shop-triptrus

Pacu Jalur Tradisional 2025


When
: 20 - 24 Aug 2025
Location
: Kab. Kuantan Singingi, Riau
Short URL
: http://triptr.us/nRl9

TripTrus.Com Gue kasih tau nih, ada event kece badai di Riau yang wajib masuk wishlist liburan lo! Festival Pacu Jalur Tradisional bakal balik lagi tanggal 20–24 Agustus 2025, bro sis! Lokasinya di Tepian Narosa, Teluk Kuantan—spot sakral yang tiap tahun jadi pusat gemuruh budaya! Ini bukan lomba dayung biasa, tapi udah eksis dari zaman baheula abad ke-17 dan sekarang udah resmi dicap warisan budaya nasional. Bayangin, perahu kayu sepanjang 25–40 meter dengan 45–60 pendayung ngacir barengan kayak naga di air. Lo bakal dibikin merinding, kagum, dan otomatis nge-shoot konten buat story! 📱🔥

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Triana Krisandini Tandjung (@yanatriana)

🌊 Asal-Usul Jalur yang Penuh Filosofi Lokal

Bro sis, lo tau gak sih dulu jalur itu sebenernya cuma transportasi sungai doang? Tapi makin ke sini makin naik kelas jadi simbol pride masyarakat Kuansing! Awalnya sih cuma buat ngangkut pisang, tebu, dan hasil bumi lain, tapi pas zaman Belanda, jalur juga ikut eksis di acara resmi kayak ultah Ratu Wilhelmina. Nah sekarang? Tiap 17-an, semua mata tertuju ke jalur buat ngerayain kemerdekaan! Tradisi ini udah jadi cara keren buat ngerawat akar budaya lokal. Respect banget, kan?

💪 Skala Festival Gak Main-Main, Gengs!

Tahun lalu tuh, gila sih, sampe 225 jalur ikut balapan di sungai! Lo bayangin ribuan pendayung adu otot dan strategi sambil disorakin lautan manusia. Panggung UMKM rame banget, kuliner khas Melayu wangi mengundang, ada pertunjukan tari sampe live musik juga. Gak heran festival ini masuk Top 10 Karisma Event Nusantara dari Kemenparekraf! Ini bukan festival kaleng-kaleng, bro sis, ini udah jadi napas budaya Riau yang harus lo saksikan langsung!

📸 Viral Banget di Sosmed, Ekonomi Juga Ikutan Ngegas!

Gak cuma seru, Pacu Jalur juga cuan buat warga lokal. Bayangin, tahun ini pengunjung diprediksi tembus 1,5 juta orang dan duit yang muter sampe Rp75 miliar! UMKM kebanjiran order, hotel full booked, warung laku keras, dan souvenir ludes. Yang paling epic, video penari cilik Rayyan Arkan Dhika viral banget sampe internasional. Lo yang dateng bisa jadi next konten kreator yang bikin Pacu Jalur makin mendunia, siapa tau, bro sis!

Buat lo yang pengin ngikutin semua rangkaian Pacu Jalur 2025 dari awal sampe puncak, gue kasih tau nih rundown-nya biar lo bisa atur cuti, nabung, dan tentu aja siapin outfit kece buat konten! Jadi gini, gelaran ini gak langsung jebret ke final, tapi ada beberapa tahap seru dari berbagai rayon yang diadain di lokasi berbeda. Lo bisa mulai seru-seruan dari tanggal 13–15 Juni di Nyiur Melambai, Cerenti buat Rayon 1. Lanjut, Rayon 2 bakal digelar 20–22 Juni di Pulau Gobah, Hulu Kuantan. Nah, buat lo yang belum bisa hadir awal-awal, masih ada kesempatan di Rayon 3 tanggal 4–6 Juli di Rajo, Pangean, dan Rayon 4 tanggal 18–20 Juli di Kari, bro sis.

