shop-triptrus



Menantang Ombak Echo Beach

Cari trip ke Bali di TripTrus: http://triptr.us/CU TRIPTRUS - Bali sebagai destinasi wisata Indonesia yang paling terkenal di dunia, punya beragam keindahan alam dan kekayaan budaya yang menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Salah satu alasan yang membuat Bali jadi amat sangat menarik adalah banyaknya pantai yang dianggap ideal oleh para peselancar untuk menerjang ombak di atas papan selancar mereka. Satu pantai yang kini mulai digemari oleh para peselancar dari luar negeri adalah Echo Beach di Canggu. Lepas dari hamparan pasir hitam di sepanjang Echo Beach, para peselancar berlomba ke tengah lautan untuk menaiki ombak tinggi. Di pantai sepanjang 10 kilometer yang terletak kurang lebih 10 kilometer dari Pantai Kuta ini kini mulai bermunculan penginapan bed & breakfast dan tempat-tempat makan yang menyajikan hidangan internasional untuk para peselancar. Bangun pagi atau menikmati sarapan sambil melihat deburan ombak kini bisa juga Anda nikmati di Echo Beach. Untuk Anda yang ingin belajar berselancar, di Echo Beach juga terdapat beberapa sekolah surfing dengan pengajar yang sebagian besar berasal dari luar Indonesia.  Selain itu, di sekitar Canggu Anda juga bisa mengunjungi Pura Batu Bolong dan Pura Batu Mejan atau berkeliling melihat hamparan sawah padi dan perkebunan kelapa di sekitar pantai.   Photos taken from: surf-forecast.com, puredataconsulting.com, flickr.com, surftravel.com.au
...more

Dayak Kuping Panjang

Tradisi memanjangkan cuping telinga menjadi salah satu keunikan budaya di Kalimantan. Meski sebenarnya tidak semua suku melakukannya, tapi budaya ini sudah terlanjur melekat dengan masyarakat dayak secara umum. Namun sayangnya dari waktu ke waktu, tradisi ini semakin menghilang, dan saat ini hanya tinggal sedikit orang Dayak yang masih memiliki cuping telinga panjang, itu pun umumnya generasi tua.Salah satunya di Kampung Bena Baru yang dihuni sekitar 700 jiwa penduduk. Kampung Bena Baru adalah salah satu kampung pedalaman suku Dayak Kenyah yang berada di Sungai Kelay, Kecamatan Sambaliung. Kehidupan masyarakat di tempat ini masih berjalan berdampingan dengan tradisi dan kultur lokal, lengkap dengan upacara adat dan tari-tarian khasnya. Sebagian peralatan kerja dan rumah tangga merupakan hasil buatan tangan sendiri. Tapi bukan berarti penduduk kampung ini merasa asing terhadap perkembangan teknologi seperti televisi, telepon seluler, dan alat-alat elektronik lainnya. Kampung yang baru dibuka pada tahun 1980-an ini memiliki sekitar 20 orang nenek yang memiliki telinga cuping panjang. Daun telinga cuping panjang tidak hanya diperuntukkan bagi wanita, tetapi juga untuk laki-laki. Proses pemanjangan cuping telinga mulai dilakukan sejak bayi. Hal ini umumnya dikaitkan dengan tingkatan sosial seseorang dalam masyarakat Dayak. Bagi suku Dayak Kayan, misalnya, telinga cuping panjang menunjukkan kalau orang tersebut berasal dari kalangan bangsawan. Sementara bagi perempuan, telinga cuping panjang menunjukkan apakah dia seorang bangsawan atau budak karena kalah perang atau tidak mampu membayar utang.Di kalangan masyarakat Dayak Kayan, pemanjangan cuping daun telinga ini biasanya menggunakan pemberat berupa logam berbentuk lingkaran gelang atau berbentuk gasing ukuran kecil. Dengan pemberat ini daun telinga akan terus memanjang hingga beberapa sentimeter.Di desa-desa yang berada di hulu Sungai Mahakam, telinga cuping panjang digunakan sebagai identitas yang menunjukkan umur seseorang. Begitu bayi lahir, ujung telinganya diberi manik-manik yang cukup berat. Jumlah manik-manik yang menempel di telinganya akan bertambah satu untuk setiap tahun.Tetapi ada juga anggapan yang mengatakan kalau tujuan pembuatan telinga panjang bukanlah untuk menunjukkan status kebangsawanan, tetapi justru untuk melatih kesabaran. Jika dipakai setiap hari, kesabaran dan kesanggupan menahan derita semakin kuat.Sementara bagi suku Dayak Kenyah, antara laki-laki dan perempuan memiliki aturan panjang cuping telinga yang berbeda. Kaum laki-laki tidak boleh memanjangkan cuping telinganya sampai melebihi bahunya, sedangkan perempuan boleh memanjangkannya hingga sebatas dada. Proses memanjangkan cuping daun telinga ini diawali dengan penindikan daun telinga sejak masih berumur satu tahun. Setiap tahun, satu buah anting atau subang perak digantungkan di telinga mereka. Gaya anting atau subang perak yang digunakan pun berbeda-beda, yang akan menunjukkan perbedaan status dan jenis kelamin. Gaya anting kaum bangsawan tidak boleh dipakai oleh orang-orang biasa. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

