Facebook  Twitter  Pinterest  Google+  RSS

Danau Habema, Danau Di Atas Awan

Short URL : http://triptr.us/uL

TRIPTRUS - Danau Habema memang bisa dikatakan sebagai danau di atas. Walapun lokasinya di kaki Gunung Trikora, Kabupaten Jayawijaya, Papua, danau ini merupakan salah satu danau tertinggi di Indonesia. Terletak di ketinggian lebih dari 3.300 meter di atas permukaan laut, oleh Masyarakat Dani, penduduk Jayawijaya, danau itu dianggap sebagai tempat keramat yang jadi sumber kesuburan dan kehidupan.

Untuk mencapai Danau Habema, yang dalam bahasa setempat bernama Yuginopa berada di zona inti Taman Nasional Lorenz, Papua. Area Habema mempunyai luas kurang lebih sekitar 224,35 hektar dengan keliling 9.79 kilometer  Nama Habema diambil dari seorang perwira Belanda yang bernama Letnan D Habema, yang mengawal ekspedisi HA Lorentz untuk mencapai puncak  Ettiakup (sebutan masyarakat lokal untuk Gunung Trikora) pada tahun 1909. Pada masa pemerintahan Belanda, Gunung Trikora dikenal dengan nama Wilhelminatop. Baru pada 1963 namanya berubah menjadi Trikora (Tri Komando Rakyat) setelah perintah Presiden pertama Indonesia, Soekarno, untuk merebut Papua Barat.

Dahulu, puncak Gunung Trikora dan sekitar Danau Habema dihiasi dengan salju. Tapi beberapa tahun terakhir, salju di Trikora menipis dan Habema juga tidak pernah lagi dihiasi salju di sekitarnya. Tetapi Danau Habema masih punya banyak keindahan lain yang bisa dinikmati. Mulai dari bentang pemandangan padang rumput yang terlihat sejauh mata memandang, embun di ujung dedaunan dan rerumputan, lalu air danau yang tenang, serta masih banyak lagi.

Banyak pendaki Pegunungan Jayawijaya dan Cartenz mampir di danau ini sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak tujuan mereka. Dari kota Wamena, Danau ini bisa dicapai dalam waktu sekitar 3 jam dengan menggunakan kendaraan bermotor. Jalur menuju Habema pun juga jadi tantangan tersendiri bagi para pengemudi kendaraan off-road. Jalan berliku yang sempit dan diapit oleh hutan jadi tantangan tersendiri bagi orang-orang penggemar olahraga pemacu adrenalin itu. Film Denias, Senandung di Atas Awan juga menggunakan indahnya Danau Habema sebagai salah satu lokasi syuting.

Para penggemar kegiatan birdwatching juga pasti tidak akan menyesal datang ke Danau Habema. Area di sekitar Danau Habema adalah habitat bagi puluhan spesies burung endemik dan tentu saja burung kebanggaan sekaligus maskot Provinsi Papua, Burung Cenderawasih. Selain birdwatching, di sekitar Danau Habema kabarnya juga bisa ditemui anggrek hitam yang teramat sangat langka.

Jika ingin mengunjungi Danau Habema, setelah mencapai gerbang checkpoint, berupa sebuah bangunan gardu sederhana, harus menempuh perjalanan sekitar 1 jam lagi dengan melewati tanah yang penuh dengan lumpur, lumut dan kubangan air. Dan, jangan lupa mengenakan pakaian yang bisa melindungi dari udara dingin, karena suhu di sekitar Danau Habema rata-rata mencapai 7-8 derajat celcius. Bahkan bisa mencapai 4 derajat celcius. Brrrr!!

   

