shop-triptrus



Pariwisata Jadi Primadona Baru Perekonomian Indonesia

TripTrus.Com - Deputi III Kantor Staf Kepresidenan Denni Purbasari mengatakan sektor pariwisata bisa menjadi primadona baru bagi perekonomian Indonesia. Sektor tersebut terus memberikan kontribusi positif. "Dalam banyak aspek, pariwisata bisa menjadi harapan Indonesia," katanya di KSP, Jakarta, Senin, 16 Oktober 2017.  Denni mengatakan indeks daya saing pariwisata Indonesia terus meningkat sejak 2013. Saat itu Indonesia berada di peringkat ke-70. Pada 2015, posisinya meningkatkan ke posisi ke-50 dan tahun ini berada di peringkat ke-42. (Sumber: Artikel disbudpar.acehprov.go.id) Dia menuturkan pemerintah melakukan beragam cara untuk mendorong sektor tersebut. Salah satunya meningkatkan pelayanan dan melakukan promosi destinasi wisata baru.  Pemerintah telah menetapkan 10 daerah wisata baru. Kesepuluh destinasi tersebut di antaranya Danau Toba di Sumatera Utara, Tanjung Kelayang di Bangka Belitung, Tanjung Lesung di Banten, Kepulauan Seribu di DKI Jakarta, dan Candi Borobudur di Jawa Tengah. Selain itu, Bromo-Tengger-Semeru di Jawa Timur, Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, dan Wakatobi di Sulawesi Tenggara. Dari sisi devisa, sektor pariwisata menyumbang US$ 12 miliar pada 2016. Sebanyak 11 juta orang bekerja di sektor tersebut pada tahun yang sama. Jumlahnya kini tercatat meningkat menjadi 12 juta orang.  Kontribusi sektor pariwisata terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional tahun lalu sebesar 4,03 persen dan pada 2015 sebesar 4,25 persen. "Tahun ini kontribusinya 5,5 persen," ujar Denni.  Wisatawan mancanegara tercatat melakukan 10 juta kunjungan pada 2015 dan 12 juta kunjungan pada 2016. Sedangkan untuk wisatawan Nusantara tercatat melakukan 256 juta kunjungan pada 2015 dan 264 juta kunjungan pada tahun berikutnya.  (Sumber: Artikel tempo.co)
...more

6 Destinasi Wisata Lampung Barat Paling Hits untuk Dikunjungi

TripTrus.Com -  Mencari tempat wisata di Lampung Barat tidaklah sulit. Salah satu kabupaten di Lampung yang sebagian besar topografi wilayahnya berupa pegunungan ini memiliki hawa sejuk dan alam yang asri. Maka dari itu, umumnya destinasi wisata di Kabupaten ini berbasis alam dengan bonus kesejukan udara dan lingkungan hijau yang memanjakan mata. Ingin tahu daftar destinasi wisata Lampung Barat yang asyik dan wajib dikunjungi? Yuk, cek daftarnya di bawah ini. 1. Danau Ranau       View this post on Instagram A post shared by azizmiftachul (@azz_mifth) Danau Ranau merupakan salah satu destinasi yang wajib untuk dikunjungi. Danau terluas kedua di Pulau Sumatera ini akan memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi kamu. Danau dengan total luas 125,9 km persegi ini terletak di dua wilayah provinsi, yakni Lampung Barat dan Sumatera Selatan. Untuk menikmati keindahan Danau Ranau, ada banyak titik yang bisa didatangi. Setiap sudut menyajikan pemandangan yang berbeda-beda. Di sekitar danau ini juga terdapat bermacam tipe pemandangan yang bisa kamu nikmati. Di antaranya adalah persawahan milik warga yang luas yang dijamin mampu memanjakan mata. Ada juga pemukiman dengan rumah tradisional dan juga keramba-keramba milik masyarakat yang berada di sekitar danau ini. Keduanya bisa menjadi salah satu spot fotogenik yang memesona. Hal paling istimewa yang ada di danau ini adalah pemandangan Gunung Seminung di hadapan danau yang nampak sangat megah nan indah. 2. Desa Wisata Lumbok Lumbok adalah nama desa yang terletak di kecamatan Sukau, kabupaten Lampung Barat. Desa ini terlihat sangat elok dengan pemandangan danau Ranau di tepiannya. Bagi kamu yang mendambakan suasana yang tenang dan damai, desa wisata Lumbok bisa menjadi destinasi yang tepat untukmu. Letak desa Wisata Lumbok berjarak 30 km dari Liwa, ibukota kabupaten Lampung Barat. Pilihan kegiatan untuk pengunjung yang berlibur di desa wisata ini antara lain menangkap ikan dengan cara anti mainstream yaitu menombak dan memanah, berenang di Danau Ranau, memancing belut, dan aktivitas malam yang seru bersama penduduk lokal. Untuk penginapan, para wisatawan dapat berbaur dengan warga lokal dengan menginap di rumah mereka. 3. Gunung Seminung       View this post on Instagram A post shared by Wisata Danau Ranau (@potret_ranau) Bagi kamu yang berkunjung ke Lampung Barat, wajib hukumnya datang ke Gunung Seminung jika tidak mau menyesal. Sebab gunung ini memiliki pemandangan alam paling indah dan menjadi tujuan wisata populer di sana. Dari puncak gunung para traveler bisa melihat hamparan alam yang indah yang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Gunung Seminung berada di sebelah barat laut ibukota kabupaten Liwa dengan jarak sekitar 25 kilometer. Gunung ini berada di perbatasan antar provinsi, sebagian wilayahnya masuk ke dalam kecamatan Sukau, kabupaten Lampung Barat, provinsi Lampung sedangkan sebagian lainnya berada di kecamatan Ranau, di provinsi Sumatera Selatan. Di kaki gunung ini kamu bisa menjumpai danau Ranau yang merupakan danau terbesar kedua di pulau Sumatera. 4. Danau Suoh       View this post on Instagram A post shared by Yoans๐Ÿฆ (@siofanneo) Selain Danau Ranau yang telah populer, Lampung Barat masih memiliki satu danau lainnya yang berpotensi besar menjadi destinasi wisata populer berikutnya, yakni Danau Suoh. Danau ini bisa kamu jumpai dengan melakukan perjalanan melalui kecamatan Batu Brak maupun kecamatan Sekincau dengan waktu tempuh sekira 4 jam dari ibukota Liwa. Danau Suoh menawarkan pengaman adventure yang tidak akan terlupakan. Akses menuju lokasi cukup menantang sehingga dihimbau agar menggunakan kendaraan yang sesuai seperti mobil offroad atau motor trail. Di kawasan Danau Suoh terdapat tiga danau yang airnya bisa berubah-ubah warna. Sedangkan tidak jauh dari kawasan danau tersebut kamu bisa melihat fenomena alam menarik dalam bentuk sumber panas bumi. 5. Desa Pekon Hujung Di Lampung Barat juga ada sebuah destinasi desa wisata yang cukup mengasyikan. Nama desa wisata tersebut adalah Pekon Hujung. Desa wisata ini memiliki keindahan alam yang pastinya tak kalah dengan destinasi desa wisata yang lain. Apalagi suasana di kawasan desa ini masih benar-benar asri dengan keindahan alam yang sangat memukau. Di desa Pekon Hujung, kamu masih bisa menemukan deretan rumah-rumah tradisional khas Lampung barat. Jika kamu mencari ketenangan dan kenyamanan selama berlibur untuk menghilangkan penat, maka kawasan ini adalah salah satu pilihan yang dijamin tak akan membuat kecewa. [Baca juga : "Tren Wisata Akhir Tahun 2022 Untuk Healing"] 6. Sumber Air Panas Gemburak Salah satu tempat wisata Lampung Barat yang cukup menarik untuk dikunjungi adalah sumber air panas Gemburak. Sumber air panas yang terletak di dua lokasi, yakni di Sidomakmur dan kawasan hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Sumber air panas yang satu ini memiliki keindahan alam yang luar biasa menawan. Pengunjung yang datang bisa menikmati air panas yang dipercaya masyarakat bermanfaat untuk menyembuhkan segala macam penyakit kulit. Selain tempatnya yang eksotis, sumber air panas ini bisa menjadi alternatif tempat liburan yang sehat buat keluarga. (Sumber: Artikel indonesia.travel/ Foto @ewin_piyoe_wesuiranangalaz) 
...more

