TripTrus.Com - Menjelajahi Indonesia memang selalu menarik dan tidak ada habisnya. Ribuan destinasi yang sudah dan belum populer seakan-akan memanggil para traveler untuk berkunjung ke sana. Tapi banyak hal yang harus kita persiapkan sebelum ngetrip. Dari sekian banyak item yang harus disiapkan, berikut ini ada 5 hal yang tidak boleh ketinggalan saat ngetrip.
1. Informasi destinasi
Cari tahu dan gunakan teknologi yang ada untuk mendapatkan informasi mengenai destinasi yang akan kamu datangi. Ada banyak sekali faktor yang tidak ada salahnya untuk diketahui seperti; lokasi, jarak tempuh, transportasi, cuaca, adat dan kebiasaan masyarakat lokal, kuliner khas, dan lain-lain. Semakin banyak yang kamu tahu, semakin matang pula persiapan kamu untuk ngetrip. Cara mendapatkan informasi pun lebih mudah dengan adanya berbagai kanal di Internet atau melalui traveler lain yang pernah ke destinasi tersebut.
2. Peralatan dan perlengkapan trip
Setelah kamu mendapatkan berbagai informasi yang diperlukan, kamu akan jadi lebih mudah menyiapkan apa saja yang harus dibawa. Peralatan dan perlengkapan yang harus dibawa, selain tergantung pada destinasinya, juga tergantung pada durasi trip kamu. Cari informasi mengenai cara mengemas barang bawaan supaya tidak perlu terlalu banyak tas, ransel atau koper yang harus dibawa. Jangan lupa cari tahu apa saja peralatan penting yang tidak boleh tidak dibawa.
3. Kebutuhan pribadi
Tiap orang pasti punya kebutuhan berbeda, untuk itu kamu harus bisa mengetahui apa saja yang harus dibawa pada saat ngetrip. Hal-hal yang berhubungan dengan ini adalah seperti; identitas diri, berapa banyak yang harus disiapkan untuk alokasi pengeluaran, cemilan yang dibawa/diperlukan, obat-obatan pribadi, pengisi daya untuk telepon dan peralatan elektronik, dan lain-lain. Semua itu harus kamu periksa kelengkapannya agar tidak menyulitkan diri kamu sendiri.
4. Sikap positif
Saat kamu ikutan trip yang pesertanya beragam, ini adalah salah satu hal paling penting yang harus selalu kamu bawa dan tampilkan. Jangan sampai hal-hal kecil yang terjadi pada saat trip membuat kamu bete dan jadi tidak bisa menikmati trip, bahkan sampai membuat para peserta trip lainnya jadi ikutan bad mood. Percaya, deh, senyum kamu akan membuat trip jadi lebih menyenangkan buat kamu dan teman-teman barumu.
5. Perlindungan asuransi
Banyak orang yang menyepelekan pentingnya perlindungan yang diberikan oleh asuransi. Tapi banyak juga orang yang telah merasakan manfaat yang diberikan oleh asuransi. Meskipun kita tidak mau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, ada baiknya melindungi diri sendiri atau orang-orang terdekat kita.
PT FWD Life Indonesia (FWD Life) menyediakan berbagai produk yang dapat membuat kamu merasa bebas pada saat ngetrip dengan perlindungan yang membuat kamu tidak perlu cemas dan khawatir apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Perlindungan dari FWD Life dapat diberikan kepada nasabah dengan usia hingga 70 tahun dan jangka perlindungan yang sangat luas (kecuali kejadian bunuh diri atau melukai diri sendiri). Tidak hanya perlindungan terhadap jiwa saja, FWD Life juga memberikan penggantian biaya medis bagi nasabahnya. FWD Life juga memiliki produk yang dirancang secara khusus untuk memberikan perlindungan untuk menghadapi risiko kecelakaan yang dapat muncul setiap saat dan dimana saja
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai perlindungan dari FWD Life, silahkan kunjungi http://www.fwd.co.id
...moreTripTrus.Com - Lo tau gak sih, Karawang di Jawa Barat itu bukan cuma soal rumah pengasingan Bung Karno sama Bung Hatta aja, tapi juga ada spot-spot wisata sejarah yang gak kalah keren. Misalnya, ada Monumen Kebulatan Tekad yang dibangun tahun 1950, dulunya markas PETA, nih. Monumen ini bukan cuma jadi tempat buat foto-foto, tapi juga bikin lo nambah ilmu sejarah, apalagi ada relief yang ceritain perjuangan para pahlawan pas masa perang dulu. Kece abis, kan?
Gak cuma itu, ada juga Monumen Perjuangan Rawagede sama Taman Makam Pahlawan (TMP) Sampurnanaga yang berada di Desa Balongsari. Di sana, lo bisa ngeliat makam para pahlawan yang diatur super rapi, lengkap dengan nama-nama mereka di tiap petak makam. Serius deh, tempat ini jadi salah satu destinasi favorit buat orang-orang yang pengen napak tilas perjuangan bangsa.
