TripTrus.Com - Mencari tempat wisata di Lampung Barat tidaklah sulit. Salah satu kabupaten di Lampung yang sebagian besar topografi wilayahnya berupa pegunungan ini memiliki hawa sejuk dan alam yang asri. Maka dari itu, umumnya destinasi wisata di Kabupaten ini berbasis alam dengan bonus kesejukan udara dan lingkungan hijau yang memanjakan mata.
Ingin tahu daftar destinasi wisata Lampung Barat yang asyik dan wajib dikunjungi? Yuk, cek daftarnya di bawah ini.
1. Danau Ranau
View this post on Instagram
A post shared by azizmiftachul (@azz_mifth)
Danau Ranau merupakan salah satu destinasi yang wajib untuk dikunjungi. Danau terluas kedua di Pulau Sumatera ini akan memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi kamu. Danau dengan total luas 125,9 km persegi ini terletak di dua wilayah provinsi, yakni Lampung Barat dan Sumatera Selatan.
Untuk menikmati keindahan Danau Ranau, ada banyak titik yang bisa didatangi. Setiap sudut menyajikan pemandangan yang berbeda-beda. Di sekitar danau ini juga terdapat bermacam tipe pemandangan yang bisa kamu nikmati. Di antaranya adalah persawahan milik warga yang luas yang dijamin mampu memanjakan mata. Ada juga pemukiman dengan rumah tradisional dan juga keramba-keramba milik masyarakat yang berada di sekitar danau ini. Keduanya bisa menjadi salah satu spot fotogenik yang memesona. Hal paling istimewa yang ada di danau ini adalah pemandangan Gunung Seminung di hadapan danau yang nampak sangat megah nan indah.
2. Desa Wisata Lumbok
Lumbok adalah nama desa yang terletak di kecamatan Sukau, kabupaten Lampung Barat. Desa ini terlihat sangat elok dengan pemandangan danau Ranau di tepiannya. Bagi kamu yang mendambakan suasana yang tenang dan damai, desa wisata Lumbok bisa menjadi destinasi yang tepat untukmu.
Letak desa Wisata Lumbok berjarak 30 km dari Liwa, ibukota kabupaten Lampung Barat. Pilihan kegiatan untuk pengunjung yang berlibur di desa wisata ini antara lain menangkap ikan dengan cara anti mainstream yaitu menombak dan memanah, berenang di Danau Ranau, memancing belut, dan aktivitas malam yang seru bersama penduduk lokal. Untuk penginapan, para wisatawan dapat berbaur dengan warga lokal dengan menginap di rumah mereka.
3. Gunung Seminung
View this post on Instagram
A post shared by Wisata Danau Ranau (@potret_ranau)
Bagi kamu yang berkunjung ke Lampung Barat, wajib hukumnya datang ke Gunung Seminung jika tidak mau menyesal. Sebab gunung ini memiliki pemandangan alam paling indah dan menjadi tujuan wisata populer di sana. Dari puncak gunung para traveler bisa melihat hamparan alam yang indah yang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata.
Gunung Seminung berada di sebelah barat laut ibukota kabupaten Liwa dengan jarak sekitar 25 kilometer. Gunung ini berada di perbatasan antar provinsi, sebagian wilayahnya masuk ke dalam kecamatan Sukau, kabupaten Lampung Barat, provinsi Lampung sedangkan sebagian lainnya berada di kecamatan Ranau, di provinsi Sumatera Selatan. Di kaki gunung ini kamu bisa menjumpai danau Ranau yang merupakan danau terbesar kedua di pulau Sumatera.
4. Danau Suoh
View this post on Instagram
A post shared by Yoansπ¦ (@siofanneo)
Selain Danau Ranau yang telah populer, Lampung Barat masih memiliki satu danau lainnya yang berpotensi besar menjadi destinasi wisata populer berikutnya, yakni Danau Suoh. Danau ini bisa kamu jumpai dengan melakukan perjalanan melalui kecamatan Batu Brak maupun kecamatan Sekincau dengan waktu tempuh sekira 4 jam dari ibukota Liwa.
