shop-triptrus

MesaStila 100 2023


When
: 06 - 08 Oct 2023
Location
: MesaStila Resort and Spa, Magelang
Short URL
: http://triptr.us/nCz9

TripTrus.Com - Wisata olahraga lagi hits banget di Indo, terutama lari. Mulai dari lari kota ampe lari di alam liar, semuanya diadain tiap tahun. Kalo lo adalah tipe pelari yang mau ngerasain sensasi lari di tengah alam ciamik, ada event lari yang kece banget buat lo, namanya MesaStila 100. Apa sih acara ini? Mari kita cekidot.

Lari Lintas Alam Seru Banget! MesaStila 100 itu salah satu lomba lari lintas alam yang digelar tiap tahun di Jawa Tengah. Event ini dimulai dan berakhir di MesaStila Resort and Spa di Magelang dan punya rute lari yang melewati gunung-gunung keren di Jawa Tengah. Tujuan utamanya sih buat peserta bukan cuma bersaing sama yang lain, tapi juga buat ngeuji kemampuan diri sendiri.

Rute Lari yang Keren Abis! Di tahun ini, MesaStila 100 yang ke-13 akan digelar dari tanggal 6 sampe 8 Oktober 2023. Mereka targetin sekitar 300 pelari dari dalam negeri maupun internasional. Di event ini, ada lima kategori lari: 100K, 65K, 42K, 21K, dan 12K. Setiap rutenya punya tantangan sendiri-sendiri. Peserta akan melewati gunung-gunung cantik di sekitar Magelang kayak Gunung Andong (1726 m), Gunung Merbabu (3145 m), Gunung Telomoyo (1894 m), dan Gunung Giliituri (1368 m). Selain itu, mereka juga bakal lari di jalur yang menantang, hutan dengan pepohonan yang rimbun, jalan-jalan kecil di pedesaan, persawahan, dan masih banyak lagi. Seru banget, kan?

Ada syarat juga buat peserta yang mau ikutan kategori tertentu, salah satunya adalah mereka harus udah pernah menyelesaikan lari lintas alam dengan jarak tertentu antara Januari 2021 sampe Desember 2022. Misalnya, buat ikutan 100K, harus udah pernah lari lintas alam minimal 65K. Buat yang 65K, harus udah pernah lari lintas alam minimal 42K, dan seterusnya. Kalo buat yang 21K dan 12K, gak ada syarat khusus, tapi tetep harus siapin diri buat ngadepin medan alam dan cuaca yang ekstrem.

Wisata Olahraga Lainnya di Magelang yang Gak Kalah Seru! MesaStila 100 emang keren banget, tapi selagi di Magelang, sayang kalo gak nyobain wisata olahraga lainnya. Ini nih beberapa rekomendasi dari kita!

[Baca juga : "Tobamar Festival 2023"]

  • Sunrise di Candi Borobudur

Selain jadi candi Buddha terbesar di dunia dan jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Candi Borobudur di Magelang ini juga punya pemandangan matahari terbit yang keren banget. Banyak cara buat ngerasain sunrise di Borobudur, tapi kalo mau yang nyaman, kita saranin buat nginap di Manohara Hotel Borobudur yang deket banget sama candi itu.

Kalo gak mau nginap, Manohara Hotel Borobudur juga punya paket tur sunrise Borobudur buat pengunjung yang gak nginep di hotel mereka. Tapi, lo harus dateng jam 04.30 WIB buat dapetin pengalaman sunrise yang maksimal. Jalan-jalan pagi sambil jogging dan liat matahari terbit di Borobudur bakal jadi momen wisata olahraga yang gak terlupakan banget.

  • Rafting di Sungai Elo Magelang

Kalo udah puas lari dan pengen nyoba wisata olahraga lain yang seru, cobain deh rafting di Magelang. Banyak sungai di sini yang cocok buat rafting. Salah satunya Sungai Elo yang juga punya pemandangan keren sepanjang jalurnya.

Kalo lo belom pernah rafting sebelumnya, Sungai Elo bisa jadi pilihan yang pas. Meskipun tingkat kesulitannya rendah, cocok buat yang gak bisa berenang, tapi tetep harus dengerin instruksi dan pake peralatan pengaman yang disediain biar perjalanan lebih aman. Ada banyak penyedia jasa rafting di Sungai Elo, termasuk Citra Elo dan Elo River Magelang. Yuk, rencanain petualangan lo dan selamat bersenang-senang!

