shop-triptrus

Festival Pulau Penyengat 2019


When
: 14 - 18 Feb 2019
Location
: Pulau Penyengat, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau
Short URL
: http://triptr.us/k6E9

TripTrus.Com - Pulau Penyengat di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, sedang bersiap untuk mengadakan Festival Pulau Penyengat 2019 yang diadakan pada 14-18 Februari. Acara ini dipusatkan di Balai Adat Melayu Pulau Penyengat.

Banyak kegembiraan dapat ditemukan di Festival kali ini. Wisatawan yang datang dapat menikmati lebih dari 20 kegiatan seni budaya di sana, seperti lomba dayung, lomba dayung bantal di laut, lomba tangkap bebek di laut, lomba gurindam 12, dan kompetisi becak bermotor dekoratif. Tiga acara teratas adalah Malay Fashion Penyengat Serantau, Short Film Netizen Stinger Halal Competition, dan the Halal Competition Stinger Pattern Tour.

 
 
 
View this post on Instagram

Pagar persembahan #tanjungpinang #festivalpulaupenyengat #kepri #melayu #patahinphoto #amazingkepri

A post shared by 01001101 01100001 01110100 (@rfatahillah) onFeb 15, 2018 at 5:34am PST

Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, Festival Pulau Penyengat harus dimaksimalkan untuk mengangkat potensi alam dan budaya lokal. Melalui festival ini, wisatawan dapat memperoleh hiburan sekaligus tentang sejarah dan budaya melayu.

[Baca juga : "Cap Go Meh Singkawang 2019"]

Secara historis, pulau ini adalah situs pertahanan Raja Kecil terhadap serangan Tengku Sulaiman dari Hulu Riau pada 1719. Belakangan, sejumlah benteng pertahanan dibangun pada 1782-1784 untuk menghadapi perang melawan Belanda.

Masjid Sultan Riau didirikan pada tahun 1832 di Pulau Penyengat. Konon, masjid itu dibangun dengan campuran putih telur. Tidak jauh dari masjid ini, ada kompleks makam Yang Dipertuan Muda Riau VII, Raja Abdurrahman, Gedung Mesiu, dan Kantor Istana yang merupakan bangunan tempat Sultan tinggal pada tahun 1844-1857.

Dari Tanjungpinang, Pulau Penyengat dapat dicapai dengan menaiki kapal. Durasi perjalanan sekitar 15 menit dan biaya Rp. 7.000 per orang. (Sumber: Artikel pedomanwisata.com Foto lampungpro.com)

   