Danau Suoh menawarkan pengaman adventure yang tidak akan terlupakan. Akses menuju lokasi cukup menantang sehingga dihimbau agar menggunakan kendaraan yang sesuai seperti mobil offroad atau motor trail. Di kawasan Danau Suoh terdapat tiga danau yang airnya bisa berubah-ubah warna. Sedangkan tidak jauh dari kawasan danau tersebut kamu bisa melihat fenomena alam menarik dalam bentuk sumber panas bumi.
5. Desa Pekon Hujung
Di Lampung Barat juga ada sebuah destinasi desa wisata yang cukup mengasyikan. Nama desa wisata tersebut adalah Pekon Hujung. Desa wisata ini memiliki keindahan alam yang pastinya tak kalah dengan destinasi desa wisata yang lain. Apalagi suasana di kawasan desa ini masih benar-benar asri dengan keindahan alam yang sangat memukau.
Di desa Pekon Hujung, kamu masih bisa menemukan deretan rumah-rumah tradisional khas Lampung barat. Jika kamu mencari ketenangan dan kenyamanan selama berlibur untuk menghilangkan penat, maka kawasan ini adalah salah satu pilihan yang dijamin tak akan membuat kecewa.
[Baca juga : "Tren Wisata Akhir Tahun 2022 Untuk Healing"]
6. Sumber Air Panas Gemburak
Salah satu tempat wisata Lampung Barat yang cukup menarik untuk dikunjungi adalah sumber air panas Gemburak. Sumber air panas yang terletak di dua lokasi, yakni di Sidomakmur dan kawasan hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Sumber air panas yang satu ini memiliki keindahan alam yang luar biasa menawan. Pengunjung yang datang bisa menikmati air panas yang dipercaya masyarakat bermanfaat untuk menyembuhkan segala macam penyakit kulit. Selain tempatnya yang eksotis, sumber air panas ini bisa menjadi alternatif tempat liburan yang sehat buat keluarga. (Sumber: Artikel indonesia.travel/ Foto @ewin_piyoe_wesuiranangalaz)
...more
Senang juga akhirnya Flores Trip bisa mencapai Waerebo. Lebih senang lagi saat bertemu adik-adik desa adat tersebut dan membagikan buku pelajaran dalam program #1Traveler1Book.Apa itu #1Traveler1Book? Sebuah gerakan sosial dari para traveler untuk traveling sambil berbagi kecerdasan dan pengetahuan bagi anak-anak Indonesia.
Dari 1traveler1book.org:
#1Traveler1Book adalah gerakan sosial dimana para traveler yang bepergian dan menjelajah ke berbagai pelosok Indonesia menyebarkan atau membantu menyebarkan buku-buku kepada anak-anak usia sekolah 6-15 tahun di berbagai destinasi yang dikunjungi oleh para traveler. Gerakan ini adalah hal kecil yang dibuat untuk membantu membuat Indonesia menjadi bangsa yang besar dengan menyebarkan informasi dan pengetahuan lewat buku.
Sejak awal trip Flores, saya memang mengusulkan untuk membawa minimal satu buku pelajaran. Untuk apa? Untuk diberikan kepada adik-adik yang ditemui di destinasi. Waerebo kami pilih sebagai lokasi #1Traveler1Book karena desa ini relatif sulit dijangkau. Bayangin aja, anak-anak Waerebo harus jalan kaki 8 km selama tiga jam untuk pergi sekolah.
Beratnya gendongan ransel berisi puluhan buku dan rasa capek trekking 3 jam langsung hilang saat tiba di Waerebo. Guide kami, Pak Martin, jadi perantara dan mengkoordinasi anak-anak di desa ini untuk berkumpul saat pembagian buku. Beberapa di antara mereka masih belum lancar bahasa Indonesia.
