shop-triptrus

Festival Pesona Moyo


When
: 23 - 25 Jun 2022
Location
: Pulau Moyo, Kab. Sumbawa
Short URL
: http://triptr.us/nb69

TripTrus.Com - Indonesia punya satu daerah yang identik dengan tradisi lomba pacuan kuda-nya. Di sana, penduduknya menyebut dengan istilah “Maen Jaran”. Sudah bisa tebak belum daerah yang dimaksud berada di mana? Yap betul, Sumbawa! Tradisi lomba pacuan kuda yang Sumbawa punya ternyata bukan satu-satunya keunikan daerah tersebut. Nusa Tenggara Barat, khususnya Sumbawa, menjanjikan kekayaan potensi alam yang serba ada yang dikemas dalam sebuah event bertajuk Festival Pesona Moyo!

Pas banget nih, karena Festival Pesona Moyo atau biasa yang disebut dengan FESMO akan kembali diadakan pada tahun 2022. Mau tau bakal ada kegiatan apa aja di Festival Pesona Moyo 2022? Temukan informasinya secara lengkap di sini!

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh teraSen!.id (@teraseni.id)

Rasa suka cita dan kegembiraan yang dirasakan oleh masyarakat Sumbawa saat wisatawan lokal maupun mancanegara berkunjung ke rumah mereka untuk berwisata, dicurahkan sepenuhnya ke dalam tema “Feel The New Excitement” yang diangkat pada Festival Pesona Moyo 2022. Melalui Festival Pesona Moyo, diharapkan kekayaan seni, budaya, dan objek wisata yang Sumbawa miliki bisa lebih terekspos dan kunjungan wisatawan bisa meningkat. Tak hanya itu, kegiatan ini juga bertujuan sebagai modal bagi pembangunan pariwisata dengan menggali dan meningkatkan aset budaya daerah Sumbawa.

Alasan dipilihnya nama Festival Pesona Moyo bukanlah tanpa sebab. Sang permata menawan dari Sumbawa, Pulau Moyo, masyhur di telinga para wisatawan lokal maupun mancanegara yang memiliki ketertarikan dalam menjelajahi keindahan alam. Berbagai artis kondang internasional juga seakan tidak mau kalah. Lady Diana, Mick Jagger, Maria Sharapova, dan David Beckham nyatanya sudah mengantongi kenangan manis di Pulau Moyo. Memang enggak salah ya, kalau Pulau Moyo dijuluki “Great Escape” para selebritis dunia. 

[Baca juga : "Batam Jazz Festival"]

Pulau seluas 350 kilometer persegi yang berada tepat di utara Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, ini menyimpan panorama yang memesona. Walaupun lokasinya tidak dekat dengan Ibu kota Sumbawa, deretan destinasi wisata alam seakan memenuhi Pulau Moyo. Mulai dari jernihnya air pantai, putihnya pasir di sekitar pantai, terumbu karang alami, ikan berwarna-warni yang mudah dijumpai, hingga keindahan air terjun akan sukses membuat pengunjung bernostalgia indah setelahnya.  (Sumber: Artikel indonesia.travel Foto  @vitriasari_harahap) 

   

Other Event

Sep/17 | Keroncong Plesiran

TripTrus.Com - Keroncong Plesiran berarti bermain keroncong sambil plesiran (Jawa: Plesiran berarti berkunjung di tempat-tempat wisata ). Keroncong Plesiran lahir dari inisiatif sekelompok anak muda Yogyakarta sebagai bentuk pelestarian musik keroncong. Keroncong Plesiran merupakan sebuah pertunjukan musik keroncong yang mengandalkan kebebasan berekspresi dan berimprovisasi, penonton diajak untuk mencicipi sebuah pertunjukan yang menawarkan nuansa refresing dan relaksasi, musik keroncong yang dibawakan merupakan musik keroncong generasi millenial, dengan tema Keroncong Millenial. Festival Keroncong muda ini menghadirkan grub musik keroncong asli, keroncong modern hingga keroncong dengan format orkestra. Vokalis yang dilibatkan sebagai bintang tamu merupakan para vokalis nasional dan lokal.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Indies Darlings (@ykvvknd) Kami bersama Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan juga Dinas Pariwisata DIY membawa pertunjukan musik Keroncong Plesiran ini ke sebuah destinasi wisata baru di wilayah DI Yogyakarta. Konsep lokasi yang dipilih dalam pertunjukan keroncong tak lepas dari konsep 3 A dalam pariwisata ( Amenitas, Aksesibilitas, dan Atraksi). Harapannya selain menjadi bentuk apresiasi dan pelestarian musik keroncong juga dapat meningkatkan pariwisata di Yogyakarta. [Baca juga : "Solo International Performing Arts"] Konsep yang di usung dalam penyelenggaraan ke V ini selain bermakna angka lima juga mempunyai makna singkatan dari “Viable” ( Mampu bertahan hidup ). Keroncong Plesiran membukti membuktikan dalam 2 tahun masa pandemic covid-19 ini mampu menjaga konsistensi dan eksistensi dalam melintasi masa-masa sulit pandemic, dengan melakukan adaptasi konsep pertunjukan. (Sumber: Artikel keroncongplesiran.com Foto @ykvvknd) ...
more.

