shop-triptrus



Sandiaga Ungkap Indonesia Tourism Fund Bakal Jalan Di 2024, Bikin Liburan Makin Keren!

TripTrus.Com - Buat kalian yang udah nunggu-nunggu jadwal liburan, ada kabar seru nih! Sandiaga Uno, si Menparekraf, mengumumin kalau Indonesia Tourism Fund (ITF) bakal diaktifin tahun depan. Jadi, liburanmu bisa makin asyik dan ekonomi makin kinclong, Bro! Rencananya, ITF ini jadi andalan buat melejitkan industri pariwisata kita. Sandiaga berharap ITF mulai ngejalanin misinya di kuartal kedua 2024. Rencananya, bakal ada dana sekitar Rp 2 triliun buat tahun depan, dan kabarnya bakal terus nambah seiring berjalannya waktu. Makin banyak duitnya, makin mantul dong liburannya! Nah, buat apa aja sih duit dari ITF ini? Bakal digunakan buat promosi wisata, branding negara, dan acara keren seputar pariwisata. Sandiaga bilang, setiap tahun bakal diajukan acara internasional apa yang bakal dikasih prioritas pake duit ITF ini. Buat ngatur duit ITF, Sandiaga janji bakal kolaborasi lintas kementerian. Kementerian Keuangan, BUMN, dan beberapa kementerian lainnya bakal turut andil. Trus, soal sumber duitnya, nanti dari pemerintah. Katanya sih, sektor pariwisata udah banjirin lebih dari Rp 200 triliun buat negara, jadi ini buat ngasih balik ke sektor pariwisata. Erick Thohir, yang jadi Menko Marves Ad Interim, bilang ide ITF ini keluar dari diskusi bareng-bareng sama Menparekraf dan menteri BUMN. Presiden Jokowi juga udah kasih restu buat ITF ini, lho! [Baca juga : "Bos-Bos Pariwisata Buka Suara Soal Rintangan Yang Menanti Di 2024"] Bicara soal event, Sandiaga ogah banget bikin acara yang cuma sepi manfaat. Contoh kasus MotoGP, dampak ekonominya bisa ngehasilin duit sampe Rp 4,5 triliun. Nah, nanti bakal ada seleksi ketat buat pilih event apa yang bakal dapet dukungan dari ITF. Trus, buat kalian yang udah nggak sabar pengen liburan di destinasi super prioritas, kayak Borobudur, Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang, kabarnya bakal ada dana tambahan sekitar Rp 1,2 triliun. Jadi, semoga bisa bikin destinasi-dedestinasi ini makin oke! Sandiaga juga nge-highlight soal konektivitas, yang lagi jadi pembicaraan serius. Kita bakal fokus ngehubungin 13 bandara yang jadi pusat peningkatan jumlah wisatawan, termasuk Komodo Internasional Airport di Labuan Bajo. Targetnya, 12-15 juta wisman tahun 2024. Wah, bakal rame banget nih! Jadi, semuanya bergerak ke arah positif, nih! Yuk, nantikan event-event keren hasil dukungan dari ITF. Semoga pariwisata kita makin unggul dan membuka banyak peluang baru, geng! (Sumber Foto @kemenparekraf.go.id) 
...more

Pulau Bintan, Andalan Baru Wisata Kepulauan Riau!

