TripTrus.Com - Bro-sis traveler, lo udah nyadar belum sih kalo Agustus 2025 tuh bakalan jadi bulan paling rame vibes lokalnya? Sumpah, dari ujung barat sampe timur Nusantara, festival-festival kece udah ngantri buat manjain mata, perut, sama jiwa lo yang butuh healing tapi tetep pengen rooted sama budaya kita. Musik, budaya, makanan, plus pemandangan alamnya, semua dibungkus dalam satu paket yang Instagrammable dan pastinya worth banget buat dijadiin konten.
Daripada lo cuma jadi silent viewer IG story temen, mending lo yang ambil peran utama. Coba deh start dari Festival Wowine 2025, ini tuh surganya pecinta tradisi NTT, bro-sis! Musik, tarian, dan kearifan lokalnya tuh bakal ngebikin lo makin cinta sama Indonesia. Nuansa adat yang masih kental dan keramahan warga lokal bikin lo serasa balik ke rumah nenek di kampung, hangat dan penuh kenangan.
Abis itu, ada Tomohon International Flower Festival 2025 yang warnanya secantik vibe lo pas lagi liburan. Bayangin deh, lo jalan di tengah parade bunga warna-warni yang super niat dekorasinya. Cocok banget buat lo yang demen estetik dan punya jiwa flower child. Tomohon bener-bener bisa bikin feed lo naik level, plus udaranya adem pula!
Lanjut ke Wolobobo Ngada Festival 2025, tempat di mana lo bisa menikmati seni budaya Ngada yang otentik. View-nya luar biasa sih, spot ini wajib lo masukin ke itinerary. Dari puncak bukit sampe suasana adatnya, semuanya terasa magis. Buat lo yang haus pengalaman baru, di sinilah tempat lo explore sisi eksotis Nusa Tenggara Timur.
View this post on Instagram
A post shared by soulful ngada (@soulful.ngada)
Kalo lo mau pengalaman budaya yang kuat, Festival Budaya Lembah Baliem 2025 bisa jadi jawaban. Bro-sis traveler, lo bakal liat langsung perang-perangan adat yang epic, lengkap dengan kostum dan tarian Papua yang gokil banget. Ini bukan festival biasa, ini sejarah hidup yang lo saksikan langsung. Beneran, priceless vibes!
Gak mau jauh-jauh? Tenang, Tapin Art Fest 2025 di Kalimantan juga siap manjain lo dengan art performance kece, kuliner lokal, dan vibes kreatif anak daerah yang keren abis. Lo bisa nongkrong santai sambil nyicipin jajanan tradisional, terus lanjut nonton pameran dan pertunjukan seni yang anti mainstream.
Nah, buat lo yang suka fashion, Jember Fashion Carnaval 2025 wajib lo gas! Parade busana megah dan unik yang gak kalah sama Met Gala. Outfit-nya tuh totalitas banget, bro-sis, dan semua elemen lokal dikemas jadi satu fashion show jalanan yang epic. Bisa jadi inspirasi OOTD lo juga lho!
Terus, ada juga nih Festival Golo Koe di Labuan Bajo, tempat lo bisa menikmati keindahan Maria Assumpta dan budaya lokal Flores dalam satu festival yang sakral tapi tetap meriah. Spot ini pas banget buat lo yang nyari ketenangan spiritual tapi juga pengen explore Labuan Bajo beyond Komodo.
Festival Rote Malole 2025 juga gak kalah keren, bro-sis! Di sini lo bakal dimanjain sama pantai indah, budaya lokal yang kuat, dan vibe chill yang jarang lo temuin di tempat lain. Buat lo yang pengen escape dari hiruk-pikuk kota, Rote tuh tempat healing yang sesungguhnya.
[Baca juga : "Explore Banten Lama: Surga Sejarah & Religi Buat Lo Yang Mau Healing Plus Belajar!"]
Kalo lo demen yang berbau air, jangan skip Festival Perahu Bidar Tradisional 2025! Balap perahu khas Palembang ini seru banget, bro! Musik, teriakan semangat tim, dan air yang ciprat-ciprat bikin adrenaline lo naik. Dan yes, cocok banget buat konten cinematic slowmo lo!
Abis itu ada Gili Festival 2025 di Lombok yang vibes-nya santai tapi tetep hidup. Lo bisa explore underwater life, nikmatin live music di pantai, dan makan seafood segar sampe puas. Kombinasi laut, musik, dan sunset tuh beneran ngebikin lo lupa deadline.
