Tradisi memanjangkan cuping telinga menjadi salah satu keunikan budaya di Kalimantan. Meski sebenarnya tidak semua suku melakukannya, tapi budaya ini sudah terlanjur melekat dengan masyarakat dayak secara umum. Namun sayangnya dari waktu ke waktu, tradisi ini semakin menghilang, dan saat ini hanya tinggal sedikit orang Dayak yang masih memiliki cuping telinga panjang, itu pun umumnya generasi tua.Salah satunya di Kampung Bena Baru yang dihuni sekitar 700 jiwa penduduk. Kampung Bena Baru adalah salah satu kampung pedalaman suku Dayak Kenyah yang berada di Sungai Kelay, Kecamatan Sambaliung. Kehidupan masyarakat di tempat ini masih berjalan berdampingan dengan tradisi dan kultur lokal, lengkap dengan upacara adat dan tari-tarian khasnya. Sebagian peralatan kerja dan rumah tangga merupakan hasil buatan tangan sendiri. Tapi bukan berarti penduduk kampung ini merasa asing terhadap perkembangan teknologi seperti televisi, telepon seluler, dan alat-alat elektronik lainnya. Kampung yang baru dibuka pada tahun 1980-an ini memiliki sekitar 20 orang nenek yang memiliki telinga cuping panjang. Daun telinga cuping panjang tidak hanya diperuntukkan bagi wanita, tetapi juga untuk laki-laki. Proses pemanjangan cuping telinga mulai dilakukan sejak bayi. Hal ini umumnya dikaitkan dengan tingkatan sosial seseorang dalam masyarakat Dayak. Bagi suku Dayak Kayan, misalnya, telinga cuping panjang menunjukkan kalau orang tersebut berasal dari kalangan bangsawan. Sementara bagi perempuan, telinga cuping panjang menunjukkan apakah dia seorang bangsawan atau budak karena kalah perang atau tidak mampu membayar utang.Di kalangan masyarakat Dayak Kayan, pemanjangan cuping daun telinga ini biasanya menggunakan pemberat berupa logam berbentuk lingkaran gelang atau berbentuk gasing ukuran kecil. Dengan pemberat ini daun telinga akan terus memanjang hingga beberapa sentimeter.Di desa-desa yang berada di hulu Sungai Mahakam, telinga cuping panjang digunakan sebagai identitas yang menunjukkan umur seseorang. Begitu bayi lahir, ujung telinganya diberi manik-manik yang cukup berat. Jumlah manik-manik yang menempel di telinganya akan bertambah satu untuk setiap tahun.Tetapi ada juga anggapan yang mengatakan kalau tujuan pembuatan telinga panjang bukanlah untuk menunjukkan status kebangsawanan, tetapi justru untuk melatih kesabaran. Jika dipakai setiap hari, kesabaran dan kesanggupan menahan derita semakin kuat.Sementara bagi suku Dayak Kenyah, antara laki-laki dan perempuan memiliki aturan panjang cuping telinga yang berbeda. Kaum laki-laki tidak boleh memanjangkan cuping telinganya sampai melebihi bahunya, sedangkan perempuan boleh memanjangkannya hingga sebatas dada. Proses memanjangkan cuping daun telinga ini diawali dengan penindikan daun telinga sejak masih berumur satu tahun. Setiap tahun, satu buah anting atau subang perak digantungkan di telinga mereka. Gaya anting atau subang perak yang digunakan pun berbeda-beda, yang akan menunjukkan perbedaan status dan jenis kelamin. Gaya anting kaum bangsawan tidak boleh dipakai oleh orang-orang biasa.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTripTrus.Com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama mengklaim Indonesia yang mengandalkan pariwisata alam bakal lebih 'aman' dalam penyebaran Covid-19. Utamanya jika dibandingkan dengan negara-negara yang mengandalkan pariwisata dari sisi modernitas.
"Di era pandemi covid-19 ini. Ke depan salah satu yang paling diuntungkan adalah wisata alam. Karena wisata alam risikonya sangat rendah dan kebetulan Indonesia dalam hal ini dibandingkan negara-negara lain, kita memang kekuatannya adalah salah satu dalam wisata alam. Seperti kita lihat di Danau Toba, di Bali dan tempat-tempat lain," kata Wishnutama diskusi virtual Reaktivasi Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Memasuki Adaptasi Kebiasaan Baru, Rabu.
Dengan karakteristik wisata alam yang melimpah ruah dari ujung timur ke barat, Indonesia diklaim bakal diuntungkan. Nasib berbeda disebut Wishnutama justru berpotensi akan dialami oleh negara-negara lain.
"Kalau wisata yang sifatnya kota itu kurang diuntungkan dalam kondisi pandemi Covid-19, misalnya seperti Hong Kong, Singapura atau Sydney atau itu kota-kota tersebut cenderung beresiko tinggi untuk dikunjungi oleh wisatawan dalam kondisi covid-19," jelasnya.
Dengan keyakinan Indonesia memiliki peluang lebih aman dalam karakteristik berwisata, maka pemerintah ke depan bakal lebih mengutamakan quality tourism dibanding pariwisata.
Namun, Wishnutama mengaku banyak masyarakat yang salah persepsi dengan pariwisata berkualitas. Alhasil, stigma yang ada justru mengarah kepada hal yang negatif. Padahal, menurut Wishnutama, pariwisata ini akan menjadi tren baru usai pandemi covid-19.