TripTrus.Com - Pulau Bintan? Mungkin di antara kita masih belum terlalu familiar dengan pulau ini. Pulau Bintan berada di Provinsi Kepulauan Riau. Beribukota di Tanjung Pinang,  keindahan Pulau Bintan membuatnya menjadi salah satu destinasi wisata yang tidak boleh terlewatkan jika berlibur ke Kepulauan Riau. Pulau Bintan juga memiliki Bandara Internasional yang diberi nama Bandara Raja Haji Fisabilillah yang sebelumnya bernama Bandara Kijang. Asal nama Bandara ini diambil dari nama tokoh pahlawan nasional kelahiran Riau. Dengan kehadiran bandara bertaraf internasional, bisa dibilang bahwa Pulau Bintan menjadi pesaing Pulau Batam. Bukan tanpa alasan, Pulau Bintan juga dipenuhi dengan banyak tempat wisata keren dan juga resort mewah. Bahkan di sekitar Pulau Bintan terdapat kurang-lebih 3ribuan pulau-pulau kecil lainnya. Jadi, Pulau Bintan bisa dijadikan daftar tempat liburan kalian. Berikut ini tempat-tempat menarik di Pulau Bintan yang bisa kalian jelajahi: 1. Pulau Penyengat Pulau ini dulunya bagian dari Kesultanan Johor. Di Pulau ini berdiri dengan megah Masjid Raya Sultan Riau. Menurut mitos, Masjid ini mampu menampung berapapun jamaah yang akan beribadah. Sebelum perahu bersandar, Masjid ini sudah terlihat jelas karena bewarna kuning dan hijau. Pembangunan Masjid memakan waktu hingga 40tahun dan menggunakan perekat yang terbuat dari putih telur. Selain terdapat masjid Raya Sultan Riau, di Pulau Penyengat juga terdapat makam-makam para raja, makam dari pahlawan nasional Raja Ali Haji, gudang mesiu, kompleks Istana Kantor dan benteng pertahanan di Bukit Kursi.  2. Pantai Trikora Bisa dibilang Pantai Trikora mirip dengan pantai-pantai di Pulau Belitung dengan bebatuan besarnya. Pantai Trikora merupakan pantai dengan garis terpanjang di pesisir timur Pulau Bintan. Batu-batu granit yang terhampar bisa menjadi objek foto yang bagus. Sejumlah pondok-pondok kecil bisa menjadi tempat melepas lelah sembari memandangi keindahan Pantai Trikora. 3. Treasure Bay Kalau ada yang bertanya di mana kolam renang terbesar di Asia Tenggara, kalian boleh menjawab dengan bangga “di Bintan”. Ya, kolam renang seluas 6.3hektar ini didesain tidak menyerupai kolam renang biasanya. Lebih mirip dengan lanskap tepi pantai dengan tepian yang landai. Dan tak sedikit yang bilang bahwa kolam renang ini adalah pantai buatan karena diisi dengan air laut. Selain berenang, kalian juga bisa menikmati aktifitas lain di Treasure bay seperti: Kayaking, Paddle Boarding, Speed Boat, Flyboard, Segway, Skuter Listrik dan masih banyak yang bisa dinikmati di sini. Treasure Bay juga memiliki petugas penyelamat yang siap siaga ketika dibutuhkan.  4. Vihara Avalokitesvara Selain memiliki kolam renang terbesar se-Asia Tenggara, Pulau Bintan juga memiliki Vihara terbesar se-Asia Tenggara loh. Katanya Pulau Bintan memiliki warga keturunan Tionghoa terbesar di Indonesia, jadi maklum kalau di Pulau Bintan sangat mudah dijumpai Vihara-vihara. Belasan patung Buddha akan menyambut ketika memasuki halaman Vihara. Selain itu, yang membuat Vihara ini istemewa adalah adanya patung Dewi Kuan Yin Phu Sha di dalam ruangan, berlapis emas dan diperkirakan seberat 40ton. Infonya, Vihara ini menjadi pusat belajar para Biksu yang datang dari Negara tetangga Malaysia dan SIngapura bahkan dari China. 5. Komplek Vihara Dharma Sasana Komplek Vihara yang dulunya dibangun oleh imigran dari China ini memiliki empat banguna utama. Ada 3 bangunan yang merupakan klenteng (Klenteng Fu De Zheng Shen, Kllenteng Tian Hou Sheng Mu, Klenteng Yuan Tien Shang) menghadap laut, dan bangunan ke-4 adalah Vihara Dharma Sasana itu sendiri. Selain patung Buddha, Dewi Kuan Im dan patung naga, yang unik dari Komplek Vihara Dharma Sasana adalah terdapatnya diorama Biksu Tong Samcong beserta murid-muridnya, Sun Go Kong (Kera Sakti), Wu Jing dan Cu Pat Kay. Kebanyakan pengunjung  Komplek Vihara Dharma Sasana berasal dari Malaysia dan Singapura. 6. Tugu Pensil Sebuah tugu yang dibuat sebagai simbol pemberantasan buta huruf dan penghargaan untuk Kepulauan Riau yang berhasil membebaskan daerahnya dari buta huruf. Untuk mempercantik Tugu Pensil, Pemerintah Kota Tanjung Pinang menyediakan berbagai fasilitas seperti: lapangan voli, jogging track, arena fitness, arena olahraga, kios kuliner, tulisan 'Tugu Pensil' besar dengan prasasti Gurindam 12 karya Raja Ali Haji, gazebo, dermaga kecil, arena bermain, toilet, akses langsung menuju pantai, dan taman. Tugu Pensil terletak di Jalan Haji Agus Salim ini berada di tepian pantai. Meskipun tidak memiliki tepian pantai berpasir, Tugu Pensil merupakan spot terbaik menikmati sunset di Kota Tanjung Pinang. 7. Akau Potong Lembu Banyak orang bilang, berkunjung ke kota lain tidak lengkap tanpa mengunjungi pusat kuliner dan menikmati kulinernya. Pulau Bintan memiliki Akau Potong Lembu, menjadi tujuan kuliner warga lokal maupun wisatawan luar kota. Entah untuk sekedar nongkrong minum kopi atau makan berat. Di Akau Potong Lembu tersedia beraneka ragam kuliner, dari yang halal dan tidak halal. Akau Potong Lembu memiliki ciri khas yakni menawarkan sajian makanan seafood segar, seperti ikan bakar, sop ikan, cumi-cumi dan Gong Gong. Jam operasionalnyapun terbilang singkat, dari jam 5 sore hingga 11 malam, dan disarankan tidak berkunjung pada saat hujan, karena area kuliner ini terbuka, tidak di dalam gedung. Menarikkan ke Pulau Bintan? Tunggu apalagi, jadikan Pulau Bintan sebagai destinasi liburan kalian selanjutnya!(Sumber: Artikel-Foto @Amieykha)
...more

Agustus Full Vibes: Festival Lokal Gak Main-Main, Bro-Sis Traveler Wajib Cek!

