shop-triptrus

Festival Rekka Lamak


When
: 06 - 08 Jun 2022
Location
: Kab. Flores Timur
Short URL
: http://triptr.us/m7P9

TripTrus.Com - Kegiatan Rekka Lamak merupakan sebuah tradisi makan bersama ala adat di Desa Lamahala Jaya, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, NTT. Makan adat ini biasanya dilakukan setiap tahun pada momentum Lebaran, usai masyarakat Lamahala melaksanakan sholat ied.

Semua masyarakat Lamahala datang membawa nasinya dari rumah masing-masing dan akan diberikan lauk pauk, biasanya berupa sup daging sapi, oleh para Raja (pembesar/ Ata Kebelen/ Bela Tello).

Mekanisme pelaksanaan Rekka Lamak ini dilakukan dengan cara, setiap isteri atau anak perempuan Lamahala menjunjung nampan atau dulang besar dari rumahnya berisi dua tiga piring nasi sesuai jumlah anggota keluarga.

Mereka berangkat dari rumah dipimpin oleh suaminya atau Ayahnya masing-masing menuju rumah suku untuk berkumpul bersama seluruh anggota suku lalu berjalan menuju rumah Kapitan (kumpulan beberapa suku).

Dari rumah kapitan rombongan kapitan berjalan menuju Bela (Raja) masing-masing. Dari rumah raja (ada 3 raja di Lamahala) mereka berjalan menuju Bale Adat. Sesampai di Bale Adat, makanan digelar di hadapan suami atau Ayah mereka, setelah itu Raja memerintahkan anak dan isterinya untuk memberikan kuah atau sup daging sapi kepada seluruh rakyat.

[Baca juga : "Festival Parade Pesona Kebangsaan"]

Beberapa nilai budaya yang dapat dipetik dari pelaksanaan kegiatan ini, yakni:

1) Kakan kerun, arin baki. Secara sempit berarti Kakak mendamaikan dan menenteramkan adik. Nilai budaya di sini yakni bahwa sebagai Kakak (Raja) wajib melindungi, menjaga, dan mensejahterakan rakyatnya. Hal ini terlihat pada saat Raja memberikan lauk pauk bagi rakyatnya.

2) Puin taan uin tou, gahan taan kahan ehan. Paham ini mengandung nilai adanya rasa persatuan dan kesatuan dalam pelaksanaan upacara ini. Hal ini tampak dalam kebersamaan yang dibangun selama pelaksanaan kegiatan. Bahwa semua unsur terkecil sampai terbesar saling menguatkan untuk menyukseskan acara.

3) Tekan tabe gike hukut, tenu tabe lobo luan. Filosofi ini mengandung arti sedikit pun makanan atau minuman mari sama dirasa. Hal ini ditandai dengan pembagian lauk pauk yang sama rata, mulai dari ukuran, rasa, dan jenis. Kesemuanya ini menjadi ciri bahwa keadilan akan menimbulkan kesejahteraan.

Rekka Lamak dilakukan di saat Lebaran karena momen Lebaran adalah momen saling maaf memaafkan. Ketika makan bersama maka semua rasa benci dan dendam hilang dengan sendirinya dan berganti saling memaafkan dan cinta kasih. (Sumber: Artikel reinha.com Foto diah_sarmiyati ) 

   

Other Event

Oct/30 | Festival Budaya Cai Diraga 2026

TripTrus.Com - Buat lo yang lagi nyari vibes liburan beda dan pengen rehat sejenak dari rutinitas, pas banget nih! Kabupaten Cirebon siap merayakan Festival Budaya Cai Diraga 2026 yang bakal berlangsung mulai tanggal 30 Oktober sampai 1 November 2026.       View this post on Instagram A post shared by 𝗖𝗜𝗥𝗘𝗕𝗢𝗡 𝗧𝗜𝗠𝗨𝗥 𝗞𝗔𝗕𝗔𝗥 (@cirebontimur.kabar) Acara tahunan garapan Yayasan Midang Waringin Jati bareng warga lokal, para sesepuh, dan pemerintah daerah ini sudah memasuki tahun ke-7. Highlight utamanya adalah Tradisi Larung Cai, sebuah ungkapan rasa syukur masyarakat atas berkah alam sekaligus pengingat pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan sungai. [Baca juga : "Festival Berlabuh 2026"] Rangkaian acaranya dijamin keren parah dan penuh makna. Lo bakal menyaksikan langsung prosesi sakral pengarakan air yang diambil dari sembilan sumber mata air berbeda, dimulai dari Kawedanan Ciledug sampai ke titik pertemuan Sungai Cijangkelok dan Cisanggarung. Enggak cuma ritual adat, festival ini juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni tradisional serta kearifan lokal khas Jawa Barat yang estetik banget buat lo abadikan di media sosial. Jadi, tunggu apa lagi? Langsung atur jadwal dan ajak circle lo buat meluncur ke Cirebon akhir Oktober ini! (Sumber Foto indonesia.travel)...
more.

