Tradisi memanjangkan cuping telinga menjadi salah satu keunikan budaya di Kalimantan. Meski sebenarnya tidak semua suku melakukannya, tapi budaya ini sudah terlanjur melekat dengan masyarakat dayak secara umum. Namun sayangnya dari waktu ke waktu, tradisi ini semakin menghilang, dan saat ini hanya tinggal sedikit orang Dayak yang masih memiliki cuping telinga panjang, itu pun umumnya generasi tua.Salah satunya di Kampung Bena Baru yang dihuni sekitar 700 jiwa penduduk. Kampung Bena Baru adalah salah satu kampung pedalaman suku Dayak Kenyah yang berada di Sungai Kelay, Kecamatan Sambaliung. Kehidupan masyarakat di tempat ini masih berjalan berdampingan dengan tradisi dan kultur lokal, lengkap dengan upacara adat dan tari-tarian khasnya. Sebagian peralatan kerja dan rumah tangga merupakan hasil buatan tangan sendiri. Tapi bukan berarti penduduk kampung ini merasa asing terhadap perkembangan teknologi seperti televisi, telepon seluler, dan alat-alat elektronik lainnya. Kampung yang baru dibuka pada tahun 1980-an ini memiliki sekitar 20 orang nenek yang memiliki telinga cuping panjang. Daun telinga cuping panjang tidak hanya diperuntukkan bagi wanita, tetapi juga untuk laki-laki. Proses pemanjangan cuping telinga mulai dilakukan sejak bayi. Hal ini umumnya dikaitkan dengan tingkatan sosial seseorang dalam masyarakat Dayak. Bagi suku Dayak Kayan, misalnya, telinga cuping panjang menunjukkan kalau orang tersebut berasal dari kalangan bangsawan. Sementara bagi perempuan, telinga cuping panjang menunjukkan apakah dia seorang bangsawan atau budak karena kalah perang atau tidak mampu membayar utang.Di kalangan masyarakat Dayak Kayan, pemanjangan cuping daun telinga ini biasanya menggunakan pemberat berupa logam berbentuk lingkaran gelang atau berbentuk gasing ukuran kecil. Dengan pemberat ini daun telinga akan terus memanjang hingga beberapa sentimeter.Di desa-desa yang berada di hulu Sungai Mahakam, telinga cuping panjang digunakan sebagai identitas yang menunjukkan umur seseorang. Begitu bayi lahir, ujung telinganya diberi manik-manik yang cukup berat. Jumlah manik-manik yang menempel di telinganya akan bertambah satu untuk setiap tahun.Tetapi ada juga anggapan yang mengatakan kalau tujuan pembuatan telinga panjang bukanlah untuk menunjukkan status kebangsawanan, tetapi justru untuk melatih kesabaran. Jika dipakai setiap hari, kesabaran dan kesanggupan menahan derita semakin kuat.Sementara bagi suku Dayak Kenyah, antara laki-laki dan perempuan memiliki aturan panjang cuping telinga yang berbeda. Kaum laki-laki tidak boleh memanjangkan cuping telinganya sampai melebihi bahunya, sedangkan perempuan boleh memanjangkannya hingga sebatas dada. Proses memanjangkan cuping daun telinga ini diawali dengan penindikan daun telinga sejak masih berumur satu tahun. Setiap tahun, satu buah anting atau subang perak digantungkan di telinga mereka. Gaya anting atau subang perak yang digunakan pun berbeda-beda, yang akan menunjukkan perbedaan status dan jenis kelamin. Gaya anting kaum bangsawan tidak boleh dipakai oleh orang-orang biasa.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTarian ini merupakan salah satu tarian khas suku Batak Karo. Biasanya tarian ini dipertunjukkan untuk menyambut para tamu kehormatan dalam sebuah acara. Inilah tarian piso surit, salah satu tarian yang menjadi kekayaan budaya nusantara.
Tari piso surit adalah sebuah tari yang menggambarkan seorang gadis yang sedang menantikan kedatangan sang kekasih. Penantian ini digambarkan sangat lama dan menyedihkan serta digambarkan bagaikan seekor burung piso surit yang sedang memanggil-manggil.
Dalam bahasa Batak Karo sendiri, piso memiliki arti pisau. Arti ini membuat banyak masyarakat mengira piso surit merupakan nama sejenis pisau khas yang dimiliki orang Batak Karo. Namun sebenarnya, piso surit adalah sejenis burung yang suka bernyanyi.
