TripTrus.Com - Indonesia merupakan salah satu negara yang disebut sebut memiliki tingkat toleransi tinggi. Betapa tidak, hampir di seluruh kota/kabupaten dari Sabang sampai Merauke terdapat berbagai etnis yang hidup berdampingan secara damai dengan masyarakat pribumi. Tak terkecuali etnis Tionghoa.
Ratusan tahun sudah mereka bermukim di bumi pertiwi dan hidup berdampingan secara rukun dengan masyarakat pribumi. Berbagai sendi kehidupan mulai perekonomian hingga kebudayaan menjadi hal yang tak dapat lagi dipisahkan dari kedua belah pihak.
Sejarah panjang tersebut tampaknya masih membekas sampai detik ini. Berbagai bangunan bergaya oriental masih dapat kita jumpai di seluruh tempat. Masyarakat biasa menyebutnya dengan istilah “Pecinan”. Khusus di Kabupaten Temanggung, komplek Pecinan masih dapat dijumpai di Kecamatan Parakan, wilayah yang disinyalir menjadi pusat aktifitas etnis Tionghoa kala itu.
[Baca juga : "Kopi Aren Organik Sumut Jadi Kawasan Agro Wisata"]
Tembok-tembok tua nan kokoh lengkap dengan jendela serta daun pintu berbahan kayu berwarna memudar menjadi penanda jejak sejarah bahwa mereka telah lama menyatu dengan penduduk setempat.
Sejarah menyebut, pada tahun 1700 ada beberapa pendatang yang membuat bangunan rumah tinggal dengan gaya arsitektur Cina di pemukiman tersebut. Mulai dari Siek Kian Ing pada tahun 1700, Tiong Tiam Tjing (1703), Go Hong Ging (1790) dan Seik Siang I (1793). Ada pula rumah keluarga Lie yang dibangun pada tahun 1870 dan sekarang ditempati oleh generasi ketujuh.
View this post on Instagram
They can imitate you, but they can't duplicate you Coz you got something spesial -dessert,dawin- ----------------------------- š” Rumah keluarga Li, atau dulu disebut rumah OBL temanggung š· xiaomi redmi2 by @sthopesofia #jelajahsejarah #rumahobl #exploretemanggung #kotatoeamagelang #komunitasktm #explorejateng #hijabtraveller #mytripwithhijab #capgomeh #jelajahpecinantemanggung #pecinantemanggung
A post shared by Rahma Setiani, SIP (@setianirahma) onFeb 28, 2016 at 6:12pm PST
“Di kawasan Pecinan Parakan juga terdapat sebuah rumah milik etnis Tionghoa yang kami anggap sebagai situs istimewa dan masuk ke dalam inventarisasi Kota Pusaka di Temanggung. Selain bentuk fisik bangunan yang masih asli, tempat yang telah berusia lebih dari dua abad ini juga pernah dikunjungi oleh keturunan dinasti asal Tiongkok langsung,” beber Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung, Woro Andijani.
Terpisah, Lidya Samsetyagraha, salah seorang warga keturunan bahkan memberikan bukti nyata lain bahwa selama ini telah terjadi akulturasi kebudayaan asli Tiongkok dengan masyarakat setempat. Seperti tercermin pada sajian kuliner yang biasa terhidang saat perayaan Imlek di banyak lokasi.
Yakni lontong cap go meh. Sebenarnya di dalam tatanan budaya masyarakat Tionghoa sendiri, makanan ini sama sekali tidak ada. Akan tetapi justru menjadi salah satu sajian khas pada rangkaian perayaan cap go meh oleh warga keturunan yang tinggal di Indonesia.
“Makanan ini merupakan bukti nyata adanya asimilasi dengan kebudayaan lokal sekaligus kesetaraan kami yang telah membumi layaknya penduduk lain di negara ini,” pungkasnya. (Sumber: Artikel merdeka.com Foto Klenteng Kong Ling Bio)
...moreTRIPTRUS - Nama Pantai Sekongkang mungkin belum akrab didengar oleh orang-orang di Indonesia. Tapi, pantai yang terletak di Desa Sekongkang Bawah, letaknya cukup tersembunyi maka wajar jika banyak tidak diketahui. Desa Sekongkang Bawah terletak di Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Dahulu, Sekongkang terisolir dan digunakan sebagai tempat pembuangan pemberontak atau tawanan perang. Sekongkang baru dapat diakses dengan mobil pada tahun 1984, dengan dibangunnya jembatan yang menghubungkan Sekongkang Bawah dan Sekongkang Atas.
