shop-triptrus

Festival Pesona Selat Lembeh 2025


When
: 06 - 10 Oct 2025
Location
: Kota Bitung, Sulawesi Utara
Short URL
: http://triptr.us/nZa9

TripTrus.Com Yo bro-sis traveler, siap-siap deh jiwa petualang lo digoyang sama event kece yang bakal mewarnai Kota Bitung di awal Oktober 2025. Festival Pesona Selat Lembeh hadir lagi, dan kali ini konsepnya makin nendang, makin ekspresif, dan pastinya makin hits buat kalian yang doyan eksplore budaya, kuliner, dan keindahan lautnya. Lo bakal nemuin sejarahnya yang unik, mulai dari acara syukuran nelayan lokal yang lama-lama jadi festival bertaraf internasional, sampe rangkaian kegiatan seru yang bikin feed Instagram lo meledak dengan foto-foto estetik. Di sini, gue bakal bongkar semua info pentingnya biar lo bisa jadi bagian dari momen epic yang gak cuma sekadar hiburan, tapi juga pengalaman budaya dan petualangan laut yang autentik. Jadi baca terus, catet tanggalnya, dan siapin energi buat festival yang bakal ngegemparin Selat Lembeh! 🌊🎉

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by colorfulbitung (@colorfulbitung)

Festival Pesona Selat Lembeh sendiri awalnya lahir dari rasa syukur para nelayan atas hasil laut yang melimpah, bro-sis. Dari acara syukuran sederhana itu, lama-lama berkembang jadi event rutin sejak 2016 yang diselenggarakan Pemkot Bitung, dan sekarang udah naik level jadi festival internasional yang memadukan budaya, pariwisata, dan UMKM lokal. Tahun 2025 ini, fokus festival gak cuma hiburan doang, tapi juga ngenalin keberagaman suku, agama, dan budaya di Bitung, sambil promosiin potensi lokal dan kreator-kreator muda yang punya ide-ide kreatif. Pokoknya festival ini jadi panggung buat semua talenta lokal, sekaligus ajang wisata edukatif yang bikin lo makin ngerti soal kehidupan masyarakat perikanan dan budaya lokal.

[Baca juga : "Ngawi Batik Fashion 2025"]

Nah, bagian yang paling gokil, rangkaian acaranya! Lo bakal diajak nikmatin Sailing Pass Perahu Mural yang kapal-kapalnya dihias mural artistik sambil parade di selat, terus Carnaval Kostum dengan outfit kreatif bertema budaya dan laut yang bakal bikin mata lo melek. Gak cuma itu, ada juga Gastronomi & Kuliner Bitung Kota Kuliner yang ngajak lo cicipin menu laut khas Bitung dan kreasi unik yang mungkin belum pernah lo liat. Plus, Pukul Tetengkoren Massal, ritual lokal yang suaranya mistis tapi seru banget, abis itu Lomba Mancing & Bitung Lautan Trail buat lo yang doyan tantangan dan petualangan fisik. Gak lupa, festival budaya Minahasa dan kompetisi Underwater Photography bikin lo yang hobi diving bisa hunting foto bawah laut yang Instagramable. Semua acara ini disusun supaya lo ngerasain budaya masyarakat perikanan sekaligus dapet tontonan visual yang epic banget buat lo share di sosmed.

Kenapa sih lo kudu banget ikut? Festival ini bukan cuma soal hiburan, bro-sis. Lebih dari 90% talent yang tampil itu asli Bitung, jadi lo bakal dapet pengalaman konser lokal otentik sambil dukung kreator setempat. Selain itu, lebih dari 100 UMKM ikut meramaikan festival, jualan kuliner, kerajinan, dan suvenir unik yang bisa lo hunting sambil bantu ekonomi lokal. Gak cuma itu, event ini bikin branding Kota Bitung makin kuat sebagai destinasi wisata bahari plus budaya, dan keterlibatan masyarakat dari awal persiapan bikin atmosfer festival terasa autentik banget. Jadi lo gak cuma nonton, tapi juga meresapi budaya, dukung ekonomi kreatif, dan rasain vibe kolektif masyarakat setempat.

Oke bro-sis traveler, itu tadi gambaran lengkap tentang Festival Pesona Selat Lembeh 2025 dari sejarahnya sampe rangkaian acaranya yang seru abis. Catet tanggalnya 6–10 Oktober 2025, jangan cuma jadi penonton lewat HP, ayo dateng langsung, rasain atmosfernya, foto-foto kece, kulineran, dukung UMKM, dan dapetin pengalaman yang bakal jadi cerita keren buat lo share di sosmed. Siapin itinerary, cek tiket & akomodasi, dan tetap ramah lingkungan serta hormatin budaya lokal. Bro-sis, lo siap jadi bagian dari festival yang bakal ngegemparin Selat Lembeh? Let’s go! 🌟(Sumber Foto: @colorfulbitung)

   