Dalam tarian ini, penari yang terdiri dari beberapa gadis melakukan gerakan tarian yang lemah gemulai. Gerakan-gerakan ini seperti menggambarkan seorang gadis yang bersedih menantikan kekasihnya.
Dalam tarian ini, penari melakukan gerakan-gerakan naik turun sambil sesekali melentikan jari jemarinya. Dalam satu gerakan digambarkan mereka saling berhadap-hadapan dengan diiringi lagu piso surit yang diciptakan oleh seorang komponis yang berasal dari Batak Karo bernama Djaga Depari.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTripTrus.Com - Kalo lo mau nyoba suasana kencan beda di Jakarta, cobain deh yang lagi hits: Museum Date! Nggak cuma dapet vibes romantis, lo juga bakal punya banyak spot foto aesthetic buat nge-update Instagram atau TikTok lo. Di sini gue kasih daftar museum date paling keren di Jakarta, dijamin gak ngebosenin dan bisa jadi pengalaman yang memorable bareng doi.
View this post on Instagram
A post shared by Anis (@anislisis)
1. Museum Nasional Indonesia
Museum Nasional Indonesia yang terletak di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat ini bisa banget lo jadiin spot date yang beda dari biasanya! Gak cuma pameran artefak budaya Indonesia yang udah ada sejak dulu, di sini lo juga bisa nikmatin pameran temporer dan pertunjukan imersifA yang kayak bawa lo ke suasana lain. Cocok buat lo yang pengen belajar sambil have fun. HTM buat pameran temporernya mulai dari Rp20 ribu, dan buat pertunjukan imersifA Rp35 ribu. Lo juga bisa beli tiketnya online, jadi lebih praktis buat yang gak suka ribet. Pokoknya, selain dapet konten keren, lo juga dapet vibes baru yang unik bareng pacar.
2. Galeri Nasional Indonesia
Nah, kalo lo pengen yang punya vibe artistik banget, langsung aja cus ke Galeri Nasional di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat. Galnas ini udah populer banget bahkan sebelum museum date trend di kalangan anak muda. Pameran di sini selalu ganti tiap beberapa minggu atau bulan, jadi nggak akan pernah ngebosenin. Museum ini punya koleksi karya seni rupa dari Indonesia sampe internasional, mulai dari lukisan, patung, seni instalasi, sampe kriya! Enaknya lagi, HTM-nya gratis, cuma perlu reservasi lewat website mereka.
3. Atsiri di Sarinah
Atsiri di Sarinah ini unik banget karena beda dari museum lainnya! Lokasinya ada di lantai 5 Gedung Sarinah, Jakarta Pusat, dan di sini lo bisa cobain pameran interaktif buat tebak-tebakan aroma dan nikmatin ruangan glow in the dark. Bikin kencan lo makin asik karena interaktif dan beda dari museum biasanya! Setelah puas explore, lo bisa mampir ke toko atau restoran yang ada di sana buat chill bareng pacar. HTM Atsiri di Sarinah sekitar Rp45 ribu, jadi worth it banget buat dapetin pengalaman date yang memorable.
4. Museum MACAN
Museum MACAN (Modern and Contemporary Art in Nusantara) adalah destinasi yang pas banget buat lo yang suka seni kontemporer. Terletak di AKR Tower, Jakarta Barat, museum ini punya berbagai koleksi seni modern yang nggak cuma dari Indonesia, tapi juga mancanegara. Pameran di sini sering ganti, jadi lo nggak akan pernah ngerasa bosen buat balik lagi. HTM-nya mulai dari Rp56 ribu pas weekdays dan Rp72 ribu weekend. Yang bikin spesial, museum ini punya instalasi seni yang Instagramable banget, bikin lo bisa dapet banyak spot foto yang aesthetic.
5. Art:1 New Museum & Art Space
Art:1 New Museum di Gunung Sahari ini punya koleksi seni rupa modern dan kontemporer yang keren banget! Museum ini berdiri sejak 1983 dan punya tiga lantai yang isinya macem-macem. Selain ruang pameran buat lukisan dan patung, ada juga Art Space yang khusus buat video art dan fotografi. Cocok banget buat lo yang nyari spot foto kreatif dan beda. HTM-nya mulai dari Rp35 ribu sampe Rp75 ribu tergantung umur, dan jam bukanya Selasa-Minggu mulai dari pukul 10.00 pagi.
