TripTrus.Com - Tahun baru tuh identik banget sama keramaian, pesta, dan… ya, macet-macetan. Lo pasti udah kebayang dong bakal terjebak di tengah kerumunan orang, nonton konser, atau menikmati kembang api yang keren abis. Tapi, gak semua orang nyaman dengan vibe kayak gitu, apalagi buat lo yang lebih introvert dan mager banget kalau harus berdesak-desakan. Nah, buat lo yang pengen merayakan Tahun Baru dengan cara yang lebih santai dan anti-mainstream, gue punya beberapa ide keren yang bisa lo coba! Dijamin seru banget tanpa harus ngerasain macet dan ribet.
1. Camping Seru di Alam Terbuka
View this post on Instagram
A post shared by Cikoneng Camp (@cikoneng_camp)
Bosen sama suasana kota yang macet banget? Coba deh camping di alam terbuka! Lo bisa ngerayain Tahun Baru dengan udara sejuk, pemandangan indah, dan pastinya jauh dari keramaian. Kalau lo di Jakarta, bisa banget camping di daerah Bogor, tapi kalau lo pengen yang lebih santai dan anti-mainstream, coba camping di pantai aja! Nikmatin deburan ombak sambil ngeliat langit malam yang penuh bintang, plus mungkin bisa liat kembang api dari dalam tenda, asik kan?
2. Staycation di Hotel Kekinian
Nggak pengen ribet keluar kota? Staycation bisa jadi pilihan keren buat ngerayain Tahun Baru. Lo bisa cari hotel kece di sekitaran kota yang punya fasilitas lengkap dan event spesial buat ngerayain tahun baru. Banyak hotel di kota besar yang udah fully booked buat liburan, jadi lo bisa pilih tempat yang nyaman, ada jacuzzi, kolam renang, atau bahkan rooftop buat nikmatin suasana malam. Dapet momen intim, tanpa harus keluar masuk kemacetan.
[Baca juga : "5 Tips Biar Liburan Akhir Tahun Lo Lancar Dan Aman Di Jalan!"]
3. Movie Marathon Seharian
Lo tim mager? Gak pengen keluar rumah tapi tetep pengen seru-seruan? Coba deh movie marathon! Pilih film-film Indonesia yang udah go internasional atau yang punya cerita seru. Genre-nya banyak, dari drama romantis, horor, sampai superhero. Siapkan camilan, popcorn, dan minuman favorit lo, biar suasana makin asik. Nonton seharian juga bisa bikin lo gak merasa kehilangan momen Tahun Baru, apalagi kalau barengan sama temen-temen atau keluarga.
4. Meditasi Santai di Bali
Kalo lo butuh suasana yang tenang buat ngerayain Tahun Baru dengan pikiran yang fresh, Bali bisa jadi pilihan. Ubud yang terkenal dengan atmosfer tenangnya bisa jadi tempat yang pas buat healing. Lo bisa yoga, meditasi, atau bahkan sewa sepeda buat keliling pedesaan Bali yang asri. Gak ada keramaian, cuma lo sama alam, sambil siap-siap menyambut tahun baru dengan semangat baru!
Gimana, udah kebayang kan Tahun Baru yang anti-mainstream tapi tetep seru? Gak perlu macet-macetan dan ribet, cukup pilih cara yang sesuai sama lo, dan pastinya bisa jadi pengalaman yang gak terlupakan. Jadi, siap-siap deh buat rayain Tahun Baru 2024 dengan cara yang lebih chill dan unik! (Sumber Foto @cibodascamping)
...moreLembah Harau terletak di dekat Kota Payakumbuh, Sumatera Barat. Walaupun namanya lembah, yang jadi atraksi utama di sini adalah tebing dengan tinggi mencapai 300 meter! Berani panjat tebing di sini?
Berbalut udara segar, Lembah Harau punya pemandangan yang ampuh untuk mengusir penat. Terletak di ketinggian lebih dari 500 mdpl, lembah ini dikelilingi beberapa bukit seperti Bukit Air Putih, Bukit Jambu, Bukit Singkarak, dan Bukit Tarantang.
Lanskap yang hijau akan langsung menyergap sudut mata Anda. Ssst, keindahan lembah ini tak jarang membuat banyak wisatawan enggan pulang. Untungnya ada beberapa homestay yang bisa dijadikan tempat menginap.
Dalam perjalanan ke lembah ini, mata Anda akan tercengang melihat tebing-tebing granit. Tingginya tak main-main, mulai dari 80 meter hingga 300 meter! Tak heran tebing-tebing ini jadi lokasi favorit olahraga panjat tebing. Eits, tapi hati-hati, hanya pemanjat tebing profesional yang boleh menaklukkan tebing-tebing ini.
Sebuah monumen peninggalan Belanda yang terletak dekat dengan air terjun Sarasah Bunta menjadi bukti, lembah ini sudah dikunjungi turis dari zaman kolonial. Lembah seluas 270 hekar ini juga menjadi habitat bagi monyet ekor panjang.
Dari atas tebing-tebing ini, mengalirlah empat air terjun yaitu Sarasah Aie Luluih, Sarasah Bunta, Sarasah Murai dan Sarasah Aie Angek. Beberapa di antaranya bahkan membentuk kolam alami yang sangat cantik di bagian lereng tebing!
Nah, kalau Anda mengaku pecinta olahraga adrenalin, tak ada salahnya mencoba panjat tebing di Lembah Harau. Setelah itu, basuhlah diri Anda dengan sejuknya air dari beberapa air terjunnya. Dijamin, Anda tak akan menyesali liburan kali ini.
Sumber: travel.detik.com pasaharau.com/panjat-tebing-di-lembah-harau-berani/ Foto:http://pasaharau.com
...moreSelain keindahan alamnya, Kei mempunyai banyak kuliner yang sangat menggugah selera. Makanan khas masyarakat Kei sangat lekat dengan kondisi alamnya di mana singkong dan hasil laut menjadi bahan baku utama kuliner mereka.
