shop-triptrus

Festival Musik Tong-Tong 2025


When
: 18 - 19 Oct 2025
Location
: Kab. Sumenep, Jawa Timur
Short URL
: http://triptr.us/n0C9

TripTrus.Com Yo bro-sis traveler! Lo pernah kebayang gak, gimana rasanya nonton festival malam yang isinya ratusan orang tabuh drum bambu, lampu warna-warni kelap-kelip, dan musik tradisi yang bikin jantung lo ikut jedag-jedug? Nah, itu semua kejadian beneran di Sumenep, Madura, lewat Festival Musik Tong-Tong se-Madura 2025! Event ini digelar tanggal 18–19 Oktober 2025 dan bener-bener sukses ngidupin suasana malam jadi kayak pesta budaya di jalanan. Temanya “Melalui Musik Tong-Tong, Mari Lestarikan Budaya Tradisi di Madura,” tapi dikemas super kekinian biar nyatu sama gaya anak muda zaman sekarang. Jadi bukan cuma soal budaya doang, tapi juga soal vibe dan kebersamaan yang bikin lo ngerasa: “Wah, ini nih Indonesia banget!”

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Ferry Waras (@ferry_waras)

Lo tau gak, musik tong-tong dulunya cuma dipakai buat ngebangunin orang sahur di bulan Ramadan, bro! Dulu alatnya sederhana banget—bambu atau kaleng bekas yang ditabuh rame-rame. Tapi sekarang? Gokil! Udah berubah jadi pertunjukan musik jalanan spektakuler. Tiap grup bawa satu kereta hias penuh lampu, dengan sekitar 30 penabuh yang tampil bareng di rute keliling kota. Suara perkusi mereka ngebentuk irama yang bikin lo gak bisa diem, pengen joget aja terus. Nah, konsepnya tuh bukan cuma sekadar musik, tapi juga visual show yang ngeriahin malam Madura. Tradisi jadul tapi dibalut dengan sentuhan modern, pas banget buat lo yang pengen ngerasain budaya tanpa kehilangan gaya.

Bro-sis, ini bukan acara ecek-ecek! Festival Tong-Tong 2025 ngumpulin 38 kelompok musik dari seluruh Madura buat tampil bareng di satu panggung besar terbuka. Tiap kelompok punya style dan aransemen masing-masing, bikin suasananya super variatif. Malam itu, jalanan Sumenep berubah jadi lautan manusia—ribuan penonton, kamera di mana-mana, dan semua orang senyum, tepuk tangan, jingkrak bareng. Yang paling asik, acaranya gratis, jadi semua orang bisa ikut ngeramein, dari bocah kecil sampai traveler dari luar daerah. Bener-bener bukti kalau musik tradisional bisa nyatu sama semangat muda dan jadi daya tarik wisata yang keren.

[Baca juga : "Payakumbuah Botuang Festival 2025"]

Gak cuma soal hiburan, bro! Festival Musik Tong-Tong punya misi yang lebih dalam. Pemerintah daerah bikin event ini buat ngangkat ekonomi kreatif lokal dan promosiin Madura sebagai destinasi wisata budaya yang kece. Selain itu, festival ini juga jadi ajang buat ngenalin identitas masyarakat Madura ke generasi muda biar gak ilang ditelan zaman. Sekarang, alat musik yang dulu dianggap tradisional bisa naik level jadi simbol kebanggaan daerah. Banyak juga UMKM lokal yang dapet rejeki dari penjualan makanan, souvenir, dan produk kreatif selama acara berlangsung. Jadi bisa dibilang, ini bukan cuma festival, tapi gerakan budaya yang ngehidupin ekonomi juga.

Bro & sis traveler, kalo lo belum pernah nonton Festival Tong-Tong, fix lo harus dateng tahun depan! Ini bukan cuma soal musik, tapi soal pengalaman yang ngena di hati—suara drum yang ngegetarin malam, kereta lampu yang melintas kayak parade mimpi, dan energi masyarakat yang bikin lo merinding. Lo bisa nikmatin tradisi sambil dapet konten Instagramable yang aesthetic banget. Selain itu, lo juga bakal liat gimana semangat lokal bisa nular ke semua orang yang dateng. Jadi, siapin outfit kece, powerbank full, dan kamera lo, karena begitu lo nyampe Madura, lo bakal ngerasa jadi bagian dari pesta budaya yang paling hits di tanah air. Jangan sampe cuma liat di story orang, bro-sis—dateng dan rasain sendiri getarannya! (Sumber Foto: @nawasena.official_) 

   