Nah, kalau lo pengen ngeliat peninggalan masa kolonial, mampir deh ke Bendung Walahar yang udah ada sejak tahun 1923. Ini tempat keren banget buat liat gimana Belanda dulu bangun bendungan yang sampai sekarang masih difungsikan buat irigasi sawah luas. Lo juga bisa sekalian jalan-jalan ke SDN Pisangsambo 1 yang masih berdiri kokoh walaupun dibangun sejak tahun 1912. Uniknya, bangunan sekolah ini awalnya dibangun di Dusun Kutaampel, tapi karena sering kebanjiran, akhirnya dipindahin ke Desa Pisangsambo tahun 1928.
View this post on Instagram
A post shared by PWI Kabupaten Karawang (@pwikarawang)
Jangan lupa juga buat mampir ke Tugu Bojong Rengasdengklok yang berbentuk tiga buah tangan. Tugu ini sering banget dijadiin tempat upacara peringatan Hari Kemerdekaan dan napak tilas sejarah. Gak heran sih, soalnya tugu ini emang dibangun buat memperingati Proklamasi Kemerdekaan di depan Kantor Kecamatan Rengasdengklok.
[Baca juga : "Banda Neira, Pulau Pala Dan Jejak 4 Rumah Pengasingan Dalam Sejarah Indonesia"]
Jadi, buat lo yang demen sejarah Buddha, jangan lupa mampir ke Kompleks Percandian Batujaya, bro! Di sini ada empat candi Buddha kece, yaitu Candi Jiwa, Candi Blandongan, Candi Serut, dan Candi Telagajaya. Lokasinya dulu sih merupakan danau atau rawa, dan candi-candinya dibangun di tepian. Tempat ini bener-bener mantap buat nambah wawasan sejarah dan spiritual lo!
Kalau udah puas muterin tempat bersejarah, langsung aja deh cicipin kuliner khas Karawang. Karawang emang dikenal kota industri, tapi jangan salah, bro! Di sini banyak banget kuliner legendaris yang udah ada dari dulu dan rasanya tuh unik banget. Ada Sorabi Kuntilanak atau Sorabi Hijau M. Kasim Rengasdengklok yang wajib dicoba. Nama Sorabi Kuntilanak diambil dari lokasinya yang deket banget sama Tempat Pemakaman Umum, tapi jangan khawatir, sorabinya tuh bikin nagih! SUdah eksis sejak 1995 dan jadi salah satu kuliner legendaris Karawang. Keunikan dari sorabi ini adalah pembuatannya yang masih tradisional tanpa tambahan zat perasa atau gula buatan. Dijamin lo bakal ketagihan!
Selain itu, jangan lewatkan Pepes Walahar H. Dirja yang udah terkenal banget. Kedai ini udah ada sejak 1986, awalnya jualan ikan jambal dari Sungai Citarum, sekarang udah jadi bisnis pepes yang sukses besar. Menu andalannya tentunya pepes ikan jambal yang rasanya bikin lo ketagihan!
Jadi, kalau lo lagi di Karawang, pastiin mampir ke tempat-tempat ini. Lo nggak cuma dapet pengalaman wisata, tapi juga bisa nambah wawasan sejarah yang bikin lo makin cinta sama Indonesia! Plus, jangan lupa foto-foto biar trip lo makin keren dan hits! (Sumber Foto @nugroho_ajo)
...moreTripTrus.Com - Secara geologi merupakan daerah yang khas dan langka, berasal dari dasar samudera yang terangkat. Ciletuh menjadi bukti awal munculnya Pulau Jawa, karena di sinilah terjadinya tumpukan lempeng samudera dan benua pada 60 juta tahun yang lalu.
Kawasan Ciletuh, Sukabumi berjarak sekitar 135 km Dari Kota Sukabumi. Kontur jalan yang naik turun, menikung, ditambah sempitnya jalan dan kerusakan di sejumlah titik, membuat waktu tempuh dari Kota Sukabumi ke Ciletuh baru dapat dicapai sekitar 6 hingga 7 jam. Namun, perjalanan panjang itu akan terbayarkan saat kita sudah tiba dan melihat keindahan alam di kawasan tersebut.
View this post on Instagram
A post shared by Danang Dwi 🔝 (@dnng.dwi) onApr 6, 2020 at 11:47pm PDT
Secara geologi Ciletuh merupakan daerah yang khas dan langka. Di kawasan ini terdapat kelompok bebatuan berumur paling tua di Pulau Jawa. Keberadaan taman bumi (geopark) menjadikan daerah ini sangat unik dan langka secara geologi. Selain di kawasan Ciletuh, masih ada dua tempat serupa di Pulau Jawa. Yakni di Karangsambung, Kebumen yang telah diresmikan sebagai cagar alam geologi serta di Bayat, Klaten, Jawa Tengah.