Pembangunan Sekongkang semakin pesat setelah PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) mulai beroperasi di Sumbawa. Para penduduk Sekongkang yang dulu lebih banyak bekerja sebagai petani, mulai didominasi dengan bekerja di pertambangan Newmont. Hanya kaum tua saja yang masih bercocok tanam, sementara kaum muda lebih memilih bekerja di sektor pertambangan. Ini juga alasan yang membuat potensi wisata Sekongkang jadi kurang digali oleh masyarakat setempat.
Untuk mencapai pantai Sekongkang bisa dibilang tidak mudah. Jalanan penuh kelokan sekitar 55 km, yang tidak rata dan berlubang akan membuat pengunjung bisa hampir kehilangan harapan. Tapi sesampainya di lokasi, pasir putih Pantai Sekokang seolah menjadi penghapus dahaga mata akan keindahan alam. Air yang biru kehijauan dan pemandangan bukit-bukit hijau di sekitar pantai memberikan kesan bahwa Pantai ini seperti menyembunyikan diri di balik kabut.
Banyak peselancar yang tidak bisa melupakan kenikmatan mengendarai ombak di Pantai Sekongkang. Selain di situ, dua pantai lain -- Pantai Maluk dan Pantai Njlenga -- menjadi bagian dari segitiga emas yang wajib dikunjungi oleh para peselancar yang ingin menguji nyali dan kelihaian menaiki ombak.
Menginap di Sekongkang tidaklah sulit. Tidak jauh dari Pantai Sekongkang ada resort indah yang bisa jadi alternatif menginap. Resort ini terletak di Pantai Tropical. Meski tidak menyediakan ombak seindah Pantai Sekongkang, di dekat Pantai Sekongkang juga ada Pantai Rantung yang juga menjadi tempat peselancar mengempos adrenalin saat mereka berburu ombak di lautan. Lalu bergeser sedikit, ada pula Pantai Lawar dan Pantai Tropical yang dikejar oleh para peselancar. Tapi jangan kecewa dulu, TripTroops. Di Sekongkang juga tidak hanya ideal untuk peselancar, PT Newmont Nusa Tenggara juga membuka beberapa area untuk dikunjungi. Di pertambangan itu terdapat tiga lubang raksasa yang digali untuk mendapatkan emas dan tembaga.Pengunjung dapat berdiri di atas platform yang disediakan dan melihat kegiatan pertambangan di Newmont. Dan di sini TripTroops juga bisa bergaya di depan truk angkut yang diameter rodanya berukuran 3 meter. Dan truk-truk pengangkut berukuran super besar ini tidak hanya dikemudikan oleh kaum pria saja, tapi juga ada beberapa perempuan yang menjadi supirnya. Wow!
Di Sekongkang Bawah juga terdapat air terjun Perpas yang bisa jadi tujuan untuk trekking. Keunikan Air Terjun Perpas adalah konturnya yang mirip dengan tangga, dengan air terjun tertinggi sekitar 50 meter. TripTroops bisa bersantai menikmati pemandangan yang mengagumkan, atau lompat ke dalam air lalu berenang.
Lalu sekitar 1 kilometer dari Pantai Lawar, TripTroops bisa mengunjungi Kebun Kering yang memiliki beragam tanaman dan terdapat rumah yang khusus untuk menanam jamur. Pengunjung Kebun Kering juga dapat belajar cara memanen jamur dengan panduan dari guide di kebun itu.