Buat lo yang cinta tradisi, Pacu Jalur Tradisional 2025 di Riau tuh harus masuk bucket list! Lomba perahu panjang dengan iringan musik khas ini gak cuma seru, tapi juga penuh nilai sejarah. Lo bisa belajar banyak sambil menikmati suasana meriah ala kampung halaman.
Ada juga nih Festival Budaya Sa Ijaan: Magic From The Sea 2025 yang ngasih lo experience budaya pesisir Kalimantan Selatan. Musik laut, tari-tarian magis, sampe ritual tradisional bikin festival ini beda dari yang lain. Bro-sis, ini tuh literally magic vibes dari laut!
Buat pecinta beat dan ritme, Aceh Perkusi 2025 bakal bikin jantung lo berdebar seneng. Di sini lo bisa nikmatin pertunjukan alat musik pukul tradisional Aceh yang megah. Bener-bener jadi experience sound lokal yang powerful dan susah dilupain!
Lo tim sweet tooth? Wajib hadir ke Jakarta Dessert Week 2025! Dessert kekinian dari banyak toko hits ngumpul semua di sini. Lo bisa nyobain kreasi manis dari yang lokal sampe fusion yang unik banget. Cocok buat update IG Story sambil jajan lucu!
Dan terakhir nih, jangan lupa mampir ke West Java Festival 2025! Jawa Barat tuh selalu punya cara unik buat nunjukin budayanya, mulai dari musik, kuliner, sampe pertunjukan seni lokal yang bikin lo makin cinta sama tanah Sunda.
Nah bro-sis traveler, tunggu apalagi? Jangan sampe momen sekali setahun ini lo lewatin cuma karena nunda-nunda. Cus lah atur jadwal, kumpulin circle, dan siapin mental buat eksplor semua vibes lokal kece ini. Hidup cuma sekali, jangan cuma scrolling—sekarang giliran lo yang update konten epic dari tiap penjuru Nusantara bareng TripTrus! (Sumber Foto @bagusrizkif)
...moreTripTrus.Com - Traveling bersama keluarga tentunya keinginan semua orang. Terutama untuk Anda yang tinggal di kota besar, rutinitas pekerjaan pasti membuat Anda penat dan jenuh. Selain berlibur menikmati wisata, traveling bersama keluarga juga bisa dijadikan moment untuk mendekatkan anggota keluarga satu sama lain.
Hari sabtu nya kitahhhh.... 😜 . . #thelodgemaribaya#liburankita #liburankeluargabesar #ibusayanganak #ibukekinian #anak #sayangkeluarga #lembangbandung#nissan
A post shared by Desy Napilah (@desynapilah) onAug 7, 2017 at 6:46am PDT
Tapi, ada hal yang perlu dipikirkan sebelum Anda berangkat traveling, yakni uang. Tidak mau kan setelah Anda berlibur, Anda kehabisan uang?
Untuk mencegah hal tersebut, berikut ini SCOOP akan menginformasikan “7 Tips Merencanakan Traveling Hemat Bersama Keluarga”.
1. Beli Tiket Promo
Banyak cara mendapatkan tiket promo, misalnya Anda membelinya saat travel fair, early bird, atau promo–promo lain dari maskapai penerbangan.
2. Cari Akomodasi Dengan Harga Miring
Menginaplah di budget hotel, service apartment, atau guest house. Pastikan penginapan yang Anda pilih bisa menerima tamu anak–anak, karena ada beberapa penginapan yang memberlakukan batasan usia.
3. Makan Makanan Lokal atau di Restoran Fast Food
Makanlah apa yang dimakan penduduk setempat, jika tidak cocok lebih disarankan untuk makan di restoran fast food. Jangan mencari makanan Indonesia ketika traveling di luar negeri kecuali di Singapura dan Malaysia, karena harga makanan Indonesia di luar negeri cukup mahal.
4. Ajari Anak Traveling, Bukan Shopping
Hindarkan anak–anak menjadi konsumtif dengan membatasi apa yang mereka beli selama traveling. Banyak ilmu yang bisa diambil ketika traveling, bukan hanya berkeliling dari satu mal ke mal lain di sepanjang perjalanan.
5. Naik Transportasi Lokal atau Jalan Kaki
Selain menghemat biaya, mengajak keluarga naik transportasi lokal atau berjalan kaki akan menciptakan kesan tersendiri sekaligus mengajari anak belajar berinteraksi dengan penduduk setempat. Membiarkan anak membeli tiket sendiri dan mengantre akan membuat anak belajar mandiri dan disiplin.