[Baca juga : "Liburan Santuy Di Lombok Dan Gili, Relax, Party, Atau Mendaki?"]
6. MoJA Museum
Buat yang mau kencan seru dan beda, MoJA Museum jawabannya! MoJA punya wahana MoJA 2.0 yang berisi 17 ruang labirin interaktif, dan semuanya Instagramable. Di sini, lo bisa foto-foto, eksplor ruang interaktif yang keren, dan banyak area foto estetik buat IG atau TikTok. Lokasinya di Kompleks GBK, Jakarta. HTM sekitar Rp115 ribu weekday dan Rp135 ribu weekend, tapi worth it banget karena suasananya yang playful dan beda dari museum biasanya.
7. Dialogue Artspace
Dialogue Artspace yang ada di Kemang Selatan ini beda dari museum biasa karena juga jadi tempat event kaya workshop, seminar, sampe bazaar. Lo bisa foto-foto bareng karya seni yang dipajang atau sekedar duduk chill sambil ngopi. Dialogue ini gratis tiketnya, jadi lo bisa bawa pasangan buat liat-liat atau ikut workshop yang lagi diadain di sana.
8. Museum Hakka Indonesia
Museum ini ada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dan cocok banget buat lo yang pengen tau lebih dalam tentang budaya Tionghoa Indonesia. Koleksinya mulai dari artefak budaya, makanan, sampai jamu tradisional. HTM-nya gratis, dan ini cocok banget buat lo yang pengen belajar sambil foto-foto estetik!
9. Magic Art 3D Museum
Kalo lo suka foto-foto 3D, Magic Art 3D Museum di Kota Tua, Jakarta Barat ini wajib banget dikunjungi! Banyak spot foto ilusi 3D dan juga ada wahana seru kayak ruang labirin kaca, kursi ilusi, sampe ruang ajaib yang bikin foto lo jadi makin keren. HTM mulai dari Rp40 ribu weekdays, jadi nggak bikin kantong bolong tapi lo bisa dapet konten foto yang lucu-lucu.
10. Galeria Sophilia
Museum dengan vibes klasik ini cocok buat yang suka seni gaya Eropa dan Cina. Letaknya di Calvin Tower, Kemayoran, Jakarta Utara, Galeria Sophilia ini punya banyak koleksi barang antik dan artefak unik dari berbagai budaya. Suasananya megah banget dan HTM-nya gratis buat anak-anak dan mulai Rp25 ribu buat usia 7 tahun ke atas.
Jadi, mana museum date yang bakal lo kunjungin duluan? Setiap tempat punya pengalaman dan vibes uniknya sendiri yang pastinya bakal bikin kencan lo makin memorable. Gak cuma buat foto-foto, tapi lo juga bisa nikmatin seni dan explore hal-hal baru bareng pasangan! (Sumber Foto @vian.syj)
...moreTripTrus.Com - Setelah mengalami vakum selama dua tahun akibat pandemi COVID-19, Dinas Pariwisata (Dispar) Buleleng akan menggelar kembali Lovina Festival. Festival Lovina rencananya akan digelar pada bulan Juli 2023.
Hal ini memberikan harapan baru bagi pelaku pariwisata dan UKM di Buleleng. Lovina Festival memiliki daya tarik yang besar bagi wisatawan mancanegara maupun domestik. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait persiapan festival yang akan berlangsung di Pantai Lovina.
View this post on Instagram
A post shared by Anjar Tri Astuti (@triastutianjar)
"Kami telah mendorong komunitas seni dan para pelaku industri pariwisata di kawasan Lovina untuk bersama-sama menyelenggarakan Lovina Festival yang pertama kali setelah pandemi COVID-19," ujar Kepala Dispar Kabupaten Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, pada Kamis (20/4/2023).
Dalam menentukan waktu penyelenggaraan, Dody mempertimbangkan periode high season pada bulan Juli. High season diharapkan dapat menarik minat sebanyak mungkin dari wisatawan mancanegara.
Selama tiga hari, wisatawan dapat menikmati Lovina Festival yang menampilkan pertunjukan seni dan budaya serta kuliner khas Buleleng. Festival ini akan lebih mengutamakan perkembangan sektor seni dan budaya serta ekonomi kreatif. "Dalam penyelenggaraan Lovina Festival tahun ini, akan diadopsi banyak ide dan gagasan baru," jelasnya.