Photos taken from: visitsekongkang.com, kookspretzel.com, panoramioo.com
...moreTari Jaipong lahir dari kreatifitas seorang seniman Bandung bernama Gugum Gumbira yang menaruh perhatian besar pada kesenian rakyat seperti tari pergaulan Ketuk Tilu. Gugum Gumbira memang sangat mengenal pola-pola gerak tari tradisional Ketuk Tilu, seperti gerak bukaan, pencugan, nibakeun, dan gerakan-gerakan lainnya. Pada awal kemunculannya, Tari Jaipong disebut dengan Ketuk Tilu Perkembangan karena tarian ini memang dikembangkan dari tari Ketuk Tilu.Karya Gugum Gumbira yang pertama kali dikenal masyarakat adalah Tari Jaipong "Daun Pulus Keser Bojong" dan "Rendeng Bojong". Dari kedua jenis tarian itu, muncullah sejumlah nama penari Jaipong yang terkenal seperti Tati Saleh, Eli Somali, Yeti Mamat, dan Pepen Dedi Kurniadi. Kemudian pada tahun 1980-1990-an, Gugum Gumbira kembali menciptakan tari lainnya seperti Toka-toka, Setra Sari, Sonteng, Pencug, dan lain-lain. Kembali lagi muncul penari-penari Jaipong yang handal seperti Ine Dinar, Aa Suryabrata, Yumiati Mandiri, Asep Safaat, Iceu Effendi, dan beberapa penari lainnya.Bisa dikatakan, Tari Jaipong sudah menjadi salah satu ikon keseniaan Jawa Barat, dan sering dipertontonkan pada acara-acara penting untuk menghibur tamu dari negara asing yang datang ke Jawa Barat. Juga, saat melakukan misi kesenian ke mancanegara. Padahal di awal kemunculannya, tarian ini sempat menjadi perbincangan hangat, terlebih karena gerakan-gerakannya yang dianggap erotis dan vulgar. Tapi hal itu justru membuat Tari Jaipong mendapatkan perhatian dari media, termasuk ditayangkannya Tari Jaipong pada tahun 1980 di TVRI Stasiun Pusat Jakarta. Semenjak itu, Tari Jaipong semakin populer dan frekuensi pementasannya pun semakin bertambah.Kelahiran Tari Jaipong pun menginspirasi para penggerak seni tari tradisional untuk lebih aktif lagi menggali jenis tarian rakyat yang sebelumnya kurang mendapat perhatian. Kemunculan jenis tarian ini juga membuka lahan usaha bagi para penggiat seni yang membuka kursus untuk belajar Tari Jaipong. Sementara pengusaha hiburan malam memanfaatkan Tari Jaipong untuk memikat pengunjung tempat usahanya.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTripTrus.Com - Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan mencapai target 4,4 juta lapangan kerja pada 2024, Karisma Event Nusantara (KEN) 2023 mengadakan beragam festival di berbagai daerah. Dalam event KEN 2023, terdapat festival tradisi, seni budaya, dan kuliner unik dari setiap daerah, sehingga dapat menjadi motor kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.
Bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan sambil mengenal keragaman budaya Indonesia, KEN 2023 menyediakan berbagai event dan festival menarik. Terutama pada bulan Mei, ada beberapa festival dalam KEN 2023 yang tak boleh dilewatkan.
View this post on Instagram
A post shared by imut_Zrš· (@imutzrphotograph)
Berikut adalah daftar festival KEN 2023 yang akan diadakan pada bulan Mei:
Festival Budaya Isen Mulang
Di bulan Mei, Festival Budaya Isen Mulang di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, menjadi salah satu festival yang paling dinanti. Festival budaya ini akan diadakan pada tanggal 27 Mei 2023 dan dalam bahasa Dayak, Isen Mulang berarti "Pantang Mundur". Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempopulerkan kembali keanekaragaman budaya Kalimantan Tengah dalam bentuk karnaval budaya. Lomba menghias perahu khas Suku Dayak, yang disebut Jukung Hias, menjadi daya tarik utama. Para peserta akan bersaing dalam menghias perahu semenarik mungkin dan perahu hias tersebut akan dipamerkan di Sungai Kahayan dan Jembatan Kahayan.
Bali Rockin Blues
Konser musik rock dan blues yang tak kalah menarik di bulan Mei 2023 adalah Bali Rockin Blues. Acara ini direncanakan akan digelar pada tanggal 5-6 Mei 2023 di Mertasari, Sanur, Bali. Sejak tahun 2015, festival musik ini diadakan sebagai wadah bagi para musisi di Bali dalam meningkatkan kreativitas mereka.
Bali Rockin Blues akan menampilkan beberapa band ternama dari dalam dan luar negeri, seperti Power Metal, Gugun & Joling Kribo, Quino Big Mountain, Bali Guitar Mob, Ball Breakers, dan Arya X Project. Tak hanya itu, juga terdapat food truck dan pameran motor klasik yang siap memeriahkan acara di pantai Mertasari.
Gelar Melayu Serumpun
Yang berencana liburan ke Medan bisa menikmati sajian budaya khas Melayu dalam Festival Gelar Melayu Serumpun. Festival budaya ini masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara 2023 dan akan digelar pada tanggal 30 Mei hingga 2 Juni 2023 di halaman Istana Maimun, Kota Medan. Gelar Melayu Serumpun sudah dilaksanakan sejak tahun 2016 dan dimeriahkan dengan beberapa pertunjukkan seni kebudayaan khas Melayu seperti pentas lagu Melayu, berbalas pantun, dan tari zapin yang diikuti oleh ratusan penari.
