shop-triptrus

Penglipuran Village Festival 2025


When
: 03 - 05 Jul 2025
Location
: Kab. Bangli, Bali
Short URL
: http://triptr.us/nQR9

TripTrus.Com Bro-sis traveler, lo pernah bayangin nggak, liburan lo nggak cuma healing, tapi juga meaningful? Nah, cobain deh mampir ke Penglipuran Village Festival tanggal 3–6 Juli 2025 di Bangli, Bali. Di sini lo bakal nemuin vibe beda—gabungan antara budaya Bali yang kental banget, nuansa desa yang damai, dan kegiatan yang penuh makna. Lo gak cuma nonton festival biasa, tapi juga diajak buat ikut ngerasain langsung tradisi, spiritualitas, dan keberlanjutan lingkungan yang dikemas kece. Temanya aja udah deep banget, “Pertiwi: Endless Devotion to The Mother Earth as a Spirit of Generative Tourism.” Pokoknya cocok buat lo yang pengen liburan rasa lokal dengan sentuhan alam dan seni.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Nuer Efendy (@nuer_efendy)

1. Opening Ceremony + Lomba Rangda & Mekendang Tunggal

Dari hari pertama aja udah kerasa vibes-nya, bro-sis! Lo bakal diajak ngeliat langsung parade budaya yang megah banget—ada Barong Ngayaw, penampilan Tari Maskot di depan pura, plus warga lokal yang tampil all out pakai baju adat tempo dulu. Terus, yang nggak kalah keren: lomba Rangda & Mekendang Tunggal! Lo bakal liat gimana peserta totalitas main kendang tunggal dan beradu aksi dalam gerakan mistis ala Rangda. Nuansa magis dan seni tradisionalnya tuh nempel banget di hati, bro-sis. Apalagi latarnya desa Bali yang sacred dan adem. Siapin memori HP lo buat capture momen keren ini!

2. Barista Competition + Lomba Baleganjur

Di hari kedua, suasana berubah jadi lebih kopi-kopian tapi tetep meriah! Di Bale Patok, para barista dari seantero Bali bakalan adu skill latte art dan teknik seduh kopi yang bukan kaleng-kaleng. Jadi buat lo pecinta kopi, this is your place to be! Selesai ngopi-ngopi santai, langsung gas ke Lomba Baleganjur—di mana lo bakal disuguhin tabuhan gamelan jalanan yang rame dan semangat banget. Suara gong, kendang, dan ceng-ceng yang main bareng bikin lo pengen joget tipis-tipis. Event ini tuh gabungan antara seni, kompaknya masyarakat lokal, dan budaya yang beneran hidup. Gak bisa dilewatkan sih, asli!

[Baca juga : "Festival Bunga Dan Buah Karo 2025"]

3. Musik Pelipur Lara

Lo tipe anak senja yang doyan dengerin musik sambil meresapi alam? Hari ketiga jadi favorit lo, bro-sis! Soalnya ada panggung “Musik Pelipur Lara”—di mana artis lokal dan nasional bakalan tampil dengan aransemen musik yang adem dan menenangkan. Mulai dari tradisional Bali sampe fusion kekinian, semua menyatu di panggung terbuka dengan pemandangan alam desa. Lo bisa duduk selonjoran di rumput, nikmatin musik, selfie cantik, atau sekadar chill sambil ngobrol sama temen baru. Momen ini tuh intimate banget, karena lo beneran bisa ngerasain connect sama energi desa dan komunitas lokal. Bikin lo betah berlama-lama!

4. Megibung + Closing Ceremony

Terakhir nih, yang paling menyentuh: Megibung! Ini tradisi makan bareng di jalan desa yang super hangat dan penuh makna. Lo duduk lesehan bareng warga lokal dan pengunjung lain, nikmatin makanan khas desa yang dimasak ala rumahan. Kebayang gak sih, vibe-nya kayak buka puasa bareng tapi versi adat Bali? Setelah perut kenyang dan hati senang, acara ditutup sama penampilan musik dan seremoni yang menggambarkan rasa syukur warga. Closing-nya nggak kaku, tapi penuh cinta dan makna. Lo bakal baper pas pulang karena ngerasa udah jadi bagian dari keluarga besar desa ini. Asli, memorable banget, bro-sis!