Jelajah Kawasan Kota Tua Jetayu Pekalongan

Siapa yang sudah pernah jalan-jalan di kota Pekalongan? Tahukah kamu bahwa Pekalongan punya kawasan kota tua? Seperti halnya kota tua di Jakarta atau Semarang, di kawasan Jetayu yang merupakan kota tuanya Pekalongan juga memiliki bangunan-bangunan khas kolonial. Jetayu adalah nama jalan di Pekalongan Utara. Dalam perkembangannya, Jetayu meliputi sejumlah wilayah yang bentuknya mirip alun-alun di sekitar jalan tersebut. Jika kamu tertarik menjelajah Pekalongan, ada baiknya dimulai dari kawasan ini. Mengapa? Di sinilah titik nol pulau Jawa dan asal muasal kota Pekalongan dimulai. Ada apa saja di kawasan Jetayu Pekalongan? 1. Lapangan Jetayu (Foto ohelterskelter.com) Yang pertama kali saya ketahui dari Jetayu adalah lapangannya. Bukan lapangan bola atau lapangan badminton ya, lapangan jetayu adalah tanah lapang yang merupakan titik tengah dari kawasan ini. Bisa dibilang, lapangan jetayu merupakan salah satu landmark kota Pekalongan. Jangan lupa berfoto di ikon huruf B A T I K ya…kalau main ke sini. Penataan lapangan jetayu masih belum tertata rapi memang. Pedagang kaki lima, parkir di bahu jalan, tapi tetap menarik lho untuk disambangi. Jika malam datang, kamu bisa menyewa becak hias dan berkeliling kawasan jetayu. 2. Tugu MyPaal (Foto alvianfoto.wordpress.com) Di pinggiran lapangan Jetayu sebelah selatan, terdapat tugu kecil setinggi kurang lebih 1 meter. Di tugu ini terdapat tulisan Mypaal yang konon adalah titik nol pulau jawa (tepat di tengah pulau jawa). 3. Museum Batik (Foto kota-kreatif.blogspot.com) Ikon kota Pekalongan lain di kawasan jetayu adalah museum batik. Ada apa saja di sini? Ada koleksi batik dari berbagai daerah di tanah air, tidak hanya Pekalongan. Koleksi batik para tokoh penting di negeri ini juga ada lho. Yang menarik dari museum batik adalah bagian workshop membatiknya. Pengunjung berkesempatan untuk membatik secara langsung dengan arahan instruktur secara gratis. Jam operasional museum sampai pukul 3 sore saja ya, paling pas memang pagi ke sininya. Masuknya bayar? Iya, cukup 5000 saja. Seluruh area museum dilengkapi CCTV, jangan macam-macam deh hehhe. Ada aturan kamu tidak boleh memotret di dalam ruang pamer museum, jadi sebaiknya sembunyikan kameramu *ups. 4. Masjid Al-ikhlas (Foto wikimasjid.wordpress.com) Tepat di samping museum batik Pekalongan, ada masjid yang cukup menarik perhatian. Kubah emas dan desainnya benar-benar mirip di almanak. Toilet, kamar mandi, tempat wudhu, dan tempat sholatnya nyaman lho. Jangan lupa tetap waspada menjaga barang-barang pribadi saat beribadah. 5. Gereja Kristen Indonesia (Foto stpetruspekalongan.blogspot.com) Di sebelah utara lapangan Jetayu, ada bangunan berpilar tinggi warna putih. Itulah GKI Pekalongan yang menurut saya arsitektur luarnya tak bolehi dilewatkan untuk difoto. Untuk memasuki area gereja kita perlu ijin terlebih dahulu ke petugas keamanan. 6. Kantor Pos Pekalongan (Foto kbmahadislam.blogspot.com)Lokasinya di arah barat lapangan jetayu. Bangunan yang berdesain art deco ini masih digunakan lho untuk kantor pos besar Pekalongan. 7. Pabrik Limun (Foto akberpekalongan.wordpress.com)Soda kampung alias limun alias orson masih establised lho di Pekalongan. Lokasi pabriknya di belakang museum batik. Berjalan kaki saja lewat sebelah utara museum dan 100m ke depan kami akan menemukan bangunan khas jaman dulu yang menarik perhatian. Bukan cuma minumannya yang otentik dari jaman dulu, tempatnya pun demikian. Kaya akan nuansa heritage. Sudah siap menjelajah kawasan kota tua Jetayu Pekalongan? Yuk…mari.....!!! (Sumber: Artikel pekalongankita.wordpress.com Foto lifestyle.liputan6.com)
...more