[Baca juga : "5 Masjid Tertua Dan Bersejarah Di Kudus - Part 3"]
"Persepsi orang-orang pada saat kita bicara quality tourism itu seperti Dubai, Singapura, yang gedung bertingkat tinggi dan lain sebagainya. Sebetulnya menurut kami quality tourism yang tidak melulu harus seperti tidak melulu harus seperti gedung pencakar langit hotel dan lain sebagainya," katanya.
Ia mengambil contoh beberapa lokasi seperti Bhutan, Maldives, Ko Samui, Halong Bay. Semua lokasi itu menawarkan pengalaman yang berbeda. Indonesia sangat mempunyai potensi yang luar biasa ke arah quality tourism. (Sumber: Artikel cnbcindonesia.com Foto instagram.com/ghofiru.rifqi12)
...moreTripTrus.Com - Membahas destinasi wisata terbaik di Kepulauan Riau tidak akan ada habisnya. Salah satu wisata terbaik yang ada di Kepulauan Riau adalah Pulau Bawah. Dari unggahan Instagram Ninjarod, Selasa (29/12/2020), Pulau Bawah merupakan pulau tersembunyi yang belum banyak diketahui orang Indonesia, tetapi namanya sudah terkenal di luar negeri.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Nadya Capricorina (@neadyea)
Hal ini terbukti dari kunjungan wisatawan yang semakin hari semakin banyak datang ke Pulau Bawah yang disebut sebagai surga bagi turis asing, karena ekosistem dan habitatnya masih asli seperti zaman dulu. Pulau dengan luas 300 hektare tersebut berada di jantung Pulau Anambas, Kepulauan Riau dan hanya bisa diakses melalui jalur laut atau pesawat terbang yang bisa mendarat di laut. Dari Bandara Batam, membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 70 menit perjalanan.
Pulau Bawah memiliki tiga laguna dengan air yang bening hingga 13 pantai dengan pasir putih yang lembut. Menariknya, wisatawan yang berkunjung ke Pulau Bawah dibatasi maksimal 70 orang untuk menjaga ekosistem yang ada. Ada banyak kegiatan menarik yang bisa dilakukan di Pulau Bawah. Wisatawan bisa menjajal olahraga air hingga trekking ke hutan melihat satwa liar di habitat aslinya. Apalagi Pulau Bawah punya 13 pantai perawan yang indah.
[Baca juga : "Pelaku Usaha Wisata Minta Pariwisata Bali Dibuka Akhir Juli 2021"]
Harga yang ditawarkan cukup fantastis, yakni sekitar Rp30 juta. Namun, harga tersebut sebanding dengan fasilitas yang ditawarkan seperti pemandangan alam dan bawah air yang menakjubkan. Jika pengunjung ingin menginap, ada sejumlah villa yang menawarkan fasilitas menginap.
Hanya saja, biaya menyewa villa di Pulau Bawah sangat mahal yakni 1.800 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp24 juta per kamar dan satu malam. (Sumber: Artikel inews.id Foto @elviraputriayu)
...moreTripTrus.Com - Gombong merupakan sebuah kota kecamatan di wilayah Kabupaten Kebumen. Dalam tata ruang dan kota, Gombong masuk dalam kawasan perkotaan karena sebagian besar penghidupan masyarakatnya dari sumber-sumber sekunder (usaha dan jasa). Dalam sejarahnya, memang Gombong dikenal sebagai pusat perdagangan. Berdasarkan catatan keluarga Liem Siauw Lam, sejak tahun 1830an di wilayah Gombong sudah terbentuk komunitas Tionghoa. Selain itu juga ada komunitas saudagar dari para Bangsawan Kalang. Kedua elemen kelompok ini membentuk karakter Gombong yang kental dengan suasana perniagaan.
Dalam segi budaya, Gombong merupakan tempat berbagai unsur budaya bersatupadu. Pertama unsur budaya Banyumasan yang berpadu dengan budaya Yogyakarta, kedua unsur Tionghoa dan ketiga unsur-unsur asli dari Gombong. Semua hal tersebut menjadikan Gombong sebuah daerah yang unik, khas dan memiliki berbagai potensi menarik untuk dijelajahi.
Berikut ini beberapa destinasi yang wajib kamu kunjungi ketika di Gombong:
1. Benteng Van Der Wijck
(Sumber: telusurindonesia.com)
Benteng yang terletak di Desa Sidayu, Kecamatan Gombong merupakan benteng peninggalan kolonial Belanda pada abad 19 yang berbentuk hexagonal. Jika diperhatikan dari bentuk bangunannya, benteng ini lebih difungsikan sebagai pos logistik daripada sebuah benteng pertahanan. Dalam perjalanan waktu, benteng ini sempat menjadi sekolah anak-anak Euroasia, interniran tawanan perang dan markas beberapa kesatuan militer. Masih banyak fakta sejarah tentang Benteng Van Der Wijck yang belum terungkap, termasuk tahun pendiriannya yang masih menimbulkan polemik, namun terlepas dari itu benteng ini merupakan aset pusaka budaya penting yang dimiliki oleh Gombong dan wajib dijaga kelestariannya.