5 kuliner khas Kei yang sangat menggiurkan adalah
1. Embal
Merupakan salah satu makanan pokok masyarakat Kei yang berasal dari singkong. Bentuk, rasa dan cara menikmatinya pun bermacam-macam, bisa dimakan dengan ikan asar, ikan kuah, sayur dll pada saat makan besar, bisa pula dimakan sebagai penganan dengan dicelup ke dalam teh. Ada embal yang berbentuk bubuk, goreng, embal swami dan embal busa (dicetak).
Saat ini Embal juga sudah diproduksi oleh masyarakat sebagai oleh-oleh dengan berbagai rasa.
2. Lad
Lad atau tumis rumput laut adalah makanan khas masyarakat Kei yang sangat lezat sebagai lauk pauk. Varian dari Lad adalah rumput laut segar ditumis singkat dengan bawang merah, bawang putih dan cabai atau dicampur dengan kelapa parut seperti urap. Masyarakat Kei bisa menyantap Lad dengan nasi, embal atau ketupat sebagai teman lauk utama berupa ikan. Rasa lezat rumput laut segar yang baru saja dipanen membuat selera makan kita menjadi bertambah. Rumput laut mempunyai kandungan protein tinggi.
3. Ikan Asar
Proses pembuatan ikan asar
Ini adalah salah satu menu utama masyarakat kuliner masyarakat Kei, yang berupa ikan yang diolah dengan cara diasap. Biasanya ikan asar berbahan baku ikan laut seperti ikan komo (tongkol), ikan sapuda (kakap), atau ikan semandar (baronang). Ikan asar dimakan dengan embal, sambal colo-colo dan sirsir atau lad.
Rasa gurih ikan sangat terasa karena masyarakat Kei terbiasa memasak dengan bahan baku ikan yang masih segar. “Di sini ikannya hanya mati sekali,” seloroh mereka tentang kesegaran ikan-ikannya, “Bukan ikan yang mati 4 kali seperti di Jawa!”
4. Sirsir
Sirsir, ikan asar, dan embal bubuk
Sayuran khas Kei ini berupa tumisan daun singkong dan bunga pepaya yang ditambah santan pukat. Sama seperti Lad, Sirsir dimakan sebagai lauk embal dan ikan asar. Rasa segar dan sedikit pahit menjadi sensasi sendiri bagi mereka yang menyantap menu tradisional ini. Keunikan rasa makanani ini membuat masyarakat Kei sampai mempunyai lagu tentang sirsir
5. Kue Langar
Penganan khas Kei ini terbuat dari singkong yang disangrai setengah matang dan ketika masih hangat disiram dengan santan kemudian digumpal-gumpal dibentuk seperti anyaman kemudian digoreng dengan minyak panas.
Langar sudah dibuat juga dalam bentuk stik dengan berbagai varian rasa seperti keju, cokelat, pandan dan rasa lainnya dan bisa dijadikan oleh-oleh khas Kei.
Hampir seluruh makanan tradisional masyarakat Kei tersebut dapat dengan mudah dijumpai dan dicicipi di Pasar Malam Kota Tua, di mana para penjualnya pun berjejer dengan menggunakan penerangan berupa pelita secara tradisional.
Jejeran penjual makanan di Pasar Malam Kota Tual
Jadi sudah saatnya kita kunjungi Kepulauan Kei, Maluku Tenggara dan nikmati pesona alam serta kelezatan kuliner khas masyarakatnya.
...moreFenomena ojek motor di kota-kota besar Indonesia seakan sudah menjadi kebutuhan. Kehadirannya dianggap sebagai jawaban atas permasalahan kemacetan di jalanan perkotaan. Perlahan namun pasti tren ojek motor mulai menginspirasi tumbuhnya usaha jasa serupa di kota kecil. Salah satunya Banyuwangi.
Meskipun arus kendaraan di Kabupaten Banyuwangi tidak termasuk yang mengalami kendala kemacetan, namun ternyata hal ini tidak menyurutkan tekad beberapa kelompok masyarakat setempat untuk terjun dalam bisnis jasa transportasi ojek motor.Sebagai kabupaten wisata, Banyuwangi memiliki wilayah yang luas, dengan sebaran lokasi wisata yang merata di berbagai penjuru dan jaraknya cukup berjauhan satu dengan lainnya, maka kebutuhan transportasi wisata yang efisien sangat dibutuhkan bagi para wisatawan yang akan berkunjung ke Banyuwangi. Utamanya bagi Anda yang akan menjelajahi alias mbolang ke kota yang berjuluk Kota Gandrung menggunakan transportasi umum seperti para backpacker atau traveler yang terdiri 2-3 orang, maka selama di Banyuwangi tentu sangat membutuhkan jasa transportasi yang mampu mengakomodasi rencana perjalanan yang fleksibel dan ekonomis. Ojek motor adalah jawaban yang tepat.Jasa ojek motor di Banyuwangi umumnya dilakukan baik oleh komunitas maupun perorangan yang terbagi dalam beberapa jenis layanan.Ada ojek motor yang memang mengkhususkan diri melayani pengantaran ke obyek wisata di Banyuwangi, ada ojek motor yang menyediakan aneka jasa, seperti sewa motor dan tour guide.Selain itu juga ada ojek yang fokus melayani jasa pengiriman barang, namun tidak tertutup kemungkinan bersedia melayani jasa ojek wisata.Berikut ini beberapa alternatif jasa ojek motor yang tersedia dan bisa dimanfaatkan para solo traveller selama berwisata di Banyuwangi.
1. MoJek Wisata Banyuwangi
MoJek (Motor Ojek) Wisata Banyuwangi melayani jasa pelayanan wisata ke seluruh Banyuwangi. Pengelola MoJek siap mengantarkan kemanapun dan kapanpun wisatawan dengan motto : Aman, Nyaman, Ramah, safety dijalan, dan menyenangkan.