Other Event

Jul/22 | Festival Cisadane 2026

TripTrus.Com - Buat lo yang lagi cari agenda seru di bulan Juli, Festival Cisadane 2026 wajib banget masuk daftar. Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kembali menghadirkan salah satu festival budaya terbesar yang selalu dinanti masyarakat setiap tahunnya. Mengusung tema "Flowing Heritage, Growing Courage", perhelatan ini bakal berlangsung selama lima hari, mulai 22 hingga 26 Juli 2026, dengan pusat kegiatan di kawasan ikonik Jembatan Kaca Berendeng yang berada di bantaran Sungai Cisadane.       View this post on Instagram A post shared by TANGERANG (@exploretangerang) Tema yang diangkat tahun ini bukan sekadar slogan. Festival Cisadane 2026 ingin menggambarkan bagaimana warisan budaya terus mengalir dari generasi ke generasi, sekaligus menjadi penyemangat bagi masyarakat Kota Tangerang untuk berani berinovasi, berkolaborasi, dan melangkah menghadapi tantangan zaman. Filosofi Sungai Cisadane pun diangkat sebagai simbol perjalanan sejarah sekaligus keberanian warga dalam membangun masa depan yang lebih baik. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan, menjelaskan bahwa festival tahun ini dikemas dengan konsep yang lebih bermakna. Menurutnya, Festival Cisadane bukan hanya menjadi ajang pelestarian budaya dan sejarah, tetapi juga momentum untuk memperkuat identitas Kota Tangerang serta mendorong kebangkitan ekonomi lokal setelah melewati berbagai tantangan dalam beberapa tahun terakhir. [Baca juga : "Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026"] Yang bikin festival ini makin menarik, penyelenggara juga memberikan ruang besar bagi pelaku UMKM untuk ikut berkembang. Ratusan stan bakal meramaikan area festival dengan beragam produk kuliner, kerajinan, hingga karya kreatif lokal. Jadi, selain bisa menikmati pertunjukan seni dan budaya, lo juga bisa berburu aneka produk khas sekaligus mendukung pelaku usaha lokal agar semakin maju. Festival Cisadane juga dirancang sebagai ruang kolaborasi yang terbuka bagi berbagai kalangan. Mulai dari pegiat budaya, seniman, komunitas, hingga masyarakat umum bakal terlibat dalam berbagai rangkaian kegiatan yang diharapkan mampu memperkuat rasa kebersamaan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kota Tangerang kepada wisatawan. Kalau lo belum punya agenda di akhir Juli nanti, nggak ada salahnya mampir ke Festival Cisadane 2026. Selain menikmati suasana meriah di tepian Sungai Cisadane, lo juga bisa merasakan langsung perpaduan antara tradisi, kreativitas, hiburan, dan semangat baru yang menjadi identitas Kota Tangerang. Supaya nggak ketinggalan informasi terbaru mengenai jadwal maupun rangkaian acaranya, gue saranin buat terus pantau akun Instagram resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang. (Sumber Foto @desy_yuss)...
more.

Jun/13 | Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026

TripTrus.Com - Kalau ngomongin festival budaya paling ikonik di Pulau Dewata, Pesta Kesenian Bali jelas masuk daftar teratas. Event tahunan yang udah jadi kebanggaan masyarakat Bali ini bukan cuma sekadar ajang pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi berbagai tradisi, adat, dan warisan budaya yang terus dijaga lintas generasi. Melalui semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali, PKB hadir sebagai bentuk nyata upaya melestarikan sekaligus mengembangkan kekayaan seni budaya Bali agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.       View this post on Instagram A post shared by Dartha Sii Muggle (@dartha_muggle) Tahun ini, Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026 kembali digelar di Kota Denpasar dan siap menyuguhkan pengalaman budaya yang lebih meriah, kreatif, dan penuh warna. Mengusung tema “Atma Kerthi – Jiwa Sidha Parisudha”, festival ini mengajak masyarakat untuk memuliakan jiwa menuju kesempurnaan melalui seni, budaya, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur Bali. Bukan cuma buat pecinta budaya, acara ini juga cocok banget buat lo yang ingin melihat sisi autentik Bali yang mungkin belum pernah lo temui sebelumnya. Selama penyelenggaraannya, PKB menjadi panggung bagi beragam ekspresi seni, mulai dari seni klasik, tradisi Bali Aga, hingga karya-karya kontemporer dari para maestro dan seniman muda berbakat. Format acaranya pun super lengkap, mulai dari pawai budaya, parade seni, pergelaran, lomba, pameran, lokakarya, sampai diskusi budaya yang seru dan inspiratif. Nggak heran kalau banyak orang menyebut PKB sebagai “monumen hidup” kebudayaan Bali karena terus berkembang tanpa kehilangan akar tradisinya. [Baca juga : "Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI Dan Grebeg Suro 2026"] Menariknya lagi, festival ini bukan hanya menjadi ruang apresiasi bagi para seniman lokal, tetapi juga jendela budaya bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Di sini, lo bisa melihat langsung berbagai kesenian yang berasal dari desa-desa di seluruh Bali, lengkap dengan karakter dan keunikan masing-masing daerah. Pengalaman ini bikin pengunjung bisa merasakan esensi budaya Bali yang asli, jauh lebih dekat daripada sekadar melihatnya di media sosial atau brosur wisata. Rangkaian kemeriahan PKB 2026 juga menghadirkan berbagai pertunjukan spektakuler yang sayang banget untuk dilewatkan. Pada 5–7 Juni 2026, masyarakat dapat menikmati beragam pementasan seni tradisional di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana dan Areal Taman Bung Karno, mulai pukul 17.00 WITA hingga selesai. Berbagai penampilan seperti Joged, Angklung Kebyar, hingga Gong Kebyar mebarung siap menghidupkan suasana dengan energi dan dinamika khas Bali yang bikin penonton terpukau. Nggak cuma suguhan seni pertunjukan, area festival juga diramaikan oleh berbagai stand kuliner dan kerajinan khas Bali. Jadi setelah puas menikmati pertunjukan, lo bisa lanjut berburu makanan tradisional, produk UMKM kreatif, hingga karya kerajinan lokal yang unik dan estetik. Cocok banget buat lo yang suka eksplor budaya sambil berburu konten Instagram atau TikTok yang anti-mainstream. Digelar di Denpasar, Bali, pada 13 Juni hingga 11 Juli 2026, PKB menjadi momentum penting untuk merayakan harmoni antara tradisi dan inovasi. Festival ini membuktikan bahwa budaya bukan sesuatu yang kuno atau ketinggalan zaman, melainkan identitas yang terus hidup, berkembang, dan mampu beradaptasi dengan generasi masa kini. Jadi, kalau lo lagi cari pengalaman yang nggak cuma seru tetapi juga penuh makna, PKB 2026 adalah destinasi yang wajib masuk bucket list lo tahun ini. (Sumber Foto @dickyyanuarrm) ...
more.