2. Waduk Sempor
(Sumber: tripadvisor.com)
Berlokasi hanya 7km dari sebelah utara Kecamatan Gombong, waduk ini merupakan bendungan serbaguna yang mendukung aktifitas sungai Cincingguling atau yang lebih dikenal sungai Sempor, yang mengalir dari utara di kaki Gunung Serayu Selatan. Air dari Waduk Sempor banyak digunakan untuk irigasi pertanian penduduk dan juga pembangkit listrik tenaga air. Dengan potensi pemandangan yang bagus dan suasana yang tenang, maka Waduk Sempor dijadikan destinasi wisata baik bagi masyarakat lokal ataupun luar daerah. Pada tahun 1967, pernah terjadi tragedi memilukan, di mana Waduk Sempor jebol dan memakan korban hingga 127 jiwa dan nama-nama para korban lantas diabadikan dalam monumen Sempor.
3. Legenda Rokok Klembek Menyan
(Sumber: iqbalkautsar.com)
Gombong sebagai sebuah kota perdagangan pada masanya, memiliki beberapa komoditi unggulan. Salah satunya tembakau yang diolah menjadi rokok siong di berbagai industri pabrik kecil ataupun rumahan. Yang menjadi ciri khas dari rokok siong Gombong adalah campuran klembak dan kemenyan. Hal tersebut membuat rokok siong Gombong memiliki aroma khas yang sangat kuat, bahkan kerapkali dihubung-hubungkan dengan aura mistis. Masa kejayaan rokok klembak menyan berlangsung dari tahun 40 hingga 60an, dan secara perlahan tergusur oleh rokok kretek yang datang dari luar daerah. Pada era kejayaan rokok klembek menyan bermunculan berbagai merk rokok klembek menyan yang terkenal, diantaranya: Togog, Sinden, Bangjo dan Sintren. Pada saat ini kejayaan rokok klembek menyan telah berlalu, yang tersisa hanya rokok bermerk Sintren. Masih diproduksi di pabrik berperalatan kuno dan dikerjakan oleh pekerja yang berusia lansia.
4. Gedung Cung Hwa Tsung Hwi
(Sumber: @kebumenmuda)
Sejak awal abad 19 pendatang Tionghoa diperkirakan sudah ada di Gombong. Ketika pendatang Tionghoa mulai banyak, mereka membentuk perkumpulan yang bernama Cung Hwa Tsung Hwi. Atsa dasar itu dibangunlah gedung perkumpulan yang berlokasi di kawasan pecinan Gombong yaitu di Jalan Sempor Lama. Sempat dijadikan sebuah sekolah Tionghoa pada tahun 40 hingga 60an. Meskipun fisik gedung ini banyak mengalami perubahan, masih banyak kisah menarik yang terkandung di dalamnya. Gedung ini merupakan saksi sejarah dinamika Tionghoa di tanah Gombong. Presiden Soekarno sempat mengeluarkan PP 10 tahun 1950 tentang pengaturan domisili etnis Tionghoa di Indonesia, gedung ini sempat dijadikan tempat penampungan. Saat ini gedung ini berfungsi sebagai sekertariat Yayasan AGH yang memberikan pelayanan kematian bagi masyarakat Tionghoa di Gombong. Di gedung tersebut juga kita bisa belajar aspek budaya Tionghoa dalam kematian dan proses pemakaman. Bahkan kita masih bisa melihat “peti kembang cengkeh” yang berharga mahal.
5. Roemah Martha Tilaar
(Sumber: tribunnews.com)
Inisiatif membangun Roemah Martha Tilaar ini dimulai berawal dari keinginan Ibu Martha Tilaar untuk memberikan kontribusi bagi Kota kelahirannya Gombong. Beralamat di Jalan Sempor Lama no. 28, Roemah Martha Tilaar menempatkan museum sebagai konteks dan aktivitas sebagai konten dan berinformasi tentang perjalanan hidup Ibu Martha Tilaar saat di Gombong. Roemah Martha Tilaar Gombong diperkirakan sudah berdiri sejak tahun 1920-an. Merupakan rumah keluarga Liem yang dikenal sebagai keluarga Tionghoa kaya pada waktu itu. Liem Siaw Lan kepala keluarga Liem merupakan seorang pengusaha dan mempunyai bisnis yang beragam, salah satunya adalah mengelola peternakan yang mensupply daging dan susu ke tangsi Belanda Van Der Wijk. Pada masa revolusi Indonesia rumah keluarga Liem digunakan sebagai dapur umum dan tempat perawatan tentara Indonesia yang terluka akibat pertempuran dengan tentara NICA. (Sumber: Artikel Rumah Martha Tilaar dan Amieykha Foto Amieykha)
...moreTripTrus.Com - Indonesia memiliki banyak sekali pulau yang dibagi menjadi beberapa provinsi, sehingga tidak heran kalau negeri kita memiliki banyak sekali spot wisata yang menarik. Bahkan bukan hanya orang indonesia saja yang tertarik untuk pergi berwisata yang tersebar di berbagai daerah, orang barat pun juga sering kali mengunjungi negeri ini hanya untuk sekedar berlibur.
Tidak heran bila di beberapa tempat wisata menarik, sering sekali ditemui orang bule. Hal tersebut berlaku di manapun, termasuk di kota manado. Melansir dari indotimes.net manado itu salah satu kota yang memiliki banyak sekali tempat wisata yang wajib dikunjungi.