Pulau Bintan, Andalan Baru Wisata Kepulauan Riau!

TripTrus.Com - Pulau Bintan? Mungkin di antara kita masih belum terlalu familiar dengan pulau ini. Pulau Bintan berada di Provinsi Kepulauan Riau. Beribukota di Tanjung Pinang,  keindahan Pulau Bintan membuatnya menjadi salah satu destinasi wisata yang tidak boleh terlewatkan jika berlibur ke Kepulauan Riau. Pulau Bintan juga memiliki Bandara Internasional yang diberi nama Bandara Raja Haji Fisabilillah yang sebelumnya bernama Bandara Kijang. Asal nama Bandara ini diambil dari nama tokoh pahlawan nasional kelahiran Riau. Dengan kehadiran bandara bertaraf internasional, bisa dibilang bahwa Pulau Bintan menjadi pesaing Pulau Batam. Bukan tanpa alasan, Pulau Bintan juga dipenuhi dengan banyak tempat wisata keren dan juga resort mewah. Bahkan di sekitar Pulau Bintan terdapat kurang-lebih 3ribuan pulau-pulau kecil lainnya. Jadi, Pulau Bintan bisa dijadikan daftar tempat liburan kalian. Berikut ini tempat-tempat menarik di Pulau Bintan yang bisa kalian jelajahi: 1. Pulau Penyengat Pulau ini dulunya bagian dari Kesultanan Johor. Di Pulau ini berdiri dengan megah Masjid Raya Sultan Riau. Menurut mitos, Masjid ini mampu menampung berapapun jamaah yang akan beribadah. Sebelum perahu bersandar, Masjid ini sudah terlihat jelas karena bewarna kuning dan hijau. Pembangunan Masjid memakan waktu hingga 40tahun dan menggunakan perekat yang terbuat dari putih telur. Selain terdapat masjid Raya Sultan Riau, di Pulau Penyengat juga terdapat makam-makam para raja, makam dari pahlawan nasional Raja Ali Haji, gudang mesiu, kompleks Istana Kantor dan benteng pertahanan di Bukit Kursi.  2. Pantai Trikora Bisa dibilang Pantai Trikora mirip dengan pantai-pantai di Pulau Belitung dengan bebatuan besarnya. Pantai Trikora merupakan pantai dengan garis terpanjang di pesisir timur Pulau Bintan. Batu-batu granit yang terhampar bisa menjadi objek foto yang bagus. Sejumlah pondok-pondok kecil bisa menjadi tempat melepas lelah sembari memandangi keindahan Pantai Trikora. 3. Treasure Bay Kalau ada yang bertanya di mana kolam renang terbesar di Asia Tenggara, kalian boleh menjawab dengan bangga “di Bintan”. Ya, kolam renang seluas 6.3hektar ini didesain tidak menyerupai kolam renang biasanya. Lebih mirip dengan lanskap tepi pantai dengan tepian yang landai. Dan tak sedikit yang bilang bahwa kolam renang ini adalah pantai buatan karena diisi dengan air laut. Selain berenang, kalian juga bisa menikmati aktifitas lain di Treasure bay seperti: Kayaking, Paddle Boarding, Speed Boat, Flyboard, Segway, Skuter Listrik dan masih banyak yang bisa dinikmati di sini. Treasure Bay juga memiliki petugas penyelamat yang siap siaga ketika dibutuhkan.  4. Vihara Avalokitesvara Selain memiliki kolam renang terbesar se-Asia Tenggara, Pulau Bintan juga memiliki Vihara terbesar se-Asia Tenggara loh. Katanya Pulau Bintan memiliki warga keturunan Tionghoa terbesar di Indonesia, jadi maklum kalau di Pulau Bintan sangat mudah dijumpai Vihara-vihara. Belasan patung Buddha akan menyambut ketika memasuki halaman Vihara. Selain itu, yang membuat Vihara ini istemewa adalah adanya patung Dewi Kuan Yin Phu Sha di dalam ruangan, berlapis emas dan diperkirakan seberat 40ton. Infonya, Vihara ini menjadi pusat belajar para Biksu yang datang dari Negara tetangga Malaysia dan SIngapura bahkan dari China. 5. Komplek Vihara Dharma Sasana Komplek Vihara yang dulunya dibangun oleh imigran dari China ini memiliki empat banguna utama. Ada 3 bangunan yang merupakan klenteng (Klenteng Fu De Zheng Shen, Kllenteng Tian Hou Sheng Mu, Klenteng Yuan Tien Shang) menghadap laut, dan bangunan ke-4 adalah Vihara Dharma Sasana itu sendiri. Selain patung Buddha, Dewi Kuan Im dan patung naga, yang unik dari Komplek Vihara Dharma Sasana adalah terdapatnya diorama Biksu Tong Samcong beserta murid-muridnya, Sun Go Kong (Kera Sakti), Wu Jing dan Cu Pat Kay. Kebanyakan pengunjung  Komplek Vihara Dharma Sasana berasal dari Malaysia dan Singapura. 6. Tugu Pensil Sebuah tugu yang dibuat sebagai simbol pemberantasan buta huruf dan penghargaan untuk Kepulauan Riau yang berhasil membebaskan daerahnya dari buta huruf. Untuk mempercantik Tugu Pensil, Pemerintah Kota Tanjung Pinang menyediakan berbagai fasilitas seperti: lapangan voli, jogging track, arena fitness, arena olahraga, kios kuliner, tulisan 'Tugu Pensil' besar dengan prasasti Gurindam 12 karya Raja Ali Haji, gazebo, dermaga kecil, arena bermain, toilet, akses langsung menuju pantai, dan taman. Tugu Pensil terletak di Jalan Haji Agus Salim ini berada di tepian pantai. Meskipun tidak memiliki tepian pantai berpasir, Tugu Pensil merupakan spot terbaik menikmati sunset di Kota Tanjung Pinang. 7. Akau Potong Lembu Banyak orang bilang, berkunjung ke kota lain tidak lengkap tanpa mengunjungi pusat kuliner dan menikmati kulinernya. Pulau Bintan memiliki Akau Potong Lembu, menjadi tujuan kuliner warga lokal maupun wisatawan luar kota. Entah untuk sekedar nongkrong minum kopi atau makan berat. Di Akau Potong Lembu tersedia beraneka ragam kuliner, dari yang halal dan tidak halal. Akau Potong Lembu memiliki ciri khas yakni menawarkan sajian makanan seafood segar, seperti ikan bakar, sop ikan, cumi-cumi dan Gong Gong. Jam operasionalnyapun terbilang singkat, dari jam 5 sore hingga 11 malam, dan disarankan tidak berkunjung pada saat hujan, karena area kuliner ini terbuka, tidak di dalam gedung. Menarikkan ke Pulau Bintan? Tunggu apalagi, jadikan Pulau Bintan sebagai destinasi liburan kalian selanjutnya!(Sumber: Artikel-Foto @Amieykha)
...more