TripTrus.Com - Bro-sis traveler, lo udah nyadar belum sih kalo Agustus 2025 tuh bakalan jadi bulan paling rame vibes lokalnya? Sumpah, dari ujung barat sampe timur Nusantara, festival-festival kece udah ngantri buat manjain mata, perut, sama jiwa lo yang butuh healing tapi tetep pengen rooted sama budaya kita. Musik, budaya, makanan, plus pemandangan alamnya, semua dibungkus dalam satu paket yang Instagrammable dan pastinya worth banget buat dijadiin konten. Daripada lo cuma jadi silent viewer IG story temen, mending lo yang ambil peran utama. Coba deh start dari Festival Wowine 2025, ini tuh surganya pecinta tradisi NTT, bro-sis! Musik, tarian, dan kearifan lokalnya tuh bakal ngebikin lo makin cinta sama Indonesia. Nuansa adat yang masih kental dan keramahan warga lokal bikin lo serasa balik ke rumah nenek di kampung, hangat dan penuh kenangan. Abis itu, ada Tomohon International Flower Festival 2025 yang warnanya secantik vibe lo pas lagi liburan. Bayangin deh, lo jalan di tengah parade bunga warna-warni yang super niat dekorasinya. Cocok banget buat lo yang demen estetik dan punya jiwa flower child. Tomohon bener-bener bisa bikin feed lo naik level, plus udaranya adem pula! Lanjut ke Wolobobo Ngada Festival 2025, tempat di mana lo bisa menikmati seni budaya Ngada yang otentik. View-nya luar biasa sih, spot ini wajib lo masukin ke itinerary. Dari puncak bukit sampe suasana adatnya, semuanya terasa magis. Buat lo yang haus pengalaman baru, di sinilah tempat lo explore sisi eksotis Nusa Tenggara Timur.       View this post on Instagram A post shared by soulful ngada (@soulful.ngada) Kalo lo mau pengalaman budaya yang kuat, Festival Budaya Lembah Baliem 2025 bisa jadi jawaban. Bro-sis traveler, lo bakal liat langsung perang-perangan adat yang epic, lengkap dengan kostum dan tarian Papua yang gokil banget. Ini bukan festival biasa, ini sejarah hidup yang lo saksikan langsung. Beneran, priceless vibes! Gak mau jauh-jauh? Tenang, Tapin Art Fest 2025 di Kalimantan juga siap manjain lo dengan art performance kece, kuliner lokal, dan vibes kreatif anak daerah yang keren abis. Lo bisa nongkrong santai sambil nyicipin jajanan tradisional, terus lanjut nonton pameran dan pertunjukan seni yang anti mainstream. Nah, buat lo yang suka fashion, Jember Fashion Carnaval 2025 wajib lo gas! Parade busana megah dan unik yang gak kalah sama Met Gala. Outfit-nya tuh totalitas banget, bro-sis, dan semua elemen lokal dikemas jadi satu fashion show jalanan yang epic. Bisa jadi inspirasi OOTD lo juga lho! Terus, ada juga nih Festival Golo Koe di Labuan Bajo, tempat lo bisa menikmati keindahan Maria Assumpta dan budaya lokal Flores dalam satu festival yang sakral tapi tetap meriah. Spot ini pas banget buat lo yang nyari ketenangan spiritual tapi juga pengen explore Labuan Bajo beyond Komodo. Festival Rote Malole 2025 juga gak kalah keren, bro-sis! Di sini lo bakal dimanjain sama pantai indah, budaya lokal yang kuat, dan vibe chill yang jarang lo temuin di tempat lain. Buat lo yang pengen escape dari hiruk-pikuk kota, Rote tuh tempat healing yang sesungguhnya. [Baca juga : "Explore Banten Lama: Surga Sejarah & Religi Buat Lo Yang Mau Healing Plus Belajar!"] Kalo lo demen yang berbau air, jangan skip Festival Perahu Bidar Tradisional 2025! Balap perahu khas Palembang ini seru banget, bro! Musik, teriakan semangat tim, dan air yang ciprat-ciprat bikin adrenaline lo naik. Dan yes, cocok banget buat konten cinematic slowmo lo! Abis itu ada Gili Festival 2025 di Lombok yang vibes-nya santai tapi tetep hidup. Lo bisa explore underwater life, nikmatin live music di pantai, dan makan seafood segar sampe puas. Kombinasi laut, musik, dan sunset tuh beneran ngebikin lo lupa deadline. Buat lo yang cinta tradisi, Pacu Jalur Tradisional 2025 di Riau tuh harus masuk bucket list! Lomba perahu panjang dengan iringan musik khas ini gak cuma seru, tapi juga penuh nilai sejarah. Lo bisa belajar banyak sambil menikmati suasana meriah ala kampung halaman. Ada juga nih Festival Budaya Sa Ijaan: Magic From The Sea 2025 yang ngasih lo experience budaya pesisir Kalimantan Selatan. Musik laut, tari-tarian magis, sampe ritual tradisional bikin festival ini beda dari yang lain. Bro-sis, ini tuh literally magic vibes dari laut! Buat pecinta beat dan ritme, Aceh Perkusi 2025 bakal bikin jantung lo berdebar seneng. Di sini lo bisa nikmatin pertunjukan alat musik pukul tradisional Aceh yang megah. Bener-bener jadi experience sound lokal yang powerful dan susah dilupain! Lo tim sweet tooth? Wajib hadir ke Jakarta Dessert Week 2025! Dessert kekinian dari banyak toko hits ngumpul semua di sini. Lo bisa nyobain kreasi manis dari yang lokal sampe fusion yang unik banget. Cocok buat update IG Story sambil jajan lucu! Dan terakhir nih, jangan lupa mampir ke West Java Festival 2025! Jawa Barat tuh selalu punya cara unik buat nunjukin budayanya, mulai dari musik, kuliner, sampe pertunjukan seni lokal yang bikin lo makin cinta sama tanah Sunda. Nah bro-sis traveler, tunggu apalagi? Jangan sampe momen sekali setahun ini lo lewatin cuma karena nunda-nunda. Cus lah atur jadwal, kumpulin circle, dan siapin mental buat eksplor semua vibes lokal kece ini. Hidup cuma sekali, jangan cuma scrolling—sekarang giliran lo yang update konten epic dari tiap penjuru Nusantara bareng TripTrus! (Sumber Foto @bagusrizkif)
...more

