TripTrus.Com - Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru pada bulan Agustus ini akan dipenuhi oleh wisatawan lokal dan mancanegara untuk menyaksikan upacara Yadnya Kasada 2017. Upacara ini adalah agenda tahunan di kawasan Bromo Tengger Semeru yang diadakan tiap tanggal 14 bulan Kasada, bulan ke-10 dari penanggalan kaum Tengger. Perayaan Yadnya Kasada sendiri berlangsung selama satu bulan penuh pada bulan Kasada. Perayaan ini dilakukan untuk memperingati pengorbanan dari Raden Kusuma, putra dari Raden Joko Seger dan Roro Anteng yang mengorbankan dirinya demi keselamatan kaum Tengger.
Sebelum perayaan hari Yadnya Kasada, anggota suku Tengger beramai-ramai datang ke Pura Luhur Poten di Gunung Bromo untuk melakukan ritual pemberkatan bagi benda-benda yang akan dijadikan sesajen Kawah Bromo. Benda-benda yang dijadikan sesajen pun bermacam-macam bentuknya, mulai dari hasil panen, binatang ternak, berbagai jenis bunga, hingga uang. Ritual tahunan ini dilakukan untuk mengungkapkan rasa syukur dan permohonan agar ternak dan pertanian serta kehidupan suku Tengger tetap tentram dan subur.
Ritual Yadnya Kasada bermula dari saat Putri Roro Anteng dan Pangeran Joko Seger, dua leluhur suku Tengger, berdoa kepada dewa untuk mendapatkan keturunan. Setelah mendapatkan 25 anak, dewa meminta anak terakhir mereka - Raden Kusuma - untuk menjadi persembahan dengan bagi Kawah Gunung Bromo. Raden Kusuma pun menyanggupi permintaan ini dan melemparkan dirinya ke dalam kawah itu.
Pada tahun ini, upacara Yadnya Kasada akan diadakan pada tanggal 9-10 Juli 2017. Jadi segera cari tripnya di TripTrus untuk merasakan khidmatnya perayaan Yadnya Kasada di Bromo.
May/28 | Ubud Food Festival 2026
TripTrus.Com - Ubud bakal kembali jadi surga buat para pecinta kuliner lewat gelaran Ubud Food Festival 2026 yang berlangsung mulai 28 sampai 31 Mei 2026 di kawasan Gianyar, Bali. Festival tahunan ini bukan cuma sekadar acara makan-makan cantik buat isi feed Instagram lo, tapi juga jadi ajang kumpulnya chef ternama, petani lokal, kreator makanan, sampai food enthusiast dari berbagai negara. Selama empat hari penuh, Ubud bakal dipenuhi aroma rempah, suara dapur yang sibuk, dan suasana hangat khas Bali yang bikin siapa pun betah nongkrong dari siang sampai malam.
View this post on Instagram
A post shared by janetdeneefe (@janetdeneefe)
Tahun ini, tema yang diangkat cukup meaningful, yaitu “Farmers: Guardians of Land and Sea.” Jadi spotlight-nya nggak melulu soal chef terkenal atau plating estetik, tapi juga tentang para petani, nelayan, dan pelaku pangan lokal yang selama ini jadi fondasi utama dunia kuliner Indonesia. Di tengah tren sustainability dan gaya hidup mindful yang makin ramai dibahas Gen Z dan milenial, festival ini terasa relate banget. Lo nggak cuma datang buat nyobain makanan enak, tapi juga diajak ngerti perjalanan panjang sebuah hidangan dari laut dan tanah sampai akhirnya tersaji di meja makan.
Area utama festival bakal berpusat di Taman Kuliner Ubud yang terkenal super ramai dan vibrant. Di sini, pengunjung bisa eksplor berbagai tenant makanan artisan, jajanan khas Nusantara, kopi lokal, dessert kekinian, sampai menu tradisional dari berbagai daerah Indonesia. Vibes-nya tuh kayak pasar kuliner premium yang dipadukan dengan nuansa budaya Bali. Cocok buat lo yang hobi kulineran sambil cari pengalaman baru yang lebih autentik dan nggak mainstream.
Selain food market, ada juga sederet acara eksklusif yang wajib masuk wishlist. Mulai dari intimate dinner, chef collaboration, masterclass, cooking demo, sampai sesi Food Talks yang ngobrolin soal budaya makan, fermentasi, bahan pangan lokal, dan masa depan kuliner Indonesia. Banyak event yang konsepnya intimate dan limited seat, jadi biasanya cepet sold out. Makanya kalau lo emang niat datang, better siapin itinerary dari sekarang.
[Baca juga : "Klaten International Cycling Festival 2026"]
Deretan chef yang hadir tahun ini juga nggak main-main. Nama-nama internasional seperti Kate Reid dari Melbourne bakal hadir membawa energi pastry modern khas Lune Croissanterie. Ada juga Ben Devlin yang dikenal dengan konsep coastal cooking berbasis hasil bumi dan laut. Sementara dari Asia Tenggara, chef-chef keren dari Thailand, Malaysia, Filipina, Sri Lanka, sampai Indonesia bakal kolaborasi menciptakan pengalaman makan yang penuh cerita, asap dapur, dan ledakan rasa rempah.
Yang bikin festival ini beda dari event kuliner biasa adalah atmosfernya. Lo bisa duduk santai di bawah langit Ubud sambil menikmati hidangan multi-course, terus beberapa meter dari sana ada demo masak tradisional atau live music yang bikin ambience makin syahdu. Bahkan ada sesi santai seperti makan dumpling sambil main mahjong bareng yang vibes-nya lebih chill dan intimate. Jadi bukan cuma soal makanan mahal atau fancy dinner, tapi soal menikmati momen dan koneksi antarmanusia lewat makanan.
Buat banyak traveler, Ubud Food Festival 2026 jadi alasan tambahan buat balik lagi ke Bali di akhir Mei nanti. Festival ini seperti reminder kalau cerita Bali nggak cuma tentang beach club, sunset, atau villa estetik semata. Ada budaya, rasa, tradisi, dan orang-orang lokal yang menjaga semuanya tetap hidup sampai sekarang. Dan lewat makanan, semua cerita itu terasa lebih dekat, hangat, dan personal.
Kalau lo berencana liburan ke Bali akhir Mei 2026, siap-siap kosongin agenda karena event ini bakal jadi salah satu culinary experience paling seru tahun depan. Untuk informasi lengkap dan pembelian tiket, lo bisa cek langsung di website resmi Ubud Food Festival. (Sumber Foto @aldi_pradana)...
more.