6. Diskusi Keluarga Sebelum Berangkat
Diskusi sebelum berangkat traveling amatlah penting. Dalam diskusi tersebut, Anda bisa menentukan biaya yang akan dikeluarkan selama berpergian, seperti alokasi belanja, tempat–tempat yang akan dikunjungi, sampai perlu tidaknya Anda membawa stroller. Diskusi di awal akan menghindarkan kesalahpahaman saat traveling. Jangan sampai family travel yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi ajang perselisihan.
7. Buat Itinerary, Budget Planning, dan Packing Yang Teliti
Setelah selesai berdiskusi, susunlah itinerary dan perkiraan budget. Jadwal perjalanan dan perkiraan pengeluaran akan membuat traveling lebih terencana dalam hal waktu dan uang. Ketelitian packing juga penting agar tidak ada barang bawaan yang tertinggal, terutama perlengkapan untuk anak.
Ayo, segera ajukan cuti! Dan, selamat menikmati liburan hemat bersama keluarga! Enjoy your trip! (Sumber: Artikel gramedia.com, Foto freepik.com)
...moreTripTrus.Com - Berbeda dengan bidang usaha lain yang mengalami kelesuan, usaha wisata justru makin moncer saja. Begitu tingginya minat berwisata masyarakat di seluruh dunia saat ini sehingga bahkan sampai merubah daya beli masyarakat. Kini orang lebih suka berwisata daripada menghabiskan uang untuk belanja. Pertanyaannya, tren wisata dunia apa saja yang akan ditahun 2018?
Ini adalah hasil survey independen booking.com, sebuah website wisata asal Belanda. Perusahaan layanan wisata ini melakukan survey kepada 18.500 wisatawan dari berbagai negara yakni Inggris, Amerika Serikat, Brasil, China, Jerman, Italia, Spanyol, Prancis, India dan Rusia dengan responden lebih dari 1.000 dari masing-masing negara.
Bukan hanya itu, para responden juga berasal dari Australia, Argentina, Belgia, Kanada, Denmark, Hong Kong, Kroasia, Indonesia, Jepang, Meksiko, Belanda, Selandia Baru, Swedia, Thailand dan Taiwan (masing-masing sekitar 500 responden). Responden menyelesaikan survei online pada Agustus 2017. Hasilnya, inilah delapan tren wisata dunia dan bakal booming pada 2018:
Mewujudkan impian yang terpendam
Mengunjungi tempat-tempat yang masuk dalam daftar keajaiban dunia adalah pilihan yang paling banyak disuka. Sebanyak 47 persen responden memilih tempat-tempat ini dalam daftar perjalanan mereka tahun 2018. Pelancong yang lain memilih kelezatan lokal, pulau yang indah, dan ada lagi yang memburu obyek wisata menegangkan di seluruh dunia.
Nostalgia masa lalu
Mengenang masa lalu adalah kesenangan semua orang. Sebagian wisatawan selalu ingin mengunjungi tempat masa kecil mereka. Dalam hal ini wisatawan sangat suka mengunjungi tempat wisata yang pernah mereka kunjungi di masa lalu dan menikmati perubahan detail yang ada di tempat wisata itu.
Sebanyak 60 persen responden memilih wisata ini untuk mengisi liburan mereka pada 2018 dan membagikan postingan mereka melalui media social setelanya.
Datang ke tempat-tempat budaya popular
Banyaknya informasi melalui internet seperti website, blog, media sosial dan berbagai tempat shooting film adalah tujuan wisata yang bakal banyak didatangi orang pada 2018 nanti. Lebih dari 39 persen wisatawan memilih sebuah tempat untuk dikunjungi karena melihat melalui Youtube, dan 22 persen memilih mengunjungi tempat penyelenggaraan olahraga besar dan terutama tempat-tempat yang menjadi setting film-film terkenal.
Jalan-jalan untuk kesehatan
Wisata untuk kesehatan juga masuk sebagai tren wisata dunia di tahun 2018 nanti. Sebanyak 33 persen orang ingin bepergian ke tempat yang membuat mereka menjadi sehat. Tempat yang dimaksud adalah tempat yang memungkinkan mereka bisa berjalan kaki menikmati suasana, hiking, trekking dan kegiatan menyehatkan lainnya. Termasuk dalam golongan ini adalah wisata yang menawarkan berbagai hiburan sekaligus olahraga seperti bersepeda, olahraga air dan tempat-tempat untuk meditasi.
Intuisi ekonomi
Tahun 2018 akan banyak wisatawan yang lebih suka bepergian sendiri, menciptakan peta perjalanan sendiri dan merancang rencana perjalanan sendiri dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi seperti website yang menjual jasa ticketing, booking hotel, pesawat dan sebagainya.