Traveling Hemat Bersama JKTjalanjalan

TripTrus.Com - Dalam melakukan perjalanan wisata, umumnya akan memakan biaya sedikit lebih mahal apabila dilakukan seorang diri. Namun, tidak demikian jika dilakukan bersama rombongan. Hal tersebut menjadi salah satu alasan Dhayan Amiey membentuk JKTjalanjalan pada 29 Maret 2012, bersama seorang teman semasa masih duduk di bangku sekolah menengah. “Kami bentuk komunitas supaya jika mau ke mana-mana itu sudah terjadwal. Tujuannya jelas, bisa arrange sendiri atau kalau pakai trip operator tidak bingung memilihnya, dan budget bisa ditekan,” kata Dhayan. Saat ini, JKTjalanjalan (Triple-J) telah memiliki 50-an anggota yang kebanyakan berasal dari kaum pekerja. Syarat untuk menjadi anggota sangatlah mudah. Dalam setahun, Triple-J memiliki agenda empat kali trip. Dengan ikut minimal dua kali saja, maka sudah dianggap sebagai anggota. “Kalau sekarang cukup dengan sering ikut kegiatan selain jalan-jalan, seperti ngopi bareng atau kegiatan charity sudah bisa dianggap anggota,” kata pria lajang kelahiran Jakarta, 3 Oktober 1990 itu. Dhayan menjelaskan, dalam satu kali trip terdapat kuota minimal sebanyak 5-10 orang. Setiap trip bersifat terbuka, tidak hanya untuk member . Ada beberapa partisipan non-member yang rajin mengikuti trip Triple-J. Tak hanya itu, Triple-J juga aktif dalam kegiatan #1Traveler1Book , sebuah kampanye sosial di mana para traveler membawa minimal satu buah buku untuk dibagikan ke masyarakat sekitar destinasi wisata mereka. Buku-buku tersebut tentu saja buku bertema edukasi dengan target usia taman kanakkanak hingga SMP. Ada misi penting yang dibawa oleh komunitas ini. Mereka ingin mengajak masyarakat bukan hanya mengenal potensi wisata di Indonesia, juga memberi arti di setiap destinasi yang dikunjungi. “Tidak sekadar foto-foto lalu upload di media sosial,” kata Dhayan. Sumber: Artikel dan Foto infonitas.com
...more

Tari Piso Surit, Tari yang Terinspirasi Kicau Burung

Tarian ini merupakan salah satu tarian khas suku Batak Karo. Biasanya tarian ini dipertunjukkan untuk menyambut para tamu kehormatan dalam sebuah acara. Inilah tarian piso surit, salah satu tarian yang menjadi kekayaan budaya nusantara. Tari piso surit adalah sebuah tari yang menggambarkan seorang gadis yang sedang menantikan kedatangan sang kekasih. Penantian ini digambarkan sangat lama dan menyedihkan serta digambarkan bagaikan seekor burung piso surit yang sedang memanggil-manggil. Dalam bahasa Batak Karo sendiri, piso memiliki arti pisau. Arti ini membuat banyak masyarakat mengira piso surit merupakan nama sejenis pisau khas yang dimiliki orang Batak Karo. Namun sebenarnya, piso surit adalah sejenis burung yang suka bernyanyi. Dalam tarian ini, penari yang terdiri dari beberapa gadis melakukan gerakan tarian yang lemah gemulai. Gerakan-gerakan ini seperti menggambarkan seorang gadis yang bersedih menantikan kekasihnya. Dalam tarian ini, penari melakukan gerakan-gerakan naik turun sambil sesekali melentikan jari jemarinya. Dalam satu gerakan digambarkan mereka saling berhadap-hadapan dengan diiringi lagu piso surit yang diciptakan oleh seorang komponis yang berasal dari Batak Karo bernama Djaga Depari. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