Manado sendiri merupakan kota yang terletak di provinsi sulawesi utara dimana kota ini memiliki sekitar 11 kecamatan yang terbagi menjadi 87 kelurahan dan desa.
Buat yang ingin berkunjung kesini berikut adalah beberapa destinasi wisata yang favorit menurut info yang membahas tempat wisata terbaik. Selain itu spot wisata di manado cukup kekinian dan Instagramable yaitu cocok untuk foto-foto dan di unggah ke dalam akun instagram. Kalau begitu simak yuk tempat wisatanya dimana saja.
1. Pulau Siladen
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Eunike Kartini (@tarinaminusta)
Ingin berlibur di sebuah pantai dengan panorama yang indah? Maka pulau siladen bisa jadi destinasi yang tepat. Karena pulau ini menawarkan nuansa pantai biru dengan pasir putihnya yang memukau. Untuk bisa mencapai pulau ini dibutuhkan sebuah perahu untuk menyeberang. Nanti saat berangkat para pengunjung bisa melihat keindahan terumbu karang dengan warna laut yang masih bersih dan bening.
2. Bunaken
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Paula (@pauladives)
Siapa sih yang belum mendengar spot wisata bunaken? Karena ini adalah salah satu tempat wisata yang paling banyak dikunjungi dan sangat terkenal dengan panorama keindahan lautnya. Sehingga bila pergi ke manado jangan lupa untuk mampir ke bunaken karena spot wisata satu ini punya lebih dari 2000 jenis ikan bahkan sebagian ikan langka dan hampir punah bisa ditemukan disini. Silahkan sewa perahu untuk menikmati keindahan taman laut satu dengan yang lainnya yang ada di bunaken.
3. Pulau Manado Tua
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh TurisIndo Official Account (@turisindocom)
Tidak jauh dari Bunaken terdapat pulau manado tua dimana pulau ini termasuk ke dalam gugusan pulau yang membentuk taman nasional bunaken yang begitu luas. Untuk bisa mencapai ke pulau ini setidaknya dibutuhkan perjalanan selama 1 jam menggunakan perahu motor. Terdapat panorama pegunungan hijau yang dikelilingi oleh lautan yang begitu indah.
Perairan yang ada di kepulauan ini pun masih being, sangat jernih serta bebas dari polusi. Sehingga buat yang gemar selfie akan membuat foto kamu menjadi lebih menarik karena Pulau Manado Tua memiliki banyak panorama yang bisa dijadikan sebagai latar belakang sebuah foto.
[Baca juga : "Ini Rekomendasi Destinasi Wisata Akhir Tahun Yang Wajib Dikunjungi"]
Apalagi disini para wisatawan juga bisa memburu sunset, berkeliling dengan sepeda sampai berjemur. Hanya saja di pulau ini tidak terdapat tempat untuk menginap sehingga ketika berlibur kesini harus menginap di Pulau Bunaken atau bisa juga di Pulau Siladen. Nah, itulah tiga spot wisata terbaik yang ada di manado. Sudahkah kamu berkunjung kesini? (Sumber: Artikel klikpositif.com/ Foto @ntl_21)
...moreTripTrus.Com - Yo, tahun baru udah deket nih! Gimana kalo lo nggak ikut-ikutan nonton kembang api atau makan malam biasa aja? Coba deh tahun ini coba ngerayainnya dengan cara yang beda, kayak naik gunung! Lo nggak perlu jadi pendaki pro kok, ada banyak gunung kece yang bisa lo jajakin, apalagi buat yang masih newbie. Gue udah siapin 5 rekomendasi gunung seru buat lo yang pengen punya pengalaman tahun baru yang nggak biasa. Yuk, simak!
1. Gunung Andong
Lo yang baru pertama kali mau coba hiking, Gunung Andong di Magelang bisa jadi pilihan pas banget. Ketinggiannya 1.726 mdpl dan jalurnya tuh nggak terlalu susah. Lo bakal dapet pemandangan keren banget, apalagi pas sunrise. Dijamin, bakal bikin lo merasa seperti di dunia lain!
2. Gunung Sikendil
View this post on Instagram
A post shared by Irfan (@muhamadirfan_01)
Sunrise di Gunung Sikendil ini juara banget, bro! Ketinggiannya cuma 1.800 mdpl, jadi buat lo yang belum berpengalaman mendaki, pasti nggak bakal kesulitan. Selama perjalanan, lo bakal disuguhi pemandangan pegunungan yang keren banget, apalagi kalo lo lagi liburan tahun baru di sana. Bener-bener, deh, suasananya bikin hati adem!
3. Gunung Prau
Gue rekomendasiin banget buat lo yang pengen liat sunrise kece, Gunung Prau harus banget ada di list lo. Ketinggiannya 2.590 mdpl, dan jalurnya tuh gampang banget! Pendakian nggak bakal makan waktu lama, jadi cocok buat pemula yang pengen nyobain tantangan pertama naik gunung. Ditambah lagi, sunrise di sini tuh paling killer, bro!
[Baca juga : "5 Tips Biar Liburan Akhir Tahun Lo Lancar Dan Aman Di Jalan!"]
4. Gunung Bismo
Gunung Bismo yang ada di Wonosobo ini punya ketinggian 2.365 mdpl, dan cocok banget buat lo yang pengen hiking sambil nikmatin udara segar dan kesejukan. Jalur pendakian lewat Sikunang cuma butuh sekitar 2 jam, jadi nggak terlalu berat buat lo yang baru nyoba. Sepanjang perjalanan, lo bakal dimanjain dengan pepohonan rindang, bikin suasana makin adem!