Melancong bersama teman
Jika tidak sendirian maka teman adalah orang yang paling banyak diinginkan untuk berwisata. Tahun 2018 banyak orang memilih pergi wisata dengan teman-temannya. Ini berarti mereka lebih mementingkan mendapatkan kesenangan ketimbang tempat yang dituju. Mereka bakal memilih tempat yang membuat mereka bisa bersenang-senang, mengurangi stress dan membangun hubungan pertemanan yang lebih baik melalui wisata.
Hidup seperti penduduk setempat
Banyak orang mulai suka menginap di Homestay atau rumah sewa yang memungkinkan mereka bisa menikmati situasi seadanya tempat itu. Wisatawan 2018 juga sangat ingin menikmati makanan local, kisah hidup orang local dan berinteraksi dengan para pemilik rumah dan warga lokal di tempat mereka menginap. Maka tahun 2018 para pemilik homestay harus bersiap-siap meladeni keingintahuan mereka mengenai segala sesuatu yang bersifat lokal.
Itulah delapan tren wisata dunia yang bakal meledak di 2018 nanti. Indonesia adalah salah satu negeri yang menjadi incaran para wisatawan dunia. Sudah siapkan Anda menerima kedatangan orang-orang dari berbagai negara menginap dan menikmati suasana desa Anda? (Sumber: dasun.desa.id Foto Simon Sees)
...moreTripTrus.Com - Ada dua mesjid di area Batavia Tua yang dibangun pada abad 18 dan 19, yaitu Mesjid An-Nawier dan Mesjid Langgar Tinggi di Pekojan, yang sekarang dikenal dengan Kampung Arab terletak di Jakarta Barat.
Langgar Tinggi Mosque
Nama Pekojan konon adalah kependekan dari kata “Khoja” atau “Kaja” sebuah area di India. Tetapi, “Khoja” ini juga adalah nama ikat kepala yang dikenakan oleh kaum pria di prooinsi Banten. Itulah mengapa tentara Banten yang bertikai dengan Pageran Fatahillah, penemu Jakarta, aman tinggal di area ini. Tentunya, Jakarta dan Batavia menjadi pelabuhan internasional yang sibuk, penuh dengan para pedagang dari kelompok etnis yang berbeda-beda yang masing-masing membentuk komunitasnya, dan kemudian bergabung di tempat yang dinamakan “Kampung”.
An-Nawier Mosque
Mesjid An-Nawier-yang dikenal juga sebagai Mesjid Pekojan, di area Pekojan- dibangun tahun 1749 AD (atau 1880 H menurut kalender Islam), oleh Syarifa Fatimah binti Husen Al Idrus. Mesjid ini mesjid terbesar dan tertua di Jakarta Tua serta memiliki lemen-elemen yang unik. Denah mesjid ini berbentuk L dengan kapasitas 2,000 orang. Atapnya disangga oleh 33 pilar, melambangkan 33 holy verses yang biasa dilantunkan setelah shalat usai. Di luar mesjid terdapat kubah setinggi 17 meter menyerupai mercusuar.
Menurut cerita yang beredar, pada masa lalu ketika berlangsung pemberontakan melawan Kolonial, tentara pejuang Indonesia biasanya berlindung di tempat sempit ini dan merasa nyaman.
Berjalan dari mesjid ini ke mesjid Langgar Tinggi, kita akan melewati jembatan Kambing di atas sungai Angke. Jembatan ini dulunya menghubungkan kita ke tempat penjagalan kambing. Kini tempat penjagalan ini sudah tidak ada lagi, namun masyarakat Arab yang masih tinggal di sini masih memlihara kambing dan memperjualbelikannya, sebagimana mereka telah melakukannya selama 200 tahun.
Menjejak di mesjid Langgar Tinggi atau Mesjid Tinggi, orang akan mengerti mengapa mesjid ini dinamakan demikian, tak lebih karena mesjid ini terdiri dari 2 lantai, yang amat jarang ditemukan di masa ini. Mesjid Langgar Tinggi, yang treletak di sepanjang sungai Angke konon dibangun pada tahun 1829 AD (atau di 1249 H menurut kalender Islam). Lantai atas tempat orang shalat terbuat dari kayu, dan masih dalam kondisi yang baik sampai sekarang. Sementara di lantai bawah, terdapat tempat untuk penjaga mesjid
Arsitekturnya adalah perpaduan antara moroislam dan kolonial yang menggunakan elemen Cina dan Jawa. Disain pilarnya bergaya klasik Eropa, penyangga pilarnya bergaya Cina dan lantainya bergaya Jawa. Mimbarnya didatangkan dari Palembang, Sumatera Selatan. (Sumber: Artikel jakarta-tourism.go.id Foto panoramio.com)
...moreTrip ke Pantai Ora bisa ditemukan di: http://triptr.us/Bh
TRIPTRUS - Apa ada TripTroops yang ingin merasakan pantai di luar negeri seperti di Hawaii atau di Maladewa? Tidak harus siapkan paspor dan repot urus visa untuk datang ke pantai yang keindahannya cuma bisa dilihat media elektronik. Di Desa Saleman, Seram Utara, tepatnya di Pulau Seram, Maluku Tengah, Maluku, terdapat Pantai Ora yang keindahannya menyaingi keindahan pantai di Maladewa.
