TripTrus.Com - Lombok Tengah udah full gas buat nyiapin Festival Bau Nyale 2025 yang bakal digelar tanggal 18-19 Februari nanti. Pemerintah Lombok nggak main-main nih, semua udah dikoordinasi biar acara ini pecah abis.
Plh. Asisten II Setda Lombok Tengah, Lendek Jayadi, bilang kalo mereka udah duduk bareng sama pihak Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) buat pastiin semua lancar jaya. “Kita udah pastiin semua persiapan dari tempat sampai performer. Aman deh pokoknya!” kata dia.
Malam puncaknya? Bakal gokil abis! Artis lokal jagoan, Erni Ayuningsih sama Jhon Kursi Roda, bakal perform di event Pelita Harapan. Acara bakal jalan dari 14-19 Februari, tanpa jeda! Targetnya 15 ribu orang bakal datang, dan ekonomi lokal bakalan kecipratan untung.
[Baca juga : "Festival Jenang Solo 2025"]
Kenapa pilih tanggal segitu? "Karena pas long weekend, biar banyak yang datang dan stay di Mandalika," jelas Lendek.
Trus, ada apa aja? Mulai dari Peresean (14-16 Februari) di Kuta Beach Park, Karnaval Putri Mandalika (17 Februari) di Pantai Kuta Mandalika, sampe Malam Puncak Bau Nyale (18-19 Februari) di Pantai Seger, Kuta, Mandalika. Karnaval ini bakal menampilkan 1000 putri terbaik Lombok Tengah.
Menurut Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah, Lalu Sungkul, para putri ini udah dipilih ketat dari semua kecamatan. “Mereka akan tampil dengan kostum warna-warni yang nunjukin budaya kita,” ujarnya. Karnaval ini pasti bakal bikin wisatawan lokal dan internasional kepincut buat datang! Jadi, lo udah siap belum buat seru-seruan di Bau Nyale 2025? Jangan sampe ketinggalan ya! (Sumber Foto: @nbayuary)
Jun/13 | Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026
TripTrus.Com - Kalau ngomongin festival budaya paling ikonik di Pulau Dewata, Pesta Kesenian Bali (PKB) jelas masuk daftar teratas. Event tahunan yang udah jadi kebanggaan masyarakat Bali ini bukan cuma sekadar ajang pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi berbagai tradisi, adat, dan warisan budaya yang terus dijaga lintas generasi. Melalui semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali, PKB hadir sebagai bentuk nyata upaya melestarikan sekaligus mengembangkan kekayaan seni budaya Bali agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
View this post on Instagram
A post shared by Dartha Sii Muggle (@dartha_muggle)
Tahun ini, Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026 kembali digelar di Kota Denpasar dan siap menyuguhkan pengalaman budaya yang lebih meriah, kreatif, dan penuh warna. Mengusung tema “Atma Kerthi – Jiwa Sidha Parisudha”, festival ini mengajak masyarakat untuk memuliakan jiwa menuju kesempurnaan melalui seni, budaya, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur Bali. Bukan cuma buat pecinta budaya, acara ini juga cocok banget buat lo yang ingin melihat sisi autentik Bali yang mungkin belum pernah lo temui sebelumnya.
Selama penyelenggaraannya, PKB menjadi panggung bagi beragam ekspresi seni, mulai dari seni klasik, tradisi Bali Aga, hingga karya-karya kontemporer dari para maestro dan seniman muda berbakat. Format acaranya pun super lengkap, mulai dari pawai budaya, parade seni, pergelaran, lomba, pameran, lokakarya, sampai diskusi budaya yang seru dan inspiratif. Nggak heran kalau banyak orang menyebut PKB sebagai “monumen hidup” kebudayaan Bali karena terus berkembang tanpa kehilangan akar tradisinya.
[Baca juga : "Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI Dan Grebeg Suro 2026"]
Menariknya lagi, festival ini bukan hanya menjadi ruang apresiasi bagi para seniman lokal, tetapi juga jendela budaya bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Di sini, lo bisa melihat langsung berbagai kesenian yang berasal dari desa-desa di seluruh Bali, lengkap dengan karakter dan keunikan masing-masing daerah. Pengalaman ini bikin pengunjung bisa merasakan esensi budaya Bali yang asli, jauh lebih dekat daripada sekadar melihatnya di media sosial atau brosur wisata.
Rangkaian kemeriahan PKB 2026 juga menghadirkan berbagai pertunjukan spektakuler yang sayang banget untuk dilewatkan. Pada 5–7 Juni 2026, masyarakat dapat menikmati beragam pementasan seni tradisional di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana dan Areal Taman Bung Karno, mulai pukul 17.00 WITA hingga selesai. Berbagai penampilan seperti Joged, Angklung Kebyar, hingga Gong Kebyar mebarung siap menghidupkan suasana dengan energi dan dinamika khas Bali yang bikin penonton terpukau.
Nggak cuma suguhan seni pertunjukan, area festival juga diramaikan oleh berbagai stand kuliner dan kerajinan khas Bali. Jadi setelah puas menikmati pertunjukan, lo bisa lanjut berburu makanan tradisional, produk UMKM kreatif, hingga karya kerajinan lokal yang unik dan estetik. Cocok banget buat lo yang suka eksplor budaya sambil berburu konten Instagram atau TikTok yang anti-mainstream.
Digelar di Denpasar, Bali, pada 13 Juni hingga 11 Juli 2026, PKB menjadi momentum penting untuk merayakan harmoni antara tradisi dan inovasi. Festival ini membuktikan bahwa budaya bukan sesuatu yang kuno atau ketinggalan zaman, melainkan identitas yang terus hidup, berkembang, dan mampu beradaptasi dengan generasi masa kini. Jadi, kalau lo lagi cari pengalaman yang nggak cuma seru tetapi juga penuh makna, PKB 2026 adalah destinasi yang wajib masuk bucket list lo tahun ini. (Sumber Foto @dickyyanuarrm)
...
more.