shop-triptrus



Jelajahi 6 Destinasi Wisata Subang

TripTrus.Com - Subang memiliki potensi daya tarik yang tidak kalah dari Bandung maupun Lembang. Kabupaten di sisi utara Bandung ini menawarkan destinasi yang lengkap mulai dari gunung hingga pantai. Dengan kekayaan potensi alamnya tersebut, akan ada banyak destinasi wisata Subang yang mungkin akan menjadi tren wisata selanjutnya. Nah berikut ini adalah 6 rekomendasi tempat wisata Subang terbaik yang bisa kamu jadikan referensi destinasi selama liburan. 1. Bukit Pamoyanan       View this post on Instagram A post shared by 🇷❙⭕ & 🇷❙🇺 P░e░n░d░a░k░i░ C░i░l░i░k (@rioriuadventure) Mencari tempat camping yang asyik untuk menikmati sunrise di Subang? Bukit Pamoyan bisa jadi pilihan. Dari atas bukit ini kamu bisa menikmati panorama matahari terbit lengkap dengan lautan awan yang apik. Dengan keindahan tersebut tidak heran jika setiap sore mulai banyak tenda yang berdiri memenuhi kawasan puncak. Sambil bersantai di dalam tenda, kamu bisa menikmati pemandangan malam bertabur bintang dan matahari terbit saat fajar tiba. Tiket masuk kawasan bukit ini juga tidak terlalu mahal, hanya sekitar Rp5.000,00 per orang. 2. Curug Cileat       View this post on Instagram A post shared by Iman (@_kopites_man) Tersembunyi di balik hutan dan persawahan, pesona keasrian dari Curug Cileat ini benar-benar sangat terjaga seperti Air Terjun Grojogan Sewu. Tingginya yang mencapai 100 meter lebih ini membuat objek wisata ini menjadi air terjun tertinggi di Subang. Bahkan saking tingginya, dari jauh kamu sudah bisa merasakan segarnya hembusan embun air terjun yang terbang tertiup angin. Untuk menuju kawasan air terjun ini, kamu harus melewati jalan panjang menyusuri sungai dan hutan. Lelah selama perjalanan akan langsung terbayarkan saat sudah tiba di lokasi karena pemandangannya sangat menawan. Alamat persis dari air terjun ini berada di daerah Cibogo, Cupunagara, Gardusayang, Cisalak, Subang. Tempat ini buka selama 24 jam namun waktu terbaik berkunjung tentu saja saat pagi hari. 3. Pantai Cirewang Indah       View this post on Instagram A post shared by SUBANG INFO (@subang.info) Berlokasi di desa Pangarengan, Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Pantai Cirewang Indah yang diresmikan pada tahun 2013 silam adalah pantai dengan tanah timbul yang saat ini luasnya sekitar 500 meter persegi. Pantai ini dikenal dengan pohon-pohon bakau yang mencegah abrasi. Salah satu destinasi wisata di Subang ini tak hanya menawarkan pemandangan laut lepas, tapi juga Teluk Sidaon di mana terdapat banyak kepiting. Tak heran, penduduk sekitar sering memancing di teluk tersebut. Untuk berjalan-jalan di sekitar pantai ini tidak dikenakan biaya, namun jika kamu ingin menaiki perahu maka harga sewanya adalah Rp15.000. 4. Kebun Teh Ciater       View this post on Instagram A post shared by Arif Tesgi (@semuakegemaran) Untuk kamu yang suka berburu sunrise, jangan lewatkan destinasi wisata di Subang yang satu ini: Kebun Teh Ciater. Kebun teh ini tidak memiliki jam operasional sehingga kamu bisa berkemah di tempat yang disediakan di kawasan kebun teh atau stand by mulai pukul 04.00 WIB untuk “mengejar” matahari terbit. Setelah menikmati hangatnya mentari dengan semilir angin perkebunan yang sejuk, kamu bisa mengelilingi perkebunan dan mengunjungi pabrik teh untuk melihat langsung proses pengolahan daun teh. Biaya masuk kawasan ini terjangkau yaitu Rp5.000 per orang. 5. Curug Sadim       View this post on Instagram A post shared by Kota Subang (@kotasubang) Curug cantik yang wajib kamu kunjungi di Subang adalah Curug Sadim. Keindahan dari air terjun setinggi 10 meter ini tidak jauh berbeda dengan salah satu tempat wisata Kuningan terkenal, Curug Putri Palutungan. Air terjun ini mempunyai kolam-kolam kecil di sepanjang aliran sungainya yang bisa kamu jadikan tempat bermain air. Tempat ini juga menyediakan area camping yang nyaman dengan suasana sejuk khas perkebunan teh. Tempat tujuan wisata dengan tiket masuk yang sangat terjangkau ini menjadi salah satu lokasi favorit warga Subang dan sekitarnya untuk piknik. Jika tidak mau camping, kamu hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp12.5000,00 saja. Lokasi curug sadim ini sendiri berada di daerah Cicadas, Sagalaherang, Subang. Kamu bisa mengunjungi curug Sadim antara pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB setiap harinya. [Baca juga : "6 Destinasi Wisata Lampung Barat Paling Hits Untuk Dikunjungi"] 6. Desa Wisata Cibuluh Subang       View this post on Instagram A post shared by GenPI Subang (@genpisubang) Di Kabupaten Subang terdapat sebuah desa yang memiliki panorama dan fasilitas yang amat lengkap layaknya surga yang tersembunyi. Desa tersebut bernama Cibuluh. Desa Cibuluh sendiri terletak di ketinggian 650 meter di atas permukaan laut sehingga masuk kategori wilayah pegunungan. Desa Cibuluh yang terletak di Kabupaten Subang tersebut memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Desa dengan luas total wilayah 563.298 Ha, tersebut memiliki fasilitas seperti persawahan, perkebunan, pemakaman, perkantoran, klinik, puskesmas dan prasarana umum lainnya. Desa dengan pemandangan yang luar biasa tersebut juga dikenal dengan beragam Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), mulai dari makanan hingga peralatan berbahan dasar bambu yang biasa dipakai oleh masyarakat sekitar untuk memasak, menjemur pakaian, alat musik hingga hiasan rumah. (Sumber: Artikel indonesia.travel Foto @sanusi_uchiha) 
...more