Meski untuk mencapai Pantai Ora diperlukan beberapa kali pergantian moda transportasi, tetapi sesampainya di Pantai Ora, semua kepenatan akan hilang melihat pemandangan Pantai Ora. Di tepi Pantai Ora terdapat hamparan pasir putih yang bersih dan terang. Lalu lepas dari pasir, TripTroops langsung menemukan air yang biru, jernih, dan tenang yang akan membuat TripTroops merasakan seperti sedang berada di dalam mimpi. Lalu udara yang bersih serta sinar matahari di kulit akan membuat TripTroops merasa seperti sedang berasa di Maladewa.
Yang lebih membuat trip ke Pantai Ora lebih istimewa adalah adanya tempat menginap yang berdiri di atas laut. Tidak hanya resort saja, beberapa homestay -- yang merupakan rumah penduduk -- juga dibangun di atas laut. Suara ombak berdebur dan angin laut akan membuai kita ke alam mimpi. Selesai beristirahat, pagi di Pantai Ora dipenuhi dengan kicauan burung dan hembusan udara sejuk.
Tapi kini saatnya membuka pintu kamar dan melihat hamparan laut tepat di depan mata. Lalu bergegas mengambil peralatan snorkeling dan melihat pemandangan bawah laut yang memesona. Indahnya terumbu karang Pantai Ora, yang jadi habitat bagi ratusan spesies ikan, akan membuat TripTroops tidak mau keluar dari air. Pemandangan ini juga bisa dilihat tanpa harus turun ke air, karena bisa dengan mudah disaksikan dari kamar tempat menginap, walau tidak terlalu jelas.
TripTroops juga bisa menyewa perahu dari nelayan untuk keliling melihat Taman Nasional Manusela. Dengan perahu, TripTroops bisa masuk ke sungai Salawai untuk melihat proses pembuatan sagu, atau melihat berbagai jenis burung di Teluk Sulaiman. Kalau TripTroops juga suka trekking, hutan di dekat Desa Sawai adalah pilihan yang tepat di Pulau Seram. TripTroops bisa melihat tempat penangkaran burung Kakatua Seram dan burung Nuri Seram.
Yang pasti, menikmati suasana pantai ala Maladewa lebih terjangkau di Pantai Ora. Rugi kalau belum nge-trip ke lokasi yang disebut sebagai Heaven on Earth (Surga di Dunia).
...moreTripTrus.Com - Indonesia emang juara punya tempat keren dari ujung barat sampe timur, Bro! Ada pantai-pantai putih, gunung-gemunung, hutan tropis, sampe savana yang luas banget!
Salah satu tempat top di Indonesia, terutama buat traveler lokal maupun internasional, adalah Pulau Sumba di Nusa Tenggara Timur. Tempat ini kaya akan hidden gem, Bro! Ada pantai eksotis, bukit-bukit tinggi, dan kekayaan budaya yang unik dan seru abis.
View this post on Instagram
A post shared by Leonardo Manurung (@leonardomanru)
Ini dia 5 tempat yang wajib lo kunjungin, minimal sekali seumur hidup, Bro!
1. Laguna Weekuri
Laguna Weekuri ini banget, loh! Ada di Desa Kelana Rongo, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat. Laguna air asin yang warnanya biru kehijauan ini punya pemandangan alam yang bikin hati adem, Bro! Bisa jadi tempat terbaik buat heal pikiran.
2. Pantai Laipori
Nyampe di Desa Laipori, Kecamatan Kodi Balaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya, Pantai Laipori ini nggak boleh ketinggalan. Pasir putih lembut, air laut jernih, dan pemandangan yang bikin hati tenang banget. Ada juga telaga di tengah hutan cemara, Bro!
3. Air Terjun Week Acura
Sumba nggak cuma punya pantai keren, tapi juga punya Air Terjun Week Acura yang kudu lo kunjungin. Ada di Desa Tema Tana, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya. Air terjun setinggi sekitar 10 meter ini punya kontur bertingkat dan dikelilingi tebing tinggi serta pepohonan yang rindang. Bikin lupa deh semua penat!