Wisata Sejarah Menarik Di Tangerang

TripTrus.Com - Berbicara soal Tangerang memang banyak menyimpan cerita  dan tidak bisa dipisahkan oleh budaya Tionghoa-nya. Kebudayaan yang berasal dari daratan Cina tersebut sudah berkembang di sana sejak berabad-abad lalu. Hal ini tidak mengherankan jika wilayah Propinsi Banten itu memiliki beberapa klenteng atau wihara tua. Seperti yang ada Di pesisir utara Kabupaten Tangerang terdapat Klenteng Tjo Soe Kong. Tempat ibadah yang juga dikenal dengan nama Klenteng Tanjung Kait itu diperkirakan sudah berusia lebih dari tiga abad. Nama klenteng yang terletak tidak jauh dari Pantai Tanjung Kait itu semakin dikenal luas karena merupakan satu-satunya bangunan yang bertahan dari hempasan tsunami dahsyat saat Gunung Krakatau meletus.        View this post on Instagram The wrong one will find you in peace and leave you in pieces. The right one will find you in pieces and lead you to peace. . . . #klentengtjosoekong #tjoesoekongbio #visittangerang #culturephotography A post shared by Iqo citra khaula (@iqocitra21) onJun 16, 2018 at 11:39pm PDT Masuk ke wilayah Kota Tangerang, Anda bisa menjumpai Wihara Boen San Bio. Klenteng yang kerap disebut Wihara Nimmala ini dibangun tahun 1689 oleh pedagang keturunan Cina bernama Lim Tau Koen. Klenteng di daerah Pasar Baru, Karawaci itu dikenal karena arsitekturnya yang khas dan mewah. Pada bagian atapnya terdapat patung burung hong (phoenix) yang mengapit mutiara. Tempat batang hio di sana tidak seperti hiolo di klenteng lain karena terbuat dari batu pualam.       View this post on Instagram Tari Kipas, vihara nimmala, #inkekirei #klenteng #boensanbio A post shared by Inke Kirei (@inke_kirei) onNov 6, 2017 at 2:43pm PST Masih di Kota Tangerang, tepatnya di Jalan Bhakti, terdapat Wihara Boen Tek Bio. Tidak ada catatan pasti kapan klenteng tersebut dibangun. Tatapi berbagai artefak yang ada di dalamnya menunjukan bahwa tempat ibadah masyarakat Tionghoa tersebut sudah ada sejak beberapa ratus tahun lalu. Klenteng ini memiliki tradisi khusus yaitu Gotong Toapekong. Acara yang diikuti oleh perwakilan klenteng seluruh Indonesia ini berlangsung setiap 12 tahun sekali.        View this post on Instagram Kwan Im Seijit #temple #BoenTekBio A post shared by Claudius Gilbert Clay (@gtrgilbert) onJul 28, 2018 at 5:30am PDT Selain itu, Kota Tangerang juga memiliki Klenteng Sampo Tay Jin yang berlokasi di Jalan Otto Iskandardinata. Menurut masyarakat sekitar Konon, klenteng ini sudah ada sejak pelayaran sang laksamana ke tanah air. Klenteng ini cukup terbilang unik karena memuja Sampo Tay Jin atau Ceng Ho. Untuk menghormati Ceng Ho yang merupakan muslim, para pemujanya turut tidak mengkonsumsi daging babi meskipun tidak memeluk agama Islam. Di sini juga terdapat benda pusaka berupa keris yang merupakan peninggalan salah seorang adipati Jawa. Sedangkan di Kota Tangerang Selatan terdapat Klenteng Boen Hay Bio. Klenteng tertua di Serpong itu diperkirakan sudah berusia tiga ratus tahun. Menurut penuturan pengurus, tempat ibadah umat Budha tersebut dibuat tahun 1694. Selain dikunjungi untuk beribadah, Wihara Boen San Bio juga banyak didatangi oleh orang yang ingin belajar Bahasa Mandarin. Pengurus klenteng memang mengagendakan pelajaran Bahasa Cina sebagai salah satu kegiatan bakti sosial rutin.        View this post on Instagram ๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ€๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ญ๐Ÿ‡ฐ#boenhaybio #flavorbliss A post shared by krisna mulyadi (@tjoakrisnamulyadi) onJun 9, 2017 at 6:41pm PDT [Baca juga : "Dear Warga Tangsel, Sayangilah Jejak Sejarah Daan Mogot Di BSD Ini"] Jika anda Tertarik melihat klenteng-klenteng tua di Tangerang, Silakan datang langsung ke Tangerang. Dari Jakarta silakan ikuti Jalan Tol Jakarta-Tangerang untuk memulai penjelajahan Anda. (Sumber: Artikel kabar3.com Foto buddha.id)
...more