Peninggalan Pusat Kekuasaan Majapahit di Trowulan

Ikuti trip ke Trowulan di TripTrus: http://triptr.us/Bu TRIPTRUS - Nama Kerajaan Majapahit pada masa jayanya dikenal di seluruh penjuru Asia. Meski berkedudukan di Pulau Jawa, jangkauan kekuasaan Majapahit meliputi seluruh Asia Tenggara. Bahkan penguasa Mongol pada masa itu, Kubilai Khan, tidak berhasil membuat Majapahit bertekuk lutut. Sisa-sisa sepak terjang Kerajaan Majapahit yang terjadi lebih dari 700 tahun yang lalu, peninggalan pusat kekuasaan Majapahit dapat dilihat di Situs Trowulan dan Museum Majapahit.Trowulan yang berada di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, awalnya ditemukan oleh Gubernur Jawa, Sir Thomas Raffles pada tahun 1811. Reruntuhan kuno itu tersebar di area hutan luas yang membuatnya sulit untuk dieksplorasi. Selain itu, banyak peninggalan Majapahit yang dicuri oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Mulai dari segala jenis perhiasan, koin emas, tembikar, hingga batu bata, tidak luput dari penjarahan oleh para pencuri. Oleh karena itu, didirikanlah Museum Trowulan yang kali pertama berdiri pada tahun 1932 hasil rancangan Henri Maclaine Pont, seorang arsitek yang juga merancang Aula Institut Teknologi Bandung. Pemerintah Indonesia memugar museum itu pada awal tahun 1980-an dan meresmikannya pada tahun 1987.Situs Trowulan merupakan salah satu situs warisan dunia yang ditetapkan oleh badan internasional milik PBB, UNESCO, dengan tujuan untuk melindungi situs itu dari penjarahan dan menjaga pelestariannya. Dengan luas kurang lebih 100 kilometer persegi. Pada awal ditemukan, Trowulan dianggap sebagai area pemukiman para warga Majapahit. Namun belakangan ditetapkan bahwa Trowulan merupakan pusat kekuasaan Kerajaan Majapahit, setelah ditemukannya banyak peninggalan yang dapat mendukung argumen itu. Ditambah pula, penjelasan kitab Kakawin Nagarakertagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca. Trowulan sempat dihancurkan pada tahun 1478 saat Girindrawardhana berhasil mengalahkan Raja Kertabumi dan memindahkan ibukota Kerajaan Majapahit ke Daha (Kediri).Untuk berkunjung ke Trowulan juga tidak terlalu sulit. Dari Surabaya butuh waktu perjalanan sekitar 1 jam melewati rute Surabaya-Sidoarjo-Mojokerto. Trowulan berada di perlintasan Jalan Raya Surabaya-Jombang. Ciri khas desa Trowulan adalah banyaknya pengrajin batu, salah satu mata pencaharian masyarakat desa tersebut. Lalu untuk masuk ke situs Trowulan tidak ditarik biaya sama sekali. Tiap harinya ada ratusan orang yang mengunjungi Trowulan untuk bersembahyang, mengingat Kerajaan Majapahit dahulu menganut ajaran agama Hindu, hingga kini banyak umat Hindu yang datang karena mempercayai bahwa di situ adalah tempat persinggahan para dewa-dewa.Banyak yang bisa dikunjungi di situs Trowulan. Ada lima belas titik yang bisa TripTroops kunjungi. Misalnya Candi Wringin Lawang, yang konon adalah pintu gerbang Kerajaan Majapahit. Lalu ada Candi Tikus, berupa kolam yang di tengahnya ada sebuah candi kecil. Situs ini diberi nama Candi Tikus karena pada saat ditemukan pada tahun 1914, candi itu merupakan sarang bagi ribuan tikus. Tidak jauh dari Candi Tikus ada Kolam Segaran. Kolam ini bisa dibilang istimewa karena dahulu ini merupakan tempat pemandian bagi prajurit Majapahit dan tempat berekreasi para bangsawan. Kolam ini ditemukan Henry Maclaine Pont pada tahun 1926. Ada pula Gapura Bajang Ratu, yang oleh masyarakat setempat dikaitkan dengan legenda Raja Jayanegara yang ketika masa kecil terjatuh di gapura ini dan mengakibatkan cacat pada tubuhnya. Bajang Ratu sendiri berarti Raja yang kerdil atau cacat. Sekitar 10-15 menit perjalanan dengan kendaraan bermotor, dapat ditemukan Makam Putri Cempa. Makam yang bercorak bangunan Islam ini dipercaya sebagai makam salah satu istri atau selir raja Majapahit yang berasal dari Champa (Vietnam). Putri Cempa dikabarkan wafat pada tahun 1448 dan merupakan seorang muslimah yang menikah dengan salah seorang raja Majapahit yang berhasil dibujuk untuk memeluk agama Islam. Di salah satu bagian Situs Trowulan juga terdapat kompleks pemakaman Troloyo di Desa Sentonorejo yang di dalamnya terdapat beberapa batu nisan bercorak Islam. Makam-makam di Troloyo disebut sebagai pemakaman tertua bagi kaum muslim yang pernah ditemukan di Indonesia.Yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Trowulan adalah Museum Trowulan. Museum dengan luas 5,7 kilometer persegi ini menjadi tempat dipamerkannya berbagai koleksi dari hasil temuan di situs Trowulan. Saat ini museum itu lebih dikenal dengan nama Museum Majapahit dan juga menyimpan relik arkeologis dari berbagai situs arkeologi di Jawa Timur. Mulai dari zaman Raja Airlangga, Kediri, Singasari, dan tentunya Majapahit. Satu hal yang perlu diingat saat mengunjungi Situs Trowulan dan Museum Trowulan adalah agar tidak merusak lokasi atau benda-benda yang berada di sana. Photos courtesy of: Wikipedia
...more