Festival Rujak Uleg
Dijadwalkan akan digelar pada 6 Mei 2023 di Surabaya. Festival ini terbilang unik karena melibatkan banyak warga lokal dan wisatawan dalam membuat rujak uleg khas Surabaya dengan ciri khas penggunaan petis. Selain itu, festival ini makin meriah karena para peserta diharuskan mengenakan pakaian unik seperti nelayan, tokoh pewayangan, hingga seragam tentara. Jawa Timur dikenal akan kuliner yang enak, dan Festival Rujak Uleg 2023 ini akan menjadi bukti lain dari kekayaan kuliner Indonesia. Festival ini juga masuk dalam Kalender Karisma Event Nusantara 2023.
Festival Salo Karajae
Festival budaya selanjutnya yang akan diselenggarakan pada bulan Mei 2023 adalah Festival Salo Karajae. Festival ini termasuk dalam KEN 2023 dan akan diadakan di Kota Parepare, Sulawesi Selatan pada tanggal 31 Mei hingga 4 Juni 2023. Festival Salo Karajae merupakan festival pesisir sungai terbesar di Sulawesi Selatan dan akan berlangsung untuk kali ke-10.
Festival ini akan menampilkan panggung musik di atas sungai, bazar kuliner, perlombaan perahu hias di Sungai Karajae, serta water projection mapping yang akan membuat acara semakin meriah.
[Baca juga : "Peran Penting Generasi Muda Dalam Mencapai Target Kunjungan Wisatawan Nusantara 1,4 Miliar Di 2023"]
Hari Nelayan Palabuhanratu
Festival Hari Nelayan Palabuhanratu akan diselenggarakan pada 21 Mei 2023 di Sukabumi untuk menyambut Hari Nelayan ke-63. Festival ini akan menampilkan rangkaian acara budaya dan olahraga seperti labuh saji, pertunjukan wayang golek, voli, bulu tangkis, memancing, gerobak ikan, dan egrang. Selain itu, festival yang masuk dalam KEN 2023 ini juga akan mengundang asosiasi chef se-Indonesia untuk memecahkan rekor MURI dalam pembuatan tumpeng terbesar di Indonesia. Harapannya, festival ini dapat menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara melalui acara budaya yang unik dan menarik.
Apakah kalian sudah siap merasakan keragaman budaya melalui festival-festival yang digelar pada bulan Mei? (Sumber Foto @bwpapiliohotel)
...moreTripTrus.Com - Bro, nih kabar baru dari Pemerintah Kabupaten Garut, mereka lagi mau bersihin Situ Bagendit, tempat wisata keren di situ. Kabarnya, bulan Agustus ini nih, Situ Bagendit bakal diresmikan, loh!
Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, cerita bahwa setelah proses renovasinya rampung, nanti Situ Bagendit bakal diresmikan sama Presiden Jokowi. Rencananya sih akhir Agustus tahun 2023 ini.
View this post on Instagram
A post shared by Garut Ngider (@garutngider)
Helmi bilang, rencananya bakal undang si Presiden, tapi kalo dia gak bisa, ada juga backup plan, kayak undang Menteri atau Gubernur. Yang penting, yang nomor satu kita undang, ya!
Tapi nih, sebelum peresmiannya itu, mereka lagi ngerapiin Situ Bagendit biar cakep buat sambut tamu penting kayak Presiden. Pemda Garut lagi ngelakuin pembersihan area Situ Bagendit, tapi emang nggak gampang banget, luasnya kan 100 hektare.
[Baca juga : "TMII Makin Keren, Revitalisasi Selesai, Siap Bikin Gebrakan Di 18 Agustus!"]
Nah, biar cepet kelar, Pemda Garut udah minta bantuan alat berat amfibi ke BBWS. Kan banyak eceng gondok yang tumbuh di situ, jadi perlu peralatan khusus buat bersihinnya.
Jadi intinya, peresmian Situ Bagendit ini udah lama dinanti-nanti. Sejak tahun 2020 sampe tahun 2022, pemerintah udah kerjain renovasi dan penataan tempat ini dengan duit dari APBN Kementerian PUPR sebesar Rp 87,73.
Nah, dari kunjungan Presiden Jokowi tahun 2019 dulu, akhirnya ada tindak lanjutnya, yaitu revitalisasi Situ Bagendit ini. Keren banget kan upaya mereka buat ngembangin tempat wisata lokal. Semoga peresmiannya lancar jaya di akhir Agustus nanti! (Sumber Foto @onepointouw_aerial)
...moreTripTrus.Com - Wah, Bali emang ngehits banget buat para pemain bola top! Setelah Guido Rodriguez sama istri, sekarang giliran Cuti Romero dan pasangannya nyobain liburan di Pulau Dewata. Seru banget momen liburan mereka terbongkar lewat postingan Instagram pribadi si bek keren dari klub Liga Inggris, Tottenham Hotspur.
