TripTrus.Com - Jadi, ritual unggah-unggahan di Desa Adat Bonokeling, Pekuncen, Jatilawang, Banyumas, ini biasanya seru banget, gengs. Setiap tahun, sebelum Ramadan, masyarakat adat Bonokeling pada ngejalanin tradisi ziarah kubur dan selamatan buat leluhur mereka. Cuma, karena ada imbauan dari pemerintah tahun ini, acara ini gak sebesar biasanya, loh. Tahun 2025, cuma ada 12 tetua adat yang terlibat, kayak kunci (pemimpin) dan bedogol (tetua Bonokeling). Nggak ada kerumunan massa kayak tahun-tahun sebelumnya.
Walaupun begitu, ritual ini tetep dijalanin dengan serius. Pada Jumat terakhir di bulan Ruwah (Syaban), para penganut Kejawen dari Banyumas dan Cilacap pada dateng ke makam Bonokeling. Mereka harus pake pakaian adat Jawa, loh! Cewek pake kemben sama selendang putih, sementara cowok pake kain jarit dan iket. Pantes aja keliatan tradisional banget, tapi tetap keren.
[Baca juga : "Kirab Pusaka Banyumas 2025"]
Setelah prosesi ziarah ke makam, mereka jalan kaki bareng-bareng dari Cilacap ke Pekuncen, bawa hasil bumi buat dimasak bareng-bareng. Gak cuma buat makan, tapi juga buat ngerayain kebersamaan dan kekeluargaan antar "anak putu" Bonokeling, yang ikutan ritual ini. Walaupun sekarang udah banyak yang modern, tradisi ini tetep hidup dan gak pernah pudar.
Jadi, meskipun gak se-gede dulu, tetep aja sih, tradisi unggah-unggahan Bonokeling ini masih keren dan jadi ajang ngumpul keluarga. Tradisi yang udah turun temurun ini makin terasa penting, apalagi buat generasi sekarang yang masih ngejaga warisan budaya. (Sumber Foto: @teguh_seetyadi)
Jun/13 | Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026
TripTrus.Com - Kalau ngomongin festival budaya paling ikonik di Pulau Dewata, Pesta Kesenian Bali (PKB) jelas masuk daftar teratas. Event tahunan yang udah jadi kebanggaan masyarakat Bali ini bukan cuma sekadar ajang pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi berbagai tradisi, adat, dan warisan budaya yang terus dijaga lintas generasi. Melalui semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali, PKB hadir sebagai bentuk nyata upaya melestarikan sekaligus mengembangkan kekayaan seni budaya Bali agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
View this post on Instagram
A post shared by Dartha Sii Muggle (@dartha_muggle)
Tahun ini, Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026 kembali digelar di Kota Denpasar dan siap menyuguhkan pengalaman budaya yang lebih meriah, kreatif, dan penuh warna. Mengusung tema “Atma Kerthi – Jiwa Sidha Parisudha”, festival ini mengajak masyarakat untuk memuliakan jiwa menuju kesempurnaan melalui seni, budaya, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur Bali. Bukan cuma buat pecinta budaya, acara ini juga cocok banget buat lo yang ingin melihat sisi autentik Bali yang mungkin belum pernah lo temui sebelumnya.
Selama penyelenggaraannya, PKB menjadi panggung bagi beragam ekspresi seni, mulai dari seni klasik, tradisi Bali Aga, hingga karya-karya kontemporer dari para maestro dan seniman muda berbakat. Format acaranya pun super lengkap, mulai dari pawai budaya, parade seni, pergelaran, lomba, pameran, lokakarya, sampai diskusi budaya yang seru dan inspiratif. Nggak heran kalau banyak orang menyebut PKB sebagai “monumen hidup” kebudayaan Bali karena terus berkembang tanpa kehilangan akar tradisinya.
[Baca juga : "Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI Dan Grebeg Suro 2026"]
Menariknya lagi, festival ini bukan hanya menjadi ruang apresiasi bagi para seniman lokal, tetapi juga jendela budaya bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Di sini, lo bisa melihat langsung berbagai kesenian yang berasal dari desa-desa di seluruh Bali, lengkap dengan karakter dan keunikan masing-masing daerah. Pengalaman ini bikin pengunjung bisa merasakan esensi budaya Bali yang asli, jauh lebih dekat daripada sekadar melihatnya di media sosial atau brosur wisata.
Rangkaian kemeriahan PKB 2026 juga menghadirkan berbagai pertunjukan spektakuler yang sayang banget untuk dilewatkan. Pada 5–7 Juni 2026, masyarakat dapat menikmati beragam pementasan seni tradisional di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana dan Areal Taman Bung Karno, mulai pukul 17.00 WITA hingga selesai. Berbagai penampilan seperti Joged, Angklung Kebyar, hingga Gong Kebyar mebarung siap menghidupkan suasana dengan energi dan dinamika khas Bali yang bikin penonton terpukau.
Nggak cuma suguhan seni pertunjukan, area festival juga diramaikan oleh berbagai stand kuliner dan kerajinan khas Bali. Jadi setelah puas menikmati pertunjukan, lo bisa lanjut berburu makanan tradisional, produk UMKM kreatif, hingga karya kerajinan lokal yang unik dan estetik. Cocok banget buat lo yang suka eksplor budaya sambil berburu konten Instagram atau TikTok yang anti-mainstream.
Digelar di Denpasar, Bali, pada 13 Juni hingga 11 Juli 2026, PKB menjadi momentum penting untuk merayakan harmoni antara tradisi dan inovasi. Festival ini membuktikan bahwa budaya bukan sesuatu yang kuno atau ketinggalan zaman, melainkan identitas yang terus hidup, berkembang, dan mampu beradaptasi dengan generasi masa kini. Jadi, kalau lo lagi cari pengalaman yang nggak cuma seru tetapi juga penuh makna, PKB 2026 adalah destinasi yang wajib masuk bucket list lo tahun ini. (Sumber Foto @dickyyanuarrm)
...
more.