Other Trips n Tips

Memilih Trip Impian

Memanfaatkan waktu libur untuk menjelajah Nusantara bisa dibilang jadi salah satu kegiatan favorit orang Indonesia mulai beberapa tahun ini. Ini wajar saja, mengingat luasnya negara kita dan ribuan destinasi wisata dari Sabang hingga Merauke dan dari Miangas hingga Rote. Banyak traveler yang memberanikan diri pergi berbekal peta dan cerita teman atau blog yang dibaca. Tapi banyak juga mereka yang menggunakan jasa para pelaksana trip (trip operator) independen untuk menjelajah Indonesia. Tapi, apa yang terjadi apa bila uang yang sudah dibayarkan ternyata berbuah kekecewaan akibat trip yang diikuti ternyata tidak sesuai dengan harapan? Atau yang lebih parah lagi, uang yang sudah dibayarkan ternyata menguap begitu saja karena trip operator yang dipilih mangkir atau lenyap tanpa jejak begitu saja. Untuk itu, lihat beberapa tips dari TripTrus.com untuk agar trip impian kamu tidak berubah jadi mimpi buruk.   1. Pilih Trip Yang Pas Buat Kamu Sebelum memulai memilih trip operator yang tripnya akan kamu ikuti, pilih dulu trip yang sesuai dengan alokasi waktu (tanggal libur/cuti), bujet, dan destinasi serta kegiatan yang diinginkan. Karena kemungkinan besar akan sulit, misalnya, untuk melakukan kegiatan snorkeling atau diving  apabila mengikuti trip ke daerah pegunungan. Teliti dulu itinerary yang ada untuk melihat kemampuan kamu untuk mengikuti trip yang kamu inginkan. Cari juga informasi mengenai tempat yang akan didatangi, mungkin saja saat ikut trip nanti informasi itu bisa jadi bahan pembicaraan yang menarik dengan peserta trip lain. 2. Lakukan Background Check Setelah menemukan trip impian kamu, langkah berikut ini adalah pilih trip operator yang mengadakan trip ke destinasi yang kamu inginkan. Lalu cari  tahu mengenai pengalaman dan reputasi trip operator dengan melihat berbagai informasi. Misalnya dengan menelusur kegiatan trip yang pernah  dilakukan oleh trip operator tersebut lewat media sosial atau foto-foto yang trip operator itu tampilkan di website atau meminta nomor telepon atau email orang yang bisa memberikan rekomendasi untuk trip operator tersebut. Lihat juga apakah trip operator tersebut melakukan promosi tripnya di berbagai forum dan marketplace, lalu cari tahu apakah trip operator ini sudah dipercaya oleh website tertentu - misalnya memiliki status Trusted Operator di TripTrus.com - atau rekomendasi dari para peserta lain yang pernah mengikuti trip oleh sang trip operator. 3. Bandingkan Harga Dengan Service Yang Didapatkan Untuk lebih memastikan pilihan trip dan trip operatornya, perkirakan apakah harga yang ditawarkan sesuai dengan service dan fasilitas yang diberikan oleh trip operator pada saat trip berlangsung. Lihat apa saja yang termasuk dan tidak termasuk dalam biaya trip agar kamu bisa lebih siap apabila harus melakukan pembayaran di luar biaya trip.Siapkan juga dana cadangan yang dapat digunakan misalnya untuk membeli oleh-oleh, membeli makanan yang tidak ada dalam fasilitas trip tersebut, atau menyewa kendaraan, peralatan atau mengikuti kegiatan lain pada saat trip.  4. Minta Informasi Lebih Lengkap Sebelum Trip Dimulai Setelah mendaftarkan diri mengikuti trip, jangan lupa untuk menanyakan informasi lebih lanjut mengenai pelaksanaan trip dan destinasi yang dituju, misalnya; peralatan dan perlengkapan yang harus atau tidak boleh dibawa, persiapan fisik sebelum trip (misalnya dengan meminum obat-obatan tertentu). Tanya juga apakah akan ada pertemuan atau briefing sebelum trip diadakan. Ini juga berguna untuk memperkenalkan diri dengan para peserta lainnya. Mungkin saja dari mereka kamu jadi dapat ide dan rekomendasi tujuan wisata lain dan trip operator lain yang direkomendasikan. Gampang, kan?...
more.