[Baca juga : "Gili Festival 2025"]

Gak berhenti sampai situ, vibe-nya makin panas pas masuk ke sesi Mini Pulau Aro yang digelar 25–27 Juli di Ronge Biru, terus lanjut ke Pacu Jalur Kebudayaan tanggal 7–10 Agustus di Lubuak Sobae, Basrah. Nah, klimaksnya nih bro sis—Festival Puncak Pacu Jalur diadakan 20–24 Agustus 2025 di Tepian Narosa, Teluk Kuantan. Ini dia momen yang paling ditunggu-tunggu, semua orang tumplek di sana! Tapi jangan kelupaan juga, buat penutupnya bakal ada Mini Pacu Jalur di Sukaraja pada 24–26 Oktober. Jadi kalo lo belum sempat ke yang besar, minimal dateng ke yang penutup, bro sis!

🔥 Gubernur Riau Turun Tangan Langsung, Bro Sis!

Viralnya Pacu Jalur sampe ke mancanegara bikin Gubernur Riau, Abdul Wahid, gercep benahin segalanya. Mulai dari penataan event, antisipasi kebakaran lahan, sampai soal infrastruktur dan sponsor, semua dimatengin! Kata Pak Gub, festival ini harus jadi magnet wisata budaya yang gak cuma sekali diliat, tapi bikin tamu balik lagi dan lagi. Pokoknya semua disiapin demi kenyamanan lo dan turis dari segala penjuru dunia. Epic banget gak tuh?

Lo bayangin, crowd heboh, jalur super panjang meluncur kayak naga air, backsound musik tradisional nge-beat banget, dan lo berdiri di tepi sungai sambil ngerekam semuanya. Feed lo pasti full konten viral yang bukan kaleng-kaleng! Ini bukan cuma soal hiburan, tapi tentang kebersamaan lintas generasi, pemberdayaan ekonomi lokal, dan pelestarian budaya yang dibungkus dengan semangat kekinian. Jadi, yuk ambil cuti, siapin tiket, dan cuzz ke Kuansing. Kita ketemuan di Tepian Narosa ya, bro sis! Jangan sampe lo jadi FOMO tahun ini! (Sumber Foto: @bintangome)

   

Other Event

Jul/30 | Nyaneut Festival 2026

TripTrus.Com - Kalau menurut lo ngeteh cuma sekadar aktivitas santai di sore hari, Nyaneut Festival 2026 bakal bikin pandangan itu berubah. Di Garut, tradisi minum teh khas Sunda Priangan yang dikenal dengan sebutan nyaneut hadir sebagai perayaan budaya yang menggabungkan cita rasa, kesenian, dan kebersamaan dalam satu pengalaman yang hangat dan berkesan. Festival ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya teh Nusantara yang telah diwariskan secara turun-temurun.       View this post on Instagram A post shared by infogarut (@infogarut) Berlokasi di Lapangan Situgede, Desa Cigedug, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut, pada Kamis, 30 Juli 2026, festival ini mengajak pengunjung menikmati suasana sejuk kaki pegunungan sambil menyeruput teh lokal berkualitas. Yang bikin suasananya makin autentik, puluhan meja lesehan disiapkan untuk menampung ratusan peserta yang ingin merasakan tradisi nyaneut secara langsung. Di sini, gue yakin lo bakal merasakan sensasi kebersamaan yang jarang ditemukan dalam aktivitas sehari-hari. Tradisi nyaneut sendiri identik dengan kebiasaan menikmati teh hangat yang ditemani aneka kudapan sederhana khas pedesaan. Pengunjung dapat mencicipi singkong rebus, gula merah, serta berbagai olahan umbi-umbian yang menjadi pasangan sempurna bagi secangkir teh Priangan. Meski sederhana, perpaduan rasa tersebut justru menghadirkan pengalaman kuliner yang kaya makna dan sarat nilai budaya. Tak hanya menyuguhkan pengalaman kuliner, Nyaneut Festival juga menghadirkan beragam rangkaian acara budaya yang menarik. Mulai dari Prosesi Nyaneut dan Prosesi Mapag Cai yang sarat filosofi, hingga Pasar Budaya yang menampilkan berbagai produk lokal dan kreativitas masyarakat setempat. Pengunjung juga dapat menikmati Kidung dan Rajah, Sawala Budaya, Gelar Teh Nusantara, serta berbagai pertunjukan seni tradisional yang memperlihatkan kekayaan budaya Sunda. [Baca juga : "Festival Cisadane 2026"] Suasana festival semakin meriah dengan hadirnya Musik Kolaborasi Etnik, pertunjukan Geprak Tongkat, dan penampilan spektakuler dari 100 Penari Karatagan Cigedug yang siap memukau para pengunjung. Sebagai puncak hiburan, grup Samba Sunda akan tampil membawakan pertunjukan khas yang memadukan unsur tradisional dan modern sehingga mampu menghadirkan energi baru bagi para penikmat seni budaya. Lebih dari sekadar festival, Nyaneut Festival 2026 menjadi upaya untuk memperkuat pasar budaya sekaligus mempromosikan teh Priangan sebagai salah satu daya tarik wisata unggulan Jawa Barat. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk kembali menghargai tradisi lokal yang selama ini menjadi bagian penting dari identitas budaya Sunda. Jadi, kalau lo lagi mencari pengalaman wisata budaya yang berbeda, Nyaneut Festival 2026 bisa jadi pilihan yang wajib masuk agenda. Ajak keluarga, sahabat, atau teman nongkrong lo untuk menikmati hangatnya secangkir teh, merasakan keramahan masyarakat Sunda, serta menyaksikan beragam pertunjukan budaya dalam suasana yang penuh makna. Siap ngeteh dengan cara yang lebih seru dan berkesan? (Sumber Foto disparbud.jabarprov.go.id)...
more.

