmu pengetahuan dan pendidikan. Semoga buku-buku ini bisa bermanfaat dan membawa mereka meraih masa depan yang lebih baik.
Foto keluarga usai pembagian buku
#1Traveler1Book di desa adat Waerebo, YOU SHOULD BE HERE!
Source: ZulfikarAlex.com
======================================================================================================
Zulfikar Aleksandri, pekerja IT di sebuah perusahaan tour travel nasional. Masih studi S2 di Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya. Suka traveling dan backpacking Indonesia dan Asia Tenggara. Destinasi favorit Indonesia Timur, terutama bawah laut Flores.
Untuk info sehari-hari dan interaksi, follow di Twitter, Facebook, dan Instagram.
...moreTripTrus.Com - Bulan April 2025 bakal rame banget, sob! Banyak festival kece yang digelar di berbagai kota di Indonesia. Lo yang suka jalan-jalan, kulineran, atau nonton seni budaya wajib banget catetin tanggalnya. Ini semua bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) yang siap manjain lo dengan vibe lokal yang autentik dan penuh warna. Mulai dari pesisir sampe tengah kota, tiap event punya ciri khas sendiri yang bikin lo makin cinta sama Indonesia. Yuk intip satu-satu, siapa tahu lo nemu destinasi weekend yang asik!
1. Palabuhanratu, Gak Cuma Pemandangan, Tapi Budaya Pesisir yang Kental Banget
Lo pengen nyobain vibe khas pantai dan ngerasain kehidupan nelayan? Cus ke Festival Hari Nelayan Palabuhanratu, bro! Dari tanggal 20 April sampe 31 Mei 2025, acara ini bakal ngisi harinya warga Sukabumi dan sekitarnya dengan budaya pesisir yang super otentik.
Lo bisa nonton Upacara Laut, Karnaval Adat, sampe lomba mancing Babalang. Seru abis! Ada juga jalan sehat sambil bersih-bersih pantai, pertunjukan Wayang Golek, sampe kulineran di Bazar Wisata. Event ini bukan cuma hiburan, tapi juga bukti nyata kontribusi warga nelayan buat pelestarian budaya dan pariwisata.
2. Bima Tampil Kece di Festival Rimpu Mantika, Lo Harus Coba Dateng!
View this post on Instagram
A post shared by Dinas Pariwisata Provinsi NTB (@lomboksumbawa.go)
Tanggal 24-26 April 2025, Kota Bima di NTB bakal penuh warna! Festival Rimpu Mantika bawa tema "Aesthetic of Bima" yang tujuannya ngajak lo semua buat lestarikan budaya Bima, tapi tetap keren dan kekinian.
Banyak pertunjukan seru kayak fashion show kain khas Bima, musik tradisional, sampe games anak-anak tempo dulu yang bikin nostalgia. Lo juga bisa cobain kuliner khas daerah lain yang kolaborasi di sini—dari Lombok sampe Sumatera dan Sulawesi pun ada. Gak usah bingung cari info, langsung gas ke IG @rimpu_mantika biar update terus.
3. Ngiler Parah di Makassar Culinary Night, Surga Buat Perut Lo!
Pecinta makanan wajib dateng ke Makassar Culinary Night tanggal 25-27 April 2025 di Monumen Mandala. Bayangin street food dari UMKM lokal berjejer—dari Coto Makassar, Pisang Epe, Pallubasa, sampe Mie Titi, semua ada.
Selain kenyang, lo juga bisa support para pelaku UMKM yang hadir langsung di acara ini. Kolaborasi bareng komunitas kuliner lokal bikin suasana makin hangat dan kekinian. Pokoknya cocok buat lo yang suka eksplor rasa. Jangan lupa follow @mnc_makassar biar gak ketinggalan update menu dan rundown acaranya!
[Baca juga : "April Party Time! Deretan Event Paling Pecah Buat Lo Yang Gak Mau FOMO Di 2025!"]
4. Solo Menari: Ketika Alam, Seni, dan Budaya Menyatu Dalam Satu Gerakan
Solo tuh emang juara kalo soal seni tari! Tahun ini, Solo Menari balik lagi tanggal 29 April 2025, sekaligus ngerayain Hari Tari Sedunia. Temanya “Daun Menari”—filosofis banget, bro. Simbol kehidupan yang mengalir dan penuh manfaat, kayak daun yang terus menari mengikuti angin.
Solo bukan cuma kota wisata, tapi juga kota kreatif yang diakui UNESCO. Lewat event ini, lo diajak buat ngeresapi seni sambil mikirin alam. Tariannya gak cuma keren, tapi juga punya pesan yang dalem soal lingkungan dan budaya. Kalo lo penasaran, langsung cek update-nya di @solo.menari, jangan sampe ketinggalan!