7 Destinasi Wisata Kopi di Indonesia

TripTrus.Com - Perkembangan zaman membuat kopi tak lagi hanya sebatas minuman tetapi telah menjelma menjadi gaya hidup. Ajakan untuk ngopi berarti ajakan untuk nongkrong santai sambil berbincang-bincang bersama rekan sejawat. Dalam hal ini, bukan saja kenikmatan aroma dan rasa kopi yang penting, tetapi juga kebersamaan yang tercipta.   Kopi Gayo . . . #kopigayo #kebunkopi #kopiumang #kopi #singleorigin #acehtengah #kopitakengon #penikmatkopi #pecandukopi #sukakopi #carikopi #maukopi #coffe #kopihitam #kopisusu #kopiindonesia #kopijava #kopitoraja #kopikintamani #kopilampung #kopikerinci #arabika #pohonkopi A post shared by Coffe Arabica Gayo (@peminatkopi) onFeb 9, 2018 at 6:26pm PST "Tak heran, industri kopi semakin lama semakin populer. Aneka bisnis berbasis kopi mulai bermunculan dan menawarkan pengalaman baru bagi para penikmatnya. Misalnya, aktivitas minum kopi yang diracik sendiri. Lainnya, jelajah destinasi wisata kopi di berbagai daerah penghasil kopi di Indonesia." 1. Takengon Takengon menawarkan banyak tempat wisata diantaranya Danau Lut Tawar di Dataran Tinggi Gayo. Objek wisata kopi dengan ketinggian 1.100 meter ini menyuguhkan pemandangan alam yang memesona dengan hawa yang sejuk. Sambil menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan, Anda bisa menyeruput segelas kopi Gayo, hasil perkebunan milik warga yang diolah secara tradisional. Petani kopi di Takengon memang bukan hanya menanam kopi, tetapi juga mengolahnya supaya bisa langsung dinikmati. Inilah magnet yang menarik wisatawan dan penggemar kopu untuk berkunjung. 2. Lampung Lampung memproduksi sekitar 100.000 ton biji kopi per tahun. Daerah ini adalah salah satu penghasil kopi robusta terbesar di Indonesia. Bagi penggemar kopi hitam yang militan, kopi lampung bisa masuk dalam daftar Anda. Salah satu wisata kopi sekaligus perkebunan kopi di Lampung adalah Liwa, Lampung Barat. Jika berkunjung ke daerah ini, Anda akan segera mencium aroma kental seduhan kopi di udara yang berasal dari warung-warung sepanjang jalan. Begitu menariknya daerah ini, Liwa juga menjadi salah satu lokasi adegan di film Filosofi Kopi (2015). Apakah Anda tertarik untuk berkunjung ke sana? 3. Ambarawa Jika Anda penggemar kopi dan sedang berada di Ambarawa, maka Kampung Kopi Banaran tak boleh terlewatkan. Perkebunan kopi yang berada di bawah pengelolaan PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero), tepatnya di wilayah Areal Perkebunan Kopi Kebun Getas Afdeling Assinan kini memiliki fungsi lain sebagai destinasi wisata kopi. Berada di Jalan Raya Semarang – Solo Km. 35 membuat Anda tak sulit mencapainya. Anda hanya perlu berkendara sekitar 1 km dari Terminal Bawen. Kampung Kopi Banaran berada di ketinggian 480-600 meter dpl. Suhu udara mencapai 23-27 derajat Celcius. Jadi, suasananya sangat sejuk. Untuk menjelajahinya, Anda bisa menyewa mobil golf dan berkeliling selama 30 menit. Selain melihat perkebunan kopi dari dekat, Anda juga dapat mengamati proses pemeliharaan kebun kopi. Namun, yang paling penting adalah mencicipi kenikmatan kopi Banaran yang benar-benar menggoyang lidah pecinta minuman berkafein ini. Oh, ya, Anda juga bisa membeli oleh-oleh kopi dalam kemasan praktis. 4. Bali Bukan hanya pesona alam dan keindahan budayanya yang menarik wisatawan untuk berkunjung ke Bali. Kota Dewata ini ternyata memiliki destinasi wisata kopi yang menarik. Menurut sejarah, perkebunan kopi di Bali dimulai oleh para petani dari Lombok pada awal abad ke-20. Daerah yang dianggap ideal karena kesuburan tanah dan iklimnya yang sesuai adalah Kintamani. Awalnya, kopi yang ditanam adalah kopi robusta karena tahan lama dan mengandung kafein tinggi. Namun, jenis itu kini diganti dengan kopi arabika karena harganya lebih tinggi dan rasanya tidak terlalu asam. Jika berkunjung ke Bali, jangan lewatkan kesempatan untuk melihat cara pengolahan kopi paska panen yang khasK. Kopi Bali diproses dengan cara tradisional, yaitu dengan proses basah. Artinya, kulit dan daging kopi dibuang sebelum bijinya mengering. Biasanya, buah kopi dikeringkan dahulu untuk kemudian diproses. Ini yang menyebabkan kopi Bali memiliki warna yang lebih terang daripada jenis kopi lainnya 5. Toraja Siapa yang tidak mengenal kopi Toraja? Bukan hanya masyarakat lokal, kenikmatan rasa kopi Toraja juga sudah diakui oleh masyarakat internasional. Dengan merk dagang Toraja Arabica Coffee, kopi ini dapat dengan mudah ditemukan pada kedai kopi papan atas di Denmark, Swedia, Finlandia, dan sebagainya. Ketenaran kopi Toraja dapat Anda nikmati jika berkunjung ke perkebunan kopi Sulotco yang terletak di Bittuang, tepatnya di Bolokan, Kabupaten Tana Toraja. Tak hanya sedapnya aroma kopi, tetapi Anda dapat berwisata kopi dengan menjelajah perkebunan kopi seluas  800 ha. Perkebunan ini asalnya adalah milik seorang Warga Negara Belanda bernama  H.J. Stock van Dykk. Saat Belanda hengkang dari Indonesia, kepemilikan lahan pun berganti dan dikuasai oleh Jepang hingga kemudian diambil alih oleh negera Indonesia selepas kemerdekaan. Kini, Perkebunan dikelola oleh  PT. Sulotco Jaya Abadi dan terus mengembangkan produksi kopi khas Toraja. 6. Manggarai Kopi Manggarai mungkin belum terlalu dikenal di kalangan pecinta kopi yang masih awam. Sebenarnya, kopi yang berasal dari Manggarai Timur, NTT, ini telah dinobatkan sebagai kopi Indonesia terbaik 2015 dalam kontes yang diselenggarakan oleh Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia. Untuk pengalaman yang lebih banyak, cobalah datang ke Kampung Melo di Sanggar Budaya Compang Toe, Desa Liang Ndara, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat. Di sini, Anda akan dapat merasakan enaknya kopi khas Manggarai tersebut. 7. Wamena Destinasi wisata kopi lain yang bisa Anda kunjungi adalah Wamena, sebuah kota kecil yang berada di Lembah Baliem Pegunungan Jayawijaya, Papua. Cuaca di daerah ini sangat dingin, mencapai 15-20 derajat Celcius. Tak heran, masyarakatnya suka minum kopi untuk menghangatkan badan. Wamena merupakan salah satu daerah penghasil kopi arabika yang cukup terkenal. Rasa kopinya sangat berbeda karena tumbuh di lahan yang subur tanpa menggunakan pupuk kimia. Nah, apabila Anda memiliki kesempatan untuk berkunjung ke Wamena, ini saatnya mencecap kehangatan kopi tubruk dengan sederhana. (Sumber: Artikel aeroticket.com, Foto nontonthehighestreet.com)
...more