[Baca juga : "Pengaruh Pertandingan FIFA Matchday Indonesia Vs Argentina Terhadap Pariwisata Menurut Sandiaga"]
Event ini juga menjadi momentum untuk memulihkan sektor pariwisata di kawasan Lovina. Melalui Lovina Festival, Dispar Buleleng akan menunjukkan bahwa Lovina sebagai kawasan wisata memiliki beragam talenta seni dan budaya yang khas.
"Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan seni dan budaya kepada para tamu wisatawan yang akan menjadikan Lovina Festival sebagai agenda tetap setiap tahun, sehingga mereka dapat kembali pada periode high season berikutnya, bahkan mengajak keluarga dan kerabat mereka untuk datang ke sini," tambahnya. (Sumber Foto @cityzens_reports)
...moreTripTrus.Com - Wisata Pulau Sangiang adalah sebuah pulau kecil yang terletak di Selat Sunda, yakni antara Jawa dan Sumatra, tepatnya di Kabupaten Serang. Secara administratif, pulau ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Serang, Banten.
Dulu pulau ini di jadikan cagar alam. Namun seiring berjalannya waktu, pulau ini dijadikan taman wisata alam laut. Belum banyak yang tahu tentang pulau kebanggaan Kabupaten Serang tersebut. Terbukti dari sedikitnya wisatawan yang mengunjungi sehingga keindahan pulaunya masih terjaga sampai saat ini.
Berikut adalah daftar beberapa spot menarik yang sayang untuk kamu lewatkan jika kebetulan berkunjung ke Pulau Sangiang seperti dikutip dari IDN Times.
View this post on Instagram
A post shared by Jakarta Jalan Jalan (@jktjalanjalan) onMar 30, 2020 at 7:01pm PDT
1. Pemandangan nuansa hijau sebelum sampai di dermaga
Spot indah yang pertama kali menyambut kedatangan wisatawan adalah nuansa hijau dari hutan bakau dan anak sungai menuju ke dermaga Pulau Sangiang, seperti sungai Amazon nuansa yang tergambar pada spot ini
2. Goa Kelelawar
Bukan hanya Bali, di Pulau Sangiang kalian dapat menjumpai goa kelelawar dan menyaksikan ratusan kelelawar bermain – main dengan deburan ombak yang memasuki goa tersebut. Pada bagian ujung gua terlihat lubang sebagai tempat masuknya air. Wajar saja jika permukaan gua terendam oleh air laut. Ada satu yang unik dari terendamnya permukaan gua ini yakni ikan hiu datang untuk menunggu kelelawar yang jatuh untuk menjadi santapan.
Namun untuk melihat peristiwa yang langka tersebut pengunjung harus menunggu momen yang pas. Biasanya pagi sampai siang hari di bulan Mei hingga Agustus menjadi waktu yang pas untuk melihat hiu melahap kelelawar yang jatuh dari langit-langit di Gua Kelelawar, Pulau Sangiang
3. Puncak Begal
Pengalaman paling menarik dari Puncak Begal adalah wisatawan disuguhkan keindahan sunset di sore hari. Dan di Puncak Begal ini kalian dapat melihat pemandangan laut lepas serta sensasi ombak yang bertabrakan dengan tebing – tebing di sekitar serta memiliki pemandangan yang indah untuk jadi spot foto.