Lava Flow Jadi Tempat Menyelam Terbaik di Banda Neira

TripTrus.Com - Banda Neira tak hanya menjadi jalur perdagangan rempah saat masa VOC menjajah Indonesia. Tetapi, juga menjadi surga bawah laut yang punya terumbu karang nan melimpah. Jika hendak menyebur dan merasakan sensasi menyelamnya, Anda maka wajib banget datang ke lava flow sebuah spot penyelaman terbaik di Maluku. Anda akan bermanja ria melihat indahnya terumbu karang di sana. Lava Flow ini bahkan sudah terkenal di dunia, sudah banyak penyelam Internasional lalu lalang, dan merasakan kenikmatan serta pesonanya. Tak hanya terumbu karang, ikan cantik pun akan bisa ditemukan ketika berada di sana. Terumbu karang ini terbentuk setelah meledaknya gunung Api di tahun 1988. Sejak saat itu, terumbu karang mulai tumbuh di lahar yang dingin hingga kini. Hanya saja, bagi Anda yang belum ahli menyelam atau snorkeling disarankan untuk menggunakan pelampung jangan sampai terumbu karang Anda injak dan merusaknya. Sebab, menumbuhkan terumbu karang sehat dan bagus itu membutuhkan waktu hingga ratusan tahun lamanya. Untuk menyelam sendiri harga yang ditawarkan mulai Rp1 juta hingga Rp5 juta sesuai dengan kru penyelaman. Sedangkan snorkeling, Anda hanya perlu Rp100 ribuan untuk melihatnya dari permukaan saja. (Sumber: Artikel lifestyle.okezone.com Foto youtube.com)
...more

9 Inilah Tempat Bersejarah di Kudus

TripTrus.Com - Kota Kudus, dikenal sebagai kota yang mempunyai banyak tempat bersejarah. Karna dengan adanya dua walisongo, yaitu Sunan Kudus dan Sunan Muria, serta terkenal dengan sebutan Kota Kretek dan banyaknya peninggalan saat penjajahan Belanda, Kudus banyak menyimpan sejarah di dalamnya. Berikut tempat-tempat bersejarah di Kota Kudus : 1. Menara Kudus       View this post on Instagram Assalamualaikum calon imam A post shared by Fadila (@fadila_wahyuni) onApr 3, 2019 at 4:26pm PDT Sebagai salah satu tempat awal penyebaran Islam di Pulau Jawa, Kota Kudus banyak menyimpan peninggalan sejarah Islam. Salah satu yang terpenting adalah Masjid Menara Kudus yang terletak di Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Masjid tersebut telah menjadi salah satu tempat bersejarah yang penting bagi umat Islam di Jawa. 2. Gapura Masjid Menara Selain menara, masih banyak elemen unik lainnya yang bisa ditemukan pada kompleks masjid dan makam ini. Jika ditelusuri, terdapat banyak elemen bangunan yang berulang di berbagai tempat. Itulah gerbang yang bentuknya juga menunjukkan kaitan sangat kuat dengan seni bangunan zaman pra-Islam. Gerbang-gerbang itu menandai dan memberi batas makna ruang profan dan sakral. Komposisi tata letaknya sungguh memberikan urutan sangat menarik. 3. Masjid Wali Loram       View this post on Instagram Biar ga kaget aja sih @kiftihislami 😋😄 A post shared by Ayuuu 🎵 (@diayuu.s) onJan 19, 2018 at 3:30pm PST Meski tak sepopuler Masjid Menara Kudus, atau Masjid Muria, namun Masjid Wali, Loram Kulon adalah salah satu masjid yang usianya cukup tua di Kudus. Masjid yang hingga kini masih berdiri kokoh di Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati tersebut, ko­non juga didirikan pada masa wali. Kekunoan masjid ini de­ngan mudah terlihat dari gapura kuno yang berdiri kokoh di depan masjid. Gapura dengan nama ‘Padureksan’ ini mirip dengan candi-candi semasa Hindu-Budha dan masih terawat baik. Sebagaimana me­nara Kudus yang terkenal, ga­pura ini terbuat dari bata me­rah yang tersusun rapi me­nyerupai candi. Selain itu, beberapa pe-ning­galan kuno lain seperti mihrab, dan sumur tua tempat wudlu peninggalan wali, yang hingga kini masih dipertahankan meski sudah banyak mengalami pemugaran. 4. Masjid Wali Jepang         View this post on Instagram Ketika kita merasa benar, orang lain belum tentu salah. . . . . . . . #outdoors #outdoorphotography #outdoorphotoshoot #landscape #phonephotography #zenfonephoto #zenfonephotography_indonesia #sengajaphoto #masjidwali #sekitarkudus #kudushits #kuduskotakretek #explorekudus #kudusexplore #jelajahkudus #masjidwalijepang #landscapephotography #bluesky #buildings #architecture #culture #aculturation #kudustoday A post shared by Erika Sulistya Nugraha (@ernugraha) onNov 26, 2018 at 7:00pm PST Masjid Wali Jepang Kudus yang diperkirakan berdiri sejak abad ke-16 itu konon dibangun Arya Penangsang dengan bantuan Sunan Kudus. Masjid digunakan sebagai tempat istirahat dan salat setelah ia menempuh perjalanan dari Jipang di daerah Cepu, Blora, sebelum menghadap Sunan Kudus. 