shop-triptrus



Dari Tanah Beru ke Tujuh Samudra

Untuk Trip ke Tanjung Bira, klik di: http://triptr.us/Ba   TRIPTRUS - Suku Bugis dan Makassar terkenal akan ketangguhan mereka di laut. Dengan Pinisi, mereka mengarungi tujuh samudra. Di Tanah Beru, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, pembuatan Pinisi sudah dilakukan secara turun temurun. Hampir semua pria yang ada di Tanah Beru bekerja sebagai pembuat perahu pinisi. Perahu buatan para pengrajin ini bahkan sudah dikenal ke seluruh dunia. Kisah awal pembuatan pinisi berasal dari legenda yang menceritakan sebuah kapal yang terpecah jadi tiga bagian di desa Ara, Tanah Beru, dan Lemo-lemo. Legenda ini menjadi pemersatu ketiga desa tersebut, yaitu dengan bekerjasama mereka dapat menaklukkan lautan. Kapal pinisi terbagi menjadi dua jenis, Lamba atau lambo. Kapal pinisi modern berukuran besar ini lebih populer dan menggunakan tenaga motor sebagai penggerak – selain layar. Jenis lain adalah Palari, yang berukurang lebih kecil dan banyak digunakan sebagai kapal nelayan. Yang unik dari pembuatan pinisi adalah, meski kapal dibuat di Tanah Beru, tapi tidak ada satupun pria dari desa itu yang berlayar dengan pinisi. “Tugas” itu diserahkan kepada para pelaut dari Tanjung Bira. Sementara dari desa Lemo, kebanyakan bertindak sebagai pemodal pembuatan kapal pinisi. Kini, pinisi tidak terbatas pada penggunaan sebagai kapal dagang atau kapal nelayan. Banyak pesanan pinisi datang dari luar negeri. Dan di Tanah Beru Anda bisa melihat beberapa orang asing yang berlibur menikmati pantai pasir putih di Tanjung Bira, sekaligus melihat perkembangan pembuatan kapal yang mereka pesan.
...more

10 Spot Menarik AADC2 di Yogyakarta

TripTrus.Com - Beberapa hari terakhir, dunia perfilman Indonesia menjadi buah bibir. Film Ada Apa Dengan Cinta 2 yang sudah tayang di Bioskop-bioskop seluruh Indonesia merupakan film yang ditunggu-tunggu. Film lanjutan dari film sebelumnya "Ada Apa Dengan Cinta" ini sangat menarik untuk dinikmati. Selain alur cerita tentang kisah cinta antara Rangga dan Cinta, film ini juga mengambil spot shooting di Yogyakarta yang notabene merupakan Kota Wisata. Dengan setting Kota Yogyakarta tanpa sadar juga mengajak kita sebagai penonton untuk bisa mengexplorasi spot-spot unik di kota ini. 10 spot yang menjadi setting film ini pastinya akan lebih ngehits lagi di kalangan traveler. Banyak yang bilang spot-spot tersebut sangat instagram-able. Di bawah ini, 10 spot film Ada Apa Dengan Cinta 2 di Yogyakarta, yang mungkin bisa jadi referensi sebagai destinasi wisata kalian. Sumber Foto: aadc2.com 1.    Restoran Bu Ageng. Jl. Tirtodipuran 13, Yogyakarta.Warung Bu Ageng sudah layaknya jadi tujuan wisata kuliner Yogyakarta. Dikenal dengan masakan omah, Warung Bu Ageng ini ternyata milik dari Ibunya Butet Kertaradjasa, seniman sekaligus budayawan Indonesia. Warung yang dibuka sejak tahun 2011 ini menawarkan menu yang akrab di lidah orang jawa. Dengan harga yang cukup terjangkau, Warung Bu Ageng cukup jadi referensi wisata kuliner Yogyakarta2.    Kota Gede Sumber Foto: aadc2.com Kota Gede diambil dari nama kawasan lama Kota Gede, terletak di perbatasan dengan Kabupaten Bantul di sebelah selatan. Semula Kota Gede merupakan Ibu Kota Kesultanan Mataram. Kota Gede terkenal dengan sentra kerajinan perak yang terletak di Jalan Kemasan. Destinasi wisata lain Kota Gede terdapat Komplek Makam Raja Mataram, Reruntuhan Benteng, Rumah Tradisional Jawa, Masjid Agung Kota Gede dan Pasar Tradisional Kota Gede. 3.    Istana Ratu Boko Sumber Foto: aadc2.com Istana Ratu Boko merupakan situs purbakala yang merupakan kompleks sejumlah sisa bangunan yang berada kira-kira 3km di sebelah selatan dari kompleks Candi Prambanan. Dengan luas sekitar 25ha dan terletak di di sebuah bukit pada ketinggian 196mdpl. Pemerintah pusat sekarang memasukkan kompleks Situs Ratu Boko ke dalam otorita khusus, bersama-sama dengan pengelolaan Candi Borobudur dan Candi Prambanan. 4.    Bukit Punthuk SetumbuEksotisme sunrise berlatar belakang Gunung Merapi Merbabu dan Candi Borobudur, tidak heran jika Bukit Punthuk Setumbu menjadi spot terbaik untuk menikmati sunrise. Bukit setinggi kurang lebih 400mdpl yang terletak di gugusan Pegunungan Menoreh.5.    Rumah Doa Bukit Rhema, Dusun Gombong-Desa Kembanglimus. Tidak jauh dari Bukit Punthuk Setumbu terdapat bangunan tua dengan bentuk unik menyerupai burung dara. Masyarakat sekitar biasa menyebutnya dengan sebutan Gereja Ayam/Gereja Manuk-manukan atau Gereja Merpati. Menurut cerita bangunan ini diperuntukan untuk berdoa dan sebagai pusat rehabilitasi narkoba. Dengan kondisi saat ini, bangunan ini menyimpan kemegahan sekaligus aura mistis. 6.    Sellie Coffee. Jl. Gerilya 822, Prawirotaman II.Pertumbuhan tempat nongkrong di Yogyakarta semakin pesat, banyak cofee shop bermunculan di kota ini. Salah satu diantaranya yaitu Sellie Coffee, Coffee Shop ini tampak menarik dengan interior berkonsep jadul. Untuk harganya sendiri, Sellie Coffee tidak terlalu mahal. Jadi kalau sedang liburan di Yogyakarta, bisa mampir dan menikmati seduhan kopi di sini. 7.    Klinik Kopi. Jl. Kaliurang Km 7, Sinduharjo-Sleman.Ketika kalian mengunjungi Klinik Kopi, kalian tidak hanya bisa menikmati kopi dengan cara seduh yang berbeda. Lebih dari itu, klinik kopi merupakan tempat asik untuk berbicara tentang kopi. Tidak ada menu pasti di sana, jika hendak memesan silakan berbica langsung dengan Baristanya. Walau berlokasi di tengah ramainya daerah Gejayan, Yogyakarta, atmosfir klinik ini seperti berada di tengah hutan jati.8.    Sate Klathak Pak Bari. Jl. Kedaton, Pleret-BantulAda yang bilang jika berkunjung ke suatu kota atau daerah tidak lengkap rasanya tidak mencicipi kuliner khasnya. Sate Klathak adalah sate kambing yang dibakar di atas bara api yang dihasilkan dari batu bara. Tidak hanya gudeg yang menjadi khas Yogyakarta, sate klathakpun bisa jadi kuliner alternatif jika berkunjung ke Kota Istimewa ini.9.    Pantai ParangkusumoKonon menurut cerita, Pantai Parangkusumo adalah pantai yang dikeramatkan oleh masyarakatnya. Masyarakat Yogyakarta hingga kini masih meyakini ada hubungan spesial antara Keraton Yogyakarta dengan penguasa pantai selatan, Nyi Roro Kidul. Meskipun hanya cerita turun menurun, masyarakat masih melakukan semedi di Pantai Parangkusumo.10.    GreenHost Hotel. Jl. Prawirotaman II No 629, Brontokusuman.Berlokasi di Jl. Gerilya atau dikenal juga sebagai Jl. Prawirotaman II, penginapan ini menawarkan konsep ramah lingkungan. Hotel ini sangat memanfaatkan lorong-lorong untuk menanam sayuran. Dengan konsep tersebut dapat dipastikan menginap di GreenHost Hotel bisa membuat liburan semakin menyenangkan. (Sumber: Artikel Amieykha Foto aadc2.com)
...more

