shop-triptrus

Mandar Culture Festival 2026


When
: 18 - 25 May 2026
Location
: Kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat
Short URL
: http://triptr.us/n2X9

TripTrus.Com Mandar Culture Festival (MCF) 2026 bakal jadi salah satu event budaya paling pecah di Sulawesi Barat. Mengusung tema “Menjaga Warisan, Merajut Masa Depan”, festival ini bukan cuma soal pertunjukan seni biasa, tapi juga jadi ruang buat ngenalin identitas budaya Mandar ke level yang lebih luas, bahkan internasional. Event keren ini dijadwalkan berlangsung pada 26–30 Mei 2026 di kawasan Sport Center Polewali dan siap menghadirkan vibes tradisional yang dikawinin sama sentuhan modern biar makin relate sama anak muda zaman sekarang.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Sastra Trotoar (@sastratrotoar02)

Festival ini digarap serius oleh Yayasan Badara bersama berbagai komunitas dan lintas profesi. Jadi bukan sekadar acara seremonial yang lewat gitu aja, bro. Founder Yayasan Badara sekaligus Project Director MCF 2026, Nurfadilah, bilang kalau konsep festival tahun ini sekitar 80 persen mengangkat budaya asli Mandar, sementara sisanya dikasih sentuhan kontemporer supaya lebih fresh dan kekinian. Menurutnya, budaya Mandar punya potensi besar buat dikenal dunia lewat pendekatan yang lebih kreatif dan dekat dengan generasi sekarang.

Sebelum acara utama dimulai, bakal ada pra-event pada 18–25 Mei 2026 sebagai pemanasan menuju festival utama. Nah, rangkaian acaranya juga nggak main-main. Selama empat hari empat malam, pengunjung bakal disuguhin berbagai pertunjukan seni tari, musik tradisional, teater budaya, tradisi maritim khas Mandar, sampai pemilihan Putra Putri Sutera Mandar. Pokoknya vibes budaya lokalnya dapet banget, tapi tetap dikemas modern biar nggak monoton.

Yang bikin makin menarik, kuliner khas Mandar juga ikut jadi spotlight di festival ini. Ada Bau Peapi, Jepa, dan aneka makanan tradisional lainnya yang bakal dikenalin ke publik sebagai bagian dari promosi budaya. Bahkan Jepa sekarang lagi diusulkan ke UNESCO bersama puluhan makanan tradisional lain yang sedang diproses hak patennya di Kemenkumham. Jadi bukan cuma soal makan enak, tapi juga menjaga identitas budaya lewat rasa dan tradisi kuliner.

[Baca juga : "Surabaya Vaganza Festival Of Lights 2026"]

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Polewali Mandar, A. A Rajab, menyampaikan kalau MCF jadi momentum penting buat kemajuan budaya daerah. Menurut dia, festival seperti ini adalah bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur Mandar yang terus dijaga lewat tradisi seperti Passayang-Sayang dan Sayyang Pattuduq. Festival ini juga dianggap sebagai langkah nyata untuk memastikan budaya lokal tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Kepala Dispoparekraf Sulbar, Bau Akram Dai, menegaskan bahwa persiapan acara harus matang dan detail supaya pelaksanaannya maksimal. Menurutnya, Mandar Culture Festival punya peluang besar jadi wajah promosi pariwisata Sulbar di tingkat nasional karena event ini sudah masuk dalam Karisma Event Nusantara 2026 dari Kementerian Pariwisata RI. Buat pemerintah daerah, festival ini bukan cuma soal hiburan, tapi juga harus mampu ngasih dampak ekonomi nyata buat masyarakat, terutama pelaku UMKM, ekonomi kreatif, dan sektor pariwisata.

MCF 2026 sendiri ditargetkan melibatkan sekitar 300 UMKM lokal. Jadi selain ngenalin budaya, event ini juga diharapkan bisa ningkatin pendapatan masyarakat dan membuka peluang usaha baru. Dari kuliner, kerajinan tangan, fashion sutera Mandar, sampai produk kreatif lokal bakal punya panggung buat tampil dan dikenal lebih luas. Bisa dibilang, festival ini jadi bukti kalau budaya bukan cuma warisan masa lalu, tapi juga modal penting buat masa depan ekonomi daerah.