[Baca juga : "2021, Pemkab Bogor Targetkan Geopark Pongkor Mendunia"]
4. Bukit Harapan
Di spot ini kalian dapat beristirahat sejenak setelah melakukan perjalan dari spot sebelumnya. Bukit Harapan menyuguhkan pemandangan indah dan asri serta anginnya yang sepoi-sepoi dijamin bikin kalian betah berlama-lama di spot ini
5. Pantai Sangiang
Di Pantai Sangiang sendiri kalian dapat menikmati pemandangan yang indah dari pasir putih dan biru laut serta hijau tebing. Tidak seperti pantai kebanyakan, Pantai Sangiang ini tidak begitu di penuhi wisatawan sehingga kalian bebas berfoto di spot ini tanpa terganggu keramaian orang berlalu-lalang. For your information, kalian bisa menginap di sekitar pantai dengan menggunakan tenda bersama teman – teman kalian
Selain itu saat berwisata ke Pulau Sangiang, jangan lewatkan pemandangan bawah lautnya yang indah dengan cara melakukan snorkeling. Jika kamu tidak membawa alat snorkeling, jangan khawatir sebab banyak persewaan alat snorkeling di Pulau Sangiang. (Sumber: Artikel bantennews.co.id Foto jktjalanjalan)
...moreCari trip ke Riau di sini: http://triptr.us/CY
TRIPTRUS - Provinsi Riau punya sebuah fenomena alam unik di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. Di Sungai Kampar yang melintasi lima kabupaten di Riau (Kabupaten Pelalawan, Kampar, Kuantan Singingi, Lima Puluh Kota, dan Sijunjung) memiliki gelombang yang bernama gelombang Bono. Gelombang Bono terjadi di saat volume air sungai meningkat drastis di musim penghujan dan badan sungai yang membesar serta aliran air dari beberapa anak sungai membuat daerah hilir Sungai Kampar memiliki gelombang tinggi. Ditambah pula, arus air dari Selat Malaka dan Laut Cina Selatan bertemu dengan aliran muara Sungai Kampar. Penyempitan pertemuan arus itu membentuk gelombang besar. Gelombang Bono dapat mencapai 4-6 meter di saat bulan purnama. Meski oleh masyarakat setempat ombak Bono mempunyai nama yang mengerikan, yaitu Tujuh Hantu, tapi gelombang ini juga mengundang banyak peselancar dari luar negeri untuk menjajal liarnya ombak bono. Meski Gelombang Bono bisa dibilang berbahaya, tetapi ombak sungai terbesar dan terpanjang di dunia ini dinobatkan sebagai wahana selancar sungai terbaik di dunia.Saat terjadi puncak Bono, 21 gelombang ombak dapat muncul secara bersamaan. Gelombang ini juga bisa menciptakan kubah yang bergulung-gulung dengan waktu yang bisa mencapai dua jam. Ini tentunya jauh berbeda dengan gelombang di laut yang hanya berdurasi sekitar beberapa menit saja. Kehebatan gelombang Bono dalam memanjakan para peselancar inilah yang membuatnya jadi sangat menarik.
Tetapi, gelombang Bono besar tidak disarankan untuk ditunggangi oleh peselancar pemula. Ini disebabkan oleh karena ganasnya gelombang Bono yang kabarnya tiap tahun memakan puluhan korban dari kapal yang tenggelam akibat diterjang gelombang tinggi. Untuk memprediksi datangnya Puncak Bono, dapat diketahui lewat kalender tarikh qomariyah yaitu di pertengahan bulan (sekitar tanggal 10-20) di saat bulan purnama.Keberadaan Bono sebagai obyek wisata baru dimulai beberapa tahun lalu setelah beberapa peselancar dari Perancis dan Brazil mulai menjajal hebatnya Gelombang Bono. Kepopuleran Bono bahkan membuat seorang peselancar sungai (tidal bore surfer) dari Inggris Steve King (48) mencoba memecahkan rekornya sendiri di Guiness World of Records dengan berselancar sejauh 40 kilometer. Wow!Teluk Meranti dapat dicapai dari Pekanbaru, ibukota Provinsi Riau, dengan jalan darat sekitar lima jam. Untuk mencapai gelombang Bono ada baiknya menggunakan perahu motor atau jetski, mengingat Sungai Kampar juga merupakan habitat binatang pemangsa, yaitu buaya.Untuk bertemu dengan Gelombang Bono di Teluk Meranti, disarankan pada awal dan akhir musim hujan di saat gelombang sedang tinggi-tingginya. Jadi, tandai kalender di bulan Februari, Maret, Oktober, dan November. Jika bosan berselancar di siang hari, malam hari juga adalah waktu terbaik untuk berselancar di atas gelombang Bono.
Photos taken from: indonesia.travel, flickr.com, kimasurf.com, riverbreak.com
...moreMendengar Nusa Tenggara, sebagian besar orang pasti langsung membayangkan hamparan koral warna-warni, lengkap dengan ragam biota laut yang jarang didapati di tempat lain. Karenanya, meski perairan Nusa Tenggara terbilang berarus kuat, menyelam dan snorkeling tetap jadi agenda wajib.
Namun, eksotisme Nusa Tenggara tak hanya soal panorama memukau di bawah permukaan laut. Berjarak tiga kilometer dari semenanjung Sanggar, Sumbawa, bisa kamu dapati satu lagi keajaiban di bumi Nusa Tenggara. Danau Satonda berada di pulau tak berpenghuni dengan nama yang sama.