Di kawasan Geopark Ciletuh, ada sekitar 13 air terjun yang bisa dinikmati wisatawan yang datang, diantaranya Curug Awang plus gua yang banyak burung waletnya, curug ini memiliki tinggi 40 meter dengan lebar sekitar 60 meter yang mirip dengan niagara. Selain itu, ada pula Curug Tengah yang memiliki ketinggian 5 meter dengan dua undak air terjun pendek, dan Curug Puncakmanik yang memiliki tinggi 100 meter.
Selain itu, Sobat Pesona juga dapat mengunjungi Puncak Darma. Dari atas puncak ini, atasnya kita bisa melihat garis keseluruhan Pantai Palangpang yang berbentuk tapal kuda. Sobat Pesona juga bisa menikmati Amfiteater alam raksasa Ciletuh dapat terlihat utuh dari Tebing Panenjoan. Dinding tebing setengah lingkaran yang menghadap Laut Selatan seakan melindungi persawahan, perbukitan, serta perkampungan warga di bawahnya. Titik pandang ini berada di pinggir jalan, Desa Taman Jaya, dengan ketinggian 300-an mdpl.
Karena memiliki warisan geologi, dilihat dari kandungan fosil, batu-batuan di pinggir-pinggir pantai Ciletuh diduga berasal dari dasar samudera yang terangkat. Ciletuh menjadi bukti awal munculnya Pulau Jawa, karena disinilah terjadinya tumpukan lempeng samudera dan benua pada 60 juta tahun yang lalu. Tumpukan itu terus berproses sampai muncul ke permukaan dan menjadi Pulau Jawa. Hal inilah yang menjadikan UNESCO mengakui Ciletuh sebagai UNESCO Global Geopark.
[Baca juga : "Cagar Alam Rawa Danau, Hutan Rawa Air Tawar Terbesar Di Jawa"]
Tak hanya itu, kawasan Ciletuh juga memiliki keanekaragaman kondisi geologi (geodiversity), keanekaragaman hayati atau mahluk hidup (biodiversity), dan keanekaragaman budaya sekitar (culture diversity). Terlebih lagi, kawasan Ciletuh juga memiliki keunikan fenomena alam yang dapat dijadikan destinasi wisata. Hal-hal tersebut pula lah yang menjadikan kawasan Ciletuh menjadi UNESCO Global Geopark.
Geopark Ciletuh meliputi sejumlah desa, seperti Tamanjaya, Ciwaru, Mekarsari, Mandrajaya, dan Sidamulya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. (Sumber: Artikel-Foto pesona.travel)
...moreTripTrus.Com - Nggak kebayang mau liburan kemana pas akhir tahun? Jangan bingung, Jakarta juga punya banyak banget tempat asyik yang nggak kalah keren buat lo explore. Gak perlu jauh-jauh keluar kota, soalnya Jakarta punya segudang destinasi yang seru banget buat lo yang lagi nyari tempat liburan bareng keluarga, temen, atau pacar. Mau tau tempat-tempat hits yang wajib banget lo datengin? Nih, gue kasih list-nya!
1. Taman Mini Indonesia Indah (TMII)
Di TMII, lo bisa jalan-jalan keliling anjungan daerah, nonton di Keong Emas, atau main air di wahana seru. Pengen piknik? Ada juga taman hijau yang luas banget buat santai bareng keluarga. Seru banget kan?
2. Taman Impian Jaya Ancol
View this post on Instagram
A post shared by Ancol Hits (@ancolhits)
Lo yang suka liburan lengkap, Ancol jawabannya! Mau ke pantai, Dunia Fantasi, atau Sea World, semuanya ada di sini. Semua umur bisa enjoy, mulai dari bocah-bocah sampai yang udah dewasa. Gak bakal bosen deh!
3. Dunia Fantasi (Dufan)
Kalo lo lagi pengen liburan seru, Dufan di Ancol bisa jadi pilihan. Wahana kayak Hysteria yang bikin deg-degan sampe Istana Boneka yang santai, semuanya ada di sini. Pokoknya, adrenalin lo bakal ke-push banget deh!
4. Kebun Binatang Ragunan
Buat lo yang suka sama satwa, Ragunan wajib banget dikunjungi. Ada lebih dari 2.000 satwa dan 20.000 pohon buat lo jelajahi. Plus, lo bisa mampir ke Pusat Primata Schmutzer, buat liat primata Indonesia yang unik dan langka.
[Baca juga : "Pacitan, Spot Liburan Juara Yang Lo Wajib Cek!"]
5. Tebet Eco Park
Tebet Eco Park, tempat hits di Jakarta Selatan ini jadi tempat yang pas banget buat lo yang pengen healing. Lo bisa jalan-jalan, piknik, atau olahraga bareng temen-temen. Tapi ingat, lo harus daftar lewat aplikasi JAKI biar bisa masuk!