5. Gunung Pakuwaja
Kalo lo pengen liat pemandangan keren perbukitan Dieng, Gunung Pakuwaja di Wonosobo bisa jadi spot yang kece banget. Dengan ketinggian 2.421 mdpl, pendakian menuju puncak cuma butuh 1,5 jam. Selain pemandangan Dieng yang hijau, lo juga bisa liat gunung-gunung besar kayak Sindoro dan Slamet dari kejauhan. Ini bakal jadi momen tahun baru lo yang nggak terlupakan!
Gue yakin lo nggak bakal nyesel deh ngerayain tahun baru dengan cara yang beda kayak gini. Naik gunung nggak cuma seru, tapi juga bisa bikin lo merasa lebih dekat sama alam dan dapet pengalaman yang bener-bener beda. Jadi, udah siap ngajakin temen-temen atau keluarga buat merayakan tahun baru di puncak gunung? Buruan pilih gunung yang lo suka, dan rasain sensasi liburan yang nggak bakal terlupakan! (Sumber Foto @ryanf_jr)
...moreTripTrus.Com - Berkunjung ke Serang ibukota Provinsi Banten tak lengkap rasanya jika tak menginjakkan kaki ke Banten Lama. Di kawasan situs sejarah di Kecamatan Kasemen ini terdapat destinasi wisata sejarah dan ziarah yang menarik untuk disusuri di akhir pekan.
Bahkan untuk mendukung gagasan Gubernur Banten Wahidin Halim yang akan menjadikan Banten Lama sebagai ikon Provinsi Banten, Dinas Pariwisata akan melakukan pengembangan destinasi dan atraksi penunjang di sekitar Kawasan Keraton Kesultanan Banten. Saat ini yang tengah dilakukan adalah penataan kembali.
"Revitalisasi melalui pembangunan fisik masih berlangsung, belum selesai. Setelah kegiatan hari ulang tahun Banten dan Hari Santri banyak pengunjung yang ingin melihat proses perubahan yang sedang dilaksanakan," kata Kepala Dinas Pariwisata Banten Eneng Nur Cahyati, Sabtu, 10 November 2018. Rampung revitalisasi, ia yakin kunjungan wisatawan pun akan berlipat. Ayo, intip ada objek wisata apa saja di Banten Lama.
1. Keraton Sorosowan
View this post on Instagram
A post shared by Septian Riezsky Adhietya (@septianadhietya) onMar 6, 2019 at 9:17am PST
Pada masa jayanya Banten disebut pula Kota Intan. Bukti itu ditunjukan di Keraton Sorosowan yang dibangun mirip sebuah benteng Belanda yang kokoh dengan bastion (sudut benteng berbentuk intan) pada empat sudut bangunannya.
Di atas lahan 3 hektar, keraton ini dibangun sekitar 1522-1526 pada masa pemerintahan Maulana Hasanuddin, pendiri Kesultanan Banten. Saat ini, bangunan di dalam dinding keraton tak ada lagi yang utuh. Namun, masih ada sisa reruntuhan dinding dan pondasi kokoh.
2. Istana Kaibon
View this post on Instagram
Keraton kaibon didirikan tahun 1815, keraton ini adalah yang kedua di banten setelah keraton surosowan. Penjelasan lengkapnya, cari aja sendiri di gugel Terima Kasih mata kuliah studi kebantenan. karena tugasmu, aku jadi tau tempat-tempat bersejarah kayak gini 😂 #explorebanten #bantenlama #kesultananbanten
A post shared by akbar gama refarjan (@akbar_gama) onMar 9, 2019 at 6:14am PST
Keraton Kaibon dibangun untuk Ratu Aisyah. Sang ratu merupakan ibunda Sultan Syaifudin. Kaibon artinya keibuan. Kala itu Sang Sultan ke-21 itu masih belia, umurnya baru 5 tahun sehingga belum bisa memegang tampuk pemerintahan.
Arsitektur Keraton Kaibon ini unik karena dikelilingi saluran air. Keraton Kaibon ini dihancurkan oleh pemerintah Belanda pada tahun 1832, bersamaan dengan keraton Surosowan. Kini, yang masih tersisa hanya lah gerbang dan pintu-pintu besar yang dikenal dengan nama Pintu Paduraksa yang modelnya khas Bugis.
3. Benteng Speelwijk
View this post on Instagram
my first "golden-hour" sunset... #exploreserang #banten #indonesia #prayforbanten #bantenbangkit #bentengspeelwijk #pesonaindonesia #wonderfulindonesia
A post shared by 🌏 Blogger,Host,Speaker (@rivopahlevi) onDec 28, 2018 at 3:57am PST
Benteng Speelwijk terletak di sisi utara Kesultanan Surosowan. Arsitek yang membangun adalah kepercayaan Sultan Ageng Tirtayasa, seorang keturunan Tionghoa yang kelak bergelar Pangeran Cakradana. Bangunan inilah yang menjadi salah satu alasan Kesultanan Banten memiliki pertahanan yang sulit ditembus dari laut oleh para penjajah dari Eropa yang hendak memasuki nusantara.