Other Event

May/18 | Festival Budaya Isen Mulang 2019

TripTrus.Com - Palangkaraya, ibu kota Kalimantan Tengah, akan mengadakan Festival Budaya Isen Mulang 2019 pada tanggal 18 – 24 Mei 2019. Festival tahunan ini akan menampilkan beragam budaya dari berbagai etnis di provinsi ini. Seperti biasa, Festival Budaya Isen Mulang 2019 akan menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya, permainan, dan kompetisi, serta Kontes Kecantikan Wisata Kalimantan Tengah.       View this post on Instagram Mei segera tiba, @FestivalBudayaIsenMulang 2018 telah siap digelar. Agendakan tanggalnya, festival ini akan diselenggarakan pada 2-6 Mei 2018. #FestivalBudayaIsenMulang #ffgenpi #genpi #m A post shared by FFgenpi (@ffgenpi) onApr 27, 2018 at 3:22am PDT Dalam bahasa lokal, "Isen Mulang" berarti "tidak pernah mundur", yang merupakan moto Palangkaraya yang menggambarkan keberanian rakyatnya. Festival itu sendiri diadakan setiap tahun untuk mempromosikan budaya provinsi yang unik dan beragam dan untuk menginspirasi seniman muda dan lokal untuk terus melestarikan warisan budaya untuk generasi berikutnya. Pembukaan acara akan berlangsung di Bundaran Besar Palangkaraya, diikuti oleh sorotan utama festival, karnaval budaya. Karnaval ini akan menampilkan ribuan peserta dari semua kota dan kabupaten di provinsi ini. Itu akan mulai dari kantor gubernur, melewati Istana Isen Mulang, bersama dengan jalan-jalan utama kota, sebelum kembali ke Bundaran Besar. Dalam karnaval, jalan-jalan di Palangkaraya akan dipenuhi dengan tarian tradisional etnis Dayak yang mengenakan kostum dan aksesoris tradisional yang penuh warna, serta banyak atraksi lainnya. [Baca juga : "Krui World Surfing League 2019"] Untuk memeriahkan acara, akan diadakan sejumlah kompetisi termasuk kompetisi fotografi, kompetisi perahu tradisional Jukung, festival kuliner tradisional, dan kompetisi tarian dan lagu tradisional. Akan ada juga permainan dan kompetisi tradisional yang unik, seperti Lawang Sakepeng (seni bela diri), Meneweng Manetek dan Manyila Kayu (pemotongan kayu), Karungut (lagu rakyat), Balogo (permainan anak-anak tradisional), Habayang (permainan pemintalan), Mangenta (masakan tradisional), Besei Kambe (tarik tambang di atas kapal), dan banyak lagi. Salah satu acara yang paling menarik adalah Sepak Sawut yang merupakan pertandingan sepak bola menggunakan bola api. Kalimantan Tengah, yang didominasi oleh suku Dayak asli, dikenal sebagai paru-paru dunia karena hutan hujan tropisnya yang luas dan subur. Rantai gunung utara, Schwaner Range, adalah rumah bagi beberapa hutan yang paling murni di seluruh pulau Kalimantan. (Sumber: Artikel pedomanwisata.com Foto  haloindonesia.co.id)...
more.

Jun/17 | Yadnya Kasada Bromo 2019

