TripTrus.Com - Salah satu cara untuk menantang diri sendiri adalah dengan melakukan solo traveling. Berpetualang menyusuri tempat baru seorang diri akan memberikan banyak hal positif untuk Anda. Mulai dari kepercayaan diri dan keberanian yang bertambah, lebih mengenal siapa Anda sebenarnya, hingga punya banyak kenalan baru.
Sayangnya, keinginan untuk bersolo traveling seringkali tertunda karena mitos-mitos sepele yang membuat Anda enggan untuk melakukannya. Kira-kira apa saja ya? Dirangkum dari notable.ca, Rabu berikut ini mitos tentang solo traveling yang tak boleh Anda percaya.
1. Solo Traveling Membosankan
Selama melakukan solo traveling Anda tentu akan pergi ke tempat-tempat menarik seperti objek wisata atau cafe bukan? Perasaan bosan tak akan menghantui Anda saat mengunjungi destinasi seperti ini. Ditambah lagi canggihnya teknologi bisa membuat Anda bertemu dan berkenalan dengan traveler lain dari penjuru dunia dengan mudah. Anda bisa berkomunikasi dengan teman baru dan momen traveling pun jadi lebih menyenangkan.
2. Solo Traveling Tidak Aman
Tak ada tempat yang aman di dunia ini. Tapi, kalau terus dihantui dengan pikiran kalau solo traveling tidak aman, justu tak akan membuat Anda maju. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menjaga keamanan selama perjalanan liburan seperti berpakaian seperti cari informasi tempat wisata, penduduk lokal, dan masih banyak lagi.
3. Solo Traveling Tidak Menyenangkan
Traveling sendirian adalah kegiatan yang sangat menyenangkan dan baik untuk jiwa Anda. Sensasi yang berbeda pun bakal Anda rasakan selama melakukan kegiatan ini. Hal membahagiakan yang dapat dirasakan adalah Anda bisa menantang sejauh mana keberanian yang dimiliki serta lebih mengenal diri sendiri. Anda pasti akan merasa bangga akan pencapaian ini.
4. Solo Traveling Bukan Hal yang Keren
Keren mana jadi mandiri atau bergantung dengan orang lain saat traveling? Anda tentu setuju kalau bisa berkeliling dan menjelajah tempat baru seorang diri adalah hal yang membanggakan. Anda tak perlu merepotkan teman, kekasih, atau keluarga. Selain itu, banyak hal yang bisa Anda dapatkan selama melakukan kegiatan ini. Pengalaman ini pasti akan jadi sesuatu yang tak akan terlupakan seumur hidup Anda.
Jadi, tunggu apalagi. Lakukan solo traveling selagi Anda bisa. (Sumber: Artikel liputan6.com)
...moreTripTrus.Com - Berlibur ke Wisata Sejarah Prasasti Ciaruteun. Jika anda ke Bogor, bisa mampir ke situs sejarah prasasti ciaruteun. Di sana anda akan melihat batu dengan berat delapan ton kokoh bernaung di sebuah cungkup. Terdapat “pandatala” (tapak kaki) yang tercetak jelas di bagian atasnya dan sederet prasasti dengan huruf Palawa- berbahasa Sansekerta. Tapak kaki tersebut, konon adalah tapak kaki milik Maharaja Purnawarman yang kala itu memimpin kerajaan Tarumanegara.
#karyawisata #badar496 #PrasastiCiaruteun
A post shared by Mulyantik (@mulyantik) onApr 30, 2014 at 5:56am PDT
Letak batu awalnya di pinggir sungai, berjarak 100 meter di lokasi saat ini. Dan, di 1981 batu tersebut dipindah di bawah cungkup hingga sekarang ini. Nah, sebab lokasi awal batu yang berada di tepi kali Ciaruteun inilah, maka batu itu lebih dikenal dengan sebutan Prasasti Ciaruteun.
Pada prasasti tersebut tertulis, “vikkrantasyavanipateh shrimatah purnavarmmanah tarumanagararendrasya vishnoriva padadvayam”. Yang artinya : “Pada kedua telapak kaki yang mirip dengan telapak kaki milik Wisnu ini, adalah kepunyaan raja gagah berani yang paling masyur yakni Purnawarman penguasa dari Tarumanagara”.
Tiga situs lain yang letaknya tak jauh dari prasasti Ciaruteun adalah prasasti Situs Congklak, Kebun Kopi dan juga Prasasti Batutulis.
[Baca juga : 11 Makanan Khas Betawi Terpopuler]
Letak prasasti batu tulis adalah sekitar 300 meter dari letak situs Batu Congklak menuju ke arah Utara. Prasasti ini ukurannya paling besar jika dibandingkan dengan tiga prasasti lain. Bahkan pada bagian bawahnya sampai dengan saat ini masih terendam air dari aliran sungai.
Dengan ukuran yang relatif besar dan berat inilah yang menjadikannya masih berada di tempat awalnya hingga saat ini. Pada bagian atas batu tersebut, ada sederet tulisan berbahasa Sangsekerta. Tapi sayangnya, tak ada literatur yang bisa menjelaskan secara gamblang maknanya.
Pada prasasati Ciaruteun, seluruhnya adalah objek wisata yang tinggi kandungan sejarahnya. Selain memang menarik dikunjungi dan dijadikan bahan pembelajaran anak. Tapi memang, untuk bisa mencapainya para pengunjung musti berjalan kaki agak jauh mencapai 1,5 kilometer dari arah jalan raya. Jika terasa tak kuat, anda bisa juga menggunakan fasilitas motor untuk mengojek.