Lewat Mandar Culture Festival 2026, Polewali Mandar pengin nunjukin kalau menjaga budaya itu nggak harus kaku dan jadul. Justru dengan kolaborasi, kreativitas, dan sentuhan modern, budaya lokal bisa tetap hidup, keren, dan dicintai generasi muda. Jadi kalau lo pengen ngerasain pengalaman budaya yang autentik tapi tetap fun dan relate sama vibe anak sekarang, MCF 2026 wajib banget masuk wishlist lo tahun depan. (Sumber Foto @sanggar_mabello)

   

Other Event

Jul/22 | Festival Cisadane 2026

TripTrus.Com - Buat lo yang lagi cari agenda seru di bulan Juli, Festival Cisadane 2026 wajib banget masuk daftar. Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kembali menghadirkan salah satu festival budaya terbesar yang selalu dinanti masyarakat setiap tahunnya. Mengusung tema "Flowing Heritage, Growing Courage", perhelatan ini bakal berlangsung selama lima hari, mulai 22 hingga 26 Juli 2026, dengan pusat kegiatan di kawasan ikonik Jembatan Kaca Berendeng yang berada di bantaran Sungai Cisadane.       View this post on Instagram A post shared by TANGERANG (@exploretangerang) Tema yang diangkat tahun ini bukan sekadar slogan. Festival Cisadane 2026 ingin menggambarkan bagaimana warisan budaya terus mengalir dari generasi ke generasi, sekaligus menjadi penyemangat bagi masyarakat Kota Tangerang untuk berani berinovasi, berkolaborasi, dan melangkah menghadapi tantangan zaman. Filosofi Sungai Cisadane pun diangkat sebagai simbol perjalanan sejarah sekaligus keberanian warga dalam membangun masa depan yang lebih baik. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan, menjelaskan bahwa festival tahun ini dikemas dengan konsep yang lebih bermakna. Menurutnya, Festival Cisadane bukan hanya menjadi ajang pelestarian budaya dan sejarah, tetapi juga momentum untuk memperkuat identitas Kota Tangerang serta mendorong kebangkitan ekonomi lokal setelah melewati berbagai tantangan dalam beberapa tahun terakhir. [Baca juga : "Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026"] Yang bikin festival ini makin menarik, penyelenggara juga memberikan ruang besar bagi pelaku UMKM untuk ikut berkembang. Ratusan stan bakal meramaikan area festival dengan beragam produk kuliner, kerajinan, hingga karya kreatif lokal. Jadi, selain bisa menikmati pertunjukan seni dan budaya, lo juga bisa berburu aneka produk khas sekaligus mendukung pelaku usaha lokal agar semakin maju. Festival Cisadane juga dirancang sebagai ruang kolaborasi yang terbuka bagi berbagai kalangan. Mulai dari pegiat budaya, seniman, komunitas, hingga masyarakat umum bakal terlibat dalam berbagai rangkaian kegiatan yang diharapkan mampu memperkuat rasa kebersamaan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kota Tangerang kepada wisatawan. Kalau lo belum punya agenda di akhir Juli nanti, nggak ada salahnya mampir ke Festival Cisadane 2026. Selain menikmati suasana meriah di tepian Sungai Cisadane, lo juga bisa merasakan langsung perpaduan antara tradisi, kreativitas, hiburan, dan semangat baru yang menjadi identitas Kota Tangerang. Supaya nggak ketinggalan informasi terbaru mengenai jadwal maupun rangkaian acaranya, gue saranin buat terus pantau akun Instagram resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang. (Sumber Foto @desy_yuss)...
more.

Jun/13 | Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026

TripTrus.Com - Kalau ngomongin festival budaya paling ikonik di Pulau Dewata, Pesta Kesenian Bali jelas masuk daftar teratas. Event tahunan yang udah jadi kebanggaan masyarakat Bali ini bukan cuma sekadar ajang pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi berbagai tradisi, adat, dan warisan budaya yang terus dijaga lintas generasi. Melalui semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali, PKB hadir sebagai bentuk nyata upaya melestarikan sekaligus mengembangkan kekayaan seni budaya Bali agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.       View this post on Instagram A post shared by Dartha Sii Muggle (@dartha_muggle) Tahun ini, Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026 kembali digelar di Kota Denpasar dan siap menyuguhkan pengalaman budaya yang lebih meriah, kreatif, dan penuh warna. Mengusung tema “Atma Kerthi – Jiwa Sidha Parisudha”, festival ini mengajak masyarakat untuk memuliakan jiwa menuju kesempurnaan melalui seni, budaya, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur Bali. Bukan cuma buat pecinta budaya, acara ini juga cocok banget buat lo yang ingin melihat sisi autentik Bali yang mungkin belum pernah lo temui sebelumnya. Selama penyelenggaraannya, PKB menjadi panggung bagi beragam ekspresi seni, mulai dari seni klasik, tradisi Bali Aga, hingga karya-karya kontemporer dari para maestro dan seniman muda berbakat. Format acaranya pun super lengkap, mulai dari pawai budaya, parade seni, pergelaran, lomba, pameran, lokakarya, sampai diskusi budaya yang seru dan inspiratif. Nggak heran kalau banyak orang menyebut PKB sebagai “monumen hidup” kebudayaan Bali karena terus berkembang tanpa kehilangan akar tradisinya. [Baca juga : "Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI Dan Grebeg Suro 2026"] Menariknya lagi, festival ini bukan hanya menjadi ruang apresiasi bagi para seniman lokal, tetapi juga jendela budaya bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Di sini, lo bisa melihat langsung berbagai kesenian yang berasal dari desa-desa di seluruh Bali, lengkap dengan karakter dan keunikan masing-masing daerah. Pengalaman ini bikin pengunjung bisa merasakan esensi budaya Bali yang asli, jauh lebih dekat daripada sekadar melihatnya di media sosial atau brosur wisata. Rangkaian kemeriahan PKB 2026 juga menghadirkan berbagai pertunjukan spektakuler yang sayang banget untuk dilewatkan. Pada 5–7 Juni 2026, masyarakat dapat menikmati beragam pementasan seni tradisional di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana dan Areal Taman Bung Karno, mulai pukul 17.00 WITA hingga selesai. Berbagai penampilan seperti Joged, Angklung Kebyar, hingga Gong Kebyar mebarung siap menghidupkan suasana dengan energi dan dinamika khas Bali yang bikin penonton terpukau. Nggak cuma suguhan seni pertunjukan, area festival juga diramaikan oleh berbagai stand kuliner dan kerajinan khas Bali. Jadi setelah puas menikmati pertunjukan, lo bisa lanjut berburu makanan tradisional, produk UMKM kreatif, hingga karya kerajinan lokal yang unik dan estetik. Cocok banget buat lo yang suka eksplor budaya sambil berburu konten Instagram atau TikTok yang anti-mainstream. Digelar di Denpasar, Bali, pada 13 Juni hingga 11 Juli 2026, PKB menjadi momentum penting untuk merayakan harmoni antara tradisi dan inovasi. Festival ini membuktikan bahwa budaya bukan sesuatu yang kuno atau ketinggalan zaman, melainkan identitas yang terus hidup, berkembang, dan mampu beradaptasi dengan generasi masa kini. Jadi, kalau lo lagi cari pengalaman yang nggak cuma seru tetapi juga penuh makna, PKB 2026 adalah destinasi yang wajib masuk bucket list lo tahun ini. (Sumber Foto @dickyyanuarrm) ...
more.