Cuti Romero, yang jago banget di posisi bertahan, memanfaatkan waktu senggangnya buat nikmatin keindahan Bali bareng istri tercinta. Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, mereka berbagi momen-momen asik yang mereka dapetin selama mangkal di pulau ini.
Gak bisa dipungkiri, Bali emang punya daya tarik yang bikin klepek-klepek. Pantai-pantainya yang eksotis, pura-puranya yang indah, dan suasana malam yang seru bikin Bali jadi surganya para wisatawan. Cuti Romero dan istri enggak mau ketinggalan buat nikmatin suasana Bali, kebahagiaan itu terekam dalam postingan Instagram mereka yang bikin fans kagum melulu.
Semoga mereka juga berinteraksi sama penduduk setempat, nyobain kegiatan tradisional, dan menjelajahi keindahan alam yang ditawarin pulau ini.
[Baca juga : "Gak Ada Dieng Culture Festival Di 2023, Guys!"]
Nggak bisa dipungkiri, kehadiran Cuti Romero sama istri di Bali memberikan efek positif buat pariwisata pulau itu. Lewat postingan Instagram mereka, banyak fans yang terinspirasi buat mampir dan nyobain nikmatin pesona alam serta budaya Bali. Jadi, Bali makin kebanjiran tenar secara internasional berkat kunjungan mereka berdua.
Semoga liburan Cuti Romero sama istri di Bali jadi pengalaman yang nggak terlupakan buat mereka. Dan kita berharap kunjungan mereka juga makin memicu orang-orang buat explore keindahan alam dan budaya Indonesia. Bali tetep jadi tujuan liburan yang nggak akan terlupain buat para wisatawan dunia, termasuk para pemain bola terkenal kayak Cuti Romero. (Sumber Foto @cutiromero2)
...moreTripTrus.Com - Bro-sis traveler! Pernah kepikiran gak, escape dari hectic-nya kota tapi tetep dapet ilmu dan pengalaman yang bikin lo mikir? Nah, trip ke Kepulauan Seribu—khususnya ke Pulau Kelor, Cipir, dan Onrust—ini bisa jadi jawaban lo.
View this post on Instagram
A post shared by Agus Hamonangan (@agushamonangan)
Tapi jangan bayangin yang biasa-biasa aja, bro sis! Ini bukan cuma pantai-pantai cakep, tapi tempat-tempat ini tuh literally museum terbuka yang nyimpen kisah-kisah Batavia dari zaman penjajahan sampe tragedi kemanusiaan. Lo bakal nemuin sejarah VOC, penjara Jepang, karantina haji, bahkan horor mistis yang bikin bulu kuduk merinding tapi tetap nagih. Penasaran? Sikat terus, kita mulai dari yang kecil tapi bulet—Pulau Kelor!
1. Pulau Kelor: Kecil-Kecil Nyimpen Horor
Lo ngira pulau kecil itu minim cerita? Salah besar, bro sis! Pulau Kelor tuh kayak kapsul waktu yang dikemas dalam benteng Martello yang bulet dan menjulang 9 meter, dibangun Belanda buat jagain jalur laut mereka. Bentengnya sendiri punya aura vintage eerie, cocok buat lo yang suka spot foto creepy aesthetic. Di sekitar sini juga pernah jadi area pemakaman Belanda–pribumi, walaupun nisannya udah ngilang, tapi lo masih bisa liat pecahan tulang dan karang yang nyempil di pasir. Suasananya bikin lo berasa kayak time traveler, nyium aroma laut sambil dengerin suara burung—damai tapi juga sendu. Saran gue: buka playlist lo pake instrumental misterius, biar vibesnya makin kerasa.
2. Pulau Cipir: Instagramable, Tapi Sejarahnya Bikin Mikir
Begitu lo nyampe di Pulau Cipir, kesan pertama pasti: “wah, cakep juga ya!”—pasir putih, pepohonan, dan vibes chill kayak resort murah tapi classy. Tapi tunggu dulu, Cipir punya cerita kelam yang gak kalah intens. Dulu sekitar tahun 1911, tempat ini jadi rumah sakit karantina buat jamaah haji. Bangunannya sekarang udah jadi reruntuhan berlorong yang rada spooky, kayak museum horror tapi beneran. Masuk ke dalam lorong-lorongnya, lo bisa ngebayangin perjuangan orang-orang zaman dulu lawan penyakit sambil nunggu waktu ke tanah suci. Di balik dinding kusam dan tembok retak, ada napas sejarah yang diem-diem nyentil hati. Buat lo yang jiwanya mellow dan mikir dalem, Cipir ini bukan cuma tempat healing tapi juga tempat refleksi.
