shop-triptrus

Festival Golo Koe Labuan Bajo Maria Assumpta Nusantara 2025


When
: 10 - 15 Aug 2025
Location
: Kab. Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur
Short URL
: http://triptr.us/nRh9

TripTrus.Com Bayangin lo lagi di tepi laut Labuan Bajo yang cakep abis, tapi bukan sekadar liburan biasa. Di tanggal 10–15 Agustus 2025, lo bakal disambut vibe yang beda di Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara! Ini bukan event biasa, bro-sis—gabungan religi, budaya lokal, dan keseruan ala ekonomi kreatif Flores. Mulai dari arak-arakan Patung Maria, konser, aksi sosial, sampai bazar produk lokal yang cakep banget buat oleh-oleh. Bahkan festival ini masuk daftar Karisma Event Nusantara 2025, jadi lo wajib tandain kalender lo dari sekarang. Sambil healing, lo bisa ngerasain deep spiritual vibes plus experience lokal yang kaya banget. Let’s go deeper, bro-sis!

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Fridolyn Ersam (@fridolin_ersam)

📣 1. Launching Festival Udah Hype dari Awal Tahun

Bro-sis, vibes festival ini tuh udah mulai ke-bangun dari Januari 2025, cuy. Dari media cetak sampai medsos rame banget bahas launching-nya! Lo pasti udah nemu cuplikan teaser-nya di feed IG @karismaeventnusantara atau di akun resmi Kemenparekraf. Jadi waktu lo dateng pas event-nya, lo udah familiar banget. Rasa-rasanya kayak dateng ke party yang lo udah ikutin pre-hype-nya lama. Semua detailnya udah bocor di media, tinggal lo dateng bawa good vibes!

🙏 2. Prosesi Patung Maria yang Bikin Merinding

Nah, ini dia momen yang ditunggu-tunggu, bro-sis: arak-arakan Patung Bunda Maria Assumpta yang super khidmat tapi tetap aesthetic. Rute prosesi dari paroki ke Goa Golo Koe tuh epic abis, lewatin tempat-tempat ikonik kayak Warsawe, Melo, dan Dalong. Warga lokal dan wisatawan rame-rame ngiringin sambil doa dan nyanyi rohani. Tapi yang bikin makin keren, vibe-nya tuh multietnik dan toleran banget—muslim, kristiani, dan masyarakat adat bareng-bareng support. Lo bisa sambil story-an, tapi juga refleksi spiritual.

🎭 3. Karnaval Budaya & Tari Kolosal yang Colorful Banget

Sis, pas tanggal 11 Agustus siapin outfit yang nyala ya, karena ada parade budaya gede-gedean yang bakal ngehias jalanan Labuan Bajo. Lo bakal liat selebrasi Maria Assumpta yang dikemas dengan tari kolosal khas Manggarai—penuh warna, musik tradisional yang menghentak, dan koreografi masal yang wow banget. Jangan lupa, ini momen buat feed dan Reels lo—cahaya natural, kostum nyala, dan crowd bahagia. Bener-bener Gen Z vibes yang nyatu sama kearifan lokal!

🎬 4. Teater Tradisional & Atraksi Caci yang Bikin Deg-degan

Tanggal 12 dan 13 Agustus lo bakal dikasih hiburan yang deep banget—ada Teater Randang Niang yang dramatik abis dan Caci Kolosal, atraksi perang cambuk khas Flores yang penuh simbol dan energi. Ini bukan sekadar show, bro-sis, tapi cerita hidup yang dikemas visual banget kayak nonton live-action drama budaya. Buat lo yang suka nonton Netflix dengan plot lokal, ini versi real-nya langsung di depan mata lo. Bisa jadi konten, bisa juga bahan refleksi.