Di lokasi wisata, sedikit kekurangannya adalah tak adanya areal parkir berukuran luas untuk anda yang naik kendaraan roda empat. Makanya, praktis seluruh kendaraan yang datang dan diparkir akan membahayakan kendaraan yang lewat. (Sumber: Artikel sewakost.com, Foto vakansinesia.com)
...moreTripTrus.Com - Ngomongin gunung, bro, Indonesia emang dikelilingi gunung-gemun yang indah banget dan bikin kagum. Nah, buat yang doyan mendaki, gunung tuh jadi pilihan favorit buat ngehabisin masa libur panjang, pastinya.
Pasalnya, gunung punya kecantikan dan daya tarik sendiri, terutama buat pecinta alam. Makanya, banyak pendaki yang demen banget mendaki gunung buat menikmatin keindahannya.
Tapi, siapa nyangka, di balik keindahannya, ada yang bilang kalo gunung itu tempat paling angker dan penuh cerita mistis. Bahkan sering banget mereka yang suka mendaki gunung ngalamin kejadian-kejadian aneh waktu mendaki.
Cerita mistis ini nggak cuma dari orang-orang yang tinggal di sekitar gunung aja, tapi juga dari para pendaki yang langsung ngalamin sendiri pas mendaki. Meskipun ada hal-hal mistis, beberapa gunung di Indonesia malah jadi favorit para pendaki. Nah, berikut daftar gunung paling angker di Indonesia yang wajib kamu tau.
1. Gunung Semeru
Gunung Semeru, si raja gunung di pulau Jawa, bro. Tingginya sampe 3.676 mdpl, makanya jadi gunung paling tinggi di Jawa. Nggak heran banyak pendaki yang mampir kesini setiap tahun. Tapi, siapa nyangka, di balik keelokan itu, Semeru juga punya cerita-cerita misteri yang bikin dia masuk daftar gunung paling angker di Indonesia, loh.
Cek Arcopodo, misalnya. Tempat yang sering jadi pos nongkrong buat para pendaki. Di tempat ini ada 2 patung prajurit dari Kerajaan Majapahit yang bisa muncul atau ilang begitu aja, keceplosan gitu.
Lalu ada larangan ngambil ikan emas di Danau Ranukumbolo, katanya ikan-ikan itu jadi penjaga danau yang bermutasi jadi ikan. Ada juga cerita tentang Dewi Ranukumbolo, sosok dewi yang suka muncul pake kebaya kuning di situ. Sampe di puncak Mahameru, di sana konon para dewa ngumpul dan tinggal. Mereka nyaman banget disitu, bro.
2. Gunung Kelud
Gunung Kelud, tuh gunung yang paling angker, nih, bro. Lokasinya di Jawa Timur, geng. Gunung ini termasuk gunung yang paling aktif di Indo, loh, dan terakhir meletus tahun 2014. Di gunung ini banyak cerita mistis yang bikin heboh para pendaki dan warga sekitar. Ada jalan misterius yang bisa bikin mobil jalan sendiri, padahal jalan datar dan mesin mati, serem banget!
Ada juga larangan buat ngelewatin Hari Keramat Wage, katanya angker banget tuh hari, jadi masyarakat sekitar Kelud harus hati-hati. Soalnya, di tahun 1955, 1966, 1990, 2007, dan 2014, letusan gunung itu kejadian pas Hari Wage (kalender Jawa). Nggak cuma itu, ada legenda turun-temurun di masyarakat sekitar Kelud. Katanya, setiap bulan Suro (kalender Jawa), mereka lakuin ritual buat nolak sumpah yang dikasih sama Lembu Suro. Ritualnya juga sebagai ungkapan rasa syukur ke Sang Hyang Widhi, bro.
3. Gunung Rinjani
Gunung Rinjani, bro, itu gunung di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Ngga nyangka, loh, gunung ini jadi gunung berapi tertinggi kedua di Indo, tingginya sampe 3.726 meter di atas permukaan luat! Tiap tahunnya banyak pendaki yang kepincut buat naik gunung ini dan nikmatin indahnya alam dari puncak. Eh, tapi siapa nyangka, Gunung Rinjani juga masuk kategori gunung paling angker di Indo, bro. Nama "Rinjani" itu dari seorang putri namanya Dewi Anjani. Nah, dulu si Dewi Anjani itu manusia biasa yang ninggalin dunia dan nyepi di gunung.
Abis nyepi, dia dapet kesaktian sampe diangkat jadi ratu sama bangsa jin di gunung itu, bro. Gunung Rinjani punya danau, namanya Danau Sagara Anak. Danau ini dianggep tempat suci dan dihormatin banget sama warga sekitar, terutama Suku Sasak.
Mereka percaya kalo orang berenang di danau ini tapi ada niat jahat, bakal bawa sial, bro. Jadi, makhluk-makhluk di danau, tuh, pada marah dan bisa tarik orang itu masuk ke danau, serem, kan?
4. Gunung Lawu
Gunung Lawu, bro, itu ada di perbatasan Jateng sama Jatim. Nah, gunung ini punya banyak cerita mistis yang udah terkenal sampe ke segala penjuru, lho. Salah satunya cerita tentang tiga puncak utamanya yang masing-masing punya kisah sendiri-sendiri, bro.
Puncak Hargo Dalem itu dipercaya jadi tempat pamoksan Prabu Bhrawijaya Pamungkas. Puncak Hargo Dumiling jadi tempat pamoksan Ki Sabdopalon, dan puncak Hargo Dumilah dipercaya jadi tempat buat meditasi, bro. Banyak yang percaya kalo Gunung Lawu itu pusat kegiatan spiritual di Jawa, dan ada hubungannya dengan Budaya Praja Mangkunegaran beserta tradisinya. Makanya, setiap pendaki wajib taat pada segala larangan dan patangan yang ada.