Pihak MoJek membagi rute trip wisata Banyuwangi dalam beberapa jelompok, yaitu :1. Wisata Banyuwangi wilayah Barat : Kawah Ijen, air terjun , perkebunan Kalibendo.2. Wisata Banyuwangi wilayah Timur : Pantai Boom, Pantai cemara , wisata kota-kota, pantai blimbingsari3. Wisata Banyuwangi wilayah Utara : Baluran, Watudodol, Bangsring, villa Ketapang4. Wisata Banyuwangi wilayah Selatan : Pulau merah, wedi ireng, teluk hijau, pantai rejegwesi, pantai mustika.5. Wisata Banyuwangi wilayah ujung timur : alas purwo, G-land ,wisata ikan muncar, mangrove bedul, grajagan. Untuk menggunakan jasanya, pihak MoJek mematok tarif Rp 150.000/orang per trip wilayah. Tarif tersebut belum termasuk tiket masuk wisata yang harus ditanggung pengguna jasa.
Bagi traveler yang berminat menggunakan jasa MoJek, dapat menghubungi via : Telepon : 082335355915 Pin BB : 5CE1EE4D
2. Karangasem Trans
Karangasem Trans yang bermarkas di depan Stasiun Karang Asem Banyuwangi menyediakan aneka jasa seperti ojek wisata, sewa motor dan homestay.
Untuk jasa antar-jemput ke obyek wisata, mereka mematok harga sesuai dengan jarak lokasi, diantaranya : - Kawah ijen: 175 rb- TN Baluran: 175 rb (antar jemput)- Air terjun Kembar: 50 rb - Pantai Boom : 35 rb - Pulau Merah + Teluk Hijau (green bay): 400rb Sedangkan untuk sewa motor, penyewa akan dikenai tarif Rp 75 ribu per-24 jam. Kapanpun Anda membutuhkan jasa ojek wisata, Karangasem Trans siap dihubungi selama 24 jam.
Alamat Karangasem Trans :Jl.stasiun karang asem BANYUWANGICall/WA :082 332 582 004 (rudy)085 331 273 535 (koko)Pin BB : 5A19DA70
3. Motocy
Motocy adalah sebuah perusahaan yang melayani jasa persewaan sarana transportasi dan akomodasi perjalanan pariwisata di kota Banyuwangi. Selain memiliki jasa ojek motor dan sewa motor, Motocy juga memberikan jasa lain seperti sewa mobil/jeep dan homestay. Dengan support selama 24 jam pelanggan akan mendapat kemudahan jika sewaktu-waktu datang ke Banyuwangi, karena Motocy siap memberikan layanan antar jemput.
Motocy Banyuwangi :JL.Ikan Wijinongko Gg I Barat SDN Model No.5Kel. Sobo-BanyuwangiTelpon : 0333 3381434Mobile: 082 143 968 770
4. Bang Oji
Bang Oji (Banyuwangi Ojek Wisata) dinahkodai oleh Marcellinus Franky Triawan, seorang pemandu wisata Banyuwangi yang juga anggota Kopiwangi (Komunitas Peduli Wisata Banyuwangi), sebuah komunitas resmi yang terdaftar di Pemkab Banyuwangi.
Seakan ingin mensinergikan dengan profesinya, selain melayani jasa ojek ke berbagai tujuan obyek wisata di Banyuwangi, Franky - nama panggilannya - juga sekaligus menawarkan jasa sebagai pemandu wisata jika dibutuhkan oleh pengguna jasanya. Tentunya dengan tambahan ongkos.Untuk layanan jasa yang diberikan, Bang Oji mematok tarif yang bersahabat, sesuai dengan mottonya "Wisata Asik & Ga Bikin Kantong Berisik". Harga dan layanan fleksibel. Sebagai contoh, untuk jasa ojek ke Kawah Ijen, Bang Oji memasang tarif standar Rp 150 ribu untuk antar jemput dari starting point Stasiun Karang Asem atau Bandara Blimbingsari.Jika Anda tertarik menggunakan jasa Bang Oji, silakan menghubunginya melakukan kontak/WA di 081 357 054 740 atau 085 101 426 990. Anda juga bisa menghubungi Franky melalui akun medsosnya di www.facebook.com/marcellino.ndeso untuk mengenalnya lebih dekat.
5. Mas Jek
Sesuai dengan informasi di laman Facebook-nya, MASJEK yang beralamat di jalan KH Agus Salim Banyuwangi ini juga melayani jasa ojek online. MASJEK membagi jam operasionalnya dalam dua kelompok, untuk hari Kamis dan Sabtu aktif selama 24 jam, sedangkan untuk hari lainnya mulai aktif pada malam hari, yaitu pukul 18.00 WIB sampai 06.00 WIB.
Tidak ada informasi tentang tarif jasanya, namun bagi Anda yang berminat menggunakan jasa MASJEK dapat menghubungi di nomer kontak 085 722 222 088 untuk melakukan pemesanan.
6. Bang Jek
Bang Jek atau Banyuwangi Jasa Kirim, fokus utamanya memang melayani jasa pengiriman ke seluruh Banyuwangi, seperti antar barang, antar jemput anak sekolah, belanja di toko/mall, dan pesan antar makanan. Namun diluar jasa kurir, Bang Jek ternyata juga menerima aneka jasa lain seperti sebar brosur, laundri, cleaning service rumah.
Bukan tidak mungkin Bang Jek juga tidak akan menolak rejeki lain yang datang, semisal memberikan layanan ojek ke tempat-tempat wisata di sekitar Banyuwangi. Apalagi saat ini Bang Jek memiliki tim yang terdiri dari 6 orang yang siap memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggannya.
Alamat kantor Bang Jek :Jl. Al Hilal no. 3 (belakang kantor KPU) Krasak, BanyuwangiKontak : 081 335 590 008Atau Anda juga bisa langsung menghubungi personil Bang Jek yang terdiri :
Bang Jek 1
Tlp. 082 245 515 541
Pin 28BC2E3D
Bang Jek 2
Tlp. 082 245 515 540
Pin 29CCA8F7
Bang Jek 3
Tlp. 082 245 515 564
Pin 2AD07C8E
Bang Jek 4
Tlp. 082 234 747 600
Pin 5D0388DB
Bang Jek 5
Tlp 082 232 450 130
Pin 5D1D95F0
Bang jek 6
Tlp 082 231 747 413
Pin 5E669AF6
7. OL Jek
Ol Jek alias Oline Ojek adalah sebuah layanan jasa transportasi antar jemput dan jasa pengiriman dengan tarif terjangkau. Seperti juga Bang Jek, fokus Ol Jek sebenarnya adalah melayani jasa pengiriman barang, namun sejauh ada yang membutuhkan jasa ojek juga akan dilayani.
