TripTrus.Com - Festival Nusa Penida tahun ini bawa tema "Back to Roots", bro! Ini artinya kita balik ke cara-cara tradisional dari zaman dulu buat jaga konservasi. Di festival ini lo bakal ngerasain serunya pake cara lama. Misalnya, dekorasi dari bahan organik, makanan yang disajikan pake alat tradisional, dan budaya nenek moyang yang ditampilkan biar pengunjung lebih sadar.
Event-nya dimulai dengan upacara Yadnya Pakelem. Ini adalah persembahan tulus buat Dewa Baruna, si dewa laut, sebagai bentuk syukur dan makasih atas semua karunia, sekaligus minta keselamatan buat semua makhluk.
Nusa Penida Festival emang bener-bener bikin semangat baru buat ngerawat budaya leluhur dan jaga lingkungan biar tetap lestari. Kreativitas berkesenian tetep terjaga, dan kegiatan ekonomi serta sosial di sana juga makin meningkat.
Dinas Pariwisata Klungkung bakal gelar event tahunan Nusa Penida Festival lagi nih. Kadis Pariwisata Klungkung, Ni Made Sulistiawati, bilang kalau festival ini bakal digelar dari tanggal 10-12 Oktober 2024. Bakal ada atraksi budaya, konservasi, lomba-lomba, musik, pameran kerajinan atau UMKM, dan lainnya. Festival ini udah masuk dalam Karisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, jadi udah terjadwal.
[Baca juga : "Hudoq Pekayang 2024"]
Cuma, karena festival ini berlangsung barengan dengan Pilkada Klungkung, Dinas Pariwisata Klungkung bakal koordinasi sama KPU Klungkung biar dua acara ini bisa berjalan barengan dengan aman dan lancar. "Semua harus dikelola dengan baik supaya dua acara ini gak saling ganggu," kata Sulistiawati.
Nusa Penida Festival sempat vakum selama dua tahun akibat pandemi Covid-19. Begitu pandemi mereda, festival ini balik lagi di tahun 2022 dengan dana APBD. Tapi karena anggaran kena refocusing, festivalnya dialihkan buat promosi pariwisata digital. Tahun 2023, Dinas Pariwisata Klungkung ngadain festival di Pantai Batununggul, dengan pembukaan meriah berupa Tari Pendet Pasepan massal dari Desa Adat Dalem Setra Batununggul dan mulang pakelem. (Sumber Foto: @lovenusapenida)
Jun/13 | Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026
TripTrus.Com - Kalau ngomongin festival budaya paling ikonik di Pulau Dewata, Pesta Kesenian Bali (PKB) jelas masuk daftar teratas. Event tahunan yang udah jadi kebanggaan masyarakat Bali ini bukan cuma sekadar ajang pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi berbagai tradisi, adat, dan warisan budaya yang terus dijaga lintas generasi. Melalui semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali, PKB hadir sebagai bentuk nyata upaya melestarikan sekaligus mengembangkan kekayaan seni budaya Bali agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
View this post on Instagram
A post shared by Dartha Sii Muggle (@dartha_muggle)
Tahun ini, Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026 kembali digelar di Kota Denpasar dan siap menyuguhkan pengalaman budaya yang lebih meriah, kreatif, dan penuh warna. Mengusung tema “Atma Kerthi – Jiwa Sidha Parisudha”, festival ini mengajak masyarakat untuk memuliakan jiwa menuju kesempurnaan melalui seni, budaya, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur Bali. Bukan cuma buat pecinta budaya, acara ini juga cocok banget buat lo yang ingin melihat sisi autentik Bali yang mungkin belum pernah lo temui sebelumnya.
Selama penyelenggaraannya, PKB menjadi panggung bagi beragam ekspresi seni, mulai dari seni klasik, tradisi Bali Aga, hingga karya-karya kontemporer dari para maestro dan seniman muda berbakat. Format acaranya pun super lengkap, mulai dari pawai budaya, parade seni, pergelaran, lomba, pameran, lokakarya, sampai diskusi budaya yang seru dan inspiratif. Nggak heran kalau banyak orang menyebut PKB sebagai “monumen hidup” kebudayaan Bali karena terus berkembang tanpa kehilangan akar tradisinya.
[Baca juga : "Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI Dan Grebeg Suro 2026"]
Menariknya lagi, festival ini bukan hanya menjadi ruang apresiasi bagi para seniman lokal, tetapi juga jendela budaya bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Di sini, lo bisa melihat langsung berbagai kesenian yang berasal dari desa-desa di seluruh Bali, lengkap dengan karakter dan keunikan masing-masing daerah. Pengalaman ini bikin pengunjung bisa merasakan esensi budaya Bali yang asli, jauh lebih dekat daripada sekadar melihatnya di media sosial atau brosur wisata.
Rangkaian kemeriahan PKB 2026 juga menghadirkan berbagai pertunjukan spektakuler yang sayang banget untuk dilewatkan. Pada 5–7 Juni 2026, masyarakat dapat menikmati beragam pementasan seni tradisional di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana dan Areal Taman Bung Karno, mulai pukul 17.00 WITA hingga selesai. Berbagai penampilan seperti Joged, Angklung Kebyar, hingga Gong Kebyar mebarung siap menghidupkan suasana dengan energi dan dinamika khas Bali yang bikin penonton terpukau.
Nggak cuma suguhan seni pertunjukan, area festival juga diramaikan oleh berbagai stand kuliner dan kerajinan khas Bali. Jadi setelah puas menikmati pertunjukan, lo bisa lanjut berburu makanan tradisional, produk UMKM kreatif, hingga karya kerajinan lokal yang unik dan estetik. Cocok banget buat lo yang suka eksplor budaya sambil berburu konten Instagram atau TikTok yang anti-mainstream.
Digelar di Denpasar, Bali, pada 13 Juni hingga 11 Juli 2026, PKB menjadi momentum penting untuk merayakan harmoni antara tradisi dan inovasi. Festival ini membuktikan bahwa budaya bukan sesuatu yang kuno atau ketinggalan zaman, melainkan identitas yang terus hidup, berkembang, dan mampu beradaptasi dengan generasi masa kini. Jadi, kalau lo lagi cari pengalaman yang nggak cuma seru tetapi juga penuh makna, PKB 2026 adalah destinasi yang wajib masuk bucket list lo tahun ini. (Sumber Foto @dickyyanuarrm)
...
more.