Sensasi Perpaduan Kopi, Kuliner, dan Wisata Merapi

TripTrus.Com - Ternyata ada keterkaitan antara kopi, kuliner, dan wisata. Buktinya, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), melirik Kedai Kopi Merapi di Dusun Petung, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan. Tak main-main memang, kedai kopi itu dijadikan potensi wisata kuliner yang prospektif di daerah tersebut karena diminati wisatawan mancanegara dan nusantara. "Kedai Kopi Merapi ini sangat potensial menjadi wisata kuliner minat khusus andalan di Kabupaten Sleman," ucap Kepala Dinas Pariwisata, Kabupaten Sleman, Sudarningsih, di Sleman, Jumat, 20 April 2018, dilansir Antara.       View this post on Instagram Kopi adalah media . . #kedaikopimerapi #kopimerapi #jogja #bukantraveler #enjoythefreedom A post shared by vanz (@van_iponkz) onJul 18, 2018 at 2:26am PDT Menurutnya, Dinas Pariwisata berkomitmen untuk terus mempromosikan Kedai Kopi Merapi ini sebagai potensi wisata kuliner andalan di Kabupaten Sleman. "Wisatawan di lereng Merapi di kawasan Kaliurang maupun Lava Tour Cangkringan dapat menikmati kopi khas lereng Gunung Merapi di kedai ini setelah menikmati suasana alam dengan jip wisata Merapi," katanya. [Baca juga : "Begini Kolaborasi Petani Kopi Robusta Dengan Dinas Pariwisata"] Ia menjelaskan, saat ini Kopi Merapi sudah banyak dikenal di masyarakat luas baik lokal Sleman, DIY, luar daerah, hingga mancanegara. "Bahkan, saat ini, Bupati Sleman Sri Purnomo sedang mempromosikan kopi Merapi ini di Finlandia karena negara tersebut tertarik dengan rasa maupun keunikan kopi Merapi," katanya. Pengelola Kedai Kopi Merapi, Sumijo mengatakan, saat ini, pengunjung di Kedai Kopi Merapi sudah mulai ramai didatangi berbagai kalangan. "Ada dari masyarakat biasa, pejabat, pengusaha, selebritas, dan kalangan artis banyak yang berkunjung ke sini," ujarnya. Awal Mula Desa Wisata Kopi Rata-rata dalam satu bulan pengunjung di Kedai Kopi Merapi ini mencapai 10 ribu lebih. Sedangkan yang paling ramai biasanya pada akhir pekan dan musim liburan. "Kalau omzet per bulan bisa mencapai Rp 180 juta dari penjualan minuman kopi, bubuk kopi, berbagai makanan khas Merapi maupun suvenir," Sumijo memaparkan. Awal mula kedai kopi berdiri, yakni dari usaha perkebunan kopi yang banyak digeluti masyarakat Dusun Petung sebelum erupsi Merapi pada 2010. "Dusun Petung awalnya memang disiapkan sebagai desa wisata kopi karena memang dusun ini ada kebun kopi. Kemudian, kami berinisiatif untuk mendirikan kedai kopi," katanya. Rintisan Desa Wisata Petung sebelum sempat dibuka, kedai tersebut sudah ada terlebih dahulu sebelum terkena bencana erupsi Merapi 2010 yang menghancurkan bangunan kedai maupun kebun kopi di daerah ini. "Setelah erupsi kami bersihkan semua. Baru dibuka lagi pada 2012. Seiring berjalannya waktu, Kopi Merapi semakin dikenal dan disukai masyarakat," ucapnya. Pengelola Kedai Kopi Merapi akan terus membuat inovasi-inovasi untuk menarik wisatawan. Satu di antaranya akan membuat destinasi wisata baru dengan konsep Wisata Edukasi Kopi. Nantinya, wisatawan akan diajak melihat proses pembuatan kopi mulai dari budi daya, pengolahan hingga teknik penyeduhan kopi. "Nanti pengunjung bisa camping, outbound, dan tracking dengan tema kopi," katanya. (Sumber: Artikel-Foto liputan6.com)
...more