Belajar Motret Itu Asyik

Kawasan Kota Tua di utara Jakarta masih cukup sepi ketika TripTrus menjumpai Maryssa Tunjung Sari, fotografer handal dan traveler profesional, di sebuah warung, pada pagi hari, Rabu 7 Oktober 2014. Fotografer yang akrab disapa Sasha ini rupanya sangat bersemangat membagi pengalaman dan pemahamannya soal fotografi kepada teman-teman Trip Operator (TO). Ya, inilah waktunya pelatihan fotografi singkat buat para Trip Operator.  “Untuk berpromosi tentang perjalanan dalam usaha travel tentunya akan lebih baik dan menarik kalau fotonya mendukung, jadi belajar dasar fotografi pastinya akan berguna untuk teman-teman TO,” ujar Chief Editor majalah Linkers milik maskapai penerbangan Citilink ini. Sasha pun dengan sigap menjelajahi sudut-sudut Kota Tua dan dalam waktu singkat merekam banyak momen indah dalam kamera ponselnya. Foto-foto itulah yang akan dijadikan Sasha sebagai contoh dan modal berbagi ilmunya.   Kami berkumpul di Historia Food & Bar. Ada Pipit dan Kelik dari Long Foot Trip, Adly dari Raja Wisata, Vindhya dari Ibu Penyu, Mumun dari Indohoy.com, Andre dari Trip Gabungan, Oki dan saya, Indi dari TripTrus. Tidak banyak, memang, tetapi justru menggembirakan buat Mumun dan Vindhya. “Asyiik bisa privat, jadi cepet pinter, nih,” kata Mumun, antusias. Sasha membuka obrolan tentang fotografi dengan pertanyaan, “Kita motret niatnya untuk apa? Untuk bikin brosur, tas, poster, syal, buku notes atau pajang di sosmed?” Niat ini, menurut Sasha, akan mempengaruhi pendekatan kita terhadap obyek foto dan hasilnya juga akan berbeda sesuai niat. Sebagai traveler, Sasha merasakan kebanyakan wisawatan suka memotret lanskap, mengabadikan pemandangan dengan sudut pandang luas. Padahal, kata Sasha, dalam foto yang kita buat mestinya ada pendekatan personal terhadap obyek yang justru bisa melahirkan cerita melalui gambar dan menarasikan foto. “Cara ini akan memicu rasa penasaran orang yang melihat foto kita dan hingga akan menarik orang untuk berkunjung ke lokasi di mana kita memotret obyek tersebut,” papar Sasha. Karena itu, lanjut Sasha, kita harus memiliki pemahaman dasar tentang komposisi, sudut pengambilan, bukaan cahaya, ISO dan kecepatan. Ini diperlukan agar foto yang dihasilkan mempunyai aspek dinamis, bercerita dan penataan teknik yang tepat. Memotret pakai kamera apapun bisa menghasilkan foto yang luar biasa asalkan pemotret paham dengan cara bercerita melalui sudut pengambilan dan penguasaan teknik. Sasha tak banyak berteori. Satu jam berikutnya, peserta pelatihan fotografi diminta memotret sesuai “pendekatan”nya masing-masing tentang apa yang bisa membuat orang tertarik datang ke kawasan Kota Tua Jakarta.  Sesudah itu, secara singkat Sasha memberikan penilaiannya tentang hasil jepretan para TO. Tidak lama ia memberi ulasan, karena Sasha harus mengejar pesawat ke Makassar untuk bertugas. “Ternyata, belajar fotografi itu asyik lho,” kata Kelik. Maka kita bersiap untuk pelatihan berikutnya. Semoga lebih banyak yang tertarik....
more.