6. Kota Tua
Tempat yang penuh sejarah dan pastinya instagramable banget! Lo bisa foto-foto di spot-spot kece sambil belajar sejarah Jakarta. Plus, ada pertunjukan seni tradisional yang bikin liburan lo makin berwarna, seperti wayang atau tari.
7. Museum Ismail Marzuki (Planetarium)
Lo yang suka sama bintang atau pengen belajar soal luar angkasa, Planetarium di Jakarta bisa jadi destinasi seru. Nikmatin pertunjukan bintang yang keren atau sekadar nyantai di museum yang udah ada dari zaman Soekarno.
8. Jakarta AQuarium Safari
Buat lo yang suka sama dunia bawah laut atau pengen interaksi langsung sama satwa laut, Jakarta AQuarium Safari di Neo Soho Podomoro City jadi tempat yang pas. Banyak banget satwa laut yang bisa lo liat dan foto-foto bareng. Jangan lupa buat nonton pertunjukan seru yang ada di sini!
Udah deh, itu dia 8 tempat yang wajib lo datengin buat liburan akhir tahun ini. Gak perlu jauh-jauh, Jakarta punya segalanya buat bikin liburan lo seru dan gak terlupakan. Jadi, tunggu apa lagi? Buruan ajak temen-temen lo atau pacar lo buat jalan-jalan ke sini! (Sumber Foto @greciamanda)
...moreTripTrus.Com - Ada berita heboh nih dari Dieng Culture Festival (DCF) tahun 2023, guys. Ternyata acara yang digelar setiap tahun itu harus dibatalkan karena ada proyek penataan di kawasan wisata Dataran Tinggi Dieng. Ketua Pokdarwis Dieng Pandawa dan juga ketua panitia DCF, Alif Fauzi, ngomong bahwa setelah dipertimbangkan beberapa hal, terutama proyek penataan kawasan wisata Dieng yang dilakukan oleh Kementerian PUPR.
"Dengan adanya proyek penataan kawasan wisata Dieng dari Kementerian PUPR ini kita harus mikirin beberapa hal, yang utama adalah kenyamanan buat wisatawan. Kita gak mau ntar ada bahan bangunan atau lubang-lubang yang bisa berbahaya buat wisatawan."
Alif juga cerita, awalnya dia rencananya mau ngadain DCF 2023 dalam skala kecil aja. Tapi, rencana itu dibatalkan karena DCF bakal menarik banyak wisatawan ke Dieng dengan jumlah yang gak bisa diperkirakan. "Kalo wisatawan udah datang ke Dieng, kita gak bisa nolak kan. Tapi lagi ada proyek penataan di sini. Ntar soal keamanan dan keselamatan wisatawan, siapa yang bertanggung jawab? Ini beda banget sama DCF yang digelar pas pandemi COVID-19, kan waktu itu semuanya ketat," jelasnya.
Menurut Alif, sekarang udah ada beberapa anak gimbal yang pengen diruwat pas DCF. Tapi, anak-anak itu harus didaftar dulu sama pemangku adat Dieng. "Nih, anak gimbal yang mau dateng buat diruwat pas DCF banyak. Tapi biar didata dulu sama pemangku adat," ucapnya.
Alif pastiin, DCF bakal kembali digelar tahun depan. Dia berharap proyek penataan di kawasan wisata Dieng udah selesai Agustus 2024. "Tahun depan tetap digelar, semoga penataan kawasan wisata Dieng selesai Agustus nanti," katanya.
[Baca juga : "Seru Abis! Guido Rodriguez, Gelandang Asal Argentina Dan Real Betis, Main Ke Bali Bareng Istri"]
"Kita dan warga Desa Dieng Kulon legawa aja dengan pembatalan DCF 2023 ini. Dan kita dukung program penataan kawasan wisata Dieng," tambahnya.
Alif jelasin, wisata itu gak cuma soal tempat aja, tapi juga soal infrastruktur yang memadai. "Kita legawa tanpa DCF. Malah kita harus mengapresiasi program penataan kawasan wisata ini. Infrastruktur yang memadai ini penting kan. Sekarang masih kurang penerangan jalan, trotoar buat jalan kaki, dan lain-lain," tutupnya. (Sumber Foto @qiamelia)
...moreTripTrus.Com - Nih, bro, kabar terkini dari Kaltara! Dinas Pariwisata Kalimantan Utara nyelenggarain acara seru banget, loh, di Penta City Shopping Venue, Balikpapan, Minggu kemaren. Mereka rilis kalender wisata 2024 alias Calendar of Event (CoE) yang keren abis! Ada 30 event keren yang bakalan bikin Kaltara makin asyik tahun depan, guys!