8 Tempat Wajib Dikunjungi Saat di Lasem

Sudah pernah dengar cerita tentang Lasem? Sebuah kecamatan kecil di pesisir utara Pulau Jawa yang masih masuk wilayah Kabupaten Rembang. Lokasinya yang relatif jauh dari kota besar membuat Lasem terkadang agak terlupakan. Daerah yang telah menjadi saksi peradaban manusia sejak jutaan tahun lalu ini menyimpan berjuta misteri dan potensi wisata sejarah yang siap digali. Ada apa sajakah disana? Berikut 8 tempat yang wajib dikunjungi di Lasem; 1. Kelenteng Cu An Kiong (Foto: travel.kompas.com) Gerbang dengan ornamen naga menyambut para pengunjung di halaman kelenteng. Aroma hio menyeruak seisi ruangan. Beberapa patung dewa disimpan di altar, di depannya terdapat sesaji persembahan berupa aneka buah-buahan. Membuat terpaku, takjub dengan aura kelenteng ini yang begitu kuat. Kelenteng tua di Desa Soditan Lasem ini sudah berusia ratusan tahun dan termasuk salah satu yang bersejarah. Interiornya unik, dindingnya dipenuhi rangkaian lukisan tentang dewa-dewi. 2. Omah Lawang Ombo (Foto: kesemsemlasem.com) Entah mengapa bulu kuduk langsung berdiri begitu memasuki rumah kuno ini. Rumah bergaya Tiongkok ini adalah salah satu bekas gudang candu pada masa abad 18 dulu. Opium/candu adalah komoditi yang sangat berharga namun terlarang. Sehingga perdagangannya dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Namun sekarang tidak sembarangan orang bisa masuk kesini karena harus mendapat ijin dulu dari pengelolanya. 3. Kelenteng Gie Yong Bio (Foto: clara-indonesia.com) ‘Ah, kelenteng doang! Apa menariknya?’ Eits! Jangan underestimate dulu. Jika biasanya hanya ada patung dewa-dewi di kelenteng, maka lain halnya disini. Untuk menghormati & mengenang jasa Raden Panji Margono, seorang tokoh masyarakat muslim Lasem dari suku Jawa ketika masa perjuangan melawan penjajahan dulu, di kelenteng ini ada altar khusus untuk Raden Panji Margono yang diletakkan di ruangan khusus. Besarnya pun sama dengan altar kongco yang lain. Tak jarang mereka yang bersembahyang di kelenteng ini juga menghampiri pula altar Raden Panji Margono. Disini kita merasakan betapa indahnya nilai-nilai toleransi dan saling menghargai. 4. Masjid Jami’ Lasem (Foto: lasemsyarifah.blogspot.com) Bukan sekedar masjid biasa. Interiornya penuh dengan kaligrafi dan ukiran kayu khas pantura timur Jawa. Lokasinya yang berada di jalan raya utama membuat masjid ini mudah dijangkau. Orang-orang datang kesini selain untuk menunaikan ibadah sholat, banyak juga yang datang untuk berziarah ke makam waliullah yang disemayamkan di sekitar masjid. Diantaranya ada makam Mbah Sambu, salah seorang penyebar agama Islam zaman Kerajaan Majapahit. Ada juga makam Adipati Tejakusuma 1 dan makam simbah KH Ma’shum, salah seorang ulama besar Lasem yang dihormati hingga sekarang. Sebutan lain untuk Lasem adalah kota santri, karena banyaknya pondok pesantren disini. 5. Kampung Batik Karangturi (Foto: cbfmrembang.wordpress.com) Belum ke Lasem kalau belum belanja batik. Salah satu juragan batik favorit adalah rumah batik Bu Sutera yang ada di desa Karangturi. Jadi bentuknya ya hanya rumah kuno khas Lasemgitu. Sekedar saran, jika ingin mencarinya, bertanyalah kepada orang kampung sekitar. Yang khas dari batik Bu Sutera adalah motif & teknik pembuatan batiknya yang masih asli menjaga tradisi turun temurun. Ada motif kricak, laseman, gunung ringgit, tiga negeri, dan motif klasik lainnya. Harganya juga relatif terjangkau. 6. Pantai Caruban (Foto: tribunnews.com) ‘Memang di Lasem ada pantai yang bagus?’ Ada dong! Pantai Caruban terletak tak begitu jauh dari terminal Lasem. Kita bisa kesana dengan naik delman atau ojek dengan menyusuri jalan sempit diantara tambak garam dan bandeng. Pantai ini menjadi saksi bisu kejayaan Kerajaan Majapahit pada masanya, karena konon disinilah salah satu lokasi pangkalan armada maritim Majapahit kala itu. Bahkan tak jarang kini masih ditemukan pecahan-pecahan gerabah di sekitar pantai. 7. Wisata Kuliner Lontong Tuyuhan (Foto: uckywiicky.blogspot.com) Bagi penikmat wisata kuliner, wajib hukumnya icip-icip kuliner khas Lasem yang satu ini. Lontong Tuyuhan namanya. Sejenis opor ayam kuah kuning beraroma rempah yang disajikan dengan irisan-irisan besar lontong. Tuyuhan merupakan nama sebuah kawasan tempat menu ini berasal. Murah meriah dan dijamin kenyang. Yang unik adalah kita bisa memilih lauk bagian dari ayam mana yang ingin kita santap. Kalau yang menjadi favorit pengunjung adalah bagian kerangka perut ayam betina yang masih penuh dengan calon telur. Di Lasem, tidak perlu menunggu lebaran untuk bisa makan opor. 8. Warung Kopi (Foto: jointkopi.com) ‘Monggo mas, ini pisang gorengnya masih panas.’ Ibu penjual menyodorkan secangkir kopi susu panas dan sepiring pisang goreng yang baru diangkatnya dari penggorengan. Duduk di bangku kecil berdampingan dengan bapak-bapak warga sekitar Kampung Karangturi yang siang itu sedang nongkrong di warung kopi. Nongkrong di warung kopi sudah menjadi bagian dari keseharian warga Lasem rupanya dan itu tak mengenal waktu, dari pagi sampai malam sah-sah saja. Biasanya ada 2 pilihan sajian kopi, mau kopi hitam/kopi tubruk ataupun kopi susu. Tergantung selera masing-masing. Kopi dari perkebunan sekitar Kab Rembang ini ditumbuk hingga sangat halus, bahkan ada yang 10 kali proses penggilingan. Inilah khasnya kopi Lasem. (Sumber: Artikel phinemo.com Foto geografientrepreneur.yolasite.com)
...more

Ini 3 Masjid Bersejarah di Jakarta

TripTrus.Com - Sebagai kota dengan tingkat heterogen yang sangat tinggi, Jakarta menyimpan begitu banyak tempat ibadah bersejarah, yang tersebar di berbagai kawasannya. Terutama bagi Umat Islam, terdapat beberapa masjid yang menjadi tonggak sejarah keberadaan agama ini di Jakarta. Masjid tersebut telah menjadi saksi perjalanan Umat Muslim di Jakarta selama puluhan bahkan ratusan tahun. Meski pada perkembangannya sudah melalui renovasi, tapi keberadaannya belum tergoyahkan sebagai lokasi ibadah. 1. Masjid Almakmur Cikini Masjid Almakmur dibangun pada 1860 dan menjadi salah satu masjid tertua yang ada di Jakarta. Sempat mengalami sengketa tanah dengan pemerintah kolonial Belanda, masjid Almakmur Cikini akhirnya diresmikan berdiri oleh Agus Salim pada 1932 dan diperlebar ke belakang pada 1962 menyerupai bangunan aslinya. 2. Masjid Istiqlal Meski bukan termasuk salah satu masjid tertua di Jakarta, namun Masjid Istiqlal mempunyai sejarah unik seputar pendiriannya. Masjid Istiqlal dibangun atas prakarsa beberapa tokoh nasional, seperti Agus Salim dan Wahid Hasyim. Masjid yang dibangun sebagai simbol kemerdekaan RI ini merupakan masjid terbesar yang ada di Asia Tenggara. Uniknya, Masjid Istiqlal dibangun oleh arsitek keturunan Batak bernama Frederich Silaban yang justru beragama Kristen. [Baca juga : "4 Tradisi Unik Di Indonesia Menyambut Ramadan"] 3. Masjid Luar Batang Masjid yang berlokasi di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara ini memiliki sejarah yang panjang. Dibangun pada 1756, masjid ini awalnya hanya berbentuk mushala kecil. Bangunan Masjid Luar Batang terpengaruh budaya Tiongkok, India, dan Arab. Pengaruh ini tak lepas dari peran Jakarta Utara sebagai kota pelabuhan dan tempat singgah orang-orang dari berbagai latar belakang etnis dan negara. Di awal tahun 2000, Masjid Luar Batang diresmikan sebagai bangunan cagar budaya yang dilindungi pemerintah. (Sumber: Artikel liputan6.com Foto @fakhmizakky) 
...more