5. Langgar Bubrah       View this post on Instagram ...LANGGAR BUBRAH-salah satu situs peninggalan sejarah penyebaran Islam di Nusantara oleh Walisongo dhi oleh Sunan Kudus - banyak mitos didalamnya - berada sekitar 100 m dari Komplek Masjid Menara Kudus... #langgarbubrah #menara #menarakudus #kudus #indonesia #jawatengah #instaphoto #instahistory #gowes #sepeda #sepedaan A post shared by Bambang Soetono (@bambangsoetono) onJul 4, 2017 at 11:25pm PDT Dikisahkan bahwa Langgar Bubrah ini dibangun pada abad XV sekitar tahun 953 H/1533 M oleh Pangeran Pontjowati dari Majapahit. Pangeran Pontjowati pada zaman dahulu diberi sebuah tanah perdikan di area Kota Kudus oleh Majapahit. Kemudian beliau membangun sebuah tempat ibadah yang dahulu dikenal dengan sebutan Bancik-an atau tempat pemujaan pada masa kejayaan Hindu di Kudus. Tempat tersebut adalah Langgar Bubrah. Pada masa kejayaan Hindu, bangunan Langgar Bubrah digunakan sebagai tempat pemujaan atau beribadah bagi umat Hindu. Setelah masuknya Islam ke Kudus yang dibawa oleh Sunan Kudus dan masyarakat sudah memeluk agama Islam, kemudian tempat itu dijadikan sebagai tempat pertemuan para Wali. 6. Masjid Baitul Aziz Desa Hadiwarno memiliki cagar budaya berupa masjid peninggalan wali yaitu Masjid Baitul Aziz. Masjid tersebut dibangun pada abad ke-16 M zaman wali, terbuat dari batu bata merah kuno dengan luas bangunannya yaitu 150m persegi. Masjid ini termasuk peninggalan masa sunan Kudus ketika beliau sedang berada di Kudus. 7. Rumah Kembar 3 Bal Kota Kudus menjadi penting dalam dunia kretek karena seorang Nitisemito. Nitisemito adalah pribumi terkaya di Indonesia. Pengusaha rokok paling sukses di Hindia Belanda yang hampir menguasai seluruh distribusi rokok di Hindia Belanda bahkan menyeberang sampai ke negeri Belanda. Dinamakan Rumah Kembar karena Nitisemito membangunkan rumah untuk anaknya, yang terletak di sebelah Barat dan Timur sungai Kaligelis. [Baca juga : "Mengunjungi Situs Arca Domas Cibalay"] 8. Waduk Lawang Songo       View this post on Instagram Dulu beberapa orang selalu bilang foto backlight itu kurang oke. Tetapi entahlah, saya malah menikmati foto dengan teknik melawan matahari seperti ini. Walau sederhana, namun begitu nyaman di mata. . . Bagiku, foto melawan matahari adalah tentang bagaimana kamera mampu menghadirkan nuansa berbeda akan tempat yang kita tuju. . . Namanya Waduk Gembong. Sebuah tempat yang menurutku cukup bagus bila digarap serius oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Pati. Bukan hanya sebuah tempat berkumpul anak muda yang dimabuk asmara, namun tempat antar pemuda berbagi karya. Bertukar cerita. . . Dari saya yang jauh, dan rindu akan kata pulang untuk mencium tangan Ibu dan Bapak di rumah. Kenangan tentang sudut-sudut kota selalu menyenangkan untuk diceritakan. . . #geonusantara #instanusantara A post shared by Not Lost Just undiscovered (@bukanrastaman) onNov 24, 2018 at 3:08pm PST Waduk Lawang Songo ini terletak di Kabupaten Kudus, tepatnya di Desa Kalirejo Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus dan berbatasan dengan Desa Wilalung Kecamatan Gajah Kabupaten Demak. Bangunan peninggalan Belanda ini di bangun sekitar tahun 1908-1916 dan mulai dioperasikan sekitar tahun 1918. Bangunan ini mempunyai fungsi utama sebagai pengatur irigasi pertanian dan pembagi pintu banjir di wilayah sekitar undaan Kudus. Bangunan ini merupakan pembagi pintu banjir yang bertujuan melindungi daerah Demak, Kudus dan Grobogan dari Banjir. 9. Tugu Identitas       View this post on Instagram Kelihatan gagah dr bawah. Tapi dari samping tenggelam dg bangunan sekitar, Hypermart. Seolah Tugu Identitas Kudus dan tamannya menjadi taman Hypermart Kudus. #tuguidentitas #tuguidentitaskudus #taman #hypermartkudus #architecture #cloudy #day #panoramic #unsquared A post shared by ulin.arjunanuha (@ulin.arjunanuha) onMar 12, 2019 at 8:45pm PDT Bangunan tugu ini dibangun di lokasi sejarah yang menjadi saksi perjuangan para pahlawan Indonesia dalam perjuangan kemerdekaan. Tugu ini dibangun pada tanggal 25 Mei 1986 dan diresmikan pada tanggal 28 September 1987. Pada dasarnya, Tugu Identitas Kudus ini merupakan stabilisasi dari menara Kudus yang sudah menjadi ciri khas dari Kabupaten Kudus. Bangunan ini memiliki berbagai makna, seperti pada ketinggiannya yaitu 27 meter yang memiliki makna dari angka 2 dan 7 yang apabila dijumlahkan akan berjumlah 9 yaitu bermakna adanya Walisongo. (Sumber: Artikel isknews.com Foto id.wikipedia.org)
...more