[Baca juga : "Pensiun Rasa Liburan? Nih 7 Kota Healing Buat Lo Yang Mau Slow Living Tapi Tetep Gaul!"]
3. Pulau Onrust: Ramai di Masa Lalu, Sepi yang Penuh Cerita
Pulau Onrust tuh ibaratnya pulau yang hidupnya hectic banget di masa lalu. Dari VOC, Inggris, Jepang, sampe kisah pemberontakan, semua numpuk di satu titik. Namanya aja udah “Onrust” alias gak pernah istirahat. Tahun 1613, VOC udah mulai ngebangun galangan kapal di sini—ada dock, gudang rempah, benteng lima bastion. Bahkan James Cook pun sempet mampir! Lanjut ke era Jepang, jadi penjara dan karantina. Pas era Kartosuwiryo, dijadiin tempat kurungan juga. Sekarang, lo bisa keliling lihat pondasi batu bata, museum kecil, sampe—kalau berani—ngejar kisah mistis soal Maria van de Velde yang katanya suka muncul malem-malem. Serem tapi seru, bro sis! Lo bisa ngerasa lo lagi main film indie sejarah–thriller gitu.
Nah bro-sis traveler, trip virtual kita udah kelar nih, tapi vibes dan pelajaran dari Pulau Kelor, Cipir, dan Onrust masih nempel banget di kepala. Tiga pulau, tiga rasa: dari adventure vibes, sejarah kolonial, sampe horor mistis—semuanya ada. Ini bukan cuma jalan-jalan, tapi perjalanan jiwa dan pikiran. Jadi kapan nih kita beneran gas? Lo tinggal siapin OOTD yang vintage, kamera buat ngabadin vibe spooky nan estetik, plus mental yang siap buat menelusuri masa lalu. Remember bro-sis, jangan cuma jadi turis yang sekedar lewat—jadilah explorer sejati yang nyelam sampe ke akar cerita tiap pulau. Let's go ngabluurrr beneran, yuk! (Sumber Foto @tchua86)
...moreTripTrus.Com - Ternyata ada keterkaitan antara kopi, kuliner, dan wisata. Buktinya, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), melirik Kedai Kopi Merapi di Dusun Petung, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan.
Tak main-main memang, kedai kopi itu dijadikan potensi wisata kuliner yang prospektif di daerah tersebut karena diminati wisatawan mancanegara dan nusantara. "Kedai Kopi Merapi ini sangat potensial menjadi wisata kuliner minat khusus andalan di Kabupaten Sleman," ucap Kepala Dinas Pariwisata, Kabupaten Sleman, Sudarningsih, di Sleman, Jumat, 20 April 2018, dilansir Antara.
View this post on Instagram
Kopi adalah media . . #kedaikopimerapi #kopimerapi #jogja #bukantraveler #enjoythefreedom
A post shared by vanz (@van_iponkz) onJul 18, 2018 at 2:26am PDT
Menurutnya, Dinas Pariwisata berkomitmen untuk terus mempromosikan Kedai Kopi Merapi ini sebagai potensi wisata kuliner andalan di Kabupaten Sleman. "Wisatawan di lereng Merapi di kawasan Kaliurang maupun Lava Tour Cangkringan dapat menikmati kopi khas lereng Gunung Merapi di kedai ini setelah menikmati suasana alam dengan jip wisata Merapi," katanya.
[Baca juga : "Begini Kolaborasi Petani Kopi Robusta Dengan Dinas Pariwisata"]
Ia menjelaskan, saat ini Kopi Merapi sudah banyak dikenal di masyarakat luas baik lokal Sleman, DIY, luar daerah, hingga mancanegara. "Bahkan, saat ini, Bupati Sleman Sri Purnomo sedang mempromosikan kopi Merapi ini di Finlandia karena negara tersebut tertarik dengan rasa maupun keunikan kopi Merapi," katanya.
Pengelola Kedai Kopi Merapi, Sumijo mengatakan, saat ini, pengunjung di Kedai Kopi Merapi sudah mulai ramai didatangi berbagai kalangan. "Ada dari masyarakat biasa, pejabat, pengusaha, selebritas, dan kalangan artis banyak yang berkunjung ke sini," ujarnya.