Jul/22 | Festival Cisadane 2026

TripTrus.Com - Buat lo yang lagi cari agenda seru di bulan Juli, Festival Cisadane 2026 wajib banget masuk daftar. Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kembali menghadirkan salah satu festival budaya terbesar yang selalu dinanti masyarakat setiap tahunnya. Mengusung tema "Flowing Heritage, Growing Courage", perhelatan ini bakal berlangsung selama lima hari, mulai 22 hingga 26 Juli 2026, dengan pusat kegiatan di kawasan ikonik Jembatan Kaca Berendeng yang berada di bantaran Sungai Cisadane.       View this post on Instagram A post shared by TANGERANG (@exploretangerang) Tema yang diangkat tahun ini bukan sekadar slogan. Festival Cisadane 2026 ingin menggambarkan bagaimana warisan budaya terus mengalir dari generasi ke generasi, sekaligus menjadi penyemangat bagi masyarakat Kota Tangerang untuk berani berinovasi, berkolaborasi, dan melangkah menghadapi tantangan zaman. Filosofi Sungai Cisadane pun diangkat sebagai simbol perjalanan sejarah sekaligus keberanian warga dalam membangun masa depan yang lebih baik. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan, menjelaskan bahwa festival tahun ini dikemas dengan konsep yang lebih bermakna. Menurutnya, Festival Cisadane bukan hanya menjadi ajang pelestarian budaya dan sejarah, tetapi juga momentum untuk memperkuat identitas Kota Tangerang serta mendorong kebangkitan ekonomi lokal setelah melewati berbagai tantangan dalam beberapa tahun terakhir. [Baca juga : "Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026"] Yang bikin festival ini makin menarik, penyelenggara juga memberikan ruang besar bagi pelaku UMKM untuk ikut berkembang. Ratusan stan bakal meramaikan area festival dengan beragam produk kuliner, kerajinan, hingga karya kreatif lokal. Jadi, selain bisa menikmati pertunjukan seni dan budaya, lo juga bisa berburu aneka produk khas sekaligus mendukung pelaku usaha lokal agar semakin maju. Festival Cisadane juga dirancang sebagai ruang kolaborasi yang terbuka bagi berbagai kalangan. Mulai dari pegiat budaya, seniman, komunitas, hingga masyarakat umum bakal terlibat dalam berbagai rangkaian kegiatan yang diharapkan mampu memperkuat rasa kebersamaan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kota Tangerang kepada wisatawan. Kalau lo belum punya agenda di akhir Juli nanti, nggak ada salahnya mampir ke Festival Cisadane 2026. Selain menikmati suasana meriah di tepian Sungai Cisadane, lo juga bisa merasakan langsung perpaduan antara tradisi, kreativitas, hiburan, dan semangat baru yang menjadi identitas Kota Tangerang. Supaya nggak ketinggalan informasi terbaru mengenai jadwal maupun rangkaian acaranya, gue saranin buat terus pantau akun Instagram resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang. (Sumber Foto @desy_yuss)...
more.