Festival Nusantara September 2025, Gaskeun Explore Budaya & Kreativitas Lo! Batch 1

TripTrus.Com - Bro-Sis traveler, September 2025 bakalan super ramai sama festival kece dari Sabang sampe Merauke (oke, versi fokus Sumatera & Jawa dulu nih!). Dari Muara Enim, Semarang, Solo, Gorontalo, Sawahlunto, sampe Wakatobi, tiap kota siap nge-boost vibes traveling lo dengan budaya, seni, kuliner, fashion, sampe adventure laut. Bayangin, lo bisa ngegas keliling Indonesia dalam satu bulan, dapet feed IG super aesthetic, sambil ngerasain tradisi autentik yang gak bakal lo nemuin di mall atau timeline sosmed biasa. Jadi, siapin kamera, outfit kece, dan open mind buat marathon festival paling hits tahun ini! Karang Asam Festival – Muara Enim (03-07 September 2025) Pertama-tama, Bro-Sis, kita mulai dari Sumsel dengan Karang Asam Festival 2025. Dengan tema “Labyrinth of Culture”, lo bakal diajak nyemplung ke perjalanan budaya yang super seru. Dari tradisi gotong royong sampe aksara lokal, semua dikemas kreatif abis. Lo gak cuma nonton, tapi ikut ngerasain vibe komunitas lokal yang hangat. Plus, festival ini mendukung UMKM dan ekonomi warga—jadi selain healing, lo juga ikut bantu masyarakat sekitar. Bayangin aja, feed IG lo auto kece sambil dapet ilmu soal budaya lokal yang jarang banget lo explore! Festival Kota Lama – Semarang (04-14 September 2025) Lanjut ke Semarang, Bro-Sis! Festival Kota Lama hadir dengan tema “Heritage in Diversity”, ngajak lo throwback ke masa lalu tapi tetep kekinian. Bayangin jalan di lorong kota tua yang hidup dengan musik jalanan, jazz performance, teater, sampai seni kontemporer. Semua gedung tua disulap jadi panggung kreatif, ditambah kuliner khas Pasar Sentiling yang bikin lo kenyang sambil ngerasain nostalgia rasa masa lalu. Dari fashion show tradisional + modern, sampe art installations, festival ini ngajarin lo kalau heritage bisa hidup bareng inovasi kekinian. Solo International Performing Arts (SIPA) – Surakarta (04-06 September 2025) Di Solo, Bro-Sis, ada SIPA 2025, festival seni internasional yang vibes-nya bener-bener global tapi rooted di budaya lokal. Di Pamedan Pura Mangkunegaran, lo bakal disuguhin musik, tari, dan teater kontemporer dari seniman lokal maupun internasional. Lo gak perlu ngerti bahasanya, karena seni itu bahasa universal—langsung nyampe ke hati. Plus, festival ini hybrid, jadi lo bisa dateng langsung atau ikutan online. SIPA bukan cuma nonton performance, tapi pengalaman seni yang bikin lo connect sama dunia dan budaya Indonesia sekaligus. Gorontalo Karnaval Karawo – Gorontalo (05-07 September 2025)       View this post on Instagram A post shared by Pesona Indonesia (@pesona.indonesia) Bro-Sis, di Gorontalo, sulaman tradisional Karawo siap jadi spotlight fashion internasional. Karnaval Karawo 2025 bikin jalanan kota jadi runway raksasa, dengan model lokal dan masyarakat setempat pamerin outfit Karawo modern. Musik, tarian, dan parade bikin kota rame abis. Selain itu, UMKM lokal tampil juga, jadi lo bisa hunting produk autentik sambil support ekonomi kreatif masyarakat. Festival ini buktiin kalau budaya lokal bisa eksis, trendy, dan Instagramable sekaligus. [Baca juga : "Napak Tilas Ke TPU Karet Bivak, Dari Kebun Karet Ke Rumah Abadi Para Pahlawan Kemerdekaan"] Festival Payung Indonesia – Surakarta (05-07 September 2025) Masih di Solo, ada Festival Payung Indonesia yang bikin ribuan payung artistik jadi panggung seni visual. Lo bisa foto puas sambil nonton pertunjukan musik, tari, teater, bahkan fashion show yang semua dikaitin sama tema payung. Ada juga workshop kreatif buat lo yang pengen turun tangan bikin karya sendiri. Festival ini mempersatukan budaya dari berbagai daerah, bahkan tamu internasional hadir. Jadi lo gak cuma cuci mata, tapi juga connect sama komunitas kreatif Indonesia dan dunia. Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCa) – Sawahlunto (06-07 September 2025) Bro-Sis, Sumbar gak mau kalah, karena SISSCa 2025 siap ngebawa lo ke karnaval songket sepanjang 950 meter! Dari pameran UMKM, seminar pakar songket Asia Tenggara, lomba melukis payung, sampai fashion show designer nasional & internasional, semuanya gratis dan super Instagramable. Lo bakal jadi bagian dari legacy songket Silungkang, belajar filosofi motif, teknik tenun, dan dapet pengalaman budaya yang elegan plus hits abis. Festival ini buktiin kalau heritage bisa tetep trendy dan meaningful kalau dieksplore dengan gaya kekinian. Wakatobi Wonderful Festival and Expo (Wakatobi WAVE) – Wakatobi (09-14 September 2025) Bro-Sis, siapin diri buat vibes laut yang epic! Wakatobi Wave bikin laut biru jadi panggung parade kapal hias, tarian adat pesisir, sampai lomba diving underwater. Selain healing, festival ini jadi ajang promosi budaya maritim Indonesia ke dunia. Lo juga bisa jelajahin expo kuliner seafood, kerajinan tangan, dan produk UMKM lokal. Malamnya? Ada musik, tari modern + tradisi, dan lighting show yang bikin malam Wakatobi makin hidup. Ini paket lengkap: wisata bahari, budaya, kuliner, dan adventure sekaligus! Rang Solok Baralek Gadang – Solok (10-13 September 2025) Terakhir, Bro-Sis, ke Sumbar lagi buat RSBG 2025. Sawah hijau jadi panggung megah penuh warna untuk parade budaya, fashion show etnik, kuliner khas Minang, dan hiburan musik lokal. Lo bakal ngerasain vibes kebersamaan masyarakat Solok yang hangat, throwback ke akar budaya sambil tetep fun dan kekinian. Fashion show di sawah + kuliner tradisional bikin pengalaman lo unik banget. Ini bukan sekadar festival, tapi simbol syukur, kreatifitas, dan kebersamaan yang jarang lo temuin di tempat lain. Bro-Sis traveler, September 2025 tuh bukan sekadar bulan biasa—ini paket marathon festival Indonesia! Dari budaya, seni, fashion, kuliner, sampai adventure laut, semua nyatuin pengalaman unik yang bikin feed IG lo auto estetik dan hati lo penuh cerita. Jadi jangan cuma scroll timeline, gas langsung ke event-event ini, bikin memories, dan rasain sendiri vibes budaya, kreativitas, dan kebersamaan maksimal di negeri kita! (Sumber Foto @fendhy82)
...more