Lawang Sewu

Sebuah gedung tua peninggalan kolonial Belanda terlihat berdiri tegak di jantung kota. Gelap. Kosong. Eksotis sekaligus mistis. Angker. Kesan itulah yang terpancar dari Lawang Sewu, nama bangunan tua yang berada di dekat Bundaran Tugu Muda, Semarang, Jawa Tengah. Bangunan ini bergaya art deco dan memiliki begitu banyak pintu yang berderet. Secara harfiah, Lawang Sewu berarti seribu pintu, meski sebenarnya jumlah pintunya tidak sebanyak itu. Bangunan ini dibangun pada tahun 1904–1907, dan awalnya dipakai sebagai kantor pusat perusahaan kereta api regional wilayah Jawa Tengah yang dikelola oleh Belanda, yaitu Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Namun setelah Jepang berkuasa di Indonesia, gedung ini pun diambil alih dan ruang bawah tanahnya dijadikan sebagai saluran pembuangan air dan juga ruang tahanan sekaligus penyiksaan.Penjara bawah tanah ini menjadi saksi atas penyiksaan dan pembantaian terhadap orang-orang Indonesia, yang dilakukan oleh tentara Jepang pada saat diberlakukannya kerja paksa atau romusha. Suasana di tempat ini membuat bulu kuduk berdiri, apalagi saat memasuki salah satu sudut ruang sempit yang berbentuk seperti kolam-kolam kecil yang dulu dijadikan tahanan. Setelah Indonesia merdeka hingga tahun 1994, tempat ini sempat berubah fungsi menjadi kantor Djawatan Kereta Api Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Sempat juga digunakan sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Perhubungan Jawa Tengah. Namun setelah itu, bangunan ini dibiarkan kosong dan tidak terurus.Dulu, kesan angker dan mistis menyertai bangunan ini, tetapi setelah dipugar dan dijadikan pusat kerajinan Indonesia di Jawa Tengah, diharapkan kesan itu perlahan hilang. Semoga cagar budaya ini semakin banyak dikunjungi oleh wisatawan, bukan sebagai bangunan angker, tapi karena memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

Catat, Ini Event Pariwisata Manado Sepanjang 2017!