Anak-anak Waerebo pada main bola sebelum kumpul menerima buku
Persiapan pembagian buku, dikoordinir oleh Pak Martin
Kak Flo membagikan buku-buku pelajaran pada anak-anak Waerebo
Satu demi satu buku dibagikan. Anak-anak ini sempat berebut. Mereka sangat antusias. Senyum dan tawa bahagia bisa dilihat dari wajah polos mereka, meski dengan tutur bahasa yang tidak saya mengerti.
Kak Flo bersama dua anak Waerebo
Wajah-wajah anak Waerebo antusias menerima buku pelajaran
Tak ketinggalan dua anak perempuan Waerebo ini
Cheers! Foto bareng anak-anak Waerebo di depan rumah adat Mbaru Niang
Selain buku pelajaran, adik-adik ini juga menerima alat tulis. Buku-buku pelajaran ini nantinya akan dikumpulkan dan di perpusatakaan desa yang letaknya tak jauh dari bangunan Mbaru Niang, rumah adat Waerebo.
Benar kata Pak Martin, Waerebo mengajarkan pada kami bahwa ada yang lebih bernilai daripada rupiah. Ilmu pengetahuan dan pendidikan. Semoga buku-buku ini bisa bermanfaat dan membawa mereka meraih masa depan yang lebih baik.
Foto keluarga usai pembagian buku
#1Traveler1Book di desa adat Waerebo, YOU SHOULD BE HERE!
Source: ZulfikarAlex.com
======================================================================================================
Zulfikar Aleksandri, pekerja IT di sebuah perusahaan tour travel nasional. Masih studi S2 di Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya. Suka traveling dan backpacking Indonesia dan Asia Tenggara. Destinasi favorit Indonesia Timur, terutama bawah laut Flores.
Untuk info sehari-hari dan interaksi, follow di Twitter, Facebook, dan Instagram.
...moreSekitar setengah jam dari Atambua, ibukota Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Desa Junelu, Kecamatan Kakuluk Mesak, terdapat sebuah kolam alami yang bernama Kolam Susuk. Kabarnya, kolam ini adalah yang menginspirasi grup legendaris Koes Plus untuk menciptakan lagu Kolam Susu. Lagu itu juga mengingatkan Timor Timur yang menyatakan integrasi dengan Republik Indonesia pada tahun 1975.Kata "Susuk" sebenarnya berarti sarang nyamuk. Selain karena memang di Kolam Susuk terdapat banyak nyamuk, nama itu didapat saat Raja Lifao dari Oecusse mengirimkan tujuh putrinya untuk membersihkan diri di kolam itu. Untuk menjaga agar para putrinya tetap waspada dan tidak tertidur di pinggiran kolam, sang raja mengirimkan nyamuk untuk mengganggu mereka jika tertidur. Kolam Susuk memang dipenuh dengan nyamuk. Ini pula yang menginspirasikan masyarakat setempat untuk memulai budidaya ikan bandeng dan udang. Ikan bandeng yang dipelihara di Kolam Susuk akan menjaga populasi nyamuk di kolam itu dengan memakan larva nyamuk. Sampai saat ini, di Kolam Susuk para pengunjung dapat menikmati ikan bandeng bakar yang baru ditangkap. Mungkin ini pula yang menginspirasi Koes Plus untuk bercerita tentang ikan dan udang yang datang menghampiri kail.Sebuah sekolah dasar (SD) bahkan dibangun di tepian kolam itu sebagai tanda mata dari Koes Plus. Sekolah itu dibangun agar para anak di wilayah Kecamatan Kakuluk Mesak dapat mengenyam pendidikan dasar. Kini, kolam yang terletak di atas bukit itu dikenal sebagai salah satu tujuan wisata masyarakat setempat pada