Puncak Waringin Labuan Bajo, Santai Dan Nge-Chill Sambil Menikmati Senja Dengan Gaya Gaul!

TripTrus.Com - Bro, Puncak Waringin di Labuan Bajo itu emang the real deal buat lo yang suka banget sama senja. Tempat ini bisa dibilang surganya yang ngasih kesempatan buat lo santai sambil menikmati view Labuan Bajo dari atas, bro. Ketinggian Puncak Waringin sekitar 45-54 meter di atas laut, jadi lo bisa ngeliat sebagian gede Labuan Bajo dari sini, ga heran banget kalo jadi tempat favorit buat turis dan lokal buat nge-chill dan menikmati senja.       View this post on Instagram A post shared by Sinau Bhumi (@sinaubhumi) Tempat ini baru aja direnovasi jadi salah satu dari 30 destinasi dan desa wisata di Flores, Lembata, Alor, Bima (Floratama). Kabarnya, ini masuk dalam peta perjalanan yang dikelola Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF). Dulu sih, meski bagus, tempat ini agak risky, bro. Terutama pas musim hujan, tanah sekitar Puncak Waringin bisa labil dan rawan longsor. Tapi untungnya sekarang udah dipasang pagar pembatas sepanjang area Puncak Waringin, jadi lo bisa menikmati matahari terbenam di laut Labuan Bajo dengan aman dan nyaman. Ada juga tempat duduk buat santai di tengah-tengah, lho. Di sebelah Gardu Pandang Puncak Waringin, sekarang ada gedung utama dengan arsitektur rumah adat Manggarai. Gedung ini punya viewing deck buat lihat pemandangan, bro. Mereka juga nambahin beberapa fasilitas baru, kayak toilet, musala, pos jaga, dan ruang genset buat nambah kenyamanan pengunjung. Di luar area, ada taman, amphiteater, area parkir, dan jalan setapak, jadi semakin komplit deh. [Baca juga : "Di Labuan Bajo, Cuss Ke Desa Budaya Compang To'e Melo, Bro!"] Gak heran kalo Puncak Waringin sekarang jadi tempat kumpul warga. Gardu Pandang jadi salah satu spot terbaik buat lihat senja, selalu rame banget pas sore menjelang malam. Di sini lo bisa nikmatin pemandangan kota Labuan Bajo yang keren banget. Lo pasti bakal terkesima, bro, lihat laut biru yang bersanding sama langit senja yang indah. Pelabuhan laut dan aktivitasnya terlihat jelas dari sini, tambahin lagi kapal-kapal dan pulau-pulau dengan pemandangan perbukitan yang keren. Nah, yang seru lagi, Puncak Waringin ini ada di tengah kota Labuan Bajo, loh! Cuma kurang dari dua kilometer dari Bandara Komodo, jadi lo bisa nyampe sini dalam waktu sekitar 5 menit pake mobil. Di sekitar sini juga banyak hotel dan restoran, jadi kalo mau nginep atau mau makan enak, gampang banget, bro! (Sumber Foto @sampeyanndalem) 
...more