Jun/09 | Tenganan Pegringsingan Culture Festival 2026

TripTrus.Com - Kalau lo lagi cari pengalaman wisata budaya yang bukan sekadar buat foto-foto estetik, Tenganan Pegringsingan Culture Festival 2026 wajib masuk daftar agenda lo. Festival yang digelar pada 9–11 Juni 2026 di Desa Tenganan Pegringsingan, Karangasem, Bali ini menghadirkan pengalaman autentik untuk mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat Bali Aga, salah satu komunitas tertua di Bali yang masih mempertahankan tradisi leluhur sejak masa pra-Majapahit.       View this post on Instagram A post shared by Kain Antik Gringsing Tenganan (@antique_fabrics_gringsing) Selama tiga hari penyelenggaraan, pengunjung diajak menyelami berbagai warisan budaya yang menjadi identitas Desa Tenganan Pegringsingan. Salah satu atraksi yang paling ditunggu tentu saja Perang Pandan (Mekare-kare), tradisi unik yang menjadi simbol penghormatan kepada leluhur sekaligus persembahan kepada Dewa Indra. Tradisi ini bukan sekadar pertunjukan budaya, melainkan bagian penting dari nilai-nilai kehidupan masyarakat setempat yang terus dijaga dari generasi ke generasi. Bukan cuma menyaksikan tradisi ikonik, lo juga bisa ikut berbagai kegiatan interaktif yang bikin pengalaman festival terasa lebih dekat dan personal. Melalui Workshop Kain Geringsing, pengunjung berkesempatan mengenal teknik menenun serta proses pewarnaan tradisional yang telah diwariskan selama ratusan tahun. Kain Geringsing sendiri dikenal sebagai salah satu kain tenun paling langka dan memiliki nilai filosofis yang tinggi dalam budaya Bali. [Baca juga : "Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI Dan Grebeg Suro 2026"] Bagi lo yang suka eksplorasi sejarah dan cerita lokal, tersedia pula program Storytelling & Heritage Tour. Dalam sesi ini, pengunjung dapat mendengarkan kisah tentang sejarah Desa Tenganan Pegringsingan, memahami makna filosofis di balik Perang Pandan, hingga mengenal proses pembuatan kain Geringsing secara lebih mendalam. Aktivitas ini menjadi cara yang seru untuk belajar budaya tanpa terasa membosankan. Festival ini juga menjadi wadah untuk memperkenalkan potensi pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif Kabupaten Karangasem kepada masyarakat yang lebih luas. Di tengah perkembangan zaman yang serba digital, keberadaan acara seperti Tenganan Pegringsingan Culture Festival menjadi bukti bahwa tradisi lokal tetap bisa relevan, menarik, dan dekat dengan generasi muda. Jadi, kalau lo pengin ngerasain langsung vibes budaya Bali yang autentik, sekaligus menambah wawasan dengan cara yang asyik, festival ini bisa jadi destinasi yang pas buat lo datangi tahun 2026. (Sumber Foto @agusguntur)...
more.

Comment

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...