Buat lo yang bosen sama liburan yang gitu-gitu aja, Penglipuran Village Festival ini beneran fresh dan impactful. Selain penuh hiburan dan tradisi, festival ini juga eco-friendly (no plastik!) dan ngedukung UMKM lokal—mulai dari kopi, kuliner khas, sampai kerajinan bambu. Lo bukan cuma healing tapi juga ngasih support buat ekonomi warga. Nilai filosofis Tri Hita Karana—harmoni manusia, alam, dan Tuhan—bener-bener dijalankan di sini. So, siapin outfit kece tapi tetep sopan, bawa kamera, dan buka hati lo buat pengalaman yang beda dari biasanya. Cuss rame-rame, yuk kita jaga budaya sambil seru-seruan bareng bumi! (Sumber Foto: @hendra_ongoll)

   

Other Event

Jul/30 | Nyaneut Festival 2026

TripTrus.Com - Kalau menurut lo ngeteh cuma sekadar aktivitas santai di sore hari, Nyaneut Festival 2026 bakal bikin pandangan itu berubah. Di Garut, tradisi minum teh khas Sunda Priangan yang dikenal dengan sebutan nyaneut hadir sebagai perayaan budaya yang menggabungkan cita rasa, kesenian, dan kebersamaan dalam satu pengalaman yang hangat dan berkesan. Festival ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya teh Nusantara yang telah diwariskan secara turun-temurun.       View this post on Instagram A post shared by infogarut (@infogarut) Berlokasi di Lapangan Situgede, Desa Cigedug, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut, pada Kamis, 30 Juli 2026, festival ini mengajak pengunjung menikmati suasana sejuk kaki pegunungan sambil menyeruput teh lokal berkualitas. Yang bikin suasananya makin autentik, puluhan meja lesehan disiapkan untuk menampung ratusan peserta yang ingin merasakan tradisi nyaneut secara langsung. Di sini, gue yakin lo bakal merasakan sensasi kebersamaan yang jarang ditemukan dalam aktivitas sehari-hari. Tradisi nyaneut sendiri identik dengan kebiasaan menikmati teh hangat yang ditemani aneka kudapan sederhana khas pedesaan. Pengunjung dapat mencicipi singkong rebus, gula merah, serta berbagai olahan umbi-umbian yang menjadi pasangan sempurna bagi secangkir teh Priangan. Meski sederhana, perpaduan rasa tersebut justru menghadirkan pengalaman kuliner yang kaya makna dan sarat nilai budaya. Tak hanya menyuguhkan pengalaman kuliner, Nyaneut Festival juga menghadirkan beragam rangkaian acara budaya yang menarik. Mulai dari Prosesi Nyaneut dan Prosesi Mapag Cai yang sarat filosofi, hingga Pasar Budaya yang menampilkan berbagai produk lokal dan kreativitas masyarakat setempat. Pengunjung juga dapat menikmati Kidung dan Rajah, Sawala Budaya, Gelar Teh Nusantara, serta berbagai pertunjukan seni tradisional yang memperlihatkan kekayaan budaya Sunda. [Baca juga : "Festival Cisadane 2026"] Suasana festival semakin meriah dengan hadirnya Musik Kolaborasi Etnik, pertunjukan Geprak Tongkat, dan penampilan spektakuler dari 100 Penari Karatagan Cigedug yang siap memukau para pengunjung. Sebagai puncak hiburan, grup Samba Sunda akan tampil membawakan pertunjukan khas yang memadukan unsur tradisional dan modern sehingga mampu menghadirkan energi baru bagi para penikmat seni budaya. Lebih dari sekadar festival, Nyaneut Festival 2026 menjadi upaya untuk memperkuat pasar budaya sekaligus mempromosikan teh Priangan sebagai salah satu daya tarik wisata unggulan Jawa Barat. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk kembali menghargai tradisi lokal yang selama ini menjadi bagian penting dari identitas budaya Sunda. Jadi, kalau lo lagi mencari pengalaman wisata budaya yang berbeda, Nyaneut Festival 2026 bisa jadi pilihan yang wajib masuk agenda. Ajak keluarga, sahabat, atau teman nongkrong lo untuk menikmati hangatnya secangkir teh, merasakan keramahan masyarakat Sunda, serta menyaksikan beragam pertunjukan budaya dalam suasana yang penuh makna. Siap ngeteh dengan cara yang lebih seru dan berkesan? (Sumber Foto disparbud.jabarprov.go.id)...
more.