Cerita mistis lainnya yang super terkenal itu ada Pasar Setan, bro. Konon katanya, kalo pendaki yang beruntung melewati jalur ke pos lima, bakal denger suara yang bilang, "beli apa dik". Kalo gitu, pendaki itu harus buru-buru ambil barang di sekitarnya, kayak batu, ranting, daun, dan sejenisnya, bro.
[Baca juga : "Destinasi Seru Dan Aman Buat Solo Traveler Perempuan Di Indonesia!"]
5. Gunung Salak
Gunung Salak, bro, itu sering dikunjungi sama pecinta alam karena punya jalur pendakian yang menantang abis. Tapi nggak cuma itu, Gunung Salak juga terkenal banget sama cerita-ceria mistisnya dan dipercaya jadi gunung suci oleh masyarakat Sunda, bro. Katanya sih, gunung ini jadi tempat Prabu Siliwangi menghilang. Keren banget, kan?
Tapi hati-hati, bro, Gunung Salak ini dianggap gunung paling angker. Mulai dari Kawah Ratu, banyak banget korban jiwa yang terhirup gas beracun, parah kan? Ada juga cerita mistis tentang danau di sana, bro. Katanya, kalo ada yang berenang di danau itu dengan niatan buruk, dia bakal alamin kesialan parah, bro.
Makhluk-makhluk yang di dalam danau, mereka bakal marah dan nyeret orang itu masuk ke dalam danau, serem banget, kan? (Sumber Foto @steelorca.io)
...moreTripTrus.Com - Banyuwangi tuh emang nggak ada matinya! Buat lo yang suka jalan-jalan sambil nikmatin pantai-pantai kece, Banyuwangi wajib banget masuk list! Di sini ada banyak pantai tersembunyi yang nggak kalah keren sama yang udah terkenal. Selain Ijen yang hits, lo bakal dikejutkan sama keindahan alam yang jarang orang tahu. Check this out, 7 pantai rahasia yang bisa bikin lo speechless!
1. Pantai Pulau Merah (Red Island)
Lo doyan sunset? Pantai Pulau Merah wajib banget di-check! Lokasinya di Desa Sumberagung, Pesanggaran, sekitar 2,5 jam dari pusat kota Banyuwangi. Pasir pantainya unik, merah bercampur putih, dan ada pulau kecil yang bisa lo jelajahi pas air laut lagi surut. Buat yang suka surfing, ombaknya pas banget buat latihan, tapi hati-hati, ombaknya kenceng!
2. Pantai Wedi Ireng
Pantai yang satu ini punya pasir hitam vulkanik yang khas, ditambah dengan pasir putih yang bikin lo betah lama-lama di sini. Lokasinya di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, sekitar 2-3 jam perjalanan dari Banyuwangi. Bisa berenang atau snorkeling di sini, tapi jangan lupa hati-hati sama ombaknya yang kadang cukup besar. Lo juga bisa naik perahu lokal ke pulau dekat situ, lo harus coba deh!
3. Pantai Sukamade
View this post on Instagram
A post shared by BANYUWANGI PUNYA (@banyuwangipunya)
Mau liat penyu bertelur? Di Pantai Sukamade, lo bisa banget nemuin penyu-penyu hijau bertelur di malam hari! Lokasinya di Sarongan Village, Meru Betiri National Park, sekitar 3-4 jam perjalanan dari Banyuwangi. Jangan lupa, lo bisa nginep di penginapan lokal dan bantu penyu kecil ke laut. Dijamin pengalaman yang nggak bisa lo lupain!
4. Pantai Teluk Hijau
Kalo lo suka pantai yang asri dengan pemandangan menawan, Teluk Hijau jawabannya. Pasir putih, air laut biru toska, dan hutan hijau di sekitar pantai bikin lo bener-bener serasa di surga. Bisa dikelilingi monyet juga lho, yang kadang nongol di sekitar pantai. Akses ke sini bisa lewat darat pakai kendaraan off-road, atau naik perahu tradisional dari Rajegwesi Beach.
[Baca juga : "Pantai Banyuwangi Buat Semua Jenis Peselancar!"]
5. Pantai Senggrong
Suka snorkeling? Senggrong di Alas Purwo National Park wajib dicoba. Banyak banget terumbu karang dan ikan warna-warni yang bakal bikin lo betah di dalam air. Tapi, pantainya agak terpencil, jadi lo harus berangkat pagi banget buat ngeburu sunrise dan menikmati keindahan bawah laut sebelum ombak tinggi datang.
6. Pantai Parang Ireng
Pantai ini punya pemandangan yang unik banget. Di sebelah kiri ada pasir kasar kayak merica, sebelah kanan ada batu karang hitam hijau, dan di tengah ombak biru yang gila banget! Lokasinya di Alas Purwo National Park, dan karena tempatnya tersembunyi, lo bisa nanya sama warga lokal atau petugas taman nasional buat sampai ke sana.
7. Pantai Plengkung (G-Land)
Untuk lo yang suka surfing, G-Land pasti udah nggak asing lagi. Pantai yang ada di Alas Purwo National Park ini terkenal dengan ombaknya yang besar banget, sampai jadi tempat favorit para surfer internasional. Bisa diakses lewat Bali atau lewat darat, perjalanan agak berat tapi sebanding sama ombak dan pemandangan yang bakal lo dapetin.