Sep/15 | Festival Kota Lama Semarang 2022

TripTrus.Com - Wisata masa lalu enggak melulu bikin pilu karena ada juga yang seru. Enggak percaya? Yuk, buktikan sendiri di Festival Kota Lama Semarang 2022. Kamu bakal diajak nostalgia ke masa lampau, tapi tetap sambil living at the moment alias menikmati masa yang sekarang.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Festival Kota Lama (@festivalkotalama.smg) Caranya adalah dengan jelajah spot wisata, nonton panggung hiburan, kulineran, dan menikmati sederet aktivitas seru lainnya dari tanggal 15 hingga 25 September 2022. Tertarik ikutan, tapi masih belum yakin 100%? Coba cek dulu ulasan di bawah ini. Kamu pasti auto pengin berangkat ke Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, sekarang juga! Suka hunting foto maupun video dengan nuansa bangunan-bangunan bergaya klasik dan kuno? Festival Kota Lama Semarang 2022 adalah event yang sangat tepat untukmu. Pasalnya, perhelatan akbar ini memang akan fokus untuk mengekspos spot-spot unik di Kota Lama Semarang. Ada Metro Point, Gedung Oudetrap, kawasan Jalan Kepodang, Rumah Akar, dan Galeri Industri Kreatif. Masing-masing spot tersebut memiliki detail eksterior dan interior bergaya kolonial yang masih dipertahankan dan dirawat hingga sekarang. Oh iya, sebagian besar bangunan itu usianya sudah ratusan tahun, lho! [Baca juga : "Festival Pinisi 2022"] Ada yang mengatakan kalau first impression itu penting. Karena itulah, Festival Kota Lama Semarang 2022 ingin memberikan impresi yang mengesankan sejak permulaan. Kamu bakal disuguhi pertunjukan tari-tarian dan penampilan orkestra. Pssst, menurut bocoran, seorang violis dari Belanda juga akan turut memeriahkan acara pembukaan di Metro Point. (Sumber: Artikel indonesia.travel Foto @suwitowito21) ...
more.

Sep/14 | Festival Lamaholot

TripTrus.Com - Dari sekian banyak upacara adat di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, salah satunya adalah festival budaya Lamaholot. Selama empat hari, Pemkab Flores Timur menggelar festival budaya Lamaholot ini di dua tempat. Festival Lamaholot berlangsung di Desa Bantala, Lewolema pada 11 dan 12 September, serta di Desa Kiwang Ona dan Karing Lamalouk pada 14-15 September 2019.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Ventus Ola Lp (@_bottee) Festival kali ini mengajak kita semua untuk menggali dan menegaskan kembali ikatan kekerabatan dan kesatuan kampung-kampung yang dijaga dengan ritus-ritus dan janji adat sejak zaman lampau. Ritus-ritus pemersatu seperti Um Baja, Seni Lado, Leon Tenada, Hedung, Sole Oha dan syarat lainnya memuat nilai-nilai luhur yang telah ditanamkan oleh nenek moyang kita. Karena itu nilai-nilai yang ada sudah semestinya dijaga dan dilestarikan kepada generasi selanjutnya Melalui ritus-ritus tersebut, manusia diingatkan bagaimana seharusnya masyarakat bergotong-royong, saling menolong, saling menghargai satu sama lain dan menjunjung silahturahmi. Sekaligus menjaga tradisi sastra lisan berupa petuah yang disampaikan dalam lantunan pantun dalam tarian Sole dengan berbagai ragamnya seperti Oha, Menolu Aho Bele, Kedari, Lili, Lia-Namang dan lain-lain. Festival seni budaya Lamaholot, Flores merepresentasi secara prinsip esensi kelamaholotan yakni Pai taan Tou atau Mari Bersatu. Pemkab Flores Timur memilih Desa Bantala, Lewo Kakang (kampung induk) atau pusat bagi kelompok etnis Lewolema sebagi lokus pembukaan festival Lamaholot. Pemilihan lokasi tersebut bukan tanpa alasan. [Baca juga : "Festival Jelajah Pesona Kelabba Madja"] Lewolema adalah etnis yang cukup tua di Lamaholot yang masih memiliki warisan budaya asli, seperti ritual-ritual, atraksi-atraksi seni budaya. Pada suatu masa, kebudayaan Lewolema diberangus dalam tanda petik oleh Pemerintah dan Gereja akibat situasi politik paska G-30 S PKI. Festival ini berusaha mengangkat kembali warisan budaya yang sudah mulai punah. Dan menguatkan kembali rekatan sosial antar lewo dalam etnis Lewolema.  (Sumber: Artikel mediaindonesia.com Foto  @newstitian ) ...
more.

Comment

ButikTrip.com
remen-vintagephotography

Upcoming Trips

Open Trip Gunung Raung
30 Sep - 02 Oct 2022
Open Trip Dieng Plataeu
30 Sep - 02 Oct 2022
Open Trip Ujung Kulon
30 Sep - 02 Oct 2022
Open Trip Pulau Pahawang
30 Sep - 02 Oct 2022
Open Trip Dieng Plateau
30 Sep - 02 Oct 2022
×

...