Sumber: Foto @nura_jo
Menjejakkan kaki di dermaga Satonda, langsung bisa kamu nikmati hangatnya pasir putih, serta buaian angin laut yang menerpa wajah tanpa ampun. Demi mencapai danau air asin ini, kamu harus trekking selama kurang lebih 20 hingga 30 menit. Lelah selama pendakian terbayar seketika dengan pemandangan kawah berbentuk angka delapan.
Sumber: Foto @adimulato
Terlihat tenang di tengah kaldera yang terkukung pepohonan hijau, godaan untuk mencicip asin air danau menyeruak seketika. Tak punya jalur ke laut, membuat kadar asin di danau ini tetap jadi misteri. Padahal, sudah banyak ilmuwan dalam maupun luar negeri yang singgah untuk meneliti danau bertemperatur air 28 hingga 39 derajat ini.
Satu lagi pemandangan unik yang ada di Satonda. Di tepian danau, bisa kamu temukan pohon dengan "buah" batu. Sengaja digantungkan oleh para pelancong, batu ini dianggap mewakili doa dan harapan yang dipercaya akan terkabul. Kala bertandang ke Nusa Tenggara, tak ada salahnya menjelajah danau purba demi merasakan nuansa berbeda di timur Indonesia.
Sumber: Artikel bintang.com Foto alilapurnama.com
...moreTripTrus.Com - Buat lo yang doyan event kece, Kementerian Pariwisata baru aja ngumumin 110 event yang masuk Karisma Event Nusantara (KEN) 2025! Ini ajang buat ngenalin event-event terbaik dari berbagai daerah biar pariwisata makin rame, ekonomi naik, dan pastinya lapangan kerja makin luas.
Program ini bukan sekadar event biasa, tapi hasil kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah buat bikin acara yang nggak cuma keren, tapi juga bisa ngebantu ekonomi lokal. Seleksi eventnya ketat banget, mulai dari administrasi, presentasi, sampe wawancara oleh tim kurator yang profesional. Dari hasil seleksi itu, 10 event terbaik alias Top 10 KEN 2025 akhirnya terpilih berdasarkan lima kriteria utama: ide dan inovasi, strategi pemasaran, manajemen acara, keuangan, dan analisis dampak. Nah, dari 110 event kece, berikut ini 10 event paling epic dan wajib lo tandain di kalender!
1. Cap Go Meh Kota Singkawang (Kalimantan Barat)
Kalau ngomongin Cap Go Meh, Singkawang nggak ada lawannya! Event ini bukan cuma sekadar perayaan biasa, tapi udah jadi ikon budaya yang dikenal sampai internasional. Tahun ini, puncak acaranya bakal jatuh di 12 Februari 2025, di mana lo bisa ngeliat parade tatung, barongsai, dan festival lampion yang super meriah. Singkawang sendiri dikenal sebagai "Kota Seribu Klenteng", jadi suasana Cap Go Meh di sini bener-bener totalitas!
2. Pesta Kesenian Bali (Bali)
Kalau lo mau ngerasain budaya Bali yang sesungguhnya, jangan skip Pesta Kesenian Bali (PKB) 2025 yang bakal berlangsung dari 21 Juni - 19 Juli 2025. Dengan tema "Jagat Kerthi: Lokahita Samudaya", event ini bakal menghadirkan seni tari, drama gong, pawai budaya, hingga pertunjukan musik tradisional Bali. Bukan cuma itu, event ini juga jadi ajang buat ngeliat langsung gimana budaya Bali terus berkembang tanpa kehilangan jati dirinya.
3. Semasa Piknik (DKI Jakarta)
Buat lo yang tinggal di Jakarta, Semasa Piknik harus masuk bucket list! Event ini bukan cuma sekadar piknik, tapi juga tempat buat hunting barang-barang dari UMKM lokal, mulai dari fashion, kerajinan tangan, sampe kuliner khas Jakarta. Biasanya digelar di bulan Juni buat ngerayain HUT Jakarta, acara ini juga bakal diisi sama pentas budaya, pertunjukan musik, dan bazar kreatif. Tempatnya yang outdoor bikin vibes makin seru dan pastinya instagramable banget!