Unik dan Meriah, Inilah 11 Tradisi Lebaran di Indonesia

TripTrus.Com - Idul Fitri, atau Lebaran, atau bisa juga disebut hari kemenangan adalah salah satu momen paling penting bagi umat muslim di seluruh di dunia, termasuk Indonesia yang merupakan salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Di Indonesia, Lebaran merupakan salah satu perayaan yang dirayakan secara besar-besaran oleh umat muslim yang tersebar di pelosok pelosok daerah. Dimana setiap daerah tersebut memiliki tradisi unik sendiri dalam rangka menyambut datangnya Lebaran. Tradisi Lebaran ini sudah menyatu dengan budaya budaya daerah tersebut tanpa meninggalkan akidah ajaran agama Islam. Lantas, tradisi Lebaran apa saja yang paling unik di Indonesia? Penasaran? Berikut ulasannya 1. Meugang – Aceh Di Aceh ada sebuah tradisi Lebaran yang selalu dilakukan setiap tahunnya saat menjelang Idul Fitri, namanya adalah Meugang. Meugang adalah tradisi memasak dan memakan bersama untuk dibagikan pada kaum dhuafa sebagai bentuk saling berbagi di bulan Ramadhan. Umumnya, semua warga di sebuah kampung akan berkumpul di masjid untuk memasak daging dan memakan bersama-sama, serta tidak lupa membagikan sebagian makanan tersebut kepada orang tidak mampu. Selain itu, tradisi Meugang tidak hanya dilakukan saat menjelang Lebaran saja, tapi selalu dilakukan juga saat perayaan Idul Adha. 2. Festival Meriam Karbit – Pontianak Festival Meriam Karbit adalah tradisi Lebaran yang dilakukan oleh warga Pontianak, Kalimantan Barat. Tradisi ini sudah dilakukan sejak 200 tahun mengunakan meriam yang terbuat dari bambu besar dan diletakan di pinggir sungai kapuas. Saat menjelang malam takbiran, warga pontianak akan berkumpul di sekitar pinggir sungai Kapuas di Pontianak untuk menyalakan meriam meriam besar tersebut sebagai tanda datangnya hari kemenangan. 3. Ronjok Sayak – Bengkulu Warga Bengkulu yakin dan percaya bahwa api adalah penghubung antara manusia dengan leluhur mereka. Kepercayaan inilah yang melahirkan tradisi Lebaran bernama Ronjok Sayak atau Bakar Gunung api. Tradisi Ronjok Sayak sudah dilakukan selama ratusan tahun oleh Suku Serawai, dimana tradisi ini dilakukan saat malam takbiran, tepatnya setelah sholat Isya. Warga Bengkulu, terutama suku Serawai akan menyusun batok kelapa menjulang tinggi keatas, kemudian dibakar didepan rumah mereka masing-masing. 4. Pukul Sapu – Maluku Tengah Pada hari ke tujuh Lebaran, warga desa Morella dan desa Mamala, Leihitu, Maluku Tengah selalu berkumpul di halaman masjid besar. Mereka ingin melihat tradisi Pukul Sapu yang biasanya dilakukan antara perwakilan pria dari masing-masing ke dua desa tersebut. Dalam tradisi ini, mereka akan saling menyabetkan lidi dari pohon enau ke badan lawannya. Tradisi yang berlangsung selama kurang lebih 30 menitan ini biasa bisa menyebabkan kulit sobek sampai berdarah-darah. 5. Batobo – Riau Warga Riau yang mudik ke kampung halamannya, bukan hanya disambut oleh keluarganya saja, tapi mereka juga akan mendapatkan sambutan yang meriah seperti artis ibu kota oleh warga desa dengan diarak dan diiringi rebana menuju ke tempat buka bersama. Selain sebagai tempat saling melepas rindu dan mempererat silahturahmi, tradisi Batobo juga diisi dengan pengajian dan lomba baca Al Quran, dimana hadiahnya berasal dari para pemudik yang pulang kampung tersebut. 6. Grebek Syawal – Yogyakarta Di Yogyakarta, usai Idul Fitri, ada tradisi Lebaran yang selalu ditandai dengan perayaan Grebeg Syawal. Tradisi ini juga bisa didapati di beberapa daerah di Jawa Tengah. Sejatinya, Grebek Syawal adalah tradisi keraton untuk menyambut 1 Syawal. Dalam tradisi ini, warga Yogyakarta akan mengarak bermacam-macam hasil bumi yang disusun rapi berbentuk kerucut dan berukuran besar dari Pagelaran Keraton menuju halaman masjid Agung Kauman. Setelah didoakan hasil bumi tadi akan diperebutkan oleh warga yang hadir. 7. Bedulang – Bangka Setelah bersilahturahmi dan bermaaf-maafan, warga Bangka punya tradisi yang unik menikmati kebersamaan mereka. Nama tradisinya yaitu makan Begawa yang berarti makan bersama, tapi karena penyajiannya mengunakan tudung saji sehingga disebut juga makan Bedulang. Dalam tradisi makan Bedulang ini tidak diperbolehkan memakai sendok, harus mengunakan tangan, dimana diwajibkan mencuci tangan terlebih dahulu dengan aturan orang paling tua terlebih dulu sedang yang muda mendapat giliran paling terakhir. 8. Ngejot – Bali Bali memang dikenal sebagai pulau dengan penduduknya yang sebagian besar beragama Hindu, tapi saat lebaran, Bali juga cukup ramai dengan tradisi Ngejot-nya. Dimana dalam tradisi ini, umat muslim di Bali akan membagi-bagikan makanan kepada semua warga tanpa membedakan agama yang dianutnya. Tradisi ini dilakukan setiap tahunnya yang bertujuan menciptakan hubungan yang harmonis antar umat beragama di Bali. Selain itu, tradisi ini juga sering dilakukan oleh umat Hindu di Bali saat mereka merayakan hari besar agama Hindu. 9. Perang Topat – Lombok Sama dengan tradisi Lebaran di Bali, tradisi ini juga bertujuan mempererat hubungan antara umat beragama di Lombok. Perang Topat berarti perang ketupat yang dilakukan pada hari keenam Lebaran. Tradisi ini dilakukan oleh suku Sasak yang merupakan suku asli di Lombok. Pertama-tama, mereka akan mengarak hasil bumi, kemudian akan berlanjut dengan saling lempar ketupat. Mereka percaya, dengan melempar ketupat semua doa dan permohonan mereka akan segera terkabul. 10. Festival Tumbilotohe – Gorontalo estival Tumbilotohe adalah tradisi Lebaranyang unik sekaligus terlihat indah di Gorontalo. Warga Gorontalo akan menyalakan lampu yang berbahan dari minyak tanah yang menerang sepanjang jalan di Gorontalo. Dulu, tujuannya menyalakan lampu ini untuk menerangi jalan agar warga desa mudah lewat saat membagi-bagikan zakat. Tapi sekarang tradisi ini jadi keindahan tersendiri di suduk kota Gorontalo. Selain itu tradisi ini juga dimeriahkan dengan tabuhan bedug dan meriam dari bambu. 11. Tellasan – Madura Tellasan merupakan tradisi masyarakat Madura dalam menyambung tali silaturahmi tak hanya dengan sanak saudara tetapi juga dengan tetangga dan sesepuh kampung. Dalam tellasan, perempuan Madura akan ter’ater (mengantar sebuah hantaran makanan) kepada tetangga dan orang yang dianggap sepuh di kampung itu. Uniknya, saat mengantar hantaran, perempuan Madura menggunakan talam/nampan yang ditaruh diatas kepala. Hantaran biasanya berupa nasi pettok (nasi putih yang dibungkus daun pisang), ayam adun (opor ayam)/ayam bumbu bali, kue-kue tradisional, dan tapai (tape ketan). Menariknya dalam tellasan, tidak ada ketupat. Ketupat ada saat tellasan petto (lebaran hari ke-7). (Sumber: Artikel wowasiknya.com dan inspiratorfreak.com Foto kreditgogo.com)
...more