Jadi, siap-siapin kamera dan packing barang lo! Banyuwangi siap buat lo jelajahi, dan lo bakal ngerasain petualangan yang nggak bakal lo lupain. Jangan lupa jaga kebersihan ya, biar pantai-pantai kece ini tetap bisa dinikmati generasi berikutnya! (Sumber Foto @riiieen_)
...moreTripTrus.Com - Bro dan Sis traveler, siap-siap deh buat pengalaman yang nggak cuma selfie doang! Pulau Bintan itu nggak cuma keren karena pantainya, resornya, atau sunsetnya, tapi dia nyimpen warisan budaya yang gue yakin bakal bikin lo chill sekaligus mikir. Dari desa tradisional yang rumah panggungnya unyu sampai kuil kuno yang penuh aura spiritual—semua bisa lo temuin di Bintan. Jadi jangan cuma bawa baju pantai, bawa juga rasa penasaran lo buat ngebongkar kisah di baliknya. Yuk, mulai jejak budaya kita!
1. Kampung Panglong – Rumah Panggung & Dapur Arang yang Khas
Di Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong, ada Kampung Panglong yang vibe-nya tuh beda, bro. Rumah-rumah panggung kayu berdiri di atas, jalurnya setapak, suasananya tuh kaya lo lagi time travel ke masa lalu Melayu. Nah, dapur arang kubah di situ itu, mirip rumah es-kimo, dulu Panglong ini jadi produsen arang terbesar di Bintan tahun 1920-an. Meskipun sekarang produksi arangnya udah nggak jalan, bangunan uniknya tetep ada, jadi saksi bisu sejarah. Lo bisa ngerasain banget atmosfer budaya tradisional yang udah berdiri kokoh meski zaman udah ganti.
2. Masjid Raya Sultan Riau – Majestic & Penuh Arsitektur Multikultur
View this post on Instagram
A post shared by Rizky Budiarto (@buruhurban)
Abis dari Panglong, lo bisa nyebrang ke Pulau Penyengat buat mampir ke Masjid Raya Sultan Riau. Warnanya kuning-hijau yang mencolok, bikin kesan kerajaan Melayu yang elegan. Arsitekturnya tuh ga biasa: campuran gaya Melayu, Arab, India, bahkan Turki. Uniknya lagi, bangunan ini pake putih telur sebagai bahan perekat, loh—ya, putih telur! Cocok sama pasir dan kapurnya, jadi selain indah juga awet strong. Di dalemnya ada Al-Quran tulisan tangan tua yang umurnya lebih dari 150 tahun, bikin suasana mistis plus ngebawa lo ke zaman dimana religi dan arsitektur jadi satu kesatuan sakral.
3. Desa Senggarang – Jejak Tionghoa & Kehidupan Nelayan yang Damai
Sis, kalo lo suka suasana adem, damai, dan tradisional, Desa Senggarang wajib masuk list. Ini tempat imigran Tionghoa periode abad ke-18 menetap. Ada kuil Lau Ya Keng dan Kuil Banyan Tree yang udah lebih dari 200 tahun umurnya, plus rumah panggung, gang-gang kecil, cermin di atas pintu (katanya tolak roh jahat) yang bikin nuansanya magis. Loe bisa nongkrong sambil ngerasain kayak di kampung halamannya orang-orang tua, sambil nyicipin jajanan lokal yang sederhana tapi rasanya ngena.
[Baca juga : "Liburan Santuy Dekat Pelabuhan Merak, Nih Spot Hitsnya!"]
4. Grotto Santa Maria – Ziarah & Kedamaian Tropis
Buat lo yang pengen merenung sambil adem udara laut, Grotto Santa Maria di dekat Pantai Trikora jadi spot yang pas. Ada jalan salib, ada patung Bunda Maria beratnya sekitar 250 kg yang menyambut lo di area ini. Tempat ini dibangun sejak tahun 1960-an oleh komunitas Katolik kecil, tapi spiritualitas dan ketenangannya tuh berasa banget. Alam tropis + suara ombak + doa + patung-patung di sepanjang jalan → kombinasi yang bikin hati relax tapi juga mikir betapa kayanya keragaman budaya dan iman di Bintan.
5. Vihara Ksitigarbha Bodhisattva alias Kuil 500 Lohan – Patung Banyak & Meditasi Visual
Terakhir bro & sis, jangan lupakan Vihara Ksitigarbha Bodhisattva, yang terkenal juga sebagai Kuil 500 Lohan. Begitu masuk halaman, lo bakal disuguhi ratusan patung Arhat / Lohan, masing-masing dengan ekspresi dan detail yang beda-beda, lo bisa liat wajah damai, serius, kontemplatif, semuanya tertata rapi. Atmosfernya sunyi tapi kuat, cocok banget buat yang pengen break sejenak dari hiruk pikuk. Di sinilah lo merasakan kekayaan spiritual dan visual yang bukan cuma Instagrammable, tapi juga punya kedalaman makna.
Bro & Sis traveler, Pulau Bintan itu bukan cuma destinasi liburan biasa—ini panggung hidup budaya, sejarah, religi, dan spiritualitas yang saling bersinergi. Setiap sudut punya cerita: dari Panglong yang kayak museum terbuka sampai kuil dan masjid yang berbicara lewat arsitektur dan ritual. Jadi waktu loe ke Bintan, jangan cuma selfie di pantai atau resort doang, tapi explore juga warisan budaya yang bikin lo makin ngerti tentang manusia, lingkungan, sejarah. Loe bakal pulang nggak cuma dengan kulit yang gosong, tapi dengan hati yang kaya oleh makna. Selamat jelajah, bro & sis, semoga petualangan budaya lo paling memorable! (Sumber Foto @genpiindonesia)
...moreMenyelam dan melihat terumbu karang yang cantik nan memukau di dasar laut memang sangat menggairahkan, tetapi menyelam dan menyusuri bebauan granit bawah laut, masuk diantara sela batuan granit tersebut memberi pengalaman tersendiri bagi saya.