[Baca juga : "Tomohon International Flower Festival 2025"]

🛍️ 5. Bazar UMKM & Ekraf: Belanja Sambil Healing

Bro-sis traveler, siapa bilang healing gak bisa sambil support lokal? Di festival ini lo bakal nemu stand bazar UMKM yang vibes-nya artsy dan estetik abis. Mulai dari tenun songke, aksesoris handmade, selendang khas Flores, sampe makanan lokal yang belum tentu lo temuin di kota besar. Lo bisa belanja sambil ngobrol langsung sama pengrajinnya. Dijamin feed lo makin colorful, dan dompet lo ikutan support ekonomi Manggarai Barat. Win-win solution banget!

🌊 6. Prosesi Laut & Misa Akhir: Puncaknya Bikin Hati Adem

Tanggal 14 dan 15 Agustus jadi momen klimaks, bro-sis. Ada prosesi laut—yak, beneran Patung Maria diarak lewat laut!—lalu dilanjut Misa Agung di Marina Waterfront. Lautan jemaat dan wisatawan gabung dalam satu atmosfer spiritual yang damai tapi tetep hangat dan inklusif. Lo bisa ikut misa sambil liat view Labuan Bajo yang iconic banget. Sore harinya, konser penutup yang romantis dan chill bakal jadi closing vibes yang bikin susah move on. Jangan lupa rekam dan post ya!

Festival Golo Koe 2025 tuh nge-blend spiritualitas, budaya, sosial, hingga ekraf dalam satu vibes yang kekinian abis. Gak cuma untuk umat Katolik aja, tapi terbuka buat semua yang pengin merasakan harmoni keberagaman dan kekayaan budaya NTT. Dari launching hype sejak Januari, arakan yang multikultur, karnaval budaya yang eksplosif, sampai atraksi budaya dan bazar UMKM yang super kece—semuanya bikin lo makin cinta Indonesia dari sudut yang beda. Catet tanggalnya: 10–15 Agustus 2025. Siapin outfit yang cocok buat parade, kamera buat moment, dan hati buat menerima vibes lokal yang tulus. Jangan lupa follow @karismaeventnusantara & @kemenparekraf biar gak ketinggalan info terbaru. Let’s go spiritual, let’s go local, let’s go viral!  (Sumber Foto: @thsthm_labuan_bajo)

   

Other Event

Jul/22 | Festival Cisadane 2026

TripTrus.Com - Buat lo yang lagi cari agenda seru di bulan Juli, Festival Cisadane 2026 wajib banget masuk daftar. Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kembali menghadirkan salah satu festival budaya terbesar yang selalu dinanti masyarakat setiap tahunnya. Mengusung tema "Flowing Heritage, Growing Courage", perhelatan ini bakal berlangsung selama lima hari, mulai 22 hingga 26 Juli 2026, dengan pusat kegiatan di kawasan ikonik Jembatan Kaca Berendeng yang berada di bantaran Sungai Cisadane.       View this post on Instagram A post shared by TANGERANG (@exploretangerang) Tema yang diangkat tahun ini bukan sekadar slogan. Festival Cisadane 2026 ingin menggambarkan bagaimana warisan budaya terus mengalir dari generasi ke generasi, sekaligus menjadi penyemangat bagi masyarakat Kota Tangerang untuk berani berinovasi, berkolaborasi, dan melangkah menghadapi tantangan zaman. Filosofi Sungai Cisadane pun diangkat sebagai simbol perjalanan sejarah sekaligus keberanian warga dalam membangun masa depan yang lebih baik. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan, menjelaskan bahwa festival tahun ini dikemas dengan konsep yang lebih bermakna. Menurutnya, Festival Cisadane bukan hanya menjadi ajang pelestarian budaya dan sejarah, tetapi juga momentum untuk memperkuat identitas Kota Tangerang serta mendorong kebangkitan ekonomi lokal setelah melewati berbagai tantangan dalam beberapa tahun terakhir. [Baca juga : "Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026"] Yang bikin festival ini makin menarik, penyelenggara juga memberikan ruang besar bagi pelaku UMKM untuk ikut berkembang. Ratusan stan bakal meramaikan area festival dengan beragam produk kuliner, kerajinan, hingga karya kreatif lokal. Jadi, selain bisa menikmati pertunjukan seni dan budaya, lo juga bisa berburu aneka produk khas sekaligus mendukung pelaku usaha lokal agar semakin maju. Festival Cisadane juga dirancang sebagai ruang kolaborasi yang terbuka bagi berbagai kalangan. Mulai dari pegiat budaya, seniman, komunitas, hingga masyarakat umum bakal terlibat dalam berbagai rangkaian kegiatan yang diharapkan mampu memperkuat rasa kebersamaan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kota Tangerang kepada wisatawan. Kalau lo belum punya agenda di akhir Juli nanti, nggak ada salahnya mampir ke Festival Cisadane 2026. Selain menikmati suasana meriah di tepian Sungai Cisadane, lo juga bisa merasakan langsung perpaduan antara tradisi, kreativitas, hiburan, dan semangat baru yang menjadi identitas Kota Tangerang. Supaya nggak ketinggalan informasi terbaru mengenai jadwal maupun rangkaian acaranya, gue saranin buat terus pantau akun Instagram resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang. (Sumber Foto @desy_yuss)...
more.