4. F8 Makassar (Sulawesi Selatan)
Makassar nggak cuma punya Pantai Losari, tapi juga salah satu festival paling inovatif di Indonesia, yaitu F8 Makassar! Event ini bakal digelar 23-27 Juli 2025 dan ngangkat 8 elemen utama: fashion, film, food, fiction writers & font, folks, fine arts, fusion music, dan flora fauna. Lo bakal nemuin fashion show dengan desain unik, festival kuliner khas Makassar, pameran seni modern, dan konser musik keren yang pastinya seru abis!
5. Jember Fashion Carnaval (Jawa Timur)
View this post on Instagram
A post shared by Ivan Fhanany (@fhanany_ivan)
Siapa sih yang nggak kenal Jember Fashion Carnaval (JFC)? Salah satu karnaval fashion terbesar di dunia ini bakal hadir 8-10 Agustus 2025 dengan tema "Evoluxion". Lo bakal ngeliat parade kostum yang super megah dengan desain yang terinspirasi dari budaya Indonesia. Gak heran kalau event ini selalu menarik perhatian dunia dan jadi kebanggaan Indonesia!
[Baca juga : "Masjid Jogokariyan, Bukan Cuma Tempat Ibadah, Tapi Juga Mesin Penggerak Ekonomi Umat!"]
6. Festival Golo Koe Labuan Bajo (NTT)
Labuan Bajo nggak cuma terkenal karena Komodo doang! Festival Golo Koe 2025 yang bakal berlangsung 10-15 Agustus 2025 ini bakal ngerayain keberagaman budaya di Manggarai Barat. Yang bikin unik, event ini melibatkan umat lintas agama dan berbagai latar belakang suku, dengan karnaval budaya dan bazar UMKM yang menyajikan produk dari berbagai komunitas.
7. Festival Payung Indonesia (Jawa Tengah)
Lo nggak nyangka kan kalau payung bisa dijadiin festival? Festival Payung Indonesia 2025 yang bakal digelar 5-7 September 2025 di Pamedan Pura Mangkunegaran, Kota Surakarta ini bakal menyuguhkan berbagai karya seni dari payung, mulai dari tari, musik, fashion show, sampe instalasi seni. Selain itu, ada juga pasar kuliner dan pameran UMKM yang makin bikin festival ini worth it buat didatengin!
8. Wayang Jogja Night Carnival (DI Yogyakarta)
Buat lo yang pengen ngerasain karnaval dengan vibes mistis dan magis, Wayang Jogja Night Carnival yang bakal diadain 7 Oktober 2025 harus ada di list lo! Karnaval jalanan ini diadakan buat merayakan HUT Kota Yogyakarta, dengan parade wayang raksasa, kendaraan hias, dan pertunjukan seni yang diadakan di malam hari. Bakal jadi pengalaman yang nggak bakal lo lupain!
9. Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) (DKI Jakarta)
Suka seni modern? ICAD 2025 adalah surganya para pencinta seni kontemporer! Pameran yang melibatkan desainer, fotografer, pelukis, pematung, hingga sutradara film ini udah lebih dari 10 tahun jadi ajang eksplorasi seni di Indonesia. Dengan lebih dari 500 karya seni dan desain, ICAD jadi tempat yang wajib banget lo kunjungin buat liat perkembangan dunia seni yang makin canggih dan inovatif.
10. Ngayogjazz (DI Yogyakarta)
Pecinta jazz pasti nggak asing sama event satu ini! Ngayogjazz 2025 bakal diadain 15 November 2025 dan yang bikin beda dari konser jazz lain adalah lokasinya di tengah desa! Event ini ngajak lo buat menikmati alunan jazz dalam suasana yang lebih merakyat, sambil dikelilingi komunitas seni seperti fotografer, perupa, dan musisi indie. Vibesnya dijamin cozy dan intimate banget!
Jadi, Lo Mau Datang ke Event yang Mana?
Dari 10 event paling hype di atas, mana yang paling bikin lo penasaran? Setiap event punya keunikannya masing-masing, mulai dari festival budaya, konser musik, fashion show, sampe pameran seni. Daripada cuma nonton dari layar HP, yuk langsung datengin dan rasain keseruannya langsung! Jangan lupa ajak temen-temen lo biar makin seru! ððĨ (Sumber Foto @indra_purnomo)
...moreTripTrus.Com - Travelling belakang semakin populer terutama di kalangan anak muda. Banyak yang rela menabung demi bisa jalan-jalan dan beristirahat dari rutinitas harian. Kalau kamu hobi travelling, kira-kira kamu masuk ke tipe apa ya?