tiap akhir pekan dan hari libur.Tapi Kakuluk Mesak tidak cuma punya Kolam Susuk saja. Tidak jauh dari Kolam Susuk, sekitar 3 kilometer, terdapat sebuah pelabuhan bernama Teluk Gurita. Teluk ini sejak zaman dahulu kala merupakan pelabuhan alam. Para pedagang dari berbagai negara menyandarkan kapalnya di teluk itu untuk mendapatkan cendana dan damar. Teluk ini juga mempunyai nama lain, yaitu Kuit Namon. Konon, ketika sebuah kapal pedagang Spanyol berlabuh di teluk itu, sebuah Kuit atau gurita raksasa melilit dan menenggelamkan kapal beserta awak kapalnya. Sampai saat ini reruntuhan kapal itu beserta isinya-yang telah menjadi fosil-masih dapat ditemukan di dasar Teluk Gurita. Pada masa Perang Dunia II, tentara Jepang menggunakan Teluk Namon sebagai pelabuhan untuk kepentingan perang. Ketika Jepang menyatakan menyerah dari tentara sekutu, semua peralatan perang Jepang dimusnahkan di Teluk Gurita. Di Teluk Gurita, wisatawan dapat memancing di sekitar teluk atau dari pinggiran pantainya. Bisa juga menggunakan perahu untuk memancing di Danau Konkas yang berhubungan dengan Teluk Gurita.Kabupaten Belu, yang berbatasan dengan Timor Leste ini juga punya beberapa destinasi wisata yang indah berupa tiga pantai, yaitu Pantai Pasir Putih yang terletak di jalur Atambua-Mota'ain (kota perbatasan dengan Timor Leste), Pantai Moladikin yang berada di Kecamatan Malaka Tengah-sekitar 80 kilometer dari Atambua-dengan pemandangan yang hijau dan sejuknya, dan Pantai Sukaer Laran dengan pasir putih serta air yang jernih dan ombak yang tenang.
Photos courtesy of: commons.wikimedia.org, belouan.wordpress.com, picassa
...moreTripTrus.Com - Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumatera Utara, Zumri Sulthony, ngomong kalo Kejuaraan Dunia F1 Powerboat alias F1H2O, tanggal 23-25 Februari 2024 di Kabupaten Toba, tujuannya jelas: mempromosikan pariwisata mereka.
Zumri bilang, kompetisi ini bakal tayang ke seluruh dunia, bikin dunia tau kalo acara keren ini diadain di kawasan kaldera. Dia ngeyakinin kalo siaran F1 Powerboat ini bakal ngasih liat kecantikan Danau Toba ke mata dunia.
View this post on Instagram
A post shared by Pesona Indonesia (@pesona.indonesia)
Menurut Zumri, tayangan F1 Powerboat 2024 bakal nunjukin ke penggemar di seluruh dunia kalo kejuaraan ini jadi tradisi di Danau Toba, Indo, setiap tahunnya. Dan, tentu aja, F1 Powerboat di Danau Toba bakal jadi destinasi langganan buat para penggemar yang pengen nonton langsung.
Zumri nambahin, "Pemasaran pariwisata itu kyk investasi, bro. Gak bisa langsung dirasain dampaknya, tapi publikasinya penting buat jangka panjang. Meski awalnya mungkin gak langsung banjir turis, tapi seiring waktu, pasti banyak turis asing yang bakal dateng buat nonton langsung."
[Baca juga : "Bro, NTB Nyemplungin 36 Event Keren Buat Tahun 2024 Nih!"]
F1H2O udah konfirmasi kalo F1 Powerboat di Danau Toba bakal digelar tepat di Balige, Toba, tanggal 23-25 Februari 2024. Ini udah yang kedua kalinya, loh, setelah sebelumnya sukses banget di Februari 2023 di tempat yang sama.
Waktu itu, acaranya dianggep sukses banget, dan peserta dari berbagai negara sampe ngaku kekaguman mereka pada Danau Toba.