5. Klungkung Bali, Festival Semarapura, Paduan Tradisi dan Eco Friendly Life
Bali gak pernah absen kalo soal budaya. Dari 28 April sampe 1 Mei 2025, ada Festival Semarapura di Klungkung yang udah jalan tahun ketujuh! Temanya “Nayaka Maetala Udayana”—intinya sih tentang kebangkitan tanah kelahiran lewat pemimpin bijak, tapi dibawain dengan cara yang fun dan modern.
Lo bisa nikmatin tari Baris Jangkang yang legend banget, liat Fashion Show kain tenun Klungkung, dan jajan di Pesinggahan Culinary Show. Poin plus-nya? Acara ini bebas plastik sekali pakai! Jadi lo bukan cuma seneng-seneng, tapi juga bantu bumi jadi lebih bersih. Follow @klungkung_tourism buat info lengkapnya ya!
Lo Siap Ngegas April Ini? Biar Gak Cuma Scroll IG Tapi Ikutan Eksis di Lapangan!
Udah jelas kan, April 2025 ini gak bakal ngebosenin? Dari yang suka budaya, makanan, sampai fashion—semuanya ada di Karisma Event Nusantara. Lo tinggal pilih mana yang paling cocok sama vibe lo. Jangan cuma jadi penonton di medsos, tapi ikut hadir dan rasain langsung hype-nya. Yuk jadi bagian dari movement kece ini. Siapa tau lo bisa nemu inspirasi baru atau bahkan jodoh di festival. Cieee~ (Sumber Foto @ikmahb__)
...moreTripTrus.Com - Yo, tahun baru udah deket nih! Gimana kalo lo nggak ikut-ikutan nonton kembang api atau makan malam biasa aja? Coba deh tahun ini coba ngerayainnya dengan cara yang beda, kayak naik gunung! Lo nggak perlu jadi pendaki pro kok, ada banyak gunung kece yang bisa lo jajakin, apalagi buat yang masih newbie. Gue udah siapin 5 rekomendasi gunung seru buat lo yang pengen punya pengalaman tahun baru yang nggak biasa. Yuk, simak!
1. Gunung Andong
Lo yang baru pertama kali mau coba hiking, Gunung Andong di Magelang bisa jadi pilihan pas banget. Ketinggiannya 1.726 mdpl dan jalurnya tuh nggak terlalu susah. Lo bakal dapet pemandangan keren banget, apalagi pas sunrise. Dijamin, bakal bikin lo merasa seperti di dunia lain!
2. Gunung Sikendil
View this post on Instagram
A post shared by Irfan (@muhamadirfan_01)
Sunrise di Gunung Sikendil ini juara banget, bro! Ketinggiannya cuma 1.800 mdpl, jadi buat lo yang belum berpengalaman mendaki, pasti nggak bakal kesulitan. Selama perjalanan, lo bakal disuguhi pemandangan pegunungan yang keren banget, apalagi kalo lo lagi liburan tahun baru di sana. Bener-bener, deh, suasananya bikin hati adem!
3. Gunung Prau
Gue rekomendasiin banget buat lo yang pengen liat sunrise kece, Gunung Prau harus banget ada di list lo. Ketinggiannya 2.590 mdpl, dan jalurnya tuh gampang banget! Pendakian nggak bakal makan waktu lama, jadi cocok buat pemula yang pengen nyobain tantangan pertama naik gunung. Ditambah lagi, sunrise di sini tuh paling killer, bro!
[Baca juga : "5 Tips Biar Liburan Akhir Tahun Lo Lancar Dan Aman Di Jalan!"]
4. Gunung Bismo
Gunung Bismo yang ada di Wonosobo ini punya ketinggian 2.365 mdpl, dan cocok banget buat lo yang pengen hiking sambil nikmatin udara segar dan kesejukan. Jalur pendakian lewat Sikunang cuma butuh sekitar 2 jam, jadi nggak terlalu berat buat lo yang baru nyoba. Sepanjang perjalanan, lo bakal dimanjain dengan pepohonan rindang, bikin suasana makin adem!
5. Gunung Pakuwaja
Kalo lo pengen liat pemandangan keren perbukitan Dieng, Gunung Pakuwaja di Wonosobo bisa jadi spot yang kece banget. Dengan ketinggian 2.421 mdpl, pendakian menuju puncak cuma butuh 1,5 jam. Selain pemandangan Dieng yang hijau, lo juga bisa liat gunung-gunung besar kayak Sindoro dan Slamet dari kejauhan. Ini bakal jadi momen tahun baru lo yang nggak terlupakan!
Gue yakin lo nggak bakal nyesel deh ngerayain tahun baru dengan cara yang beda kayak gini. Naik gunung nggak cuma seru, tapi juga bisa bikin lo merasa lebih dekat sama alam dan dapet pengalaman yang bener-bener beda. Jadi, udah siap ngajakin temen-temen atau keluarga buat merayakan tahun baru di puncak gunung? Buruan pilih gunung yang lo suka, dan rasain sensasi liburan yang nggak bakal terlupakan! (Sumber Foto @ryanf_jr)
...more