[Baca juga : "Bali Kembali Gaspol Jadi Destinasi Paling Asyik Di Dunia 2024 Versi Tripadvisor!"]
4. Bukit Ndapayami
Bukit Ndapayami, Bro! Salah satu bukit tertinggi di Sumba yang ada di Desa Umalulu, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur. Ketinggian sekitar 400 meter dari permukaan laut, cocok banget buat yang suka hiking. Dari puncaknya, lo bisa liat lanskap laut, perbukitan, dan desa-desa yang indah banget!
5. Desa Adat Ratenggaro
Sumba punya tempat kece buat yang suka budaya, nih! Desa Adat Ratenggaro di Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat. Desa ini punya rumah adat yang unik dan masih asli abis, Bro! Atapnya tinggi dan terbuat dari bambu. Keren, kan?
Sumba emang jadi sorotan karena keindahannya yang nggak kalah sama destinasi lain di Indonesia. Bahkan, keindahan alamnya sampe dijadiin iklan sama produsen jamu dan farmasi, loh! Mantap betul, Bro! (Sumber Foto @imeldatan60)
...moreTripTrus.Com - Lo tau gak sih, Karawang di Jawa Barat itu bukan cuma soal rumah pengasingan Bung Karno sama Bung Hatta aja, tapi juga ada spot-spot wisata sejarah yang gak kalah keren. Misalnya, ada Monumen Kebulatan Tekad yang dibangun tahun 1950, dulunya markas PETA, nih. Monumen ini bukan cuma jadi tempat buat foto-foto, tapi juga bikin lo nambah ilmu sejarah, apalagi ada relief yang ceritain perjuangan para pahlawan pas masa perang dulu. Kece abis, kan?
Gak cuma itu, ada juga Monumen Perjuangan Rawagede sama Taman Makam Pahlawan (TMP) Sampurnanaga yang berada di Desa Balongsari. Di sana, lo bisa ngeliat makam para pahlawan yang diatur super rapi, lengkap dengan nama-nama mereka di tiap petak makam. Serius deh, tempat ini jadi salah satu destinasi favorit buat orang-orang yang pengen napak tilas perjuangan bangsa.
Nah, kalau lo pengen ngeliat peninggalan masa kolonial, mampir deh ke Bendung Walahar yang udah ada sejak tahun 1923. Ini tempat keren banget buat liat gimana Belanda dulu bangun bendungan yang sampai sekarang masih difungsikan buat irigasi sawah luas. Lo juga bisa sekalian jalan-jalan ke SDN Pisangsambo 1 yang masih berdiri kokoh walaupun dibangun sejak tahun 1912. Uniknya, bangunan sekolah ini awalnya dibangun di Dusun Kutaampel, tapi karena sering kebanjiran, akhirnya dipindahin ke Desa Pisangsambo tahun 1928.
View this post on Instagram
A post shared by PWI Kabupaten Karawang (@pwikarawang)
Jangan lupa juga buat mampir ke Tugu Bojong Rengasdengklok yang berbentuk tiga buah tangan. Tugu ini sering banget dijadiin tempat upacara peringatan Hari Kemerdekaan dan napak tilas sejarah. Gak heran sih, soalnya tugu ini emang dibangun buat memperingati Proklamasi Kemerdekaan di depan Kantor Kecamatan Rengasdengklok.
[Baca juga : "Banda Neira, Pulau Pala Dan Jejak 4 Rumah Pengasingan Dalam Sejarah Indonesia"]
Jadi, buat lo yang demen sejarah Buddha, jangan lupa mampir ke Kompleks Percandian Batujaya, bro! Di sini ada empat candi Buddha kece, yaitu Candi Jiwa, Candi Blandongan, Candi Serut, dan Candi Telagajaya. Lokasinya dulu sih merupakan danau atau rawa, dan candi-candinya dibangun di tepian. Tempat ini bener-bener mantap buat nambah wawasan sejarah dan spiritual lo!
Kalau udah puas muterin tempat bersejarah, langsung aja deh cicipin kuliner khas Karawang. Karawang emang dikenal kota industri, tapi jangan salah, bro! Di sini banyak banget kuliner legendaris yang udah ada dari dulu dan rasanya tuh unik banget. Ada Sorabi Kuntilanak atau Sorabi Hijau M. Kasim Rengasdengklok yang wajib dicoba. Nama Sorabi Kuntilanak diambil dari lokasinya yang deket banget sama Tempat Pemakaman Umum, tapi jangan khawatir, sorabinya tuh bikin nagih! SUdah eksis sejak 1995 dan jadi salah satu kuliner legendaris Karawang. Keunikan dari sorabi ini adalah pembuatannya yang masih tradisional tanpa tambahan zat perasa atau gula buatan. Dijamin lo bakal ketagihan!
