shop-triptrus

Stop! Pikiran Inilah Yang Sering Menghambat Anda Untuk Traveling.

Short URL : http://triptr.us/g2y9

TripTrus.Com -Traveling saat ini sudah berubah menjadi life style setiap orang. Hampir semua orang dari setiap lapisan sosial membutuhkan kegiatan bersenang-senang ini untuk memanjakan dirinya. Dengan gaya low budget atau high budget, traveling dilakukan hampir di setiap hari libur nasional dengan beragam tujuan, mulai dari dalam hingga luar negeri. Namun kadang keraguan juga datang menghampiri beberapa orang sehingga rencananya untuk traveling selalu menemui jalan buntu. Mungkin juga karena informasi yang mereka dapatkan dari beragam media akhirnya membuat mereka khawatir untuk pergi dan akhirnya munculah mitos-mitos yang selalu menghambat rencana traveling. Apa saja kira-kira mitos traveling yang sering dipikirkan oleh traveler, berikut daftarnya.

Mitos 1: Traveling Itu Mahal
Traveling mewah itu akan sangat bagus untuk orang-orang yang sudah pensiun, menikmati ragam fasilitas mewah, makanan serba mahal, juga berwisata dengan gaya. Beruntungnya Anda tidak harus menunggu untuk pensiun untuk melakukan itu semua. Dengan gaya low budget tentu Anda bisa traveling kemanapun dan kapanpun.
 
Mitos 2: Dunia Itu Berbahaya
Bahkan ketika Anda berada di rumah atau kota tempat tinggal saja juga selalu ada bahaya. Namun hal-hal baik di luar sana ternyata bisa lebih banyak ditemui. Sudahlah, matikan televisi Anda yang sering memberitakan hal-hal buruk yang membuat khawatir. Asalkan dipersiapkan dengan benar dan Anda berhati-hati ketika traveling, semua akan menjadi aman-aman saja. 
 
Mitos 3: Mustahil Mencari Kerja Di Luar Negeri
Orang Indonesia memang rata-rata menginginkan Anda hadir ke kantor ketika kerja. Tapi jika Anda bisa bernegosiasi dengan atasan Anda dan bertanggung jawab dengan setiap pekerjaan Anda, harusnya pekerjaan bisa dilakukan di mana saja. Atau jika memang tidak berhasil, cari saja pekerjaan di luar negeri. Cari sebuah forum dan dapatkan kesempatan itu. Lumayan untuk menambah biaya perjalanan Anda.
 
Mitos 4: Orang-Orang Terlalu Khawatir
Mungkin terlalu jauh dan biasanya memikirkan hal yang tidak-tidak. Larangan untuk tidak pergi dari anggota keluarga atau teman Anda ini sebenarnya wajar-wajar saja, tapi dengan memberikan pengertian kepada mereka Anda pasti akan mendapatkan restu. Atasi rasa khawatir mereka dengan memberikan jadwal dan rute perjalanan Anda, nama hotel, dan informasi lainnya agar mereka juga bisa mengontrol.
 
Mitos 5: Menghambat Karier
Memang kadang Anda harus meninggalkan pekerjaan Anda dan segala rutinitas hidup, tapi traveling itu benar-benar memberi manfaat. Bepergian ke tempat baru tentu Anda akan mendapatkan hal-hal baru bahkan membuat Anda jadi lebih kreatif. Untuk hal ini kami berani kasih garansi.
 
Mitos 6: Hilang Kontak Dengan Teman
Pemikiran yang salah besar, karena dengan traveling justru komunikasi Anda dengan teman akan kembali terbangun. Coba saja upload foto-foto perjalanan Anda ke sosial media, selanjutnya mereka pasti akan bertanya sedang di mana dan tentu saja “Jangan lupa oleh-oleh, ya.”
 
Mitos 7: Harus Mengikuti Buku Petunjuk
Pada dasarnya buku petunjuka hanya digunakan untuk panduan. Pergi ke suatu destinasi yang disarankan buku bukanlah suatu kewajiban, jadi jangan terlalu kaku dan sesuaikan saja dengan perjalanan Anda. Jika Anda punya rencana lain yang lebih seru dan bermanfaat, kenapa tidak untuk dilakukan?