TripTrus.Com - Manado tidak hanya mengandalkan keindahan Taman Laut Bunaken sebagai daya tariknya. Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara ini juga akan menarik bagi wisatawan dengan banyaknya event pariwisata sepanjang tahun 2017 mendatang. Dengan dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Kementerian Pariwisata RI, Kalender Wisata Pesona Manado 2017 diresmikan. Dari event mingguan sampai perayaan tahunan, berbagai suguhan budaya akan memperkaya pengalaman wisatawan di kota penghubung Sulawesi Utara dan Indonesia Timur ini. Simak Kalender Wisata Pesona Manado 2017 di bawah ini dan bersiaplah untuk merencanakan waktu liburan di Manado. Event mingguan Setiap akhir pekan di Manado wisatawan dapat menikmati berkendara di atas kereta kuda atau bendi dalam Bendi Weekend On Boulevard di sepanjang Jalan Boulevard Manado. Selain itu, ada Pentas Hiburan Rakyat di Taman Kesatuan Bangsa. Januari Di akhir Januari, tepatnya tanggal 29, akan ada event Figura Manado di Kawasan Megamas. Disusul Festival Tulude yang di antaranya diisi dengan lomba budaya Masamper. Februari Bersamaan dengan Perayaan Cap Go Meh, Manado juga akan mengadakan karnaval spesial dengan menampilkan arak-arakan dewa-dewa kepercayaan dan berbagai tradisi oleh komunitas keturunan Tiongkok. Maret Gelar tarian Selendang Biru akan diadakan guna melestarikan budaya tarian ini. Dengan tema unik, beberapa kelompok wanita dari organisasi keagamaan akan mengikut acara. Hari Raya Nyepi yang jatuh pada Bulan Maret juga akan dimeriahkan dengan Festival Ogoh Ogoh oleh komunitas Hindu di Manado. April Manado sebagai kota dengan mayoritas umat Kristen akan memeriahkan Paskah pada Apirl mendatang dengan event Manado Easter Show. Selama Paskah akan ada konser dan Parade Paskah. Tak ketinggalan, jalanan di kota dan bangunan akan dipenuhi hiasan lampu Paskah. Mei Memasuki pertengahan tahun akan ada Manado Cantate International, International Choir Festival, Manado Extreme Adventures Tourism, International Trail Running. Juni Sepanjang Juni sampai Juli, Festival Ramadhan akan diadakan untuk menyambut Ramadhan dengan berbagai lomba, seperti lomba dakwah, lomba hapal Al-Quran, dan Pawai Obor sampai Idul Fitri. Juli Bertepatan dengan HUT Kota Manado 14 Juli, serangkaian acara spesial juga akan diselenggarakan. Antara lain akan ada konser di Ikon Kota Manado yaitu Jembatan Soekarno dan berbagai kegiatan lomba, seperti fotografi dan banyak lainnya. Agustus Pada Bulan Kemerdekaan RI, Manado juga akan turut memeriahkan pesta kemerdekaan dengan banyak acara. Kemudian, akan ada Hasher International di Kawasan Hutan Lindung Gunung Tumpa Manado September Pada bulan ini akan ada Festival Bantik dengan menampilkan tarian budaya Suku Bantik. Oktober Acara terakbar akan diadakan pada bulan Oktober melalui Manado Fantastik 7 selama kurang lebih 10 hari. 7F tersebut terdiri dari event bertema fish and coral, fashion, food, flying atau parade olahraga terbang bebas, fun music dengan konser Jazz by The Sea, fair dengan pameran terbesar di Manado, dan fate atau kerohanian yang tahun depan akan memecahkan Rekor Muri bahkan Rekor Dunia dalam rangka Perayaan Thanksgiving terbesar di mana semua rumah wajib membuka pintu. November Menjelang akhir tahun, Manado akan menjadi tuan rumah acara international Trail Running di alam bebas dan Miss Scuba Internasional yang menjadi ajang pencarian keputrian bahari. Desember Festival Christmas atau Natal akan diadakan sepanjang bulan Desember dengan berbagai kemeriahan seperti Mando Christmas Light, festival paduan suara, bazar natal, dan Pisah Taong menjelang tahun baru 2018. (Sumber: Artikel okezone.com Foto gocelebes.com)
...more