5 Destinasi Wisata Bangunan Bersejarah di Jakarta Yang Instagramable Banget!

TripTrus.Com - Sebagai Ibu Kota Indonesia, Jakarta menjadi salah satu magnet tersendiri untuk dikunjungi oleh para traveller. Di kota metropolitan ini, kamu tak hanya bisa menikmati pemandangan gedung gedung pencakar langit saja, namun kamu juga bisa menikmati ragam wisata yang ada. Seperti salah satunya wisata bangunan bersejarah yang sangat seru untuk dijelajahi. "Selain bersejarah, bangunan bersejarah ini pun terkenal sebagai destinasi yang murah dan mempunyai spot yang Instagramable banget." Jadi, kamu nggak perlu takut isi dompet akan terkuras dan tentunya masih tetap bisa mengabadikan momen dengan background yang ciamik. Penasaran dengan destinasi tersebut? Berikut 5 destinasi wisata bangunan bersejarah di Jakarta yang Instagramable! 1. Museum Fatahillah   Hari ini berkunjung ke museum Fatahila dengan tiket masuk 5K untuk dewasa 2K untuk pelajar atau anak anak kita dapat melihat sejarah Batavia Ayo jelajah museum #arch #architecture #bangunanbersejarahindonesia #cityscape #iphoneography #iphonephotography #instacanvas #hdr #hdrama #hdrphoto #jakarta #jakartaphotoclub #kotatua #museum #museumfatahillah #snapseed #urbanlandscape #urbanphotography A post shared by Pri A (@pria16) onJan 6, 2018 at 8:55pm PST Museum Fatahillah yang memiliki nama resmi Museum Sejarah Jakarta, merupakan sebuah museum yang terletak di Kawasan Kota Tua Jakarta. Gedung yang awalnya adalah balai kota Batavia ini dibangun pada tahun 1707-1712 atas perintah Gubernur Jendral Joan Van Hoorn dan menyerupai Istana Dam yang berada di Amsterdam. Museum ini terdiri atas bangunan utama dan beberapa bagian lainnya yang mempunyai fungsi masing-masing pada masanya. Dan kini, Museum Fatahillah dijadikan sebagai museum bersejarah yang memiliki banyak acara reguler serta acara lainnya untuk menghidupkan kembali kehidupan serta aktivitas-aktivitas di sekitarnya. Mulai dari menampilkan banyak tarian, peragaan busana, parade mobil vintage, festival makanan, dan lain-lain. Tak hanya itu, di sini kamu juga bisa menemukan banyak spot foto terbaik dengan bertemakan old & vintage. Banyak dari masyarakat Jakarta atau luar Jakarta yang datang untuk foto pre-wedding, foto buku tahunan, atau sekedar berfoto dan bermain di museum ini. 2. Museum Bahari   Kids loves to seek unusual knowledge, they love the museum #maritimemuseum #kotatuajakarta A post shared by Diana Marcella (@marcella_diana) onJan 4, 2018 at 3:46pm PST Museum Bahari merupakan museum yang menyimpan banyak koleksi yang berhubungan dengan kebaharian dan kenelayanan bangsa Indonesia dari Sabang hingga Marauke. Museum ini berlokasi di seberang Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta. Bangunan ini dulunya adalah gudang yang berfungsi untuk menyimpan, memilih dan mengepak hasil bumi, seperti rempah-rempah yang merupakan komoditi utama VOC yang sangat laris di pasaran Eropa. Museum Bahari menyimpan 126 koleki benda-benda sejarah kelautan. Terutama kapal dan perahu-perahu niaga tradisional. Di antara puluhan miniatur yang dipajang terdapat 19 koleksi perahu asli dan 107 buah miniatur, foto-foto dan biota laut lainnya. Buat kamu yang tertarik dengan wisata bahari, rasanya kamu wajib ke sini untuk mengenal sejarah bahari lebih dalam. Dan tentunya kamu masih bisa berfoto-foto dengan banyaknya spot yang instagramable! 