(Sumber: Artikel maximindonesia.co.id)

   

Other Article

Traveling di Bulan Ramadhan Siapa Takut? Berikut Ini Tipsnya!

TRIPTRUS - Traveling bukanlah sekedar lifestyle, tetapi hobi yang begitu menyenangkan. Wajar saja bulan Ramadan tidak menghalangi sebagian orang untuk melakukan traveling. Akan tetapi, untuk traveling di saat puasa ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Hal ini karena kondisi fisik yang berbeda dibandingkan dengan bulan biasa.   Berikut adalah tips yang bisa kamu lakukan jika ingin traveling saat bulan puasa   1. Destinasi Adalah Utama Jangan sampai kamu memilih destinasi traveling yang menguras banyak energi. Tidak ada salahnya kamu memilih tujuan traveling yang berbau religi saat puasa. Kamu bisa mengunjungi museum keagamaan atau masjid. Selain menghemat tenaga, tujuan wisata tersebut bisa memperkaya jiwa.   2. Perlengkapan Ibadah Meskipun traveling, ibadah tetap harus dijalankan. Bawalah perlengkapan ibadah saat kamu sedang bepergian di bulan puasa. Jangan sampai kamu mengandalkan perlengkapan ibadah di tempat umum.   3. Tetap Konsumsi Menu Yang Sehat Makanan sangat penting saat puasa. Setelah menentukan destinasi traveling, kamu juga perlu tahu makanan apa saja yang bisa kamu nikmati di tempat tersebut. Pilihlah makanan yang sehat untuk berbuka atau sahur. Selain itu, kamu juga harus perlu tahu apakah harus reservasi atau tidak untuk makan di tempat tersebut.   4. Dokumentasi Jangan lupa untuk membawa kamera atau videocam saat traveling. Jika tidak ada, kamu bisa menggunakan smartphonemu. Dokumentasi saat traveling di bulan Ramadan sangatlah istimewa. Kamu bisa mengambil atau merekam video tentang tradisi setempat yang hanya bisa ditemui saat bulan Ramadan.   5. Eksplorasi Budaya Setempat Tidak hanya melihat atau merekam saja, cobalah kamu mengikuti secara aktif tradisi di daerah tersebut. Kamu bisa sholat tarawih atau ikut tradisi keagamaan di tempat tersebut. Jika memungkinkan, kamu bisa menginap di salah satu rumah warga. (Sumber: Artikel brilio.net ; Foto liputan6.com)...
more.

Ngabuburit, Cara Seru Jalan-Jalan di Bulan Puasa!