Other Event

Jul/22 | Festival Cisadane 2026

TripTrus.Com - Buat lo yang lagi cari agenda seru di bulan Juli, Festival Cisadane 2026 wajib banget masuk daftar. Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kembali menghadirkan salah satu festival budaya terbesar yang selalu dinanti masyarakat setiap tahunnya. Mengusung tema "Flowing Heritage, Growing Courage", perhelatan ini bakal berlangsung selama lima hari, mulai 22 hingga 26 Juli 2026, dengan pusat kegiatan di kawasan ikonik Jembatan Kaca Berendeng yang berada di bantaran Sungai Cisadane.       View this post on Instagram A post shared by TANGERANG (@exploretangerang) Tema yang diangkat tahun ini bukan sekadar slogan. Festival Cisadane 2026 ingin menggambarkan bagaimana warisan budaya terus mengalir dari generasi ke generasi, sekaligus menjadi penyemangat bagi masyarakat Kota Tangerang untuk berani berinovasi, berkolaborasi, dan melangkah menghadapi tantangan zaman. Filosofi Sungai Cisadane pun diangkat sebagai simbol perjalanan sejarah sekaligus keberanian warga dalam membangun masa depan yang lebih baik. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan, menjelaskan bahwa festival tahun ini dikemas dengan konsep yang lebih bermakna. Menurutnya, Festival Cisadane bukan hanya menjadi ajang pelestarian budaya dan sejarah, tetapi juga momentum untuk memperkuat identitas Kota Tangerang serta mendorong kebangkitan ekonomi lokal setelah melewati berbagai tantangan dalam beberapa tahun terakhir. [Baca juga : "Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026"] Yang bikin festival ini makin menarik, penyelenggara juga memberikan ruang besar bagi pelaku UMKM untuk ikut berkembang. Ratusan stan bakal meramaikan area festival dengan beragam produk kuliner, kerajinan, hingga karya kreatif lokal. Jadi, selain bisa menikmati pertunjukan seni dan budaya, lo juga bisa berburu aneka produk khas sekaligus mendukung pelaku usaha lokal agar semakin maju. Festival Cisadane juga dirancang sebagai ruang kolaborasi yang terbuka bagi berbagai kalangan. Mulai dari pegiat budaya, seniman, komunitas, hingga masyarakat umum bakal terlibat dalam berbagai rangkaian kegiatan yang diharapkan mampu memperkuat rasa kebersamaan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kota Tangerang kepada wisatawan. Kalau lo belum punya agenda di akhir Juli nanti, nggak ada salahnya mampir ke Festival Cisadane 2026. Selain menikmati suasana meriah di tepian Sungai Cisadane, lo juga bisa merasakan langsung perpaduan antara tradisi, kreativitas, hiburan, dan semangat baru yang menjadi identitas Kota Tangerang. Supaya nggak ketinggalan informasi terbaru mengenai jadwal maupun rangkaian acaranya, gue saranin buat terus pantau akun Instagram resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang. (Sumber Foto @desy_yuss)...
more.

Jun/13 | Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026

TripTrus.Com - Kalau ngomongin festival budaya paling ikonik di Pulau Dewata, Pesta Kesenian Bali jelas masuk daftar teratas. Event tahunan yang udah jadi kebanggaan masyarakat Bali ini bukan cuma sekadar ajang pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi berbagai tradisi, adat, dan warisan budaya yang terus dijaga lintas generasi. Melalui semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali, PKB hadir sebagai bentuk nyata upaya melestarikan sekaligus mengembangkan kekayaan seni budaya Bali agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.       View this post on Instagram A post shared by Dartha Sii Muggle (@dartha_muggle) Tahun ini, Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026 kembali digelar di Kota Denpasar dan siap menyuguhkan pengalaman budaya yang lebih meriah, kreatif, dan penuh warna. Mengusung tema “Atma Kerthi – Jiwa Sidha Parisudha”, festival ini mengajak masyarakat untuk memuliakan jiwa menuju kesempurnaan melalui seni, budaya, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur Bali. Bukan cuma buat pecinta budaya, acara ini juga cocok banget buat lo yang ingin melihat sisi autentik Bali yang mungkin belum pernah lo temui sebelumnya. Selama penyelenggaraannya, PKB menjadi panggung bagi beragam ekspresi seni, mulai dari seni klasik, tradisi Bali Aga, hingga karya-karya kontemporer dari para maestro dan seniman muda berbakat. Format acaranya pun super lengkap, mulai dari pawai budaya, parade seni, pergelaran, lomba, pameran, lokakarya, sampai diskusi budaya yang seru dan inspiratif. Nggak heran kalau banyak orang menyebut PKB sebagai “monumen hidup” kebudayaan Bali karena terus berkembang tanpa kehilangan akar tradisinya. [Baca juga : "Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI Dan Grebeg Suro 2026"] Menariknya lagi, festival ini bukan hanya menjadi ruang apresiasi bagi para seniman lokal, tetapi juga jendela budaya bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Di sini, lo bisa melihat langsung berbagai kesenian yang berasal dari desa-desa di seluruh Bali, lengkap dengan karakter dan keunikan masing-masing daerah. Pengalaman ini bikin pengunjung bisa merasakan esensi budaya Bali yang asli, jauh lebih dekat daripada sekadar melihatnya di media sosial atau brosur wisata. Rangkaian kemeriahan PKB 2026 juga menghadirkan berbagai pertunjukan spektakuler yang sayang banget untuk dilewatkan. Pada 5–7 Juni 2026, masyarakat dapat menikmati beragam pementasan seni tradisional di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana dan Areal Taman Bung Karno, mulai pukul 17.00 WITA hingga selesai. Berbagai penampilan seperti Joged, Angklung Kebyar, hingga Gong Kebyar mebarung siap menghidupkan suasana dengan energi dan dinamika khas Bali yang bikin penonton terpukau. Nggak cuma suguhan seni pertunjukan, area festival juga diramaikan oleh berbagai stand kuliner dan kerajinan khas Bali. Jadi setelah puas menikmati pertunjukan, lo bisa lanjut berburu makanan tradisional, produk UMKM kreatif, hingga karya kerajinan lokal yang unik dan estetik. Cocok banget buat lo yang suka eksplor budaya sambil berburu konten Instagram atau TikTok yang anti-mainstream. Digelar di Denpasar, Bali, pada 13 Juni hingga 11 Juli 2026, PKB menjadi momentum penting untuk merayakan harmoni antara tradisi dan inovasi. Festival ini membuktikan bahwa budaya bukan sesuatu yang kuno atau ketinggalan zaman, melainkan identitas yang terus hidup, berkembang, dan mampu beradaptasi dengan generasi masa kini. Jadi, kalau lo lagi cari pengalaman yang nggak cuma seru tetapi juga penuh makna, PKB 2026 adalah destinasi yang wajib masuk bucket list lo tahun ini. (Sumber Foto @dickyyanuarrm) ...
more.