3. Galangan VOC   Selemah-lemah manusia ialah orang yg tak mau mencari sahabat . ----------- ----------- 📷 by : me if. ka @tamagraph thks to @kitaina.id and @jktgoodguide 🎉 . . . . #shotoniphone #explorejakarta A post shared by #CANGKIRSEBE (@madmusss) onSep 29, 2017 at 6:38am PDT Galangan VOC masih ada di Kawasan Kota Tua Jakarta, tepatnya di dekat Pelabuhan Sunda Kelapa. Bangunan yang pernah digunakan sebagai kantor pusat kegiatan perusahaan dagang Hindia Belanda, VOC ini diperkirakan dibangun pada tahun 1628. Dulunya, galangan kapal ini dijadikan tempat menyimpan dan memperbaiki kapal-kapal besar yang akan berlayar ke perairan terbuka selama berbulan-bulan atau bahkan tahunan. Selain kapal besar, terdapat pula kapal-kapal kecil yang dibuat di sini. Pada masanya, Galangan VOC menjadi suatu bandar terpenting di Asia dan pendukung bagi jaringan niaga sedunia yang menggunakan kapal layar. Galangan VOC sempat direncanakan ingin dirubuhkan, namun rencana tersebut tidak terlaksana karena bangunan ini merupakan cagar budaya. Dan konon katanya, bangunan ini sekarang jadi restoran. Penasaran dengan setiap sudut bangunan ini? Langsung aja kunjungi dan cari spot terbaik untuk foto! 4. Pelabuhan Sunda Kelapa   kalo jalan sama anak lakik ya gini, manjat manjat 😆😆 . . . . . . . . . in frame: @carlosteezo @axel_naga @kevinsinaga7 . . . . . . . #harbour#harbourlife#harbourcity#port#citylife#dock#coast#jakarta#jakartaphotography#portrait#lifeportrait#harbourviews#travel#explorejakarta#enjoyjakarta#whywhiteworks#InfoJakarta#scenery#urbancity#instajakarta#urbanphotography#urbanstyle#urbanexploring#urbanscape#streetphotography#container#petikemas#instajakarta#instadaily#pelabuhansundakelapa A post shared by Lulu Napitupulu (@carouselcaroline) onJan 7, 2018 at 7:48am PST Layaknya pelabuhan pada umumnya, di Pelabuhan Sunda Kelapa kamu dapat menikmati sisi bahari Indonesia. Pasalnya selain dapat mengambil foto dengan background laut maupun kapal-kapal yang bersandar, kamu juga bisa melihat aktivitas dan kegiatan nelayan serta warga sekitar yang sedang bekerja. Pelabuhan Sunda Kelapa memang menjadi daya tarik utama para traveller yang mengunjungi Kawasan Kota Tua Jakarta. Selain mendapat wisata bangunan bersejarah, di pelabuhan ini kamu juga bisa menyewa jasa sampan milik para nelayan. Dengan sampan yang disewakan ini, kamu dapat berkeliling sembari menikmati suasana yang ditawarkan Pelabuhan Sunda Kelapa. Biaya sewanya pun tergolong murah, sekitar 50 ribu rupiah saja. Dan kalau kamu pintar mengambil angle foto, kamu dapat mendapatkan banyak foto menarik, mulai dari suasana pantai utara Jawa, sisi unik kapal pinisi hingga aktivitas bongkar muat barang yang terjadi di sini. 5. Gedung Arsip Nasional   "Jangan mengharapkan bangsa lain respek terhadap bangsa ini, bila kita sendiri gemar memperdaya sesama saudara sebangsa, merusak dan mencuri kekayaan ibu pertiwi " - Bung Hatta - Like this quote #begrateful #godisgood #indonesiahebat #indonesianheritage #budayaindonesia #respectandhonor #iloveournation #iloveindonesia #museumarchitecture #gedungarsipnasional #unityindiversity #indonesiaberkarya #kitaindonesia #pedulibangsaku #portraitphotography #vintage #vintagephotography #indonesiantourism #artphotography #streetstyle #meninstyle #fashionman #instavsco A post shared by anggaborne (@anggaborn) onOct 18, 2017 at 4:38am PDT Gedung Arsip Nasional dibangun pada tahun 1760 oleh Reiner de Klerk (1710-1750), selain sebagai arsitek gedung ini Reiner de Klerk juga tercatat sebagai gubernur jendral VOC pada tahun 1777. Awalnya sebelum dijadikan museum, gedung ini berfungsi sebagai tempat peristirahatan Reyner de Klerk. Seiring berjalannya waktu, Gedung Arsip Nasional silih berganti fungsinya, mulai dari panti ashuan, Departemen Pertambangan, sampai yang terakhir dijadikan museum. Bahkan tak sedikit yang menjadikan Gedung Arsip Nasional sebagai tempat resepsi dan akad pernikahan. Dengan interior dan benda-benda antik di dalamnya, Gedung Arsip Nasional patut menjadi cagar budaya sejarah Indonesia. Dan tentunya, buat kamu yang hobi foto-foto bergaya old & vintage, gedung ini merupakan salah satu rekomendasi destinasi wisata bangunan bersejarah yang wajib kamu kunjungi. (Sumber: Artikel goersapp.com, Foto Amieykha)
...more