Liburan Santuy Dekat Pelabuhan Merak, Nih Spot Hitsnya!

TripTrus.Com - Bro dan sis traveler, lo pernah nggak tiba di Pelabuhan Merak terus mikir “seandainya gue bisa langsung cabut ke tempat santai dulu sebelum nyebrang/lanjut perjalanan”? Nah, Merak tuh nggak cuma jadi pintu gerbang ke Sumatera atau jalur antar pulau doang — sekitarnya penuh destinasi kece buat nongkrong, foto-foto, atau sekadar healing sebentar. Dari pantai dengan pasirnya yang adem, bukit yang view-nya nge-hits, sampai taman bermain buat ngilangin penat. Artikel ini bakal ngajak lo susun itinerary dadakan yang nggak jauh dari Pelabuhan Merak — cocok banget buat lo yang pengen liburan kilat tapi tetap penuh vibes. 1. Pantai Mabak       View this post on Instagram A post shared by Angga Jaenudin (@angga_jaenudin) Bro, Pantai Mabak cuma sekitar 1 kilometer dari Pelabuhan Merak—dekat banget! Air lautnya campuran hijau sama biru yang jernih, bikin mata adem. Dari tepinya, lo bisa ngeliat kapal-kapal lalu lalang di pelabuhan, juga Pulau Merak Kecil di kejauhan—pas banget buat lo yang suka foto dengan latar laut + aktivitas industri kecil di sekitarnya. Gak butuh tenaga ekstra buat ke sini, cuma santai dulu aja sebelum bepergian jauh. 2. Bukit Batu Gambir Sis, buat lo yang suka naik bukit dikit tapi dapet view keren, Bukit Batu Gambir cocok banget. Lokasinya di Tamansari, Pulomerak, sekitar 5 km dari pelabuhan—or sekitar 15–20 menit pakai kendaraan. Lo bakal nemuin ilalang, pepohonan, pemandangan laut + Pelabuhan Merak dari atas. Tantangannya ringan—perlu mendaki sedikit—tapi hasil fotonya bakal worth it buat di-share ke sosmed lo. 3. Pulau Merak Kecil Santuy aja, Bro—dari pelabuhan lo bisa nyebrang sekitar 5 menit buat ke Pulau Merak Kecil. Pulau ini punya pantai dengan pasir putih halus + air biru jernih; view-nya damai, cocok buat kabur sebentar dari keramaian. Dari sini lo bisa liat Pelabuhan Merak, suasana industri Cilegon, bahkan Pulau Jawa dari balik laut. Perfect banget buat refreshing ringan. 4. Pulau Merak Besar Kalo Pulau Merak Kecil masih kurang untuk lo, Pulau Merak Besar bisa jadi alternatif. Perlu nyebrang sekitar 10–15 menit. Pulau ini punya fungsi sebagai hutan lindung yang menjaga gelombang laut ke arah pelabuhan, jadi suasananya masih asri dan alami. Lo bisa berenang, camping, foto-foto—kalo mau ngerasain vibe alam sambil jauh dari kebisingan. 5. Bukit Teletubbies Nama yang lucu ya, sis. Bukit ini letaknya di Suralaya, Pulomerak, ±9 km dari Pelabuhan Merak, kira-kira 20–25 menit perjalanan. Asalnya nama “Bukit Kembang Kuning,” tapi karena bentuknya mirip bukit di film Teletubbies, jadi dikenal gitu. Dari puncak bukit, lo bisa ngeliat Selat Sunda, laut lepas, suasana Merak dari atas—benar-benar spot yang Instagrammable banget. [Baca juga : "9 Spot Keren Di Ujung Kulon Yang Wajib Lo Jelajahi!"] 6. Pantai Lebak Gede Buat lo yang pengen pantai dengan suasana rileks tapi gak jauh-jauh banget, Pantai Lebak Gede pas banget. Jaraknya ±4,5 km dari pelabuhan, aksesnya juga lumayan gampang—ada jalan desa yang harus dilalui, tapi gak susah kok. Pantai ini nggak sebesar pantai-pantai lainnya, tapi view ke laut + aktivitas kapal dari kejauhan tetap keren. Cocok buat lo yang pengen duduk santai sambil ngeliatin ombak. 7. Tikungan Pantai Merak Bro, ini tempat buat lo yang suka suasana pinggir pantai + ngopi kaki lima + menikmati panorama kapal. Tikungan Pantai Merak lokasinya sangat strategis—sekitar 1 km atau ±4 menit dari pelabuhan. Dari sini lo bisa ngeliat Pelabuhan Merak, pemandangan kapal, dan juga area industri Cilegon. Santai sore hari sambil ngemil, nyaman banget. 8. Batu Lawang (Watu Lawang)       View this post on Instagram A post shared by Saefullah (@saefullah_14) Sis, kalo lo suka alam plus view yang agak berkabut atau adem, Batu Lawang wajib masuk daftar lo. Lokasinya di Gerem, Merak—bukit dengan batu besar yang membentuk gap seperti pintu. Dari atas, lo bisa lihat siluet Gunung Pinang, Masjid Agung Cilegon, Waduk Krenceng, Gunung Karang, plus kehijauan yang menenangkan. Udara sejuk dan spot foto kece banyak, cocok buat lo yang suka petualangan ringan. 9. Pantai Kelapa Tujuh Pantai yang rada tersembunyi—letaknya antara Pelabuhan Merak dan PLTU Suralaya. Pasirnya lembut, ombaknya tenang—pas banget kalo lo pengen relaksasi sambil mendengar suara laut. Ada pohon rindang juga buat lo yang suka shady spot untuk menggelar tikar santai. View kapal-kapal kecil plus tongkang batubara kadang lewat di kejauhan, jadi suasananya unik dan gak biasa. 10. Taman Wisata Krakatau Jungle Park Bro-sis, kalo lo pengen break dari alam pantai atau bukit, taman wisata ini bisa jadi pilihan fun banget. Luasnya sekitar 2 hektar, ada outbond, wahana bermain, spot Instagramable, juga kuliner. Lokasinya di jalan KH. Yasin Beji, Cilegon. Gak cuma buat anak kecil doang, lo yang muda dan pengen aktivitas seru juga bakal dapet. Jadi sebelum perjalanan panjang, bisa energinya reload dulu di sini. Jadi bro dan sis traveler, liburan gak harus jauh atau lama buat bisa nge-refresh otak dan nambah stories buat sosmed. Sekitar Pelabuhan Merak aja udah banyak banget opsi wisata yang variatif—mulai dari pantai yang adem, bukit yang bikin jantung dag dig dug (tapi aman), sampe taman bermain yang bisa bikin lo ngakak bareng teman. Pilih sesuai mood lo—mau laut, alam, atau aktivitas santai—semua ada. Jadi lain kali lo berada di Pelabuhan Merak, jangan buru-buru pergi dulu ya, santai sebentar, nikmati spot-spot kece di sebelahnya. Liburan tetap asik tapi budget dan waktu tetap aman terkendali—karena kadang, keindahan itu udah di depan mata, tinggal lo buka mata. (Sumber Foto @lyani_am)
...more