Ol Jek mematok jasanya sebagai berikut :- Jasa antar/jemput Rp 8 ribu untuk 6 km pertama, selanjutnya dihitung Rp 2 ribu/km.- Jasa antar barang, belanja, kirim paket/dokumen dan sebagainya dipatok Rp 7 ribu untuk tujuan kota Banyuwangi dan sekitarnya.
Jika Anda yang membutuhkan membutuhkan jasa Ol Jek, silahkan langsung menghubungi :Alamat: Jl. Bromo 76 BanyuwangiHP/WA: 085 656 002 160
Dengan keberadaan ojek motor di Banyuwangi yang menawarkan beragam jasa, tidak hanya wisatawan backpacker yang berencana mbolang ke Banyuwangi mendapatkan keuntungan dari banyaknya pilihannya, namun masyarakat lokal Banyuwangi pun dapat merasakan manfaatnya. Ojek online adalah suatu keniscayaan yang hadir karena faktor kebutuhan masyarakat modern yang didukung oleh kemajuan teknologi. Memang ojek motor di Banyuwangi belum secanggih ojek di kota besar yang sudah menerapkan aplikasi, namun kalau tujuannya baik dan manfaatnya sama-sama bisa dirasakan oleh penggunanya, mengapa tidak?
Happy travelling! (Sumber: Artikel banyuwangibagus.com Foto murianews.com)
...moreTripTrus.Com - Pemkab Raja Ampat bakal bikin heboh dengan Festival Raja Ampat bulan Oktober 2023. Masalahnya, kita masih nunggu kabar resmi soal tanggal pastinya, nih. Ellen Risamasu, sang Kapten Pariwisata Raja Ampat, sempet cerita, "Festival Raja Ampat tahun ini ada, tapi tanggalnya masih sebatas rencana, bro."
View this post on Instagram
A post shared by Arief Naufal (@arief.naufal)
Nah, biasanya festival ini digelar tiap tanggal 18-21 Oktober, guys. Tapi, denger-denger, festival Raja Ampat kali ini bakal beda dari yang lain, guys.
Kali ini, mereka bakal gabungin tiga event seru dalam satu keseruan besar. Ada Festival Raja Ampat, Festival Gemar Makan Ikan, dan Festival Suling Tambur dalam satu paket!
Ellen Risamasu ngejelasin, "Jadi, di event ini ada tiga festival, bro: Festival Raja Ampat, Festival Gemar Makan Ikan, dan Festival Suling Tambur. Seru, kan?"
[Baca juga : "Party Bareng! Nusa Penida Festival 2023 Bikin Heboh Pulau Nusa Penida"]
Kata Ellen, Festival Raja Ampat ini juga penting banget buat ngebantu Raja Ampat masuk dalam jajaran UNESCO Global Geopark. Jadi, gak cuma keren, tapi juga punya sejarah, nih!
Terus, Ellen juga cerita kalo pariwisata Raja Ampat sempet tutup gara-gara pandemi COVID-19 dari 2020 sampe 2022. Makanya, sekarang mereka berusaha benerin niatan wisatawan buat mampir ke Raja Ampat, dengan bikin Festival Bahari ini. Keren, ya, upaya mereka!
Jadi, siap-siap deh buat Festival Raja Ampat 2023 yang bakal bikin kita makin cinta sama keindahan alam Indonesia! (Sumber Foto @paula_cortez28)
...moreTripTrus.Com - Pada masa penjajahan Belanda, wilayah ini masuk ke dalam Karesidenan Batavia dan mempertahankan karakteristik tiga etnis, yaitu suku Sunda, suku Betawi, dan Tionghoa.
Pembentukan wilayah ini sebagai kota otonom berawal dari keinginan warga di kawasan Tangerang Selatan untuk menyejahterakan masyarakat. Pada tahun 2000, beberapa tokoh dari kecamatan-kecamatan mulai menyebut-nyebut Cipasera sebagai wilayah otonom. Warga merasa kurang diperhatikan Pemerintah Kabupaten Tangerang sehingga banyak fasilitas terabaikan.
Pada 27 Desember 2006, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang menyetujui terbentuknya Kota Tangerang Selatan. Calon kota otonom ini terdiri atas tujuh kecamatan, yakni, Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang, Pondok Aren, Serpong, Serpong Utara dan Setu.
Pada 29 Oktober 2008, pembentukan Kota Tangerang Selatan diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Indonesia, Mardiyanto, dengan tujuh kecamatan hasil pemekaran dari Kabupaten Tangerang yang telah disetujui oleh DPRD Kabupaten Tangerang pada 27 Desember 2006.
1. Situ Gintung
View this post on Instagram
Bersandar melepas mentari, tanda tlah tiba saatnya kita ngopi :) . Lokasi: Situ Gintung, lewat pintu masuk kuburan lurus terus, ketemu lapangan tempat adu burung lurus, belokan ke dua setelah warung. . #dolanae #situgintung #tangsel #danausitugintung #tangerangselatan #kelanapesonaindonesia #senja #ngopi #tempatngopi #wisata #banten #jelajahbanten #visitbanten #ciputat #siluet #indonesia_photography #danau #jalanjalansore #mancingmania #mancing #pariwisata #pesonaindonesia #wonderfulindonesia #wonderfulplaces #travelphoto #travelphotography #indotravellers #instanusantarajakarta #enjoyjakarta #geonusantara
A post shared by Febri Amar (@febriamar) onDec 11, 2018 at 11:19pm PST
Pada masa penjajahan Belanda, wilayah ini masuk ke dalam Karesidenan Batavia dan mempertahankan karakteristik tiga etnis, yaitu suku Sunda, suku Betawi, dan Tionghoa.