Peninggalan Pusat Kekuasaan Majapahit di Trowulan

Ikuti trip ke Trowulan di TripTrus: http://triptr.us/Bu TRIPTRUS - Nama Kerajaan Majapahit pada masa jayanya dikenal di seluruh penjuru Asia. Meski berkedudukan di Pulau Jawa, jangkauan kekuasaan Majapahit meliputi seluruh Asia Tenggara. Bahkan penguasa Mongol pada masa itu, Kubilai Khan, tidak berhasil membuat Majapahit bertekuk lutut. Sisa-sisa sepak terjang Kerajaan Majapahit yang terjadi lebih dari 700 tahun yang lalu, peninggalan pusat kekuasaan Majapahit dapat dilihat di Situs Trowulan dan Museum Majapahit.Trowulan yang berada di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, awalnya ditemukan oleh Gubernur Jawa, Sir Thomas Raffles pada tahun 1811. Reruntuhan kuno itu tersebar di area hutan luas yang membuatnya sulit untuk dieksplorasi. Selain itu, banyak peninggalan Majapahit yang dicuri oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Mulai dari segala jenis perhiasan, koin emas, tembikar, hingga batu bata, tidak luput dari penjarahan oleh para pencuri. Oleh karena itu, didirikanlah Museum Trowulan yang kali pertama berdiri pada tahun 1932 hasil rancangan Henri Maclaine Pont, seorang arsitek yang juga merancang Aula Institut Teknologi Bandung. Pemerintah Indonesia memugar museum itu pada awal tahun 1980-an dan meresmikannya pada tahun 1987.Situs Trowulan merupakan salah satu situs warisan dunia yang ditetapkan oleh badan internasional milik PBB, UNESCO, dengan tujuan untuk melindungi situs itu dari penjarahan dan menjaga pelestariannya. Dengan luas kurang lebih 100 kilometer persegi. Pada awal ditemukan, Trowulan dianggap sebagai area pemukiman para warga Majapahit. Namun belakangan ditetapkan bahwa Trowulan merupakan pusat kekuasaan Kerajaan Majapahit, setelah ditemukannya banyak peninggalan yang dapat mendukung argumen itu. Ditambah pula, penjelasan kitab Kakawin Nagarakertagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca. Trowulan sempat dihancurkan pada tahun 1478 saat Girindrawardhana berhasil mengalahkan Raja Kertabumi dan memindahkan ibukota Kerajaan Majapahit ke Daha (Kediri).Untuk berkunjung ke Trowulan juga tidak terlalu sulit. Dari Surabaya butuh waktu perjalanan sekitar 1 jam melewati rute Surabaya-Sidoarjo-Mojokerto. Trowulan berada di perlintasan Jalan Raya Surabaya-Jombang. Ciri khas desa Trowulan adalah banyaknya pengrajin batu, salah satu mata pencaharian masyarakat desa tersebut. Lalu untuk masuk ke situs Trowulan tidak ditarik biaya sama sekali. Tiap harinya ada ratusan orang yang mengunjungi Trowulan untuk bersembahyang, mengingat Kerajaan Majapahit dahulu menganut ajaran agama Hindu, hingga kini banyak umat Hindu yang datang karena mempercayai bahwa di situ adalah tempat persinggahan para dewa-dewa.Banyak yang bisa dikunjungi di situs Trowulan. Ada lima belas titik yang bisa TripTroops kunjungi. Misalnya Candi Wringin Lawang, yang konon adalah pintu gerbang Kerajaan Majapahit. Lalu ada Candi Tikus, berupa kolam yang di tengahnya ada sebuah candi kecil. Situs ini diberi nama Candi Tikus karena pada saat ditemukan pada tahun 1914, candi itu merupakan sarang bagi ribuan tikus. Tidak jauh dari Candi Tikus ada Kolam Segaran. Kolam ini bisa dibilang istimewa karena dahulu ini merupakan tempat pemandian bagi prajurit Majapahit dan tempat berekreasi para bangsawan. Kolam ini ditemukan Henry Maclaine Pont pada tahun 1926. Ada pula Gapura Bajang Ratu, yang oleh masyarakat setempat dikaitkan dengan legenda Raja Jayanegara yang ketika masa kecil terjatuh di gapura ini dan mengakibatkan cacat pada tubuhnya. Bajang Ratu sendiri berarti Raja yang kerdil atau cacat. Sekitar 10-15 menit perjalanan dengan kendaraan bermotor, dapat ditemukan Makam Putri Cempa. Makam yang bercorak bangunan Islam ini dipercaya sebagai makam salah satu istri atau selir raja Majapahit yang berasal dari Champa (Vietnam). Putri Cempa dikabarkan wafat pada tahun 1448 dan merupakan seorang muslimah yang menikah dengan salah seorang raja Majapahit yang berhasil dibujuk untuk memeluk agama Islam. Di salah satu bagian Situs Trowulan juga terdapat kompleks pemakaman Troloyo di Desa Sentonorejo yang di dalamnya terdapat beberapa batu nisan bercorak Islam. Makam-makam di Troloyo disebut sebagai pemakaman tertua bagi kaum muslim yang pernah ditemukan di Indonesia.Yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Trowulan adalah Museum Trowulan. Museum dengan luas 5,7 kilometer persegi ini menjadi tempat dipamerkannya berbagai koleksi dari hasil temuan di situs Trowulan. Saat ini museum itu lebih dikenal dengan nama Museum Majapahit dan juga menyimpan relik arkeologis dari berbagai situs arkeologi di Jawa Timur. Mulai dari zaman Raja Airlangga, Kediri, Singasari, dan tentunya Majapahit. Satu hal yang perlu diingat saat mengunjungi Situs Trowulan dan Museum Trowulan adalah agar tidak merusak lokasi atau benda-benda yang berada di sana. Photos courtesy of: Wikipedia
...more