Jun/09 | Tenganan Pegringsingan Culture Festival 2026

TripTrus.Com - Kalau lo lagi cari pengalaman wisata budaya yang bukan sekadar buat foto-foto estetik, Tenganan Pegringsingan Culture Festival 2026 wajib masuk daftar agenda lo. Festival yang digelar pada 9–11 Juni 2026 di Desa Tenganan Pegringsingan, Karangasem, Bali ini menghadirkan pengalaman autentik untuk mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat Bali Aga, salah satu komunitas tertua di Bali yang masih mempertahankan tradisi leluhur sejak masa pra-Majapahit.       View this post on Instagram A post shared by Kain Antik Gringsing Tenganan (@antique_fabrics_gringsing) Selama tiga hari penyelenggaraan, pengunjung diajak menyelami berbagai warisan budaya yang menjadi identitas Desa Tenganan Pegringsingan. Salah satu atraksi yang paling ditunggu tentu saja Perang Pandan (Mekare-kare), tradisi unik yang menjadi simbol penghormatan kepada leluhur sekaligus persembahan kepada Dewa Indra. Tradisi ini bukan sekadar pertunjukan budaya, melainkan bagian penting dari nilai-nilai kehidupan masyarakat setempat yang terus dijaga dari generasi ke generasi. Bukan cuma menyaksikan tradisi ikonik, lo juga bisa ikut berbagai kegiatan interaktif yang bikin pengalaman festival terasa lebih dekat dan personal. Melalui Workshop Kain Geringsing, pengunjung berkesempatan mengenal teknik menenun serta proses pewarnaan tradisional yang telah diwariskan selama ratusan tahun. Kain Geringsing sendiri dikenal sebagai salah satu kain tenun paling langka dan memiliki nilai filosofis yang tinggi dalam budaya Bali. [Baca juga : "Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI Dan Grebeg Suro 2026"] Bagi lo yang suka eksplorasi sejarah dan cerita lokal, tersedia pula program Storytelling & Heritage Tour. Dalam sesi ini, pengunjung dapat mendengarkan kisah tentang sejarah Desa Tenganan Pegringsingan, memahami makna filosofis di balik Perang Pandan, hingga mengenal proses pembuatan kain Geringsing secara lebih mendalam. Aktivitas ini menjadi cara yang seru untuk belajar budaya tanpa terasa membosankan. Festival ini juga menjadi wadah untuk memperkenalkan potensi pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif Kabupaten Karangasem kepada masyarakat yang lebih luas. Di tengah perkembangan zaman yang serba digital, keberadaan acara seperti Tenganan Pegringsingan Culture Festival menjadi bukti bahwa tradisi lokal tetap bisa relevan, menarik, dan dekat dengan generasi muda. Jadi, kalau lo pengin ngerasain langsung vibes budaya Bali yang autentik, sekaligus menambah wawasan dengan cara yang asyik, festival ini bisa jadi destinasi yang pas buat lo datangi tahun 2026. (Sumber Foto @agusguntur)...
more.

Comment

ButikTrip.id
remen-vintagephotography

Related Trip

No trip related to this event
×

...