Pembentukan wilayah ini sebagai kota otonom berawal dari keinginan warga di kawasan Tangerang Selatan untuk menyejahterakan masyarakat. Pada tahun 2000, beberapa tokoh dari kecamatan-kecamatan mulai menyebut-nyebut Cipasera sebagai wilayah otonom. Warga merasa kurang diperhatikan Pemerintah Kabupaten Tangerang sehingga banyak fasilitas terabaikan.
Pada 27 Desember 2006, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang menyetujui terbentuknya Kota Tangerang Selatan. Calon kota otonom ini terdiri atas tujuh kecamatan, yakni, Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang, Pondok Aren, Serpong, Serpong Utara dan Setu.
Pada 29 Oktober 2008, pembentukan Kota Tangerang Selatan diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Indonesia, Mardiyanto, dengan tujuh kecamatan hasil pemekaran dari Kabupaten Tangerang yang telah disetujui oleh DPRD Kabupaten Tangerang pada 27 Desember 2006.
Awal pembentukan situ (danau) ini adalah sebagai waduk yang berfungsi sebagai tempat penampungan air hujan dan untuk perairan ladang pertanian di sekitarnya, dibuat antara tahun 1932-1933 dengan luas awal 31 ha. Kapasitas penyimpanannya mencapai 2,1 juta meter kubik. Situ ini adalah bagian dari Daerah Aliran Ci Sadane merupakan salah satu sungai utama Provinsi Banten dan Jawa Barat sumber berasal dari Gunung Salak dan Gunung Pangrango di (Kabupaten Bogor, sebelah selatan Kabupaten Tangerang) yang mengalir ke Laut Jawa panjang sungai ini sekitar 80 km dan bendungan aliran Kali Pesanggrahan. Di tengah-tengah situ terdapat sebuah pulau kecil yang menyambung sampai ke tepi daratan seluas kurang lebih 1,5 ha yang bernama Pulau Situ Gintung beserta hutan tanaman yang berada sekitarnya.
Semenjak tahun 1970-an kawasan pulau dan salah satu tepi Situ Gintung dimanfaatkan sebagai tempat wisata alam dan perairan di mana terdapat restoran,kolam renang,dan outbond.
Terhitung tahun 2011 Situ Gintung berubah nama menjadi Bendungan Gintung (sesuai dengan PP No. 37 Tentang Bendungan Tahun 2010).
2. Stasiun Sudimara
View this post on Instagram
Jangan berharap akan menjadi pemenang jika tidak pernah kalah, taklukan apa yang ingin kamu taklukan dengan perjuangan! . Foto : @jonasiagianmoto #stasiunsudimara #ciputat #tangsellife #guetangsel #ilovetangsel #initangsel #tangsel #tangerangselatan
A post shared by Tangsel Life (@tangsel.life) onOct 23, 2018 at 6:20pm PDT
Stasiun Kereta Api Sudimara (SDM) atau yang selanjutnya disebut dengan Stasiun Sudimara, merupakan salah satu stasiun kereta api yang berada di bawah manajemen PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta yang berada pada ketinggian + 28 m di atas permukaan lain, dan merupakan stasiun kereta api kelas III. Stasiun Sudimara terletak di Jalan Raya Jombang, Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Lokasi stasiun ini berada di sebelah selatan Pasar Jombang.
Bangunan Stasiun Sudimara yang lama merupakan bangunan peninggalan masa Hindia Belanda meski fasade bangunan ini sedikit mengalami perubahan dengan penambahan ruangan di sebelah kanan bagian depan. Pembangunan stasiun ini bersamaan dengan pembangunan jalur kereta api Duri-Rangkasbitung sepanjang 76 kilometer. Pengerjaan jalur kereta api ini dilakukan oleh Staatsspoorwegen (SS), perusahaan kereta api milik Pemerintah Hindia Belanda, pada tahun 1899 berbarengan dengan pengerjaan jalur kereta api Duri-Tangerang. Peresmian stasiun ini dilakukan pada 1 Oktober 1899.
Proyek jalur kereta api Duri-Rangkasbitung ini merupakan bagian dari proyek besar jalur kereta api jalur Barat jilid 2 (Westerlijnen-2) hingga Merak. Pengerjaan proyek jalur kereta api ini dilaksanakan searah. Setelah jalur rel Duri-Rangkasbitung selesai, maka dilanjutkan jalur rel Rangkasbitung-Serang-Cilegon (1900), dan Cilegon-Merak (1914).
Pada awal mulanya, Stasiun Sudimara ini berfungsi sebagai stasiun lintasan kereta api saja (Stopplaats), namun kemudian berubah menjadi stasiun kecil (halte) untuk melayani warga sekitar yang menjual hasil perkebunannya ke Batavia Zuid (sekarang Jakarta Kota) maupun Tanah Abang. Pada 16 Maret 1954, Direksi Djawatan Kereta Api menaikkan Stasiun Sudimara menjadi stasiun kelas IV.
Sekarang, stasiun ini menjadi stasiun kelas III. Akan tetapi sejak dioperasikan KRL (Kereta Listrik), atau dalam bahasa menterengnya disebut Commuter Line hingga Stasiun Maja di Tangerang, Stasiun Sudimara ini menjadi stasiun yang tergolong ramai, sibuk dan padat jadwal lintasannya. Hal ini juga tak terlepas dari perkembangan hunian yang ada di sekitar stasiun tersebut, karena Ciputat merupakan daerah penyangga Kota Jakarta.