Berdasarkan situs Kemendikbud, arsitek Belanda Hendrik Lucaszoon Cardeel juga berperan dalam pembangunan Speelwijk. Lucaszoon membangun Speelwijk pada 1682, lalu dipugar pada 1685 dan 1731. Ia melakukan perubahan atas bangunan yang dirancang arstitek Tionghoa tersebut.
Pada area kawasan Benteng Speelwijk itu terdapat Kerkhoff atau pemakaman orang-orang Belanda. Salah satu makam yang paling besar dan menarik di antara makam-makam tersebut merupakan makam Komandan Hugo Pieter Faure (1717-1763).
[Baca juga : "Jembatan Gantung Situ Gunung Primadona Baru Wisata Sukabumi"]
4. Masjid Agung
View this post on Instagram
Melompat dengan penuh harapan semoga kelak bertemu di masa depan dengan keberhasilan menggapai cita-cita bersama para sahabat tercinta.. ❤️ . . Selamat sore menjelang malam Warga Serang, selamat menantikan adzan Maghrib. . . Foto: @anisaput29 . . #infoserang #visitserang #masjidagungbanten #tourism #indonesia #Beautifulview #beautifuldestinations
A post shared by Info Serang (@infoserang) onMar 10, 2019 at 4:00am PDT
Masjid Agung Banten merupakan satu dari masjid tertua di Indonesia yang penuh dengan nilai sejarah tinggi. Setiap harinya masjid ini ramai dikunjungi para peziarah yang datang tidak hanya dari Banten dan Jawa Barat, tetapi juga dari berbagai daerah di Pulau Jawa.
Masjid ini dikenali dari bentuk menaranya yang sangat mirip dengan bentuk sebuah bangunan mercusuar. Tempat ibadah ini dibangun pertama kali pada 1556 oleh Sultan Maulana Hasanuddin (1562-1557), sultan pertama dari Kesultanan Banten. Ia adalah putra pertama Sunan Gunung Jati.
5. Vihara Avalokitesvara
View this post on Instagram
The Kingdom Of Banten -Vihara Avalokitesvara- Lumayan rame yg ibadah 😆 #vihara #viharaavalokitesvara #viharabanten #banten #kingofbanten
A post shared by Nadal YJ (@25nadalyj) onFeb 4, 2017 at 4:27am PST
Kelenteng tua ini konon dibangun sejak abad ke-16. Pembangunan vihara ini juga tidak bisa dilepaskan dari Sunan Gunung Jati, salah satu dari sembilan wali penyebar agama Islam di Indonesia.
Yang menarik gerbang Vihara Avalokitesvara pada atap berhiaskan dua naga memperebutkan mustika sang penerang (matahari). Gerbang ini seolah menyambut pengunjung di pintu masuk sebelum pengunjung masuk lebih ke dalam vihara yang memiliki nama lain kelentang Tri Darma.
6. Meriam Ki Amuk
View this post on Instagram
MERIAM KIAMUK Menurut cerita, Meriam Ki Amuk dipercaya mempunyai kekuatan gaib. Karena kekuatan suara dentumannya bisa membuat ciut hati pasukan musuh yang mendengarnya. Selain itu ketika meledak dapat membuat musuh kocar-kacir. Hal ini dibuktikan ketika melawan armada laut Portugis maupun Belanda yang akan mendarat di Pantai Banten pada abad ke-15 dan abad ke-18 Selain Kiamuk ada juga meriam si Jagur. Konon kedua meriam kembar ini Ki Amuk dan Si Jagur adalah jelmaan dari prajurit Demak yang dikutuk sehingga berubah wujud menjadi meriam. Dikisahkan, pada saat itu wilayah Pelabuhan Banten dikenal sebagai pelabuhan niaga rempah-rempah yang cukup terkenal sampai ke daratan Eropa sehingga banyak menjadi incaran bangsa asing Meriam ki amuk merupakan salah satu benda bersejarah yg berada di kawasan museum situs kepurbakalaan banten lama. Tulisan : https://daerah.sindonews.com/read/1009862/29/legenda-meriam-ki-amuk-jelmaan-prajurit-demak-yang-dikutuk-1433683186 Foto by @napriyani_ ----------- ----------- #meriamkiamuk #bantenlama #jelajah_serang #jelajahareawisata #kotaserang #kesultananbanten #bantenbagus #meriamantibelanda
A post shared by Jelajah Serang (@jelajah_serang) onAug 16, 2018 at 5:18am PDT
Meriam Ki Amuk terletak di depan Masjid Agung Banten. Meriam milik Kesultanan Banten ini konon digunakan untuk menjaga Pelabuhan Karangantu di Teluk Banten dari serangan musuh. Suaranya yang menggelegar ketika meledak disebut membuat musuh kocar-kacir. Itu dibuktikan ketika melawan armada laut Portugis maupun Belanda yang akan mendarat di Pantai Banten pada abad ke-15 dan abad ke-18. Selain Ki Amuk, ada kembaran meriam ini yakni Si Jagur. Keduanya dikisahkan adalah jelmaan dari prajurit Demak yang dikutuk sehingga berubah wujud menjadi meriam. (Sumber: Artikel travel.tempo.co Foto wacana.co)
...moreTripTrus.Com - Bro-Sis traveler, setelah kita gasin 8 event epic di batch 1, sekarang saatnya lanjut ke 9 event batch 2 yang siap bikin September 2025 lo makin hype! Dari Sulawesi, Lampung, Riau, Banten, sampe Kalimantan, tiap festival bakal kasih vibes beda—dari budaya, seni, kuliner, sampe ritual tradisional. Jadi siapin kalender, outfit kece, kamera, dan energi positif karena gue bakal nemenin lo keliling festival paling hype bulan ini. Rasain, capture, dan bikin memories yang nggak bakal lo lupain, bro-sis!