Kota Tua Tegal, Sebuah Sejarah dan Cagar Budaya

TripTrus.Com - Kota Tegal merupakan salah satu Kota di Provinsi Jawa Tengah dengan luas wilayah keseluruhan 39,5 km2 dan terbagi menjadi 4 Kecamatan dan 27 Desa. Kota Tegal merupakan sebuah Kota Tua yang berusia lebih dari 4 abad. Wilayah yang kaya akan jejak sejarah, terlihat dari berbagai bangunan legendaris peninggalan masa lampau yang menandakan Kota Tegal sudah berkembang sejak jaman dulu. Secara historis menjelaskan bahwa Kota Tegal sejak Zaman Belanda dikenal sebagai pusat perdagangan era kolonial. Secara letak yang strategis, tahun 1927 Kota Tegal menjadi Ibukota Keresidenan terdiri dari daerah Tegal, Pemalang, dan Brebes. Jadi tidak hanya Jakarta yang memiliki Kota Tua, Kota Tegal juga memiliki Kota Tuanya tersendiri dan teramat sayang untuk dilewatkan ketika berkunjung ke sana. Berikut ini merupakan bangunan-bangunan bersejarah dan menjadi cagar budaya Kota Tegal yang wajib dikunjungi 1. Dansional (Sumber foto: achmadrizal.staff.telkomuniversity.ac.id) Dansional Tegal yang terletak di Jalan Proklamasi, dibangun tahun 1914. Bangunan ini dulunya adalah Nederlandsch-Indisch Handelsbank yang sekarang digunakan oleh TNI sebagai markas besar di Tegal. Pada awal kemerdekaan Republik Indonesia, Kota Tegal menjadi lokasi didirikannya Badan Keamanan Rakyat – Laut (BKR Laut) yang merupakan cikal bakal dari pembentukan TNI Angkatan Laut saat ini. 2. Pasar Pagi (Sumber foto: panoramio.com) Pasar Pagi Tegal berdiri dibekas Benteng Kaloran. Bentuk benteng yang terbuat dari batu bata tebal dengan pilar-pilar berbentuk benteng berdiameter panjang 6 meter lebar 6 meter dan tinggi 3,5 meter. Meskipun telah banyak perubahan dikarenakan renovasi sana-sini, Pasar Pagi Tegal tidak menghilangkan jejak sejarahnya sebagai sebuah benteng. 3. Waterleideng (Sumber foto: traveluxion.web.id) Pada jaman Belanda di tahun 1917, Tower Woterleideng Bedrif of Province Maden Java (Watertoren) dibangun guna untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kota Tegal. Pada era tahun 60-an, sirine bagian atas menara difungsikan sebagai sirine tanda buka puasa dan tanda imsak. Bangunan ini sekarang dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). 4. Gedung DPRD (Sumber foto: simpanglima.wordpress.com) Bangunan peninggalan Belanda yang dibangun tahun 1750an oleh Mathijs Willem de Man (1720-1763) semula menjadi rumah pribadi Residen Tegal. Fungsi bangunan ini berubah menjadi Balai Kota Tegal, pada tahun 1987. Dan gedung ini resmi  menjadi kantor DPR Tegal setelah Balaikota Tegal pindah dari Jl. Pemuda ke Jl. Kigede Sebayu. 5. Kantor Pos Besar (Sumber foto: metropolispos.wordpress.com) Diperkirakan Kantor Pos Besar Tegal dibangun sekitar tahun 1930an yang digunakan untuk Markas Angkatan Laut. Kemudian diserahkan kepada PTT (Posts Telegraafend Telefoon Diensts) pada tahun 1954 dan pada tahun 1961 PTT berubah menjadi Perusahaan Negara (PN) Pos dan Telekomunikasi. 6. Stasiun Kereta Api (Sumber foto: panoramio.com) Perusahaan trem Belanda JSM (Java Spoorweg Maatschappij) membangun Stasiun Kereta Api Tegal apda tahun 1885. Kemudian pada tahun 1897 Stasiun Kereta Api Tegal dibeli oleh maskapai perkeretaapian SCS (Semarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij. Sebagian bangunannya pada tahun 1918 direnovasi dengan karya arsitek Henri Maclaine Pont. 7. Pendopo Balaikota (Sumber foto: artonortega74.blogspot.co.id) Pendopo Balaikota Tegal  (Pendopo Ki Gede Sabayu) berdiri tahun 1825, yang sebelumnya berada di Kompleks Kaloran. Pada masa awal Kemerdekaan Gedung ini digunakan oleh Pemerintah Kabupaten Tegal. Pada Masa pimpinan Sjamsuri Mastur Gedung ini di tempati Pemerintah Kota Tegal. 8. Gedung Birao (SCS) (Sumber foto: achmadrizal.staff.telkomuniversity.ac.id) Gedung Birao atau pada masa Belanda Gedung SCS (Samarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij) dibangun Belanda pada tahun 1913. Dengan konsep arsitektur eropa pada Negara jajahan (Euroeesche Stoomtram Maatschappij).  Pada tahun 1980 bekas gedung SCS di Jl. Pancasila No 2 sempat digunakan sebagai Kampus UPS (Universitas Panca Sakti) 9. Masjid Agung Kota Tegal (Sumber foto: artonortega74.blogspot.co.id) Berdasarkan cerita, pembangunan Masjid Agung Kota Tegal berbarengan dengan pembangunan Pendopo Balaikota pada tahun 1825. Meskipun pada akhirnya pembangunan Masjid Agung Kota Tegal dilakukan secara bertahap. Berdiri di atas tanah wakaf pemberian seorang Penghulu I di Tegal bernama Kiai Abdul Aziz yang dikenal juga sebagai seorang mubaligh 10. Kelenteng Tek Hay Kiong (Sumber foto: ditegal.com) Kelenteng Tek Hay Kiong didirikan pada tahun tahun ke 17 pemerintahan Kaisar Dao Guang dari Dinasti QING (1837 M) oleh Kapiten Tan Koen Hway (Chen Kun Huai) bersama rekan-rekannya serta masyarakat Tegal. Berdasarkan prasasti yang ada, pembangunan Kelenteng Tek Hay Kiong ini dianggap sebagai restorasi yang pertama. Yang kemudian disusul oleh restorasi kedua pada dilaksanakan pada tahun 1897, ketiga tahun 1957 dan restorasi keempat dilaksanakan pada tahun 1982. 11. Bioskop Dewa dan Bioskop Dewi (Sumber foto: artonortega74.blogspot.co.id) Bioskop Dewa (Rex) dan Bioskop Dewi (Roxy) merupakan bioskop pertama yang hadir di Kota Tegal. Bioskop Dewa dibangun di sebelah selatan alun-alun Kota Tegal sedangkan Bioskop Dewi dibangun di sebelah utara alun-alun. Tidak ada catatan yang jelas, di antara kedua bioskop tersebut siapa yang paling duluan beroperasi. Namun diperkirakan kedua bioskop tersebut sudah berdiri sejak tahun 1930an. (Sumber: Artikel @Amieykha Foto wovgo.com)
...more

