TripTrus.Com - Bro-sis traveler, lo udah siap belum buat ngerasain vibes tradisional yang dibalut sama gaya kekinian ala Gen Z dan millennial? Yup, Solo Keroncong Festival siap ngeguncang Kota Surakarta tanggal 25-26 Juli 2025, dan pastinya bakal beda dari yang lain! Bertempat di kawasan ikonik Pamedan Puro Mangkunegaran, lo dan gue bakal diajak ngulik musik keroncong yang udah di-remix sama genre kekinian kayak hip-hop, pop, bahkan sentuhan digital vibes yang bikin kuping lo happy! Tema tahun ini “Keroncong Experience ‘Becik Ketitik’” tuh ngingetin kita kalau kebaikan pasti bakal keliatan. Nah, keroncong juga gitu, bro, makin didenger makin nagih!
1. Poin Aktivitas & Line Up Kekinian
Lo pikir keroncong cuma buat orang tua? Eits, jangan salah! Di sini lo bisa nonton performance dari grup keroncong klasik sampe campursari modern yang disajikan super kece. Ada juga Keroncong Historica For Millennials yang bakal ngasih lo experience musik keroncong tapi berasa nongkrong di rooftop cafe. Selain nonton, lo bisa ikutan pantun challenge, lepas keplek ilat sampe konten interaktif bareng Kemenparekraf. Jangan lupa, semua keseruan ini bakal diabadikan lewat livestream YouTube dan Insta stories yang estetik banget. So, siapin gaya lo yang paling hype biar bisa tampil kece di aftermovie festival ini!
[Baca juga : "Tong Tong Night Market 2025"]
2. Poin Tujuan & Manfaat Festival
Nggak cuma buat seru-seruan, bro-sis, tapi festival ini punya misi penting: ngenalin musik keroncong ke generasi sekarang biar nggak punah ditelan zaman. Keren banget kan? Pemerintah lewat Kemenparekraf dan dukungan penuh dari Karisma Event Nusantara (KEN) bener-bener all out buat bantu promosiin budaya lokal, khususnya musik keroncong Jawa Tengah. Apalagi sekarang udah dikemas kekinian, jadi turis lokal maupun mancanegara bisa nikmatin musik tradisional tanpa ngerasa old school. Ini tuh cara paling chill buat belajar budaya, sambil nikmatin musik dan vibes yang asik!
So, intinya nih ya bro-sis traveler, kalau lo cari event yang tradisional tapi tetap on trend, Solo Keroncong Festival ini jawaban paling pas buat lo sambangin. Dari sore sampe malem, lo bisa healing sambil dengerin alunan musik keroncong, ikutan activity interaktif, sampe capture momen aesthetic buat dipamerin di IG lo. Jangan lupa siapin outfit kece dan powerbank penuh, karena dua hari ini bakal penuh vibes, nyeni, dan pastinya memorable banget! Cus, tandain kalender lo dan ajak bestie buat keroncongan bareng di Solo! (Sumber Foto: @solokeroncongfestival)
Jun/13 | Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026
TripTrus.Com - Kalau ngomongin festival budaya paling ikonik di Pulau Dewata, Pesta Kesenian Bali jelas masuk daftar teratas. Event tahunan yang udah jadi kebanggaan masyarakat Bali ini bukan cuma sekadar ajang pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi berbagai tradisi, adat, dan warisan budaya yang terus dijaga lintas generasi. Melalui semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali, PKB hadir sebagai bentuk nyata upaya melestarikan sekaligus mengembangkan kekayaan seni budaya Bali agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
View this post on Instagram
A post shared by Dartha Sii Muggle (@dartha_muggle)
Tahun ini, Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026 kembali digelar di Kota Denpasar dan siap menyuguhkan pengalaman budaya yang lebih meriah, kreatif, dan penuh warna. Mengusung tema “Atma Kerthi – Jiwa Sidha Parisudha”, festival ini mengajak masyarakat untuk memuliakan jiwa menuju kesempurnaan melalui seni, budaya, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur Bali. Bukan cuma buat pecinta budaya, acara ini juga cocok banget buat lo yang ingin melihat sisi autentik Bali yang mungkin belum pernah lo temui sebelumnya.
Selama penyelenggaraannya, PKB menjadi panggung bagi beragam ekspresi seni, mulai dari seni klasik, tradisi Bali Aga, hingga karya-karya kontemporer dari para maestro dan seniman muda berbakat. Format acaranya pun super lengkap, mulai dari pawai budaya, parade seni, pergelaran, lomba, pameran, lokakarya, sampai diskusi budaya yang seru dan inspiratif. Nggak heran kalau banyak orang menyebut PKB sebagai “monumen hidup” kebudayaan Bali karena terus berkembang tanpa kehilangan akar tradisinya.
[Baca juga : "Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI Dan Grebeg Suro 2026"]
Menariknya lagi, festival ini bukan hanya menjadi ruang apresiasi bagi para seniman lokal, tetapi juga jendela budaya bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Di sini, lo bisa melihat langsung berbagai kesenian yang berasal dari desa-desa di seluruh Bali, lengkap dengan karakter dan keunikan masing-masing daerah. Pengalaman ini bikin pengunjung bisa merasakan esensi budaya Bali yang asli, jauh lebih dekat daripada sekadar melihatnya di media sosial atau brosur wisata.
Rangkaian kemeriahan PKB 2026 juga menghadirkan berbagai pertunjukan spektakuler yang sayang banget untuk dilewatkan. Pada 5–7 Juni 2026, masyarakat dapat menikmati beragam pementasan seni tradisional di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana dan Areal Taman Bung Karno, mulai pukul 17.00 WITA hingga selesai. Berbagai penampilan seperti Joged, Angklung Kebyar, hingga Gong Kebyar mebarung siap menghidupkan suasana dengan energi dan dinamika khas Bali yang bikin penonton terpukau.
Nggak cuma suguhan seni pertunjukan, area festival juga diramaikan oleh berbagai stand kuliner dan kerajinan khas Bali. Jadi setelah puas menikmati pertunjukan, lo bisa lanjut berburu makanan tradisional, produk UMKM kreatif, hingga karya kerajinan lokal yang unik dan estetik. Cocok banget buat lo yang suka eksplor budaya sambil berburu konten Instagram atau TikTok yang anti-mainstream.
Digelar di Denpasar, Bali, pada 13 Juni hingga 11 Juli 2026, PKB menjadi momentum penting untuk merayakan harmoni antara tradisi dan inovasi. Festival ini membuktikan bahwa budaya bukan sesuatu yang kuno atau ketinggalan zaman, melainkan identitas yang terus hidup, berkembang, dan mampu beradaptasi dengan generasi masa kini. Jadi, kalau lo lagi cari pengalaman yang nggak cuma seru tetapi juga penuh makna, PKB 2026 adalah destinasi yang wajib masuk bucket list lo tahun ini. (Sumber Foto @dickyyanuarrm)
...
more.