Tahun 2024, F1 Powerboat bakal diadain di setidaknya enam negara, guys. Selain Indonesia, ada Vietnam, Italia, Albania, China, sama Uni Emirat Arab. Pecah banget! (Sumber Foto @f1powerboat)
...moreTripTrus.Com - Bro-sis traveler, lo udah pernah denger belum soal Pulau Sangiang? Ini pulau deket banget dari Jakarta, cuma nyebrang sejam dari Anyer, tapi vibes-nya udah kayak lagi liburan ke pulau terpencil di luar negeri. Sangiang tuh masuk wilayah Banten, tapi rasanya bener-bener beda! Lo bakal ngerasain campuran antara alam yang masih perawan, laut sebening kaca, sampe spot-spot yang katanya punya aura mistis. Pokoknya, cocok banget buat lo yang butuh short escape dari penatnya hidup di kota.
View this post on Instagram
A post shared by Provinsi Banten (@explorebanten)
π΄ 1. Pulau yang Masih Alami & Anti-Mainstream
Banyak yang belum tau kalau Pulau Sangiang tuh dulunya bekas cagar alam dan sempat jadi taman wisata alam. Jadi lo kebayang dong gimana alaminya? Pantai-pantainya masih bersih, hutannya rindang banget, dan yang paling gokil: belum serame pulau lain yang udah rame tenda dan warung. Lo bisa tracking di tengah hutan tropis sambil dengerin suara burung, atau sekadar rebahan di pasir putih tanpa harus rebutan spot.
π 2. Surga Buat Lo yang Demen Snorkeling & Diving
Buat lo yang suka ngabisin waktu di bawah laut, Sangiang itu surganya. Airnya jernih banget, sampe dasar laut aja bisa keliatan dari atas perahu. Karangnya warna-warni, ikannya lucu-lucu, bahkan ada spot kapal karam yang bisa lo explore juga! Spot favorit biasanya di sekitaran Pantai Batu Mandi. Lo gak perlu punya lisensi diving dulu buat nikmatin, snorkeling aja udah cukup buat bikin lo speechless.
ποΈ 3. Pantainya Gak Cuma Cantik, Tapi Penuh Cerita
Setiap pantai di Sangiang tuh punya karakter sendiri, bro-sis. Ada Pantai Pasir Panjang yang sepi dan cocok buat camping, ada juga Pantai Batu Mandi yang sering dijadiin basecamp wisatawan. Tapi di balik keindahannya, ada juga cerita-cerita lokal yang katanya mistis. Katanya sih dulu pulau ini sempat punya pemukiman, terus ditinggalin. Nah, beberapa bangunan bekas masih bisa lo temuin kalau lo jalan ke bagian tengah pulau. Serem-serem seru, gak sih?
π§ 4. Trekking Tipis-Tipis Buat Lo yang Doyan Jalan
Jalan-jalan di Sangiang tuh asik banget, karena lo bisa tracking dari pantai ke bukit sambil liat view laut dari ketinggian. Trek-nya gak terlalu ekstrem, jadi cocok buat pemula juga. Lo bisa mampir ke Gua Kelelawar, liat padang ilalang, atau duduk santai di atas batu sambil liat kapal-kapal lewat di Selat Sunda. Kapan lagi bisa nikmatin pemandangan kayak gini tanpa harus naik pesawat jauh-jauh?
[Baca juga : "Surga Di Ujung Timur Yang Lagi Viral, Bro-sis Traveler Wajib Cek!"]
π§³ 5. Gak Ada Penginapan? Camping Aja, Bro!
Pulau ini masih alami banget, jadi jangan harap ada resort atau hotel mewah. Tapi justru itu serunya. Lo bisa bawa tenda, bikin api unggun, dan tidur beratapkan langit penuh bintang. Bangun pagi langsung disambut suara ombak dan aroma laut yang seger banget. Gak ada sinyal? Justru itu momen lo buat disconnect from the world, reconnect sama diri sendiri.
π 6. Jejak Sejarah & Bunker Jepang yang Bikin Merinding
Lo yang suka sejarah atau cerita zaman dulu, wajib banget mampir ke bunker peninggalan Jepang. Konon katanya dulu Sangiang dijadiin pos militer strategis. Ada juga bekas rumah sakit yang katanya pernah jadi tempat evakuasi. Tempat-tempat ini sekarang kosong, tapi tetep bisa lo datengin kalau penasaran. Ada sensasi aneh sih pas masuk ke situ, tapi seru buat jadi bahan cerita ke temen lo!
