TripTrus.Com - Meletusnya Gunung Tambora pada tahun 1815 menjadi momen bersejarah yang terus dikenang sampai sekarang. Bahkan, Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat rutin menggelar Festival Pesona Tambora sejak tahun 2015 untuk memperingati peristiwa itu. Mungkin kamu pernah datang ke event budaya ini sebelumnya. Meriah banget, ‘kan?
Tahun ini, datang lagi yuk karena rangkaian acaranya makin seru dan tetap pakai protokol kesehatan CHSE! Puncak acaranya bakal dilangsungkan pada 4-5 Juni 2022. Kita kepoin aja, yuk!
Setelah tahun lalu cuma hadir selama sehari, Festival Pesona Tambora 2022 bakal ngasih keseruan yang enggak tanggung-tanggung. Rangkaian acaranya ada banyak. Lokasinya pun enggak cuma dipusatkan di satu titik aja. Ada beberapa spot wisata di Nusa Tenggara Barat yang bakal dipamerkan sekaligus dieksplorasi pesonanya.
[Baca juga : "Festival Budaya Saijaan"]
Pengembangan konsep acara dan lokasi pada Festival Pesona Tambora tahun ini dilakukan supaya pariwisata Nusa Tenggara Barat makin dikenal sama masyarakat luas. Selain itu, event ini juga bakal melibatkan lebih banyak pelaku pariwisata, UMKM, ekraf, seniman, dan sanggar. Tujuannya biar mereka juga bisa cepat bangkit dan perekonomian pun bisa membaik. Wah, keren!
Gebyar Tambora bakal jadi acara pembuka Festival Pesona Tambora 2022. Agenda event ini terdiri dari upacara pembukaan, pentas seni dan budaya, serta kegiatan Desa Wisata Goes to Tambora. Akan diadakan Pelatihan dan Sertifikasi Pemandu Wisata juga, lho! Wajib ikut nih! (Sumber: Artikel indonesia.travel Foto @daetoto)
Nov/29 | Perang Topat 2025
TripTrus.Com - Bro‑sis traveler, lo siap buat pengalaman liburan yang beda banget di Lombok? Gak cuma jalan‑jalan santai, tapi lo bakal ngerasain tradisi Perang Topat yang unik dan seru abis. Di Desa Lingsar, Lombok Barat, masyarakat muslim dan hindu bareng‑bareng lempar ketupat dalam suasana penuh tawa tapi juga sarat makna, simbol persatuan dan toleransi. Bayangin deh, lo berdiri di tengah kerumunan, ikut vibe lokal, ketawa bareng orang lain dari agama beda, sambil lihat topat beterbangan. Ini bukan cuma soal hiburan, tapi juga pengalaman budaya yang bakal nempel di memori lo, bro‑sis!
View this post on Instagram
A post shared by ading kuswara (@adingkuswara)
Jadi, Perang Topat tuh sebenernya bukan perang beneran, tapi tradisi lempar‑ketupat yang super khas. Masyarakat muslim dari suku Sasak dan masyarakat hindu dari suku Bali lempar‑lempar ketupat di area Pura Lingsar, sebagai simbol syukur panen dan persaudaraan. Ketupat yang dilempar punya makna keberuntungan dan kesuburan tanah, jadi acara ini fun tapi tetep sarat filosofi. Lo bisa lihat orang dewasa, remaja, bahkan anak‑anak ikutan, suasananya jadi rame banget tapi hangat, cocok banget buat lo yang pengen liburan sambil dapet pengalaman budaya autentik.
[Baca juga : "International Mask Festival 2025"]
Event ini biasanya diadakan di area Pura Lingsar, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, NTB, bertepatan dengan kalender lokal Sasak atau Bali, sekitar bulan November‑Desember. Jadi, kalo lo mau dateng, harus siapin waktu pas puncaknya supaya gak ketinggalan momen epic lempar‑topat. Jangan lupa bawa outfit casual yang nyaman karena kemungkinan lo juga bakal kena cipratan ketupat atau air dari sesajen. Biar makin seru, ajak temen lo atau squad lo, biar bisa barengan ngerasain vibe lokal sekaligus foto‑in moment yang instagrammable.
Kenapa Perang Topat wajib lo datengin? Selain unik dan fun, acara ini nunjukin toleransi yang juara antara muslim dan hindu, bikin lo liat langsung gimana keberagaman bisa jadi alasan buat bareng‑bareng senang. Lo gak cuma jadi penonton, tapi bisa ikut langsung, jadi bagian dari tradisi yang udah berlangsung turun‑temurun. Sensasinya beda banget dibanding festival lain, karena lo bisa ketawa, ikutan lempar topat, sambil belajar tentang nilai kebersamaan. Serius, pengalaman kayak gini bakal lo inget terus dan bisa lo ceritain ke semua orang setelah pulang.
Jadi bro‑sis traveler, siapkan diri lo buat liburan anti mainstream di Lombok Barat. Perang Topat bukan cuma lempar ketupat doang, tapi juga momen seru penuh makna tentang perdamaian, toleransi, dan persatuan. Lo bakal bawa pulang pengalaman yang gak cuma bikin senyum tapi juga bikin lo ngerasa lebih dekat sama budaya lokal. Jadi, kapan lagi lo bisa “berperang” tapi damai, sambil menikmati budaya yang lebih besar dari diri lo sendiri? Siapin kamera, outfit nyaman, dan hati yang siap seru‑seruan, karena Perang Topat nungguin lo, bro‑sis! (Sumber Foto @officialputeraputerikebudayaan)...
more.