  • Bersepeda Sambil Menikmati Desa Wisata

Kalo mau yang lebih santai, lo juga bisa bersepeda sambil menikmati suasana desa di sekitar Candi Borobudur. Magelang udah diakui sebagai Kota Ramah Sepeda sama Komunitas Bike2Work (B2W) tahun lalu, jadi ada banyak jalur sepeda di sini, termasuk yang lagi dikembangin.

Gak usah khawatir kalo lo gak bawa sepeda sendiri, banyak tempat penyewaan sepeda di sekitar Candi Borobudur. Selain itu, lo juga bisa mampir ke beberapa desa dan ikut kegiatan seru sama penduduk setempat, kayak bercocok tanam di Desa Karangrejo, masak masakan khas di Desa Candirejo, atau nonton proses pembuatan batik di Desa Wanurejo.

Seru banget, kan, wisata olahraganya? Jadi, buat yang suka lari atau pengen coba pengalaman seru lainnya, Magelang punya banyak pilihan buat lo. Selamat berpetualang! (Sumber Foto @mesastila100) 

   

Other Event

Jun/13 | Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026

TripTrus.Com - Kalau ngomongin festival budaya paling ikonik di Pulau Dewata, Pesta Kesenian Bali (PKB) jelas masuk daftar teratas. Event tahunan yang udah jadi kebanggaan masyarakat Bali ini bukan cuma sekadar ajang pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi berbagai tradisi, adat, dan warisan budaya yang terus dijaga lintas generasi. Melalui semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali, PKB hadir sebagai bentuk nyata upaya melestarikan sekaligus mengembangkan kekayaan seni budaya Bali agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.       View this post on Instagram A post shared by Dartha Sii Muggle (@dartha_muggle) Tahun ini, Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026 kembali digelar di Kota Denpasar dan siap menyuguhkan pengalaman budaya yang lebih meriah, kreatif, dan penuh warna. Mengusung tema “Atma Kerthi – Jiwa Sidha Parisudha”, festival ini mengajak masyarakat untuk memuliakan jiwa menuju kesempurnaan melalui seni, budaya, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur Bali. Bukan cuma buat pecinta budaya, acara ini juga cocok banget buat lo yang ingin melihat sisi autentik Bali yang mungkin belum pernah lo temui sebelumnya. Selama penyelenggaraannya, PKB menjadi panggung bagi beragam ekspresi seni, mulai dari seni klasik, tradisi Bali Aga, hingga karya-karya kontemporer dari para maestro dan seniman muda berbakat. Format acaranya pun super lengkap, mulai dari pawai budaya, parade seni, pergelaran, lomba, pameran, lokakarya, sampai diskusi budaya yang seru dan inspiratif. Nggak heran kalau banyak orang menyebut PKB sebagai “monumen hidup” kebudayaan Bali karena terus berkembang tanpa kehilangan akar tradisinya. [Baca juga : "Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI Dan Grebeg Suro 2026"] Menariknya lagi, festival ini bukan hanya menjadi ruang apresiasi bagi para seniman lokal, tetapi juga jendela budaya bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Di sini, lo bisa melihat langsung berbagai kesenian yang berasal dari desa-desa di seluruh Bali, lengkap dengan karakter dan keunikan masing-masing daerah. Pengalaman ini bikin pengunjung bisa merasakan esensi budaya Bali yang asli, jauh lebih dekat daripada sekadar melihatnya di media sosial atau brosur wisata. Rangkaian kemeriahan PKB 2026 juga menghadirkan berbagai pertunjukan spektakuler yang sayang banget untuk dilewatkan. Pada 5–7 Juni 2026, masyarakat dapat menikmati beragam pementasan seni tradisional di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana dan Areal Taman Bung Karno, mulai pukul 17.00 WITA hingga selesai. Berbagai penampilan seperti Joged, Angklung Kebyar, hingga Gong Kebyar mebarung siap menghidupkan suasana dengan energi dan dinamika khas Bali yang bikin penonton terpukau. Nggak cuma suguhan seni pertunjukan, area festival juga diramaikan oleh berbagai stand kuliner dan kerajinan khas Bali. Jadi setelah puas menikmati pertunjukan, lo bisa lanjut berburu makanan tradisional, produk UMKM kreatif, hingga karya kerajinan lokal yang unik dan estetik. Cocok banget buat lo yang suka eksplor budaya sambil berburu konten Instagram atau TikTok yang anti-mainstream. Digelar di Denpasar, Bali, pada 13 Juni hingga 11 Juli 2026, PKB menjadi momentum penting untuk merayakan harmoni antara tradisi dan inovasi. Festival ini membuktikan bahwa budaya bukan sesuatu yang kuno atau ketinggalan zaman, melainkan identitas yang terus hidup, berkembang, dan mampu beradaptasi dengan generasi masa kini. Jadi, kalau lo lagi cari pengalaman yang nggak cuma seru tetapi juga penuh makna, PKB 2026 adalah destinasi yang wajib masuk bucket list lo tahun ini. (Sumber Foto @dickyyanuarrm) ...
more.