πΈ 7. Estetik Buat Konten, Tapi Tetep Jaga Alam Ya!
View di Pulau Sangiang tuh Instagramable banget. Sunset di atas bukit, snorkeling di laut biru, atau camping di pasir putih… semua bisa lo abadikan jadi konten yang kece. Tapi inget ya bro-sis, jangan tinggalin sampah, jangan rusak karang, dan hargai alam sekitar. Biar pulau ini tetap jadi hidden gem yang bisa dinikmati banyak generasi ke depan.
β¨ So, lo nunggu apa lagi bro-sis? Pulau Sangiang tuh jawaban dari semua rasa penat lo di kota. Deket, murah, alamnya cakep, ada spot adventure, dan juga cerita mistis yang bikin liburan lo jadi lebih memorable. Cocok banget buat lo yang lagi cari tempat healing, tapi gak mau yang itu-itu aja. Yuk buruan agendain trip lo ke Pulau Sangiang sebelum makin viral dan rame! (Sumber Foto @jaseng_adventure)
...moreJakarta, 6 Oktober 2023 - Andre Husada selaku Co-Founder & CEO HOLEO menghadirkan sebuah buku bisnis yang bertajuk “Startup Safari”. Startup Safari bukan sekadar buku bisnis biasa. Buku ini dapat menjadi playbook dan panduan bagi para pemuda yang ingin menciptakan perubahan. Buku ini punya 3 kelebihan yang menjadikan buku ini ramah bagi anak muda.
View this post on Instagram
A post shared by Startup Safari Book (@startupsafaribook)
Memadukan Penciptaan Startup dan Perancangan Target PribadiBuku Startup Safari menarik karena memadukan dua tema utama, yaitu seputar startup dan perancangan target pribadi. Kedua hal ini disatukan dengan metode yang sering digunakan di dunia startup, yaitu Design Thinking. Startup Safari menjelaskan bahwa metode Design Thinking tidak hanya dapat digunakan untuk mendirikan startup, tetapi juga untuk merancang target pribadi.
Mempersembahkan Contoh Nyata dari Berbagai StartupStartup Safari mempersembahkan 100 contoh perusahaan startup yang beroperasi di Amerika Utara dan Asia Tenggara agar anak muda mendapatkan gambaran tentang proses berdirinya sebuah startup dan strategi yang digunakan startup tersebut untuk terus maju.
[Baca juga : "Holeo Atraksi Wisata Pertama Di Indonesia Yang Cocok Untuk Berekreasi Dan Berelasi"]
Buku yang Bersifat InteraktifSelain memaparkan contoh-contoh strategi bisnis yang diterapkan oleh beberapa startup, buku ini juga mengajak anak muda untuk berinteraksi dan merefleksikan tujuan hidup. Di setiap akhir bab buku ini terdapat pertanyaan-pertanyaan yang mendorong pembaca untuk merefleksikan tujuan pribadi mereka. Lalu, di bagian akhir buku, pembaca diajak untuk menyusun roadmap masa depan.
Segera dapatkan buku Startup Safari di Tokopedia dan Amazon seharga Rp 129.000. Info lebih lanjut tentang Startup Safari dapat diakses di akun Instagram dan TikTok Startup Safari di @startupsafaribook.
...moreTripTrus.Com - Sebagai kota dengan tingkat heterogen yang sangat tinggi, Jakarta menyimpan begitu banyak tempat ibadah bersejarah, yang tersebar di berbagai kawasannya. Terutama bagi Umat Islam, terdapat beberapa masjid yang menjadi tonggak sejarah keberadaan agama ini di Jakarta.
Masjid tersebut telah menjadi saksi perjalanan Umat Muslim di Jakarta selama puluhan bahkan ratusan tahun. Meski pada perkembangannya sudah melalui renovasi, tapi keberadaannya belum tergoyahkan sebagai lokasi ibadah.