TRIPTRUS - Di bulan Ramadan, ada aktivitas yang selalu dilakukan orang Indonesia, yaitu ngabuburit ke berbagai tempat yang menjadi destinasi wisata. Ngabuburit memang cara paling asyik untuk jalan-jalan di bulan puasa.Tempat tujuan ngabuburit sering kali merupakan tempat-tempat yang menjadi tujuan wisata. Ada taman kota, pantai, pusat perbelanjaan, pusat wisata kuliner, masjid dll. Menghabiskan hari sambil menunggu waktu berbuka puasa, memang menjadi kegiatan yang sering dilakukan umat muslim Indonesia.Ini sebabnya ngabuburit menjadi semacam kegiatan wisata jarak pendek yang dilakukan di berbagai kota di Indonesia. Hal itu juga yang menjadi alasan, ngabuburit pasti seru dilakukan di berbagai daerah.Travel Highlight kali ini pun menyoroti kegiatan ngabuburit sebagai sebuah momen mengunjungi destinasi wisata di bulan Ramadan. Banyak hal yang bisa dilakukan, mulai dari kota dimana kita tinggal. Di Jakarta misalnya, ada Monas, Taman Suropati atau Taman Menteng dan destinasi wisata lain yang ramai untuk ngabuburit.Masjid-masjid bersejarah di berbagai kota juga menjadi tempat tujuan ngabuburit. Selain itu, pusat perbelanjaan seperti mal juga berusaha menarik pengunjung dengan aneka kegiatan Ramadan. Pun demikian dengan hotel, yang berusaha memikat tamu dengan aneka sajian makanan berkelas untuk berbuka puasa.Jika Anda sedang traveling ke berbagai kota di Indonesia, ini adalah kesempatan emas untuk bisa merasakan ngabuburit di sana. Di Yogyakarta, ngabuburit di Jl Malioboro pasti asyik. Atau, bergabunglah dengan warga lokal di Bundaran UGM atau di alun-alun keraton.Di Makassar juga seru untuk ngabuburit. Warga dan wisatawan meramaikan Pantai Losari menunggu matahari terbenam. Setelah itu parade wisata kuliner sudah menunggu mereka di kawasan itu. Di Surabaya, Jembatan Suramadu dan berbagai taman kota adalah tempat favorit untuk ngabuburit. Di Banda Aceh apalagi, dengan budaya Islam yang kuat, ngabuburit pun rasanya sangat berbeda.Jalan-jalan sore menjelang buka puasa, tidak hanya bisa dilakukan di negeri sendiri. Di Kuala Lumpur, Malaysia ngabuburit juga seru dilakukan di depan Menara Petronas, Dataran Merdeka atau ke kawasan pecinan di Petaling Street. Di Singapura, ngabuburit di Marina Bay bersama patung Merlion rasanya tiada dua.Bagaimana dengan para traveler di berbagai negara muslim nan jauh di Timur Tengah? Puasa yang lebih lama di musim panas menjadi tantangan mereka. Tapi kegiatan ngabuburitnya tetap seru untuk dilakukan. Semua orang mengakui, ngabuburit di Masjidil Haram, Mekkah adalah pengalaman terbaik sedunia.Traveling dan ngabuburit adalah dua hal yang saling melengkapi. Ngabuburit adalah bukti bahwa kegiatan traveling alias jalan-jalan, memang tidak mempermasalahkan waktu, tempat, jarak dan musim. Selamat jalan-jalan dan ngabuburit! (Sumber: Artikel travel.detik.com ; Foto travelmatekamu.com)...
more.

Nyalakan Dile Jojor, Tradisi Masyarakat Lombok di Malam Ganjil Bulan Ramadhan

TRIPTRUS - Tradisi ini bertujuan agar warga tetap terjaga dan beribadah untuk menyambut malam Lailatul Qadar. Warga Dusun Tenges-enges, Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, memiliki tradisi khas pada bulan Ramadhan. Mereka menyalakan 'dile jojor', sejenis obor yang berasal dari buah jamplung yang dibakar. Oleh warga setempat, tradisi ini disebut dengan tradisi 'maleman'. Menurut HM Kurdi, maleman dilakukan pada setiap malam ganjil di bulan Ramadhan yakni tanggal 21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadhan. Tradisi maleman dengan menyalakan dile jojor, telah dilakukan warga Dusun Tenges-enges sejak jaman dulu. Tradisi ini bertujuan agar warga tetap terjaga dan beribadah untuk menyambut malam Lailatul Qadar. "Itu maknanya sejak malam ke-21 harus terus terjaga saat malam, menjaga Lailatul Qadar untuk ibadah," kata Kurdi. "Supaya imannya semakin terang seperti itulah malam lailatul qadar," lanjut Kurdi. Proses ini diawali dengan membawa 'dulang' berisi nasi dan lauk-pauk ke masjid. Setelah waktu magrib tiba, warga bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama yang telah berkumpul di masjid menyantap hidangan berbuka yang telah disiapkan dalam dulang. Dile jojor dinyalakan setelah ibadah shalat magrib. Dusun yang semula gelap ini menjadi terang terkena sinar dari nyala api dile jojor. Pria, wanita dan anak-anak di kampung ini meletakkan dile jojor di setiap sudut rumah dan tempat pemakaman desa. Suasana tempat pemakaman umum pun ramai karena semua warga berkumpul untuk menyalakan dile jojor di makam anggota keluarga mereka. (Sumber: Artikel kompas.com Foto lombokatraktif.blogspot.com)...
more.

Comment

ButikTrip.com

Upcoming Trips

Open Trip Pulau Pahawang
25 - 27 Jul 2017
Pendakian Gunung Semeru
27 - 30 Jul 2017
Sailing Komodo
27 - 30 Jul 2017
×

...