Kepala Dinas Pariwisata Kaltara, Dr Njau Anau, bilang, "Ada 30 kegiatan keren di CoE 2024, dan ada yang masuk level nasional nih, seperti Top 100 Kharisma Event Nusantara dari Kemenparekraf RI, gitu." Dia cerita juga, tahun ini ada tiga event Kaltara yang masuk dalam Top 100 Kharisma Event Nusantara, geng! Mulai dari Musik Alam Fest 2K23 di Bulungan, Irau Tengkayu, sampe Gelar Adat Budaya Dumud di Tarakan.
"Ini positif banget, harus kita tingkatkan terus biar Pariwisata Kaltara makin dikenal," ujar Njau Anau semangat.
View this post on Instagram
A post shared by Amadea Theresia • MAMIMO (@amadeatheresia)
Ini dia beberapa event seru yang masuk dalam CoE Kaltara 2024, bro: Ziarah Akbar 22 Wali Allah, Open Trail Gunung Rian, Karnival Budaya Malinau Kota, Festival Dedur Bulungan, sampe Kicau Mania Kaltara dan Irau Tana Tidung. Beneran, banyak pilihan seru abis!
[Baca juga : "Target Makin Gede, NTB Incar Lima Juta Wisatawan Di 2024 Dengan Serangkaian Event Keren!"]
Gak cuma itu, dalam acara peluncuran CoE Kaltara 2024, ada juga pameran UMKM dari Kaltara, guys! Mereka nunjukin produk keren daerahnya masing-masing biar makin banyak turis yang mampir ke Kaltara.
Ada 24 booth UMKM dan agen travel yang ikutan nampilin produk dan destinasi keren dari Kaltara. Njau Anau berharap, kehadiran Top 30 CoE Kaltara 2024 bisa ngeboost ekonomi daerah, jadi masyarakat juga bisa merasakan langsung dampak positifnya.
Buat mewujudkan harapan ini, Pemprov Kaltara bakal terus ngembangin potensi pariwisatanya. Mereka bakal kolaborasi sama pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat. "Gue yakin, dengan kerjasama yang oke, Kaltara bisa jadi destinasi pariwisata yang keren abis!" seru Njau Anau semangat. Yuk, kita tunggu aja kehadiran event keren di Kaltara tahun depan! (Sumber Foto @aping10.08)
...moreTripTrus.Com - Terdapat beberapa teori tentang kapan tepatnya Islam masuk ke Nusantara. Ada yang mengatakan bahwa Islam datang dari Gujarat bersama pedagang India muslim pada abad ke-13 M, ada yang mengatakan Islam datang oleh pedagang Arab dari Timur Tengah pada abad ke-7 M, serta yang terakhir mengatakan bahwa Islam datang dari pedagang asal Persia pada sekitar abad ke-13 M.
Wisata religi Banten banyak diminati oleh pengunjung baik lokal maupun luar daerah. Misalnya kawasan Banten Lama yang merupakan ibu kota Kesultanan Banten, di utara Banten ini peninggalan Islam sangat lekat.
Tidak hanya di Banten Lama, beberapa masjid yang dahulu menjadi pusat penyebaran Islam masih dapat dikunjungi bahkan masih dipergunakan untuk beribadah. Berikut 5 masjid tua bersejarah di Banten yang bisa menjadi pengingat dan bahan pelajaran generasi saat ini.
1. Masjid Agung Serang (Agung Ats Tsauroh)
View this post on Instagram
A post shared by @e_c_h_o_eko onOct 13, 2018 at 8:27pm PDT
Masjid Agung Ats-Tsauroh Serang yang dahulu disebut Masjid Pegantungan, dan sekarang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Agung Serang, mulai dibangun oleh Raden Tumenggung Basudin Tjondronegoro (1870–1888 M) mantan Bupati Pandeglang dan Bupati Serang. Mewakafkan tanah yang ditempati sekarang oleh Masjid seluas ± 2,6 Ha.
Nama Ats-Tsauroh yang berarti perjuangan disematkan pada masjid ini tahun 1974. Masjid pun direnovasi beberapa kali hingga bentuknya menjadi seperti saat ini. Cirinya sebagaimana tradisi bangunan di Pulau Jawa, yakni bentuk atap limas tumpang tiga dan bentuk ruang dengan konsep pendopo terbuka, khas rumah joglo. Konsep terbuka ini membuat masjid berkesan ramah dan bersahaja.
2. Masjid Al Khadra
View this post on Instagram
A post shared by Budi Hartono (@bharton88) onApr 25, 2018 at 3:47am PDT
Masjid Al Khadra terletak di Jl. Kyai Abdulhaq Achmad, Kampung Gesing, Kel. Samangraya, Kota Cilegon. Masjid yang lebih dikenal dengan Masjid Gesing merupakan salah satu masjid tertua yang ada di Kota Cilegon. Dibangun masyarakat pada tahun 1932, sekaligus menjadi saksi sejarah perjuangan rakyat Cilegon melawan kolonial Belanda saat itu.