Selain itu, jangan lewatkan Pepes Walahar H. Dirja yang udah terkenal banget. Kedai ini udah ada sejak 1986, awalnya jualan ikan jambal dari Sungai Citarum, sekarang udah jadi bisnis pepes yang sukses besar. Menu andalannya tentunya pepes ikan jambal yang rasanya bikin lo ketagihan!
Jadi, kalau lo lagi di Karawang, pastiin mampir ke tempat-tempat ini. Lo nggak cuma dapet pengalaman wisata, tapi juga bisa nambah wawasan sejarah yang bikin lo makin cinta sama Indonesia! Plus, jangan lupa foto-foto biar trip lo makin keren dan hits! (Sumber Foto @nugroho_ajo)
...moreTripTrus.Com - Memasuki tahun 2018, Banyuwangi merilis 'Top 77 Calender of Event Banyuwangi Indonesia Festival 2018’ di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata (Kemenpar).
Udah check long weekend di tahun 2018 ??! ・ ・ #banyuwangi #majesticbanyuwangi #sunriseofjava #wonderfulindonesia #pesonaindonesia #indonesia #tourism #travel #destination #banyuwangifestival #banyuwangiethnocarnival #tourdeijen #gandrungsewu
A post shared by RickhadPradana #RP (@uncleicad) onFeb 1, 2018 at 4:01am PST
Berbagai acara tersebut akan menjadi wisata atraktif yang mengeksplorasi seni budaya, keindahan alam, olahraga hingga beragam potensi daerah yang bisa jadi pilihan menarik untuk wisatawan. Calender of Event tersebut dilaunching langsung oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bersama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.
Menpar mengapresiasi konsistensi Banyuwangi yang aktif mengemas acara dalam rangka mempromosikan dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Banyuwangi, tiap tahunnya.
"Banyuwangi jadi kota kecil yang diambil paling banyak event-nya buat jadi 100 event terbaik Indonesia. Dua masuk top 100, dan satu masuk top 10 yaitu Banyuwang Etno Carnival," tuturnya saat pidato pembukaan acara.
Anas mengatakan 77 acara tersebut diharapkan akan mendongkrak kunjungan pariwisata di Kota Banyuwangi. Selain itu juga untuk mendukung program Kemenpar Visit Indonesia Wonderfull Indonesia, dengan target 17 juta wisatawan mancanegara di 2018.
Menurutnya agenda Banyuwangi Festival yang telah digelar rutin sejak 2012 bisa menjadi panduan bagi wisatawan yang ingin menikmati beragam potensi wisata Banyuwangi.
”Banyuwangi Festival kami yakini sebagai cara ampuh untuk meningkatkan awareness orang pada Banyuwangi. Dan sudah terbukti, banyak wisatawan baik domestik maupun mancanegara menikmati aneka atraksi wisata di Banyuwangi Festival,” kata Anas.
Ia juga menambahkan, Banyuwangi Festival tahun ini lebih istimewa dengan berbagai atraksi wisata baru berbasis potensi dan kearifan lokal.
Atraksi primadona wisatawan juga bakal dikemas lebih menarik, seperti Festival Banyuwangi Kuliner dan Art Week (12-15 April), Jazz Pantai Banyuwangi, (12-13 Mei), Banyuwangi Ethno Carnival (29 Juli), Ijen Summer Jazz (22 September), dan Festival Gandrung Sewu (20 Oktober).
Sejumlah atraksi baru dihadirkan, seperti Festival Tahu-Tempe (9-13 Februari) untuk memperkenalkan kampung pembuatan tahu dan tempe di Banyuwangi dan Festival Imlek yang akan menampilkan tradisi khas warga Tionghoa (17 Maret).
Selain itu, ada Festival Karya Tari (31 Maret), Fishing Festival (7 April), Festival Cokelat (12 Mei), dan Festival Kuntulan (3-6 Oktober).
”Atraksi-atraksi baru kami harapkan semakin memperkaya dan memperkuat posisi Banyuwangi dalam peta persaingan pariwisata. Seperti Fishing Festival, akan kami padukan dengan paket-paket wisata memancing yang kini sedang tren. Juga Festival Cokelat untuk mengangkat kakao kami yang sudah rutin diekspor ke berbagai negara,” kata Anas.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata MY Bramuda menambahkan, pendekatan sport tourism tetap mewarnai pergelaran Banyuwangi Festival 2018. Mulai dari Banyuwangi Underwater Festival (4-6 April), International Ijen Green Run (8 April), Banyuwangi International BMX (30 Juni), dan Tour de Ijen (26-29 September).