Karapan Sapi Madura

Karapan sapi yang merupakan perlombaan pacuan sapi yang berasal dari Madura Jawa Timur, bagi kebanyakan masyarakat Madura karapan sapi tidak hanya sebuah pesta rakyat atau acara yang diselenggarakan tiap tahun yang diwarisi secara turun temurun. Tetapi karapan sapi bagi masyarakat Madura adalah bentuk symbol prestise yang dapat mengangkat harkat dan martabat masyarakat Madura, karena sapi yang digunakan untuk pertandingan merupakan sapi sapi yang berkualitas sangat baik tentu dengan perlakuan yang istimewa pula.Pulau Madura tidak hanya dikenal sebagai penghasil garam, tetapi juga penghasil sapi sapi pacuan yang berkualitas sangat baik. Tidak jarang sang pemilik sapi mempersiapkan sapi pacuannya dengan memberikan pijatan khusus dan makanan tidak kurang dari 80 butir telur setiap harinya, agar stamina dan kekuatan sapi sapi tersebut terjaga. Bahkan perlakuan istimewa sapi sapi tersebut dibeberapa rumah terlihat ada yang menghiasi garasi bukan kendaraan mobil tetapi malah sapi tersebut yang berada digarasi rumah. Maklum saja karena untuk sapi yang memenangkan pertandingan dapat mencapai harga Rp 75 juta per ekornya.Dalam perayaan karapan sapi ini, harga diri para pemilik sapi dipertaruhkan. Kalau mereka dapat memenangkan pertandingan, selain hadiah uang didapat biasanya hadiah dari pertaruhan juga mereka dapatkan. Kalau mereka kalah dalam pertandingan ini, harga diri pemilik jatuh dan mereka habis uang yang tidak sedikit untuk karapan sapi ini. Karena perawatan sapi – sapi sebelum pertandingan mahal, dan biasanya mereka menyewa dukun agar menjaga sapinya selamat dari serangan jampi-jampi musuh mereka.Perayaan besar karapan sapi ini diadakan 1 kali dalam setahun, tetapi untuk menuju final harus memenuhi beberapa tahapan terlebih dahulu. Ada dua macam perayaan karapan sapi di Madura, yang pertama adalah Presiden Cup dan Bupati Cup. Untuk Bupati cup biasanya diadakan 2 kali dalam setahun, para pemenang dari bupati cup ini biasanya akan melanjutkan pertandingannya ke Presiden cup, untuk para fotografer momen yang bagus adalah pada saat Bupati Cup. Karena Bupati Cup biasanya diadakan dipinggiran kota, garis pembatas hanya terbuat dari anyaman bambu yang membuat acara ini semakin tradisional, tetapi faktor keamanan karapan sapi Bupati Cup ini sangat kurang jadi berhati hatilah pada saat mengambil momen foto. Yang meriah setelah bupati cup adalah