Jun/09 | Tenganan Pegringsingan Culture Festival 2026

TripTrus.Com - Kalau lo lagi cari pengalaman wisata budaya yang bukan sekadar buat foto-foto estetik, Tenganan Pegringsingan Culture Festival 2026 wajib masuk daftar agenda lo. Festival yang digelar pada 9–11 Juni 2026 di Desa Tenganan Pegringsingan, Karangasem, Bali ini menghadirkan pengalaman autentik untuk mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat Bali Aga, salah satu komunitas tertua di Bali yang masih mempertahankan tradisi leluhur sejak masa pra-Majapahit.       View this post on Instagram A post shared by Kain Antik Gringsing Tenganan (@antique_fabrics_gringsing) Selama tiga hari penyelenggaraan, pengunjung diajak menyelami berbagai warisan budaya yang menjadi identitas Desa Tenganan Pegringsingan. Salah satu atraksi yang paling ditunggu tentu saja Perang Pandan (Mekare-kare), tradisi unik yang menjadi simbol penghormatan kepada leluhur sekaligus persembahan kepada Dewa Indra. Tradisi ini bukan sekadar pertunjukan budaya, melainkan bagian penting dari nilai-nilai kehidupan masyarakat setempat yang terus dijaga dari generasi ke generasi. Bukan cuma menyaksikan tradisi ikonik, lo juga bisa ikut berbagai kegiatan interaktif yang bikin pengalaman festival terasa lebih dekat dan personal. Melalui Workshop Kain Geringsing, pengunjung berkesempatan mengenal teknik menenun serta proses pewarnaan tradisional yang telah diwariskan selama ratusan tahun. Kain Geringsing sendiri dikenal sebagai salah satu kain tenun paling langka dan memiliki nilai filosofis yang tinggi dalam budaya Bali. [Baca juga : "Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI Dan Grebeg Suro 2026"] Bagi lo yang suka eksplorasi sejarah dan cerita lokal, tersedia pula program Storytelling & Heritage Tour. Dalam sesi ini, pengunjung dapat mendengarkan kisah tentang sejarah Desa Tenganan Pegringsingan, memahami makna filosofis di balik Perang Pandan, hingga mengenal proses pembuatan kain Geringsing secara lebih mendalam. Aktivitas ini menjadi cara yang seru untuk belajar budaya tanpa terasa membosankan. Festival ini juga menjadi wadah untuk memperkenalkan potensi pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif Kabupaten Karangasem kepada masyarakat yang lebih luas. Di tengah perkembangan zaman yang serba digital, keberadaan acara seperti Tenganan Pegringsingan Culture Festival menjadi bukti bahwa tradisi lokal tetap bisa relevan, menarik, dan dekat dengan generasi muda. Jadi, kalau lo pengin ngerasain langsung vibes budaya Bali yang autentik, sekaligus menambah wawasan dengan cara yang asyik, festival ini bisa jadi destinasi yang pas buat lo datangi tahun 2026. (Sumber Foto @agusguntur)...
more.

