TripTrus.Com - Festival Babukung, yang awalnya jadi ritual kematian orang Dayak Tomun, sekarang berubah jadi event kece buat hibur keluarga yang lagi sedih. Orang Dayak Tomun pada datang, joget sambil pake topeng tradisional yang disebut Luha. Joget pake topeng ini dinamain “Babukung”. Dengan tari-tarian keren, musik unik, dan topeng eksotis, festival ini jadi cara buat lestarikan budaya sekaligus dongkrak pariwisata di Kabupaten Lamandau.
Tahun ini, Festival Babukung punya tema "Menjaga Tradisi, Merawat Bumi, Mengarungi Era Digitalisasi". Festival Babukung 2024 bakal diadain hybrid, gabungan antara offline dan virtual. Ada banyak kegiatan seru seperti karnaval Luha, tari kreasi Babukung, pentas musik etnik, pameran fotografi, workshop, bazar UMKM, lomba foto, dan lomba mewarnai.
[Baca juga : "Eksotika Bromo 2024"]
Di gelaran Festival Babukung yang ke-9 ini ada keseruan baru buat pengunjung. Bakal ada pameran 250 foto terpilih yang memamerkan keindahan eksotisme LUHA (topeng khas Babukung). Punya foto keren tentang Babukung? Ini kesempatan buat karyamu dilihat pecinta seni dan budaya yang hadir di Festival Babukung 2024. Kirim fotomu dan dapetin exclusive merchandise Festival Babukung yang cuma buat kontributor foto. Bareng-bareng kita jaga tradisi bangsa.
Ayo jaga tradisi lewat lirik dan nada. Siapin aransemen terbaikmu, meriahkan Festival Babukung 2024 di Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, 8-10 Agustus 2024. Highlight tiap tahun di Festival Babukung adalah Karnaval Luha, atau Karnaval Topeng eksotis khas Dayak Tomun. Cek slide kedua buat daftar tim karnaval kalian di Festival Babukung 2024, siapin luha terbaik dan terunik, dan raih total hadiah 74jt rupiah. (Sumber Foto: @rochim110981)
Jun/13 | Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026
TripTrus.Com - Kalau ngomongin festival budaya paling ikonik di Pulau Dewata, Pesta Kesenian Bali (PKB) jelas masuk daftar teratas. Event tahunan yang udah jadi kebanggaan masyarakat Bali ini bukan cuma sekadar ajang pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi berbagai tradisi, adat, dan warisan budaya yang terus dijaga lintas generasi. Melalui semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali, PKB hadir sebagai bentuk nyata upaya melestarikan sekaligus mengembangkan kekayaan seni budaya Bali agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
View this post on Instagram
A post shared by Dartha Sii Muggle (@dartha_muggle)
Tahun ini, Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026 kembali digelar di Kota Denpasar dan siap menyuguhkan pengalaman budaya yang lebih meriah, kreatif, dan penuh warna. Mengusung tema “Atma Kerthi – Jiwa Sidha Parisudha”, festival ini mengajak masyarakat untuk memuliakan jiwa menuju kesempurnaan melalui seni, budaya, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur Bali. Bukan cuma buat pecinta budaya, acara ini juga cocok banget buat lo yang ingin melihat sisi autentik Bali yang mungkin belum pernah lo temui sebelumnya.
Selama penyelenggaraannya, PKB menjadi panggung bagi beragam ekspresi seni, mulai dari seni klasik, tradisi Bali Aga, hingga karya-karya kontemporer dari para maestro dan seniman muda berbakat. Format acaranya pun super lengkap, mulai dari pawai budaya, parade seni, pergelaran, lomba, pameran, lokakarya, sampai diskusi budaya yang seru dan inspiratif. Nggak heran kalau banyak orang menyebut PKB sebagai “monumen hidup” kebudayaan Bali karena terus berkembang tanpa kehilangan akar tradisinya.
[Baca juga : "Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI Dan Grebeg Suro 2026"]
Menariknya lagi, festival ini bukan hanya menjadi ruang apresiasi bagi para seniman lokal, tetapi juga jendela budaya bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Di sini, lo bisa melihat langsung berbagai kesenian yang berasal dari desa-desa di seluruh Bali, lengkap dengan karakter dan keunikan masing-masing daerah. Pengalaman ini bikin pengunjung bisa merasakan esensi budaya Bali yang asli, jauh lebih dekat daripada sekadar melihatnya di media sosial atau brosur wisata.
Rangkaian kemeriahan PKB 2026 juga menghadirkan berbagai pertunjukan spektakuler yang sayang banget untuk dilewatkan. Pada 5–7 Juni 2026, masyarakat dapat menikmati beragam pementasan seni tradisional di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana dan Areal Taman Bung Karno, mulai pukul 17.00 WITA hingga selesai. Berbagai penampilan seperti Joged, Angklung Kebyar, hingga Gong Kebyar mebarung siap menghidupkan suasana dengan energi dan dinamika khas Bali yang bikin penonton terpukau.
Nggak cuma suguhan seni pertunjukan, area festival juga diramaikan oleh berbagai stand kuliner dan kerajinan khas Bali. Jadi setelah puas menikmati pertunjukan, lo bisa lanjut berburu makanan tradisional, produk UMKM kreatif, hingga karya kerajinan lokal yang unik dan estetik. Cocok banget buat lo yang suka eksplor budaya sambil berburu konten Instagram atau TikTok yang anti-mainstream.
Digelar di Denpasar, Bali, pada 13 Juni hingga 11 Juli 2026, PKB menjadi momentum penting untuk merayakan harmoni antara tradisi dan inovasi. Festival ini membuktikan bahwa budaya bukan sesuatu yang kuno atau ketinggalan zaman, melainkan identitas yang terus hidup, berkembang, dan mampu beradaptasi dengan generasi masa kini. Jadi, kalau lo lagi cari pengalaman yang nggak cuma seru tetapi juga penuh makna, PKB 2026 adalah destinasi yang wajib masuk bucket list lo tahun ini. (Sumber Foto @dickyyanuarrm)
...
more.