TripTrus.Com - Ada acara keren nih, Festival Semarapura! Kita rayain ultah kota kita, Semarapura, sambil nyelipin kenangan tentang Puputan Klungkung. Jadi, dulu Klungkung digempur habis-habisan sama Belanda tahun 1908. Makanya, demi kemerdekaan, kita berjuang mati-matian. Klungkung juga termasuk yang paling tua di Bali loh, plus jadi pusat seni. Logo Festival Semarapura tuh Kayonan, yang keren banget, mirip gunungan dalam cerita pewayangan. Katanya, Kayonan itu simbol awal cerita, loh.
Yo guys, Pemkab Klungkung lagi pada nge-rapin Festival Semarapura, loh! Ajang tahunan ini bakal digelar abis peringatan Hari Puputan Klungkung, dari tanggal 28 April sampe 1 Mei 2024. Makanya, Dinas Pariwisata tuh abis nyetel duit sekitar Rp800 juta buat bikin Semarapura Festival makin asoy!
Ni Made Sulistiawati, bosnya Dinas Pariwisata Klungkung, cerita kalo mereka udah mulai nyiapin Festival Semarapura 2024. Dari rencana acaranya, siapa aja yang bakal tampil, sampe koordinasi sama lembaga-lembaga terkait. Baru-baru ini, Dinas Pariwisata udah kopi darat sama Polres Klungkung.
Sulistiwati bilang di kopi darat itu, dia udah ngejelasin soal rencana Festival Semarapura 2024. Tempatnya bakal di depan Puri Agung Klungkung, sebagai gerbang masuk. Terus ada panggung utama di depan Monumen Ida Dewa Agung Jambe. Lalu makanan-makanan enak bakal ada di Jalan Deponogoro atau sisi timur Catus Pata Semarapura. Jadi, jalanan utama di Kota Semarapura bakal ditutup beberapa hari buat Semarapura Festival.
[Baca juga : "Festival Bale Nagi 2024"]
"Dalam rapat koordinasi itu, kami juga cerita soal penutupan jalanan utama di Kota Semarapura buat beberapa hari selama Semarapura Festival," kata Sulistiawati, Minggu (24/3/2024). Nah, soal bintang tamu dan pengisi acara yang bikin penasaran, Sulistiawati bilang mereka lagi ngatur rencana dan koordinasi. Yang pasti, buat Semarapura Festival 2024, Dinas Pariwisata udah alokasin duit sekitar Rp800 juta.
Buat info, Festival Semarapura udah masuk tahun keenam nih. Agenda rutin ini udah jadi langganan dan masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) Tahun 2024, dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Di Bali, ada tiga event tahunan yang masuk KEN, dan dua di antaranya ada di Klungkung, yaitu Festival Semarapura yang digelar tiap April, dan Festival Nusa Penida yang biasanya diadain tiap Oktober. (Sumber Foto: @dartha_muggle)
Jun/13 | Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026
TripTrus.Com - Kalau ngomongin festival budaya paling ikonik di Pulau Dewata, Pesta Kesenian Bali (PKB) jelas masuk daftar teratas. Event tahunan yang udah jadi kebanggaan masyarakat Bali ini bukan cuma sekadar ajang pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi berbagai tradisi, adat, dan warisan budaya yang terus dijaga lintas generasi. Melalui semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali, PKB hadir sebagai bentuk nyata upaya melestarikan sekaligus mengembangkan kekayaan seni budaya Bali agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
View this post on Instagram
A post shared by Dartha Sii Muggle (@dartha_muggle)
Tahun ini, Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026 kembali digelar di Kota Denpasar dan siap menyuguhkan pengalaman budaya yang lebih meriah, kreatif, dan penuh warna. Mengusung tema “Atma Kerthi – Jiwa Sidha Parisudha”, festival ini mengajak masyarakat untuk memuliakan jiwa menuju kesempurnaan melalui seni, budaya, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur Bali. Bukan cuma buat pecinta budaya, acara ini juga cocok banget buat lo yang ingin melihat sisi autentik Bali yang mungkin belum pernah lo temui sebelumnya.
Selama penyelenggaraannya, PKB menjadi panggung bagi beragam ekspresi seni, mulai dari seni klasik, tradisi Bali Aga, hingga karya-karya kontemporer dari para maestro dan seniman muda berbakat. Format acaranya pun super lengkap, mulai dari pawai budaya, parade seni, pergelaran, lomba, pameran, lokakarya, sampai diskusi budaya yang seru dan inspiratif. Nggak heran kalau banyak orang menyebut PKB sebagai “monumen hidup” kebudayaan Bali karena terus berkembang tanpa kehilangan akar tradisinya.
[Baca juga : "Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI Dan Grebeg Suro 2026"]
Menariknya lagi, festival ini bukan hanya menjadi ruang apresiasi bagi para seniman lokal, tetapi juga jendela budaya bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Di sini, lo bisa melihat langsung berbagai kesenian yang berasal dari desa-desa di seluruh Bali, lengkap dengan karakter dan keunikan masing-masing daerah. Pengalaman ini bikin pengunjung bisa merasakan esensi budaya Bali yang asli, jauh lebih dekat daripada sekadar melihatnya di media sosial atau brosur wisata.
Rangkaian kemeriahan PKB 2026 juga menghadirkan berbagai pertunjukan spektakuler yang sayang banget untuk dilewatkan. Pada 5–7 Juni 2026, masyarakat dapat menikmati beragam pementasan seni tradisional di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana dan Areal Taman Bung Karno, mulai pukul 17.00 WITA hingga selesai. Berbagai penampilan seperti Joged, Angklung Kebyar, hingga Gong Kebyar mebarung siap menghidupkan suasana dengan energi dan dinamika khas Bali yang bikin penonton terpukau.
Nggak cuma suguhan seni pertunjukan, area festival juga diramaikan oleh berbagai stand kuliner dan kerajinan khas Bali. Jadi setelah puas menikmati pertunjukan, lo bisa lanjut berburu makanan tradisional, produk UMKM kreatif, hingga karya kerajinan lokal yang unik dan estetik. Cocok banget buat lo yang suka eksplor budaya sambil berburu konten Instagram atau TikTok yang anti-mainstream.
Digelar di Denpasar, Bali, pada 13 Juni hingga 11 Juli 2026, PKB menjadi momentum penting untuk merayakan harmoni antara tradisi dan inovasi. Festival ini membuktikan bahwa budaya bukan sesuatu yang kuno atau ketinggalan zaman, melainkan identitas yang terus hidup, berkembang, dan mampu beradaptasi dengan generasi masa kini. Jadi, kalau lo lagi cari pengalaman yang nggak cuma seru tetapi juga penuh makna, PKB 2026 adalah destinasi yang wajib masuk bucket list lo tahun ini. (Sumber Foto @dickyyanuarrm)
...
more.