[Baca juga : "13 Bangunan Bersejarah Di Pandeglang"]
3. Monumen Palagan Lengkong
View this post on Instagram
MONUMEN PALAGAN LENGKONG. Monumen yang terletak di wilayah Lengkong Wetan, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten, untuk sampai ke lokasi diperlukan usaha yang lebih karena letaknya tidak di jalur utama penghubung Kota Tangerang dengan Serpong, masuk dalam kawasan perumahan Bumi Serpong Damai. Sesampainya di lokasi yang pertama dijumpai adalah sebuah rumah dengan papan informasi di halaman depan, isinya menyatakan bahwa lokasi tersebut merupakan kawasan cagar budaya. Di rumah tersebut pada 25 Januari 1946 terjadi pertemuan antara Mayor Daan Mogot, Direktur Akademi Militer Tangerang, dengan tentara Jepang yang bertujuan untuk melucuti persenjataan tentara Jepang agar tidak jatuh ke tangan tentara Belanda. Perundingan dengan pihak Tentara Jepang dibawah pimpinan Kapten Abe dilakukan oleh Mayor Daan Mogot, Mayor Wibowo dan Taruna Alex Sajoeti, taruna Akademi Militer Tangerang. Letusan senjata dan rentetan mitraliur yang terjadi secara tiba-tiba ketika perundingan tengah berlangsung dan berujung pada terjadinya pertempuran tak seimbang yang berakhir dengan tewasnya 34 taruna dan 3 perwira TRI, yaitu Mayor Daan Mogot, Letnan Soebianto, dan Letnan Soetopo. Sedangkan Mayor Wibowo dan lebih dari 20 Taruna lainnya ditawan oleh Tentara Jepang. Sayangnya, saat ini rumah tersebut tidak digunakan sebagai museum hanya sebagai penanda lokasi saja. Lalu bergerak ke arah belakang rumah baru lah nampak terdapat monumen yang terletak di sisi kanan dari rumah. Monumen yang berbentuk bidang cekung setinggi lebih dari 2 meter berlapiskan marmer hitam dan tiang bendera yang terdapat di bagian atas dinding. Pada dinding monumen terdapat tulisan tinta emas yang berisikan catatan sejarah singkat terjadinya Peristiwa Lengkong dan nama-nama mereka yang gugur dalam peristiwa tersebut serta diapit oleh dinding-dinding rumput yang memunggungi jalan masuk yang membuat lokasinya jadi tersembunyi dari pandangan mata. . #monumenperistiwalengkong #monumenpalaganlengkong #lengkongwetan #tangerangselatan #bsd #wisatasejarah #sejarahkemerdekaan #gowessejarah #mayordaanmogot
A post shared by azwar muhlis (@azwar_muhlis) onDec 24, 2016 at 7:20pm PST
Monumen Palagan Lengkong terletak di Jl. Bukit Golf Utara No.2, Lengkong Wetan, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310
Daan Mogot adalah tentara PETA dengan pangkat mayor. Pada tanggal 25 Januari 1946, mayor bernama lengkap Elias Daniel Mogot itu ditugaskan untuk melucuti senjata tentara Jepang di Tangerang. Ketika itu Jepang telah resmi dinyatakan kalah dari Sekutu dalam Perang Dunia II. Misi pasukan Mayor Daan Mogot adalah untuk mencegah senjata Jepang jatuh ke tangan Belanda.
Mayor Daan Mogot memimpin 70 taruna tentara menuju tempat bermukim tentara Jepang di daerah Lengkong. Sampai di sana, Mayor Daan Mogot mengutarakan tujuan kedatangannya kepada Kapten Abe yang merupakan pimpinan pasukan Jepang. Proses pelucutan senjata yang mulanya berjalan damai menjadi pertempuran. Dalam baku tembak di Hutan Lengkong tersebut pasukan Mayor Daan Mogot terdesak dan kalah. Mayor Daan Mogot beserta dua perwira dan 34 taruna gugur.
Untuk mengenang perjuangan Daan Mogot, di bekas lokasi pertempuran didirikan Monumen Palagan Lengkong. Bangunan yang kerap disebut Monumen Lengkong tersebut berada di bagian depan Perumahan BSD. Tugu peringatan di daerah Lengkong tersebut berbentuk persegi panjang dengan tinggi lebih dari dua meter. Seluruh bangunan didominasi warna gelap.
Permukaan depan Monumen Lengkong berupa bidang lengkung dari marmer hitam. Di atasnya tertulis rangkaian kata menggunakan tinta emas yang berbunyi : “Pada Hari Jumat petang tanggal 25 Januari 1946, telah terjadi peristiwa berdarah di Lengkong / Serpong, dimana pasukan dari Akademi Militer Tangerang yang dipimpin oleh Mayor Daan Mogot yang tengah merundingkan penyerahan senjata dari Pasukan Jepang di Lengkong kepada Pasukan TRI secara tiba-tiba sekali telah dihujani tembakan dan diserbu oleh Pasukan Jepang, sehingga mengakibatkan gugurnya 34 Taruna Akademi Militer Tangerang dan 3 Perwira TRI, diantaranya Mayor Daan Mogot sendiri”. (Sumber: Artikel gpswisataindonesia.info Foto tangselmedia.com)
...moreTripTrus.Com - Yogya emang keren banget buat liburan, geng! Gak cuma punya tempat-tempat seru buat dikunjungin, tapi juga ada event-event kece yang sayang banget kalo dilewatin.
Buat kalian yang bakal mampir ke Yogya bulan Oktober 2023, nih, catet ya event-event keren yang bakal ada. Info ini kita dapet dari Dinas Pariwisata DIY dan beberapa sumber lainnya:
View this post on Instagram
A post shared by Visiting Jogja (@visitingjogja)
1. Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) pada 7 Oktober 2023
Event ini ada buat merayain ulang tahun Jogja yang ke-267, loh! Tahun ini udah yang kedelapan kalinya digelar, tema tahun ini adalah Pandawa Mahabisekha. Lokasinya di Tugu Yogya dan dimulai jam 6 sore.
2. Malioboro Coffee Night pada 1-6 Oktober 2023
Nah, ini buat yang suka kopi. Acara ini di Jalan Malioboro. Selain bisa dapet kopi gratis, mereka juga bakal kenalin kopi lokal Indonesia. Ada peringatan Hari Kopi Internasional dan ulang tahun Kota Jogja juga lho!
3. The International Yogyakarta 42K pada 8 Oktober 2023
Buat yang suka lari, ini event pertama di Jogja yang rutenya lewat tengah kota. Rutenya juga nyambung sama filosofi Jogja, jadi bakal lewat tempat-tempat keren seperti Titik Nol Jogja, Tugu Jogja, Alun-alun Utara, dan Area Keraton. Pastinya juga lewat Malioboro, Benteng Vredeburg, dan tempat-tempat keren lainnya. Buat yang suka lari sambil nikmatin suasana kota, ini jangan dilewatin!
