TripTrus.Com - Klaten lagi nunjukin kelasnya, bro! Lewat gelaran Klaten International Cycling Festival 2026, Kabupaten Klaten sukses jadi spotlight pecinta gowes dari berbagai negara. Event yang digelar pada 22–24 Mei 2026 ini bukan cuma soal adu cepat di atas road bike, tapi juga jadi ajang sport tourism yang vibes-nya dapet banget. Ribuan peserta dari dalam dan luar negeri diajak menikmati rute ikonik yang melintasi kawasan bersejarah Candi Prambanan sampai perbukitan kece khas Jawa Tengah yang view-nya bikin mata fresh sepanjang perjalanan.
View this post on Instagram
Sebelum race dimulai, para delegasi dari 16 negara udah lebih dulu diajak eksplor sisi budaya dan wisata Klaten lewat rangkaian city tour yang super memorable. Bareng Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, mereka jalan santai di area Car Free Day Jalan Pemuda sambil ngerasain atmosfer pagi khas warga lokal yang santai tapi tetap hidup. Dari situ, perjalanan lanjut ke Omah Wayang, tempat para tamu internasional dibuat kagum sama aksi dalang cilik dan alunan gamelan tradisional yang autentik banget.
Nggak berhenti di situ, para delegasi juga diajak lihat langsung proses pembuatan wayang kulit di Desa Sidowarno. Bahkan beberapa tamu asing ikut nyobain mentatah wayang sendiri. Serunya lagi, mereka lanjut mampir ke Desa Melikan, Wedi, buat menyaksikan teknik pembuatan gerabah putaran miring yang disebut-sebut jadi satu-satunya di dunia. Jujur aja, ini bukan sekadar wisata biasa, tapi pengalaman budaya yang bikin lo sadar kalau warisan lokal Indonesia tuh keren parah.
[Baca juga : "Red Bull Cliff Diving World Series 2026"]
Nuansa tradisional makin terasa waktu rombongan mampir ke sentra batik dan tenun lurik khas Klaten. Di Desa Jarum, Bayat, para delegasi belajar mencanting batik langsung dari pengrajin lokal. Sementara di Lurik Prasojo, mereka dibuat terpukau sama proses pembuatan kain lurik menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Detail demi detail benang yang disusun manual bikin banyak peserta kagum karena semuanya dikerjakan penuh ketelatenan dan seni.
Penutup city tour juga nggak kalah gokil. Para tamu internasional diajak healing ke Umbul Ponggok yang terkenal dengan air jernih dari sumber alami. Banyak delegasi ngaku betah dan pengen balik lagi ke Klaten karena keramahan warga, kuliner lokal, seni tradisional, sampai destinasi wisatanya berhasil ninggalin kesan yang dalem banget.
Vice President IVCA, Filip Pauwels, bilang kalau pengalaman di Klaten terasa fresh dan penuh kehangatan. Sementara salah satu delegasi asal Jerman, Buttner, juga ngakui kalau sehari keliling Klaten tuh rasanya nggak cukup. Menurut dia, kota ini punya banyak hal menarik yang bikin siapa aja penasaran buat eksplor lebih jauh lagi.
Lewat Klaten International Cycling Festival 2026, Klaten berhasil ngebuktiin kalau olahraga bisa jadi jembatan buat ngenalin budaya lokal ke dunia internasional. Jadi bukan cuma soal finish di garis akhir, tapi juga tentang gimana sebuah daerah bisa bikin orang jatuh cinta lewat keramahan, tradisi, dan pengalaman yang susah dilupain. (Sumber Foto indonesia.travel)