TripTrus.Com - Indonesia punya satu daerah yang identik dengan tradisi lomba pacuan kuda-nya. Di sana, penduduknya menyebut dengan istilah “Maen Jaran”. Sudah bisa tebak belum daerah yang dimaksud berada di mana? Yap betul, Sumbawa! Tradisi lomba pacuan kuda yang Sumbawa punya ternyata bukan satu-satunya keunikan daerah tersebut. Nusa Tenggara Barat, khususnya Sumbawa, menjanjikan kekayaan potensi alam yang serba ada yang dikemas dalam sebuah event bertajuk Festival Pesona Moyo!
Pas banget nih, karena Festival Pesona Moyo atau biasa yang disebut dengan FESMO akan kembali diadakan pada tahun 2022. Mau tau bakal ada kegiatan apa aja di Festival Pesona Moyo 2022? Temukan informasinya secara lengkap di sini!
Rasa suka cita dan kegembiraan yang dirasakan oleh masyarakat Sumbawa saat wisatawan lokal maupun mancanegara berkunjung ke rumah mereka untuk berwisata, dicurahkan sepenuhnya ke dalam tema “Feel The New Excitement” yang diangkat pada Festival Pesona Moyo 2022. Melalui Festival Pesona Moyo, diharapkan kekayaan seni, budaya, dan objek wisata yang Sumbawa miliki bisa lebih terekspos dan kunjungan wisatawan bisa meningkat. Tak hanya itu, kegiatan ini juga bertujuan sebagai modal bagi pembangunan pariwisata dengan menggali dan meningkatkan aset budaya daerah Sumbawa.
Alasan dipilihnya nama Festival Pesona Moyo bukanlah tanpa sebab. Sang permata menawan dari Sumbawa, Pulau Moyo, masyhur di telinga para wisatawan lokal maupun mancanegara yang memiliki ketertarikan dalam menjelajahi keindahan alam. Berbagai artis kondang internasional juga seakan tidak mau kalah. Lady Diana, Mick Jagger, Maria Sharapova, dan David Beckham nyatanya sudah mengantongi kenangan manis di Pulau Moyo. Memang enggak salah ya, kalau Pulau Moyo dijuluki “Great Escape” para selebritis dunia.
[Baca juga : "Batam Jazz Festival"]
Pulau seluas 350 kilometer persegi yang berada tepat di utara Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, ini menyimpan panorama yang memesona. Walaupun lokasinya tidak dekat dengan Ibu kota Sumbawa, deretan destinasi wisata alam seakan memenuhi Pulau Moyo. Mulai dari jernihnya air pantai, putihnya pasir di sekitar pantai, terumbu karang alami, ikan berwarna-warni yang mudah dijumpai, hingga keindahan air terjun akan sukses membuat pengunjung bernostalgia indah setelahnya. (Sumber: Artikel indonesia.travel Foto @vitriasari_harahap)
Nov/29 | Perang Topat 2025
TripTrus.Com - Bro‑sis traveler, lo siap buat pengalaman liburan yang beda banget di Lombok? Gak cuma jalan‑jalan santai, tapi lo bakal ngerasain tradisi Perang Topat yang unik dan seru abis. Di Desa Lingsar, Lombok Barat, masyarakat muslim dan hindu bareng‑bareng lempar ketupat dalam suasana penuh tawa tapi juga sarat makna, simbol persatuan dan toleransi. Bayangin deh, lo berdiri di tengah kerumunan, ikut vibe lokal, ketawa bareng orang lain dari agama beda, sambil lihat topat beterbangan. Ini bukan cuma soal hiburan, tapi juga pengalaman budaya yang bakal nempel di memori lo, bro‑sis!
View this post on Instagram
A post shared by ading kuswara (@adingkuswara)
Jadi, Perang Topat tuh sebenernya bukan perang beneran, tapi tradisi lempar‑ketupat yang super khas. Masyarakat muslim dari suku Sasak dan masyarakat hindu dari suku Bali lempar‑lempar ketupat di area Pura Lingsar, sebagai simbol syukur panen dan persaudaraan. Ketupat yang dilempar punya makna keberuntungan dan kesuburan tanah, jadi acara ini fun tapi tetep sarat filosofi. Lo bisa lihat orang dewasa, remaja, bahkan anak‑anak ikutan, suasananya jadi rame banget tapi hangat, cocok banget buat lo yang pengen liburan sambil dapet pengalaman budaya autentik.
[Baca juga : "International Mask Festival 2025"]
Event ini biasanya diadakan di area Pura Lingsar, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, NTB, bertepatan dengan kalender lokal Sasak atau Bali, sekitar bulan November‑Desember. Jadi, kalo lo mau dateng, harus siapin waktu pas puncaknya supaya gak ketinggalan momen epic lempar‑topat. Jangan lupa bawa outfit casual yang nyaman karena kemungkinan lo juga bakal kena cipratan ketupat atau air dari sesajen. Biar makin seru, ajak temen lo atau squad lo, biar bisa barengan ngerasain vibe lokal sekaligus foto‑in moment yang instagrammable.
Kenapa Perang Topat wajib lo datengin? Selain unik dan fun, acara ini nunjukin toleransi yang juara antara muslim dan hindu, bikin lo liat langsung gimana keberagaman bisa jadi alasan buat bareng‑bareng senang. Lo gak cuma jadi penonton, tapi bisa ikut langsung, jadi bagian dari tradisi yang udah berlangsung turun‑temurun. Sensasinya beda banget dibanding festival lain, karena lo bisa ketawa, ikutan lempar topat, sambil belajar tentang nilai kebersamaan. Serius, pengalaman kayak gini bakal lo inget terus dan bisa lo ceritain ke semua orang setelah pulang.
Jadi bro‑sis traveler, siapkan diri lo buat liburan anti mainstream di Lombok Barat. Perang Topat bukan cuma lempar ketupat doang, tapi juga momen seru penuh makna tentang perdamaian, toleransi, dan persatuan. Lo bakal bawa pulang pengalaman yang gak cuma bikin senyum tapi juga bikin lo ngerasa lebih dekat sama budaya lokal. Jadi, kapan lagi lo bisa “berperang” tapi damai, sambil menikmati budaya yang lebih besar dari diri lo sendiri? Siapin kamera, outfit nyaman, dan hati yang siap seru‑seruan, karena Perang Topat nungguin lo, bro‑sis! (Sumber Foto @officialputeraputerikebudayaan)...
more.