TripTrus.Com - Upacara Yadnya Kasada Bromo adalah hari upacara dalam bentuk persembahan untuk persembahan Sang Hyang Widhi. Setiap bulan Kasada 14 hari di kalender Jawa mengadakan upacara persembahan untuk Sang Hyang Widhi dan leluhur. Gunung Bromo telah dikenal sebagai salah satu tujuan wisata internasional utama di Jawa Timur, Indonesia. Lanskapnya yang indah dan karakteristik geologisnya yang unik telah menjadi magnet kuat yang menarik wisatawan untuk datang untuk melihat keindahannya sendiri. Dikelilingi oleh lautan pasir dan juga sabana di sisi selatannya, bersama dengan asap yang keluar dari kawahnya, Gunung Bromo menawarkan pemandangan indah yang menakjubkan bagi para pengunjungnya. Matahari terbit di atas Gunung Bromo juga dikatakan sebagai salah satu yang paling indah di dunia.       View this post on Instagram Sekilas Acara (Eksotika Bromo) Kasada Bromo 2018 #yoikipasuruan Video tekan @rizqiauliaqodri - Eksotika bromo Kasada 2018 . . . parter : @wherethetreexx @panca_paw @contakkkk @alfaris.begok @reginapinkanp @__dianputra__ . . . . . #eksotikabromo #eksotikabromo2018 #bromo #gunungbromo #kasadabromo #seputarpasuruan #pasuruanapik #pasuruan #pasuruanhits #aboutpasuruan #yoikipasuruan #aboutprobolinggo #yoikiprobolinggo #yoikimalang #aboutmalang #malang #probolinggo #indovidiotravel #indovisualgram #adobepremiereindonesia #dolankesini A post shared by ASLI PASURUAN - Yoiki Pasuruan (@yoiki_pasuruan) onJul 4, 2018 at 5:43pm PDT Upacara Tradisional Kasad Yadnya di Gunung Bromo dirayakan setiap tahun. Keberadaan Festival Yadnya Kasada memiliki acara-acara penting yang selalu diadakan sebagai persembahan kepada para dewa. Mereka merayakan upacara Yadnya Kasada sebagai bentuk rasa terima kasih atas hadiah para dewa untuk kesejahteraan, panen berlimpah, dll. Waktu festival untuk Upacara Yadnya Kasada di Bromo selalu dirayakan setiap tahun dan upacara Bromo Kasada 2019 menurut kalender Jawa kuno ritual Yadnya Kasada selalu diadakan pada saat bulan purnama. [Baca juga : "Pesta Kesenian Bali 2019"] Tepat pada malam bulan ke-14 Kasada, suku Tengger bersama-sama membawa persembahan ternak dan pertanian ke Pura Luhur Poten dan menunggu sampai tengah malam ketika dukun menahbiskan para tetua. Selanjutnya, persembahan yang dipersiapkan dibawa ke puncak kawah gunung untuk dilemparkan ke dalam kawah sebagai simbol pengorbanan yang dilakukan oleh nenek moyang mereka. Bagi suku Tengger, persembahan dilemparkan ke kawah Bromo sebagai bentuk sumpah atau rasa terima kasih untuk ternak dan pertanian yang melimpah. Di kawah nampaknya telah menunggu banyak pengemis dan populasi yang tinggal di pedalaman. Yang menarik mereka sejak dulu pernah datang ke sini bahkan dengan sengaja mendirikan tempat tinggal sementara di sekitar Gunung Bromo dan berharap mendapat ongkek - ongkek yang berisi sesaji buah, ternak, juga uang. Aktivitas bertengger pedalaman warga yang berada di kawah Gunung Bromo dapat Anda saksikan dari waktu malam hingga siang hari sebelum Upacara Kasada Yadnya dirayakan. Perayaan Kasada di Gunung Bromo dijadwalkan akan diadakan pada tanggal 17 – 19 Juni 2019. (Sumber: Artikel pedomanwisata.com Foto  hellotravel.com)...
more.