Presiden Cup, acara ini sangat meriah dan ramai. Karena sebagian besar yang mengikuti Presiden Cup ini biasanya adalah para pemenang di Bupati Cup, acara besar ini diselenggarakan di kota Bangkalan dan perayaannya antara bulan September atau Oktober.Dalam even karapan sapi para penonton tidak hanya disuguhi adu cepat sapi dan ketangkasan para jokinya, tetapi sebelum memulai para pemilik biasanya melakukan ritual arak-arakan sapi disekelilingi pacuan disertai alat musik seronen perpaduan alat musik khas Madura sehingga membuat acara ini menjadi semakin meriah.Panjang rute lintasan karapan sapi tersebut antara 180 sampai dengan 200 meter, yang dapat ditempuh dalam waktu 14 sd 18 detik. Tentu sangat cepat kecepatan sapi – sapi tersebut, selain kelihaian joki terkadang bamboo yang digunakan untuk menginjak sang joki melayang diudara karena cepatnya kecepatan sapi sapi tersebut. Untuk memperoleh dan menambah kecepatan laju sapi tersebut sang joki, pangkal ekor sapi dipasangi sabuk yang terdapat penuh paku yang tajam dan sang joki melecutkan cambuknya yang juga diberi duri tajam kearah bokong sapi. Tentu saja luka ini akan membuat sapi berlari lebih kencang, tetapi juga menimbulkan luka disekitar pantat sapi. Setelah bertanding sapi tersebut diberikan beberapa waktu agar luka itu sembuh, tetapi sapi yang dipertandingan dikarapan ini hanya 2 sampai dengan 3 kali saja diberikan pertandingan dan tidak boleh lebih.Jarak pemenang terkadang selisih sangat tipis, bahkan tidak jarang hanya berjarak 1 sampai dengan 2 detik saja, dan hal ini terkadang membuat pihak yang kalah memprotes. Tetapi mereka diberikan kesempatan untuk bertanding lagi dengan yang kalah, dan saat yang membahagiakan bagi para pemenang. Selain mendapat hadiah, biasanya hadiah taruhan jg mereka dapatkan. Selain harga sapi pemenang dapat membumbung tinggi harganya.Karapan Sapi di Madura merupakan pagelaran yang sangat unik, selain sudah diwarisi secara turun menurun tradisi ini juga terjaga sampai sekarang. Even ini dijadikan sebagai even pariwisata di Indonesia, dan tidak hanya turis local dari mancanegara pun banyak yang menyaksikan karapan sapi ini. Semoga kedepannya semakin meriah dan ajang taruhan yang menghiasi karapan sapi tersebut bisa hilang. Kalau Anda mampir ke Surabaya, tidak ada salahnya melihat jadwal dan menonton karapan sapi tersebut. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