Jul/22 | Festival Cisadane 2026

TripTrus.Com - Buat lo yang lagi cari agenda seru di bulan Juli, Festival Cisadane 2026 wajib banget masuk daftar. Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kembali menghadirkan salah satu festival budaya terbesar yang selalu dinanti masyarakat setiap tahunnya. Mengusung tema "Flowing Heritage, Growing Courage", perhelatan ini bakal berlangsung selama lima hari, mulai 22 hingga 26 Juli 2026, dengan pusat kegiatan di kawasan ikonik Jembatan Kaca Berendeng yang berada di bantaran Sungai Cisadane.       View this post on Instagram A post shared by TANGERANG (@exploretangerang) Tema yang diangkat tahun ini bukan sekadar slogan. Festival Cisadane 2026 ingin menggambarkan bagaimana warisan budaya terus mengalir dari generasi ke generasi, sekaligus menjadi penyemangat bagi masyarakat Kota Tangerang untuk berani berinovasi, berkolaborasi, dan melangkah menghadapi tantangan zaman. Filosofi Sungai Cisadane pun diangkat sebagai simbol perjalanan sejarah sekaligus keberanian warga dalam membangun masa depan yang lebih baik. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan, menjelaskan bahwa festival tahun ini dikemas dengan konsep yang lebih bermakna. Menurutnya, Festival Cisadane bukan hanya menjadi ajang pelestarian budaya dan sejarah, tetapi juga momentum untuk memperkuat identitas Kota Tangerang serta mendorong kebangkitan ekonomi lokal setelah melewati berbagai tantangan dalam beberapa tahun terakhir. [Baca juga : "Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026"] Yang bikin festival ini makin menarik, penyelenggara juga memberikan ruang besar bagi pelaku UMKM untuk ikut berkembang. Ratusan stan bakal meramaikan area festival dengan beragam produk kuliner, kerajinan, hingga karya kreatif lokal. Jadi, selain bisa menikmati pertunjukan seni dan budaya, lo juga bisa berburu aneka produk khas sekaligus mendukung pelaku usaha lokal agar semakin maju. Festival Cisadane juga dirancang sebagai ruang kolaborasi yang terbuka bagi berbagai kalangan. Mulai dari pegiat budaya, seniman, komunitas, hingga masyarakat umum bakal terlibat dalam berbagai rangkaian kegiatan yang diharapkan mampu memperkuat rasa kebersamaan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kota Tangerang kepada wisatawan. Kalau lo belum punya agenda di akhir Juli nanti, nggak ada salahnya mampir ke Festival Cisadane 2026. Selain menikmati suasana meriah di tepian Sungai Cisadane, lo juga bisa merasakan langsung perpaduan antara tradisi, kreativitas, hiburan, dan semangat baru yang menjadi identitas Kota Tangerang. Supaya nggak ketinggalan informasi terbaru mengenai jadwal maupun rangkaian acaranya, gue saranin buat terus pantau akun Instagram resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang. (Sumber Foto @desy_yuss)...
more.