Sejak awal pembangunannya hingga kini, masjid Al-Khadra (yang berarti “hijau atau subur”) ini tetap mempertahankan model dan bentuk bangunan utamanya tanpa ada banyak perubahan. Tebal tembok bangunan 30 cm disusun dari batu bata mentah, tanah dan kapur. Pintu dan jendela masjid terbuat dari kayu dengan model lama. Dinding masjid umumnya berwarna putih dan berwarna hijau dibagian kubahnya.
3. Masjid Baitul 'Arsy
Masjid Baitul ‘Arsy terletak di Kampung Pasir Angin, Kel. Pagerbatu, Kec. Majasari, Kab. Pandeglang, di kaki gunung Karang. Masjid ini dahulu juga digunakan sebagai tempat persembunyian warga dari serangan Belanda. Beberapa bagian dinding masih berlubang yang diperkirakan merupakan bekas peluru senjata Belanda.
Masjid Baitul ‘Arsy berupa rumah panggung, dengan ukuran sekitar 12 x 8 meter, dinding dan lantai dari kayu. Bangunannya menghadap ke Gunung Karang dan memiliki tiga pintu. Dua pintu samping (kiri-kanan) dan satu pintu masuk bagian depan. Di atap masjid terdapat kubah yang terbuat dari kayu, dan tiang-tiang masjid masih terlihat kokoh, termasuk umpak atau pondasi bawah masjid juga terbuat dari kayu. Sementara di samping kanan masjid terdapat sumber mata air yang mengalir tiada habisnya.
[Baca juga : "5 Masjid Tertua Dan Bersejarah Di Banten - Part 2"]
4. Masjid Al Ikhlas
View this post on Instagram
A post shared by Nurikhsan (@masaneapri) onFeb 26, 2020 at 7:53am PST
Masjid yang keberadaanya terletak di RT. 06 Rw. 02, Kel. Cilenggang, Serpong ini memang tidak banyak diketahui oleh masyarakat luas, letaknya yang berada persis di tengah perkampungan warga tak menghilangkan kesan sakral dan bersejarahnya masjid tersebut. Masjid Al-Ikhlas berdiri atas pakarsa Raden Muhammad Atief (Tubagus Atief) yang merupakan salah satu Panglima Perang Kesultanan Banten pada waktu itu.
Saat itu Tubagus Atief ditugaskan Ayahandanya Sultan Ageng Tirtayasa untuk membantu masyarakat Tangerang melawan penjajahan Belanda sekaligus menyiarkan agama Islam. Atas Jasanya kepada masyarakat Cilenggang,Serpong saat itu masyarakat kemudian menikahkan Raden Muhammad Atief dengan Siti Almiyah wanita asli Desa Cilenggang dengan mas kawinnya Masjid Jami Al Ikhlas (dahulu disebut Surau atau Tajug).
5. Masjid Agung Al Jihad
Masjid Al-Jihad Ciputat, Masjid yang tepat berada di arah utara Pasar Ciputat, Tangerang Selatan ini merupakan salah satu masjid bersejarah yang masih berdiri kokoh di tengah pesatnya bangunan disekelilingnya. Masjid yang dibangun pada tahun 1940an ini, pada mulanya hanya musala kecil yang terbuat dari bilah bambu beratapkan ijuk.
Musala ini dibangun oleh seorang saudagar keturunan Arab, Tuan Salim yang telah lama menetap dan memperistri seorang putri kaya keturunan Tionghoa. Selain itu disebutkan pula, rumah ibadah ini merupakan yang pertama di ciputat yang diwakafkan tuan Salim bagi para penduduk muslim saat itu. Sisi sejarah Masjid inipun tak lepas dari peranan tokoh-tokoh besar ulama di Indonesia, salah satunya adalah Buya Hamka. Sewaktu masih hidup ulama kharismatik yang pernah menjadi ketua MUI ini banyak memberikan kontribusi pada pengembangan Masjid Agung Al-Jihad. (Sumber: Artikel gpswisataindonesia.info, wikipedia.org, situsbudaya.id, tangerangnews.com Foto santidewi.com)
...moreTriptrus.Com - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar sebentar lagi punya gawean besar. Kepulauan yang ada di Sulawesi Selatan itu bersiap menggelar kegiatan Festival Pesona Takabonerate 2017 yang akan berlangsung pada 23 hingga 27 Oktober 2017 mendatang.
Seperti kesuksesan penyelenggaraan di tahun-tahun sebelumnya, Festival Pesona Takabonerate yang ke-9 ini diharapkan dapat menjadi daya tarik maksimal sekaligus mendatangkan banyak wisatawan ke daerah yang dikenal dengan keindahan wisata baharinya itu.
"Meski acaranya di bulan Oktober, tapi kita akan melakukan peluncuran festival dalam waktu dekat ini. Berbarengan dengan Hari Jadi Kabupaten Selayar bulan September ini, kami memiliki unggulan di wisata bahari, pantai-pantai kami sangat indah, festival ini harus mengangkat pesona wisata bahari kami," ujar Bupati Kepulauan Selayar Muh Basli Ali.