Festival Pinisi – Bulukumba (11-13 September)
Bro-Sis, kalau lo doyan laut sekaligus budaya, Bulukumba wajib banget masuk list! Kapal Pinisi UNESCO hadir lengkap sama ritual adat seperti annyorong lopi, songka bala ribantilang, ammossi’, sampe andingingi. Lo bisa ikutan nyatu sama budaya lokal, dapetin konten meaningful, sambil santai di pantai. Ada juga UMKM lokal, fashion show, pameran pangan khas, film dokumenter, pasar murah, sunatan massal, lomba perahu, sampe MURI makan ikan terbanyak. Jadi lo bisa chill, peduli sama budaya, dan seru-seruan bareng vibes lokal sekaligus!
Jakarta International Photo Festival (JIPFest) – Jakarta Pusat (12-21 September)
Dari laut ke kota metropolitan, Bro-Sis, JIPFest 2025 hadir di TIM Cikini, GRATIS! Lo bakal diajak explore gimana teknologi, medsos, dan AI nyatu sama hidup kita sehari-hari. Dengan tema “Coexistence”, lo bakal nemuin cara manusia dan teknologi jalan bareng tanpa kehilangan sisi humanis. Ada pameran foto, workshop, kuliah umum, diskusi kreatif, plus 50 bintang tamu. Jangan cuma scroll timeline, gas langsung ke TIM, capture energi visualnya, dan dapetin konten yang estetik plus meaningful abis!
Gema Sulbar – Mamuju (14-22 September)
Bro-Sis, Sulawesi Barat punya Gema Sulbar yang GRATIS, cozy, dan penuh energi kreatif! Lo bisa keliling bazar ekonomi kreatif, nikmatin musik tradisional, kuliner unik, dan seni lokal yang otentik banget. Bisa ngobrol sama kreator lokal, explore fashion tenun, sampai nyobain kuliner kekinian khas Sulbar. Atmosfernya hangat, energik, dan bikin lo ngerasa connected sama budaya lokal. Perfect buat lo yang pengen konten legit dan pengalaman autentik, sekaligus dapet vibes positif dan meaningful!
Tubaba Art Festival – Tulang Bawang Barat (18-20 September)
Bro-Sis, kalau lo pengen seni yang dalem dan immersive, Tubaba Art Festival bakalan nge-hits banget buat lo! Dari tari, teater, musik, film, kriya, sampe sastra, semua nyatu bareng bazar kreatif warga. Lo bakal liat murid sekolah seni sampai seniman internasional kolaborasi total. Ada workshop, pameran, dan panggung live, bikin lo nggak cuma nonton, tapi jadi bagian dari ekosistem seni inklusif. Gratis, santai, tapi vibesnya penuh makna—perfect buat lo yang pengen deeper connection sama seni lokal!
Kenduri Riau – Pekanbaru (19-22 September)
Bro-Sis, Pekanbaru gak kalah hype, nih! Kenduri Riau ngajak komunitas, pengusaha, kreator, dan pariwisata kolaborasi sambil rayain budaya lokal. Lo bakal nemuin UMKM, seniman, dan brand lokal pamerin karya mereka, sambil nikmatin vibes kota yang makin kece. Acara ini bukan sekadar show, tapi pengalaman yang bikin lo jadi bagian ekosistem kreatif Riau. Dari community hangout, produk lokal, sampe atmosfer kota, semua nyatu jadi festival yang meaningful dan Instagrammable. Perfect buat lo yang pengen konten legit plus pengalaman autentik!
[Baca juga : "Festival Nusantara September 2025, Gaskeun Explore Budaya & Kreativitas Lo! Batch 1"]
Seren Taun Kasepuhan Cisungsang – Lebak (22-29 September)
View this post on Instagram
A post shared by Hutan Sosial (@hutansosial)
Bro-Sis, siapin hati karena Seren Taun Kasepuhan Cisungsang bakal jadi pengalaman spiritual dan seru sekaligus! Lo bisa ikut ritual panen padi, pantun, Bubuka, Balik Taun Rendangan, sampe prosesi Ngareremokeun. Rasain gotong royong, syukur, dan spiritualitas lewat seni tradisional. Outfit ala milenial tapi sopan wajib dibawa, plus kamera biar bisa capture momen otentik. Festival ini perfect buat lo yang pengen meaningful content sekaligus pengalaman budaya yang autentik dan memorable, bro-sis!
Balikpapan Fest – Balikpapan (24-28 September)
Bro-Sis, Balikpapan Fest ke-6 siap nyuguhin vibes “Harmoni Nusantara” yang unik! Budaya pesisir, pedalaman, dan keraton kolaborasi di panggung yang sama. Lo bisa nikmatin kuliner, tarian tradisional, musik daerah, plus kreasi kontemporer—semua dalam satu journey. Gratis dan penuh edukasi, festival ini bikin lo ngerasain miniatur Indonesia yang hidup, estetik, dan seru. Cocok banget buat lo yang pengen feed Instagram kece sekaligus pengalaman budaya yang lengkap!