Belitung terkenal dengan pantai yang indah dan dipadu dengan batuan granit besar yang menambah kesan exotisnya. konon tempat seperti itu hanya ditemukan di dua tempat di dunia yaitu Belitung dan satu lagi di kepulauan Seychelles, Afrika Tengah.
Penyelaman kali ini saya lakukan di salah satu spot diving di perairan Tanjung Kelayang, sisi utara pulau Belitung. Spot tersebut bernama Batu Malang Penyu. Nama Batu Melang Penyu sendiri diambil karena spot penyelaman ini berada di sekitaran batu granit besar yang berbentuk penyu dan berada sendirian di tengah lautan, yah sungguh malang. Kita bisa melihat batu ini dari kejauhan ketika kita berada di pantai Tanjung Kelayang.
Baiklah, sekarang akan kita mulai cerita penyelaman kita menyusurui batuan granit bawah laut Belitung. Ketika mulai penyelaman, sajian terumbu karang yang cantik menyambut kita di kedalaman dua meter. Semakin masuk ke dalam kita akan melewati celah yang terbentuk dari reruntuhan batu granit tersebut. Adrenalin mulai terpacu, celah tersebut mulai menyempit dan hanya bisa di lewati oleh satu orang. Kita harus hati-hati dan tidak boleh memegang sembarangan karena banyak sisi yang tajam dan mungkin bisa melukai kita.
Penyelam harus cepat melewati celah tersebut karena terkadang ada arus yang bisa melemparkan kita apalagi jika kita menyelam di musim Barat yaitu periode November – Februari karena ombak dan arus di Belitung akan lebih kuat saat musim tersebut. Keluar dari celah tersebut kita akan melihat reruntuhan batuan granit yang sudah di tumbuhi terumbu karang di atasnya. Batuan granit tersebut tersusun cantik berpadu dengan warna-warni coral dan ikan karang yang bermain seakan menggoda kita. Menyusuri dan menyelami batuan granit Belitung tidak hanya memanjakan mata dan juga adrenalin kita.
Dari segi ilmu pengetahuan kita juga bisa mencoba mengetahui dan meneliti dari mana Batuan granit tersebut berasal. Batu Granit besar yang kita lihat di daratan Belitung ternyata hanya sebagian kecil. Di dasarnya Batuan granit tersebut menyambung antara satu batu dengan batu yang lain. Setelah puas diving kita bisa memanjat ke atas Batuan tersebut dan melihat landscape yang sangat indah dari atasnya.
Di atas batu Malang Penyu ini kita bisa menemukan telur burung Camar dan juga banyak Ular laut yang bersembunyi disela bebatuan. Petualangan diving menyusuri bebatuan granit bawah laut Belitung sungguh tak terlupakan. Belitung sungguh indah, begitu pun Indonesia. Jaya Nusantara.
...moreTripTrus.Com - Makam adalah tempat peristirahatan terakhir bagi manusia yang telah mengakhiri pengabdiannya di dunia ini. Semua orang pasti akan dimakamkan diakhir hayatnya. Di Indonesia, banyak makam yang diperuntukan untuk mengenang jasa para pahlawan. Tapi tahukah kamu jika di Indonesia terdapat makam Belanda?
Ereveld. Makam ini dibuat pada tahun 1946. Walaupun makam ini merupakan makam yang dibuat oleh bangsa Belanda, namun jenazah yang dikuburkan di makam ini merupakan korban perang saat zaman Perang Dunia II, baik warga sipil, tentara Belanda, maupun para pejuang Indonesia yang dimana 70 persennya adalah warga sipil.
"Selain untuk menghormati para korban perang. Makam ini diciptakan untuk memberitahukan generasi muda bahwa perang hanya akan menyebabkan banyak korban. Inilah dampak dari perang, maka dari itu hindari perang dengan cara yang diplomatis."
Di Indonesia, terdapat 7 makam belanda. Berikut 7 Makam Ereveld di Indonesia.
1. Ereveld Kembang Kuning, Surabaya
Ratusan perempuan dan anak-anak dengan hati was - was, tergesa meninggalkan ruang - ruang penahanan, naik ke atas truk yang menjemput mereka di pelataran Kamp Darmo, Surabaya. Truk - truk yang mereka tumpangi berkonvoi dikawal pasukan Inggris yang empat hari sebelumnya mendarat di Surabaya. Hari itu, 29 Oktober 1945, saat matahari baru merangkak dari peraduan, Surabaya memanas. Konvoi truk yang membawa perempuan dan anak - anak terjebak di tengah daerah pertempuran. Mereka, tak luput menjadi sasaran amuk Laskar Rakyat. Lega sesaat yang baru saja dinikmati, diganti lega menuju keabadian. Patok - patok putih ini, membuat mata memanas dan basah pada satu siang di pertengahan Juli 2015 lalu. Mereka, 8 (delapan) bersaudara, 4 di antaranya kembar, anak - anak dari satu keluarga Belanda yang menjadi korban pada pertempuran Surabaya 27 - 29 Oktober 1945 lalu. #jejaksunyi #TukangKuburan #tooyoungtodie #gonetoosoon #worldwar2 #ww2 #pertempuransurabaya #thebattleofsurabaya #history #story #travelgram #silent #photogram #kembangkuning #ereveldkembangkuning #graveyard #surabaya #1945
A post shared by Olive Bendon (@olive_ssb) onOct 28, 2016 at 10:50am PDT
Pemakaman ini berada di sekitar kawasan Makam Kembang Kuning. Kompleks pemakaman ini telah ada sejak zaman kolonial Belanda tahun 1917. Kompleks makam ini sebelumnya hanya diperuntukkan untuk warga negara Belanda , termasuk Eropa. Keberadaannya masih difungsikan sampai saat ini dan kemudian berkembang menjadi makam bagi pemeluk agama Kristen, Katolik, dan Tionghoa dengan pagar sebagai pembatasnya. Tidak semua orang dapat memasuki kawasan ini tanpa izin dari konsulat Belanda. Hanya pada hari dan kegiatan tertentu saja makam ini dibuka untuk umum.