5 Spot Tempat Wisata Tersembunyi di Indonesia dengan Pemandangan Mewah!

TripTrus.Com - Pengen coba tempat liburan anti mainstream? Selagi masih ada waktu, coba deh visit tempat liburan terbaru. Destinasi wisata kekinian ini harus masuk ke daftar liburan 2018 kamu nih. Seru banget menjelajahi keindahan surga tersembunyi di Indonesia. Selain instagramable, kamu juga bisa menikmati ruang terbuka tempat berkumpul santai. Lumayan untuk menambah koleksi foto kece badai. Yuk, intip 5 spot tempat wisata tersembunyi di Indonesia dengan pemandangan mewah! 1. Sudah Berkunjung ke Danau Labuan Cermin, Kalimantan Timur? Nikmati Pemandangan Indah yang Spektakuler   Simply fall in love with life ๐ŸŒป . . . #travelgram #exploreindonesia #indotravellers #labuancermin A post shared by Vira Prisandi (@viraprisandi) onJun 21, 2018 at 2:14am PDT Jika berkunjung ke Danau Labuan Cermin, pasti kamu akan terpesona dengan air danau yang jernihnya memanjakan mata. Dikelilingi pepohonan hijau rimbun, sangat mendukung kalau kamu ingin melepaskan penat.  2. Pulau Moyo, Sumbawa Destinasi Menakjubkan Cocok untuk Kamu si Petualang Sejati   Legendary "Mata Jitu Waterfall", ๐Ÿ“Moyo Island, Sumbawa NTB - Indonesia #hiddenparadise #moyoisland #pulaumoyo #sumbawa #sumbawabesar #ntb #indonesia #photooftheday #dedikevinmolajake #pesonaindonesia #matajitu #travelblogger #travel #traveling #traveler #traveller #sumbawaisland #hiddenparadise #paradiseisland #beautiful #beautifuldestinations #pieceofheaven #matajituwaterfall #beautifulplace #pesonaindonesia #wonderfulindonesia #lensaindonesia #beautifulview #amazingplace #travelphotography A post shared by Dedi Kevin Molajake (@dedi_kevin_molajake) onJun 19, 2018 at 7:02am PDT Suasana Pulau Moyo masih sangat alami dan nggak ramai pengunjung. Jika kamu senang menjelajah, sebaiknya kamu harus liburan ke sini. Ada pantai, hutan tropis, hingga air terjun Mata Jitu yang airnya berwarna hijau kebiruan. 3. Tertarik Melihat Birunya Air di Pulau Labengki, Sulawesi Tenggara? Pasti Bikin Nggak Mau Pulang Deh   Blue Lagoon in Labengki is the definition of amazing. We had to do a vertical rock climbing a teeny bit before getting to the lagoon. Stones can be a bit sharp, be sure to bring hand gloves. Water was clear and cold, we just float around while some of us jumped into the water from the rock cliff. . #labengki #indonesia #wonderful #wonderfulindonesia #bluelagoon #kakabantrip #akujalanjalanloh #sultra #exploresultra #exploreindonesia #indahnyaindonesia #travelgram #travel #travelrack #asia #celebes #wanderlust #sulawesitenggara A post shared by Elisse (@elissems) onAug 21, 2018 at 7:26pm PDT Rasakan sensasi berkunjung ke mini Raja Ampat di Pulau Labengki. Surga tersembunyi Indonesia ini nggak terlalu jauh dari pusat kota Kendari. Ada sebuah laguna cantik bernama Blue Lagoon, memiliki air berwarna biru jernih dengan hamparan karang dan biota laut di dalamnya. 4. Dapatkan Pengalaman Seru Menginap Sambil Menikmati Jutaan Bintang dalam Pantai Ora, Maluku   PANTAI ORA Pantai Ora adalah suatu pantai yang terletak pulau Seram, kecamatan Seram Utara, Maluku Tengah, Maluku, Indonesia. Pantai yang berlokasi di ujung barat teluk Sawai ini berada di sebelah desa Saleman dan desa Sawai, di tepi hutan Taman Nasional Manusela. Pantai Ora memiliki karakteristik pantai yang berpasir putih dengan air yang sangat jernih dan tenang dengan kekayaan terumbu karang, ikan dan aneka ragam biota laut lainnya. Pantai Ora dan desa Sawai merupakan objek wisata di teluk Sawai yang setiap tahunnya dapat menyedot sekitar 500 wisatawan dari dalam dan luar negeri (2013). Pantai Ora memiliki resor penginapan yang mengambang di atas pantai. Sementara di desa Sawai terdapat pondok wisata yang berada di antara pemukiman penduduk yang juga terapung di pantai. Berbagai kegiatan wisata yang dapat dilakukan di pantai Ora antara lain wisata alam, wisata tirta, snorkeling, selam, wisata kuliner, jelajah gua dan fotografi. #wisata #pantai #ora #pantaiora #maluku #wisatamaluku #wisataalam #wisataindonesia A post shared by Andika Tirta Dwi Saputra (@andika_tds) onAug 18, 2018 at 8:13pm PDT Mau liburan ke Maldives tapi mahal? Coba ke Pantai Ora, keindahan panoramanya begitu indah. Jernihnya laut di sini membuatmu dapat melihat karang dan ikan tropis tanpa harus menyelam. [Baca juga : "5 Tempat Wisata Indonesia Yang Jadi Destinasi Favorit Wisatawan Asing"] 5. Siapa yang Nggak Tau Taman Nasional Baluran, Banyuwangi? Kece banget kayak Little Africa   Ku tak perduli tentang apa yang orang katakan tentangku, karena yg ku tau inilah jalanku yg mungkin banyak diantara mereka memandang sebelah mata sehingga yg terlihat hanya sebuah kekurangan. Ku kan terus berjalan sehingga pada suatu hari mereka membuka kedua matanya dan melihat siapa aku ini. --------------------------------------------------------------- . ACE JALAN JALAN --------------------------------------------------------------- . " Jalan Lagi, Jalan Terus Yuk Jalan Jalan" ---------------------------------------------------------------- Lokasi. : Taman Nasional Baluran Banyuwangi Jawa Timur . -------------------------------------------------------------- #acejalanjalan #baluranbayuwangi #banyuwangi #baluran #banyuwangi #opentrip #opentripbanyuwangi #mypermatawisata #sapanusantara #vloger #vlogerbogor #dirgahayurepublikindonrsia #indibesiamerdeka #visitbanyuwangi #wonderfullbanyuwangi A post shared by ace burhanudin (@ace_burhanudin) onAug 20, 2018 at 5:16am PDT Di Taman Nasional Baluran kamu bebas menjelajah padang savana seluas di Afrika. Ditambah lagi ada satwa liarnya juga loh, seperti banteng, rusa, monyet, hingga burung merak. Kawasan ini memiliki gunung, hutan evergreen, hutan mangrove, dan pantai berpasir putih. So, manakah destinasi terkeren yang akan kamu kunjungi di liburan tahun 2018? Nggak perlu nunggu akhir tahun, kamu bisa ajukan cuti dari jauh hari kok. (Sumber: Artikel blog.jakmall.com Foto vakansinesia.com)
...more