Awal Mula Desa Wisata Kopi
Rata-rata dalam satu bulan pengunjung di Kedai Kopi Merapi ini mencapai 10 ribu lebih. Sedangkan yang paling ramai biasanya pada akhir pekan dan musim liburan. "Kalau omzet per bulan bisa mencapai Rp 180 juta dari penjualan minuman kopi, bubuk kopi, berbagai makanan khas Merapi maupun suvenir," Sumijo memaparkan.
Awal mula kedai kopi berdiri, yakni dari usaha perkebunan kopi yang banyak digeluti masyarakat Dusun Petung sebelum erupsi Merapi pada 2010. "Dusun Petung awalnya memang disiapkan sebagai desa wisata kopi karena memang dusun ini ada kebun kopi. Kemudian, kami berinisiatif untuk mendirikan kedai kopi," katanya.
Rintisan Desa Wisata Petung sebelum sempat dibuka, kedai tersebut sudah ada terlebih dahulu sebelum terkena bencana erupsi Merapi 2010 yang menghancurkan bangunan kedai maupun kebun kopi di daerah ini.
"Setelah erupsi kami bersihkan semua. Baru dibuka lagi pada 2012. Seiring berjalannya waktu, Kopi Merapi semakin dikenal dan disukai masyarakat," ucapnya. Pengelola Kedai Kopi Merapi akan terus membuat inovasi-inovasi untuk menarik wisatawan. Satu di antaranya akan membuat destinasi wisata baru dengan konsep Wisata Edukasi Kopi.
Nantinya, wisatawan akan diajak melihat proses pembuatan kopi mulai dari budi daya, pengolahan hingga teknik penyeduhan kopi. "Nanti pengunjung bisa camping, outbound, dan tracking dengan tema kopi," katanya. (Sumber: Artikel-Foto liputan6.com)
...moreTripTrus.Com - Tahun 2017 memang masih lama. Tapi, Pemerintah melalui beberapa kementrian telah menyepakati draf Surat Keputusan Bersama: Libur Bersama dan Cuti Bersama untuk tahun 2017.
Setidaknya terdapat 19 hari libur nasional dan cuti bersama dengan perincian 15 hari libur nasional dan 3 hari cuti bersama Hari Raya Idul Fitri dan 1 hari cuti bersama Hari Raya Natal. Kebijakan cuti bersama dan libur bersama ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1976 dan Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 1976 dan Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 1983.
(Foto @Amieykha)
Tujuan pengaturan ini untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pemanfaatan hari kerja, hari libur dan juga cuti. Sehingga produktivitas kerja lebih terjaga bahkan meningkat. Di sisi lain, sektor pariwisata dalam negeri juga akan terkena peningkatan ekonomi.
Dari uraian di atas kalian harus segera bersiap menyambut tahun 2017 dengan bahagia. Terlebih beberapa maskapai penerbangan menerapkan harga murah atau promosi dengan sistem memesan jauh-jauh hari. Hal ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh kalian. Dengan cara tersebut kalian dapat membuat strategi liburannya dengan mengkombinasikan jatah cuti di kantor.
(Foto detik.com)
Berikut tanggal libur pada tahun 2017 yang wajib dicatat oleh kalian:
Januari 2017
- Tanggal 1 Januari 2017 (Minggu) Tahun Baru Masehi, meskipun jatuh di hari libur biasanya Tanggal 1 Januari ini bisa dimanfaatkan sebagai liburan akhir tahun dal awal tahun baru.
- Tanggal 28 Januari 2017 (Sabtu) Tahun Baru Imlek 2568 Kongzili, hari libur ini kembali lagi jatuh di hari libur. Tidak mengapa, karena kalian bisa berlibur dengan nuansa Imlek di kota-kota pecinan di Indonesia.
Maret 2017
- Tanggal 28 Maret 2017 (Selasa) Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1939, untuk hari libur ini kalian disarankan tidak berlibur ke Bali dan memilih destinasi lainnya.
April 2017
- Tanggal 14 April 2017 (Jumat) Wafat Isa Al Masih, menurut berbagai sumber bahwa bulan April adalah bulan awal terbaik untuk mengunjungi Pulau Dewata. Karena April merupakan musim panasnya Bali.
- Tanggal 24 April 2017 (Senin) Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, pada liburan ini kalian bisa mengunjungi kota Medan dan sekitarnya. Karena kota ini cenderung stabil cuacanya. Medan terkenal akan wisata kuliner, sejarah dan alam.