1. Masjid Almakmur Cikini
Masjid Almakmur dibangun pada 1860 dan menjadi salah satu masjid tertua yang ada di Jakarta. Sempat mengalami sengketa tanah dengan pemerintah kolonial Belanda, masjid Almakmur Cikini akhirnya diresmikan berdiri oleh Agus Salim pada 1932 dan diperlebar ke belakang pada 1962 menyerupai bangunan aslinya.
2. Masjid Istiqlal
Meski bukan termasuk salah satu masjid tertua di Jakarta, namun Masjid Istiqlal mempunyai sejarah unik seputar pendiriannya. Masjid Istiqlal dibangun atas prakarsa beberapa tokoh nasional, seperti Agus Salim dan Wahid Hasyim.
Masjid yang dibangun sebagai simbol kemerdekaan RI ini merupakan masjid terbesar yang ada di Asia Tenggara. Uniknya, Masjid Istiqlal dibangun oleh arsitek keturunan Batak bernama Frederich Silaban yang justru beragama Kristen.
[Baca juga : "4 Tradisi Unik Di Indonesia Menyambut Ramadan"]
3. Masjid Luar Batang
Masjid yang berlokasi di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara ini memiliki sejarah yang panjang. Dibangun pada 1756, masjid ini awalnya hanya berbentuk mushala kecil. Bangunan Masjid Luar Batang terpengaruh budaya Tiongkok, India, dan Arab.
Pengaruh ini tak lepas dari peran Jakarta Utara sebagai kota pelabuhan dan tempat singgah orang-orang dari berbagai latar belakang etnis dan negara. Di awal tahun 2000, Masjid Luar Batang diresmikan sebagai bangunan cagar budaya yang dilindungi pemerintah. (Sumber: Artikel liputan6.com Foto @fakhmizakky)
...moreCara menjaga kesehatan selama liburan. Momen liburan selalu dipakai oleh orang untuk bersenang-senang. Berkumpul dengan keluarga, makan-makan sepuasnya, mengunjungi tempat wisata, serta melakukan segudang aktivitas yang lainnya demi memanjakan diri. Akhirnya, banyak orang yang percaya jika ketika liburan sangat sulit untuk menerapkan pola hidup yang sehat.
Tetapi beberapa hal yang umumnya Anda lakukan ketika liburan justru dengan tidak Anda sadari sangat menyumbang nilai sehat yang tak terduga. Berikut ini beberapa aktivitas sehat yang Anda lakukan ketika liburan yang dapat menjaga kesehatan selama liburan yang mungkin tak Anda sadari.
Menghabiskan waktu dengan orang terkasih menambah panjang umur AndaStatistik mengatakan bahwa memiliki hubungan bersama orang-orang di sekitar Anda serta menghabiskan waktu dengan mereka secara reguler mampu memperpanjang hidup sampai kira-kira dua tahun. Selain daripada itu, berkumpul bersama orang-orang dekat juga diyakini mampu menurunkan risiko penyakit jantung juga kanker.
Kembali menjadi anak kecilSaat Anda berumur enam tahun pastinya Anda tak begitu peduli tentang seberapa banyak kalori yang masuk ke dalam tubuh Anda. Sebaliknya, ketika liburan Anda justru sibuk berlarian, bermain, memanjat pohon dengan tidak mengkhawatirkan itu semua.
Manjakan diri AndaMenghindari makanan dan juga melewatkan makan demi menghindari kalori, keduanya dapat menyebabkan konsumsi kalori lebih banyak di kemudian waktu. Biarkanlah diri Anda untuk cheating dan juga Anda akan menyadari jika tetap diet ketika liburan tidak akan bermanfaat.
Bernyanyi atau menariBernyanyi bisa menurunkan tingkat kecemasan dan juga depresi. Sementara menari mampu memperpanjang hidup dan juga memungkinkan untuk mengurangi risiko terkena penyakit alzheimer.