Komunitas Adat Kasepuhan Banten Kidul, Destinasi Wisata Budaya yang Memikat

TripTrus.Com - Komunitas kasepuhan Banten Kidul terdiri dari masyarakat yang masih menjalankan tradisi leluhurnya secara adat di kawasan Halimun. Pola kehidupan sehari-hari komunitas ini mengikuti kebiasaan karuhun yang telah diwariskan secara turun temurun. Adat yang diwariskan oleh leluhur mereka sangat kental dalam pengelolaan sumber daya alam dan hutan di sekitarnya, yang dilakukan dengan bijaksana sesuai dengan nilai-norma, keyakinan, dan kebudayaan yang mereka anut dan kembangkan hingga saat ini.       View this post on Instagram A post shared by Desti (@thisistiw_) Secara etimologi, Kasepuhan berarti tua dalam bahasa Sunda. Hal ini mengacu pada cara hidup masyarakat yang didasarkan pada tradisi leluhur Sunda Wiwitan yang masih dijalankan dengan ketat, terutama dalam pola pertanian dan turunannya. Komunitas yang masih memegang teguh aturan adat karuhun adalah Kasepuhan Ciptagelar dan Kasepuhan Ciptagelar, serta lainnya. Masyarakat Kasepuhan Banten Kidul adalah suatu komunitas yang hidup sehari-hari dengan menjalankan pola perilaku sosio-budaya tradisional, yang mengacu pada karakteristik budaya Sunda pada abad ke-16. Komunitas kasepuhan ini tersebar dalam kelompok-kelompok kecil di provinsi Banten, kabupaten Sukabumi, dan Bogor, Jawa Barat. Mereka hidup di sepanjang lereng-lereng dan bukit-bukit yang terdapat dalam gugusan gunung Halimun. Warga Kasepuhan meyakini bahwa komunitas mereka merupakan keturunan dari Kerajaan Sunda yang pernah berkuasa di Kota Pakuan Pajajaran 500 tahun yang lalu. [Baca juga : "Menelusuri Sejarah Di Mausoleum Van Motman, Destinasi Wisata Bersejarah"] Upacara seren tahun merupakan salah satu kebudayaan dan perilaku kearifan yang sangat menarik bagi masyarakat kasepuhan, serta memiliki daya tarik yang kuat sebagai objek wisata. Dalam upacara ini, masyarakat Kasepuhan merayakan Seren Taun, yaitu sebuah ritual syukur kepada Tuhan yang maha kuasa atas berkah panen yang melimpah, sekaligus menandai awal tahun pertanian dalam tradisi Sunda. Upacara ini dilaksanakan dengan hajatan yang meriah. Pada saat itulah, wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara berbondong-bondong menuju kampung Ciptagelar untuk menikmati destinasi wisata budaya, wisata alam, dan wisata sejarah yang terdapat dalam kesatuan kasepuhan Banten Kidul. (Sumber Foto @fznadima) 
...more

Pantai Banyuwangi Buat Semua Jenis Peselancar!

TripTrus.Com - Lo tau nggak sih kalau surfing tuh ada banyak jenisnya? Bukan cuma soal naik papan di pantai aja, surfing udah jadi budaya yang nge-trend banget di seluruh dunia. Dari fashion, peralatan, sampe gaya hidupnya, semuanya jadi booming! Selain lo bisa ngerasain adrenalin saat ngelakuin trik di ombak, surfing juga bisa dilakukan di tempat-tempat selain pantai, kayak kite surfing, windsurfing, dan sidewalk surfing alias skateboarding.       View this post on Instagram A post shared by Onesouth boutique hotel pulau merah (@onesouthpulaumerah) Banyuwangi, yang terletak di ujung timur Pulau Jawa, punya banyak keindahan alam, salah satunya pantai-pantai kece. Ada pantai yang deket banget sama kota, ada juga yang tersembunyi di dalam hutan hujan tropis atau di pulau-pulau terpencil. Beberapa pantai yang terkenal di Banyuwangi yang bikin nama daerah ini jadi terkenal di dunia adalah Pantai Pulau Merah, Pantai Tabuhan, dan Pantai G-Land (yang dikenal juga sebagai Pantai Plengkung). Masing-masing pantai ini punya karakteristik unik yang bikin para peselancar betah banget main ombak di sini. 1. Pantai Pulau Merah Pantai ini emang deket banget sama Banyuwangi, sekitar 60 km, cuma butuh waktu 2-2,5 jam perjalanan. Namanya Pulau Merah karena pasir putihnya nyampur sama tanah merah di bawahnya, yang keliatan pas air laut lagi surut. Ada juga yang bilang, namanya Pulau Merah karena langitnya yang merah banget pas matahari terbenam. Pas weekend, pantai ini rame banget sama wisatawan lokal karena lokasinya yang gampang diakses. Bahkan, di 2015, Pantai Pulau Merah jadi tempat penyelenggaraan International Surfing Competition ke-4 yang dihadiri peselancar dari 20 negara! Mereka kompetisi di berbagai kategori kayak longboard, paddle race, sampai kategori untuk anak-anak umur 10 tahun! Yang bikin Pantai Pulau Merah jadi tempat kompetisi surf yang terkenal, ya karena ombaknya yang konsisten dan dasar lautnya berpasir. Ombaknya panjang, sekitar 2-5 meter, jadi cocok banget buat latihan atau nunjukin skill surfing lo. Di sekitar pantai juga banyak camp surfing yang nawarin sewa alat dan pelatihan buat yang pengen belajar surfing. Jangan lupa, makanan lokal di sini juga enak banget, loh! 2. Pantai Pulau Tabuhan Pulau kecil yang nggak berpenghuni ini terletak di Selat Bali, antara Jawa dan Bali. Luasnya cuma 5 hektar, tapi udah terkenal banget buat kite surfing dan windsurfing karena anginnya yang pas banget! Kite surfing itu olahraga yang pakai papan yang diikat ke kaki, terus lo pegang layang-layang besar yang akan ngebawa lo melayang di atas air sambil lo bikin trik-trik kece. Kalau windsurfing, lo pake papan yang ada layar untuk anginnya ngebawa lo cepet-cepet di laut. Sayangnya, kalau lo mau coba dua olahraga ini, lo harus bawa peralatan sendiri karena di sini nggak ada penyewaan. Tapi jangan khawatir, Pulau Tabuhan bener-bener surga tersembunyi, dengan air laut yang jernih banget. Lo bisa mampir ke Kampe Beach di Bangsring dulu, terus naik kapal buat sampe ke pulau ini. Di sini, lo bisa main pasir, berenang, atau snorkeling. Jangan lupa bawa makanan dan tempat sampah, biar pantainya tetep bersih dan indah! [Baca juga : "5 Alasan Kenapa Lo Harus Banget Ikutan Banda Neira Festival 2024"] 3. Pantai  G-Land Nah, buat lo yang suka tantangan, Pantai G-Land ini nggak boleh dilewatin! Ditemuin pertama kali oleh peselancar asal Amerika, Mike dan Bill Boyum, pada tahun 1972, pantai ini terletak di Alas Purwo National Park di pesisir selatan Jawa. Pantai ini langsung menghadap Samudra Hindia, jadi ombaknya bener-bener gede dan kenceng. Bisa sampe 6 meter, loh! Makanya, G-Land sering banget jadi tempat kompetisi internasional, kayak World Surf League yang pernah diselenggarakan pada 28 Mei - 6 Juni 2022. Kalau lo suka tantangan, ini tempat yang tepat! Tapi inget, ombak di sini bisa bikin lo deg-degan, jadi siap-siap mental, ya! Selain itu, G-Land juga cocok buat lo yang pengen kabur dari hiruk-pikuk kota dan nikmatin alam yang masih asri. Pantainya luas, dikelilingi hutan tropis yang hijau, dan ombaknya yang terus menggulung bikin lo betah lama-lama di sini. Banyuwangi emang punya banyak banget pantai kece yang bisa lo explore, dari yang cocok buat pemula sampe yang udah berani main ombak gede. Nggak cuma surfing, lo juga bisa nyobain olahraga air lainnya yang nggak kalah seru, kayak kite surfing atau windsurfing. Jadi, kalo lo lagi cari spot yang ngasih pengalaman seru sambil menikmati keindahan alam yang masih asri, Banyuwangi  (Sumber Foto @boncze_q) 
...more