Seleksi Gila-Gilaan! Enam Event Keren NTB Berjuang Untuk Masuk KEN 2024

TripTrus.Com - Bro, Kemenparekraf lagi seleksi event pariwisata keren di NTB, loh! Ada enam acara yang bakal dijuri, mau masuk atau dicoret dari KEN 2024. Macem-macem deh, kayak Pesona Bau Nyale, Perang Topat, Alunan Budaya Desa, Balonna Kertasari, Lebaran Topat, sama Rimpu Mantika. Reza Pahlevi, Direktur Event Daerah Kemenparekraf, bilang Perang Topat udah lolos seleksi. Ini gara-gara tradisi dan budayanya keren banget di Lombok Barat, dan katanya, ngaruh banget buat ekonomi masyarakat sekitar.       View this post on Instagram A post shared by Malik Ibrahim (@garagaramalik) Dia juga ngejelasin, kriteria seleksinya tuh pengunjungnya harus bisa diatur dengan baik, dan tradisi lokalnya kudu nendang. Yang paling penting, harus ramah lingkungan, guys! Tim yang ngejuri event pariwisata NTB tuh profesional abis. Harapannya sih, keenam event itu bisa masuk KEN 2024. [Baca juga : "Woles, Bro! Pariwisata 2024 Makin Naik, Ahli Bilang: Jangan Abaiin Waktu Endemi!"] Sementara itu, NTB targetin 5 juta kunjungan wisatawan tahun 2024, loh! Bukan main, dua kali lipat dari target 2023. Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata NTB, Mulki, ngomong target ini gak terlalu berat, apalagi dengan support gede dari Kemenparekraf. Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air juga udah mulai rame lagi setelah pandemi, katanya. Dari target 5 juta itu, 3 juta orang dari wisatawan mancanegara, dan 2 juta dari wisatawan lokal. Mulki bilang ini gampang karena udah ada 2 ribu turis asing setiap hari di tiga Gili. Optimis banget dia, nih! Jadi, yang jelas, kita doain aja supaya NTB bisa bikin event keren dan jadi destinasi hits tahun 2024. Mantap, kan? (Sumber Foto @perangtopat_lingsar) 
...more

Liburan Seru Dan Kece Di Pantai Indah Kapuk, Yuk Cek Aktivitasnya!