[Baca juga : "Kece Abis! Lake Toba Fashion Week 2023 Bikin Heboh Di Kawasan Danau Toba"]
4. Karnaval Budaya Desa Wukirharjo Lampion Wish pada 8 Oktober 2023
Event ini diadain sama Obelix Hill, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, sama Pemerintah Kalurahan Wukirharjo. Mereka bakal bikin Karnaval Budaya Desa Wukirharjo dan Lampion Wish. Kabarnya bakal ada 1.000 lampion yang bakal diterbangin. Event ini dimulai jam 2 sore sampe selesai.
5. BPD Malioboro Run pada 29 Oktober 2023
Buat yang suka lari lagi, ada event lari dari Bank BPD DIY di Jalan Malioboro. Ini juga buat promosi budaya lewat olahraga, sambil bantu pertumbuhan ekonomi, lho!
Jadi, geng, Oktober di Yogya bakal seru banget nih! Pastiin buat ngecek event-event ini kalo lagi di Yogya biar liburannya makin asik. (Sumber Foto @pras_tg)
...moreTripTrus.Com - Sejak abad pertama sebelum masehi, Cina dan kepulauan Indonesia telah memiliki hubungan yang sangat dekat, baik antara Kaisar Cina dengan raja-raja di Indonesia, dalam aspek agama maupun perdagangan. Sejumlah putri kerajaan Cina bahkan menikah dengan sejumlah raja di Yogyakarta, Solo, Cirebon, Bangka dan Belitung , maupun Kalimantan Barat
Kedatangan bangsa Cina ke Indonesia dimulai pada abad ke 17, ketika kongsi perdagangan Hindia-Timur (VOC) berhasil mengajak bangsa Cina dari daratan untuk berimigrasi ke berbagai pulau di Indonesia baik untuk bekerja maupun berdagang.
Di Batavia , pusat Kongsi Perdagangan Hindia-Timur (VOC), meskipun komunitas bangsa Cina diperlukan oleh Belanda, tetap saja mereka dan penduduk asli hanya diperbolehkan tinggal di luar batas kota dan tembok kota.
Pada umumnya mereka bermukim dan berdagang di sepanjang daerah Pintu Besar, di sekitar sungai Ciliwung, yang sekarang dikenal sebagai Glodok, atau daerah Pecinan Jakarta. Daerah Glodok dimulai dari sepanjang Pancoran sampai dengan Jalan Gunung Sahari. Sejumlah komunitas Cina juga bermukim ke arah Barat yang sekarang dikenal sebagai daerah Tangerang, kini disebut provinsi Banten. Ppenduduk yang bermukim di daerah Tangerang dikenal sebagai Cina Benteng.
Dengan adanya larangan bagi perempuan Cina untuk beremigrasi di masa itu, banyak pria Cina yang berimigrasi ke Batavia menikah dengan perempuan lokal sehingga menghasilkan gabungan budaya Cina, lokal Melayu, Jawa dan tradisi asli lainnya. Budaya hasil gabungan ini dikenal dengan budaya Peranakan.
Budaya Peranakan adalah budaya yang sangat berpengaruh di upacara perkawinan, musik, tari dan khususnya pada makanan maupun masakan. Tampak jelas Cina menyerap budaya lokal dan sebaliknya, dimana penduduk lokal juga menyerap berbagai elemen budaya Cina untuk diterapkan diberbagai hal.
Sejumlah bangunan Cina yang dijaga keasliannya dan masih ada sampai saat ini salah satunya adalah Toko Merah. Berlokasi di Jalan Kali Besar, Toko Merah tampak memiliki pengaruh budaya Cina yang sangat kuat. Selain itu terdapat juga bangunan Candranaya yang baru selesai direstorasi yang berlokasi di Jalan Gajah Mada. Baik Toko Merah dan Candranaya sekarang digunakan untuk Seminar, Pesta Perkawinan dan sejumlah acara lainnya.
Petak Sembilan
Di sekitar Petak Sembilan, Anda dapat menemukan toko Cina yang menjual berbagai manisan dan pernak pernik Cina , toko obat Cina serta berbagai restoran Cina terbaik yang menyediakan makanan asli Cina seperti bebek panggang, pangsit goreng dan bakso. Di sini juga terdapat warung kopi yang disebut ‘Kopi Tiam’ dan Es Kopi yang disebut ‘Tak Kie’, yang kesemuanya disediakan masih dengan cara lama.
Bagian dari daerah Pecinan Jakarta ini menjadi sangat meriah dengan lentera dan tari Barongsai, terutama pada saat perayaan Tahun Baru Cina. (Sumber: Artikel jakarta-tourism.go.id Foto jakarta.panduanwisata.id)
...moreTripTrus.Com - Gengs, lo udah siap belum nih buat nikmatin vibes long weekend dan tanggal merah di bulan Mei 2025? Bulan ini bener-bener surganya para kaum rebahan yang lagi nyari alasan buat healing tipis-tipis. Buat lo yang pengen ngacir dari rutinitas, Jawa Barat jadi destinasi yang gak boleh kelewat! Dari konser, festival seni, sampai workshop kece, semuanya tumpah ruah di berbagai kota di Jabar. Lo tinggal siapin outfit kece, bawa temen nongkrong, dan cus liburan seru tanpa takut dompet menjerit. Dijamin gak bakal nyesel!
🎭 Festival & Acara Seru Sepanjang Mei 2025
Sekar Pandan Art Festival (2–4 Mei, Cirebon) Cirebon awal bulan udah dibuka sama vibes seni dan budaya dari Sekar Pandan Art Festival. Buat lo yang doyan liat pameran seni sambil nyari spot foto aesthetic, ini tempat yang pas banget. Lo bisa nikmatin pertunjukan sambil ngemil jajanan lokal. Gak ada tiket masuk, jadi lo tinggal gas aja ke lokasi!