Jun/06 | Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI dan Grebeg Suro 2026

TripTrus.Com - Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI dan Grebeg Suro 2026 siap kembali menjadi magnet wisata budaya yang bikin Ponorogo makin ramai diserbu wisatawan. Digelar mulai 6 Juni hingga 15 Juni 2026, perayaan akbar ini bukan cuma menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi bukti bahwa tradisi lokal bisa tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Dengan mengusung semangat "Kuno dan Kini", festival ini sukses menggabungkan nilai budaya warisan leluhur dengan sentuhan modern yang dekat dengan generasi muda. Tahun ini, suasana Grebeg Suro dipastikan lebih meriah dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Pemerintah Kabupaten Ponorogo bersama berbagai komunitas dan elemen masyarakat telah menyiapkan puluhan agenda menarik yang berlangsung hampir satu bulan penuh. Nggak cuma pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga ada kegiatan keagamaan, olahraga, ekonomi kreatif, hingga berbagai event yang siap menghidupkan suasana Bumi Reog.       View this post on Instagram A post shared by Gema Azwar Hakiki (@gemaazwr) Buat lo yang suka eksplor budaya Indonesia, Festival Nasional Reog Ponorogo menjadi momen yang wajib masuk wishlist. Di sini, pengunjung bisa menyaksikan secara langsung atraksi dadak merak yang ikonik, pawai budaya penuh warna, ritual sakral yang sarat makna, hingga kompetisi seni bergengsi yang memperebutkan Piala Presiden. Kehadiran peserta dari berbagai daerah juga membuat persaingan tahun ini semakin seru dan menarik untuk disaksikan. Salah satu agenda yang paling ditunggu masyarakat adalah Festival Reog Remaja (FRR) XXII. Ajang ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus melestarikan kesenian Reog Ponorogo. Kehadiran para pelajar dan komunitas seni membuktikan bahwa budaya tradisional masih punya tempat spesial di hati anak muda zaman sekarang. Jadi, bukan cuma soal menjaga tradisi, tapi juga bagaimana budaya bisa tampil lebih fresh dan relate dengan generasi masa kini. [Baca juga : "Ubud Food Festival 2026"] Menariknya lagi, Grebeg Suro 2026 hadir di momentum yang sangat spesial. Reog Ponorogo kini telah mendapatkan pengakuan internasional sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia. Selain itu, Ponorogo juga semakin dikenal di tingkat global setelah masuk dalam jejaring UNESCO Creative Cities Network (UCCN). Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus membuka peluang besar bagi sektor pariwisata daerah untuk berkembang lebih pesat. Dampak positif dari perayaan ini nggak hanya dirasakan oleh pelaku seni dan budaya. Ribuan wisatawan yang datang setiap tahun turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Mulai dari sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku UMKM merasakan manfaat langsung dari tingginya kunjungan selama Grebeg Suro berlangsung. Nggak heran kalau banyak pelaku usaha mulai menyiapkan berbagai produk kreatif dan unik untuk menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara. Sebelum rangkaian utama dimulai, beberapa kegiatan pendahuluan juga telah digelar sebagai pemanasan. Simaan Al-Qur'an Rabu Pahing dan Festival Pencak Silat Jawara Bumi Warok menjadi pembuka yang memperlihatkan kuatnya perpaduan nilai budaya dan spiritual yang menjadi ciri khas masyarakat Ponorogo. Tradisi yang sudah mengakar ini tetap dipertahankan sebagai bagian penting dari identitas daerah. Biar makin praktis, panitia juga menerapkan sistem pembelian tiket secara online dan offline. Langkah ini memudahkan pengunjung dalam mendapatkan akses ke berbagai agenda festival tanpa harus ribet antre panjang. Inovasi tersebut menjadi salah satu bentuk adaptasi penyelenggara terhadap kebutuhan wisatawan modern yang serba cepat dan digital. Grebeg Suro 2026 bukan sekadar festival tahunan biasa. Event ini merupakan ruang pertemuan antara tradisi, kreativitas, dan semangat generasi muda yang terus menjaga warisan budaya agar tetap hidup. Kalau biasanya lo cuma lihat Reog dari layar ponsel atau media sosial, sekarang saatnya datang langsung ke Ponorogo dan merasakan sendiri atmosfer budaya yang megah, autentik, dan penuh energi positif. Gue yakin, pengalaman ini bakal jadi salah satu momen yang susah dilupakan. (Sumber Foto @aldi_pradana)...
more.

Comment

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...