Makassar International Eight Festival & Forum (F8 Makassar) – Makassar (24-28 September)
Bro-Sis, F8 Makassar ngumpulin 8 subsektor kreatif: Fusion Music, Fashion, Film, Fine Arts, Fiction Writers, Folks, Flora & Fauna, sampai Food & Fruit. Lo bakal masuk arena seni, fashion show, kuliner Nusantara, sampe talkshow seniman. Dengan tema “FUNtastic Eight”, tiap elemen punya highlight sendiri. Vibesnya fun, colorful, dan super contentable buat lo yang doyan pengalaman budaya lengkap dan memorable. Jangan cuma nonton, tapi gasin semua energi lo di sini, bro-sis!
Festival Salo Karajae – Parepare (27 September – 1 Oktober)
Bro-Sis, penutup September 2025 bakal epic banget lewat Festival Salo Karajae! Lomba tradisional gokil kayak dayung, tangkap bebek, tari kreasi, sampe lomba mancing bikin lo belajar kearifan lokal sambil fun bareng. Musik tradisional berpadu band indie & musisi ternama bikin vibe malam makin enerjik. Plus, ada pameran UMKM & kuliner lokal. Gratis dan terbuka buat semua, festival ini wajib lo datengin, capture vibes, dan bikin memories epic yang nggak bakal lo lupain!
Bro-Sis traveler, September 2025 tuh bukan bulan biasa—ini bulan full festival, budaya, seni, kuliner, dan kreativitas dari Sulawesi, Lampung, Riau, Banten, Kalimantan, sampe Makassar. Lo bakal dapet pengalaman meaningful, feed-worthy, dan berkontribusi ke komunitas lokal. Jadi siapin tiket, kamera, outfit kece, dan energi positif karena tiap festival bakal kasih cerita dan vibe beda tapi epic abis! Datang langsung, rasain vibes, dan bikin memories yang nggak bakal lo lupain, bro-sis! (Sumber Foto @am1rpajjokka)
...moreTripTrus.Com - Subang, salah satu kabupaten di bagian utara Jawa Barat menjadi saksi sejarah penting di Indonesia. Terdapat museum berbentuk rumah yang menjadi saksi bisu kejadian penting pada masa itu. Di mana rumah tersebut menjadi lokasi penyerahan kekuasaan Belanda terhadap Jepang di Indonesia.
Biasa ke Kalijati (Subang) sesuka hati sih kalau lagi mumet banget. Tapi berasa seperti pecinta sejarah yang jahat karena selalu nggak punya waktu buat datang ke sini. Ini padahal nggak jauh amat dari rumah uwak sendiri -_- #RumahSejarahKalijati #8Maret1942
A post shared by Fajar Muhammad Rivai (@fajar.reconquista96) onSep 13, 2016 at 6:23pm PDT
Sebagaimana kita tahu, Belanda telah menjajah Indonesia selama 350 tahun lamanya. Dan tepatnya pada tanggal 8 Maret 1942 Belanda kemudian menyerahkan kekuasaannya di Indonesia kepada Jepang. Rumah Sejarah Kalijati sendiri diresmikan sebagai museum pada tanggal 21 Juli 1986.
Rumah Sejarah Kalijati dibangun untuk mengenang kejadian penting pada masa itu. Agar pengunjung yang datang dan mengunjungi lokasi tersebut mengetahui dengan jelas seperti apa kejadian dan bisa melihat foto-foto sejarah yang ada disana.
[Baca juga : 4 Wisata Sejarah Dan Edukasi Di Bogor Ini Cocok Untuk Liburan]
Berlokasi di kawasan Pangkalan Udara TNI AU Lanud Suryadarma Kalijati Subang, Rumah Sejarah Kalijati cukup mudah diakses dan mudah ditemukan keberadaannya. Perjalanan yang ditempuh baik dari Bandung maupun dari Jakarta kurang lebih sekitar 2 jam perjalanan darat.
Rumah Sejarah Kalijati berada dibawah naungan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Subang. Rumah yang menjadi museum ini berbentuk seperti rumah biasa pada umumnya yang terdiri atas beberapa ruangan dan terpajang foto maupun keterangan cerita kronologis peristiwa penting yang terjadi di rumah tersebut.
Beberapa ruangan yang ada didalamnya juga menjelaskan miniatur kejadian yang terjadi saat penyerahan kekuasaan Belanda terhadap Jepang. Dimana terdapat ruangan yang ada seperangkat kursi dan di atas kursi tersebut ada keterangan nama-nama tokoh yang melakukan perundingan di masa itu.
Pengunjung yang datang akan dipandu oleh petugas yang bertugas menjaga dan memandu pengunjung disana. Rumah yang dulunya digunakan sebagai tempat tinggal Perwira ini kini masih dalam kondisi terawat. Karena ada 3 petugas juga yang bertugas untuk menjaga dan membersihkan Rumah Sejarah Kalijati.
Dengan mengunjungi museum Rumah Sejarah Kalijati, pengunjung merasa terbawa suasana masa lalu. Selain itu pengunjung bisa lebih mengenal sejarah dan kejadian penting yang terjadi saat itu. (Sumber: Artikel purwasuka.id, Foto tempatangker.com)
...more