5 Hal Keren Yang Wajib Lo Lakuin Kalo Ke Banyuwangi

TripTrus.Com - Banyuwangi udah masuk dalam daftar tempat yang lo pengen kunjungi? Gokil! Lo udah pilih tempat yang tepat banget, deh. Banyuwangi itu nggak cuma punya gunung keren sama kawah yang super epic, tapi juga ada taman nasional yang siap bikin lo betah berpetualang. Nih, gue kasih 5 hal yang wajib banget lo lakuin kalo lo lagi main ke Banyuwangi. 1. Ngeliat Api Biru di Kawah Ijen Kalo lo suka petualangan yang bikin lo deg-degan, naik Gunung Ijen bisa jadi pilihan. Lo bakal liat fenomena api biru yang muncul di kawah, yang ternyata tuh api yang muncul karena proses pembakaran belerang. Perjalanan ke puncak Ijen lumayan ngetes fisik, tapi pemandangannya nggak bohong, sangat worth it. Jangan lupa, lo harus berangkat tengah malem banget, soalnya api biru ini muncul pas fajar. Dan yang paling penting, siapin masker karena belerangnya bisa bikin sesak napas. Biar nggak ribet, mending sewa guide yang udah biasa bawa orang naik ke puncak. 2. Safari Seru di Taman Nasional Meru Betiri       View this post on Instagram A post shared by Shri Sainis (@shri.sainis) Kalo lo suka sama alam liar, Meru Betiri bisa jadi destinasi yang nggak boleh lo lewatin. Taman nasional ini jadi rumah buat macan Jawa yang katanya udah punah (tapi katanya sih masih ada). Ada juga Pantai Sukamade yang terkenal banget buat konservasi penyu. Lo bisa ikutan tur yang udah disediain, biasanya ada mobil dan driver yang jadi guide lo. Tapi, kalo lo pengen jelajah sendiri, pastiin lo naik jeep off-road, soalnya jalanannya bumpy abis. 3. Menyatu Sama Alam di Taman Nasional Alas Purwo Alas Purwo emang penuh misteri, banyak cerita horor yang beredar. Tapi sebenernya, taman nasional ini jauh lebih dari itu. Luas banget, sekitar 434 km², ada hutan mangrove, sabana, sampai pantai berkarang. Di sini lo bisa liat banteng Jawa yang hampir punah, atau hewan langka lainnya kayak lutung Jawa, merak hijau, ayam hutan merah, sampai kucing hutan yang jarang kelihatan. Kalo lo mau yang lebih seru, bisa jelajah bareng guide lokal yang ngerti banget jalurnya. [Baca juga : "10 Spot Wajib Di Banyuwangi Yang Bikin Lo Makin Keren Abis!"] 4. Surfing Asyik di G-Land G-Land atau Pantai Plengkung terkenal banget di kalangan surfer lokal sama internasional. Pantainya itu unik, bentuknya bikin ombaknya gede-gede banget, bisa sampe 2-4 meter! Kalo lo pengen belajar surfing, ada beberapa surf camp di sekitar sini. Atau kalo udah jago, join aja sama para surfer yang udah nyelam di sana seharian. G-Land bisa dijangkau lewat perahu dari Bali, tapi kalo lo mau petualangan darat, lo bisa lewat Alas Purwo juga. 5. Belajar Sejarah di Pura Agung Blambangan Pura Agung Blambangan itu salah satu pura terbesar di Pulau Jawa, setelah yang ada di Gunung Salak. Ini tempat yang sakral buat umat Hindu dan juga spot yang pas buat lo yang mau belajar sejarah Banyuwangi. Biasanya ada festival besar di sini pas hari-hari tertentu. Kalo lo dateng, pastiin pake pakaian yang sopan, ya, karena ini tempat ibadah. Jadi, buat lo yang lagi nyari tempat petualangan seru, Banyuwangi tuh pilihan yang nggak bakal bikin lo kecewa. Dari ngeliat fenomena api biru di Kawah Ijen, safari liar di Meru Betiri, sampai ngejelajahin pantai dan hutan yang masih asri di Alas Purwo, semuanya ada di sini. Kalo lo hobi surfing, G-Land bakal jadi tempat yang lo nggak bakal lupain. Jangan lupa juga buat mampir ke Pura Agung Blambangan buat nyelami sejarah Banyuwangi yang penuh makna. So, tunggu apa lagi? Saatnya lo buat #JelajahBanyuwangi dan ngerasain langsung semua keindahannya! (Sumber Foto @mlorensoo) 
...more