1. Si Turis
Tipe travelling seperti turis ini mungkin paling sering kamu temui di daerah-daerah populer seperti Bali. Turis biasanya memilih akomodasi mewah dan menuntut kenyamanan jadi nggak mungkin tuh menginap di daerah yang susah diakses. Biasanya tipe turis ini juga nggak mau repot mengurus itinerary jadi mereka lebih sering menggunakan jasa pemandu wisata. Kegiatan yang wajib sudah pasti adalah berbelanja.
. 1st Heung women's day ð . . #ėëë― #ė
ë― #ë―
A post shared by ëŽė§ (@___moonji) onApr 16, 2018 at 9:49am PDT
2. Si Foodie
Banyak juga orang yang mengunjungi tempat baru untuk mengeksplorasi makanan-makanan khasnya. Biasanya orang-orang tipe ini memilih tinggal di pusat kota yang menjadi lokasi kuliner atau malah menyepi di tempat orang-orang lokal tinggal demi bisa menycipi makanan otentiknya.
3. Si pelari dari kenyataan
Patah hati, stress, bosan dengan rutinitas alasan-alasan ini adalah tipe dari traveller yang tujuannya lari dari kenyataan. Dia memilih pergi atau berlibur hanya untuk mencari ketenangan di tengah kepenatan yang dialami. Jadi orang-orang ini berlibur dengan alasan jenuh, patah hati, atau sedang punya masalah. Tipe pelari dari kenyataan ini biasanya akan mencari tempat yang nyaman untuk menyendiri sekaligus berpesta.
[Baca juga : Festival Seni Dan Budaya Pasa Harau 2018 Di Nagari Harau, Limapuluh Kota, Sumatera Barat]
4. Si Nostalgia
Banyak anak muda yang memilih untuk melakukan perjalanan karena nostalgia. Biasanya si nostalgia ini akan berpergian bersama teman-teman dekatnya ke satu tempat yang sudah populer. Isi kegiatan mereka biasanya nggak jauh dari agenda senang-senang yang akan membuat mereka bernostalgia pada masa-masa lalu yang menyenangkan. Selain itu si nostalgia ini juga ingin selalu terlihat eksis.
5. Si Anti Mainstream
Tipe traveller ini memang punya pemikiran yang beda dan kadang aneh. Kalau semua orang ingin berlibur ke Korea Selatan dia malah akan memilih Korea Utara. Si anti mainstream ini selalu punya keinginan berlibur ke tempat-tempat yang nggak biasa. Menemukan tempat baru yang belum diketahui orang akan menjadi kepuasan batin tersendiri untuk si anti mainstream.
6. Si Backpacker
Istilah bacpacker ini mungkin sering banget kamu dengar, istilah ini punya arti orang yang berpergian dengan budgetketat dan mencintai kebebasan. Orang-orang seperti ini sebenarnya punya perencanaan yang sangat matang karena mereka terbatas dengan budget. Si backpacker ini biasanya akan memilih akomodasi termurah dan makanan termurah yang ada di sebuah kota.
7. Si Tukang Pesta
Traveller tipe ini hanya senang datang ke sebuah kota atau negara karena ada acara yang menyenangkan. Misalnya saja nonton konser atau menyaksikan sebuah pameran. SI Tukang Pesta ini biasanya nggak akan terlalu lama ketika berpergian karena tujuannya hanya untuk menghadiri sebuah konser atau acara lain.
8. Si Pecinta Kegiatan Ekstrim
Kalau kebanyakan orang ke Bali untuk menikmati keindahan pantainya atau berpesta. Si Pecinta Kegiatan Ekstrim ini akan memilih diving atau mendaki Gunung Batur. Liburan yang biasa-biasa saja nggak akan bikin Si Pecinta Kegiatan Ekstri ini puas.
9. Si Penasaran
Mungkin paling enak pergi jalan-jalan sama Si Penasaran karena orang dengan tipe travelling seperti ini akan sangat menikmati perjalannya. Bukan hanya itu saja dia akan sangat senang untuk mengeksplorasi semua tempat dengan detail.
10. Si Flashpacker
Agak sedikit dengan backpacker yang punya budegt minim, flashpacker ini punya budget yang lebih jadi orang-orang ini akan memilih akomodasi yang nyaman. Orang-orang ini akan sangat menghargai waktu karena ia ingin mendapatkan banyak hal baru dengan waktu dan budget yang dipunya. (Sumber: Artikel shopback.co.id, Foto freepik.com)
...more