Nah, itulah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan selama liburan. Semoga bermanfaat dan Selamat Berlibur!
Sumber: Artikel rancahpost.co.id Foto menjamah.info
...moreTripTrus.Com - Buat kamu yang suka ngintip binatang liar, Indonesia punya tempat-tempat keren buat ngeliatin mereka! Mulai dari komodo raksasa di Pulau Komodo sampe berenang bareng lumba-lumba di Pantai Lovina, Bali. Yuk, intip lima tempat seru di Indonesia buat nonton binatang liar!
1. Kadal Raksasa di Pulau Komodo
Siapa yang gak kenal komodo? Kadal gede banget yang jadi predator tertinggi di lingkungannya ini mirip monster naga dari mitos-mitos dunia. Komodo cuma ada di Indonesia, tepatnya di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. Beda sama di kebun binatang, di sini lo harus ditemenin naturalist guide atau pemandu. Mereka bikin perjalanan aman dan tahu trek yang dilewatin, plus kasih tahu spot-spot komodo keren buat dilihat.
2. Orangutan Liar di Bukit Lawang
Trekking di hutan Bukit Lawang di Sumatera itu cara terkenal buat liat orangutan liar. Tiap tahun, ribuan turis datang ke desa kecil di perbatasan Taman Nasional Gunung Leuser buat lihat orangutan Sumatera dari dekat. Orangutan Bukit Lawang banyak yang bekas penangkaran, jadi perilakunya beda sama yang liar. Banyak pemandu yang biarin wisatawan kasih makan dan sentuh mereka, tapi kalau mau liat yang beneran liar, pakai pemandu ya.
3. Tarsius Mata Belo di Cagar Alam Tangkoko
Cagar Alam Tangkoko di Gunung Tangkoko, Kabupaten Bitung, Sulawesi Utara, sekitar sejam dari Manado, terkenal banget. Tarsius, primata terkecil di dunia yang cuma seukuran kepalan tangan, cuma ada di Sulawesi. Mata mereka gede banget, lucu deh. Mereka cuma bisa dilihat malam hari karena hewan nokturnal. Penduduk setempat nyebut mereka Astangkasi.
[Baca juga : "Festival Lamaholot Masuk Kharisma Event Nusantara 2024"]
4. Gajah terlatih di Way Kambas
Pusat Pelatihan Gajah ini udah berdiri sejak tahun 1985. Tempatnya sekitar 9 km dari gerbang taman nasional Plang Ijo. Tujuannya buat lindungin gajah dan bikin hubungan yang saling menguntungkan buat gajah dan manusia. Di sini, lu bisa ngeliat gajah ngelakuin macem-macem tugas kayak bawa kayu atau bajak sawah.
Selain itu, lu juga bisa liat mereka ngelakuin aktivitas khusus kayak main bola atau pertunjukan lainnya.
5. Renang bareng Lumba-lumba di Pantai Lovina
View this post on Instagram
A post shared by Wina Amir (@winaamir17)
Satu-satunya cara buat lu bisa renang bareng lumba-lumba di Bali itu dengan ikutan tur perahu dari Lovina, kota kecil di Pantai Utara Bali. Di Lovina, mereka manfaatin populasi lumba-lumba alaminya. Setiap pagi, puluhan perahu wisata berangkat buat liat lumba-lumba sama langit pagi yang keren abis.
Gak cuma liat lumba-lumba dari atas air doang, penduduk lokal juga pasang ayunan di samping semua perahu nelayan yang bawa turis keluar. Dari ayunan itu, lu bisa masukin kepala ke air dan liat lumba-lumba berenang dan main.
Jadi, buat kalian yang pengen ngalamin petualangan alam liar di Indonesia, jangan lupa mampir ke tempat-tempat keren ini. Dijamin, pengalaman ngeliatin binatang liar secara langsung bakal bikin liburanmu makin seru dan berkesan! Ayo, mulai rencanain petualanganmu sekarang juga!(Sumber Foto @rosmawati_ardyn)
...more