2. Ereveld Leuwigajah, Cimahi
Cimahi, Mei 2016 Ereveld Leuwigajah Cimahi. Orang-orang yg dimakamkan di sini tidak hanya yg beragama Kristen Protestan & Katholik saja, ada juga beberapa makam orang yg beragama Islam di taman pemakaman kehormatan ini (perhatikan bentuk nisannya!). Mereka yg dimakamkan di sini adalah mantan serdadu KNIL, serdadu KL (AD Kerajaan Belanda), pegawai Pemerintah Hindia-Belanda atau orang sipil yg punya jasa kepada Pemerintah Hindia-Belanda. . . . #dutchgraveyard #ereveldleuwigajah #indonesianhistory #repost
A post shared by Herdis Kusmawardhana Saiman (@herdis_k_saiman) onApr 12, 2017 at 5:48pm PDT
Ereveld Leuwigajah merupakan salah satu taman pemakaman Belanda yang berada di daerah Cimahi. Menurut beberapa sumber menyatakan bahwa di tempat wisata Leuwigajah ini setidaknya ada 5.200 jasad yang dimakamkan di tempat ini, dan masih ada sekitar 25.000 jasad yang dimakamkan di Ereveld lainnya. Memang jumlah yang cukup fantastis dan tentu anda dapat membayangkan luas tanah untuk taman pemakaman ini.
Ketika anda masuk ke taman ini, anda dapat melihat sebuah monumen serta prasasti yang bertuliskan “ter eerbiedige nagedachtenis aan de vele ongenoemoen die hun leven offerden en niet rusten op deerevelden” di mana tulisan ini memiliki makna tersendiri. Jika diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, arti dari tulisan tersebut adalah“untuk mengenang dengan hormat mereka yang tak disebut tetapi telah mengorbankan dirinya dan tidak bisa beristirahat di taman-taman kehormatan”. Melihat arti dari tulisan ini tersirat bahwa Ereveld yang dibangun tersebut menjadi tempat yang layak bagi para pahlawan yang mungkin tidak mendapat tempat di tempat pemakaman pahlawan.
3. Ereveld Kalibanteng, Semarang
Hier zagen we je zitten. Op een bankje, in de schaduw van een boom, een sigaret in je ene en een kopje koffie in je andere hand. Vandaag ben je voor altijd hier, in jouw geliefde Semarang. Lieve papa, je bent eindelijk weer thuis. #semarang #ereveldkalibanteng #java
A post shared by Angélique Heijligers (@angelique_heijligers) onApr 28, 2017 at 1:28am PDT
Ereveld Kalibanteng berdiri pada April 1949 sebagai Pemakaman Perang Belanda, Ereveld ini memiliki desain berbentuk segitiga dengan dipagari pepohonan dan kanal kecil. Komplek ereveld yang dalam bahasa Indonesia berarti Taman Kehormatan, sengaja dibangun Yayasan Oorlogsgravenstichting atau yayasan kuburan perang agar warga sipil Belanda maupun pasukan negara kincir angin yang berada di Indonesia pada saat perang dulu supaya mereka dapat beristirahat dengan kehormatan.Karena keindahan yang dimiliki oleh ereveld kalibanteng ini, kompleks pemakaman yang biasanya terkesan angker dapat hilang, bahkan kesan indah dan sebaliknya kendati berupa komplek pemakaman, Ereveld Kalibanteng sangat enak dipandang dan sangat menyejukkan
4. Ereveld Candi, Semarang
Ereveld atau Makam Kehormatan Belanda adalah pemakaman para korban perang di Hidia Belanda. Di Indonesia khususnya di pulau Jawa ada 7 Ereveld yaitu Ereveld Menteng Pulo, Ancol(keduanya ada di Jakarta),Ereveld Pandu (Bandung), Ereveld Leuwigajah (Cimahi), Ereveld Kembang Kuning (Surabaya), Ereveld Kalibanteng & Candi (Semarang). Dari ketujuhnya terbaring lebih dari 25.000 korban dari kalangan militer maupun sipil tapi khusus Ereveld Candi yang sempat saya kunjungi ini mereka yang dimakamkam adalah yang berasal dari kalangan militer. Tidak hanya yang beragama Kristen tapi disini juga dimakamkan mereka yang beragama Islam, Budha dan Yahudi bedanya adalah dari bentuk nisannya yang tidak berbentuk salib. Yang terlihat paling atas adalah monumen pusat yang berbentuk salib putih. . . . #ereveldcandi #semarang #jawatengah #makamkehormatan
A post shared by Eufrasia Efita DN (@efitadyn) onApr 15, 2017 at 8:15pm PDT
Taman Makam Kehormatan Belanda atau Ereveld yang terletak di kawasan Candi. Pada bulan Maret 1947, pemakaman Ereveld Candi ini diberi nama Ereveld Tillman.Pemerintah Indonesia merubah nama tersebut menjadi Ereveld Tjandi pada tahun 1967. Diberi nama Tjandi karena letak pemakaman ini ada di daerah Candi-Semarang, di Jalan Taman Jenderal Soedirman. Ereveld Candi merupakan salah satu dari dua Ereveld yang berada di Semarang, yaitu Ereveld Kalibanteng.Di Ereveld ini, tentara-tentara KNIL (Koninklijk Nederlandsche Indische Leger) dimakamkan karena gugur pada pertempuran Perang Dunia II di Jawa. Mereka yang meninggal di Luar Jawa, seperti Palembang dimakamkan kembali di Ereveld Candi pada tahun 1967.Sedangkan tahun 1968, dilaksanakam Pemakaman kembali tentara KNIL yang sudah dimakamkan di Makassar. Kurang lebih ada 1.100 jenazah yang dimakamkan di Ereveld Candi.