Bertemu Bono di Sungai Kampar

Cari trip ke Riau di sini: http://triptr.us/CY TRIPTRUS - Provinsi Riau punya sebuah fenomena alam unik di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. Di Sungai Kampar yang melintasi lima kabupaten di Riau (Kabupaten Pelalawan, Kampar, Kuantan Singingi, Lima Puluh Kota, dan Sijunjung) memiliki gelombang yang bernama gelombang Bono. Gelombang Bono terjadi di saat volume air sungai meningkat drastis di musim penghujan dan badan sungai yang membesar serta aliran air dari beberapa anak sungai membuat daerah hilir Sungai Kampar memiliki gelombang tinggi. Ditambah pula, arus air dari Selat Malaka dan Laut Cina Selatan bertemu dengan aliran muara Sungai Kampar. Penyempitan pertemuan arus itu membentuk gelombang besar. Gelombang Bono dapat mencapai 4-6 meter di saat bulan purnama. Meski oleh masyarakat setempat ombak Bono mempunyai nama yang mengerikan, yaitu Tujuh Hantu, tapi gelombang ini juga mengundang banyak peselancar dari luar negeri untuk menjajal liarnya ombak bono. Meski Gelombang Bono bisa dibilang berbahaya, tetapi ombak sungai terbesar dan terpanjang di dunia ini dinobatkan sebagai wahana selancar sungai terbaik di dunia.Saat terjadi puncak Bono, 21 gelombang ombak dapat muncul secara bersamaan. Gelombang ini juga bisa menciptakan kubah yang bergulung-gulung dengan waktu yang bisa mencapai dua jam. Ini tentunya jauh berbeda dengan gelombang di laut yang hanya berdurasi sekitar beberapa menit saja. Kehebatan gelombang Bono dalam memanjakan para peselancar inilah yang membuatnya jadi sangat menarik. Tetapi, gelombang Bono besar tidak disarankan untuk ditunggangi oleh peselancar pemula. Ini disebabkan oleh karena ganasnya gelombang Bono yang kabarnya tiap tahun memakan puluhan korban dari kapal yang tenggelam akibat diterjang gelombang tinggi. Untuk memprediksi datangnya Puncak Bono, dapat diketahui lewat kalender tarikh qomariyah yaitu di pertengahan bulan (sekitar tanggal 10-20) di saat bulan purnama.Keberadaan Bono sebagai obyek wisata baru dimulai beberapa tahun lalu setelah beberapa peselancar dari Perancis dan Brazil mulai menjajal hebatnya Gelombang Bono. Kepopuleran Bono bahkan membuat seorang peselancar sungai (tidal bore surfer) dari Inggris Steve King (48) mencoba memecahkan rekornya sendiri di Guiness World of Records dengan berselancar sejauh 40 kilometer. Wow!Teluk Meranti dapat dicapai dari Pekanbaru, ibukota Provinsi Riau, dengan jalan darat sekitar lima jam. Untuk mencapai gelombang Bono ada baiknya menggunakan perahu motor atau jetski, mengingat Sungai Kampar juga merupakan habitat binatang pemangsa, yaitu buaya.Untuk bertemu dengan Gelombang Bono di Teluk Meranti, disarankan pada awal dan akhir musim hujan di saat gelombang sedang tinggi-tingginya. Jadi, tandai kalender di bulan Februari, Maret, Oktober, dan November. Jika bosan berselancar di siang hari, malam hari juga adalah waktu terbaik untuk berselancar di atas gelombang Bono. Photos taken from: indonesia.travel, flickr.com, kimasurf.com, riverbreak.com
...more