Bandung Kota Angklung (3–17 Mei, Bandung) Mau nostalgia sama alat musik tradisional tapi dikemas kekinian? Event ini jawabannya! Lo bakal nemu pertunjukan angklung dari yang klasik sampe yang dibikin ngeblend sama musik modern. Sambil nonton, bisa sambil ngopi lucu di sekitar venue. Gak cuma edukatif, tapi juga heartwarming banget, bro!
Pasar Tani (4 & 9 Mei, Bandung) Kalau lo pecinta produk organik dan pengen support petani lokal, mampir deh ke Pasar Tani. Ada hasil bumi segar, sayuran organik, sampe cemilan tradisional yang bisa lo borong. Bisa juga ngobrol langsung sama petaninya, jadi makin tahu proses panennya. Biar makin woke dan sadar lingkungan, cuy!
Sumfairfest (10 Mei, Kab. Bandung) Event ini cocok banget buat yang pengen ngerasain serunya festival musik dan kuliner lokal dalam satu tempat. Dari band indie, food truck hits, sampe bazar UMKM kece semua ada. Jangan lupa bawa kamera, karena tiap sudutnya instagramable banget. Hype-nya dapet, perut kenyang, hati senang!
Bandung Color Run & Bogor Run (11 Mei, Bandung & Sentul) Yang suka olahraga tapi pengen fun? Color Run di Bandung dan Bogor Run di Sentul bakal bikin lo semangat lari sambil main warna-warni. Acaranya family friendly banget, jadi bisa ajak gebetan atau keluarga juga. Dijamin lo bakal pulang dengan badan sehat dan foto-foto epic buat IG lo!
Pentas Eksibisi (14 Mei, Cirebon) Buat lo yang seneng lihat pertunjukan seni kontemporer, eksibisi ini keren banget. Banyak performance art dan instalasi visual yang bisa lo nikmatin. Lo gak cuma nonton, tapi juga bisa diskusi sama seniman lokalnya. Nambah ilmu dan pengalaman baru, cuy!
Indonesia Tourism & Trade Investment Expo 11 (15–18 Mei, Bandung) Lo yang minat bisnis atau pengen cari peluang di dunia pariwisata dan investasi, event ini wajib dateng! Banyak booth menarik, talkshow kece, sampe promo-promo wisata yang bisa lo dapetin langsung. Sambil networking, siapa tau ketemu jodoh bisnis lo di sana!
Be on Fest & Festival Ekonomi Kreatif (16–18 Mei, Bandung & Cirebon) Kombinasi musik, fashion, dan karya anak muda kreatif semua dikumpulin di dua event ini. Lo bakal lihat gimana keren dan inovatifnya industri kreatif lokal. Ada live music, pop-up market, dan diskusi seru bareng pelaku industri kreatif. Lo bakal keluar dari sana dengan kepala penuh ide fresh!
Hari Nelayan Palabuhanratu (21 Mei, Sukabumi) Bukan cuma seru-seruan, lo juga bisa ngerasain vibes lokal yang autentik dari perayaan Hari Nelayan. Ada lomba perahu hias, bazar ikan, dan pertunjukan adat. Momen ini cocok buat lo yang pengen ngerasain langsung budaya pesisir yang otentik dan hangat. Healing sambil belajar budaya? Why not!
Bazar UMKM & Workshop Ekraf (21–22 Mei, Bandung & Cirebon) UMKM lokal tuh makin keren loh sekarang. Dari makanan, fesyen, sampe kerajinan tangan, semua tampil kece di bazar ini. Lo juga bisa ikutan workshop buat upgrade skill lo, siapa tau abis itu lo buka usaha juga. Nambah ilmu, nambah relasi, dan nambah isi dompet juga bisa!
Caruban Nagari – Archery Tournament (24–31 Mei, Cirebon) Archery vibes-nya bener-bener bikin lo ngerasa jadi karakter game RPG. Lo bisa ikutan lombanya atau sekadar nonton atlet-atlet panahan kece yang adu skill. Event ini jarang ada, jadi mumpung ada di Jabar, cus aja meluncur!
Sunset di Kebun & Bogor City Trail (24–25 Mei, Bogor) Lo tim sunset atau tim hiking? Di Bogor, dua-duanya bisa lo dapetin. Sunset di Kebun cocok buat lo yang cari ketenangan, vibes-nya chill banget. Nah, kalau lo suka tantangan, City Trail-nya cocok buat lo yang mau keringetan sambil eksplor trek alami.
Bandung Lautan VW & Tau-Tau Festival (31 Mei–1 Juni, Bandung) Buat pecinta mobil klasik, Lautan VW bakal jadi surganya lo. Deretan mobil VW klasik yang kece siap bikin lo nostalgia. Terus, lanjut ke Tau-Tau Festival buat nikmatin penutupan bulan dengan konser dan kuliner lokal. Fix, lo bakal susah move on dari bulan ini!
[Baca juga : "Mei Di Surabaya? Banyak Event Gokil + Oleh-Oleh Wajib Borong Nih"]
Nah ini yang paling lo tunggu-tunggu, kan? Jadi gini gengs, selama bulan Mei 2025, bakal ada 7 hari libur nasional dan tanggal merah, termasuk yang jatuh di hari Minggu. Tanggal-tanggal pentingnya tuh:
1 Mei: Hari Buruh
12 Mei: Hari Raya Waisak
29 Mei: Kenaikan Isa Almasih Ditambah sama setiap hari Minggu: 4, 11, 18, dan 25 Mei.
Lo bisa banget tuh ngatur cuti biar dapet long weekend yang mantap. Kombinasinya cocok buat lo liburan santai atau bahkan road trip keliling Jabar bareng bestie. Jangan sampe liburnya kebuang cuma di kasur, bro!
Ternyata nih ya gengs, tahun 2025 itu total ada 27 hari libur nasional & cuti bersama. Angka yang pas banget buat lo yang udah burn out di kerjaan atau kuliah. Jadiin momen ini buat recharge diri lo. Liburan bukan cuma soal jalan-jalan, tapi juga nyari inspirasi, relasi baru, atau sekadar ngilangin penat. So, jangan sampe lo lewatkan Mei 2025 ini tanpa rencana! Yuk, #LiburanLokal dulu! (Sumber Foto @renatalia_oktavianiputri)
...more