Berbagai kegiatan dan acara menarik telah dipersiapkan guna menarik minat lebih banyak lagi wisatawan ke daerah yang dikenal dengan Taman Nasional Takabonerate itu. Diantaranya lomba atraksi bahari seperti balap sampan, besak hias, renang massal serta lomba jolloro hias.
"Yang menarik juga tidak ketinggalan lomba tarik tambang di atas kapal," ujar Bupati Basli Ali.Berbagai acara seru lainnya juga dapat dinikmati masyarakat serta wisatawan. Seperti wisata kuliner seafood, lomba wisata pantai Tinabo, snorkling, transplantasi karang, pelepasan tukik dan acara penanaman bibit pohon yang mengangkat tema "Sebuah Nama Untuk Sejuta Pohon".
"Melalui kegiatan ini kami sekaligus ingin mengajak keterlibatan langsung masyarakat dan wisatawan dalam pelestarian alam di Takabonerate," ujar bupati.
Selain itu juga akan diisi pementasan seni suku Bajo dan permainan rakyat yang dipusatkan di Benteng Kepulauan Selayar. Ada juga atraksi seni tari dan musik, under water exhibition (eksibisi bawah laut) dan jelajah pulau Suku Bajo.
Lebih lanjut Basli Ali mengatakan, pariwisata memang menjadi salah satu sektor yang tengah diperhatikan Pemkab Kepulauan Selayar. Hal ini tidak lepas dari ragam potensi yang dimiliki salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan ini. Bahkan ia mengatakan telah mempersiapkan 50 kegiatan pariwisata di tahun 2018. Sebagai upaya untuk lebih meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke daerah tersebut.
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengucapkan selamat dan sukses atas rencana festival di Takabonerate itu. Wisata bahari dengan sentuhan budaya atau culture akan membuat Kepulauan Selayar semakin populer di negeri ini. "Selamat berfestival! Salam Pesona Indonesia!," ujar Arief Yahya.
Ia mengatakan, penyelenggaraan festival merupakan salah satu cara yang paling efektif dalam mempromosikan satu daerah atau destinasi pariwisata yang ujungnya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sebuah event, ujar Menpar Arief Yahya, memiliki manfaat ganda. Yaitu manfaat langsung dan tidak langsung. Manfaat yang pertama adalah memperkenalkan destinasi, dan kedua bisa menjadi ikon untuk mendatangkan wisatawan langsung pada saat event berjalan.
Selanjutnya memacu masyarakat lokal dalam mengembangkan kreatifitas dan secara langsung terlibat dalam kepariwisataan. “Tidak kalah pentingnya sebuah event atau festival akan menggairahkan dan membangkitkan kesenian dan kebudayaan lokal yang merupakan modal dasar pembangunan kepariwisataan,” kata Arief Yahya.
Karena itu Menpar yakin "Festival Pesona Takabonerate" dan deretan kegiatan pariwisata lainnya akan menjadi salah satu ikon yang bisa mencitrakan Kepulauan Selayar sebagai destinasi pariwiasta berkualitas sehingga makin menarik kedatangan wisatawan, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara. (Sumber: Artikel indopos.co.id Foto indonesia-tourism.com)
...moreSudah pernah dengar cerita tentang Lasem? Sebuah kecamatan kecil di pesisir utara Pulau Jawa yang masih masuk wilayah Kabupaten Rembang. Lokasinya yang relatif jauh dari kota besar membuat Lasem terkadang agak terlupakan.
Daerah yang telah menjadi saksi peradaban manusia sejak jutaan tahun lalu ini menyimpan berjuta misteri dan potensi wisata sejarah yang siap digali. Ada apa sajakah disana? Berikut 8 tempat yang wajib dikunjungi di Lasem;
1. Kelenteng Cu An Kiong
(Foto: travel.kompas.com)
Gerbang dengan ornamen naga menyambut para pengunjung di halaman kelenteng. Aroma hio menyeruak seisi ruangan. Beberapa patung dewa disimpan di altar, di depannya terdapat sesaji persembahan berupa aneka buah-buahan. Membuat terpaku, takjub dengan aura kelenteng ini yang begitu kuat. Kelenteng tua di Desa Soditan Lasem ini sudah berusia ratusan tahun dan termasuk salah satu yang bersejarah. Interiornya unik, dindingnya dipenuhi rangkaian lukisan tentang dewa-dewi.
2. Omah Lawang Ombo
(Foto: kesemsemlasem.com)
Entah mengapa bulu kuduk langsung berdiri begitu memasuki rumah kuno ini. Rumah bergaya Tiongkok ini adalah salah satu bekas gudang candu pada masa abad 18 dulu. Opium/candu adalah komoditi yang sangat berharga namun terlarang. Sehingga perdagangannya dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Namun sekarang tidak sembarangan orang bisa masuk kesini karena harus mendapat ijin dulu dari pengelolanya.