Jun/13 | Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026

TripTrus.Com - Kalau ngomongin festival budaya paling ikonik di Pulau Dewata, Pesta Kesenian Bali jelas masuk daftar teratas. Event tahunan yang udah jadi kebanggaan masyarakat Bali ini bukan cuma sekadar ajang pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi berbagai tradisi, adat, dan warisan budaya yang terus dijaga lintas generasi. Melalui semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali, PKB hadir sebagai bentuk nyata upaya melestarikan sekaligus mengembangkan kekayaan seni budaya Bali agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.       View this post on Instagram A post shared by Dartha Sii Muggle (@dartha_muggle) Tahun ini, Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026 kembali digelar di Kota Denpasar dan siap menyuguhkan pengalaman budaya yang lebih meriah, kreatif, dan penuh warna. Mengusung tema “Atma Kerthi – Jiwa Sidha Parisudha”, festival ini mengajak masyarakat untuk memuliakan jiwa menuju kesempurnaan melalui seni, budaya, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur Bali. Bukan cuma buat pecinta budaya, acara ini juga cocok banget buat lo yang ingin melihat sisi autentik Bali yang mungkin belum pernah lo temui sebelumnya. Selama penyelenggaraannya, PKB menjadi panggung bagi beragam ekspresi seni, mulai dari seni klasik, tradisi Bali Aga, hingga karya-karya kontemporer dari para maestro dan seniman muda berbakat. Format acaranya pun super lengkap, mulai dari pawai budaya, parade seni, pergelaran, lomba, pameran, lokakarya, sampai diskusi budaya yang seru dan inspiratif. Nggak heran kalau banyak orang menyebut PKB sebagai “monumen hidup” kebudayaan Bali karena terus berkembang tanpa kehilangan akar tradisinya. [Baca juga : "Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI Dan Grebeg Suro 2026"] Menariknya lagi, festival ini bukan hanya menjadi ruang apresiasi bagi para seniman lokal, tetapi juga jendela budaya bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Di sini, lo bisa melihat langsung berbagai kesenian yang berasal dari desa-desa di seluruh Bali, lengkap dengan karakter dan keunikan masing-masing daerah. Pengalaman ini bikin pengunjung bisa merasakan esensi budaya Bali yang asli, jauh lebih dekat daripada sekadar melihatnya di media sosial atau brosur wisata. Rangkaian kemeriahan PKB 2026 juga menghadirkan berbagai pertunjukan spektakuler yang sayang banget untuk dilewatkan. Pada 5–7 Juni 2026, masyarakat dapat menikmati beragam pementasan seni tradisional di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana dan Areal Taman Bung Karno, mulai pukul 17.00 WITA hingga selesai. Berbagai penampilan seperti Joged, Angklung Kebyar, hingga Gong Kebyar mebarung siap menghidupkan suasana dengan energi dan dinamika khas Bali yang bikin penonton terpukau. Nggak cuma suguhan seni pertunjukan, area festival juga diramaikan oleh berbagai stand kuliner dan kerajinan khas Bali. Jadi setelah puas menikmati pertunjukan, lo bisa lanjut berburu makanan tradisional, produk UMKM kreatif, hingga karya kerajinan lokal yang unik dan estetik. Cocok banget buat lo yang suka eksplor budaya sambil berburu konten Instagram atau TikTok yang anti-mainstream. Digelar di Denpasar, Bali, pada 13 Juni hingga 11 Juli 2026, PKB menjadi momentum penting untuk merayakan harmoni antara tradisi dan inovasi. Festival ini membuktikan bahwa budaya bukan sesuatu yang kuno atau ketinggalan zaman, melainkan identitas yang terus hidup, berkembang, dan mampu beradaptasi dengan generasi masa kini. Jadi, kalau lo lagi cari pengalaman yang nggak cuma seru tetapi juga penuh makna, PKB 2026 adalah destinasi yang wajib masuk bucket list lo tahun ini. (Sumber Foto @dickyyanuarrm) ...
more.

