TripTrus.Com - Gengs, lo pernah denger belum soal Festival Rakik-Rakik yang bakal diadain dari tanggal 28 sampe 30 Juni 2025 di Kab. Agam, Sumatera Barat? Ini bukan acara biasa, tapi event kece yang nyatuin tradisi sama kreativitas lokal yang keren banget! Bayangin aja, rakit-rakit dihias super kece, terus ada Badia Batuang alias meriam bambu yang suaranya nendang, berlomba di air! Suasana kompetisinya itu, bro, bukan cuma soal siapa paling cepat, tapi juga gimana kerennya mereka tunjukin skill dan kebanggaan budaya mereka. Pokoknya, vibe-nya full semangat kebersamaan dan tradisi yang tetep hidup sampai sekarang.
Nah, pas festival ini jalan, lo bakal liat rakit-rakit keren dari berbagai jorong sama nagari yang berlomba gila-gilaan sambil bunyin meriam bambu! Suaranya tuh bener-bener greget, bikin lo ngerasa ikut adrenalin lombanya. Nggak cuma cepat doang, tiap tim juga nunjukin kerajinan tangan dan kreativitas mereka dalam bikin rakit yang bukan cuma buat nyebrang, tapi juga jadi karya seni berjalan yang kece banget. Jadi, jangan heran kalau lo bakal disuguhin aksi seru yang gabungin tradisi lama dan gaya kekinian, sambil ngerayain semangat komunitas yang solid banget.
[Baca juga : "Dieng Caldera Race 2025"]
Selain lomba rakit dan meriam bambu yang epic itu, Festival Rakik-Rakik juga nyediain banyak hal seru lainnya buat lo yang pengen ngerasain vibe budaya Minangkabau lebih dalem. Ada pertunjukan seni tradisional yang bikin lo kagum sama keunikan budaya lokal, terus makanan khas yang dijamin bikin lidah lo bergoyang, plus kemeriahan suasana yang penuh warna-warni. Pokoknya, festival ini bukan cuma buat warga sekitar aja, tapi juga buat lo yang pengen refreshing sambil belajar dan ngerasain langsung kehangatan budaya Minang yang autentik banget. Gratis pula, jadi buruan tandain kalender lo ya!
Gimana, makin penasaran kan? Festival Rakik-Rakik ini beneran jadi ajang buat ngumpulin energi positif, kenalan sama budaya asli, dan pastinya seru-seruan bareng temen-temen atau keluarga. Jangan sampe kelewatan, karena momen kayak gini jarang ada dan lo bakal dapet pengalaman yang susah dilupain. Jadi, siap-siap deh buat ngerasain langsung vibe kekinian tapi tetep kental tradisi yang jadi ciri khas Festival Rakik-Rakik 2025! (Sumber Foto: @prokabar.com)
Jun/13 | Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026
TripTrus.Com - Kalau ngomongin festival budaya paling ikonik di Pulau Dewata, Pesta Kesenian Bali (PKB) jelas masuk daftar teratas. Event tahunan yang udah jadi kebanggaan masyarakat Bali ini bukan cuma sekadar ajang pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi berbagai tradisi, adat, dan warisan budaya yang terus dijaga lintas generasi. Melalui semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali, PKB hadir sebagai bentuk nyata upaya melestarikan sekaligus mengembangkan kekayaan seni budaya Bali agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
View this post on Instagram
A post shared by Dartha Sii Muggle (@dartha_muggle)
Tahun ini, Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026 kembali digelar di Kota Denpasar dan siap menyuguhkan pengalaman budaya yang lebih meriah, kreatif, dan penuh warna. Mengusung tema “Atma Kerthi – Jiwa Sidha Parisudha”, festival ini mengajak masyarakat untuk memuliakan jiwa menuju kesempurnaan melalui seni, budaya, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur Bali. Bukan cuma buat pecinta budaya, acara ini juga cocok banget buat lo yang ingin melihat sisi autentik Bali yang mungkin belum pernah lo temui sebelumnya.
Selama penyelenggaraannya, PKB menjadi panggung bagi beragam ekspresi seni, mulai dari seni klasik, tradisi Bali Aga, hingga karya-karya kontemporer dari para maestro dan seniman muda berbakat. Format acaranya pun super lengkap, mulai dari pawai budaya, parade seni, pergelaran, lomba, pameran, lokakarya, sampai diskusi budaya yang seru dan inspiratif. Nggak heran kalau banyak orang menyebut PKB sebagai “monumen hidup” kebudayaan Bali karena terus berkembang tanpa kehilangan akar tradisinya.
[Baca juga : "Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI Dan Grebeg Suro 2026"]
Menariknya lagi, festival ini bukan hanya menjadi ruang apresiasi bagi para seniman lokal, tetapi juga jendela budaya bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Di sini, lo bisa melihat langsung berbagai kesenian yang berasal dari desa-desa di seluruh Bali, lengkap dengan karakter dan keunikan masing-masing daerah. Pengalaman ini bikin pengunjung bisa merasakan esensi budaya Bali yang asli, jauh lebih dekat daripada sekadar melihatnya di media sosial atau brosur wisata.
Rangkaian kemeriahan PKB 2026 juga menghadirkan berbagai pertunjukan spektakuler yang sayang banget untuk dilewatkan. Pada 5–7 Juni 2026, masyarakat dapat menikmati beragam pementasan seni tradisional di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana dan Areal Taman Bung Karno, mulai pukul 17.00 WITA hingga selesai. Berbagai penampilan seperti Joged, Angklung Kebyar, hingga Gong Kebyar mebarung siap menghidupkan suasana dengan energi dan dinamika khas Bali yang bikin penonton terpukau.
Nggak cuma suguhan seni pertunjukan, area festival juga diramaikan oleh berbagai stand kuliner dan kerajinan khas Bali. Jadi setelah puas menikmati pertunjukan, lo bisa lanjut berburu makanan tradisional, produk UMKM kreatif, hingga karya kerajinan lokal yang unik dan estetik. Cocok banget buat lo yang suka eksplor budaya sambil berburu konten Instagram atau TikTok yang anti-mainstream.
Digelar di Denpasar, Bali, pada 13 Juni hingga 11 Juli 2026, PKB menjadi momentum penting untuk merayakan harmoni antara tradisi dan inovasi. Festival ini membuktikan bahwa budaya bukan sesuatu yang kuno atau ketinggalan zaman, melainkan identitas yang terus hidup, berkembang, dan mampu beradaptasi dengan generasi masa kini. Jadi, kalau lo lagi cari pengalaman yang nggak cuma seru tetapi juga penuh makna, PKB 2026 adalah destinasi yang wajib masuk bucket list lo tahun ini. (Sumber Foto @dickyyanuarrm)
...
more.