Jun/13 | Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026

TripTrus.Com - Kalau ngomongin festival budaya paling ikonik di Pulau Dewata, Pesta Kesenian Bali jelas masuk daftar teratas. Event tahunan yang udah jadi kebanggaan masyarakat Bali ini bukan cuma sekadar ajang pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi berbagai tradisi, adat, dan warisan budaya yang terus dijaga lintas generasi. Melalui semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali, PKB hadir sebagai bentuk nyata upaya melestarikan sekaligus mengembangkan kekayaan seni budaya Bali agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.       View this post on Instagram A post shared by Dartha Sii Muggle (@dartha_muggle) Tahun ini, Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026 kembali digelar di Kota Denpasar dan siap menyuguhkan pengalaman budaya yang lebih meriah, kreatif, dan penuh warna. Mengusung tema “Atma Kerthi – Jiwa Sidha Parisudha”, festival ini mengajak masyarakat untuk memuliakan jiwa menuju kesempurnaan melalui seni, budaya, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur Bali. Bukan cuma buat pecinta budaya, acara ini juga cocok banget buat lo yang ingin melihat sisi autentik Bali yang mungkin belum pernah lo temui sebelumnya. Selama penyelenggaraannya, PKB menjadi panggung bagi beragam ekspresi seni, mulai dari seni klasik, tradisi Bali Aga, hingga karya-karya kontemporer dari para maestro dan seniman muda berbakat. Format acaranya pun super lengkap, mulai dari pawai budaya, parade seni, pergelaran, lomba, pameran, lokakarya, sampai diskusi budaya yang seru dan inspiratif. Nggak heran kalau banyak orang menyebut PKB sebagai “monumen hidup” kebudayaan Bali karena terus berkembang tanpa kehilangan akar tradisinya. [Baca juga : "Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI Dan Grebeg Suro 2026"] Menariknya lagi, festival ini bukan hanya menjadi ruang apresiasi bagi para seniman lokal, tetapi juga jendela budaya bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Di sini, lo bisa melihat langsung berbagai kesenian yang berasal dari desa-desa di seluruh Bali, lengkap dengan karakter dan keunikan masing-masing daerah. Pengalaman ini bikin pengunjung bisa merasakan esensi budaya Bali yang asli, jauh lebih dekat daripada sekadar melihatnya di media sosial atau brosur wisata. Rangkaian kemeriahan PKB 2026 juga menghadirkan berbagai pertunjukan spektakuler yang sayang banget untuk dilewatkan. Pada 5–7 Juni 2026, masyarakat dapat menikmati beragam pementasan seni tradisional di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana dan Areal Taman Bung Karno, mulai pukul 17.00 WITA hingga selesai. Berbagai penampilan seperti Joged, Angklung Kebyar, hingga Gong Kebyar mebarung siap menghidupkan suasana dengan energi dan dinamika khas Bali yang bikin penonton terpukau. Nggak cuma suguhan seni pertunjukan, area festival juga diramaikan oleh berbagai stand kuliner dan kerajinan khas Bali. Jadi setelah puas menikmati pertunjukan, lo bisa lanjut berburu makanan tradisional, produk UMKM kreatif, hingga karya kerajinan lokal yang unik dan estetik. Cocok banget buat lo yang suka eksplor budaya sambil berburu konten Instagram atau TikTok yang anti-mainstream. Digelar di Denpasar, Bali, pada 13 Juni hingga 11 Juli 2026, PKB menjadi momentum penting untuk merayakan harmoni antara tradisi dan inovasi. Festival ini membuktikan bahwa budaya bukan sesuatu yang kuno atau ketinggalan zaman, melainkan identitas yang terus hidup, berkembang, dan mampu beradaptasi dengan generasi masa kini. Jadi, kalau lo lagi cari pengalaman yang nggak cuma seru tetapi juga penuh makna, PKB 2026 adalah destinasi yang wajib masuk bucket list lo tahun ini. (Sumber Foto @dickyyanuarrm) ...
more.

Comment

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...