Mei 2017
- Tanggal 1 Mei 2017 (Senin) Hari Buruh Internasional, berhubung hari libur ini seringkali banyak demo, kalian diharapkan menghindari perkotaan terutama Ibu Kota yang pasti dipenuhi demo buru di berbagai titik.
- Tanggal 11 Mei 2017 (Kamis) Hari Raya Waisak 2561, hari libur yang jatuh pada hari kamis, kalian bisa mengajukan cuti sehari di hari berikutnya.
- Tanggal 25 Mei 2017, (Kami) Kenaikan Isa Al Masih, lagi-lagi pada bulan Mei 2017 hari libur jatuh di hari kamis. Sebisa mungkin untuk memanfaatkan cuti di hari Jumat.
Sebagai info tambahan, katanya Yogyakarta yang terkenal sebagai kota kalem, berpenduduk ramah dan juga dengan biaya hidup murah ini musim keringnya dimulai dari bulan mei loh. Jadi enggak ada salahnya berkunjung ke Yogyakarta di bulan mei.
Juni 2017
- Tanggal 25- 26 Juni 2017 (Sabtu-Minggu) Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah, hari libur yang dirayakan oleh umat muslim ini bisa dimaanfaatkan untuk berlibur di kampung halaman atau sekedar berkunjung untuk silahturahmi dengan sanak keluarga.
Agustus 2017
- Tanggal 17 Agustus 2017 (Kamis) Hari Kemerdekaan Indonesia ke 72, pada hari libur yang dirayakan seluruh rakyat Indonesia dipastikan akan meriah di berbagai kota dan daerah-daerah. Bukan tanpa alasan, setiap kota pasti memiliki cara tersediri merayakan kemerdekaan negaranya. Hari liburnya bertepatan dengan hari kamis bisa dijadikan alas an untuk mengajukan cuti di hari jumat. Kalian bisa memanfaatkan momen ini untuk mengexplore keunikan perayaan tujuh belasan di berbagai dan daerah-daerah di Indonesia.
September 2017
- Tanggal 1 September 2017 (Jumat) Hari Raya Idul Adha 1438 Hijriah, perayaan hari raya umat muslim ini diberbagai daerah dilaksanakan cukup menarik. Di antaranya di Semarang, saat Idul Adha akan ada tradisi sedekah bumi apitan. Tadisi ini dilakukan dengan mengarak tumpeng dan hasil bumi di jalan raya. Lain lagi kalau di Banyuwangi, masyarakat di sana melakukan tradisi jemur kasur. Tradisi ini dilakukan untuk menolak bala dan menjaga keharmonisan rumah tangga para penduduk Banyuwangi. Tradisi tersebut bisa jadi alasan kalian untuk berlibur dan menikmati liburan yang berkesan.
- Tanggal 21 September 2017 (Kamis) Tahun Baru Islam 1439 Hijriah, beragam tradisi unik dilakukan umat muslim Indonesia dalam merayakan tahun baru. Di Cirebon, r ibuan santri Pondok Pesantren Jagastru Kota Cirebon, Jawa Barat, menggelar atraksi sepak bola dan tongkat api. Dan di Kuningan dalam rangka memeriahkan tahun baru hijriah menggelar pawai ratusan lampion dan obor. Pawai dilakukan di sejumlah jalan protokol Kuningan.
Jadi, banyak tradisi-tradisi unik dan menarik yang bisa dikunjungi saat berlibur.
Desember 2017
- Tanggal 1 Desember 2017 (Jumat) Maulid Nabi Muhammad SAW, peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW yang jatuh setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah, dirayakan dengan berbagai cara oleh umat Islam di Indonesia. Ragam perayaan itu umumnya berakar dari kebiasaan dan adat istiadat daerah setempat. Oleh karena itu, di manapun kalian berlibur sempatkanlah untuk ikut serta dalam perayannya yang pasti mernarik untuk diikuti.
- Tanggal 25 Desember 2017 (Senin) Hari Raya Natal, hari raya umat nasrani ini bisa dibilang sebagai liburan akhir tahun dan biasanya peak season. Oleh karena ini kalian disarankan untuk mereservasi tiket dari jauh-jauh hari. Berbagai destinasi seperti Bali, Lombok, Sumba bisa dinikmati pada liburan ini.
Silakan sebarkan artikel ini untuk teman-teman dan kerabat kamu! Kemanapun liburan kalian, pastikan cari dan temukan di triptrus.com. (Sumber: Artikel-Foto @Amieykha)
...more