5. Ereveld Pandu, Bandung
Visiting the grave of our Great Grandfather, F.J. Wijshijer
A post shared by EstherWO2R (@ewstarva) onJul 1, 2015 at 1:52pm PDT
Ereveld di Pandu merupakan satu dari dua kompleks sejenis di Bandung (satu lagi di Cimahi) atau dari tujuh yang ada di Indonesia (antara lain di Semarang dan Surabaya). Tadinya makam-makam di dalam kompleks ini tersebar di banyak tempat namun kemudian dikumpulkan di tempat-tempat tertentu agar pengaturannya mudah.
Terdapat 4.000 makam di Ereveld ini. Sebagian besar adalah tokoh militer dan korban perang yang meninggal di kamp konsentrasi Jepang hingga saat kejatuhan Jepang pada tahun 1945. Di titik tertinggi pada Ereveld ini berkibar bendera dan di bagian bawah bendera tersebut tertera nama-nama orang yang telah terbunuh. Di sini berdiri 2 monumen, satu untuk penduduk sipil yang dimakamkan tanpa ketahuan namanya, dan satu lagi untuk prajurit yang dimakamkan tanpa ketahuan namanya.Wolff Schoemaker, arsitek Belanda yang merancang desain sejumlah bangunan terkenal di Kota Bandung, dimakamkan di Ereveld Pandu.
6. Ereveld Menteng Pulo, Jakarta
Ini bukan di Eropa. Tapi di Jakarta. Ereveld Menteng pulo merupakan pemakaman yang dikhususkan untuk perwira militer Belanda selama perang kemerdekaan Indonesia. Terdapat 4.300 makam warga negara Belanda didalam komplek ereveld ini. Didalam komplek pemakaman, terdapat sebuah gereja yang bernama gereja Simultan (Simultaankerk) yang unik secara arsitektur. Bangunannya memiliki ciri gereja dan mesjid dengan lonceng, kubah dan minaret. Ada pula simbol 4 agama, yaitu bulan bintang-Islam, Salib-kristen, Yin yan Tao dan bintang Daud untuk Yahudi sebagai lambang-lambang agama besar yang dianut oleh mereka yang dikubur didalam kompleks. Taken by: @yusufahmadmaulana #ereveldmentengpulo #wisatasejarah #jakarta #mentengpulocemetry #simultaankerk #indohistoria #heritagebuilding #myheritagetrip
A post shared by Erna Sunariyah (@ernasunariyah) onMay 1, 2017 at 8:46am PDT
Kompleks ini mulai dibangun tahun 1947 hingga 1949. Pemerintah Indonesia menghibahkan lokasi ini kepada Pemerintah Belanda untuk menampung jasad korban perang dari masa pendudukan Jepang hingga tahun 1949. Di bulan Desember 1949, Belanda akhirnya mengakui kemerdekaan Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar. Mereka yang dikuburkan di sini adalah pria, wanita dan anak-anak dari kalangan sipil maupun militer.Kompleks pemakaman ini berada di bawah naungan Kedutaan Besar Belanda. Ada beberapa peraturan yang melingkupi tempat ini. OGS atau Oorloch Gravenstichting (Yayasan Makam Kehormatan Belanda) menjaga tempat ini sesuai fungsinya dan menolak penggunaan makam untuk alasan yang menurut mereka kurang penting, misalnya sebagai lokasi pemotretan komersial. Namun mereka membuka pintu sebesar-besarnya bagi pengunjung yang punya minat terhadap sejarah dan arsitektur.
7. Ereveld Ancol, Jakarta
#latepostā #ereveld #ereveldancol #tripmuseum #klubsejarahdanmuseum #SEMU #backpackerjakarta #bpj
A post shared by Ammy_14 (@shukushy) onSep 30, 2016 at 1:51am PDT
Di Ereveld Ancol ini bukan hanya pejuang-pejuang Belanda yang dimakamkan tapi pejuang-pejuang Indonesia yang pada waktu itu berjuang turut juga dimakamkan disini, satu lagi, bukan yang beragama Kristiten saja tapi yang beragama Muslim juga ada disini. Ini terlihat dari bentuk nisan-nisan mereka. Untuk yang beragama Christian berbentuk Salib dan untuk yang beragama Muslim berbentuk Kubah (layaknya Kubah Mesjid). Wilayah dan tempat perjuangan mereka sampai wafat juga tertulis di nisan-nisan, seperti pejuang-pejuang yang wafat di Berastagi-Medan, Banjarmasin, Lembang, Sanggau Ledo, Brojonegoro, Ancol, Pontianak dan masih banyak lagi.
Itulah 7 Makam Ereveld di Indonesia! Semoga dengan adanya makam-makam tersebut dapat membuat orang mengerti tentang kejamnya perang dan menghidari perang dengan cara diplomatis. (Sumber: Artikel serupedia.com, Foto Amieykha)
...moreTripTrus.Com - Desa Poopoh terletak di Kabupaten Minahasa, tepatnya di Kecamatan Tombariri. Desa tersebut pernah dikukuhkan sebagai role model Desa Ekowisata pada 17 Agustus 2018 silam. Namun desa ini seakan tenggelam oleh ingar bingar Taman Laut Bunaken di ranah pariwisata lokal maupun internasional.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Desa Poopoh Kec. Tombariri (@desa_poopoh)
Padahal, bagian pesisir wilayah penyangga di Taman Nasional Bunaken, khususnya Poopoh seharusnya diproyeksikan sebagai Desa Ekowisata. Inilah yang menjadi salah satu agenda dari Asosiasi Pariwisata DPD IPI Sulut & GenPI Sulut untuk kembali mengangkat pariwisata Sulut, khususnya Poopoh sebagai Desa Ekowisata.