Jun/09 | Tenganan Pegringsingan Culture Festival 2026

TripTrus.Com - Kalau lo lagi cari pengalaman wisata budaya yang bukan sekadar buat foto-foto estetik, Tenganan Pegringsingan Culture Festival 2026 wajib masuk daftar agenda lo. Festival yang digelar pada 9–11 Juni 2026 di Desa Tenganan Pegringsingan, Karangasem, Bali ini menghadirkan pengalaman autentik untuk mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat Bali Aga, salah satu komunitas tertua di Bali yang masih mempertahankan tradisi leluhur sejak masa pra-Majapahit.       View this post on Instagram A post shared by Kain Antik Gringsing Tenganan (@antique_fabrics_gringsing) Selama tiga hari penyelenggaraan, pengunjung diajak menyelami berbagai warisan budaya yang menjadi identitas Desa Tenganan Pegringsingan. Salah satu atraksi yang paling ditunggu tentu saja Perang Pandan (Mekare-kare), tradisi unik yang menjadi simbol penghormatan kepada leluhur sekaligus persembahan kepada Dewa Indra. Tradisi ini bukan sekadar pertunjukan budaya, melainkan bagian penting dari nilai-nilai kehidupan masyarakat setempat yang terus dijaga dari generasi ke generasi. Bukan cuma menyaksikan tradisi ikonik, lo juga bisa ikut berbagai kegiatan interaktif yang bikin pengalaman festival terasa lebih dekat dan personal. Melalui Workshop Kain Geringsing, pengunjung berkesempatan mengenal teknik menenun serta proses pewarnaan tradisional yang telah diwariskan selama ratusan tahun. Kain Geringsing sendiri dikenal sebagai salah satu kain tenun paling langka dan memiliki nilai filosofis yang tinggi dalam budaya Bali. [Baca juga : "Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI Dan Grebeg Suro 2026"] Bagi lo yang suka eksplorasi sejarah dan cerita lokal, tersedia pula program Storytelling & Heritage Tour. Dalam sesi ini, pengunjung dapat mendengarkan kisah tentang sejarah Desa Tenganan Pegringsingan, memahami makna filosofis di balik Perang Pandan, hingga mengenal proses pembuatan kain Geringsing secara lebih mendalam. Aktivitas ini menjadi cara yang seru untuk belajar budaya tanpa terasa membosankan. Festival ini juga menjadi wadah untuk memperkenalkan potensi pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif Kabupaten Karangasem kepada masyarakat yang lebih luas. Di tengah perkembangan zaman yang serba digital, keberadaan acara seperti Tenganan Pegringsingan Culture Festival menjadi bukti bahwa tradisi lokal tetap bisa relevan, menarik, dan dekat dengan generasi muda. Jadi, kalau lo pengin ngerasain langsung vibes budaya Bali yang autentik, sekaligus menambah wawasan dengan cara yang asyik, festival ini bisa jadi destinasi yang pas buat lo datangi tahun 2026. (Sumber Foto @agusguntur)...
more.

Comment

ButikTrip.id
remen-vintagephotography

Upcoming Trips

Pangandaran Trip 3h2m
24 - 27 Jul 2026
Treaking Gunung Papandayan
24 - 25 Jul 2026
Open Trip Dieng Plateau
24 - 26 Jul 2026
×

...