Bersiap, Ini Daftar 5 Event Lari di 2018 yang Cocok Diikuti Traveler

TripTrus.Com - Kini hidup sehat dan bebas stres menjadi gaya hidup yang diimpi-impikan setiap orang. Sebagian orang ada yang mencapainya dengan rutin berolahraga, ada juga yang menempuhnya lewat meluangkan banyak waktu untuk traveling ke destinasi wisata eksotis. Namun, traveling sekaligus olahraga bukan tidak mungkin dikombinasikan. Banyak event lari yang menawarkan rute menarik untuk menggaet atlet maupun pelari amatir. Seperti di gunung, pantai, bahkan melewati desa-desa yang memiliki ciri khas budaya yang kental. Tertarik untuk mencoba? Berikut kumparanrangkum event lari di 2018 yang cocok buat kamu yang hobi traveling: 1. Cap Go Meh Run Singkawang 2018 – 25 Februari   Upload foto lari pertama di tahun 2018. #capgomehrun #singkawang #runvacation A post shared by Septyadi Pityanta (@pelaritua) onJan 11, 2018 at 6:30pm PST Diadakan di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, event lari ini ikut meramaikan perayaan Cap Go Meh setempat. Cap Go Meh sendiri merupakan tradisi etnis Tionghoa yang dirayakan pada hari ke-15 pada bulan pertama Imlek. Pelari akan melewati rute lari di Kota Seribu Klenteng yang makin unik dengan dekorasi perayaan Cap Go Meh. Tentunya tradisi Cap Go Meh di Singkawang telah berakulturasi dengan budaya lokal setempat. Cap Go Meh Run membuka kategori Kids Dash, 5K, dan 10K. 2. Goat Run Trail Running 2018 Series – 8 April dan 8 Juli    Its weekend, time to play! The Mountain is Calling! Have fun and stay safe outdoor GoatRunner Make sure you block your weekend calendar 7-8 April 2018. For more info visit www.goatrun.id #goatrun #goatrunguntur #trailrunningindonesia #trailrunning #mountain #trailrunner #trailraces #verticalkilometer #technical #weekendtrail A post shared by Goat Run (@goat_run) onJan 26, 2018 at 6:52pm PST Event ini mengklaim sebagai trail running race berseri pertama di Indonesia. Trail running adalah lari yang dilakukan di dataran menanjak atau disebut juga vertical running. Goat Trail Running mengajak pelari untuk menikmati rute berelevasi tinggi di lereng Gunung Guntur, Slamet, dan Lawu. Seri pertama dihelat pada 8 April 2018 di Gunung Guntur dengan kategori jarak 20K dan 35K. Seri kedua di Gunung Slamet pada 8 Juli 2018, sedangkan seri ketiga belum diumumkan tanggal pelaksanaannya. 3. Lawu Trail Run 2018 – 8 Juli   You must expect great things from yourself before you can do them -Michael Jordan-‎ . My first running event in 2016, its Half Marathon Lawu Trail Run . . . . . Capture by @n30x30 #nature #trailrunning #trailrun #trail #run #runner #running #worldrunners #lawurun2016 #ltr2016 #lawutrailrun #lawutrailrun2016 #tahura #mountainesia #mountainrunning #latepost #iphonesia #cncteamactive #vsco #marilari A post shared by NICKY S (@n_xie) onFeb 26, 2016 at 4:42am PST Sama halnya dengan Goat Run Trail Running, event ini juga menuntut kesiapan fisik yang matang dari pesertanya. Sebab, peserta akan lari lintas alam melewati medan yang beragam. Mulai dari bukit yang menanjak, jalan setapak, hingga melewati pedesaan di lereng Gunung Lawu, Surakarta. Lawu Trail Run menawarkan kategori jarak 15K dan 21K. 4. Ubud Run 2018 - 9 September   Finished not strong. 😜😤🏃🤣 #ubudrun #tanpapersiapan #finisher #20k A post shared by De Gadjah (Big Daddy) (@de_gadjah) onSep 9, 2017 at 9:19pm PDT Kapan lagi menikmati Ubud dengan sekumpulan pelari dari berbagai daerah di Indonesia? Pasti seru! Event lari ini akan mengajakmu melewati Desa Ubud yang asri, hijau, sekaligus kental dengan corak kebudayaan Bali. Di tengah rute, biasanya pelari akan disuguhi hiburan berupa pertunjukan tarian tradisional dari penari-penari cilik yang menggemaskan. Tapi, jangan terpukau lama-lama, kamu harus tetap melanjutkan larimu. Ubud Run 2018 menawarkan rute 5K, 10K, dan setengah maraton (21K). 5. Borobudur Marathon 2018 – 18 November   Nanya nih gaes... Jawab di komen ya... Kira2 kenapa menjelang finish line banyak muka2 girang? . Ada cheering zone🔸 banyak kamera🔸 itu meringis nahan pegel🔸 penderitaan segera berakhir🔸 banyak yg ngasi salam tempel🔸 pencitraan aja🔸 temen2 komunitas pada 'njemput'🔸 disemangatin mas2 random🔸 merasa ketipu, kirain finish uda deket padahal masi jauh🔸 kaki mati rasa🔸 udah halu🔸 ada yg nungguin d finish (petugas timing system, karena uda mau COT)🔸 "why i'm doing this?" face🔸 nasi padang! 🔸disfungsi otot muka🔸SOP dari kantor (ternyata customer service)🔸 inget dia🔸 akutu orangnya emang fun banget gitu🔸 banyak mas2 pake toa trus aku ga denger jelas dia ngomong apa, jadi aku senyum aja 🔸 👨"girang itu hanya untuk orang yg gak percaya diri!!" 👩 "trus?" 👨"dan sekarang aku sedang gak percaya diri" (Dilan ikut lomba lari) . Event: @borobudur.marathon A post shared by Iyan Molen (@pelarigalau) onJan 24, 2018 at 8:42pm PST Inilah event lari yang ditunggu-tunggu pelari dari seluruh Indonesia. Borobudur Marathon telah digelar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sejak 2015 dan diminati karena tema budaya yang diusungnya. Jangan dibayangkan peserta akan lari mengitari Candi Borobudur atau naik ke bagian candi. Rute lari akan diarahkan ke desa-desa sekitar Candi Borobudur. Di tengah rute kamu bisa menikmati pertunjukkan gamelan dan tari tradisional. Event ini menawarkan kategori 5K, 10K, 21K dan 42K. Tertarik untuk ikut serta? (Sumber: Artikel kumparan.com, Foto Grace C)
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...