Berbagai macam kegiatan dilaksanakan pada 19 Februari 2022 lalu. Mulai dari kegiatan pembersihan pantai bersama-sama dengan para pejabat desa, juga dilakukan kegiatan promosi melalui akun-akun sosial media para anggota DPD IPI Sulut & GenPI Sulut maupun akun resmi dari GenPI sendiri. Tak ketinggalan, dalam kegiatan ini juga termasuk di dalamnya diving dan snorkeling di pantai Tanjung Kelapa yang juga terkenal akan spot diving dan snorkeling yang tak kalah dengan Taman Laut Bunaken.
[Baca juga : "5 Wisata Paralayang Terbaik Di Indonesia, Wajib Dikunjungi"]"Dengan adanya kegiatan ini bisa membangkitkan pariwisata di daerah Minahasa yang belum tersentuh seperti potensi wisata yang ada di Desa Poopoh agar lebih dikenal oleh masyarakat luas," harap Kepala Seksi 2 BTNB, Hendriks A Rundengan yang turun langsung bersama dengan DPD IPI Sulut dan GenPI Sulut pada acara tersebut.
Bahkan, kata Hendriks, Poopoh akan didukung penuh oleh BTNB untuk mengikuti Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 yang dicanangkan oleh Menparekraf Sandiaga Uno. "Semangat Poopoh, semangat kita semua. Mari kita bersama-sama mewujudkan Poopoh sebagai sustainable ecotourism yang bisa mengangkat pariwisata Desa Poopoh dan bisa memberdayakan masyarakat pesisir," ucap Hendrik. (Sumber: Artikel sulut.inews.id Foto @debrytiwow)
...moreTRIPTRUS -- Bagi kamu yang ingin menikmati snorkeling di air yang biru dan pemandangan laut yang tidak kalah indah dengan Kepulauan Karimun Jawa, gak usah jauh-jauh ke luar Jakarta. Kamu bisa snorkeling seru di Pulau Harapan di Kabupaten Kepulauan Seribu yang dapat dicapai dalam waktu kurang lebih tiga jam dari pelabuhan Muara Angke. Pulau Harapan adalah pusat dari kelurahan Pulau Harapan -- bagian dari Kecamatan Kepulauan Seribu Utara -- yang di dalamnya terdapat 30 pulau dan dulunya memiliki nama Pulau Pelemparan, karena dijadikan tempat pengasingan bagi masyarakat suku Bugis dari Sulawesi.
Untuk mencapai Pulau Harapan, kamu harus berjalan kaki dari dermaga di Pulau Kelapa, yang letaknya bersebelahan dengan Pulau Harapan dan terhubung dengan satu jembatan. Warna air hijau kebiruan yang jernih membuat kamu makin tidak sabar untuk segera mengenakan goggle, fin dan snorkel lalu menikmati snorkeling seru di Pulau Harapan.
Di sekitar Pulau Harapan ada banyak sekali titik snorkel yang bisa kamu kunjungi, sehingga satu atau dua hari saja rasanya tidak cukup untuk memuaskan diri menikmati semua titik bermain air yang menyenangkan itu. Titik-titik snorkeling seru di Pulau Harapan adalah di Pulau Genteng, Pulau Bira, Pulau Perak, Pulau Macan dan beberapa gosong (pulau pasir) di sekitar Pulau Harapan.
Keindahan alam bawah laut yang ada di sekitar Pulau Harapan sangat bertolak belakang dengan kondisi ibukota Jakarta. Terumbu karang yang masih terjaga dan pantai pasir putih yang begitu indah, menjadi hiburan bagi mata yang penat melihat kemacetan dan keruwetan Ibukota. Ikan-ikan yang berkeliaran pun tidak takut menghampiri tangan yang memegang roti. Tapi hati-hati, banyak sekali
Menurut salah seorang penduduk Pulau Harapan, dibutuhkan waktu satu tahun lebih untuk membiasakan ikan-ikan dengan kehadiran manusia yang menyelam atau snorkeling. Dulu setelah terumbu karang di Kepulauan Seribu mulai pulih, ikan-ikan yang tinggal di sekitar terumbu karang tidak mau mendekati manusia. Tapi perlahan-lahan ikan-ikan itu mulai terbiasa dengan kehadiran manusia. Mereka bahkan langsung menghampiri tangan yang ditepukkan di permukaan air.
Setelah puas snorkeling seru di Pulau Harapan, jangan lupa untuk segera menuju ke Pulau Bulat. Pulau yang jika dilihat dari atas memiliki garis pantai yang berbentuk lingkaran ini, adalah tempat paling oke buat kamu yang suka duduk termenung sambil menikmati sunset.
Tidak hanya itu saja, di sekitar Pulau Harapan kamu juga bisa mengunjungi pusat penangkaran penyu sisik di Pulau Kelapa Dua dan pusat penangkaran dan rehabilitasi elang bondol di Pulau Kotok Besar. Buat kamu yang belum tahu, Elang Bondol adalah maskot kota Jakarta. Sayangnya banyak Elang yang ada di pusat rehabilitasi ini adalah burung yang tidak bisa terbang karena bulunya dicabuti oleh pemilik atau orang yang menangkapnya. Selain Elang Bondol, di pulau itu juga jadi tempat penangkaran Elang Laut.
Jadi, gak usah bingung kalau mau snorkeling seru di Pulau Harapan. Tinggal pilih aja trip yang ada di TripTrus terus langsung cuss deh ke sana.
...more