Jun/28 | Festival Bakar Tongkang 2019

TripTrus.Com - Kota  Bagansiapi-api, ibu kota Kabupaten Rokan Hilir di provinsi Riau, keputusan penting para migran Cina pertama yang meninggalkan tanah air mereka dan menetap di Riau di pulau Sumatra setiap tahun diperingati melalui festival yang disebut Bakar Tongkang, yang berarti Membakar Kapal (terakhir) tempat mereka berlayar. Tahun ini, tradisi kuno yang unik ini akan kembali diadakan pada tanggal 28 hingga 30 Juni 2019. Dirayakan setiap tahun pada hari ke-16 bulan ke-5 menurut kalender Cina, tradisi yang juga dikenal sebagai Go Gek Cap Lak (dari kata Go berarti 5 dan Cap Lak yang berarti ke-16) disorot dengan aksi simbolis membakar replika kapal tradisional Tiongkok sebagai puncak festival. Festival Bakar Tongkang adalah acara tahunan terbesar di Kabupaten Rokan Hilir. Selama festival, ritual dan doa oleh para peserta di kuil utama mendahului, diikuti oleh prosesi budaya, berbagai atraksi oriental yang berbeda seperti Barongsai (Tarian Singa) diadakan, serta panggung hiburan yang disiapkan untuk para pemain yang berasal dari Medan, Singkawang (Kalimantan Barat) serta dari negara tetangga Malaysia, Taiwan, dan Singapura membawakan lagu-lagu Hokkien.       View this post on Instagram The End, sampai jumpa tahun depan. Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi 2019 Regrann from @sanjaya_sugianto #festivalbakartongkang #bakartongkang2018 #bakartongkang #5ge16 #pesonaindonesia #baganheritage #balikkebagan #bagansiapiapi #pesonariau #pesonaindonesia #wonderfulindonesia A post shared by Bagan In The World (@baganintheworld) onJun 30, 2018 at 4:11am PDT Di puncak festival, yang merupakan pembakaran replika kapal besar, kerumunan mengantisipasi dengan cemas di mana tiang utama akan jatuh. Warga setempat percaya bahwa arah di mana tiang utama jatuh apakah menghadap ke laut atau menghadap ke pedalaman) akan menentukan nasib mereka di tahun mendatang. Jika tiang jatuh ke laut, mereka percaya bahwa keberuntungan sebagian besar akan datang dari laut, tetapi ketika jatuh di darat, maka keberuntungan untuk tahun itu sebagian besar akan datang dari darat. Replika kapal dapat berukuran hingga 8,5 meter, lebar 1,7 meter dan berat hingga 400Kg. Kapal akan disimpan selama satu malam di Kuil Eng Hok King, diberkati, dan kemudian dibawa dalam prosesi melalui kota ke situs di mana ia akan dibakar. Prosesi Tongkang juga melibatkan atraksi Tan Ki di mana sejumlah orang menunjukkan kemampuan fisik mereka yang luar biasa dengan menusuk diri mereka dengan pisau atau tombak tajam namun tetap tidak terluka, agak mirip dengan tradisi Tatung di Singkawang di Kalimantan Barat.Sesampainya di lokasi, ribuan potongan kertas doa kuning akan melekat pada kapal membawa doa-doa dari orang-orang untuk leluhur mereka, sebelum kapal itu akhirnya dibakar. Diyakini berasal pada tahun 1826, festival ini berakar dalam sejarah ketika para imigran Cina pertama kali menginjakkan kaki di daerah tersebut dan kemudian memberikan nama tersebut ke tanah yang sekarang dikenal sebagai Bagansiapi-api. Dipercayai bahwa leluhur Bagansiapi-api adalah orang Tang-lang keturunan Hokkien yang berasal dari Distrik Tong'an (Tang Ua) di Xiamen, Provinsi Fujian, di Cina Selatan yang meninggalkan tanah airnya dengan kapal yang memiliki pangkalan datar. yang digunakan untuk mengangkut pasir dan mineral yang ditambang dan kemudian dikenal sebagai 'tongkang'. Awalnya, ada 3 kapal tongkang dalam ekspedisi, namun hanya satu kapal yang mencapai pantai Sumatra. Dipimpin oleh Ang Mie Kui, kapal berhasil tiba di pantai Riau karena mengikuti lampu kunang-kunang yang berkedip-kedip yang secara lokal dikenal sebagai 'siapi-api'. Sesampainya di tanah tak berpenghuni yang terdiri dari rawa-rawa, hutan, dan padang rumput, mereka memutuskan untuk menetap di sini, akhirnya memberinya nama Bagansiapi-api atau "Tanah Kunang-kunang". Bersumpah untuk tidak pernah kembali ke tanah air mereka, para migran ini membakar tongkang dan dengan demikian menjadi nenek moyang kelompok etnis Cina di daerah tersebut. [Baca juga : "Yadnya Kasada Bromo 2019"] Kota Bagansiapi-api dapat dicapai melalui darat dalam waktu sekitar 6-7 jam perjalanan atau sekitar 350km dari Pekanbaru, ibu kota Provinsi Riau. Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru menghubungkan kota dengan Jakarta, Yogyakarta, Medan, dan Batam. Ada juga penerbangan internasional dari dan ke Singapura serta Kuala Lumpur dan Malaka di Malaysia ke Pekanbaru. Atau, dari Port Dickson di Negri Sembilan, Malaysia Anda bisa naik feri yang akan membawa Anda langsung ke Bagansiapi-api dalam waktu sekitar 4 jam. (Sumber: Artikel pedomanwisata.com Foto kebudayaan.kemdikbud.go.id)...
more.

Comment

ButikTrip.com
remen-vintagephotography

Upcoming Trips

Banda Neira
27 Apr - 01 May 2019
Menjangan Ijen Baluran
27 - 28 Apr 2019
Trip Bromo & Tubing River
27 - 28 Apr 2019
Kayangan
27 Apr 2019
×

...