Oct/29 | Festival Berlabuh 2026

TripTrus.Com - Buat lo yang lagi nyari vibes liburan beda dari biasanya, pas banget nih! Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, siap menggelar gelaran budaya super megah bertajuk "Berlabuh di Deli Serdang" dari tanggal 29 sampe 31 Oktober 2026.       View this post on Instagram A post shared by Pemerintahan Kecamatanlubukpakam (@kecamatan_lubukpakam) Sejak pertama kali diadaikannya pada tahun 2023, festival ini terus konsisten jadi wadah inklusif yang memadukan seniman lokal, pelaku ekonomi kreatif, sampai berbagai komunitas budaya dari beragam penjuru daerah buat saling bertukar karya seni tari, musik, dan tradisi khas Nusantara. [Baca juga : "Festival Gandrung Sewu 2026"] Acaranya dijamin seru parah dan nggak bakal bikin lo bosen! Pas pembukaan nanti, seluruh tamu undangan bakal tampil estetik pake pakaian adat sebagai wujud penghormatan terhadap kekayaan tradisi. Selama tiga hari penuh, lo bisa nyaksian panggung seni yang memukau, ikutan sesi Belajar Bersama Maestro, keliling nyicipin kearifan lokal lewat visitasi desa wisata, sampai ngerasain langsung kehangatan tradisi Munjung. Selain ampuh banget melestarikan warisan leluhur, event ini juga jadi ajang paling pas buat ngangkat potensi pariwisata Deli Serdang. Makanya, langsung agendain dan ajak circle lo buat meluncur ke Sumatera Utara akhir Oktober ini! (Sumber Foto indonesia.travel)...
more.

Oct/22 | Festival Gandrung Sewu 2026

TripTrus.Com - Rugi Parah Kalo Skip!  Bakal Bikin Banyuwangi Makin Pecah, Penasaran Mau Nonton Langsung? Buat lo yang ngaku pecinta budaya sekaligus hobi hunting spot estetis, agenda yang satu ini wajib banget masuk bucket list liburan lo! Kabupaten Banyuwangi siap menggelar ajang budaya super megah, Gandrung Sewu 2026, yang bakal berlangsung dari tanggal 22 sampai 24 Oktober 2026.       View this post on Instagram A post shared by Banyuwangi Airport (@banyuwangiairport) Berlokasi langsung di hamparan pesisir Pantai Boom dengan latar pemandangan Selat Bali yang ciamik, gelaran tahunan yang udah ada dari tahun 2012 ini selalu sukses jadi magnet utama di deretan Banyuwangi Festival. Gak cuma sekadar pertunjukan, acara ini jadi panggung emas buat anak-anak muda lokal buat mengekspresikan kebanggaan mereka sama warisan tradisi tanah kelahirannya. [Baca juga : "Irau Malinau 2026"] Sensasi nontonnya dijamin bikin lo merinding terkagum-kagum! Lo bakal disuguhin atraksi teatrikal yang kental sama pesan optimisme, lalu ditutup dengan aksi tari kolosal Jejer Gandrung dari ribuan penari berbusana khas yang bergerak serempak. Momen ribuan penari tampil barengan di tepi pantai ini bener-bener menyajikan visual yang megah dan siap memanjakan mata siapa pun yang datang. Jadi, tunggu apa lagi? Langsung booking tiket dan ajak circle lo buat meluncur ke Banyuwangi akhir Oktober ini biar gak ketinggalan keseruannya! (Sumber Foto jpr.jawapos.com)...
more.

Comment

ButikTrip.id
remen-vintagephotography

Related Trip

No trip related to this event

Upcoming Trips

Caving Goa Ijar
07 Nov 2026
Curug Naga
07 Nov 2026
×

...