TripTrus.Com - Apakah Anda pernah berkunjung ke Maluku Utara? Maret mendatang ini akan menjadi waktu yang tepat bagi Anda untuk mengunjungi Kabupaten Halmahera Barat di Provinsi Maluku Utara karena kabupaten ini akan mengadakan Festival Teluk Jailolo 2019 dari tanggal 3 hingga 5 Maret 2019 di teluk Jailolo atau juga dikenal sebagai Gilolo.
Festival tahunan ini bertujuan untuk membangkitkan kembali kejayaan Halmahera sebagai ibukota rempah-rempah dunia, dan mempromosikan kekayaan alam dan budaya pulau itu. Seperti tahun-tahun sebelumnya, fitur yang paling menarik dari festival ini adalah pertunjukan seni kontemporer, yang menggabungkan unsur-unsur musik dan tarian tradisional yang akan dipertunjukkan di atas panggung besar yang mengapung di atas laut.
[Baca juga : "Festival Pesona Bau Nyale 2019"]
Festival Teluk Jailolo 2019 juga akan menampilkan seni Sasadu di laut, tradisi Moloku Kie Raha, parade budaya, Sigofi Ngolo, Orom Sasadu, bazaar kuliner, dan banyak lagi. Sigofi Ngolo adalah ritual pembersihan laut yang dilakukan oleh masyarakat setempat yang melibatkan mempersembahkan sesaji kepada alam. Sementara itu, Moloku Kie Raha akan menampilkan berbagai makanan tradisional serta berbagai pertunjukan seni dan budaya yang unik. Menurut penduduk setempat, Kie Raha berarti persaudaraan para penguasa empat gunung (atau kerajaan). Tahun ini, persaudaraan kerajaan Jailolo, Bacan, Ternate, dan Tidore akan menghadirkan berbagai pertunjukan seni tradisional yang menarik.
Pengunjung juga akan dibawa untuk menjelajahi sejumlah desa tradisional di Halmahera Barat untuk mempelajari lebih lanjut tentang sejarah rempah-rempah di jantung 'pulau rempah'. Turis dan penduduk setempat dapat berpartisipasi dalam sejumlah program dan kompetisi di festival ini termasuk: kompetisi fotografi bawah laut, kompetisi 'menyapu laut', penyelaman menyenangkan, kompetisi tarian tradisional, kompetisi permainan tradisional, dan banyak lagi.
Pulau berpenduduk jarang ini meliputi area seluas 17.000 kilometer persegi. Alamnya yang indah terus menginspirasi festival ini setiap tahun. Penduduk Muslim dan Kristen berpartisipasi dalam perayaan lokal yang gembira dan harmonis yang telah berkembang menjadi acara internasional. (Sumber: Artikel pedomanwisata.com Foto bisniswisata.co.id)
Jun/13 | Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026
TripTrus.Com - Kalau ngomongin festival budaya paling ikonik di Pulau Dewata, Pesta Kesenian Bali (PKB) jelas masuk daftar teratas. Event tahunan yang udah jadi kebanggaan masyarakat Bali ini bukan cuma sekadar ajang pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi berbagai tradisi, adat, dan warisan budaya yang terus dijaga lintas generasi. Melalui semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali, PKB hadir sebagai bentuk nyata upaya melestarikan sekaligus mengembangkan kekayaan seni budaya Bali agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
View this post on Instagram
A post shared by Dartha Sii Muggle (@dartha_muggle)
Tahun ini, Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026 kembali digelar di Kota Denpasar dan siap menyuguhkan pengalaman budaya yang lebih meriah, kreatif, dan penuh warna. Mengusung tema “Atma Kerthi – Jiwa Sidha Parisudha”, festival ini mengajak masyarakat untuk memuliakan jiwa menuju kesempurnaan melalui seni, budaya, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur Bali. Bukan cuma buat pecinta budaya, acara ini juga cocok banget buat lo yang ingin melihat sisi autentik Bali yang mungkin belum pernah lo temui sebelumnya.
Selama penyelenggaraannya, PKB menjadi panggung bagi beragam ekspresi seni, mulai dari seni klasik, tradisi Bali Aga, hingga karya-karya kontemporer dari para maestro dan seniman muda berbakat. Format acaranya pun super lengkap, mulai dari pawai budaya, parade seni, pergelaran, lomba, pameran, lokakarya, sampai diskusi budaya yang seru dan inspiratif. Nggak heran kalau banyak orang menyebut PKB sebagai “monumen hidup” kebudayaan Bali karena terus berkembang tanpa kehilangan akar tradisinya.
[Baca juga : "Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI Dan Grebeg Suro 2026"]
Menariknya lagi, festival ini bukan hanya menjadi ruang apresiasi bagi para seniman lokal, tetapi juga jendela budaya bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Di sini, lo bisa melihat langsung berbagai kesenian yang berasal dari desa-desa di seluruh Bali, lengkap dengan karakter dan keunikan masing-masing daerah. Pengalaman ini bikin pengunjung bisa merasakan esensi budaya Bali yang asli, jauh lebih dekat daripada sekadar melihatnya di media sosial atau brosur wisata.
Rangkaian kemeriahan PKB 2026 juga menghadirkan berbagai pertunjukan spektakuler yang sayang banget untuk dilewatkan. Pada 5–7 Juni 2026, masyarakat dapat menikmati beragam pementasan seni tradisional di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana dan Areal Taman Bung Karno, mulai pukul 17.00 WITA hingga selesai. Berbagai penampilan seperti Joged, Angklung Kebyar, hingga Gong Kebyar mebarung siap menghidupkan suasana dengan energi dan dinamika khas Bali yang bikin penonton terpukau.
Nggak cuma suguhan seni pertunjukan, area festival juga diramaikan oleh berbagai stand kuliner dan kerajinan khas Bali. Jadi setelah puas menikmati pertunjukan, lo bisa lanjut berburu makanan tradisional, produk UMKM kreatif, hingga karya kerajinan lokal yang unik dan estetik. Cocok banget buat lo yang suka eksplor budaya sambil berburu konten Instagram atau TikTok yang anti-mainstream.
Digelar di Denpasar, Bali, pada 13 Juni hingga 11 Juli 2026, PKB menjadi momentum penting untuk merayakan harmoni antara tradisi dan inovasi. Festival ini membuktikan bahwa budaya bukan sesuatu yang kuno atau ketinggalan zaman, melainkan identitas yang terus hidup, berkembang, dan mampu beradaptasi dengan generasi masa kini. Jadi, kalau lo lagi cari pengalaman yang nggak cuma seru tetapi juga penuh makna, PKB 2026 adalah destinasi yang wajib masuk bucket list lo tahun ini. (Sumber Foto @dickyyanuarrm)
...
more.