TripTrus.Com - Buat lo yang lagi cari alternatif liburan ga jauh-jauh dari Jakarta, Pantai Indah Kapuk (PIK) bisa jadi pilihan pas banget! Bukan cuma tempat nongkrong hits, PIK juga punya segudang aktivitas seru buat lo dan keluarga. Udah terkenal sebagai kawasan elite di Jakarta, PIK juga gampang banget dijangkau karena akses transportasinya lengkap, dari tol sampai TransJakarta. Bahkan, tahun ini PIK masuk Proyek Strategis Nasional lho! Langsung aja, ini dia beberapa aktivitas yang bisa lo cobain di PIK buat ngisi liburan. 1. Main Seru di Aloha PIK Kalau lo suka tempat yang vibes-nya tropical, Aloha PIK wajib banget didatengin! Tempat ini punya playground seru buat anak-anak, pantai pasir putih buat santai, dan food court buat lo yang mau kulineran. Dengan konsep ala Hawaii, spot ini super instagramable. Plus, yang paling penting, masuknya gratis dan buka tiap hari dari jam 10 pagi sampai jam 10 malam. 2. Nyantai di Pantai Pasir Putih PIK 2 Lo yang mau chill bisa ke Pantai Pasir Putih PIK 2. Pemandangannya keren banget, ada pasir putih yang bersih dan gedung-gedung megah di sekitar. Lo bisa jalan santai, sepedaan, atau sekadar nikmatin kuliner bareng keluarga di sini. Lokasinya di daerah Kamal Muara, Jakarta Utara, dan deket sama banyak spot hits lainnya di PIK 2. 3. Kulineran ala Chinatown di Pantjoran PIK       View this post on Instagram A post shared by @bubumaika Nah, kalau lo suka wisata kuliner, mampir ke Pantjoran PIK! Di sini ada banyak banget tenant makanan, baik yang halal maupun non-halal. Suasana dan dekorasi ala Tionghoa bikin lo serasa lagi di Chinatown asli, apalagi dengan dominasi warna merah dan adanya pagoda tertinggi di Jakarta yang jadi ikon tempat ini. [Baca juga : "Destinasi Seru Dan Anti Mainstream Di Jember Yang Mungkin Belum Lo Tau!"] 4. Main Skuter di Pantai San Antonio Lo suka aktivitas yang seru tapi santai? Coba main skuter di Pantai San Antonio! Ada lintasan panjang buat lo jalan-jalan atau main skuter, sepeda, bahkan mobil listrik kecil buat anak-anak sampai dewasa. Sambil jalan, lo bisa liat pemandangan laut dan mampir ke kafe-kafe di sekitar buat nyantai. 5. Nongkrong Keren di Cove at Batavia PIK Ini dia spot hits buat nongkrong ala anak muda, Cove at Batavia. Tempatnya didesain mirip area di Los Angeles, keren banget buat foto-foto! Di sini ada banyak tenant makanan dari pizza, burger, gelato, sampai seafood. Mending dateng sore-sore biar dapet view sunset yang epic banget langsung ke arah laut. Gimana, udah ada bayangan mau ngapain aja di PIK? Jangan lupa siapin outfit yang kece dan kamera buat foto-foto, karena setiap sudut di sini worth it banget buat diabadikan. Jadi, tunggu apa lagi? Langsung deh ajak temen, pacar, atau keluarga buat seru-seruan bareng di PIK! (Sumber Foto @jkt.spot) 
...more

Ribuan Lampion Hiasi Singkawang

TripTrus.Com  - Menjelang perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2018, ribuan lampion sudah mulai menghiasi Kota Singkawang. Ketua panitia Imlek dan Cap Go Meh Singkawang, Tjhai Leonardi mengaku akan memasang 10.000 lampion di Kota Singkawang.  "Saat ini kami sudah memulai menghias Kota Singkawang dengan lampion," katanya, Minggu.  Dia memastikan, Imlek dan Cap Go Meh tahun ini ada perbedaan pada hiasan seperti tahun-tahun sebelumnya di mana salah satu ikon Kota Singkawang yaitu Gapura Cap Go Meh yang akan didirikan dekat simpang BNI.    Lampu nya udah nyala... semakin cantik #lampion nya... 《01.02.2016》 #lampioncantik #imleksingkawang #ChineseNewYear2016 #nuansamerah A post shared by Multi Juniar Siahaan (@multisiahaan) onFeb 1, 2016 at 6:59am PST "Kemudian, di jalan-jalan protokol seperti di sepanjang jalan Pangeran Diponegoro ada hiasan 12 Shiau dengan lampion seni ukuran 2,5 - 3 Meter di mana pada malam hari lampunya akan menyala," ujarnya.  Imlek dan Cap Go Meh tahun ini juga akan diramaikan dengan pawai Kilin binatang langit yang paling tinggi setelah liong.  "Kemudian, ada reflika 9 liong naga dari kawan-kawan St Yosep Singkawang Group," ungkap dia.  Pengelola Rumah Makan Kampung Rawit tepi sawah ini juga memastikan Festival Cap Go Meh akan diikuti para tatung.  "Mereka (tatung) akan kita tata dengan rapi sehingga punya seni, indah dan enak ditonton," katanya.  Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan, berdasarkan hasil audiensi dia dengan Kementerian Pariwisata, bahwa pemerintah pusat sangat peduli dan mendukung kegiatan ini, bahkan akan mempromosikan event ini sampai tingkat nasional dan internasional. (Sumber: Artikel antaranews.com, Foto Paul Hessels)
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...