Jun/09 | Tenganan Pegringsingan Culture Festival 2026

TripTrus.Com - Kalau lo lagi cari pengalaman wisata budaya yang bukan sekadar buat foto-foto estetik, Tenganan Pegringsingan Culture Festival 2026 wajib masuk daftar agenda lo. Festival yang digelar pada 9–11 Juni 2026 di Desa Tenganan Pegringsingan, Karangasem, Bali ini menghadirkan pengalaman autentik untuk mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat Bali Aga, salah satu komunitas tertua di Bali yang masih mempertahankan tradisi leluhur sejak masa pra-Majapahit.       View this post on Instagram A post shared by Kain Antik Gringsing Tenganan (@antique_fabrics_gringsing) Selama tiga hari penyelenggaraan, pengunjung diajak menyelami berbagai warisan budaya yang menjadi identitas Desa Tenganan Pegringsingan. Salah satu atraksi yang paling ditunggu tentu saja Perang Pandan (Mekare-kare), tradisi unik yang menjadi simbol penghormatan kepada leluhur sekaligus persembahan kepada Dewa Indra. Tradisi ini bukan sekadar pertunjukan budaya, melainkan bagian penting dari nilai-nilai kehidupan masyarakat setempat yang terus dijaga dari generasi ke generasi. Bukan cuma menyaksikan tradisi ikonik, lo juga bisa ikut berbagai kegiatan interaktif yang bikin pengalaman festival terasa lebih dekat dan personal. Melalui Workshop Kain Geringsing, pengunjung berkesempatan mengenal teknik menenun serta proses pewarnaan tradisional yang telah diwariskan selama ratusan tahun. Kain Geringsing sendiri dikenal sebagai salah satu kain tenun paling langka dan memiliki nilai filosofis yang tinggi dalam budaya Bali. [Baca juga : "Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI Dan Grebeg Suro 2026"] Bagi lo yang suka eksplorasi sejarah dan cerita lokal, tersedia pula program Storytelling & Heritage Tour. Dalam sesi ini, pengunjung dapat mendengarkan kisah tentang sejarah Desa Tenganan Pegringsingan, memahami makna filosofis di balik Perang Pandan, hingga mengenal proses pembuatan kain Geringsing secara lebih mendalam. Aktivitas ini menjadi cara yang seru untuk belajar budaya tanpa terasa membosankan. Festival ini juga menjadi wadah untuk memperkenalkan potensi pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif Kabupaten Karangasem kepada masyarakat yang lebih luas. Di tengah perkembangan zaman yang serba digital, keberadaan acara seperti Tenganan Pegringsingan Culture Festival menjadi bukti bahwa tradisi lokal tetap bisa relevan, menarik, dan dekat dengan generasi muda. Jadi, kalau lo pengin ngerasain langsung vibes budaya Bali yang autentik, sekaligus menambah wawasan dengan cara yang asyik, festival ini bisa jadi destinasi yang pas buat lo datangi tahun 2026. (Sumber Foto @agusguntur)...
more.

Comment

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...