Lembah Anai, Destinasi Wisata Sumatera Barat Yang Sejuk!

TripTrus.Com - Lembah Anai merupakan air terjun dan salah satu destinasi wisata di Sumatera Barat. Dengan ketinggian sekitar 35 meter ini biasa disebut oleh masyarakat sekitar dengan nama Aia Tajun atau Aia Mancua. Sumber air Lembah Anah berasal dari aliran Sungai Batang Lurah Dalam dari Gunung Singgalang. Lembah Anai juga berada dalam kawasan Cagar Alam Lembah Anai bagian barat, yang termasuk sebagai salah satu wilayah hutan lindung di Sumatera Barat.   Lembah Anai Waterfall #padang #waterfall #asusid #zenfonezooms_id #lembahanai A post shared by MM Photography (@mas_emem) onDec 5, 2017 at 10:10pm PST Lokasinya pun sangat strategis, dikarenakan Lembah Anai terletak tepat di pinggir jalan raya yang menghubungkan Kota Padang dengan Kota Bukittinggi, tepatnya di Nagari Singgalang, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar atau 60km dari Kota Padang.   There is waterfall was located in a valley on Tanah Datar regency, Padang, called Anai Valley or “Lembah Anai”, which was why the waterfall was called Lembah Anai Waterfall. www.butiktrip.com +6281213144604 butiktripinfo@gmail.com #tourprogram #travelagent #travelagents #travel #travelgram #touritinerary #wonderfulindonesia #traveller #travelling #tourpackage #gotouring #travelgrams #culturetrip #aseantourism #japantourist #japanesetraveler #singaporetour #singaporetraveler #singaporetravelagent #europeantraveler #butiktrip A post shared by BUTIKTRIP (@butiktrip) onNov 16, 2017 at 3:05pm PST Tidak jauh dari Lembah Anai terdapat jembatan kereta api peninggalan zaman Belanda. Bisa dibilang lokasi ini merupakan lokasi terbaik untuk menikmati kesejukan pesona Lembah Anai. Disarankan bagi para wisatawan untuk tidak berkunjung pada periode penghujan, dikarenakan volume air Lembah Anai akan meningkat dan sangat berbahaya untuk dikunjungi. Jadi bagi kalian yang  sedang berkunjung ke Kota Padang atau Bukittinggi, tidak ada salahnya untuk singgah sebentar menikmati kesejukan salah satu destinasi wisata Sumatera Barat ini! (Sumber: Artikel/Foto @Amieykha)
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...