Jun/13 | Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026

TripTrus.Com - Kalau ngomongin festival budaya paling ikonik di Pulau Dewata, Pesta Kesenian Bali jelas masuk daftar teratas. Event tahunan yang udah jadi kebanggaan masyarakat Bali ini bukan cuma sekadar ajang pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi berbagai tradisi, adat, dan warisan budaya yang terus dijaga lintas generasi. Melalui semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali, PKB hadir sebagai bentuk nyata upaya melestarikan sekaligus mengembangkan kekayaan seni budaya Bali agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.       View this post on Instagram A post shared by Dartha Sii Muggle (@dartha_muggle) Tahun ini, Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026 kembali digelar di Kota Denpasar dan siap menyuguhkan pengalaman budaya yang lebih meriah, kreatif, dan penuh warna. Mengusung tema “Atma Kerthi – Jiwa Sidha Parisudha”, festival ini mengajak masyarakat untuk memuliakan jiwa menuju kesempurnaan melalui seni, budaya, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur Bali. Bukan cuma buat pecinta budaya, acara ini juga cocok banget buat lo yang ingin melihat sisi autentik Bali yang mungkin belum pernah lo temui sebelumnya. Selama penyelenggaraannya, PKB menjadi panggung bagi beragam ekspresi seni, mulai dari seni klasik, tradisi Bali Aga, hingga karya-karya kontemporer dari para maestro dan seniman muda berbakat. Format acaranya pun super lengkap, mulai dari pawai budaya, parade seni, pergelaran, lomba, pameran, lokakarya, sampai diskusi budaya yang seru dan inspiratif. Nggak heran kalau banyak orang menyebut PKB sebagai “monumen hidup” kebudayaan Bali karena terus berkembang tanpa kehilangan akar tradisinya. [Baca juga : "Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI Dan Grebeg Suro 2026"] Menariknya lagi, festival ini bukan hanya menjadi ruang apresiasi bagi para seniman lokal, tetapi juga jendela budaya bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Di sini, lo bisa melihat langsung berbagai kesenian yang berasal dari desa-desa di seluruh Bali, lengkap dengan karakter dan keunikan masing-masing daerah. Pengalaman ini bikin pengunjung bisa merasakan esensi budaya Bali yang asli, jauh lebih dekat daripada sekadar melihatnya di media sosial atau brosur wisata. Rangkaian kemeriahan PKB 2026 juga menghadirkan berbagai pertunjukan spektakuler yang sayang banget untuk dilewatkan. Pada 5–7 Juni 2026, masyarakat dapat menikmati beragam pementasan seni tradisional di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana dan Areal Taman Bung Karno, mulai pukul 17.00 WITA hingga selesai. Berbagai penampilan seperti Joged, Angklung Kebyar, hingga Gong Kebyar mebarung siap menghidupkan suasana dengan energi dan dinamika khas Bali yang bikin penonton terpukau. Nggak cuma suguhan seni pertunjukan, area festival juga diramaikan oleh berbagai stand kuliner dan kerajinan khas Bali. Jadi setelah puas menikmati pertunjukan, lo bisa lanjut berburu makanan tradisional, produk UMKM kreatif, hingga karya kerajinan lokal yang unik dan estetik. Cocok banget buat lo yang suka eksplor budaya sambil berburu konten Instagram atau TikTok yang anti-mainstream. Digelar di Denpasar, Bali, pada 13 Juni hingga 11 Juli 2026, PKB menjadi momentum penting untuk merayakan harmoni antara tradisi dan inovasi. Festival ini membuktikan bahwa budaya bukan sesuatu yang kuno atau ketinggalan zaman, melainkan identitas yang terus hidup, berkembang, dan mampu beradaptasi dengan generasi masa kini. Jadi, kalau lo lagi cari pengalaman yang nggak cuma seru tetapi juga penuh makna, PKB 2026 adalah destinasi yang wajib masuk bucket list lo tahun ini. (Sumber Foto @dickyyanuarrm) ...
more.

Comment

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...