”Khusus sport tourism ini memang kami mengambil pasar yang sangat segmented, tak banyak tergarap daerah lain. Secara konsisten ini mulai membuahkan hasil, di mana komunitas-komunitas BMX se-Indonesia, misalnya, rutin berlatih di Banyuwangi karena kami punya sirkut berstandar internasional,” ujarnya di sela acara Bramuda.
Ada juga berbagai atraksi fesyen, seperti Green and Recycle Fashion Week (24 Maret), Banyuwangi Fashion Festival (14 Juli), Banyuwangi Batik Festival (17 November), dan Festival Kebaya (5 Desember). “Kini aja juga festival untuk menumbuhkan empati sosial masyarakat seperti Festival Anak Berkebutuhan Khusus (10 Februari) dan Festival Anak Yatim (13-15 September),” tutup Bramuda. (Sumber: Artikel kompas.com, Foto flickr.com/miftaharjo)
...moreAyo ikuti trip ke Pulang Sangiang di: http://triptr.us/Br
TRIPTRUS - Provinsi Banten memiliki satu destinasi wisata yang kini mulai dilirik. Destinasi itu bernama Pulau Sangiang yang berada dalam wilayah Kabupaten Serang. Terletak di antara Pulau sumatera dan Pulau Jawa, Pulau Sangiang dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 45 menit dari Anyer dengan menggunakan kapal atau perahu bermotor.
Pulau yang dijadikan Taman Wisata Alam oleh Pemerintah Indonesia ini awalnya ditetapkan sebagai cagar alam yang memiliki luas 700, 35 hektar (Ha). Kemudian pada tahun 1991, wilayah perairan di sekitarnya ditetapkan jadi Taman Wisata Alam Laut seluas 720 Ha, sehingga total Taman Wisata Alam Pulau Sangiang menjadi 1420,35 Ha. Lalu pada tahun 1993, Taman wisata Alam Pulau Sangiang ditetapkan menjadi seluas 528, 15 Ha.
Pada waktu masa penjajahan Belanda, Pulau Sangiang memiliki nama Dwars-in-den-weg, atau kurang lebih berarti menghalangi jalan. Nama ini diambil karena lokasi Pulau Sangiang tepat berada di tengah penyempitan Selat Sunda yang membatasi Pulau Sumatera dan Pulau Jawa. Lalu menurut cerita penduduk setempat, pada masa penyebaran agama Islam oleh Wali Songo, Pulau Sangiang merupakan tempat pertemuan para wali untuk mengadakan rapat dan mengambil keputusan menjalankan penyebaran agama. Di masa penjajahan Jepang, Pulau Sangiang merupakan titik penyimpanan berbagai kekayaan bumi yang diambil Jepang di Indonesia sebelum dibawa ke negaranya.
Sebagian besar Pulau Sangiang tidak dihuni oleh manusia untuk menjaga kelestarian alamnya. Tetapi di Pulau Sangiang terdapat sebuah pemukiman yang hanya berjumlah sekitar 50 kepala keluarga yang bernama Legon Waru. Para penduduk perkampungan ini berkomunikasi menggunakan 3 bahasa, yaitu Bahasa Sunda, Jawa, dan Lampung.
Daya tarik Pulau Sangiang terdapat pada kelestarian alamnya baik kawasan daratan pulau yang masih dijaga keindahannya, maupun kawasan wisata laut penuh dengan biota laut seperti karang dan ratusan spesies ikan yang dapat dilihat di air yang jernih. Untuk penggemar wisata laut, Pulau Sangiang menyediakan fasilitas snorkeling maupun diving di beberapa kawasan seperti perairan Batu Raden, Pantai Perawan dan Legon Waru.
Sementara, untuk penggemar trekking dan wisata budaya, Pulau Sangiang memiliki banyak gua dan benteng-benteng peninggalan masa penjajahan Jepang serta gua kelelawar yang di bawahnya merupakan tempat berkeliarannya ikan hiu yang siap memakan kelelawar yang jatuh dari atas gua.
Keindahan alam Pulau Sangiang membuat banyak pengunjung yang pernah datang menobatkannya sebagai salah satu dari Seven Wonders of Banten (Tujuh Keajaiban Banten).
Photos courtesy of: commons.wikimedia.org, gunungtukung.blogspot.com, savingfunvacation.blogspot.com, panoramio.com
...more