Jelajah Wisata Sejarah Cagar Budaya Situs Lebak Kosala

TripTrus.Com - Situs Lebak Kosala juga dikenal dengan Situs Lebak Sangka merupakan peninggalan tradisi megalitikum berbentuk punden berundak sebanyak lima undakan. Di setiap undakan terdapat menhir atau batu berbentuk tugu. Dinamakan juga Situs Lebak Sangka karena terletak di Kampung Lebaksangka, Desa Lebak Gedong, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Lokasi situs mudah dicapai dengan akses jalan cukup baik. Perjalanan dari pusat kota Rangkasbitung memakan waktu lebih kurang 4 jam. Akses jalan yang berliku, menanjak dan didominasi oleh turunan panjang dengan pemandangan alam yang indah menjadi tantangan tersendiri bagi para penggemar traveling dan touring. Daerah ini berada dalam kawasan konservasi hutan lindung taman nasional Gunung Halimun-Salak yang membentang sepanjang 113.357 ha. Membelah 3 kabupaten dan 2 provinsi, Jawa Barat dan Banten yaitu kabupaten Bogor, kabupaten Sukabumi, dan kabupaten Lebak. Kawasan ini telah menjadi kawasan Konservasi sejak tahun 1929 setelah warga Belanda bernama Van Tricht melakukan penelitian. Di pintu masuk, terpampang nama situs Lebak Kosala pada sebuah papan berukuran 1 x 2 meter. Suasana alam yang segar dan bebas polusi, menemani berjalan kaki sejauh 300 meter melewati pemukiman warga dan persawahan menuju lokasi. Situs Lebak Kosala termasuk lengkap karena selain punden berundak, menhir, dan altar, juga ditemukan Arca Kolasa. Arca merupakan batu berbentuk patung setinggi 50 cm. Keberadaan batu-batu tersebut merupakan bagian dari media untuk pemujaan leluhur. Namun sayang, keberadaan arca sudah tidak ada, hilang sejak bebrapa tahun yang lalu seperti dijelaskan oleh Usup, salah seorang Juru Pelihara Situs yang mendampingi Wisnu Wirandi, Penggiat Budaya dari Kemeterian Pendidikan dan Kebudayaan. Ada 6 orang yang bertugas sebagai Juru Pelihara Situs Lebak Kosala yaitu: Abah Murja, Asep, Usup, Nurhalim (mendapat SK dari Pemda Lebak) sedangkan Oding dan Nurmawati (mendapat SK dari Balai Pemeliharaan Cagar Budaya Provinsi Banten). “Arca Kosala sudah hilang tidak diketahui keberadaannya dimana,” ucap Wisnu menirukan Juru Pelihara, beberapa waktu lalu di lokasi Situs Lebak Kosala. Menhir-menihr di Situs Lebak Kosala berupa batu-batu menyerupai papan (slab stone) dengan permukaan cukup halus, dan juga batu-batu papan yang diatasnya terdapat batu-batu berbentuk bulat memiliki diameter 15-20 cm. Penduduk setempat menyebut batu-batu tersebut sebagai “Batu Pelor”. Temuan-temuan batu tersebut membawa pengunjung ke suasana masa lalu. Batu-batu yang dilapisi lumut tersebut pada masanya digunakan sebagai tempat untuk menyimpan sesaji pada ritual kepercayaan. Situs ini terjaga dengan baik. Konon, cerita yang beredar di masyarakat setempat susunan bebatuan itu merupakan bekas petilasan Prabu Kian Santang saat menyebarkan agama Islam di tanah Banten. Seperti dikisahkan dalam pupuh budaya Sunda, putra dari Prabu Siliwangi ini berusaha mengislamkan bumi Nusantara hingga ke tanah Banten dengan berbagai cara. Namun kepercayaan warga setempat itu sempat terbantahkan ketika peneliti dari ITB mulai melakukan penelitian dan ekskavasi kawasan situs. Hasil kajian tersebut menjelaskan secara detail bahwa, kawasan situs Lebak Kosala pertama kali dibangun pada abad ke 4. Hal ini didasarkan pada penemuan berbagai barang pecah belah seperti keramik dan tembikar. Selain itu, penelitian juga mengungkapkan bahwa kawasan ini dipergunakan sebagai tempat pemujaan dan makam kuno karena ditemukan beberapa nisan dan kolam pemandian untuk penyucian diri. Hingga saat ini, Situs Lebak Kosala menjadi wisata sejarah yang sering dikunjungi baik dari lokal maupun pengunjung dari luar kota. Bagi Anda ingin berwisata sejarah di Banten, situs Lebak Kosala biasa menjadi destinasi wisata dan masih banyak peninggalan tradisi megalitikum di Banten khususnya di Lebak salah satu yang banyak dikunjungi yaitu Situs Lebak Kosala ini. Kawasan situs juga menawarkan keindahan alam nuansa pegunungan. (Sumber: Artikel-Foto pelitabanten.com)
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography

Upcoming Trips

Open Trip Pulau Pari
08 - 09 Aug 2026
Open Trip Sebesi Krakatau
14 - 16 Aug 2026
Treaking Gunung Papandayan
14 - 15 Aug 2026
×

...