Event Wisata Riau, Dari Agustus Hingga Akhir Tahun 2016

Provinsi Riau ternyata punya banyak event pariwisata menarik yang bisa dikunjungi. Menteri Pariwisata Republik Indonesia bapak Arief Yahya bersama Gubernur Riau bapak Arsyadjuliandi Rachman beberapa waktu lalu secara resmi telah meluncurkan kalender event pariwisata Provinsi Riau untuk tahun 2016. Peluncuran ini dilakukan di Gedung Sapta Pesona Jakarta pada hari Jum’at tanggal 27 Mei 2016 lalu. Apa saja event-event yang masih tersisa untuk dikunjungi di Riau? Ini dia daftarnya 1. Pacu Jalur (Kuantan Singingi, 24-28 Agustus 2016) Foto: kebudayaanindonesia.net Pacu Jalur adalah sebuah event perlombaan mendayung perahu di tepian sungai Narosa, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Event ini telah bertahan selama lebih dari seabad. Awalnya pacu jalur ini dibuat untuk merayakan ulang tahun Ratu Wilhelmina di zaman penjajahan Belanda. Setelah masa penjajahan berakhir, pacu jalur ini masih tetap berlangsung sampai saat ini untuk memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia. 2. Tour de Siak (Siak Sri Indrapura, 21-25 September 2016) Foto: bidangbudayas.blogspot.com Event pariwisata selanjutnya di tahun 2016 ini adalah Tour de Siak, yaitu perlombaan balap sepeda yang juga telah melibatkan pebalap nasional dan mancanegara. Di event ini, para peserta akan bersepeda mengelilingi kota istana Siak Sri Indrapura. Di tahun ini, event Tour de Siak akan diadakan pada tanggal 21-25 September 2016 mendatang. 3. Gema Muharram (Indragiri Hilir, 1-2 Oktober 2016) Foto: riauterkini.com Gema Muharram adalah salah satu event wisata religi yang ada di Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Dalam event ini, akan diadakan beberapa kegiatan dan hiburan bernuansa islam seperti istiqotsah, musik qasidah, pembacaan shawalat Nariyah, syair, dsb. Gema Muharram ini akan diadakan di Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau pada tanggal 1-2 Oktober 2016 mendatang. 4. Bekudo Bono (Pelalawan, 4-6 November 2016) Foto: sportanews.com Event Bekudo Bono adalah salah satu event yang sudah cukup terkenal terutama di kalangan peselancar dunia. Event ini cukup menarik, karena jika biasanya peselancar berselancar di gelombang laut, maka di event Bekudo Bono ini para peselancar akan berselancar di gelombang sungai. Tepatnya di pertemuan dua gelombang dari Selat Malaka dan Sungai Kampar. Pertemuan dua gelombang tersebut merupakan sebuah peristiwa alam yang terjadi di Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau dan oleh masyarakat setempat dikenal dengan sebutan Bono. Dulunya, gelombang ini ditakuti oleh masyarakat sekitar muara sungai Kampar karena berbalut legenda 7 hantu. Namun sekarang, ombak Bono yang tingginya bisa mencapai 6 meter ini justru dicari oleh peselancar dari seluruh penjuru dunia. Keunikan berselancar di gelombang sungai ini konon hanya ada 2 di dunia: di Kuala Kampar Riau dan di Sungai Amazon. Karena keunikannya itulah, ombak Bono saat ini cukup dikenal di kalangan surfer mancanegara. Tahun ini, event pariwisata Festival Bekudo Bono akan diadakan di Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau, pada tanggal 4-6 November 2016 mendatang. 5. Riau Marathon (Pekanbaru, 11 Desember 2016) Foto: pekanbaru.tribunnews.com Riau Marathon adalah event race lari mengelilingi kota Pekanbaru. Sambil berlari, para peserta Riau Marathon ini bisa menyaksikan landmark-landmark yang menjadi ciri khas ibukota Provinsi Riau ini. Rencananya, event Riau Marathon ini akan diadakan pada tanggal 11 Desember 2016 mendatang di kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Gimana? Menarikkan ya event-event pariwisata yang ada di Provinsi Riau? Yang penasaran dengan event-event pariwisata tersebut, saya cuma bisa bilang satu hal ini: Ayo ke Riau! (Sumber: Artikel liandamarta.com Foto riaudailyphoto.com)
...more

Tari Rondang Bulan, Tari Keceriaan Khas Tapanuli Selatan

Gerakan tari yang lincah dan sedikit riang terlihat dari tarian yang satu ini. Mimik-mimik wajah penuh senyum tawa terlihat dari ekspresi wajah para penari yang menampilkan tari ini di atas panggung. Inilah tari rondang bulan, tarian khas dari Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.Tari rondang bulan merupakan tarian yang menggambarkan keceriaan gadis-gadis Mandailing. Ini terlihat dari ekspresi penari yang mencerminkan keceriaan sepanjang tarian. Di atas panggung para penari ini melakukan aksi gerakan-gerakan lenggak lenggok sambil sesekali membentuk lingkaran. Sambil mengitari lingkaran para penari ini menjentikan jari jemari dengan sesekali bertepuk tangan.  Tari rondang bulan di Tapanuli Selatan biasanya ditarikan dengan riang gembira di bawah pancaran sinar bulan purnama. Rondang Bulan sendiri dalam bahasa Tapanuli Selatan berarti terang bulan. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

ButikTrip.com

Upcoming Trips

Open Trip Derawan
26 - 29 Jan 2017
Jelajah Sumba
26 - 29 Jan 2017
×

...