Delapan Titik Bersejarah di Macau

Berjarak 65 kilometer dari Hong Kong, terdapat sebuah daerah administrasi khusus negara Tiongkok, yaitu Macau. Pada pertengahan abad ke-16 Macau dijadikan koloni oleh bangsa Portugis hingga tahun 1999, yang menjadikan Macau sebagai koloni Eropa terakhir di Asia. Keberadaan kebudayaan Portugis di antara para penghuni asli bangsa Tiongkok membuat Macau jadi kaya akan sejarah dan kebudayaan yang unik. Semua itu bisa kamu nikmati sambil mempelajari sejarah Macau dengan mengikuti A Tour of East Meets West. Dalam A Tour of East Meets West kamu bisa melihat langsung delapan titik bersejarah di Macau. Apa saja kedelapan titik bersejarah yang jadi bagian dari Historic Center of Macau (Pusat Sejarah Macau) itu? Baca terus ya.   1. Senado SquareSelama berabad-abad, Senado Square adalah pusat keramaian di Macau, dan hingga kini masih menjadi tempat pelaksanaan event publik yang paling populer. Di Senado Square terdapat gedung yang dahulu dipakai sebagai gedung Senat (perwakilan rakyat), serta Kuil Kuan Tai. Selain itu, Senado Square juga dikelilingi oleh berbagai bangunan dengan gaya neo-klasik yang memberikan atmosfer mediteranian.   2. St. Augustine's SquareDi sini terdapat Gereja St. Augustine yang didirikan pada tahun 1591. Gereja ini menjadi pusat perayaan Paskah yang dihadiri oleh ribuan orang dari seluruh dunia. Gereja ini disebut orang Tiongkok dengan nama Kuil Naga Bersurai Panjang (Long Song Miu) karena daun palem yang dahulu digunakan sebagai atap gereja ini dari jauh terlihat seperti surai naga yang melayang di udara.   3. St. Lawrence's ChurchKalau yang satu ini adalah salah satu dari tiga gereja tertua di Macau. Bangunan ini terakhir diperluas pada tahun 1847. Pada masa pendudukan Portugis, daerah di mana gereja ini berada adalah pemukiman bangsa Portugis yang anggota keluarganya bekerja sebagai pelaut. Di gereja ini para keluarga pelaut berdoa menantikan kembalinya anggota keluarga mereka. Daerah ini dahulu juga merupakan pemukiman para orang kaya, yang membuat gereja ini menjadi salah satu gereja terbesar dengan keindahan arsitektur yang unik.   4. St. Joseph's Seminary and ChurchSelanjutnya adalah seminari dan gereja yang bersebelahan dengan universitas St. Paul. Seminari ini didirikan pada tahun 1728 dan menjadi basis kegiatan misionaris Katolit di Tiongkok, Jepang dan sekitarnya. Sementara St. Joseph's Church berdiri pada tahun 1758 dijadikan sebagai percontohan arsitektur gaya Baroque di Tiongkok oleh UNESCO pada tahun 2001.   5. Mandarin's HouseBangunan yang berdiri sebelum tahun 1869 dulunya adalah tempat tinggal bagi salah satu tokoh sastra Tiongkok, Zheng Guanying. Bangunan Mandarin House ini terdiri dari beberapa rumah yang menampilkan perpaduan ciri khas arsitektur Tiongkok dan Barat. Di zaman dahulu, dari Mandarin's House dapat terlihat langsung kesibukan di pelabuhan dan bukit di seberang sungai. Bangunan seluas 4000 m2 ini memiliki lebih dari 60 kamar dan menjadikannya salah satu bangunan yang paling jarang ditemukan di Macau.   6. Lilau SquareKalau yang satu ini dahulu adalah sumber air tawar bagi para penduduk Macau. Lilau Square dibangun mengelilingi sumber mata air alami dan menjadi pusat dimulainya pembangunan oleh bangsa Portugis. Kata "Lilau" sendiri berarti "mata air gunung" dalam bahasa Portugis. Ketenaran Lilau Square bertambah dengan ucapan yang mengatakan "Siapapun yang meminum air dari Lilau - tidak akan pernah melupakan Macau".   7. A-Ma TempleKalau kamu ingin tahu dari mana asal nama Macau, di tempat inilah asalnya. Dalam Bahasa Tiongkok, kuil ini bernama Ma Kok, dan saat bangsa Portugis yang kali pertama mendarat menanyakan nama tempat itu, para penduduk asli menyebut Ma Kok. Sejak saat itulah nama Macau diberikan oleh bangsa Portugis untuk semenanjung itu. Kuil ini berdiri pada tahun 1488 dan diperuntukkan kepada Matsu, dewi yang melindungi para pelaut dan nelayan. Tapi di A-Ma Temple juga terdapat beberapa paviliun untuk Konfusianisme, Taoisme, agama Buddha dan berbagai kepercayaan asli masyarakat setempat.   8. Maritime MuseumMengingat panjangnya sejarah Macau dengan kehidupan maritim, Maritime museum adalah tempat yang harus kamu kunjungi untuk melihat kilas sejarah maritim Macau. Lokasi bangunan ini - yang berdekatan dengan A-Ma Temple - dianggap sebagai lokasi pendaratan pertama bangsa Portugis di Macau. Bangunan yang berbentuk kapal layar ini terlihat seperti berlabuh di Inner Harbour Macau. Di lantai pertama museum ini, para pengunjung dapat melihat kehidupan nelayan Macau dan Cina Selatan, termasuk tampilan pelayaran Laksamana Cheng Ho. Lantai kedua bangunan ini diperuntukkan untuk teknologi maritim dan transportasi modern yang menjadi gambaran kemodernan Macau.   All photos courtesy of: Macau Government Tourism Office...
more.

Comment

Destinasi Indonesia
×

...