TripTrus.Com - Jadwal Ngayogjazz 2023 bakal digelar pas tanggal 18 November 2023, di Dusun Gancahan, Sidomulyo, Godean, Kabupaten Sleman. Festival jazz keren ini tema-nya "Handarbeni Hangajazzi." Ini udah jadi rutinitas tiap tahun semenjak 2007.
Ada banyak komunitas jazz dan musisi pro dari seluruh Indo yang ikut serta. Para seniman dan komunitas musik jazz lokal Yogya yang ngegelar acara ini bikin semua bisa ngerasain musik jazz tanpa peduli kantong. Bukan cuma musisi terkenal yang perform, tapi juga ada musisi jazz lokal yang keren. Keren nih, Ngayogjazz selalu diadain di desa-desa yang jadi venue, dan penduduk desa juga ikut terlibat. Jadi, jazz yang tadinya kayak musik elit, sekarang bisa dinikmati semua orang.
Ngayogjazz 2023 bakal punya panggung di beberapa tempat di Dusun Gancahan. Mereka seringkolaborasi musik jazz sama kesenian tradisional. Ada juga kemungkinan bakal ada musisi jazz dari luar negeri, kayak yang ada di Ngayogjazz 2022.
Ini bagusnya Ngayogjazz 2023: tiketnya gratis! Lo bisa datang langsung ke lokasi pas hari H buat nonton jazz. Gak perlu repot nyari duit buat tiket. Biar kamu tau, "Ngayogjazz masih GERATISSS," tulisnya di Facebook mereka tanggal 10 Oktober 2023.
[Baca juga : "East Java Fashion Harmony 2023"]
Kalo soal lineup, sampe sekarang, belum ada yang tau. Mungkin bakal diumumin lebih deket sama tanggal acaranya.
Dulu, Ngayogjazz itu awalnya konser jazz kecil yang disebut Mben Senen, di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja. Tapi kemudian, tahun 2007, komunitas jazz Yogya bikin Ngayogjazz yang pertama. Tempatnya di Dusun Kembaran, Kasihan, Bantul, deket Padepokan Seni Bagong Kussudiardja. Mereka undang musisi jazz tenar kayak Tie Utami, Syaharani, Viky Sianipar, dan Iga Mawarni.
Pada Ngayogjazz 2009, mereka undang musisi jazz mancanegara pertama kali. Ada musisi kayak Harri Stojka dan Claudius Jelinek dari Austria. Dari Malaysia, ada Albert Yap dan Basgroove 100. Tahun 2010, Ngayogjazz batal gara-gara letusan Gunung Merapi. Sebagai gantinya, di 2011, mereka bikin Ngayogjazz sampai dua kali dalam setahun, di Pelataran Joko Pekik di Januari, dan di Kotagede di November. Nah, kegiatan ini terus berlanjut sampe sekarang. Tempatnya selalu di desa-desa di Yogyakarta. Ngayogjazz emang jadi festival jazz yang buat semua orang. (Sumber Foto: @solojazzsociety)
Jun/13 | Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026
TripTrus.Com - Kalau ngomongin festival budaya paling ikonik di Pulau Dewata, Pesta Kesenian Bali (PKB) jelas masuk daftar teratas. Event tahunan yang udah jadi kebanggaan masyarakat Bali ini bukan cuma sekadar ajang pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi berbagai tradisi, adat, dan warisan budaya yang terus dijaga lintas generasi. Melalui semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali, PKB hadir sebagai bentuk nyata upaya melestarikan sekaligus mengembangkan kekayaan seni budaya Bali agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
View this post on Instagram
A post shared by Dartha Sii Muggle (@dartha_muggle)
Tahun ini, Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026 kembali digelar di Kota Denpasar dan siap menyuguhkan pengalaman budaya yang lebih meriah, kreatif, dan penuh warna. Mengusung tema “Atma Kerthi – Jiwa Sidha Parisudha”, festival ini mengajak masyarakat untuk memuliakan jiwa menuju kesempurnaan melalui seni, budaya, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur Bali. Bukan cuma buat pecinta budaya, acara ini juga cocok banget buat lo yang ingin melihat sisi autentik Bali yang mungkin belum pernah lo temui sebelumnya.
Selama penyelenggaraannya, PKB menjadi panggung bagi beragam ekspresi seni, mulai dari seni klasik, tradisi Bali Aga, hingga karya-karya kontemporer dari para maestro dan seniman muda berbakat. Format acaranya pun super lengkap, mulai dari pawai budaya, parade seni, pergelaran, lomba, pameran, lokakarya, sampai diskusi budaya yang seru dan inspiratif. Nggak heran kalau banyak orang menyebut PKB sebagai “monumen hidup” kebudayaan Bali karena terus berkembang tanpa kehilangan akar tradisinya.
[Baca juga : "Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI Dan Grebeg Suro 2026"]
Menariknya lagi, festival ini bukan hanya menjadi ruang apresiasi bagi para seniman lokal, tetapi juga jendela budaya bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Di sini, lo bisa melihat langsung berbagai kesenian yang berasal dari desa-desa di seluruh Bali, lengkap dengan karakter dan keunikan masing-masing daerah. Pengalaman ini bikin pengunjung bisa merasakan esensi budaya Bali yang asli, jauh lebih dekat daripada sekadar melihatnya di media sosial atau brosur wisata.
Rangkaian kemeriahan PKB 2026 juga menghadirkan berbagai pertunjukan spektakuler yang sayang banget untuk dilewatkan. Pada 5–7 Juni 2026, masyarakat dapat menikmati beragam pementasan seni tradisional di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana dan Areal Taman Bung Karno, mulai pukul 17.00 WITA hingga selesai. Berbagai penampilan seperti Joged, Angklung Kebyar, hingga Gong Kebyar mebarung siap menghidupkan suasana dengan energi dan dinamika khas Bali yang bikin penonton terpukau.
Nggak cuma suguhan seni pertunjukan, area festival juga diramaikan oleh berbagai stand kuliner dan kerajinan khas Bali. Jadi setelah puas menikmati pertunjukan, lo bisa lanjut berburu makanan tradisional, produk UMKM kreatif, hingga karya kerajinan lokal yang unik dan estetik. Cocok banget buat lo yang suka eksplor budaya sambil berburu konten Instagram atau TikTok yang anti-mainstream.
Digelar di Denpasar, Bali, pada 13 Juni hingga 11 Juli 2026, PKB menjadi momentum penting untuk merayakan harmoni antara tradisi dan inovasi. Festival ini membuktikan bahwa budaya bukan sesuatu yang kuno atau ketinggalan zaman, melainkan identitas yang terus hidup, berkembang, dan mampu beradaptasi dengan generasi masa kini. Jadi, kalau lo lagi cari pengalaman yang nggak cuma seru tetapi juga penuh makna, PKB 2026 adalah destinasi yang wajib masuk bucket list lo tahun ini. (Sumber Foto @dickyyanuarrm)
...
more.