Kampung tradisional Ruteng Puu terletak di Kelurahan Golo Dukal, merupakan desa tua dengan halaman bundar yang dikelilingi batu tersusun rapi dan di tengah kampung terdapat Compang (mezbah/altar) sebagai tempat peletakan persembahan saat upacara adat. Mbaru gendang, rumah tempat tinggal setiap klen dan tempat menyimpan gong dan gendang terletak ditengah kampung. Dikelilingi pepohonan rindang (haju Ruteng) sehingga nenek moyang menamainya Beo Ruteng Puu. Tiga sumber air mengapitnya yakni, Wae Lideng, Wae Moro, dan Wae Namut.
Kampung Ruteng masih menyimpan jalinan tradisi yang kental dan pola perkampungan yang kuat berakar pada pola arkais masyarakat Manggarai. Misalnya, susunan batu yang tertata rapih menuju perkampungan dan yang mengitari halaman kampung yang membentuk lingkaran. Selama berlangsungnya pekerjaan menyusun batu mengelilingi halaman atau compang, diharapkan agar tidak boleh bersuara.Apabila tengah berlangsung pekerjaan, tiba-tiba ada suara manusia/bunyi-bunyian lain, maka pekerjaan itu tidak dapat dilanjutkan.
dengan sejarahnya tersebut, kampung ruteng di nobatkan sebagai kapung tujuan wisata alam dan peninggalan sejarah yang wajib anda kunjungi.