3. Kelenteng Gie Yong Bio
(Foto: clara-indonesia.com)
‘Ah, kelenteng doang! Apa menariknya?’
Eits! Jangan underestimate dulu. Jika biasanya hanya ada patung dewa-dewi di kelenteng, maka lain halnya disini. Untuk menghormati & mengenang jasa Raden Panji Margono, seorang tokoh masyarakat muslim Lasem dari suku Jawa ketika masa perjuangan melawan penjajahan dulu, di kelenteng ini ada altar khusus untuk Raden Panji Margono yang diletakkan di ruangan khusus. Besarnya pun sama dengan altar kongco yang lain. Tak jarang mereka yang bersembahyang di kelenteng ini juga menghampiri pula altar Raden Panji Margono. Disini kita merasakan betapa indahnya nilai-nilai toleransi dan saling menghargai.
4. Masjid Jami’ Lasem
(Foto: lasemsyarifah.blogspot.com)
Bukan sekedar masjid biasa. Interiornya penuh dengan kaligrafi dan ukiran kayu khas pantura timur Jawa. Lokasinya yang berada di jalan raya utama membuat masjid ini mudah dijangkau. Orang-orang datang kesini selain untuk menunaikan ibadah sholat, banyak juga yang datang untuk berziarah ke makam waliullah yang disemayamkan di sekitar masjid. Diantaranya ada makam Mbah Sambu, salah seorang penyebar agama Islam zaman Kerajaan Majapahit. Ada juga makam Adipati Tejakusuma 1 dan makam simbah KH Ma’shum, salah seorang ulama besar Lasem yang dihormati hingga sekarang. Sebutan lain untuk Lasem adalah kota santri, karena banyaknya pondok pesantren disini.
5. Kampung Batik Karangturi
(Foto: cbfmrembang.wordpress.com)
Belum ke Lasem kalau belum belanja batik. Salah satu juragan batik favorit adalah rumah batik Bu Sutera yang ada di desa Karangturi. Jadi bentuknya ya hanya rumah kuno khas Lasemgitu. Sekedar saran, jika ingin mencarinya, bertanyalah kepada orang kampung sekitar. Yang khas dari batik Bu Sutera adalah motif & teknik pembuatan batiknya yang masih asli menjaga tradisi turun temurun. Ada motif kricak, laseman, gunung ringgit, tiga negeri, dan motif klasik lainnya. Harganya juga relatif terjangkau.
6. Pantai Caruban
(Foto: tribunnews.com)
‘Memang di Lasem ada pantai yang bagus?’
Ada dong! Pantai Caruban terletak tak begitu jauh dari terminal Lasem. Kita bisa kesana dengan naik delman atau ojek dengan menyusuri jalan sempit diantara tambak garam dan bandeng. Pantai ini menjadi saksi bisu kejayaan Kerajaan Majapahit pada masanya, karena konon disinilah salah satu lokasi pangkalan armada maritim Majapahit kala itu. Bahkan tak jarang kini masih ditemukan pecahan-pecahan gerabah di sekitar pantai.
7. Wisata Kuliner Lontong Tuyuhan
(Foto: uckywiicky.blogspot.com)
Bagi penikmat wisata kuliner, wajib hukumnya icip-icip kuliner khas Lasem yang satu ini. Lontong Tuyuhan namanya. Sejenis opor ayam kuah kuning beraroma rempah yang disajikan dengan irisan-irisan besar lontong. Tuyuhan merupakan nama sebuah kawasan tempat menu ini berasal. Murah meriah dan dijamin kenyang. Yang unik adalah kita bisa memilih lauk bagian dari ayam mana yang ingin kita santap. Kalau yang menjadi favorit pengunjung adalah bagian kerangka perut ayam betina yang masih penuh dengan calon telur. Di Lasem, tidak perlu menunggu lebaran untuk bisa makan opor.
8. Warung Kopi
(Foto: jointkopi.com)
‘Monggo mas, ini pisang gorengnya masih panas.’
Ibu penjual menyodorkan secangkir kopi susu panas dan sepiring pisang goreng yang baru diangkatnya dari penggorengan. Duduk di bangku kecil berdampingan dengan bapak-bapak warga sekitar Kampung Karangturi yang siang itu sedang nongkrong di warung kopi.
Nongkrong di warung kopi sudah menjadi bagian dari keseharian warga Lasem rupanya dan itu tak mengenal waktu, dari pagi sampai malam sah-sah saja. Biasanya ada 2 pilihan sajian kopi, mau kopi hitam/kopi tubruk ataupun kopi susu. Tergantung selera masing-masing. Kopi dari perkebunan sekitar Kab Rembang ini ditumbuk hingga sangat halus, bahkan ada yang 10 kali proses penggilingan. Inilah khasnya kopi Lasem. (Sumber: Artikel phinemo.com Foto geografientrepreneur.yolasite.com)
...more